Page 1

JADWAL IMSAKIYAH 1433 H WILAYAH KOTA PALEMBANG DAN SEKITARNYA Senin, 30 Juli 2012 Maghrib/Berbuka : 18:09 Selasa, 31 Juli 2012 Imsyak : 04:39 Shubuh : 04:49

EDISI 74/TAHUN I 16 Halaman (2 SESI)

HARIAN VOKAL S u m s e l

Ramadhan

C

akap

30 Juli 2012

Rp2.000, Langganan Rp48.000 (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

santun bahasa, lugas menyikapi

Mutiara

SENIN

I

Bebas: Yurnaldi

NDEKS Tak Menyerah Meski Tubuh Tertembak

Kenapa Brimob Menjadi Pembunuh?

M

“Puasa adalah perisai, dan hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa”

elihat foto Angga Prima (13), bocah korban tembakan membabi buta pasukan brimob Polda Sumsel, pasukan elit polisi, di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, saya jadi terkenang saat bertugas di Aceh, khususnya saat diberlakukannya masa Darurat Militer, tahun 2003 lalu. Ketika terjadi “Perperangan”

(HR. Al- Bukhari, Muslim)

Bersambung....Hal 7

Langganan Koran: (0711) 777 7272 BACA HAL

5

Tantowi/Butet Pastikan 10 BACA HAL Tempat di Perempat Final

Warga Limbangjaya Masih Trauma Seragam Polisi INDRALAYA (VOKAL SUMSEL)--Tim Laboratorium Forensik Polda Sumsel terpaksa melepas baju seragamnya ketika akan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) di Desa Limbangjaya, Kecamatan Tanjungbatu, Ogan Ilir, Minggu (30/7) kemarin. Hal ini disebabkan warga desa tersebut dan sekitarnya masih trauma melihat seragam polisi, brimob dan atribut lainnya, sehubungan dengan peristiwa tertembaknya bocah Angga Prima (12) dan sejumlah warga lainnya, Jumat (27/7) lalu. LIPUTAN : SUTIYOSO

FOTO : HENDRA MARTA/VOKAL SUMSEL

Ratusan warhga desa Limkbangjaya mengantar kepergian Angga Prima(12) yang tewas ditembak Brimob, Jumat (27/7) lalu. Sampai sekarang warga masih trauma dengan seragam Polisi.

Kekerasan Cinta Manis Tamparan Pemerintahan SBY JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-Penembakan oleh Brimob Polda Sumsel di Cinta Manis, Sumatera Selatan, adalah praktek pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dalam konflik agraria sehingga harus diselidiki oleh berbagai lapisan penyidik. Ketua Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Gunawan, menyatakan, hal yang ironis adalah melihat kekerasan terhadap Gunawan petani, terjadi ketika Indonesia dalam situasi rawan pangan. Dalam situasi demikian, katanya, seharusnya negara melindungi dan memenuhi hak-hak petani, agar bisa

Bersambung....Hal 7

TRAUMA warga yang mendalam atas peristiwa berdarah di bulan puasa tersebut, terlihat adanya penolakan warga yang masih berkabung atas wafatnya Angga dan jatuhnya 5 orang korban luka tembak, terhadap Tim Forensif yang mencoba masuk ke desa dan melakukan olah TKP. Bahkan, untuk memberikan pengertian kepada warga, para kepala desa setempat turut disertakan dalam Tim Forensik tersebut. Dengan berbagai kompromi sebelumnya, akhirnya Tim Forensif pun melepas atributnya seperti rompi bertuliskan Forensik Polri, menuju TKP, diangkut menggunakan mobil warga setempat diiringi keempat kades, untuk

menenangkan warga yang masih trauma dengan polisi berseragam, para kades tersebut juga menjelaskan jika yang melakukan olah TKP adalah pihak Labforensik. Informasi yang dihimpun Harian Vokal Sumsel, kemarin, menyebutkan Tim Forensif Polri Cabang Palembang, sebelumnya sempat kesulitan mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pasalnya, untuk bisa masuk ke TKP, sempat tertahan sekitar 8,5 jam, dan belum adanya jaminan keamanan bagi

Bersambung ....Hal 7

Kapolda Sumsel dan 4 Perwira Lainnya, Harus Diperiksa JAKARTA (VOKAL SUMSEL)--Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri agar memeriksa lima perwira polisi di jajaran Polda Sumatera Selatan akibat penyerbuan Brimob ke Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumsel, yang menyebabkan satu orang tewas dan lima orang lainnya tertembak. “Saat ini, ada 10 polisi kelas bawah yang diperiksa. Ini jelas tidak adil sebab mereka turun ke Desa Limbang Jaya adalah atas perintah atasannya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane di Jakarta, Minggu (29/7) kemarin. Menurut IPW, kelima perwira itu adalah Kapolda Sumsel, Direk-

tur Operasi, Kasat Brimob Sumsel, Kapolres Ogan Ilir, dan perwira pemimpin penyerbuan. Indonesia Police Watch meminta proses pemeriksaannya harus dilakukan Mabes Polri, Komnas HAM, dan Kompolnas. “Tanpa itu, pemeriksaan hanya akan menyentuh polisi kelas bawah,” katanya. Dalam kasus ini, IPW menilai ada lima keanehan di balik penyerbuan itu, yakni pertama, benarkah telah terjadi pencurian pupuk milik PTPN. Jika pun benar, kata dia, apakah semua warga Limbang Jaya terlibat pencurian itu sehingga desa itu harus diserbu Brimob.

Kedua, lanjut dia, dasar hukumnya pasukan Brimob dilibatkan dalam mencari pencuri, bukankah hal itu menjadi tugas reserse. Ketiga, polisi harusnya melakukan pendekatan agar tokoh-tokoh masyarakat untuk membantu polisi menemukan pencuri pupuk. Keempat, Penyerbuan ini melibatkan puluhan Brimob

Bersambung....Hal 7

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane

Angga (Alm), Ketua Kelas yang Disukai Teman-temannya ANGGA PRIMA (12), adalah seorang anak seperti kebanyakan, dilahirkan dalam keluarga yang sederhana dari ibu rumah tangga bernama Yuhana binti Muhammad dan ayah bernama Darmawan bin Sabtu. LIPUTAN : HENDRA MARTA MENURUT tetangganya, keseharian Angga berbeda dari saudara-saudaranya, Angga dikenal sebagai anak yang akrab dengan lingkungan sekitarnya, dengan ibunya Angga lebih sering bermanja. Dilahirkan sebagai anak ke empat dari enam bersaudara memunyai perawakan yang agak tegap dan pribadi yang suka

menolong. Baginya anak kecil dan orang dewasa bukanlah perbedaan untuk bergaul. Hingga salah serorang bapak yang dikenal dengan H. Sazili mengatakan “Disaat ada hajatan, Angga sering saya ajak untuk ikut dalam antrian, diapun mau meskipun malu-malu. Tapi dia tetap

Bersambung....Hal 7

FOTO : HENDRA MARTA/VOKAL SUMSEL

Jasad Angga dihadapan kedua Orangtuanya.

SIMAK HAL.5...!!! Cerita Silat Bu Kek Siansu (Karya Asmaraman S Kho Ping Hoo)


2

Palembang Ilir

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Telepon Penting 1. Polda Sumsel 2. Polsek IB I 3. Polsek IB II 4. Polsek IT I 5. Polsek IT II 6. Polsek Sukarami 7. Polsek Sako 8. RSMH Palembang 9. RSI Siti Khadijah 10. D.Pemadam Kebakaran 11. PLN Seberang Ilir 12. PDAM Seberang Ilir 13. Kantor SAR 14. Kodim Tabes 0418 15. Denpom 2/4 16. PMI 17. Unit Transfusi Darah 18. PMI UTDC Palembang 19. PLN Seberang Ilir 20. PDAM Seberang Ilir 21. RS. Pertamina 22. RS. Bhayangkara

: 0711-313769 : 0711-353014 : 0711-352973 : 0711-351607 : 0711-510128 : 0711-598133 : 0711-820062 : 0711-354088 : 0711-356008 : 0711-312011 : 0711-350353 : 0711-355089 : 0711-355111 : 0711-351637 : 0711-351843 : 0711-350289 : 0711-363150 : 0711-356282 : 0711-350353 : 0711-355089 : 0711-542117 : 0711-410023 *berbagai sumber

Lintas Kota

Mahasiswa Datangi Polda Sumsel PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Aksi kebrutalan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumsel, yang menembaki warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang menewaskan Angga Prima (13) dan melukai beberapa warga lainnya mengundang keprihatinan banyak pihak. Kemarin (28/7), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Hijau Indonesia, mendatangi Polda Sumsel, sebagai bentuk keprihatinan dan mengutuk tindakan Brimob Polda Sumsel yang menembaki warga Desa Limbang Jaya, Kabupaten OI. “Polisi sudah melanggar hak azazi manusia (HAM), Kapolda Sumsel harus bertanggungjawab terhadap tewasnya Angga, dan tindakan brutal itu,” kata Hamzah, koordinator aksi (korak) dalam orasinya. Mereka juga menuntut Polda menarik semua pasukannya, mencabut hak guna usaha (HGU) PTPN VII serta mengembalikan tanah milik masyarakat OI. Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa ini menyodorkan surat pernyataan untuk ditandatangani oleh Kapolda Sumsel yang isinya akan menghentikan semua kekerasan dan tindakan agresi kepada warga. Menanggapi tuntutan mahasiswa ini, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengelolaan Informasi dan Data Polda Sumsel, Nachrowi berjanji tidak akan ada hal yang ditutup-tutupi oleh Polda dalam penyelidikan kasus tersebut. “Saat ini Kapolda dan pejabat dari Mabes Polri sudah berada di lokasi kejadian, untuk menyelidiki kasus tersebut. Jika ada anggota yang terbukti menembak warga, akan ditindak tegas,” tukasnya. (FIZ)

50 Pengrajin Tempe dan Tahu Gulung Tikar PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Melambungnya harga kacang kedelai, sangat dirasakan dampaknya oleh pengrajin tahu dan tempe di Indonesia termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel). Saat ini, menurut Ketua Koperasi Tempe dan Tahu (Primkopti) Sumsel, Siswo Waluyo, sudah ada 50 pengrajin yang gulung tikar. Ia menyebut di Sumsel, saat ini ada 325 pengrajin tahu dan tempe. Namun yang masih berproduksi hanya 266 pengrajin saja. Sisanya 50 pengrajin sebutnya sudah menutup usahanya dan terpaksa, mencari profesi lainnya. “Di Sumsel, pengrajin tahu dan tempe hanya tersisa di tiga daerah saja yakni Palembang, Banyuasin dan Lubuk Linggau,” jelasnya, kemarin. Siswa menyebut, sejak Mei lalu harga kacang kedelai sudah mencapai Rp8.250 perkilogramnya. Padahal sebelumnya harga perkilogramnya kacang kedelai hanya Rp5.500. Akibatnya banyak pengerajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Primkopti, harus menutup usahanya tersebut sebab tidak bisa mendapatkan kedelai dengan harga yang lebih murah. Dengan kondisi saat ini bebernya, mau tidak mau pengrajin

akan menaikkan harga tahu dan tempe antara Rp1000 sampai Rp2000. Sebagai contoh, harga tempe yang biasa dijual di pasaran Rp3000 akan dijual Rp4000 perpotongnya. Sedangkan potongan tempe dengan harga Rp6000 per potong akan dijual Rp8000. “Di Sumsel sendiri, kita butuh 1200 ton kacang kedelai perbulannya. Dengan kenaikan harga kedelai saat ini, produksi tahu dan tempe mengalami penurunan mencapai 30 persen sampai 40 persen perbulannya,” imbuhnya. Ia berharap pemerintah segera mengambil alih tata niaga kedelai, sehingga bisa meredam gejolak harga kedelai yang saat ini har ganya sudah mencapai Rp8.200 perkilogramnya. Menurutnya, idealnya harga kedelai perkilogramnya Rp6000 sampai Rp6.5000. “Jika harganya terus naik,

kami terancam kehilangan usaha. Ka mi berharap pemerintah meng hapus bea masuk kedelai impor, sehingga harganya bisa ditekan,” pintanya. Sebelumnya sejumlah pengrajin tahu dan tempe di Kota Palembang, mengeluhkan kenaikan harga kedelai. Kenaikan itu menurut Pramono, coordinator Perkumpulan Perajin Tempe di Kelurahan 24 Ilir, Palembang, berdampak pada penurunan omzet mereka sekitar 15 persen. Sebab menurutnya, kenaikan harga bahan baku itu mau tidak mau memangkas keuntungan mereka. “Jika harga kedelai terus naik, bakal banyak pengrajin yang gulung tikar. Sekarang saja, kami harus mengurangi ukuran tempe untuk mensiasati harga kedelai yang terus naik,” keluhnya. Ia menyebut, satu batang tempe yang biasanya berukuran 1,8 meter mereka buat dengan 780 ons kedelai, sejak harga naik mulai dikurangi menjadi 5-6 ons kedelai saja. Tentu saja ini berpengaruh pada cita rasa tempe itu sendiri. “Tapi mau gimana lagi, memang kedelainya mahal kok,” imbuhnya. (FIZ)

foto:cakra/vokalsumsel

GULUNG TIKAR : Banyak pengrajin tahu dan tempe di Sumsel, saat ini sudah gulung tikar akibat kenaikan harga kedelai. Jika harga kedelai terus melambung, bakal banyak pengrajin yang bangkrut.

Sebagai Cawako Palembang

PPP Resmi Usung Romi Herton PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Jika dalam rapat pimpinan cabang (Rapimcab), mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Palembang, mendukung Sarimuda sebagai bakal calon walikota (cawako) yang akan diusung partai berlambang ka’bah itu di pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Palembang, 2013 mendatang. Namun, tiba-tiba dukungan tersebut berbelok ke bakal cawako lainnya yakni H Romi Herton.

Bahkan calon incumbent ini, resmi mendapatkan persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. Kepastian itu, disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Palembang, Azhari Mawardi kepada wartawan, saat buka bersama di RM Pagi Sore, Jalan Basuki Rachmat, kemarin. “DPP sudah merekomendasikan Romi Herton, sebagai bakal Cawako Palembang yang diusung PPP. Rekomendasi DPP ini, disampaikan melalui surat berno-

mor 0527/IN/DPP/VII/2012, tertanggal 24 Juli 2012 yang ditandatangani Ketua Umum Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal HM Romahurmuziy,” kata Azhari. Ia menyebut, rekomendasi DPP itu bersifat final. Artinya, tidak ada cawako lain yang diusung PPP selain Romi Herton saat pilkada Palembang nanti. Dalam rekomendasi DPP tersebut jelas Azhari, DPC diperintahkan untuk memproses dan mendaftarkan calon bersangkutan ke Komisi

Semarakkan Bulan Ramadhan

Patani Gelar Festival Panti Asuhan

Pemilihan Umum (KPU), sebagai cawako yang diusung PPP. Bagaimana dengan calon wakil walikota (cawawako) ?, Azhari menjelaskan, DPP sudah memerintahkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) bersama bakal cawako yang diusung untuk mencari dan menetapkan bakal cawawako yang diusung. “Dalam rekomendasi DPP itu, sudah jelas. Untuk bakal cawawako, DPP memerintahkan DPW untuk semaksimal mungkin mengusung kader PPP sebagai cawawako. Namun jika tidak ada, bisa berkoordinasi dengan partai pengusung lainnya,”imbuhnya. Apakah dengan dukungan PPP ke Romi Herton ini, artinya PPP mengalami perpecahan ?, Wakil Ketua DPW PPP Sumatera Selatan (Sumsel), Azhari AS langsung membantahnya. “Tidak ada perpecahan di PPP, terkait duku-

ngan terhadap bakal cawako Palembang ini. Kalaupun selama ini, ada perbedaan sikap politik itu adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus kita hargai,” jelasnya. Namun sambungnya, setelah keluarnya rekomendasi DPP tersebut maka tidak adalagi dualisme dukungan. “Rekomendasi DPP itu, harus dipatuhi semua pengurus partai disemua tingkatan. Kalau ada yang membelot, pasti akan diberikan sanksi,” tegas Azhari. Namun anggota DPRD Sumsel itu, tidak ingin hal itu terjadi. Ia berharap, keluarnya rekomendasi DPP tersebut justru menambah kekompakan semua kader partai.. “DPP juga menginstruksikan ke kita, untuk menjaga kekompakan dalam menyukseskan bakal cawako yang kita usung,” tukasnya. (DIC)

Akal-Akalan

(JEM)

foto:jemmy/vokalsumsel

Suasana Fetival Panti Asuhan yang digelar Patani Sumsel.

Jalan Sukabangun II Diperbaiki di 2013 PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Jalan Sukabangun II, kini kondisinya rusak parah. Disepanjang alternatif tersebut, berlubang. Namun nampaknya warga yang sering melintas di jalan tersebut, harus bersabar menunggu perbaikannya. Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, baru akan memperbaiki jalan tersebut pada 2013 mendatang, karena tahun ini perbaikan jalan itu belum dianggarkan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Palembang, Dharma Budhy, kemarin. “Kita berupaya perbaikan mulai Jalan Sukabangun II sampai Jalan Sukatani, masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP) 2012, sehingga bisa direalisasikan tahun ini. Namun jika tidak bisa, perbaikannya kita anggaran di APBD Kota Palembang 2013,” jelas Dharma. Ia menyebut, perbaikan jalan itu terpaksa direalisasikan di 2013 mendatang karena tahun ini pihaknya tengah melakukan perbaikan Jalan MP Mangkunegara hingga ke Sukatani sepanjang 900 meter. Saat ini jelasnya, perbaikan Jalan MP Mangkunegara sudah dikerjakan kemungkinan besar akan selesai beberapa bulan kedepan. Perbaikan Jalan MP Mangkunegara itu bebernya, menggunakan dana pemeliharaan rutin yang ada di pos Dinas PU BM dan PSDA pada APBD Kota Palembang 2012. Di APBD tahun ini kata Dharma, perbaikan jalan dianggarkan Rp44 miliar. “Dana itu, kita pakai untuk Bina Marga Rp27 miliar dan PSDA Rp11 miliar. Sisanya Rp6 miliar, dipakai untuk penanggulangan banjir seperti perbaikan drainase,” ujarnya.

foto:hafiz/vokalsumsel

Kondisi Jalan Sukabangun II, yang rusak parah. Perbaikan jalan itu, baru akan dilakukan di 2013 mendatang.

Ia menjelaskan, saat ini dari 754 kilometer jalan yang berstatus jalan milik kota, 149 kilometernya dalam kondisi rusak. “Ada beberapa titik yang kondisinya rusak, seperti di kawasan Simpang Musi II sampai Km 12, dan Alang-Alang Lebar (AAL). Disana kerusakannya sepanjang empat kilometer, sisanya tersebar di beberapa titik sepeti Jalan Sukabangun II, Sukarami dan Sukawinatan,” imbuhnya. Sebelumnya Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengatakan pemkot menargetkan semua jalan di Kota Palembang pada 2013 mendatang, tidak ada lagi yang berlubang atau zero hole. Target itu jelas Eddy, bukan hanya

untuk jalan yang menjadi tanggungjawab pemkot tetapi juga jalan milik provinsi dan jalan nasional. “Saat ini, jalan kota terus diperbaiki. Yang sudah bagus 80 persen, sisa 20 persen masih terus dikejar pelaksanaannya,” ujar Eddy. Terpisah, beberapa warga Jalan Sukawinatan yang dibincangi Harian Vokal Sumsel berharap Jalan Sukabangun II segera diperbaiki oleh pemkot. Syamsudin misalnya, ia mengaku hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. “Jalannya penuh lubang, itu sangat membahayakan, karena pengendara kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak terjebak. Saya berharap jalan itu, segera diperbaiki,” pintanya. (FEB)


Palembang Ulu

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

3

Kasus Berdarah di Limbang Jaya Telepon Penting 1. Polresta Palembang 2. Polsek SU I 3. Polsek SU II 4. RS Bari 3. RS Muhammadiyah Plg 4. RS Pertamina 5. Unit Kebakaran Pertamina 6. PLN Seberang Ulu 7. PDAM Seberang Ulu

: 0711-513334 510455 : 0711-510128 : 0711-510096 : 0711-519211 : 0711-513144 : 0711-542117 : 0711-598792 598131 : 0711-512344 511916 : 0711-516380 *berbagai sumber

Lintas Kota

Pasar Ekspor Sumsel Bergeser ke Malaysia PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Pasar utama ekspor produk-produk Sumatera Selatan (Sumsel), kini tidak lagi ke negara-negara Eropa atau negara yang biasanya jadikan tujuan utama ekspor Sumsel seperti Jepang, Cina,dan Amerika Serikat (AS), namun kini bergeser ke negara-negara Asean terutama Malaysia. Data Badan Pusat Statisitik (BPS) Sumsel menurut Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Achmad Mirza, menunjukkan pasar utama ekspor Sumsel kini bergeser ke negara di kawasan Asia Tenggara. “Pergeseran pasar ekspor ini, diprakirakan sebagai dampak krisis di Eropa dan belum pulihnya perekonomian di AS. Sehingga banyak eksportir di Sumsel mulai mencari pasar alternatif, diantaranya negara-negara Asean khususnya Malaysia,” jelas Mirza, kemarin. Bahkan kata Mirza, dalam lima tahun terakhir, ekspor Sumsel ke Malaysia justru mengalami peningkatan. Negeri serumpun itu, kini menjadi negara keempat terbesar, tujuan ekspor produk Sumsel. Sumsel sebut Mirza, foto:ist dalam lima tahun terakhir masih mengandalkan hasil perkebunan dan pertambangan seperti karet, sawit, batubara, pulp dan urea sebagai produk untuk di ekspor. (TIA)

7.992 Guru Ikuti Uji Kompetensi

foto:gurubisa.wordpress.com

Ilustrasri ujian kompetensi guru

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, memastikan tahun ini ada 7.992 guru di metropolis yang akan mengikuti uji kompetensi. Mereka adalah guru yang sudah terverifikasi oleh Disdikpora Palembang. Uji Kompetensi ini menurut Kepala Seksi (Kasi) Pengajaran dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Palembang, H Imran, akan dilaksanakan secara serentak secara nasional mulai 30 Juli. “Uji kompetensi ini, yang menyelenggarakannya adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Kita hanya memfasilitasi dan menyediakan tempat saja,” jelas Imran saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin. Disebutkan dia, uji kompetensi itu untuk guru sekolah dasar (SD) akan dilaksanakan pada tanggal 2-5 Agustus yang diikuti 3.790 guru. Sedangkan tingkat sekolah menengah pertama (SMP), diikuti 2241 yang dilaksanakan pada 3031 Juli. “Sementara untuk sekolah menengah atas (SMA), dilaksanakan pada 31 Juli sampai 2 Agustus dengan peserta sebanyak 1419 guru. Untuk guru sekolah menengah kejuruan (SMK), pesertanya sebanyak 542 guru, ujiannya dilaksanakan tanggal 1-6 oktober mendatang,” bebernya. “Sedangkan tempatnya, untuk uji kompetensi tingkat SD akan disebar dibeberapa tempat yakni SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Palembang serta beberapa tempat lainnya. Ujian itu, akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB-17.00 WIB,” imbuhnya. (FIZ)

Dewan Bakal Panggil Kapolda PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Tewasnya Angga Prima (13), akibat tertembus peluru milik anggota Brigade (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), yang ‘menyerbu’ Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (27/7) sore, mengundang reaksi keras dari DPRD Sumsel. Peristiwa berdarah yang juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka tembak tersebut, dituntut Komisi I DPRD Sumsel, harus dipertanggungjawabkan oleh pihak kepolisian. Karenanya menurut Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah, pihaknya akan memanggil Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel dan instansi lainnya. "Kita akan menggelar rapat dengar pendapat, terkait kasus ini. Semua stakeholder, termasuk pihak kepolisian akan kita panggil untuk mencari penyelesaian kasus ini,” kata Yuswar yang dibincangi usai membesuk tiga warga Desa Limbang Jaya, yang di rawat di RS Bhayangkara, Palembang akibat mengalami luka tembak, kemarin. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menghimbau semua pihak untuk menahan diri sembari menunggu penyelesaian

kasus tersebut secara hukum. "Semua pihak harus cooling down dan persoalan ini di status quo kan serta penyelesaiaan secara hukum harus segera diselesaikan dengan baik," imbaunya. Ia juga menyesalkan kasus berdarah itu terjadi, menurutnya konflik lahan di Sumsel seperti api dalam sekam. Banyak konflik lahan lainnya di Sumsel, yang harus diselesaikan secepatnya agar tidak terulang kejadian yang sama. Yuswar menyebut, kasus itu sebenarnya kasus peninggalan orde baru dari tahun 1980 an yang tidak mengalami perkembangan positif penyelesaiannya. Bahkan ia menuding, pemerintah pusat terkesan membiarkan dan tidak melakukan upaya penyelesaian. "Tidak ada kebijakankebijakan yang diambil pemerintah pusat untuk menyelesaikan konflik lahan ini, padahal mereka sudah beberapa kali melakukan

Kondisi Mulai Kondusif Sementara itu, pejabat sementara (Pjs) Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumsel, AKBP Djarot Padakova yang ikut mendampingi Komisi I DPRD Sumsel menjenguk tiga warga Desa Limbang Jaya yang menjadi korban ‘kebrutalan’ anggota Brimob Sumsel di RS Bhayangkara, mengatakan saat ini kondisi di Desa Limbang Jaya pasca peristiwa berdarah, sudah mulai kondusif.

Satu Desa Dibantu Rp5 Juta-Rp100 Juta PALEMBANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel), tahun ini akan membangun 26 desa wisata di Sumsel. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, akan membantu Disbudpar un tuk membentuk tiga desa wisata. Desa wisata ini menurut Kepala Disbudpar Sumsel, Toni Panggarbesi, adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Di luar faktor-faktor tersebut, alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor terpenting dari sebuah kawasan tujuan wisata. Selain berbagai keunikan, kawasan desa wisata juga harus memiliki berbagai fasilitas untuk menunjangnya sebagai kawasan tujuan wisata. Berbagai fasilitas ini, akan memudahkan para pengunjung desa wisata dalam melakukan kegiatan wisata. Fasilitas-fasilitas yang sebaiknya dimiliki oleh kawasan desa

..Kita akan menggelar rapat dengar pendapat, terkait kasus ini... Yuswar Hidayatullah Ketua Komisi I DPRD Sumsel

Pertemuan-pertemuan antara masyarakat dengan instansi terkait dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), sudah dilakukan. Ia juga menghimbau masyarakat tidak terprovokasi, dengan isu-isu yang akan kembali memanaskan situasi. “Kita sekarang sudah membentuk tim dari Direktorat Propam, untuk menyelidiki kasus ini. Mereka sudah memeriksa anggota, yang ada saat kejadian. Kita saat ini, masih menunggu hasil otopsi, untuk mengetahui penyebab tewasnya korban,” jelas Djarot. “Namun dari laporan Kadense, anggota di lapangan menggunakan peluru gas air mata. Setelah itu, dilakukan peringatan dengan menembakkan peluru hampa barulah kemudian menggunakan peluru karet, yang dipantulkan ke bawah. Itu standar operasional (SOP), yang dilakukan

anggota Brimob,” imbuhnya. Sementara itu pantauan Harian Vokal Sumsel di RS Bhayangkara, tiga warga Desa Limbang Jaya yang mengalami luka tembak masih dirawat intensif. Ketiga korban dirawat terpisah di dua ruangan unit bedah yakni Ruang Anggrek dan Ruang Raflesia. Di Ruang Anggrek, dirawat Sudirman (49) dan Rusman (26), sedangkan satu korban lainnya yakni Farida (40), dirawat di Ruang Raflesia. Di depan ruangan tempat korban dirawat, berjaga beberapa petugas. Mereka melarang wartawan untuk masuk ke dalam ruangan, saat anggota Komisi I DPRD Sumsel menjenguk ketiga korban. Namun dari kaca pintu ruangan tersebut, terlihat ketiga korban masih terbaring lemas dengan infuse yang masih terpasang dan dijaga oleh kerabatnya masing-masing. (DIC)

Eddy Santana Cari Pendamping

26 Desa Wisata Bakal Dibentuk di Sumsel

wisata antara lain adalah sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan juga akomodasi. Khusus untuk sarana akomodasi, desa wisata menyediakan sarana penginapan berupa pondokpondok wisata (home stay), sehingga para pengunjung pun turut merasakan suasana pedesaan yang masih asli. “Ini dibentuk, agar meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Di Sumsel, ada 26 desa wisata yang akan dibentuk. Setiap desa wisata, akan dibantu antara Rp5 juta sampai Rp100 juta,” jelas Toni saat dibincangi di ruang Bina Praja Pemprov Sumsel, kemarin. Toni menyebut, Disbudpar menargetkan jumlah wisatawan yang datang ke Sumsel meningkat dibandingkan tahun 2011. Tahun lalu, jumlah wisatawan yang datang mencapai 42 ribu wisatawan. “Tahun ini kita targetkan meningkat 20 persen, artinya sekitar 50 ribu wisatawan. Kita optimis, target ini tercapai,” ungkapnya. Menurutnya target itu, bukanlah hal yang mustahil dicapai. Sebab banyak event internasional, yang diselenggarakan di Sumsel selama 2012 misalnya Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), triboatton, dayung

dan arung jeram serta dragon boat. Berbagai kegiatan itu pesertanya jelas Toni, banyak yang berasal dari luar negeri. “Namun ini, harus didukung dengan sarana dan prasarana wisata yang baik. Karenanya dukungan dari kabupaten dan kota termasuk pihak swasta sangat dibutuhkan, untuk membangun sarana dan prasarana wisata tersebut,” imbuhnya.

