Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SELASA, 29 APRIL 2014

16 HALAMAN NOMOR 48 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(ant/bali post)

POLITIK UANG - Komisioner Bawaslu Daniek Zuchron (kiri) didampingi Karo Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu Bernard (kanan)memaparkan hasil temuan pelanggaran Pemilu Legislatif di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam temuan tersebut dilaporkan bahwa politik uang dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 masih tinggi, pelanggaran terjadi di Maluku 29,81 persen melaporkan praktik politik uang, di Papua ada 12 laporan atau 20,21 persen, di Jawa Tengah 14 laporan atau 12,23 persen, Sumut tiga laporan dan NTB 12 laporan.

Politik Uang Kini Lebih ’’Sadis’’ Mataram (Suara NTB) Jangankan caleg yang kalah. Bahkan caleg yang menang pun menilai praktik politik uang dalam Pemilu 2014 ini lebih ‘’sadis’’ dibandingkan pemilu – pemilu sebelumnya. Belum lagi, soal dugaan penggelembungan suara yang terjadi di mana - mana. Anggota DPRD NTB, H. Machsun Ridwainy kepada wartawan di DPRD NTB, Senin (28/4) kemarin mengungkapkan bahwa pemilu kali ini lebih buruk ketimbang pemilu sebelumnya. ‘’Ini pemilu paling jelek,’’ ujar politisi asal Lombok Timur ini. Melihat perolehan suaranya, Machsun yang mencalonkan diri dari PBB, berpeluang kembali duduk di DPRD NTB setelah mengumpulkan 11.384 suara dan menjadi caleg pengumpul suara terbanyak di partainya untuk Dapil NTB 3. Meski hasil ini sebenarnya menggembirakan, Machsun tak urung mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena politik uang dan dugaan penggelembungan suara di pemilu kali ini. Ia menilai, di Pemilu 2014 ini, praktik – praktik politik uang berkembang dengan maraknya varian – varian baru. Bersambung ke hal 5

Berada di Persimpangan

(Suara NTB/rus)

H. Moch Ali BD

KO M E N T A R

(ant/bali post)

HITUNG ULANG - Pengunjuk rasa membawa poster saat menggelar aksi di depan kantor KPUD NTB di Mataram, Senin (28/4). Aksi Asosiasi Perempuan Indonesia NTB dan Komunitas Pemilu Bersih tersebut menuntut KPUD NTB melaksanakan penghitungan ulang hasil Pileg 2014.

Caleg Perempuan Demo ke Bawaslu Mataram (Suara NTB) Puluhan warga yang tergabung dalam Asosiasi Perempuan Indonesia (API) berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu NTB, Senin (28/4) kemarin.

Demo tersebut menuntut penghitungan suara ulang Pileg 2014 karena dinilai banyak terjadi kecurangan terutama terhadap caleg perempuan. Bersambung ke hal 5

Tak Mau Investor Tanggung

‘’

WALIKOTA Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan pihaknya tak ingin investor tanggung yang menangani Mataram Water Park (MWP). Walaupun banyak investor yang menawarkan diri mengelola aset yang lama terbengkalai itu, pihaknya belum menemukan yang sesuai kriteria. ‘’Kalau ada pihak yang mau bekerja sama itu yang sungguh-sungguh dan sesuai rencana kita. Saya ndak mau yang tanggung-tanggung. Sudah banyak yang maju ke saya. Kalau hanya bagaimana mengoperasionalkan yang ada sekarang ini, terisi air kemudian orang bisa berenang wah bukan seperti itu,’’ terangnya. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/dok)

Tim sudah kembali dari Surabaya. Hasil pemeriksaan barang sudah ada,

H. Ahyar Abduh (Suara NTB/dok)

Dugaan Kerugian Negara Bertambah Mataram (Suara NTB) Setelah menemukan ada indikasi kerugian negara pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, belum serta merta melakukan penghitungan kerugian negara. Sebab dalam perjalanan penyidikannya, indikasi kerugian negara bertambah. Sehingga penyidik merasa perlu melakukan cek ulang. Rencana cek ulang fisik SPAM KLU itu sebenarnya sudah diinformasikan sejak beberapa pekan lalu oleh Kajati NTB Sugeng Pudjianto,SH,MH. Karena setelah mengevaluasi proses penyelidikan dan hasil pemeriksaan fisik bersama ahli beberapa waktu lalu, Kajati mengindikasikan kerugian negaranya bertambah. “Sehingga diperlukan cek fisik ulang. Rencana cek fisik kemungkinan dalam beberapa

TO K O H PEMKAB Lombok Timur (Lotim) tahun 2014 ini mengalokasikan anggaran Rp 2,25 miliar untuk KONI Lotim. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan (Ali BD) mengharapkan, penggunaan dana tersebut tidak saja dihabiskan untuk tanda tangan rapat saja. ‘’Kinerja pemerintah saat ini terlalu banyak rapat. Akibatnya dana banyak untuk biayai rapat kurang untuk rakyat. Jika cara mengurus KONI itu seperti itu, saya yakin dunia olah raga kita tidak akan bisa maju,” ujarnya pada Pelantikan Pengurus KONI Lotim, Senin (28/4) kemarin. Bersambung ke hal 5

Kejati Agendakan Cek Ulang SPAM KLU

Nurodin

hari kedepan,” kata Juru Bicara Kejati NTB Made Sutapa SH menjawab Suara NTB via ponsel, Senin (28/4) kemarin. Tim penyidik pidsus akan tetap menggandeng ahli konstruksi dari Unram saat turun nanti. Tujuannya, untuk sama sama memastikan item yang mana saja harus diteliti lebih detail untuk dijadikan dasar perhitungan kerugian negara nanti. ‘’Pemeriksaan kali ini lebih detail dan mendalam,” ujarnya. Turunnya tim sebelumnya

sudah berlangsung bersama ahli konstruksi dan ahli mesin dari Universitas Mataram. Tujuannya sama, untuk cek fisik sebagai dasar perhitungan kerugian negara. Bahkan jika dihitung, pemeriksaan kali ini yang ke empat kalinya sejak kasus ini masih tahapan puldata. Bahkan saat almarhum Mahfudianto menjadi ketua tim penyidik, proyek ini sudah diperiksa. Bersambung ke hal 5

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Mataram (Suara NTB) menyatakan bahwa informasi yang diminta 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Pihak Universitas Mataram (Unram) pemohon, bukan informasi yang dikecuali12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 akhirnya melunak terkait dengan sengketa kan. Namun, termohon hanya mempertany12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 informasi antara Jumaidi (mahasiswa akan tahun informasi yang diminta oleh 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Fakultas Hukum Unram) dengan Rektor pemohon (mahasiwa). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Unram, Prof. Dr. Sunarpi. Kuasa hukum terDemikian dikatakan Wakil Ketua KI 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 mohon (Unram), Lalu Syarifuddin, SH NTB, Andayani, SE, MM ketika dikonfirmasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 dalam persidangan yang digelar Komisi In- di kantornya, Senin (28/4) siang kemarin. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 formasi (KI) NTB, Senin (28/4) kemarin Bersambung ke hal 5 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Sengketa Informasi Mahasiswa-Rektor

Unram Melunak

Proyek Terminal Haji BIL

Penyidik Kantongi Harga Barang Mataram (Suara NTB) Sepekan berada di Surabaya, tim penyidik Ditreskrimsus Polda NTB akhirnya rampung memeriksa saksi terkait pembelian barang untuk pembangunan Terminal Haji Bandara Internasional Lombok (BIL). Hasil pemeriksaan berupa harga barang sudah dikantongi penyidik. Harga barang dimaksud, terkait material pengadaan dalam konstruksi Terminal Haji BIL. Dimana dalam proyek yang menghabiskan APBD NTB Rp 7,1 miliar itu, materialnya

dipesan di Surabaya. ‘’Tim sudah kembali dari Surabaya. Hasil pemeriksaan barang sudah ada,’’ kata Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Nurodin,SIK dihubungi Suara NTB via ponsel , Senin (28/4) kemarin. Salah satu komponen yang diperiksa dimaksud, yakni konstruksi rangka dan atap. Dimana produknya dipesan di salah satu perusahaan di Surabaya. Hanya saja Nurodin belum mau menyebut berapa harga barang dimaksud.

Namun yang pasti, tahapan berikutnya, hasil itu akan disodorkan kembali ke BPKP untuk penghitungan kerugian negara. “Hasilnya kita koordinasikan lagi dengan BPKP untuk perhitungan kerugian negara,” terangnya. Dalam rangkaian pemeriksaan sebelumnya, tiga orang yang ditugaskan rekanan pelaksana yang bertugas membeli barang sudah diperiksa. Hasil keterangan ketiga orang itulah yang dikonfrontir ke sebuah perusahaan distributor di Surabaya. (ars)


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

SUARA MATARAM

Halaman 2

Antisipasi Kekurangan Air Bersih Serap Tenaga Kerja KELURAHAN Cakra Selatan Baru membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk menggali potensi serta menyerap tenaga kerja. Lurah Cakra Selatan Baru, Zulkarwin menyebutkan Lingkungan Seganteng dan Getap, adalah sumber perajin yang mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Sebagai sentra kerupuk, Seganteng menurutnya, telah mampu menyerap tenaga kerja serta membantu pemerintah mengentaskan pengangguran. Selain itu, Lingkungan Getap yang merupakan sentra kerajinan besi, semakin hari terus mengalami perkembangan pesat. “Pokoknya, kalau ada pemuda yang tidak bekerja, tandanya dia malas. Karena di Seganteng dan Getap, banyak lapangan pekerjaan,” ungkap Zulkarwin dikonfirmasi di Halaman Kantor Walikota Mataram, Senin (28/4). Dikatakan, penambahan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya perajin, terus digenjot dengan melakukan pelatihan – pelatihan bekerjasama dengan Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kota Mataram. Lemahnya managamen ekonomi atau pengaturan dari segi permodalan, pihaknya berinisiasi menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi. “Rencananya, saya mau gandeng STIA Mataram, supaya masyarakat diajarkan sistem managemen akuntasi bisnis,” katanya. Disebutkan, rata–rata penghasilan masyarakat Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu perhari. Artinya, pendapatan perkapita masyarakat, relatif membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga, tidak ada alasan pihaknya untuk tidak mendukung program pengembangan kreativitas industri perajin. Terkait keterampilan masyarakat, diperoleh secara otodidak. Terlepas dari itu, intervensi instansi terkait, seperti Diskoperindag dan lain sebagainya tetap menjadi harapan pihaknya untuk pengembangan baik dari segi permodalan maupun pembekalan SDM. Proposal program pemberdayaan yang d i u s u l k a n masyarakat, agar SKPD terkait menanggapinya dan tidak membiarkan begitu saja. Karena, masyarakat tetap menunggu realisasi. Selain itu, ia berharap p e n d a p a t a n masyarakat tetap meningkat serta dapat membantu meminimalisir pengangguran. (cem)

Zulkarwin (Suara NTB/cem)

PDAM akan Olah Air Buangan Taman Narmada Mataram (Suara NTB) Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas atau volume air bersih, PDAM Giri Menang berencana untuk mengolah air buangan Taman Narmada. Demikian disampaikan Direktur Utama PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini. Hal itu juga sebagai upaya pihaknya menambah kapasitas volume air sehingga kebutuhan warga Kota Mataram dan Lombok Barat bisa terpenuhi. Pengolahan air buangan Taman Narmada ini diperkirakan dapat menghasilkan debit air 300 liter per detik. Program ini telah diajukan ke pemerintah pusat. “Setelah kami survey dengan pihak konsultan dan PU, ternyata dibawah Taman Narma-

da itu, di sungainya ada buangan yang relatif cukup besar. Itu nanti akan kita olah, “ terangnya. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga telah menyediakan lahan seluas tiga hektar sebagai tempat instalasi. Di atas lahan seluas

I Gusti Made Winantara (Suara NTB/fit)

sekitar 50 ribu pelanggan baru. Zaini mengatakan upaya penambahan kapasitas ini tidak serta merta bisa langsung terlaksana. Hal itu harus melalui proses pembangunan yang cukup lama dan sistematis. “Tapi bukan berarti hari ini ditambah (kapasitas) besok langsung ada airnya. Proses pembangunannya kan lama. Yang penting ada konsep perencanaan yang jelas tentang itu. Harus sistematis menanganinya dari atas pipanya dan semuanya,” pungkasnya. (yan)

40 Persen Warga Mataram Belum Terlayani Air Bersih Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan saat ini masih banyak warga Kota Mataram khususnya dari kalangan berpenghasilan rendah yang mengusulkan pemasangan sambungan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM). Tercatat hingga saat ini masyarakat Mataram yang menjadi pelanggan PDAM sekitar 60 persen. Sementara 40 persennya belum terlayani. Hal itu disampaikan Walikota usai meresmikan beroperasinya sambungan air minum gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Rembiga Barat, Senin (28/4). Program pemasangan 2 ribu sambungan PDAM yang dilakukan sejak tahun 2013 lalu dan ditambah 2 ribu pemasangan di tahun ini dinilai belum mencukupi kebutuhan seluruh warga Kota Mataram. Untuk itu pihaknya mengusulkan kembali penambahan sambungan gratis dan dipastikan akan ada tambahan 2.500 sambungan lagi untuk tahap kedua. Agar semua warga Kota Mataram terlayani pelayanan PDAM, Walikota mengatakan cakupan layanan pemasangan sambungan harus diperluas.

“Untuk memperluas cakupan air yang layak, bersih, dan sehat untuk diminum untuk masyarakat, saya sudah memberikan arahan kepada Dirut (PDAM) bahwa yang dilayani jangan hanya masyarakat yang berpenghasilan tinggi tapi yang harus dilayani masyarakat kita yang tidak mampu,” terangnya. Sementara itu, Dirut PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini menyampaikan total pemasangan sambungan gratis dengan dana hibah dari Australia ini sejak tahun 2013 sampai tahun ini sebanyak 4 ribu sambungan. Selain itu ada lagi tambahan sebanyak 2.500 sambungan sehingga totalnya 6.500 sambungan. Namun jumlah ini menurutnya belum cukup untuk mencapai target pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. “Sehingga kita akan melakukan ikhtiar terus untuk mencari terobosan pembiayaan lain dari sumber-sumber lain agar cakupan pelayanan di Kota Mataram ini dapat tercapai dengan baik,” terangnya. Untuk penyambungan tahap kedua ini, pihaknya sedang mendata usulan warga yang akan mendapatkan sambungan gratis. Setelah itu

(Suara NTB/ist)

RESMIKAN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh (kiri) bersama Dirut PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini (kanan) meresmikan tanda mulai beroperasinya sambungan air minum gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Rembiga Barat, Senin (28/4). akan dilakukan verifikasi data baru kemudian akan dilakukan pemasangan. Syarat war-

ga yang mendapat sambungan gratis selain masyarakat berpenghasilan rendah ialah lis-

trik dibawah 900 VA dan bersedia menjadi pelanggan PDAM. (yan)

Komitmen PU Dipertanyakan

Harus Dievaluasi KABAR belum dibayarnya gaji THL (tenaga harian lepas) Dinas PU Kota Mataram, membuat kalangan Komisi III DPRD Kota Mataram, angkat bicara. Bahkan, anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gusti Made Winantara mengusulkan harus ada evaluasi di internal Dinas PU Kota Mataram. Kepada Suara NTB di Mataram, Senin (28/4) kemarin, Gusti menegaskan, seharusnya para THL menerima gaji tepat waktu. Kalau gaji atau upah para THL dibayar tak sesuai waktunya, bukan tidak mungkin akan berpengaruh terhadap kinerja mereka di lapangan. ‘’Bisa jadi mereka tidak maksimal,’’ cetusnya. Gusti mengaku, baru mendengar kabar bahwa gaji THL dua bulan belum dibayar. Ia menyayangkan terjadinya hal itu. Padahal, lanjut politisi PDIP ini, kasus tersebut tidak perlu sampai terjadi. Pasalnya, anggaran untuk menggaji para THL sudah dianggarkan. ‘’Kalau seperti ini harus dievaluasi. Jangan ada alasan lagi, ini kan hanya masalah administrasi saja,’’ pungkasnya. Tertahannya gaji ratusan THL Dinas PU Kota Mataram, lanjut Gusti, sama artinya dinas pimpinan Ir. Mahmuddin Tura itu, mengorbankan para THL. ‘’Tidak hanya THL tapi juga keluarganya,’’ imbuhnya. Kalau saja administrasi terkait gaji THL diurus dengan benar, kasus belum digajinya para THL tidak akan sampai muncul ke permukaan. ‘’Masak urus administrasi saja dua bulan tidak selesai,’’ tanyanya. Gusti mengatakan, ada kemungkinan program pembenahan drainase tidak jalan, berkaitan dengan kesejahteraan para THL. Sebab, kalau satu komponen unit kerja tidak jalan, maka komponen lainnya juga tidak akan maksimal. ‘’Jadi kami imbau Dinas PU segera menyeles a i k a n masalah di internal mereka dan segera membayar gaji para THL kalau memang sampai sekarang belum juga dibayarkan,’’ pintanya. (fit)

tiga hektar itu juga akan dijadikan pusat studi untuk anak-anak sekolah sehingga bisa melihat proses pengolahan air secara komprehensif. “Nanti juga ditata lebih baik sehingga terkesan lebih asri dan lebih baik,” imbuhnya. Selain mengolah air buan-

gan Taman Narmada, Zaini mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya penambahan kapasitas yang diambil dari Sesaot dengan debit air yang dihasilkan sekitar 250 liter per detik. “Ini sudah dilaksanakan oleh SDA dan sebentar lagi sedang tender untuk Jalan Lingkar,” tambahnya. Pemasangan pipa itu nantinya akan mengitari pinggir Kota Mataram. Jika kedua upaya ini dapat berjalan baik, maka diperkirakan akan dapat memenuhi kebutuhan air untuk

Target Mataram Bebas Banjir Sulit Tercapai (Suara NTB/cem)

WORKSHOP - Workshop yang digelar LBH APIK di Hotel Santika, Senin (28/4)

LBH APIK Gelar Workshop

Cari Solusi Pengentasan Kemiskinan Mataram (Suara NTB) – Setelah melakukan assessment di 15 kelurahan di Kota Mataram, melalui program Maju Perempuan Indonesia (MAMPU) untuk penanggulangan kemiskinan. LBH APIK NTB, menggelar workshop yang melibatkan SKPD teknis dan beberapa perwakilan kelurahan di Kota Mataram. Kegiatan tersebut guna mencari solusi atau jalan keluar terhadap penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram. Koordinator Program MAMPU, LBH APIK NTB, Pujiati mengatakan apa yang menjadi program yang dilaksanakan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis di lingkup Pemerintah Kota Mataram, adalah berdasarkan assessment yang dilakukan di 15 kelurahan di Kota Mataram. “Workshop ini, adalah hasil kajian atau temuan di lapangan yakni 15 kelurahan di Kota Mataram,” ungkap Pujiati dikonfirmasi Suara NTB, Senin (28/4). Disebutkan, ada lima isu strategis yang menjadi dasar pelaksanaan program, yakni isu perlindungan sosial, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kekerasaan terhadap perempuan, kesehatan reproduksi dan akses perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghapusan diskriminasi di tempat kerja. Menurutnya, kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak tahun 2013 tercatat 110 kasus. Sedangkan, kasus yang didapatkan dari Unit PPA Polres Kota Mataram, Januari-Juni 74 kasus. Belum lagi, isu perlindungan sosial, TKI dan kesehatan produksi

lainnya. Puji menambahkan, workshop yang menghadirkan perwakilan dari SKPD terkait dapat mengentaskan persoalan – persoalan kemiskinan di Kota Mataram. Selain itu, sebagai upaya menjembatani pemerintah dan masyarakat untuk saling berbagi informasi dan komunikasi yang intensif sehingga ke depan diharapkan munculnya komitmen bersama untuk adanya kebijakan yang responsif gender dan pro poor di Mataram.(cem)

Mataram (Suara NTB) Komisi III DPRD Kota Mataram mulai meragukan komitmen Pemkot Mataram mewujudkan target Mataram bebas genangan. Pasalnya baru hujan sebentar saja, sudah muncul genangan. Seperti yang terjadi di Jalan Praburangkasari, Abian Tubuh Kota Mataram, dua hari lalu. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gusti Made Winantara kepada Suara NTB, Senin (28/ 4) kemarin menyatakan pihaknya mempertanyakan komitmen Dinas PU Kota Mataram melaksanakan target Walikota Mataram yang dalam sejumlah kesempatan mengungkapkan target Mataram bebas banjir. Terlebih dampak dari hujan yang turun bukan banjir melainkan genangan akibat tidak mampunya drainase menampung air hujan. Hal ini, kata Gusti, mengindikasikan lemahnya pengawasan yang dilakukan Dinas PU. Ia me-

nilai, selama ini tenaga harian lepas Dinas PU hanya mengangkat sedimen yang ada di jalan-jalan protokol. ‘’Yang diangkat hanya yang di depandepan saja,’’ cetusnya. Sementara drainase di lingkunganlingkungan terkesan tidak diurus. Ia melihat kinerja bidang pengairan di Dinas PU Kota Mataram, kurang greget. Namun demikian, Gusti juga menyampaikan bahwa Dewan telah menyetujui anggaran yang diajukan Dinas PU untuk membenahi ‘’penyakit’’ drainase di Kota Mataram. ‘’Mungkin Bulan Mei baru mulai dikerjakan,’’ ujarnya memperkirakan. Karenanya, ia berharap dengan anggaran yang sudah disediakan, Dinas PU Kota Mataram benar-benar serius mengurus drainase. ‘’Jangan sampai, sudah ada anggaran tapi programnya tidak berjalan,’’ katanya. Gusti mengimbau kepada Dinas PU agar melakukan pembenahan secara total. Tidak saja drainase yang berada di jalan-jalan protokol tapi juga got-got kecil. Menurut dia, anggaran yang disetujui Dewan, disamping untuk memperbaiki drainase

yang rusak, juga untuk kegiatan normalisasi. Setelah ada anggaran, seharus ada jaminan dari Pemkot Mataram bahwa peristiwa serupa tidak akan terulang kembali. ‘’Kita minta Dinas PU seriuslah,’’ tambahnya. Sebab, kalau tidak diantisipasi mulai dari sekarang, Mataram bisa bernasip sama seperti kotakota lainnya yang menjadi langganan banjir. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Kepala Dinas PU Kota Mataram, Ir. H. Mahmudin Tura menyatakan tidak ada penambahan titik genangan di Kota Mataram. Sementara itu, catatan Suara NTB, sekitar Bulan Juli tahun 2013 lalu, Dinas PU Kota Mataram menyebutkan masih ada enam titik genangan di Mataram. Masing-masing di bundaran Udayana, Jalan Imam Bonjol, Jalan Airlangga dekat depot Timbul Rejeki, jalan samping RSUP NTB, Jalan R Soejono Lingkar Selatan, Lingkungan Dasan Cermen. (fit)


SUARA NTB

Selasa, 29 April 2014

Halaman 3

1.000 Mahasiswa Kembali Dibekali Ilmu Berwirausaha Mataram (Suara NTB) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB, Senin (28/4) kembali melaksanakan kegiatan pelatihan mental berwirausaha kepada generasi muda. Sebanyak 1.000 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di NTB diundang meng-

H. Muh. Amin

hadiri kegiatan tahunan Gerakan Nasional Kewirausahaan (GKN) di Narmada Convention Hall Mataram. Hadir pada kegiatan pembukaan, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Kerjasama Antar-Negara, Ir. Pariaman Sinaga, MM, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Bambang Himawan, para narasumber sekaligus motivator, perwakilan dari beberapa SKPD lingkup Pemprov NTB dan kabupaten/kota. Kegiatan kedua kali di NTB yang mengambil tema “Spirit Of Women Entrepreneurship” ini berlangsung sehari, dan cukup menginspirasi para undangan yang sebagian besar perempuan ini untuk berwirausaha. Komunikasi dua arah terjalin antara peserta dan pemateri. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Supran, MM, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kementerian yang dilaksanakan selama 4 kali di seluruh provinsi di Indonesia ini memberikan semangat dan motivasi tentang

kewirausahaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di NTB. Tujuannya bagaimana meningkatkan semangat dan jiwa kewirausahaan kepada generasi muda untuk menjadi wirasaha yang tangguh, mandiri, andal serta memiliki daya saing. Motivasi agar tumbuh wirausaha baru yang kreatif, inovatif dan berwawasan global. Mampu melaksanakan interaksi melalui tukar menukar informasi dan meningkatkan kerjasama di segala sektor. Supran juga mengatakan, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha bagi wirausaha baru, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha koperasi dan UMKM yang dilakukan para pelaku usaha. Termasuk, mengekspresikan diri, memberikan inspirasi atas keberhasilan wirausaha dari dalam dan luar negeri, sehingga dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru. Tindak

lanjut dari kegiatan tersebut, lanjutnya, akan diperbantukannya modal bagi wirausahawan yang terdaftar sebagai anggota koperasi. “Kegiatan ini juga akan sangat mendukung program penumbuhan wirausaha yang dicanangkan pemerintah daerah dalam RPJMD Provinsi NTB. Maka, perlu dukungan oleh seluruh unsur lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta, BUMN, dan kalangan masyarakat itu sendiri,” pesannya. Kegiatan tersebut, biasanya dilanjutkan langsung dengan bimbingan teknis (bimtek), menyusul diperbantukannya berbagai jenis peralatan, sesuai jenis bimtek. Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Kerjasama AntarNegara, Ir. Pariaman Sinaga, M M

juga mengatakan, kegiatan tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan generasi muda, khususnya di NTB. Pemerintah daerah harus tetap membangun kerjasama dengan perguruan tinggi untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru. Kementerian Koperasi sendiri menurutnya sangat memperhatikan bagaimana pelaku usaha lokal menjadi tuan rumah pada aktivitas ekonomi nasional. “Ini peluang bagi generasi muda, tangkap peluang ini bagi semua generasi muda,” katanya. Sementara Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si menyebut, generasi muda harus terbebas dari belenggu pola fakir yang mengandalkan peluang kerja hanya sebagai PNS. Ia menekankan, Tuhan telah menyiapkan sepuluh pintu rezeki, di mana sembilan di antaranya adalah dari berniaga. Ia menggambarkan bagaimana negeri Cina mengembangkan peluang usaha yang cukup besar. Terbukti negara tersebut menjadi salah satunya yang mengendalikan perekonomian dunia.

