Issuu on Google+

Pertarungan Terakhir Sang Naga?

DIGITAL NE WS PA PER

hal

2

Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

edisi pagi

| SENIN, 18 MARET 2013 | Terbit 2 halaman

All New Sportage EX Tongkrongan Stylish

PT KIA Mobil Indonesia (KMI) secara resmi memperkenalkan All New Sportage EX yang diklaim memiliki berbagai kelebihan dibandingkan kompetitornya. Kehadiran All New Sportage EX merupakan pengembangan dari produk SUV yang telah dimiliki KMI. Peluncuran SUV terbaru ini juga sebagai langkah strategis KMI untuk meningkatkan penjualan Tahun 2013. Kehadiran All New Sportage EX memberikan nuansa dan desain terbaru di segmen kelas SUV-C dengan keunggulan harga yang kompetitif. All New Sportage EX dilengkapi fitur Panoramic Sunroof, sehingga tampil beda, stylish dan modern. “Fitur-fitur yang ada di KIA All New Sportage EX lebih berlimpah sehingga cocok untuk pecinta SUV di Indonesia yang mau tampil beda,� ujar Hartanto Sukmono, Direktur Marketing KMI.

Sebagai CUV (Crossover Utility Vehicle) sangat ideal untuk menjelajah di berbagai kondisi jalan, All New Sportage EX didukung

mesin Theta II 2.0 L DOHC, Dual CVVT yang powerfull namun tetap hemat bahan bakar. All New Sportage EX dipasar-

kan dengan transmisi otomatis 6 percepatan manumatik dengan harga Rp 321 juta (on the road Jakarta).

Tips Cara Merawat Aki Mobil : 1. Ganti Secara Berkala :

Aki mobil pada umumnya bisa bertahan hingga 4 tahun. Ganti aki dengan yang baru saat jadwal penggantian telah tiba. Lebih baik ganti aki mobil dengan ukuran yang sama, hal ini untuk mempermudah pemasangan aki baru dengan ukuran tempat atau dudukan aki yang sesuai sehingga tidak perlu merubah dudukan atau pegangan aki. Di samping itu ukuran aki yang lebih tinggi akan rawan, di khawatirkan terminal air akan bersentuhan dengan kap mesin saat di tutup. 2. Pengecekan Bulanan

Pengecekan ditujukan untuk memeriksa apakah aki mobil masih bisa menghasilkan daya listrik sesuai spesifikasinya. Aki yang kekurangan daya akan mempengaruhi sistem kelistrikan mobil secara keseluruhan. 3. Merawat Cadangan Setrum Aki

Caranya cukup mudah, yaitu dengan mematikan semua kelistrikan seperti join facebook.com/suryaonline

lampu, AC dan audio sebelum mematikan mesin. 4. Perhatikan Kebersihan

Jaga kebersihan permukaan aki, baik di terminal positif atau negatif. Jika berkerak atau terlihat kerak berwarna kehijauan dan juga debu seperti sisa pembakaran pada terminal aki, segera bersihkan. Cara membersihkannya bisa dengan menggunakan air panas secukupnya atau campuran baking soda serta air kemudian menyikatnya dengan sikat kawat. Setelah dibersihkan, kencangkan baut aki secukupnya, biasanya masih bisa di kencangkan setengah putaran. 5. Pastikan Kabel Aki Terikat Erat

Pastikan kabel terhubung ke terminal dan terikat erat. Kabel yang kendor bisa memutus hubungan listrik dari aki, serta membuat mobil tidak mendapat pasokan listrik.

Disisi lain, kehadiran PT KIA Mobil Indonesia cukup impresiv menekan pasar city car, hatcback, SUV medium dan kendaraan komersial. KMI di kelas city car, Picanto memberikan kontribusi penjualan terbesar, yakni 7.675 unit. Bahkan Tahun 2012, KIA berhasil menempatkan posisi ke-9 dengan market share 12 persen dari semua brand kendaraan anggota Gaikindo. “Sebagai salah satu produsen kendaraan dunia, KIA terus berupaya untuk lebih eksis di pasar Indonesia. Berbagai upaya strategis telah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Dan setiap tahunnya KIA berhasil menunjukkan performa penjualan yang cukup menggembirakan,� tutur Hartanto Sukmono, Direktur Marketing KMI saat acara peluncuran All New KIA Sportage di Jakarta (14/3/2013). (*)

elektrolit aki atau air pada level yang cukup, jika ketinggian permukaan air aki mendekati low, maka sudah waktunya di tambah air aki. Penyebab berkurang nya air aki antara lain karena terjadi penguapan karena panas atau sell aki rusak. Lakukan pemeriksaan ini setidaknya dua minggu sekali. Pengisian air aki ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat mesin mobil masih dingin. 8. Hati-Hati Saat Menambahkan Air Distilasi

6. Tempatkan Aki Pada Dudukannya

Pastikan aki diposisikan dengan benar pada dudukannya. Posisi yang tidak tepat dapat merusak aki dan merembet pada komponen lainnya. Jika posisi Aki mobil berada di belakang kipas radiator bisa gunakan penutup aki agar panas dari kipas radiator tidak langsung mengarah ke aki. 7. Periksa Cairan Elektrolit

Jagalah ketinggian permukaan

Saat level elektrolit turun, Anda pun harus menambahkan air distilasi (air suling). Hati-hati saat mengisinya. Asam dari aki bisa membakar pakaian dan membahayakan kulit jika sampai terpercik. 9. Panaskan Mobil Secara Rutin

Mobil yang jarang dipakai berpotensi memperpendek umur aki, karena itu sebaiknya mobil dipanaskan secara rutin atau jika mobil harus ditinggalkan untuk waktu yang lama sebaiknya terminal aki dicopot saja agar setrum tidak mengalir terus hingga tekor. (*) follow @portalsurya


2

SENIN, 18 MARET 2013 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

Pertarungan r i h k a Ter

Sang Naga?

