Page 1

surya.co.id ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA TELEPON (031) 8419000 www.surya.co.id

EDISI PAGI NO. 3 TAHUN I

sabtu, 3 MARET 2012

TERBIT 2 HALAMAN

Hatrick Pertama Messi ■

Bersama Timnas Argentina

Cocok Main Bareng Aguero

Tak Mau

Dibanding-bandingkan

BERN, SURYA - Pemain Manchester City, Sergio Aguero, memuji permainan rekan satu negaranya, Lionel Messi. Apalagi, Messi mencetak hatrick pertamanya untuk negaranya sehingga membawa Argentina menang 3-1 melawan Swiss di pertandingan persahabatan, Kamis (1/3). “Luar biasa Leo (sapaan akrab Lionel Messi,Red)! Hatrick pertama dengan tim nasional!” seru Aguero melalui akun Twitternya seperti dilansir Goal.com. Namun, yang terlebih istimewa baginya adalah bisa bermain dalam satu tim bersama Messi. Pemain berusia 23 tahun itu menyatakan, mimpinya menjadi kenyataan saat berlatih dan bermain dengan Messi. “Messi? Jika kemarin saya mengucapkan itu adalah sebuah mimpi untuk berlatih dengan dia (Messi), itu bahkan lebih untuk bermain bersamanya,” ucap Aguero.

Saat ini Messi sudah membuat 67 penampilan bersama tim nasional dan sudah mencetak 22 gol. Terpisah, bintang Barcelona, Messi, mengaku cocok bermain dengan Sergio Aguero di timnas Argentina. Bersamanya, dia juga merasa bisa bersinar bersama “Tim Tango”. Penampilan Messi bersama timnas Argentina sering mendapat kritik. Dia tidak bersinar seperti halnya di tim Barcelona. Berbagi analisis dan pendapat pun bermunculan. Salah satunya, Messi dinilai tak memiliki partner di timnas Argentina yang sesuai dengan karakternya. Messi mengatakan, ia merasa nyaman dan bisa menikmati permainan dengan Aguero. Apalagi, ia berhubungan sangat baik dengan penyerang Manchester City itu. “Kami berdua sangat cocok, baik di luar

maupun di dalam lapangan,” ujar Messi. “Tapi, yang paling penting adalah, (Argentina) bisa menjadi tim yang sangat bagus. Kami harus saling bekerja sama untuk mencapai hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya. Pemenang tiga kali Ballon d’Or itu sepertinya mulai menemukan permainan terbaiknya bersama Argentina, Ia tampil hebat saat Argentina berhadapan dengan Swiss dalam laga persahabatan. Messi mampu mencetak hat-trick dan memberikan kemenangan 3-1 untuk negaranya. “Aku sangat senang karena kami menang dan tiga gol yang aku buat itu adalah hal yang istimewa bagiku. Aku memiliki banyak pertandingan di mana aku tidak bisa mencetak satu gol pun, tapi aku tahu kesempatan itu pasti akan datang,” ungkapnya. ( tribunnews.com )

SBY Penasaran Lagunya Diracik Nge-jazz JAKARTA,SURYA - Sempat mencuat pertanyaan, mengapa Presiden Yudhoyono (SBY) begitu bersemangat datang ke gelaran Java Jazz Festival 2012 di Kemayoran Jakarta Pusat malam ini Jumat (2/3)? Semula diduga karena SBY merasa ‘klik’ dengan acara musik lantaran hobi sang presiden memang bermusik. Namun belakangan terkuak motif kehadiran SBY rupanya karena salah satu lagunya bakal dialunkan oleh salah seorang penyanyi di gelaran bergengsi bertaraf internasional itu. “Kabarnya ada lagu ciptaan Pak SBY diracik dalam kemasan jazz, tapi belum tahu siapa yang membawakan, “ demikian sebuah sumber dari panitia Java Jazz kepada Tribunnews. SBY pantas penasaran mendengar lagu ciptaannya diracik dalam gaya jazz. Sebab selama ini lagu-lagu karya SBY semuanya diaransemen dalam genre pop yang kalem.