Menurutnya, GKN dianggapnya sangat relevan dengan atensi pemerintah daerah dalam mengembangkan wirausaha hingga tahun 2018 mendatang pada program strategisnya. Pertumbuhan ekonomi, perkembangan pariwisata di NTB menurutnya menjadi bekal untuk berwirausaha. Mengingat multiplayer effect dari aktivitas kepariwisataan ini akan memberi dampak yang besar terhadap tumbuhnya berbagai sektor bisnis.(bul/*)

Supran

Wagub NTB H. Muh. Amin didampingi Kadis Koperasi dan UMKM NTB, Drs. Supran saat memberikan bantuan secara simbolis kepada beberapa wirausaha. (Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

Kepala Bank Indonesia NTB, Bambang Himawan dan beberapa tamu undangan.

(Suara NTB/bul)

Dari kiri Kepala Koperasi UMKM NTB Drs. H. Supran, MM, Wagub Muh. Amin, SH, M.Si, dan Ir. Pariaman Sinaga, MM.

(Suara NTB/bul)

Sekitar 1.000 peserta mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi di NTB mengikuti kegiatan tahunan GKN.

HUT Satpol PP dan Satlinmas Se-NTB di KLU

Siap Kawal Pemilu dan Pelaksanaan Otda untuk NKRI Tanjung (Suara NTB) Upacara peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke 64 dirangkai HUT Satlinmas ke 52 se NTB yang dipusatkan di Lapangan Umum Supersemar Tanjung, Lombok Utara, Senin (28/4) dihadiri lebih dari 1.000 orang. Selain 600 orang personel Satpol PP se-NTB, hadir pula jajaran TNI/Polri. Dalam Apel HUT kali ini, tema yang diangkat “Satpol PP dan Satlinmas siap mengawal pelaksanaan Pemilu 2014 melalui tupoksi”. Acara dimulai tepat pukul 07.30 wita, dengan dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, MSi, bertindak selaku Pembina Upacara, serta Komandan Upacara, dipercayakan kepada Kasatpol PP Satlinmas KLU, Anding Dwi Cahyadi, M.TP. Di barisan tamu undangan, tampak Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., Wabup KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH.MH., Danrem 162/Wira Bhakti Kol ARH Kuat Budiman, SIP., Kasatpol PP NTB Ibnu Salim, SH, MSi, Ketua DPRD KLU, Mariadi, S.Ag dan sejumlah anggota DPRD KLU dan Asisten dan Kepala SKPD sejumlah instansi lingkup Pemprov NTB dan Pemda KLU.

Sebagai bagian dari perayaan HUT - usai apel, wagub, bupati, dan petinggi TNI/Polri berkesempatan melepas burung merpati dan memusnahkan miras yang disita oleh jajaran Satpol PP KLU. Antara lain yang dimusnahkan, 40 jeriken tuak, 6 botol brem, jeriken kosong 14 buah dengan total keseluruhan miras yang dimusnahkan mencapai 120 liter. Wagub NTB, H. Muh. Amin, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menekankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijalankan dengan entitas pemerintahan yang massif. Di mana saat ini, terdapat 539 daerah otonom di seluruh Indonesia, dengan rincian 34 Pemerintah Provinsi, 412 Pemerintah Kabupaten dan 93 Pemerintah Kota. NKRI yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri dari wilayah kepulauan, dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia, dengan beragam budaya, adat istiadat. Hal ini memerlukan pengelolaan otonomi daerah (otda) oleh pemerintah daerah agar konsisten dan bijak untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konsep pengembangan otda, sebutnya, Pemda memiliki kewenangan kebijakan dalam pengembangan sumber daya alam lokal. Penyelenggaraan otda harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan,

menjamin hubungan antar daerah, dan mencegah ketimpangan. Otda juga harus mampu tumbuh, menciptakan sinergitas yang bagus antar daerah dengan pemerintah. “Artinya, seluruh entitas pemerintahan harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah NKRI,” ujar Amin. Mendukung pencapaian itu, dibutuhkan pengawalan semua Pemda, membuka kran adaptasi bagi kepentingan masyarakat. Pengelolaan pemerintahan daerah haruslah dilakukan secara efektif, efisien, dan transparan, termasuk penyelenggaraan keuangan dengan sistem pencatatan berdasarkan standar akuntansi pemerintah. Dalam bidang ekonomi, pemerintah dituntut mampu memberikan dukungan dalam pengembangan ekonomi mikro kecil untuk mencapai kemandirian dan berdaya. Pemda pun diharapkan meningkatkan keunggulan lokal sebagai daya tarik investasi. Pengembangan ke arah investasi, sedianya Pemda membuka kemudahan dengan penyediaan perangkat investasi dari layanan elektronik, kebijakan 1 pintu, sehingga memudahkan terbukanya kran investasi untuk menyambut pasar bebas 2015. Wagub mengingatkan, Pemda dalam pelaksanaan otda harus mengawal pelaksanaan UU Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan agar masyarakat

memperoleh pelayanan mudah, murah terkait dukcapil, mengawal pelaksanaan UU 25/2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait pemerintahan daerah untuk mewujudkan kualitas birokrasi yang lebih baik, menyerap dan mengimplementasikan UU 6/2014 tentang Desa untuk mengawal entitas pemerintah. Di mana desa sebagai faktor pengungkit upaya mewujudkan kesejahteraan, seta merencanakan pembangunan agar sesuai dengan UU 32/ 2014, dan dukungan kebijakan Pemda dalam perbaikan layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kasatpol PP Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH, MSi, usai upacara kepada wartawan mengatakan perayaan HUT Satpol PP dan HUT Satlinmas, di KLU digelar untuk mempersiapkan kesiapsiagaan pengamanan Pilpres 2014 setelah sebelumnya sukses mengawal Pileg 2014. Satpol PP dan Satlinmas akan bergerak menIbnu Salim

gamankan Pilpres Juni mendatang agar Pilpres berjalan aman damai dan bermartabat. “Bentuk pengamanan yang dilakukan berupa tindakan preventif, menjaga, mengawal dan membantu tugas-tugas TNI/Polri. Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran di semua Kabupaten/Kota, agar menyiapkan personel pengamanan Pemilu di tiap-tiap daerah,” papar Ibnu. Satpol PP NTB memandang keberadaan personel Satpol PP di seluruh NTB sejauh ini relatif mencukupi, karena Satpol PP dibantu pula oleh Satlinmas di tiap-tiap desa. Ibnu juga mengomentari, langkah penyitaan miras oleh Satpol PP KLU kali ini, mendapat apresiasi dari jajaran di provinsi. “Ke depan, langkah seperti ini akan kami intensifkan di kabupaten/kota, termasuk melakukan razia gabungan provinsi dan kabupaten. Menjelang puasa, kita juga akan rutin menggelar razia, untuk memberikan keamanan, ketenangan dan damai dalam beribadah puasa bagi masyarakat,” pungkasnya. (ari/*)

(Suara NTB/ari)

Wagub H. Muh Amin menjadi Inspektur Upacara pada upacara HUT Satpol PP dan Satlinmas se-NTB di Lapangan Supersemar Tanjung.

(Suara NTB/ari)

(Suara NTB/ari)

Pemusnahan miras oleh Wagub, Bupati KLU, jajaran TNI/Polri, Kasatpol PP NTB Ibnu Salim usai upacara HUT Satpol PP dan Satlinmas.

Wagub H. Muh. Amin, Bupati KLU Djohan Sjamsu dan jajaran TNIPolri melepas merpati dalam perayaan HUT Satpol PP dan Satlinmas di Lapangan Supersemar Tanjung, Senin (28/4).

(Suara NTB/ari)

Pataka lambang Satpol PP dan Satlinmas.

Anggota Satpol PP NTB saat melakukan donor darah serangkaian HUT Satpol PP ke 64 dan Satlinmas ke 52 tahun 2014.

(Suara NTB/ist)

Satpol PP NTB melakukan anjangsana Pondok Pesantren Al Jariah Bentek KLU .


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567

Kerjasama Disporabudpar Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Bupati Sumbawa Buka LPI 2014 Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, membuka Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2014, di stadion Pragas Sumbawa. LPI 2014 diikuti pilihan kesebelasan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sumbawa yang telah memenuhi persyaratan. Bupati dalam sambutannya menyatakan, dia berharap event ini dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah, terutama dalam mencetak kader-kader sepak bola yang berkualitas. Keberadaan LPI yang kini memasuki tahun keempat kompetisi mampu menjadi sumber pemain sepak bola berkualitas. Untuk membentuk suatu tim sepak bola

yang hebat, dibutuhkan peran serta dari banyak pihak. Termasuk dukungan pemerintah daerah, dan tidak ketinggalan peran dan dukungan masyarakat dalam membantu meningkatkan prestasi persepakbolaan di daerah ini. Salah satu contoh, adalah dengan menciptakan iklim kompetisi yang sehat melalui turnamenturnamen yang diadakan termasuk melalui LPI. Pelaksanaan LPI sebagai pembinaan sepak bola usia dini di dunia pendidikan yang diharapkan, mengukur pembinaan prestasi cabang sepak bola di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Memotivasi dan mengoptimalkan pengembangan potensi atlet sepakbola. Menyediakan wahana seleksi tim sepak bola menuju seleksi tingkat Provin-

si NTB. “Kegiatan semacam ini haruslah kita kelola dengan sungguh-sungguh, supaya kita dapat menemukan bibit yang benar-benar tangguh, dan bisa mengharumkan nama daerah khususnya, serta Indonesia pada umumnya, seperti prestasi Tim LPI Sumbawa tahun lalu yang menembus 4 besar nasional,” kata Bupati. Ketua Panitia yang juga Kabid Olahraga Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sumbawa, Drs. Agus Salim, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan sepak bola antar pelajar (LPI Piala Presiden) ini, yang digelar kerjasama Disporabudpar, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) dan Pengcab PSSI Sumbawa ini, memperebutkan piala tetap Bupati Sumbawa. Tahun ini diikuti 18 kesebela-

san tingkat SMA/MA/SMK sederajat dan 27 kesebelasan SMP/MTs sederajat. Para juara LPI ini akan mendapatkan imbal prestasi dan apresiasi berupa piala, uang pembinaan, medali dan piagam penghargaan atas nama pemain dan official team. Untuk Juara pertama mendapatkan uang imbal prestasi Rp 5 juta dan Piala Tetap Bupati, Juara Kedua Rp 3 juta dan piala Wakil Bupati serta Juara Ketiga Rp 2,5 juta dan Piala Kadisporabudpar. Bagi para pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak (top scorer) juga akan memperolah imbal prestasi dan piala. LPI yang akan berlangsung hingga 4 Juni tersebut, pertandingan perdananya mempertemukan SMA Negeri 3 melawan SMA Negeri 4 Sumbawa. (arn/*)

(Suara NTB/arn)

BUKA - Bupati Sumbawa saat membuka LPI 2-14.

(Suara NTB/arn)

(Suara NTB/arn)

SIAP TANDING - Dua kesebelasan dari SMAN 3 dan SMAN 4 Sumbawa siap bertanding pada pertandingan perdana LPI 2014.

LAPORAN - Ketua Panitia memberikan laporan kegiatan LPI Sumbawa.

Warga Tuding Pengadaan Pertanyakan Kejelasan Kasus Penembakan Polisi Sapi Bibit Disnak Bermasalah Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekelompok massa dari Forum Komunikasi Pergerakan Pembelaan Samawa (FKPPS) menggelar aksi di kantor Bupati Sumbawa, Senin (28/4). Mereka menuding proyek pengadaan sapi di Dinas Peternakan bermasalah, hingga menuntut penuntasan kasus dugaan pengadaan sapi fiktif pada tahun 2013. Salah seorang perwakilan FKPPS, Jhon Hendrik menyebutkan, dari data yang diperolehnya, pada 2013 lalu pengadaan sapi di Dinas Peternakan sekitar 711 ekor. Setelah dicek lapangan, ternyata di dalamnya terdapat pula sapi masyarakat yang disewa dengan harga Rp 100.000. Mengetahui hal itu, pemilik akhirnya keberatan, karena sapinya telah dicap oleh Disnak. Bahkan, ada pula masyarakat yang dijanjikan sapi, namun yang diberikan berupa uang. “Kami punya data. Pengadaan hanya sekitar 300 ekor sapi. Sementara sisanya 400 ekor, kami duga fiktif,” tandasnya. Dalam pernyataan sikapnya, FKPPS, menuntut proses hukum bagi setiap pejabat dan petugas yang terindikasi dalam kasus pengadaan sapi bibit di Dinas Peternakan Sumbawa. Pemkab Sumbawa harus segera mengambil sikap untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum pejabat yang tidak taat aturan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbawa, Ir Syafruddin Nur yang menemui pendemo, tegas membantah tudingan FKPPS. Termasuk membantah tudingan telah membagi-bagikan uang kepada masyarakat dalam proses pengadaan tersebut. Tim di lapangan sejauh ini telah melaksanakan tugasnya sesuai prosedur, mekanisme dan aturan yang ada. Disnak juga memiliki tim, selektor dan lainnya dalam pengadaan sapi bibit dimaksud. Dalam hal ini, tim pun sudah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Namun ketika ada kelemahan di lapangan, pihaknya pun tidak akan menutup mata. Dalam arti, siap melakukan kroscek, pembinaan dan perbaikan-perbaikan secara internal, sebagai bagian dari tanggungjawabnya secara teknis. Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri), Drs Arief MSi yang menjadi moderator dalam dialog pendemo dengan Disnak pun menyarankan agar FKPPS melaporkan dugaan ini ke Inspektorat, untuk dilakukan pemeriksaan khusus (riksus) dan investigasi ke bawah. Sesuai dengan struktur Pemkab. “Kalau nantinya tidak puas, baru lapor polisi,” tandasnya. (arn)

Warga Tente Blokir Jalan Negara

Kota Bima (Suara NTB) Keluarga dan warga tempat tinggal Erwin (24) yang ditangkap terkait kasus penembakan Ipda Hanafi, memblokir jalan lintas Bima-Tente, tepatnya di depan Kantor Kecamatan setempat, Senin (28/4). Warga menunjukkan aksi ini mempertanyakan kejelasan sangkaan terhadap Erwin. Sebab, seperti yang mereka ketahui tuntutan terhadap Erwin berubah-ubah, mulai dari pelaku penembakan beralih ke kasus narkoba hingga kepemilikan senjata tajam (sajam). Aksi blokir tersebut dilakukan sejak pukul 09.00 Wita. Warga memblokir jalan dengan membentang spanduk berisi tuntutan kebetaran atas penanganan terhadap Erwin yang berubah-berubah. Selain membentangkan spanduk, warga juga menumpuk ranting dan batang pohon. Bahkan warga juga membakar ban bekas di tengah jalan. Ptaktis, lantaran diblokir, tak satu pun pengendara yang bisa melintas. Setiap kendaraan yang melintas, dilarang dan dimarahi oleh keluarga dan warga. Pengendara terutama sepeda motor akhirnya menempuh jalur alternatif. Sementara itu, aparat Kepolisian yang berada di lokasi tak bisa berbuat banyak lantaran khawatir memicu ketegangan. Suasana baru mereda dan blokir dibuka setelah Kapolres Bima, AKBP IGPG Ekawana Prasta memberikan penjelasan mengenai tuntutan mereka. Dalam negosiasi tersebut, salah seorang masyarakat mempertanyakan mengenai

adanya perubahan sangkaan terhadap Erwin yang dinilai janggal. Disebutkannya, awalnya Erwin ditangkap karena melakukan penembakan terhadap Ipda Hanafi. Namun saat proses berlangsung, keterlibatannya sebagai penembak Ipda Hanafi tidak terbukti. Lantaran tidak terbukti, penyidik lantas menggiring sangkaan karena terlibat dalam kasus narkoba. Namun saat dilakukan tes urine, Erwin tidak terbukti mengkonsumsi narkoba seperti yang dituduhkan. Lantaran tidak terbukti lagi, penyidik kembali menggiring keterlibatan Erwin atas dugaan kepemilikan sajam. “Padahal banyak saksi yang menyebutkan, saat ditangkap Erwin tidak melawan. Ini bahasa-bahasa yang digeser-geser. Apalagi saat ditangkap justru dia yang dianiaya sehebat-hebatnya,” tandas pemuda berbadan kurus tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta kejelasan atas sangkaan yang mana Erwin ditetapkan

(Suara NTB/use)

BLOKIR - Warga Kecamatan Tente, Kabupaten Bima, Senin (28/4) memblokir ruas jalan negara, menuntut kejelasan kasus tersangka penembak polisi. sebagai tersangka. Sementara itu, masih di hadapan Kapolres, orang tua Erwin juga mengungkapkan permintaanya agar anaknya segera ditangguhkan penahanannya. Kapolres Bima AKBP IGPG Ekawana Prasta menyebutkan, Erwin awalnya diduga sebagai tersangka penembakan, menyusul adanya keterangan dari tiga orang saksi yang telah diperiksa. Bahkan saat yang bersangkutan ber-

jalan, seorang saksi tepat menunjuk ke arah Erwin. “Itulah kenapa waktu itu Erwin kita praduga sebagai pelakunya,” tutur Ekawana. Sementara mengenai tes urine, itu dilakukan demi kepentingan penyelidikan. Untuk mengetahui apakah saat melakukan tindak kejahatan seseorang itu tengah sakit atau tidak. Baik dengan tes urine, sidik jari atau dari foto-foto. Selanjutnya, terkait per-

mintaan pihak keluarga untuk meminta penangguhan penahanan, pihaknya mengamini. Untuk itu, dia menyarankan pihak keluarga bersurat secara resmi. Dijelaskan Ekawana, posisi kasus Erwin sendiri saat ini sudah dalam penuntutan di Kejaksaan. Surat tersebut bisa disampaikan langsung melalui Kejaksaan atau melalui pihaknya yang selanjutnya diteruskan ke Kejaksaan. (use)

Kasus Korupsi Setda Dompu

Ratusan Pekerja Subkon Tersangka Terancam Newmont Berhenti Bekerja Pasal TPPU (Suara NTB/arn)

PENJELASAN - Kadisnak Sumbawa saat memberikan penjelasan saat demo FKPPS di Kantor Bupati, Senin (28/4).

Inspektorat Periksa Pengadaan Laptop di Bima Bima (Suara NTB) Pengadaan 40 unit laptop di dinas Dikpora Kabupaten Bima tahun 2012 oleh mantan Kasi Kurikulim, Basyirun M.Pd menjadi temuan Inspektorat Kabupaten Bima. Pasalnya, hingga kemarin 40 unit laptop yang diadakan belum juga diserahkan ke sekolah-sekolah. Kepala Inspektorat, Drs H. Arifuddin yang dikonfirmasi, Senin (28/4) membenarkan adanya pemeriksaan ini. Kasus tesebut menjadi salah satu kasus yang digelar pihaknya sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, terkait pemeriksaan, Basyirun sendiri sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Begitu juga dengan sejumlah anggota Basyirun di Dikpora. “Kalau Basyirun sudah kita panggil beserta stafnya,” tutur Arifudin. Meski demikian, lanjutnya, pihaknya belum bisa menjelaskan kesimpulannya. Rencanannya, hasil pemeriksaan ini akan diserahkan ke Bupati Bima sebagai pimpinan tertinggi. Selanjutnya, Bupati akan menentukan langkah selanjutnya untuk kasus ini. “Mengenai kasus ini, nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan data yang dihimpun, dugaan penyimpangan pengadaan laptop ini terjadi pada tahun 2012 lalu. Saat itu, Basyirun memalsukan tandatangan Kabid Dikmen dan beberapa Kasi dan staf di Bidang Dikmen. Hanya saja, belakangan diketahui 40 unit laptop yang diadakan tak sampai ke sekolah-sekolah. Ditanya apakah laptop tersebut sudah diserahkan atau tidak? Arifuddin enggan menjawab secara gamblang. Namun dia memastikan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah laptop tersebut memang belum diserahkan atau sudah. Saat ditanyai pula apakah hasil temuan ini nantinya dikoordinasikan juga dengan aparat Kejaksaan atau Kepolisian? Arifuddin juga belum sampai ke arah sana. Namun yang jelas, saat ini sejumlah temuan yang ada di lingkup Kabupaten Bima tengah diekspose termasuk masalah aset. “Mana yang bisa kita dahulukan kita dahulukan,” tuturnya. (use)

Taliwang (Suara NTB) Ratusan pekerja yang bekerja di sejumlah perusahaan sub kontraktor (Subkont) PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) berhenti bekerja. Mereka yang bekerja di bawah sistem perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) itu oleh perusahaan yang mempekerjakannya tak memperpanjang lagi masa kontraknya yang rata-rata habis di bulan April ini. Terhentinya kemitraan kerja antara karyawan dan sejumlah perusahaan subkont itu bukan semata karena berakhirnya masa kerja mereka. Namun juga sebagai imbas goyahnya posisi PT NNT selaku pemberi kerja, setelah dalam setahun terakhir perusahaan tambang asal negeri Paman Sam itu tak mampu berproduksi normal akibat pemberlakuan kebijakan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba oleh pemerintah pusat. “Memang benar ada ratusan pekerja subkont Newmont di bawah PKWT berhenti (bekerja). Kontrak mereka habis dan perusahaan tempat mereka bekerja tidak lagi memperpanjang kontraknya, karena memang volume kerja yang diberikan Newmont kepada subkont dikurangi,” jelas kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H. Abdul Hamid, MPd kepada wartawan, Senin (28/4).

