Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 172 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dana Rp 1,8 Miliar

BPKP Investigasi Proyek Bantuan Rumah Kumuh Mataram (Suara NTB) Bantuan rumah kumuh di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), tahun 2012 diduga bermasalah. Proyek yang digelontorkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berjudul program “Bedah Desa” dengan anggaran Rp 1,8 miliar diduga menyimpang. Saat ini Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedang melakukan audit investigasi terkait proyek yang dihajatkan untuk warga miskin ini. Audit investigasi yang dilakukan BPKP Perwakilan NTB tersebut, berlangsung sejak sebulan terakhir. Audit kasus ini atas permintaan Polres Loteng yang sebelumnya sudah melakukan penyelidikan. ‘’Kami audit sesuai permintaan Polres Lombok Tengah. Jadi ada dua kasus yang saat ini sedang kami tangani atas permintaan dari Polres Loteng, selain ‘’Bedah Desa”, juga penjualan raskin di Desa Menemeng,” kata Kepala BPKP NTB, Darius AK

C.01.08.13

kepada Suara NTB, Sabtu lalu. Khusus mengenai kasus bantuan rumah kumuh, saat ini konsentrasi audit pihaknya untuk tiga kecamatan. ‘’Di tiga kecamatan itu, lokasi bantuan tersebar di beberapa desa. Ini yang sedang kami telusuri, khususnya terkait penganggaran,” kata Darius, namun enggan menyebut kecamatan dan desa dimaksud, demi kerahasiaan audit.

Bersambung ke hal 5

‘’

Di tiga kecamatan itu, lokasi bantuan tersebar di beberapa desa. Ini yang sedang kami telusuri, khususnya terkait penganggaran.

Darius (Suara NTB/ars)

(Suara NTB/ars)

KERING - Di sebagian wilayah Sumbawa Besar, September ini masih menjadi momok masyarakat. Sebagaimana terjadi di Dusun Pelat, Desa Uma Buntar, Kecamatan Unter Iwis, air menjadi sulit ketika musim kering. Keran air yang tersedia dari hasil pengeboran, tak bisa memenuhi kebutuhan warga setempat seperti tampak dalam gambar.

Delapan Kabupaten di NTB Dilanda Kekeringan

(Suara NTB/kir)

NTB Tumpuan Utama

H. Suswono

PROVINSI NTB menjadi salah satu daerah tumpuan utama pemerintah pusat dalam upaya mencapai target swasembada kedelai tahun 2014 mendatang. Mengingat potensi dan sumber daya pertanian yang dimiliki NTB saat ini cukup besar dan menjanjikan.

Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Sejumlah desa di delapan kabupaten/kota di NTB saat ini terkena bencana kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB meminta kepada kabupaten/kota yang mengalami kekeringan untuk memperba-

harui data dan melakukan verifikasi dengan detail untuk selanjutnya diusulkan ke BNPB dalam pemberian bantuan. ‘’Sementara sudah ada delapan kabupaten yang sudah menyampaikan terjadi kekeringan. Tetapi ini sedang

Gubernur akan Cabut HPL Mandalika Resort Praya (Suara NTB) Belum adanya kejelasan proses pengembangan kawasan Mandalika Resort di Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) oleh pihak Bali Tourism Development Corporation (BTDC), membuat Pemprov NTB mulai kehabisan ke-

sabaran. Pemprov pun mengancam bakal mencabut kembali Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang sebelumnya diserahkan ke pihak BTDC. Jika sampai akhir tahun ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bersambung ke hal 5

kita verifikasi, teman-teman kabupaten/kota sudah melakukan verifikasi ulang dilengkapi dokumennya. Nanti kita buatkan surat rekomendasi gubernur,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Wedha Magma Ardi dikonfirmasi di Mataram.

Dikatakan, terhadap bencana kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah pada delapan kabupaten di NTB tersebut pihaknya sudah mengusulkan ke BNPB untuk memperoleh bantuan.

Bersambung ke hal 5

Kasus Rumput Laut

Rekanan Diduga Ditekan Oknum Adik Pejabat Mataram (Suara NTB) Kasus pengadaan rumput laut pada BPBD Kota Mataram sebenarnya tidak akan mencuat, jika pihak terkait patuh

terhadap Perpres 54 / 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Namun yang terjadi, rekanan PT. TP, Bersambung ke hal 5

Menerabas Negeri Kanguru (1)

Respons Gubernur pada Komunitas Anak Kampung ‘’Kalau sudah pihak luar negeri merespon ini, jalin terus kerjasamanya dan siapkan waktu untuk kita diskusi dengan teman-teman Komunitas Kampung Media ya,” demikian perintah Gubernur NTB kepada Fairuz Abadi saat bersilaturrahim di acara Open House Idul Fitri lalu. Perintah itu merupakan respons Gubernur NTB, Dr. TGH, M Zainul Majdi terhadap program Kampung Media sebagai pengembangan jurnalisme warga yang mulai diminati daerah lain hingga mendapat undangan dari LGMA (Local Government Managers Australia).

(Suara NTB/ist)

SILATURAHMI - Memanfaatkan silaturahim sambil diskusi ringan bersama Gubernur NTB Dr,TGH. M. Zainul Majdi tentang Kampung Media saat Open House Idul Fitri.

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Foto bersama di depan ruang belajar Kantor LGMA New South Wales (NWS) di Sydney.

C.03.08.13

TO K O H

SEBAGAI fasilitator pembangunan, pemerintah provinsi menjadikan kegiatan anak kampung ini sebagai program terobosan di bidang penyebaran informasi berbasis komunitas dengan memanfaatkan sarana TIK sebagai medianya. Kesungguhan Pempov NTB merespons program yang berasal dari masyarakat ini terlihat dengan dituangkannya dalam RPJMD 2008 – 2013 untuk menggerakkan potensi warga dalam meningkatkan budaya bertutur menjadi budaya menulis serta menggerakkan potensi ekonomi kreatif warga.

Bersambung ke hal 5


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

SUARA MATARAM PARLEMENTARIA

Halaman 2

Kerjasama DPRD Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

DPRD Tetapkan Perubahan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2013

Berdampak Ekonomi SELAIN mempermudah akses masyarakat di kawasan Monjok Kota Mataram, pembukaan jalan Bung Hatta diakui berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. Lurah Monjok M. Iswan kepada Suara NTB Sabtu (28/9) menyambut baik pembukaan jalan baru di kawasan Monjok, Kota Mataram. Menurutnya, pembukaan jalan Bung Hatta ini selain mempermudah akses masyarakat, perekonomian masyarakat di sepanjang jalan baru ini juga mulai (Suara NTB/nia) menggeliat dengan keM. Iswan munculan beberapa pedagang-pedagang kecil di sepanjang jalan Bung Hatta. “Dengan dibukanya akses jalan ini, masyarakat yang tadinya tidak membuka usaha menjadi berjualan,” terangnya Iswan menyebutkan, program ini merupakan program yang telah lama dinanti masyarakat. Sebab meski telah direncanakan sejak tahun 1990-an namun baru di tahun 2013 ini pembukaan jalan Bung Hatta bisa terlaksana. Tak hanya berdampak pada pedagang kecil, para pedagang lama turut merasakan geliat ekonomi karena usahanya saat ini semakin besar dan berkembang. Atas antusiasme masyarakat di Kelurahan Monjok yang semakin bersemangat untuk membuka usaha, Pemkot Mataram berencana akan membuat lapak di sepanjang jalan Bung Hatta. “Nanti akan dibuat lapaklapak yang akan dijadikan pusat kuliner kecil-kecilan bagi masyarakat sekitar,” terangnya. Pihaknya berharap dengan dibukanya jalan baru ini, warga kelurahan Monjok dapat menjaga kemanan, ketertiban, serta memanfaatkan jalan Bung Hatta ini dengan sebaik-baiknya. (nia)

Walikota Berharap Semua Program Mencapai Target Mataram (Suara NTB) – DPRD Kota Mataram, Sabtu (28/9) menetapkan rancangan Perda Kota Mataram tentang perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi Wakil Ketua DPRD KotaMataram,IWayanSugiartha. Sementara dari pihak eksekutif, dihadiri langsung oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Sebelum pimpinan sidang mengetok palu tanda ditetapkannya rancangan Perda Kota Mataram tentang perubahan APBD Kota Mataram, Dewan menyampaikan laporan hasil pembahasan gabungan komisi DPRD Kota Mataram. Sekretaris gabungan komisikomisi DPRD Kota Mataram, Ehlas, SH., dalam laporan pembahasan gabungan komisi DPRD Kota Mataram terhadap nota keuangan dan rancangan perubahan APBD Kota Mataram tahun

anggaran 2013 menyebutkan 1. Pendapat a. Semula Rp 812.709.032.411,00 b. Bertambah Rp 49.312.133.707,00 Jumlah pendapatan setelah perubahan Rp 862.021.166.118,00 2. Belanja a. Semula Rp 957.516.985.210,00 b. Bertambah Rp 62.055.176.076,11 Jumlah belanja setelah perubahanRp 1.019.572.161.286,11 Defisit setelah perubahan Rp 62.055.176.076,11 3. Pembiayaan a. Penerimaan 1. Semula Rp 147.807.952.799,00

2. Bertambah Rp 15.993.041.369,11 Jumlah penerimaan setelah perubahanRp 163.800.995.168,11 b. Pengeluaran 1. Semula Rp 3.000.000.000,00 2. Bertambah Rp 3.250.000.000,00 Jumlah pengeluaran setelah perubahanRp 6.250.000.000,00 Jumlah pembiayaan setelah perubahanRp 157.550.995.168,11 Bertitiktolakdariuraiantersebut dan memperhatikan hasil rapat gabungan komisi dengan eksekutif, maka gabungan komisi Dewan dapatmenerimadanmenyetujuirancangan perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013 untuk ditetapkan menjadi Perda Kota Ma-

PIMPIN PARIPURNA - Wakil ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., memimpin rapat paripurna penetapan rancangan Perda Kota Mataram tentang perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013 di ruang sidang DPRD Kota Mataram, Sabtu (28/9) didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha.

taram,sesuaiketentuanyangberlaku. Sementara itu, Walikota Mataram,H.AhyarAbduhyangdikonfirmasi mengenai penetapan perubahan APBD Kota Mataram, mengatakan, perubahan APBD Kota Mataram telah dibahas semua oleh kalanganDewan.Termasukpengalokasian anggaran masing-masing. Setelah ditetapkan, perubahan APBD Kota Mataram tentu akan disampaikan kepada Gubernur NTB guna melakukan evaluasi. ‘’Selanjutnya balik lagi, apa hasil evaluasi kita bicarakan bersama,’’ ujarnya. Hanya saja, sambung Walikota, karena sudah mendekati Bulan Oktober, ia berharap semua program yang dibiayai dari perubahan APBD Kota Mataram, bisa menca-

pai target pada akhir Desember nanti. Menyikapi sisa waktu di tahun 2013 ini, baik kalangan eksekutif maupun Dewan akan menyesuaikankondisiyangada.Sementarauntukkalanganeksekutif, demikian Ahyar, akan terus menekan supaya pelaksanaan program bisa selesai tepat waktu. Target perubahan APBD Kota Mataram, sebut Walikota Rp 1 triliun lebih dengan porsi belanja publik yang semakin besar. ‘’Ini suatu hal yang sangat positif. Kita juga memilih program mana yang sangat dibutuhkan, mengingat juga waktuperubahananggaraninisangat sempit sekitar tiga bulan, jadi kita sesuaikan programnya,’’ tandas Walikota. (fit/*)

PANDANGAN AKHIR - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pandangan akhir kepala daerah terhadap rancangan Perda Kota Mataram tentang perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013 di ruang sidang DPRD Kota Mataram, Sabtu (28/9).

Jika PLTD Tanjung Karang Tak Dibangun Tahun Ini Masyarakat Harus Dilibatkan ANGGOTA DPRD Kota Mataram, HM. Tohri, S.Sos., meminta manajemen Hotel Lombok Raya melibatkan masyarakat lingkar hotel tersebut. Ini menyusul adanya protes warga Lingkungan Karang Tapen Kelurahan Cilinaya Kecamatan Cakranegara terhadap penambahan bangunan berlantai tiga yang akan dibangun oleh pihak Hotel Lombok Raya. Pun munculnya reaksi masyarakat hingga dipertemukan di Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan, menurut dia, lantaran selama ini tidak ada pelibatan masyarakat. H. Tohri yang dikonfirmasi Suara NTB di DPRD Kota Mataram mengaku, sebelum menempuh upaya mediasi, ia selaku wakil rakyat yang memang berasal dari Lingkungan Karang Tapen sempat didatangi warga. Warga mengeluhkan pembangunan bangunan berlantai tiga yang akan dibangun pihak Lombok Raya. Ia menilai apa yang dikeluhkan warga Karang Tapen wajar. Tingginya bangunan yang berdekatan dengan pemukiman warga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Masyarakat cemas kalau-kalau pengerjaan bangunan tiga lantai itu bakal menggunakan alat berat seperti sebelumnya. Dimana kala itu, pembangunan menggunakan alat berat cukup meresahkan warga. Selain getarannya terasa sampai kediaman warga, pengerjaan proyek itu juga dikerjakan hingga larut malam. Berdasarkan pengaduan warga, anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini lantas memediasi pertemuan warga yang rumahnya berdekatan dengan hotel berbintang tiga itu dengan manajemen hotel dan juga Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan. Ia menginginkan, mediasi tersebut menemukan solusi yang tepat, supaya tidak ada satu pihakpun yang merasa dirugikan. Demikian halnya, dengan manajemen Hotel Lombok Raya. Keberadaan hotel yang berlokasi di Jalan Catur Warga Mataram ini, dipandang cukup strategis dalam menunjang event-event bertaraf nasional yang sering diadakan di Kota Mataram. Karenanya, ia meminta supaya ada pelibatan masyarakat, sebab antara Hotel Lombok Raya dengan warga Lingkungan Karang Tapen tentu akan menjadi tetangga dalam waktu yang relatif lama. Untuk itu, sudah sepatutnya manajemen Hotel Lombok Raya mengakomodir apa yang menjadi aspirasi warga setempat. Hal ini penting supaya masyarakat setempat juga merasa memiliki hotel tersebut. Ia menyarankan dalam perekrutan tenaga kerja, agar memprioritaskan warga Karang Tapen, lokasi di mana Hotel Lombok Raya berdiri. Meski bukan pada jabatan yang membutuhkan skill khusus tentu masih ada jabatan lainnya. ‘’Jangan orang luar saja yang diterima,’’ pungkas politisi Partai Hanura ini. (fit)

HM. Tohri (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) – Program Kartu Mataram Sehat (KMS) kembali menjadi sorotan di kalangan DPRD Kota Mataram. Ketua Komis II DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menilai, KMS tak ubahnya sebagai program titipan. Sebab meski telah melalui rujukan dan prosedur yang ditentukan, may-

Tahun 2014 akan Terjadi Pemadaman Bergilir di Mataram Mataram (Suara NTB) – Penolakan warga terhadap pembangunan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) di Tanjung Karang, tidak digubris Pemkot Mataram. Sejauh ini, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tetap pada pendiriannya memberikan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) pembangunan PLTD tersebut. Pemberian izin itu bukan tanpa alasan yang jelas. Menurut Walikota, jika PLTD tersebut tidak dibangun tahun ini, maka tahun 2014 mendatang, bakal terjadi pemadaman listrik bergilir di Kota Mataram. Dikonfirmasi usai menghadiri paripurna penetapan APBD Perubahan Kota Mataram di DPRD Kota Mataram, Walikota mengungkapkan, yang sangat membuatnya bimbang adalah adanya surat dari pihak PLN yang menyatakan bahwa kalau PLTD ini tidak terbangun, maka pada tahun 2014 mendatang, akan terjadi pemadaman bergilir di Kota Mataram. ‘’Kalau sekarang saya

tidak izinkan, berarti kan saya yang salah. Kalau saya didemo warga gara-gara pemadaman bergilir, bagaimana,’’ imbuhnya. Walikota selaku pemegang otoritas pemberian IMB mengaku sempat menunda sekitar delapan bulan pemberian izin tersebut. Kala itu pihaknya meminta pemohon izin supaya mencari lokasi lain. ‘’Mungkin tidak dapat lokasi lain, sementara dia harus menyelesaikan pembangunan pada tahun ini,’’ demikian Walikota. Pemberian izin bagi PLTD itu, sambung Walikota hanya berlaku hanya empat tahun. ‘’Nah ini per-

soalannya. Saya bukannya tidak mengapresiasi, sangat berat saya memikirkan masyarakat kalau ada yang menolak seperti ini. Tapi inilah kondisinya, saya kira masyarakat memahami,’’ ujarnya. Ahyar menegaskan, pembangunan PLTD Tanjung Karang bukan untuk kepentingan orang per orang maupun orang-orang tertentu, melainkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Dikatakan Ahyar, bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar, apalagi di Kota Mataram yang diklaim sudah sangat berkembang. Dengan demikian, tentu kebutuhan listrik semakin meningkat. Antara lain sejumlah ruas jalan baru yang membutuhkan daya listrik untuk pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum), selain itu, telah terjadi pengembangan dalam bidang property (perumahan, red) di sana-sini. Belum lagi investasi dari luar berupa pembangunan hotel-hotel.

Sementara itu, pada hari yang sama, warga yang menolak pembangunan PLTD Tanjung Karang, kembali mendatangi Komisi III DPRD Kota Mataram. Warga bahkan meminta komisi yang membidangi masalah pembangunan fisik itu, untuk turun ke lapangan hari itu juga. Namun permintaan warga ditolak. Komisi III berasalan, tidak semua persoalan harus selesai dalam satu hari. Selain itu, menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST., pihaknya akan menggelar rapat internal komisi terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi. Komisi III berjanji akan memfasilitasi warga yang menolak pembangunan PLTD Tanjung Karang dengan para pihak terkait. Seperti Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan, pihak pengusaha yang konon telah mengantongi IMB serta Lurah Tanjung Karang.

’’

Kalau sekarang saya tidak izinkan, berarti kan saya yang salah. Kalau saya didemo warga gara-gara pemadaman bergilir, bagaimana? H. Ahyar Abduh Perwakilan warga yang menolak pembangunan PLTD Tanjung Karang, Samsul Bahri, menuding izin tersebut tidak pernah disosialisasikan dari awal. Katanya, IMB PLTD Tanjung Karang yang disebutnya berkekuatas 30 MW, cacat hukum. (fit)

Warga Karang Tapen Protes Perluasan Bangunan Hotel Lombok Raya Mataram (Suara NTB) – Puluhan warga RT 3 Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Sabtu (28/9) mendatangi Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Mataram. Mereka memprotes perluasan bangunan Hotel Lombok Raya. Sebelum mendatangi Dinas Takowasbang Kota Mataram untuk hearing dengan Kepala Dinas Takowasbang dan manajemen Hotel Lombok Raya, warga sempat difasilitasi untuk menyelesaikanpersoalanituditingkatlingkungan, namun warga bersikeras ingin menyelesaikan persoalan ini dengan mediasi Dinas Takowasbang Kota Mataram. Hadir dalam dengar pendapat yang berlangsung di ruang rapat Dinas Takowasbang Kota Mataram itu, perwakilan warga Lingkungan Karang Tapen, pemilik Hotel Lombok Raya, kontraktor, Kepala Takowasbang Kota Mataram, Ir. Supardi dan anggota DPRD Kota Mataram yang juga berasal dari Lingkungan Karang Tapen, H. M. Tohri, S.Sos. Pada kesempatan itu, warga meminta IMB perluasan bangunan, dengan menambah sebuah bangunan berlantai III ditinjau ulang. Sebab, lokasi yang akan dibangun bangunan tiga lantai berjarak hanya 1,5 meter dari rumah war-

ga. Kalaupun nantinya memang dilakukan pembangunan, warga meminta kontraktor tidak menggunakan alat berat. Sebab, seperti pembangunan sebelumnya atas hotel yang sama, penggunaan alat berat justru mengusik ketenangan warga.Getaranakibatpenggunaan alat berat, terasa seperti gempa di kediaman warga. Selain itu, warga juga menghendaki supaya pembangunan nantinya tidak dikerjakan hingga larut malam. Dalam kesempatan itu, warga juga mempertanyakan, apakah perluasan bangunan hotel berbintang tiga itu sudah mengantongi izin atau sebaliknya. ‘’Apakah sudah ditinjau bagaimana kondisinya di lapangan,’’ tanya warga. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Takowasbang Kota Mataram, Ir. Supardi menjelaskan, proses penerbitan IMB di Mataram sangat ketat. Bahkan, kata dia, prosesnya dimulai dari lingkungan dan kelurahan. Dari segi zonasi, Cakranegara termasuk zona jasa perdagangan, termasuk lokasi berdirinya Hotel Lombok Raya. Supardi menyatakan, bahwa perluasanbangunanHotelLombok Raya telah mengantongi izin. Perluasan bangunan hotel itu, sambung dia, untuk memperluas daya tampung. Ia menilai warga di Kota Mataram belum terbiasa dengan

(Suara NTB/fit)

SAMPAIKAN - Wakil Kepala Lingkungan Karang Tapen, H. Hamdan sat menyampaikan maksud warga mendatangi Dinas Takowasbang Kota Mataram, Sabtu (28/9). kerja malam. Ia mengatakan, apabila akibat pembangunan hotel itu, berdampak pada warga, tentu manajemen Hotel Lombok Raya akan bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi. ‘’Kita berharap tidak terjadi gempa. Tapi kalau misalnya terjadi, yang merobohkan bangunan hotel lantas menimpa rumah warga, tentu kami akan bertanggung

jawab,’’ ujar Pemilik Hotel Lombok Raya, Sutikno. Namun demikian, secara hitung-hitungan teknis, konstruksi bangunan Hotel Lombok Raya, termasuk bangunan tambahan yang akan dibangun, sudah aman. Bahkan ia mengklaim kekuatan konstruksinya melebihi bangunan lain. Sutikno yang didampingi I Gusti Lanang Patra menyebut-

kan, perluasan bangunan Hotel Lombok Raya diperuntukkan untuk laundry, dapur karyawan serta parkir sepeda motor. Pascapertemuan segitiga di Dinas Takowasbang Kota Mataram, pertemuan antara warga dengan manajemen Hotel Lombok Raya berlanjut di luar, salah satunya membahas kompensasi perluasan bangunanHotelLombokRaya.(fit)

KMS Dinilai sebagai Program Titipan arakat pemegang KMS masih kesulitan mendapatkan pelayanan dari rumah sakit. “Paling nggak dirawat dululah. Kalau sekarang harus kenal sama Walikota, harus kenal sama saya, harus kenal sama Dirut, kan berarti ini program titipan,” tandas Nyayu saat dihubungi Suara NTB Sabtu (28/9).

Sejauh ini pihaknya sangat sepakatdengankeberadaanKMSyang dihajatkan untuk warga Kota Mataram yang tidak mendapatkan kartu Jamkesmas maupun Jamkesda. Tetapibukanberartimasyarakatpemegang KMS harus mendapat rekomendasi dari ‘atasan’ dulu, baru mereka mendapatkan pelayanan kesehatandiRSUDKotaMataram.

