Page 1

surya.co.id ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA TELEPON (031) 8419000 www.surya.co.id

EDISI PAGI NO. 30 TAHUN I

jumat, 30 MARET 2012

TERBIT 2 HALAMAN

Harga Hernanes Rp 360 Miliar ■

Juve Lepas Krasic dan Fabio

WEMBLEy, SURYA - Dua laga derbi panas dipastikan akan terjadi dalam lanjutan semifinal Piala FA, yaitu derbi London antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur serta derbi Merseyside antara Liverpool yang ditantang Everton. Dua laga derby itu semuanya akan digelar di Wembley pada 14-15 April 2012 mendatang. Derbi pertama dipastikan setelah Spurs memainkan kembali laga melawan Bolton Wanderers setelah insiden pingsannya pemain Bolton, Fabrice Muamba, karena serangan jantung di White Hart Lane. Saat itu, skor masih menunjukkan angka 1-1. Dalam laga yang kembali dimainkan Selasa atau Rabu (28/3) WIB, Gareth Bale dan kawan-kawan memastikan satu tiket setelah menang 3-1. Dalam fase perempat final sebelumnya, Chelsea terlebih dahulu memastikan lolos ke babak empat besar setelah sebelumnya berhasil menang atas tim divisi Championship, Leicester City, dengan skor 5-2. Sementara itu, derbi Merseyside sendiri juga diwarnai dua laga menuju derbi di semifinal. Everon harus bermain dua kali setelah mereka ditahan imbang di kandangnya sendiri, Goodison Park. Untungnya, dalam laga kedua di Stadium of Light, Everton mampu menaklukkan Sunderland dengan skor 2-0. Liverpool yang sebelumnya memenangkan gelar Piala Carling sudah berhasil menganmankan satu tempat di semifinal setelah mengalahkan Stoke City dengan skor 2-1. Dari dua kali pertandingan yang harus dilakoni Spurs dan Everton, maka kedua derbi terwujud. Derbi Merseyside akan digelar terlebih dulu pada tanggal 14 April mendatang, sementara derbi London akan digelar keesokan harinya di tempat yang sama, stadion kebesaran Inggris, Wembley Stadium.

Mimpi der Vaart Gelandang serang Tottenham Hotspur Rafael van der Vaart merasa senang setelah kian dekat mewujudkan impiannya bisa tampil di Stadion Wembley usai memastikan tiket semi-final Piala FA. Sebab sepanjang karirnya, Van der Vaart belum pernah bermain di Wembley. Kesempatan itu hampir datang ketika Belanda beruji coba dengan Inggris pada Februari lalu. Namun Van der Vaart absen, karena dibekap cedera. “Saya bicara kepada pemain lainnya, dan mengatakan tidak ingat kapan terakhir kali merasa senang mencetak gol, dan bahkan saya merasa itu bukan saya yang mencetak gol,” ujar Van der Vaart kepada laman resmi klub. “Di poin tertentu, Anda berpikir ‘ayo, masuk’. Tapi setelah Anda melihat gol pertama, kami menyadari akan memenangi pertandingan.” “Itu kemenangan luar biasa, dan kami memainkan sepakbola fantastis, permainan yang memang seharusnya diperlihatkan Tottenham.” “Selalu menjadi impian saya bermain di Wembley, dan sekarang kami ada di sana.” “Semi-final melawan Chelsea akan luar biasa, ditambah Liverpool melawan Everton. Bagi suporter Tottenham, dan fans sepakbola dimana pun, ini akan menjadi hari yang fantastis.” (bolanews.com/goal.com)

