Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013

16 HALAMAN NOMOR 139 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

TERNAK DI BIL - Larangan untuk menggembala ternak di kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL) dari PT. Angkasa Pura (AP) I BIL, sampai sejauh ini belum efektif berjalan. Terbukti, menggembala ternak di kawasan tersebut, sampai saat ini masih saja berlangsung. Hamparan padang rumput yang luas dengan rerumptan hijau, menjadi daya tarik penggembala untuk menggembalakan ternaknya di kawasan BIL.

Kontraktor Proyek BP-PNFI Didenda Mataram (Suara NTB) Pada proses pengerjaan proyek Balai Pengembangan Pendidikan Formal dan Informal (BP –PNFI) Regional VII Mataram, juga terselip masalah. PT. Almira Buana, kontraktor pelaksana proyek untuk jangka waktu 2012, harus membayar denda akibat keterlambatan pengerjaan. Rekanan ini harus membayar denda sebesar Rp 116 juta. Pembayaran denda itu diakui Direktur PT. Almira Buana, Joko Widagdo. Kepada Suara NTB Rabu (21/8), Joko mengaku denda itu atas keterlambatan untuk waktu pekerjaan 40 hari. ‘’Denda sudah kami bayar,’’ jawab Joko.

Di luar soal denda, pada prinsipnya proyek itu menurut Joko tidak ada masalah. Ia mengklarifikasi bahwa proyek yang menjadi tanggungjawabnya untuk tahun 2012 itu sudah selesai. ‘’Sudah rampung sesuai dengan

Kasus Tukar Guling Tanah Lotim

Mantan Asisten I Jadi Tersangka

TO K O H

(Suara NTB/dok)

Puji Pendiri NW KAPOLDA NTB, Brigjen Pol. Mochammad Iriawan, SH.MH,MM memuji pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW) TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid yang memiliki nasionalisme tinggi. Buktinya, kakek Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi itu memilih pulang ke Indonesia Bersambung ke hal 5 Mochammad Iriawan

Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Tinggi NTB kembali di demo terkait sejumlah kasus di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Rabu (21/8) kemarin, massa mempertanyakan penanganan kasus tukar guling tanah di Desa Apitaik, Lotim. Dalam kesempatan itu, pihak Kejaksaan menjelaskan, dari kasus itu sudah dua tersangka ditetapkan, yakni mantan Asisten I Setda Lotim, MA. Penetapan tersangka itu disampaikan Ketua Tim penyidik kasus tukar guling tanah, La Kamis, SH, MH saat menerima pengunjuk rasa. Penjelasan singkatnya, MA orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka menyusul tersangka sebelumnya mantan Kades, SH. ‘’Kasus ini sudah dikerucutkan menjadi dua tersangka. Tersangka itu mantan Asisten I. dan tersangka sebelumnya mantan kades,’’ terang La Kamis. Penetapan tersangka ini setelah melalui proses penyidikan intens tiga bulan terakhir. Bersambung ke hal 5

bestek. Jadi tidak benar jika dikatakan dalam pemberitaan tidak sesuai bestek itu,’’ katanya. Pernyataan sesuai bestek itu, menurutnya didukung dokumen lengkap, terkait dengan hasil uji laboratorium. ‘’Uji lab sudah dilakukan Universitas Mataram dan hasilnya clear, tidak ada masalah,’’ tegas Joko. Tidak hanya itu,dokumen terkait Final Hand Over (FHO) dan Panitia Profesional Hand Over (PHO) juga sudah ditangannya, menunjukkan kepastian bahwa proyeknya itu sudah sesuai ke-

Bermasalah, KSB Kena Sanksi Tak Dapat Jatah Cetak Sawah Baru Mataram (Suara NTB) Program cetak sawah baru di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2012 tidak dapat terealisasi 100 persen sampai akhir tahun anggaran atau sampai Desember 2012. Dari 1.400 hektar hektar program cetak sawah baru di daerah tersebut, sebanyak 75 hektar yang belum bisa dicetak sampai dengan bulan Desember 2012 karena adanya beberapa kendala. Dengan beberapa kendala yang dihadapi, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertanian memahaminya dan memberikan pemda setempat untuk melanjutkan pencetakan sawah baru seluas 75 hektar tersebut pada tahun 2013

dalam satu semester. Namun, Itjen Kementerian Pertanian memberikan sanksi kepada KSB akibat keterlambatan realisasi cetak sawah baru tersebut dengan tidak memberikan jatah/alokasi cetak sawah baru tahun 2013 ini. ‘’Jadi masalahnya hanya disana sebenarnya tahun 2012 itu, masalahnya di KSB. Itulah kenapa terus kemudian karena KSB terlambat seperti itu maka oleh Itjen dikasi sanksi untuk 2013 tidak ada cetak sawah di KSB, nol untuk 2013,’’ terang Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Ir. H. Husni Fahri, MM kepada Suara NTB, Rabu (21/8). Disebutkan, jumlah areal

Ketika Trawangan Diburu Operator Hotel Internasional

’’Over Capacity’’, Lingkungan Terancam Jaringan hotel internasional melirik Gili Trawangan untuk berinvestasi. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan sinyal untuk tidak memberikan izin jika pembangunan dilakukan di kawasan tiga gili. Pemerintah KLU ingin agar pembangunan sebaiknya dilakukan di daratan. Jika operator hotel internasional itu bersedia, patut disyukuri. Namun jika menolak, apa yang mesti dilakukan pemerintah daerah?

tentuan. Ia mengaku ingin menunjukkan langsung kelengkapan dokumen dimaksud, setidaknya untuk meyakinkan bahwa sudah tidak ada masalah. Namun saat dihubungi Joko mengaku sedang berada di Lombok Tengah. Terkait proyek yang sudah masuk ranah penyelidikan Kejaksaan ini, Joko tidak berkomentar. Juga ketika ditanya apakah sudah memberi klarifikasi atau menyerahkan dokumen ke Kejaksaan Tinggi NTB yang mengusut kasus ini, Joko juga tertutup. ‘’Bukan kapasitas saya menjawab ini,’’ tutupnya. (ars)

KETUA ASITA NTB, Agus Mulyadi, SE mengatakan, pembangunan hotel sekelas JW Marriot di kawasan gili yang cukup kecil dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan di daerah tersebut. Kerusakan lingkungan dikhawatirkan lambat laun akan merusak keindahan kawasan tersebut. Karena yang selama ini dijual adalah keindahannya. Agus tidak memungkiri memang akan ada dampak ekonomis dari masuknya jaringan hotel internasional tersebut. Bersambung ke hal 5

INDAH - Keindahan Gili Trawangan telah menjadi ‘’magnet’’ tidak saja bagi wisatawan, tetapi juga operator hotel internasional.

cetak sawah baru di NTB tahun 2012 sebanyak 4.700 hektar. Rinciannya KLU 200 hektar, Lombok Timur 500 hektar, Sumbawa 2.000 hektar, KSB 1400 hektar, Dompu 500 hektar, Kabupaten Bima 100 hektar. Dari 4.700 hektar cetak sawah baru tahun 2012 itu, katanya semua sudah diperiksa Itjen Kementerian Pertanian. “Yang ada masalahnya itu di KSB, dari 1.400 hektar itu ada 75 hektar yang belum dicetak sampai Desember 2012. Dengan alasan ada perubahan-perubahan lokasi waktu itu, kemudian memang diperlukan juga peralatan-peralatan/alat berat karena jumlahnya terbatas. Bersambung ke hal 5

Operator Hotel Internasional ’’Magnet’’ Investasi BEBERAPA operator hotel internasional seperti JW Marriot Hotel dan Accord Hotel “melirik” Gili Trawangan sebagai tempat untuk membangun hotel berskala internasional. Namun, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk sementara waktu menutup kran izin pembangunan hotelhotel baru di kawasan tiga gili yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Izin pembangunan hotel-hotel baru tidak diperkenankan memasuki kawasan tiga gili karena dengan pertimbangan interland yang sempit dan kekhawatiran akan kejenuhan pembangunan sehingga akan diarahkan ke kawasan pesisir Lombok Utara. Menyikapi hal tersebut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPMPT) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M.Si mengatakan Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/dok)

C.03.08.13

(Suara NTB/kir)

C.01.08.13

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Siapkan Warga BANTUAN rumah tidak layak huni memang diberikan secara merata di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Mataram. Karena bantuan ini merupakan bantuan yang bersifat stimulan, khusus di Kelurahan Pagutan Timur, warga benar-benar dipersiapkan untuk bisa menerima bantuan tanpa ada kendala di belakang hari. Lurah Pagutan Timur, Irfan Syafindra, SSTP yang ditemui Suara NTB, Rabu (21/8) kemarin mengatakan, persiapan yang dimaksudnya adalah persiapan pengerjaan jika nantinya bantu(Suara NTB/smd) Irfan Syafindra an itu turun. “Bantuan ini bersifat stimulan, jadi hanya berupa bahan bangunan saja. Jadi para penerima manfaat haruslah menyediakan sendiri ongkos tukang atau bisa mengerjakannya sendiri,” katanya. Hal itu menurut dia, sebagai langkah antisipasi agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak terbengkalai. “Jangan sampai bantuan turun, tapi tidak bisa dikerjakan oleh penerima manfaat. Itu yang kita persiapkan. Syukurnya di Pagutan Timur ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Atas pola yang diterapkannya, dia merasa bersyukur, bantuan untuk warga khususnya bantuan rumah tak layak huni selalu diperoleh Pagutan Timur dengan jumlah yang tidak sedikit. “Hasilnya juga selalu memuaskan,” imbuhnya. Mengenai jumlah rumah tak layak huni yang kini tersisa di Pagutan Timur, Irfan mengatakn jumlahnya saat ini tersisa sebanyak 35 unit. Dan untuk tahun ini, dari 35 unit tersebut, dia memperoleh bantuan sebanyak 24 unit yang akan diperbaiki sehingga nantinya akan tersisa 11 unit. “Kita menargetkan program ini rampung di tahun 2014 mendatang,” targetnya. Kendati hanya tersisa sebanyak 24 untuk tahun ini, Lurah Pagutan Timur itu juga tak tinggal diam. Dia memerintahkan jajarannya mulai dari tingkat kepala lingkungan hingga Ketua RT untuk terus melakukan pendataan. “Siapa tahu ada penambahan,” cetusnya seraya menambahkan bahwa lokasi yang yang terbanyak memiliki rumah tak layak huni adalah Lingkungan Petemon. (smd)

Harus Dipasang Plang ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, H. Wildan, SH., menilai, belum terlambat kalau memang Pemkot Mataram ingin mulai menyusun regulasi dalam bentuk perda untuk melindungi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Menurut dia, pada saat penyusunan perda tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Mataram, dalam ketentuan disebutkan RTH 30 persen. Dimana 20 persen disiapkan oleh pemerintah, sedangkan yang 10 persen oleh pribadi-pribadi atau masyarakat. Yang ada sekarang, (Suara NTB/dok) H. Wildan lanjut Wildan, sudah melebihi 30 persen. ‘’Sehingga, sekarang belum terlambat kalau memang segera dibuatkan perdanya atau aturannya untuk menegaskan mana lahan yang boleh dialihfungsikan. Karena yang ada sekarang, kondisinya masih dalam bentuk RTH, tinggal dipatok saja,’’ terangnya. Perda ini penting supaya yang dialihfungsikan tidak melebihi dari 30 persen. Dikatakan Wildan, yang perlu dijaga sekarang adalah RTH yang 30 persen supaya tidak berkurang. Kalau memang ada kebijakan Walikota yang akan memberikan insentif kepada pemilik lahan dengan tujuan supaya pemilik lahan tidak menjual atau mengalihfungsikan lahannya, dinilai sangat bagus. Bahkan Dewan siap memback up rencana itu supaya masyarakat tidak terlalu merasa dirugikan. Politisi PPP ini melihat, kecenderungan pemilik lahan menjual lahannya, karena harga lahan di Mataram yang sangat menggiurkan, di samping lemahnya regulasi terkait masalah itu. Dalam hal ini, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan harus bersinergi dengan Satpol PP. Bila perlu, mana ruang-ruang yang merupakan RTH dipasangkan plang untuk mendegah alihfungsi lahan. ‘’Karena kasihan nanti masyarakat kita. Sudah terlanjur membeli tanah harga mahal, tiba-tiba tidak bisa dibangun,’’ cetusnya. Yang kedua, harus segera dilakukan sosialisasi RTH. Karena selama ini memang sangat kurang sosialisasi terkait keberadaan RTH. ‘’Dulu kita berharap ada kebijakan dari Walikota atau dinas terkait untuk digebrak itu, untuk bisa meraih yang 10 persen itu dari masyarakat. Itu harus digalang,’’ imbuhnya. Tidak cukup, Pemkot Mataram hanya melakukan penanaman pohon. Masyarakat juga harus digerakan untuk melakukan penanaman sejuta pohon. ‘’Intinya, harus dijelaskan kepada masyarakat, mana yang tidak boleh dibangun dan mana yang boleh. Jangan bicara masalah anggaran, berapa butuhnya kita back up,’’ tandas Wildan. (fit)

SEMRAWUT - Parkir perahu nelayan di Pantai Ampenan begitu semrawut. Akibatnya, keindahan pantai di lokasi tersebut seolah tertutupi oleh perahu. Setidaknya itu menjadi perhatian bagi dinas instansi terkait untuk mencarikan tempat parkir yang pas. (Suara NTB/smd)

Hari Ini KPU Putuskan ’’Nasib’’ Tiga Anggota Dewan Pindah Partai Mataram (Suara NTB) Nasib tiga anggota DPRD Kota Mataram yang mencalonkan diri kembali melalui parpol lain, akan diputruskan hari ini. KPU Kota Mataram, Kamis (22/8) hari ini dijadwalkan melakukan pleno terhadap tiga kegiatan sekaligus, masing-masing DCSHP (Daftar Calon Sementara Hasil Perbaikan), DCT dan proses PAW tiga anggota DPRD Kota Mataram yang nyaleg melalui parpol lain. Khusus untuk PAW anggota Dewan, kata Komisioner KPU Kota Mataram, Lalu Agus Afandi, ST., kepada Suara NTB di kantornya, satu usulan PAW atas nama I Gusti Ngurah Ayu Ratu dinilai telah memenuhi syarat. KPU Kota Mataram, kata dia, sudah melakukan klarifikasi ke DPRD Kota Mataram. ‘’Untuk pergantian di PKPB, sudah memenuhi syarat walaupun yang diajukan itu bukan calon dengan nomor urut kedua dan ketiga karena yang memperoleh suara pada nomor dua dan tiga, sudah membuat pengunduran dirinya dari PKPB. Jadi secara otomatis mereka sudah tidak memenuhi syarat untuk diajukan sebagai pengganti antar

Husni Ali HS, MM, kepada Suara NTB, Rabu (21/8). Husni Ali yang juga Ketua Kafilah NTB dalam menghadapi STQ Tingkat Nasional di Bangka Belitung dari tanggal 21 hingga 30 Agustus ini, menampik, pemerintah daerah tidak memperhatikan qori atau qoriah yang membela daerah lain. Menurutnya, dalam setiap seleksi yang digelar, pemerintah daerah mengambil juara I, sementara juara II hingga harapan tidak dibawa ke kejuaraan nasional. ‘’Akhirnya mereka ada yang ikut lewat daerah lain. Malahan ada yang merubah nama, seolah-olah mereka dari daerah tersebut,’’ tuturnya. Meski demikian, pihaknya tidak bisa memaksakan para qori atau qoriah tersebut untuk tidak membela daerah lain,

ataupun sebaliknya. Sementara itu, untuk PPI (Partai Pemuda Indonesia), KPU Kota Mataram belum mendapat klarifikasi resmi dari DPRD Kota Mataram. ‘’Tapi memang PPI yang agak sedikit bermasalah. Selain karena yang mengajukan itu adalah pengurus partai yang sudah dibekukan pada tahun 2011 tapi juga, yang diajukanpun bukan yang nomor urut dua,’’ terangnya. Termasuk pula dengan PBR (Partai Bintang Refor-

yang bersangkutan telah memenuhi syarat. Nantinya, apakah DPRD akan menggunakan informasi dari KPU sebagai syarat untuk melakukan PAW atau sebaliknya. ‘’Itu sepenuhnya menjadi otoritas dari DPRD Kota Mataram,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Pokja urusan PAW, Ir. H. Alfen yang dikonfirmasi mengenai hasil pertemuannya dengan Ketua DPRD Kota Mataram sebelum lebaran, mengelak memberi jawaban. Meski membenarkan adanya pertemuan itu, namun Alfen mengaku, kedatangannya bersama Ketua KPU Kota Mataram, Ahmad Gunawan guna menemui Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini, sama sekali bukan membahas masalah PAW. ‘’Kami kesana membicarakan masalah pemilu legislatif,’’ kilahnya. (fit)

Hari Ini Agriculture Expo Dibuka

Dinas PKP Libatkan 60 Kelompok Tani

(Suara NTB/ist)

SIMAK - Peserta Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Usaha Ekonomi Produktif Kota Mataram di Aula lantai III Kantor Walikota Mataram, Rabu (21/8) kemarin, menyimak sambutanAsisten II Setda Kota Mataram.

Pokmas Ekonomi Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran Mataram (Suara NTB) Tidak dipungkiri, angka pengangguran di Mataram masih terbilang tinggi. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Mataram untuk terus menekan angka pengangguran di daerah ini. Salah satunya dengan program unggulan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PER) berbasis potensi ekonomi lokal. Melalui PER, Pemkot Mataram telah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas). Selain bertujuan untuk membantu menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, juga menjadi upaya percepatan pembangunan di Kota Mataram. Kepala BPM (Badan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Mataram H. Syaiful Mukmin, dalam pembu-

Banyak Peserta STQ Asal NTB Wakili Daerah Lain Mataram (Suara NTB) NTB memang pantas disebut sebagai gudang qori dan qoriah di Indonesia. Banyak warga asal NTB yang memiliki kemampuan di dalam seni baca Al Qur’an, seperti tilawah, tafsir, tahfizh dan lainnya mewakili daerah lain. Bahkan, saat bertanding di sebuah kejuaraan berskala nasional banyak yang berkomunikasi dengan bahasa daerah, yakni Bahasa Sasak, Bima dan Sumbawa. ‘’Kita tidak mengingkari itu. Itu adalah hak mereka untuk ikut bertanding. Dan itu kebanggaan bagi kita (NTB, red), karena banyak memberikan kontribusi bagi daerah lain di ajang STQ atau MTQ,’’ ungkap Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Drs. H.

waktu,’’ terangnya. Dengan demikian, nomor urut 4 yang berhak menggantikan, atas nama Nuraini. Yang bersangkutan memenuhi syarat karena masih tercatatat sebagai anggota DPD PKPB Kota Mataram. Hasil komunikasi pihak KPU Kota Mataram dengan Gusti Ngurah Ayu Ratu menggambarkan bahwa yang bersangkutan tidak mempersoalkan apapun keputusan terhadap dirinya, baik di PAW

masi). ‘’Pengganti saudara Samsu Rijal, itu juga bukan yang nomor urut perolehan suara yang kedua,’’ katanya. KPU Kota Mataram, akunya, mendapat informasi, masih ada kondisi internal partai yang harus ditinjau ulang agar keputusan yang diambil nanti pada saat menentukan penggantian antarwaktu benar-benar dapat mewakili seluruh kepentingan, baik yang diganti maupun yang mengganti atau kepentingan parpol. Yang jelas, manakala ada pengajuan resmi dari pimpinan DPRD Kota Mataram mengenai PAW salah satu atau beberapa anggota DPRD Kota Mataram, maka KPU mempunyai waktu tujuh hari untuk melakukan verifikasi administrasi, memplenokan dan menjadikannya keputusan yang sifatnya informasi ke DPRD bahwa calon pengganti

karena itu adalah haknya masing-masing. Namun, dengan persiapan yang dilakukan kafilah NTB, pihaknya optimis meraih prestasi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Apalagi, pihaknya mendatangkan 2 pelatih nasional, yakni Drs. KH. Muksin Salim, MA, pelatih tilawah dan tahfizh dan Prof. Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA, pelatih tafsir Al Qur’an dan Bahasa Arab. Pada STQ kali ini, NTB mengandalkan cabang tilawah, baik anak-anak dan dewasa. Di sisi lain, pihaknya tidak mempermasalahkan jauhnya penginapan dengan lokasi pertandingan yakni 65 km. Namun, kafilah NTB akan berupaya maksimal, sehingga mampu menjadi yang terbaik di STQ Nasional ini. (ham)

kaan Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Usaha Ekonomi Produktif Kota Mataram di Aula lantai III Kantor Walikota Mataram, Rabu (21/8) kemarin, mengatakan, Pokmas ekonomi pada dasarnya membantu Pemkot Mataram dalam penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku lokal, serta memenuhi kebutuhan masyarakat tertentu. Melalui Pokmas, lanjut Syaiful, masyarakat diberdayakan untuk secara mandiri mampu mengembangkan diri melalui inovasi-inovasi dan dilakukan secara partisipatoris yang pendekatan metodenya berorientasi pada kebutuhan kelompok masyarakat sasaran. ‘’Salah satu keberhasilan yang diraih Kota Mataram dalam pemberdayaan masyarakat baru saja dinikmati melalui terpilihnya Kelurahan Pejeruk menjadi jua-

ra tujuh Kelurahan terbaik nasional, Pejeruk menyisihkan sekitar 80 ribu desa/kelurahan se Indonesia,’’ terangnya. Pada kesempatan yang sama, Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., berharapan kepada para peserta pelatihan supaya bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan tersebut. ‘’Pengembangan ekonomi kerakyatan membutuhkan jiwa kewirausahaan yang tinggi, jeli melihat peluang pasar, tekun, dan tidak mudah menyerah terhadap persaingan pasar,’’ ujarnya saat membuka pelatihan. Terlebih Mataram akan disibukkan dengan banyaknya acara, baik yang berskala nasional maupun internasional. Ia yakin kegiatan-kegiatan tersebut akan berdampak positif pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (fit)

Mataram (Suara NTB) Hari ini Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram, menggelar agriculture expo 2013 tingkat Kota Mataram. Tidak tanggungtanggung pada gawe perdananya ini, Dinas PKP melibatkan sedikitnya 60 kelompok tani. Kepala Dinas PKP, Lalu Mazhuriadi yang dihubungi Suara NTB, mengatakan, agriculture expo 2013 ini akan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis (22/8) hari ini, hingga Sabtu (24/8). Pantauan Suara NTB di halaman Kantor Walikota, tempat berlangsungnya kegiatan tersebut, panitia melakukan sejumlah persiapan terkait kegiatan itu. Kemarin dilakukan pemasangan tenda yang nantinya akan diisi oleh puluhan peserta. Agriculture expo, kata, bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat petani, dengan menampilkan berbagai keragaman hasil pertanian, sekaligus membuka peluang investasi pasar. Mazhuriadi menjelaskan, kegiatan agriculture expo 2013 itu terbagi menjadi dua kegiatan, yakni pameran Bazar dan kegiatan kontes lomba. Pameran bazar melipu-

ti, pameran berbagai hasil produk pertanian pangan dan hortikultura, bidang peternakan, bidang perikanan dan kelauatan baik segar maupun olahan. Selain itu juga ada pameran mesin dan alat pertanian, teknologi pertanian, pengelolaan dan pengemasan, benih, pupuk dan obat-obatan serta terkait dengan jaga keuangan dan perbankan. Sementara kegiatan kontes lomba meliputi, lomba tanaman hortikultura (bunga anggrek dan merangkai bunga heliconia), selain itu juga lomba ayam serame dan lomba ayam ketawa, yang pesertanya juga ada yang berasal dari luar Kota Mataram. “Hingga kini peserta ayam serame sudah mencapai lebih dari 100 orang, sedangkan untuk ayam ketawa di atas 50 peserta sudah mendaftar,” katanya. Ia berharap, kegiatan ini mampu mendorong perkembangan serta laju pertumbuhan investasi dan perekonomian berbasis agribisnis khususnya di Kota Mataram, sekaligus menggali potensi sumberdaya alam pada sektor agribisnis. Agriculture expo tersebut rencananya dibuka oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh. (fit)