Perusahaan Subkont yang melakukan pengurangan tenaga kerja itu bukan saja dilakukan oleh perusahaan non permanen. Dari data Disosnakertrans, sejumlah perusahaan subkont inti pun juga terpaksa mengambil langkah tersebut, seperti PT Trakindo, Sanggar Sarana Baja (SSB), Pratama Engineering dan PT Prasmanindo Boga Utama (PBU). “Jadi hampir seluruh perusahaan subkont sekarang mengambil kebijakan tidak memperpanjang kontrak pekerja mereka yang sudah habis kontrak,” kata Hamid. Tidak adanya perpanjangan kontrak bagi pekerja PKWT oleh hampir seluruh subkont PT NNT itu sebenarnya sudah diketahui oleh dinas sejak beberapa waktu terakhir. Sejumlah perusahaan bahkan melalui manajemennya telah melaporkan kondisinya secara langsung ke Disosnakertans. Sementara sisanya Dinas memperoleh pengaduan dari pekerja dengan dalih perusahaan tempatnya bekerja telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap mereka. “Sudah banyak (pekerja) yang datang mengadukan kondisi mereka. Namun setelah kita melakukan pengecekan di lapangan, faktanya mereka sudah habis kontrak dan perusahaan tidak memperpanjangnya lagi. Jadi bukan PHK,” ujar Hamid seraya menambahkan dirinya tak tahu persis berapa jumlah pekerja yang kontraknya tak diperpanjang lagi oleh perusahaan subkont PT NNT. “Datanya ada di PHI. Tapi kalau di rata-rata tiap pe-

rusahaan ada puluhan yang pekerjanya tidak lagi mereka perpanjang kontraknya sekarang ini,” tambahnya. Dari komunikasi yang telah dibangun antara perusahaan dan pekerja, Hamid mengaku, banyak pekerja yang kemudian memahami kondisi yang dihadapi perusahaan tempat mereka bekerja dan perusahaan pun sebaliknya. Bahkan sejumlah perusahaan berkomitmen jika nantinya kondisi kembali membaik dan volume pekerjaan ditambah oleh pihak Newmont, pekerja akan dipanggil kembali untuk mengisi slot pekerjaan tersebut. “Jadi ada beberapa perusahaan yang siap mengontrak kembali pekerjanya begitu kegiatan di perusahaan kembali normal,” urai Hamid. Dari ratusan pekerja yang tidak diperpanjang kontraknya tersebut, ternyata terdapat pula pekerja yang sebelumnya direkrut melalui program rekrutmen tenaga kerja lokal yang digagas PT NNT bersama Pemda KSB. Terkait hal itu Hamid mengungkapkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan PT NNT agar bagaimana para pekerja lokal tersebut tetap bisa diakomodir sebagai tanda dijalankannya komitmen PT NNT atas program tersebut. “Kita juga bicarakan yang masuk dalam daftar waiting list. Mereka itu kebanyakan baru saja dipekerjakan tapi sekarang sudah dihentikan kontraknya,” pungkasnya. (bug)

Dompu (Suara NTB) Kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu tahun 2011 yang diduga merugikan keuangan Negara hingga Rp 2,085 Miliar, berkas penyidikannya belum dinyatakan lengkap. Penyidik diminta untuk menelusuri kekayaan para tersangka tahun 2011 hingga sebelumnya dan terancam akan dikenakan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kapolres Dompu, AKBP Purnama, SIK kepada wartawan di Mapolres Dompu, Senin (28/4) mengatakan, kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Setda Dompu tahun 2011 yang dilimpahkan ke Kejaksaan telah dikembalikan ke penyidik setelah sebelumnya dilengkapi. “Masih ada petunjuk dari jaksa, diperlukan data sebelum korupsi dan sesudah korupsi, harus ada perbandingan,” kata Purnama. Untuk memenuhi petunjuk jaksa, penyidik harus mendapatkan data laporan hasil kekayaan pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK atau menelusuri asetaset para tersangka. “Kalau kita ambil data dari LHKPN KPK, itu memerlukan proses. Ataupun kita masih menelusuri aset-aset yang bersangkutan (tersangka). Ini yang sedang kita proses ke arah itu (menelusuri aset),” katanya. Berdasarkan petunjuk jaksa, mungkinkah kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan Negara Rp 2,085 Miliar dari total anggaran Setda tahun 2011 sebesar Rp 9 Miliar dikenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU)? Kemungkinannya, iya. Tetapi sangat bergantung

hasil penyelidikan lebih lanjut dan digelarkan kasusnya. “Iya. Nanti kita cari, nanti kita gelar. Apakah mengarah ke TPPU itu,” ungkap Purnama. Terkait kemungkinan akan adanya tambahan tersangka selain tiga orang yang telah ditetapkan lebih awal, Purnama mengaku, hingga saat ini belum ada. Pihaknya masih menuntaskan penyelesaian berkas tiga kasus korupsi Setda dan belum berkonsentrasi ke calon tersangka lain. “Belum (ada penambahan tersangka). Tiga saja belum selesai (penyidikannya),” katanya. Kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Setda tahun 2011 hendak diarahkan ke undang-undang TPPU didasari kasus yang mengawalinya. Kasus dugaan korupsi anggaran Setda ini mengemuka pasca mencuatnya kasus bendahara Setda Dompu berinisial M, SE meminjam uang warga dan berdalih untuk membiayai kegiatan operasional di lingkup Setda. Penggunaan uang masyarakat beberapa bulan anggaran dinas tidak cair, sementara kebutuhan akan operasional tetap jalan. Ketika anggaran dinas cair, justru tidak dimanfaatkan untuk menutupi uang warga yang digunakan lebih awal, tapi justru diduga dimanfaatkan untuk bayar utang di tempat lain dan untuk kepentingan pribadi. Apalagi kasus pinjaman uang di luar milik warga justru sudah membengkak sebelum pergantian bendahara dari Ar, S.Sos ke M, SE. Bahkan tercatat pinjaman ini mencapai Rp 1,8 Miliar dan harus diganti oleh bendahara baru tahun 2011. (ula)


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Politik Uang Kini Lebih ’’Sadis’’ Ia menyebutkan, di musim pemilu kali ini tidak saja ‘’serangan fajar’’ yang terjadi, melainkan juga ‘’serangan panjar’’. Jika ‘’serangan fajar’’ dilakukan dengan memberikan uang tunai secara keseluruhan, maka terminologi ‘’serangan panjar’’ mengacu pada pemberian uang secara bertahap dengan sebagian uang di muka sebagai panjar dan sisanya setelah pemilih menyalurkan hak suaranya dengan memilih si pemberi panjar. “Nah, yang ‘’serangan panjar’’ ini tetap saja kalah sama ‘’serangan fajar’’. Itu yang terjadi di lapangan,” ujar Machsun. Ia mengungkapkan, perolehan suaranya yang ia jaga selama ini juga tak urung terkena imbas ‘’serangan fajar’’ semacam ini dan mengakibatkan target perolehan suaranya menyusut sekitar lima hingga enam ribu pemilih. Anggota KPU NTB, Yan Marli, S.Pd, M.M.Pd, yang dikonfirmasi Suara NTB sebelumnya mengakui bahwa salah satu aspek yang perlu dibenahi dalam pemilu kali ini adalah perlunya peningkatan kapasitas (capacity building) bagi jajaran penyelenggara yang bersifat ad hoc mulai dari KPPS di tingkat TPS hingga PPS dan PPK. ‘’Stakeholder seperti KPPS, PPS, PPK harus lebih baik,’’ ujarnya. Meski demikian, Yan Marli menegaskan pihaknya bersyukur tingkat partisipasi pemilih di Pemilu kali ini justru lebih tinggi ketimbang target nasional. “Secara keseluruhan, kami harus berterima kasih seluruh pihak, semua stakeholder, sehingga persentase pemilih kita melebihi target nasional,” ujarnya. (aan)

Dari Hal. 1

Berada di Persimpangan Anggaran yang diberikan untuk KONI diharapkan bupati dapat digunakan untuk benar-benar memajukan dunia olah raga Lotim. Bupati juga menyampaikan, pengurus KONI yang dilantik banyak dari kalangan PNS. Harapannya, tugas utamanya sebagai PNS tidak terganggu. Diingatkan, pengurus KONI yang menjadi PNS jangan sampai merugikan pemerintah daerah karena tidak fokus menjalankan tugas pemerintahan. ‘’Silahkan bagi tugas dengan baik,” pesannya. Kegiatan dalam upaya memajukan dunia olah raga diharapkan bisa dilakukan di luar tugas kedinasannya di pemerintahan. Menurut Ali BD, dunia olahraga Indonesia saat ini berada pada persimpangan jalan. Indonesia banyak penduduknya, akan tetapi tidak bisa juara. Dibandingkan dengan negara-negara lain yang minim penduduknya. ‘’Hal ini karena kita berada di persimpangan,” katanya. Melihat kenyataan ini, Bupati Ali BD mengatakan, mestinya harus ada rasa malu. Bukannya berteriak-teriak dan tidak ada hasil. ‘’Teriak tapi harus menang,” katanya member semangat. (rus)

Dari Hal. 1

KPU Sumbawa Arahkan Pengaduan ke MK Sumbawa Besar (Suara NTB) Laporan pengaduan yang dipersoalkan sejumlah caleg dan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Tana Samawa (AMPPETAS), terus berlanjut. Terkait sinyalemen adanya penambahan dan pengurangan suara itu, mereka menuntut dilakukan penghitungan ulang. KPU Sumbawa mengarahkan pengaduan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). AMPPETAS awalnya menggelar demo di kantor Panwaslu Sumbawa, Senin (28/4) kemarin, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka berorasi dan menemui Panwaslu. Setelah itu, mereka ke Polres Sumbawa, dan atas inisiatif Kapolres, AKBP Karsiman S.IK, M.M, memfasilitasi pertemuan AMPPETAS dengan KPU Sumbawa dan Panwaslu di Rupatama Mapolres. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AMPPETAS, yang juga caleg pada pileg lalu, menyampaikan segala keluhan dan pengaduan mereka. Sebut saja, Caleg PKB, Juraidin, yang menuding banyaknya laporan kecurangan pemilu yang belum ditindaklanjuti. Pengaduan ini baru disampaikan, karena saat Pleno KPU, mereka katanya tidak diberikan ruang untuk mengajukan protes. “Kami melihat ada kejanggalan pada beberapa TPS dengan adanya indikasi penggelumbungan suara. Ada selisih suara di TPS Brang Biji dan lainnya,”cetusnya. Caleg DPI Perjuangan, Zulkarnaen, mencontohkan kejadian di TPS 14 Kelurahan Umasima. Proses penghitungan suara yang dilakukan hingga pukul 05.00 Wita dinihari memungkinkan terjadinya kesalahan dalam menginput data. Hingga perolehan 21 suara pribadinya sempat hilang di TPS dimaksud. Itupun baru diketahui pada hari ke dua setelah pemilu.

Dari Hal. 1

Caleg Perempuan Demo ke Bawaslu

Selong (Suara NTB) Senin (28/4) kemarin, Bumi Gora Institute NTB mengadakan diskusi publik dengan tema “Penguatan Lembaga Pesantren Dalam Membumikan Pancasila; Strategi

(Suara NTB/ist)

tidak ada sikap dari KPU dan Panwas. Kecenderungan masyarakat juga melihat hasil perhitungan, jangan beralibi hasil di PPK sudah dianggap final dan bersih, karena harus ada bahan pembanding. Ketika ada perubahan harus ada berita acara yang jelas. Temuan kami ini harus disikapi,”tandasnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwaslu, Mahyuddin Soud, S.Pd, membantah kalau dikatakan Panwaslu tidak merespons pengaduan masyarakat. Sebab pihaknya telah merespons apa yang disampaikan baik pribadi maupun aliansi. Pihaknya merekomendasikan untuk mengecek ulang di beberapa TPS yang disinyalir ada penggelembungan suara. “Kami sudah menyampaikannya ke KPU, Cuma kami belum mengirim tembusan ke pelapor, itu kelemahan di kami tapi sudah menyampaikannya ke KPU. Kami tidak akan melakukan hal-hal di luar kewenangan sebagai pengawas KPU,” tukasnya. Sementara Ketua KPU, Syukri Rahmat, S.Ag, menjelaskan, proses pemungutan suara, mulai dari rekap di PPS sampai di kabupaten dan KPU provinsi, telah rampung. Bahkan Sumbawa menjadi bagian kabupaten/kota yang prosesnya berjalan lancar dan aman. Pihaknya pun baru membaca temuan yang disampaikan Panwaslu karena dalam beberapa hari terakhir mengikuti rekapit-

mahasiswa dan siswa serta dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekda Kabupaten Lotim mewakili Bupati Lotim. Dalam sambutannya, Direktur Bumi Gora Institute Samsul Hasan Basri, SH, mengungkapkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila, mulai dari sila pertama sampai sila kelima sejatinya merupakan suatu nilai luhur yang apabila diimplementasikan ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan membawa bangsa Indonesia ini menuju negara yang maju dan sejahtera. Karena itu, nilainilai luhur Pancasila harus diimpelmentasikan oleh setiap orang dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara termasuk di lemba-

Rusunawa Mandalika Diminati Para Pedagang Mataram (Suara NTB) Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di RT 06 Montong Are, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya masih dalam tahap finalisasi. Walaupun belum rampung, namun banyak warga yang berminat untuk tinggal disana. Bahkan rusunawa itu banyak diminati oleh para pedagang dan sales. “Minat masyarakat untuk tinggal di rusunawa itu tinggi. Banyak yang datang ke kantor bertanya terutama para pedagang dan sales,” terang Lurah Mandalika, H. Amiruddin Gupran. Peminatnya tidak hanya dari warga Kelurahan Mandalika, tetapi juga dari kelurahan lainnya bahkan ada juga warga Bengkel, Lombok Barat yang berminat untuk tinggal di rusunawa. Apakah warga luar Kota Mataram bisa diakomodir untuk menyewa di rusunawa? Gupran mengatakan pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari Dinas PU Kota Mataram. “Belum ada instruksi. Dinas PU hanya meminta kami untuk melihat sejauh mana minat masyarakat,” terangnya. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaan dari Dinas PU Kota Mataram. Rusunawa itu juga nantinya akan dikelola oleh UPTD tersendiri. Progres pembangunan blok kembar rusunawa itu saat ini disebutkan Gupran sekitar 95 persen. Fasilitas air maupun listrik juga belum disediakan.

Dugaan Kerugian Negara Bertambah

Dari Hal. 1

Menegaskan apa yang disampaikan Sutapa, sebelumnya Kajati NTB Sugeng Pudjianto juga sudah memastikan rencana cek fisik untuk merambah ke kerugian negara yang lebih besar. “Memang ada beberapa item harus kami periksa lagi, karena ada kemungkinan kerugiannya bertambah,” kata Kajati menjawab Suara NTB belum lama ini. Namun Kajati enggan menyampaikan estimasi berapa kerugian negara yang sudah ditemukan, sehingga menjadi ukuran besar atau kecilnya potensi penambahan nilai kerugian Negara dimaksud. (ars)

Ia menjelaskan, agenda persidangan adalah pembuktian dan pemeriksaan pokok perkara yang menghadirkan termohon. Andayani mengatakan, termohon baru bisa memenuhi panggilan persidangan pada panggilan ke tiga. ‘’Alhamdulilah tadi termohon hadir. Dalam hal ini Majelis Komisioner meminta

Dari Hal. 1

Menangkal Radikalisme”. Kegiatan yang dilaksanakan di aula Depag Lombok Timur (Lotim) tersebut dihadiri oleh 80 orang peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat,

DISKUSI - Suasana diskusi BGI di Lotim, Senin kemarin.

Ketua API NTB, Nur Arafah, salah seorang caleg perempuan dalam pileg tahun ini mengatakan, banyak terjadi kecurangan dalam pemilu yang berlangsung 9 April 2014 lalu. Ia pun mempertanyakan kinerja Bawaslu dalam mengawasi pemilu. ‘’Kami ingin tahu sejauh mana kinerja Bawaslu, karena banyak terjadi indikasi kecurangan mulai dari penggelembungan suara hingga indikasi politik uang,’’ bebernya. Menurutnya, Bawaslu selama ini belum menunjukkan hasil kinerjanya. Sementara Nur Arafah telah memasukkan laporan pada tanggal 21 April namun tidak ditindaklanjuti. Laporan pun diklaimnya sudah lengkap dengan fakta rekaman dan sebagainya. ‘’Kami kecewa dengan Bawaslu karena tindakannya tidak nampak,’’ katanya. Dengan banyaknya pelanggaran yang dinilainya terjadi ketika pemilu, pihaknya menuntut supaya diadakan penghitungan suara ulang. ‘’Kami minta supaya penghitungan suara ulang,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Divisi Pengawasan dan Penindakan Bawaslu NTB, Bambang Karyono, yang menerima delegasi massa di ruang rapat Bawaslu NTB mengatakan, hasil pileg pascapleno KPU NTB belum final. KPU RI lah yang akan menentukan apakah akan ditetapkan atau tidak. ‘’Jangan beranggapan pleno KPU NTB itu final. Kami masih mengawal dengan bukti rekomendasi yang telah kami lakukan,’’jelasnya. Dikatakannya, hasil rekomendasi yang telah dihimpun pihaknya sudah ditembuskan kepada KPU RI sebagai bahan kajian apakah pileg di NTB sudah berjalan sesuai aturan atau tidak. ‘’Ini nanti akan menjadi bahan kajian,’’ katanya. Ditambahkannya, KPU RI hingga kini baru menetapkan satu provinsi yakni Bangka Belitung. ‘’Sementara KPU provinsi lain dikembalikan untuk diperbaiki hasilnya,’’ terangnya. Adapun beberapa rekomendasi Bawaslu yang telah dilayangkan kepada KPU NTB yang dibacakan langsung oleh Bambang adalah meminta KPU Loteng melakukan pemungutan suara ulang. Kemudian meminta KPU Kota Bima untuk memperbaiki hasil rekap di semua tingkatan. Meminta KPU Kabupaten Bima untuk melakukan pemungutan suara ulang di salah satu TPS di Kota Bima (TPS 6). Rekomendasi lainnya, meminta KPU Dompu merekap ulang semua tingkatan, dan terakhir meminta KPU Sumbawa Barat membetulkan hasil rekap suara. Setelah semua rekomendasi dibacakan, para warga yang menggelar aksi ke Bawaslu cukup puas. Enam orang delegasi itu pun membacakan rekomendasi tersebut kepada warga yang berada di luar Kantor Bawaslu dengan dijaga pihak Kepolisian. Selanjutnya massa membubarkan diri dengan tertib. (ami)

Dari Hal. 1

Kondisi serupa bias saja terjadi di lokasi lainnya, sehingga pihaknya menginginkan adanya penghitungan ulang di tingkat PPS dan disaksikan oleh publik. ‘’Kalau permintaan untuk melakukan pemilihan ulang di 5 Dapil, minimal hitung ulang kotak suara. Kami tidak yakin C1 plano bukti yang konkret. Karena tanggal 9-10 belum ada rekapitulasi, sehingga C1 plano sebagai bukti yang kuat, saya tidak lagi meyakini itu. Melalui Kapolres, kami berharap kita buka dan hitung bersama di ruang publik, sehingga semua orang bisa menyaksikan. Lebih baik hasilkan sesuatu dengan lebih baik meski proses lambat,”tukasnya. Sedangkan Oban dari perwakilan LSM, menilai hal ini sebagai modus kecurangan yang dimainkan oleh elite politik, caleg yang haus kekuasaan. Sehingga menghalalkan cara untuk duduk sebagai wakil rakyat. Naifnya, hanya beberapa saja yang direkomendasi Panwaslu. Andi Kevin dari Front Peduli Demokrasi menyebutkan, hasil penghitungan suara Kecamatan Moyo Utara paling cepat selesai. Ada beberapa desa terjadi penambahan dan pengurangan suara. Begitu pula dengan TPS TPS 1 Uma Sima di C1nya berbeda, C1 yang di-update di situs resmi di KPU berbeda dengan yang ada di lapangan. Sehingga masyarakat tidak punya pegangan yang jelas. ‘’Laporan kami sudah masuk pada 19 April, tapi

(Suara NTB/arn)

DIPERIKSA - Massa AMPPETAS diperiksa aparat sebelum masuk ke Mapolres. ulasi KPU NTB, di Mataram. Namun, pihaknya juga bakal memberikan jawaban, sesuai mekanisme dan standar yang mengacu kepada UU Pemilu No. 8 tahun 2012 dan peraturan KPU nomor 05 tahun 2014 tentang pemungutan dan penghitungan suara. Dari beberapa persoalan yang mengemuka, dengan jujur harus diakui masih terdapat kekurangan. Ada beberapa TPS yang sempat dipantauanya secara langsung, memang terjadi kekeliruan dalam meng-input data. ‘’Namun itu bukan penggelembungan. Tidak ada manusia yang tidak keliru, penyelenggara bukan malaikat. Ini yang terjadi di beberapa TPS. Ada mekanisme yang ditempuh KPU dalam proses perbaikan. C1 plano, kami berprinsip itu sebagai rujukan ketika terjadi kekeliruan, termasuk yang di-upload ke website,’’ katanya, seraya menambahkan, C1 yang di-upload belum diperbaiki, sehingga ada beberapa kekeliruan dan selisih yang terjadi, termasuk yang di Moyo

Hilir. Komisioner KPU, Sudirman, S.IP, lebih jauh menjelaskan, kejadian seperti ini sudah diantisipasi sebelumnya. Makanya sebelum 9 April, KPU sudah bertemu dengan ketua parpol dan seluruh caleg untuk menciptakan pemilu yang berkualitas. Memetakan apa sebenarnya yang bisa menyebabkan terjadinya kecurangan. Di pleno, saat penghitungan suara, dipertanyakan dulu ke saksi parpol dan panwaslu sebelum ketok palu. Seluruh persoalan telah cobadiakomodir. Apa solusinya? Sudirman mengarahkan kepada pelapor untuk melaporkan pengaduan ini ke MK. Pasal 272 UU 28 tahun 2014, apabila masih keberatan terhadpa proses yang dilakukan di KPU maka bisa digugat di MK. Apapun yang ditetapkan oleh MK, akan dijalankan KPU sesuai keputusan. Meski nantinya pada 11 Mei ditetapkan caleg terpilih, namun, calon terpilih tidak bersifat final. ada ruang berselisih antar parpol dan antarcaleg sepanjang ada keputusan di MK. (arn)

Dari Diskusi Publik BGI

Tak Mau Investor Tanggung Ia mengatakan, tidak masalah MWP dinilai mubazir saat ini daripada dikelola investor yang tidak sesuai keinginan Pemkot Mataram. Hal yang diinginkan pihaknya adalah bagaimana investor yang siap melakukan penataan, tidak hanya di area MWP, tetapi juga taman yang ada di sekitarnya. “Saya ingin penataan. Penataan tidak hanya di kolam itu, tapi monumen di kolam itu. Terpaksa seperti itu (mubazir), tidak bisa dioperasionalkan,” katanya. Pihaknya mempunyai konsep penataan di sepanjang Jalan Udayana. Begitu juga dengan di bagian belakang area MWP. Dengan demikian investor yang ingin mengelola kawasan itu harus setuju dengan konsep yang diinginkan Pemkot Mataram. Jika dikelola sendiri oleh Pemkot Mataram, menurut walikota itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sementara Pemkot Mataram masih banyak kebutuhan yang harus diselesaikan untuk memenuhi pelayanan kepada masyarakat yang dinilai lebih penting dari MWP. Walikota juga tidak setuju jika MWP itu ditata secara ‘keroyokan’ dengan beberapa SKPD seperti penataan eks Pelabuhan Ampenan setelah ditinggal investor tanpa kejelasan. “Ndak. Itu sumbernya dana APBD. Saya tidak mau seperti itu,” ujarnya. Ia juga mengatakan dana APBD tidak akan cukup untuk itu karena membutuhkan dana yang cukup besar. Untuk itu ia tetap membuka peluang kerjasama dengan investor yang benar-benar serius dan sesuai dengan keinginan Pemkot Mataram. “Kalau kita kerjasama dengan pihak ketiga yang betul-betul bisa mengurangi cost yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah,” demikian Ahyar Abduh. (yan)

Halaman 5

“Taman juga belum selesai termasuk juga blok di sebelah utara belum selesai,” ujarnya. Rusunawa ini adalah pembangunan tahap pertama yang dibangun di Kelurahan Mandalika. Bangunan blok kembar tersebut mempunyai kamar sebanyak 190 unit. Direncakan juga dalam waktu dekat akan dibangun rusunawa blok kembar di di RT 03 Montong Are Kelurahan Mandalika. Kapasitasnya sama dengan rusunawa tahap pertama yaitu 190 kamar. Saat ini sedang dilakukan pengurugan tanah di lokasi pembangunan rusunawa tahap dua. Pihaknya juga saat ini masih menyelesaikan negosiasi harga lahan dengan pemilik lahan untuk pembangunan jalan masuk ke rusunawa tahap dua ini.

