Page 1

pesawat tempur turki

DIGITAL NE WS PA PER

cegat pesawat suriah hal

Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

www

| jumat, 12 OKTOBER 2012 | Terbit 2 halaman

2

edisi pagi

Pengguna Ponsel Capai 6 Miliar Orang GENEVA, SURYA — Jumlah penduduk dunia saat ini, mencapai angka 7 miliar. Sebentar lagi, akan disamai dengan pelanggan telepon seluler se dunia yang kini telah sebanyak 6 miliar orang. Badan Telekomunikasi PBB menegaskan, ada sekitar 6 miliar pelanggan telepon seluler pada akhir tahun 2011. Ini berarti, satu dari 86 pada 100 penduduk memiliki telepon seluler. Uni Telekomunikasi Internasional di Geneva, Swiss, dalam

laporannya, Kamis (11/10/2012), sebagaimana dikutip kantor berita AP menyebutkan, di China saja tercatat, 1 miliar pelanggan telepon seluler. Sementara pelanggan di India diperkirakan akan menyentuh sekitar 1 miliar pada tahun ini. Badan PBB yang bermarkas di Geneva ini mengemukakan, sekitar 2,3 miliar orang atau sekitar satu dari tiga orang penduduk dunia yang sekitar 7 miliar orang merupakan pengguna

internet pada akhir tahun 2011. Namun, penggunaan internet ini menunjukkan disparitas yang kuat, antara negara kaya dan negara yang sedang berkembang. Lembaga PBB ini menekankan, bahwa 70 persen manusia pengguna internet adalah orang kaya dan berada di negara industri. Sementara hanya ada 24 persen pemakai internet yang relatif miskin, dan berada di negara berkembang. (kompas. com)

tengkar, Ashanty

JAKARTA, SURYA - Beda pendapat dan pertengkaran di dalam sebuah rumah tangga, adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh pasangan suami istri. Termasuk pasangan pesohor, Anang dan Ashanty. Diakui Ashanty bahwa setelah menikah, mereka kerap bertengkar meski pertengkarannya itu bisa diselesaikan. “Status (BBM, BlackBerry Messenger) suka aneh-aneh. Kalau berantem sama pipi suka lucu banget, seperti anak kecil, buat aku gemes,” ujar Aurel saat ditemui bersama Ashanty di kawasan Pancoran, hari ini. Salah satu cara Ashanty untuk meredam kemarahannya ialah, dengan cara pergi dari rumah.”Kadang enggak pulang-pulang,” candanya. Pertengkaran itu pun, terkadang terbawa sampai ke saat mereka harus tampil berduet di depan publik. “Aku suka cubit dia kalau lagi nyanyi terus pegangpegang aku. Jadi jangan dipikir, kalau kita tampil nyanyi bersama terus masalah selesai,” tuntas Ashanty. selain sering tengkar dengan suami, Ashanty juga memendam keinginan untuk meneruskan pendidikannya hingga magister. Dan pada ujungnya, penyanyi cantik ini ingin menjadi seorang politikus. “Walaupun penyanyi, tujuan akhir aku mau tetap masuk ranah sosial politik. Kalau aku masuk politik, nanti biar lebih benar (politik Indonesia),” ujarnya. Saat ini, istri Anang Hermansyah itu memang tengah sibuk merencanakan untuk mengambil jenjang S2, setelah kesibukannya di dunia hiburan mulai senggang. “Itu pesan almarhum papa, yang meninggal sebelum aku di dunia nyanyi. Mau buat kebanggaan, walau enggak ikut jejak ayahnya selesai sekolah seperti keinginan beliau,” ungkapnya. Keinginannya itu, diakui Ashanty, mendapat dukungan dari sang suami. Meski suaminya tidak sampai mendapatkan gelar sarjana. “Dia selalu ingin aku terusin sekolah lagi. Dia balikin lagi ke aku. Kalau aku mau enggak apa-apa, kalau enggak juga enggak apa-apa,” tutupnya. (*)