Developer Diminta Sediakan TPU di Masing-masing Perumahan Mataram (Suara NTB) Begitu banyaknya perumahan umum yang dibangun oleh beberapa developer ternyata tak dilengkapi dengan satu fasilitas umum yang sangat vital, yakni tempat pemakaman umum (TPU). Atas kondisi itu, Kepala Dinas Tata Kota Mataram, Ir. Supardi meminta kepada pihak developer untuk menyediakan fasilitas penting tersebut. Ditemui diruangannya, Rabu (21/8) kemarin, Supardi mengakui bahwa kondisi itu memang benar adanya. Akibatnya, warga yang tinggal di perumahan umum kesulitan ketika ada keluarga atau kerabatnya yang

meninggal dunia. “Seharusnya ada, karena warga yang tinggal di sana merupakan warga perantauan,” katanya. Selama ini kata Supardi, penguburan bagi warga perumahan umum yang meninggal selalu dilakukan di pemakaman umum salah satunya di TPU Karang Medain. Akibatnya, TPU itu kini bisa dikatakan over capacity. “Sudah penuh sekali, karena dipergunakan oleh hampir seluruh masyarakat di Kota Mataram termasuk warga di perumahan umum,” katanya. Untuk mewujudkan hal itu, dia mengakui dirinya intens melakukan pertemuan dan ko-

munikasi dengan pihak developer untuk membahas persoalan itu. Dilakukannya pertemuan dengan pihak developer diharapkan agar ada suatu persamaan langkah pemahaman guna terwujudnya pemenuhan fasilitas TPU. “Komunikasi sudah kita lakukan, tinggal menunggu tindaklanjutnya seperti apa,” imbuhnya. Selain itu, problema yang kini juga dialami Pemkot Mataram adalah, sulitnya mencari lahan untuk TPU di wilayah Kota Mataram. Penyebabnya, lahan yang sempit dan sudah hampir habis. “Satu-satunya jalan kita cari lokasi di luar Kota Mataram seperti di perbatasan,” ujarnya. (smd)

Supardi

(Suara NTB/dok)

Kamis, 22 Agustus 2013

SUARA NTB

Halaman 3

Kodrat Pertanyakan Keseriusan KONI Kota Mataram dan KSB Membina Atlet

Mataram (Suara NTB) Jelang pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Provinsi NTB 23 hingga 26 Agustus ini, Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) diseluruh Pusat Pelatihan disetiap Kabupaten/Kota guna memastikan kesiapan atlet dan pelatih. Hasilnya, Kota Mataram dan KSB diketahui tak cukup siap menghadapi ajang bergengsi di Provinsi ini, tentu menjadi pertanyaan atas peran KONI yang menaunginya. Secara umum digambarkan atlet dan pelatih sangat siap mengikuti seleksi daerah, tetapi minimnya dukungan dari KONI di dua Kabupaten/Kota tersebut, berakibat menjadi ancaman terhadap keberlangsungan pembinaan. Padahal pada pembinaan, ini adalah menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Beberapa persoalan yang muncul, di KSB misalnya, tiga atlet

dan dua pelatih yang akan mengikuti kejuaraan di GOR 17 Desember Mataram nyaris absen di Kejurda lantaran tak adanya dukungan dana pemberangkatan dari KONI setempat. Menyusul di Kota Mataram sendiri yang Kepemimpinan KONI-nya dipegang langsung Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana disinyalir tidak memperhatikan keberadaan atlet dan pelatih. Bahkan sekedar untuk kebutuhan suplemen para atlet cukup minim. Belum lagi permohonan bantuan dana yang diajukan pengurus Satlat untuk memenuhi kebutuhan atlet jelang Kejurda nyaris tak mendapat tanggapan sama sekali. Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM mengambil sikap atas kondisi tersebut, dengan menalangi segala pembiayaan. Agar atlet-atlet potensial di semua Kabupaten/Kota bisa terseleksi guna menghadapi kejuaraan piala Presiden di GOR Padjajaran Bandung, Jawa Barat awal November mendatang. Untuk atlet dan pelatih Kodrat dari KSB, Direktur PT. Dasar Ilham Sakinah ini menanggung biaya transportasi secara keseluruhan, hingga untuk kebutuhan konsumsinya. Sementara atlet dan pelatih Kodrat di Kota Mataram di-support segala kebutuhan jelang mengikuti Kejurda, contoh kecilnya saja kebutuhan untuk suplemen sebagai kebutuhan pendukung utama atlet. “Saya ambil alih sementara menanggung atlet dan pelatih dari dari tanggungan KONI dua Kabupaten/Kota ini. Bukan tidak memperhatikan atlet dan pelatih dari Kabupaten/Kota lainnya, tetapi kasian kalau sampai tidak diperhatikan daerahnya kemudian mereka tidak bisa ikut seleksi di Kejurda,” terangnya. Kejurda ini menurutnya menjadi peluang emas bagi atlet Kodrat NTB, pasalnya atlet-atlet yang dinyatakan lolos akan berlaga secara nasional di Piala Presiden. Terlebih Provinsi NTB sendiri telah menargetkan perolehan 15 medali emas pada PON 2016 mendatang. “Pak Gubernur sudah mendukung, Ketua Umum KONI Provinsi demikian untuk mencapai target bersama ini. Itu yang Kodrat NTB juga perjuangkan, bagaimana tradisi mendapatkan emas di setiap kejuaraan nasional dapat terus berkelanjutan,” tambah Rusni. KONI Kabupetan/Kota diharapkannya untuk tetap merapatkan barisan guna bersama-sama mendukung program tersebut. (bul/*)

H. Ahmad Rusni, SE, MM

Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM memberikan bantuan kebutuhan jelang Kejurda secara simbolis kepada atlet Kodrat, diterima langsung oleh Niken Ayu Pinta Krukmi, SE selaku Bendaraha Pengurus Kodrat NTB.

Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM saat memantau langsung Training Center atlet saat menggelar Sidak di Satlat Mataram.

Para atlet junior Kodrat NTB tengah berpose bersama

Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM (kanan) didampingi Pelatih Kodrat Satlat Mataram, Yong Botak.

Para atlet junior Kodrat NTB tengah berlatih Atlet dan pelatih Kodrat Satlat Mataram berpose bersama Ketua Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni, SE, MM saat menggelar Sidak kesiapan atlet.

Briefing atlet usai latihan.

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

103 Desa di Sumbawa Serentak Gelar Pilkades

Bantuan Bibit Jagung Dinilai Setengah Hati Sumbawa Besar (Suara NTB) Komisi II DPRD Sumbawa, menyesalkan bantuan bibit (jagung) dari pemerintah pusat yang masih setengah hati. Bantuan tetaplah bantuan, sehingga masyarakat tidak perlu dibebankan biaya meski hanya membayar setengah dari harga. Apalagi dengan kualitas bibit yang dipertanyakan. “Ini yang kita sesalkan. Bantuan kok masih bayar. Bagaimana pusat setengah hati bantu masyarakat. Kita akan panggil Dinas Pertanian (Distan) terkait hal ini,” tandas anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula, Rabu (21/8). Seharusnya, kata Jalo, panggilan akrabnya, pemerintah memberikan apresiasi kepada para petani yang kini antusias mengembangkan di jagung. Seperti di kecamatan Lopok saja, banyak petani yang beralih ke tanaman jagung. Mengingat hasil yang lebih menjanjikan. Bahkan kini secara perlahan, tanaman palawija mulai ditinggalkan. “Makanya perlu upaya lebih dari pemerintah membantu petani, melalui bibit yang berkualitas,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dsitan) Sumbawa, Ir. Thalifuddin, M.Si, masih mempertimbangkan untuk menerima bantuan bibit jagung dari pusat. Apakah akan diterima atau tidak. Mengingat petani yang diminta membayar 50 persen dari harga. Itupun dengan kualitas bibit jagung yang masih belum jelas. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Tahun 2013 ini pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat kesempatan untuk menambah jumlah pegawainya melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum. Memanfaatkan kesempatan itu, Pemda KSB pun akan memprioritaskan penerimaan tenaga guru dan tenaga kesehatan. “Penerimaan jalur umum tahun ini akan didominasi penerimaan ten(Suara NTB/bug) aga guru dan kesehatan,” Malik Nurdin jelas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BK-Diklat) KSB, Abdul Malik Nurdin, S.Sos kepada wartawan, Rabu (21/8). Berdasarkan rancangan formasi yang diberikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), KSB pada tahun ini rencananya bakal diberikan kuota penerimaan CPNS jalur umum sebanyak 110 orang. Dari jumlah itu, BK-Diklat pun telah memplot kuota tersebut sebanyak 55 persen untuk tenaga guru, 35 persen tenaga kesehatan dan sisanya sebanyak 10 persen tenaga teknis administrasi. “Untuk teknis administrasi, kita fokuskan untuk tenaga penyuluh. Di antaranya penyuluh pertanian, peternakan dan KB (keluarga berencana),” urai Malik. Meski telah dipastikan menjadi salah satu daerah dari tiga daerah di NTB yang akan melakukan penerimaan CPNS jalur umum di tahun ini, Pemda KSB sejauh ini belum mengetahui kapan kepastian prosesnya mulai dilaksanakan. Dari hasil koordinasi ke pusat, Malik menjelaskan, rencana kegiatan penerimaan CPNS jalur umum itu kemungkinan akan digelar September mendatang. Dimana untuk kegiatan tesnya akan dilaksanakan bersamaan dengan tes pegawai Kategori II (K2). “Kalau tesnya ada info kalau pelaksanaannya pada tanggal 29 September. Kalau seperti itu, bisa jadi awal bulan depan sudah dibuka pendaftarannya,” timpalnya. Penerimaan CPNS jalur umum tahun ini, juga mengalami perubahan drastis. Jika sebelumnya prosesnya dilaksanakan sepenuhnya oleh daerah, tetapi kini diambil alih oleh Kemeterian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Pihak Kemenpan RB bekerjasama dengan konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang akan mengelola tes CPNS sementara daerah yang menyediakan pembiayaannya. “Sekarang memang belum ada Juklak/Juknisnya tapi nanti prosesnya ditangani oleh Kemenpan. Dan kita ini tinggal tunggu Juklak/Juknis serta jadwalnya saja,” urai Malik sembari menambahkan untuk proses pendaftaran nantinya kemungkinan besar akan dilakukan secara online (melalui internet). “Jadi pendaftaran itu tidak harus langsung datang ke kantor BKD setempat. Tapi bisa online langsung ke pusat (BKN). Nanti tiap pendaftar akan diwajibkan memberikan daftar induk kependudukan (NIK) pada kolom berkas pendaftarannya untuk mengetahui bersangkutan berasal dari daerah mana,” sambungnya. Ditanya soal pendanaan kegiatan rekrutmen CPNS jalur umum ini, Malik mengatakan, pihaknya hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta dan peruntukannya untuk penggandaan soal-soal tes. Dengan anggaran tersebut, ia sendiri bahkan tak berani menjamin apakah akan mencukupi biaya pelaksanaan tes CPNS atau tidak. “Uang sebesar itu (Rp 500 juta) kita asumsikan jumlah pelamar sekitar 7 ribu orang. Kalau lebih dari itu kita belum tahu seperti apa nanti pembiayaannya. Sebab di sisi lain penerimaan CPNS ini kan sifatnya terbuka pelamar dari daerah lain juga bisa mendaftar. Apalagi sekarang online sistemnya,” pungkasnya. (bug)

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sumbawa, H. Yahya Adam, BA, Rabu (21/8), pihaknya sudah turun melakukan sosialisasi ke 103 desa di 23 kecamatan. Sejauh ini, masingmasing desa sudah menyiapkan diri. Termasuk mendeklarasikan penandatangan kesepakatan Pilkades damai. “Hari ini juga digelar rapat

Tersangka Pengeboman Ikan Ditangkap Polisi Kota Bima (Suara NTB) Lima tersangka pembom ikan yang kerap beroperasi di sekitar perairan Kecamatan Langgudu, kabupaten Bima diamankan aparat Polsek Langgudu, Selasa (20/8). Bersama mereka, aparat juga mengamankan 13 botol bom ikan yang siap diledakkan. Kelima pelaku yang diamankan ini masing-masing berinsial R (40), Q (31), S (19), A (24) dan Sd anak di bawah umur yang baru berusia 14 tahun. Kelimannya merupakan warga Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS., SIK., SH., yang ditemui Rabu (21/8) menjelaskan, kelima warga ini ditangkap saat membom ikan di perairan Toro Nisa Dusun Sarae Me’e Desa Wilamaci. Namun warga yang resah kemudian menginformasikan ke pihaknya jika terdapat sekelompok orang yang tengah melakukan aktivitas dimaksud. Pihaknya kemudian menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan. Bersama

masyarakat pula, pihaknya melakukan penangkapan. Saat itu, para pelaku baru satu kali melakukan pengeboman dan telah mendapatkan hasil 300 kg ikan yang kemudian terpaksa dilelang sore itu juga lantaran dikhawatirkan membusuk. Dari para pelaku ini juga diamankan 13 botol bom ikan siap diledakkan. Bom-bom tersebut lengkap dengan rangkaian kabel dan pemberat (batu) agar bisa tenggelam hingga ke dasar laut. “Kita juga amankan satu Kapal Motor dua mesin, satu sampan, mesin kompresor motor,” terang Kumbul. Setelah diamankan, para pelaku ini kemudian dibawa ke Sat Reskrim Polres Bima Kota untuk proses lebih lanjut. Berdasarkan pengakuan, para pelaku yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka ini baru satu kali melakukan pengeboman. Namun pihaknya tidak begitu saja percaya atas keterangan dimaksud. Pasalnya para tersangka terlihat mahir membawa bom tersebut. “Ka-

lau dilihat gelagatnya mereka sudah sering melakukannya,” tutur Kumbul. Bom-bom tersebut, diracik dari campuran pupuk dan minyak tanah. Setelah dimasukkan dalam botol kedap udara, bom-bom ini disambung dengan kabel dan dipicu dengan baterai. Hanya saja ketika ditanyai siapa yang meracik, para tersangka mengaku bukan mereka yang melakukannya melainkan orang lain. Meski demikian, atas perbuatannya itu para tersangka ini tetap dihukum. Sebab tindakannya ini merusak ekosistem laut Untuk itu, mereka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak jo Pasal 84 ayat 1 UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 85 UU No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atau UU No 31 tentang. Dengan ancaman tertinggi selama 20 tahun. Saat ini para tersangka sudah ditahan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (use)

(Suara NTB/arn)

KSB Prioritaskan Tenaga Guru dan Kesehatan

(Suara NTB/use)

BOM IKAN - Lima orang tersangka pembom ikan dan bahan peledak bersama Kapolres Bima AKBP Kumbul KS, SIK, SH, Rabu (21/8).

APBD Perubahan Belum Siap, DPRD Sumbawa Kunker Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembahasan APBD Perubahan sejauh ini belum bisa dilakukan. Dikarenakan bahan dari pihak eksekutif belum siap. Sehingga, hampir semua anggota DPRD Sumbawa mengisi kekosongan waktu itu dengan pergi kunjugan kerja (Kunker) ke sejumlah wilayah di Jakarta dan Banten, seperti Tangerang Selatan. Untuk mempelajari model penggunaan anggaran di wilayah dimaksud. “Harusnya kunker setelah pembahasan APBD Perubahan. Namun, karena bahan dari eksekutif belum siap, makanya waktu seminggu ini kita isi dengan kunjungan kerja,” kata Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah, S.P, Rabu (21/8). Setelah pulang dari kunjungan kerja, maka pihaknya baru akan membahas APBD Perubahan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan pembahasan KUA/PPAS APBD

murni 2014. Sebagai agenda penting DPRD Sumbawa yang mesti segera dituntaskan. APBDP sendiri untuk penyesuaian terhadap anggaran yang ketika di APBD murni 2013 mungkin ada anggaran program yang meleset. Ataupun adanya perubahan harga dan lainnya. Kunker DPRD Sumbawa ke Tangerang untuk melihat pemanfaatan dan pengelolaan anggaran di wilayah dimaksud. Mungkin ada pro-

gram-program di Tangerang yang bisa diterapkan di Sumbawa. (arn)

H. Farhan Bulkiyah

mendengarkan laporan dari camat,” katanya. Memang sebelumnya, sempat ada sedikit kesalahan pada sejumlah desa. Terkait persyaratan calon, seperti di desa Jorok kecamatan Unter Iwes. Namun, setelah tim Kabupaten turun, masalah tersebut sudah dituntaskan. “Ada persyaratan calon yang belum dipenuhi, namun kini sudah tuntas,” tandas H. Yahya. Pihaknya meminta kepada panitia penyelenggara Pilkades untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkades. Begitu pula dengan petugas TPS dan keterlibatan saksi, demi menjaga Pilkades yang tertib. Sekaligus mengantispasi kemungkinan terjadinya sengketa Pilkades. Apalagi tahun ini, Pilkades cukup marak dengan banyaknya calon yang ikut bertarung. Ini menandakan tingkat kedewasaan politik demokrasi lokal. (arn)

H. Yahya Adam

Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Proyek Dikpora

(Suara NTB/arn)

Tes CPNS Jalur Umum

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang secara serentak digelar pada 28 Agustus mendatang siap digelar. Persiapannya sudah hampir 100 persen.

Kota Bima (Suara NTB) Sejumlah masalah yang terjadi di lingkup Dinas Dikpora Kabupaten Bima tak henti-hentinya disorot oleh mahasiswa. Setelah sebelumnya gabungan mahasiswa Bima-Malang, kini giliran Kerukunan Keluarga Almusyafir (KKAN) Ngali BimaMakassar yang berunjuk rasa. Salah satu masalah yang disorot yakni dugaan korupsi dana APBN untuk proyek pembangunan sekolah yang ada di Kabupaten Bima . Atau yang lebih dikenal sebagai kasus fee 10 %. Di mana kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan aparat Polres Bima Kota. Menurut KKAN dalam orasinya, anggaran pendidikan dari pusat tersebut semestinya untuk pembangunan sekolah agar pendidikan lebih maju. Namun angggaran dengan nilai puluhan miliar tersebut diduga dikorupsi secara berjamaah oleh para pemegang tanggung jawab pendidikan di Kabupaten Bima. Ini adalah deal politik antara Dikpora dan para Kepala Sekolah untuk memakan uang rakyat yang pada akhirnya semua pembangunan infrastruk-

tur sekolah tidak pernah ada di Kabupaten Bima. “Anggaran pusat dikorupsi secara berjamaah, anggaran belanja daerah dikorupsi sampai habis sehingga pendidikan di Bima tak pernah maju,” ujar korlap, Andika Dahlan. Untuk itu dia dan rekanrekannya meminta agar praktek dugaan korupsi di dunia pendidikan dihentikan. Tidak saja itu, para mahasiswa ini juga diminta agar Dikpora memperbaiki infrastruktur pendidikan yang dibutuhkan sehingga pendidikan di Kabupaten Bima bisa lebih maju. “Kami juga minta kepada Dikpora untuk mempertanggungjawabkan anggaran pendidikan secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya. Sementara itu, aksi yang dikawal sejumlah anggota Polres Bima Kota ini sempat diwarnai adu mulut antara oknum pemuda yang menolak adanya aksi dimaksud. Tidak saja adu mulut, para pendemo dan oknum pemuda yang menolak demo juga terlibat saling tunjuk. Hanya saja, kericuhan lebih lanjut tak sampai terjadi setelah aparat Kepolisian menengahi. (use)

”Trail Menyapa Tambora” akan Sukseskan TMD Dompu (Suara NTB) Even trail menyapa tambora pada 7-8 September 2013 mendatang akan melibatkan banyak peserta dari berbagai daerah dan merupakan even pertama yang dilaksanakan dalam rangka menyambut puncak kegiatan Tambora Menyapa Dunia pada 2015 mendatang. Kesuksesan kegiatan trail menyapa Tambora akan menentukan nama baik Dompu untuk even–even berikutnya. Semua pihak diminta ikut menyukseskan kegiatan, termasuk penyiapan sistem evakuasi bagi korban kecelakaan. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin pada acara rapat persiapan even Trail Menyapa Tambora, Selasa (20/8) mengungkapkan, even trail menyapa Tambora yang diikuti oleh pecinta motor trail ini dipastikan akan diikuti juga oleh sejumlah pejabat. Berdasarkan konfirmasinya, Kapolda NTB beserta jajarannya dan beberapa Bupati di NTB serta klub trail Bali, Surabaya, NTT dan Sulsel akan hadir. Kemungkinan juga akan hadir Danrem dan

Pangdam Udayana. “Memberikan dukungan untuk halhal yang wajib seperti akomodasi, layanan kesehatan dan sistem evakuasi bagi korban kecelakaan harus dipersiapkan secara matang. Karena even ini memberi peluang banyak kejadian yang tidak diinginkan,” kata H. Bambang. Even trail menyapa Tambora ini, lanjut H. Bambang, membuat Pemda Dompu mau tidak mau harus melibatkan diri secara aktif. Apalagi sudah membawa nama Tambora dan akan sangat terkait dengan even dunia terkait peringatan Tambora Menyapa Dunia (TMD) pada 2015 mendatang. “Mau tidak mau, pemerintah daerah harus terlibat aktif untuk menyukseskannya,” ingatnya. Ketua KONI Dompu, Yuhasmin, M.Si pada kesempatan yang sama mengungkapkan, even trail menyapa Tambora ini awalnya direncanakan sebagai even biasa saja untuk klub motor trail. Tapi karena respon positif dari luar daerah, sehingga dibuka untuk semua elemen karena perpaduan antara

olah raga motor trail dengan adventure. “Ini merupakan even pertama dalam rangka menyambut even Tambora Menyapa Dunia. Even ini akan menjadi agenda rutin dalam rangka menyukseskan puncak kegiatan Tambora Menyapa Dunia di tahun 2015 mendatang,” katanya. Kesuksesan even trail menyapa Tambora, dikatakan Yuhasmin, akan menentukan nama baik Dompu di eveneven berikutnya dalam rangka menyambut Tambora Menyapa Dunia di tahun 2015. “Nama baik pada even pertama ini akan menentukan nama baik Dompu di even berikutnya. Untuk itu, kami (KONI) selaku Pembina kegiatan sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah daerah untuk ikut menyukseskan kegiatan ini,” harapnya. Ketua Panitia pelaksana, Nasrun Hanif, SE, MM mengungkapkan, even trail Menyapa Tambora ini merupakan perpaduan antara olahraga dan pariwisata yang diikuti oleh klub trail di pulau Sumbawa, Mataram, Bali, Sura-

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin saat memimpin rapat persiapan Trail Menyapa Tambora, Selasa (20/8). baya, Sulsel dan NTT. Rencananya akan diikuti oleh sekitar 400 motor trail dan saat ini baru sekitar 250 motor trail yang mendaftar. Karena melibatkan banyak peserta dan sebagai adventure, pelepasan peserta yang direncanakan di kantor Pemda Dompu pun diubah ke Lakey Dompu hingga ke Tambora. Perubahan ini pun langsung diikuti dengan perubahan rute untuk menyesuaikan jarak.

