Issuu on Google+

surya.co.id ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA TELEPON (031) 8419000 www.surya.co.id

EDISI PAGI NO. 2 TAHUN I

jumat, 2 MARET 2012

TERBIT 2 HALAMAN

The Special One Dipecat ■ ■

Incar Chelsea Sudah Tidak Betah di Madrid

Madrid, Surya - Ada kabar kurang mengenakkan datang dari rumput Santiago Bernabéu, stadion milik klub raksasa Real Madrid. Sang pelatih, Jose Mourinho dikabarkan tengah berada di ambang pemecatan. Presiden El Real, Florentino Perez, dipastikan akan mendepak The Special One jika tak dapat mempersembahkan trofi La Liga dan Liga Champion di musim 2011/2012. “Mourinho akan menunggu dan melihat apa yang terjadi, lalu membuat keputusan diakhir musim ini. Satu-satunya hal yang pasti adalah, dia akan meninggalkan Madrid di musim panas mendatang dan kembali ke Inggris,” ungkap sebuah sumber seperti dilansir The Sun. Masih menurut sumber tersebut, pelatih asal Portugal tersebut sudah merasa tak kerasan di Spanyol karena kerap dirundung masalah sejak tiba di Madrid pada 2010. Eks arsitek Inter Milan itu sempat berseteru dengan pemainnya sendiri, usai dikalahkan sang rival abadi, Barcelola, 18 Februari lalu. “Dia benar-benar merindukan Inggris. Itu adalah waktu yang paling menyenangkan dalam kariernya. Jadi, ini bukan tentang uang. Dia mencari proyek baru dan tantangan baru,” imbuhnya. Sebenarnya, jauh sebelum ada rencana untuk ‘mengusir’nya dari Bernabeu, Mou memang pernah mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Premier League. Ada tiga klub, yang diincar Mou, dan ketiga klub itu juga berminat menjadikannya sebagai pelatih. Kabar kepindahan Mou ke Inggris, semakin mendekati kenyataan tatkala entrenador kontroversial itu kedapatan mengunjungi London pada 28 Februari lalu. Menurut laporan media lokal, ia berada di Inggris untuk mencari rumah. “Mourinho mengatakan dia akan melihat apa yang terjadi di Inggris dalam beberapa bulan ke depan. Apakah Harry Redknapp

meninggalkan Tottenham untuk melatih Inggris? Apakah Roberto Mancini pergi jika Manchester City tidak memenangi gelar? Apakah Andre Villas Boasbertahan di Chelsea?” ucap sumber tersebut. Dari ketiga klub London itu, tampaknya Chelsea dinilai paling berpeluang merekrut Mourinho. Pasalnya, Mourinho pernah mengatakan, ia masih punya urusan yang belum selesai dengan Chelsea. Boleh jadi, hal ini berkaitan dengan trofi Liga Champions yang belum pernah diraih Mourinho ketika menangani Chelsea. Selain itu, Villas-Boas sendiri sudah mengatakan bahwa ada kemungkinan dirinya akan kehilangan pekerjaan jika tak segera mengubah peruntungan Chelsea. Itu masih ditambah tindakan Villas-Boas membanding-bandingkan penyerang Fernando Torres dengan pembelian gagal di masa lalu, misalnya Andriy Shevchenko dan Mateja Kezman. Para petinggi Chelsea disebut Daily Mail tidak suka akan tindakan Villas-Boas itu. Mourinho pernah mewarnai sepak bola Inggris, ketika menukangi Chelsea pada 2004-2007. Pada 2008, ia menangani Inter Milan, dan 2010 direkrut Madrid dengan kontrak sampai 2014. Semenjak meninggalkan Chelsea, Mourinho beberapa kali mengaku ingin kembali ke Inggris suatu saat nanti. Hal itu diprediksi sejumlah kalangan akan terjadi pada akhir musim ini. Selain terancam diusir bila Real Madrid tidak menjadi jawara La Liga dan Liga Champion musim ini, ada petaka lain yang tampaknya akan semakin mempercepat proses kepindahannya. Baru-baru ini, Mourinho tertangkap kamera tengah memaki-maki sang bomber Gonzalo Higuain saat Madrid menang tipis 1-0 atas Rayo Valecano, Minggu (26/2). Ketika itu, Mourinho memarahi Higuain dengan kata-kata yang tak pantas. Sebab, Mou melihat Higuain dinilai tak terlalu ngotot menekan lini pertahan Rayo di pertandingan tersebut. Menurut laporan Triballlfootball, pelatih asal Portugal itu menghardik Higuain dengan kata-kata, “Pipa, tekan pemainnya. Bukan (f***ing) bolanya! Ayo, (f***ing) bergeraklah.” Sikap sarkastis Mourinho itu kabarnya m e n d a p a t respon balik berupa gesture yang tak mengenakkan dari Higuain. Bomber asal Argentina itu berdiri sambil bertolak pinggang seolah-olah tak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Mourinho. (bolanews.com)

