Page 10

SUARA NTB

Senin, 28 Januari 2013

Halaman 10

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu bersama jajaran PLN pose bersama usai peresmian 24 jam listrik di Pekat.

(Suara NTB/ula)

Bupati bersama warga Pekat usai peresmian 24 jam listrik di pekat beroperasi.

Jalan Diperbaiki dan Listrik 24 Jam

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin menekan tombol tanda diresmikannya listrik 24 jam di Pekat, Sabtu (26/1).

Bupati Dorong Pembangunan di Pekat

(Suara NTB/ula)

Bupati tinjau mesin PLN di Pekat sebelum diresmikan operasional 24 jam di Pekat.

(Suara NTB/ula)

Plt Sekda Dompu, H. Agus Bukhari bersama para asisten saat acara peresmian 24 jam listrik di Pekat.

Dompu (Suara NTB) Pembangunan di Kecamatan Pekat menjadi perhatian pemerintah. Kecamatan yang berada di ujung barat Kabupaten Dompu selama ini terkesan sebagai wilayah tertinggal karena akses jalan yang sulit dan listrik yang terbatas. Daerah yang berada di lereng Gunung Tambora penghasil komoditi perkebunan seperti kopi, mete, dan peternakan ini sudah cukup maju dengan akses jalan yang mulus dari Kota Dompu dan listrik yang nyala 24 jam. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin pada acara launching 24 jam nusa terang benderang di Kantor Camat Pekat, Sabtu (26/1), memberikan apresiasinya kepada PLN yang sudah merespon kebutuhan listrik 24 jam bagi masyarakat Pekat. Walaupun secara bisnis, penambahan beban listrik ini akan menambah kerugian bagi PLN. Untuk biaya produksi per kwh dibutuhkan anggaran sekitar Rp 3.000, tetapi oleh PLN menjualnya kepada pelanggan hanya Rp.700 dan itu artinya PLN merugi sekitar Rp 2.300 per kwh. “Meskipun merugi, PLN tetap hidup, karena ini bentuk tanggungjawab negara,” harap H. Bambang. H. Bambang mengungkapkan, berbagai kebutuhan masyarakat sudah dipenuhi pemerintah. Termasuk akses jalan menuju Pekat sudah hampir semua ruas jalannya dihotmix. Ruas jalan yang masih tanggungjawab Provinsi ini sedang diupayakan untuk dijadikan jalan strategis nasional sehingga lebar jalan menjadi 12 meter pada 2014 dari simpang Banggo Kecamatan Manggelewa hingga lingkar utara Gunung Tambora. “Kita berharap kegiatan ekonomi, kegiatan bisnis akan semakin hidup,” harapnya. Pada 2013 ini, H. Bambang juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk membangun drayer dan gudang jagung di Pekat. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evalu-

asinya di Kecamatan Pekat yang paling rendah harga jagung. Karena jangkauan yang terlalu jauh dari para pembeli. “Saya sudah putuskan mulai April kami akan bangun gudang dan drayer jagung di Kecamatan Pekat. Menurut hasil evaluasi kami, tahun lalu yang paling rendah harga jagung di Kecamatan Pekat, karena jangkauan yang terlalu jauh dari para pembeli. Tahun ini saya taruh di Pekat dengan harapan, tahun depan jagungnya akan lebih banyak di Pekat dari pada di kecamatan lain,” ungkapnya. Luas area tanam jagung di Dompu tahun 2012/2013 diakui H. Bambang, menurun hingga 30 persen dari luas area tanam tahun 2011/ 2012 lalu. Penurunan ini karena bagian dari seleksi alam terhadap petani yang menanam jagung. Tetapi dirinya yakin petani yang tidak menanam jagung akan menyesal karena tidak menanam jagung. Karena harga jagung di Dompu tahun 2013 ini akan stabil ketimbang 2012 lalu. “Tapi saya yakin, tahun ini banyak petani yang menangis menyesal, karena harga jagung akan pasti naik tahun ini,” ungkapnya. Keyakinan H. Bambang M Yasin ini tidak lepas dari kebijakan dan upayanya dalam mencari peluang ke pemerintah pusat untuk mempertahankan stabilitas harga jagung. Hasilnya, pada 21 Januari 2013 lalu Bupati menandatangani MoU dengan PT Sarotama Dharma Kalparika, Nunik Sri Martini selaku konsorsium kemitraan komoditas yang difasilitasi oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta. Dalam MoU itu, PT Sarotama menyanggupi untuk membeli jagung Dompu dengan harga minimal Rp 2.000 per kg dengan kadar air 18 persen. MoU itu langsung disaksikan oleh Mentri PDT RI, H Helmy Faisal Zaini, Ketua masyarakat agribisnis Jagung Indonesia, Fadel