Selain menyiapkan banyak hadiah, panitia juga menyiapkan pos-pos pemantauan di setiap jalur yang dilewati peserta untuk memastikan keselamatan peserta. Sehingga tim medis dan sistem evakuasi akan disiapkan secara matang. “Pos terakhir ada di lereng Tambora, sehingga di hari kedua peserta yang ingin mendaki Tambora bisa langsung melakukan pendakian,” harap Bupati. (ula/*)

RAGAM

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

Calo Perekrutan Bintara

Puji Pendiri NW Dari Hal. 1 mengajarkan ilmu agama dan tidak menetap di Mekkah tempatnya menuntut ilmu. Hal tersebut diungkapkan, kapolda saat berkunjung di Pondok Pesantren Daarunnahdlatain NW Pancor di Pancor Selong, Lombok Timur (Lotim), Rabu (21/8) kemarin. Kunjungan Kapolda NTB didampingi petinggi Polda NTB dan Kapolres Lotim AKBP.Dede Alamsyah diterima Ketua Dewan Mukhtasyar PB NW, TGH. Hudatullah Muhibuddin Hasil karya Maulana Syekh katanya, terlihat dari kebesaran Ponpes NW. Ponpes yang sudah banyak mencetak generasi unggul penerus bangsa ini, Minggu (25/8) mendatang akan memperingati HUT-nya yang ke 78 tahun. Ponpes NW diketahui sebagai ponpes terbesar di NTB. Keberadaan Ponpes NW ini setara dengan ponpes lain yang terkenal lainnya di Indonesia. ‘’Ini jadi kebanggaan NTB dan masyarakat umum,’’ katanya. Melihat kondisi keamanan dan ketertiban Lotim dan NTB

sejauh ini dipandang tidak lepas dari peranan NW. Kapolda pun memberikan apresiasi kepada Ponpes NTB atas peranannya yang turut menjaga kondusivitas Lotim. Hal ini sudah dibuktikan dalam Pilkada yang lalu. ‘’Lotim ini barometer NTB. Jadi kita patut berterima kasih atas peran NW selama ini turut menciptakan situasi yang kondusif,’’ ujarnya. Fakta sejumlah kekisruhan terjadi seperti isu penculikan yang menelan beberapa korban jiwa dipandang cukup menyita perhatian. Disyukurinya tidak terjadi di Lotim. Kapolda menyatakan, keamanan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab polisi. Namun ada peranan pihak terkait termasuk masyarakat di dalamnya. Kapolda juga memuji bahwa pembangunan NTB di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Tanfidziyah NW Pancor, TGH M. Zainul Majdi cukup maju. Di bawah pimpinan Gubernur Bajang ini NTB banyak dilirik investor. (rus)

Bermasalah, KSB Kena Sanksi Tak Dapat Jatah Cetak Sawah Baru Dari Hal. 1 Itu sudah dilaporkan dan Itjen Kementerian Pertanian sudah memahami dan KSB diberikan waktu boleh melanjutkannya di tahun 2013 dalam satu semester. Ini dari keterangan temanteman yang melaksanakan, diberikan waktu dia mundur,”tuturnya. Husni mengklarifikasi pemberitaan Suara NTB edisi Senin 19 Agustus 2012 tentang program cetak sawah baru yang menyatakan luas cetak sawah baru di kabupaten Bima tahun 2012 sebanyak 1000 hektar lebih. Disebutkan, dari 4.700 hektar cetak sawah baru tahun 2012, kabupaten Bima mendapatkan jatah/alokasi seluas 100 hektar. Lokasi pencetakan sawah baru tersebut tersebar di empat kecamatan masing-masing Kecamatan Parado seluas 20 hektar, Kecamatan Langgudu 30 hektar, Kecamatan Soromandi 15 hektar dan Kecamatan Bolo 35 hektar. “Seluruh areal cetak sawah tahun anggaran 2012 di

Kabupaten Bima sudah selesai dilaksanakan,”jelasnya. Ia menambahkan, tidak semua kelompok tani yang mengajukan bantuan program cetak sawah baru tersebut mendapatkannnya. Pasalnya, harus dilakukan survei oleh tim terlebih dahulu. Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang melakukan monitoring pemanfaatan program cetak sawah tahun 2012. Selain itu, dilakukan juga monitoring program cetak sawah baru tahun 2013. ‘’Sekarang inilah yang sedang kami monitoring, bantuannnya sudah kita sampaikan kepada rekening kelompoknya, nah sekarang ini kita kawal dari provinsi walaupun memang tanggung jawab pelaksana dari kabupaten. Kami juga ingin mengawal dari pemerintah provinsi dalam artian sejauh yang bisa kita lakukan monitoring, sampai sejauh mana pelaksanaannya di kabupaten. Kita koordinasi dengan kabupaten penerima,’’pungkasnya. (nas)

Korem Incar Keterlibatan Oknum TNI Mataram (Suara NTB) Adanya percaloan di lingkup perekrutan Bintara atau Tamtama, masih menjadi rahasia umum. Pihak Korem 162/WB pun saat ini mengincar, siapa saja oknum anggota TNI yang terlibat sebagai calo. Hal itu diungkapkan Kasrem 162/WB Letkol Inf.Armansyah dalam pengarahannya kepada orang tua calon calon Tamtama Gelombang II di Kantor Ajenrem Rabu (21/8). Salah satu cara identifikasi itu, menurut Armansyah, dilakukan secara internal. Namun ia tetap merasa perlu ada dukungan informasi dari orang tua peserta pendaftar seleksi Tamtama.

jika benar ada investor kakap sekelas JW Marriot Hotel yang melirik kawasan tersebut untuk mendirikan hotel berskala internasional, maka pihaknya sangat menyambut baik. Pasalnya, operator hotel seperti JW Marriot Hotel dan Accord Hotel merupakan leading investor yang bisa menjadi magnet investasi. Informasi adanya penutupan sementara pemberian izin mendirikan hotel-hotel baru di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air oleh Pemda KLU belum diterima. Namun, jika ada penolakan seperti itu maka pihaknya akan memfasilitasi dengan melakukan komunikasi dengan pemkab setempat dan investor yang bersangkutan. ‘’Itu akan kita komunikasikan dengan investornya, bupati juga. Yang jelas itu kan leading investor. Jadi kalau dia sudah masuk, akan banyak investor yang lain masuk. JW Marriot kan kalau sudah masuk itu indikator bahwa daerah itu akan berkembang pesat. Mereka menjadi ‘’magnet’’ investasi,”terang Bayu dikonfirmasi di Mataram, Rabu (21/8) siang kemarin. Dikatakan, beberapa operator hotel atau investor yang melirik Gili Trawangan sebagai lokasi pembangunan hotel berskala internasional belum mendatangi BKPM-PT NTB. Namun, jika mereka datang, katanya, BKPM akan memberikan pandangan tentang investasi di NTB. ‘’Kalau dia datang kita akan beri pandangan seperti apa kalau di gili, seperti apa kalau diluarnya, tetapi bagus semua. Dan investor lebih tahu dimana yang paling menguntungkan.

Kita akan suplai dia dengan data secara umum investasi di NTB. Keputusan tetap sama mereka investor itu,’’ jelasnya. Bayu menambahkan, adanya investor yang berniat membangun hotel skala internasional di daerah destinasi utama pariwisata NTB tersebut menandakan bahwa iklim investasi di daerah ini berkembang cukup baik. Pemerintah daerah katanya, akan mendukung setiap investasi yang masuk di daerah ini. ‘’Kita senang sekali jika ada yang menanamkan investasinya, karena akan menyerap tenaga kerja,’’ tandasnya. Diketahui, realisasi investasi di NTB tahun lalu mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun atau naik 8,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Realisasi investasi terbanyak pada sector pariwisata dan pertanian. Saat ini terdapat 400 unit perusahaan yang terdiri dari 349 Perusahaan Modal Asing (PMA) dan 51 Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Investasi di sektor pariwisata dan pertanian di NTB memang telah sejalan dengan program nasional, yakni Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di mana, NTB masuk sebagai koridor V yang dijadikan sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional. Jumlah kawasan perhatian investasi di koridor V ini sebanyak 23 kawasan dari total 151 kawasan dengan investasi Rp 208 triliun sampai tahun 2014 mendatang. (nas)

Mantan Asisten I Jadi Tersangka Dari Hal. 1 Dari hasil pengembangan atas putusan Pengadilan sebelumnya, akhirnya mengerucut pada MA. ‘’Jika dalam penyelidikan nanti ada perkembangan ke tersangka lain, kami akan segera sampaikan,’’ kata La Kamis. Menurutnya, informasi penetapan tersangka ini sudah disampaikan beberapa waktu lalu, saat sejumlah perwakilan massa mendatangi pihaknya. Menurut Kabag TU Kejati NTB ini, informasi itu sudah disampaikan kepada pemimpin rombongan, Islahudin. ‘’Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan lagi,’’ ujar La Kamis. Sebagai catatan, penetapan dua tersangka baru itu mengacu kepada hasil putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

pada Pengadilan Negeri Klas IA Mataram. Putusan Nomor: 6/PID.SUS/2012/PN.MTR tertanggal 11 Juni 2012, atas nama terdakwa Drs Lalu Sabit dan Hasbi SE. Hasil putusan itu, menerangkan perkara tugar guling tanah pecatu Kadus Gubuk Montong, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, dengan tanah sawah milik Amaq Maryam (almarhum) yang terletak di Subak Lokak Bau, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Kasus tukar guling itu tanpa terlebih dahulu dilakukan kajian dari aspek teknis, ekonomis, dan yuridis sehingga menguntungkan Amaq Maryam (almarhum) dan Syahruddin (Kepala Desa Apitaik). (ars)

‘’Untuk itu kami mengingatkan kembali kepada calon peserta seleksi dan orang tua calon, untuk tidak mempercayai siapapun baik pejabat maupun prajurit yang mau membantu meluluskan putranya dengan meminta imbalan, apabila terdapat personel seperti itu maka segera laporkan kepada Danrem,’’ tegas Kasrem. Jika memang terbukti ada calo di internalnya, maka tindakan tegas menanti, bahkan sampai ancaman pemecatan. Perlu diketahui, katanya, segala bentuk pelaksanan seleksi dilaksanakan dengan cara transparan dan tidak dipunggut biaya sama sekali. Sebaliknya untuk mendukung agar proses ini transparan, dia

mengimbau kepada para orang tua calon peserta seleksi agar tidak mencari bantuan oknum tertentu, dengan maksud membantu kelulusan putranya. ‘’Jangan sekali-sekali meminta bantuan kepada oknum anggota atau pejabat TNI, karena mereka sama sekali tidak bisa membantu. Yang bisa menentukan lulus atau tidak itu, putra bapak ibu sendiri,’’ tegasnya. Selain itu dalam pertemuan tersebut juga disampaikan pelaksanaan seleksi sangat ketat. Saat ini jumlah calon yang mendaftar sebanyak 784 orang dan setelah pelaksanaan seleksi administrasi sebanyak 27 dinyatakan tidak lulus. Kasrem juga menyampaikan bagi calon yang tidak

(Suara NTB/ars)

ARAHAN - Kasrem, Armansyah saat menyampaikan pengarahan kepada orang tua calon peserta seleksi Tamtama. lulus seleksi jangan berkecil hati. Kepada calon yang masih diberikan kesepatan untuk mengikuti seleksi selanjutnya,

agar menyiapkan diri dengan melatih fisik dengan teratur dan menerapkan pola hidup sehat. (ars)

Faktor Koalisi Dikhawatirkan Polres Targetkan Kasus Hambat Reformasi Birokrasi Korupsi Setda Rampung Mataram (Suara NTB) Struktur birokrasi Pemprov NTB yang kurang sehat menyiratkan perlunya reformasi birokrasi yang diwujudkan dalam bentuk perampingan jumlah lembaga. Namun, kalaupun gubernur berani mengambil langkah tersebut, tantangan terbesar yang dikhawatirkan akan mengganjal upaya tersebut adalah faktor koalisi parpol yang saat ini terbangun. ‘’Jumlah koalisi parpol yang terlalu gemuk ini akan menjadi tantangan bagi TGB (sapaan akrab Gubernur NTB Dr.TGH.M.Zainul Majdi), jika beliau mau mereformasi birokrasinya,’’ ujar Ketua Gerakan Pemuda Anshor NTB, Suaeb Quri, kepada Suara NTB, Rabu (21/8) kemarin. Ia menilai, adanya kecenderungan para petinggi parpol untuk mengintervensi penempatan pejabat tertentu dalam birokrasi cenderung menjadi faktor penghalang dalam reformasi yang diinginkan. Apalagi, jika ternyata parpol – parpol yang menjadi pengusung TGB di Pilkada 2013 ternyata memperoleh semacam ‘jatah’ dalam penempatan pejabat di

Operator Hotel Internasional ’’Magnet’’ Investasi Dari Hal. 1

Halaman 5

SKPD tertentu di Pemprov NTB. Suaeb sependapat bahwa sejumlah lembaga yang keberadaannya tidak terlalu urgen bisa dilebur dan menjadi bagian dari lembaga lain. Langkah ini bisa menjadi solusi terbaik seperti yang juga disarankan oleh banyak kalangan. Sebelumnya, Ismail Amir dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyarankan agar pemerintah daerah yang memiliki postur APBD dengan belanja pegawai yang terlalu besar agar melakukan perampingan birokrasi dengan memangkas jumlah lembaga yang ada. Namun, Suaeb menilai, hal ini hanya bisa dilakukan jika Gubernur NTB memiliki keberanian dan political will untuk merealisasikannya. Suaeb menilai, selama periode pertama masa jabatannya, Gubernur Zainul Majdi tidak terlalu dibebani oleh faktor koalisi karena pada Pilkada 2008, ia hanya didukung oleh PKS dan PBB saja. Kini, dengan format koalisi pengusung yang besar di Pilkada 2013, Suaeb khawatir hal ini justru menjadi penghambat. Dikonfirmasi terpisah, fung-

sionaris DPW PAN NTB, Rizali Hadi, S.Pd, menampik adanya anggapan bahwa koalisi yang besar di Pilkada 2013 akan menjadi faktor penghambat reformasi birokrasi di Pemprov NTB. “Kalau ada anggapan – anggapan yang seperti itu, saya kira itu keliru. Koalisi yang besar ini justru akan semakin menguatkan komitmen beliau (gubernur),” ujarnya. Rizali tak menampik bahwa dalam manajemen kepegawaian atau kelembagaan di Pemprov NTB, parpol melalui fraksi – fraksi di DPRD NTB sering memberikan masukan. Khususnya, terkait penempatan pejabat tertentu. Namun, menurutnya masukan itu justru bukanlah sebuah intervensi melainkan untuk memperkaya referensi gubernur selaku pengambil keputusan akhir atas penempatan pejabat atau lembaga di NTB. ‘’Dan kami memberikan masukan itu karena kami juga bersentuhan langsung dengan SKPD – SKPD di eksekutif, sehingga kami paham benar akan kinerja mereka,’’ tegas politisi asal Lombok Timur ini. (aan)

Ciptakan Taliwang Bersih

BLH KSB Dapat Droping 103 Orang Pegawai Baru Taliwang (Suara NTB) Dalam rangka menciptakan kota Taliwang bersih, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menjadi leading sektor pengelola kegiatan mendapatkan droping pegawai. Setidaknya sebanyak 103 pegawai tenaga sukarela dari berbagai Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkup Pemda setempat dialihkan ke BLH guna mengejar target yang dicita-citakan bupati Dr. Kh. Zulkifli Muhadli, SH., MM itu. KepalaBLHKSBH.Usman.HImenjelaskandropingtenagasukareladarisejumlahSKPDtersebutguna memperkuat kinerja BLH di pos penguatan kelembagaan. Khususnya untuk mencipatkan kota Talaiwang bersih. “Di situ kita butuh banyak tenaga, makanya didrop pegawai sukarela yang ada di beberapa SKPD lain,” terangnya kepada wartawan. Tugas para tenaga sukarela tersebut nantinya bukan sebagai tukang sapu sebagaimana rumor yang berkembang belakangan ini. Menurut Usman, mereka nantinya akan ditugasi memantau dan mengkoordinir kebersihan lingkungan dalam kota Taliwang setiap harinya. Dimana dari hasil pantauannya itu, nantinya para tenaga sukarela menyampaikannya ke SKPD yang menjadi penanggungjawab masing-masing limgkungan yang dimaksud. “Tiap SKPD memiliki tanggung jawab pembinaan di tiap lingkungan dalam kota. Nah kalau ada lingkungan yang tidak atau belum bersih, nanti tenaga sukarela itulah yang menyampai-

kan laporan ke SKPD penanggung jawab. Seperti itu sistem kerjanya nantinya,” terang Usman. Tugas monitoring lingkungan yang akan dijalankan para tenaga sukarela dalam rangka menciptakan kota Taliwang bersih itu sangat komplit dan mencakup berbagai aspek kebersihan. Karena itu setiap lingkungan nantinya akan ditempatkan sebanyak 5 orang tenaga sukarela dan memiliki tugas pemantauan berbeda-beda. “Kategori bersih itu kan bukan hanya sekedar bersih lingkungan dari sampah saja. Tapi ada banyak hal. Makanya tiap lingkungan tidak hanya 1 orang saja kita tempatkan tetapi lima orang,” katanya. “Dan untuk penempatan tim monitoring di tiap lingkungan dari tenaga sukarela itu saya sudah membuat SK-nya. Dan mereka sekarang ini sudah mulai kita tempatkan dan melaksanakan tugasnya di lingkungannya masing-masing,” sambung mantan kepala Dinas Sosial dan Pemuda Olahraga (Disospora) KSB ini. Untuk diekatahui, ide Bupati KSB Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM menjadikan Kota Taliwang sebagai kota kecil terbersih di Indonesia mulai dicanangkan pada bulan Juli lalu. Untuk mencapai target itu pun bupati terus melakukan koordinasi dengan melibatkan seluruh SKPD yang ada di lingkup Pemda KSB. Bahkan bupati mencanangkan rapat 7000 kali agar kebersihan Kota Taliwang sebagai ibukota kabupaten dapat segera tercapai dalam jangka waktu setahun. (bug)

2013

Dompu (Suara NTB) Polres Dompu yang menyelidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Setda Dompu tahun 2011 menargetkan akan merampungkan penyidikannya pada 2013. Berdasarkan hasil audit investigasi BPKP, tiga orang pejabat akan menjadi calon tersangka. Untuk melengkapi penyelidikan itu, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait mulai dilakukan. Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Dody Yudianto A kepada Suara NTB saat dihubungi, Rabu (21/8) kemarin, mengaku telah memanggil dan memeriksa sekitar tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu tahun 2011. Namun dari tujuh orang yang telah dimintai keterangan, mantan bendahara Setda Dompu sebagai terlapor belum dipanggil. “Dia terlapor, sehingga akan dipanggil yang terakhir. Kita masih kuatkan pemer-

iksaan saksi-saksi,” katanya. Penyelidikan kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu tahun 2011 yang merugikan keuangan negara hingga Rp.2,608 miliar ini, diakui Dody, kemungkinan akan menyeret pejabat tinggi di lingkup Pemkab Dompu. Sehingga tidak hanya bendahara yang akan dijadikan sebagai tersangka. “Untuk calon tersangkanya bisa dua sampai tiga orang,” terangnya. Kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu ini, lanjut Dody, ditargetkan rampung pada 2013 dan akan menjadi atensi untuk diselesaikan. Apalagi Polres Dompu ditargetkan menuntaskan dua kasus korupsi dalam setahun dan kasus dugaan korupsi anggaran Setda akan masuk dalam target penyelesaian. “Ini akan jadi target diselesaikan tahun 2013. Target kita dua kasus korupsi dalam setahun. Kasus korupsi lain masih dalam proses lidik,” terangnya. (ula)

Dugaan Penyimpangan Dana BOS

Kepala SMPN 3 Gerung Diperiksa Polisi Mataram (Suara NTB) Polres Lombok Barat (Lobar) saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga melibatkan Kepala SMPN 3 Gerung, Lobar. Dalam kasus ini penyelidik Polres Lobar telah melakukan pemeriksaan kepada kepala sekolah serta instansi terkait. Dihubungi via HP Rabu (21/8) kemarin, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat Iptu Windi Cahyadi menyebutkan, kasus dugaan korupsi ini telah tercium sejak Januari 2013 lalu. Saat ini penyelidikan dugaan kasus korupsi dana BOS yang diduga melibatkan Kepala SMPN 3 Gerung berinisial MH, masihterusberjalandantelahsampai pada proses penyidikan. ‘’Sudah kita naikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” terang Windi. Selain dugaan korupsi dana BOS, MH juga terlibat diduga terlibat dalam kasus lain seperti dugaan penyalahgunaan dana blogrand, RKB dan BSM. Namun untuk jumlah kerugian negara, Kasat reskrim enggan menyebutkan karenamasihmenunggupenyelidikan lebih lanjut dan audit BPKP. Saat ini imbuhnya, beberapa

instansi terkait seperti dari Dinas Dikpora Kabupaten Lobar telah diperiksa pihak Kepolisian. Terkait dengan adanya indikasi keterlibatan instansi terkait dalam kasus dugaan korupsi ini, Kepolisian mengaku masih sedang didalami. Namun demikian pihaknya telah mengantongi nama-nama calon tersangka lain. “Untuk calon tersangkanya kita belum tahu pasti karena masih penyidikan, tapi ada calon tersangka lain,” terangnya. Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lobar Faturahim yang juga sempat diperiksa sebagai saksi, tak menampik bahwa Kepala SMPN 3 Gerung telah dipanggil dan diperiksa terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS, BSM dan beberapa dana bantuan lainnya. Namun saat ini pihak dinas mengaku belum bisa memecat kepala sekolah bersangkutan karena masih dalam proses penyidikan. Menurutnya pihak dinas akan mengambil langkah tegas, setelah status MH jelas. ‘’Belum kita ambil keputusan, karena masih belum mendapatkan kepastian. Kita lihat dulu nanti,” pungkasnya. (nia)

’’Over Capacity’’, Lingkungan Terancam Dari Hal. 1 Namun dampak jangka panjangnya juga harus menjadi perhatian. Ia sepakat dengan pemerintah KLU agar pembangunan sebaiknya dilakukan di daratan. Menurut pendapat pengusaha biro perjalanan (travel agent), memang sebaiknya Gili Trawangan harus sebagai objek wisata. Bukan tempat untuk tinggal dalam waktu terlalu lama. Ia pun menyarankan agar pemerintah KLU benar-benar mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya sebelum memberikan izin pembangunan hotel internasional di kawasan tiga gili. ‘’Kalau pandangan saya, biarkan saja Gili Trawangan dan gili-gili lainnya seperti itu, masih alami. Bangun saja hotel di Lombok. Waktu tempuh ke sana juga cepat,’’ sarannya. Senada dengan Agus Mulyadi, Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Mori Hanafi, SE,M.Comm mengatakan pihaknya memaklumi apa yang menjadi alasan dari pemerintah KLU. Ia mengatakan jika hotel sekelas JW Marriot akan membangun, dipastikan tidak akan lulus Amdal. Mengingat saat ini sudah banyak persoalan lingkungan di kawasan itu.