“Masyarakat tidak ingin lewat jalan yang kecil. Selain itu juga untuk memudahkan masuknya kendaraan operasional. Sekarang Pemkot Mataram masih nego dengan pemilik tanah,” ujarnya. Dengan adanya dua rusunawa (total empat blok) di Kelurahan Mandalika, diharapkan dapat mengatasi kekurangan rumah warga Mandalika. Warga Kelurahan Mandalika masih kekurangan sekitar 500 unit rumah. Jumlah KK di kelurahan tersebut sebanyak 3.062 KK sementara jumlah rumah sekitar 2.600 unit. Untuk mengatasi persoalan ini, warga yang belum memiliki rumah akan menempati rusunawa yang sedang dalam proses pembangunan di Lingkungan Montong Are RT 06 Kelurahan Mandalika. (yan)

(Suara NTB/dok)

Rusunawa di Montong Are RT 06, Mandalika.

ga pendidikan seperti pondok pesantren (ponpes). ‘’Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di bangsa ini maka tidak berlebihan jika pondok pesantren harus menjadi ujung tombak untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di bumi patuh karya ini,’’ terang Samsul. Sementara itu, Asisten III Lalu Suandi dalam sambutannya, berharap agar pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan terus menerus berada pada khittah yang benar. “Sesengguhnya pondok pesantren itu tempat untuk menyebarkan ilmu, pendorong kebaikan,dan pelopor perdamaian serta kedamain. Oleh karena itu, sepatutnya kita terus berupaya mendorong pesantren agar terus bisa bertahan dan berkembang sebagai lembaga yang dilandasi

oleh keikhlasan dan kesederhanaan “ tuturnya. Hadir dalam kegiatan diskusi publik ini sejumlah narasumber yaitu Robyan Bafadal (akademisi STKIP Hamzanwadi), Drs H.L Abdul Hamid, SH, M.Pdi (Sekertaris MUI Kab. Lotim) dan L. Miftahussurur S.Ag (Kasi Pontren Kemenag Lotim) serta Herman Zohdi, SE selaku Moderator. Dalam kesempatan itu, Sekertaris MUI Kab. Lotim, Drs H.L Abdul Hamid, SH, menyampaikan bahwa ponpes tidak pernah melahirkan gerakan radikalisme bahkan sarang teroris, akan tetapi pesantren melahirkan manusia yang cerdas yang agamais dan pancasilais. Nilai-nalai Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam yang diyakini oleh umat Islam hingga sekarang. (dys)

Bangun NCC, Investor Harus Tuntaskan Bangunan Pengganti Mataram (Suara NTB) Pembangunan gedung NTB Convention Center (NCC) masih belum bisa dilaksanakan sebelum tuntasnya pembangunan gedung pengganti Laboratorium Kesehatan yang berada di areal lokasi pembangunan NCC. Sesuai rencana, gedung Laboratorium Kesehatan itu akan dipindah dan dibangun di sekitar Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. ‘’Gambar (desain) untuk pemindahan Laboratorium Kesehatan itu sudah disetujui. Dia (investor) harus bangun Laboratorium Kesehatan itu dulu baru pembangunan NCC,’’ kata Kepala Biro Kerjasama dan Sumber Daya Alam (KSDA) NTB, Drs. L. Dirjaharta, M.Si di Mataram, Senin (28/4) kemarin. Dikatakan, gambar desain untuk Laboratorium Kesehatan itu telah disetujui pada Maret lalu. Dimana, investor NCC sendiri yang akan membangunnya. Setelah itu tuntas dibangun maka mereka akan mulai membangun gedung NCC yang rencananya dibangun dengan 20 lantai serta convention center dengan kapasitas 5.000- 7.000 orang. Sesuai dengan hasil beauty contest yang dilakukan tim terpadu dari Pemprov NTB, pekerjaan

pembangunan NCC dimenangkan oleh PT. Lombok Plaza dengan rencana investasi Rp 360 miliar dan kontribusi Rp 50 miliar. Dari 9 investor yang berminat itu, terjaring tiga investor. Setelah dilakukan pendalaman untuk mengetahui track record investor mulai dari kantor, bonafide dan neraca keuangannya maka dipilih satu investor menjadi mitra pemerintah daerah. Penandatanganan MoU untuk pembangunan NCC dilakukan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dengan investor pada Juni 2013 lalu. Selain pemanfaatan aset itu, pemprov juga melakukan penandatangan MoU dengan investor untuk Pembangunan Hotel Syariah di kompleks Islamic Centre dan pembangunan rumah kantor (Rukan). Untuk pembangunan Hotel Syariah di Kompleks Islamic Center dimenangkan oleh PT. Al-Hamra Internasional dengan investasi Rp 75,4 miliar lebih dengan kontribusi Rp 74,7 miliar lebih. Sementara untuk pekerjaan pembangunan rukan, pemenang pertama adalah PT. Varindo Lombok Inti. Varindo berencana berinvestasi sekitar Rp 11,2 miliar lebih dengan kontribusi Rp 1,1 miliar lebih. (nas)

mempertanyakan tahun permohonan informasi yang diminta oleh pemohon. ‘’Yang sebenarnya itu sudah disebutkan diklarifikasi oleh pemohon di sidang awal dan proses mediasi informasi,’’ imbuhnya. Dari keterangan yang disampaikan kuasa hukum termohon selanjutnya, menjadi pertimbangan Majelis Komisioner dalam mengambil pu-

tusan pada pekan mendatang pada Senin, 7 Mei 2014. Adapun isi surat permohonan informasi yang diminta oleh pemohon adalah laporan pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unram, laporan pengelolaan keuangan SPP tiga tahun terakhir, laporan pengelolaan Keuangan JPKMP, laporan pengelolaan denda 10 persen telat bayar SPP. (nas)

Unram Melunak pembuktian kalau memang informasi itu tidak bisa diberikan. Tetapi tadi dari termohon tidak membawa pembuktian apapun. Dia juga menyampaikan intinya, dia tidak mempermasalahkan permohonan informasinya karena dia tahu informasi tentang keuangan itu tidak ditutupi, tidak dikecualikan,’’ katanya. Sementara, pada persidangan sebelumnya yang dilak-

sanakan pekan lalu dengan agenda yang sama, termohon tidak bisa hadir. Pada sidang ke dua itu termohon tidak bisa hadir dan mengirimkan surat keterangan. Ketidakhadiran termohon karena sedang mengawasi UN tingkat SMA/ SMK/MA yang dilaksanakan pekan lalu. Andayani mengatakan, dalam persidangan yang digelar kemarin, termohon hanya


OPINI

SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Halaman 6

Mendedah Ibrah Pemilu Maksimalkan Pengawasan GENANGAN masih saja menjadi pemandangan rutin di Kota Mataram. Padahal, Pemkot Mataram kerap mengklaim bahwa berbagai upaya telah dilakukan guna terus mengeliminasi titik genangan yang ada. Memang, ada penyusutan titik genangan di Mataram. Harus diakui, mengurangi satu per satu titik genangan yang tersebar di enam kecamatan atau 50 kelurahan di Kota Mataram, bukanlah perkara mudah. Padahal, masalah infrastruktur, salah satunya drainase, menjadi prioritas utama di Kota Mataram. Seperti diketahui, banjir terparah pernah terjadi pada rentang waktu 2005 hingga 2010 lalu. Dimana sejumlah rumah warga di Sekarbela terendam banjir di atas 2 meter. Sejak kejadian itu, Pemkot Mataram makin serius membereskan persoalan banjir. Pangkal masalah terjadinya banjir, disebut-sebut lantaran tidak berfungsinya drainase dengan maksimal. Tidak hanya lima tahun yang lalu. Bahkan sekarangpun pemandangan yang sama, drainase dengan sedimen masih gampang dijumpai. Meski banjir tidak sehebat dulu, namun warga Mataram masih saja direcoki dengan masih adanya titik genangan di sejumlah kelurahan. Ini nampaknya tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Mataram untuk menuntaskannya. Bahkan, perbaikan drainase inipun dari segi anggaran tetap diutamakan. Sayangnya, beberapa kasus yang mencuat ke permukaan justru mengindikasikan kualitas pengerjaan proyek di drainase di Kota Mataram, banyak yang tidak memenuhi standar. Pasalnya, baru beberapa bulan dibangun, drainase itu sudah didapati dalam kondisi rusak. Fenomena penanganan masalah drainase di Mataram terkesan klasik. Padahal, masalah yang dihadapi terkait drainase dari tahun ke tahun, masih sama. Banyak sedimen memenuhi drainase. Wajar kalau kalangan DPRD Kota Mataram mempertanyakan komitmen Dinas PU Kota Mataram dalam mengatasi genangan yang sudah jelas-jelas terjadi akibat tidak berfungsinya drainase dengan baik. Apalagi Dinas PU dianggap tidak melaksanakan fungsi pengawasan secara maksimal. Mestinya, ada pengecekan rutin, sehingga tidak terjadi penumpukan sedimen dalam drainase. Sebab, jika sedimen sudah sangat banyak, tentu menjadi kesulitan tersendiri bagi tenaga harian lepas Dinas PU Kota Mataram membersihkannya. Seperti diketahui, anggaran yang tersedia untuk membenahi drainase, terbilang cukup tinggi. Seharusnya anggaran yang tinggi ini dibarengi dengan kerja serius dari Dinas PU Kota Mataram. Sehingga, niat Pemkot Mataram mewujudkan Kota Mataram yang nyaman dan bebas genangan, bukan isapan jempol belaka, tetapi bisa diwujudkan secara nyata. (*)

STASIUN RADIO

EMILU legislatif (Pileg) untuk memilih wakil rakyat terhormat mulai dari DPRD II, DPRD I, DPR RI dan DPD RI telah beberapa pekan kita lalui. Banyak pelajaran yang bisa dipetik hikmahnya. Yang pasti, begitu usai, pemilu tak lepas begitu saja, melainkan ia sebagai bagian integral dari sistem ketatanegaraan sebuah bangsa. Satu sisi caleg dipilih rakyat di samping tugas dan kewajiban yang harus diemban, juga dihajatkan untuk memenuhi capaian “menopang” posisi kepemimpinan nasional. Yang pada intinya, sesungguhnya pemilu sebenarnya telah menjadi tiang penyangga bagi kuatnya sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab di situ, terdapat hubungan fungsional “rakyat-pemerintah” bagi keniscyaaan hidup berbangsa dan bernegara. Trust of Public Meski resmi belum dilantik, ada sejumlah caleg yang punya peluang menjadi wakil rakyat. Dengan otomatis pula, yang terpilih, kembali memikul amanah rakyat begitu besar. Sementara yang gagal harus rela menerima kenyataan. Terutama kegagalan beberapa caleg (termasuk caleg incumbent) yang sudah pasti membersitkan tanda tanya, terlebih incumbent yang gagal, sudah diketahui sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, dikenal publik serta track record yang tidak diragukan. Namun, kita memaklumi mengapa hal tersebut bisa terjadi. Rakyat tidak sembarang memilih, melainkan mereka punya pilihan masing-masing, selain memang, kompetisi yang sudah sedemikian ketat dengan sesama caleg, rakyat juga sudah semakin cerdas untuk memilih sosok yang bisa menjadi wakilnya. Dalam konteks Pileg, suara (vote) rakyat telah menjelma tongkat sakti yang harus diakui kedahsyatannya. Akhirnya, kepada politikus yang lolos, publik berharap, janji tak hanya manis saat kampanye. Karya dan bukti nyata adalah hal utama yang harus didedikasikan bagi kepentingan rakyat semata, bukan ditelantarkan, apalagi digeret pada kepentingan tertentu. Karya dan bukti nyata melalui jalur politik menjadi seni untuk mengabdikan diri dalam karya-karya pengabdian yang penuh nilai-nilai dedikasi yang akan terus dicatat dalam sejarah bangsa di mana ia mengabdikan diri, dan memang politik adalah seni sebagaimana dikatakan filsuf Jerman Hannah Arendt (Agus Sutono, 2014). Lepas dari tendensi apapun, para caleg terpilih harus belajar untuk menjaga baik-baik kepercayaan masyarakat yang telah diberikan (Suara NTB 28/4) sebab secara normatif nantinya mereka tidak hanya menjadi wakil bagi yang memilihnya, namun yang bersangkutan men-

Oleh :

MASYHUR (Pengelola Miftahussalam)

Berusaha memperbaiki segala hal yang selalu menimbulkan keburukan, termasuk pelaksanaan pemilu, sebesar apapun cita, rencana dan agenda ke depan mustahil dapat tercapai jika secara langsung tidak disadari dampak buruk “pelanggaran” yang telah terjadi sebelumnya. jadi wakil segenap seluruh rakyat. Ibrah bagi Kehidupan Berdemokrasi Tonggak pertama masyarakat Indonesia belajar tentang demokrasi pada 1945. Keadaan yang serba tidak menentu saat itu, dibarengi usia sebuah bangsa masih sangat belia karena baru lepas dari belenggu penjajah membuat bangsa berjalan tertatih dalam mempersiapkan pemilu. Situasi keamanan yang belum kondusif, kabinet yang penuh friksi, dan gagalnya pemerintahan baru menyiapkan perangkat Undang-Undang Pemilu membuat pemungutan suara baru bisa dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama pasca kemerdekaan. Demikian! Seterusnya….” pendek kata, pelaksanaan Pemilu dari masa ke masa memberi banyak pelajaran bagi bangsa. Pileg pada (9/4) juga memberi banyak arti bagi kehidupan bangsa. Tahun 2014, bangsa kita telah sukses menggelar pemilu legislatif (Pileg). Namun demikian, sejauh pemberitaan, masih ditemukan indikasi kecurangan atau ketidakmantapan dalam pelaksanaannya. Catatan Bawaslu pusat, sebagaimana dirilis beberapa media nasional sejumlah 3.507 terjadi pelanggaran dengan motif variasi nan kompleks. Dari jenis pidana, pelanggaran administrasi, sampai perilaku tidak etis. Dari saat masa kampanye, masa tenang sampai pemungutan suara. Indikasi kecurangan lain pun masih sedang dan tahap klarifikasi, berlangsung di beberapa daerah. Isuisu tidak sedap termasuk money politics masih sering terdengar. Jika demikian, kenyataan yang terjadi, tentu fenomena itu, tidak baik bagi kehidupan berdemokrasi. Ini sekaligus menjawab bahwa diselenggarakannya pemilu tidak serta merta menghasilkan demokrasi yang sesuai harapan serta selaras dengan titah Pancasila dan undangundang. Melainkan demokrasi yang

terbatas dijadikan instrument untuk melegitmasi demokrasi mobilisasi meminjam kalimat Identitas Suara NTB. Usaha Terus Menerus Di tengah upaya juga usaha untuk mendorong perkembangan tumbuh kembang agar demokrasi tegak di negeri ini bukan tanpa jaminan. Ada sederet tantangan dan hambatan yang harus dilalui untuk itu. Hal ini karena masih banyak kalangan/kelompok (organisasi) yang kian memperlebar “sayap” gerakannya untuk mengepung demokrasi, dengan sembunyi dan terang-terangan. Kalangan ini, terus me(rong-rong) sistem bernama demokrasi dan kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Mereka menyatakan perang terhadap demokrasi, mengusung khilafah. Bagi kita yang khawatir dan pro terhadap demokrasi, senjata, untuk melawan “kaum penentang” itu, tetaplah menggunakan cara-cara yang arif dan bijak dibarengi dengan bukti-bukti dan karya nyata untuk membangun secara bersama bangsa ini, tidak korupsi, peduli rakyat, saling menghargai dan toleran terhadap sesama adalah beberapa di antaranya. Orang-orang yang terpilih untuk menjaga amanah rakyat pada Pileg tahun ini setidaknya bisa merepresentasikan secara baik segenap cita di atas, sebab demokrasi bukan terbatas pada pelembagaan politik, namun tercakup di dalamnya moralitas tentang hidup bersama, bagaimana menerima secara lapang sekat-sekat penghalang, perbedaan, partai, etnis atau lainnya untuk membangun kehidupan berbangsa. Karena pemilu identik dengan demokrasi, bahkan seperti diutarakan banyak kalangan pemilu sebagai simbol demokrasi, maka menjadi penting bagi semua untuk terus menerus mengelola secara baik penyelenggaraan pemilu. Reformasi yang sudah berumur sekian tahun memberikan peluang untuk memantapkan semua perangkat yang ada. Kita patut mengam-

bil ibrah dari masa ke masa atas pelaksanaan pemilu. Demokrasi tidak hanya sempurna dengan terpilihnya wakil rakyat namun penguatan segala aspek kehidupan yang tidak kalah penting, tak boleh dilupakan. Jika momentum pemilu tahun ini disia-siakan, banyak pelanggaran dibiarkan berlangsung massif, jelas membawa kerugian. Plus Minus Sejarah mencatat, bahwa kehidupan selalu diwarnai oleh berbagai hal yang tidak pernah diinginkan: pergolakan politik, pertentangan, kekerasan sosial dengan beragam sebab tidak jarang membawa kerugian yang tidak ternilai harganya. Semuanya terbalut dalam rasa penderitaan yang berkepanjangan. Sedang, sebuah sistem (apapun namanya) memiliki kekurangan dan kelebihan. Demokrasi sekalipun, di negara-negara yang sudah jauh berpengalaman, sering menimbulkan perseteruan yang rasanya untuk dikatakan selesai, membutuhkan waktu relatif panjang. Berusaha memperbaiki segala hal yang selalu menimbulkan keburukan, termasuk pelaksanaan pemilu, sebesar apapun cita, rencana dan agenda ke depan mustahil dapat tercapai jika secara langsung tidak disadari dampak buruk “pelanggaran” yang telah terjadi sebelumnya. Dengan demikian, pada setiap kejadian, tersimpan ibrah yang harus disingkap maknanya, hanya agar bisa jauh lebih baik. Semoga!

Politik uang kini lebih ‘’sadis’’ Terancam melahirkan wakil rakyat ‘’sadis’’

***

Pertanyakan kejelasan kasus penembakan, warga Tente blokir jalan negara Bukan jadi solusi, tapi memunculkan masalah baru

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Halaman 7

Perubahan Iklim Pergerakan Bisnis Belum Menggiurkan KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB melihat tidak adanya kecenderungan perkembangan pergerakan usaha di NTB, baik saat pelaksanaan pemilu legislatif, hingga setelah pelaksanaannya. Meski belum dirilis secara resmi, namun dampak aktivitas lima tahunan itu terhadap inflasi relatif normal “Belum banyak pergerakan. Demikian juga investasi, inflasi juga masih biasa saja,” kata Kepala Kantor BI Provinsi NTB, Bambang Himawan di Mataram, Senin (28/4). Dari perhitungannya, kecenderungan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pemilu sangat kecil, sehingga berbagai aktivitas usaha yang mengikutinya juga tak begitu tumbuh bergairah. Ia mengatakan belum melihat adanya gerakan suplai barang yang signifikan, tingkat kebutuhan masyarakat juga dilihat masih sangat normal. Aktivitas pemilu legislatif yang (Suara NTB/ham) baru-baru ini berlangsung dipastikan tak memberi pengaruh RUMPUT LAUT – Walaupun rumput laut dapat menghidupi masyarakat pinggir pantai, besar terhadap perekonomian di provinsi ini, bahkan tak menunamun budidaya tersebut belum dapat mengangkat status pembudidayanya ke tingkat tup kemungkinan secara nasional. kehidupan ekonomi yang lebih mapan. Mereka pun tidak terlepas dari praktik ijon oleh Masyarakat menurut Bambang, sudah sangat terbiasa pengusaha dari luar daerah. Seorang wisatawan melihat tambak budidaya rumput Laut dengan kegiatan pemilu ini. Meski dalam rentan waktu lima yang dibudidayakan masyarakat pesisir di Pantai Nambung, Desa Buwun Mas, kecatahun sekali dilaksanakan, tetapi tidak lantas membuat matan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (27/4). masyarakat heboh dan berdampak pada distribusi barang yang lebih signifikan. Masyarak umumnya semakin terbiasa, sehingga gejolak inflasi juga mampu dikendalikan dengan baik. Berbeda halnya dengan pemilu-pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, yang menganggap itu sebagai kegiatan yang sangat besar. “Datar-datar saja kan? Tidak ada yang luar biasa,” katanya Mataram (Suara NTB) Asuransi ini sebagai tang- pekerjanya, tentu disiapkan sepada Suara NTB. Dinas Tenaga Kerja dan gung jawab kepada perusa- suai dengan ketentuan UU. Biasanya, aktivitas berskala besar akan mengakibatkan Transmigrasi (Disnakertrans) haan terhadap pekerjanya, Sutarto juga menyebutkan, terjadinya perubahan pola distribusi yang biasanya berubah Provinsi NTB melihat masih untuk jaminan sosial ini, sebeberupa jaminan kesehatan, dari biasanya. Tandanya ada peningkatan grafik, jika dampabanyaknya perusahaan yang tak narnya sudah ada kesepakatan jaminan kecelakaan kerja dan knya besar terhadap iklim usaha. BI dalam hal itu juga terus mendaftarkan para pekerjanya jaminan masa pensiun. Bagi yang sudah dibangun antara melakukan pemantauan, sehingga aktivitas pemilu yang baru pada jaminan perlindungan sos- perusahaan yang menaungi pekerja dengan perusahaan, saja usai ini tidaklah mampu mendorong perpial atau yang saat ini diprogram- minimal 10 orang pekerja, tertuang dalam perjanjian konutaran aktivitas ekonomi masyarakat. kan di Badan Penyelenggara dengan pemberian upah, min- trak kerja. Kesepakatan terseBisa jadi, perputaran uang juga tak Jaminan Sosial (BPJS). butlah sebenarnya yang dasar imum Rp 1 juta/bulan. begitu melonjak dari biasanya juga. Kepala Bidang Pembinaan Berdasarkan ketentuan pekerja untuk mengajukan tun“Namun untuk pastinya, apa saja Hubungan Industrial dan UU, tidak ada alasan perusa- tutan hak kepada perusahaan, sektor yang paling bergerak pada Ketenagakerjaan Disnaker- haan untuk tak memberikan apabila perusahaan terkait pemilu legislatif kemarin, leading trans Provinsi NTB, Drs. jaminan asuransi tersebut belum juga memberikan sector-nya ada di BPS (Badan PuSutarto, MM, Senin (28/4) me- kepada pekerjanya. Disnaker- jaminan tersebut. sat Statistik),” demikian Bambang. ngatakan, seharusnya perusa- trans masih membidik, mana “Makanya, disinilah perluNamun pada bagian lain, Bamhaan menjamin asuransi kepa- saja perusahaan-perusahaan nya kontrak kerja itu difahabang tetap mengingatkan, untuk da pekerjanya. Sebab kewa- berdasarkan UU nomor 7 mi, atau calon pekerja menanmenggerakkan pertumbuhan jiban ini menyangkut amanat tahun 1981 tentang wajib lapor yakan jaminan-jaminannya keekonomi di NTB, cukup sederhaUndang-undang RI Nomor ketenagakerjaan di perusa- pada perusahaan sebelum bekna rumusannya. Yakni den40 tahun 2004 tentang haan, di NTB yang jumlahnya erja. Tahun 2015 mendatang, gan mengendalikan harta sistem jaminan sos- 4.024 perusahaan dengan pe- semua pekerja sudah mendamasyarakat dengan menial nasional, dan kerja 62.040 orang guna pen- patkan kartu BPJS,” katanya, goptimalkan penarikan Undang-Undang gawasan yang lebih intensif. sementara untuk masyarakat zakat. Selanjutnya zakatRI Nomor 24 Semua perusahaan yang umum tetap diberikan jaminan zakat yang terkumpul tahun 2011 ten- disebutkan ini, terdiri dari pe- kesehatannya oleh Askes. tersebut disalurkan ketang badan rusahaan kecil (pekerja maksiDisnakertrans melakukan pada masyarakat yang penyelenggara pemantauan terus menerus, mal 25 orang) sebanyak 3.020 ada di kantong-kanjaminan. untuk provinsi adalah peruperusahaan, perusatong kemiskinan. “Jika masih haan sedang (pesahaan yang lingkup kerjanDemikian juga ada perusa- kerja 26 sampai ya antarkabupaten/kota. yang diingatkan haan yang 99 orang) seSementara kabupaten/ Bambang tentang tidak mem- banyak 870 pekota, pengawasannya upaya untuk mengberikan asurpada perusahaan yang rusahaan dan endalikan harga ansi kepada perusahaan beberoperasi di wilayah property. Kenaikan pekerjanya, pe- sar (memiliki setempat. (bul) harga perumahan yang berpekerja diatas kerja silakan kolangsung secara terus memunikasikan den- 100 orang) senerus dan hampir tak mengan perusahaan terkait, banyak 134 pegalami penurunan sama atau bisa dengan me- r u s a h a a n . sekali mengakibatkan perlaporkan ke Disnaker- Dari jumlahtumbuhan ekonomi daerah trans terkait,” katanya nya terseakan pincang. (bul) Bambang Himawan but, yang pada Suara NTB. (Suara NTB/dok) masuk pada keBAKERY DIJUAL SALON tentuan untuk mengasuransikan

