Issuu on Google+

surya.co.id ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA TELEPON (031) 8419000 www.surya.co.id

EDISI PAGI

NO. 28 TAHUN XXV

SENIN, 28 FEBRUARI 2012

TERBIT 2 HALAMAN

Milan-Juve Berbuntut ■ Diusut Komisi Disiplin ■ Banyak Insiden ROMA, surya - 90 menit pertandingan antara AC Milan dan Juventus memang telah digelar dan memunculkan skor 1-1 sebagai hasil akhir. Namun bukan berarti pertempuran kedua tim selesai pula di luar lapangan. Selain silang pendapat soal kontroversi dalam laga di San Siro itu dengan pertukaran komentar lewat media, di mana Milan menegaskan pantas menang jika sundulan Sulley Muntari dinyatakan gol sementara Juve berargumen hasil tak bakal banyak berubah lantaran gol sah Alessandro Matri pun dianulir, perseteruan kini dilanjutkan ke Komisi Disiplin Lega Calcio. Pada Senin (27/2) malam waktu Italia, para hakim olahraga bakal mengeluarkan putusan terkait serangkaian insiden pada laga tersebut. Kartu merah langsung Arturo Vidal dan kartu kuning Simone Pepe, yang membuat akumulasi ammonito-nya mencapai batas maksimal, dipastikan membuat dua personel Juve itu absen di pertandingan berikut. Tetapi, mungkin bukan hanya mereka yang bakal terkena suspensi. Bek Milan, Philippe Mexes terancam menjalani skorsing tiga laga setelah rekaman video memperlihatkan pemain Prancis itu meninju bagian rusuk Marco Borriello. Juve juga bakal menggunakan bukti rekaman video untuk menjerat Muntari, yang

beberapa kali tampak mengasari Stephan Lichtsteiner. Sementara itu, kubu Il Diavoli mengklaim mantan gelandang mereka yang kini berbaju Juve, Andrea Pirlo, dua kali menyikut Mark van Bommel dalam kesempatan berbeda. Sedangkan pelatih Juventus, Antonio Conte, serta wakil presiden Milan, Adriano Galliani, dapat pula dijatuhi hukuman karena terlibat argumen keras selama half-time. Tak ketinggalan perang katakata antara Massimo Ambrosini dan Giorgio Chiellini usai laga bakal diusut. Kesaksian Silva Laga AC Milan versus Juventus Sabtu (25/2) banyak

insiden. Namun sorotan jatuh pada insiden gol Sulley Muntari. Pada babak pertama, Muntary berpeluang membuat skor 2-0 bagi Milan. Namun, gol Muntari yang terlihat sangat jelas telah melewati garis gawang, tidak disahkan oleh wasit. Hal ini membuat bek Milan, Thiago Silva jengah. Silva mengutarakan kekecewaanya atas kinerja wasit. “Aku sangat kecewa dengan apa yang terjadi pada laga melawan Juventus. Aku melihat dengan jelas bola telah melewati garis gawang, karena posisiku sangat dekat. Hakim garis telah melakukan kesalahan,” ujar Silva. Silva secara khusus juga meminta agar ada sistem tayangan ulang dan wasit tambahan yang berada di dekat gawang kedua tim. “Hal tersebut harusnya ada di pertandingan-pertandingan besar.” (duniasoccer)

ap

kontroversial - Bola tendangan Muntary tampak melewati garis gawang tapi wasit tidak tahu, ini jadi moment kontroversial.

net

misteri tangisan - Angelina Sondakh bersimpuh dan menangis penuh misteri di kuburan suaminya Adjie Massaid.

Rahasia Besar Konflik Angie-Adjie jakarta, surya - Setelah isu mengenai gugatan cerainya diungkap oleh pengacara Elza Syarief, artis yang juga politisi Angelina Sondakh belum bisa bernafas dengan lega. Pasalnya, masih ada satu lagi aib Angie yang belum terungkap di publik. Hotman Paris Hutapea membeberkan beberapa hal terkait rumah tangga Angie dan (alm) Adjie Massaid. Menurutnya, selain pernah minta cerai, Angie juga menyimpan persoalan rumah tangga lainnya. “Sebenarnya ada lagi informasi yang sangat penting, Adjie cerita ke Linda Jalil (saudara Adjie), tapi itu belum diungkapkan, kalau sampai bocor akan jadi berita yang menggelegar,” tutur Hotman," Saya tahu, tapi saya enggak boleh kasih tahu, itu sangat-sangat fatal, itu menyangkut tangisan waktu duka cita, seolah-olah