Jose Mourinho

Demian Dilabrak Istri? Jakarta, Surya - Pasangan selebritis artis sinetron dengan pesulap gaul, Yulia Rahman (34) - Demian Aditya (31) tengah digoncang isu kurang sedap. Beberapa hari ini, Yulia Rahman dikabarkan melabrak dan menggugat cerai sang suami Demian Aditya alias Aditya Prambudhi (31) di Pengadilan Agama Bogor. Kabar yang beredar luas itu menyebutkan, peristiwa Yulia melabrak Demian terjadi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Namun tidak jelas benar, lokasi dan waktu Yulia melabrak suaminya. Hanya disebut-sebut, bahwa saat itu Yulia memaki-maki Demian lantaran suami itu ketahuan sedang kencan dengan seorang model seksi berinisial S. “Enggak benar tuh,” kata Yulia saat dihubungi melalui teleponnya. Dari nada suaranya, Yulia terkesan tidak marah ketika ditanya mengenai kabar miring seputar rumah tangganya itu. Presenter yang juga pesinetron, komedian, dan bintang iklan kelahiran Bogor tanggal 7 Juli 1977 ini justru berbicara disertai tawa. Dikatakan Yulia, dia justru heran ketika mendengar ada berita yang menyatakan bahwa dirinya baru saja melabrak Demian dan model berinisial S. “Itu fitnah, dari mana tuh sumbernya?” ujarnya. Apa pun isu miring seputar rumahtangganya, terlebih sampai dia disebut-sebut melayangkan gugatan cerai, Yulia memastikan

bahwa semua itu isapan jempol belaka. Dia sangat berharap pemberitaan yang tidak benar seperti itu dikurangi. “Saya mohon banget nih, jangan sampai memperkeruh suasana yang baik ini dan memengaruhi dengan hal-hal negatif. Kami baik-baik saja,” ujarnya. Sebelumnya, Yulia Rahman dikabarkan melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat tangan kirinya dengan kaca. Rumor yang beredar, Yulia melakukan aksi nekat tersebut pada hari Sabtu dan kemudian dilarikan ke ke Unit Gawat Darurat (UGD), RS BMC Bogor. Seorang petugas RS Bogor Medical Center (BMC) mengaku mendengar rumor tersebut namun tidak bersedia menjelaskan. “Kami banyak ditanyai, termasuk media. Tapi kami tidak boleh membocorkan data pasien,” kata petugas RS BMC sembari menyebut Yulia ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Namun, kabar Yulia melakukan percobaan bunuh diri dibantah oleh Nanda Persada, manajernya. Ia menuturkan bahwa kabar itu tidak benar. Ia hanya mengalami gangguan pada pernapasannya. “Nggaklah, hanya (masalah) saluran pernapasan. Semalam kita masih kontakkontakan kok. Kemarin sudah pulang. Sekarang mereka ada di rumah tuh. Mereka aman kok, baik-baik,” terangnya waktu itu. (tribunnews.com)

Dipecat, Tembak Dua Karyawan Yunani, Surya - Krisis ekonomi yang akut di Yunani, mulai menimbulkan dampak sosial serius. Seorang pria pengangguran nekad menembak dua teman kerjanya, dan menahan dua orang lainnya setelah ia dipecat dari pekerjaanya di sebuah pabrik plastik, di Kota Komotini yang berjarak 800 km timur laut Yunani, Kamis (1/3). Polisi Yunani, sebagaimana dikutip kantor berita AP melaporkan, pria ini adalah mantan karyawan yang dipecat delapan bulan lalu. Ia berhasil masuk pabrik, setelah menerobos kantor dengan membawa senjata laras pendek. Pria ini kemudian menembak seorang staf manajemen dan karyawan lainnya. Ia lalu