Investasi Berjalan Lamban Sementara itu Kepala Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Sumsel, Permana mengatakan, laju investasi di Sumsel pada 2012 berjalan lamban. Hal ini lantaran tidak adanya push factor (faktor pendorong), yang mampu memacu laju investasi di Sumsel. Menurutnya, keadaan 2012 berbeda dengan tahun sebelumnya. Di 2011 jelasnya, Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games XXVI. Event itu, mampu memacu peningkatan investasi dan meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan di Sumsel. “Tahun ini, kita hanya memiliki kegiatan internasional yang bersifat seremonial. Jadi perlu usaha keras, untuk memacu perekonomian dan meningkatkan kedatangan wisatawan di Sumsel,” pungkasnya. (TIA)

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra sudah terangterangan menyatakan akan maju dan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Sumatera Selatan (Sumsel) saat pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel, 2013 mendatang. Saat ini, selain mulai rajin melakukan road show ke sejumlah kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya, Eddy ternyata mulai mencari orang yang akan mendampinginya di Pilgub Sumsel mendatang. “PDI Perjuangan memiliki cukup kursi, untuk mencalonkan langsung calonnya di Pilgub. Namun tidak berarti kita menutup diri, berkomunikasi dengan partai politik (parpol) lain,” jelas Eddy ketika dibincangi kemarin. Ia menyebut, saat ini terus melakukan komunikasi dengan banyak parpol dan kekuatan lainnya untuk diajak berkoalisi. Menurutnya, semakin banyak kekuatan yang bergabung dalam koalisi yang dibentuk PDI Perjuangan untuk pilgub mendatang maka akan semakin baik. Soal wakil yang bakal mendam pinginnya, Eddy masih terkesan menutupinya. Namun ia menjelaskan, sudah melakukan pendekatan dengan beberapa orang untuk diajak bergandengan. “Saya sudah punya kriteria, siapa yang akan digandeng sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Yang pasti, orang itu adalah orang yang visioner dan organisatoris. Ia juga nantinya, memiliki kekuatan sehingga bisa memberikan suara bukannya malah mengerus suara yang ada,” kata Eddy. Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel ini mengatakan, partainya memiliki sejumlah lumbung suara yang menjadi basis massa partai berlambang banteng gemuk

dalam lingkaran itu. Diantaranya basis massa PDI Perjuangan itu sebut Eddy, ada di Palembang, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), Mu si Banyuasin (Muba), Musi Rawas (mura) dan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumsel yang dimenangkan partai berwarna merah ini pada Pemiu 2009 lalu. “Selain mempersiapkan kekuatan di basis kami, saya juga berusaha meminta dukungan dari daerah lain. Insya Allah, kita akan kembali memberikan yang terbaik khususnya untuk membangun infrastrukur di seluruh kabupaten dan kota. Sebab penting bagi saya, untuk membangun semua pelosok Sumsel dengan pembanggunan infrastrukturnya,” tegasnya. Ia juga mengaku, tidak akan berjanji muluk-muluk kepada ma syarakat Sumsel. Namun membuktikan dan menjalankan amanah dalam membangun Sumsel lebih maju lagi, dengan cara belajar serta menerima masukan dari masyarakat. “Misalnya, kedepan OKU harus punya jalan tol dan infrastruktur yang bagus. Sumsel juga harus punya pelabuhan samudra dan double track. Sampai saat ini itu belum terealisasi, itu yang perlu kita perjuangkan bersama,” tukasnya. Sebagai informasi, selain Eddy Santana sudah ada beberapa nama baik yang sudah terangterangan atau masih malu-malu bakal meramaikan bursa bakal Cagub Sumsel yakni Gubernur Sumsel saat ini yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumsel H Alex Noerdin, Bupati OKI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel H Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf dan Bupati OKU Timur yang juga Ketua Ormas Nasional Demokrat (Nasdem), H Herman Deru. (DIC)

Anggarkan Dana Rp5 M untuk Pembebasan Lahan

Dua Kolam Retensi Bakal Dibangun PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan membangun kembali dua kolam retensi baru. Rencananya kolam retensi itu, akan dibangun di kawasan

Tan jung Api-Api (TAA) dan Kemang Manis. Untuk membebaskan lahan di dua kawasan itu, pemkot akan menganggarkan dana Rp5 miliar di anggaran pen-

Layanan Iklan Hotel & Restoran di Harian Vokal Sumsel Menjadi referensi bagi anda untuk memilih tempat menginap yang nyaman dan berwisata Kuliner yang nikmat.

VS

upaya-upaya advokasi untuk mempertahankan hak mereka," ujarnya Komisi I sambungnya, sudah memberikan rekomendasi penyelesaian konflik lahan di Sumsel sejak lama dengan memberikan dukungan moral kepada masyarakat. Namun kata Yuswar, penyelesaian konflik lahan ini, sebenarnya adalah kewenangan DPRD kabupaten dan kota dimana konflik itu terjadi. "Persoalan tanah itu sebenarnya ujung tombaknya ada di kabu paten dan kota termasuk DPRD nya, sebab merekalah yang mengeluarkan izin. Harusnya bupati, sebagai pejabat yang memberikan izin, harus menjadi orang terdepan dalam penyelesaian konflik lahan,” sesalnya.

S T O P.. .

nya disini tempat Bagi anda yang membutuhkan INFO/IKLAN/PROMOSI tentang Hotel-Resto-Cafe-Wisata-dll hubungi : marketing iklan Harian VOKAL Sumsel

0711 777 7272

RUMAH MAKAN

dapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP) 2012. Di kawasan TAA menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) dan Pengelola-

Hotel

&Restoran

SINAR MINANG Harga terjangkau, Rasa Mantap

Antar GRATIS.....!! Alamat : Perumnas Talang Kelapa Blok II No.203A Palembang

Telp : (0711)

772 8479 300 7017

an Sumber Daya Air (PSDA) Kota Palembang, Dharma Budy, akan dibebaskan lahan seluas lima hektar sedangkan di Kemang Manis, seluas 500 meter persegi. “Di dua kawasan itu, kita bangun kolam retensi agar tidak terjadi genangan air lagi,” jelas Dharma ketika dibincangi, kemarin. Ia menyebut, iventarisasi dan sosialisasi kepada warga pemilik lahan sudah dilakukan. Saat ini Dinas PU BM dan PSDA hanya tinggal menunggu realisasi anggarannya saja. Jika anggarannya sudah, pembebasan lahan akan dilakukan. Ia menargetkan pembebasan lahan itu bisa diselesaikan tahun ini juga. Sedangkan dana untuk pembangunannya jelas Dharma, berasal dari bantuan pemerintah pusat dan sudah dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Jika dua kolam retensi itu berhasil dibangun, artinya kolam retensi di Palembang akan berjumlah 15 kolam. “Saat ini, kita sudah memiliki 13 kolam retensi untuk menampung debit air dan mencegah banjir,” imbuhnya. Selain menambah kolam retensi ia menyebut, Dinas PU BM dan PSDA juga melakukan

normalisasi kolam retensi yang sudah ada dengan cara melakukan pengerukan seperti yang dilakukan di Kolam Retensi Siti Khadijah. “Pengerukannya, memakan waktu tiga bulan. Sekarang kedalamannya sudah ideal yakni sekitar empat meter,” ungkapnya. Dalam waktu dekat, pengerukan juga akan dilakukan di Kolam Retensi Talang Kelapa. Namun pengerukan itu terkendala alat berat dan ponton (kapal). Di Talang Kelapa, kolam retensi seluas dua hektar tersebut mengalami sedimentasi akibat endapan lumpur. Saat ini kedalamannya tinggal dua meter, padahal idealnya mencapai empat meter. Sementara untuk sistem drainase lanjut Darma, di Palembang baru ada 19 sistem drainase yang tersebar di Gandus, Lambidaro, Sekanak, Sungai Buah, Sungai Batang, Nyiur, Tanjung Aur, Jakabaring, Kertapati, Kedukan, Juaro, dan lainnya. ”Jumlah itu belum ideal ada sistem drainase lagi di Gandus, Sukarami serta dua kolam retensi di TAA, serta satu di Jakabaring serta titik-titik banjir lainnya,” tukasnya. (FEB)


4

O pini

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Tragedi Angga, Tragedi Kita Semua Di hari-hari mendatang, teman-temannya di Kelas 1 MTs Madrasah Jamiah Islamiyah, Desa Tanjungpinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), tak bisa lagi bermain, bersukaria dengan Angga Prima (13). Bocah periang ini tewas diberondong peluru oleh pasukan Brimob Polda Sumsel, yang secara membabi-buta, menyerbu kampung Desa Limbangjaya, hanya sekedar untuk mencari atau menangkap pencuri 127 ton pupuk di Rayon Tiga PTPN VII Unit Cinta Manis. Jelas Angga sama sekali tak tahu menahu gerangan apa yang terjadi di kampungnya, yang dia tahu hanya bermain dan terheran-heran melihat betapa gegap gempitanya pasukan Brimob tersebut menyerbu desanya yang damai dan tenteram tersebut. Semoga Angga tenang di alam barzah. Tewasnya Angga dan 5 warga luka tembak cukup menyentakan jiwa, ditengah umat muslim menunaikan ibadah puasa, yang notebene-nya semua orang harus menahan nafsu amarah dan emosi lainnya. Apapun istilah yang dipakai pejabat polisi, jelas tragedy Angga, Jumat (27/7) lalu, merupakan peristiwa penyerbuan brutal aparat Brimob ke rumah penduduk di Desa Limbangan Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Betapa tidak, segerombolan pasukan bersenjata lengkap dengan konvoi 16 kenderaan, bukanlah sesuatu pemandangan yang normal untuk penyisiran sebuah Desa Limbangjaya, yang asal muasalnya laporan perusahaan perkebunan tebu Cinta Manis PTPN VII yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon Tiga pada 17 Juli 2012. Ini tak logis, sangat irasional. Banyak pertanyaan yang tak masuk diakal atas peristiwa tersebut. Kita berpendapat tak mungkin untuk sebuah penyisiran kasus pencurian pupuk, sampai sebegitu massifnya pengerahan pasukan, yang sangat mengerikan penduduk Limbangjaya. Desa ini cukup tenang, tak pernah ada terdengar aada teroris misalnya, atapun ada gembong mafia kejahatan besar. Bukankah untuk mencari pencuri pupuk, cukup dikerahkan tim reserse saja, yang selama ini cukup professional menanganinya. Banyak kasus pencurian besar diungkap polisi hanya dengan mengirim tim kecil reserse. Ada apa? Dengan peristiwa atau tragedi Angga tersebut, bukankah tidak seimbang dengan pengerahan kekuatan penuh pasukan Brimob. Jadi jelas polisi sudah tidak rasional dan professional lagi dalam menangani kamtibmas. Polisi sudah terjebak dengan pepatah : untuk menangkap tikus, harus membakar lumbung padi”. Ini sama sekali tidak bisa diterima akal sehat, apapun alasannya. Oleh sebab itu, kami berpendapat tragedi Angga ini haruslah menjadi yang terakhir, tak boleh lagi terjadi lagi di masa mendatang. Polisi memang harus berada di belakang warga masyarakat yang butuh perlindungan, bukan justru melindungi perusahaan. Sebab kalau perusahaan sampai merugi akibat ulah warga, tentu perusahaan itu bisa mengembalikannya dengan meningkatkan profitnya. Tapi kalau masyarakat yang kehilangan nyawa, siapa yang bisa mengembalikannya? Makanya tragedi Angga adalah tragedi kita semua, termasuk jajaran Brimob. (*)

Pasukan Brimob membabi-buta —Kenapa bisa begitu? Stok sembako dijamin aman —Harganya gimana? Kata Marzuki Alie, legislatif korupsi karena diajak eksekutif — Rakyat hanya tahu, semuanya korupsi

PARTISIPASI OPINI

CEO : Hj Bety Marlina Pemimpin Umum/Penanggung Jawab : H Yusrizal Koto Wakil Pemimpin Umum : H Dheri Kurnia Pemimpin Redaksi : Yurnaldi Pemimpin Perusahaan : Asriel Chaniago

Saya, Jimmy Carter = Kedelai

H

eboh kelangkaan dan mahalnya kedele saat ini, sampai-sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan respon, karena ancaman produsen ta-hu dan tempe, saya diingatkan pada dua hal. Pertama pada penelitian saya tentang kedelai dan kedua pada seorang petani kedelai yang jadi presiden di Amerika Serikat, Jimmy Carter. Untuk yang pertama, dalam penelitian saya dengan tajuk “Pengaruh Pupuk OST (Organic Soil Treathment) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Tanah Podsolik Merah Kuning”, saya menemukan hasil yang menakjubkan. Bahkan menurut pembimbing saya, Abdullah Halim PKS, hasil yang dicapai dalam penelitian ini sangat menakjubkan, kerena tanah ditempat saya melakukan penelitian merupakan tanah yang sangat miskin hara dengan ketinggian 11 me-ter di atas permukaan laut (mdpl). Ketika itu, dalam penelitian saya menanam kedelai jenis varietas Willys dengan spesifikasi utamanya antara lain: tinggi tanaman 50 cm sampai 60 cm dan produksi ratarata 1,5 ton/Hektar. Spesifikasi yang tercantum dalam label benih sangat berbeda terutama untuk produksi dengan yang saya hasilkan dari penelitian, karena saya dapat ketinggian batang dari varietas Willys yang saya tanam mencapai 1,9 meter, sedangkan hasil yang saya peroleh rata-rata 3 ton per hektar. Bagaimana tak menakjubkan, hasilnya meningkat 100 persen dari produksi rata-rata 1,5 ton per hektar. Memang semua itu didapat dengan tingkat perhatian serta intensifikasi yang cukup. Kira-kira perhatian yang dilakukan mencapai setengah dari kegiatan sehari-hari saya sebagai remaja yang sibuk

dengan kegiatan keremajaannya. Perlu diketahui pupuk OST adalah pupuk hayati yang sangat bersahabat dengan alam, sepintas hanya seperti tanah berdebu bahkan bila termakan saja tidak akan meracuni tubuh, namun untuk ketersediaan bakteri dari OST sangatlah tinggi dan cepat berkembang bila diaplikasikan pada tanah. Bakteri yang terkandung dapat langsung menyerap oksigen dari udara serta Urea (N) yang siap dikonsumsi oleh tanaman terutama kacang-kacangan. Dan pupuk ini pada saat itu juga diimport dari Amerika Serikat. Seperti import kedelai saat ini. Sebagai mahasiswa pada saat itu, saya hanya meneliti untuk skripsi. Kalau sejak dulu hasil penelitian itu saya kem-bangkan, dan petani lain saya ajak bertanam kedelai dengan perlakuan yang saya lakukan, saya yakin tak bakal ada kelangkaan kedelai di Indonesia. Dalam penelitian tersebut saya menghabiskan waktu hi-ngga hampir empat bulan. Selesai kuliah saya mendirikan sebuah yayasan sosial yang sempat berkiprah di Sumatera Selatan. Untuk bagian kedua, yaitu tentang seorang petani kedelai yang jadi Presiden Amerika Serikat yaitu James Earl Carter, Jr. atau dikenal Jimmy Carter adalah Pre-siden Amerika Se-rikat ke-39. Lahir 1 Oktober 1924, di kota pertanian kecil Plains, Georgia, Jimmy Carter dibesarkan di masyarakat pedesaan kecil dekat Archery. Ayahnya, James Earl Carter, Sr, adalah seorang petani kedelai dan pengusaha; ibunya, Lillian Gordy Carter, seorang pe-rawat. Petani Kedelai jadi Presiden Waktu remaja Jimmy Carter sekolah di sekolah umum Georgia, kemudian masuk ke Southwestern College dan Institut Teknologi Georgia, dan menerima gelar

sarjana dari Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1946. Pada tahun 1946 Jimmy Carter menikah dengan Rosalynn yang juga berasal dari Georgia dan mempunyai empat anak, tiga lakiIaki dan satu perempuan. Ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2002.

Minimal untung Rp7,7 juta/ha Hubungan keduanya hanyalah kedelai yang sekarang menjadi persoalan di Negara agraris bernama Indonesia, namun ada perbedaan yang signifikan yaitu hasil penelitian yang saya lakukan tidak saya kembangkan disebabkan

Salah satu kejadian kontroversial semasa ia menjabat presiden adalah penyanderaan warga Amerika selama kurang lebih 450 hari di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran, Iran dan berakhirnya perselisihan antara Mesir dan Israel. . Dia memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia. Di sisi domestik, prestasi pemerintahan sudah termasuk program energi komprehensif yang dilakukan oleh Departemen Energi; deregulasi dalam energi, transportasi, komunikasi, dan keuangan; program pendidikan utama di ba-wah Departemen Pendidikan; dan undang-undang perlindungan utama lingkungan, termasuk Undang-Undang Konservasi Nasional. Jimmy Carter meninggalkan kursi kepresidenan pada 20 Januari 1981 setelah kalah dari Ronald Reagan. Ia kemudian kembali ke Georgia. Ia menjadi tokoh penting dalam Habitat for Humanity. Ia kemudian mendirikan lembaga Carter Center.

saya tidak berkecimpung di bidang pertanian lagi setelahnya. Sementara Jimmy Carter tetap bertani dengan skala besar bersama keluarganya kemudian menjadi senator hingga jadi presiden. Dari semua itu bahwa kalau memang dilakukan bercocok tanam kedelai yang hanya memakan waktu sekitar empat bulan dengan pertanian yang intensif dengan musim tanam sekitar bulan Maret, maka mungkin pada bulan-bulan sedang banjir banjirnya kedelai hasil panen. Para pembuat tempe tak perlu gusar dengan ketersediaan kedelai karena bila dilakukan pertanian tersebut Indonesia yang tanah yang miskin harapun kedelai dapat mengasilkan baik apalagi di-perlakukan dengan pertanian yang baik dan intensif. Swasembada kedelai tercapai kalau ada dukungan lembaga seperti Bulog untuk mengatur distribusi serta harga yang layak di negeri pemakan tahu tempe ini. Persediaan pupuk organik se-

karang semakin banyak , beragam dan semakin murah, benih pun kalau dikoordinir pemerintah pasti akan tersedia. Hal positif dalam pertanaman kedelai bila dilakukan usaha tanaman lain pada lahan bekas kedelai pasti akan subur, karena tanaman kedelai mempunyai bintil akar yang menjadi tempat hidup mikrobia berupa Rhizobium penghasil pupuk alami terutama kemampuannya mengikat N dari udara. Sehingga setelah tanaman kedelai selesai bintil akar yang tinggal di tanah secara langsung akan bekerja untuk tenaman beri-kutnya. Bila dihitung seandainya dalam satu hektar menghasilkan 2 dua ton saja, maka dengan harga sebelum kenaikan seperti sekarang (Rp.8.000) tapi Rp5.000 saja petani akan menghasilkan uang kotor Rp10 juta dan bila dikurang modal yang sekitar Rp2,5 juta, maka keuntungan uang sekitar Rp7,5 juta plus tanah yang subur untuk pertanian berikutnya dengan tidak banyak racun karena memakai pupuk organik. Sikap dan perilaku dalam menentukan kebijakan haruslah lebih bijaksana, dan tiap kebijakan tentu memiliki konsekuensi apalagi kebijakan yang dikeluarkan oleh seorang Kepala Negara, di mana para pembantu Kepala Negara yang seharusnya memberikan masukan yang brilian demi kemajuan negeri ini. Bayangkan negri ini tanpa tahu tempe yang merupakan protein pokok ma-syarakat. Saat ini ditunggu kebijakan yang betul-betul memberikan rasa nyaman bagi setiap warga Negara, tidak saja kebijakan mengenai kedelai yang termasuk protein pokok tapi juga mengenai hal lain. Bagaimana mau maju kalau sumber protein utama yang murah saja tak tersedia.**

Kasus Kedelai, Potret Gagal Pangan K

alimat “Gemah Ripah Loh Jinawi” seringkali digunakan dalam menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. Kekayaan yang diharapkan akan membawa kemakmuran, ketentraman, kesejahteraan dan kedamaian bagi masyarakat seutuhnya. Melimpahnya potensi sumberdaya alam (mega biodiversity, termasuk plasma nutfah) tergambar ketika Indonesia diposisikan sebagai negara dengan bio-diversity darat terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Melimpahnya kekayaan alam Indonesia tidak lain karena ditunjang dengan kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi, limpahan sinar matahari yang besar dan meratanya intensitas curah hujan sepanjang tahun di sebagian wilayah, serta keanekaragaman jenis tanah yang memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman dan ternak asli daerah tropis maupun komoditas introduksi dari daerah subtopis secara merata sepanjang tahun di Indonesia (Kementan, 2009). Keanekaragaman ini menjadikan sektor pertanian men-jadi sektor yang paling potensial di Indonesia. Lahan yang luas pun semakin mendukung dimana dengan luas lahan Indonesia sebesar 192 juta ha, 101 juta ha berpotensi sebagai areal pertanian yang meliputi lahan basah seluas 25,6 juta ha, lahan kering tanaman semusim 25,3 juta ha dan lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta ha. Namun yang telah dimanfaatkan hanya sebesar 47 juta ha (Kementan, 2006). Potensi ini menjadikan sektor pertanian menjadi sektor yang memiliki peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Bahkan kontribusinya luar biasa besar terhadap pembangunan. Pertanian merupakan produsen bahan pangan dan serat, produsen bahan baku industri, berperan dalam mengatasi kemiskinan dan permasalahan lingkungan. Namun yang paling penting, sektor ini merupakan menyumbang kontribusi penerimaan bagi Indonesia dan menyumbang pengurangan tenaga kerja di Indonesia. Saat ini sektor pertanian berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar 14,7 persen dari PDB dengan 39,33

persen penduduk bekerja di sektor pertanian dari total pekerja di Indonesia (BPS, 2012). Namun, segala kekayaan bumi dan gambaran Indonesia sebagai negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi” seolah terhapus dan hanya menjadi sebuah catatan sejarah semata. Potensi alam yang ada tidak dimanfaatkan dan diopti-

Karenanya, dibutuhkan sosok Pemerintah yang faham betul bagaimana mengelola berbagai potensi alam Indonesia sehingga kasus kelangkaan pangan tidak pernah terjadi lagi. Ketidakmampuan Pemerintah dalam menjamin kedaulatan dan swasembada pangan setidaknya terjadi karena tiga hal. Pertama,

malkan hingga mencapai titik dimana sektor pertanian tidak lagi menjadi bagian dari identitas Indonesia. Kelangkaan pun terjadi akibat tidak dibenahinya pertanian dengan baik. Akhirnya, Indonesia harus mengimpor hasil pertanian dan bahan makanan dari negara lain yang potensi kekayaan alamnya tidak sebesar Indonesia. Realita yang sangat berbeda dengan masa lampau, dimana saat ini Indonesia merupakan negara kaya yang harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola potensi pertanian Indonesia menjadikannya semakin menjauh dari kondisi kejayaan masa lampau. Kasus kedelai, salah satu produk pertanian yang hasil olahannya digunakan dalam berbagai bahan pangan di Indonesia, merupakan salah satu contoh gagalnya pemerintah dalam mengelola potensi pertanian Indonesia. Permintaan yang tinggi terhadap kedelai tidak diantisipasi dengan ketersediaan yang memadai. Luas lahan kedelai saat ini hanya sebesar 622,254.00 Ha, dengan produktivitas sebesar 13.68 Ku/Ha, dan produksi sebesar 851,286.00 Ton. Akibatnya terjadi kelangkaan kedelai yang menyebabkan harga kedelai membumbung tinggi. Dampaknya adalah bahan pangan yang terbuat dari kedelai semakin jarang terlihat di pasaran. Padahal kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang paling merakyat di Indonesia.

Pemerintah tidak mampu memahami kebutuhan rakyat, khususnya para petani Indonesia. Meskipun hidup di negara agraris, nasib petani Indonesia dapat dikatakan lebih buruk dibandingkan negara non agraris. Jerat-jerat kemiskinan membayangi hidup para petani Indonesia bahkan sebagian besar Petani Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Ironis, karena kerja keras para petani untuk memastikan ketahanan pangan negara tidak terbayarkan akibat banyak kebijakan Pemerintah yang tidak pro kepada mereka. Lihat saja bagaimana Undang-Undang pokok Agraria (UUPA) sedikit demi sedikit menggeser kehidupan para petani. UU ini menjadikan para petani kecil harus berlomba dengan pengusahapengusaha besar untuk memperebutkan lahan pertanian, yang seharusnya menjadi milik mereka. Belum lagi persaingan diantara para petani. Petani pun juga harus berusaha untuk mempertahankan lahan pertaniannya dari para pengusaha besar properti yang akan membuat bangunan dan gedung-gedung mewah di atas lahan pertaniannya. Persaingan lahan ini jelas merugikan para petani sebagai rakyat kecil yang selalu menjadi bulanbulanan hukum dan kebijakan Pemerintah. Tidak hanya permasalahan lahan, para petani juga harus dihadapkan pada permasalahan naiknya harga pupuk

bersubsidi yang mencapai 40% pada tahun 2012 ini. Harga BBM yang dirasakan masih mahal oleh para petani di satu sisi mempengaruhi pengoperasian alat-alat pertanian mereka. Production cost yang tinggi tidak diimbangi dengan harga jual tertinggi yang meningkat. Permasalahan lain yang dialami oleh para petani adalah rendahnya pengetahuan dan skill bertani. Terlihat dari penggunaan cara-cara tradisional sehingga hasil tani yang didapatkan relatif sedikit dan tidak unggul. Kondisi ini menjadikan petani kecil kalah bersaing dengan para petani besar yang menggunakan alat-alat canggih dan metode pertanian dengan teknologi tinggi. Ketidakberpihakan Pemerintah terhadap petani sebagai agen ketahanan dengan dikeluarkannya kebijakan-kebijakan yang belum pro petani kecil, serta ketidakmampuan Pemerintah untuk membaca apa yang dibutuhkan para petani kecil menjadi salah satu penyebab dasar tidak berkembangnya pertanian Indonesia. Kedua, ketiadaan blueprint tata kelola pertanian menuju kedaulatan pangan yang mengakibatnya hilangnya orientasi akibat ketidakseragaman visi dalam menciptakan kedaulatan pangan. Rencana Strategis yang ada saat ini hanya sebatas pada target produksi pertanian. Tidak ada target yang menyebutkan usaha-usaha Indonesia untuk menciptakan kedaulatan pangan sehingga sebagai sebuah negara agraris, Indonesia tidak lagi harus bergantung pada impor beberapa komoditas pertanian. Permasalahan bukan hanya berada pada level konseptual, implementasi kebijakan-kebijakan pertanian juga bermasalah karena kondisi birokrasi, baik birokrasi Pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah, yang masih diliputi berbagai penyakit. Oleh karenanya, permasalahan buruknya birokrasi ini menjadi alasan ketiga yang menyebabkan ketidakmampuan Pemerintah menata ketahanan pangan apalagi menciptakan kedaulatan pangan. Selain ketiga permasalahan di atas, terdapat salah satu permasalahan kunci yang menyebabkan ancaman namun tidak terbatas pada kedaulatan pangan, namun

juga kedaulatan energi dan air. Seperti yang diketahui bersama, energi, pangan, dan air, adalah tiga hal yang keberadaannya akan mendukung proses pembangunan. Kelangkaan pangan, energi, dan air, akan menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan. Hal yang mengancam ketiganya adalah berbagai kebijakan Pemerintah, khususnya yang terkait dengan ketiga hal ini, masih sangat sektoral, terfragmentasi, dan belum menyentuh aspek-aspek khusus pada ketiganya. Sebagai contoh adalah kebijakan Pemerintah tentang penggunaan lahan yang salah satunya diakomodasi oleh UU Pokok Agraria. Kehadiran pihak komersial dan industri dalam UU tersebut semakin meningkatkan persaingan pengambil alihan lahan tidak hanya untuk memproduksi energi, pangan, dan air, namun juga sebagai lahan pembangunan bangunan dan gedung-gedung mewah. Egoisme sektoral memang menjadi hal yang menyebabkan permasalahan ini. Oleh karenanya, Pemerintah seharusnya menciptakan kebijakan yang terintegrasi dan komprehensif, khususnya bagi sektor pangan, energi,dan air sebagai faktor input pembangunan. Indonesia wajib untuk belajar kepada Brazil, sebuah negara yang mampu membangun sektor pertaniannya. Dalam kurun waktu 30 tahun, Brazil mampu mengubah negaranya yang awalnya merupakan negara importer hasil tani menjadi salah satu negara exportir komoditas pertanian terbesar. Hasil taninya seperti kedelai dan jagung telah dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Bahkan pada per-iode 1996-2006, hasil pertanian Brazil meningkat 365%. Pencapaianpencapaian yang dilakukan Brazil ini tidak lepas dari peran Pemerintahnya yang secara konsisten menciptakan kebijakan pertanian yang pro Petani. Lahan-lahan tandus disulap menjadi lahan penghasil komoditas pertanian. Brazil telah memiliki grand design pertanian bagi negaranya. Sehingga masing-masing daerah memiliki komoditas unggulan yang daya saingnya dapat menandingi negara-negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat dan sebagainya. (okezone.com)

Kirimkan ke email : redaksi@vokalsumsel.com atau vokalsumsel@yahoo.com (Maksimal 6.000 karakter tanpa spasi. Sertakan nama, alamat lengkap, nomor telpon dan foto kopi KTP)

Dewan Redaksi: Hj Bety Marlina, H Yusrizal Koto, H. Dheri Kurnia, H Zainal Abidin, Redaktur Pelaksana: H Aspani Yasland, Koordinator Liputan: FJ Adjong. Manajer Produksi : Marjeni Rokcalva Redaktur : Kasparman Piliang. Asisten Redaktur: Rinaldi Syahril, Dicky Wahyudi. Sekretaris Redaksi: Yudia Martin. Reporter: Tiara Irta, Heny Fadilah, Hendra Marta, Donny Meilano, Fresky Agustian, Hafiz Alfangky, Jemmy Saputra, Ahmad Fuadi R, M Reza Bastari, Alam Trie Marsata, Sadam Maulana, Febri Hardiyani, Oscar Rizal. Wartawan Foto: Refi Febrianto, Arga Heryan. Wartawan Jakarta: Syafruddin Al. Wartawan Daerah/Biro: Muba & Banyuasin : Ismail (Kepala, 0821 7765 3857), Beni, Pardiansyah, Suntoro (Banyuasin), Indra Jaya, Iwan Hendrawan (Muba) Ogan Komering Ilir : Raden Ahmad R (Kepala, 9744 4814) Hendri Yusuf, Ogan Ilir : Sutiyoso (Kepala) (0819 3067 5114) Yasandi, Izalisati, Prabumulih, Muaraenim, Lahat : Subran (Kepala, 0852 7366 4417),Syapudin (Lahat), Bambang MD (Lahat, Muaraenim), Hermansyah Syamsu/Aben (Muaraenim), Aswin Ariyanto (Prabumulih) OKU, OKUT, OKUS : Muslimin (Kepala, 08136715 2098), Pagaralam : Alex Musni (Kepala, 0812 7818 740) Antoni Stefen. Empat Lawang : Syamsu Indra Usman HS (Kepala, 085379029701 / 081539348182) Magareta. A.Md, Alva Agusti Sriosa, Yayasan, Marlan. Musi Rawas, Lubuklinggau : Andep Mustapa (Kepala, 082181272200) Syafrial Lubis. Teknologi Informasi: Sudarmawan. Layout: Pepen Prengky (Koodinator), Budiman, Kutandi Erik Wibowo (Anggota), Disain Grafis: Ed Tazman, Jery Marbun Iklan: Fetry Septian (Manajer), Sri Suparti (Koordinator). Sirkulasi: Zul Iman (Manajer), Tatang Juana (Koordinator), Keuangan: S Yoso (Manajaer). Administrasi/Resepsionis : Fitri Suci Metaria. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp.10.000/baris (max 8baris) Dispay : Rp.80.000/mm halaman 1 (FC) Rp.40.000/mm halaman dalam (FC) Rp.25.000/mm halaman dalam (BW) Iklan Sosial : Duka Cita : Rp.8.000/mm (FC) Rp.4.000/mm (BW) Ucapan Selamat : Rp.10.000/mm (FC) Rp.5.000/mm (BW)

WARTAWAN HARIAN VOKAL SUMSEL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIBEKALI KARTU PERS DAN TIDAK BOLEH MENERIMA DAN MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.

