Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SENIN, 23 JUNI 2014

16 HALAMAN NOMOR 89 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Penyelidikan Kasus BWS Loteng Digelar Maraton Praya (Suara NTB) Jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) secara maraton melakukan penyelidikan terkait kasus pengadaan alat berat penghancur eceng gondok di Balai Wilayah Sungai (BWS) Loteng. Karena digelar maraton, penyelidikan pun harus digelar hingga malam hari. Demikian diungkapkan, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Ketut Tamiana, di ruang kerjanya, Sabtu (21/6). Dikatakan, penyelidikan secara maraton memang dilakukan untuk menuntaskan penyelidikan kasus tersebut. Pemeriksaan maraton dilakukan, karena banyaknya sanksi yang harus dimintai keterangan. Belum lagi, pihakn-

ya juga harus tetap menyelidikan kasus-kasus lainnya. ‘’Sampai malam hari pun kita tetap lakukan pemerikasaan,” jelasnya. Sejauh ini setidaknya ada 12 orang saksi yang sudah, sedang dan akan menjalani pemerikasaan. Disebutkan, enam orang sudah menjalani pemeriksaan. Bersambung ke hal 5

(Sara NTB/kir)

ALAT PENGHANCUR - Alat penghancur eceng gondok yang diparkir di Bendungan Batujai, Loteng.

Dapat Satu Formasi Khusus

NTB Tunggu Jatah CPNS Alkes Lotim, Polda Periksa Ahli Kepres di KPK Formasi Umum Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB masih menunggu jatah atau kuota CPNS formasi umum yang didapat/disetujui dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB). Meskipun pemerintah pusat sudah menentukan jumlah kuota CPNS tahun 2014 ini, namun Pemprov NTB mengaku belum mendapat panggilan mengambil forma-

si yang diperoleh. Sementara, untuk CPNS formasi khusus, Pemprov NTB mendapatkan kuota satu orang. Demikian diungkapkan, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Ahmad Masyhuri, SH ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (22/6) di Mataram. ‘’Itu belum ada jatah CPNS formasi umum untuk NTB. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Perkara kasus dugaan penyimpangan pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) di RSU dr.Sudjono Selong, Lombok Timur (Lotim) yang menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Indonesian Corruption Watch (ICW), kini masuk tahapan pemeriksaan saksi ahli Kepres. Keterangan ahli ini akan menguatkan indikasi korupsi pada pengadaan Alkes itu, sekaligus mendekati tahap akhir proses penyidikan menuju pemberkasan. Pemeriksaan saksi ahli itu berlangsung

di gedung KPK Jalan Rasuna Sahid, oleh tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB yang dipimpin Kanit I Kompol AA Gede Agung. Saksi ahli dimaksud dari LKPP RI. Kepada Suara NTB, Kasubdit III Tipikor AKBP Nurodin SIK menyebut, pemeriksaan berlangsung pekan kemarin difasilitasi pihak KPK. Koordinasi dengan lembaga antirasuah itu guna memudahkan pemeriksaan dan efisiensi waktu, karena LKPP berada di Jakarta dan sulit menyesuaikan waktu jika dihadirkan ke Polda NTB. Bersambung ke hal 5

Pembangunan RSUP Dasan Cermen Menanti Anggaran TO K O H Tak Ganggu Program KEMENTERIAN Pertanian memastikan kebijakan pemotongan anggaran tidak mengganggu program, terutama program untuk petani. ‘’Program yang bersentuhan dengan masyarakat itu kita amankan, apalagi sudah ada janji dengan petani itu tidak boleh. Tidak akan terganggu, kalaupun nanti ada penurunan produksi itu karena El Nino segala macam,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan usai Pertemuan Nasional Hortikultura di Mataram, Sabtu (21/6). Dia mengatakan, pemotongan anggaran difokuskan pada perjalanan dinas, rapat, Bersambung ke hal 5 Rusman Heriawan

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/bul)

Didukung Media DUA tahun lebih menjabat sebagai Kajari Mataram, Sang Ketut Mudita SH, MH punya sederet catatan tentang penegakan hukum khususnya. Dia mengaku mendapat support penuh dari masyarakat dalam kegiatannya menjalankan tugas. Terlebih dukungan itu datang dari media. Dukungan media disebutnya dalam bentuk publikasi kegiatan kegiatan penegakan hukum di dua ranah, pidana umum dan pidana khusus. “Di dua bidang ini, saya banyak disupport media,” kata Kajari menjawab Suara NTB Minggu (22/6) kemarin, jelang pergantian posisinya di pucuk pimpinan di lembaga A d h i y a k s a Mataram. Bersambung ke hal 5 Sang Ketut Mudita (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Pembangunan berbagai fasilitas di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dasan Cermen, Cakranegara, kini masih menanti anggaran. Pemprov NTB kembali melanjutkan pembangunan RSUP yang berada di Dasan Cermen, Cakranegara dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 146 miliar lebih pada

tahun 2014 ini. Proses lelang kelanjutan pembangunan gedung RSUP NTB sebanyak enam paket tersebut sudah dilakukan. Sebanyak lima paket sudah selesai lelang sementara satu

paket masih sedang lelang dengan progres evaluasi dokumen. Data Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB per 20 Juni 2014 terkait dengan aktivitas lelang paket strategis APBD NTB 2014 menunjukkan bahwa lima paket proyek lanjutan pembangunan gedung RSUP NTB yang sudah tuntas lelang itu adalah pembangunan gedung

I dengan pagu anggaran Rp 66,972 miliar, pembangunan gedung J dengan pagu anggaran Rp 43,799 miliar. Selanjutnya, pembangunan gedung N/instalasi gizi degan pagu Rp 7,808 miliar, pembangunan gedung T dengan pagu Rp 7,386 miliar dan pembangunan gedung Y1 dengan pagu anggaran Rp 2,601 miliar. Sementara satu paket yang masih sedang lelang adalah ppembangunan gedung K dengan lagu anggaran Rp 8,524 miliar. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/nas)

MENANTI ANGGARAN - Salah satu sudut gedung RSUP NTB Dasan Cermen yang pembangunannya tertunda karena masih menanti anggaran. Tahun ini, pembangunan beberapa fasilitas pada proyek ini kembali akan dilanjutkan menyusul tersedianya alokasi anggaran sebesar Rp 146 miliar lebih.

Proyek Jalan Nasional Lombok – Sumbawa Dilaporkan ke Kejaksaan Mataram (Suara NTB) Di luar kasus yang ditangani Polda NTB, proyek jalan nasional di ruas yang hampir sama juga dilaporankan ke Kejaksaan Tinggi NTB. Laporan sebuah lembaga itu, bahkan lebih luas, terkait penanganan proyek jalan nasional dari Pulau Lombok sampai Pulau Sumbawa. Dokumen laporan bahkan sudah masuk ke Kejaksaan sejak awal 2013 lalu. Laporan itu terkait dengan pemeliharaan rutin jalan nasional pada Satuan Kerja (Satker) III Provinsi NTB. Sumber dananya dari APBN tahun 2012 dan bersumber juga dari APBD, sudah masuk narasi dan dokumen pendukungnya di Kejaksaan Tinggi NTB.

Bahkan dari Kejaksaan sudah menerima laporan dan sudah teregistrasi oleh pihak Kejaksaan dengan surat nomor 058/ SK-BARAKINDO.PGD/V/I/ 2013 tertanggal 14 Januari 2013. Melihat lamanya laporan, itu diketahui disampaikan saat masa kepemimpinan Sugeng Pudjianto, SH, MH. Dikonfirmasi terkait laporan itu Kajati NTB Fadil Jumhanna, SH, MH mengatakan, belum melihat langsung dokumennya. ‘’Saya akan cek laporannya dulu. Saya masih baru, jadi satu satu dulu, mau selesaikan tunggakan kasus. Tapi kalau memang itu jadi perhatian publik, nanti kita lihat berdasarkan skala prioritas penanganan,” tegas Kajati. Guna memastikan laporan

itu sudah diterima, juru bicara Kejati NTB Made Sutapa, SH mengatakan, masih mengecek ke bagian penerimaan laporan. Sementara ini,diakuinya laporan tersebut belum dilihatnya secara langsung. Namun dilihat dari nomor laporan itu, dipastikan memang sudah teregister di penerimaan laporan. ‘’oal laporan, dari mana pun itu, k a m i berkewaj i b a n menerima. Bersambung ke hal 5 Fadil Jumhanna

Saya akan cek laporannya dulu. Saya masih baru, jadi satusatu dulu, mau selesaikan tunggakan kasus. Tapi kalau memang itu jadi perhatian publik, nanti kita lihat berdasarkan skala prioritas penanganan. (Suara NTB/ars)


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

SUARA MATARAM

Halaman 2

Tak Mau Disamakan dengan Dolly

(Suara NTB/yan)

H. Abdul Wahab

UNTUK mengantisipasi menumpuknya sampah di setiap lingkungan yang ada di Kelurahan Pejeruk, masyarakat setempat secara swadaya membeli mobil bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut sampah. Karena selama ini Kelurahan Pejeruk belum dijangkau oleh pelayanan pengangkutan sampah Dinas Kebersihan Kota Mataram. “Jadi kami mencoba dengan masyarakat secara swadaya membeli mobil, walaupun mobil second,” ujar Lurah Pejeruk, H. Abdul Wahab, SH, Sabtu (21/6) ditemui di Kantor

Walikota Mataram. Selain membeli mobil, pihak kelurahan juga sudah memiliki kendaraan roda tiga yang juga digunakan untuk mengangkut sampah. Ia sangat mengapresiasi warganya yang mau secara swadaya mengeluarkan uang untuk membeli mobil tersebut. “Alhamdulillah respon dari masyarakat Pejeruk cukup bagus. Dan terbukti hampir tidak ada lagi sampah yang berserakan baik di jalan atau di gang,” imbuhnya. Masing-masing warga Pejeruk disebutkan mengeluarkan uang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada yang mengeluarkan Rp 100 ribu-Rp 200 ribu. Untuk biaya operasional, warga juga mengeluarkan uang iuran setiap bulannya. Uang iuran ini tergantung dari kemampuan warga. Jika warga yang terbilang mampu, mengeluarkan Rp 10 ribu-Rp 25 ribu. Bagi warga yang tergolong miskin, mengeluarkan Rp 5 ribu setiap bulannya. Iuran bulanan ini digunakan untuk biaya operasional kendaraan seperti membeli bahan bakar dan gaji petugas serta sopir. Penggunaan mobil sampah ini sudah berjalan sekitar enam bulan. Wahab mengatakan pihaknya berkeinginan sampah langsung diangkut ke TPA Kebon Kongok, namun masih terkendala bahan bakar. “Jadi kalau ada BBM (Bahan Bakar Minyak) dari Dinas Kebersihan kita akan buang kesana. Sementara ini kita buang ke depo Lawata dulu,” ujarnya. Petugas dan sopir juga disebutkan masih digaji sekadarnya atau dibawah UMK. Untuk petugas sampah ada yang digaji Rp 300 ribu-Rp 400 ribu per bulan, sementara sopir digaji Rp 600 ribu. “Tiap hari mereka angkut sampah dari sore sampai magrib karena kalau pagi itu banyak yang kerja. Jadi driver-nya kita ambil secara swadaya atau bergiliran,” ujarnya. Bagi warga yang rumahnya berada di dalam gang dan tak terjangkau kendaraan sampah, pihaknya juga menggunakan gerobak sampah. Wahab mengatakan pihaknya bukannya tak mengharapkan bantuan dari Pemkot Mataram. Tapi ia sangat mengerti bagaimana kondisi Kota Mataram dimana pemerintah harus menangani 50 kelurahan. (yan)

Tertibkan Penyakit Masyarakat MENJELANG datangnya bulan suci ramadhan, Pemkot Mataram diminta mengintensifkan pengawasan. Pemerintah sebagai penanggung jawab publik di tengahtengah masyarakat diharapkan membuka ruang-ruang kebaikan dan meminimalisir atau menutup ruang keburukan yang mengganggu kekhuyukan dalam melaksanakan bulan ramadhan atau menciderai wiwaba dan kehormatan bulan ramadhan. Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd., Sabtu (21/6) meminta HM. Husni Thamrin Pemkot Mataram melakukan penertiban penyakit masyarakat yang dinilai berkembang begitu cepat di Kota Mataram. Terutama penyakit masyarakat yang dapat mempengaruhi umat islam dalam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa. Seperti penjualan minuman keras yang begitu bebas, baik di pasar-pasar modern maupun di jalan-jalan, perjudian, pergaulan bebas dan menertibkan rumah makan. Baik rumah makan tradisional maupun modern agar tidak buka di siang hari. ‘’Siapa lagi yang menjaga kehormatan bulan ramadhan kecuali kita sendiri,’’ cetusnya. Husni menyarankan agar penertiban penyakit masyarakat yang berkembang di tengah-tengah kota, dilakukan dengan gerakan menyeluruh. ‘’Bukan secara parsial atau terpisah,’’ imbuhnya. Memadukan gerakan struktural dan kultural. Gerakan struktural, lanjutnya, dengan membuat payung hukum dan melibatkan pejabat struktur sampai tingkat RT. Dengan begitu Pemkot Mataram dapat mengetahui titik-titik atau sumber penyakit masyarakat yang ada di wilayah Kota Mataram. Dengan gerakan struktural maka Pemkot Mataram memiliki database untuk dilakukan pembinaan persuasif sampai pada tindakan tegas. Gerakan kultural melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pengawasan dan pembinaan. Gerakan ini hendaknya melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Sehingga, mereka menjadi sadar dan merasa memiliki wilayah Kota Mataram. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga dan menertibkan wilayah Kota Mataram dari penyakit masyarakat yang terus berkembang. ‘’Disamping itu juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian,’’ tandasnya. (fit)

Jelang Ramadhan

Masyarakat Diminta Ciptakan Suasana Kondusif Mataram (Suara NTB) Memasuki bulan suci Ramadhan di akhir bulan ini, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengajak masyarakat Kota Mataram untuk menciptakan suasana kondusif, sehingga suasana Ramadhan di Mataram menjadi khidmat dan warga yang menjalankan ibadah bisa lebih khusyuk. Disamping itu, Walikota juga telah mengirimkan surat edaran ke para pengusaha hotel, tempat hiburan, restoran, café, maupun warung makan. Dalam surat edaran tersebut dihimbau agar para pengusaha khususnya restoran maupun café serta warung makan mengatur jam buka. Mereka diperbolehkan buka pada pukul 17.00 atau menjelang buka puasa. Kecuali di tempattempat tertentu yang tetap diperbolehkan membuka tempat usahanya makannya namun dengan syarat tak boleh terbuka. Sementara untuk tempat hiburan, Walikota meminta untuk ditutup total selama bulan puasa. “Saya juga sudah menyampaikan surat edaran supaya kita semua warga masyarakat di Kota Mataram untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Supaya di bulan puasa ini saudara-saudara kita betul-betul bisa melaksanakan ibadah puasa secara khusyuk,” terangnya. Walikota juga telah menginstruksikan jajarannya agar dilakukan pengawasan secara ketat selama bulan Ramadhan. “Jangan sampai ada yang tidak mengindahkan surat edaran itu,” ujarnya. Apakah ada pengaturan jam operasional tempat hiburan yang bisa dibuka setelah shalat tarawih? Walikota menegaskan sesuai surat edaran yang dikirimkan, semua tempat hiburan harus ditutup. Ia juga meminta pengertian para pengusaha tempat hiburan tersebut untuk menjalankan himbauan itu.(yan)

Walikota Rencanakan Tutup Pasar Beras Mataram (Suara NTB) Keberadaan Pasar Beras yang diduga sebagai tempat lokalisasi kemungkinan akan ditutup. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyatakan rencana penutupan itu memang ada. “Kita juga sesungguhnya akan melakukan itu,” ujarnya, Sabtu (21/6). Namun Walikota enggan kalau Pasar beras disamakan dengan Dolly. Katanya, jika Pasar Beras dibandingkan dengan lokalisasi Dolly yang telah ditutup Walikota Surabaya, sangat berbeda. Dolly adalah lokalisasi besar, sementara di Pasar Beras menurut Ahyar masih ada beberapa oknum yang mempraktikkan bisnis prostitusi. Itupun dilakukan dengan diam-diam atau ‘kucing-kucingan’. Pascapenutupan lokalisasi

Dolly di Surabaya belum lama ini, Walikota mengatakan sudah melakukan upaya antisipasi untuk mencegah para eks PSK Dolly eksodus ke Mataram. “Kita sudah inventarisasi dimana kemungkinan-kemungkinan tempatnya mereka akan mangkal atau apa. Itu akan kita razia,” terangnya. Sebagai salah satu upaya antisipasi, pihaknya juga akan

melakukan pendataan warga pendatang dengan lebih cermat. Dengan demikian, warga baru yang datang ke Kota Mataram dapat diketahui tujuan dan identitasnya. Menurut Walikota, Mataram tidak berpotensi dijadikan daerah tujuan eksodus bagi para eks lokalisasi Dolly. Namun bukan tak mungkin mereka akan menyasar kota ini mengingat saat

teksi kemungkinan Mataram dijadikan sasaran eksodus. “Langkah antisipasi pasti kita koordinasikan dengan camat dan lurah, nanti lurahberkoordinasi dengan kepala lingkungannya di tingkat bawah. Itu yang bisa mendeteksi secara dini adanya perpindahan penduduk antar daerah,” jelasnya. Ridwan menambahkan ada atau tidaknya koordinasi secara langsung Dinas Dukcapil dengan kepala lingkungan di tingkat bawah, mereka tetap harus waspada. Tapi pihaknya juga akan segera bertemu dengan camat untuk membahas hal ini. (yan)

ini Kota Mataram sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. “Maka bisa jadi mereka melirik Kota Mataram. Makanya kita lakukan antisipasi untuk itu,” terangnya. Di tempat terpisah, terkait pendataan warga pendatang, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Drs. H. Ridwan mengatakan masuknya warga pendatang ke Kota Mataram bisa dideteksi oleh lurah maupun kepala lingkungan. Untuk antisipasi eksodus eks PSK Dolly ke Mataram, pihaknya akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mende-

Jelang Berakhirnya Masa Jabatan Dewan, Setwan Surati BPKAD

(Suara NTB/fit)

KURSI KOSONG - Rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kota Mataram diwarnai banyak kursi kosong. Dari 35 anggota DPRD Kota Mataram hanya 20 orang yang menandatangani daftar hadir. Parahnya lagi, beberapa anggota Dewan tiba sangat terlambat, mencapai pukul 12.07 Wita. padahal paripurna itu diagendakan pukul 10.00 Wita.

Delapan Fraksi Soroti Kegagalan Mataram Raih WTP Mataram (Suara NTB) – Kegagalan Kota Mataram meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), masih saja menjadi buah bibir. Bahkan delapan dari sembilan fraksi di DPRD Kota Mataram, menyoroti kegagalan tersebut. Dari sembilan fraksi di DPRD Kota Mataram, kecuali Hanura, tidak satupun fraksi yang tidak mengulas pengelolaan aset Kota Mataram yang diduga karut marut yang berbuntut pada opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) yang didapatkan Kota Mataram. Fraksi Partai Demokrat dalam pemandangan umum fraksinya yang dibacakan oleh Ehlas, SH., mengatakan, Pemkot Mataram melalui BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) harus mengoptimalkan pengelolaan aset daerah. Selama ini pengelolaan aset Kota Mataram belummendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil pemeriksaan BPK, dimana Mataram masih mendapatkan opini WDP untuk laporan keuangan tahun anggaran 2013. Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya, Drs. HM.

Noer Ibrahim menyatakan dukungan langkah-langkah perlunya dilakukan evaluasi, perbaikan dan peningkatan kinerja pengelolaan keuangan bagi seluruh SKPD secara menyeluruh dan melingkupi semua aspek yang secara material merupakan ruang lingkup audit BPK. Khusus untuk belum optimalnya pengelolaan aset daerah, kata Sekretaris Fraksi PDIP, I Gusti Made Winantara , pihak melihat Pemkot Mataram sudah melakukan langkah yang tepat, yaitu inventarisasi aset dan telah menetapkan regulasi. Ia menyarankan pejabat pengelola aset daerah hendaknya pegawai pilihan yang memiliki kesadaran, kemauan, keahlian dan tanggungjawab terhadap tipoksinya. Sekretaris Fraksi PAN, Drs. Lalu Nurudin Marzuki mengatakan, pengelolaan aset daerah yang masih menjadi kendala utama meraih WTP, harus didukung oleh SKPD yang baru di tahun 2014. BPKAD dalam melaksanakan tugasnya harus didukung dengan SDM yang handal dan memiliki kemampuan di bidang pengelolaan aset. ‘’Mataram baru mendapat opini WDP. Mengapa pemerin-

tah belum mencapai WTP, apa kendala dan upaya pemerintah,’’ tanya Ketua Fraksi PPP, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha. Namun demikian, Fraksi PKS, kata Abdul Malik Thalib saat membacakan pemandangan umum fraksinya, berharap Walikota dapat meningkatkan pada tahun yang akan datang, dari WDP menjadi WTP dengan jalan optimalisasi aset daerah dengan prinsip transparan dan akuntabel. Senada dengan PKS, Ketua Fraksi Partai Gerindra, I Gde Sudiarta berharap dengan adanya BPKAD maka pengelolaan aset milik Kota Mataram dapat diinventarisasi dengan baik. Sebab, menurut Fraksi Peduli Indonesia seperti disampaikan I Gusti Ngurah Ayu Ratu, SPd., masalah aset merupakan masalah klasik yang selalu muncul ke permukaan saat BPK melakukan pemeriksaan. Bahkan masalah aset ini sangat sulit mendapatkan penyelesaian.’’Kami menghapkan kepada Pemkot Mataram untuk terus menerus melakukan pembenahan ,’’ tandasnya. (fit)

Mataram (Suara NTB) – Sekretariat DPRD Kota Mataram bersurat kepada BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Kota Mataram. Surat ini berkaitan dengan aset bergerak Kota Mataram yang saat ini masih berada di tangan 32 anggota Dewan berupa sepeda motor. Hal ini mengingat masa jabatan anggota DPRD Kota Mataram periode 2009 – 2014 sekitar satu setengah bulan lagi. Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS, SH., kepada Suara NTB di kantornya, Sabtu (21/6) mengatakan, surat itu sudah disampaikan tanggal 18 Juni 2014. Ini sebagai salah satu upaya tertib administrasi aset bergerak milik Kota Mataram. ‘’Kalau sepeda motor, penarikannya nanti akan dilakukan oleh BPKAD,’’ sebutnya. Sedangkan mobil akan dilakukan penarikan loleh Sekretariat DPRD Kota Mataram. Namun dalam penarikan aset berupa sepeda motor dari tangan anggota Dew-

an, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan BPKAD. ‘’Karena kami di Sekretariat yang tahu alamat mereka (anggota Dewan, red). Lebih jauh dijelaskan Aria, mengapa aset berupa sepeda motor ditarik oleh BPKAD dan mobil oleh Sekretariat DPRD Kota Mataram, karena sepeda motor jenis matic yang diberikan kepada anggota DPRD Kota Mataram dengan status pinjam pakai pengadaannya dilakukan oleh Bagian Umum Setda Kota Mataram. ‘’Kalau mobil, pengadaannya di Sekretariat DPRD Kota Mataram,’’ ujarnya. Aria menyebutkan, ada 17 mobil yang dipegang oleh pimpinan Dewan dan alat kelengkapan Dewan. Rianciannya, Kijang Innova diperuntukkan bagi ketua dan dan dua wakil ketua DPRD Kota Mataram. Sedangkan 14 mobil lainnya yakni Avanza yang diperuntukkan bagi tiga komisi, sembilan fraksi dan dua di Badan Kehormatan DPRD Kota Mataram. (fit)

Lagi, Tanggul Sungai Unus Jebol Mataram (Suara NTB) – Terhitung sudah tiga kali tanggul Sungai Unus Jebol. Jebol pertamanya pun karena post mayor alias akibat terjangan banjir. Namun, kedua dan ketiga kalinya hingga kini belum diketahui penyebabnya. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram pun berdalih rusaknya tanggul tersebut memang karena ada proyek pengerjaan sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Mahmuddin Tura membantah kalau tanggul Sungai Unus jebol. Pasalnya, memang kondisi tersebut dilakukan karena adanya pengerjaan dua sungai yakni Sungai Unus dan Sungai Jangkok yang akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). “Itu sengaja di rusak, karena ada proyek BWS,’’ ujar Mahmuddin dikonfirmasi Jumat (20/6) malam. Proyek tersebut menurutnya, inklud dengan pembuatan jalan inspeksi dengan panjang satu kilometer yang menelan anggaran Rp 10 miliar lebih. Menyinggung tanggul tersebut masih pada masa pemeliharaan kontraktor? Mahmuddin mengelak dan tetap mengatakan sedang ada pengerjaan proyek BWS. “Bukan, itu proyek BWS,” jawabnya singkat. Pantauan Suara NTB di lokasi, tidak ada pengerjaan apapun. Alat berat atau personel yang mengerjakan tangggul seperti yang dijelaskan Kadis PU tidak ada. Tanggul yang posisinya persis kurang 200 meter di dekat pintu air tersebut, tergerus dan bahkan tanggulnya bertumpukkan di badan sungai. Hanya saja di sebelah utara, dua orang buruh bangunan terlihat memperbaiki atau menambal tanggul – tanggul yang berlubang.