SBY sendiri lebih banyak membawakan lagu ciptaannya dengan main gitar saja. Hadir di acara Java Jazz Festival, Presiden SBY duduk di barisan belakang. Ia didampingi Peter F Gontha selaku penggagas ajang musik jazz yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di jagad raya. Orang nomor satu

di negeri ini datang sekitar pukul 19.30 WIB. Namanya juga presiden, pengawalan pasti superketat. Betapa tidak? Pintu masuk menuju D1 Tebs Hall dijaga sederet petugas keamanan yang mengenakan busana hitam-hitam yang tak lain Paspampres. Setiap pengunjung yang kepengin menyaksikan pertunjukan tersebut harus melewati alat pendeteksi logam. “Berdasarkan gosip yang beredar Jeff Lorber membawakan satu lagu ciptaan Presiden SBY,” ujar seorang panitia. Saat mereka tampil lampu ruangan di D1 Tebs Hall itu, di matikan. Suasana gelap. Cahaya hanya ada di atas panggung, di mana Jeff Lorber memainkan saksofonnya. Tak pelak pandangan pengunjung tertuju kepadanya. Penonton juga tampak tidak terlalu banyak. Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian, Presiden SBY bergegas meninggalkan ruangan tersebut dengan kawalan Paspampres. (tribunnews.com)

JAKARTA, SURYA - Indonesia memang tak punya banyak penyanyi pop dengan gaya nge-jazz. Setelah Andien, kini memang muncul Citra Scholastika dengan gaya pop jazz-nya yang manja. Tapi jangan coba-coba menilai jebolan Indonesian Idol itu punya kemiripan atau mengekor jejak Andien, loh! Sebab, Citra bisa tersinggung. Bagi pelantun lagu Everybody Knew itu, dia dan Andien punya ciri khas berbeda dan tak bisa dibandingbandingkan. “Jadi, Citra nggak bisa disamakan kaya SM*SH, girlband juga nggak. Atau Citra juga disamakan penyanyi solo kaya Andien sekalipun. Aku punya ciri khas berbeda, jadi kita tidak akan bisa dibanding-bandingkan,” ucapnya, Jumat, (2/3), saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Yang jelas, Citra sadar betul kalau jadi penyanyi profesional tak cukup bermodal suara merdu saja. Ciri khas gaya panggung, cengkok vokal, bahasa tubuh dan kemampuan berkomunikasi dengan penonton akan menjadi pembeda antarsatu artis dengan biduan lainnya. Kalau mereka cuma punya suara biasa atau suara bagus pun, di Indonesia sudah banyak banget. “Bahkan, di luar dari artis pun Indonesia sudah banyak. Aku menunggu ciri khas itu keluar dari mereka. Saingan juga akan bervariasi,” tandas cewek berkulit sawo matang ini. Cinta Jogja Citra meluapkan kegembiraannya ketika baru-baru ini ia mengikuti sesi pengambilan gambar video klip single terbarunya “Pasti Bisa”. Sebab, aktivitas itu dilakukan di kota Jogja tempat kelahirannya dan memulai karir tarik suaranya. “Aku sangat cinta Jogja, dan rasanya sangat bangga bisa kembali ke Jogja bukan hanya sekadar untuk pulang kampung, tapi juga menggarap karya berupa video klip,” kata runner up Indonesia Idol 2010 itu Video klip “Pasti Bisa” digarap selama 3 hari, mulai 17-19 Februari lalu, oleh sutradara Benedict Agung dari Hits Record dengan konsep travelling. Yaitu pengambilan gambar sudah dimulai dari atas kereta api yang membawa Citra dan tim menuju Jogjakarta. Lalu berlanjut ke berbagai lokasi indah di sana, mulai dari Taman Sari, Jalan Malioboro, Stasiun Tugu, Pasar Ngasem sampai daerah kaki Gunung Merapi. (tribunnews.com)