Managed by

Alamat Redaksi: Jalan Residen Abdul Rozal No 192, Kalidoni 30119, Palembang, Sumatera Selatan, Telepon: (0711) 777 7272. E-mail: redaksi@vokalsumsel.com/ vokalsumsel@yahoo.com. Perwakilan Jakarta: Gedung IJW, Jalan Proklamasi No 91, Jakarta Pusat, Telp/Fax: 021 31931117. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Durian No 16F, Pekanbaru. Perwakilan Dumai: Jalan Cempedak No 88 Dumai, Telp 0765 439013. Diterbitkan oleh: PT. Vokal Inti Pratama, Palembang, Percetakan : PT. Rambang, Palembang


Crime Story LINTAS KRIMINAL

Polres Pagaralam Tangkap Pelaku Curanmor PAGARALAM (VOKAL SUMSEL) -- Apes dialami Tedy (20) warga Desa Tanjung Tawang, Kecamatan Muarapayang, Kabupaten Empat Lawang, saat sedang transaksi bersama sepeda motor hasil curiannya di Desa Babatan, ditangkap Satuan Reskrim Polres Pagaralam. “Kita berhasil mengamankan tersangka Tedy, plaku pencurian kendaraan bermotor, dan curat. Sekaligus mendapatkan sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan berupa kunci, senjata tajam jenis golok dan sepada motor Yamaha Vega R serta satu karung onderdil sepeda motor,” ungkap Kasat Reskrim AKP Indarmawan didampingi Kanit Pidum Iptu Petra Albert, Minggu (29/7). Menurut dia, tersangka memang sudah masuk dalam daftar target operasi (TO) Polres Pagaralam, karena sudah beberapa kali melakukan aksinya selalu saja lolos. Namun kali ini, setelah dilakukan pengejaran dan mendapatkan informasi tepat tentang keberadaanya dan lansung dilakukan penangkapan. (TON)

Selinting Ganja Buat Ujang 9 Bulan Dipenjara PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Lantaran tertangkap menyimpan 1 (satu) linting daun ganja, Fauzi alias Ujang (33) warga Jalan Sukakarya No.1615 RT026 RW009 Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami Palembang, diganjar 9 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Palembang, pekan lalu. Terdakwa yang bekerja sebagai juru parkir ini, dijerat Pasal 131 UU RI No35 Tahun 2009. Majelis hakim yang diketuai Posma P Nainggolan SH, menyatakan, terdakwa Fauzi alias Ujang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I jenis tanaman sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Pasal 131 UU RI No35 tahun 2009 tentang narkotika. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa tersebut, lebih ringan 3 bulan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Setiawan SH, dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa hukuman pidana selama 1 (satu) tahun penjara. (ADI)

Maling Kambing, Dituntut 5 Bulan Penjara

PALEMBANG ( VOKAL SUMSEL ) - Akibat mencuri kambing, Yusbiantoro alias Robin (36) dan terdakwa Zulkipli alias Zul (21) keduanya adalah warga Jalan Kapten Robani Kadir Lorong Perupitan Desa Sungai Keduakan Kabupaten Banyuasin, dituntut 5 jaksa (lima) bulan penjara. Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Kristwan G Damanik, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Terri Kristanti SH, didalam tuntutannya berkesimpulan, terdakwa Yusbiantoro alias Robin dan terdakwa Zulkipli terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-1,4 KUHP. Kasus ini terjadi pada Rabu, 04 April 2012 sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di Jalan Tegal Binangun Talang Petai Plaju Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju Palembang. Berawal ketika kendaraan yang sedang dikendarai oleh terdakwa I Yusbiantoro dan terdakwa II Zulkipli dihentikan dan diparkir dipinggir jalan lalu muncullah 1 (satu) ekor kambing indukan warna coklat dan mendekati sepeda motor. Dan mereka berusaha mencuri serta berhasil. Ketika membawa kambing tersebut kearah Jalan besar, namun ketika melintas di Jalan Kapten Abdullah Gang Mulia, tiba-tiba keduanya dihentikan oleh anggota Polsek Sei Gerong. Dan kemudian bersama barang bukti mereka dibawa ke kantor polisi di Polsek Sei Gerong. (ADI)

Bagian 63

A

GAKNYA inilah obat penawar itu. Dia membuka bungkusan dan melihat obat bubuk berwarna kuning muda yang tidak akan kentara kalau dioleskan di kulit tubuhnya. Sin Liong bersila dan mengatur pernapasan, melakukan siulian (samadhi) lagi. Pendengarannya menjadi amat terang dan tajam sehingga dia dapat menangkap suara mendesis dan suara yang dikenalnya sebagai suara lebah yang datang dari jauh, makin lama makin mendekat itu. Tahulah dia bahwa apa yang diceritakan oleh Soan Cu memang tidak bohong. Sekali ini agaknya anak itu tidak membohong! Maka dia lalu membuka bungkusan, menggosok kulit tubuhnya yang tidak tertutup pakaian dengan obat itu. Mukanya sampai ke leher, tangan dan kakinya, digosoknya sampai rata. Kemudian sambil membawa bungkusan yang terisi sisa obat itu, dia menanti. Tak lama kemudian, suara itu menjadi makin dekat dan tiba-tiba saja munculah mereka! Diam-diam Sin Liong bergidik juga.

5

Tak Menyerah Meski Tubuh Tertembak MUARA ENIM (VOKAL SUMSEL)—Inilah kisah heroik seorang Ansori (45). Tauke karet, warga Desa Pajar Indah Kecamatan Gunung Megang Muara enim, tak bergeming dan tetap melawan empat kawanan perampok yang berusaha membunuh dan mengambil uang miliknya. Kejadiannya, Sabtu (28/7) sekitar pukul 09.00 WIB berlokasi di jalan Trans Kelompok 11 Desa Pajar Indah. Ia dihadang 4 orang kawanan perampok bersenjata api berhelm yang mengendarai 2 unit Sepeda motor. Akibatnya Ansori di hujani tembakan senjata api oleh kawanan perampok yang mengenai pinggang kanan, pinggang kiri dan punggung kiri . Tiga lobang peluru di tubuh dan membuat ia bergeming dan mampu mengadakan perlawanan. Hingga akhirnya nyawa Ansori dan hartanya masih bisa terselamatakan. Ceritanya, Ansori mau pulang selesai mengambil uang hasil penjualan kelapa sawitnya Rp 10 jutaan di Desa Gunung Me-

gang Dalam Kecamatan Gunung Megang, Sabtu (28/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Mengendarai sepeda motor Honda Supra, ia tak menyadari kalau dirinya dibuntuti oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor Yamaha RX King. Dan saat melintas di areal perkebunan sawit Desa Pajar Indah Trans Kelompok 11, persis di jalan berbatu, perampok memepet dan menghadangnya. Sambil menodongkan senjata api para pelaku memaksa korban agar mau menyerahkan uang dan sepeda motornya. Ia menolak. Perampok jadi marah dan beringas dan langsung menghujani korban dengan tembakan senjata api yang diduga senpi rakitan.

Tiga perampok menembak dan mengenai tubuh Ansori. Namun pada kondisi itu korban masih belum mau menyerah, dengan sisa tenaga yang ada korban masih mampu berdiri dan kembali menaiki sepeda motornya dan mengendarainya kecepatan tinggi menuju desanya. Dan terjadilah kejar-kejaran, hingga memasuki pemukiman penduduk. Merasa tidak ingin aksi mereka diketahui penduduk maka kawanan perampok akhirnya memutar arah membiarkan Ansori lolos. Ansori bisa tiba di rumah. Sutina, istrinya menjerit kaget melihat suaminya tersebut meringis kesakitan dengan badan berlumuran darah. Lalu, ia dilarikan ke Puskesmas Gunung Megang. Karena peralatan di Puskesmas Gunung Megang tak memadai, ia dirujuk ke rumah sakit umum dr HM Rabain Muara Enim. Dan nyawanya tertolong. Ia kini menjalani perawatan di di

Perkerja Pabrik Mie Bersimbah Darah

FOTO : OSCAR/ VOKAL SUMSEL

Korban Pekerja Pabrik Mie.

FOTO : HENY/ VOKAL SUMSEL

Senin, 30 Juli 2012

Kisah Heroik Tauke Karet Ansori

Rumah Hawalena Dibobol Maling

Rumah korban yang mengalami pencurian PALEMBANG (VOKAL SUMSEL)- Rumah milik HJ. Hawalena (60) Warga Komplek Yaktapena II, Blok II, No 30, RT 12/04, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II dibobol maling. Maling berhasil membawa kabur barang-barang berharga berupa emas dan uang tunai. Atas kejadian itu korban melaporkan ke Sentral Polresta Palembang kemarin, Minggu (29/7) HJ. Hawalena seorang Pegawai Negeri Sipil ini, menyebutkan, ia pulang kerja mengetahui peristiwa ini. Karena rumah memang kosong.Dan saat melihat pintu depan rumahnya telah dibobol, ia bergegas masuk. Dan ia dapati perhiasan kalung seberat 10 suku, liontin emas seberat 10 suku, gelang keroncong enam buah seberat 10 suku, cincin berkarat dua buah serta uang tunai sebesar Rp 8.400.000. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto membenarkan atas laporan korban dengan kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Ia berkalikali menghimbau, agar rumah kosong yang ditinggalkan harus diwaspadai dari aksi kejahatan. (DIL)

Harian Vokal Sumsel

PALEMBANG (VOKAL-SUMSEL) - Ahamad Nawawi (35) seorang buruh PT Mie Sedap, warga Jln Kertapati Lr Sunan Rt 23 Kel Kertapati kecamatan, Sebrang Ulu I, mengalami enam luka tusukkan di tubuhnya. Akibatnya Nawawi harus dirawat intensif di Ruang ruang RBK RSMH Palembang, Sabtu (28/7), kemarin. Korban mengalami luka tusuk sebanyak dua lubang dan di bagian punggung belakang sebanyak empat lubang. Dia ditusuk rekan sekerjanya berinisial Roni (38), saat pulang kerja di Jalan Tanjung siapi-api, tepatnya di daerah Gasing. Belum diketahui motif penusukan. Hanya sebelum terjadi penusukan, korban dan pelaku terlibat cek cok mulut. Menurut keterangan Nawawi, kejadian bermula, saat aku sedang duduk santai sambil berangin

karena capek setelah bekerja, Ia pun lama duduk sekitar 30 menit. Datanglah Roni mandornya yang menyuruh ia untuk bekerja kembali. Mungkin karena saat itu ia masih dalam keadaan capek, ia pun tak mendengarkan kataan mandornya." Memang aku idak langsung bangun dan bekerja, tapi aku sudah ngomong dan minta ingin istirahat sebentar, tapi malah roni ini langsung bentakbentak kami, dan nantang Nawawi Berkelahi," ujarnya saat ditemui di Emergency RSMH Palembang. Saat pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB, korban pun dihadang dan tiba-tiba korban pun langsung ditusuk mandornya sendiri. Untung saat di lokasi ada temennya yang melihat. Dalam kondisi bersimbah darah, Nawawi langsung diantar temannya ke RSMH Palembang. (CAR)

FOTO : ABEN/ VOKAL SUMSEL

Ansori, korban perampokan dengan 3 tembakan masih selamat.

ruang unit gawat darurat (UGD) rumah sakit. Dalam keadaan meringis, ia bersama istrinya kepada Vokal Sumsel, Sabtu (28/7), berharap kepada aparat Kepolisian

Pulang Tarawih Tohir Tewas Dibacok PALEMBANG (VOKAL-SUMSEL) -- Terawih malam ke10, Sabtu (28/7) merupakan yang terakhir bagi M Tohir (70). Warga Jalan Sukabangun Lorong Karya Sukarema itu, tewas dibacok oleh tetangganya Kamalduin (65) saat hendak pulang ke rumah dari shalat terawih. Korban tewas dalam perjalanan menujur rumah sakit, dengan lima luka tusukan di punggung dan tiga luka tusuk di muka. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu berawal ketika pulang dari shalat tarawih menuju rumahnya, ditengah perjalanan bertemu dengan Kamaludin tetangga depan rumahnya yang sehari-hari sebagai pemulung yang beberapa hari sebelum kejadian sempat ribut dengan korban, tapi telah didamaikan. Korban merasa tidak ada permasalahan lagi dengan pelaku, tapi tidak bagi pelaku yang masih menaruh dendam. Korban sempat melemparkan senyum ketika berpapasan dengan pelaku yang dijawabnya hambar. Tanpa sepengetahuan korban, ternyata setelah berpapasan itu pelaku membuntuti korban. Tiba ditempat sepi langsung membacok punggung korban dengan senjata tajam sejenis pisau sebanyak lima tusukan. Akibatnya korban langsung terjengkang ke tanah, tapi pelaku belum puas, kembali menghujamkan senjata tajam ke muka korban yang terkarapar bersimbah darah. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban, menuju kediamannya seolah tidak terjadi apa-apa. Dia tidak menyadari kalau ada warga yang melihat perbuatanya itu. Sementara

Jenazah Tohir di kamar mayat rumah sakit.

warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke rumah sakit. Korban menghembuskan nafar terakhir saat dalam perjalanan. Anggi (29) Anak Korban memprediksi, Kamal ada dendam lama dengan ayahnya. Karena sekitar tiga bulan lalu mereka pernah bergulat di rumahnya selisih faham. Namun berhasil dipisah dan didamaikan. "Saat itu Dia (pelaku, red) sempat mengancam bapak saya, mengatakan, suatu saat nanti saya akan mendatangimu awas," tutur Anggi. Dia tidak mengira Kamaludin berbuat sekejam itu, karena sebagai tetangga ayahnya sangat bersahabat dengan Kamal. Seringkali kerdus bekas, botol bekas diberikan saja gratis kepada Kamal yang memang berprofesi sebagai pemulung itu. "Saya tidak mengira di sekejam itu," katanya. Aksi kriminalitas Kamaludin sempat diketahui warga dan langsung melapor ke Petugas

BU KEK SIANSU Tentu dia akan melompat kalau saja dia tidak mempunyai obat penolak itu. Dari bawah pintu, puluhan ekor ular kecil dan kelabang besar, kalajengking yang besarnya sebesar ibu jari, merayap dengan cepat memasuki kamar, berlomba dengan lebah-lebah putih yang beterbangan masuk melalui jendela. Sin Liong cepat menyebarkan bubuk obat ke sekeliling di atas lantai, dan menaburkan sebagian ke atas, ke arah lebah-lebah yang berterbangan. Dia tersenyum kagum melihat akibatnya. Semua binatang berbisa itu, dari yang paling kecil sampai yang paling besar, tiba-tiba serentak membalik saling terjang dan saling timpa, lari cerai berai meninggalkan kamar. Lebah-lebah putih juga terbang dengan kacau, menabarak dinding dan banyak yang jatuh mati, yang sempat terbang keluar jendela saling tabrak seperti mabok, dan sebentar saja suara binatang-binatang itu sudah menjauh. Akan tetapi mendadak Sin Liong meloncat berdiri ketika medengar suara lain yang membuat jantungnya berdebar. Suara

Resor (polres) Muara Enim agar dapat menyelidiki dan secepat nya mengungkap para pelaku perampokan bersenjata api tersebut dan menghukumnya. (AB)

seorang wanita memaki-maki, “Iblis kalian semua! Manusia-manusia gila!

Kalau tidak dapat membasmi kalian, jangan sebut aku Han Swat Hong!” Sin Liong meloncat ke arah jendela, kedua tangannya bergerak dan terdengar suara keras ketika ruji-ruji jedela jebol semua. Dia meloncat dan keluar dari kamarnya, terus berlari keluar melalui lorong. Setibanya di luar, tampaklah olehnya Swat Hong berdiri tegak dengan kedua tangan bertolak pinggang, dua orang anggota Pulau Neraka roboh dan mengaduh-aduh di bawah sedangkan belasan orang lain mengurung gadis itu. Sin Liong menggeleng-geleng kepala. Sumoinya memang galak dan pemberani. Bukan main gagahnya. Dikurung oleh orangorang Pulau Neraka itu masih enak-enak saja, bahkan tidak mencabut pedang, padahal semua yang mengurungnya memegang senjata. Mundur kalian, jangan ganggu dia!!” Sin Liong sudah meloncat ke depan. “Kau yang mundur! Mengapa ikut-ikut keluar?” Swat Hong membentak dan memandang Sin Liong dengan mata mendelik. “Ehh? Sumoi...? Aku hanya ingin me-

FOTO : OSCAR/ VOKAL SUMSEL

kepolisian. "Dia kira perbuatanya tidak diketahui orang, sehingga langusn pulang ke rumah. Tak lama dari itu Polisi langusng datang meringkus," katanya. Pihak keluarga korban berharap pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatanya yang berencana menghilangkan nyawa orang lain. "Mau bagai mana lagi, semua sudah terjadi semoga Bapak tenang di alam sana. Semuanya kami serahkan ke petugas agar menghukum pelaku seberat-beratnya," katanya. Kapolsek Sukarame Kompol Trie Aprianto membenarkan adanya kasus dugaan pembunuhan itu. Petugas mendapat laporan warga dan langusng gerak cepat menuju TKP, kemudian meringkus pelaku saat berada di kediamanya. "Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan petugas," katanya. (CAR)

(Karya Kho Ping Ho) nolongmu.” “Siapa membutuhkan pertolonganmu? kembalilah ke kamar tahananmu itu dengan ... dengan...” Akan tetapi Swat Hong tak dapat melanjutkan kata-katanya karena kini orangorang Pulau Neraka telah mengeroyoknya. “Wuuuttt... siuuuuttt!” Tubuh Swat Hong sudah menyambar ke sana-sini, selain mengelak dari serbuan banyak senjata itu, juga untuk mengirim serangan serangan balasan dengan tangan dan kakinya yang bergerak cepat sekali. Bukan main hebatnya Swat Hong yang bergerak cepat dan yang didorong oleh perasaan marah itu. Dia memang marah, bukan marah kepada orang-orang Pulau Neraka, melainkan marah kepada... Sin Liong! Kiranya tanpa diketahui oleh Sin Liong sendiri, sudah sejak tadi Swat Hong tiba di tempat itu, menggunakan kepandaiannya menyelundup sehingga tidak diketahui para penjaga dan dia telah dapat mendengarkan percakapan antara suhengnya dan Soan Cu. (BERSAMBUNG)


6

E kobis

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Jenis Komoditas

Satuan

Harga

Beras type 1

1 Karung

365.000

Beras type 2

1 Karung

375.000

Beras Selancar 20 Kg

1 Karung

146.000

Beras Pera Super/IR 42

1 Karung

440.000

Gas Elpiji 3 Kg

Tabung

12.800

Gas Elpiji 12 Kg

Tabung

72.000

Gula pasir

1 Kg

Gula merah

1 Pak

104.000

Gula Merah Pak Tani

1 Dus

97.000

Minyak Curah

1 Kg

9.500

9.500

Terigu Segitiga

1 Karung

Terigu

1 kg

146.000

Sagu Gunung Agung

1 Karung

Telor

1 kg

13.000

Bawang Putih

1 Kg

6.500

8.000 136.000

Valuta Asing

Kurs Jual

Kurs Beli

USD (US Dollar)

9.275.00

9.335.00

SGD (Singapore Dollar)

7.320.00

7.410.00

HKD (Hongkong Dollar)

1203.35

1162.75

JPY (Japan Yen)

115.25

115.40

EUR (Eropa Euro)

11.785.00

11.895.00

DKK (Krona Denmark)

1672.15

1600.45

SEK (Krona Swedia)

1398.95

1341.45

CHF (Swiss Franc)

10292.80

9927.80

GBP (Inggris Poundsterling) 15140.40

14618.40

AUD (Australian Dollar)

9.200.00

9.290.00

NZD (New Zealand Dollar) 7621.45

7322.45

Info Hotel Novotel Palembang Jalan R Sukamto No 8A Tarif dari Rp382,736 Princess Hotel Komplek Ilir Barat Permai, Blok D2 N0. 608 Tarif dari Rp330,619 Zuri Express Jl Dr. M. Isa no. 988 Tarif dari Rp338,517 Best Skip Hotel Jl. Mayor Salim Batubara No. 224 Sekip Bendung Tarif Rp 183,677 The Aryaduta Hotel & Convention Center Palembang Jl. POM IX, Palembang Square Tarif Rp688,790 Grand Zuri Palembang Jl. Rajawali No. 8 Tarif Rp 580,932 Aston Palembang Hotel & Conference Centre Jl. Basuki Rahmat No. 189 Tarif Rp593,819 Hotel Belvena Mayor Ruslan Jl. Mayor Ruslan No. 2012 Tarif Rp297,857 The Jayakarta Daira Palembang JL. Jenderal Sudirman no. 153 Tarif Rp633,687 Sintesa Peninsula Hotel Palembang Jl. Residen Haji Abdul Rozak No. 168 Tarif Rp570,554

Ramadhan, Pengunjung Mall Naik 50 Persen PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Selama ramadhan, tingkat kunjungan di Palembang Indah Mall (PIM) mengalami kenaikan sebanyak 50 persen. Di mall ini banyak pengunjung yang menunggu waktu berbuka tiba dan bershoping ria. Pantauan Harian Vokal Sumsel, Minggu (29/7) beberapa mall di Kota Palembang seperti PIM dan Internasional Plaza (IP) terlihat ramai oleh pengunjung yang ratarata domin kalangan usia produktif. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu sore sambil berbelanja atau hanya sekadar ‘mencuci’ mata. “Ya, di sini kami bisa kumpulkumpul sambil main game,” cetus Andi (22), seorang pengunjung PIM. Selain remaja, pengunjung yang datang ke mall ini juga ada dari kalangan dewasa. Junaidi (34), misalnya. Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Banyuasin ini bahkan setiap hariapnya pergi ke mall untuk menemani si bungsunya. Menanggapi keramaian di PIM, Syaiful Pengawas di PIM menyampaikan, bahwa selama ramadhan angka pengunjung mengalami kenaikan sebanyak 50 persen dis-

banding hari biasa. Ini bisa dilihat dari total tanda kertas parkir yang diproduksi pengelola. Bila dihari biasanya angka pengunjung sebanyak 2.500 orang, tapi ramadhan naik menjadi 3.700 orang. “Jujur, selama ramadhan kami agak kualahan melayani pengunjung. Makanya, sebagian pemilik toko banyak yang menambah pegawainya,” sambung Syaiful. Besarnya angka pengunjung di mall ini rupanya dialami oleh Aan Gumay. Pemilik kios Handpone Celluler di IP ini menyebutkan, banyak pengunjung yang menjadikan kios Cellular sebagai ajang penghibur. “Beberapa hari ini nyaris tidak pernah buka di rumah. Ya, di sini kan lebih banyak pengunjungnya,” cetus Aan seraya berkata selama ramadhan penghasilan yang ia terima sebanyak Rp 1 juta atau naik 50 persen disbanding hari biasanya. (JEM)

Selama ramadhan, tingkat kunjungan di beberapa mall di Kota Palembang mengalami kenaikan sebanyak 50 persen.

Pemerintah akan Cabut Subsidi Listrik di Mall JAKARTA (VOKAL SUMSEL) - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menegaskan, agar pemberian subsidi listrik tepat sasaran ke masyarakat tak mampu, maka ta-hun depan pemerintah berencana mencabut subsidi untuk pengguna listrik golongan besar. “Tepat sasaran maksudnya begini, seperti mall yang lampunya di manamana, AC-nya di mana-mana, itu masih kena subsidi, setuju nggak dikasih subsidi, kan tidak,” ujar Rudi saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, akhir pekan lalu. Mengenai kebijakannya, kata dia, konsumen kecil dijamin aman. Karena yang ditarik subsidi hanya golongan yang tidak perlu saja. “Kalau yang 450 VA pasti aman,

nanti dilihat yang mana kelompoknya, Tarif Dasar Listrik (TDL) yang naik itu yang gede-gede saja,” tegasnya. Dengan begitu, kata dia, TDL untuk golongan besar ini diperkirakan akan mengalamai kenaikan. Sebelumnya, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, ketika Pertamina menjadi perusahaan Energi, Pertamina salah satunya akan menjual listrik langsung ke konsumen industri. “Kita kan nggak bisa jual listrik, dengan perubahan menjadi perusahaan energi kita bisa jual listrik,” paparnya. Dia menjelaskan, dengan memperluas sayap usahanya, maka ada perubahan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pertamina dari perusahaan minyak dan gas men-

jadi perusahaan energi. “Perubahan AD/ART untuk jangka panjang menjadi perusahaan energi akan masuk ke biofuel dan program lainnya,” ungkapnya. Menjadi perusahaan energi, kata Ali, jika saat ini kilang minyak dan gas Pertamina memiliki kelebihan kapasitas sehingga bisa digunakan untuk membangkitkan listrik yang nantinya bisa digunakan untuk pembangkit listrik milik Pertamina. “Disetiap kilang kan over kapasitas, kan ada BBM dan gas,” ujarnya. Selain itu, Pertamina juga fokus pada pengembangan tenaga listrik terbarukan yang nantinya juga akan bisa menjadi sumber pendapatan Pertamina. “Solar cell kita mau masuk, kita kerjasama dengan PT LEN,” tutupnya. (LEN)

The Arista Hotel Palembang Jl. Kapten A. Rivai Tarif Rp733,878 Sahid Imara Jl. Jend. Sudirman No. 1111 A Tarif Rp455,026 Hotel Bumi Asih Palembang Jl. Kapt.A.Rivai no. 36 Tarif Rp413,274 Belvena Feodora Hotel Jl. Perindustrian No.1 Tarif Rp297,857 Aston Palembang Hotel & Convention Center Jl. Basuki Rahmat No. 189 Tarif Rp1,541,314 Hotel Sandjaja Palembang Jl. Kapten A.Rivai No 6193 Royal Asia Palembang Jl. Veteran no. 521 Agung Raya Hotel Jl. Lematang No. 364-366,15 Ilir Carrissima Hotel and Restaurant Jl. Kapten Anwar Sastro No. 1421

Permintaan daging ayam potong selama ramadhan di pasar tradisional melonjak dua kali lipat.

