Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

NOMOR 90 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU, 22 JUNI 2013

12 HALAMAN

Propam Sidak Sel Tahanan

Tersangka Mucikari Mogok Makan Mataram (Suara NTB) Setelah ditahan di sel Tahanan Mapolda NTB, LP (22) yang dijadikan tersangka mucikasi dalam kasus prostitusi pelajar, informasinya langsung shock. LP mogok makan selama di sel tahanan. Mengetahui informasi itu, Bid Propam langsung melakukan sidak dan memeriksa petugas jaga setempat, Jumat (21/6) pagi kemarin. LP dikabarkan mengalami tekanan psikis sejak ditahan, Rabu (18/6) lalu. Sebagai bentuk protesnya, sejak pagi hingga siang, ia enggan menenggak minuman atau mengkonsumsi makanan yang disodorkan petugas sel tahanan. Remaja asal Gunung Sari ini memilih tertidur di ruang sel bagian timur. Jumat pagi kemarin, sekitar pukul 09.30 Wita, tim dari Bid Propam Polda NTB sidak ke sel tahanan. Selain hadir karena tugas rutin untuk mengecek tahanan, petugas juga mengecek kondisi LP yang masih menolak makan. Sempat masuk ke dalam ruangan, beberapa perwira Propam didampingi personel berpangkat brigadir, keluar masuk di ruang sel LP. Beberapa sel tahanan lain juga diperiksa. Tidak lama kemudian, Kabid Propam Polda NTB, AKBP Bagus Giri Basuki mendatangi sel tersebut. Seorang petugas piket berjaga di pintu masuk, dan meminta aparat lain menunggu di luar sampai sidak selesai. Kabid Propam, AKBP Bagus Giri Basuki membenarkan kegiatan di sel tahanan itu untuk memeriksa kondisi LP, salah satu tahanan setempat. Sebelumnya pihaknya mendengar, re-

Prostitusi Pelajar

Dikpora akan Evaluasi Kurikulum Pendidikan Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB akan mengevaluasi kurikulum pendidikan yang ada. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan orang tua dan pihak terkait lainnya. Wacana ini dilontarkan menyusul adanya indikasi 30 sekolah SMA dan SMP tersangkut dalam jaringan bisnis prostitusi. Bersambung ke hal 5

SIDAK - Tim Propam Polda NTB sidak ke ruang tahanan mucikari berinisial LP, yang ditahan dalam kasus prostitusi pelajar.

(Suara NTB/ars)

Di Rumahnya, LP Penjual Pulsa

maja asal Gunung Sari ini mogok makan. ‘’Maka dari itu, kami mengecek langsung ke sel tahanan tadi. Kondisi sebenarnya seperti apa,’’ jelas Kabid Propam menjawab Suara NTB beberapa saat keluar dari sel. Dibenarkannya, ada informasi salah satu tahanan berinisial LP tidak mau makan makanan yang disodorkan petugas. Untuk itu, timnya turun untuk mengecek. ‘’Mengapa dia mogok makan. Apakah pelayanan kita kurang bagus, atau suasananya tidak mendukung, ini yang kami cek tadi,’’ ujarnya. Selain menemui LP, ia juga sempat menanyakan itu ke petugas piket. Hanya saja, mengenai hasil pemeriksaan, masih dirumuskannya. ‘’Hasil pengecekan ini akan kami sampaikan langsung ke Kapolda,’’ terangnya. Mantan Kapolres Dompu ini enggan menyebut kegiatan itu sebagai sidak. Karena sebenarnya yang dilakukan saat itu adalah pengecekan rutin. Bersambung ke hal 5

akan SEMUA orang mungkin hui tersangka eta ng me gitu be ut, terkej pelajar SMA di mucikari dari prostitusi aja berusia 22 Mataram adalah LP, rem gan yan ba lam da tahun. Karena cikari tidak mu ok sos , ng ora k banya n pria dewasa lain adalah wanita da paruh baya. atau yang mendekati a menentukan jug a usi Karena faktor n pengalaman. penguasaan medan da anya yang usi LP, an Tidak deng ah, nik masih muda, belum me berpenut eb dis a bis membuatnya jam terbang galaman untuk ukuran ari. cik mu di nja tiga tahun me 5 l ha ke g un mb Bersa

SPBU Diserbu Kendaraan Mataram (Suara NTB) Jumat (21/6) malam hingga pukul 21.00 Wita, antrean kendaraan terjadi di seluruh SPBU di Kota Mataram. SPBU diserbu kendaraan baik mobil dan sepeda mo-

TO K O H

tor, menyusul rencana pemerintah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Sabtu (22/ 6) pukul 00.00 Wita. Seperti di SPBU Kekalik dan Karang Jangkong

misalnya. Sepeda motor dan mobil terlihat antre cukup panjang. Kondisi ini diantisipasi aparat keamanan dengan menyiagakan personel di setiap SPBU. Bersambung ke hal 5

Bantah Langgar Aturan

H.M.Suhaili FT

KO M E N TTAA R Jangan Ganggu Stabilitas

Arsyad Gani (Suara NTB/dok)

BENTROK antarmahasiswa Dompu dengan Bima di Mataram, Senin lalu adalah yang kesekian kali terjadi. Selalu melibatkan kelompok yang hampir sama. Namun ada harapan besar, bahwa kejadian di Jalan Gunung Batur Dasan Agung Barat itu sebagai peristiwa terakhir. Keributan antarmahasiswa Mbojo, menurutnya sudah cukup mengganggu stailitas keamanan daerah, khususnya Mataram, tempat mereka menempuh pendidikan. Masyarakat Mataram jenuh dengan peristiwa yang berulang ini. ‘’Karena memang mereka merasa terganggu, sebab selama ini yang ribut selalu mahasiswa Bima, mahasiswa Dompu, itu -itu saja,’’ katanya. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/dok)

BUPATI Lombok Tengah (Loteng), H.M.Suhaili FT akhirnya angkat bicara terkait polemik pengalihan kas daerah dari Bank NTB Cabang Praya ke Bank Mandiri Praya sebesar Rp 25 miliar. Jumat (21/6) kemarin, bupati menegaskan bahwa proses pengalihan kas daerah tersebut sudah sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Sehingga masyarakat hendaknya tidak perlu mempersoalkan lagi hal tersebut. ‘’Siapa bilang pengalihan kas daerah itu melanggar aturan. Bersambung ke hal 5

ANTRE - Antrean panjang terlihat di seluruh SPBU di Kota Mataram.

Bentrok Antarmahasiswa

17 Mahasiswa Diminta Menyerahkan Diri

(Suara NTB/ars)

PERTEMUAN - Suasana pertemuan tokoh masyarakat Bima dan Dompu di aula Perpustakaan Daerah NTB, membahas antisipasi gejolak lanjutan bentrok antarmahasiswa.

Mataram (Suara NTB) Tokoh masyarakat Bima dan Dompu menggelar pertemuan membahas upaya persuasif untuk menekan gejolak yang timbul akibat bentrok berdarah antarmahasiswa, Senin (17/6) lalu. Pertemuan berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah NTB, Kamis (20/6) malam lalu, melahirkan beberapa kesepakatan. Salah satu pointernya menyebut, 17 mahasiswa yang diduga ada kaitan dengan bentrokan itu diminta menyerahkan diri ke Polres Mataram untuk dimintai keterangan. Poin itu dibacakan langsung Ketua Rukun Keluarga Bima – Dompu, Mataram, H.

Arsyad Gani beberapa saat sebelum menutup pertemuan. Ia mengimbau kepada seluruh tokoh masyarkat Bima maupun Dompu untuk membantu aparat Kepolisian mencari 17 mahasiswa tersebut, kemudian mengajak mereka ke kantor polisi. “Ini sebagai salah satu kontribusi kita untuk membantu Kepolisian mengusut kasus ini. Sekaligus dengan cara ini, kita bisa membantu situasi Mataram tetap kondusif,” kata kepala Perpusda NTB ini. Dasar imbauan itu adalah pemaparan Kasat Sabhara Polres Mataram, AKP Taufik. Dalam pertemuan itu, Taufik yang hadir mewakili Kapolres

Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, meminta sikap kooperatif para mahasiswa asal Bima dan Dompu yang namanya ia sebutkan di forum. Diantaranya, mahasiswa dari Bima, berinisial Nd, Nj, Mu dan Sh. Sementara mahasiswa asal Dompu yang diminta hadir ke Polres, Br, Ah, Ys, Pe, Jo, Ha, Ka, Po, He, Ro, Do, Ar, By. Menurut Taufik, dalam gelar perkara di Polres Mataram, nama-nama tersebut sudah diminta hadir oleh penyidik Reskrim, namun tidak hadir. ‘’Kami sudah berusaha mencari ke tempat kos mereka, menghubungi ponselnya, juga tidak aktif. Bersambung ke hal 5

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Warga Lebih Suka Mandi di Kali Usul Rehab Rumah Kumuh PROGRAM perbaikan rumah tak layak huni oleh pemerintah nampaknya sangat diharapkan oleh sebagian warga di Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Mataram. Hal itu disampaikan Lurah Bintaro, H. Lalu Muksin kepada Suara NTB, Jumat (21/6) kemarin. Muksin menyatakan, menyambut niatan dan pengharapan warganya, dia pun sudah mengusulkan untuk memperoleh bantuan perehaban rumah tak layak huni. “Sudah, sudah kami usulkan ke Dinas PU Kota Mataram, mudahan bisa diberikan,” katanya. Menurut dia, di Kelurahan Bintaro, ada sekitar puluhan rumah tak layak huni yang (Suara NTB/smd) membutuhkan bantuan. “UnH. Lalu Muksin tuk saat ini memang kita ada dapat bantuan, tapi itu masih sebatas bahan seperti semen, seng dan paku,” imbuhnya. Sebelumnya, di kelurahan Bintaro lanjut Muksin, memang sudah pernah mendapatkan bantuan perehaban rumah kumuh dari MPBM. Namun, jumlahnya tidak bisa merangkul rumah kumuh secara keseluruhan. “Untuk jumlahnya saya kurang hafal, yang jelas masih ada puluhan. Mudahan tahun ini ada bantuan lagi,” harapnya. Minimnya bantuan yang diperoleh Kelurahan Bintaro tidak lantas membuat masyarakat setempat berkecil hati. Menurutnya, masyarakatnya sadar karena program tersebut dilaksanakan secara merata. “Kita bersabar saja, karena pasti ke depan akan memperolehnya,” tandasnya. (smd)

Bantuan WC Umum di Monjok Mubazir Mataram (Suara NTB) Bantuan WC umum yang semula dibangun untuk mempermudah akses layanan MCK warga bantaran Kali Jangkok sejak tahun 2009, ternyata mubazir. Pasalnya selain tidak pernah dimanfaatkan warga sekitar bantaran kali, warga justru memilih melakukan aktivitas MCK di kali Jangkok. Kondisi bangunan WC umum yang dibangun di Lingkungan Kebun Jaya Timur, Kelurahan Monjok, Kota Mataram saat ini tampak sangat memprihatinkan. WC umum dengan lima kamar mandi dan satu sumur gali ini sudah rusak disana-sini. Tak hanya dipenuhi sampah dan sarang laba-laba, sumur dan toilet jongkok yang disediakan telah tertimbun tanah. Pintu WC umum yang semula ada pun kini telah raib entah kemana. “Sumur ini sengaja ditutup karena nantikan takutnya bahaya buat anak-anak,” terang ketua RT 7 Sario (40) saat ditemui Jumat (21/6) kemarin. Menurut Sario, dari 300 KK warga lingkungan Kebun Jaya Timur hanya beberapa warga saja yang sampai saat ini memiliki WC di pribadi di rumahnya. Sementara masyarakat yang lainnya lebih memilih memanfaatkan kali Jangkok untuk urusan MCK. Terlebih tak jauh dari kali Jangkuk terdapat sumber mata air jernih, yang sam-

pai sekarang masih dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi, mencuci dan memasak. Untuk buang air besar (BAB) warga masih memilih kali karena dianggap lebih praktis dan nyaman. Meskipun terkadang arus kali Jangkok deras, kali masih dipilih sebagai tempat favorit warga buang hajat. “Lebih enak di kali nggak perlu nimba. Kalau di atas (WC umum) kan harus nimba kita,” terang salah satu warga yang tengah asyik mencuci. Sebelumnya warga sempat meminta agar pemerintah mau membangunkan mushola di lokasi yang sama. Namun pembangunan WC umum oleh Dinas PU Kota Mataram tetap dilakukan hingga saat ini rusak dan tak terpakai. Sario menyayangkan pembangunan WC umum di pinggir bantaran kali Jangkok ini Karena dinilai mubazir. Selain karena warga yang masih memilih melakukan MCK di kali Jangkuk, kebiasaaan warga masih sulit dirubah. (nia)

Warga Petemon Dambakan Jalan Beraspal

Ingin Wakili NTB ke Tingkat Nasional NASRUDIN S. Pdi utusan Kecamatan Sandubaya berhasil meraih Juara I Qori’ terbaik golongan dewasa, cabang lomba tartil dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXV tingkat Kota Mataram tahun 2013. Ditemui usai pembagian piala pemenang lomba MTQ belum lama ini, Nasrudin yang tak pernah absen dalam setiap kegiatan MTQ mengaku sudah menjadi peserta lomba MTQ sejak usia kanak-kanak. Meski bersaing ketat dengan peserta lainya, Nasrudin berhasil menjadi Juara I dengan perolehan nilai 283. Nasrudin menyebutkan beberapa hal seperti kondisi suara harus tetap terjaga karena akan berpengaruh dengan penilaian. Begitu juga yang dialami pada pelaksanaan MTQ kemarin, Nasrudin mengaku sempat mengalami kendala gangguan suara. Namun dengan bantuan air beruntung suaranya dapat pulih seperti semula. “Terus berusaha dan berdoa, itu kuncinya,” tegasnya. Dengan seluruh prestasi yang telah diraih selama ini, Nasrudin berharap dapat terus menelurkan prestasi-prestasi yang lebih baik lagi dari yang telah diraih saat ini. Nasrudin berharap dirinya dapat maju mewakili NTB dan sampai ke ajang MTQ tingkat nasional. (nia) Nasrudin (Suara NTB/nia)

(Suara NTB/nia)

MUBAZIR - Bangunan WC umum di Lingkungan Kebun Jaya Timur, Kelurahan Monjok, Kota Mataram, mubazir. Kondisinya kini sangat memperihatinkan.

(Suara NTB/nia)

PENDATAAN - Pendataan anak rawan putus sekolah oleh LPA dan Komisi II DPRD Kota Mataram Jumat (21/6) kemarin.

LPA Lakukan Pendataan

Banyak Siswa Rawan Putus Sekolah di Mataram Mataram (Suara NTB) Setelah mengantongi data 210 anak rawan putus sekolah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram kembali melakukan pendataan terhadap siswa rawan putus sekolah di Kota Mataram. Kali ini LPA bersama Komisi II DPRD Kota Mataram melakukan pendataan langsung di kawasan Monjok Culik, Kelurahan Monjok Kota Mataram. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati kepada Suara NTB Jumat (21/ 6) kemarin menyebutkan, pendataan ini dilakukan dalam rangka mengentaskan siswa rawan putus sekolah di Kota Mataram. Terbukti dari beberapa rumah yang telah dikunjungi, masih banyak siswa rawan putus sekolah tidak memiliki kartu Jamkesmas/ Jamkesda. “Dari pendataan itu ternyata masih banyak yang tidak memiliki kartu Jamkesda atau Jamkesmas. Mereka ingin melanjutkan sekolah tapi tidak memiliki biaya,” terangnya. Janulia (16) misalnya, remaja malang ini terancam putus sekolah karena tidak memiliki biaya dan tidak mempunyai kartu Jamkesmas. Padahal di sekolahnya dulu, Janulia tergolong siswi yang pandai. Sela-

ma duduk di bangku SMP, Janulia kerap mendapatkan peringkat dan menjadi juara kelas. Janulia sempat putus asa dan pasrah lantaran tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah. Impian untuk melanjutkan sekolah ke SMKN 2 Mataram pun terpaksa dipendamnya dalam-dalam, SKHUN yang semestinya sudah ia terima pun tak diambilnya. Apalagi semenjak orang tuanya bercerai, Janulia hanya tinggal bersama Ibu dan neneknya. Sementara Ayahnya yang bekerja menjadi TKI, tidak pernah pulang menengoknya. “Nah anak-anak kita seperti ini yang kita prioritaskan mendapatkan Jamkesda/ Jamkesmas,” tegasnya Menurut Nyayu anak-anak yang rawan putus sekolah seperti inilah yang semestinya diprioritaskan oleh Pemkot Mataram. Untuk itu pihaknya mendesak kepada Bappeda Kota Mataram, segera melakukan pendataan dan memberikan kartu Jamkesmas/Jamkesda kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. (nia)

Mataram (Suara NTB)Niat memiliki akses jalan yang memadai membuat warga Lingkungan Petemon Kelurahan Pagutan Timur nekad. Warga menantang Pemkot Mataram untuk melakukan hibah lahan agar tidak terlalu memberatkan pemerintah. I Komang Mahendra Gandi, salah seorang warga Petemon, Jumat (21/6) kemarin mengatakan, dirinya siap menghibahkan lahannya seluas 4 are demi akses jalan yang memadai. Namun, dia juga menantang Pemkot Mataram untuk turut membebaskan lahan milik Pemkot yang ada di jalur tersebut. “Saya siap menghibahkan lahan saya, asalkan jalan ini diaspal. Ini demi masyarakat yang sudah lama merindukan akses jalan yang bagus,” katanya. Keberaniannya menantang Pemkot untuk sama-sama rela menyerahkan lahannya untuk akses jalan sepanjang 100 meter itu bukanlah tanpa

alasan. Menurutnya, di sekitar lingkungan itu ada aset Pemkot Mataram yang melewati lahan miliknya yang memang sudah dijadikan jalan bersama warga. “Warga lainnya juga sudah rela memberikan sedikit lahannya untuk akses jalan, masa pemerintah tidak bersedia,” ujarnya. Sementara itu, anggota Komisi 3 DPRD Kota Mataram, I Gusti Made Winantara menanggapi, pihaknya sangat mendukung apa yang diinginkan oleh masyarakat lingkungan Petemon itu. “Kita akan perjuangkan di Banggar, mudahan bisa terealisasi pada APBD Perubahan mendatang,” ucapnya. Menurutnya, akses jalan itu sangat perlu bagi masyarakat, jadi tidak ada alasan bagi Pemkot untuk tidak merealisasikannya. Apalagi, kata dia, masyarakat bersedia menghibahkan lahannya untuk akses jalan. (smd)

(Suara NTB/smd)

HIBAH - Warga Petemon sangat mendambakan akses jalan ini diaspal oleh pemerintah. Bahkan, warga rela menghibahkan lahannya untuk pelebaran jalan.