menahan dua pekerja lainnya, yang semuanya sopir pabrik tersebut. Namun dua pekerja yang ditembak, kini dalam kondisi aman karena sudah dirawat di sebuah rumah sakit. Sedangkan dua orang yang disandera, kini masih dalam negosiasi dengan aparat keamanan setempat. Polisi menuturkan, kawasan industri yang berlokasi di luar kota Komotini kini dikepung ketat. Para tim perunding kini mendatangani lokasi untuk berunding bagi pembebasan para sandera tadi. Gagalnya kesepakatan Yunani dengan para debitor untuk menyelesaikan pembayaran utang luar negeri berdampak ke harga komoditas pangan. Harga pangan, seperti kedelai dan jagung.

Jagung berjangka saat ini mengalami penurunan 0,43 persen menjadi 6,41 dollar AS per bushel. Sedangkan kedelai berjangka, mengalami pelemahan sebesar 0,41 persen menjadi 12,28 dollar AS per bushel. Penurunan harga komoditas pangan, juga dipicu oleh sentimen negatif pelemahan harga minyak yang merosot ke harga 96 dollar AS per barrel. Pemimpin politik Yuna­ ni dari 3 koalisi utama sebe­ narnya dijadwalkan untuk mem­ presentasikan keputusannya pada Senin kemarin, untuk menanggapi rencana penghematan kepada tiga serangkai: Uni Eropa, Bank Sentral Uni Eropa, dan IMF. Sayangnya, pertemuan tersebut gagal mencapai kesepakatan. (kompas.com)


2

Inter-nas

JUMAT, 2 MARET 2012

surya.co.id

Esemka Gagal Uji Emisi ■

Pembuangan CO Masih Tinggi

Lampu Dinilai Kurang Greng

Jangan Menyerah! Jangan Menyerah! Solo, Surya - Wali Kota Solo, Joko Widodo terus mengulang kalimat jangan menyerah, semangat dan jangan putus asa hingga tiga kali, saat dimintai komentar terkait mobil Esemka belum lolos uji emisi. Ditemui di Loji Gandrung Solo, Kamis (1/3/2012), pria yang akrab disapa Jokowi tersebut mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan hingga mengirim mobil Esemka ke Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) hingga dinyatakan sepenuhnya lolos uji emisi. “Pokoknya jangan me­ nyerah, jangan menyerah, jangan menyerah. Se­ mangat, semangat, se­ mangat. Dan Jangan putus asa, jangan putus asa, jangan putus asa,” katanya sambil terus mengucapkan kalimat penyemangat yang ditujukan kepada anak-anak SMK yang telah berkarya menghasilkan produk mobil nasional tersebut. Hal yang cukup mengganjal Jokowi yakni, saat menjalani uji emisi di BTMP, dirinya merasa uji esmisi Esemka tidak menemui hambatan apapun. Dirinya bahkan sempat mendengar komentar dari Deputi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Erzi Agson Gani, yang mengatakan bahwa uji emisi berjalan dengan baik. Tidak ada kendala dan dirinya melihat garis hijau dari grafik pengujian, yang berarti tidak ada masalah dalam proses uji emisi. Saat disinggung mengenai adanya pengaruh-pengaruh di luar hal yang bersifat teknis, Jokwi enggan berkomentar. Di dalam benaknya justru muncul kekhawatiran hasil uji emisi tersebut bisa mematahkan semangat dan menurunkan mental dari siswa-siswa SMK yang merakitnya. “Ini karya anakanak SMK, dan kita akan harus memberi semangat kepada mereka,” tegasnya. Pihaknya akan meminta tim teknisi dari PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) untuk segera memperbaiki kekurangan dari mobil fenomenal tersebut. “Kita akan perbaiki yang perlu diperbaiki. Mobil Esemka memang belum