Foto : Bobon/Vokal Sumsel

Jaka, Sang Pelopor Bentor Berawal dari sebuah program acara televisi, lalu Jakarsih (46) yang mulanya bekerja sebagai penarik becak itu mempraktikkan apa yang pernah dilihatnya dilayar kaca itu. Kini, Jakarsih yang akrab disapa Jaka ini mengaku sangat kesulitan saat hendak menciptakan Becak Motor (Bemtor) yang dilihatnya di televisi. Benar saja, Jaka yang bukan lulusan sekolah atomotif ini terpaksa harus berulang kali membongkar rakitannya, lantaran Bemtor yang ingin diciptakannya tidak bisa menaiki tebing yang tinggi. Namun begitu, Jaka tak patah arang. Dengan segala tenaga dan upaya Jaka pun akhirnya tak menyangka ia mampu merampungkan karya perdananya ini. Walaupun dengan tempo yang cukup lama. “Ya, Bentor ini kan hasil eksperimen pertama saya. Jadi, saya coba pakai sendiri,” kata Jaka. Berhari-hari Jaka focus memproduksi Bentor. Ia pun baru mampu menciptakan Bentor

selama enam bulan lamanya. “Setelah enam bulan, barulah saya yakin Bentor ini benarbenar rampung dan siap untuk digunakan,” imbuhnya. Gara-gara menggunakan Bentor tak ayal Jaka pun sering ditangkap oleh polisi jalan protocol serta mendapat ancaman dari sekelompok preman. “Kalau ditangkap polisi sudah tak terhitung berapa kali. Tapi yang sangat tragis saya sempat didatangi preman yang menyuruh saya untuk tidak mengendarai Bemtor lagi. Karena merugikan penarik becak manual lainya,” beber warga Jalan Mataram, Nomor 258, RT03 RW01, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang ini. Namun, Jaka mencoba ‘merayu’ preman itu. “Saya jelaskan pada preman itu, kalau saya tidak membawa penumpang di jalan, melainkan membawa barang-barang toko. Ya, akhirnya preman itu pergi entah ke mana,” kenang Jaka. Tidak sampai di situ, Jaka

juga pernah melakukan demo saya kasih harga sebanyak R- narkan lagi,” Jaka menawarkan. “Soal mesin biasanya saya bersama pengendara Bemtor p3.000.000. memang agak malainnya di gedung Dewan Per- hal, tapi ada garansinya yakni pakai merek Honda asal Thaiwakilan Rakyat Daerah Sumat- antara tiga sampai empat bu- land yang menggunakan BBM era Selatan pada masa kepe- lan. Bila terjadi kerusakan pada berjenis Bensin dengan kecemimipinan Presiden Soeharto. Bemtor, konsumen bisa men- patan 80 sampai 90 kilometer/ “Kami melakukakn aksi de-mo datangi rumah saya untuk dibe- jam,” ucap Jaka. (REZ) di depan DPR. Ujung-uju-ngnya saya pun mendapati sertifikat Bemtor yang sampai se-karang ini saya simpan,” ujar-nya. Tak dinyana, Jaka boleh dikata orang yang pertama yang merakit kendaraan bernuansa tradisional beroda tiga menggunakan mesin di Kota Palembang ini. Dan, Bentor ciptaan Jaka memiliki ciri khusus di bagian belakangnya—berupa rakitan bahan stanless di bagian jok belakang sehingga Bemtor terkesan klasik dipandang. Sehingga tidak sedikit wong yang tinggal di Kota Palembang untuk memesan Bemtor buatannya. Apalagi, selain nampak klasik, Bemtor buatannya pun sangat irit Bahan Bakar Minyak. “Kalau dijual harganya Rp4.000.000, namun jika ada konsumen yang memiliki beca, ya Jaka sedang memerbaiki Bentor miliknya. Foto : Frezky/Vokal Sumsel

Foto : Jemmy/Vokal Sumsel

Kurangi Impor Pangan JAKARTA (VOKAL SUMSEL) – Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan, pemerintah telah mengurangi impor komoditi pangan. Meski masih terdapat impor namun hanya beberapa komoditas seperti bawang putih. “Jahe, kenang, cabai, bawang merah sudah tidak impor. Produk lokal saat ini sudah menjadi raja di negara sendiri,” ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, akhir pekan lalu. Karena itu, dia menyangkal data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan impor kentang pada awal tahun lalu telah mencapai 4.300 ton dengan nilai USD 2,7 juta. Kentang tersebut diimpor sebagian besar dari Cina. “Tidak benar datanya kalau apa yang kita saksikan di pasar,” tegasnya. Sementara itu, mengenai indistri kedelai, menurut dia, pihaknya akan memanggil importer, pedagang, dan petani kedelai. Fokus pembahasannya adalah membicarakan tata niaga kedelai. Menurutnya, salah satu agenda yang akan dibahas adalah penentuan harga eceran tertinggi dalam penjualan di dalam negeri. “Langkah awal yang saya lakukan memanggil pedagangpedagang yang selama ini melakukan importasi. Lalu bertemu dengan petani untuk meningkatkan produktivitas dan bertemu peneliti untuk meningkatkan teknologi,” paparnya. Pemerintah akan mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas kemoditi kedelai di tengah harga jual yang sedang tinggi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan petani. “Dalam 10 tahun terakhir sempat USD 189 per ton, sekarang sudah USD 700 per ton. Tren ke depan kita akan terus mengkonsumsi jumlah kalori dan protein yang banyak dengan catatan daya saing dan beli meningkat terus. Sehingga kebutuhan akan terus meningkat,” tegasnya. Dia menjelaskan, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penugasan Perum Bulog untuk melakukan impor kedelai. Namun, keputusan untuk memperbesar peran Perum Bulog harus mendapat lampu hijau terlebih dahulu dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa. “Bisa jadi karena selama ini kan mereka sudah melakukan impor beras. Apakah ini bisa dipakai untuk komoditas lainnya tergantung Menko,” ujarnya. (LEN)


Sambungan

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

7

Izin Pemeriksaan Kepala Daerah Berbelit JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-Banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, membuat pemerintah tidak akan obral lagi izin pemeriksaan terhadap para gubernur, bupati dan walikota. Jika ada kepala daerah yang terjerat kasus korupsi sebelum mendapatkan izin pemeriksaan dari Presiden Susilo Bambang

Yudhoyono (SBY), maka kasusnya harus dilakukan ekspos terlebih dulu dihadapan Mendagri Gamawan Fauzi, Menhukham Amir Syamsudin dan Menseskab Sudi Silalahi. Aturan baru itu dikeluhkan Jaksa Agung Basrief Arief di Jakarta kemarin. “Mekanismenya begitu sekarang, tidak seperti

dulu lagi. Jika dulu lama karena izin pemeriksaan belum turun dari Presiden maka sekarang di kementerian kasus itu akan diekspose, setelah itu dibawa ke Sekkab. Baru setelah itu dibawa ke Presiden,” kata Jaksa Agung. Basrief mengakui, izin pemeriksaan kepala daerah selama ini cukup menghambat

Korupsi, GM PT CPI Segera Pulang JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-- Kejaksaan Agung meminta Alexiat Tirtawidjaja, General Manager PT Chevron Pacific Indonesia segera kembali ke Indonesia untuk diperiksa penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) dalam kasus korupsi proyek bioremediasi.. Alexiat Tirtawidjaja yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut, kepada penyidik sempat berjanji akan kembali ke Indonesia setelah sang suami yang berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) sembuh dari sakitnya dan memerlukan perawatan selama enam bulan. Namun, Alexiat mangkir dan tak pernah memenuhi panggilan sehingga penyidik akan memanggil lagi. “Nanti akan kita panggil dia melalui Dubes, memang surat terakhir dari dia akan datang. Pokoknya kalau suaminya sembuh dia akan pulang,” kata Direktur Penyidik (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arnold Angkouw di Jakarta, Minggu (29/7) kemarin. Arnold mengatakan penyidik masih memfokuskan terhadap enam tersangka lain dalam kasus ini. Selain Alexiat, penyidik juga sudah menetapkan enam tersangka. Dari Chevron yaitu Endah Rubiyanti, Widodo, Kukuh dan Bachtiar Abdul Fatah. Sedangkan dua tersangka lainnya berasal dari perusahaan swasta, yakni Ricksy Prematuri (RP) selaku direktur perusahaan kontraktor PT Green Planet Indonesia (PT GPI) dan Herlan (HL) selaku Direktur PT Sumigita Jaya.

“Karena, kami masih konsentrasi yang ada di sini, kalau sudah rampung yang enam (tersangka) ini kita akan upayakan dia (Alexiat) diperiksa,” kata Arnold. Ketika disinggung dugaan keterlibatan BP Migas dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam kasus ini, Arnold berdalih masih dalam pemeriksaan. “Tergantung pembuktian di pemeriksaan nanti. Kalau memang ada keterkaitan ya nanti kami minta pertanggungjawaban. Semua, bukan hanya itu mungkin ada yang lain,” tambahnya. Hasil Lab Positif Sementara itu terkait uji laboratorium terhadap sampel tanah proyek bioremediasi PT CPI yang dilakukan Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungkan, telah usai. Menurut Arnold Angkouw, dari hasil uji tanah tersebut dinyatakan positif bahwa sisa tanah dari eksploitasi yang dilakukan PT CPI tak dibioremediasi. Dengan kata lain, memastikan bahwa proyek bioremediasi yang dilakukan dua perusahaan yang ditunjuk yakni PT Sumigita Jaya (PT SJ) dan PT Green Planet Indonesia (PT GPI) adalah fiktif. “Sudah dari ahli, positif sementara menurut ahli begitu. Tahap berikutnya penyidik akan membahas kerugian negara bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKB). Kami percepat terus biar ada kepastian hukum,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus ini. (SAN)

Kapolda Sumsel............Sambungan hal 1 bersenjata sehingga mustahil Kapolda Sumsel tidak tahu. “Kelima, siapa yang membiayai operasi penyerbuan ini? Apakah pihak PTPN yang memberikan bantuan dana? Hal ini harus diusut tuntas,” kata Neta S. Pane menegaskan. Seperti Diketahui, bentrok antara warga desa setempat dan aparat kepolisian berawal dari laporan perusahaan perkebunan tebu Cinta Manis PTPN

VII yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon tiga pada 17 Juli 2012. Saat personel Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga situasi cukup kondusif. Namun, saat iring-iringan anggota dari Polres yang terdiri atas penyidik, intel, sabhara, dan Brimob itu kemudian terlibat bentrok dengan

warga. Akibat bentrokan tersebut, seorang anak bernama Angga Bin Darmawan (12) tewas di tempat kejadian akibat tertembak di bagian kepala. Sementara, empat orang lainnya mengalami luka tembak di bagian bahu dan tangan kiri yakni, Rusman (36), Yarman (50), Farida (46) tertembak di bagian tangan kanan dan Man (30) di bagian telinga kiri. (SAN)

Kenapa Brimob..............Sambungan hal 1 antara TNI/Polri dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Walaupun sudah diturunkan sekitar 40.000 pasukan elit TNI/ Polri, namun korban rakyat sipil tak terelakkan. Sungguh banyak warga tak berdosa jadi korban. Entah apanya yang elit, fasilitas atau kemampuan profesional dari personal? Kenyataan di lapangan, yang elit itu gayanya saja, fasilitasnya saja. Soal kemampuan, saya masih sanksi. Itu fakta yang saya temui saat bertugas pada masa Darurat Militer, Darurat Sipil, dan Masa Damai, serta saat bencana Tsunami di Aceh. Saya bandingkan dengan kondisi korban bocah di Limbang Jaya itu, hampir sama dengan kondisi korban saat Darurat Militer tersebut. Tembakan membabi buta, jauh dari prilaku pasukan elit. Yang namanya pasukan elit, target korbannya harusnya tak sembarangan. Bukan bocah yang tak mengerti apa-apa. Kalau pun harus menembak, karena bukan dalam kondisi berperang, harusnya pakai peluru karet saja, bukan peluru tajam. Kalau pun dalam keadaan terpaksa harus menembak, harus didahului tembakan peringatan (karena bukan situasi berperang), lalu tembakan untuk melumpuhkan, bukan menembak langsung bagian kepala seperti yang dialami bocah Angga. Kalau pun pasukan elit, kenapa mencari pencuri pupuk mesti mengerahkan pasukan yang sedemikian membuat situasi di suatu desa menjadi mencekam? Seperti mau berperang saja. Kerahkan saja intelijen untuk mengumpulkan data dan fakta. Kalau dari laporan intelijen menyebutkan bahwa yang mencuri pupuk anggota mafia dengan sejumlah pasukan bersenjata, menjadi wajar Polda Sumsel kerahkan pasukan yang sedemikian banyak. Sudah jelas situasi sebelumnya sudah tak nyaman, menjadi tegang, sejak brimob

memukuli warga dan menangkap sejumlah warga dalam sengketa lahan antara warga dan PTPN VII Cinta Manis, kedatangan pasukan elit brimob dengan belasan kendaraan, tentu membuat warga panik. Karena pendekatan yang dilakukan pihak kepolisian tak lagi dengan pola pendekatan persuasif sebagai pengayom, pelindung masyarakat. Jangan melakukan pendekatan represif, menekan dan intimidasi. Seharusnya pasukan brimob menjadi penengah dalam sengketa itu. Kenyataan, pasukan brimob seolah-olah menjadi lawan bagi masyarakat. Mungkin saja, menganggap masyarakat sebagai musuh yang harus disikat habis. Kalau memang mencari pencuri pupuk, selain mengerahkan sejumlah intelijen, tak ada salahnya juga memprakarsai dialog dengan berbagai lapisan masyarakat, lalu dengan pendekatan sebagai mitra masyarakat, pihak kepolisian meminta tokoh-tokoh masyarakat menyerahkan orang yang diduga mencuri pupuk tersebut. Kalau dikasih tenggang waktu, saya yakin, kalau memang warga setempat yang ditengarai sebagai pencuri pupuk, pasti mau menyerahkan diri dengan jaminan keselamatan tentunya. Pihak kepolisian bolehboleh saja berkilah, mencari pembenaran atas tindakan yang dilakukan. Namun yang pasti, membunuh bocah yang tak tahu apa-apa, jelas tidak mencerminkan prilaku pasukan elit. Kekuatan dan kehebatan pasukan elit bukan pada senjata, tapi pada otak dan watak, serta strategi. Kalau perlu, anggota brimob yang ditugaskan ke sana adalah anggota brimob yang berasal dari daerah sana, dari kecamatan di sana. Jangan dari daerah lain, yang mungkin tak paham karakter orang di sana. Bagaimana mungkin, warga yang ingin tahu dan kaget melihat pasukan brimob banyak berdatangan, dipandang seb-

agai sikap perlawanan. Sikap ingin menyerang, padahal warga keluar hanya ingin melihat dan ingin tahu saja, misalnya. Kalau pun, versi polisi benar, misalnya, bahwa warga menyerang pasukan brimob, kenapa pasukan brimob yang dipersenjatai tameng, sangkur, dan rotan pemukul tak mampu menghadapi warga dengan kekuatan seperti itu? Atau, sebelum memuntahkan timah panas, seharusnya warga bisa dilumpuhkan dengan water canon, gas air mata. Jadi tak harus menembak dan membunuh warga dengan peluru tajam, bukan? Saya berharap kasus penembakan warga ini tidak menimbulkan dendam. Kepala Polri tak ada salahnya minta maaf atas kelalaian anggotanya di lapangan. Datang langsung ke masyarakat dan meminta maaf, sembari berjanji akan mengusut tuntas anggota brimob yang menembaki warga dengan membabi buta itu. Sanksi hukum untuk anggota brimob yang lalai ini harus transparan, biar masyarakat tahu. Agar semuanya menjadi jelas, transparan, tim Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia (Komnas HAM) harus turun ke lapangan, mencari tahu duduk persoalan, tak hanya soal penembakan warga, tetapi juga penguasaan lahan warga oleh PTPN VII Cinta Manis, sejak 1982 lalu. Apakah ada intimidasi, aksi kekerasan atau aksi lain yang melanggar hak asasi manusia, dalam konflik warga dengan PTPN VII ini. Pihak kepolisian di lapangan, jangan lagi bertindak seperti berada di pihak PTPN VII dan menjadikan masyarakat yang berkonflik sebagai lawan. Polisi dengan pasukan brimobnya harus berada di pihak penengah. Hendaknya menjadi mediator antara warga dengan PTPN VII, sehingga konfliknya menemukan solusi. Bukankah polisi itu mitra masyarakat? Polisi jangan sesekali menjadi pembunuh masyarakat!**

kinerja jajarannya. Pasalnya, para tersangka bakal terlalu lama mendapat kepastian hukum, karena izin pemeriksaanya dari Presiden belum turun. Selama ini, Kejaksaan Agung menyatakan kesulitan menanganai delapan kasus korupsi yang melibatkan delapan kepala daerah karena ijin pemer-

iksaanya semakin berbelit. Kedelapan kepala daerah yang bersatus tersangka adalah Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Muhtaddin Sera”i, Bupati Batang Bambang Bintoro, Bupati Bulungan Budiman Arifin, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Bupati Kolaka Buhari Matta, Gubernur Kalimantan

Timur Awang Farouk Ishak, Wakil Bupati Purwakarta Dudung P. Supari, dan Bupati Kepulauan Mentawai Edison Seleleobaja “Kejaksaan tak kunjung bisa memeriksa mereka karena terbentur aturan. Awalnya, pemeriksaan bisa dilakukan jika presiden memberi izin.

Tapi, sekarang Kejaksaan harus ekspose dulu di kementerian dan Sekab sebelum diajukan kepada presiden. Tapi, nanti presiden katanya akan memberi izin dengan cepat kalau sudah sampai ke mejanya. Kasus mereka tetap akan disidik dan tidak perkaranya tidak akan dihentikan,” katanya. (SAN)

Kekerasan Cinta...................................Sambungan hal 1 diwujudkan kedaulatan pangan. Dia menilai kekerasan di Cinta Manis adalah tamparan bagi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena terjadi pada periode kedua pemerintahannya. Ini berarti ada bukti bahwa meski sudah dua periode, Presiden SBY tetap gagal merealisasikan janjinya, untuk laksanakan pembaruan agraria, yang intinya berisi redistribusi tanah untuk petani. “Serta pemerintahannya gagal melaksanakan penyelesaian konflik agraria, di mana petani menjadi korban perampasan tanah, pembunuhan, penganiayaan, kriminalisasi,” kata Gunawan, di Jakarta, Minggu (29/7). Anehnya, kata Gunawan, justru kini kepolisian mempraktekan militerisme sehingga mengedapankan cara-cara ke-

kerasan terhadap petani dalam konflik agraria. Di sisi lain, PTPN gagal mewujudkan BUMN sebagai bagian negara dan rakyat, untuk mengelola kekayaan alam guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Secara terpisah, Koordinator Kontras Haris Azhar menyatakan, aksi kekerasan terhadap masyarakat yang berkonflik dengan PTPN VII itu adalah rangkaian sejak 17 Juli 2012 lalu. Puluhan warga menjadi korban kriminalisasi, dimana tercatat hingga kini sembilan orang warga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Sumatera Selatan. “Kami menyayangkan peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden SBY menyatakan akan membentuk tim penyelesaian sengketa agraria. Hal ini menunjukan

bahwa pernyataan Presiden SBY diabaikan oleh Polisi yang berhadapan dengan masyarakat di Ogan Ilir,” tegas Haris. Dia melanjutkan pihaknya menilai penyelesaian masalah itu tidak bisa hanya diserahkan ke aparat kepolisian, yang berarti sama saja dengan membarakan konflik di tengah masyarakat. “Kami meminta Pemerintah segera menghentikan penggunaan kekuatan senjata dan cara kriminalisasi dalam menghadapi masyarakat disengketa sumber daya alam. Kami juga mendesak Komnas HAM dan Ombudsman RI untuk segera melakukan investigasi atas rangkaian tindak kekerasan di Ogan Ilir,” tandas dia, sebagaimana dikutip BeritaSatu. com Bentrok antara warga desa setempat dan aparat kepolisian, berawal dari laporan pe-

rusahaan perkebunan tebu Cinta Manis PTPN VII, yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon tiga pada 17 Juli 2012. Saat personel Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir, mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga, situasi cukup kondusif. Namun, saat iring-iringan anggota dari Polres yang terdiri atas penyidik, intel, sabhara, dan Brimob itu kemudian terlibat bentrok dengan warga. Akibat bentrokan tersebut, seorang anak bernama Angga Bin Darmawan, 12, tewas di tempat kejadian akibat tertembak di bagian kepala. Sementara, empat orang lainnya mengalami luka tembak di bagian bahu dan tangan kiri yakni, Rusman, 36, Yarman, 50, Farida, 46, tertembak di bagian tangan kanan dan Man, 30, di bagian telinga kiri.(VS)

Angga (Alm).........................................Sambungan hal 1 sopan”, katanya. Itulah alasan mengapa hal ini selalu saja dilakukan H. Sazili terhadap Angga. Setelah menamatkan sekolah di SD Negeri 19 Tanjung Batu di Tanjung Pinang, Angga melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Jamiatul Islamiyah Tanjung Pinang dan duduk di kelas VIIA, di sini Angga ditunjuk sebagai ketua kelas. Sebagai pemimpin Angga disukai teman-temannya, salah seorang teman sekelasnya Mursalin (13 tahun) “Lemak (senang,red) dengan Angga, diotu urangnyo baek jugo keranyah (gaul)”, Mustakim menjelaskan. Iswandi Sulaiman Guru SD Negeri 19 mengatakan, terakhir bertemu dengan Angga tiga hari sebelum Angga tewas secara mengenaskan, dengan mata yang berkaca-kaca Iswandi mengatakan “Tak disangka kejadian seperti ini menimpa Angga padahal baru hari Selasa kemarin Angga melakukan cap tiga jari untuk ijazahnya”. Menurut Iswandi selama enam tahun menjadi siswa di

sekolahnya Angga termasuk anak yang rajin, walaupun prestasinya biasa-biasa saja Angga bukanlah termasuk anak bodoh. Hari Jum’at(27/7) sebenarnya ada hal yang tak biasa dilakukan Angga Prima, dia meminta ibunya untuk membelikan baju seragam pramuka untuk sekolah dan peci. Baju tersebut akan dipakainya pada hari Sabtu(28/7), biasanya Angga tidak akan sampai menangis hanya untuk hal seperti itu, namun kali ini Angga menangis kepada ibunya agar dibelikan. “Itulah tangisan Angga yang terakhir dan tak biasa dia lakukan, mungkin Angga berpikir tak akan mudah dibelikan karena bapaknya baru saja berangkat merantau”, kata Yuhana. Sebagai orang tua Yuhana sangat mengetahui tentang kebiasaan anaknya yang menurutnya agak manja dibanding dengan anaknya yang lain. Disaat sebelum kejadian naas yang menimpanya Anggapun masih meninggalkan kesan yang baik terhadap

ibunya. Ketika Angga bermain “Ding dong” di dekat jalan besar dia melihat beberapa unit kenderaan memasuki desanya, Anggapun berlari pulang kerumahnya sambil memberikan beberapa koin kepada saudara perempuannya Angga berucap pada ibunya “Mak… aku nak meliat, tebanyak mobil plisi, 16 buah mak”, kata Angga sambil berlari mendekati jalan besar. Ibunya sempat berucap “Ga !! tak usalah, mantap bae di rumah,” pinta ibunya. Namun beberapa saat dia kembali lagi dan berteriak pada ibunya “Mak la lebih dari 16, la betambah pulo mobilnyo, Aku meliat yo mak”, ujarnya. Merasa seperti tak diizinkan ibunya sampai dua kali dia minta izin, kata Yuhana. Bagai disambar petir Yuhana setelah mengetahui bahwa anaknyalah yang menjadi korban penembakan disaat kekisruhan terjadi di Desa tetangganya Limbang Jaya. Tak banyak yang dapat diucapkan kecuali mengucap Asma Allah yang mampu dia lakukan menghadapi kenyataan yang menimpa

anaknya. Anak yang menjadi harapannyapun kini telah tiada, menhadap sang Khalik. Saat ini kita hanyalah bisa berdoa agar Angga Prima mendapatkan Surga dihadapan Robbul Izzati, kebaikan, kesan dan hal-hal yang menjadi kenangan hanya akan menjadi kenangan dan contoh bagi kita yang masih hidup. Tragisnya nasib yang menimpa Angga Prima merupakan bentuk janganlah menjadikan pikiran kita menjadi kotor, karena hanya kebaikanlah yang dapat membuat kita hidup lebih baik. Seeperti kata khotib Tanjung Pinang I Sukardi Marjan disaat acara penguburan Angga Prima. “Memang semua ini adalah kehendak Allah semata, namun kita berharap jangan lagi ada korban AnggaAngga lainnya yang jadi korban berikutnya” Selamat jalan Angga semoga pengorbananmu akan menjadi jalan kebaikan bagi semua entah terkorban entah apapun, namun Kamu adalah pahlawan agraria yang tak terlupakan.(*)

Warga Limbangjaya.............................Sambungan hal 1

Kapolda saat datang ke Polsek Tanjung Batu

petugas,lantaran masyarakat masih berduka atas kepergian Angga. Berangkat dari Mapolda Sumsel sekitar pukul. 05.30 WIB,kemarin, tim yang dipimpin Wakalabforensik AKBP Bambang PW, tiba di Mapolsek Tanjung Batu sekitar pukul 07.30 WIB. Namun lantaran belum ada jaminan keamanan masuk ke TKP, tim berjumlah lima orang sempat tertahan hingga pukul 16.00 WIB. Sebab warga masih melakukan pemakaman Angga Prima bin Darmawan (11 tahun 7 bulan) – bukan 13 tahun seperti diberitakan sebelumnya. Kades Tanjung Pinang I Habibi mengizinkan kalau anggota labforensik masuk untuk melakukan olah TKP. Namun belum menjamin keselamatan,karena warga masih berduka dan trauma atas kejadian tersebut. Selanjutnya, Tim Forensik baru bisa masuk ke TKP setelah adanya negosiasi antara per-

angkat desa dan pihak kepolisian. Seperti Kades Tanjung Pinang I dan II, serta Kades Limbang Jaya I dan II, dengan Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala dan Kapolsek Tanjung Batu AKP Edy Siregar. Berangkat sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Forensik tidak didampingi anggota organik Polri. Hanya AKBP Bambang, dan empat anggotanya. Masing-masing AKP Ari Hartawan dari Subbid Balistik Metalurgi forensik (Bal Metfor), AKP Erik Rezakola dari Subbid Kimbiofor, AKP Rifan dari Subbid Fiskomfor, dan AKP Admiral Kasubag Renmin Labforensik. Kemudian ratusan warga menunjukkan bekas-bekas tembakan peluru, serta darah yang masih ada di TKP. Oleh petugas Tim Forensik, sampel darah yang dan satu selongsong peluru diamankan. Sementara empat selongsong peluru lainnya, sudah diamankan pihak

FOTO : HENDRA MARTA/VOKAL SUMSEL

Polsek Tanjung Batu. Sekitar 30 menit melakukan Olah TKP, Tim Forensik kemudian kembali ke Mapolsek Tanjung Batu. Di sana, sudah ada Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Dikdik Mulyana Arief Mansur, Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Rainoer, Kapolres OI dan Kapolsek Tanjung Batu. Kapolda tampak mendengarkan hasil Olah TKP dari Tim Forensik, serta memerhatikan selongsong peluru yang didapat. Kapolda juga sempat melihat foto korban Angga, dari sebuah ponsel. ”Kalau seperti ini kejadiannya, masuk logika tidak (luka pada korban Angga,red)? Anak buah kita yang melakukan penembakan? Kita bukan mencari pembenaran dalam hal ini,” ujar Kapolda, kepada jajarannya tersebut. Dikdik juga meminta, kepada anggotanya untuk memastikan satu selongsong peluru

yang didapat Tim Forensik dari warga, dan empat selongsong lagi yang sudah diamankan Polsek Tanjung Batu. ”Coba cek, apakah sama itu kelima selongsongnya? Mana yang empat lagi keluarkan,” tanya Kapolda. Begitu melihat empat selonsong peluru lainnya hanya dibungkus plastik warna putih biasa, Kapolda langsung menegur Kapolsek Tanjung Batu AKP Edy Siregar. ”Kita dalam bekerja itu harus profesional, jangan seperti ini\ dibungkusnya. Berita acaranya juga dibuat harus sesuai dengan prosedur,” katanya. Sementara itu, Minggu (29/7) tim dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjenpol DR Dikdik M Arief Mansyur, didampingi Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala juga mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pra rekonstruksi. Pantauan di lapangan, pra rekonstrusi tersebut dibanjiri ribuan warga untuk melihat dari dekat kegiatan tersebut. Petugas berpakaian sipil terlihat mencatat setiap jengkal keterangan yang diberikan oleh warga asal muasal peristiwa tersebut. Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala juga berkesempatan berdialog dengan warga melalui pengeras suara. Ia meminta warga untuk tenang dan menciptakan suasana yang kondusif. Permasalahan yang terjadi sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.Oso. Kepala Polda Sumsel Irjen Pol Dr Dikdik Mulyana Arief Mansur secara langsung memimpin prarekonstruksi kasus bentrokan berdarah antara warga dan diduga oknum Brimob Polda Sumsel di Desa Limbang Jaya II, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten OI.(*)


8

Hburan

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Sosok

Profesor Muda dari Kabupaten Ogan Ilir Tak semua orang mampu menjalankan profesi pada dua "dunia" yang berbeda. Hal inilah yang sekarang ditekuni Prof Dr HM Edwar Juliartha MM. Tidak hanya di birokrasi, ia mampu membuktikan diri mencapai gelar tertinggi dunia pendidikan. Berikut wawancara wartawan Vokal Sumsel, Izalisati dengannya kemarin. Vokal: Bagaimana dengan puasanya? Edwar: Alhamdulillah baik, hari pertama puasa sampai sekarang ini masih lancar-lancar saja. Tidak ada kendala yang berarti dan saya masih tetap bisa menjalankan aktivitas rutin seperti biasanya. Vokal: Apa kesibukan anda sekarang? Edwar: Sebagai PNS di Kabupaten Ogan Ilir, juga dosen pada beberapa perguruan tinggi di Sumsel dan luar Sumsel. Sebagai PNS Alhamdulillah, dipercaya Bapak Bupati Ogan Ilir sebagai Sekretaris Bappeda sudah sejak Juni 2009 sampai sekarang. Di Bappeda sendiri dari tahun 2008, sebelum menjadi sekretaris dulu, saya memegang jabatan Kabid Renstra. Mudah-mudahan keberadaan saya bisa jadi aset bagi Ogan Ilir. Keberhasilan di dunia akademik tidak lepas dari dukungan pimpinan juga. Vokal: Sebagai dosen, mengajar dimana saja? Edward: Saya dosen luar biasa di FISIP Unsri. dosen di Universitas Sjakhyakirti, Program MIP di Taman Siswa,STIKES Bina Husada dan di Universitas Islam Riau. Kemudian saya juga menjadi fasilitator di Bandiklat Provinsi dan BKD Kabupaten Ogan Ilir, Vokal: Begitu sibuk, bagaimana membagi waktu? Edward: Alhamdulillah, memang lumayan sibuk. Tetapi itulah pentingnya manajemen waktu. Dan di sela-sela kesibukan tersebut, saya masih punya waktu buat keluarga, istri dan anak-anak. Syukur mereka mengerti dengan kesibukan saya. Vokal: Mengapa memilih untuk mempunyai kegiatan sebagai dosen? Edward: Saya tidak mau ilmu yang dimiliki stagnan. Melalui mengajar, idealisme bisa disampaikan kepada teman-teman mahasiswa. Kalau di birokrat, ada aturan dan kebijakan yang membatasi. Nah, oase terhadap idealisme itulah yang saya cari. Vokal: Bagaimana kemudian bisa raih Profesor? Edwar: Semua melalui proses yang panjang dan perjuangan yang membutuhkan dukungan semua pihak. Alhamdulillah, anugrah ini bisa diraih, semua berkat dukungan pimpinan dan teman-teman semua.

Vokal: Penghargaan yang pernah diraih sejak berkarier menjadi PNS? Edward: Alhamdulillah, saya selama berkarier menjadi PNS ada sedikit penghargaan dan prestasi yang bisa saya banggakan di antaranya menjadi lulusan terbaik pada Adum Depdagri tahun (2000), piagam penghargaan dari pemerintahan Kekaisaran Jepang dalam rangka Pertukaran Pemuda Indonesia - Jepang 2003, lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude (2006/2007) dari Rektor Universitas Brawijaya - Malang, lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude priode IV (2006/2007) Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, lulusan terbaik Diklat PIM Tk III Depdagri 2008, Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI (2008). Kemudian di angkat menjadi Guru Besar dalam bidang Administrasi Negara (2010). Vokal: Jadi ingin tahu nih, apa sih yang menjadi Motto hidup Anda? Edward: JUST (jujur, ulet, sabar dan tawakal). Kuncinya ikhlas. Vokal: Pengen tahu tentang Pendapat anda mengenai reformasi birokrasi yang sedang bergulir sekarang? Edward: Reformasi jangan sebatas "jargon" konsep sudah baik dan saya percaya itu juga lahir dari idealisme yang luar biasa. Tapi implementasi lebih penting dan dikawal, karena keberhasilan suatu kebijakan itu ditentukan bagaimana kita mengendalikan implementasi. Kuncinya, kalau reformasi birokrasi ini mau berhasil maka dituntut konsisten dan kemauan menjalankannya tanpa pandang bulu di segala level birokrasi.

