Issuu on Google+

JADWAL IMSAKIYAH 1433 H WILAYAH KOTA PALEMBANG DAN SEKITARNYA Sabtu, 4 Agustus 2012 Maghrib/Berbuka : 18:09 Minggu, 5 Agustus 2012 Imsyak : 04:39 Shubuh : 04:49

EDISI 79/TAHUN I 16 Halaman (2 SESI)

HARIAN VOKAL S u m s e l

C

Ramadhan

“Puasa itu perisai dan benteng kokoh yang melindungi seseorang dari api Neraka.”

akap

4 Agustus 2012

Rp2.000, Langganan Rp48.000 (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

santun bahasa, lugas menyikapi

Mutiara

SABTU

Bebas: H Yusko

Korupsi itu bernama “Uang Lelah”

B

udaya korupsi muncul dengan berbagai macam istilah. Setiap daerah ada istilah-istilah khusus. Saya heran, salah satu istilah untuk korupsi di Sumatera Selatan adalah “mahar”. Ada sekolah yang meminta uang “mahar” kepada siswanya. Mungkin juga ada istilah “uang rokok”, “uang cendol”, “tanda

Bersambung....Hal 7

(HR Ahmad dari Abu Hurairah)

DPR Minta Brimod Ditarik dari Cinta Manis

Insiden Limbangjaya Ada Pelanggaran HAM Kak Seto:

Bullying Marak, Bukti Lemah Komunikasi Guru-Siswa PEMERHATI anak sekaligus Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengatakan kasus bullying kerap terjadi karena lemahnya komunikasi antara guru dan siswa. “Kuncinya adalah komunikasi guru dan siswa. Ini yang lemah. Buktinya guru tidak tahu. Bahkan orang tua tidak tahu,” terangnya di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (3/8). Selain membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa, lanjut Kak Seto,

I

FOTO : HENDRA MARTA/VOKAL SUMSEL

LIPUTAN : TIARA IRTA/OSCAR RIZAL KESIMPULAN ini didapatkan Komnas HAM, berdasarkan hasil temuan komisi tersebut selama melakukan investigasi di Desa Limbang Jaya, OI. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komnas HAM, Nurkho-

Bersambung....Hal 7

AL QURAN sebagai petunjuk manusia hendaknya menjadi pedoman hidup. Ramadhan seharusnya menjadi kunci peningkatan kualitas iman bagi setiap muslim. Dan Aisya Marcell Idham, yang menjadikan Al Quran sebagai teman bacaan dalam setiap tingkah lakunya. Artinya Al Quran telah mengubah gaya hidup dan pandanganya menjadi jauh lebih baik. OLEH : JEMMY SAPUTERA

Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang. Gadis cantik yang mengagumi Umar Bin Khatab RA itu menuturkan, kalau pilihanya memeluk Islam saat ini, ternyata diikuti

Bersambung....Hal 7

BACA HAL

BACA HAL

3

13

http://sumsel-epaper.harianvokal.com

Bersambung....Hal 7

Perbatasan Mura-Muba Dulu Mualaf, Kini Qori’ah Semakin Bergejolak

AISYA, seorang mualaf yang kini menjadi qori’ah. Baginya, menjadi muslimlah jauh lebih membawa ketenangan dan kesejukan hati. Dengan tenang, Aisya membuka perbincangan bersama Harian Vokal Sumsel, Selasa pagi ( 31/7) di Institut

Langganan Koran: (0711) 777 7272

Insentif Guru Ngaji Menuai Kritikan

lis saat memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Jumat (4/8).

Aisya

MUARABELITI, (VOKAL SUMSEL) -- Dinamika pencabutan papan merk oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba) dan pencaplokan tanah hingga puluhan kilo meter oleh PT Sentosa Kurnia Energi (SKE), yang beroperasi di Wilayah Muba berbatasan dengan Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musirawas (Mura), semakin hari semakin bergejolak. Aliansi Pemuda Kabupaten Mura sangat prihatin dengan tindakan PT SKE yang semakin hari terus bertindak semena-mena mencaplok tanah hingga masuk ke wilayah Kabupaten Mura. “Kami sangat kecewa dengan cara kedua Pemerintah kabupaten yang sepertinya membiarkan hal ini semakin berkepanjangan dan seolah-olah lari dari kenyataan,”kata Ketua PPRI (Pemuda Peduli Rawas Ilir) Abdul Aziz, didampingi Devi Arianto Ketua BMI, Husni Mubarok Ketua STN, Deky Erlangga ketua FPR dan Alfiandi wijaya Ketua PSM kepada Harian Vokal, kemarin.

Bersambung....Hal 7

NDEKS Pejabat Boleh Terima Parcel Asal Dilaporkan

Pemakaman korban penembakan anggota Brimob beberapa waktu lalu didesa Limbangjaya sebagai pelanggarn HAM. INSERT: Ucapan duka dari Gubernur Sumsel.

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Insiden penembakan yang terjadi saat ‘penyerbuan’ anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) di Desa Limbangjaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dipastikan Komisi Hak Nasional Asasi Manusia (Komnas HAM), telah terjadi pelanggaran HAM.

perlunya menjadi pendengar yang baik. “Kita harus menjadi pendengar yang baik. Orang bisa salah orang bisa keliru paling penting menyadari, itu salah dan paling penting minta maaf. Berani bersujud pada orang tua, orangtua korban, berani minta maaf kepada korban sekalipun,” pungkasnya. Menurut Kak Seto, kasus bullying bukan terjadi di SMA saja bahkan sampai ke Taman

FOTO : JEMMY SAPUTERA/VOKAL SUMSEL

Ishak Mekki Naik Ojek PALEMBANG, (VOKAL SUMSEL) -Kemacetan di Palembang kian parah. Itu pula yang membuat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel H Ishak Mekki, terpaksa naik ojek. Kalau tidak begitu, tidak mungkin ia bisa mengejar waktu hadir dalam pelantikannya di Hotel Swarna Dwipa, Jalan Tasik, Palembang, Jumat (03/08/2012) sore. “Kendaraan Pak Ishak terjebak kemacetan di Pakjo Ujung. Guna memenuhi target waktu, yang

mana sudah ribuan warga di Hotel Swarna Dwipa, Pak Ishak memutuskan naik ojek sepeda motor,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI) Sudiyanto, Jumat (3/08). Melihat sang bupati mendadak naik ojek, Asisten II Pemkab OKI Edward Candra, juga turun dari kendaraannya yang terjebak macet, turut naik ojek. “Saya pun terpaksa naik ojek menyusul Pak Ishak. Sebab kendaraan kami terjebak kemacetan,” kata Sudiyanto. Saat sampai di Hotel Swarna Dwipa, ribuan jemaah Majelis Dzikir SBY

Bersambung....Hal 7

SIMAK HAL.5...!!! Cerita Silat Bu Kek Siansu (Karya Asmaraman S Kho Ping Hoo)


2

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

Penertiban Spanduk Cawako Palembang

Telepon Penting 1. Polda Sumsel 2. Polsek IB I 3. Polsek IB II 4. Polsek IT I 5. Polsek IT II 6. Polsek Sukarami 7. Polsek Sako 8. RSMH Palembang 9. RSI Siti Khadijah 10. D.Pemadam Kebakaran 11. PLN Seberang Ilir 12. PDAM Seberang Ilir 13. Kantor SAR 14. Kodim Tabes 0418 15. Denpom 2/4 16. PMI 17. Unit Transfusi Darah 18. PMI UTDC Palembang 19. PLN Seberang Ilir 20. PDAM Seberang Ilir 21. RS. Pertamina 22. RS. Bhayangkara

Palembang Ilir

: 0711-313769 : 0711-353014 : 0711-352973 : 0711-351607 : 0711-510128 : 0711-598133 : 0711-820062 : 0711-354088 : 0711-356008 : 0711-312011 : 0711-350353 : 0711-355089 : 0711-355111 : 0711-351637 : 0711-351843 : 0711-350289 : 0711-363150 : 0711-356282 : 0711-350353 : 0711-355089 : 0711-542117 : 0711-410023 *berbagai sumber

Lintas Kota

1275 Titik Api Terpantau di Sumsel PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Sampai Juni lalu, keberadaan hot spot (titik api) di Sumatera Selatan (Sumsel), berdasarkan data Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, masih cenderung fluktuatif. Berdasarkan hasil pemantauan Unit Pelaksana Teknik Dasar (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dishut Sumsel, diketahui titik api sudah mulai muncul di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel. Sejak Januari-Juli sebut Kepala UPTD PKHL Dishut Sumsel, Achmad Taufik, tak kurang 1275 titik api terpantau muncul di beberapa titik rawan. Dari jumlah tersebut, penyebaran titik api yang terpantau paling tinggi, terjadi mulai bulan Juni sebanyak 428 titik api kemudian meningkat menjadi 482 titik api pada bulan Juli 2012. Di Sumsel , daerah rawan kebakaran sudah dipetakan dan dibagi menjadi tiga kategori rawan. “Ada daerah rawan satu yakni di Kabupaten Muba, Banyuasin, OKI dan OI. Kemudian daerah rawan dua di Mura, OKU dan Lahat. Terakhir daerah rawan tiga di Empat Lawang dan Pagaralam,” jelasnya, kemarin. Titik api ini sambungnya, terus dipantau menggunakan satelit Aqua atau Terra Modis FIRMS. “Kita prakirakan pada Agustus, titik api ini akan menurun. Tetapi akhir bulan nanti terjadi puncaknya sampai September dengan wilayah penyebaran terbanyak di Muaraenim dan Mura,” imbuhnya. (FIZ)

4.606 Napi Terima Remisi PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Tiap 17 Agustus pemerintah memberikan pengurangan hukuman atau remisi kepada narapidana. Di 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan Sumsel), sebanyak 4.606 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A, II A, dan II B mendapat remisi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan, Rinto Hakim, mengatakan, remisi ini terbagi dua. Pertama remisi umum satu (narapidana tidak langsung bebas), dan remisi umum dua (narapidana langsung bebas). “Besaran remisi tiap napi berbeda. Mulai satu bulan hingga enam bulan,” ujar Rinto, melalui Kepala Hubungan Masyarakat dan Laporan, Zakaria, Jumat (3/8) di kantornya seperti dikutip buletinmetropolis.com Bagi narapidana yang menjadi pemuka, remisi hukuman yang ia terima lebih besar karena ditambah sepertiga dari remisi yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Zakaria menuturkan, dari 4.606 napi penerima remisi, 152 orang di antaranya langsung bebas karena masa vonis hukuman penjara telah habis. Tahun kemarin remisi umum satu diberikan kepada 1.500-1.700 narapidana, tahun ini diberikan kepada 3.350 napi. Remisi ini diberikan kepada narapidana di 17 Unit Pelaksana Teknis. Yakni Lapas Klas I Palembang, Lapas Anak Palembang, Lapas Wanita Palembang, Lapas Narkotika Muara Beliti, Lapas LP Lubuk linggau. Lapasa Klas IIA Lahat, LP Tanjung Raja, LP Klas II B Sekayu, LP Kelas II B Muara Enim, Rutan Klas 1 Palembang, Rutan Baturaja, Rutan Prabumulih, Cabang Rutan Muaradua, Cab Rutan Musi Rawas, Cab Rutan Pagar Alam, Cab Rutan Tebing Tinggi, dan Cabang Rutan Martapura. (VS)

Pemkot Terapkan Standar Ganda PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Bakal calon walikota (cawako) Palembang, merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah kota (pemkot). Pasalnya, pemkot dinilai menerapkan standar ganda dan banyak menguntungkan calon incumbent. Salah satunya sebut calon walikota (cawako) Palembang, Sarimuda, pada penertiban spanduk dan alat sosialisasi lainnya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), beberapa waktu lalu. Ia mempertanyakan kenapa calon lain dilarang memasang spanduk dan alat sosialisasi, dengan alasan menganggu estetika kota tetapi calon incumbent yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota (Wawako) Palembang, justru spanduk dan alat sosialisasinya masih terpasang. Bahkan kata Sarimuda, pasca penertiban tersebut justru spanduk dan alat sosialisasi milik calon incumbent, Romi Herton justru semakin banyak. Menurut calon yang mengklaim sudah didukung lebih dari 10 partai politik (parpol) ini, khusus untuk baleho dan spanduknya, memang tidak semuanya dilepaskan. Sebab milik rival politiknya tuding Sarimuda, juga masih memasang. “Kita awalnya ingin ikut aturan, untuk melepaskan semua atribut sosialisasi. Namun yang incumbent malah bertambah dan baru bermunculan. Mereka berdalih, sebagai pimpinan daerah. Kalau pimpinan daerah, harus pakai baju kepala daerah dan di-

samping itu tidak ada ajakan kepada masyarakat untuk memilih ataupun yang lain. Kalaupun itu tetap dilanjutkan akhirnya, jadi ketimpangan. Seakan-akan incumben boleh memasang baleho, tapi kandidat lain boleh,” kritiknya ketika dibincangi, kemarin. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumatera Selatan (Sumsel) ini menuturkan, pihaknya akan tetap mengikuti aturan, sepanjang calon lain (incumben) juga mengikuti aturan. Seharusnya kata dia, seluruh kandidat itu bersikap seperti itu, jangan ada pilih kasih. “Ini untuk lurah, camat, ketua RT dipanggil dan harus menandatangani pernyataan dukungan dan sebagainya, itukan tidak boleh. PNS kan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) harus bersikap netral, bahkan tidak boleh menggunakan fasilitas negara, itu harus dipenuhi. Kalau itu masih mereka gunakan, maka akan kita laporkan nanti, berarti mereka sudah melanggar aturan,” ujarnya. “Kami sepakat dengan calon yang lain, kalau calon incumbent boleh memasang, mengapa yang lain tidak boleh. Walaupun untuk memenangkan pilkada bukan hal

foto:frezky/vokalsumsel

Salah satu baleho Walikota dan Wakil Walikota Palembang, yang dituding adalah bagian dari kampanye yang dilakukan calon incumbent Walikota Palembang, Romi Herton.

itu saja, tapi yang memenangkan pilkada itu ya masyarakat sendiri. Apalagi masyarakat Palembang ini jugakan sudah cerdas,” sambungnya. Hal senada disampaikan Ketua Tim Media Center Mularis Djahri (MD), Yandes Effriady. Seharusnya kata Yandes, incumbent memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Tapi yang ada justru incumbent, malah meng-

but, justru dilanggar sendiri maka masyarakat menurutnya akan melanggar aturan tersebut. Ia menyebut, harusnya ada perlakuan adil yang diberikan pemkot terhadap semua calon untuk melakukan sosialisasi. “Jika incumbent boleh, calon yang lain harusnya juga diperbolehkan. Ini yang lain ditertibkan, sedangkan incumbent diperbolehkan,” tukasnya. (DIC)

Konflik Berdarah di Limbang Jaya, OI

Gubernur ‘Dipaksa’ Bertanggungjawab PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Palembang, Jumat (3/8), mendesak Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin harus bertanggungjawab dalam peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang menewaskan Angga Prima (12), dan empat warga lainnya yang mengalami luka tembak. Desakan ini disampaikan mereka, saat menggelar aksi di depan kantor orang nomor satu di Sumsel tersebut. Pantauan Harian Vokal Sumsel, puluhan mahasiswa ini dalam aksinya memaksa hendak bertemu langsung dengan gubernur. Namun mereka hanya ditemui oleh Asisten IV Pemprov Sumsel, Syamuel Chotib. Tidak puas bertemu dengan gubernur,

puluhan mahahasiswa tersebut me mak sa Syamuel Chotib, menan da tangani pernyataan tertulis yang isinya kesediaan gubernur bertanggungjawab dalam kasus berdarah di OI tersebut. Namun permintaan itu, ditolak oleh Syamuel Chotib. Bahkan sempat terjadi ketegangan, untunglah ketegangan ini tidak berlanjut menjadi bentrokan fisik karena mahasiswa mengalah membiarkan surat pernyataan yang disodorkan mereka tidak ditandatangani oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang diwakilkan Asisten IV Pemprov Sumsel, Syamuel Chotib. Selain meminta pertanggungjawaban gubernur, dalam aksinya itu mahasiswa tersebut juga mendesak gubernur segera menyelesaikan konflik agraria yang ada di Sumsel. “Kami mendesak Polda Sumsel, mena-

rik pasukan Brimob dari kawasan PTPN VII dan membebaskan sembilan petani yang masih ditahan di Mapolres OI,”kata Ryan, koordinator aksi. Wagub Minta Bantuan Komnas HAM Sementara itu ditempat berbeda, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H Eddy Yusuf meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), untuk membantu melaporkan berbagai sengketa lahan yang terjadi Sumsel ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut, sengketa lahan di Sumsel bukan hanya terjadi di OI saja tetapi juga terjadi dibeberapa kabupaten dan kota lain di Sumsel diantaranya kata Eddy sengketa lahan antara warga empat kelurahan di Kecamatan Sukarami dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Palembang.

foto:cakra/vokalsumsel

PASAR MURAH : Pasar murah, yang diselenggarakan sejumlah organisasi swasta, pemerintah dan BUMN kini selalu diserbu warga, seperti pasar murah yang diselenggarakan BKOW Sumsel di Gedung Wanita, Palembang.

Buang Kotoran Juga Harus Bayar PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, berencana menerapkan retribusi bagi warga yang membuang kotoran ataupun tinja di saluran instalasi pembuangan air limbah (IPAL) terpusat. Pemberlakuan retribusi diberlakukan, bila program IPAL telah rampung. Walikota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan, penarikan retribusi itu dikarenakan, pengelolaan IPAL membutuhkan biaya yang cukup besar. Terlebih, limbah yang sudah dikelola dengan sistem ini akan dibuang kembali ke sungai, untuk itu sangat dibutuhkan pengelolaan IPAL, untuk mencegah pengembangan bibi tpenyakit yang tersebar di sungai. “Seperti memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, itukan bayar. Membuang kotoran dilingkungan harusbayar, tapi kotoran yang diolah,” terang Eddy yang dibincangi usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Palembang, Jumat (3/8) Menurutnya, pengolahan air limbah tersebut penting.Sebab, semakin tinggi jumlah penduduk di Palembang berpotensi pada terkontaminasinya air baku dan air sungai. Sehingga air sungai tersebut tidak sehat lagi untuk kehidupan manusia. “Membuang kotoran sembarangan akan timbul penyakit karena lingkungan jelek dan tidak bagus.Kalau sakit, berobat lebih mahal.Tentu ada konsekuesinya untuk menjaga lingkungan ini, bayaran tidak besar,” ucap dia. Eddy mengaku belum merinci biaya yang akan dibebankan kepada masyarakat. Hanya saja, Pemkot

gunakan kemunafikan birokrasi. “Jadi,bagaimana rakyat mau taat pada aturan, kalau mereka sendiri tidak taat aturan. Contohnya rumah pribadi wakil walikota (wawako) yang melanggar peraturan daerah (perda), kenapa tidak ditertibkan sementara bangunan lain ketika melanggar perda langsung ditertibkan,” kata Yandes. Jika aturan yang dibuat terse-

Palembang akan melakukan subsidi untuk menekan pembayaran tersebut. “Kita lihat perbandingannya, di Malaysia dibebankan Rp25 ribu perbulan.Tapi kita belum tahu,” tutur dia. Diketahui, pengembangan jaringan IPAL ini akan dilakukan pada 2012 hingga 2030 mendatang. Dengan persentase, kawasan Seberang Ilir 80 persen dan Seberang Ulu 20 persen. Induk system pengelolaan air limbah ini berada di dua titik.Untuk kawasan Seberang Ilir instalasinya berada di perbatasan Sei Selayur dengan Sei Selincah sementara IPAL di kawasan Seberang Ulu berada di Jakabaring. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Husni Thamrin menambahkan, sebagai pilot project, IPAL ini akan dibangun di kawasan Kalidoni dengan wilayah pelayanan dekat dari IPAL tersebut. “Sesuai master plan, IPAL ini dibangun di Kecamatan Kalidoni.Luas lahan yang dibutuhkan sekitar 4-5 hektar (ha),” ucapnya. Lebih jauh dia menjelaskan, instalasi air limbah ini akan dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi. Untuk pemeliharaan berkala, masyarakat pengguna IPAL ini akan dibebankan biaya pemeliharaan setiap bulannya. “Kita harapkan semua masyarakat bisa menerapkan system pengelolaan limbah seperti ini, kita juga berusaha agar biaya pemeliharaan yang dibebankan masyarakat bisa terjangkau,” harapnya. Masih kata Husni, masyarakat yang menerapkan sistem IPAL ini nantinya tidak lagi menggunakan septic

foto:frezky/vokalsumsel

Kondisi drainase di Kelurahan 35 Ilir, dipenuhi sampah rumah tangga sehingga mengalami pendangkalan. Pemkot akan menerapkan IPAL terpusat, untuk mengelola limbah rumah tangga.

tank. Sebab, baik tinja maupun limbah rumah tangga tersebut langsung disalurkan ke dalam pipa untuk dikelola menjadi pupuk. “Jika IPAL ini diterapkan, air sungai maupun saluran air yang ada di lingkungan akan bersih. Tidak ada lagi air yang berwarna kehitamanhitaman, hasil dari campuran limbah rumah tangga,” tukasnya. (FEB)

Konflik lahan itu jelas Eddy, jika tidak diselesaikan bisa menyebabkan bentrokan fisik dan kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Desa Limbang Jaya, OI. “Komnas HAM, harus melaporkan ini ke presiden. Kami tidak ingin kejadian di Limbang Jaya, terjadi di Palembang. Apalagi saat ini, Lanud Palembang masih terus menggusur lahan konflik tersebut tanpa menghentikan rencana mereka untuk sementara saja,”

desak Eddy, saat rapat bersama Komnas HAM di ruang Bina Praja Pemprov Sumsel. Menanggapi ini Wakil Ketua Komnas HAM, Nurkholis berjanji akan membantu penyelesaian sengketa lahan tersebut termasuk melaporkannya ke presiden. “Kita akan fasilitasi penyelesaiannya, agar tidak terjadi lagi pelanggaran HAM dalam konflik lahan yang ada di Sumsel, termasuk di Sukarame, Palembang,” tukasnya. (TIA)

Dituduh Mencuri


Palembang Ulu 2. Polsek SU I 3. Polsek SU II 4. RS Bari 3. RS Muhammadiyah Plg 4. RS Pertamina 5. Unit Kebakaran Pertamina 6. PLN Seberang Ulu 7. PDAM Seberang Ulu

Sabtu, 4 Agustus 2012

3

Dilingkungan Pemkot Palembang

Telepon Penting 1. Polresta Palembang

Harian Vokal Sumsel

: 0711-513334 510455 : 0711-510128 : 0711-510096 : 0711-519211 : 0711-513144 : 0711-542117 : 0711-598792 598131 : 0711-512344 511916 : 0711-516380 *berbagai sumber

Lintas Kota

Jumlah Wisman ke Sumsel Naik

foto:blogspot.com

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumsel meningkat.

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman), yang berkunjung ke Sumatera Selatan (Sumsel), tahun ini mengalami peningkatan sebesar 14,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Jumlah kunjungan wisman tersebut didata melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, ” kata Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Bismark di ruang kerjanya, kemarin. Sementara pintu masuk lainya wisman ke Sumsel lainnya seperti Pelabuhan Boom Baru, Terminal Karja Jaya, Terminal Alang-Alang Lebar dan Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati, tidak terpantau. Ia menyebut, sampai Mei 2012 jumlah wisman yang masuk ke Sumsel sebanyak 875 orang sementara di bulan yang sama pada 2011 jumlah wisman yang berkunjung hanya 521 orang. Untuk jumlah penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumsel, pada Mei 2012 mencapai rata-rata 48,51 persen, atau turun 1,70 poin dibanding TPK hotel April 2012 sebesar 50,21 persen. Nah, untuk persentasenya, wisman yang mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu dari Belanda sebesar 400 persen, disusul Amerika Serikat 260 persen, dan dari Singapura sebanyak 111 orang. Untuk jumlah wisman yang berkunjung ke Sumsel bulan Mei 2012 terbanyak yaitu dari Malaysia 611 orang, Singapura 164 orang, Amerika Serikat 18 orang, dan disusul ketiga dari Wisman China 11 orang. (FIZ)

Masyarakat Diminta Waspadai Kebakaran

foto:buletinmetropolis.com

Kepala BMKG Palembang, Muhammad Irdam. PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang, Muhammad Irdam menghimbau masyarakat tetap mewaspadai ancaman kebakaran, walaupun musim kemarau tahun ini diprediksi tidak terlalu ekstrim. Pasalnya sejak awal Juli, intensitas hujan yang terjadi terus berkurang. Saat ini menurut Irdam musim kemarau tengah terjadi hampir di seluruh wilayah Sumsel. Hal itu ditandai dengan terus berkurangnya intensitas curah hujan setiap bulan. Sementara puncak kemarau sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Agustus-September mendatang. “Sekarang sudah kemarau, jadi masyarakat kita himbau wasapada kebakaran soalnya suhu mulai panas dan hujan sedikit sekali. Sudah harus waspada sekarang walaupun puncaknya baru Agustus-September nanti,” jelasnya ketika dibincangi, kemarin. Selama bulan Juli ini intensitas hujan di Sumsel, masih 87 mm. Intensitas ini akan terus berkurang hingga 5 mm pada bulan Agustus. Saat itulah puncak kemarau terjadi, sehingga tak jarang memicu munculnya titik api di sejumlah titik di wilayah Sumsel. “Pada puncak kemarau ini, biasanya jumlah titik api, akan semakin meluas karena minimnya curah hujan yang terjadi. Karenanya masyarakat, kita minta waspada terjadinya kebakaran,” imbuhnya. (FIZ)

Pejabat Boleh Terima Parcel Asal Dilaporkan PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Boleh atau tidaknya pejabat menerima parcel saat Idul Fitri mendatang, sampai saat ini masih terjadi pro dan kontra. Namun Walikota Palembang, H Eddy Santana, tidak mempermasalahkan jika ada pejabat dilingkungan pemerintah kota (pemkot), menerima parcel. Namun menurut Eddy, parcel yang diterima pejabat itu harus dilaporkan ke inspektorat untuk dinilai apakah nilainya melebihi dari Rp1 juta atau tidak. “Kalau tidak berlebihan nilainya, tidak masalah pejabat itu menerima parcel. Tetapi wajib dilaporkan dan batasan nilai maksimalnya Rp1 juta,” tegas Eddy ketika dibincangi usai rapat paripurna DPRD Kota Palembang, Jumat (3/8). Ia juga meminta pejabat dilingkungan pemkot, untuk jujur melaporkan semua parcel yang diterima. Menurutnya, kebijakan pembatasan nilai parcel ini diberlakukan untuk mengantisipasi praktik penerimaan gratifikasi. Inspektorat juga pinta Eddy, untuk memantau dan mengawasi laporan yang masuk. “Harus ada kontrol terhadap pejabat tersebut,” ujarnya. Dia menekankan, parcel yang dikirim berdasarkan upaya

gratifikasi atau sogokan hendaknya tidak diterima oleh pejabat. Bahkan idealnya kata Eddy, bukan pejabat tersebut yang menerima parcel namun justru pejabat tersebut memberikan bingkisan lebaran kepada masyarakat yang kurang mampu. “Biasanya parcel yang diterima pejabat itu, tidak lebih dari Rp1 juta sampai Rp5 juta. Namun itu, harus dilaporkan ke inspektorat,” imbuhnya. Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Husni Thamrin menambahkan, budaya saling memberikan hadiah saat lebaran di masyarakat memang tidak bisa diabaikan. Mengingat pemberian hadiah tersebut, sebagai upaya untuk saling menghormati. Karena itu, dia memastikan, pejabat di lingkungan Pemkot Palembang menerima parsel tidak akan mempengaruhi kebijakan tertentu kepada sipemberi.

“Memang banyak yang mengaitkan parsel ini dengan gratifikasi, tetapi itu tidak akan mempengaruhi kebijakan atau keputusan tertentu.Karena budaya ini sudah lazim,”katanya.

Husni menjelaskan, terdapat perbedaan antara gratifikasi dengan sogokan. Hadiah bisa disebut gratifikasi jika pemberian tersebut dilakukan selepas pekerjaan beres.Sedangkan sogokan di-

berikan sebelum pekerjaan dimulai.“Ini ada aturannya.Kita pun akan berikan pengawasan ketat agar nilai pemberian parsel ini tidak melewati kepatutan yang ditentukan,”urainya. (FEB)

foto:arga/vokalsumsel

KUMUH DAN MISKIN : Di Kota Palembang, masih banyak ditemukan pemukiman kumuh dan miskin seperti salah satunya di kawasan Kertapati. Disana, puluhan gubuk berdiri dipinggiran sungai.

Bandara Sampai Stasiun KA Terintegrasi

DPD Desak Tak Perlu Lagi Melintas Lahan PTPN VII Diukur Ulang Diatas Jembatan Ampera PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), disarankan mengukur ulang luas lahan milik PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis. Namun pengukuran ulang itu, harus dilakukan serius dan keterbukaan baik oleh pemprov maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saran ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Insytiawati Ayus, dalam rapat penyelesaian konflik agraria di Sumsel, Jumat (3/8) di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel. Ia menyebut, pengukuran ulang luas lahan milik PTPN VII itu baik yang sudah hak guna usaha (HGU) maupun yang belum adalah solusi untuk menyelesaikan konflik lahan antara warga OI dengan PTPN VII. “Lahan PTPN VII, harus diukur ulang. Soal biayanya, itu urusan nanti. Pokoknya lahan yang sudah HGU atau belum HGU, harus dilakukan ukur ulang. Saya meminta agar semuanya dapat serius menanggapi hal ini, baik pemprov, Pemkab OI, BPN maupun j PTPN VII,”desak Insytiawati, dalam rapat bersama dengan jajaran pemprov, BPN, Kapolda, dan PTPN VII, di ruang Bina Praja. “Kami ingin ada laporan permohonan, bukan hanya sekedar ngomong. Kepada gubernur, kami meminta agar dapat segera melakukan,” sambungnya. Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPD RI, I Wayan Sudirta mengkritik tidak ada niatan baik dari Polda Sumsel dalam menyelesaikan konflik agrarian termasuk konflik yang terjadi di PTPN VII.

foto:frezky/vokalsumsel

Dermaga Pasar 16 Ilir, merupakan salah satu dermaga yang menjadi tempat transit Transmusi dengan Bus Air.

