Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SENIN, 19 MEI 2014

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 63 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Promosi ’’Tambora Menyapa Dunia’’ Digelar di Jakarta

Gubernur : Budaya dan Kultur NTB Luar Biasa Jakarta (Suara NTB) Pesona budaya Dompu sebagai ajang promosi ‘’NTB Tambora Menyapa Dunia 2015’’ digelar di anjungan NTB, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur, Sabtu (17/5) malam. Promosi ini menampilkan berbagai macam tarian tradisional Dompu, seperti Tari Makka, Pata Angi, dan Tari Rai Saida yang merepresentasikan tentang tragedi meletusnya Gunung Tambora. Selain itu, ditampilkan prosesi pernikahan adat Dompu, yakni Prosesi Dende Bunti dan Prosesi Kapanca. Promosi ini dihadiri Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi beserta istri Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua DPRD NTB Drs. H. L. Sujirman, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M, Yasin, dan FKPD Dompu. Hadir juga tamu kehormatan dari kesultanan dan kedutaan besar negara- negara sahabat, yakni Nursal Nabi Tuyakbayriv dari Kazakstan, Ali Asoswa dari Yaman, Nael Mahmoud dari Palestina, Abdullah Hadi dari Yerusalem, Tracy Masuda dan David Farar dari Amerika Serikat. Hadir juga Raja Malaysia, Raja Johor, Raja, Pahat, Duta Besar Yaman, Duta Besar Pa-

kistan, Ukraina, perwakilan Amerika Serikat, Armenia, Palestina, Taiwan, Thailand, Papua Nugini, Filipina dan Korea Selatan, tamu kehormatan dari Jepang, Polandia dan Direktur Utama TMII. Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutannya, menegaskan, pagelaran yang ditampilkan di TMII merupakan penegasan, jika NTB, khususnya Dompu tidak hanya memiliki alam yang indah, namun memiliki budaya dan kultur luar biasa. Harapannya semua pihak dan negara sahabat bisa melihat potensi itu dan datang ke Dompu untuk.bersama membangun Dompu. Acara ini adalah promosi, karena masih banyak.yang belum tahu bagaimana besarnya potensi Dompu. Pada kesempatan tersebut, gubernur mengungkapkan, setelah NTB sukses dengan program Visit Lombok Sumbawa 2012, yang menargetkan kunjungan sejuta wisatawan, pihaknya tidak berhenti dan berpuas diri dengan capaian tersebut. Jajaran pemerintah daerah menyadari potensi pariwisata alam dan budaya NTB sangat lengkap. Bersambung ke hal 5

Para Bupati Dinilai Lamban Sikapi Bencana Kekeringan

TO K O H Waspadai Isu Negatif PEMPROV NTB meminta umat beragama di daerah ini untuk mewaspadai isu-isu negatif yang dapat memecah belah kerukunan dan toleransi diantara masyarakat dan umat beragama. Terlebih, menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang maka kerukunan, keharmonisan dan toleransi harus tetap dijaga. Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si pada acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936 yang bertempat di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Sabtu (17/5) siang. ‘’Bangsa kita sedang melaksanakan suatu momentum demokrasi yang menentukan bagi masa depan bangsa kita, yaitu pelasanaan pemilu legislatif yang telah kita lewati dan menyambut datangnya Pilpres 9 juli 2014 mendatang. Bersambung ke hal 5 H. Muh. Amin (Suara NTB/dys)

KO M E N TTAA R

Kantongi Data Kemenkeu DUA pekan berada di Jakarta, tim penyelidik dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya merampungkan tugasnya. Mereka mengklarifikasi pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tentang mekanisme penyaluran DAK yang terindikasi raib sekitar Rp 14 miliar. Tim dipastikan sudah kembali ke KSB dan sedang memadukan informasi, merampungkan data serta keterangan yang diperoleh dari hasil klarifikasi sejumlah pejabat dan pegawai Kemenkeu. Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi, SH,MH menjawab Suara NTB via ponsel Minggu (18/5) meyakinkan sudah ada data atau (Suara NTB/dok) dokumen yang dikantongi timnya Sugeng Hariadi sebagai bahan pelengkap penyelidikan. Tim akan diminta menjelaskan hasil kerjanya. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Para bupati di NTB yang daerahnya dilanda kekeringan akibat musim kemarau, dinilai lamban menyikapi persoalan kekeringan. Semestinya, mereka harus aktif memberikan laporan terkini terkait kondisi daerah masing-masing sehingga segera ditetapkan siaga darurat kekeringan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi akibat kekeringan tersebut. ‘’Kami belum mendapatkan konfirmasi terkini. Sumbawa sudah menyatakan waspada kekeringan tetapi mereka belum mengatakan

itu darurat dan sebagainya. Ini yang kita harapkan dari para Bupati itu, cepat bersikap,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP ketika dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (17/5). Dikatakan, jika ada kondisi terkini yang dilaporkan dari kabupaten/kota terkait dengan kekeringan yang semakin meluas maka pihaknya bisa segera mengajukan untuk penetapan siaga darurat kekeringan untuk wilayah NTB. Bersambung ke hal 5

Rencana Karyawan PTNNT Dirumahkan, Bupati KSB Surati Presiden Taliwang (Suara NTB) Janji Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Zulkifli Muhadli, SH., MM bakal bersurat langsung ke Presiden RI berkenaan rencana kebijakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang akan merumahkan ribuan karyawannya per 1 Juni mendatang ditepati. Melalui surat Nomor 540/ 049/EKBANG/V/2014, orang nomor satu di KSB itu menyampaikan langsung pern-

yataannya terkait sikap Pemda KSB atas rencana perusahaan tambang itu. “Jadi itu janji beliau (bupati, red) kepada serikat pekerja sebelumnya,” terang Kabag Humas Pemda KSB Yahya Soud, MM kepada wartawan. Dalam surat tersebut, bupati secara tegas menyampaikan tiga poin berkenaan sikap daerah terhadap rencana dan kondisi yang ada di PTNNT. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/humas Setda NTB)

KALUNGKAN SELENDANG - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi didampingi Hj. Erica Zainul Majdi mengalungkan selendang Tambora Menyapa Dunia 2015 pada tamu kehormatan dari berbagai negara di Anjungan NTB TMII Jakarta, Sabtu (17/5) malam.

Bantuan Alat Omprongan Tembakau

Diduga Langgar Pergub tentang DBH-CHT Mataram (Suara NTB) Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan pada penyaluran bantuan alat omprongan tembakau untuk Pemkab Lombok Timur (Lotim) dan Pemkab Lombok Tengah (Loteng), semakin masuk ke substansi. Penyelidik menemukan ada indikasi bantuan itu melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Peraturan yang diduga dilanggar, terkait Juklak Juknis penyaluran bantuan dalam bentuk subsidi ke ribuan petani tembakau di dua daerah penghasil tembakau terbesar itu. Dari data awal yang diperoleh Kejati NTB, Pergub DBH-CHT itu seharusnya mengatur penyaluran bantuan langsung ke petani melalui Bank BPR di Loteng dan Lotim. ‘’Akan tetapi dalam pelaksanaannya justru melibatkan 12 perusahaan. Ini yang sedang kami usut, mengapa harus ada pelibatan rekanan, sementara di Pergub tidak ada itu,” kata Kajati NTB Sugeng Pudjianto, SH,MH dihubungi Suara NTB Sabtu (17/5). Dari data awal yang diperolehnya, intervensi 12 perusahaan itu ketika pengadaan tungku tembakau. Setelah Pemprov mencairkan dana tersebut melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dana disalurkan melalui BPR di dua daerah dimaksud. Namun kemudian muncul 12 perusahaan yang direkomendasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB. ‘’Sementara dalam aturan

Pergub, dana itu dicairkan oleh petani melalui BPR. Tapi ini, perusahaan yang cairkan anggaran kemudian membuatkan tungku, untuk diserahkan ke petani yang mendapat bantuan,” kata Kajati. Meski hanya Pergub yang dilanggar, pihaknya tetap memandang itu sebagai aturan yang dibuat pemerintah. Bersambung ke hal 5

’’

Sugeng Pudjianto (Suara NTB/dok)

Dikpora Imbau Siswa Jangan Percaya Isu Kunci dan Soal Bocor

Hari Ini, 94.750 Siswa SD/MI di NTB Ikuti UN Mataram (Suara NTB) Senin (19/5) hari ini, sebanyak 94.750 siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, telah siap mengikuti Ujian Nasional (UN). Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk pendistribusian soal untuk dititipkan di Polsek-Polsek berjalan dengan lancar dan aman. Demikian disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olagraga (Dikpora) NTB, Drs.H.Imhal di Mataram, Minggu (18/5) kemarin. Secara rinci disebutkan, dari 94.750

siswa SD/MI yang mengikuti UN, tersebar masing-masing 7.463 siswa di Kota Mataram (6.991 siswa SD dan 472 siswa MI). Kemudian Kota Bima, 2.692 (2.487 siswa SD dan 205 siswa MI), Kabupaten Lombok Barat, 11.802 siswa (10.541 siswa SD dan 1.262 siswa MI). Selanjutnya Kabupaten Lombok Utara dengan peserta 4.258 siswa (3.832 siswa SD dan 426 siswa MI). Kabu-

paten Lombok Tengah, jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 17.892 (14.600 siswa SD dan 3.292 siswa MI). Di Kabupaten Lombok Timur siswa SD/MI yang mengikuti UN terbanyak di NTB dengan 24.292 peserta (20.755 siswa SD dan 3.537 siswa MI). Di Kabupaten Sumbawa Barat, jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 2.360 orang (2.264 siswa SD dan 96 siswa MI). H. Imhal Kemudian di (Suara NTB/dok)

Kabupaten Sumbawa, jumlah peserta UN sebanyak 8.329 siswa (7.918 siswa SD dan 411 siswa MI). Di Kabupaten Dompu, jumlah peserta sebanyak 5.334 (4.786 siswa SD dan 548 siswa MI). Terakhir di Kabupaten Bima, jumlah peserta UN sebanyak 10.328 orang (9.291 siswa SD dan 1.037 siswa MI). Ditambahkan Imhal bahwa pelaksanaan UN tingkat SD/MI akan berlangsung selama tiga hari yaitu Senin 19 Mei, 20 Mei dan terakhir 22 Mei 2014. Bersambung ke hal 5


SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Banyak Laporan Masyarakat DUGAAN bahwa terusan jalan Bung Hatta dari Monjok hingga tembus ke Jalan Jenderal Sudirman Rembiga kerap disalahgunakan oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab sebagai tempat pacaran rupanya bukan isapan jempol belaka. Camat Selaparang Irwan Rahardi mengaku sudah banyak laporan warga yang masuk ke kecamatan yang dipimpinnya. Laporan itu, menurut Irwan menjawab Suara NTB di Kantor Walikota usai menghadiri rapat pembebasan lahan selatan Sungai Jangkuk, Sabtu (17/5) seputar penyalahgunaan jalan tersebut, umumnya oleh pasangan muda mudi. Ia tidak menampik hal itu terjadi lantaran belum adanya penerangan di setengah jalan tersebut. Karena beberapa waktu lalu pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum) baru dilakukan mulai dari perempatan Monjok hingga setengah panjang jalan tersebut. Sementara setengahnya lagi dalam kondisi gelap gulita. Muda mudi lebih suka nongkrong di sebagian jalan yang gelap ketimbang di jalan yang sudah ada penerangannya. Melihat potensi kerawanan tersebut, Irwan mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Pertamanan Kota Mataram. ‘’Mereka (Dinas Pertamanan, red) sedang menunggu aliran kasnya untuk bisa mengerjakan proyek pemasangan PJU itu,’’ ujarnya. Namun Irwan memastikan terusan jalan Bung Hatta yang masih gelap gulita, akan dipasangkan PJU dalam tahun ini. Disamping ‘’mendesak’’ Pertamanan untuk mensegerakan pemasangan PJU, pihaknya juga telah membentuk tim terpadu kecamatan bersama para kepala lingkungan. ‘’Kita sering dapat laporan dari masyarakat sehingga kita sweeping,’’ akunya. Tidak hanya terkait oknum muda mudi yang pacaran gelap-gelapan di sana, tim terpadu kecamatan juga menyoroti munculnya sejumlah PKL (Pedagang Kaki Lima) di tempat yang masih gelap tersebut. Irwan menyatakan semua PKL yang berjualan di sana, tidak memiliki izin sama sekali. Mengantisipasi menjamurnya PKL di terusan Jalan Bung Hatta tersebut, pihaknya sudah melayangkan teguran kepada PKL yang berjualan di terusan Jalan Bung Hatta, terutama dari Jembatan hingga tembus Jalan Jenderal Sudirman Rembiga. Mereka diharapkan membongkar sendiri lapaknya. Karena bagaimanapun, lanjutnya, selain tidak memiliki izin, para PKL juga seenaknya berjualan di atas trotoar. ‘’Itu tidak boleh,’’ cetusnya. Karenanya, tim terpadu Kecamatan Selaparang, demikian Irwan, menargetkan penertiban PKL di sepanjang ruas Jalan Bung Hatta, akan rampung dalam dua minggu. Saat ini, tim terpadu Kecamatan Selaparang sedang melakukan pendekatan kepada para PKL. Ia melihat beberapa PKL yang berjualan di terusan Jalan Bung Hatta, lebih pada motif coba-coba lantaran ada lahan kosong di lokasi yang cukup strategis. Namun begitu, dirinya khawatir hal itu akan ditiru PKL yang lain, sehingga sulit dikendalikan. Irwan mengatakan, nantinya di sisi kiri dan kanan terusan Jalan Bung Hatta, dari arah Rembiga memang akan ditata menjadi green belt seperti Jalan Udayana. Barulah setelah itu para PKL boleh berjualan. Ia menyadari dengan dibukanya jalan baru tersebut, memberi peluang kepada para PKL. ‘’Ini urusan perut tapi bukan berati dia harus melanggar aturan dengam menggunakan sempadan,’’ imbuhnya. Yang jelas nantinya Pemkot Mataram bakal membangun RTH. Karenanya, sebelum RTH itu jadi, tim terpadu Kecamatan Selaparang bersama Polsek Mataram mengintensifkan patroli di sepanjang jalan itu. ‘’Yang jelas kalo sudah jam 10 ato jam 11 ndak boleh lagi ada yang nongkrong di sana,’’ tandas Irwan. (fit) Irwan Rahardi (Suara NTB/dok)

Tiga Kali Lipat Masih Kurang HASIL perhitungan tim apprisal yang dikirimkan Pemkot Mataram kepada PT. Pasifik Cilinaya Fantasi yang menyebutkan bahwa royalti Mataram Mall memungkinkan dinaikkan hingga tiga kali lipat, mendapat tanggapan dari kalangan komisi II DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Abdul Malik Thalib kepada Suara NTB di Mataram, Sabtu (17/5) menilai, meskipun misalnya royalti Mataram Mall dinaikkan hingga tiga kali lipat, namun nominalnya diyakini masih kurang. Seperti diketahui, nilai royalti Mataram Mall saat ini Rp 150 juta per tahun. Kalau dinaikkan tiga kali lipat, maka jumlahnya mencapai Rp 450 juta. Semestinya, lanjut Malik, nilai royalti tersebut disesuaikan dengan kondisi Mataram Mall saat ini. Dimana, hampir setiap sudut pusat perbelanjaan terbesar di Kota Mataram ini, dimanfaatkan para pengusaha untuk mempromosikan usahanya. Sayangnya, pihak PCF terkesan menutupi kondisi nyata Mataram Mall. Menurut politisi PKS ini, keberadaan Mataram Mall belum banyak memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Mataram, terutama dari sisi PAD pendapatan asli daerah. Selama ini, setiap akan dilakukan penyesuaian nilai royalti, pihak PCF kerap berlindung pada penyerapan tenaga kerja. Malik tidak menampik, bahwa hadirnya Mataram Mall telah menyerap cukup banyak tenaga kerja. Namun hal itu merupakan dampak ekonomis yang otomatis muncul dari berdirinya pusat perbelanjaan itu. Ia menganggap PCF kurang bijak menyikapi rencana kenaikan royalti. Apalagi PCF ogah memberikan data pendapatan kepada Pemkot Mataram sebagai dasar perhitungan royalti Mataram Mall. Disisi lain, Malik meyakini, bahwa pembahasan royalti Mataram Mall dengan DPRD Kota Mataram tidak akan tuntas pada periode Dewan saat ini. Mengingat masa tugas 35 anggota DPRD Kota Mataram ini akan berakhir dua bulan lagi. ‘’Masalah Mataram Mall ini sudah lama kita urus, sampai lima tahun ndak selesai-selesai,’’ akunya. Menurut dia, menjelang lengsernya anggota Dewan periode ini, para wakil rakyat Lingkar Selatan ini tidak lagi semangat membahas masalah royalti Mataram Mall. Namun demikian, ia berharap masalah royalti mall ini segera menemui titik kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak. (fit) Abdul Malik Thalib (Suara NTB/fit)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Tata Ruang di Mataram Diduga Ada Penyimpangan Mataram (Suara NTB) – Tata ruang di Kota Mataram masih saja menjadi sorotan. Kali ini, anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Sang Ketut Deresta menilai tata ruang di Mataram diduga terjadi penyimpangan. Itu terlihat dari penerbitan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang tidak pada tempatnya. Selain ruko yang diduga beralih fungsi menjadi tempat penangkaran burung walet, juga pemberian IMB di sempadan sungai. ‘’Mestinya kan tidak bisa,’’ ungkap Deresta kepada Suara NTB kemarin. Sayangnya terhadap hal-hal seperti ini, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan (Takowasbang) terkesan tutup mata, sehingga tampak seperti ada pembiaran. Ia menilai pemberian IMB di Mataram masih tebang pilih. Malah, lanjutnya, yang seharusnya bisa keluar IMB justru tidak diberikan izin. ‘’Yang seharusnya tidak bisa jadi bisa,’’ ucapnya heran. Ia berharap Dinas Takowasbang lebih teliti dalam memberikan izin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia meminta Takowasbang tidak gegabah dalam memberikan izin tanpa melihat lokasi yang dimohonkan izin. ‘’Apapun alasannya, mestinya RTRW tidak dilanggar,’’ tegasnya. Namun pada praktiknya memang ada saja yang menyimpang dari aturan. ‘’Makanya saya minta dinas terkait betul-betul melaksanakan tupoksinya,’’ demikian Deresta. Sementara itu, terkait pemanfaatan ruko untuk penangkaran burung walet, politisi Hanura ini memilih tidak berkomentar terlalu jauh. Sepengetahuan pihaknya memang ada Perda Kota Mat-

’’

Apapun alasannya, mestinya RTRW tidak dilanggar aram tentang pajak pengambilan sarang burung walet. Namun sejauh mana pelaksanaan perda tersebut, dirinya belum mengetahui pasti. Tetapi, ia tidak menampik jika saat ini banyak penangkaran burung walet. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Takowasbang Kota Mataram, Ir. Supardi mengaku masalah burung walet sudah mencuat dari dulu. Namun, Dinas Takowasbang, katanya, tidak pernah menerbitkan izin untuk penangkaran burung walet. Meskipun pada kenyataannya, Pemkot Mataram melalui Dinas Pendapatan memungut pajak atas pengambilan sarang burung walet tersebut. Supardi mengakui bahwa sampai saat ini memang belum ada koordinasi Dinas Takowasbang dengan Dispenda Kota Mataram. Takowas-

bang terkesan lepas tangan dengan IMB yang telah diterbitkan. Katanya, ia tidak tahu menahu kalau ada pemanfaatan ruko untuk penangkaran burung walet. Kemungkinan penangkaran burung walet di ruko-ruko itu, sudah ada HO atau izin gangguan yang diberikan oleh Bagian Ekonomi. ‘’Kita ndak pernah keluarkan izin untuk walet. Kalau ruko, ruko sudah,’’ kilahnya. Terkait pengawasan, kata Supardi, tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Takowasbang saja. Masyarakat dan instansi selain Takowasbang juga diharapkan ikut melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan ruko itu sendiri. ‘’Misalnya Dispenda mengawasi dari segi produksi walet. Jadi bukan Tata Kota saja. Tata Kota ini cuma bangunannya doang,’’ terang pria yang menjabat Kepala Dinas Takowasbang sejak zaman pemerintahan Walikota HM. Ruslan ini. Sementara itu, untuk aktivitas di dalam ruko itu sendiri, menurut dia, ada instansi lain yang mengaturnya. Ia mencontohkan, Bagian Ekonomi. Meski mengaku tidak menangani burung walet, namun Supardi justru berdalih burung walet sulit berproduksi. ‘’Burung walet ini ndak bisa diatur,’’ ucapnya. (fit)

Menurun, Minat Baca Generasi Muda Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengapresiasi digelarnya peringatan hari buku nasional. Kegiatan tersebut dinilai sangat efektif sebagai media kampanye untuk meningkatkan gemar membaca. Pasalnya, saat ini minat baca generasi muda menurun karena mereka lebih disibukkan dengan aktivitas lain. Demikian Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito saat membuka gerakan sejuta buku di di eks Pelabuhan Ampenan, Minggu (18/5) kemarin. Menurutnya, di Mataram, pada tahun 2013 lalu, jumlah pengunjung di perpustakaan daerah (pusda) Kota Mataram 6.840 orang. Dengan jumlah koleksi sebanyak 56.561 judul buku. Ini menggambarkan tingkat kunjungan ke pusda tergolong minim dibandingkan jumlah penduduk Kota Mataram. Karenanya, sambung Eko, Pemkot Mataram sangat mendukung berbagai upaya meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda maupun masyarakat umum di Kota Mataram. Berbagai program juga telah dilakukan Pemkot Mataram untuk meningkatkan minat baca. Antara lain dengan menempatkan mobil perpustakaan keliling saat car free day di Jalan Udayana, dibukanya taman baca di Taman Sangkareang, serta keberadaan taman baca di Kampung Melayu.