dilengkapi katalis (catalist converter), nanti dikirim lagi ke BTMP,” katanya. Dirinya mengagendakan mengirim mobil Esemka ke BTMP dalam kurun waktu dua hingga tiga hari mendatang. “Kalau perlu dengan ritual dan prosesi yang sama seperti dulu,” tegasnya Sementara itu, pelopor mobil Esemka, Sukiyat menanggapi soal itu dengan rasa optimis. Walaupun demikian, perasaan kecewa tersirat dalam tanggapannya yang menyatakan mobil tersebut tidak mengalami permasalahan dalam perjalanan. “Mobil itu kan bisa dilarikan 120 kilometer per kam, dan tidak masalah, tidak macet. Kita fair saja lah supaya bisa terwujud mobil tersebut bisa diproduksi di Indonesia. Maka mari kita bersama-sama, saling bangun-membangun dan mengisi supaya negara kitatidak dijajah bangsa lain dengan produknya,” jelasnya. Dia juga memohon kepada Kementrian Lingkungan Hidup RI, supaya membantu dalam perijinan mobil Esemka dapat diproduksi secara massal. “Mohon dibantu, jangan dipersulit. Kita tidak meminta-minta, karena ini hasil karya sendiri,” tambahnya. Terkait namanya yang dicopot dari nama mobil Esmeka (sebelumnya Kiat Esemka), dia menjelaskan, pencopotan namanya tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam proses perijinan. “Saya cuma bagain yang terkecil yang mewarnai mobil ini. Kalau masalah nama tidak masalah, karena itu untuk mempermudah ijin,” ucapnya. Pria yang memiliki keterbatasan secara fisik itu, juga mengucapkan terimakasi h kepada Joko dan Rudi yang telah memberikan perhatiannya terhadap produk anak-anak SMK untuk terus berjalan dalam menghasilkan produk mobil anak negeri. Teknisi Mobil Esemka, Budhi Martono mengaku tidak patah arang dan bisa menerima dengan lapang dada hasil uji tersebut. Hasil negatif tersebut justru melecut semangat timnya untuk terus melakukan perbaikan. (tribun yogya)

Joko Widodo

net

Jakarta, Surya — Mobil produksi siswa sMK Solo, yang diberi nama Esemka Rajawali, ternyata dinyatakan tidak lolos uji emisi dan belum memenuhi standar yang ditetapkan Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ada dua faktor yang membuat Esemka Rajawali gagal uji. Pertama, soal kadar gas buang dan standar uji tipe yaitu sorot lampu yang dinilai kurang greng. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengakui, kalau mobil Esemka masih belum memenuhi standar. Untuk standar emisi mobil baru, harusnya membuang karbon dioksida (CO) dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram per km. Namun, mobil Esemka Rajawali emisi pembuangannya masih cukup tinggi, yaitu CO-nya 11,63 gram per km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram per km. “Kami menyarankan perbaikan kinerja emisi gas buangnya. Standar ini diatur dalam Kepmen KLHJ No 04 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang untuk

Kendaraan Bermotor Tipe Baru,” ujarnya. Sedangkan untuk masalah lampu yang tidak lolos, kata Bambang, pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki 12.000 candle (CD). Sedangkan, pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD. “Ini masih bisa diperbaiki,” ujarnya. Bambang menjelaskan, tidak ada batas waktu perbaikan, merek bisa menggunakan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Pada 2010 Esemka sudah mengajukan uji laik jalan, tetapi ternyata masih ada kekurangan di lampu, standarnya kurang dipenuhi. Pihak balai pengujian meminta untuk diperbaiki. Untuk hal ini, Ditjen Perhubungan Darat telah mengirimkan surat ke PT Solo Kreasi untuk menjelaskan agar berkoordinasi dengan BPPT untuk meningkatkan standar sehingga memenuhi syarat. Surat tersebut tertuang dalam SK bernomor AJ.S0E/17/6/DJPD/2012 tertanggal 29 Februari tentang Uji Ulang Uji Emisi EURO 2 yang ditandatangani oleh Direktur DLLAJ

Kemenhub, Sudirman Lambali, atas nama Dirjen Perhubungan Darat. Bambang yakin, dua masalah yang mengganjal Esemka bisa diatasi apabila ada usaha untuk memperbaiki. Ia mengatakan, pihak BPPT sudah bersedia bekerja sama dengan pihak Esemka untuk memperbaiki kekurangan tersebut. “Kami yakin dengan bantuan para ahli dari BPPT, masalah emisi dan lampu mobil Esemka Rajawali bisa diperbaiki standarnya,” kata Bambang, Kamis (1/3/2012). Sementara itu, anggota I DPR asal Solo, Jawa Tengah, Roy Suryo mendorong penyempurnaan mobil Esemka setelah dinyatakan belum lolos uji emisi. Roy mengatakan sudah mengetahui informasi tidak lolosnya Esemka sejak Selasa (29/2/2012) sore. “Hasil uji itu sebenarnya tidak perlu terlalu lama, karena saya sudah melihat angka-angkanya. Sebenarnya, angkaangka yang ada melewati CO ambang batas, kemudian soal candle lihgt lampu itu bisa diperbaiki,” jelas Roy Suryo, Kamis (1/3/2012). ( kompas.com )