enggak mungkin nangis deh," kata Hotman berteka-teki Lantas, benarkah Angie punya pria idaman lain selain Adjie Massaid selama menjalani rumah tangganya? “Tanya saja sama Linda Jalil, pokoknya menyangkut sama almarhum (Adjie Masaid),” kata Hotman. Benarkah tentang perselingkuhan? “Lebih jauh dari situ (perselingkuhan), karena si Adjie curhat sama Linda, pokoknya terkait dengan hubungan mereka,” tegas Hotman. Atas rumor baru yang dilontarkan Hotman, pihak Angelina Sondakh belum bisa dihubungi untuk mengklarifikasi perkembangan tersebut. Dibela Beberapa waktu lalu, informasi mengenai keretakan rumah tangga Angie dan Adjie

memancing reaksi dua anak Adjie hasil perkawinan dengan penyanyi Reza Artamevia. Zahwa Rezi Massaid dan Aliyah Massaid menyebut tidak pernah ada gonjang-ganjing dalam rumah tangga orangtuanya sebelum sang ayah meninggal dunia. Zahwa Rezi Massaid, putri sulung Adjie, justru memberi dukungan kepada ibu tirinya, Angie, yang kini berstatus sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011. Begitupula anak tirinya Aliyah Massaid justru mendukungnya. Anak kedua Adjie itu mengaku tak ingin Angie sedih dan tak peduli omongan orang. “We you so much no matter what people say about you (Kami tak peduli pada apa yang dikatakan orang tentang mama),” ujar Aliyah. (tabloid nova)

Penghargaan Lingkungan dari Seniman Jatim surabaya, surya - Sejumlah aktivis lingkungan di Jawa Timur menerima "Daun to Earth Award" untuk perjuangan mereka dalam menyelamatkan lingkungan. Penghargaan itu dipersembahkan oleh dua seniman Surabaya dan Jogjakarta yang berkolaborasi untuk menggagas seni lintas disiplin. Penghargaan yang digagas perupa Jogjakarta Dadi Setiyadi dan seniman Surabaya Dukan Wahyudi itu diserahkan pada Minggu (26/2) malam di AJBS Gallery, Surabaya. Ada 15 tokoh dan satu perusahaan yang menerima penghargaan Daun to Earth Award ini. Prigi Arisandi, Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton)

selaku juri, mereka dipilih karena konsisten minimal selama tiga tahun dalam mengupayakan konservasi lingkungan. “Kebanyakan penerima penghargaan ini polanya melawan guna mendorong perubahan kebijakan di bidang lingkungan,” kata Prigi. Para penerima penghargaan itu adalah Amirudin Mutaqqin dari Jombang yang menginisiasi perbaikan kualitas lingkungan di daerah aliran sungai Brantas, Aak Abdullah Al Kudus yang rutin menghijaukan gunung Lemongan di Lumajang, Rosek Nursahid pendiri lembaga penyelamat satwa Pro Fauna di Malang, Muhammad Ikhwan pelestari telaga Buret di Tulungagung, dan Wahyu Sigit pelestari habitat capung di

Malang. Selain itu ada Ali Mansyur pelestari mangrove dari Tuban, Muhson pelestari mangrove dari Surabaya, Khoirun Kepala Desa Bendosari Pujon Malang yang menginisiasi desa bersih limbah dan membangun 100 unit biogas, Syamsudin kepala sekolah yang menyebarkan ide pendidikan berbasis lingkungan dari Gresik, Agung Supriadi dari Nganjuk yang fokus mendesak penegakan hukum bagi pencemaran sungai Brantas, Hermawan Some dari Surabaya yang giat mengkampanyekan pengurangan plastik, dan Imam Rochani komandan patroli yang menjaga kualitas air sungai Brantas. Adapun tokoh penerima

penghargaan lainnya adalah Teguh Ardi Srianto Direktur Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KPJL), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, dan PT Semen Gresik. Henri Nurcahyo, pemerhati lingkungan di Jatim menuturkan, peristiwa kolaborasi seni dengan lingkungan bisa menjadi titik awal memperkaya gerakan kampanye lingkungan di masa depan. Menurut dia, beberapa seniman yang peduli pada isu lingkungan sudah memulai hal itu. Sardono W Kusumo, misalnya, membuat aneka pertunjukkan bertema lingkungan. Begitu juga perupa Tisna Sanjaya dengan karyanya yang berjudul Pohon Tumbuh Tidak Tergesa. (kompas.com)