Buntut Pembebasan Lahan Sungai Jangkuk

Warga Dasan Agung Tuntut Pembayaran Dipercepat

(Suara NTB/ist)

BACA BUKU - Anak-anak di pesisir Ampenan membaca buku milik perpustakaan keliling Kota Mataram di eks Pelabuhan Ampenan, Minggu (18/5) kemarin. Pemkot juga menggalakkan koran masuk lingkungan serta memberikan dukungan terhadap program Pemprov NTB yakni Kampung Media melalui program internet masuk kampung. Semua program itu diharapkan bisa menumbuhkan minat baca dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Mataram dan Provinsi NTB. Hal senada disampaikan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip NTB H Mokhlis. Ia sangat mengapresasi digelarnya kegiatan ini untuk membangkitkan semangat anakanak muda agar senang membaca. ‘’Kalau ingin menggenggam dunia, rajin-rajinlah membaca,’’ pesannya. Sementara itu, Kepala Dinas Dikpo-

(Suara NTB/cem)

GANTI LAMPU - PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kota Mataram, banyak yang mati. Pemkot Mataram berencana mengganti seluruh PJU menggunakan lampu LED. Meski harganya mahal, namun lampu LED ini lebih awet dibandingkan lampu biasa. Tampak petugas dari Dinas Pertamanan Kota Mataram sedang mengganti lampu jalan yang sudah tidak berfungsi.

ra NTB HM Imhal mengatakan, kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan tidak hanya diupayakan pemerintah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan, tetapi juga melalui peningkatan minat baca. Melalui gerakan sejuta buku ini menunjukkan adanya kepedulian berbagai pihak untuk mengkampanyekan gemar membaca. Menurutnya, tantangan peserta didik saat ini adalah pada keterbatasan jumlah buku untuk menambah ilmu dan wawasan. Melalui gerakan ini menjadi fasilitator bagi kalangan generasi muda untuk mendapatkan buku dan mendapat lebih banyak ilmu pengetahuan. (fit)

Mataram Suara NTB – Sedikitnya lima kepala keluarga yang lahannya terkena pembangunan jalan di sisi selatan sungai jangkuk, menuntut pembayaran atas pembebasan lahan tersebut dipercepat. Pasalnya, warga sudah menunggu setahun pascalahan mereka dibangun jalan di sisi utara dan selatan Sungai Jangkuk. Sapri usman, salah seorang warga yang lahannya dibebaskan Pemkot Mataram terkait pembangunan jalan di sisi selatan Sungai Jangkuk itu mengaku, pihaknya ingin pembayaran dipercepat. Pasalnya, sudah setahun lamanya sejak dibebaskan, belum ada kejelasan terkait pembayaran lahan. ‘’Kalau saya hitung-hitung kalau saya kos kan, setahun saya rugi Rp 90 juta,’’ akunya. Selain itu, pihaknya juga tidak berani merenovasi bangunan rumahnya. ‘’Nanti sudah saya perbaiki, tahu-tahu mau digusur,’’ imbuhnya. Sapri Usman bersama empat KK lainnya diundang Pemkot Mataram untuk mensosialisasikan harga lahan, Sabtu (17/5). Empat KK lainnya masing-masing H. Syamsuddin Ali, H. Nurdin, H. Burhanuddin Solihin dan Udin Oncak. Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Bq. Evi Ganevia MSi menjelaskan, dari hasil perhitungan apprisal, lahan milik H. Syamsudin Ali ditaksir seharga Rp 100 – 120 juta per are. Sedangkan lahan milik empat KK lainnya ditaksir sekitar Rp 35 – 42 juta per are. Harga ini sempat diprotes Sapri Usman lantaran tanah miliknya yang bakal dibebaskan Pemkot Mataram, bersama Udin Oncak dulunya dibeli dari Syamsuddin Ali dan lahan itu merupakan satu kesatuan. Ditambahkan kepala BPKAD Badan Pengelola Keuan-

gan Dan Aset Daerah, Yance Hedra Dirra, SE., bahwa appsisal dalam menaksir harga lahan, mempunyai dasardasar pertimbangan yang jelas. Mulai dari akses lahan hingga kontur tanah. Beruntung Syafruddin Ali merelakan Rp 20 juta pembayaran lahan miliknya untuk mensubsidi harga lahan milik Sapri Usman dan Udin Oncak. Namun, hanya Sapri Usman yang telah menyetujui hal tersebut, sementara Udin Oncak katanya, harus mengkonsultasikan hal tersebut kepada orang tuanya. Pihak yang telah sepakat dengan harga dari apprisal, diminta datang kembali ke Kantor BPKAD Kota Mataram untuk dibuatkan berita acara. Ditambahkan Yance, pihaknya tidak menampik jika pembebasan lahan itu memang sudah setahun yang lalu dan baru selesai setengahnya. ‘’Tahun lalu diselesaikan oleh Bagian Umum, sekarang ditangani oleh BPKAD. Sekarang hasil apprisal sudah ada, tinggal diselesaikan saja,’’ pungkasnya. Sebetulnya masih ada 13 KK lainnya yang bahkan hingga jalan itu rampung, belum juga dibayar. Namun Yance menekankan Pemkot akan tetap melakukan pembayaran namun tentu secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Sementara itu, Camat Selaparang, Irwan Rahardi memberi arahan kepada warga bahwa pemerintah tidak bisa mainmain dalam menentukan harga, karena sudah ada pihak yang menentukan. ‘’Pemerintah tidak boleh membayar melampaui harga yang telah ditetapkan apprisal,’’ tegasnya. Hal ini sudah pernah dilakukan Pemkot Mataram saat membebaskan lahan Jalan Gajahmada dan Jalan Bung Hatta. (fit)

PEMBEBASAN LAHAN - Sapri Usman, salah seorang warga yang lahannya terkena pembangunan jalan di sisi selatan Sungai Jangkuk meminta pembayaran lahan dipercepat.


SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Dikelola Manajemen Profesional PENGELOLAAN manajemen profesional lembaga kesehatan ke sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rupanya tidak berlaku bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung saja. Tetapi, pendekatan yang sama juga akan diterapkan pada puskesmas yang ada di tiap kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KLU, dr. H. Benny Nugroho S, menjelaskan, sistem BLUD akan coba (Suara NTB/ari) diterapkan di level puskesH. Benny Nugroho mas. Dengan pendekatan puskesmas berbasis kemandirian dan profesionalisme ini, diharapkan terjadi kompetisi kualitas antar-puskesmas. “Pertanyaannya, siapkah kita? Insya Allah akan kita siapkan, baik dari aspek modal dan SDM (sumber daya manusia). Jumlah puskesmas dari 5 ke 8, harus mengarah ke BLUD agar mampu memanajemen diri sendiri dalam hal keuangan, sehingga mereka lepas dari daerah (APBD),” ujar Benny, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Ia berasumsi, manajemen BLUD di tiap puskesmas - khususnya di puskesmas rujukan akan berkembang kompetisi untuk meningkatkan kualitas. Sebagai instrumen awal pendukung BLUD yakni diarahkannya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ke puskesmas. Sehingga dengan pola itu, anggaran puskesmas jelas akan mengarah untuk jasa pelayanan (japel) petugas medis. Selama ini kata Benny, japel petugas puskesmas praktis tidak ada, sehingga sebulan hanya menerima komponen gaji semata. Logikanya, dalam 1 hari yang terdiri dari 24 jam pekerjaan bagi petugas medis puskesmas, gaji yang diterima hanya setara dengan 8 jam kerja. “Apakah 16 jam sisa bekerja sehari orang bekerja gratisan? Tentu tidak kan,” tanyanya. Langkah awal orientasi BLUD di puskesmas, Benny telah menginstruksikan untuk membalik pola pelayanan. Setiap pelayanan medis di puskesmas harus dikerjakan oleh dokter dan yang bersangkutan tidak lagi diperkenankan untuk menjabat sebagai kepala puskesmas. Kepala Dikes KLU tak menyangkal awal kebijakan ini ia terapkan, ia banyak dihujat dan dianggap kebijakannya tidak populis. “Saya katakan, kita semua harus kembali kepada sumpah profesi. Dokter tugasnya melayani pasien, jadi harus konsentrasi ke sana, bukan ikut rapat. Jadi selama puluhan tahun, kesalahan ini yang tidak dirubah,” cetusnya. Benny tidak menginginkan lagi, pelayanan pertama pasien dalam bentuk diagnosa, pemberian resep obat dan tindakan medis dilakukan oleh petugas level perawat. Sebaliknya, perawat hanya akan menerima rekomendasi layanan medis setelah diagnosa dan sebagainya dilakukan oleh dokter. “Hasilnya sudah mulai kelihatan, masyarakat sudah tidka banyak di rujuk ke RSUD, cukup sampai di puskesmas. Bahkan ada pasien yang sampai minta ruangan ber-AC di puskesmas, karena percaya dengan pelayanan yang ada,” pungkas Benny. (ari)

Bansos ke Petani Lotim Capai Rp 20 Miliar Selong (Suara NTB) Bantuan sosial (bansos) yang disalurkan ke petani-petani di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencapai Rp 20 miliar. Semuanya bersumber dari APBN 2014. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Lotim , M. Zaini belum lama ini di Selong, menjelaskan, bansos tersebut akan diarahkan untuk mencetak sawah baru, pengembangan jaringan irigasi dan kegiatan Sekolah Lapang Pertanian Tanaman Terpadu (SLPTT) dan Sekolah Lapang Penanganan Hama Terpadu (SLPHT). Zaini menjelaskan, untuk SLPTT dana yang dialokasikan mencapai Rp 6 miliar, Sedangkan cetak sawah baru disebut paling banyak akan menelan biaya mencapai belasan miliar. Pemberian bansos tersebut, kata Zaini diberikan langsung melalui rekening kelompok. Sementara kegiatan optimalisasi lahan, lanjutnya, diberikan kepada 43 kelompok, pengembangan pertanian metode Sri diberikan kepada 74 kelompok, cetak sawah baru diberikan kepada 11 kelompok dan paling banyak kelompoknya adalah SLPTT sebanyak 1.077 kelompok. “Saat ini sedang dalam proses pencairan,” ucapnya. Kehadiran bansos ke tengah-tengah petani diklaim Zaini bisa meningkatkan produksi dan produktivitas lahan pertanian, seperti pencetakan sawah baru berarti akan menambah jumlah intensitas tanam di daerah Lotim. (rus)

(Suara NTB/rus)

PANTAI INDAH - Pantai Kaliantan di bagian selatan Lombok Timur memiliki panorama alam yang indah. Meski belum didukung sarana memadai, banyak wisatawan lokal dan mancanegara berwisata ke objek wisata ini. Untuk itu dukungan dari pemerintah pusat dalam mengembangkan kawasan ini sangat diharapkan, sehingga bisa menjadi salah satu tujuan favorit di NTB.

