Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

JUMAT, 27 DESEMBER 2013

16 HALAMAN NOMOR 243 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

C.01.08.13

(Suara NTB/ula)

SISA- Petani mengumpulkan sisa bibit padi yang berhasil diselamatkan dari terjangan banjir, Kamis (26/12) kemarin. Berita selengkapnya di halaman 4.

Kejaksaan Bidik Proyek Pipa KLU Senilai Rp 12,5 Miliar Belum Maksimal

turun untuk melihat – lihat fisik proyek ini,” kata Kajati NTB, Sugeng Pudjianto, SH, MH kepada Suara NTB. Di lapangan, tim memang menemukan fisik proyek tersebut tak berfungsi. Bersambung ke hal 5

ga tahun 2013, pipa yang dipasang tak kunjung berfungsi untuk membantu mengatasi kekeringan di KLU. Proyek mangkrak ini pun jadi bahan puldata dan pulbaket Kejaksaan Tinggi NTB. “Tim kami memang sudah

Golkar Segera Bahas Pengganti Almarhum Ferry Zulkarnain

KASUS korupsi di NTB hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan audit BPKP selama tahun 2013, kasus korupsi masih terjadi di daerah yang sama, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 4,7 miliar lebih. Jumlah itu masih tergolong kecil, karena Kejaksaan dan Kepolisian dinilai belum maksimal menjangkau semua wilayah. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) DPD Partai Golkar NTB, segera membahas pengganti Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima, Ferry Zulkarnain, ST, yang meninggal dunia, Kamis kemarin. Bersambung ke hal 5

WAFAT - Jenazah Bupati Bima, H.Ferry Zulkarnain disemayamkan di Pendopo Bupati Bima, kemarin. Menurut rencana, Bupati yang wafat Kamis (26/12) kemarin jenazahnya akan dimakamkan, Jumat hari ini.

Bupati Bima Wafat Bima (Suara NTB) Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST, wafat Kamis (26/12) sekitar pukul 07.30 Wita

di RSUD Bima. Bupati yang baru saja dinobatkan sebagai Sultan Bima ini meninggal diduga akibat gagal jantung, setelah kele-

Sejak Polri membuka keran untuk penanganan kasus korupsi, tahun 2011 perangkat dibentuk. Di tingkat Kepolisian Daerah, dibentuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus disingkat Ditreskrimsus. Di tingkat Polres menyesuaikan penanganan kasus korupsi di Sat Reskrim.Tapi dua tahun berjalan, ada semangat yang terkesan “jomplang”dengan institusi tetangga, Kejaksaan. Sejumlah kasus korupsi tahun 2013, kembali digarap tahun 2014.Kekurangan SDM menjadi salah satu kendala.

lahan berkeliling memantau sejumlah wilayah di Bima yang diterjang banjir. Bersambung ke hal 5

OFA warna hijau muda terpasang di depan ruang Ditreskrimsus Polda NTB. Di ruang tunggu gedung yang baru satu tahun lebih ditempati itu, sering di duduki para perwira dan penyidik setempat. Menjelag siang, awal Desember lalu, Kasubdit III Tipikor AKBP Nurodin, SIK juga terlihat duduk santai. Saat dihampiri Suara NTB, sempat mengalir obrolan lepas. Bersambung ke hal 5

C.03.08.13

TO K O H

Diketahui, proyek tersebut bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kemudian diserahkan penanganannya diserahkan ke Dinas PU Provinsi NTB. Tahun 2011 lalu, proyek ini pun rampung pengerjaannya. Namun hing-

(Suara NTB/use)

Mataram (Suara NTB) Salah satu dari dua kasus baru yang dibidik Kejaksaan Tinggi NTB adalah proyek pipa air di Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU). Proyek senilai Rp 12,5 miliar yang diusut sejak Oktober lalu ini, sudah masuk tahapan pemeriksaan saksi – saksi.


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Cuaca Buruk, Nelayan Absen Melaut

Dukung Restorasi Sungai KURANGNYA kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, serta sering menjadikan sungai dan saluran drainase sebagai tempat membuang sampah membuat Kelurahan Karang Baru harus membuat terobosan untuk mengubah pola tingkah laku masyarakat. Lurah Karang Baru, L. M. Amin ketika dihubungi via ponsel Kamis, (26/12) mengatakan memberikan pemahaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk tidak membuang sampah di sungai dan drainase perlu dilakukan inovasi. Pasalnya, paradigma masyarakat sering menganggap sungai sebagai tempat membuang sampah. Padahal, tumpukkan sampah akan mengakibatkan banjir dan tercemarnya sungai. “Kami ingin masyarakat menganggap sungai sebagai bagian dari hidup mereka,” imbuhnya. Ditambahkan, pihaknya merencanakan akan membuat poster (gambar) yang berisikan seruan untuk tidak membuang sampah. Disamping itu sambungnya, juga sebagai upaya mendukung restorasi sungai dan program lingkungan sampah nihil (Lisan) yang dicanangkan oleh Walikota Mataram. Dikatakan Amin, perlu memberikan penegasan kepada masyarakat. Sehingga jangan sampai terjadi tumpukkan sampah di hilir, sementara di bagian hulu masyarakat berlomba – lomba membuang sampah. Yang terpenting sekarang tambahnya, memberikan edukasi kepada masyarakat. “Percuma kita tempel pamflet atau poster, yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat,” terangnya. Pada bagian lain, Amin mengatakan Program Bulan Bakti Masyarakat dan Silaturahim Masyarakat Selaparang (BBM dan SMS), Kelurahan Karang Baru mendapatkan giliran awal Januari mendatang. Pihaknya, akan mengemas kegiatan tersebut dengan memberikan pemahaman kepada warga sambil memungut sampah seperti kelurahan lain. Dikatakan, dalam konteks Silaturahmi Masyarakat Selaparang yang memiliki gawe adalah masyarakat. Sedangkan kelurahan hanya memfasilitasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat. Sehingga ke depan, dengan kegiatan tersebut antusiasme masyarakat menjaga lingkungan semakin bertambah. L. M. Amin (cem)

Harus Ada Tindakan Cepat ULAH empat perusahaan yang belum menyetor retribusi menara telekomunikasi di Kota Mataram disayangkan anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Tauhid, SHI. Apalagi sudah tiga kali teguran yang dilayangkan Dishubkominfo (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika) tidak digubris. Namun langkah Dishubkominfo Kota Mataram yang rencananya bakal melayangkan surat panggilan keempat dianggap bukan solusi yang tepat. Menurut Tauhid, teguran itu batasnya tiga kali. Justru kalau sampai ada panggilan keempat akan menunjukkan betapa pemerintah tidak berwibawa. ‘’Teguran itu artinya memberi peluang untuk segera memenuhi kewajibannya. Selanjutnya kalau teguran tidak diindahkan, panggil mereka ke kantor,’’ sarannya. Bagaimanapun, sambung Tauhid, Dishubkominfo harus meminta penjelasan mengapa sampai mereka belum menyetor retribusi menara telekomunikasi. ‘’Jangan-jangan memang ada alasan mereka belum memenuhi kewajibannya,’’ imbuh politisi PKS ini. Menurut Tauhid hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena Perda Kota Mataram mengatur bagaimana pengelola menara telekomunikasi harus melaksanakan kewajibannya membayar retribusi. Ia meminta Dishubkominfo jangan sekadar berkoar-koar di media massa bahwa mereka sudah melayangkan surat teguran. Yang terpenting katanya, bagaimana Perda itu dilaksanakan. Perda menara telekomunikasi, menurut Tauhid, telah menjadi kesepakatan para pihak dengan mengatur apa yang menjadi hak dan kewajiban pengelola menara telekomunikasi. Jangan sampai keberadaan pengusaha menara telekomunikasi justru tidak ada kontribusi apapun. Ia menilai dalam hal ini Dishubkominfo terlalu lunak terhadap pengusaha menara telekomunikasi. Karenanya, Tauhid mendesak Dishubkominfo segera menindaklanjuti keengganan pengusaha menara telekomunikasi memenuhi kewajibannya. Ia menegaskan, sebagus apapun program yang digulirkan tidak akan berarti apa-apa kalau tidak ada kemauan kuat dan langkah cepat yang dilakukan. ‘’Harus ada tindakan cepat ketika ini Ahmad Tauhid mandek,’’ pintanya. (fit)

Mataram (Suara NTB) Kondisi cuaca yang tidak bersahabat, membuat sebagian besar nelayan pesisir pantai di Ampenan, memilih untuk tidak melaut. Bukan karena khawatir dengan kondisi keselamatan tapi juga hasil tangkapan tidak sebanding dengan pengeluaraan.

(Suara NTB/yan)

SUNGAI ANCAR - Sungai Ancar yang ada di Kelurahan Kekalik Jaya ini diharapkan warga segera dikeruk. Karena kondisi sungai saat ini cukup dangkal sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir.

Khawatir Banjir

Warga Harapkan Pengerukan Sungai Ancar Mataram (Suara NTB) Dalam lima tahun sekali, banjir kerap terjadi di Kelurahan Kekalik Jaya akibat luapan sungai Ancar. Dikhawatirkan dengan intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, banjir dapat terjadi sewaktuwaktu. Untuk itu warga mengharapkan adanya program pengerukan kali Ancar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Demikian disampaikan salah satu warga Kekalik Jaya, Syahrial Azmi. “Sungai Ancar sudah lama tidak dikeruk. Kami khawatir bisa menyebabkan banjir. Bahkan kalau banjir bisa setinggi dada orang dewasa. Kami berharap sungai Ancar dapat program pengerukan seperti sungai Jangkuk,” terangnya, Kamis (26/12). Kondisi sungai Ancar saat ini menurut Syahrial sangat dangkal. Biasanya itulah salah satu penyebab banjir. Disamping kebiasaan warga membuang sampah di sungai. Sebelumnya warga setempat mempunyai kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai karena waktu itu di Kekalik Jaya belum ada kontainer

sampah. Tapi saat ini sudah mulai mendapat perhatian pemerintah dengan penyediaan kontainer sampah di beberapa tempat. “Khusus di jembatan sebelah utara dekat sungai Ancar, warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Tapi di pinggir sungai dan diangkut Dinas Kebersihan,” ujarnya. Untuk mengajak masyarakat tidak lagi buang sampah di sungai, telah dibentuk Kelompok Peduli Sungai Ancar Jaya yang diketuai oleh Syahrial. Kelompok ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan buang sampah di sungai. Kelompok ini terbentuk tanggal 24 November 2013 lalu. Kegiatan kelompoknya dituturkan Syahrial saat ini fokus di sakitar bantaran sungai Ancar wilayah jembatan dekat Universitas Mataram menuju ke barat. “Kalau ke arah timur belum. Kami juga berusaha untuk membersihkan sungai dari sampah dan memperindah pinggiran sungai dengan pengecatan,” ujarnya. Pihaknya juga dibantu Di-

nas Pertamanan dimana bekas tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar bantaran sungai Ancar dijadikan taman. “Sudah 90 persen bisa dinikmati masyarakat. Di taman itu dihias dengan batu sikat dan batu terapi yang dibuat Dinas Pertamanan,” ujarnya. Kelompok peduli sungai ini menurutnya baru pertama di Mataram. Syahrial berharap keberadaan mereka juga didukung masyarakat, mahasiswa dan kelompok-kelompok lainnya untuk turut menjaga sungai. Karena kalau sungai rusak, maka akan berdampak pada kerusakan lingkungan sekitarnya. Syahrial menuturkan kelompoknya melakukan kegiatan membersihkan sungai jika hari libur. Karena anggotanya banyak yang bekerja. Anggota kelompok peduli sungai ini hanya berasal dari dua lingkungan; Kekalik Kijang dan Kekalik Barat. Pihaknya juga berencana mengadakan lomba memungut sampah di sepanjang sungai Ancar, tapi tertunda karena kondisi cuaca yang sering hujan belakangan ini. (yan)

Salah seorang nelayan di Pesisir Pantai Ampenan, Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Helmi menceritakan kebiasan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan, memilih untuk tidak melaut. Bukan karena takut dengan kondisi cuaca, tapi hasil tangkapan nelayan tidak memadai dibandingkan ongkos yang dikeluarkan. “Cuaca seperti ini sudah biasa, kita tidak turun karena tidak ada ikan,” katanya ketika ditemui Suara NTB Kamis, (26/12) kemarin. Disebutkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk satu perahu, membutuhkan 20 hingga 30 liter setiap hari. Belum lagi ditambah dengan kebutuhan lainnya. Artinya, pengeluaran dirata – ratakan Rp 200 hingga 300 ribu, kemudian hasil tangkapan hanya 15 atau 35 kilogram. Maka hasilnya tidak seberapa dibandingkan dengan pengeluaran. “Coba bandingkan bensin sekarang Rp 6.500 kalau dikalikan 30 liter. Belum lagi ongkos lain sebagainya kan tidak cukup,” akunya. Dikatakan Helmi, daripada harus menanggung kerugian besar ditambah dengan beban hutang, dirinya memilih tidak melaut. Ia menambahkan apabila keadaan sudah begitu, ia bersama rekannya yang lain memilih untuk absen.

Hal senada dikatakan Badrul, Bulan Desember hingga Maret kondisi cuaca tidak bersahabat berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Hal tersebut akan berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Lantas dengan kondisi cuaca tersebut, tidak serta merta dirinya tidak melaut. Terkadang lanjutnya, disiasiti dengan menangkap ikan di bagian laut Sekotong. “Walaupun besar angin dan gelombang, saya hantam saja,” katanya. Diakui, dirinya biasa melaut menuju Selat Bali dan Nusa. Kondisi sekarang, membuatnya memilih untuk berkumpul dengan anak dan istri, dan memperbaiki jaring serta sampan. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan sehari – hari pada kondisi cuaca tidak bersahabat, sementara profesi sebagai nelayan harus ditinggalkan sementara? Badrul mengatakan pandai – pandai istri untuk menabung hasil menjual tangkapan. Tapi tidak jarang, ia harus berhutang dan bahkan menjual perhiasan istrinya untuk kebutuhan sehari – hari. “Kalau tidak ada uang mau bagaimana lagi. Perhiasan istri atau anak dijual atau digadaikan,” tuturnya. Dengan kondisi BBM langka serta mahal, membuat mereka berharap kepada pemerintah, agar nelayan diberikan subsidi bahan bakar minyak. (cem)

Tinggi, Kesadaran Masyarakat Miliki Sertifikat Mataram (Suara NTB) Pengurusan sertifikat tanah menjadi keluhan masyarakat. Proses dan sistem yang ribet membuat masyarakat enggan mengurus sertifikat. Namun Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram, mengaku dengan Program One Day Service yang diluncurkan sejak 20 Mei 2013 lalu, telah menyelesaikan 346 serfikat. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram, Wasis Suntoro ketika dikonfirmasi di ruanganya, Selasa (24/12) mengatakan terkait program one day service diluncurkan 20 Mei yang lalu, dilaksanakan setiap hari Rabu. Dalam perkembangannya, mengarah pada hal yang positif. “Memang awalnya 5 orang, tetapi setelah beberapa hari bertambah 25 hingga

30 orang,” akunya. Artinya, kesadaran masyarakat untuk memilik sertifikat tanah sangat tinggi. Ditambahkan, sistem pelayanan dilakukan dengan sistem komputerisasi dan tidak boleh diwakilkan. Tujuannya, agar masyarakat lebih paham dan tahu prosedur pelayanan, berapa biaya dan waktu selesainya sertifikat tersebut. “Kita tidak mau ada yang masyarakat mengeluh dengan tingginya tarif. Silahkan bedakan besaran biaya mengurus sendiri dengan meminta jasa orang lain,” ujarnya. Dikatakan Wasis, program one day service hanya melayani tiga kegiatan tertentu. Pertama, semua peralihan, kedua perubahan hak dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi hak milik dan royal.

Sementara pelayanan pada hari Rabu katanya, pihaknya tetap menerima layanan umum. “Mungkin perlu dibedakan hari rabu itu tidak hanya layanan one day service, kita (BPN, red) juga menerima layanan umum seperti biasa,” terangnya. Terkait keluhan masyarakat yang harus menunggu lama penerbitan sertifikat. Ia mengatakan BPN Kota Mataram, menggunakan sistem komputerisasi ketika memverifikasi data pemohon. Masyarakat perlu memahami bahwa server untuk pelayanan ada di Jakarta. Sehingga, apabila ada gangguan teknis yang menyebabkan belum bisa diterbitkan saat itu juga, masyarakat harus memahami. Tetapi pihaknya tetap menerima pelayanan. (cem)

Libur Natal, Pengunjung Padati Taman Wisata Loang Baloq Mataram (Suara NTB) Pada saat libur Natal dan cuti bersama tanggal 25-16 Desember, Taman Wisata Loang Baloq menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Khusus pada tanggal 25 Desember, pengunjung Taman Wisata Loang Balok meningkat 50 persen atau seribu lebih pengunjung. Demikian disampaikan penjaga loket Taman Loang Baloq, Wayan Sudarta, Kamis (26/12). “Pengunjung cukup ramai selama dua hari berturut-turut ini. sekitar seribuan orang pengunjung sehari. Soalnya pengunjungnya ada yang datang, ada yang pergi,” cetusnya. Paling ramai pengunjung sekitar pukul 16.0019.00. Karena di jam tersebut suasana tidak terlalu panas dan pengunjung bisa sambil menyaksikan matarahari terbenam. “Kemarin juga kan sempat mendung sebentar. Tapi tetap saja banyak yang datang,” ujarnya. Khusus libur hari Natal, karcis yang terjual lebih dari seribu lembar dimana harga karcis untuk sepeda motor dipatok Rp 2 ribu dan mobil Rp 3 ribu. Walaupun hari libur, tarif tidak dinaikkan. Di hari-hari biasa, Sudarta

(Suara NTB/yan)

KERETA AIR - Pengunjung Taman Wisata Loang Baloq sedang menikmati fasilitas kereta air yang disediakan pengelola di kawasan itu. Keberadaan kereta air menjadi salah satu alternatif menikmati Taman Wisata Loang Baloq. mengatakan pengunjung tidak seramai hari libur. Biasanya sekjitar 500 orang per hari. “Soalnya semua orang sekolah dan kerja,” imbuhnya. Tahun baru nanti dipastikan Taman Wisata Loang Baloq akan tetap buka dan diprediksi pengunjung akan meningkat. Namun pada malam pergantian tahun taman tidak dibuka untuk umum karena disana pihak pengelola tidak mengadakan acara khusus untuk meraya-

kan tahun baru. Walaupun kunjungan tetap banyak, namun petugas kebersihan taman tetap siaga. Sehingga dipastikan meningkatnya jumlah pengunjung tidak berpengaruh terhadap semakin banyaknya sampah bertebaran di sekitar kawasan itu. Disebutkan Sudarta petugas kebersihan bekerja malam hari untuk mengangkat sampahsampah yang dibawa oleh para pengunjung. (yan)

(Suara NTB/cem)

BERMAIN KARTU - Kondisi cuaca buruk sebagian besar nelayan di Pesisir Pantai Ampenan, memilih mengisi waktu luang bermain kartu.

Dewan Soroti Pembangunan Jalan Bung Hatta Mataram (Suara NTB) Pembangunan jalan Bung Hatta Kelurahan Monjok, belakangan ini disoroti oleh Dewan khususnya komisi III DPRD Kota Mataram. Pasalnya, agenda proyek pengerjaan diperkirakan selesai akhir Desember mendatang. Tapi realita di lapangan, beberapa ruas jalan dan jembatan belum juga rampung. Padahal sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Mahmuddin Tura, mengatakan penyelesaian jembatan di Bung Hatta dipastikan akhir Desember mendatang. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar mengatakan ada kesan bahwa Dinas PU Kota Mataram, memaksakan kehendak untuk menyelesaikan proyek pembangunan jalan tersebut. Ditambahkan, proyek akhir tahun tidak perlu dilakukan dengan singkat dan tanpa memikirkan kualitas. Pengalaman banyak proyek yang baru dikerjakan sudah rusak. “Jangan kejar targetlah, sedikit tapi kualitas harus diutamakan,” terangnya ketika dikonfirmasi Kamis (26/12) kemarin. Dikatakan, pihaknya telah mewanti – wanti setiap proyek dilakukan oleh PU, meskipun PU hanya sebagai pemantau sedangkan yang melakukannya kontraktor. Setidaknya sambung Muhtar, PU harus mengkaji dan memilih kontraktor yang mengerjakan. Jangan sampai karena didesak waktu, kemudian dikerjakan dengan asal – asalan. “Kalau memang kontraktor tidak siap menyelesaikan, PU jangan lagi memilihnya lagi,” tegasnya.

Terkait anggaran jalan Bung Hatta yang dinilai lebih besar ketimbang tahun 2014 mendatang. Muhtar mengatakan belum mengetahui secara pasti besar anggaran yang dibutuhkan. Karena Dinas PU, tidak pernah berkoordinasi dengan Dewan. “Kalau masalah itu (anggaran, red) saya tidak tahu pasti, soalnya PU tidak pernah koordinasi,” akunya. Pada bagian lain, menyinggung perbaikan tanggul di Sungai Unus yang tidak sesuai dengan keadaan sebelumnya? Ia mengatakan sebenarnya yang terpenting adalah PU harus memiliki perencanaan dan persiapan yang matang. Kalaupun posisi tanggul berubah, harus dikaji dulu kondisi tanah dan konstruksi bangunan yang tepat. Ia sangat menyayangkan apabila tanggul yang baru selesai dikerjakan dua bulan kemudian rusak. Artinya, PU belum memiliki kesiapan yang matang dan tidak memikirkan kualitas proyek. Meskipun tanggul masih dalam kondisi pemeliharan dan tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan. Tapi harus diperhatikan juga kualitasnya. Pantaun Suara NTB di Jalan Bung Hatta, jembatan yang dipastikan selesai akhir Desember belum juga ada tanda – tanda rampung. Alat berat diturunkan, sejauh ini hanya sebatas menutup lubang – lubang bagian jembatan. Sementara dibagian lainya, masih nampak bekas material – material yang belum dikerjakan. Pembatas sisi kanan yang membatasi jembatan masih tertutupi seng sedangkan sisi kirinya belum sama sekali. (cem)


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Tangani Jalur Grepek

Masih Lemah KASUS dugaan suap yang menimpa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Praya non aktif, Subri, S.H.M.H., diyakini hanya sebagian kecil dari begitu banyak persoalan hukum yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Untuk itu, Komisi Pe m b e r a n t a s a n Korupsi (KPK) diminta supaya lebih intensif lagi turun ke Loteng. Mengingat, proses penegakan hukum di Loteng sejauh ini diakui masih lemah. (Suara NTB/kir) Per mintaan H. Rachmat Hidayat tersebut disampaikan anggota DPR RI daerah pemilihan NTB, H. Rachmat Hidayat, SH, saat ditemui Suara NTB, usai menggelar pertemuan dengan mantan Bupati Loteng, H.L. Wiratmaja di Praya, Kamis (26/12). Menurutnya, tertangkapnya Kajari Praya non aktif tersebut dalam operasi yang digelar KPK beberapa waktu lalu, menunjukkan kalau ada persoalan dalam proses penegakan hukum di Loteng. ‘’Seorang pimpinan lembaga penegak hukum tertangkap melakukan pelanggaran hukum menunjukkan kalau ada persoalan dalam penegakan hukum di daerah kita ini,” ujar politisi PDI Perjuangan ini. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung kalau kemudian KPK bisa secara intensif turun ke Loteng. Guna turut membantu mengawal proses penegakan hukum di daerah ini. KPK pun, tambahnya diharapkan tidak hanya fokus pada persoalan dugaan suap Kajari Praya non aktif saja. Tetapi harus lebih teliti dan cermat lagi, jika masih banyak persoalan hukum yang belum bisa terungkap di daerah ini. Hal ini ditengarai adanya dugaan-dugaan permainan di antara elite-elite penegak hokum, termasuk elite pemerintahan di daerah ini demi melanggengkan kepentingan-kepentingan kelompok tertentu saja. Terlepas dari itu semua, pihaknya berharap kasus tertangkapnya Kajari Praya (non aktif) tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi para penegak hukum di daerah ini untuk bekerja maksimal sesuai aturan yang ada. ‘’Jangan kemudian melakukan hal-hal yang menyimpang. Apalagi itu sudah menyangkut kepentingan masyarakat luas,’’ ujarnya mengingatkan. (kir)

Dinas PU dan BPBD Saling Lempar Tanggung Jawab Giri Menang (Suara NTB) Longsornya bagian jalan di jalur Grepek Sekotong Lombok Barat (Lobar) semakin parah. Retakan akibat longsor bahkan mulai merembet ke badan jalan, sehingga jika tak segera diperbaiki dikhawatirkan semakin parah. Namun sampai saat ini, jalur itu belum diperbaiki oleh Pemda. Padahal jalur itu rawan menelan korban. SKPD terkait yang bertanggung jawab yakni Dinas Pekerjaan Umum selaku instansi teknis dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkesan saling lempar tanggung jawab untuk memperbaiki jalur tersebut. “Meski diperintah Bupati tapi kalau rel (prosedurnya) engak benar ya salah. Itu tanggung jawab BPBD,” ungkap Kabid Bina Marga pada Dinas PU Lobar, Sakri dihubungi Kamis (26/12) kemarin. Menurutnya, Dinas PU tak bisa menangani jalur Grepek, karena belum menjadi kewenangannya. Saat ini, penanganan darurat masih di BPBD sehingga jika PU masuk menangani maka akan melang-

gar ketentuan dan aturan dalam undang-undang. PU kata Sakri, boleh menangani jalur itu pasca-bencana. Artinya, perbaikan pasca-bencana akan dilakukan Dinas PU, karena dari segi aturan UU, yang boleh menangani jalur itu saat ini adalah BPBD. Namun tentunya, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD mengenai penanganan teknis. Sementara itu, Kepala BPBD H. Ahmad Zaini mengaku jalur itu perlu perbaikan permanen, sehingga Dinas PU perlu menghitung secara teknis baik itu menghitung anggaran dan gambarnya. “Karena kami tidak punya orang-orang teknis menangani jalan,” jawabnya. Pihaknya tentu berkoordinasi dengan PU untuk menangani longsor tersebut, tidak lantas terkesan lempar tangung

jawab. Menurutnya saat ini penanganan darurat menjadi kewenangan BPBD. Langkah pertama yang ia lakukan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk mengalihkan arus lalu lintas ke jalur atas. Pihak Dinas Perhubungan, katanya, sudah memasang plang peringatan supaya tidak melalaui jalur itu. Begitu juga Dinas PU sudah memasang garis di lokasi longsor tersebut. Ia mengaku, telah turun ke lokasi untuk meninjau longsor tersebut bersama Asisten II Setda Lobar Halawi Mustafa. Setelah dicek kalau penanganan menggunakan penanganan darurat pihaknya perlu mengusulkan penanganan darurat seperti karung dan pasir untuk menyangga long-

Lowongan

Radio Global FM Lombok kembali memberikan kesempatan kepada generasi muda berbakat untuk dididik sebagai :

1. REPORTER 2. MARKETING Persyaratan : 1. Pria / Wanita, usia maksimal 25 tahun, belum menikah. 2. Pendidikan minimal S1 semua jurusan (1) dan SMA sederajat (2) 3. Berbadan sehat dan tidak merokok 4. Menyukai dunia jurnalistik radio (1) 5. Bersedia mengikuti pendidikan.

