Issuu on Google+

KPU BALI : Masyarakat Diminta Sabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

foto : istimewa SwaraRakyatBali, Denpasar – Ketua KPU Provinsi Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil perhitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang resmi dari KPU. Masyarakat juga diminta tenang dan tetap menjaga kondusifitas. "Kami minta masyarakat sabar dan tenang. Sebab, hasil Pilgub Bali yang resmi adalah perhitungan secara manual yang dilakukan oleh KPU," jelasnya beberapa waktu lalu. Lanang Perbawa mengatakan, silahkan saja lembaga-lembaga survei mengumumkan hasil perhitungan cepatnya. Namun, itu bukan hasil resmi. "Yang resmi adalah hasil perhitungan secara manual yang dilakukan KPU. Tunggu saja hasilnya. Sabar dan tenang," jelasnya.

Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan Suara KPU Provinsi Bali, Ni Putu Ayu Winariati, mengatakan, KPU tidak membuat perhitungan cepat (quick count). KPU melakukan perhitungan suara sesuai tahapannya secara manual dari bawah. Dijelaskan, perhitungan di tingkat KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dilaksanakan 15 Mei. Kemudian dilanjutkan perhitungan (rekapitulasi) di PPS (Panitia Pemungutan Suara) pada 16-18 Mei. Setelah itu dilanjutkan rekapitulasi perhitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 19-21 Mei. Baru pada 22-24 Mei dilaksanakan rekapitulasi perhitungan suara di KPU kabupaten/kota se-Bali. Terakhir dilaksanakan pleno rekapitulasi perhitungan suara di KPU Provinsi Bali pada 25-27 Mei. (kpubalisrb)

Putu Liong

Proses Demokrasi Masih Berlangsung Kita Tunggu Hasilnya SwaraRakyatBali, Badung, - "Masyarakat Bali diharapkan bisa menunggu hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum untuk menentukan pemenang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali, sebagai bagian dari proses demokrasi pascapenghitungan tersebut," demikian hal tersebut dikemukakan I Putu Sudiartana, bacaleg nomor urut 7 DPR-RI Dapil Bali dari Partai Demokrat ini . Hasil hitung cepat Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), pasangan AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) memperoleh 50,31 persen dan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pastikerta) mendapat 49,69 persen. Adapun hitung cepat Indonesia Research Center (IRC) Pastikerta mendapat 50,01 persen dan PAS 49,99 persen. Dengan adanya tingkat kesalahan hitung cepat sekitar 3%, maka sulit untuk menentukan pemenang. Putu Sudiartana yang akrab disapa Putu Liong yakin bahwa masyarakat Bali akan menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama-sama. Dan secara umum, Sudiartana menilai proses Pilgub sampai pemungutan suara berjalan baik dan tertib. Oleh karenanya, berapapun sedikitnya selisih hasil tidak masalah sepanjang semua pihak mempercayai proses demokrasi setelah nanti hitungan resmi KPU. Dan jika ada pihak yang tidak puas dengan hasil Pilgub Bali, diharapkan dapat ditempuh dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. "Keputusan MK nantinya juga harus dihormati sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tunggu bersama proses resmi sampai akhir nanti," pungkas Putu Liong saat ditemui dikediamannya. (ist.cok)

'Saling Klaim' Bukti Arogansi Elite Parpol SwaraRakyatBali, Denpasar - Alih-alih berdasarkan hasil survey pilkada, kedua kandidat calon gubernur Bali saling klaim mengungguli dalam hasil perolehan suara pemilihan tersebut. Seperti dilansir sejumlah media Real Count PDIP mengklaim kandidatnya memperoleh 50.8 persen suara pemilih, sedangkan Real Count Pasti-Kerta mengklaim kandidatnya mengungguli sebesar 50,16 persen suara pemilih. Dengan kata lain maka baik pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta menyatakan unggul berdasarkan hasil real count dari tim-tim sukses mereka. Menurut pengamat politik Mangku Suyasa dari Karangasem, diharapkan keduabelah pihak mampu menahan diri dalam menanti hasil penghitungan suara dari KPU. Dan saling klaim kemenangan semakin membuktikan arogansi para elite partai politik. "Dengan bahasa bersayap bahwa kami sangat menghormati KPU, sesungguhnya konteks klaim dari masing-masing pihak semakin menunjukkan arogansi para elite politik didalamnya," tegas Suyasa. Apalagi banyak diprediksikan sejumlah pihak bahwa pemilihan gubernur Bali bakal menorehkan sejarah baru bila dilangsungkan hingga dua putaran. Hal tersebut akan memberi dampak kepada masyarakat untuk secara lebih cermat menentukan pemimpin Bali di masa yang akan datang. Tentunya dengan segala klaim kemenangan sebelum final perhitungan dari KPU Bali. "Bukankah sebaiknya mengantisipasi brbagai kemungkinan yang merugikan masayarakat dalam berdemokrasi selama proses perhitungan suara mulai dari PPS, PPK hingga KPU, daripada saling klaim untuk memenuhi ambisi politik saja" tandas Suyasa mengingatkan. (ist.cok