ADD Rentan Diselewengkan

Bupati Loteng Minta Kades Hati-hati

Praya (Suara NTB) Sampai saat ini banyak kepala desa (kades) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum, khususnya terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Untuk itu, para kades diminta supaya bisa lebih teliti dan hati-hati menggunakan dana, sehingga tidak menjadi pemicu polemik di tengah masyarakat. “Prinsipnya kalau mau aman, ADD harus dipergunakan sesuai aturan yang ada. Dan, jangan sampai disalahgunakan. Apalagi kemudian digunakan untuk hal-hal di luar kepentingan pembangunan desa,” ungkap Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, mengenai terkait banyaknya kades di Loteng tersangkut masalah hukum di Praya belum lama ini. Menurutnya, jika ada kades yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran menyelewengkan ADD, pemerintah daerah sangat mendukung penegakan supremasi hukum. Aparat penegak hukum hendaknya bisa tegas dalam menindak para kades yang diduga terlibat menyelewengkan ADD. “Supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan terhadap para kades yang melakukan penyalahgunaan ADD,” tegas mantan Ketua DPRD NTB ini. Salah satu kasus kades yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya adalah kasus dugaan korupsi jatah beras miskin oleh Kades Menemeng Jonggat. Terhadap kasus tersebut, Bupati Loteng sangat mendukung upaya penuntasan, sehingga menjadi jelas. (kir)

Prinsipnya kalau mau aman, ADD harus dipergunakan sesuai aturan yang ada. Dan, jangan sampai disalahgunakan. Apalagi kemudian digunakan untuk hal-hal di luar kepentingan pembangunan desa, H. M. Suhaili FT

Angka Kematian Ibu Didominasi Faktor Non Medis Tanjung (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menegaskan untuk memperoleh predikat AKINO - meski mustahil. Langkah tersebut dimulai dengan kampanye Gerakan Sayang Ibu (GSI). Sebagaimana evaluasi oleh Pemda, angka kematian ibu salah satunya didominasi faktor non medis. “Faktor non medis, merupakan faktor dominan yang memberikan kontribusi terhadap kematian ibu pada masa kehamilan, melahirkan dan nifas,” ungkap Asisten III Setda KLU, H. Jayadi N , Sabtu (17/5). Domain faktor tersebut secara rinci ditimbulkan oleh faktor turunan. Hal tersebut, katanya, bisa disebabkan ekonomi, tata nilai sosial budaya hingga penafsiran ajaran agama pada sebagian masyarakat yang belum sejalan dengan kesetaraan dan keadilan gender. Pandangan yang menganggap kehamilan adalah peristiwa alamiah yang harus ditanggung risikonya oleh kaum perempuan perlu dilakukan perubahan secara sosio kultural. Pada fase kehamilan, melahirkan dan nifas, seorang ibu harus mendapat perhatian dari keluarga dan masyarakat sekitarnya. Selain faktor tersebut, kendala penanganan masih dihadapkan pada tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, pemahaman kesetaraan gender, faktor lingkungan serta kemudahan para ibu untuk mencapai sarana kesehatan modern. “Strategi pelaksanaan GSI di daerah sangat diperlukan, yaitu dengan memantapkan koordinasi antar berbagai sektor di daerah. Sejalan dengan itu, dengan pengembangan GSI, perlu dikembangkan juga upaya oleh masyarakat untuk mencegah kematian bayi dengan meningkatkan penggunaan air susu ibu atau lebih dikenal dengan nama asi eksklusif sampai dengan 6 bulan,” terangnya. Tahapan sosialisasi yang memberikan pemahaman ini, diharapkan dapat menggugah dan menumbuhkan penyadaran tidak hanya kaum perempuan - selaku objek, tetapi juga suami, keluarga dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli pada kondisi ibu hamil, melahirkan dan ibu menyusui. Ia menambahkan, program GSI ini jelas memiliki konsekuensi anggaran. Dalam hal ini, Pemda KLU telah berkomitmen untuk memberikan porsi anggaran besar melalui SKPD terkait. “Langkah minimal, adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan keluarga dalam merencanakan kehamilan dan persalinan yang aman dengan kesiapan moril maupun materil,” pungkasnya. (ari)

(Suara NTB/ari)

TERIMA - Bupati KLU H. Djohan Sjamsu (kiri) saat menerima peserta Rakernas SIWO PWI di Kantor Bupati KLU, Sabtu (17/5).

Kehadiran Peserta Rakernas Harus Mampu Angkat Citra Pariwisata Tanjung (Suara NTB) Lebih dari 160 peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendatangi Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (17/5). Usai diterima Bupati KLU, rombongan langsung bertolak ke kawasan wisata Gili Trawangan. Kehadiran peserta Rakernas SIWO ini, diharapkan dapat mengangkat citra pariwisata KLU. “Mudah-mudahan dengan kehadiran para wartawan peserta Rakernas Siwo PWI di daerah ini, dengan profesi kewartwanannya akan dapat memberikan makna tersendiri bagi perkembangan dan kemajuan pariwisata di KLU ini,” harap bupati kepada peserta rakernas. Menurutnya, KLU merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Tahun 2013 lalu, kawasan wisata 3 Gili (Trawangan, Meno dan Gili Air) dikunjungi oleh lebih dari 480 orang. Di mana, 90 persen-

nya merupakan wisatawan mancanegara. Bupati memaparkan, selain ketiga gili yang dimiliki KLU sebagai daerah tujuan wisata yang utama, masih ada beberapa lokasi yang juga menjadi andalan daerah ini sebagai tujuan wisata di antaranya, Geopark Rinjani. Rinjani memiliki danau yang dinamakan Danau Segara Anak. Di lokasi ini, setiap tahunnya dikunjungi tidak kurang dari 15 ribu orang. Ada pula situs peninggalan sejarah kejayaan Islam masa lalu, yaitu Masjid Kuno Bayan sebagai tujuan wisata budaya. Bupati meminta kepada seluruh wartawan olahraga yang hadir pada kesempatan itu untuk menulis juga tentang KLU melalui media yang selama ini dimiliki oleh peserta Rakernas SIWO PWI. Ketua Panitia Rakernas SIWO PWI, Raja Parlindungan Pane, menyebut kehadiran peserta Rakernas SIWO PWI di KLU ini, bukan saja para wartawan olahraga seluruh Indonesia, akan tetapi Ketua PWI Pusat Margiono,

Ketua PWI Daerah, Ketua DKD, Ketua SIWO, Sekretaris dan Peninjau seluruh Indonesia, yang berjumlah 160 orang. “Ini rekor yang pertama kali terjadi, kalau ada Muri, mungkin langsung masuk rekor Muri ini,” pujinya. Dalam Rakernas SIWO PWI di NTB ini, ada beberapa poin yang menjadi keputusannya, di antaranya, rakernas pada tahun 2015 mendatang akan dilaksanakan di Maluku dan Porwanas akan dilaksanakan di Jawa Barat. Ketua PWI Pusat, H. Margiono dalam sambutan singkatnya mengatakan, meski belum pernah ke KLU, namun ia sudah akrab dengan KLU. Ketika KLU belum terbentuk, secara kebetulan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga belum terbentuk. Pada saat bersamaan, Kota Tangsel dan KLU, lahir bersama dan berjuang bersama untuk memperoleh otonomi. “KLU dan Tangsel bersama-sama berjuang untuk bisa berdiri menjadi daerah baru. Insya Allah, saya akan menulis pula tentang KLU,” janjinya. (ari)

Banyak Investor Tidak Koordinasi dengan Desa Giri Menang (Suara NTB) Kepala Desa Pelangan Sekotong Lombok Barat, Zulkifli mengeluhkan banyaknya investor yang masuk ke desanya tanpa berkoordinasi dengan aparat desa. Daerahnya yang nota bene wilayah pariwisata, diminati banyak investor kelas kakap. Kepada Suara NTB belum lama ini, Zulkifli mempertanyakan letak kewenangan otonomi desa sesuai undang-undang desa yang telah diberlakukan. “Terus terang saja saya mengeluh lantaran banyak investor yang masuk tanpa berkoordinasi dengan desa,” ungkapnya. Ia menjelaskan, sejauh ini banyak investor yang masuk ke wilayahnya. Beberapa di antaranya, pihak ketiga yang membuka usaha tambang, pengusaha vila dan lainnya. Diakuinya, ada beberapa perusahaan belum berkoordinasi sekalipun dengan desa. Sejauh ini, orang luar yang bekerja di perusahaan ini banyak masuk ke desanya tanpa ada pemberitahuan. Sementara di satu sisi, perusahaan bersangkutan sudah mulai

Zulkifli

(Suara NTB/her)

melakukan aktivitas dengan menurunkan alat berat. Padahal belum ada izin dari desa. Begitu juga perusahaan lainnya. Meski acara pembukaannya dihadiri jajaran menteri, tapi pihak desa tidak pernah diberitahu. Seharusnya, kata dia, pembangunan skala besar seperti itu, pihak Pemkab Lobar maupun provinsi melibatkan pihak desa yang notabene yang tahu wilayah setempat. “Sehingga kalau terjadi apa-apa kan kita tahu. Kita juga bisa antisipasi bersama,” ujarnya. (her)