Ilustrasi warga yang mengukur lahan PTPN VII

Buktinya tuding Wayan, dalam rapat tersebut tidak ada satupun wakil dari Polda Sumsel yang hadir. Padahal Kapolda harusnya, bisa memberikan informasi dan data yang valid terkait sengketa agrarian di Sumsel termasuk peristiwa berdarah di Desa Limbang Jaya, OI. “Perwakilan dari Polda Sumsel, baru hadir setelah dihubungi. Itupun hanya diwakilkan oleh salah seorang staf yang berpangkat Komisaris Polisi (Kompol),” sesal Wayan. Ia mempertanyakan kehadiran anggota Brimob pada 27 Juli lalu di Desa Limbang Jaya. Menurutnya jika wilayah yang bermasalah ada di Sribandung, kenapa pasukan elit poliisi itu harus ke Limbang Jaya. Wayan juga meminta jawaban atas diturunkannya personel Satuan Brimob di daerah tersebut. Ia meyakini ada

foto:matanews.com

perintah khusus dan atas sepengetahuan dari Kapolda, keberadaan personel Brimob tersbeut di Desa Limbang Jaya. “Saya ingin meminta keterangan mengenai keberadaan Brimob disana, tapi jawabannya malah dari stafnya. Kami ingin meminta jawaban lebih rinci atas kasus tersebut,” ujar Wayan. Wayan mengatakan konflik yang terjadi di OI bukan hal yang sepele, apalagi sudah ada korban jiwa. Menurutnya jika memang terbukti aparat yang melakukan, harus diusut sampai ke pucuknya, tidak hanya mengorbankan yang berpangkat rendah. Ia menghimbau agar tidak ada perlindungan korps yang terkait. “Ini jangan dianggap enteng, karena sudah memakan nyawa. Kapolda harus bertanggung jawab,” tegasnya. (TIA)

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Warga Palembang kedepannya, akan semakin memiliki banyak pilihan transportasi alternatif. Pasalnya pemerintah kota (pemkot), kini tengah mengintergrasikan semua moda transportasi di kota empek-empek ini. Kedepan menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Masripin Thoyib, warga dari seberang ilir menuju seberang ulu atau sebaliknya tidak perlu lagi melintas di atas Jembatan Ampera. “Nantinya mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai ke Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati, moda transportasinya akan terkoneksi. Selama ini, kita sudah mengintegrasikan Transmusi dan Bus Air, kedepan akan terintegrasi sampai ke Stasiun Kertapati,” jelas Masripin yang dibincangi, Jumat (3/8). Ia menyebut, integrasi semua moda transportasi di Palembang ini adalah permintaan dari Direktur Bina Sistem Sarana Transportasi Perkotaan (BSTP) Kementrian Perhubungan, Djoko Suseno.

Layanan Iklan Hotel & Restoran di Harian Vokal Sumsel Menjadi referensi bagi anda untuk memilih tempat menginap yang nyaman dan berwisata Kuliner yang nikmat.

VS

S T O P.. .

nya disini tempat Bagi anda yang membutuhkan INFO/IKLAN/PROMOSI tentang Hotel-Resto-Cafe-Wisata-dll hubungi : marketing iklan Harian VOKAL Sumsel

0711 777 7272

RUMAH MAKAN

Sejauh ini sambungnya, moda transportasi yang terintegrasi baru dari Bandara SMB II sampai ke bawah Jembatan Ampera di 16 Ilir. Disana sebut Masripin, sudah ada dermaga khusus yang terkoneksi dengan Transmusi. Dalam integrasi semua moda transportasi ini, baik darat, sungai dan kereta api, konsep yang akan dipakai di Palembang jelas Masripin, sama seperti di Yogyakarta. “Dishub akan membangun dermaga di samping Stasiun KA Kertapati. Sehingga bus air bisa, merapat ke Stasiun Kertapati,” ujarnya. Terpisah, Walikota Palembang Eddy Santana Putra menambahkan, Kemenhub mengapresiasi keberhasilan Palembang dalam menerapkan busway atau di Palembang lebih dikenal dengan sebutan Transmusi. Tak hanya itu, penerapan bahan bakar gas (BBG) di metropolis juga tengah dipelajari Kemenhub. Mengenai integrasi semua moda transportasi menurut Eddy, sudah diterapkan di Palembang. Hanya saja sebut dia, belum maksimal. “Intermoda transportasi dari sungai ke darat,

Hotel

&Restoran

SINAR MINANG Harga terjangkau, Rasa Mantap

Antar GRATIS.....!! Alamat : Perumnas Talang Kelapa Blok II No.203A Palembang

Telp : (0711)

772 8479 300 7017


4

O pini

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

Di Balik Kebijakan Soal Harga BBM

Gertak Sambal DPRD Sumsel Buruk muka cermin dibelah. Itu pribahasa yang pas kita kutip ketika mencermati berita bertajuk “Dewan Sumsel Minta Rp2,9 T” (Harian Vokal Sumsel, 3/8/2012, halaman 2). Dalam berita disebutkan Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, kemarin (Kamis, Red) mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendesak kementerian tersebut mengelontorkan dana guna membiayai pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Sumsel. Kalau boleh kita membandingkan dengan daerah lain di Sumatera saja, infrastruktur jalan dan jembatan di Sumsel memang tak sebagus daerah lain, seperti Sumatera Barat (Sumbar). Di Sumbar boleh dikatakan tak henti-hentinya pembangunan infrastruktur jalan, seperti jalan layang Kelok Sembilan, yang sedikitnya menghabiskan dana Rp160 miliar. Kemudian pembangunan sejumlah ruas jalan alternatif dari pusat Kota Padang ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), ruas jalan alternatif Padang-Bukittinggi melalui Kabupaten Agam. Kualitas jalan sampai ke nagari-nagari jangan disebut, beraspal hotmix sejak puluhan tahun lalu. Di Palembang? Masih ada jalan tanah dan jalan yang bertahun-tahun masih sirtukil. Entah di mana salahnya. Kenapa Sumsel masih begini kondisinya. Di Sumbar, pembangunan infrastruktur jalan dengan “pola pancingan”. Maksudnya, kalau jalan alternatif, jalan tersebut dibuka dulu dengan APBD Provinsi , ditambah APBD kota/kabupaten, kemudian dengan bekal itu, baru mengajukan anggaran ke Kementeruan PU. Begitu juga untuk perluasan jalan, pembebasan lahan untuk pembangunan/pelebaran jalan. Kemudian, menurut mantan Kepala Dinas PU Sumbar Dody Ruswandi, yang kini ditarik pemerintah pusat di Jakarta, adalah mendahulukan pembangunan jembatan, sehingga untuk jalannya tinggal ajukan anggaran. Dan biasanya, tak ada anggaran yang ditolak. Kemudian, kalau memang dapat anggaran untuk insfrastruktur jalan dan jembatan, para pejabat jangan sampai “makan aspal”, dananya jangan dikorupsi. Kualitas jalan jangan diabaikan. Usahakann ekspose program daerah di pusat, dengan melibatkan wakil rakyat di DPR RI asal Sumsel. Lantas Sumsel? Pernahkah Kepala Dinas PU daerah ini punya gagasan dan ide seperti itu? Kenapa jalan rusak tak ada baik-baiknya, malah semakin dibiarkan rusak? Harusnya, wakil rakyat di DPRD Sumsel mempertanyakan hal itu kepada Kepala Dinas PU Sumsel. Panggil dia dan tanya apa programnya, apa yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. Kalau menurut wakil rakyat, misalnya, kepala dinas kurang cakap dan tak punya ide brilian, ya ganti dengan yang lebih bisa diharapkan dan mampu melobi pemerintah pusat. Seharusnya yang jadi kepala dinas yang punya kompetensi dan lulus uji kelayakan dan kepatutan. Soalnya, tak zamannya lagi main-main ancam, gertak sambal. Masih banyaknya jembatan dan jalan yang rusak di Sumsel, jelas kinerja Dinas PU Sumsel yang jelek. Artinya, kepala dinas PU Sumsel gagal dalam kepemimpinannya. “Untuk itu tahun 2013 nanti. Kami membutuhkan Rp2,9 triliun. Jika tidak, akan kami tutup akses jalan tersebut. Karena selama ini jatah untuk Sumsel lebih kecil dari Jambi dan Lampung,” begitu ancaman Komisi IV DPRD Sumsel. Kalau akses jalan ditutup, bukanlah itu kerugian bagi Sumsel? Lagi pula, mana mungkin jalan nasional dan jalan provinsi bisa ditutup, jika masih menjadi bagian Indonesia? Selagi tak ada kemampuan daerah ini menawarkan program yang masuk akal dan berguna bagi kepentingan orang banyak, jangan harap dapat anggaran yang memadai. Kecuali, seperti yang dikatakan Sekjen Kementerian PU Agus Wijanarko, wakil rakyat asal Sumsel yang duduk di DPR RI lebih peduli dan mengawal setiap anggaran proyek yang diajukan.**

Insiden Limbangjaya ada pelanggaran HAM -- Tul kan… Perenang Belanda keturunan Indonesia sabet Emas Olimpiade

-- Tuh bisa berpretasi dong.. Tak ada THR di Pemkab OI -- ‘Kan ada gaji 13 tuan ...

PARTISIPASI OPINI

CEO : Hj Bety Marlina Pemimpin Umum/Penanggung Jawab : H Yusrizal Koto Wakil Pemimpin Umum : H Dheri Kurnia Pemimpin Redaksi : Yurnaldi Pemimpin Perusahaan : Asriel Chaniago

Oleh Yurnaldi Penulis Buku, Konsultan Media, Trainer Jurnalistik, Pemimpin Redaksi Harian Vokal Sumsel

P

aripurna DPR RI yang berakhir Sabtu (31/3/2012) dinihari lalu, yang mempertontonkan kericuhan, menempuh jalan pemungutan suara (voting) secara terbuka untuk mengambil keputusan atas dua opsi yang ditawarkan pada perubahan UU No. 22 Tahun 2011. Opsi pertama adalah Pasal 7 ayat 6 tetap, tidak berubah. Artinya tak ada kenaikan BBM. Pemerintah diperintahkan untuk tidak menaikkan harga BBM. Opsi ini hanya dipilih 82 peserta paripurna. Opsi kedua, pasal 7 ayat 6 tak berubah ditambah ayat 6 a yang berbunyi dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. Opsi ini dipilih oleh 356 peserta paripurna. Dua fraksi yang keluar dan tak memberikan suara adalah fraksi PDIP dan Hanura. Mereka menilai opsi kedua sebagai inkonstitusional. Saya melihat wajah-wajah wakil rakyat yang setuju opsi kedua, seperti tidak memahami kesulitan rakyat. Seperti tidak punya hati nurani dan keprihatinan. Saya seperti menonton sandiwara badutbadut politik. Mereka tertawa-tawa di atas penderitaan rakyat. Kesimpulan paripurna, harga BBM bersubsidi tetap akan naik, tapi ditunda. Penundaan tergantung perkembangan harga minyak mentah dunia. Meragukan Keseriusan Saya meragukan keseriusan pemerintah untuk menyejahterakan rakyat. Bisa jadi apa yang dilaporkan selama ini kepada publik jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, angka kemiskinan dari tahun ke tahun berhasil ditekan. Begitu juga angka pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2011 adalah 7,7 juta orang atau 6,56%. Jumlah ini mengalami penurunan dari 8,12 juta orang atau 6,8% pada Februari 2010. Angka-angka di atas kertas boleh saja menyatakan tahun 2009 angka kemiskinan 14,1 persen, lalu tahun 2010 angka kemiskinan turun menjadi 13,3 persen. Tahun 2011 turun lagi menjadi 12,36 persen. Dan pada maret 2012, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 11,7 persen. (Micom, 5 Januari 2012). Jangankan turun, malah angka kemiskinan di Indonesia akan diperkirakan naik bila harga BBM bersubsidi naik. Akan bertambah banyak rakyat Indonesia yang terkapar “kela-paran” dan balitanya menderita gizi buruk, karenanya. Kenaikan harga BBM bakal memicu peningkatan biaya produksi dan inflasi di berbagai sektor barang dan jasa, yang pada akhirnya yang naik bukan hanya tarif angkutan umum dan sarana transportasi saja, tetapi juga bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Kenaikan BBM berakibat semakin menekan daya beli masyarakat yang sudah rendah. Beban rumah tangga semakin besar karena tabungan rumah tangga tidak mampu menutupi beban akibat kenaikan biaya BBM. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan Februari 2012 masih tinggi, mencapai 0,05

persen. Karena itu, jangan heran, menurut Lembaga Survei Indonesia, ada 86,6 persen rakyat Indonesia menolak kenaikan BBM. Saya juga meragukan laporan pemerintah yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagus. Ada terus peningkatan. Tahun 2011 ekonomi dilaporkan 6,46 persen. Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun 2012 bisa mencapai sekitar 6,5 persen. Saya meragukan karena laporan masih terperangkap ABS (asal bapak senang). Buktinya, kalau pertumbuhan ekonomi bagus, sudah pasti kemiskinan semakin berkurang , tidak akan ada gejolak dari berbagai elemen masyarakat menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenyataan, angka kemiskinan bukan berkurang, malah bertambah. Terbukti ada 86,6 persen rakyat Indonesia menolak kenaikan BBM. Lagi pula, apa yang diamanatkan UUD 1945, pasal 33 ayat (2) yang menetapkan cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, dan kekayaan alam digunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Kenyataannya jauh panggang dari api. Sebab pemerintah sudah terikat pada program reformasi sektor energi yang dijanjikan kepada IMF melalui Letter of Intend kepada USAID, Bank Dunia, dan ADB melalui Loan Agreement. Saya masih ingat, 1 November 2010 lalu, Sekjen OECD Angel Guria mengatakan, “Sudah saatnya Indonesia memenuhi komitmen dan meninggalkan mekanisme subsidi yang tidak efisien, terutama subsidi energi, Indonesia harus lebih fokus pada program untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi jangka menengah sekaligus mengurangi kemiskinan.” Ia bahkan menegaskan, “Dengan pertum-buhan ekonomi ketika tertinggi pada G-20, Indonesia layak me-menuhi komitmennya untuk men-cabut subsidi.” Ini suatu bukti bahwa pemerintah bangsa ini sudah didikte pihak asing. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Samsudin menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pada April hanya kamuflase dari kebijakan pemerintah yang pro kepada asing. Hal itu tampak antara lain dari Undangundang No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang memberikan keleluasaan kepada pihak asing untuk menguasai aset alam Indonesia, yakni melalui kontrak karya. (Kompas.com, 23 Maret 2012) Saat ini 88 persen pengelolaan minyak dan gas bumi ada di tangan asing, dan hanya 16 persen yang dikuasai dalam negeri. Kondisi ini jelas tak membawa manfaat bagi rakyat. Makanya, jangan heran Presiden Susilo Bambang Yudho-yono telah memastikan akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Agar maksud pemerintah itu ter-capai, pemerintah telah meng-ajukan RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan agar bisa menaikkan harga BBM. Dan wakil rakyat telah melakukan perubahan pada UU APBNP, yang membuat opsi dua, pasal 7 ayat 6 tak berubah ditambah ayat 6 a yang berbunyi: Dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu

berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk me-lakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. Tiga alasan pemerintah Jika kita cermati perkembangan tentang isu yang seksi ini, yakni isu BBM, ada tiga alasan pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi. Pertama, APBN akan jebol jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan. Kedua, selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran. BBM harus dinaikkan sehingga subsidi pemerintah kepada masyarakat miskin semakin tepat sasaran. Ketiga, jika BBM tidak dinaikkan, defisit APBN akan mencapai 3,6 persen –melampaui batas maksimal defisit anggaran sebesar 3 persen yang diama-natkan UU Keuangan Negara. Dalam penjelasan pasal 12 ayat 13 pada UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa defisit anggaran perlu dibatasi maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ada kesan pemerintah mencaricari alasan pembenaran. Dikatakan APBN akan jebol bila harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, sangatlah keliru. Menurut Pemerintah, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price) yang dijadikan asumsi perhitungan dalam ABBN 2012 adalah senilai 90 Dolar AS per barel (1 barel 159 liter). Namun faktanya harga minyak mentah dunia saat ini terus naik hingga hingga mencapai 120 dolar AS per barel. Karena itu, di dalam RAPBNP 2012 asumsi ICP tersebut dinaikkan menjadi 105 dolar AS per barel. Dengan kenaikan asumsi tersebut, pemerintah memprediksi subsidi BBM tahun 2012 akan melonjak menjadi Rp178,7 trilun melebihi besaran yang sudah ditetapkan dalam APBN 2012, yakni sebesar Rp123, 6 triliun akibat fluktuasi harga minyak dunia. Prediksi tersebut dengan asumsi ICP senilai 105 dolar AS dengan kurs Rp9.000 per 1 dolar AS. Itu artinya terjadi pem-bengkakkan atau kenaikan subsidi sebesar Rp55,1 triliun (dari Rp 123,6 triliun naik menjadi Rp178,7 triliun dengan asumsi volume BBM bersubsidi sebesar 40 juta kiloliter. Alasan kenaikan harga BBM itu bisa kita patahkan, alasannya jumlah kenaikan subsidi BBM menurut perhitungan pemerintah adalah senilai Rp55,1 triliun. Asumsinya, jika negara/pemerintah ternyata memiliki dana sebesar Rp55,1 triliun untuk menutupi kenaikan subsidi tersebut, maka harga BBM bersubsidi tidak perlu naik. Untuk menutupi kebutuhan kenaikan subsidi senilai Rp55 triliun tersebut, pemerintah bisa memperolehnya dari antara lain: penerimaan dari kenaikan harga crude oil senilai Rp 47, 0 triliun. Asumsinya, kenaikan harga ICP menjadi 105 Dollar AS berarti juga menaikkan asumsi penerimaan ekspor minyak mentah. Kenaikan penerimaan ekspor minyak mentah sebesar 930 ribu barrel/hari adalah senilai Rp47 triliun. Kemudian penerimaan pemotongan subsidi listrik sebesar Rp26,6 rtiliun. Komisi VII DPR RI dan pemerintah telah sepakat untuk melakukan pemotongan subsidi listrik hingga senilai Rp26,6 triliun. Kemudian penghematan belanja kementerian dan lembaga senilai Rp 18,9 triliun. Akumulasi jumlah dengan ketiga sumber penerimaan tersebut mencapai Rp92,5 triliun. Dari ketiga sumber penerimaan tersebut di atas nilai devisa yang bisa dikumpulkan sudah melebihi Rp55,1 triliun. Sebenarnya masih ada beberapa sumber penerimaan dan penghematan lain, yang bisa dioptimalkan untuk menyehatkan APBN 2012 yakni: penerimaan gas dengan volume 2,27 juta barel setara minyak per hari. Optimalisasi penerimaan cukai, penerimaan dari pajak progresif kendaraan bermotor roda empat (mobil, dll). Meluruskan asumsi pemerintah

Asumsi pemerintah perlu diluruskan. Pemerintah dalam hitunghitungannya menyatakan; jika potensi pemerimaan BBM subsidi tidak naik senilai Rp1.500 per liter maka dengan asumsi bahwa kuota BBM yang disubsidi sebesar 40 juta kiloliter, maka total penerimaannya menjadi Rp60 triliun. Setelah dikurangi dengan kuota minyak tanah yang harganya tidak naik, maka jumlah peneri-maan negara setelah BBM subsidi naik menjadi Rp53 triliun. Sementara pemerintah dalam program kompensasi pengurangan subsidi BBM, telah mengalokasikan BLSM, subsidi angkutan umum, subsidi raskin (3,5 juta keluarga x Rp1.500 x 14 bulan) dan subsidi pendidikan siswa miskin senilai Rp30,6 triliun (RAPBNP 2012). Sekarang mari kita hitung asumsi itu. Setelah BBM subsidi naik, potensi penerimaan sebesar Rp53 triliun. Program kompensasi pengurangi subsidi BBM sebesar Rp30,5 triliun. Sehingga sisa penerimaan Rp22,4 triliun. Dengan fakta tersebut, tergambar bahwa jika harga BBM subsidi naik maka sesungguhnya pemerintah hanya memperoleh tambahan uang senilai Rp22,4 triliun. Apakah dengan hanya tambahan Rp22,4 triliun maka akan membuat APBN dengan total Rp1.548, 3 triliun itu jebol? Sungguh tidak rasional. Yang dibutuhkan hanya tambahan sebesar 1,44 persen. Lalu, kalau dikatakan selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran, adalah tidak benar. Menko Perekonomian Hatta Radjasa , 13 Desember 2011, menyatakan bahwa 25 persen orang kaya menikmati 77 persen subsidi BBM. Senada dengan itu menteri ESDM menyatakan bahwa selama ini subsidi dinilai salah sasaran bukan ke kalangan miskin tapi kepada yang mampu sebanyak 70 pesen. Subsidi hanya habis kepada roda empat. Menteri ESDM Jero Wacik pada rapat dengan Komisi VII DPR RI, 13 Maret 2012 menyatakan bahwa selama ini hampir 77 persen subsidi BBM dinikmati oleh kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi yang tidak pantas menikmati subsidi. Data Susenas BPS menunjukkan bahwa 65 persen bensin ternyata dikonsumsi oleh masyarakat kelompok miskin dan menengah bawah. Termasuk di dalamnya (29 persen) dikonsumsi oleh kelompok miskin. Sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, dari pengolahan data Susenas BPS, diperoleh bahwa ternyata sebanyak 64 persen bensin dikonsumsi oleh rumah tangga dengan pengeluaran kurang dari 8 Dolar AS per hari atau kurang dari 2 Dolar AS per kapita hari. Sementara kelompok rumah tangga menengah atas dan kaya, atau rumah tangga dengan pengeluaran 40 Dolar AS ke atas hanya mengkonsumsi 8 persen dari seluruh bensin. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa sebagian besar rumah tangga yang mengunakan bensin (premium) adalah rumah tangga miskin dan menengah bawah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa subsidi BBM ternyata lebih banyak dinikmati oleh kelompok menengah bawah. Sangat berbeda dengan klaim pemerintah bahwa 77 persen subsidi BBM dinikmati oleh 25 persen kelompok rumah tangga tertinggi. Tentang klaim pemerintah bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran karena sebagian besar dikonsumsi oleh pemilik kendaraan roda empat juga tidak benar. Hal ini bisa dibuktikan dengan hasil survei bahwa ternyata: pengendara sepeda motor pengguna BBM subsidi 64 persen dan pengendara mobil pengguna BBM subsidi 36 persen. Dokumen Bank Dunia tentang skenario pengurangan subsidi BBM menunjukkan bahwa dari total bensin (premium) yang dikonsumsi oleh rumah tangga, 64 persennya dikonsumsi oleh sepeda motor. Sedangkan untuk mobil hanya 36 persen. Mengingat sebagian besar

pemilik sepeda motor adalah masyarakat kelas menengah ke bawah, maka berarti selama ini bagian terbesar subsidi bensin premium (64 persen) dikonsumsi oleh kelompok kelas menengah dan bawah, bukan oleh kelompok kaya. Asumsi pemerintah bahwa harga BBM subsidi tidak dinaikkan, maka defisit anggaran melebihi batas 3 persen adalah tidak benar. Menurut argumentasi Pemerintah: jika BBM tidak dinaikkan, defisit APBN akan mencapai 3,6 persen (melampaui batas maksimal defisit anggaran sebesar 3 persen yang diamanatkan UU Keuangan Negara). Dalam Penjelasan Pasal 12 ayat 13 pada UU 17/2003 tentang Keuangan negara dinyatakan bahwa “defisit anggaran perlu dibatasi maksimal 3 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kalau kita cermati ringkasan Perubahan RAPBN-P 2012, asumsi pemerintah itu bisa dipatahkan. Menurut Ringkasan Perubahan RAPBN-P 2012: Jika Harga BBM Subsidi naik sebesar Rp 1.500 per liter maka Defisit Anggaran mencapai 2,23%. Jika Harga BBM Subsidi tidak naik maka Defisit Anggaran sebesar 2,6%. Jika digabung dengan rata-rata Defisit Anggaran APBD Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota yang > 0,5 % maka Pemerintah mengasumsikan defisit anggaran APBN mencapai = 2,6 % + ( > 0,5% ) = lebih dari 3,1 % Asumsi pemerintah tersebut di atas menjadi tidak relevan karena ternyata UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara tidak mengatur asumsi penggabungan Defisit Anggaran antara Defisit Anggaran APBN dan APBD seperti diasumsikan oleh Pemerintah. Selain itu, jika Defisit Anggaran yang 2,6% tersebut diputuskan dengan: mengurangi faktor resiko konsumsi listrik yang sebesar 26,6 triliun dan mengurangi faktor resiko konsumsi BBM yang sebesar 24,6 triliun, maka, besaran defisit APBN menjadi hanya 2% saja terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dampak Kenaikan BBM Saat ini BBM bersubsidi untuk sementara memang belum naik, berdasarkan keputusan paripurna DPR RI yang berakhir Sabtu (31/3) dinihari. Namun jika harga minyak mentah dunia bergejolak naik, maka mau tak mau harga BBM bersubsidi akan naik. Sekarang saja, walau harga BBM bersubsidi ditunda kenaikannya, harga kebutuhan pokok dan lainnya sudah mulai naik sejak beberapa waktu lalu. Apalagi kalau nanti, entah beberapa bulan ke depan, harga BBM naik, maka daya beli masyarakat akan semakin rendah. Pemerintah selalu beralasan bahwa harga BBM di Indonesia terlalu murah dibandingkan negaranegara lain. Alasan ini jelas kurang cerdas. Meskipun secara nominal harga BBM di Indonesia relatif lebih murah dibanding negara lain, tetapi relatif sangat mahal bila dikaitkan dengan pendapatannya. Kita tahun bahwa pendapatan penduduk Indonesia sebesar 3.720 dolar AS per kapita. Dengan pendapatan sebesar itu maka penduduk Indonesia hanya mampu membeli 7.440 liter BBM dalam setahun dengan harga BBM subsidi sekarang (Rp4.500 per liter). Jika harga BBM subsidi naik, jelas kemampuan untuk membeli BBM subsidi akan semakin rendah. Karena sesungguhnya harga tersebut masih relatif sangat mahal bila dikaitkan dengan pendapatannya. Karena kebutuhan BBM bagi masyarakat sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, dengan kenaikan harga BBM sub-sidi, mau tak mau akan mening-katkan pengeluaran rumah tangga. Ini akan berujung pada terus berkurangnya tabungan keluarga. Hasil survei sebuah lembaga, ternyata ada 39 persen responden tidak mampu menyisihkan pendapatannya untuk menabung setiap bulan. Masyarakat yang mampu menyisihkan pendapatannya untuk tabungan bulanan sebesar kurang dari Rp200 ribu pun hanya 10,5 persen.**

Kirimkan ke email : redaksi@vokalsumsel.com atau vokalsumsel@yahoo.com (Maksimal 6.000 karakter tanpa spasi. Sertakan nama, alamat lengkap, nomor telpon dan foto kopi KTP)

Dewan Redaksi: Hj Bety Marlina, H Yusrizal Koto, H. Dheri Kurnia, H Zainal Abidin, Redaktur Pelaksana: H Aspani Yasland, Koordinator Liputan: FJ Adjong. Manajer Produksi : Marjeni Rokcalva Redaktur : Kasparman Piliang. Asisten Redaktur: Rinaldi Syahril, Dicky Wahyudi. Sekretaris Redaksi: Yudia Martin. Reporter: Tiara Irta, Heny Fadilah, Hendra Marta, Donny Meilano, Fresky Agustian, Hafiz Alfangky, Jemmy Saputra, Ahmad Fuadi R, M Reza Bastari, Alam Trie Marsata, Sadam Maulana, Febri Hardiyani, Oscar Rizal. Wartawan Foto: Refi Febrianto, Arga Heryan. Wartawan Jakarta: Syafruddin Al. Wartawan Daerah/Biro: Muba & Banyuasin : Ismail (Kepala, 0821 7765 3857), Beni, Pardiansyah, Suntoro (Banyuasin), Indra Jaya, Iwan Hendrawan (Muba) Ogan Komering Ilir : Raden Ahmad R (Kepala, 9744 4814) Hendri Yusuf, Ogan Ilir : Sutiyoso (Kepala) (0819 3067 5114) Yasandi, Izalisati, Prabumulih, Muaraenim, Lahat : Subran (Kepala, 0852 7366 4417),Syapudin (Lahat), Bambang MD (Lahat, Muaraenim), Hermansyah Syamsu/Aben (Muaraenim), Aswin Ariyanto (Prabumulih) OKU, OKUT, OKUS : Muslimin (Kepala, 08136715 2098), Pagaralam : Alex Musni (Kepala, 0812 7818 740) Antoni Stefen. Empat Lawang : Syamsu Indra Usman HS (Kepala, 085379029701 / 081539348182) Magareta. A.Md, Alva Agusti Sriosa, Yayasan, Marlan. Musi Rawas, Lubuklinggau : Andep Mustapa (Kepala, 082181272200) Syafrial Lubis. Teknologi Informasi: Sudarmawan. Layout: Pepen Prengky (Koodinator), Budiman, Kutandi Erik Wibowo (Anggota), Disain Grafis: Ed Tazman, Jery Marbun Iklan: Fetry Septian (Manajer), Sri Suparti (Koordinator). Sirkulasi: Zul Iman (Manajer), Tatang Juana (Koordinator), Keuangan: S Yoso (Manajaer). Administrasi/Resepsionis : Fitri Suci Metaria. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp.10.000/baris (max 8baris) Dispay : Rp.80.000/mm halaman 1 (FC) Rp.40.000/mm halaman dalam (FC) Rp.25.000/mm halaman dalam (BW) Iklan Sosial : Duka Cita : Rp.8.000/mm (FC) Rp.4.000/mm (BW) Ucapan Selamat : Rp.10.000/mm (FC) Rp.5.000/mm (BW)

WARTAWAN HARIAN VOKAL SUMSEL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIBEKALI KARTU PERS DAN TIDAK BOLEH MENERIMA DAN MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.