SEGERA KIRIMKAN LAMARAN ANDA Radio Global FM Lombok Jl. Bangau No.15 Cakranegara, Mataram Telp.(0370) 641586

sor supaya tidak meluas. Namun paling tidak katanya, perlu bangunan permanen sehingga paling tidak perlu dihitung Dinas PU. Ia menambahkan, pihaknya segera mengadakan pertemuan dengan PU dan dinas terkait membahas langkah penanganan. “Sudah kami agendakan

Jumat lalu, tapi mundur karena ada rapim,”ujarnya. Sebelumnya Anggota DPRD Dapil Sekotong, Hj. Sumiatun meminta agar pemerintah daerah segera menanganinya. Terutama pemerintah provinsi yang bertanggung jawab, karena jalan itu merupakan jalan provinsi. (her)

Tahun Baru di KLU Terancam Gelap

Selaparang Agro Belum Bisa Datangkan Untung Besar Selong (Suara NTB) Perusahaan Daerah Selaparang Agro (SA) sampai saat ini belum bisa mendatangkan untung besar bagi daerah. Salah satu perusahaan milik Pemkab Lombok Timur (Lotim) yang banyak bergerak di bidang pertanian ini sejauh ini hanya mampu memberikan Rp 126 juta pada tahun 2012. Tahun 2013 ini belum dihitung, namun dirasa akan lebih kecil. “Kita belum hitung tahun 2013, kalau untung ya mungkin kecil kalau disimpulkan rugi juga kecil,” tutur Direktur Umum PD SA, Abdul Hadi menjawab Suara NTB belum lama ini. Menurutnya, minimnya keuntungan buat daerah itu karena melihat sebagian besar usaha yang digerakkan tidak berskala, yakni dengan modal relatif kecil. Dilihat dari kelayakan usaha yang dilakukan sejauh ini dirasa sangat prospek untuk dikembangkan, karena pihaknya hanya bisa mendatangkan keuntungan Rp 10-18 juta. Untuk bisa lebih eksis, dibutuhkan permodalan yang memadai. Meski demikian, jajaran Direksi PD SA ini memastikan diri bisa eksis ke depan dan mampu memberikan keuntungan lebih dari sekarang ini. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati, H. Haerul Warisin memiliki hajatan agar PD SA bisa menjadi salah satu penguat perekonomian daerah. Komitmen Pemda ini terlihat dengan telah dialokasikannya tambahan modal senilai Rp 10 miliar bagi PD SA. “Insya Allah, Selaparang Agro akan lebih eksis ke depan,” ucapnya. Dana stimulan tahun 2014 dari APBD Kabupaten Lotim ini dicanangkan untuk membangun pabrik air mineral dalam kemasan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Saat ini rencana itu sedang kami persiapkan,” imbuhnya. Menurutnya, adanya dukungan nyata dari pemerintah ini memiliki dampak cukup besar bagi kemajuan perusahaan daerah. Modal besar ditekadkan juga bisa mendatangkan keuntungan besar buat Pendapatan Asli Daerah (PAD). (rus)

(Suara NTB/her)

SEMAKIN PARAH - Longsor jalan di jalur Grepek Sekotong semakin parah. Namun justru dalam penanganannya SKPD teknis saling lempar tanggung jawab.

(Suara NTB/rus)

TIDAK MELAUT - Perahu-perahu nelayan yang terpaksa tidak melaut karena kondisi cuaca yang ekstrem di tengah laut.

Cuaca Ekstrem

Nelayan Lotim Tidak Berani Melaut Selong (Suara NTB) Cuaca ekstrem kembali melanda di perairan Laut Lombok Timur (Lotim) beberapa hari terakhir. Akibatnya, sebagian besar nelayan terpaksa libur tidak melaut. Musim pancaroba bagi para nelayan ini diprediksi berlangsung dua pekan mendatang. Setelah itu istirahat sebulan dan diprediksi kembali mengganas pada Februari hingga Maret mendatang. Syamsudin, nelayan asal Labuhan Haji kepada Suara NTB, Kamis (26/12), mengaku, selama musim peceklik ini para nelayan kecil tidak bisa pergi kemana-mana. Hantaman gelombang di laut saat ini mencapai 1,5-2 meter. Tingginya gelombang itu tidak berani dilawan nelayan. Padahal melihat perkembangan harga saat ini, besar keinginan nelayan ini bisa mendapatkan tangkapan lebih. Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, H. Syamsudin yang dikonfirmasi

via ponsel membenarkan pada penghujung tahun 2013 ini sebagian besar nelayan tidak bisa mencari nafkah di tengah laut. Menurutnya, sekitar 2 ribu Kepala Keluarga (KK) nelayan di wilayah Tanjung Luar Kecamatan Keruak saat ini terpaksa libur dan hanya berdiam diri di rumah. Sejauh ini, yang bisa keluar melaut hanya nelayan-nelayan yang memiliki kapal yang mampu menghalau gelombang. “Nelayan-nelayan kecil ini yang saat ini tidak bisa,” ucapnya. Diakuinya, akibat cuaca ekstrem ini, harga ikan pun mengalami lonjakan cukup tinggi. Untuk jenis tongkol saja yang biasanya Rp 12 ribu saat ini bisa tembus Rp 20-22 ribu. Begitu juga dengan jenis ikan lainnya rata-rata mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. “Ada ikan yang biasanya harganya Rp 60-67 ribu/bak saat ini dijual dengan harga Rp 200 ribu/bak,” imbuhnya Harga yang tinggi itu diang-

gap tidak berpengaruh apaapa. Pasalnya, produksi mengalami kemerosotan juga. “Sama saja dengan produksi tinggi,” imbuhnya. Catatan TPI Tanjung Luar, rata-rata hanya 3 ton/hari. Sedangkan hari normal bisa tembus ratarata 6-7 ton/hari. “Ini untuk semua jenis ikan,” imbuhnya. Menyadari banyaknya nelayan yang tidak melaut ini akan berpengaruh pada kondisi perekonomian masyarakat. Ia juga mengakui, saat musim pancaroba datang nelayan sangat membutuhkan bantuan. Bantuan yang diharapkan nelayan katanya bukan bantuan langsung, melainkan bantuan yang lebih bersifat mendidik. Sarannya, bantuannya berupa pemberian pelatihan kepada isteri-isteri nelayan untuk mengembangkan ekonomi di keluarga. Sedangkan untuk para nelayan, dirasa lebih praktis dengan memberikan bantuan jaring ikan dan pembinaan lainnya. (rus)

Tanjung (Suara NTB) Suasana tahun baru 2014 mendatang dikhawatirkan dalam suasana gelap gulita. Pasalnya sebagian besar lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diancam akan dimatikan PLN. Alasannya, Pemda KLU masih menunggak utang pembayaran PJU di PLN senilai Rp 250 juta. Tidak hanya itu, kemungkinan mati lampu juga berlaku di jalur Pusuk, karena selain sebagian PJU dari sumber listrik, PJU yang bersumber dari tenaga surya justru kabelnya dicuri. Sekretaris Dispenda KLU, Khairul Anwar, kepada Suara NTB membenarkan adanya beban PJU yang belum dibayarkan, yaitu untuk kisaran dua bulan tagihan, November dan Desember. Menurut Khairul, tunggakan dua bulan PJU ini disebabkan kurangnya dana anggaran yang disiapkan menyusul adanya kenaikan beban PJU tiap bulannya. “Kemarin di anggaran perubahan APBD, alokasi yang tersedia tidak mencukupi, karena teman-teman lupa menambahkan jumlah anggaran. Sebenarnya anggarannya ada, ternyata setelah dihitung jumlahnya kurang untuk pembayaran dua bulan terakhir,” ungkapnya. Sekretaris Dispenda mengisyaratkan, nominal keseluruhan anggaran untuk PJU belum bisa diperkirakan, karena bebannya setiap bulan mengalami kenaikan. Adanya tambahan ini cukup berdampak pada persediaan anggaran untuk PJU dimaksud. Staf di Dispenda juga diakuinya agak alpa menghitung keseluruhan tagihan berikut tambahan beban yang muncul di bulan bersangkutan. Menurut perhitungan awam, beban PJU tidak seharusnya mengalami tunggakan, karena total dana yang berhasil di tarik

Pemda KLU dari pajak PJU konsumen selama setahun sebesar Rp 2 miliar. Jika diratakan tiap bulan beban PJU Rp 125 juta, maka masih ada sisa pajak PJU konsumen di KLU tidak kurang dari Rp 500 juta dari RP 2 miliar tersebut. “Tetapi (tunggakan itu) di 2014 akan kita selesaikan. Begitu anggaran diketok Januari, langsung kita bayarkan. Kita akan segera konfirmasi ke PLN, supaya tidak dimatikan (saat malam Tahun Baru),” jawab Sekretaris. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (PU Tamben) Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Raden Nurjati, mengakui problem mati lampu PJU sebelumnya sudah berlaku di kawasan Jalur Pusuk. Penyebabnya sejumlah meter kabel listrik untuk PJU hirang dicuri orang. Nurjati mengatakan, perihal hilangnya Kabel PJU jalur Pusuk diketahui setelah pihaknya merasa heran dengan kondisi lampu PJU yang mati pada malam di sebagian titik. Setelah diperiksa, baru diketahui ternyata kabelnya raib. Kondisi itu pun sudah dilaporkan ke aparat kepolisian. Lampu PJU di jalur Pusuk diakuinya sebagian bersumber dari listrik PLN dan sebagiannya lagi bersumber dari tenaga surya. Namun jika dibandingkan, lampu PJU dari listrik PLN lebih banyak. Untuk menanggulanginya, Dinas PU Tamben KLU kemungkinan akan melakukan perbaikan melalui dana APBD di 2014, berikut upaya ekspansi PJU di beberapa jalur protokol di KLU. “Yang sudah kita kerjakan tambahan PJU tahun ini adalah di jurusan lading-lading sampai ke Sokong, sekitar 50 unit. Kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk pemasangan PJU cukup besar, untuk 25 unit saja menghabiskan Rp 100 juta,” demikian Nurjati. (ari)

Rumah Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Korban Gempa Depresi Tarik ulur penganggaran dan ribetnya mekanisme penyaluran bantuan sosial bagi warga korban gempa cukup berdampak secara psikologis bagi warga yang rumahnya rusak berat. Bagi mereka pasrah merupakan salah satu solusi. Toh, ketika protes mereka tidak segera direspons. ADALAH Amaq Misri Suarta, warga Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU) sakit-sakitan. Tidak saja lantaran usia, tetapi yang bersangkutan diakui mengalami depresi, stres, karena melihat rumahnya rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah. “Amaq (bapak) sudah tidak bisa jalan sendiri, kalau pun dipaksakan, ia harus dipapah. Kami sudah membawa ke dokter, sampai 4 kali tetapi dokter mengatakan tidak mengalami sakit apa-apa, selain depresi,” ucap Inaq Jemi, putri

korban di temui di kediamannya, Kamis (26/12). Untuk makan saja, Amaq Misri diakui putra-putrinya sudah tidak seperti sebelumnya. Sudah 3 bulan ini, yang bersangkutan hanya bisa makan bubur. Terkadang hanya air yang bisa masuk ke tenggorokan korban gempa ini. Selain vonis depresi, korban gempa yang kediamannya terletak persis di depan Kantor Desa Bentek ini, diklaim dokter mengalami mag kronis. Sejak gempa yang terjadi pada 22 Juni 2013 lalu, Amaq Misri, sempat mendiami beru-

(Suara NTB/ari)

KORBAN GEMPA - Kondisi Amaq Misri Suarta di depan kediamannya. Bantuan tidak kunjung tiba membuatnya sakit-sakitan. gak di depan kediamannya. Namun tidak lama, akibat stres yang menimpanya, ia pun terpaksa diangkut ke kediaman sanak keluarganya. “Sekalipun rumah Amaq di Depan Kantor Desa, tetapi Amaq jarang mendapat bantuan. Jangankan makanan atau perabot yang disalurkan pemerintah, untuk terpal saja, kalau Amaq tidak ambil sendiri mungkin Amaq tidak kebagian,” sambung Inaq Jemi. Untuk diketahui, kediaman Amaq Misri yang berukuran sekitar 7x6 m ini sebagian temboknya ambruk, hanya meny-

isakan tiang yang terlihat ditopang oleh beberapa batang bambu. Amaq Misri – sembari terbata-bata, kepada wartawan mengakui pondasi rumahnya patah menjadi 4 patahan. Lantaran itulah, ia sejak kejadian gempa hanya meringkuk di berugak. Tak kunjung diperbaiki, yang bersangkutan lantas menderita kedinginan, karena harus tidur di luar. Kontan saja, ia juga mengalami sesak napas. “ABRI (TNI, red) yang datang membantu saat itu meminta rumahnya dirobohkan, tetapi saya tidak izinkan, kare-

na khawatir, setelah rumah roboh, bantuan belum tentu datang. Ini saja, jumlah bantuan simpang siur, ada yang bilang saya dapat Rp 25 juta, belakangan menjadi Rp 15 juta,” jelasnya pelan. Amaq Misri pun seolah pasrah. Ia hanya meminta kepada pemerintah, jika pun dirinya tercatat memperoleh bantuan, maka kondisi rumahnya tidak dikatagorikan rusak sedang apalagi rusak ringan. Masyarakat awam saja yang melihat kondisi rumah bersangkutan, pasti menyebut rumahnya rusak parah. (ari)


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

BNK KSB Rehabilitasi Tiga Pecandu Narkoba Taliwang (Suara NTB) Sebanyak tiga orang pecandu Narkoba yang telah bersedia direhabilitasi dikirim pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ke Unitra Lido Bogor Jawa Barat (Jabar) untuk mendapatkan penanganan terapi pemulihan. Plt. Kepala BNK KSB Akhiruddin, SKM., M.Si mengatakan, ketiga orang yang telah diajukan untuk mengikuti terapi rehabilitasi ketergantungan narkoba tersebut masingmasing atas nama HM (33), KH (32) dan MH (34). Rencananya ketiganya akan mengikuti program terapi di Lido selama enam bulan ke depan. “Untuk tahap pertama ini kita programkan enam bulan atau kalau belum tuntas bisa ditambah waktunya tentu dengan persetujuan bersangkutan,” jelasnya kepada media ini, Kamis (26/12). Program rehabilitasi bagi pengguna yang ingin terputus dengan ketergantungan narkoba tersebut, kata Akhiruddin merupakan bagian dari agenda kerja BNK KSB. Walau demikian dalam praktiknya, salah satu tupoksi BNK ini tetap harus atas kesepakatan pihak bersangkutan dan keluarga. “Intinya mereka direhabilitasi atas keinginan mereka sendiri. Makanya program rehabilitasi ini walau memang tupoksi kami, tetap butuh dukungan dari berbagai pihak terutama yang bersangkutan,” timpalnya. Menurut Akhiruddin, kegiatan rehabilitasi ini merupakan proses pengembangan Harm Reduction yakni sejumlah upaya yang lebih mengarah kepada optimalisasi untuk mengurangi atau menekan dampak buruk Narkoba melalui kegiatan terapi rehabilitasi. “Out put dari kegiatan ini kita memutus ketergantungan para pecandu dan setelahnya mereka tidak kembali menjadi pengguna lagi. Dan harapan kita juga mereka bisa menularkannya kepada rekan-rekan lainnya untuk meninggalkan ketergantungan terhadap narkoba,” harapnya. Selanjutnya ia berharap untuk menekan dan menutup praktik penggunaan narkoba di masyarakat, agar seluruh stakeholder turut berperan serta aktif. Salah satunya melaporkan segala bentuk aktivitas peredaraan berbagai jenis dan bentuk Narkoba termasuk wilayah-wilayah di mana tingkat potensi pemakai narkoba terjadi. “Kita minta masyarakat jangan menutup mata terhadap ancaman narkoba ini. Pantau lingkungannya dan kalau ada gerak gerik mencurigakan adanya aktivitas narkoba, segera laporkan ke aparat hukum atau kepada kami (BKN KSB,red),” imbuhnya. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA KUA Taliwang Berlakukan Pencatatan Nikah Saat Jam Kerja Taliwang (Suara NTB) Larangan pencatatan nikah di luar jam kerja kantor Kementerian Urusan Agama (KUA) ternyata juga sudah mulai diberlakukan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Setidaknya ini berlaku di KUA Taliwang yang sejak tanggal 16 Desember lalu, tidak lagi melayani pencatatan nikah di luar kantor dan jam kerja pegawai yang berlaku di KSB. Kepala KUA Taliwang Sudirman, S.Ag menjelaskan, sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan serta keselamatan dan kenyamanan kerja. Terhitung 16 Desember 2013 pihaknya hanya akan melakukan pencatatan nikah di dalam kantor KUA pada jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku di daerah. “Ini artinya kita tidak lagi melayani di luar kantor dan di luar jam kantor,” jelasnya kepada wartawan, kemarin. Keputusan tersebut kata Sudirman telah pihaknya sampaikan kepada

pasangan yang akan menikah. Dan untuk pelaksanaannya sendiri, pasangan yang mendaftarkan diri di atas 16 Desember harus menjalani pencatatan di dalam kantor KUA Taliwang. “Jadi sekarang sudah tidak ada lagi yang kami layani di luar. Semuanya kita layani dalam kantor dan pada jam kerja,” ujarnya sambil meminta warga untuk memahami keputusan pelayanan tersebut. “Ini kita bekerja sesuai aturan,” sambungnya. Ia menyebutkan kebijakan tersebut hanya akan berlaku sementara atau sampai adanya regulasi yang membolehkan pencatatan nikah dilakukan di luar kantor dan di luar jam kerja PNS. “Kami hanya ikuti aturan. Nah sekarang aturannya kita tidak boleh melayani di luar kantor dan diuar jam kerja kita,” timpal Sudirman. Guna mendukung keputusan tersebut KUA Taliwang sendiri telah melakukan penataan fasilitas balai nikah yang dimilikinya. Sudirman berharap kepada masyarakat yang akan melangsungkan

pernikahan, agar saat acara dilangsungkan untuk membatasi jumlah tetamunya. Ini dikarenakan balai nikah yang dimiliki KUA Taliwang kapasitasnya terbatas. “Ukuran balai nikah yang kita miliki sudah memenuhi ketentuan tapi kapasitasnya tetap terbatas, hanya bisa menampung sekitar 20 sampai 30 orang saja,” katanya. Sudirman menjelaskan, pihaknya hanya menjalani sesuai ketentuan sejumlah aturan yang berlaku seperti misalnya PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, PMA nomor 28 tahun 2013 tentang kehadiran PNS lingkup Kementerian Agama (Kemenag), kesepakatan kepala KUA dengan penghulu Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) perihal pelaksanaan pencatatan nikah diluar KUA dan diluar jam kerja. “Selain itu kita juga sudah buat kesepakatan antara kepala KUA seluruh KSB terkait persoalan itu,” pungkasnya. (bug)

Halaman 4

Kualitas Buruk

Bibit Jagung Bantuan Pemda Tak Diminati Petani Sumbawa Besar (Suara NTB) Bantuan bibit dari pemerintah kurang diminati oleh petani jagung di Labangka. Mengingat bibit yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi lahan dan dinilai kurang berkualitas. Masyarakat akhirnya membeli sendiri bibit . Camat Labangka, Hartono, Kamis (26/12) menuturkan, berdasarkan keluhan warga, bibit jagung yang disediakan pemerintah tampaknya kurang maksimal dari segi kualitas. Hingga mereka membeli sendiri bibit dengan kualitas utama. Agar produksi yang mereka dapatkan nantinya bisa maksimal pula. “Makanya, kami harapkan kepada pemerintah, kalau menyediakan bibit, yang berkualitaslah,” kata Hartono. Dijelaskannya, sejauh ini baru 35 persen petani di Labangka yang sudah menanam jagung. Diperkirakan sampai minggu ketiga Januari, proses penanaman jagung petani

Labangka rampung. Dengan total luas areal jagung di Labangka mencapai 11.000 hektar. “Sejauh ini, kita belum melihat kendala yang berarti,” terangnya. Yang jelas, pembersihan lahan sudah dilakukan. Stok pupuk diperkirakan sudah tercukupi dan tinggal dilakukan penanaman. Diharapkan tingkat produktivitas jagung pada tahun ini bisa meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 9 ton per hektar. Dengan mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi pemakaian pupuk Urea dan memperbanyak NPK yang lebih lengkap kandungannya. (arn)