Lotim Matangkan Persiapan STQ Selong (Suara NTB)Jajaran Pemkab Lombok Timur (Lotim) mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Tahun 2014. Sabtu (17/5) lalu, berlangsung pertemuan khusus para Dewan Hakam di Kantor Bupati Lotim. Asisten II Bidang ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Lotim, H. M. Aminulloh, menjelaskan, pelaksanaan STQ tahun 2014 ini akan diselingi dengan tradisi pawai ta’aruf diikuti semua kontingen dan masyarakat umum. Tidak hanya itu dilibatkan, semua grup korsik kabupaten dan sekolah yang ada. Prosesi pada malam pembukaan katanya akan digelar acara hiburan dengan menghadirkan grup musik bernuansa Islami. Sementara acara penutupan, akan dirangkaikan dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Rencana kegiatan STQ, lanjutnya, digelar tanggal 21-26 Mei mendatang di Lapangan Gelora Sikur Kecamatan Sikur. Peserta diberangkatkan dari Kantor Camat Sikur menuju Lapangan Gelora Sikur dengan rute sepanjang sekitar satu kilometer dengan panggung kehormatan di depan Masjid Islahul Muslimin Desa Sikur. Arena utama dan mimbar tilawah direncanakan di Lapangan Gelora Sikur, penginapan peserta di Yayasan Ponpes Darussyakirin, sementara untuk pelaksanaan cabang-cabang lomba lainnya disiapkan lokasi di Masjid Besar Islahul Muslimin Desa Sikur dan Mushalla Darul Istiqomah Kampung Mekar Baru yang lekatnya terdekat dari arena utama. Sementara Kabag Kesra, Sahmat, menambahkan guna menyemarakkan pelaksanaan event tahunan itu, pelaksanaan kegiatan akan melibatkan berbagai komponen masyarakat, baik dalam mengisi acara selingan lomba maupun membantu kelancaran dalam hal-hal lainnya. Selain pelibatan organisasi kemasyarakatan di tingkat kabupaten, juga masyarakat setempat. Di Kabupaten Lombok Ut-

ara (KLU) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 5 digelar di Kecamatan Kayangan, 23-28 Mei mendatang. Dalam rapat evaluasi dan pemantapan terakhir, Pemda KLU meminta seluruh panitia untuk menyiapkan seluruh atribut, tak terkecuali hiburan pada malam harinya. Asisten I Bidang Pemerintahan, Setda KLU, H. Kholidi Kholil, MM., mengimbau seluruh peserta meningkatkan koordinasi 1 sama lain. Tujuannya, agar persiapannya pelaksanaan disiapkan, sehingga pada taraf pelaksanaan, acara berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Terutama kepada Kepala Desa Santong selaku tuan rumah ketempatan, agar bisa bangun komunikasi dengan para tokoh di wilayahnya untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini,” harap Kholidi. Dari aspek persiapan, sebagian besar panitia mengakui agenda ini siap disukseskan. Seksi Pawai Ta’aruf dan Hiburan, Arnowadi menyebut, gelaran MTQ ke 5 di Kayangan ini siap dimeriahkan, tak terkecuali malam harinya. Sebagian besar kesenian sudah menyatakan kesiapan, sehingga panitia pada malam harinya secara bergantian akan menampilkan berbagai kesenian masyarakat, seperti gambus BUS Santong, Hadrah Al Zikro Kayangan, gambus Salut, Marawis Teniga Tanjung, Qasidah Darul Muttaqin Kayangan, Grup penyanyi gabungan PGRI Kecamatan Tanjung dan sejumlah kesenian lokal lainnya dari siswa-siswi, baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/ MA yang ada di Kayangan. “Pada hari pertama pembukaan MTQ ke 5, akan dimeriahkan dengan tarian kolosal dari siswa-siswi seluruh jenjang pendidikan yang ada di wilayah Santong khususnya dan Kayangan pada umumnya,” katanya. Di momen pawai ta’aruf, panitia akan mengambil sejumlah rute mengitari desa dan perkampungan sekitar. Rute start dari Ponpes BUS Santong menuju Pasar Santong – ke Sempakok - finish di Lapangan Umum Santong. (rus/ari)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 4

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Kerjasama Program PAUD Dinas Diknas Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Pengelola PAUD Se Kabupaten Sumbawa Kembali Dibekali Pelatihan (Kasi PAUD), Burhanuddin S.Pd, M.Pd, Heni Setyawati. Irene Silviani yang menyampaikan materi tentang konsep dasar PAUD Holistik Integratif. Kosepnya, memperhatikan segala aspek tumbuh kembang anak, tidak hanya untuk survival anak-anak, tetapi lebih pada hak dan kualitas anak generasi mendatang. Dimana tumbuh kembang anak menjadi panduan orang tua/guru/perencana program dalam merespons kebutuhan dan bukan menilai baik buruknya anak. Kewajiban pemerintah dan masyarakat dalam hal ini, memberikan akses dan peluang belajar selama hidup. Sejak dikandung mencakup pendidikan informal, non formal hingga formal.

(Suara NTB/arn)

MATERI - Kasi PAUD, Mukhlis sedang menyapampaikan materi di depan pengelola PAUD (kiri). Para peserta pelatihan dari pengelola PAUD perwakilan dari setiap kecamatan.

Pelayanan/perawatan anak yang holistic memungkinkan anak tumbuh dan berkembang dalam keluarga dan lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, perkembangan emosional, perkembangan sosial, perkembangan spiritual. Tumbuh kembang optimal bila anak-anak tumbuh/kembang di lingkungan kasih sayang dan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini, PAUD memberikan dukungan bagi semua anak. Dukungan mendasar untuk tumbuh kembang anak dan anak mampu bertahan hidup. Sementara dukungan yang diperlukan keluarga dan masyarakat untuk tumbuh kembang optimal mencakup, kesehatan, gizi, dan sdtimulasi intelektual. Memberikan pengasuhan dan pembinaan sosial dan emosional. “Serta memberikan peluang pada anak untuk eksplorasi dan belajar aktif,”terangnya. Lalu pelayanan apa yang bersifat integrasi? Dengan menempatkan anak dipusat perhatian dan kegiatan. Kebijakan untuk kepentingan anak dan keluarga. Pelayanan kesehatan, gtizi dan pendidikan terjangkau dan berkualitas. Memberdayakan keluarga/masyarakat agar mampu membuat keputusan terbaik bagi diri dan anaknya. PAUD Holistik dan Integratif bukan selalu berarti membentuk pelayanan baru, tetapi memanfaatkan pelayanan yang ada dan berfokus untuk melengkapi. Pelayanan dimaksud berupa kesehatan, nutrisi, hak dan potensi anak, parenting, dan stimulais dini. Kasi PAUD, Mukhlis, dalam salah satu pemaparannya, menjelsakan penyusunan pro-

Terbaik Dua di NTB

Dekatkan TTG dengan Masyarakat Sumbawa Besar (Suara NTB) Stand Teknologi Tepat Guna (TTG) Sumbawa menjadi yang terbaik kedua, gelar TTG XII, Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Propinsi NTB, yang baru saja berlangsung di Mataram. Setelah ini nantinya TTG Sumbawa juga akan mengikuti gelar TTG Nasional di Samarinda 18 Juni mendatang. Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan (Suara NTB/arn) Desa (BPM PD) Sumbawa, H. PENGHARGAAN : Ni Wayan Rusmawaty (tengah) menerima piYahya Adam, BA, Rabu (14/5) ke- ala dan penghargaan sebagai stand TTG terbaik dua se-NTB. marin. Stand TTG Sumbawa mendapatkan apresiasi dari Gubernur NTB, yang Fan, Alat Perontok Padi Modifikasi. Sedanhkan sekaligus memuji peningkatan TTG di daerah ini. Produk – Produk TTG, Manisan, Rumput Laut, Kedepan, akan dprogramkan gelar TTG tingkat Minyak Sumbawa, Madu Sumbawa, Permen Susu Kabupaten yang dipayakan menjadi agenda Sapi, Susu Kuda Liar Sumbawa, Manjareal (jenis tahunan. Agar masyarakat makin dekat dengan jajanan khas Sumbawa), Terasi Empang, Jagung TTG dan penemunya. Apalagi TTG tersebut sering Marning Utan, Kerupuk Atom (kerupuk yang terdiaplikasikan oleh masyarakat kita sehari-hari buat dari ikan tenggiri), Masin Empang (jenis seperti alat pertanian. Sekaligus merangsang sambal yang terbuat dari udang segar). masyarakat untuk menciptakan inovasi dan terPemkab memberikan perhatian yang besar obosan baru. “Kita akan programkan gelar TTG bagi pengembangan kreativitas masyarakat Kabupaten agar menjadi agenda tahunan yang dalam menemukan berbagai jenis teknologi yang bisa diikuti setiap kecamatan. Kita undang se- sederhana dan berasal dari lingkungan sekitarnmua kelompok tani. Apalagi masyaraat makin ya. Kreativitas masyarakat ini akan terus dibina banyak yang memesan hasil TTG,” jelasnya. sehingga akan menghasilkan nilai tambah ekonPada tahun 2014 ini, tambah Kabid Sumber omis baik bagi penemunya sendiri, masyarakat Daya dan TTG, Ni Wayan Rusmawaty, M.Si, Kabu- sekitarnya dan daerah. Bahkan salah satu temuan paten Sumbawa menampilkan penemuan- pene- menarik perhatian Bupati Sumbawa adalah muan antara lain, Double Sprayer Elektrik, Alat Water Fan. Water Fan ini adalah kipas angin yang Filter Air, Alat Perangkap Lobster, Infus Botol Tan- menggunakan air dan pendorong sehingga mengaman Teron (Inbatron), Tangki Air Teron, Pompa hasilkan udara yang sejuk seperti AC, dan lebih Tauco, Oven Kopi, 8) Led Invinity Mirror, Water efisien daya listrik. (arn/*)

Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin mengaku telah dilapori hasil kerja tim verifikasi yang memverifikasi data dan dokumen milik 390 orang tenaga honorer kategori 2 (THK2) yang lulus CPNS tahun 2013. Hasil kerja tim ini seharusnya diumumkan ke publik. Namun Bupati mengaku tidak mendapatkan informasi soal mekanismenya. “Saya tidak tahu mekanismenya seperti apa. Yang jelas, saya sudah dilapori hasilnya. Harusnya mungkin itu (hasil verifikasi) diumumkan,” kata Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin kepada Suara NTB, Sabtu (17/5) kemarin. Namun Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, MSI yang mendampingi Bupati mengatakan, hasil verifikasi antara yang memenuhi kriteria dan tidak memenuhi kriteria diangkat menjadi CPNS akan diberi tahu melalui surat. “Nanti kita akan bersurat kepada yang bersangkutan soal hasilnya,” jelas H. Agus Bukhari. Tidak diumumkannya secara luas hasil verifikasi THK2 yang lulus CPNS tahun 2013 dan penentuan calon pengganti mereka yang tidak memenuhi syarat yang dapat memicu konflik baru, dikatakan H. Bambang, antara yang lulus tes honorer K2 dan tidak lulus, semuanya diverifikasi untuk