‘’Jadi memang banyak persoalan kalau hotel sekelas JW Marriot membangun di gili. Pasti mereka akan membuat teknologi yang melebihi hotelhotel lainnya. Dikhawatirkan kalau dia masuk, daya dukung hotel-hotel lain yang selama ini bergantung di situ akan tersedot semua oleh JW Marriot. Kan bisa dibayangkan dampaknya,’’ terangnya. Ia mengkhawatirkan juga dengan masuk hotel tersebut, lingkungan di kawasan itu akan terkena dampaknya. Kerusakan lingkungan akan semakin sulit dikendalikan. ‘’Sekarang ini saja sudah dalam ambang batas khususnya di Trawangan. Sampah tidak bisa diatasi. Sumber air bersih juga tidak ada. Jadi dampak ini yang saya khawatir tidak bisa ditanggung oleh Gili Trawangan,’’ jelasnya. Jika pemerintah KLU menolak izin pembangunan jaringan hotel internasional di Gili Trawangan, pemerintah harus konsekuen. Jika nantinya akan ada jaringan hotel lain yang ingin membangun, tetap harus ditolak. Pemerintah juga harus mengkomunikasikan hal ini kepada pihak investor sehingga mereka bisa memaklumi alasan-alasannya. Sekelas JW Marriot, menu-

rut Mori pasti dapat mengatasi persoalan seperti sulitnya air bersih di kawasan tersebut. Namun dikhawatirkan akan berdampak jangka panjang terhadap daya dukung lingkungan. ‘’Kalau lingkungan rusak, yang terkena dampak itu hotel-hotel menengah ke bawah,’’ ujarnya. Perhatikan Lingkungan Tertutupnya kran izin pembangunan hotel baru di tiga gili ditanggapi pemerhati ekonomi Dr. Iwan Harsono, SE., M.Ec. Ditemui Suara NTB Rabu (21/ 8) kemarin, ia mengatakan bahwa saat ini NTB sudah mempunyai perda RTRW tentang tata ruang. Jadi semua pihak diharapkan untuk melihat dan taat terhadap perda tersebut. Meskipun menurutnya, pariwisata itu membutuhkan kenyamanan, privasi bagi pengunjung, tetapi yang tidak kalah penting menurutnya ialah memperhatikan lingkungan sekitar sebagai persyarat utama dan harus menjadi prioritas pemerintah dan investor. Bisa jadi, pemerintah KLU sekarang ini melihat Gili Trawangan over capacity sehingga pembangunan harus dialihkan ke tempat yang lain di sekitar KLU. Memang secara normatif ungkapnya, di mana pun (di

daerah ini, red) dibutuhkan investor. Karena investasi merupakan prasyarat utama untuk membangun ekonomi, Dalam ekonomi, tidak ada pertumbuhan tanpa adanya investasi. Bahkan fakta bahwa pemerintah kita butuh investasi itu karena pencapaian pertumbuhan ekonomi kita di bawah rata-rata nasional dan di bawah yang direncanakan. Terlebih pada sekarang ini, pertumbuhan ekonomi NTB seiring perjalanan waktu mengalami kenaikan sejalan dengan beroperasinya BIL tahun 2011silam. Pada tahun itu pula menjadi titik balik peningkatan pariwisata pascakrisis. Maka para investor banyak yang datang ke NTB. Namun mereka juga harus memperhatikan lingkungan sekitar supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan dan rakyat bisa merasakan dampaknya secara ekonomis. Senada dengan Iwan Harsono, akademisi sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, Dra. Ida Ayu Putri Suprapti, MA, menyampaikan bahwa jika salah satu destinasi pariwisata itu sudah over capacity, maka hal itulah yang akan mempengaruhi kerusakan

lingkungan. Dampak terhadap kerusakan tersebut, berimbas pada lamanya tercapai target kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut Ida Ayu mengatakan, kalau destinasi pariwisata sudah tidak lagi terpenuhi maka akan merusak segalagalanya. Baik lingkungan maupun masyarakat sekitar. Meskipun pada dasarnya, setiap orang pasti senang jika ada investor yang berinvestasi di daerahnya. Tetapi yang perlu dilihat ialah paradigma pembangunannya. “Kalau investor kan pasti melihat keuntungan. Tapi dampak panjangnya kan jarang dipikirkan. Ke depan dapat merusak lingkungan atau ngga,’’ katanya. Jika itu merusak, bisa dibayangkan biaya ‘’berobat’’ masyarakat bisa lebih besar lagi dari dampak ekonomis pariwisata tersebut. ‘’Jadi kan gak sejahtera namanya,’’ ujarnya. Ida Ayu berharap ke depan pemerintah harus memikirkan pola pembangunan yang berkelanjutan. Karena tidak menutup kemungkinan orang semakin banyak yang datang ke sini. Selain itu, Ida Ayu juga meminta sikap tegas pemerintah dan jangan tunduk terhadap kemauan investor yang tidak bertanggung jawab. (yan/dys)

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

Lemah, Koordinasi Antarinstansi KOORDINASI merupakan langkah kerja yang sangat ideal untuk berbagai kegiatan di sebuah organisasi guna menciptakan hasil yang nyata. Dengan koordinasi akan memberikan sumbangan yang maksimal untuk tercapainya tujuan tertentu. Melalui koordinasi akan dicapai tujuan yang harmonis, terarah, terintegrasi dan tersinkronisasi. Demikian halnya dalam pembangunan di berbagai hal, termasuk menyangkut kepentingan masyarakat atau berkaitan dengan pelayanan publik. Jika dalam penyiapan layanan public, koordinasi diabaikan maka dampak negatifnya akan menonjol. Contoh yang paling nyata di lapangan mengenai tidak adanya koordinasi antara satu instansi dan instansi lain adalah saat ada proyek pembangunan jalan yang didalamnya juga sejumlah fasilitas lainnya. Dinas Pekerjaan Umum atau Balai Wilayah Jalan sudah membangun jalan dengan dana besar. Namun belum seminggu pengguna jalan menikmati jalan mulus, tiba-tiba ada petugas dari PDAM atau dari perusahaan lainnya yang melakukan menggalian jalan. Pengguna jalan yang semula merasa nyaman dalam berkendara kembali terganggu dengan adanya pekerjaan penggalian jalan tersebut. Meski apa yang disampaikan Direktur PDAM Giri Menang L. Ahmad Zaini apa yang dilakukannya tersebut sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, setidaknya proses pemeriksaan pipa atau kabel di lokasi proyek jalan dilakukan sejak awal. Artinya, sebelum pihak kontraktor pembangunan jalan melakukan pengaspalan, pihak PDAM atau perusahaan lain yang memasang kabel optik di bawah tanah melakukan pengecekan mengenai kondisi fasilitasnya. Tujuannya memastikan apakah tidak ada pipa bocor atau kabel yang putus terkena pekerja yang sedang memperbaiki jalan. Cara-cara seperti ini bisa menghindari kemungkinan terjadinya pekerjaan dua kali atau yang seharusnya tidak dilakukan. Pihak PDAM tidak mesti harus berdalih, jika apa yang dilakukan tersebut sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Termasuk mempersilahkan masyarakat menggugat atas kebijakan yang dilakukan pihaknya. Jika saja sejak awal ada koordinasi antara pemilik proyek jalan dengan instansiinstansi yang juga berkepentingan di lokasi proyek jalan itu, maka pembongkaran jalan tidak seharusnya dilakukan hingga dua kali. Artinya, ketika proyek jalan dikerjakan, pihak PDAM bisa berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum atau perusahaan lainnya yang berkepentingan karena di lokasi yang sama juga ada proyeknya. Sehingga tidak ada pengeluaran biaya ganda. Karena dana yang dipergunakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dalam proyeknya dan dana yang dikeluarkan PDAM untuk memerbaiki jaringan pipanya, sama-sama dana dari rakyat. Alangkah bijaknya, dalam membangun infrastruktur, koordinasi antarlintas instansi harus dimaksimalkan. Selama ini, koordinasi untuk hal seperti ini cenderung sangat lemah. Seharusnya instansi yang fokus pada pelayanan publik harus mengedepankan koordinasi. (*)

OPINI

Halaman 6

Hipokrisi Teori dan Yuridis Kurikulum 2013 EJAK diluncurkannya kurikulum 2013 pengganti KTSP, ada banyak harapan terhadap perubahan mendasar berbagai permasalahan mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini dimungkinkan dengan adanya berbagai inovasi yang terintegrasi dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013. Optimisme ini harus dibarengi dengan kajian yang komprehensif terhadap kondisi nyata potret pendidikan secara menyeluruh agar ada jembatan antara tataran ideal pengembangan kurikulum dengan realitas ke-Indonesia-an kita saat ini. Tulisan ini menyoal hipokrasi teori dasar yang diusung kurikulum 2013 dan dasar yuridis yang menyertainya dalam PP No 32 tahun 2013 terhadap fakta empirik pendidikan di Indonesia. Dua sisi kontraproduktif dengaan hajat Kementerian Pendidikaan dan Kebudayaan untuk merekonstruksi standar mutu pendidikan kita yang karut marut. Dalam sebuah forum diskusi terbatas dengan kepala sekolah muncul permasalahan tentang beragamnya capaian akreditasi sekolah, sulitnya merubah prilaku mengajar guru, bagaimana sistem penilaian yang diterapkan, masih terbatasnya sarpras, dan kurangnya tenaga pendidik pada sebagian besar sekolah khususnya pada tingkat sekolah dasar. Menyokong kurikulum 2013 bukan hanya sebatas melatih tenaga guru yang durasinya sangat pendek jika ingin merubah mainstream guru yang telah terjebak pada pendekatan parsial yang secara ideologis telah mengakar pada sistem pendidikan kita selama ini. Guru di Indonesia telah dididik untuk memahami bahwa konten akademik adalah sebuah disiplin ilmu yang terpisah satu dengan yang lainnya. Celakanya, pemahaman ini telah mentradisi dalam kurun waktu yang cukup lama terutama pada lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar yang mengelola manusia yang memiliki perspektif holistik. Kecelakaan akademik seperti ini menyebabkan tumbuhnya proses take and give yang berujung pada praktik transfer of knowledge dengan mengabaikan perbedaan karakteristik anak. Kurikulum 2013 menawarkan pendekatan holistic integrative dan scientific approad yang membalik fakta empirik pendekatan yang selama ini telah mengakar pada guru. Sayangnya kesungguhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih diragukan komitmennya untuk melaksanakan secara efektif. Testimony ini bukan tanpa alasan yang kuat, karena para perancang kurikulum kita menganggap “gampang” merubah mainstream guru dari parsial ke holistik. Pengalaman implementasi pendekatan tematik untuk kelas rendah di sekolah dasar dalam kurikulum KTSP sampai dengan berakhirnya penerapan kurikulum KTSP sungguh sangat membingungkan guru dan tidak mampu diimplementasikan secara benar dalam proses pembelajaran. Alasan pembenaran yang di-

Oleh :

Junaidi, M.Pd

(Dosen FKIP Unsa, Kepala Seksi Kurikulum Dikdas Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa) gunakan adalah bahwa para guru telah dilatih, didukung dengan adanya buku panduan guru daan siswa bagi sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013. Bisa dibenarkan jika para guru dilatih dalam durasi waktu yang cukup lama dan dikloning untuk merubah kebiasaan parsial menjadi holistik. Mendesain pengait antarpelajaran menjadi sebuah disiplin ilmu yang saling berinteraksi memerlukan waktu yang sangat panjang diikuti dengan perubahan mendasar terhadap perbedaan filosofi yang mendasarinya. Hal ini dilakukan dengan secara bersungguh sungguh membenahi sumber daya pendidik yang ada untuk melakukan adaptasi secara total dengan perubahan yang terjadi. Mereview ke belakang dan bahkan sampai saat ini aroma parsial masih saja menjadi praktik yang dilakukan oleh para LPTK yang menghasilkan calon guru sehingga untuk memutus mata rantai seperti ini perlu ikhtiar yang dilakukan secara massif oleh para pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Dengan kesadaran yang demikian, hajat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merubah tatanan kemapanan parsial ke arah holistic integrative dan scientific approad dapat terlaksana secara efektif. Jika hal ini tidak dilakukan, keyakinan penulis bahwa sampai dengan paruh waktu perjalanan kurikulum 2013 para guru akan terjebak pada tataran perdebatan teknis yang belum mampu merubah tradisi yang selama ini berkembang. Tarik menarik seperti ini akan semakin diperparah dengan sistem penilaian yang hanya menguji ranah kognitif level terendah. Memunculkan pola evaluasi yang sama dengan kurikulum sebelumnya adalah mengingkari teori yang dikembangkan untuk melandasi lahirnya kurikulum 2013. Perspektif penilaian yang bersifat holistic integrative dengan memperhatikan setiap aspek perkembangan anak adalah hal niscaya yang harus dilakukan. Ketika proses pembelajaran telah mampu mengakomodir perbedaan individu anak, maka alat ukur yang digunakan juga harus berbasis pada keberagaman potensi dan karakteristik anak. Munculnya skala penilaian yang bersifat kuantitatif dan menguji secara parsial kemampuan akademik anak tidak mencerminkan roh perubahan kurikulum yang diharapkan. Pada sisi lain, implementasi kurikulum 2013 menghadapi portal tidak sebandingnya jumlah rombel dengan jumlah ruang kelas yang tersedia khususnya di daerah-daerah terpencil. Sebagai gambaran, dalam struktur kurikulum baru 2013 pada jenjang sekolah dasar dengan durasi waktu 30 jam perminggu untuk kelas satu maka siswa kelas 1 SD pulang sekolah pada pukul 12.10. Kenyataan ini jika dihadapkan dengan kekurangan ruang kelas, maka kelas 2 setingkat SD harus memulai belajar diatas pukul 12.10 karena harus meng-

gunakan ruang kelas yang sama. Begitu pula dengan jenjang SMP dan SMA yang dengan terpaksa harus menerima siswa melebihi kapasitas ruang kelas akan menghadapi permasalahan yang sama. Kenyataan seperti ini memerlukan sinergisitas antara ketersediaan sarpras dengan hajat untuk melaksanakan kurikulum 2013 secara sungguh-sungguh. Inilah yang penulis maksudkan dengan realitas ke-Indonesia-an kita saat ini, yang harus disadari oleh para perancang kurikulum agar memahami secara kontekstual adanya disparitas antardaerah khususnya dalam pemenuhan standar minimal pendidikan. Pernyataan Prof.Suyanto. Ph.D, Akademisi Universitas Negeri Jogja bahwa kunci keberhasilan implementasi kurikulum terletak pada faktor guru sangat tepat. Karena pendekatan yang digunakan dalam kurikulum bukan saja harus memperhatikan aspek keterampilan mengajar guru. Akan tetapi hal urgen yang menjadi lokus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah pemenuhan standar minimal ketersediaan tenaga pengajar pada semua jenjang pendidikan. Fakta observable yang terjadi saat ini kondisi satuan pendidikan antara kota dan desa, antara Jawa dan luar Jawa sangat berbeda. Bagi sekolah-sekolah dengan kategori akreditasi A dipastikan tidak ada masalah dalam implementasi kurikulum karena standar pendidik dan tenaga kependidikan berada pada level aman baik aspek kompetensi maupun ketersediaannya. Permasalahan yang dihadapi di berbagai daerah adalah mayoritas sekolah berada pada level akreditasi B dan C dan masih ada sekolah yang tidak terakreditasi. Dengan kondisi yang demikian sudah pasti kekurangan tenaga pengajar menjadi batu sandungan implementasi kurikulum 2013. Pilihannnya adalah apakah kurikulum 2013 akan dijalankan secara efektif ataukah hanya sekadar “jalan-jalan”? Kajian lain yang perlu dianalisa adalah apakah pp 32 tahun 2013 pengganti PP 19 tahun 2005 sudah mengakomodir aspek fundamental kajian akademik perubahan kurikulum 2013? Dalam pandangan penulis, ada “cacat yuridis” yang serius antara kajian akademik PP 32 tahun 2013 dengan teori yang mendasari lahirnya kurikulum 2013. Seharusnya dua perubahan ini bersinergi untuk merubah arah pendidikan di Indonesia dengan meletakkan roh kurikulum 2013 yang telah berpijak pada jalur yang tepat dengan support aspek legalitas yuridis sehingga saling memberi arah menuju perubahan fundamental. Sayangnya momentum strategis ini terlewati untuk membongkar akar permasalahan yang melingkupi dunia pendidikan kita selama ini. Masalah utama yang kontraproduktif dengan kurikulum 2013 adalah masih adanya kewenangan yang diberikan kepada Badan Standar

Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara ujian nasional. Meletakkan BSNP pada porsi sebagai penyelenggara ujian nasional melegalkan peran eksternal untuk menjadi penentu kelulusan peserta didik khususnya pada jenjang SMP dan SMA/SMK. Semestinya peran BSNP tidak harus berimbas pada penentuan kelulusan peserta didik, akan tetapi ranah yang dijadikan bidang garapan adalah melakukan standarisasi secara kontinu terhadap standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses dan standar penilaian untuk mengevaluasi kinerja lembaga pendidikan secara intitusional. Jika BSNP diberi ruang yang sama dengan peran sebelum implementasi kurikulum 2013 patut dipertanyakan apa makna sesungguhnya dari perubahan kurikulum yang saat ini kita lakoni. Mencermati peran BSNP sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 67 ayat ! PP No 32 tahun 2013 yang diperkuat oleh pasal 72 ayat 1 (satu) sungguh sangat menggelitik bahwa ternyata apapun pendekatan yang digunakan dalam implementasi kurikulum 2013 pada akhirmnya bermuara pada standarisasi yang dilakukan secara massal oleh BSNP yang mengebiri peran otonomi lembaga pendidikan. Kenyataan seperti ini akan menjebak lembaga pendidikan untuk kembali memperluat basis konten akademik secara parsial untuk mengejar target kelulusan ujian nasional dengan mengabaikan sisi fundamental landasan pengembangan kurikulum 2013. Akhirnya penulis berkesimpulan bahwa akan ada hipokrisi teori dan yuridis jika kurikulum 2013 dengan PP Nomor 32 tahun 2013 berada pada ruang yang sama dengan misi berbeda apalagi tidak diletakkan pada ruang dan waktu yang jelas dimana kurikulum itu dilaksanakan.

Elpiji subsidi kian limit Antisipasi permainan spekulan

*** Banyak peserta STQ asal NTB wakili daerah lain Qori atau qoriah butuh perhatian

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Warga Serbu Pasar Murah di Bima Siapkan 11 Pesawat GARUDA Indonesia tahun ini kembali ditunjuk sebagai maskapai yang melayani transportasi udara bagi Jemaah Calon Haji (JCH) musim haji 2013, termasuk untuk embarkasi BIL. Di mana khusus untuk embarkasi Bandara Internasional Lombok (BIL), pihak Garuda telah menyiapkan sebanyak 11 pesawat berbadan lebar. Guna mengangkut Jemaah haji asal NTB untuk keberangkatan maupun kepulangan. “Akan ada 11 jadwal pen(Suara NTB/kir) erbangan untuk keberangkaPujiono tan JCH melalui BIL. Dan, setiap penerbangan akan dilayani dengan berbadan lebas jenis Airbus A330 oleh pihak maskapai,” ungkap General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I BIL, Pujiono, kepada wartawan di kantornya, Rabu (21/8). Penggunaan pesawat berbadan lebar tersebut, kata Pujiono untuk memenuhi kuota JCH setiap satu kali terbang. Supaya cukup untuk satu kelompok terbang (kloter). Dengan jumlah daya angkut sebanyak 325 penumpang. Jadi nantinya ada 11 kloter untuk 11 jadwal penerbangan. Terkait kesiapan BIL sendiri, ia menegaskan tidak perlu diragukan. Sejauh ini pihaknya terus melakukan berbagai persiapan dan pembenahan. Guna mendukung kelancaran pemberangkatan dan kepulangan para Jemaah haji dari embarkasi BIL. “Dari sisi teknis termasuk tenaga sudah kita siapkan,” tandasnya. Diakuinya, jumlah penerbangan pada musim haji tahun ini memang berkurang. Hal itu dikarenakan adanya pemangkasan kuota haji secara nasional. Termasuk untuk kuota haji NTB sendiri. Sehingga tahun ini jumlah penerbangan lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Untuk jadwal penerbangan sendiri, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ridwan Syah, menambahkan keberangkatan pertama pada tanggal 9 September mendatang. Dan, sampai sejauh ini belum ada perubahan jadwal yang terjadi. “Kalau masalah kesiapan, sudah selesai semua,” tandas Ridwan. Pihaknya pun yakin, baik pihak maskapai maupun pengelola bandara sudah mempersiapkan dengan sebaiknya. Proses pemberangkatan para calon Jemaah haji dari embarkasi BIL tahun ini. “Secara teknis persiapan sepenuhnya diserahkan ke pengelola bandara dan maskapai. Pemerintah daerah hanya timpalnya. (kir)

Mereguk Manisnya Madu di Musim Bunga BUDIDAYA lebah madu sudah mulai banyak dikembangkan secara berkelompok oleh masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU). Secara geografis, kondisi wilayah KLU sendiri sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Bukan mustahil, lebah madu bisa jadi salah satu produk unggulan daerah ini, asal dikemas produksi dan pemasarannya. Kelompok Petani dan Peternak Madu Mandiri (Permata) Desa Rempek, Kecamatan Gangga, salah satu kelompok aktif yang mengusung budidaya lebah madu untuk mensejahterakan kelompoknya. Hingga kini Permata masih eksis, meski pendampingan kelompok belum tersentuh maksimal oleh pemerintah. Mahalnya harga madu di pasaran rupanya tak menjadi jaminan kesejahteraan anggota kelompok. Minimnya akses pasar, kendala kemasan, membuat sebagian kelompok sebagian besar mengkonsumsi madu daripada diuangkan. Ketua Kelompok Permata, Ruspendi, belum lama ini mengutarakan jika di lingkup kelompoknya yang berjumlah sekitar 18 orang anggota masih eksis dengan mengupayakan 200 stub/kotak. Keterbatasan biaya dan pendampingan, membuat kelompok belum dapat berkembang maksimal. “Untuk membuat satu stub, kami harus merogoh sampai Rp 70 ribu. Biaya ini bisa saja terbayar dari harga jual, asalkan akses pasar terbuka,” ungkapnya. Selain kendala tersebut, Ruspendi juga mejelaskan kelompok petani madu juga sering dihadapkan dengan berbagai penyakit atau hama yang kerap kali mengganggu madu lebah, di antaranya semut merah, semut hitam, hingga hama yang meyerupai kupu-kupu besar berwarna hitam yang langsung menghisap dan menyerang lebah madu. Kendala musim, umumnya berpngaruh pada ketersediaan sari bunga. Jika musim hujan dan bunga pada sari bunga tidak muncul, dapat memicu keterlambatan produksi karena lebah kesulitan mendapat makanan sari bunga. Panen madu kelompok akunya, biasa dilakukan sekali sebulan, jumlah produksi madu juga sangat ditentukan cuaca atau musim bunga atau buah. Satu stub dapat menghasilkan 1,5 hingga 2 botol madu murni. “Akses pasar hingga saat ini belum ada, menyebabkan anggota kelompok kesulitan memasarkan dengan harga yang sesuai. Penjualan masih dilakukan mulut ke mulut, sehingga harganya tidak maksimal, Rp 50 ribu – Rp 75 ribu sebotol,” tambahnya. Di stub-stub milik kelompok juga terlihat ada beberapa stub yang ditinggalkan oleh kloninya. Perawatan atau pemeliharaan yang diperlukan masih sulit dilakukan anggota, karena kualitas stub yang digunakan anggota masih belum memenuhi kebutuhan standar yang lantas membuat populasi lebah tidak berkembang maksimal. Madu Lombok Utara yang notabene madu murni tidak lantas dapat mengalahkan merek dagang madu asal Sumbawa. Meski demikian, dapat disimpulkan usaha madu di Lombok Utara sudah mulai merambah beberapa desa lain di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Desa Sokong Kecamatan Tanjung. Di desa ini, beberapa Kelompok sudah mulai menemukan ritme budidaya dan pasar. Sebotol madu oleh sebagian kelompok bisa dijual seharga Rp 100 ribu. Budidaya madu ini pun tidak lagi merupakan usaha utama, tetapi usaha sampingan yang dimanfaatkan tiap musim bunga. (ari)

(Suara NTB/ari)

PANEN MADU - Budidaya lebah madu mulai banyak dikembangkan di Kabupaten Lombok Utara, meskipun diakui kualitas dan kuantitas madu di sana lebih rendah dari budidaya lebah madu di Sumbawa. Anggota kelompok budidaya madu Desa Rempek, tengah memanen madu yang dibudidayakan dekat rumahnya, Rabu (21/8).

Kota Bima (Suara NTB) Ratusan warga dari berbagai kelurahan di wilayah barat Kota Bima berbondong-bondong mendatangi Lapangan Merdeka Kota Bima. Mereka datang untuk mendapatkan paket sembako yang dijual dalam kegiatan pasar murah yang digelar Diskoperindag Kota Bima. Kegiatan pasar murah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota, H.A. Rahman H. Abidin, SE. Setelah dilakukan pembukaan secara resmi, warga yang telah memiliki kupon kemudian menukarkannya dengan paket sembako yang diangkut truk. Kepala Diskoperindag melalui Kepala Bidang Pemasaran, Dra Ratnaningsih yang ditemui menuturkan, paket sembako yang dijual ini berisi 5 kg beras seharga Rp 22.500, 2 kg gula pasir seharga Rp 10.000 per kg dan 1 kg minyak goreng seharga Rp 10.000. Menurut Ratnaningsih, secara keseluruhan jumlah paket yang dijual di pasar murah sebanyak 1.790. Namun untuk hari pertama, pihaknya menjual sebanyak 940 paket khusus untuk wilayah Kota Bima bagian barat yang terdiri dari 20 kelurahan. Sementara sisanya akan dijual wilayah Kota Bima bagian timur yang terdiri dari 18 Kelurahan. Untuk wilayah Kota Bima bagian timur ini akan dipusatkan di Lapangan Pahlawan, Raba dan dilaksanakan hari ini. Ditambahkannya, pasar murah ini sengaja dilakukan untuk membantu masyarakat ekonomi kecil dalam rangka memperingati tiga hari besar sekaligus. “Masing-masing HUT Kota Bima, Idul Fitri dan HUT RI,” tandasnya. (use)

(Suara NTB/use)

PASAR MURAH - Ratusan warga mendatangi Lapangan Merdeka, Kota Bima untuk mendapatkan paket sembako dalam kegiatan pasar murah, Rabu (21/8).