Biodata Nama :

Prof Dr HM Edwar Juliartha MM

Lahir :

Baturaja, 7 Juli 1975

Jabatan : Sekretaris Bappeda Ogan Ilir Istri :

Hj. Renny Rasyidi SE MM Ak

Anak :

Athaya Puteri Edwar Asha Aurelia Edwar Adzka Mahaputra Edwar

Edies Adelia

Insya Allah Nikah Tahun Ini

Ramadhan, Catherine Wilson Berdoa Dapat Momongan Jakarta - Catherine Wilson ingin khusyuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan. Ia pun berdoa agar di bulan suci penuh berkah ini mendapat momongan. "Oh iya, salah satu dari dalam doa aku, ingin segera diberikan momongan," ujar Keket, di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/7) malam. Meski mempunyai harapan besar, Keket tidak

mengikuti program kehamilan. Ia pun masih tetap menjalankan aktifitasnya. "Nggak juga tiap hari aku masih syuting, mungkin porsinya. Sekarang mengisi waktunya yang lebih sebentar," tuturnya. Namun Keket bersama suami tetap berusaha memperoleh momongan dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan kita bisa maksimal, bisa khusuk. Insya Allah doa kita akan terjawab," harapnya. (VS)

Ussy-Andhika Pratama

Debat Nama Calon Anak Jakarta - Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty mengaku sering berdebat mencari nama bayi, yang masih berada di dalam kandungan Ussy. "Paling, ada perdebatan nama (anak) sama Andhika. Tapi terserah sih nantinya," ujar Ussy di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7). Meski hasil pemeriksaan diketahui kandungan Ussy berkelamin perempuan, keduanya masih ragu untuk memastikan. "Lima bulan kemarin sih hasilnya (USG) perempuan. Tapi, lihat saja nanti deh. Kalau mau beli-beli barangbarangnya yang netral-netral saja warnanya," tuturnya. "Nanti deh, setelah tujuh bulan baru boleh beli macam-macam," terangnya. (VS)

Jakarta - Ronia Ismawati Nur Azizah atau yang Allah tahun ini. Memang enggak ada pacaran, lebih dikenal dengan nama Edies Adelia keluarga support, kita sudah ada chemistry, ternyata telah menemukan kekasih yang siap insya Allah jodoh," tuturnya. untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Artis Menikah memang telah menjadi target utama kelahiran 26 Februari 1979 ini mengaku telah artis berdarah Jawa-Palembang ini. apalagi menemukan titik terang dalam pasangan mengingat usia yang sudah dibilang matang hidupnya. untuk membina jalinan rumah tangga. Edies "Sudah menemukan, sudah ada seseorang pun senantiasa berdoa kepada Yang Maha yang spesial di hati aku, Insya Allah aku punya Kuasa. niat yang serius. Bukan artis, dia pengusaha, dia "Siapa yang enggak pingin (menikah), itu kerja di salah satu BUMN," ucap Edies Adelia salah satu doa yang aku panjatkan dan fokuskan saat dijumpai di acara Dugem Bersama Ustadz ke allah, Alhamdulillah sudah ada titik terang, Babay di Neo Amor, Kemang, Jakarta Selatan, Allah mengijabahi doa itu, jadi semakin kenceng Sabtu (28/7) malam. doanya. Kalau dikenalinnya nanti aja," Edies menambahkan jika keluarga sudah tandasnya. (VS) mendukung akan hubungannya tersebut. Diakuinya, chemistry dengan kekasihnya ini sudah ada, karena memang dirinya tak mau berpacaran. "Sudah menemukan, sudah ada WA L L D E C O R AT I O N E X T E R I O R & I N T E R I O R seseorang yang spesial di hati aku, Insya adeka.jaya@ymail.com BATU ALAM PLAFOND GYPSUM Allah aku punya niat yang serius." CLASSIC PROFIL BETON Edies Adelia H. Ade MARMER & GRANITE PAVING STONE (CONBLOK) 0711-7070436 "Enggak ada pacaran, kita CAT WASH DECORATIF 0812 7805814 CAT DUKO & POLITUR dita'arufkan seseorang, dikenalkan oleh 0819 58571686 PERTAMANAN & KORAL SIKAT PRASASTI, FURNITURE orang yang disegani, guru saya, KACA PATRI & INLAY dijodohkan beliau, enggak ada pacaran, ATAP BAJA RINGAN GENTENG BETON, KERAMIK karena memang ke arah sana. Insya MATRIAL BAHAN BANGINAN INTERIOR DESIGN EXHIBITON SPECIAL DISAIN

Jalan Angkatan 45 No. 99 C-D Palembang Telp. 0711-8887272

Menjual Bahan Bangunan Berupa Batu Bata, Batu Koral, Pasir, Kayu, dll

Jl. Makrayu No.1209 Rt.24A/Rw.08 30 Ilir, Ilir Barat II Palembang


Harian Vokal Sumsel

Senin, 30 Juli 2012

9

Tawar Rp534,056 M

Real Ngotot Inginkan Modric

HERNANES

Barcelona dan AC Milan Buru Bintang Lazio ITALIA (VOKAL SUMSEL) - Dua klub papan atas Eropa, Barcelona dan AC Milan dikabarkan tertarik untuk mendatangkan pemain Lazio, Hernanes. Hal ini diungkapkan oleh agen pemain kelahiran Brasil tersebut. “Saya menerima banyak panggilan telepon yang meminta informasi tentang klien saya. Belum ada

tawaran resmi dari klub besar, tetapi saya telah mendengar Barcelona dan juga Milan tertarik,” ujar Joseph Lee

Barca Mau Neymar Gabung Usai Olimpiade BARCELONA (VOKAL SUMSEL) - Barcelona benarbenar sudah tidak sabar ingin menduetkan Lionel Messi dengan fenomena Brasil, Neymar. “Blaugrana” berharap pemain berusia 20 tahun itu segera bergabung setelah Olimpiade 2012. Neymar saat ini sedang memperkuat Brasil dalam upaya merebut medali emas Olimpiade pertama di London. Namun, itu tidak menyurutkan niat Barca untuk menggodanya keluar dari Santos. “Kami semua tentu ingin Neymar bergabung usai Olimpiade,” ujar Wakil Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, pada sekelompok suporter di Maroko, jelang laga persahabatan foto : vivanews.com melawan Raja Casablanca. Neymar “Dia (saat ini) masih pemain Santos, tapi saya yakin Neymar akan ke Eropa di masa depan. Saat momen itu hadir, kami akan sangat berusaha agar dia bergabung dengan Barcelona,” janjinya. Neymar sendiri sudah menegaskan dirinya masih akan bertahan di Brasil sampai usai Piala Dunia 2014. Setelah itu, pemain berambut mohawk itu diyakini bakal jadi buruan klub raksasa Eropa, termasuk duo Spanyol, Real Madrid dan juga Barca. (VS)

berhasil meraih tempat ke-5 di klasemen akhir musim 2010-11. Setahun kemudian naik satu tingkat ke posisi 4. Sebelum kedatangan Hernanes, Lazio harus menjadi tim papan tengah karena finish di posisi 12 musim 2009-10 dan tempat ke-10 musim 2008-09. Kini, dia telah tampil sebanyak 67 kali dan mencetak 19 gol. (VS)

kepada Lalaziosiamonoi.it. Sejak bergabung dengan Biancocelesti pada 2010 lalu, penampilan Hernanes memang menyita perhatian. Mantan pemain klub Brasil, Sao Paulo, ini mampu membawa Lazio kembali ke papan atas Serie A Liga Italia. Sejak kedatangannya, Lazio

Mancini Janjikan Pemain Baru untuk ManCity

foto : vivanews.com

Roberto Mancini

MANCHESTER (VOKAL SUMSEL) – Jawara Premier League musim 2011/12, Manchester City, di luar dugaan belum memboyong pemain baru ke Etihad Stadium. Padahal, di musim lalu, mereka menjadi salah satu tim yang gencar membeli pemain. Manajer ManCity, Roberto Mancini, meyakinkan para pendukungnya jika mereka tak usah khawatir dan berharap bisa menyelesaikan transfer beberapa pemain dalam dua pekan ke depan. “Saya bisa yakinkan Anda jika kami akan memiliki pemain baru dalam dua pekan ke depan. Jika ingin memperbaiki tim, kami tentunya butuh pemain baru,” ujar Mancini dilansir

Soccerway. Ketika ditanyakan mengapa di musim ini ManCity kurang giat untuk membelanjakan pemain, Mancini berdalih dengan mengatakan jika bursa transfer di musim ini lebih ketat ketimbang musim lalu. Saat itu, mereka sukses mendapatkan Sergio Aguero dari Atletico Madrid. “Kami sudah bernegosiasi dengan beberapa pemain, tapi itu bukanlah perkara mudah. Musim ini jauh lebih sulit, karena itu kami butuh lebih banyak waktu,” ujarnya. Manajer asal Italia ini juga menegaskan jika skuad The Citizens sudah sempurna.

Karena alasan itu, mereka tidak terlalu bernafsu untuk membeli pemain. “Saya pikir kami tidak membutuhkan 10 pemain baru di skuad. Kami sudah memiliki banyak pemain dari musim lalu,” tambahnya. Sebelumnya, The Citizens sudah menarik diri dari perburuan striker Arsenal, Robin Van Persie. Persoalan harga yang terlampau tinggi membuat ManCity kesulitan memenuhi syarat yang diajukan Arsenal guna menggaet top-skorer Premier League musim 2011-12 itu. Di bursa transfer musim panas ini, Van Persie menjadi komoditas klub papan atas. Tiga klub bersaing ketat mendapatkan jasa Van Persie. ManCity, Manchester United dan Juventus bersaing ketat untuk mendapatkan jasa bomber 28 tahun tersebut. “Van Persie salah satu striker terbaik dunia, sulit untuk membelinya. Apakah kami mengajukan penawaran? Saya tidak berpikir begitu,” ujar mantan pelatih Inter Milan tersebut dilansir dari Tribal Football. (VS)

Oscar Janji Patuhi Roberto Di Matteo INGGRIS (VOKAL SUMSEL) - Pemain anyar Chelsea, Oscar dos Santos Emboaba Junior, mengaku siap ditempatkan di posisi mana saja asal menjadi starter. Pemain yang akrab disapa Oscar ini sekarang berada di Olimpiade London 2012 untuk memperkuat timnas Brasil. “Bergabung dengan Chelsea adalah mimpi bagi saya. Setelah Olimpiade, saya akan bertemu dengan manajer (Roberto Di Matteo) untuk mengatakan bahwa saya bisa melakukan apa pun yang dia inginkan,” ujarnya sepert dikutip Daily Star. Pemain yang direkrut dari Internacional ini memang dikenal sebagai

tipe pemain fleksibel. Dia bisa bermain sebagai gelandang tengah, serang, maupun winger. “Ketika di Internacional saya bermain di posisi yang berbeda-beda. Jadi, saya tidak punya masalah dengan adaptasi,” ungkapnya. Oscar mengatakan alasan dirinya bergabung dengan The Blues adalah kesempatan untuk meraih gelar bergengsi lebih terbuka. Musim lalu, Chelsea berhasil merengkuh trofi Piala FA dan Liga Champions. “Saya bergabung dengan Chelsea karena ingin menjadi juara. Proyek yang dibangun tim ini sangat menarik, terutama dengan pemain muda yang

mereka rekrut,” tuturnya. “Saya tidak berpikir dua kali ketika mereka mengajak saya untuk bergabung. Saya berteman baik dengan David Luiz, Ramires, dan Lucas Piazon. Mereka akan membantu saya beradaptasi,” sambung pemain yang memilih nomor punggung 11 ini. Oscar merupakan pemain keempat dari Brasil yang ada di skuad Chelsea saat ini. Ramires telah bergabung sejak 2010 dan David Luiz pada 2011. Sedangkan, Piazon direkrut klub asal London itu pada Januari 2012 lalu. (VS)

Oscar dos Santos Emboaba Junior

MADRID (VOKAL SUMSEL) --Real Madrid belum menyerah untuk mendapatkan Real Modric dari Tottenham Hotspur. Dan transfer Luka Modric ke Real Madrid tampaknya bakal segera terlaksana. Seperti diberitakan The Sun, tawaran Los Blancos senilai £36 juta (Rp534,056 miliar) untuk transfer Modric sudah diterima Spurs. Modric sudah mengutarakan kalau ia ingin bergabung dengan Los Merengues musim ini. Luka Modric Gelandang Timnas Kroasia itu bahkan sempat mogok berlatih di saat persiapan pra musim dan nyaris menggagalkan peluang pindah ke Madrid dengan menolak ikut tur pra musim Spurs. Petinggi Madrid akhirnya berhasil membujuk Modric untuk meminta maaf dan kembali berlatih. Madrid sebenarnya keberatan untuk memenuhi permintaan harga yang dipatok Modric, tapi pelatih Jose Mourinho ingin agar gelandang berumur 26 tahun itu segera bergabung ke Santiago Bernabeu. Jika transfer ini akhirnya terlaksana maka Modric mengakhiri drama transfer selama satu tahun terakhir. Pada musim lalu Modric, nyaris bergabung ke Chelsea tapi akhirnya terus bertahan. Kini akhirnya keinginan untuk hengkang dari White Hart Lane selangkah lagi bakal terlaksana. (VS)

Torres Yakin Bisa Gantikan Drogba

Fernando Torres

INGGRIS (VOKAL SUMSEL) --Pemain penyerang Spanyol, Fernando Torres merasa yakin bahwa dia bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Didier Drogba di Chelsea, setelah Drogba akan pindah ke Shanghai Shenhua. Drogba bergabung dengan klub asal China pada bulan lalu setelah menyumbang 157 gol dalam delapan tahun bergabungnya dia di Stamford Bridge, termasuk gol yang menyamakan kedudukan di menit-menit akhir dan tembakan kemenangan dalam adu penalti melawan Bayern Munich di final Liga Champions pada 19 Mei lalu. Torres, yang telah merasakan pasang surut sejak meninggalkan Liverpool dan biaya transfer termahal di Inggris sebesar 50 juta pound atau 78.57 juta dolar pada Januari 2011, mengatakan ia berharap untuk bisa mengambil alih tekanan dari lini depan bagi juara Eropa itu. “Saya suka tanggung jawab dan itu adalah hal yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya,” kata pemain berusia 28 tahun di laman klub www. chelseafc.com, Sabtu. “Didier melakukan segalanya untuk klub ini, mencetak gol kemenangan di Liga Champions merupakan inspirasi bagi kami,” tambah Torres, yang mencapai targetnya dalam kemenangan 4-0 Spanyol atas Italia di final Euro 2012 pada awal bulan ini. “Hubungan kami sangat baik dan saya sedang berbicara dengan dia ketika ia memutuskan untuk meninggalkan Chelsea. Dia mendoakan saya untuk mendapatkan yang terbaik, dan fans Chelsea akan mengingat saya sebagaimana mereka mengingatnya.” Chelsea memainkan pertandingan pertama mereka musim Liga Premier di Wigan Athletic pada 19 Agustus. (VS)

Wasit Final Piala Dunia 1974 Meninggal Dunia

Jack Taylor semasa hidup

INGGRIS (VOKAL SUMSEL) --Wasit asal Inggris Jack Taylor yang menghadiahkan penalti pertama dalam final Piala Dunia 1974, meninggal dunia dalam usia 82 tahun.

foto : vivanews.com

Taylor yang telah memimpin lebih dari 1.000 pertandingan liga dan lebih 100 pertandingan internasional itu, meninggal dunia karena mengidap kanker berkepan-

jangan selama lebih 30 tahun. Tapi, dia telah meraih tempat terhormat dalam buku sejarah sepak bola menyusul berlangsungnya final Piala Dunia FIFA 1974 antara Jerman Barat melawan Belanda di Munich. Setelah hanya satu menit dari jalannya pertandingan, dan sebelum pemain Jerman menyentuh bola, dia menghadiahi Belanda sebuah penalti setelah pemain Jerman Uli Hoeness menjatuhkan Johan Cruyff di kotak penalti, dan Johan Neeskens sukses mencetak gol penalti untuk memberi keunggulan kepada timnya Belanda. Pada 25 menit kemudian dia menghadiahi penalti kedua, dan saat itu untuk Jerman sehingga tim itu menyamakan

kedudukan dan akhirnya menang 2-1. Di antaranya pertandingan penting yang pernah dia wasiti adalah final Piala FA 1966 antara Everton melawan Sheffield Wednesday dan final Piala Eropa 1971 antara Ajax Amsterdam melawan Panathinakos, keduanya di Wembley. Dia kemudian masuk FIFA Hall of Fame pada 1999. Ketua eksekutif liga premier Richard Scudamore mengatakan cukup sedih mendengar kematian Taylor. “Jack merupakan salah satu duta terbaik sepakbola Inggris yang mampu meraih posisi sebagai wasit terbaik, hingga hari-hari terakhirnya, terus membantu mengembangkan wasit-wasit muda,” katanya. (VS)

foto : yahoo.com

Hari Minggu & Libur Showroom Tetap Buka


10

Olahraga

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Bulu Tangkis Olimpiade London 2012

Tantowi/Butet Pastikan Tempat di Perempat Final

GP Hongaria

Redam Duo Lotus, Hamilton Menangi Balapan BUDAPEST (VOKAL SUMSEL)-Lewis Hamilton berhasil finis di posisi pertama di GP Hongaria. Ini menjadi kemenangan keduanya musim ini. Setelah meraih posisi pole dalam balapan, Hamilton berhasil menjaga posisi tersebut sampai melintasi garis finis di posisi terdepan, Minggu (29/7) malam WIB. Hasil tersebut didapat Hamilton setelah mendapat tekanan dari duo Lotus, Romain Grosjean dan Kimi Raikkonen, dil lap-lap awal dan juga di lap akhir balapan. Kemenangan di Hungaroring tersebut menjadi yang kedua untuk si pebalap McLaren musim

ini. Sebelumnya Hamilton meraih kemenangan di Kanada. Raikkonen, yang dalam beberapa lap terakhir menempel ketat Hamilton, finis di posisi dua dalam balapan yang tak terlalu banyak menyajikan aksi dan lebih menitikberatkan kepada strategi tim tersebut. Raikkonen sendiri mengawali balapan di posisi lima. Meski belum meraih satu kemenangan pun musim ini, hasil tersebut membuat Raikkonen kini telah mencatat lima kali finis di posisi podium, sebagaimana dikutip detikcom. Rekan Raikkonen di Lotus, Grosjean, yang start di po-

Lewis Hamilton

sisi dua sempat cukup lama menempati posisi dua dan membayangi Hamilton. Tetapi pada akhirnya ia harus puas di posisi tiga. Sebastian Vettel dari Red

FOTO : DETIK.COM

Bull harus puas finis di posisi empat sedangkan Fernando Alonso (Ferrari) menyudahi balapan di posisi lima. Secara berurutan keduanya start di posisi tiga dan enam.(VS)

Demi Target Emas PON

Dayung Sumsel Tetap Latihan Rutin Dibulan Ramadhan FOTO : INILAH.COM

Pasangan Indonesia maju ke perempat final.

LONDON (VOKAL SUMSEL)--Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad berhasil memastikan tempat di perempatfinal ganda campuran Olimpiade London, Minggu (29/7) kemarin. Pasangan ini berhasil memborong kemenangan dua game sekaligus dari lawan mereka pasangan Korea Selatan, Lee Yong-Dae/Ha Jungh-eun pada laga kedua di Grup C. Sejak gam pertama, Tantowi/Lilyana mantap me-

mimpin pertandingan. Mereka menang dengan poin 21-19 dalam 20 menit. Tidak berhenti di situ, pasangan Tantowi/Butet juga membenamkan lawannya di game kedua dengan poin 21-12 dalam 16 menit. Dalam pertandingan per-

tama mereka juga berhasil mengalahkan ganda India, Diju V/Jwala Gutta 21-16 21-12. Dengan hasil itu sebetulnya Tantowi/Butet sudah dipastikan melaju ke perempat final. Mereka harus mengalahkan lawan terakhir mereka di grup C, pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl jika mereka tak ingin berjumpa dengan pasangan unggulan asal Cina Zhang Nan/Zhao Yunlei.(VS)

Medali Emas Pertama Milik Atlet Cina LONDON (VOKAL SUMSEL)-Atlet menembak wanita asal Cina, Yi Siling, berhak atas medali emas pertama di Olimpiade 2012 di London, usai memenangi final nomor 10 meter air rifle. Setelah berhasil lolos dari babak penyisihan di urutan kedua, atlet berusia 23 tahun itu

tampil maksimal di partai utama dan sukses membukukan 103,9 poin dari 50 tembakan yang dilakukan. Sementara itu, Sylwia Bogacka yang memimpin angka di penyisihan, harus puas dengan medali perak. Pasalnya, atlet Polandia itu hanya mengumpulkan 103,2 poin, sebagaima-

na dikutip INILAH.COM. Pada pertandingan yang berlangsung di Royal Artillery Barracks, sebelah tenggara Kota London, medali perunggu menjadi milik atlet Cina, Dan Yu. Dengan hasil ini, Cina untuk sementara memimpin perolehan medali dengan 1 emas dan 1 perunggu.(VS)

Atlit Penembak Cina memperoleh Emas pertama.

FOTO : INILAH.COM

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL)-- Meski saat ini sedang memasuki bulan suci Ramadhan, namun demi merealisasikan target meraih medali emas, tim dayung Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan turun pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau XVIII 2012 terus menggelar latihan rutin. Pagelaran yang tinggal menyisakan kurang dari dua bulan lagi membuat pedayung Sumsel terus menggenjot latihan rutin meski saat ini sedang menjalani ibadah puasa demi mencapai target yang diinginkan. Jika selama ini pedayung Sumsel melakukkan latihan sebanyak tiga kali sehari, maka saat puasa menu ini tetap berlaku. "Kecuali hari Senin, biasanya dalam seminggu kita rutin latihan sebanyak tiga kali sehari. Ini juga berlaku saat bulan suci Ramadhan, menu latihan tetap sama. Namun, jika biasanya kita latihan pagi siang

sore, maka saat puasa pengecualian ada pada latihan siang hari yang diganti malam setelah tarawih. Pagi sore latihan seperti biasa," kata Pelatih dayung Sumsel, Hasrul Sani kepada Harian Vokal Sumsel disela-sela latihan tim, kemarin pagi. Meski porsi latihan tidak dikurangi, namun menurutnya tidak ada keluhan dari anak asuhnya. "Pola latihan yang cukup berat seperti tidak membebani mereka demi mencapai target medali emas. Malah mereka terlihat bersemangat meski dalah keadaan puasa, tidak ada raut letih dari wajah mereka," ungkap Hasrul. Hasrul juga menuturkan, selain pola latihan yang sedikit diubah, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada para atlet seperti mengatur pola makan dan tidur. Dengan pola latihan yang telah diatur, dia yakin kondisi para atlet tetap bugar kendati melakukan latihan cukup berat.

Masyarakat Perantauan Minta PON Riau Sebaiknya Diundur JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) Lukman Edi menegaksan, pihaknya siap menyukseskan pelaksanaan Pekan Olaharaga Nasional (PON) XVIII 2012 dan Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013 yang bakal digelar di provinsi Riau. Namun anggota DPR RI asal pemilihan Riau itu menegaskan, PMRJ tempat bernaungnya masyarakat Riau yang berdomisili di pusat ibukota itu tidak akan rela jika penyelenggaran multi iven empat tahunan tersebut melibatkan atau digelar di daerah lain selain provinsi Riau. "Kami tak rela jika daerah lain selain Riau juga ikut menjadi tuan rumah, lantaran tidak siapnya Riau di beberapa

Cabor. Kalau begitu lebih baik diundur beberapa waktu," kata Lukman di sela-sela buka puasa bersama PMRJ dan Gubernur Riau di Jakarta kemarin. Acara yang dikemas dengan Dialog Masyarakat Riau Jakarta bersama Gubri dengan tema "Merajut kebersamaan mensukseskan PON XVIII di Riau’’ itu juga dhadiri Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus, Sekda Riau, Syamsir Yus bersama beberapa Kadis di lingkungan Pemprov, Walikota Pekanbaru Firdaus, mantan Mendagri, Syarwan Hamid, sejumlah anggota DPR RI asal Riau serta tokoh dan ratusan masyarakat Riau yang berdomisili di Jakarta. Lukman berharap dengan kendala-kendala yang kini

"Semuanya berjalan seperti biasa, tidak ada perlakuan khusus selama Ramadhan. Kami yakin tidak akan berpengaruh karena pola latihan telah kita atur agar kondisi mereka tetap bugar kendati harus melakukan latihan cukup berat," tuturnya. Salah satu atlet dayung Sumsel, Oktaviansyah mengungkapkan juka tidak mempermasalahkan pola latihan ini. Baginya dengan waktu latihan siang yang diganti pada malam hari, pola latihan yang diberikan sudah sangat tepat. "Tanpa harus mengurangi menu latihan tim, dalam kondisi puasa kebugaran kami tetap terjaga kanrena pola latihan yang diberikan pelatih sudah sangat tepat," ujarnya. Sepanjang sejarah keikutsertaan pada event empat tahunan ini, pedayung Sumsel belum pernah sekalipun meraih medali emas. Prestasi dayung Sumsel sejauh ini hanya meraih medali perak,

dan pada PON XVII yang berlangsung di Kalimantan Timur (Kaltim) empat tahun silam, dayung Sumsel hanya menduduki peringkat empat. Kendati belum pernah meraih emas, namun Hasrul tetap optimis pada PON kali ini pedayung Sumsel dapat berbicara banyak. Menurutnya, banyak faktor yang menguatkan target medali emas dapat digapai. Selain dibekali atlet-atlet berkualitas, dengan didukung fasilitas berstandar internasional yang berada di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) sebagai sarana latihan membuat persiapan menjadi maksimal. "Karena itu kami optimis dapat meraih medali emas," jelasnya. Pada PON kali ini, Sumsel akan menurunkan 14 atlet (tujuh putra dan tujuh putri) dari Cabang Olahraga (Cabor) dayung yang pada kelas 1x putra, 2x putra, 4x putra, 1x putri, 2x putri, dan 4x putri. (DAM)

dihadapi Pemprov dan PB PON terkait dengan pelaksanaan PON hendaknya dapat terantasi dan segera ditemukan solusinya, sehingga iven empat tahunan itu berjalan lancar dan sukses sesuai yang dicanangkan. "Kami siap menyukseskan PON dan juga ISG yang akan dilaksanakan di Riau. Kita berharap dengan ivent ini dapat menjadi kebanggaan kita, karena merupakan skala nasional bahkan internasional,’’ kata Lukman yang berniat maju di Pilgubri yang bakal digelar tengah tahun depan. Semantara itu, Gubri Rusli Zainal mengatakan, kehadiran PON banyak menimbulkan dampak positisif bagi perkembangan dan kemajuan Riau kedepan. Antara lain, infrastruktur Riau yang semula terbelakang kini jauh lebih baik seperti jalan, jembatan, airport serta pembangunan pembangkit listrik untuk meminimalisir adanya byar pet atau pemadaman bergilir. "Roda perekonomian di Riau saat ini maju dan berkembang pesat, karena itu saya katakan bahwa dengan PON

ini dampaknya begitu luar biasa bagi Riau," kata Gubri. Gubri juga menyampaikan bahwa Riau juga diberi kehormatan untuk menjadi tuan ruman ISG III 2013 mendatang yang bakal dikiuti 57 Negaranegara Islam. "Ini merupakan kesempatan dan kebangaan yang luar biasa dan bersejarah bagi Riau. Sebab, iven olaharaga menjadikan sebagai pintu gerbang untuk memajukan daerah," katanya. Gubri juga menegaskan, pihak akan berusaha dengan maksimal agar tidak ada satupun Cabang Olahraga yang dipindahkan dari Riau, seperti yang mencuat adanya wacana dan keinginan daerah lain di tengah belum rampungnya sejumlah venues PON . "Apapun kondisi dan keadaanya Insyaalallah PON digelar di satu provinsi yakni Riau. Kami sudah berkordinsi dengan berbagai pihak, seperti Kemendagri, BPKP, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan rencananya Senin (30/7) akan mengadakan pertemuan dengan Menko Kesra," katanya. (SAN)

Olimpiade 2012

Perenang 16 Tahun Pecahkan Rekor Dunia 400 Meter LONDON (VOKAL SUMSEL)--Atlet China Ye Shiwen meraih prestasi gemilang di Olimpiade 2012. Perenang 16 tahun itu menyabet medali emas di nomor 400 meter individual gaya ganti sekaligus memecahkan rekor dunia. Ye menjadi yang tercepat diantara perenang lainnya saat bertanding di Aquatics Centre, London, Minggu (29/7/2012) dinihari WiB. Mencatatkan waktu 4 menit dan 28,43 detik. Ia unggul 2,84 detik dari perenang Amerika Serikat, Elizabeth Beisel, yang ada di tempat kedua. Yang lebih membanggakan, tore-

han waktu Ye itu juga lebih cepat 1,02 detik dari rekor dunia sebelumnya atas nama perenang Australia, Stephanie Rice, yang dicetak di Olimpiade Beijing, sebagaimana dikutip detikcom. Ye merupakan perenang China kedua yang berhasil mencatatkan nama dalam buku rekor dunia cabang renang 400 meter gaya ganti. Sebelumnya, Chen Yan juga pernah melakukan hal serupa di Olimpiade Shanghai tahun 1997. Sementara itu, kontingen China dominan di hari pertama Olimpiade 2012. Mereka mengumpulkan enam

medali, di mana empat di antaranya merupakan medali emas. Emas pertama diraih China dari cabang menembak atas nama Yi Siling yang turun di nomor 10 meter air rifle putri. Tiga lainnya didapat dari cabang angkat berat atas nama Wang Mingjuan dan dua dari cabang renang atas nama Sun Yang dan Ye Shiwen. Ye Shiwen tak hanya berhasil menyabet medali emas, tapi juga sukses mencatatkan rekor dunia baru di nomor 400 meter gaya ganti dengan torehan 4 menit dan 28,43 detik. CItalia menempati peringkat dua

dengan lima medali. Mereka mengumpulkan dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Sementara Amerika Serikat baru menyabet satu emas yang diikuti oleh raihan dua perak dan perunggu. Bagaimana dengan Indonesia? Atlet cabang menembak, Diaz Kusumawardani, gagal melewati babak kualifikasi setelah hanya menempati peringkat ke-55 nomor 10 meter air rifle putri. Di cabang bulutangkis, tiga wakil Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Taufik Hidayat, dan Meiliana Jauhari/Greysia Polii berhasil memetik kemenangan di laga pertama. Sementara Muhammad Ahsan/Bona Septano, kalah dari pasangan Thailand, Bodin Isara/ Maneepong Jongjit. Hingga hari Minggu (29/7) kemari, sudah ada 19 negara yang berhasil menyabet medali di Olimpiade London. (VS)

Yeshiwenisi


Politik - Hukum

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

11

PBNU Desak SBY Ambil Inisiatif Bela Muslim Rohingya JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil inisiatif untuk menolong dan membantu etnis Rohingya yang makin memprihatinkan dari bahaya pembersihan etnis. Pembakaran perkampungan dan pengusiran mereka yang terjadi di Provinsi Rokhine, Burma, merupakan aksi yang tidak bisa dibiarkan oleh dunia internasional. Demikian disampaikan Ketua PBNU H. Slamet Effendy Yusuf MSi, pada wartawan di Jakarta, Minggu (29/7) dalam merespon tragedi kemanusiaan etnis Ro-

hingya. “Pembiaran pembantaian terhadap etnik Rohingya seperti selama ini kita saksikan harus dihentikan. Apalagi, apa yang terjadi sekarang ini merupakan puncak perlakuan diskriminatif yang sudah lama berlangsung terhadap etnik Rohingya, yang beragama Islam,” katanya mengingatkan. Karena itu menurut Ketua MUI Pusat ini Indonesia sebagai Negara yang dituakan di negara ASEAN, maupun negara muslim terbesar di dunia seharusnya mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi, sangat tidak elok jika pemerintah Indonesia hanya menjadi penonton dalam tragedi

kemanusiaan ini. Yang pasti lanjut Slamet, Presiden SBY dalam waktu singkat dan mendesak ini harus melakukan upaya diplomatik konkret, baik secara bilateral maupun multilateral. Bahwa praktek pelanggaran atas prinsip kemanusiaanm seperti dialami oleh etnik Rohingya, harus segera diakhiri. “Dan, PBNU sangat berharap pemerintah berperan aktif dalam masalah ini,” tambah mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini. Selain itu dia berharap organisasi konferensi Islam (OKI) juga memperhatikan tragedy ini secara serius. “OKI harus melakukan langkah konkret untuk melindungi etnis

Rohingya, agar tidak terus-menerus menjadi sasaran kebiadaban Junta Militer Myanmar. OKI juga harus mendesak PBB agar menjatuhkan sanksi tegas pada pemimpin Myanmar, misalnya mengajukan pengadilan ke dunia internasional atau Inter' Criminal Court (ICC) dengan tuduhan sebagai upaya pembersihan etnis atau genoside etnis Rohingya, secara sistemtis,” tambah Slamet. Hal yang sama sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, yang meminta agar pemerintah memberi dukungan terhadap nasib muslim Rohingya di Myanmar tersebut.