Hernanes

Madona

Pemberontakan Anak Sulung Madonna JAKARTA, SURYA - Luna Maya kembali bikin heboh. Dalam film terbarunya berjudul ‘Hi5teria’, Luna berada satu ranjang tanpa busana dengan pria muda bernama Kriss Hatta Luis. “Sampai enam kali take, bukan adegan ranjang yang bagaimana. Jadi pas Luna bangun tuh setannya muncul dan itu yang bikin lama, karena sutradara mau itu kelihatan sempurna,” ungkap Kriss saat dijumpai di Planet Hoolywood, Jakarta Selatan, Selasa (27/3) petang. Kriss sempat gugup saat berada satu ranjang dengan Luna. “Ya, kaget dan gugup, sekaligus senang, pokoknya itu tadi gado-gado. Untungnya enggak ada dialog yang gimanagimana, jadi ya biasa saja. Jadi tidur beneran, maksudnya ngantuk gitu,” ujarnya sambil tertawa malu-malu. “Pas tahu waktu bedah dialog hari pertama, senang dan gugup karena Luna kan sudah senior. Senang karena main sama senior. Gugup takut ada salah kata. Lagian kan baru kenal Luna disini, sebelumnya enggak kenal sama sekali,” terang aktor yang pernah main film “Cewek Saweran” dan “Love and Edelweiss” Demi menyatukan chemistry, lelaki berusia 23 tahun itu sering memperhatikan bagian tubuh Luna. “Saya bangun chemistry dengan lihatin bagian dia, saya lihat terus. Sampai pulang saya ingat, misalnya matanya Luna. Untungnya Luna sudah terkenal, jadi saya enggak usah foto matanya Luna untuk saya ingat-ingat, cukup di googling saja,” simpul Kriss. (tabloid nova)

Ada Upaya Jegal Abraham Samad JAKARTA SURYA - Saat ini, ada upaya untuk menjegal langkah Ketua KPK Abraham Samad dalam menegakkan keadilan, terutama melawan para koruptor. Salah satu bentuk upaya penjegalan itu, adalah dengan adanya rencana melaporkan Abraham Samad ke Komite Etik KPK. erncana pelaporan ke Komite Etik dilakukan, karena ada dugaan Abraham Samad dinilai menyalahi prosedur saat menetapkan status tersangka untuk koruptor Angelina Sondakh dan Swaray Gultom Saat ditemui usai penandatanganan kesepakatan dengan KPK, Polri dan Kejaksaan Agung, di kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2012), Abraham mengaku siap jika dirinya benar-benar diperiksa komite etik. “Siapapun orang di muka bumi ini pasti

siaplah, apalagi saya merasa tidak melakukan pelanggaran,” katanya. Saat ditanya apakah terjadi kesalahan prosedural dalam penetapan status tersangka terhadap koruptor Angelina Sondakh dan Miranda Swaray Gultom, Abraham membantahnya. “Saya nggak tahu, tapi maksud saya begini, itu kan lucu kalau saya dilaporkan ke komite etik. Itu cuma bagian dari upaya-upaya untuk menyingkirkan saya,” katanya. Sementara itu, Hotman Paris Hutapea, selaku pengacara M Nazaruddin memperotes keras. “Seharusnya yang diperiksa oleh Komite Etik itu penyidik KPK khususnya dalam penyidikan dan pembuatan BAP dalam kasus Wisma Atlet,” ujar Hotman Paris. Menurut Hotman, proses penyidikan dan

pembuatan BAP terhadap kasus yang menjerat Angelina Sondakh atau akrab disapa Angie ini, banyak ketidakwajaran dan terlihat adanya upaya untuk melokalisir agar tersangka hanya Nazaruddin. “Akan tetapi ‘orang-orang besar’yang banyak terlibat justru dijauhkan dari penyidikan,” terang Hotman. Sebelumnya diberitakan, ada wacana pembentukan Komite Etik untuk membahas penanganan perkara yang dilakukan Abraham Samad terhadap Angie dan Miranda Gultom. Namun, sampai saat ini wacana tersebut belum diputuskan untuk dibentuk. “Belum ada keputusan itu. Belum dibahas di tingkat pimpinan, kita lihat seperti apa nanti,” kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas di kantornya, Kuningan Jakarta Selatan. (tribunnews.com)