Managed by

Alamat Redaksi: Jalan Residen Abdul Rozal No 192, Kalidoni 30119, Palembang, Sumatera Selatan, Telepon: (0711) 777 7272. E-mail: redaksi@vokalsumsel.com/ vokalsumsel@yahoo.com. Perwakilan Jakarta: Gedung IJW, Jalan Proklamasi No 91, Jakarta Pusat, Telp/Fax: 021 31931117. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Durian No 16F, Pekanbaru. Perwakilan Dumai: Jalan Cempedak No 88 Dumai, Telp 0765 439013. Diterbitkan oleh: PT. Vokal Inti Pratama, Palembang, Percetakan : PT. Rambang, Palembang


Crime Story LINTAS KRIMINAL

Diduga Menipu, Seorang Wanita Diarak Pedagang ke Kantor Polisi MEDAN (VOKAL SUMSEL)--Ketahuan mencuri, seorang wanita yang diduga pelaku penipuan diarak pedagang Pasar Petisah ke Mapolsek Medan Baru, Rabu (1/8) sore, sedangkan empat orang pria teman si pelaku berhasil lolos dari kejaran para pedagang. Pelakunya diketahui bernama Susi (37) warga Tembung Percut Sei Tuan. Keterangan diperoleh dikepolisian menyebutkan pelaku ditangkap berawal dari hilangnya tas milik Dharma (46) seorang pedagang di Pasar Petisah. Saat itu pelaku mendatangi kios milik Dharma di lantai dasar. Saat itu, pelaku berpura-pura menawarkan kerjasama bisnis dagangan. Tidak lama berbincang, pelaku berpamitan pulang sambil mencuri tas milik korban yang ada di meja. Tahu tas miliknya telah dibawa kabur pelaku. korban pun melakukan pencarian dan melihat pelaku sedang ada dikantin lantai II Pasar Petisah. Karuan saja korban berteriak maling sehingga membuat para pedagang lain berhamburan, dan dibantu pedagang lainnya pelaku kontan ditangkap. Tanpa diduga, saat diamankan, pedadang lain langsung berteriak jika wanita tersebut adalah pelaku penipuan yang telah menipu dirinya. Lita (20) mengaku pernah ditipunya Rp 3juta. Bak gayung bersambut, seorang pedagang lain Maria Margaret br Sialahi (35) turut meneriaki pelaku, pasalnya ia pun menjadi korban penipuan pelaku setahun silam dan harus kehilangan uang Rp 25 juta. Mengetahui Susi tertangkap, seorang remaja berusia sekitar 15 tahun spontan pingsan. Remaja putri tersebut adalah putri dari pelaku penipuan tersebut. Kapolsek Medan Baru Kompol Budi Hendrawan saat dikonfirmasi mengatakan jika pelaku yang diamankan masih diperiksa “Iya, tadi ada diamankan sama pedagang yang menjadi korban. Masih kita periksa. Jadi korban kita arahkan buat laporan.” Terang Budi. (VS/PRT)

Mario Dituntut 6 Tahun Penjara PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Ditangkap petugas saat berada dikamar mandi kemudian ditemukan 3 paket sabu yang simpannya di sarung HP membuat Mario (31), warga Jalan Dr Muhammad Isa Lorong Swadaya Rt.11 Rw.03 No.760 Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur II pada persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (2/8) kemarin, oleh jaksa penuntut umum (JPU) dituntut 6 tahun penjara. Pada persidangan agenda tuntutan tersebut,Mario didakwa memliki narkotika jenis sabu dengan jeratan Pasal 112 Undang Undang No.35 tentang Narkotika. Persidangan yang dipimpin oleh Hakim ketua Martahan SH di Pengadilan Negeri Palembang,diperdengarkan tuntutan yang di ajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Andrani SH terhadap terdakwa. Didakwaan tersebut JPU menyebutkan,terdakwa Novi terbukti bersalah karena melakukan perbuatan tindak pidana melawan hukum dengan memiliki , menyimpan , serta menguasai narkotika golongan 1 bukan jenis tanaman. Atas perbuatannya menyimpan 3 paket sabu dan diduga menjadi pengedar, JPU menyatakan terdakwa Mario dijerat pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat 1 tentang Undang-Undang Narkotika. “Menyatakan terdakwa Mario terbukti secara sah melawan hukum memiliki narkoba golongan I bukan jenis tanaman dengan menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun”, ungkap Shanty. Tuntutan 6 tahun tersebut, didasarkan JPU Shanty bahwa perbuatan terdakwa memiliki narkoba sangat bertentangan dengan program pemerintah dalam memerangi narkoba. ”Terdakwa Mario tidak mendukung pemerintah dalam memberantas narkoba sedangkan yang meringankan terdakwa ialah terdakwa belum pernah dihukum”, tegas JPU. Seusai persidangan terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Eka Sulastri SH menyatakan pihaknya akan mengajukan upaya hukum terkait tuntutan pada kliennya tersebut. “ Kami minta pada mejelis memberikan waktu satu minggu untuk mempersiapkan pembelaan kami”, kata Eka. Terungkap dipersidangan terdakwa ditahan pada Rabu 12 April 2012 lalu, bermula petugas mengetahui informasi warga setempat bahwa di Kediamannya terdakwa sering dijadikan transaksi narkoba.Mendapat Informasi tersebut,Petugas langsung menuju TKP untuk melakukan pengintaian terhadap terdakwa. setelah di lakukan pengintaian serta penyelidikan terhadap terdakwa, petugas langsung melakukan penggerebekan dirumah terdakwa, namun saat petugas telah berada didalam, petugas tak menemukan terdakwa karena terdakwa mencoba melarikan diri lewat kamar mandi rumahnya. Petugas pun dengan sigap membuka kamar mandi tersebut dan kemudian terdakwa berhasil ditangkap. Saat di tangkap petugas berhasil menemukan 3 paket sabu-sabu yang ia simpan didalam sarung HP. Terdakwa mengakui rencananya barang haram tersebut kan dijualkan kembali.(ADI)

Bagian 68 LEBAH-lebah putih juga terbang dengan kacau, menabarak dinding dan banyak yang jatuh mati, yang sempat terbang keluar jendela saling tabrak seperti mabok, dan sebentar saja suara binatang-binatang itu sudah menjauh. Akan tetapi mendadak Sin Liong meloncat berdiri ketika medengar suara lain yang membuat jantungnya berdebar,. Suara seorang wanita memaki-maki, “Iblis kalian semua! Manusia-manusia gila! Kalau tidak dapat membasmi kalian, jangan sebut aku Han Swat Hong!” Sin Liong meloncat ke arah jendela, kedua tangannya bergerak dan terdengar suara keras ketika ruji-ruji jedela jebol semua. Dia meloncat dan keluar dari kamarnya, terus berlari keluar melalui lorong. Setibanya di luar, tampaklah olehnya Swat Hong berdiri tegak dengan kedua tangan bertolak pinggang, dua orang anggota Pulau Neraka roboh dan mengaduh-aduh di bawah sedangkan belasan orang lain mengurung gadis itu. Sin Liong menggeleng-geleng kepala.

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

5

Nyopet untuk Pulang Kampung PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Niat Yudi Karnata (27) untuk pulang kampung dan membeli baju lebaran melayang. Malahan warga Prabumulih Jalan Bundaran lorong Sungai Rotan itu, jadi bulan-bulanan massa, lantaran ketangkap basah merampas ponsel blackberry milik Syrifah Ulfa (23) warga Kedukan kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, di lorong basah kawasan pasar 16 ilir sekitar pukul 14.00 wib Rabu (2/8). Aksi rampas ponsel itu dilakukannya saat korban sedang tawar menawar barang, sambil senyumsenyum memainkan blackberry. “Saya datang dari belakang, kemudian merampas ponselnya dan langsung lari,” jelasnya. Korban sempat kaget tak menyaksikan ponsel nya dicuri tak bisa bicara apaapa, namun ada warga yang melihat spontan berteriak “copet”. Mendengar teriakan itu warga yang mendengar langsung berlarian mengejar sambil meneriakkan “copet”. Tersangka terkepung di sebuah gang tak bisa berkutik, kemudian warga yang geram karena ulah copet yang sering kali membuat resah, menumpahkan kekesalan ya kepada pelaku. “Aku digebuki warga pak, pas di kejar aku nyampak,” jelasnya di Mapolsek Ilir Timur I. Dia mengakui nekat merampas ponsel korban lantaran kepingin membeli baju baru dan buat ongkos

pulang ke Prabumulih. “Saya sudah tiga minggu di Palembang tidak ada ongkos untuk pulang ke Prabumulih. Rencananya hasil penjualan ponsel itu untuk ongkos sekalian beli baju baru,” katanya. Pengangguran ini juga mengatakan sudah seringkali mencopet, di Prabumulih mapun di Palembang. Dia sengaja datang ke Palembang untuk melancarkan aksinya karena menjelang lebaran pasar-pasar biasanya lebih ramai. “Saya menganggur pak, kadang-kadang saja mencopet, entah berapa kali saya sudah lupa,” katanya. Kapolresta Palembang, Kombespol Sabarudin Ginting melalui Kapolsek ilir Timur I Kompol Dedy Adriyanto SIK didampingi kanit reskrim Iptu Boby membenarkan penangkapan copet tersebut.. “Tersangka sudah diamankan untuk dimintai keterangan dan proses lebih lanjut,” katanya. (CAR)

MEDAN (VOKAL SUMSEL) --Kapolda Sumut, Irjen Pol.Drs. Wisjnu Amat Sastro,SH mengatakan, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol. Maringan Simanjuntak, dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak tanggap atas pengaduan masyarakat hingga terjadinya penyerangan pekerja sirkuit IMI, Jalan Pancing oleh sekelompok pria, yang mengakibatkan dua orang pekerja sirkuit kritis dibacok, Rabu (1/8) kemarin. “Saya copot Kapolsek Percut karena tidak tanggap atas laporan masyarakat,” kata Wisjnu saat memberi wejangan pada acara berbuka puasa dengan pengurus IMI (Ikatan Motor Indonesia) Sumut, di Hotel Tiara Medan, Kamis (2/8). Penegasan Kapoldasu yang akan mencopot Kapolsek Percut Sei Tuan, disaksikan Ketua IMI Sumut, H.Ijeck, pengurus IMI Sumut dan Medan dan komunitas IMI. Namun, ketika Kapoldasu beranjak naik ke mobilnya hendak pulang, usai buka puasa, wartawan mencoba mempertegas pernyataannya yang akan mencopot Kapolsek Percut, namun jenderal bintang dua itu meminta wartawan agar jangan dikembangkan dulu. “Masalah pencopotan Kapolsek Percut, jangan dikembangkan dulu, tapi akan segera kita lakukan pembinaan yang sifatnya internal Polri,” pinta Wisjnu sembari mengharapkan agar kedua belah pihak (IMI selaku pengelola sirkuit dan pengembang perumahan red), untuk menahan diri. Wisjnu memerintahakn Kapolresta Medan dan Polsek Percut Sei Tuan, mengusut kasus pembacokan pekerja sirkuit itu dengan menangkap pelaku. “Saya minta, para pelaku segera ditangkap,” tegasnya. Terkait penyerangan pekerja sirkuit tersebut, Polsek Percut Sei Tuan, menangkap seorang dari belasan tersangka. Tersangka, Kasman Simarmata (35) warga Jalan Belat, Kec Medan Tembung, ditangkap di Jalan Durung, Rabu (1/8) sekira

Pukul.21.00 wib. Sedangkan seorang lagi pelaku pembacokan masih diburon. “Tersangka Kasman Simarmata ditangkap saat bersembunyi di rumah keluarganya di Jalan Durung. Diduga tersangka hendak menyiapkan diri lari ke luar Kota Medan,” sebut Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan, Kamis (2/8). Dari tersangka, kata Faidir Chan, disita sebilah parang panjang dan pakaian tersangka bercak darah, sebagai barang bukti, kemudian Kasman Simarmata langsung diserahkan ke Polresta Medan. Selidiki Motif Sebagaimana diketahui, tujuh pria yang sedang mempersiapkan lahan untuk kegiatan olahraga otomotif, di Jalan Pancing/Jl.William Iskandar, Kec Desa Medan Estate, Rabu (1/8) diserang sekelompok pria bersenjata tajam. Para pekerja yang tidak tahu masalah menjadi korban. “Para pekerja sedang memperbaiki lapangan sirkuit karena minggu depan akan dilaksanakan perlombaan namun tiba-tiba, pekerja diserang sekelompok pria,” kata Manda, salah seorang pekerja yang masih trauma dengan kejadian itu. Akibat penyerangan itu, dua pekerja bernama Rudianto alias Rodot (39) warga Jalan Krakatau Medan dan Mahyudanil (40) warga Desa Tembung, mengalami luka bacokan. Rudianto terkena bacokan di lengan, perut dan kepalanya sedangkan Anto Solar terkena sabetan pada jari tangan kirinya hampir putus. Lima lagi teman korban yang melihat pembacokan tersebut tak bisa berbuat banyak dan menyelamatkan diri masing-masing. “Saat kami sedang bekerja, puluhan pria berkelewang itu langsung mendatangi kami. Begitu sampai, dua pelaku membacok Rodot dan Mahyudanil ,” sebut Manda, pekerja yang menyaksikan peristiwa itu. (VS/PRT)

Terkait Pembacokan, Kapolsek Dicopot

Awas! Ada Oknum PNS Menipu PALEMBANG (VOKAL SUMSEL)- Merasa kena tipu, Mulkan (35) laporkan seoranh PNS ke Polisi. Warga Jalan Inspekstur Marzuki Lorong Akbar Gang Masjid No.34 RT 191 RT 03/01 Kelurahan Sieing Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) I melaporkan Kd Warga Jalan Srijaya KM 5,5 No. 883 (Kantor Kopertis Wilayah II) seorang PNS. pasalnya telah melakukan penipuan terhadap korban sehingga mengalami kerugian sebesar Rp22 juta. Dalam laporan ke Sentral Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang Jumat (3/8), ia menjelaskan, kejadian yang telah terjadi sekitar tanggal 15 Juni 2006. Saat kejadian pelaku mengatakan kepadanya jika ia bisa dapat mengurus kuliah hingga selesai, dan harus mengeluarkan biaya yang besar.

Pelapor sempat memberikan uang kepada terlapor sebesar Rp 5.500.000 selama 13 kali pelapor. Sehingga jika ditotal keseluruhan uang yang di anggsur sebesar Rp 22 juta. Namun hingga saat ini Mulkan mengaku tak kunjung masuk kuliah. Dan kelalaian ini sempat dibuat perjanjian, tapi tak juga digurbris hingga tanggal 1 Agustus, uang tak kunjung dikembalikan. Sehingga korban melaporkan ke Mapolresta Palembang dengan nomor polisi LP/B - 2026/ VIII/2012/Sumsel/Resta. Lain halnya dengan Jefersen wijaya (23) wiraswasta Warga Jalan Veteran No. 28 RT 09 RW 11 Kelurahan Kepandean Baru melaporkan Levi (35) Warga Jalan Palembang Betung Km 14. Pasalnya antara pelapor dan terlapor memang sudah saling kenal dalam usaha penjualan pulsa

Berhenti Kerja Malah Mengancam PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) –M. Fauzi dilaporkan Andri Chaniago (24) Warga RE Martadinata Yayasan I No 1869 RT 09 Palembang pasalnya telah melakukan tindak pengancaman terhadap dirinya yang telah diberhentikan dari tempat bekerja. Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Sentral Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (2/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam pengakuan korban di hadapan penyidik mengung-

kapkan jika dirinya telah merasa diancam dan keberadaannya kurang aman. Kejadian yang berlangsug Kamis (2/8) sekitar pukul 10.30 WIB berawal ketika pelaku saat diberhentikan dari tempatnya bekerja. Penyebabnya, ketika dilakukan pengecekan terhadap barang-barang inventaris kantor yang akan diserah terimakan kepada pelapor. Namun ketika barang tersebut diperiksa terdapat barang yang mengalami kerusakan. Sedangkan walaupun ada yang

rusak terlapor masih menandatangani surat serah terima barang tersebut. Selesai terlapor menanda tangani surat serah terima, tiba-tiba pelalu mendatangi korban dengan membawa senjata tajam jenis pisau beserta gunting, sehingga tanpa diketahuinya pelapor merasa terancam. Atas kejadian ini Korban melaporkan ke Polresta Palembang, dan laporan sudah diterima dengan nomor polisi LP/B-2028/VIII/2012/Sumsel/ Resta. (DIL)

Baru Sebulan Bebas, Residivis Nekat Maling Komputer SEMARANG (VOKAL SUMSEL) --Tri Samsudin (25) warga Mranak, Desa Wonoyoso, Pringapuas, dan Rohani (22) warga Krajan RT 6 RW 3 Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, diringkus aparat Polsek Bergas. Mereka diduga telah mencuri seperangkat komputer dan speaker aktif milik Sartinah (47) warga Gembongan RT 8 RW 4, Karangjati, Kecamatan Bergas. Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Bergas AKP Suwasana mengungkapkan, terbongkarnya aksi pencurian tersebut bermula saat melakukan patroli bersama anggotanya di daerah Karangjati pukul 02.00 WIB. ’Kami melihat seorang lelaki mengendarai motor berhenti di tepi jalan sambil telepon. Tiba-tiba dia langsung kabur saat kita datangi,’’ ungkapnya, Kamis (2/8). Melihat gelagat tersebut polisi mencurigai lelaki yang mengendarai motor Honda Legenda itu melaku- k a n t i n d a k kejahatan. Ternyata di halaman depan tempat kos tak jauh dari lelaki itu berhenti ditemukan CPU, speaker aktif serta tas hitam berisi monitor LCD dan linggis. Semua penghuni kos lantas dimintai keterangannya terkait keberadaan barangbarang tersebut. Menurut Kapolsek, di salah satu kamar kos diketahui ada seorang perempuan dan dua lelaki berada dalam satu kamar. Dari keterangan penghuni kos bernama Galih dan istrinya, temannya (Rohani,red) baru 15 menit berada di kamarnya. ‘’Rohani lantas kita bawa ke

Mapolsek untuk dimintai keterangan. Dia mengaku baru saja mencuri komputer bersama Tri Samsudin di Karangjati,’’ ujar Suwasana. Berbekal keterangan Rohani, polisi berusaha mencari keberadaan Tri Samsudin di rumahnya di Gondoriyo tidak ditemukan. Dia didapati petugas sedang berada di rumah temannya di daerah Gondoriyo. Begitu melihat kedatangan polisi, dia langsung melarikan diri masuk hutan. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan Tri Samsudin. Polisi akhirnya berhasil meringkusnya. ‘’Setelah diinterogasi ternyata sebelumnya dia (Tri Samsudin, red) pernah mencuri laptop dan tabung gas di Bergas. Bahkan dia juga pernah mencuri dua mot o r di Boyolali, salah satunya Honda Legenda sebagai sarana mencuri di rumah Sartinah,’’ kata Kapolsek. Berdasarkan catatan kepolisian, Tri Samsudin pernah mendekam 11 bulan di LP Ambarawa karena mencuri hp temannya. Dia baru bebas pada Juni 2012 lalu. Tersangka mengaku mencuri komputer di rumah Sartinah dengan cara memanjat tembok dan mencongkel jendela. ‘’Motor Honda Vario hasil curian di Boyolali saya jual laku Rp 1,6 juta, sedangkan laptop laku Rp 800 ribu dan tabung gas laku Rp 300 ribu. Uangnya habis untuk foya-foya,’’ ujarnya. (VS/PRT)

BU KEK SIANSU Sumoinya memang galak dan pemberani. Bukan main gagahnya. Dikurung oleh orangorang Pulau Neraka itu masih enak-enak saja, bahkan tidak mencabut pedang, padahal semua yang mengurungnya memegang senjata. “Heiii! Mundur kalian, jangan ganggu dia!” Sin Liong sudah meloncat ke depan. “Kau yang mundur! Mengapa ikut-ikut keluar?” Swat Hong membentak dan memandang Sin Liong dengan mata mendelik. “Ehh? Sumoi...? Aku hanya ingin menolongmu.” “Siapa membutuhkan pertolonganmu? kembalilah ke kamar tahananmu itu dengan ... dengan...” Akan tetapi Swat Hong tak dapat melanjutkan kata-katanya karena kini orang-orang Pulau Neraka telah mengeroyoknya. “Wuuuttt... siuuuuttt!” Tubuh Swat Hong sudah menyambar ke sana-sini, selain mengelak dari serbuan banyak senjata itu, juga untuk mengirim serangan serangan balasan dengan tangan dan kakinya yang bergerak cepat sekali. Bukan main hebatnya Swat

elektrik, terlapor mengambil pulsa elektrik tersebut sejak tanggak 24 april - 13 mei 2012 pulsa tersebut, Pulsa tersebut sudah diterima oleh terlapor melalui hanpone di rumah pelapor. ketika pelapor menagih uang pulsa tersebut terlapor selalu menghindar dan tidak mau membayar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 26 juta. Dan melaporkan ke Polresta Palembang dengan nomor Polisi LP/B-2023/VII/2012/ Sumsel/Resta Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabarudin Ginting melalui Kasat Reskrim Djoko Julianto membenarkan atas laporan kedua korban terhadap kasus penipuan. Laporan sudah diterima dan akan kita pelajari guna penindaklanjutan. (DIL)

Hong yang bergerak cepat dan yang didorong oleh perasaan marah itu. Dia memang marah, bukan marah kepada

orang-orang Pulau Neraka, melainkan marah kepada... Sin Liong! Kiranya tanpa diketahui oleh Sin Liong sendiri, sudah sejak tadi Swat Hong tiba di tempat itu, menggunakan kepandaiannya menyelundup sehingga tidak diketahui para penjaga dan dia telah dapat mendengarkan percakapan antara suhengnya dan Soan Cu. Hatinya menjadi panas! Dia sendiri tidak tahu akan hal ini, tidak sadar mengapa dia menjadi tidak senang mendengar betapa suhengnya bercakap-cakap dengan ramah bersama seorang gadis! karena itu, niatnya untuk menolong suhengnya menjadi buyar dan dia hanya menonton saja ketika suhengnya diserbu binatang berbisa dan dapat menolong diri dengan obat penolak yang diberikan oleh Soan Cu. Ketika Swat Hong yang marah menyaksikan ibunya dijatuhi hukuman buang melarikan diri dari Pulau Es, dara ini segera berlayar menggunakan sebuah perahu Pulau Es. Tujuannya memang hendak membuang diri ke Pulau Neraka menggantikan ibunya, dan terutama hal ini dilakukannya sebagai protes

(Karya Kho Ping Ho) kepada ayahnya. Akan tetapi karena dia belum pernah pergi ke pulau tempat buangan itu, dan pula karena sudah jauh meninggalkan Pulau Es dia mulai merasa gelisah dan ngeri memikirkan keadaan Pulau Neraka yang kabarnya amat berbahaya itu, maka dia tersesat jalan, mendarat di pulau-pulau kosong sekitar Pulau Neraka. Akhirnya dia melihat dari jauh perahu Sin Liong meluncur di antara gumpalangumpalan es yang menggunung. Dia merasa heran sekali melihat suhengnya dan merasa khawatir kalau-kalau suhengnya itu mengejarnya atas suruhan raja untuk memaksanya kembali ke Pulau Es. Maka diam-diam ia lalu mengikuti dari jauh sampai akhirnya dia melihat suhengnya mendarat di Pulau Neraka. Dengan menggunakan kepandaianya. Swat Hong berhasil pula mendarat di Pulau Neraka. Dia tidak khawatir akan serangan binatang-binatang berbisa, karena sebelum berangkat Swat Hong membawa batu mustika hijau yang dia dapat dahulu dari ayahnya. (BERSAMBUNG)


6

E kobis

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

Jenis Komoditas

Satuan

Harga

Beras type 1

1 Karung

365.000

Beras type 2

1 Karung

375.000

Beras Selancar 20 Kg

1 Karung

146.000

Beras Pera Super/IR 42

1 Karung

440.000

Gas Elpiji 3 Kg

Tabung

12.800

Gas Elpiji 12 Kg

Tabung

72.000

Gula pasir

1 Kg

Gula merah

1 Pak

104.000

Gula Merah Pak Tani

1 Dus

97.000

Minyak Curah

1 Kg

Terigu Segitiga

1 Karung

Terigu

1 kg

Sagu Gunung Agung

1 Karung

Telor

1 kg

13.000

Bawang Putih

1 Kg

6.500

9.500

9.500 146.000 8.000 136.000

Valuta Asing

Kurs Jual

Kurs Beli

USD (US Dollar)

9.275.00

9.335.00

SGD (Singapore Dollar)

7.320.00

7.410.00

HKD (Hongkong Dollar)

1203.35

1162.75

JPY (Japan Yen)

115.25

115.40

EUR (Eropa Euro)

11.785.00

11.895.00

DKK (Krona Denmark)

1672.15

1600.45

SEK (Krona Swedia)

1398.95

1341.45

CHF (Swiss Franc)

10292.80

9927.80

GBP (Inggris Poundsterling) 15140.40

14618.40

AUD (Australian Dollar)

9.200.00

9.290.00

NZD (New Zealand Dollar) 7621.45

7322.45

Info Hotel Novotel Palembang Jalan R Sukamto No 8A Tarif dari Rp382,736 Princess Hotel Komplek Ilir Barat Permai, Blok D2 N0. 608 Tarif dari Rp330,619 Zuri Express Jl Dr. M. Isa no. 988 Tarif dari Rp338,517 Best Skip Hotel Jl. Mayor Salim Batubara No. 224 Sekip Bendung Tarif Rp 183,677 The Aryaduta Hotel & Convention Center Palembang Jl. POM IX, Palembang Square Tarif Rp688,790 Grand Zuri Palembang Jl. Rajawali No. 8 Tarif Rp 580,932 Aston Palembang Hotel & Conference Centre Jl. Basuki Rahmat No. 189 Tarif Rp593,819 Hotel Belvena Mayor Ruslan Jl. Mayor Ruslan No. 2012 Tarif Rp297,857 The Jayakarta Daira Palembang JL. Jenderal Sudirman no. 153 Tarif Rp633,687 Sintesa Peninsula Hotel Palembang Jl. Residen Haji Abdul Rozak No. 168 Tarif Rp570,554 The Arista Hotel Palembang Jl. Kapten A. Rivai Tarif Rp733,878 Sahid Imara Jl. Jend. Sudirman No. 1111 A Tarif Rp455,026 Hotel Bumi Asih Palembang Jl. Kapt.A.Rivai no. 36 Tarif Rp413,274 Belvena Feodora Hotel Jl. Perindustrian No.1 Tarif Rp297,857 Aston Palembang Hotel & Convention Center Jl. Basuki Rahmat No. 189 Tarif Rp1,541,314 Hotel Sandjaja Palembang Jl. Kapten A.Rivai No 6193 Royal Asia Palembang Jl. Veteran no. 521 Agung Raya Hotel Jl. Lematang No. 364-366,15 Ilir Carrissima Hotel and Restaurant Jl. Kapten Anwar Sastro No. 1421

Harga Emas Rp3 Juta Per Suku PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Menjelang lebaran Idul Fitri 2012 harga perhiasan emas relatif stabil. Harga perhiasan emas 24 karat dipatok berkisar Rp3 juta per suku (6,7 gram). Walaupun harga emas terbilang stabil, selama satu pekan ini transaksi jual beli emas mengalami penurunan. Ifan (34), pemilik Toko Emas Melati di Pasar Cinde mengatakan, saat ini harga emas stabil padahal emas ini sangat sensitif terhadap perkembangan harga minyak mentah dunia. “Per sukunya emas harganya Rp3.000.000, sedangkan setengah sukunya Rp1. 500.000,” kata Ifan, Jumat (3/8). Walaupun harga emas cenderung stabil, transaksi perdagangan tak juga membaik. Ifan menduga faktor kondisi perekonomian masyarakat yang melemah inilah yang menjadi penyebab turunya minat untuk jual-beli emas. “Sekarang, pada pekan ini (jelang lebaran), daripada beli emas lebih baik beli kebutuhan lain yang lebih mendesak, sepeti membeli kebutuhan bahan pokok dan membeli mobil dan motor baru,” ujar Ifan. Sepertinya juga, lanjut Ifan, warga lebih memilih tidak berhias dengan perhiasan pada lebaran tahun ini. Menurutnya, pada saat kondisi seperti sekarang tersebut itulah, pedagang cenderung tak berani menstok barang dalam jumlah

banyak, sebab harga emas bisa berubah setiap saat. “Saya memprediksi harga masih stabil. Kalau naik lagi kayaknya sulit, sebab pasaran lesu,” ujarnya. Sementara, harga logam mulia (LM) mengalami kenaikan. Naiknya sedikit hanya Rp3.000-an dan untuk 100 gram LM harganya dari Rp492.000 menjadi Rp498.000, “ ucapnya. Arifin (30), pemilik toko emas di Pasar Perumnas mengatakan, dalam pekan terakhir ini, harga emas tidak terjadi kenaikan tajam. Menurutnya, harga stabil itu disebabkan seimbangnya antara permintaan dan penawaran. “Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga relatif stabil sejak beberapa pekan terakhir,” tuturnya. Pada awal bulan Juni lalu, sempat menyentuh Rp3.100.000 per suku, namun sejak dua pekan terakhir harga emas kembali stabil menjadi Rp3.000.000,” ujarnya. Sementara, harga emas untuk kadar 92 dipatok Rp380.000 per gram. Sementara untuk kadar 95 dijual Rp3,55juta per suku. (REZ)

Foto : Istimewa EMAS – Penjual toko emas di Pasar Cinde Palembang sedang menghitung harga emas pesanan konsumennya. Usai dihitung ia mematok harga emas 24 karat seharga Rp3 juta.

