Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

NOMOR 47 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

SELASA, 30 APRIL 2013

12 HALAMAN

Dana Kampanye

TGB-Amin Paling Besar, SJP-Johan Terkecil Mataram (Suara NTB) Seperti yang tampak di permukaan, laporan penerimaan dana kampanye yang disampaikan ke KPU memperlihatkan adanya kekuatan dana yang tidak berimbang diantara empat pasangan calon. Pasangan incumbent menjadi penerima dana kampanye terbesar sementara pasangan Suryadi Jaya Purnama, ST – Johan Rosihan, ST (SJPJohan) menjadi pengumpul dana kampanye terkecil. Demikian data laporan penerimaan dana kampanye yang materinya dirilis oleh KPU NTB, Senin (29/4). Bersambung ke hal 5

Susno Duadji DPO

TO K O H (Suara NTB/arn)

Desak Polisi

Kasus SPPD Fiktif KSB

H. Lalu Sujirman

(Suara NTB/dok)

BELAKANGAN ini, ditemukan banyak selebaran yang disebarkan oknum tak dikenal berisi berita-berita yang menyudutkan dan mendiskreditkan salah satu calon. Selebaran ini dianggap salah satu media kampanye hitam. Terhadap hal ini, Ketua DPRD NTB, Drs. H. Lalu Sujirman mendesak agar pihak Kepolisian bertindak lebih awal dan cepat dengan cara Bersambung ke hal 5

SURAT SUARA - Surat suara Pilkada NTB telah diterima oleh KPU Sumbawa, Senin (29/4). Selanjutnya surat suara tersebut akan disortir dan segera didistribuskan ke semua wilayah. Berita selengkapnya di halaman 11.

Penetapan Lima Tersangka Minta Ditinjau Ulang Mataram (Suara NTB) Setelah menunjuk pengacara pendamping, para tersangka kasus dugaan SPPD fiktif Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai angkat bicara terkait kasus yang membelit mereka. Melalui pengacaranya, Burhanuddin, SH, lima diantaranya, meminta status tersangkanya ditinjau ulang oleh penyidik Polda NTB. Dengan alasan, pertanggungjawaban penggunaan dana SPPD yang diduga fiktif sudah dilakukan. Lima tersangka yang meminta statusnya ditinjau ulang masing-masing, H.M Hasby, Manurung, Muhammad Jafar, Amrullah dan Muhammad Saleh. Menurut Burhanuddin, secara riil mereka sudah melakukan perjalanan dinas sesuai dengan SPPD yang diterbitkan. Itu dibuktikan dengan tiket dan

manifest pesawat. Hanya saja ia melihat, ada persoalan keterlambatan administrasi pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Kalau soal keberangkatan, mereka riil berangkat melakukan perjalanan dinas. Hanya saja memang, kelima orang ini terlambat menyampaikan laporan pertanggung-

jawaban, ada juga yang terlambat berangkat, namun mereka tetap pergi sesuai dana yang diterima. “Pertanggungjawaban administrasi sudah lengkap, jadi kami berharap ini bisa ditinjau lagi penetapan tersangkanya. Karena toh, ini kan soal administrasi saja,” tegasnya. Bersambung ke hal 5

Kejati NTB Belum Tentukan Langkah Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Agung akhirnya mengeluarkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Komjen Pol (Pur) Susno Duadji. Susno diincar setelah gagal dieksekusi di kediamannya di Bandung pekan lalu, dalam kasus korupsi dana Pilkada Jawa Barat. Pencarian pun melibatkan Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia. Namun hingga Senin (29/4) kemarin, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum menerima surat secara resmi. “Kami belum tentukan sikap terkait ini, karena surat resmi dari Kejaksaan Agung belum kami terima,” kata Wakajati NTB, I Gede Sudiatmaja, SH, MH kepada Suara NTB petang kemarin. Bersambung ke hal 5

Investor Jatim Minta Disiapkan Lahan Tebu dan Ketela Pohon Mataram (Suara NTB) Investor asal Jawa Timur (Jatim) meminta Pemprov NTB memfasilitasi dalam penyediaan lahan untuk ditanami tebu dan ketela pohon. Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana aksi kerjasama antara Pemprov NTB dan Jatim dalam bidang perdagangan yang ditandatangani 2012 lalu. Demikian dikatakan Kepala Biro Kerjasama dan Sumber Daya Alam (KSDA) Setda

NTB, Drs. Muhammad Nasir , Senin (29/4) kemarin di Mataram.”Jatim sudah minta ke kita untuk penyediaan lahan tanaman tebu dan ketela pohon. Mereka ini investor dari Jatim,”ujarnya. Terkait dengan permintaan ini, Pemprov NTB melalui SKPD teknis terkait sedang mencari dan menginventarisir sumber daya lahan dan potensial ditanami tebu dan ketela pohon. Bersambung ke hal 5

Jelang Kenaikan Harga BBM

Polda NTB Mulai Awasi SPBU Mataram (Suara NTB) Jelang kenaikan BBM, reaksi protes masyarakat dipastikan muncul. Tak hanya itu, kejahatan dalam bentuk penimbunan BBM berpeluang terjadi. Pihak Polda NTB pun sigap dengan turun ke lapangan melakukan pengawasan. Namun sementara ini, menurut Kabid Humas Polda NTB, AKBP Drs. Sukarman Husein, pengawasan masih dilakukan tertutup, mengedepankan fungsi intelijen. “Belum ada pasukan organik,”

sebut Sukarman, Senin (29/4). Pengawasan oleh aparat berpakain preman, dimaksudkan untuk memantau kemungkinan adanya aksi pembelian BBM jenis solar atau premium secara berlebihan. Jika ditemukan, maka petugas di lapangan melakukan pemeriksaan untuk memastikan, apakah pembelian dalam jumlah banyak itu untuk tujuan industri berdasarkan izin atau untuk tujuan menguntungkan diri sendiri dengan menimbun. “Dalam situasi seperti ini, memang rawan terjadi

penimbunan,” kata Sukarman. Mengutip penyampaikan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Mochammad Iriawan, SH,MM, MH, langkah yang akan ditempuh adalah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Koordinasi dilakukan, guna memastikan kebutuhan Pertama terkait tingkat kerawanan dan kebutuhan personel yang akan diterjunkan. Baik personel yang di poskan khusus di Depo Pertamina Ampenan, atau di masing masing SPBU. ‘’Sampai ke tahap pendistribusian ke kabupaten dan kota, juga

perlu dilakukan pengawasan. Tapi itu teknis, nanti akan dibahas bersama Pertamina,’’ terangnya. Tolak Kenaikan Harga BBM Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Dompu berdemonstrasi di Kantor DPRD NTB, Senin (29/4). Mereka yang tergabung dari beberapa organisasi kemahasiswaan menolak rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diberlakukan. Bersambung ke hal 5

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

SUARA MATARAM PARLEMENTARIA

Halaman 2

KERJASAMA DPRD KOTA MATARAM DENGAN HARIAN SUARA NTB Sidang Paripurna dan Paripurna Istimewa

Beri Kesempatan Satu Kali Lagi SAMPAI saat ini pihak Pemkot Mataram masih belum memperoleh kejelasan kelanjutan rencana pembangunan Ampenan Harbour. Namun demikian, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tetap akan memberikan satu kali kesempatan kepada PT. Gunung Lawoe Mercu Buana (GLMB) untuk melakukan komunikasi. Ditemui usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Mataram, Senin (29/4) kemarin, pihak Pemkot akan kembali melakukan pertemuan dengan PT. GLMB pada pertengahan Mei mendatang. “Kita akan bertemu sekali lagi di pertengahan Mei ini, mereka masih menyusun detail-detail engineering. Kita lihat hasil pembicaraan nanti, kalau jalan ya kita jalan, kalau tidak ya sudahlah. Kita juga punya rencana,” ujarnya. Yang membuat pihak Pemkot masih mengharapkan Gunung Lawoe menurut Ahyar adalah, rencana Pemkot hampir sama dengan Gunung Lawoe terkait pengembangan eks pelabuhan Ampenan itu. Menurutnya, Pemkot Mataram menginginkan di eks pelabuhan itu dibangunkan pelabuhan khusus pariwisata. “Niatan kita sama dengan Gunung Lawoe. Selain pelabuhan pariwisata, juga akan dibangun hotel, serta dermaga kapal pesiar,” jelasnya. Atas dasar itulah, lanjutnya, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pihak Gunung Lawoe. “Kita beri kesempatan satu kali lagi. Kita dengar kepastian mereka. Saya kira mereka tidak main-main, saya tahu ini pekerjaan besar, yang butuh modal besar. Saya tidak tahu apa kendala di internnya,” imbuhnya. Lebih lanjut disampaikan Ahyar Abduh, selain Gunung Lawoe, sebenarnya masih banyak yang meminta untuk mengembangkan eks pelabuhan Ampenan itu. Hanya saja, sebagian besar dari investor itu ingin membangun hotel. “Banyak yang minta disana, kalau hanya untuk membangun hotel, untuk apa. Saya maunya pelabuhan khusus pariwisata, kalau tidak ya sudahlah, kita yang bangun sendiri,” tandasnya. (smd) Ahyar Abduh (Suara NTB/ist)

Bimbing SMK Wilayah Indonesia Timur SMKN 2 Mataram diberi kepercayaan oleh Direktorat Pembina SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, untuk turut membantu membimbing sekolah-sekolah SMK di wilayah Indonesia Timur dalam bidang kewirausahaan. “SMKN 2 Mataram dinilai berhasil mengembangkan business center di sekolah, untuk itu kita dipanggil ke Jakarta dan diberikan tanggungjawab untuk memebrikan pelatihan sekolahsekolah SMK di wilayah Indo(Suara NTB/nia) nesia Timur,” terang Kepala Drs. Sahnan SMAN 2 Mataram Drs. Sahnan usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Pemanduan Kewirausahaan SMK (bisnis managemen) di Hotel Lombok Raya Mataram, Minggu (28/4) malam. Untuk tahap pertama ini, SMKN 2 Mataram melatih beberapa guru dan siswa yang memiliki jiwa entrepreneur di empat SMK di Pulau Lombok, antara lain SMKN 2 Mataram, SMKN 1 Mataram, SMKN 2 Selong dan SMKN 1 Praya Tengah. Baru di tahun-tahun berikutnya, SMKN 2 Mataram akan membina beberapa sekolah SMK yang memiliki jurusan serupa di wilayah Indonesia Timur seperti Bali dan NTT. Sahnan melanjutkan, para siswa yang ikut dalam pendidikan dan pelatihan kali ini merupakan siswa-siswa pilihan yang memang memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka akan dibekali dan dilatih tentang bagaimana cara berwirausaha yang baik, oleh narasumber yang telah sukses di dunia usaha. Setelah pelatihan ini para siswa diharapkan bisa mandiri dengan berwirausaha setelah lulus SMK. Sementara untuk para guru, pendidikan dan pelatihan ini diharapkan bisa menambah pengetahuan untuk membantu menyusunan perangkat pembelajaran kewirausahaan yang efektif di sekolah. Termasuk membantu menumbuhkan mental wirausaha bagi siswa SMK. “Tentunya kita harapkan guru dan siswa yang telah ikut pelatihan ini bisa menularkan pada teman-temannya yang lain,” terang Sahnan. (nia)

Dewan Serahkan Hasil Kerja Pansus LKPJ kepada Walikota Mataram Mataram (Suara NTB) – Setelah melalui pembahasan dan kajian yang mendalam, DPRD Kota Mataram, Senin (29/4) kemarin resmi menyerahkan laporan hasil kerja Pansus Pembahasan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Walikota Mataram kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam sidang paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. H. Muhammad Zaini. Zaini didampingi dua Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, masing-masing H. Didi Sumardi, SH., dan I Wayan Sugiartha menyerahkan hasil kerja pansus tersebut disaksikan anggota DPRD Kota Mataram dan jajaran eksekutif yang turut hadir dalam kesempatan itu. Sebelumnya, dalam sidang paripurna yang telah diketok menjadi keputusan DPRD Kota Mataram itu, Ketua Pansus Pembahasan LKPJ DPRD Kota Mataram, H. AB. Taufikurrahman membacakan laporan hasil kerja Pansus yang dipimpinnya. Ada 15 poin catatan saran dan masukan Pansus terhadap LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2012. Antara lain, pada BAB I, mencermati pergerakan perekonomian Kota Mataram, menurut Pansus, diperoleh fakta, selama 2011-2012 pertumbuhan ekonomi Kota Mataram mengalami kontraksi dari 7,67 persen pada tahun 2011 menjadi 4,04 persen pada tahun 2012. Adanya penurunan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat kepindahan BIL di Lombok Tengah ternyata dapat terkompensasi dengan kemampuan Pemkot Mataram mengendalikan angka inflasi.

(Suara NTB/fit)

HASIL KERJA PANSUS - Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, H. AB. Taufikurrahman membacakan hasil kerja Pansus Pembahasan LKPJ Walikota Mataramdi ruang sidang utama DPRD Kota Mataram, Senin (29/4) kemarin. BAB II mengenai kebijakan Pemda, dimana salah satu program unggulan Pemkot Mataram adalah PER (Pemberdayaan Ekonomi Rakyat), Pansus memberikan tiga catatan. Pertama, Pemkot Mataram diharapkan dalam memberikan bantuan modal usaha, peralatan usaha dan bantuan lainnya diberikan secara adil dan merata yang tidak hanya diberikan kepada masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu saja. Kedua, Pansus mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkot Mataram dalam menata dan penertiban terhadap keberadaan pasar modern. Ketiga, penataan dan pengaturan PKL harus mendapat perhatian lebih dari Pemkot Mataram dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tidak mampu. BAB III mengenai kebijakan umum pengelolaan keungan daerah, menurut Pansus, pengelolaan aset produktif tahun 2011 jauh lebih baik daripada tahun 2012. Keadaan tersebut perlu mendapat perhatian dari SKPD pengelola pendapatan

daerah Kota Mataram supaya melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan lain-lain pendapatan yang sah. Kedua, terhadap PAD yang belum memenuhi target yang telah ditetapkan, Pansus menyarankan kepada eksekutif untuk melakukan upaya-upaya maksimal untuk memenuhi target PAD, bahkan bila perlu melampaui target yang sudah ditetapkan. Ketiga, ketidakmampuan aparatur merealisasikan belanja secara optimal menunjukan belum optimalnya aparatur pengelola keuangan di masing-masing SKPD. Hal ini perlu mendapat perhartian untuk dicarikan solusinya melalui langkah-langkah strategis peningkatan kapasitas dan memberikan alternatif kebijakan pada saat merotasi tenaga keuangan, khususnya yang telah mendapatkan pengembangan kapasitas sebelumnya. Keempat, terjadi kehilangan momentum dampak dari APBD selama satu tahun. Kedepan pengelolaan anggaran hendaknya mempertahankan besarnya proporsi SILPA terhadap pendapatan maupun belanja total.

(Suara NTB/fit)

SERAHKAN - Ketua DPRD Kota Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. H. Muhammad Zaini menyerahkan hasil kerja Pansus Pembahasan LKPJ kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh di ruang sidang utama DPRD Kota Mataram, Senin (29/4) kemarin. BAB IV mengenai penyelenggaraan urusan Pemda, Pansus memberi saran sebagai berikut. Pertama, pencantuman IKU (indikator kinerja utama) minimal memperbandingkan IKU tahun sebelumnya mungkin dapat dijadikan konversi yang lebih baik dalam laporan resmi pemerintah seperti LKPJ. Kedua, dalam hal kerjasama Pemkot Mataram dengan pihak ketiga, Pemkot telah mampu menarik investor untuk mengembangkan usahanya di Mataram, namun belum semua berjalan sesuai harapan. Salah satunya MoU Pemkot Mataram dengan PT. Gunung Lawoe Mercu Buana. Selain itu, sudah selayaknya SKPD urusan PU memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang telah membayar pajak sesuai ketentuan untuk dapat menikmati jalan yang layak dan tidak menuntut yang berkualitas tinggi. Disisi lain, ketidakteraturan

parkir berpotensi kehilangan PAD Kota Mataram dari komponen pajak dan retribusi parkir. BAB V tentang penyelenggaraan tugas pembantuan, catatan Pansus LKPJ senada dengan tahun sebelumnya. Eksekutif diminta memberitahukan kepada DPRD Kota Mataram secara berkala terhadap pelaksanaan urusan pemerintah yang ditugaskan dari pemerintah yang selama ini belum disampaikan kepada DPRD Kota Mataram. Kedua, eksekutif diminta mengalokasikan pendanaan dalam rangka tugas pembantuan harus dialokasikan hanya untuk kegiatan yang bersifat fisik. Ketiga, eksekutif diminta agar sebelum dilakukan pembahasan RAPBD agar memberitahukan RKA-KL tugas perbantuan kepada DPRD Kota Mataram. (fit/*)

Pertumbuhan Ekonomi Disebut Menurun

Walikota Protes Catatan Pansus LKPJ Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram H. Ahyar Abduh memprotes catatan yang diberikan Pansus LKPJ DPRD setempat terkait menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. Aksi protes itu dilakukan Walikota setelah Ketua DPRD Kota Mataram resmi menutup sidang paripurna tentang hasil kerja Pansus LKPJ dewan setempat. Dalam sidang paripurna Senin (29/4) kemarin, Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, H. AB. Taufiqurrahman menyampaikan beberapa catatan dari hasil kerja LKPJ dewan. Salah satu catatan dari Pansus LKPJ tersebut adalah terjadinya penurunan laju per-

tumbuhan ekonomi dari tahun 2011 sebesar 7,67 persen menjadi 4,04 persen di tahun 2012 terutama dari sektor angkutan dan komunikasi. Mengacu atas catatan yang diberikan Pansus LKPJ itu, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh nampaknya kurang menerimanya dan langsung melakukan klarifikasi setelah paripurna ditutup. “Sekarang ini sudah 10,52 persen, kami tadi coba mencermati, pada Bab I pendahuluan, mencermati data perekonomian kota Mataram, di peroleh fakta bahwa, selama tahun 2011-2012 Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram mengalamin konstraksi dari 7,67 persen pada tahun 2011, menjadi 4,04 prsen. Ini kan, kok terlalu jauh penurunannya,” pungkasnya. Menurut Walikota, sebelum-

nya pihaknya sudah menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi kota Mataram mencapai 10,52 persen dengan tidak memasukkan bidang transportasi. Alasannya, tidak masuknya bidang transportasi dikarenakan perpindahan bandara dari Bandara Selaparang ke BIL. “Ini kan luar biasa turunnya. Lalu apa artinya kita menyertakan PAD kita sudah 120 persen. Saya ingat ketika saya dilantik, PAD kita Rp 42 miliar lebih, dan sekarang sudah Rp 90 miliar lebih. Bahkan kalau kita hitung sekarang mungkin sudah mencapai Rp 100 miliar. Saya tidak mengerti, bagaimana hitungannya ini. Apa mungkin salah ketik,” ujarnya kembali. Ahyar menambahkan, catatan Pansus LKPJ terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota

Mataram itu mengalami kesalahan data. Bahkan, dia mengatakan sangat tidak realistis jika penurunan itu sampai begitu jauh. “Saya kira tidak realistis. Barangkali ada kesalahan data atau kesalahan ketik,” tandasnya kemudian. Menanggapi itu, Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, H. AB. Taufiqurrahman, memilih tidak terlalu menanggapi klarifikasi yang dilakukan oleh Walikota Mataram. Namun menurut dia, terlalu dini jika Walikota langsung melakukan klarifikasi terhadap catatan yang diberikan oleh Pansus LKPJ. “Terlalu dini Walikota menyampaikan itu, sebelum dipelajari terlebih dahulu. Tapi menurut kami, responnya itu sah-sah saja. Yang jelas sumber data ini dari eksekutif,” jawabnya. Dia menambahkan, data yang dipakai dalam laporan hasil kerja pansus itu bersumber dari LKPJ Walikota Mataram. Mengenai siapa yang membuat laporan dan catatan Pansus itu, dia mengeaskan bahwa Dewan memiliki tim perumus dan tim

penyusun. “Kita mengutipnya dari sini. Yang jelas, ranahnya hari ini bukan mengklarifikasi, apanya yang kita disalahkan. Kita cuma memberikan catatan dan itu menjadi keputusan DPRD,” tegasnya seraya menunjukkan LKPJ Walikota yang dijadikan acuan tersebut. Apakah ada kekeliruan? Taufiqurrahman enggan menjelaskan. Dia mengajak semua pihak termasuk Walikota Mataram melakukan kajian lebih mendalam. “Kita tidak mengklarifikasi apa yang diklarifikasi Walikota, tapi nanti Walikota yang melakukan cross check sendiri. Apakah data kita yang salah atau sebaliknya,” pungkasnya. Hal senada juga disampaikan Husni Tamrin, anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram. Dia juga mengkritisi klarifikasi yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kota Mataram tersebut. “Apa yang dilakukan Walikota terlalu dini. Intinya, kami tidak menerima klarifikasi secara lisan, kami perlu klarifikasi itu disampaikan dalam bentuk surat resmi dari eksekutif,” pungkasnya. (smd)

UN Jurusan Bahasa Gunakan Paket Soal Susulan Mataram (Suara NTB) Meski relatif lancar, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Jurusan Bahasa yang baru dilaksanakan Senin (29/4) kemarin tetap menuai pertanyaan. Karena walaupun ujian kali ini merupakan UN yang tertunda, namun soal yang dikerjakan para siswa adalah paket soal ujian susulan, bukan paket soal utama seperti pada ujian sebelumnya. Beberapa SMA di Mataram seperti SMAN 2 Mataram misalnya, dengan jumlah 18 peserta, pada pelaksanaan UN Jurusan Bahasa kali ini sekolah menerima tiga amplop soal yang berisi masing-masing (5 soal, 5 soal dan 11 soal per amplop). Begitu pula dengan yang terjadi di SMAN 6 Mataram yang mendapatkan dua amplop soal. Atas dasar temuannya tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati saat melakukan sidak UN kemarin menduga paket soal yang digunakan pada UN kali ini merupakan paket ujian susulan, bukan paket utama seperti yang sudah disebutkan Dinas Dikpora Kota Mataram sebelumnya. “Yang diterima sekolah itu

tiga amplop. Seharusnya kan cukup satu karena satu amplop itu berisi 20 plus satu cadangan, kan begitu? Nah itu yang saya pertanyakan juga berarti ini bukan 20 paket,” terangnya. Terkait dengan permasalahan paket ujian jurusan bahasa ini, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Dikpora

Kota Mataram untuk mempertanyakan paket ujian nasional yang digunakan kali ini. Karena hal ini terjadi di beberapa sekolah di Mataram, dimana paket soal ujian yang dikerjakan siswa merupakan paket ujian susulan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota

Mataram Drs. H. Ruslan Effendy membenarkan hal tersebut. “Memang soalnya itu karena dilaksanakan setelah selesai UN maka menggunakan soal ujian susulan. UN kan sudah selesai, sekarang ujian susulan. Sehingga ujian yang dilaksanakan ini dianggap ujian susulan,” pungkasnya. (nia)

(Suara NTB/nia)

UN JURUSAN BAHASA - Suasana pelaksanaan ujian nasional (UN) jurusan bahasa yang dilaksanakan senin (29/4) kemarin.


SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

S OSOK Tertibkan Miras

(Suara NTB/dok)

JELANG Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Polres Lombok Barat (Lobar) terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di lapangan. Di samping melakukan persiapan, pihak kepolisian juga menekan berbagai potensi yang bisa mengganggu keamanan jalannya Pilkada mendatang. Salah satu potensi yang bisa memicu dan mengganggu keamanan dan ketertiban yakni peredaran minuman keras (miras) yang mulai melibatkan antarkabupaten/kota. Hal ini tak luput dari perhatian jajaran Polres setempat. Untuk menekan peredaran miras dalam rangka cipta kondisi Pilkada, pihak terkait telah melakukan operasi penertiban di beberapa lokasi, termasuk terakhir di Kediri. Pada operasi ini, polisi berhasil mengamankan 30 botol miras tradisional. “Kita perketat dan meningkatkan operasi penertiban miras. Hal ini untuk menciptakan kondisi keamanan Pilkada,”ungkap Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto, Senin (29/4). Diakuinya, arus peredaran miras masih dalam kondisi tidak mengkhawatirkan. Namun patut diwaspadai jual beli miras yang kian mengkhawatirkan karena melibatkan antardaerah. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya selain memperketat operasi penertiban juga menyiagakan penjagaan di pintu masuk, seperti terminal, pelabuhan dan tempat umum lain. Untuk melakukan hal ini pihaknya tidak sendiri, namun bekerjasama dengan unsur lain. Seperti pengawasan terhadap miras dari industri perlu melibatkan bea cukai dan Pemkab dalm hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan di pelabuhan bekerjasama dengan pihak pengelola pelabuhan serta Dinas terkait di Pemkab. Upaya antisipasi ini menurutnya harus dilakukan sejak dini, karena tidak hanya bagi pelaksanaan Pilkada. Peredaran miras juga perlu menjadi perhatian semua pihak, karena akibat yang ditimbulkannya, terutama gangguan keamanan dan ketertiban daerah. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kediri, AKP Burhanuddin, mengaku, pihaknya berhasil mengamankan 30 botol miras. Operasi itu dilakukan karena pihaknya menerina laporan dari masyarakat setempat yang resah karena peredaran Miras. “Kami lakukan operasi juga untuk cipta kondisi Pilkada agar tetap aman,” ujarnya. (her)

SUARA PULAU LOMBOK

Longgar, Pengawasan UN Susulan di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) susulan untuk SMA dan MA sederajat di Lombok Barat (Lobar) Senin (29/4) digelar di 19 sekolah. Ke 19 sekolah ini terpaksa UN susulan, karena pada ujian pertama gagal akibat tidak mendapatkan naskah soal. Dari 19 sekolah ini sebanyak 459 pelajar melaksanakan ujian susulan. Namun sedikit berbeda dibanding ujian pertama, ujian susulan ini para siswa lebih rileks, karena masa persiapan belajar lumayan lama. Pantauan Suara NTB di MAN 1 Gerung dan sejumlah sekolah, para siswa mengerjakan soal dengan tenang. Mereka seperti tidak ada beban, untuk mengerjakan soal. Namun sedikit mengecewakan, pengawasan peserta yang sedang mengerjakan sepertinya agak longgar dibanding pada ujian pertama. Sehingga siswa dan siswi leluasa melirik kiri kanan. Sementara panitia dan pengawas sesekali menegur. Ujian pertama, pengawas sebanyak dua orang ditambah tim independen melakukan pengawasan. Namun kali ini hanya satu sampai dua orang di dalam satu ruangan. Panitia UN di MAN 1 Gerung Zamroni.S.Ag, mengatakan, UN yang dilaksanakan kemarin diakibatkan naskah soal untuk jurusan bahasa pada waktu ujian pertama belum ada. Ia menjelaskan di MAN 1 Gerung ada 1 kelas jurusan bahasa dengan jumlah murid 21 orang yang terdiri dari 7 siswi dan 14 siswa, Ujian dilaksanakan selama 2 hari untuk Senin untuk 2 mata pelajaran, yakni Sastra Indonesia dan Antropologi. Sementara hari ini mata pelajaran Matematika. “Ujian ini ada sisi negatifnya dan ada juga sisi positifnya bagi para

(Suara NTB/her)

UJIAN - Peserta UN susulan di MAN 1 Gerung sedang serius mengerjakan soal ujian, Senin (29/4). siswa,”jelasnya. Ia mengaku dari pihak sekolah dan panitia sangat menyayangkan kacaunya pelaksanaan UN tahun ini. Meski demikian, jika dilihat dari segi positifnya para siswa bisa belajar lebih panjang. Namun, kondisi psikisnya sudah capek dan tidak normal, karena ketika mereka benar benar siap melaksanakan UN malah tidak bisa digelar. Selain itu, pihaknya membantah pengawasan pada pelaksanaan ujian susulan dibedakan, karena pengawasan

ujian susulan dinilai longgar. Menurutnya, pengawasan sama saja ketatnya seperti pada UN pertama. ‘’Kemungkinan, pengawasnya izin ke belakang ketika wartawan datang memantau ke ruangan terkait,” kilahnya. Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar H. L. M. Supriadi, Senin (29/4) mengatakan untuk pelaksanaan UN susulan pada hari ini, ada 19 sekolah baik sekolah negeri maupun swasta melaksanakan UN susulan secara serempak. (her)

Yulianus Yulianto

KLU Andalkan Qori Sendiri Tanjung (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tak menargetkan prestasi tinggi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi yang akan berlangsung di Lombok Tengah bulan depan. Alasannya, sumber daya manusia KLU masih jauh dari kabupaten/kota lain di NTB untuk ajang dimaksud. Kendati demikian, Pemda KLU tak ingin menggunakan jasa qori’ - qori’ah dari daerah lain untuk membawa nama KLU. “Kita sudah sepakat, tidak mau pinjam peserta daerah lain untuk membawa nama KLU. Apapun hasilnya, SDM asli KLU-lah yang akan kita bawa untuk mengikuti MTQ Provinsi NTB,,” kata Kabag Kesra, Setda KLU, H. Muhammad, S.Pd, di ruang kerjanya, Senin (29/4). Muhammad mengatakan, pihaknya tidak ingin meniru langkah daerah lain untuk menggunakan jasa qori luar daerah. Meski dirinya juga tak menyangkal, terjadi penurunan prestasi dalam ajang yang sama tahun-tahun sebelumnya. Di ajang STQ tahun 2011, kafilah KLU menempati posisi 9 dari 10 besar. Sedangkan di ajang MTQ tahun 2012, prestasi kafilah turun 1 peringkat, urutan 10 dari 10 besar. Artinya, posisi ini merupakan posisi paling buntut dari 10 kabupaten/kota di NTB. (ari)

Kampanye, PNS di Loteng Diawasi Praya (Suara NTB) Sebagai aparatur pemerintah, para PNS sangat rentan terseret arus politik. Termasuk para PNS di lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTB mendatang. Untuk itu, Pemkab Loteng kini tengah fokus mengawasi gerak-gerik PNS secara ketat. Supaya jangan sampai ada yang terlibat politik. “Fokus kita saat ini bagaimana mengawasi pergerakan para PNS. Supaya tidak ikut-ikutan berpolitik jelang Pilgub NTB kali ini,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Pemerintah Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Loteng, H.M. Darwis, S.H, Senin (29/4) kemarin. Dikonfirmasi Suara NTB, Darwis mengaku, kalau profesi PNS sangat rentan terbawa arus politik, karena menjadi bagian dari pemerintahan. Meski demikian, katanya, bukan berarti PNS boleh terlibat politik. Tetapi justru harus benar-benar menjaga netralitasnya. “Inilah yang kita jaga, bagaimana PNS Loteng harus benar-benar netral. Sehingga pengawasan yang kita lakukan saat ini benarbenar,” tegasnya. Terkait persoalan ini, katanya, Pemkab Loteng sangat tegas pada aturan. Dan, kalau sampai ada PNS yang terbukti terlibat politik, pemerintah daerah tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas. Tentunya sesuai aturan yang berlaku. Guna melakukan pengawasan, pihaknya pun sudah menyebar anggota secara merata. Setiap event kampanye yang berlangsung di Loteng, baik itu kampanye terbuka, tertutup maupun kampanye-kampanye lainnya, pasti ada saja anggota yang disiagakan. Supaya jangan sampai ada satu pun momen kampanye yang luput dari pengawasan. Darwis pun berharap adanya dukungan masyarakat untuk membantu kerja pemerintah daerah. Dalam rangka membantu mengawasi pergerakan para PNS yang ada. “Kalau ada menemukan PNS yang ikut berkampanye, segera laporkan. Supaya kita bisa tindaklanjuti,” timpalnya. (kir)

(Suara NTB/ham)

TUMPUKAN SAMPAH - Sampah menjadi permasalahan semua daerah di NTB, termasuk di Lombok Barat. Butuh keseriusan semua pihak, khususnya petugas di lapangan. Ada tumpukan sampah di pasar tradisional yang hanya sekali dalam seminggu. Sebagai contoh di Pasar Jerneng Labuapi Lombok Barat, tumpukan sampah belum diangkut semua oleh petugas. Hingga Senin (29/4) sore, tumpukan sampah masih terlihat.

Pemda KLU Minta Pemecah Gelombang Direlokasi Tanjung (Suara NTB) Nyata melanggar roi pantai, pemecah gelombang yang dibangun oleh oknum tertentu di Dusun Teluk Ombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, diminta untuk direlokasi. Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Lombok Utara (KLU), lebih melihat fisik bangunan yang diklaim pemecah gelombang itu sebagai pondasi bangunan rumah atau bangunan eksklusif. Kabag Pembangunan Setda KLU, H. Zulfadli, di ruang kerjanya, Senin (29/4), mengakui telah menelusuri keberadaan fisik bangunan yang baru terlihat pondasinya itu. Pihaknya ingin memastikan pemilik dari bangunan tersebut, sekaligus meminta supaya bangunan tersebut direlokasi dari lokas-

inya semula. “Kami sudah melayangkan surat agar secepatnya direlokasi. Katanya dibangun untuk pemecah ombak, tapi kami tidak melihatnya demikian,” kata Zulfadli. Ia khawatir, pondasi yang sudah dibangun keliling itu pada akhirnya akan ditimbun. Jika demikian, mudah saja bagi oknum warga ataupun oknum investor untuk mengklaim lautan yang disulap menjadi daratan. Zulfadli menduga, strategi pendirian batas pantai dengan membangun tembok sudah dilakukan sejak lama. Terkesan ada upaya untuk mendangkalkan wilayah pantai, untuk selanjutnya ditimbun dan dijadikan daratan. “Jelas sengaja dibangun, tapi kami belum dapat pastikan apakah ada andil Dinas PU dalam hal ini. Memang di

beberapa bangunan yang melanggar Roi Pantai, tidak sedikit yang izinnya dikeluarkan oleh Dinas PU,” ujarnya. Zulfadli menyatakan, terhadap izin-izin bangunan yang dikeluarkan Dinas PU, namun ketahuan melanggar roi pantai, pihaknya berkoordinasi secepatnya. Namun demikian, ia juga menyayangkan jika bangunan yang mendapat izin justru asimetris dengan regulasi yang ada. “Selama ini kan kita hanya dapat tembusannya saja, yang banyak mengeluarkan izin ya Dinas PU. Oleh karena itu, dalam rangka penertiban ini, kami akan berkoordinasi lagi dengan Dinas PU. Sebab di areal pantai ini, terindikasi seperti mau bangun rumah,” pungkasnya. (ari)

Melonjak, Jumlah Pengunjung ke Perpustakaan Lobar Giri Menang (Suara NTB) Jumlah pengunjung yang datang ke Perpustakaan Daerah Lombok Barat (Lobar) melonjak sejak tiga bulan terakhir. Animo masyarakat semakin tampak pada saat penyelenggaraan book fair yang diselenggarakan Pemkab Lobar 23-27 April. Book Fair ini berhasil menyedot sekitar 6 ribu lebih pengunjung. Angka yang disampaikan sesuai hasil evaluasi Kantor Perpustakaan dan Arsip. Meningkatnya minat baca juga terlihat dari tren kunjungan ke perpustakaan daerah dalam 3 bulan terakhir. “Selama tiga bulan terakhir, jumlah pengunjung di perpustakaan meningkat, terutama pada saat penyelenggaraan book fair ber-

hasil menyedot pengunjung hingga 6 ribu lebih. Ini menunjukkan minat baca masyarakat kita kian meningkat,” ungkap Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Lobar, Ilham, Senin (29/4). Disebutkan, tahun ini target pengunjung hanya 20 ribu saja. Sebagai perbandingan, tahun lalu angka kunjungan sebanyak 32.592 orang dengan perincian 17.870 pelajar, 7.532 masyarakat umum, sisanya dari PNS dan TNI/Polri. ‘’Tiga bulan sudah 9 ribuan pengunjung,” jelas Ilham. Peningkatan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan jumlah buku. Tahun ini jumlah buku perpustakaan sebanyak 22.399 eksemplar dan terdiri dari 10.110 judul buku. Jenis buku didominasi buku

fiksi. Ada penambahan buku yang tidak terlalu signifikan dari jumlah sebelumnya 9.418 judul dan 21.686 eksemplar. Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, mengaku, untuk program perpustakaan keliling hanya memiliki 2 unit kendaraan besar dan kecil. Keduanya harus keliling ke ratusan desa dengan target satu desa terlayani dalam sehari dari Senin hingga Kamis. Pihaknya juga menyiapkan pelayanan buku untuk objek-objek wisata, bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. ‘’Hitung-hitungan yang ada, satu desa hanya bisa mendapat giliran sekali dalam dua atau tiga bulan,’’ ujarnya. (her)

Halaman 3

Tinggi, Kasus Lakalantas di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Lombok Barat (Lobar) terbilang tinggi. Sepanjang tahun ini saja dari bulan Januari sampai April terjadi 65 kasus. Dari jumlah ini jumlah yang meninggal sebanyak 25 orang, korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 73 orang. Sementara kerugian material mencapai Rp 137 juta lebih. Dibanding periode sebelumnya, jumlahnya tak kalah tinggi. Pada periode yang sama, jumlah kasus lakalantas yang terjadi mencapai 143 kasus, korban meninggal mencapai 57 orang. Total korban lakalantas yang meninggal mencapai 82 orang. Kapolres Lombok Barat, AKBP Yulianus Yulianto dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya berupaya untuk meminimalisir terjadinya lakalantas melalui kegiatan operasi pengaturan lalu lintas atau rawan pagi, siang dan sore sampai malam hari. “Upaya ini cukup efektif menekan kasus lakalantas, khususnya pengaturan lalu lintas pagi karena pada waktu anak berangkat sekolah,” ungkapnya, Senin (29/4). Dijelaskan, kegiatan operasi pengaturan lalu lintas pagi, siang dan sore hari rutin dilaksanakan pihaknya. Kegiatan ini secara langsung membantu masyarakat dan dapat meminimalisir lakalantas. Sejauh ini, lanjutnya, kasus

lakalantas di Lobar hampir semua diselesaikan. Seperti gambaran tahun ini dari 65 kasus di antaranya 25 korban meninggal, luka berat 10 orang dan 73 korban luka ringan. Dari 65 kasus itu, berhasil diselesaikan sebanyak 47 kasus, sedangkan lainnya tidak diproses, karena tabrak lari. Demikian pula gambaran periode sebelumnya, dari 143 kasus, meninggal 57 orang, luka berat 31 orang, dan ringan 163 orang. Sementara kerugian material Rp 226 juta lebih. Dari 143 kasus itu, berhasil diselesaikan 136 kasus, sedangkan sisanya sebanyak 7 kasus masih proses, karena kasus tabrak lari. Pihaknya juga mewaspadai tingginya mobilisasi dan arus lalu lintas pada saat kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Biasanya pada saat kampanye ini melibatkan banyak orang, sehingga intensitas lalu lintas di jalanan semakin tinggi. Hal ini berpotensi meningkatkan lakalantas. Meski demikian, ujarnya, sejauh ini masih aman dan terkendali, karena tahapan kampanye baru dimulai. Ia menyebutkan, untuk pengamanan Pilkada dengan wilayah hukum Lobar sampai KLU pihaknya telah menyiapkan sekitar 700 personel. Selain menyiapkan pasukan dari Polres, pihaknya juga mendapat tambahan personel dari Polda NTB sebanyak 120 personel. (her)

Masuk Bursa DCS

Sejumlah Kades Diminta Mundur Selong (Suara NTB) Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dikabarkan masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan aturan yang ada, semua kades yang ingin menjadi anggota legislatif diminta mundur dari jabatannya. Demikian penegasan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, H. Mohzana di Selong, Senin (29/4). Monzana menyebut ada sekitar 10 kades yang kabarnya sudah masuk dalam bursa calon wakil rakyat, namun baru satu yang sudah menyampaikan pengunduran diri. “Yang resmi baru satu ini, yakni Kepala Desa Selaparang,” sebutnya. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 1997 tentang Desa, kades tidak diperkenankan merangkap jabatan. Meski jabatan kades merupakan jabatan politik, namun aturan tidak membenarkan untuk rangkap-rangkap jabatan. Peraturan KPU tambah Mohzana juga jelas mengatur, kades yang akan berlaga dalam pesta demokrasi Pemilihan Calon Legislatif 2014 mendatang harus mundur.