KPUD Bali : Masyarakat Diminta Kawal Penghitungan SwaraRakyatBali, Denpasar - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali meminta masyarakat Bali ikut mengawal proses penghitungan suara, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, untuk menghindari kecurangan maupun masalah lainnya. “Kami harap masyarakat Bali bersabar menunggu hasil rekapitulasi akhir, untuk mengetahui siapa pemenang. Secara umum, tidak ditemukan masalah dan kendala selama proses pilkada,” kata Ketua KPUD Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa. Dikatakan, rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dijadwalkan tanggal 25-27 Mei 2013. “Nanti, tanggal tepatnya masih menyesuaikan dengan tahapan rekapitulasi di setiap tingkatan, yang memakan waktu masing-masing tiga hari,” ujarnya. Sementara itu, PDI-P ikut mengawal proses penghitungan suara oleh KPUD Bali. Anak Agung Oka Ratmadi, yang akrab dipanggil Tjok Rat mengatakan, kemenangan tipis PAS menyebabkan pihaknya harus terus mengawal hasilnya sampai pada hitung manual KPUD Bali. “Kami sudah meminta supaya kader dan simpatisan PAS supaya menahan diri menunggu putusan akhir KPUD. Jangan dulu merayakan kemenangan,” tegas Ratmadi, yang juga Ketua DPRD Bali. Sementara itu, calon gubernur Bali, Made Mangku Pastika seusai pencoblosan mengharapkan pendukung dan simpatisan tenang dan tetap mengawal surat suara di masing-masing tempat pemungutan suara. “Saya minta semua mengawal surat suara dari TPS ke kantor desa atau kelurahan guna dilakukan penghitungan surat suara manual,” katanya. Ia mengatakan, hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga independen tersebut, berdasarkan sampel TPS yang dipilih, bukan dari keseluruhan TPS yang ada di seluruh Bali. Dia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil resmi yang akan diumumkan oleh KPU. “Sekali lagi, saya minta tenang. Kita tunggu hasil resmi dari KPU,” kata Mangku Pastika menghimbau. (ist.cok)


I Putu Sudiartana, SE, MBA

Membangun Negeri Berakar Kepedulian Kisah hidup fenomenalnya bermula di lubuk desa Bongkasa, Abiansemal-Bali, tempat di mana ia dilahirkan 8 Desember 1971 dari rahim ‘Ni Nyoman Roji’ ibunya sebagai sulung dari dua bersaudara. Sejak lahir nama yang diberikan kepadanya memang ‘I Putu Sudiartana’, namun belakangan ia dipanggil ‘Putu Liong’, sebagai sebutan yang terdengar lebih akrab diucap keluarga dan kawankawan sepermainannya di desa.