ilustrasi


2

Inter-nas

SENIN, 28 FEBRUARI 2012

surya.co.id

Saksi Dipaksa Datang ■ Ali Mudhori Hadiri Sidang ■ Kasus Suap PPID jakarta, surya - Mantan anggota DPR RI Ali Mudhori, saksi kunci kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) bidang transmigrasi, akhirnya muncul di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/2) malam. Ali yang telah dua kali mangkir dari panggilan jaksa, membantah kalau dirinya datang ke Jakarta karena dijemput paksa oleh KPK. “Saya dijemput istri saya, enggak benar (dijemput paksa, Red),” kata Ali Mudhori di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ali tiba di pengadilan sekitar pukul 18.50 dengan didampingi istrinya, anggota DPR Fraksi PKB, Siti Masyitoh. Tampak bekas plester suntik infus masih menempel di punggung tangan kanan Ali. Menurut Ali, dia sebenarnya belum diperbolehkan dokter untuk keluar rumah sakit. Ali mengaku menderita pembengkakan jantung, hipertensi, dan kram otot. ”Setiap satu menit terjadi kram di seluruh tubuh saya,” ucap Ali. Pagi tadi, Ali melalui istrinya mengirim surat ke jaksa KPK yang mengatakan kalau dirinya sakit dan dirawat di Rumah Sakit Premier, Surabaya, Jawa Timur. Secara terpisah, pihak rumah sakit membantah ada pasien bernama Ali Mudhori. Sementara Ali mengaku punya

bukti kalau dirinya benar dirawat di rumah sakit tersebut. ”Ini buktinya, ini RS Premier,” kata Ali sambil menunjukkan map-map bertuliskan RS Premier. Ia mengaku telah dirawat di RS Premier Surabaya sejak 20 Februari 2012, karena sejumlah penyakit. “Saya mengalami lima hal, ada penyumbatan jantung, sesak napas, hipertensi, kemudian ada ‘Uwek-uwek’ mau muntah selama dua bulan itu,” kata Ali. Juru Bicara KPK Johan Budi sebelumnya mengatakan, pihaknya menjemput paksa Ali Mudhori yang kerap mangkir dari panggilan persidangan kasus ini. Keterangan Ali Mudhori ini dianggap penting dalam mengungkap keterlibatan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Nama Ali Mudhori, Fauzi (mantan anggota tim asistensi Menakertrans), Sindu Malik (mantan pegawai Kementerian Keuangan), pengusaha Iskandar Pasojo (Acos), dan Dhani Nawawi, turut disebut terlibat kasus suap PPID ini. Keempat orang itu disebut berperan dalam mengatur pemberian commitment fee dari pengusaha Dharnawati kepada Kemenakertrans. Rekaman pembicaraan antara Fauzi dan Ali yang diputar di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu menyebut istilah

antara/fanny octavianus

siap besaksi - Ali Mudhori, mantan staf asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar, tiba di gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (27/2) malam setelah dia dua kali mangkir dari panggilan persidangan. ”Pak Ketum”. Menurut Fauzi, ”Pak Ketum” adalah kode untuk Muhaimin. Namun, Fauzi mengatakan kalau nama Muhaimin itu hanya dicatutnya. Tak Sembunyi Ditanya soal isu bersembunyi di dalam hutan untuk menghindari proses hukum yang ditujukan kepadanya, lagi-lagi Ali. Keberadaannya saat ditemukan petugas KPK dan polisi di pedalaman Lumajang pada 16

Saya dijemput istri saya, enggak benar. Saya memang sakit dan ini buktinya RS Premier. ali mudhori saksi kasus dana ppid

Februari 2012 adalah selaku Ketua DPC PKB Lumajang, yang tengah mendatangi konstituen partainya.

lanjutnya, majelis kasasi menyatakan terdakwa Abubakar Ba’asyir terbukti secara sah melakukan tindak pidana terorisme dan menjatuhkan pidina dengan penjara 15 tahun. Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memvonis Abubakar Ba’asyir penjara selama 15 tahun. Majelis hakim menilai Amir Jamaah Anshorud Tauhid atau JAT itu terbukti terlibat pelatihan militer kelompok teroris di Aceh. Vonis itu lebih rendah dibandingkan dengan  tuntutan jaksa penuntut umum, yakni penjara seumur hidup. Dalam pertimbangannya, hakim tidak sependapat dengan tuntutan jaksa bahwa Ba’asyir terbukti merencanakan atau menggerakkan serta mengumpulkan dana untuk pelatihan militer di Aceh sesuai dakwaan lebih subsider. Jaksa menjerat Ba’asyir dengan Pasal 14 Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. Majelis hakim menyatakan Ba’asyir terbukti melakukan pidana dalam dakwaan subsider dengan Pasal 14 Jo Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme.