Banjir di Pulau Sumbawa Meluas Sumbawa Besar (Suara NTB) Banjir yang menerjang Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu, dua hari lalu, hingga Kamis (26/12), meluas hingga ke Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sejauh ini, tim SAR belum mencatat adanya korban jiwa dalam musibah yang disebabkan terus menerusnya hujan turun di pulau itu. Dari Kabupaten Sumbawa dilaporkan, banjir yang menggenangi desa Labuan Bontong kecamatan Tarano, telah menyapu belasan tambak milik masyarakat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Ir. Mukmin, yang dikonfirmasi Kamis (26/12) menyebutkan, dalam beberapa jam tiga dusun di Labuan Bontong tergenang banjir, sehari sebelumnya. Disebabkan luapan air sungai di wilayah setempat. Air setinggi satu meter memang tidak menyebabkan kerusakan fisik bangunan. Namun, belasan tambak milik masyarakat, rusak disapu banjir tersebut. Baik itu tambak garam maupun tambak banding. Apa boleh buat, banjir yang relatif sebentar tersebut telah menyebabkan kerugian cukup besar bagi mereka. “Ada belasan tambak milik masyarakat yang direndam banjir. Ada yang luasnya setengah hektar, satu hektar atau dua hektar, bervariasi. Garam menjadi rusak, dan bandeng pun ikut habis tersapu banjir,” ujar Mukmin. BPBD yang turun ke lokasi, langsung melakukan penanganan darurat. Terkait kerusakan

tambak, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk penanganan lebih lanjut. Serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan saluran irigasi. Selain itu, pada hari yang sama, banjir juga sempat melanda Sinar Jaya kecamatan Pelampang. Namun, tidak ada kerusakan berarti. Di KSB Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di KSB, Kamis, membuat sejumlah wilayah di KSB kembali dilanda banjir. Dua kecamatan yakni Taliwang dan Brang Rea tercatat beberapa wilayahnya masih terlihat tergenang air setelah sungai yang melaluinya meluap sepanjang malam. Berdasarkan catatan BPBD setempat, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 21.00 Wita, Rabu malam. Di kecamatan Brang Rea hampir seluruh desa di sepanjang bantaran sungai diterjang air, sementara di Taliwang sendiri tercatat desa Seloto, kelurahan Menala dan Sampir yang terkena dampaknya. “Semalam mulainya dan yang wilayahnya paling banyak kena yakni kecamatan Brang Rea,” jelas kepala BPBD KSB Drs. Thalib Abdullah. Pihak BPBD sendiri sejauh ini masih terus melakukan pendataan kerugian yang diderita warga. Thalib memastikan, tidak ada korban jiwa yang disebabkan bajir kali ini. Hanya saja, warga di beberapa desa yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Brang Rea hingga ke kecamatan Taliwang terpaksa mengungsi

sepanjang malam karena khawatir ketinggian air akan terus naik. “Sekarang sudah ada beberapa warga yang kembali ke rumah mereka untuk membersihkan bekas banjir semalam,” paparnya. Hingga berita ini ditulis, untuk di kecamatan Taliwang sendiri air masih menggenang di kelurahan Menala dan Sampir. Di kelurahan Menala yang menjadi lokasi pertemuan hulu sungai antara sungai Brang Rea dan Brang Ene (Brang Penemu), air meluap dan menutup ruas jalan. Akibatnya akses jalan dari kecamatan Brang Rea menuju kota Taliwang terputus. Sementara di kelurahan Sampir hal yang sama juga terjadi di mana air yang masuk ke pemukiman warga memutus akses jalan warga desa Seloto menuju dalam kota. Tidak hanya itu, areal pertanian warga di sepanjang bantaran sungai pun ikut terkena imbasnya. “Saya sudah pastikan akan merugi karena ribuan bibit tanaman cabai baik yang saya sudah taman dan yang baru akan saya tanam semuanya ludes terendam air,” cetus Khairil, petani sayur di kelurahan Sampir. Sementara itu pihak BPBD sendiri masih memperkirakan luapan air sungai berpotensi banjir kemungkinan besar masih akan tetap terjadi sewaktu-waktu di seluruh wilayah KSB. Hal ini dikarenakan guturan hujan masih terus terjadi dengan kencederungan intensitas yang terus meninggi. Salurkan Bantuan Banjir bandang yang men-

(Suara NTB/ula)

BERSIHKAN LUMPUR - Warga di Wawonduru sedang membersihkan rumahnya karena direndam banjir dan dipenuhi lumpur, dan (insert) H. Dias Indarko, MPPM dari RSU Dompu saat memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Wawonduru, Kamis (26/12) erjang sejak Rabu (25/12) hingga kemasin masih merendam sejumlah wilayah di Bima. Sementara untuk para korban banjir, BPBD Kabupaten Bima membangun posko penanggulangan yang dipusatkan di Kecamatan Woha. Kepala BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan logistik, Drs Jaharudin menyebutkan sejumlah wilayah yang masih tergenang yakni di Desa Naru dan Desa Nisa di Kecamatan Woha, Kecamatan Belo, Desa Tangga dan Desa Sie di Kecamatan Monta serta sejumlah Desa di Kecamatan Palibelo. Sebenarnya, katanya, pada hari sebelumnya genangan banjir bandang merata di semua Kecamatan tergenang air. Namun yang paling parah genangan terjadi di

Kecamatan Monta dan Kecamatan Bolo. Sebab di Bolo ada rumah yang terseret banjir. Sampai sejauh ini, katanya, pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah korban serta kerugian yang diderita akibat banjir yang bukan hanya menggenangi pemukiman melainkan juga areal persawahan dimaksud. “Sampai sekarang, kita masih melakukan pendataan korban dan wilayah masih tergenang air,” tuturnya. Sementara itu, lanjutnya, terkait banjir bandang ini pula, pihaknya sudah membangun Posko. Pihaknya akan mengusahakan didistribusikan ke masing-masing enam kecamatan. Sebab, korban memerlukan bantuan begitu banyak.

Diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan yang tersebar di enam kecamatan dimaksud. Ditambahkannya, bantuan juga datang dari Pemprov NTB. Bantuan yang diturunkan berupa bantuan logistik berupa terpal, makanan siap saji, mie instan serta peralatan dapur. Sementara itu, untuk Pemerintah Pusat, pihaknya tetap berupaya koordinasi. Sesuai dengan adminsitrasi dalam pernyataan SK Bupati, tanggap darurat akan berlangsung selama tujuh hari. Sementara itu, salah satu korban yang sempat kritis atas nama Khadijah saat banjir berlangsung di Desa Cenggu tepatnya di RT 4, akhirnya meninggal dunia. Alharhumah kemudian dimakamkan kemarin siang setelah menunggu anggo-

ta keluarga datang dari luar daerah. Namun Kepala Desa Setempat, Hidayat H Mahmud yang ditemui di pemakaman desa setempat mengklarifikasi almarhumah bukan terseret arus banjir melainkan tersandung saat membersihkan selokan yang ada di dekat rumahnya. “Memang meninggal saat banjir, tapi bukan terseret melainkan tersandung,” tuturnya. Posko Kesehatan Sementara banjir di Dompu, Kamis kemarin masih menggenangi sebagian pemukiman warga. Dinas Kesehatan (Dikes) dan RSU Kabupaten Dompu membuka layanan kesehatan bagi warga korban banjir bandang secara gratis untuk mengantisipasi wabah penyakit bagi korban banjir. Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Gatot Gunawan, SKM, M.M.Kes di sela-sela pelayanan kesehatan di Wawonduru, mengungkapkan, pelayanan kesehatan gratis bagi korban banjir bandang dilakukan pihak Puskesmas dan RSU Dompu. Pos pelayanan dibuka di perkampungan warga untuk mendekatkan pelayanan. Di antara titik pelayanan dibuka di Pelita, Mantro, Rabalaju, Soriwono, Bali 1, dan Karijawa untuk Puskesmas Dompu Kota. Di Wawonduru, Kandai Dua, Simpasai, dan Amamaka untuk Puskesmas Dompu Barat. “Untuk di Daha, Lakey, dan Kawangko langsung ditangani oleh Puskesmas setempat,” kata Gatot. Sejauh ini, lanjut Gatot, pasien rata-rata mengeluhkan sakit kepala, pilek, mencret, dan demam yang bisa ditangani melalui pos pelayanan kesehatan. Untuk pasien yang perlu mendapat perawatan lebih lanjut karena banjir sejauh ini belum ditemukan. “Sampai hari ini belum ada pasien yang perlu dirawat lebih lanjut ke RSU, kecuali satu warga Wawonduru yang terisolir kemarin (Rabu, red). Itu pun karena sakit yang diderita sebelumnya,” ungkap Gatot. Untuk lahan pertanian yang gagal tanam akibat dibawa arus banjir, dikatakan Abdul Sahid, masih dilakukan pendataan oleh Dinas Pertanian Dompu. Namun akibat banjir bandang ini, juga cukup dirasakan petani. Selain bibit yang ditanam terbawa arus banjir, banyak juga pupuk petani ikut direndam banjir. “Bibit ini saya bawa dari Kandai Dua kemarin, tapi karena dibawa banjir, tinggal ini yang tersisa. Sudah tidak bisa tanam lagi sekarang,” kata Syamsuddin, petani di Wawonduru. (arn/bug/use/ula)


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

Polda Sisakan PR, Empat Polres Nihil Perkara Korupsi Dari Hal. 1 Tapi tetap saja ada pertanyaan serius harus dilontarkan Suara NTB berkaitan dengan kasus korupsi ditangani bidangnya.”Memang masih ada beberapa PR (pekerjaan rumah) yang belum kelar neh,” kata Nurodin. Pada jabatannya sebagai Kasubdit III, Nurodin membawahi dua unit, yakni Unit I Dipimpin Kompol AA Gede Agung dan Unit II Kompol Ferdian Indra Fahmi.Di masing – masing unit ini memang sedang gencar menangani kasus korupsi. Di Unit I, sementara ini ‘terbebas’ dari tumpukan berkas kasus dugaan korupsi alkes RSUD Selong Lombok Timur, karena berkas sudah diserahkan ke BPKP untuk bahan audit kerugian negara. Tapi sejumlah kasus lain antre untuk digodok, seperti kasus penggunaan dana hibah Pemprov NTB senilai Rp 2 miliar oleh Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S). Ada juga kasus baru, proyek pengadaan bantuan sapi di Kecamatan Sanggar dan Tambora Kabupaten Bima.Selain dua kasus tadi, ada dua kasus lain yang dipastikan berlanjut penanganannya di Tahun 2014 mendatang, yakni perkara proyek Terminal Haji Bandara Internasional Lombok (BIL). Hanya kasus Puskesmas RasanaE Timur Kota Bima yang menyisakan lima tersangka dari konsultan pengawas, sambil menunggu pelimpahan tahap kedua. Di unit II, masih ‘dipusingkan’ dengan penanganan kasus penyelundupan Blackberry dan iPhone melalui Bandara Internasional Lombok.Dari tiga tersangka penyidik Bea Cukai yang ditetapkan, baru dua orang yang bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk kasus pencucian uang, sedangkan satu tersangka lainnya masih dicari pembuktian untuk dijerat dengan tindak pidana korupsi.Kasus ini memang sempat menguras energi penyidik setempat, dampaknya kasus lama dikurangi porsi penanganannya.Kasus lama dimaksud, proyek IAIN Mataram yang menetapkan tersangka mantan Rektor Prof. Lukmanul Hakim dan rekanan Toty Chung.Tapi perkara itu sudah rampung dan masing masing tersangka sudah divonis. Satu satunya kasus yang masih tersisa dan kategori tunggakan lama adalah, dugaan SPPD fiktif atau kasus perjalanan dinas yang menyeret 16 tersangka. Tahun 2014, kasus ini kembali masuk desk penyidikan. Baru – baru ini, Direskrimsus Polda NTB, AKBP Triyono BP, M.Si mengatakan, sejumlah perkara ditangani jajarannya itu masih berjalan. “Jalan terus” adalah kalimat yang biasa diucapnya ketika ditanya wartawan setiap perkembangan kasus tersebut. “Kasus perjalanan dinas jalan terus, terminal haji jalan terus, Blackberry jalan terus, semua jalan terus,” jawab Triyono di Lapangan Gajahmada Polda NTB, Sabtu (21/ 12) lalu, usai apel gabungan Operasi Lilin Gatarin 2013. Segala yang berkaitan dengan evaluasi penanganan kasus korupsi di jajarannya, akan disampaikan dalam agenda akhir tahun. Menakar Kerugian Negara Sementara ini untuk mengukur sejauhmana efektivitas kinerja Ditreskrimsus, memang belum menemukan pembanding berdasarkan data internal selama 2013. Namun dari versi auditor negara, setidaknya titik yang menjadi ukuran ini bisa ditemukan berdasarkan nilai kerugian negara. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hanya menemukan, hanya dua kasus yang diserahkan berkasnya untuk dihitung kerugian negara. Dari unit II, kasus penyelundupan iPhone dan Blackberry dengan nilai kerugian negara Rp 1.939.000.000. Masih di unit yang sama, hasil perhitungan kerugian negara kasus dugaan SPPD fiktif mencapai Rp 138,8 juta. Sedangkan kasus lainnya, perkara Puskesmas RasanaE Timur mencapai Rp 626 juta. Selain di Polda, di tingkat Polres pun tak mau ketinggalan ambil bagian mengusut kasus korupsi. Sejumlah Polres menyetor penanganan kasus Polda NTB, sebagian berhasil mengungkap kerugian negara, sebagian masih berjalan. Tapi

sebagian lagi Polres justru terkesan diam. Di Polres Lobar, sebelumnya mengungkap kasus dugaan korupsi dana BOS dan Blockgrand di SMP 3 Gerung. BPKP pun sudah menyerahkan hasil auditnya ke Polres Lobar. Polres Mataram yang wilayah hukumnya di ibukota provinsi nihil penanganan kasus tahun ini, bahkan sejak tahun 2012 lalu tak ada satu pun kasus korupsi naik. Di Polres Loteng, saat ini sedang gencar menangani kasus bedah desa dengan Rp 1,8 miliar dan BPKP sedang memfinalisasi angka kerugiannya. Ada juga kasus penggelapan raskin di Desa Menemeng dengan nilai kerugian negara Rp 53,39 juta. Penanganan kasus korupsi di tingkat Polres melompat ke Polres Sumbawa. Saat ini Polres Sumbawa sedang mengusut kasus PNPM di Kecamatan Empang dengan nilai kerugian negara Rp 725,5 juta. Sedangkan Polres KSB nihil, tidak seperti tahun sebelumnya yang sempat menangani dugaan penyimpangan proyek PNPM. Polres Dompu tergolong rajin ekspose kasus korupsi. Setelah menangani dugaan penyimpangan APBD Dompu, Polres setempat mengusut kasus raskin, namun nilai kerugian negaranya hanya Rp 39,47 juta. Sama dengan Polres Dompu, Polres Bima Kota tak pernah absen mengusut kasus korupsi. Tahun ini, yang diusut adalah kasus penggelapan dana bantuan Ponpes melalui Kantor Pos dengan kerugian negara Rp 180 juta. sedangkan Polres Bima Kabupaten, sama sekali belum mengungkap kasus korupsi, namun ada gambaran, Polres setempat sedang mengusut kasus bantuan dari BPMDes senilai ratusan juta untuk bedah rumah. “Dari sembilan Polres yang ada di NTB, hanya Polres – polres itu yang menyerahkan data kasus korupsi ke kami (BPKP, red) untuk dihitung kerugian negaranya,” kata Kepala BPKP NTB Darius, AK. “Sedangkan yang sama sekali tidak ada konsultasi ke kami untuk penanganan kasus korupsi, hanya Polres Mataram, Polres KLU, Polres Lombok Timur, Polres KSB,” kata Darius. Pihaknya tidak tahu, apa yang menjadi alasan masing – masing Polres tersebut sama sekali tak menyentuh kasus korupsi. “Tapi posisi kami hanya sifatnya menunggu. Jika ada berkas kasus yang diserahkan, kami hitung kerugian negaranya,” tegas Darius. Sedangkan seluruh kerugian negara yang merupakan hasil audit BPKP dan sebagian sudah diserahkan ke Polres masing – masing. Sebagai lembaga yang giat memantau perkembangan penanganan kasus korupsi di derah, Ahyar Supriadi, SH dari Posko Pemantauan Peradilan masih punya catatan yang sama untuk penanganan kasus korupsi di Polda NTB. Setidaknya kasus yang disebutnya “ulang tahun” mestinya jadi prioritas oleh jajaran Ditreskrimsus, agar tidak muncul lagi di tahun berikutnya. Ia sempat berpikir, ‘’ulang tahun’’ hanya untuk kasus alkes Lotim. Namun ternyata, untuk kasus dugaan SPPD fiktif juga harus ditangani tahun 2014, demikian juga kasus terminal haji BIL. Ahyar mewakili para pegiat antikorupsi lainnya punya harapan besar kepada Kapolda NTB yang baru, Brigjen Pol. Moechgiyarto, SH, M.Hum. Mereka mengaku punya sedikit harapan soal komitmen Kapolda pengganti Brigjen Pol. Mochammad Iriawan ini, karena diawal pelantikannya memantik dengan kalimat bahwa kasus korupsi jadi skala prioritasnya. “Sekarang kami menunggu sejauhmana Kapolda yang baru membuktikan apa yang disampaikannya,” tegas Ahyar. (ars)

Halaman 5

Tes Kesehatan Rohani akan Digelar

Hasil Seleksi Calon Anggota KPU NTB Bisa Berubah Mataram (Suara NTB) KPU RI akan menggelar tes kesehatan rohani untuk calon anggota KPU NTB yang sebelumnya memang dianggap belum menjalani proses tes kesehatan rohani tersebut. Sebanyak 102 orang yang sebelumnya sudah gugur, kembali diikutsertakan dalam tes tersebut. Kabar tersebut sekaligus membuka peluang berubahnya hasil tes yang sebelumnya sudah menghasilkan 10 besar nama calon anggota KPU NTB. Informasi mengenai akan dilakukannya tes kesehatan rohani itu dibenarkan oleh Sekretaris Tim Seleksi KPU NTB, Prof. Dr. Gatot Dwi Hendro Wibowo, SH, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (26/12) kemarin. “Rencananya memang begitu,” ujarnya saat ditanyai soal kabar akan digelarnya tes kesehatan rohani tersebut. Menurutnya, dilakukannya tes kesehatan rohani oleh KPU RI ini bukan

berarti pihaknya tidak melaksanakan mandat dari KPU RI dengan sempurna. “Hanya saja, ada perbedaan penafsiran. Kami menganggap tes kesehatan rohani itu sudah include (termasuk-red) dalam psikotest.” Ia menegaskan bahwa KPU RI berpendapat pada dasarnya semua tahapan sudah dilaksanakan. Hanya saja, KPU RI ingin menambahkan satu fase seleksi, yaitu tes kesehatan rohani untuk menyempurnakan seleksi. “Ibarat wudhu, mungkin kalau belum rambutnya kena dibasuh air dikit, belum terlalu sempurna wudhunya,” ujar Gatot menganalogikan. Ia menegaskan, tidak dilakukannya tes kesehatan rohani secara terpisah bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan murni dilatarbelakangi perbedaan penafasiran undang – undang dan ketentuan semata. Lagipula, menurutnya, hampir seluruh kabu-

Siaga Darurat Bencana

Pemprov Siapkan Satu Truk Logistik Mataram (Suara NTB) Dalam beberapa bulan kedepan, NTB ditetapkan siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Untuk itu, Pemeirntah pusat melalui BNPB telah mengirim bantuan logistik sebanyak satu truk puso. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP dikonfirmasi di Mataram, kemarin. Dikatakan, selama tiga bulan kedepan, NTB telah ditetapkan dalam status siaga darurat bencana. “Dari segi logistik sudah siap sebanyak satu truk puso logistic. Datang kemarin dari pusat. Beras juga sudah siap di dinas social,”ujarnya. Dijelaskan, penetapan NTB siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur NTB bahwa hingga 31 Maret 2013 NTB siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, Gubernur juga mengeluarkan surat keputusan tentang satuan reaksi cepat penanggulangan bencana. “Sekarang kita di BPBD kabupaten/kota dan provinsi sudah siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Ini insya Allah akan kita rapatkan semua SKPD terkait dengan kebencanaan itu,”tambahnya. Pertemuan dengan kepala BPBD seluruh Indonesia belum lama ini menyimpulkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor menjadi fokus perhatian yang harus diantisipasi dan ditangani oleh pemerintah daerah. Selain itu, bajir lahar dingin untuk gunung berapi aktif juga menjadi perhatian BPBD provinsi dan kabupaten/kota.

Khusus untuk NTB, bencana yang patut diwaspadai adanya badai tropis. Pasalnya musim hujan seperti saat ini banyak awan-awan rendah yang berpotensi menimbulkan badai tropis. Badai tropis inilah yang sangat berpotensi menimbulkan angin puting beliung. Berdasarkan informasi dari BMKG, katanya, kondisi curah hujan pada beberapa daerah sudah mulai normal namun kebanyakan dibawah normal.Tetapi, lanjutnya, pada minggu ke tiga dan ke empat Desember, kondisi hujan sudah mulai normal hujan. “Dan diperkirakan Januari - Februari mendatang itu di atas normal,”ungkapnya. Disebutkan, titik-titik rawan banjir dan longsor yang harus di waspadai misalnya pesisir pantai, pegunungan seperti wilayah pusuk Lombok Utara, Sembalun dan Sambelia serta beberapa titik di daerah Sumbawa, Bima dan Dompu. Sementara titik-titik rawan banjir seperti daerah Taliwang, Brang Rea dan daerah lainnya di Pulau Sumbawa. Sementara itu, terkait dengan bencana banjir di Kabupaten Bima dan Dompu pihaknya bersama BPBD kabupaten setempat langsung melakukan penanganan darurat di lapangan. Selain melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat korban banjir, berupa mie instan, sarden, susu, telur, beras, minyak goreng dan sejumlah makanan siap saji lainnya. Sebanyak 5 ton beras telah dikirim dari Dinas Sosial untuk korban banjir tersebut. (nas)

paten/kota di NTB tidak menggelar tes kesehatan rohani secara terpisah. “Hanya Kota Mataram yang melakukan,” ujarnya. Gatot menerangkan, tahapan seleksi berupa tes kesehatan rohani ini memang akan dilakukan terhadap 102 orang peserta. Dengan kata lain, mereka yang sebelumnya sudah dinyatakan gugur oleh timsel, akan kembali terlibat dalam tahapan ini. Gatot juga tak menampik adanya kemungkinan berubahnya hasil seleksi jika tes kesehatan rohani benar – benar diselenggarakan nantinya. “Silakan saja kalau itu memang justru lebih menyempurnakan tahapan seleksi. Kami menyambut baik. Karena itu memang kewenangannya sudah berada di tangan KPU RI,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabag Hukum, Teknis, dan Humas KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya, S.IP, MM tak

menampik kemungkinan dilakukannya tes tambahan tersebut. Meski belum menerima perintah tertulis untuk menyiapkan penyelenggaraan tes kesehatan rohani itu, namun Ansori mengaku sempat ditanyai oleh Biro SDM Sekretariat KPU RI tentang kesiapan mereka seandainya KPU RI menggelar tes kesehatan rohani tersebut. Meski baru bersifat lisan, namun Ansori mengaku pihaknya tetap mempersiapkan diri jika sewaktu – waktu perintah untuk menggelar tes kesehatan itu benar – benar datang secara tertulis dari KPU RI. “Kami dari Sekretariat KPU RI sudah menyiapkan diri untuk mengantisipasi sewaktu – waktu langsung diperintah melakukan itu. Kemarin Biro SDM memang sempat menanyakan kita – kira bagaimana kesiapan Sekretariat KPU NTB kalau ada tambahan materi seleksi tersebut,” tandasnya. (aan)