Mekanisme penunduran diri kades berdasarkan aturan melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa bersangkutan. Proses selanjutnya dari BPD diteruskan ke bupati melalui kecamatan. ‘’Jika tidak mundur juga, kita minta BPD untuk mendesak kades mengajukan pengunduran diri,” tegasnya. Hal senada dikemukakan Ketua Divisi Sosialisasi KPU Lotim, M. Junaidi. Dihubungi secara terpisah di kantornya, ia mengatakan berdasarkan PKPU Nomor 13 tahun 2013 menyatakan, kades harus mengundurkan diri, jika sudah masuk dalam DCS. Surat keterangan pengunduran diri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh DCS. “Jika tidak ada surat keterangan penguduran diri maka bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ucapnya. Lebih tegas tentang kewajiban pengunduran diri termaktub juga dalam Surat Edaran KPU Pusat Nomor 229/KPU/ IV/2013 tentang petunjuk teknis pencalegan. Caleg diwajibkan melampirkan syarat pengunduran diri dari jabatannya. ‘’Tidak saja kades, termasuk anggota DPRD yang akan maju melalui jalur partai lain. Ini tidak ada tawar menawar, harus mundur,” tegasnya. (rus)

Sepekan Jadi Buron

Suhaeri Menyerahkan Diri Selong (Suara NTB) Setelah sepekan menjadi buronan polisi, Muhammad Suhaeri tersangka pelaku pembunuhan terhadap temannya, Muheri akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Warga Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba itu menyerahkan diri melalui Kepala Desa Bebidas. “Ini hasil intimidasi dan koordinasi,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lotim, AKP Yuyan Priatmaja, SIK saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/4). Diakuinya, dalam proses perburuannya terhadap tersangka, tim buser Polres Lotim selalu menyanggongi tempattempat yang biasa didatangi pelaku. Tersangka menyerahkan diri ke Polisi, Minggu lalu. Pengakuannya terhadap aparat, ia menghabisi nyawa temannya, karena kalap. Kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu (21/4) lalu, karena tersinggung dan dalam

keadaan mabuk berat. Adalah Muheri, warga Desa Suela Kecamatan Suela tewas di tempat sesaat setelah ditusuk pisau oleh Suhaeri. Upaya mengungkap kasus pembunuhan tersebut, aparat Satreskrim Polres Lotim telah memeriksa 4 orang saksi. Kronologis kejadian pembunuhan korban tersebut bermula saat pesta miras antara diduga tersangka berkelahi dengan temannya berinisial SN. Sementara itu Muheri mencoba melerai. Saat upayanya melerai perkelahian antara tersangka dan SN tersebut, Muheri terkena pukulan Suheri yang berujung pada perkelahian. Suheri tiba-tiba mengeluarkan pisau miliknya dan langsung menusukkan ke dada korban bagian kiri dan tembus ke bagian jantung. Akibatnya, korban tewas di tempat. Kejadiannya diperkirakan pukul 21.00 Wita Minggu (21/4) malam lalu. (rus)

(Suara NTB/rus)

PELAKU - Tersangka pelaku pembunuhan (kiri) terhadap temannya yang kini tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut di Mapolres Lotim, Senin kemarin.


SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567

Kerjasama Program Koordinasi PNPM Mandiri Pedesaan dan PNPM Generasi Sehat Cerdas Bappeda Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Banyak Persoalan di Lapangan

Program PNPM MPd dan GSC Harus Terkoordinasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Koordinasi menjadi kata kunci dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri Pedesaan (MPd) dan PNPM Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) di 12 kecamatan di Sumbawa. Sebab, banyak sekali persoalan muncul di lapangan, termasuk tumpang tindih dengan kegiatan lain. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Bappeda Sumbawa dengan PJOK PNPM MPd dan GSC, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) serta dengan sejumlah SKPD terkait, seperti Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), Dinas Kesehatan, dan BKBPP, Senin (29/4). Kabid Sosial dan Budaya (Sosbud) Bappeda Sumbawa, Rosmin Junaidi M.Si, menyatakan pentingnya mengutamakan koordinasi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program. “Selama ini, dirasakan koordinasi sangat kurang, dengan Bappeda maupun SKPD lain yang terkait,” terangnya. Kemudian, lemahnya

pelaporan dan data. Sebab tanpa data, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga diharapkan dalam pelaksanaan program ini, lebih melibatkan fasilitator kecamatan dan camat wilayah setempat lokasi pelaksanaan PNPM. Sebab merekalah yang tahu persis tentang kegiatan di lapangan. Kalau mereka hadir, maka semua persoalan yang ada bisa diminimalisir. “Sekarang ini, banyak kasus yang ada di lapangan, misalnya kasus pembangunan Pustu melalui program PNPM ini yang tidak dilengkapi fasilitas listrik dan air. Kemudian, kasus Simpan Pinjam Perempuan di Empang yang sudah diselesaikan. Makanya perlu pengawasan, agar pelaksanaan program ini bisa lebih bermanfaat,” sebut Rosmin. Pihaknya juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi kegiatan. Tak hanya oleh tim, tetapi juga oleh SKPD lain yang terkait dengan program yang dilaksanakan. Termasuk melakukan pendampingan ke lapangan. Perencanaan dan pelaksanaan harus terintegratif. “Itu harapan kita dari tim koordinasi kabupaten,” tukasnya.

Divonis 2,6 Tahun Penjara

Mantan Kepala BKD Kota Bima Minta Tersangka Lain Diseret Mataram (Suara NTB) Rangkaian persoalan pencairan dana kas daerah Kota Bima di Bank BRI Cabang Bima tahun 2007, berlanjut untuk terdakwa lain. Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Bima, Drs. H. Yusuf, kemarin divonis 2 tahun dan 6 bulan penjara. Ia dinilai bersalah dalam pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Bima senilai Rp 4,8 miliar tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Hakim Pengadilan Tipikor Mataram, Soegiarti, SH, MH dalam putusannya menjelaskan, terdakwa dinilai bersalah sesuai dakwaan subsidair pasal 3 Jo pasal 18 Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. “Terdakwa dinyatakan bersalah atas pencairan dana DAU di BRI Cabang Bima dan melakukan perbuatan pidana berlanjut. Terdakwa dinyatakan bersalah dan dihukum 2 tahun 6 bulan penjara,” kata Soegiarti. Hakim juga menjatuhkan denda Rp 200 juta kepada terdakwa dan subsider enam bulan penjara. “Karena terdakwa selama ini ditahan, maka harus menjalani sisa masa tahanan,” kata hakim. Atas putusan hakim itu, terdakwa diberi kesempatan bersama kuasa hukumnya, Burhanuddin, S.H untuk berembuk. Burhanuddin menyatakan pikir - pikir atas putusan hakim. Namun satu hal yang dipintanya, agar Ogi S, yang disebut - sebut menerima pencairan Rp 2 miliar melalui terdakwa, harus ditangkap dan dihadirkan di persidangan. “Kami mohon kepada hakim dan JPU untuk menghadirkan Ogi ini. Bagaimana pun dia juga bertanggungjawab,” kata Burhanuddin. Namum permintaan itu tidak serta merta dikabulkan, karena menurut hakim, pihaknya hanya bisa memeriksa perkara dan mengadili terdakwa. “Silakan koordinasi dengan JPU,” kata Soegiarti kepada Burhanuddin. Sebelumnya, dalam amar putusan hakim, terdakwa melakukan pencairan DAU Kota Bima yang tersimpan di kas BRI Bima senilai Rp 4,8 miliar. Pencairan itu berlangsung bertahap, tanggal 2 Februari 2007 sebesar Rp 2,8 miliar. Berlanjut Tanggal 22 Februari di tahun yang sama, sebesar Rp 1,5 miliar dan terakhir tanggal 12 Maret sebesar Rp 561 juta. Usai sidang, Burhanuddin meminta dengan tegas kepada JPU Edi Tanto, SH agar mencari dan menyeret Ogi S ke persidangan karena dalam rekening koran pencairan dana DAU itu, menerima Rp 2 miliar melalui terdakwa. “Jangan sampai kami berasumsi macam macam kepada Kejaksaan karena tidak memproses orang ini,” harap Burhan. Sementara Edi Tanto mengakui dalam penyidikan sebelumnya nama Ogi memang muncul. Namun hingga kini tidak jelas keberadaannya. “Kapasitasnya sebagai apa, kami tidak tahu. Yang jelas orangnya tidak diketahui keberadaannya,” kata Edi. Namun permintaan pengacara akan dipertimbangkan untuk ditindaklanjuti. (ars)

DPRD KSB Segera Tindaklanjuti PAW Kader PDP Taliwang (Suara NTB) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan akan segera menindaklanjuti permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) Fud Syaifuddin, ST anggota dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP). Hal tersebut dilakukan setelah sebelumnya pimpinan DPRD menerima surat pemecatan terhadap anggota bersangkutan dari partai yang selama ini membawahinya. “Tadi saya sudah ketemu dengan Ketua, dan beliau membicrarakan soal itu (PAW Fud Syaifuddin, red). Dan kami (pimpinan) akan segera menindaklanjutinya sesuai dengan tupoksi lembaga ini,” jelas Wakil Ketua DPRD KSB Abidin Nasar, SP kepada media ini, Senin (29/4). Langkah pertama yang akan dilakukan DPRD dengan melayangakan surat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Menurut Abidin, surat ke KPU itu berisikan permintaan informasi nama calon pengganti Fud Syaifuddin berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2008 dari partai PDP. “Kami akan bersurat ke KPU dulu baru kemudian ke gubernur melalui bupati,” urainya. Abidin mengatakan, sesuai tupoksinya lembaga DPRD hanya akan mengurusi seputar permintaan nama calon pengganti Fud Syaifuddin, ST dari KPU dan melayangkan surat ke gubernur untuk terbitnya SK pemberhentian anggota bersangkutan. Sementara polemik di internal PDP yang mulai mempersoalkan proses PAW Fud Syaifuddin tidak masuk dalam tupoksi lembaga DPRD. “Kami tidak akan mengurusi persoalan adanya dualisme di internal PDP yang kemudian mempersoalkan PAW kadernya. Yang jelas karena ada permintaan, maka kami akan menindaklanjutinya sesuai dengan kapasitas kami secara kelembagaan,” timpal Abidin. Dengan diterimanya surat pemecatan Fud Saifuddin, ST dari partainya, maka tercatat telah dua orang anggota DPRD KSB yang bakal lengser. Sebelumnya Yusuf Amaullah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah lebih dulu dinyatakan dipecat oleh partainya. Bahkan proses PAW Yusuf telah diajukan ke bupati untuk selanjutnya diajukan ke gubernur untuk diterbitkan SK pemberhentiannya. (bug)

(Suara NTB/arn)

(Suara NTB/arn)

Amir Mahmud

Taufik

Kasubid Sosbud, Amir Mahmud S.E, juga menemukan banyaknya persoalan di lapangan. Bahkan ironisnya, ada program seperti pembangunan Pustu atau Polindes yang tidak diketahui oleh Dinas Kesehatan. Cukup banyak Pustu yang dibangun daru PNM MPd dan GSC yang tidak ada penghuninya. Tak dilengkapi tenaga medis, serta fasilitas listrik dan air. Salah satunya di Pustu Utan. Begitu pula dengan Program Keluarga Harapan (PKH) di Dinas Sosial pada 19 kecamatan juga menyentuh keluarga miskin yang sasarannya sama dengan program PNPM MPd dan GSC ini.

“Hasil pengecekan dinas, pendataan kembali, ada banyak program seperti Pustu yang tidak diketahui, seperti Pustu, Polindes, salah satunya di Utan. Jangan sampai menangani hal yang sama, agar tidak sia-sia,” jelasnya. Artinya, sambung Amir, banyak SKPD yang terlibat, dan banyak sekali program yang dilaksanakan tanpa diketahui SKPD. Makanya Bappeda perlu mengambil alih program ini, agar ada koordinasi yang dibangun. Untuk menghindari terjadinya tumpang - tindih program yang arahnya sama untuk pengentasan kemiskinan. Kemudi-

(Suara NTB/arn)

Rosmin Junaidi

an, Camat juga harus dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program. “Seharusnya, kalau ada persoalan di lapangan, maka selesai di tingkat kecamatan. Peran camat di sini,” tegasnya. Program PNPM ini, diharapkan juga bisa ikut menunjang kegiatan strategis daerah, misalnya Posyandu, PAUD, Bina Keluarga Balita (BKB) yang diintegrasikan dalam satu atap. Kalau membangun Posyandu misalnya, maka harus pula membangun PAUD di dalamnya, yang dilengkapi dengan sarana bermain. Selain itu, PNPM MPd dan GSC bisa menunjang

akselerasi penurunan AKI dan AKB. Apalagi Pemkab juga mempunyai Satuan Tugas yang akan menangani AKI dan AKB. Artinya, program yang ada di level kabupaten, harusnya mereka juga tahu. Tidak hanya terima input dari masyarakat, tetapi juga ada konektivitas dengan program Kabupaten. Agar target percepatan penurunan kemiskinan bisa dicapai. “Harapannya, bisa ditopang, harus sinergi antara kegiatan yang dilaksanakan Kabupaten. Jangan mereka jalan sendiri, dan ini tidak akan efektif,” cetus Amir. Penanggung Jawab Operasional Kegiatan PNPM MPd, M. Taufik, mengakui program yang dilaksanakan selama ini terkesan kurang koordinasi, sehingga belum maksimal. Ternyata didalam pelaksanan program, banyak sekali masalah yang memerlukan koordinasi dengan SKPD lain, yang meski tidak disebutkan dalam Juknis, tetapi dalam pelaksanaan diperlukan. Apalagi saat ini, terlalu banyak program pemberdayaan masyarakat yang sasarannya sama. Seperti bantuan beasiswa bagi siswa miskin yang memerlukan koordinasi dengan Diknas.

