Page 12

6 Sidoarjo

SENIN, 15 AGUSTUS 2011

Arus Depan Pasar Krian Akan Searah

lintas SIDOARJO Pembela Sholeh Akui Cukup Lemah SIDOARJO - Mantan bakal calon Bupati Sidoarjo, M Sholeh, diperiksa sebagai tersangka, (Senin 15/8) ini, atas keterlibatannya dalam dugaan korupsi sewa lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kedung Peluk, Kecamatan Candi untuk pipa gas senilai Rp 1,6 miliar. Tim penyidik Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri bakal menjemput Sholeh dari Lembaga Pemasyarakatan Delta Sidoarjo, sekitar 300 meter di utaranya. Sholeh bakal dicecar soal identitas Husni dan Heri yang diakuinya menerima uang darinya Rp 370 juta. Sedangkan Sholeh mengaku hanya dapat Rp 150 juta dari Rp 529 juta yang dikirim tersangka Madenan, Kades Kedung Peluk. Pembela Sholeh, Adiyanto Mardijono, Minggu (14/8), mengakui, "Kemungkinan materinya membeber identitas Husni dan Heri.” Diakui Adiyanto, pemberian uang oleh kliennya terhadap Husni dan Heri cukup lemah karena tidak ada bukti hitam di atas putih atau kuitansi. Pemberian itu dilandasi saling percaya dan uang yang dibagi itu adalah rezeki dari keuntungan sewa lahan pipa gas di TKD Kedung Peluk. “Sesuai pengakuan klien kami, uang itu memang diberikan pada dua orang itu,” jelasnya. “Memang kedua nama itu ada dan bekerja dalam satu team work,” papar Adiyanto. ■ mif

Angkat Citra Lewat Mobil Rakyat SIDOARJO - Puluhan penggemar Volkswagen membentuk Komunitas Volkswagen Sidoarjo (KVS). Mereka bertekad mengangkat citra Sidoarjo melalui hobi merawat Volkswagen yang berarti "kendaraan rakyat" buatan Jerman itu. Sekretaris KVS, Haddy Handiatno, menyatakan, anggotanya berjumlah 40 pemilik mobil VW asal Sidoarjo. Mereka bertemu karena sama-sama suka merawat mobil antik. “Melalui hobi ini, kami bertekad mengangkat budaya dan pariwisata Sidoarjo,” ucapnya, Minggu (14/8). Menurut Haddy, meski hanya beranggotakan 40 penggemar VW, KVS memiliki hampir 70 unit mobil VW. Mayoritas anggota KVS memiliki koleksi VW Combi dan VW Kodok. Sisanya VW Safari. Meski para penggemar VW didominasi kaum pria, anggota KVS selalu mengajak anak dan istrinya mengikuti sejumlah kegiatan KVS yang baru terbentuk awal Ramadan ini. Ketua KVS, Sigit Prasetyadi, menyatakan, mereka mengajak keluarganya agar ikut mencintai mobil kuno tersebut. “Setiap berkumpul pada akhir pekan, kami ajak anak dan istri,” bebernya. Selain kongkow dengan memarkir puluhan mobil VW di sepanjang Jl Lingkar Barat setiap Sabtu malam, mereka juga rutin bakti sosial pada momen tertentu, misalnya menyantuni anak yatim piatu. ■ ain

surya/mustain

NYENTRIK - Mobil rakyat dari Jerman yang berderet di sepanjang Jl Lingkar Barat Sidoarjo, Sabtu (24/8) malam.

► Antisipasi Arus Mudik dan Balik surya/mustain

TEMPO DOELOE - Salah satu pelukis tampak melukis model bergaya nonik tempo doeloe di halaman rumah kuno berarsitektur khas era kolonial di Banjar Kemantren, Kecamatan Buduran, Minggu (14/8).