Pemerintah Ingin PT Inalum Milik BUMN JAKARTA (VOKAL SUMSEL) - Pemerintah menginginkan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dimiliki BUMN dan bertekad meningkatkan kapasitas produksi yang saat ini hanya 250.000 ton per tahun menjadi 600.000 ton per tahun. Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, pihak Jepang mau melanjutkan investasinya di Inalum yang akan habis masa berlakunya pada 2013, namun pemerintah akan mencoba menawarkannya ke Kementerian BUMN guna memilih secara penuh kepemilikan Inalum. “Kalau posisi pemerintah masih dalam diskusi. Kalau dari Kementerian Keuangan memang meminta supaya ada pengakhiran tugas dari Jepang,” paparnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jumat (3/8). Yang penting, katanya Inalum harus dikembalikan ke negara terlebih dahulu setelah pihak investor Jepang mengakhiri kontrak tersebut. “Kami merekomen untuk sepenunya kembali ke Indonesia dulu. Tapi itu belum keputusan karena ini masih rapat nanti dikonfirm lagi,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah terus melakukan upaya menguasai seluruhnya kepemilikan Inalum. Alasannya, bauksit dapat memberikan nilai tambah yang tinggi dan penerimaan negara yang besar. Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku belum dapat memastikan perusahaan BUMN mana yang akan membeli saham Inalum. Alasannya, dalam rapat koordinasi yang membahas masalah Inalum tidak mendapatkan keputusan yang jelas. “Belum keputusan, ini masih jauh,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian. Sempat terdengar kabar, bahwa PT Antam (persero) Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (persero) berniat dan berpeluang untuk membeli Inalum, tapi Dahlan menegaskan hal ini belum diputuskan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat berkomentar, setelah pengambilan Inalum dari Jepang pada Oktober 2012 mendatang, pemerintah bertekad meningkatkan kapasitas produksi Inalum yang saat ini hanya 250.000 ton per tahun menjadi 600.000 ton per tahun. “Kami sudah siapkan business plan untuk pasca 2013. Kapasitas produksi akan dtingkatkan lebih dari 600.000 ton. Karena kebutuhan domestik untuk alumunium kira-kira 600.000 ton,” paparnya di Kantor Kemenko Perekonomian. Dengan rencana peningkatan produksi ini, kata dia, pemerintah akan menambah investasi baru sebesar USD 1,3 miliar. “Kami yakin dengan diambil alih oleh Indonesia kita tidak akan lagi mengimpor alumina dan tidak mengekspor bauksit,” jelasnya. Mengenai pendanaan, katanya, akan disiapkan oleh Menteri Keuangan senilai maksimal Rp7 triliun dan

se-karang sudah tersedia Rp2 triliun. “Pemerintah akan menganggarkan dana sebesar Rp5 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Hidayat mengatakan perundingan resmi antara Indonesia dengan Jepang akan berlangsung Agustus atau September 2012. Sementara itu pengakiran kerja sama akan dilakukan penandatanganannya pada Oktober 2012, dan masa transisi satu tahun 2013. Pemerintah sudah ancang-ancang mengambil alih 58,9 persen saham Inalum dari kepemilikan Nippon Asahan Aluminium (NAA) dengan penyiapkan anggaran hingga Rp7 triliun. Investor yang beniat membeli Inalum tersebut adalah NAA sendiri yang masih melobi untuk memperpanjang kontrak. Kerjasama yang sudah berjalan lebih dari 22 tahun dengan Nippon Asahan Indonesia, dinilai merugikan kepentingan nasional. (LEN)

Marketing sebuah produk alat komunikasi memberi penjelasan kepada pelanggannya di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan.

si BBM ke BBG harus dipercepat. Kita kumpulkan Pertamina, BPH Migas, Dirjen Migas untuk memetakan pembangunan SPBG,” paparnya. Pemerintah, katanya, berharap program konversi ini akan mulai efektif berjalan pada 10 Desember mendatang. Pasalnya, pada hari itu menjadi peresmian SPBG pertama dari rencana 44 SPBG yang dibangun oleh PT Pertamina di kawasan Jakarta dan Surabaya. “10 Desember mendatang sudah harus mulai dibangun SPBG baru di Jakarta. Pertama kali ada SPBG ada 10 Desember, dengan uang yang sama akan terbangun total 44 SPBG, yang pastinya tahan awal ada delapan SPBG,” paparnya. Ke depan, katanya, akan menggandeng swasta untuk memproduksi alat konversi ini demi menekan harga jual. Pada tahap awal, angkutan umum akan menjadi pilot project dari alat konversi ini. (LEN)

KAYUAGUNG (VOKAL SUMSEL) - Terhitung sejak Januari hingga Juli 2012, produksi padi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sudah terealisasi sebanyak 300.277,6 ton atau 50 persen dari target yang telah di tetapkan oleh provinsi sebanyak 57 ribu Ton pada tahun 2012 ini. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian OKI Ir Asmar Wijaya. Pihaknya yakin jika tahun ini Produksi padi di OKI akan over target Seperti tahun-tahun sebelumnya. “Sampai saat ini hasil panen para petani OKI mencapai 300.277,6 ton dari luas lahan 69.832 hektar (ha),” ungkapnya. Dijelaskan Asmar, seluruh Kecamatan di OKI sudah panen tetapi ada tiga Kecamatan yang tidak panen, malah gagal tanam akibat cuaca dan sawahnya belum kering dan belum bisa ditanami secara keseluruhan. “Tiga Kecamatan yang belum Panen adalah Pampangan, Kayuagung dan SP padang,” terangnya. Menurut dia target produksi padi di kabupaten OKI selalu mengalami peningkatan sekitar 5-10 persen. “Ditahun 2011 yeng lalu realisasi produksi padi di Kabupaten OKI sudah terealisasikan sebesar 563,754 ton, hal itu sudah melebihi target,” ungkapnya. Jika dibandingkan tahun 2010 luas tanaman padi yang dipanen seluas 128,033 hektar dengan produksi padi sebanyak 556,474 ton gabah kering. “Ada peningkatan target sebanyak 5 persen dibandingkan tahun 2010,” imbuhnya. Lahan sawah di OKI lanjut Asmar seluas 178.218 ha dan lahan bukan sawah 1.724.132 ha. Adapun luas sawah terbagi atas sawah tadah hujan seluas 59.364 ha, sawah lebak 90.219 ha, irigasi teknis 650 ha dan sawah pasang surut 27.985 ha. “Dari luas lahan itu OKI merupakan penyumbang beras sebanyak 5 persen untuk sekala nasional, sementara untuk provinsi sumsel OKI sebagai penyumbang beras nomor tiga,” tambahnya. Sentra pertanian pangan khususnya beras terdapat di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan Tanjung Lubuk, Pampangan dan Sirah Pulau Padang. Kecamatan Lempuing Jaya merupakan pemasok terbesar (sekitar 20 persen dari total produksi padi Kabupaten OKI). (RDN)

Petani memanen tanaman padi menggunakan alat pemotong batang padi.

Foto : Alam/Vokal Sumsel

Salah Satu SPBG yang ada di Indonesia

Produksi Padi di OKI Capai 300.277 Ton

Foto : Cakra/Vokal Sumsel

Pusat Belanja Sediakan SPBG JAKARTA (VOKAL SUMSEL) Guna mensukseskan program konvensi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Bahan bakar Gas (BBG), pemerintah akan menyediakan SPBG berjalan atau mobile di pusat perbelanjaan. “Diharapkan dengan cara seperti ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, di Jakarta, Jumat (3/8). Menurutnya, pemerintah menerapkan program ini karena terbatasnya lahan untuk pengembangan SPBG. Cara ini diyakini dapat memaksimalkan pasokan BBG kepada masyarakat. “Kita minta seperti Carefoure dan beberapa supermarket menyediakan tempat untuk SPBG,” paparnya. Menurut dia, saat ini banyak pekerjaan rumah (PR) harus direalisasikan, salah satunya konvensi BBM ke BBG yang masih harus terus digenjot. “Untuk itu, PR yang konver-

Foto : Frezky/ Vokal Sumsel

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa


Sambungan

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

7

Dikeroyok Jukir Seorang Angota Polisi Nyaris Tewas PALEMBANG (VOKAL-SUMSEL) -- Seorang anggota Polisi yang berpangkat Brigadir bernama M Yulis Saputra nyaris tewas dikeroyok juru parkir

(Jukir) di kawasan pasar 16 ilir, sekitar pukul 11.08 Wib, Jumat (3/8). Dua dari tiga pelaku pengeroyokan berhasil diringkus. Yaitu Hendra (31) warga

jalan M Sultan Mansyur Lorong KKN Tangga Buntung Ilir Barat I dan Jon (38) warga Lorong Swadaya Bukit Besar. Akibat pengeroyokan itu,

Ishak Mekki...................Sambungan hal 1

Ishak Mekki

Nurussalam yang cemas menunggu kehadiran Ishak Mekki akhirnya lega. Sekitar 15 menit waktu digunakan buat pengukuhan dan sambutan yang dilakukan Ishak Mekki, yang kemudian dilakukan berbuka puasa bersama. Dijelaskan Sudiyanto, jadwal Ishak Mekki di Hotel Swarna Dwipa yakni pukul 17.30. Sebelum ke hotel tersebut, Ishak Mekki menghadiri acara Konfederasi Serikat Buruh

Sejahtera Indonesia (KSBSI) di Pakjo. Namun, saat keluar dari lokasi kegiatan, sekitar pukul 17.00, kemacetan total di Pakjo. “Setelah menunggu 30 menit, Pak Ishak memutuskan naik ojek,” ujarnya. Kemacetan saat ini di Palembang memang cukup parah. Pada bulan puasa, kemacetan terjadi di hampir semua jalan utama di Palembang, terutama pada saat menjelang berbuka puasa.(FJA)

Korupsi itu.....................Sambungan hal 1 terimakasih”. Dan di Riau, korupsi muncul dengan istilah “Uang lelah”. Ini terungkap dalam siding dugaan suap Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau. Dalam berita bertajuk “Sidang Suap PON Riau: Rp1,8 Miliar Uang Lelah DPRD Keputusan Gubernur” (Harian Vokal Sumsel, 3/8/2012, halaman 15). Dalam kasus dugaan korupsi PON Riau ini, sudah banyak pejabat dan wakil rakyat yang jadi tersangka dan ditahan. PON belum berlangsung, tapi kasus korupsinya sudah menghebohkan. Wakil rakyat meminta “uang lelanh” untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda). “Awalnya DPRD Riau meminta uang pembahasan revisi Perda untuk venue PON senilai Rp4 miliar. Tapi permintaan itu ditolak karena terlalu mahal. Gubernur menginstruksikan agar untuk kedua Perda, DPRD diberi Rp1,8 miliar,” kata Lukman Abbas, Kepala Dinas

Pemuda dan Olahraga dalam kesaksiannya. Semula wakil rakyat di DPRD tetap ngotot minta Rp4 miliar, sementara Gubernur Riau Rusli Zainal menginstruksikan agar bertahan di angka Rp1,8 miliar. Saya tak habis pikir, sebagai wakil rakyat, mereka sudah digaji lumayan besar, dapat segala macam tunjangan. Ternyata hal itu belum memuaskan, sehingga masih minta “uang lelah”. Entah sampai kapan bisa sadar, dan bersyukur dengan fasilitas dan gaji serta tunjangan yang mereka dapatkan. Sekarang, mereka baru sadar, setelah berstatus sebagai tersangka, terdakwa, bahkan kemungkinan di penjara. Kalau tak ada unsur kerakusan, tentu kasus memalukan yang meninpa dirinya tak akan terjadi. Saya juga ingat di Sumsel masih ada dana SEA Games 2011 yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Jumlahnya mencapai lebih kurang Rp43

miliar. Aparat penegak hukum harus mencari tahu, ke mana saja uang itu mengirap? Siapa yang bermain di situ? Apakah itu semacam “uang lelah” pula atau bagaimana? Jawabannya baru akan ada kalau Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) segera turun ke Sumsel. Bagaimana pun, uang Rp43 miliar itu tidak sedikit. Sebagai uang rakyat, uang Rp43 miliar itu harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Apakah kasus SEA Games XXVI - Palembang ini akan sama dengan kasus PON XVIII Riau, kita pantau terus perkembangannya. Tentu, tak ada “uang lelah” untuk memantau perkembangan Rp43 miliar dana SEA Games Palembang yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Menarik juga dilakukan penelitian tentang istilah-istilah korupsi di Sumatera Selatan dan daerah lainnya di Indonesia. Apakah Anda tertarik?**

Insiden Limbangjaya.....Sambungan hal 1 “Pelanggaran HAM terjadi karena ada korban tewas atas nama Angga Prima (12), dan empat warga lainnya yang mengalami luka tembak. Bahkan salah satu korban atas nama Rusman, tangan kirinya harus diamputasi karena tulangnya retak akibat tertembus peluru,” jelas Nurkholis didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel Suhaily Syam, Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala, sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab OI dan perwakilan dari Walhi Sumsel. Ia menyebut Komnas HAM, tidak menemukan fakta yang sifatnya mendesak, dari petugas dilapangan sehingga harus melakukan pembelaan diri dengan mengobral peluru ke arah warga, Bahkan Komnas HAM melihat, ada pembiaran yang dilakukan aparat keamanan untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami luka tembak. Justru mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang ini menjelaskan, aparat keamanan menghalangi warga yang hendak memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka tembak. Komnas HAM juga mempertanyakan patroli yang dilakukan polisi, dengan mengarahkan ratusan personil di desa yang padat penduduk. Ada kesan, itu seperti show force dari pihak kepolisian. Berbagai keganjilan lainnya juga ditemukan oleh Komnas HAM, diantaranya ada indikasi pemakaian senjata tajam. “Temuan ini, akan kami bahas lebih lanjut dengan meminta keterangan sejumlah ahli. Setelah itu, barulah kami akan mengeluarkan rekomendasi,” imbuhnya. Tewasnya Angga Terungkap Bagian Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel menyatakan tidak menemukan benda-benda serpihan logam di bagian kepala Angga, korban penembakan yang tewas saat bentrok terjadi antara warga Desa Limbang Jaya dengan aparat Brimob beberapa waktu lalu. Mereka mengatakan, Angga tewas karena kehabisan banyak darah setelah mengalami pendatahan hebat di bagian kepalanya akibat tertembak senjata dari personil Brimob. “Hasil ini didapat dari otopsi yang dilakukan tim forensik di RS Bhayangkara sesaat usai peristiwa penembakan. Korban tewas karena mengalami

pendarahan hebat,” kata Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol A Djamil, saat meberikan pernyataannya pada Pertemuan Internal Kasus Cinta Mains OI di Gedung Anton Sujarwo Polda Sumsel Kamis (2/8) malam. Dilanjutkan Jamil, selain menderita pendarahan hebat, juga ditemukan adanya luka bakar pada luka di bagian kepala Angga. Ini diduga karena terkena ledakan dari senapan api yang ditembakkan aparat Brimob. Peluru masuk dari bagian belakang kepala Angga hingga menembus mata Angga. “Yang pasti, kami tidak menemukan adanya bendabenda unsur logam pada luka yang diderita korban,” tegas Jamil. Dilanjutkan Jamil, selain memeriksa keadaan luka yang diderita mendiang Angga, pihaknya juga sudah memeriksa TKP, mulai dari pencarian bekas tembakan hingga pencarian peluru yang digunakan saat penembakan terhadap Angga. Sayangnya, hasil pemeriksaan tersebut belum bisa diketahui karena wartawan sudah keburu diperintahkan menjauh dari rapat internal tersebut. Pertemuan internal tersebut, selain dihadiri pejabatpejabat utama Polda Sumsel, juga dihadiri Komisi III DPR RI yang dipimpim oleh Catur. Terlihat, dari rombongan tersebut ada sosok pengacara Rohut Sitompul. Saat memberikan keterangan, Catur membeberkan fakta yang berlawanan dengan apa yang diucapkan oleh tim Dokkes Polda Sumsel. Ia mengatakan, ada temuan benda tajam, panas, dan cepat dari tubuh Angga. Diduga, benda itu adalah sisa bekas dari peluru yang digunakan anggota Brimob saat Angga tertembak. Menanggapi itu, Catur meminta Polri untuk segera bertanggung jawab terhadap bentrok yang terjadi antara warga Desa Limbang Jaya dengan aparat Brimob. Ia berharap, mereka yang sudah terbukti bersalah untuk segera ditindak secara hukum dan jangan terlalu memakan waktu lama dalam pemeriksaan. “Kami juga berharap Polri dan pemerintah setempat cepat bias menyelesaikan masalah ini. Kami sangat tidak ingin, presiden hingga masyarakat internasional jadi ikut serta untuk menyelesaikan konflik lahan antara PTPN VII Cinta Manis dengan warga setempat,” kata Catur. Catur menganggap, langkah Polri dalam menurunkan

Brimob di lokasi bentrok tidak bisa diterima pihaknya. Ia menilai, Brimob layak diturunkan pada perang yang skalanya sudah besar. Terlebih, para Brimob tersebut dipersenjatai peluru yang tidak biasa. “Kami meminta, Polri segera menarik kembali anggota Brimob dari lokasi. Kami rasa, menurunkan Brimob ke lokasi bukanlah hal yang bagus,” kata Catur. Terkait pencarian 127 ton pupuk yang hilang, Catur belum menemukan adanya tanda-tanda pupuk itu dicuri oleh warga biasa. Dikatakannya, dalam jumlah sebanyak itu, pihak yang kehilangan seharusnya bisa mengetahui hal tersebut. “Jumlah yang hilang kan sangat banyak. Jika warga yang melakukannya, mungkin mereka akan menggunakan banyak truk untuk mengangkutnya. Nah, jika demikian, mustahil pihak perusahaan tidak mengetahui hal tersebut,” kata Catur. Di lain tempat, Rohut Sitompul mengaku sudah meminta Kapolda Sumsel untuk segera menangguhkan kesembilan tahanan yang ditangkap karena kepemilikan senjata tajam. Rohut menilai, kesembilan tahanan itu layak untuk diberi status tahanan luar. “Kami sudah diajak menjenguk kesembilan tahanan didampingi pihak-pihak dari Polda Sumsel. Kondisi mereka baik-baik saja dan kami harap kesembilannya bisa segera ditangguhkan,” kata Rohut. Selain status sembilan tahan, Rohut juga berharap polri mau bertanggung jawab terhadap nasib keempat korban yang terkena tembakan dari personil Brimob. Selain bantuan materil, Rohut berharap polri juga bisa memberikan bantuan moril kepada korban dan keluarganya. “Mereka pasti trauma dengan peristiwa itu. Saya harap, polisi bisa kembali menegaskan bahwa mereka ada sebenarnya untuk mengamankan masyarakat, bukan membahayakan masyarakat. “Itu yang harus ditanamkan Polri kepada masyarakatmasyarakatnya,” tutup Rohut. Selain Rohut dan Catur, ada tiga orang lainnya dari Komisi III DPR RI, yakni Adang Darojatun, Ahmad Yani, dan Maryani. Dalam rapat juga tampak juga tim asistensi Mabes Polri, Komnas HAM, dan jajaaran pejabat tinggi Polda Sumsel, termasuk Irjenpol Dikdik Maulana selaku Kapolda Sumsel dan Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP R Djarod Padakova. (*)

Tersangka Hendra (31)

Tersangka Jon (38)

FOTO : OSCAR/VOKAL SUMSEL

korban mengalami luka memar di pelipis serta luka sayatan di jari tangan sebelah kanan. Menurut penuturan korban, sebelum kejadian dia dan istrinya mengendarai mobil Suzuki APV silver hendak belanja ke pasar 16 ilir. Ketika memarkirkan kendaraan, korban ditegur oleh juru parkir Jon dengan alasan salah tempat parkir. “Saya sudah matikan mobil, kata tukang parkir itu tidak boleh parkir disana. Saya diminta mundur lagi, demi kenyamanan saya ikuti saran itu,” jelas korban di Mapolsek Ilir Timur I. Pada saat korban mundur, tiba-tiba Jukir mempersilakan mobil Xenia yang dikendarai seorang wanita parkir ke tempat anggota polisi tadi dilarang. Hal itu membuat korban emosi, kemudian turun dari mobil menghampiri Jukir tersebut. Sempat terjadi cekcok mulut, kemudian Jon sang juru parkir langsung melepaskan hock kanan telak di pelipis anggota polisi itu. Belum

sempat membalas, korban diserbu oleh dua orang juru parkir lainnya yang mengibaskan senjata tajam ke arah perut korban. “Untunglah saya sempat mengelak, kalau tidak, mati terbuyar perut saya. Tapi tangan kanan aku luko kena sayat,” katanya sambil memperlihatkan luka di tangan kanannya. Sementara itu tersangka Hendra (31) mengatakan, mereka hanya berdua saat bergulat dengan korban bukan bertiga seperti yang diterangkan korban. “Saya dan Jon tidak tahu kalau dia Polisi. Cobalah kalau ngomong pasti kami carikan tempat parkir, kalau langsung-marah-marah kami tidak tahu,” jelasnya. Dia mengakui sempat meninju pelipis korban dua kali, membantu temannya Jon yang dilihatnya bergulat dengan korban. “Saya tidak tahu apa pasal keributan itu, saya hanya membantu Jon. Saya hanya pakai tangan kosong, Jon yang mem-

bawa pisau, tapi tidak digunakan untuk berkelahi,” katanya. Hendra juga mengalami luka robek di tulang kering kaki sebelah kanan lantaran dipukul kayu. “Saya menyesal pak, anak saya masih kecil, istri saya lagi hamil tua cak mano nian nasib mereka kalau aku di tahan,” katanya. Sementara itu tersangka Jon juga mengatakan kalau mereka hanya berdua, namun Dia membantah kalau membawa senjata tajam. “Kami hanya berdua dan tidak ada yang membawa senjata tajam,” katanya. Dia menjelaskan kalau drinya bukanlah juru parkir, hanya membantu Jon, karena banyak kendaraan yang parkir. “Saya begawe tukang becak, cuma menolong saja atur parkir,” katanya. Keributan itu hanya salah paham, ada mobil xenia yang langsung nyerobot masuk ke tempat parkir, padahal sebelumnya mobil anggota polisi itu dilarang parkir di sana, hingga

membuatnya tersinggung dan terjadilah keributan. “Sebenarnya saya tidak mau ribut, ini cuma salah paham,” katanya. Dia tidak mengira kalau keributan tersebut akhirnya berbuntut panjang, padahal dalam waktu dekat Dia harus menjadi wali pernikahan putri sulung nya. “September nanti aku ngawinkan anak aku. Alangke dak lemaknya kalo aku di tahan,” ujar ayah empat anak yang pernah di penjara kasus perkelahian 2009 lalu. Sementara itu Kapolsek ilir Timur I Kompol Dedy Adriyanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Boby membenarkan adanya aksi perkelahian tersebut. Korban melapor ke bagian SPKT Polsek IT I, selang beberapa jam, tim buser berhasil meringkus dua orang pelaku. “Hendra ditangkap lebih awal, setelah itu menyusul Jon, keduanya diamankan di tahanan Mapolsek untuk dimintai keterangan dan menjalani proses lebih lanjut,” katanya. (CAR)

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Dibulan puasa ini tindak kejahatan terus meningkat dan bahakan di siang bolong semakin menjadi-jadi. Kali ini, rumah milik Hendri Wijaya yang berlokasi di Perumahan Bukit Sejahtera Jl Kelapa Gading 5 Blok AD 4 Kelurahan Polygon IB I dibobol maling Jumat (3/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibatnya, karyawan sebuah bank di Lahat ini kehilangan 20 suku emas, uang tunai Rp 1 juta, dan tiga buah laptop milik anak sulungnya. “Saat itu rumah sedang kosong. Saya sedang dalam perjalanan ke kota Palembang, anak sulung saya bada di rumah sakit, isteri saya juga bekerja. Yang ada hanya Fauzan selaku anak bungsu saya di rumah,” kata Hendri. Aksi perampokan ini pertama kali diketahui oleh Fauzan. Saat itu, ia yang baru pulang dari Shalat Jumat, mendapati pintu bagian samping rumahn-

ya sudah dalam keadaan terbuka. Padahal, setahu dirinya, anggota keluarganya yang sedang tidak berada di dalam rumah. “Ayah dan ibu kan kerja. Begitu juga dengan saudarasaudara tua saya. Jadi, saya sangat heran dan takut karena melihat pintunya terbuka,” kata pelajar kelas dua SMA tersebut. Dengan alasan takut, Fauzan langsung menelepon saudara tuanya, Fadillah (22), yang sedang tugas di RSMH Palembang. Pada pembicaraan via telepon, Fauzan memohon kepada Fadillah untuk segera pulang ke rumah. Fauzan takut, rumahnya baru saja dibobol maling. Begitu Fadillah tiba di rumah, apa yang ditakutkan oleh Fauzan benar adanya. Selain mendapati pintu yang sudah terbuka, kamar yang ditempati ibunda mereka, Yani, dan kamar yang ditempati Fadillah sudah ditinggalkan dalam keadaan yang berantakan. Bahkan, le-

mari pakaian Yani sudah dalam keadaan terbuka. “Si pencurinya mengambil 20 suku emas dan uang tunai Rp 1 juta dari lemari pakaian mama. Sementara dari kamar saya, ia mencuri tiga unit laptop yang saya kaparkan di atas tempat tidur saya,” kata Fadillah. Dikatakan Fadillah, maling masuk dari pintu samping rumahnya. Saat maling berhasil membuka pintu, ia langsung berada di dalam kamar Yani karena pintu itu memang menjadi salah satu akses masuk ke kamar Yani. Di dalam kamar, si maling langsung membuka pintu lemari. Fadillah merasa, si maling sudah tahu betul dengan simpanan benda-benda berharga milik ibunya. Ini terjadi karena hanya bagian lemari saja yang diobrak-abrik oleh si maling, sementara bagian lainnya masih terlihat rapi. “Setelah dari kamar mama, ia masuk ke kamar saya yang tempatnya di belakang

kamar mama. Kami rasa, hanya dua tempat itu yang dimasuki si maling,” kata Fadillah. Dikatakan Fadillah, rumah ayahnya itu memang seringkali dibiarkan kosong pada siang hari hingga malam hari. Maklum, baik dirinya, kedua orangtuanya, dan adik nomor duanya sudah memiliki kesibukan masing-masing di luar sana. Jadi, penunggu rumah hanyalah Fauzan. Itupun hanya pada saat ia pulang sekolah. “Sebenarnya ada pembantu rumah tangga. Namun, ia lagi mudik,” kata Fadillah. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, mengaku membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya sudah olah TKP dan akan terus melakukan pemeriksaan. “Kami langsung datang begitu ada laporan ini. Saat ini, pelaku belum bisa diduga ada berapa jumlahnya dan rumah korban sudah kami pasangi police line,” ungkapnya. (CAR)

Pencuri Satroni Rumah Karyawan Bank

Bullying Marak......................................Sambungan hal 1 Kanak-Kanak (TK). “Jadi ini harus dikoreksi ini cerminan buruk masalah pendidikan kita,” katanya. Seperti diketahui, kasus Bullying terjadi di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pelaku yang tak lain merupakan kakak kelas saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani tahanan selama 30 hari ke depan.

7 Siswa Don Bosco Ditahan Semetara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Seruni Don Bosco, Gerardus mengatakan tujuh siswanya yang ditahan di Polres Jakarta Selatan dalam kondisi sehat. “Kondisi masih sehat fit, cerita-cerita,” ujarnya di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (3/8). Usai menjenguk siswanya, Gerardus mengaku ingin segera

melakukan mediasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Pihak sekolah ingin mengedepankan pendidikan, dan kejadian ini supaya menjadikan momen refleksi,” pungkasnya. Seperti diketahui, polisi menahan tujuh pelaku kasus Bullying di SMA Don Bosco, Pondok Indah yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan

ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada para saksi dan dengan berbagai pertimbangan lainnya. Tujuh tersangka yang ditahan adalah AH, AK, KH, RR, RJ, SH dan GC Ketujuh pelaku ditahan karena untuk memberikan efek jera dan diharapkan tidak melakukan perbuatan yang sama. (VS/OZ)

Perbatasan Muba-Mura.......................Sambungan hal 1 Diungkapkan, yang lebih memperihatinkan lagi di perbatasan Mura dan Muba pihak PT SKE memasang aliran Listrik yang bertegangan tinggi di sepanjang perbatasan daerah itu. “Itu perbuatan berbahaya, yang bisa mengakibatkan konflik bisa menjadi hilangkan nyawa orang lain. Sudah saat pemerintah kedua daerah ini turun tangan untuk menyelesaikan perselisihan ini. Jika dibiarkan dapat membuat

masyarakat daerah masingmasing berkonflik. Kami minta untuk segera menyelesaikan konflik ini,” tegasnya. Sedangkan Devi Arianto Ketua BMI Mura menyebutkan, dirinya sangat mengecam sikap Bupati Musirawas yang membiarkan PT SKE yang sudah mencaplok wilayah mura hingga berkilo-kilo meter. “Kami pun heran kenapa Bupati Mura hingga kini belum melakukan pengecekan sedikit

pun ke lokasi untuk mengambil tindakan yang kongkret,” ucapnya. Diapun, lanjutnya, sangat mengutuk tindakan dan sikap semena-mena PT SKE yang sudah mencaplok tanah dan tindakan pemasangan kabel listrik yang bertegangan tinggi adalah merupakan tindakan yang bisa menghilangkan nyawa seseorang. “Kami minta PT SKE untuk Mecabut kabel listrik yang

mereka pasang di sepanjang perbatasan,” pintanya. Ditambahkannya,ia juga sangat menyayangkan sikap arogasi pemkab Muba yang dengan sengaja menjadikan PT SKE sebagai Bemper untuk pencaplokan tanah wilayah Mura. “Pemerintah harus cepet mengambil sikap,kamipun berharap banyak kepada pemerintah agar hal ini dapat segera di selesaikan tanpa adanya konflik,” tegasnya.(SYL)

Dulu Mualaf,.........................................Sambungan hal 1 pula sebagian keluarganya. Papa dan satu kakaknya pun, kini memeluk agama Islam. Lahir dan dibesarkan dari keluarga non muslim membuat Aisya mahasisiwi semester akhir di IAIN Raden Fatah ini ingin merubah total hidupnya,menjadi benarbenar seorang muslim. “ Ternyata mereka juga melihat kebaikan dalam diriku setelah memeluk agama islam. Makanya mereka juga mengikuti jejak ku sekarang. Pokoknya aku bersyukur atas hidayah yang Allah SWT berikan untukku dan keluargaku,” ujar Aisya bangga. Sebagai seorang mualaf, tentu Aisya sangat menjaga perasaan keluarganya yang lain. Itu terbukti ketika koran ini menanyakan perihal agama

yang dianutnya dulu sebelum memeluk agama Islam. Aisya hanya melontarkan senyum manis, sembari berkata,”sudahlah mas, saya tidak mau mengingat itu lagi. Bagi saya itu perjalanan hidup yang gelap. Dekarang saya sudah mengerti bahwa Islam ini adalah pilihan hidup saya,” sambung Aisya. Putri bungsu dari lima bersaudara pasangan Marchel Idham dan (Alm) Yanti Lee Sui ini mengaku kalau dulu (alm) ibunya adalah seorang muslim keturunan Cina. Jadi bisa dikatakan agama Islam di mata Aisya, memang tidaklah asing. Namun sepeninggal sang ibu, ternyata Aisya memeluk agama serupa dengan ayahnya. Maklum sang ibu wafat ketika Aisya masih beru-

sia 6 tahun. Dari saudara-saudara Aisyah, semuanya mengikuti agama sang ayah, tapi setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Aisya mendapat hidayah untuk memeluk agama serupa dengan (alm) ibunya. Aisya pun bercerita, kalau saat itu dirinya melihat seorang teman yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan, sempat terlintas dipikiran Aisya, mengapa temanya itu berpuasa? ”Saya dulu termasuk anak yang jahil. Jadi saya coba pancing keributan bersamanya, tapi teman saya itu hanya bilang, terima kasih telah menyempurnakan puasaku, semakin kamu ganggu aku dan semakin besar pula rasa sabar

yang aku punya. Maka kamu telah memberi aku kesempatan untuk menjadi sempurna dalam berpuasa hari ini,” kenang Aisya sembari menirukan ucapan Fatimah, temanya yang dimaksud itu. Meski baru sekitar tujuh tahun terakhir ini Aisya memeluk agama Islam, namun dia sudah layak menyemat predikat muslim sejati. Buktinya, ketika gadis kelahiran Solo 12 Maret 1987 itu melantunkan ayat-ayat suci Al Quran, maka dengan suaranya yang merdu, Aisya mampu memberikan magnet positif bagi siapa saja yang mendengarnya. Seperti kicau murai yang bergemericing, pastilah ia akan disukai banyak orang, maka seperti itulah gambaran sosok seorang Aisya.**


8

Hburan

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

A dvertorial

Hijab Jadi Tren Fesyen Selebriti Saat Ramadhan Hijab merupakan salah satu piranti busana muslim yang wajib dikenakan perempuan muslim, tak terkecuali para selebriti dikala Ramadan datang. Pasalnya, dengan memakai Hijab, selain terliat elegan, sopan dan bersahaja para

selebriti juga masih tetap tampil trendi, modis tanpa mengurangi nilai kesopanan dan kaidah agama. Nah, seperti apa penampilan para seleb saat ber-hijab?