(Suara NTB/cem)

Beli Mobil Pengangkut Sampah

JEBOL - Lagi, tanggul Sungai Unus jebol Sebelumnya, proyek pengerjaan tanggul Sungai Unus tersebut rampung dikerjakan awal Januari dengan menelan anggaran APBD. Masa pemeliharaannya pun, Dewan mencairkan anggaran Rp 200 juta. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram pernah melakukan inspeksi didampingi anggotanya Muhtar dan hadir juga Kepala Bidang Pengairan PU Kota Mataram, Yuslifar Artadi. Dikatakan, dari segi spek proyek tersebut tidak memperhatikan kondisi tanah. Artinya, penyebab utamanya adalah selain post mayor, juga karena labilnya kondisi tanah. Selain itu, Sahram mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek tersebut. “Ini belum jadi apa – apa sudah rusak, ibaratnya nasi masih ditenggorakan dimuntahkan kembali,” sindir Sahram. Disebutkan, pihaknya di Komisi III menganggarkan Rp 200 juta untuk pemeliharaan tanggul tersebut. dia mendesak agar tanggul tersebut agar segera diperbaiki. (cem)


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Pengadaan Perahu Bantuan Diskanlut BUPATI Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Djohan Sjamsu, SH, mewanti-wanti jajarannya untuk mencermati modus baru wisatawan mancanegara (wisman) menghindari retribusi daerah. Salah satunya seperti yang terjadi di Bali, para wisman bertransaksi di luar negeri kemudian datang ke daerah (objek wisata) dengan mengaku sebagai keluarga pemilik hotel, vila/home stay. “Modus ini terjadi di Bali Djohan Sjamsu dan teman-teman di Bali (Suara NTB/dok) yang memberitahu kita. Saya minta teman-teman berhati-hati, modus ini harus kita antispasi,” ungkap Djohan Sjamsu, Sabtu (21/6). Menurutnya, modus baru yang dijalankan wisma yang mengaku sebagai keuarga pemilik hotel notabene untuk menghindari retribusi/pajak, dalam bentuk pajak penghasilan terhadap makanan dan minuman. Namun ada pula di antara wisman yang notabene datang ke 3 Gili untuk bekerja, tetapi tidak mengurus Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), karena pengakuan sebagai keluarga pemilik hotel/vila. Apabila modus itu benar terjadi, bupati mengatakan jajaran SKPD terkait tentu harus mengawasi lebih ketat. Pasalnya jika transaksi kunjungan ke KLU dilakukan di luar negeri, praktis modus ini akan menghilangkan potensi retribusi/pajak untuk daerah dan untuk negara. “Transaksi yang terjadi di luar negeri tidak bisa kita awasi, sehingga kita juga tidak bisa pungut apapun dari mereka,” sambungnya. Selain itu, Bupati Djohan Sjamsu juga meminta SKPD terkait untuk mengoptimalkan penarikan retribusi. Aspek potensial yang dilihat bupati, penarikan retribusi sejumlah hotel/restoran yang beroperasi tanpa izin. Menyikapi jumlahnya yang disinyalir tidak sedikit, bupati menyarankan SKPD terkait memberikan izin sementara hingga pengelolanya memegang izin resmi. ‘’Beri dia izin operasional sementara, jangan dulu melihat status, luas tanah, tapi pentingkan usaha berjalan. Dengan usahanya jalan, dan izin sementara diberikan, maka ada dasar kita memungut.” Hanya saja, keputusan untuk menindaktegas pengusaha di 3 Gili dipandang sangat rawan merusak citra pariwisata KLU secara keseluruhan. Lebih efektif menurutnya, pengusaha itu diberikan izin sementara sembari SKPD membantu memfasilitasi kepengurusan izin pengusaha bersangkutan. (ari)

Kelompok Tenun Bayan Keluhkan Bahan Baku Tanjung (Suara NTB) Usaha produksi kelompok kain tenun masyarakat Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) sejauh ini masih berjalan normal. Layaknya usaha kelompok berskala rumah tangga, kelompok produksi kain tenun tak luput dari keterbatasan sumber daya (material), salah satunya benang berwarna. Salah seorang anggota kelompok tenun Jajak Bilang Bale, Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Mahniwati mengaku, pihaknya masih kesulitan mendapatkan benang berwarna, khususnya saat proses produksi berlangsung. Diakuinya, pekerjaan sering terhenti, karena tak cukupnya material. Kondisi ini lantas menghambat efisiensi dan efektvitas waktu pengerjaan selembar kain tenun tradisional Bayan. “Kami memerlukan informasi, di mana seharusnya kami bisa membeli benang berkualitas dan harganya terjangkau,” kata Mahniwati, Sabtu (21/6). Menurutnya, untuk menghasilkan produk kain tenun sesuai corak kain tradisional khas Bayan, penenun dituntut untuk menyediakan benang berwarna. Adapun kain tradisional identik dengan warna merah, baik merah muda, merah tua dan kuning. Dalam memenuhi material ini, anggota kelompok Jajak Bilang Bale Bayan, sangat tergantung dengan penyediaan benang oleh kelompok. Adakalanya, benang dibeli parsial oleh anggota di pasar tradisonal. Namun dikhawatirkan, benang di pasar tradisonal harganya bersaing serta kualitasnya kurang bagus. “Mengatasi hal ini, kami mengharapkan dibantu agar memudahkan,” harapnya. Pada bagian lain, Sekretaris Lembaga Pranata Adat Karang Bajo, Renadi, S.Pd, menambahkan, pihaknya menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas penenun dalam upaya meningkatkan jenis motif produk. Sebut saja, kain Londong Abang atau kain Tenun Merah, jenis ini dapat diproduksi variannya menjadi ikat pinggang, dompet dan lainnya. Menurut dia, dalam aspek usaha, sebagian besar kelompok termasuk kelompok Jajak Bilang Bale tertanam doktrin menjalankan usaha melalui etika, baik etika hukum maupun etika bisnis. Oleh karena itu, Renadi mengajak, agar etika tetap dipegang dengan tetap membuka link pasar agar kain tenun Bayan diterima publik, dan lebih dikenal publik. Pada kesempatan yang sama, seorang fasilitator, Mila, berkesempatan menanggapi keluhan Anggota kelompok, membenarkan pemilihan material benang tidak boleh sembarangan. Pemilihan benang sangat menentukan hasil akhir sebuah produk. “Untuk benang, yang murah dan berkualitas dapat di beli di Klungkung (Bali) atau di Bertais. Pembelian benang ini bisa dipesan pada harga sekitar Rp 4.000/tukel,” ujar Mila sembari mengharapkan produksi diimbangi promosi serta dana usaha dapat di-support dari PNPM setempat. (ari)

Polres Loteng Tetapkan Lima Tersangka Baru Di mana perahu yang diberikan kepada nelayan, terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Baik dari sisi ukuran maupun bahan yang digunakan untuk membuat perahu. Indikasi tersebut semakin kuat, ketika banyak perahu bantuan yang disalurkan tidak bisa digunakan oleh nelayan, lantaran dinilai tidak layak dan tidak sesuai keinginan nelayan. Tidak hanya itu, banyak perahu yang diberikan nyatanya sudah rusak,padahal baru beberapa bulan diterima. Pada bagian lain, Tamiana mengaku saat ini prosesnya sudah hampir tuntas. Pihaknya masih harus memenuhi satu alat bukti lagi, untuk bisa segera meningkatkan status

Praya (Suara NTB) Penyelidikan kasus korupsi pada pengadaan perahu bantuan bagi nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2010 yang menyeret mantan Kepala Diskanlut Loteng, LWS, terus berlanjut. Polres Loteng sudah menetapkan lima orang tersangka baru, dalam proyek yang merugikan negara ratusan juta tersebut. “Kita sudah memeriksa lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini,” ungkap Kasat Reskim Polres Loteng, AKP Ketut Tamiana, Sabtu (21/6). Namun, Tamiana belum bersedia membeberkan identitas para tersangka baru dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan. “Untuk identitas para tersangka, belum bisa kita ungkap. Karena kami memang tengah berupaya segera menuntaskan penyidikan kasus ini,” terangnya. Namun,

ujarnya, lima tersangka baru merupakan panitia lelang serta panitia pemeriksa barang pada proyek bersangkutan. Saat ini katanya penyidik Polres Loteng sedang melakukan pemberkasan dan melengkapi beberapa kekurangan, sehingga bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Sekarang ini, pihaknya masih melengkapi beberapa berkas. Sebelumnya pada tahun 2013 lalu, polisi sudah menuntaskan penyidikan atas mantan Kepala Diskanlut Loteng,

dalam kasus tersebut. Bersama rekanan proyek pengadaan perahu bantuan dari pemerintah pusat tersebut, senilai Rp 300 juta lebih. “Jadi yang jadi tersangka sekarang, merupakan sisa dari tersangka yang sudah lebih dulu diperiksa,” tambahnya. Kasus bantuan perahu bagi nelayan Loteng itu sendiri mencuat pada tahun akhir tahun 2010 lalu. Kala itu, pihak kepolisian mencium ada kejanggalan dalam pelaksaan proyek tersebut.

penyelidikan ke penyidikan. Sehingga siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini bia segera ditetapkan. Walaupun hanya satu alata bukti, pihaknya kepolisian sedikit kesulian untuk memenuhinya. Pasalnya, untuk bisa memenuhi alat bukti tersebut harus berkoordinasi dengan instansi lain. “Tapi yang jelas, kita akan berupaya keras. Sehingga posisi kasus bisa jelas,” tandasnya. Masalah calon tersangka, sudah ada gambaran. Hanya saja pihak belum bisa mengungkap, sebelum ada kejelasan status penyelidikan. “Kalau posisi kasus sudah kita tingkatkan ke penyidikan. Baru kita bisa ungkap berapa dan siapa saja yang menjadi tersangka,” pungkasnya. (kir)

Retribusi Sampah Lampaui Target Triwulan Pertama Giri Menang (Suara NTB) Realisasi retribusi dari pengelolaan sampah pada Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan Lombook Barat (Lobar) hingga triwulan pertama mencapai 29 persen. Artinya, realisasi retribusi ini melampaui dari target yang ditetapkan pada kurun waktu triwulan. Jumlah retribusi yang berhasil disetor ke PAD mencapai Rp 40 juta lebih. “PAD dari retribusi sampah mencapai 29 persen atau sekitar Rp 400 juta lebih, artinya ini melampaui target,” klaim Kepala Dinas TKPK Lobar, H. Dahrun, beberapa waktu lalu. Dahrun menyebut, retribusi sampah diperoleh dari tiga komponen, yakni dari kerjasama PDAM, kerjasama SKPD dan kecamatan. Paling besar retribusi disumbangkan dari kerjasama dengan PDAM mencapai rata-rata Rp 70 juta per bulan.

Sementara dari komponen lain tidak terlalu besar. Kaitannya dengan target retribusi dari sampah sendiri tahun ini ditarget Rp 1,3 miliar. Setelah dikaji, Dahrun mengaku kemungkinan tak bisa mencapai target ini 100 persen, karena dari hasil kajian dan perhitungan, kemungkinan bisa dicapai hanya Rp 1,1 miliar atau 80 persen. Meski demikian, pihaknya berusaha mencapai agar bisa maksimal 100 persen. Hanya saja terkait realisasi retribusi sampah ini perlu dioptimalkan pada kerjasama dengan kecamatan. Terkait hal ini, tentunya pihak kecamatan harus maksimal melakukan pengelolaan dan penugutan. Untuk mengoptimalkan peranan kecamatan ini, ia memiliki rencana ke depan akan membuat semacam pakta integritas dengan semua kecamatan. Ca-

mat diberikan target agar mampu mencapai target tersebut. Terkait pengelolaan sampah ini, pihaknya terus menggenjot kecamatan agar maksimal. Salah satu upayanya melakukan kerjasama bank sampah syariah (BSS) untuk mengelola sampah tersebut. Ke depan, pihaknya akan mengembangkan pola baru dalam pengelolaan sampah. Tidak lagi pengelolaan sampah dengan pola lama, sampah dikumpulkan, angkut dan buang. Pola ke depan, dalam pengelolaan sampah menggunakan teknologi tepat guna supaya dapat memberi dampak pada penghasilan masyarakat. Termasuk dengan memulai program pengembangan pengelolaan sampah, terkait hal ini pihaknya sudah membagikan mesin pengelolaan. “Ini masih tataran pilot project, mulai dari Kota Gerung,” ujarnya. (her)

Hasil Uji Petik

Dinas PPKD Temukan Dugaan Penggelapan Pajak Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (PPKD) Lombok Barat (Lobar) menemukan adanya indikasi kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak hotel dan hiburan. Indikasi kebocoran itu dibuktikan dari hasil perampungan akhir tahun dan uji petik terhadap wajib pajak (WP) yang membayar pajak. ‘’Dari hasil perampungan akhir tahun yang tercatat pada Surat Kekurangan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), wajib pajak yang kurang bayar pajak sangat besar mencapai satu kali lihat dari pajak yang harus dibayar. Sementara dari uiji petik ditemukan wajib pajak melaporkan dan membayar pajak tak sesuai kondisi sesungguhnya. Artinya ada indikasi wajib pajak melakukan penggelapan pajak,’’ ungkap Kepala Dinas PPKD melalui Kabid Pendapatan, Dedi Saputra SH, MH, kepada Suara NTB, Sabtu (21/6).

Dedi mengungkapkan, indikasi kebocoran dalam hal ini harusnya dipilah. Pertama yakni dugaan kebocoran di mana wajib pajak tidak melaporkan kewajiban seperti sesuai fakta. “Itu termasuk katagori kebocoran juga,” akunya. Sementara, dalam konteks penyalahgunaan pada petugas pemungut pajak. Menurutnya, kecilkemungkinankebocoranyang disebabkan penyalahgunaan pada petugas, karena mekanisme pemungutan pajak dilakukan langsung melalui transfer. Artinya petugas pemungut pajak tidak bersentuhan dengan uang. Namun ada sebagian kecil pemungutan langsung terhadap wajib pajak, seperti warungwarung karena pemilik malas menyetor pajak ke bank. “Kalau ada statement kebocoran pada petugas sangat kecil, karena dinas sangat ketat dalam hal ini mengawasi petugas penagih karena ada kontrol ketika membawa Surat Setoran Pajak Daerah

(Suara NTB/kir)

OPERASI PEKAT - Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah menujukkan hasil operasi pekat, Sabtu (21/6). Selama sepekan terakhir, aparat Satpol PP cukup intensif mengelar operasi kesejumlah kecamatan. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya cipta kondisi menjelang Ramadhan.

(SSPD) yang akan ditukar dengan wajib pajak,” akunya sembari menyatakan SSPD ini harus kembali hari itu juga meskipun dapat atau tidak dapat pungutan pajak harus dikembalikan. Menurutnya, kebocoran pada WP tidak bisa dihindari, karena sistem pemungutan pajak di Lobar masih secara self assessment atau penghitungan dilakukan sendiri oleh WP terkait jumlah pajak yang akan dibayar ke daerah tiap bulannya. Saat pembayaran dinas katanya tidak langsung menegur terkait jumlah real pembayaran pajak, namun diakhr tahun dilakukan rampung terhadap WP. Dinas melakukan perhitungan kembali terhadap transaksi WP. Misalnya dilihat dari jumlah tamu dan bill atau bukti pembayaran. Hasil dari perampungan itu, setiap tahun dibuat produk SKPDKB, sehingga banyak WP yang dianggap kurang bayar dan jumlahnya bisa mencapai satu kali lipat atau setengahnya. (her)

Tudingan Penjualan Buku Negara

Dikpora Lotim Pastikan Sudah Lakukan Sesuai Prosedur Selong (Suara NTB) Tudingan tehadap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur (Lotim) telah menjual buku negara dibantah Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Lotim, M. Zaini. Kepada Suara NTB, Sabtu (21/6), Zaini menegaskan, pihaknya hanya melakukan penggandaan terhadap buku petunjuk Kurikulum 2013 tahun ajaran 20132014. Hal ini pun dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Menurutnya, dasar hukum pihaknya melakukan penggandaan sesuai hasil rapat koordinasi dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan surat edaran dari Kemendikbud sendiri. Hal ini, lanjutnya, tertuang dalam surat edaran Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 95/041/WMP/PO/2013 tertanggal 31 Juli 2013. Dalam surat edaran itu, ujarnya, meminta pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 2013 dengan menganggarkan biaya untuk pelaksanaan kurikulum sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Selain itu, apabila di daerah terdapat sekolah yang sudah melaksanakan kurikulum di luar sekolah yang sudah ditunjuk pemerintah pusat, maka pemerintah daerah harus memastikan guru di sekolah y a n g lain sudah mendapatkan pelatihan.

Lotim Siap Terapkan UU Desa Selong (Suara NTB) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lombok Timur (Lotim) mulai mempersiapkan desa-desa untuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, termasuk menyambut Rp 1 miliar masing-masing desa. Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) BPMPD Lotim, Khairul Amri kepada

Suara NTB, Sabtu (21/6), menjelaskan, dana Rp 1 miliar per desa itu itu direncanakan mulai terealisasi tahun 2015 mendatang. Pasalnya UU berlaku sejak 1 Januari 2014 lalu. Dituturkan, hasil konsultasi terakhir dikabarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur teknis pelaksanaan UU Nomor 6 tahun 2014 sudah keluar. Adapun salah satu yang tertuang dalam penjelasan PP adalah

pencairannya dengan pola 40 persen, 40 Persen, 20 persen. Mekanisme pencairan rencana masuk ke rekening daerah yang selanjutnya ditransfer ke desa-desa. “Bentuknya tidak jauh beda dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS),” tutur Amri. Menyadari pentingnya persiapan para kepala desa, pihaknya terus melakukan pembinaan. Di mana, kepala desa, sekretaris desa hingga bendahara desa yang memiliki peranan penting dan memahami masalah UU Desa ini. Secara terpisah, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Lalu Dhedi Kusmana membenarkan adanya informasi terkait telah keluarnya PP UU Nomor 6 tahun 2014. Hanya saja, salah satu klausul dalam PP tersebut harus ada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dibawah aturan tersebut sebagai aturan pelaksana yang lebih teknis. Secara prinsip, ujarnya, Permendagri bukan menjadi bagian dari regulasi yang harus diikuti secara hirarkis. Akan tetapi, hal ini sudah terbiasa menjadi kebijakan politik hukum dari pemerintah pusat. ‘’Bisa jadi pelaksanaan UU Desa, utamanya menyangkut anggaran itu menunggu aturan lebih spesifik,’’ ujarnya. Dicontohkan, kelahiran UU Pendidikan Nasional yang mengamanahkan adanya tunjangan bagi guru dan dosen sudah jelas. Akan tetapi secara spesifik, guru yang menerima tunjangan itu harus terlebih dulu mengikuti tahapan proses sertifikasi guru. Tidak menutup kemungkinan, hal serupa bisa diadopsi pada pelaksanaan UU Desa. (rus)

(Suara NTB/rus)

Modus Baru Wisman

M. Zaini

Berdasarkan surat edaran itu, pada awal pelaksanaan kurikulum 2013 lalu, pemerintah pusat tidak memberikan dukungan anggaran penuh. Karena anggaran pendukungnya harus dipersiapkan dari APBD masing-masing daerah. Atas dasar itu, ujarnya, dilakukan penggandaan dengan tujuan bisa lebih cepat dipahami oleh para guru di tingkat satuan pendidikan. Hal ini dimaksudkan pula agar pelaksanaan kurikulum 2013 ini tidak terlambat dalam melaksanakan kurikulum baru itu. “Karena pusat tidak menganggarkan biaya cetak, maka daerah yang harus siapkan,” imbuhnya. Penggandaan yang dilakukan pun tidak boleh menghilangkan konten dan subtansi sedikit pun dari isi buku. ‘’Satu kata atau satu kalimat tidak boleh hilang,’’ ujarnya. Apa yang telah dilakukan Dikpora Lotim, ujarnya, tidak dipermasalahkan Kemendikbud. Kabid Dikdas Dikpora ini mengaku sudah diaudit oleh pihak Kementerian. Pascaaudit dari Kementerian itu, ujarnya, keluar surat edaran dari Dirjen Kemendikbud Nomor 2662/J/63/KR/2014 tertanggal 10 Maret 2014 lalu. Dalam surat Dirjen ini sama sekali tidak ada penegasan yang menyalahkan apa yang telah dilakukan Dikpora. Menurutnya, harus ada perbedaan yang jelas, buku kurikulum ajaran tahun 2013-2014 dengan tahun ajaran 2014-2015. Untuk tahun pertama, penganggaran diserahkan ke Pemda. Berbeda dengan 2014-2015 yang sepenuhnya menjadi tanggungan dari pemerintah pusat. Dalam proses penyelesaian hal ini, Kabid Dikdas Dikpora Lotim ini mengajak semua pihak untuk melakukan diskusi dan duduk bersama. Terutama dalam membahas penyelesaian masalah, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tudingan dari sejumlah pihak yang menilai Dikpora menjual buku dinilai muncul, karena tidak mengerti prosedur. (rus)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Halaman 4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212

PARLEMENTARIA

Bupati Serahkan SK Pembentukan Kabupaten Bima Timur

Kerjasama DPRD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi Dompu (Suara NTB)Seringnya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berupa minyak tanah, premium dan solar yang sering kosong di agen maupun SPBU menimbulkan kecemasan banyak pihak. Apalagi kelangkaan BBM bersubsidi ini diduga akibat adanya penyelewengan untuk kebutuhan industri. Pemerintah pun diminta memperketat pengawasan BBM bersubsidi dan bila ada keterlibatan oknum aparat, bisa dilaporkan ke atasannya. Sekretaris Komisi II DPRD Dompu, Abdullah, S.Kel kepada Suara NTB, Sabtu (21/6) mengaku, mendapat keluhan dari masyarakat soal kelangkaan minyak tanah dan mahal-

Bima (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima menunjukkan sikap terkait rencana pembentukan Kabupaten Bima Timur. Rencananya, sebagai bentuk realisasi sikap tersebut, Bupati Bima, Drs Syafrudin HM Nur, M.Pd akan menyerahkan SK persetujuan Pembentukan di Kecamatan Sape. Rencana penyerahan tersebut diungkapkan oleh Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bima Timur (KPKBT), Jasmin S.pd pada Minggu (22/6). Diakuinya, terkait rencana pembentukan tersebut akan direalisasikan oleh Bupati Bima dengan menyerahkan SK pembentukan kepada masyarakat Bima bagian timur. “Rencananya penyerahan itu besok (hari ini, red),” terangnya. Dalam penyerahan tersebut, lanjutnya, akan dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bima, elemen KPKBT serta masyarakat dari tujuh kecamatan Kabupaten Bima. Bahkan, anggota DPR RI dari partai Golkar, Muhammad Lutfi, SE juga hadir. Acara ini juga dibalut dengan kegiatan bakti sosial khataman massal. Dia berharap, acara tersebut berlangsung lancar sehingga kehadiran aktifis pengurus simpatisan pembentukan Kabupaten Bima Timur dinilai penting serta mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dengan baik. Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol melalui Kasubbag Pemberitaan, Suryadin S.sos yang dikonfirmasi mengenai rencana penyerahan ini belum bisa dimintai keterangan. Pasalnya, saat dihubungi via handphone yang bersangkutan tak merespon. (use)

nya harga minyak tanah pada agen. Dari harga eceran tertinggi (HET) ketetapan pemerintah untuk minyak tanah sebesar Rp 3.000, di lapangan dijual antara Rp 5.000 hingga Rp 8.000/ liter. “Selain tidak sesuai HET, minyak tanah sering kosong dan langka,” kata Abdullah. Begitu juga dengan BBM jenis premium maupun solar yang sering kosong di pangkalan SPBU. Kekosongan BBM ini tidak sematamata karena banyaknya kendaraan bermotor yang mengisi BBM, tapi ada dugaan dijual ke industri. Apalagi proyek yang membutuhkan BBM jenis minyak tanah (aspal), solar (alat berat) dan premium di Dompu cukup ting-

gi. “Kelangkaan BBM bersubsidi ini ada dugaan diselewengkan ke industri dan dikirim ke Lombok untuk pengomprongan tembakau,” katanya. Bila tidak diawasi secara ketat oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan aparat terkait, kekayaan negara untuk rakyat ini akan bocor. Karena kebutuhan industri terhadap BBM harus dipesan langsung melalui Depo pertamina. “Kalau mereka mengisi di SPBU dan mengambil di agen-agen minyak tanah yang ada, kebutuhan rakyat pasti akan dirugikan,” jelasnya. Namun bila ada keterlibatan oknum aparat yang ikut mem-back up peredaran minyak bersubsidi ke industri

atau dikirim ke luar daerah, Abdullah meminta agar dilaporkan ke Dewan atau ke atasan aparat di Mataram maupun di pusat. Karena perilaku ini tidak bisa dibiarkan. “Ketika dibiarkan, maka kebocoran BBM bersubsidi tidak akan pernah berhenti dan yang untuk pengusaha nakal, bukan rakyat,” ungkapnya. DPRD selaku lembaga aspiratif dan pengawasan di daerah, menurut Abdullah, harus ikut bertanggungjawab dengan melakukan pengawasan secara intensif. Dinas terkait dan para pengusaha harus dipanggil. “Pengusaha yang ketahuan menyelewengkan BBM bersubsidi, harus ditindak tegas. Bila perlu izin operasionalnya di-

(Suara NTB/ula)

Abdullah cabut untuk memberi efek jera,” harapnya. (ula/*)

Diduga Cabuli Bocah

Rumah Seorang Warga Diamuk Massa

Ratusan Hektar Lahan di Lape Langgar Pola Tanam Sumbawa Besar (Suara NTB) Pelanggaran terhadap pola tanam di kecamatan Lape cukup tinggi. Ada sekitar 100 hektar lahan yang melanggar Jalur merah yang telah disepakati bersama. Imbasnya, air irigasi pun terhambat yang bisa mengancam terjadinya gagal panen. Kasi Pemeliharaan Tanaman Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Usman S.P, ketika dihubungi Minggu (22/6), menjelaskan rapat irigasi di kecamatan dengan seluruh unsur P3A dan petani telah menyepakati tentang jalur hijau dan jalur merah. Jalar hijau berarti lahan yang bisa ditanami padi dan jalur merah, larangan menanam padi dan disarankan menanam palawija khususnya jagung atau kacang hijau. “Ini disepakati agar tidak lagi terjadi ancaman gagal panen seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang Usman. Kepala UPT Pertanian Kecamatan Lape, A. Hamid S.P, menyesalkan para petani yang melanggar kesepakatan. Terdapat sekitar 100 hektar lahan di wilayah Bangunan Lape (BL) I dan BL II yang berada di jalur merah, namun memaksakan diri menanam padi. Sekitar Bukit Tinggi desa Dete Lape kumpulan P3A Kompak Jaya. “Mereka sudah disarankan menanam jagung namun ngotot tanam padi. Mereka inilah yang kerap menghadang air hingga distribusi air ke hilir menjadi terganggu,” sebutnya. Terkait hal ini, pihaknya sudah meminta pihak pengairan agar tegas menutup pintu air bagi petani yang menyerobot air tanpa aturan. Namun, pengawas air tidak mau, sehingga air irigasi terhambat dan tersendat-sendat sampai ke hilir. Meski demikian, pihaknya tetap berharap agar padi yang kadung ditanam petani dapat terselamatkan hingga panen. (arn)