Menurutnya, masyarakat yang telah mendapatkan KMS, otomatis sudah mendapatkan rujukan dari puskesmas dan memang benar-benar membutuhkan penanganan rumah sakit. Komisi II sangat menyayangkan, karena program yang dilaunching bertepatan dengan HUT Kota Mataram belum ter-

sosialisasi dengan baik. Tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga para petugas medis yang ada di rumah sakit. Semestinya, pihak rumah sakit harus lebih pro aktif menjelaskan kepada masyarakat pemegang KMS. Jika perlu, ada satu loket khusus yang diperuntukkan untuk penanganan KMS. “Saya sangat sep-

akat dengan KMS ini, tapi tolong dipermudah,” ungkapnya. Sementara itu kepada wartawan, Bagian Pelayanan Medis dan Keprawatan RSUD Kota Mataram H. Zuhhad Ns. M.Kes menyebutkan, saat ini RSUD Kota Mataram telah melakukan rapat evaluasi terkait pelayanan rumah sakit. Pihaknya berjanji akan leb-

ih mengintensifkan lagi sosialisasi kepada masyarakat dan menjelaskan bahwa yang digratiskan dalam KMS ini hanya pelayanan rawat inap kelas III. Sementara untuk kontrol cek kesehatan, IGD dan tindakan operasi, tetap ditarik bayaran. “Kita akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” pungkasnya. (nia)


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Perbaikan Infrastruktur Pertanian Butuh 10 Tahun Praya (Suara NTB) Kondisi infrastruktur pertanian secara nasional diakui masih memprihatinkan. Hal itu dibuktikan degan masih banyaknya infrastruktur pertanian yang rusak dan tidak bisa berfungsi. Ironisnya, pemerintah sampai sejauh ini belum bisa menyediakan anggaran yang cukup untuk bisa mengatasi persoalan tersebut. Walaupun demikian bukan berarti pemerintah daerah tidak menyiapkan anggaran perbaikan infrastruktur pertanian. Hanya saja, anggaran yang tersedia belum mencukupi dan perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap. “Saat ini anggaran untuk perbaikan infrastruktur pertanian hanya sekitar Rp 2 triliun per tahun. Sementara kebutuhan anggaran mencapai Rp 21 triliun,” ungkap Menteri Pertanian Ir. H. Suswono saat panen raya kedelai di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng). Menurutnya, butuh 10 tahun lagi untuk bisa memperbaiki seluruh infrastruktur pertanian yang rusak dengan catatan tidak ada infrastruktur pertanian yang rusak. Padahal ketersedian infrastruktur pertanian yang mantap, merupakan salah satu faktor pendukung keberhasil pertanian. Melihat minimnya anggaran yang ada, pihaknya saat ini tengah mewacanakan untuk mengalihkan anggaran subsidi pupuk untuk memperbaiki infrastruktur pertanian. Termasuk pula penyediaan infrastruktur petanian di wilayahwilayah yang belum memiliki infrastruktur pendukung. Namun demikian, wacana tersebut tentunya tidak bisa terwujud tanpa mendapat dukungan dari petani. “Untuk subsidi pupuk pemerintah menyiapkan sekitar Rp 18 triliun. Kalau itu dialihkan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, maka persoalan infrastruktur pertanian bisa teratasi,” tambahnya. Ia menjelaskan, adanya subsidi pupuk petani bisa menghemat biaya produksi sekitar Rp 1 juta. Tapi kalau kemudian anggaran subdisi dialihkan untuk infrastruktur, maka hitung-hitungnya petani bisa menghemat biaya produksi hingga Rp 7 juta lebih. Keuntungan lain kalau subdisi dicabut maka ketersedian pupuk bisa terjamin. Karena pupuk yang beredar sudah sesuai pasar, sehingga produsen bakal berlomba menjual pupuk. Tidak ada lagi kasus-kasus kelangkaan pupuk. ‘’Karena diakui atau tidak, kelangkaan pupuk yang terjadi selama ini, bukan karena stoknya yang terbatas. Tapi lebih karena permainan oknum-oknum tertentu,’’ ungkapnya. Dicontohkannya, di negara-negara Asean yang pertaniannya sudah maju, pemerintahnya tidak menyediakan subsidi pupuk. Tapi kondisi ketersediaan infrastruktur pertaniannya sangat mantap, sehingga mampu memberi daya dorong bagi kemajuan pertanian di negara tersebut. (kir)

Realisasi Anggaran Minim

Tantangan Berat Pemerintahan Baru Selong (Suara NTB) Realisasi anggaran tahun 2013 untuk pembangunan fisik di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hingga Agustus lalu baru mencapai 46 persen. Sementara realisasi keuangan baru mencapai 29,19 persen. Di sisi lain, waktu tersisa tinggal satu triwulan. Hal ini jelas menjadi tantangan berat pemerintahan baru. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan (Adpem) Setda Lotim, Dedi Irawan menjawab Suara NTB belum lama ini, menjelaskan, tiga bulan mendatang realisasi anggaran harus tuntas. Dalam arti, anggaran sebesar Rp 478 miliar belanja langsung sudah harus tercapai realisasinya akhir tahun ini. Diakuinya, beberapa proyek yang belum selesai realisasinya adalah sejumlah proyek pembangunan fisik yang tersebar di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Atas kondisi ini, semua SKPD harus mempercepat realisasi program, sehingga bisa terealisasi semua di akhir tahun. Proyek lain yang belum terealisasi semua, katanya, ada di Kepala Bagian di lingkup Setda Lotim yang mengurus soal tender-tender melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dalam hal ini, pihaknya sudah mencoba merampingkan birokrasi di tubuh ULP dari 60 menjadi 24 orang. Seluruh kelompok kerja (pokja) dipegang oleh pejabat fungsional tidak lagi ada yang masuk dari pejabat struktural seperti sebelumnya. Harapannya, perampingan ini difokuskan agar para pekerja bisa bekerja lebih optimal. “Kita harapkan kerjanya all out,” imbuhnya. Meski ada perampingan, dipastikan tetap pula akan mengedepankan profesionalisme. Semua yang duduk di UPL harus bersertifikat. Adanya perampingan birokrasi di tingkat ULP ini dipastikan tidak akan mengganggu sistem pelayanan. Pasalnya, ULP tidak ada keterkaitan dengan tahun anggaran. Ditambahkan, ada empat pokja yang ditetapkan. Satu pokja yang mengurus tender-tender ini membawahi lima SKPD. Dari empat pokja tersebut diyakini bisa mengcover semua SKPD yang ada di lingkup Pemkab Lotim. Perubahan sistem yang diberlakukan Dedi Irawan ini tegasnya bukan berarti menuding sebelumnya jelek. Ia hanya menginginkan efisiensi, sehingga semua bisa bekerja secara optimal. (rus)

LIBURAN Taman Wisata Narmada Lombok Barat masih menjadi favorit wisatawan mancanegara dan domestik untuk berlibur atau melepas kepenatan setelah seminggu bekerja keras. Biasanya, Taman Narmada ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal setiap hari libur, seperti Sabtu atau minggu. Mereka datang bersama keluarga atau rombongan.

Hari Ini, KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Lobar

AZAN Masih Unggul

Giri Menang (Suara NTB) Pemenang Pilkada Lombok Barat (Lobar) secara resmi akan ditetapkan Senin (30/9) hari ini. Penetapan pasangan pemenang itu dilaksanakan melalui rapat pleno KPU Lobar di Sentosa Hotel. Selain penetapan pasangan calon, KPU juga menggelar rapat pleno rekapitulasi perolehan suara empat pasangan calon yang bertarung pada Pilkada Lobar. Terkait hal ini, KPU bersama jajaran PPK menggelar gladi bersih sekaligus sinkronisasi data perolehan suara di masing-masing PPK, Minggu (29/ 9). ‘’Besok (hari ini, red) dilaksanakan dua rapat pleno, pleno rekapitulasi perolehan suara dan langsung penetapan pasangan pemenangnya,’’ ungkap Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri, Minggu (29/9). Dalam rapat pleno tersebut diundang pasangan calon, eksekutif, legislatif, saksi, PPK. Rapat pleno tersebut, diawali rapat rekapitulasi perolehan suara pasangan. Untuk mem-

persiapkan itu, KPU bersama PPK melakukan sinkronisasi agar data yang berbeda di tingkat PPK bisa diketahui. Selanjutnya, setelah diketahui pasangan pemenang maka dilanjutkan ke rapat pleno penetapan pasangan pemenang. Sementara itu, hasil pleno PPK yang dilaksanakan Jumat (27/9) kemarin menghasilkan pasangan H. Zaini Arony dan Fauzan Khalid (AZAN) masih unggul atas pasangan lainnya. Berdasarkan hasil pleno tersebut, AZAN unggul diperkirakan dengan selisih mencapai kurang lebih 70.764

atau sekitar 40 persen. Di mana pasangan AZAN memperoleh suara 189.456, disusul pasangan Zahrul Maliki dan Irwan Harimansyah 18. 566 suara, H. Mahrip dan TGH. Munajib Kholid (MAJU) 64.524 suara, pasangan H. Ridwan Hidayat dan Syaiful Ahyar meraup 35.602 suara. Data diperoleh Suara NTB dari PPK kecamatan, perolehan suara tertinggi pasangan AZAN di Kecamatan Narmada dengan 31.722 suara, sementara pasangan Zahir 3.057 suara, pasangan Maju 6.520 suara, pasangan Rid-

Bulog NTB Siap Beli Kedelai Petani Praya (Suara NTB) Minat petani untuk menanam kedelai di NTB dalam beberapa musim tanam terakhir sedikit mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya, karena ketidakstabilitan harga jual kedelai di pasaran. Dimana pada saat sebelum panen, harga kedelai melonjak tinggi. Namun ketika panen berlangsung harga kedelai justru anjlok. Kondisi ini membuat petani merugi. Untuk itu, guna membantu stabilitas harga kedelai, mulai tahun ini pihak Bulog NTB bakal melakukan intervensi dengan turut membeli kedelai petani. “Tahun ini kita akan mulai membeli kedelai petani,” ungkap Kepala Bulog Divre NTB, M. Hasim di Desa Sukarara Jonggat, Minggu (29/9). Hasim, menegaskan jumlah kedelai yang akan dibeli pihaknya tidak terbatas. Dengan kata lain, berapapun jumlah kedelai petani pihaknya siap menampung. “Langkah ini kita lakukan untuk menjamin adanya kepas-

tian pasar bagi produksi kedelai petani. Dan, kebijakan ini sudah menjadi kebijakan pusat,” jelasnya. Artinya, stabilitas harga jual kedelai bisa lebih terjaga. Para petani pun kini tidak perlu khawatir, harga kedelainya anjlok, walau pada saat musim panen. Biasanya, pada musim panen harga kedelai biasanya bahkan anjlok dan naik lagi setelah panen usai. Ia menjelaskan, pada musim panen tahun ini target produksi kedelai di NTB diperkirakan mencapai 36 ribu ton. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan bisa menyerap kedelai petani paling tidak setengah dari total produksi yang ada. Hasil serapan dari petani itulah nantinya akan disalurkan lagi ketika terjadi kelengkapan kedelai. Disinggung harga pembelian kedelai petani, Hasim menegaskan pihaknya tetap berpatokan pada standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni sebesar Rp 7.000 per kg. “Untuk kedelai pemer-

Nanas salah satu jenis tanaman kebun yang banyak ditemukan di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik. Tiap hari puluhan ton produk nanas bisa keluar dari desa ini. Kisaran harga yang masih minim, yakni Rp 500 per buah membuat para petani jelas tidak dapat apa-apa. Bahkan, saat panen, harga nanas hanya Rp 200 per buah. Namun, warga Lendang Nangka bertekad menjadikan nanas sebagai sebuah produk bernilai jual tinggi dan memberikan manfaat lebih bagi petani dan masyaraka setempat. na bisa menyulap produk nanas Lendang Nangka Utara ini menjadi produk yang layak jual ke pasar yang lebih modern. Untuk pengembangan komoditi nanas di Lendang Nangka, Pertamina memberikan bantuan 6 jenis mesin, yakni pengupas nanas, vacuum prying, pengaduk dodol, pengaduk sirup, pemarut dan pengemasan serta Liquied Petroleum Gas (LPG). Pengoperasian mesin butuh keahlian khusus. Namun bisa dipelajari dalam waktu tidak terlalu lama. Terkait hal ini, sebanyak 20

gan 29.595 suara, disusul MAJU 5.241 suara, RidwanSyaiful 4.030 suara dan Zahir 1.274 suara. Di Batulayar, pasangan AZAN unggul telak dengan 11.461 suara, Zahir 1.559 suara, MAJU 6.925 suara dan pasangan RidwanSyaiful 2.184 suara. Di Kediri pun demikian, pasangan ini meraup suara telak dengan 17.253 suara, pasangan Zahir 1.484 suara, Maju 5.267 suara dan pasangan Ridwan-Syaiful 2.849 suara. Di Labuapi, pasangan AZAN meraup suara terbanyak dibanding pasangan lain. AZAN meraup 19.266 suara, Zahir 1124, MAJU 4.601 suara dan RidwanSyaiful 4.378 suara. Terakhir di Lembar, hasil rekapan PPK setempat AZAN mendapat 16.941 suara, Zahir 859 suara, MAJU 2.776 suara dan Ridwan-Syaiful 3.233 suara. (her)

Stabilitasi Harga

intah pusat telah menetapkan HPP (Harga Pokok Pembelian) sebesar Rp 7.000 per kg. Dengan ketentuan kadar air tidak lebih dari 12 persen dan kotoran tidak lebih dari 4 persen,” tambahnya. Sebagai langkah awal pihaknya sudah menjalin kesepakatan dengan beberapa kelompok tani untuk membeli kedelai. Termasuk di wilayah Loteng sudah ada beberapa kelompok tani yang menjalin kesepakatan penjualan kedelai. Tapi bukan kemudian hanya terbatas melalui kelompok tani saja, pihaknya juga tetap turun langsung membeli kedelai ke petani di bawah. Saat ini pun, pihaknya sudah mulai melakukan pembelian. Walaupun jumlah yang sudah terserap masih kecil. Dari hasil kedelai yang sudah diserap, secara kualitas masih belum sesuai harapan. Di mana untuk kadar air masih di atas 16 persen. Sedangkan kotorannya di atas 4 persen. Kendati demikian, pembelian tetap akan dilakukan. (kir)

Nanas, Produk Bernilai Jual Tinggi

MENURUT Kepala Desa Lendang Nangka Utara M. Tahir, nanas bisa diolah menjadi produk panganan yang bernilai ekonomis tinggi. Dibandingkan dengan hanya menjual per buah, sentuhan kreasi yang dilakukan bisa mendapatkan nilai lebih. ‘’Menjadikan keripik nanas, juice jeruk, dodol nanas, selai nanas dan produk berbahan nanas lainnya,’’ terangnya pada Suara NTB, Sabtu (28/9). Hal inilah yang coba mulai dibuktikan warga Desa Lendang Nangka Utara. Adanya bantuan mesin dari Pertami-

wan-Syaiful 5.299 suara. Suara AZAN paling rendah di Kecamatan Gunung Sari dengan 12.255, jauh di bawah pasangan MAJU dengan 22.084 suara. Pasangan Zahir 3.898 suara dan pasangan Riwan-Syaiful 2.831 suara. Sementara di kecamatan lainnya, AZAN mendominasi dibandingkan dengan pasangan lainnya. Di Kuripan misalnya, pasangan AZAN mampu mendulang 12.770 suara, sementara pasangan lain jauh di bawahnya. Zahir meraup 605 suara, pasangan MAJU 1.728 suara sedangkan Ridwan-Syaiful 1.639 suara. Pun di Kecamatan Sekotong, AZAN mendominasi dengan 17.492 suara, Zahir 2.165 suara, MAJU 4.191 suara dan Ridwan-Syaiful 3.367 suara. Di Gerung, pasangan AZAN meraup suara terbanyak den-

(Suara NTB/rus)

KEBUN NANAS - Seluas 350 ha kebun nanas di Desa Lendang Nangka Utara. Desa ini merupakan salah satu pengembangan tanaman nanas di NTB. warga Lendang Nangka sudah dikirim mengikuti pelatihan di Malang yang merupakan penghasil sejumlah produk penganan dari hasil-hasil perkebunan. Seperti keripik apel Malang, dan beragam produk penganan siap saji yang ternyata diolah sendiri oleh warga Malang ingin coba dikembang-

kan di Lendang Nangka Utara. Terutama dalam menjadikan kawasan ini tidak saja dikenal menjadi daerah penghasil nanas mentahnya saja. Namun lebih dari itu, bagaimana menyulap nanas menjadi produk yang siap saji dan siap santap oleh kalangan siapa saja.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, juice, keripik dan dodol nanas tercipta ala warga Lendang Nangka. Besar harapannya, setelah produk nanas ini jadi harga per buah nanas tidak lagi Rp 500, namun bisa tembus Rp 2 ribu per buah. Potensi tanaman nanas di Lendang Nangka Utara cukup besar. Tiap hari ada 2 truk keluar dari desanya. Di Lendang Nangka Utara, nanas ditanam di atas lahan seluas 350 ha lebih. Budidaya nanas memang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ribuan warga Lendang Nanga Utara ini. Mubin Abdurrahman dari Politeknik Negeri Malang, menjelaskan, nanas merupakan buah serbaguna. Artinya, tidak ada bagian pun dari nanas yang tidak bisa dimanfaatkan. Buahnya bisa menjadi produk makanan dan minuman. ‘’Sedangkan ampasnya bisa menjadi pupuk kompos dan pakan ternak. Warga Lendang nangka ini katanya mau jadikan pakan ternak,” imbuhnya. (rus)

Dipertanyakan, Anggaran Sosialisasi KPU RENDAHNYA tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Lombok Barat (Lobar) mengundang pertanyaan sejumlah kalangan. Alasannya, dana untuk penyelenggaraan pilkada terbilang besar mencapai Rp 21 miliar lebih. Sementara tingkat partisipasi hanya diperkirakan 64 persen lebih. Kondisi ini berbeda dengan partisipasi pemilih pada Pilkada NTB Mei lalu yang mencapai 67 persen di Lobar. Pengamat Politik Lobar Dr. Ahyar Fadli, menilai, jika anggaran sosialisasi besar, maka perlu dipertanyakan rendahnya partisipasi pemilih. Rektor Universitas Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah ini menyatakan, harusnya dengan dana sebesar itu proporsi untuk dana sosialisasi lebih besar. Pasalnya, hal ini penting juga untuk mensosialisasikan perkara pilkada bagi pemilih. “Persoalannya apakah pada tataran sosialisasi yang kurang, karena dana kurang atau bagaimana? Kalau dananya besar tapi sosialisasi kurang kan itu perlu pertanyakan, berarti ada masalah,”ungkap Ahyar Fadli, Sabtu (28/9). Menurutnya, hal ini pasti ada persoalan dan perlu dipertanyakan, karena dana KPU untuk penyelenggaraan Pilkada sebesar Rp 21 miliar untuk dua kali putaran. Untuk sekali putaran, dana sebesar Rp 14 miliar. Rencananya, dana Rp 14 milair itu untuk satu putaran. Sedangkan sisanya Rp 7 miliar untuk pilkada, jika dua putaran. Menurutnya, KPU perlu terbuka perihal peruntukan dana tersebut. KPU Lobar yang dikonfirmasi masalah ini tak terbuka. Terkesan, mereka saling lempar tanggung jawab. Seperti halnya Divisi Humas KPU Lobar, Suhardi yang dikonfirmasi enggan menyebut rincian dana penyelenggaraan Pilkada. “Terkait anggaran itu konfirmasi ke Sekretariat saja,” sarannya. Namun, Sekretaris KPU Lobar lagi-lagi mengalihkan ke Kasubag Program, Munir. Sementara, dari data sejumlah PPK kecamatan hasil Pleno tingkat partisipasi pemilih terbilang masih rendah. Pasalnya, angka golput per kecamatan mencapai kisaran 20 sampai 30 persen per kecamatan. Bahkan di Batu Layar, 33 persen pemilih golput. (her)

Ahyar Fadli (Suara NTB/her)


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Kerjasama Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pelaksanaan event Festival Moyo sudah memasuki hari-hari terakhir. Sabtu lalu, serunya jelajah wisata motor yang melintasi rute yang cukup menantang. Giliran Minggu (29/9) kemarin, seribu lebih peserta meramaikan lomba lari Sumbawa 10 K dari berbagai daerah. Keluar sebagai juara pertama, pelari nasional asal Sumbawa, Ridwan. Sebanyak 350 peserta jelajah wisata motor yang mengambil start di depan Gelanggang Olah Raga (GOR) Mampis Rungan, dilepas Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Arasy Muhkan. Sebagian datang dari luar daerah, seperti Pulau Sumbawa, Pulau Lombok, Bali dan Pulau Jawa. Melalui rute Pemulung, Uma Buntar, Kelungkung, Semongkat Sampar, Sampa Brang, menuju Kampus UTS lalu melewati bendungan Pernek dan istirahat makan siang di bendungan Batu Bulan. Selepas istirahat, peserta melanjutkan tour melalui Talwa, Boak Dalam, Raberas, Penyaring di arena pacuan kuda. Selanjutnya ke Ai Loang, Labuan Sawo, Tanjung Menangis, Brang Biji dan dan finis kembali di GOR. Para peserta yang beruntung dalam pengundian mendapatkan hadiah utama dua buah trail Kawasaki, tiga buah Yamaha Mio J dan beberapa hadiah lainnya dari sponsor dengan total mencapai Rp 100 juta. Wabup, H. An, panggilan akrabnya, men-

yampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan para peserta yang telah berkesempatan menjajal alam Sumbawa. Diharapkan tahun depan, kegiatan serupa bisa dilaksanakan dengan peserta yang lebih besar dan hadiah undian yang bertambah. Peserta bisa melihat keindahan alam Sumbawa, dan kedepannya ini bisa menjadi daya tarik wisata bagi penggemar motor. Tentunya para penjelajah motor ini memiliki kemampuan menggunakan kendaraan dengan bagus dan tertib lalu lintas. “Mudahan event ini terus bergelora,” harapnya. Ketua Panitia Penyelenggara, Agus Mustamin, M.Si, menyatakan, kegiatan ini mengajarkan kepada anak muda untuk sopan di jalan. Berolahraga sambil berwisata. Apalagi, panitia menyuguhkan kepada para peserta menjelajahi hutan madu, sebagai ikon Sumbawa. “Mudahan para peserta selalu akan ingat akan Sumbawa,” katanya. Sementara itu dari lintasan lari 10 K, catatan waktu pelari nasional asal Sumbawa yang sebelumnya berhasil merebut emas di ajang Sea Game, terlalu kuat untuk bisa diimbangi oleh 1.170 orang peserta lomba lari 10 K. Sebanyak 60 orang diantaranya berasal dari luar daerah dan beberapa dari mereka adalah pelari nasional. Seperti dari Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Manado, Makassar, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dengan total

(Suara NTB/arn)

Serunya Jelajah Wisata Motor, Ridwan Juara Lari 10 K Festival Moyo

PEMENANG - Para pemenang lomba lari 10 K foto bersama dengan Bupati H. Jamaluddin Malik dan Hj. Rahmawati Jamaluddin Malik (kiri). Wabup Sumbawa melepas ratusan peserta jelajah wisata motor. hadiah Rp 82,5 juta. Lari 10 K ini start dan finish di lapangan Pahlawan dan mengambil rute dalam kota. Juara lomba lari 10 K, dari Juara pertama hingga juara sepuluh berturut-turut, Ridwan dengan catatan waktu 31,39 menit, Yahusa (peraih medali emas lari 10 ribu meter di Sea Game asal Bangka Belitung) dengan waktu 32,39, Ferdi Irianto (Bangka Belitung), Ian Bachtiar (Bima) dengan waktu 33,33 menit,

Tri Bius Taauho (Salatiga, Jateng) dengan waktu 33,35 menit, Ari Suandana (Salatiga) dengan waktu 33,51, Jemmy S (Ternate Maluku) 33, 57 menit, Ahmad Gauri (Manado Sulut) 34, 11 menit, Zulkifli (Kota Bima) 34,15 menit, dan Sani (Bali) 34,27 menit. “Juara pertama berhak mendapatkan Rp 15 juta sedangkan juara kesepuluh mendapatkan Rp 5 juta,” terang Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Sumba-

wa, H. Amri, S.Sos. M.Si. Pada kegiatan tersebut, tambah H. Amri, Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, juga memberikan bonus kepaada 10 pelari lokal terbaik dengan catatan waktu ratarata 37 menit. Sebagai bentuk motivasi dan perangsang bagi atlet lari di Sumbawa. Bupati berharap, kegiatan yang kedua kalinya ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tetap nasional. (arn/*)

Diduga Aborsi

Oknum Polisi dan Pacarnya Ditahan Kota Bima (Suara NTB) Oknum anggota Polres Bima, Briptu Mh alias Opin diduga memaksa kekasihnya, FK (24), warga Raba Ngodu Utara untuk menggugurkan kandungan (aborsi) karena malu menanggung aib. Atas tindakannya ini, Opin beserta kekasihnya ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Mapolres Bima Kota.

(Suara NTB/arn)

PRODUK MAKANAN - Husaini didampingi Hasbullah menunjukkan produk makanan home industry di stand kecamatan pameran UMKM Sumbawa.

