Issuu on Google+

GANESTRA Panduan Dasar Pendidikan Komandan Lapangan Dedikasi untuk Kaderisasi di Kampus Ganesha


KATA PENGANTAR Pendidikan adalah suatu proses berkelanjutan dan tidak pernah berhenti hingga pada akhirnya tarikan nafas terkahir. Hal ini lah yang kemudian mendasari bahwa semangat untuk terus menggali ilmu kemudian terus mengembangkannya seiring penerapan harus tetap dijaga keberadaannya baik dalam masing – masing pribadi kita maupun di kampus tercinta. Pendidikan dalam kemahasiswaan, yang pada awalnya kita ciptakan untuk suatu cita – cita sederhana yakni membantu penyempurnaan pendidikan di bangku kuliah untuk menghasilkan seorang sarjana yang utuh dan siap berperan di masyarakat tentunya juga memiliki kecenderungan yang sama. Pendidikan di kemahasiswaan pun harus terus berkembang dan menyesuaikan terhadap masanya dan kebutuhan di saat itu. Namun pengembangan tidaklah berbicara hanya pada saat itu, diperlukan pewarisan suatu nilai bahkan bahan pendidikan yang semestinya dijaga mendasar untuk kemudian dikembangkan bukan untuk diagungkan sebagai suatu pedoman semu yang hanya dijalankan tanpa dihayati. Berdasarkan dari hal tersebutlah, muncul suatu keingainan untuk kemudian dapat menulis suatu susunan lembar pendidikan bagi seorang yang bagi mereka disebut dengan Komandan Lapangan yang kelak akan memimpin berbagai macam acara terutama acara kaderisasi. Suatu acara yang diharapkan di dalamnya akan terjadi transfer ilmu yang nantinya dapat melahirkan sarjana – sarjana yang utuh. Dalam susunan lembaran ini, kompetensi ditulis hanya berdasarkan kesimpulan atas pengalaman yang diperoleh untuk kemudian membuka seluas – luasnya pengembangan demi kemajuan bersama.

Bandung, 13 Juli 2013 Penulis


PENDIDIKAN DASAR KOMANDAN LAPANGAN KOMPETENSI I “Danlap sebagai Penyampai Materi saat Acara Kaderisasi� Komandan lapangan pada beberapa event kaderisasi terkadang menjadi salah satu pilihan metode sebagai penyampai materi di lapangan baik secara langsung dua arah maupun hanya berupa pemaparan satu arah. Namun bukan berarti pilihan metode ini kemudian yang menyebabkan seorang komandan lapangan harus mengerti terhadap materi yang seharusnya disampaikan pada event kaderisasi yang mereka pimpin. Merupakan konsekuensi logis yang muncul akibat dari tanggungjawab yang komandan lapangan miliki dalam tugasnya menjadi seorang pemimpin panitia lapangan dalam penguasaan materi. Selain menjadi panitia lapangan yang dengan tegas menjadi sosok yang akan menerapkan atau menerjemahkan konsep acara ke suatu konsep teknis yang aplikatif, seorang komandan lapangan juga memikul sandangan seorang pemimpin. Nama pemimpin lapangan inilah yang kemudian melahirkan tanggungjawab yang lebih dalam kaitannya ketika perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keberjalanan kegiatan di lapangan. Mengingat di lapangan kita hanya akan berbicara tentang melaksanakan recana atau berpacu dengan dinamisasi, maka tidak jarang keputusan di lapangan oleh seorang komandan lapangan sangat diperlukan dalam kaitannya menyelesaikan dinamisasi untuk tetap mencapai keidealan. Keidealan di atas yang telah disebutkan bukanlah hanya keidealan teknis, namun lebih dari itu adalah keidealan kaderisasi. Maka setiap solusi dari dinamisasi seharusnya tetap merujuk kepada ketersampaian materi yang kemudian memaksa komandan lapangan untuk mengetahui materi secara utuh dan dalam demi solusi yang tepat guna bukan hanya untuk teknis namun juga ketersampaian materi kaderisasi.