Kota Bima (Suara NTB) Entah apa yang merasuki pikiran Muhtar Ismail (58), warga RT 3 RW 2 Kelurahan Penaraga, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pria yang telah memiliki cucu ini diduga tega mencabuli L (11) yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Warga yang mendengar peristiwa ini pun berang dan menyerang rumah pelaku pada Jumat (20/6) malam lalu. Dugaan pencabulan tersebut terjadi pada Rabu (18/6). Diduga, saat itu pelaku menggerayangi korban, hingga akhirnya L yang masih duduk di sekolah dasar ini mengeluh kesakitan. Pihak keluarga baru tahu peristiwa ini setelah menaruh curiga terhadap L yang sering menjerit saat buang air kecil. “Awalnya kami mengetahui setelah diberitahu oleh keluarga, katanya anak saya sering menjer-

it kesakitan,” terang Sri Rahmawati (42), orang tua L. Guna memastikan kondisi anaknya, dia pun membawa L ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima untuk diperiksa. Benar saja, dari hasil visum, dokter setempat memastikan jika alat vital L robek. Sontak, kenyataan ini membuat Rahmawati dan keluarga terpukul. Saat ditanyai penyebabnya, Wati menyebutkan anaknya enggan menyebut-

kan. Hanya saja, berdasarkan penuturan warga yang sebelumnya menaruh curiga, diduga L telah dicabuli oleh Muhtar. Pasalnya, warga sering melihat Muhtar sering bermain dengan anak kecil sembari memegang dan meraba. Dugaan pihaknya semakin kuat, pasalnya Muhtar yang namannya disebut-sebut meminta bertemu untuk membicarakan masalah dimaksud secara kekeluargaan. Mak-

sudnya agar permasalahan ini tidak tersebar ke warga. Namun permintaan tersebut ditolak dan dia pun memutuskan untuk melaporkan ke aparat Kepolisian. Apalagi seluruh keluarga, juga merasa berang lantaran masa depan anaknya sudah dinodai. “Kami putuskan untuk melapor, ini menyangkut masa depan anak kami,” ujarnya. Sementara itu, di saat yang sama warga yang mendengar perilaku Muhtar juga emosi. Pada Jumat malam, mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Muhtar yang tak jauh dari rumah korban. Mereka melampiaskan emosi dengan melempar dan merusak seluruh perabotan yang ada

dalam rumah batu dimaksud. Beruntung, aksi anarkis warga tidak berlanjut setelah aparat Kepolisian mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan. Kapolres Bima Kota melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Ipda Subagio menyebutkan kasus tersebut telah ditangani pihaknya. Bahkan, pelaku sudah ditahan sejak Jumat malam. “Pelaku sudah kami ditahan, saat ini tengah dalam proses penyelidikan,” tandasnya. Tidak hanya pelaku yang sudah diamankan, aparat Kepolisian juga telah mengambil tindakan terkait aksi pengrusakan termasuk mengumpulkan bukti-bukti dan olah TKP. (use)

Jumlah Peralatan Pengelolaan Emas Tradisional Menurun

(Suara NTB/bul)

PENGAWASAN LEMAH – Lalu lalang kendaraan antarpulau melalui pelabuhan penyeberangan kerap membuat khawatir penumpang kapal. Pengawasan petugas dinilai lemah, tidak ada pemeriksaan secara intens terhadap barang bawaan kendaraan yang akan menyeberang. Pemandangan dari geladak kapal penyeberangan sebelum sandar di Dermaga Poto Tano, Sumbawa Barat.

Tuntut Normalisasi Sungai

Aksi Blokir Jalan Meluas

(Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) Meski pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga kini belum menemukan cara efektif untuk menekan keberadan operasional peralatan pengelolaan emas tradisional, tetapi secara jumlah, peralatan yang ditengarai menjadi ancaman lingkungan itu sudah mulai berkurang. Berdasarkan data terbaru Polres KSB, untuk unit Gelondong saat ini tercatat sebanyak 6.297 unit dari sebelumnya sebanyak 7.000 unit. Demikian pula dengan jumlah Tong, perangkat pengelolaan kapasitas besar ini di awal jumlahnya mencapai 400 unit, namun kini yang bertahan beroperasi tersisa sebanyak 127 unit saja. “Catatan terbaru kami menunjukkan ada penurunan jumlah baik Gelondong maupun Tong yang beroperasi,” terang Kapolres KSB AKBP, Teddy Suhendyawan Syarif, SIK. Tak hanya unit pengelolaan yang menurun, jumlah lubang tambang yang diusahakan oleh masyarakat pun juga berukang. Masih berdasarkan data Polres KSB, saat ini jumlah lubang tambang yang masih dioperasikan oleh masyarakat hanya tersisa sekitar 133 lubang (tambang) saja. “Itu data terbaru kami sepajang di tahun 2014 ini. Ternyata jumlah lubang yang masih doperasikan warga juga berkurang,” timpal Kapolres. Meski telah menurun jumlahnya, Kapolres mengatakan, sejauh ini masih banyak pihak yang menyatakan aktivitas pertambangan tradisional yang cenderung merusak lingkungan karena adanya pemanfaatan bahan-bahan kimia berbahaya itu masih tehitung banyak. “Masih ada yang bilang ini masih banyak, tapi faktanya ada pengurangan walau belum dalam jumlah banyak,” urainya. Secara institusi, Kapolres mengaku, berharap pemerintah segera melakukan relokasi terhadap aktivitas pengeloaan hasil tambang tradisional tersebut. Relokasi dengan menyediakan satu tempat khusus akan menjadi salah satu solusi terbaik guna menekan kemungkinan pencemaran lingkungan dari kegiatan penambangan tradisional itu. “Kan sudah ada rencana Pemda, kita tunggu saja kapan pelaksanaannya akan dimulai,” pungkasnya. Namun demikian, jika pun Pemda KSB akan mengambil langkah tegas untuk menertibkan seluruh operasional pengeolaan emas tradisional tersebut selaku institusi penegak hukum Polres KSB siap mendukung pemerintah. “Semua tergantung Pemda dan bupati. Kalau bupati bilang amankan proses penertiban atau sekedar hanya merelokasi kami selalu siap mem-back up kegiatannya,” timpal Teddy. “Pengaduan mengenai keluhan warga terkait keberadaan gelondong dan tong di wilayahnya sudah ada kita terima secara lisan. Intinya sekarang kami (Polres KSB) siap dan semuanya tergantung putusan Pemda,” imbuhn y a . (bug) Teddy Suhendyawan Syarif

Bima (Suara NTB) Satu demi satu, tuntutan agar Pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur disuarakan oleh masyarakat. Setelah sebelumnya, warga di Kecamatan Belo meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) memperbaiki jalan, kini warga di Kecamatan Woha menuntut agar Pemda menormalisasi sungai-sungai yang dangkal. Seperti yang dilakukan oleh ratusan warga yang tergabung dalam Bima Isntitut (BI) pada Sabtu (21/6). Dalam aksi tersebut, warga bahkan memblokir jembatan di Desa Tente serta membakar ban bekas. Korlap Ardiansyah, dalam orasinya menyebutkan normalisasi sungai ini sangat penting dilakukan saat ini khususnya di sekitar Jembatan Desa Tente. Pasalnya selain terjadi pendangkalan, sungai alur tersebut juga dipenuhi oleh tumpukan sampah sehingga semakin dangkal. Tak ayal, jika turun hujan, air sungai kerap meluap dan meng-

genangi tiga desa yakni Desa Tente, Naru dan Nisa. “Normalisasi sungai ini sangat urgen dilakukan saat ini,” katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Muslimin S.Pd. Dia berharap Pemda Kabupaten Bima segera menormalisasi sungai dimaksud. Tidak hanya itu, dia meminta agar Pemda juga melakukan perawatan intensif terhadap bendungan Tente. Jika tuntutan ini tidak diindahkan maka pihaknya akan terus melakukan pemblokiran. Menurutnya, saat ini Pemda terkesan menutup mata atas kondisi yang ada. Padahal, fakta dari sungai yang dangkal sudah pernah disaksikan dengana terjadinya banjir yang menggenangi desa sekitar serta desa-desa lainnya. Hal ini terjadi lantaran Pemerintah tidak serius membangun daerah. Ironisnya, Pemerintah Kecamatan yang merupakan pimpinan wilayah juga ikut menutup mata. “Sudah tiga desa di Kecamatan Woha yang menjadi sasa-

ran banjir, ini terjadi akibat keteledoran aparat Pemda yang tak memperhatikan kondisi sungai,” tuturnya. Sementara itu, aksi pemblokadean yang dimulai sejak pukul 08.30 WITA tersebut sempat diwarnai dengan ketegangan. Pasalnya, salah seorang pengendara sepeda motor memaksa menerobos jalan yang sudah ditutup mati. Beruntung ketegangan lebih serius tak sampai terjadi setelah aparat kepolisian menyarankan pengendara dimaksud untuk mengambil jalan alternatif. Sekitar pukul 12.30 WITA, Pemda melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima Ir Nggempo turun ke lokasi dan menjanjikan kepada demosntran akan menindaklanjuti. Bahkan hari itu juga Dinas PU akan membawa alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah. Setelah mendapat tanggapan, pendemo akhirnya menghentikan aksinya. (use)

1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Sumbawa Besar Sementara catur yang di1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 (Suara NTB) harapkan berprestasi lebih 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Sejumlah siswa dari tinggi meraih 10 besar na1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Sumbawa yang mewakili sional. Prestasi ini diraih 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 NTB ke tingkat nasional Gerry siswa SMPN 1 Sum1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 untuk 02SN SD maupun bawa yang pada tingkat 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 SMP berhasil menembus provinsi lalu meraih emas. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 10 besar nasional, dari ca- Pada 02SN tingkat nasion1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 bang senam dan ateltik. al yang berlangsung dari 151234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Seperti dikatakan Kepa21 Juni. “Ini prestasi mak1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 la Bidang Pendidikan simal yang diperoleh dalam 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Dasar (Dikdas) Dinas Pen- ajang nasional kali ini,” 1234567890123456789012345678901212345678901234567 didikan Nasional (Diknas) tukasnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Sumbawa, Awalaluddin Pada kesempatan yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Safari S.H, kepada Suara sama, Awal juga sekaligus 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 NTB, Minggu (22/6), dari mengeluarkan himbauan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 cabang senam putra, M. kepada pihak sekolah 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Fauzan (SDN Gelampar khususnya SD dan SMP 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Kecamatan Alas Barat) dalam penerimaan siswa 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 untuk 02SN SD berhasil baru tahun ini. Agar terbu1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 menembus lima besar na- ka dan objektif. Menerima 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 sional. Kemudian satu lagi siswa maksimal 34 orang 1234567890123456789012345678901212345678901234567 siswa dari Sumbawa yang per kelas. Agar proses bela1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 masuk 8 besar tolak peluru jar mengajar bisa berjalan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 cabang atletik. lancar. (arn) 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567

Siswa Sumbawa Tembus 10 Besar Nasional O2SN SD/SMP


RAGAM

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Penyelidikan Kasus BWS Loteng Digelar Maraton Dari Hal. 1 ‘’Hari ini (Sabtu , red) kita jadwalnya memeriksa tiga orang saksi. Sedangkan tiga saksi lainnya baru akan dimintai keterangan pada Senin besok (hari ini,red),” jelasnya. Para saksi yang diperiksa tersebut lanjut Tamiana, kebanyakan berasal dari panitia lelang serta panitia pemeriksa dan penerima barang. Sementara dari pihak rekanan sendiri belum dijadwalkan. Termasuk pemerikasan terhadap Kepala BWS Loteng, baru akan dijadwalkan setelah semua saksi yang terkait selesai diperiksa. ‘’Untuk Kepala BWS Loteng, pasti akan kita periksa. Tetapi kapan itu, nantinya kita tunggu pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait selesai dulu. Baru bisa kita tentukan, perlu tidaknya memeriksa Kepala BWS Loteng,” imbuhnya. Karena untuk memeriksa Kepala BWS Loteng, sangat tergantung hasil pengembangan, ber-

dasarkan data dan keterangan yang diperoleh dari saksi yang ada. Lalu apakah sudah ada calon tersangka ? Tamiana mengaku masih terlalu dini untuk menentukan tersangka. Pasalnya, proses kasus ini masih tahap penyelidikan. Saksi yang akan dimintai keterangan juga masih belum selesai seluruhnya. ‘’Jadi untuk calon tersangka, belum bisa kita tentukan,” jelasnya. Belum lagi pihaknya nantinya juga harus berkoordinasi dengan pihak BPKP, untuk membantu proses audit guna menentukan apakah ada kerugian negara yang timbul dalam proses pengadaan alat penghancur eceng godok senilai Rp 1,5 miliar tersebut, atau tidak. ‘’Intinya proses penyelidikan akan terus kita lakukan. Masalah calon tersangka dan sebagainya, nanti kita tentunya setelah seluruh saksi terkait selesai diperiksa,” pungkasnya. (kir)

NTB Tunggu Jatah CPNS Formasi Umum Dari Hal. 1 Yang dijemput ke pusat kemarin itu untuk formasi khusus. Kita dapat jatah satu orang untuk dokter spesialis di RSUP NTB,’’ terangnya. Satu orang jatah formasi khusus yang diperoleh Pemprov NTB itu untuk tenaga dokter spesialis anastesi. Jatah formasi khusus ini diberikan kepada dokter spesisialis yang menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) selama beberapa tahun di RSUP NTB. ‘’Persyaratannya antara lain dia itu jadi PTT. Kalau yang baru ndak dapat. Ndak perlu tes, dia langsung diangkat jadi PNS. Jadi satu orang dokter spesialis anastesi ini sudah PTT lama di provinsi. Kemudian juga dia sempat sekolah kemarin,’’ imbuhnya. Masyhuri menambahkan, untuk jatah formasi umum sampai saat ini Pemprov NTB masih menunggu informasi lebih lnajut dari pemerintah pusat. Menurutnya, secara nasional sudah ditentukan jumlah jatah atau kuota CPNS formasi umum untuk daerah. ‘’Untuk formasi umum kita masih menunggu. Sudah

ada titik terang tetapi untuk mengambilnya masih belum ada panggilan,’’ ujarnya. Pemprov NTB telah mengajukan sebanyak 301 lebih formasi CPNS 2014 pada awal tahun ini. Dari 301 formasi yang diusulkan ke pusat itu paling banyak formasi untuk tenaga kesehatan. Selain itu, tenaga penyuluh sosial dan tenaga fungsional pengawas pertambangan. Terkait dengan kesiapan NTB dalam seleksi CPNS tahun 2014 ini yang menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT), Pemprov NTB mengaku siap. Dalam APBD Perubahan 2014, Pemprov akan mengajukan anggaran untuk pembelian 50 unit komputer dalam mendukung sistem CAT tersebut. Kalaupun tahun ini NTB belum punya, masih bisa bekerjasama dengan menyewa ke pihak ke tiga atau instansi lainnya. Instansi yang sudah punya seperti Polda NTB, Universitas Mataram dan sejumlah perguruan tinggi yang ada di kabupaten/kota. (nas)

Alkes Lotim, Polda Periksa Ahli Kepres di KPK Dari Hal. 1 ‘’Kami memang difasilitasi oleh KPK selama pemeriksaan, tapi panggilannya tetap dari kami Polda NTB,” kata Nurodin. Materi pemeriksaan LKPP dikaitkan dengan kapasitas pihak lembaga tersebut yang bisa menilai tepat atau tidak prosedur penerapan Kepres ketika itu. Secara teknis diungkapnya, LKPP ditanya seputar penerapan Kepres 80 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa, jika dikaitkan dengan kasus, seputar pengadaan 25 item Alkes RSUD dr.Soedjono Selong, Lotim senilai Rp 4 miliar tahun 2008 lalu. ‘’Pada dasarnya LKPP menerangkan soal penyimpangan pada pengadaan Alkes Lotim, dicocokkan antara aturan dan penerapannya,” sebut Nurodin. Tim penyidiknya ingin semakin menguatkan posisi penyimpangan pada kasus yang sudah ditemukan kerugian negara Rp 1 miliar itu. ‘’Kami hanya ingin menguatkan dari sisi keterangan ahli,” terangnya. Kemudian, apa yang diperoleh dari keterangan ahli itu akan semakin menguatkan kesimpulan bahwa indikasi korupsi pada kasus Alkes

Lotim semakin menguat. Lebih dari itu, keterangan ahli akan menjadi jurus menguatkan dakwaan ketika kasus ini disodorkan ke Pengadilan. Nurodin juga menerangkan, setelah tim selesai dengan tugasnya meminta keterangan ahli, kasus itu di analisis dan evaluasi (anev) Jumat lalu. Anev rutin terhadap beberapa kasus, termasuk Alkes Lotim, guna mengecek perkembangan terakhir dan kemungkinan perkara itu bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara kasus belum diberkaskan, tahapan terbaru yang bisa dilakukan, berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi NTB. Tujuannya untuk memudahkan ketika nanti berkas perkara itu masuk tahap pelimpahan. ‘’Kita terus koordinasi dengan Kejaksaan, guna menyamakan persepsi ketika nanti berkas kasus ini masuk ke tahap pelimpahan. Setidaknya kami sudah berusaha maksimal untuk menemukan penyimpangan kasus ini, tinggal bagaimana sikap Kejaksaan saat menerima berkas nanti,” terangnya. (ars)

Didukung Media Dari Hal. 1 Support pemberitaan itu dirasakan pihaknya memotivasi kinerja jajaran, khususnya dalam hal penegakan hukum kasus tindak pidana korupsi. Dalam banyak kesempatan menulis dan mempublikasikan kasus korupsi yang menjadi kinerja pidsus. “Selama bertugas sejak 5 Februari 2012, kami bekerja cukup baik. Tapi itu tidak terlepas dari dukungan media cetak dan elektronik, sehingga kami dalam penyelesaian kasus tindak pidana umum khususnya tindak pidana khusus dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya. Mudita akan digantikan oleh mantan Asisten Pembinaan Kejati Maluku,Rodiansyah SH. Selanjutnya Ketut Mudita akan berkarir di gedung bundar Kejaksaan Agung. Masa tugas pejabat Kejaksaan berusia 55 tahun ini masih cukup panjang untuk mengabdi. “Saya masih tujuh tahun bisa mengabdi, jika tidak

ada aral melintang, saya akan mendapat promosi jabatan di Kejaksaan Agung,” terangnya. Menurut agenda, Selasa 24 Juni nanti Kajati NTB Fadil Jumhanna, SH,MH akan melantik dan melepas pejabat baru di gedung Kejati NTB. Selama berkarir di Kejari Mataram yang membawahi wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan KLU, Kajari berhasil memproses sejumlah kasus tindak pidana korupsi yang umumnya peninggalan pejabat lama. Paling getol diusutnya, kasus Dana Bansos 2008 yang sudah menyeret sejumlah oknum mantan anggota DPRD Lobar dan KLU. Mantan Asintel Kejati NTT ini juga di bidang Datun cukup membantu pemerintah daerah, baik Lombok Barat maupun Kota Mataram dalam hal penagihan tunggakan pajak yang mencapai miliaran rupiah. (ars)

Halaman 5

Alfamart Gelar Khitanan

Sambut Liburan Sekolah, 1000 Anak Dikhitan Gratis Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mengisi liburan sekolah tengah tahun, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Cabang Lombok menggelar bakti sosial khitanan gratis untuk anak-anak di wilayah Kota Mataram. Acara yang dilaksanakan di GOR Pemuda ini diikuti oleh anak-anak yang berada di wilayah tersebut dan sekitarnya. Sebanyak 20 anak yang berasal dari berbagai kawasan di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat itu dan Kabupaten Lombok Barat dikhitan. Para orang tua sangat antusias menyambut kegiatan yang digelar Alfamart itu. Anak-anak pun bersemangat mengikuti acara tersebut. Selain dikhitan, para peserta juga mendapatkan bingkisan dan uang saku dari Alfamart. Acara Khitan Massal itu semakin semarak, karena di lokasi yang sama digelar lomba mewarnai yang diikuti ratusan anak se-Kota Mataram yang digelar Alfamart. Para peserta dari tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar itu tampak bersemangat untuk menjadi juara dan meraih hadiah. Perlombaan itu juga langsung dinilai oleh para dewan juri yang berkompeten berasal dari perwakilan jurnalis dan suplier. ‘’Kami sudah niat untuk mengkhitankan anak kami di liburan ini karena

(Suara NTB/ist)

SUASANA KHITANAN DAN LOMBA MEWARNAI - Seorang anak sedang dikhitan, dalam kgeiatan khitanan missal yang dilaksanakan Alfamart. Sementara tampak anak-anak sangat bersemangat mengikuti lomba mewarnai yang digelar Alfamart di GOR Pemuda, Mataram, Minggu (22/6) kemarin. anak sudah meminta terus, kebetulan ada formulir dari Alfamart, ya kami langsung daftar. Alfamart memang datang di saat yang tepat,” tutur Junaedi selaku orang tua salah satu peserta khitan bernama M. Holis. Yudi Sobari selaku Kepala Cabang Alfamart Lombok mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan jelang musim liburan

sekolah. “Ini adalah khitanan massal yang ke dua kami lakukan. Tahun ini pesertanya adalah 20 anak sesuai dengan target. Terima kasih buat anak-anak yang sudah berpartisipasi di acara ini, semoga kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan khususnya di Lombok,” katanya. Kegiatan Nasional Kegiatan khitan gratis yang

dilaksanakan tersebut merupakan agenda nasional Alfamart yang pada kesempatan kali ini dilaksanakan di 23 kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Cilacap, Lampung, Cimahi, Malang, Klaten, Bali, Lombok, Palembang, Jambi, Makassar, Banjarmasin, Karawang, Pekanbaru, Medan, Sidoarjo, Bekasi, Bogor, dan Jember.

“Pelaksanaan khitanan dilaksanakan menyebar di berbagai kota yang terdapat jaringan toko kami agar kehadiran kami dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, tidak sekadar melayani pemenuhan kebutuhan pokok. Kami senang target 1.000 anak yang kami khitan dapat tercapai,” papar Nur Rachman, Corporate Communication General Manager Alfamart. (r/*)

NTB Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana Mataram (Suara NTB) Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, berbagai stakeholder dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB. Pembentukan forum itu melibatkan semua stakeholder di NTB yang peduli terhadap risiko bencana. Kegiatan itu juga melibatkan unsur BPBD dan instansi terkait. Ketua Forum PRB NTB, Rahmat Sabandi, MP mengatakan pembentukan forum PRB itu nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Pembentukan Forum PRB sendiri dilandasi UU Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana yang merupakan bentuk perubahan paradigma penanggulangan risiko bencana dan melibatkan secara utuh mulai dari sebab ancaman sampai dampak yang mungkin terjadi. Ia mengatakan, keberadaan forum PRB NTB bersifat inde-

penden yang terdiri dari multipihak. Dalam struktur kepengurusan, gubernur sebagai pelindung/ penasehat, kemudian BPBD NTB dan dinas/instansi terkait sebagai pengarah. Sedangkan forum PRB sendiri sebagai pelaksana. ‘’Harapan kami akan mampu membangun sistem koordinasi yang kuat bersama pemerintah dalam membangun, mendesain pengurangan risiko bencana,’’ katanya pada saat memberikan keterangan pers pembentukan Forum PRB NTB di Rumah Makan Taliwang Raya Mataram, Sabtu (21/6) siang. Rahmat menyebutkan, forum PRB untuk tingkat provinsi sudah ada yang terbentuk di sejumlah provinsi di Indonesia. Seperti Yogyakarta, Papua, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi. Untuk forum PRB di NTB sendiri, katanya semula akan dibentuk Forum PRB Kepulauan Lombok dan Forum PRB Kepulauan Sumbawa. Namun karena SKnya satu dari gubernur maka

dibentuk Forum PRB NTB. Untuk tingkat kabupaten/kota, lanjut Rahmat, Forum PRB sudah terbentuk di Lombok Timur, Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Menurut Rahmat, forum PRB itu perlu dibentuk supaya koordinasi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana berjalan dengan baik. Pasalnya, selama ini koordinasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat belum dapat dibangun secara optimal. “Dibutuhkan konsultasi, fasilitasi dan kampanye, sehingga tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri,” katanya. Menurutnya, manajemen pengurangan risiko bencana merupakan sistim perencanaan penanggulangan bencana yang menekankan pada prinsip partisipasi, sistematis dan terpadu. Yang dimaksud dengan partisipasi adalah melibatkan seluruh stakeholder, baik pemerintah, masyarakat maupun swasta, forum-forum PRB baik di tingkat nasional maupun daerah, merupakan salah satu

wadah atau media bagi pengorganisasian inisiatif dan partisipasi stakeholder. Sektor yang mungkin terjadi bencana adalah bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Sementara itu, Kasi KesiapsiagaanBPBDNTB,H.RidhoAhyana menambahkan NTB termasuk daerah yang sangat rawan dengan

berbagai macam bencana seperti banjir, gempa, longsor, tsunami, letusan gunung api dan kekeringan. Secara nasional NTB masuk urutan sembilan daerah yang rawan bencana.”Dengan forum ini ada rasa kebersamaan tanpa mengedepankan dari lembaga teknis terkait. Terus mengevaluasi diri,”tandasnya. (nas)

(Suara NTB/nas)

KONFERENSI PERS - Konferensi pers pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) NTB, Sabtu (21/6) di Mataram.