Stihpada Jadikan Ramadhan Ajang Silaturahmi

Nuri Maulida Presenter ini termasuk yang doyan memadupadankannya dalam setiap tampilan busana muslimnya. Nah, biar terkesan mudah, rupanya Nuri kerap memilih tema monokromatik. Dengan satu warna yang seragam, semua terlihat sederhana tanpa harus memikirkan paduan warna yang cocok. Tinggal urusan style saja yang jadi fokus. Untuk atasan, Nuri mengenakan blus berbahan lembut dengan model batwing. Sedangkan dalamannya dia mengandalkan kaos lengan panjang yang dipadukan dengan rok maxi dress dengan bahan yang senada atasan. Model hijab Nuri terbilang menarik karena dia mengenakannya secara asimetris.

Marshanda Penyanyi dan bintang film Bidadari ini mengenakan hijab berbagai warna. Dalam sebuah kesempatan, ia tampak hadir memadukan dua hijab berwarna dusty pink dan kuning gading, yang senada dengan jaket serta roknya.

Meyda Sefira Bintang Ketika Cinta Bertasbihini terlihat mengenakan 'dalaman ninja' berwarna coklat muda. Ia memadukannya dengan kerudung kuning berbahan sifon dan menghiasnya dengan tali kepang pada bagian dahi.

Zaskia Sungkar Dalam menggunakan hizah, Zaskia sering terlihat tampil kasual dengan hijab berwarna khaki. Agar lebih gaya, ia membentuk simpul pada bagian bawah hijab dan menghiasnya dengan tali kepang berwarna kontras

Astrid Astrid tampil tampak berbeda dengan mengenakan hijab. Ia mengenakan 'dalaman ninja' berdetail kerut dan memadukannya dengan kerudung warna krem. Hijab polos akan tampak lebih menarik teknik layering atau tumpuk. (berbagai sumber/VS)

M

omentum Ramadhan 1433 H, dijadikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (Stihpada) Palembang, sebagai bulan silaturahmi antardosen, mahasiswa dan warga sekitarnya. Acara yang berlangsung secara khidmat dan penuh kekhusyukan ini dihadiri langsung oleh Ketua Stihpada Hj Jauhariah . Menurut Jauhariah, diadakanya acara ini sebagai bentuk pencapaian menuju ke akraban. Artinya, acara ini harus mempunyai tujuan yang satu, mencapai keridhaan Allah SWT, melalui jalinan silahturahmi antarmahasiswa, dosen dan warga sekitar Stihpada. Acara yang berlangsung di Masjid Al Busrah Stihpada, Jumat, 3 Agustus ini diharapkan menjadi ajang pembekalan kesadaran bagi keluarga besar Stihpada di dalam memaknai Ramadhan, sebagai bulan pembekalan menuju kebaikan. "Insya Allah pihak Stihpada akan menggelar acara kembali nanti pada malam 17 Ramadhan. Karena sebagai bangsa Indonesia yang menyakini Allah SWT telah melimpahkan kemerdekaan bangsa ini. Sebenarnya, makna

angka 17 itu, harga mati yang tidak bisa ditawar. Alasan dipilihnya malam itu, karena malam tersebut adalah malam istimewa," ungkap Jauhariah, sembari tersenyum. Kemerdekaan kita juga 17 Agustus, malam Nuzulul Quran juga jatuh pada 17 Ramadhan. Umat muslim mayoritas di Indonesia ini pun wajib melaksanakan salat lima waktu, yang memiliki nilai 17 rakaat. Jadi, intinya 17 itu sangat luar biasa. Stihpada harus menjadikan semangat 17 itu sebagai bentuk perbaikan diri. Jauhariah pun berpesan kepada semua anak asuhnya, agar bisa berhijrah. Artinya, menjadikan momentum 17 sebagai bentuk pelecut diri agar memperbaiki diri. Selain memaknai 17 sebagai bentuk hijrah, Stihpada Juga akan membagikan zakat kepada kaum duafa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Menariknya, pembagian zakat yang akan diberikan Stihpada ini sifatnya lebih manusiawi. Artinya, Stihpada sediri yang nantinya akan mendatangi masing-masing duafa tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum duafa. "Mereka juga saudara kita, janganlah sampai mereka yang meminta-minta zakat. Tapi harus di mulai dengan kesadaran kita untuk berbagi," tegas Jauhariah. (ADVJEM)

Rachel Maryam Gaya santai yang sering diaplikasikan dalam setiap hijab yang dikenakan oleh Rachel Maryam. Ia mengenakan 'dalaman ninja' berwarna putih dan memadukannya dengan syal draperi biru. Bahan kaus atau rayon bisa jadi pilihan tepat, terutama bagi Anda yang berkegiatan di luar ruangan.

Tren Aksesoris Hijab Sambut Idul Fitri Hijab memang sedang 'naik daun' bagi pengguna busana muslim. Dengan hijab perempuan muslimah masih bisa tampil gaya tanpa melanggar kaidah agama. Namun, penggunaan hijab tanpa didukung pemilihan aksesoris yang tepat akan membuat total penampilan Anda tak sempurna. Nah, berikut beberapa aksesori hijab yang tren untuk tampil cantik saat Idul Fitri.

Headband Headband merupakan aksesoris hijab terbaru yang membantu Anda merapikan rambut, terlebih

akan terkesan fun, young dan seru.

Aksesoris Jika Anda sedang tidak ingin berkreasi dengan hijab, tambahkan aksesoris sejenis kalung berukuran besar dan model yang unik adalah pilihan yang tepat. Kalung yang besar akan memberi kesan gaya pada pemakainya walaupun Anda hanya mengenakan hijab dengan tampilan sederhana dan polos. Selain itu, cara ini terbilang instan dan tak perlu memakan waktu lama.

WA L L D E C O R AT I O N E X T E R I O R & I N T E R I O R BATU ALAM PLAFOND GYPSUM CLASSIC PROFIL BETON MARMER & GRANITE PAVING STONE (CONBLOK) CAT WASH DECORATIF CAT DUKO & POLITUR PERTAMANAN & KORAL SIKAT PRASASTI, FURNITURE KACA PATRI & INLAY ATAP BAJA RINGAN GENTENG BETON, KERAMIK MATRIAL BAHAN BANGINAN INTERIOR DESIGN EXHIBITON SPECIAL DISAIN

Korsase atau bros Jika ingin terlihat berbeda dengan yang lain saat menggunakan hijab, Anda bisa memilih korsase atau bros sebagai pemanisnya. Ada dua macam pilihan, korsase peniti atau korsase karet. Cari yang paling membuat Anda nyaman dan sesuai tema busana. Pilih korsase berukuran kecil atau sedang dan senada dengan baju untuk acara siang, serta korsase berukuran besar untuk acara yang lebih formal.

Syal Syal bisa membuat tampilan busana muslim Anda terkesan santai namun tetap gaya. Caranya? Padu-padankan jilbab atau kerudung dengan menambahkan syal yang bermotif menarik,

jika Anda seorang wanita berambut panjang. Model headband yang dijual dipasaran sangat beragam. Memakai headband berdetail kepang pada hijab kini banyak dilakukan oleh para fashion blogger khusus hijab serta artis yang mengenakan hijab. Pasalnya dengan memakai headband tampilan

kemudian kaitkan dan lilitkan syal atau pashmina sehingga menjadi turban. (VS)

adeka.jaya@ymail.com

H. Ade 0711-7070436 0812 7805814 0819 58571686

Jalan Angkatan 45 No. 99 C-D Palembang Telp. 0711-8887272

Menjual Bahan Bangunan Berupa Batu Bata, Batu Koral, Pasir, Kayu, dll

Jl. Makrayu No.1209 Rt.24A/Rw.08 30 Ilir, Ilir Barat II Palembang


Harian Vokal Sumsel

Sabtu, 4 Agustus 2012

Kualifikasi Babak III Europa League

Inter Bungkam Hajduk

foto : vivanews.com

Salah satu pencetak gol Inter, Wesley Sneijder

SPLIT (VOKAL SUMSEL)– Inter Milan sukses membungkam perlawanan tuan rumah Hajduk Split dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan kualifikasi babak ketiga Europa League, yang digelar di Stadion Poljud, Split, Jumat (3/8/2012) dini hari WIB. Wesley Sneijder, Yuto Nagatomo, dan Philippe Coutinho menjadi pencetak tiga gol kemenangan Nerazzurri ke gawang Hajduk. Berstatus sebagai tim tamu, Inter memilih bermain efektif, sempat ditekan Hajduk di awal-awal pertandingan, namun Nerazzurri mampu bermain tenang. Peluang

sempat didapat hajduk ketika tendangan Filip Ozobic di depan gawang Inter masih gagal menemui sasaran. Tak berapa lama, Wesley Sneijder juga mendapat sebuah kesempatan, sayang tendangan gelandang internasional Belanda itu masih melambung di atas mistar gawang Hajduk. Pada 15 menit

pertama, belum ada gol yang diciptakan oleh kedua tim. Nerazzurri baru bisa merobek jala gawang Hajduk ketika mereka membangun serangan balik pada menit ke-18. Diego Milito mencoba menembus pertahanan Hajduk, sebelum memberi umpan panjang kepada Sneijder yang terlihat memilih celah menembak. Benar saja, Sneijder mampu mengecoh bek-bek Hajduk dan melepaskan tendangan dari jarak 12 meter yang tidak bisa dibendung kiper Hajduk, Goran Blazevic. Inter memimpin

Pesta Gol, Madrid Tekuk LA Galaxy

SELEBRASI Higuain saat mencetak gol pertama untuk Madrida

CALIFORNIA (VOKAL SUMSEL)– Real Madrid langsung bangkit usai dipermalukan Benfica, dengan membungkam LA Galaxy 5-1 di laga uji coba bertajuk World Football Challenge, yang digelar di Home Depot Arena, California, Jumat (3/8) pagi. Klub asuhan Jose Mourinho ini tidak butuh waktu lama untuk mencetak pundi-pundi golnya. Gonzalo Higuain merupakan eksekutor pertama yang melesatkan gol ke gawang LA Galaxy, saat pertandingan baru berjalan dua menit. Striker Los Blancos ini berhasil memanfaatkan umpan yang diberikan oleh kompatriotnya, Angel Di Maria. Skor 1-0 untuk Madrid. Di menit kesembilan, Higuain kembali berpeluang untuk mencetak gol keduanya lewat tembakan cukup keras. Namun sayang, kiper Josh Saunders mampu menepis bola dan menghasilkan sepak pojok. Selang dua menit, Di

Maria mampu memaksimalkan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti pada menit ke-11, hingga mengubah kedudukan 2-0 bagi Los Blancos. Tertinggal dua gol membuat LA Galaxy segera mencari cara untuk menembus lini pertahanan El Real. Namun, usaha yang dilakukan Bryan Gaul dan Robbie Keane untuk mengancam gawang Iker Cassilas selalu gagal. Hingga pada menit ke-23, David Lopes mampu memanfaatkan tendangan bebas yang dieksekusi David Beckham. Los Galácticos memperkecil kedudukan dengan 1-2. Seperti belum puas, Los Blancos kembali mengambil alih jalannya pertandingan dan mengancam lini pertahanan lawan. Usaha maksimal itu kembali membuahkan gol, saat Jose Callejon berhasil memanfaatkan umpan Higuain pada menit ke-36. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum. Babak kedua, The Special

Hari Minggu & Libur Showroom Tetap Buka

One mulai memasukkan pemain-pemain andalannya. Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Mesut Ozil, Sergio Ramos, dan Pepe pun turun ke lapangan. El Real hanya butuh empat menit untuk kembali menjaga jarak dengan Los Galácticos, setelah umpan apik Esteban Granero mampu dimaksimalkan Alvaro Morata pada menit ke-49. Dominasi Madrid kembali terlihat, setelah Saunders harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawang LA Galaxy. Kiper Los Galácticos ini tercatat dua kali melakukan penyelamatan gemilang, saat menghadang tembakan Benzema dan Ozil. Lagi-lagi, ancaman El Real membuahkan hasil. Pada menit ke-84, umpan mendatar Ozil mampu dimaksimalkan Jese Rodriguez. Tembakan pemain 19 tahun itu di kotak penalti tak mampu dihalau Brian Perk, hingga kedudukan berubah 5-1. Skor 5-1 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. (VS)

sementara 1-0 atas Hajduk. Bek sayap Inter, Jonathan juga mendapat sebuah peluang ketika sepakannya nyaris mengarah ke gawang Hajduk. Sedangkan klub asal Kroasia ini juga memiliki kesempatan setelah upaya Goran Jozinovic masih bisa diblokir kiper Inter, Samir Handanovic. Inter berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-44 melalui tendangan kaki kanan Yuto Nagatomo berbelok karena mengenai kaki pemain belakang Hajduk, sehingga membuat Blazevic mati langkah. Gol tersebut

membuat Nerazzurri memimpin 2-0 hingga babak pertama usai. Pada babak kedua, Inter terlihat lebih mendominasi permainan, umpan-umpan pendek dan bermain lebih sabar untuk menembus pertahanan Hajduk diterapkan tim polesan Andrea Stramaccioni ini. Sementara Hajduk malah sering kehilangan bola dan kesulitan menembus lini belakang La Beneamata yang bermain disiplin. Beberapa serangan Hajduk mampu dipatahkan Walter Samuel dan Mattias Silvestre. Inter masih mengontrol pertandingan dan bahkan mereka kembali membobol gawang Hajduk pada menit ke-73. Kali ini Philippe Coutinho yang masuk menggantikan Sneijder yang menempatkan namanya di papan skor. Gol berawal dari aksi Rodrigo Palacio yang mengirim umpan kepada Coutinho dan playmaker belia Brasil itu langsung mengecoh kiper Blazevic dengan mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Hajduk, skor 3-0 untuk keunggulan Nerazzurri. Setelah gol itu, Inter tetap mampu mengontrol pertandingan, sedangkan Hajduk selalu gagal dalam usahanya merobek gawang Handanovic. Hingga pertandingan usai, skor 3-0 tetap bertahan.(VS) LINE UP: HAJDUK SPLIT: 1 Blazevic; 6 Vrsajevic, 22 Maloca, 5 Milovic, 17 Jozinovic; 7 Andrijasevic, 14 Radosevic; 11 Oremus, 18 Caktas, 20 Ozobic; 13 Vukusic. INTER: 1 Handanovic; 4 Zanetti, 6 Silvestre, 26 Chivu, 55 Nagatomo; 14 Guarin, 19 Cambiasso, 42 Jonathan; 8 Palacio, 10 Sneijder; 22 Milito.

9

Inter Sepakati Harga Lucas MILAN (VOKAL SUMSEL)-- Kubu Inter Milan bersama Sao Paulo akhirnya mencapai kata sepakat, terkait harga transfer Lucas Moura. Keduanya sepakat atas banderol harga Lucas sebesar 27 juta euro. Bintang asal Brasil tersebut memang sudah menjadi incaran Nerrazurri pada jendela transfer kali ini. Namun, Inter tak sendirian dalam perburuan Lucas, pasalnya dua klub besar Eropa lainnya pun ikut memburu, yaitu Manchester Lucas Moura. United dan Real Madrid. Akan tetapi, beberapa waktu yang lalu United yang menjadi saingan terberat Inter dalam mendapatkan Lucas mengisyaratkan mundur dalam perburuan. Pasalnya, kubu Sao Paulo menolak tawaran dari United sebesar 27 juta pounds. Sedangkan, Inter sendiri melalui presiden Massimo Morrati menegaskan bahwa klubnya tak sanggup dengan tawaran dari Sao Paulo sebesar 40 juta euro untuk pemain berusia 19 tahun tersebut. Seperti yang dilaporkan Sky Sports Italia, Jumat (3/8/2012), bahwa kedua tim akhirnya mencapai kesepakatan di harga 27 juta euro. Namun, harga tersebut dapat meningkat menjadi 32 juta euro jikalau performa sang pemain di Inter bisa meningkat. Kini, yang belum terselesaikan adalah soal kesepakatan kontrak antara Inter dengan sang pemain. (VS)

AC Milan Buka Pintu Investor Arab & Rusia MILAN (VOKAL SUMSEL)-- Krisis ekonomi yang menerpa AC Milan membuat petinggi klub kota mode itu mulai membuka diri untuk investor asing. Musim depan, sangat mungkin ‘Rossoneri’ akan mendapat suntikan dana dari taipan asal Timur Tengah atau bahkan Rusia. Milan adalah salah satu klub yang mengalami krisis ekonomi di jajaran elite Serie A. Saat Inter Milan, Juventus bahkan AS Roma, tampak aktif mendatangkan pemain-pemain berkualitas, Milan malah harus melepas sejumlah pilar pentingnya demi menambah kas klub. Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva adalah penjualan paling mendapatkan sorotan. Angka penjualan yang mencapai 60 juta euro lebih membuat manajemen klub tak kuasa menahan godaan Paris Saint-Germain (PSG). Presiden Milan, Silvio Berlusconi, pun tidak bisa berbohong. Ia mengatakan, pasukan San Siro itu dalam kondisi tidak memungkinkan untuk mendatangkan pemain bintang dengan banderol selangit. “Sepakbola tidak mungkin lepas dari krisis yang mengguncang Eropa. Untuk menghabiskan lebih dari 50 juta euro dalam setahun, sangat sulit untuk mencari pemasukan yang setara,” ujar Berlusconi pada situs resmi Milan. “Anda masih bisa mencari pemain berbakat di seluruh dunia dan sangat sulit menolak tawaran Paris Saint-Germain. Transfer itu banyak menyelamatkan kami dari segi transfer dan gaji. Itu artinya secara finansial kami aman dalam beberapa tahun ke depan,” papar mantan Perdana Menteri Italia itu. (VS)

Incar Sejumlah Bomber, Sriwijaya FC Benahi Lini Depan PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Keluar sebagai juara dan menjadi tim tersubur sepanjang musim ini pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, tampaknya belum membuat Sriwijaya FC puas puas dengan kinerja lini depan timnya. Meski saat ini telah memiliki duo bomber ‘oncak’ haus gol pada diri Keith Kayamba Gumbs dan Hilton Moreira serta supersub sekelas Riski Novriansyah, Laskar Wong Kito tetap memprirotaskan pembenahan lini depan untuk mengarungi kompetisi musim 2012/2013. Ini terbukti dengan sejumlah nama incaran Sriwijaya FC yang mayoritas seorang penyerang. Setelah sebelumnya membidik penyerang gaek Persib Bandung, Aliyuddin, kini sejumlah bomber beken ISL masuk dalam daftar incaran klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ini. Selain Aliyuddin, setidaknya ada enam nama bomber beken yang sedang dimonitor yaitu Budi Sudarsono (Deltras Sidoarjo), Jerry Karpeh (Persisam Samarinda), Greg Nwokolo

Aliyuddin (salah satu incaran SFC)

(Pelita Jaya), Alberto ‘Beto’ Goncalves (Persipura Jayapura), serta duo ujung tombak Persiba balikpapan, Kenji Adhacihara dan Sultan Samma. Meski mayoritas merupakan penyerang, namun beberapa Sriwijaya FC juga tetap memasukkan beberapa nama dari sektor lain yag menjadi bidikan. Untuk lebih memperkuat pertahanan, setidaknya ada dua nama pemain yang mempunyai naluri bertahan sedang dilirik. Adalah dua pemain Maung Bandung, Toni Sucipto dan M. Nasuha.

Rumor yang tidak ditampik manajemen Sriwijaya FC. Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin mengatakan saat ini memang sedang mengincar sejumlah nama yang beroperasi di lini depan. Namun siapa yang menjadi bidikan utama, dirinya belum dapat membocorkan siapa penyerang tersebut. “Saat ini kita sudah kantongi pemain yang aka dilepas serta pemain yang menjadi bidikan. Namun yang pasti kita sedang serius memonitor sejumlah nama yaitu dua pemain Persib Bandung, dua dari Persiba, Deltras serta satu nama dari Persipura Jayapura yang saat ini statusnya free transfer,” kata Hendri Zainuddin. Meski tidak menjelaskan secara gamblang siapa saja nama pemain-pemain tersebut, namun Hendri juga tidak membantah jika nama-nama tersebut yang sedang diincar. “Mayoritas bidikan kita berasal di lini depan yang salah satunya adalah Aliyuddin yang kita proyeksikan sebagai pengganti Siswanto jika dia hengkang,” ujarnya. (DAM)

Cazorla Pembelian Termahal Arsenal LONDON (VOKAL SUMSEL)-- Santi Cazorla akhirnya menjadi pemain anyar Arsenal yang dibeli pada jendela transfer kali ini. Transfer Cazorla sendiri mencetak rekor pembelian termahal pemain oleh The Gunners. Seperti diberitakan The Sun, Jumat (3/8/2012), bahwa Cazorla telah melakukan tes medis bersama Arsenal pada hari Kamis. Bahkan, Cazorla pada akun twitter pribadinya mengungkapkan bahwa dirinya saat ini telah menjadi pemain Arsenal dan tengah mencari rumah di

Santi Cazorla

foto : vivanews.com

London. Demi mendapatkan jasa pemain berusia 27 tahun ini The Gunners yang mengeluarkan kocek yang cukup besar. Harga pemain asal Spanyol ini awalnya adalah 16 juta pounds, namun setelah ditambah bonus dan klausul, total yang bisa didapatkan Malaga dari penjualan Cazorla adalah 20 juta pounds. Dengan harga sebesar itu menembus rekor pembelian The Gunners. Sebelumnya, rekor transfer tertinggi sendiri dicetak oleh Andrey Arshavin yang dibeli dari Zenit St.Petersburg dengan total harga 15 juta pounds. Dikabarkan Cazorla mendapatkan kontrak di Arsenal selama empat tahun. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara rinci nilai kontrak Cazorla per tahunnya. Setelah mendaratkan Cazorla ke Emirates Stadium, pelatih Arsene Wenger masih memiliki satu incaran pemain lagi dari kompetisi La Liga. Wenger diketahui masih mengharapkan bisa meminjam Nuri Sahin dari Real Madrid. (VS)


10

Olahraga

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

OLYMPIC GAMES LONDON 2012

Renang

Perenang Belanda Keturunan Indonesia Sabet Emas LONDON (VOKAL SUMSEL)-- Perenang asal Belanda keturunan Indonesia, Ranomi Kromowidjojo sukses menyabet medali emas Olimpiade London 2012 untuk cabang olahraga renang di nomor 100 meter gaya bebas putri, Jumat (3/8/2012) dini hari WIB.

FOTO :KOMPASIANA.COM

Ranomi Kromowidjojo

Ranomi mencatatkan waktu 53,00 detik, yang juga sekaligus merupakan rekor baru dalam Olimpiade. Sementara itu, perenang Belarusia, Aliaksandra Herasimenia harus puas pulang membawa medali perak, dan Tang Yi dari China mendapat medali perunggu. Ranomi, yang baru berusia 21 tahun ini memang diunggulkan di nomor 100 meter gaya bebas putri, mengingat dia tampil cemerlang di babak semifinal memecahkan rekor Olimpiade dengan catatan waktu 53,05 detik. Meski kendati berhasil memecahkan rekor Olimpi-

ade untuk nomor 100 meter, Ranomi mengaku belum sepenuhnya puas dengan capaiannya itu, karena di laga final catatan waktunya menurut dia belum yang terbaik. “Hasil ini bagus, meski ini masih di bawah catatan terbaik saya,” ujar Ranomi, seperti dilansir ABCNews, Jumat (3/8). “(Tapi) saya tetap puas, karena sekarang saya menjadi juara Olimpiade,” tambahnya. Dengan kesuksesan yang telah diraih Ranomi yang berbuah medali emas, Ranomi berarti gagal melanjutkan tradisi emas Belanda untuk nomor 100 meter gaya bebas putri yang ditorehkan Hendrika Mastenbroek pada 1936 dan Inge de Bruijn pada 2000. “Ini adalah kehormatan besar bagi saya,” tutur Ranomi, ketika namanya disejajarkan dengan Mastenbroek dan De Bruin, apalagi De Bruijn merupakan perenang idola Ranomi. Ayah Ranomi berasal dari Suriname, sementara kakek dan neneknya berasal dari Indonesia. Ranomi mulai memperkuat tim renang Belanda ketika De Bruijn pensiun pada 2007. (VS/OZ)

Tenis

Kontroversial, Wasit Olimpiade Dipulangkan LONDON (VOKAL SUMSEL) --Salah seorang wasit yang bertugas pada cabang olahraga tinju harus meninggalkan Olimpiade London 2012. Ishanguly Meretnyyazov, asal Turkmenistan dipulangkan setelah petinju asal Jepang, Satoshi Shimizu memenangkan banding yang diajukannya. Shimizu merupakan

petinju yang merasa dirugikan karena dinyatakan kalah dalam duel kelas bantam melawan petinju Azerbaijan, Magomed Abdulhamidov, Rabu, 1 Agustus 2012. Shimizu tak habis pikir karena dalam duel itu dia mampu memukul jatuh lawannya hingga 6 kali. Tak puas dengan keputusan wasit, Shimizu lalu

melayangkan banding ke Asosiasi Tinju Amatir Dunia (AIBA) dan berhasil memenangkannya. AIBA setelah menyaksikan rekaman pertandingan menyatakan duel itu dimenangkan Shimizu dengan status RSC (referee stop contest). Seperti dilansir guardian. co.uk, langkah AIBA ternyata tak hanya sampai di situ

jan Abiyev "Saya sangat menyesal harus mengambil keputusankeputusan ini," kata Presiden AIBA, Ck Wu. "Meski demikian, kami harus tetap fokus untuk menjaga integritas dan semangat fair play dari kejuaraan kami. Saya akan menempuh semua kemungkinan untuk memperkuat ini." (VS)

saja. Mereka juga memutuskan untuk memulangkan wasit yang memimpin duel itu, yang tak lain adalah Meretnyyazov. AIBA juga menskors wasit asal Jerman, Frank Scharmach selama lima hari karena mendiskualifikasi petinju kelas berat asal Iran. Selanjutnya AIBA juga memulangkan pejabat teknik asal Azerbaijan, Agha-

Media China Juga Salahkan IOC & BWF

FOTO :DETIK.COM

4 Ganda Putri yang Didiskualifikasi akibat bermain tidak Sportif.

tangkis Dunia (BWF) meminta agar setiap Negara melakukan investigasi atas tindakan yang dilakukan para pemainnya. Masing-masing Negara pun melakukan pembelaan. Kubu Korea dan Indonesia menuding China sebagai biang kerok. Pelatih Li Yongbo dituding sebagai aktor utama lantaran menyuruh anak asuhnya sengaja mengalah, demi terciptanya final idaman (all Chinese final). Li Yongbo sendiri telah meminta maaf, namun dia

tidak membenarkan aksi 'mengalah' yang ditampilkan anak asuhnya. Li, lebih mengomentari regulasi round robin yang diterapkan panitia. Ungkapa Li mendapat dukungan dari media-media China yang menilai, IOC dan BWF juga patut dipersalahkan karena mereka yang membuat aturan (penyisihan grup), sehingga memberikan celah untuk adanya kecurangan. “Tim bulutangkis China memang bersalah, tapi mereka tidak

pernah melakukan kejahatan keji. Dengan cepat, Li Yongbo bahkan langsung meminta maaf secara tulus,” tulis Global Times, salah satu media berpengaruh di China. “Mereka (Tim China) pantas mendapat kritik dan hukuman, tapi, apabila Komite Olimpiade Internasional dan Federasi Bulutangkis Dunia memberi hukuman yang berlebihan, dan birokrat dalam organisasi-organisasi menolak tanggung jawab apapun, itu akan membangkitkan kebencian,” sambung media tersebut dikutip Reuters, Jumat (3/8). Skandal ini memang telah membuat pecinta bulutangkis di seluruh dunia kecewa. Sementara itu, untuk pasangan atlet yang didiskualifikasi, mereka mengaku sangat kecewa berat. Bahkan, Yu Yang, pasangan dari Wang Xiaoli memutuskan pensiun dari bulutangkis. Sementara itu, pihak IOC dan BWF juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengembangkan terkait dugaan keterlibatan tim pelatih dalam skandal ini. Pelatih pun kini terancam terkena sanksi. Terkait kritikan media China soal regulasi pertandingan, IOC dan BWF juga cukup menerimanya dengan terbuka. Mereka dikabarkan akan mempelajari rekaman video seluruh pertandingan di babak penyisihan grup (untuk mencari kelemahan untuk kemudian diperbaiki). (VS)

BEIJING (VOKAL SUMSEL)-Media-media China nampaknya tidak ingin sepenuhnya disalahkan terkait terjadinya skandal pengaturan pertandingan di cabor Bulutangkis. Mereka juga menuding, federasi yang membuat peraturan baru pantas disalahkan. Seperti diketahui, dunia bulutangkis sempat tercoreng dengan ulah empat pasangan ganda putri yang didakwa mengabaikan sportifitas dengan bermain untuk kalah, demi

menghindari lawan kuat di babak berikutnya. Keempat ganda putri tersebut, dua wakil Korea Selatan, Ha Jung-Eun/Kim Min-Jung serta Jung Kyung-Eun/Kim Ha-Na, unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang dan pasangan Indonesia, Meiliana Jauhari/ Greysia Polii. Keempat pasangan ini kemudian didiskualifikasi. Menindaklanjuti skandal ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Federasi Bulu-

PERSAINGAN makin memanas memasuki hari ketujuh perhelatan Olimpiade 2012, London. China yang sejak awal perkasa memimpin daftar perolehan medali, kini mendapat ancaman serius dari pesaing kuatnya, Amerika Serikat (AS). Diketahui, sebelumnya negeri Tirai Bambu masih perkasa dengan raihan 17 emas, unggul lima emas atas AS di posisi dua dengan 12 emas. Namun, hari ini (kemarin waktu setempat) kontingen Negeri Paman Sam menggila dengan menambah enam emas, sementara China hanya satu. Hasil ini praktis membuat

persaingan dua Negara kandidat kuat juara ini, kian ketat. Ya, kedua Negara sama-sama mengoleksi 18 emas. Akan tetapi, China masih berhak memuncaki klasemen karena unggul jumlah medali perak (11-10). Sementara itu, bagaimana dengan Indonesia? Jika kemarin, kontingen Merah Putih menempati urutan 27, kini posisi Indonesia turun dua peringkat ke posisi 29. Peluang Indonesia untuk mendulang medali emas dari cabang bulutangkis pupus setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah atas pasangan China Xu Chen/Ma Jin pada semifinal Bulutangkis ganda campuran.

