Issuu on Google+

Park geun-hye peringatkan korea utara

DIGITAL NE WS PA PER

hal

Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

2 | SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | Terbit 2 halaman

edisi pagi

Feminis Topless

Satroni Berlusconi SURABAYA, SURYA-Tiga feminis topless menyatroni mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, setibanya di tempat pemberian suara dalam pemilu di Italia. Mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi disatroni oleh tiga orang feminis yang protes dengan telanjang dada setibanya di tempat pemberian suara di sebuah sekolah di Milan. Punggung ketiga perempuan muda itu bertuliskan “Sudah Cukup dengan Berlusconi”. Mereka segera dicekal polisi dan berteriak-teriak sewaktu dibawa pergi, menimbulkan keributan, sementara warga lainnya mengantri untuk menunggu giliran memberikan suara. Polisi kewalahan berusaha menutupi tubuh mereka dan memborgol tangan mereka.. Ketiga pemrotes itu menembus deretan wartawan di luar TPS dan melompat di atas beberapa meja menuju Berlusconi, tapi tidak berhasil mencapainya. Mantan Perdana Menteri yang sering diliputi skandal itu memimpin koalisi tengah kanan dalam pemilu, dan jajak pendapat mengindikasikan ia akan menempati urutan kedua dalam perolehan suara, setelah golongan kiri tengah. Pemilu ini merupakan yang pertama sejak milyarder Silvio Berlusconi digulingkan dari kursi Perdana Menteri di tahun 2011 itu dalam gelombang panik pasar keuangan, dan digantikan oleh mantan pimpinan Komisi Eropa, Mario Monti. Yang diduga punya peluang terbesar untuk menang dalam pemilu ini adalah Partai Demokrat dan pemimpinnya, Pier Luigi Bersani, mengatakan, ia akan melanjutkan reformasi ekonomi yang telah dilakukan pemerintah yang akan diganti. Tapi

dalam Pemilu Italia

Bersani yang berhaluan kiri tengah juga mengatakan, ia akan menempuh lebih banyak lagi langkah untuk pertumbuhan sementara Italia mengalami resesi paling lama dalam 20 tahun. “Saya memilih Partai Demokrat. Saya tidak mau nasib kita menjadi seperti Yunani,” kata Alessandro, seorang manager berusia 63 tahun, selagi memberikan suara di Milan. Berpeluang Menang

Akan tetapi Berlusconi, yang pernah tiga kali menjabat sebagai Perdana Menteri dan juga terdakwa dalam kasus penipuan pajak dan kasus seks dengan pelacur di bawah umur, berpeluang keluar sebagai nomor dua dengan perbedaan suara tipis. “Banyak yang membingungkan dalam pemilu ini. Saya memilih Berlusconi. Saya tahu ia punya cacat, tapi ia yang terbaik,” kata Maria Teresa Gottardi, 65 tahun.

join facebook.com/suryaonline

Di urutan ketiga, menurut jajak pendapat, boleh jadi partai protes baru pimpinan pelawak yang menjadi aktivis, Beppe Grillo, yang telah mengarahkan ketidak puasan sosial dan kemarahan yang semakin meningkat pada politisi tradisional. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar memberikan suara, di tengah kekuatiran jumlah yang menggunakan hak suaranya jauh lebih rendah dari biasa karena banyak yang kesal dengan politik.(ABC) Jajak pendapat mengindikasikan hasil pemilu boleh jadi tidak akan memberi Bersani cukup mayoritas untuk memerintah sendirian, dan ia mungkin akan terpaksa membentuk aliansi dengan

Monti, yang bisa membawa profesor ekonomi itu kembali duduk dalam pemerintah. Koalisi antara Monti dan Bersani tidak akan mudah, karena adanya perbedaan antara Monti yang penganut pasar bebas dengan suatu partai ultra-kiri yang sudah berkoalisi dengan Bersani. Berlusconi juga akan terus menjadi kekuatan yang berpengaruh. Ia mencuat dalam jajak pendapat dengan janjinya untuk memulangkan pajak properti yang tidak disukai banyak

orang. Ia juga merebut suara dengan menyalahkan Jerman atas nasib buruk Italia. Para calon mestinya tidak berbicara di malam menjelang pemilu tapi Berlusconi melanggarnya dengan berbicara kepada wartawan. Dalam wawancara dengan televisi Yunani yang kemudian dlaporkan oleh media Italia, Berlusconi mengatakan ia melawan pihak-pihak yang menghendaki penghematan besar-besaran dan ingin mengenyahkan dirinya. Katanya Monti “mengabdi dan akan terus berlutut di depan kanselir Jerman, Angela Merkel, dan sekarang Merkel tidak ingin kehilangan dia.” Italia merupakan negara ekonomi terbesar di zona Euro setelah Jerman dan Perancis, dan merupakan suatu negara eksportir utama. Walaupun utangnya selangit, yakni sekitar 120.1 persen GDPnya - atau hanya kalah oleh Yunani - tapi defisit di sektor publiknya terkendali.(ABC/AFP)

