Page 7

Surya Jatim HALAMAN 

SABTU, 20 OKTOBER 2012

mutasi takut bocor

surya/izi hartono

Mutasi dan serah terima jabatan 19 pejabat eselon III dan IV Kabupaten Situbondo dilaksanakan di ruang tertutup, Jumat (19/10). Ini di luar kebiasaan. “Memang tertutup, sebab kita tidak ingin karena tingkat kebocoran sangat tinggi,” kata Bupati Dadang Wigiarto usai acara mutasi dan pelantikan. (izi)

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

Minta Bagi Hasil Cukai

■ Diserahkan Langsung Petani

surya/didik mashudi

pemburu biawak - Mulyadi (duduk) bersama biawak hasil tangkapannya. Binatang reptil itu kian diminati masyarakat untuk dikonsumsi, karena dagingnya hampir sama dengan daging sapi atau ayam, atau diambil minyaknya untuk obat kulit.

pamekasan, surya - Para petani tembakau meminta agar dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) diserahkan langsung kepada mereka. Usulan agar pemkab sebaiknya membagi secara langsung DBHCT dari pemerintah pusat itu, karena menurut petani selama ini alokasi dana itu terkesan salah sasaran. Beragam program yang dicanangkan pemerintah banyak yang tidak menyentuh langsung kepada kepentingan petani tembakau. Salah satunya seperti pembangunan pelabuhan, pembangunan rumah sakit dan pembangunan balai latihan kerja untuk TKI. "Padahal namanya kan dana bagi hasil cukai tembakau, kok malah dialokasikan untuk TKI segala, kan tidak nyambung," kata petani tembakau di Pademawu, Pamekasan Baihaki. Karena dana itu dari hasil cukai rokok, maka idealnya, dana yang bersumber dari tembakau itu diperioritaskan pada upaya pengembangan produksi dan peningkatan kualitas petani tembakau. Sebab, sambung dia, sejauh ini

petani tembakau sendiri, belum merasakan secara langsung adanya dana bantuan berupa program itu. Kendatipun ada bantuan tandon air untuk petani, yang banyak menikmati bantuan itu justru pondok-pondok pesantren yang sama sekali tidak pernah bertani tembakau. DBHCT Pamekasan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan ke Pemkab Pamekasan mulai tahun 2008. Setiap tahun dana tersebut terus bertambah dari awalnya Rp 5 miliar hingga menjadi Rp 26 miliar. Pada tahun 2008 dana bagi hasil cukai tembakau Pamekasan Rp 5 miliar, tahun 2009 Rp 14 miliar, dan pada tahun 2010 Rp 18 miliar. Sementara pada tahun 2011 DBHCT Pamekasan mendapatkan bagian Rp 23 miliar, dan pada tahun 2012 Rp 26 miliar. Menyalahi aturan Usulan agar DBHCT dibagikan langsung ditolak oleh Pemkab Pamekasan. "DBHCT tidak bisa diberikan secara langsung kepada masyarakat melainkan harus be-

storyhighlights ■ Petani anggap peruntukan DBHCT tidak menyentuh petani tembakau. ■ Petani meminta DBHCT dibagikan langsung ke petani. ■ Pemkab menolak usulan petani karena tidak sesuai dengan juklak dan juknis. rupa program," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Pamekasan, Taufikurrahman, Jumat (19/10). Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, dana bagi hasil cukai tembakau itu hanya bisa dicairkan dalam bentuk program. "Sebab dana cukai ini bukan bantuan langsung masyarakat (BLM) untuk petani tembakau," paparnya, menjelaskan. Taufik mengemukakan, dana itu untuk membentuk masyarakat petani, agar bisa menerima manfaat dari kegiatan pertanian yang sela-

ma ini telah dilakukan. "Jika dana cukai itu diberikan langsung, jelas kita yang akan disalahkan oleh pemerintah pusat," ucapnya. Sementara itu, Komisi B DPRD Pamekasan menyarankan agar pemerintah pusat mengevaluasi juklak dan juknis alokasi DBHCT. Ketua Komisi B Hosnan Achmadi mengatakan, berdasarkan pantauan DPRD, alokasi penggunaan dana cukai selama ini banyak tidak sesuai ketentuan, bahkan terkesan hanya dirasionalisasi. Idealnya menurut dia, dana bagi hasil cukai tembakau itu diperioritaskan langsung kepada para petani tembakau di Pamekasan untuk meningkatan produksi, bukan kepada hal lain yang tidak berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan petani. Di Pamekasan, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menerima aliran dana DBHCT, yaitu Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Rumah Sakit Daerah (RSD), Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Bagian Perekonomian. (ant)