Komnas HAM Desak Kapolri Evaluasi Pengamanan Wilayah Konflik JAKARTA (VOKAL SUMSEL) --Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mengevaluasi kebijakan pengamanan pada wilayah konflik sumber daya alam. "Menarik seluruh pasukan Brimob dan menghentikan segala bentuk tindakan represif dalam penyelesaian konflik dengan mengedepankan upaya dialogis," kata Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim di Jakarta, Minggu (29/7). Ifdal mengatakan, Kepolisian seharusnya belajar dari peristiwa di Mesuji Lampung dan Donggala Sulawesi Selatan. Sehingga kejadian penembakan oleh aparat Brimob

di desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang menewaskan satu warga desa pada Jumat (27/07) kemarin dapat terhindarkan. "Brimob tidak mempunyai keahlian bernegoisasi. Seharusnya Dalmas (Pengendali Massa) yang diterjunkan. Sehingga senjata api digunakan jika tidak lagi bisa mengendalikan keadaan," jelasnya. Ifdal mengatakan, mencopot Kapolri Jenderal Timur Pradopo tidak akan menyelesaikan akar permasalahan konflik lahan. Menurutnya siapapun Kapolri yang menjabat jika tidak melakukan evaluasi manajemen pengamanan maka peristiwa bentrokan

Jenderal Timur Pradopo (Kapolri)

FOTO : WARTAKOTALIVE.COM

tetap sama (bentrokan

terjadi)," jelasnya. Ifdal kemudian menyebut terjadi ketegangan di PT Perkebunan Nasional XVII di pulau Seram, Ambon. Aparat Kepolisian berhadap-hadapan dengan warga. "Semoga saja tidak terjadi lagi bentrokan," harapnya. (VS/BRT)

Pimpin Sweeping Kafe di Bintaro

Habib Bahar Ditahan JAKARTA (VOKAL SUMSEL) --Aksi sweeping di Cafe De Most, Jl Veteran Raya Kavling 8 Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel, Sabtu malam dipimpin langsung oleh Ketua organisasi masyarakat (ormas) Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith, berbuntut panjang. Atas tindakannya itu, Habib Bahar ditahan di Mapolres Jakarta Selatan. "Habib Bahar sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Jakarta Selatan," kata Kepala Polres Jaksel Kombes Pol Imam Sugianto kepada wartawan di kantornya, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Minggu (29/7/2012). Habib Bahar juga biasa disebut Habib Bule karena fisiknya yang kebule-bulean. Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Habib Bahar berperan aktif dalam tindakan anarkis tersebut. "Tersangka ini memimpin langsung aksi sweeping dan mengerahkan personelnya," kata Rikwanto. Di rumah Habib Bahar pula di kawasan Pondok Aren, Tangerang, konsolidasi untuk aksi sweeping itu dilakukan. Konsolidasi itu dilakukan 2 minggu sebelum aksinya. Kepada polisi, Habib Bahar mengaku kesal dengan adanya kafe yang membandel selama bulan puasa. Habib Bahar kemudian berinisiatif untuk melakukan aksi sweeping tanpa berkoordinasi dengan aparat terkait. "Dengan alasan kafe masih buka dan disinyalir ada (barang atau kegiatan) yang dilarang selama bulan pua-

sa, mereka insiatif menutup namun dalam tindakannya melakukan tindakan perusakan. Untuk itu kita melakukan pengamanan agar tidak terjadi lagi," paparnya. Selain Habib Bahar, polisi juga menetapkan 23 tersangka lainnya. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan subsider Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 buah golok, 1 bilah celurit, 4 bilah samurai, 4 batang stik golf, 1 buah double stik dari besi, 1 potong kayu, 1 buah bendera Majelis Pembela Rasulullah serta satu set alat musik milik kafe. Terlibat Kasus Kekerasan Lainnya Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith, yang memimpin sweeping di kafe di kawasan Bintaro, Jaksel, semalam, ternyata menurut rekam jejak kepolisian pernah terlibat dalam beberapa aksi kekerasan. "Tahun 2010 Habib Bahar pernah pimpin penyerangan jemaat Ahmadiyah di Kebayoran Lama, Jaksel," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto. Menurut Imam, Habib Bahar sempat ditahan atas kasusnya itu. "Cuma lebih detailnya kurang hapal. Saya belum di Polres Jaksel waktu itu," kata dia. Sebagai sedikit informasi, Habib Bahar ini merupakan tokoh yang dipercayakan untuk 'membimbing' ormasormas kepemudaan. Dia biasa disebut sebagai Habib Bule karena fisiknya yang kebule-

bulean. "Dia suka memberikan ceramah ke ormas-ormas seperti FBR dan Forkabi yang garis lunak," kata Imam. Basis Majelis Pembela Rasulullah sendiri terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara pengikut Habib Bahar mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Pesanggrahan dan Pondok Aren. Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Hermawan menambahkan, Habib Bahar juga pernah terlibat dalam aksi di Makam Mbah Priok, Tanjung Priok, beberapa tahun silam. "Waktu kisruh makam Mbah Priok juga dia ikut," tambah Hermawan. Kronologis Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto Minggu (29/7) menjelaskan kronologis dan langkah kepolisian terhadap salah satu oramas yang melakukan sweeping sehinga terjadi pengrusakan Kafe Musik Hidup dan Karaoke D Most di Jalan RC Veteran Bintaro Rt 04/12, pesangrahan. Dari aksi kekerasan tersebut seorang karyawan terluka. Polres Metro Jakarta Selatan sudah menetapkan 23 orang menjadi tersangka. 1. Pada sabtu 28 Juli sekira pukul 23.20 wib terjadi pengrusakan Kafe Musik Hidup & Karaoke D MOST milik bapak Seno di RC. Veteran Bintaro Rt 04/12, mengakibatkan kerusakan baner atau spanduk bertuliskan D Most sobek, kaca Loby samping kiri lantai 1 pecah, Bar tender lantai 2 rusak, beberapa lampu pecah, Mix Sound sistem rusak, puluhan minuman bir putih dan bir hitam merek Angker Beer pecah di lantai 2. Dari aksi itu juga seorang karyawan bernama Ibnu mengalami memar pada kepala bagian belakang.

Myanmar malah menganggapnya sebagai pembangkangan,” tutur Said. Disebut-sebut Ummat Budha mengancam akan memberlakukan ummat Islam seperti saudaranya di Rohingya, bila tidak mau mengikuti kemauan mereka. Ancaman tersebut membuat perwakilan dari kaum muslimin mengadukan hal itu kepada Majelis Ulama di Srilangka. Dalam pertemuan dengan Majelis Ulama Srilangka, Kepala Kepolisian Srilangka menyatakan perkara tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh kepolisian. Ia menjanjikan masjid Al-Akram akan dibuka kembali dalam waktu dekat. (SAN)

Tahun 2011 139 Kasus, Tahun Ini 36 Kasus

aparat Kepolisian dengan warga di daerah konflik kerap terjadi. Pen-

gamanan yang dilakukan oleh personel Brimob di daerah perkebunan maupun pertambangan, kata Ifdal merupakan kebijakan Kapolri yang mengkategorikan daerah tersebut sebagai objek vital. "Kalau tidak dievaluasi penempatan Brimob. Siapapun Kapolrinya

“Pemerintah dapat menggunakan posisinya sebagai pimpinan ASEAN agar pemerintah Myamar memperhatikan nasib muslim Rohingya,” ujarnya. Dikatakan, keyakinan beragama harus dilindungi di setiap negara. Tapi, merupakan fakta yang memperihatinkan ketika muslim menjadi minoritas di sebuah negara, nasibnya seringkali terlunta-lunta dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah. “Ternyata di lingkungan ASEAN saja seperti Thailand Selatan, Philipina, atau Myanmar, mereka justru mendapatkan perlakuan diskriminatif dan ketika meminta perhatian pemerintah,

2. Menurut keterangan sekurity Lukman dan Syukri, bahwa massa sekitar 60 orang datang berorasi menyatakan ini bulan puasa dan selanjutnya melakukan pengrusakan. 3. Setelah melakukan pengrusakan, dengan menggunakan sepeda motor konvoi arah Pndok Aren Tangerang dan kemudian di Pondok Aren, dimana pasukan dari Polres Metro Jakarta Selatan mengejar mereka dan berhasil mengepung dan mengamankan rombongan konvoi di wilayah Polsek Pondok Aren selanjutnya dibawa ke Mapolres. 4. Pelaku pengrusakan, Majelis Pembela Rasulullah, pimpinan Habib Bahar bin Smit, (pendiri dan pemimpin Majelis) dengan almat Jalan Mesjid Al Bror Rt. 03/01, Ponodok Betung, Pondok Aren Tangerang. 5. Langkah-langkah kepolisian mengejar dan mengamankan pelaku berkoordinasi dengan Polres Tangerang Kabupaten dan membawa pelaku ke Mapolres Jakarta Selatan pada pukul 02.00 WIB 6. Jumlah pelaku yang diamankan sebanyak 53 orang yang terdiri dari 16 dewasa dan 37 masih dibawa umur. Setelah dilakukan pemeriksaan untuk menentukan pelaku pengrusakan dan yang memiliki barang bukti senjata tajam terdapat 23 orang menjadi tersangka. Ke 23 orang tersebut terdiri dari 21 dewasa langsung dilakukan penahanan, sedangkan 2 anak-anak di bawah umur dilakukan pembinaan dan diserahkan kepad orang tuanya. Dari mereka polisi menyita 5 Samurai, 2 Golok, 1 Clurit, 4 Stick Golf dan 1 Bendera Majelis Pembela Rasulullah. (VS)

Hentikan Bullying di Sekolah JAKARTA (VOKAL SUMSEL) --Kasus dugaan bullying di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, sedang ditangani polisi. Kasus ini menambah panjang daftar bullying di sekolah seluruh Indonesia. Komnas Perlindungan Anak (PA) setiap tahun mendata kasus bullying, saat ini rekor masih dipegang tahun 2011. “Cukup tinggi tahun 2011 ada 139 kasus bullying di lingkungan sekolah,” ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi detikcom, Minggu (29/7). Sedangkan untuk tahun 2012, Arist baru menemukan 36 kasus. “Tahun 2012 agak turun ada 36 kasus yang sebelumnya ada 139 kasus,” katanya. Arist mengatakan kasus bullying melibatkan kelompok anak yang memiliki power terhadap anak lainnya yang lebih powerless. Tak cuma di sekolah, bullying juga terjadi di tempat pergaulan lainnya, yang disebut Arist sebagai ‘kelompok kampung’. “Kasus bullying terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok sekolah dan kelompok kampung,” ungkapnya. Arist menuturkan banyaknya kasus bullying di sekolah karena adanya pengajakan yang dilakukan oleh senior terhadap junior agar tunduk terhadap perintah. “Maksud bullying karena di dalamnya terjadi pengajakan, artinya digunakan kekuasaan mayoritas terhadap minoritas. Di sekolah ujung tombak berada di kelas satu dan istilah di antara mereka ada yang disebut kelas dewa (di atas kelas satu-red),” tuturnya. Mediasi Polisi Arist juga berpandangan, kasus bullying bisa diselesaikan lewat perdamaian. Namun bila

sulit dicapai, maka polisi perlu dilibatkan. “Lapor polisi kalau dianggap sulit didamaikan tetapi polisi punya hak diskresi. Diskresi dilakukan (dengan penyelesaian) di luar pegadilan dengan polisi bisa jadi mediator,” ujarnya. Arist menuturkan pihak kepolisian punya hak untuk mendamaikan mereka sebelum dibawa ke jalur pengadilan. Kalaupun pihak kepolisian tidak mampu bisa mempergunakan tokoh masyarakat sebagai me-

diatornya. “Dia bisa memanggil tokoh masyarakat sebagai mediator tetapi pemanggilan dilakukan oleh polisi. kecuali kedua belah pihak tidak ada kata sepakat maka bisa ditempuh ke jalur pengadilan,” katanya. Arist menambahkan pihak sekolah harus menghapus budaya kekerasan yang kerap terjadi pada masa orientasi siswa, termasuk yang diduga terjadi di SMA Don Bosco. “SMA Don Bosco harus menghapus budaya kekerasan dan menghabisi senioritas berdasarkan UU Perlindungan Anak,” dorongnya. Tak Ada yang Menekan Kami

SMA Seruni Don Bosco atau yang biasa dikenal dengan SMA Don Bosco, kini sedang menyelesaikan masalah dugaan kekerasan atau “bullying” yang diduga dilakukan murid kelas 3 kepada murid baru kelas 1. Pihak sekolah membantah adanya tekanan dari orangtua. “Tidak ada tekanan apa pun. Baik dari korban maupun dari pihak yang diduga pelaku,” kata Manajer Pendidikan SMA Don Bosco, Ibnu Markatab, kepada VIVAnews, Minggu (29/7). Menurut Ibnu, semua pihak yang berkepentingan dalam kasus ini sudah berkomitmen untuk kooperatif. Pihak sekolah, korban, dan kubu yang diduga pelaku sepakat untuk menyerahkan kasus ini kepada proses hukum. Sembilan murid kelas 3 SMA Don Bosco ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan kekerasan. Kekerasan di luar Masa Orientasi Sekolah itu terjadi usai kegiatan sekolah pada Selasa malam 24 Juli 2012 di sebuah apartemen di Pondok Indah. Enam orang murid junior sebagian besar dipukuli. Bahkan, satu di antaranya disundut rokok. Polres Jakarta Selatan kemarin menetapkan 9 murid kelas 3 yang diduga pelaku menjadi tersangka. “Kalau sudah diserahkan kepada kepolisian, kami semua harus taat asas,” ujar Ibnu. Ibnu membantah keras ada tekanantekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam kasus ini. “Tidak ada tutup-menutupi. Tidak ada tekanan dari mana pun.” Rencananya, Senin atau pekan depan, polisi akan mengkonfrontir para pelaku dengan para korban. Semua pelaku dugaan kekerasan masih di bawah umur. (VS)

38 Anak Yatim Keracunan Makanan Buka Puasa G O WA ( V O K A L S U M S E L ) Puluhan anak panti asuhan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Syekh Yusuf, Sabtu malam 29 Juli 2012. Mereka semua diduga keracunan makanan usai menghadiri hajatan buka puasa bersama di Masjid Babul Imam, Jalan Hertasning Baru, Gowa. Anak-anak dari dua panti asuhan, yakni PA Fitri dan PA Rahma Azisa, kemudian langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat rumah sakit setempat. Mereka menderita mual, pusing bahkan muntah. Menurut salah seorang korban,

S u l f a k a r, m e r e k a b a r u s a j a menghadiri acara buka puasa. Saat acara tersebut, mereka makan nasi bungkus yang isinya nasi goreng bercampur dengan nasi putih. "Hanya berselang satu jam kemudian, saya mual dan pusing," kata Sulfakar sebagaimana diberitakan VIVAnews. Ia mengaku heran, karena ia tidak hanya sendiri mengalami kondisi itu. Hampir semua temannya bahkan pengasuh mereka ada juga yang mengalami mual dan pusing. Sementara itu, hinggal pukul 22.00 WITA, sudah sebanyak 38 orang yang dibawa ke rumah sakit. Kedatangan para

pasien yang hampir bersamaan itu membuat ruangan UGD rumah sakit sesak serta kesulitan menampung pasien. Tak hanya itu, jumlah tim medis yang terbatas juga membuat mereka agak kewalahan menangani pasien yang semuanya membutuhkan penanganan segera. Sementara itu, puluhan korban yang diduga keracunan masih tidur. Mereka terbaring lemas di bangsal-bangsal UGD. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan keracunan tersebut. Polisi juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium setempat. (VS)

Alquran Kuno Peninggalan Kerajaan Hindu Bali

Alquran kuno peninggalan Kerajaan Hindu Buleleng. CYAN YELLOW MAGENTA KEY

FOTO : DETIK.COM

BULELENG (VOKAL SUMSEL) -- Perkembangan Islam di Pulau Bali tidak lepas dari Puri (kerajaan) Buleleng yang bercorak Hindu. Bukti sejarah yang menggambarkan eratnya hubungan Puri Buleleng dengan perkembangan Islam terlihat dari sebuah peninggalan berupa Alquran kuno. Kitab suci Islam itu ditulis tangan oleh seorang keluarga Raja Panji Sakti VI, I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi. Dia menyepi ke menyepi setelah terjadi perang saudara di Puri Buleleng. Saat prahara mendera Puri Buleleng, Ketut Celagi menyingkir ke sebuah masjid.

Dia diterima dengan tangan terbuka oleh Haji Muhammad Yusuf Saleh, imam pertama masjid tersebut. Berdasarkan catatan lontar dan cerita para pendahulu warga Buleleng, setiap orang yang menimba ilmu agama Islam kepada Haji Muhammad Yusuf Saleh diwajibkan menulis Alquran sebagai ujian akhir. Ketut Celagi menggunakan kertas yang didatangkan daari Eropa untuk menulis Alquran ini. Selain itu, dia menulis ayatayat dalam Alquran ini dengan menggunakan bahan pewarna alami dari dedaunan lokal. Hiasan Alquran juga menggunakan ornamen-ornamen

khas Bali. Namun sayang, tidak diketahui tahun berapa Alquran ini ditulis oleh Ketut Celagi. Namun, berdasarkan catatan perang saudara di Puri Buleleng, Alquran ini diperkirakan ditulis pada tahun 1820-an. Hingga kini, Alquran kuno ini tersimpan rapi di Masjid Agung Jami, Jalan Imam Bonjol, Singaraja. Alquran ini digunakan khusus saat Ramadan dan hari suci umat Muslim lainnya. "Sebagai bukti sejarah kekerabatan komunitas Muslim Buleleng dengan Puri Buleleng, Alquran kuno ini disimpan oleh takmir Masjid Jami Singaraja," kata Ketua Takmir Masjid

Agung Jami, Ahmad Muchlis, Sabtu, 28 Juli 2012. Menurut Muchlis, hingga saat ini banyak pihak yang datang ke Buleleng khusus untuk melihat Alquran kuno ini. Banyak yang menyarankan untuk dibuatkan micro filmnya. Namun, lantaran terkendala dana, niat itu tak kunjung direalisasikan. Para pengurus Takmir Masjid Jami berharap Alquran kuno ini menjadi warisan budaya untuk mengeratkan tali silaturahmi antara komunitas umat Muslim Buleleng dengan Puri Buleleng. "Semoga bisa terus mempererat tali persaudaraan yang langgeng," harap Muchlis. (VS)


12

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Lintas Daerah

Durian Padang membanjiri OKI.

FOTO HRI/VOKAL SUMSEL

Durian Padang Banjiri OKI SIRAHPULAU PADANG, (VOKAL SUMSEL) – Buah durian selama bulan Ramadhan ini membanjiri Kabupeten Ogan Komering Ilir. Buah tersebut bukan berasal dari tanaman lokal, melainkan datang dari Padang. Buah durian, salah satu buah yang bisa diolah dalam bebagai bentuk jenis masakan, khususnya masakan yang disajikan pada saat berbuka puasa seperti untuk membuat kolak dan sebagainya. Khodijah (47), salah satu pembeli buah durian mengatakan, buah durian memang salah satu jenis buah yang paling banyak dicari khususnya, para ibu rumah tangga sebagai sajian berbuka puasa. “Durian sangat mudah diolah untuk berbagai jenis masakan, seperti dibuat kolak maupun sebagai pelengkap lauk pauk,”ujarnya. Sayangnya buah durian banyak dicari masyarakat ini, justru bukan buah durian lokal OKI, karena di OKI belum memasuki musim durian, biasanya bulan Desember nanti. Untung (40), warga Desa Batu Ampar, salah satu pedagang buah-buahan mengatakan, saat ini durian yang terdapat pada sejumlah pasar tradisional di OKI didatangkan dari luar daerah, khususnya dari kota Padang. “Terpaksa, karena di OKI sendiri belum memasuki musiman durian. Dengan didatangkannya buah dari luar daerah, tentu berimbas pada harganya yang cenderung lebih mahal dibandingkan buah durian lokal,” jelasnya. Walaupun harga durian ini tergolong tinggi, tetapi tidak menurunkan animo masyarakat membelinya, karena durian salah satu buah yang paling banyak dicari masyarakat OKI pada saat bulan Ramadhan seperti ini.(HRI)

Proyek Kakanmenag Lahat Disoal LAHAT, (VOKAL SUMSEL) — Proyek pembagunan rehabilitas 3 ruang Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Kecamatan Lahat, dengan menelan dana sebesar Rp195.0000.000, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lawang Agung Rp.190.000.000, serta pembangunan perpustakaan MIN Wonorejo, Kecamatan Kikim Barat, yang memakan dana sebesar Rp150.000.000, belakangan disoal beberapa pihak. Proyek dipertanyakan itu, lantaran diduga adanya intervensi pihak Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag), mulai dari proses tender, pengumuman pemenang tender, yang sengaja untuk diarahkan kepada salah seorang, hingga diperparah lagi dengan pengerjaan fisik. Dimana, terindikasi dikerjakan tidak sesuai dengan spek atau buku petunjuk teknis yang ada. “Dugaan-dugaan kejanggalan terhadap proyek tersebut, banyak terlihat. Oleh karenanya proyek ini belakangan disoal beberapa pihak, karena dalam pelaksanaan dilapangannya, tidak sesuai aturan yang ada,” jelasnya. Menurut Mirchoni (47), ada dugaan kejanggalan dalam proses lelang tender pekerjaan tersebut, yaitu dengan diarahkan ke salah satu pemenang dan juga prosedur yang dilakukan tidak sesuai aturan, misalnya kapan pembukaan tender dilakukan sendiri tak diketahui. “Kita temukan kejanggalan dalam tender di Kanmenag Lahat untuk rehab dan pembangunan sarana prasarana disekolah. Tahu-tahu pekerjaan ini sudah dilaksanakan saja,” ungkap Mirchoni. Semestinya, sesuai dengan aturan semuanya harus keterbukaan dalam setiap proyek, agar peserta lelang tender bias mengikutinya. Namun yang ada, tidak sesuai dengan Perpres 54 Tahun 2010 yaitu pengumuman pelelangan tidak melalui LPSE di kementerian Agama Provinsi Sumsel. Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Lahat, H Ramlan Fauzi mengatakan, masalah proyek tersebut dirinya sama sekali tidak ikut campur atau pun mengintervensinya seperti temuan dan didapat oleh rekan-rekan media. “Yang jelas, mulai dari tender sampai ada pemenang tender terhadap proyek tersebut kita tidak pernah melakukan intervensi apalagi telah menunjuk pemenangnya. Silakan tanya dengan satuan kerja masing-masing sekolah sajalah dan saya tidak melakukan intervensi sedikitpun,” ungkap Ramlan. (DIN)

Batang Hari S embilan Kembangkan Potensi dan Bakat Siswa Lewat Ekstra Kurikuler Setiap manusia, pastilah dikaruniai berbagai kelebihan dan potensi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mengembangkan potensi dan bakat tersebut, diperlukan berbagai usaha dan mengasah ke-lebihan dimaksud sehingga menjadi terarah dengan sempurna. Bakat dan potensi tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap kehidupan manusia, karena dengan potensi tersebut manusia akan lebih mampu berinteraksi dan mengelola setiap sikap baik emosional maupun spiritual. Paling tidak, Nantinya bisa dijadikan alat propaganda di da-lam meraih sukses dimasa de-pan. Dan untuk mewujudka-n itu, perlu digali dari sejak usia dini, khususnya masa anak-anak. Banyak cara yang bisa dilakukan di dalam menggali dan mengasah potensi diri yang dimiliki setiap individual, yang salah satunya mengidentifikasi dan menganalisis kelebihan yang dimiliki dalam diri anak tersebut. Ini bisa disalurkan pada jalan yang be-

nar dan di dalam menggali potensi anak-anak dimulai dari bangku sekolah. Di dalam bangku sekolah, usaha penggalian dan mengembangkan potensi siswa dapat dilakukan dengan meng-ikuti kegiatan ekstra kurikuler yang ada di sekolah. Dengan kegiatan ekstra kulikuler tersebut, pihak sekolah bisa melihat potensi dan kecende-rungan di dalam suatu bidang tertentu yang dimiliki para sis-wa. Potensi ini terus dibina dan diharapkan bisa terus berkembang secara berkelanjutan di masa mendatang. HM Soleh, wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Kayuagung mengatakan, kegiatan ekstra kulikuler yang diadakan di sekolah-sekolah, biasanya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi diri setiap siswa sesuai dengan kecen-derungan yang dimiliki setiap siswa sehingga bisa terus dibina dengan harapkan bisa bermanfaat bagi masa depannya. Hendro, salah satu siswa kelas VII SMPN 5 Kayuagung

Antrean siswa mendaftar kegiatan ekstra kurikuler.

mengaku sangat senang dan sangat menyukai sekali bermain sepak bola. Makanya dia ikut kegiatan ekstra kulikuler yang diadakan sekolah ini, khususnya sepak bola. “Semua saya lakukan demi menggapai cita-cita saya untuk menjadi pemain bola profe-

sional sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia yang sangat kita cintai ini di mata dunia,” harapnya. Menurut pantauan Harian Vokal, memang sangat terlihat antusias puluhan para siswa di dalam mendaftar untuk mengikuti kegiatan ekstra kulikul-

FOTO HENDRI/VOKAL SUMSEL

er yang diadakan SMPN 5 Kayuagung. Berbagai bidang, mulai dari bidang olah raga hingga ke bidang seni budaya diadakan dengan harapan bisa mengembangkan setiap potensi para siswa yang ada di SMPN 5 Kayuagung. (HENDRI YUSUF)

Puluhan Proyek di Prabumulih Diduga Sarat Konspirasi Politik PRABUMULIH (VOKAL SUMSEL) - Puluhan paket proyek fisik pengadaan atau pemeliharaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2012, diduga sarat penyimpangan. Selain banyak yang tidak transparan dalam proses pengerjaan, dalam proses penenderan proyek bernilai besar juga disinyalir sarat konspirasi kepentingan politik. Pasalnya, sejumlah paket proyek besar ini mulai diketuk palu DPRD Kota Prabumulih hingga dikerjakan tidak pernah diumumkan ke publik melalui media massa tentang siapa pemenang tender. Bahkan PPK di Dinas PU sendiri ketika ditemui enggan memberi tahu nama perusahaan pemenang tender proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Hanafi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Regional Investigate Coruption Sumatera Selatan

(LSM RIC Sumsel) menjelaskan, kondisi seperti ini patut dicurai. Sementara sebagian besar proyek yang sudah berjalan, banyak ditemukan kualitas bangunan tidak sesuai dengan bestek dan terkesan asal jadi. “Ini merupakan data-data penyimpangan pelaksanaan proyek dan sejumlah foto hasil survei LSM RIC di sejumlah lokasi. Seluruh temuan ini ba-kal kita serahkan ke pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”

tegasnya. Selain itu, Hanafi juga memiliki bukti beberapa data dan foto proyek yang bersumber dari APBN yang di duga tidak sesuai dengan Kepres No 80 Tahun 2003. Dikatakan, saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas dan mengumpulkan bukti-bukti penyimpangan pelaksanaan proyek. Juga dugaan adanya konspirasi politik pada penetapan pemenang lelang paket proyek besar APBD Prabumulih TA 2012. “Instansi yang kita maksud di sini bukan hanya instansi yang berkedudukan di Prabumulih. Bila perlu seluruh instansi penegak hukum mulai tingkat Daerah hingga pusat bakal kita jadikan alamat pengiriman data dugaan penyimpangan keuangan negara pada pelaksanaan proyek di Prabumulih,” papar Hanafi.