Surabaya. Menurut anggota tim jaksa, jaksa Jaya, kesaksian Ali Mudhori selaku mantan staf tim asistensi Mennakertrans, Muhaimin Iskandar, diperlukan untuk mengungkap ada tidaknya keterlibatan Muhaimin dalam kasus ini. Lebih dari itu, kata jaksa Jaya, fakta yang terungkap dari keterangan Ali Mudhori dan dr Dani bisa menjadi alat bukti untuk menetapkan tersangka baru, yakni sang aktor intelektualnya. (kompas.com/tribunnews)

Dampak Pembakaran Al Quran Kian Meluas

MA Tolak Kasasi Abubakar Ba’asayir jakarta, surya - Majelis kasasi Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Abu Bakar bin Abud Ba’asyir alias Abu Bakar Ba’asyir dan menghukum penjara selama 15 tahun penjara. “Mengadili, menolak kasasi dari pemohon kasasi terdakwa Ba’asyir, mengabulkan pemohon kasasi dari kasasi JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Kabiro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/2). Menurut Mansyur, putusan ini ditetapkan oleh majelis kasasi yang terdiri hakim agung Djoko Sarwoko sebagai ketua, Haji Mansyur kertayasa dan Andi Samsan Naro sebagi anggota dalam rapat pemusyaratan hakim Senin ini dengan suara bulat. Dia juga mengungkapkan bahwa dalam putusan ini majelis kasasi membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang memotong dari 15 tahun menjadi 9 tahun penjara. “Membatalkan putusan pengadilan tinggi jkt nomor 332/Pid/2011 PT.Dki Oktober 2011. Membatalkan putusan PN jaksel 148/Pid.B/2011/PN jaksel 16 juni 2011,” kata Mansyur. Dalam pertimbangannya,

“Kami ke hutan karena... Memang diundang jamaah. Kami diundang, jalannya memang rusak, tapi tidak ada hutan di sana,” kata Ali “Seperti hutan, cuma dipelintir saja,” timpal istri Ali, Siti Masyitoh, yang juga anggota DPR dari PKB itu. Seharusnya Ali hadir pada persidangan terdakwa Dadong yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, jaksa mendapat sang istri, bahwa Ali tidak bisa hadir ke persidangan dengan alasan tengah sakit dan dirawat di RS Premier

dok

abu bakar ba'asyir Ajukan PK Penasehat Hukum Abu Bakar Baasyir akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA. Pasalnya, kasus yang menjerat Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu dinilai sarat dengan rekayasa. “Walaupun putusan kasasi lebih rendah dari putusan Pengadilan Tinggi, kita tetap

mengajukan PK,” kata penasehat hukum Abu Bakar Baasyir, Ahmad Michdan. Namun, Michdan mengaku belum dapat menanggapi putusan MA. “Kita belum dapat menanggapi karena belum melihat pertimbanganpertimbangan hukum dari majelis hakim,” ujarnya. (antara/ tribunnews)

kabul, surya - Dampak pembakaran Al Quran di pangkalan udara Amerika Serikat, memicu seminggu kekerasan, meluas saat menteri Afghanistan membatalkan kunjungan ke Washington dan negara Barat mempercepat penarikan petugas premannya. Langkah itu terjadi sesudah dua penasehat Amerika Serikat ditembak mati di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan di Kabul pada Sabtu dalam serangan tersangka petugas sandi nakal Afghanistan dan didaku Taliban sebagai tanggapan atas pembakaran Al Quran. Jumlah korban sejak kejadian di pangkalan udara Bagram di utara Kabul itu, yang memicu rasa benci Barat, melonjak pada Minggu menjadi lebih dari 30 orang. Rasa benci sudah membara di Afghanistan akibat berbagai pelanggaran oleh pasukan asing pimpinan Amerika Serikat, Pada hari keenam penentangan itu, satu pengunjuk rasa tewas dan tujuh tentara Amerika Serikat luka akibat serangan granat di markas mereka. Pentagon pada Minggu menyatakan menteri dalam negeri dan pertahanan Afghanistan membatalkan kunjungan ke Washington pada pekan ini untuk memusatkan diri pada masalah

keamanan di negerinya. Menteri Pertahanan Amerika Serikat “memahami pengutamaan itu dan alasan mereka tidak dapat melakukan perjalanan ke Washington dalam beberapa hari mendatang”, kata pernyataan juru bicara Pentagon George Little. Pejabat Amerika Serikat berulang kali minta maaf atas pembakaran Al Quran itu, yang kata mereka “tidak sengaja” dilempar ke tungku pembakaran di pangkalan udara itu. Persekutuan pertahanan Atlantik utara (NATO) menarik semua penasihatnya keluar dari kementerian pemerintah Afghanistan dan Prancis pada Minggu mengumumkan kedutaannya di Kabul untuk sementara menarik penasehat dan pengawas premannya dari lembaga Afghanistan dengan alasan “keamanan”. Jerman juga menyatakan menarik staf petugas asing dan warganya dari kementerian Afghanistan sebagai “tindakan pencegahan”. Sumber pemerintah Afghanistan menyatakan dua penasehat Amerika Serikat tewas di kementerian dalam negeri setelah mengejek unjukrasa benci Amerika Serikat atas pembakaran Al Quran itu. (antara/ap)


Surya Digial Edisi 28 Februari 2012 Pagi