FKPPI Dukung Prabowo – Hatta Mataram (Suara NTB) Forum Kerukunan Putra-putri Purnawirawan (FKPPI), Minggu kemarin mendeklarasikan dukungannya terhadap duet Prabowo – Hatta dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Prabowo dinilai sebagai sosok Capres yang anti korupsi dan memiliki ketegasan dalam bersikap. Deklarasi dukungan itu dihadiri oleh puluhan anggota FKPPI dan sejumlah tokoh purnawirawan TNI. Salah satunya adalah Letkol (Purn) Partijo yang secara pribadi menyampaikan dukungannya kepada Prabowo. Mantan Komandan Kodim di Sumbawa ini menegaskan, dalam darah Prabowo mengalir elemen Sapta Marga TNI. “Yang mempunyai darah daging sapta marga, atau prajurit Tri Brata, ya nomor satu (Prabowo-Hatta). Supaya jangan sampai keliru – keliru,” ujarnya. Ia menyerukan kepada para putra – putri purnawirawan tersebut agar segera menyebar-

luaskan seruan memenangkan Prabowo – Hatta ini demi memenangkan mereka pada Pilpres 9 Juli mendatang. “Ini tugas kalian, adik – adik semua. Supaya betul – betul apa yang diharapkan kita semuanya bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para putra/putri purnawirawan tersebut juga membacakan pernyataan sikap mereka yang menyebutkan bahwa mereka akan memenangkan duet Prabowo-Hatta. “Kami keluarga besar forum komunikasi putra putri pur-

Pemprov NTB menargetkan RSUP Dasan Cermen Cakranegara dapat beroperasi akhir 2014 ini. Untuk itu, berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan agar pelayanan RSUP yang lama bisa dipindah ke RSUP Dasan Cermen dibangun pada tahun ini dengan alokasi aggaran ratusan miliar. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si pada pekan lalu mengatakan terkait dengan penyelesaian fisik RSUP NTB di

sangat banyak kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo menjelang Pilpres 2014. Salah satunya, adalah persoalan HAM yang selalu dikaitkan dengannya. Mori menyebutkan, Prabowo adalah sosok yang memiliki ketegasan, khususnya terkait persoalan korupsi. Bahkan, di internal Partai Gerindra sendiri, Mori mengaku merasakan betul ketegasan Prabowo dalam hal ini. “Satu – satunya partai yang kadernya tidak tersangkut korupsi hanya Partai Gerindra. Jadi beliau tegas, kita tidak berani,” ujarnya. (aan/*)

Tak Ganggu Program Dari Hal. 1 (Suara NTB/ist)

SERAHKAN DUKUNGAN – Perwakilan FKPPI NTB, menyerahkan surat pernyataan dukungan terhadap Prabowo – Hatta di Pilpres 2014 kepada Mori Hanafi yang mewakili DPD Partai Gerindra NTB, Minggu kemarin.

Pembangunan RSUP Dasan Cermen Menanti Anggaran Dari Hal. 1

nawirawan, di wilayah NTB, mendukung sepenuhnya Capres RI, yang berasal dari keluarga besar TNI/Polri, yaitu Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden RI, masa bakti 20142019,” ujarnya sembari menambahkan bahwa instruksi ini juga berasal dari pengurus pusat FKPPI dan akan diteruskan hingga ke level terbawah. Pernyataan sikap itu diserahkan kepada, Politisi Partai Gerindra NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm, yang hadir dalam kesempatan itu. Mori, dalam pidatonya menyampaikan bahwa saat ini

Dasan Cermen, tahun ini bisa terserap optimal dengan anggaran sebesar Rp 146 miliar itu. Jika bisa tuntas pembangunannya, maka RSUP Dasan Cermen bisa dioperasionalkan akhir tahun ini. ‘’Terhadap penyelesaian fisik Rumah Sakit Umum Provinsi di Dasan Cermen, dalam tahun anggaran 2014 sudah dialokasikan sebesar Rp 146 miliar lebih yang diharapkan dapat terserap secara optimal,” harapnya. Jika fasilitas-fasilitas yang dibangun tahun ini rampung,

maka pelayanan RSUP yang lama dapat dipindah ke RSUP Dasan Cermen. Pembangunan berbagai fasilitas pendukung tersebut menjadi prioritas penyelesaian kelanjutan pembangunan RSUP Dasan Cermen. Sesuai hasil peninjauan dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), suatu rumah sakit belum boleh dioperasikan untuk pelayanan secara menyeluruh jika belum memiliki fasilitas Instalasi Bedah Central (IBC), IntensiveCareUnit(ICU)dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). (nas)

pameran, promosi dan sebagainya yang berpusat pada kegiatan operasional di pusat (Jakarta). ‘’Kita pilih lah kalau programnya yang punya pengaruh terhadap peningkatan produksi, kita amankan, itubiasanyayangbersentuhandengan masyarakat,” ujarnya. Awalnya, pemotongan anggaran di Kementan mencapai Rp 4,42 triliun atau 28,59 persen dari pagu APBN Rp 15,47 triliun, namun setelah melalui proses rapat di Badan Anggaran DPR menjadi Rp 1,9 triliun, artinya kini tersisa Rp 13 triliun. Pemerintah sepakat untuk memotonganggaranKementerianLembaga kurang lebih Rp 100 triliun untuk menjaga defisit anggaran dalam kisaran 2,5 persen terhadap PDB. Kebijakan tersebut berdasarkanInstruksiPresidenNomor 4 Tahun 2014 tanggal 19 Mei 2014 tentang Langkah-Langkah

Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian-Lembaga Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. Jika kebijakan tersebut tidak dilakukan, ada dua opsi yang harus dipilih, yakni menaikkan tarif dasar listrik (TDL) atau harga BBM bersubsidi. Defisit anggaran dalam RAPBN-Perubahan 2014 telah ditetapkan sebesar 2,5 persen terhadap PDB atau Rp 251,7 triliun, atau melebar dari target defisit dalam APBN yang ditetapkan 1,69 persen terhadap PDB atau Rp 175,4 triliun. Hal tersebut terjadi karena pendapatan negara ditetapkan Rp 1.597,7 triliun atau turun Rp69,4 triliun dari angka APBN sebesar Rp1.667,1 triliun. Padahal, belanja negara mengalami kenaikan Rp6,9 triliun atau Rp1.849,4 triliun dari sebelumnya Rp 1.842,5 triliun. (ant/Bali Post)

Proyek Jalan Nasional Lombok – Sumbawa Dilaporkan ke Kejaksaan Dari Hal. 1 Setelah itu, soal bisa atau tidak untuk ditindaklanjuti, nanti pimpinan yang menentukan,” terang Sutapa. Dari informasi diperoleh Suara NTB, yang dilaporkan adalah proyek jalan nasional dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa dengan panjang mencapai 632.17 kilometer. Sedangkan jalan provinsi mencapai 1.772.27 kilometer dengan dua sumber anggaran yakni APBN dan APBD. ‘’Data data tersebut, pengerjaan proyek berpotensi merugikan negara,” demikian kutipan

dalam pengaduan tersebut. Masih dalam narasi laporan, dalam pemeliharaan jalan nasional berpotensi merugikan negara sekitar Rp 1,7 miliar. Angka itu berdasarkan hasil perhitungan pihak pelapor berdasarkan dokumen Surat Perintah Membayar dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Diduga ada selisih dalam nominal antara SPM dengan pencairan berdasarkan dokumen SP2D. Disertai dengan data lapangan, laporan itu mencatat ada beberapa titik yang terindikasi terjadi selisih antara pengajuan dengan realisasi anggaran. Diantaranya Jalan Imam Bonjol Kota

Bima, diduga terdapat selisih dihitung dari SPM dan SP2D mencapai Rp 223.476.020. Ditemukan juga, terindikasi ada selisih pada pemeliharaan rutin jalan Teuku Umar Kota Bima. Anggaran dalam SPM dengan realisasi SP2D ada selisih sekitar Rp 215.391.120. Di Jalan Sudirman diduga terjadi pembekakan anggaran pula, sehingga tercatat selisih Rp 152.269.290. Sementara pada pemeliharaan rutin jalan SoekarnoHatta , diduga terdapat selisih anggaran sekitar Rp 147.220.330, pemeliharaan rutin Jalan Achmad Yani diduga terjadis elisih sekitar Rp

172.513.070, serta pemeliharaan rutin jalan Sultan Salahudin terindikasi terjadi selisih sekitar Rp 185.975.450. Selisih anggaran diduga terjadi pula pada pemeliharaan rutin Jalan Sultan Kaharudin sekitar Rp 196.055.190, pemeliharaan rutin jalan Martadinata terindikasi selisih sebesar Rp 186.383.950, pemeliharaan rutin jalan Sutami diduga terjadi selisih Rp 101.043.870. Di luar yang nilainya ratusan juta, ada juga laporan selisih anggaran puluhan juta, contoh pemeliharaan rutin Jalan Soekarno Hatta. Diduga terjadi pembengkakan anggaran Rp

54.828.320. Terindikasi juga pemeliharaan rutin Jalan Syeh Muhammad terjadi selisih sebesar Rp. 82.401.110, terakhir penyerapan anggaran pemeliharaan rutin Jalan Sonco Tengge-Kumbe disinyalir berpotensi merugikan keuangan negara sekitar Rp 72.922.720. Belum ada dari pihak Balai Jalan Nasional Satker III yang bisa dikonfirmasi terkait laporan itu. Kepala Satker III, Suhardi yang dikonfirmasi via ponsel belum bisa dihubungi. Pertanyaan melalui SMS dilayangkan Suara NTB hingga Minggu (22/6) sore kemarin belum juga ditanggapi. (ars)


OPINI

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Halaman 6

Bersiap Menghadapi Ancaman Kekeringan Proyek Molor Rugikan Masyarakat SEDIKITNYA 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov NTB sampai saat ini belum mengajukan lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan jumlah sebanyak 87 paket. Data Biro Administrasi Pembangunan sampai tanggal 20 Juni 2014, SKPD yang belum mengajukan lelang tersebut paling banyak Dinas PU 24 paket dengan nilai Rp 11,326 miliar, Bappeda 13 paket dengan nilai Rp 2,269 miliar, Biro Umum 8 paket dengan nilai Rp 11,977 miliar. Kemudian Dinas Kesehatan 7 paket dengan nilai Rp 2,482 miliar, Dinas Peternakan dan Keswan 7 paket dengan nilai Rp 6,123 miliar, Disbudpar 7 paket dengan nilai Rp 7,59 miliar. Selanjutnya, Disperindag 5 paket dengan nilai Rp 300 juta, Dinas Pertanian TPH 3 paket dengan nilai Rp 12,277 miliar. Sekretariat DPRD 2 paket dengan nilai 454 juta, Dikpora 2 paket dengan nilai Rp 660 juta, Dishubkominfo 2 paket dengan nilai Rp 1,232 miliar, Dinas Perkebunan 2 paket dengan nilai Rp 979 juta, Dispenda 2 paket dengan nilai Rp 1,12 miliar. Disnakertrans satu paket dengan nilai Rp 100 juta, Dinas Koperasi dan UMKM satu paket dengan nilai Rp 300 juta, Dislutkan satu paket dengan nilai Rp 438 juta. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Muhammad Rum, MT mengatakan, paket-paket proyek yang belum diajukan lelang itu umumnya bukan proyek-proyek strategis. Sementara proyek-proyek strategis sudah semuanya sudah masuk lelang di ULP. Bisa saja Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB menyebutkan bahwa puluhan proyek yang belum dilelang itu, bukan termasuk proyek strategis. Tetapi dihajatkannya proyek tersebut oleh pemerintah, tentu keberadaannya sangat penting bagi masyarakat. Karena jika tidak penting, untuk apa negara (daerah) mengalokasikan dana hingga miliaran rupiah untuk membangun proyek tersebut. Jangan karena proyek yang belum lelang itu dikatagorikan tidak termasuk proyek strategis sehingga diabaikan. Sekecil apapun proyek yang dihajatkan pemerintah, pasti akan sangat berarti keberadaannya bagi masyarakat. Pemerintah pun ketika merancang proyek itu, sudah mengkalkulasi urgennya kehadiran proyek itu. Karena itu, seharusnya pemerintah tidak membedakan atau mengistilahkan bahwa ada proyek strategis dan tidak strategis. Semua proyek yang dihajatkan pemerintah, keberadaannya bagi masyarakat sangat strategis karena dibutuhkan. Karena itu, jika proyek-proyek yang dikerjakan pemerintah pelaksanannya molor. Otomatis realisasinya juga akan molor. Jika realisasi proyek molor, masyarakat tentu tidak bisa segera menggunakan atau menikmati manfaat atau faedah dari proyek tersebut. Jika kondisinya demikian, tentu yang paling dirugikan adalah masyarakat. Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH ketika dikonfirmasi usai menggelar rapat pimpinan (Rapim) yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (7/1) lalu mengatakan bahwa akan menyiapkan langkah taktis terkait dengan pelelangan perencanaan, pengawasan dan rencana pelaksanaan proyek di lingkup Pemptov NTB agar pelaksanaannya berjalan lancar. Kini masyarakat menanti realisasi langkah taktis untuk mencegah molornya penyelesaian proyek di NTB yang nyaris setiap tahun terjadi. (*)

AHUN ini, Indonesia dihadapkan pada ancaman kekeringan yang serius. Setidaknya, ini berdasarkan press release yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat tertanggal 4 Maret 2014 lalu. Sebagian besar kawasan Indonesia telah terkena dampak kekeringan sejak bulan April (26 %) dan Mei (35 %) lalu. Di sebagian kecil wilayah Pulau Sumatera, terutama di Nanggroe Aceh Darussalam bahkan awal musim kemarau sudah lebih dahulu dirasakan, yaitu pada Januari-Februari lalu. Sementara sisanya, di kawasan Indonesia timur, musim kemarau diperkirakan akan datang terlambat, yaitu pada September mendatang. Kondisi ini tentu tak lepas dari pengaruh fenomena iklim El Nino yang imbasnya turut dirasakan oleh daerah-daerah kawasan barat Samudera Pasifik, termasuk di Indonesia dan kita di NTB. Untuk daerah NTB sendiri, masih berdasarkan informasi dari BMKG, kekeringan telah terasa sejak April lalu dan daerah yang terkena dampak paling signifikan adalah wilayah Sumbawa. Memasuki bulan Mei-Juni ini, dampak kekeringan sudah meluas. Sembilan kabupaten di NTB, minus Kota Mataram sudah mulai merasakan implikasi kekeringan tersebut. Perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, musim kemarau dan kekeringan tahun ini bahkan akan lebih parah dari tahun sebelumnya. Musim kemarau memang ibarat hantu yang datang tanpa dapat dilihat gelagatnya oleh mata awam. Kita baru merasakannya dan tahu eksesnya hanya di saat kemarau itu telah tiba dan mengganas. Pada saat itu terjadi, kita sudah sangat terlambat untuk mengantisipasi. Contoh nyata bagi kita adalah kasus sawah yang dilanda puso di wilayah Sumbawa lalu. Kekeringan di Sumbawa tersebut mengakibatkan banyak petani dan pemilik sawah merugi. Jika mau menyederhanakan, hantu musim kemarau ini sebenarnya hanya mengakibatkan debit air menyusut sehingga berdampak pada kekeringan di sejumlah daerah. Masalahnya, kelangsungan hidup umat manusia dan makhluk hidup lainnya sangat bergantung pada air. Khusus untuk wilayah NTB yang sebagian besar masyarakatnya hidup pada sektor pertanian, kekeringan juga menghadirkan ancaman gagal panen di sejumlah besar wilayah. Ancaman ini akan lebih terasa di wilayah-wilayah dataran tinggi, seperti daerah-daerah di Lombok Timur bagian selatan dan Lombok Tengah bagian selatan dan timur. Daerah-daerah ini masih mengandalkan sistem pertanian tadah hujan. Artinya, pengairan sawah dipercayakan pada seberapa tinggi curah hujan di musim penghujan. Sebab, air di musim penghujan itulah yang nantin-

Oleh :

Muh. Ardian Kurniawan (Komunitas Ujung Pena Ampenan)

ya dijadikan persediaan bagi para petani untuk mengolah sawah di musim kemarau. Air itu lalu ditampung dalam bendungan atau embung (daratan yang dimanfaatkan sebagai penampung air). Bila waktunya tiba, barulah air digunakan. Dampak Ikutan Memang musim kemarau berdampak langsung pada kelangkaan air dan kekeringan. Itu yang menjadi masalah utama dan yang tampak di hadapan masyarakat saat ini. Namun, tanpa disadari, musim kemarau juga menghadirkan dampak ikutan yang sesungguhnya berpengaruh secara menyeluruh ke setiap daerah dalam skala yang lebih luas, termasuk ke daerah yang tidak terdampak kekeringan itu secara langsung. Seperti memiliki ikatan, kekeringan menyebabkan menurunnya jumlah produksi di sektor pertanian. Penurunan produksi ini akan berpengaruh pula pada menipisnya persediaan hasil pertanian daerah dan kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasar. Akhirnya, harga-harga di pasar pun akan berubah tinggi karena jumlah permintaan tidak sebanding dengan persediaan. Akumulasi dari semua ini adalah terpuruknya perekonomian daerah—dan bisa saja berpengaruh pada perekonomian nasional jika daerah yang terdampak adalah daerah lumbung hasil pertanian nasional. Mengenai kemungkinan penurunan produksi pertanian, khusus di wilayah NTB, gelagatnya sudah bisa dilihat dari sekarang. Misalnya saja, di Lombok Tengah berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dinyatakan bahwa luas wilayah yang terancam kekeringan mencapai 2.000 hektar. Areal seluas itu tentunya dapat menghasilkan produksi pertanian dalam jumlah yang signifikan. Jadi, dapat diperkirakan defisit hasil pertanian yang akan timbul sebagai imbas kekeringan ini. Faktanya, hampir semua kabupaten di NTB tengah berada dalam teror kekeringan ini! Bahkan Bulog NTB pun menduga bahwa tahun ini kekeringan akan berdampak pada menurunnya serapan beras dari petani. Bulog NTB sekarang menargetkan menyerap 200.000 ton beras, sedangkan sampai dengan saat ini realisasi dari target itu baru di angka 129.000 ton. Defisit 71.000 ton beras sisanya diharapkan dipenuhi dari hasil pertanian di musim kemarau ini. Namun, karena kekeringan, besar kemungkinan target Bulog akan sulit tercapai. Jika itu terjadi, tentu akan berpengaruh pada persediaan beras nasional dan ketercukupan beras di daerah-daerah yang minim produksi berasnya. Sebab, NTB sendiri masih menjadi andalan pemerintah sebagai salah satu lumbung beras nasional. Jika produksi beras di

NTB menurun, otomatis persediaan dan suplai ke daerah-daerah lain pun akan turut tersendat. Sementara itu, di sisi petani pun telah terjadi perjudian besar. Mereka telah mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar untuk membeli air demi kelangsungan tanaman sawah mereka. Bisa dibayangkan kerugian yang ditanggung petani jika sawah mereka justru minim produksi. Oleh karena itu, bukan hanya penurunan produksi yang akan terjadi, tetapi kesejahteraan petani juga akan timpang. Dampak ikutan ini tentunya sungguh membahayakan bagi stabilitas perekonomian di daerah. Mengingat bahwa sekarang ini masyarakat tengah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan puasa (Ramadan) yang akan tiba sekitar satu minggu lagi. Harga-harga di pasar pun sudah mulai merangkak naik. Laju harga-harga kebutuhan pokok masyarakat itu kian tak terkendali. Ini belum berbicara akibat konkret dari kekeringan saat ini, tetapi masih merupakan impak dari psikologi pasar dan psikologi konsumen—mengutip pendapat ahli ekonomi Unram, Dr. Firmansyah di koran ini. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya jika perilaku pasar tadi ditambah dengan keadaan daerah pertanian yang dilanda kekeringan ini? Bisa saja harga akan lebih menggila lagi. Tidak hanya berimplikasi tak langsung di bidang perekonomian, kemarau pun bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. Saat ini, krisis air bersih telah menimpa 77 dusun di Pulau Lombok. Bila dirincikan per kabupaten, masing-masing di Kabupaten Lombok Barat 7 dusun, Kabupaten Lombok Tengah 13 dusun, Kabupaten Lombok Utara 10 dan Kabupaten Lombok Timur 47 dusun (Suara NTB, 17/06/2014). Angka ini kemungkinan bertambah karena belum menghitung seberapa besar dampak kekeringan yang terjadi di Pulau Sumbawa. Suplai air yang berkurang di sejumlah daerah ini membuat persediaan air bersih juga menipis. Di sinilah wabah penyakit mudah datang karena imunitas tubuh pun tidak terjaga seiring perilaku masyarakat yang tidak bersih. Jika tak tanggap, bukan saja krisis bidang ekonomi yang akan datang, tetapi juga krisis pangan dan kesehatan akan merebak. Sampai di sini, kita harus akui bahwa kemarau dan kekeringan sungguh berdampak luas. Ancamannya tidak hanya mengenai satu tempat dan satu sektor kehidupan, tetapi dalam skala besar. Harus diambil tindakan yang tegas untuk menghadapinya. Sejauh ini, Gubernur NTB baru memberikan surat edaran ke jajaran di bawahnya untuk mengantisipasi

dampak kekeringan ini. Apakah itu akan efektif atau tidak masih menunggu seberapa tanggap mereka melihat kekeringan ini. Belajar dari yang sudah-sudah, pemerintah kita terkenal lamban dalam hal mengantisipasi masalah. Oleh karena itu, tindakan langsunglah yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini. Daerahdaerah yang terdampak langsung kekeringan perlu mendapat pasokan air yang cukup. Selain itu, kebutuhan para petani pun harus turut diperhatikan. Tidak adil rasanya jika mengharapkan petani yang tengah dilanda krisis ini untuk secara swadaya menangani masalah persawahan mereka, sedangkan pemerintah hanya melihat semuanya dari hasil produksi sawah tersebut. Sebagai bagian dari siklus iklim dan musim, kemarau tidak bisa diperangi secara fisik karena situasinya terjadi secara natural. Namun, antisipasi terhadap hal itulah yang bisa dilakukan oleh umat manusia dunia. Lebih penting dari itu, tentu saja dalam hal pencegahan. Terkadang, musim kemarau juga timbul tidak dalam kondisi normal. Ini turut diakibatkan oleh ulah manusia sendiri yang menyebabkan anomali iklim. Pemanasan global, efek rumah kaca, polusi kendaraan adalah beberapa hal yang sering kali ditengarai sebagai penyebab anomali iklim tersebut. Di sinilah kita dituntut untuk lebih mencintai alam kita dan melindungi apa yang telah disediakan alam untuk kita.