Kemudian, kasus yang muncul tahun sebelumnya untuk program Simpan Pinjam Perempuan di Empang sudah ditangani Kejaksaan. Sementara anggaran untuk pencairan tahap pertama tahun 2013 sebesar Rp 400 juta masih dipending dari total anggaran Rp 1 miliar untuk kecamatan Empang program PNPM MPd dan PNM GSC . Nanti kalau persoalannya sudah selesai, maka baru akan diluncurkan. Diketahui, total anggaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang beradasarkan usulan masyarakat pada 2013 ini sebesar Rp 19,3 miliar lebih di 12 kecamatan. Ditambah dana operasional untuk mendukung proses perencanaan, pelatihan dan pelaksanaan sekitar Rp 1 miliar lebih. Beberapa program kini sedang berjalan. Baik itu fisik maupun non fisik untuk pencairan 40 persen tahap pertama di 11 kecamatan minus Empang yang dianggap masih bermasalah. “Kegiatan fisik, seperti jalan usaha tani, jalan lingkungan, drainase, saluran irigasi dan non fiisk, seperti simpan pinjam,” demikian Taufik. (arn/*)

Hendak Dijual ke Mataram

Polisi Amankan 3.000 Liter Mitan Kota Bima (Suara NTB) Tingginya harga jual minyak tanah (mitan) di Kota Mataram rupanya masih menjadi lahan empuk bagi para penyelundup antardaerah untuk meraih keuntungan. Minggu (28/4), 3.000 liter mitan yang diangkut menggunakan truk coba diselundupkan oleh oknum warga Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, berinisial SA (34). Namun percobaan penyeludupan ini pun berhasil digagalkan oleh aparat Polres Bima Kota. Truk dengan nomor polisi EA 8606 S ini diamankan aparat di jalan lintas Bima-Wera tepatnya di ruas Ncai Kapenta. Begitu mendapatkan informasi, aparat langsung melakukan penyergapan. Rupanya benar, setelah diperiksa di atas truk berwarna hijau tersebut memuat 51 drum. Namun dari 51 drum tersebut yang terisi mitan hanya 15 drum. Lantaran membawa mitan dengan tujuan yang tak jelas, truk beserta pemilik pun diamankan ke Sat Reskrim. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SIK, SH yang dikonfirmasi menyebutkan dari 15 drum tersebut berisi 3.000 liter mitan. Dari hasil pemeriksaan, katanya, pelaku hendak membawa mitan tersebut untuk dijual ke Mataram, karena kebutuhan mitan di Mataram cukup tinggi. Diterangkannya,

pelaku mengumpulkan mitanmitan tersebut dengan cara membeli dari pengecer. Setiap jeriken ukuran 20 liter dibeli dengan harga Rp 85 ribu. “Tapi setelah di Mataram, satu jeriken isi 20 liter ini dijual seharga Rp 120 ribu,” terang Kumbul yang didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Dwi Ananta, SH, Senin (29/4). Setelah terkumpul barulah pelaku membawa mitan tersebut dengan menggunakan truk. Pelaku dinilai cukup lihai dan mencoba mengelabui aparat. Pasalnya, saat ditangkap di bagian atas susunan adalah drum kosong. Sehingga ketika pelaku mengaku baru sekali melakukan tindakan tersebut pihaknya tidak begitu saja percaya. “Kalau dari pengakuannya baru sekali, tapi melihat modus yang dilakukan, yakni di atas disimpan truk kosong jadi tan-

Sumbawa akan Terapkan Perizinan Investasi ”Online” Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa melalui Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPM-LH) Sumbawa akan menerapkan Sistem Pelayanan Informasi Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE), agar pemohon izin tidak perlu repot-repot lagi mengurus izin hingga ke Jakarta. “Cukup dengan sistem online yang kini telah tersedia,” kata Kepala BPM-LH, Ir. Dirmawan, saat membuka kegiatan pelatihan dimaksud. Sebagai bagian penting dan menjadi kebutuhan dasar daerah, dalam rangka mengarah pada penerapan sistem informasi. Kalau hal ini sudah diterapkan, maka pemohon tidak lagi masuk dalam proses panjang

saat mengurus perizinan. Artinya, dengan sistem elektronik ini, tidak perlu lagi mengurus izin hingga ke Jakarta. Caranya pun relatif mudah. Makanya, digelar pelatihan yang berlaku untuk bidang apa saja. Baik itu pariwisata, perdagangan, dan lainnya. Karena dalam berinvestasi, para pengusaha tidak memandang bidang usaha apapun. Ini sebagai bentuk komitmen mengembangkan sektor ekonomi. Termasuk membangkitkan usaha yang mati, seperti banyaknya lahan telantar di Sumbawa. “Semoga pelatihan ini dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada peserta pelatihan,” kata Dirmawan dalam pelatihan yang diikuti pegawai di lingkup SKPD. (arn)

(Suara NTB/use)

MITAN - Barang bukti mitan yang hendak dijual ke Mataram, diamankan di Mapolres Bima Kota. da tanya juga,” ujar Kumbul. Saat ini, katanya, mitan beserta truk dan pelaku sudah diamankan pihaknya. Atas tindakannya tersebut pelaku terancam dikenakan pasal 53 UU No 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman pidana penjara di atas empat tahun. Ditambahkan Kumbul, pen-

jualan mitan ke luar daerah ini tentu akan mempengaruhi kebutuhan warga di Bima. Untuk itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak Diskoperindag untuk melakukan pengawasan. Sementara, guna melakukan antisipasi dan mencegah mitan-mitan dibawa ke luar daerah, pihaknya sendi-

ri terus melakukan pengawasan. Sehingga setiap ada laporan langsung ditindak pihaknya. “Sekarang ini selain melakukan pengamanan Pemilukada, kita juga tetap melakukan pengawasan terhadap pihak-pihak yang mencoba membawa mitan ke luar daerah,” tambahnya. (use)

PENGURUS GERAKAN MASYARAKAT CINTA DAMAI (GEMA CITA NTB)

Sekretariat: Jl. Raya Pejanggik Kota Mataram

HIMBAUAN PEMILUKADA DAMAI : DENGAN PERSATUAN DAN KESATUAN, KITA MAMPU MEWUJUDKAN PEMILUKADA DAMAI, BERKUALITAS, DAN DEMOKRATIS. MARI GUNAKAN HAK PILIH ANDA MEMILIH PEMIMPIN YANG TERBAIK DEMI UNTUK KESEJAHTERAAN KITA BERSAMA. MEWUJUDKAN PEMILUKADA DAMAI BUKAN HANYA TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARA (KPU, PANWASLU DAN APARAT), TETAPI TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA UNTUK MEMILIH PEMIMPIN YANG BERKUALITAS DAN BERMARTABAT, TANPA POLITIK UANG”.

INGAT, PEMILUKADA 13 MEI 2013!!! GERAKAN MASYARAKAT CINTA DAMAI (GEMA-CITA NTB)


SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

Penetapan Lima Tersangka Minta Ditinjau Ulang Dari Hal. 1 Menurut Burhan, perbuatan pidana itu ada pada kebenaran materiil. Namun dalam konteks kasus ini, secara materiil kelimanya sudah melaksanakan tugas sesuai ketentuan penggunaan SPPD. ‘’Intinya kami meminta mereka dibebaskan dari proses hukum,’’ kata Burhanuddin. Terkait keinginan kuasa hukum tersangka ini, Kanit

I Subdit III Kompol Ferdian Indra Fahmi menilai sah sah saja jika tersangka berkeinginan demikian. Namun proses hukum sudah dilakukan berdasarkan bukti yang diperolehnya. “Tapi apa yang disampaikan Pak Burhanuddin itu, lebih pasnya disampaikan di persidangan nanti,” pungkasnya, menjawab Suara NTB via ponsel. (ars)

Desak Polisi Dari Hal. 1 memberikan semacam shock therapy kepada oknum yang diduga menyebarkan selebaran kampanye hitam tersebut. “Siapapun yang melakukan itu saya sangat berharap untuk segera dan cepat pihak Kepolisian mengambil langkahlangkah semacam shock therapy bagi mereka yang melakukan itu. Karena demokrasi yang kita junjung tinggi di NTB itu harus bertanggung jawab dan beretika,” terangnya, Senin (29/4) kemarin. Sujirman berharap dalam pelaksanaan Pilkada ini keempat pasangan calon dan para tim sukses serta pendukungnya benar-benar memegang komitmen untuk bersama-sama memelihara kondusivitas kompetisi Pilkada di NTB. Selama ini kondusivitas NTB menjelang Pilkada terkesan bagus. Jika hal ini terus dipelihara, proses

demokrasi yang akan berjalan akan sangat cantik. ‘’Jangan sampai kita biarkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,’’ tandasnya. Menjaga kondusivitas daerah menjelang Pilkada ini menurut politisi Partai Golkar ini, merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Pada akhirnya kelak hasil Pilkada ini akan memberikan kontribusi bagi perkembangan NTB di masa yang akan datang. “Satu yang sangat penting yang harus kita pertahankan adalah iklim atau kesan NTB adalah daerah kondusif,” ujarnya. Apalagi NTB merupakan salah satu daerah tujuan wisata nasional dan internasional. “Jangan sampai itu tercederai yang pada akhirnya akan merugikan kita semua,’’ harapnya. (yan)

Kejati NTB Belum Tentukan Langkah Dari Hal. 1 Dipastikannya, sementara ini belum ada sikap resmi pihaknya dalam kasus ini. Karena surat resmi belum diterima dari Kejaksaan Agung sebagaimana diungkap di media nasional. ”Saya sementara ini hanya tahu dari TV terkait ini. Tapi resminya belum,” terangnya. Diberitakan, Kejaksaan Agung menyatakan penetapan mantan Kabareskrim Komjen Pol (Pur) Susno Duadji sebagai buronan atau DPO disebarkan ke seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia agar mempermudah pelacakan dan penangkapan. Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Senin. Surat DPO itu diedarkan ke seluruh Kejaksaan seluruh Indonesia.

Upaya pencarian terhadap mantan petinggi Mabes Polri itu dilakukan secara bersama-sama dengan pihak Kepolisian. Terkait adanya pihakpihak yang mencoba menghalang-halangi saat eksekusi di Bandung pekan lalu, ia menyatakan pihaknya akan melihat perkembangannya dahulu untuk melakukan proses hukum. ‘’Yang jelas kita selaku jaksa esekutor dapat melaksanakan perintah undang-undang,’’ kata Setia yang menambahkan bahwa pihaknya sudah meminta bantuan kepada Imigrasi agar yang bersangkutan dicegah untuk tidak melarikan diri ke luar negeri. ‘’Kita sendiri berharap Pak Susno bisa memahami dan menyerahkan diri,’’ katanya. (ars/ ant/Bali Post)

TGB-Amin Paling Besar, SJP-Johan Terkecil Dari Hal. 1 Dari data yang dirilis, pasangan TGB. Dr. H. M. Zainul Majdi dan H. M. Amin, SH, M.Si (TGB-Amin) berhasil mengumpulkan dana kampanye sebesar Rp 4,22 miliar. Dana itu bersumber dari pasangan calon sendiri sebesar Rp 2 miliar. TGB-Amin juga memperoleh suntikan dana dari 30 penyumbang perseorangan dengan total sumbangan mencapai Rp 1,47 miliar. Selain itu, ada pula tiga badan usaha yang menyumbang sebesar Rp 750 juta. Kontras dengan kubu incumbent, pasangan SJP-Johan hanya mampu mengantongi dana sebesar Rp 405.957.766. Dana itu terkumpul dari sumbangan pasangan calon yang mencapai Rp 101.390.000, sumbangan satu parpol sebesar Rp 10 juta dan 90 orang penyumbang perseorangan yang nilainya mencapai Rp 294.567.766. Pasangan Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si dan H. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, (Harum) telah mengantongi dana kampanye sebesar Rp 2,75 miliar. Dana itu bersumber dari pasangan calon sendiri sebesar Rp 1,75 miliar dan

satu parpol dengan sumbangan Rp 1 miliar. Sementara itu, pasangan Dr. KH. Zulkifli Muhadli dan Prof. Dr. Ir. H. M. Ichsan, MS (Zul-Ichsan) mengantongi dana kampanye sebesar Rp 500 juta. Dana itu terkumpul dari sumbangan empat badan usaha dengan total sumbangan Rp 500 juta. Ketua KPU NTB, Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, yang dikonfirmasi Suara NTB menjelaskan bahwa laporan penerimaan awal dana kampanye tersebut memang menjadi kewajiban empat pasangan calon yang tampil di Pilkada NTB 2013. “Itu dana awal. Paling lambat H-1 sebelum kampanye mereka memberitahu KPU. Nanti, H+1 setelah kampanye mereka harus lapor lagi,” ujarnya. Fauzan menambahkan, laporan terakhir tentang penerimaan dan penggunaan dana kampanye harus disampaikan pada H+3 setelah pemungutan suara digelar. “Itu harus lengkap penerimaan dan penggunaannya untuk apa. Laporan pada H+3 itu yang nanti akan diaudit,” ujar Fauzan. (aan)

Investor Jatim Minta Disiapkan Lahan Tebu dan Ketela Pohon Dari Hal. 1 Sesuai dengan karakteristiknya, tanaman tebu dan ketela pohon sangat cocok pada lahan kering. Sehingga, potensi lahan kering yang ada di NTB akan dioptimalkan. “Paling dominan itu di daerah Dompu dan beberapa daerah lainnya,’’ ungkapnya. Selama ini berbagai produk yang dihasilkan oleh masyarakat NTB seperti hasil industri kerajinan rakyat, hasil Bumi, perikanan dan lain-lain telah banyak dipasarkan di Jawa Timur. Sebaliknya, NTB bagi masyarakat Jatim merupakan salah satu daerah potensial untuk pemasaran hasil industri dan perdagangan serta investasi bagi masyarakat Jatim. Hubungan transaksi perdagangan antara Jatim den-

gan NTB belakangan ini terus meningkat. Tahun 2010 transaksi perdagangan Jatim dengan NTB mencapai Rp.7,8 triliun meningkat pada tahun 2011 menjadi Rp 8,6 triliun.”Angka ini insya Allah akan terus meningkat,” tuturnya. Dibagian lain, terkait dengan perwakilan dagang NTB di Jatim sempat dipertanyakan oleh para pengusaha dan pemeirntah daerah setempat. Pasalnya, hingga saat ini NTB masih belum memiliki perwakilan dagang di Jatim. Sementara, Jatim sendiri sudah memiliki perwakilan dagang di NTB tepatnya di Kota Mataram. “Tahun ini sebenarnya sudah ada tetapi terkendala anggaran,”tandasnya. (nas)

RAGAM Pemprov Berikan Rp 5,5 Miliar bagi Marbot

Halaman 5

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB memberikan insentif kepada 5.500 orang marbot masjid seluruh NTB dengan nilai Rp 5,5 miliar. Masing-masing marbot mendapatkan insentif dalam bentuk bantuan langsung tunai sebesar Rp 1 juta. Demikian disampaikan, Kepala Biro Kesejehateraan Sosial Setda NTB, H. Husni Ali dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (29/4) kemarin. “Tahun lalu sebanyak 4000 marbot yang diberikan bantuan dalam bentuk bantuan langsung tunai. Sekarang ini jumlahnya 5.500 orang marbot,”sebut Husni. Ia mengatakan, pemberian bantuan bagi marbot masjid tersebut tidak ada kaitannya

dengan Pilkada. “Ini murni kegiatan yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya,” jelasnya. Ia menambahkan, meningkatnya jumlah penerima bantuan sosial ini karena memang tahun 2012 lalu masih banyak yang belum terdata dan banyak marbot yang protes karena tak masuk data. Sehingga, untul tahun 2013 pihaknya berkordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meminta data jumlah masjid dan marbot di NTB. “Kita meminta kepada kabupaten/kota untuk menyampaikan data-data jumlah masjid yang akurat sehingga data sekarang yang diperoleh sebanyak 5.500 masjid atau sebanyak 5.500 marbot. Data

Kasus Pembunuhan

Ayah dan Adik Jadi Tersangka Kota Bima (Suara NTB) Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Jufrin, warga RT 22 RW 08 Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asakota, Kota Bima, pada Sabtu (24/ 4) lalu terus diintensifkan penyidik. Setelah memeriksa lima orang saksi, aparat Sat Reskrim Polres Bima Kota akhirnya menetapkan ayah dan adik korban sebagai tersangka dan kini telah ditahan. Sang ayah dinilai turut serta dalam pembunuhan tersebut, meski membela diri. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SIK, SH, Senin (29/4), menyebutkan terkait kasus pembunuhan tersebut pihaknya telah menetapkan adik korban, Hermanto, sebagai tersangka. Saat ini, Hermanto telah diamankan dan ditahan di sel tahanan Mapolres Bima. Belakangan, dari hasil pemeriksaan saksi, sang ayah, Khairudin juga ikut ditetapkan sebagai tersangka. Khairudin, pemilik penggilingan padi tempat peristiwa pembunuhan tersebut terjadi, menabrak korban sebelum dianiaya menggunakan senjata tajam oleh Hermanto. “Bapaknya juga kita jadikan tersangka karena menabrak korban,” jelas Kumbul yang didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Dwi Ananta SH. Ditanyai mengenai korban yang gemar mabuk serta mencoba menebas sang ayah hingga akhirnya dia dibunuh? Kumbul mengatakan pihaknya belum bias memastikan. Sebab, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Memang katanya, sebelum

peristiwa ini korban pernah berbuat hal yang sama. “Sebelumnya memang ada perselisihan di dalam keluarga ini,” katanya. Hanya saja berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya terbukti melakukan penganiayaan sehingga menyebabkan tewasnya korban. Atas perbuatannya tersebut para tersangka terancam dikenakan pasal 338 KUHP subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara. Sebelumnya diberitakan, bencana dalam keluarga ini terjadi ketika almarhum mendatangi orang tuanya yang merupakan pemilik penggilingan padi di lokasi penggilingan. Saat itu korban yang dalam kondisi mabuk membawa parang dan golok. Tanpa sepatah kata pun, almarhum lantas menyerang ayahnya sambil mengayunkan parang yang dibawa. Namun Khairudin berhasil selamat karena menghindar. Sementara sang adik, Hermanto, yang melihat perilaku sadis kakaknya pun bereaksi. Tak terima ayahnya hendak ditebas, ia pun mengambil batangan kayu dan memukul korban hingga jatuh tersungkur. Baru kemudian, parang yang dibawa oleh kakaknya kemudian diambil dan duguankan menebas korban. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka menganga pada leher bagian belakang, kepala bagian atas, kuping hingga mulut bagian kiri. Tak hanya itu, luka bacok di lengan dan pergelangan tangan kanan yang mengakibatkannya tewas. (use)

Titik Banjir di Mataram Sudah Berkurang Mataram (Suara NTB) Penilaian Ketua Pansus LKPJ, H. AB. Taufikurrahman yang mengkritisi penanganan banjir di Kota Mataram yang telah memasuki tahun ketiga sejak pasangan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menjabat belum mampu mengatasi banjir, ditanggapi Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Didi mengatakan, konteks dikatakan gagal, bersifat kasuistis. Hal ini, kata dia, kemungkinan pada titik tertentu ada yang belum teratasi. ‘’Maka itu yang mungkin dikonotasikan gagal. Oleh karena itu kalau gambarannya seperti itu, itu kasuistis,’’ tegasnya. Ia mengakui di titik tertentu memang genangan masih terjadi, namun demikian, jumlahnya tidak banyak. Ia menilai, secara umum, progres penanganan banjir dan genangan di Kota Mataram, terbilang baik. Ini ditandai dengan pembangunan drainase atau saluran di sejumlah titik. Ia meminta semua kalangan supaya tidak hanya melihat masih ada titik yang terkena banjir. ‘’Tapi yang lain bagaimana,’’ cetusnya. Dikatakan mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini, penanganan masalah banjir dengan pendekatan pembangunan infrastruktur, khususnya drainase tidak bisa dilakukan dalam satu periode tertentu, misalnya satu tahun anggaran. Sebab, Dewanpun, lanjut dia, untuk pembangunan drainase jelas membutuhkan

anggaran yang sangat besar. Sehingga kalaupun ada titik yang belum tertangani, hal itu lanjutnya dapat dimaklumi. Sejauh ini, manajemen pembangunan drainase sudah berjalan yang hasilnya bisa mengurangi titik-titik banjir di seluruh kawasan di Kota Mataram. Sebagai bagian dari itu, ada site plan secara menyeluruh yang harus diselesaikan dalam kurun waktu panjang. Dilihat progres penanganan dari tahun ke tahun, kata Didi menunjukkan satu hal yang positif. Karena cakupan pembangunan drainase cukup besar. Demikian pula dari sisi anggaranjuga diklaim naik. Baik anggaran yang bersumber dari pusat, provinsi maupun APBD Kota Mataram. Meningkatnya anggaran ini merupakan hasil dari langkah koordinasi kepala daerah dengan pemerintah pusat yang memang menekankan pentingnya pembangunan. Dengan anggaran yang semakit tinggi, Didi yakin outputnya juga positif yang terbukti dengan telah dibangunnya drainase di beberapa titik dan kawasan yang bisa menangani genangan air di beberapa lokasi. ‘’Jangan sampai statement kita tidak bijak dan tidak memberikan spirit yang baik bagi SKPD untuk bekerja lebih baik lagi. Apa yang menjadi hasil yang baik, kita berikan apresiasi,’’ terangnya. Sebaliknya, kalau kurang baik memang perlu diingatkan. ‘’Supaya jangan menggenalisir keseluruhan dari hasil kerjanya seolah-olah SKPD itu tidak ada hasil apaapa, termasuk Pemkot Mataram tidak ada progres apaapa,’’ tandasnya. (fit)

Polda NTB Mulai Awasi SPBU Dari Hal. 1 Salah satu orator menyampaikan jika kenaikan BBM diberlakukan, maka akan berimplikasi terhadap banyak hal dan akan semakin menyusahkan rakyat kecil. ‘’Kami menolak kenaikan BBM. Kami menyuarakan

aspirasi rakyat,” teriak salah satu orator. Menurutnya kenaikan harga BBM hanya akan menguntungkan kaum pemodal. Ia pun meminta agar DPRD NTB menyuarakan hal ini karena kenaikan BBM menurutnya akan semakin meningkatkan angka kemiskinan di NTB. (ars/yan)

tahun berikutnya bisa saja bertambah tergantung pendataan yang dilakukan. Masing-masing marbot mendapat Rp 1 juta, tidak boleh kurang satu sen pun,”tegasnya. Disamping itu, marbot masjid juga didorong untuk bisa menjadi guru ngaji. Sehingga, pihaknya bersama Kementerian Agama (Kemenag) NTB dalam mendukung program pusat tentang magrib mengaji mewacanakan adanya marbot plus.”Nantinya akan kita sharing dengan kabupaten, ada kewajiban kabupaten dan provinsi. Supaya program nasional magrib mengaji, kalau bisa antara magrib sampai isya marbot ini bisa menjadi guru ngaji di masjid,”tandasnya. (nas)

(Suara NTB/nas)

ANTRE - Ratusan marbot masjid dari Lombok Barat antre melengkapi persyaratan untuk mendapatkan bantuan langsung tunai masing-masing sebesar Rp 1 juta di Kantor Biro Kesejahteraan Sosial Setda NTB, Senin (29/4).