Citra Scholastika


2

Inter-nas surya.co.id

Sabtu, 3 MARET 2012

72 Pil Narkoba Ditelan ■

Ditangkap di Ngurah Rai

Pelaku Warga Australia

PM Rusia Putin Malah Senang Sering Didemo

antara/nyoman budhiana

KASUS NARKOBA - Kepala Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, I Made Wijaya (kiri) memperlihatkan kapsul berisi narkoba di hadapan tersangka pelaku, warga Australia yang juga warga Inggris, Edward Norman Myatt (tengah) di Kantor Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (2/3) KUTA, SURYA - Petugas Bea Cukai Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, menangkap Edward Norman Myatt (54), warga negara Australia, karena menyelundupkan narkotika jenis hasish dan sabu-sabu yang disembunyikan di dalam perut dengan cara ditelan sebanyak 72 kapsul. “Tersangka berjenis kelamin laki-laki ini ditangkap petugas saat melewati pemeriksaan Bea Cukai karena sedari awal turun dari pesawat Thai Airways yang ditumpangi sudah menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Tersangka turun dari pesawat paling terakhir dan terlihat sibuk memantau kondisi di sekelilingnya ketika berada di tempat pemeriksaan,” kata I Made Wijaya, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean Bandara Ngurah Rai, di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (2/3). Tersangka menuju Bali dengan menumpang Thai Airways nomor penerbangan TG 431, tiba pada Senin (27/2) sekitar pukul 14.50 Wita dengan rute penerbangan Bangkok - Denpasar. Sebelum menuju Denpasar, ia transit di Bandara Swarna Bumi, Bangkok, Thailand. Ia berangkat dari New Delhi, India, menuju Bangkok, baru kemudian ke Denpasar. “Saat dilakukan prosedur pemeriksaan standar berupa pemeriksaan dengan

menggunakan mesin x-ray dan juga pemeriksaan fisik atas barang bawaan, memang tidak ditemukan narkotika itu. Begitupun saat dilakukan pemeriksaan mendalam di ruang pemeriksaan Bea dan Cukai di terminal kedatangan Ngurah Rai tidak ditemukan narkotika yang dicurigai tersebut,” ucapnya. Namun, lanjut Wijaya, ketika diperiksa pada bagian perut mengindikasaikan bahwa pelaku menyembunyikan sesuatu di dalam perutnya. Untuk memastikan pelaku menyembunyikan sesuatu, maka dilakukan rontgen pada salah satu rumah sakit di sekitar Bandara Ngurah Rai. “Tersangka bahkan sempat mencoba melarikan diri ketika menuju rumah sakit di saat melintasi jalan di daerah Kuta yang saat itu dalam kondisi macet. Sempat terjadi kejarkejaran antara petugas Bea Cukai dengan tersangka, dan petugas berhasil menangkapnya kembali,” ujarnya. Wijaya menyampaikan, proses pengeluaran 72 kapsul dari tubuh tersangka dilakukan secara bertahap selama empat hari dari Senin (27/2) hingga Kamis (1/3). Petugas memberinya minum jus buah dan susu untuk memudahkan mengeluarkan seluruh kapsul itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui juga Edward Norman Myatt mengantongi dua

MOSKWA, SURYA - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden Minggu (4/3/2012) mendatang, menyatakan berbagai demonstrasi yang menentangnya justru membuatnya “senang” dan percaya diri dia bakal memenanginya. “Saya sangat senang dengan situasi ini, karena itu artinya pemerintah harus aktif merespons yang sedang terjadi di negara ini, perasaan rakyat, dan memenuhi harapan rakyat,” kata Putin dalam pertemuan dengan para editor surat kabar asing di Moskwa, tulis laman resmi Putin, Jumat (2/3). Puluhan ribu orang menggelar berbagai unjuk rasa di Moskwa dalam tiga bulan terakhir. Mereka memprotes kecurangan yang terjadi pada pemilu legislatif dan monopoli kekuasaan oleh Putin. Mereka juga merencanakan aksi turun ke jalan pada Senin (5/3), sehari setelah pelaksanaan pilpres. “Saya rasa ini pengalaman yang sangat bagus buat Rusia,” kata Putin.

paspor, yakni Australia dengan nomor N2269322 dan Inggris dengan nomor 459838971. Petugas, kata Wijaya, hingga saat ini masih kesulitan untuk menguak motif dan jaringan penyelundupan yang dilakukan tersangka karena ia tidak bersikap kooperatif. Ia tidak mau memberi keterangan sedikitpun ketika ditanya petugas. Dari pemeriksaan telepon genggamnya juga tak ditemukan nomor-nomor yang dihubungi tersangka. “Perkiraan nilai barang bukti mencapai sekitar Rp679,3 juta, dengan perkiraan harga jual hasish tiap gram di pasaran Rp600 ribu dan sabu-sabu per gramnya mencapai Rp2,5 juta. Penangkapan terhadap penyelundup ini sekaligus menjadi temuan kasus narkotika pertama Bea Cukai Ngurah Rai pada 2012,” ucapnya. Mengingat hasish dan sabu-sabu termasuk dalam narkotika golongan I dan termasuk barang larangan impor, maka atas perbuatannya tersebut diduga melanggar pasal 113 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Pelaku diancam dengan hukuman maksimal pidana mati atau minimal pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” kata Wijaya. (antara)