Memilih ‘Minggat’

join facebook.com/suryaonline

kapanlagi

follow @portalsurya


2

jumat, 12 OKTOBER 2012 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

Pesawat Tempur Turki

Cegat Pesawat Suriah T

urki mencegat pesawat Suriah itu -yang membawa 35 penumpang- dan memaksanya mendarat di ibukota Turki karena dicurigai membawa peralatan militer. Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan kargo yang ‘tidak bisa diterima’ sudah disita dari pesawat. “Ada kargo yang ilegal di dalam pesawat yang seharusnya dilaporkan,” tuturnya kepada kantor berita Anatolia. Namun Davutoglu tidak merinci apakah memang ada senjata yang ditemukan walau laporanlaporan yang belum dikukuhkan menyebutkan terdapat kotakkotak yang berisi peralatan komunikasi militer. Disebutkan pula bahwa Turki-berdasarkan embargo senjata yang diterapkan tahun lalu- akan tetap menyelidiki pesawat penumpang Suriah yang melintasi wilayah udaranya. “Pesawat tempur Turki memaksa pesawat mendarat tanpa memberikan peringatan lebih awal kepada pilot. Pesawat militer juga sangat dekat sehingga bisa terjadi kecelakaan.” Pesawat Airbus A320 itu hanya membawa 35 penumpang, jauh di bawah kapasitas maksimal yang mencapai 180 penumpang. Pemerintah Rusia dan Suriah dengan tegas sudah membantah tuduhan Turki dan balik menuduh pemerintah Ankara membahayakan jiwa para penumpang dan awak pesawat. Menteri Perhubungan Suriah, Mahmoud Saeed, menuding Turki melakukan pembajakan udara dan melanggar kesepakatan penerbangan sipil, seperti diaporkan Stasiun TV Libanon, al-Manar. Sementara bos Syrian Air, Gaida Abdul Latif, mengatakan Turki membahayakan penumpang dan awak pesawat.

“Pesawat tempur Turki memaksa pesawat mendarat tanpa memberikan peringatan lebih awal kepada pilot. Pesawat militer juga sangat dekat sehingga bisa terjadi kecelakaan,” tegasnya. Sementara Rusia meminta penjelasan dari Suriah atas pencegatan serta pendaratan paksa tesebut dan menyebutkan 17 penumpangnya merupakan warga Rusia. Ketegangan antara Turki dan Suriah meningkat setelah serangan meriam dari Suriah ke kota perbatasan Akcakale di wilayah Turki menewaskan lima orang. Turki kemudian menanggapi serangan itu dan untuk pertama

kalinya melepas tembakan ke Suriah sejak perlawanan atas Presiden Bashar al-Assad marak lebih dari setahun lalu. Pesawat Suriah, Airbus A-320, dikawal Rabu kemarin oleh dua pesawat F4 Turki dan dipaksa untuk mendarat di bandara Esenboga, Ankara untuk pemeriksaan keamanan, sebagai otoritas Turki yang mencurigai keberadaan senjata dan amunisi di bagasi. Menurut saluran berita NTV, kargo bisa berisi rudal atau peralatan komunikasi untuk rezim Bashar al-Assad. Pesawat itu membawa 35 penumpang, termasuk 17 warga Rusia, menurut kantor berita Interfax.

join facebook.com/suryaonline

Pesawat itu diizinkan untuk lepas landas lagi dari Ankara pada pukul 23:30 waktu setempat, sembilan jam setelah membawa 35 penumpang, seperti dilaporkan kantor berita Anatolia. “Dalam situasi saat ini, insiden itu tidak akan mempengaruhi hubungan Turki-Rusia,” kata Davutoglu. “Menurut informasi awal, yang belum diverifikasi ada 17 warga Rusia, termasuk anak-anak, di bagasi pesawat,” kata seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia. Dia mencatat bahwa diplomat Rusia telah dikirim ke bandara Ankara untuk membela kepentingan mereka. “Kedutaan Besar Rusia di Turki telah segera dikirim ke Kementerian Luar Negeri Turki atas permintaan untuk penjelasan dan mengajukan pertanyaan mengenai nasib warga Rusia di pesawat Suriah dengan tujuan penerbangan MoskowDamaskus,” tambah sumber tersebut. Menurut lembaga berita Itar-Tass, yang mengutip juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Ankara, Igor Mitiakov, diplomat Rusia telah mengunjungi bandara Ankara tapi tidak diizinkan untuk melihat penumpang Rusia. “Para diplomat telah menghubungi beberapa dari mereka melalui telepon, dan mencoba untuk mendapatkan akses,” kata sumber ini. Setelah mencegat Airbus Suriah, Ankara telah meminta maskapai penerbangan Turki untuk menghindari wilayah udara Suriah dalam ketakutan akan pembalasan yang mungkin terjadi, NTV melaporkan. Peringatan ini mengakibatkan gangguan singkat lalu lintas udara dan tentu saja perubahan. (*)