Merdeka dengan Melukis Rumah Indis SIDOARJO - SURYA Belasan pelukis sketsa ramairamai melukis model di sebuah rumah Indis di Dusun Pandean, Desa Banjar Kemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Minggu (14/8). Istilah rumah Indis sering dipakai untuk menyebut arsitektur yang gado-gado; mencomot Eropa, menyerap Jawa, dan lainnya. Para pelukis mengabadikan rumah yang ditaksir berdiri sejak 1819. Mereka melukis Nayaka Sahida (5), model cilik bergaun ala nonik Belanda di depan

rumah kuno yang kini dihuni pasangan Edi Purnomo (40) dan Nurul Hidayati (37), warga asal Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan. Para pelukis juga mengenakan kostum ala pejuang kemerdekaan. Koordinator Sketsa Pora (Sketser Porong-Sidoarjo-Surabaya), Yanu Irwan, menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Selain itu juga melestarikan bangunan bersejarah di Sidoarjo. Sebelumnya, mereka juga melukis bangunan

Stasiun Kereta Api (KA) Sidoarjo dan Candi Dermo di Kecamatan Wonoayu. Pemilik rumah, Nurul Hidayati, menyebut, rumah seluas 1.150 m2 itu dibelinya Rp 300 juta pada 2005 dari H Rubai. Rumah itu konon pernah dihuni Dahlan, kepala desa pertama Banjar Kemantren. Nurul membiarkan kondisi bangunan rumah seperti aslinya. “Suami saya memang suka rumah kuno. Saya hanya ganti gentingnya,” sebut juragan grosir telur ayam dan puyuh itu. ■ ain

Baru Dibangun, Aspal Mengelupas SIDOARJO - SURYA Proyek peningkatan Jl Raya Pilang-Tulangan dengan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar diduga digarap secara serampangan. Baru sekitar tiga bulan dibangun (ditingkatkan), kondisi jalan sudah banyak yang mengelupas. Ada sekitar delapan titik yang rusak, kebanyakan di Desa Modong, Kecamatan Tulangan. Mulai badan jalan hingga bahu jalan, aspalnya terlihat mengelupas seperti tidak lengket dengan aspal lama. Hotmix yang dipakai melapisi jalan kelihatan tipis sekitar 23 cm. Diduga, mengelupasnya aspal ini akibat kurang pembersihan saat proses pelapisan hotmix karena proses itu sangat menentukan. Kerusakan mulai tampak sejak akhir Juli atau setelah penyerahan tahap perta-

ma, Juni lalu. Kerusakan itu membuat pengguna jalan tidak nyaman, karena sebelumnya jalan itu rusak parah dan menimbulkan banyak orang jatuh. “Jalan itu sudah dibenahi tapi rusak lagi. Kelihatannya aspal bagian atas tidak lengket dengan aspal bawah,” tutur Abdul Rouf, warga setempat. Kepala Dinas PU Bina Marga, Sigit Setyawan ketika dihubungi mengatakan, proyek itu selesai awal Juni dan akhir Juni diserahkan ke pemkab. “Adanya kerusakan jalan masih tanggung jawab kontraktor karena masih dalam perawatan hingga Desember,” tutur Sigit, Minggu (14/8). Sigit menduga, kerusakan jalan bisa macam-macam, mulai karena cuaca, kendaraan yang melintas terlalu berat hingga

kurang bersihnya proses pembersihan sebelum di-hotmix. “Akan kami cek lagi ke lapangan,” tuturnya. Apakah kurangnya pembersihan karena kerusakan jalan tidak semua? “Bisa jadi kurang bersih. Ada air saja berpengaruh kok,” tukasnya. Sementara, anggota komisi C DPRD, Emir Firdaus ketika ditelepon soal ini enggan berkomentar. “Senin saja ketemu. Aku masih di musala,” tutur Emir, Minggu. Sedangkan Wakil Ketua DPRD, Abdul Kholik, melalui telepon mengatakan, kontraktor harus bertanggung jawab atas kerusakan ini karena masih dalam taraf pemeliharaan. “Kepala Dinas PU Bina Marga harus segera mengecek. Kalau benar rusak, kontraktor harus segera memperbaiki jalan yang rusak,” tutur Abdul Kholik. ■ mif