Produk ’’Home Industry’’ Kecamatan Empang Diburu Pengunjung Sumbawa Besar (Suara NTB) Produk home industry dari kecamatan Empang, seperti masin, terasi dan kerupuk yang dipamerkan di stand kecamatan Pameran dan Ekspo UMKM laris manis dan banyak diburu pengunjung. Seperti terlihat pada Sabtu (29/9) malam, stand kecamatan tampak ramai dikunjungi pengunjung. Terutama produk makanan khas daerah hasil olahan kelompok home industry dari kecamatan Empang. Pengunjung banyak yang membeli kerupuk atom, terasi dan lainnya. Bahkan untuk jenis tertentu, langsung habis. Camat Empang, Husaini S.H, yang didampingi Staf Kecamatan Empang sekaligus pengelola stand, Hasbullah, kepada Suara NTB, bersyukur minat pengunjung terhadap hasil home industry kecamatan Empang luar biasa. Termasuk barang hasil kerajinan. Bahkan, omsetnya bisa mencapai puluhan juta. Hal ini, menandakan geliat home industry di wilayahnya berkembang pesat. “Kedepan kita berharap semua produk home industry kecamatan Empang dan kecamatan-kecamatan lainnya bisa dipamerkan dalam pameran seperti ini. Sebagai ajang promosi,” katanya. Menurutnya, saat ini cukup banyak kelompok home industry yang telah terbentuk di Empang. Hingga membutuhkan perhatian semua pihak, terutama dari dinas terkait untuk dilakukan pembinaan. Agar bisa terus berkembang untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. (arn)

Peristiwa ini dilaporkan oleh keluarga pada Jumat (27/ 9) lalu ke SPK Polres Bima Kota. Wahidin, SH, saat dikonfirmasi menyebutkan awalnya tak ada yang tahu jika cucunya tersebut menggugurkan kandungan. Pihaknya baru tahu setelah beberapa hari lalu, FK mengeluh sakit di bagian rahim. Pihaknya, kemudian membawa FK ke RSUD Bima untuk diperiksa. Setelah di RSUD Bima barulah terungkap jika FK telah menggugurkan kandungan. Dokter setempat menyebutkan rahim FK harus dikuret atau tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim setelah melahirkan. Jika tidak, rahim akan mengalami infeksi. Mendengar pernyataan dokter ini, pihaknya pun tercengang. Pasalnya selama ini cucunya belum menikah,

apalagi hamil. Setelah ditanyai, FK kemudian mengaku pernah hamil di luar nikah atas perbuatan pacarnya yang tak lain adalah Opin. Namun sang pacar memintanya untuk menggugurkan kandungan dan dilakukan dua minggu setelah bulan puasa tepatnya 11 Juli 2013. Menurut Wahidin, cucunya tersebut mau menggugurkan kandungan atas suruhan Opin dan berjanji akan menikahinya secara baik-baik. Namun rupanya Opin tak memiliki iktikad baik. Diakuinya, dia sempat memanggil Opin yang juga telah lama dikenalnya tersebut. Namun ternyata pihaknya mengetahui jika Opin akan menikah dengan wanita lain. Tak puas atas perilaku Opin yang telah merusak masa depan cucunya ini, pihaknya kemudian melaporkan ke SPK Polres Bima Kota pada Jumat lalu. “Kita juga

sudah melaporkan masalah ini ke kesatuannya di Propam Polres Bima,” ujar Wahidin yang ditemui, Sabtu (28/9). Ditambahkannya, kasus ini akan terus dibawa ke jalur hukum untuk itu dia berharap aparat Kepolisian mengusut hingga tuntas. Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Agus Dwi Ananta, SH yang dikonfirmasi, Minggu (29/9) membenarkan adanya laporan pengguguran kandungan dimaksud. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan memeriksa saksisaksi. Setelah pemeriksan, pihaknya menetapkan Opin dan FK sebagai tersangka. FK turut ditetapkan sebagai tersangka karena mau menggugurkan kandungannya. “Sekarang dia (Opin, red) sudah ditahan, begitu juga pacarnya (FK),” terang Agus. Meski pihaknya tak menemukan alat bukti termasuk jan-

Pengelola Tambak Tano Batal Tebar Benur Taliwang (Suara NTB) Rencana tebar benur perdana yang dijanjikan oleh PT Bumi Harapan Jaya (BHJ) selaku pengelola tambak Poto Tano, pada 27 September lalu, batal terlaksana. Meski demikian, pihak PT BHJ membantah jika batalnya kegiatan tersebut merupakan kebohongan perusahaan teradap pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Memang batal dilaksanakan, tapi bukan berarti kami berbohong soal keseriusan mengoperasikan kembali tambak itu. Apalagi dianggap kami gombal,” cetus juru bicara PT BHJ, Iman Susila, SH kepada wartawan, Sabtu (28/9). Batalnya kegiatan tebar benur perdana sesuai jadwal yang dijanjikan PT BHJ itu, dikatakan Iman, karena hal teknis semata. Di mana plankton (sejenis makanan benur) yang akan menjaga ketahanan benur dari sengatan matahari belum berkembang maksimal. Sehingga dikhawatirkan benur tidak akan bertahan jika ditebar pada saat itu. “Plankton adalah makanan benur dalam air. Selain sebagai makanan, planton juga dibutuhkan untuk menjaga ketahanan benur dari sengatan matahari setelah dilepas dalam kolam. Jika planton belum siap, maka benur mustahil akan dilepas, karena akan cepat mati atau tidak bisa berkembang nantinya,” paparnya. Ia juga mengungkapkan, pembatalan penaburan benur perdana itu juga sebelumnya telah dikonfirmasi kepada bupati KSB Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM yang sejak awal berencana akan menyaksikan langsung proses tersebut. Bahkan pada kesempatan itu, PT BHJ dan pemerintah berkoordinasi untuk menyusun ulang jadwal kegiatannya. “Jadi kita sudah lapor ke bupati juga soal kondisi yang kita hadapi,” tukasnya seraya menambahkan dari hasil koordinasi jadwal tebar benur akan dilakukan pada sekitar tanggal 3 atau 4 Oktober mendatang. “Kami sudah sampaikan jadwal yang kira-kira tepat untuk kegiatan penaburan benih, dan beliau (bupati) tidak masalah dengan perubahan jadwal itu,” klaim Iman. Rencananya, benur yang akan dilepas pada kegiatan tebar benur perdana adalah pos larva (PL) ukuran 9 dengan jenis udang vaname sebanyak 500 ribu. Iman menjelaskan, estimasi setiap petak yang berukuran 4 ribu meter persegi bisa menghasilkan 8 hingga10 ton dengan kisaran biaya mencapai Rp 350 juta setiap petaknya. “Mudah-mudahan operasional perdana ini, perusahaan bisa memberikan hasil maksimal juga kepada masyarakat,” harapnya. (bug)

in, keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka karena mengakui perbuatannya. Dalam pemeriksaan, pengguguran kandungan tersebut atas kesepakatan. Lantaran, Opin mau menikahi FK secara baik-baik. Namun setelah kandungan digugurkan, Opin justru hendak menikah dengan wanita lain. Atas tindakannya ini, keduanya dikenakan pasal 346, 348 jo 55 dan 181 KUHP tentang aborsi,

membawa, menghilangkan nyawa dengan ancaman lima tahun enam bulan. “Kita juga akan kenakan pelanggaran UU perlindungan anak, karena usia kandungan itu sudah lima bulan,” tutur Agus. Ditegaskannya, terkait kasus ini pihaknya tetap akan menindak dan memproses sesuai aturan yang berlaku. Meskipun yang bersangkutan merupakan oknum anggota Kepolisian. (use)

Polres Bima Amankan Miras Kota Bima (suara NTB) Aparat Polres Bima berhasil mengamankan enam dus minuman keras (miras) dari sebuah toko di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Jumat (27/9) malam. Pengamanan miras-miras ini merupakan bagian dari operasi gabungan yang dilakukan Polres Bima guna menekan peredaran miras. Kabag Humas Polres Bima Kabupaten, AKP Syutrianto yang dikonfirmasi, Sabtu (28/ 9) menyebutkan miras-miras ini berhasil diamankan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Disebutkan bahwa toko tersebut kerap menjual miras. Menyusul adanya laporan, pihaknya kemudian menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi. Hingga akhirnya berhasil mengamankan enam dus miras jenis bir yang jumlahnya 78 botol. Tak hanya bir, pihaknya juga mengamankan enam botol miras tradisional. Selanjutnya, barang bukti ini diangkut ke Mapolres, begitu juga dengan pemilik untuk dimintai keterangan. Namun yang bersangkutan tidak ditahan.

Pihaknya menduga saat ini masih banyak toko lain yang menjual dan mengedarkan minuman tersebut di Kecamatan setempat. “Hasil keterangan dari pemilik toko, akan kita kembangkan untuk mengungkap peredaran miras di wilayah Bolo,” pungkasnya. Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan untuk melakukan pengembangan terkait asal usul miras dimaksud. Menurut dia, kebanyakan miras yang diamankan selama ini, berasal dari luar Kabupaten Bima. Untuk itu jajaran Polres Bima akan melakukan razia rutin terhadap kendaraan yang keluar masuk Bima begitu juga tempat-tempat yang dicurigai menjual miras. “Kita akan gelar razia rutin, untuk mencegah keluar masuk miras dan narkoba,” tuturnya. Sementara itu, bagi pemilik toko yang tak disebutkan namannya tersebut dijerat dengan pasal 1 dan 2 jo pasal 11 ayat 1 dan 2, Perda Kabupaten Bima Nomor 5 tahun 2013 tentang meguasai dan menjual miras dengan ancaman lima tahun penjara. (use)

Seleksi Calon Anggota KPU Sumbawa Bakal Kompetitif (Suara NTB/ula)

BAGI BUKU - Nursyamsiah saat melakukan aksi simpatik pada Hari Hak Tahu sedunia, membagikan buku resume APBD 2013 Sabtu (28/9).

Peringati Hari Hak untuk Tahu

Aktivis Bagikan Brosur APBD Dompu Dompu (Suara NTB) Hari untuk tahu sedunia yang diperingati setiap 28 September, di Dompu diperingati dengan aksi simpatik dengan pembagian brosur dan buku saku tentang APBD Dompu tahun 2013 serta resume undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP). Pembagian brosur dan buku saku ini dilakukan di simpang empat Koramil Dompu dan diharapkan informasi tentang APBD Dompu dapat disebarluaskan. Eka Fitriani, salah seorang aktivis dari Patiro, Sabtu (28/ 9) mengatakan, aksi simpatik yang dilakukan pihaknya dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan UU KIP sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dari pemerintah. Sehingga pihaknya membagikan resume UU KIP sebagai

pengetahuan dasar warga. “Ketika mekanisme dan alur untuk mengetahui informasi, warga pun diharapkan bisa berpartisipasi dalam membangun daerah dan negara,” katanya. Nurul Hayat, peserta aksi lainnya mengungkapkan, buku saku APBD Dompu tahun 2013 dan posternya dibagikan pihaknya agar informasi tentang APBD dapat diketahui secara luas oleh masyarakat Dompu. Walaupun dalam buku saku itu tidak dijabarkan secara rinci anggaran dan program pemerintah daerah. “Kita hanya menyajikan secara umum APBD. Yang disajikan datadata anggarannya hanya Dinas Kesehatan,” terangnya. “Buku ini bisa kita susun bersama atas dukungan dari pemerintah daerah,” tambah Nurul. Aksi simpatik dari masyarakat penggiat keterbukaan

informasi ini terkesan kurang mendapat respon dari masyarakat pengguna jalan. Hal itu terjadi karena beberapa warga tidak mengerti dan bahkan ada yang menduga massa aksi menjual buku serta meminta sumbangan. Sehingga ada di antara peserta aksi yang justru diberi uang Rp 2.000 oleh pengguna jalan. “Saya mau dikasi uang Rp 2.000, tapi saya jelaskan bahwa bukunya gratis baru mereka paham,” kata Nursyamsiah. Nursyamsiah bersama rekan-rekannya ini berencana akan kembali melakukan aksi serta membagikan buku saku APBD serta posternya dan resume UU KIP, Senin (30/9) hari ini dengan sasaran Dinas/Instansi Pemerintah. “Kita akan kembali melakukan aksi dengan sasaran Dinas/Instansi pada Senin,” terangnya. (ula)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim seleksi (Timsel) calon anggota KPU Sumbawa langsung bekerja melakukan verifikasi terhadap berkas lamaran yang masuk menjadi calon anggota KPU Sumbawa. Sebanyak 46 orang di antaranya resmi terdaftar sebagai calon anggota KPU, dari 74 orang yang mengambil formulir. Termasuk empat anggota KPU Sumbawa saat ini. Hingga diperkirakan seleksi bakal berlangsung kompetitif. Anggota Timsel, Ardiansyah S.IP, M.Si, kepada Suara NTB, Minggu (29/9) menjelaskan, pihaknya telah melakukan verifikasi terhadap semua formulir pendaftaran yang masuk. Hingga diperoleh 46 orang yang sudah resmi terdaftar untuk mengikuti seleksi administrasi selanjutnya. “Hasil seleksi administrasi akan kita umumkan, Selasa depan,” terangnya. Ke 46 orang tersebut, berasal dari berbagai latar belakang dengan kompetensi di bidangnya masing-masing. Di antaranya, empat orang anggota KPU lama, selain Ketua KPU, Suhardi Soud, kembali akan bertarung. Kemudian, ada juga anggota Panwaslu, dosen (akademisi), praktisi, konsultan, profesional, wartawan, wiraswasta dan ibu rumah tangga. Dengan tingkat pendidikan yang sebagian besar sudah bergelar S1 san S2. “Kita perkirakan kompetensi berlangsung ketat. Bila melihat dari komposisi dan latar belakang para pendaftar. Hingga akan menciptakan penyelenggara Pemilu yang kredibel,” kata Ardiansyah yang juga dosen Ilmu Politik UNSA ini. (arn) Ardiansyah (Suara NTB/arn)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 30 September 2013

BPKP Investigasi Proyek Bantuan Rumah Kumuh Namun ia menggambarkan, proses audit masih terus berlangsung oleh tim yang dibentuk. Perkiraan waktu berakhir, juga belum bisa ditentukan sampai audit finish. Sementara itu, data diperoleh Suara NTB, kasus bantuan rumah kumuh, di antara 12 kecamatan di Loteng, ada lima kecamatan yang menerima penyaluran bantuan itu. Diantaranya Kecamatan Kopang, untuk Desa Lendang Re 20 unit rumah dan Desa Kopang Rembiga 10 unit rumah. Kecamatan Pringgarata, di Desa Sepakek 10 rumah, Desa Bagu 20 rumah, Desa Pemepek 40 rumah. Sedangkan di Kecamatan Praya Tengah, Desa Pengadang 10 rumah, Kecamatan Praya untuk Desa Bunut Baok 25 rumah, Desa Montong Terep 25 rumah, terakhir Kecamatan Praya Timur untuk Desa Bilelando dan Sukaraja 100 rumah. (ars)

Dari Hal. 1

NTB Tumpuan Utama Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, saat panen raya kedelai di Desa Sukarare Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), Minggu (29/ 9) kemarin. Ia mengungkapkan, NTB sendiri memiliki peran cukup strategis dalam hal penyediaan pangan nasional, khususnya kedelai. Karena sumber daya pertanian yang ada di NTB cukup menjanjikan. Misalnya, untuk luas area pertanian, NTB merupakan daerah dengan luas lahan pertanian terbesar ketiga secara nasional di bawah Jawa Timur (Jatim) serta Jawa Tengah (Jateng). Bedanya, kalau di NTB luas area pertanian masih ada kemungkinan bisa bertambah. Mengingat masih banyak lahan-lahan yang belum dikembangkan secara maksimal. Sementara untuk area pertanian di Pulau Jawa, ke depan sulit untuk bertambah. Sehingga peran NTB di sektor pertanian untuk skala nasional, ke depan bakal semakin besar. Tinggal sekarang bagaimana kemudian, Pemprov NTB bersama-sama pemerintah kabupaten bisa benar-benar maksimal mempertahankan luasan area pertanian yang dimiliki. Bahkan bila perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, laju alih fungsi yang cukup pesat saat ini menjadi ancaman serius bagi ketersedian lahan pertanian di masa-masa yang akan datang. ‘’Saat ini laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian secara nasional mencapai sekitar 100 ribu hektar pertahun. Bahkan sekarang tekanannya semakin berat,” sebutnya. Dan, di NTB sendiri alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian tidak bisa dipungkiri juga tengah terjadi. Untuk itu, pemerintah provinsi khususnya pemerintah kabupaten di daerah ini, harus segera melakukan langkahlangkah nyata. Salah satunya, dengan segera membuat peraturan daerah (perda) tentang lahan pertanian berkelanjutan. Yang bisa menjamin ketersediaan lahan pertanian dan melindungi lahan pertanian produktif dari alih fungsi lahan non pertanian. Dasarnya, pemerintah pusat sudah menetapkan Undang-Undang No. 41 tahun 2007, tentang perlidungan lahan pertanian berkelanjutan. Tinggal sekarang, undangundang tersebut dijabarkan dan diaplikasikan ke dalam perda. Dengan begitu, diharapkan lahan-lahan pertanian yang produktif bisa dipertahankan di masa-masa yang akan datang. Kalau lahan pertanian sudah menyempit, salah satu imbasnya terganggunya ketersedian pangan. “Nah kalau pangan sudah bermasalah maka negara juga pasti akan ikut kena masalah,” tandasnya, seraya menambahkan, ini menunjukkan begitu penting dan vitalnya ketersedian pangan bagi masyarakat. Guna mendorong peran NTB ke depan, pihaknya berkomitmen akan mendukung penuh berbagai program yang dilaksanakan pemerintah daerah. Yang bertujuan untuk mendongkrak produktivitas pertanian, khususnya untuk komoditi kedelai. “Kita di pusat siap mendukung NTB,” tegas Suswono. Karena bagaimanapun juga pemerintah sangat berhasrat bisa mencapai target swasembada kedelai seperti yang pernah dicapai tahun 1992 silam. Dan, NTB diharapkan bisa mengambil peran lebih besar lagi dalam upaya mencapai target tersebut. Pihaknya pun yakin peran tersebut bisa dilakukan NTB. Memang aku Menteri Pertanian, ia melihat salah satu kendala yang dihadapi pertanian di NTB saat ini ialah sistem pengelolaan pertanian yang masih tradisional, termasuk komoditi kedelai. Dimana petani belum menerapkan pola tanam yang sistematik dan berbasis teknologi. Terbukti, untuk kedelai polanya masih banyak dilakukan dengan cara ditebar. Sehingga hasilnya pun tidak begitu maksimal. Belum lagi persoalan-persoalan teknis lainya. Padahal kalau petani bisa menerapkan pola tanam yang lebih modern, hasilnya produksi bisa lebih tinggi lagi. “Kalau dengan pola tanam yang diterapkan petani sekarang, produksi maksimal 1,3 ton per hektar. Tapi kalau dengan pola yang lebih modern, produksi bisa ditingkatkan sampai 2 bahkan 3 ton perhektar,” imbuhnya. Untuk itu pula, kinerja para penyuluh diharapkan bisa lebih maksimal lagi. Guna memberikan pengetahun dan pemahaman tentang pola tanam dan sistem tanam yang baik. Yang bisa mendongkrak produksi pertanian. “Para penyuluh di lapangan saya harapkan bisa bekerja lebih maksimal. Sering-seringlah turun untuk memberikan pendampingan ke petani,” pesannya. (kir)

Dari Hal. 1

Gubernur akan Cabut HPL Mandalika Resort Dari Hal. 1

tidak segera memulai pengembangan kawasan

Mandalika Resort. “Kita tunggu sampai akhir tahun ini. Jika tidak juga dibangun maka HPL kawasan akan kita cabut,” tegas Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, usai panen raya kedelai di Desa Sukarare Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), Minggu (29/9) kemarin. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih melihat dan mengevaluasi progres pembangunan yang terjadi di kawasan Mandalika Resort oleh pihak BTDC. Sudah sampai sejauh mana, progresnya. Dari sana baru akan diambil keputusan. Pasalnya, proses pengembangan sudah begitu lama direncanakan. Tetapi sampai sekarang belum nampak ada kegiatan berarti. Menurut Gubernur jika memang pihak BTDC tidak mampu mengelola kawasan Mandalika Resort, lebih baik pengelolaan diambil alih pemerintah daerah. Sehingga pengembangan bisa jelas. Untuk itu, pemerintah daerah sendiri juga akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait kondisi pengembangan kawasan Mandalika Resort tersebut. Bakal Disegel Sikap tegas juga diutarakan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Loteng, H.L. Putrie. Diakuinya, masyarakat dan pemerintah daerah sudah cukup lama bersabar menunggu realisasi pengembangan kawasan Mandalika Resort tersebut. Walaupun nyatanya, sampai saat ini pihak BTDC selaku pihak yang diberikan kuasa mengembangan kawasan, justru terkesan hanya mengumbar janji saja. Karena, tak satu pun janji BTDC tersebut sampai sekarang yang terlaksana. Sehingga kalau tidak segera dibangun, masyarakat dan pemerintah daerah di Loteng akan mengambil langkah tegas. “Kalau memang tidak bisa, lebih baik BTDC hengkang saja. Kalau tetap membandel, nanti kita masyarakat yang menyegel aset yang ada,” cetus Putrie. Diakuinya, masyarakat dan pemerintah daerah wajar gerah BTDC tak kunjung mengembangkan kawasan Mandalika Resort. Padahal banyak investor yang sudah menyatakan kesanggupan untuk menggarap lahan-lahan di kawasan tersebut. Tetapi niatan tersebut selalu terbentur oleh BTDC. Sampai saat ini, sudah ada puluhan calon investor yang mengajukan minat mengelola kawasan Mandalika ke pemerintah daerah. Tapi terbentur status lahan yang kini HPL-nya dipegang oleh BTDC. ‘’Jadi kalau memang BTDC tidak mampu, sudah daerah saja yang kelola,” tandasnya. (kir)

Halaman 5

Dirjen Tanaman Pangan Tantang NTB Tingkatkan Produksi PJK 1 Juta Ton Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat melalui Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menantang Pemprov NTB dan pemda kabupaten/kota di daerah ini untuk dapat meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai (PJK) menjadi 1 juta ton. Khusus untuk pengembangan kedelai, Kementerian Pertanian tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 miliar yang diperuntukkan bagi 10 provinsi penghasil kedelai di Indonesia, termasuk NTB. Jika mampu meningkatkan produksinya, maka NTB akan mendapatkan anggaran lebih besar dari provinsi lainnya. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro pada acara koordinasi untuk memperkuat komitmen pengembangan tanaman pangan di Mataram, Sabtu (28/9) malam mengatakan pihaknya sedang melakukan roadshow ke beberapa daerah untuk mendorong peningkatan produksi tanaman pangan seperti padi jagung dan kedelai (PJK). “Kami ingin mencari lokasilokasi dan komitmennya pemda. Apakah padi di NTB ini masih bisa ditingkatkan 1 juta Gabah Kering Giling, Apakah jagung bisa ditingkatkan 1 juta ton pipil kering dan kedelai juga 1 juta ton,”ujarnya. Acara tersebut dihadiri Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Dompu, Bam-

bang M Yasin, Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT, SH, Bupati KLU, Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Bima, H. Syafruddin H. M. Nur serta pejabat teras Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Anggoro mengatakan pengembangan PJK memiliki nilai strategis bagi NTB. Sehingga menurutnya, capaian-capaian selama beberapa tahun terakhir terkait dengan produksi padi, jagung dan kedelai di daerah ini harus mampu dipertahankan dan ditingkatkan. Pemda di NTB, sarannya, perlu melakukan modernisasi usaha tani PJK agar lebih optimal dalam memberi nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan petani. “Dananya untuk pengembangan kedelai ini Rp 800 miliar. Kami rela menggeser dari provinsi lain, NTB mengambil berapa. Tetapi juga dukungan anggaran dari pemerintah provinsi bagaimana dan pemerintah kabupaten/kota juga bagaimana,”tambahnya. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan pertemuan tersebut merupakan hal yang ditunggu oleh pemeirntah daerah. Dirjen Tanaman Pangan sebagai salah satu perangkat Kementerian Pertanian langsung turun melihat dan berbicara langsung dengan pemda terkait dengan masalah tanaman pangan. Menurutnya, pemerintah

pusat memang harus memberikan perhatian kepada daerahdaerah yang memiliki potensi untuk pengembangan tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. ‘’Seharusnya juga pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian memberikan perhatian kepada daerah yang nyata-nyata meletakkan tanaman pangan ini sebagai prioritas di dalam pembangunannya,” ujarnya. Dikatakan, pemerintah pusat tidak bisa memberikan perlakuan yang sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Jika kontribusi suatu daerah tinggi terhadap suatu komoditas tertentu maka perlu dukungan (support) kebijakan anggaran dari pemerintah pusat. ‘’Untuk dukungan anggaran, saya bersyukur juga hadirnya Pak Dirjen ini kita dari pemda akan menyiapkan anggaran pengembangan tanaman pangan pada APBD 2014. Saya yakin akan lebih besar dari sebeluumnya, komitmen saya akan meningkat tahun ini. Saya yakin, kabupaten /kota juga seperti itu,”janjinya. Namun, Gubernur meminta komitmen yang disampaikan Dirjen Tanaman Pangan terkait dengan dukungan anggaran pusat tersebut bisa konkrit. Selain itu, masalah hulu dan hilir sangat penting diperhatikan dalam pengembangan tanaman pangan sehingga petani tetap bergairah untuk menanam. (nas)

Warga Keluhkan Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu

Dewan Ancam Panggil Pertamina Mataram (Suara NTB) Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM. Nur Ibrahim mengancam akan memanggil pihak Depo Pertamina Ampenan. Ini menyusul kelangkaan elpiji 3 Kg yang dibarengi dengan harga yang mahal. Bahkan, menurut laporan warga kepadanya, di tingkat pengecer harga elpiji 3 Kg sudah menembus Rp 25 ribu per tabung. ‘’Rata-rata menjual Rp 18 ribu, tapi ada juga yang menjual Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” terangnya kepada Suara NTB, Minggu (29/ 9) kemarin. Ia meminta kepada pihak Depo Pertamina Ampenan untuk segera menormalkan pasokan elpiji di Kota Mat-

aram. Sebab, banyak masyarakat yang mendatanginya mengadukan sulitnya mendapatkan elpiji 3 Kg. Kalaupun ada, harganya membuat warga sangat terpukul. Karenanya, untuk mengembalikan elpiji pada kondisi yang normal, baik pasokan terlebih harganya, ada baiknya Depo Pertamina turun ke agen-agen. Jangan sampai, sambung anggota Fraksi Partai Golkar ini, karena lemahnya pengawasan kepada agen-agen, harga elpiji menjadi mudah dipermainkan. Menyikapi maraknya keluhan masyarakat terkait langka dan mahalnya elpiji 3 Kg ini, H. Nur Ibrahim menyatakan, pihaknya sudah turun ke sejumlah pangkalan.