Pertarungan terakhir Chris “The Dragon” John akankah terjadi melawan pentinju Jepang, Satoshi Hosono, 14 April 2013, di Tenis Indoor Senayan Jakarta ? Tentu saja angan-angan itu harus ditepis jauh-jauh. Pasalnya, kita belum memiliki petinju lain yang cukup menjanjikan untuk bicara di tingkat internasional. Memang ada Daud ‘Cino’ Yordan yang kini mulai menunjukkan sinarnya di ring tinju, tetapi Sang Naga masih menjadi harapan satu-satunya mengangkat Merah Putih di atas matras internasional. Pasca reformasi yang tidak jelas tujuannya ini memang membuat bangsa ini kehilangan arah dan pegangan. Hampir semua bidang, mulai ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, termasuk olahraga tinju tak jelas dan semakin tak terurus sehingga minim prestasi. Kehadiran Raja Sapta Oktohari, salah satu pengusaha yang memang menggemari olahraga adu jotos ini, patut mendapat apresiasi. Okto, begitu dia akrab disapa, bermimpi mengembangkan bisnis tinju agar lebih banyak petinju profesional asal Asia bisa bersaing di tingkat dunia. Putra salah satu taipan Indonesia Oesman Sapta Odang itu mulai merintis bisnis olahraga ini sejak memutuskan menjadi promotor Chris John, Oktober 2010. Dia menjadi salah satu pihak yang berperan menciptakan salah satu laga bagi Sang Naga. Dalam pertarungan melawan petinju Argentina, Fernando Saucedo, di Tenis Indoor Senayan kala itu, Chris

John berhasil membubuhkan rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri. Itulah pertarungan yang masuk dalam ruang gerak bisnis Berlian Entertainment — salah satu usaha milik Okto. Dua tahun berselang, Okto ternyata mampu mengekspansi bisnis tinjunya lewat sebuah perusahaan sendiri bernama Dragon Fire. Selain Chris John, petinju muda pemegang sabuk gelar juara dunia kelas bulu versi IBO Daud Yordan juga masuk dalam manajemen. Sejak masuk dalam satu manajemen, kedua petinju ini menjadi langganan bertinju bersama. Keduanya memiliki jadwal yang sama. Bahkan pernah satu kali mereka diadu pada laga yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran Jakarta di pertengahan April 2011. “Inilah salah satu upaya yang bisa saya lakukan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap olahraga ini. Saya pun yakin ini bisa berkembang. Untuk bisa menjadi industri, setidaknya kita membutuhkan 15 petinju yang bisa bernaung di sini. Saya kira itu bisa dicapai setidaknya Tahun 2015 nanti,” kata Okto membeberkan mimpinya. Okto begitu ingin membuat industri tinju di Asia bisa seheboh industri olahraga adu jotos yang ada di Amerika Serikat atau negara lain dengan industri tinju yang sudah maju. Atau, jika tidak, dia begitu mendambakan keseruan tinju itu tak akan kalah seru dengan bisnis olahraga tarung lainnya seperti Ultimate Fighting Championships (UFC). Di sanalah pasar terbentuk lewat

join facebook.com/suryaonline

tontonan pertarungannya sendiri, penjualan suvenir, atau tayangan televisi. “Jika sudah bisa menjadi seperti itu, kita bukan hanya melihat untungnya saja tetapi kita juga bisa melihat petinju Indonesia bisa sukses,” ujarnya. Gebrakan Okto dari Tenis Indoor Senayan, Oktober 2010, dan laga Chris John yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura, 2012, membuat Chris John semakin fenomenal karena bisa menyentuh angka 48 kali menang dari 50 laga

yang sudah dilakoninya sepanjang karier profesionalnya. Dan tepatnya di Tenis Indoor Senayan, 14 April 2013, Chris John akan mempertahankan gelar Juara Dunia WBA Kelas Bulu melawan petinju Jepang, Satoshi Hosono. Pertarungan sang Naga melawan petinju yang kini berada di peringkat ke-6 World Boxing Association (WBA) itu seharusnya menjadi laga yang menarik. Bagaimana tidak, Chris John bisa saja semakin mendekati rekor milik petinju Meksiko Ricardo

Lopez yang tak terkalahkan sebanyak 51 kali. Inilah salah satu tempat bagi Chris John untuk mendapatkan fenomena lain dari dirinya. Meski begitu, waktu tetap akan terus berjalan. Memasuki usia 33 tahun, Chris John mungkin akan semakin mendekati masa-masa pensiunnya. Dan seharusnya di masa-masa itulah, pria asal Banjarnegara ini sudah bisa mendapatkan penerus seperti Daud Yordan yang bisa melanjutkan fenomena yang sudah lama melekat padanya. (*)

follow @portalsurya


Surya Digitalpaper 18 Maret 2013