Issuu on Google+

HUKUM & KRIMINAL

Sabtu 24 Desember 2011

harian andalas | Hal.

5

Bapak Gantung Diri Setelah Bunuh Dua Anaknya

DITAMBATKAN – Ke-lima kapal asing berikut puluhan ton ikan segar hasil curian yang ditangkap petugas patroli Lantamal I Belawan ditambatkan di Dermaga Lantamal I Belawan dengan pengawalan ketat kapal Perang KRI Sutan Taha Syaifuddin-376.

Sleman-andalas Sumpeno (34), Jumat (23/12) pagi ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya Dusun Biru, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sumpeno diduga terlebih dahulu membunuh dua anaknya yang masih berusia lima dan empat tahun. Pria tersebut ditemukan gantung diri dengan menggunakan selendang yang diikatkan pada kayu atap di dapur, sedangkan dua anaknya, yakni Wafiq Nur Azizah (5) dan Putra Bagus Dwi (4) ditemukan tewas di dalam kamar rumah

andalas/net

dengan luka parah bagian kepala. Diduga dua anak tersebut sengaja dibunuh bapaknya dengan menggunakan linggis. Pria tersebut pertama kali ditemukan tetangganya yang merasa curiga melihat ada selendang yang menjuntai di dalam dapur rumah tersebut. Setelah dibuka ternyata juga ditemukan dua bocah yang juga dalam kondisi tewas di dalam kamar dengan luka pada bagian kepala. Saat ini petugas dari kepolisian yang dipimpin Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti. (ANT)

Mantan Kapolda Metro Siap Penuhi Panggilan Penyidik

Sejumlah Perwira Polda Sumut Dimutasi Medan-andalas Sejumlah Perwira Pertama (Pama) dan Perwira Menengah (Pamen) di Poldasu dimutasi. Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan itu berdasarkan telegram Kapoldasu nomor:Kep/480/XII/2011 tanggal 19 Desember 2011. Kepala Bidang Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso ketika dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas, AKBP MP Nainggolan, kemarin membenarkannya. Perwira yang dimutasi tersebut yakni, AKBP Idha Endri Prastiono SH MHum, Kasat III/Tipikor Ditreskrim dimutasikan sebagai Pamen pada Yanma Poldasu.

AKP Zulkarnaen, Kapolsek Muara Batang Gadis Polres Mandailing Natal dimutaikan sebagai Pama pada Mandailing Natal (dalam rangka pemeriksaan). Penggantinya, AKP M Nuriaman sebelumnya Kapolsek Penyabungan Selatan. Selanjutnya, Iptu Handres, Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Berandan Polres Langkat dimutasikan sebagai Pama pada Polresta Me-

dan. Iptu Akta Wijaya Pramasakti Panit 2 Reskrim Polsek Medan Baru Polresta Medan dimutasikan sebagai Pama pada Ditlantas Poldasu. Dan Ipda Togarma Siahaan SE, Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Taput dimutasikan sebagai Pama pada Polres Langkat. Diberi Jabatan Bersamaan dengan lima Pama dan Pemen Poldasu yang dimutasi tersebut, Kapoldasu memberi jabatan kepada puluhan Pama dan Pamen lainnya. Diantara puluhan Pama dan Pamen tersebut, AKBP Manumpak Butar-Butar Kasubdit IV Sumdaling Ditreskrimsus diangkat dalam ja-

batan baru sebagai Kasubbid Tekkom Bid Ti. AKBP Abdul Rizal A Engahu SIK Msi Pama Poldasu, lulusan Dik S2KIK-UI diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus. AKBP Yulmar Try Himawan SIK Msi Pama Poldasu, lulusan sespimen Polri Dikreg ke-51 TA 2011 diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbid Paminal Bid Propam. Selanjutnya AKBP Guntur Agung Supomo SIK Msi Pamen Poldasu, lulusan lulusan sespimen Polri Dikreg ke-51 TA 2011 diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit III Dit Intalkam. AKBP Arie Wisnu Gautama SH MHum Kasubit Dikyasa Ditlantas diangkat dalam

jabatan baru sebagai Kasubdit Reg Ident Ditlantas. Kompol Dwi Asmoro SIK MH Pamen Poldasu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubit Dikyasa Ditlantas. AKP Tito Travolta Hutauruk SH SIK Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Dumasan Itwasda. Kompol Jukiman Situmorang SIK Wakapolres Tanah Karo diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit 2 Subdit I Ditreskrimsus. Kompol Tetra Darmariawan SH SIK Wakapolres Labuhan Batu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Kerma Ops Bagbinops Roops. (HER)

Lie Jong Ditangkap Kasus Togel Medan-andalas Wanita tionghoa, Lie Jong alias Jong (44), ditangkap petugas Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut terkait kasus judi toto gelap (togel).