Genjot Pendirian Politeknik Negeri, Bappeda Adakan FGD Dikti melalui Direktur Kelembagaan dan Kerjasama dengan Nomor: 2772/E.E2.2/KL/ 2014 perihal Program Studi Di luar Domisili di Bima. Menurut Makruf, globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang terampil dan profesional dalam mengelola industri. Namun dalam kenyataannya, saat ini tuntutan tersebut belum bisa dipenuhi. Sebab, meskipun secara kuantitatif cukup banyak lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, namun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional relatif masih sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia industri. Terlebih, jika dikaitkan dengan kualitas lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan di jalur pendidikan profesional tersebut. “Jumlah lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kalangan industri masih san-

gat terbatas,” kata Makruf. Sesuai dengan pemaparan Kepala Bappeda Kabupaten Bima Ir. Indra Jaya, beberapa tahapan penting yang telah dilalui tim berkaitan dengan rencana pendirian politeknik negeri ini mengatakan, sesuai persyaratan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI, ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan. Mencakup penyusunan naskah akademik usul pendirian Politeknik, penyusunan master plan, tersedianya lahan seluas minimal 10 hektar dan sejumlah persyaratan lainnya. Untuk memenuhi persyaratan tersebut lanjut Indra, tim Pendirian Politeknik Negeri Bima di bawah Koordinator Bappeda Kabupaten Bima membuka komunikasi awal dengan Universitas Mataram (Unram). Guna dapat menjalin kerjasama, baik dalam rangka penyusunan berbagai dokumen pendukung maupun untuk membantu membina dan memfasil-

perkembangan anak dalam berbagai situasi dan kegiatan yang dilakukan. Kedua, catatan anekdot, merupakan bagian dari teknik ovservasi. Namun memfokuskan pada catatan tentang sikap dan perilaku anak yang terjadi secara khsusus. Atau peristiwa yang terjadi secara incidental/tiba-tiba. Ketiga, Fortofolio, merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil kegiatan atau catatan-catatan guru tentang berbagai aspek perkembangan anak dalam kurun waktu tertentu. “Misalnya salam kurun waktu satu semester atau satu tahun,”ujar Mukhlis. Pada pelatihan tersebut juga disampaikan tentang pengelolaan manajemen program PAUD (layanan kelompok bermain). Dengan tujuan program memberikan layanan yang dapat menjangkau masyarakat luas hingga ke pelosok pedesaan. Memberikan wahana bermain yang mendidik bagi Anak Usia Dini yang tidak terlayani PAUD lainnya. Serta memberi contoh kepada orang tua dan keluarga tentang cara-carapemberian rangsangan pendidikan bagi AUD untuk dilanjutkan di rumah. Selain itu, ada pula materi tentang kemitraan dan promosi. Sebab untuk meningkatkan layanannya, lembaga kelompok bermain (PAUD) perlu menjalin kemitraan. Seperti untuk meningkatkan layanan kesehatan, gizi makanan dan pengasuhan anak, lembaga menjalin kemitraan dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas atau dengan Dinas Sosial. Selain itu, lembaga kelompok bermain juga penting menjalin kemitraan dengan orang tua melalui program parenting (pengasuhan orang tua). (arn/*)

Hasil Verifikasi K2 Seharusnya Diumumkan ke Publik

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Bima dengan Harian Suara NTB

Bima (Suara NTB) Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendirikan Politeknik Negeri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima membahas naskah akademik dan dokumen rencana induk (master plan) pada Rabu (15/5). Kegiatan yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) ini dikemas dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD). Kegiatan ini dihadiri 25 peserta dari berbagai elemen SKPD rumpun pertanian, pimpinan Perguruan Tinggi (PT) di Bima, PGRI, KNPI, KADIN, MUI dan Yayasan Islam di SMKN 3 Kota Bima. Bupati Bima yang melalui Asisten Administrasi Umum Setda H. Makruf Amin, SE, dalam sambutannya mengatakan, dengan segera dibangunnya politeknik di Kabupaten Bima ini telah membuka babak baru dalam pendirian PT. Pendirian Politeknik ini sendiri berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dirjen

gram pembelajaran lembaga PAUD. Sebagai acuan bagi kader/pendidik dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Disusun berdasarkan aspek pengembangan yang ada dalam menu generic. Juga sebagai bahan acuan untuk memberi aarahan dalam menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembejaran anak. Rencana pembelajaran yang tepat akan memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan belajar dan tahap perkembangan anak. Faktor yang mesti diperhatikan dalam penyusunan rencana pembelajaran, yakni harus direncanakan dengan baik sehingga mendukung lingkungan belajar anak. Memuat tujuan yang realistic berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Kemudian membangun pengalaman individu dan kelompok. Mengenalkan ragam budaya melalui kegiatan yang tepat. Mendukung kegiatan main yang menyenangkan, menantang, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga haru mendukung keterlibatan orang tua, mengembangkan wawasan anak tentang diri, lingkungan sekitar dan dunia sekeliling anak. Serta mengembangkan semua aspek perkembangan. Untuk penilaian terhadap pembelajaran PAUD, bertujuan untuk mengetahui dan menindaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan yang dicapai peserta didik selama mengikuti pendidikan dinPAUD. Dengan teknik penilaian, pertama melalui observasi. Pengamatan yang dilakukan secara langsung dan alamiah untuk mendapatkan data dan informasi tentang

itasi politeknik Bima di awal berdirinya sebelum mampu untuk berdiri sendiri. Untuk kepentingan ini, tim asistensi yang dipimpin Prof. Dr. Muh. Iksan hadir di Kabupaten Bima untuk memfasilitasi penyusunan dokumen yang dipersyaratkan Dirjen Dikti. Prof. Iksan dalam pengantarnya menyebutkan saat ini pihaknya tengah menyusun master plan dan jurusan disesuaikan potensi wilayah. Ke depan, katanya, pendirian Politeknik Negeri ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan. “Bima mempunyai lokasi sebagai pintu masuk dari wilayah timur ke barat, artinya kita tidak hanya melirik Bima tetapi juga daerah lainnya seperti di NTT. Sesuai rekomendasi Dikti, ada 4 jurusan yang sudah mendapat ‘lampu hijau’ untuk dijalankan. Yakni, jurusan kesehatan hewan, produksi ternak, budidaya perairan, perikanan tangkap dan agro industri. Jurusan ini sudah sesuai dengan potensi daerah. (use)

mengetahui mereka yang benar-benar memenuhi kriteria pengangkatan sebagai CPNS. “K2 yang tidak lulus, kami verifikasi. Semuanya kami

bahkan, mekanisme verifikasi bagi seribu lebih tenaga honorer K2 yang tidak lulus untuk mengetahui memenihi kriteria atau tidak untuk diangkat menjadi CPNS dilihat berdasarkan SK pengajuan usulan K2. “Sudah dilakukan berdasarkan SK mereka (honorer). Kan dalam format usulan itu, ada TMT (tanda mulai tugas) dari SK-nya,” jelas H. Agus Bukhari. (ula)

kirim (ke pusat),” kata H. Bambang. “Kalau mau diributin, apa saja bisa diributin,” terangnya. H. Agus Bukhari menam-

Detik -detik Jelang Karyawan PTNNT Dirumahkan

Pengusaha Warung dan Pemasok Lingkar Tambang Pasrah TAK hanya karyawan dan keluarganya yang meringis menerima dampak dari rencana merumahkan karyawan yang akan dijalankan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) per 1 Juni mendatang. Para pengusaha yang selama ini bergantung pada proyek pertambangan Batu Hijau pun sejak jauh hari sudah merasakan dampaknya. Kini mereka hanya pasrah dan berharap ada solusi dari kedua belah pihak agar kondisi perusahaan dapat pulih seperti sedia kala. Nama Rumah Makan Luwes mungkin sudah tidak asing bagi para karyawan PTNNT dan perusahaan sub kontraktornya. Sebab, warung yang terletak tepat di depan kantor Camat Maluk di desa Benete ini umurnya sama dengan masa produksi PTNNT. Menurut sang pemilik, Handayani, warungnya tersebut dirintisnya sekitar tahun 2000 silam dan dapat bertahan sampai sekarang berkat kegiatan pertambangan di proyek Batu Hijau. “Saya sudah 19 tahun di sini (Maluk) tapi baru tahun 2000 saya rintis rumah makan ini sampai seperti ini besarnya,” terang Handayani dengan wajah sumringah. Namun wajah sumringah Handayani itu hanya bertahan sementara. Saat sejumlah awak media membuka pembicaraan dan menyinggung kondisi perusahaan sekarang ini, ia pun langsung murung. Handayani spontan menyatakan, kondisi perusahaan benar-benar berpengaruh terhadap usahanya. “Persoalan yang dihadapi perusahaan itu sudah kita dengar sejak 2013 lalu. Saat itu sudah terasa pengaruhnya, tapi sekarang kondisinya semakin sulit bagi kami. Terutama dengan adanya kabar bulan depan karyawan akan dirumahkan,” keluhnya. Dalam dua pekan terakhir Rumah Makan Luwes memang sudah benar-benar merasakan dampak rencana merumahkan karyawan yang dirancang PTNNT itu. Tanda-tanda itu mulai dari minggatnya sejumlah perusahaan subkont yang selama ini menjadi langganan kateringnya sampai menurunnya karyawan yang datang langsung untuk makan di warungnya di waktu-waktu jam istirahat. Handayani menyebutkan, dari 6 perusahaan subkont yang menjadi langganan kateringnya kini hanya tersisa satu perusahaan. Itu pun perusahaan bersangkutan tidak melakukan pemesanan secara reguler dan menurunkan jatah pesanannya dari ratusan kotak hingga hanya berjumlah puluhan saja. “Sekarang tinggal PT Supra

(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 50 pengelola PAUD perwakilan setiap kecamatan telah mengikuti pelatihan gelombang kedua, belum lama ini. Ditambah 50 peserta pada gelombang pertama lalu, sehingga total 100 pengelola PAUD yang dibekali pada tahun ini. Berbagai materi pelatihan diberikan dalam mengelola PAUD agar jangkauan layanan PAUD lebih berkualitas. Pemateri dari Tim Kabupaten, Sudirman S.Pd (Kadis Diknas Sumbawa), Irine Silviana S.P, M.M (Kabid PNFI Diknas), Mukhlis S.Pd

Anwar Hadi

Handayani

saja. Itu pun pesannya tidak tiap hari dan kalau tidak salah pesanannya pun sudah turun drastis dari sebelumnya sekitar 100-an kotak sekarang hanya 30-an saja,” paparnya. Demikian pula dengan karyawan yang datang langsung untuk makan setiap harinya. Handayani mengatakan jumlahnya semakin turun drastis. Bahkan karena kondisi itu kerap ia mengalami kerugian karena porsi dagangan yang disiapkan tiap harinya tidak habis dalam hari yang sama. “Ada beberapa menu kami yang tidak awet sampai berharihari. Nah kalau tidak habis artinya kita rugi. Dan sekarang omzet kita setiap harinya tidak sampai Rp 1 juta, turun sekali dari waktu dulu yang bisa sampai Rp 5 juta per hari,” timpalnya seraya mengungkapkan dirinya sebenarnya sempat berencana melakukan efisiensi dengan berbagai cara termasuk sampai mengurangi karyawannya. “Kalau mau hemat ya sampai ke karyawan. Sekarang ada enam karyawan dan sempat saya mau kurangi. Tapi kasihan mereka, sebab selama ini hanya bergantung dari warung ini juga,” bebernya sedih. Belum adanya kejelasan terkait perosalan yang dihadapi PTNNT itu, Handayani mengaku pasrah. Namun demikian, jika diberikan kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya ia berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan yang memberikan ruang bagi perusahaan sehingga rencana merumahkan karyawan itu tidak jadi diberlakukan. “Dampaknya terlalu besar. Bukan saja kepada karyawan, tapi kepada kami juga. Jadi kalau pusat mau berikan kelonggaran bea keluar atau apalah namanya, kami pengusaha, karyawan dan warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini akan sangat berterima kasih kepada pemerintah