Perda Ompong, Salah Siapa? BEGITU banyak Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan DPRD Sumbawa bersama Pemkab Sumbawa. Bahkan pada 2013 ini, saja ada sembilan Perda yang telah diketok. Namun, terkesan hanya mengejar kuantitas dengan sedikit mengabaikan kualitas, hingga tak heran, kalau implementasinya di lapangan kehilangan gigi alias ompong. Salah siapa dan dimana titik lemahnya? Dosen Administrasi Negara Fisipol Universitas Samawa (UNSA), Ardiyansah, S.IP, M.Si, melihat dua faktor penyebab lemahnya penerapan sejumlah Perda di Sumbawa. Pertama, dari sisi sosialisasi Perda yang kurang menyentuh masyarakat secara keseluhahan. Sehingga Perda yang ada pun tak dipahami dan kerap terjadi benturan ketika diterapkan di lapangan. Kedua,kurangnyapenyiapanperangkatyangmendukung pelaksanaan Perda. Seperti Perda adat yang beberapa tahun lalu telah ditetapkan DPRD Sumbawa, sampai sekarang tidak berjalan. Tak lepas dari ketiadaan perangkat yang menjadi dasar atau pijakan di lapangan. “Dasar pembuatan Perda itu harus kuat, sebab Perda inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah,”cetusnya. Namun,KabagHukumSetdaSumbawa,K.Sumardiata S.H, mengaku program sosialisasi tetap dilakukan sebelum dan penetapan Perda setiap tahunnya. Meskipun belum menyeluruh ke seluruh lapisan masyarakat. Seperti tahun ini yang hanya dilakukan pada delapan kecamatan. Mengingat ada Perda tertentu yang tidak mengatur semua khalayak. Yang jelas, jalan tidaknya Perda, SKPD sebagai pelaksana lapangan yang paling mengerti. Kalau ada kendala atau masalah di lapangan, harusnya dilaporkan. Agar diketahui titik lemahnya, untuk dilakukan revisi atau penyesuaian sesuai kondisi saat ini. Sumardiata mencontohkan, Perda Izin Pemanfaatan Kayu Tanah Milik (IPKTM) yang memang tidak dibutuhkan lagi. Menyusul keluarnya Peraturan Menteri Kehutanan No. 30

tahun 2012. “Jadi, aturan baru itu, tidak lagi mewajibkan adanya Perda untuk menebang kayu di tanah kebun. Tinggal sekarang apakah Perda IPKTM itu dicabut atau disesuaikan,”terangnya. BegitupuladenganPerdaTernakyangtaklagisesuai kondisi saat ini. Kemudian Perda Adat dan Perda Izin Pertambangan Rakya (IPR) yang diakuinya memang belum berjalan saat ini. Khusus Perda Adat, sudah ada rancanganyangbaru,seiringdenganterbentuknyakelembagaan adat. “Kita akui memang Perda Adat dan Perda IPR belum jalan sama sekali,”aku Sumadiata. Untuk Perda tertentu yang memang tak lagi sesuai dengan aturan yang lebih tinggi, tetap diupdate untuk dilakukan perubahan seperti Perda Pengolalan AirTanah.Kemudianpenyesuaianterkaitperkembangan saat ini, seperti Perda Penyesuaian Tarif Retribusi Jasa Usaha, mengingat keberadaan pasar hewan belum masuk ke dalam objek potensi. Termasuk PerdatentangPemberhentianPerangkatDesayangtahun ini akan disesuaikan. “Kami update setiap ada perkembangan baru, Tentu SKPD harus pro aktif beri masukan soal kendala di lapangan,”pintanya. Sementara untuk sembilan Perda yang ditetapkan tahun ini, masih belum ada peraturan pelaksananya, seperti Peraturan Bupati, karena baru ditetapkan. Sambil menyiapkan rancangan Perda baru yang mendesak saat ini, seperti tentang penyelanggaran perizinan satu atap. Namun, mesti diperjelas terlebih dahulu arah pengaturannya, apakah mengatur tentang pedoman penyenggaraan perizinan atau mengatur mengenai organisasi. Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah pun mengakui sejumlah Perda mandul. dicontohkannya, Perda retribusi tower yang sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan besar bagi daerah. Untuk itu, dalam pembahasan Banggar, pendapatan retribusi dari tower langsung dimasukkan ke sumber pendapatan yang cukup signifikan. “Memang banyak yang tidak jalan. Makanya diperlukan juga evaluasi,”tandasnya singkat. (arn)

Warga Tanam Pisang di Tengah Jalan Mataram (Suara NTB) Merasa gerah dengan kondisi jalan yang rusak parah dan telah banyak memakan korban, warga Belencong,KecamatanGunungSari, Lombok Barat, ‘’menanam’’ pohon pisang di badan jalan yang rusak. Mereka mengaku selama ini perbaikan jalan yang melintas di daerah mereka kurang diperhatikan. Yunus dan Humaidi, warga setempat mengutarakan, kemarin, sejumlah insiden yang memakan korban luka – luka terjadi di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo

tersebut. Sebuah truk puso yang melintas di jalan tersebut tiba – tiba mengalami pecah ban akibat terperosok di lubang pada badan jalan tersebut. Letusan ban tersebut, menurut mereka, mengakibatkan material bangunan yang dipakai untuk menambal badan jalan yang berlubang terpental dengan keras dan melukai beberapa anak yang berada di sekitar lokasi tersebut. “Orang kampung keluar semua,

makanya sekarang saya taruh itu (pohon pisang),” ujar Yunus. Humaidi menambahkan, sudah sejak lama pihaknya mendengar janji akan adanya perbaikan pada jalan yang menghubungkan Kota Mataram dengan Lombok Barat bagian utara dan sekitarnya itu. Namun, hingga kini janji tinggallah janji. “Dari dulu hanya ditembel – tembel. Katanya mau dibesarkan, tapi sampai sekarang tidak ada,” ujarnya. (aan)

Belum Maksimal Dari Hal. 1 Meski demikian, ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3 miliar lebih. Berdasarkan evaluasi akhir tahun BPKP, kerugian negara itu diperoleh dari kasus – kasus korupsi yang ditangani Polda NTB dan jajaran Polres. Sementara dari Kejaksaan Tinggi NTB dan seluruh Kejari, sebagian masih

dalam proses audit. “Jika ditaksir, total kerugian negara ini masih sedikit. Jika penegak hukum maksimal menangani kasus korupsi, maka angkanya bisa lebih besar,” kata Kepala BPKP Darius AK kepada Suara NTB. Sementara ini, kerugian negara yang ditemukan hanya mencapai ratusan juta rupiah. Hanya kasus dari Polres Lombok Tengah yang cukup besar, mencapai Rp 1 mil-

iar, dalam kasus bedah desa di tiga kecamatan. “Di setiap kesempatan kami selalu mendorong Kejaksaan atau kepolisian agar mengusut kasus – kasus korupsi yang nilainya besar,” harapnya. Berdasarkan kasus – kasus yang diusutnya, setidaknya dua perkara dengan nilai kerugian negara tertinggi. Yakni kasus bedah desa Loteng dan kasus penyelundupan Blackberry dan iPhone. (ars)

Bupati Bima Wafat Dari Hal. 1 Bupati sempat diberi pertolongan dan dilarikan ke IGD RSUD Bima, namun tak tertolong. Rencananya, almarhum akan dimakamkan Jumat (27/12) pagi ini setelah melalui upacara resmi. Kabar meninggalnya Bupati Bima yang akrab di sapa Dae Ferry, diinformasikan melalui pesan singkat. Awalnya, masyrakat tidak mempercayainya. Namun warga baru percaya setelah informasi wafatnya Sultan Bima ini disampaikan mellaui pengeras suara di seluruh desa. Jenazah Bupati Bima kemudian disemayamkan di Pendopo Bupati setempat. Setelah disemayamkan, masyarakat dan pejabat baik lingkup Pemkab Bima maupun Pemkot Bima berdatangan. Termasuk Wakil Bupati Bima Drs. Syafruddin HM Nur MPd beserta istri, Walikota Bima HM Qurais H Abidin, serta kerabat lainnya. Kerabat almarhum, Ade Linggiardi yang dikonfirmasi menjelaskan, Bupati Bima meninggal akibat serangan jantung. Sebab selama ini almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Pada pagi hari, sekitar pukul

05.30 Wita, almarhum mengalami serangan jantung kemudian dilarikan ke RSUD Bima. Di rumah sakit, katanya, petugas sempat mengambil tindakan medis. Namun setelah diambil tindakan, takdir berkata lain dan almarhum menghembuskan nafas terakhir. Sementara itu, sehari sebelumnya, berdasarkan pernyataan resmi dari Kabag Humas dan Protokol Drs Aris Gunawan, setelah mengunjungi tiga kecamatan yakni Kecamatan Bolo, Kecamatan Woha dan Kecamatan Monta, sekitar pukul 17.00 Wita, almarhum kembali ke pendopo. Saat kembali dari mengunjungi warganya yang terkena banjir, ayah dua orang putra ini kembali dengan kondisi kelelahan. Melihat kondisi kurang stabil, sekitar pukul 05.30 Wita kemarin, Bupati dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan secara intensif. Namun setelah lebih kurang dua jam dirawat, tepatnya pukul 07.30 Wita, Bupati menghembuskan nafas terakhir. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan hari ini di pemakaman raja-raja Dana Teraha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasa NaE Barat. Rencanannya al-

marhum akan dimakamkan melalui upacara resmi sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelum pemakaman, sekitar pukul 07.30 Wita, dijadwalkan akan dilakukan proses penyerahan jenazah oleh tiga kerabat Kesultanan Bima masing-masing, Prof. Hj. Siti Mariam, Muhamad Ferdiansyah Fajar Islam, dan Muhamad Putera Ferryandi kepada Pemerintah Kabupaten Bima. Jenazah almarhum akan dishalatkan di Masjid Sultan Muhamad Salahudin untuk selanjutnya diusung delapan orang Suba dengan berpakaian Sika Lanta dan 10 orang anggota majelis adat. Atas wafatnya Bupati Bima, Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. ‘’Gubernur telah mengutus Sekda NTB, H.M.Nur, SH,MH untuk melayat ke rumah duka,’’ ujar Kabag Humas dan Protokol Setda NTB, Tri Budiprayitno, SIP.M.Si. Almarhum menjabat sebagai Bupati Bima untuk periode kedua (2010-2015) berpasangan dengan Drs.H.Safrudin HM.Nur. Pasangan ini memenangi Pilkada Bima 7 Juni 2010 lalu. (use)

(Suara NTB/aan)

PISANG - Warga menanam pisang di badan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo yang terletak di Belencong, Gunung Sari, Lombok Barat.

Kejaksaan Bidik Proyek Pipa KLU Senilai Rp 12,5 Miliar Dari Hal. 1 Menindaklanjuti hasil cek fisik, dokumen penting terkait tender, kontrak dan pembayaran pun dikumpulkan. Saksi pun dipanggil untuk dimintai keterangan. Salah satunya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bambang Eko. Dalam kasus ini, Bambang Eko sudah lima kali dimintai keterangan, berikut menyerahkan dokumen penting terkait proyek itu. Menurut Kajati, kasus ini masih tahap penyelidikan dan

belum ada gambaran akan ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Sebab tim yang dibentuknya masih tahap pengumpulan data, apalagi sejumlah kasus lainnya sedang digenjot penanganannya. Dijadwalkan, kasus ini akan dimaksimalkan penangannya mulai Januari 2014 mendatang, dengan alasan kasus lain sedang dalam tahap penyelesaian. “Januari tahun depan (2014) kami maksimalkan pengusutan kasus ini, termasuk kasus – kasus baru lainnya,” janjinya. (ars)

Golkar Segera Bahas Pengganti Almarhum Ferry Zulkarnain Dari Hal. 1 ‘’Nanti kita akan rapat pengurus harian dulu untuk membahas itu. Kalau soal penggantinya, itu ditentukan keputusan rapat nanti,’’ ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB, Hirsan Mahruf, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (26/12) kemarin. Hirsan sendiri menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan keputusan yang bisa diambil, yaitu penggantian melalui penunjukan caretaker ataupun penunjukan pengganti melalui mekanisme Musyawarah Daer-

ah Luar Biasa atau Musdalub. ‘’Tapi itu semua tergantung keputusan rapat DPD Golkar NTB, meskipun kurang etis rasanya kalau Musdalub,’’ ujar Hirsan. Menurutnya, meskipun Ferry telah meninggal dunia, pihaknya tetap berharap roda organisasi Partai Golkar Kabupaten Bima tetap berjalan lancar. “Terlebih menjelang Pemilu Legislatif dan sebagainya. Mudah – mudahan ini tidak menjadi persoalan,” ujarnya sembari menambahkan pihaknya menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian almarhum. (aan)


OPINI

SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

Halaman 6

Pendidikan (Sadar) ’’Trafficking’’ Oleh :

Sigap Antisipasi Bencana BENCANA datangnya tidak bisa diprediksi. Bencana bisa datang sewaktu-waktu di seluruh tempat di belahan dunia ini. Seperti halnya banjir bandang yang terjadi di Bima dan Dompu sekarang ini. Kabupaten Bima, sedikitnya lima kecamatan wilayahnya terendam banjir. Yakni Kecamatan Monta, Kecamatan Belo, Kecamatan Palibelo, Kecamatan Woha dan Bolo. Air bah juga menggenangi ribuan hektar sawah dan pemukiman warga lantaran sungai tak mampu menampung debit air karena curah hujan yang turun terus menerus. Banjir di Bima juga memutus tiga akses jalan. Sementara di Kabupaten Dompu sedikitnya 5.000 rumah yang tersebar di beberapa desa terendam banjir. Belum terhitung luas areal pertanian dan tambak. Diperkirakan kerugian yang timbul akibat banjir di daerah ini cukup besar. Musibah yang terjadi tidak terlepas dari keteledoran manusia dalam menjaga lingkungan. Bencana banjir yang terjadi di Bima da Dompu, tidak lepas dari ulah manusia yang mengakibatkan kerusakan hutan. Hutan-hutan yang selama ini menjadi pelindung dirambah. Aparatur pemerintah yang bertugas bertanggung jawab pada perlindungan hutan seolah-olah tutup mata dengan aksi liar yang terjadi. Bahkan ada indikasi oknum-oknum tersebut ikut terlibat. Mereka diduga ikut bermain dengan pelaku pembalakan liar dan mengambil keuntungan di balik aksi tersebut. Akibatnya, masyarakat yang tidak berdosa dirugikan. Ribuan hektar lahan pertanian tidak bisa dipanen, rumah-rumah warga terendam dan fasilitas umum lainnya rusak akibat banjir. Dalam kasus ini, bukan waktunya mencari siapa yang salah. Tapi bagaimana aksi-aksi perusakan lingkungan harus dihentikan. Kemudian terkait banjir di dua Bima dan Dompu, pemerintah harus sigap memberikan bantuan. Pemerintah harus cepat menyalurkan bantuan untuk para korban yang jumlahnya di dua kabupaten itu cukup banyak. Terkait pernyataan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP, jika Pemprov NTB langsung bersikap dengan mengirimkan bantuan ke masyarakat harus didukung. Selain melakukan kordinasi dengan sejumlah instansi terkait, BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat korban banjir, berupa mie instan, sarden, susu, telur, beras, minyak goreng dan sejumlah makanan siap saji lainnya. Sebanyak 5 ton beras telah dikirim dari Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB untuk korban banjir. Kita berharap bantuan yang disalurkan ke masyarakat ini tidak diselewengkan dan tepat sasaran. Pada bagian lain, melihat perkembangan cuaca pada saat sekarang ini, selama tiga bulan ke depan, NTB telah ditetapkan dalam status siaga darurat bencana. Itu artinya, seluruh masyarakat dituntut tetap siap dan siaga dalam menghadapi bencana, sehingga ketika bencana terjadi sudah ada langkah antisipasi. Untuk itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana harus terus disosialisasikan jajaran pemerintah daerah. Adanya sosialisasi yang didukung dengan simulasi bencana perlu dilakukan, sehingga saat kejadian warga tidak banyak yang jadi korban. (*)

Pendahuluan Trafficking merupakan kegiatan kriminal. Tindakan yang dilakukan oleh oknum dengan cara menjual orang/ perempuan dalam balutan pengiriman pekerja ke negara atau daerah lain. Penjualan orang untuk dipekerjakan sebagai wanita penghibur, pekerja sek komersil atau sebagai budak. Indonesia sebagai salah satu negara yang sebagian penduduknya mencari nafkah sebagai buruh migran ke negara tetangga seperti Malaysia, Saudi Arabia, Qatar, Singapura. Tentunya mereka tidak ingin menjadi buruh migran, jikalau di dalam negerinya tersedia lapangan pekerjaan yang memadai. Saat ini jumlah pengangguran terbuka mencapai 22.450.101 (Info Kursus, 2012), sementara pertumbuhan lapangan kerja hanya 12.5% pertahun. Dampaknya tentunya terjadi eksodus keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Ironis memang, Indonesia dengan negeri sejuta potensi tetapi rakyatnya hidup terlunta lunta di negeri orang sebagai buruh migran. Trafficking termasuk golongan kejahatan extraordinary (luar biasa), karena dampak yang ditimbukan mampu merusak masa depan anak bangsa. Coba cermati apa yang terjadi dalam aspek psikologis perempuan yang dijual? Kondisi tertekan, malu, hilang harga diri semua sangat berat bagi korban penjualan manusia tersebut. Trafficking dapat terjadi melalui berbagai modus operandi, diantaranya pekerja migran, pekerja rumah tangga, pekerja ditempat hiburan, pariwisata, kawin kontrak, pekerja anak, bahkan pekerja sek komersial. Para pelaku trafficking bekerja cukup rapi dan terorganisasi, sehingga para calon korban tidak menyadari sejak dini bahwa dirinya masuk perangkap dan atau lingkaran perdagangan orang. Mekanisme Trafficking Iming-iming gaji tinggi, kerja ringan dan sistem jenjang karir yang jelas menjadi program yang ditawarkan kepada calon pekerja. Sistem rekrutan yang dilakukan bersifat diam-diam. Para calo pekerja selalu mampu mengidentifikasikan sasaran dengan sempurna. Sasaran yang dipilih biasanya merupakan kaum perempuan dengan karakteristik (1) miskin, (2) bodoh, tidak tamat sekolah dasar dan buta aksara, (3) memiliki basis kekeluargaan yang rentan artinya berlatarbelakang keluarga broken home, rawan konflik. Para calo selalu melihat sasaran tersebut karena kelompok sasaran tersebut pastinya akan mudah diikelabui atau mudah termakan bujuk rayu para calo untuk kerja mudah gaji besar. Para calo juga selalu berlindung dibalik legalitas perusahaan serta membawa-bawa nama pemerintahan dalam perekrutannya.

Agus Sadid, M.Pd

(Pemerhati Pendidikan tinggal di Jurumapin-Buer) Pola kerja para calo perdagangan manusia terkadang juga dalam perekrutannya mengabaikan nilainilai perikemanusiaan. Memberikan uang dengan dalih sebagai insentif atau hadiah, meminjamkan bunga dengan bunga 0%, bahkan juga pada taha pemaksaan melalui tindakan penyekapan, penculikan dan penganiayaan. Semua dilakukan agar calon “korban” mau mengikuti apa yang mereka inginkan. Hasilnya, para calo perdagangan manusia mampu mendapatkan calon korban yang banyak. Pada tahap pengiriman (shipping) korban dilakukan melalui jalur darat, udara dan laut. Kerjasama yang rapih dengan berlindung pada pengiriman jasa TKI oleh PJTKI menjadikan proses tersebut berjalan dengan baik. Lolosnya mereka dari proses pengawasan atau inspeksi tentunya merupakan mata rantai yang saling berkaitan. Sindikat ini melibatkan beberapa pihak (1) pemerintah (aparat, imigrasi, kemenakertrans), (2) PJTKI (melalui aspek legalitas, ijin perekrutan) dan (3) para oknum calo (bergerak secara terorganisir memanfaatkan sisi lemah aparat, pemerintah). Keaksaraan untuk anti trafficking Kecerdikan para pencari korban perdagangan manusia dalam mencari korbannya merupakan kelihaian para calo tersebut. Pada titik ini penulis ingin menekankan kepada karakteristik para calon korban yaitu (1) korban adalah buta huruf, (2) korban umumnya berasal dari keluarga miskin, (3) korban minim dengan ketrampilan, pendidikan, (4) korban banyak berlatar belakang dari keluarga tidak harmonis (brokenhome). Buta huruf, kemiskinan, minim ketrampilan, pendidikan tidak lulus sekolah dasar, semua itu tentunya berujung kepada kebodohan dan keterbelakangan. Pada kondisi seperti ini maka para korban menjadi sangat mudah untuk dimasuki dengan rayuan, tipuan dan tindakan negatif lainnya. Secara logika, maka dapat kita katakan jika masyarakat cerdas, pintar dan paham aksara, maka pergaulan mereka akan lebih baik, kemampuan memahami informasi lebih bagus dan kemampuan memilah atau tingkat penerimaan terhadap ajakan/ raayuan/ bujukan orang lain menjadi lebih selektif. Perdagangan manusia umumnya sebagai korbanya adalah perempuan. Perempuan dengan kondisi tingkat kemampuan literasi yang sangat terbatas. Literasi memang memiliki potensi kekuatan yang luar biasa jika proses pembelajaran literasi dilakukan secara benar. Literasi yang dikemas dalam program pen-

didikan keaksaraan merupakan program pendidikan yang sangat tepat bagi para perempuan. Pendidikan keaksaraan masuk kedalam ranah yang sangat operasional, yaitu memahamkan kepada para korban perdagangangan perempuan tentang berbagai regulasi, atruran, prosedur dan tata kerja yang harus dipahami oleh masyarakat bekerja diluar negeri. Sehingga melalui pembekalan literasi yang memadai, mereka tidak menjadi korban perdagangan manusia. Pendidikan literasi dilakukan secara bertahap, yang pertama yaitu tahap peningkatan kualitas aksara. Materi membaca, menulis dan berhitung merupakan materi pokok, karena materi ini merupakan susbtansi dalam pendidikan aksara. Kedua yaitu peningkatan pemahaman literasi pada aspek lintas budaya. Terhadang pengetahuan lintas budaya menjadi terabaikan karena mereka berpikir nanti toh pada akhirnya mereka akan mengetahui sendiri bagaimana budaya negeri lain. Bahasa, gaya hidup, nilai-nilai yang berlaku atau tatanan sosial merupakan bagian aksara yang harus dipahamkan kepada mereka. Ketiga adalah regulasi atau tata aturan bekerja dinegeri orang. Regulasai ini dalam bahasa literasi termasuk bagian dari bahasa hukum atau literasi sebagai simbol legalitas. Pendidikan keaksaraan yang benar merujuk kepada (1) proses pembelajaran yang memadai yaitu proses pembelajaran yang memenuhi kaidah pembelajaran yang berlaku dalam dunia pendidikan, diantaranya menyiapkan rencana pembelajaran, kurikulum, dan perangkat pembelajaran lainnya, (2) proses asemen yang berkualitas, yaitu asesmen yang mampu mengukur semua aspek kemampuan membaca, menulis dan berhitung, dan hal ini harus dilakukan secara intensif bukan ukuran sehari atau dua hari.fenomena relapsing muncul karena (1) kemampuan tutor yang sangat rendah, berarti tutor tidak mampu menguasai substansi pendidikan literasi, (2) kuaaitas asesmen yang rendah. instrumen tersebut tidak mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Kesimpulan Perdagangan manusia merupakan tindakan kejahatan, mencermati sasaran dalam aksi ini yaitu kelompok masyarakat atau perempuan dengan kategori buta aksaramiskin dan terbelakang, maka pendidikan keaksaraan harus bergerak pada domain bagaimana mengentaskan masyarakat dari kebodohan tersebut melalui pendidikan keaksaraan yang berbasis pada TKI. Per-

lu diingat bahwa para korban perdagangan manusia ini awal mulanya adalah ingin menjadi TKI/ TKW tetapi karena keterbatasan dalam literasi maka mereka terjrumus dalam perdagangan manusia. Pendidikan keaksaraan yang demikian harus bertitik tolak pada kebutuhan warga belajar yaitu literasi yang berkaitan dengan pengetahuan lintas budaya, regulasi bekerja di negeri orang, tata nilai atau perilaku. Ketidak tahuan ini dijadikan pintu masuk para calo untuk mengelabuhi para pkorban dengan imingiming bekerja cepat, mudah dan gaji tinggi. Para korban dengan minim pendidikan pastinya akan tertarik dengan rayuan tersebut. Menghentikan perdagangan manusia hanya dapat dilakukan melalui upaya (1) mengintervensi mayarakat dengan pendidikan literasi yanag berbasis pada TKI, artinya muatan pembelajaran mengacu kepada kebutuhan warga belajar tentang lintas budaya, regulasi, dan tata kerja di negara orang lain, (2) pendidikan literasi harus dilakukan dengan benar, mengejar kepada kualitas bukan pada kecepatan. Mafia tentunya melibatkan banyak pihak dengan pola kerja yang terorganisir. Memutus mafia perdagangan manusia hanya dapat dilakukan dengan penegakan hukum (low enforcement), dedikasi dan integritas semua aparat untuk menghentikan perdagangan manusia dan tentunya melalui pendidikan keaksaraan anti trafficking.