Kekalahan ini praktis membuat tradisi Indonesia dalam merebut emas di cabor Bulutangkis terhenti, karena Owi/ Butet –sapaan Tontowi/Liliyana merupakan satu-satunya pebulutangkis yang berpeluang melakukannya. Meski gagal melanjutkan tradisi emas, Owi/Butet masih berpeluang menyumbangkan medali perunggu buat kontingen Indonesia. Hari ini, ganda campuran nomor tiga dunia ini akan bertarung memperebutkan perunggu menghadapi pasangan Denmark Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Selain pasangan Tontowi/ Liliyana, Indonesia masih

menyisakan dua atletnya yang akan berjuang di cabor atletik. Mereka adalah Fernando Lumain dan Tryaningsih. Lumain akan tampil di babak peny-

isihan lari 100m pada Sabtu, sementara Tryaningsih yang turun di nomor lari marathon, baru akan bertanding Minggu (5/8/2012). (VS)

LONDON (VOKAL SUMSEL) ---Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangen mengatakan Indonesia semestinya tidak lagi hanya menggantungkan diri pada satu cabang untuk memperoleh medali emas di Olimpiade karena naik turunnya prestasi di cabang tersebut akan memengaruhi hasil di

Olimpiade. "Pulang dari sini kita segera evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Rio (de Janeiro), tentu kita tidak bisa hanya menggantungkan diri pada satu cabang karena akan terlalu berat bagi bulu tangkis," kata Andi, usai menyaksikan pertandingan semifinal ganda campuran

bulu tangkis di Wembley Arena, London, Kamis (2/8) waktu setempat. Menpora mengatakan pihaknya akan menyiapkan cabang-cabang lain yang juga berpotensi meraih medali di Olimpiade, seperti angkat besi dan panahan. "Angkat besi bisa disiapkan lebih awal. Begitu pula, panahan dan

beberapa cabang lain untuk program Indonesia Emas, termasuk untuk Rio," imbuh dia. Meski gagal meraih medali emas, Menpora menilai semua atlet telah berjuang sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik. "Kali ini kita kurang beruntung, tidak bisa menjadi juara di bulu tangkis. Tetapi masih perebutan medali pe-

runggu, saya harap Tontowi dan Liliyana segera bangkit dan berjuang karena medali perunggu," ungkap dia. Lebih jauh, Menpora juga berharap dua atlet Indonesia lainnya yang belum bertanding, Triyaningsih dan Fernando Lumain dari cabang atletik, dapat memberikan yang terbaik. (VS/OZ)

Djokovic Kontra Murray, Update Perolehan Medali Del Potro Tantang Federer China-AS Mulai Ketat, Indonesia Kehilangan Tradisi

Novak Djokovic

LONDON (VOKAL SUMSEL)– Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Novak Djokovic berpeluang menambah koleksi medali Olimpiadenya setelah berhasil masuk semifinal Olimpiade 2012 London cabang olahraga tenis di nomor tunggal putra. Di babak empat besar ini, Djokovic bakal berhadapan dengan petenis tuan rumah, Andy Murray demi memperebutkan tiket ke partai puncak. Djokovic menyingkirkan JoWilfried Tsonga dari Prancis dengan dua set langsung, 6-1 7-5 di babak perempatfinal, sedangkan Murray menyisih-

kan petenis Spanyol, Nicolas Almagro juga dengan straight set, 6-4 6-1. "Andy (Murray) adalah pahlawan tuan rumah," kata Djokovic, seperti dilansir RTE. ie, Jumat (3/8/2012). "Dia telah bermain lebih baik dari sebelumnya di lapangan rumput, saya harus berada di puncak permainan saya ketika melawan dia," lanjut petenis asal Serbia ini. Sementara itu, pada laga semifinal lainnya, petenis asal Swiss sekaligus peringkat satu dunia, Roger Federer bakal ditantang Juan Martin Del Potro dari Argentina. Federer menyisihkan John Isner dari Amerika Serikat di babak perempatfinal lewat pertarungan dua set, 6-4 dan 7-6, sedangkan Del Potro menaklukkan Kei Nishikori dari Jepang melalui dua set, 6-4 dan 7-6. Pertandingan antara Federer kontra Del Potro akan dimainkan pada Jumat (3/8/2012) pukul 12.00 waktu setempat, sedangkan laga Djokovic melawan Murray juga dimainkan pada jam yang sama, namun di lapangan yang berbeda. (VS)

Berikut perolehan sementara medali Pos/ Neg

Emas

Perak

Perunggu

1. China 2. AS 3. Korsel 4. Prancis 5. Inggris Raya 6. Jerman 7. Italia 8. Korut 9. Rusia 10. Kazakhstan 29. Indonesia

18 18 7 6 5 4 4 4 3 3 0

11 9 2 4 6 8 5 0 6 0 1

5 10 5 6 4 5 2 1 8 0 1

Total 34 37 14 16 15 17 11 5 17 3 2

Menpora: Jangan Lagi Cuma Bergantung Sama Bulu Tangkis

Manajemen Sriwijaya FC Minta Tiga Pemainnya Segera Mundur dari Timnas PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Meski telah menegaskan akan memberi sanksi kepada tiga pemainnya, Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan M. Ridwan karena memenuhi undangan timnas Indonesia PSSI Djohar Arifin, manajemen Sriwijaya FC masih memberi kesempatan kepada ketiganya untuk mundur. Direktur Teknik dan SDM PT SOM,

Hendri Zainuddin mengatakan, manajemen memberi tenggat waktu, berharap kepada ketiganya untuk memutuskan mundur dari timnas sebelum kick off laga persahabatan melawan Valencia dimulai. Jika ketiganya mundur sebelum laga dimulai, manajemen Sriwijaya FC masih bisa memaafkan dan membatalkan sanksi. Namun jika

ketiganya tetap pada pendirian, maka sanksi tegas akan diberikan. “Kita akan tunggu ketiganya sampai laga dimulai. Jika ketiganya memutuskan mundur, maka kita akan maafkan mereka. Namun jika mereka tetap bergeming, maka sanksi kepada mereka tidak dapat terelakkan lagi,” kata Hendri Zainuddin. Hendri menjelaskan, Laskar Wong Kito

memberikan toleransi ini dengan berbagai pertimbang. Sebagai punggawa utama tim, ketiganya memiliki andil besar terhadap pencapaian tim sepanjang musim lalu. Berkat kontribusi besar ketiganya, Sriwijaya FC berhasil keluar sebagai juara Indonesia Super League (ISL). “Atas dasar ini kita masih memberikan kesempatan

kepada ketiganya untuk mundur. Jika mereka mundur, maka kita masih bisa maafkan dan membatalkan sanksi,” jelasnya. Kendati memberikan kontribusi besar dan menjadi salah satu elemen penting klub, sebagai klub pemilik pemain, Sriwijaya FC tetap tidak bergeming akan memberikan sanksi kepada pemain yang membangkang,

termasuk ketiganya. “Siapapun dia, jika melakukan pelanggaran maka kita akan berikan sanksi. Dan sekali lagi kita tegaskan, jika mereka tetap ngotot, maka sanksi pasti akan kita jatuhkan meski saat ini kita belum dapat menentukan bentuk sanksi yang akan diberikan. Yang pasti kita akan jatuhkan sanksi,” tegasnya. (DAM)


Politik - Hukum

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

11

Polda Bali Tak Tahu Ada Turis Keracunan Arak DENPASAR (VOKAL SUMSEL) -- Kepolisian Daerah (Polda) Bali belum menerima laporan adanya warga negara Amerika Serikat (AS) yang mengalami kebutaan akibat mengonsumsi arak saat berlibur di Pulau Dewata. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Hariadi. “Belum ada laporan yang masuk ke kami soal insiden itu,” kata Hariadi sebagaimana

dilansir VIVAnews, Jumat (3/8). Lantaran belum ada laporan, Hariadi mengaku pi-

haknya belum bisa mengambil tindakan atas hal itu. Ia juga tak mau mengomentari lebih jauh insiden tersebut. “Kami belum bisa bertindak. Yang jelas kami tidak bisa berkomentar banyak terkait hal itu,” ungkap Hariadi. Apalagi, katanya, meski insiden itu mengemuka di luar negeri, namun tak ada fakta pasti tentang kebenaran peris-

tiwa itu. “Kami belum bisa menindaklanjuti sesuatu yang faktanya belum jelas,” ucap Hariadi mengakhiri perbincangan. Sebuah imbauan penting disampaikan dokter kepada wisatawan yang akan menikmati keindahan Pulau Bali. Agar menjauhi arak. Seperti dimuat situs Perth Now, Jumat 3 Agustus 2012, imbauan menyusul

insiden yang menimpa seorang turis Amerika yang mengalami kerusakan permanen pada penglihatannya akibat arak oplosan . Remaja 19 tahun itu mengalami keracunan metanol alias spiritus saat menenggak delapan hingga 10 gelas minuman gratis, campuran arak dan jus buah, di sebuah bar di Denpasar, Bali. (VS)

FOTO : DETIK.COM

Jokowi Dukung AK 47 Meletus, Dua Pengunjung Mal Terluka Deklarasi Anti Isu SARA kedua Pilkada DKI Jakarta 2012. Jokowi berpendapat, deklarasi anti-isu SARA adalah pelajaran yang baik untuk masyarakat. “Nggak masalah, malah bagus,” ujarnya, Jumat (3/8). Jokowi sendiri mengecam kampanye yang melontarkan isu berbau SARA. “Yang bagus itu a d u pro-

Jakowi FOTO : KOMPASIANA.COM

JAKARTA (VOKAL SUMSEL) --Calon gubernur DKI Jakarta, Jokowi, mendukung gagasan Ketua MPR Taufiq Kiemas untuk menggelar deklarasi anti-isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam rangka pertarungan putaran

gram, solusi, visi, misi. Bukan malah black campaign mengangkat isu kedaerahan, agama, etnis, dan lainnya,” kata Jokowi. Kampanye SARA, menurutnya, tidak efektif dan tidak santun dalam politik.

“Masyarakat membaca itu sebagai kampanye tidak baik,” kata pria yang juga menjabat sebagai Walikota Solo itu. Jokowi yakin masyarakat saat ini sudah lebih pintar dan cerdas untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk. “Mereka sudah bisa memilahmilah,” imbuhnya. Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Boy Bernadi Sadikin, merasa prihatin dengan kampanye berbau SARA yang disebarluaskan melalui ponsel dan media sosial. “Fitnah dan kampanye berbau SARA sangat kejam karena berpotensi menimbulkan perpecahan dan merusak kebersamaan warga Jakarta yang ingin perubahan menjadikan Jakarta baru yang jauh lebih baik dari saat ini,” kata dia. Boy pun meminta para pendukung Jokowi-Basuki untuk bersabar dan tidak terpancing dengan berbagai isu SARA. “Kami menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada warga Jakarta yang pintar, cerdas, dan rasional untuk menilai persoalan SARA ini dengan jernih,” ujar dia. (VS)

JAKARTA (VOKAL SUMSEL)-Karena melakukan tindakan lalai, Brigadir Satu RG, Bintara Dit Sabhara Polda Metro Jaya, harus menjalani pemeriksaan. Ia disangka lalai karena senjata api laras panjang jenis AK 47 yang sedang dipegangnya meletus. Senjata api AK 47 milik Brigadir Satu RG, meletus saat yang bersangkutan akan masuk ke

sebuah toilet di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 2 Agustus 2012, sekitar pukul 14.45 WIB. Proyektil senjata itu meletus ke arah lantai dan mengenai Aditya Pradana dan Ahmad Syakiri pengujung mal. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di kawasan Kelapa Gading. “Telah

terjadi kelalaian yang mengakibatkan korban luka akibat pecahan lantai yang berasal dari rekoset tembakan senapan AK 47,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (3/8). Ditambahkan Rikwanto, atas kejadian ini, Polres Jakarta Utara sudah melakukan olah tempat kejadian dan memerik-

sa Briptu RG oleh Propam dan menyita barang bukti berupa senjata jenis Ak 47 dan selongsong peluru. Briptu RG, adalah Bintara Dit Sabhara Polda Metro Jaya yang sedang mendapat tugas untuk melakukan pengawalan terhadap petugas PT Securicor untuk mengambil setoran uang dari tenant Zara Mal Kelapa Gading. (VV/VS)

FOTO : DETIK.COM

Senjata AK Ditangan Petugas.

Jaga Arus Mudik, Sniper Tommy Minta Otak Pelaku Pembunuhan Rian Disiagakan di Pantura KPK Limpahkan Terancam Hukuman Mati Kasusnya ke Polisi

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Terdakwa Robert Pratama (19), dalang pembunuhan terhadap Ryan Karisma (17) yang tewas karena dibunuh oleh Satrio Wibowo, menjalani sidang perdananya, Kamis (2/8) kemarin di Pengadilan Negeri Palembang. Ia diancam hukuman mati setelah dirinya didakwa pasal pembunuhan secara berencana dan dijerat dengan empat pasal sekaligus,yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 339 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 ayat (1), ayat (4) KUHP. Sidang yang berlangsung tanpa dihadiri oleh keluarga korban maupun keluarga terdakwa. Namun penjagaan berlangsung ketat dan terlihat disetiap pintu masuk ruang sidang berdiri petugas yang berjaga-jaga guna menghindari kericuhan seperti sidang terdakwa Satrio sebelumnya. Hakim Ketua persidangan, Agusti SH memulai persidangan dengan mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Een Supardi SH membacakan dakwaan. Robert didakwa menjadi bos besar dalam pembunuhan tersebut karena terdakwa Robert lah yang menyiapkan langkah demi langkah rencana licik untuk mengahabisi korbannya Ryan Karisma, sedangkan Satrio Wibowo temannya adalah pelaku atau pengeksekusinya. “Bahwa terdakwa Robert bersama terdakwa Satrio Wibowo telah melakukan , menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain” ungkap Een. Diungkapkan Een, pembunuhan bermula saat Ahmad, warga Lubuklinggau minta dicarikan mobil Honda Jazz kepada Robert. Robert kemudian menghubungi Satrio yang tinggal di Palembang. Namun, Satrio hanya menyanggupi menyediakan sepeda motor. Robert setuju, tetapi harus sepeda motor Satria Suzuki FU. Robert, Ahmad, dan Agit berangkat dari Lubuklinggau ke Palembang menumpang kereta api. Sesampainya di Palembang, mereka singgah di rumah tante Robert, Fatmawati di Jalan Inspektur Marzuki, Lorong Bhakti, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1. Pada Rabu 19 Oktober 2011, Robert, Ahmad, dan Agit bertemu dengan Satrio di kamar lantai 2 rumah Fatmawati untuk merencanakan pembunuhan tersebut. Setelah mempersiapkan dua pisau, Satrio dan Ahmad pergi menjemput Ryan di Jalan Taman Kenten. Ryan pun kemudian diajak jalan-jalan oleh Satrio dan Ryan mau karena kenal sama Satrio. Ryan dibawa ke rumah tantenya Robert. Di tempat ini, mereka meminum-minuman keras hingga mabuk. Setelah itu, Satrio membujuk Ryan untuk ikut mereka pergi menemui seorang wanita di kawasan kuburan Cina. Mereka berempat kemudian tiba di kuburan Cina. Akan tetapi Ryan bingung, karena wanita yang akan ditemui tidak ada sama sekali. Selanjutnya kemudian, Ryan menunggu saja dilokasi tersebut. Ketika Ryan lagi termenung menunggu, Satrio pun mengambil kesempatan ini untuk menghabisi nyawa Ryan dengan mencabut pisau yang telah disiapkannya lalu menusuk leher Ryan. Setelah Ryan terguling, Satrio kembali menusuk leher dan menggoroknya hingga memastikan bahwa Ryan telah benar-benar tewas. Mendengar dakwaan, Robert tenang saja. Ia didampingi oleh penasehat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Palembang, Romaita SH menyatakan pihaknya masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari kasus ini. Dan sidang dilanjutkan pekan depan. (ADI)

CYAN YELLOW MAGENTA KEY

FOTO : ILUSTRASI/DIZAYNER.RU

PANTURA (VOKAL SUMSEL) -- Jalur pantai utara (Pantura) di Jawa Barat sudah siap digunakan untuk arus mudik dan balik 2012 pada H-14 Lebaran. Hal tersebut diungkapkan Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) persiapan pengamanan jelang lebaran di Pos Polisi Losari, Kabupaten Cirebon, Jumat 03 Agustus 2012. "Seluruh ruas jalan di jalur Pantura Jawa Barat sudah bisa digunakan untuk arus mudik dan balik 2012, meski saya masih melihat adanya sejumlah perbaikan jalan," katanya. Polda Jawa Barat akan meyiapkan sebanyak 262 pos pengamanan dengan alat komunikasi di jalur mudik Pantura Jawa Barat.

Jaraknya 4,5 hingga 5 kilometer antar setiap pos. Pos pengamanan akan ditempatkan di Jomin–Ciasem–Pamanukan–Lohbener–Jatibarang–Palimanan-Cirebon. Untuk Jalur Tengah diletakkan di Sadang– Kalijati-Subang–Cikamurang–Cijelag–Kadipaten–Palimanan. Kemudian di jalur Selatan di Cileunyi–Nagreg–Malangbong–Ciawi– Cikoneng–Tasikmalaya. Dalam pengamanan mudik dan balik lebaran 2012 ini, kata Putut, pihaknya mengerahkan sebanyak 29.209 personel yang terdiri dari Polri sebanyak 20.320 personel dan instansi lain sebanyak 8.254 personel yang terdiri dari TNI, Pemda, dan mitra polisi. "Untuk di lokasi yang masih ada perbaikan jalan, kami akan menempatkan anggota untuk mengantisipasi kemacetan di lokasi tersebut," katanya. Sniper Diterjunkan Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas terhadap pemudik, Polda Jawa Barat akan menyiapkan satuan penembak jitu (sniper) di sejumlah titik rawan kriminalitas di sepanjang jalur Pantura. "Regu penembak jitu ini diterjunkan guna memberi perlindungan pada masyarakat saat mudik dan balik lebaran karena beberapa titik di jalur pantura rawan tindak kejahatan," kata Putut. Mereka akan disebar di seluruh jalur utama maupun jalur alternatif. Sistem penempatan sniper akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tim sniper bergerak dengan menggunakan sepeda motor dan mobil untuk berpatroli di sepanjang jalur mudik. Dia menambahkan, aturan yang dipakai dalam pengamanan adalah tembak di tempat apabila pelaku menggunakan senjata api atau senjata tajam yang dapat membahayakan korban. "Jika penjahat tidak mengunakan senjata, mereka harus dilumpuhkan," imbuhnya. Selain itu, petugas kepolisian setempat seperti polres dan polsek diwajibkan setiap jam melakukan patroli selama masa mudik lebaran. (VS/VV)

Pengurusan SIM Sebaiknya Dilakukan Pemerintah JAKARTA (VOKAL SUMSEL) - Untuk mengindari penyimpangan prilaku polisi sebagai penegakan hukum

maka pelayanan publik yang dilakukan polisi selama ini, seperti pengurusan Surat Izin Mengemudi

(SIM) dan STNK sebaiknya dikelola lembaga pemerintah. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis mengatakan, penegakan hukum dan pelayanan publik adalah dua hal berbeda. "Untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan perilaku polisi sendiri sebagai penegak hukum, maka serahkanlah pelay-

JAKARTA (VOKAL SUMSEL) --Tersangka kasus suap restitusi pajak PT Bhakti Investama Tbk, pegawai pajak Tommy Hindratno, meminta penyidikan perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan atau Kepolisian. Kasus Tommy sendiri saat ini dalam proses penyidikan KPK. “Dalam praperadilan itu intinya dia menyatakan KPK tidak berwenang melakukan penyidikan terhadap kasusnya, karena di dalam pasal 6 Undang Undang KPK, kewenangan KPK hanya menyidik mulai dari pejabat tertinggi negara seperti Ketua MPR/DPR sampai pejabat eselon satu,” kata kuasa hukum Tommy, Tito Hanantakusuma, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (3/8). Tommy Hindratno sendiri merupakan pejabat eselon IV A. “Jadi KPK tak berwenang menyidiknya. Oleh karena itu Pak Tommy minta berkasnya ini dilimpahkan kepada kejaksaan atau kepolisian,” ujar Tito. Hal lain yang menjadi pertimbangan Tommy dalam meminta perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan atau kepolisian adalah saat KPK menangkap rekannya sesama pegawai Direktorat Jenderal, yaitu AS yang bertugas di

anan publik itu ke lembaga pemerintah," kata Bambang. Pernyataan senada dikemukakan Alfons Loemau, dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). "Yang ngotot itu kan polisi lalu lintas. Polisi lain nggak ambil pusing mau ditaruh di mana pun," ungkapnya. Menurut Alfons, polisi lalu lintas berkeras mengelola pengurusan SIM dan

Tommy Hindratno FOTO : DETIK.COM

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor. Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan KPK ke kejaksaan dengan alasan perkara yang ditangani KPK overload. “AS itu jabatannya lebih tinggi daripada Tommy. AS eselon III. Nah, eselon III saja dilimpahkan ke kejaksaan, kenapa perkara Tommy masih di sini,” ucap Tito. Ia menegaskan, kliennya menginginkan adanya persamaan hukum. “Ada persamaan perlakuan. Kalau yang eselon III itu dilimpahkan ke kejaksaan, harusnya kasus dia juga dilimpahkan ke kejaksaan atau kepolisian,” kata Tito. (VS/VV)

STNK karena ada sesuatu. "Uangnya kan harus disetor ke negara. Kenapa sih harus mau repot-repot. Bertahan amat. Ada apa?" kata Alfons mempertanyakan. Pertanyaan Alfons tersebut diaminkan Bambang. Malah dia mensinyalir bahwa di balik sikap keras polisi untuk mengelola SIM dan STNK terdapat pertarungan para sponsor-penyokong dana ke Mabes Polri. (SAF)


12

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

Lintas Daerah

FOTO IZA/VOKAL SUMSEL

FOTO IZA/VOKAL SUMSEL

Pembuat kemplang yang terus berproduksi walaupun pasaran terasa sepi.

Warga Tetap Produksi Kemplang INDERALAYA, (VOKAL SUMSEL) — Pada bulan Ramadhan sekarang ini industri rumahan seperti usaha pembuatan kemplang dirasakan sebagian pengusaha kemplang di Indralaya menurun drastis. Untuk itu banyak warga yang dulunya bekerja menjadi pembuat kemplang kini beralih propesi. Berdasarkan pantauan Harian Vokal Jumat (3/8), Desa Tebing Gerinting merupakan desa yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pembuat kemplang. Setiap hari membuat kemplang tapi kini kebanyakan warga tersebut lebih memilih menghentikan sementara produksinya hal ini dikarenakan dengan hasil penjualan kemplang buat mereka sedang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kendati demikian masih ada warga yang tetap membuat kemplang seperti biasanya. Seperti yang diungkapkan Lina (32), salah satu pembuat kemplang mengatakan, omset pembuatan kemplang saat ini mengalami penurunan sebelum memasuki bulan puasa. “Biasanya kami bisa membuat kemplang dari 150 kg sampai 200 kg setiap harinya, akan tetapi untuk sekarang ini kami hanya bisa membuat kemplang 100 kg saja setiap harinya,” ungkapnya. Satu keping kemplang mentah dijual dengan harga Rp200, biasanya kemplang-kemplang tersebut didistribusikan ke luar kota seperti ke daerah Lahat, Pagaralam, Prabumulih, Palembang serta Ogan Ilir sendiri. Marni (48), salah satu pembuat kemplang juga merasakan hal yang sama. Penjualan dirasakannya sangat jauh menurun dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum memasuki bulan puasa. Terpaksa mereka mengurangi produksi pembuatan kemplang dari 200 kg setiap harinya sekarang menjadi 100 kg saja, tetapi tidak sampai menutup tempat pembuatan kemplang ini. “Tempat pembuatan kemplang saya ini merupakan mata pencarian saya dan beberapa orang yang bekerja di sini juga menghasilkan sedikit uang dari bekerja membuat kemplang sekarang ini. Kalau lagi ada pesanan, baru kami berani untuk membuat sedikit lebih banyak dibandingkan dengan hari biasanya,” jelasnya.(IZA)

Perusahaan Wajib Lapor Loker ke Disnakertrans LAHAT, (VOKAL SUMSEL) — Seluruh perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, dan migas, wajib menyampaikan lowongan kerja (loker) kepada Disnakertrans untuk perekrutan pencari kerja (pencaker). “Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lahat ini, sekiranya wajib untuk menyampaikan loker kepada Disnakertrans, untuk mengisi posisi yang dibutuhkan,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Lahat, H Hasnul Basri HS SH MM, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja (Penta Kerja), Drs Joko Purwanto MM, Jumat (3/8). Loker dari perusahaan tersebut kemudian akan dimasukkan ke sistem bursa kerja online (BKOL), dimana pencaker tinggal membuka websitenya di akun www.infokerja.depnakertrans. go.id. “Loker yang disampaikan pihak perusahaan, akan dilanjutkan ke sistem BKOL yang ada di Disnakertrans, dimana, pencaker tinggal membuka website yang disebutkan diatas, sehingga mereka akan mengetahui, jenis perkerjaan apa yang disesuaikan dengan disiplin ilmu,” papar Hasnul lagi. Bagi perusahaan yang kedapatan tak melapor, Joko mengatakan, tentunya ada sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan tersebut. Dimana hal ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.4/1980 tentang wajib lapor loker. Oleh sebab itu, Disnakertrans akan lebih aktif lagi dalam menyampaikan kepada perusahaan. “Akan ada sanksi tegas yang akan dijatuhkan jika ada pihak yang melanggarnya,” tegasnya. Untuk itulah, kepada seluruh perusahaan diminta kerjasamanya dalam loker, dan bila perlu mereka merekrut karyawan lokal, disesuaikan dengan skill (kemampuan, red). “Kepada perusahaan supaya dapat memperkerjakan antar kerja antar lokal (AKAL), berdasarkan dengan keahlian yang mereka miliki, oleh sebab itulah, perusahaan wajib memberikan pembinaan kepada mereka guna menerima skill tersebut. Dimana, di Disnakertrans ada LLK untuk pembinaan, disana, mereka akan dilatih dari tenaga ahli,” papar joko.(DIN)

Batang Hari S embilan Chairul Saleh Matdiah Koleksi Berita Ishak Mekki di Ruang Kerja Siapa yang tidak kenal Chairul Saleh Matdiah, salah seorang pengacara terkenal di Sumatera Selatan. Saat ini Chairul yang aktif di Partai Demokrat (PD), dikenal sebagai sosok yang paling getol memperjuangkan H Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018. Dalam bekerja, tidak ada kata tanggung dalam sejarah hidup seorang Chairul Saleh Matdiah. Pun dalam soal memperjuangkan seseorang untuk menduduki posisi penting, baginya, totalitas adalah sesuatu yang bukan asing lagi baginya. Apa pun akan dia kerahkan untuk mendorong seseorang menduduki posisi penting. Dan, salah satu ekspresi kecintaan Chairul terhadap Ishak Mekki, dia buktikan dengan mengoleksi puluhan berita yang terkait dengan sosialisasi, si-

lahturahmi Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan itu di berbagai daerah. Semua dia aktivitas kandidat Ishak Mekki itu dia bingkai dan dipanjang di ruang kerjanya. Setidaknya, selama empat bulan belakangan, dinding ruang kerjanya sudah dipenuhi oleh kegiatan sosialisasi Ishak Mekki bersama organisasi massa, maupun kelompok masyarakat di Sumatera Selatan. Pemberitaan yang rata-rata satu halaman koran itu dibingkainya, kemudian dipajangkan di dinding ruang kerja kantornya di Jalan Kapten A Rivai Palembang itu, sepertinya menjadi penyemangat Chairul bekerja. Koleksi berita Ishak Mekki itu diambil dari hampir semua media massa atau koran yang terbit di Sumatera Selatan. “Saya sangat mendukung beliau, sebab beliau memang

pantas dan layak buat memimpin Sumsel. Saat ini saya hanya punya satu ambisi dan semoga diridhoi dan dilancarkan jalannya Allah, yakni memperjuangkan Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumsel mendatang. Saya tidak punya ambisi pribadi dengan politik terhadap apa yang saya lakukan untuk beliau,” ujar Chairul. Menurut Chairul, Ishak Mekki merupakan sosok pemimpin yang santun, tidak banyak berjanji tapi banyak memberikan bukti dalam kerjanya buat kepentingan rakyat. “Yang lebih penting dia sangat taat beragama dan keluarganya sangat harmonis,” ujarnya. Sebagai ekspresi kecintaan dan dukungannya terhadap Ishak Mekki, pada 11 Agustus 2012 mendatang, dia akan menghadirkan seribu warga Palembang dari berbagai pe-losok

Dinding ruangan kerja Chairul Saleh Matdiah dipenuhi dengan bingkai kliping sosialiasasi Ishak Mekki.

di kota pempek ini untuk melakukan salat tarawih dan doa bersama untuk Ishak Mekki. Di antara undangan itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, Chairul akan mengundang ratusan anak yatim-piatu. “Saya ini dicoba Allah den-

gan sejumlah penyakit, dan para anak yatim piatulah yang telah menolong hidup saya,” kata Chairul yang mengatakan bersedekah pada anak yatim piatu merupakan kewajiban setiap muslim. (FJ ADJONG)

Tak Ada THR di Pemkab OKI KAYUAGUNG, (VOKAL SUMSEL) — Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2012 ini Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga tidak menyediakan anggaran dana untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab OKI. Kebijakan pemberian THR itu diserahkan kepada kebijakan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab OKI. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten OKI, Muslim SE, MSi, saat di konfirmasi Jumat (3/8) mengungkapkan, secara garis besar Pemkab tidak menggarkan THR untuk pegawai. “Seperti tahun lalu, pemberian THR pegawai baik itu PNS

maupun Honorer itu sesuai kemampuan pimpinan SKPD masing-masing,” kata Muslim. Pemberian THR untuk PNS dan tenaga honorer menggunakan dana APBD, memang sudah tidak diperbolehkan lagi. Alasannya, tidak ada pasal yang mangaturnya dalam APBD masing-masing daerah.