follow @portalsurya


2

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

Park Geun-Hye

Lauda: Mercedes Satu Grup dengan McLaren, Ferrari, dan Lotus SURABAYA, SURYA-Kubu Mercedes mengklaim sudah melakukan langkah maju sejak akhir musim 2012, seperti yang diutarakan pemegang saham dan juga chairman tim Jerman itu, Niki Lauda. Pernyataan itu dia lontarkan setelah Nico Rosberg tampak optimistis mengharapkan bisa memenangkan sejumlah balapan pada tahun ini walaupun rekan setimnya, Lewis Hamilton, tak terlalu antusias. “Saat ini, kami tak melihat banyak kemenangan,” ujar Hamilton, yang pindah dari McLaren pada musim dingin lalu, setelah melakukan uji coba W04 pekan lalu di Barcelona. “Seperti yang saya sudah katakan, kami berharap bisa bertarung untuk masuk posisi 10 besar,” tambah pebalap Inggris yang merupakan juara dunia 2008 itu. Keraguan Hamilton itu tak mengusik keyakinan Lauda. Meskipun mengaku Mercedes belum setara dengan tim juara dunia pada tiga tahun terakhir, Red Bull Racing, mantan juara dunia tiga kali Formula 1 itu yakin Mercedes sudah selevel dengan tiga rival lainnya, yaitu Ferrari, McLaren, dan Lotus. “Saya tidak bermaksud bahwa kami lebih baik dari Red Bull,” ujar Lauda kepada media Brasil, O Estado de S Paulo, seperti dikutip dari YallaF1, Senin (25/2/2013). “Tampaknya mereka kembali memiliki mobil tercepat. Namun, kami sudah melakukan sebuah langkah maju yang penting dibandingkan tahun lalu.” “Mobil kami terlahir dengan baik tanpa masalah yang kronis dan dengan potensi bagus untuk pengembangan, yang mana sedang kami lakukan. Saya pikir, kami sudah membawa mobil ini dalam grup McLaren, Ferrari, dan Lotus. “Perbedaan di antara kami sangat kecil, seperti perbedaan antara grup itu dan Red Bull.” (kompas) join facebook.com/suryaonline

Peringatkan Korea Utara SURABAYA, SURYA-Presiden perempuan pertama Korea Selatan, Park GeunHye resmi dilantik hari Senin (25/2). Ia menyatakan menolak semua provokasi Korea Utara dan menuntut Pyongyang tinggalkan ambisi nuklirnya. Park Geun-Hye yang berusia 61 tahun adalah presiden Korea Selatan yang ke18. Ia mengucapkan sumpah jabatan dua minggu setelah Korea Utara menggelar ujicoba nuklir yang ketiga. Park menyerukan kepada rejim Korea Utara untuk meninggalkan ambisi nuklirnya tanpa ditunda-tunda lagi. ”Uji coba nuklir Korea Utara baru-baru ini adalah tantangan besar bagi kelangsungan hidup dan masa depan rakyat Korea, karena itu jangan salah, yang akan menjadi korban terbesar tidak lain adalah Korea Utara sendiri,” kata Park. ”Saya tidak akan menoleransi setiap tindakan yang mengancam kehidupan masyarakat dan keamanan bangsa kami”, tegasnya. Tetapi Park Geun-Hye juga berjanji untuk membangun hubungan saling percaya dengan Korea Utara, sebagaimana yang dijanjikannya selama masa kampanye. Fokus Ekonomi

Pidato Park Geun-Hye pada pelantikannya sebagian besar fokus pada masalah ekonomi, termasuk komitmen untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Ia menyatakan akan melakukan ”demokratisasi ekonomi” sehubungan dengan isu pembagian kekayaan yang tidak adil di Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemunduran, terutama karena pasar ekspornya dilanda krisis ekonomi global. Park kini menyerukan kepada

rakyat agar mengembalikan kejayaan ekonomi negaranya. Setelah perang Korea tahun 1950-1953, Korea Selatan menunjukkan kemajuan ekonomi pesat yang dikenal sebagai ”Keajaiban dari Sungai Han”. Sekarang Park Geun-Hye menjanjikan ”keajaiban ekonomi” yang baru. Pemerintahannya akan membangun ”ekonomi kreatif” yang akan membuka peluang diluar industri manufaktur biasa. Prioritas utama adalah sektor ilmu pengetahuan, teknologi dan industri telekomunikasi. Keluarga Politisi

Park Geun-Hye adalah putri Park Chung-Hee, tokoh politik kontroversial Korea Selatan. Tahun 1961, Park ChungHee naik ke tampuk kekuasaan melalui kudeta militer. Ia menjadi tokoh anti komunis yang memerintah secara otoriter selama 18 tahun. Ia terbunuh pada tahun 1979. Park Chung-Hee berhasil mengubah Korea Selatan dari negeri miskin menjadi salah satu negara industri utama di Asia. Korea Selatan berhasil menjadi pendobrak bisnis di sektor otomotif, perkapalan, komputer dan telekomunikasi. Namun Park Chung-Hee dianggap bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Park Geun-Hye tahun 1974 menghentikan studinya di Paris dan kembali ke Korea Selatan setelah ibunya dibunuh penembak Korea Utara, yang ingin membunuh ayahnya. Lima tahun kemudian, 1979, Park Chung-Hee ditembak mati oleh ketua keamanannya sendiri. Dalam pemilihan presiden Desember lalu, Park Geun-Hye memenangkan 52 persen suara dan menjadi presiden perempuan pertama di Korea Selatan .(DE.DW)

follow @portalsurya


Surya Digitalpaper 26 Februari 2013Pagi