Soal Robohnya Tribun Stadion Malomba

Seharusnya Ada Tindak Lanjut Aparat Hukum Mataram (Suara NTB) Lama tak terdengar kabarnya pascaroboh diterjang angon putting beliung, sampai kini tribun penonton stadion Malomba belum juga rampung diperbaiki. Terkait itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST berharap adanya tindaklanjut dari aparat penegak hukum baik Kejaksaan, Kepolisian maupun BPK untuk melakukan audit. Dikatakannya, Senin (29/4) kemarin, berdasarkan bukti-bukti dan bentuk fisik dari stadion Malomba itu, serta didukung oleh pemberitaan media Selama ini, seharusnya ada kejelian dari pihak penegak hukum. “Saya rasa pemberitaan selama ini bisa menjadi

acuan untuk dilakukannya audit oleh BPK,” katanya. Apakah tidak ada keinginan dari Komisi III untuk melaporkan langsung persoalan itu ? Sahram mengatakan bahwa untuk membawa hal itu ke ranah hukum, pihaknya perlu melakukan kajian lebih mendalam. “Nanti kita bahas lebih lanjut dengan rekan-rekan,” ujarnya. Dikonfirmasi terkait rencana Komisi III untuk melakukan pemanggilan terhadap Komite pembangunan stadion Malomba itu, Sahram mengatakan, setelah pihaknya melakukan kajian, tidak ada kewenangan apapun bagi pihaknya. “Sulit bagi kita, tidak ada numpang lewat ke APBD kota. Namun kita akan koordinasi dengan Komite pembangunan itu se-

cara langsung,” imbuhnya. Seperti diketahui, robohnya tribun penonton stadion Malomba beberapa waktu lalu akibat diterjang putting beliung diduga disebabkan buruknya kwalitas pembangunan. Bahkan, beberapa pihak menilai, pembangunan stadion yang anggarannya diperkirakan mencapai angka Rp 10 miliar itu asalasalan dan tidak sesuai spek. Bahkan, pascaturunnya Komisi III DPRD Kota ke stadion itu, sampai sekarang aktivitas perbaikan belum juga rampung. Padahal, beberapa waktu lalu pihak Komite pembangunan berjanji akan segera menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan terhadap kerusakan itu. (smd)

KPU NTB Soroti Caleg DPR Berdapil Ganda Mataram (Suara NTB) KPU NTB menyoroti adanya Caleg DPR RI yang dicalonkan di lebih dari satu dapil, yang salah satunya ada di NTB. Fenomena ini dinilai bisa menjadi salah satu indikasi dari krisis kader perempuan yang terjadi di tubuh parpol peserta Pemilu 2014. “Ya, mungkin parpol ini kesulitan dalam mencari kader perempuan. Dan dalam kerangka yang lebih luas, mungkin ini wujud ketidaksiapan parpol juga,” ujar Anggota KPU NTB, Drs. Darmansyah, M.Si, yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (29/4). Darmansyah menyampaikan komentar itu sebagai tanggapan atas informasi adanya oknum caleg yang dicalonkan di dua daerah pemilihan (dapil) yang berbeda di Pemilu 2014. Seperti diketahui, Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (FORMAPPI) merilis 14 nama bakal caleg yang

terindikasi sebagai caleg ganda. Dari 14 nama tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa menempati posisi teratas penyumbang bakal caleg ganda terbanyak. Dalam rilis yang disampaikan FORMAPPI tersebut, salah satu caleg PKB dengan nama Karina Astri Rahmawati diketahui mencalonkan diri dari Dapil Jawa Barat IX dan Dapil NTB. Darmansyah menegaskan persoalan verifikasi untuk Caleg DPR RI merupakan kewenangan KPU. KPU Provinsi NTB, menurutnya hanya melakukan verifikasi terhadap Caleg DPRD NTB dan DPD RI dari Dapil NTB. Sejauh ini, KPU NTB telah melakukan verifikasi administrasi terkait berkas – berkas yang telah diserahkan oleh parpol – parpol pada saat pendaftaran daftar calonn sementara anggota DPRD NTB beberapa waktu lalu. “Itu akan kita laksanakan

sampai tanggal 2 Mei 2013. Selanjutnya, tanggal 3 – 4 kita mau kirimkan surat pemberitahuan apa yang kurang lengkap,” ujarnya. Pemberitahuan soal kekurangan berkas atau persyaratan itulah yang harus dilengkapi oleh parpol dan caleg pada saat proses perbaikan administrasi nanti. Proses tersebut, menurut Darmansyah berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 5 Mei 2013. Darmansyah juga mengingatkan bahwa saat proses perbaikan itulah, anggota DPRD NTB yang masih menjabat dari parpol lamanya harus menyerahkan SK pengunduran diri atau pemberhentiannya dari jabatannya saat ini. Jika SK tersebut belum bisa diberikan, maka SK tersebut bisa diganti dengan pemberitahuan dari pimpinan Dewan bahwa proses pemberhentian yang bersangkutan memang sedang diproses. (aan)

Oknum Mahasiswa Itu Ditahan Mataram (Suara NTB) Setelah dua kali 24 jam menjalani pemeriksaan, SM, oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Mataram akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. SM yang kedapatan membawa belati di arena debat Cagub Cawagub NTB, Sabtu (27/4) lalu, akhirnya ditahan di Polres Mataram. Penetapan tersangka itu, menurut Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto, setelah mendalami keterangan RM dan dicocokkan dengan bukti belati yang disita dari tangannya. “Yang bersangkutan sudah ditahan di Polres Mataram. Ia dijadikan tersangka dalam kasus ini,” kata Arief, kepada Suara

NTB, Senin (29/4). Tersangka dijerat dengan Undang – Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. “Selama penahanan, penyidik Unit II melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Arief. Sejalan dengan pemeriksaan dan pemberkasan tersangka, dimintai juga keterangan saksi pendukung. Saksi dimaksud, anggota Polres Mataram yang mencegat dan menggeledah tas yang bersangkutan saat masuk ke lokasi debat cagub-cawagub. Diberitakan sebelumnya, oknum mahasiswa asal Desa Batu Antin, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah ini ma-

suk ke ruangan tersebut untuk menyaksikan langsung debat Cagub dan Cawagub yang disiarkan langsung TV swasta. SM memaksa masuk, meski undangan hanya dijatahkan untuk Ketua BEM AIMT, tempatnya kuliah. Aparat yang curiga dengan gelagatnya, kemudian memintanya berhenti. Tasnya kemudian diperiksa dengan metal detector, dan terdeteksi benda mencurigakan. SM sempat menolak untuk diperiksa, namun setelah sedikit dipaksa, akhirnya tasnya berhasil dibuka. SM tak bisa mengelak setelah ditemukan belati lengkap dengan sarung di dalam tasnya. SM akhirnya digelandang malam itu juga ke Polres Mataram. (ars)

Walikota Teken MoU Penataan Lapangan Rembiga Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Senin (29/4) kemarin menandatangani nota kesepahaman dengan Komandan Lanud (Danlanud) Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan. Ditekennya nota kesepahaman ini menyusul ketertarikan Pemkot Mataram menata Lapangan Rembiga milik TNI AU menjadi area publik yang nyaman. Ahyar mengakui Pemkot Mataram memang tengah berbenah di bidang infrastruktur. Termasuk menata beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satunya adalah Lapangan Rembiga yang memiliki lokasi strategis sebagai ruang publik yang indah dan representatif untuk dapat diman-

faatkan oleh masyarakat. “Walaupun merupakan hak Lanud, tapi faktanya masyarakat telah memanfaatkannya dengan maksimal. Pemkot akan membantu pendanaan, namun pengelola (lapangan) tetap pihak Lanud,’’ ujarnya. Momentum pertemuan dengan Pangkoops AU II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna dimanfaatkan Walikota untuk memberikan informasi terakhir mengenai keberadaan Eks-Bandara Selaparang yang telantar pascapindahnya kegiatan penerbangan ke Bandara Internasional Lombok (BIL). Saat bertemu dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dikatakan Walikota, dirinya telah menyampaikan rencana untuk meman-

faatkan Eks Bandara Selaparang untuk kegiatan wisata dan untuk kegiatan penerbangan. Mengingat sebuah sekolah penerbangan yang kompeten telah menawarkan diri untuk berinvestasi sebesar 7-45 juta USD di lahan seluas 67 Ha ini. Penataan Lapangan Rembiga diperkirakan menelan dana hingga Rp 2 miliar. Lapangan Rembiga akan dibagi menjadi lima area. Masing-masing area lapak, area olahraga, area parkir, area taman dan area refleksi. Rencanya Lapangan Rembiga juga akan dilengkapi dengan jogging track, kafetaria, tempat pemancingan, amphitheater, dan tempat bermain anak-anak. (fit)


OPINI

SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

Halaman 6

Bukan Sekadar Visi-Misi

Maksimalkan Kerjasama Antardaerah LANGKAH Pemprov NTB yang akan membuka kerjasama dengan 10 provinsi di Indonesia, merupakah langkah yang cukup baik. Sebab, di samping kerjasama dalam bidang pemerintahan yang sudah lama terjalin, Pemprov NTB berpeluang menawarkan kerjasama lainnya dalam bidang perdagangan, pertanian, peternakan dan perikanan, pariwisata dan lainnya. Pertemuan seluruh gubernur yang tergabung dalam Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) yang didalamnya NTB, Lampung, Bali, NTT dan provinsi seJawa di Surabaya pada September mendatang, merupakan momentum yang tepat untuk memaksimalkan peluang kerjasama tersebut. Seperti diketahui, NTB merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam berupa hasil pertanian, peternakan maupun perikanan. Baik potensi ikan laut maupun ikan air tawar. Apalagi Provinsi NTB saat ini memiliki sejumlah program unggulan yang dihajatkan untuk memaksimalkan potensi SDA yang ada. Program yang dinamai PiJaR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) nampaknya sangat pas untuk diusung dalam pertemuan itu. Karena, dari kerjasama dengan 10 provinsi itu, dapat disusun program dan kegiatan yang dapat mensinergikan sumberdaya dan unggulan antar daerah, peluang ekonomi, potensi SDM dan SDA non alami, pemanfaatan secara optimal potensi antar daerah serta dapat dimanfaatkan sebagai media dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dianggap penting antar daerah. Begitupula sebaliknya, provinsi lainnya dapat menjajaki kerjasama dalam bidang yang sama dengan NTB. Misalnya, NTB memfasilitasi dalam penyediaan lahan pertanian. Seperti yang dikatakan Kepala Biro Kerjasama dan Sumber Daya Alam (KSDA) Setda NTB, Drs. Muhammad Nasir, bahwa Provinsi Jawa Timur meminta kepada NTB untuk menyediakan lahan tanaman tebu dan ketela pohon. Minat Provinsi Jatim ini harus ditanggapi dengan serius. Pemprov NTB melalui SKPD terkait harus segera menginventarisir sumber daya lahan yang berpotensi ditanami tebu dan ketela pohon. Sebab, tidak semua lahan sesuai ditanami tebu dan ketela pohon. Lahan yang cocok adalah lahan dengan karakteristik kering. Sehingga, potensi lahan kering yang ada di NTB akan dioptimalkan. Di NTB, tidak sedikit daerah yang memiliki karakteristik lahan kering yang pas untuk pengembangan tanaman tebu dan ketela pohon. Kalau investasi lahan pertanian ini terwujud, tentu keuntungan yang didapatkan daerah ini cukup menjanjikan. Kerjasama ini bukan tidak mungkin berlanjut karena selama ini jatim dikenal sebagai salah satu daerah pengolah tebu menjadi gula pasir. Begitu pula produk panganan berbahan dasar ketela. (*)

E

MPAT pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB telah menyampaikan visi-misinya. Secara formal, visi-misi harus disampaikan karena telah diharuskan oleh UU Nomor 32 Tahun 2004 (pasal 76 ayat 2). Sementara dari dimensi politiknya. publik memang memiliki hak untuk mendengar dan mengetahui apa dan bagaimana visi-misi seorang kandidat jika kelak terpilih menjadi Gubernur NTB. Secara konseptual, penyampaian visi-misi merupakan parameter untuk menakar sejauh mana seorang kandidat mampu menformulasikan ide dan gagasannya dihadapan wakil rakyat dan bahkan segenap lapisan masyarakat. Tidak hanya itu, penyampaian visi-misi seyogyanya tidak sekadar ambisi dan angan-angan. Segenap ide dan gagasan para calon seharusnya memiliki daya untuk pemecahan masalah kekinian yang dihadapi publik. Ide serta gagasan itu memiliki kontektualitas dengan tantangan kehidupan dan harapan publik NTB saat ini dan lima tahun ke depan. Bidikan Para Kandidat Masing-masing pasangan calon memiliki bidikan dan fokus yang berbeda-beda dalam menerjemahkan keinginan dan obesesinya yang kemudian terangkum dalam sebentuk visi-misi yang telah disampaikan secara lisan dan tertulis di depan sidang paripurna DPRD NTB pada tanggal 26 April lalu. Artikel ini akan mengambil intisari dari penyampaian visi-misi yang sudah disampaikan oleh semua pasangan calon. Jargon melanjutkan ikhtiar bagi kandidat gubernur petahana (TGBAmin) memiliki makna tersendiri karena ada ruang untuk mengelaburasi keberhasilan kepemimpinannya. Dengan merevitalisasi visinya yakni jargon “Terwujudnya Masyarakat NTB yang Beriman, Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera�, sehingga jika terpilih pada periode berikutnya akan melanjutkan ikhtiar membangun NTB. Bagi pasangan SJP-Johan lebih mengafirmasi sejumlah kealpaan dalam pembangunan NTB. SJPJohan sekilas menyinggung perkembangan IPM NTB yang masih bertengger pada nomor urut bawah. Sehingga misi meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan target peringkat IPM NTB, minimal pada peringkat papan tengah sesuatu yang tidak bisa ditawar agar mampu bersaing dengan daerah lain. Pasangan nomor urut dua ini juga ingin fokus pada peningkatan kemampuan putra daerah dalam pengelolaan sumber daya tambang dengan sistem pendidikan di NTB yang semestinya berorientasi pada

Oleh :

Ayatullah Hadi

(Pengajar di Fisip Universitas Muhammadiyah Mataram)

Dari fokus dan bidikan yang terangkum dalam visi-misi masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terdapat benang merah kesamaan dalam konteks penguatan birokrasi di daerah. Masing-masing pasangan calon menyatu dalam satu hal: konsep birokrasi dan pelayanan publik. kompetensi untuk kemandirian pengelolaan tambang demi peningkatan kemaslahatan masyarakat di daerah. Sementara pasangan Harum (Harun-Muhyi Abidin) lebih mengunggulkan kompetensi personal Harun Al Rasyid dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan dengan pengalamannya sebagai mantan Gubernur NTB, serta pengalaman sebagai administrator pemerintahan yang cukup lama di DKI Jakarta. Pasangan ini juga akan membidik upaya-upaya riil dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan hipotesis bahwa tidak mungkin seorang gubernur dapat menyejahterakan masyarakat NTB jika tidak dimulai dengan membangun masyarakat desa karena sebagian masyarakat NTB lebih banyak bermukim di pedesaan. Sedangkan pasangan Zul-Ichsan memulai penyampaian visimisinya dengan pernyataan bahwa pemilukada gubernur tidak sama dengan pemilukada kabupaten/kota. Jadi, pemilukada dalam rangka memilih Gubernur NTB tidak dalam rangka memilih bupati atau walikota pada kabupaten/kota ke-10 di NTB. Bekerja sebagai Gubernur NTB harus mendapatkan suport (dukungan) dari pemerintah di atasnya (pemerintah pusat) sebagai wakil pemerintah pusat yang ada di daerah dan suport dari kabupaten/kota. Tugas gubernur adalah mengkordinasi dan mendorong pembangunan di kabupaten/kota. Sehingga maju tidaknya NTB sangat tergantung dari maju tidaknya kabupaten/kota yang

ada di NTB. Dalam visi-misi pasangan ini dari konteks kebijakan publik lebih mengedepankan nilai (public value) dari kebijakan itu sendiri. Jadi tidak sekadar membangun prinsip good governance tapi juga sound governance, yang berarti pemerintahan yang berbasis moral dan hati nurani. Selain itu, pasangan ini juga akan menitikberatkan kebijakannya pada program pro rakyat dengan membuka akses permodalan yang mudah dan murah bagi masyarakat luas. Birokrasi dan Isu Bersama Dari fokus dan bidikan yang terangkum dalam visi-misi masingmasing pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur NTB terdapat benang merah kesamaan dalam konteks penguatan birokrasi di daerah. Masing-masing pasangan calon menyatu dalam satu hal: konsep birokrasi dan pelayanan publik. Pasangan TGB-Amin menekankan konsep birokrasi bersih dan melayani. SJP-Johan dengan konsep Cyber Birokrasi. Pasangan Harum dengan mengandaikan birokrasi dapat bekerja dengan maksimal oleh administrator berpengalaman. Sedangkan pasangan Zul-Ichsan dengan konsep birokrasi pemerintahan harus digerakkan dengan prinsip public value dan sound governance. Konsep birokrasi sebagai isu bersama mengindikasikan betapa birokrasi sebagai mainstream dalam pembangunan di daerah sangat disadari oleh semua pasangan calon. Berhasil tidaknya geliat pembangunan di era otonomi daerah, lebihlebih nanti ketika seorang kepala

daerah terpilih akan merealisasikan visi-misinya dalam bentuk berbagai program kebijakan, sangat ditentukan oleh kemampuan menggerakkan roda birokrasi. Sekalipun tidak terlalu spesifik megelaburasi secara detil model birokrasi seperti apakah yang akan mereka terapkan nantinya, sepertinya isu birokrasi tetap dianggap ujung tombak dari berhasil tidaknya visi-misi. Pada akhirnya birokrasilah yang akan bekerja menerjemahkan secara operatif visi-misi seorang gubernur terpilih. Kepala daerah adalah operator yang menggerakkan jalannya birokrasi dalam memahami kebutuhan kurang lebih empat juta penduduk NTB. Tugas kepala daerah adalah selaku top manajer yang akan mendistribusikan para penggawa birokrasi yang tidak hanya berintegritas, namun punya spirit melayani serta mau bekerja profesional dalam rangka menyejahterakan rakyat. Prinsip ini penting ditengah jargon reformasi birokrasi yang belum menemukan bentuk sejatinya. Terlepas dari kelemahan dan kelebihan semua pasangan calon, namun bisa dikatakan merekalah putra terbaik NTB pilihan partai politik pengusung yang nantinya akan dipilih oleh para pemilih. Seperti pepatah “tak ada gading yang tak retak�, visi-misi tetaplah konsep ideal yang tentu tak semudah bila dikerjakan. Pascapemilukada gubernur, rakyat menanti sebuah terobosan yang yang lebih dari sekedar konsep ideal visi-misi, namun kerja keras dan kerja nyata dari kepala daerah terpilih. Semoga.