Dari pengakuan pangkalanpangkalan yang didatanginya, terungkap bahwa, distribusi elpiji dari agen memang berkurang. Dari yang tadinya satu minggu sekali, atau paling lama dua minggu sekali, kini menjadi sebulan sekali. ‘’Info dari pangkalan, alasannya distribusi dari depo berkurang,” katanya. Ia yakin, kalau Pertamina turun ke agen-agen, bisa meminimalisir kemungkinan-kemungkinan adanya permainan. ‘’Sehingga agen tidak ada alasan,” tandasnya. Ia berharap, keluhan masyarakat ini secepatnya direspon oleh pihak Pertamina. Sebab kalau tidak, Komisi II, katanya, akan mengagendakan pemanggilan Depo Pertamina Ampenan. (fit)

Dua Tim ”Tuan Rumah” Melaju ke Semifinal BPN Cup Mataram (Suara NTB) Empat tim terbaik berhasil menembus babak semifinal atau empat besar dalam kompetisi Futsal BPN Cup 2013 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Lahirnya UU Pokok Agraria. Dari empat tim tersebut, dua tim merupakan tim ‘’tuan rumah” yaitu Kanwil BPN C, Kanwil BPN B sementara dua tim lainnya juga berhasil menembus babak empat besar tersebut yaitu MUMA FC dan WIFA FC. Dalam perebutan tempat di babak semifinal kemarin, pertarungan menarik terjadi antara Anker Z, yang harus menerima kekalahan adu penalti dari Kanwil BPN C. Adu penalti terjadi setelah pertandingan waktu normal 2 x 15 menit berakhir dengan skor 2-2. Sejak awal, pertandingan antara dua tim favorit ini sudah berlangsung seru. BPN lebih dulu membuka keunggulan lewat pemain nomor enam. Gol berikutnya juga datang dari pemain yang sama, melalui sepakan terukur yang gagal diantisipasi kiper Anker Z. Kanwil BPN C sementara memimpin 2-0. Tertinggal dua gol, para pemain Anker FC yang sejak awal difavoritkan dalam turnamen ini tetap bermain tenang. Mereka pun berhasil mengejar ketertinggalan. Sebuah kemelut di depan gawang Kanwil BPNC,berhasildisorongkanolehpemainAngkerhingga mengubah kedudukan menjadi 2-1. Menjelang berakhirnya pertandingan, Anker bahkan berhasil menyamakan kedudukan melalui pemain nomor dua dan

skor bertahan hingga waktu normal berakhir. Babakadupenaltipunberlangsungdramatis.Penendang pertama BPN C berhasil mencetak gol sementara penendang pertama Anker yang bernomor 10 gagal mengeksekusi penalti. Pada giliran berikutnya, masing – masing penendang kedua tim sama – sama sukses mencetak gol. Skor 2-1 untuk keunggulan BPN C. Pada tendangan ketiga, BPN C juga sukses mengkonversi peluang. Pemain Anker cukup beruntung saat tendangan penalti mereka yang membentur tiang gawang diulang karena kiper BPN C melakukan kesalahan. Kesempatan kedua ini tak disiakan oleh pemain Anker dan ia pun mencetak gol dari titik putih. Skor 3-2 untuk BPN C. Anker sedianya berpeluang menyamakan kedudukan ketika dua penendang berikutnya dari BPN C gagal mencetak gol. Sayangnya, pada tendangan Anker yang terakhir, bola yang terlihat sudah memasuki gawang tidak disahkan oleh wasit. Keputusan kontroversial ini sempat memicu protes dari kubu pendukung Anker yang merasa dirugikan keputusan itu. Namun, keputusan ini tidak berubah karena telah bersifat mutlak. Kanwil BPN C pun melangkah ke semifinal. Di semifinal, Kanwil BPN C akan berhadapan dengan MUMA FC. Sementara, WIFA FC dan Kanwil BPN B juga akan saling jajal setelah masing – masing memperoleh kemenangan atas lawannya di babak perempat final. (aan)

Respons Gubernur pada Komunitas Anak Kampung Dari Hal. 1 Sejak dicanangkan Pemprov NTB tahun 2008 lalu, kini sudah mencapai 50 komunitas se NTB. Oleh PT WEB Indonesia dan PT Lintasartha, Komunitas Kampung Media dipercaya mengelola program Kemenkominfo yakni Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Dengan demikian program ini akan menebar hingga ke seluruh kecamatan di NTB hingga mencapai 112 komunitas. Selain meningkatkan budaya bertutur menjadi budaya menulis, Program Kampung Media turut serta meningkatkan ekonomi kreatif warga untuk menambah jumlah wirausaha baru melalui warnet sehat, penyediaan peralatan TIK dan usaha kecil lainnya. Media Nasionalpun tak luput merespons kampung media ini. ANTV, Metro TV telah mengulasnya dalam rubrik mereka. Pada Ramadhan bulan lalu, Kampung Media diulas selama 30 menit di TV One dalam acara bertajuk Terabas – Tebaran Akses Tanpa Batas. Sejak itulah program penyebaran informa-

si berbasis komunitas ini makin diminati banyak orang. Tak hanya itu, Ir H Badrul Munir pada masa menjabat Wakil Gubernur NTB menuliskannya secara khusus dalam bukunya ‘BM Sang Pijar’. Dalam bukunya Badrul Munir menuliskan bahwa inilah kegiatan anak kampung yang tidak kampungan. The Australia Indonesia Partnership for Decentralisation (AIPD) menjadikannya salah satu best practices yang berpotensi untuk ditularkan ke daerah lain. Atas dasar itulah Rohman Budijanto Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP) mengundang Fairuz sebagai pembicara di Jawa Timur. Sepekan setelah itu, LGMA - sebuah lembaga sosial di Australia yang bergerak dibidang pengelolaan pemerintah daerah mengirimkan undangan tertulis bagi pegawai pemerintah yang terpilih untuk belajar di negeri kanguru itu. Dalam suratnya, Acting Program Director John Theodore Weohau meminta Kepala Seksi Pelayanan Informasi Dishubkominfo NTB, Fairuz Abadi bersama Kepala Bap-

peda Kabupaten Lombok Utara, Nanang Matalata beserta 10 orang lainnya dari Jatim, NTT, Papua Barat, Papua, Bappenas, Kemendagri serta 4 orang dari AIPD untuk menjadi peserta belajar selama dua pekan dari tanggal 9 – 22 September 2013. Dikatakan Jhon Theodore, tujuan belajar tersebut untuk memperlihatkan secara langsung operasional Pemerintah Australia pada tingkat negara bagian dan pemerintah lokal dengan fokus pada bagaimana perencanaan dan penganggaran dikelola, dan secara khusus bagaimana pemangku kepentingan kunci, baik dari sisi supply maupun demand berkolaborasi. Kunjungan belajar itu berlokasi di Brisbane, Sydney dan Canbera. Meski hanya dua pekan tentu banyak hal yang bisa dipelajari untuk dikembangkan di daerah sendiri, baik di ruang belajar maupun dalam kunjungan lapangan. Mulai dari sambung rasa, transportasi tanpa klakson, pendidikan politik sejak dini, batik Sasambo masuk Kedubes dan lainnya akan dituturkan pada edisi berikutnya. (tim/*/bersambung)

(Suara NTB/ist)

KOMITMEN - Suasana acara komitmen pemda terhadap pengembangan tanaman pangan di Mataram, Sabtu.

Pupuk Langka, Bupati Dompu Resah Mataram (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin mengeluhkan kelangkaan pupuk menjelang musim tanam jagung tahun ini. Pasalnya, terjadi peningkatan luas areal tanam jagung mencapai 40 ribu hektar tahun 2013 yang berimplikasi terhadap meningkatnya kebutuhan pupuk. ‘’Itu yang membuat kami merasa resah, kelangkaan pupuk justru terjadi ketika petani membutuhkannya. Tetapi kami sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian,”ujarnya pada acara komitmen pemda terhadap pengembangan tanaman pangan di Mataram, Sabtu (28/9) malam. Acara tersebut dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro, GubernurNTB,Dr.TGH.M.Zainul Majdi, Bupati KLU, Djohan Sjamsu, Bupati Loteng, H. Suhaili FT, SH,Wakil Bupati Bima, H. Syafrudin HM Nur serta pejabat lingkup Pemprov NTB lainnya. Ia merasa resah karena kuota pupuk yang didapatkan Dompu tahun ini tidak hanya digunakan untuk sektor pertanian saja. Tetapi di lapangan ada juga pupuk yang digunakan untuk tambak, sektor perkebunan dan lainnya. Apalagi dengan bertambahnya luas areal tanam jagung maka kebutuhan pupuk juga akan mneingkat. Bambang mengatakan, fenomena yang berkembang di Dompu pada saat ini, para petani sawah irigasi mulai tergerak untuk menanam jagung. Karena mereka melihat keuntungan yang menjanjikan jika menanam padi. Disebutkan, pada saat ini harga jagung di Dompu diatas Rp 3.000 per Kg. Ia membandingkan jika dalam satu hektar padi petani mendapatkan Rp 4 juta, maka dalam satu hektar tanaman jagung petani bisa mendapatkan hingga Rp 12 juta jika melihat harga jagung yang mencapai Rp 3.000 per kg. “Di banding dengan komoditas padi dan kedelai, berapapun peningkaan produktivitas

padi atau kedelai menurut kami belum bisa mengalahkan nilai ekonomis jagung,” ujarnya. Ia menambahkan, dua persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah perlu mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Pertama, terkait dengan harga atau pemasaran hasil serta kedua, terkait dengan ketersediaan pupuk. Ia menceritakan, pada tahun 2010, luas areal tanaman jagung di Dompu 15 ribu hektar meningkat tahun 2011 menjadi 30 ribu hektar. Namun pada tahun 2012, harga jagung turun sampai Rp 1.400 per Kg sehingga, luas areal panen jagung pada tahun 2012 tersebut hanya 22 ribu hektar. Penurunan luas areal tanam ini disebabkan karena harga jagung yang tidak stabil. Namun saat ini harga jagung kembali membaik dan menjanjikan, pada saat ini harganya di atas Rp 3.000 per Kg sehingga diprediksi luas areal tanam 2013 melampaui 40 ribu hektar. Bambang menyebutkan, produktivitas jagung di Dompu saat ini sudah meningkat. Biasanya produktivitas 8 ton per hektar, saat ini sudah bisa mencapai 10 ton sampai 12 ton per hektar. Menyikapi kelangkaan pupuk yang sering terjadi pada musim tanam, Dirjen Tananaman Pangan Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro meminta Gubernur dan Bupati/Walikota untuk memanggil produsen pupuk. Produsen pupuk yang bertanggungjawab menyediakan pupuk urea adalah PT Pupuk Kaltim dan PT. Petrokimia. MenurutAnggoro,tugasprodusen pupuk untuk menyediakan kebutuhan pada saat musim tanam. Jika karakteristik Indonesia wilayah Timur seperti NTB sering terjadigelombangtinggiyangmenghambat distribusi pupuk maka itu tanggungjawabnyaprodusenpupuk. Produsenpupukharusmengantisipasinya sejak awal sehingga ketika pupuk dibutuhkan pada musim tanamNovember-Desember harus sudah tersedia di gudang. (nas)

Rekanan Diduga Ditekan Oknum Adik Pejabat Dari Hal. 1 ditekan oknum adik pejabat Pemkot Mataram, sehingga “bendera” dipakai untuk menggarap proyek senilai Rp 2,1 miliar itu. Informasi diserap Suara NTB, tekanan dilakukan oknum adik pejabat itu pada penentuan pelaksana proyek tahun 2012 dimaksud. PT. TP sebagai rekanan, “dipaksa” melaksanakan proyek, padahal dalam posisi kalah. “Ada tekanan dari adik pejabat, sehingga proyek ini digarap soleh CV yang kalah,” kata sumber. Padahal secara aturan hukum pengadaan barang dan jasa sesuai Perpres 54/2011 hal itu dilarang. Diurai sumber, dari proses tender ada tiga CV yang lolos dan diumumkan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Perusahaan yang lolos diantaranya, CV HM, CV. AJ dan CV. TP. Dari tiga kualifikasi itu, CV HM tidak lolos karena tidak spesifikasi pengerjaan rumput laut, sementara CV AJ tidak punya pajak perusahaan. Sementara CV TP yang di urutan ketiga persyaratannya lengkap dan dinyatakan lolos. Apesnya, pihak CV TP ditekan agar tidak mengerjakan proyek tersebut. Aktornya tidak lain oknum adik oknum pejabat dimaksud, menekan agar CV TP tidak mengerjakan. “Yang

mengerjakan proyek akhirnya orang CV. AJ tapi pinjam bendera CV. TP, itu atas perintah oknum adik pejabat itu,” terang sumber. Kabag Humas Pemkot Mataram Drs. Cukup Wibowo belum bisa memberikan jawaban ketika dikonfirmasi terkait dugaan ini. Saat ponselnya dihubungi Suara NTB petang kemarin, ia mengaku masih rapat dan meminta pertanyaan dilayangkan via SMS. Hanya saja, hingga berita ini ditulis, jawaban atas pertanyaan via SMS tersebut belumdijawab. Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati, mengaku tak ingin terlalu jauh mengomentari terkait intervensi anak pejabat di proyek rumput laut, karena sepenuhnya menjadi ranah penegak hukum. Ia menyoroti soal rencana pengadaan kembali perangkat dan bibit rumput laut yang sudah bermasalah sebelumnya. “Yang sebelumnya saja gagal, kenapa masih pengadaan lagi?,” tanyanya. Soal rencana akan diajukan lagi di APBD Perubahan, sebagaimana disampaikan Kabid Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri akan disikapinya. ‘’Kami akan bahas ini dengan TAPD,” terangnya. (ars)

Delapan Kabupaten di NTB Dilanda Kekeringan Dari Hal. 1 Dari sembilan provinsi yang mengajukan, katanya, diminta untuk memperbaharui usulannya terutama surat rekomendasi dari kepala daerah dan lain sebagainya. Ditambahkan, BNPB sekarang lebih selektif terkait dengan pemberian bantuan bagi daerah yang terkena bencana kekeringan. Bencana kekeringan tersebut harus betul-betul terjadi, dimana lokasinya dan sebagainya harus benar-benar lengkap. Magma Ardi menambahkan, meskipun sejumlah daerah di delapan kabupaten di NTB terjadi kekeringan namun masih bisa ditangani oleh kabupaten dengan menyediakan tangki-tangki air. Jika nanti kabupaten tidak mampu lanjutnya, maka provinsi yang akan ikut menangani. Salah satu upaya yang dilakukan terkait dengan bencana ini adalah mengembangkan desa

tangguh bencana. Maksudnya, supaya masyarakat yang terkena bencana tidak pasrah ketika bencana melanda namun mampu bertahan dan tangguh terhadap bencana tersebut. ‘’Jadi mulai dari pola pikir, pola sikap dan prilakunya. Ini kita coba , ini kita akan coba evaluasi terus menerus. Sehingga nanti jadi desa tangguh bencana, kecamatan tangguh bencana, kabupaten tangguh bencana sampai provinsi tangguh bencana. Ini upaya kecil yang kita lakukan dan terus kita lakukan. Meskipun ada bencana kita mampu mengatasi,” urainya. Meskipun bencana kekeringan melanda sejumlah daerah di NTB, kata Magma Ardi namun kekeringan yang terjadi masih dalam kondisi normal. Artinya, kekeringan yang bersifat ekstrim masih belum ada. ‘’Memang ada musim kemarau agak berkepanjangan, tetapi bencana kekeringan yang ekstrim belum ada,” pungkasnya. (nas)


OPINI

SUARA NTB Senin, 30 September 2013

Tantangan ”Diet” Birokrasi DI periode kedua masa jabatannya, duet Gubernur dan Wakil Gubernur , Dr.TGH.M.Zainul Majdi-H.M.Amin, SH.M.Si (TGB – Amin) ingin ‘’diet’’.‘’Diet’’ yang ingin dilakukan kali ini bukanlah ‘’diet’’ sembarangan karena yang ingin di-‘’diet’’-kan adalah struktur birokrasi di lingkup Pemprov NTB. Tentu saja, yang namanya ‘’diet’’ – bagaimanapun bentuknya akan menghadapi tantangan. Dan, tantangan paling besar pastilah berasal dari internal sendiri. Pernyataan Kepala Bappeda NTB, H. Chairul Mahsul, SH, MH, yang menganggap struktur birokrasi Pemprov NTB terlalu gemuk dan menyimpan banyak ‘’kolesterol’’ dapat dipahami sebagai sebuah analogi betapa struktur birokrasi tersebut berpeluang menghambat laju pembangunan yang ingin digeber dengan kecepatan tinggi. Menjalankan roda pembangunan dengan kecepatan tinggi ini tentu saja membutuhkan gerakan yang cepat, yang tidak akan bisa dilaksanakan jika struktur birokrasinya terlalu tambun. Struktur yang terlalu gemuk akan membuat porsi belanja publik dalam APBD NTB menjadi tertekan. Sejumlah kalangan mengakui bahwa di lingkup Pemprov NTB terdapat sejumlah lembaga atau badan yang sebenarnya tidak punya pekerjaan rutin, namun gaji aparatur dan pejabatnya harus dibayar secara rutin. Lembaga – lembaga seperti ini lebih banyak menghabiskan belanja aparatur ketimbang mendukung pelaksanaan program – program ambisius yang dipancang oleh TGB-Amin. Jika postur belanja sudah lebih banyak dipakai untuk belaja aparatur, maka dengan sendirinya belanja publik seperti belanja modal dan sejenisnya akan semakin sedikit porsinya. Total belanja APBD NTB yang hanya Rp 2,4 triliun lebih adalah jumlah yang harus diirit jika ingin pembangunan berjalan lebih kencang. Tren yang terjadi di NTB, seperti dilansir dalam temuan Forum Indonesia untuk Transparansi (FITRA) beberapa waktu lalu memperlihatkan tingginya angka belanja tidak langsung – khususnya belanja aparatur dalam APBD. Beberapa daerah bahkan mulai disebut – sebut akan mengalami kebangkrutan jika tidak segera melakukan ‘’diet ‘’ ketat dalam belanja tidak langsungnya. NTB, meski tidak seburuk sejumlah kabupaten yang sudah tergolong bangkrut (seperti Bima dan Dompu), harus mulai bersiaga. Sebab, jika tidak dikendalikan, struktur birokrasi yang kian gemuk bisa menjadi bumerang. Karena itulah, publik patut mengapresiasi komitmen perampingan organisasi di Pemprov NTB yang akan menjadi program 99 hari pasangan TGB-Amin. Dukungan publik ini sedikit banyak bisa menjadi modal bagi TGB-Amin dalam menghadapi sejumlah tantangan yang pasti muncul saat hendak mengeksekusi program ini. Terbukti, ketika program ini mulai dilontarkan, sudah mulai terlihat sambutan hambar dari sejumlah kalangan. Tantangan atau pertentangan ini merupakan hal yang sudah pasti akan dihadapi oleh TGB-Amin. Sebab, perampingan tentu saja akan mengakibatkan adanya jabatan – jabatan tertentu yang hilang dari tubuh Pemprov NTB. Pada gilirannya, tentu tak sedikit kalangan yang akan protes jika porsi jabatan di Pemprov NTB semakin berkurang. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penentuan jabatan di sejumlah SKPD atau lembaga di lingkup Pemprov NTB menjadi ‘’jatah’’ dari sekelompok orang atau politisi yang dekat dengan penentu kebijakan. Jika pos jabatan itu hilang atau bergeser, tentu mereka akan dirugikan. Hal inilah yang akan memicu munculnya protes. Namun, protes – protes dari kalangan yang merasa terusik dengan niatan baik ini tentulah tidak perlu dihiraukan. Komitmen untuk menyederhanakan struktur birokrasi demi menyehatkan belanja APBD adalah kepentingan publik yang harusnya diletakkan diatas kepentingan orang perorang. Menghadapinya, TGB-Amin jangan sampai mundur teratur. (*)

Halaman 6

Pendidikan Politik: Tanggung Jawab Siapa? endahuluan Demokrasi yang ideal adalah seperti yang diilustrasikan oleh filsuf Yunani kuno ternama, Aristoteles, sebagai sebuah mixed regime atau rezim yang bercampur. Di dalam rezim itu memang ada pemerintahan yang dipilih rakyat. Namun lebih dari itu terdapat rule of law, hak-hak dasar kosntitusional, kekuasaan kehakiman yang independen, partai politik yang kuat dan civil society yang termasuk di dalamnya golongan kelas menengah yang independen dan kuat. Untuk menguatkan pernyataan tersebut, perlu juga disimak apa yang dikatakan Almarhum Mohammad Natsir ketika diangkat menjadi Perdana Menteri di masa lalu, beliu canangkan pedoman: “loyalitasku pada partai berakhir, pada waktu loyalitasku pada negara mulai”. Apa makna dari ucapan tersebut, bahwa partai bukan tujuan akhir, tetapi kepentingan negara adalah muaranya. Politik dan demokrasi adalah ibarat dua keping mata uang, yang saling ada dan tidak dapat dipisahkan. Kehadiran partai politik sejatinya merupakan instrumen yang diharapkan mampu mengantarkan rakyat Indonesia kepada sesuatu yang melek politik, paham politik dan mendayagunakan partai politik untuk kesejahteraan, demokrasi dan peradaban yang luhur. Ada teori yangberkata bahwa demokrasi yang matang berkaiatan dengan pendapatan ratarata diatas 2.500-3000 dolar per jiwa setahun. Implikasinya bahwa negara berpendapatan kurang dari 2.500 dolar per jiwa, seperti Indonesia, masih akan menderita kegaduhan dalam melaksanakan kehidupan berdemokrasi. Sehingga lebih cocok negara diatur dengan campur tangan pemerintah yang lebih dalam dan luas kehidupan ekonomi dan pembangunan. Kegaduhan Politik Politik merupakan seni (the art) untuk mencapai kehidupan berdemokrasi. Sebagai sebuah seni maka politik harus dimainkan secara dinamis, ritmik dan mengikuti alur-alur, tata aturan dalam sebuah pakem. Dalam politik juga terdapat ambisi, kekuatan dan kewenangan, maka adalah benar bahwa adigium politik “ kepentingan adalah raja, kita mengabdi kepada kepentingan, tidak ada

Oleh :

Agus Sadid, M.Pd

(Pemerhati Pendidikan Tinggal di Jurumapin-Buer) lawan dan kawan yang ada adalah kepentingan”. Konsepsi pemahaman tersebut mendorong pada perilaku seorang politikus, menjadi rakus dan sarat muatan kekuatan. Apa yang dilakukan selalu dipikirkan, kira-kira jika saya mmemberikan ini itu kepada orang lain, apa yang saya dapat dari mereka, mampukah mereka memberikan suara kepada saya, bisakah saya duduk dalam posisi tertentu untuk mendapatkan “kursi” atau jabatan. Kegaduhan politik seperti yang terjadi saat ini adalah buah dari perilaku para politisi yang memahami secara dangkal tentang politik. Dalam pemilihan kepala desa misalnya, politik uang (money politics) sudah bukan lagi rahasia lagi, apalagi dalam pemilihan anggota legeslatif, kepala daerah bahkan presiden. Ditingkat desa, mereka mencontoh apa yang dilakukan oleh para politisi diatas. Pendidikan politik yang sangat sempit dimaknai, akhirnya merembes kedalam pemahaman rakyat di akar rumput (grass root), sebagai sebuah cara untuk meraih sesuatu dengan cara apapun, dan menghalalkan berbagai cara juga. Kegaduhan politik semakin memanas, sehingga berujung pada tindakan anarkis, balas dendam, permusuhan dan perang. Inilah yang terjadi, jika para elit politik, pemerintah dan pemimpin poitik (politics leader) tidak memberikan edukasi politik yang benar. Apakah yang dimaksud dengan edukasi politik yang benar? Yaitu sebuah pendidikan politik yang menyadarkan kepada masyarakat pentingnya membangun demokrasi sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang madani (civil society). Perilaku politik, seperti kebesaran jiwa, kesiapan menerima kekalahan, kedewasan dalam bertindak, sikap dan menerima perbedaan-kondisi tersebut belum mampu terbentuk, sehingga dampaknya adalah masyarakat memahami politik secara sempit. Edukasi politik yang benar, akan mencegah kegaduhan bahkan tindakan anarkis. Yang terpenting juga adalah membantu membangun kedewasaan dalam menerima perbedaan, pilihan, dan kekalahan. Edukasi Politik Memberikan edukasi politik ber-

tujuan agar (1) masyarakat menjadi paham tentang politik, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, (2) menyadarkan tentang pentingnya berpartisipasi terhadap setiap kegiatan yang menyangkut kehidupan rakyat banyak, nasib bangsa dan kehidupan demokrasi yang lebih baik, (3) respon dan tanggap terhadap perubahan pembangunan dan (4) meningkatkan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan lebih baik. Edukasi politik merupakan keharusan, para pemimpin partai politik wajib memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan menerima perbedaan silang pendapat dan pilihan. Mereka harus memberikan perilaku politik yang benar, meinjam istilah SBY adalah santun dalam berpolitik. Peran para pemimpin partai sangatlah besar, karena merekalah yang saat ini menjadi simbol terhadap partai tersebut. Semua mata melihat bahwa, masyarakat lebih melihat sosok ketua partainya dari pada ideologi partainya. Biarpun ideologinya islam tetapi perilkunya non islam, misalnya, maka masyarakat akan memberikan label yang buruk terhadap partai tersebut. Edukasi politik dilakukan melalui berbagai sarana atau media yang ada seperti mass-media (cetak dan elektronik), pentas seni, kunjungan langsung dalam bentuk sosialisasi yang dilakukan secara terpadu oleh partai politik dan pemerintah. Edukasi politik juga dapat menggunakan adat budaya atau nilai-nilai kultur yang ada di desa atau daerah tersebut, misalnya melalui pagelaran drama, wayang orang, wayang kulit, ludruk atau berbalas pantun ala Melayu. Gerakan masih untuk menyadarkan masyarakat tentang politik yang bertujuan baik, politik yang mengedepankan pencapaian tujuan umat bukan kepentingan individu, harus terus dilakukan secara intensif. Semua hal tersebut merupakan kebutuhan dan keyakinan bahwa membangun budaya politik yang baik bukan sulit, tetapi mudah dan kita harus memberikan teladan yang baik terkait dengan bagaimana berperilaku politik yang santun dan beradab. Contoh yang ditunjukan oleh elit politik diatas, selalu dicontoh oleh masyarakat di bawah. Kalau para elite politik

sering mempertunjukan perilaku politik yang destruktif seperti money politics, maka elit “bawahan” juga akan meniru apa yang dilakukan elit atas. Tentunya, edukasi politik bukan hanya tugas dari para pemimpin partai, tetapi juga pemerintah, bahkan LSM atau organisasi sosialpun wajib memberikan perhatian dan mengedukasi masyarakat dengan perilaku politik yang beradab. Kesimpulan Pesta demokrasi seperti Pilkades misalnya, merupakan demokrasi akar rumput, yang dilaksanakan oleh rakyat. Mereka memilih langsung pemimpin desanya, tentunya tidak ada tujuan lain kecuali memilih pemimpin desa yang tepat dan amanah. Kegaduhan muncul, karena mereka melihat bagaimana politisi diatas melakukan tindakan kecurangan dan politik uang untuk mempengaruhi pilihan masyarakat, dan hal tersebut dicontoh oleh para calon pemimpin desa dalam ajang pemilihan kepala desa. Untuk itu, kita tidak ingin peristiwa tersebut terus terjadi, sehingga memberikan dampak yang buruk kepada generasi kita. Marilah kita berikan edukasi politik yang baik, sehingga anak-cucu kita mampu berdemokrasi dengan baik.

Delapan kabupaten di NTB dilanda kekeringan Antisipasi ketersediaan pangan masyarakat

*** Gubernur akan cabut HPL Mandalika Resort Lama telantar, daerah dirugikan

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Terbaik di Indonesia Timur

(Suara NTB/bul)

KOSONG – Seorang anak pengecer tengah menghitung deretan tabung elpiji kosong, yang sejak sepekan terakhir tidak mendapat droping tabung berisi dari agen.