Banyak Pekerja Tak Terdaftar di BPJS

Sutarto (Suara NTB/bul)

KECANTIKAN Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

SULAM BIBIR

Pasalnya, di sejumlah wilayah di NTB terkadang mengalami kemarau. Terhadap perubahan iklim ini, pemda mengantisipasi munculnya hama-hama penyakit pengganggu tanaman. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB, Ir. Husni Fahri, MM, Senin (28/4) menyebutkan, sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa NTB memiliki 21 zona musim. Di mana sebanyak 18 zona musim, curah hujannya normal. Sedangkan tiga zona musim, curah hujannya di bawah normal. “Ada tiga yang di bawah normal, ini yang kita pantau terus. Daerah yang curah hujannya di bawah normal itu sebagian Bima dan Dompu. Untuk itu, kita sudah menyurati semua kabupaten/kota untuk mengantisipasi itu. Artinya, untuk daerah-daerah di zona musim ini di bawah normal, ini (petani) harus mengacu pada kalender tanam yang diterbitkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP),” ujarnya. Untuk daerah-daerah yang curah hujannya di bawah normal seperti di Bima dan Dompu itu, dia berharap supaya petani tidak menanam padi. Petani dianjurkan menaman tanaman palawija seperti jagung, kedelai dan tanaman lainnya. “Kemudian yang kita antisipasi itu, kalau ada perubahan iklim seperti itu biasanya ada hamahama penyakit tertentu yang bisa muncul. Ini sudah kami ingatkan dan teman-teman brigade proteksi terus memantau perkembangan hama penyakit,” tambahnya. Dia menambahkan, untuk mengantisipasi hama tanaman ini, brigade proteksi tanaman pangan disiagakan di kabupaten/kota. Selain itu, juga disiap-

kan bantuan pestisida yang sudah didrop ke kabupaten/kota. “Begitu ada gejala serangan hama kita langsung menanganinya. Mudah-mudahan SMS center juga sudah aktif. Kita juga mengalokasikan ke masingmasing kabupaten bantuan pestisida. Sudah kita siapkan di masing-masing dinas kabupaten/kota,” imbuhnya. Menurut Husni, dua hal tersebut diharapkan menjadi perhatian petani. Untuk itu, para penyuluh dan Petugas Pengawas Hama Penyakit di lapangan berperan aktif mengawal dan mendampingi petani. Ia menegaskan, kalender tanam yang diterbitkan oleh BPTP harus menjadi acuan dalam menanam. Untuk pulau Lombok sendiri, katanya dari informasi BMKG itu rata-rata curah hujannya normal. Meskipun demikian, pihaknya akan terus memantau perubahan iklim yang terjadi. Terkait dengan perubahan iklim ini, lanjut Husni dinilai tidak akan mengganggu target produksi padi. Pasalnya, untuk produksi padi tahun 2014 sudah cukup aman. Dimana pada musim tanam OktoberMaret lalu dari 435 ribu hektar sudah tercapai 72 persen. Sisanya, sebesar 28 persen akan dikejar pada musim tanam AprilSeptember 2014 ini. (nas)

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts

Rp. 1 Jt

Service Mobil & Sepeda Motor

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

Mataram (Suara NTB) Para petani di NTB diminta untuk memperhatikan pola tanam terkait dengan perubahan iklim yang tidak menentu di daerah ini. Petani juga sedapat mungkin mengantisipasi munculnya hama yang menyerang tanaman mereka.

RUPA-RUPA

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

Petani Diminta Antisipasi Hama

SULAM ALIS

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

MEBEL

FURNITURE

KLINIK ALTERNATIF 28

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

PELUANG USAHA

BATIK

SHOWROOM

TRAVEL

28


POLHUKAM

SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Dipecat, Sopir Taksi Mengadu ke Polsek Ampenan Mataram (Suara NTB) Puluhan sopir Lombok Taksi (Blue Bird Group) mendatangi Polsek Ampenan, Senin (28/4) kemarin. Mereka meminta Kapolsek Ampenan, AKP Arif Yuswanto memediasi Akmal Jayadi (Sopir Lombok Taksi) dengan pihak perusahaan. Dugaan sementara Akmal dipecat lantaran diduga terlalu vokal dan kritis dalam memberikan masukan kepada pimpinan perusahaan. (Suara NTB/dok) Arif Yuswanto Para sopir menuding pemecatan yang dialami rekannya tersebut di luar kewajaran. Diduga Akmal terlalu vokal menyuarakan keinginan sopir dalam aksi demo dan mogok kerja yang dilakukan ratusan sopir taksi beberapa waktu lalu. “Saya ke sini karena sebelumnya Kapolsek pernah berjanji akan memediasi jika ada pemecatan atau hal lainnya yang dialami sopir pascademo dan aksi mogok kerja beberapa waktu lalu,” ujar seorang sopir yang minta namanya tidak dikorankan, usai bertemu Kapolsek Ampenan. Ditambahkan, dirinya sudah menjelaskan seluruh permasalahan yang ada diantara pihak para sopir dan pihak perusahaan kepada Kapolsek. Selanjutnya kapolsek bersedia melakukan pembicaraan dengan perusahaan terkait permasalahan tersebut. “Jika mutasi tersebut dilakukan karena masalah kinerja saya bisa terima. Tetapi jika ini terjadi karena saya aktif dalam aksi mogok kerja sopir beberapa bulan lalu, saya berharap Kapolsek bisa mencarikan kami jalan keluar yang sesuai janji yang diungkapkan dulu,” tandasnya. Sementara itu, Kapolsek Ampenan AKP Arief Yuswanto mengatakan dirinya menerima keluhan dari sopir taksi yang datang. Dirinya mengaku akan segera berbicara kepada pihak perusahaan terkait permasalahan yang sedang dialami oleh para sopir. “Kami akan melakukan mediasi dengan General Manager (GM) Lombok Taksi. Jangan sampai nanti terjadi penghasutan-penghasutan ke sopir lainnya,” tegasnya. (met)

(Suara NTB/her)

DIBOBOL - Toko di depan Masjid Baital Atiq Gerung dibobol perampok. Uang puluhan juta melayang.

Kawanan Perampok Beraksi

Gondol Brankas Berisi Uang Rp 55 Juta Giri Menang (Suara NTB) – Nasib apes menimpa pemilik toko swalayan Asli Jaya berlokasi di depan Masjid Baital Atiq Gerung. Kawanan perampok membobol pintu toko lalu membawa lari berankas berisi uang Rp 55 juta dan puluhan kardus rokok. Hj Muslihah ditemui di sekitar tokonya tampak sedih menyaksikan tokonya dibobol kawanan parampok. Ia lalu mondar-mandir di sekitar toko sembari menelpon keluarganya di Sekarbela Mataram menginformasikan kejadian ini. “Saya tahu toko dibobol setelah ditelepon karyawan sekitar pukul tujuh pagi,” akunya. Menurut keterangan karyawannya, tokonya dibobol sekitar pukul 03.00 dini hari. Sebelum beraksi kawanan perampok ini mematikan listrik agar CCTV di dalam toko tidak berfungsi. Ketika tiba di toko sekitar pukul 06.00 pagi, para karyawannya mendapati toko sudah terbuka. Perampok mencongkel dua tokonya, yakni tempat stok barang dan toko tempat berjualan. Toko tempat berjualan, para perampok mengambil brankas. Sedangkan di toko sembako pencuri mengambil puluhan pak rokok. Kapolsek Gerung, AKP Windy Tjahyadi membenarkan kejadian perampokan tersebut. Pada pagi hari pukul 06.00, kejadian ini diketahui warga lalu melaporlkan ke polisi. Setelah itu aparat Polsek langsung ke TKP untuk melakukan olah TKP. Di TKP ditemukan rolling door terbuka lalu dilakukan olah TKP aparatnya memnemukan keadaan di dalam sudah berantakan. Lalu pihaknya mengkonfirmasi pemilik toko. Beberapa barang diidentifikasi hilang satu brankas berisi Rp 55 juta dan rokok 9 kardus rokok. “Jadi modusnya mereka mencongkel pintu rolling door menggunakan alat bantu lain,” terangnya. Kasus ini masih didalami, dengan meminta pemilik toko untuk menyerahkan rekaman CCTV nya. Namun, CCTV mati karena saat pelaku masuk listrik mati lalu CCTV tidak berfungsi. CCTV berfungsi lagi setelah pukul 06.00. Pelaku diperkirakan lebih dari 4 orang karena pelaku menggunakan mobil membawa berangkas. Pihaknya belum memperoleh gambaran pelaku. Karena itu, pihaknya meminta bantuan Polres untuk penyelidikan. (her)

Tinggi, Angka Kriminalitas di Pringgabaya Selong (Suara NTB) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur perlu ditingkatkan. Hal ini dalam rangka menciptakan suasana kondusif pascabentrok yang terjadi Fabruari awal 2014 lalu. Kabid Humas Polda NTB, AKPB M Suryo Saputro mendatangi Polsek Pringgabaya, Senin (28/4) untuk memberikan pengarahan dan masukan kepada Kapolsek, Camat dan seluruh tokoh masyarakat yang ada di sana. “Meski situasi sudah tergolong kondusif, namun tetap aparat penegak hukum dan jajaran pemerintah setempat harus meningkatkan lagi situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya dalam Forum Temu Wicara yang diselenggarakan di Mapolsek Pringgabaya. Arahan itu ditangapi serius oleh Kapolsek Setempat Kompol Eko Muliadi. Menurutnya, kondisi kamtibmas di wilayah hukum yang dipimpinnya itu memang membutuhkan peningkatan. Angka kriminal di wilayah tersebut tergolong tinggi. Selain itu, beberapa tindak pidana ringan (tipiring) seperti penjualan dan konsum-

si minuman keras belum dapat diberantas secara menyeluruh. “Dalam situasi ini, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. menciptakan kenyamanan bagi masyarakat merupakan salah satu misi dari kami selaku aparat penegak hukum,” terangnya. Meski demikian, kondisi dan suasana di tengah masyarakat, khususnya masyarakat di lingkar tambang masih tergolong kondusif. Ia berharap kedepan tidak ada lagi gejolak yang bermunculan sehingga dapat mengganggu dan meresahkan masyarakat lainya. Hal senada disampaikan Camat Pringgabaya Rizal

(Suara NTB/met)

ARAHAN - Kabid Humas Polda NTB , M Suryo Saputro (kiri) didampingi Kapolsek Pringgabaya, Eko Muliadi saat memberikan arahan kepada tokoh masyarakat yang ada di Priggabaya Lombok Timur. Sanesi. Katanya, kondisi masyarakat di Pringgabaya, khususnya masyarakat yang

Soal Kursi Ketua DPRD Loteng

Golkar Belum Tentukan Figur Praya (Suara NTB) Posisi Ketua DPRD Lombok Tengah (Loteng) sudah hampir pasti menjadi milik Partai Golkar. Kendati demikian, Partai Golkar belum ada pembahasan terkait siapa yang akan mengisi posisi Ketua DPRD Loteng, periode 2014-2019 tersebut. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng, H.L. Kelan, S.Pd., kepada wartawan, Senin (28/4) kemarin. Dihubungi usai sidang paripurna DPRD Loteng, Kelan mengaku pihaknya sama sekali belum ada pembahasan ke arah pengisian posisi Ketua DPRD Loteng yang baru. Mengingat proses pemilu legislatif belum selesai. Termasuk anggota Dewan Loteng yang baru juga belum ditetapkan oleh KPU Loteng. Hanya saja, kalau melihat perolehan kursi di DPRD Loteng, hampir pasti Ketua DPRD Loteng nantinya tetap berasal dari Partai Golkar. Namun siapa yang akan ditunjuk, itu belum ada kejelasan. Menurut Ketua Komisi I DPRD Loteng ini, dalam menentukan siapa yang akan ditunjuk sebagai Ketua DPRD Loteng nantinya, ada mekanisme di internal partai yang harus dijalankan. Figur yang akan ditunjuk juga harus memenuhi beberapa kriteria. Salah

satu kriteria utamnya, figur tersebut haruslah pengurus harian partai di tingkat kabupaten. Tidak hanya itu, pigur tersebut juga harus punya kemampuan dan pengalaman sebagai anggota Dewan. Sekaligus pernah memegang jabatan sebagi unsur pimpinan di DPRD Loteng. Jika kondisinya demikian, bisa jadi akan ada proses fit and propertest yang akan dijalankan. Guna menentukan siap figur yang paling pas dan tepat untuk ditunjuk sebagai Ketua DPRD Loteng dari Partai Golkar. Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, H. Fuaddi, S.E., mencuat sebagai kandidat utama sebagai Ketua DPRD Loteng periode 2014-2019. Selain statusnya sebagai calon anggota caleg incumbent yang kembali terpilih sekaligus adik Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Loteng, H. Fuaddi, juga salah satu pengurus harian Partai Golkar di tingkat kabupaten. Sementara calon-calon lainnya kebanyakan berasal dari pengurus kecamatan. Kalau pun ada yang menjadi pengurus di tingkat kabupaten, hanya sebagai sebagai pengurus pleno kabupaten. Bukan sebagai pengurus harian. (kir)

DPRD Loteng Setujui Pengalihan Dua Aset Daerah Praya (Suara NTB) Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengalihkan status aset berupa tanah sebagai tambahan penyertaan modal ke Bank NTB, akhirnya mendapat persetujuan dari DPRD Loteng. Termasuk hibah tanah ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Persetujuan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Loteng, Senin (28/4) kemarin. Juru bicara Komisi I DPRD Loteng Adi Kelana mengungkapkan, pengalihan aset daerah sebagai tambahan penyertaan modal ke Bank NTB tersebut, diharapkan bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah. Pasalnya, pemanfaatan aset yang akan dialihkan statusnya tersebut, selama ini belum maksimal. Sehingga belum mampu memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah. “Pemanfataan aset tanah tersebut selama ini tidak optimal. Sehingga akan lebih optimal kalau dijadikan sebagai tambahan penyertaan modal pada PT. Bank NTB cabang Praya,” sebutnya. Tidak hanya itu, dari sisi ekonomi dan keuangan, dengan penambahan penyertaan modal tersebut maka pendapatan daerah yang berasal dari deviden bisa lebih besar lagi dari yang diperoleh sekarang. Mengingat

nilai aset berupa tanah seluas 2 hektar lebih tersebut, sesuai hasil penilaian tim appraisal cukup tinggi, mencapai Rp 7,1 miliar. Begitu pula hanya dengan hibah tanah ke MUI. Yang oleh MUI rencananya akan membangun klinik kesehatan diatas lahan tersebut. Diharapkan juga bisa sebagai pemacu dan pemicu pertumbuhan ekonomi disekitarnya. Termasuk bisa mendukung, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Loteng. Disamping menyetujui pengalihan aset daerah tersebut, pada kesempatan yang sama DPRD Loteng juga menyetujui rencana pengajuan pinjaman kredit PDAM Praya ke Bank NTB sebesar Rp 12,7 miliar. Sebagai sumber pendanaan untuk membiayai pembangunan jaringan distribusi dan jaringan tersier baru milik PDAM Praya. Dengan adanya penambahan jaringan distribusi dan tersier tersebut, diharapan luas cakupan pelayanan PDAM Praya bisa lebih luas dari sebelumnya. “Dengan penambahan jaringan ini maka kedepan, masyarakat yang bisa terlayani air bersih bisa lebih banyak lagi,” tegas juru bicara Komisi II DPRD Loteng, Suhartiningsih. (kir)

Pilpres, Jumlah TPS di Lotim Berkurang

(Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) Pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Piplres) Juni mendatang, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan berkurang. Dari 3.077 saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu rencana berkurang menjadi1.925 TPS. Hal ini menjadi bah a s a n khusus yang dilaku-

Taharudin

Halaman 8

kan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim bersama dengan Penyelenggara Pemilu Kecamatan (PPK) Senin (28/4) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, sebagian besar PPK menolak terjadinya pengurangan. Komisioner KPU, Taharudin yang memimpin rapat menyampaikan, rencana pengurangan ini dilakukan karena mengingat keterbatasan adanya pengurangan secara nasional. Hal ini berbuntut pada pemberian honorarium untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bekerja di tingkat TPS. Divisi Hukum KPU Lotim itu menambahkan, adanya penolakan dari PPK ini akan menjadi pembahasannya di tingkat provinsi nantinya. Dimaklumi, keinginannya agar tetap sama seperti pelaksanaan Pilkada 2013 lalu

agar dapat meningkatkan partisipasi pemilih Lotim. Diakui, melihat jumlah penduduk dan sebarannya yang cukup jauh membuat warga harus berjalan jauh pula ke TPS. Mendekatkan TPS dari permukiman penduduk berdampak besar untuk peningkatan partisipasi pemilih. Disatu sisi, KPU Lotim tutur Tahar pernah mendapatkan sindiran sebagai menjadi pebisnis tempat pemungutan suara. Hal itu karena dilihat Lotim Kebanyakan tempat pemungutan suara. “Semangat kita sama, malah kpu menginginkan sama seperti Pileg. Tapi honor menjadi pertimbangan,” paparnya.Dari jumlah TPS Pileg, rencana akan berkurang 1.152 TPS. Pengurangan terjadi merata di seluruh kecamatan. (rus)

berada di lingkar tambang pasir besi perlu mendapat perhatian khusus. Ia meminta

polisi memberikan perlindungan kepada masyarakatnya secara maksimal. (met)


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Idris Sardi Tutup Usia Jakarta (Suara NTB) Maestro musik biola Indonesia Idris Sardi dikabarkan meninggal dunia dalam usia 76 tahun di Rumah Sakit Meilia Cibubur, Senin, sekitar pukul 07.25 WIB. Kabar meninggalnya Idris Sardi sempat disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon melalui twitternya, “Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT”. Sementara menurut aktor Sys NS melalui pesan singkatnya, jenazah almarhum Idris Sardi akan disemayamkan di Rumah Kreatif, Bumi Cimanggis Indah Blok B 1 No.9, Jalan Pekapuran, Cimanggis. Idris Sardi merupakan anak pemain biola orkes RRI Studi Jakarta, M Sardi, yang lahir di

Jakarta, pada 7 Juni 1938. Ia pertama kali mengenal biola pada usia enam tahun. Berkat kepiawaiannya, pada usia sepuluh tahun ia sudah mendapat sambutan hangat pada pemunculannya yang pertama di Yogyakarta tahun 1949. Ketika ayahnya, M Sardi meninggal dunia pada 1953, Idris dalam usia 16 tahun harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri. Di dunia film, almarhum dikenal sebagai komponis dan ilus-

Kisah Koes Plus Diabadikan Lewat Buku Jakarta (Suara NTB) Buku “Kisah dari Hati Koes Plus” diluncurkan di Jakarta, Minggu, berisi catatan pertemanan selama 44 tahun antara penulisnya, Ais Suhana, dengan kelompok musik tersebut. Ais Suhana.mengatakan proses pembuatan buku dimulai sejak tahun 1996. Wawancara dengan anggota Koes Plus, katanya, dilakukan sambil lalu. “Kalau bercerita tentang Koes Plus pasti banyak yang menarik. Di sini saya hanya menjembatani, menulis bahwa ini adalah grup yang pantas dibuat satu buku,” kata Ais saat peluncuran buku tersebut, Minggu sore di Jakarta. Ais, direktur PT Metrobiz Indoswara, mengemukakan dirinya sahabat lama para personel Koes Plus. Ia mengakui mengalami kesulitan ketika memilih hal yang akan ditampilkan dalam buku tersebut. Ada beberapa cerita yang belum pernah diungkapkan Koes Plus kepada khalayak umum, misalnya kisah ketika personel Koes Plus berada di penjara. John Koeswoyo, bassis ketika band tersebut bernama Koes Bersaudara, memuji adanya buku yang mengabadikan kisah Koes Plus. “Bagus. Buku ini sebenarnya masih sepenggal saja karena tentang Koes Plus,” kata pria yang kini berusia 82 tahun ini. Koes Plus berdiri tahun 1962 dengan nama Koes Bersaudara. Para personelnya merupakan kakak beradik Koeswoyo: John, Tony, Yon, Yok, dan Nomo. Mereka berubah nama setelah ada pergantian anggota yaitu John dan Nomo mengundurkan diri, dan Murry menjadi anggota band itu. Menurut John, ia sendiri tengah mempersiapkan buku perjalanan Koes Plus. Turut hadir dalam peluncuran tersebut adalah personil God Bless, Ahmad Albar dan Ian Antono. Menurut Ian, buku yang memuat perjalanan musisi seperti ini merupakan bentuk apresiasi yang memang diperlukan, untuk menghargai sebuah karya sekaligus kembali membangkitkan semangat di industri musik Indonesia. Ahmad Albar mengatakan musisi memerlukan apresiasi dari masyarakat. “Seperti yang Ian bilang tadi, siapa lagi yang bisa menaruh perhatian kepada musisi selain masyarakat itu sendiri,” katanya. Ia berharap dengan adanya buku ini, para personel Koes Plus yang masih ada dapat bersatu kembali. “Harapan saya lebih bagus kalau mereka bisa kumpul. Lebih solid,” katanya. (ant/balipost)

Terkenang Saat Gabung Jakarta (Suara NTB) Musisi Abadi Soesman mengenang saat ia bergabung dengan Koes Plus sekitar tahun 1992. Abadi pernah menjadi pemain gitar dan keyboard Koes Plus pada periode 1992-1993. Ia mengaku saat itu band asing dengan mudah bisa masuk ke Indonesia. “Band kita mana?” kata pengagum The Beatles itu saat peluncuran buku “Koes Plus Dari Hati”, Minggu sore. Ia pun akhirnya memberanikan diri mendatangi personel Koes Plus, band rock ‘n roll asal Indonesia kesukaannya. “Koes Plus itu kan aset nasional,” tambahnya. Sambutan positif pun didapatnya dari vokalis dan gitaris Yon Koeswoyo. Tetapi, ia perlu usaha yang lebih keras untuk mengajak Yok Koeswoyo. “Sampai-sampai saya harus nemenin dia seharian mancing. ‘Aku main band dari zaman Jepang apa nggak blenek (mual)” kenangnya mengutip ucapan Yok saat itu, sambil tertawa. (ant/balipost)

trator musik bertangan dingin sehingga beberapa kali mendapat anugerah Piala Citra untuk kategori Penata Musik Terbaik untuk beberapa film yakni Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), Doea Tanda Mata (1985). Idris Sardi adalah ayah dari pemain film Santi Sardi dan aktor muda Indonesia Lukman Sardi dari pernikahannya dengan Zerlita. Setelah perceraiannya dengan Marini, perkawinannya yang ketiga adalah dengan Ratih Putri. Sardi mempunyai seorang

murid yang telah sukses menjadi violis perempuan papan atas Indonesia, yaitu Maylaffayza Wiguna. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tak ketinggalan menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas meninggalnya Idris Sardi. “Karya-karya sang maestro akan hidup abadi meskipun alunan biolanya tidak ada lagi,” kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono yang dipantau Antara di Jakarta, Senin sore. Presiden mengatakan sumbangsih Idris Sardi bagi musik Indonesia sangat besar. “Selamat jalan Idris Sardi, terima kasih atas sumbangsihnya,” kata Presiden. (ant/bali post)

(ant/bali post)

SALAT JENAZAH - Keluarga dan kerabat mensalatkan jenazah maestro biola Idris Sardi, di rumah duka, Bumi Cimanggis Indah, Depok, Jabar, Senin (28/4). Idris Sardi meninggal dunia pada pukul 07.20 WIB dalam usia 75 tahun akibat komplikasi penyakit asam lambung dan lever yang dideritanya.