Kasus SPPD fiktif KSB, penetapan lima tersangka minta ditinjau ulang Hukum harus ditegakkan

*** Investor Jatim minta disiapkan lahan tebu dan ketela pohon Yang menguntungkan masyarakat

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

Perbankan Masih Enggan Salurkan Kredit untuk Nelayan

Sajikan Menu Terbaru Hotel Santika Mataram punya komitmen tetap menghadirkan menu baru setiap bulannya. Setelah bulan lalu menawarkan makanan khas Solo, Tengkleng, bulan ini giliran nasi goreng Prabu. Dengan karakter rasa yang cukup pedas, diharapkan akan memenuhi sajian menu yang menjadi kebutuhan para tamu dan pengunjung hotel yang grand opening akhir tahun 2012 ini. Nasi goreng Prabu, menurut Chef-nya, L. Slinggara Fuji bersama General Manager Secretary, Beauty Yuliana Subarja, di Hotel Santika Mataram, Senin (29/4), berciri khas masakan Lombok dengan selera pedasnya. Nasi Goreng Prabu diresep dari bahan-bahan yang sederhana, dan tersedia cukup banyak di daerah ini. Tetapi kekhasan rasa beda yang ditawarkan menu ini, diharapkan akan menjawab permintaan tamunya. Terbuat dari campuran bahan dasar nasi putih, sambal khas Lombok, cabai Lombok yang dipotong-potong, kemudian campuran sambal terasi, wortel, daun bawang, telur dadar, daging ayam irisan, bawang putih. Melengkapi rasa dan warna sajian, dilengkapi pula dengan potongan tomat dan irisan mentimun. Disajikan untuk pagi, siang dan makan malam, tergantung permintaan tamunya. Nasi goreng Prabu idenya berawal dari keinginan pihak Manajemen Santika Mataram yang melihat kecenderungan berkembangnya selera pedas di daerah ini, sehingga tidak menutup kemungkinan apa yang menjadi ciri khas menu di NTB, Lombok pada khususnya akan banyak dipesan tamu, baik yang domestik maupun luar negeri. “Sengaja kita sajikan nasi goreng ini dengan nama Prabu, sebagai ciri khas Lombok, setelah terkenalnya nama Rinjani dan Mandalika. Ada Gunung Prabu di Lombok Tengah yang juga cukup terkenal, kami pakai nama itu,” terang chef yang merupakan putra asli Lombok ini. Dalam satu porsi, satu piring untuk lima orang, dibanderol Rp 120.000/net, sudah termasuk kerupuk udang dan teh dingin sebagai minuman pelengkapnya. Total ada tiga jenis nasi goreng yang siap disajikan Santika, di antaranya nasi goreng kuning, merah dan putih. General Manager Secretary, Beauty Yuliana Subarja menambhakan, nasi goreng Prabu, merupakan sajian tradisional yang dikemas secara modern. Dari sisi rasa, ciri khas pedasnya bisa menyesuaikan, tergantung pesanan. Menu barunya ini ditawarkan, karena tingginya tingkat kunjungan di Santika, bahkan hotel ini pun disebut sudah menjadi tempat nongkrongnya anak-anak muda. Untuk memenuhi kebutuhannya, nasi goreng ini dianggap paling pas. “Menu-menu kita lebih dominan untuk wisatawan lokal, sesuai komitmennya Santika menawarkan sajian menu nusantara. Bulan depan pun kita akan menawarkan kreasi menu-menu baru lagi,” terangnya. (bul)

Mataram (Suara NTB) Perbankan kembali disorot keberpihakannya yang sangat kecil terhadap nelayan. Nelayan disebut segmen sasaran yang terabaikan karena agunan yang dimiliki tidak ada. Keterbatasan SDM dan fluktuasi pendapatan menyebabkan nilai kredit yang dikucurkan kepada kelompokkelompok usaha bahari ini masih sangat kecil. Padahal, dari sisi pendapatan hasil tangkapnya, jumlahnya terakumulasi tidak kecil. Kesenjangan antara nelayan dengan perbankan ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menawarkan pemberian kredit, dengan sistem rentenir, tentu semakin memperberat ekonomi masyarakat pesisir. “Perbankan itu masih enggan menyentuh para nelayan yang notabene sebagai kelom-

pok-kelompok yang termarginalkan, padahal dari sisi pendapatan dan administrasinya, kelompok-kelompok nelayan di NTB termasuk memiliki raport paling bagus di Indonesia. Makanya dana sosial lebih banyak diarahkan ke sini,” demikian Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB, Ir. Aminullah, M. Si dihubungi di ruang kerjanya, Senin (29/4). Ia mengatakan, sejak tahun 2009 sampai 2012, Perbankan hanya mengucurkan kreditnya untuk nelayan sebesar Rp 2,78 miliar lebih. Nilai itupun bisa terealisasi setelah pemerintah melaksanakan program

(Suara NTB/bul)

Aminullah

Sertifikat Atas Hak Nelayan (SEHAT). Agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa diakses dengan mudah. Program SEHAT ini dijelaskan Aminullah, dimulai sejak tahun 2008, dengan melibatkan langsung pihak Badan

(Suara NTB/bul)

PANEN TERAKHIR – Produksi buah Sarikaya di sentra produksi Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, pekan-pekan terakhir ini merupakan panen terakhir. Karenanya harga jual pun melambung, dari yang sebelumnya bisa diperoleh dengan harga Rp 6.000/kg, kini mencapai antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000/kg. Beberapa pedagang di pinggir jalan lintas Pringgabaya – Labuhan Lombok, Lotim, sedang menunggu pembeli, Senin (29/4).

Petani Swadaya agar Bermitra dengan Perusahaan

Muhrim

2.200 dijatahkan untuk NTB, masing-masing untuk tambahan sertifikat kepada nelayan. “Dengan demikian, kita harapkan akan banyak perbankan yang mengucurkan kreditnya kepada nelayan, mengingat potensi kita tidak kecil, dan penghasilanpun cukup besar. Tetapi karena keterbatasan SDM itu tadi, nelayan jarang disentuh,” tegas Aminullah. Himbauan kepada perbankan padahal sudah dilakukan dari pemerintah pusat, tidak terkecuali dari dari daerah, tetapi tetap saja hasilnya belum maksimal. Justru sasaran kredit bank lebih dominan kepada sektor pertanian, perdagangan dan perhotelan. Oleh karena itulah, rencananya Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) akan dimaksimalkan perannya untuk menjembatani antara nelayan dengan pihak perbankan. (bul)

Pengembangan Hutan Bambu Cenderung Menurun

Musim Tanam Tembakau 2013 Selong (Suara NTB) Pada musim tanam tembakau virginia Lombok tahun 2013, pemerintah kabupaten Lombok Timur (Lotim) menekankan agar kehadiran petani swadaya yang ingin menanam tembakau diminta untuk bermitra dengan perusahaan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Budidaya Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lotim, Lalu Muhrim. Kepada wartawan di Selong, Senin (29/4), ia mengatakan tahun 2013 ini keberadaan petani swadaya benar-benar akan diminimalisir. Tidak ditampik bahwa kemunculan petani swadaya akan marak. Fakta musim tanam tahun 2012 lalu, petani swadaya membludak. Catatan Dishutbun, jumlahnya mencapai 4.000 sampai 5.000 orang. “Sesuai surat edaran bupati,

Pertanahan Nasional (BPN), untuk mengeluarkan sertifikat gratis bagi nelayan yang memiliki hak tanah. Terinci pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan sebanyak 300 sertifikat, terbagi masing-masing 100 sertifkat di kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Sumbawa. Sementara tahun 2009, dikeluarkan kembali 300 sertifikat untuk tiga kabupaten, Lombok Barat, lombok Tengah dan Lombok Timur. Sementara tahun 2010, jumlah sertifikatpun diperbanyak menjadi 800 sertifikat, Terbagi di Bima, Sumbawa, Dompu, Lombok Timur dan KLU. Menyusul tahun 2011 dikeluarkan sebanyak 300 sertifikat dan 2012 sebanyak 600 sertifikat. Tahun ini, berdasarkan identifikasi BPN bersama Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota, sebanyak

Nilai Jual Kecil

(Suara NTB/bul)

NASI GORENG Nasi Goreng Prabu yang baru selesai diracik chef Hotel Santika, Mataram.

Halaman 7

(Suara NTB/rus)

kita harus menekan jumlah petani swadaya ini,” paparnya. Diinginkan Pemkab Lotim, pangsa pasar tembakau virginia pada musim tanam 2013 ini jelas. Di mana, sejumlah perusahaan sudah menargetkan total pembeliannya. Jumlahnya mengalami penurunan cukup besar dibandingkan tahun 2012 lalu. “Tahun kemarin petani

swadaya tidak bisa dikendalikan,” ucapya. Pada pertengahan Mei mendatang, musim tanam tembakau virginia akan mulai digelar. Acuan luas tanam berdasarkan hitungan petani binaan, total mencapai 9.875 ha. Angka ini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 17.552 ha. Diperkirakan Dishutbun, total areal tanam hanya 12 ribu ha. Jumlah pemilik oven sebanyak 8.747 orang dengan jumlah oven sebanyak 10.556 unit. Terpantau, jumlah oven yang masih aktif sebanyak 9.310 unit, sisanya 1.246 unit dinyatakan tidak aktif. Saat ini, Dishutbun Lotim

terus melakukan verifikasi data. Rp 14,04 Miliar Para pembudidaya tembakau virginia Lombok di Lotim pada musim tanam 2013 ini akan diberikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebanyak Rp 14,04 miliar. Mekanisme distribusi bantuan stimulan tersebut akan diberikan kepada petani yang sekaligus pemilik oven. Bentuk bantuan disalurkan langsung dalam bentuk uang tunai. Dipastikan, prosesnya akan jauh berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Diketahui, tahun lalu penyaluran

DBH-CHT berdasarkan luas areal tanam. Akibatnya terjadi lonjakan luas areal tanam. Areal tanam yang sejatinya tidak memenuhi syarat untuk pengembangan budidaya tembakau virginia itu ikut masuk dalam daftar. Hingga total luas areal mencapai 17.552 ha. Padahal dilihat dari jumlah petani binaan hanya 12.211 ha. Ditambahkan, dana yang ditransferkan ke kelompok-kelompok tani ini digunakan juga untuk membeli benih di perusahaan. Pengendalian benih dari awal dilakukan untuk mengetahui nantinya total produksi yanga kan dihasilkan.

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB JUAL MOBIL

TRAVEL

PELATIHAN

PETS SHOP

DIJUAL

SANGGAR SENAM

FINANCE

Mataram (Suara NTB) Potensi pohon bambu dari kawasan hutan desa Aik Bual, kecamatan Kopang, Lombok Tengah cukup besar. Sudah bertahun-tahun masyarakat sekitar hutan memperoleh memanfaat dari potensi bambu ini. Sayangnya harga yang murah, Rp 2.500/batang dijual langsung ke pengepul, menyebabkan minat pengembangan jenis pohon cenderung terus menurun, karena dianggap nilai ekonomisnya yang tak menguntungkan. Beberapa kelompok masyarakat mengaku ketertarikan untuk mengembangkan bambu sebagai komoditi yang diharapkan akan mengangkat perekonomian dan pendapatan masyarakat. Padahal, seperti diketahui, pemerintah daerah cukup gencar mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk mengembangkan bambu, karena kebutuhan bahan baku untuk membuat kerajinan cukup besar. “Di lokasi, harga bambu hanya dijual Rp 2.500 per batang, padahal untuk mendapatkan satu batang bambu yang siap dijadikan bahan baku kerajinan, harus menunggu waktu lama. Apa yang bisa didapatkan kalau hanya menjual beberapa batang saja,” terang salah satu tokoh masyarakat di Aik Bual. Salah satu langkah yang diharapkan menjadi alternatif adalah, pemerintah daerah melalui pihak-pihak terkait bisa memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat, yang mengembangkan komoditi tertentu, untuk memberi nilai tambah terhadap hasil. Paling tidak, potensi pengembangan bambu yang ada di wilayah-wilayah pengembangan, tidak terkecuali Aik Bual, tidak saja men-

ANDA PERLU DANA TUNAI HARI INI * Beli Mobil * Biaya Pendidikan * Modal Usaha * Renovasi Rumah, DLL

HUBUNGI : Intensife Intensif Multi Finance Finance Jl. Selaparang No 71 B Cakranegara Telp. 0370 - 621526, 642267

TRUSS

BATIK

ACCESORIES

HUB. 085792598281

jual dalam bentuk bahan baku, tetapi diharapkan sudah dalam bentuk jadi, berupa anyam-anyaman untuk mengangkat minat pasarnya. Menjawab ini, Kepala Dinas Kehutanan NTB, H. Abdul Hakim di konfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin (29/4) mengatakan, bambu yang dijual oleh kelompok masyarakat, terhitung sebagai bambu yang dikembangkan di luar kawasan. Di NTB, jenis bambu yang paling dominan dikembangkan adalah bambu petung dan galah, karena dipandang memiliki pasar yang baik untuk penjualannya. Mengingat dua jenis bambu tersebut menjadi bahan baku yang paling diminati untuk kerajinan anyaman pagar, maupun anyam-anyaman lain. “Daerah yang paling besar untuk pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), terdapat di KSB. Luas wilayah pengembangannya mencapai 45 ribu kektar. Di pulau Lombok, itu tergantung kebutuhan masyarakatnya. Kita support bagi wilayah-wilayah yang memiliki kebutuhan bambunya tinggi,” terangnya. Bahkan di KSB sendiri, sudah dirancang sebagai daerah pengembangan industri kayu lapis, dengan besarnya potensi tersebut. Hakim menyebut, pemerintah daerah tetap mendukung pengembangan bambu, bahkan kepada kelompok-kelompok masyarakat di kawasan hutan diberikan peluang untuk pengembangan bambu, dengan bermitra bersama Kantor Pengelola Kehutanan (KPH). “Dari sisi harga penjualan, ataupun pemasaran, itu bukan menjadi kewenangan Dinas Kehutanan. Kita hanya mendorong untuk pengembangannya,” demikian Hakim. (bul)


Halaman 8

SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

MU Imbangi Arsenal London Arsenal yang sempat unggul lebih dulu akhirnya harus berbagi angka saat berhadapan dengan Manchester United (MU). Menurut Arsene Wenger sejak awal hingga akhir laga kedua tim mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangi pertandingan, seperti dilansir laman Sky Sports, Senin (29/4). “Kami mengeluarkan semua kemampuan, dan pada akhirnya penyesalan hadir karena cara kebobolan kami. Beberapa saat jeda laga, itu benar-benar pukulan telak

PENALTI - Tendangan penalti Robin van Persie membawa MU mengimbangi Arsenal.

buat kami,” ungkap manajer asal Prancis itu. Pada awal babak pertama, Theo Walcott mencetak gol di menit kedua. Namun, di akhir menit pertandingan Van Persie sukses mencetak gol penyeimbang lewat titik putih. Gol Persie terjadi karena satu blunder yang dilakukan oleh Bacary Sagna di menit ke-

43. Dia memberikan back pass pelan kepada Wojciech Szczesny, yang bisa dikuasai oleh Robin van Persie. Van Persie yang tinggal satu lawan satu dengan Szczesny mendapatkan ganjalan keras dari Sagna di dalam kotak penalti Arsenal yang berujung hadiah tendangan penalti. (ant/ bali post)

(Suara NTB/ist)

Pengprov TI NTB Jaring Atlet Lewat Kejurda

Michael Jordan Nikahi Model Miami Legenda NBA yang sudah pensiun, Michael Jordan, menikahi seorang model bernama Yvette Prieto, Sabtu, dengan upacara perayaan mewah di komunitas golf yang eksklusif. Demikian dilaporkan majalah Magazine pada Minggu. Jordan (50), memimpin Chicago Bulls meraih enam gelar NBA saat ia masih aktif bermain dan namanya masih menjadi salah satu merek terpopuler pada pemasaran olahraga. Ia sekarang merupakan pemilik klub NBA Charlotte Bobcats. Prieto (35) bertemu dengan Jordan di klub Miami pada 2008 dan mereka telah berkencan selama lima tahun. Keduanya bertunangan pada 2011 dan mendaftarkan izin pernikahan pada bulan lalu di gedung pengadilan negara bagian di Palm Beach, Florida. People melaporkan bahwa sekitar 500 orang menghadiri upacara pernikahan di gereja Episkopal dan sekitar 1.500 orang lainnya bergabung dengan pasangan itu untuk acara resepsi di Bear‘s Clun, komunitas lapangan golf di dekat Jupiter. Tayangan berita pesohor Entertainment Tonight memasang gambar di akun Twitter mereka, yang memperlihatkan pasangan ini berdansa di acara tersebut. People melaporkan bahwa Jordan belakangan ini membeli rumah di daerah pengembangan Bear‘s Club, yang dinamai dengan desainer lapangan itu, juara 18 kali Jack Nicklaus,

Mataram (Suara NTB) Untuk menjaring atlet muda berperstasi, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) kembali akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo yang akan berlangsung di Sumbawa Juni mendatang. Ketua Harian Pengprov TI NTB, Ir. L. Wirahman, yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (29/4), menjelaskan, pihaknya telah menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah Kejurda Taekwondo tahun 2013. Menurutnya, kejurda taekwondo ini merupakan agenda tahunan pihak Pengprov TI NTB dalam rangka pembinaan dan penjaringan atlet daerah, bagi atlet yang sukses meraih prestasi di kejuaraan tersebut akan dipersiapkan mewakili NTB di kancah nasional. Meski merupakan event tahunan, kejurda taekwondo tahun ini akan sedikit berbeda dibanding kejurda yang digelar di Mataram bulan November 2012 lalu. Bila kejurda tahun lalu mempertandingkan kelas junior dan senior, di kejurda tahun ini akan mempertandingkan kelas prajunior, junior dan senior. Kejuaraan daerah tersebut akan memperebutkan piala tetap dan piala bergilir Pengprov TI NTB . ‘’Di kejuaraan sebelum Kabupaten Sumbawa keluar sebagai juara umum, sehingga untuk sementara piala bergilir Pengprov TI NTB dipegang oleh atlet taekwondo Sumbawa,’’ ujarnya. (fan)

Milasari Masih Berjuang di Seleknas

yang memiliki julukan “Beruang Emas.” Ini merupakan pernikahan kedua bagi Jordan, yang bercerai dengan istri pertamanya Juanita pada 2006 setelah menikah selama 17 tahun. Dari Juanita, Jordan memiliki tiga orang anak. (ant/bali post)

Ronaldo ’’Selingkuh’’ dengan Miss Bumbum

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Perjuangan pesilat putri NTB, Milasari untuk masuk tim Pelatnas SEA Games Indonesia masih berlanjut. Meski sudah berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Thailand November 2012 lalu, atlet kelahiran Lombok Barat (Lobar) itu belum menyandang status atlet SEA Games Indonesia. Ia masih harus berjuang keras di Seleknas untuk dapat membela tim Indonesia di SEA Games Myanmar Desember 2013 ini. Milasari yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Senin (29/4), mengaku, dirinya masih masih digodok oleh PB IPSI di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dipusatkan di Jakarta sejak tahun 2012 lalu. Meski dirinya sudah berjalan lima bulan mengikuti pelatnas di Jakarta, namun statusnya masih mengikuti Seleknas. Diakuinya, selama mengikuti seleknas, ia sudah beberapa mengikuti kejuaraan level tingkat internasional, salah satu event yang diikutinya adalah kejuaraan pencak silat yang berlangsung di Thailand 2012 lalu. Pada kejuaraan tersbeut dia berhasil meraih juara tiga, namun hasil tersebut belum merubah statusnya sebagai atlet SEA Games Indonesia. Dalam hal ini statusnya masih mengikuti seleknas. “Status saya masih sebagai atlet seleknas SEA Games. Dalam arti saya belum tetapkan sebagai tim SEA Games Indonesia,” ungkapnya. (fan)

(ant/bali post)

NIKAHI MODEL - Michael Jordan, menikahi seorang model bernama Yvette Prieto, Sabtu, dengan upacara perayaan mewah di komunitas golf yang eksklusif.