(pusat, red),” tandasnya. Kondisi lebih miris lagi terjadi pada sejumlah pengusaha supplyer atau pemasok yang selama ini menyuplai kebutuhan PTNNT. Ketua Forum Pengusaha Lingkar Tambang (FPLT) Anwar Hadi mengungkapkan beberapa rekannya saat ini sudah ada yang gulung tikar karena tak mampu lagi bertahan dengan ketidakpastian yang dihadapi PTNNT. “Sudah ada yang pulang kampung. Mereka memboyong semua dagangannya karena sudah dagangannya sudah tidak laku lagi akibat konsumen utamanya (Newmont) seperti itu,” timpalnya. Di kalangan pemasok, kata Anwar, tak adanya pemasukan membuat kondisi usahanya tak stabil. kondisi itu diperparah lagi, karena sebagian besar modal yang digunakan para pengusaha berasal dari hutang kredit perbankan yang dalam aturannya setiap bulan harus dibayarkan. “Kalau boleh jujur kredit bank saya sudah tiga bulan belum saya bayar. Bahkan ada teman-teman kami di forum yang sudah sampai enam bulan belum tuntaskan kreditnya,” katanya. Kata pasrah pun, menurut Anwar lebih bisa menggambarkan kondisinya dan puluhan rekan-rekannya yang tergabung dalam FPLT. Sebab kata dia, berbagai upaya yang telah mereka lakukan untuk membantu perusahaan keluar dari polemik yang dihadapinya saat ini tak kunjung membuahkan hasil. “Kalau ditanya lagi apa harapan kami. Kami ingin pusat dan perusahaan segera membuat kesepakatan yang bisa mengembalikan kondisi perusahaan seperti semula lagi. Entah seperti apa nanti model kesepakatannya, kami harap itu jangan sampai lewat 1 Juni, karena kalau tidak perusahaan akan merumahkan karyawannya dan itu artinya dampaknya ke kita semua,” pungkas Anwar. (bug)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Diduga Langgar Pergub tentang DBH-CHT Dari Hal. 1 Ketika aturan tidak dijalankan dan menimbulkan kerugian negara, maka pihaknya lah yang turun tangan mengusut. ‘’Aturan ya aturan, kalau dilanggar ya harus diproses,” tegasnya. Selain soal Juklak Juknis, pihaknya juga menyoroti lagi mengenai alat omprongan tembakau yang diserahkan ke petani itu. Dimana alat omprongan tersebut masih dikaji standarisasi spek barangnya. Mulai dari bentuk dan harga.”Siapa yang menentukan harganya sekian (Rp 5 juta), ukuran sekian, bentuknya seperti ini. Kami sedang telusuri,” tegasnya lagi. Tapi yang jelas, sejauh ini pi-

haknya belum punya kesimpulan apapun terkait kasus ini, apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak. Karena dari dua kali rencana gelar perkara untuk menentukan status kasus, belum juga dilaksanakan. Sebagai catatan, Kajati NTB dua pekan lalu memastikan gelar perkara untuk kasus omprongan serta kasus lainnya, termasuk SPAM KLU dan Bima. Namun karena ada item yang harus ditambah dalam penyidikan dan penyelidikan, ekspose ditunda. Pekan kemarin, hari Jumat (16/5), kembali diagendakan gelar perkara, namun ditunda untuk kedua kalinya. (ars)

Gubernur : Budaya dan Kultur NTB Luar Biasa Dari Hal. 1 Mulai dari pesona alam pegunungan, dataran yang indah, pantai yang eksotik, hingga pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Termasuk, ragam etnik budaya yang luhur dan aneka sajian kuliner khas yang lezat mengundang selera dan merupakan modal yang harus dikelola dengan baik. Seiring dengan ditetapkannya NTB dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor lima, sebagai gerbang pariwisata dan lumbung ketahanan pangan nasional, pilihan untuk mengoptimalkan pembangunan pertanian dan pariwisata, menjadi pilihan utama NTB. Sementara acara gelar budaya yang digelar di TMII ini, merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota lebih memperkenalkan karya seni budaya dan potensi alam, khususnya yang terdapat di Kabupaten Dompu. Dompu, memiliki potensi wisata yang tak kalah dibanding dengan daerah lainnya di Indonesia dan sangat layak menjadi daerah wisata unggulan berskala dunia. Sebagai contoh, Pantai Lakey, yang telah menjadi salah satu objek para peselancar dunia, dan sering menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen selancar internasional. Selain itu ada Pulau Satonda, yang sangat unik, karena memiliki ketinggian 289 meter di atas permukaan laut. Apalagi keberadaan sebuah kawah di tengah pulau dan memiliki panorama yang indah. Tidak hanya itu, Dompu memiliki situs-situs bersejarah peninggalan Kerajaan Dompu di Doro Bata. Hingga kini, beragam budaya menunjukkan masih dianutnya sistem nilai dan budaya oleh masyarakat Dompu sejak masa kesultanan, seperti tradisi busana adat rimpu, pacuan kuda atau lepadi, sistem ternak kuda liar, rumah panggung tradisional atau uma panggu dan uma jompa. Berbagai tradisi yang tetap terpelihara hingga masa kini, menjadi bukti masyarakat Dompu merupakan masyarakat yang menghargai budaya dan sejarahnya. Mela-

lui event Tambora Menyapa Dunia yang digelar di Jakarta adalah bagian untuk mempromosikan program wisata “Tambora Menyapa Dunia Tahun 2015”, sebagai bagian dari peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora. Tambora, merupakan satu dari dua gunung berapi yang ada di NTB. Selain Gunung Rinjani. Bila pada tahun 2013 lalu, Gunung Rinjani dikukuhkan sebagai salah satu Geopark Nasional. Tidak lama lagi, Gunung Tambora juga akan menyandang status yang sama. Gunung Tambora meletus April tahun 1815 atau 199 tahun yang lalu, merupakan satu di antara sedikit letusan terdahsyat dari gunung berapi di dunia, yang menimbulkan dampak hingga ke dataran benua Eropa. Akibat letusan Gunung Tambora disebut-sebut sebagai penyebab kekalahan pasukan Napoleon Bonaparte saat itu yang mengakibatkan tertutupnya sinar matahari oleh partikel debu vulkanik Tambora, terjadinya penurunan suhu bumi, perubahan iklim dan gagal panen, sehingga menyebabkan terputusnya rantai logistik pasukan Napoleon Bonaparte di medan perang. Selain itu, dampak dari letusan Gunung Tambora, mendatangkan awal baru bagi tumbuhnya siklus kehidupan di tanah Dompu dengan berbagai berkah dan kesuburannya. Kabupaten yang memiliki luas 2.300 kilometer lebih ini, memiliki paduan antara keindahan pesisir pantainya, dengan kemegahan kawasan pegunungan. kini Kabupaten Dompu menggeliat, sebagai satu kabupaten yang pertumbuhan ekonominya terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada akhir acara, gubernur mengalungkan selendang Tambora Menyapa Dunia kepada tamu kehormatan dan memberikan ucapan terima kasih dan selamat kepada seluruh pendukung acara. (ham/*)

Kantongi Data Kemenkeu Dari Hal. 1 ‘’Data pendukung sudah ada. Besok Senin (hari ini, red) saya kumpulkan tim, minta paparkan apa hasilnya,” kata Sugeng. Selama dua pekan di Jakarta, tim menemui sejumlah pejabat sampai pegawai di Kementerian Keuangan RI yang mengurusi proses realisasi DAK Bidang Pendidikan, yang disalurkan tahun 2012 lalu untuk KSB. Penyelidiknya mengklarifikasi mekanisme pencairan dana yang peruntukannya bagi infrastruktur dan mutu pendidikan di KSB. Selama dua pekan itu juga, detail tentang data - data berusaha dilengkapi sebagai bahan kelengkapan penyelidikan sebelumnya, guna mendukung dokumen, keterangan saksi dan bukti yang diperoleh dalam penyelidikan awal saat pemeriksaan para pejabat KSB. ‘’Kemungkinan hasil klar-

ifikasi sudah lengkap, tapi saya belum tahu persis apa saja hasilnya,” katanya. Hasil evaluasi besok akan menentukan bagaimana kelanjutan penanganan kasus itu, setelah dilakukan penyelidikan dua bulan terakhir. Sebelum memutuskan apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak, ia akan melaporkan hasil evaluasinya ke Kajati NTB Sugeng Pudjianto, SH.MH, sehingga yang lahir nanti adalah keputusan bersama. Koordinasi dengan Kajati ini dipastikan tidak lepas dari ihwal kasus itu yang sebelumnya merupakan penugasan khusus dari Kajati. ‘’Ini kan PR dari Kajati, jadi saya lapor apapun hasilnya ke Pak Kajati. Nanti beliau yang putuskan kelanjutan kasusnya,” tutup Sugeng. (ars)

Empat Honorer K2 Terancam Batal Jadi PNS Mataram (Suara NTB) Empat orang tenaga honorer K2 lingkup Pemkot Mataram, yang beberapa waktu lalu dinyatakan lulus tes CPNS bersama 373 tenaga honorer K2 lainnya, terancam batal menjadi PNS. Gara-garanya, SKPD tempat mereka mengabdi yakni Bakesbangpol Kota Mataram diduga menolak menandatangani SK yang membenarkan bahwa memang mengambdi di sana. Informasi yang dihimpun Suara NTB, tenaga honorer yang dinyatakan lulus itu sudah meng-

Namun, kata Ardhi, jika melihat fakta di lapangan bahwa kekeirngan yang terjadi semakin meluas maka BPBD NTB akan segera menetapkan status siaga darurat kekeringan di daerah ini. Usulan penetepan siaga darurat kekeringan itu, lanjutnya dalam upaya meminimalisir dampak yang ditimbulkan kekeringan tersebut bagi masyarakat dan melakukan upaya-upaya penanganan jangka panjang. ‘’Untuk sementara, jangka pendek yang

dilakukan droping air bersih ke daerah-daerah yang rawan, termasuk juga menyiapkan tandon dan sebagainya,”terangnya. Ardhi menambahkan, pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta beberapa hari lalu terkait dengan kekeringan yang melanda NTB. Respons yang diperoleh, BNPB akan siap membantu dari sisi anggaran, tinggal pemerintah provinsi mengajukan proposal. “BNPB sudah siap membantu dari sisi anggaran teta-

abdi di Bakesbangpol sejak tahun 2004 lalu. Namun ketika mencuat dugaan manipulasi yang disuarakan oleh Forum Komunikasi K2 Kota Mataram, tiba-tiba saja SKPD bersangkutan menolak mengajukan keempatnya. Kepala Bakesbangpol Kota Mataram, H. Bondan Wisnujati yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan bahwa dirinya enggan menandatangani SK pengangkatan empat honorer K2 di SKPD yang dipimpinnya. Ia beralasan, bahwa keempatnya tidak mengabdi di Bakesbangpol