Dikpora Terapkan Aturan Baru

Meski Online, PPDB Harus Langsung ke Sekolah Tujuan Mataram (Suara NTB) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram menerapkan aturan baru dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2013. Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana calon siswa dapat mendaftar melalui warung internet (Warnet) dan sejenisnya, pendaftaran online kali ini akan dilakukan langsung di sekolah tujuan masing-masing. Hal ini ditegaskan Ketua PPDB Dinas Dikpora Kota Mataram H. Isin Jumat (21/6) kemarin. Menurut Isin petunjuk teknis PPDB online tahun ini tidak jauh berbeda dengan juknis tahun sebelumnya. Hanya saja yang membedakan tahun ini adalah proses pendaftaran online yang harus dilakukan melalui sekolahsekolah yang menjadi pilihan calon peserta didik. “Kalau tahun lalu kan bisa lewat warnet, kalau sekarang harus di sekolah,” tegasnya. Perubahan ini lanjut Isin, dilakukan seiring dengan perubahan perangkat online yang digunakan Dinas tahun ini, menggunakan perangkat Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekom) Kementerian Pendidikan RI. Namun meski harus melakukan pendaftaran online melalui sekolah tujuan, orang tua tetap dapat memantau melalui website PPDB. Tahun ini pelaksanaan PPDB dilakukan secara serempak baik di jenjang SD, SMP dan SMA/ SMK mulai tanggal 24-27 Juni 2013. Khusus untuk jenjang SMP dan SMA/SMK pendaftaran dilakukan secara online di sekolah,

sementara untuk jenjang SD masih dilakukan secara manual dengan berdasarkan seleksi usia. Secara teknis Isin menjelaskan pelaksanaan PPDB tahun ini, peserta yang telah membawa SKHUN datang langsung ke sekolah yang dituju untuk mendaftarkan diri. Setelah itu petugas operator di sekolah akan menginput data. Nantinya akan keluar data bukti pendaftaran yang akan ditandatangani oleh orang tua siswa. Dalam Juknis PPDB system online pada sekolah jenjang SMP/SMA/SMK Kota Mataram tahun ajaran 2013/2014, Dinas Dikpora Kota Mataram menentukan daya tampung tiaptiap rombongan belajar sebanyak 36 peserta didik. Tahun ini akan ada 23 sekolah SMP, 8 sekolah SMA dan 9 sekolah jenjang SMK yang akan melaksanakan PPDB online. Jenjang SMP masing-masing, SMPN 1 Mataram 9 rombel,

SMPN 2 Mataram 9 rombel, SMPN 3 Mataram 9 rombel, SMPN 4 Mataram 8 rombel, SMPN 5 Mataram 7 rombel, SMPN 6 Mataram 7 rombel, SMPN 7 Mataram 9 rombel, SMPN 8 Mataram 7 rombel, SMPN 9 Mataram 7 rombel, SMPN 10 Mataram 9 rombel, SMPN 11 Mataram 6 rombel, SMPN 12 Mataram 6 rombel, SMPN 13 Mataram 8 rombel, SMPN 14 Mataram 8 rombel, SMPN 15 Mataram 8 rombel, SMPN 16 Mataram 5 rombel, SMPN 17 Mataram 4 rombel, SMPN 18 Mataram 4 rombel, SMPN 19 Mataram 4 rombel, SMPN 20 Mataram 5 rombel, SMPN 21 Mataram 5 rombel, SMPN 22 Mataram 3 rombel dan SMPN 23 Mataram 4 rombel. Untuk jenjang SMA masing masing, SMAN 1 Mataram 6 rombel, SMAN 2 Mataram 7 rombel, SMAN 3 Mataram 9 rombel, SMAN 4 Mataram 5 rombel, SMAN 5 Mataram 6 rombel,

SMAN 6 Mataram 8 rombel, SMAN 7 Mataram 8 rombel dan SMAN 8 Mataram 6 rombel. Sementara untuk SMKN 1 Mataram 6 rombel, SMKN 2 Mataram 8 rombel, SMKN 3 Mataram 19 rombel, SMKN 4 Mataram 10 rombel, SMKN 5 Mataram 10 rombel, SMKN 6 Mataram 6 rombel, SMKN 7 Mataram 6 rombel, SMKN 8 Mataram 5 rombel dan SMKN 9 Mataram 6 rombel. Dari data ini total daya tampung SMP sebanyak 151 rombel dengan daya tampung siswa dalam Kota Mataram sebanyak 5.051 siswa dan siswa luar Kota Mataram 257 siswa. Untuk jenjang SMA dari total 55 rombel, daya tampung siswa dalam Kota Mataram 1.839 siswa dan 93 siswa luar Kota Mataram. Untuk jenjang SMK dari total 76 rombel, daya tampung sekolah dalam Kota Mataram sebanyak 2.583 dan luar kota sebanyak 151 siswa. (nia)


SUARA PULAU LOMBOK Klub Baca Perempuan Kampanye Gemar Membaca

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Tanjung (Suara NTB) Klub Baca Perempuan Kabupaten NTB yang dimotori Nursida Syam, menyepakati 8 poin penting dengan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman. Ke 8 poin itu, muaranya adalah mendorong lahirnya Gerakan Lombok Utara Membaca, dan menetapkan 20 Juni sebagai Hari membaca KLU. Daerah otonomi baru ini bahkan akan didorong sebagai Kabupaten Membaca. MoU gemar membaca ditandatangani Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH, Sekda KLU, H. Suardi, SH., Ketua Komisi II DPRD KLU, Nasahar, S.Ag., selaku pihak I, dan Ketua Klub Baca Perempuan NTB, Nursida Syam, selaku pihak II. Penandatanganan sendiri disaksikan anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Bq.

Diyah Ratu Ganefi, dan Ketua Komisi III, H.R. Nuna Abriadi serta komponen masyarakat yang hadir di Lapangan Tanjung, Kamis (20/6) sore. “Bulan Mei sebagai bulan bersejarah kami jadikan sebagai pencanangan Hari Gemar Membaca Masyarakat di KLU dan mendorong KLU sebagai Kabupaten Membaca pertama di NTB,” kata Nursida Syam. Putri pensiunan karyawan Bali Post, Syamsudin Karim ini, sebelum MoU, menjelaskan, sejak dicanangkan awal Mei lalu, Klub Baca Perempuan telah mempersiapkan kampanye selama dua minggu terakhir. Pondok Pesantren As Syafi’iyah, Menggala, asuhan Wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, SH. MH, turut andil di dalamnya. Ponpes asuhan Wabup menjadi tempat pertama berlangsungnya kampanye. Di Bencingah, Kabupaten Lombok Barat,

Klub Baca Perempuan NTB ini pun turut berpartisipasi dalam Pameran Buku Tingkat Provinsi yang sudah lewat. Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., pada kesempatan itu menyambut positif kampanye Klub Baca Perempuan NTB itu. Membaca, kata Djohan, merupakan kebutuhan selain sandang, pangan dan papan. Keterampilan dan pengetahuan, akan melahirkan individu yang maju, dan terhindar dari keterbelakangan. Bupati menyadari, tantangan budaya membaca cukup berat akibat banyaknya hiburan (entertain). Oleh sebab itu, ia mengajak agar budaya membaca dimulai dengan menjadikan membaca sebagai perilaku dan kebiasaan setiap hari, serta kontrol dari orang tua terhadap anaknya. Dengan begitu, tradisi membaca akan terwujud di lingkungan keluarga dan masyarakat. (ari)

(Suara NTB/ari)

MEMBACA - Sejumlah anak di KLU sedang fokus membaca. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari Pencanangan Gemar Membaca Masyarakat di KLU, Jumat (21/6).

Sering Dikeluhkan Masyarakat

Lebih Selektif DALAM upaya mewujudkan target juara umum ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengaku punya strategi rahasia yang jitu. Strategis itu tetap akan jadi rahasia. Pada pelaksanaan MTQ kali ini, Lotim jauh lebih selektif peserta. “Kita tidak mau buka strategi,” ungkap Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lotim, L. M. Irwan di Selong, Jumat (21/6). (Suara NTB/rus) Diakuinya, beberapa wakL. M. Irwan tu lalu Lotim hanya main comot utusan yang akan berlomba. Tahun 2013 ini katanya telah dilakukan seleksi dari tingkat bawah, dari desa menuju kecamatan hingga tampil nantinya juara di tingkat kabupaten. Menurutnya, setiap ajang kompetisi yang digelar di tingkat provinsi, termasuk MTQ peserta Lotim selalu yang terbanyak. Karenanya, saat sampai tahap final pun sebagian besar sudah didominasi peserta Kabupaten Lotim. Namun, peserta asal Lotim selalu kalah dari peserta kabupaten lain. Dilihat dari prestasi, Irwan memastikan peserta asal Lotim sangat potensial. Ajang lomba tingkat nasional pun banyak diutus dari Lotim. Dalam hal MTQ, pihak penyelenggara sudah mencoba cari tahu kriteria seperti apa seni membaca quran. “Apa yang menjadi fokus penilaian di nasional dan provinsi, kita menyesuaikan,” demikian ucapnya. Adapun Pesaing yang dianggap berat adalah kontingen dari Lobar dan Kabupaten Bima. (rus)

Dukung Penyidikan Puskesmas Gangga

PIMPINAN Fraksi Gerakan Bintang Pembangunan Bangsa (GBPB) DPRD KLU Nasahar, mendukung wacana Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB turun memeriksa fisik Puskesmas Gangga. Ia bahkan menginginkan, rencana aparat penegak hukum yang berhembus di media massa sebelum ini, direalisasikan. “Kita baca di koran, Kejaksan mau turun. Jelas kita sangat mendukung langkah Kejaksaan ini. Saya sudah ngomong dengan Inspektorat, mereka anggap masalah ini kecil, tapi saya jawab tidak, ini masalah besar,” ungkap Nasahar, S.Ag, Jumat (21/6). Nasahar menegaskan, dalam rapat fraksi sebelumnya 60 persen fisik Puskesmas Gangga tak berfungsi. Beda pandangan dengan Inspektorat, Nasahar menilai parameter persoalan bulan pada minimalis atau maksimalisnya satu proyek melainkan tingkat kerusakannya. Puskesmas Gangga yang dibangun dengan dana dari APBD KLU 2012 terpakai Rp 1,2 miliar. Belum setahun pemakaian, Pemda KLU melalui Dikes KLU, kembali melayangkan dana perbaikan yang tidak kecil jumlahnya. (ari)

Nunggak Bayar Raskin

EMPAT desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang Ekas Buana wilayah Kecamatan Jerowaru, Menceh, Montong Tangi dan Lenting Kecamatan Sakra Timur dilaporkan masih menunggak pembayaran beras miskin (raskin) jatah bulan Mei 2013 lalu. Akibatnya, jatah bulan Juni dan Juli yang sebagian besar sudah digelontorkan Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak bisa diberikan ke empat desa tersebut. Kepala Sub Divi(Suara NTB/rus) si Regional (Kasubdivre) M. Faesal Bulog Lotim, M. Faesal, Jumat (21/6), merincikan Desa Ekas Buana masih nunggak Rp 2.2 juta. Sedangkan tiga desa lainnya di wilayah Kecamatan Sakra Timur yakni Desa Menceh nunggak Rp 11 juta, Desa Montong Tangi Rp 9 juta dan Desa Lenting Rp 8.9 juta. Mengenai stok pengadaan tahun ini sudah mencapai 20.092 ton pengadaan. Rata-rata per hari mampu 150 ton. Stok tersedia saat ini sudah mencapai 24.000 ton setara beras. Dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran 2.100 ton/bulan, maka selama 12 bulan ke depan stok masih bisa bertahan. (rus)

Wabup Akui Kualitas Pelayanan Kesehatan Rendah Praya (Suara NTB) Kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini belum sesuai apa yang diharapkan. Banyak keluhan dari masyarakat, terkait pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit daerah. Ini membuktikan kualitas pelayanan kesehatan nyatanya masih rendah. “Terkait kualitas pelayanan kesehatan, kita akui masih belum memenuhi harapan,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Loteng, Drs. H. L. Normal Suzana, saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (21/6). Hal itu terjadi, kata Wabup disebabkan banyak faktor. Selain persoalan kondisi kelengkapan fasilitas penunjang kesehatan yang belum memadai juga kualitas sumber daya manusia (SDM) para petugas kesehatan yang masih harus terus ditingkatkan. Dalam hal fasilitas penunjang pelayanan kesehatan, ujarnya, masih banyak puskesmas yang ada

di Loteng masih kekurangan sarana pendukung. Padahal, kelengkapan sarana pendukung kesehatan, memiliki peran penting dalam menunjang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan itu sendiri. Untuk itu, lanjutnya, Pemkab Loteng tetap dan akan terus berkomitmen bisa meningkatkan kualitas sarana prasana pendukung pelayanan kesehatan yang ada dengan cara bertahap. Alasannya, kebutuhan pemerintah daerah masih cukup banyak, sehingga harapan masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang baik, bisa terpenuhi. Meski demikian, peningkatan dari segi kualitas sarana pendukung pelayanan kesehatan tidak akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

ingkatan IPM kita, KLU ranking I di NTB, dan masuk 10 besar nasional,” ungkap Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., Jumat (21/6), sebelum bertolak ke Australia. Djohan mengakui, dampak dari peningkatan IPM itu dirinya dipercaya sebagai keynote speakers atau narasumber utama pada sebuah seminar yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) pusat di Hotel Santika,

itu sendiri. Jika tidak didukung peningkatan SDM petugas kesehatan yang ada, fasilitas yang ada akan mubazir. “Sarana saja yang baik, tapi kualitas petugas masih rendah akan sama saja artinya. Begitu pula sebaliknya,” timpal Wabup. Dalam hal ini, ujarnya, kunci kualitas pelayanan lebih besar peran petugas kesehatan itu sendiri. Kendati fasilitas pendukung masih belum memadai, tapi pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan memuaskan, tentu masyarakat tidak mengeluh. Tapi harus tetap didukung dari segi sarana pendukung. Untuk itu, pemerintah daerah sangat berharap kepada para petugas kesehatan di Loteng bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.(kir)

Posisi Sekda Loteng Dijamin Tetap Aman Praya (Suara NTB) Posisi Drs. H.L. Supardan, MM, sebagai Sekda Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dipastikan akan tetap aman hingga masa jabatannya berakhir pertengahan tahun 2014 mendatang. Pasalnya, Pemkab Loteng sampai sejauh ini belum ada rencana melakukan pergantian maupun penunjukan pejabat Sekda Loteng yang baru. Demikian ditegaskan Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, S.H, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/6). Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat lebih bersabar menunggu sampai masa jabatan Sekda Loteng saat ini habis. Dan, tetap memberikan dukungan kepada Sekda Loteng dalam memimpin jalannya birokrasi di Loteng. “Kita tunggu sajalah waktunya. Kalau memang sudah waktunya pasti akan diganti,’’ ungkapnya. Menurutnya, untuk mengganti posisi Sekda Loteng, bukan perkara mudah. Butuh pemikiran dan pertimbangan yang benar-benar matang. Mengingat posisi Sekda yang sangat strategis dalam menunjang jalannya pembangunan. “Saya mesti istikharah dulu. Baru menentukan kebijakan terkait posisi Sekda Loteng saat ini,” pungkas mantan Ketua DPRD NTB ini. Disinggung apakah sudah ada bakal calon Sekda Loteng, orang nomor satu di Loteng ini, lagi-lagi memilih untuk tidak berkomentar banyak. “Saya tegaskan, rencana saja belum ada. Apalagi mau menentukan

bakal calon pengganti,” tandasnya sembari berlalu. Hal senada juga disampaikan Wabup Loteng, Drs. H.L. Normal Suzana, yang dikonfirmasi terpisah. Menurutnya, tidak etis rasanya membicarakan pergantian Sekda Loteng, padahal masa tugasnya masih cukup lama. Pun demikian, Wabup tidak membantah kalau memang ada beberapa pejabat yang masuk nominasi bakal calon Sekda Loteng. Sebelumnya, posisi Sekda Loteng sempat beberapa kali digoyang. Bahkan aspirasi supaya Sekda Loteng segera diganti, justru datang dari kalangan anggota DPRD Loteng sendiri. Pasalnya, kinerja Drs. H.L. Supardan, MM., dinilai lamban. Banyak persoalanpersoalan di internal pemerintah daerah yang juga tidak mampu diselesaikan. Sekda Loteng sudah memasuki masa purna bakti tahun 2012 lalu. Beberapa nama pejabat Loteng pun sempat mencuat bakal menjadi pengganti. Di antaranya, Asisten III Setda Loteng, H. Nursiah, S.Sos.M.Si., kemudian Ir. H.L. Satria Atmawinata, Kepala Bappeda Loteng yang kala itu sebagai Kepala BKD Loteng. Termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng, H.L. Irwan Hawari, yang kini sudah pensiun. Namun oleh Bupati Loteng dengan berbagai pertimbangan, Sekda Loteng akhirnya mendapat perpanjangan jabatan selama dua tahun hingga 2014. (kir)

Bersaing dengan AZAN

Mahrip Gandeng TGH Munajib Giri Menang (Suara NTB) Setelah terjadi tarik ulur yang cukup alot, akhirnya duet pasangan Dr. H. Mahrip dan TGH. Munajib Kholid (MM) dipastikan final. Jumat siang (21/ 6), paket ini resmi diputuskan untuk maju di Pilkada Lombok Barat (Lobar). Finalnya duet yang disebut MM ini akhirnya menjawab pertanyaan mengenai nama pasangan dua tokoh ini beberapa waktu lalu. Resminya duet Mahrip-Munajib ditegaskan salah seorang tim pemenangan paket MahripMunajib yang juga mantan Wabup Lobar, Izzul Islam. Diakuinya, sejak awal menyatakan dukungannya terhadap duet ini. “Paket Mahrip-Munajib sudah final, rencananya hari Minggu ini kita deklarasi,” ungkap mantan anggota DPR RI ini kepada Suara NTB, Jumat (21/6). Diakuinya, sempat terjadi tarik ulur komunikasi antara tim kedua belah pihak. Namun setelah pembicaraan dan kajian matang, akhirnya tim memutuskan TGH. Munajib resmi diusung dengan Mahrip. Di mana, Mahrip menjadi calon bupati dan TGH. Munajib calon wakil bupati(cawabup). Keputusan mengusung paket ini setelah ada kesepakatan kedua belah pihak, tim Munajib bersedia berdampingan Mahrip dan

menjadi wakilnya. Menurutnya, dalam politik itu kemungkinan menjadi nomor 1 dan nomor 2 itu bisa berubah. Karena politik itu, setiap detik bisa berubah. Hal ini, jelasnya tidak berpengaruh terhadap penilaian masyarakat, lebih-lebih dukungan. Demikian pula tim Mahrip, awalnya dikabarkan mendekati TGH. Khudori, namun menyetujui berpasangan dengan TGH. Munajib. Pertimbangannya, selain mewakili kewilayahan juga kantong suara masing-masing pihak jelas. Atas dasar itu, iapun menjatuhkan pilihan mendukung paket ini. Ia menyebut, sejumlah parpol pengusung yang final menjadi kendaraannya antara lain PBB, Gerindra dan Patriot. Dua parpol, PKP dan PKS juga dipastikan ikut pada koalisi mengusung paket ini. Setelah resmi berduet, direncanakan hari Minggu (23/6) paket ini akan dideklarasikan. Lokasinya sendiri masih dibahas, apakah kemungkinan di utara dan tengah. Hal senada dikatakan Bendahara Pemenangan sekaligus istri Mahrip, Hj. Inda Mahrip. Inda menegaskan, jika H. Mahrip sudah berpasangan dengan TGH. Munajib Kholid di Pilkada Lobar. Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Lobar, H Sabirin memastikan pilihan ke Mahrip. “Sudah kita putuskan hasil rapat pleno. Akhirnya kami usung Mahrip, bergabung dengan PBB

IPM KLU Masuk 10 Besar Nasional Tanjung (Suara NTB) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditengarai memiliki progres yang tertinggi dalam setahun terakhir di NTB. Pergerakan indeks tersebut bahkan diakui masuk peringkat 10 besar nasional. “Sebagai daerah otonomi paling baru, kita patut bangga, karena IPM kita meningkat. Evaluasi tahun 2012 lalu, pen-

Halaman 3

Jakarta. KLU, kata dia, diminta oleh BPS pusat untuk memaparkan kinerja KLU dalam konteks peningkatan IPM dihadapan Bupati dan Walikota se Jawa Bali dan NTB dan NTT pada pertemuan 26 Juni mendatang. Djohan Sjamsu menyadari, perbaikan IPM KLU itu tak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat (stakeholder). Menginjak usia (je-

lang) 5 tahun, KLU sejak awal telah mewarisi 43,14 persen kemiskinan penduduk, 18 ribu rumah kumuh, 60 persen warga (KK) tidak memiliki jamban, TBC, dan indikator lain yang rata-rata serba “negatif”. Namun dalam progres tahun ke tahun, kebijakan Pemda dengan dukungan pergerakan ekonomi masyarakat bawah, indikator-indikator itu dapat direduksi. (ari)

Demokrat Dukung AZAN Mataram (Suara NTB) – Partai Demokrat akhirnya memastikan dukungan untuk pasangan Dr. H. Zaini Arony, MPd, dan Fauzan Khalid, S.Ag, MSi, (AZAN) yang dideklarasikan di Lapangan Umum Narmada, Jumat (21/6). Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri, yang dikonfirmasi melalui ponselnya, kemarin sore menjelaskan pihaknya baru merampungkan rapat di DPP Demokrat dan mengambil keputusan mendukung pasangan AZAN. Keputusan ini, menurutnya, dibuat berbarengan dengan deklarasi pasangan tersebut. “Jadi kita tetap berkoalisi dengan Golkar dan parpol– parpol lainnya, menjadi parpol pengusung,” tandas Mahally Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW PPP NTB, Dra. Hj. Wartiah, M.Pd, menerangkan dan Patriot,”ungkap Sabirin. Dikatakan keputusan ini resmi tinggal usulan ini dibawa ke DPP. Selain Gerindra dada Patriot dan PDK juga hampir dipastikan bersama Gerindra mengusung Mahrip. Pada bagian lain, DPW PKS NTB, akhirnya mengambil keputusan resmi mengusung pasangan H. Mahrip dan TGH. Munajib Kholid di Pilkada Lobar. Keputusan itu akan mereka negosiasikan dengan parpol lain yang akan diajak bergabung. “Kita sudah mengarahkan dukungan ke Pak Mahrip, berpasangan dengan Pak Munajib,” ungkap Ketua DPW PKS NTB Suryadi Jaya Purnama, kepada Suara NTB, Jumat (21/ 6). Keputusan PKS itu tentu saja akan memperlebar kemungkinan mengerucutnya kompetisi antara Mahrip dengan Zaini Arony yang kemarin telah mendeklarasikan diri berpasangan dengan Fauzan Khalid (pasangan Azan) dan diusung oleh sejumlah parpol besar di Lobar. Suryadi mengakui, pihaknya masih harus mengumpulkan tambahan dukungan dari parpol