Elpiji Subsidi Kian Langka Mataram (Suara NTB) Masyarakat kian diresahkan dengan kelangkaan elpiji subsidi 3 Kg. Titik kelangkaan tidak saja di Kota Mataram, namun hampir merata hingga beberapa kabupaten lainnya di pulau Lombok. Akibatnya, praktik-praktik penjualan melebihi batas yang ditentukan mulai berlaku. Pantauan Suara NTB di agen-agen pengecer elpiji 3 kg, sepanjangan jalan utama dari Kota Mataram hingga ke Kabupaten Lombok Timur, hampir keseluruhannya tak memiliki stok tabung berisi (khusus 3 Kg). Bermacam keluhan mulai muncul, baik dari pengecernya sendiri maupun dari masyarakat yang sudah mulai menggantungkan dirinya menggunakan elpiji. Pascadiberlakukannya konversi bahan bakar dari minyak

tanah (Mitan) ke gas, sekitar pertengahan tahun lalu. Jejeran pedagang dari Kota Mataram hingga ke perbatasan Lombok Barat, di Gerimax, tak ada sama sekali tabung elpiji melon yang berisi. Demikian juga dari perbatasan Lombok Barat, ke Lombok Tengah dan menyusul hingga ke Lombok Timur, praktis hanya berjejer tabung-tabung kosong. “Jarang ada tabung yang berisi. Kalaupun ada penambahan dari agen, pengecer hanya diberikan sepuluh

tabung dan langsung diserbu sama pelanggan,” tutur salah satu pengecer di Mandalika kepada media ini, Minggu (29/9). Tak hanya langka, bahkan harga penjualan sudah melebihi ketentuan yang biasanya berlaku. Misalnya, harga sebelumnya dijual maksimal sampai Rp 15 ribu untuk tabung isi ulang. Namun banyak pengecer yang mengambil kesempatan meraup keuntungan dengan menjual isi ulang sampai Rp 20 ribu. Itu pun tetap diminati pelanggan. Ten-

DPRD NTB akan Hidupkan Pansus Mandalika Mataram (Suara NTB) Kinerja BTDC selaku pengelola kawasan Mandalika Resort terus mendapat sorotan dari berbagai pihak, baik eksekutif maupun legislatif. Pasalnya BUMN tersebut hingga saat ini belum memperlihatkan kemajuan pembangunan di lahan yang terletak di kawasan pantai selatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tersebut. Untuk itu, DPRD NTB berencana akan kembali menghidupkan Pansus Mandalika Jilid III yang akan terus memantau dan mendesak BTDC untuk merealisasikan janjinya. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB, Suryadi Jaya Purnama, ST, Sabtu (28/9). Suryadi yang akrab disapa SJP ini mengatakan, pansus Mandalika Jilid III ini akan berbeda dengan pansus sebelumnya. Pansus ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan Mandalika Resort yang telah lama dinantikan oleh masyarakat NTB. “Keberadaan pansus yang sedang kita pertimbangkan akan berbeda dengan pansus sebelumnya. Kita optimis ini akan mempercepat terealisasinya Mandalika Resort,” ujarnya. SJP menambahkan pihaknya juga akan mendesak pemerintah pusat agar segera menetapkan Mandalika sebagai Ka-

wasan Ekonomi Khusus (KEK). Tidak hanya itu, pihaknya juga nantinya akan terus melakukan pendekatan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian BUMN, dan juga Bappenas. Sebelumnya Wakil Ketua DPRD NTB, H. Lalu Moh. Syamsir menyatakan menyetujui jika pansus Mandalika kembali dihidupkan. Namun pansus yang akan dibentuk nantinya lebih tegas dan harus mengambil sikap yang tepat dan tak bisa ditawar-tawar lagi agar pembangunan Mandalika Resort segera terwujud. Syamsir mengatakan pansus diperlukan untuk memperbaiki dan menilai kembali kebijakan serta kinerja BTDC dalam pengembangan kawasan Mandalika Resort yang hingga kini belum ada realisasinya. Namun tegasnya jangan hanya sekadar perpanjangan kerja dari pansus sebelumnya tanpa ada rekomendasi akhir untuk menyelesaikan permasalahan. “Artinya apa yang dirumuskan dan diusulkan menjadi keputusan pansus itu nantinya kami ingin mendapat perhatian dari pemerintah untuk dilaksanakan,” ujarnya. Jika nanti pansus Mandalika dilanjutkan, pansus harus mendesak agar pemerintah pusat dan BTDC harus segera menindaklanjuti

rencana pembangunannya. Politisi PBB ini mengatakan jika rekomendasi pansus tidak dilaksanakan, harus ada solusi lain yang dirumuskan untuk mengatasi mandeknya pembangunan Mandalika Resort. “Karena ini menyangkut masa depan NTB ini dan menyangkut perutnya rakyat. Masalah tenaga kerja kita yang sekian banyak keluar itu, kalau ini sudah ada kan bisa menampung ribuan tenaga kerja dalam rangka memperbaiki taraf hidup masyarakat NTB,” terang Syamsir. Kalangan Komisi II juga berharap pengelolaan Mandalika Resort agar diserahkan ke pemerintah daerah (pemda), tidak lagi berada di tangan BTDC. Syamsir pun menyatakan setuju dengan hal tersebut. Namun jika memang belum bisa sebaiknya jajaran direksi di BTDC diganti karena sampai saat ini belum ada bukti hasil kinerja mereka. “Kalau itu (penggantian direksi) mungkin tidak jelas, kembalikan ke daerah. Pemda yang kelola itu. Kita hitung-hitungan sama pemerintah pusat. Kenapa tidak?” ujarnya. Menurutnya jika pemda yang diberikan kewenangan mengelola, nantinya pemda yang akan mencari investor untuk membangun kawasan tersebut. “Sudah banyak (investor) yang mau. Tapi karena ini masih terhadang oleh BTDC itu,” tandasnya. (yan)

Stok Kedelai NTB Aman Mataram (suara NTB) Kebijakan pemerintah yang mencabut bea impor kedelai melalui peraturan menteri perdagangan (Permendag) nomor 45 tahun 2013 yang mengubah bea masuk impor kedelai dari 5% menjadi 0% dianggap oleh sebagaian kalangan sebagai kebijakan yang kurang populis. Apalagi setelah adanya Permendag ini, diperkirakan produksi kedelai nasional per tahun akan terus mengalami penurunan dan berproduksi tidak lebih dari satu juta ton per tahun. Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan NTB, HL. Imam Maliki, MM, Sabtu (28/ 9) mengatakan, kebijakan pemerintah mencabut bea impor kedelai dari luar didasari akan kebutuhan kedelai secara nasional setiap tahunnya kurang lebih 2,4 juta ton. Sedangkan produksi kita secara nasional per tahun berkisar antara 1,2 sampai 1,4 juta ton. “Jadi per tahun kita masih kurang dari

800 sampai 1 juta ton kedelai, itu sebabnya kita melakukan impor,” katanya. Lebih lanjut Imam Maliki mengatakan jika untuk NTB sendiri dari segi produksi kedelai sudah lebih dari cukup bahkan lebih dari kebutuhan. Karena Kebutuhan kita sendiri di sini untuk kedelai lokal itu sekitar 24 ribu ton sedangkan jumlah produksi kita itu di atas 50 ribu ton per tahun. Meskipun ketersediaan kedelai di daerah kita sudah aman, namun dia menyayangkan para pengusaha tahu tempe yang tergabung dalam Industri Kecil Menengah (IKM) cenderung memilih kedelai impor sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe. Dia mencontohkan ada sekitar 350 IKM yang memproduksi tahu tempe di kota Mataram ini senang menggunakan kedelai impor. Sementara kebutuhan kedelai impor di kota Mataram sekitar 10 ribu ton per tahun. Ada beberapa hal yang

menyebabkan mereka memilih kedelai impor sebagai bahan pembuatan tahu tempe, di antaranya ialah harganya yang relatif lebih murah meskipun kadang bisa lebih mahal. Selain itu mereka senang terhadap kedelai impor karena kualitas ukuran kedelainya yang besar-besar dan lebih bersih. Melihat kecenderungan IKM itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan perum Bulog untuk menyiapkan kedelai impor yang akan masuk ke NTB kurang lebih 1.500 ton mulai akhir September ini sampai dengan akhir Desember mendatang. Sementara itu, untuk petani lokal, mereka akan diarahkan selain untuk konsumsi sendiri juga akan dikirim ke luar daerah. “Nanti kita akan tampung dan bawa kedelainya ke luar daerah, karena kedelai ini merupakan barang bebas yang bisa saja diekspor kemana saja yang penting petani merasa untung mau ekspor kemana,” tuturnya. (dys)

tu karena tak ada pilihan lain, mengingat bahan bakar Mitan nonsubsidi harga jualnya minimal Rp 12 ribu/liter, dengan batas waktu penggunaan tak sampai satu minggu. “Kebanyakan tabung 3 Kg diambil oleh para pengomprong, makanya agen lebih mengedepankan menjual di para pengomprong,” pengakuan dari beberapa pengecer lainnya. Kondisi ini disebut kian menjadi keresahan masyarakat pada umumnya, meski alternatif sementaranya adalah penggunaan kayu bakar. Untuk kelangsungan aktivitas memasak sehari-hari. Bahkan tak jarang yang menyebutkan konversi ke elpiji tidaklah lebih efektif. Salah satu agen utama yang dimintai keterangan,

mengaku saat ini sedang fokus mendrop pasokan elpiji lebih besar ke para pengomprong. Karena harga jual sedikit lebih tinggi jika dilepas di para pengecer. Dari agen tunggal, harga pengisian sudah ditetapkan seberar Rp 14 ribu, di pengecer dijual Rp 15, dan di para pengomprong harganya sampai Rp 17 ribu/tabung. Keuntungan yang 3 ribu ini yang kemudian dikejar. “Namanya juga usaha, mana yang paling memberi keuntungan lebih besar, itu yang kita kirimkan. Kalau mau masyarakat tidak kesulitan, silakan jatah dari Pertamina diperbanyak,” kata agen yang tak ingin disebutkan nama dan identitas perusahaannya ini. (bul)

Cargo Ekspor dari BIL Mulai Disiapkan Mataram (Suara NTB) Dalam waktu dekat, maskapai penerbangan Lion Air akan menyiapkan cargo ekspor ke beberapa negara. Kesiapan maskapai ini seolah menjadi jawaban tuntutan para eksportir dalam daerah yang sudah lama mendambakan ini. Lion Air, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M.Si, telah membangun kerjasama dengan agen travel Jatatur, yang dapat dijadikan mitra oleh para eksportir. Dengan demikian, pelaku usaha dari NTB yang memiliki produk berbasis ekspor diharapkan mampu mandiri dan tak ketergantungan lagi dengan pengusaha Bali dan Surabaya. “Ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi kita semua. Untuk itu perlu kita dorong pihak-pihak yang akan menjadi pelaksana ekspor ini agar segera merealisasikannya,” demikian Aminollah pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (28/9) Ia mengharapkan, pengusaha dapat membangun sendiri jaringan usaha di luar negeri untuk dapat melaksanakan ekspor langsung, tanpa mengandalkan jaringan usaha dari luar daerah. Karena efeknya tidak kecil bagi pengusaha dan daerah kedepannya. Dari sisi kelautan dan perikanan, Aminollah menyebut tidak kecil potensi produk yang dapat dijadikan komoditi ekspor. Mutiara misalnya, ikan Kerapu, lobster dan berbagai jenis hasil tangkap laut yang notabene banyak diminta oleh hotel dan restoran di luar negeri. “Dan tidak ada pembatasan sekarang, berapapun jumlahnya yang mau diekspor,” katanya. Yang terpenting, bagaimana para pelaku usaha dalam daerah dapat menyesuaikan mutu dan produktivitas produknya sesuai kebutuhan permintaan di luar negeri. Tidak saja hasil kelautan dan perikanan, produk-produk kerajinan lain pada umumnya diharapkan akan memanfaatkan maksimal peluang ini guna menggenjot pasar luar negeri yang selama ini dianggap lesu di lapangan. Aminollah juga menyebut, dengan kerjasama bisnis perdana antara Lion Air dan Jata-

tur, pihaknya akan menggenjot para pembudidaya yang dinaunginya untuk melakukan produksi dalam jumlah besar. Setidaknya dengan memperbanyak bantuan peralatan budidaya dan perbaikan peralatan tangkapnya. Sementara itu, Sekretaris Jatatur, Nadia Maulidianti yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kesepakatan kerjasama pihak Lion Air dengan manajemen Jatatur, dengan komitmen akan menyiapkan cargo ekspor dalam setiap penerbangannya. “Ya benar, ada kerjasama Lion dengan Jatatur untuk kegiatan ekspor,” terangnya. Sebelumnya, selama ini. Produk-produk kerajinan dan hasil laut dari Provinsi NTB hanya dijual ke pengusaha Bali dan Surabaya. Dengan alasan tidak adanya peti kemas dan pelabuhan ekspor di dalam daerah. Akibatnya, produk dari daerah ini di negara-negara luar tidak lagi dikenal sebagai produk dari NTB, melainkan produksi asli dari daerah asal ekspor, Bali dan Surabaya. (bul)

DIREKTUR Operasional Indonesia Timur PT. PLN, Vickner Sinaga, mengisyaratkan sistem kelistrikan di NTB pada semester pertama 2014 mendatang akan menjadi yang terbaik ketiga di Indonesia Timur. Di wilayah yang ia pimpin, pasokan listrik NTB pada kurun itu hanya ada di belakang dua Provinsi masing-masing Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). “Kita punya PLTU Jeranjang dengan kapasitas produksi 25 MW, PLTMH sampai akhir tahun kita targetkan harus ada (Suara NTB/ist) 10 unit. Seperti Kalsel, NTB tidak hanya Vickner Sinaga naik kelas tetapi mengalami lompatan. Jeranjang itu saja, adalah PLTU yang hanya ada baru 1 di Indonesia Timur,” ungkap Vickner Sabtu (28/9). Dalam lawatannya kali ini, Vickner mengakui hampir setiap bulan mengunjungi NTB. Oleh karena itu, ia tidak asing lagi dengan fenomena kelistrikan yang terjadi di daerah ini. Banyakanya potensi listrik membuat dirinya meyakini NTB akan berada pada kapasitas produksi listrik terbesar ke tiga setelah Kalsel dan Sulsel. Untuk PLTU saja, Vickner menginstruksikan kepada jajarannya di PLN Wilayah NTB harus secepatnya mengoperasikan PLTU Montong. Ia bahkan terlihat tawar menawar dengan jajarannya di NTB, agar target Semester I tahun 2014, NTB sudah menjadi produsen listrik terbesar ketiga di Indonesia Timur. Lain halnya dengan pada listrik Sistem Lombok yang mengedepankan sumber daya listrik terbarukan, untuk Pulau Sumbawa, Vickner juga telah merancang pembangkit Listrik menggunakan Sistem Tongkol Jagung. Berlokasi di Dompu sebagai salah satu sentra produksi terbesar, Vickner optimis rencana produksi listrik dari limbah itu akan berjalan sukses. Banyaknya sumber listrik di NTB ini, Direktur Operasi Indonesia Timur sedikit mengkritik sekaligus memberi masukan kepada Pemerintah Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam hal listrik dijadikan sebagai sumber PAD, Vickner tegas tidak sependapat dengan pola lama perolehan PAD. “Pemda untuk memperoleh PAD jangan hanya dari PJU (Pajak - Penerangan Jalan Umum). Kuno, tidak cerdas. Kalau ada air begini, bikin Perusda, kerjasama dengan kita (PLN). Bankbank itu, kalau melihat sumber daya renewable begini, mereka berlomba-lomba ngejar tanda tangan kita,” jelasnya. Sebagai seorang praktisi, kebijakan populis Vickner terlihat saat ia menghadiri sinkronisasi PLTMH Santong. Catatan media, setidaknya ada lima kebijakan yang ia ambil. Pertama, ia menginstruksikan langsung lampu yang ada di pembangkit PLTMH dimatikan dari pagi hingga Magrib. Pencahayaan dari luar, cukup untuk menerangi ruangan operasional pembangkit setempat. Pada kebijakan pengembangan sumber daya, ia mengamanatkan agar pihak operator yang pergi saat ada pelatihan, bukan kontraktor. Terakhir ia memerintahkan sparepart (suku cadang) untuk selalu sedia. “PLN harus menjadi yang pertama dalam penghematan. Lampu ruangan ini tidak boleh menyala dari Pagi sampai Magrib, ingat itu. Dan terakhir, jangan sampai hanya karena sparepart kurang, misalnya skrup tidak ada, listrik tidak menyala,” pungkas Vickner. (ari)

NTB akan Jadi Daerah Pembangkit Listrik Biomass Mataram (Suara NTB) Provinsi NTB dengan potensinya yang cukup besar sejauh ini masih dipandang sebagai daerah dengan penikmat listrik masih belum memadai. Karena dihitung masih 45 persen jumlah penduduknya yang sudah teraliri listrik. Alternatifnya, akan dikembangkan pembangkit listrik biomass. Tingkat kebutuhan listrik di NTB diklaim akan tinggi. Dilihat dari progres perkembangannya, mengingat beberapa infrastruktur dasar pendukung perekonomian, berupa Bandara Internasional Lombok sudah tersedia. NTB saat ini, menurut Ketua Komite Tetap Kemitraan Daerah Kadin Indonesia, Ir. Junaidi Elvis, jaringan kelistrikannya belum terprogram interkoneksi. Artinya antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya dikendalikan dari satu pembangkit. Padahal itu bisa dilakukan. “Sumbawa, Bima dan Dompu misalnya, masih memiliki sumber pembangkit yang berbeda-beda, apalagi dengan Lombok,” katanya dikonfirmasi, Sabtu (28/9). Junaidi Elvis mengatakan, hal ini dilihatnya akibat tidak maksimalnya peran PLN. Namun wajar, karena keterbatasan dana yang dimiliki untuk memenuhi segala infratsrukturnya sendiri. Sehingga, perlu peran swasta untuk mendukungnya. Salah satu perusahaan yang tak disebutkannya, sudah menyatakan komitmen untuk membangun pembangkit listrik biomass, yang bahan bakunya dari kayu Lamtoro. Dan inipun, sudah ada komunikasi dengan Gubernur dan Bupati Lombok Timur, H.M. Ali Bin Dachlan guna penyediaan lahan pengembangan bahan baku pembangkitnya. “Kapasitas pembangkit direncanakan maksimal sampai 10 Mega Watt. Yang utama sekarang perlu dikembangkan kebun energi,” terangnya. Menurutnya, butuh waktu 2,5 tahun ke depan untuk mengembangkan kebun energi ini sampai panen. Utamanya yang digunakan adalah batang pohonnya, sementara daundaunnya dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Daerahdaerah yang akan dijadikan kebun energi ini dimanfaatkan kawasan kritis, Lombok Timur menurutnya ada potensi, Lombok Tengah dan kawasan yang ada di pulau Sumbawa. Selain pembangkit listrik biomass, Junaidi Elvis menyebut yang paling potensi bisa dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Akan tetapi dilaksanakan secara bertahap. Peran-peran perusahaan swasta dalam hal ini perlu diberikan keleluasaan. “Antara pemerintah dan swasta memiliki peran yang sangat strategis untuk membangun NTB ini. Tidak bisa hanya menyerahkannya kepada pemerintah, jadikan swasta sebagai stakeholder, bukan sebagai pesaing pemerintah,” demikian pesannya. (bul)

AKTIVASI ”OTAK KEDUA” AKTIVKAN INDERA KE-6 DALAM WAKTU 2 JAM Tahukah anda didalam diri kita ada sumber energi pikiran yang dahsyat selain Otak sebagai receptor ?”. Bahkan Otak kedua ini, berperan sebagai pendongkrak kegeniusan diri guna menghadapi kehidupan disegala bidang. Prof. Gary Schwartz (Univ. Arizona) menyebutnya dengan Otak Kedua didalam diri Manusia. Bahkan pada Otak Kedua ini memancarkan 5000 kali lipat lebih besar pancarannya daripada Brain kita. Pada kegiatan Stimulasi Aktivasi Otak Kedua di MSB Training [Meditation Spiritual Building] yang akan membangkitkan sumber panas & getaran tubuh yang berada sejengkal dibawah puser (Cakra Tan Tien). Panas & getaran yang timbul di daerah cakra puser, secara alamiah akan lebih membangkitkan gairah sex yang lebih kuat lagi, serta terstimulusnya 4 hormon tubuh: Melatonin, Pinolin, 5-MEO-DMT, dan Dimethyltryptamin (DMT) yang meningkat dalam darah, maka akan terbukalah apa yang dinamakan “Mata Ketiga”. Aktivasi “Otak Kedua” juga akan mengaktivkan langsung indera ke-6 setiap pesertanya yang akan diuji satu-persatu melakukan Simulasi Mind Power setelah diaktivasi “Otak Kedua”- nya, seperti mam-

pu: lihat alam pikiran seperti film ditembok, ringankan tubuh berdiri di atas gelas kertas, lemaskan besi, terbangkan lampu dengan konsentrasi, pecahkan keramik lantai tanpa disentuh, Peserta Tertidur saat diaktivasi matikan lilin tanpa disentuh, dll. Disamping itu BONUS MATERI: Rahasia berdasarkan pengakuan para Meracik Herbal, baca Pikiran & alumni MSB yang sangat dirasa- Penyakitnya, TSUBO Sentuhan kan adalah pada perubahan hidup, yg Menidurkan, Terapi Minyak seperti: Peningkatan Marketing, yang dapat mengeluarkan duri Majunya Bisnis/Usaha, kembali & menyerap penyakit. Training harmonisnya sebuah keluarga, diselenggarakan MINGGU, 06 memiliki keturunan, sembuh pen- Oktober 2013 di Hotel Mareje yakit yang lama diderita, Men- Sariguna I. Jl. Pariwisata No. 26 ingkatnya Daya Tarik, menemu- (Belakang Kantor Gubernur kan pasangan hidup, seorang anak NTB), Pkl. 11.30-15.30 WITA (Ut(7-15 Thn) mampu menebak soal ara Central Parkir). Fasilitas: yang diujikan, meredam Konsumsi, Alat Aktivasi Otak, kenakalan remaja, dan penyakit- Buku Eksklusif, Terapi Minyak penyakit fisik & psikologis lainnya Ajaib “MEMIJAT SENDIRI”. Regseperti: Stres, Gelisah, Sulit tidur, istrasi: Hub. Arifin. HP. 087-864mudah marah, gangguan sex, 306091 / SMS. Nama Alamat & OCD dan penyakit medis lainnya Umur. Admin. Hari “H”: 350rb. [pemanen cukup 1 x pertemuan]. www.rizkitraining.blogspot.com.com.