SIDOARJO - SURYA GUNA mengantisipasi kemacetan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, polisi merekayasa lalu lintas jalan depan sejumlah "pasar tumpah". Salah satunya di Jl Basuki Rahmad, depan Pasar Krian. Kini, jalan itu hanya dipakai satu arah, yakni dari arah Surabaya ke Mojokerto. “Ini akan efektif berlaku mulai pekan depan,” ucap Kepala Satuan lalu Lintas Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Ahrie Sonta Nasution, Minggu (14/8). Dengan rekayasa itu, bus antar kota antar provinsi (AKDP) yang hendak menuju Mojokerto dialihkan melalui Jl raya by pass Krian. Sedangkan mobil pribadi dan sepeda motor diarahkan menuju Jl Setia Budi, atau belok kiri menjelang pusat pertokoan Ramayana, depan Pasar Krian. Begitu melewati Jl Setia Budi, arus kendaraan akan tiba depan Rumah Potong Hewan (RPH) Krian dan selanjutnya bisa terus ke barat, sehingga tiba di Jl Raya Balengbendo. Pelan namun pasti, rekayasa lalu lintas itu berdampak positif. Jika biasanya kawasan Jl Basuki Rahmad sepanjang lima kilometer kerap macet saat pengguna jalan padat, kini arus kendaraan berjalan lancar karena hanya satu arah. Rekayasa lalu lintas itu telah diuji coba sejak Sabtu (13/8) sore lalu. Sejumlah polisi gabungan Polsek Krian dan Polres Sidoarjo tampak mengimbau pengguna jalan mengikuti jalur baru itu. Saat uji coba, sejumlah pengguna jalan tampak kaget. Saat hendak menuju pertokoan Ramayana, polisi meminta mereka belok kiri menuju Jl Setia Budi dan memutar hingga tiba di pertokoan Ramayana. “Wah saya kira kena tilang, tidak tahunya ada perubahan rute

Area parkir di jalan depan Pasar Kota Sidoarjo juga akan menempati sepertiga badan jalan. Berlaku selamanya. jalan,” ucap Iswin, pengendara sepeda motor yang hendak menuju Mojokerto. Selain Jl Basuki Rahmad Krian tersebut, Satlantas Polres Sidoarjo juga merekayasa arus lalu lintas di Jl Gajah Mada Sidoarjo yang sering macet karena keramaian Pasar Kota Sidoarjo. Saat ini, area parkir kendaraan hanya diizinkan menempati sepertiga badan jalan itu. Sebelumnya, parkir kendaraan memakan dua pertiga Jl Gajah Mada. “Rekayasa ini akan berlangsung selamanya, meski Lebaran usai,” ucapnya. Sedangkan untuk arus lalu lintas di depan Pasar Porong lama, Ahrie menyebut telah dilakukan rekayasa dengan cara menutup sejumlah U Turn (titik berputar) di sepanjang jalan dekat pasar itu. Dengan demikian, pengguna jalan baik dari arah Malang maupun arah Surabaya sudah tidak bisa memutar balik di sepanjang dekat Pasar Porong lama. "Sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu," tandas Ahrie. ■ ain

Surya Epaper 15 Agustus 2011  

Digulung Truk 10 Pemuda Gereja Tewas, Disambangi Mahasiswa Nazaruddin Ditagih Utang, 42 Tahun Kakek Chen Minum 1,5 Ton Bensin, Kepasrahan M...

Surya Epaper 15 Agustus 2011  

Digulung Truk 10 Pemuda Gereja Tewas, Disambangi Mahasiswa Nazaruddin Ditagih Utang, 42 Tahun Kakek Chen Minum 1,5 Ton Bensin, Kepasrahan M...

Advertisement