“Bukan hal mengejutkan kalau kritik ditujukan pada partai mayoritas, yang membawa beban tanggung jawab terhadap situasi negara sekian lama,” lanjutnya. Meskipun demikian, Putin menjaga jarak dengan partainya, serta menambahkan bahwa sebagian besar rakyat Rusia mendukungnya meskipun terjadi berbagai demonstrasi di Moskwa. “Anda bilang masyarakat urban menolak. Mereka tidak menolak,” kata Putin kepada seorang editor yang mengatakan jajak pendapat yang mengatakan masyarakat menengah ke atas di perkotaan menolak Putin. “Memang benar pendukung saya berkurang (di Moskwa). Namun secara keseluruhan, pendukung saya masih mayoritas, bahkan di kota-kota besar,” jelasnya. “Kita harus objektif dan melihat realitas, bukan yang tidak ingin kita lihat,” kata Putin, seraya menyarankan (para editor) untuk melihat “jajak pendapat yang serius”. (kompas)

Vladimir Putin

Dhana Widyatmika Siap Jalani Penahanan

antara/reno esnir

PEMERIKSAAN DHANA - Tersangka kasus korupsi dan pencucian uang, Dhana Widyatmika (kanan) akhirnya ditahan usai menjalani pemeriksaan selama dua hari oleh Penyidik Kejaksaan Agung.

JAKARTA, SURYA - Menjalani pemeriksaan panjang selama dua hari berturut-turut di gedung bundar Kejaksaan Agung, Dhana Widyatmika akhirnya ditahan, Jumat (2/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Mengenakan baju putih bergaris ditutupi jaket hitam, dan mengenakan topi, Dhana melangkah keluar dari gedung bundar, dengan kawalan sejumlah petugas keamanan Kejaksaan Agung. Di luar, ia sudah disambut Toyota Innova milik tim satuan khusus PPATK, yang akan membawanya ke Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung, tak jauh dari tempatnya diperiksa. Sesaat sebelum memasuki mobil yang akan

membawanya ke rumah tahanan, ia masih sempat menyuguhkan sedikit senyum. “Saya akan jalani,” kata Dhana singkat. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, (Jampidsus) Arnold Angko mengatakan penahanan terhadap Dhana karena tersangka tidak bisa membuktikan uang miliknya yang diduga mencapai puluhan miliar rupiah. “Dari data keuangan bank yang kita peroleh, dia tidak bisa membuktikan bahwa uang-uang (dari berbagai rekening bank) itu berasal dari penghasilan usaha yang legal,” kata Arnold. Arnold menyebutkan, uang Dhana tersebar di sejumlah bank, dan sebagian di antaranya dalam jumlah besar.

Saat ditanya apakah jumlah uang tersebut mencapai Rp 60 miliar seperti yang dilaporkan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Arnold pun membenarkannya. “Benar, ya itu, kurang lebih,” cetusnya. Lebih lanjut Arnold menyampaikan, pihaknya juga telah mendapatkan bukti, bahwa saat Dhana berugas sebagai pegawai pajak, ia melakukan penyimpangan-penyimpangan, sehingga mengun­tungkan wajib pajak. “Sementara ada enam (perusahaan) yang kami dapat, masih bisa berkembang,” ujarnya. Arnold menjelaskan, perusahaanperusahaan tersebut adalah perusahaan lokal, yang dalam waktu dekat akan dipanggil. (tribunnews.com)

Surya Digital Edisi 3 Maret 2012 Pagi  

Hatrick Pertama Messi, Tak Mau Dibanding-bandingkan, SBY Penasaran Lagunya Diracik Nge-jazz, 72 Pil Narkoba Ditelan, PM Rusia Putin Malah Se...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you