Elpiji Subsidi Kian Limit Mataram (Suara NTB) Pasokan elpiji subsidi tabung 3 Kg dirasa kian melimit. Stok di agen-agen penjualan banyak yang kosong dalam beberapa waktu terakhir. Belum diketahui apa penyebabnya, namun kondisi ini mulai mengkhawatirkan untuk keberlangsungan kebutuhan rumah tangga. Pantauan Suara NTB di lapangan, khususnya di Kota Mataram, banyak tabung elpiji 3 Kg ini kosong di kios-kios dan agen penjualan. Menurut beberapa pengakuan, kekosongan ini sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir. “Sudah dua mingguan ini tabung kosong, tidak ada agennya yang datang mengantarkan,” kata Khofifah, salah satu agen penjualan tabung elpiji di Kota Mataram menjawab Suara NTB, Rabu (21/8). Dalam dua minggu terakhir ini, Khofifah menyebut, terus menunggu penukaran tabung yang rutin dilakukan agen utama minimal dua hari sekali. Akibatnya kurangnya ketersediaan tabung isi ulang disebutkan banyak pengguna yang ditolaknya. Beberapa pengguna di sekitar lingkungannya, kini terpaksa harus mencari ke tempat-tempat penjualan isi ulang yang masih

memiliki stok.”Mau bagaimana lagi, sebenarnya banyak yang protes kok bisa limit, tapi memang begini keadaan,” tambahnya lagi. Mengenai harga, Khofifah menyebut masih memberlakukan harga isi ulang dari sebelumnya Rp 17 ribu. Ditempat lainnya, Srijudin menyebut kondisi yang sama. Namun ia sendiri mengakui tak sampai dua mingguan melimitnya stok di Kota Mataram. Menurut penjual elpiji 3 Kg, khusus di wilayah Kekalik disebutkan tingkat penggunaan elpiji untuk kebutuhan memasak sudah tinggi. Khususnya untuk elpiji yang disubsidi pemerintah. Besar kekhawatirannya muncul jika pasokan elpiji akan terus melimit. “Untuk yang 16 Kg tidak masalah, cuma saja banyak yang menggunakan tabung tiga kilo karena sudah banyak

NTB akan Miliki Kantor Pusat Konsultan UMKM Mataram (Suara NTB) Tahun ini dipastikan Provinsi NTB akan memiliki kantor pusat layanan konsultan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diperbantukan Kementerian Koperasi dan UKM RI senilai Rp 3 miliar untuk pembangunan fisiknya. Kantor layanan segala bentuk pengaduan dan konsultasi UMKM ini diperjuangkan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB guna menjawab seluruh persoalan yang ada di kalangan usaha. Ditegaskan Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Hendro Kartiko, M.Si pada Suara NTB, kantor pusat layanan bagi UMKM ini disebutnya sebagai Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang secara fisik dibangun di area Balai Latihan Koperasi (Balatkop) di Jalan Pemuda Mataram. PLUT ini sendiri didirikan agar mampu mensinergikan seluruh potensi yang dimiliki, baik pusat maupun Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi UMKM. Atau istilah lainnya merupakan tempat bagi pengobatan UMKM yang sedang sakit. “Istilahnya di sini tidak lagi Perawat kalau di rumah sakit, tapi Dokternya langsung. Seluruh seluk beluk penyakit diketahui dan diberikan obatnya, sekiranya seperti itu gambaran layanan secara profesional di PLUT ini nanti,” kata Hendro di ruang kerjanya, Rabu (21/8). Sakit yang dimaksudkannya bagi UMKM ini adalah sedang menghadapi permasalahan yang menghambat usahanya, bahkan mengancam kelangsungan bisnisnya. PLUT lanjut Hendro diharapkan akan mampu memfasilitasi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha agar tumbuh dan berkembang lebih maju. PLUT menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti konsultan bisnis, pendamping bisnis, akses pembiayaan, pemasaran dan promosi produk, pelatihan, kemitraan, networking dan info peluang bisnis serta pustaka bisnis. Permasalahan secara umum yang berkembang saat ini bagi pelaku UMKM adalah sering munculnya masalah produk yang kurang laku, kurangnya keuntungan, suplai bahan baku yang tersendat, terlambat perizinan dan berbagai persoalan lainnya. “Survei Internasional Labor Organization (ILO) menunjukkan, keberhasilan usaha kecil akan meningkat apabila dalam perjalanan usahanya akan mendapatkan pendampingan oleh mentor bisnis. Kata lainnnya UMKM itu akan berkembang usahanya apabila ada tempatnya bertanya terus menerus,” jelas Hendro. PLUT ini menjadi program perdana Kementerian Koperasi ditahun ini, terdapat 12 provinsi yang diberikan kesempatan untuk mendapatkan program yang sifatnya inisiatif ini. Termasuk salah satu di antaranya Provinsi NTB. Konsultannya akan direkrut langsung nantinya oleh Kementerian guna diberikan training mentor. Secara pembiayaan, hingga tahun 2014 mendatang gaji konsultan dan inventaris PLUT akan di-support dari pusat, selanjutnya sepenuhnya tanggung jawab akan diserahkan di masing-masing Provinsi. (bul)

yang diberikan pemerintah,” tambhanya. Kondisi yang sama juga berlaku di Lombok TImur. Praktis sesudah lebaran Idul Fitri lalu kondisi itu sudah dikeluhkan oleh para agen penjual. Sri Supiati salah satu yang ditanya media ini masih mengakui kesulitan mendapatkan tabung isi ulang. Paling cepat datangnya pasokan dari agen minimal seminggu. Bahkan menurutnya, banyak tabung kosong yang dimilikinya masih nganggur hingga sekarang. Tidak saja mengkhawatirkan terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi secara bisnis ini memberi dampak pada penambahan penghasilan harian. Karena dijual dengan keuntungan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 untuk penukaran isi ulangnya. (bul)

PLTU Segera Dibangun di Lotim Mataram (Suara NTB) PLN kembali akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 25 Megawatt (MW) di Lombok Timur (Lotim), tepatnya di Dusun Padak Guar, Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia. Pembangkit dijadwalkan beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada awal tahun 2016 mendatang. “Berdasarkan rencana, PLTU di Lombok Timur itu berkapasitas 2 x 25 MW. Itu sudah dipresentasikan beberapa waktu lalu di Dinas Pertambangan dan Energi NTB oleh Unit Induk Pembangunan (UIP) Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara,” kata Kepala Distamben NTB, Ir.

H.M. Husni, M.Si dikonfirmasi, Rabu (21/8). Dikatakan, dengan pembangunan PLTU itu, maka untuk pulau Lombok terdapat lima buah PLTU. Masing-masing di Jeranjang Lombok Barat sebanyak tiga pembangkit dengan kapasitas 3 x 25 MW dan Lombok Timur dua pembangkit dengan kapasitas 2 x 25 MW. Selain itu, dengan pembangunan PLTU tersebut maka penggunaan pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk sistem Lombok akan semakin dikurangi. Listrik akan disalurkan ke sistem Lombok melalui jaringan transmisi 150 KV ke PLTU Lombok. Saat ini beban puncak di Lombok tercatat sekitar 160 MW dan daya mampu pembangkit sebesar 178 MW. (nas)

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

Berpikir Ulang untuk Maju BELUM adanya kriteria yang jelas soal calon peserta konvensi Partai Demorkrat membuat calon peserta konvensi, Marzuki Alie berpikir ulang untuk maju. “Akan saya pertimbangkan kembali keikutsertaan saya dalam konvensi Partai Demokrat,” kata Marzuki di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu. Ia menyebutkan, anggota komite konvensi lebih mengeluarkan statemen dengan mengundang beberapa nama-nama. “Statemen-statemen anggota komite buat nilai konvensi terdegradasi, banyak publik sinis dengan konvensi, saya respon pandangan publik yang nadanya negatif. Kalau ini dibiarkan, bisa jadi barang dagangan setiap anggota,” kata dia. Seharusnya, lanjut Marzuki, Komite menyepakati dulu kriteria-kriteria baik secara umum maupun khusus untuk peserta konvensi. “Sepakati kriteria yang disyaratkan kepada siapapun yang ingin ikut konvensi, Penentuan kriteria sangat penting sehingga publik memberikan respon positif kepada komite konvensi. Saya akan sampaikan ke Ketua Majelis Tinggi, Pak SBY soal ini,” katanya. Ia menyebutkan, dirinya menunggu adanya perubahan dari komite konvensi. “Sampai ada perubahan dari komite apakah akan berubah atau tidak,” pungkas Marzuki. (ant/bali post)

POLHUKAM Batalion Se-NTB, Ikuti Uji Siap Tempur di Lembar

Halaman 8

Giri Menang ( Suara NTB ) – Sebanyaknya 402 anggota batalion se -NTB mengikuti latihan uji siap tempur tingkat kompi yonif 742 Staya Wira Yudha. Latihan dipusatkan di Lendang Gendus, Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasukan yang mengikuti latihan uji siap tempur diantaranya dari kompi A Bima, Kompi B di Sumbawa, Kompi Bantuan Pringgabaya, kompi C dan D Mataram. Latihan tersebut merupa-

kan gagasan dari Komandan Korem yang menginginkan pasukannya untuk selalu siap dan mematangkan strategi perang. Dalam latihan yang diagendakan selama 12 hari tersebut, Danrem Kol Inf Sofyan Chandra langsung meninjau lokasi latihan. Sofyan tampak memberikan pengarahan kepada pasukannya. Pengarahan tersebut diberikan untuk menggali dan memperbaiki strategi yang terapkan sebelumnya. Dikonfirmasi Suara

NTB, Rabu (21/8) kemarin, usai memberikan pengarah di Bukit Lendang Gendur Lobar, ia mengatakan, uji siap tempur tersebut dilakukan untuk mencapai kematangan dan lulus dalam ujian. Prajurit harus melalui kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Ia menyebutkan, baik itu terkait dengan teknik dan taktis. Ia juga mengakui kegiatan tersebut, merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh batalion. Tidak hanya

itu, katanya, kegiatan serupa juga pernah dilakukan tingkat prajurit, pleton dan batalion. Ia menambahkan, latihan tersebut bertujuan untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan profesionalitas dan kualitas sebagai satuan tempur khususnya TNI angakatan darat. Dalam kesempatan tersebut, Ia mengharapkan kegiat a n tersebut

tidak hanya dilakukan oleh aparat Tni, akan tetapi ada kegiatan event-event yang nantinya bisa dilakukan dan mencapai yang terbaik bagi TNI untuk mengukir prestasi. Kedepan pihaknya akan melaksanakan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat. Contohnya bhakti pembagian sembako, perbaikan jalan, masjid serta membantu kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya, sehingga bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat banyak. “Kita harapkan kedepan bisa membantu masyarakat memperbaiki infrastruktur,” katanya. (cem)

PENGARAHAN Danrem Kol Inf Sofyan Chandra, memberikan pengarahan kepada prajurit di Bukit Gendang Gendus, Lobar Marzuki Alie

Freddy Budiman Dijemput Mabes Polri dari Nusakambangan Cilacap (Suara NTB) – Terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, dilaporkan dijemput oleh tim Mabes Polri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Pulau Nusakambangan, untuk dibawa ke Jakarta guna penyidikan kasus pabrik sabu-sabu di Lapas Cipinang. Informasi yang dihimpun Antara di Cilacap, Rabu petang, tim dari Mabes Polri yang menggunakan mobil KIA Travel(Suara NTB/ist) lo warna “silver” menyeFreddy Budiman berang dari Dermaga Wijayapura menuju Pulau Nusakambangan, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan menumpang Kapal Pengayoman II dan kembali sekitar pukul 14.00 WIB. Freddy Budiman yang menggunakan peci warna hitam dan kaos seragam Lapas Batu berwarna hitam serta bercelana pendek warna cokelat muda dengan tangan terborgol tampak duduk di bangku mobil KIA Travello yang telah dilengkapi dengan jeruji besi. Setelah kapal milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tersebut merapat di Dermaga Wijayapura, mobil yang mengangkut Freddy segera turun dan meninggalkan tempat itu. Saat dihubungi Antara dari Cilacap, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Suwarso mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi jika terpidana mati Freddy Budiman akan dijemput oleh tim dari Mabes Polri. Akan tetapi, dia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan penjemputan itu akan dilakukan. “Memang ada rencana, Mabes Polri mau pinjam dan sudah dikasih izin oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, kapannya saya tidak tahu. Mungkin bisa jadi hari ini, saya belum dapat laporan,” katanya. Disinggung mengenai kemungkinan penjemputan Freddy Budiman terkait penyidikan atas kasus pabrik sabu-sabu di Lapas Cipinang, dia mengaku tidak tahu secara pasti. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Batu Kunto Wiryono tidak bisa dikonfirmasi terkait penjemputan terhadap Freddy Budiman karena Pulau Nusakambangan saat ini sulit ditembus oleh sinyal telepon seluler. (ant/bali post)

Demokrat NTB Tersanjung TGB Masuk Bursa Balon Konvensi Mataram (Suara NTB) Partai Demokrat NTB merasa tersanjung atas masuknya nama Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dalam bursa peserta Konvensi Bakal Capres (Bacapres) Partai Demokrat. Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri, yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu kemarin menilai, masuknya TGB dalam bursa Bacapres Konvensi Partai Demokrat sebenarnya tidak saja hanya membanggakan bagi jajaran Partai Demokrat NTB saja. “Tapi ini bisa menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat NTB,” ujarnya. Meski demikian, Mahally menegaskan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah mendengar pernyataan apapun dari mulut TGB yang mensiratkan adanya keinginannya

untuk menjajal peruntungan di suksesi kepemimpinan nasional tersebut. Meski demikian, masuknya nama TGB meski hanya dalam bursa konvensi di Partai Demokrat tetap saja membuatnya sumringah. Sebenarnya, menurut Mahally, TGB sebenarnya memiliki kapasitas yang lebih dari cukup untuk tampil di pentas nasional. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari prestasi yang ditorehkannya sepanjang periode pertama masa jabatannya yang menurut Mahally cukup sarat dengan prestasi. Selain itu, ia juga menggarisbawahi capaian akademis yang

ditorehkan TGB. Menurutnya, dilihat dari capaian akademisnya, TGB sudah sangat mumpuni. “Beliau seorang doktor, S3, lulus dengan predikat cum laude dari universitas terkemuka kelas dunia. Jadi dari aspek akademis sudah lebih dari cukup,” ujarnya. Hanya saja, menurut Mahally, TGB tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyikapi wacana ini. Apalagi, menurutnya TGB juga sejauh ini belum memperlihatkan sinyal apapun yang bisa memperlihatkan ketertarikannya untuk menjajal panggung nasional. (aan)

Tak Ada Tanggapan untuk Calon DPD RI Mataram (Suara NTB) Anggota KPU NTB Divisi Hukum dan Pengawasan, H. Ilyas Sarbini, SH mengatakan sampai mendekati penetapan DCT calon anggota DPD RI, tak ada tanggapan yang masuk ke KPU NTB. “Ndak ada. Kami konfirmasi juga ke KPU Pusat ndak ada. Berarti calon DPD RI ini sudah clear dari tanggapan masyarakat,” terangnya. KPU RI akan mengumumkan DCT calon anggota DPD RI pada tanggal 29 Agustus mendatang. Daftar namanama calon akan diumumkan melalui media nasional dan situs KPU RI. Penetapan DCT juga merupakan kewenangan

dari KPU RI. Dari 41 calon DPD RI, Ilyas mengatakan tidak ada masalah. Namun sebelum diplenokan dan dilaporkan ke KPU RI, belum bisa dipastikan apakah semua akan masuk ke dalam DCT. Terkait pencalonan Wakil Gubernur (Wagub) Ir. H. Badrul Munir, MM, KPU NTB sudah menganggap clear. Badrul Munir sudah melengkapi dokumen terkait surat keterangan pengunduran dirinya sebagai Wagub. “Tapi pengambilan keputusan akhir bukan di KPU Provinsi, tapi di KPU RI. Pendapat KPU Provinsi sudah disampaikan

ke KPU RI. Nanti penilaian akhir ada di sana,” ujarnya. Dari 41 calon anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) NTB, banyak tokoh-tokoh yang sudah tidak asing lagi di mata masyarakat yang mencalonkan diri. Selain Wagub, diantaranya; mantan Asisten II Bidang Perekonomian Setda NTB Ir. H. Abdul Haris, isteri Gubernur NTB Hj. Rabiatul Adawiyah, TGH Muchlis Ibrahim, H. Lalu Suhaimi Ismy, dan lainnya. Selain beberapa anggota DPD RI periode (2009-2014) juga kembali mencalonkan diri seperti Prof Dr Farouk Muhammad dan Baiq Diyah Ratu Ganefi. (yan)

Besok, KPU Umumkan DCT

Satu Bacaleg Resmi Dicoret Mataram (Suara NTB) KPU NTB akan mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) calon legislatif (caleg) DPRD NTB mulai besok, Jumat (23/8). DCT ini akan diumumkan selama tiga hari sampai tanggal 25 Agustus. DCT akan diumumkan melalui media massa baik cetak dan elektronik. “Kami sudah siap mengumumkan DCT dan kelengkapan pengumuman juga sudah disiapkan,” terang Anggota KPU NTB Divisi Hukum dan Pengawasan, H. Ilyas Sarbini, SH. Ilyas menyatakan ada satu bakal caleg (bacaleg) yang telah resmi dicoret KPU NTB. Bacaleg tersebut dicoret berdasarkan tanggapan masyarakat bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi anggota partai politik. “Yang bersangkutan KTA-nya telah dicabut oleh parpol dan parpol telah membenarkan itu,” ujarnya. Bacaleg yang dicoret berasal dari PKB daerah pemilihan (dapil) satu nomor urut dua. Bacaleg tersebut kemudian diganti dengan calon lain. KPU NTB juga telah melakukan verifikasi terhadap calon pengganti tersebut dan diputuskan memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam DCT. Sebelum DCT diumumkan, beberapa hari lalu KPU NTB mengundang parpol untuk datang mengecek Daftar Calon Sementara (DCS) hasil perbaikan. Pengecekan itu untuk memastikan namanya telah benar, alamat, jenis kelamin, foto, dan sebagainya. “Kalau ada masalah langsung diselesaikan dan itu sudah tuntas,” terangnya. Dalam pengecekan itu, Ilyas menyatakan tidak ada permasalahan serius. Hanya saja beberapa ditemukan kesalahan penulisan nama. “Ada yang minta ditambahkan gelar ‘Haji’, ‘Tuan Guru’. Kemudian ada juga yang menambah gelar. Penambahan gelar ini dapat diakomodir sepanjang dapat dibuktikan kebenarannya,” ujarnya. Setelah DCT diumumkan, tidak akan ada lagi perubahan dalam daftar tersebut. Kecuali ada caleg yang meninggal atau tersangkut kasus hukum. Namun caleg tidak dapat diganti dengan caleg lain, KPU akan langsung mencoretnya dari DCT. Pascapengumuman, KPU juga tidak menerima tanggapan dari masyarakat terkait namanama dalam DCT. “Kami hanya menginformasikan bahwa DCT itu ini agar masyarakat tahu bahwa inilah calon yang akan dipilih nantinya,” tandas Ilyas. (yan)

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

BELUM MAKSIMAL - View pantai di sekitar Gili Gede, Sekotong Lombok Barat. Meskipun tampak indah, namun tampak sepi, akibat promosi belum maksimal.

Mataram (Suara NTB) Pagelaran wisata yang masuk kalender event Lombok Barat setiap tahun diadakan. Dana untuk pelaksanaan event itupun tidak kecil menyentuh hingga miliaran rupiah per tahun. Hanya saja, hal itu belum memiliki imbal balik signifikan terhadap penerimaan penerimaan daerah dari sektor pariwisata. Pasalnya, event itu diadakan hanya bersifat seremonial sesaat saja. Masih monoton, belum memiliki kreativitas yang mampu memberi daya tarik bagi wisatawan luar. Hal ini diiyakan Ketua Komisi II, Sulhan Mukhlis.

“Event - event itu kan telan biaya besar, harusnya dikemas

kreatif. Tidak monoton, itu-itu saja,” kritik Sulhan.

Menurutnya, perayaan itu masih bersifat seremonial sesaat. Tidak terlalu berdampak signifikan terhadap wisata Lobar, entah itu dari sisi kunjungan wisata, lebih-lebih terhadap masyarakat. Hal ini dikarenakan, kreativitas pelaksanaan event itu belum maksimal. Seharusnya, pagelaran itu bisa masuk kedalam

kalender event nasional. Untuk itu, ia menyarankan agar dalam perayaan perlu melibatkan tim ahli dari luar daerah. Sehingga tidak saja menjadi event seremonial, namun bisa mendatangkan income maksimal bagi daerah. Sebab, untuk melaksanakan event itu sendiri menelan anggaran besar. Khusus festival Senggigi saja

Absen Dua Dekade, Koes Plus Konser Bersama Jakarta (Suara NTB) Grup band legendaris Koes Plus (kika) Jon Koeswoyo, Jok Koeswoyo, dan Murry memastikan akan naik panggung lagi. Ini setelah mereka tidak pernah tampil bersama dengan komposisi lengkap. Mereka berencana akan tampil di dua tempat. Menginformasikan rencana konsernya itu, Jon Koeswoyo, Jok Koeswoyo, dan Murry tampil di hadapan media, Rabu (21/8) di Jakarta. Jumpa pers itu terkait konser “Koes Plus Live In Concert” di Jakarta. “Lokasi konser yaitu di Auditotium RRI, Solo dan Balai Kartini,” sebut Jon Koeswoyo. Jon mengakui, konser itu digelar setelah dua dekade band tersebut tidak tampil bersama. Agenda dan lokasi konser kemunculan bersama mereka ini di dua kota yaitu, Auditotium RRI, Solo pada 3 September dan Balai Kartini, Jakarta pada 27 September. Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal Yon yang aktif. Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex’s Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna. (ant/balipost)

menalan hingga mliaran. Ia menekankan, bagaimana Pemda memperhatikan wisatawan lokal untuk kenyamanan khususnya publik areanya. “Harusnya pemerintah berfikir pengelolaan wisata itu bisnis oriented (berorientasi bisnis),” cetusnya. Ia menyaranakan, seharusnya jika SKPD dalam hal ini Dinas Pari-

wisata diberi anggaran Rp 40 miliar harus mampu memberikan kontribusi terhadap PAD jauh lebih besar. Belum lagi ia prihatin susahnya menikmati pemandangan, lantaran banyaknya dibangun lapak di sekitar bibir tebing yang justru seharusanya dijadikan publik area. (her)

”Sri Mimpi Indonesia” Karya Terbaru Guruh Soekarno Putra Jakarta (Suara NTB) -

(ant/balipost)

WAYANG - Pengunjung memainkan wayang kulit yang dipamerkan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (21/8).