Menyesal melakukan diving SURABAYA, SURYA - Michael Owen merasa menyeseal saat dia pernah melakukan diving saat melawan Argentina di Piala Dunia tahun 1998 dan 2002. Diving adalah sengaja jatuh di jantung pertahanan lawan dengan harapan mendapat tendangan penalti. Mantan striker Inggris yang kini bermain di Stoke ini saat itu mendapat dua tendangan penalti untuk Inggris. Dia pun merasa bersalah karenanya. “Aku sangat tidak menyetujui diving,” kata Owen. “Tapi kurasa 75 persen orang-orang rela melakukannya demi sebuah penalti.” “Aku merasa bersalah juga. Di Piala Dunia 1998 saat melawan Argentina, saya berlari, ada kontak dengan pemain lawan,” lanjutnya. “Apakah saya semestinya tetap berdiri? Mungkin saja.” Diving ini tak jelas asal mulanya.

Teknik kotor ini sangat dilarang keras oleh FIFA. Jika ada pemain yang melakukan diving atau menipu wasit ganjarannya adalah kartu kuning. Diving sendiri mulai nge-trend sejak dua dekade lalu dimana sepak bola Italia sedang mengalami masa jayanya. Tak ayal, banyak yang menuding diving ini berasal dari Italia. “Setiap tindakan simulasi di mana saja di lapangan, yang dimaksudkan untuk menipu wasit, harus dikenakan sanksi sebagai tindakan tidak sportif,” bunyi peraturan FIFA dalam Law of the Games. Namun ada yang menyebut diving muncul kala Juergen Klinsmann membela Jerman Barat di final Piala Dunia 1990 melawan Agentina. Saat itu tim Jerman mengalami kesusahan menembus baris pertahanan Agentina. Klinsmann, saat itu bermain untuk Inter Milan, yang mendapatkan bola di sisi kanan, dihadang bek Pedro Monzon. Ia pun tidak menyia-nyiakan peluang ketika Monzon hendak melakukan tackling ke arahnya. Striker Jerman ini pun tiba-tiba menjatuhkan diri dan berteriak kesakitan ketika kaki Monzon mendekati dirinya. Ia terlihat jatuh ke tanah dan berguling-guling sebanyak tiga kali. Tak ayal, wasit langsung mengganjar Monzon dengan kartu merah dan menunjuk titik putih. Kartu merah Monzon tersebut sekaligus menjadi yang pertama di final Piala Dunia. Akhirnya Jerman jadi juara Piala Dunia berkat eksekusi tendangan penalti yang disarangkan Andreas Brehme. Selanjutnya aksi Klinsmann berlanjut kala ia hijrah ke pentas Premier League di tahun 1995, bergabung bersama Tottenham Hotspur. Popularitasnya melonjak berkat gaya bermainnya yang keras dan kerap melakukan diving. Di periode berikutnya, muncul striker-striker yang kerap dituding melakukan diving seperti Fillipo Inzaghi hingga Francesco Totti dan Gareth Bale hingga Luis Suarez. (bbc)

owen follow @portalsurya


Surya Digitalpaper 12 Oktober 2012Pagi  

Tengkar, Ashanty Memilih 'Minggat', Pengguna Ponsel Capai 6 Miliar Orang, Pesawat Tempur Turki Cegat Pesawat Suriah, Owen Menyesal Melakukan...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you