Abraham Samad


2

Inter-nas surya.co.id

jumat, 30 MARET 2012

10 Mitos Salah Soal Obat ■

Suntik Belum Tentu Lebih Manjur

JAKARTA, SURYA - Obat dapat dilihat sebagai pedang bermata dua. Dapat memberikan kesembuhan, namun dapat pula menyebabkan kesakitan bahkan kematian. Dan sampai saat ini, masih ada mitos yang keliru di masyarakat tengan penggunaan obat yang justru memperburuk derajat kesehatan seseorang. Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy SpFK, dari Departemen Farma­kologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, masalah penggunaan obat yang baik dan benar masih menjadi fenomena kompleks. “Prinsipnya, gunakan obat yang mantab manfaatnya, aman, sesuai dengan kondisi seseorang dan terjangkau,” kata Rianto di Jakarta, Kamis (29/3/2012). Riantomenuturkan,penggunaan obat dapat dikatakan rasional apabila indikasi penggunaannya tepat, dosis dan cara pemberian tepat, lama pemberian tepat, dan biaya terjangkau. Sebagai Guru Besar Farmakologi FKUI, Rianto menjabarkan 10 mitos yang salah di masyarakat terkait penggunaan obat, seperti dijelaskan di bawah ini : 1. Meningkatkan dosis obat menyebabkan penyakit lebih cepat sembuh: Menurut Rianto, adalah sa­ lah besar jika ada orang yang beranggapan meningkatkan do­­sis obat akan mempercepat kesembuhan pasien. Seorang pasien, tidak boleh meningkatkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter yang bersangkutan. Tin­ dakan ini dinilainya justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang baru. 2. Menggunakan lebih banyak jenis obat lebih manjur: Penggunaan berbagai macam jenis obat untuk mengatasi satu jenis penyakit, dengan alasan biar cepat sembuh juga bukan cara yang tepat. Sebab sebenarnya akan percuma karena besar kemungkinan obat tersebut memiliki kandungan yang sama. “Kalau bisa pakai satu obat, kenapa harus pakai obat yang banyak meski hasilnya sama saja.

Pilgub DKI Bawa Korban Politik

3. Obat “paten” atau mahal akan lebih manjur dari yang murah: Tidak benar jika ada orang yang beranggapan dengan membeli obat yang mahal, maka penyakitnya bisa lebih cepat sembuh. Masyarakat harus tahu bahwa obat paten dan generik memiliki khasiat yang sama. “Bahkan kalau ada keluarga saya yang sakit, saya selalu kasih obat generik,” ujar Rianto. 4. Kalau suatu obat terbukti manjur untuk orang lain, pasti akan manjur juga untuk saya: Ini juga belum tentu. Tidak semua obat yang cocok bagi orang lain, pasti cocok pula untuk Anda. Sebagai contohnya, seseorang yang sama-sama menggunakan kacamata minus belum tentu dapat menggunakan kacamata orang lain yang sama-sama memakai kacamata minus. “Jadi semua tergantung dari sejauh mana tingkat keparahan penyakit orang dan untuk memastikannya harus diperiksakan ke dokter,” tegas Rianto. 5. Orang tipe “badak” perlu dosis besar: “Apabila orang lain dosisnya cukup

satu, saya tidak mempan dan harus makan dua atau tiga obat sekaligus” Pernyataan itu mungkin sering kita dengar. Tetapi menurut Rianto, tidak semua obat memiliki tingkat yang seramah itu jika dikonsumsi tidak sesuai dosis. Karena ada obat yang apabila dikonsumsi berlebihan, jutru akan menimbulkan efek samping berbahaya. 6. Suntik mempercepat sem­ buhnya sakit: Banyak orang beranggapan, suntik itu lebih manjur. Tetapi pada orang yang mengalami alergi, pemberian obat dengan cara disuntik jauh lebih berbahaya dari pada yang diminum. Jadi janganlah mendesak dokter untuk minta disuntik. 7. Makan obat dalam waktu lama bisa merusak ginjal: Beberapa pasien hipertensi menderita stroke karena mitos yang ke tujuh ini. Banyak pasien berpikir, konsumsi obat yang banyak dan terus menerus dalam jangka waktu lama dapat merusak ginjal. Padahal keputusan mereka untuk memberhentikan minum obat justru dapat berdampak lebih fatal. Jutru