Penyelidikan kasus BWS Loteng digelar maraton Masyarakat menanti pengungkapan kasus ini hingga tuntas

*** Bayan keluhkan infrastruktur jalan Infrastruktur harus menjadi prioritas

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Halaman 7

Berat, Membangun Citra BIL Benahi Infrastruktur Bandara

Sudaryatmo

(Suara NTB/bul)

PERTUMBUHAN pengguna jasa Bandara Internasional Lombok (BIL) sudah mulai tinggi, lebih dari sepuluh persen per tahun. Data yang diterima Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI), 3.000 jumlah penumpang per tahun di BIL harus disesuaikan dengan infrastruktur pendukung. “Karena ini akan berakibat langsung kepada konsumen, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan penumpang,” kata Ketua YLKI, Sudaryatmo, Minggu (21/6). Ia menyebutkan tugas pemerintah daerah dan pengelola bandara untuk memberikan jaminan kemananan dan kenyamanan yang dimaksudkannya itu kepada konsumen. Sudaryatmo mengemukakan gambaran secara nasional bahwa dalam konteks transportasi udara, pertumbuhannya sudah jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Namun sayangnya dengan pertumbuhan tersebut justru tak diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang menadai. Sehingga kerap kali dampaknya kepada beberapa bandara yang over capasity. Maskapai penerbangan beramai-ramai memperbanyak jumlah pesawat yang dioperasikannya, seiring dengan besarnya keuntungan pada bisnis ini. Namun lagi-lagi ia sebutkan, tidak ada keberimbangan dengan perbaikan infrastruktur bandara. Kedepan, pemerintah terkait maupun pengelola bandara harus mengantisipasi hal tersebut dengan menyesuaikan jumlah pesawat yang beroperasi dengan kapasitas bandara. Bandara Seokarno-Hatta misalnya, YLKI menelisik kapasitas penumpang di bandara tersebut sudah mendekati angka 60 juta per tahun. Demikian juga dengan Bandara Juanda Surabaya, yang sebelumnya penumpang yang berlalu lalang mencapai 14 juta, saat ini sudah mencapai angka 16 juta. Tentu hal itu menjadi gambaran operator bandara agar merespon layanan di bandara dengan meperbaiki dan memperluas infrastruktur guna memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen. (bul)

Mataram (Suara NTB) PT. Angkasa Pura (AP) II mengakui cukup berat membangun total branding baik Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah itu. Masih perlu perjalanan panjang untuk menjadi bandara yang profesional dari sisi keamanan dan kenyamanan konsumen dalam dan luar negeri. Kondisi BIL itu kemudian menjadi sorotan utama pada diskusi Forum Dialog Konsumen Bandara yang mengambil tema Bulan Peningkatan Pelayanan Pelanggan Jasa Bandara yang digelar Yayasan Perlindungan Konsumen (YPK) Provinsi NTB. Pada dialog tersebut, dihadirkan peserta dari dinas terkait, Disperindag, Perhubungan, kalangan pelaku jasa transportasi, pelaku pariwisata, perwakilan masyarakat Ketara dan Tanaq Awu, konsumen bandara, dengan menghadirkan narasumber GM. PT. AP II, Pujiono, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, Perwakilan Otoritas Penerbangan, Lukito. Banyak persoalan mengemuka, yang tentunya memerlukan perhatian khusus dari semua pihak jika ingin membangun citra NTB di mata internasional melalui BIL. Di antaranya yang disuarakan dari pelaku pariwisata yang menyebutkan bahwa, kerap kali kenyamanan dan keamanan menjadi keluhan para wisatawan atau umumnya konsumen, travel yang tidak tertib, parkir yang masih sering dipersoalkan, kemudian dari tata cara penyambutan tamu yang datang dari dalam dan luar negeri. Pelaku jasa transportasi juga menyampaikan aman dan nyaman itu hanya berlaku di area bandara, cuma standar aman dan nyaman yang dimaksudkan ini masih perlu

mengejar standar dari bandara-bandara lainnya di Indonesia. Mestinya disarankan perlu ada standar khusus keamanan dan kenyamanan yang diberlakukan di area BIL, atau jalur-jalur strategis dari dan menuju BIL. Hal inilah yang dipandang masih perlu keterlibatan kuat pemerintah dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat pada umumnya. Termasuk menjadi sorotan para PKL yang terkesan masih sulit tertib. Pelaku pariwisata lainnya juga menyebut, peningkatan SDM pelayanan yang ada di BIL harus menjadi prioritas. Terutama para pengemudi yang diberikan mandat untuk melayani penumpang dari bandara itu ke berbagai tujuan di NTB. Salah satu contoh menggelitik dikemukakan, ketika penumpang luar negeri datang dari BIL meminta diantarkan menuju Holiday Resort di Senggigi. Namun minimnya SDM driver tersebut, tamu asing dimaksud justru diantarkan ke Resort di Lombok Barat (Polres). Hal-hal kecil seperti itu menurutnya perlu dikomunikasikan oleh pengelola BIL dengan semua stakeholder-nya guna memberikan kepastian jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen. Satu lagi yang paling disorot, BIL yang selalu dijejali oleh pengantar dan penjemput TKI. Tata tertib menggunakan fasilitas umum masih minim, bah-

(Suara NTB/ars)

SULIT DIATUR - Masyarakat tengah menunggu kedatangan anggota keluarganya yang menjadi TKI di Malaysia, suatu sore di BIL. Menjelang malam, masyarakat penjemput ini semakin banyak, dan sulit diatur dengan gampang oleh petugas bandara, dan hal itu membuat bandara terkesan semrawut dan kotor. kan terkadang memicu sampah-sampah berserakan. Selain itu, ternak gembalaan yang masih berkeliaran di lingkar BIL juga menjadi pemandangan yang membuat risih para konsumen wisatawan. Perlu revolusi mental bagi semua pihak menurutnya. Menanggapi beragam permasalahan itu, GM PT. AP II, Pujiono mengakui masih beratnya memberikan penyadaran kepada pihak pemberi layanan di BIL. Bahkan secara terang-terangan ia mengakui keamanan dan kenyamanan belum diberikan jaminan se-

Bayan Keluhkan Infrastruktur Jalan Tanjung (Suara NTB) Pemda KLU bekerjasama dengan peneliti ekonomi Universitas Mataram, mulai turun melakukan pemetaan potensi produk unggulan. Di Bayan, sejumlah desa yang dipetakan diketahui ratarata mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan. Atas kondisi itu pula, nilai ekonomis komoditi rendah bahkan menurun drastis. Kades Sambik Elen, Lalu Alwan Wijaya, Jumat (21/6), mengakui dirinya di hadan peneliti mengutarakan sejumlah potensi komoditi yang menjadi andalan. Antara lain mencakup kopi, cengkeh, mente dan pisang. Hanya saja, masyarakat dihadapkan pada kondisi infrastruk-

tur yang kurang memadai. Ia mencontohkan, dampak langsung yang dirasakan petani adalah anjloknya harga beli pengusaha. Di Sambik Elen, harga pisang setandan yang dibeli di kebun warga bisa sangat murah di kisaran Rp 15.000 - Rp 20.000, sementara di pasar, harganya bisa empat kali lipat, atau Rp 80.000 setandan. “Selain infrastruktur, hambatan petani kami terletak pada modal. Tidak sedikit petani menjual hasil kebunnya dengan cara ijon, itu pun harganya sangat rendah,” ungkapnya. Sementara Kades Anyar, Ritanom, SH, dan Kades Sukadana, Sojati, mengutarakan hal serupa. Di Anyar,

menurut Ritanom, potensi yang dapat digarap mencakup komoditi jagung, kelapa, kacang tanah dan padi. Hanya saja, sejauh ini petani belum seluruhnya memperoleh bantuan bibit unggul sehingga sebagian besar petani yang tidak terakomodir, terpaksa menanam komoditi dengan bibit mutu rendahan. Pada aspek infrastruktur, ruas jalan yang masih banyak rusak dan perlu perbaikan. Setidaknya akses lalu lintas produk perkebunan diharapkan lebih cepat dengan adanya perbaikan jalan oleh pemerintah. Hal yang kurang lebih

sama, turut diamini Kades Sukadana, Sojati. Menurut dia, komoditi Sukadana dan Anyar, hampir mirip karena geografis dan demografinya mirip. “Kami memiliki potensi perkebunan seperti kakau, kopi, cengkeh, pisang dan kelapa. Tetapi, dihadapkan pada kondisi infrastruktur jalan sebagian besar rusak parah berimbas pada rendahnya harga jual hasil pertanian,” ungkap Sojati. Camat Bayan, Sahti, M.Pd., mendampingi Kades dan Tim peneliti, menerangkan menyampaikan, kegiatan penelitian penguatan

daya saing KLU tahun 2014 dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi dan data terkait potensi dan permasalahannya yang ada di sembilan desa di Kecamatan Bayan. Hal ini guna memudahkan Pemda KLU menyusun program berbasis komoditi unggulan daerah di Kecamatan. Ia mengharapkan, melaui kajian Bappeda dan Ekonom ini akan memberikan solusi terhadap program jangka panjang dan meningkatkan produksi serta produktivitas masyarakat sehingga derajat ekonominya makin meningkat. (ari)

cara maksimal kepada konsumen. Kendati demikian, PT. AP tak tinggal diam. Berbagai strategi sudah dilakukan untuk mengendalikan segala persoalan yang kaitannya dengan menjaga kondusivitas bagi seluruh pihak yang menggunakan jasa di BIL. “Solusinya masih belum ketemu, di sinilah sulitnya karena berkaitan langsung dengan persoalan sosial,” katanya pada forum itu. Berbagai program menurutnya sudah dilaksanakan, dari sisi keamanan dengan

mengakomodir puhak-pihak yang dianggap memberi pengaruh untuk ditempatkan bekerja. Bahkan berkaitan dengan para penggembala, melalui dana CSR-nya, PT. AP bahkan mengalokasikan dana khusus untuk membuat kandangkandang ternak. Tetapi kerap kali para peternak berkilah ternak-ternak yang digembalanya tidak memerlukan kandang, melainkan pakan rumput untuk ternaknya. “Tapi saya yakin ini bisa kondusif tetapi perlahan,” demikian Pujiono. (bul)

Program SKPD agar Diarahkan ke Daerah Terdampak Kekeringan Mataram (Suara NTB) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi kekeringan di daerah. Tim Satuan Reaksi Cepat yang anggotanya masing-masing pimpinan SKPD diminta untuk mengarahkan sumber daya dan program-programnya pada daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan. “Kita minta kepada SKPD terkait, apa saja yang bisa mereka siapkan untuk menghadapi kekeringan ini. Kemudian program-programnya dia apa yang tahun 2014 ini kita fokuskan ke daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan,” ujar Ardhi ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (22/6). Dijelaskan, BPBD kabupaten/kota terus memantau perkembangan situasi dan kondisi kekeirngan di lapangan. Ia mengharapkan, jika ada peningkatan eskalasi kekeirngan di suatu kabupaten/kota maka Bupati/Walikota harus secepatnya menetapkan tanggap darurat kekeringan. Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB

wilayah yang terdampak kekeringan semakin parah terjadi di Lombok Timur bagian selatan. Dimana, masyarakat kekurangan air bersih. Sedangkan untuk wilayah Lombok Tengah, berdasarkan informasi yang diterima bahwa petani membutuhkan air untuk mengairi tananam mereka. Dikatakan, sawah-sawah yang terancam mengalami kekeringan semakin tinggi. “Tetapi untuk sawah masih bisa teratasi. Karena informasi dari Dinas PU bahwa ketersediaan air baku masih mencukupi, tinggal sekarang bagaimana distribusinya. Pergiliran air itu yang jadi persoalan. Ini yang saya tunggu laporannya. Mudah-mudahan teman-teman PU dan Pertanian punya kesepakatan,” imbuhnya. Menurutnya, untuk mencegah gagal panen maka harus ada komoditi yang dikorbankan. Artinya, petani jangan memaksa menanam padi tetapi harus ada pergiliran tanaman dengan palawija. “Secara tidak langsung kita menerapkan pola tanam untuk mengantisipasi gagal panen,” jelasya. Sementara itu, terkait dengan usulan pengajuan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ardhi mengatakan pihaknya masih melakukan finalisasi. BPBD kabupaten/kota, lanjutnya sudah mengusulkan perubahan-perubahan kegiatan yang akan difasilitasi dalam penanganan kekeirngan. Jumlah anggaran yang akan diusulkan ke pusat sekitar Rp 10 miliar. (nas)

MEBEL

DIJUAL MOBIL DIJUAL MOBIL MITSUBISHI COLT T120SS PALT LOMBOK LOKASI MOBIL DI BALI HARGA 36 JUTA HUB. KETUT 0817350938 Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Halaman 8

Buntut Kedatangan JK ke Ponpes NW Anjani

Bawaslu Panggil Tim Pemenangan Jokowi - JK Mataram (Suara NTB) Kedatangan calon wakil Presiden nomor urut dua, Jusuf Kalla (JK), beberapa waktu lalu nampaknya menjadi perhatian tersendiri Bawaslu NTB., Bawaslu memanggil tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden JokowiJK NTB untuk mengklarifikasi adanya dugaan pelanggaran kampanye. Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, kepada Suara NTB mengatakan pihaknya sudah mendalami masalah tersebut dengan Panwaskab Lotim. “Kita sudah koordinasikan dengan Panwaskab Lotim. Kita akan panggil tim pemenangan untuk klar-

(Suara NTB/ist)

SAMBUTAN - Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi saat memberikan sambutan pada acara Seminar Parenting, Hindari Anak dari Kekerasan Seksual, yang digagas oleh Komunitas Tunah Kanak NTB dan Yayasan Kita dan Buah Hati, di Mataram, Minggu (22/6).

NTB Harus Waspadai Predator Anak ekonomi membuat peluang risiko terjadinya CST di daerah ini patut diwaspadai. UNICEF menyebutkan bahwa anak-anak yang paling beresiko menjadi korban CST kebanyakan adalah bekas korban kekerasan seksual anak, atau anak-anak yang datang dari keluarga miskin. Berdasarkan data dari UNICEF, di daerah dimana pernikahan usia dini lazim terjadi, ada keluarga yang menerima uang untuk mengawinkan anaknya dalam batas waktu tertentu. Cara lainnya adalah dengan mengadopsi secara ilegal anakanak di daerah kunjungan wisata tersebut untuk kemudian dieksploitasi. Sorotan terhadap kenyataan bahwa NTB merupakan destinasi wisata, belum mapannya ekonomi masyarakat, masih tingginya budaya pernikahan dini, serta perkembangan zaman yang semakin modern, adalah kekahawatiran dan tantangan. Erica mengajak kepada para orang tua untuk terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, yang mampu menjaga generasi emas NTB dari para predator anak. Ia juga menyampaikan salah satu kepedulian dan upaya yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi NTB terhadap perlindungan perempuan dan anak dari kejahatan seksual, adalah dengan mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meningkatkan usia pernikahan anak menjadi minimal 21 tahun. (nas)

Akan tetapi menurutnya, pihaknya tidak bisa memastikan pelanggaran tersebut apakah benar terjadi atau tidak. “Kita tidak boleh mendahului proses. Kita proses dulu sesuai prosedur yang berlaku,” imbuh Khuwailid. Ketua Divisi Pengawasan

gan Hatta Rajasa ke Pancor. “Akan tetapi seperti yang saya katakan tadi, tetap bisa berubah berdasarkan klarifikasi,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan Bawaslu NTB, Syamsuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan pemangilan terhadap Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK NTB, Husni Djibril. “Kita panggil dan kita jadwalkan Senin untuk mereka konfirmasi. Nanti kita lihat hasilnya,” tutupnya. (ami)

Pascaeksekusi Lahan

17 Warga Duduk Jadi Tersangka

(Suara NTB/rus)

Mataram (Suara NTB) Sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama baik wisatawan dalam dan luar negeri, NTB harus mewaspadai eksploitasi seksual anakanak yang dilakukan oleh seseorang yang melakukan kunjungan wisata dengan tujuan bisa melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak atau yang dikenal dengan Child Sexual Tourism (CST) atau predator anak. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, pada acara Seminar Parenting, Hindari Anak dari Kekerasan Seksual, yang digagas oleh Komunitas Tunah Kanak NTB dan Yayasan Kita dan Buah Hati, di Mataram, Minggu (22/6) pagi kemarin. “Posisi NTB sebagai destinasi wisata, masih belum mapannya ekonomi masyarakat, serta masih tingginya budaya pernikahan dini di NTB, membuat kita harus mewaspadai NTB dijadikan sebagai target praktek turisme seks anak-anak. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, jika kita tidak ingin anak-anak generasi emas NTB kehilangan masa depannya,” ujarnya mengingatkan. Child Sexual Tourism (CST) adalah bentuk eksploitasi seksual anak-anak yang dilakukan oleh seseorang yang melakukan kunjungan wisata dengan tujuan bisa melakukan aktifitas seksual dengan anak-anak. CST bisa berbentuk perdagangan anak, prostitusi anak atau pornografi anak. Erica mengatakan, kondisi masyarakat NTB yang belum sepenuhnya mapan dari segi

ifikasi,” ujarnya. Dikatakannya, pemanggilan untuk klarifikasi tersebut terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan tim pemenangan JokowiJK NTB. “Itu terkait kampanye saat hultah Ponpes NW Anjani,” katanya.

dan Penindakan Bawaslu NTB, Bambang Karyono menambahkan pernyataan klarifikasi dari tim pemenangan akan sangat berpengaruh terhadap diputuskannya apakah kegiatan yang dihadiri JK itu ditetapkan sebagai pelanggaran atau tidak. “Tentu pengaruh klarifikasi besar. Karena itu yang akan disinkronkan dengan bukti yang ada,” tambahnya. Dirinya menilai ada kemungkinan kasus tersebut sama dengan ketika kunjun-

KONVOI - Sejumlah kades relawan salah satu pasangan Capres dan Cawapres berkonvoi sambil membawa atribut kampanye.

Peringatan Panwaslu Tak Digubris

Kades Konvoi Bawa Atribut Kampanye Selong (Suara NTB) Para Kepala Desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sepertinya tidak menggubris peringatan pengawas pemilihan umum (Panwaslu). Setelah sebelumnya disurati dan dipanggil sebagai peringatan larangan kampanye oleh Panwaslu, para Kepala Desa yang sudah menyatakan diri menjadi relawan salah satu pasangan calon presiden, Minggu (21/6) kemarin melakukan konvoi berkeliling membawa atribut kampanye. Kepala Desa Montong Gading, Burhanudin saat ditanya Suara NTB menjawab keikutsertaannya dalam konvoi ini karena ingin mengenalkan pasangan capres-cawapresnya ke khalayak. Disebut, Burhanudin yang juga Sekretaris Relawan pemenangan dari elemen Kades ini melakukan konvoi keliling Lombok Timur. Meski diketahui ada larangan un-

dang-undang, namun hal ini tidak dihiraukan. Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lotim, Lalu Muhir menambahkan, aksi para kepala desa di Kabupaten Lotim konvoi tidak menjadi masalah. Menurutnya, para relawan yang dibentuk untuk mendukung salah satu capres ini tidak ada yang dirugikan. Adanya peringatan dari Panwaslu dianggap biasa saja. “Saya pikir tidak masalah, mereka kan relawan dan tidak ada yang dirugikan juga. Kan tidak ada yang keberatan,” imbuhnya. Keberatan dari Panwaslu dianggap sah dan wajar karena Panwaslu menjalankan tugasnya. Ketua Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Lotim, Miftahurrahman saat dikonfirmasi secara terpisah terkait aksi para Kades ini mengatakan siap akan memberikan tindakan. Tak digu-

brisnya larangan Panwaslu diakui sebagai sebuah fakta. “Kalau demikian faktanya ia habis bagaimana, terpenting kita sudah memberikan imbauan,” ujarnya. Soal aksi konvoi para Kades, pihaknya akan melakukan kroscek terlebih dulu. Panwaslu merasa cukup kesulitan untuk menindak aksi konvoi meski dilaporkan menggunakan kendaraan dinas. Jelasnya, konvoi para Kades akan ditelisik apakah sudah berizin atau belum. Sikap para kades yang tetap tak patuh terhadap ketentuan perundang-undangan ini menjadi perhatian Panwaslu. Miftahurrahman menambahkan, pihaknya sudah melakukan pencegahan secara kelembagaan. “Kita sudah berbuat, nanti lebih lanjut soal ini akan kami rapatkan di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu),” paparnya. (rus)

Giri Menang (Suara NTB) – Pascaeksekusi lahan di Dusun Duduk, Desa Batu Layar Barat, Polres Lombok Barat menetapkan 18 orang warga setempat menjadi tersangka dalam dua kasus berbeda. Dari 18 tersangka ini, 17 orang ditahan pihak Polres setempat karena satu diantaranya anak dibawah umur sehingga dilepaskan. Dua orang disangkakan pasal 378 terkait dugaan kasus penipuan yakni Amaq Kodrat dan Kadus, kemudian 16 orang disangkakan pasal 214 terkait masalah menghalangi petugas dengan kekerasan,” tegas Kapolres Lombok Barat, AKBP Yulianus Yulianto Sabtu (21/6). Ke 17 orang yang ditahan polisi diduga melakukan penghadangan terhadap aparat ketika menjalankan tugasnya. Selaian itu, Kades setempat juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun untuk pemeriksaan Kades, harus ada izin dari kepala daerah dalam hal ini Bupati Lobar, Dr H Zaini Arony. Terkait dugaan penjarahan, pihak kepolisian terus melakukan penyidikan. Dalam hal ini jelas Kapolres, polisi hanya melakukan pengamanan kegiatan eksekusi. “Memang ditemukan ada beberapa barang milik warga yang tercecer dan diamankan. Terkait hal ini ada proses melalui mekanisme dan berita acara, sehingga nanti akan diserahkan barang warga itu panitera,” ujarnya. Sebelumnya, warga Dusun Duduk mengaku mengaku kehilangan banyak barang berharga diduga dijarah oleh oknum tak bertangung jawab ketika eksekusi tersebut. Warga setempat menyesalkan

(Suara NTB/her)

Yulianus Yulianto

pihak kepolisian yang dinilai lalai mengamankan jalannya eksekusi, sehingga mengakibatkan banyak barang berharga milik warga hilang. Junaidi warga setempat yang juga terkena eksekusi mengaku banyak barang berharga milik warga yang hilang, Junaidi menjelaskan selain uang dan barang berharga, uang kas masjid yang disimpan di rumah ketua remaja masjid sebesar Rp 26 juta juga ikut hilang. Selain itu, 16 warga lainnya juga mengaku kehilangan uang dan perhiasan dengan total kerugian sekitar Rp 50 juta. Warga menyesalkan pihak kepolisian yang dinilai lalai dalam mengamankan jalannya eksekusi. Seperti diketahui, eksekusi lahan itu dilakukan panitera pada Kamis lalu. 35 rumah yang berada di lahan sengketa seluas 32 hektare termasuk kantor desa dan Poskesdes dikosongkan. Jalannya eksekusi dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Lobar beserta jajarannya dan Polda NTB dengan menurunkan 422 personel.(her)

Dilaporkan ke Polisi

Mantan Kades Ranggagata Diduga Selewengkan ADD

(Suara NTB/ami)

LOGISTIK - Logistik Pilpres mulai didistribusikan KPU NTB ke KPU kabupaten/kota.

KPU Distribusikan 3.522.679 Surat Suara Pilpres Mataram (Suara NTB) Pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014 sudah di depan mata. Terkait dengan hal itu, KPU NTB mulai mendistribusikan kebutuhan logistik untuk semua kabupaten/kota yang ada di NTB. Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, yang ditemui Suara NTB saat pelepasan truk pengangkut logistik ke semua kabupaten/kota di Kantor KPU NTB, Sabtu (21/6) mengatakan, pendistribusian logistik yang dilakukan pihaknya adalah untuk memenuhi logistik di semua kabupaten/kota. “Ini untuk kebutuhan logistik KPU di 10 kabupaten/kota,” ujarnya. Dikatakannya, jumlah logistik surat suara yang didistribusikan saat itu sekitar 3.552.679 ditambah dua persen dari jumlah tersebut. Dikatakan Aksar Ansori, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua KPU kabupaten/kota terkait kedatangan logistik tersebut. “Sudah kita koordinasikan supaya KPU di tiap daerah stand by menunggu kedatangan logistik di daerah masing-masing,” katanya. Sementara terkait keamanan, pihaknya bekerjasama dengan lembaga kepolisian baik Polda maupun Korem. Akan tetapi, pola pengamanan logistik tersebut berbeda dengan ketika Pileg. “Pola pengamanan logistik untuk Pilpres ini estafet. Jadi, kedatangan logistik di sambut oleh tim keamanan di masing-masing daerah,” imbuh Aksar. Ketua Divisi Logistik dan Keuangan KPU NTB, Hesti Rahayu menambahkan, logistik yang didistribusikan pihaknya hanya surat suara yang sebelumnya dibuat oleh pusat. “Yang kita distribusikan itu hanya surat suara. Yang belum itu alat bantu untuk tuna netra,” tambahnya. Untuk Pulau Lombok, distribusi berlangsung lancar dan bisa sampai pada hari H pendistribusian. Sementara untuk Pulau Sumbawa terjadi sedikit halangan karena truk pengangkut logistik sempat mengalami kecelakaan dalam perjalanan. “Sekarang semuanya sudah sampai. Hanya saja kemarin ada sedikit halangan karena kecelakaan truk pengangkut logistik ke Sumbawa. Itu yang menyebabkan logistik sampai di Sumbawa sekitar subuh,” ungkapnya. Hesti menjelaskan koordinasi dengan semua KPU kabupaten/kota telah dilakukannya supaya pencatatan penerimaan logistik di tiap daerah harus benar-benar diperhatikan. “Sudah kami koordinasikan supaya semua bentuk administrasi diperhatikan,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM Pemilu KPU NTB, Agus, mengatakan untuk pemeriksaan logistik, KPU telah melakukannya sebelum mulai pendistribusian. “Semua sudah dicek di tempat logistik terpadu sebelum didistribusikan,” pungkasnya. (ami)

Praya (Suara NTB) Jumlah aparat desa yang berurusan dengan penegak hukum di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bertambah. Belum selesai kasus Kepala Desa Pengembur Pujut dan Mujur Praya Timur, kini giliran mantan Kades Ranggagata, LM, dibidik pihak Kepolisian. LM diduga menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2008 hingga 2013 lalu. Guna mengungkap dugaan penyelewengan tersebut, pihak kepolisian sejauh ini sudah memeriksa delapan orang saksi. Berasal dari unsur BPD Ranggagata serta dari unsur masyarakat desa set-

empat. Polisi mulai menyelidikan kasus tersebut setelah masuknya pengaduan dari masyarakat Desa Ranggagata Bulan Mei kemarin. Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Ketut Tamiana yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan, pihaknya sedang membidik kasus dugaan penyelewengan ADD yang dilakukan oleh mantan Kades Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya tersebut. Ia mengatakan, jumlah saksi yang akan dimintai keterangan dipastikan akan bertambah. Mengingat masih ada Sekdes dan bendahara desa yang belum diperiksa.