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

Banleg Tak Berwenang Anulir Revisi UU Pilpres Jakarta (Suara NTB) – Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengatakan keputusan dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tidak berwenang menganulir pembahasan revisi atas Undang-Undang tentang Pemilihan Presiden (Pilpres). “Peletakan revisi UU Pilpres sebagai prolegnas (program legislasi nasional) diputuskan melalui mekanisme rapat paripurna. Pembatalan revisinya pun atas nama hukum harus dilakukan dalam rapat paripurna. Rapat pleno Baleg DPR tidak memiliki kewenangan menganulir keputusan rapat paripurna,” katanya melalui pesan singkat kepada Antara, Sabtu. Sebelumnya, dalam rapat pleno Badan Legislasi pada Rabu (25/9), lima dari sembilan fraksi di DPR sepakat menolak pembahasan lebih lanjut revisi UU 42/2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tersebut. Lima fraksi yakni Fraksi Demokrat, Golkar, PDIP, PAN dan PKB di Badan Legislasi DPR RI sepakat agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang merupakan revisi UU 42 Tahun 2008 tentang Pilpres tidak dibahas dan tidak dipakai pada Pilpres 2014 mendatang. Sementara empat fraksi lainnya Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi Gerindra dan Hanura tetap menginginkan agar pembahasan RUU Pilpres dilanjutkan sehingga menjadi UU Pilpres. Menurut dia, rapat di Baleg DPR RI belum mencerminkan keputusan tentang pembatalan pembahasan revis UU Pilpres tersebut. Mengingat keputusan akhir pembahasan harus dilakukan pada rapat paripurna. Untuk itu, pihaknya akan memperjuangkan terus pembahasan revisi Undang-undang, hingga rapat paripurna digelar. Ia menambahkan, pihaknya menyakini akan ada perubahan konstelasi bila rapat paripurna digelar. “PPP menyakini akan ada perubahan peta dalam rapat paripurna jika ini diambil keputusan,” katanya. (ant/bali post)

Sikap Mendagri Terkesan Sara Soal Lurah Lenteng Agung Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida menilai sikap Mendagri Gamawan Fauzi terkesan bernuasa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) saat meminta Gubernur DKI Jakarta mengevaluasi penempatan Susan Jasmine Zulkifli yang non-muslim sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. “Sikap Mendagri Gamawan Fauzi terhadap Lurah Lenteng Agung sangat aneh, dan sebenarnya tak pantas diekspresiLaode Ida kan oleh seorang pejabat negara, apalagi posisi Mendagri,” katanya di Jakarta, Minggu. Laode mengemukakan hal itu berkaitan dengan sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang meminta Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk mengevaluasi kembali penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Gamawan menyatakan, penolakan warga terhadap Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama non-muslim dikhawatirkan akan mengganggu kinerjanya. Dalam kaitan itulah, Laode menilai, sikap Gamawan terkesan bernuansa SARA karena seolah tidak menerima seorang lurah non-muslim di wilayah tertentu, meski hanya terprovokasi resistensi sekelompok orang. “Ini akan membangun kesan bahwa Mendagri anti-pluralisme, padahal itu merupakan bagian dari realita sosial budaya yang dijamin dalam konstitusi,” katanya. Selain itu, Laode menilai, Gamawan sangat reaktif dalam menanggapi gejala dinamika sosial, sehingga dapat diartikan sebagai ekspresi dari ketidakmatangan psiko-sosial. “Mendagri seharusnya tak mencampuri lebih jauh urusan pada tingkat kelurahan, karena yang mengurus itu terkait dengan manajemen kecamatan, terlalu jauh mencari urusan rakyat bawah,” katanya. Menurut Laode, jika Gamawan selaku Mendagri mau memberi masukan kepada Pemerintah DKI Jakarta yang tengah gencarnya melakukan reformasi birokrasi, maka seharusnya terlebih dahulu menugaskan aparatnya untuk mengevaluasi kebijakan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), termasuk kebijakan penempatan lurah. “Mendagri juga bisa memberikan masukan secara langsung ke Jokowi, tak perlu gembar gembor ke publik melalui media massa,” katanya. Menurut Laode, yang harus dijadikan dasar oleh siapapun untuk mengevaluasi lurah adalah kinerja, bukan perbedaan budaya, apalagi agamanya. “Jika ia tak bisa mengemban tugas administrasi dan kepemimpinan tingkat kelurahan, maka bolehlah diminta mundur,” ujarnya. Laode menegaskan bahwa Gamawan selaku Mendagri harus menunjukkan sikap arif sebagai penjaga harmoni sosial dan integrasi bangsa, bukan masalah mempertajam isu SARA. Selain itu, ia menambahkan, seharusnya Mendagri lebih mengurus kinerja dan perilaku buruk nan korup dari banyak oknum kepala daerah, termasuk menjadikan hal itu sebagai agenda dalam revisi Undang-Undang Pemerintah Daerah saat ini. Sementara itu, Mendagri Gamawan Fauzi kepada sejumlah media massa membantah meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kembali pengangkatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung. Gamawan menyatakan, sebagai pembina otonomi daerah hanya memberi pandangan mengenai penempatan seseorang dalam jabatan publik di pemerintahan, dan tidak membahas penempatan jabatan lurah di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (ant/bali post)

Kritikan Atas Jokowi akan Naikkan Elektabilitas Jakarta (Suara NTB) Seorang pengamat politik mengatakan bahwa kritikan terhadap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) dari berbagai pihak, akan menaikkan elektabilitas figur Jokowi. “Kritikan yang dilontarkan pada Jokowi bukan membuatnya lemah, justru makin menguatkan keberadaannya menuju kursi calon Presiden RI 2014,” kata anggota ewan Penasehat CSIS (Center for Strategic and International Studies) Jeffrie Geovanie di Jakarta, Minggu (29/9). Dalam keterangan persnya, Jeffrie mengatakan, saat mendapat kritikan, justru Jokowi tampak relaks dan bersahaja menanggapi itu semua. “Kita lihat saja reaksi mayoritas masyarakat yang sangat militan membela Jokowi, jadi bagi siapa pun yang mencoba menyudutkan Jokowi, siap-siap saja mengalami kritikan balik dari mayoritas masyarakat,” katanya. Jeffrie mengatakan, enam bulan lalu, dirinya sudah menyampaikan hal itu, saya juga sudah memprediksi akan terjadi gelombang besar dari masyarakat yang akan memaksa Jokowi untuk siap menjadi capres. “Dan itu terjadi secara alamiah. Salah besar bila ada pihak yang menuduh itu usulan pencapresan Jokowi direkayasa. Jokowi akan menjadi Presiden RI 2014 karena gerakan yang tumbuh alami dari masyarakat,” ujaranya. Jeffrie menambahkan, tentu saja PDIP akan menjadi partai yang paling mendapatkan manfaatnya dari ususlan pencapresan Jokowi. “Jadi wajar sekali kalau dikatakan bahwa tokoh politik paling berpengaruh saat ini adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri,” katanya. (ant/bali post)

POLHUKAM

Halaman 8

PERSIAPAN - Danrem 162/WB Kolonel Inf. Sofian Chandra saat memimpin persiapan pelepasan personel dari Batalyon Infantri 742/SWY untuk pengamanan KTT APEC 2013 di Bali.

Amankan KTT APEC

(Suara NTB/ars)

Korem 162/WB Kirim 200 Personel ke Bali

Mataram (Suara NTB) Korem 162/WB menerjunkan personel dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013 di Nusa Dua, Bali. Dalam Konferensi yang diagendakan Tanggal 1 hingga 8 Oktober mendatang, Korem mengirim sedikitnya 200 personel dari Batalyon Infantri 742/SWY. Danrem 162/WB Kolonel Inf Sofian Chandra Memberangkatkan 200 personil itu, Kamis (26/9) lalu, yang dipimpin langsung oleh Danyonif 742/SWY Mayor Inf Fransiskus Ari Susetio. Kepada Suara NTB, Sabtu (28/9) lalu, Danrem menegaskan, pengiriman personel itu se-

bagai bentuk dukungan pihaknya dalam rangka mensukseskan kegiatan APEC di Bali, yang rencananya dihadiri 7.000 orang dari perwakilan negara, jurnalis dan pengusaha seluruh dunia. “Pasukan kami akan bergabung dengan personel Kodam IX Udayana,” terangnya. Pada saat melepas pasu-

kan, ia menyampaikan pesan, agar personel benar-benar menguasai dan memahami tugas dan tanggung jawab yang diinteruksikan oleh Komandannya. Laksanakan tugas yang dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga tidak terkecoh dengan pergerakan orang-orang yang ingin

menggagalkan pelaksanaan kegiatan KTT tersebut. “Jangan kita ambil resiko sekecil apapun yang dapat merugikan satuan bangsa dan negara. Untuk itu dalam kegiatan ini, harus benar-benar diatur rencana kegiatannya dan tempatkan personil sesuai dengan ketentuan serta kita harus berkoordianasi dan menanamkan jiwa korsa dengan satuansatuan lain”, kata Danrem, mengulas isi perintahnya saat pelepasan personel. Secara umum dijelaskannya, Indonesia dan Bali khususnya, sedang mendapat

kepercayaan dunia sebagai tuan rumah APEC 2013. Ini menurutnya menjadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk memajukan peran aktif indonesia dalam memajukan ekonomi regional, mendorong investasi infrastruktur, membantu dan memastikan bahwa perdagangan internasional tetap terbuka bagi expor Indonesia. “Tidak hanya itu saja, kesempatan ini juga digunakan Indonesia sebagai media ampuh untuk mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan daerah dan nasional,” terangnya. (ars)

PDI P Siapkan Advokasi Kader Terlibat Hukum

Press Tour Bid Humas Polda NTB

Serap Informasi Kamtibmas di Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa (Suara NTB) Tahun ini, kegiatan rutin Bid Humas Polda NTB berlangsung di Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar. Bertempat di Kantor Camat setempat, jajaran Bid Humas menyerap informasi terkait kamtibmas wilayah setempat, untuk jadi bahan kajian, evaluasi kebijakan dalam penanganan keamanan, tidak hanya di kecamatan setempat, tapi Sumbawa Besar umumnya. Press Tour dipimpin Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK, diikuti empat jurnalis cetak dan elektronik, Kamis (26/ 9) lalu. Hadir pada kesempatan itu, Camat Moyo Hulu Subaidi, Kapolsek Moyo Hulu Totok Suharyanto, Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Ahmad Junaidi. Dihadapan tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, politisi, aparat kepolisian dan TNI, Kabid Humas memaparkan kepentingannya menyerap informasi kamtibmas tersebut, untuk menggali potensi masyarakat yang bisa dikembangkan untuk keamanan wilayah. “Sehingga apapun yang kami peroleh di wilayah Kecamatan Moyo ini, bisa menjadi model untuk pengembangan Kamtibmas di wilayah kecamatan lain,” kata

Kabid Humas. Pada kesempatan itu, perwakilan LSM dan masyarakat, menyampaikan keluhan soal minimnya fasilitas dimiliki Polsek Moyo Hulu. Tidak hanya personel, kendaraan operasional pun tidak dimiliki. “Lalu bagaimana Kapolsek dan jajarannya bisa memberi pelayanan maksimal jika motor operasional saja tidak punya. Kapolseknya masak cuma pakai motor Honda Revo,” kritik Ilham, perwakilan LSM. Para kepala desa yang hadir, menyampaikan keluhan soal seringnya terjadi kasus kehilangan ternak. Selain itu, sulitnya jika dilaporkan ke kepolisian. Juga terkait lalu lalang ternak yang tak terawasi maksmial, juga jadi laporan masyarakat. Karena dikhawatirkan, ternak yang masuk dan keluar hasil curian. Soal personel Babinkamtibmas juga diharapkan ditambah, karena jumlah personel 15 orang dianggap tidak cukup untuk menyelesiakan pesoalan di semua desa. Menjawab keluhan itu, soal kendaraan operasional, Kabid Humas berharap ada pengajuan dari Mapolsek setempat. Karena itu menunjukkan kebutuhan dari aparat. “Tapi terkait kendaraan operasion-

al, ada bagiannya di Biro Sarpras yang berwenang soal pengadaan. Dan ini tentu menjadi atensi pimpinan, demi pelayanan maksimal kepolisian kepada masyarakat,” kata Kabid Humas, sekaligus menjawab soal kebutuhan personel Babinkamtibmas, pihaknya mengakui itu menjadi keluhan seluruh masyarakat NTB. ini juga sedang menjadi atensi Kapolda untuk pemenuhan kebutuhan personel. Terkait ternak, ia sepakat untuk pengketatan keluar masuk ternak sapi, kerbau dan kambing. Mengingat kecamatan tersebut penghasil ternak tertinggi. Kabid Humas pada kesempatan itu, menyampaikan kata kunci untuk keamanan adalah siskamling. Ini menjawab kekurangan personel di jajaran Polda NTB, Polres dan seluruh Polsek. Ia mengapresiasi warga kecamatan Moyo Hulu yang masih mentradisikan Siskamling, menjadi bahan atensi pihaknya, sebagai percontohan di kecamatan lain. Terkait konflik antar kelompok yang masih rentan, ia memahami adanya perpedaan muncul karena tidak bertemunya kesepahaman. Tapi demi menjaga situasi tetap kondusif, ia berharap tetap diselesaikan dengan kepala dingin. (ars)

Bantul (Suara NTB) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyiapkan pembelaan (advokasi) hukum terhadap semua kader atau simpatisan yang terlibat kasus hukum, kata sekretaris jenderal partai itu, Tjahyo Kumolo. “Partai mempersiapkan advokasi hukum kepada seluruh anggota dan simpatisan partai,” katanya usai menghadiri acara Penanaman Perdana Kedelai untuk Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu. Oleh karena itu, kata dia, terhadap kasus yang hukum yang menimpa kader partai di tingkat daerah, seperti Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIY tidak akan dibeda-bedakan, karena semua akan mendapat pembelaan yang sama. Terkait kasus Idham Samawi, mantan Bupati Bantul yang diduga terlibat korupsi dana hibah Persiba Bantul yang mendapat pembelaan hukum, dan ada kader partainya di Gunung Kidul tidak mendapat pembelaan, Tjahyo pun menegaskan, hal itu atas dasar permintaan. Idham, menurut dia, meminta advokasi hukum, adapun salah seorang kader PDI Perjuangan di Gunung Kidul tidak memintanya. “Jadi, itu atas permintaan. Partai punya 60 pengacara yang siap,” katanya. Ia juga mengemukakan tidak

Tjahyo Kumolo ada upaya untuk menganakemaskan terhadap sejumah kader partai yang telah terlibat kasus hukum , meski begitu partai tetap akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Adapun Idham Samawi, yang kini menjadi Manajer Persiba Bantul, tidak bersedia memberikan komentar saat ditanya wartawan seputar kasus dugaan korupsi yang menimpanya. Idham, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan DIY telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Persiba beberapa waktu lalu. Ia diduga ikut bertanggungjawab dalam penggunaan dana hibah senilai Rp12,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul ke Persiba yang dicairkan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul pada 2011. (ant/bali post)

Anggota DPR Sarankan Forensik Selidiki Ledakan Mercon Jakarta (Suara NTB) Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsy menyarankan agar Forensik Polda Jawa Timur dilibatkan dalam kasus ledakan di rumah Serka Agus Suryadi. “Polres Bondowoso sebaiknya melibatkan tim Forensik Polda Jatim untuk memastikan sumber ledakan yang terjadi,” kata Aboe Bakar di Jakarta, Minggu. Sampai saat ini, katanya, diyakini bahwa ledakan ber-

sumber dari mercon yang ada di rumah tersebut. “Namun hal itu perlu diyakinkan secara ilmiah oleh tim forensik dari Polda Jatim. Karena meilhat dampak ledakan yang luar biasa, haruslah diteliti apakah hanya mercon saja yang meledak,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu. “Bisa saja ada zat atau bahan lain, sehingga menimbulkan daya ledak yang luar biasa,” tambahnya. (ant/bali post)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Senin, 30 September 2013

Vania Larissa Masuk 10 Besar

Rp 2 Miliar untuk Pembenahan Ruang Kreatif di NTB

Jakarta (Suara NTB) Kontestan asal Indonesia, Vania Larissa, masuk dalam 10 besar finalis kontes Miss World 2013 di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu malam . Vania, yang menyanyikan lagu “Question oh Honor” dalam pertunjukan final, berada di urutan ketujuh dalam deretan 10 besar finalis Miss World yang akan memperebutkan gelar juara. K o n testan yang mas u k dalam deretan 10 besar berasal dari Ghana, Jamaika, Spanyol, Inggris,

Giri Menang (Suara NTB) Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Juju Marsinah mengatakan pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar untuk pembenahan ruang kreatif di NTB khusus di tahun ini. Salah satu program yang diselenggarakan yaitu aktivasi Taman Budaya dengan menggelar Workshop Seni Tari dan Musik Daerah NTB selama tiga hari di kawasan wisata Senggigi. Demikian disampaikan Juju Marsinah usai membuka acara worskhop hari Jumat (27/9) lalu. Program aktivasi ruang kreatif seperti Taman Budaya disebutkan Juju diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para seniman musik dan tari sehingga karya mereka dapat diberdayakan dalam setiap kegiatan. Diharapkan pula para seniman dapat menampilkan karya terbaik, baik karya tradisional dan kontemporer sehingga mendapatkan aspresiasi dari masyarakat luas. Pemerintah pusat juga akan mewadahi kreativitas para seniman dalam kegiatan tahunan yang diselenggarakan seperti Art Summit pada bulan Oktober mendatang. Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. “Setelah berkarya, setelah itu selesai dan kembali melatih. Kami tidak harapkan demikian tapi ada tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu memproduksi karya-karya yang nantinya bisa ditampilkan dalam Art Summit,” harapnya. Selain Art Summit, pihaknya juga telah menginisiasi program bagaimana agar karya pertunjukan seperti musik dan tari dapat dijual dan memberikan keuntungan bagi para pelakunya yaitu Indonesia Performing Art Market. “Teman-teman bisa menjajakan dagangannya agar bisa diapresiasi pasar seperti pengelola gedung pertunjukan dan lainnya,” ujarnya. Dalam event ini pihaknya mengundang 40 buyer dari pengelola gedung pertunjukan dari dalam dan luar negeri. Pihaknya juga akan mengundang Kepala Taman Budaya di Indonesia untuk menampilkan karya terbaik dari seniman di masing-masing daerah. “Kita banyak karya-karya pertunjukan tapi jarang bisa ditampilkan di panggung-panggung internasional. Ini kami gagas untuk ekonomi kreatif,” ujarnya. Dengan adanya kreatifitas dari para seniman yang terus berkembang diharapkan dapat menambah nilai baik dari sisi estetika dan dapat menghasilkan pendapatan untuk kehidupan para seniman. “Karena dalam pertunjukkan tak lepas dari pedagang dan lainnya. Ini bentuk efek berantai. Ini diharapkan ke arah sana dalam bentuk seni pertunjukan,” tandasnya. (yan)

Nepal, Prancis, Australia, Brasil, Filipina. Megan Young dari Filipina menempati urutan teratas dari 10 besar finalis Miss World 2013. Sebelum Vania tampil membawakan lagu “Question of Honor” yang dipopulerkan oleh Sarah Brightman, para undangan yang mennghadiri pertunjukan final disuguhi tarian kontemporer seperti “Api Sinta”, “Sang Srikandi”, dan “Berkah Dewi Sri”. Dalam pertunjukan final yang disiarkan langsung televisi nasional itu, 127 kontestan Miss World juga mempersembahkan sebuah lagu ciptaan Ketua Penyelenggara Miss World 2013 yang berjudul “Here We Are Indonesia”. (ant/ balipost)

(ant/balipost)

Miss World 2012, Wenxia Yu (kiri) memasangkan mahkota kepada Miss World 2013 terpilih, Megan Young asal Filipina dalam Final Kontes Miss World 2013 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (28/9). Posisi kedua diraih kontestan Prancis, Marine Lorphelin dan posisi ketiga diraih kontestan Ghana, Carranzar Naa Okailey Shooter.

Pemerintah Harus Siapkan SDM Pariwisata Berkualitas

Ritual Sedekah Laut ”Sembonyo” Nelayan Prigi

Mataram (Suara NTB) Pariwisata menjadi salah satu sektor utama yang dikembangkan pemerintah daerah (pemda). Disamping pengembangan pariwisata yang sedang gencar dilaksanakan, pemda juga diingatkan untuk komitmen menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang berkualitas. Hal itu disampaikan oleh pemerhati pariwisata NTB, Dr. Halus Mandala, M.Hum kepada Suara NTB. “Saya ingin pemerintah memiliki komitmen yang kuat terhadap pengembangan SDM pariwisata. Karena ke depan NTB ini berpeluang besar untuk maju. Jika tidak disiapkan sejak dini, maka itu akan menjadi permasalahan,” terangnya. Sekretaris BPPD NTB ini juga meminta agar pemerintah jangan setengah-setengah dalam menyiapkan SDM pariwisata. Karena pengembangan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari kualitas SDM-nya. Hal yang menjadi catatannya terkait SDM pariwisata di NTB ini disebutkan Halus Mandala adalah masih kurangnya lulusan pariwisata di NTB.

Disamping itu orang yang bekerja di sektor pariwisata lebih banyak berasal dari orang lulusan non-pariwisata. “Memang yang paling penting adalah mereka tidak harus memiliki pendidikan pariwisata. Tapi setidaknya harus punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas bekerja dalam bidang pariwisata,” ujarnya. Diharapkan pula kepada para pelaku pariwisata seperti perhotelan dan restoran untuk merekrut SDM yang memiliki dasar pendidikan pariwisata. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan. “Kalau yang tidak memiliki kompetensi bagaimana bisa mewujudkan itu (pelayanan baik dan memuaskan),” ujarnya. (yan)

Vania Larissa

Guru Vocal Michael Jackson Latih Remaja Cina Guangzhou Pelatih vokal Amerika Serikat, Seth Riggs, master di balik keajaiban beberapa superstar termasuk Michael Jackson, Stevie Wonder dan Madonna membuat kejutan. Pria sekarang 83-tahun itu kini membina penyanyi baru sensasional Cina - yang baru berusia 13 tahun. Pada awal September, Riggs dan keluarganya melakukan perjalanan ke daratan Cina untuk pertama kalinya, menawarkan pelatihan vokal kepada penyanyi remaja “Dou Dou” di kota selatan Cina, Shenzhen. “Saya datang untuk mengunjungi seorang sahabat di sini dan dia bilang kita memiliki seorang gadis bagi Anda untuk bekerja dengannya. Kami ingin Anda membantunya karena dia perlu sampai ke tingkat berikutnya,” kata Riggs dikutip Xinhua. “Dou Dou,” yang juga dikenal sebagai Huang Jiaqi, adalah bintang pemula yang membuat namanya melejit ketika menyanyikan lagu tema Olimpiade Beijing “You and Me.”

Selama Olimpiade London 2012, dia juga menyajikan konser luar negeri pertamanya di Empire Theatre Hackney di London atas undangan Komite Olimpiade Internasional. Namun, seperti banyak penyanyi muda transisi menjadi remaja, Huang telah berjuang untuk menemukan metode yang tepat untuk terus mengembangkan bakatnya. Pelatihan Riggs ‘diharapkan membantunya belajar bagaimana mempertahankan dan mengembangkan keahliannya‘. Selama mereka tinggal setengah bulan, Riggs dan istrinya Margareta Svensson melatih Huang selama tiga sampai empat jam setiap harinya. “Riggs mengajari saya bagaimana untuk menyanyikan lagu-lagu dengan cara yang benar, mendapati saya melalui masa transisi dan akhirnya memiliki suara yang lebih matang,” kata Huang, dan menambahkan bahwa ia telah mendapatkan banyak dari sesi pelatihan itu. “Dia memiliki telinga yang

Karapan ”Penderitaan” Sapi Tradisi karapan sapi Madura yang awalnya hanya dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk kegembiraan usai panen, saat ini telah menjadi ajang eksploitasi dan penyiksaan terhadap binatang pemakan rumput ini demi kesenangan dan kebanggaan pemilik dan “pebotoh” pemasang taruhan. JIKA awalnya kerapan hanya menggunakan cambuk agar sapi-sapi itu mau berlari kencang, saat ini perala-

Foto dan Teks: Saiful Bahri

Trenggalek (Suara NTB) Nelayan di daerah Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Sabtu menggelar upacara adat sedekah laut yang disebut “sembonyo” untuk mensyukuri hasil laut yang melimpah. Ribuan warga Trenggalek menyaksikan ritual yang diawali kirab tumpeng agung dari Kantor Desa Tasikmadu hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi itu. Setelah rangkaian upacara, tumpeng dan sesaji ditarik kapal nelayan ke tengah laut. “Ini adalah upacara adat yang digelar setiap tahun sejak dahulu kala, bahkan sebelum kemerdekaan, kegiatan ini sudah dilakukan,” kata Kepala Desa Tasikmadu, Riyono. Kepala Bidang Promosi dan Budaya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Suparlan, menjelaskan, tradisi larung sembonyo berawal dari pembukaan perkampungan pada zaman kerajaan Mataram Hindu. “Kala itu Raja Mataram memerintahkan Yudho Negoro untuk membuka hutan di kawasan Watulimo untuk dijadikan permukiman,” katanya. Namun pembukaan lahan untuk permukiman tersebut konon menuai kendala, Yudho Negoro diminta penunggu kawasan Prigi untuk menikahi Ratu Tengahan. Selain itu setiap tahun dia harus menggelar acara langen tayub 40 hari 40 malam, juga jaranan serta wayang kulit. Seiring berjalannya waktu masyarakat pesisir selatan Trenggalek ini melanjutkan tradisi itu dengan memberikan sedekah laut. “Ini memang bukan sejarah, namun adalah cerita babat tanah Prigi dan sekitarnya, kemudian untuk saat ini, para nelayan memaknai acara larung sembonyo tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas melimpahnya hasil laut,” jelas Suparlan. Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr, pemerintah daerah berusaha melestarikan tradisi itu dan menjadikannya sebagai salah satu aset wisata budaya. “Kami berharap seluruh komponen masyarakat terutama warga yang ada di sekitar Kecamatan Watulimo untuk ikut serta melestarikan,” katanya. (ant/balipost)

Halaman 9

tan itu mulai ditinggalkan dan diganti tongkat penuh paku. Bahkan sebelum dipacu, sekujur badan dan mata sapi tersebut diolesi balsam, dikucuri spirtus dan cuka untuk menimbulkan sakit dan kemarahan sapi hingga dia berlari bagai mengamuk. Dengus nafas sapi dan darah segar yang mengucur dari luka bekas cakaran tongkat berpaku sang joki silih berganti, kibasan ekor yang bergerak ke kiri dan kanan serta airmatanya yang mengalir, menggambarkan betapa binatang itu menahan sakit, perih dan panas yang amat sangat. Kesemuanya terbalut dengan teriakan pemilik, pebotoh, dan penonton yang kegirangan menyaksikan laju binatang yang sudah dipasangkan dengan “keleles” itu.