Ibu dua anak ini disergap dari kediamannya di kawasan Jalan Rahayu Gang Pribadi, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (23/12) sekira pukul 17.00 WIB.

Saat ditangkap dari tersangka disita barang bukti 2 lembar kertas kalender bertuliskan angka tebakan togel dan 2 unit handphone. Informasi diperoleh, penangkapan tersangka meru-

pakan tindak lanjut informasi dari masyarakat yang resah dengan peredaran judi togel di Medan Tembung. Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Andry Setiawan ketika dikon-

firmasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut. "Tersangka sudah kita amankan. Penyidik mempersangkanya dengan pasal 303 KUH-Pidana,� kata Andry. (HER)

KAPOLRES PELABUHAN BELAWAN

Target Ops Lilin Zero Complaint and Zero Accident Petugas Polres Pelabuhan Belawan menargetkan zero complaint and zero accident (tidak ada komplain dan tidak ada kecelakaan, red) di wilayah hukumnya, selama pelaksanaan operasi Lilin Toba 2011.

U

ntuk mendukung target tersebut, enam pos pengamanan didirikan serta 380 personil disiagakan untuk menjaga kekhusukkan umat Kristiani yang mudik kekampung halamannya maupun beribadah. Hal itu dikatakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto SH, didampingi Kasat

Reskrim, AKP Hamam Wahyudi, kepada andalas kemarin. “2/3 kekuatan atau setara dengan 380 personil disiagakan. 200 diantaranya melakukan pengamanan terhadap gerejagereja yang ada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,� terang mantan Kasat Pidum Polda Kalsel itu seraya menegaskan seluruh personil yang melaksanakan pengamanan harus mengenakan pakaian dinas sebagaimana perintah Kapolda Sumut, kemarin. Selain gereja, kata Kapolres, pihaknya juga akan meningkatkan pengamanan di seputaran Pelabuhan Belawan. Hal ini untuk mencegah aksi kejahatan terhadap para pemudik. “Pokoknya kita harus mampu menciptakan zero complaint and

zero accident kepada pemudik,� harapnya. Kasus Curat dan Anirat Meningkat Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi mengaku jumlah kejahatan di wilayah hukumnya mengalami peningkatan dari tahun 2010 silam. Peningkatan yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan penganiayaan dengan pemberatan (anirat). "Meski kasus meningkat, jumlah pengungkapan juga mengalami peningkatan. Tetapi, kedepan, peningkatan kasus harus diminimalisir dan pengungkapan harus dimaksimalkan," terang mantan Kanit

Resum Polresta Medan itu. Peningkatan jumlah pelanggaran itu, katanya, dikarenakan kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap hukum yang berlaku di negara ini. Karenanya, kegiatan Bimmas dan patroli perlu ditingkatkan. Tak hanya kasus curat dan anirat, Hamam juga mengaku pada 2012 mendatang, akan fokus terhadap kejahatankejahatan lainnya seperti kejahatan jalanan dan kejahatan white collar crime. "Kejahatan jalanan seperti premanisme dan kejahatan white collar crime seperti korupsi akan menjadi fokus kita. Karena kejahatan itu berakibat pada kehidupan masyarakat," sebutnya. (THA)

Jakarta-andalas Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Sofyan Jacob siap memenuhi panggilan penyidik. Hal itu terkait laporan dugaan perbuatan tidak menyenangkan terhadap petugas keamanan Perumahaan Taman Resort Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. "Pak Sofyan siap menjalani pemeriksaan, kapan saja waktunya," kata pengacara Sofyan Jacob, Julius Sesunan di Jakarta, Jumat (23/12). Julius mengatakan kliennya belum menerima surat panggilan dari penyidik, sehingga belum dapat kepastian jadwal pemanggilan terhadap Sofyan Jacob. Julius menyebutkan pihaknya akan

menghadirkan saksi mata bernama Roy yang berada bersama Sofyan saat pulang menuju rumah usai main tenis meja. Roy merupakan saksi mata yang mengetahui kegiatan Sofyan usai main tenis meja dan membantah mantan Kapolda Metro Jaya itu melepaskan tembakan senjata api. "Beberapa saksi tidak mendengar adanya suara tembakan, seperti yang dituduhkan kepada klien kami," ujar Julius. Julius juga membantah Sufyan bertindak kasar terhadap petugas keamanan perumahan dan memiliki senjata api. Sebelumnya, petugas keamanan Perumahan Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, Sugeng Joko Sabiran melaporkan Sofyan terkait perbuatan tidak menyenangkan dan mengancam dengan melepaskan tembakan senjata api.(ANT)