Indonesia Tuan Rumah Pagelaran Wayang Sedunia Jakarta Indonesia akan menjadi tuan rumah pagelaran wayang sedunia, “Wayang World Puppet Carnival 2013”, bulan September mendatang. Menurut Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Ekotjipto, 64 kelompok seniman wayang dari 46 negara akan tampil dalam pagelaran yang berlangsung di Jakarta pada 1-7 September 2013 itu. “Seharusnyalah Indonesia yang wayangnya telah ditetapkan sebagai Pusaka Budaya Dunia non benda (World Intan-

gible Heritage) oleh UNESCO menjadi ‘rumah’ bagi wayang dunia,” katanya di Jakarta, Rabu. “Pertemuan para seniman wayang dunia seperti ini akan mendorong kemajuan dan perkembangan wayang itu sendiri sebagai Pusaka Budaya Dunia khususnya di Indonesia,” tambah dia. Eko mengatakan, masyarakat bisa menyaksikan WWPC 2013 secara gratis di tiga tempat pagelaran utama yaitu Museum Nasional, Teater Usmar Ismail, dan Lapangan Monumen Nasional. “Panggung

di Monas akan dipagelarkan wayang semalam suntuk sejak 3-7 September 2013,” katanya. Eko mengemukakan, PEPADI menyelenggarakan pagelaran yang melibatkan 295 peserta itu bekerja sama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) dan promotor internasional Rod Petrovic serta Bravo Fest Agency. Ketua dan Pendiri YAD, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan masyarakat Indonesia wajib memelihara dan memastikan setiap pusaka budaya tetap hidup dan terpelihara. (ant/balipost)

Guruh Soekarno Putra bersama Kinarya GSP akan mengadakan pagelaran “Sri Mimpi Indonesia”. “‘Sri Mimpi’ ini mimpi saya. Artinya bisa kegemilangan,” kata Guruh saat menggelar konferensi pers di Jakarta, sore ini. Pagelaran ini merupakan jawaban dari keresahan Guruh karena ia terakhir mengadakan pagelaran pada tahun 2011 lalu, “Beta Cinta Indonesia”. Menurut dia, kondisi negara sedang tidak memungkinkan untuk mengadakan pertunjukan tahun lalu, seperti bencana alam maupun kerusuhan. “Dalam keadaan nasional prihatin, kami sebagai seniman bikin gelaran jadi nggak enak,” katanya. “Sri Mimpi Indonesia” disutradarai oleh Alex Hassim. Koreografi dal pagelaran ini sebagian besar dibuat oleh Alex, selain beberapa koreografi Guruh. Guruh pun meminta Alex untuk menyesuaikan koreografi dengan perkembangan zaman. Alex Hassim mengatakan “Sri Mimpi Indonesia akan dibagi ke dalam tiga babak, berdasarkan warna lagu ciptaan Guruh Soekarno Putra. “Cinta Budaya, Cinta Kasih Manusia, dan Cinta Tanah Air Indonesia,” kata Alex. Pertunjukan kali ini tidak menampil-

kan musik yang dimainkan langsung di atas panggung. “Penyanyi tampil langsung. Di panggung nggak ada orkestra. Full tari menggunakan mapping dan properti,” kata Alex. Pertunjukan selama dua jam ini akan menampilkan antara lain, Titi DJ, B3, Sita Nursanti, Haikal Baron, Gabriel Harvianto, Ichsan Akbar, Nino Gracia, dan Ary Kirana, dengan musik arahan Andi Rianto dan Magenta Orchestra. “Sri Mimpi Indonesia” akan dipentaskan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 1 September. Pagelaran dipentaskan dua kali, pukul 16.00 dan 20.00 WIB. Harga tiket pertunjukan ini mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 2juta. (ant/balipost)

Sosok Seleb

(Suara NTB/ist)

PAMERAN - Pengunjung mengamati karya pada Pameran ilustrasi cerpen di Bentara Budaya Budaya Yogyakarta, Rabu (21/8). Pameran yang menampilkan 38 karya ilustrasi cerpen terbitan Surat Kabar Harian Kompas selama tahun 2012 tersebut berlangsung hingga tanggal 29 Agustus.

TINGGINYA angka golput di kalangan pemilih muda Indonesia membuat Maudy Ayunda prihatin. Aktris sekaligus penyanyi itu berharap agar generasi muda tanah air dapat terlibat lebih aktif dalam politik.”Anak muda Indonesia harus peduli terhadap politik dalam negeri, kalau bukan kita, siapa lagi?,” kata Maudy dalam acara Roadshow Parlemen Muda 2014 di Pacific Place, Jakarta, Selasa. Maudy yang akan mempelajari Politics, Philosophy, and Economics di Oxford University bulan Oktober nanti, mengatakan ketertarikannya terhadap politik didasari oleh kegemarannya terhadap bidang ekonomi. “Tapi aku sadar, untuk mempelajari ilmu ekonomi secara full, nggak bisa juga aku sama sekali nggak tau politik,” katanya. Sementara itu, Maudy mengaku belum memiliki niat untuk terjun secara langsung ke dunia politik.”Saat ini saya ingin lebih dulu mempelajari sebanyak mungkin,” kata Maudy. (ant/balipost)

Maudy Ayunda

(Suara NTB/ist)

Muda Peduli Politik

PENDIDIKAN

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

Halaman 10

Prestasi Tertinggi DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram patut berbangga, karena salah satu pengawas sekolah SMK di Kota Mataram berhasil menyabet juara I tingkat nasional dalam lomba guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional tahun 2013. “Alhamdulillah tahun ini kita mencapai prestasi tertinggi,” terang Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram Drs. H. (Suara NTB/nia) Ruslan Effendy M.Pd, kepada H. Ruslan Effendy Suara NTB belum lama ini. Menurut Ruslan pencapaian tertinggi ini, karena beberapa perwakilan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi Kota Mataram, telah berhasil menyabet juara di tingkat nasional. Tahun ini Edy Susilo Pengawas SMK yang maju di tingkat nasional berhasil menjadi Juara I di tingkat nasonal. Selain pengawas, Jupni Amri, Kepala SMPN 19 Mataram yang mewakili Kota Mataram sebagai salah satu kepala sekolah berprestasi, berhasil masuk dalam lima besar tingkat nasional. Pihak dinas berharap, akan lebih banyak lagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi yang menyabet juara di tingkat nasional. “Juara I tingkat nasional dan masuk lima besar untuk kepala SMP berprestasi. Yang lain masih kita belum tahu informasinya mudahmudahan banyak yang dapat dari Kota Mataram,” terangnya. Atas prestasi yang telah diraih guru, kepala sekolah dan pengawas di tingkat nasional ini, pihaknya mengaku telah memberikan reward. Pihaknya juga berjanji akan memberikan kembali reward kepada mereka yang berhasil mengukir prestasi di kancah nasional. “Kita sedang pikirkan, yang jelas kemarin sudah kita kasih reward sebelum berangkat,” pungkasnya. (nia)

(Suara NTB/ham)

MENYEBERANG - Keberadaan SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang berada di jalan nasional membuat semua pihak, baik siswa, tenaga pengajar maupun pengguna jalan harus hati-hati. Jika tidak berpotensi terjadinya kecelakaan. Adanya petugas khusus yang bertugas mengatur lalu lintas agar siswa-siswi yang menyeberang jalan bisa menekan angka kecelakaan di jalan.

Kembali Pimpin Unram

Sunarpi Bertekad Jadikan Unram Kampus Berbasis Riset

LPMP Siap Jaga Sinergi dengan Unram

Muhammad Irfan (Suara NTB/nia)

Mataram (Suara NTB) Prof. Ir. H. Sunarpi, PhD, kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2013-2017, Rabu (21/8). Ia maju sebagai rektor setelah memenangi pemungutan suara di tingkat senat Unram yang berjumlah 72 orang ditambah suara Menteri Pendidikan Nasional yang dihitung setara dengan 39 suara. Ia terpilih setelah unggul telak dengan 84 suara atas Prof. Agil Al Idrus 23 suara, dan Prof. Sarjan 4 suara.

(Suara NTB/ril,nia)

Mataram (Suara NTB) Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB Mataram siap menjaga kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) untuk memajukan pendidikan NTB. Sinergi antara LPMP dan Unram sudah terjalin baik dalam berbagai program perbaikan mutu pendidikan NTB. Salah satunya melalui pelaksanaan program sertifikasi guru yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram. Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan NTB, Drs. Muhammad Irfan, MM, saat menghadiri pemilihan Rektor Unram di gedung Rektorat Unram, Rabu (21/8). Ia mengatakan saat ini ada dua agenda utama kerja sama antara LPMP NTB dan Unram, yakni pengawasan pelaksanaan kurikulum 2013 dan pelaksanaan proses seritikasi guru melalui pendidikan latihan profesi guru (PLPG). “Unram dan LPMP adalah satu kesatuan untuk meningkatkan mutu pendidikan NTB,” terangnya. Irfan mengatakan tahun 2015 nanti target pemerintah semua guru dalam jabatan sudah tersertifikasi. Untuk mencapai tujuan tersebut kerja sama yang sudah ada antara LPMP NTB dan Unram harus ditingkatkan. Menyinggung pemberitaan Suara NTB tentang mahasiswa FKIP Unram yang kesulitan ketika harus PPL di sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013, Irfan berharap bahwa ke depan mengenai kurikulum 2013 dapat disinergikan ke dalam kurikulum perguruan tinggi khususnya di FKIP Unram. Hal ini dibenarkan oleh pernyataan rektor terpilih Unram untuk periode 2013-2017, Prof. Sunarpi. Ia mengatakan kerja sama antara Unram, Dikpora, dan LPM merupakan contoh sinergi antara lembaga pemerintah dengan perguruan tinggi. (ril)

Sunarpi

Pada keterangannya pada wartawan usai pemilihan, Sunarphi mengaku akan mewujudkan Unram menjadi kampus berbasis riset dan berstandar internasional. Untuk mencapai hal tersebut Sunarpi mengajak semua civitas akademik Unram bekerja sama, termasuk para kandidat rektor tak terpilih. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya sudah menyusun rencana jangka panjang sampai tahun 2025. Sementara guna mempermudah tercapainya rencana jangka panjang tersebut, sudah dilakukan periodisasi secara bertahap. “Saat ini kita akan mebenahi berbagai sarana dan prasarana untuk mencapai hal tersebut. Termasuk perbaikan kualitas perpustakaan agar memadai dengan jumlah dosen dan mahasiswa. Be-

gitu juga dengan perbaikan laboratorium yang ada,” terangnya. Menjadikan Unram sebagai basis riset, Sunarpi berjanji selama masa jabatannya akan mendorong jumlah dosen yang melakukan penelitian. “Saat ini baru 53% dosen Unram yang aktif Unram yang melakukan penelitian. Sementara sisa 47% akan terus didorong untuk terlibat aktif,” tambahnya. Tidak hanya itu, pihaknya mendorong dosen melakukan penelitian dan memberikan insentif kepada dosen yang bisa mempublikasikan karya penelitiannya, di baik di Jurnal internasional maupun jurnal nasional. Begitu juga untuk dosen yang mempresentasikan hasil penelitian mereka di konferensi-konferensi internasional. ‘’Untuk dosen yang karyanya dipublikasikan di jurnal internasional akan diberikan insentif sebesar tiga juta rupiah. Sementara untuk dosen yang bisa mempresentasikan karya mereka di

konferensi internasional akan diberikan insentif sepuluh juta rupiah per orang,’’ janjinya. Sunarpi mengklaim, dana penelitian Unram dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2011, dana penelitian sebesar Rp 12 miliar dan bertambah pada tahun 2012 menjadi Rp 15 miliar. Sementara pada tahun 2013 ini, lanjutnya, dana penelitian bertambah menjadi Rp 20 miliar. Menurutnya, dana tersebut didapatkan dari dana penelitian masyarakat maupun kompetisi penelitian internasional maupun nasional yang jumlahnya sangat besar. “Dana penelitian di Indonesia memang masih sangat rendah. Saat ini anggaran untuk penelitian belum mencapai 2% dari APBN. Coba bandingkan dengan negara-negara tetangga kita. Mereka sangat banyak publikasi ilmiahnya,” ujarnya membandingkan. Pada bagian lain, Sunarpi menyinggung tentang masih lemahnya sinergi antara dunia riset dengan industri dan dunia usaha. Kondisi ini terjadi di semua universitas di Indonesia dan bukan hanya Unram. Alasannya, pihak swasta belum bisa mengambil manfaat dari hasil-hasil riset. Padahal di negara-negara maju sudah ter-

Hasil Pemilihan Rektor Unram Kandidat

Suara

Prof. Agil Al Idrus

23

Prof. Sarjan

4

Prof. Sunarpi

84

Jumlah

111

jadi sinergi antara riset perguruan tinggi dan industri. Tidak hanya itu, Sunarpi kembali menegaskan banyak hal yang harus dibenahi pada periode keduanya ini. Ia masih harus membenahi administrasi, birokrasi, aset maupun pengelolaan keuangan. Ia menjelaskan saat ini tata kelola Unram sedang dibenahi untuk menjadi pelayanan berbasis IT. Pengisian KRS/KHS bisa dilakukan secara online melalui sistem informasi akademik (Siakad) Unram. Begitupula pembayaran SPP bisa dilakukan secara online, namun saat ini masih terkendala kesiapan sumber saya manusia (SDM). (ril/nia)

SMK Kesehatan Hamzar Bayan

Praktik Kesehatan Gratis pada Warga Kurang Mampu Tanjung (Suara NTB) Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang berbenah melengkapi pemenuhan lembaga sekolah, khususnya Sekolah

Menengah Kejuruan (SMK). Di Kecamatan Bayan, salah satu sekolah yang patut diacungi jempol adalah SMK Kesehatan Hamzar Bayan. Tergolong baru karena baru dibuka tahun 2013, namun dalam menjemput izin resmi dari pemerintah, sekolah ini sudah mapan untuk menerapkan program studi kesehatan. Tak terkecuali memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu di Kecamatan setempat, bekerjasama dengan Radio Komunitas Primadona FM. (Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Tenaga pengajar foto bersama dengan siswa beberapa waktu lalu. “Kalau kebetulan kami temukan ada warga miskin yang sakit, kami langsung mendatangi mereka untuk melakukan pemeriksaan secara gratis. Jika stok obat kami ada, langsung kami obati. Tapi jika tidak, kami sarankan segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan yang memadai,” ungkap salah satu guru SMK Kesehatan Hamzar Bayan, Sandy Yakub, S. Kep., Selasa (20/8) lalu. Intervensi terhadap layanan kesehatan gratis warga merupakan salah satu upaya pihak sekolah untuk mendekatkan SMK kepada masyarakat Bayan dan KLU pada umumnya. Dalam arti, tidak sekadar mengedepankan citra, tetapi lebih kepada sumbangsih untuk membantu kualitas kesehatan masyarakat untuk mencapai Indonesia Sehat 2015. Hanya saja, upaya sekolah saat ini belum maksimal terutama suplai obat kepada warga karena keterbatasan anggaran pengadaan obat-obatan. Pihak sekolah bahkan telah mengagendakan turun ke warga 3 kali seminggu dengan angka capaian pemeriksaan di satu lokasi mencapai lebih dari 20 orang. Guru sekolah diakui langsung terjun memberikan pendampin-

gan kepada siswanya. Siswa sekolah yang menimba ilmu di SMK Hamzar, kepada media mengatakan cukup bangga bersekolah di Bayan. Opini Bayan merupakan kecamatan terjauh dari ibukota, baik kabupaten maupun provinsi, tidak menjadi alasan SMK Hamzar berkualitas rendah. Buktinya program keahlian Keperawatan yang dibuka pertama di KLU ini cukup banyak digandrungi oleh siswa. “Saya bangga menjadi siswa SMK Kesehatan Hamzar, karena ilmu yang diajarkan bukan saja masalah kesehatan, tetapi juga pendidikan agama untuk peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT,” tutur Zurriyatun Thayyibah, salah satu siswa. Kepala SMK Kesehatan Hamzar Bayan, Rusman Hadi, S.Kep., menyampaikan sekolah yang baru dan dipimpinnya itu memiliki visi yang jelas yaitu menciptakan lembaga sekolah kesehatan yang memenuhi ekspektasi output (kualitas) anak didik. SMK kesehatan bahkan ditargetkan sebagai sekolah unggulan bertaraf nasional yang profesional, dan SDMnya memiliki modal akhlak dan budi yang luhur, karena ditimpa secara agamais. (ari)

Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

(Suara NTB/ist)

Madrid Keputusan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti yang lebih memilih Diego Lopez sebagai starter daripada Iker Casillas pada laga perdana di Liga Spanyol musim 2013/14 melawan Real Betis, Senin (19/08/2013) menjadi pembicaraan hangat.

Iker Casillas

Minim, Kompetisi Sepakbola di Lobar Mataram (Suara NTB) Kompetisi sepak bola di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dinilai minim. Selama lima tahun belakangan ini PSSI Lobar tidak pernah lagi menggelar kompetisi sepak bola tingkat lokal. Manajer Tim Sedawu Lobar, Agus Sukmayadi kepada Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Rabu (21/ 8) kemarin. Sudah bertahun-tahun PSSI Lobar tidak menggelar kompetisi,”ucapnya Menurut Agus, dampak dari tak dilaksanakan lagi kompetisi sepakbola Divisi II oleh PSSI Lobar itu mengakibatkan prestasi olahraga sepakbola di Lobar menurun. Hal ini bisa dilihat dari belum adanya tim lobar yang bermain di Divisi I nasional. Di tempat terpisah Sekretaris Pengrov PSSI Lobar, Lalu Putrawan, membenarkan bila kompetisi sepakbola di Lobar tak lagi berjalan. “Sejak tahun 2008 lalu kita (PSSI Lobar ) tidak lagi menggelar kompetisi,” ucapnya. Menurutnya, tidak berjalannya kompetisi sepak bola di Lobar itu, karena pihaknya tak memiliki anggaran untuk membiayai kompetisi sepakbola. Pasalnya mereka tidak memungut biaya di tingkat klub. “Kita ini kan tak pernah memungut biaya di tingkat klub. Lantas di mana kita bisa dapat anggaran,” kilahnya. (fan)

Atlet Belum Siap

Petarung KLU Absen di Kejurda Mataram (Suara NTB) Pelatih Tarung Derajat Kabupaten Lombok Utara (KLU) NTB, Indra mengungkapkan, atlet tarung derajat KLU belum siap diturunkan pada pertandingan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tarung Derajat di Sport Hall GOR 17 Desember Mataram, 23-25 Agustus. “Alasan kita tidak mengirim atlet di kejurda, karena kualitas sejumlah atlet kami belum layak untuk diturunkan,” ucap Indra saat dihubungi Suara NTB, via ponsel, Rabu (21/8). Selaku pihak pelatih serta pengurus olahraga tarung derajat di KLU, Indra pun meminta pihak pelaksana kejurda dapat memaklumi absennya atlet-atlet KLU di event bergengsi tersebut.”Atlet-atlet KLU sebagian besar masih pemula. Lagian pelaksanaan kejurda juga terlalu dekat,” klaimnya. Tidak hanya itu, kepengurusan Kodrat KLU baru dibentuk, sehingga belum bekerja maksimal. “Selain baru dibentuk, kepengurusan Kodrat KLU juga masih butuh pengesahan dari Ketua Umum Kodrat NTB yang baru, H. Ahmad Rusni,” ucapnya. Di tempat terpisah, pelatih Kodrat Lobar, Dedy Noor Cholis mengatakan atlet tarung derajat Lobar siap bertanding, rencananya mereka akan mengirim sebanyak 5 atlet di kejurda nanti. Target mereka tentunya meloloskan atlet mewakili NTB di kejurnas Piala Presiden. Sebelumnya Kodrat Lobar memiliki atlet unggulan, Junaidi. Junaidi adalah atlet yang sukses menyumbang medali di PON XVII di Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu. Sayangnya atlet tersebut tak bisa ikut PON, karena cedera akibat kecelakaan tahun 2011 lalu. (fan)

Serena dan Djokovic Unggulan di AS Terbuka New York Petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic dan Serena Williams dikonfirmasi menjadi unggulan-unggulan teratas di AS Terbuka 2013 pada Selasa (Rabu WIB). Petenis Spanyol Rafael Nadal, yang kembali menjadi petenis peringkat dua dunia pekan ini setelah memenangi dua gelar Masters secara berturut-turut di Montreal dan Cincinnati, merupakan unggulan kedua di mana juara bertahan kategori putra Andy Murray menjadi unggulan ketiga. Murray akan menjadi juara bertahan Grand Slam untuk pertama kalinya dan ia juga berusaha untuk memenangi gelar ini secara beturut-turut untuk pertama kalinya setelah kejayannya di Wimbledon. Roger Federer, juara AS Terbuka lima kali, turun ke posisi unggulan ketujuh, posisi unggulan terendahnya di Flushing Meadows sejak 2002. Djokovic mencapai setidaknya semifinal pada masingmasing penyelenggaraan ini dalam enam tahun terakhir, dan terakhir kali dirinya menjadi unggulan teratas, pada 2011, ia membawa pulang mahkota juara. Williams, juara 16 Grand Slam, merupakan juara bertahan di AS Terbuka dan Prancis Terbuka. Ia menaklukkan juara Australia Terbuka Victoria Azarenka di final tahun lalu di New York, namun Azarenka menundukkan Williams di final WTA Cincinnati pekan lalu. Posisi Williams sebagai petenis unggulan diikuti oleh Azarenka, mantan juara AS Terbuka 2006 dan posisi kedua Prancis Terbuka 2013 Maria Sharapova, Agnieszka Radwanska, dan Sara Errani. Juara dua kali Venus Williams, yang saat ini menghuni peringkat 60 dunia, merupakan petenis non-unggulan di turnamen yang akan dimulai pada Senin. (ant/bali post)

Kabarnya Casillas sudah mulai frustrasi di Madrid dan ingin hengkang. Di luar dugaan Ancelotti meninggalkan Casillas di bangku cadangan pada debut Los Blancos musim 2013/14. Mantan pelatih Paris Saint Germain itu melanjutkan kontroversi peninggalan pelatih sebelumnya Jose Mourinho. Bila sebelumnya keputusan Mourinho diyakini karena masalah pribadi, keputusan Ancelotti ini menjadi pertanyaan besar bagi Casillas. Kiper berusia 30 tahun ini masih berstatus sebagai kapten Los Blancos ia juga memiliki hubungan yang baik dengan Ancelotti sepanjang pramusim lalu. “Ya, paling tidak saya akan bermain di Bernabeu Trophy,” ungkap Casillas kecewa ketika diwawancarai sejumlah media. Casillas berharap, pada laga

berikutnya sebagai dedikasi untuk mantan kapten El Real Raul Gonzalez saat melakoni laga persahabatan melawan Al-Sadd di Santiago Bernabeu, Kamis (22/8) nanti, ia ditunjuk sang pelatih bermain sebagai starter. Karena persaingan di awal musim dengan Lopez ini, sejumlah media di Spanyol, termasuk Mundo Deportivo, meyakini Casillas tidak akan bertahan lama lagi di Madrid. Pacar Sara Carbonero ini tidak mau mengulang mimpi buruk lagi di era Mourinho ketika ia tak bermain selama separuh musim. Ini akan berakibat buruk pada kariernya, bukan hanya bersama El Real tapi juga di timnas Spanyol pada Piala Dunia 2014 mendatang. Paling tidak Casillas akan melihat peluangnya di skuad Ancelotti ini sampai Desember mendatang. (ant/bali post)

Pesumo Profesional Digaji Ratusan Juta Tiap Bulan Jakarta (Suara NTB) – Para pegulat sumo profesional (rikishi) di Jepang terbagi menjadi enam divisi yang menentukan penghasilan mereka, semakin tinggi peringkatnya semakin besar gajinya. Hanya rikishi yang berada di dua divisi teratas, yaitu makuuchi dan juryo, yang digaji oleh asosiasi sumo. Sebagai gambaran, rikishi yang mendapat gelar yokozuna, peringkat tertinggi di olahraga sumo, digaji sebesar 2.820.000 yen (sekitar Rp 313 juta) per bulan. “Sementara itu, pesumo kelas juryo mendapat 1.030.000 yen (Rp114 juta) per bulan,” kata KepalaBidangPenerangandan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Yusuke Shindo di Jakarta, Selasa. Bagi rikishi yang menempati posisi di empat di-

visi terbawah (rikishi trainee), gaji hanya diberikan setiap turnamen berlangsung, yaitu enam kali dalam setahun. Turnamen sumo dilaksanakan pada bulan-bulan ganjil, yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Uang yang diterima rikishi trainee pun tidak seberapa dibandingkan pesumo bergelar yokozuna. Jonokuchi (peringkat terbawah) mendapat 70.000 yen (Rp7,7 juta), kelas Jonidan (kedua terbawah) mendapat 80.000 yen (Rp8,9 juta), Sandanme (ketiga dari bawah) mendapat 100.000 yen (Rp11 jtuta), dan makushita (keempat dari bawah) digaji sebesar 150.000 yen (Rp16 juta). Prestasi dari tiap pesumo akan menentukan peringkatnya, bila performanya bagus maka rikishi akan naik tingkat, begitu pula sebaliknya. Bila sudah mencapai gelar yokozuna, posisi pesumo tetap aman

di peringkat teratas. “Jika prestasinya menurun, yang terjadi bukan turun peringkat, tapi harus pensiun,” jelas Yusuke. Per 24 Juni 2013, tercatat ada 626 rikishi di Jepang. Gelar tertinggi yokozuna dipegang oleh dua pesumo asal Mongolia. Yusuke mengemukakan bahwa memang ada pesumo yang berasal dari luar Jepang, seperti Mongolia, Brazil, Mesir, dan Hoongaria, namun jumlahnya dibatasi. “Saya harap akan ada rikishi dari Indonesia atau Asia Tenggara. Dulu, orang Jepang tidak banyak tahu tentang Mongolia, saat ada pesumo berasal dari Mongolia, makin banyak orang tahu tentang Mongolia. Jadi, itu bisa menjadi kesempatan mengenalkan budaya,” tuturnya. (ant/bali post)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Hasil ”Playoff ” 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Liga Champions 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 - Shakhter Karagandy (Kazakhstan) 2 1234567890123456789012345678901212 (Finonchenko 12, Khizhnichenko 77) vs Celtic (Skotlandia) 0 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 - Lyon (Prancis) 0 vs Real Sociedad 1234567890123456789012345678901212 (Spanyol) 2 (Griezmann 17, Seferovic 50) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 - Pacos de Ferreira (Portugal) 1 (Andre 58) 1234567890123456789012345678901212 vs Zenit St. Petersburg (Rusia) 4 (Shirokov 27, 60, 90, Degra 1234567890123456789012345678901212 85-gol bunuh diri) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 - PSV Eindhoven (Belanda) 1 (Matavz 60) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 vs AC Milan (Italia) 1 (El Shaarawy 15) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 - Viktoria Plzen (Republik Ceko) 3 1234567890123456789012345678901212 (Cisovsky 8, Darida 58, Duris 89) vs Maribor 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 (Slovenia) 1 (Mejac 66) 1234567890123456789012345678901212