Ditambahkan Hanafi, bulan lalu pihaknya juga sudah melaporkan beberapa temuan dugaan korupsi dari beberapa paket proyek pemerintah kepada Polres Prabumulih. Laporan tersebut, menurutnya, sudah diproses Polres Prabumulih dan dalam waktu dekat akan diumumkan siapa yang dijadikan tersangkanya. Hal senada juga disampaikan aktivis LSM Gemasab Harsono (41). Dikatakan, kualitas beberapa pekerjaan jalan yang sudah rampung sangat dipertanyakan. Pasalnya, data foto dari LSM, menunjukkan kualitas jalan tidak sempurna. Diduga pihak kontraktor sengaja mengurangi volume bahan bangunan untuk meraup untung besar sehingga proyek disinyalir tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. “Persoalan ini jelas menun-

jukkan ada indikasi perencanaan kurang matang dan minimnya pengawasan dari dinas terkait,” ujarnya. Salah seorang PPK Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Prabumulih ketika ditemui, enggan berkomentar soal temuan tersebut. Sumber tadi pun tidak bersedia memberitahukan nama perusahaan pemenang tender yang diawasinya, yakni pembangunan kantor walikota lama dekat Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Dikatakan, semua prosedur tentang pelaksanaan dari mulai proses lelang hingga pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan. Padahal temuan di lapangan, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut hingga saat ini tidak menyantumkan papan nama proyek sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (JUN)

Alex Enggan Bicara Pilgub Sumsel KAYUAGUNG, (VOKAL SUMSEL) — Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Sumsel yang akan dilaksanakan hanya kurang dari satu tahun ke depan, ternyata ditanggapi dingin oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, terkait keinginannya untuk mencalon diri atau tidak. Alex Noerdin ditemui sejumlah wartawan di rumah Dinas Bupati OKI, akhir pekan lalu saat melakukan silahturahmi dan buka puasa bersama dalam rangkaian Safari Ramadhan ini pun enggan membicarakan tentang pemilihan gubernur (Pilgub) tersebut. “Ah, masih lama itu (Pilgub), masih tahun depan. Iyo dak,”cetus

Alex Noerdin ketika dicegat wartawan saat dirinya baru keluar dari rumah Dinas Bupati OKI melalui pintu utama. Ketika dimintai pendapatnya terkait wacana adanya warga yang masih menginginkan dirinya untuk kembali me-mimpin provinsi ini hingga tahun 2018 mendatang, Alex Noerdin yang malam itu mengenakan peci hitam dan baju muslim warna putih inipun, masih tetap saja enggan menanggapi wacana dimaksud. “Iyalah, masih lama. Jawabannya itu (masih lama), terima kasih,” ucap Alex singkat seraya meninggalkan wartawan menuju mobil dinas warna hitam bernopol BG 1 PS.

Lalu rombongan gubernur dan bupati menuju masjid di Kelurahan Mangunjaya Kayuagung untuk tarawih berjamaah. Safari Ramadhan gubernur ke OKI merupakan daerah ketiga setelah Muba dan OI, Empat Lawang dan Lahat daerah selanjutnya setelah OKI. Saat diwawancai terkait Pilgub ini, Alex Noerdin tidak didampingi Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM, yang padahal pada saat keluar rumah dinas mereka berdampingan. Ishak Mekki yang keluar rumah melempar senyum kepada wartawan terlihat memilih masuk duluan ke dalam mobil dinas. Diketahui, Pemilukada Sumsel yang untuk menentukan gu-

bernur dan wagub periode 20132018 mendatang renca-nanya akan dilaksanakan Juni tahun depan, jadwal ini dipercepat 3 bulan dibandingkan Pemilukada Sumsel tahun 2008 lalu yang digelar bulan September. Pesta rakyat 5 tahunan untuk menentukan pasangan pemimpin di Bumi Sriwijaya ini telah lama memunculkan na-manama beberapa kandidat kuat yang saat ini memegang jabatan kepala daerah maupun wakil kepala daerah di Sumsel serta pimpinan Parpol kuat dan Ormas ternama di level nasional. Mereka yakni Ir H Ishak Mekki MM yang menjabat Bupati OKI dan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Ir H Eddy San-

tana Putra MT dengan jabatan Walikota Palembang dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, H Herman Deru SH MM pada posisi Bupati OKU Timur dan Ketua Ormas Nasdem Sumsel, serta H Eddy Yusuf SH MM selaku Wagub Sumsel saat ini. Keempat kandidat ini dipastikan akan “mengadu peruntungan” di level provinsi. Pasalnya, Ishak Mekki, Herman Deru dan Eddy Santana, tidak bisa mencalonkan diri lagi pada Pemilukada di daerah yang dipimpinnya sekarang. Semuanya telah menjabat dua kali periode. Sedangkan Eddy Yusuf adalah mantan Bupati OKU dan berhasrat akan kembali berkarya di level provinsi. (RDN)

Mahasiswa KKN Unsri Gelar Pesta Rakyat Agaknya, mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), tidak kehabisan momen membuat agenda bagi masyarakat Desa Batu Ampar, Kecamatan Sirahpulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sekalipun di bulan suci Ramadhan ini, mahasiswa KKN pun sempat menggelar pesta rakyat. Pesta rakyat ini digelar di Dusun II, Desa Batu Ampar. Ide kreatif dan murni dari mahasiswa KKN Unsri angkatan 77 yang bekerja sama dengan seluruh anggota Karang Taruna desa Batu Ampar, berlangsung selama seminggu dengan berbagai kegiatan hiburan dan berbagai perlombaan bagi segala kelompok umur. Untuk penggalangan dana, mahasiswa melakukan kerja sama dengan karang taruna Desa Batu Ampar dengan cara door to door sehingga bisa terkumpul dana Rp500 ribu. Dana

tersebut tergolong sangat minim, tetapi tidak menyurutkan niat dari mahasiswa KKN dan seluruh karang taruna menyelenggarakan pesta rakyat. Semua itu tidak lain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Desa Batu Ampar. Dedi Irawan, selaku Ketua KKN sekaligus panitia acara pesta rakyat mengatakan, acara ini merupakan wujud dari ungkapan rasa syukur menyambut Ramadhan. Sekalipun dana penyelenggaraan sangat minim, tetapi tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk mengadakan pesta rakyat ini. “Untuk untuk menutupi kekurangan ini, maka kami akan berswadaya,”ujarnya. Di dalam acara pesta rakyat ini sendiri akan digelar dan dikemas dengan semenarik mungkin. Dirancang berbeda dengan pesta rakyat yang biasa

digelar, karena dirangkai juga dengan perayaan hari kemerdekaan RI. Rangkaia acara digelar berbagai lomba yang meliputi lomba karaoke, fashion show busana muslim, musabaqah tilawatil Quran, lomba lari kelereng, panjat pinang, dan masih banyak lagi acara-acara yang lainnya. “Kami akan mengemasnya dengan semenarik mungkin yang diadakan selain sebagai wujud rasa syukur juga untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI dengan mengadakan berbagai perlombaan bagi masyarakat desa Batu Ampar,” jelasnya lagi. Yang jelas, tambah Ismi, salah seorang panitia, mahasiswa KKN akan memberikan yang terbaik bagi seluruh ma-syarakat Batu Ampar selama masa pengabdiannya Desa Bat-u Ampar. Masyarakat Desa Batu Ampar, menyambut antusias kegiatan ini. Paling tidak di kalan-

gan pemuda Desa Batu Ampar, yang selama ini vakum dari kegiatan semacam ini. Selama ini tidak ada inisiatif dari pemerintah desa mengadakan kegiatan yang bisa memeriahkan dan memberikan hiburan bagi masyarakat, khususnya bagi para pemuda desa Batu Ampar. Irvan Zidni (15), salah satu anggota karang taruna sekaligus panitia acara pesta rakyat mengatakan, warganya sangat senang dengan adanya pesta rakyat. Kegiatan positif ini memnjadikan suasana Desa Batu Ampar ramai dan memberikan hiburan tersendiri bagi seluruh masyarakat. Hampir tiga tahun warga tidak pernah melakukan kegiatan semacam ini. Hal itu juga dinyatakan Honda (40), salah satu tokoh masyarakat Desa Batu Ampar. Dia melihat, masyarakat sangat bangga atas apa yang telah dilakukan mahasiswa KKN dan

Panitia pelaksana KKN turut memberikan semangat kepada peserta lomba yang sedang tampil.

karang taruna. Apalagi ini murni gagasan dan inisiatif dari mereka dan selama keberadaan mereka (mahasiwa KKN). Pada acara pesta rakyat per-

tama digelarnya lomba karaoke bagi kelompok umur anak-anak yang disaksikan lebih dari 200-an pasang mata. Partisipasi peserta bukan hanya dari

Desa Batu Ampar maupun dari desa-desa tetangga, juga pengunjung dari desa tetangga pun turut meramaikan kegiatan ini. (HENDRI YUSUF)


Batang Hari S embilan Hakim PN Kabulkan Kursi Empuk DPRD Sri CS Aman Masih ingat dengan rencana pergantian antar waktu (PAW), sekaligus pemecatan ketiga orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat atas nama Sri Marhaeni W SH, Algun Asdianto, dan Jalaludin? Ujung persoalan itu sempat diselesaikan di meja hijau. Perkara yang terdaftar di Penga dilan Negeri Lahat No 04/Pdt.G/2012 PN.LT, akhir pekan lalu mendekati penyelesaian. Atau keputusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN), intinya mengabulkan gugatan ketiga anggota dewan tersebut, me lalui Penasehat Hukum (PH)nya, Suharyono SH, Kusnaldi SH dan rekan-rekan. Berdasarkan fakta persidangan yang ada, majelis hakim yang diketuai Andreas Hendra Gautama SH, didampingi 2 orang hakim anggotanya, Kristo EN Sitorus SH, dan M Denny Firdaus SH, akhirnya menyimpulkan dan memutuskan, apa yang sudah dilakukan pihak tergugat, yaitu DPP, DPW dan DPC PBR sudah menyimpang dari ketentuan dan aturan Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) partai, dan tergolong perbuatan melawan hukum. “Sesuai dengan pasal 12 AD/ART partai, surat keputusan PAW yang sudah dikeluarkan dianggap cacat hu-

Suasana sidang putusan PAW PBR di PN Lahat

kum, karena tak sesuai prosedural dan diperkuat dengan keterangan saksi-saksi sebelumnya dipersidangan,” ungkap Andreas. Berdasarkan fakta lain di persidangan, ketiga anggota DPRD yang ada itu tak terbukti

melakukan kesalahan yang prinsipil. Keputusan PAW dan pemberhentian status keanggotaan ketiganya, sama sekali tak ada tahapan jelas sesuai aturan main yang ada, yaitu peringatan. Dengan demikian, sesuai de-

ngan kopetensi yang ada, PN Lahat dalam hal ini berkewenangan mengadili masalah ini, sehingga diputuskan menerima gugatan pemohon, sebatas masalah keputusan PAW dan pemberhentian keanggotaan ketiga pemohon sendiri.

“Serta bagi tergugat juga secara tanggung renteng dibebankan membayar semua biaya persidangan yang ada,” papar Andreas lagi. Terpisah, PH Penggugat, Suharyono SH mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menduga hal ini sejak awal kasusnya digelar di pengadilan. Karena memang sesuai fakta yang ada, apa yang dilakukan pengurus PBR sendiri sudah cacat hukum. “Dengan adanya putusan ini, maka status ketiga klien kami masih berstatus anggota DPRD Lahat, serta anggota PBR sendiri, berikut dengan hak dan kewajiban yang melekat padanya,” ungkap Suharyono. Dikatakan Suharyono, kepada pihak yang lain, kiranya juga bisa legowo dengan semua keputusan yang ada. Jika memang mereka (PBR, red) masih ingin mengupayakan jalur hukum, silakan saja, yaitu menempuh jalur Kasasi. “Sejauh ini kita intinya bersyukur bahwa akhirnya kebenaran masih bisa ditegakkan,” tukas Suharyono lagi. Sementara itu, pihak tergugat atau PBR sendiri, melalui PHnya, Bakrun Satia Darma SH saat hendak dimintai komentar masih terkesan bungkam, dan berlalu begitu saja, meninggalkan ruang sidang yang ada. (SYAFUDIN)

PT Aditarwan Layangkan Surat Keberatan LAHAT, (VOKAL SUMSEL) -- Buntut dari aksi pengusiran dan pengancaman dari salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, JN (inisial red), dalam rapat mediasi kasus sengketa lahan antara PT Aditarwan dengan warga desa, yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Kikim Barat Senin (16/7), nampaknya berbuntut panjang. Rusdi Hartono Somad SH, selaku Penasehat Hukum (PH) PT Aditarwan, kemarin menjelaskan, pengancaman sendiri menimpa rekannya Yulius Rafi, Humas perusahaan, beserta staf humas lainnya, yang tengah menghadiri rapat koordinasi atas kasus sengketa Lahat yang ada kala itu. Namun, entah mengapa di tengah-tengah rapat, suasana memanas, dan berujung pengusiran keluar ruangan oleh JN. Mirisnya lagi, juga kemudian diiringi pengancaman pembunuhan oleh oknum ang-

gota DPRD tersebut. “Judulnya kemarin kan rakor, kami diundang untuk tujuan akhirnya adalah mencarikan jalan keluar. Suasana memang sedikit tegang, tapi sebenarnya masih normal. Entah kemudian, ada aksi pengusiran, disertai ancaman, itu yang kami sesalkan,” ungkap Rusdi. Memang jedah dari masa pengusiran dan pengancaman agak lama. Tapi kondisi di lapangan saat ini kembali memanas, setelah adanya gejolak aksi massa. Efeknya, klien Rusdi sendiri belakangan menjadi resah

...suasana memang sedikit tegang, tapi sebenarnya masih normal. Entah kemudian, ada aksi pengusiran, disertai ancaman, itu yang kami sesalkan... Rusdi Hartono Somad SH

Penasehat Hukum (PH) PT Aditarwan

dan tak tenang, sehingga ia pikir hal ini jelas perlu dilakukan. “Rencananya, hari ini kami ingin menyampaikan kasus yang ada ini ke Ketua DPRD Lahat, serta perangkat berwenang di dalamnya, hingga bisa ditindak dengan serius,” tegas Rusdi optimistis. Menurut Rusdi, tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga akan melaporkan ke aparat hukum, seperti polisi. Saat ini, pihaknya tengah mengumpul-

kan saksi-saksi dan bukti guna pemenuhan kelengkapan berkas laporannya. “Intinya, kita harapkan kenyamanan bagi klien kami, terutama sekali dalam menjalankan kegiatan dan kerja sehari-hari,” ujarnya. Terpisah, Ketua DPRD Lahat, Herliansyah SH MH saat dimintai keterangannya mengatakan, apapun bentuknya yang akan disampaikan pihak PT Aditarwan itu sah-sah saja dan

memang merupakan haknya. Pihaknya, jelas akan menerima dan akan mempelajarinya. “Yang jelas, soal permasalahan pengusiran dan ancaman itu bukan hal yang serius, karena disaat itu saya juga ada di sana, memang sempat ada ketegangan, itu wajar saja,” ungkap Herliansyah. Pihaknya juga ke depan, siap menindaklanjuti serius permasalahan yang ada, termasuk mencarikan solusinya serta jalan keluar terbaik.(DIN)

Jantung Kota Lahat Kian Semeraut kendaraan. Hal tersebut merupakan kaibat banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan, bahkan sampai ke tengah jalan. Sugali (32), seorang juru parkir menjelaskan, menjelang Ramadhan volume kendaraan memang bertambah. Mereka kewalahan untuk mengaturnya, terutaa pada sore hari. Sehingga banyak pengendar ayang parkir sembarangan, hingga mereka tidak enak hati untuk memperingatkannya.

Petugas Dishub Lahat memberikan penjelasan kepada juru parkir parkir Lahat soal penertiban kendaraan LAHAT, (VOKAL SUMSEL) -- Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Lahat, diminta untuk melakukan penertiban ulang. Pasalnya, di beberapa titik terutama di pusat jantung kota, kian hari semakin semeraut. Selain itu, diperparah akibat kembali maraknya terminal bayangan di beberapa titik lokasi di antaranya depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), depan Benglap, dan di depan PT Balai Yasa Lahat, yang menyebabkan pusat terminal menjadi sepi.

Juga melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di badan jalan. Petugas juga memberikan pengarahan kepada juru parkir, untuk menata kendaraan yang parkir. Agar arus lalulintas tidak tesendat, dan tidak terjadi penumpukan kendaraan. Berdasarkan pantauan Harian Vokal, puluhan anggota Dishubkominfo Kabupaten Lahat terlihat melakukan penertiban di Jalan Mayor Ruslan Kota Lahat. Mereka mendatangi pengendara yang parkir sembarangan, dan memberikan peringatan.

Para petugas tersebut juga mendatangi juru parkir untuk memberikan arahan agar bisa mengatur kendaraan dengan rapi. Selain itu, beberapa titik lokasi yang dilarang Pemerintah kini marak dijadikan calo sebagai terminal bayangan, untuk meraup keuntungan pribadi. Para juru parkir tersebut diberikan penjelasan mengenai pentingnya mengatur kendarana, agar tertib lalulintas terjadi. Karena selama ini Jalan Mayor Ruslan adalah lokasi langganan macet, dan kerap terjadi penumpukan

“Kendaraan bertambah bulan puasa ini, kami kewalahan mengaturnya, hal ini lantaran selain maraknya terminal bayangan juga, parker disembarang tempat khususnya dijantung kota,” ujar Sugali. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lahat Chairudin menjelaskan, langkah yang diambil pihaknya tersebut sebagai upaya mencegah kemacetan yang terjadi. Karena kendaraan yang parkir di badan jalan sering membuat arus

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

13

Lintas Daerah Daerah Lintas

Larangan Bangun Pemukiman di Komplek Perkantoran Gunung Gare PAGARALAM, (VOKAL SUMSEL) -- Pemerintah Kota Pagaralam melarang warga untuk melakukan perluasan pemukiman di Komplek Perkantoran Gunung Gare, agar tidak rusak keindahan lingkungan. Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan, Pemerintah Kota Pagaralam tidak akan memberikan izin bagi warga pemilik lahan yang berada di lokasi perkantoran gunung Gare, untuk mendirikan bangunan pemukiman. “Karena lahan seluas 100 Ha telah kita bebaskan untuk lokasi perkantoran, terutama bangunan milik pemerintah,” jelas Djazuli. Melengkapi berbagai fasilitas lainya, kata dia, seperti kolam renang, alun-alun, aula dan sarana pendukung dunia kepariwisataan. “Seluruh satuan kerja (Satker) memang saat ini sudah menempati kantor baru yang berada di komplek perkantoran Gunung Gare. Namun pastinya di lokasi tersebut tidak dibenarkan adanya bangunan milik warga, karena akan merusak keindahan lingkungan sekitar,” ungkapnya. Selain itu, setiap warga yang memiliki lahan di lokasi bukan saja dapat larangan mendirikan bangunan pemukiman, tetapi termasuk juga dilarang membuka lahan pertanian. “Semua instansi Pemerintahan baik dinas, badan, kantor yang berada di komplek perkantoran Gunung Gare kesemuanya merupakan bangunanan milik pemerintah yang berada dalam satu komplek,” pungkanya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Hariadi Razak ST MM mengatahkan, komplek perkantoran ini tinggal sedikit lagi melengkapi fasilitas lainya, terutama taman yang terpenting. “Pembangunan taman akan didahulukan agar lingkungan tetap terjaga, guna menghindari kerusakan lingkungan kantor, karena lokasi ini merupakan daerah resapan air,” ujarnya. (TON)

Biasakan Periksa Api Kompor PAGARALAM, (VOKAL SUMSEL) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam mengimbau warga untuk selalu memeriksa kompor sebelum tidur baik, sesudah berbuka dan setelah masak sahur. Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kebakaran akibat kelalaian yang kerap kali terjadi. Kepala Bagian Pengen*daian Bencana Kebakaran BPPD,Yusman Sohar, menjelaskan, awal memasuki bulan Ramadhan 1433 H, dalam satu hari dua rumah ludes dilahap api. Bahaya kebakaran terjadi karena pemilik rumah seringkali lalai memeriksa api kompor yang dibiarkan hidup karena lupa mematikan. “Apalagi di waktu bulan Ramadhan, masyarakat terlelah dan lebih cepat mengantuk sehingga langsung tertidur, sementara lupa memeriksa kompor terlebih dahulu masih menyala atau tidak. Keadaan inilah kerapkali menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran,” ungkap dia. Ditambahkan Yusman, setelah masak baik itu untuk berbuka puasa maupun sahur, hendaknya warga selalu membiasakan memeriksa api kompor sebelum tidur guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, demi terwujudnya keamanan dan keselamatan, harapnya. (TON)

4382 SD Siswa Bakal Terima BSM LAHAT, (VOKAL SUMSEL) -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lahat memastikan sebanyak 4382 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) telah menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM). Proses pendistribusian BSM itu sendiri, bisa diambil siswa yang bersangkutan di kantor pos daerahnya masing masing. Kadisdik Lahat, Drs Cholil Mansyur MM melalui Kabid TK/SD Disdik, Endang Supriatman mengatakan, pencairan bantuan dana ini sendiri sudah berlangsung dua semester. Untuk semester pertama dan kedua sudah diterima oleh siswa itu sendiri pada proses pencairan Mei lalu. Disdik Lahat memastikan tidak ada aturan yang memperbolehkan pemotongan terhadap BSM untuk tingkat SD. Disdik menetapkan, BSM yang diterima siswa jumlahnya Rp360 ribu per siswa dalam setahun dan harus diserahkan sepenuhnya kepada anak penerima. Guna mencegah adanya penyimpangan, pengambilan dana BSM tersebut langsung oleh siswa atau tidak dapat diwakilkan orang lain, sesuai yang tertuang dalam lampiran pada pedoman pelaksanaan pemberian BSM SD tahun 2012. “Tidak boleh ada pungutan dengan alasan apapun. Jika ada oknum yang memungut, masyarakat bisa melaporkannya kepada pihak kepolisian, apalagi jika siswa keberatan, bisa diwakili kepala sekolah tetapi harus ada surat lampiran,” ujarnya. Tahun ini, jumlah dana BSM yang sudah diberikan kepada siswa miskin di Kabupaten Lahat sebanyak Rp15.775.20000. “Semua sudah kita berikan bagi siswa miskin. Apalagi ini adalah program dari pemerintah pusat, supaya siswa yang miskin tidak putus sekolah,” katanya. Sementara itu, Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai berharap, bantuan yang diberikan kepada siswa ini benar benar dilakukan secara transparansi dan jelas. Selain itu, penerimanya juga harus sampai ketangan siswa yang bersangkutan. “Tujuan bantuan ini harus benar benar tepat sasaran. Meski tidak seberapa, dengan perhatian yang diberikan, siswa mampu memenuhi kebutuhannya selama mengenyam pendidikan di tingkat dasar. Kita harapkan, bantuan ini bisa ditingkatkan, tidak hanya di SD, melainkan di SMP dan SMA,” imbau Aswari.(DIN)


14

Senin, 30 Juli 2012

Harian Vokal Sumsel

Alquran dan Buku Religius Laris Manis

FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL

Toko Buku Gramedia di Jalan Kolonel Atmo Palembang, Minggu (29/7) kemarin ramai pengunjung.

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Penjualan kitab suci Alquran dan buku-buku yang bernuansa religius di Toko Buku Gramedia meningkat tajam sejak pekan pertama Ramadhan 1433 Hijriyah. Jesika, Sales Supervisor Toko Buku Gramedia di Jalan Kolonel Atmo Palembang kepada Harian Vokal Sumsel, Minggu (29/7) kemarin menyebutkan, hingga hari ke-10 ramadhan 1433 Hijriah permintaan kitab suci Alquran sebanyak 143 buah dari berbagai ukuran dan motif. Selain itu buku-buku religius pun juga meningkat dua kali lipat. “Di toko ini yang banyak dicari yakni kitab suci Alquran 'Syamil AlQuran Special for Woman' yang ukurannya tidak terlalu besar namun berbalut bahan serupa kulit berwarna pink seperti dompet dengan harga Rp47.000 per buah,” kata Jesika. Untuk jenis buku bacaan,

lanjut Jesika, yang paling lari manis adalah paket buku Ustad Yusuf Mansyur yang memiliki empat buku yang setiap paket dijual seharga Rp185.000. Sedang kitab suci Al-Quranul Karim ‘Miracle of Refence’ seharga Rp329.000 per buah. “Alquran ini bisa dibaca dengan menggunakan elektonik pen serta seri Tafsir Al-Misbah yang merupakan Alquran pilihan terbaik,” ucap Jesika. Kata Jesika, selama ramadhan, pihaknya memang membuat ‘display’ khusus di bagian depan toko guna memermudah konsumen mencari dan memilih buku-buku mengenai pengetahuan Agama Islam dan bacaan-bacaan Islam lainnya. Display ini bagian dari program 99 Cahaya Ramadhan dengan 34 judul buku pilihan yang ditawarkan antara lain 99 Cahaya di Langit Eropa, Malaikat Cinta (Sisi Lain Ibadah Haji), Membuka Pintu Langit, Juzz Amma untuk Anak, shalat

yang sempurna dan lainnya. Di luar itu, ada pula beberapa judul buku tambahan seperti inspirasi dan cara praktis menggunakan jilbab dan cara membuat kue-kue khas lebaran Idul Fitri. Dan, selama ramadhan, Gramedia juga menyelenggarakan program promo untuk pembelian buku-buku tertentu dengan pembelian minimal sebanyak Rp100.000 akan mendapatkan voucher sebesar Rp10.000. “Itu program yang digelar Gramedia untuk menyambut ramadhan, Alhamdulillah dengan adanya program ini pelanggan yang datang ke sini makin bertambah,” ujarnya. Sementara itu Putra (22), seorang konsumen setia Gramedia menuturkan, ia sengaja datang ke Gramedia karena hobi sejak kecil. “Ya, karena harganya pun terjangkau akhirnya saya ikut beli,” cetus Putra. (LAM)

Menyambung Amal di Masjid Al-Ickhlas PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1433 Hijriah, Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan (Sumsel) kedua kalinya menggelar berbuka puasa bersama di Masjid BMKM Al-Ickhlas HM Arma. Selain berbuka, Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah memeroleh bantuan dari H Afrinaldi, SE Sutan Saidi. Minggu, 29 Juli 2012 persisnya pukul 17.00 WIB, sedikitnya seratus jemaah hadir di Masjid BMKM AlIckhlas HM Arma di Jalan Minangkabau, Soekarno Hatta Palembang. Di luar ruang masjid, beberapa pengurus masjid pun sibuk memersiapkan menu untuk dihidangkan sore itu. Tak ketinggalan anak-anak santri Ponpes berlari-lari kecil di pelataran masjid sambil menunggu tibanya waktu berbuka. “Bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ini khusus saya berikan untuk adik-adik yang tinggal di Pompes Hidayatullah. Insya Allah bisa menjadi berkah,” ucap H Afrinaldi SE Sutan Saidi. Isi bantuan yang disumbangkan Afrinaldi ini tak lain adalah bagian dari sebuah kepeduliannya pada sesama saat ramadhan. Dengan

memberikan sedikit bantuan ini, Afrinaldi berharap masjid yang dibangun BMKM dapat bermanfaat bagi seluruh umat Islam. “Alhamdulillah masjid yang kita cintai ini sudah banyak perubahan. Bahkan, saat ini ada yang namanya gerakan pembangunan aula lengkap dengan toiletnya untuk berbagai kegiatan. Mudah-mudahan cepat selesainya,” papar Afrinaldi. Di ujung sambutannya, Afrinaldi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada santri yang menuntut ilmu di Ponpes Hidayatullah. Selanjutnya, DR (HC) H Syahrudin Ismail Datuak Bagindo Malano Ketua Umum BMKM Sumsel menyampaikan, selaiknya masyarakat Minangkabau yang berdomisili di Palembang khususnya dan Sumsel umumnya bisa melaksanakan berbuka puasa

FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL

Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1433 Hijriah, nampak jemaah hadir menyimak penceremaah sebelum berbuka puasa di di Masjid BMKM Al-Ickhlas HM Arma, Jalan Minangkabau Soekarno Hatta, Palembang.

bersama di Masjid BMKM Al-Ickhlas HM Arma ini. Agenda berbuka puasa ini bahkan sudah menjadi program rutin dari BMKM. “Bersykur kita pada sore ini bisa ke masjid ini. Insya Allah Pak Romi Herton usai berbuka puasa akan datang ke sini,” cetus Syahrudin Terkait dengan serah bantuan sembako oleh Afrinaldi, Syahrudin

mengatakan, apa yang disumbangkannya merupakan amal sholeh. “Pak Afrinaldi sadar bahwa memberi sedikit rezeki adalah bagian dari amal. Kita berharap akan banyak lagi perantau Minangkabau di sini yang menyumbangkan rezekinya untuk umat Islam,” sambung Syahrudin. Kata Syahrudin, sesuai jadual pen-

gurus BMKM Sumsel berusaha untuk selalu dekat dengan masyarakat luas. Bila tak ada aral melintang, acara berbuka puasa selama ramadhan ini akan dilangsungkan tiap pekan. “Intinya marilah kita ramaikan masjid BMKM ini. Karena, masjid ini adalah milik seluruh umat Islam yang menunaikan amal ibadah,” ujar Syahrudin. Tepat pukul 17.35 WIB, Drs H Asnal Olon Sutan Rasyid sebagai penceramah mengambil tema Maghfirroh Allah. Ia pun berkata, ada banyak pilihan berpuasa untuk umat Islam. Misalnya, ada berpuasa tapi tidak shalat tawarih. Tidak ada yang berpuasa, tapi ikut tarawih dan shalat Idul Fitri. “Itulah Allah yang Maha Rahim. Namun yang terpenting adalah semua yang kita lakukan ada nilainya. Makanya janganlah kita sampai tidak berpuasa,” isi petikan ceramah Asnal. Asnal berpendapat, siapa pun yang berpuasa di hari ke-10 ramadhan maka akan mendapat imbalan pahala sama dengan 1.000 para sahid. “Dan, siapa yang hari ini berbuka puasa dan menyajikan menu berbuka akan mendapat imbalan pahala sebanyak 1.000 pahala orang yang mati

sahid. Hari ini Insya Allah, pahala itu akan didapatkan oleh Pak Afrinaldi,” cetus Asnal. Kata Rasullah, ada empat golongan orang yang akan sorga untuk masuk ke dalamnya. Pertama, orang yang terbiasa membaca Alquran selama bulan ramadhan. “Itu amalnya akan dibalas oleh Allah sebanyak 1.000 kali. Di surga, mereka sama dengan memberi makan sebanyak 5.000 orang,” ucapnya seraya berkata yang kedua adalah orang yang selalu berselawat nabi. Dan, ketiga, orang yang bisa menjaga lidahnya selama ramadhan. Artinya orang ini selalu menjaga perkataan selama berpuasa. “Insya Allah kita yang hadir di masjid ini masuk ketiga syarat tersebut. Sebab, yang kita cari di dunia ini bukanlah kita yang mencari surga melainkan surgalah yang mengajak kmita untuk masuk ke dalamnya,” papar Asnal. Usai jarum jam mengarah ke pukul 18.09 WIB, selurah jemaah yang hadir pun berbuka puasa dan dilanjukkan dengan shalat Magrib berjemaah. Serta doa bersama yang dipimpin langsung H Syamsudin. (REY)

Alquran Raksasa Alternatif Wisata Religius Saatnya Beri’tikaf Selama Ramadhan

Ustad Fahrul Rozi Syarkowi FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL

FOTO : CAKRA/ VOKAL SUMSEL

Selama ramadhan 1433 Hijriah bait Alquran Al-akbar (Alquran raksasa) yang terletak di komplek Pondok Pesantren IGM Al-Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi, Kecamatan Gandus, Palembang bisa menjadi alternatif bagi wong Palembang untuk beriwisata religius.