Cristiano Ronaldo

Madrid Cristiano Ronaldo angkat suara lewat media sosial untuk menolak pemberitaan artikel di harian Inggris “The Sun” soal drama perselingkuhan pemain Real Madrid itu dengan sosok yang disebut-sebut sebagai Miss Bumbum. Menurut CR7 - sebutan bagi Ronaldo- artikel itu mengutip pernyataan dari seorang model asal Brazil, Andressa Urach atau “Miss Bumbum”. Bintang Madrid itu meyakini bahwa pemberitaan soal dirinya itu bertujuan semata “ingin mengeduk kocek”, sebagaimana dikutip dari situs Marca. The Sun menulis, Andressa Urach mengklaim bahwa ia menjalin drama perselingkuhan dengan pemain Madrid itu 48 jam sebelum tim asal Spanyol berhadapan dengan Borrusia Dortmund pada Rabu pekan ini. “Saya terkejut dengan pemberitaan itu jelang pertandingan penting bagi tim,” kata Ronaldo seraya menambahkan bahwa ia amat terguncang dengan pemberitaan itu, karena mengusik kehidupan pribadi. (ant/bali post)

Nadal Cetak Rekor Barcelona Rafael Nadal memperpanjang rekor juaranya di Barcelona dengan membukukan gelar ke delapan setelah mengalahkan rekan senegaranya Nicolas Almagro 6-4, 6-3, Minggu waktu setempat. Runner-up turnamen akhir pekan lalu di Monte Carlo itu meraih gelar keempatnya tahun ini dan yang ketiga pada lapangan tanah liat. Ia mengalahkan Almagro setelah sempat tertinggal 03 pada awal pertandingan, untuk meraih kemenangan ke sepuluh kalinya tanpa kekalahan dari rekan senegaranya itu. “Saya sangat gembira,” kata Nadal. “Ini adalah pekan yang penting bagi saya. Kembali menang di sini adalah suka cita yang luar biasa setelah semua yang saya lalui. “Ini pertandingan yang luar biasa bagi saya,” katanya kepada penonton yang berkerumun di bawah payung selama pertandingan. “Terima kasih bagi yang menonton kami,” katanya seperti dikutip AFP. Petenis peringkat lima dunia itu langsung melejit setelah absen selama tujuh bulan s e j a k musim p a n a s lalu akibat cedera lutut. Sejak kembali beraksi pada Februari, dia

tampil pada final keenam turnamen yang diikutinya. “Saya baru memainkan enam turnamen tahun ini tetapi semuanya sampai ke final,” kata Nadal. Keberhasilan tersebut membuat kemenangan beruntunnya di Barcelona menjadi 39 pertandingan. Pada final tanah liat, petenis Spanyol tersebut hanya kalah dari Djokovic (tiga kali), Roger Federer (dua kali) dan Horacio Zeballos (sekali). Sekarang catatan menang-kalahnya 401 di Barcelona. Selanjutnya N a d a l akan bersiap mengh a d a p i kejuaraan lain di negaranya Madrid Masters, yang akan dimulai akhir pekan depan. (ant/ bali post)

Rafael Nadal (ant/bali post)

DIREKTORI BISNIS SUARANTB RUMAH MAKAN Hanya 272.500 Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR

CEPAT LAKU DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

Hanya :

SIARAN TV

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

RUPA-RUPA

AC std Rp. 250.000

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Selasa, 30 April 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SALON

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

RUMAH MAKAN

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUKO

EVENT ORGANIZER

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

PENGOBATAN

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 10

Wisatawan Jepang Minim

Promosi BPPD NTB Diminta Sasar Pasar Asia Timur Mataram (Suara NTB) Wisatawan dari kawasan Asia Timur khususnya Jepang masih minim yang berkunjung ke NTB. Padahal NTB punya potensi untuk membidik pasar wisatawan Jepang karena terdapat beberapa peninggalan Jepang khususnya di Lombok Timur yang bisa menjadi destinasi menarik bagi wisatawan dari negeri matahari terbit tersebut. Menurut salah satu Anggota HPI NTB, Herry Sabwan, wisatawan dari Asia Timur yang berkunjung ke NTB memang sangat kurang jika dibandingkan dengan wisatawan dari kawasan lainnya. Sejauh ini wisatawan Jepang memang ada yang datang ke NTB khususnya anakanak muda yang gemar dengan wisata bahari seperti ber-

selancar. Sementara untuk wisatawan dari golongan tua, mereka lebih tertarik untuk melakukan kunjungan wisata memorial ke tempat-tempat bernilai sejarah. “Ada peninggalan Jepang di Lombok Timur yaitu di Tanjung Luar, itu yang sering dikunjungi,” ujarnya. Dengan rencana dibukanya penerbangan BIL-Hongkong,

Herry berharap itu akan membuka poros kunjungan wisatawan dari Asia Timur ke Lombok, NTB. Ia pun berharap BPPD NTB juga gencar berpromosi dengan menyasar wisatawan Jepang dan Asia Timur pada umumnya. Menurutnya wisatawan Jepang mempunyai daya beli yang bagus. Namun mereka juga sangat memperhatikan

kebersihan dan kesehatan. Promosi menurut Herry harus disertai dengan upaya pembenahan infrastruktur sehingga ketika wisatawan datang, hal yang ditemui sesuai dengan yang dipromosikan. Sejauh ini ia menilai pemerintah memang banyak membenahi berbagai fasilitas pendukung di objek wisata, namun setelah dibangun tidak disertai dengan pemeliharaan yang bagus sehingga hal ini sering menjadi keluhan wisatawan. “Jangan hanya dibangun tapi tidak dipelihara. Ini kenyataan yang banyak kami temukan di lapangan,” tandasnya. (yan)

Single Daft Punk Tempati Urutan Pertama di Inggris Jakarta (Suara NTB) – Single “Get Lucky” dari duo asal Prancis Daft Punk menempati urutan pertama di Inggris untuk pertama kalinya. Kolaborasi dari Daft Punk bersama Pharrell Williams dan Nile Rodgers membuat single yang terjual 155.000 kopi pekan ini menempati peringkat teratas. “Get Lucky” juga merupakan single per-

tama dari Pharrell yang menjadi nomor satu di Inggris, sementara bagi produser Rodgers hal itu sudah dialaminya sebanyak enam kali. “Saya sangat bangga dan senang sekali. Keren sekali, ini sungguh luar biasa,” kata Rodgers seperti dikutip dari laman Digital Spy. “Di mana saja kamu mengerjakan

musik, apakah itu menulis atau memproduksi, apapun yang saya lakukan, saya selalu mencoba melakukan yang terbaik.” Daft Punk menjadi musisi Prancis keenam yang menorehkan sejarah setelah single mereka menempati peringkat teratas di chart lagu Inggris. Duo itu mengatakan mereka merasa “beruntung karena menjadi nomor satu”. (ant/bali post)

Nasha Abigail Adu Akting dengan Barry Prima di ’’Pintu Harmonika’’ Jakarta(Suara NTB) – Bagi aktris remaja Nasha Abigail yang masih hijau di dunia perfilman Indonesia, beradu peran dengan aktor senior Barry Prima merupakan pengalaman luar biasa. “Waw! Pokoknya waw!” kata gadis kelahiran 27 Juni 1999 itu di Meet and Greet “Pintu Harmonika” di Jakarta, Minggu. “Barry Prima jadi papaku, di sini konflik keluarganya sama papa,” kata remaja yang pernah berakting di “Perempuan Berkalung Sorban”. Abigail terkesan dengan Barry yang tidak segan membantunya me-

mahami dialog agar dapat berakting dengan maksimal. Di film “Pintu Harmonika”, Abigail berperan sebagai remaja SMP yang menjadi tukang bully di sekolahnya. Namun, tingkah lakunya berbeda 180 derajat di rumah. Lewat film ini, dia ingin menyebarkan pesan moral seputar bullying yang kerap terjadi di pergaulan sekolah. “Aku ingin mengajak orang untuk tidak melakukan bullying,” pesan murid kelas 3 SMP itu. Film “Pintu Harmonika” dibesut tiga sutradara, yaitu Ilya Sigma, Luna Maya, dan Sigi Wimala.

Abigail bermain dalam cerita yang disutradarai Luna Maya. “ Seru disutradarain Luna, dia baik banget dari reading skenario sampe selesai syuting,” katanya. Film berisi tiga cerita dengan genre drama, komedi, dan thriller itu akan tayang pada 23 Mei mendatang. (ant/ bali post) Aktris Nasha Abigail di Meet and Greet “Pintu Harmonika” di Jakarta (ant/bali post)

Victoria Beckham akan Perluas Bisnis di London London Perancang Inggris dan mantan anggota Spice Girl, Victoria Beckham, mengatakan hidupnya sebagai ibu bekerja adalah perjuangan namun dia menikmati tantangan itu dan berencana memperluas bisnis dengan membuka toko ritel di London. Ibu dari Brooklyn (14), Romeo (10), Cruz (8), dan Harper (21 bulan) itu mengatakan ingin memperluas kesuksesannya dalam usaha mode dengan membuka toko ritel pertama di London. “Ini tempat saya ingin membuka toko pertama... Saya ingin membuat sesuatu yang benar-benar baru, sangat segar. Sesuatu yang sedikit konseptual tapi tidak berlebihan,” katanya tanpa mengungkapkan detil. Beckham yang dikenal sebagai Posh Spice di girlband Inggris era 1990an, mulai masuk dunia fesyen pada 2004 dengan merk denim Amerika, Rock and Republic, membantu mendesain jin, rok, dan pakaian rajut sebelum merilis merknya sendiri pada 2006. Perempuan model yang pernah membintangi iklan untuk perancang Marc Jacobs serta

One Direction Siapkan Album Baru Jakarta (Suara NTB) Boy band asal Inggris One Direction tengah menyiapkan album terbaru yang rencananya akan dirilis pada Natal mendatang. Louis Tomlinson mengonfirmasi bahwa grupnya sedang mengerjakan album ke tiga dengan tim yang sama yang mengerjakan album “Up All Night” dan “Take Me Home”. “Kami sedang memulai rekaman album baru, kami sudah memulainya sejak sebulan lalu,” kata Tomlinson seperti dikutip dari laman Daily Star Sunday. “Kami sudah menulis dan rekaman saat tur berlangsung. Kami tidak mau buru-buru tapi albumnya akan keluar pada Natal.” Band beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles, dan Louis Tomlinson itu sudah menulis lagu dan merekam suara mereka di kamar hotel selama tur dunia “Take Me Home” berlangsung. (ant/bali post)

Dolce and Gabbana itu memperkenalkan koleksi busana Victoria Beckham pada 2008 yang disambut baik di industri fesyen. Beckham, yang desainnya antara lain dikenakan oleh aktris Gwyneth Paltrow, Anne Hathaway, dan penyanyi Beyonce Knowles, mengatakan dia ingin perempuan merasa berdaya dan percaya diri saat mengenakan pakaiannya. “Banyak pemikiran yang saya curahkan dalam desain saya untuk membuat perempuan merasakan yang terbaik yang dia rasa,” katanya seperti dikutip Reuters. “Perempuan selalu merasa sedikit tidak aman. Banyak tekanan yang dialami perempuan untuk terlihat seperti contoh tertentu dan saya ingin membantu perempuan

merasa senang terhadap diri mereka sendiri.” Meski kesibukannya bertambah dengan anak keduanya, Romeo, tampil sebagai model iklan Burberry dan suaminya, David Beckham, mengiklankan pakaian dalam H&M, Victoria (39) berusaha menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir. “Anak-anak adalah prioritasku, selalu dan akan seperti itu, jadi saya harus pintar menyeimbangkannya,” kata dia. “Saya menikmati peran sebagai ibu, saya menyayangi anak-anak lebih dari segalanya, tapi saya senang melakukan pekerjaan ini dan menyeimbangkan keduanya bukanlah hal yang mudah sama sekali,” ucapnya. (ant/bali post)

(Suara NTB/yan)

TARI SEDAH - Dua pelajar dari sanggar seni Smandra Mauliani Istihara dan Widia Anggraini membawakan Tari Sedah Pengaksame dalam rangka menyambut hari Pendidikan Nasional di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Lombok Tengah belum lama ini.

Fragmen Puteri Mandalika

Smandra akan Kolaborasikan Theater dengan Tiga Tari Tradisional Mataram (Suara NTB) Sanggar Seni SMAN 2 Praya (Smandra) akan mewakili Lombok Tengah dalam acara Student Vaganza yang akan diselenggarakan akhir Mei mendatang oleh Komunitas Seni Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Dalam event besar tersebut, sanggar seni Smandra ditunjuk karena dinilai sering ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni. Pembina dan pelatih sanggar seni Smandra, Lalu Dedi Purnawan kepada Suara NTB menyampaikan pihaknya akan menampilkan Fragmen Puteri Mandalika. Konsepnya, ia menggabungkan seni teater dan tari dalam pementasan tersebut. Uniknya mereka akan menampilkan tiga tari sekaligus. Dua tari tradisional yakni tari Sedah Pengaksame dan tari Gandrung serta satu tari kreasi yang diciptakan sendiri oleh Dedi yaitu tari Mas Mirah. “Tiga tarian itu tidak saya pisahkan tapi langsung nyambung dengan cerita sehingga tari dan teater menjadi satu kesatuan,” terangnya. Tiga tarian tersebut mempunyai arti tersendiri. Tari Sedah Pengaksame merupakan tari penyambutan dimana dalam pagelaran nanti sebagai penyambutan untuk Puteri Mandalika. Tari Gandrung untuk menghibur para pangeran yang datang untuk melamar Puteri Mandalika, dan tari Mas Mirah menggambarkan bagaimana kasih sayang orang

tua terhadap anak semata wayangnya, Puteri Mandalika. Tidak hanya kolaborasi teater dan tari, namun dalam Fragmen Puteri Mandalika tersebut akan dimasukkan juga unsur musik tradisional yaitu gendang beleq. “Gendang beleq mengilustrasikan emosi para pangeran untuk merebut hati Puteri Mandalika,” terangnya. Dalam pementasan tersebut, Dedi menyebutkan pihaknya melibatkan 20 anak. Dan dari beberapa waktu lalu sudah mulai berlatih intensif. Mengenai tari Mas Mirah yang merupakan hasil garapannya sendiri idenya berasal dari cerita rakyat. Dedi menyampaikan tarian tersebut nantinya akan cepat ditangkap makna gerakannya oleh para penonton karena ia mengedepankan gerak tarian yang gemulai, unik, indah dan menari. Para siswanya pun yang akan membawakan tarian tersebut mempunyai motivasi yang luar biasa sehingga diharapkan nantinya bisa tampil maksimal. “Dengan setting yang kami siapkan akan membawa hati penonton dalam suasana haru biru,” ujarnya. Fragmen Puteri Mandalika akan berdurasi sekitar 30 menit. Ia berharap nantinya anak-anak didiknya bisa tampil maksimal karena mereka akan tampil dalam salah satu event besar di NTB. (yan)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 30 April 2013