Pelatih Timnas Putri Inggris Dipecat London Ketua sepak bola putri Inggris sedang mencari pelatih dan kepala teknis baru, setelah memecat pelatih Hopadi Powell, Selasa. Powell menangani tim putri negara itu sudah 15 tahun, namun belakangan ini mendapat sorotan setelah Inggris tersingkir dari babak penyisihan grup pada Euro 2013 bulan lalu. Sekjen Asosiasi sepak bola Inggris (FA) Alex Horne mengatakan, setelah terjadi hal “mengecewakan” pada Euro 2013, “sudah tiba waktunya untuk mencari pelatih yang lebih segar” untuk menangani tim putri negara itu. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Hopadi Powell

Hadapi Popnas

Pesilat NTB Terus Berbenah Mataram (Suara NTB) Menjelang keberangkatan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Jakarta September mendatang, tim pencak silat NTB terus berbenah diri. Sebanyak lima atlet pencak silat NTB terus meningkatkan intensitas latihan fisik dan tekhnik di aula asrama PPLP NTB, Rabu (21/8) kemarin. Dalam latihan itu, sejumlah atlet pencak silat PPLP NTB dituntut fokus pada latihan fisik, teknik oleh sang pelatih. Saat itu mereka dilatih Pelatih Pencak Silat PPLP NTB, Mardiansyah mantan atlet peraih medali perak di PON XVII di Palembang 2004. Mardiansyah menjelaskan, atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan pencak silat di Popnas sebanyak lima orang, yakni Muhammad Iradat, Ainun Hamidah, Noviandi Muslim, Ahmad Adriaji dan Neneng. Salah satu menjadi fokus lati-

han anak didiknya saat itu memantapkan gerakan teknik tendangan, pukulan serta bantingan. Ditanya soal target, Dega mengaku tak ingin sesumbar. Dalam hal ini dirinya tak ingin bicara soal target, karena dinilainya akan mebebani atlet. “Yang jelas kita tak munafik. Semua atlet kita pasti ingin menjadi yang terbaik. Namun saya tak ingin pasang target. Takutnya akan membebani mental atlet,” ujarnya. Ditambahkannya, dari lima atlet yang dipersiapkan memiliki peluang untuk mengukir prestasi. Pasalnya beberapa di antara mereka sudah pernah mengukir prestasi di kancah nasional hingga internasional. Dicontohkannya, M. Iradat merupakan salah satu atlet yang sukses meraih medali emas di ASEAN School Games di Vietnam. Sementara di Popnas sebelumnya pesilat NTB meraih satu emas. Harapannya, medali emas yang diraih NTB di Popnas 2011 lalu bisa dipertahankan. (fan)

Bupati Berharap GOR Magaparang Diresmikan di HUT KSB

(Suara NTB/ist)

SUMO - Dua atlet sumo di Jepang sedang berjuang menjadi yang terbaik di sebuah kejuaraan di Jepang. Jika mereka menjadi juara dan berada di level terbaik, dalam sebulan berhak menerima gaji ratusan juta rupiah.

Gulat Bidik Empat Emas SEA Games Jakarta (Suara NTB) – Cabang olahraga (cabor) gulat Indonesia menargetkan minimal meraih empat medali emas pada ajang SEA Games 2013 di Myanmar Desember mendatang. “Target minimal mempertahankan peraihan pada SEA Games 2011 lalu, minimal empat medali emas,” kata Pelatih Pelatnas Gulat, Buyamin, ditemui di tempat pemusatan latihan gulat di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa. Pada SEA Games 2011 yang digelar di Palembang dan Jakarta, atlet gulat Indonesia mempersembahkan empat medali emas dari kelas grigo 60 kg, 66 kg, gaya bebas putra 50 kg, dan gaya bebas putri 63 kg selain empat medali perak dan lima medali perunggu. Buyamin tetap optimistis Indonesia bisa memenuhi target meskipun atlet yang akan tampil hanya 12 orang, berkurang satu atlet karena kuota yang dibatasi oleh tuan rumah. “Kita ikut 12 kelas untuk 3 nomor dari 21 nomor yang dipertandingkan. Karena masingmasing nomor yaitu grigo, gaya bebas putra, dan gaya bebas putri dibatasi empat atlet. Ini memang hak tuan rumah,” jelas Buyamin. “Tetapi kita tetap optimis bisa pertahankan gelar,” tambahnya. Indonesia akan mengirimkan 12 atlet antara lain nomor Grigo yakni Suparmanto (55 kg), M. Aliansyah (60 kg), Rustang (66 kg), Khusno Hadi Saputra (74 kg). Nomor gaya bebas putra

Taliwang (Suara NTB) Sejumlah momen pada tanggal 20 November mendatang diharapkan dapat terjadi sebagai kado Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ke-10 nantinya. Salah satunya adalah peresmian Gelanggang Olahraga (GOR) Lalu Magaparang. Keinginan ini disampaikan Bupati KSB Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM,Rabu (21/ 8). Selain berharap dapat diresmikan di HUT KSB, bupati, tetap meminta kepada pihak pelaksanaan pembangunan untuk tetap memperhatikan kualitas pekerjaan. Menurut dia, GOR nantinya akan menjadi salah satu ikon daerah dan sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat. “Dan lebih utama kalau bangunannya kokoh maka manfaatnya akan dapat dirasakan lebih lama oleh masyarakat,” tegasnya. Selain fungsinya utamanya

sebagai pusat kegiatan olahraga di daerah, keberadaan GOR Lalu Magaparang nantinya akan menjadi home base (kandang) Persatuan Sepak Bola Sumbawa Barat (PSSB) yang kini tengah bercokol di divisi utama liga Indonesia. Bupati mengatakan, dengan keberadaan GOR Lalu Magaparang nanti kualitas PSSB dapat meningkat secara signifikan dan mampu tembus ke Liga Super Indonesia (LSI) kompetisi kasta tertinggi di negeri ini pada musim mendatang. “Nanti kita ingin sudah melihat PSSB menjamu lawan-lawannya di GOR itu. Di daerahnya sendiri dengan didukung penuh oleh warga KSB,” katanya. Untuk diketahui GOR Lalu Magaparang dibangun dengan biaya yang berasal dari Dana Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (DPPM) yang diterima Pemerintah KSB dari PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dengan total anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk pembangunan tahap awalnya sekarang ini. (bug)

(ant/bali post)

GULAT - Cabor gulat menargetkan meraih 4 emas di SEA Games. Indonesia harus mewaspadai tim dari Vietnam, Thailand dan Filipina.

antara lain Eko Roni (55 kg), M. Iqbal (60 kg), M. Riki Fajar (66 kg), Fahriansyah (74/84 kg). Sedangkan gaya bebas putri yakni Inadrah (48 kg)n Heka Mayasari (51 kg), Eka Setiawati (55 kg), Rida Wahdiniyati (59 kg). Sebanyak 12 atlet tersebut disaring lewat seleksi yang ketat. Indonesia yang mewaspadai tim Vietnam. Thailand dan Filipina berencana melakukan uji coba di Rumania pada Oktober mendatang. (ant/bali post)

(Suara NTB/bug)

BANGUN GOR - Kegiatan pembangunan GOR Lalu Magaparang beberapa waktu lalu. Bupati KSB berharap, GOR ini bisa diresmikan bersamaan dengan HUT KSB mendatang.

SUARA NTB

Kamis, 22 Agustus 2013

Halaman 12

Tonjolkan Kebudayaan NTB

Festival Keraton akan Disaksikan 250 Kepala Daerah Mataram (Suara NTB) Pagelaran festival keraton yang akan diselenggaran pada September 2013 mendatang nampaknya akan berjalan sangat meriah. Selain dihadiri puluhan raja se-Asia Tenggara, acara itu juga akan dihadiri sedikitnya 250 kepala daerah dari seluruh Indonesia. Sesuai dengan tajuk acara yakni festival keraton, dalam acara tersebut akan ditonjolkan sisi budaya yang dimiliki oleh NTB. Hal itu sebagai bentuk syukur atas diberikannya kepercayaan bagi Mataram sebagai tuan rumah Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara. “Kegiatan ini akan menampilkan parade budaya. Kami berharap bisa menjadi simfoni yang bagus,” harap Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu

Martawang usai memimpin rapat terkait persiapan festival tersebut di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram. Dia menilai, event ini merupakan ajang promosi pariwisata yang sangat efektif. Tak hanya itu, acara tersebut juga menjadi kesempatan terbaik guna membangun citra daerah ke luar. Lombok menyimpan potensi peradaban masa lalu dan masa kini. Untuk itu perlu dimunculkan dan diupayakan. “Salah satunya dengan menjadi tuan rumah Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara yang kedua di tahun 2013,” ujarnya. Martawang menyampaikan, untuk persiapan awal, sebanyak 25 raja dan sultan yang ada di Indonesia, telah memeriksa arena festival yang berlokasi di Taman Sangkareang.

Tak hanya itu, dia juga memperkirakan Festival Keraton Asia Tenggara ini kemungkinan bakal dihadiri oleh sekitar 180 raja yang berasal dari dalam dan luar negeri. Selain festival keraton, acara tersebut juga nantinya akan disinergikan dengan Pelaksanaan City Sanitation Summit (CS S XIII) yang dirangkaikan dengan Rakernas AKKOPSI V

(Aliansi Kabupaten /Kota Peduli Sanitasi). Dari data awal, sebanyak 250 kepala daerah juga akan hadir dan juga Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Martawang menambahkan lagi, event tersebut diharapkan bisa meraih tiga sukses

bagi Kota Mataram, yaitu sukses pelaksanaan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi. ‘’Sukses ekonomi diharapkan dengan adanya pameran kerajinan dan makanan setidaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Mataram,’’ harapnya. (smd)

FINANCE

JUAL BELI MOBIL

C.01.08.13

TRAVEL

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH DI CITRA MUTIARA 2 BLOK C/11 JL.BANDA SRAYA PAGUTAN BS. OVER KREDIT HP.0817365070 Brs.07.08.13

LOWONGAN DIBUTUHKAN segera, Guide Korea, mahir berbahasa Korea, laki-laki max 30 thn. Yang berminat hubungi shin@sasak tour.kr, ocang@sasak tour.kr Brs.08.08.13

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA

C.05.08.13

C.06.08.13

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU TOKO MAINAN

LAUNDRY

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya : PETS SHOP

BATIK

C.04.08.13

TANAH KAPLING

D.02.08.13

PELATIHAN

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)

SUARA NTB

Kamis, 22 Agustus 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

ANTAI Surga adalah satu dari sekian banyak bukti tak terbantahkan tentang potret keindahan garis pantai yang dimiliki NTB. Namun, di balik potensi wisatanya yang sangat menjanjikan itu, pantai ini juga menyajikan sebuah cerita tragis. Kisah tentang hilangnya kedaulatan masyarakat atas tanahnya sendiri. Nama pantai Surga mungkin tak asing ditelinga kita. Patut berbangga rasanya, wisata pantai di ujung selatan wilayah Kabupaten Lombok Timur, atau tepatnya di desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru ini menjadi salah satu tujuan wisata primadona oleh turis mancanegara. Tetapi, betapa sedihnya, keindahan yang kita agung-agungkan itu tak bisa kita nikmati potensinya. Wilayah itu telah menjadi milik bangsa lain. Berikut kami sajikan penulisannya. Sekitar jam satu siang di hari Minggu, ketika media ini berangkat menuju pantai Surga yang namanya cukup tersohor itu. Mengambil start dari pantai Pink, yang juga menjadi buah bibir penikmat wisata dalam daerah, luar daerah hingga luar negeri saat ini. Panas terasa begitu menyengat, maklum saja wilayah Selatan ini terkenal dengan terik panasnya yang menusuk hingga menembus lapisanlapisan kulit. Infrastruktur jalan yang sangat tak bersahabat masih menjadi kenda-

JALAN-JALAN

Halaman 14

la, belum lagi siraman debu yang menambah keruh udara sepanjang perjalanan. Mungkin sekitar satu jam durasi menyusuri jalan dari pantai Pink ke pantai Surga, mengikuti arah pertigaan tepatnya di kantor desa Pemongkong. Jika mengambil start dari pusat kota Lombok Timur di Selong, lama perjalanan rasanya tak kurang dari dua jam. Jalanan sebagian memang beraspal menembus Ekas Buana yang juga terkenal dengan hasil budidaya lobsternya ini. Dengan pemandangan pebukitan yang gersang, yang ada hanya batang dan ranting pepohonan serta tanaman kering sepanjang rute menuju lokasi. Jarak antarrumah pendudukpun sangat jarang, berjejer berselang hingga ratusan meter untuk menemukan kembali rumah penduduk lainnya. Letak pantai Surga berdempetan dengan dengan Pantai Planet yang keindahannya tak kalah memikat. Tak ada penunjuk arah sebenarnya menuju lokasi, jika merasa asing dengan jalurnya, alternatifnya adalah bertanya di penduduk-penduduk setempat. Namun aroma daerah wisata sudah mulai nampak, dengan banyaknya tempat-tempat peristirahatan dan tempat makan bagi para tamu yang berwisata kedaerah ini. Di Ekas Buana ada pertigaan khusus penanda masuk ke pantai Surga, jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Kita akan kembali menapaki jalur jalan

Pantai Surga tanah dari jalan aspal. Perjalanan ini membuat kita seolah sedang menuju ke perasingan dengan suasana dan pemandangan yang menyelimuti wilayah itu. Namun tak perlu khawatir, karena lalu lalang tamu yang datang sebenarnya sudah mulai banyak, apalagi di hari Minggu atau hari-hari libur besar lainnya. Sampai di perbatasan memasuki bibir pantai, petugas jasa parkir sudah siap menunggu. Tarif yang dipungut juga sangat tinggi seukuran NTB. Satu motor dikenakan Rp 5000, dan kendaraan besar kelipatan dari itu. Maklum saja, petugas parkir sudah sangat peka akan tingginya jumlah kunjungan karena keindahan panti Surga. Maklum, sebagian besar pengunjungnya adalah bule. Dari lokasi parkir,

l a k o L t a k a r a y Mas r i k g n i s pun Ter SEJAK dikuasainya lahan pantai Surga oleh investor dari Australia beberapa tahun silam, praktis tak banyak yang bisa diperbuat masyarakat sekitar di wilayah ini. Bahkan sekedar untuk berjualan memanfaatkan kehadiran para pengunjungpun tak diperbolehkan oleh penguasanya.Alhasil, masyarakat lokal hanya bisa menjadi penonton tanpa bisa berbuat apa-apa. Herudin, salah satu warga Ekas Buana kepada Suara NTB mengatakan, masyarakat sekitar sebenarnya sangat gerah dengan kebijakan yang diterapkan oleh investor dari Australia ini. Ia sebut saja sebagai pemilik dan penguasa pantai Surga. Betapa tidak, berkembangnya potensi wisata disana sangat ingin dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka

lapak kecil sekedar untuk menjual kebutuhan pengunjung. Tetapi nampaknya hajat itu tak bisa kesampaian lantaran pemilik pantai Surga tak memperbolehkan dengan alasan akan menggangu wisatawan. “Padahal Kepala Desa kami sendiri sudah melakukan komunikasi dengan orangAustraliaini,tapitidakdigubrissampaisekarang.Tetap saja masyarakat tidak diberikan kewenangan untuk berjualan, taruh saja pada saat-saat hari libur kan lumayan untuk penghasilan walaupun kecil,” katanya menjelaskan. Bahkan Herudin membenarkan tidak diberikannya izin kepada masyarakat sekitar untuk masuk dan menikmati pantainya, dengan alasan kekhawatiran seperti yang dikemukakan sebelumnya. Disini masyarakat baginya terpasung. Diperkirakan lahan yang dibeli oleh investorAustralia ini jumlahnya mencapai puluhan hektar. Persis luas itu pula yang dikuasai

sepenuhnya. Diperkirakan harga tanah dibelinya dulu sekitar Rp 50 juta untuk satu hektarnya mengingat masa-masa lalu tak terlalu sulit untuk membujuk masyarakat menjual tanahnya. Dan saat ini disebutnyakelengkapankepemilikantanahsudah atas nama satu, tak lagi sesuai dengan luasan tanah yang dimiliki masing-masing masyarakat sebelumnya. Atas kondisi ini juga, masyarakat dan jajaran aparatur daerah setempat sudah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah Lombok Timur, agar masyarakat sekitar pantai Surga bisa memanfaatkan peluang wisata itu untuk berusaha. Tetapi respon yang diterima hampir sama, bahkan tak ada tanggapan hingga saat ini. “Mau bagaimana lagi, orang Australia yang punya sekarang. Masyarakat hanya bisa mengembangkan apa yang bisa dilakukan, salah satunya pembudidayaan lobster,” demikian Herudin. (bul)

sekurangnya jarak 50 meter masuk menuju pantai. Sepanjang jarak ini, tak ada air laut yang kelihatan seperti pantaipantai lain pada umumnya. Karena pemandangan juga terhalang pohon dan tanaman-tanaman liar tinggi. Namun alangkah menakjubkan, ketika mata sudah benar-benar berhadapan dengan pantai terkenal akan hijau dan biru airnya ini. Apalagi deburan dan gulungan ombaknya seperti berima. Ketinggian ombak di pantai Surga ini bahkan telihat mencapai dua sampai tiga meter. Sehingga tak jarang tempat ini menjadi lokasi paling vaforit para wisatawan bermain selancaran. Ada yang paling unik di pantai Surga ini, yakni bukit dan tebingnya yang mirip penyu, lengkap dengan kepala dan punggung, terlihat sangat unik. Berpasir putih dan kekuning-kuningan tanpa ada sampah yang mengotori. Sangat pantas oleh pengunjung pantai ini disebut-sebut sebagai surganya pantai karena keindahannya. Pantai Surga, menurut pengakuan salah satu petugas

di villa itu, sebut saja namnya Aladin ternyata sudah dibeli oleh investor dari Australia sejak beberpa tahun lalu. Praktis hak pengelolaan dan hasil-hasilnya tidak diputar kembali di Indonesia, apalagi di Lombok. Tetapi diboyong langsung ke Australia. Tuannya, menurut pengakuan Aladin, hanya datang sekitar sebulan sekali, namun terkadang tinggal untuk beberapa hari. Objek wisata ini sekarang sudah ditata secara khusus. “Tanah semua di sini sudah dibeli kepada masyarakat dan melalui persetujuan pemerintah daerah Lombok Timur dulu, semua yang ada disini dikelola sama bos, tidak boleh ada yang masuk kalau tidak untuk kepentingan menginap dan berkunjung dengan membayar,” terang Aladin polos. Sepengetahuannya, dulunya per are tanah dipantai Surga ini dibeli bossnya seharga Rp 2,5 juta. Namun dalam perkembangannya, karena besarnya potensi wisata di pantai Surga, menurutnya tanah-tanah ini sudah ditawar oleh investor-investor lain dengan penawaran paling

(Suara NTB/bul)

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

kecil Rp 60 juta/are. Demikianlah, Pantai Surga yang indah itu kini telah terjual pada bangsa asing, tak ada yang bisa diharapkan apalagi dinikmati langsung hasil-hasilnya oleh kita, bahkan untuk generasi-generasi selanjutnya. Rasanya tak berarti upaya promosi wisata yang kita lakukan oleh semua pihak selama ini. Seolah melengkapi hilangnya kepemilikan negara ini atas tanah tersebut, sebuah bendera yang terpasang didepan villa justru dikibarkan dengan posisi terbalik dari bendera Indonesia. Warna putih di atas dan merah di bawahnya. Cukup memalukan sebenarnya, apalagi bendera tersebut dipajang persis di depan pemandangan pantai yang disaksikan seluruh wisatawan disana tentunya, terutama wisatawan asing yang menginap di lokasi itu. Mungkin dengan alasan sengaja atau tak disengaja namun menurut pengakuan banyak orang bendera itu memang dipasang seperti itu sejak sebelumnya, walaupun hanya menggunakan tiang bambu. (bul)

Tarif Menginap Rp 2 Miliar Sebulan PANTAI Surga kini telah menjadi pantai primadona yang dimiliki pulau Lombok, meskipun saat ini sudah dikuasai total oleh investor dari Autralia. Tak sembarang orang bisa masuk di pantai ini. Sebab, pemiliknya telah memasang bandrol yang sangat mahal. Tak tanggung – tanggung, biaya menginap di pantai ini mencapai Rp 2 miliar sebulan. “Saat ini sedang ada 16 wisatawan yang sudah menyewa villa ini (menunjuk villa yang tidak begitu mewah, dilengkapi satu kolam renang). Mereka baru masuk untuk bersenang-senang dan berselancar disini, kontraknya hanya sebulan,” terang Aladin. Ia menyebut tamu dari luar negeri sudah banyak yang merencanakan untuk menyewa pantai Surga, tentunya melalui bos-nya yang tak berani dis-

ebutkan identitas lengkapnya. Bosnya ini membangun promosi dan pasar di negaranya untuk menyewakan pantai Surga. Sehingga tamu yang menginap ditempat ini menurutnya tak pernah sepi. Wajar menurutnya, karena tamu khususnya para turis sebenarnya tak membutuh tempat tinggal yang mewah. Namun yang paling disorot, kata Aladin adalah keindahan tempat berwisatanya. Dengan meningkatnya minat penyewaan lokasi ini, menurutnya bos-nya menerapkan kebijakan untuk tidak memberi ruang bebas kepada pengunjung lokal, sehingga tidak mengusik ketentraman para tamu yang menyewa tempat ini. “Makanya kalau ada yang masuk tidak boleh masuk sampai ke taman, khawatirnya turis-turis ini akan terganggu,” demikian Aladin. (bul)

Lokasi Pantai Surga (Suara NTB/ist)

SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 22 Agustus 2013

Halaman 15 (Suara NTB/ist)

JETSTAR - Maskapai Jetstar akan melayani rute Perth-BIL empat kali seminggu. Akhir September ini, Jetstar direncanakan segera terbang ke BIL.