Kejaksaan bidik proyek pipa KLU senilai Rp 12,5 miliar Jangan hanya dibidik, harus diungkap

***** Nunggak bayar listrik PJU di Senggigi disegel PLN Bisa rusak citra pariwisata

*****

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/ bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Retribusi Parkir di Lobar Tak Capai Target

Sertifikasi Komoditi Lokal SEJAK 2010 lalu hingga 2013 ini, sebanyak 18 komoditi sudah dinyatakan memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi NTB. Dengan sertifikat Prima 3 ini, beberapa jenis komoditi tersebut sudah dinyatakan siap bersaing secara nasional dan internasional. Diharapkan, seluruh komoditi lain yang belum bersertifikat dapat diupayakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kepala Badan Ketaha(Suara NTB/bul) nan Pangan (BKP) ProvinHusnanidiaty Nurdin si NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin di Mataram, Kamis (26/12) menyebutkan, laporan Inspektur OKKPD ke Komisi Teknis, bahwa baru-baru ini telah dilakukan penilaian lapangan dan uji laboratories di laboratorium Universitas Gadjah Mada. Hasil Pembahasan oleh komisi teknis yg terdiri dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, Dekan Fakultas Pertanian Unram dan Kepala BPTP diputuskan merekomendasi sebanyak tujuh komoditi untuk diberikan Certificate Prima 3 “Maka OKKPD yang Ketuanya Kepala BKP mengeluarkan sertifikat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Genap sudah 18 komoditi yang disertifikat dan kita upayakan komoditi lainnya juga akan memiliki sertifikat sejenis,” jelas Eny, demikian pejabat ramah ini biasa disapa. Tujuh komoditi yang baru-baru disertifikat ini disebutkan, kangkung Lombok Barat, bawang merah Kabupaten Sumbawa, nenas dan melon Lombok Timur, cabai merah besar dan cabai rawit Kabupaten Bima. Tahun 2010 hingga 2012 lalu, beberapa di antaranya yang sudah disertifikat yakni jeruk, melon dengan berbagai varietasnya, bawang merah, kentang, bawang putih dan beberapa jenis buah lainnya. Sertifikat Prima 3 ini menurut Eny, bahwa komoditi tersebut menunjukan pangan segar, aman dikonsumsi. Berdasarkan penilaian yang dilakukan tim, sejak mulai dari pengolahan tanah, perawatan sampai panen, yang kemudian hasil produksinya diambil sampel dan dilakukan di laboratorium. Dengan demikian tidak ada keraguan bagi konsumen untuk mengkonsumsi komoditi lokal NTB. Eny juga menyebutkan, dengan harapan akan semakin banyak komoditi yang bisa disertifikat. Maka akan semakin besar peluang untuk mengejar pasar penjualannya tidak saja di dalam daerah. Tetapi di luar daerah bahkan hingga ke luar negeri. Tentunya pemasaran yang diharapkan lebih utama melalui supermarket, mal dan pasar-pasar modern. Diupayakan sedapat mungkin keberadaan komoditi lokal, buah dan panganan lainnya ini dapat menekan masuknya komoditi impor. “Kita inginkan komoditi kita diantarpulaukan, sebenarnya beberapa yang sudah disertifikat sudah jalan ke luar negeri. Meski masih keluarnya lewat Bali atau Surabaya,” tambahnya. Eny tidak memungkiri, sejauh ini masih banyak produk dan komoditi lokal yang sampai hanya di pasar tradisional dan belum memasyarakat di pasar-pasar modern. Meski demikian, setidaknya ada jaminan keamanan konsumsi kedepannya. Karena komoditi yang bersertifikat biasanya memiliki label hologram. “Meski akan dipasarkan di pasar tradisional, yang terpenting ada jaminan keamanan konsumsi yang dapat meyakinkan semua pembeli. Dengan sertifikat, kuantitas produksi komoditi kita. Kedepan target kita selain ekspor adalah menjadi pemasok di pabrik-pabrik,” katanya. (bul)

Kembangkan Batik Sasambo

Disperindag Gelar Pelatihan Membatik Mataram (Suara NTB) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB giat mendukung pengembangan batik khas NTB, Sasambo yang mewadahi ciri khas tiga suku daerah ini, Sasak, Samawa dan Mbojo. Dukungan tersebut dilakukan dengan peningkatan mutu dan SDM para perajinnya, maupun dengan ikut berperan mempopulerkannya di tingkat lokal dan nasional. Moment perayaan HUT NTB ke-55 di Dompu, 17 Desembar yang lalu ini, adalah dengan diadakannya workshop membatik, yang melibatkan banyak pihak. Disaksikan oleh Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, didampingi istri Hj. Erica Zainul Majdi yang juga Ketua Dewan Pembina Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB. Turut hadir juga Wakil Gubernur NTB, H. Moh. Amin, Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin, serta Kepala Disperindag Provinsi NTB, H. L. Imam Maliki, MM. Gubernur beserta para pejabat pemerintahan tersebut, juga berkesempatan ikut membuat motif pada kain batik. Diikuti seluruh pembatik yang didampingi oleh pengusaha batik Sasambo Lombok Barat, L. Darmawan. Kepala Disperindag Provinsi NTB, H. L. Imam Maliki, MM menyebutkan, pelatihan membatik merupakan kegiatan sosialisai agar masyarakat NTB giat dan semangat membatik. Kegiatan tersebut juga dihajatkan sebagai strategi agar batik Sasambo dapat dijadikan sebagai pakaian seragam oleh kalangan pemerintah dan swasta, khsususnya di Provinsi NTB. Termasuk di dalamnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun BUMD. “Kegiatan membatik itu juga dalam rangka merayakan hari membatik yang jatuh pada 29 November. Selain itu, juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan memperingati hari jadi NTB ke-55,” katanya ditemui di Mataram, Kamis (26/12). Keterlibatan pemerintah daerah di dalamnya beralasan, karena membatik adalah hal baru bagi masyarakat NTB. Oleh sebab itu, perlu perlu ada dukungan agar kerajinan ini bisa bangkit. Hingga berkembang dan dinilai mampu bersaing dengan pembatik lain, terutama dari pulau Jawa, baru dilepas agar mandiri. Menurutnya, batik Sasambo sudah cukup berkembang. Di NTB terdapat 11 sentra kerajinan membatik yang tersebar di pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Itu di luar kain tenun khas daerah. Dari seluruh sentra itu, ada enam yang sudah tergolong bagus dan mampu bersaing. Sedangkan yang lain masih dalam tahap pembinaan. (bul)

(Suara NTB/ist)

MEMBATIK - Gubernur beserta istri sedang mencoba menggambar motif batik Sasambo pada Workshop di HUT NTB ke-55 lalu di Dompu.

Halaman 7

(Suara NTB/ars)

KEMUDAHAN TEKNOLOGI - Umase (35), petani asal Lingkungan Mapak Kelurahan Tanjung Karang Mataram, menerima borongan membajak 50 are sawah di Jalan Lingkar Selatan, Kamis (26/12). Dengan Hand Tracktor, ia hanya membutuhkan waktu bajak enam jam dengan upah mencapai Rp 700.000

Giri Menang (Suara NTB) Capaian target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Lombok Barat (Lobar) belum memuaskan, lantaran belum mencapai target. Hal ini disebabkan Dishubkominfo kecolongan lantaran banyaknya parkir liar. Dinas Kominfo mengaku telah mendata areal parkir di Lobar, “Sudah ada titik lokasi parkir, tiap tahun kami evaluasi, termasuk di Senggigi,” ungkap Kadis Kominfo Lobar, M. Saikhu, Kamis (26/12). Ia menyebut, areal parkir khusus di Lobar antara lain di rumah Sakit Tripat, taman Narmada dan Suranadi. Dari parkir umum sampai saat ini dari target Rp 98,7 juta baru terealisasi Rp 81 juta lebih, atau 82 persen. Sedangkan parkir khusus dari target Rp 76, 6 jua mampu terealisasi Rp 52 juta atau 67 persen. Menurutnya, retribusi parkir dipengaruhi banyaknya pengunjung di lokasi itu sendiri. Ia menampik, kalau pihaknya kecolongan dalam hal pengelolaan parkir. Namun terkait adanya parkir liar, dirinya akan berupaya menelusuri. Pihaknya sendiri akan terus melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi parkir. Menurutnya, parkir yang dimaksud liar ke-

mungkinan milik pribadi. Seperti di sejumlah spot di Senggigi. Khusus di Senggigi, tarif parkir sesuai Perda Rp 2.000 untuk roda empat dan Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua. Retribusi Tower Naik Sementara itu, target PAD khusus retribusi tower naik menjadi Rp 2 miliar dari Rp 1,5 miliar tahun ini. Terkait persoalan tower di Bengkel, karena penolakan warga ia tengah berupaya melakukan pendekatan. Menurutnya, Dishub dalam hal ini membuat Selplane untuk pengaturan titik dimana lokasi dan jarak antara satu tower dengan bangunan lain. Selain menuntaskan komplain tower, Dishub bersama Distamben tengah berupaya memediasi penyelesaian persoalan angkutan material tambang berupa batubara dan galian C di sejumlah titik yang juga dikomplain warga. Menurutnya, karena ada pelanggaran dalam persyaratan dikeluarkannya izin salah satunya kendaraan tidak menggunakan penutup. Pihaknya akan memanggil perusahaan terkait dan mengevaluasi perizinannya, bahkan jika perlu pihaknya akan meninjau izinnya. “Tentu jika melanggar maka ada sanski sesuai ketentuan persyaratan perizinannnya,” ujarnya. (Her)

Nunggak Bayar Listrik

PJU di Senggigi Disegel PLN Giri Menang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kekurangan anggaran untuk melunasi tunggakan tarif Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar Rp 1,9 miliar. Akibat menunggak, pihak PLN mengancam memutus aliran listrik PJU di daerah Lobar. PLN pun telah menyegel sejumlah PJU di sejumlah titik kawasan Senggigi yang notabene kawasan Pariwisata. PJU akan dinyalakan oleh PLN setelah Pemda melunasi tunggakan. Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony pun telah memerintahkan kepada Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan Lobar, Ir. H. Dahrun MM untuk segera melunasi tunggakan itu. Ia mengaku telah menerima surat yang dilayangkan oleh PLN terkait hal ini, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan memanggil dinas terkait untuk membahas. “Saya sudah minta dinas tata kota menuntaskan tunggakan ini,” ungkap Bupati, Kamis (26/12). Menurutnya, Pemda melalui dinas tata kota sudah ada negosiasi dengn PLN untuk

memberi kelonggaran penundaan pembayaran tarif PJU selama dua bulan tersebut. Penundaan yang diberikan hingga tanggal 5 Januari harus sudah dibayar. Kelonggaran waktu yang diberikan hanya seminggu. Ia berharap agar PLN bisa memahaminya. Lantas kenapa terjadi tunggakan hampir tiap tahun ? Menurut Bupati karena membengkaknya tarif pembayaran PJU, tahun lalu hanya Rp 800 juta, namun naik Rp 1,2 miliar. Selain itu, semakin banyaknya masyarakat yang memasang lampu penerangan sehingga semakin banyak beban listrik yang mesti dibayarkan. Sehingga terhitung selama dua bulan

(Oktober-November) tunggakan mencapai Rp 1,9 miliar. Terpisah, Sekretaris Dinas Tata Kota, I Made Sugiarta menayatakan, pengajuan anggaran untuk pembayaran PJU pada APBDP tahun ini Rp 6 miliar, namun disetujui Rp 5 miliar. Anggaran Rp 5 miliar itu hanya bisa melunasi pembayaran tarif hingga Oktober. Itu pun masih tersisa tunggakan Rp 700 juta pada bulan Oktober. Sehingga jika ditambah tunggakan November Rp 1,2 miliar, maka tunggakan mencapai 1,9 miliar. “Terdapat kekurangan sekitar Rp 1,9 miliar, karena anggaran kita kurangi untuk melunasi hingga bulan Nopember,” ujar Ical,

sapaan akrabnya. Pihaknya sendiri sudah dua kali bertemu dengan PLN untuk membahas masalah ini. Pihaknya meminta kelonggaran kepada PLN biar bisa dibayar tahun depan (Januari). Namun entah apa yang terjadi, justru pihak PLN mengeluarkan ancaman memutus PJU, padahal sudah ada pembahasan bersama. Ia berharap agar PLN mengerti, karena selaku perusahaan negara diharapkan mengerti keperluan masyarakat. Tak Berfungsi Di tengah membengkaknya pembayaran tarif PJU, justru tak berbanding lurus dengan kondisi PJU itu sendiri. Di banyak lokasi, PJU justru tak berfungsi, terparah di jalur by pass mulai dari Bundaran Giri Menang Square (GMS) menuju Bandara Internasional Lombok (BIL). Di jalur ini, terdapat sekitar 40 unit PJU tak ber-

fungsi optimal. Sementara di daerah pariwisata seputaran Meninting terdapat empat unit tak berfungsi. Hal ini dikarenakan, selain aki sebagai pengganti tenaga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) banyak dicuri, juga disebabkan kualitas lampu yang dipasang pada PJU itu rendah, sehingga seringkali lampu itu hidup sebentar namun mati dalam waktu lama. Terkait itu, upaya untuk mengoptimalkan kembali PJU tersebut, pihaknya tahun ini menganggarkan sekitar Rp 3,4 miliar untuk revitalisasi PJU. Khususnya mulai dari by pass BIL dan di dalam kompleks kantor Bupati. Menurutnya, PJU yang menggunakan tenaga surya (PLTS) tidak optimal karena selain sering kali rusak, juga tidak tahan lama. Karena itu untuk PJU di jalur By pass akan diganti menggunakan tenaga listrik. Begitu juga di kompleks kantor Bupati. (her)

Bupati Sambut Positif Kegiatan Sosial Alfamart Selong (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk pengelola jaringan toko Alfamart menyelenggarakan kegiatan sosial bagi masyarakat di lingkungan Peresak Barat, Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (20/12). Kegiatan sosial yang terdiri dari donor darah, penyerahan 250 bibit tanaman, memberikan bantuan kepada panti asuhan dan paket sembako gratis kepada warga sekitar tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H. M. Ali Bin Dachlan, Wakil Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, Solihin. Menurut Solihin, pihaknya secara rutin terus menjalankan berbagai kegiatan sosial baik bersifat lokal maupun nasional. “Donor darah merupakan kegiatan reguler kami yang secara rutin dilakukan, kami ingin berdayakan ribuan karyawan dan pelanggan untuk membantu PMI dalam pemenuhan darah bagi masyarakat,” kata Solihin. Selain itu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan hidup yang juga digelar bersamaan ini adalah ikut memberikan bibit tanaman kepada warga se-

kitar toko. Sementara itu, Bupati Lombok Timur H.M Ali Bin Dachlan menyambut baik kehadiran Alfamart dengan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat. Kehadiran Toko Modern diharapkan dapat meningkatan PAD dan menekan angka pengangguran di daerah. “Pemda juga mendukung pembinaan UMKM dan pedagang tradisional oleh Ritel Modern. Kami mendorong pihak lainnya agar mengambil langkah serupa sehingga semakin banyak UMKM yang akan terbantu.” paparnya. Solihin menambahkan, dalam kegiatan sosial pihaknya ingin melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan. “Untuk membantu orang lain tidak harus selalu dalam bentuk materi, bisa dengan mendonorkan darah atau menanam bibit yang kami bagikan. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur karena kehadiran kami dapat diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. Sebagai ritel modern, Alfamart pun membangun hubungan kemitraan dengan pedagang tradisional yakni para

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Solihin berfoto bersama dengan Istri Bupati Lombok Timur dan salah pemilik warung yang menjadi Outlet Binaan Alfamart (OBA) beserta jajaran manajemen dan pejabat di wilayah tersebut, Jumat (20/12). pemilik warung melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Para pedagang yang bermitra juga menjadi Member Kartu Aku Pedagang agar bisa mendapat pasokan barang dengan harga spesial. Marhamah dan Abdullah, dua dari pemilik OBA mengatakan, dengan bergabung dalam kemitraan OBA, kini ia semakin mudah dalam men-

gelola usahanya. Selain memperoleh pengiriman barang yang terjaga kualitasnya, Alfamart membantu menanta ulang dengan konsep minimarket sehingga tampak lebih menarik. Dengan tampilan tokonya yang baru, Marhamah dan Abdullah optimis omset warungnya akan naik. Dalam menjalankan program sosial Alfamart memili-

ki 6 pilar yang dikembangkan yakni di bidang pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (Alfamart SMEs), bidang pendidikan (Alfamart Smart), kegiatan sosial (Alfamart Care), kegiatan olahraga (Alfamart Sport), kegiatan peduli lingkungan (Alfamart Clean and Green ) sampai hiburan dan seni (Alfamart Vaganza),” tandasnya. (049/*)


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

KPU Lobar Kesulitan Tuntaskan 8.000 DPT Bermasalah Giri Menang (Suara NTB) KPU Lombok Barat (Lobar) kesulitan menuntaskan 8.000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. KPU memperkirakan tidak mampu menuntaskan perbaikan 8.000 DPT yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan NKK nya bermasalah. Sementara batas waktu perbaikan tanggal 25 Desember. Kendala juga dihadapi, pasalnya masa tugas komisioner KPU Lobar berakhir tanggal 2 Januari mendatang. Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri menyatakan, untuk memperbaiki DPT bermasalah tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Lobar, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Melihat progres dan tenggat waktunya, kemungkinan KPU tak mampu menuntaskan hingga 100 persen, karena hingga saat ini, pihaknya sedang bekerja. Ia belum bisa membeberkan hasil perbaikan tersebut, karena masih dalam proses rekapan. Namun, jika pihaknya tak mampu menuntaskan semua DPT bermasalah. Pihaknya menargetkan mampu menuntaskan paling tidak 50 persen dari 8.000 DPT itu. Jika Kementerian Dalam Negeri mengambil alih masalah DPT, pihaknya justru merasa terbantu. Ia menjelaskan, batas waktu penyelesaian DPT bermasalah sesuai jadwal tanggal 25 Desember. Ia sedikit pesimis bisa menuntaskan perbaikan tersebut, lebihlebih banyaknya yang perlu diperbaiki, sehingga KPU bersama Disdukcapil mesti membongkar ulang terkait NIK dan NKK. Sementara itu Ketua Panwaslu Lombok Barat, Suryadi Hidayat menemukan adanya petugas PPK dan PPS yang memalsukan tanda tangan para pemilih. Indikasi itu dikuatkan, karena banyak ditemukan tanda tangan yang sama. Menurutnya, petugas PPK sepertinya enggan turun, sehingga memalsukan tanda tangan. “Kami akan telusuri ini, dan akan merekomendasikan ke KPU jika terbukti agar PPK dan PPS itu diberhentikan,” ujar Suryadi. Ia menegaskan, kaitannya dengan perbaikan DPT, pihaknya terus melakukan pengawasan. Rekomendasi perbaikan DPT bermasalah ini, turun dari Bawaslu pusat ke KPU pusat. Lalu KPU pusat meminta KPU di daerah melakukan perbaikan dibantu Pemda. Bawaslu juga mengeluarkan surat edaran agar Bawaslu di daerah melakukan pengawasan terhadap proses perbaikan tersebut. (her)

POLHUKAM

Halaman 8

Diduga Terlibat Penipuan

12 Anggota DPRD Lobar Dipanggil Polisi Giri Menang (Suara NTB) Polres Lombok Barat mulai memanggil 12 anggota Komisi I DPRD Lombok Barat yang diduga terlibat kasus penipuan petugas Kaur Desa. Surat pemanggilan sudah mulai dikrim Polres beberapa waktu lalu ke sejumlah anggota Dewan. Namun sejauh ini belum ada satupun Dewan yang meresepon panggilan itu. Polres akan melakukan pemanggilan anggota Dewan tersebut secara bertahap. Demikian dikatakan, Kasatreskrim Polres Lobar, Iptu Windy Tjahyadi dikonfirmasi, Kamis (26/12) kemarin. “Kita sudah panggil anggota Dewan, suratnya sudah kami kirim. Tapi belum ada yang datang penuhi panggilan,”ungkap Windy. Dikatakan, Windy surat dikirim sekitar hari Selasa lalu kepada tiga anggota dewan. Namun, sejauh ini belum ada angggota Dewan yang dipanggil memenuhinya. Ia menegaskan, jika pangggilan per-

tama tidak dipenuhi anggota Dewan maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kedua kalinya. Batas toleransi pemanggilan melalui surat katanya sebanyak dua kali, kalau dua kali panggilan tak dipenuhi maka Polres akan melakukan pemanggilan paksa terhadap anggota dewan terkait. Menurutnya, Polres Lobar menunggu kapan luang waktu anggota Dewan untuk memenuhi panggilan. Namun tentunya sesuai prosedur, pe-

manggilan dilakukan dua kali. Sementara itu, Sekretaris DPRD Lobar, HL. Saswadi mengaku telah menerima surat panggilan anggota Dewan itu. Surat panggilan itu termasuk dari Polres dan izin pemeriksaan dari Gubernur. “Surat panggilan itu kalau tidak salah untuk dua orang anggota dewan,”ujarnya. Ia mengaku lupa siapa saja anggota dewan dimaksud. Diketahui, Surat izin pemeriksaan terhadap 12 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) dari gubernur sudah diterima Polres Lobar, karenanya pores menindaklanjuti dengan memanggil anggota dewan yang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan tersebut. Ke 12 anggota dewan ini semuanya dari komisi I. Pemanggilan 12 anggota dewan yang ada di komisi I DPRD Lobar terkait penipuan yang diadukan AKUR

Bawaslu Rekomendasikan Percepat Seleksi Komisioner KPU NTB Mataram (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat merekomendasikan kepada KPU

Pusat untuk segera menetapkan lima komisioner KPU NTB yang telah diseleksi. Pasalnya, tidak adanya ke-

pastian ditetapkannya komisoner KPU NTB cukup mempengaruhi tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilu 2014.

(Suara NTB/ars)

BANDEL – Sejumlah mobil parkir sembarangan di Jalan Langko Mataram di depan Bank BRI Mataram, meski jelas terpampang tanda “larangan parkir”. Tapi pemilik kendaraan tetap bandel . Mereka beralasan, terpaksa parkir di areal itu karena halaman BRI yang sempit.

