Issuu on Google+

DIGITAL NE WS PA PER

MAX BIAGGI

PENSIUN BALAP hal

Spirit surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

2

| KAMIS, 8 NOVEMBER 2012 | Terbit 2 halaman

edisi pagi

Martina Tesela

Terpikat Karakter Menantang SURABAYA, SURYA-Bisa ambil bagian dalam film Loe Gue End, memberi banyak pengalaman bagi MartinaTesela. Meski bukan akting perdana, namun karakter yang dimainkannya cukup memberinya tantangan baru. “Di film saya memiliki dua figurberbeda, kaya langit dan bumi. Untung saja, hal itu biasa dan saya bisa mengatasinya,” ujar Martina menjelaskan karakter yang dimainkannya itu. Dalam film arahan Awi Suryadi ini, Martina dipercaya memerankan Yosi yang digambarkan sebagai guru TK yang memiliki dua kehidupan yang sangat mencolok. “Siang jadi guru TK yang dekat dengan anak-anak, sebaliknya di malam hari, dia (Yosi) tampil burjois yang kental dengan denyut gemerlapnya malam,” ujarnya. Tentu saja, dua peran berbeda ini menjadi tantangan tersendiri bagi alumni SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan ini. “Saya ingin menemukan karakter-karakter yang menantang. Sejujurnya saya lebih menyukai akting dalam film dibandingkan sinetron dan FTV, karena dalam film kita membutuhkan totalitas yang ekstra,” tekannya. Dikatakan Martina, Loe Gue End menceritakan tentang kehidupan anak muda masa kini yang tak lepas dari narkoba, seks bebas dan persaingan status sosial. Ceritanya sendiri diangkat dari judul novel karya Zara Zettira. Kisah ini bermula dari ketidaksengajaan Zara (diperankan Amanda Soekasah) yang menemukan email-email misterius dari seseorang bernama Alana Notodiharjo join facebook.com/suryaonline

(diperankan oleh Nadine Alexandra), yang rajin mengirimkan kisah-kisah hidupnya. Ketika membaca email-email tersebut lebih dalam, Zara kaget bukan main lantaran tak sanggup membayangkan kehidupan anak muda zaman sekarang. Alana bukanlah dari keluarga biasa, ia merupakan seorang model yang sangat cantik dan memiliki segalanya, kecuali seorang Ibu. Alana tidak pernah tahu, dan katanya tidak mau tahu, dari rahim siapa sebenarnya ia lahir. Ayah Alana, seorang dokter Bedah Plastik yang terlalu sibuk untuk memperhatikan anaknya, sehingga Alana lebih sering bertemu dengan temantemannya yakni Timo (Dimas Beck). Anak mantan Jaksa Agung ini merupakan seorang pecandu narkoba. Praktis Alana berada dalam lingkaran pergaulan yang bebas. Ada Lina seorang lesbian dan bandar narkoba; Radit, berwajah tampan dan pecandu alkohol; Fifi (Kelly Tan) merupakan seorang desainer terkenal; hingga Vira (Manohara) merupakan seorang shopaholic dan penghuni tetap majalah-majalah socialite. “Bisa dibayangkan betapa saling berseberangan kehidupan karakter yang sama mainkan,” ungkap Martina. Cukup puaskah dia? “Belum dong. Obsesi saya adalah bagaimana saya tampil terbaik sehingga kelak bisa dipercaya sebagai pemeran utama,” ujarnya. “Tapi tetap harus selektif juga. saya tidak ingin cepat mendapatkan nama besar dengan cara mencari sensasi beradegan seksi dan vulgar. Jadi saya tidak menginginkan peran itu,” pungkasnya.(kompas.com) follow @portalsurya


2

KAMIS, 8 NOVEMBER 2012 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

ISP Indonesia “Ganggu’ Google SURABAYA SURYA - Beberapa layanan Google, seperti Gmail dan Google+, sempat tak bisa diakses selama lebih kurang 27 menit oleh sebagian pengguna internet di Amerika Serikat dan Hong Kong, pada Selasa (6/11/2012). Apa pasal? Setelah diselidiki, ternyata penyebab terhentinya layanan Google di sebagian wilayah dunia itu disebabkan oleh sebuah kesalahan yang dilakukan oleh salah satu penyedia jasa internet (ISP, internet service provider) di Indonesia, Moratel. Hal tersebut diungkapkan oleh Tom Paseka, seorang teknisi jaringan di perusahaan CloudFlare yang menyelidiki masalah itu setelah layanan-layanan Google Apps yang digunakan perusahaannya tiba-tiba offline. Bahkan DNS Public Google (Alamat IP, 8.8.8.8) tak bisa diakses. Seperti yang ditulisnya dalam sebuah blog CloudFlare, selelah membedah network layer, Paseka menemukan bahwa koneksi antara kantornya dengan Google mentok di alamat gateway Moratel. “Padahal, letak kantor CloudFlare di California berdekatan dengan Data Centre milik Google sehingga permintaan koneksi seharusnya tak perlu dialihkan lebih dahulu ke Indonesia,” tulis Paseka. Salah Alamat:

Mengapa request koneksi ke Google dialihkan ke Moratel? Penyebabnya, menurut Paseka, terletak pada “kebocoran jalur” di mana Moratel menyiarkan (advertise) alamat IP yang salah sehingga server Google dianggap berada dalam jaringannya, padahal tidak demikian. Internet adalah gabungan dari jaringan-jaringgan otonom (Autonomous System atau disingkat AS) di seluruh dunia yang dihubungkan oleh Border Gateway Protocol atau BGP. BGP inilah yang menyiarkan informasi alamat IP milik tiap jaringan dan menyediakan jalur untuk menghubungkan satu AS dengan yang lain. BGP adalah sistem trust based di mana tiap jaringan saling “mempercayai” informasi alamat IP dan alamat network yang diberitahukan oleh masingmasing jaringan. Saat permintaan koneksi dibuat oleh satu jaringan, ISP akan menghubungi provider backbone atau peer jaringan dan membuka jalur tercepat ke alamat yang dituju. Ketika informasi network yang disiarkan ternyata salah dan dianggap “benar” oleh provider upstream, terjadilah “salah alamat” yang berujung pada tidak bisa diaksesnya network tujuan, dalam hal ini jaringan Google. Nomer AS Google adalah 15169, tetapi koneksi CloudFlare ke jaringan raksasa internet tersebut ketika itu malah tertuju ke alamat jaringan Moratel di 23947. Daerah Hong Kong di mana provider backbone yang digunakan sama dengan Moratel (PCCW) pun turut terkena imbas dan tidak bisa mengakses Google. Pihak Moratel sendiri, sebagaimana dikutip oleh Paseka, menyatakan bahwa kejadian in tak disengaja. Penyebabnya adalah kesalahan hardware yang sedang diselidiki. Setelah diberitahu soal kesalahannya oleh Paseka, pihak Moratel telah memperbaiki situasi tersebut dengan berhenti menyiarkan alamat jaringan yang salah. Saat ini layanan Google sudah normal kembali dan bisa diakses oleh pengguna yang sebelumnya terkena dampak salah alamat. Kejadian ini, lanjut Paseka di akhir tulisannya, menunjukkan kerentanan internet sebagai sistem yang dibangun berdasarkan kepercayaan. Ada faktorfaktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan, bahkan oleh raksasa internet sebesar Google sekalipun. “Sebaiknya sebuah situs memiliki tim teknisi jaringan yang senantiasa mengawasi jalur dan mengelola konektivitas sepanjang waktu,” tulisnya. (kompas.com) join facebook.com/suryaonline

Max Biaggi

Pensiun dari Balap Mantan juara dunia balap motor kelas 250 cc asal Italia, Max Biaggi, mengumumkan pengunduran diri dari sirkuit balap, Rabu 7 November 2012. Biaggi juga pernah meraih juara dua dalam kelas 500 cc MotoGP sebelum pindah untuk berlaga di seri balapan Superbikes pada tahun 2007. “Hari ini merupakan hari yang baru bagi saya...tidak akan pernah sama lagi,” tulisnya dalam pesan Twitter. Belakangan kepada para wartawan, pembalap berusia 41 tahun itu mengatakan bahwa dia secara resmi pensiun dari balap motor. Ketika masih berlaga di MotoGP, prestasi terbaiknya adalah juara dua pada tahun 2002 untuk kelas 500 cc di bawah pembalap legendaris senegaranya, Valentino Rossi. Sebelumnya dia meraih empat kali juara dunia untuk kelas 250 cc namun setelah kalah tahun 2005 di kelas yang menjadi spesialisasinya, dia pindah ke Superbikes. Di Superbikes dia meraih juara di kelasnya pada tahun 2010 dan 2012.

Selama karirnya di arena balap motor, Biaggi bergabung dengan beberapa tim, seperti Suzuki, Ducati, Aprilia, maupun Honda. Mulai membalap sejak usia 17 tahun, dia mengatakan puas dengan pencapaiannya selama ini. “Secara pribadi saya amat puas dengan yang saya capai dalam karir saya. Saya menghadapi naik dan turun namun kecintaan saya atas olahraga ini tidak pernah berkurang,” tuturnya seperti dikutip kantor berita AFP. Dia mengaku amat sulit untuk memutuskan mundur dari balap motor dan ingin diingat para penggemar sebagai seorang juara. Bermusuhan dengan Rossi

Biaggi dikenal dengan julukan “The Roman Emperor” juga “Mad Max” dan terkenal karena hubungan yang sulit dengan pers, personel tim dan pengendara lain. Sepanjang karirnya, Biaggi terkenal karena persaingan panas dengan rekan senegaranya Valentino Rossi. persaingan ini ditampilkan dalam film dokumenter 2003 tentang balap sepeda motor yang berjudul “faster”, di

mana Biaggi dan Rossi muncul. Pada tahun 1997, ia dikabarkan berkencan dengan supermodel Naomi Campbell. Hal ini menuntun pada penghinaan yang dilakukan oleh Rossi. Pada salah satu perayaan kemenangannya, Rossi membonceng boneka wanita pirang yang mengenakan jersey bola dengan nama Claudia Schiffer di belakangnya untuk mengolok-olok hubungan Biaggi. Pada GP Spanyol 2001, kedua pembalap tersebut baku hantam sesaat sebelum naik podium. Ada upaya untuk menutupi kejadian tersebut dari pers tetapi segera terungkap. Pada tahun 2006 ia menguji mobil F1 untuk tim Midland F1 di sirkuit Silverstone. Dia menempuh jarak yang setara dengan race normal F1 tanpa masalah, sementara Valentino kehilangan kontrol dua kali ketika menguji mobil Ferrari F1 pada tahun yang sama. Biaggi pun berkomentar, “Akhirnya ada sesuatu yang bisa saya lakukan lebih baik daripada dia (Rossi).” Biaggi sekarang bertunangan dengan Miss Italia 2002 Eleonora Pedron, mereka dikaruniai seorang putri. (BBC) follow @portalsurya


surya_digitalpaper_8November2012