Sabtu (22/6) pihaknya akan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) untuk menyeleksi siapa saja nama figur yang diusulkan oleh DPC PPP Lobar ke DPW PPP NTB. Jika Mukercab hanya mengusulkan satu nama, menurut Wartiah, PPP NTB tidak akan berpanjang urusan dan langsung mengesahkan figur tunggal yang diusulkan tersebut.”Kalau satu, tidak usah berbelit–belit, wilayah tinggal memutuskan,” tegasnya. Yang jelas, ujar politisi DPRD NTB ini, keluarga besar PPP saat ini menginginkan perubahan. Selain itu, PPP juga memastikan tidak akan bergabung dengan koalisi besar pengusung paket AZAN yang dideklarasikan kemarin. “Tentu saja kita akan mendukung yang belum deklarasi. Karena sekarang sudah ada yang deklarasi, otomatis kita dukung selain mereka,” sebutnya. (aan)

lain yang dibutuhkan untuk menggenapkan syarat dukungan. Karenanya, setelah keputusan ini pihaknya akan menggelar pertemuan lanjutan untuk memastikan koalisi mereka. “Kita berkoalisi dulu dengan pasangannya, untuk parpol, akan ada pertemuan lanjutan,” ujarnya. Pengamat politik di Lobar Dr. M. Ahyar Fadli, menilai duet ini akan menjadi lawan tangguh dan sepadan bagi AZAN. Pasalnya, dari sisi ketokohan dan kantong pemilih kedua belah pihak sudah tidak terbantahkan lagi. Apalagi, di belakangnya terdapat parpol bisa membantu tim pemenangan untuk bergerak. Lebih-lebih, tim Mahrip sudah terstruktur dan bergerak sejak setahun lalu, di samping didukung dana memadai. Menurutnya, tarik ulur pasangan tidak saja MahripMunajib. Namun, Drs. H. Ridwan Hidayat dan Dr. H. L. Sajim Sastrawan yang hingga tiga hari pendaftaran belum memutuskan calon pendampingnya. Penyebabnya, selain persoalan parpol pengusung paling kental. Pasalnya, parpol me-

masang mahar yang lumayan besar, sehingga komunikasi dengan semua bakal calon wakil terjadi tarik ulur. ‘’Siapa yang berani membayar lebih besar, maka parpol akan mengarahkan dukungan kepada tokoh tersebut,’’ ujar Rektor Institut Agama Islam Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah ini. Di lain sisi, pada Pilkada Lobar juga terkesan paket cabup dan cawabup selalu menyuarakan keterwakilan geografis (kewilayahan). Seperti halnya Dr. H Zaini Arony berasal dari selatan dan wakilnya Fauzan Khalid dari utara. Demikian pula H. Mahrip mewakili selatan dan TGH Munajib Kholid mewakili utara. Hal serupa Sajim mewakili daerah selatan, kemungkinan menggandeng TGH. Muzakkar mewakili tengah. Artinya kapling wilayah untuk mengusung calon, menurutnya berpengaruh terhadap pemilih, karena terkotak-kotak, sehingga masyarakat juga akan memgarahkan pilihan ke calon yang mewakili wilayah tersebut. “Namun biasanya setelah pilkada kewilayahan ini akan mencair kembali,”tukasnya. (her/aan)


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456

Kerjasama Program Koordinasi PNPM Mandiri Pedesaan dan PNPM Generasi Sehat Cerdas Bappeda Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Bappeda Sumbawa Minta Dilaporkan Setiap Kegiatan PNPM

(Suara NTB/arn)

Rosmin Junaidi Sumbawa Besar (Suara NTB) Setiap kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), baik Mandiri Pedesaan (MPd) maupun Generasi Sehat Cerdas

(GSC), semestinya dilaporkan ke Bappeda Sumbawa, selaku badan koordinasi. Laporan ini untuk meminimalisir kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Apalagi selama ini kegiatan tersebut tidak pernah dilaporkan. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Bappeda Sumbawa, Rosmin Junaidi, SPt, M.Si dalam Rapat Kerja yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-PD) Sumbawa belum lama ini. Kegiatan PNPM, khususnya GSC cukup berhasil dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, terutama bidang kesehatan dan pendidikan. Namun kendalanya, beberapa kegiatan baik fisik maupun nonfisik, Bappeda Sumbawa sebagai badan koordinasi tidak pernah mendapatkan laporannya, sehing-

ga apa saja bentuk kegiatan yang telah dilakukan selama ini tidak diketahui pasti akibatnya. “Bappeda juga akan kesulitan untuk menindaklanjutinya apabila ada masalah,” sindirnya Dicontohkan Rosmin, salah satu kegiatan yakni pembangunan Polindes di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar yang dibangun melalui kegiatan PNPM GSC tahun lalu. Masyarakat melalui pola pemberdayaan telah membangun Polindes tersebut. Namun bangunan tersebut tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana, termasuk tidak dilengkapi dengan tenaga medis. Hal tersebut terjadi, karena Bappeda atau Dinas Kesehatan tidak mendapat informasi terkait dengan pembangunan Polindes dimaksud. Namun, jika kegiatan di lapangan dikoordinasikan dengan Bappeda atau SKPD terkait, maka segala kekurangan dapat dilengkapi, sehingga keberadaan Polindes

tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Belum lagi, ungkapnya, hal yang sama terjadi di bidang pendidikan di mana PNPM membangun fisik, namun tidak dilengkapi dengan fasilitasi pendukung. Akibatnya, banyak bangunan yang tidak berfungsi. Seharusnya, kata dia, PNPM membangun fisiknya, SKPD yang melengkapi dengan tenaganya, sehingga apa yang dibangun tersebut bernar-benar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. “Makanya kita berharap agar ke depan semua kegiatan tersebut dilaporkan kepada Bappeda agar dapat ditindaklanjuti dengan SKPD terkait apabila terdapat kekurangan,” ujarnya mengingatkan. Dalam hal ini, koordinasi antara SKPD terkait sangat penting dilakukan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, dan hasilnya diharapkan agar dilaporkan. Artinya,pola

koordinatif ini harus mulai ditingkatkan pada tahun ini. Bukan saja untuk menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan tetapi yang tidak kalah penting adalah menindaklanjuti seluruh kegiatan yang dilakukan PNPM agar lebih sempurna dan bermanfaat. Penanggung Jawab Kegiatan PNPM GSC Kabupaten Sumbawa, Chendra Hastuti, S Sos, MA, mengakui selama ini laporan pelaksanaan kegiatan PNPM GSC tidak disampaikan kepada Bappeda Sumbawa. Melainkan langsung disampaikan kepada provinsi sesuai dengan mekanisme. Meski demikian, mengingat pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan PNPM ini, maka mulai tahun ini setiap pelaporan PNPM, khususnya GSC akan ditembuskan kepada Bappeda Sumbawa sebagai informasi, sehingga semua kendala dalam kegiatan PNPM dapat ditindaklanjuti.

(Suara NTB/arn)

RAPAT - Suasana Rakor PNPM GSC di Sumbawa. Sekretaris BPM-PD, Pincun Nurhinsyah, menambahkan, kendala yang selama ini ditemukan adalah kurangnya koordinasi. Mestinya koordinasi itu dilakukan dari sejak perencanaan agar tidak timbul masalah. Mulai sekarang disepakati oleh semua pihak yang terlibat, terutama para pelaku kegiatan PNPM di lapangan dan penyelenggara pemerintah di tingkat

,bawahsepertiUPTPuskesmas untuk Bidang Kesehatan, UPT Diknasuntukbidangpendidikan,pihak kecamatan, dan desa agar memaksimalkan koordinasi. Tujuannya, tidak ada lagi pihak yang disalahkan apabila terjadi masalah di kemudian hari, sehingga semua masalah dapat diatasi, baik di tingkatkabupaten,kecamatanhingga desa lokasi PNPM. (arn/*)

Polisi Kesulitan Identifikasi Kawanan Maling Ternak (Suara NTB/bug)

TIDAK BERFUNGSI - Kondisi traffic light di simpang Selex tidak berfungsi untuk mengatur kendaraan yang lalu lalang di persimpangan jalan tersebut.

’’Traffic Light’’ Rusak Akibat Pemasangan Spanduk Taliwang (Suara NTB) Hampir sepekan terakhir traffic light di simpang Selex dalam Kota Taliwang kembali tak berfungsi. Kondisi ini merupakan yang ke sekian kalinya terjadi, sehingga banyak masyarakat kemudian menduga kualitas menjadi salah satu penyebabnya. Meski spekulasi menyeruak di tengah masyarakat, namun Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) punya teori sendiri. Sebagai upaya menganulir spekulasi masyarakat itu, Dishubkominfo berkilah penyebab kerusakan traffic light di persimpangan Selex tersebut akibat maraknya pemasangan spanduk. “Hasil survey kami sementara ini, kuat dugaan kerusakan itu karena ada kabel yang putus. Penyebabnya sendiri kemungkinan akibat adanya pemasangan tiang baliho atau spanduk di sekitar lampu merah,” terang Sekretaris Dishubkominfo KSB Drs. Amiruddin DH kepada wartawan, Jumat (21/6). Meski telah mendeteksi kerusakan dan penyebabnya, kerusakan salah satu lampu merah yang berada di jalanan utama Kota Taliwang tersebut nampaknya nampaknya masih akan bertahan lama. Menurut Amiruddin, pihaknya sebelumnya telah menurunkan tim untuk mendeteksi kerusakan, tapi sementara ini belum dapat diperbaiki karena prosesnya harus dipihakketigakan alias dilaksanakan kontraktor. “Aturannyasepertiitu,harusditunjukrekananyangsecarateknismengetahui seluk beluk soal traffic light. Dan itu butuh proses tidak bisa langsung sekarang,” tukasnya sembari menambahkan jika dirinya kurang setuju jika pemeliharaan traffic light ditangani pihak ketiga. Selain prosedur pelaksanaannya, proses perbaikan traffic light di simpang Selex itu juga masih perlu berkoordinasi lintas dinas. Pihaknya saat ini masih menunggu persetujuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) karena untuk pengecekan kabel instalasi harus dilakukan penggalian di sebagian bahu jalan. “Kita sudah layangkan surat ke PU tapi sementara ini belum ada jawaban dari sana,” ungkapnya. Adanya kerusakan fasilitas umum tersebut, harapnya, masyarakat diminta bersabar. Selama menanti proses perbaikan, masyarakat selaku pengguna jalan selalu berhati-hati ketika melitasi persimpangan tersebut. “Terakhir kami juga minta, setelah diperbaiki agar warga kalau mau menempatkan baliho atau spanduk di sekitar lampu merah tidak sembarangan melakukan penggalian karena tidak menutup kemungkinan akan kembali merusak instalasi listrik,” imbuhnya. (bug)

Taliwang (Suara NTB) Jajaran Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku masih kesulitan mengidentifikasi kawanan maling ternak yang menyerang warga di pesisir Pantai Balad Kecamatan Taliwang, Kamis lalu. Meski pascainsiden tersebut pihak kepolisian telah meminta keterangan beberapa warga, termasuk sejumlah korban yang menjadi saksi mata kebrutalan pihak yang diduga komplotan maling ternak antarpulau tersebut. Kapolres KSB melalui Kasat Reskrim Iptu Tri Prasetyo, mengatakan, hingga kini pihaknya telah memeriksa sebanyak empat orang saksi guna menelusuri kemungkinan beberapa di antara dari kawanan maling ternak tersebut dapat dikenali. Namun dari ke empat saksi tersebut, dari keterangannya masing-masing versi saat menggambarkan para kawanan. “Ada yang bilang beberapa dari kawanan maling itu menggunakan logat Lombok ada juga yang bilang berbahasa Taliwang. Tapi mereka tidak satu pun bisa

mengenali wajahnya. Karena selain gelap, mata para saksi sempat disinari lampu sorot sesaat sebelum terjadi aksi penyerangan,” terang Tri kepada wartawan, Jumat (21/6). Selain minimnya keterangan dari para saksi, kepolisian juga tidak banyak menemukan bukti-bukti di lokasi kejadian. Menurut Tri pihaknya telah melakukan sebanyak tiga kali olah TKP (tempat kejadian perkara), namun di lokasi insiden penyerangan yang berada di pesisir Pantai Balad itu tidak ada bukti atau tanda-tanda fisik yang ditinggal-

kan para komplotan. Seperti misalnya selongsong peluru, yang oleh para saksi saat kejadian, mengaku mendengar rentetan suara tembakan menyeruak dari arah para komplotan maling. “Soal adanya tembakan di lokasi kejadian seperti keterangan para saksi, kami juga belum bisa memastikan. Sebab kami belum menemukan satu pun selongsong yang membuktikan adanya penembakan di lokasi,” timpal Tri. Minimnya informasi seputar komplotan maling ternak tersebut, Tri menyebutkan, kelompok yang beraksi di malam hari itu

adalah komplotan maling ternak berpengalaman. Betapa tidak, meski diperkirakan beranggotakan sekitar 30 sampai 40 orang tetapi mereka tidak banyak meninggalkan bukti-bukti dan informasi di lokasi yang dapat mengarahkan aparat. “Kami bisa pastikan mereka ini sangat berpengalaman, karena mereka bekerja sangat rapi sekali,” pungkasnya. Meski belum memiliki data akurat terkait identitas komplotan maling ternak tersebut, Polres KSB tidak menyerah untuk mengungkap insiden penyerangan yang melukai lima orang warga itu. Tri mengungkapkan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas kabupaten untuk melacak komplotan tersebut. “Dari beberapa data yang kami miliki, melalui koordinasi lintas Polres kami mencoba mencocokkan data di daerah lain. Tapi sejauh ini dari data-data yang kami

(Suara NTB/bug)

Tri Prasetyo

miliki belum ada yang match (sesuai),” ujarnya sembari menegaskan pihaknya tetap akan bekerja secara maksimal mengungkap aksi penyerangan komplotan maling ternak antarpulau itu. (bug) FOTO BERSAMA Mahasiswa dan tenaga pengajar di Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa foto bersama dengan Penanggung Jawab Harian Suara NTB yang juga Direktur Radio Global FM Lombok, H. Agus Talino saat berkunjung ke Kantor Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok, Jumat

(Suara NTB/bul)

Kuota Dikurangi, Keluarga JCH Protes (Suara NTB/ula)

GIZI BURUK - Didi penderita gizi buruk jenis marasmus bersama ibunya saat dirawat di RSU Dompu, Jumat (21/6).

Penderita Gizi Buruk Marasmus Dirawat di RSU Dompu (Suara NTB) Didi Fardian (13 bulan) putra pasangan M Taher – Nurmala warga Soriutu Kecamatan Manggelewa Dompu menderita gizi buruk jenis marasmus. Berat badan Didi hanya 4,5 kg dari normal anak seusianya 9 – 10 kg, bahkan kulitnya seperti bersisik karena tingginya suhu badan. Kini Didi dirawat intensif di RSU Dompu. Nurmala, ibu kandung Didi Fardian kepada Suara NTB, Jumat (21/6), mengatakan, sakit yang diderita anaknya berawal dari demam dan diare sejak 1 bulan lalu. Ia telah dibawa ke Puskesmas dan di bidan, tapi kondisinya tidak membaik. “Saat dibawa ke Puskesmas, hanya 2 hari baik. Setelah itu kembali lagi panas dan diarenya,” ungkapnya. Meski demikian, ujarnya, anak kelimanya ini lahir ketika usia kandungan 7 bulan dengan berat badan 2 kg. Tapi tumbuh normal hingga mau belajar jalan. “Dia ini mau belajar jalan langsung sakit,” katanya. Di sisi lain, dirinya kurang memberikan makanan bergizi pada anaknya. Apalagi Didi tidak mendapatkan ASI eksklusif selama 2 tahun. Hal itu tidak lepas dari kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Suaminya hanya tukang kayu dan ia hanya ibu rumah tangga (IRT). Kepala Ruang Perawatan Anak RSU Dompu, Rosmala Dewi, S.Kep. Ners yang dihubungi, mengaku, mulai merawat Didi Fardian sejak Rabu (19/6) siang. Ia menderita diare dan panas tinggi sebagai penyakit penyertanya sejak 1 bulan lalu. “Tapi dia memang ada riwayat gizi buruk,” jelasnya. Gizi buruk yang diderit Didi sudah cukup parah. Karena kulitnya sudah mulai keriput dan bersisik, rambut menguning dan perut membuncit. Kondisi ini sudah masuk kategori gizi buruk marasmus. “Butuh waktu lama untuk mengembalikannya pada posisi normal,” terang Rosmala. Selain perawatan yang dilakukan pihaknya, Rosmala mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan dari Dinas Kesehatan untuk perawatannya. Tambahan makanan dari RSU Dompu saja yang telah diberikan. “Kita sudah berikan laporan ke Dikes, tapi belum ada petugasnya yang datang,” ungkapnya. (ula)

Kota Bima (Suara NTB) Adanya pengurangan kuota jamaah calon haji (JCH) diprotes. Namun, di Kota Bima pengurangan kuota ini diprotes keluarga JCH, karena teknis pengurangan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima. Untuk Kota Bima sendiri JCH yang batal berangkat sebanyak 22 orang dari 129 yang sudah melunasi biaya haji. Mereka diundang khusus pada Jumat (21/6) pagi. Mereka diberikan penjelasan langsung Kepala Kemenag Kota Bima Drs. Syahrir, M.Si didampingi Kepala Seksi Haji H Idham. Syahrir, menjelaskan, pengurangan kuota ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi, sehingga Pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat banyak. Pengurangan kuota 20 persen, katanya, disebabkan

adanya renovasi Masjidil Haram yang belum selesai. Tidak saja untuk Indonesia, kebijakan ini juga berlaku bagi seluruh negara di dunia dan telah disetujui organisasi negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Sementara khusus untuk Kota Bima dihitung dari jamaah haji yang sudah melunasi biaya. Hingga beberapa waktu lalu, jamaah haji yang sudah lunas berjumlah 129 orang. Namun dari yang sudah lunas ini hanya 107 orang yang bisa diberangkatkan. “Jika dikurangi 20 %, berarti 22 orang yang tak bisa beranagkat,” katanya. Dalam penentuannya, pihaknya mengurangi berdasarkan nomor porsi yang termuda. 22 orang yang tak berangkat ini dihitung dari urutan terbela-

kang. Bukan sesuai dengan keinginan Kemenag. Sementara itu, Kepala Seksi Haji, H Idham meminta JCH untuk bersabar, karena hal tersebut di luar kewenangan pihaknya. “Kami minta maaf, manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan,” katanya. Sementara itu, dalam penyampaian tersebut terdapat protes dari keluarga calon jemaah haji. Sebab orang tuanya yang sudah berusia 65 juga masuk dalam daftar yang tak diberangkat. Pasalnya sesuai dengan pernyataan Pemerintah pusat yang disiarkan di televisi, yang diprioritaskan berangkat adalah yang usianya di atas 52 tahun. “Saat ini banyak juga JCH yang sudah pernah berangkat haji, kenapa tidak ditunda dulu,” protesnya. (use)

Ramadhan, PLN Tambah Daya Pembangkit Listrik Kota Bima (Suara NTB) Mengantisipasi tingginya penggunaan listrik selama bulan Ramadhan, PT PLN Persero Cabang Bima menambah mesin pembangkit yang ditempatkan di Pembangkit Listrik Ni’u dengan menambah 5 mesin berkekuatan 5 Megawatt (MW). Demikian diungkapkan Kepala PT PLN Persero Cabang Bima Heri Andi saat ditemui, Jumat (21/6). Menurut Heri, penambahan ini dilakukan, karena tingginya penggunaan listrik selama bulan Ramadhan, sehingga pihaknya mendatangkan 5 unit dari Lombok.

Diakuinya, akibat penambahan mesin ini beberapa pekan kondisi listrik di Bima dan Dompu tidak stabil. Setiap hari terjadi pemadaman secara bergilir, karena terjadi defisit daya. Adanya tambahan 5 unit mesin pembangkit tersebut, maka daya listrik di Pembangkit Listrik Ni’u menjadi 38 MW. Selain karena adanya penambahan, terjadinya pemadaman bergilir dan secara tibatiba beberapa pekan lalu, karena sejumlah mesin di PL Ni’u mengalami gangguan dan pemeliharaan. Termasuk defisit daya, karena semakin banyakn-

ya jumlah pelanggan baru dengan beban puncak sebanyak 31 MW. ‘’Dengan adanya penambahan lima megawatt itu, maka mampu mencukupi kebutuhan listrik termasuk selama Ramadhan,’’ klaimnya. Daya ini juga untuk memenuhi target penambahan pelanggan baru sebanyak 21.000. Namun hingga Mei kemarin, pelanggan baru sudah mencapai 9 ribu. Ditambahkan, untuk perawatan jaringan juga pihaknya sudah rutin melakukan perambasan pohon, karena rentan adanya gangguan saat cuaca buruk dan binatang. (use)

(21/6).