Jelang Tahun Baru

Polres Lobar Waspadai Ancaman Terorisme Giri Menang (Suara NTB) Untuk pengamanan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 di Wilayah Hukum Polres Lombok Barat, Polres Lombok Barat menyiapkan 125 personel dan empat pos pengamanan. Masing-masing di Lembar, Rumak, Senggigi dan Bangsal. Perhatian khusus Polres Lobar terhadap ancaman terorisme. Karena itu, Polres terus melakukan razia, menjelang dan sesudah operasi. “Untuk membantu pengamanan, Polres diback up Polda sebanyak 100 personel,” ungkap Wakapolres Kompol M. Lutfi, Kamis (26/12) kemarin. Menurutnya, terorisme masih menjadi ancaman lantaran situasi nasional ada sejumlah jaringan terorisme yang terungkap. Antisipasi di wilayah NTB sangat perlu, mengingat beberapa waktu lalu ada teroris yang tertangkap dari Bima. Terkait pengamanan natal, fokus pengamanan di Senggigi rumah pendeta Markus yang tiap tahun dipadati umat Kristiani. Selain itu, pihaknya juga mengamankan hotel-hotel yang dijadikan lokasi perayaan baik natal dan tahun baru. Kabag Ops Polres Lobar, Kompol Erwin Suwondo menyatakan, khusus pengamanan biasanya Polres menyiapkan 140 hingga 150 personel. Namun, untuk pengamanan dan pengawasan, semua jajaran terkait ikut terjun. Untuk mempermudah pengamanan dan pengawasan, pihaknya tengah menginventarisir sejumlah titik rawan, titik ramai dan tempat perayaan natal dan tahun baru. Lokasi ini menurutnya rentan jika dibiarkan. Karena bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab melakukan aksi-aksi yang tak diinginkan. Bebebrapa hal yang menjadi fokus perhatian Polres, menurutnya masih terkait konflik sosial dan terorisme. Konflik sosial seperti saling serang antara warga, perkelahian. Kendati hal ini jarang terjadi di Lobar, namun tentu hal ini perlu diantisipasi. Fokus kedua, terkait terorisme. “Kita fokus amankan di titik tersebut,” imbuhnya. Lokasi yang perlu ditingkatkan pengamanannya, selain titik keramaian, perlu juga hotel yang menjadi lokasi atau tempat perayaan natal dan tahun baru. Karena bisa saja warga menyewa hotel untuk merayakan tahun baru dan natal. Selain itu, tambahnya, lokasi yang menjadi titik pengamanan juga di daerah pelabuhan yang menjadi pintu masuk. Sejauh ini, pengamanan di Lembar saat event baik di dalam daerah dan luar daerah NTB seperti di Bali beberapa waktu lalu. Hal ini perlu untuk mengantisipasi dampak gangguan. Keamanan yang bisa saja masuk ke Lobar khususnya dan NTB umumnya. Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas mengantisipasi terjadinya kemacetan. (her)

(Asosiasi Kepala Urusan) se-Lobar. Mereka diadukan atas penipuan, karena para Kaur ini sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk dibuatkan payung hukum kepada DPRD namun tidak juga direalisasikan. Setiap orang dimintai sekitar Rp 300 ribu, sedangkan yang merasa ditipu adalah Kaur se-Kabupaten Lobar. Sementara itu, Ketua Komisi I, Hamroni mengaku siap memenuhi panggilan kepolisian jika diperlukan. Karena selaku warga taat hukum, ia harus memenuhi panggilan Polres. “Saya siap dipanggil,” akunya. Menurutnya, jikalau anggota komisi I yang lain harus dipanggil maka ia menyarankan sebaiknya dipenuhi. Karena masalah ini merupakan laporan masyarakat. Adanya laporan ini menurutnya, tentu ada masalah sehingga perlu diluruskan agar tidak membias. (her)

Perayaan Tahun Baru

Polres Loteng Amankan Empat Titik Rawan Praya (Suara NTB) Perayaan Natal di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah berhasil dilalui dengan aman dan lancar. Jajaran Polres Loteng pun kini mengalihkan fokus pengamanan pada perayaan tahun baru. Guna mempermudah proses pengamanan, Polres Loteng pun sudah membentuk empat pos pengamanan terpadu. Sesuai potensi gangguan dan tingkat kerawanan. Keempat posko pengamanan terpadu tersebut masingmasing di Lapangan Muhajirin Praya, Bandara Internasional Lombok (BIL), Kopang serta Kute. “Kita menempatkan pos pengamanan di empat daerah tersebut, karena daerah ini yang dinilai sebagai titik rawan saat perayaan tahun baru nanti,” sebut Kasat Intel Polres Loteng, AKP L. Sugiartha, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/12) kemarin. Penetapan titik rawan tersebut dibarengi dengan penempatan personel dalam jumlah besar di masing-masing pos pengamanan terpadu. Dimana di masing-masing pos pengamanan terpadu, pihaknya mensiagakan tidak kurang fdari 200 personel pen-

gamanan. Yang merupakan gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Pol PP termasuk tim kesehatan. Penempatan personel pengamanan dalam jumlah cukup besar tersebut, untuk mendukung perayaan tahun baru kali ini. Supaya bisa berjalan aman dan lancar. Mengingat perayaan tahun baru kali ini diyakini bakal semakin ramai. “Untuk saat ini personel memang tidak kita disiagakan langsung. Tetapi semua pada posisi on call yang siap digerakkan kapan pun,” timpalnya. Baru pada malam perayaan, personel akan digerakkan seluruhnya disemua pos pengamanan. Disinggung pengamanan malam tahun baru, Sugiartha mengaku masih menunggu koordinasi dengan Pemkab Loteng. Terkait agenda perayaan yang akan digelar. Pasalnya, sampai sejauh ini Pemkab Loteng belum memberikan konfirmasi kepada pihak kepolisian, terkait agenda kegiatan yang akan digelar. “Masalah kegiatan apa yang akan digelar, pemda belum ada konfirmasi ke kita. Dan, kita berharap bisa segera,” timpalnya. Karena kepastian agenda perayaan san-

gat penting dalam hal penentuan pengisian personel di masing-masing pos pengamanan saat perayaan tahun baru berlangsung. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, Drs. H.L. Supardan, M.M., mengungkapkan kalau konsep perayaan tahun baru kali ini tidak akan jauh berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Dimana ada beberapa penyanyi dan grup band ibu kota yang akan hadir mengisi acara perayaan. Untuk pusat kegiatan, pemerintah daerah kemungkinan tidak akan menggunakan lapangan PSLT seperti tahun sebelumnya. Mengingat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan sebagai pusat perayaan. Sehingga pilihannya akan menggunakan bencingah Agung Loteng dan lapangan Muhajirin sebagi pusat kegiatan. Termasuk di Kute juga nanti akan ada kegiatan serupa. Walaupun memang pusat kegiatan tetap di Kota Praya. “Untuk kegiatan di Kute tetap ada. Tapi hanya sebagai pendukung saja. Karena pusat kegiatan perayaan tetap di Kota Praya,” timpal Supardan. (kir)

“Saya sudah koordinasi dengan Bawaslu NTB akan menyampaikan surat rekomendasi kepada KPU RI supaya segera diselesaikan proses seleksi ini. Ini kan sudah dalam proses, walaupun dalam tahap 10 besar ada gugatan dari calon-calon yang tidak lolos. Tetapi kemudian Bawaslu akan memberikan rekomendasi kepada KPU pusat supaya proses ini segera diselesaikan,” ujar Ketua Bawalu Pusat, Dr. Muhammad, M.Si di sela-sela launching duta-duta Bawaslu NTB di Mataram, Kamis (26/12) siang kemarin. Dikatakan, jangan sampai kekosongan komisioner KPU NTB mengganggu tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilu 2014 yang akan berlangsung sekitar empat bulan mendatang.”Kalau tidak ada kepastian pada sebuah penyelenggara pemilu, pasti legalitas pemilu kita di NTB bisa disoal,” terangnya. Menurutnya, integritas pemilu tidak hanya dilihat dari segi hasil namun juga proses. Dalam proses itu, katanya, yang paling berperan adalah penyelenggaraan pemilu yakni KPU. “Jadi saya sudah meminta kepada Bawaslu NTB untuk bersurat ke Bawaslu RI. Lalu kemudian kita rekomendasikan terkait dengan sikap Bawaslu terhadap situasi ini.KPU semestinya tegas saja, kalau aturannya sudah meminta dia menetapakn lima orang dari 10 ya segera ditetapkan, jangan terlalu lama-lama,” tadasnya. Sementara itu, di bagian

lain terkait dengan pengawasan PPK dan PPS yang berpotensi terjadi jual beli suara seperti pada pemilu 2009 lalu, Bawaslu, katanya tidak akan mau kecolongan lagi. Pengawasan pemungutan suara pada tingkat PPK dan PPS akan diperketat dan ditingkatkan. Karena menurutnya, peluang untuk merubah formform rekapitulasi suara di tingkat PPK dan PPS masih terjadi. Dengan cara memberikan penguatan pengawasan pada dua tingkatan tersebut. Sementara itu, Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid, S.Ag, MH sangat menyayangkan kekosongan komisioner KPU NTB saat ini. Menurutnya, hal ini akan mengganggu tahapan-tahapan pemilu 2014. “Misalnya, ketika kami memberikan rekomendasi perbaikan DPT. Siapa yang akan melakukannya. Kita dorong itu teman-teman di sekretariat KPU mereka tidak berani karena bukan kewenangannya. Ini menjadi soal,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya meminta kearifan KPU pusat untuk segera mempercepat proses seleksi komisioner KPU NTB periode 20132018. Pasalnya, banyak permasalahan mulai dari DPT invalid dan masalah penertiban alat peraga kampanye yang harus diselesaikan oleh KPU NTB . “Siapa yang akan mengatasnamakan KPU untuk menyurati peserta pemilu jika melanggar ketentuan. Kalau ini dibiarkan, situasinya tidak akan lebih baik,” pungkasnya. (nas)

Penolakan Hasil Timsel, KPU Pusat Turun ke NTB Mataram (Suara NTB) Salah seorang anggota KPU Pusat turun ke NTB untuk melakukan klarifikasi ke Timsel terkait dengan penolakan sejumlah calon komisioner yang tidak lolos dalam 10 besar calon komisoner KPU NTB periode 2013-2018. Hasil klarifikasi anggota KPU pusat tersebut selanjutnya menjadi bahan kajian di tingkat KPU Pusat “Sejak ditetapkannya 20 besar sampai 10 besar calon komisiner KPU NTB ada protes. Masukan masyarakat itu sudah ditanggapi oleh KPU. KPU serius menangani masalah ini. Salah seorang anggota KPU RI telah melakuan klarifikasi ke Mataram dan bertemu tim seleksi,” ujar Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU NTB, Mars Ansori Wijaya, S.IP, MM di Mataram, Kamis (26/12) siang kemarin. Diungkapkan, ketika anggota KPU pusat tersebut bertemu dengan timsel anggota komisoner KPU NTB tersebut banyak hal yang mereka diskusikan berkaitan dengan masukan masyarakat terhadap pelaksanaan seleksi anggota komisoner KPU NTB periode 2013-2018. Namun, kata Mars Ansori, dari hasil pembicaraan tersebut tidak mengarah kepada diulangnya proses seleksi atau tidak. “Ini dalam rangka mencari informasi, melakukan klarifikasi sebagai bahan kajian di tingkat pusat. Dalam

perkembangannya, sampai sekarang memang KPU sudah melakukan kajian-kajian terhadap hasil klarifikasi yang dilakukan di Mataram tersebut. Hasil kajian ini yang kita tunggu, apakah dia akan tetap melakukan tahapan berikutnya yakni fit and proper test ataukah melakukan tambahan materi seleksi,” terangnya. Dikatakan, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari KPU pusat tersebut. Menyikapi apapun yang terjadi nantinya, kata Mars Ansori, Sekretariat KPU NTB sudah melakukan langkah-langkah antisipasi jika senadainya diperintah untuk melakukan tambahan seleksi. “Sudah dilaokasikan anggarannya. Sudah juga dihubungi pihakpihak yang bekerjasama terkait dengan pemeriksaan kesehatan rohani,” tandasnya. Diketahui, dari hasil wawancara, Timsel sudah menyaring 10 nama yang selanjutnya akan direkomendasikan ke KPU RI. Uji kepatutan dan kelayakan terhadap 10 calon komisioner ini akan dilakukan oleh KPU RI. Lima komisioner terpilih akan diumumkan oleh KPU RI. Komisioner KPU NTB terpilih periode 2013-2018 akan dilantik pada tanggal 17 Desember lalu. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait dengan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) 10 calon komisoner KPU NTB periode 2013-2018 tersebut. (nas)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

Halaman 9

Musik ”Samrah” di Malam Pergantian Tahun

Topeng Batman untuk Perbaiki Wajah Rusak Xi’an, China Anak lelaki usia enam tahun di Barat Laut China terbuat dari sesuatu yang kuat. Di dalam wajah mungilnya, ada topeng titanium yang menempel bersama tulang wajah yang rusak. Anak laki-laki yang bernama Bowen ini mendapatkan operasi perbaikan pada Senin di rumah sakit Xijing di Barat Laut provinsi Shaanxi, China, setelah wajahnya hancur menjadi ratusan keping dalam sebuah kecelakaan mobil. Pada Selasa (24/12) ia sedang di bawah pengamatan ICU rumah sakit dan mungkin mendapatkan beberapa perbaikan wajah seperti dilansir kantor berita Xinhua. Dokter memulai operasi dengan membangun sebuah jaringan untuk membantu perbaikan wajah Bowen. Kepala ahli bedah, Shu Maoguo, mengatakan sebelum operasi, Bowen tidak dapat bernafas atau mencium bau. Rongga mata Bowen tidak dapat membantu matanya dan rahangnya bergeser dari tempatnya. Dokter merancang topeng titanium, mirip dengan topeng Batman untuk mencocokkan bagian-bagiannya dan menaruhnya di bawah kulit. Shu dan timnya, susah payah membersihkan tulang patah anak itu sebelum mengembalikan posisi rahang, menahannya tetap di tempat titanium dan penjepit berada. Penjepit memungkinkan Bowen mengunyah makanan, kata Shu. Berikutnya, mereka membangun kembali rongga mata bagian bawah, penghubung hidung dan tulang premaxillary, yang merupakan bagian rahang, menempelkannya dengan topeng titanium. Setelah operasi maraton selama tujuh jam, ahli bedah menyatakan operasinya “sukses”. Dokter berharap operasi akan mengembalikan penampilan Bowen seperti sebelum kecelakaan. (ant/balipost)

”Wolf of Wall Street” Tempel ”The Desolation of Smaug” Jakarta (Suara NTB) Film arahan Martin Scorsese berjudul “The Wolf of Wall Street” yang dibintangi Leonardo DiCaprio yang memerankan broker bengal Wall Street Jordan Belfort, menggebrak box office Amerika Utara dengan menempel ketat si nomor 1, “The Hobbit: The Desolation of Smaug”. Kedua film itu meraup antara 9 juta sampai 10 juta dolar AS dalam hari “The Wolf of Wall Street” ditayangkan perdana tepat Hari Natal lalu.”Wolf of Wall Street” adalah salah satu dari enam film yang diluncurkan di AS pada 25 Desember ketika penonton tengah liburan panjang Natal dan Tahun Baru.Film lainnya yang dirilis bertepatan dengan Hari Natal itu adalah film produksi Universal yang lama tertunda dan menghabiskan dana paling tidak 175 dolar AS, “47 Ronin”. “47 Ronin” yang adalah epos samurai yang dibintangi Keanu Reeves dan tadinya akan diluncurkan November 2012 itu hanya mengeduk 6,5 juta dolar AS.”Wolf of Wall Street” yang menjadi kesayangan berbagai anugerah, menghabiskan dana 100 juta dolar AS dan diangkat dari kisah nyata memoar Belfort, si broker Wall Street yang kecanduan seks dan narkoba. Berdurasi dua jam 59 menit, ”Wolf of Wall Street” menjadi film terlama Scorsese dengan menumbangkan rekor film terlamanya terdahulu “Casino”.”Wolf of Wall Street” diperkirakan akan meraup setidaknya 30 juta dolar AS antara Rabu sampai Minggu nanti sehingga akan mengeduk keuntungan 100 juta dolar AS di dalam negeri dan melampaui “47 Ronin” dan empat film lainnya yang dirilis pekan ini. (ant/balipost)

(ant/Ahmad Subaidi)

Mataram (Suara NTB) Malam pergantian tahun dari 2013 ke 2014 tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kembali melaksanakan pesta pergantian tahun seperti tahun lalu. Tahun ini, tidak hanya akan dimeriahkan oleh kembang api dan pertunjukan musik, tapi juga akan ditampilkan musik Samrah. Musik yang mirip dengan gambus ini akan ditampilkan untuk menghibur masyarakat Kota Mataram. “Kita coba nuansa-nuansa religius. Bukan berarti pesta pergantian tahun identik dengan hura-hura tapi nuansa religius juga tetap kita kedepankan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Ida Bagus Jayantha. Rencananya musik Samrah akan ditampilkan di kawasan eks Pelabuhan Ampenan sebagai salah satu lokasi pesta pergantian tahun di Mataram. Selain di eks Pelabuhan Ampenan, pesta pergantian tahun juga akan dilaksanakan di Taman Sangkareang. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk pesta pergantian tahun. Ada berbagai kegiatan, sepeeti, pameran pariwisata dan ekonomi kreatif di Taman Bumi Gora. “Itu rangakian kegiatan tahun baru yang dimulai Tanggal 28-29 Desember. Kita akan gelar eksebisi pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaku wisata juga diharapkan bisa ikut disitu dan Disbudpar akan bagikan brosur dan Compact Disc (CD) pariwisata Kota Mataram,” terangnya. Dalam pameran itu juga akan diisi dengan berbagai sajian kuliner khas Kota Mataram. Dipilihnya Taman Sangkareang sebagai salah satu pusat pesta pergantian tahun karena tempat itu merupakan pusat Kota Mataram. Dimana di taman yang bersebelahan dengan Kantor Walikota Mataram itu juga dinilai mempunyai ruang terbuka cukup luas seperti lapangan. “Hotel juga ada di kiri kanan sehingga para tamu yang datang juga bisa menyaksikan. Ternyata Mataram juga tidak kalah dengan daerah lain dalam perayaan tahun baru,” ujarnya. Sebelumnya, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan Pemkot Mataram menetapkan dua tempat sebagai pusat pesta pergantian tahun yaitu Taman Sangkareang dan eks Pelabuhan Ampenan. Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Pemkot Mataram menggelar pesta pergantian tahun hanya di Taman Sangkareang. Mohan mengatakan pihaknya mulai mencoba untuk menjadikan eks Pelabuhan Ampenan sebagai lokasi pesta pergantian tahun. Selain untuk meramaikan, juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi para PKL yang baru direlokasi. Format penyelenggaraan acara pesta pergantian tahun dari tahun 2013 ke 2014 disampaikan Mohan sama dengan tahun kemarin. Dimana akan ada pesta kembang api dan konser musik yang bisa langsung disaksikan masyarakat. Dipilihnya dua tempat ini dihajatkan untuk memberikan wadah bagi masyarakat Kota Mataram yang ingin merayakan pesta pergantian tahun. (yan)

TARI BATEK BARIS Sejumlah pemain tarian batek baris Lingsar memainkan tariannya saat perayaan Pujawali di Pure Lingsar. Batek Baris merupakan tarian baris berbaris yang meniru gaya pasukan Belanda tempo dulu dalam latihan militer mereka, dimana komando yang diberikan dalam bahasa Belanda namun dilafazkan dengan dialek Sasak yang dipegelarkan dalam acara prosesi tradisi Perang Topat pada bulan Desember setiap tahunnya di Pura Lingsar.

Minim, Minat Generasi Menjadi Sineas Mataram (Suara NTB) Dunia perfileman tingkat nasional sedang bergairah. Tapi sayangnya tidak diimbangi gairah yang sama di daerah, khususnya di NTB. Minimnya minat generasi muda untuk membuat dan mencintai dunia perfilman ini, menjadi kekhawatiran bagi kelompok Multimedia Art Community (MAC) Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bumi Gora. Padahal, potensi perkembangan film di NTB, khususnya Mataram sangat menjanjikan. Ketua MAC Lalu Zamrud mengatakan, perkembangan dunia perfilman belakangan ini di Kota Mataram, sangat berkembang dengan pesat. Tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan kecintaian generasi muda untuk membuat film dengan latar tertentu. Ditambahkan, sebagai komunitas multimedia di

NTB, pihaknya memberikan kesempatan kepada generasi muda khususnya pelajar mengkreasikan diri membuat film dokumenter pada kompetisi yang diselenggarakan MAC. “Kami menyediakan ruang bagi para adik – adik pelajar, mengkreasikan diri untuk membuat film” katanya.

Disebutkan, pada Jumat (hari ini, red) MAC mengagendakan pemutaran film karya peserta dan penjurian atau scaring film non kompetisi di Aula STMIK Bumi Gora dan dirangkaikan dengan diskusi bersama. Sementara, Sabtu (23/12) malam penganugerahan. Dari kompetisi tersebut sambungnya, akan di

pilih 10 kategori terbaik. Yakni, kategori pemutaran film terbaik, film terfavorit pilihan penonton, sutradara terbaik, skenario terbaik, DOP terbaik, editor terbaik, penata artisitik terbaik, sound track terbaik, aktris dan aktor terbaik. “Kita akan pilih 10 kategori terbaik dan akan diberikan hadiah pada malam penganugrahan,” sebutnya. Dikatakan Zamrud, pemutaran film yang mengusung tema “Bikin Film Itu Asyik Lho” akan menghadirkan penanggung jawab perfilman NTB, pelajar SMA/sederajat, komunitas film dan masyarakat umum. Tujuannya, agar

masyarakat atau generasi muda semakin senang berkarya. Pihaknya akan mengakomodir generasi berbakat dan mempromosikan film hasil karya mereka ke kancah nasional. Meskipun pemerintah NTB, masih menutup mata untuk membantu menganggarkan kegiatan tersebut. Terlepas dari itu, Zambrud memberikan apresiasi kepada citivitas akademika STMIK Bumigora, yang telah mensupport berlangsung kegiatan itu. Sehingga kedepan masyarakat semakin mencintai dunia entertain, khususnya dunia perfilman. (cem)

Eksistensi Tenun Tradisional Bayan Harus Dipertahankan Tanjung (Suara NTB) Menjadikan produksi kain tenun tradisional Bayan sebagai sebuah gerakan, masyarakat komunitas adat diminta menyiapkan alat tenun. Setidaknya produksi massal diperlukan, selain untuk menjaga eksistensi produksi kain tenun tradisional, kain ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ketua Pranata Adat Gubuk Karang Bajo Kecamatan Bayan, Rianom S.Sos. Kamis (26/ 12), mengakui telah menganjurkan kepada masyarakat wet Pembekel Karang Bajo, agar menyiapkan alat tenun di tiap rumah. Meski pekerjaan memproduksi kain tenun tergolong rumit, namun produksinya secara turun temurun dapat menjaga konsistensi warisan budaya ini dalam jangka panjang. “Kepada warga komunitas adat Wet Kepembekelan Karang Bajo, diminta menyiapkan alat tenun (Jajak). Dengan adanya alat tenun, komunitas adat dapat beraktifitas membuat kain tenun seperti Kereng Londong Abang (Kain Merah), Poleng, Rejasa dan pakean adat lainnya,” ujar Rianom. Bagi komunitas adat Bayan, kain tradisional ini bersifat wajib digunakan saat ritual adat. Laki-laki maupun perempuan, tua dan muda serta anak-

Justin Bieber Ralat Pensiun? Jakarta (Suara NTB) Justin Bieber menyampaikan hadiah mengejutkan kepada jutaan penggemarnya dengan melepaskan kicauan pada akun Twitternya tepat tengah malam Natal lalu bahwa dia “resmi mengundurkan diri” dari dunia musik. Namun 40 menit kemudian, kepada hampir 48 juta followernya di Twitter, Bieber meralat kalimatnya itu dengan mengatakan bahwa dia akan “berada selamanya di sini (musik).” Kabar pensiunnya Beiber ini menyeruak pekan lalu setelah sang biduan berkata kepada stasiun radio Power 106 FM bahwa album mendatangnya akan menjadi album terakhirnya. “Album baru ini…saya sungguh akan pensiun,” kata dia. “Saya hanya ingin istirahat sementara waktu. Saya kira kemungkinan besar saya akan keluar dari musik.” Scooter Braun, manajernya, segera meredakan kabar mengguncang ini dengan mengatakan bahwa Bieber sedang bergurau dan tengah beristirahat untuk menciptakan musik dan ketenangan. “Mengambil sementara waktu untuk dirinya sendiri untuk pertama kalinya sejak dia berumur 12 tahun,” kata Braun seperti dikutip Hollywood Reporter. (ant/balipost)

anak diharuskan menggunakan kain ini. Sehingga dipastikan setiap jiwa di komunitas adat, minimal memiliki kain tradisional buatan lokal. Ketua LPMD Desa Karang Bajo, M. Sairi, menuturkan untuk memproduksi kain tenun, maka alat tenun harus ada. Membuat alat tenun pun tidak rumit, dan diperkirakan mem-

butuhkan dana sebesar Rp 500 ribu. Tempo pembuatan satu kain tenun yang mencapai 2 minggu, menyebabkan harga kain tenun ini tergolong mahal antara Rp 200 ribu - Rp 300 ribu per potong. Sedangkan harga sejenis ikat pinggang yang biasa dikenakan laki-laki dan perempuan berkisar Rp 50 ribu - Rp 100 ribu per potong.