Bunyi tabuhan dan Sronen saling bersahutan mengiringi pasangan sapi juara yang diarak mengelilingi Stadion Soenarto Hadiwidjojo tempat pelaksanaan kerapan. Ribuan penonton, bersuka cita, menari mengikuti irama tabuhan dan sronen. Suasana itu sangat kontras dengan apa yang dialami sapi-sapi tersebut. “Kegembiraan di atas kepedihan” mungkin merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi yang terjadi dalam setiap ajang karapan sapi yang sering di gelar di pulau garam tersebut. Namun begitu, penderitaan selalu ada akhirnya. Penderitaan sang jawara segera berakhir ditangan sang jagal, ketika predikat pecundang telah disandangnya. (ant/balipost)

indah dan dia tetap tepat di tengah panggung saat ia bernyanyi. Dia harus mengubah dari bernyanyi seperti seorang gadis kecil untuk bernyanyi seperti kita semua,” kata Riggs. “Dia mencapai kemajuan sangat cepat. Kami sangat terkesan dengan dia.” Riggs menggunakan metode pengajaran yang dikenal sebagai “Speech Level Singing” untuk melatih Huang, teknik yang sama ia gunakan untuk melatih Michael Jackson. Riggs menciptakan metode itu ketika masih menjadi mahasiswa musik, karena ia tidak puas dengan bernyanyi sendiri pada waktu itu. Ia menemukan cara bernyanyi yang memanfaatkan teknik vokal yang sama yang digunakan ketika berbicara. Metode ini memungkinkan penyanyi bernyanyi dengan kekuatan yang lebih besar, kejelasan dan ekspresi, tapi dengan sedikit usaha. Riggs memiliki merek dagang metode pengajaran itu dan sejak itu sibuk menggunakannya untuk mengajar para profesional dan amatir. (ant/balipost)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 30 September 2013

Messi Cedera Madrid Pemain terbaik dunia tahun ini Lionel Messi harus keluar dari lapangan ketika bertanding baru 28 menit saat Barcelona melawan Almeria, Sabtu, karena ada masalah dengan ototnya. Pemain dari Argentina itu, dilaporkan AFP, membuat Barca memimpin lewat tendangan kaki kiri cukup apik pada menit ke-21, tapi akhirnya mengalami masalah beberapa saat kemudian sehingga harus digantikan Xavi Hernandez. Messi akan absen dalam perjalanan Barca ke Malaga serta pada laga leg kedua Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid awal musim, karena masalah pada pahanya tersebut. Pemain berusia 25 tahun itu juga dikhawatirkan tidak dapat membantu tim Katalan itu pada pertandingan Liga Champions lawan Celtic, Selasa. Sebelumnya Messi muncul di pengadilan di kota Pantai Gava dekat Barcelona, Jumat pagi, untuk menghadiri pemeriksaan atas permasalahan pajak yang menimpa dirinya. Tapi ia berlatih penuh pada Jumat bersama rekan setimnya, sebelum berangkat ke kawasan selatan di Almeria. (ant/bali post)

PSSB Mulai Jaring Pemain Taliwang (Suara NTB) Persatuan Sepak Bola Sumbawa Barat (PSSB) segera mulai melakukan penjaringan pemain untuk mengisi tim yang akan berlaga di liga Divisi Utama musim kompetisi tahun depan. Manajer Komunikasi PSSB Manurung, S.Pd, menjelaskan, kegiatan penjaringan pemain tersebut akan dimulai pada awal bulan Oktober mendatang. Dan tahap pertama proses rekruitmen, manajemen akan memulainya untuk menjaring pemain lokal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Kalau tidak ada halangan minggu depan kita mulai penjaringan. Pertama kita mulai di Taliwang ini,” jelas Manurung pada Suara NTB, Minggu (29/9). Setelah melakukan penjaringan lokal KSB, seleksi pemain juga akan dilaksanakan tingkat NTB. Sebagai klub yang fokus dengan pemain-pemain lokal, Manurung menyebutkan, PSSB pada musim depan akan berusaha semaksimal mungkin menyerap pemain lokal untuk mengisi skuadnya. Karena itu pada tahap kedua penjaringan, klub berjuluk Laskar Undru ini akan menyeleksi pemain pemain potensial di tingkat NTB. “Untuk seleksi NTB kita akan laksanakan di Mataram,” katanya. Setelah melakukan penjaringan pemain lokal, PSSB selanjutnya baru akan mencari pemain dari luar daerah dan pemain asing. Untuk pemain luar, seleksi akan dilaksanakan di Surabaya. Surabaya sengaja dipilih untuk seleksi pemain luar daerah dan asing, karena tempatnya yang strategis. “Kami anggap Surabaya srategis karena banyak pemain berbakat di daerah itu, terus juga klub-klub Surabaya banyak sehingga pemain asing juga akan banyak di sana,” tukasnya. Proses seleksi untuk menjaring pemain tersebut direncanakan hingga pertengahan bulan November mendatang. Manurung mengungkapkan, manajemen merencanakan anggota tim PSSB telah lengkap sebelum peresmian Gelanggang Olahraga (GOR) Magaparang. “Bupati ingin melihat saat peresmian GOR, PSSB sudah dengan kekuatan lengkap dan bermain perdana di peresmian itu,” timpalnya. Meski segera melakukan seleksi, sementara ini PSSB belum menyiapkan komposisi materi pemain yang akan diusungnya pada musim depan. Apakah akan bertahan dengan komposisi mengandalkan pemain lokal atau sebaliknya. Manurung menyadari, komposisi pemain akan memberikan pengaruh pada performa dan target klub. Jika saja target PSSB di musim depan hanya mempertahankan eksitensinya di Divisi Utama, maka PSSB dapat bertahan dengan komposisi musim sebelumnya. Sementara jika ingin menembus divisi Liga Super Indonesia (LSI), Manurung mengakui, komposisi pemain harus dirombak dengan mencari pemain luar potensial yang kemampuannya di atas rata-rata pemain lokal. (bug)

Perhatian Minim

Atlet Panjat Tebing Loteng Terancam Dibajak Daerah Lain Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terancam bakal kehilangan salah satu atlet panjat tebing andalannya, Anggun Yolanda. Pasalnya, atlet yang juga merupakan salah satu andalan NTB ini, kini tengah dirayu beberapa daerah supaya mau pindah daerah. Salah satu daerah yang paling berminat untuk menampungnya adalah Provinsi Jawa Barat. Kepada Suara NTB, Sabtu (28/9), Anggun mengaku ada beberapa daerah meminta dirinya pindah dan membela di ajang nasional. “Kalau daerah mana saja yang berminat, saya no comment. Tapi yang jelas memang ada daerah yang sudah mengajukan tawaran untuk pindah,” ungkap Anggun via ponselnya. Meski demikian, dirinya masih belum mengambil keputusan terhadap tawaran tersebut. Saat ini, dirinya masih ingin fokus membela daerah asalnya, yakni Loteng dan NTB. Apalagi perhatian yang diberikan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Loteng maupun pemerintah daerah, sampai sejauh ini masih sangat minim. Belum lagi dalam hal fasilitas penunjang latihan, juga masih terbatas. Namun, peluang untuk pindah masih terbuka di kemudian hari. Untuk fasilitas latihan misalnya sepatu dan beberapa peralatan lainnya yang digunakan, seadanya saja. Bahkan kondisinya sudah ada beberapa yang rusak. Akibatnya, latihan sering tidak bisa maksimal dilakukan. Sayangnya kemudian, pihak FPTI Loteng tempatnya bernaung terkesan hanya mengumbar janji-janji saja akan memberikan bantuan fasilitas penunjang latihan. Termasuk pemerintah daerah, perhatianya sejauh ini juga masih minim. Padahal, pihaknya tidak pernah meminta perhatian yang berlebihan. “Kita hanya minta sedikit diperhatikan. Paling tidak ada bantuan fasilitas untuk latihan. Supaya latihan bisa lebih maksimal lagi,” sebutnya. Menurut mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) ini, ia masih tetap bertahan membela daerah sampai saat ini, lebih karena kecintaannya kepada daerah. Atlet kelahiran Praya ini sendiri bisa dikatakan merupakan atlet panjat terbing putri terbaik yang dimiliki Loteng bahkan NTB untuk saat ini. Pada tiga ketegori, masingmasing lead, speed serta boulder. Berbagai prestasi pun sudah berhasil diraih Anggun. Terakhir, pada kejuaraan daerah panjat terbing bertajuk Gubernur Cup sebelumnya, ia berhasil keluar sebagai yang terbaik untuk kategori putri. Atas prestasinya tersebut, ia pun berhasil mewakili NTB dalam kejuaraan nasional panjat tebing beberapa waktu lalu dan meraih juara II untuk kelas spesialisnya. (kir)

Barcelona Melaju

Madrid Atletico Madrid mengakhiri laju 23 pertandingan “derby” tanpa kemenangan di Liga Spanyol ketika Diego Costa membawa timnya menang 1-0 atas pesaing sekota Real Madrid di Santiago Bernabeu Sabtu waktu setempat. Menyusul kemenangan 2-1 mereka di final Piala Raja setelah masa perpanjangan waktu di arena yang sama pada Mei, Atletico membuktikan mereka dengan penampilan bagus di Liga Spanyol. Penyerang Brazil Costa menorehkan gol ke delapannya di liga musim ini ketika ia merangsek untuk mengejar operan Koke dan melesakkan bola melewati kiper Diego Lopez pada menit ke-11. Atletico semestinya dapat menggandakan keunggulan mereka pada sejumlah kesempatan dan gelandang Koke melepaskan tembakan melengkung yang membentur mistar gawang, namun Thibaut Courtois mampu menggagalkan upaya Alvaro Morata untuk mengamankan tiga angka. Pasukan Diego Simeone bergabung dengan Barcelona di puncak klasemen dengan maksimal 21 angka dari tujuh pertandingan namun mereka hanya menduduki peringkat

kedua karena kalah selisih gol. Sebelumnya, juara bertahan Barcelona mencatatkan rekor klub di awal liga dengan meraih kemenangan 2-0 di markas tim promosi Almeria. Pemain Terbaik Dunia Lionel Messi mencetak gol pembuka pada menit ke-21 melalui upaya cemerlangnya. Namun ia terpaksa meninggalkan lapangan tidak lama kemudian setelah mendapat cedera otot paha belakang di paha kanannya. Bek asal Brazil Adriano menambahi gol kedua pada menit ke-56. Pelatih baru Barca Gerardo Martino mengecilkan dampak dirinya terhadap tim. “Yang saya lakukan adalah memanfaatkan keuntungan dari apa yang dicapai para pemain,” kata Martino pada konferensi pers. “Mereka telah memecahkan rekor-rekor selama bertahuntahun. Yang saya lakukan merupakan hal situasinal.” Valencia meneruskan ke-

bangkitan mereka dari start buruk musim ini dengan kemenangan 1-0 atas tim dasar klasemen Rayo Vallecano. Penyerang Brazil Jonas memanfaatkan kesalahan pertahanan Rayo untuk mencetak satu-satunya gol di pertandingan itu pada menit ke-37, sehingga pasukan Miroslav Djukic mencatatkan kemenangan ketiga berturut-turut yang membuat mereka duduk di peringkat keenam dengan 12 angka. Real Sociedad menghuni peringkat kesembilan dengan tujuh angka setelah bermain imbang 1-1 di kandang atas Sevilla. Antoine Griezmann menyamakan kedudukan untuk Sociedad pada menit ke-66 untuk membatalkan penyelesaian bagus dari Jairo pada menit ke18. Tim Basque itu sekarang telah melewati enam pertandingan di Liga Spanyol dan Liga Champions tanpa kemenangan. (ant/bali post)

PAHLAWAN Diego Costa menjadi pahlawan Atletico Madrid saat mengalahkan Real Madrid 1-0 pada lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu (28/9) waktu setempat.

(Suara NTB/ist)

Tim NTB Berjaya di Kejurnas Voli Pantai Junior

(Suara NTB/ist)

KALAH - Beberapa pemain MU seakan tidak percaya, mereka kembali kalah di Liga Inggris. Kali ini mereka kalah dari West Bromwich Albion 1-2.

West Bromwich Tambah Derita MU London West Bromwich Albion menambah penderitaan pelatih baru Manchester United (MU) David Moyes melalui kemenangan sensasional 2-1 di Old Trafford di Liga Utama Inggris pada Sabtu. Sepekan setelah mereka dipermalukan 1-4 oleh rival sekota di kandang Manchester City, MU bertekad kembali ke jalur kemenangan di liga. Namun yang terjadi justru Setan Merah menelan kekalahan yang membuat mereka terpuruk ke posisi ke-12 di klasemen. Pemain sayap yang dipinjam dari Marseille Morgan Amalfitano membawa West Brom unggul melalui golnya pada menit ke-54, mendapat bola dari lapangan tengah dan mengarahkan bola melewati sela-sela kaki Rio Ferdinand sebelum melepaskan sepakan yang tidak dapat dihentikan David de Gea. Wayne Rooney menyamakan kedudukan tiga menit kemudian, melalui tendangan bebas dari sisi kiri, namun ge-

landang 20 tahun Saido Berahino dapat merestorasi keunggulan West Brom melalui sepakan kaki kirinya. Pasukan Steve Clarke mampu mempertahankan kemenangan, untuk membuat Moyes total telah mencatatkan tiga kekalahan, satu kali seri, dan dua kemenangan dari enam pertandingan liga pertamanya sejak menggantikan pelatih legendaris Alex Ferguson. City Takluk Para penggemar MU mungkin dapat sedikit menghibur diri dengan fakta bahwa penakluk mereka akhir pekan lalu, Manchester City kalah 2-3 dari tuan rumah Aston Villa. Yaya Toure membawa City unggul menjelang turun minum, dengan Edin Dzeko merestorasi keunggulan tim tamu pada menit ke-56 setelah Karim El Ahmadi menyamakan kedudukan untuk Villa pada awal babak kedua. Bagaimanapun, tendangan

bebas Leonardo Bacuna membawa Villa menyamakan kedudukan pada menit ke-73 sebelum Andreas Weimann melaju dan menaklukkan Joe Hart dua menit kemudian untuk memberikan kemenangan mengejutkan bagi pasukan Paul Lambert. City sempat berada di jalur untuk mengambil alih pucuk klasemen dari Tottenham Hortspur, yang bermain imbang 1-1 dengan tamunya Chelsea pada pertemuan perdana antara mantan kolega Jose Mourinho dan Andre Villas-Boas. Pelatih Spurs Villas-Boas melihat timnya unggul pada babak pertama melalui Gylfi Sigurdsson, namun pada babak kedua yang berlangsung sengit, Chelsea mampu menyamakan kedudukan melalui John Terry sebelum Fernando Torres diusir keluar lapangan. “Babak kedua berlangsung tidak sebagus yang kami inginkan. Mereka tampil baik untuk mencetak gol dari bola mati,” kata Villas-Boas. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga (cabor) bola voli pantai NTB kembali cetak sejarah. Cabor unggulan NTB ini berhasil mencetak dua tim voli pantai junior di ajang tingkat nasional. Tim voli putri NTB, pasangan Syarah Novita Bahari dan Desi Ratnasari keluar sebagai juara satu, setelah menaklukan tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) I, Tyas dan Arum 2-1 (20-22,21-18 dan 15-11) di pertandingan final Kejurnas Voli Pantai Junior di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (28/9) lalu. Di pertandingan lainnya, tim voli pantai putra junior NTB, Tio Kesuma dan Danangsyah juga sukses meraih juara dua, setelah menyerah dua set langsung di tangan tim tuan rumah Jawa Timur (Jatim), Rendy Ferdian dan Asfiyak. Ketua Umum Pengprov PBVSI NTB, H. Surya Bahari yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (29/9), mengatakan tim voli pantai junior NTB nyaris mengawinkan gelar juara, karena tim putra dan putri sama-sama lolos ke final. Sayangnya, tim voli putra gagal meraih juara, setelah disingkirkan Jatim. ‘’Beruntung tim voli pantai putri NTB berhasil meraih gelar juara di event yang diikuti seluruh atlet muda nasional itu,’’ terangnya. Menurut Surya, prestasi yang diukir oleh tim junior putri ini merupakan sejarah pertama kalinya. Alasannya, event ini melahirkan dua tim voli pantai NTB berprestasi sekaligus. Meski pada kejurnas sebelumnya tim putri NTB, Putu Dini Jasita dan Dita Juliana yang saat ini telah menjadi atlet senior NTB, juga pernah mengukir prestasi yang sama di Kejurnas Junior tahun 2011 lalu. Baginya, hasil kejurnas junior ini sangat memuaskan, karena mampu mencetak atlet muda berprestasi. Atlet-atlet muda ini diharapkan mampu meneruskan kejayaan tim voli putri senior NTB, Putu Dini Jasita dan Dita Juliana ke ajang yang lebih bergengsi. (fan)

Alexandra akan Habis-habisan Bandung (Suara NTB) Pembalap wanita Alexandra Asmasoebrata akan bertarung all out pada seri ke-9 dan 10 atau laga pamungkas Asia Formula Renault (AFR) 2013 di Zhuhai Cina, Desember 2013. “Pada seri 7-8 saya naik podium ketiga di balapan itu, dan pada dua seri terakhir akan berupaya tampil di podium yang lebih baik lagi.

Desember nanti merupakan seri terakhir AFR,” kata Alexandra di sela-sela acara syukuran di Sumedang, Minggu. Pembalap itu mengaku masih punya peluang untuk bisa menggenjot performa kendaraannya. Bersama tim baru Champs Motorsport pada laga sebelumnya, Andra mengaku mendapat performa kendaraan yang cukup bagus, se-

hingga bisa lebih maksimal di laga terakhir tahun ini. “Balapan kemarin kan pertama bersama Champs Motorsport, tidak ada masalah adaptasi berlangsung lancar. Bila kemarin kami masih adaptasi, namun pada balapan nanti mungkin sudah bisa lebih baik lagi,” kata Andrea yang juga model iklan itu. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Syarah Novita Bahari (kiri) dan Desi Ratnasari


SUARA NTB

Senin, 30 September 2013

450.000

Halaman 12

EKSPEDISI

ADVERTISING

RADIO

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

8 00.000

PELUANG BISNIS

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

JADI AGEN SUSU

BUBUK KAMBING ETAWA ORGANIK ( BKN MLM ) MODAL KECIL PROFIT BESAR. 1 KTK ISI 10 SACHET@20 gr.

INFO.

0811306462.

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

www.g-milk.net

TRAVEL

DISTRIBUTOR AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRIJUALSOLARINDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH, ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

DIJUAL

RUMAH DI CITRA MUTIARA 2 BLOK C No.11 PAGUTAN MATARAM BISA OVER KREDIT HUB: 0817365070 DIJUAL KERTAS segel terbitan tahun 80_an. hubungi 081236100519

PELUANG USAHA FRANCHISE PENDIDIKAN HY 6JT www.sempoabinta.com 081374800275

HILANG HILANG BPKB SPM YAMAHA DR 5535 AL NOKA/NOSIN: MH314DO18K-069090/14D069370 AN. MARYOTO BPKB. 9382751.OAHILANGDISEKITAR RUMAH AMPENAN.


SUARA NTB

Senin, 30 September 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

FASHION

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

RUMAH MAKAN FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC


SUARA NTB

Senin, 30 September 2013

Halaman 14

Panen Kedelai di Loteng Berlangsung Semar ak

Bersama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, dan Bupati Loteng, H. M. Suhaili, FT., Menteri Pertanian, H. Suswono panen kedelai di Desa Sukarare Jonggat, Minggu (29/9) kemarin. RATUSAN petani menghadiri acara panen kedelai di Dusun Buncalang, Desa Sukarare, Kabupaten Lombok Tengah. Mereka terlihat begitu semangat dan antusias. Terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan langkah mereka untuk ikut memeriahkan panan kedelai di Dusun Buncalang, Desa Sukarare, Kabupaten Lombok Tengah. Panen kedelai yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (mentan) Dr. Suswono tersebut terbilang spektakuler, pasalnya panen dilakukan di tengah-tengah krisis menghadapi berbagai persoalan kedelai di tanah air. Di tengah berbagai persoalan tersebut, Menteri Pertanian berbangga hati, karena ada sebagian petani yang masih bersedia menanam kedelai. Seperti para petani yang terdapat di Dusun Buncalang, Desa Sukarare, Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi lokasi panen raya kedelai kemarin (29/9). Dalam sambutannya, Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Lombok Tengah telah dipilih sebagai lokasi panen raya kedelai tahun ini. Panen raya ini ungkapnya, sekaligus menjadi hadiah ulang tahun Kabupaten Lombok Tengah yang ke 68 pada 15 Oktober mendatang. Suhaili menambahkan, digelarnya panen raya kedelai di kabupaten Lombok Tengah ini mempunyai arti strategis bagi perkembangan kedelai di Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini terangnya, luas lahan yang dipergunakan sebagai tempat menanam kedelai sebanyak 54.562 hektar. Selain itu, sekitar 70 persen lebih penduduk Lombok Tengah ialah sebagai petani. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, yang ikut menyambut kedatangan menteri Pertanian mengatakan kehadiran menteri dalam panen raya ini merupakan bukti dari iktikad baik pemerintah pusat dalam melaksanakan program stabilisasi harga kedelai dan berikhtiar dalam pencapaian swasembada kedelai di tahun 2014 mendatang. Menurutnya, masyarakat NTB sudah sangat siap menyambut program pusat tersebut asalkan pusat bersungguh-sungguh dengan program ini. Zainul Majdi menambahkan, pada awal-awal menjabat sebagai guber-

nur pada 2008 silam, areal persawahan yang dijadikan lahan penanaman kedelai sebanyak 100.000 hektar, namun sekarang mengalami penurunan dan tersisa hanya sekitar 46.000 sampai dengan 50.000 hektar. Hal itu ungkapnya disebabkan karena persoalan harga kedelai yang tidak menentu. “Jadi para petani kita enggan menanam kedelai, padahal etos kerja para petani kedelai kita di NTB sangat luar biasa.” Selain itu, ketersediaan pupuk bagi para petani juga menjadi persoalan. “Dari daerah kami minta ke pemerintah pusat, jika ada permintaan penambahan pupuk mohon kiranya untuk dikabulkan,” ujarnya. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian, Dr. Suswono mengaku kalau swasembada kedelai pernah terjadi pada tahun 1992 silam. Saat itu, luas lahan pertanian yang dijadikan lahan penanaman kedelai secara nasional pertahun saat itu mencapai luas 1,6 juta hektar. Namun sekarang, luas lahan tersebut hanya tersisa 700.000 hektar pertahun. Tentu berkurangnya luas lahan ini akibat dari para petani yang mulai enggan menanam kedelai. Hal itu disebabkan oleh harga kedelai yang anjlok. Namun, kini pemerintah melalui Bulog siap menampung kedelai dengan harga Rp 7000 rupiah. “Jadi sudah ada jaminan harga, kalau para petani mendapati harga di pasar murah silahkan bawa kedelainya ke bulog dengan harga 7000 rupiah,” terangnya. Dalam panen raya tersebut, selain dihadiri oleh ratusan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lombok Tengah seperti kelompok tani Panutan, kelompok tani ingin maju, kelompok tani tahan uji, kelompok tani pade angen, kelompok tani beriuk jujur, kelompok tani mule jeti, kelompok tani andalan, kelompok tani cipta karya, kelompok tani harapan makmur, kelompok tani lingkung, kelompok tani keruak, kelompok tani lokasari I, juga dihadiri oleh jajaran SKPD lingkup pemerintah Provinsi NTB, SKPD lingkup Kabupaten Lombok Tengah, serta pejabat kementerian perdagangan. Selain dilakukan panen raya bersama dengan Menteri Pertanian, juga dilakukan penandatangan MOU antara para petani dengan Bulog. Selain itu juga dilakukan pemberian sumbangan traktor sebanyak 50 buah dan uang Rp 100 juta kepada para kelompok tani. (dys/*)

Sambutan Menteri Pertanian, H. Suswono.

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, menerima bantuan benih kedelai unggul secara simbolis dari Menteri Pertanian, H. Suswono, Minggu (29/9) kemarin.

Menteri Pertanian, H. Suswono meninjau salah satu stand pameran serangkaian panen raya di Loteng.

Kepala Bulog Divre NTB, M. Hasim, menandatangani kesepakatan pembelian kedelai dengan beberapa kelompok tani di Loteng.

Menteri Pertanian, H. Suswono, menyerahkan secara simbolis bantuan alat pertanian kepada Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT.

Menteri Pertanian, H. Suswono, mendapat kalungan selendang, saat tiba di lokasi panen raya kedelai di Loteng.

Dana BOS

Penyelamat di Tengah Keterbatasan

Siswa-siswi SDN 6 Korleko sedang bermain.

HADIRNYA dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) benar-benar menjadi penyelamat bagi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Korleko. Sekolah yang beralamat di Gubuk Timuq Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji ini menerima Rp 47 juta BOS/tahun. Melalui dana itu, sejumlah kegiatan berjalan meski mengalami keterbatasan ruang kelas sejak lima tahun terakhir. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 6 Korleko, Sanusi, SPd. MPd. Saat diwawancara Suara NTB belum lama ini, ia mengatakan banyak kegiatan ekstra kurikuler yang bisa dijalankan sebagai pembelajaran bagi 350 siswanya. BOS yang diterima sejak tahun 2006 lalu ini juga bisa digunakan untuk melakukan kegiatan pembinaan terhadap sejumlah kegiatan. Diantara yang digalakkan sekolah yang menjadi Gugus seluruh SD se Desa Korleko ini adalah Drum Band siswa, kegiatan olah raga dan penambahan sejumalah fasilitas belajar mengajar bagi siswa. “Sebelumnya kita banyak mengarahkan BOS ini untuk pengadaan buku,” kata Sanusi. Di samping itu, sebanyak 13 tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengabdi di sekolah itu pun bisa diberikan insentif dari BOS. Disebut 20 persen maksimal digunakan untuk keperluan pembayaran honorer para guru. “Para honorer kita juga terselamatkan dengan adanya BOS ini,” imbuhnya. Pelaksanaan BOS, dipastikan tidak menyimpang dari ketentuan yang tertera dalam Petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan penyaluran BOS. Acuan baku penyaluran, lanjutnya tetap diutamakan. Dana BOS disadari tidak bisa digunakan sembarangan. Termasuk untuk keperluan pembangunan fisik. Meski disadari, SDN 6 Korleko ini mengalami kekurangan ruang belajar hingga lima ruang.

“Kalau untuk bangun gedung kan tidak bisa, cuma untuk pengecatan bisa kita pakai,” paparnya. Dibandingkan dengan sebelum adanya BOS, diakui jelas sangat jauh bedanya. BOS bisa memenuhi semua kebutuhan siswa meski tidak selengkap sekolah-sekolah di perkotaan. Media-media pembelajaran seperti alat peraga pendidikan bisa dibeli dari dana BOS. Karenanya, jika BOS dihentikan maka akan menjadikan sekolah celaka. Mengingat siswa yang cukup banyak dan pertambahan kebutuhan sekolah. Sangat diharapkan pihak sekolah, dana BOS bisa bertambah. Pasalnya, tingkat kebutuhan siswa yang makin hari selalu bertambah. (rus/*)

Siswa-siswi sedang belajar di SDN 6 Korleko.

Kembangkan Sekolah Berbasis IT KEMAJUAN Teknologi Informasi (IT) yang makin pesat secara tidak langsung menuntut para pendidik untuk mengikutinya. IT bukan untuk ditinggalkan. Melainkan harus digeluti dan dimanfaatkan. Hal inilah yang disadari pihak SDN 6 Korleko untuk bisa menjadikan sekolah berbasis IT. Kepsek SDN 6 Korleko, Sanusi, SPd. MPd, didampingi Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lotim yang juga guru SDN 6 Korleko, Muhir, mengatakan era globalisasi saat ini tidak bisa dibendung. Semua tenaga pendidik harus bisa beradaptasi dengan baik. Untuk bisa melakukan hal itu, tentunya para guru harus memahami IT. Ia pun memprogramkan semua guru haruslah memiliki laptop. Satu guru satu laptop (SaGu SaLa). Mengawali rencana itu, para guru tentunya akan ditingkatkan kapasitasnya. Memahami IT terlebih dulu sebelum nantinya diajarkan kepada para siswa. Melalui dana BOS, digadang bisa digunakan untuk mencetak para guru menjadi tenaga-tenaga pengajar yang melek IT. “Kita akan latih para guru ini dan selanjutnya akan mengajarkan ke kelas VI,” terangnya.