SwaraRakyatBali - Mungkin bagi sebagian orang, kemiskinan adalah takdir, yang hanya menyisakan ketabahan dan keikhlasan untuk menerima dan melakoninya. Namun hal itu tidak berlaku bagi I Putu Sudiartana, dirinya telah membuktikan bahwa hanya dengan kerja keras, ketulusan hati, doa dan bakti, roda nasib pasti akan berputar, bagai malam berganti siang di mana kemiskinan kemudian hanya akan menjadi kenangan. Keberhasilan bisnisnya kini menembus berbagai sektor, mulai dari property dari hulu ke hilir, perbankan serta bisnis investasi lainnya. I Putu Sudiartana, pengusaha muda pribumi Bali tercatat pula sebagai Pendiri LSM Jarrak, Ketua ASKUMINDO Bali, Ketua DPD PPPI Bali hingga tahun 2012, Staff Ahli Anggota DPR RI sekaligus pula Pendiri dan Komisaris Jarrak Holding yang menaungi Jarrak Pos, Jarrak TV, Jarrak Properti, Jarrak Travel dan puluhan usaha lainnya. Himpitan kemiskinan yang menggelanyut di masa kecilnya, begitu fasih digambarkannya. Dan rasanya tak berlebihan bila ditengah keberhasilannya, lelaki yang akrab disapa Putu Liong, sangat peduli mengenyahkan jerat kemiskinan dalam kehidupan masyarakat dan lingkungannya melalui berbagai program termasuk menerjunkan diri dalam dunia politik praktis kepartaian demi memuluskan obsesi kepedulian itu. Kisah hidup fenomenalnya bermula di lubuk desa Bongkasa, Abiansemal-Bali, tempat di mana ia dilahirkan 8 Desember 1971 dilam dari rahim ‘Ni Nyoman Roji’ ibunya sebagai sulung dari dua bersaudara. Sejak lahir nama yang diberikan kepadanya memang ‘I Putu Sudiartana’, namun belakangan ia dipanggil ‘Putu Liong’, sebagai sebutan yang terdengar lebih akrab diucap keluarga dan kawan-kawan sepermainannya di desa. Sejenak waktu kehidupan masa kanaknya dirasa cukup bahagia, mapan dengan pangan dan sandang yang ditopang hasil kerja ‘I Wayan Rengga’ ayahnya sebagai kontraktor desa yang santun. Meski sebagai kontraktor ayahnya lebih cenderung melakukan transaksi sosial dibanding berkalkulasi bisnis memetik keuntungan. Pada prakteknya berulang kali sang ayah menolak diupah untuk garapan proyek desa atau rumah kerabat dan warga yang kurang berada. Namun untunglah di sisi lain usaha dagang ibunya sudah cukup maju untuk diandalkan memenuhi kekurangan kebutuhan keluarga. Tapi ternyata harmoni keindahan keluarga ini berakhir begitu cepat. Belum puas Putu Liong menikmati kemanjaan bersama kedua orang tua, sebuah hantaman prahara mencerai beraikan mereka. Sang ibu memilih pergi entah ke mana, meninggalkan ayah, Putu Liong dan adik semata wayangnya sendiri untuk alasan yang sulit dipahami

bocah seusianya. Yang jelas semenjak saat itu berlahan tapi pasti Putu Liong mulai mengenal kemandirian, kesepian dan kesedihan. Ayahnya yang bekerja dan jarang ada di rumah, membuat Putu Liong harus belajar berdikari, dari mencuci, memasak, sampai mengurus pakan sapi dan bahkan mencari uang bekal dan biaya sekolahnya sendiri. Untuk mendapatkan uang sekolah itu, Putu Liong harus terjaga dari tidurnya lebih pagi dari hari biasa, dan bergegas memanjat pohon Jambu di kebun belakang rumah dan kemudian mulai terampil memetiki buahnya untuk dititip jual di kantin sekolah di SD 3 Bongkasa. Namun tentulah hasil dari penjualan Jambu itu belum cukup membayari semua beban kebutuhannya, jadilah tak ada pilihan lagi bagi Putu Liong selain harus terpaksa bekerja kasar, menambang pasir dengan kedua tangan mungilnya demi memperoleh upah Rp. 10.000,- setiap 15 harinya. Miris dan melelahkan kisah ini harus dijalani Putu Liong setiap hari, tapi kendati demikian tiada sekelumitpun rasa benci yang tersirat tertuju pada kedua orang tuanya, bahkan dalam keadaan apapun, rasa hormat dan bakti dalam benak Putu Liong tetap tak luntur dan tergadaikan oleh dendam penderitaan yang menyakitkan di tengah kesepiannya. Hanya buku-buku, majalah bacaan dan acara-acara siaran TVRI yang menjadi penghiburan Putu Liong, bahkan dari sanalah, lahir angannya untuk dikemudian hari bila dewasa dapat berdiri beriring, berjabat akrab, dekat dan bersahabat dengan para tokoh selebriti, politikus dan bintang-bintang film di layar kaca. Terlepas dari mimpi itu, di kehidupan nyata, kerja keras tanpa ampun terus dilakoni Putu Liong dengan mawas demi dapat melanjutkan hidup. Karena kegigihannya tak sedikit kerabat yang lalu menaruh iba. Terkadang mereka terutama paman-pamanya spontan peduli memberi sesuatu baik uang, makanan ataupun pakaian sekedar untuk penghiburan bagi Putu Liong yang telah lama tak tersentuh perhatian. Tak terasa waktu berlalu begitu saja, Putu Liong beranjak dewasa lulus dari pendidikan dasar dan langsung melanjutkan ke SMPN 1 Abiansemal. Ia yakin bahwa pendidikanlah adalah satu-satunya jembatan yang paling rasional untuk menghantarkan pada perubahan nasibnya nanti. Maka tak heran bila di sekolah Putu Liong menonjol dengan prestasi, ia selalu menduduki ranking kelas meski di rumah tak banyak memiliki waktu untuk belajar karena harus langsung menggali pasir di Sungai Ayung, Bongkasa. Rupanya kesehariannya bergelut peluh di pesisir sungai Ayung yang mulai banyak dikunjungi wisatawan itu membuahkan cita-cita di benak buruh tambang pasir ini.