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Selama ramadhan 1433 Hijriah bait Alquran Al-akbar (Alquran raksasa) yang terletak di komplek Pondok Pesantren IGM Al-Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi, Kecamatan Gandus, Palembang menjadi alternatif bagi wong Palembang untuk beriwisata religius sembari menunggu tibanya waktu berbuka puasa. “Ya, Alhamdulillah banyak warga yang berdatangan ke sini. Ada yang sengaja meilhatlihat dan ada pula yang sambil membacanya,” ucap H Syofwatillah Mohzaid yang akrab di panggil Opat. Kata Opat, jauhnya letak lokasi bait Alquran Al-akbar ini menjadi salah satu faktor belum siginifikannya tingkat kunjungan masyarakat. Namun

begitu, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka kunjungan selama ramadhan tahun ini meningkat sebanyak 20 persen. “Bagi masyarakat yang kebetulan ingin berbuka di sini, kita sediakan takjil ala pesantren,” ucap Opat. Sembari berujar sebaiknya momentum ramadhan hendaknya bisa dimanfaatkan untuk sering-sering membaca Alquran. Lokasi Alquran terbesar di Sumatera Selatan ini dibuka selama 24 jam. Selain bertarawih, tempat ini juga menggelar program tadarusan Alquran. “Kita mengizinkan apabila ada masyarakat ingin memanfaatkan tempat bait Alquran Al-akbar ini untuk menambah pengetahuan dan kemaslahatan umat. Misalnya, pesantren

kilat,” ucap Opat. Cerita Opat, Alquran Alakbar yang terdiri lima lantai ini memiliki ukiran khas Kota Palembang. Dan, Alquran yang dibuat pada 2000 dan selesainya pada 2008 lalu ini kini menjadi yang pertama di dunia. Sempat pada 2009 – 2011, Alquran raksasa ini diletakkan di Masjid Agungf Palembang. “Barulah pada 30 Januari 2012 lalu yang diresmikan presiden Susilo Bambang Yudoyono di komplek IGM bersamaan dengan 51 aegara anggota PUIC,” beber Opat. Sementara itu , M Hafiz, santri kelas I MTS Al-Ihsaniyah menyebutkan, ia sering membaca Alquran Al-akbar tersebut. “Baconyo jelas nian, Yuk. Yo, senang jugo lihatnyo,” cetus Hafiz. (FEB)

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Ada suatu amalan di bulan ramadhan yang mesti diketahui bersama demi meraih banyak pahala. Amalan ini adalah i’tikaf. Bagaimanakah tuntunan Islam dalam menjalankan i’tikaf di bulan ramadhan? Ustad Profesor DR Ir H Fahrul Rozi Syarkowi, PHd menyajikan panduan ringkas. Saat menyampaikan isi ceramahnya di Masjid Agung Palembang saat ba’da Zuhur, Minggu (29/7), Ustad Fahrul Rozi Syarkowi kepada Harian Vokal Sumsel menjelaskan, i’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf ini bisa diartikan menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat. “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali bila seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf,” kata Fahrul yang juga

Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Sriwijaya ini. Kata Fahrul, seperti Abu Hurairah yang berkata bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada ramadhan selama sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau pun beri’tikaf selama dua puluh hari. Adapun waktu i’tikaf yang lebih afdhol ialah akhir ramadhan atau sepuluh hari terakhir ramadhan. Hal ini sebagaimana dikutip dari hadis yang isinya Aisyah, ia berkata. Sebut Fahrul, tujuan dari beri’tikaf ini adalah untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia sehingga mudah bermunajat dengan rabbinya, dan memperbanyak berdoa dan banyak berdzikir kala itu. Mengapa i’tikaf harus di Masjid? Fahrul menjawab, hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istriistri beliau melakukannya di masjid dan tidak pernah di rumah sama sekali. Bahkan, Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa disyaratkan melakukan i’tikaf di masjid. Termasuk wanita, ia boleh melakukan i’tikaf sebagaimana laki-laki, tidak sah jika dilakukan selain di masjid,” ungkap Fahrul. Berapa waktu berdiam di Masjid? Ungkap Fahrul, para ulama sepakat bahwa i’tikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya. Namun, mereka berselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beri’tikaf. Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari dan ia juga memiliki pendapat

lainnya minimal satu atau dua hari Fahrul menyebutkan, adapun yang membatalkan i’tikaf adalah keluar masjid tanpa alasan syar’i serta tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak. Kedua adalah jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Albaqarah ayat 187. “Ibnul Mundzir telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa yang dimaksud mubasyaroh dalam surat Albaqarah tersebut,” ujarnya. Terakhir, Fahrul menyebutkan, adab i’tikaf hendaknya saat beri’tikaf. Misalnya, seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada nabi, mengkaji Alquran, dan mengkaji hadits. “Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat,” tutup Fahrul. (LAM)


Kabar Rantau

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Pembakaran di PT RAKA,

15 Rampok Bersenjata Api Sikat Komputer Eskavator PT Arara

5 Warga dan 4 Karyawan Diamankan Polisi PEKANBARU (VOKAL SUMSEL)—Aparat Kepolisian dari tiga kesatuan saat ini bersiaga di lokasi pembakaran di PT RAKA. Untuk pengusutan 5 orang warga diamankan bersama 4 karyawan perusahaan tersebut. Kepala Kepolisian Resor (Kaspolres) Kampar AKBP Trio Santoso mengungkapkan langkah pihaknya menindaklanjuti aksi pembakaran yang dilakukan warga Desa Danau Lancang, Tapung Hilir terhadap sejumlah aset PT Riau Agung Kurnia Abadi (RAKA) pada Sabtu (29/7/12)

kemarin. “Kami sudah melakukan sejumlah langkah terkait tindak pembakaran yang terjadi di PT RAKA kemarin,” tuturnya saat dihubungi riauterkini melalui sambungan telephon, Minggu (29/7) kemarin. Dijelaskan Trio Santoso,

untuk mengantisipasi terjadi tindak anarkhis susulan, saat ini dilokasi ditempatkan ratusan personil gabungan dari Polres Kampar, Polres Rohul dan juga dari Brimob Polda Riau. Sementara untuk pengusutan tindak pembakaran tersebut, Polres Kampar telah mengamakan 5 warga bersama 4 karyawan PT RAKA. “Ada lima warga dan empat karyawan yang saat ini kita bawa ke Polres,” jelasnya. Meksipun dibawa ke Pol-

Dalam kesempatan itu Trio Santoso mengimbau kepada kedua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan untuk menahan diri. Sementara kepada pemerintah untuk secepatnya menuntaskan masalah tata batas antara Kabupaten Kampar dan Rohul. “Masalah ini menjadi berlarut-larut juga disebabkan belum jelaskan tata-batas Rohul dan Kampar. Karena itu, saya harap bisa segera dipastikan,” pintanya.(VS)

res, namun status mereka, terutama 5 warga belum tersangka. Mere merupakan terperiksa. “Belum ada tersangka dalam kasus ini. Mereka yang kita bawa ke Polres baru terperiksa,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, Trio Santoso mengungkapkan aksi anarkhis yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut, mes tempat tinggal pekerja, tiga alat berat dan sebuah mobil derek PT RAKA ludes terbakar.

Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil : Matikan Televisi, Ayo Magrib Mengaji

foto: kliksumbar.com

Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil

SAWAHLUNTO (VOKAL SUMSEL)-Di mana saja masjid dan surau yang dikunjungi Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, kader Partai Demokrat itu selalu mengkampanyekan Gerakan Magrib Mengaji dalam rangka menyelamatkan generasi muda. “Kita bisa hapal ayat shalat sekarang itu berkat didikan di saat usia dini, tidak ada ayat shalat yang dihapal kemarin. Ini bukti bahwa saatnya menyemarakkan masjid dalam membudayakan kembali Magrib Mengaji adalah penting,” sebut Yultekhnil di Masjid Baitun Nur, Pasa Kubang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (28/7) malam. Yultekhnil termasuk pimpinan di Sumbar yang gamang terhadap generasi muda penerus saat ini. “Masjid selama ini hanya diisi oleh kalangan orang tua, sementara kalangan remaja dan pemuda justru lebih meilih menonton televisi ketimbang ke masjid. Kesalahan generasi ke depan adalah salah kita generasi sekarang yang tidak mampu membentuk dan mendidiknya,” ujar Yultekhnil, sebagaimana dikutip Kliksumbar.com. “Matikan saja televisi itu, suruh anak kemenakan ke masjid sampai selesai shalat Isya. Masjid ampuh menciptakan generasi Indonesia berkarakter,” ujarnya lagi, dan momentum Ramadhan 1433 Hijriah ini adalah saat yang tepat untuk menggalakkan Gerakan Magrib Mengaji. (VS)

Baru Setahun Digunakan,

“Banjir Bandang di Padang Kantor Inspektorat Pemkab Siak Jangan Terjadi Lagi” Senilai Rp 4,3 Miliar Rusak SIAK (VOKAL SUMSEL)-- Kantor Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak yang baru saja diresmikan mantan Bupati Siak Arwin As pada Selasa, 8 Maret tahun lalu, saat ini kondisinya sudah rusak dan dindingnya retak-retak. Kantor Inspektorat Siak itu dibangun dengan dua tahap yakni 2009 hingga 2010 dengan total anggaran Rp. 4,3 miliar. Pantauan riauterkini.com, Minggu (29/7) kemarin, plafon bagian luarnya hampir seluruhnya rusak dan copot, dindingnya sudah mulai retak-retak hingga memakan bagian dalam kantor. Selain itu ada juga beberapa bagiannya yang bocor saat hujan datang. Menanggapi kondisi itu, Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia Riau Muhammad Nungcik melalui Sekretarisnya Sudwiharto mengungkapkan kesedihannya mengetahui dan melihat bangunan kan-

tor Inspektorat Siak tersebut. Untuk itu ia menyarankan agar pihak penegak hukum segera mengambil langkah untuk mengungkap dugaan korupsi dalam pembangunan kantor tersebut. “Kita sebagai LSM yang memandatau aset negara, dan kantor inspektorat siak itu juga merupakan aset negara, kita sedih dan prihatin dengan kondisi kantor yang dibangun dengan dua kali anggaran dana APBD Siak 2009 hingga 2010 dan menghabiskan uang rakyat Rp 4,3 miliar, dan saat ini sudah rusak. Untuk itu kita minta kepada Kejaksaan, Polri, dan KPK segera menyelidiki adanya penyimpangan dalam pembangunan kantor tersebut,” terangnya. Sudwiharto meminta Bupati Siak Syamsuar dapat memperhatikan seluruh aset-aset daerah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Agar seluruh aset yang ada dapat terjaga, dan untuk kantor Inspektorat yang dibangun diduga

asal-asalan itu diharapkan juga Bupati dapat memanggil dan melindak lanjuti agar adanya perbaikan. “Kita juga meminta dan mengharapkan kepada Bupati Syamsuar, agar memperhatikan seluruh aset-aset Pemkab yang ada baik bergerak dan yang tidak bergerak. Karena saat ini sama-sama kita ketahui banyak aset daerah yang saat ini masyarakat tidak tahu dimana rimbanya,” ucapnya. Sudwiharto menambahkan, untuk kantor Inspektorat yang menyedihkan itu, pihaknya berharap Bupati Syamsuar dapat meninjau dan memberikan peringatan kepada kontraktor yang mengerjakannya dahulu untuk segera diperbaiki. Sementara untuk menindak lanjuti hal tersebut riauterkini.com sudah mencoba untuk menghubungi Kepala Kantor Inspektorat Faly melalui handphone-nya nada sambung masuk akan tetapi tidak pernah ada jawaban.(VS)

PADANG (VOKAL SUMSEL)-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Wali Kota Padang Fauzi Bahar, meninjau korban banjir bandang yang menghantam sejumlah pemukiman warga di lima kecamatan di Kota Padang. Bencana banjir bandang akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dihulu sungai Batang Kuranji, sejak Selasa sore. Gubernur yang memimpin tim safari Ramadan di Pasaman Barat, usai kegiatan langsung meninjau lokasi bencana, Rabu (25/7) dinihari. Laporan sementara di lapangan, ratusan unit rumah warga terendam di Kecamatan Pauh, Kecamatan Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Kuranji dan Nanggalo. Namun, belum ada laporan korban jiwa. Dalam kesempatan kunjungan gubernur bersama Wali Kota Padang menyempatkan melihat Kompleks Perumahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, dan ke Kelurahan Koto Panjang Limau Manih, Kecamatan Pauh. Gubernur mengatakan, bencana banjir badang yang terjadi

15

merupakan peristiwa alam yang diluar dugaan manusia. Kejadian air bah itu, peristiwa yang berulang lima dan tujuh tahun sekali sehingga perlu dipersiapkan antisipasi beberapa hal. “Kami akan menggelar rapat bersama Wali Kota Padang, guna menganalisa atau assessment untuk mengetahui penyebabpenyebab apa,” ujarnya, sebagaimana dikutip INILAH.COM. Setelah itu diantisipasi apakah membangun waduk atau dam, tapi yang jelas ke depan diharapkan tak terjadi lagi kejadian serupa. Namun, kejadian Selasa senja akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Padang, terutama dihulu sungai. Wali Kota Padang, Fauzi Bahar menambahkan, laporan sementara tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang merendam lima kecamatan itu. Namun, infrastruktur yang rusak dari laporan ada rumah masyarakat, musala dan jembatan serta tak tertutup kemungkinan ternak warga serta empat perahu nelayan hanyut dalam keadaan kosong.

PANGKALANKERINCI (VOKAL SUMSEL)-- Pekan Pertama bulan Ramadhan 1433 Hijrah terjadi aksi perampokan di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan. 15 Pelaku sukses membawa kabur, peralatan komputer ekskavator milik salah satu kontraktor PT Arara Abadi, dengan cara pelaku melepaskan senjata api ke udara. Peristiwa tersebut terjadi, Jumat dini hari kemarin (27/7). Kapolsek Kecamatan Pangkalan Kuras AKP Imam Saeno kepada riauterkini, Minggu (29/7) kemarin, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban adalah Defis Fernando (39) Manager Harfesting CV. Sarindo Siak Flora, kontraktor penebangan kayu Akasia PT AA. Tindakan ini Curas ini terjadi di lokasi petak 316 PT. Arara Abadi Distrik Nilo Dusun Bukit Kesuma dusun Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras. Peristiwanya bermula ketika, 15 pelaku mendatangi TKP. Bahkan, guna melancarkan aksi mereka salah seorang pelaku, menembakan sejata api ke udara. Sadar, nyawa penjaga alat berat bernama Kafi terancam. Ia membiarkan, pelaku melucuti peralatan komputer exavator tempat ia bekerja. Kata Imam, kerugian pada aksi itu, berupa Kobelco SIS 15 Komputer, panel, kabel hernes, selenoit. 2. Kobelco SI 29 : - Komputer, panel, kabel hernes, selenoit, cas pomp sensor. Tidak itu saja pelaku membawa kabur Mesin Cainsaw merk Sthil sebanyak 4 unit.”Kasus ini sedang kita dilidik,” ujar Imam singkat.(VS)

Mesum di Malam Ramadhan, Dua Jaksa Digrebek PEKANBARU (VOKAL SUMSEL)--Perbuatan tak terpuji dan melalukan, diperbuat oleh dua oknum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Dua oknum berlainan jenis ini digrebek polisi saat bermesum ria disebuah kamar kontrakan (kos) di Jalan Teratai no 161, Kecamatan Sukajadi. Kejadian pada Sabtu (28/7) malam sekitar pukul 21.30 WIB itu, mengundang perhatian warga sekitar. Kedua pelaku mesum yakni AK SH dan DS SH yang merupakan jaksa di Kejati Riau itu, tak berkutik ketika digrebek polisi didampingi suami DS, ketua RT dan warga setempat. DS dan AK yang sedang bugil ria itu langsung menutupi badannya dengan handuk. Kendati sempat merekam penggrebekan DS dengan Handy Cam. SS suami DS langsung pingsan menyaksikan perbuatan istrinya. Akhirnya, kedua pasangan mesum ini kemudian diarak ke Mapolresta Pekanbaru, untuk pengusutan lebih lanjut. Kerabat dekat SS yakni Marbun yang ikut penggrebekan itu, kepada Riauterkini, Minggu (29/7) mengatakan, SS sudah lama mencurigai istrinya DS yang bertugas sebagai Staff Pidum Kejati Riau berselingkuh dengan AK yang merupakan jaksa penuntut Pidsus Kejati Riau. Sekitar pukul 21.00 WIB, SS mendapat laporan, bahwa istrinya DS tengah berbuat mesum dengan AK di kamar no 47 tempat kos yang dibiayai istrinya itu. Usai mendapat laporan tersebut, SS yang seorang pengusaha itu, kemudian menghubungi pihak kepolisian dan langsung mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP). Bersama Ketua RT setempat dan juga pemilik kos, langsung mengetuk pintu kamar no 47. Disaat DS membuka pintu dengan mengenakan handuk, langsung terperanjat. Kalau yang mengetuk pintu itu adalah suami sahnya dan sejumlah polisi. Dari rekaman yang Handy Cam yang diperlihatkan Marbun kepada Riauterkini. Telihat AK yang hanya mengenakan celana dalam saja, langsung lari ke kamar mandi. Dalam kamar tersebut, SS dan polisi menemukan BB (barang bukti) kondom habis pakai dan kertas tisu yang berlumuran lendir. Akhirnya sekitar pukul 22.00 WIB kedua pelaku mesum ini dibawa ke Mapolresta Pekanbaru, guna pengusutan lebih lanjut. Kasat Reskrim Pekanbaru, AKP Arif Fajar SH ketika dihubungi wartawan, membenarkan adanya laporan kasus perselingkuhan yang diterima pihaknya. “ Kita akan berkordinasi dulu dengan pihak Kejati, untuk kelanjutan pemeriksaannya,” ujar Kasat. Sementara itu, Kasi Humas Kejati Riau, Andri Ridwan ketika dikonfirmasi Riauterkini, Minggu (29/7) siang membenarkan adanya penangkapan dua oknum jaksa yang digrebek mesum pada Sabtu malam. “ Ya semalam kita sudah mendapat laporannya. Dan sampai saat ini saya baru sebatas mendapat laporan saja,” katanya.(VS)

Banjir bandang di Padang

foto: kliksumbar.com

Air yang merendam rumah warga sampai ketinggian empat meter dan sampai pukul 02.00 WIB genangan air masih setinggi satu meter. Pemantauan di lapangan menunjukan warga yang rumahnya terendam mengungsi ke rumah keluarga dan sebagian di musalla serta masjid.(VS)

Objek Wisata Jembatan Akar Bayang Janiah Belum Terjamah BAYANG (VOKAL SUMSEL)-Di kecamatan Bayang, banyak objek wisata, yang ada, diantaranya air terjun Bayang Sani dan jembatan akar. Jembatan akar yang terletak di Kenagarian Pulut - Pulut Asam Kumbang Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan salah satu objek wisata yang tidak asing lagi di negeri ini. Tapi jembatan akar lagi yang terdapat di kampung Bayang Janiah Kenagarian Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara juga tidak kalah menariknya, sampai sekarang belum terjamah untuk dilaku-

kan pengembangan sebagai objek wisata berikutnya . Dari hasil pantauan wartawan di lokasi Jembatan Akar ini masih keliatan asri, sebab jembatan ini masih alami, namun dari segi ukuran jembatan akar ini lebih kecil dari yang ada di Pulut - Pulut Asam Kumbang paling panjang jembatar Akar ini memiliki panjang lebih kurang dua puluh meter. Yang jadi kendala jembatan Akar yang terdapat di kampung Bayang Janiah Kenagarian Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara, untuk memasuki daerah ini yang menjadi kendala besar, kenapa

Medium jembatan akar

foto: kliksumbar.com

tidak, daerah yang menuju ke lokasi sangat ekstrim dan terjal dengan pendakian yang sangat tinggi untuk dilalui dan menempuh jalan lebih kurang setengah jam dari Jembatan akar Pulut-pulut. Perjalanan menuju ke lokasi Jembatan Bayang Janiah hanya bisa dilalui motor itu pun kalau cuaca cerah, jika cuaca hujan tidak akan bisa di lewati. Salah seorang masyarakat setempat Romy mengatakan, jembatan akar yang terdapat di kampung kami ini sangat bagus dan masih alami, air sungainya yang sangat jernih, dan sejuk, sehingga pen-

gunjung terpesona apabila mengunjunginya. “Tapi kami warga sini juga tidak bisa berharap banyak kepada pengunjung yang ingin melihat ketakjuban dan keindahan jembatan akar ini karena daerah yang sulit untuk dilalui. Kami hanya berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dapat mencarikan solusi kedepan untuk pengembangan kampung Bayang Janiah sebagai objek wisata Jembatan Akar berikutnya,” ucapnya, sebagaimana dikutip sumbaronline.com Hal yang sama juga diucapkan oleh salah seorang pengunjung disaat acara

“Balimau” menjelang Puasa Ramadhan kemaren, bernama Dona. “Objek wisata Bayang Janiah ini sangat menakjubkan sekali, ini pertama kali saya kesini, karena ada seorang teman yang mengenalkannya sama saya bahwa Jembatan Akar Bayang Janiah adalah jembatan yang sangat menarik dari jembatan Pulutpulut,” katanya. Ternyata apa yang dikatakan sama teman saya tersebut memang benar, ini luar biasa, pemandangannya sangat luar biasa, airnya sangat sejuk sekali, dan masih alami. (VS)


16

Harian Vokal Sumsel Senin, 30 Juli 2012

Hyundai Sajikan Mobil Mewah PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Guna menyambut Ramadhan 1433 Hijriah, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) memberikan kesempatan bagi pelanggannya untuk mendapatkan mobil mewah Hyundai Sonata. Demikian disampaikan Rince Karoline Sales Supervisor Hyundai PT. Mitra Maju Mobilindo Palembang.

i nda Hyu son Tuc

foto:alam/vokalsumsel

Hyundai Sonata

LOWONGAN KERJA 1. Sales SPV [D3, Pengalaman otomotif] 2. Sales Exhibitions[Pria/wanita, SMA/SMK] 3. Staff Admint [Wanita,SMK/SMA] Penempatan Indralaya

“Program ini berlangsung sejak pertengahan Juli 2012 lalu dan akan kita undi pada September mendatang di Jakarta. Syaratnya adalah setiap pembelian Hyundai dengan merek Tucson dengan harga sebanyak Rp318 juta, konsumen punya kesempatan untuk mendapatkan mobil mewah keluaran Hyundai yaitu Sonata seharga Rp468 juta,” papar Rince. Sebut Rince, produk Hyundai Sonata ini adalah pertama kali diperkenalkan di Korea pada 2009 dan diluncurkan di Indonesia saat ajang International Motor Show (IIMS) 2011 yang diselenggarakan pada Juli 2012 lalu. “Pastinya mobil ini dilengkapi dengan mesin kapasitas 2.400 cc, Theta MPI transmisi otomatis shiftronic 6 percepatan dengan warna sleek silver, chrystal white, dan black diamond,” beber Rince. Nah kata Rince, bila Anda seorang eksekutif muda dan tengah mencari mobil untuk mengekspresikan diri, New Hyundai Sonata dapat menjadi salah satu pilihan. “Mobil ini berada satu segmen dengan Toyota Camry, Honda Accord, dan Nissan Teana ini mempunyai penampilan yang menarik dan mengasyikkan tidak hanya bagi penumpangnya, tapi juga bagi pengendaranya,” ucap Rince berpromosi. Lanjut Rince, mobil model yang teratas dari Hyundai itu menyandang mesin berkapasitas 2.4 Liter (2.359 cc), memiliki pengendalian yang cukup akurat sehingga mudah dikendarai bahkan di ruas jalan yang sempit sekalipun. Untuk sedan berukuran menengah, kemudahan seperti itu istimewa. Hyundai juga senantiasa memanjakan konsumennya dengan bunga 0 persen untuk dua tahun dan itu berlaku untuk semua merek keluaran Hyundai misalnya Hyundai H1 XG CRDi M/T Starex Muver, Hyundai New Sonata GLS, Hyundai New Tucson LTD, Hyundai New Santa, Hyundai Grand Avega dan merek keluaran Hyundai lainnya. Lanjut Rince Menjawab apa masalah penjualan? Rince menjawab, pihaknya selau optimis penjualan tembus angka yang telah di targetkan, Hyundai Palembang bahkan saat perkembangannya sangat bagus. Selain harga yang relatif murah, Hyundai juga ramah lingkungan dan hemat bensin. “Untuk wilayah Palembang dan sekitarnya, Hyundai menargetkan dapat menjual satu hingga

dua unit per bulan untuk Sonata yang dijual seharga Rp468 juta dan 10 unit kendaraan per bulan untuk Grand Avega,” ungkap Rince. Beber Rince, saat ini Hyundai Palembang merupakan Outlet Hyundai yang ke 7 dari 44 Jaringan Hyundai di Indonesia, memiliki sarana dan prasarana 3S (Sales, Service, Spare part), Hyundai Palembang, melayani penjualan dan service kendaraan untuk para pelanggan beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 344, Palembang dengan Telp. 0711 – 718888 Fax 0711 – 711888. (LAM)

Rince Karoline

Sales Supervisor Hyundai PT. Mitra Maju Mobilindo Palembang

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433H/2012M

untuk daerah Palembang dan Sekitarnya HARI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bajaj Palembang Bajaj Prabumulih Bajaj Sungai Lilin Bajaj Belitang Bajaj Baturaja Bajaj Linggau Bajaj Muara Enim Bajaj Sekayu

0711-821890 0815-32016888 0852-67202385 0735-452009 0853-68851784 0733-323079 0821-80654809 0813-73239252

PT Sugih Perdana Wisesa (Area Sumbagsel) Jl. Basuki Rahmad No.6-9 Palembang, Sumatera Selatan

Telp. 0711-7373333

PT TUNAS DAIHATSU PALEMBANG All New Xenia

SAATNYA LEBARAN BERSAMA DAIHATSU

angsuran 2,3 Jt-an GRAND MAX Pick Up

TERIOS

DP 10 Jt-an

angsuran 2,7 Jt-an

angsuran 2 Jt-an LUXIO, SIRION, MINIBUS angsuran 2 Jt-an WAWAN

Bunga 3 % Asuransi All Risk Full Gratis 1x Angsuran Hadial Langsung tanpa diundi

AYU

0711 532 1443 0853 5733 5525 0821 7899 7221 0821 7992 5427

Bisa untuk luar daerah Prov. Sum Sel Proses cepat dan mudah Bisa tukar tambah dengan mobil lama anda

Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad

TANGGAL Agustus RAMADHAN

JULI

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

IMSAK

SUBUH

TERBIT

DHUHA

ZUHUR

ASHAR

MAGRIB

ISYA’

04:38 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:37

04:48 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:47

06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:05 06:05 06:05 06:05 06:05 06:05 06:04 06:04 06:04 06:04 06:03 06:03 06:03 06:03 06:02 06:02

06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:28 06:28 06:28 06:28 06:28 06:28 06:27 06:27 06:27 06:27 06:26 06:26 06:26 06:26 06:25 06:25

12:09 12:09 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:08 12:08 12:08 12:08 12:08 12:08 12:07 12:07 12:07 12:07

15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:32 15:32 15:32 15:32 15:32 15:32 15:31 15:31 15:31 15:31 15:30 15:30 15:30 15:29 15:29 15:29 15:28 15:28 15:27 15:27 15:27

18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:07

19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:20 19:20 19:20 19:20 19:20 19:19 19:19 19:19 19:19 19:19 19:18 19:18 19:18

Azimuth Arah Kiblat kota Palembang, Sumsel = 294,56 ° KETERANGAN 1. Awal Ramadhan dan Syawwal 1433 H mengikuti Keputusan Pemerintah RI. 2. Jadwal berlaku untuk wilayah kota ybs. dengan radius maksimal +/- 25 km. 3. Jadwal sudah ditambah waktu ihtiyati (pengaman) sebesar +/- 2 menit. 4. Jadwal berdasarkan Kriteria Jadwal Shalat Kementerian Agama RI.

Telp. 0 7 1 1 - 7 7 7 7 2 7 2

Harian Vokal Sumel  

Edisi Senin 30 Juli 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you