Batu Gong Diredam

Kafe Menjamur di Wilayah Kecamatan Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa telah meredam kawasan hiburan malam kafe Batu Gong sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai wisata keluarga dan kuliner. Namun, pada saat yang lain, kafe justru makin menjamur di Kecamatan Alas dan Alas Barat. Sebagaimana diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumbawa, Made Patria, AP, ketika ditemui, Jumat (21/ 6). Diakuinya, perkembangan dunia hiburan malam dengan segala efek negatif yang diitimbulkan telah merambah hingga wilayah kecamatan. Seperti belasan kafe yang berdiri di sekitar Pelabuhan Alas Kecamatan Alas, termasuk terus bertambahnya kafe di kawasan Batu Guring Barat. “Kita inventarisir, termasuk ada tambahan dua di Alas Barat,” sebutnya. Pihkanya pun sudah berkoordinasi dengan camat di wilayah setempat untuk membantu memantau mengawasi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mereka akan mengambil langkah persuasif dengan memberikan teguran kepada pemilik kafe yang berdiri secara ilegal tersebut. “Akan menegur dulu. Kalau tidak diindahkan, akan memohon bantuan kabupaten untuk penertiban,”jelas Patria. Sebelumnya ada pertemuan di

ruang Wakil Bupati bersama SKPD terkait, Forum Umat Beragama, Kapolres, Dandim, Camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat sehari sebelumnya, juga membahas persoalan kawasan Batu Gong. Di mana agar usulan permohonan beberapa pengusaha yang ingin mengurus rumah makan diproses sesuai aturan. Yakni dengan tetap memenuhi rambu-rambu aturan yang berlaku sekaligus ingin merubah image kafe yang sudah bergeser sebagai tempat mabuk-mabukan. “Ada beberapa pengusaha sudah mengurus izjn rumah makan. Tim dari Pol PP, PU, KPPT, Disperindag, BPM LH, dan lainnya, sudah turun melakukan survei. Ketika nantinya, diizinkan rumah makan, maka akan dikawal secara terus menerus agar tidak terjadi penyelewengan,” tukasnya. Selain itu, tambah Patria, menjelang bulan Ramadhan, juga dilakukan penertiban bangunan dan kegiatan ilegal dengan mengedepankan langkah persuasif. Dalam hal ini, pihaknya menyurati dan menegur pemilik usaha serta operasi gabungan yustisia bersama aparat. “Banyak keluhan dari pemeirntah desa, banyaknya warga yang tidak terdeteksi, yang tidak melaporkan diri. Makanya kita berikan imbauan terus menerus agar ada pemahaman yang sama,”jelasnya. (arn)


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Halaman 5

KPU NTB Terima Laporan Caleg Terlibat Penipuan

Dikpora akan Evaluasi Kurikulum Pendidikan Dari Hal. 1 ‘’Terus terang ini mengagetkan kami dan dunia pendidikan NTB. Selanjutnya kami akan melakukan evaluasi terhadap proses pendidikan di NTB. Kami juga berharap agar masyarakat, orang tua dan pihak terkait lainnya juga melakukan evaluasi yang sama terkait munculnya kasus ini,” kata Kepala Dikpora NTB, Drs. H. L. Syafi’i,MM, kepada Reporter Global FM Lombok, di Mataram, Jumat (21/6). Syafi’i mengatakan, sekolah telah melakukan upaya maksimal dalam pembentukan karakter siswa dengan menjalankan kurikulum pendidikan nasional. Beberapa diantaranya menggelar bimbingan iman dan taqwa (Imtaq), pendidikan agama dan lainnya. Tapi semua upaya para pendidik di sekolah akan menjadi sia-sia, jika orang tua juga tidak memberikan perhatian, pengawasan dan pendidikan kepada anak-anaknya. Senada dengan Syafi’i, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. H. Ali A Rahim, menegaskan, guru tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan dalam kasus ini. Karena, guru hanya memberikan pendidikan sekitar 6 jam per hari dan selebihnya 12 jam itu menjadi tanggung jawab orang tua. Di mana, orang tua memiliki peran yang lebih dari seorang guru untuk mendidik dan mengawasi anak-anaknya. Saat ini lanjut Ali, pemerintah tengah menggalakkan pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan nasional. Di dalamnya terdapat tiga komponen penting, yakni sikap, keterampilan dan pengetahuan siswa. ‘’Jadi ke depan, kita ingin mencetak generasi yang tidak saja cerdas, tetapi harus memiliki karakter yang baik. Dulu, memang pendidikan kita lebih mengutamakan pengetahuan, tapi sekarang sudah dievaluasi dan diubah,’’ jelasnya.

Akibat Serangan Media ‘’Cyber’’ Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Mataram, Drs. H. L. Fatwir Uzali, menilai, terlibatnya siswi dalam jaringan prostitusi akibat makin majunya serangan media cyber di Indonesia, khususnya NTB. Di mana, masyarakat terutama kaum muda dapat mengakses apa saja dan dapat berkomunikasi dengan siapa saja tanpa batas ruang dan waktu. Sekolah dinilai tidak akan mampu membendung itu kalau tidak dari siswa itu sendiri dan orang tuanya. ‘’Ini kan akibat majunya cyber yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan siapa saja. Jelas tidak bisa dibendung. Terkecuali mereka sendiri yang menahan diri. Orang tua juga hendaknya tidak memberi peluang untuk itu,’’ ujar Fatwir Uzali. Fatwir mengatakan, pihak sekolah telah memberikan pendidikan karakter yang sesuai dengan kurikulum pendidikan yang ada. Beberapa diantaranya, digelar pembinaan Imtaq setiap seminggu sekali, pendidikan agama, salat dhuha, pengajian dan lain sebagainya. Selain itu, digelar pendidikan ekstrakulikuler yang berbentuk kegiatan-kegiatan positif. Peran orangtua lanjut Fatwir, sangat menentukan juga sikap anaknya. Jadi, orangtua tidak menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk membentuk karakter anaknya. Pengawasan orang tua saat di luar pelajaran sekolah atau di rumah dan lingkungan juga perlu ditingkatkan agar anak tidak bergaul tanpa batas. ‘’Sekolah akan mengawasinya saat belajar, tapi jika siswa sudah pulang dari sekolah, itu tanggung jawab orang tuanya,’’ tandasnya. (ozi)

17 Mahasiswa Diminta Menyerahkan Diri Dari Hal. 1 Maka dari itu, kami meminta dengan hormat kepada bapak bapak tokoh masyarakat Bima dan Dompu, membantu kami mencari tau keberadaan mereka. Kalau sudah ditemukan, ajak mereka baik baik ke polres,” pinta Taufik. Dia meyakinkan, para mahasiswa ini hanya diminta hadir untuk didengar keterangannya sebagai saksi. “Hanya sebagai saksi,” tegasnya. Deadline Polisi Pada pertemuan itu hadir sejumlah tokoh dari Bima dan Dompu yang menjabat di sejumlah instansi pemerintah dan swasta. Seperti anggota DPRD NTB, Ali Ahmad dan Mori Hanafi, Kepala D i s h u b k o m i n f o Ir.H.Ridwansyah, Kabag Hukum Pemkab Lobar, Muliadin, SH. Rektor UMM, Drs. Mustamin MS, H. Muammad Sidik dari Universitas Mataram, juga Ketua Ikatan Mahasiswa Bima (Imbi) Firmansyah. Masing-masing pihak menyampaikan apa yang menjadi harapannya. Sebagaimana dilontarkan Mori Hanafi, yang berharap pelaku segera ditangkap. Karena yang dikhawatirkannya adalah ekses di kemudian hari. ‘’Sementara ini, saya memang bisa menahan anak -nak mahasiswa baik yang di Mataram mau-

pun di Bima, agar tidak bertindak. Saya sudah memberi jaminan, bahkan saya mengancam mereka agar tidak melakukan aksi balasan. Tapi satu permintaan kami kepada polisi, segera tangkap pelakunya,’’ tegas Mori. Ali Ahmad justru mengkritik keberadaan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) yang dinilainya tidak ada pekerjaannya. Padahal menurutnya, dari APBD anggaran untuk Kominda tetap berjalan. ‘’Tapi apa yang dikerjakan Kominda selama ini? Kenapa mereka tidak bekerja sejak awal, mendeteksi potensi gangguan keamanan, contohnya bentrokkan ini. Mestinya mereka kan tahu ada potensi gejolak seperti ini,” tegas politisi PAN ini dengan nada tinggi. Ridwansyah juga menyatakan sikap dalam pertemuan itu. Ia akan segera mengintervensi upaya persuasif itu dengan menghubungi Sekda Kabupaten Bima dan Sekda Kabupaten Dompu. Ia akan meminta kepada dua petinggi birokrasi itu berkoordinasi dengan camat tempat tinggal para mahasiswa yang dicari tersebut. ‘’Agar dicari tahu keberadaannya. Sekda bisa back up untuk mencari tahu,’’ tegasnya. (ars)

Bantah Langgar Aturan Dari Hal. 1 Semua sudah sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,’’ tegasnya. Menurutnya, tidak ada aturan yang dilanggar dalam persoalan tersebut. Karena memang semua mekanisme sudah dijalankan sesuai aturan yang ada. Pasalnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah tentu didasari dengan aturan yang berlaku. Tidak mungkin kalau kemudian keputusan tersebut diambil tanpa ada dasar hukum. Lagi pula, pemerintah daerah sebelum memutuskan melakukan pengalihan kas daerah tentunya sudah mempertimbangkan dengan matang. Bukan hanya pertimbangan secara finansial juga banyak pertimbangan-pertimbangan lainnya. Proses pengalihan kas daerah juga dilakukan secara resmi. Sehingga secara administrasi, pengalihan kas daerah tersebut legal. ‘’Ada surat resminya kok dari pemerintah dengan pihak bank. Kalau memang menyalahi aturan, tidak mungkin ada surat menyurat,’’ tegas bupati. Tidak hanya itu, kas daer-

ah yang dialihkan hanya sebagian kecil dari kas daerah yang masih tersimpan di Bank NTB yang jauh lebih besar. Dana tersebut juga disimpan atas nama rekening pemerintah daerah. Bukan atas nama rekening pribadi seperti yang disangkakan. “Kalau ada yang mengatakan dananya masuk ke rekening pribadi itu salah. Karena dana tersimpan atas nama rekening pemerintah daerah,” jelasnya. Untuk itu, ia berharap supaya persoalan tersebut tidak menjadi polemik terlalu jauh dan dibesar-besarkan. Apalagi sampai dipolitisir dengan tujuantujuan tertentu. Karena semua sudah dijalankan sesuai aturan yang berlaku. ‘’Sesuai aturan pemerintah daerah berhak menjadikan bank umum mana saja sebagai bank kas daerah. Bahkan bila perlu nanti, semua bank yang ada di Loteng dijadikan bank kas daerah. Jadi tidak perlu ada yang dipersoalkan lagi,’’ ujar Bupati Loteng dengan nada sedikit tinggi. (kir)

(Suara NTB/ars)

TERBAKAR - Bagian dalam Kantor Pegadaian yang ludes di lalap api, dipicu ledakan mobil di garasi Lesehan Kemuning, Jalan Majapahit, semalam.

Mobil Meledak, Picu Kebakaran Lesehan Mataram (Suara NTB) Peristiwa kebakaran berlangsung Jumat (21/6) petang kemarin. Kebakaran dipicu ledakan sebuah mobil, yang kemudian memicu terbakarnya Lesehan Kemuning, Jalan Majapahit Kota Mataram. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 400 juta. Peristiwa kebakaran ini disaksikan langsung pemilik Lesehan Kemuning, Budi Dharmawan (34). Saat itu, sekitar pukul 19.00 Wita, terdengar ledakan di garasi mobil yang terletak di bagian depan lesehan. Ledakan terdengar seperti rentetan senjata api laras panjang M16. “Pas ledakan itu, api naik ke atas atap garasi,” kata Budi. Saat itu juga, ia bersama

sejumlah karyawannya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, ember berisi air dan menyemprotkan dengan selang air PDAM. Namun karena api makin membesar, ia kemudian menghubungi pihak Pemadam Kebakaran Kota Mataram. Kurang dari 30 menit, empat mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung memuntahkan air dari pipa. Menurut saksi, mobil pemadam kebakaran sempat kesulitan karena api menjalar hingga bengkel di samping garasi, terciprat hingga ke Kantor Pegadaian yang juga letaknya dekat garasi. Karena yang terbakar hingga atap, api bahkan mengenai bagian belakang lesehan. Kerja keras petu-

gas pemadam akhirnya membuahkan hasil sekitar satu jam kemudian. Api benar benar bisa dipadamkan. Dalam peristiwa ini, sedikitnya lima mobil pemadam dikerahkan. Sementara Budi menyebut, kerugian dihitung dari mobil yang terbakar hebat, Kantor Pegadaian dan sebagian kafe. ‘’Saya rugi sekitar Rp 400 juta,’’ sebutnya. Sementara di lokasi kejadian, tim dari Polsek Ampenan langsung meminta keterangan saksi saksi. Termasuk pemilik lesehan juga sempat dimintai informasi. Dari pengamatan sementara, menurut Kapolsek Mataram, Kompol Yunus Junaidi S, Sos, kebakaran dipicu ledakan mobil, sebagaimana keterangan saksi. (ars)

Belum Jelas, Pendistribusian Kartu BLSM di Dompu Dompu (Suara NTB) Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diikuti dengan pembagian Bantuan Langsung Sementara Mandiri (BLSM) di Kabupaten Dompu belum jelas. Bahkan pihak Pos di Dompu baru akan menerima sosialisasinya, Minggu (23/6) besok. Kpala Kantor Pos Dompu, Muslim kepada Suara NTB di kantornya, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan, rencana pemberian BLSM masih be-

lum bisa dipastikan. Apalagi, pihaknya belum menerima nama-nama penerima BLSM. Selain BLSM, PT Pos Indonesia juga mendistribusian bantuan siswa miskin (BSM) dan sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu. Penerima BSM tingkat SD di Dompu sebanyak 4.430 orang atau 240 SD dengan nilai uang hingga Rp 1,485,540,000.- atau Rp180 ribu per siswa untuk kelas 6 SD dan Rp 360 ribu per siswa untuk kelas 1-5 SD. “Untuk

BSM ini mau kita distribusikan. Modelnya, akan diterima kolektif oleh guru dan sekolah yang akan membagikan kepada siswa,” jelasnya. Sementara untuk tingkat SMP, penerimanya 1.418 orang siswa atau 57 SMP seKabupaten Dompu. Jumlah bantuan BSM untuk siswa SMP sebesar Rp.614,350 juta. “Kalau bantuan siswa miskin untuk SMP sudah dicairkan dan publik bisa mengontrolnya,” katanya. (ula)

SMK PP NTB Jadi Inkubator Agribisnis Mataram (Suara NTB) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) milik Pemprov NTB yang terletak di Jalan Tuan Guru Lopan, Labuapi Lombok Barat (Lobar) akan dijadikan inkubator agribisnis. Seluruh pelajar SMK-PP diarahkan untuk mengolah hasil pertanian sehingga memiliki nilai jual yang bagus. Inkubator agribisnis merupakan industri kecil yang berbasis lahan praktik. Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) NTB Dr.H. Mashur di Labuapi, Lobar Jumat (21/6) mengatakan, siswa yang telah lulus

di SMK-PP ini diharapkan menjadi ahli dalam bidang pengolahan hasil pertanian. Karena selama masa pendidikan mereka terlibat langsung dalam proses pertanian itu sendiri. “Karena ini di bawah UPTBnya Bakorluh kami akan membuat namanya sekarang ini inkubator agribisnis. Inkubator agribisnis itu adalah industri mini yang ada disini yang berbasis laboratorium atau lahan praktik itu. Misalnya dia harus belajar melon yang berkualitas, siswa yang menanam dan mereka juga yang menjual,’’ kata Mashur. Ia menerangkan, NTB saat ini sangat fokus pada pengembangan industri pengolahan

hasil pertanian. Karena itu SDM akan dipersiapkan semaksimal mungkin untuk melaksanakan kebijakan pemerintah daerah tersebut. Inkubator agribisnis akan melahirkan siswa yang profesional di bidang pertanian. Meski demikian, masih adanya hambatan dalam mendukung program tersebut yaitu kurangnya sarana laboratorium yang tersedia. Di SMK-PP NTB baru terbangun tiga lokal laboratorium dari kebutuhan ideal tujuh lokal ruang laboratorium. Begitu juga dengan asrama siswa masih ada kekurangan, namun akan disempurnakan secara bertahap. (ris/kmb)

SPBU Diserbu Kendaraan Dari Hal. 1 Tampak di setiap SPBU dijaga ketat aparat gabungan, TNI dan Polri. Termasuk salah satu SPBU milik TNI Angkatan Laut di Ampenan, pun dikawal cukup ketat oleh anggota TNI AL. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak SPBU pun membatasi pembelian premium maupun solar menggunakan jeriken. Sement-

ara stok BBM di masing-masing SPBU juga cukup, mengingat sudah ada komitmen Pertamina untuk menyiapkan stok sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satu petugas SPBU kepada Suara NTB mengatakan, terjadi lonjakan pembelian dalam waktu yang sangat cepat. ‘’Semua minta tangki full, kita yang bertugas agak kalang kabut dengan banyaknya pembeli,’’ katanya. Untuk itu, pemilik SPBU-pun

menerapkan sitem bergilir kepada petugasnya. Bahkan beberapa unit mesin pengisianpun difungsikan maksimal untuk mengimbangi membludaknya pembeli. Warga yang antre di SPBU mengaku rela mengantre meski dalam waktu yang lama. ‘’Lumayan selisih harganya. Kalau harga BBM naik dari Rp 4.500 ke Rp 6.500, lumayan selisihnya. harus ngisi tangki full,’’ aku Zulfan. (bul)

Di Rumahnya, LP Penjual Pulsa Dari Hal. 1 Tapi siapa yang menyangka, di rumahnya dia adalah sosok yang biasa, sama dengan remaja lainnya. Penampilannya tidak tampak seperti seorang pengendali bisnis prositusi. Menurut pengakuan ibunya, LP di rumah adalah gadis yang biasa bergaul dan wajar-wajar

saja. Sehari hari LP membuka bisnis kecil-kecilan sebagai penjual pulsa. Maklum setelah tamat dari salah satu SMA di Mataram, LP langsung membuka kios untuk berjualan pulsa. ‘’Terakhir dia minta uang Rp 250.000 buat beli pulsa. Karena saldo pulsanya habis,’’ kata ibu LP, yang enggan menyebut identitasnya. Hanya sebatas itu yang ia

ketahui. Anaknya beraktivitas sebagai penjual pulsa sejumlah operator seluler. ‘’Saya tidak tahu dia jadi beginian (mucikari, red), sama sekali tidak tahu,’’ akunya. Selebihnya wanita ini enggan bekomentar banyak. Ia lebih banyak tertutup. Namun harapannya, agar anaknya tidak diproses hukum jika memang tidak terbukti bersalah. (ars)

Jangan Ganggu Stabilitas Dari Hal. 1 Ia berharap, ini menjadi kejadian terakhir kalinya. Karena sudah banyak korban jatuh. Dan korban kali ini, adalah yang paling mengenaskan karena Farhan dibunuh dengan cara tidak manusiawi. Citra Suku Mbojo di Mataram justru rusak karena perkelahian dan bentrok akibat masalah sepele. ‘’Saya berharap ini kejadian terakhir kalinya, karena ini sudah cukup merusak citra kita sebagai masyarakat Bima dan

Dompu. Ini kami harap kepada para mahasiswa untuk bisa menahan diri. Kalau ada masalah, mari selesaikan bersama sama. Di Mataram ini kan ada orang tua yang bisa diajak berunding menyelesaikan masalah,’’ kata Arsyad. Terkait kejadian yang merenggut satu korban jiwa dan seorang mahasiswa luka parah itu, pihaknya sesegera mungkin menempuh upaya pendekatan sekaligus desakan kepada aparat Kepolisian untuk membantu mengendalikan situasi. Karena selama

ini, yang beredar banyak isuisu menyesatkan. Seperti aksi balasan, penculikan mahasiswa, pembacokan, sampai pemerkosaan. Isu-isu ini diharapkan tidak disebarkan. Karena Kepolisian sudah memberi jaminan bahwa Mataram aman, tidak ada aksi sweeping apalagi balas dendam. Desakan terkait dengan keinginan agar pelaku segera tertangkap. ‘’Dalam waktu dekat, kita jadwalkan bertemu dengan Kapolda, Kapolres Mataram, juga Walikota Mataram membahas kasus ini,’’ pungkasnya. (ars)