Sosok guide/pramuwisata yang mapan berpenampilan necis dan terkesan cerdas sembari bercengkrama bersama para tamu asing dari berbagai negara, menggiurkannya untuk meniru. Kini Putu Liong sudah mulai menggambar arah masa depannya, ia begitu yakin akan menjadi guide nanti di kemudian hari. Setamat SMP, Putu Liong melanjutkan ke SMAN 1 Bongkasa dan memutuskan meninggalkan profesinya bergelut pasir untuk kemudian memilih mendekatkan diri pada aktivitas pariwisata dengan bekerja di Safari Plaza Kuta, sebuah toko kerajinan yang menerimanya sebagaisales yang sedikit memberi penghasilan lebih hingga ia dapat mengikuti kursus bahasa Jepang dari selisih sisa gajinya. Kendati kegiatannya nyaris padat untuk bekerja dan menekuni kursus bahasa, namun Putu Liong sama sekali tak kehilangan konsentrasi belajar di sekolah, bahkan ia juga sempat mencetak prestasi atletik dengan memboyong juara 1 Lari Maraton seKabupaten Badung di mana ini menunjukkan bahwa di samping kecerdasan dan semangatnya yang tinggi untuk maju, Putu Liong ternyata dianugerahi kemampuan fitalitas fisik yang prima. Di lain kisah, dalam kurun masa itu, tepat di kelas dua SMA, salah seorang teman memberi informasi penting tentang keberadaan ibunya yang telah lama menghilang. Dari keterangan berharga ini segera Putu Liong bergegas mencari alamat kediaman ibunya yang konon tinggal di lain desa dan telah memiliki keluarga dengan dua orang putra yang berarti adik-adik tirinya. Benar saja, tak lama kemudian sampailah Putu Liong pada alamat yang di maksud, matanya menangkap wujud sosok sang ibu, mulutnya seketika kelu memendam segudang rindu yang sontak disusul derai tangis mengharu biru dan tak terbendung tumpah di pelukan ibu. Tangis dan dekap erat ibunya saat menyambut kedatangan Putu Liong seolah terasa bagai siraman embun sejuk pegunungan yang memadamkan bara tanya yang mengelora di lubuk hatinya tentang mengapa sang ibu begitu sekian lama pergi meninggalkan keluarga. Semua pertanyaan itu mendadak sirna dan tak lagi penting bagi Putu Liong setelah pertemuan dengan ibu kandungnya.Bagi Putu Liong kini, adalah masih terbukanya kesempatan seorang anak untuk menunjukkan bakti kepada orang tua, terutama ibu yang telah bertaruh nyawa melahirkannya ke dunia. Di hari berikutnya, Putu Liong menjalani aktivitasnya seperti biasa, sekolah, bekerja dan kursus tak absen diikutinya hingga ia tamat SMA dan langsung melanjutkan ke Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) Nusa Dua. Fokus jelas dan terarah cita-cita untuk menjadi guide tinggal selangkah lagi menjadi nyata.