Logistik Pilpres Tiba di KPU Lobar Giri Menang (suara NTB) Logistik untuk pemilihan presiden dan Wakil Presiden tanggal 9 Juli mendatang telah tiba di kantor KPU Lombok Barat. Logistik ini tiba hari Sabtu sore, diterima oleh Kasubag Logistik KPU Lobar, Herman Rogo di Kantor KPU setempat. Setelah menerima logistik ini, pihak KPU akan merapatkan dengan pihak Panwaslu, kepolsian untuk ikut menyaksikan penghitungan dan penyortiran surat suara Pilpres Senin (23/6) hari ini. Ditemui di Kantor KPU Lobar, Kasubag Logistik Herman Rogo menyebutkan, logistik yang sudah diterima KPU antara lain surat suara, formulir (form) model C, model C1, lampiran model C1 dan model C1 plano dari KPU pusat. Untuk surat suara diterima KPU sebanyak 480.239 lembar berisi dalam 241 kardus, surat suara pemilu ulang sebanyak 1.000 lebar berisi dalam satu kardus. Termasuk daftar pasangan calon (DPC) 1.180 lembar berisi dalam dua kardus. Sehingga total keseluruhan kardus 244. Ditambah lagi surat suara daftar pemilih tambahan

(DPT) sebanyak 4.290 lembar, berisi dalam tiga kardus (box). Selain surat suara, pihaknya juga menerima logistik berupa formulir 42 kardus dengan rincian, jenis form model C sebanyak 23.898 lembar, model C1 sebanyak 11. 949 lembar, lampiran model C1 11.949 lembar. Empat jenis formulir ini berisi dalam 35 kardus. Ditambah model C1 plano 1.707 lembar dalam 7 kardus. “Satu truk itu mengangkut logistik untuk dua kabupaten yakni Lobar dan Loteng,” ujarnya. Rapat akan dilakukan hari ini. Surat undangan sudah disiapkan dan akan segera dikirim ke masing-masing instansi terkait. Jika hasil perhitungan itu terdapat kekurangan surat suara pihaknya akan segera melapor ke KPU pusat melalui email untuk meminta tambahan kekurangan. “Harus segera melapor supaya ada kesempatan KPU pusat mengirim kekurangan yang diperlukan,” terangnya. Untuk pengiriman logistik ke kecamatan diperkirakan memasuki bulan puasa secara serentak ke seluruh kecamatan. (her)

“Untuk dua orang saksi ini, kita tengah menjadwalkan pemerikasaan,” jelas Tamiana. Disinggung besaran dugaan penyelewengan yang dilakukan mantan Kades Ranggagata tersebut, ia mengaku belum ada perhitungan pasti. Yang ada baru dugaan-dugaan saja. Sehingga pihaknya belum bisa

membeberkan kepada publik. Karena yang menentukan besaran penyelewengan, ada pihak berwenang. Tentunya setelah dilakukan audit atas laporan keuangan desa yang ada. Tamiana menjelaskan, dugaan penyelewengan anggaran desa yang melibatkan mantan Kades Ranggagata

tersebut memang menjadi salah satu perhatian pihaknya saat ini. Dari sekian kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani jajaran Polres Loteng. Pihaknya pun menargetkan bisa segera menuntaskan penyelidikan kasus tersebut. Supaya bisa segera ditingkatkan statusnya. (kir)


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Sistem Promosi Pariwisata NTB Dinilai Belum Efisien Mataram (Suara NTB) Sistem promosi pariwisata NTB dinilai belum efisien. Hal itu dikemukakan oleh salah seorang penikmat Pariwisata di NTB, Mohammad Ahsyar (50) setelah mencermati fenomena model promosi yang sedang dilakukan oleh pihak – pihak tertentu. Ia menilai sistem promosi yang sedang dilakukan oleh pemerintah NTB kurang efisien lantaran akan ada pembengkakan anggaran serta munculnya kebijakan yang tumpang - tindih. “Kalau menurut pendapat saya pribadi, sistem promosi pariwisata NTB ini kurang efisien. Saya melihat masih banyak hal yang keliru mengenai model promosi yang dilakukan. Saya rasa pemerintah masih kurang mencermati terkait langkah – langkah yang telah diambilnya,” ujarnya, Sabtu (21/6) malam lalu. Adapun beberapa sistem promosi pariwisata yang dicermatinya antara lain, promosi pariwisata melalui event – event tertentu dan Badan Promosi Pariwisata Daerah. Selain itu, ia juga menganalisa terkait sistem promosi pariwisata melalui kunjungan para pejabat hingga ke Luar Negeri. “Saya mencermati akan muncul kebijakan yang tumpang - tindih dari sistem promosi

yang dilakukan dengan dua jalur. Yang pertama, kan pemerintah sudah membentuk BPPD, namun mengapa malah pemerintah juga menggelar event-event yang notabene esesnsi sama yakni melakukan promosi. Nah inilah yang menurut saya nanti akan memakan anggaran yang tidak sedikit. Pemerintah juga harus mempertimbangkan Income dari pariwisata itu sendiri sebelum mengeluarkan anggaran untuk promosi,” jelasnya. Perihal promosi pariwisata yang dilakukan dengan cara berkunjung ke Luar Negeri. Salah satunya yakni kunjungan beberapa pejabat ke Australia. Menurut Ahsyar, hal itu tidak perlu dilakukan, terkecuali ada kerjasama yang lain dan memang urgen untuk dihadiri, seperti halnya pertemuan penyatuan kesepakatan yang kemudian akan membutuhkan penanda tanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dalam hal kerjasama yang lain dengan pihak asing. “Promosi pariwisata dengan

cara kunjungan ke Luar Negeri, saya rasa kurang tepat. Semestinya yang harus dilakukan adalah pembenahan infrastruktur dulu baru kita gembar – gemborkan tentang tempat wisata kita agar didatangi pengunjung. Bahkan, saya sempat menemukan salah satu wisatawan yang mengatakan, ‘Lombok itu indah, tapi enggak ngangenin’ nah, dari sini kita dapat berkaca, kira – kira apa yang kurang dari pariwisata kita. Memang sangat diakui, bahwa Lombok ini banyak menyimpan pesona alam yang luar biasa, tapi perlu diperhatikan juga, akses seperti jalan menuju tempat pariwisata, ya katakanlah di daerah selatan itu, itu kita harus berkorban sekuat tenaga untuk menahan sabar akibat jalan menuju tempat wisatanya yang kurang memadai,” jelasnya. Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, Drs. Muhammad Nasir saat ditemui dalam acara pembukaan “Road to

”Kembang Sembaq”, Tari Penyambutan Tamu di Bayan Mataram (Suara NTB) Situs Tradisional yakni Tari Daerah, menyimpan filosofi tertentu perihal kearifan lokal yang dimiliki oleh suatu daerah, Seperti halnya tari ‘’Kembang Sembaq,”. Tari tradisional yang berasal dari Daerah Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu merupakan sebuah simbol masyarakat setempat dalam menyambut kedatangan tamunya. Setiap penari memegang persembahan daun sirih sebagai bahan untuk menjamu para tamu yang datang. “Tari Kembang Sembaq merupakan situs tari daerah yang kami angkat dari Daerah Bayan KLU. Secara simbolik, tari tersebut merupakan tari persembahan untuk menjamu kedatangan para tamu yang bersilaturahim di daerah sana. Tarian tersebut tertuang dalam sebuah babad yang saat ini kami kembangkan. Di tangan kiri setiap penari memegang daun sirih dan itu maknanya adalah menyuguhkan jamuan terhadap para tamu,” terang Ni Nengah Pariony, Asisten Manager Sanggar Budaya Nusantara, Jum’at (20/6) malam lalu. Menurutnya, tari Kembang Sembaq tersebut diangkat dari silsilah salah satu babad yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat di daerah KLU pada masa Prasejarah. Tarian itu kemudian terus dikembangkan meski diselipkan beberapa variasi gerakan dan kostum yang berbau modern.

(Suara NTB/met)

DIPENTASKAN –”Tari Kembang Sembaq” yang dipentaskan saat pagelaran pembukaan acara Road to Tambora Menyapa Dunia di Halaman Depan Eks Bandara Selaparang, Jum’at (20/6) malam lalu. “Tarian ini kita angkat berdasarkan silsilah yang ada di dalam babad, meski sedikit ada penyesuaian yang dilakukan yakni dengan menyelipkan konsep – konsep modern. Jadi sebenarnya tidak semuanya utuh seperti yang diceritakan di dalam babad tersebut,” imbuhnya. Diterangkan Asisten tersebut, bahwa tarian yang diangkat dari daerah KLU itu telah dipentaskan di berbagai daerah. Tari itu sempat menghiasi beberapa festival yang diselenggarakan di Malang, Bandung dan sebagainya. “Tanggal 6-9 Juni lalu tarian ini dipentaskan di Malang, selain itu beberapa bulan yang

lalu ini juga sempat menghiasi panggung festival yang ada di Bandung,” katanya. Sebagai Asisten yang ikut membina Sanggar tari, Nengah berharap Kebudayaan dan tradisi di nusantara tetap terjaga. Meski Naturalitas sebuah kesenian tidak dapat dijaga dalam kondisi yang utuh 100%, tetap saja upaya – upaya untuk melestarikan teradisi harus dilakukan. “Seluruh Kesenian yang menghias kebudayaan dan tradisi kita ini adalah identitas bangsa yang harus dijaga, meski naturalitasnya tidak dapat dipertahankan secara seutuhnya, yang penting kita masih peduli dengan identitas bangsa kita sendiri,” pungkasnya. (met)

Menanamkan Nilai Kearifan Lokal Melalui Pentas Teater PENTAS teater bukanlah sebatas Dunia Hiburan semata, namun sebuah pementasan dapat dijadikan sebagai suatu media pembelajaran dan menanamkan nilai – nilai kearifan lokal setiap kebudayaan terhadap kaum generasi muda. Itulah yang dikatakan Syahbudin, S.Pd dosen senior Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mataram (UNRAM), Sabtu (21/ 6) Malam lalu. “Naskah – Naskah yang kita angkat untuk dipentaskan kali ini berbau kearifan lokal dan kearifan tradisi. Ini adalah salah satu langkah untuk menanamkan nilai – nilai kearifan lokal kepada generasi muda, mengingat tidak sedikit mahasiswa sudah mulai acuh terhadap kekayaan tradisinya sendiri. Dan kita tidak menginginkan hal itu terjadi yang nantinya secara berangsur –angsur dan bangsa kita tidak lagi memiliki jati diri,” ujarnya. Adapun Pagelaran pentas teater kelas yang diselenggarakannya itu merupakan salah satu langkah untuk mengasah Kreativitas Mahasiswa. Selain tujuan utama dilaksanakannya pementasan tersebut yakni penanaman nilai kearifan lokal, Dosen tersebut juga berharap melalui pentas tersebut para Mahasiswa dapat berproses

(Suara NTB/met)

SEPENATE- Naskah Drama yang ditulis oleh salah satu mahasiswa PBSID yang berjudul Sepenate dipentaskan pada Sabtu (21/6) Malam. serta memiliki keterampilan. “Yang paling penting dalam pentas ini, para mahasiswa dapat berproses dengan baik, kedepan kami mengharapkan mereka memiliki bakat dan keterampilan, entah mereka menjadi Pembina sanggar di daerahnya masing – masing, atau mereka berminat untuk melanjutkan karirnya di dunia hiburan khususnya seni pertunjukan,” jelasnya. Terpisah, Dosen Pengampu Mata Kuliah Drama dan Teater yang lainnya yakni Syahrul Qodri, M.Pd mengungkapkan hal yang senada. Ia menambahkan perihal sistem penilaian yang diberikannya terhadap seluruh peserta didiknya yang akan melakukan pe-

mentasan. “Pentas kelas ini digelar dalam rangka penentuan niali ujian semester para mahasiswa, namun tidak semata – mata orientasinya hanya sebatas itu saja. Kalau penilaian, kami lebih banyak melihat dari proses. Bukan hanya bagus atau tidak pementasannya,” katanya. Adapun pentas teater tersebut akan berlangsung hingga akhir pekan depan. Pentas yang dimulai pada tanggal 21 Juni tersebut akan diisi oleh puluhan pementasan lakon yang diperankan oleh para mahasiswa yang sedang menempuh ujian semester mata kuliah “Apresiasi Drama dan Teater”. (met)

Tambora Menyapa Dunia” di Eks Bandara Selaparang, Jum,at (20/6) malam, mengemukakan perihal antusiasmenya dalam menjalankan berbagai model promosi pariwisata yang ada di NTB. Dia juga sempat mengomentari terkait BPPD yang sudah dibentuk. “Jadi ini adalah salah satu sistem promosi pariwisata yang kita lakukan, acara malam ini adalah “Road to Tambora Menyapa Dunia” jadi maksudnya, menuju Tambora Menyapa Dunia yakni yang akan dibuka pada April 2015 mendatang. Disini banyak kita tampilkan, situs – situs kebudayaan daerah yakni seperti tari dan sebagainya,” terangnya. Adapun, dalam agenda tersebut, Ia menegaskan tentang rencana Gunung Tambora yang akan dijadikan sebagai tempat wisata Geologi. Hal tersebut mengingat Gunung tersebut menyimpan peristiwa bersejarah dan sangat berpengaruh terhadap dunia. “Konon meletusnya Gunung Tambora pada abad ke-19 yakni sekitar tahun 1815 silam, abunya sempat menutupi Eropa, jadi pada waktu itu, eropa mengalami gelap gulita sehingga Napoleon kalah dalam peperangan,” bebernya. (met)

(Suara NTB/met)

PERFORMANCE ART - Ary Juliyant dan kawan-kawan saat mengisi acara performance art di Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu (21/6) malam lalu.

Ruas Jalan ke Wisata Makam Keramat Rusak Parah Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi akses jalan menuju lokasi wisata religi Makam Keramat di dusun Cemara, Desa Lembar Selatan, sungguh memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer salah satu akses menuju lokasi wisata itu hampir jalan tanah dan berlubang. Ironisnya kondisi ini tak pernah diperhatikan Pemda Lobar. Pantauan wartawan, Minggu (22/6), sekitar beberapa meter jalan dusun ini memang pernah dibangun menggunakan pavink block delapan tahun silam. Akan tetapi kondisi papink itu kini sudah hancur luluh akibat terjangan kendaraan yang lalu lalang. Diketahui, bantuan ini berasal dari Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Setelah melalui jalan bekas papink yang berlubang, di mana-mana pengendara kendaraan lalu disuguhkan jalur tanah yang berdebu. Jalur ini diperkirakan lebih 3 kilometer, yang menghubungkan antara dusun menuju makam Keramat. “Kondisi jalan ke makam Keramat sangat rusak, sepanjang jalan tanah dan berlubang. Jalan ini tak pernah diperhatikan pemerintah,”tukas Kadus Cemara, Solikin. Sejak mulai dibuka jalur ini secara swadaya oleh masyarakat, pemda Lobar tak pernah meliriknya paling tidak membantu membangun jalan itu. Padahal kawasan itu termasuk daerah wisata daerah. Hanya saja, anggota Dewan provinsi mengalokasikan dana aspirasinya membangun talut sepanjang 50 meter yang dirasa masih sangat kurang. Pihak Dusun melalui Desa pernah berkali-kali mengusulkan agar jalur itu dibangun untuk memudahkan masyarakat dan pengunjung makam, namun beberapa kali diusulkan malah tak direspon oleh Pemda. “Pernah kami usulkan ke beberapa instansi tapi tak

ada jawaban,” ujarnya. Pernah sekali waktu Dinas Pariwisata melihat kondisi jalan dan berencana akan membenahi makan Keramat, namun lagilagi itu masih sebatas kunjungan tanpa ada hasilnya. Sejauh ini, masyarakat setempat cukup terbantu dengan daerah wisata itu karena hasil pungutan amal dari pengunjung ada pemasukan untuk membantu biaya membangun masjid. Pada hari libur, katanya mencontohkan, hasil pungutan dari pengunjung mencapai Rp 300.000 sampai Rp 400.000. Terkait jumlah sumbangan pungutannya, petugas tidak mematok namun pengunjung diberikan keleluasaan menyumbang seikhlasnya. Makam Keramat ini sendiri berlokasi bersebelahan dengan Pantai Cemara. Makam ini ramai dikunjungi masyarakat

Lombok, diyakini sebagai salah satu makam pembawa agama Islam Ke Lombok. Terletak di tengah laut, berdekatan dengan teluk Lembar. Biasanya dikunjungi saat Lebaran, musim haji, atau saat “peroahan” khusus. Bila berkunjung ke makam tersebut sebaiknya di waktu air laut surut sehingga bisa langsung melihat bangunan makam. Tidak jauh dari lokasi makam, ada beberapa berugak tempak “roah” dan tentunya makan-makan ketupat, olah-olah, ayam, dan makanan khas yang menemani ziarah. Terpisah, Kadis Pariwisata Lobar, I Gede Renjana menyatakan destinasi wisata pantai cemara dan Makam Keramat segera dibenahi. Saat ini masih tahap perencaaan. “Makam itu segera dibenahi,”ujarnya. Di lokasi itu nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas umum seperti toilet. (her)

(Suara NTB/her)

RUSAK - Kondisi ruas jalan tanah menuju Makam Keramat, rusak dan minim perhatian Pemda.


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10

Belajar dari Gugatan

Unram Sebar Informasi Lewat Buletin Mataram (Suara NTB) Belajar dari adanya gugatan yang pernah dilayangkan sejumlah pihak terhadap Universitas Mataram (Unram) terhadap sejumlah informasi, kini Unram memilih menyebarkan informasi melalui penerbitan Buletin Civitas. Buletin yang terbit satu bulan sekali ini pun kini sedang masa proses untuk penerbitan volume ke II. “Semua informasi terkait Unram, ada di Buletin Civitas ini, baik terkait dengan informasi universitas maupun fakultas. Semuanya ada,” klaim Kepala Humas Unram, Helmy Fuadi kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Helmy yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi Buletin Civitas ini mengajak semua orang agar membaca buletin civitas untuk memperoleh informasi akurat seputar Unram. Menurutnya, buletin yang memiliki motto faktual dan informatif untuk kebersamaan ini memiliki tebal 19 halaman dengan beberapa item tulisan. Salah satunya informasi terkait dengan rencana program Unram dan program-program Unram yang telah terlaksana. Selain itu, Helmy mengaku buletin juga menyediakan kolom opini bagi pembaca yang ingin mengirimkan tulisan. “Redaksi menerima sumbangan tulisan terkait dengan Unram dan civitas akademiknya. Kalau ada yang berminat ya dikirim saja ke sub bagian sistem informasi lantai III Rektorat Unram,” tandasnya. (dys)

TUNJUKKAN Kepala Humas Unram Helmy Fuadi menunjukkan buletin yang memuat informasi mengenai semua kebijakan yang dikeluarkan Unram.

(Suara NTB/dys)

Tingkatkan Mutu Pendidikan

(Suara NTB/dys)

TERIMA RAPOR - Orang tua murid memadati halaman SMPN 2 Mataram saat menerima rapor kenaikan kelas anaknya, Sabtu (21/6).

Momen Kenaikan Kelas

Mempertahankan Prestasi Lebih Sulit Mataram (Suara NTB) Kenaikan kelas berarti momen untuk melihat hasil atas usaha dan kerja keras belajar selama satu semester. Tidak heran, pada setiap momen kenaikan kelas para siswa berharap hasil belajar mereka bisa lebih baik dari pada semester sebelumnya. ‘’Karena pada dasarnya, mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya jauh lebih sulit dari pada membuat prestasi baru,’’ ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu SMPN 2 Mataram, Drs. Muhammad Abu Bakar di hadapan ratusan wali murid saat menerima rapor kenaikan kelas, Sabtu (21/6). Menurutnya, pembagian rapor bagi siswa harus jadi ajang yang tepat untuk melakukan evaluasi atas semua aspek belajar yang dilakukan selama satu semester

ini. Siswa setelah menerima rapor atau hasil belajar dapat segera melakukan introspeksi diri, baik dari aspek afektif, kognitif dan psikomotorik, terutama bagi orang tua agar tetap mengawal anak-anaknya ketika berada di rumah. Hal tersebut mengingat form penilaian rapor pascaditetapkannya SMPN 2 Mataram sebagai pilot project penerapan kurikulum 2013 menjadi lebih rumit dengan disediakannya form pengisian deskriptif atas aspek afektif, kognitif dan psikomotorik. “Mempertahankan presta-

Manfaatkan Waktu Libur MEMASUKI masa libur semester sekolah tahun ajaran 2013-2014 ini, siswa diminta tetap memanfaatkan waktu libur dengan mengerjakan hal-hal positif. Terlebih libur semester kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Kepada Suara NTB, Sabtu (21/6), Kepala SMPN 9 Mataram, H. Ma’un berharap seluruh peserta didiknya dapat meluangkan waktu libur dengan mengerjakan halhal positif yang dapat memberi kemanfaatan bagi diri, orang tua dan lingkungan sekitar. Ma’un menambahkan, libur sekolah setidaknya berlangsung cukup panjang mulai dari tanggal 23 Juni sampai 11 Juli. Oleh sebab itu, masa libur yang bertepatan dengan momen bulan Ramadhan harus dimanfaatkan untuk lebih banyak beribadah baik dalam bentuk mengerjakan puasa, shalat sunnah, bersedakah dan yang terpenting menyucikan hati agar tetap baru. “Jadi tidak hanya rapor dan nilai yang baru, akan tetapi hati juga harus baru dan suci,” ujarnya mengingatkan. (dys) H. Ma’un (Suara NTB/dys)

si itu lebih sulit, sama seperti Spanyol yang harus tersingkir dari piala dunia dan tidak bisa mempertahankan prestasi. Kalau soal pengisian rapor pada awalnya memang agak sulit dan rumit, karena ada penjelasan secara deskriptif terkait dengan semua aspek penilaian,” ujarnya. Selain evaluasi bagi siswa dan orang tua murid, evaluasi pada momen kenaikan kelas ini juga berlaku bagi sekolah. Ke depan kata Abu Bakar, SMPN 2 Mataram berkomitmen tetap mempertahankan prestasi yang diraihnya selama ini.

‘’Karena pada dasarnya, mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya jauh lebih sulit dari pada membuat prestasi baru,’’ Muhammad Abu Bakar Tidak hanya itu, peningkatan kualitas layanan dan manajemen yang baik terus dilakukan untuk menjaga kualitas dan mutu sekolah. (dys)

Dana Bantuan Sekolah Harus Dikelola Transparan Giri Menang (Suara NTB) – Adanya sejumlah oknum kepala sekolah (kepsek) yang tersangkut kasus hukum terkait pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) diharapkan tidak terjadi lagi. Perlu ada antisipasi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan sekolah. “Kami dukung adanya bimbingan teknis (bimtek) ke kepsek soal hukum, namun sekolah juga harus transparan mengelola dana, baik DAK, BOS dan BSM,” terang anggota Komisi IV DPRD Lobar H. Zahrul Maliki, Minggu (22/6). Pihaknya mendukung langkah antisipasi korupsi di sekolah melalui bimtek dan semacamnya. Karena dalam hal ini perlu ada pemahaman oleh lembaga dan person, terkait ketentuan aturan dan hukum. Terkait hal ini, ujarnya, kepsek perlu memahami posisi mana-mana pengelolaan yang boleh dan tidak boleh terhadap anggaran yang diturunkan, baik itu BOS,

BSM dan dana DAK. Dalam mengeksekusi program, ujarnya, kepsek mesti melihat aturan main berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sebagai dasar untuk melaksanakan ketentuan program yang diturunkan ke sekolah. “Apa memenuhi atau tidak, dalam hal ini tidak sembarang,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, kepala SMA dan SMK di Lobar diberikan sosialisasi UU Tipikor yang digelar Dinas Dikbud dengan narasumber Kejaksaan Negeri Mataram dan Polres Lobar. Sosialisasi tentang UU Tipikor merupakan upaya peningkatan pemamathaman dan pengetahuan kepsek tentang segala bentuk tindak pidana korupsi, sekaligus upaya preventif terhadap kemungkinan pelaku tindak pidana korupsi, yang kemudian diharapkan ada persamaan persepsi dalam pemberantasan korupsi, clean governance atau pemerintahan yang bersih. (her)

MTs Nurul Jannah NW Jalin Kerjasama dengan Australia PARA guru dan pelajar di MTs Nurul Jannah NW Ampenan sudah bisa menikmati proses belajar mengajar layaknya di Australia. Proses belajar dimaksud adalah mengikuti kelas belajar Australia melalui media skype. Hal itu setelah keduanya menjalin kerjasama bidang pendidikan dengan sejumlah sekolah di Australia melalui program Building Relations Through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE). Selain bertujuan untuk memajukan pendidikan, program BRIDGE juga bertujuan agar keduanya bisa saling memahami karakter kebudayaan masing-masing. Kepada Suara NTB belum lama ini, Kepala MTs Nurul Jannah NW Ampenan H. Muhammad Nasir Syukron, M.PdI, mengaku kerjasama bidang pendidikan melalui program BRIDGE secara umum bertujuan mengembangkan hubungan kedua negara melalui dialog antarbudaya. Diakuinya, peningkatan jalinan kerjasama dengan Pemerintah Australia yang menghubungkan MTs Nurul Jannah NW dengan salah satu sekolah di Australia pertama kali berlangsung sejak Maret 2013 lalu. Itu ditandai dengan dikirimnya dua guru MTs Nurul Jannah NW Ampenan selama dua pekan ke sekolah Australia. “Setelah kunjungan tersebut, kedua sekolah membuat perjanjian dan sejak itu hubungan kedua sekolah diharapkan bisa terus berkembang. Para siswa akan mempunyai kesempatan untuk bergabung dengan kelas Australia yakni melalui teknologi konferensi video untuk pembelajaran Bahasa Inggris, budaya dan Ilmu penge-

H. Zahrul Maliki

(Suara NTB/ist)

KUNJUNGAN - Para pelajar Australia saat berkunjung ke MTs Nurul Jannah NW Ampenan beberapa waktu lalu. Kunjungan ini merupakan bentuk kerjasama pendidikan dengan sejumlah sekolah di Australia. tahuan,’’ terangnya. Setelah itu, lanjutnya, para pelajar dan guru bercakapcakap melalui Skype untuk menandai kerjasama pertukaran guru dan pelajar. Tujuannya, program BRIDGE mampu membangun hubungan antarguru dan pelajar Australia dengan para guru dan pelajar dari Indonesia melalui teknologi informasi, alat jejaring sosial, kunjungan sekolah dan sesi-sesi pelatihan dalam jaringan (online). Sementara itu, Husnul Khotimah, S.Pd, salah satu guru yang pernah dikirim ke Australia mengatakan, program tersebut sangat positif,

karena mampu membuat pelajar dari Indonesia dan Australia menjadi lebih dekat satu sama lain. “Pertukaran pendidikan dan budaya ini akan memperlihatkan kepada generasi baru tentang sejauh mana kita dapat saling belajar satu sama lain,” ujarnya. Senada dengan itu, Mustiadi, SS, SPd, guru yang juga pernah dikirim ke Australia ini membenarkan program tersebut telah mampu membangun hubungan dan menjalin kerja sama serta telah menghadirkan manfaat pendidikan baik dengan pihak swasta, masyarakat, guru dan pelajar di Australia dan Indonesia. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2014 Selasa, 24 Juni 2014 Belanda vs Cili 00.00 Wita