“Kecuali THR tersebut sifatnya diberikan secara pribadi,” terangnya. Dengan Demikian pihaknya meminta kepada PNS dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab OKI tidak terlalu berharap banyak dengan THR yang akan diberikan Pemerintah, mengingat pemerintah pusat saat ini sedang mencanangkan Gerakan Efisiensi Anggaran, baik APBN maupun APBD dengan mengutamakan kepe-ntingan masyarakat. Muslim menjelaskan, Pemkab OKI lebih memprioritaskan pemberian intensif bagi para guru dan tenaga kesehatan yang berada di daearah terpencil. Kemudian Pemkab OKI juga memprioritaskan pembayaran tunjangan dan lainnya lebih te-

pat waktu dari pada menganggarkan untuk THR. “Tetapi kami yakin setiap SKPD dapat memberikan tunjuangan hari raya bagi pegawainya sesuai dengan kemampuan masing-masing,” jelasnya. Hal ini dibenarkan oleh Kabag Keuangan Setda OKI, Daud, SIP saat ditemui mengatakan memang seperti tahun lalu Pemkab OKI tidak menggarkan THR untuk pegawai. “Jika memang ada pemberian THR itu sesuai dengan masing-masing kebijakan dan kemampuan SKPD,” tambahnya. Sementara itu Asisten II Setda OKI Drs Edwar Candra, mengatakan walaupun Pemkab OKI tidak menganggar-kan THR bagi pegawai, pihaknya

berharap pegawai tetap bekerja dengan aktif selama bulan Puasa. “Kita berharap Pegawai bisa paham, hal ini dilakukan untuk mengefisiensi anggaran, selain itu PNS juga tidak boleh bermalas-malasan,” terangnya. Sementara salah seorang PNS di lingkungan pemkab OKI mengatakan saat ini pegawai tidak bisa berbuat banyak, jika memang tidak ada anggaran PNS juga tidak akan menuntut. “Posisi lebaran tahun inikan jatuh pada pertengahan bulan, itu artinya kita belum memgang uang gaji, kalau ada sembako hal itu tentu dapat membantu kami untuk PNS yang golongan bawah,” pungkasnya. (RDN)

Guru tak Berkemampuan Anggota DRPD Online Mulai Was-was OI Belum Gajian LAHAT, (VOKAL SUMSEL) — Sejumlah guru calon peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Lahat mulai diliputi rasa khawatir. Pasalnya, meski terdaftar dalam peserta ujian tersebut, sebagian besar dari mereka dikabarkan tidak mahir mengoperasionalkan perang-kat komputer atau sistem online yang mau tak mau menjadi salah satu materi tes nan-tinya. Dengan kondisi tersebut, rasa was-was tidak akan lulus mengikuti UKG tersebut jelas menghantui dan menjadi momok bagi kalangan guru tertentu tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadisdiknas) Kabupaten Lahat, Drs A Cholil Mansyur MM, melalui Kabid Tenaga Teknis, Hermawati beberapa waktu lalu. mengatakan, rasa was-was tersebut berdampak pada semangat guru tersebut mengikuti ujian. Bahkan menurutnya, pemikiran guru tersebut jika tidak lulus, maka tunjangan profesinya bakal dipotong. “UKG ini merupakan harga mati. Jadi harus siap apapun resikonya. Setiap guru tidak bisa menolaknya,” ungkap Hermawati, kemarin. Hermawati memastikan, jika UKG tidak akan mempengaruhi tunjangan profesi guru.

Menurutnya, tujuan UKG adalah pemetaan guru profesional. Guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, mulai tingkat pendidikan usia dini sampai menengah pada jenjang pendidikan formal, dasar, dan menengah.

“UKG ini merupakan harga mati. Jadi harus siap apapun resikonya. Setiap guru tidak bisa menolaknya,” Hermawati Kabid Tenaga Teknis

Menurutnya lagi, dalam UKG nanti, guru dan kepala sekolah bersertifikasi harus bisa memakai computer, maupun tahu akan internet. Dikarenakan, UKG yang akan dilakukan nanti melalui online. “UKG ini dilakukan secara online. Jadi bagi guru dan kepala sekolah bersertifikasi diwajibkan jauh-jauh hari bisa tahu akan komputer maupun

penggunaan dari internet, dan pelaksanaan ujian ini guru dan kepala sekolah harus tepat waktu berada di lokasi UKG,” jelasnya. Untuk lokasi ujian sendiri, rencananya melibatkan beberapa sekolah untuk ruang ujian. Sebut saja, SMAN 1 Lahat, SMAN 2 Lahat, SMAN 4 Lahat, SMA Santo Yosef. SMP Santo Yosef, SMKN 1 Lahat, SMKN 2 Lahat, dan SMK Tiara. “Jadi, lokasi dan nama peserta yang mengikuti UKG ini, bisa dilihat di papan pengumuman kantor Disdik Kabupaten Lahat. Karena kita akan menempelkan nama-nama peserta, beserta tempat lokasi UKG pesertanya,” urai Herawati lagi. Sementara itu, salah seorang guru sertifikasi dari tingkat SD di Lahat yang meminta namanya disimpan mengakui hal tersebut. Menurutnya, selama ini dirinya belum paham betul dalam mengaktifkan komputer secara online. Oleh karena itulah dirinya bersama guru-guru lain yang akan mengikuti UKG mendatang merasa khawatir jika benar-benar tidak bisa melakukan online. “Makanya, saya selalu belajar bagaimana caranya mengaktifkan komputer dalam systemonline menjelang UKG mendatang,” jelasnya. (DIN)

INDERALAYA, (VOKAL SUMSEL) — Sejumlah anggota DPRD Ogan Ilir (OI) sejak beberapa hari mengeluh lantaran terlambat menerima gaji per 1 Agustus. Pasalnya, masih menunggu Surat Kuasa (SK) Pengguna Anggaran (PA) Sekretaris DPRD OI Diro Wardi. “Kami sudah beberapa hari terakhir tidak menerima gaji. Tapi jangan masukan nama kami dalam berita ya,” kata salah satu anggota DPRD OI yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (3/8). Dikatakannya, keterlambatan pembayaran gaji anggota dewan tersebut dialami seluruh anggota dewan yang mencapai 40 orang, termasuk para unsur pimpinan DPRD. Akibatnya, sebagian anggota DPRD OI harus rela menggunakan uangnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan. Menurut informasi yang berkembang, alasan keterlambatan pembayaran gaji ini lebih disebabkan masih dilakukannya proses untuk dikeluarkannya SK PA bagi Sekwan OI. “Kami diminta untuk bersabar dan menunggu sampai dikeluarkannya SK PA bagi Sekwan OI. Tapi harus berapa lama,” ujarnya. Sementara itu Ketua DPRD OI Iklim Cahya membenarkan belum diterimanya gaji bulanan seluruh anggota DPRD OI, termasuk pimpinan. “Memang kami belum menerima gaji terakhir per 1 Agustus kemarin. Keterlambatan pembayaran gaji ini memang terkendala SK PA speciment bagi Sekwan OI. Sekwan sekarang ini baru dilantik menggantikan pejabat lama sehingga memerlukan SK PA baru,” ujarnya. Iapun memprediksikan SK PA Sekwan OI ini dapat secepatnya keluar sehingga pembayaran gaji anggota dewan dibayarkan. Terkait banyaknya anggota DPRD OI yang bolos kerja dan mengikuti paripurna, lanjut politisi Partai Golkar ini, sebenarnya semua itu tergantung dari pimpinan fraksi dan Badan Kehormatan yang memberikan sanksi atau tidak terhadap anggota dewan yang bolos. “Hanya saja BK ini ada kelemahannya yakni didominasi orang dalam anggota dewan. Jika saja ada 3 orang luar yang menjadi anggota BK, maka penegakan disiplin anggota dewan dapat berjalan,” jelasnya. Terpisah Sekretaris DPRD OI Diro Wardi mengatakan pihaknya terus mengawal proses dikeluarkannya SK PA Sekwan OI tersebut. (OSO)

Kelompok Tani Dapat bantuan Mesin Tetas Dalam rangka pengembangan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan tarap hidup bagi kelompok tani, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberikan bantuan mesin tetas telur sebanyak 6 unit kepada kelompok tani yang melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang ada di sejumlah kecamatan. Pemberian bantuan ini adalah merupakan salah satu usaha pemerintah, khususnya

pemerintah kabupaten OKI melalui Dinas Peternakan OKI yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian rakyat. Paling tidak bagi rakyat kecil yang berbasis global dan mempunyai keunggulan tersendiri yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Seperti yang diungkapkan Ir Amirudin, Kepala Dinas Peternakan OKI kepada harian Vokal kemarin (3/8), bantuan mesin tetas tersebut bertujuan untuk

mengembangkan perekonomian di bidang peternakan yang berorientasi global dengan keunggulan komperatif, sesuai jenis usaha peternakan di daerah masing-masing. “Harapannya agar dapat meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat kecil menengah yang merupakan bagian dari kelompok tani Dinas Peternakan OKI,” ujarnya.

Selain itu dia juga menambahkan, upaya yang telah dilakukan ini juga dalam rangka meningkatkan usaha kecil menengah serta mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumberdaya lokal. Sasaranya pun tidak lain untuk meningkatkan segala potensi yang ada di daerah bagi pemenuhan segala kebutuhan masyarakat, khususnya bagi masyarakat daerah pedesaan.

Selain memberikan bantuan mesin tetas, Disnak OKI juga memberikan bantuan 1 unit mesin pengelola pupuk organik dan 200 liter decomposer yang semuanya berguna untuk meningkatkan produktivitas dengan jalan menggunakan teknologi tepat guna. Juga pemanfaatan limbah peternakan itu sendiri yang dapat dikelola dengan baik oleh para peternak, sehingga lebih berdaya guna dan lebih bisa dimanfaatkan lagi bagi para pe-

ternak untuk keperluan yang lainnya seperti dikelola menjadi pupuk dan sebagainya. “Adapun sasaran bantuan ini adalah sentra petani yang memiliki potensi hasil peternakan yang tinggi sehingga kedepan para kelompok tani memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan hasil peternakannya,” kata Amir. Pemerintah sendiri akan selalu mendukung dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bagi

para petani dan peternak yang ada di OKI. Ada beberapa daerah yang akan diberikan bantuan mesin tetas tersebut adalah khususnya daerah-daerah yang mempunyai potensi untuk lebih dikembangkan dan diketahui nama-nama desa yang menerima bantuan tersebut di antaranya Desa Mulya Jaya, Lubuk Seberuk, Pangarayan, Kelurahan Kutaraya, Jua-Jua, dan kota Kayuagung. (HENDRI YUSUF)


Batang Hari S embilan Pelayanan Air Bersih di Pagaralam tidak Optimal Sebagian besar pelanggan air PAM protes penyediaan dan pelayanan air bersih tidak maksimal, di wilayah Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan. “Kejadian ini me nga kibatkan ribuan pelanggan tidak bisa menerima pasokan air bersih secara normal,” ujar Agus (39) warga setempat, Jumat (3/8). Menurutnya, persedian air PAM berkurang sudah dirasakan hampir lima belas hari, bahkan perna mengalami sampai empat hari berturut-turut tidak mengalir sama sekali. “Kami terpaksa mengambil air bersih ditempat warga yang mempunyai sumur bor, bahkan ada sebagian warga langsung mengambil di Sungai Lematang dengan mengunakan jerigen,” ujarnya. Selain jarak cukup jauh, kata dia, ada sebagian warga memesan langsung dari sopir tangki air milik Kantor PAM Pagaralam. “Berhubung jarak tempuh cukup lumayan, terpaksa sebagian warga membeli air bersih de ngan harga berkisaran

Kantor Pengelolaan Air Mineral Kota Pagaralam

Rp20.000 sampai Rp50.000 per tangki,” ungkapnya. Lanjut dia, Permasalahan pasokan air kurang menjadi perhatian serius pemerintah setempat, terlihat puluhan warga kerap kali mendatangi Kantor PAM setiap harinya guna melaporkan keluhan tersebut.

“Warga mengancam akan demo jika pihak pengelola air mineral Kota Pagaralam tidak segera mengatasi keluhan pelanggan,” ungkapnya. Hal senada diucapkan Dedi (46) warga Jalan Dempo Raya Perumnas Nendagung, pasokan air sering berkurang, bah-

kan sering mati total hingga berhari-hari. Sepertinya pihak pengelola tidak memperdulikan keluhan sejumlah pelanggan yang begitu membutuhkan pelayanan air bersih. “Kami sudah berulang kali melaporkan kejadian ini kepada pihak dinas terkait, namn

belum juga dilakukan perbaikan,” jelasnya. Merasa tidak diperdulikan, kata dia, sejumlah warga berjanji akan kembali mendatangi Kantor PAM dengan massa lebih banyak lagi mengingat kondisi yang ada saat ini semakin parah. “Jaringan air bersih dikawasan ini sering mati total selama berhari-hari, membuat warga tidak dapat melakukan aktivitas dapur dan mandi,” ungkapnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Hariadi Razak, ST MM didampingi Kasi Pengelolaan Air Mineral, Eko mengatakan, memang benar suplay air pada kawasan Perumnas Nendagung dan sekitarnya sedikit, dikarenakan jaringan air bersih pada lokasi tersebut mengalami kerusakan akibat pipa tersumbat. “Kita sedang melakukan perbaikan pada jaringan tersebut, untuk sementara pihaknya mengurangi suplay air dikarenakan sedang melakukan perbaikan,” ujarnya singkat. (ANTONI STEFEN)

Insentif Guru Ngaji Menuai Kritikan LAHAT, (VOKAL SUMSEL) -- Sebagian guru-guru pengajian (ustads/ustadzah, red) di Kabupaten Lahat belakangan mempertanyakan dasar penetapan pemberian uang insentif yang baru saja diterima sejumlah guru ngaji lainnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat. Guru-guru ngaji tersebut menyesalkan, tidak adanya transparansi mekanisme yang dilakukan Pemkab atau melalui pihak terkait di dalamnya, sebelum memberikan insentif tersebut. Akibatnya, guru ngaji yang semestinya berhak menda pat kan insentif tersebut justru tidak memperoleh apaapa. “Ada yang hanya sekadar nebeng nama saja di sebuah masjid tertentu, usia mereka juga tergolong muda. Sedangkan, mereka yang sudah berbakti belasan tahun justru tidak

diakomodir. Ini yang kami pertanyakan kepada Pemkab Lahat,” ungkap RA (inisial, red), salah seorang guru ngaji di Kabupaten Lahat ditemui kemarin. Menurutnya, uang insentif sebesar Rp100.000 per bulan tersebut, sebenarnya dinilai belum cukup membantu kehidupan para guru ngaji sehari-hari. Kendati demikian, menurutnya, setidaknya Pemkab Lahat lebih memperhatikan kesejahteraan guru ngaji tersebut. “Bahkan, ada guru ngaji yang umurnya sudah di atas 50 tahun, tapi belum juga menda-

patkan insentif tersebut. Jika mau dikatakan adil, ini jelas tak adil,” ujarnya lagi. Keluhan beberapa guru ngaji ini muncul setelah Pemkab Lahat memberikan kucuran dana insentif kepada 1.815 orang guru ngaji yang tersebar di 21 kecamatan di Lahat. Insentif sendiri terhitung Januari hingga Agustus 2011, per orangnya mendapatkan Rp800.000. Menurut Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE sendiri, pemberian insentif merupakan bentuk penghargaan atau apresiasi dari Pemkab Lahat terhadap jasa dan ketulusan para guru ngaji dalam mengembangkan Islam di kabupaten Lahat. Tak hanya itu, guru ngaji berperan besar dalam membangun moral yang baik ditengah masyarakat.

Terkait masih adanya guru n g a j i y a n g b e l u m m e ndapatkan insentif, Aswari berharap agar tetap bersabar. Ia meminta, kepada pihak terkait agar ke depan semuanya bisa terdata. Menurutnya, selama masa kepemimpinannya jatah insentif untuk jumlah guru ngaji terus ditingkatkan ke depannya. “Setelah ini, jumlah guru ngaji yang dapat insentif akan kita tingkatkan. Kita ingin guru ngaji ini terus bertambah setiap tahunnya. Jadi yang saat ini belum dapat, kita harapkan untuk sabar, Insya Allah ke depan sudah dapat,” jelasnya. Hal yang sama juga diutarakan Ketua Badan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Lahat, Syafei. Dirinya membantah jika proses pemberian uang insentif tersebut tebang

pilih. Menurutnya, sebelum yang bersangkutan menerima kucuran dana tersebut, pihaknya bersama Pemkab Lahat, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) membentuk sebuah tim bayangan yang turun ke lapangan dan melakukan survei. Proses ini pun dilakukan sebanyak dua kali. “Jadi tidak ada yang namanya pilih kasih. Kita tetap melakukan sesuai prosedur,” tegas Syafei. Kendati demikian, dirinya mengakui jika masih ada guru n g a j i y a n g b e l u m m e ndapatkan dana insentif tersebut. Dari 2.072 guru ngaji yang terdata di Kabupaten Lahat, masih ada 257 guru ngaji lagi yang belum menerimanya. “Insya Allah, kita upayakan untuk dikucurkan secepatnya,” jelasnya.(DIN)

Simulator Tes SIM Lahat Baru Tahap Sosialisasi

Ilustrasi alat simulator SIM

LAHAT, (VOKAL SUMSEL) -- Sistem baru di dunia pengurusan surat izin mengemudi (SIM) di Lahat, nampaknya sampai pertengahan tahun 2012 ini, belum berjalan begitu maksimal. Se-

jauh ini jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lahat belum menerapkannya secara optimal, alias masih menggunakan metode manual yang selama ini dijalankan, yang me-

foto:media.viva.co.id

mang sejauh ini masih dianggap optimal. Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi SIk, didampingi Kasatlantas, AKP Ary Sudrajat SIk, melalui Baur SIM, Bripka

Purnain ditemui kemarin (3/8) menjelaskan, sejauh ini memang untuk alat simulator sendiri sudah terpasang di Mapolantas Lahat, hanya saja belum difungsikan secara optimal secara keseluruhannya. “Pertanggal 21 Juni 2011 dan 22 Januari 2012 memang kita sudah terima yaitu 2 unit alat si mulator pengurusan SIM yang ada, baik untuk kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat. Hanya saja, sejauh ini masih belum difungsikan maksimal, karena masih butuh penyesuaian dan aturan hokum lanjutannya,” ungkap Purnain. Dilanjutkan Purnain, sejauh ini Satlantas Lahat sendiri yang membawahi 2 Kabupaten, merasa pelayanan kepengurusan SIM baru atau perpanjangan masih bisa dilakukan dan dilayani dengan metode manual,

yaitu pemohon langsung dating ke Mapolantas, mengajukan berkas permohonan, mengisi formulir, menjalani tes pengetahuan rambu-rambu lalulintas dan berkendara lainnya. “Memang sejauh ini pengurusan SIM dianggap masih jauh dari kata maksimal. Dimana dalam sebulannya, baru sekitar 400 berkas pemohonan yang dimajukan, dari jumlah minimal 1000 pemohon normalnya,” papar Purnain lagi. Namun, saat ini dikemukakannya proses menuju tahap pengurusan SIM baru menggunakan metode simulator sudah dipersiapkan semaksimal dan sematang mungkin. Sosialisasi juga terus digencarkan dilapangannya, baik itu ke personal pemohon yang ada, dan dating ke Mapolantas, atau juga bahkan secara ‘jemput bola’ ke kawasan atau pihak-pihak tertentu di masyarakat. “Kita intinya siap saja menerapkan metode simulator ini ke depannya. Dengan terus mem persiapkan perangkat yang ada, petugas, serta sosialisasi ke masyarakatnya. Sesuai aturan yang ada, di UU no.22 tahun 2009 pasal 81 (5) huruf c sudah jelas mengaturnya,” tegas Purnain lagi. Nantinya, menurut bocoran Purnain lagi, jika memang sampai waktunya penerapan aturan ini sudah bias sepenuhnya dilaksanakan, bukan berarti metode lama (manual.red) dihapuskan begitu saja. Bahkan, metode manual itu nantinya bakal ditambahkan dengan metode simulator yang ada, demi hasil yang jauh lebih maksimal dilapangannya. “Ke depan, kita harapkan penertiban terhadap pemakaian kendaraan bias lebih baik dan tertib lagi, Satlantas intinya siap menyukseskan program Pemerintah tersebut,” ujar Purnain. (DIN))

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

13

Lintas Daerah Daerah Lintas

Ribuan Warga Sumsel Hadiri Majelis Dzikir SBY Nurussalam

Zikir SBY di Sumsel

PALEMBANG, (VOKAL SUMSEL) -- Meskipun banyak tekanan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, tapi sosok mantan Pangdam II Sriwijaya itu tetap diterima baik oleh masyarakat Sumatera Selatan. Ini terlihat ketika sekitar 5.000 jemaah Majelis Dzikir SBY Nurussalam memadati Aula Sriwijaya Hotel Swarna Dwipa, Jalan Tasik, Palembang, Jumat (3/08). Ribuan jemaah itu hadir untuk mengukuhkan Ishak Mekki sebagai Ketua Majelis Dzikir SBY Nurussalam Sumatera Selatan, serta melakukan dzikir bersama. Mereka yang hadir hampir semua ulama, tokoh masyarakat di Palembang, termasuk Ketua Yayasan Masjid Agung KH Kemas Ansyori Madani. Selain pengukuhan sang ketuanya, kegiatan ini juga menyantuni ribuan anak yatim-piatu di Palembang yang dilakukan Ketua Forum Rebana Sumsel Tartilah Ishak, serta doa dan zikir bersama. “Majelis ini sebagai sarana perjuangan rohani bagi bangsa Indonesia, yang mana saat ini kita mendapatkan banyak cobaan. Dzikir bukan hanya membuat diri kita menjadi tenang karena dekat dengan Allah, juga mendapatkan berkah dari Allah dari setiap langkah kita yang diniatkan dengan ikhlas,” kata Ishak Mekki.(FJA)

Jalan Lubuklinggau Dipasang CCTV NTMC LUBUKLINGGAU, (VOKAL SUMSEL) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Kota Lubuklinggau segera melakukan pemasangan lima unit CCTV (Closed Circuit Television) NTMC (National Traffic Management Centre) di sepanjang ruas jalan kota Lubuklinggau. “Lima ruas jalan yang dipasang yakni, di Simpang Empat Lapangan Terbang Jalan Yos Sudarso, di depan Supermarket JM Group, Simpang Empat RCA, dan Jalan Kenanga 2,”ujar Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Chaidir melalui Kasat Lantas, AKP Yhogi Hadi Setiawan, kepada Vokal Sumsel, diruang kerjanya, Jum'at (3/8). Mantan Wakasat Lantas Polresta Kota Palembang ini menjelaskan, pemasangan CCTV TMC ini karena jalan di Lubuklinggau merupakan jalur lintas Sumatera (Jalinsum) yang sangat tinggi volume kendaraannya. Sehingga, menyebabkan kepadatan dan menjadi masalah akibat terjadinya kemacetan di sejumlah titik. Pemasangan lima CCTV NTMC ini untuk memantau pergerakan kendaraan yang ada di sepanjang jalan Lubuklinggau bisa memberikan quick respons time pelayanan penegakan hukum. Selain itu, juga untuk pengendali lalu lintas, analisa dan evaluasi bidang lalu lintas, dan membantu meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan di jalan raya. Bahkan gunanya mempercepat penanganan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi nantinya. “Sekarang kita masih mengupayakan pemasangan kelima alat tersebut dan secepatnya alat tersebut bisa dioperasikan sehingga secara langsung petugas bisa melakukan pemantauan secara berkesinambungan dan sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah efektif dijalankan,” jelas dia. Diharapkan adanya CCTV NTMC memberikan terobosan baru dalam penanganan dan menciptakan tertib lalu lintas pada masyarakat Lubuklinggau. Sebab, semua aktivitas yang ada dijalan raya nantinya bisa terkontrol dengan baik secara berkesinambungan. (SYL)

Truk Bongkar Muat Pemicu Kemacetan

Jantung Kota Pagaralam semakin semerawaut

PAGARALAM, (VOKAL SUMSEL) -- Jantung Kota Pagaralam kian hari semakin semerawut, para petugas di lapangan kewalahan hadapi kemacetan kawasan kota, akibat maraknya truk barang melakukan bongkar muat di sepanjang Jalan Sersan Ali Aras, Kecamatan Pagaralam Selatan. “Biasanya pelanggaran terjadi didominasi maraknya angdes dan angkot tidak resmi masih mengunakan plat hitam, ditambah dengan truk barang bebas masuk kota dan untuk mengetahuinya saat terjaring razia petugas, namun hal ini jarang sekali dilakukan, ujar Dedi (41) sopir angkot Pasar Pagaralam-Terminal Nendagung, Jumat (3/8). Menurutnya, jika diamati sepertinya ada permainan antara petugas dengan para sopir truk barang, sehingga tindak memberikan sanksi tegas seperti tilang ataupun melarang dan memberhentikan truk barang itu masuk kota. Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi, Drs H Agustiar Effendi mengatakan, pihaknya berjanji akan segera melakukan penertiban serta menindak tegas keberadaan truk barang yang masih beroperasi di dalam kota, termasuk jika ada petugas yang terlibat akan ditindak. “Siapapun yang melakukan pelanggaran termasuk petugas di lapangan, akan diberikan sanksi yang tegas. Kami akan tertibkan semua truk barang yang melakukan bongkar muat di kawasan kota, termasuk angkot dan angdes liar yang sering melakukan pelanggaran dengan menerobos masuk ke kawasan pusat kota," tegas Agustiar. (TON)


14

Sabtu, 4 Agustus 2012

Harian Vokal Sumsel

Potret Mesjid Agung Terkini

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Awalnya Mesjid Agung Palembang adalah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin I atau dikenal sebutan Jaya Wikrama di era 1738. “Masjid Agung ini mulanya disebut sebagai Mesjid Sultan. Perletakan batu pertamanya tahun 1738 dan peresmiannya Senin 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748,” papar Ustad Kemas H Andi Syarifuddin SAg Ketua Bidang Materi Yayasan Mesjid Agung Palembang. Awalnya mesjid ini memiliki ukuran seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung sebanyak 1200 jemaah. Perluasan pertama baru dilakukan dengan wakaf Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab yang dilaksanakan pada 1897 di bawah Pimpinan Pangeran Nataagama Karta Mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin. Di awal pembangunan 1738 - 1748, sebagaimana masjidmasjid tua di Indonesia, Mesjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai menara. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (1758-1774) barulah dibangun menara yang letaknya agak terpisah di sebelah barat. Bentuk menaranya seperti pada menara bangunan kelen-

teng dengan bentuk atapnya berujung melengkung. Pada bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian badan. Sedang bentuk mesjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Agung ini sekarang ini telah mengalami berkali-kali perombakan dan perluasan. “Totalnya sebanyak 15 kali mengalami renovasi,” cetus Andi. Pada 1819 dan 1821, perbaikan mesjid ini dilakukan oleh pemerintah Belanda. Berikutnya, dilakukan penambahan dan perluasan pada 1893, 1916, 1950-an, 1970-an, dan terakhir pada tahun 1990-an. Kata Andi, pada pekerjaan renovasi dan pembangunannya tahun 1970-an oleh Pertamina. Yakni renovasi pembangunan menara sehingga mencapai bentuknya yang sekarang. Menara asli dengan atapnya yang bergaya Cina tidak dirobohkan. Perluasan kedua kali pada tahun 1930. tahun 1952 dilakukan lagi perluasan oleh Yayasan Masjid Agung yang pada tahun

Memupuk Jiwa Spritual di Klinik Kecantikan PALEMBANG (VOKAL SUM- di bulan ramadhan, pihaknya SEL) - Keberkahan ramadhan melaksanakan agenda buka begitu terasa di kalangan kaum bersama sepekan sekali dengan muslim, tak terkecuali klinik mendatangkan ustad pengisi kesehatan dan kecantikan ZA. tausiah. Di bulan suci ini, klinik kecan“Harapan kita semua karytikan ZA ini terus berupaya awan di sini berdedikasi tinggi meningkatkan sehingga klinik tali silaturkesehatan dan ahmi antara kecantikan manajemen ZA ini lebih dan karyawan. berkembang “Agenda tahunan di dan tentunya “Agenda klinik kencantikan ZA menjadi lebih tahunan di ini salah satunya adalah berkah,” samklinik kenmenggelar buka bareng. bung Wahyu. cantikan ZA Insya Allah, ke depanKata Wahyu, ini salah sanya para karyawan bisa selama ramatunya adalah jiwa spritual yang kuat,” dhan 1433 Himenggelar jriah ini, klinik buka bareng. Wahyu kesehatan dan Insya Allah, Manager Klinik Kesehatan kecantikan ke depandan Kecantikan ZA. ZA akan tetap nya para buka seperti karyawan bisa jiwa spritual yang kuat,” hari biasa, namun untuk jam demikian papar Wahyu, Man- kerja lebih cepat. “Jika hari biasa klinik ini tuager Klinik Kesehatan dan tup pukul 21.00, namun saat raKecantikan ZA. Sebuah rencana positif pun madhan kita tutup pukul 17.00 dikemukakan Wahyu. Khusus WIB,” tukas Wahyu. (DON)

FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL

Awalnya Mesjid Agung Palembang memiliki ukuran seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung sebanyak 1200 jemaah.