“kalian para komandan lapangan, bukan hanya kemampuan teknis yang perlu kau pupuk, namun juga pemahaman kaderisasi. Tanpa tersampainya materi kaderisasi, teknis yang sukses hanya bagai pohon tanpa buah dan bunga�


MATERI I Penguasaan dan Konsisten Terhadap Materi Deskripsi

:

Penguasaan materi dalam hal ini adalah bagaimana kemampuan seorang komandan lapangan untuk kemudian seutuhnya dapat mengetahui, mendalami, dan kemudian menghayati materi yang akan disampaikan dalam event kaderisasi yang akan dilaksanakan dan kelak yang akan mereka pimpin. Penguasaan materi ini dalam arti luas tidak hanya akan dikejar dalam pengusaan materi yang akan disampaikan kepada peserta kaderisasi, namun dapat juga dimaknai sebagai penguasaan dari seorang komandan lapangan terhadap latar belakang dari materi, kemudian dilanjutkan dengan latar belakan organisasi yang menjalankan kaderisasi ini, ataupun hal lain yang kemudian akan mewujudkan suatu keutuhan pemahaman dari berbagai sudut pandang untuk kemudian menunjang kinerja dari seorang komandan lapangan. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Menguasai materi yang akan disampaikan saat event kaderisasi 2. Menguasasi esensi kaderisasi, kemahasiswaan, dan urgensinya 3. Memahami arahan dari panitia hirarki di atasnya 4. Mendalami latar belakang dan fondasi dasar organisasi pelaksana kaderisasi 5. Memahami latar belakang pemilihan materi dan metode saat event kederisasi Apabila kaderisasi ini dilaksanakan pada tingkat himpunan perlu juga ditambahkan beberapa kompetensi khusus: 1. Mengusai bidang keilmuan ataupun keahlian tertentu yang terkait 2. Memahami isu dan berita terkini terkait dengan bidang keahlian 3. Memahami keterkaitan keilmuan dengan seluruh materi yang disampaikan


MATERI II Kemampuan Komunikasi Deskripsi

:

Penyampaian materi tentunya tidak akan lepas dari komunikasi itu sendiri. Komandan lapangan dalam kaitannya menjadi salah satu pilihan metode dalam penyampaian materi kemudian tentunya memiliki keterbatasan baik dari segi waktu maupun pola komunikasi. Pola komunikasi yang dimaksud tentunya akan menyesuaikan dari kebutuhan yang kelak akan dirumuskan. Namun terlepas dari semua pilihan pola, kemampuan komunikasi adalah suatu hal yang kemudian menjadi salah satu prasyarat untuk kemudian seorang komandan lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai harapan. Kemampuan komunikasi ini pada dasarnya tidak hanya mencakup tentang bagaimana keberanian seorang komandan lapangan untuk berbicara di depan umum, namun juga kemampuan untuk menyampaikan sesuatu dengan tepat dan mudah dimengerti. Kemampuan ini juga akan diperlukan untuk seorang komandan lapangan dalam nantinya menjalani tugasnya sebagai panitia lapangan. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Mampu menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang padat dan jelas 2. Mampu menyampaikan sesuatu secara efektif dan efesien 3. Memiliki pilihan dan pengentahuan akan kata – kata yang relatif banyak 4. Memiliki kemampuan untuk menyampaikan dan memperjuangkan pendapat 5. Mampu membuat orang lain melaksanakan apa yang ia katakan 6. Mampu mengkonstruksi alur pembicaraan kemudian menyampaikannya 7. Mampu menyerap informasi dengan cepat dan mampu menyampaikannya utuh 8. Memahami pilihan metode komunikasi dan mampu menerapkannya


MATERI III Penguasaan Terhadap Suara, Rasa, dan Panggung Deskripsi

:

Dalam menyampaikan materi baik dua arah maupun pemaparan satu arah, tentunya terdapat beberapa hal pendukung yang menjadi prasyarat dalam menunjang misi penyampaian materi. Elemen ini sederhana namun memainkan peran yang sangat besar terhadap porsi materi yang terserap ketika disampaikan oleh komandan lapangan. Suara dalam hal ini tentu menjadi penentu untuk menjadikan penyampaian materi menjadi lebih efektif. Tanpa penggunaan suara yang sesuai, maka penyampaian materi secara otomatis akan menjadi kurang maksimal. Namun selain suara, penguasaan terhadap rasa juga memegang peran yang penting. Mimik ketika menyampaikan sesuatu tentu membuat orang yang melihat akan relatif lebih dapat merasakan apa yang seorang danlap sampaikan sehingga otomatis keberterimaan materi kian maksimal. Terakhir adalah panggung yang merupakan penunjang untuk kemudian harus dikondisikan sebaik mungkin demi terwujudnya penyampaian materi yang sempurna. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Mampu mengidentifikasi penggunaan suara yang sesuai 2. Mampu mengatur intonasi, volume, artikulasi, dan elemen suara lain dengan baik 3. Memiliki penguasaan terhadap penggunaan porsi suara 4. Mampu mengidentifikasi penggunaan rasa dengan baik 5. Mampu memanfaatkan emosi dalam menyampaikan sesuatu 6. Memiliki penghayatan terhadap pokok bahasan yang disampaikan 7. Mampu mengidentifikasi ketersediaan ruang dan fasilitas 8. Memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan penggunaan panggung 9. Mampu menunjukkan gesture dan bahasa tubuh yang tepat 10. Mampu memaksimalkan elemen lapangan demi optimalnya penampilan 11. Mampu menerapkan kombinasi antara suara, rasa, dan panggung


MATERI IV Pemahaman Psikologi Massa Deskripsi

:

Penunjang penyampaian materi berikutnya adalah tentang kompetensi dari seorang komandan lapangan untuk dapat menguasai perhatian para pendengarnya. Pada dasaranya pengusaan terhadap faktor – faktor yang telah disebutkan pada 3 materi sebelumnya adalah modal utama untuk kemudian benar – benar dapat mencuri perhatian massa. Selain dalam tujuan untuk mengondisikan massa demi mendengarkan apa yang kita sampaikan, kompetensi psikologi massa apabila ditinjau secara umum juga dapat diartikan sebagai kompetensi dimana seorang komandan lapangan kemudian dengan kemampuannya dapat mencuri dan mengondisikan perhatian massa untuk kemudian dapat tegerak ataupun mau untuk melakukan sesuatu dari apa yang seorang komandan lapangan inginkan. Pergerakan ini tak lagi akan berskala personal layaknya kemampuan komunikasi biasa, namun polanya lebih komunal untuk pergerakan yang lebih besar. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Mampu mengidentifikasi massa secara komunal 2. Mampu menentukan metode penguasaan perhatian massa 3. Mampu menggerakkan massa secara komunal 4. Mampu membangun basis massa dan mengembangkannya 5. Memiliki kemampuan untuk memengaruhi opini massa 6. Mampu mengatur pola komunikasi dan pergerakan massa 7. Mampu mengembangkan perencanaan penguasaan psikologi massa


PENDIDIKAN DASAR KOMANDAN LAPANGAN KOMPETENSI II “Danlap sebagai Pemimpin Kegiatan di Lapangan” Komandan lapangan dalam penugasannya dalam keseharian kita amati adalah mereka yang menyampaikan materi, berdiri di depan layaknya pusat perhatian, ataupun mereka yang memimpin prosesi suatu kegiatan pada suatu pertemuan kaderisasi tertentu. Begitulah kira – kira figuritas seorang komandan lapangan yang teropinikan dalam benak khalayak. Namun pada dasarnya, pemilihan seorang komandan lapangan sebagai salah satu metode peran penyampai materi dalam kegiatan kaderisasi hanyalah merupakan tambahan peran bahkan implikasi dari tugas utama yang diamanahkan kepada seorang komandan lapangan. Komandan lapangan, ditinjau dari namanya saja sudah bercerita banyak bahwa mereka adalah seseorang yang memiliki peran di lapangan. Mereka adalah panitia lapangan tidak ada bedanya dengan panitia lapangan yang lain secara tugasnya ketika di lapangan. Mereka bersama – sama dengan panitia lapangan yang lain memiliki tugas untuk kemudian menerjemahkan konsep acara yang merupakan rangkaian metode untuk menjadi suatu konsep teknis yang dapat diterapkan bersama saat dieksekusi. Ya sekali lagi itulah tugas utama dari seorang komandan lapangan, bukan orasi, bukan penyampai materi, ataupun pemimpin forum. Komandan lapangan adalah panitia lapangan yang memiliki tanggungjawab dan peran yang lebih ketika bertugas dilapangan baik dalam tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga sampai pada tahap evaluasi.