Tak lama kemudian setelah rampung dari pendidikan pariwisata BPLP, Putu Liong langsung diterima di hotel Amandari dan ditempatkan dalam posisi tracker guide yang tugasnya mengantar tamu berwisata sambil bercerita persis seorang guide yang dilihatnya waktu kanaknya dulu saat menggali pasir di sungai Ayung. Kebetulan saja hotel berbintang 5 bertaraf internasional itu dikunjungi tamu yang bukan saja para tokoh dan public figur lokal, namun juga bintangbintang dunia yang menginap dan dijumpinya di sana seperti Mick Jager (vokalis Rolling Stone), Keith Richards, DavidCopperfield (Illusionis), Demi More, Michel Jackson dan bintang-bintang lainnya. Ini sungguh anugrah luar biasa, seluruh harapannya terkabul sempurna. Cita-citanya menjadi guide terwujud sudah, bahkan mimpinya bertemu super star dunia juga menjadi nyata. Rupanya roda nasib mulai berputar beranjak dari tempatnya. Kemiskinan yang menyesakkan perlahan menjauh dan sirna. Di sini Putu Liong pun mulai dapat berbagi hasil jerih payahnya, sedikit dari yang ada sengaja ia berikan pada ayah, ibu, para saudara, sahabat, kerabat, adik-adik dan mereka yang tengah membutuhkan ulurannya sebagai wujud kepedulian pada mereka semua. Semakin besar yang dikucurkan tangannya untuk peduli ternyata berbuah karma dengan makin berlimpah rizki yang diterima. Perlahan tapi pasti jabatan kerjanyapun meningkat di Amandari, Putu Liong dengan tekun dan dedikasi kerja yang baik, lalu diangkat sebagai Tour Guide Exclusive yang semakin membuka kesempatan lebih luas dalam bertemu dan menjalin interaksi dengan para tamu khusunya mereka yang tergolong VVIP (Verry-Verry Important Person) dari kalangan jetset, milyarder dan konglomerat dari berbagai penjuru dunia itu. Di sinilah awal cerita persahabtan Putu Liong dengan tokoh-tokoh dunia mulai terbangun menjadi jalinan networking yang semakin hari semakin luas dan akrab. Sejak menjadi guide itulah Putu Liong dengan finansial yang cukup, perlahan mulai menanamkan banyak investasi terutama di bidangproperty dengan membeli beberapa tanah berlokasi strategis. Tapi sebelum melakukan itu semua, sebidang tanah, rumah, mobil dan segala kebutuhan ibunya telah dipenuhi Putu Liong sebagai wujud bakti tanpa syarat. Selain itu, Putu Liong juga tak secuilpun melupakan untuk berbalas budi pada mereka yang pernah berbaik hati di masa sulitnya. Satu persatu paman-paman yang dulu peduli tak lupa ia bahagiakan, sedikitnya tanah, motor, rumah tak tanggung menjadi hadiah spesial tanpa mereka minta. Di tengah kebahagiaan dan rasa puas sebagai guide di Amandari, seorang ahli spiritual yang melihat kepolosan dan ketulusan hati Putu Liong, lalu memberinya nasehat dari petunjuk niskala, yang mengatakan bahwa ia akan sulit mencapai puncak maksimal kejayaan, bila hanya berkecimpung di dunia Pariwisata. Dari petunjuk ini seketika Putu Liong teringat wasiat ayahnya untuk menerjuni bidang usaha kontraktor atau bidang serupa yang berkaitan dengan propertysebagaimana ilmunya telah diajarkan dan ia kuasai semenjak kecil. Karena itulah, walau sulit dijelaskan secara logika, namun dengan penuh keyakinan ia lalu mumutuskan mengundurkan diri dari Amandari dan berangkat ke Jakarta berbekal entrepreneur yang dimilikinya ditambah dengan ilmu ekonomi di tingkat magister. Disamping pengetahuan empirisnya dalam hal ekonomi didukung pengalaman mengenal seluk beluk usaha kontruksi dan properti sejak kanak-kanak, menginspirasinya membidani perusahaan kontraktor perdananya yang diberi nama PT. Purita Mandiri. Dan terus dikembangkannya dengan jalan menebar investasi baik di bisnis akomodasi, pemasaran villa, serta konsorsium pembangunan real estate sehingga terus berkembang menjadi usaha raksasa penanganan kontraktor dari pra pembangunan sampai dengan pemasaran.