Ternyata, Ngopi Aman Bagi Tubuh Jakarta, Surya - Penikmat kopi tak perlu lagi was-was dengan ancaman atau risiko mengidap penyakit kronis. Sepanjang menerapkan pola hidup yang sehat dan aktif, minum kopi tetaplah menjadi kebiasaan yang baik dan tidak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan. Studi teranyar menunjukkan, individu yang gemar minum kopi tidak memiliki risiko lebih besar mengidap penyakit kronis seperti jantung atau kanker. Bahkan, kebiasaan minum kopi berhubungan dengan risiko lebih kecil mengidap penyakit diabetes tipe 2. Penelitian itu, melibatkan lebih dari 40.000 orang selama hampir satu dekade. Riset yang dipublikasikan dalam

American Journal of Clinical Nutrition ini, sekaligus menentang sejumlah penelitian sebelumnya yang mengindikasikan adanya risiko minum kopi terhadap peningkatan penyakit jantung, kanker, stroke dan banyak lagi. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa, konsumsi kopi tidak berbahaya untuk orang dewasa sehat terkait perkembangan penyakit kronis,” kata Anna Floegel, peneliti utama yang juga ahli epidemiologi dari German PotsdamRehbruecke. Pada tahap awal penelitian, ilmuwan mengumpulkan informasi tentang kebiasaan minum kopi, diet, olahraga dan kesehatan dari lebih 42.000 orang dewasa di Jerman tanpa kondisi kronis.

Untuk sembilan tahun berikutnya, tim menindaklanjuti kondisi kesehatan peserta setiap dua atau tiga tahun untuk melihat apakah mereka mengembangkan masalah kesehatan, kardivaskular, stroke, serangan jantung, diabetes dan kanker. Alhasil peneliti menemukan bahwa peminum kopi dan mereka yang tak meminum kopi memiliki risiko yang sama untuk mengembangkan salah satu penyakit kronis. Sebagai contoh, 871 dari 8.689 peserta yang tidak minum kopi berisiko mengembangkan penyakit kronis. Sementara sebanyak 1.124 dari 12.137 orang yang minum kopi (lebih dari empat cangkir kopi berkafein per hari) - sekitar 10 persen berada di kedua kelompok risiko.

Risiko Diabetes Lebih Rendah Di sisi lain, para peneliti bahkan menemukan peserta yang minum kopi memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami penyakit diabetes tipe 2, ketimbang mereka yang tidak minum kopi. Di antara mereka yang minum empat cangkir sehari, sebanyak 3,2 persen pada akhirnya diketahui memiliki diabetes tipe 2. Sementara peserta yang tidak minum kopi sebanyak 3,6 persen berisko diabetes tipe 2. Setelah memperhitungkan faktor-faktor

yang dapat mempengaruhi diabetes, seperti berat badan dan merokok, para peneliti menentukan bahwa mereka yang hobi minum kopi 23 persen lebih rendah untuk terserang diabetes. Tetapi temuan ini tidak serta merta menunjukkan bahwa kopi memiliki peran penting untuk mencegah diabetes tipe 2, tetapi percobaan pada hewan telah mengisyaratkan bahwa bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam kopi secara positif dapat mempengaruhi metabolisme. “Kami tidak mendorong orang untuk mulai minum kopi jika mereka tidak menyukainya. Namun bukti keseluruhan dari efek minum kopi dan kesehatan menunjukkan bahwa tidak ada alasan bagi orang-orang tanpa kondisi kesehatan tertentu untuk mengurangi konsumsi kopi mereka untuk mengurangi risiko penyakit kronis, “kata Rob van Damn, profesor dari National University of Singapore, yang tidak terlibat dalam studi. ( kompas.com)


Surya Digital 02 Maret 2012 Pagi