Izin Terbang Turun

Akhir September, Jetstar Layani Rute Perth-BIL Praya (Suara NTB) Proses masuknya Jetstar Airways, salah satu maskapai asal Australia untuk membuka rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Lombok (BIL) sudah hampir rampung. Izin dari Kementerian Perhubungan sudah dikantongi pihak maskapai. ‘’Jika tidak ada halangan berarti, akhirnya bulan September mendatang, Jetstar sudah bisa mulai masuk ke BIL,’’ ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ir. Ridwan Syah, MTP, di kantor PT. AP I BIL, Rabu (21/8). Dikatakannya, pihak maskapai kini tinggal merampungkan persiapan-persiapan yang dibu-

tuhkan untuk keperluan pembukaan rute penerbangan baru, sehingga semua bisa berjalan sesuai rencana. Izin dari Kementerian Perhubungan sendiri berlaku mulai tanggal 24 September sampai 8 Oktober 2013. Selama rentang waktu tersebut, pihak maskapai akan melakukan uji coba pembukaan rute penerbangan. ‘’Kalau memang pihak maskapai menilai layak, maka rute bisa dilanjutkan terus. Untuk penerbangan perdana, informasi akan dilaksanakan tanggal 27 September mendatang,” jelasnya. Hal senada disampaikan General Manager (GM) PT. AP I BIL, Pujiono. Ditegaskan semua proses persiapan masuknya Jetstar ke BIL, sudah hampir selesai. Rencananya, pi-

hak maskapai pada tanggal 27 Agustus akan datang untuk melakukan pertemuan dengan PT. AP I BIL bersama instansi terkait lainnya guna membahas persiapan akhir, sebelum pembukaan rute penerbangan mulai dibuka. Dalam pertemuan itu nantinya, akan dibahas apa-apa saja yang akan dilakukan oleh pihak maskapai, termasuk apa saja yang harus dilakukan oleh pihak pengelola bandara untuk mendukung pembukaan rute penerbangan tersebut. Apalagi Jetstar merupakan salah satu maskapai yang sangat selektif dalam menentukan rute penerbangan, terutama terkait persoalan sistem keamanan bandara. “Jadi mereka (Jetstar, red) tidak akan mau

membuka rute penerbangan, jika memang bandara yang menjadi rute tidak siap dalam hal keamanan di semua aspek,” ungkapnya. Ditegaskannya, masuknya Jetstar akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun semuanya kembali lagi pada masyarakat dalam memanfaatkan peluang yang ad. ‘’ Karena bisa dipastikan, pasti akan semakin banyak wisatawan, khususnya asal Australia yang bakal masuk ke Lombok melalui BIL,’’ ujarnya. Pihak maskapai merencanakan akan melayani penerbangan langsung dari Perth Australia ke BIL, sebanyak 4 kali seminggu dan sebaliknya. Pesawat yang digunakan merupakan pesa-

wat berbadan lebar, dengan kapasitas penumpang hingga 300 orang sekali terbang. “Dengan hitungan itu saja bisa dibayangkan berapa wisatawan yang masuk ke Lombok. Bisa lebih dari 1.000 orang dalam satu minggu,” jelasnya. Peluang itulah, kata Pujiono, yang mesti harus dimanfaatkan secara betul-betul oleh masyarakat, sehingga keberadaan BIL dan maskapai yang ada di dalamnya mampu memberikan dampak besar, khususnya dalam upaya mendongkrak taraf perekonomian. ‘’Tapi untuk itu, masyarakat juga harus mendukung penuh. Paling tidak dengan ikut sama-sama menjaga stabilitas keamanan di kawasan bandara pada khususnya,’’ ujarnya mengingatkan. (kir)

Masih Disegel

Kelanjutan Proyek Terminal Haji Terancam Molor “Kontraknya lanjutan pembangunan terminal haji tahap tiga mulai bulan Juli sampai Oktober 2013. Tapi sampai saat ini pihak rekanan belum

melakukan aktivitas apapun,” sebut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ir. Ridwan Syah, MTP, di Praya Rabu (21/8). Molornya lanjutan proyek terminal haji, ungkapnya, terjadi karena pihak rekanan tidak berani memulai aktivitas pekerjaan. Oknum masyarakat yang mengaku sebagai sub kontraktor tersebut menyegel proyek terminal haji, karena masih ada sisa pembayaran yang belum dilunasi oleh

(Suara NTB/dok)

‘’ Ridwan Syah

Kontraknya lanjutan pembangunan terminal haji tahap tiga mulai bulan Juli sampai Oktober 2013. Tapi sampai saat ini pihak rekanan belum melakukan aktivitas apapun,

DPRD Minta Bantuan Gempa Dikawal Tanjung (Suara NTB) Alokasi bantuan untuk fasilitas umum sudah mulai disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) c.q Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KLU. Sekretaris Komisi III DPRD KLU, Sudirsah Sujanto, mengingatkan semua pihak agar bersama-sama mengawal penyalurannya karena dinilai rentan penyelewengan. “Kami tidak ingin mendengar nantinya ada penyelewengan dengan memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan pribadinya, apalagi sampai dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu. Dinas Sosial harus selalu mengekspos apapun bentuk bantuan yang masuk,” papar Sudirsah, Rabu (21/8). Ia menilai, bantuan langsung kepada korban secara tunai ini riskan manipulasi. Di banyak daerah pula, bantuan terhadap korban rentan dipolitisasi dengan mengatasnamakan pemerintah, padahal bantuan tersebut dari pihak ketiga. Sebut saja, Pemda di antaranya telah mengumpulkan Rp 300 juta lebih di Bank NTB dari donatur (nasabah). Belum lagi jika dikaitkan dengan 1.000 zak semen

pihak rekanan pada pembangunan tahap sebelumnya. Adanya kondisi ini berpengaruh pada oknum masyarakat yang tidak memperbolehkan rekanan yang baru untuk memulai aktivitas pembangunan sebelum sisa tunggakan pembayaran yang masih belum selesai dilunasi pihak rekanan sebelumnya. Terkait besaran sisa tunggakan pembayaran proyek, Ridwan mengaku pihak tidak tahu persis, karena persoalan itu antara sub kontraktor dengan pihak rekanan bersangku-

dari Bupati Kutai Timur, hal ini seharusnya diakui jujur bahwa bantuan itu bukan berasal dari pejabat daerah maupun APBD daerah. Ia pun meminta Dinas Sosial agar perkembangan penyaluran dipublikasi melalui media, menyurati DPRD atau bupati atas pencairan yang dilakukan. Keberadaan kepala dusun di tingkat terbawah diketahuinya, tidak dilibatkan dalam penyaluran. Oleh karenanya, keharusan bagi dinas untuk menjaga transparansi di kalangan masyarakat, sehingga tidak memunculkan dugaan negatif. Terpisah, Kepala Disosnakertrans KLU, Intiha, SIP., mengakui telah disalurkannya bantuan gempa. Hanya saja, untuk tahap awal ini Pemda memprioritaskan fasilitas umum (tempat ibadah). Alokasi bantuan mencakup 1.222 zak semen, dan Rp 182 juta yang dikucurkan kepada 30 tempat ibadah, seperti masjid, mushalla, vihara dan pura. Besaran dana dan jumlah zak semen yang diterima belum dipergunakan untuk renovasi perumahan warga korban bencana, karena masih dalam proses validasi dan pelaporan. (ari)

tan. Pihaknya hanya berurusan dengan proses pembayaran dengan pihak rekanan saja dan, itu sudah diseelesaikan. ‘’Jadi tidak ada hubungannya persoalan tersebut dengan pemerintah daerah,’’ kilahnya. Meski demikian, pihaknya tetap merasa terpanggil untuk membantu, karena proyek tersebut harus tetap berjalan, sehingga bisa selesai sesuai target yang ada. Untuk itu, pihaknya saat ini sudah mulai turun tangan dengan melakukan mediasi antara pihak rekanan dengan masyarakat. Termasuk dengan pemerintah daerah setempat. Apalagi, pentingnya keberadaan proyek tersebut yang harus selesai tepat waktu. “Untuk itu kita juga sangat berharap pengertian dari masyarakat. kalau memang masih ada persoalan dengan pihak rekanan, ada proses hukum yang bisa ditempuh. Tidak kemudian dengan menyegel apalagi sampai melarang rekanan bekerja,” harapnya. Dalam hal ini, ujarnya, yang rugi bukan hanya beberapa masyarakat saja, tapi pemerintah dan masyarakat luas juga rugi. Apalagi termi-

nal haji dibangun bukan untuk kepentingan pihak tertentu tapi demi kepentingan masyarakat luas. “Jadi sekali lagi kami mohon pengertian serta dukungannya. Supaya proyek ini bisa segera selesai dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tandas Ridwan. Proyek terminal haji BIL sendiri direncanakan akan dibangun dalam empat tahap. Dimulai tahun 2011 lalu dan akan tuntas tahun 2014 mendatang. Tahun ini pemerintah provinsi telah menganggarkan dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembangunan mushalla, gudang bagasi barang serta beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sementara tahun 2014 mendatang, baru akan dilanjutkan dengan pembangunan area parkir serta akses jalan menuju terminal keberangkatan BIL sepanjang 800 meter. “Kalau semua paket selesai, maka tahun 2014 mendatang, terminal haji sudah bisa digunakan sepenuhnya untuk melayani keberangkatan calon Jemaah haji dari embarkasi BIL,” tandasnya. (kir) (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) Kelanjutan proses pembangunan terminal haji Bandara Internasional Lombok (BIL) tahap ketiga tahun 2013 ini, terancam molor dari jadwal semula. Pasalnya, sampai saat ini pihak rekanan yang sudah ditunjuk untuk melakukan pekerjaan, belum bisa memulai aktivitas pembangunan, karena kondisi terminal haji yang masih disegel oleh oknum sub kontrator.

Kurikulum 2013, Sulit bagi Siswa SD Selong (Suara NTB) Penerapan Kurikulum 2013 ini dipandang sangat sulit. Utamanya bagi siswa sekolah dasar (SD). Kurikulum berbasis tematik dengan pendekatan scientific dan penilaian autentik ini butuh waktu panjang untuk bisa dipahami secara mendetail. ‘’Jangankan siswa, para guru pun butuh waktu yang sedikit untuk belajar terlebih untuk mengajarkan,’’ ungkap Rusliati Hijriah, salah seorang guru di SDN 3 Selong yang diwawancarai Suara NTB, Rabu (21/8). Diakuinya, dirinya mengaku masih kesulitan mengajar. Padahal sudah mengikuti pelatihan selama 5 hari mengenai penerapan kurikulum baru di sekolahnya. “Kita ada uji coba dulu untuk kelas 1 sampai kelas IV. Kelas V dan VI infonya tahun 2014 mulai diberlakukan,” ucapnya. Hal senada disampaikan rekannya, Rabiah. Dia

mengatakan Kurikulum 2013 banyak perubahan dari 2004 dan KTSP 2006, terutama dalam proses pembelajaran. Siswa itu ditekankan betulbetul aktif dan kreatif serta tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Termasuk, anak diajak berpikir tinggi. “Inilah Kesulitan yang kita alami,” tegasnya. Soal waktu menjadi problem utama para guru yang

Membangun Semangat Keagamaan

mengajar. Pasalnya, pelaksanaan kurikulum ini dinilai mendadak. Guru yang ikut pelatihan di Malang selama 5 hari juga ini mengaku belum cukup pengetahuan untuk menerapkan kurikulum terbaru itu. “Semuanya serba mendadak. Serba instan. Tidak cukup 5 hari pelatihan di Malang bahkan kita ditunjuk langsung jadi tutor,” tambahnya. (rus)

(Suara NTB/rus)

KURIKULUM 2013 – Salah satu guru di SDN 3 Selong menunjukkan buku-buku Kurikulum 2013, Rabu (21/8).

KABUPATEN Lombok Utara (KLU) sangat membutuhkan generasi penerus yang membangun semangat keagamaan yang berbasis kebenaran untuk mewujudkan satu motto penting, “maju dalam keberkahan dan berkah dalam kemajuan”. Wakil Bupati KLU H. Najmul Akhyar pun berpesan, peran santri-santriwati sebagai duta kampung dalam membangun kebersamaan, kemajuan dalam nuansa keagamaan. Menurutnya, santri dan pelajar di pondok pesantren merupakan potensi yang cukup besar untuk melahirkan generasi yang kuat dan berakhlak mulia untuk membangun KLU ke depan. Karenanya hal yang terbaik dan yang harus dilakukan para santri dan pelajar adalah belajar dengan baik. “Santri itu adalah duta kampung di mana mereka berasal, dan harus menjaga nama baik tempat mereka belajar,” jelas Wabup, beberapa waktu lalu di depan alumni dan santri Nurul Hakim yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Islam Lombok Utara (IKPILU). Najmul Akhyar menekankan pentingnya sinergitas santri dengan pemangku program pemerintah di daerah. Keberadaan santri dalam menjaga dan menumbuhkan semangat keagamaan, akan turut mendorong nuansa keamanan, kenyamanan di daerah. Sebaliknya kepada para pemangku kebijakan di tingkat SKPD, Camat dan Desa, Najmul juga mengingatkan untuk tidak arogan dalam menempatkan diri dan jabatannya di masyarakat. Para SKPD dan unsur Camat yang ada di KLU, agar sebisa mungkin tidak menyebut dirinya pejabat tapi adalah pemegang amanah. “Karena kalau mengaku dirinya pejabat itu artinya mereka yang akan dilayani rakyat, tapi jika sebagai pemegang amanah, maka ia akan menjalankan tugasnya dengan baik untuk melayani rakyat,” tegasnya. Wabup juga mengharapkan kepada para pelajar untuk menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan negatif, seperti pergaulan bebas, penggunaan narkoba dan lainnya. Khusus narkoba pemerintah sudah memprogramkan pada tahun 2015 Indoensia bebas dari barang haram tersebut. Tapi di sisi lain, pengedar narkoba grafiknya semakin naik dan ini perlu terus diberantas. Untuk dimaklumi, jumlah santri yang tergabung dalam IKPILU sebanyak 109 orang. Kebanyakan di antaranya adalah binaan Panti Asuhan. Untuk menciptakan harmoni antara IKPILU dan masyarakat, komunitas ini direncakan akan menjadikan momentum silaturahmi awal ini sebagai tongH. Najmul Akhyar gak program sosial. (ari)

Berprestasi, Dua Siswa Asal Loteng Sekolah Gratis Hingga PT Praya (Suara NTB) Dua siswa berprestasi asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masing-masing, Ayuwati asal SMP Negeri 1 Praya dan M. Nasip, asal SMK Negeri Pujut, berhasil memperoleh beasiswa khusus dari PT. Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Lombok (BIL). Keduanya kemudian akan disekolahkan di sekolah milik Sampoerna Foundation, secara gratis sampai ke perguruan tinggi. Terpilihnya kedua siswa tersebut, bukan asal. Keduanya harus melalui proses seleksi yang ekstra ketat dan harus bersaing dengan siswa lainnya. Untuk seleksinya sendiri, ditangani langsung oleh pihak Sampoerna Foundation, tanpa ada intervensi dari pihak manapun termasuk PT. AP I BIL sendiri. “Proses seleksinya sangat ketat. Kita pun tidak boleh terlibat dan intervensi,” sebut General Manager (GM) PT. AP I BIL, Pujiono, saat melepas kedua siswa, Rabu (21/8). Ia menjelaskan, kedua siswa tersebut nanti akan disekolah-

kan sampai selesai tanpa dipungut biasa apapun, karena biaya sekolah sampai biaya kebutuhan siswa bersangkutan sudah ditanggung. Jika keduanya sudah selesai kuliah berpeluang untuk direkrut sebagai pegawai PT. AP I BIL sekaligus mendapat biaya kuliah. Pujiono pun mengingatkan kepada kedua siswa, bahwa kesempatan yang diperoleh tersebut tidak datang dua kali. Dan, tidak semua siswa bisa memperoleh kesempatan serupa. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada kedua siswa bisa benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada. Melalui program beasiswa khusus tersebut, lanjutnya, diharapkan nantinya akan muncul bibit-bibit muda berbakat dan berprestasi dan menjadi tulang punggung kemajuan daerah. Bahkan ia berharap ke depan, putra-putri terbaik di daerah ini bisa memimpin PT. AP I BIL. “Saya punya obsesi, GM PT. AP I BIL ke depan dari putra terbaik daerah ini,” harapnya. (kir)

Kamis, 22 Agustus 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

SDN 3 Pancor

Lahirkan Siswa-Siswi Berprestasi SISWA - Para Siswa SDN 3 Pancor

SISWA - Para Siswa SDN 3 Pancor

(Suara NTB/rus)

(Suara NTB/rus)

(Suara NTB/rus)

PIALA - Sederetan piala diperlihatkan Kepala SDN 3 Pancor

(Suara NTB/rus)

BERPRESTASI - Siswa-siswa berprestasi saat berpose bersama kepala sekolah. Dua siswa inilah yang juga berangkat ke Australia selama sepuluh hari.

HADIRNYA Biaya Operasional Sekolah (BOS) di sekolah sangat terasa juga manfaatnya bagi upaya peningkatan prestasi siswa. Diperlihatkan oleh SDN 3 Pancor. Meski tidak memberikan dampak secara langsung, namun kehadiran BOS ini diyakinkan memiliki peran penting dalam upaya melahirkan siswa-siswi berprestasi. Kepala Sekolah SDN 3 Pancor, Suaibun Hadi kepada Suara NTB di sekolahnya, Rabu (21/8) kemarin menuturkan para siswa-siswinya telah banyak mendulang prestasi di segala bidang. Baik bidang akademik maupun non akademik. Diantaranya, juara pertama tingkat provinsi sebagai sekolah sehat, juara harapan III Bercerita Bahasa Inggris, Juara I Lomba Renang tingkat Kabupaten, Juara I Olimpiade Matematika dan beragam prestasi membanggakan lainnya. Terlihat sederetan piala bukti torehan prestasi yang diukir para siswa dipajang di mading sekolah. Sekolah yang pernah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) itu memastikan diri tidak bicara lagi soal adanya putus sekolah. Pasalnya, di SDN 3 Pancor ini tidak ada kata putus sekolah. Semua siswa sudah bersaing mencetak prestasi yang prestisius. Salah satu yang sedang dirancang untuk SDN 3 Pancor ini ke depan akan dijadikan “Sister School” dengan sekolah di Melbourne Australia. Oktober mendatang, pihak Australia dari Bonbeach Australia yang siap menggelar sister School dengan sekolah-sekolah di Indonesia ini akan berkunjung ke SDN 3 Pancor ini. Sister school lanjut Suaibun di Indonesia dipilih empat provinsi. NTB, Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur. Khusus NTB, terpilih dua sekolah yang lulus, yakni SDN 3 Pancor satu-satunya di Lotim dan SDN 4 Praya Lombok Tengah (Loteng). Beberapa waktu lalu, ada tiga siswa SDN 3 Pancor ini katanya yang sudah berkunjung ke Australia. Yakni Yusfita Cipta Sari, Diva Maharani dan Hanacelia Thomasiwa. “Dua orang masih jadi siswa sini dan satunya yakni Hanacelia sudah pindah ke Jawa Timur,” terang Kepsek ini. Yusfita dan Diva, ketika

Kalangan DPR Sambut Rencana Calon Panglima TNI Naikkan Gaji Prajurit

Ahmad Muzani

Jakarta (Suara NTB) – Keinginan calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko yang akan menaikkan gaji prajurit TNI sebesar 20 persen disambut baik anggota Komisi I DPR RI, Ahmad Muzani. Saya dan Partai Gerindra setuju dan mendukung rencana calon Panglima TNI untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dengan menaikkan gaji prajurit TNI sebesar 20 persen,” kata Muzani di sela-sela uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI, di Gedung MPR/

DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu. Dengan menaikkan gaji prajurit TNI, maka secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan prajurit. “Karena disiplin dan kekuatan TNI akan baik dan berbanding lurus bila tingkat kesejahteraan prajurit terpenuhi,” kata Muzani. Ia juga mengapresiasi rencana calon panglima TNI itu untuk memberikan prioritas berupa perumahan, pendidikan dan kesehatan kepada prajurit dan keluarga. (ant/bali post)

(ant/bali post)

KPK Minta Hak Politik Djoko Susilo Dicabut Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan, hak politik mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo agar dicabut berkaitan dengan tuntutan perkara proyek pengadaan alat driving simulator surat izin mengemudi roda dua dan roda empat. “Kami minta hukuman tambahan untuk mencabut hak politiknya,” kata Bambang, usai mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu. Wakil ketua MK ini khawatir jika mantan koruptor tidak dicabut hak politiknya, setelah keluar penjara maju dan terpilih menjadi anggota DPR yang tugasnya mengawasi penegak hukum, maka bangsa ini akan hancur. Ia juga mengungkapkan bahwa KPK juga menuntut seluruh harta Djoko Susilo disita untuk negara. “Itu paling menarik, karena bisa sampai di atas Rp200 miliar yang belum ada dalam sejarah Republik ini. Karena yang terbesar baru Rp60 miliar kasus pajak Bahasyim Assifie yang cuma Rp60 miliar,” katanya. Kedua hal ini, kata Bambang, belum disebut oleh

media massa dalam tuntutan KPK terkait perkara perkara proyek pengadaan alat driving simulator surat izin mengemudi roda dua dan roda empat. “Harusnya media mengangkat ini, karena ini berita baik,” katanya. Jaksa dari KPK dalam tuntutannya meminta majelis hakim tindak pidana korupsi menjatuhkan pidana penjara 18 tahun penjara, ditambah denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun kurungan penjara terhadap Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Jaksa KPK menilai Djoko Susilo dianggap terbukti memperkaya diri sebesar Rp 32 miliar dalam proyek pengadaan alat driving simulator surat izin mengemudi roda dua dan roda empat. Selain hukuman penjara, Djoko dituntut membayar denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara. Djoko juga dianggap terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang pada kurun waktu 2002 hingga 2010. Perbuatan itu dilakukan Djoko dengan menyamarkan hartanya yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Harta kekayaan Djoko dianggap tidak sesuai dengan profilnya sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri. (ant/balipost)

diwawancara mengaku bangga bisa bertandang ke Australia selama 10 hari. Bisa bertukar cerita bersama teman-temannya. Ada banyak kesan, katanya, yang dirasakan saat berada di negeri Kanguru itu. Diantaranya, adanya perbedaan secara prinsip tingkat kedisiplinan warga Indonesia dengan orang-orang Australia. Mengenai pembelajaran, menurut Yusfita, ada perbedaan signifikan mengenai materi pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia dengan di Australia. Yakni materi pembelajaran kelas V tingkat SD di Australia merupakan pelajaran SD kelas III di Indonesia. Perbedaannya, dijelaskan Suaibun Australia dalam sistem belajar mengajarnya mengedepankan skill dan kreativitas siswa dibanding pengetahuan. Terbalik selama ini yang dilakukan indonesia, mengedepankan pengetahuan teori dibandingkan skill dan kreativitas. Prinsip yang diajarkan sejatinya, dengan mengedepankan kemampuan maka akan bisa melahirkan pengetahuan. Dicontohkan, orang Australia mengajarkan cara memasak. Langsung dipraktikkan dan diminta berkreasi. Beda dengan Indonesia, yang penting hafal resepnya baru praktik. Tidak mengherankan jika pendidikan yang mengedepankan kreativitas dan skill akan akan bisa melahirkan teori ilmu pengetahuan. Hadirnya kurikulum 2013 yang mulai diaplikasikan tahun ini tampaknya akan mencoba mengarah kepada konsep yang diberlakukan dalam sistem pendidikan di luar negeri itu. Harapannya bisa terlaksana dengan baik. Bersama dengan pihak Australia, ditambahkan Suaibun pihaknya akan bekerjasama dalam bidang budaya. Sejumlah kombinasi budaya akan saling bertukar. (rus)

(Suara NTB/rus)

BELAJAR MENGAJAR - Kegiatan belajar mengajar di madrasah yang berlangsung serius.

Terima BOS

MTs NW Ketangga Mengaku Lebih Bahagia PASCAMENERIMA Biaya Operasional Sekolah (BOS), Madrasah Tsanawiyah (MTs) NW Ketangga Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merasa jauh lebih berbahagia. Pasalnya, perjuangan berat yang sebelumnya amat terasa untuk menghidupkan sekolah swasta ini terasa begitu berat. Namun kehadiran BOS laksana memberikan angin segar proses perjuangannya mencetak generasi penerus bangsa yang handal. Demikian pengakuan Kepala Sekolah MTs. NW Ketangga, Suhaimi kepada Suara NTB Rabu (21/8) kemarin. Dia memastikan, kehadiran BOS ini benar-benar memberikan manfaat yang cukup besar. Terpenting, bisa digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan belajar mengajar. Sebagai madrasah swasta, jelas terjadi perbedaan yang kontras dengan sekolah negeri. Perjuangan awal membutuhkan pengorbanan luar biasa. Pasalnya, tidak ada sumber anggaran yang jelas seperti halnya sekolah negeri. Sebagian besar anggaran dari swadaya masyarakat. Semangat dan motivasi belajar yang tinggi dari siswa dan dukungan nyata dari para orang tua serta masyarakat sekitar menjadi modal awal sekolah bisa bertahan sampai sekarang. Adanya BOS, jelas sangat mengurangi semua beban yang sebelumnya ditanggung madrasah. “Kebutuhan administrasi, insentif untuk para guru, kita bisa beli alat tulis, penghapus dan kebutuhan lainnya sangatlah membantu,” ucapnya. “Jadi Alhamdulillah banget kita dengan adanya BOS ini,” katanya penuh syukur. Pascakehadiran BOS, tingkat putus sekolah juga bisa ditekan. Saat ini sebanyak 200 siswa yang ada di MTs NW Ketangga belajar dengan tanpa harus dibebani adanya keharusan orang tua untuk memikirkan biaya. (rus/*)


Snt22082013