“tak terhitung banyak bintang yang terang, namun percayalah hanya ada satu bintang yang paling terang terlihat menghampiri mata, ya itulah perumpamaan tugas seseorang, hanya ada satu yang utama, sisanya hanya masalah memilih prioritas”


MATERI I Kemampuan Olah Ruang dan Risk Assessment Deskripsi

:

Komandan lapangan sebagai pemimpin di lapangan dan juga secara lebih mendasar sebagai panitia lapangan sudah tentu diharapkan memiliki suatu kemampuan lapangan yang baik. Salah satu kemampuan lapangan itu adalah olah ruang yang baik. Olah ruang adalah kemampuan untuk mengenali dan menganalisis kondisi lapangan untuk kepentingan pemilihan keputusan maupun eksekusi di lapangan. Kemampuan olah ruang juga akan merupakan prasyarat untuk kemudian dapat menjadi seseorang panitia yang bekerja di lapangan. Bekal pengetahuan akan lapangan yang kita gunakan juga menjadi salah satu senjata ketika dinamisasi muncul. Pilihan solusi akan langsung muncul sehingga kita tidak perlu bingung apalagi panik. Kemampuan ini pula yang diperlukan untuk kemudian memberikan kita banyak pilihan yang kemudian dianalisis tingkat resikonya demi penentuan prioritas. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Mampu mengidentifikasi lapangan yang digunakan saat kegiatan 2. Memiliki gambaran visual yang utuh atas lapangan yang digunakan 3. Memiliki informasi akan posisi dan potensi lapangan yang digunakan 4. Memahami alur pergerakan massa di lapangan 5. Memahami metode mobilisasi, formasi, dan kegiatan lapangan lainnya 6. Memahami detail tata ruang lapangan yang digunakan 7. Mampu menentukan potensi resiko terhadap pemilihan ruang 8. Mampu merencanakan suatu mobilitas massa dan optimalisasi ruang 9. Mampu memaksimalkan kondisi lapangan untuk penyelesaian masalah


MATERI II Manajemen Waktu dan Sumber Daya Deskripsi

:

Komandan lapangan sebagai pemimpin di lapangan tentunnya akan berhadapan juga dengan saat dimana diperlukan pengaturan penggunaan sumber daya. Sumber daya disini meliputi sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya yang dapat kemudian mendukung keberjalanan di lapangan. Penggunaan sumber daya ini tentunya memiliki keterbatasan dalam pelakasanaannya sehingga seorang komandan lapangan sudah semestinya memiliki kemampuan untuk mengatur penggunaannya demi efektivitas namun tetap mencapai tujuan kegiatan di lapangan. Begitu juga halnya dengan manajemen waktu, manajemen waktu disini adalah kemampuan dimana kemudian seorang komandan lapangan dapat mengatur beberapa tugas yang muncul akibat posisinya agar dapat terlaksana sesuai rencana dan optimal. Namun dalam arti lain, manajemen waktu inipun memiliki arti dimana ketika pelaksanaan di lapangan, waktu adalah variable yang harus diperhitungkan dengan baik demi optimalnya kegiatan di lapangan serta kelancaran aktualisasi rencana awal. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Mampu mengidentifikasi potensi sumberdaya yang dimiliki secara utuh 2. Mampu mengkoordinir pasukan untuk memahami tujuan bersama 3. Mampu membagi penempatan sumberdaya sesuai kebutuhan 4. Mampu menghasilkan pilihan solusi atas kepemilikan sumber daya 5. Mampu mengoptimalkan penggunaan waktu dan sumberdaya 6. Memiliki perencanaan lapangan yang baik dan menyeluruh terkait sumber daya 7. Memiliki pertimbangan terkait pelibatan SDM dalam perencanaan lapangan 8. Mampu menentukan prioritas kegiatan dan memaksimalkan waktu 9. Memiliki pertimbangan pengalokasian waktu yang cukup baik 10. Memiliki konsistensi dan ketepatan waktu yang baik