I Putu Sudiartana saat pengukuhan gelar MBA oleh Saint Jhon Institute Of Management Science. Usahanya melesat cepat tak terbendung dibarengi dengan ekspansi usaha-usaha baru diberbagai sektor termasuk bisnis real estate dengan bendera PT. PL, di samping bisnis usaha perbankan dan bisnis kontraktor yang konsisten ditekuninya. Singkatnya; Putu Liong kemudian segera berada di jajaran para pengusaha muda Bali yang potensial dan inovatif melalui imperium usahanya yang turut menggairahkan iklim usaha dan pemberdayaan tenaga kerja yang tentu saja bernaung di bawahnya. Dalam keberhasilan besar ini, Putu Liong tidak melupakan untuk memelihara rasa empati dan kepekaannya bagi sesama dan tentu saja mereka yang masih terjerat kemiskinan dan tak berdaya. Putu Liong yakin karma dari peduli itulah yang telah mendorongnya melesat sukses bahkan melebihi dari yang pernah ia bayangkan. Tak terkecuali tentunya kiprahnya di dunia politik, demi memperluas jejaring dalam upayanya menetaskan kebijakan-kebijakan penting yang berpihak pada peningkatan ekonomi, percepatan kemakmuran rakyat yang digiatkan melalui LSM Jarrak yang didirikannya sebagai motor penggerak di kalangan akar rumput untuk bergegas memacu kinerja pengentasan kemiskinan, monitoring dan pengawasan kebijakan-kebijakan publik serta aktif secara nyata dalam pembangunan yang berbasis kerakyatan seperti dengan mendirikan pabrik pupuk PT. Gemah Ripah Kayaku dengan distributor PT. Purut Sugih Makmur, pendirian peternakan sapi, pengembangan perkebunan Jabon dan lahan pertanian, serta pembangunan perumahan rakyat. Pola pikirnya yang kritis dan kegelisahannya pada banyaknya ketidak adilan, ketimpangan sosial yang tertutupi dan terabaikan karena minimnya media indipenden yang berani vokal berseberangan dalam mengungkap praktek-praktek oknum pejabat korup yang menghambat pembangunan mendorong Putu Sudiartana mendirikan kantor media Jarrak yang membidani lahirnya Jarrak Pos , Jarrak TV dan JarrakOnline.com yang dengan berani tampil mengusung platform reformasi di tengah derasnya arus perkembangan teknologi komunikasi tanah air. Tidak ada ambisi dalam poin ini, bagi Putu Liong, melalui jalur politik ataupun jalan kiprah sosial, misi memerangi kemiskinan akan terus dilakukannya sebagai sebuah komitmen nurani dan bukti bahwa dirinya masih tetap peduli. (tjok

I Putu Sudiartana bersama investor Jepang

DATA PRIBADI Nama : I Putu Sudiartana, SE, MBA Tempat / Tanggal lahir : Bongkasa, Abiansemal 8 Desember 1971 Agama : Hindu Pendidikan Formal : - SD 3 Bongkasa - SMP 1 Abiansemal - SMA 1 Abiansemal - BPLP Nusa Dua (D4) - Fak. Ekonomi Manajemen Kerta Negara (S-1) - Saint Jhon Institute – Jakarta (S-2) Profesi : Pengusaha Aktif sebagai : - Ketua Koperasi Jarrindo - Ketua Koperasi Bumindo - Wakil Ketua HPI - Wakil Ketua Barisan Insan Muda - Ketua Umum DPD PPPI Bali (2007-2012) - Wakil Ketua GAPEKNAS - Ketua UKM GAPEKSINDO - Ketua Umum ASKUMINDO - Staff Ahli Anggota DPR RI Hobby/ Kegemaran Pesan

I Putu Sudiartana bersama Karni Ilyas

I Putu Sudiartana bersama Salah satu pasangan Cagub dan Cawagub Pilgub Bali 20113

: Mancing : Untuk menuju sukses bergaulah dengan orang yang sukses.



SwaraRakyatBali - Edisi 2