Mataram (Suara NTB) KPU NTB hingga saat ini masih menerima tanggapan dari masyarakat terkait Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatif. Hingga saat ini, KPU NTB telah menerima sekitar lima tanggapan atau laporan dari masyarakat terkait calon legislatif (caleg) yang ada dalam DCS. Dari ke lima laporan tersebut, KPU NTB menerima laporan adanya caleg yang pernah terlibat dalam kasus penipuan. Demikian diungkapkan Anggota KPU NTB Divisi Hukum dan Pengawasan, H. Ilyas Sarbini, SH. ‘’Dalam salah satu laporan ada yang mempersoalkan caleg ini terlibat dalam kasus penipuan tapi empat tahun yang lalu. Namun (laporan) tidak disertakan dengan adanya proses hukum,” terangnya di ruang kerjanya, Jumat (21/6) kemarin. Selain laporan kasus penipuan, KPU NTB juga menerima laporan adanya caleg yang terlibat kasus amoral. Namun Ilyas tidak menyebutkan secara rinci bentuk perbuatan amoral tersebut. Laporan yang masuk juga adanya caleg yang sudah dicabut SK keanggotaan partainya. “Kalau sudah dicabut SK partainya dia tidak berhak lagi,” ujarnya. Laporan ke empat yaitu ada pejabat yang secara nyata masih memegang jabatan tertentu tapi ikut mencalonkan diri. Dalam pendaftarannya, caleg ini tidak menyertakan surat pengunduran diri. “Bukan dari PNS. Ada jabatan yang pembiayaannya bersumber dari keuangan negara. Dia salah satu pimpinan dalam kantor itu,” terangnya. KPU NTB akan langsung mengcrosscheck terkait hal itu, jika memang benar menjabat jabatan

tertentu yang dananya dari uang negara, yang bersangkutan masih bisa melengkapi dengan surat pengunduran diri sampai tanggal 1 Agustus. Ilyas menyebutkan ada satu lagi laporan dari masyarakat. Namun ia belum mengetahui substansi laporan tersebut. Ia menyatakan jika memang banyak laporan yang masuk ke KPU NTB, pihaknya berjanji akan membuka ke publik. Ia menegaskan dari berbagai laporan yang masuk, pihaknya tidak akan membuka siapa pelapornya dan pihaknya menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Dari laporan-laporan yang masuk tersebut, identitas pelapor juga jelas. Begitu juga dengan caleg dan parpol yang dilaporkan. Berbagai laporan tersebut akan dijadikan bahan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi ke parpol dan caleg yang bersangkutan. Setelah melakukan klarifikasi dan verifikasi, baru kemudian pihaknya bisa menilai benar atau tidak terkait laporan-laporan tersebut. Mekanisme klarifikasi adalah dengan bersurat ke caleg bersangkutan melalui partainya untuk memberikan klarifikasi terhadap keberatan dari masyarakat tersebut. “Substansi keberatan itu kami akan kirim ke yang bersangkutan walaupun nama pelapornya tidak kami cantumkan. Ini untuk menjaga kerahasiaan dan melindungi pelapor. Cukup substansi persoalan,” terangnya. KPU menerima tanggapan masyarakat sampai tanggal 27 Juni mendatang. Sementara KPU akan melakukan klarifikasi terkait laporan-laporan tersebut mulai tanggal 28 Juni selama satu minggu. (yan)

Prostitusi Pelajar

Dinilai Akibat Kurang Pengawasan Mataram (Suara NTB) – Mencuatnya 30 nama baru dalam kasus prostitusi pelajar, mengundang keprihatinan dunia pendidikan saat ini. Pengamat sekaligus anggota Dewan Pendidikan NTB, Kutjib Anwar menilai, hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dan komunikasi, antara orang tua maupun guru di sekolah. Menurut Kutjib, perlu ditanamkan pendidikan Imtaq di sekolah. Masyarakat dan orang tua tentu tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kesalahan pada sekolah. Disini letak pentingnya komunikasi antara sekolah, masyarakat dan orang tua. “Kalau bisa dengan kejadian ini semua orang tua yang punya anak perempuan itu harus menjalin komunikasi intens dengan sekolah. Bila anaknya pulang tidak tepat waktu,” terangnya Jumat (21/6) kemarin. Dengan kata lain, orang tua harus memiliki jadwal kepulangan anaknya dari sekolah. Sehingga orang tua tahu betul posisi anaknya berada di mana. Sekarang ini Kutjib melihat banyak diantara or-

ang tua yang tidak tahu jadwal anaknya. Inilah yang dikhawatirkan menjadi celah pelajar terjerumus dalam lembah hitam. Kutjib menilai, faktor keluarga yang kurang harmonis dan faktor ekonomi merupakan beberapa penyebab yang melatarbelakangi siswa mudah tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan sang mucikari. Terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi ditambah dengan kondisi keuangan orang tua yang tergolong ekonomi lemah, tak heran banyak diantara para siswa yang lebih memilih jalan pintas. Kutjib berharap kepada orang tua untuk semakin intens menjalin komunikasi dengan sekolah. Begitu juga kepada sekolah untuk wajib melakukan pemberitahuan kepada orang tua, jika pada hari-hari tertentu siswa pulang lebih pagi. Hal senada diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati. Menurut Nyayu orang tua harus lebih mendekatkan diri kepada anak dan menjalin komunikasi. (nia)

Tersangka Mucikari Mogok Makan Dari Hal. 1 Mulai dari pemeriksaan jumlah tahanan, apakah sesuai data atau tidak, jumlah personel yang bertugas, sampai dengan kelengkapan sarana dan prasana. Sampai pada hal-hal yang menyangkut kebersihan. Menurutnya pemeriksaan ini penting, karena sebagai bagian dari pencitraan kondisi penghuni di sel tahanan titipan setempat. ‘’Kami ingin kondisi sel di sini lebih baik dari tempat lain, karena ini men-

yangkut kenyamanan orang yang ditahan. Bagaimana pun juga mereka manusia yang harus dimanusiakan,’’ terang Giri. Dalam kewenangan pengawasan ini, tidak hanya dikendalikan oleh bidang Tahti (Tahanan Titipan), tapi semua pihak bertanggung jawab, karena mereka yang ditahan masih dalam status pemeriksaan. Pihaknya juga ikut ambil bagian dalam tanggung jawab tersebut. ‘’Apalagi Kapolda juga sangat atensi, tidak ingin sel tahanan di dalam ini tercitrakan tidak baik,’’ pungkasnya. (ars)


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Halaman 6

Gunung Es Prostitusi Pelajar Mencari Alternatif Pengganti Tembakau TEMBAKAU adalah produk yang sangat sensitif terhadap cara budidaya, lokasi tanam, musim/cuaca, dan cara pengolahan. Karena itu, suatu kultivar tembakau tidak akan menghasilkan kualitas yang sama apabila ditanam di tempat yang berbeda agro ekosistemnya. Produk tembakau sangat khas untuk suatu daerah tertentu dan kultivar tertentu. Akibatnya, macam-macam produk tembakau biasanya dinamai sesuai lokasi tanam. Seperti halnya tembakau virginia yang sangat terkenal dengan kualitasnya, bahkan terbaik ke tiga di dunia sudah identik dengan Lombok. Karena memang penghasil tembakau jenis ini, produsen terbesarnya berada di Pulau Lombok. Tembakau Virginia Lombok sudah dibudidayakan petani di daerah ini (Lombok) sudah sejak lama. Areal terluas budidaya komoditas ini berada di Lombok Timur. Pada tahun-tahun lalu, hasil komoditas pertanian yang satu ini di sebut ‘’emas hijau’’. Kenapa? Karena harga jualnya yang sangat tinggi. Mahalnya harga ‘’emas hijau’’, melahirkan petani-petani kaya terutama di sentra-sentra produksi tembakau. Bukan sesuatu yang aneh ketika musim panen tembakau tiba, mereka bisa membeli mobil, sepeda motor serta benda-benda konsumtif lainnya. Karena memang keuntungan dari bertani ‘’emas hijau’’ ini sangat besar. Ketika harganya melambung dan lahir petani-petani kaya, petani yang sebelumnya tak berpikir menanam komoditas ini, langsung putar haluan. Petani yang awalnya tak tertarik, beramai-ramai beralih menanam tembakau. Karena memang, jika dibandingkan dengan hasil pertanian lainnya seperti padi, kedelai, kacang tanah dan hortikultura lainnya, budi daya tembakau jauh lebih menguntungkan. Di saat petani beramai-ramai menanam tembakau, luas areal komoditi ini pun bertambah. Bertambahnya luas areal, mengakibatkan produksi otomatis bertambah dan bahkan berlimpah. Nah ketika produksi berlimpah, hukum ekonomi pun berlaku. Harga tembakau anjlok. Memang di Lombok, ada perusahaan mitra yang siap menampung produksi petani. Namun perusahaan rokok tersebut, tentu punya daya tampung maksimal sesuai dengan kebutuhannya. Petani-petani yang bermitra dengan perusahaan rokok, memang tidak mengalami masalah terkait harga komoditas ini. Namun tidak demikian halnya dengan petani non mitra atau yang dikenal dengan petani swadaya. Produksi tembakau mereka terjual dengan harga murah. Akibatnya petani pun rugi karena biaya operasional dengan hasil jual produksi tak seimbang. Rendahnya harga jual tembakau, menimbulkan gejolak setiap kali musim panen tiba. Kendati harga rendah, petani seolaholeh sudah terhipnotis untuk terus menanam tembakau. Karena itu, pemerintah perlu memberikan solusi berupa alternative selain tembakau yang bias ditanam. Tidak saja mencarikan solusi alternatif ketika musim hujan karena akan berpengaruh pada produksi tembakau. Tetapi perlu dicarikan alternatif komoditi yang menguntungkan petani. (*)

ROSTITUSI adalah pekerjaan paling tua di muka bumi. Jual-beli seksual tumbuh seiring dengan kesadaran akan hasrat libidinal yang mesti tersalurkan. Agama mengatur hasrat tersebut dalam lembaga pernikahan, yang kerap kali tak sanggup menanggung ledakan fantasi dan sensasi yang tak ada habis-habisnya. Fantasi seksual manusiawi sifatnya, tumbuh bersama dengan perkembangan usia. Kemanusiawian ini sering menjadi palang terbuka sehingga seseorang akan berusaha memuaskan fantasi tersebut meskipun harus membayar mahal. Pada gilirannya, tersebab hadirnya konsumen, prostitusi menjadi industri besar yang tak banyak membutuhkan modal. Para mucikari, kadang dengan cara kekerasan, menjebak calon pekerjanya untuk terjerat dalam dunia prostitusi. Kadang pula tak perlu dengan unsur kekerasan sebab ada saja yang menyerahkan diri dengan rela untuk dipekerjakan. Bisnis prostitusi tak mengenal tempat dan latar wilayah, di seluruh dunia bisnis ini tumbuh dengan pesat. Di negara-negara liberal prostitusi berkembar dengan industri pornografi. Keduanya samasama legal. Industri yang menjual syahwat ini meraup keuntungan yang jauh lebih besar ketimbang industri film pada umumnya. Wajar saja, sebab konsumen mereka takkan ada habisnya mengingat meningkatnya pula jumlah populasi. Begitu pula mereka tak pernah kekurangan pemain, karena berbondong-bondong orang tak malu-malu memilih menjadi pornstar karena pekerjaan itu legal dan bahkan ada semacam award pula untuk pekerjaan mereka. Meskipun legal, ada syarat yang harus ditaati oleh para pengusaha pornografi itu. Batasan usia adalah salah satunya. Apabila mereka memakai pemain dibawah usia minimal, hukuman berat sudah disiapkan untuk mereka. Begitupun para konsumen tidak bisa sembarangan membeli konten-konten pornografi, sebab konsumen mesti

Oleh

Kiki Sulistyo

(Departemen Sastra Komunitas Akarpohon, Mataram)

menunjukkan tanda pengenalnya apabila ada kecurigaan usianya masih di bawah umur. Indonesia adalah negara beragama dan berbudaya. Tidak mungkin kiranya prostitusi dan pornografi dilegalkan. Para PSK diuber-uber dan dibina di panti-panti. Undang-undang pornografi bahkan sempat menjadi kontroversi. Sayangnya pembinaan itu seperti tidak menjadi solusi yang efektif. Banyak PSK yang beroperasi kembali setelah keluar dari panti. Lokalisasi bahkan menimbulkan ambigu yang sulit dicari jalan tengahnya. Apabila dibubarkan, timbul kekhawatiran bahwa para PSK tersebut akan beroperasi secara gerilya. Kenapa? Karena konsumennya tidak berkurang. Ini justru lebih berbahaya karena susah dikontrol. Penyebaran penyakit berbahaya karena kontak seksual juga turut susah dikendalikan. Tetapi apabila lokalisasi dibiarkan, akan muncul kesan bahwa pemerintah dan masyarakat melegalkan bisnis tersebut. Akibatnya, kesan hipokrisi mengapung karena tidak adanya jalan tengah yang benar-benar efektif. Kausalitas atas hadirnya prostitusi juga semakin kompleks. Alasan ekonomi bisa jadi sudah usang dan klise. Tumbuhnya budaya konsumeris dan bergesernya gaya hidup menjadi persoalan tersendiri. Cobalah kita tengok, industri pornografi legal memang tidak mungkin tumbuh di Indonesia, tetapi pornografi bawah tanah benar-benar tumbuh dan menjalar bagaikan lumut. Pelakunya bukan cuma orang dewasa, tetapi juga para remaja yang masih sekolah. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus informasi menyebabkan perasaan takjub yang tak kepalang-tanggung. Hal ini lebih mengerikan dari industri pornografi itu sendiri. Bayangkan para remaja itu merekam diri mereka sendiri ketika sedang asyik memadu syahwat, lalu disebarkan (atau menyebarkannya) melalui jejaring internet. Diunduh gratis oleh siapa saja, tak peduli usia. Para aktivis dunia maya kucing-kucingan dengan aparat yang biasanya hanya mungkin melakukan blokir terhadap konten-konten pornografi, sesuatu yang jauh dari efektif.

Konsumen Mataram dihebohkan dengan terbongkarnya sindikat prostitusi pelajar. Ah, sebenarnya mungkin tak heboh-heboh benar, sebab prostitusi pelajar sudah menjadi rahasia umum. Mucikari dan remaja di bawah umur yang terlibat dalam prostitusi tersebut diciduk. Sayangnya, satu hal yang terkesan dilupakan adalah para konsumen prostitusi tersebut. Padahal, prostitusi itu menggunakan logika dagang. Kalau tak ada konsumen, tak ada yang kan berdagang. Mestinya jaringan konsumen ini juga dikejar untuk memotong lingkaran prostitusi tersebut. Hal lain yang turut menumbuhkan tingkat prostitusi pelajar mestinya juga dikaji dari berbagai dimensi. Alasan ekonomi sebenarnya sudah tak bisa diterima lagi. Para remaja itu sudah bisa sekolah artinya taklah miskinmiskin sangat, sehingga harus menjual tubuhnya. Tingat konsumerisme dan gaya hidup yang tinggi bisa jadi menjadi pemicu. Kenyataan itu ditambah dengan pola pendidikan yang tak mampu membentuk mental mereka menjadi generasi yang tangguh dan kreatif. Kemudian ketimpangan penghasilan yang tajam, di satu sisi ada orang yang begitu mudah mengeluarkan uang sekian banyak hanya untuk kesenangan sesaat. Di sisi lain ada orang yang sudah banting-tulang setiap hari, tapi masih saja hidup dalam ketegangan ekonomi. Mereka, yang umumnya mudah menghambur-hamburkan uang tersebut secara logika juga mendapatkan uangnya dengan cara yang mudah. Masih hangat sebagai berita, heboh yang dibuat kader partai macam Ahmad Fathonah yang begitu mudahnya mengeluarkan uang puluhan juta untuk meraih kesenangan seksual. Kenyataan yang membuat banyak orang geram dan iri sekaligus. Lebih menggiriskan lagi uang yang dikeluarkan itu adalah hasil korupsi. Betapa berlipat rasa sakit hati mendengarnya. Hal lain lagi yang juga tak bisa dilupakan adalah peran keluarga. Bagaimana keluarga bisa memainkan peran sosialnya dalam membentuk pribadi yang ada di dalamnya. Penerapan kedisipli-

nan yang tak memberi ruang bagi hipokrisi. Sebab barangkali tak sedikit juga pengejaran ambisius terhadap materi membuka ruang yang lebar bagi perilaku buruk anak-anak. Kemewahan tak selamanya menimbulkan hal baik, kemewahan kerap kali menjadi sumber kehancuran. Komplikasi dari berbagai “penyakit sosial” dapat kita lihat dari kenyataan-kenyataan tersebut. Keluarga yang rapuh, sistem pendidikan yang keliru, serbuan teknologi-informasi yang tak diiringi oleh kesiapan mental, budaya konsumerisme, perilaku korupsi yang melahirkan orang kaya baru, serta hukum dan aturan yang tak efektif. Komplikasi yang pada gilirannya juga turut membidani lahirnya penyakitpenyakit sosial lainnya. Prostitusi pelajar yang terbongkar tempo hari hanyalah pucuk dari gunung es besar. Bila yang dilakukan hanyalah pencidukan tanpa mencoba menggali ke inti persoalan, dipastikan aktivitas prostitusi tersebut hanya akan tenggelam sebentar. Setelah itu pelan-pelan akan tumbuh lagi dengan modus baru. Akibatnya upaya pemberantasan hanya ibarat memotong rumput tanpa mencabut akarnya. Pada waktunya rumput itu akan berkembang lagi dengan lebih subur.

Prostitusi pelajar, Dikpora akan evaluasi kurikulum pendidikan Jangan sekadar evaluasi

*** Pemprov tawarkan tanaman alternatif pengganti tembakau Alternatif yang menguntungkan petani

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Perubahan Iklim Investasi Harus Dikembangkan MESKI pemerintah menyiapkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, selain jumlah anggaran yang sangat minim, Rp 150.000 per Kepala Keluarga (KK), yang tak mendapat perhatian serius adalah efek lain yang mengajarkan masyarakat untuk manja. Pemerintah pusat boleh saja mengetok keputusan itu, tetapi di Provinsi NTB diharapkan dengan bantuan tersebut akan menjadi semangat untuk memacu kreativitas mengembangkan diri masyarakat. Setidaknya penumbuhkembangan wirausaha kecil setingkat Pedagang Kaki Lima (PKL). Pelaku usaha, sekaligus Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Ir. Ma‘sum Sarnyoto mengatakan, investasi harus dikembangkan. Tetapi investasi yang tidak kaku pada besaran nilainya. Bahkan pedagang kecilpun sejatinya menjadi investasi paling besar di NTB. “Kita harus lebih kreatif sekarang. Dengan mengandalkan BLSM kemudian menjadikan masyarakat manja, bahkan secara nasional kita sulit berkembang dibanding negara-negara lainnya, taruh saja Malaysia dan Cina. Ini yang perlu terus dicarikan solusi di Provinsi NTB,” terangnya. Menurut dia, penataan PKL harus terus difokuskan karena investasi daerah ini menjadi investasi yang tak ada matinya. Bayangkan saja, dalam sehari sudah berapa keuntungan yang bisa dihasilkan, meski kecil tetapi frekuensinya relatif stabil. Lain halnya dengan investasi yang bernilai besar, ukuran manfaatnya sebenarnya tidak bisa dirasakan langsung. Tetapi memerlukan waktu yang lama, minimalnya lima tahun untuk mengetahui untung dan rugi dan pembagian hasilnya. Kedua model investasi ini harus berjalan berbarengan untuk diperhatikan. Khusus pada pengembangan pedagang kecil, semua pihak memiliki andil. Pemerintah daerah berkewenangan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan secara terus menerus. Demikian pula untuk permodalannya, perlu keseriusan pihak perbankan dalam menyalurkan pinjaman lunak. Jangan sampai, pascakenaikan BBM nanti, justru semakin mengerdilkan perekonomian daerah yang berbasis kerakyatan, dengan bertambahnya beban dan biaya hidup. Meski sebenarnya program penumbuhan 100.000 Wira Usaha Baru (WUB) sudah dilaksanakan. Tetapi jumlah yang tertuang masih dalam bentuk catatan. Implementasi di lapangan harusnya dipantau, yang diibaratkan tanaman yang sudah ditanam, bertunaskah, atau sebaliknya. (bul)

Ma‘sum Sarnyoto

Pemprov Tawarkan Tanaman Alternatif Pengganti Tembakau Mataram (Suara NTB) Perubahan iklim tahun ini menyebabkan penanaman tembakau virginia Lombok tidak serempak. Supaya tidak mengalami kerugian, petani diharapkan menanam tanaman alternatif karena musim hujan tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya. Untuk itu, Pemprov NTB menawarkan 150 percontohan komoditas alternatif yang tak kalah ekonomis dari tanaman tembakau pada daerah-daerah sentra tembakau di Pulau Lombok. Demikian dikatakan Sekretaris Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan NTB, Dr. H. Mashur, MS di Mataram, Jumat (21/6) kemarin. “Persoalan tembakau ini sekarang adanya perubahan iklim, hujan lebih bany-

ak dari tahun-tahun sebelumnya. Inilah yang ditakutkan oleh petani tembakau. Kami di Bakorluh sekarang mengantisipasi ini dengan membuat 150 percontohan komoditas alternatif selain tembakau ketika kondisi

cuaca seperti ini,” ujarnya. Ia menyebutkan 150 percontohan komoditas alternatif tersebut tersebar di empat kabupaten yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara. Tempat percontohan

pada daerah sentra tembakau tersebut tersebar di 150 desa, 15 kecamatan dan empat kabupaten di Pulau Lombok. “Mudah-mudahan dari percontohan ini akan keluar, misalnya petani menanam melon menjadi salah satu alternatif, hasilnya berapa. Artinya petani tidak memaksa diri dalam kondisi seperti ini menanam tembakau,” harapnya. Menurutnya, tidak semua daerah sentra tembakau bisa ditanami tanaman alternatif seperti melon. Teta-

pi disesuaikan dengan kondisi daerah setempat, seperti Lombok Utara yang cocok dengan kacang tanah, palawija dan lainnya. Dikatakan, komoditas hortikultura dinilai cukup menguntungkan dari sisi ekonomis karena waktunya singkat dan pendapatan yang diperoleh cukup tinggi. “Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Nanti petani yang memilih mana yang menguntungkan dirinya, itulah yang akan ditanam,” tandasnya. (nas)

Pemkab Lotim Waspadai Dampak Kenaikan BBM Selong (Suara NTB) Dibalik rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah dampak buruk kemungkinan terjadi. Menyadari hal itu, Pemkab Lombok Timur (Lotim) memandang perlu upaya antisipatif mewaspadai dampak kenaikan harga BBM itu. Demikian ungkap Bupati Lotim, H.M. Sukiman Azmy dalam acara sosialisasi kenaikan harga BBM di Kantor Bupati, Jumat (21/6) kemarin. “Perlu antisipasi dampak pelaksanaan kegiatan kenaikan BBM,” ucapnya. Saat terjadi kenaikan, dimisalkan pukul 00.00 Wita semalam, akan banyak dampak turunan yang diyakini akan terjadi. Antara lain, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan banyak antrean. Bupati meminta, aparat keamanan melakukan pengamanan antrean masyarakat agar antrean bisa berjalan tertib. “Tidak menutup kemungkinan akan ada nyerobot. Langkah pengamanan ini menjadi prioritas,” ujarnya. Seluruh Camat yang di daerahnya ada SPBU, Kecamatan Terara, Masbagik, Aik-

Ekonomi Pembangunan H.M. Aminullah menerangkan, kebijakan kenaikan harga BBM tahun ini sudah menjadi keharusan. Kebutuhan terhadap BBM terus bertambah seiring pertambahan penduduk. Ditambahkan, pemerintah dibebani subsidi untuk BBM ini sebesar Rp 251 triliun. Pengurangan subsidi untuk BBM oleh pemerintah akan dialihkan ke arah yang jauh lebih memberdayakan masyarakat. Pasalnya, BBM bersubsidi ini sebagian besarnya hanya dinikmati orang-orang kaya.