MATERI III Komando dan Koordinasi Deskripsi

:

Kemampuan yang telah dijabarkan pada 2 materi sebelumnya adalah satu pendukung untuk kemudian mewujudkan suatu pola komunikasi yang baik ketika kita siap untuk menjalani perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di lapangan. Pola komunikasi disini adalah bentuk komando dan koordinasi yang dalam hal ini akan dipimpin oleh sang komandan lapangan terhadap para panitia lapangan ataupun elemen yang terlibat di lapangan. Pola komunikasi komando terkadang diperlukan untuk diambil oleh seorang komandan lapangan terlebih saat dimana keputusan cepat atas dinamisasi diperlukan. Namun pada dasarnya pola komunikasi ini sebenarnya dapat direncanakan sebelumnya sehingga tidak benar – benar hanya muncul dari kepala satu orang saja. Pola komunikasi koordinasi adalah pola dimana keputusan yang diambil lebih menghimpun terlebih dahulu ide kemudian disatukan untuk diambil solusi bersama. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Memiliki informasi yang lengkap tentang lapangan maupun konsep acara 2. Mampu menyusun teknis lapangan yang komprehensif dan menyeluruh 3. Mampu mengambil keputusan baik secara personal maupun dalam tim 4. Memahami jalur komando lapangan yang telah disepakati 5. Mampu mengontrol panik dan tetap berpikir jernih 6. Memahami metode koordinasi dan komando untuk komunikasi antar panitia 7. Mampu menyusun pola komunikasi dan mekanisme kerja lapangan 8. Memahami peran dan porsi pengambilan keputusan di lapangan 9. Mampu mengkonstruksi alur berpikir untuk kemudian mengambil keputusan


MATERI IV Pengembangan Potensi, Kompetensi, dan Personality Deskripsi

:

Pada dasarnya, setelah mengedepankan kompetensi teknis yang harus dikuasai dari seorang komandan lapangan, pada tahapan penerapan kemampuan ataupun potensi diri akan menjadi salah satu faktor penentu. Tidak jarang juga, faktor ini menjadi faktor penentu ketika pembelajaran untuk menjadi seorang komandan lapangan baru dimulai. Mengingat hal tersebut, maka kompetensi personal pun dalam hal ini kemampuan dasar menjadi seorang pribadi yang sesuai harus juga diasah seoptimal mungkin. Pengembangan potensi ini walaupun tidak secara langsung memegang peranan dalam dapat mengondisikan komandan lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, namun hal ini dipastikan dapat mendukung seluruh usaha untuk seorang komandan lapangan dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Kepemilikan karakter dan identitas personal mutlak dibutuhkan, mengingat pada dasarnya panitia lapangan bukanlah hanya seorang komandan lapangan namun keutuhan dari satu tim lapangan. Kompetensi : Adapun kompetensi dasar dari seorang komandan lapangan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah: 1. Memiliki kondisi tubuh yang prima dan memiliki daya tahan yang baik 2. Memiliki tingkat disiplin dan tanggungjawab yang baik 3. Memiliki konsistensi dan keteguhan namun tetap rendah hati 4. Memiliki komitmen dan motivasi yang tepat 5. Memahami esensi menjadi seorang komandan lapangan 6. Mampu bekerja secara individu dan tim serta dibawah tekanan 7. Mampu beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi 8. Memenuhi profil personal lain yang ditentukan sesuai kebutuhan kemudian


PENUTUP Bersama dengan indahnya alur hidup pendidikan, yang hidup dan berkembang secara berkelanjutan serta selalu ramah akan perubahan, begitu halnya dengan susunan tulisan ini. Dengan cita – cita untuk dapat mewariskan beberapa kompetensi dasar, diharapkan bukan menjadi hanya sebatas panduan pendidikan, namun juga panduan untuk pengembangan berikutnya. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah manjalani dan mendidik banyak orang, terkenangnya seseorang bukan karena hanya kehebatannya, namun juga kesediaannya melahirkan orang – orang hebat lainnya.

Bandung, 13 Juli 2013 Penulis


#catatan


Kurikulum pendidikan komandan lapangan