Kian Diburu karena Minyaknya kediri, surya - Biawak atau nyambik yang banyak berkeliaran di tepian sungai kini mulai banyak diburu warga. Masalahnya daging biawak rasanya hampir sama dengan daging sapi atau ayam. Selain untuk dikonsumsi sebagai makanan, daging biawak juga diambil minyaknya untuk penyembuh obat gatal-gatal dan penyakit kulit serta menambah vitalitas pria. Malahan ada sejumlah warung yang secara temporer kini menjajakan menu daging biawak. Mulyadi (46) salah satu pemburu biawak warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, mengaku kini mulai kebanjiran order mencari daging biawak. “Ada saja yang pesan, tapi tidak setiap hari kami mendapatkan buruan biawak,” ungkapnya, Jumat (19/10). Menurut Mulyadi, biawak masih banyak

ditemukan di kawasan persawahan dekat sungai. Binatang yang masuk jenis kadal besar itu banyak bersarang di lubang tepi sungai atau rerimbunan pohon bambu. Untuk mendapatkan buruan biawak, Mulyadi biasa menjerat leher atau menembaknya. Selanjutnya binatang itu dikuliti serta dimasak sesuai dengan selera pesanan pembelinya. “Biasanya dimasak dengan bumbu krengsengan,” tuturnya. Untuk mendapatkan minyak biawak, daging biawak yang telah dipotong-potong dimasukkan ke wajan penggorengan. Saat terkena panas, maka daging biawak akan mengeluarkan minyaknya. Seekor biawak biasanya menghasilkan minyak sekitar seperempat liter. Mulyadi menjual binatang buruannya ukuran sedang atau kecil dengan harga antara Rp 100.000 – Rp 150.000 per ekor. (dim)

Harga Terdongkrak Makelar ponorogo, surya - Kenaikan harga hewan kurban mencapai 50 sampai 80 persen di pasaran dipicu adanya permainan harga makelar hewan. Selain itu, juga disebabkan semakin sulitnya mendapatkan pasokan kambing dan sapi, sejak sepekan menjelang lebaran kurban. Namun, hal ini justru menguntungkan bagi penjual hewan surya/sudarmawan kurban. Salah seorang diuntungkan - Penjual kambing yang merasa diuntungkan penjual kambing, Da- dengan permainan harga menjelang Idul Kurban. imin (60) warga Desa Munggu, Kecamatan Bungkal mengaku, "Hari raya kurban tahun lalu harganya harga kambing saat ini semakin mening- Rp 1 juta sekarang mencapai Rp 1,2 samkat mendekati Idul Kurban. "Jika sebulan pai Rp 1,750 juta bergantung hewannya. yang lalu, kambing saya hanya di tawar Sedang harga sapi, jika tahun lalu hargaRp 1,2 juta hari ini laku Rp 1,750 juta. Pa- nya Rp 6 juta tahun ini mencapai Rp 9 juta dahal, tahun kemarin hanya laku terting- sampai Rp 12 juta," terangnya. gi Rp 1,2 juta," terangnya kepada Surya, Zaini meramal, dalam kondisi seperti ini Jumat (19/10). harga hewan kurban masih bisa naik lagi. Hal senada diungkapkan Mohammad Alasannya, masih tersisa seminggu lebih Zaini Ihmawan (43). Salah seorang penge- menjelang Idul Kurban. "Apalagi harga pul hewan kurban di Jl Raya Siman - Po- hewan di pasar sudah dipermainkan para norogo. Harga kambing dan sapi kurban makelar, jadi yang membuat harga tidak tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. stabil karena ulah makelar di pasar-pasar Keuntungan menjual kambing bisa menca- itu," katanya. Dia kini kewalahan melayapai 25 persen. Sedangkan sapi bisa menca- ni pesanan dari pemesan setempat, karena pai 30 - 40 persen per ekor. dia juga mengirim ke luar kota. (wan)

Gunung Raung Waspada Banyuwangi, surya - Status aktivitas vulkanik Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi-Bondowoso, meningkat dari normal (level I) menjadi waspada (level II). "Status Gunung Raung meningkat jadi Waspada sejak Kamis (18/10) pukul 21.00 karena terjadi gempa tremor vulkanik secara terus menerus sejak Rabu (17/10) pukul 15.43 WIB," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono di Bandung, Jumat (19/10). Menurut dia, kemungkinan gempa tremor di Gunung Raung secara terus menerus dipicu oleh peningkatan gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik di selatan Kabupaten Banyuwangi. Secara statistik kegempaan yang terekam di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, join facebook.com/suryaonline

Kabupaten Banyuwangi pada Agustus 2012 tercatat 166 kali gempa tektonik, pada 1-7 September 2012 tercatat 175 kali gempa tektonik, dan delapan kali gempa vulkanik dangkal. Alat di PPGA Raung sempat dimatikan karena ada perbaikan, namun aktivitas Gunung Raung tetap terekam di PPGA Ijen. "Alat di PPGA Raung kembali beroperasi pada Rabu (17/10) pukul 15.43 WIB dan merekam gempa tremor secara terus menerus dengan amplitudo maksimum 24 milimeter hingga Kamis (18/10) pukul 18.00 WIB," katanya. Surono menjelaskan, PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Raung atau pendaki tidak diperbolehkan mendekati kawah di puncak gunung dalam radius satu kilometer dari kawah aktif. (ant) follow @portalsurya

SURYA 20 Oktober 2012: Lulusan SMA Bobol Pulsa Miliaran  

SURYA 20 Oktober 2012: Lulusan SMA Bobol Pulsa Miliaran

SURYA 20 Oktober 2012: Lulusan SMA Bobol Pulsa Miliaran  

SURYA 20 Oktober 2012: Lulusan SMA Bobol Pulsa Miliaran

Advertisement