Lobar Juara Umum

Zaini Arony Siap Cairkan Bonus Atlet dan Pelatih

Australia vs Spanyol 00.00 Wita Kamerun vs Brasil 04.00 Wita Kroasia vs Meksiko 04.00 Wita

Delapan Emas dan Rekor Porprov USIA boleh saja muda, namun hal itu tak menjadi hambatan Putri Angky untuk berprestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB. Meski usianya baru menginjak 14 tahun namun atlet Lobar 5 Mei 2001 ini berhasil mengoleksi medali emas terbanyak di nomor pertandingan renang putri. Siswa yang sebentar lagi akan menginjak kelas 2 SMP ini berhasil menyumbangkan 8 medali emas dan 4 medali perak di 12 nomor yang di ikuti. Ditemui Suara NTB usai penutupan acara Porprov NTB, Sabtu (21/6) malam lalu, putri pasangan M. Rusky dan Cuan-Cuan ini mengatakan delapan medali emas yang diraihnya di cabor renang itu lewat 50 meter, 100 meter dan 200 meter gaya bebas putri, tambahan medali selanjut(Suara NTB/fan) nya diraih di gaya dada 50 meter, Putri Angky 100 meter dan 200 meter putri serta gaya punggung 100 meter dan 50 meter kupu-kupu putri. Kemudian empat medali perak diraih di nomor estafet putri, yakni 4x50 meter, 4x100 meter, 4x 50 meter gaya dada dan 4x100 meter gaya dada putri. Selain menyumbangkan medali emas terbanyak di kelas putri, dia juga berhasil memecahkan rekor Porprov NTB di delapan nomor yang menjadi lumbung medali emasnya. Prestasi tersebut menjadi prestasi pertama yang diukirnya di Porprov NTB. Dikatakannya, sukses dirinya meraih prestasi itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, namun kerja keras dan dukungan orang tua serta dukungan pelatih menjadikan dirinya mampu berbuat maksimal. “Dukungan orang tua, pelatih menambah semangat saya untuk berlatih, sehingga persiapan saya mengikuti Porprov NTB cukup bagus, dan saya bersyukur bisa sumbang medali emas terbanyak,” ucap Anggi yang saat itu didampingi, pelatih, orang tua dan Ketua Binpres Pengprov NTB, Ahmad Musyafa. Menurutnya, kiparahnya di cabang olahraga cukup lama, sejak duduk di bangku kelas 4 SD dia sudah dikenalkan oleh orang tuannya renang, dan setelah kurang lebih 5 tahun berlatih barulah ada hasilnya, dan dia berhasil meraih prestasi terbaik di Porprov NTB 2014. Selanjutnya, Musyafa berharap Pemkab Lobar dapat lebih serius memperhatikan anggaran pembinaan olahraga renang sehingga Porprov NTB, Lobar dapat meningkatkan prestasi hingga ke nasional. (fan)

Mataram (Suara NTB) Sukses kontingen Lombok Barat (Lobar) meraih juara umum di Porprov NTB IX mendapat apresiasi dari Bupati Lobar, Dr. H. Zainy Aroni. Orang nomor satu di Pemda Lobar ini siap mencairkan bonus untuk atlet dan pelatih cabor yang sukses mempersembahkan medali terbanyak di pesta puncak olahraga tingkat regional NTB. “Kita sudah siapkan bonus untuk atlet peraih medali Porprov NTB, dan bonus itu segera kita cairkan dalam waktu dekat ini,” ucapnya saat diwawancara Suara NTB usai menerima piala bergilir juara umum Porprov NTB IX di GOR 17 Desember Turide Mataram, Sabtu (21/6) malam lalu. Sayangnya, besar nominal bonus yang akan diberikan kepada atlet yang sukses mempersembahkan medali itu belum ditentukan oleh Zaini Aroni. Sebab, pihaknya masih akan merinci lebih dahulu jumlah kontingen Lobar yang menyumbang medali di ajang bergengsi tersebut guna menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Namun demikian dia berpesan kepada atlet agar tidak terlalu khawatir, pasalnya dalam waktu dekat ini dia akan memanggil pengurus KONI Lobar untuk segera mericikan jumlah atlet peraih medali Lobar, setelah itu dia akan mempulikasikan jumlah anggaran yang akan diberikan kepada atlet peraih

medali. “Besok saya akan panggil pengurus KONI Lobar, setelah itu baru kita umumkan nilai bonus atlet,” ucapnya seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan bonus untuk atlet, namun bonus untuk pelatih juga disiapkan. Lanjutnya, sebelum penyerahan bonus para kontingen Porprov Lobar akan diarak keliling bersama piala bergilir Porprov

NTB mengelilingi Wilayah Kecamatan Gerung Lobar. Hal ini dilakukan untuk merayakan kemenangan Lobar sebagai juara umum Porprov NTB, sehingga kedepannya para atlet Lobar dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi. Ditambahkannya, untuk mempertahankan prestasi juara umum tersebut pihaknya akan membenahi dan membangun sejumlah arena dan fasilitas olahraga. Arena olahraga renang yang merupakan lumbung medali emas Lobar di Porprov NTB IX akan lebih diperhatikan pasalnya cabang olahraga renang telah menyumbangkan medali emas terbanyak dari 23 cabor yang dipertandingkan di Porprov, yakni 19 medali emas dari 24 medali emas yang diperebutkan di cabor tersebut. (fan)

(Suara NTB/ist)

Fortaleza Miroslav Klose menyamai rekor 15 gol atau terbanyak sepanjang masa pada putaran final Piala Dunia yang dipegang legenda Brasil Ronaldo, hanya dua menit setelah masuk lapangan pada laga Grup G Jerman melawan Ghana Minggu dini hari tadi. Striker berumur 36 tahun yang tampil pada putaran final Piala Dunia keempatanya menyeruak untuk melepaskan tembakan guna menyamakan kedudukan 22 pada menit 71 yang juga merupakan gol ke-70 dalam karir internasionalnya. “Tak masalah apakah saya bermain sejak awal atau masuk dari bangku cadangan, semua pertandingan itu penting dan 15 gol dalam 20 pertandingan Piala Dunia tidaklah jelek,” kata striker Lazio ini. Ronaldo segera menyelamati pencapaian Klose ini. “Welcome to the club,” tulis dia dalam akun Twitternya dengan menggunakan bahasa Jerman. Klose adalah pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 2006 di Jerman dengan lima gol, setelah menjadi top skorer kedua dengan lima gol pada Piala Dunia, sedangkan empat tahun lalu di Afrika Selatan dia mencetak empat gol.

Miroslav Klose

Klose sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Jerman pada putaran final Piala Dunia ketika mencetak gol ke-69 dalam penampilan ke-132-nya saat mencukur Armenia 6-1 dalam laga persahabatan. Dia melampau rekor by Gerd Mueller yang mencetak gol penentu kemenangan pada final Piala Dunia 1974 untuk mencetak gol ke-68 dalam 62 penampilannya bersama Jerman Barat, demikian AFP. (ant/bali post)

Vitoria Australia bertekad mengakhiri penampilan mereka di putaran final Piala Dunia 2014 dengan kemenangan mengejutkan atas juara bertahan Spanyol, kata kapten tim Mile Jedinak pada Jumat waktu setempat. Tim berjuluk Socceroos itu tengah ditumbuhi kepercayaan diri setelah menyulitkan Belanda meski akhirnya takluk 3-2 dan Jedinak mengatakan lantaran sekarang timnya sudah pasti tersingkir, mereka ingin tampil lebih baik melawan Spanyol. “Semuanya tergantung kami untuk merumput dan mendapatkan sesuatu dari Spanyol serta memaksakan permainan kami kepada mereka,” kata gelandang yang membela klub Inggris, Crystal Palace, itu. “Kami melakukannya di dua laga sebelumnya, meski kami gagal mendapatkan apapun, namun ini waktunya kami memperbaiki.” Jedinak mengatakan Tim Cahill tidak beruntung lantaran harus absen dari laga Senin (23/6) mendatang, setelah ia mencetak gol dalam kekalahan 3-1 dari Chile dan menciptakan salah satu gol terbaik Piala Dunia lewat tendang sentuhan pertama saat menghadapi Belanda. Akan tetapi ia menolak untuk membicarakan masa depan pemain berusia 34

tahun itu, termasuk kemungkinan tampil di Piala Asia saat Australia menjadi tuan rumah tahun depan. Sementara itu pemain belakang yang melepaskan umpan silang gol Cahill, Ryan McGowan, meyakini Spanyol yang tengah terluka akan bermain tangguh saat menghadapi Australia setelah secara memalukan tersingkir dari putaran final Piala Dunia. Ia juga memuji kontribusi pelatih Ange Postecoglou yang mengambil alih kursi kepelatihan tahun lalu dan berperan atas peran Australia meramaikan Grup B yang dianggapnya sulit. “Ia masih dipercaya banyak orang, cara kami bermain dan bagaiamana ia ingin kami bermain dan secara taktik kami tahu apa yang akan dilakukan sebelum memasuki lapangan,” kata McGowan. “Analisa rekaman pertandingan dan hal-hal yang kami lakukan di luar lapangan berkelas dunia. Itu yang ia katakan ingin dilakukan dan itu akan meningkatkan kemampuanmu sebagai pemain.” McGowan mengaku sesi latihan bersama Postecoglou berlangsung luar biasa dan dinilainya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dijalaninya, dan Postecoglou adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengannya, demikian AFP. (ant/bali post)

Messi Kembali Menangkan Argentina Belo Horizonte Kapten Argentina Lionel Messi memba-

wa kemenangan Tim Tango 1-0 melawan Iran, melalui tendangan lambung dari luar kotak pinalti Iran pada menit 90+ pada laga penyisihan Grup F Piala Dunia 2014 di the Mineirao stadium, Belo Horizonte, Brasil, Sabtu. Hasil tersebut menjadikan Lionel Messi ditetapkan sebagai “Man of the Match” (pemain) terbaik pada pertandingan tersebut. Dengan kemenangan itu, Argetina memastikan maju ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 dengan nilai 6 sementara di urutan 1, sedangkan urutan kedua Nigeria (nilai 1), ketiga Iran (nilai 1) dan keempat Bosnia nilai 0. Juara dunia dua kali itu kendati mengusai jalannya pertandingan sebanyak 71 persen sejak pada babak pertama dan kedua, tapi tidak mam-

(Suara NTB/ist)

Lionel Messi

Klose Samai Rekor Ronaldo

Australia Ingin Tambah Derita Spanyol

pu memasukan bola ke gawang Iran yang dijaga Alireza Haghighi hingga menit ke90, baru menit ke-90+ (tambahan waktu) berhasil membobol 1-0. Pada babak pertama Sedikitnya ada lima aliran bola

dari pemain Argentina ke gawang Iran, tapi gagal diceploskan, atara lain ada menit ke- 13, umpan Fernando Gago kepada Higuain di kotak pinalti tendangannya masih berhasil disergap kiper Iran. Pada menit ke-19 tendangan Di Maria masih melambung di atas mistar Iran dan pada menit ke-22 Sergio Aguero tendangannya berhasil ditepis kiper Iran. Dua tendangan bebas yang diambil Mesi pada menit ke 36 dan 41 dari luar kotak pinalti Iran, juga masih melambung di atas mistar gawang Iran. Sebaliknya Irang memiliki dua peluang dari tendangan pojok yang dilakukan Ashkan Dejagah, namun sundulan dari pemain-pemain Iran ke gawang Argetina masih bisa bisa dihadang pemain belakang Argetina. (ant/bali post)

Tidak Penuhi Target

KONI Dompu Komit Kawal Atlet Berprestasi Dompu (Suara NTB) Kontingen Kabupaten Dompu hanya berhasil meraih 29 medali emas atau berada di urutan 5 perolehan medali pada Pekan Olah Raga Propinsi (Porprov) NTB 2014. Raihan ini jauh dari target yang disuarakan KONI Dompu selama ini yaitu 45 medali emas atau masuk 3 besar. Ketua Umum KONI Dompu, Yuhasmin, MSI kepada Suara NTB, Minggu (22/6) kemarin, mengaku bersyukur dengan raihan medali yang diperoleh kontingen Dompu pada Porprov 2014. Kendati tidak sesuai target yang dicanangkan masuk 3 besar atau 45 medali emas, prestasi yang ditunjukkan para atlet Dompu lebih baik dibandingkan hasil Porprov 2010. “Walaupun tidak masuk 3 besar, tapi prestasi kita jauh

lebih baik dari Porprov sebelumnya. Pada Porprov 2010, kita hanya mendapat 21 medali emas dan berada di urutan ke 6. Sekarang kita mendapat 29 medali emas dan berada di peringkat ke 5,” kata Yuhasmin. Yuhasmin mengaku, penetapan target 3 besar dan meriah 45 medali emas untuk merangkut semangat para cabor. “Saya sendiri sebenarnya menargetkan 32 medali emas ketika melihat potensi medali yang akan diraih. Tapi karena semangat teman-teman untuk meraih TGB (Tiga Besar), kita akomodir,” ungkap Yuhasmin. Ada beberapa cabor yang cukup besar memberi kontribusi medali emas bagi kontingen Dompu. Diantaranya Panjat Tebing (9 emas), tinju (5 emas), IMI (3 emas) dan boxer (4 emas). Untuk cabor permainan sendiri belum berha-

sil menyumbangkan medali. “Kendati tidak bisa menyumbangkan medali emas, saya cukup salut dengan para atlet kita yang cukup gigih memperjuangkan medali. Bahkan mereka langsung nangis karena tidak bisa menyumbangkan medali emas,” cerita Yuhasmin. Atlet yang berprestasi, lanjut Yuhasmin berpeluang menjadi duta NTB pada Pra PON 2016 mendatang. KONI Dompu tetap berkomitmen untuk mengawal para atlet berprestasi dalam pembinaan yang berkelanjutan bersama KONI NTB. “Mau tidak mau, ini menjadi kewajiban KONI Kabupaten untuk membina mereka (atlet) walaupun akan menjadi duta NTB, tapi yang memiliki atlet itu Kabupaten dan pembinaannya tentu akan sering dengan Propinsi,” janji Yuhasmin. (ula)


SUARA NTB

Senin, 23 Juni 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

PERHIASAN

FINANCE

MAINAN ANAK

TOKO BANGUNAN

TRAVEL

SHOWROOM

RUMAH MAKAN

BATIK

TOKO MAINAN

PET SHOP

SALON

PERAWATAN AC

KONTRAKAN

KOMPUTER

RUPA-RUPA

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Senin, 23 Juni 2014

KURSUS

Halaman 13

HOTEL

ARSITEK & BAHAN BANGUNAN

087 865 633 888 / 087 861 811 999

DEALER

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON

LAUNDRY

SANGGAR SENAM

SHOWROOM

PROPERTY

EKSPEDISI

KECANTIKAN

BAKERY

Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

SULAM BIBIR

TERASI

FUTSAL

SERVIS MOTOR

COUNTER

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

Rp. 1 Jt

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

SULAM ALIS

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

TENUN LOMBOK

TELEVISI

EVENT ORGANIZER

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts Service Mobil & Sepeda Motor

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

MADU

KACAMATA

COUNTER

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

KONVEKSI


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

KESEHATAN

Halaman 14

Jangan Abaikan Waktu Tidur Pesta sepakbola Piala Dunia 2014 di Brazil membuat mata para penggemarnya kerap melek di malam hari dan membuat mereka kehilangan waktu tidur. Padahal, hal ini sangat berbahaya bagi tubuh. BARU – baru ini, seorang pecandu sepak bola asal Tiongkok dilaporkan tewas setelah tidak tidur dua hari berturutturut untuk menonton laga Piala Dunia 2014. Menurut laporan kantor berita Xinhua, pria 25 tahun itu diketahui telah menghembuskan nafas terakhirnya di depan televisi di rumahnya setelah menonton laga Belanda yang membantai Spanyol 5-1, Jumat (13/6). Laga itu berakhir pada pukul 05.00 waktu Tiongkok dan dokter menyebut penyebab kematian warga Suzhou itu adalah kurang tidur. Perbedaan waktu antara Suzhou dan Brasil adalah 11 jam. Hal itu berarti, para penggemar sepak bola harus begadang untuk menonton laga Piala Dunia. Dokter menyebut kematian itu adalah karena kurang tidur

namun tidak menutup kemungkinan karena serangan jantung. Selaras dengan kematian tragis tersebut, sejumlah peneliti juga mulai menemukan adanya tren gaya hidup masyarakat modern yang kurang memperhatikan waktu tidur. Seperti dikutip dari BBC, peneliti mengatakan masyarakat modern sangat arogan dengan mengabaikan pentingnya tidur. Mereka mengatakan, banyak orang secara aktif hidup melawan jam biologis tubuh mereka (mekanisme internal yang mengatur berbagai fungsi tubuh) baik dengan tidur terlalu sedikit, dengan mengubah waktu kerja atau menggunakan komputer dan ponsel pintar pada malam hari. Hal ini dapat mengganggu DNA tubuh dan menyebabkan kanker, penyakit jantung, diabetes tipe-2, infeksi dan

obesitas. Profesor Russel Fostser dari Universitas Oxford menjelaskan kebanyakan orang tidur lebih sedikit dibandingkan orang-orang 60 tahun yang lalu dengan tidur seharinya kurang satu hingga dua jam per hari dibandingkan umumnya masyarakat 60 tahun lalu. Foster mengungkap ini adalah masalah serius terutama di kalangan remaja. Ia bahkan pernah bertemu beberapa remaja yang tidur dengan menggunakan obat tidur orang tua mereka di malam hari dan minum minuman isotonik di pagi hari. Peringatan akan bahaya kurang tidur ini juga ada di jurnal medis The Lancet bulan April lalu dengan imbauan agar para dokter memberi resep tidur untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian lain, yang dikutip

dari kompas.com menunjukkan kurang tidur dapat berakibat serius, yaitu hilangnya sel otak bahkan berisiko menyebabkan otak rusak permanen. Studi pada tikus menunjukkan kurang tidur berkepanjangan menyebabkan 25 persen sel otak tertentu mati. Menurut ilmuwan Amerika, pada manusia yang kurang tidur, hal yang sama bisa saja terjadi meskipun manusia berusaha mengganti waktu tidurnya atau mengonsumsi obat untuk melindungi otak. Penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of Neuroscience ini meneliti tikus di laboratorium. Perilaku tikus tersebut meniru jenis-jenis kurang tidur pada umumnya dalam kehidupan modern, seperti bekerja pada shift malam atau menghabiskan waktu berjam-jam di kantor. Tim peneliti dari University of Pennsylvania School of Medicine mempelajari sel-sel otak tertentu yang terlibat dalam menjaga sistem peringatan otak. Setelah beberapa hari melihat pola tidur pada orang-orang yang

Dampak Buruk Kurang Tidur PADA titik tertentu, kita tentu pernah merasakan kurang tidur di malam hari karena berbagai alasan, dan tentunya hal tersebut akan membuat kita mengantuk dan lelah. Rasa ngantuk dan lelah memang sudah hal yang pasti. Tapi tahukah Anda kalau kurang tidur juga bisa menyebabkan naiknya berat badan dan hal-hal negatif lainnya? Efek Fisikal Kurang tidur yang berlanjut secara terus menerus akan memberikan efek negatif akan bagaimana tubuh kita melakukan kinerjanya sehari-hari. Mereka yang merasakan hal ini akan merasa ngantuk atau lelah. Kemampuan untuk berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal akan berkurang. Lebih buruknya lagi, ketahanan tubuh akan menurun yang dimana akan

menyebabkan datangnya penyakit-enyakit lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Menaikkan Berat Badan Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kurang tidur yang berarti tidur malam akan berakibat dapat menaikkan berat badan Anda. Hal ini disebabkan karena Anda akan lebih cepat lapar dan tergoda untuk memakan sesuatu. Pada saat Anda tidak tidur, metabolisme tubuh akan lebih tinggi dan hal itu akan membuat Anda cepat lapar. Walaupun metabolisme tubuh Anda tinggi, Anda tidak menjadi lebih kurus karena Anda akan tergoda untuk mencari makanan. Memperburuk Kinerja Tubuh Anda mungkin tahu bahwa kurang tidur akan memberikan Anda rasa lelah dan kurangnya

daya tahan tubuh. Tetapi pada kenyataanya, kurang tidur dapat menyebabkan dampak negatif yang lebih buruk daripada yang Anda bayangkan. Kita bergantung pada tubuh kita untuk secara kontan menghasilkan protein yang dibutuhkan untuk menggantikan beban yang telah dilakukan jaringan di dalam tubuh kita. Tetapi pada saat kita kurang tidur, hal ini akan menyebabkan berbagai dampak kepada metabolisme, radang, daya tahan dan stres. Tentunya hal itu akan menyebabkan tubuh kita kurang efektif dalam menghasilkan protein. Efek Emosional Kurang tidur tidak hanya memberikan beban bagi diri Anda secara fisikal, tetapi juga emosional. Penelitian membuktikkan bahwa kurang tidur selama beberapa malam akan

menjadikan Anda seseorang yang sensitif dan gampang marah. Anda akan lebih mementingkan diri Anda dibandingkan orang sekitar Anda dan relasi-pun menjadi lebih buruk. Bahkan jika hal ini diteruskan, Anda akan beralih ke obat tidur secara terus menerus. Memperburuk Kehidupan Percintaan Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kurang tidur akan menjadikan Anda seseorang yang lebih mementingkan diri Anda, dan Anda-pun menjadi sangat sensitif. Penelitian lain membuktikan pasangan kekasih yang telah menikah akan kurang menghargai pasangannya jika ia kurang tidur. Mereka akan kehilangan gairah akan bercinta karena terlalu lelah.

Bagaimana Mengatasinya? Sama seperti penyebab dari kurang tidur, untuk mengurangi rasa kurang tidur ini, ada berbagai cara untuk menyembuhkannya. - Siapkan tubuh Anda untuk tidur dengan menghindari minuman berkafein seperti teh atau kopi. - Jangan berolahraga keras sebelum tidur, lebih baik lakukan relaksasi atau mandi air hangat. - Tidurlah pada saat Anda mengantuk, jangan paksakan diri Anda sampai batas jam tidur yang telah ditentukan. - Buatlah lingkungan yang mendukung kondisi untuk tidur Jika hal-hal di atas masih tidak bisa membantu Anda untuk tidur, mungkin Anda harus menemui dokter atau psikolog untuk mengetahui masalah sebenarnya dari kurang tidur Anda dan bagaimana menyembuhkannya. Hal ini disebabkan karena kurang tidur juga dapat disebabkan oleh efek psikologis seperti trauma dan depresi. Selain dari kabar buruk yang disampaikan di atas, ada kabar baik terkait hal ini. Jika Anda sudah tidur secara teratur selama satu minggu, maka efek-efek seperti jaringan tubuh, rasa lelah dan efek emosional akan mulai hilang. Tapi baikkah bagi tubuh Anda jika Anda melakukan hal ini secara terus menerus? (berbagai sumber)

bekerja di malam hari, tikus kemudian kehilangan 25 persen sel otaknya, yang dikenal sebagai locus coeruleus (LC) neuron. Pola kerja yang dimaksud adalah tiga hari bekerja pada shift malam, dengan waktu tidur hanya 4-5 jam dalam waktu 24 jam. Para peneliti mengatakan ini adalah bukti pertama bahwa kurang tidur dapat menyebabkan hilangnya sel-sel otak. Tapi mereka menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah orang-orang yang kehilangan waktu tidur mungkin juga berada pada risiko kerusakan otak permanen. “Kami sekarang memiliki bukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan permanen. Ini adalah contoh sederhana yang ditunjukkan pada hewan namun kita harus berhatihati pada manusia,� kata Sigrid Veasey dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology. Dia mengatakan, perlu ada langkah berikutnya untuk menguji otak para pekerja shift

setelah adanya bukti kematian dari hilangnya sel-sel otak. Kurang tidur juga akan sangat berpengaruh pada perubahan emosi. Saat tubuh merasakan kelelahan, maka perubahan emosi adalah hal yang seringkali terlihat. Bila Anda benar-benar lelah, perubahan drastis seperti menjadi mudah menangis sangat mungkin terjadi. “Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 50% dari orang dengan depresi memiliki beberapa jenis masalah tidur. Biasanya insomnia,� ujar Lisa Shives, MD, seorang internis dan ahli obat tidur di Evanston, Illinois, Amerika Serikat. Jam tidur yang kurang dari enam jam dapat mengganggu gen dalam tubuh yang mengatur depresi. Hal tersebut berdasarkan sebuah studi pada Februari 2013 yang dilakukan oleh University of Surrey di Inggris. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan meditasi selama 5 menit, lalu peregangan otot, atau dengan melakukan yoga. (berbagai sumber)

Nutrisi untuk Kurang Tidur Vitamin C Dikutip dari Times of India, para ahli menyatakan bahwa tidur dalam waktu singkat adalah suatu isu dimana tubuh tidak mendapatkan cukup air dan nutrisi berikut ini. Pertama adalah vitamin C. Sumber yang baik dari vitamin C bisa ditemukan dalam berbagai macam jenis buah yang cukup familiar bagi adna, yaitu Stroberi, jeruk, anggur, lemon, papaya, kismis hitam, dan buah-buahan lainnya. Dalam jumlah yang cukup, vitamin C ini terbukti mampu untuk memperkuat sistem imun tubuh dalam membantu melawan penyakit yang berbahaya didalam tubuh Anda dan yang paling penting supaya bisa tidur lelap. Selenium Selanjutnya adalah Selenium. Nutrisi yang satu ini banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, daging dan juga kerang. Selenium adalah mineral yang penting untuk semua fungsi tubuh. Disamping itu selenium juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Sumber selenium untuk mereka yang Non Vegetarian bisa diperoleh dari Tuna, sarden, udang, tiram dan lain sebagainta. Untuk mereka yang vegetarian bisa mencoba untuk mengkonsumsi biji bunga matahari, jamur, bawang, gandung, dan juga beras merah. Para Ilmuwan mengemukanakan bahwa makanan yang mengandung selenium juga akan membantu metabolisme tubuh dalam melawan zat kimia yang menyebabkan gangguan tidur pada tubuh seseorang dan bisa mambant sesorang supaya bisa tidur lelap. Theobromine Lalu apa nutrisi yang diperlukan untuk atasi gangguan tidur bila Anda merasa tidur terlalu lama? Pertama adalah Theobromine. Nutrisi yang satu ini bisa ditemukan dalam makanan berupa cokelat. Fakta menunjukan bahwa makanan yang satu ini bisa meningkatkan stimulasi pada detak jantung dan juga melebarkan pembuluh darah serta tekanannya. Kedua adalah Asam Dekannoat. Asam ini memang kurang cukup familiar bagi sebagian orang, namun asam ini berfungsi baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan juga memerangi gastritis. Ketiga adalah kolin yang bisa Anda temukan pada makanan berupa telur dan juga daging sapi. Zat ini menawarkan perlindungan bagi tubuh Anda supaya tidak terkena serangan Kardiovaskular dan juga penyakit berbahaya lainnya. (berbagai sumber)


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Tiga Anggota Keluarga Perwira TNI AD di Bandung Ditemukan Tewas Bandung (Suara NTB) Tiga orang anggota keluarga perwira TNI Angkatan Darat (AD) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Gudang Utara 18 Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/6).