yang merusak ginjalnya itu adalah hipertensinya, bukan obatnya. 8. Obat tradisional atau herbal pasti aman: Obat herbal atau tradisional, belum tentu aman. Sebenarnya, obat yang seratus persen aman adalah plasebo karena tidak memiliki khasiat. 9. Vitamin adalah kebutuhan esensial untuk mempertahankan kesehatan tubuh: Seseorang tidak memerlukan asupan multivitamin. Karena sebanyak apa pun seseorang mengonsumsi vitamin, hal itu tidak akan mampu menggantikan posisi dari makanan. 10. Suplemen makanan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan: Suplemen bentuknya memang seperti obat tetapi dia bukan obat. Produen boleh mengklaim apa aja tentang khasiat suplemen yang mereka buat tanpa harus membuktikan, asal tidak mengklaim menyembuhkan atau menceagh suatu penyakit. “Ini yang tidak disktehui konsumen,” katanya. (kompas.com)

JAKARTA, SURYA - Meski Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih tahun depan, namun sekarang sudah ada ‘korban politik’ yang mulai berjatuhan. Korban pilgub itu adalah Mischa “Hasnaeni” Moein dan 25 partai politi non parlemen DKI Jakarta. Pasalnya, antara Hasnaeni yang biasa dipanggil “Wanita Emas” dengan 25 parpol non-parlemen itu sekarang saling lapor ke Bareskrim Mabes Polri. Sang Wanita Emas melaporkan pengurus parpol itu dengan tuduhan penggelapan biaya administrasi dan biaya rekomendasi karena dirinya gagal dicalonkan sebagai cagub DKI Jakarta oleh 25 partai nonparlemen tersebut. Ketertarikan “Wanita Emas” untuk ikut bersaing dalam bursa DKI 1 bermula ketika Didik Suprianto, Sekjen DPP PDP, mengenalkan Hasnaeni dengan para petinggi partai nonparlemen untuk membicarakan kemungkinan Hasnaeni diusung sebagai cagub atau cawagub DKI. Partai politik non-parlemen yang menamakan diri Koalisi Bersatu (KB) DKI Jakarta terdiri dari 25 partai non-kursi (yang tidak memiliki kursi di DPRD DKI). Koalisi ini dibentuk dari hasil dari 9,032 persen perolehan suara dalam Pemilu 2009 lalu di wilayah DKI Jakarta.

“Mereka ingin bertemu di rumah saya. Itu tidak langsung saya terima. Tetapi, setelah berkali-kali mereka hubungi saya, akhirnya saya terima. Pak Didik juga meminta dan memohon karena partai koalisi non-parlemen mau mendukung saya,” ujar Hasnaeni. Syarif, juru bicara Koalisi Partai Bersama, membantah tudingan Hasnaeni yang mengatakan pengalihan dukungan dari Hasnaeni kepada pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono. Menurut dia, tidak ada yang membelot. “Sampai saat terakhir pendaftaran,kamitetapmendukung, tapi tidak ada partai yang mau, bagaimana lagi? ujar Syarif seraya menyebut jumlah perolehan suara partai non-parlemen itu lebih kurang 6,5 persen, jauh di bawah syarat yang ditetapkan KPUD Jakarta untuk mengajukan calon, minimal 15 persen Sebagai bentuk jawaban atas tudingan Hasnaeni, parpol yang tergabung dalam Koalisi DKI Bersatu ganti melaporkan Wanita Emas ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (29/3/2012). Laporan balik ini, dikarenakan Hasnaeni melaporkan ke Mabes Polri dengan tudingan 20 parpol menggelapkan uang dengan janji mengusungnya sebagai calon Gubernur DKI. (tribunnews.com)