Muhammad dan mantan Menteri, Adi Sasono. Selain menandatangani MoU, saat itu Bupati Dompu juga ditunjuk sebagai pembicara pada acara temu bisnis komoditi kabupaten daerah tertinggal bertemakan ‘’pembangunan kemitraan usaha dan pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal’’ yang diselenggarakan Kementerian PDT RI. Komoditi Kopi Tambora juga akan menjadi perhatian pemerintah ke depan. Bahkan saat ini, Pemda Dompu tengah mengupayakan dana CSR BI untuk mendukung pembelian hasil produksi Kopi Tambora. Selama ini, petani kesulitan menjual hasil produksinya sehingga terjadi praktik ijon. Padahal, jumlah produksi kopi Tambora setiap tahunnya bias mencapai 700 ton. “Kedepannya kita akan upayakan lagi untuk jambu mete, tapi untuk saat ini kita dahulukan kopi karena biayanya tidak terlalu besar,” kata H. Bambang di Pekat. General Manajer PT PLN wilayah NTB, Ir Akbar Ali mengatakan, pihaknya menginginkan tampil di depan untuk berda dalam pembangunan Dompu dan Pekat khususnya. Kendati pihaknya harus mengeluarkan biaya besar untuk produksi sebagai konsekuensi penambahan mesin dari beroperasinya PLN 24 jam di Kecamatan Pekat. “Kita hanya mengharapkan keikhlasan masyarakat agar pohon yang dekat dengan jaringan untuk ditebang,” katanya. Untuk operasi 24 jam di Pekat, saat ini kapasitas mesin yang beroperasi baru sekitar 1.000 KWH dari sebelumnya 800 KWH saat beroperasi 12 jam pada malam hari. Namun pihak PLN akan menambah mesinnya dalam waktu dekat. Setelah beroperasi 24 jam listrik di Pekat, maka tinggal daerah Kawangko Manggelewa yang belum beroperasi 24 jam di Dompu dan di wilayah Sait, Pai, Klawit di NTB. (ula/*)

(Suara NTB/ula) (Suara NTB/ula)

Peserta diskusi temu bisnis komoditi Kabupaten Daerah tertinggal melakukan foto bersama.

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin duduk bersama dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua masyarakat agribisnis Jagung Indonesia, Fadel Muhammad dan mantan Menteri Koperasi dan UKM, Adi Sasono.

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin menandatangani MoU yang disaksikan oleh Menteri PDT RI, H. Helmy Faisal Zaini.

Istri Bupati Dompu, Hj. Eriati berfoto bersama dengan istri Plt Bupati Bima didampingi Kepala Bagian Humas Setda Dompu dan Kepala Bagian Hukum Setda Dompu.

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin dan Nunik Sri Martini Direktur PT Sarotama Dharma Kalparika selaku konsorsium kemitraan komoditas didampingi Menteri PDT RI, H. Helmy Faisal Zaini menunjukan MoU yang telah ditandatangani bersama di Jakarta, Senin (21/1) lalu.

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin didaulat sebagai pembicara soal jagung di temu bisnis komoditi kabupaten daerah tertinggal yang diselenggarakan Kementerian PDT di Jakarta.

SUARA NTB 28 JANUARI 2013  
SUARA NTB 28 JANUARI 2013  

Pascarusuh Sumbawa Ratusan Rumah Segera Direkonstruksi

Advertisement