(Suara NTB/rus)

PASAR - Aktivitas jual beli di Pasar Apitaik Kecamatan Pringgabaya Lotim. mel, Labuhan Haji, Selong, Wasanaba, Sakra dan Pringgabaya harus berkoordinasi

dengan aparat keamanan untuk pengamanan. Hal lainnya yang harus

diantisipasi, lanjut Bupati kenaikan harga sembako di pasar. Asisten II Bidang

Perbup Tarif Angkutan Mengenai tarif angkutan jajaran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lotim tengah mempersiapkan draf Peraturan Bupati (Perbup) tarif angkutan yang baru pascakenaikan BBM ini. Hal ini disampaikan Kadishubkominfo Lotim, H. Syarif Waliyullah. Ia menuturkan, saat ini para sopir angkutan ternyata sudah sudah ada yang menaikkan harga dari Rp 2.600 menjadi Rp 3.000 untuk angkutan umum perkotaan. Rp 2.600 itu kataya merupakan kesepakatan terakhir. (rus)

(Suara NTB/bul)

Peringatan Harkopnas Ke-66 akan Dihadiri Presiden Mataram (Suara NTB) Kementerian Koperasi dan UKM RI sudah mengajukan jadwal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiri langsung pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Provinsi NTB. Sekretaris Negara (Setneg) pun menyatakan masih menunggu kepastian orang nomor satu di Indonesia akan hadir 12 Juli mendatang. Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi N T B , Hendro Karti-

ko, M. Si., menyebutkan, dalam rangka kesiapan pelaksanaan peringatan Harkopnas ke 66 ini, sudah dilakukan komunikasi antara Pemprov NTB, Setneg dan seluruh panitia pelaksana dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Presiden diupayakan hadir karena kegiatan tersebut melibatkan seluruh provinsi di Indonesia dan beberapa Kementerian terkait. Hendro pun menyebut, Harkopnas akan menjadi semangat dalam pengembangan koperasi di NTB. “Surat Menteri ke Presiden sudah masuk, peninjauan lokasi oleh Setneg juga sudah selesai. Tinggal beberapa hari jelang hari H sudah pasti ada jawaban,” katanya. Ribuan peserta dari daerah lain akan hadir Hendro Kartiko

pada kegiatan tahunan ini. Bahkan beberapa daerah, DKI, Yogyakarta dan daerah lain sudah menyiapkan utusan dalam jumlah banyak. Dalam kesempatan tersebut, Hendro mengupayakan akan memberi manfaat kepada pelaku UMKM. Khususnya yang bergerak di bidang kerajinan, souvenir dan kebutuhankebutuhan lainnya. “Sebelum kegiatan puncak ada kegiatan Expo. Disana akan dilibatkan banyak pelaku UMKM dan dapat memberi keuntungan yang besar dengan kehadiran para tamu,” katanya. Efek domino yang paling diperhitungkan adalah, pelaku jasa kuliner, perhotelan dan transportasi. Apalagi momennya bertepatan dengan pelaksanaan bulan ramadhan. Komunikasipun sudah dilakukan, dengan pengurus kopera-

si di kabupaten/kota, karena yang bertangungjawab terhadap UMKM yang ada di daerah adalah masing-masing dinas di daerah terkait. (bul)

JUAL TANAH JUALTANAHLOKASIKUTA25 JUTA/ARE LUAS 27ARE HUB. 0817361613

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB EMAS & MUTIARA

LAUNDRY

EKSPEDISI

BATIK

ACCESORIES

FINANCE

(Suara NTB/bul)

Dampak Kenaikan BBM bagi Pengusaha Hotel

Berat Sesuaikan Tarif, Pangkas Jumlah Karyawan Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengusaha. Bagaimana tidak, harga kebutuhan pokok sudah pasti naik. Belum lagi biaya operasional yang semakin meningkat sudah menjadi hal lazim, khususnya di bidang perhotelan. PENGUSAHA perhotelan sudah menghitung pembengkakan biaya, begitu pemerintah menetapkan harga baru untuk BBM subsidi. Tetapi tidak serta merta akan menaikkan langsung tarif hotel. General Manager Hotel Lombok Raya, I. Gusti Lanang Patra, sekaligus Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB menyebutkan, meski pemerintah menaikkan harga BBM, namun sulit bagi pengusaha perhotelan untuk menaikkan tarif. Apalagi mengikuti persentase kenaikan harga BBM sebesar 45 persen. Biaya operasional naik, sudah menjadi hal yang mutlak. Bahkan akan mempengaruhi gaji karyawan. “Kita pengusaha hotel tidak bisa menyesuaikan tarif langsung. Bisa-bisa kamar akan kosong apalagi disaat persaingan usaha cukup ketat sekarang,” katanya kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (21/6). Bisnis hotel, lanjutnya, ada atau tidak ada tamu, biaya yang dikeluarkan tetap sama. Antara lain untuk membayar tagihan rekening listrik, pa-

jak, gaji karyawan, PDAM. Meskipun jumlah kunjungan terus meningkat, tetapi masih belum sebanding dengan hotel yang terus menjamur di Mataram. Meskipun ia mengomandoi langsung PHRI, tetapi tidak serta merta kenaikan tarif hotel menjadi pembahasan. Mengingat, naik atau tidaknya tarif hotel ini, tergantung pada kebijakan dan manajemen pengusaha hotel terkait. Disaat persaingan antarhotel sudah berat, kenaikan BBM jelas menambah beban. Jika pemilik hotel memberlakukan tarif baru, maka pasar secara tidak langsung akan menjadi peradilan. “Jangan dikira wisatawan dikesankan memiliki uang banyak untuk sewa hotel, mereka juga tetap cari yang paling murah dengan layanan bagus. Kalau kita naikkan tarif, bisabisa kamar yang kita sewakan tidak ada yang menempati,” terangnya. Mungkin, langkah yang akan diambil adalah memperkecil tim kerja, memperpadat kerja karyawan, dengan kualitas layanan yang terbaik. Bahkan pemangkasan

Dari Hal. 1 TRUSS

(Suara NTB/bul)

SANGGAR SENAM

ADVERTISING

(Suara NTB/bul)

I. Gusti Lanang Patra

Gede Gunanta

pegawai bisa saja dilakukan pihak hotel. Kenaikan BBM setidaknya menjadi barometer untuk meningkatkan kualitas layanan dalam menghadapi persiangan pasar saat ini. Pemilik Hotel Bidari, Gede Gunanta pun berpandangan sama. Pihaknya akan mengiringi kenaikan harga BBM dengan memberlakukan tarif baru. Meskipun hal ini akan mempengaruhi tingkat kunjungan hotel. Saat ini saja, ketersediaan jumlah kamar hotel masih belum sebanding dengan tingkat hunian kamar. Kondisi ini menjadi polemik. Disatu sisi, tidak mungkin karyawan akan menjadi korban. Yang paling ideal, keuntungan hotel bisa

diperkecil, meskipun saat tingkat hunian kamar relatif belum berkembang pesat. Pengusaha perhotelan menurutnya harus introspeksi diri untuk semakin giat melakukan promosi guna menyerap kunjungan ke hotel lebih besar. “Sekarang kita berada pada situasi yang sulit, kalau dinaikkan tarif, tamu bisa berpindah, tidak menaikkan tarif keuntungan harus diperkecil,” katanya. Oleh karenanya, tidak saja pengusaha hotel yang terus giat untuk melakukan promosi, tetapi Pemda tetap memiliki kewajiban untuk menjual hotel-hotel yang ada di NTB di tengah pelaksanaan program andalan di bidang pariwisata. (bul)

JUAL MOBIL

TRAVEL

PELATIHAN

HOTEL

PETS SHOP


Halaman 8

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

King James Bawa Miami Heat Juara NBA Miami Miami Heat mengalahkan San Antonio Spurs pada game ketujuh final NBA Jumat pagi WIB ini untuk memastikan merebut kembali gelar juara NBA untuk kedua kali berturut-turut. Penampilan gemilang LeBron James di pentas tersebut membuatnya diganjar dengan gelar pemain terbaik atau MVP. Wade menyumbang 23 poin. James melepaskan 23 tembakan yang 12 diantaranya mencetak poin, termasuk 5 dari 10 tembakan tiga angka untuk mengantarkan Miami memenangi gelar NBA ketiganya dan kedua bagi LeBron hanya dua malam setelah harapan mempertahankan juara dari Heat hampir punah. San Antonio yang memburu gelar kelimanya, sempat memimpin

sebelum kemudian Miami bangkit secara luar biasa untuk memenangi pada babak overtime dalam game enam sebelumnya untuk memaksakan game ketujuh dimainkan. Tim tamu sebenarnya memulai pertandingan dengan bagus dan memimpin tujuh poin pada kuarter pertama, namun ketinggaln tiga poin di kuarter ketiga. Tim Duncan mencetak 24 poin dan 12 rebound untuk Spurs sedangkan Kawhi

JUARA - LeBron James membawa timnya, Miami Heat memenangi gelar NBA kedua berturut – turut sekaligus meraih gelar pemain terbaik (MVP) NBA musim ini.

Leonard menciptakan 19 poin dalam pertandingan yang seru dan dramatis ini, demikian Reuters. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Heat mengalahkan Spurs dengan 95-88 untuk menutup seri best-of-seven dengan 4-3 guna memastikan gelar juara NBA kedua kali berturut-turut sekaligus yang ketiga selama sejarah Miami Heat. LeBron James yang menjadi bintang terbesar pada puncak laga ini dan tampil sangat dominan mencetak 37 poin dan 12 rebound, sedangkan Dwyane

Sepak Bola U-15

Empat Kabupaten/Kota Absen

Torres Cetak ”Quattrick”

Spanyol Cukur Tahiti 10-0

(Suara NTB/ist)

Rio de Janerio Juara dunia 2010 Timnas Spanyol akhirnya mencukur juara Oceania Tahiti dengan angka 10-0 pada laga penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2013 di Stadion Maracana, Brazil, Jumat dini hari. Pertandingan berat sebelah itu diwarnai empat gol (quattrick) penyerang Spanyol, Fernando Torres. Torres pada mencetak golnya di menit 5, 33, 57 dan 78. Kemudian David Villa pada menit 39, 49 dan 64, Juan Mata pada menit 66 dan David Silva pada menit 31 dan 89. Kendati Spanyol menurunkan banyak menurunkan pemain baru, namun pemain cadangan mereka tersebut mampu memasukkan 10 gol tanpa balas ke Tahiti. Spanyol sangat mendominasi permainan terbukti pada babak pertama Juara Eropa 2012 mampu mengunguli Haiti 4-0, pada babak kedua mampu menambah enam gol. Jika saja, tendangan penalti Torres pada menit 78 tidak membentur gawang Haiti, maka Spanyol bisa menambah gol lebih banyak lagi. Sementara itu, Uruguay mengalahkan Nigeria dengan skor 2-1 pada penyisihan Grup B Piala Konfederasi, di Brazil, Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB). Kemenangan ini menghidupkan peluang Uruguay untuk menuju semifinal kejuaraan tersebut. Hal itu karena kini Uruguay itu memiliki nilai tiga atau sama dengan Nigeria. Namun pada pertandingan terakhir, tim asal Amerika Selatan itu tinggal menghadapi tim lemah Tahiti yang pada pertandingan sebelumnya dihancurkan raksasa Spanyol 0-10. Sementara Nigeria akan menghadapi Spanyol yang telah mengumpulkan enam angka. Kemenangan Uruguay atas Nigeria ditentukan oleh gol Diego Forlan pada babak kedua. Forlan yang tampil ke-100 kali untuk Uruguay tersebut melakukan aksi yang brilian, dengan tendangan kaki kirinya ke sisi kanan penjaga gawang Nigeria, saat mencetak gol. Sebelumnya pada babak pertama Kapten Tim Diego Lugano membuat gol pada menit ke 19 dan membuat Uruguay memimpin satu kosong. Namun Nigeria bisa menyamakan kedudukan melalui John Obi Mikel pada menit ke 37, menandai penampilan ke50 untuk tim nasional, seperti dikutip dari fifa.com. Namun pada babak kedua baru berjalan enam menit, Forlan berhasil membumkan Nigeria hingga akhir pertandingan. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Pertandingan sepak bola Usia-15 yang akan di gelar di GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (22/6) hari ini tidak melibatkan seluruh kabupaten/kota di NTB. Empat dari 10 kabupaten/kota absen dalam event tersebut. Anggota Biro Kompetisi dan Alih Status Pengprov PSSI NTB, H. Burhanudin, yang dihubungi Suara NTB usai melaksanakan screening pemain di sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (21/6) kemarin mengatakan bahwa empat kabupaten/kota yang belum mendaftar itu, yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu. Selanjutnya kabupaten/kota yang sudah pasti mendaftar ada enam kabupaten/kota. Dian-

taranya, Kota Mataram, Lobar, Lotim, Loteng, KLU dan KSB. “Hanya enam tim dari kabupaten/kota yang daftar yakni Kota Mataram, Lobar, Lotim, Loteng, KLU dan KSB. Sisanya empat tim lainya tidak hadir,”ucap H. Burhanudin yang saat itu didampingi oleh Sudarso, salah satu anggota perangkat pertandingan. Belum diketahui alasan absennya empat kabupaten/kota itu, namun hingga berita ini ditulis kemarin sore, empat tim tersebut tidak hadir dalam screening pemain. Sementara tim Kota Mataram, Lobar, Lotim dan KLU adalah tim yang lebih awal hadir, dan semua pemainnya lolos dalam screening. Meski tidak dihadiri empat tim tersebut, namun Bur mengatakan pertandingan tetap dilaksanakan. Pasalnya ko-

mpetisi tersebut merupakan agenda resmi PSSI dan harus digelar oleh PSSI seIndonesia. Pertandingan ini akan berlangsung 2x40 menit, dan rencananya akan menggunakan dua pool, yakni a dan b. Setiap harinya akan dipertandingan dua tim hingga berakhir 26 Juni mendatang. Sementara itu dalam proses screening pemain kemarin, pihak panitia melibatkan pihak Dikpora NTB dan beberapa bidang tekhnik di PSSI NTB. Beberapa persyaratan pun ditetapkan oleh panitia pertandingan seperti usia kelahiran, dan selain itu atlet menunjukan ijazah terakhir, akta kelahiran, kartu keluarga dan foto terbaru 3x4. (fan)

Proses screening pemain U-15 tahun di Sport Hall GOR

(Suara NTB/fan)

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB RUMAH MAKAN Hanya 272.500 Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU

DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

SIARAN TV

Hanya :

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

RUPA-RUPA

AC std Rp. 250.000

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Sabtu, 22 Juni 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SALON

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

RUMAH MAKAN

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUKO

EVENT ORGANIZER

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Berharap Ada Kolaborasi MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu berharap adanya kolaborasi antara musisi lokal dan musisi luar di panggung Java Rockin’ Land selanjutnya. “Mudah-mudahan nantinya ada kolaborasi antara musisi luar dengan musisi lokal seperti di Java Jazz,” kata Menteri Mari saat konferensi pers Java Rockin’ Land di Jakarta, Jumat. Mari mengatakan pihaknya mendukung ajang bertemunya musisi lokal dan internasional tersebut sebagai salah satu sub(ant/bali post) sektor ekonomi kreatif. Mari Elka Pangestu “Pasti ada pembelajarannya di setiap ‘event’. Kami mendukung acara-acara seperti ini karena bisa menunjang pariwisata dan ekonomi kreatif. Jadi, dapat dua-duanya,” katanya. Dia juga berharap dengan adanya Java Rockin’ Land 2013, wisatawan mancanegara (wisman) bisa meningkat. Berdasarkan data Kemenparekraf, jumlah wisman tumbuh sebesar delapan persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional, yakni enam persen. “(Java Rockin’ Land) ini yang keempat kalinya diharapkan tambah heboh dan akan banyak yang datang dari dalam maupun luar negeri,” katanya. Dia menyebutkan pengunjung 30 persen pengunjung Java Jazz datang dari luar negeri. “Kita berharap Java Rockin’ Land juga seperti itu (Java Jazz) karena ini diselenggarakan pada peak season, saat liburan dan HUT Jakarta,” katanya. Java Rockin’ Land 2013 diselenggarakan selama dua hari 22—23 Juni di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara dan menghadirkan musisi lokal serta internasional. Ajang musik rock terbesar di Indonesia itu menghadirkan tujuh panggung dan memboyong musisi dari Taiwan, Australia, Amerika Serikat dan Belanda. Band-band yang akan menggebrak panggung Java Rockin’ Land 2013 di antaranya, Sixpence None the Richer, Hellogoodbye, Collective Soul, Sugar Ray, Kensington (Belanda), 88Balaz (Taiwan), This Sanctuary (Australia), Efek Rumah Kaca, Navicula, Morfem, SORE dan band lainnya. (ant/bali post)

BUDAYA DAN HIBURAN Gali dan Lestarikan Seni Budaya NTB

Hari Ini, Taman Budaya Gelar Festival Seni Budaya Etnis Sasambo Mataram (Suara NTB) Setelah sempat vakum selama kurang lebih satu dasawarsa, Taman Budaya NTB kembali membangkitkan, mengangkat dan menggali seni tradisi dari tiga etnis di NTB untuk dipertunjukkan ke khalayak ramai. Sabtu (22/6) hari ini, pukul 19.30 Wita, Taman Budaya NTB akan menggelar festival seni budaya etnis Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo) di Lapangan Sangkareang Mataram. Demikian dikatakan Kepala Taman Budaya NTB, Drs. Zubair Muslim di Mataram, Jumat (21/6) di kantornya siang kemarin. Dikatakan, kegiatan Taman Budaya NTB tahun 2013 ini cukup padat dengan adanya program aktivasi seni budaya. ”Taman budaya provinsi NTB perannya sekarang menggali, mengangkat seniseni tradisi itu supaya masyarakat mengetahui kekayaan seni budaya di NTB yang terdiri dari tiga etnis yakni etnis Sasak, Samawa dan

Mbojo (Sasambo),’’ jelasnya. Dikatakan, selama tahun 2013 ini, Taman Budaya akan mengadakan lima program pertunjukan seni budaya yang ada di NTB. Festival seni budaya etnis Sasambo yang akan digelar hari ini merupakan pertunjukan pertama dan akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya setelah bulan Ramadhan mendatang. Disebutkan, dalam festival ini beberapa kabupaten yang diundang untuk mementaskan seni tradisi

yang dimiliki seperti kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara dan Sanggar Cantiqa Kota Mataram. “Ini kami lakukan untuk mengangkat nilai seni budaya kita. Karena beberapa tahun kemarin sempat vakum. Mulai tahun ini kita bangkitkan kembali seni budaya NTB ini. Dengan adanya pementasan ini tentunya memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya.