AS Bangun Pangkalan Militer 3.000 Km Dari Jakarta AUSTRALIA SURYA - Peme­ rintah Indonesia mengirim nota protes kepada Pemerintah Australia dan Amerika Serikat, serta meminta penjelasan tentang rencana pembangunan pangkalan militer AS di Australia. Pasalnya, pangkalan militer AS yang akan dibangun itu kabarnya akan ditempatkan di Pulau Cocos, yang hanya berjarak sekitar 3.000 kilometer sebelah barat daya Jakarta. Menurut rencana, Amerika Serikat akan menempatkan pesa­ wat-pesawat intai tak berawak di pangkalan itu. Juru Bicara Kementerian Perta­ hanan Indonesia, Brigadir Jenderal Hartind Asrin mengatakan untuk menghindari kesalahpahaman,

sebaiknya Pemerintah Australia dan AS segera menjelaskan tujuan pembangunan pangkalan itu. “Secara prinsip, Indonesia tidak memiliki wewenang untuk ikut campur dalam rencana mereka (Australia dan AS). Namun kami meminta mereka, untuk menjelaskan tujuan menempatkan pesawat tak berawak dekat wilayah Indonesia,” kata Asrin seperti dikutip Reuters. Asrin menambahkan, upaya untuk memperjelas masalah ini didasarkan pada keinginan menjaga hubungan baik dan rasa saling percaya antara Indonesia, Australia, dan AS. “Tujuan utama kami adalah menghindarkan adanya salah paham dan salah kalkulasi di lapangan,” ujar dia.

Sebelumnya, Rabu (28/3/2012), Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith mengatakan kemungkinan AS menggunakan Pulau Cocos yang terpencil sebagai pangkalan militer AS. Namun, rencana ini tidak menjadi perhatian utama dan tidak menjadi bagian rencana besar penguatan hubungan militer antara Canberra dan Washington. “Kami menilai Pulau Cocos sebagai lokasi yang bernilai strategis untuk jangka panjang,” kata Smith. Sementara itu, harian The Washington Post menyatakan, Amerika Serikat tertarik meng­ gunakan Pulau Cocos sebagai pangkalan pesawat-pesawat intai dalam melakukan pengawasan di Kepulauan Spratly yang

diperebutkan sejumlah negara. Menurut Washington Post, Amerika Serikat menilai Pulau Cocos tak hanya ideal untuk pangkalan pesawat-pesawat tempur berawak, tetapi juga untuk pesawat-pesawat tak berawak yang dikenal dengan nama Global Hawk. Apalagi, Angkatan Laut AS kini tengah mengembangkan Global Hawk model terbaru, yang disebut pesawat intai kawasan maritim luas (BAMS) yang dijadwalkan beroperasi pada 2015. Kementerian Pertahanan Indo­ nesia belum menganggap, pesawatpesawat intai itu merupakan ancaman bagi keamanan Indonesia. “Namun jika kami mendapati satu pesawat itu memasuki wilayah Indonesia tanpa izin, angkatan udara

Pesawat intai jenis Global Hawk seperti inilah yang akan ditempatkan di Pulau Cocos, Australia. kami akan melakukan pencegatan,” tutur Asrin. Namun, pengamat masalah militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengatakan, Ame­ rika Serikat sudah meren­canakan penguatan pengaruh mereka di Asia Pasifik sejak lama. Dia menambahkan, AS memiliki keuntungan hukum jika suatu

saat mereka melintasi wilayah Indonesia karena Indonesia belum meratifikasi Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut (UNCLOS). Kondisi ini memungkinkan AS menembus wilayah abu-abu Indonesia, seperti Kepulauan Natuna, yang berdekatan dengan lokasi Kepulauan Spratly. (kompas.com)

Surya Digital 30 Maret 2012 Pagi  

Harga Hernanes Rp 360 Miliar, Pemberontakan Anak Sulung Madonna, Ada Upaya Jegal Abraham Samad, 10 Mitos Salah Soal Obat, Pilgub DKI Bawa K...