Upaya mewujudkan pogram sekolah berbasis IT itu, pihak sekolah pun sudah menjalin kerjasama dengan PT Telkom. “Kita kolaborasi dengan PT Telkom,” tutur Sanusi. Selain itu, dengan media Global untuk pengadaan sarananya. Internet masuk sekolah sudah tentu menjadi keharusan. Menjadikan sekolah ada jaringan internetnya sudah lama digaungkan pemerintah. Hanya saja, sebagian besar sekolah kurang merespon. SDN 6 Korleko meski jauh dari perkotaan, namun siap merespon program pemerintah yang dipandang cukup bagus untuk pengembangan pengetahuan anak didik ke depan. Muhir menambahkan, pakar IT dari IGI siap akan didatangkan ke sekolah juga untuk membantu pengembangan. Para guru di SDN 6 Korleko lanjutnya tidak diinginkan pihak sekolah terkena “penyakit TBC” (Tidak Bisa Computer). Sementara itu, untuk menjaga dampak negatif dari kehadiran internet seperti adanya pornografi, pihak sekolah siap akan menjaring. Situs-situs yang dianggap tidak mendidik akan diblokir sehingga tidak bisa diakses di sekolah. (rus/*)

Keceriaan siswa-siswi SDN 6 Korleko.

Sanusi, S.Pd. M.Pd


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Senin, 30 September 2013

Halaman 15

KPK Dalami Korupsi PON Riau Pekanbaru (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang melibatkan sejumlah legislator dan pejabat daerah, termasuk Gubernur Riau, Rusli Zainal.

PETIR – Mendung dan cuaca buruk disertai sambaran petir yang terjadi Sabtu petang

(ant/bali post)

Petir Sambar Sekeluarga di Riau, Satu Tewas Pekanbaru (Suara NTB) Satu keluarga di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, tersambar petir saat turun hujan deras yang mengakibatkan satu diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minggu (29/9) kemarin, kejadian naas tersebut menimpa keluar besar Parmin

yang tinggal di Dusun Suka Makmur, Desa Petani, Kecamatan Mandau pada Sabtu petang (28/9). Korban yang langsung meninggal dunia bernama Mariadi (50), yang merupakan mertua dari Parmin. Sedangkan, anak Mariadi yang berusaia tiga tahun bernama Alif dan keponakannya yang bernama Nabila (8) juga

Batam Diusulkan Jadi Daerah Istimewa Batam (Suara NTB) Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie mengusulkan Batam digabung dengan pulau-pulau yang dihubungkan dengan jembatan Barelang menjadi daerah istimewa yang dipimpin gubernur untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga bisa menyaingi Singapura. “Barelang menjadi daerah istimewa, supaya tidak kalah dengan negara tetangga,” kata Habibie di Batam, Sabtu. Ia mengatakan Indonesia memiliki beberapa daerah istimewa seperti Yogyakarta, Jakarta dan Aceh. Dan Barelang, bisa menjadi salah satunya. Mengapa Barelang dan tidak hanya Batam, Habibie mengatakan karena tujuh pulau sudah disatukan dengan lima jembatan yang ia bangun sekitar 20 tahun yang lalu untuk menjawab kebutuhan lahan di Batam. Menurut Habibie, Barelang memiliki keistimewaan sehingga pantas menjadi daerah istimewa, yaitu lokasinya yang strategis di selat terpadat Selat Malaka dan berdekatan dengan Singapura. “Untuk itu dibutuhkan UU baru,” kata dia. Mantan Ketua Otorita Batam itu bercerita, saat ditawari Presiden Soeharto untuk membangun Batam, ia memberikan syarat yaitu membangun Batam untuk kepentingan ekonomi nasional, tidak hanya menjadi gudang Pertamina. “Saya hanya mau kalau lokasi strategis dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Kalau hanya untuk gudang, tidak mau,” kata dia. Sebagai daerah istimewa, maka Batam diharapkan memiliki aturan-aturan yang khusus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk judi. “Sekarang harus kita `review`, Malaysia punya perjudian. Orang kita tidak boleh di sini, pergi main di situ, bayar pajak,,” kata dia. (ant/bali post)

mengalami luka cukup berat akibat sambaran petir itu. Korban masih menjalani perawatan di RS Umum Duri. “Sampai sekarang kondisi anak saya belum stabil,” ujar Parmin kepada wartawan. Parmin menjelaskan, kejadian itu terjadi saat PLN melakukan pemadaman listrik di daerah itu. Saat kejadian

Hingga kini penyebab petir bisa menyambar ke dalam rumah Parmin belum bisa dipastikan. Rumor yang beredar, sambaran petir itu disebabkan instalasi listrik yang dipasang PLN di daerah tersebut tak standar, sebab instalasi listrik disekitar daerah itu tidak menggunakan anti petir. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Johan Budi

si-saksi,” kata Johan. KPK, menurut dia, juga tengah mengusut motivasi di balik peningkatan anggaran proyek PON Riau 2012. Pengusutan, dikemukakannya, dilakukan dengan memanggil sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan mememriksa mereka di Gedung KPK di Jakarta. Berkaitan dengan dikabarkannya bahwa tidak lama lagi berkas perkara Rusli Zainal terkait kasus korupsi PON Riau akan segera dilimpahkan ke penuntutan atau dinyatakan lengkap (P21), ia menyatakan, belum mendapatkan informasi. “Soal itu saya belum dapat informasinya,” demikian Johan Budi. (ant/ bali post)

Kepala Daerah Harus Bisa Sejahterakan Petani Bantul (Suara NTB) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, meminta kadernya yang menjadi kepala daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah harus bisa mensejahterakan petani. “Misalnya, Pak Ganjar, yang baru saja terpilih, kalau tidak mensejahterakan kaum taninya lebih dulu, maka tak sembelih kamu, wedi de`e (saya potong kamu, takut dia),” katanya di Kabupaten Bantul, DIY, Minggu. Dalam pidatonya di acara kedaulatan pangan di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Megawati mengancam akan memberikan teguran keras kepada kader PDI Perjuangan, termasuk Guber-

nur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, apabila dalam memimpin tidak mampu mensejahterakan petani. Presiden RI periode 20012004 itu mengatakan kepada para kepala daerah di DIY dan Jateng, agar kebijakan yang dikeluarkan lebih mengutamakan kesejahteraan para petani di daerah masing-masing. “Mumpung di sini banyak kepala daerah hadir, saya ingin ingatkan, utamakan kepentingan petani untuk kedaulatan pangan di republik kita ini,” ujarnya. Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, Megawati meminta masyarakat jangan mau dibohongi para calon pemimpin dan calon legislatif yang hanya mementingkan kekuasaan. Selain itu, ia juga menegas-

kan, masyarakat juga jangan terperdaya dengan iming-iming uang, karena pembagian uang kepada masyarakat saat kampanye asal-usulnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Rakyate (rakyatnya) jangan mau dibodohi. Kalau milih yang serius. Jangan asal pilih yang kasih duit atau sembako, yang tidak punya harga diri dan percaya diri. Kalau orangnya baik, ya dipilih. Kalau tidak baik, jangan dipilih,” demikian Megawati Soekarnoputri Acara yang digelar di lapangan Desa Tirtohargo tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bibit kedelai kepada kelompok tani se-DIY yang dilanjutkan dengan penanaman perdana kedelai di bulak lahan pertanian setempat

untuk kedaulatan pangan. Turut hadir dalam acara itu, antara lain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Sekjen DPP PDI Perj u a n g a n Tjahyo Kumolo, d a n

Bupati Bantul Sri Surya Widati. (ant/ bali post)

Megawati Soekarno Putri (ant/bali post)

Komisi III Segera Uji Kelayakan Calon Kapolri

Habibie akan Panggil Menhut Batam (Suara NTB) Presiden RI 1998-1999 Bacharuddin Jusuf Habibie akan memanggil dan menanyai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, penerbit Surat Keputusan Menhut Nomor 463/ 2013 yang menetapkan kawasan perkantoran, perindustrian, perbisnisan dan perumahan sebagai hutan lindung. “Sebagai sesepuh, saya akan mengundang bapakbapak yang disebut (Menteri Kehutanan, Gubernur Kepri dan Kepala BP (ant/bali post) Batam-red), dan kalau mereJusuf Habibie ka datang saya akan tanyakan,” kata Habibie di hadapan ratusan warga dalam silaturahmi Kadin Batam dengan BJ Habibie, di Batam, Sabtu. Dalam pertemuan itu, warga memohon Habibie yang dikenal sebagai Bapak Kota Batam, memanfaatkan pengaruhnya Presiden RI ke-3 untuk turun tangan menyelesaikan kisruh hutan lindung dan dengan memanggil para pejabat terkait. “Sekurang-kurangnya, dalam pertemuan itu, saya dengar alasannya kenapa sampai begini,” kata mantan Ketua Otorita Batam periode 1978-1998. Habibie meminta Kepala Badan Pengusahaan Batam (dulunya Otorita Batam-red) Mustofa Widjaya memberikan beberapa masukan sebagai landasan pembicaraannya kelak dengan pejabat negara. “Supaya tidak menjadi isapan jempol. Itu janji saya `sama` Anda,” kata dia. Ia mengharapkan, pertemuan dengan Menteri Kehutanan itu bisa dilaksanakan sebelum 7 Oktober 2013 menjelang berangkat ke Eropa. Sementara itu, seorang warga Ibrahim meminta Habibie memberikan wejangan kepada pejabat kini agar tidak membuat kebijakan yang merugikan, terutama terkait hutan lindung. “Saya minta Presiden Indonesia ketiga memanggil Menteri Kehutanan, Gubernur Kepri, Mendagri, `kasih` mereka penataran,” kata dia. Hal senada dikatakan Ketua Kadin Batam Ahmad Maruf yang meminta Habibie turun tangan menyelesaikan kasus hutan lindung Batam. “`Masak` kantor yang dulu Bapak pimpin (OB), Kantor Wali Kota, Kantor DPRD dan lainnya ditetapkan sebagai hutan lindung,” kata dia. (ant/bali post)

hujan turun sangat deras, dan mendadak terjadi letusan yang sangat keras. Menurut dia, sambaran petir itu membuat seluruh keluarga itu tergeletak tidak sadarkan diri. “Setelah sadar saya melihat mertua saya sudah tidak bernyawa lagi,” ujarnya. Korban meninggal dunia akan dikebumikan pada Minggu siang ini (29/9).

“Yang jelas penyidik masih terus mendalami kasus PON Riau. Sampai saat ini,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, saat dihubungi dari Pekanbaru, Minggu. Kasus korupsi PON Riau berawal dari rencana pemerintah daerah dan para legislator Riau untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau. Terkait kasus tersebut, KPK juga telah menetapkan belasan orang dari kalangan oknum eksekutif maupun legislatif di Provinsi Riau sebagai tersangka. Sejauh sebagian anggota DPRD Riau yang menerima suap sudah disidang dan dijatuhi vonis. Demikian juga dengan pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga Riau serta pihak swasta yang dianggap terbukti sebagai pemberi suap. KPK juga berencana menjerat Rusli Zainal (RZ) dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Namun, sejauh ini untuk RZ pemeriksaan masih terus dilakukan, termasuk juga sak-

Jakarta (Suara NTB) Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan DPR akan segera menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. “Uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan sebe-

Bambang Soesatyo

lum masa sidang yang akan berakhir pada 26 Oktober mendatang,” ujar Bambang di Jakarta, Sabtu. Selanjutnya, kata dia, terserah Presiden kapan akan melantik Kapolri baru tersebut. Hal itu mengingat masa pensiun Kapolri Timur Pradopo yang akan berakhir pada Januari 2014. Terkait surat Presiden tentang pengajuan Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal, Bambang mengatakan surat tersebut akan dibaca-

kan secara resmi pada sidang paripurna, Selasa (1/10). “Selanjutnya, Bamus akan meminta Komisi III untuk mengagendakan jadwal uji kelayakan tersebut.” Disinggung mengenai nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri, politisi Golkar tersebut mengatakan penunjukan itu sudah tepat. “Penunjukkan (pencalonan) Sutarman menurut saya sudah tepat, baik dari sisi kemampuan

atau kecakapan, jam terbang maupun senioritas,” kata dia. Bambang mengharapkan dengan segala persyaratan yang dimilikinya, Sutarman diharapkan mampu melakukan konsolidasi dan meningkatkan kinerja serta mengembalikan kepercayaan diri prajurit Polri. Selain itu, kata politikus Golkar tersebut, di tengah maraknya teror terhadap anggota polisi dan isu korupsi di tubuh Polri, sosok Kapolri baru nantinya harus memiliki ketegasan. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Anggota Koramil Curahdami Tewas Akibat Mercon

Surabaya (Suara NTB) Seorang anggota Koramil Curahdami di lingkungan Kodim 0822, Bondowoso, Serka Agus Suryadi, Minggu pukul 07.30 Wib, tewas akibat mercon di rumahnya meledak. “Kami sudah menerjunkan satu peleton ke lokasi untuk membantu keluarga almarhum, sekaligus memperbaiki rumahnya yang hancur, termasuk rumah tetangganya,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Totok Sugiharto kepada Antara. Selain itu, tetangga Agus bernama Tara (13) juga ditemukan tewas di lokasi kejadi-

an, sedangkan istri almarhum mengalami luka berat. “Mercon itu milik almarhum, tapi kenapa bisa meledak, aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Mungkin saja, mercon itu meledak akibat cuaca yang sangat panas sangat ini, tapi nanti polisi yang memberikan keterangan penyebab sebenarnya,” katanya. Tentang kemungkinan ledakan itu berasal dari mesiu milik almarhum, ia mengaku tidak tahu. “Belum tahu, besaran mercon juga tidak tahu, sekarang masih diselidiki polisi,” katanya. (ant/bali post)

Jelang APEC, Pelabuhan Gilimanuk Diperketat Negara (Suara NTB) – Aparat keamanan gabungan memperketat penjagaan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, guna mengamankan penyelenggaraan Konperensi Tingkat Tinggi Pemimpin Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) di Denpasar. “Kami menambah jumlah personel yang berjaga, belum termasuk bantuan dari Brimob dan TNI,” kata Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jembrana, Komisaris Polisi (Kompol) Wayan Surata, di Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu. Ia menjelaskan, selain kendaraan yang melintas keluar dan masuk pelabuhan, polisi juga mencegat kembali kendaraan yang menuju Denpasar, di jalan raya Gilimanuk. Pemeriksaan keamanan yang dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Made Prihenjagat, itu terlihat melakukan pemeriksaan ulang terhadap kendaraan,

penumpang dan barang. “Penjagaan berlapis memang kami lakukan, untuk mengamankan pelaksanaan APEC. Kami tidak mau kecolongan, meskipun kendaraan, barang dan penumpang sudah diperiksa saat keluar pelabuhan,” kata Prihenjagat. Selain meningkatkan pemeriksaan terhadap kendaraan, khususnya yang menuju arah Denpasar, polisi juga melakukan operasi kependudukan, yang menyasar pedagang di Pasar Gilimanuk. Menurut Prihenjagat, operasi kependudukan di tempat kos maupun penginapan sudah rutin dilakukan, sementara untuk pedagang jarang dilakukan. “Kami mendapatkan informasi ada beberapa pedagang di pasar yang menginap di sana, tidak di tempat kos, makanya kami melakukan operasi ini,” ujarnya. Dari operasi semacam itu, ia mengemukakan, polisi dibantu TNI dan aparat kelurahan set-

empat menemukan beberapa pedagang yang mengaku asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, namun tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Penduduk tanpa KTP itu kemudian diminta ke kantor kelurahan untuk didata identitas, asal usul, serta tujuannya berada di Gilimanuk. Pengamanan di Gilimanuk yang merupakan salah satu pintu gerbang masuk dan keluar Bali, dikemukakannya, menjadi prioritas aparat keamanan saat pelaksanaan APEC. Menurut Surata, dalam sekali jaga pihaknya mengerahkan 117 personel, di luar bantuan dari TNI dan Brimob. “Polisi Perairan juga kami perintahkan untuk rutin melakukan patroli di Selat Bali,” ujarnya. Selain Gilimanuk, ia menyatakan, pengamanan juga dilakukan di wilayah pesisir, namun lebih banyak melibatkan aparat intelejen. (ant/bali post)


SUARA NTB Senin, 30 September 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

STIKES Mataram Gelar Wisuda ke - 10 Mataram, (Suara NTB) – Sebanyak 265 sarjana program studi kesehatan Sekolah Tinggi Kesehatan Mataram Sabtu (28/9) mengikuti wisuda yang ke – 10 di Hotel Lombok Raya, Mataram. Dalam wisuda itu, tampak hadir perwakilan Kopertis Wilayah VIII Bali – Nusra, I Wayan Suarjana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB drg. Eka Gunadi, orangtua mahasiswa serta tamu undangan lainnya. Ketua STIKES Mataram, yang diwakili Pembantu Ketuan II Dr. Chairun Nasirin, M.Pd dalam sambutan-

nya menyampaikan ucapan terimakasih kepada orangtua wisudawan dan wisudawati yang telah mempercayai STIKES Mataram dalam pengembangan ilmu, khususnya di bidang kesehatan. Ia juga mengungkapkan dalam upaya memperkuat diri di tengah menjamurnya sekolah kesehatan lainnya, berbagai fasilitas penunjang baik menyangkut sarana prasarana pembelajaran serta pengembangan potensi mahasiswa telah diadakan dengan baik. Sehingga STIKES Mataram, mendapat penghargaan dan menjadi institusi perguruan tinggi terbaik di NTB. ‘’ Pada bulan Mei, kita mendapatkan penghargaan dan menja-

di institusi perguruan tinggi terbaik,’’ ungkapnya. Berbagai prestasi lanjutnya, juga telah didapatkan yakni beberapa dosen mendapatkan juara teladan di Indon e s i a b a g i a n T i m u r . Dengan prestasi tersebut, katanya, pihaknya t e t a p a k a n m e n goreksi d a n mem-

bekali diri demi perbaikan. Chairun menyebutkan upaya pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang kesehatan, pihaknya telah bekerjasama dengan Australia dan Thailand. Chairun berharap agar STIKES Mataram dapat menjadi barometer perguruan tinggi, khususnya di bidang kesehatan di Indonesia bagian Timur. Ia juga berharap kepada wisudawan dan wisudawati

agar tetap loyal dan menjaga almameternya. “ Saya berharap sarjana tetap menjaga loyalitas dan menjaga almamaternya,’’ harapnya. Sementara itu, perwakilan Kopertis Wilayah VIII Bali – Nusra, I W a y a n Suarjana menyampaikan kepada

wisudawan dan wisudawati bahwa wisuda adalah tolak ukur dalam mencapai keberhasilan dan menjadi kebanggaan dalam menyelesaikan pendidikan. Akan tetapi, katanya, perlu berperan aktif dan partisipasi untuk membangun negara. Membangun negara dengan terus mengembangakan potensi dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan profesi. Menurutnya ke depan masih banyak tantangan yang harus dihadapi. “ Masih banyak tantangan ke depan yang harus dilewati,’’ katanya. Ni Ketut Etri salah seorang wisudawati yang mendapatkan IPK cumlaude dalam pe-

san dan kesannya mengungkapkan untuk mencapai keberhasilan perlu perjuangan dan kerja keras. Terlebih dukungan moril dan materil dari orangtua yang terus mengalir selama menempuh pendidikan di STIKES Mataram. ‘’Semua keberhasilan yang kata capai, tidak terlepas dari support orangtua,’’ ungkapnya. Ia berharap kepada citivitas akademika STIKES Mataram untuk terus meningkatkan kualitas dan memperbaiki sistem dalam proses pembelajaran. Sehingga alumni STIKES Mataram dapat bersaing di dunia kerja. (cem/*)

Dr. Chairun Nasirin, M.Pd saat mewisuda salah satu wisudawati Pembantu Ketua I STIKES Mataram Ns.R. Buyung Wijaya, S.Pd., M.MKes, MM. saat membacakan surat keputusan wisuda ke- 10 STIKES Mataram

Foto bersama Civitas Akademika STIKES Mataram, Kopertis, Kadis Dikpora Provinsi bersama wisudawanwisudawati, usai acara wisuda ke – 10 STIKES Mataram

Kopertis Wilayah VIII Indonesia Timur, Bali – Nusa Tenggara I Wayan Suarjana saat memberikan sambutan di acara Wisuda ke- 10 STIKES Mataram

Ketua Yayasan Al- Amin H. Hadi Suryatno, SE.M.Kes (Tiga dari kiri), Civitas Akademika STIKES Mataram, perwakilan kopertis serta Kadis Dikpora Provinsi duduk bersama saat wisuda STIKES Mataram ke- 10 di hotel Lombok Raya, Sabut (28/9)

Wisudawan dan Wisudawati saat mengikuti wisuda STIKES Mataram yang ke-10 di Hotel Lombok Raya, Sabtu (28/9)

Serangan Udara Tewaskan 12 Orang di Suriah Beirut Serangan udara terhadap sekolah lanjutan tingkat atas di kota yang dikuasai pemberontak di Suriah utara menewaskan 12 orang, sebagian besar pelajar, pada Minggu ini, demikian laporan kelompok pemantau. “Angkatan Udara Suriah membom sekolah teknik di kota Raqa, menewaskan 12 orang, sebagian besar anak-anak berusia di bawah 18 tahun, dan mencederai banyak orang, sejumlah dari mereka luka parah,” kata Observatorium Suriah untuk hak asasi manusia (HAM). Kelompok yang bermarkas di Inggris itu menyiarkan rekaman video yang menunjukkan banyak jenazah yang pakaiannya robek, salah seorang dari mereka tergeletak di bawah buku-buku pelajaran. Keotentikan isi video itu tidak dapat segera dikonfirmasikan. “Terjadi kepanikan dengan anak-anak menangis ketika mereka berusaha mencari tempat perlindungan,” kata Observatorun itu, mengutip pernyataan seorang pelajar yang selamat. Raqa, di Lembah Efrat,

160km timur kota utama utara Aleppo, adalah satu-satunya ibu kota provinsi yang seluruhnya dikuasai pemberontak. Direbut dari pasukan pemerintah pada 6 Maret, kota itu kini sebagian besar dikuasai para pendukung kelompok pro-Al Qaida Islamic State of Iraq and the Levant. Serangan udara itu terjadi setelah pemberontak menyerang Jumat malam posisi-posisi militer di Nasseiya al-Qalamun, utara Damaskus, menewaskan setidaknya 19 tentara dan mencederai 80 orang lainnya, kata Observatorium itu. “Juga ada korban dari kalangan perwira dan pemberontak, yang berhasil merebut beberapa posisi,” lapor Obsevatorium. Sementara itu, Jerman siap untuk memberikan dukungan keuangan dan teknis bagi operasi interna-

sional menghancurkan senjata kimia Suriah, kata Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle Sabtu. Berbicara di Majelis Umum PBB, namun, ia menuntut serangan senjata kimia di Suriah diselidiki oleh Pengadilan Kriminal Internasional. Westerwelle menyambut resolusi yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB pada Jumat yang memerintahkanpenghancuransenjata kimia Presiden Bashar al-Assad yang dilarang. “Senjata-senjatainiharusbenar-benardimusnahkan sesuai dengan jadwal yangdisepakati. Jerman siap untuk memberikanbantuankeuangandanteknis untuk menghancurkan senjata kimia itu,” katanya dikutip AFP. Resolusi itu tidak memungkinkan sanksi langsung dan meskipun Eropa menyerukan, tidak mengizinkan kasus itu akan dirujuk ke

Gempa Susulan di Pakistan, 15 Tewas Quetta Setidaknya 15 orang tewas Sabtu ketika gempa susulan melanda satu provinsi Pakistan di mana ratusan orang tewas akibat satu gempa kuat awal pekan ini. Gempa susulan Sabtu menghancurkan sebagian besar kota Nokjo di Provinsi Baluchistan, kata polisi. Kota itu berpenduduk setidaknya 15.000 orang. Setidaknya 515 orang tewas akibat gempa Selasa di provinsi yang sama, kata para pejabat, Jumat. Jumlah korban tewas akibat gempa susulan Sabtu itu mungkin meningkat,

kata Khan Wasey, juru bicara Korps Perbatasan paramiliter. Pengiriman bantuan sulit akibat fakta daerah terpencil itu adalah pangkalan pemberontak separatis yang khawatir bahwa tentara, yang mengawasi operasi bantuan, mungkin mengambil keuntungan dari krisis itu untuk menggerakkan pasukan lebih banyak ke daerah itu. Para gerilyawan telah dua kali menembaki helikopter-helikopter yang membawa para pekerja kemanusiaan atau pasokan bantuan dan juga menyerang satu konvoi yang membawa bantuan yang dikaw-

al pasukan pemerintah. Pemberontak Baluchistan menuduh militer dan Pakistan memeras kekayaan tambang Baluchistan sementara penduduk lokal hidup miskin. Kelompok hak asasi manusia mengatakan militer sering menculik dan membunuh para anggota etnik Baluchistan. Pemberontak berulang-ulang menyerang angkatan bersenjata Pakistan dan juga bertanggung jawab atas pengeksekusian para warga sipil seperti guru dan dokter dari kelompok etnik lain, demikian Reuters. (ant/bali post)

(ant/bali post)

EVAKUASI - Sejumlah orang membantu evakuasi warga sipil di lokasi yang menurut para aktivis digempur oleh pasukan yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar alAssad, di distrik Bustan al-Qasr, Aleppo, Jumat (16/8). ICC . Westerwelle bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam menyalahkan pasukan Bashar untuk serangan 21 Agustus di dekat Damaskus di mana ratusan orang meninggal. “Penggunaan senjata kimia tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa dihukum. Kami berutang tidak

hanya untuk para korban di Suriah, tetapi juga untuk generasi mendatang,” katanya di majelis PBB. Menteri Jerman juga mendukung rencana yang diumumkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Kimoon untuk dselenggarakannya konferensi perdamaian Suriah pada November. (ant/bali post)


Snt30092013