Basuki Tjahaja Purnama

(ant/Bali Post)

Ahok: Temuan BPK Kado Pahit HUT Jakarta Jakarta (Suara NTB) Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Tahun Anggaran (TA) 2013 merupakan kado pahit untuk ulang tahun Jakarta. “Penilaian dari BPK RI beberapa waktu lalu, yaitu laporan keuangan kita mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Saya kira ini kado ulang tahun yang sangat pahit untuk Jakarta,” katanya dalam sambutan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-487 di Lapangan Silang Barat Monas, Jakarta Pusat, Minggu (22/6). Selain penilaian dan temuan-temuan dari BPK RI, Basuki yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta itu juga menyesali perihal Piala Adipura yang tidak berhasil diraih. “Sudah nilai laporan keuangannya WDP, Piala Adipura juga kita tidak dapat. Ini ulang tahun yang sangat pahit. Ini berarti kan kinerja kita masih kurang. Untuk selanjutnya, harus ada perbaikan,” ujar Basuki. Kendati demikian, dalam momentum peringatan HUT Kota Jakarta kali ini, dia berharap seluruh jajaran Pemprov DKI, baik pejabat maupun staf, dapat lebih meningkatkan kinerjanya masing-masing demi kemajuan ibukota. “Pembangunan infrastruktur harus terus berjalan, tidak boleh ada yang berhenti. Pengadaan angkutan umum juga harus terus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan. Pokoknya, bekerja untuk Jakarta. Dirgahayu Kota Jakarta,” tutur Basuki. Pada Jumat (20/6) lalu, BPK RI memberikan penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013. Penilaian tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan penilaian yang diperoleh selama dua tahun sebelumnya, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selain itu, BPK juga mencatat 86 temuan dengan nilai kerugian mencapai Rp1,41 triliun dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Tahun Anggaran (TA) 2013. Kerugian tersebut diperoleh dari adanya temuan yang berindikasi kerugian daerah senilai Rp85,36 miliar serta temuan berpotensi kerugian daerah senilai Rp 1,33 triliun. (ant/Bali Post)

’’Swing Voters’’Antusias Nantikan Debat Capres Jakarta (Suara NTB) Sejumlah pemilih mengambang atau yang belum menentukan pilihannya (swing voters) mengaku antusias menantikan debat calon presiden yang digelar Minggu (22/6) malam dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. ‘’Nanti malam (kemarin malam) mau nonton, karena mau tahu paparan kedua capres tentang tema yang ditentukan,’’ ujar seorang pegawai swasta di DKI Jakarta Emilza Nopandi Furqon (26) saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/6). Emilza mengatakan sebagai swing voter, ia tidak ingin melewatkan debat capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih memantapkan pilihannya. “Debat capres bisa menjadi referensi bagi saya untuk lebih memastikan, mana pemimpin yang laik untuk Indonesia dan mana yang tidak. Bagi saya pengaruhnya besar sekali,” ujar Emilza. Ia berharap, para capres dan cawapres dapat memanfaatkan debat yang akan dimulai pukul 19.30 WIB nanti malam tersebut dengan menyampaikan visi dan misinya secara konkret, dan bukan sekedar retorika belaka. Meski telah menyaksikan dua debat sebelumnya, Emilza mengaku belum dapat memastikan kandidat mana yang akan dicoblosnya pada 9 Juli mendatang. Hal senada juga disampaikan seorang Pegawai Negeri Sipil Amelia Safitri (26), yang mengaku masih bingung dalam menentukan pilihan capresnya. “Nanti malam saya mau nonton (debat capres), karena ingin mengikuti perkembangan kualitas kedua capres tersebut sampai di mana. Dan melihat kira-kira bagaimana kalau Indonesia dipimpin oleh mereka,” kata Amel. Menurut Amel, cara menjawab dan relevansi antara pertanyaan dan jawaban capres akan menjadi penilaian utamanya dalam menentukan capres yang lebih laik menjadi presiden. Selain itu, debat juga dapat menjadi pembuktian tentang pemberitaan dan informasi dari media sosial yang kerap menjelek-jelekkan atau mengangangkat seorang kandidat. “Kalau selama ini saya melihat berita di media sosial tentang kedua capres yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, maka dalam debat ini semua jadi terlihat, apakah pemberitaan di media sosial itu betul terjadi atau tidak,” kata Amel. Sementara itu, seorang ibu rumah tangga bernama Sofita Nubika (36) juga mengatakan ingin sekali menyaksikan debat capres malam ini. Sofita mengatakan dia dan keluarga sengaja pulang lebih cepat dari liburan karena tidak ingin ketinggalan menyaksikan debat melalui televisi. (ant/Bali Post)

Tiga korban itu adalah Praja (18), Aura (14) dan pembantu rumah tangganya Acim (34) yang tinggal di rumah itu. Praja dan Aura adalah putra sulung dari Letnan Kolonel Ruddy yang sedang bertugas di Komando Resort Militer (Korem) Solo,

Kepolisian Resort Kota Besar (Reskrim Polrestabes) Bandung dan Kepolisian Sektor (Polsek) Sumur Bandung. Rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) terlihat dipasangi garis polisi (police line). Selain mendapat penjagaan dari aparat kepoli-

(ant/Bali Post)

KORBAN KAPAL TENGGELAM - Petugas memeriksa korban kapal tenggelam Kirno (54) saat dirawat di RS Mitra Siaga, Tegal, Jateng, Minggu (22/6). Sebanyak delapan nelayan asal Tegal, terapung di tengah laut dan satu nelayan hilang setelah kapal KM RJ tenggelam diterjang ombak setinggi dua meter di perairan Laut Jawa.

Denpasar (Suara NTB) Pakar andrologi dan seksologi dari Universitas Udayana Prof Dr Jahja Alex Pangkahila menganjurkan ibu hamil untuk mengurangi konsumsi daging ayam broiler karena dapat berakibat mengganggu pusat seks bayi yang dilahirkan. “Kalau ibu hamil mengkonsumsi daging ayam broiler berlebihan, dampaknya terutama bagi anak laki-laki yang dilahirkan karena akan menjadi kelebihan hormon estrogen yang merupakan hormon wanita,” katanya saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Reproduksi Sehat, Keluarga Hangat” di Denpasar, Sabtu (21/6). Menurut dia, penumpukan hormon estrogen pada anak laki-laki itu bisa terjadi karena ayam broiler yang diternakkan saat ini mayoritas pakannya menggunakan konsentrat atau pelet yang sarat mengandung hormon estrogen. “Seharusnya anak laki-laki yang perkembangan hormon testosteronnya bagus menjadi menurun karena pengaruh penumpukan hormon estrogen dalam tubuhnya,” ucapnya

pada seminar yang diselenggarakan oleh Laboratorium Prodia Denpasar itu Akhirnya, tambah dia, pusat seks anak laki-laki menjadi terganggu sehingga bisa menyebabkan berperilaku seperti perempuan bahkan terjadi pembesaran buah dada. “Pembentukan pusat seks pada janin itu terjadi pada usia kehamilan enam sampai delapan minggu sehingga semestinya pada usia kehamilan tersebut harus dihindari mengkonsumsi daging ayam broiler,” ucapnya. Pada usia awal kehamilan, kata Alex, kaum ibu lebih dianjurkan untuk makan ikan laut karena konsentrat selain banyak ditemukan pada ayam broiler, juga tidak jarang pada ikan air tawar dan daging ayam kampung yang diternakkan. Di sisi lain, ujar dia, anak laki-laki juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging ayam broiler berlebihan, tidak hanya saat masih dalam kandungan karena nantinya juga berpengaruh terhadap perkembangan organ reproduksinya. (ant/Bali Post)

11 Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Dipulangkan Kodim Laporkan Penghilangan Jakarta (Suara NTB) Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur dan Pemerintah Provinsi Aceh pada Minggu memfasilitasi pemulangan 11 jenazah korban kapal tenggelam di perairan Malaysia pada 18 dan 19 Juni. Demikian siaran pers yang diterima Antara pada Minggu (22/6) dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Jenazah tersebut dipulangkan hari Minggu, (22/6), dengan menggunakan dua maskapai, yaitu delapan jenazah menggunakan Garuda Indonesia menuju Banda Aceh via Jakarta, sementara dua jenazah menggunakan

Malaysia Airlines tujuan Medan dan kemudian dilanjutkan ke Aceh dengan perjalanan darat. Sementara itu, satu jenazah asal Sumatera Utara saat ini juga tengah dalam proses pemulangan. Petugas dari KBRI Kuala Lumpur turut mendampingi pemulangan jenazah yang diterbangkan langsung dari Kuala Lumpur ke Banda Aceh. Adapun pengaturan untuk penerimaan dan pengantaran kesepuluh jenazah kepada pihak keluarga masing-masing dikoordinasikan oleh pejabat Pemda Aceh yang telah berada di Malaysia sejak tanggal

19 Juni 2014 dengan pihakpihak terkait di tanah air, termasuk pihak keluarga, kata siaran pers tersebut. Sementara itu tim SAR Malaysia masih terus melakukan pencarian korban tenggelamnya dua kapal pada tanggal 18 Juni 2014. Saat ini telah ditemukan 14 jenazah korban yang terdiri atas 11 lelaki dan tiga perempuan. Sebanyak 11 jenazah telah berhasil diidentifikasi yakni 10 laki-laki dan 1 perempuan. Sementara tiga jenazah belum dapat dikembalikan kepada keluarga karena belum dapat diidentifikasi. (ant/Bali Post)

di Papua dan Papua Barat yang bisa menjadi warisan nasional, di antaranya situs Penginjilan di Pulau Mansinam, Manokwari, situs Megalitik Tutari di Sentani, situs Pemukiman Tua Yemokho di Sentani, situs Neolitik Bukiit Srobu di Kota Jayapura. “Situs Arca Polinesia di Kabupaten Jayapura, situs Prasejarah Biak, situs Gua Jepang Binsari Biak, situs Masa Kolonial di Boven Digul, situs Kolonial Mc Arthur di Kabupaten Jayapura, dan situs Kolonial di Merauke,” katanya. (ant/Bali Post)

SEWA BADUT

RUPA-RUPA

Tiga Kawasan Situs Papua Berpotensi Jadi Warisan Dunia Jayapura (Suara NTB) Tiga kawasan situs di Provinsi Papua Barat berpotensi menjadi warisan dunia. ‘’Penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Jayapura di sejumlah tempat atau kawasan di Papua dan Papua Barat hingga saat ini terdapat 310 situs. Tiga di antaranya berpotensi menjadi warisan budaya dunai,’’ kata Kepala Balai Arkeologi Jayapura Muhammad Irfan di Jayapura, Papua, Minggu (22/6). Ia mengatakan, ke tiga kawasan situs berpotensi warisan dunia itu yakni kawasan situs seni cadas Misool di Kabupaten Raja Ampat, kawasan situs seni cadas Kokas, Kabupaten Fakfak dan kawasan situ seni cadas di Kabupaten Kaimana yang terdapat di Teluk Bicari, Selat Maimai dan Teluk Triton. “Ketiga tempat ini sangat berpeluang untuk menjadi kawasan warisan dunia. Hanya saja perlu pengkajian lebih

lanjut dan ada dorongan serta perhatian dari masyarakat serta pemerintah daerah setempat,” katanya. Situs warisan dunia, lanjut Irfan, harus memiliki sejumlah kriteria di antaranya kawasan situ itu bisa menunjukkan hasil karya adiluhung. Kriteria lainnya adalah situs menunjukkan interaksi penting nilai kemanusiaan terhadap perkembangan arsitektur atau teknologi, memiliki keunikan dan mewakili tradisi yang luar biasa. Lalu, merupakan contoh menonjol dari karya arsitektur atau teknologi serta merupakan contoh menonjol dari pemukiman tradisional, dan secara langsung terkait dengan peristiwa atau tradisi kehidupan setempat. “Semua kriteria ini harus terpenuhi jika ingin diusulkan menjadi salah satu warisan dunia,” katanya. Selain itu ketiga kawasan situs di atas tadi, kata Irfan, ada sejumlah kawasan situs

SERVICE AC

Patok Perbatasan ke Polisi

Nunukan (Suara NTB) Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara melaporkan kasus perusakan dan penghilangan patok perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris. Kabupaten Nunukan kepada aparat kepolisian setempat. Komandan Kodim 0911/ Nunukan Letkol Inf Putra Widiastawa di Nunukan, Sabtu (21/ 6) mengatakan, berkaitan dengan kasus tersebut pihaknya telah melaporkan kepada Polres Nunukan untuk ditindaklanjuti sehubungan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Batas-Batas Antar Negara. Ia mengatakan, laporan kepada aparat kepolisian itu disampaikan pada Senin (16/6) setelah melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian. Dia mengatakan, meskipun belum dapat dipastikan yang melakukan pengrusakan dan penghilangan patok perbatasan adalah PT BSI, tetapi hasil pengecekan dilapangan lokasinya berada pada utara dari area milik perusahaan kelapa sawit itu. Ia mengharapkan, aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengusut tuntas hingga menemukan pelaku yang sebenarnya dan menerapkan hukum yang sebenarnya. Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Panmgaribuan

DIJUAL

GORDEN

an, ia meminta bantuan tetangganya untuk memeriksa, dan ternyata setelah diketuk tidak ada jawaban. Kemudian atas kesepakatan dengan warga untuk masuk ke rumah secara paksa melalui pintu belakang. Dan, warga menemukan ketiga korban sudah tidak bernyawa. Warga langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Bandung. (ant/Bali Post)

Pakar Anjurkan Ibu Hamil Kurangi Konsumsi Ayam

ORNAMEN

ARTSHOP

Jawa Tengah. Jenazah Praja dan Aura ditemukan tewas di dekat tangga rumah, dan jasad Acim ditemukan tergantung tidak jauh dari keduanya. Kasus tersebut masih dalam penanganan tim identifikasi dari Reserse Kriminal

sian, TKP juga tampak dijaga polisi militer (PM) TNI. Peristiwa naas itu diketahui warga sekira pukul 07.00 WIB, setelah sejumlah tetangga korban yang ditelepon diminta tolong oleh pemilik rumah untuk membangunkan anak dan pembantunya. Awalnya pemilik rumah itu menelepon kepada anaknya yang tinggal di rumah Jalan Gudang Utara itu, namun tidak dijawab. Kemudi-

melalui bagian Humas Ipda M Karyadi mengakui telah mendapatkan laporan dari Kodim 0911/Nunukan terkait penghilangan dan pengrusakan patok perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris. Terkait dengan laporan itu, kata dia, pihaknya bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan turun lapangan melakukan pengecekan. Namun, kata dia, belum mendapatkan laporan dari tim tersebut sampai saat ini sehingga belum dapat melakukan tindaklanjut atas kasus itu. “Kami belum mendapatkan laporan dari tim yang terdiri dari kepolisian, BPN dan Badan Perbatasan (BPPD) Nunukan yang turun ke lapangan mengecek. Jadi kita belum bisa melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang dianggap melakukan hal itu,” katanya. Polres Nunukan akan melakukan pemanggilan terdahap PT BSI dan pihak-pihak yang diduga terlibat apabila ditemukan bukti kuat bahwa perusahaan bersangkutan yang melakukan pengrusakan dan penghilangan patok perbatasan. (ant/Bali Post)

DIJUAL DIJUAL MOBIL ZEBRA TAHUN 2006 HARGA 60JT,HUB.081864654354 DIJUAL RUMAH MINIMALIS MODERN, LOKASI STRATEGIS BELAKANG KANTOR BPK RI UDAYANA MATARAM, BISA CASH/KREDIT HUB.65 PROPERTY LOMBOK, 081999978 919, 08533336660 DIJUAL RMH DI MONJOK LT.2,25 ARE, 2KT, 2 KM, 1RT, 1RK, LB 9X16 M, LISTRIK, SERTIFIKAT ADA, HARGA 475 JT, BS NEGO. HUB. 081805732203

BAKERY

ADVERTISING


SUARA NTB Senin, 23 Juni 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kerjasama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB dengan Harian Suara NTB

Sentra Pengemasan Hortikultura Diresmikan, Produk Olahan NTB Kian Siap Bersaing Mataram (Suara NTB)Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB terus mendukung keberadaan produk olahan hasil pertanian (tanaman pangan dan hortikultura) di daerah ini. Salah satunya dengan dioperasikannya Sentra Pengemasan Hortikultura yang diresmikan langsung Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Rusman Heriawan, Sabtu (21/6). Sentra Pengemasan Hortikultura di Jalan Ahmad Yani Nomor 10 B Sayang-Sayang Cakranegara Mataram ini melayani berbagai macam pengemasan produk olahan tanaman pangan hortikultura, peternakan dan perikan-

an. Dengan demikian, produkproduk olahan dari NTB lebih siap bersaing di pasar lokal, nasional bahkan internasional. Peresmian sentra pengemasan hortikultura ini dihadiri Sekda NTB H. Muhammad Nur, SH, MH, Direktur PHP Direktorat Jenderal Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian, Direktur Mutu Dan Standarisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan PHP, Kasubdit Pengolahan Hasil Hortikultura Direktorat PHP. Selain itu juga hadir perusahaan mitra Kementerian Pertanian dari Singapura, Direktur PT. Rumah Pikatan Jakarta, pengurus Asosiasi Pengolahan Hasil Hortikultura (Aspehorti) pusat dan daerah se-Indonesia, perwakilan pejabat dari beberapa daerah di Indonesia, kepala dinas

(Suara NTB/bul)

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Sekda NTB, Wamentan, Dirjen PHP dan tamu undangan.

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

Rusman Heriawan

Husni Fahri

lingkup Pemprov NTB, dan beberapa tamu undangan lainnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Ir. Husni Fahri, MM mengemukakan, peresmian tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan dan memberi nilai tambah pada pengolahan hasil-hasil produksi petani dan gapoktan. Di NTB, menurutnya cukup banyak kelompok tani yang menghasilkan produk-produk olahan. Banyak di antara produk-produk olahannya tersebut sudah masuk di supermarket.Tetapi kenyataan dilihat dari sisi kemasan masih kurang menarik, hal inilah yang menyebabkan produk-produk tersebut sulit bersaing dengan produk-produk luar. Salah satu ia contohkan, dod-

ol nangka dan dodol berbahan baku lainnya sudah banyak dijumpai di supermarket, Tetapi masih dengan kemasan dibungkus sederhana menggunakan kertas minyak dan kotak mika. “Inilah yang kemudian menginisiasi kita untuk membuat rumah kemasan ini. Sehingga tidak kalah bersaing dengan produk lainnya dari luar,” katanya. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menurutnya ikut berperan aktif melayani, membantu, serta memfasilitasi gapoktan yang bergerak di bidang olahan, dengan cara memperbaiki kualitas kemasannya. Dari sisi pasar, sudah ada jembatan dengan adanya kerjasama Kementerian Pertanian dengan perusa-

haan dari Singapura, yakni My Outlet yang siap memasarkan produk-produk olahan hasil pertanian dan hortikultura ini ke Singapura dan Kuala Lumpur. Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan AA Packaging dari Malang yang turut membina bagaimana teknologi packaging yang menarik menurut selera pasar. “Dari sisi pasar sudah ada, dibantu juga sertifikasi halal, label sehat dari BPOM. Di sini semua syarat produk sudah memenuhi standar internasional,” sebut Husni Fahri sekaligus mengimbau seluruh industri olahan agar dapat menggunakan jasa rumah kemasan tersebut. Sementara Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH, menyebut, prioritas pengembangan komoditi tanaman pangan dan hor-

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

Penandatanganan kerjasama dengan mitra.

(Suara NTB/bul)

H. Muhammad Nur

Penandatanganan prasasti Sentra Pengemasan Hortikultura.

tikultura di Provinsi NTB mengacu pada pertimbangan ekonomis, kesesuaian agroekosistem dan agroklimat serta pertimbangan prefensi pasar serta peluang ekspor produk segar dan olahan yang tersedia. Sebelum dibangun sentra pengemasan, penanganan pengolahan hasil pertanian yang dilakukan oleh kelompok pengolah/pelaku usaha di NTB masih dikemas secara sederhana dan tidak mengikuti kaidah pelabelan yang baik. Hal ini disebabkan akses pengolah /pelaku usaha terhadap kemasan-kemasan yang baik masih sangat terbatas Kondisi tersebut menuntut adanya upaya peningkatan kualitas produk olahan melalui perbaikan pengemasan dan pelabelannya, sehingga produk olah-

an yang diusahakan kelompok pengolah dapat diterima pasar dan bersaing dengan produk olahan usaha besar maupun produk olahan impor. “Dengan dibangunnya sentra pengemasan hortikultura, dapat memberikan dua manfaat. Yaitu manfaat sosial, memudahkan masyarakat mendapatkan produk yang dijamin keamanannya. Manfaat secara ekonomi, penanganan produk olahan hasil pertanian dapat memberikan keuntungan , karena produk yang ditangani sesuai kaidah-kaidah good manufacturing practices ,sehingga dapat meningkatkan daya saing, mempertahankan mutu, dan meningkatkan nilai tambah,” demikian Sekda NTB. (bul/*)

(Suara NTB/bul)

Mitra kerjasama dari Singapura dan lainnya.

(Suara NTB/bul)

Pemberian ucapan selamat usai pengukuhan pengurus Aspehorti dari delapan provinsi lain.

(Suara NTB/bul)

WamentanRusmanHeriawanmeninjaumesinkemasan.

Lobar Juara Umum Porprov NTB IX 2014

(Suara NTB/fan)

Bupati Lobar, H. Zaini Arony yang juga Ketua KONI Lobar mengangkat piala bergilir Porprov NTB IX yang diserahkan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin saat penutupan Porprov NTB di GOR 17 Desember Mataram, Sabtu (21/6).

(Suara NTB/fan)

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, bersama Sekda NTB, H. M.. Nur, Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono, Bupati Lobar H. Zaini Arony, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menekan tombol sirine sebagai tanda penutupan Porprov.

Mataram (Suara NTB) Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB IX telah berakhir, Sabtu (21/6) lalu. Pada penutupan Porprov tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, MH, Sekda NTB H. Muhammad Nur, SH, MH, Bupati Lombok Barat (Lobar) Dr. H. Zaini Arony, MPd, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan petinggi KONI se-NTB. Pada Porprov ini, Lobar berhasil menjadi juara umum, disusul tuan rumah Kota Mataram di posisi kedua. Sementara peringkat ketiga ditempati Kabupaten Sumbawa. Ketua KONI NTB, H. MNS. Kasdiono, dalam sambutannya menyebut, Porprov NTB IX penuh dengan kejutan dan banyak melahirkan juara umum baru. Daerah Bumi Patuh Patju berhasil memboyong piala bergilir Porprov NTB IX yang pada Porprov sebelumnya diraih Kota Mataram. “Lobar berhasil meraih medali emas terbanyak, yakni 45 emas, 28 perak dan 34 perunggu, mengalahkan Kota Mataram yang berada di peringkat dua dengan meraih 42 emas, 52 perak dan 66 perunggu. Se-

mentara juara umum ketiga diraih Sumbawa dengan meraih 40 emas, 27 perak dan 34 perunggu,” ujarnya. Kasdiono mengakui, perolehan medali emas di masing-masing kabupaten/kota cukup merata. Hal itu dapat dilihat dari jumlah perolehan medali emas di masingmasing kabupaten yang angkanya tidak terpaut jauh. Seperti perolehan medali emas yang diraih Lobar, Kota Mataram dan Sumbawa tidak terpaut jauh, hanya beda beberapa medali saja. Sementara Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin memberikan selamat pada atlet kabupaten/kota yang sukses meraih juara. Wakil gubernur mengharapkan, para atlet juara dapat terus meningkatkan prestasi. Begitu juga pada atlet yang kalah diharapkan tidak mudah menyerah. “Bagi atlet yang juara jangan cepat puas. Karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Begitu juga yang belum berprestasi tetap l a h berus a ha,”

ujarnya mengingatkan. Menurutnya, penyelenggaraan Porprov NTB ini merupakan salah satu dukungan nyata Pemprov NTB dalam meningkatkan prestasi olahraga di kancah nasional. Hasil Porprov diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan marwah NTB di kancah nasional. Pasalnya, tantangan NTB ke depannya yakni meningkatkan prestasi di PON XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016. Di mana pemerintah bersama KONI NTB menargetkan 15 medali emas di PON XIX 2016. Mengingat sebelumnya NTB berhasil meraih 11 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu di PON XVIII 2012 lalu. Dalam hal ini, KONI NTB membebankan minimal 2 medali emas kepada masing-masing kabupaten/kota yang ambil bagian di Porprov IX/ 2014. (fan/*)

Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono melaporkan hasil Porprov NTB. (Suara NTB/fan)


Snt23062014