(Suara NTB/nas)

Zubair Muslim

Zubair menambahkan, festival seni budaya etnis Sasambo ini juga akan dimeriahkan oleh tim kesenian dari Kabupaten Solok Sumatera Barat, Kesenian Banten dan fashion

show. Disebutkan, sekitar 3.000 orang tamu dari kabupaten Solok Sumatera Barat akan menyaksikan seni budaya dari daerah NTB tersebut. ”Kegiatan ini untuk membentuk karakter masyarakat lewat seni budaya dan diharapkan memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” tandasnya. Sementara itu Ketua Panitia Festival Seni Budaya Sasambo, Asfari mengatakan acara tersebut nantinya akan dibuka langsung oleh Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Seni dan Budaya Kementerian ekonomi Kreatif. Beberapa seni tradisi yang akan dipertunjukkan antara lain kesenian Gento dan Rawa Mbojo dari Bima, Sakeco Kabupaten Sumbawa dan berbagai kesenian dan tarian khas suku sasak. (nas/*)

Sadari Efek Modernitas

Robert Downey akan Kembali Bintangi ”The Avengers” Los Angeles – Marvel Studio mengumumkan aktor Robert Downey Jr. akan kembali menjadi Iron Man dalam dua sekuel “The Avengers” berikutnya. Downey, 48, merupakan salah satu bintang utama dalam kumpulan superhero “The Avengers” tahun lalu. Dalam film itu, Iron Man, The Hulk, Captain America, Thor, dan Black Widow, tampil bersama. Film buatan Marvel Studio menjadi film berpenghasilan tinggi ketiga, dengan pendapatan 1,5 milyar dolar AS di bioskop seluruh dunia. Seperti yang diberitakan laman Reuters, “The Avengers 2” akan keluar pada 1 Mei 2015 dan disutradarai oleh Joss Whedon. Marvel mengatakan “The Avengers 2” akan menampilkan karakter Marvel yang belum pernah muncul di film sebelumnya. Dari 2008-2013, Downey telah menjadi Tony Stark dalam tiga film “Iron Man”. Film itu berpenghasilan lebih dari 2,4 juta milyar di bioskop dunia. “Iron Man 3” menjadi film terlaris tahun ini. Marvel menyebutkan “Iron Man 3” meraup 1,2 milyar dolar dari penjualan tiket global dan menjadi film kelima terlaris sepanjang masa. (ant/bali post)

Halaman 10

Tari Jaranan

Empat Kesenian Bojonegoro akan Tampil di TMII Bojonegoro (Suara NTB) – Empat kesenian tradisional Bojonegoro, Jatim, terpilih sebagai duta seni Jatim untuk tampil dalam acara paket budaya khusus di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, 29 Juni 2013. Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Saptatik, Jumat menjelaskan empat tim kesenian itu dalah Upacara Adat Pengantin Desa Campurejo (Kecamatan Kota), Tari Thengul, Tari Sang Dewi dan Jaranan. “Empat kesenian Bojonegoro yang akan tampil melibatkan 96 seniman,” katanya.

Ia menjelaskan empat kesenian tradisional di daerah ini cukup layak mewakili Jatim. Apalagi, empat kesenian itu sudah sering tampil di pelbagai ajang kesenian di Jatim,” tuturnya. Ia mencontohkan Tari Thengul yang merupakan tari khas yang sudah biasa tampil di berbagai ajang kesenian di antaranya di Surabaya, Nganjuk, juga tampil dalam ajang besar di daerahnya. Mengenai persiapan, menurut dia, sudah dilakukan cukup lama baik langsung di lokasi sanggar kesenian yang bersangkutan juga di Pendopo Disbudpar. “Kita terus melakukan eval-

uasi kesenian yang akan ditampilkan agar tidak mengecewakan penonton,” katanya. Di Jakarta, katanya, acara paket budaya khusus juga dimeriahkan pameran produk unggulan, mulai makanan, di antaranya belimbing asal Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, salak Wedi asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas dan batik “Jonegoron”. “Pengunjung bisa membeli produk unggulan khas Bojonegoro. Bagi warga Bojonegoro yang menetap di Jakarta ada pameran produk unggulan bisa sebagai obat penganti “kangen” dengan kampung halaman,” ujarnya. (ant/bali post)

MODEL, aktris dan pemandu acara Olga Lydia mengaku menyadari betul efek tak terhindarkan modernitas terhadap kerusakan lingkungan. “Kemodernan ini punya efek pada kerusakan lingkungan dan kalau lingkungan hidup kita rusak, kualitas hidup kita juga turun,” katanya usai pelepasliaran orangutan di kawasan hutan di Desa Tanjung Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat. Ia lantas menuturkan pengalamannya mengamati Jakarta dari ketinggian saat terbang dari Ibu Kota menuju Kalimantan Tengah pagi ini. “Dari atas saya lihat pucuk-pucuk gedung pencakar langit yang dibawahnya asap semua. Saya pikir, gila sehari-hari saya menghirup asap itu,” kata perempuan pecinta lingkungan itu. “Tiap hari kita ada di dalam asap itu dan kita enggak kerasa,” tambah dia. Polusi udara kota yang membuat Jakarta seperti berselimut asap itu, menurut Olga, merup a k a n isyarat bagi penghuninya u n t u k kembali hidup selaras dengan alam. “ S a y a yakin, waktu Tuhan menciptakan alam Dia ingin kita hidup berdampingan baik dengan a l a m , ” demikian Olga Lydia. (ant/bali post)

Olga Lydia

Malioboro Siapkan Festival Apeman Yogyakarta (Suara NTB) – Berbagai komunitas di kawasan Malioboro menyiapkan Festival Apeman selama sekitar hampir dua pekan dimulai pada 23 Juni hingga 6 Juli untuk menyambut wisatawan yang da-

Robert Downey Jr

Helena Bonham Jadi Peri dalam Film Cinderella Jakarta (Suara NTB) – Aktris Helena Bonham Carter berperan sebagai ibu peri dalam film live-action Cinderella. Dia akan beradu akting dengan Lily James (Cinderella) dan Cate Blanchett (ibu tiri), ungkap The Hollywood Reporter. Sumber mengatakan bahwa ibu peri memegang peran lebih besar daripada versi animasi Disney yang tayang pada 1950. Ibu peri ini akan menyamar menjadi pengemis tua yang terus memperhatikan Cinderella sebelum akhirnya mengungkapkan identitas sebenarnya. Richard Madden berperan sebagai pangeran, sementara Sophie McShera dan Holliday Grainger menjadi dua saudara Cinderella yang jahat. Pengambilan gambar film yang disutradarai Kenneth Branagh diperkirakan dimulai di London pada musim gugur ini. Bonham Carter juga akan memainkan peran Elizabeth Taylor dalam drama Burton Tina Toon and Taylor serta muncul di film layar lebar The Lone Ranger. (ant/bali post)

tang ke kawasan tersebut. “Terdapat berbagai rangkaian kegiatan dalam festival tersebut sebelum digelar acara puncak berupa kirab apem pada 6 Juli,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Kamis. Menurut dia, tradisi festival apeman tersebut sudah digelar secara rutin selama tiga tahun terakhir oleh komunitas di Malioboro. Selain untuk menyambut wisatawan, kegiatan tersebut juga

merupakan tradisi masyarakat menjelang Bulan Puasa. Kaum ibu dari komunitas Malioboro akan mulai membuat apem atau makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan pada 3-5 Juli yang kemudian dibagikan kepada pengunjung. Selain membuat apem untuk pengunjung, kaum ibu tersebut juga akan membuat sebanyak 2.013 buah apem yang akan dikirab dalam acara puncak. Kirab apem tersebut akan dilak-

sanakan dari Kantor UPT Malioboro hingga Komplek Kepatihan. Selain kirab apem, dalam festival tersebut juga dilaksanakan sejumlah rangkaian acara lain seperti pameran instalasi seni luar ruang, dan pertunjukan budaya di sepanjang kawasan Malioboro. “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin menunjukkan tradisi apeman saja, tetapi kegiatan ini merupakan simbol bahwa Malioboro merupakan pusat kebudayaan sejak dulu kala,”

katanya. Syarif mengatakan, sepanjang Juni hingga Juli, terdapat sejumlah kegiatan di Malioboro dan sekitarnya yang diperkirakan akan menjadi magnet dalam mendatangkan wisatawan ke kawasan tersebut. Kegiatan tersebut di antaranya, Pasar Kangen Jogja, Festival Malioboro, Festival Kesenian Yogyakarta yang dipusatkan di Pasar Ngasem, Karnaval Kejuangan, parade drum band dan sejumlah kegiatan lain. (ant/bali post)

Tina Toon Berharap Jakarta Bebas Banjir Jakarta (Suara NTB) – Menjelang hari ulang tahun DKI Jakarta ke486 yang jatuh esok hari, banyak harapan disampaikan agar ibukota Indonesia itu dapat menjadi lebih baik. Salah satunya adalah penyanyi Tina Toon yang berharap semoga Jakarta terbebas dari bencana banjir juga kemacetan yang menjadi rutinitas. Dia menambahkan

keinginannya agar tindak kriminal di ibukota berkurang sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman serta menjadi panutan bagi kota-kota lain di Indonesia. “Jadi ibukota yang bisa jadi contoh untuk daerah lain dan indah di mata dunia,” tulis gadis bernama lengkap Agustina Hermanto dalam pesan singkat untuk ANTARA News. Penyanyi yang sedang mempromosikan single “Ku Wanita” itu menambahkan, dia berharap agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dapat semakin konsisten mengerjakan semua program yang sudah dirancangnya untuk memperbaiki ibukota. Mahasiswi semester 6 yang juga ber-

musik dalam format girlband bertajuk Tina With D’Girls juga berkomentar tentang harga bahan bakar minyak (bbm) yang akan naik. “Sebagai rakyat biasa kontra, tapi nggak bisa ngapa-ngapain juga ya, jadi di pro-pro-in aja,” seloroh dia. “Intinya sih, pemerintah tahu bagaimana baiknya untuk ekonomi kita, jadi ya ikuti saja, yang penting memang untuk lebih baik ke depan,” jelas pelantun “Bolo-Bolo” yang sedang menulis buku tentang kisahnya menurunkan berat badan. Lalu apakah gaya hidupnya akan berubah saat harga BBM naik? “Hmm....jalan kaki aja deh biar sekalian kurus,” candanya. (ant/bali post)


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Halaman 11

SIMBOL PENOLAKAN -

Bukan Langkah Tepat PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai relokasi warga Syiah dari Sampang, Madura ke Sidoarjo, Jawa Timur, bukan langkah tepat untuk menyelesaikan persoalan konflik antarwarga berlatar belakang keyakinan tersebut. “Relokasi ke luar Sampang bagi penganut aliran Syiah kami nilai sebagai langkah yang tidak tepat, dan bukan jalan keluar permanen,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat. PBNU mendesak pemerintah Kabupaten Sampang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat segera menyusun langkah-langkah terencana untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, mengingat relokasi sudah dilakukan, maka menurut PBNU langkah itu harus dimaknai sebagai penyelamatan korban yang bersifat sementara. PBNU mendesak agar pelayanan kepada penganut aliran Syiah di lokasi penampungan yang baru yakni di rumah susun sewa Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo jauh lebih baik dan lebih manusiawi dari tempat penampungan sebelumnya di GOR Sampang. PBNU juga berharap semua pihak melakukan upaya rekonsiliasi agar kedua pihak yang berselisih bisa hidup damai di kampung-kampung mereka. “PBNU yakin para ulama dan kiai serta masyarakat Madura adalah orang-orang bijak, lapang dada, dan tasamuh,” tukas Said Aqil. Dalam catatan PBNU, masyarakat Madura pada dasarnya toleran, terbukti ada sekitar 20 gereja dan rumah ibadah agama lain yang selama ini aman-aman saja. Oleh karena itu, PBNU mewanti-wanti agar masing-masing pihak di dalam mendakwahkan ajaran keyakinannya lebih mengutamakan ketertiban lingkungan, kultur lokal, dan menghindari materi dakwah yang menjelekjelekkan kelompok lain. (ant/ b a l i post) KH Said Aqil Siroj (ant/bali post)

Aspek Psikologis Polisi Penembak Wartawan Diperiksa Jambi (Suara NTB) Sisi psikologis polisi penembak gas air mata kepada wartawan akan diperiksa. Bidang Propam Polda Jambi menegaskan, Brigadir Satu Polisi Dodi - polisi penembak itu akan diperiksakan aspek psikologisnya ke Bagian Psikologi SDM kepolisian daerah setempat. Dodi status terperiksa terkait insiden tertembaknya wartawan Trans7, Nugroho Kusumawan, alias Anton, saat aksi demo di DPRD Provinsi Jambi Senin lalu (17/6). Kepala Bagian Profesi dan Pengamanan Polda Jambi, AKBP Nurcholis, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, menyatakan, pemeriksaan psikologi bertujuan untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Dari informasi yang ia dapatkan, Nurcholis mengatakan, Dodi sering mendapatkan teguran. Eriyansyah, anggota Shabara Polresta Jambi yang diduga lalai dalam mengamankan sejata gas air mata yang dipegangnya sehingga meletus dan melukai wartawan Trans7, Anton Nugroho, saat aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Jambi. (ant/bali post)

KSAD Jamin Tak Ada Intimidasi Kasus Cebongan Jakarta (Suara NTB) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko menjamin tak ada intimidasi dalam persidangan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta. “Perintah saya kepada jajaran, kita tunjukan persidangan tanpa intimidasi dan tanpa ada keamanan yang menekan,” kata Moeldoko usai acara pelatihan beladiri militer TNI AD di Monas, Jakarta, Jumat. Ia juga mengatakan, pada saat persidangan perdana kasus Cebongan dengan 12 orang terdakwa itu tak banyak prajurit yang diturunkan. Bahkan lebih banyak petugas kepolisian yang berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya persidangan di peradilan militer tersebut. “Saya tak menekankan pengamanan secara berlebihan karena persidangan harus tanpa tekanan. Jadi, penjagaannya tak terlalu ketat,” katanya. Ia mengaku, pihaknya juga memberikan jaminan perlindungan bagi Ketua Komnas HAM Siti Nur Laila yang menghadiri persidangan tersebut. “Pada dasarnya, kita menyediakan perlindungan untuk Komnas HAM,” ujarnya. Menurut KSAD, jiwa korsa dalam arti yang positif harus tetap ada karena tanpa ada jiwa korsa akan hilang nafasnya. “Jiwa korsa harus lebih mengutamakan kesatuannya bukan untuk perorangan. Kalau prajurit kalah dalam perkelahian dan memanggil rekannya yang lain, maka prajurit tersebut adalah pengecut. Buat apa prajurit diberikan bekal beladiri, kalau prajurit tak bisa mengatasinya,” kata Moeldoko. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya meminta masyarakat untuk bisa mengikuti persidangan kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman sehingga dapat mengetahui proses hukum yang berlangsung. “Kita ikuti saja proses peradilan ini sehingga kita akan ikuti terus perkembangannya akan bisa dilaksanakan seadil-adilnya sehingga bisa memenuhi tuntutan bagi masyarakat,” kata Panglima TNI di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/ Jenderal TNI Moeldoko 6). (ant/bali post) (ant/bali post)

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia menutup mulutnya dengan lakban sebagai simbol penolakan kenaikan harga BBM di Depok, Jawa Barat, Kamis (20/6).

(ant/bali post)

Kenaikan Harga BBM Diumumkan

Pertamina Sudah Antisipasi, TNI Siap Ambil Tindakan Tegas Jakarta (Suara NTB) PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan tadi malam. Aparat kepolisian dan TNI memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap adanya upaya penyelundupan BBM. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya usai mengecek kesiapan terminal BBM di Plumpang, Jakarta Utara, Jumat mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan guna memastikan kelancaran pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Pertamina siap menyalurkan BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan tidak terjadi antrean di SPBU,” katanya. Menurut dia, Pertamina telah meningkatkan ketahanan stok di seluruh terminal BBM Pertamina pada level minimal 18 hari. Data Pertamina menunjukkan rata-rata konsumsi premium dalam lima hari terakhir menca-

pai 23 persen di atas permintaan normal sebesar 80.000 kiloliter per hari dan solar 13 persen di atas normal 43.000 kiloliter per hari. Bahkan, pada Selasa (18/6), konsumsi premium pernah 100.000 kiloliter atau 25 persen di atas normal. Hanung mengatakan, pusat pemantauan dan pengamanan distribusi BBM terpadu telah aktif bekerja sejak 17 Mei 2013. “Sosialisasi kebijakan penyesuaian harga BBM telah dilakukan,” ujarnya. Pertamina juga menambah armada mobil tangki untuk kelancaran distribusi BBM. “Terminal BBM dan SPBU siap beroperasi lebih lama dibandingkan dengan hari biasa, bahkan apabila diperlukan dapat

beroperasi selama 24 jam,” ujarnya. Pertamina, lanjutnya, juga mempersiapkan kantong BBM di titik-titik rawan kemacetan sehingga dimungkinkan pengiriman BBM dapat dilakukan secara cepat dan tanggap. Selain juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk dukungan pengamanannya. Hanung mengatakan persiapan harga baru di sistem telah dilakukan dengan matang dan dilakukan koordinasi dengan perbankan untuk perubahan setoran lembaga penyalur. Sementara itu, TNI Angkatan Darat telah menyiagakan pasukan yang berada di perbatasan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan BBM terkait

kenaikan harga BBM bersubsidi. “Kami sudah menyiagakan pasukan di wilayah perbatasan sebanyak dua batalyon reguler ditambah kesatuan-kesatuan terirorial di kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyelundupan BBM dari daerah maupun negara lain,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko saat ditemui di acara pelatihan beladiri TNI AD di Monas, Jakarta, Jumat. Ia mengaku telah memberikan surat perintah kepada pasukannya, baik yang bertugas di wilayah perbatasan maupun di seluruh Indonesia untuk menjalankan kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM ini. Oleh karena itu, kata jenderal berbintang empat tersebut, bila nantinya ada prajurit TNI AD yang mencoba untuk bermainmain terhadap perintah tersebut maka dirinya tak akan segan-se-

gan memberikan hukuman kepada para prajurit tersebut. “Kami sudah diberikan surat perintah untuk menjalankan kebijakan pemerintah, jadi tidak ada yang main-main kalau mainmain akan diberi tindakan tegas,” kata KSAD menegaskan. Tak hanya itu, kata dia, pasukannya juga diperbantukan untuk mengantisipasi adanya aksi demonstrasi yang dilakukan di beberapa lokasi vital, seperti SPBU dan lain sebagainya. “TNI AD selalu siap untuk mengantisipasi, dan Panglima TNI sudah membangun sinergisitas dengan Kapolri. Kita yang di bawah juga begitu,” katanya menegaskan. Terkait rencana penaikan harga BBM bersubsidi yang akan segera diumumkan oleh pemerintah, sejumlah unjuk rasa muncul di berbagai daerah yang melakukan penolakan. Unjuk rasa itu dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat, khususnya para mahasiswa. (ant/bali post)

Pedagang Lebih Berharap Bantuan Modal Jakarta (Suara NTB) Beberapa pedagang di Pasar Senen menyatakan lebih memilih mendapatkan suntikan modal dibanding harus menerima BLSM sebagai dana kompensasi kenaikan harga BBM. “Kalau harga BBM jadi naik, saya sih lebih memilih dipinjami uang untuk menambah modal usaha, soalnya sekarang hargaharga sudah banyak yang naik,” kata salah seorang pemilik warung nasi tegal (warteg) di kawasan Pasar Senen, Nurlaila (36). Nurlaila mengatakan dirinya tidak mungkin menaikkan harga daganga-

nnya meski harga sembako naik karena sebagian besar pelanggannya adalah kenalan baik yang sudah setia membeli makanan di warungnya sejak sembilan tahun lalu. “Paling saya menyiasati kenaikan harga dengan mengurangi porsi makanan, misalnya kalau dulu tumis kacang Rp 2.000 dapat tiga sendok, sekarang cuma satu sendok,” katanya. Suhaib (53), pria beranak empat yang berprofesi sebagai supir bajaj memiliki harapan lain, dia ingin meninggalkan profesinya karena merasa kesulitan menutupi biaya pengeluaran untuk bahan bakar bajajnya. “Dari pada Rp 150 ribu cuma didapat untuk sembilan