Bawaslu Telusuri Indikasi Politik Uang dan Keterlibatan Pejabat Mataram (Suara NTB) Sejak dimulainya tahapan kampanye pada tanggal 25 April 2013, Bawaslu NTB telah menemukan sejumlah indikasi pelanggaran kampanye yang dilakukan para pasangan calon di Pilkada NTB 2013. Mulai dari indikasi politik uang hingga keterlibatan PNS dan pejabat negara. Temuan itu disampaikan Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid, yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin kemarin. Khuwailid menerangkan bahwa khusus untuk mengawasi pelaksanaan kampanye, pihaknya telah membentuk empat tim yang anggotanya secara khusus mengawasi pelaksanaan masing – masing pasangan calon. “Jadi kita bentuk empat tim yang akan mengawasi. Satu tim itu fokus mengawasi satu pasangan calon,” ujarnya. Menurutnya, tim ini bekerja memantau setiap aktifitas kampanye pasangan calon dan menghimpun setiap indikasi pelanggaran yang mereka temukan di lapangan. Pembentukan tim ini cukup efektif dan mulai memperlihatkan hasil. Bawaslu kini telah mengantongi sejumlah indikasi pelanggaran yang dilakukan pasangan calon yang tampil. Khuwailid menerangkan, secara umum, pelanggaran yang ditemukan antara lain, adanya indikasi keterlibatan pejabat negara dalam kampanye pasangan calon tertentu. Selain itu, banyak pula pasangan ca-

lon yang tidak mengisi atau memanfaatkan jadwal yang sudah ditetapkan oleh KPU NTB. Di Bima, Tim Bawaslu juga menemukan adanya indikasi praktik politik uang yang diduga dilakukan tim kampanye dan pasangan calon. Terhadap temuan – temuan tersebut, Khuwailid menegaskan akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan investigasi lebih jauh. Menurutnya, dugaan yang ditemukan di lapangan tersebut belum tentu benar adanya. Karenanya, pihaknya harus melakukan investigasi dan proses klarifikasi sebelum mengambil keputusan apakah temuan mereka tergolong pelanggaran biasa, tindak pidana pemilu ataukah bukan pelanggaran. “Kita investigasi dulu apakah dia benar. Ini kan baru kita duga,” pungkasnya. Sementara itu, Anggota KPU NTB Drs. Darmansyah, M.Si menegaskan pihaknya telah mengatur jadwal penyelenggaraan kampanye yang disusun sedemikian rupa. Dengan proses penyusunan yang melibatkan tim kampanye masing – masing pasan-

gan calon itu, diperoleh jadwal yang memungkinkan setiap pasangan calon memperoleh jatah atau kesempatan berkampanye secara berimbang. “Di tiap kabupaten kota dia (pasangan calon) dapat sekali. Hanya saja, soal lokasi itu tergantung mereka. Model kampanye juga bisa dalam bentuk lain. Misalnya itu dijadwalkan kampanye rapat terbuka, dia silakan kampanye. Apakah metodenya blusukan dan sebagainya, yang penting dia melaporkan,” tandas Darmansyah. Di Lombok Tengah (Loteng), praktik politik uang atau money politics menjelang perhelatan Pilkada NTB 2013 ini, diyakini masih marak terjadi. Modus dan pola pergerakan para pelakunya pun semakin rapi dan terselubung. Akibatnya, praktik-praktik kotor tersebut pun kini kian sulit dilacak. Demikian disampaikan Ketua Panwaslu Loteng, Zaeroni, S.H, saat ditemui Suara NTB, di kantornya, Senin (29/ 4). Menurutnya, setiap gawe politik, praktik money politics selaku menjadi momok yang

sulit dihapus. Bahkan, kini praktik tersebut bagi sebagian kalangan masyarakat sudah menjadi hal yang lumrah dan dianggap biasa. Dalam menjalankan aksinya, oknum tertentu semakin pintar dan cerdas. Modus yang dijalankan juga sangat rapi, sehingga sulit bisa dilacak, apalagi sampai dijerat ke proses hukum. Dari beberapa kasus sebelumnya, pihaknya banyak menemukan dugaan money politics. Namun proses pembuktiannya sangat sulit, sehingga sangat jarang ada kasus dugaan money politics yang bisa sampai ke proses hukum. Belum lagi, dari segi hukum, aturan yang menjerat para pelaku masih sangat lemah dan tidak memberikan efek jera bagi para pelakunya. Begitu juga pada Pilkada NTB saat ini, ada fenomena jumlah tim sukses atau pemenangan dari masing-masing pasangan calon gubernur-wakil gubernur, tidak terlalu banyak. Dan, hanya terpusat di posko pusat saja. ‘’Hal itu sebagai salah satu upaya dari pasangan calon untuk meminimalir dampak dari money politics,’’ ujarnya. Pasalnya, kalau sampai ada tim sukses yang terbukti terlibat money politics secara langsung, suara pasangan calon bersangkutan bisa digugurkan. (aan)

PILKADA LOTIM

Waly Temui Ratusan Tokoh Jerowaru Selong (Suara NTB) – Pada massa kampanye ini, semua pasangan calon ramairamai melakukan kegiatan untuk menarik simpati pemilih. Tidak terkecuali, H. Abdul Wahab - Hj. Lale Yaqutunnafis atau Waly. Senin (29/ 4) kemarin, pasangan ini menggelar kampanye dialogis dengan menemui 600 tokoh masyarakat Jerowaru Kecamatan Jerowaru.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 wita dihadiri langsung oleh Calon Bupati H. Abdul Wahap. Sekretaris Hanura Saparudin, Bendahara Umum Fauzan dan Wakil Ketua Bappilu Hanura Marsofi. Dalam pemaparannya, Wahab mengatakan pasangan Waly bertekad merevitalisasi pertanian. Berbagai komoditi unggu-

lan pertanian diharapkan bisa menjadi tumpuan hidup. Hasil-hasil pertanian akan distabilkan melaui pengelolaan BUMD yang ada, dengan demikian bisa diminimalisir kerugian petani. Sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) dijanjikan akan dikembalikan 100 persen ke petani. Tidak akan dititip di sektor lain, seperti keseha-

tan dan pendidikan. Pasalnya, menurut Wahab dua sektor tersebut sudah ada anggarannya. Sebagai wujud nyata atas janjinya kepada petani ini, pasangan Waly menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan penandatanganan kontrak politik. Dimana, salah satu poin kontrak politik adalah pengembalian DBH CHT 100 persen ke petani. (rus)

(Suara NTB/use)

UNGU – Lapangan Amahami, Kota Bima, berubah menjadi ungu oleh ribuan pendukung pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Bima yang menggelar kampanye.

PILKADA KOTA BIMA

Lapangan Amahami Berubah Ungu Kota Bima (Suara NTB) Kampanye hari keempat pemilihan Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima menjadi giliran pasangan calon dari jalur independen Ir. Hj. Rr. Soesi Widiartini dan M. Rum M Saleh, SH (Baru). Dalam kampanye yang digelar di Lapangan Amahami, pasangan Baru dipadati oleh ribuan simpatisan dan pendukung. Lantaran pendukung dan simpatisan yang banyak, lapangan Amahami berubah warna menjadi ungu yang merupakan identitas warna paslon tersebut. Para pendukung ini mulai memadati sejak kegiatan dimulai begitu juga ketika pasangan baru tiba di Lapangan Amahami. Mengawali kegiatan kampanye, Bunda Soesi melepas ikatan balon berwarna ungu sebagai simbol kebangkinan pembangunan Kota Bima melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh suaminya almarhum Nur A Latif (Noli). Han-

ya saja, balon yang dilepas sempat tersangkut di atas panggung sebelum mengangkasa. Dalam orasi politiknya, Soesi yang merupakan perwira menengah di jajaran Kepolisian ini mengungkapkan sejumlah program yang akan dilanjutkannya. Mulai dari lingkup pemerintahan hingga mensejahterakan masyarakat berkualitas. Khusus di lingkup Pemerintahan ia dan Wakilnya ingin mereformasi birokrasi. Sementara di bidang kesehatan, dia ingin membangun rumah sakit dengan mengajak Menteri Kesehatan. “Syarat untuk hidup sehat itu memerlukan rumah sakit yang baik,” katanya. Janji politik Bunda Soesi dan Rum yang mendapat nomor urut 2 ini pun disambut oleh para pendukungnya. Setelah memberikan orasi politiknya, pasangan SoesiRum pun melakukan konvoi keliling Kota Bima dengan dikawal

oleh aparat Kepolisian. Sementara di hari yang sama, pasangan Hj Fera Amelia SE MM dan Drs H M Natsir melakukan tatap muka dengan pendukungnya di Kelurahan Kodo. Tatap muka tersebut dilakukan sekitar 2 jam lamannya. Selanjutnya untuk kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr KH Zulkifli Muhadli dan Prof Dr Ir Muh Ichsan melanjutkan kampanye untuk Kota Bima di lapangan Kelurahan Lampe Kecamatan Rasa NaE Timur. Sama seperti sebelumnya, kampanye di Kota Bima Zul Ichsan juga membawa juru kampanye dari Jakarta dan Kota Bima termasuk Drs Zainul Arifin atau yang akrab disapa Abu Ya. Selain orasi, kampanye Zul Ichsan juga diisi kuis dengan pertanyaan seputar NTB. Hanya saja, terlihat massa yang hadir di kampanye Zul Ichsan, kemarin, tak sebanyak di Kabupaten Bima. (use)

Sortir Surat Suara

KPU Kabupaten Kota Diberi Tenggat Sepekan Mataram (Suara NTB) Sejak diterimanya surat suara pada Senin (29/4), KPU Kabupaten Kota diberi tenggat hingga tanggal 6 Mei 2013 mendatang untuk merampungkan proses sortir. KPU NTB menunggu laporan menyangkut kondisi surat suara yang telah diterima. Demikian disampaikan Kabag Keuangan, Umum dan Logistik Sekretariat KPU NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP, M.Si, kepada Suara NTB, Senin kemarin. Menurutnya, pada Senin kemarin, seluruh surat suara untuk kabu-

paten kota yang ada di Pulau Sumbawa harus telah diterima oleh KPU Kabupaten Kota setempat. Setelah diterima, surat suara langsung disortir. “Yang jelas, tanggal 6 Mei kita sudah terima informasi soal kondisinya. Kalau ada yang rusak dan sebagainya,” tandas Nelly. Surat suara kemarin telah diterima oleh KPU Sumbawa. Selanjutnya surat suara tersebut akan disortir dan secepat mungkin didistribuskan ke semua wilayah di Sumbawa.

Ketua Divisi, Organisasi, Perencanaan, Keuangan dan Logistik KPU Sumbawa, Nurul Khairani S.IP didampingi Kasubag Umum, Lahmuddin S.E menyebutkan, jumlah surat surat yang diterima KPU Sumbawa, 334.001 kertas suara termasuk cadangan 2 persen. Diterima dalam dus yang bersegel. Selanjutnya KPU akan menyortirnya. Dalam pendistribusian logistik, KPU akan mendahulukan daerah sulit atau yang letaknya jauh dan sulit ditempuh. (aan/arn)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BIMA

HIMBAUAN NOMOR :

/KPU-Kota-017.433903/2013

Berdasarkan ketentuan BAB VIII LARANGAN DALAM KAMPANYE Pasal 52 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 53 ayat (5) dan Pasal 54 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2010, dan sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor : 11/Kpts/KPU-Kota017.433903/2013 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor 21/Kpts/KPU-Kota-017.433903/2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013, bahwa tahapan kampanye dilaksanakan mulai tanggal 26 April 2013 sampai dengan 9 Mei 2013. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, dengan ini Komisi Pemilihan Umum Kota Bima menghimbau kepada Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang memperhatikan dan mengindahkan hal-hal sebagai berikut : 1. Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang dilarang melakukan kegiatan kampanye pada masa : a. sebelum dimulai masa kampanye; b. dalam masa kampanye, yaitu apabila di luar jadwal yang telah ditentukan untuk pasangan calon; c. 3 (tiga) hari sebelum tanggal dan hari pemungutan suara. 2. Segala kegiatan pasangan calon, termasuk tim kampanye dan pelaksana kampanye yang dilakukan sebelum tanggal dimulainya kampanye, antara lain ulang tahun, kegiatan sosial/kebudayaan, perlombaan, olah raga, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain dengan nama apapun yang bersifat mengumpulkan masa di suatu tempat dapat dikategorikan kampanye. 3. Pasangan calon dilarang melibatkan Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai peserta kampanye dan juru kampanye dalam pemilihan. 4. Pejabat Negara, Pejabat Struktural dan Fungsional dalam jabatan negeri serta Pegawai Negeri lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013 sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada Pegawai Negeri dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. MARI KITA WUJUDKAN BERSAMA Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima yang JUJUR, ADIL, DAMAI dan BERMARTABAT.

Kota Bima, 5 April 2013 Ketua, TTD Dra. Nurfarhati, M.Si. Alamat : Jalan Gajah Mada Kel. Penatoi Kec. Mpunda Kota Bima, Kode Pos 84113 Telp. (0374) 44865, Fax. (0374) 43074 E-mail: kpu_kobi@yahoo.com, Website: www.kpu-bimakota.go.id


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Selasa, 30 April 2013

Kampanye TGB-Amin di Dompu, TGB Senang ke Dompu karena Rakyatnya Ramah Dompu (Suara NTB) Kampanye rapat umum pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGB Dr. H. M Zainul Majdi, MA – H. M Amin, SH, MSI (TGB - Amin) di lapangan sepak bola Simpasai Dompu dipadati ribuan pendukung. Kesuksesan program PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) dan pembangunan infrastruktur yang cukup dirasakan masyarakat menjadi bagian materi kampanye pasangan incumbent ini. TGB memuji keramahan dan ketekunan masyarakat Dompu sehingga mendorongnya s e r i n g berkun-

jung ke Dompu selama menjadi Gubernur periode pertama. Calon Gubernur NTB, yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dalam orasinya di hadapan ribuan pendukungnya, Senin (29/4) kemarin, mengungkapkan infrastruktur jalan negara dari Poto Tano – Dompu sebelum dirinya menjabat kondisinya cukup memprihatinkan. Akibatnya, jarak tempuh menjadi lama dan bahkan banyak penumpang yang dibuat mabuk. Pada periode pertama masa jabatannya, persoalan jalan nasional dan bahkan jalan provinsi menuju Pekat, Huu, dan menuju Kilo semuanya sudah ditangani dengan kondisi yang mulus. “Semuan-

ya sudah merasakan perubahannya. Memang masih ada sebagian yang belum ditangani dan itu akan kita lanjutkan nanti,” kata TGB. Meski merupakan orang Sasak, namun diantara Gubernur NTB yang ada, bisa dibilang dirinya yang paling sering ke Dompu. Karena itulah ia merasa dekat dengan masyarakat dan masyarakat Dompu yang menyambutnya dengan ramah. “Dompu juga merupakan daerah yang paling sukses program PIJARnya di NTB,” jelasnya. Pada Pilkada 2013 ini, TGB menegaskan, bila masyarakat Dompu benar-benar menyayangi dirinya, agar dibuktikan dalam bilik suara dengan memilih pasangan TGB – Amin nomor urut 1 pada 13 Mei 2013 mendatang. “Kalau memang lebih dari 50 persen, itu artinya masyarakat Dompu sayang sama TGB – Amin,” ajaknya.

Calon Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin, SH, M. Si dalam orasi politiknya mengungkapkan, bahwa pasangannya didukung oleh koalisi besar yaitu 7 partai politik dan banyak organisasi massa termasuk Muhammadiah, NU dan NW. Partai dan ormas ini tidak mungkin mendukung jika tidak melihat keunggulan pasangan ini dalam membangun NTB kedepan. “Saya sebagai anggota DPRD NTB menjadi mitra TGB sebagai Gubernur. Sebagai mitra, saya sangat mengetahui betul kesuksesan TGB dalam membangun NTB selama 5 tahun periode pertamanya,” ungkap Amin. Dr. Abdurrahman Abdullah salah seorang juru kampanye pasangan TGB – Amin mengungkapkan, pasangan TGB – Amin bukan lagi menyampaikan janji politik seperti pasangan lain, tapi sudah dibuktikan dengan program kerja nyata. Bahkan

TGB merupakan kader terbaik SBY dan apa yang diminta oleh TGB selalu diwujudkan SBY. Salah satunya dijadikan Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi embarkasi haji untuk umat Islam di NTB. Hasil jagung di NTB sebelumnya hanya 29 ribu ton, sekarang sudah mencapai 153 ribu ton. Ismul Rahmadin, S.Pd.I Ketua DPD Partai Demokrat Dompu salah seorang juru kampanye dalam orasinya, menegaskan pasangan TGB – Amin sudah berbuat untuk masyarakat dan bukan lagi menawarkan janji. Bahkan TGB sangat komit untuk mewujudkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. “Jika ada yang bilang TGB tidak komit untuk mewujudkan Provinsi Pulau Sumbawa, itu tidak benar,” ungkapnya. H. Ramli Yadam, Sekretaris Partai Gerindra Kabupaten Dompu men-

Presiden Minta Buruh Tertib Jakarta (Suara NTB) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pekerja dan buruh tetap menjaga ketertiban saat menggelar aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh setiap 1 Mei, atau lebih dikenal dengan istilah Mayday. “Unjuk rasanya tertib. Boleh ada ekspresi, pikiran seperti apa, rekomendasi seperti apa, tapi tertib,” kata Presiden di Istana Negara, Senin sore, saat melakukan pertemuan dengan para pemimpin serikat pekerja atau buruh. Selama tujuh tahun terakhir Presiden Yudhoyono selalu menggelar pertemuan dengan perwakilan pimpinan serikat buruh atau pekerja gunabertukarpikirandanmendengarkan aspirasi kelompok pekerja. Menurut Presiden, ketertiban aksi merupakan keharusan mengingat jika aksi dilakukan dengan tidak tertib apalagi hingga anarkis akan menimbulkan permasalahan baru bagi semua, baik negara, perekonomian, industri dan pekerja. Oleh karena itu, tambah Presiden, manakala harus menyampaikan protes dan aspirasinya hendaknya tetap menjaga ketertibansehinggapesannyadapatsampai pada pemerintah dan ada solusi. “Jaga ketertiban sehingga pesan sampai,danadasolusidimasayang akan datang,” tambahnya. Lebih lanjut Presiden mengapresiasi aksi unjuk rasa di masa lalu yang tertib dan tidak merusak. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada perayaan Hari Buruh 2013 Presiden juga akan melewatkan Hari Buruh di luar Istana untuk bertemu dan berdialog dengan pekerja. Kali ini Presiden akan berdialog dengan pekerja di dua perusahaan di Jawa Timur. TurutmendampingiPresidendan WakilPresidenBoedionodalampertemuandenganpimpinanserikatpekerja/buruh itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, MenkoKesraAgungLaksono,danMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi MuhaiminIskandar.(ant/balipost)

gungkapk a n ada beberapa kelompok mengungkapkan bahwa Tuan Guru cocoknya memimpin Pondok Pesantren. Namun kenyataannya, selama kepemimpinan TGB sebagai Gubernur NTB justru NTB menjadi daerah yang maju dan pembangunannya sangat dirasakan oleh masyarakat. “Ada yang sudah memimpin tapi tidak berhasil membangun, tapi TGB mampu memberikan bukti,” katanya. Kampanye rapat umum di lapangan Simpasai Dompu ini juga dihadiri oleh beberapa pimpinan partai pengusung pasangan TGB – Amin dan secara bergilir menyampaikan orasi politik seperti Ketua DPD

Partai Golkar Dompu, Drs. Syafrin AM, M.Ap, Ketua DPC PDI Perjuangan, Imansyah Soebari, SE dan lainnya. Pada kesempatan itu, TGB juga melakukan simulasi pencoblosan kertas suara yang disambut yel-yel untuk TGB – Amin. “Jika pada kampanye di Sumbawa kemarin, aura kemenangan (TGB – Amin) itu masih bayang-bayang. Tapi di Dompu kita melihat aura kemenangan untuk pasangan TGB – Amin sudah ada,” tegas TGH Mahally Fikri, Ketua Tim Kampanye pasangan TGB – Amin. (ula/*)


SUARA NTB 30 APRIL 2013