“Harga kain tenun ini sebetulnya bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat, sehingga wajar kalau Ketua Adat meminta setiap rumah memiliki alat tenun,” ucap Sairi. Keberadaan alat tenun kata Sairi, penting untuk membudayakan produksi kain di masyarakat. Selain itu, proses pembuatannya seringkali menja-

di tontonan menarik wisatawan. “Terlebih lagi di Wet Pembekel Karang Bajo, ada Balai Pusaka Sebaya Tanta yang memang sering digunakan pelatihan oleh generasi muda dari luar daerah. Aspirasi masyarakat meminta dibuatkan Pentas Seni sudah mendapat respon Bappeda, kami diminta mengajukan usulan untuk itu,” ujar Sairi. (ari)


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Tingkatkan IPM

Masyarakat Lotim Tak Sekadar Melek Huruf

Duta Pengawas Pemilu MENJADI seorang Duta Pengawas Pemilu, membuat Muhammad Zainul Munawir, bangga. Mahasiswa IKIP Mataram ini mampu dipercaya sebagai Duta Pengawas Pemilu dari sekian mahasiswa yang dipilih Bawaslu NTB. Selain mengaku gembira, karena mendapat kepercayaan menjadi duta pengawas pemilu, Muhammad Zainul Munawir ini kepercayaan ini sebagai salah satu cara untuk mengabdi kepada bangsa. Artinya, meski menjadi duta pengawas pemilu merupakan pekerjaan berat, ia yakin akan mampu menjalankan tugas(Suara NTB/dys) nya dengan baik. Termasuk Muhammad Zainul Munawir tidak akan gentar menghadapi sejumlah ancaman yang sekiranya akan datang pada menjelang pemilu. “Kalau ada ancaman atau intimidasi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan, tentu kami akan berkoordinasi dengan bawaslu dan aparat kepolisian sesuai dengan arahan bawaslu” terang Ketua BEM IKIP Mataram ini pada Suara NTB di Mataram, Kamis (26/12). Diakuinya, pelaksanaan Pemilu 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Meski masih terbilang lama, proses pelaksanaan Pemilu sudah dan sedang berlangsung seperti tahap proses verifikasi partai politik, penentuan DCS, DCT, sampai pada tahap penentuan zonasi kampanye bagi para caleg dan parpol. Tentu dari berbagai rangkaian proses pemilu tersebut, pekerjaan berat menuju pemilu pun masih banyak yang harus diselesaikan tidak terkecuali tugas-tugas pengawasan oleh Bawaslu dan Panwaslu. Keberadaan lembaga-lembaga pengawas pemilu tersebut sangat dibutuhkan di tengah semakin banyaknya pelanggaran yang dilakukan para caleg dan parpol pada setiap tahapan pelaksanaan pemilu. Mulai dari pencurian start kampanye sampai pada pemasangan alat peraga kampanye yang tidak mengikuti zonasi yang sudah ditentukan. (dys)

Selong (Suara NTB)Angka buta aksara di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih cukup banyak. Fakta yang menjadi penyumbang rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim ini harus segera dituntaskan. Namun, Pemkab Lotim tidak hanya sekadar membuat masyarakat yang buta aksara bisa melek huruf, tapi bisa berkomunikasi dengan bahasa yang telah diajarkan.

(Suara NTB/dys)

SAKSIKAN - Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid (kiri) menyaksikan penandatanganan MoU dengan perwakilan sejumlah perguruan tinggi untuk mengawal proses demokrasi 2014 mendatang.

Sukseskan Pemilu, Bawaslu Gandeng Perguruan Tinggi Mataram (Suara NTB) Menghadapi Pemilu 2014 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB menggandeng 11 perguruan tinggi untuk dijadikan sebagai mitra dalam proses pemilu. Adapun ke sebelas perguruan tinggi tersebut adalah IKIP, Universitas Mataram, IAIN Mataram, STKIP Hamzanwadi Selong, Universitas Muhammadiyah, Stikes YARSI, Universitas 45, STMIK Bumi Gora, Universitas Al-Azhar, Poltekkes Mataram dan STIQH Qomarul Huda Bagu. “MOU dengan 11 perguruan tinggi di NTB hari ini ditandatangani oleh semua perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja Bawaslu,” terang Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid, S.Ag, MH, saat me-launching Duta Pengawas Pemilu di Mataram, Kamis (26/12). Menurutnya, kerjasama dengan perguruan tinggi tidak hanya menjadi salah satu bentuk perguruan tinggi mewujudkan pemilu yang bermartabat, namun menjadi bukti komitmen semua pihak turut mensukseskan proses pemilu pada tahun mendatang. Selain menggandeng perguruan tinggi, Bawaslu NTB juga menggandeng sejumlah ormas yang akan menjadi relawan pada pemilu tahun depan, seperti Muham-

madiyah, NW dan KNPI. Sementara itu Pembantu Ketua III STMIK Bumi Gora Mataram, Ahmad Adil, S.Kom, MS.c, menyambut baik kerjasama antara sejumlah perguruan tinggi dengan Bawaslu NTB. Pasalnya kerjasama ini mempunyai arti strategis bagi terwujudnya pelaksanaan pemilu yang demokratis pada pemilu tahun 2014 mendatang. “Kita dari perguruan tinggi dengan adanya kerjasama ini tentu berharap akan terwujud pemilu yang bersih dan adil sesuai dengan prinsip demokrasi yang baik,” ujarnya. Selain itu tambahnya, dengan adanya keterlibatan sejumlah perguruan tinggi pada proses pemilu, meski hanya sebatas pada proses pengawasan. Namun hal itu berarti langkah Bawaslu bekerjasama sebagai langkah yang baik untuk menciptakan partisipasi di tengahtengah masyarakat kampus. ‘’Hal ini tentu dapat menekan angka golput yang kerap menjadi momok pada setiap kali pelaksanaan pemilu,’’ ujarnya. (dys)

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim, Dr. Yanis Maladi, SH, MH, menjawab Suara NTB, via ponselnya, Kamis (26/12). Menurutnya, jumlah angka buta huruf di Lotim masih tersisa sekitar 5 ribu warga belajar. Namun, pihaknya akan kembali melakukan verifikasi terhadap validasi data jumlah yang dinyatakan melek huruf ini. Program pengentasan buta aksara, lanjutnya tetap menjadi salah satu fokus perhatian pembangunan pendidikan di Lotim. “Kegiatan belajarnya kita teruskan bahkana kan kita tingkatkan karena ini menyangkut IPM,” paparnya. Kepada para lembaga yang menggelar kegiatan belajar mengajar buta aksara, harapnya, ditekankan tidak saja melaksanakan kegiatan belajar ansih. Tapi bagaimana melakukan pembinaan hingga memberikan pelatihan. Diakuinya, kantong-kantong buta aksara yang masih banyak belum tersentuh berada di kawasan 3 T (Tertinggal, Terpencil dan Terjauh). Kawasan 3 T ini akan menjadi perhatian serius dengan elakukan pendataan yang akurat. “Kita memang memerlukan kegiatan verifikasi ulang datanya,” ucapnya. Hasil pantauan selama ini, dari warga-warga yang sudah dibelajarkan ada yang terlihat hasilnya cukup menakjubkan. Tidak saja bisa membaca, namun sudah bisa mengkomunikasikan. Di sisi lain,

(Suara NTB/dok)

Yanis Maladi

tidak sedikit yang mengalami buta aksara kembali. Menurut Yanis, warga yang hanya mengenal huruf itu belum bisa dinyatakan melek huruf. “Kalau hanya bisa menunjukkan A, B dan C itu belum bisa dikatakan melek huruf,” katanya. Bagi Kadis Dikpora Lotim ini, yang melek huruf adalah yang sudah bisa baca dan berkomunikasi dengan orang lain. Sistem pembelajaran yang diberlakukan juga sebagian besar diarahkan pada metode menghafal. Cara ini dipandang kurang efektif, karena akan cepat sekali membuat warga belajar lupa. Selama sebulan dua bulan mungkin saja masih bisa mengingat, namun lebih dari itu diyakini sudah pasti lupa. ‘’Untuk itu diperlukan metode untuk mengasah terus kemampuan membaca para warga,’’ ujarnya. (rus)


Halaman 11

SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

Madrid Cristiano Ronaldo menjadi pesepakbola paling produktif untuk urusan mencetak gol sepanjang tahun 2013. Penyerang asal Portugal ini terus meningkatkan permainannya menjadi lebih baik dan melampaui rekor 63 gol pada tahun lalu menjadi 69 gol pada tahun ini. Perolehan gol CR7 tahun ini nyaris tidak terkejar, para pesaing tertinggal lebih dari 20 gol seperti Ibrahimovic dengan 47 gol, Messi dengan 45 gol, Suárez dengan 42 gol dan Cavani 41 gol. Menggunakan seragam Real Madrid, CR7 telah mencetak 38 gol di La Liga Spanyol, 15 gol di Liga Champions, enam untuk Copa del Rey dan 10 gol untuk timnas Portugal. Kesuburan Cristiano dalam mencetak gol membuat ia menjadi kandidat terkuat peraih Ballon d’Or. CR7 mencetak gol lebih banyak dari dua saingannya, Messi dengan 45 gol dan Ribery dengan 23 gol. Bahkan 69 gol Ronaldo tetap lebih banyak meskipun jumlah gol Messi dan Ribery digabungkan menjadi 68 gol, demikian laman Marca melaporkan. (ant/bali post)

KONI Gelar Pelatda Awal Tahun 2014 Mataram (Suara NTB) KONI NTB akan menggelar pemuasan latihan daerah (Pelatda) bulan Januari 2014 mendatang. Pelatda yang digelar dalam rangka meraih target 15 medali emas di PON XIX di Jabar 2016 ini akan melibatkan sejumlah atlet/pelatih cabor yang pernah mengukir prestasi di kancah nasional. Wakil Ketua I KONI NTB, Andy Hadianto, SH, MM, yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Kamis (26/12), menjelaskan, rencana pelaksanaan Pelatda atlet NTB itu telah disepakati dalam acara rapat internal pengurus KONI NTB yang berlangsung di Mataram belum lama ini. “Memang, hasil rapat anggota pengurus KONI NTB menyetujui pelaksanaan Pelatda atlet NTB akan dimulai awal Januari 2014,” terangnya. Menurutnya, pelaksanaan Pelatda persiapan PON 2016 kali ini lebih awal dari persiapan pihak KONI NTB menghadapi PON di Riau 2012 lalu. Hal ini dilakukan demi mewu-

judkan target meraih 15 emas di PON XIX di Jabar 2016 mendatang. Pihak KONI NTB harus melaksanakan pelatda secepat mungkin, mengingat beberapa daerah lain sudah menjalani Pelatda. ‘’Misalnya, Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat sudah menjalani pemusatan latihan daerah awal tahun 2013,’’ ujarnya. Melihat daerah lain yang sudah mengelar Pelatda, pihak KONI NTB kata Andy tak boleh menunggu lebih lama lagi. Dalam hal ini, KONI NTB harus segera menggelar pelatda secepat mungkin, dengan harapan atlet-atlet NTB yang mempunyai prestasi di kancah nasional lebih siap lagi menghadapi PON. Ditanya soal jumlah atlet yang akan mengikuti Pelatda PON, Andy mengaku belum bisa membeberkan, pasalnya para atlet yang akan dilibatkan dalam pelatda 2014 itu masih dalam identifikasi semua cabang olahraga. Meski jumlah atlet masih dalam identifikasi pengurus cabor, namun Andy

menjelaskan kriteria atlet yang akan dilibatkan di Pelatda 2014 mendatang adalah atlet-atlet yang memiliki prestasi kancah nasional. Untuk diketahui, sebelumnya pihak KONI NTB telah menatapkan sebanyak empat cabor unggulan dan

tiga cabor potensial. Empat cabor unggulan itu adalah atletik, voli pantai, pencak silat dan tarung derajat. Sementara cabor potensial adalah tinju, kempo dan BMX Cross. (fan)

Moratti Tak Menyesal Jual Inter ke Erick Thohir Milan Massimo Moratti tidak menyesali keputusannya menjual Inter Milan ke pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Massimo Moratti yang kini Presiden Kehormatan Inter Milan membeli Nerazzurri pada 1995 dan menjual 70 persen sahamnya Oktober lalu kepada Erick Thohir.

Erick Thohir (kiri) dan Massimo Moratti

(Suara NTB/ist)

“Saya sangat percaya keputusan ini tepat untuk menyerahkan pekerjaan yang begitu lama saya lakukan,” kata Massimo Moratti yang dilansir dari laman Football-Italia. “Sekarang saya bisa pergi ke stadion dan menonton pertandingan sebagai seorang penggemar,” tambahnya. “Kamera TV merekam saya

sedang melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan seorang Presiden. Tetapi pertandingan menjadi luar biasa ketika Anda mengikuti mereka (Inter Milan) dengan penuh semangat,” ujarnya. (ant/bali post)

Fokus pada Kuliah

Jamaluddin Pensiun dari Dayung Kendari (Suara NTB) – Peraih medali bagi Tim dayung SEA Games Indonesia di Myanmar, Jamaluddin, pensiun dari atlet. Jamaluddin di Kendari, Kamis, mengatakan keputusan pensiun sebagai atlet, karena ingin fokus membangun keluarga dan melanjutkan kuliah. “Saya pun ingin seperti atlet lain di dunia yang mau terus menjajal arena lomba, tetapi masa keemasan seorang atlet diukur oleh waktu,” kata Jamaluddin. Selain Jamaluddin yang sudah mengutarakan keputusan mundur sebagai atlet dayung nasional

kepada PB PODSI, juga pedayung rowing putri Ratna. Pengabdian dirinya sebagai atlet dayung sejak usia pelajar tahun 1991 silam menjadi warna tersendiri dalam kehidupan keluarganya. “Saya biasa memikirkan anak dan istri saat berada di pemusatan latihan nasional yang lamanya sampai satu tahun. Sudah saatnya fokus mengurus keluarga dan menyelesaikan kuliah yang tertunda bertahun-tahun,” katanya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Mariati Akhiri Petualangan di Atletik Mataram (Suara NTB) Kiprah Mariati sebagai atlet unggulan cabang olahraga (cabor) atlet atletik telah berakhir. Atlet yang sukses meraih satu medali emas dan satu medali perak di nomor 400 meter gawang dan 100 meter gawang putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 itu telah mengakhiri petualangannya sebagai atlet atletik lantaran ingin fokus punya anak. “Saya sudah gatung sepatu, saya tidak lagi mengikuti program latihan persiapan mengikuti kejurnas maupun PON,” ucap Mariati kepada Suara NTB di GOR 17 Desember Mataram, Kamis (26/12) kemarin. Alasan atlet peraih medali perunggu di SEA Games Palembang 2011 untuk gantung sepatu di tahun 2013 tersebut dikarenakan dia sedang hamil muda. Dalam hal ini, dirinya lebih ingin fokus pada program pu-

nya anak, ketimbang mempersiapkan diri mengikuti PON XIX di Jabar 2016 mendatang, maklum atlet yang berprofesi sebagai guru olahraga di Kabupaten Lobar ini mengaku sudah harus fokus punya anak. Alasannya, suaminya, Elya Wibawa menginginkan dia segera punya momongan. Keputusan Mariati untuk fokus pada program punya anak ini memang terkesan mendadak. Cabor atletik NTB akan kehilangan peluang meraih medali emas di nomor 400 meter gawang dan medali perak di 100 meter gawang putri di PON XIX 2016. Mariati dinilai masih puya peluang menyumbangkan medali emas di PON. Di tempat yang sama, Pelatih Atletik I Gusti bagus Wirasanta yang biasa disapa, Bagus membenarkan bila atletnya, Mariati masih punya peluang meraih med-

ali emas di nomor 400 meter gawang, meski demikian Bagus tak ingin berharap banyak karena atletnya tersebut ingin fokus pada keluarga. Dalam hal ini Bagus pun tengah mencari atlet lain yang akan meneruskan perjuangan Mariati di nomor 400 meter gawang dan 100 meter gawang putri. Dikatakan Bagus, untuk regenerasi atlet penerus Mariati di nomor gawang putri, dia sudah melirik salah satu atlet dari Kabupaten Bima, Fifit Marlena. Menurut Bagus, Fifit Marlena punya potensi untuk diarahkan di nomor gawang putri, dan saat ini dalam binaannya. Namun demikian Bagus tak berani menjajikan medali lewat atlet tersebut, sebab atlet tersebut masih dalam tahap pemusatan latihan. (fan)

Qatar Bertekad Atasi Masalah Panas di Piala Dunia Doha Masalah cuaca panas khas gurun pasir Jazirah Arab jadi hal sangat serius bagi tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar. Perdebatan panas terjadi, apakah putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar dimainkan pada musim dingin atau sesuai jadual semula pada medio Juni-Juli 2022. Presiden FIFA, Sepp Blatter, telah meluncurkan proses konsultasi mengenai apakah pesta sepak bola global ini sebaiknya digeser waktu pelaksanaannya, sehingga tidak membahayakan kesehatan para pemain dan penggemar di teriknya musim panas yang dapat mencapai suhu 50 derajat celcius. Walau demikian, panitia penyelenggara bersikeras mereka dapat melakukannya seperti rencana semula dengan rencana-rencana mereka untuk menjadikan

stadion-stadion sebagai tempat yang sejuk. “Kami selalu berkata, kami dapat mengorganisir Piala Dunia 2022 pada musim panas,” kata Hassan Al Thawadi, Sekretaris Jenderal Komite Penyelenggara, pada Forum Doha Goals belakangan ini. “Namun jika dunia sepak bola atau FIFA menginginkannya diselenggarakan pada musim dingin, kami akan senang dan siap juga. Namun jika mereka menginginkannya pada musim panas, kami juga siap,” ujarnya meyakinkan. Dengan pekerjaan pertama yang sedang berlangsung untuk stadion pertama, Al Wakrah, 20 kilometer dari Doha, dalam beberapa pekan, pendingin ruangan gigantis akan menjadi salah satu fitur utama bangunan itu. Panitia penyelenggara bertujuan menjaga suhu udara pada 25-26 derajat Celcius, dengan

tambahan penyejuk ruangan. “Sistem penyejuk udara akan dipasang di stadion dan lapangan latihan. Untuk mengadakan penyejuk udara tidak sulit,” kata sumber yang dekat dengan panitia penyelenggara kepada AFP. Bagaimanapun, tidak semua pihak yakin para atlet kelas dunia akan menderita saat bermain di suhu yang panas. Sebastien Racinais, ahli fisiologi Prancis yang tinggal di Qatar, berkata kepada AFP, banyak atlet yang melawan suhu panas dan bahkan mencatatkan penampilan lebih baik daripada saat mereka tampil pada kondisi-kondisi lebih sejuk. “Kami berbicara banyak mengenai panas dan kelembaban di Beijing menjelang Olimpiade 2008. Tertulis akan menjadi mustahil untuk mempertandingkan marathon pria di bawah tiga jam,” ujarnya. Balap itu dimenangi den-

gan catatan waktu 2 jam 6 menit —2 jam 6 menit 32 detik oleh almarhum pelari Kenya Kenneth Wanjiru— memecahkan rekor Olimpiade yang mencatatkan tiga menit. Racinais berkata jika timtim melakukan persiapan dengan benar, maka hanya akan ada sedikit perbedaan perihal dampak panas bagi para pemain. “Para pemain akan harus beradaptasi terhadap panas melalui latihan dan lingkungan yang panas. Beberapa dari mereka akan beradaptasi sangat cepat, yang lain lebih lambat,” ujarnya. Dia perkirakan, waktu beradaptasi bagi pemain bola nanti antara 10 hingga 14 hari, dengan laju pemulihan akibat kelelahan usai bertanding paling lama 48 jam. (ant/bali post)

Lima Kali Berturut-turut

Ibrahimovic Atlet Terbaik Swedia

Zlatan Ibrahimovic dan trofi penghargaan (insert) sebagai pemain terbaik Swedia lima kali berturut-turut (Suara NTB/ist)

Stockholm Striker bintang Zlatan Ibrahimovic terpilih sebagai atlet paling populer untuk 2013 di Swedia - untuk kelima kalinya berturut-turut - seusai pengumpulan suara yang dilakukan koran lokal Aftonbladet yang diumumkan, Rabu. “Ini membuat saya merasa lebih hidup,” kata Ibrahimovic kepada Aftonbladet. Pemain berusia 32 tahun yang kini bernaung dalam tim Paris Saint-Germain itu mendapatkan 58,7 persen dari suara yang memilih. “Ini berarti saya melakukan sesuatu yang benar dan saya mempertahankan penampilan saya,” katanya. “Saya berusaha menunjukkan kepada semua orang tentang penampilan saya dan membuat orang mengingat apa yang saya lakukan di lapangan,” katanya. Atlet terbaik di urutan kedua hingga keempat adalah atlet ski Charlotte Kalla (45,7 persen), Johan Olsson (13,4 persen) dan Marcus Hellner (12,0 persen). (ant/bali post)

(ant/bali post)

MENANG - Dwyane Wade (kiri) menginspirasi kemenangan Miat Heat dari Los Angeles Lakers.

Miami Heat Pecundangi LA Lakers Los Angeles LeBron James dan Dwyane Wade membawa Miami Heat menundukkan penjamunya Los Angeles Lakers 101-95 dalam pertandingan bertepatan dengan Natal. Heat sudah difavoritkan menang dari Lakers yang kehilangan sejumlah pemain, karena cedera, termasuk superstar Kobe Bryant. Lakers yang dua kali kalah dalam dua pertemuan kedua klub, mampu mengimbangi Heat dengan sempat memaksakan 83-83 ketika waktu tersisa 8 menit 25 detik. Namun kemudian Heat menambah 9 poin ketika

Lakers tak bisa meraih poin. Wade dan Chris Bosh mencetak 23 point. Wade juga menyumbangkan tujuh assist dan enam rebound, sedangkan Bosh menciptakan 11 rebound. James hanya mampu menciptakan 19 poin, namun dia menciptakan slam dunk yang mempesona. Terinspirasi oleh dua anak lelakinya Bryce (6 tahun) dan Bronny (9 tahun), James memposting video anak-anaknya itu bersama dunk mempesonanya itu di akun Instagram-nya. Pada pertandingan lain, Oklahoma City yang bertanding melawan New York Knicks juga mendapat berkah Natal dengan untuk pertama kalinya menang dalam 11 pertandingannya.

Kevin Durant mencetak 29 point, Russell Westbrook 14 poin, 13 rebound dan 10 assist, untuk membawa Thunder menang 123-94 dari New York yang tak diperkuat Carmelo Anthony karena cedera. Chicago Bulls mengalahkan Nets 95-78 di Brooklyn di mana Taj Gibson mencatat 20 poin, Jimmy Butler 15 poin dan Carlos Boozer 14 poin. Houston Rockets juga menang dalam pertandingan yang diperkuat kembali James Harden yang memimpin Rockets dengan 28 poin pada pertandingan melawan San Antonio yang berkesudahan 111-98, demikian laporan AFP. (ant/bali post)


SUARA NTB

Jumat, 27 Desember 2013

Halaman 12

EKSPEDISI 450.000

ADVERTISING

MEUBEL

800.000

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

C.01.08.13

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

PERAWATAN AC

BENGKEL

SUBDISTRIBUTOR SUBDISTRIBUTOR OBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS GARCIA UTK WILAYAH TALIWANG ( KSB ), DOMPU, BIMA. HUB.081936739311 / 081316238057

BANK


SUARA NTB

Jumat, 27 Desember 2013

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

TRAVEL


Jumat, 27 Desember 2013

SUARA NTB

Halaman 14

Penyebab Utama Tumor Otak ASAL-usul utama brain tumor masih belum diketahui. Ini dapat terjadi baik berkat rusak genetika, misalnya dalam kasus neurofibromatosis, Von Hippel-Lindau sindrom, Li-Fraumeni syndrome, sindrom Turcot atau tuberous sclerosis dan lainnya atau hasil eksposur kanker menyebabkan racun atau radiasi. Studi menunjukkan paparan radiasi otak, sering digunakan untuk pengobatan kanker otak juga. Ini sering bertanggung jawab untuk meningkatkan risiko tumor otak dalam 20 sampai 30 tahun. Pajanan radiasi sebagai bagian dari profesi, pekerja di kabel listrik, serta orang-orang dengan sejarah merokok, trauma kepala, terapi penggantian hormon, belum dikutip sebagai faktor-faktor risiko tumor otak.