Selamat Jalan, Pemegang Disiplin Violin Kata “disiplin” tampaknya layak dilekatkan untuk maestro musik Indonesia, Idris Sardi yang meninggal dunia di Rumah Sakit Meilia Cibubur pada Senin (28/4) pukul 07.25 WIB dalam usia 76 tahun. BUDAYAWAN Sutanto Mendut (60) melekatkan kata “disiplin” terhadap Idris Sardi, saat pertemuan para komponis Indonesia di Concert Hall Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, 17 Agustus 2013. Saat itu, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-75 maestro pemikir musik Indonesia, Suka Hardjana, Idris Sardi juga termasuk salah satu yang hadir. Pergulatan Idris Sardi dalam jagat musik Indonesia melalui disiplin violin itulah, agaknya menjadi bagian yang diteladani Sutanto Mendut. Tanto mengejawantahkan inspirasi disiplin violin Idris Sardi, menjadi pergulatan sekitar 20 tahun terakhir bersama kalangan petani desa-desa di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang.

Mereka yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) diajaknya untuk bertekun dan disiplin mengelola kesenian, tradisi, dan budaya dusun masing-masing, sebagai bagian menyuburkan kearifan lokal untuk kehidupan seharihari masyarakat. “Idris Sardi, maestro instrumental yang menimba Barat lewat disiplin violin,” katanya. Selain itu, katanya, Idris Sardi juga secara serius menggarap komposisi musik untuk sejumlah film sehingga karya-karyanya itu tetapi populer. Idris Sardi pernah belajar musik di Yogyakarta, sebelum Sutanto Mendut juga pernah mengenyam pendidikan musik di tempat yang dulu bernama Akademi Musik Indonesia (AMI) Yogyakarta itu. Sekarang

AMI berubah menjadi ISI Yogyakarta. Bakat musik Idris Sardi yang lahir pada 7 Juni 1938 itu, rupanya berkembang karena bapaknya M. Sardi yang pemain biola untuk orkes di Radio Republik Indonesia Studio Jakarta. Pada usia enam tahun, ia sudah mengenal alat musik itu yang kemudian sebutannya dikoreksi oleh Suka Hardjana, sebagai “violin”. Saat muncul pertama kali dengan violin di Yogyakarta pada 1949, Idris Sardi mendapat sambutan hangat publik. Pada usia 16 tahun, dia menggantikan posisi bapaknya sebagai violis pertama di Orkes RRI Jakarta. Melalui beberapa film, antara lain Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), dan Doea Tanda Mata (1985), Idris Sardi menyabet penghargaan Piala Citra untuk kategori Penata Musik Terbaik. Idris Sardi berpulang setelah

Polisi Bekuk Perampok Rumah Farah Quinn Jakarta (Suara NTB) Aparat gabungan Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Mampang Prapatan membekuk sindikat perampokan rumah koki terkenal Farah Quinn. “Enam pelaku sudah ditangkap petugas,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat di Jakarta Senin. Wahyu mengatakan petugas gabungan masih memburu enam tersangka lainnya sehingga jumlah seluruh pelaku mencapai 12 orang. Keenam pelaku yang telah ditangkap petugas yaitu Wasruri (48), Endang Listiono (28), Nanag Fadila (47), Said alias Ifan (46), Sultan (33)

dan Syamsul Huda (34). Wahyu menuturkan berdasarkan hasil penyelidikan menunjukkan “otak” pelaku yakni pekerja kebun Farah Quinn, Wasruri. Wasruri diduga menginformasikan kondisi rumah ketika Farah Quinn pergi ke luar negeri kepada komplotan pelaku. Selanjutnya, para pelaku menyasar rumah sang chef. Dari tangan pelaku, polisi menyita dua gembok kunci warna perak, tiga pasang tali sepatu, lakban bekas pakai, sarung golok, satu buah brankas yang sudah rusak, sepasang sarung tangan, dua buah golok, lima unit telepon seluler Farah Quinn d a n (ant/bali post)

satu buah kalung emas. Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan diancam hukuman penjara di atas lima tahun. Sebelumnya, rumah Farah Quinn yang berlokasi di Jalan Bangka VIII C No 5 RT 002 RW 012 Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menjadi sasaran perampok pada Kamis (10/4) dinihari. Para perampok mengikat dan melakban sopir korban, Wira Widya Putra yang tertidur di pos penjagaan. Saat itu, perampok juga mengikat dan melakban Wasruri untuk mengelabui pemilik rumah. (ant/bali post)

menghadapi komplikasi penyakit. Ia diketahui sempat menderita penyakit asam lambung dan lever. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Kreatif, Bumi Cimanggis Indah Blok B 1 Nomor 9, Jalan Pekapuran, Cimanggis, untuk kemudian rencananya pada Senin (28/4) pukul 15.00 WIB dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Idris Sardi adalah ayah pemain film Santi Sardi dan aktor muda Lukman Sardi dari pernikahannya dengan Zerlita. Dia menikah yang ketiga dengan Ratih Putri setelah bercerai dengan Marini. Violis perempuan Indonesia, Maylaffayza Wiguna, adalah seorang muridnya yang sukses. Suka Hardjana, saat ulang

tahunnya ke-75 itu, menyampaikan testimoni yang antara lain ditujukan kepada Idris Sardi. “Dia sahabat dan sekaligus keluarga saya. Mas Idris, sebenarnya juga cikal bakal sekolah musik ini (ISI Yogyakarta, red.). Dia menunjukkan kepada saya bagaimana memainkan violin,” katanya. Pada kesempatan itu, Suka Hardja menyebut violin, untuk sebutan yang tepat atas biola yang selama ini secara disiplin menjadi senjata Idris Sardi menjelajah dunia musik. Kini, Idris Sardi menjelajahi alam abadi dengan seakan turut diiringi disiplin musik violin Sang Maestro itu. “Idris Sardi, emosional bilang pribadi kepada saya, musik Indonesia kurang pemikir serius,” kata Sutanto Mendut. (ant/bali post)


Selasa, 29 April 2014

SUARA NTB

Halaman 10


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Carlo Ancelotti

Pep Guardiola

Kejutan Guardiola dan Faktor Sejarah Munchen Faktor sejarah memang berpihak pada Bayern Munchen. Namun, raksasa Jerman itu bisa gigit jari jika Pelatih Pep Guardiola memaksakan untuk menerapkan permainan serupa dengan yang dilakukan di kandang Real Madrid saat pertemuan leg pertama babak semifinal Liga Champions beberapa waktu lalu. tampil lebih efektif ketimbang Bayern yang hanya mampu unggul di penguasaan bola. Jika memaksakan pendekatan serupa, maka bukan tidak mungkin Madrid akan kembali mencuri peluang dengan memanfaatkan kemampuan mereka untuk melancarkan counter attack yang cepat. Patut diingat bahwa mereka memiliki dua penyerang cepat dengan akurasi penyelesaian yang brilian dalam diri Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Nama terakhir bahkan baru saja membuat gol spektakuler dengan memenangkan adu sprint dengan bek Barcelona di Final Copa del Rey. Bukan tidak mungkin Bale akan menciptakan gol serupa jika Bayern lengah. Karena itulah, mau tak mau Guardiola harus menyelipkan unsur kejutan dalam pola permainan yang mereka terapkan saat menjamu Madrid dini hari nanti. Meski demikian, Bayern sepertinya lebih diuntungkan dari faktor sejarah. Jika dili-

hat dari catatan mereka saat meladeni Madrid di kandang. Seperti dilaporkan AFP, Bayern memang belum pernah kalah dari Real di Munchen, dengan delapan kemenangan dan satu kali seri. Secara keseluruhan dari 21 kali pertemuan mereka, Munchen menang 11 kali, Real menang delapan kali. Real akan memelihara momentum positifnya sejak mengalahkan Barcelona di final Copa del Rey sebelum menang 1-0 atas Bayern, dengan melibas Osasuna 4-0 Sabtu lalu. Peraih Ballon dOr Cristiano Ronaldo membuktikan kebugarannya untuk pertandingan hari Selasa ini, setelah sempat cedera hamstring. Saat menghadapi Osasuna ia mencetak dua gol sehingga total mengoleksi 47 gol musim ini. Pelatih Real Carlo Ancelotti ketika itu mengistirahatkan Benzema dan Gareth Bale. Kunci untuk pertandingan Selasa ini, menurutnya, adalah siapa yang mencetak gol lebih dulu. Real akan memburu gol lebih dulu agar Munchen minimal harus membalas dengan tiga gol untuk ke final. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Seperti diketahui, Real Madrid bertolak ke Bavaria dengan mengantongi kemenangan 1-0 pada leg pertama berkat gol tunggal Karim Benzema Rabu pekan lalu. Mereka juga akan mencoba membalas dendam atas kekalahan di panggung yang sama dua tahun lalu. Namun, Pep Guardiola harus belajar dari kekalahan mereka di leg pertama. Meski mendominasi penguasaan bola, Bayern harus gigit jari karena kemasukan satu gol dan kalah dalam urusan membuat peluang bersih ke gawang lawan. Di leg pertama tersebut, meski membuat 18 tendangan, namun hanya 4 diantaranya yang mengarah tepat ke gawang Madrid. Sebaliknya, Madrid mengoleksi 5 tendangan yang mengarah ke gawang Bayern dari total 9 tendangan yang mereka lancarkan di pertandingan tersebut. Dengan kata lain, Madrid berhasil

STATISTIK PEMAIN KUNCI Gol

Assist

Tendangan ke gawang

14 - 5

40 - 28

C. Ronaldo

Muller

C. Ronaldo

Haerul Warisin Pimpin KONI Lotim

(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) H. Haerul Warisin secara resmi, Senin (28/4) kemarin dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Lombok Timur (Lotim). Prosesi pelantikan dilangsungkan oleh Ketua KONI NTB, H.MNS. Kasdiono disaksikan Bupato Lotim di Rupatama I Kantor Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dan pejabat di lingkup Pemkab Lotim. Dalam surat keputusan KONI NTB dibacakan pengurus Dahlan Abandu, susunan personalia pengurus KONI Lotim untuk masa bhakti empat tahun kedepan. Dalam SK yang ditandatangani Ketua KONI NTB, H.M,NS Kasdiono, termaktub dewan pembina Bupati Lotim dan seluruh pimpinan Muspida Lotim, Kapolres, Kajari, Ketua PN dan Dandim. Dalam sambutannya, Haerul Warisin menyampaikan, bangsa besar diukur tingkat keberhasilannya di bidang olahraga. Untuk itu ia mengingatkan kepada jajaran pengurus yang baru untuk bisa terus menggali potensi olah raga Lotim. Kabupaten Lotim dimata daerah lain harus dikenal. Langkah strategis yang akan dilakukan adalah membina cabor olahraga yang ada dengan cara yang baik. Wakil Bupati Lotim yang juga Ketua PSSI Lotim ini menuturkan, di cabang orang raga sepakbola yang dikomandoinya sudah dibagi menjadi empat wilayah. Masing-masing sudah ada pembina. Langkah ini dilmaksudkan agar lebih konsentrasi melakukan pembinaan. Sebelumnya digelar liga instansi yang merebut gelar Wakil Bupati Cup. Ke depan, dinyatakan Warisin akan digelar Bupati Cup pada bulan Mei. Mengundang seluruh club yang ada di Lotim. Kegiatan pembinaan yang dilakukan di Pengcab PSSI diharap bisa jadi contoh dari semua club olahraga yang lain. “Cabor lain juga diharap melakukan hal yang sama,” ungkapnya. Langkah perdana yang dilakukan Ketua Umum PSSI ini akan mengumpulkan seluruh Cabor. Ingin sekali ia tujukkan bahwa Lotim tidak kalah dengan daerah lain. Potensi yang ada akan digali terus. Terlebih sebentar lagi akan menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov). Ketua Umum KONI NTB, H.MNS. Kasdiono menyampaikan, Lotim bagi Koni NTB merupakan wilayah yang diharap bisa berikan kontribusi prestasi bagi NTB. Bangsa yang besar lanjutnya adalah bangsa yang dikenal didunLuis Suarez ia internasional bukan karena teknologi, pendidikan atau lainya akan tetapi dikenal karena prestasi bidang olahraga. “Jadikan motivasi untuk tunjukkan prestasi terbaik,” pintanya. (rus)

Penyelamatan 37 - 32

5-4

Robben

Di Maria

Robben

Casillas

Tiga Besar Masih Ketat Barcelona Atletico Madrid sukses mengamankan status pimpinan klasemen Liga Spanyol ketika tandukan Raul Garcia mengamankan kemenangan 1-0 di markas Valencia. Namun, Barcelona juga tetap menjaga peluang melalui kemenangan emosional. Ditambah Real Madrid yang sebelumnya juga mengemas kemenangan 4-0 atas Osasuna, maka posisi tiga besar Liga Spanyol masih ketat. Garcia mencetak gol beberapa saat sebelum turun minum pada Minggu untuk mengamankan kemenangan timnya sekaligus mencatatkan rekor nilai klub yakni 88 angka, enam angka di bawah tim peringkat kedua Real Madrid, yang mengalah-

kan Osasuna pada Sabtu dan masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan, lapor Reuters. Barcelona, yang berada dalam suasana berduka menyusul wafatnya mantan pelatih mereka Tito Vilanova pada Jumat silam, bangkit dari tertinggal 0-2 untuk menang 3-2 di kandang Villarreal dan mengoleksi 84 angka dengan tiga pertandingan tersisa. Lionel Messi menjadi pencetak gol kemenangan Barca. Atletico tidak bermain pada penampilan terbaik mereka dan tampil tidak setajam biasanya, kemungkinan karena kelelahan setelah menjalani jadwal padat dan bermain imbang 0-0 dengan Chelsea di semifinal Liga Champions pada pekan ini.

Suarez Pemain Terbaik Liga Inggris Versi PFA London Penyerang kontroversial Liverpool, Luis Suarez, dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA), Minggu (27/4). Penyerang asal Uruguay berusia 27 tahun ini telah mencetak 30 gol dan menyumbang 12 assist musim ini dan membawa Liverpool ke puncak Liga Utama Inggris dengan dua pertandingan tersisa. “Liga Premier penuh dengan pemain yang benar-benar hebat sehingga merupakan kehormatan besar ketika pemain lain mengakui pekerjaan Anda di lapangan,” kata Suarez dilansir dari laman Reuters, Minggu (27/ 4). Dia meraih penghargaan mengungguli rekan satu timnya, Steven Gerrard dan Daniel Sturridge, serta gelandang Chelsea Eden Hazard, Yaya Toure dari Manchester City dan Adam Lallana dari Southampton . Suarez menjadi pemain Liverpool pertama setelah Ian Rush mencetak 30 gol dalam satu musim pada tahun 1986-87, ia juga membantu pemain muda seperti Sturridge untuk berkembang. Penampilannya yang cepat dan gesit dianggap membuat pemain bertahan lawan tersiksa, tipu daya dan penyelesaian akhirnya di muka gawang sangat mematikan dan tak satu pun dari 30 gol yang diraih Suarez datang dari titik penalti. Suarez adalah salah satu dari tiga pemain Liverpool disebutkan dalam tim terbaik versi PFA tahun ini bersama dengan gelandang, Steven Gerrard, dan penyerang, Daniel Sturridge . Kiper Chelsea Petr Cech, bek Gary Cahill dan gelandang Eden Hazard juga disertakan bersama bek Manchester City Vincent Kompany dan gelandang Yaya Toure, Luke Shaw dan Adam Lallana dari Southampton, dan Seamus Coleman dari Everton. Hazard juga meraih penghargaan pemain muda terbaik tahun ini. (ant/bali post)

Bagaimanapun, mereka semakin mendekati gelar meski harus kehilangan Juanfran yang mendapat kartu merah menjelang pertandingan usai, menyusul pelanggarannya terhadap Pablo Piatti. “Kami perlu terus bekerja keras dan percaya pada diri sendiri,” kata pencetak gol Garcia kepada para pewarta. “Ini merupakan pertandingan berat dan kata tim sangat penting bagi kami, sebab kami semua bertarung bahu membahu. Saat ini semuanya akan berjalan lancar.” “Yang lebih penting dari saya mencetak gol adalah kami memenangi pertandingan.” Tantangan-tantangan datang begitu cepat bagi Atletico di mana mereka pada pekan ini akan kembali berhadapan dengan Chelsea di Liga Champions. “Sekarang kami harus fokus pada Rabu (pertandingan melawan Chelsea) dan kami perlu untuk keluar dan meraih kemenangan,” tutur Garcia. “Kami memperkirakan itu akan menjadi pertandingan yang serupa seperti sebelumnya, di mana Chelsea membuatnya menjadi sangat sulit.” Pelatih Diego Simeone memilih tidak mengistirahatkan satu pun pemainnya menjelang pertemuan dengan Chelsea, na-

mun dampak keletihan terlihat jelas ketika Valencia menguasai lapangan tengah. Valencia semestinya dapat unggul terlebih dahulu pada menit pembuka ketika tembakan Daniel Parejo dari tepi kotak penalti masih melebar. Permainan Atletico perlahan membaik dan meski Diego Costa tidak banyak mendapat bola saat menyerang bersama David Villa, ia masih mampu melepaskan sepakan melengkung yang juga masih melebar. Tim tamu unggul pada menit ke-43 melalui Garcia yang menyundul bola setelah kiper Vicente Guaita keluar dari sarangnya. Costa menyianyiakan dua peluang bagus pada babak kedua, namun di sisi lain Atletico beruntung tidak kemasukan gol. Jonas dan Sofiane Feghou-

Neuer Sumber : UEFA

li keduanya nyaris mencetak gol balasan, dan Juanfran kemudian diusir keluar lapangan akibat pelanggaran kerasnya menjelang pertandingan usai. Kemenangan ini sangat penting bagi Atletico, sebab Barca yang diganggu masalah cedera pemain juga mendulang kemenanan. Cani dan Manuel Trigueros membawa Villarreal unggul dua gol melalui gol-gol mereka pada masing-masing babak. Bagaimanapun, gol-gol bunuh diri dari Gabriel, yang mengenai tembakan Dani Alves, dan Mateo Musacchio, yang sundulannya masuk ke gawang sendiri, membuat skor menjadi imbang sebelum Messi memastikan kemenangan tim Katalan melalui penyelesaian khasnya saat pertandingan menyisakan waktu tujuh menit. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

PENGHORMATAN – Para pemain Barcelona menundukkan kepala sesaat sebelum menjalani laga melawan Villarreal.

Jatim Open

Klub Atletik Kijang Emas Sumbawa Sumbang Satu Emas dan Perak Mataram (Suara NTB) Meski diperkuat sejumlah atletik junior, namun sebanyak 11 atlet atletik dari Klub Kijang Emas Sumbawa berhasil mempersembahkan satu medali emas, satu perak di Kejuaraan Atletik Jatim Open yang berlangsung di Surabaya, 24-27 April lalu. Pelatih Klub Kijang Emas Sumbawa, Supiati yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (28/4) kemarin mengatakan, satu medali emas disumbangkan lewat Fadlin di nomor 100 meter putra. Sementara medali perak disumbangkan lewat tim estafet 4x100 meter putra yang diperkuat oleh Made Budiasa, Fadlin, Erner dan kawan-kawan. “Alhamdulillah penampilan atlet kita tidak

mengecewakan, mereka sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu perak,” ucap Supiati yang merupakan mantan pelari jarak pendek NTB yang pernah menyumbangkan medali perak di nomor 100 meter pada PON 2004. Menurutnya, penampilan atlet atletik NTB di Jatim Open sangat memuaskan. Fadlin yang merupakan atlet peraih medali emas PON XVIII/2012 berhasil menyingkirkan pelaripelari terbaik nasional. Demikian halnya tim estafet 4x100 meter atletik NTB juga berhasil tampil maksimal. Meski diperkuat oleh dua pelari muda, dan dua pelari senior, namun tim estafet NTB sukses mempersembahkan medali perak. “Tim estafet kita sempat memimpin di 90 meter finish ter-

akhir, namun sayang tim estafet NTB dilampaui tim estafet Bangka Belitung yang menyentuh garis finis pertama,” ucapnya. Meski hanya menyumbangkan satu medali emas dan medali perak namun Supiati tetap puas. Pasalnya sebagian besar atlet junior yang tampil di ajang tersebut sukses masuk babak final. Bagi Supiati, masuk babak semifinal adalah hal yang membanggakan bagi atlet atletik Kijang Emas Sumbawa. Dia sendiri tidak mematok target Juara pada atletnya, sebab ajang tersebut merupakan ajang untuk melatih mental atletnya, dalam rangka persiapan menuju PON Remaja 2014. Dan hasilnya mampu masuk babak semifinal di kejuaraan yang melibatkan sejumlah atlet Pelatnas SEA Games itu. (fan)


SUARA NTB

Selasa, 29 April 2014

Halaman 12

BPMP2T Serahkan Pemutihan IMB

Mataram (Suara NTB) Sejak diterbitkannya Peraturan Walikota (Perwal) nomor 11 tahun 2014 tentang pelimpahan seluruh proses perizinan kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram. BPMP2T melakukan Pemutihan Izin Mendirikan Bangunan (PIMB) kepada masyarakat. Kepada Bidang Pelayanan dan Perijinan, BPMP2T Kota Mataram, I Gusti Pariawan mengaku badan yang baru didirikan tersebut, sudah mengelola 36 perizinan. Ia menambahkan, tujuannya ad-

alah mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “Kan sejak Perwal sudah selesai, kita resmi mengelola 36 izin,” sebut Pariawan ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, Senin (28/4). Disebutkan, ada sejum-

lah izin yang telah diterbitkan, yakni Ijin HO sebanyak 21, Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK) sebanyak dua izin, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) sebanyak 15 izin, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 10

ijin dan dua Pemutihan Ijin Mendirikan Bangunan (PIMB). “Tadi, kita sudah serahkan PIMB pada Lalu Irwan Bakri dan Pak Kepala Badan langsung serahkan secara simbolis,” katanya. Menurutnya, penyerahan PIMB tersebut, sebagai langkah untuk mempermudah serta meringakan proses perizinan kepada masyarakat yang tidak mampu. Katagorinya, masyarakat rumahnya be-

(Suara NTB/ist)

PEMUTIHAN IMB - Kepala Badan BPMP2T Kota Mataram beserta staf lainnya, menunjukan Pemutihan IMB yang diserahkan kepada masyarakat. rada di perkampungan dan tidak mampu. Terkait, mekanisme pemutihan IMB tersebut, berbeda dengan pemutihan

ILOK dan IMB, karena harus melalu rapat dengan tim teknis. Sementara, PIMB, pihaknya tidak mengundang tim teknis untuk merapat-

kan. Pariawan berharap, melalui pemutihan tersebut, masyarakat lebih dipermudah dan mengurus izin secara pribadi. (cem)

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Selasa, 29 April 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