Kalau cuma dapat segitu, dua hari saja bisa langsung habis, mending saya usaha sendiri Pedagang Pasar Senen, Nurlaila

bulan, mending saya dikasih pinjaman modal untuk buka usaha, istilahnya Rp 100 ribu untuk beli nasi satu keluarga saja masih kurang,” kata dia. Setiap hari, Suhaib harus menyetor Rp 120 ribu ke pemilik bajaj, belum membeli bensin Rp 50 ribu, ditambah untuk makan dan sebagainya. “Kalau ramai, setengah hari saya cuma dapat Rp 150 ribu,” kata dia. Senada dengan Suhaib, seorang pedagang asongan Bachrudin (39)menilai BLSM yang sebesar Rp 150 ribu tiap bulan tidak efektif sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. “Kalau cuma dapat segitu, dua hari saja bisa langsung habis, mending saya us-

aha sendiri, sehari bisa dapat Rp 100 ribu,” katanya. Direncanakan, sebanyak 74 juta jiwa akan warga Indonesia akan menerima BLSM, paket kompensasi terkait kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Bantuan sebesar Rp 150.000 akan diberikan selama sembilan bulan. Selain BLSM di transfer tunai, kompensasi bagi warga miskin terkait kenaikan harga BBM subsidi juga dilakukan dalam bentuk penambahan subsidi siswa miskin, penambahan jumlah penyaluran raskin dan subsidi pengelola angkutan masyarakat atau angkutan desa. (ant/bali post)

Titik Api Diduga dari Hutan Tanaman Industri Dua Hakim Jakarta (Suara NTB) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memastikan sekitar 300 titik api di Riau ada di wilayah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan wilayah perkebunan besar. “Ini menunjukkan proses pengeluaran izin tidak berdasarkan kajian memadai. Penerapan kaidah lingkungan dalam praktek Industri HTI dan Perkebunan masih jauh dari sikap bertanggung jawab,” kata Direktur Eksekutif Walhi Riau, Rico Kurniawan, di Jakarta, Jumat kemarin. Dia mengatakan, upaya penghentian penyebab kebakaran mestinya sudah dilakukan pemerintah sejak dulu. Hal senada diungkapkan Hadi Jadmiko, pejabat Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan, kejadian bencana asap seharusnya tidak terulang bila ada sikap serius pemerintah terhadap penyebab dan upaya hukum terhadap pelaku. Pada 2012 Walhi setempat melaporkan tindak pidana pembakaran lahan oleh dua perusahaan ke Polda Sumatera Selatan namun sampai dengan hari ini tidak ada yang bersangkutan tetap bebas be-

gitu saja. Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau bekerja sama dengan Penyidik Pejabat Negeri Sipil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kejaksaan Negeri Riau mulai berkoordinasi menyelidiki kebakaran lahan dan hutan yang meluas di Riau. “Kepolisian bersama PPNS KLH melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya kesengajaan pembukaan lahan dengan membakar,” kata Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono di Pekanbaru, Kamis. Ia mengatakan penyelidikan masih dilakukan secara intensif oleh ahli dari Kepolisian dan KLH. Hingga kemarin, menurut dia, belum ada indikasi bahwa penyebab kebakaran lahan dan hutan dilakukan pihak tertentu. Kepolisian bahkan dari tingkat Polres, lanjut nya, telah memiliki format sendiri terkait penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan, dan harus dilaporkan secara terusmenerus. “Kami sudah masuk menyelidiki kejadian kebakaran di beberapa daerah tadi, Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu, dan Dumai. Rokan Hilir

daerah paling parah,” ujar dia. Kebakaran lahan dan hutan di Riau, ia mengatakan tidak hanya terjadi di lahan kosong tetapi juga lahan-lahan masyarakat pemilik kebun sawit. “Ada yang luasnya satu hektare, dua hektare, lima hektare, 10 hektare, ada juga milik perusahaan. Jadi masyarakat sebenarnya juga

jadi korban,” katanya. Karena itu, ia menegaskan aparat berkomitmen siapa pun pelaku yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar akan ditindak tegas. “Siapa pun pelakunya, dengan satu pentul korek api atau apapun itu akan kami tindak tegas,” ujar dia. (ant/ bali post)

(ant/bali post)

PENGENDARA - Sejumlah pengendara motor melaju dengan hati-hati karena asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti udara Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (21/6).

Diadili di Majelis Kehormatan

Jakarta (Suara NTB) Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) sepakat untuk membawa dua hakim untuk diadili di sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang akan digelar pada awal Juli 2013. “Ada dua hakim yang akan dibawa ke MKH, selain Hakim AS yang diduga selingkuh, satu lagi hakim dulu bertugas Pengadilan Negeri wilayah Jawa Tengah,” kata Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar, di Jakarta, Jumat kemarin. Hakim AS dibawa ke Majelis Kehormatan atas rekomendasi KY. AS yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) di wilayah Kalimantan Barat diduga melakukan perselingkuhan dengan empat perempuan. Hakim AS dilaporkan ke KY oleh istri kedua dan salah seorang perempuan yang terlibat perselingkuhan dengannya. Sementara hakim dari PN wilayah Jateng direkomendasikan oleh MA terkait masalah integritas. (ant/bali post)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2013

Deklarasi Paket AZAN Dipadati Lautan Pendukung dan Simpatisan

(Suara NTB/her)

BERSAMA - H. Zaini Arony dan Fauzan Khalid bersama istri masing-masing dan petinggi parpol pengusung.

(Suara NTB/her)

ORASI POLITIK - Paket AZAN didampingi istri melakukan orasi politik.

(Suara NTB/her)

HIBURAN - Deklarasi paket AZAN juga dimeriahkan band lokal, Amtenar.

(Suara NTB/her)

PADATI - Massa pendukung dan simpatisan yang didominasi pemuda memadati Lapangan Narmada.

Giri Menang (Suara NTB) Lautan manusia membanjiri deklarasi pasangan AZAN (Dr. H. Zaini Arony, MPd, dan Fauzan Khalid, SAg, MSi) di Lapangan Umum Narmada, Jumat (21/6) sore. Ribuan pendukung dan simpatisan ini berasal dari berbagai kalangan, mulai kader partai pengusung, tokoh agama, pedande, tokoh masyarakat, para pemuda, petani dan nelayan dari seluruh penjuru Lombok Barat (Lobar). Dibanjirinya deklarasi pasangan AZAN ini oleh ribuan pendukung menandakan pasangan ini mendapatkan tempat di hati masyarakat Lobar yang ingin pasangan AZAN melanjutkan pembangunan di Bumi Patut Patuh Patju. Selain dipadari ribuan pendukung, pimpinan partai politik pengusung juga ikut hadir, termasuk Sekretaris DPD Partai Golkar NTB yang juga Wakil Gubernur NTB terpilih, H. Moh. Amin, SH, MSi, Ketua DPD PDI P NTB, H. Rahmat Hidayat, Ketua DPC PAN Lobar, H. Adnan, Ketua DPC Hanura, H. Kasim dan Ketua PDK Najatul Akbar. Sekitar pukul 13.00, ribuan pendukung mulai memadati deklarasi paket AZAN ini. Aparat polisi dari Polres Lobar pun mengamankan lalu lintas jalur dari Narmada menuju Mataram-Lotim. Mengawali orasi, Ketua Tim Pemenangan Paket AZAN yang juga Ketua DPRD Lobar, H. Umar Said menyampaikan, paket AZAN mengajak rakyat untuk melanjutkan kembali pembangunan di Lobar yang diketahui sudah berhasil. Selama periode kepemimpinan Zaini Arony, Lobar seperti bangkit dari tidur yang panjang. “Pasangan Zaini Arony dan Fauzan Khalid atau disebut AZAN memanggil rakyat untuk melanjutkan pembangunan, maka dari itu pilihlah paket AZAN pada Pilkada 23 September nanti,” ungkap Umar Said. Disebutkan semua pimpinan parpol mulai dari tingkat DPC dan DPD hadir untuk menyatakan dukungan kepada AZAN. Sejumlah parpol besar yang masuk koalisi itu antara lain, PAN, PDIP, Hanura, PDK. Selanjutnya, orasi secara bergiliran disampaikan Ketua DPC PDK Lobar, H. Najatul Akbar. Dalam orasinya, pembangunan

Lobar sudah berbenah selama lima tahun. Jangankan jalan, sektor pendidikan, kesehatan dan sektor pariwisata tumbuh pesat selama lima tahun kepemimpinan Zaini Arony. “Paket AZAN siap melanjutkan pembangunan di Lobar,”teriaknya sembari melantunkan yel-yel Lombok Barat Bangkit, Zaini Arony lanjutkan dan AZAN menang. Pasangan AZAN, menurutnya sangat pas, karena kombinasinya antara senior dan pemuda. Karena itu, pasangan ini adalah harapan dan paketnya kaula muda. Di sisi lain, ujarnya, Zaini yang senior yang bijak di lain sisi juga fauzan pemuda yang cerdas dan memiliki kredibilitas. Ia melihat selama kepemimpinan Zaini dirinya terus mengawal dan melakukan kontrol selaku wakil rakyat, selama itu pula ia tidak pernah menemukan cacat dan cela. Karena itu ia mengajak rakyat yang hadir di acara deklarasi itu untuk memenangkan AZAN. Ketua DPC PAN Lobar, Adnan dalam orasinya, mengaku siap memenangkan AZAN. Pertimbangan khusus PAN memilih pasangan AZAN, karena melihat keberhasilan kebersihan sosok Zaini selama memimpin Lobar. “Karena itu mari kita dukung AZAN untuk lanjutkan pembangunan Lobar,” tukasnya. Dalam hal ini, ujarnya, mulai dari pengurus DPP hingga DPC, PAN akan memberi dukungan penuh. Bahkan ia me-warning, jika ada kader PAN yang tidak mendukung dan membelot mendukung pasangan lain, maka DPD tak segan untuk memecatnya. Ia melihat di sektor kesehatan dan pendidikan di Lobar sudah maju semenjak dipimpin Zaini. Karena ia mengajak masyarakat membuka mata dan telinga untuk memilih AZAN. “Kita smua setuju mencoblos pasangan AZAN tanggal 23 September,” ujarnya semangat. Beberapa perwakilan partai seperti Sekretaris DPC Hanura Lobar, Hamroni, Ketua DPD PDI P NTB H. Rachmat Hidayat, Ketua DPD Partai Golkar Lobar menyampaikan aspirasinya mendukung pasangan AZAN maju di Pilkada Lobar. Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar NTB H. Moh. Amin,

SH, MSi, mengakui prestasi Zaini Arony selama memimpin Lobar sangat terlihat. Di bidang kesehatan dan pendidikan. Tak kalah penting mampu membina kerukunan antarumat beragama di Lobar. Ia juga mengulas keberhasilannya memenangkan Pilkada lalu berpasangan TGB juga berkat dukungan Zaini. Karena itu, di balik itu, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga mendukung paket AZAN. Selama orasi itu, diselingi juga oleh hiburan musiik yang dibawakan oleh band lokal, Amtenar yang lagi digandrungi anak muda. Di sesi terakhir, Zaini Arony, mengungkapkan, sejumlah keberhasilan yang dilakukannya selama memimpin Lobar, termasuk mampu membangun jalan sepanjang 179 km di seluruh penjuru Lobar. Zaini mengklaim 2014 tidak ada jalan yang rusak di Lobar. Begitu juga beberapa fasilitas sudah dibangun, seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas saat ini terlayani di 117 desa dari 122 desa. Selanjutnya tahun 2014 sampai lima tahun ke depan jika ia terpilih pembangunan akan dilanjutkan. “Satu kata kita harus lanjutkan pembangunan, bersamaAZAN,” teriak Zaini. Deklarasi ini katanya, disaksikan hampir semua tokoh agama, baik Islam, Hindu dan agama lain..”Mulai hari iniAZAN berkumandang di Narmada dan seluruh Lobar. Untuk selanjutnya,” ujarnya. Azan, kata Zaini adalah seruan suci dan seruan bermakna kemenangan. “Paket AZAN akan menang, kalau masyarakat mendukung dan mencoblosnya tanggal 23 September nanti,” srunya. Sementara terakhir, Fauzan Khalid menyampaikan niatnya tulus maju mendampingi Zaini Arony untuk melanjutkan pembangunan. “Tanpa berpikir sedikit pun, saya langsung menyatakan siap mendampingi Pak Zaini,” katanya. Menurutnya, ada beberapa alasan sehingga dirinya bersedia menjadi calon wakil. Pertama ia menilai Zaini sangat memikirkan pertimbangan wilayah dan keseimbangan wilayah selatan dan utara. Apalagi duet ini campuran tua dan muda, sehingga siapapun sadar diri selaku pemuda harus memilih paket AZAN. ‘’Juga dari sisi pengalaman dan prestasi,’’ ujar mantan Ketua KPU NTB ini. (her/*)

(Suara NTB/her)

ORASI - Ketua DPD PDI P NTB, H. Rachmat Hidayat dan sejumlah pengurus saat menyampaikan orasi politik.

(Suara NTB/her)

ORASI - AZAN bersama Wakil Gubernur terpilih, H. Moh. Amin saat menyampaikan orasi.

(Suara NTB/her)

DUKUNG - Pendukung siap memenangkan paket AZAN.

Kabut Asap Berpotensi Ganggu Kemitraan Internasional Pekanbaru (Suara NTB) Pakar lingkungan dan sosial dari Universitas Riau, Tengku Ariful Amri, menyatakan, dampak pencemaran udara akibat kabut asap yang begitu luas berpotensi menganggu hubungan kemitraan internasional.

(Suara NTB/ist)

KETIDAKPUASAN - Warga Albania menyerukan protes atas merebaknya ketidakpuasan terhadap pemerintahan Sali Berisha’s menjelang Pemilu di Albania.

Lebih 8.000 Pengamat Pantau Pemilu Albania Tirana Sebanyak 8.153 pengamat dari dalam dan luar negeri sejauh ini telah disetujui oleh Komisi Pemilihan Umum (CEC) untuk memantau pemilihan umum di Albania. Pemilu Albania dijadwalkan diselenggarakan pada Minggu, 23 Juni. Menurut CEC, 564 dari 8.153 pengamat itu adalah orang asing, demikian laporan Xinhua. Misi pengamat tersebut terutama terdiri atas wakil dari berbagai organisasi internasional dan ahli pemilihan umum, anggota organisasi masyarakat sipil Albania yang terlibat dalam demokratisasi dan proses pemerintahan yang baik, serta wakil misi diplomatik di Tirana. Sementara itu, sejumlah 14 anggota oposisi Iran meninggalkan pangkalan militer Amerika Serikat di Irak menuju Albania sebagai bagian dari usaha PBB menempatkan ratusan warga Iran di pengasingan, kata pejabat AS pada Kamis. Tirana menyatakan kesedi-

aannya menampung sekitar 210 anggota kelompok Mujahiddin Rakyat Iran atau Mujahiddin eKalq (MeK), yang sekitar 3.000 orang kini tinggal di Camp Liberty, dekat Baghdad. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan 14 warga pertama Iran telah berangkat Rabu untuk ditempatkan secara permanen di Albania. “AS menyatakan apresiasinya kepada pemerintah Albania atas tawaran kemanusiaannya,” tambahnya dalam satu pernyataan. Tetapi ia juga mendesak para pemimpin MEK “bekerja sama penuh” dengan proses relokasi yang dilakukan Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi dan membantu para pemantau PBB akses ke para penghuni kamp. “Adalah tanggung jawab para pemimpin MEK untuk membantu penghuni kamp ... akses bebas dan tanpa hambatan bagi para pemantau hak asasi manusia PBB,” katanya. Serangan mortir dan roket terhadap Camp Liberty Februari

lalu menewaskan tujuh orang , kata kelompok itu, dan ada kecemasan yang kuat tentang keselamatan para penghuni. MeK dibentuk tahun 1960an untuk menentang Shah Iran dan setelah revolusi Islam tahun 1979 yang menggulingkannya, kelompok itu mengangkat senjata melawan para penguasa ulama Iran. Pemimpin Irak waktu itu Saddam Hussen mengizinkan MeK membangun satu pangkalan yang bernama Camp Asharaf, timur laut Baghdad, setelah ia melancarkan perang degan Iran tahun 1980-1988. Tetapi hampir seluruh anggota MeK di Irak kini pindah ke Camp Liberty dari Camp Ashraf sebagai bagian dari proses dukungan PBB untuk memukimkan mereka di luar negara itu. MeK mengatakan pihaknya kini telah meletakkan senjata-senjata mereka dan akan berusaha menggulingkan pemerintah Islan di Teheran secara damai. (ant/bali post)

“Kabut asap dari kebakaran hutan atau lahan di Sumatera telah sampai ke Malaysia dan Singapura. Kondisi ini tentunya menjatuhkan harkat dan martabat bangsa,” kata Amri, di Pekanbaru, Jumat. Pemerintah, kata dia, belum begitu optimal mengatasi kebakaran hutan sumber asap itu. Padahal, kebakaran hutan dan lahan —disengaja atau tidak— selalu terjadi dan berulang dengan pola sama.

Dia mencatat, kebakaran hutan dalam skala masif ini terjadi sejak 1997. ”Jangan sampai, karena kabut asap iklim investasi menjadi terganggu, namun ini menjadi berpotensi jika tidak ada perbaikan dalam segi menjaga kelestarian lingkungan hidup,” katanya. Perdana Menteri Singapura, Lee Shien Loong, telah menyampaikan pernyataan kepada pemerintah Indonesia tentang asap yang telah membuat kualitas hidup warganya menurun drastis. Dampak

lain, asap kebakaran hutan membahayakan penerbangan dan pelayaran yang berdampak pada perekonomian kawasan. Lee bahkan langsung menegaskan pasti memberi sanksi tegas dan keras jika ada pengusaha dan perusahaan Singapura yang terlibat pembakaran hutan dan lahan di Sumatera itu. Berbeda dengan Lee, sikap pemerintah Indonesia baru beranjak pada penyelidikan sumber penyebab asap. Bahkan, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat,

Agung Laksono, kemarin, menyatakan, “Singapura tidak perlu bersikap seperti anak kecil dengan meributkan kabut asap itu.” Hal senada dinyatakan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, “Pemerintah Malaysia dan Singapura tidak perlu mengingatkan Indonesia soal kebakaran lahan ini, karena telah memahami situasi buruk itu.” Namun pada faktanya, asap dan kebakaran hutan - disengaja atau karena kekeringan di lahan gambut selalu terjadi. Lebih buruk lagi, jika itu disengaja untuk membersihkan lahan alias land clearing di perkebunan besar atau lahan masyarakat. (ant/bali post)

Ahli Israel dan AS Berkumpul Bahas Perang Masa Depan Jerusalem Sekelompok ahli pertahanan Israel dan akademikus Amerika berkumpul di Jerusalem pada Kamis (20/6) guna membahas tempur pada masa depan. “Memang sudah ada keadaan yang seperti di cerita-cerita,” kata Brig. Jend (Purn.) Yair Cohen, mantan komandan Unit 8200, Satuan Maya dan Intelijen Militer Pasukan Pertahanan Israel, seperti dilaporkan Xinhua. Ia membahas diskusi berjudul “Tomorrow`s Wars - No Longer Science Fiction”. Cohen mengatakan “kita hidup di dunia tempat 500 juta serangan maya

terjadi setiap detik terhadap prasarana TI strategis.” Ia menyampaikan potensi serangan semacam itu bisa mengakibatkan bencana kekacauan politik, sosial, dan ekonomi di satu negara. “Kami berpendapat senjata maya bisa melumpuhkan semua pesawat musuh tanpa mengirim seorang pilot pun untuk melakukan misi dan tanpa membahayakan nyawa manusia,” katanya. Perang maya, kata Cohen, adalah pedang bermata dua: senjata itu menyediakan buat militer modern keuntungan dan peluang baru yang tak pernah ada sebelumnya; tapi pada kesempatan yang sama perang maya memberi

peluang untuk para pelaku nonnegara, misalnya peretas. Pembicara lainnya adalah Brig. Jend (Purn.) Daniel Gold, peraih Penghargaan Pertahanan Israel karena peran dalam menemukan dan menangani sistem pertahanan roket-rudal Iron Dome. Gold menampilkan serangkaian video yang memperlihatkan sistem senjata tak berawak yang dikembangkan Israel dan telah dioperasikan militer negara itu. Sistem itu meliputi robot kendaraan yang berpatroli di perbatasan Jalur Gaza, robot kapal yang mampu menghadapi kapal musuh di laut, robot ular yang tanpa menarik perhatian merayap ke dalam wilayah

musuh untuk mengirim-balik gambar, dan peralatan lain yang membuat hadirin terpesona. Eli Levita, mantan wakil direktur jenderal urusan kebijakan di Komisi Energi Atom Israel, dalam kesimpulan diskusi mengamukakan bahwa sebagian konflik pada masa depan akan berupa perang saudara yang juga akan menyeret orang yang bukan tentara. Kesimpulan lainnya adalah negara akan terus menghadapi segudang musuh baru di medan tempur. Musuh tersebut adalah kaum fanatik, perompak, pedagang narkotika, tentara bayaran, serta penganut ideologi yang dilanda iri serta putus asa. (ant/bali post)


Snt22062013