1966-1969 membangun tambahan lantai kedua sehingga luas mesjid sampai sekarang 5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750. Mesjid Agung merupakan masjid tua dan sangat penting dalam sejarah Palembang. Masjid yang berusia 259 tahun ini terletak di Kelurahan 19 Ilir atau tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudir-

man, pusat Kota Palembang. Tak jauh dari situ, ada Jembatan Ampera. Masjid dan jembatan itu telah menjadi land mark kota hingga sekarang. “Sejarahnya dulu, masjid yang berada di pusat kerajaan itu menjadi pusat kajian Islam yang melahirkan sejumlah ulama penting pada zamannya. Syekh Abdus Samad alPalembani, Kemas Fachruddin,

dan Syihabuddin bin Abdullah adalah beberapa ulama yang berkecimpung di masjid itu dan memiliki peran penting dalam praksis dan wacana Islam,” Andi menjelaskan. Arsitektur Mesjid Agung dan beberapa masjid lama di Palembang menawarkan bentuk-bentuk yang simbolik. Undak-undakan di pelataran dan di atap masjid, misalnya,

melambangkan tarekat atau perjalanan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tingkat pertama merupakan syariah atau tahap penertiban amal perbuatan yang baik, sesuai dengan tuntunan agama. Tingkat kedua mencerminkan hakikat atau proses pencarian atas ruh yang tersimpan di balik perbuatan yang kasatmata. Tahap ketiga menjadi puncak

perjalanan karena manusia telah mengalami marifat, mengenal hakikat Tuhan. “Bentuk undak-undakan ini senantiasa mengajak manusia untuk mengasah diri dengan menertibkan perbuatan, meraih makna, dan mengenal Tuhan. Tahap-tahap itu merupakan perjalanan spiritual yang tiada berakhir,” tutup Andi. (LAM)

Penjual Kue Musiman ‘Panen’ Rupiah PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - Lebaran Idul Fitri 2012 masih terhitung lama, namun banyak penjual kue musiman

yang bersiap-siap mendulang rupiah. Hajar Permai Sari atau angkab disapa Sari ini ke-

pada Harian Vokal Sumsel ini menyampaikan, biasanya menjelang lebaran nanti ia siap menerima pesanan kue

Lebaran Idul Fitri 2012 masih tersisa dua pecan lagi, namun banyak penjual kue musiman yang bersiap-siap mendulang rupiah. FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL

dari pelanggannya. Ada pesanan kuenya antara lain kue lapis, kue kik, kue suri, kue bolu dan tidak tertinggal pula kue delapan jam, yang memang sudah mentradisi setiap menyambut hari raya Idul Fitri di Kota Palembang. “Saya berbisnis kue lebaran ini sejak masih kuliah. Awalnya ya hanya coba-coba, namun berbekal sedikit pengalaman membuat kue, saya beranikan untuk memproduksinya,” kenang Sari. Jebolan Universitas Palembang ini mengatakan, sebelum memasuki ramadhan ia biasanya menjual kuenya bisa mencapai angka Rp150.000. Namun, sejak harga gula kini melonjak, Sari pun mematok harga jual kue sebanyak Rp180.000 untuk satu loyang, kue suri yang dulunya seharga Rp60.000, kini menjadi seharga Rp75.000, kue delapan jam yang sebelumnya seharga Rp150.000, kini menjadi Rp180.000, dan kue bolu yang tadinya seharga Rp70.000 menjadi seharga Rp85.000. “Saya memproduksi kuekue ini sendirian. Ya, naman-

ya bisnis rumahan beginilah,” cetus Sari. Kue-kue yang dijualnya, kata Sari, rata-rata memiliki tahan lama hingga batas waktu satu bulan lamanya. Soalnya, ia berusaha untuk tidak menambahkan bahan pengawet ke dalam kuenya. “Samalah dengan orang lain yakni membuat kue ini dengan cara manual. Seperti menggunakan alat kocok yang dari kayu sehingga untuk waktu lama, kue ini masih tetap masih enak,” terang Sari seraya berkata pada awalnya ia tidak memikirkan laba namun karena harga bahan naik ia terpaksa menaikkan harga jualnya. Kini, dalam seharinya Sari bisa mengahabiskan 7 kilogram tepung terigu untuk membuat adonan kue kering. “Dari bahan sebanyak itu saya mampu menghasilkan sebanyak 10 kota kue kering. Yang harganya bervariasi tergantung ukuran. Untuk ukuran kecil seharga Rp35.000 per kotak, ukuran sedang sebanyak Rp40.000, dan ukuran besar seharga Rp50.000 per kotak,” ungkap Sari. (DON)

Sifat-sifat yang Dimurka Allah PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) – Islam adalah berserah diri (tunduk patuh) pada Allah semata. Barangsiapa yang tunduk patuh pada Allah, juga pada selain-Nya, maka dia termasuk musyrik pada Allah (karena dia telah menduakan Allah). Demikian isi ceramah Ustad Sulaiman Mohamad Nur MA di Mesjid Agung Palembang, Jumat (3/8). Sulaiman memaparkan adapun sifat yang dimurka Allah antara lain riya’ adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Secara istilah berarti melakukan ibadah dengan

niat dalam hati karena demi manusia, dunia yang dikehendaki dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT. Dapat disimpulkan bahwa riya’ adalah melakukan amal kebaikan bukan karena niat ibadah kepada Allah, melainkan demi manusia dengan cara memperlihatkan amal kebaikannya kepada orang lain supaya mendapat pujian atau penghargaan, dengan harapan agar orang lain memberikan penghormatan padanya. “Ulama mengatakan artinya riya’ adalah melakukan ibadah karena mengharap arah kepada manusia supaya

mendapat keuntungan darinya baik pujian maupun penghormatan,” kata Sulaiman. Riya’ dibagi ke dalam dua tingkatan: riya’ kholish yaitu melakukan ibadah semata-mata hanya untuk mendapatkan pujian dari manusia, riya’ syirik yaitu melakukan perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan juga karena untuk mendapatkan pujian dari manusia, dan keduanya bercampur. Kedua sifat sombong, takabur, dan tinggi hati selalu beranjak dari asumsi bahwa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan

dan kemuliaan ketika dihadapkan pada kepemilikan orang lain. Allah membenci makhlukNya yang memunculkan sikap dan bersifat sombong. Kesombongan adalah sifat mutlak Allah yang tidak dibenarkan untuk dimiliki oleh selain-Nya. Manusia yang menyombongkan diri berarti telah merampas sifat mutlak Allah. Ia telah berusaha menyamai Allah yang Maha Kuasa. Dan, berarti mensekutukan Allah yang Maha Tunggal. ”Dan, janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri,” Sulaiman membacaran surat Luqman ayat 18. Selanjutnya adalah ujub secara bahasa adalah membanggakan (mengherankan) diri dalam hati (bathin), sedangkan dalam istilah diartikan memastikan (wajib) keselamatan badan dari siksa akhirat. Ujub ini termasuk dalam kategori dosa besar, dimana dalam hatinya bercongkol suatu sifat yang dapat menghilangkan kekua-

saan Allah, termasuk dalam segala perbuatan yang telah Allah ciptakan (sifat baik dan buruk) “Maka dari itu Allah berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 99 yang artinya ‘Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terdugaduga)?’. Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi,” unagkap Sulaiman. (LAM) Ustad Sulaiman Moh Nur

FOTO : ALAM/ VOKAL SUMSEL


Kabar Rantau Dugaan Korupsi APBD Rp116 Miliar,

Mantan Bupati Inhu Dituntut 14 Tahun Penjara PEKANBARU (VOKAL SUMSEL) -- Mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Raja Thamsir Rahman, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Riau. Tak dapat menahan kesedihannya. Manakala, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, menjatuhkan tuntutan hukuman yang berat kepada dirinya. Menurut JPU, S Waruwu SH yang dibacakan RF Ritonga SH. Raja Thamsir Rahman yang menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Atas kasus korupsi dana kasbon APBD Inhu. Terbukti bersalah menyelewengkan serta melakukan menyalahgunaan wewenang kekuasaan. Sehingga negara dirugikan ratusan milyar. Bukti kebersalahan Raja Thamsir tersebut, diungkapkan JPU dipersidangan, pada Jum’at (3/8/12) siang. Sidang dengan agenda pembacaan amar tuntutan itu, dibacakan JPU hadapan majelis hakim yang diketuai Muefri SH, beserta terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya. Dalam amar tuntutan dakwaan tersebut, JPU menjatuhkan tuntutan hukuman kepada terdakwa, selama 14 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 500 juta, atau di-

ganti (subsider) selama 6 bulan kurungan penjara,” ungkap RF Ritonga SH. Selain hukuman penjara dan denda, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 45,1 milyar. Jika tak dibayar, maka terdakwa wajib menggantinya dengan menjalani hukuman selama 5,6 tahun kurungan penjara,” terangnya. Tuntutan hukuman tersebut diberikan kepada terdakwa. Karena terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 junto pasal 18 UU no 31 tahun 1999, junto psal 55, tentang tindak pidana korupsi, dan ikut secara bersama sama melakukan tindakan kejahatan,” jelas Ritonga. Menurut JPU, atas perbuatannya, terdakwa sendiri terbukti secara sah melakukan penyimpangan terhadap uang daerah, untuk kepentingan pribadi. Terdakwa menikmati uang APBD dengan cara kasbon

foto: riauterkini.com

Jaksa Tipikor meyakini bukti keterlibatan mantan Bupati Inhu Thamsir dalam korupsi APBD Rp 116 miliar, karena itu politisi Demokrat tersebut dituntut 14 tahun penjara.

sebesar Rp 46 milyar Usai JPU menbacakan amar tuntutannya. Terdakwa bersama kuasa hukumnya, langsung keberatan dan akan mengajukan Pledoi (Pembelaan) yang dibacakan pada sidang berikutnya,

pekan depan. Seperti diketahui, Raja Thamsir Rahman dihadirkan kepersidangan, karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana kas bon APBD INHU sebesar Rp114 milyar lebih ini.

Razia ini mendapat perhatian warga Bungo dan pengendara yang melintas dan sempat menyebabkan macet di atas jembatang Batang Tebo. Kabag Ops Kompol Swittanto Prasetyo mengatakan, pihaknya menemukan belasan dompeng yang beroperasi tidak jauh dari jembatan itu. Hanya saja, beberapa yang berhasil dihanyutkan, karena yang lainnya berada di tengah sungai dan sulit untuk dijangkau. “Selain dua dibakar dan satu ditenggelamfoto: riauterkini.com kan, ada juga yang kita Tim gabungan Polisi dan Sat Pol PP Bungo, sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, melakukan razia Penambangan Emas Tanpa hanyutkan,” katanya. Izin (PETI) di Sungai Batangtebo. Mulanya kata Kabag Ops, rakit dompeng itu akan BUNGO (VOKAL SUMSEL) -- kan razia Penambangan Emas sa yang ikut dalam aksi tim Tim gabungan Polisi dan Sat Tanpa Izin (PETI) di Sungai gabungan ini, kesal dan mem- diangkat menggunakan cran, Pol PP Bungo, sekitar pukul Batangtebo. Tidak ada pelaku bakar dompeng yang ada dilo- namun karena lokasi yang sulit, akhirnya, massa yang 11.00 WIB kemarin, melaku- yang ditangkap, namun mas- kasi Sungai Batangtebo.

Thamsir diduga tidak bisa mempertanggung jawabkan dana kas bon daerah tahun 2005-2009 sebesar Rp114. 662. 203. 509. Dana yang dikeluarkan itu, tanpa didukung dengan dokumen yang sah dan lengkap. (VS)

turun tangan dan membakar BB dan ditenggelamkan saja. “Untuk pelaku tidak ada yang berhasil kita tangkap, karena sudah melarikan diri,” kata Swittanto. Pantauan koran ini di lokasi, ratusan warga sekitar juga memenuhi pinggir Sungai Batangtebo, begitu aparat datang ke lokasi. Beberapa orang juga terlihat mengambil drum dan minyak yang terdapat di atas rakit dompeng itu. Beberapa barang bukti juga diamankan ke Mapolres. Kabag Ops dan Kasat Pol PP yang turun ke lokasi, terlihat melakukan pemantauan anggotanya yang razia. Kapolsek Kota Bungo juga turun ke hulu sungai bersama anggotanya. Sementara dari hilir jembatan, terlihat beberapa pekerja yang kelabakan melarikan dompengnya ke hilir sungai. (VS)

TPA Kayu Gadang Tempat Pembuatan Pupuk Kompos Walikota Sawahlunto Amran Nur meninjau langsung tempat pembuangan akhir sampah kota yang berlokasi di Kayu Gadang Desa Santur. Di TPA yang dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto, sampah-sampah yang dikumpulkan dari berbagai tempat ini didaur ulang menjadi pupuk compos. Proses daur ulangkompos ini, merupakan hasil dari fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organikseperti

Sabtu, 4 Agustus 2012

15

Hingga Awal Agustus, Terpantau 5 Titik Api di Pelalawan PANGKALANKERINCI (VOKAL SUMSEL) -- Hingga tanggal 2 Agustus, satelit NOAA-18 mencatat ada 5 titik api atau hotspot yang terdeteksi di Kabupaten Pelalawan. Akibat hal tersebut maka itu pula yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran udara, seperti kabut asap yang menyelimuti daerah ini. “Rekapitulasi hotspot tanggal 1-29 Juli di Kabupaten Pelalawan sebanyak 120 titik, dan hotspot itu tersebar di sejumlah kecamatan dari berbagai areal,” terang Plt Kepala BLH Drs H Edi Suriandi melalui Kabid Elvida pada wartawan di Pangkalan Kerinci, Jum’at (3/8/12). Elvida mengatakan bahwa lima titik panas itu terpantau di di Kecamatan Langgam dan Kecamatan Ukui. Untuk di Kecamatan Langgam, dua titik api tersebut berada di Areal Peruntukkan Lahan (APL) dan satu titik api berada di HPH PT Hutanu Sola Lestari. Sedangkan dua titik api lagi berada di APL Desa Lubuk Kembang Bunga di Kecamatan Ukui. “Lima titik api itu tersebar di Kecamatan Langgam tiga titik api dan dua berada di Ukui,” katanya. Sementara itu, akibat karhutla lebih sepekan lalu hingga saat ini Pangkalan Kerinci dan sekitarnya diselimuti kabut tipis. Bahkan terkadang menjadi tebal terutama malam dan pagi hari. Bahkan sejumlah warga juga mengeluhkan udara yang dihirup melalui hidung seperti mengirup asap. “Selain kabut tipis, saat kita bernafas baunya asap. Kondisi seperti ini jelas tidak baik untuk kesehatan,” keluh salah satu warga, Norma (32), yang tinggal di Jalan Pemda, yang mengeluhkan rasa tidak nyaman saat menghirup udara yang tercemar akibat karhutla tersebut. (VS)

Tarif Angkutan Sudah Mulai Naik

Razia PETI Gabungan Polri-Pol PP

SAWAHLUNTO, (VOKAL SUMSEL) - Produksi sampah masyarakat Kota Sawahlunto setiap harinya sebesar 6 ton, terdiri dari sampah organik dan non organic, dimana 10 persennya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk compos. Artinya, sebanyak 500 kilogram setiap harinya dapat menghasilkan pupukkompos yang bermanfaat sekali bagi kesuburan tanah. Dan, Kamis (2/8) kemaren,

Harian Vokal Sumsel

tanah hitam yang sengaja didatangkandari daerah Batu Sangkar, kemudian diolah ditempat pembuangan akhir sampah Kayu Gadang menjadi pupuk compos. Nita Yohanes, Kabid Pertamanan Badan Lingkungan Hidup mengatakan, pupukkompos sangat bermanfaat sekali bagi kesuburan tanah terutama sekali tanah pertanian. Karena kata Nita,kompos ini ibarat multi vitamin bagi tanah,

yang dapat merangsang perakaran yang sehat. Ini tambah Nita, disebabkankompos dapat memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organiktanah serta meningkatkan kemampuan mempertahankan kandungan air tanah. “Compos ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman kota yang ada dikawasan Kandih”, ujar Nita. Sedangkan Wako Amran Nur berharap kedepannya kompos

yang dihasilkan oleh BLH ini dapat memiliki banyak manfaat dari aspek ekonomi yakni guna menghemat biaya transportasi dan mengurangi volume atau ukuran limbah serta pengolahan kompos ini juga dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya dan akan bermanfaat juga bagi aspek lingkungan yang ada yakni untuk mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah. (VS)

JAMBI (VOKAL SUMSEL) -- Tradisi pulang kampung di Indonesia yang bisa dibilang sudah mendarah daging, ternyata dimanfaatkan beberapa pihak pemilik kendaraan umum untuk meraup untung besar. Tidak terkecuali di Jambi. Bukannya H-7 harga mulai naik tetapi saat ini mulai tanggal 10 para pemilik angkutan sudah menaikan ongkos tarif kendaraannya. ‘’Ini sudah kebijakan dari pusat pak, kita tinggal mengikuti saja,’’ ujar Maya, salah seorang petugas loket LORENA. Untuk jurusan Jambi-Surabaya Lorena mematok tarif Rp 930 ribu mulai dari tanggal 11 Agustus sampai seminggu setelah lebaran. Pada hari normal biasanya tiket bus hanya seharga Rp 690 ribu. Di lain tempat, sub agen bus Handoyo, Husin, mengatakan kenaikan harga terjadi dalam tiga gelombang. Untuk jurusan JambiSurabaya pemesanan tanggal 1-4 Agustus 2012. Handoyo masih memberikan tarif normal yaitu Rp 420 ribu. Pada tanggal 5-10 Agustus 2012 tarif naik menjadi Rp 480 ribu. Sedangkan untuk tanggal di atas 10 Agustus dia mengatakan harga sudah di atas Rp 500 ribu. ‘’Itu sudah murah mas, kalau melalui calo bisa sampe Rp 600 ribu,’’ ujarnya. Sementara, dari PO Rhama Abadi mengatakan untuk jurusan Jambi-Surabaya, pemesanan di atas tanggal 10 Agustus 2012 sudah dikenai harga sekitar Rp 500 ribu. Harga normalnya sendiri, untuk jurusan yang sama adalah Rp 350 ribu. ‘’Untuk harga kami belum bisa pastikan, tetapi untuk pemesan harus menggunakan DP dulu,’’ ungkap lelaki yang memakai tato di tangannya ini. Lain lagi dengan PO RAPI, penjaga loket yang tidak mau menyebutkan namanya itu, mengatakan bahwa harga normal jurusan Jambi - Medan adalah Rp 275 ribu. Namun untuk H-10 pihak RAPI belum bisa memastikan harganya. Selain itu pada tanggal itupun pihaknya tidak melayani pemesanan melalui telpon. Semua calon penumpang harus datang ke loket untuk melakukan pemesanan. ‘’Kalau dari pengalaman tahun sebelumnya, harga menjelang lebaran Rp 340 ribu, itupun duduknya di belakang. Bangku tengah ke depan sudah penuh,’’ ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Bernhard Pandjaitan, mengatakan bahwa perusahaan otobus khususnya di Jambi tidak boleh menaikkan harga di atas standar batas atas yang ditetapkan. Jika di lapangan ada ditemui pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi tegas. ‘’Ongkos atau harga tiket itu hanya ada batas atas dan bawah. Tarif bus ekonomi baik antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) dipastikan tidak ada kenaikan,’’ katanya. Sementara itu, angkutan lebaran untuk Provinsi Jambi akan dicek keamanannya. Pengecekan yang dilakukan antara lain, sopir berikut kendaran yang dibawanya. Untuk kelengkapan administrasi dari sopirnya, mulai dari Surat Izin Mengemudi (SIM), kondisi kesehatan, kejiwaan serta dilakukan tes kesehatan dan narkoba. Fisik kendaraan angkutan, juga akan dicek. ‘’Bukti pembayaran jangan dibuang, biar kita jadikan bukti,’’ kata Bernhard. (VS)

Bupati Indra Catri Sidak ke Pasar, Pedagang Senang

RSUD Arifin Achmad Belum Niat Rujuk Pemisahan Bayi Kembar Siam foto: riauterkini.com

foto: riauterkini.com

Bayi kembar siam langkah sampai sejauh ini kondisinya normal. Tim medis RSUD Arifin Achmad yang menanganinya belum berencana merujuk ke rumah sakit lain untuk pemisahan.

PEKANBARU (VOKAL SUM-

SEL) - Hampir satu bulan

bayi kembar siam asal Kota

Pekanbaru di rawat di RSUD Arifin Achmad. Dan pihak RSUD terus melakukan upaya pemisahan secara medis. Dan sampai saat ini, pihak RSUD belum berkeinginan untuk merujuk pasien bayi kembar siam ke Jakarta untuk mendapat pelayanan yang lebih baik. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Arifin Achmad Yulwiriyati Moesa kepada wartawan, Jum’at (3/8) di Kantor Gubernur Riau. Dimana sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya medis untuk memisahkan bayi kembar siam tersebut. “Kondisi bayi kembar siam, sampai sekarang masih dilakukan upaya medis. Dan yang terpenting kita akan terus berusaha,” katanya.

Saat ditanya, melihat kondisi bayi kembar siam yang sudah hampir satu bulan di rawat di RSUD, apakah tidak ada upaya untuk merujuk pasien ke Jakarta untuk perawatan lebih intensif. “Merujuk itu terganting hasil pemeriksaan medisnya. Apalagi kita harus pertimbangkan kondisi pasien, jadi untuk saat ini kita tetap upayakan di sini,” ungkapnya. Lebih lanjut Yulwiriyati Moesa mengatakan, semua biaya perawatan dan operasi kembar siam ini gratis dan ditanggung Jamkesda yang berasal dari APBD. “Terkait dana perawatan dan operasi bayi kembar siam ini, ditanggung oleh pemerintah melalui Jamkesda. Artinya semua biayanya kita gratiskan,” ulasnya.***

Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah dan rombongan melakukan sidak kepasar AGAM, (VOKAL SUMSEL) -- Kedatangan Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah dan rombongan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan sidak di Pasar Inpres Padang Baru Kecamatan Lubuk Basung, disambut antusias oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Pantuan wartawan di lapangan, sidak tersebut disambut antusias oleh warga pedagang dan pengunjung di pasar dan mereka berebut berjabat tangan dengan Bupati Agam. Para pedagang yang didominasi oleh orang tua dan ibuibu sangat terharu dengan adanya bupati turun langsung melihat kondisi pedagang. Ros (60), salah seorang pedagang sayur, mengatakan, baru partamo kali awak basalam samo bupati kito. “Baru pertama kali saya berjabat tangan sama bupati.” Hadirnya bupati ke pasar Inpres itu menjadi ramai lantaran kedatanganya untuk mengetahui harga sembako dan melakukan pengecekan langsung terhadap pasokan kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan. “Saya turun langsung ingin mengetahui secara langsung bagaimana harga dan ketersediaan sembako saat Ramadhan,” ungkap bupati, ketika menemui pedagang sembako di dalam Pasar Inpres Padang Baru. Dari hasil sidak, harga sembako tidak mengalami kenaikan dan ketersediaan sembako masih mencukupi. (VS)


16

Harian Vokal Sumsel Sabtu, 4 Agustus 2012

Menabur

Bersama

THR Ramadhan

PALEMBANG (VOKAL SUMSEL) - PT LG Elektronik Indonesia dalam menyambut bulan yang penuh hikmah membagikan Tebar Hadiah Ramadhan (THR) untuk setiap pembelian produk home appliance maupun home entertainment LG. Fabianyah Head Promotion PT LG Electronik Cabang Palembang melalui Wawan Sales Promotor di kantornya Palembang Trade Center di Lantai 2, kepada Harian Vokal Sumsel, Jumat (3/8) menyebutkan, untuk setiap paket THR Buy 1 Get 2 bagi pelanggan yang membeli satu produk home appliance mendapatkan satu hadiah. Program ini berlaku untuk produk TV LED mulai dari 32 sampai 72 inci. “Untuk setiap pembelian TV LED 72 inci pelanggan berhak mendapatkan hadiah berupa satu unit LM series TV LED. Jadi beli TV dapat TV,” beber Wawan. Sebut Wawan, pembeli produk TV LED 32 inci bakal mendapatkan hadiah empat buah TV 3 dimensi (3D). Dan, untuk seri-seri tertentu juga akan dihadiahi hard disk eksternal dan empat buah kacamata 3D bagi mereka yang membeli TV LCD 22 inci. “Promo ini berlaku sejak 2 Juli sampai 5 Agustus 2012,” ujar Wawan. Selain itu, masih banyak lagi hadiah yang akan kita berikan kepada customer seperti HDD LG yang berkapasitas 500GB, 3D Glasses Party Pack, 3D Glasses Clip On, Wi-Fi Dongle, Dual Play Glasses dan MMR. “Cara untuk mendapatkan hadiah sangatlah mudah, customer tinggal mendatangi kantor cabang LG atau mendatangi tempat pembelian TV sebelumnya, dengan menyertakan fotokopi kartu garansi TV, Invoice pembelian TV dan Fotokopi KTP saat pengambilan hadiah,” terangnya.

Sambung Wawan, PT LG Elektronik Cabang Palembang juga memberikan sebanyak dua kali diskon untuk setiap pembelian TV LED, LCD dan Plasma. “Mulai hari ini (Jumat, 3 Agustus 2012. red), kita akan berikan promo diskon sebanyak dua kali. Diskon pertama sebesar 15 persen, lalu dipotong diskon lagi sebesar 5 persen untuk setiap pembelian TV LED, LCD maupun Plasma,” ucapnya. Misalnya, untuk harga TV LED seri 32LS3400 yang harga resmi dipatok seharga Rp3.699.000, lalu didiskon sebanyak 15 persen sehingga harga berkurang menjadi Rp3.144.150. Setelah itu didiskon lagi sebanyak 5 persen sehingga harga menjadi Rp2.986.943. “Selain pembelian cash, customer juga bisa membayarnya dengan cara mencicil (kredit) pada setiap pembelian produk minimal seharga Rp20.000.000,” kata Wawan. Wawan mengaku, target yang harus dicapai selama Tebar Hadiah Ramadhan (THR) ini sebesar Rp150.000.000. Namun begitu, Wawan optimistis bisa tercapai karena produk TV LG yang ditawarkan bukanlah TV yang berkualitas biasa, melainkan TV yang luar biasa dan yang saat lagi trend di kalangan masyarakat menengah ke atas. “Saya yakin, untuk penjualan TV LED, LCD dan Plasma ini akan dengan mudah menembus target. Apalagi ditambah dengan promo yang besar-besaran ini,” tutupnya. (REZ)

LOWONGAN KERJA 1. Sales SPV [D3, Pengalaman otomotif] 2. Sales Exhibitions[Pria/wanita, SMA/SMK] 3. Staff Admint [Wanita,SMK/SMA] Penempatan Indralaya

foto:arga/vokalsumsel

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433H/2012M

untuk daerah Palembang dan Sekitarnya HARI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bajaj Palembang Bajaj Prabumulih Bajaj Sungai Lilin Bajaj Belitang Bajaj Baturaja Bajaj Linggau Bajaj Muara Enim Bajaj Sekayu

0711-821890 0815-32016888 0852-67202385 0735-452009 0853-68851784 0733-323079 0821-80654809 0813-73239252

PT Sugih Perdana Wisesa (Area Sumbagsel) Jl. Basuki Rahmad No.6-9 Palembang, Sumatera Selatan

Telp. 0711-7373333

PT TUNAS DAIHATSU PALEMBANG All New Xenia

SAATNYA LEBARAN BERSAMA DAIHATSU

angsuran 2,3 Jt-an GRAND MAX Pick Up

TERIOS

DP 10 Jt-an

angsuran 2,7 Jt-an

angsuran 2 Jt-an LUXIO, SIRION, MINIBUS angsuran 2 Jt-an WAWAN

Bunga 3 % Asuransi All Risk Full Gratis 1x Angsuran Hadial Langsung tanpa diundi

AYU

0711 532 1443 0853 5733 5525 0821 7899 7221 0821 7992 5427

Bisa untuk luar daerah Prov. Sum Sel Proses cepat dan mudah Bisa tukar tambah dengan mobil lama anda

Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum`at Sabtu Ahad

TANGGAL Agustus RAMADHAN

JULI

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

IMSAK

SUBUH

TERBIT

DHUHA

ZUHUR

ASHAR

MAGRIB

ISYA’

04:38 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:39 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:38 04:37

04:48 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:49 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:48 04:47

06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:06 06:05 06:05 06:05 06:05 06:05 06:05 06:04 06:04 06:04 06:04 06:03 06:03 06:03 06:03 06:02 06:02

06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:29 06:28 06:28 06:28 06:28 06:28 06:28 06:27 06:27 06:27 06:27 06:26 06:26 06:26 06:26 06:25 06:25

12:09 12:09 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:10 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:09 12:08 12:08 12:08 12:08 12:08 12:08 12:07 12:07 12:07 12:07

15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:33 15:32 15:32 15:32 15:32 15:32 15:32 15:31 15:31 15:31 15:31 15:30 15:30 15:30 15:29 15:29 15:29 15:28 15:28 15:27 15:27 15:27

18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:09 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:08 18:07

19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:22 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:21 19:20 19:20 19:20 19:20 19:20 19:19 19:19 19:19 19:19 19:19 19:18 19:18 19:18

Azimuth Arah Kiblat kota Palembang, Sumsel = 294,56 ° KETERANGAN 1. Awal Ramadhan dan Syawwal 1433 H mengikuti Keputusan Pemerintah RI. 2. Jadwal berlaku untuk wilayah kota ybs. dengan radius maksimal +/- 25 km. 3. Jadwal sudah ditambah waktu ihtiyati (pengaman) sebesar +/- 2 menit. 4. Jadwal berdasarkan Kriteria Jadwal Shalat Kementerian Agama RI.

Telp. 0 7 1 1 - 7 7 7 7 2 7 2


Harian Vokal Sumsel