LAUNDRY

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 14

Realisasi Fisik dan Keuangan Rendah Moratorium Pemekaran Desa PEMPROV NTB menegaskan moratorium untuk pemekaran desa di seluruh kabupaten/kota di NTB. Apabila terdapat pemerintah kabupaten/kota yang saat ini tengah mengkaji pemekaran, maka dianjurkan untuk lebih dulu berkoordinasi dengan Pemprov NTB sebelum memutuskan kebijakan. Kepada wartawan usai apel HUT Satpol PP di Aula Bupati, Senin (28/4), Asisten I (Tata Praja dan Aparatur) Setda NTB, Dr. H. Rosiady H. Sayuti, mengungkapkan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri telah menginstruksikan dilaku(Suara NTB/dok) kannya moratorium (penghenH. Rosiady H. Sayuthi tian sementara) pemekaran desa, termasuk kecamatan. “Arah Mendagri sudah jelas untuk pemekaran desa. UndangUndang Desa disahkan salah satu tujuannya supaya moratorium dulu, sampai menunggu ada arahan lebih lanjut,” ungkap Rosiady. Dikatakannya, adanya wacana pemekaran desa/kecamatan pascaPilpres oleh Pemda KLU, sedianya dikonsultasikan dulu ke Pemprov NTB sebelum memutuskan kebijakan. Mengingat adanya arahan dari Mendagri terkait hal itu. Bahwasanya kata dia, pemekaran desa berikut perangkatperangkatnya, akan menimbulkan konsekuensi anggaran di pemerintah pusat - Kementerian Keuangan. UU Desa yang diputuskan belum lama ini, mengandung konsekuensi anggaran yang jelas dari pemerintah pusat. Sehingga jika terdapat desa baru - hasil pemekaran desa induk, maka desa baru ini tidak akan memperoleh dukungan anggaran dari pusat. “Harapan kita, tidak ada lagi tambahan perangkat desa karena semua desa sudah terdaftar, sudah terhitung dalam APBN. Jika ada desa yang dimekarkan, susahnya nanti di Kementerian Keuangan,” tandasnya. Pemprov pun mengajak seluruh pemda kabupaten/kota agar mengantisipasi jangan sampai terjadi pemekaran desa, terlebih tidak diikuti oleh ketentuan Undang-Undang tentang Desa. Rosiady berkesimpulan, sebelum mekar agar Pemkab/Pemkot berkonsultasi ke Pemprov NTB. Terpisah, Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., mengakui adanya kajian untuk pemekaran desa. Hanya saja, ketetapan untuk memekarkan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat melainkan akan mematuhi ketetapan pusat. “KLU belum pernah ada pemekaran desa, hanya kajian saja. Sementara ini kita taat aturan, mengingat hajat pemekaran di desa dihentikan sementara. Tetapi saat (pemekaran) dibuka pusat, itulah momentum kita mekarkan,” ungkapnya. (ari)

Perusahaan Pasir Besi Harus Intensifkan Sosialisasi Selong (Suara NTB) Pascakerusuhan di areal tambang pasir besi sebagai buntut aksi penolakan warga terhadap rencana penambangan yang akan dilakukan PT Anugrah Mitra Graha (AMG) sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Perindustrian dan Perdagangan (PP) Lotim, Framadi Anugrah Kartika mengarahkan AMG untuk terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi. Kepada wartawan di Selong, Senin (28/4), Framadi menyebut, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), Januari 2014 lalu seluruh perusahaan harus mendirikan smelter (pabrik pemurnian). Termasuk PT. AMG yang akan mengambil bijih besi di areal seluas 1.648 ha di sepanjang pesisir pantai wilayah Kecamatan Pringgabaya, karena tidak dibolehkan lagi mengeluarkan konsentrat ke luar negeri. Pemintaan sosialisasi, ujarnya, karena sampai saat ini, izin dari PT AMG masih berlaku. Sementara adanya pro kontra masyarakat saat ini sedang ditelusuri proses perizinannya, apakah ada rekomendasi atau tidak dari tingkat pemerintah desa. Mengacu pada UU Minerba tersebut, jika terjadi kerusuhan sudah ada solusi sebagaimana tertuang dalam pasal 113 UU 4 2009 itu. Di mana, perusahaan bisa mengajukan permohonan penghentian sementara. Tapi sampai saat ini belum ada pengajuan dari perusahaan, karena masih menunggu proses hukum pascakerusuhan. Harapan Pemkab Lotim, setelah keluar izin pemberhentian sementara itulah, perusahaan bisa kembali melakukan sosialisasi kepada masyatrakat. “Kita harus tahu, masyarakat mana yang setuju dengan yang tidak. Yang tidak setuju kan bisa dilompati,” ujarnya, seraya menambahkan, PT. AMG belum memberikan dana jaminan keseriusan sebagaimana arahan Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan. (rus)

Program PKK Harus Padu dengan Pemerintah Giri Menang (Suara NTB) – Keberadaan PKK sebagai mitra pemerintah sangat strategis dalam membantu pemerintah dalam membangun daerah. Sebagai mitra, PKK harus aktif dalam mendukung kebijakan Pemda dengan program yang dimiliki PKK. Karena itulah, anggota PKK secara berjenjang harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas SDM. ‘’ Agar berhasil peran PKK sebagai mitra pemerintah dan unsur pembangunan perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat. Dalam hal in perlu dipahami hakekat pemberdayaan keluarga, memahami sosial masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, memahami pembangunan parsipatif,’’ ungkap Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi saat melantik Ketua TP PKK Lobar, Hj Nanik S Zaini Arony dan pengurus PKK Lobar di Aula Kantor Bupati Lobar, Senin (28/4). Menurutnya, gerakan PKK dikelola secara berjenjang mulai dari PKK tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten hingga provinsi merupakan mitra pemerintah dalam mendukung kebijakan pemerintah dengan sepuluh program pokok yang dimiliki PKK. Karena itu untuk meningkatkan peran aktif PKK, maka perlu memanfaatkan potensi dan iptek agar kualitas SDM anggota PKK lebih meningkat. Sementara itu, Ketua TP PKK Lobar, Hj Nanik Zaini Arony menyatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan desa dan dusun melalui PKK Kecamatan. Ia akan membuat jadwal ke PKK kecamatan lalu akan dievaluasi. “Saya akan buatkan jadwal PKK Kecamatan untuk membina daerahnya, lalu saya evaluasi akhir tahun,”katanya. Ia menargetkabn agar pembinaan 200 lebuh dusun akan dituntaskan tahun 2015. Ia akan memberi prioritas dusun yang belum dikunjungi sama sekali, terutama di daerah pinggiran. Sementara itu Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony, MPd, menekankan PKK perlu seirama dengan semangat Kartini. Untuk pemberdayaan masyarakat, fokus pertamanya adalah keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. ‘’Tiga aspek dalam pemberdayaan keluarga perlu pahami tiga tugas keluarga, yakni dalam hal edukasi, sosialisasi dan transformasi,”sebutnya. (her)

(Suara NTB/her)

LANTIK - Hj. Nanik Zaini Arony dilantik sebagai Ketua TP PKK Lobar oleh Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi di Kantor Bupati Lobar, Senin (28/4).

Bupati Tak akan Beri Toleransi SKPD Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony,MPd, menegaskan akan menindak tegas SKPD yang lambat mencapai target serapan fisik dan keuangan. Selain itu, dirinya tak akan memberi toleransi terhadap SKPD yang realisasi fisik dan keuangannya rendah. “Saya tentu tak memberi toleransi terhadap SKPD lelet. Artinya tidak punya serapan tinggi baik keuangan dan fisik,” tegasnya saat ditemui di Kantor Bupati Lobar, Senin (28/4). Ia mengaku, realisasi fisik dan keuangan, per Januari hingga April belum diketahui secara detail, karena belum dievaluasi. Pihaknya sedang fokus menyelesaikan laporan keuangan untuk diserahkan ke BPK. Namun, terhadap SKPD yang serapan fisik dan keuangan rendah, pihaknya tidak akan memberikan toleransi. Sementara, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalur by pass Bandara

Internasional Lombok (BIL) II, bupati mengaku, masih dalam proses penyelesaian pembayaran. Pembayaran ditarget selesai pertengahan Mei, karena pembebasan lahan telah ada dana Rp 28 miliar dari provinsi dan Pemkab Lobar sebesar Rp 23 miliar, sehingga jumlah dana pembebasan secara keseluruhan sebesar Rp 51 miliar. “Awal Mei selesai pembayaran, sehingga Mei juga bisa mulai dikerjakan pembangunannya,” janjinya. Berdasarkan data di Bagian Pembangunan Setda Lobar hingga per Maret serapan keuangan dan fisik tergolong rendah. Realisasi keuangan hanya 3,33 pers-

en dengan anggaran Rp 16,8 miliar lebih sedangkan realisasi fisik baru 3,8 persen. Realisasi Maret ini gambaran serapan pada Februari, sedangkan untuk keadaan April bisa dilihat pada bulan Mei. Namun dibandingkan tahun lalu pada periode sebelumnya jauh lebih tinggi serapan tahun ini, karena tahun lalu persentase serapannya hanya berkisar nol koma. Sedangkan kali ini, mencapai 3 persen lebih. Hal ini dkarenakan, tahun lalu tender proyek dimulai Mei, sementara tahun ini tender dimulai bulan Februari. “Jauh lebih maju sekarang,” klaim Kepala Bagian Pembangunan Setda Lobar, Hj. Lale Prayatni. Menurutnya, serapan tahun ini jauh lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, karena bupati mengikat aturan tender proyek ini pada Perbup Nomor 2 tahun 2014 tentang Tata Kelola Pemerintahan di Lobar.

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/her)

H. Zaini Arony

Hj. Lale Prayatni

Penekanan dalam Perbup ini tender proyek harus bisa rampung akhir april. Menurut proyeksinya, realisasi fisik dan keuangan akan jauh lebih meningkat karena dari proyek yang selesai ditender tinggal mengajukan uang muka kerja sekitar 30 persen. Uang muka ini masuk menjadi realisasi

keuangan, sehingga realisasi keuangan jauh lebih tinggi. Hanya saja ia belum tahu berapa kontraktor yang sudah mengajukan uang muka, karena catatan SP2D berada di Bagian Keuangan. Ia menambahkan SKPD terus dipacu supaya realisasi serapan lebih cepat, karena memacu semua SKPD. (her)

Defisit, Personel Satpol PP KLU

(Suara NTB/kir)

TUNGGU HASIL - Sejumlah tenaga honorer K2 Loteng berdiri di depan Kantor Bupati Loteng, menunggu hasil rapat pleno tim verifikasi honorer K2, Senin (28/4).

230 Honorer K2 Loteng Dinyatakan TMK Praya (Suara NTB) Sebanyak 230 tenaga honorer katagori dua (K2) lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dinyatakan tidak memenuhi kriteria (TMK). Hal itu sesuai hasil rapat pleno tim verifikasi tenaga honorer K2 yang berlangsung, Senin (28/4) kemarin. Jumlah tersebut bisa saja berubah, mengingat rapat pleno final baru akan digelar Senin (5/5) mendatang. Ketua Forum GTT Loteng, Sahirudin yang dikonfirmasi wartawan usai rapat pleno di kantor Bupati Loteng, mengungkapkan, banyaknya honorer K2 yang dinyatanya TMK tersebut disebabkan beberapa hal. Misalnya, adanya ditemukan penggunaan ijazah palsu. Kemudian ada juga manipulasi SK pengangkatan serta masa kerja yang putus-putus. “Atas dasar itulah tim verifikasi

menyatakan tenaga honorer K2 tersebut masuk katagori TMK,” jelasnya. Kendati demikian, hasil pleno secara final baru akan ditetapkan pada Senin pekan depan. Pasalnya,masih ada beberapa persoalan yang perlu dikaji ulang dan dibahas lebih mendalam terkait status beberapa tenaga honorer K2 Loteng. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Verifikasi tenaga honorer K2, Drs. H.L. Supardan, M.M., mengaku apapun hasil pleno nantinya baik yang dinyatakan TMK maupun MK, berkasnya akan tetap dikirim ke pemerintah pusat. Pasalnya, yang menentukan kelulusan itu ada di tangan pemerintah pusat. “Pemerintah daerah hanya melakukan verifikasi. Keputusan final terkait lulus tidaknya tenaga honorer K2 bersangkutan, tetap menjadi kewenangan pemer-

intah pusat,” tandas Supardan. Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, yang dikonfirmasi terkait adanya temuan penyimpangan berkas oleh tenaga honorer K2 Loteng, mengaku itu patut disayangkan. Ia pun mendorong persoalan tersebut supaya diselesaikan ke proses hukum. “Apapun namanya (penyimpangan berkas) itu sudah menyalahi aturan dan hukum. Sehingga harus diselesaikan ke proses hukum,” jelasnya. Pihaknyamenegaskanakanterusmelakukanpengawalanterhadap prosesverifikasiyangdilakukanoleh pemerintah daerah. Sehingga hasilnya nanti bisa benar-benar bersih. Untuk itu, tim verifikasi juga hendaknyabekerjadengansungguhsungguh. “Pengawasan akan terus kita lakukan,” pungkas politisi asal Partai Demokrat ini. (kir)

Batas Terakhir Pemberkasan K2 Selong (Suara NTB) Senin (28/4) kemarin merupakan batas terakhir proses pemberkasan yang dilakukan para honorer Katagori 2 (K2) di Lombok Timur (Lotim). Lewat dari waktu itu tidak diperbolehkan lagi. Hal itu berarti, yang tidak melakukan pemberkasan bisa dinyatakan gugur sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui mekanisme K2 ini. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lotim, H. Najamudin kepada media di ruang kerjanya. Ia menyebut, batas waktu diberikan sampai dengan pukul 00.00 Wita. Sebanyak 669 yang sudah dinyatakan lulus Tes Kompetensi Dasar dan Tes Kompetensi Bidang (TKD/TKB) beberapa waktu lalu harus sudah menyerahkan berkas yang selanjutnya akan verifikasi tim di BKD. Jika nantinya ada yang ditemukan tidak sesuai berdasarkan hasil dari verifikasi BKD, BKD akan melakukan investi-

(Suara NTB/rus)

Najamudin gasi di lapangan. Berkas-berkas yang diterima BKD, lanjutnya merupakan limpahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing. Di mana, sebelumnya pimpinan SKPD telah melakukan verifikasi sendiri yang disusul dengan pembuatan surat pernyataan tanggung jawab mutlak. Sementara hasil dari verifika-

si BKD merupakan verifikasi tingkat kabupaten. Pejabat yang bertanda tangan membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak adalah Bupati Lotim. Karenanya, diharapkan semua berkas yang telah diterima BKD bisa dipertanggungjawabkan. Melihat prosesnya, Kepala BKD ini sendiri mengakui prosesnya cukup ribet. Hal ini semata dilakukan agar dapat melindungi hak-hak orang yang dianggap berhak. Pihaknya tidak menginginkan, orang yang berhak justru tidak masuk. Pasalnya, mekanisme pengangkatan CPNS melalui jalur honorer K2 ini terbilang langka. Menjadi syaratnya adalah usia minimal 46 tahun setelah 1 Januari 2006. ‘’Masa kerja sudah satu tahun sampai tanggal 31 Desember 2005. Berkas-berkas yang menjadi bukti atas syarat itulah yang akan dicek kebenaran dan keabsahannya. Kemudian setelah itu dibuatkan surat pernyataan keabsahan,’’ tandasnya. (rus)

Tak Mau Pindah

Disperindag Ancam Bongkar Paksa Toko Pedagang di Keru Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar) akan mengambil langkah persuasif terhadap pedagang di Pasar Keru yang masih membandel tak mau pindah ke toko belakang. Bahkan, Disperindag akan membongkar paksa toko pedagang yang yang tak mau pindah ke pasar bagian belakang. Termasuk izin pedagang bersangkutan akan dicabut. “Bagi yang bertahan tidak bisa dibiarkan akan digusur tetap, namun terlebih dahulu akan dibina dan diberi penjelasan. Jikalau tidak mau maka akan dicabut izinnya dan digusur,” tegas Kepala Dinas Perindag Poniman, Senin (28/4). Dijelaskan, pasar itu diban-

gun Dinas Perindag namun dikelola Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah. PPKD yang akan mengadakan kontrak dengan pedagang. Dalam hal pembagian toko ini, dipedagang lama diprioritaskan, namun ada yang mau dua, sehingga pihaknya kewalahan membagi . “Tetap diberikan toko dua tergantung kontrak,” ujarnya. Ia mengaku banyak permohonan yang masuk yang ingin jatah toko, namun tidak bsia dipenuhi semua. Ia menampik jika ada pedagang yang belum dapat los, karena sudah dibagi. Ia juga menampik jika pihaknya melakukan intimidasi ke pedagang. Sementara Komang Sudarsana, salah satu pedagang di Pasar Keru tetap menuntut haknya memperoleh jatah dua

toko sesuai janji Pemda, karena pernah bersurat ke Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony, MPd, memberi disposisi ke Disperindag dan dinas terkait lain agar perlu mempertimbangkan permintaan pedagang. Akan tetapi, disposisi yang ditembuskan ke pedagang, ujarnya, tak diindahkan pimpinan SKPD terkait. Sementara itu, Kepala Pasar Keru, Sudirman membantah jika pedagang di pasar itu diintimidasi. Menurutnya, tidak ada tujuan pihak pasar mengintimidasi para pedagang. “Tidak benar ada intimidasi. Untuk apa kami adakan pertemuan dengan pedagang?”ujarnya. Terkait disposisi bupati menurutnya, hanya dipertimbangkan, namun pihak pasar mencari jalan terbaik terhadap kasus ini. (her)

Tanjung (Suara NTB) Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH, menilai jumlah personel Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Lombok Utara masih minim, bahkan defisit. Mengingat besarnya tugas pokok dan fungsi Satpol PP dalam mengawal keamanan di KLU, bupati memandang perlunya kebijakan penambahan personel bahkan mengangkat Satpol PP berstatus PNS. “Satpol PP punya peran penting dan strategis, tetapi sampai sekarang kita masih kekurangan personel. Sementara ini masih kita penuhi dari tenaga kontrak, mungkin ke depan ini akan lebih kita perhatikan,” ungkap Djohan Sjamsu. Seiring Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke 64 ini yang dipusatkan di KLU ini, kata bupati, diharapkan memberi dampak positif bagi terselenggaranya tupoksi Pol PP di KLU. Aparatur yang ada di lembaga penegak hukum Pemda ini diharapkan lebih matang, mengingat tugas yang diemban cukup berat dalam mengawal keamanan, kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Bupati menilai, Satpol PP harus didukung oleh kapasitas

anggota yang memiliki kemampuan untuk menjalankan tupoksi, sehingga lebih sempurna dalam proses pelaksanaan tugas di lapangan. Demikian pula, struktur organisasi yang ada agar didesain lebih baik, sehingga setiap komponen yang ada mampu bersinergi dengan lintas SKPD maupun antar Salpol PP dengan lembaga sejenis di luar KLU. “Kita menyadari, sampai saat ini saja, kantor kita belum punya. Ini juga akan kita perhatikan. Idealnya, Kantor Pol PP akan dibangun di lingkup Kantor Bupati,” kata Djohan. HUT Pol PP yang mengambil tema Pol PP sebagai perangkat pengawal Pemilu Pileg dan Pilpres 2014, diimbau Bupati sedianya dapat mengambil peran sebagai aparatur penegak hukum, pengawal kamtibmas di KLU. Djohan juga berharap banyak, agar pelaksanaan kewajiban pelaksanaan Pemilu 2014 dapat berjalan aman dan tetib sebagaimana Pileg yang berjalan lancar. Djohan sekaligus menugaskan, bersama aparat TNI/ Polri, Satpol PP harus bisa bersinergi dalam menjalankan tugas. “Pol PP harus sanggup bersinergi dengan aparat TNI/Polri, karena pengawalan untuk Pilpres cukup berat,” tandas Djohan. (ari)

PDAM Praya Ajukan Pinjaman Baru Praya (Suara NTB) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Praya berencana mengajukan pinjaman kredit baru ke Bank NTB, sebesar Rp 12,6 miliar lebih. Langkah tersebut diambil perusahaan milik daerah tersebut, guna mendukung program perluasan dan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Dengan begitu diharapkan, cakupan pelayanan air bersih bisa lebih luas lagi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Praya, L. Kitab, kepada wartawan, Senin (28/4) kemarin. Ia menjelaskan, dana yang diperoleh dari hasil pinjaman tersebut nantinya akan digunakan membangun jaringan distribusi dan tersier menuju pelanggan. “Dengan adanya penambahan jaringan ini, diharapkan jumlah calon pelanggan yang bisa dilayani air bersih bisa bertambah sekitar 32 ribu dari jumlah yang ada saat ini,” terangnya. Pembangunan jaringan distribusi dan tersier baru tersebut merupakan tindak lanjut dari pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sesere Kliwung Aik Berik, bantuan dari pemerintah pusat serta SPAM Tibu Lempanas dari Pemerintah Jepang, tahun 2013 dan 2014 ini. Di mana kedua SPAM tersebut akan menyalurkan air dari sumber mata air hingga reservoir di Desa Pengadang serta Loang Maka. Agar bisa dinikmati masyarakat selaku pelanggan, ujarnya, harus dibangun jaringan distribusi serta jaringan tersier. Sesuai kesepakatan antara pihak PDAM dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Jepang selaku pemberi bantuan, jaringan distribusi dan tersier tersebut menjadi tanggung jawab pihak PDAM Praya. Namun karena dana yang dibutuhkan untuk membangun jaringan distribusi dan tersier tersebut

cukup besar, sementara kondisi keuangan PDAM Praya belum memadai, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya lain. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman perbankan dengan bunga subsidi. Di mana nantinya pihak PDAM hanya akan membayar bunga pinjaman sesuai BI rate (standar bunga BI) saja. Selisih bunga pinjamannya akan dibayarkan oleh pemerintah pusat, selaku penjamin dalam program ini. “Jadi misalkan BI rate kredit hanya 6 persen, sementara bunga di bank tempat meminjam dana 11 persen, maka PDAM Praya hanya membayar bunga 6 persen saja. Sisanya akan ditanggung oleh pemerintah pusat,” jelasnya seraya menambahkan dana pinjaman sebesar Rp 12,6 miliar itu nantinya akan dikembalikan dalam jangka waktu 8 tahun. Lebih lanjut L. Kitab menjelaskan, cakupan layanan air bersih PDAM Praya saat ini masih sekitar 21, 7 persen. Dengan jumlah pelanggan sebanyak 32.900 sambungan dan debit air yang dikelola sekitar 401 liter per detik. Tapi dengan adanya penambahan fasilitas dua SPAM baru itu, debit air yang dikelola bisa bertambah 400 liter per detik. Sehingga tingkat cakupan layanan ditargetkan bisa mencapai 43,48 persen. SPAM Sesere sendiri diharapkan dapat melayani kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Batukliang Utara, Kopang, Janapria, Praya Tengah hingga kawasan Pelabuhan Awang. Sementara SPAM Tibu Lempanas akan melayani wilayah Batukliang, sebagian wilayah Kopang, Praya, Praya Tengah, Pujut serta memenuhu kebutuhan proyek-proyek strategis nasional. Seperti kawasan Mandalika Resort, Bandara Internasional Lombok serta kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus NTB. (kir)


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

Koalisi PKS-Gerindra Tengah Didalami Jakarta (Suara NTB) Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengatakan, kesepakatan antara PKS dan Gerindra untuk berkoalisi sedang didalami. ‘’Tergantung hasil pembicaraan detilnya nanti. Saat ini tengah diperdalam soal koalisi dengan Gerindra,’’ kata Anis di Jakarta, Senin (28/4). PKS tengah melakukan penjajakan serius untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra. PKS membentuk tim komunikasi dari hasil Maje(ant/Bali Post) lis Syuro ke-12 yang digelar Anis Matta di kantor DPP PKS, di Jakarta, Minggu (27/4). “Kita akan melakukan pembicaraan serius dulu dengan Gerindra, dengan Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra). Dari (komunikasi) itu nanti kita akan mengambil kesimpulan selanjutnya,” kata Anis Matta. Menurut Anis, komunikasi dengan Gerindra didasari pertimbangan keseriusan Gerindra untuk mengajak koalisi dengan PKS. “Dari semua komunikasi politik yang serius dari Gerindra. Prabowo sampai mengirimkan surat resmi kepada PKS,” ujar Anis. (ant/Bali Post)

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Tokoh PKS Dinilai Berpeluang Dampingi Prabowo Jakarta (Suara NTB) Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat berpeluang mendampingi Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2014. ‘’Peluang tokoh PKS mendampingi Pak Prabowo sangat terbuka, penjajakan kami dengan PKS sangat intensif,’’ kata Habiburokhman dihubungi dari Jakarta, Senin (28/4). Dia mengatakan dari konteks komunikasi politik, secara

kasat mata dapat terlihat bahwa PKS juga jauh lebih intensif berbicara dengan Partai Gerindra dibandingkan dengan partai lain. Hal itu, menurut dia, menandakan keseriusan koalisi kedua partai. Dia mengatakan Partai