Sakit Kepala, Waspadai Kanker Otak Sakit kepala memburuk apalagi sampai lama tak hilang, orang meski waspada dan jangan pernah mengabaikannya. Persoalannya, orang yang mengalami kejadian sakit kepala ekstra keras bukan tidak mungkin terjadi hal yang lebih serius pada dirinya. Salah satunya adalah tumor atau kanker otak. Apakah benar gejala sakit kepala keras dan lama itu adalah salah satu indikator tersebut? Orang yang benar-benar terserang tumor otak memiliki karakteristik berbeda. Kuat dan lamanya penyakit itu, memisahkan mereka dari kondisi lain sebagai penyebab sakit kepala. Penting diketahui tumor otak adalah hal yang tidak umum. Penelitian menunjukkan

Bisa

lebih banyak orang sakit kepala didiagnosis terkena tumor otak. Hal itu tetap menjadi peristiwa biasa. Sakit kepala kronis kemungkinan dipicu kondisi lainnya seperti migrain, alergi, atau masalah pengelihatan umum yang memerlukan kacamata atau lensa kontak. Kanker otak, memang tak sebeken penyakit kanker lain. Seperti kanker serviks atau kanker payudara. Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker otak merupakan penyakit bersifat diam atau silent killer yang berbahaya. Karena sifatnya itu, seringkali penyakit kanker otak baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Jika rasa sakit di bagian kepala telah memuncak, ada kemungkinan kanker itu telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Kalau sudah begitu, penanganan kanker menjadi lebih rumit dan berisiko. “Oleh karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi sejak dini penyakit kanker otak ini,� saran Fielda Djuita, spesialis radiologi Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Seperti kebanyakan penyakit kanker. Diagnosis dini dan pengobatan adalah kunci untuk pemulihan. Pengobatan yang terlambat akan mengakibatkan sel kanker tersebut menyebar dan masuk ke semua jaringan otak. Dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian. Sebesar 99 persen sakit kepala yang dialami orang bukanlah tumor. Tetapi, sakit kepala jangan dianggap remeh. Kadang sakit kepala bisa jadi pertanda tumor kalau sudah mengalami tanda-tanda ini. Dr. Santiago Medina dari Miami Children’s Hospital menyatakan, setiap 4.000 anak yang sakit kepala, seorang akan mengalami tumor otak. Tentu saja, tidak ada cara sederhana mengetahui apakah sakit kepala anda adalah tumor otak. Tetapi, dokter memiliki caranya dari melihat kategori bendera merah. Pertama, 50 persen sampai 60 persen dari semua orang dengan tumor otak tidak memiliki sakit kepala sama sekali. Kedua, sakit kepala bisa masuk ke dalam semua kategori bendera merah dan anda tidak bisa memiliki kanker. Ketiga, sakit kepala bisa masuk dalam kategori ini dan anda masih bisa memiliki tumor otak. (pusdat BP/ berbagai sumber)

Gejalanya : * Mudah mengalami sakit kepala * Mudah mual * Tubuh lemas * Sulit berjalan * Sulit mendengar dan melihat * Mati rasa di kaki dan tangan * Sulit berkonsentrasi * Menurunnya daya ingat dan respons * Menurunnya daya penciuman * Lumpuh pada sebagian wajah atau badan * Kantuk yang berkepanjangan * Berhentinya haid secara tidak normal. (pusdat BP)

Penggunaan Ponsel Berlebihan Sebabkan Kanker Otak TANPA kita sadari, banyak aktifitas sehari – hari yang bisa menjadi pemicu tumbuhnya kanker dalam otak manusia. Berikut sejumlah hal yang harus diperhatikan untuk menghindari kanker otak. 1. Hindari Penggunaan Bahan Kimia Bahan kimia dan paparan radiasi kimia berpotensi besar terhadap kerusakan otak seseorang. Bahan kimia yang akrab dengan kehidupan sehari-hari adalah vinil klorida yang digunakan dalam plastik, formalin yang digunakan sebagai pengawet, dan acrylontrile digunakan dalam industri tekstil. Pancaran radiasi dari reaktor nuklir juga dapat menyebabkan kanker otak. Orang yang pekerjaannya mengharuskan berinteraksi dengan bahan kimia dan nuklir, harus rutin melakukan pengujian terhadap kanker otak ke dokter. 2. Makan Makanan Anti Kanker Bawang putih dan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 membantu pencegahan kanker otak. Bawang putih mengandung substansi anti kanker yang dapat membantu m e n g o n t r o l kecenderungan kanker dalam sel-sel tubuh. Sumber asam lemak omega-3 di antaranya kenari dan minyak biji rami. Ini membantu tubuh meningkatkan

kekebalan dan kemampuan melawan kanker. 3. Hindari Rokok dan Alkohol Salah satu penyebab utama semua jenis kanker adalah kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol. Hal ini dikemukakan oleh University of Maryland Medical Center di Amerika Serikat. Kanker dapat menyebar ke setiap bagian tubuh, misalnya kanker paru-paru juga dapat menyebar ke otak dan mengakibatkan kanker

otak. Jadi, hindari kebiasaan merokok dan minum untuk menghentikan pertumbuhan kanker otak dalam tubuh. 4. Penggunaan Ponsel Banyak penelitian menunjukkan frekuensi penggunaan ponsel terlalu lama dapat menyebabkan kanker otak. Disarankan tidak menerima telepon melalui ponsel selama lebih dari 15 menit tanpa headphone untuk menurunkan risiko kanker otak. (pusdat PB)


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

Halaman 15

Sinta Nuriyah Somasi Pemasang Foto Gus Dur pada Baliho Kampanye

Anies Siap Intervensi Penegakan Hukum Jakarta (Suara NTB) – Peserta konvensi bakal calon presiden Partai Demokrat yang baru saja selesai melangsungkan perjalanan berkeliling Pulau Jawa bertajuk “3.000 Km Nyalakan Harapan,’’ Anies Baswedan, mengatakan dirinya siap melakukan intervensi terhadap penegakan hukum dengan mendukung pihak antikorupsi. “Bukan intervensi perkara tetapi mengatakan kepada hakim, jaksa dan polisi, tolong atas nama seluruh rakyat Indonesia, orang-orang yang merusak lewat korupsi kalian tuntut dan hukum yang amat berat,” kata Anies di Jakarta, Rabu. Ia menegaskan bahwa dalam urusan penegakan hukum yang dinilainya saat ini lunglai, negara harus mengambil sikap. “Negara tidak boleh netral, karena hari ini masalahnya adalah lunglai di seluruh sektor,” katanya. Penegakan hukum menjadi salah satu langkah strategis yang menjadi prioritas jangka pendek bagi Anies untuk ditempuh apabila kelak sukses melewati kontestasi kepresidenan. Langkah strategis lain adalah menegaskan bahwa manusia kunci Indonesia memenangi kontestasi di level regional dan global. “Jangan anggap urusan pendidikan dan kesehatan itu urusan sektoral kementerian saja, tidak bisa. Itu urusan kepemimpinan nasional,” kata Rektor Universitas Paramadina tersebut. Ia juga mengenang Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta, sebagai orang terakhir yang memiliki perhatian tersendiri terhadap hal semacam itu. “Sudah terlalu lama, sesudah beliau tidak ada lagi yang begitu. Akibatnya produk kita semua serba impor, hasil yang kita buat nilai tambahnya rendah karena kualitas manusianya,” katanya. Kemudian, Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar itu menyebutkan bahwa infrastruktur, transportasi dan energi menjadi kunci utama untuk memeratakan baik itu kesempatan berproduksi maupun hasilnya. (ant/ bali post)

Surabaya (Suara NTB) – Istri mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid mengatakan akan menyomasi partai politik atau calon legislator yang memasang atribut atau baliho bergambar Gus Dur karena tanpa seizin keluarga. “Kami akan melakukan somasi kepada partai politik yang menggunakan foto Gus Dur, atau apapun yang berbau Gus Dur,” ujarnya kepada wartawan di sela Pembekalan Caleg Perempuan Partai Nasdem di Hotel JW Marriot di Surabaya, Kamis. Langkah hukum tersebut dilakukan karena memang ada surat yang ditandatangani pengacara keluarga, yang isinya melarang memakai gambar atau apapun naman-

ya yang berbau Gus Dur. Ia mengaku mendapat banyak aduan dan laporan dari sejumlah pihak karena banyaknya baliho atau alat peraga kampanye yang menggunakan nama maupun gambar Gus Dur. Mayoritas, laporan yang diterimanya terkait gambar dan baliho kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Jadi sekali lagi, bagi siapa saja yang menggunakan nama, foto atau apapun yang berbau Gus Dur maka harus disoma-

si,” kata Hj Sinta Nuriyah. Pihaknya menambahkan, sebelum Gus Dur wafat juga sempat menuliskan surat wasiat tentang pelarangan pemakaian atribut bergambar Gus Dur. “Kalau tidak percaya dan ingin bukti, silahkan tanya ke pengacara keluarga Gus Dur,” kata dia. Sementara itu, di Surabaya beredar baliho milik Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi yang menyertakan gambar sekaligus nama Gus Dur. Baliho tersebut menjadi

sorotan banyak pihak hingga menjadi korban iseng oknum tak bertanggung jawab. Pada baliho berukuran sekitar 2x3 meter yang memperkenalkan bahwa Imam Nahrawi maju sebagai calon legislator itu dirusak di bagian sama, yakni pada tulisan “Penerus Perjuangan Gus Dur”. Di bagian itu sengaja disobek, sedangkan bagian lain tetap dibiarkan. Sinta Nuriyah Wahid (ant/bali post)

(ant/bali post)

JEJAK TSUNAMI - Objek wisata yang menunjukkan jejakjejak tsunami, “Kapal Diatas Rumah” di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Anies Baswedan

Cuaca Buruk Diperkirakan Terjadi di Selat Sunda

(ant/bali post)

(ant/bali post)

Bandarlampung (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa sejak Kamis hingga Jumat (27/12) pagi cuaca buruk diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Klas IV Lampung Neneng Kusrini di Bandarlampung, Kamis menyampaikan, tinggi maksimum gelombang di perairan itu mencapai 2,0-3,0 meter. Kondisi di perairan Selat Sunda bagian selatan, katanya, cuaca hujan, arah angin berembus dari barat daya dengan kecepatan 5-15 knot, tinggi gelombang 0,75-2,0 meter, dan tinggi maksimum gelombang 2,0-3,0 meter. Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni) hujan, arah angin berembus dari barat daya dengan kecepatan 5-15 knot, tinggi gelombang 0,5-1,25 meter dengan tinggi gelombang maksimum mencapai 1,25-2,5 meter. Perairan pantai barat Lampung kondisi cuaca hujan, angin berembus dari barat ke barat laut dengan kecepatan 2-5 knot, tinggi gelombang 0,75-1,5 meter dan tinggi gelombang maksimum 2,0-2,5 meter. Samudera Hindia barat Lampung kondisi cuaca hujan, angin berembus dari selatan ke barat daya dengan kecepatan 5-10 knot, tinggi gelombang 0,75-1,5 meter, tinggi gelombang maksimum 2,0-2,5 meter. Prakiraan cuaca di perairan pantai timur Lampung, angin berembus dari selatan ke barat daya dengan kecepatan 5-15 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan tinggi gelombang maksimum 1,25-2,5 meter. Prakiraan cuaca dan gelombang laut berlaku 24 jam, sejak 26 Desember 2013 pukul 07.00 WIB hingga 27 Desember 2013, pukul 07.00 WIB. (ant/bali post)

Banda Aceh (Suara NTB) – Ribuan warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar larut dalam doa dan zikir mengenang sembilan tahun musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan wilayah itu, 26 Desember 2004. Zikir dan doa bersama mengenang sembilan tahun musibah tsunami itu dipusatkan di Taman Suthanah Shafiyatuddin Kota Banda

Aceh, Kamis. Kegiatan sembilan tahun tsunami itu juga dihadiri Menpan Azwar Abubakar, Wagub Aceh Muzakir Manaf, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo, para guru sekolah Jepang dan pelajar serta pegawai negeri sipil. Zikir bersama dipimpin Ary Ginanjar Agustian, pendiri lembaga ESQ 165. Rangkaian mengenang bencana 26 Desember

2004 itu sebelumnya dilakukan ziarah ke kuburan massal korban tsunami di Kecamatan Ulee Lheue Kota Banda Aceh. 26 Desember 2004, bencana gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter yang disertai tsunami menguncang Aceh yang berdampak lebih 200 ribu warga pesisir wilayah itu meninggal dunia. Sementara itu, renungan sembilan tahun tsunami Aceh juga berlangsung di halaman

PKB Serius Usung Rhoma Irama sebagai Capres Temanggung (Suara NTB) – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan pihaknya sangat serius mengusung Rhoma Irama sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2014. Muhaimin di Temanggung, Rabu, mengatakan pencalonan Rhoma bukan semata memanfaatkan popularitas “Raja Dangdut” itu untuk men-

Jelang Tahun Baru

Penumpang Kapal Laut Meningkat

dongkrak perolehan suara PKB pada Pemilu 2014, tetapi serius untuk mencalonkannya. “Saya sangat serius, bahkan kami sudah meresmikan 50 posko pemenangan Rhoma Irama di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,” katanya usai acara “Safari Nusantara” di Temanggung. Namun di sisi yang lain PKB belum memastikan capres yang akan total didukung

untuk Pemilu 2014. Masih ada nama lain yang berpeluang menjadi “jagoan” PKB yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. “Sampai hari ini kami jual Mahfud MD dan Rhoma. Siapa yang paling laku berdasarkan hasil survei, nanti yang akan dicalonkan. Sampai hari ini hanya dua nama itu yang kami jual,” kata dia menegaskan. (ant/bali post)

Elektabilitas Ical Tertinggi di Golkar Jakarta (Suara NTB) – Survei Nasional yang dilakukan Indo Barometer pada Desember ini menunjukkan elektabilitas Aburizal Bakrie lebih tinggi daripada tokohtokoh pimpinan Partai Golkar lainnya.Dikutip dari laman Indo Barometer, Survei nasional bertajuk “Political Outlook 2014: Pilihan dan Kemungkinan Capres dan Cawapres 2014” tersebut dilaksanakan pada tanggal 4—15 Desember dengan melibatk a n 1.200

(ant/bali post)

Medan (Suara NTB) – Menjelang Tahun Baru 2014, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) siap menghadapi lonjakan arus barang dan penumpang, seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Humas Pelindo I, M.Eriansyah di Medan, Kamis, mengatakan, puncak arus penumpang biasanya jelang awal dan setelah libur tahun 2014. Pada waktu tersebut, menurut dia, Pelindo I akan memfokuskan pelayanan untuk menjamin kelancaran, meskipun arusnya padat. “Untuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Pelindo I mengelola Terminal Penumpang di Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Gunung Sitoli, Pelabuhan Sibolga dan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan,” ucap Eriansyah. Dia menyebutkan, estimasi angkutan Tahun Baru 2014 diperkirakan akan naik 5 persen, dibandingkan tahun lalu periode yang sama untuk wilayah Sumut. Bahkan, jelasnya, menyikapi kondisi tersebut, Pelindo I telah mempersiapkan fasilitas Embarkasi dan Debarkasi penumpang yang meliputi dermaga khusus untuk kapal penumpang. Pihaknya juga telah mempersiapkan gedung terminal penumpang dan ruang pengantar penjemput maupun ruang informasi, lapangan parkir kendaraan, serta rambu-rambu petunjuk arah embarkasi/debarkasi penumpang. “Selain fasilitas utama tersebut, Pelindo I juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti kapal pandu dan kapal tunda,” ucap Eriansyah. Dia menambahkan, untuk wilayah kerja Pelindo I di Sumut, pemantauan Angkutan Tahun Baru 2014 dilakukan Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, dan Sibolga/Gunung Sitoli mulai 16 Desember 2013 sampai 10 Januari 2014. Dalam pelaksanaan operasional, Pelindo I membentuk posko monitoring bersama dengan instansi lain yaitu Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polri, TNI, AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan yang dikoordinir oleh Syahbandar. “Tugas Posko monitoring adalah pemantauan kegiatan embarkasi dan debarkasi, bongkar muat barang, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, pusat pengendalian trafik dan informasi pelaporan,”kata Eriansyah. (ant/bali post)

Warga Aceh Peringati Sembilan Tahun Musibah Tsunami

Aburizal Bakrie

responden dari 33 provinsi. Temuan survei menunjukkan elektabilitas Aburizal Bakrie mencapai 26,6 persen, jauh mengungguli M. Jusuf Kalla yang dipilih oleh 11,6 persen responden. Akbar Tandjung mendapatkan 1,2 persen, Agung Laksono 0,8 persen,

Theo L. Sambuaga 0,5 persen, Fadel Muhammad 0,4 persen, dan Syarif Cicip Sutardjo memperoleh 0,2 persen. Responden yang tidak akan memilih mereka sebanyak 3,3 persen, merahsaiakan 1,6 persen, belum memutuskan 39,3 persen, dan tidak tahu ataupun tidak menjawab sebanayak 14,7 persen. Capres Partai Islam Sementara itu, dalam simulasi survei untuk capres dari para ketua umum partai-partai Islam, Hatta Rajasa memiliki tingkat elektabilitas yang lebih tinggi daripada tokoh lainnya. Hatta Rajasa dalam survei tersebut akan dipilih oleh 11 persen responden, sementara Yusril Ihza Mahendra 6,6 persen, Muhaimin Iskandar 5,3 persen, Suryadharma Ali 0,7 persen, dan Anis Matta 0,7 persen. Mereka yang tidak akan memilih 5,8 persen, merahasiakan 2,0 persen, belum memutuskan 45,5 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 22,5 persen. (ant/bali post)

Balai Kota yang juga dihadiri tidak kurang dari seribu warga Kota Banda Aceh. Renungan sembilan tahun tsunami pada Rabu (25/12) malam itu juga dihadiri Ary Ginanjar. Renungan sembilan tahun tsunami juga digelar doa dan zikir di sekolahsekolah di kota Banda Aceh yang dilakukan para siswa dan dewan guru. Pemerintah menetapkan

setiap 26 Desember sebagai hari berkabung nasional dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diberlakukan di Aceh. Renungan sembilan tahun tsunami juga diperingati di atas kapal PLTD Apung, gampong Punge Blangcut Kota Banda Aceh. Masyarakat juga menggelar doa dan zikir bersama di komplek kapal apung. (ant/bali post)

Polda Metro Jaya Selidiki Bom Rakitan di Tangerang Jakarta (Suara NTB) – Polda Metro Jaya menyelidiki bom rakitan yang ditemukan di Warung Tegal “Gita” Jalan Raya Korelep, Kampung Rancak Serdang, RT09/03, Desa Rancak Iyuh Panongan, Kabupaten Tangerang, kemarin (25/12). “Kita selidiki pelakunya diduga sempat makan di warteg,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta Kamis. Rikwanto menuturkan hasil penyelidikan sementara pemilik bom rakitan diduga terkait pelaku perampokan BRI Unit Panongan Kabupaten Tangerang Selasa (24/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya, pemilik Warteg Gita menemukan tas ransel warna hitam yang diduga berisi benda mencurigakan, kemudian melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya menemukan paku, perangkat komputer, dua unit paralon ukuran 2 CM, pipa besi dan rangkaian listrik. Anggota Gegana meledakkan dua rangkaian bom rakitan berdaya

Rikwanto

(ant/bali post)

ledak rendah tersebut. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi perampokan BRI dan rangkaian bom rakitan tersebut. Mereka dalah tujuh pegawai BRI dan tiga pekerja Warteg Gita, demikian Rikwanto. (ant/bali post)

Peretas Akun Facebook Wakil Ketua MPR Ditangkap Polisi Jakarta (Suara NTB) – Personel Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk Nurhamdi Irawan Pulungan (29) yang diduga meretas akun jaringan media sosial atau Facebook milik Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari. “Kami tangkap yang bersangkutan atas tindak pidana pembobolan akun Facebook,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Suwandono, saat dikon-

firmasi di Jakarta, Kamis. Suwandono mengatakan penyidik kepolisian masih memeriksa intensif tersangka pembobol akun Facebook pejabat negara tersebut. Berdasarkan informasi, petugas menciduk pelaku di Jalan Tjokroaminoto Kisaran Timur Asahan, Sumatera Utara, Selasa (24/12). Polisi menangkap pelaku berdasarkan laporan Thohari, terkait dugaan pembobolan akun media sosial dia pada 12 Desember 2013 lalu. (ant/bali post)


SUARA NTB Jumat, 27 Desember 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

18 Tewas, 48.000 Diungsikan akibat Hujan di Brazil Rio de Janeiro Jumlah korban jiwa akibat bencana yang disebabkan oleh hujan lebat di Negara Bagian Espiritu Santo di Brazil Tenggara bertambah menjadi 18, setelah pemerintah mengkonfirmasi korban jiwa paling akhir, kata Kantor Pertahanan Sipil Regional, Rabu (25/12). Sementara itu, jumlah warga yang dipaksa mengungsi, disesuaikan dari hampir 50.000 yang dilaporkan pada Selasa (24/12) jadi 48.000, kata lembaga tersebut di dalam satu siaran pers. Jumlah korban jiwa diduga masih bertambah sementara

komunikasi dengan banyak kota kecil telah terputus akibat hujan dan banjir, yang juga telah mengganggu layanan listrik dan air bersih, kata lembaga itu. Dari 78 kota besar di Negara Bagian Espiritu Santo, 50 telah dinyatakan sebagai darurat bencana akibat hujan

yang mulai turun pekan lalu. Reanto Casagrande, Gubernur Espiritu Santo, mengatakan hujan lebat tersebut merupakan bencana alam terparah dalam sejarah negara bagian tersebut. “Kami nanti harus membangun kembali seluruh negara bagian ini,” kata Casagrande kepada

wartawan, sebagaimana dikutip Xinhua, Kamis pagi. Di beberapa tempat, upaya pertolongan hanya dapat dilaksanakan oleh helikopter, sebab genangan air telah menghalangi akses jalan darat. Dalam kunjungan ke wilayah yang terkena bencana pada Selasa, Presiden Brazil Dilma Rousseff mengatakan ia tak pernah menyaksikan “demikian banyak air” dan yang menjadi prioritas sekarang ialah menyelamatkan mereka yang terancam guna mencegah lebih banyak korban jiwa. (ant/Bali Post)

Banjir di Brazil menghanyutkan jalan. (ant/Bali Post)

Juara II

DAUR ULANG SAMPAH MENUJU GREEN WASTE SALAH satu permasalahan lingkungan hidup saat ini ialah kurang optimalnya pengelolaan dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan. Peneganan sampah yang selama ini dilakukan dengan pola kumpul, angkut buang (KAB) sangat mahal dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme pengelolaan sampah yang murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu masyarakat sebagai penghasil sampah perlu diberdayakan agar lebih peduli tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Sedangkan tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi resiko timbul dan penyebaran kuman/bakteri penyebab penyakit. Membuka lapangan pekerjaan baru, menghemat sumber daya alam, menambah pengetahuan, kreatifitas dan keterampilan masyarakat dan mengurangi pembuangan sampah ke TPA. Adapun yang menjadi sasaran program ini adalah kelurahan/lingkungan yang belum terbentuk POKJA LISAN tetapi mempunyai keinginan untuk mengelola sampah dengan baik, kelurahan/lingkungan yang sudah terbentuk POKJA LISAN tetapi belum berkembang dengan baik atau kelompok masyarakat yang mempunyai keinginan untuk mengelola sampah dengan baik di wilayanya. Adapun rencana aksi yang akan dilakukan guna mencapai tujuan di atas dibagi menjadi enem tahap/komponen kegiatan, yaitu empat tahap pemrosesan, satu komponen pendukung dan satu komponen rencana tindak lanjut (RTL) dengan total anggaran yang diperlukan sebesar Rp. 120.000.000,- (*)

Kelompok Kerja Lisan Beriman (POKJA LISAN), pemenang juara dua lomba penyusunan proposal program aksi penataan ruang dari kelompok masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, foto bersama Sekretaris Dinas PU Provinsi NTB, Ir. Ahmad Machul, M.Si (dua dari kiri) dan perwakilan dewan juri seusai menerima penghargaan, Selasa (24/12) di Hotel Lombok Plaza.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dan Pemberdayaan POKJA LISAN BERIMAN LINGKUNGAN BANJAR DASAN AGUNG KELURAHAN DASAN AGUNG BARU – KOTA MATARAM


Snt27122013