Pulang Seminar, Mahasiswi Unimed Dijambret Medan-andalas Seorang mahasiswi semester III fakultas ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed), Lola Harefa, 20 tahun (foto) menjadi korban kejahatan jalanan (street crime). Wanita berparas cantik ini dijambret dua pria mengendarai sepeda motor di Jalan Gaharu, Medan, Kamis (22/12) sekira pukul 23.00 WIB. Oleh korban kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Medan Timur, Jum'at (23/12) sekira jam 09.00 WIB. Dalam laporannya, korban mengaku saat itu usai seminar, dirinya bermasud pulang ke kosnya di Jalan Meteorologi III, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Tembung. Namun saat melintas di Jalan Gaharu,

korban dipepet dua orang pria mengendarai Yamaha Mio hijau. Dalam waktu hitungan detik, salah seorang dari dua pria itu langsung merampas tas korban yang diletakkan di gantungan tegah sepeda motornya. "Saya kira cuma mau ganggugangguin aja. Biasalah bang, kalau cowok iseng. Saya kira cuma gitu, tapi mereka langsung rampas tas dan kabur ke arah simpang Jalan Krakatau," kata Lola. Menurut Lola, di dalam tas tersebut terdapat uang sekitar Rp1,5 juta, BlackBerry, HP Nokia, STNK, SIM, KTP, KTM, ATM, buku tabungan dan beberapa perhiasan. "Kalau ditotal jumlah kerugian bisa mencapai Rp7 juta bang," jelas Lola. (ACO)

INFORMASI DPO DICARI WANITA TERSANGKA PENIPUAN Medan-andalas Urgent dan penting! Informasi ini disebar untuk menghentikan pelarian seorang tersangka kasus penipuan dan atau penggelapan uang senilai Rp426 juta milik ibu kos, Ellyani br Bangun (40) warga Jalan Pelajar, Medan. Wanita berpenampilan biasa, diperkirakan berusia 35-an tahun itu menjadi DPO Kepolisian Sektor Medan Kota, setelah kabur saat dibantarkan ke rumah sakit. Foto tersangka sudah disebar ke seluruh jajaran Kepolisian Resor Kota Medan. "Sebenarnya sejak dia (tersangka) menghilang kita sudah sebarkan DPO-nya ke seluruh jajaran, namun memang belum ketemu saja. Begitupun kita tetap bergerak cepat dan meminta bantuan media untuk menyebar wajah tersangka agar bisa segera ditangkap," ungkap Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandy Sinurat SIK kepada wartawan, Jumat (23/12). Sandy Sinurat mengaku pihaknya sudah bekerja secara maksimal menangani kasus penipuan dan atau penggelapan itu. “Sejak diketahui kabur setelah dibantarkan ke rumah sakit, kami langsung mencarinya. Kita cukup empati terhadap korban, memahami kesedihannya. Tapi kami bukan malaikat bisa langsung dapat menemukannya dan perlu proses. Oleh karena itu kita berharap korban bersabar," harap Sandy. Perwira berpangkat melati satu emas di pundaknya ini sedikit menjelaskan kronologis proses penanganan hingga tersangka kabur. Menurut Sandy, pada Desember 2012 pihak Polsek Helvetia telah menangkap dan memproses tersangka Nina Agustina. Dalam pemeriksaan tersangka menderita sakit jantung dan hipotensi sehingga dibantarkan Polsek tersebut ke rumah sakit Bhayangkara, Medan. Kemudian, sampai 9 Mei 2011 tersangka yang berkasnya terus menerus ditolak Jaksa (P19) karena alasan kesehatan akhirnya dijemput oleh Polsek Medan Kota untuk dilakukan penahanan lanjutan.

Dalam prosesnya hingga saat akan dilimpahkan pada 11 Mei 2011, tersangka kembali sakit dan itu dibuktikan dengan hasil medhical check di Rumah Sakit Bhayangkara. Akhirnya JPU menolak sehingga kembali tersangka dibantarkan ke rumah sakit polri tersebut. Penyidik Polsek Medan Kota pun tanpa pikir panjang membantarkan tersangka apalagi dikarenakan ada kerabatnya yang menjamini bahwa tersangka tidak akan kabur. Namun selang beberapa hari kemudian si penjamin tersangka memberi kabar kalau tersangka sudah menghilang dan hingga kini belum juga tertangkap. "Kita tidak bisa juga menyalahkan si penjaminnya karena dia pun kehilangan dan memberitahukannya kepada kita," simpul Sandy lagi. Untuk itu, Sandy Sinurat berharap dengan disebarnya wajah Nina Agustina di seluruh media dapat meminimalisir langkah tersangka untuk bersembunyi. Bahkan Sandy akan memberikan hadiah yang sepantasnya bagi pemberi informasi keberadaan tersangka. "Bila masyarakat yang mengetahui segera laporkan ke Polsek Medan Kota atau bias menghubungi ke nomor 0617331352 dan bagi si pemberi informasi akan diberikan hadiah sepantasnya." janji Sandy Sinurat sembari mengimbau tersangka agar menyerahkan diri. (HER)


5