Gerindra akan berusaha semaksimal mungkin menyukseskan pengusungan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Salah satunya dengan mengintensifkan koalisi dengan partai tengah, termasuk PKS. Habiburokhman mengata-

kan komunikasi politik partainya dengan PKS dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto. Pihaknya juga masih berupaya melakukan penjajakan dengan partai lain. Sebelumnya, Presiden PKS Anis Matta telah menyatakan kemungkinan koalisi antara PKS dan Gerindra sedang didalami. PKS menurut dia, tengah melakukan penjajakan serius untuk berkoalisi dengan Partai

Gerindra. PKS juga telah membentuk tim komunikasi dari hasil pertemuan Majelis Syuro ke12 yang digelar di kantor DPP PKS, di Jakarta, Minggu (27/4). ‘’Kita akan melakukan pembicaraan serius dulu dengan Gerindra, dengan Pak Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra). Dari (komunikasi) itu nanti kita akan mengambil kesimpulan selanjutnya,’’ kata Anis Matta. (ant/Bali Post)

Panwas Papua Selidiki Dugaan Surat Suara yang Dilarikan Jayapura (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu Papua masih menyelidiki dugaan adanya surat suara yang dibawa lari oleh dua anggota komisi pemilihan umum (KPU) Sarmi. Ketua Bawaslu Papua Roberth Holik kepada Antara, Senin (28/4), membenarkan saat ini tim yang dipimpin Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, Pegie Wattimena, sudah berada di Sarmi untuk menyelidiki kasus tersebut. Dari laporan yang diterima panwas, terungkap kedua anggota KPU Sarmi itu ditangkap Sabtu (26/4) saat melintasi kawasan Bonggo dengan menggunakan kendaraan roda empat. “Polisi sempat menangkap mereka dan mengambil kembali surat suara yang coba bawa keluar dari Sarmi,” kata Roberth Horik. Menurut dia, kedua anggota KPU Sarmi itu diduga ada di Jayapura. Surat suara yang dibawah lari itu berasal dari enam distrik, kata Roberth Horik. Kabupaten Sarmi merupakan salah satu dari Kabupaten di Papua yang dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dari Jayapura sekitar delapan jam. (ant/Bali Post)

KPK Minta Jaksa Panggil Paksa Istri Akil Jakarta (Suara NTB) Ketua majelis hakim perkara dugaan pemberiah hadiah kepada mantan ketua MK dalam sengketa Pilkada Lebak dan Banten untuk terdakwa pengusaha Tubagus Chaeri Wardana, meminta agar jaksa penuntut umum memanggil paksa istri Akil Mochtar, Ratu Rita. ‘’Diberi kesempatan satu kali lagi kalau tidak hadir kami lanjutkan (persidangan), kalau perlu pakai kuasalah dipanggil paksa, KPK biasanya tidak pernah kesulitan untuk memanggil orang,’’ kata ketua majelis hakim Matheus Samiadji dalam sidang di pengadilang Tipikor Jakarta, Senin (28/4). Ratu Rita seharusnya menjadi saksi dalam perkara tersebut pada sidang Senin (21/4) dan Kamis (24/4) pekan lalu, namun ia tidak pernah hadir dalam persidangan. Istri Akil tersebut diketahui memiliki perusahaan CV Ratu Samagad yang ada di Kalimantan Barat yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan budi daya ikan arwana. Rekening perusahaan itu digunakan untuk menerima uang dari perusahaan Wawan PT Bali Pacific Pragama (BPP) dan diduga sebagai uang imbalan atas jasa Akil dalam beberapa perkara sengketa pilkada di MK. “Kami sudah panggil dua kali sesuai dengan alamat tinggal yang tercantum di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), tapi kami diberitahukan yang bersangkutan pindah tempat tinggal dan kami berusaha juga memanggil satu kali ke tempat tinggal di Pontianak, tapi sampai saat ini belum ada keterangan, kami coba panggil satu kali lagi,” ungkap jaksa KPK Dzakiyul Fikri. Alamat Ratu Rita di Jakarta berada di Jalan Pancoran III No 8 Jakarta Selatan. Artinya menurut Fikri, KPK sudah mengirim tiga kali surat panggilan untuk Ratu Rita. ‘’Alamat di Pancoran ternyata orangnya ada di Pontianak, jadi kami panggil lagi di Pontianak, tapi belum ada konfirmasi dari dia di sana,’’ ungkap Fikri. Fikri mengaku bahwa keterangan Ratu Rita penting karena merupakan pemilik CV Ratu Samagat, dan jaksa membutuhkan kesaksiannya soal pemindahbukuan sejumlah transaksi secara otomatis. Dalam dakwaan Wawan disebutkan bahwa pada Oktober-November 2011, Wawan memerintahkan karyawankaryawannya untuk mengirim uang ke Akil Mochtar dengan cara transfer ke rekening pada Bank Mandiri Cabang Pontianank atas nama CV Ratu Samagat milik istri Akil, Ratu Rita secara bertahap yang totalnya Rp 7,5 miliar dengan tujuan pengiriman uang dimaksud seolah-olah terdapat hubungan usaha antara PT BPP dengan CV Ratu Samagat. Sejumlah alasan yang disebutkan dalam transfer rekening itu adalah biaya transportasi dan alat berat, pembayaran bibit kelapa sawit, order sawit dan pembelian alat berat. Wawan sendiri mengakui bahwa uang tersebut merupakan bentuk investasinya kepada perusahaan Akil Mochtar, namun Wawan tidak dapat menjelaskan mengenai pencatatan maupun keuntungan yang didapat dari investasi tersebut pada sidang Kamis (24/4). Dalam perkara Lebak, Wawan didakwa berdasarkan pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP mengenai memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pencara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp750 juta. Sedangkan dalam perkara Banten, Wawan diancam pidana dalam pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 150 juta. (ant/Bali Post) Ratu Rita (ant/Bali Post)

GUGURAN LAVA PIJAR GUNUNG SLAMET - Guguran lava pijar kawah Gunung Slamet terlihat dari kawasan wisata Baturraden, Banyumas, Jateng, Minggu (27/4) malam. Letusan yang diikuti lontaran lava pijar Gunung Slamet, terus mengalami peningkatan dengan jarak lontaran material pijar tidak melebihi 2 kilometer dari puncak sehingga statusnya tetap waspada. (ant/Bali Post)

Seorang Prajurit Mantan Walikota Bandung Paskhas TNI AU Tewas Divonis 10 Tahun Penjara Ditembak di Biak Biak (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, Senin (28/ 4), secara resmi menutup pasar malam setelah insiden penembakan dengan korban prajurit Pasukan Khas TNI AU Pratu Wardi Deni, Minggu (27/4) pukul 03.15 WIT. Wakil Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondy di Biak, Senin, menjelaskan penutupan operasional arena pasar malam sebagai bentuk ketegasan pemkab dalam mencegah munculnya kasus serupa. “Aspirasi warga Biak juga menghendaki penghentian kegiatan pasar malam karena memberikan dampak negatif dalam kerawanan kamtibmas,” katanya. Atas kasus penembakan terhadap Pratu Wardi Deni, kata Thomas, jajaran pemkab turut bela sungkawa dan menyesalkan aksi kriminal yang mengakibatkan gugurnya prajurit elite pasukan khas TNI

AU itu. Ia mengimbau semua elemen masyarakat Biak Numfor senantiasa menjaga situasi kamtibmas yang mantap, nyaman, dan kondusif. ‘’Penanganan kasus penembakan prajurit Paskhas diserahkan kepada proses penegakan hukum sehingga pelakunya dapat diusut tuntas,’’ katanya. Tim investigasi Polda Papua dipimpin Wakapolda Brigjen Paulus Waterpauw pada Minggu (27/4) malam melakukan olah tempat kejadian perkara penembakan prajurit Paskhas Pratu Wardi Deni di lokasi permainan bola guling pasar malam di Jalan Mandiri Distrik Biak Kota. Hingga Senin pukul 07.30 WIT situasi kamtibmas Kota Biak dan sekitarnya tetap kondusif, sedangkan berbagai kegiatan warga berlangsung normal seperti biasanya. (ant/Bali Post)

Tujuh Penganiaya Taruna STIP Dipecat Jakarta (Suara NTB) Tujuh tersangka pelaku penganiayaan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang mengakibatkan Dimas Dikita Handoko (18) tewas, resmi dikeluarkan atau dipecat dari institusi tersebut. “Tujuh orang pelaku dikeluarkan dari STIP,” kata Ketua STIP Rudiana saat konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (28/4). Rudiana mengatakan ke tujuhnya resmi dikeluarkan secara lisan. Untuk mekanisme prosedurnya, dilakukan sidang senat terlebih dahulu dan tertera dalam bentuk SK. “Kita sudah secara resmi mengeluarkan, proses formalnya menyusul,” katanya. Ke tujuh pelaku tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polres Metro Jakarta Utara. “Tersangka yang menganiaya menyebabkan meninggal dunia sebanyak tiga orang dan tersangka yang mengakibatkan luka berat empat orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto. Polisi menetapkan tiga tersangka penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia yakni AG, FC dan AD, sedangkan empat tersangka yang mengakibatkan luka berat, yaitu ST, WD, DW dan AR. Selain Dimas, Rikwanto mengungkapkan para tersangka menganiaya enam korban yang merupakan adik angkatan di STIP, yaitu Marvin Janatan, Sidik Permana, Deni Hutabarat, Fahrurozi Siregar, Arif Permana dan M Imansa Marpaung.

Rikwanto menjelaskan kejadian berawal saat mahasiswa tingkat dua STIP menyuruh salah satu korban mendatangi tempat kos di Jalan Kebon Baru Blok R Semper Barat Cilincing Jakarta Utara pada Senin (21/4) pukul 19.00 WIB. Para korban yang merupakan mahasiswa tingkat satu tersebut mendatangi tempat kos kakak angkatannya pada Jumat (25/4) sekitar pukul 21.00 WIB. “Saat itu sudah berkumpul delapan orang mahasiswa tingkat dua,” ujar Rikwanto. Rikwanto menyatakan mahasiswa tingkat dua itu menceramahi adik angkatannya karena alasan tidak respek, kompak sehingga mendapatkan teguran dari mahasiswa tingkat empat. Tidak hanya menceramahi, mahasiswa tingkat dua itu memukuli tujuh korban pada bagian perut, ulu hati, pipi, serta tendangan pada perut dan kaki. Salah satu tersangka AG yang merupakan Ketua Tim Mahasiswa Medan memukul Dimas hingga mengerang kesakitan. Namun pelaku FC dan AD tetap memukul, menendang dan menggampar Dimas hingga meninggal dunia pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 00.30 WIB. Sementara itu, enam orang lainnya yang merupakan teman angkatan Dimas mengalami luka lebam pada sekujur tubuh. Salah satu orang tua korban melapor ke Polres Metro Jakarta Utara. (ant/Bali Post)

Bandung (Suara NTB) Dada Rosada, mantan Wali Kota Bandung yang juga terdakwa perkara pengurusan perkara banding dana bantuan sosial (Bansos) Pemkot Bandung Tahun Anggaran 2009 hingga 2010, divonis 10 tahun penjara, membayar Rp 600 juta subsider tiga bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung. ‘’Menyatakan terdakwa Dada Rosada telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama dan berkelanjutan, dengan itu menjatuhi 10 tahun penjara dikurangi tahanan dan denda sebesar 600 juta, subsider tiga bulan kurungan penjara,’’ kata Majelis Hakim Nur Hakim, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (28/4). Vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Tim JPU dari KPK yang menuntut Dada Rosada dengan penjara 15 tahun dan membayar denda sebesar Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. Nur Hakim mengatakan terdakwa Dada Rosada dan Edi Siswadi terbukti telah menyuap mantan hakim Setyabudi Tedjocahyono dan hakim Pengadilan Tinggi Bandung agar tujuh terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial Pemerintah Kota Bandung 2009-2010 divonis ringan. Dada Rosada terbukti telah melanggar pasal 6 ayat 1 huruf (a) dan Pasal 5 ayat 1 huruf (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KHU-Pidana jo pasal 55 ayat 1 KHU-Pidana jo UU Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Menurut dia, ada sejumlah hal yang memberatkan terdakwa seperti sebagai pejabat terdakwa tidak mendukung upaya pemberantasan ko-

rupsi, terdakwa melakukan pembiaran korupsi anak buahnya. ‘’Dan bahkan ikut dan berperan aktif, perbuatan terdakwa juga merusak citra peradilan,’’ katanya. Sementara itu, ada sejumlah hal yang meringankan terdakwa Dada Rosada seperti dinilai berterus terang dan menyesali perbuatannya. “Kemudian terdakwa bersikap sopan, juga tidak pernah dihukum sebelumnya dan semasa 10 tahun memimpin Bandung mendapatkan beberapa penghargaan,” kata hakim. Atas vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung Dada Rosada menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding karena vonis tersebut dinilai terlalu berat. ‘’Walaupun lima tahun lebih ringan, tapi kemudian kami menyatakan pikir-pikir, ini terlalu berat,’’ kata Kuasa Hukum Terdakwa Dada Rosada, Abidin. Menurut Abidin, kliennya dalam perkara tersebut adalah k o r b a n pemerasan Toto Hutagalung. ‘’Klien kami tidak pernah berinisiatif menyuap hakim Setyabudi Tejocahyono dalam perkara kepengurusan bansos Kota Bandung di tingkat pengadilan pada 2012,’’ katanya. (ant/ Bali Post) Dada Rosada (ant/Bali Post)

Rizal Djalil Janji Perkuat Audit Kinerja Kementerian Jakarta (Suara NTB) Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil berjanji akan memperkuat audit kinerja kementerian dan lembaga serta pelaksanaan program-program pemerintah untuk masyarakat. “Fokus kami nanti menyelesaikan LKPP pemerintah di 86 kementerian dan lembaga, 542 kabupaten/kota, dan 34 provinsi,” kata Rizal usai dilantik menjadi Ketua BPK di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (28/4). Selain itu, ia melanjutkan, BPK akan memberikan perhatian khusus pada program subsidi beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang nilainya mencapai Rp 20 triliun. Ia mengatakan BPK akan membantu KPK memastikan program itu sudah tepat sasaran. “Apabila belum tepat maka kami akan memberi rekomendasi ke depan. Penekanan saya adalah semua hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, seperti Raskin,” ujarnya. BPK, menurut dia, juga akan meluruskan program bantuan sosial yang tidak tepat yang nilainya mencapai Rp 90 triliun. Rizal mengatakan BPK akan membantu pemerintah

memastikan bantuan dana sebesar itu bisa sampai ke masyarakat sasaran. Menurut dia, BPK akan membuat rekomendasi untuk memastikan program-program tersebut selanjutnya bisa tepat sasaran berdasarkan hasil audit. “Kan anda tahu bahwa banyak (penyimpangan bansos) di Banten,” kata Rizal, yang menjabat sebagai Ketua BPK periode April-Oktober 2014. Rizal Djalil menggantikan Hadi Poernomo yang pen-

siun pada 21 April. Rizal mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua BPK dipandu Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung Jakarta pada Senin. Wakil Presiden Boediono, Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, para anggota BPK, Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

PELANTIKAN - Wakil Presiden Boediono (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih Rizal Djalil (kiri) seusai pelantikan Ketua BPK di Jakarta, Senin (28/4). Rizal Djalil terpilih sebagai Ketua BPK masa jabatan April-Oktober 2014 menggantikan Hadi Poernomo yang memasuki masa pensiun.


SUARA NTB Selasa, 29 April 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

10 Tewas dalam Serangan Bom Mobil di Baghdad Baghdad Sedikitnya 10 orang tewas dan 36 orang lagi cedera dalam satu serangan bom mobil bunuh diri di Ibu Kota Irak, Baghdad, Minggu (27/4) waktu setempat. Pemboman bunuh diri tersebut terjadi di satu pasar terkenal di Kabupaten Kota Sadr di bagian timur Baghdad, kata satu sumber polisi, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Senin pagi. Ia menambahkan ledakan itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan toko di dekatnya. Belum ada satu kelompok pun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri tersebut. Serangan itu terjadi cuma tiga hari menjelang pemilihan anggota parlemen Irak pada 30 April, yang pertama di negeri itu sejak penarikan tentara AS pada penghujung 2011. (ant/bali post)

(ant/bali post)

MELEDAK - Bom mobil yang meledak di Baghdad menewaskan 10 warga dan melukai 36 orang.

Belgia Serukan Pembicaraan Lanjutan Perdamaian Israel-Palestina Brussels Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Luar Negeri Belgia, Didier Reynders menyeru, Israel dan Palestina agar mengemban tanggung jawab dan tetap memusatkan perhatian pada pembicaraan perdamaian. Reynders mengatakan sangat prihatin oleh perkembangan barubaru ini, yang bisa membahayakan kelanjutan proses perdamaian antara Israel dan Palestina di luar tenggat asli pada 29 April 2014.

“Perundingan tetap menjadi cara terbaik untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai semua masalah status akhir,” Menteri Belgia itu menekankan, sebagaimana diberitakan Xinhua. Menurut dia, setiap orang mesti menahan diri dari setiap tindakan yang mungkin merusak kepercayaan antarpihak dan membahayakan kelangsungan hidup penyelesaian dua-negara. Reynders juga menyerukan diberikannya dukungan Eropa bagi perujukan antar-Palestina di belakang

kepemimpinan kokoh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan landasan prinsip yang ditetapkan dalam pidatonya pada 4 Mei 2011. Pemerintah Israel, Kamis (24/4), mengumumkan Israel telah memutuskan takkan melakukan perundingan dengan Pemerintah Palestina yang akan mencakup Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), setelah kesepakatan persatuan ditandatangani oleh Fatah dan HAMAS pada Rabu (23/4). (ant/bali post)

Surat Terakhir di Titanic Terjual 200.000 Dolar kami lewati sangat indah. Tidak ada badai, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan badai itu datang. Cuaca bagus, tapi sangat berangin dan dingin,” lanjutnya. Ia juga mengabarkan mungkin mereka akan sampai di New York Selasa malam dan akan segera mengirim surat sesampainya di sana. Surat itu juga ditutup dengan salam hangat dari si kecil Eva. Surat itu selamat karena berada saku mantel suami Esther Hart, Benjamin. Sayangnya Benjamin juga menjadi salah satu dari 1.500 korban yang tewas. Benjamin memberikan mantel kepada Esther agar ia tidak kedinginan saat (Suara NTB/ist) SURAT TITANIC - Surat terakhir dari Kapal Titanic ditulis penumpang evakuasi penumpang kapal. Esther dan Eva diselamatkan yang selamat laku terjual 200.000 dolar Amerika. oleh kapal HMS Carpathia. PenMereka telah menjual beberapa galaman mereka itu dimuat dalam London Surat dari penumpang Titanic, surat dari Titanic namun belum ada buku “Shadow of the Titanic”. ditulis beberapa jam sebelum kapal yang mencapai harga itu. Surat itu dit- Dalam buku itu, Eva menulis “Suitu menabrak batu karang dan ulis di atas kertas bertulisan “On Board rat yang ditulis Minggu siang itu tenggelam, terjual seharga 200.000 RMS Titanic” lengkap dengan amplop tidak pernah dikirim. Ibu menemuberembos bendera White Star Line. kan surat itu di saku mantel ayah dolar Amerika Serikat. Surat itu ditulis oleh penumpang Surat itu ditujukan kepada ibu Hart saat kami diselamatkan dan baginya, itu adalah pengingat perjalanyang selamat, Esther Hart dan pu- di Chadwell Heath, London Timur. Surat memuat cerita Esther Hart an tragis yang juga merenggut suatrinya Eva yang saat itu berusia tuyang mabuk laut. Saat itu, hari Ming- minya,’’ tulisnya. Eva meninggal juh tahun, asal Inggris Raya. Mereka menumpang kelas dua Ti- gu siang dan mereka beristirahat di tahun 1996 pada usia 91 tahun. Titanic tenggelam pada 14 April tanic dan berniat memulai hidup baru perpustakaan. “Seharian kemarin di Kanada. Seperti yang diberitakan buruk sekali. Aku tak bisa makan dan 1912, Minggu malam. Kapal itu Reuters, juru lelang dari Henry minum, sakit seharian. Tapi, hari ini tenggelam pada hari kelima perjalanan pertamanya dari Southampton Aldridge and Son berpendapat harga sudah sembuh,” bunyi surat itu. “Para pelaut bilang jalur yang menuju New York. (ant/bali post) itu merupakan rekor surat Titanic.

Pro-Rusia Duduki Stasiun TV di Ukraina Timur Kiev Ratusan pemrotes pro-Rusia menyerbu dan menduduki satu gedung stasiun televisi regional di Kota Donetsk, Ukraina Timur, Minggu (27/4) sore, demikian laporan kantor berita Interfax-Ukraina. Pemrotes menjebol gerbang gedung tersebut dan memasuki instalasi televisi regional itu sementara sebanyak 30 polisi berdiri di dekat mereka dan tak berbuat apa-apa. Sebanyak 500 pemrotes berkumpul di luar bangunan itu, dan meneriakkan slogan seperti “Rusia!” dan “Kiev tak bisa memerintah Donetsk!”, demikian laporan Xinhua, Senin pagi. Mereka menuntut stasiun televisi tersebut menyiarkan program TV yang berbahasa Rusia, dan bukan program yang berbahasa Ukraina.

(Suara NTB/ist)

PRO RUSIA - Warga pro-Rusia saat menduduki stasiun TV di Ukraina Timur, Minggu sore waktu setempat. Sebagian pemrotes mengibarkan bendera “Republik Rakyat Donetsk” di atas bangunan itu. Awal April, pemrotes pro-Rusia melancarkan pertemuan terbuka

guna menuntut referendum dan sebagian pemrotes mengeluh stasiun televisi tersebut tak memberi mereka kesempatan untuk berbicara. (ant/bali post)

10 Orang Tewas Akibat Terjangan Tornado di AS Washington Tornado dahsyat yang mengoyak Amerika Serikat (AS) bagian selatan telah menewaskan sedikitnya 10 orang, kata sejumlah pejabat layanan darurat di negara bagian Arkansas dan Oklahoma, Minggu (27/4/2014) malam waktu setempat atau Senin pagi. Departemen Manajemen Darurat Arkansas menyebut delapan korban jiwa akibat badai itu di wilayahnya. Sementara seorang pejabat Badan Manajemen Darurat Oklahoma mengatakan, (Suara NTB/ist) setidaknya ada dua korban tewas aki- TORNADO - Dampak tornado yang terjadi di AS bagian tengah. bat tornado di negara bagian tersebut. Diperkirakan lebih dari 10 orang tewas akibat terjangan tornado ini. Para petugas layanan darurat setempat menyisir puing-puing di beberapa pemadam kebakaran dari kota-kota terdekat serta pasukan kota yang paling terpukul, sementara para per- Garda Nasional sedang menuju ke kota itu untuk membantu. amal cuaca memperingatkan angin puyuh yang Foto-foto kerusakan akibat tornado itu yang di-posting stasiun TV lebih dahsyat masih akan datang lagi. Arkansas, THV 11, menunjukkan mobil-mobil yang terbalik, rumah “Sedang kacau sekarang ini,” kata Wali Kota yang rusak, dan rumah-rumah yang menjadi tumpukan puing. Velonia di Arkansas, James Firestone, kepada Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan mengenai ancaman CNN. “Pusat kota tampaknya seperti benar- cuaca buruk. Yakni ada “risiko tinggi badai petir dan tornado” sepanbenar diratakan. Ada sejumlah bangunan yang jang malam di sebagian besar Arkansas. “Ini merupakan malam sebagian masih berdiri, saluran gas rusak. Kami yang benar-benar mengerikan bagi banyak keluarga, lingkungan, dan punya sejumlah orang korban,” tambahnya masyarakat, tetapi warga Arkansas selalu saling membantu untuk Firestone mengatakan, polisi dan petugas dapat pulih,” kata Gubernur Arkansas Mike Beebe. (ant/bali post)

Snt29042014  

Kejati Agendakan Cek Ulang SPAM KLU Dugaan Kerugian Negara Bertambah

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you