Kota Mataram. ‘’Kalau saya tandatangan nanti salah saya,’’ cetusnya. Mantan Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Setda Kota Mataram ini mengaku sudah menyerahkan seluruh proses terhadap empat honorer K2 ini kepada Sekda Kota Mataram. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Arini mengaku, pihaknya telah mengajukan semua nama-nama honorer K2 yang dinyatakan lulus tes CPNS. Kecuali mereka yang tidak mengembali-

kan berkas. Terkait kisruh empat tenaga honorer K2 dari Bakesbangpol, lanjutnya, pimpinan SKPD bersangkutan sudah menandatangani SK dengan tahun mengabdi 2007. Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi K2 Kota Mataram, Muzakallah menyayangkan, masih tercantumnya nama oknum yang diduga bermasalah secara administrasi. Baik SK yang diduga fiktif dan adanya anak pejabat yang mengabdi dibawah tahun 2005. Padahal, data–data tersebut telah diserahkan kepa-

da Sekda Kota Mataram. Lucunya, kata Muzakallah, empat orang yang diusulkan dari Bakesbangpol Kota Mataram, kepala SKPD tidak berani bertanggungjawab tentang kebenaran stafnya. Artinya, kalau memang ada lengkap syarat, Kepala Dinas harus berani bertanggungjawab. Muzakallah memastikan akan melaporkan oknum-oknum yang diduga terlibat ke penegak hukum. ‘’Kami masih tunggu kemungkinan bertambah baru nanti sekalian kita serahkan laporannya,’’ tandasnya. (fit)

Dinilai Mati Suri

Antisipasi Kekeringan

BPPKB Susun Program KLA

Ketersediaan Cadangan Pangan Jadi Atensi

Mataram (Suara NTB) Pencanangan Mataram menuju kota layak anak menjadi sorotan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. LPA menilai Pencanganan KLA mati suri karena tidak ada program. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram berdalih masih menyusun program dengan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis lingkup Pemkot Mataram. Kepala BPPKB Kota Mataram, Sutrisno mengatakan, pihaknya sedang memikirkan beberapa program yang memang menjadi tindak lanjut programnya. Tidak hanya itu, pihaknya mencoba membangun komunikasi dan akan membahas konsep - konsep program dengan

UNICEF. “Dalam waktu dekat ini, kita akan ada sosialisasi dengan UNICEF dari Surabaya,” terang Sutrisno dikonfirmasi via telepone, Sabtu (18/5). Terkait program apa yang akan dilakukan, Sutrisno akan membahas dengan SKPD teknis lingkup Pemkot Mataram. Artinya, program - program tersebut tetap mengedepankan pemenuhan hak-hak anak. Dicontohkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), mengoptimalisasikan kepemilikan akta kelahiran. Sedangkan, Dinas Pendidikan (Dikpora) Kota Mataram, juga membantu memikirkan masing - masing pemenuhan hak tersebut. Tapi, diakui, Dukcapil dan Dikpora langsung menjemput bola. “Dukcapil langsung jemput bola ke masing - masing kelu-

rahan dan Dikpora, sudah menyiapkan taman baca di Eks Pelabuhan Ampenan,” akunya. Ditanya, soal rencana aksi daerah lima tahun ke depan? Sutrisno menyadari, menjadi kota atau kabupaten layak anak memang sulit. Pasalnya, 31 hak dasar anak harus dipenuhi. Dia tidak menampik, pihaknya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, akan menyusun formula dan segera aksen dengan menyongsong program unggulan. Selain itu, pihaknya melibatkan petugas posyandu di kelurahan dalam konteks pengawasan dan pembinaan kesehatan serta kesejahtraan anak anak. “Kita sudah mulai memberdayakan kader - kader posyandu,” ujarnya. (cem)

Alfamart Ajak Bisnis Warung Secara Modern Mataram (Suara NTB) Memperingati hari Pers Internasional, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), pengelola Alfamart, bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Tbk, berupaya mengapresiasi wartawan, khususnya di Lombok, dengan menggelar workshop Berbisnis Warung, bertempat di Rumah Albi, Panjitilar, Mataram, Minggu (18/5). General Service Manager Alfamart BaliLombok Arie Murjono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program CSR, yang juga mendukung target Alfamart sebagai jaringan distribusi ritel. ‘’Tujuannya kegiatan ini sendiri agar wartawan bisa memahami bisnis ritel seperti apa,’’ ujarnya. Selanjutnya, pelatihan terkait pengembangan, warung binaan, akan terus dikembangkan. Tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi masyarakat. ‘’Terutama bagi pelangan kami yang ada di Alfamart,’’ katanya. Dia berharap ada sinergi antara toko ritel modern dengan warung tradisional sehingga dapat tumbuh berkembang bersama, apalagi segera akan diterapkannya perdagangan be-

bas pada 2015. Hal itu telah diwujudkan dengan program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dan warung renovasi yang telah juga dilaksanakan di Lombok secara berkala. ‘’Jadi kita tidak hanya membuka minimarket, tetapi juga bagaimana memasarkan produk yang ada di Alfamart ke toko-toko dan warung-warung di Lombok atau di NTB,’’ ujarnya. Untuk saat ini, baru dua warung yang telah dikembangkan sebagai jaringan distribusi Alfamart. Selanjutnya jumlah tersebut akan dilipatgandakan. Target jumlah warung tambahan, dikatakan, belum bisa dipastikan. ‘’Tergantung dari kebijakan manajemen pusat, akan di evaluasi yang layak atau tidak, kalau layak akan diberikan lampu hijau,’’ katanya. Sementara itu dari pihak Bank Mandiri yang diwakili Cluster Manager Saiful Azwan mengatakan, untuk memperoleh pinjaman untuk usaha mikro dari milik pemerintah itu sangatlah mudah tidak memerlukan persyaratan rumit dan agunan untuk kredit di bawah Rp50 juta.”Kami jamin dalam tiga hari setelah persyaratan lengkap pinjaman aka cair,” ujarnya. (r)

Hari Ini, 94.750 Siswa SD/MI di NTB Ikuti UN Dari Hal. 1 Selain panitia yang telah menyiapkan UN, Imhal juga mengingatkan kepada para orang tua murid/wali agar memperhatikan kehadiran putra putrinya untuk hadir tepat waktu. Kemudian memperhatikan dan menjaga kesehatan putra putrinya, sehingga dapat berkonsentrasi penuh dalam mengikuti UN. ‘’Kami juga

mengimbau para orang tua untuk mengajak putra-putrinya meningkatkan ibadah, selalu bedoa agar diberikan kemudahan mengikuti ujian sehingga nanti memperoleh hasil yang optimal,’’ pesannya. Imhal juga mengingatkan agar para siswa jangan percaya atau terpengaruh isu soal dan kunci jawaban yang beredar. ‘’Jangan percaya dan terpen-

garuh dengan isu soal dan kunci jawaban yang beredar melalui selebaran, SMS yang disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena kunci jawaban tersebut tidak benar dan menyesatkan,’’ pesan Kadis Dikpora NTB., seraya menambahkan bahwa imbauan ini juga telah disampaikan Dikpora NTB kepada para Kepala Dinas dan Kakandepag se NTB. (tim/*)

Waspadai Isu Negatif Dari Hal. 1 Tentu isu-isu negatif yang dapat memecah belah kerukunan, keharmonisan dan toleransi di antara masyarakat dan umat beragama, sangat perlu untuk selalu diwaspadai,” pesannya. Dikatakan, perbedaan paham, perbedaan politik, tradisi, suku dan lebih ironis lagi yakni kesalahpahaman kecil antarindividu dapat berujung pada tindakan anarkis sosial. Seperti pertikaian antarkelompok, antardesa/kampung dan lain-lain. Untuk itu, ia mengajak kepada semua pimpinan agama untuk berkomitmen dan meningkatkan perhatian secara bersama-sama mencegah dan menutup serapat-rapatnya peluang berkembangnya isu-isu negatif yang dapat merusak hubungan persaudaraan, toleransi dan tri kerukunan umat beragama. Lebih lanjut dikatakan, gejala sosial yang sensitif dan cenderung mudah terprovokasi dalam menyikapi beragam isuisu yang berkembang menggambarkan kehidupan toleransi yang semakin melemah. Melemahnya kerukunan umat beragama adalah indikasi kesenjangan antara

Para Bupati Dinilai Lamban Sikapi Bencana Kekeringan Dari Hal. 1

Halaman 5

pi jumlahnya belum tahu. Kita masih hitung,”imbuhnya. Ardhi menjelaskan, anggaran dari BNPB pusat tersebut jika nantinya sudah bisa diterima dan dicairkan akan dipergunakan untuk melakukan mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Mitigasi yang dilakukan yakni mengamankan kondisi supaya tidak terjadi lebih parah dan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, juga akan dipergunakan untuk melakukan upaya jangka panjang seperti pembangunan sumur bor dan tandon-tandon air. (nas)

pengetahuan agama dengan pengalamannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. ‘’Semua agama mengajarkan toleransi dan kerukunan. Tidak ada satu aliran dan agama manapun dimuka bumi ini yang membenarkan pemeluknya saling menyakiti. Semua agama menegaskan pentingnya toleransi, kebersamaan dan kerukunan,” tuturnya. Amin mencontohkan, seperti kehadiran agama Islam di muka bumi ini adalah untuk kesejahteraan alam semesta (rahmatanlilalammin).Demikian juga agama Hindu mengajarkan

kedamaian dan persaudaraan sejati (tat twan asi) yang bermakna ‘’aku adalah engkau dan engkau adalah aku”. Karena di dalam ragaku dan ragamu terdapat zat hidup yang sama yang bersumber dari Tuhan yang maha esa. Agama Kristen juga mengajarkan tentang cinta kasih, serta Agama Buddha dan Agama Konghucu juga mengajarkan pentingnya keharmonisan dan kedamaian. “Kata kunci untuk meraih kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin adalah kembali kepada pengamalan ajaran agama kita masing-masing secara benar dan berkualitas,” pesannya. (nas)

Mataram (Suara NTB)Perkiraan BMKG tentang akan terjadinya musimkemarau lebih panjang tahun ini harus diwaspadai. Ketersediaan cadangan pangan masyarakat dan pemerintah menjadi tolak ukur dapat diatasi atau tidaknya dampak yang akan muncul. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi NTB melibatkan seluruh tim teknisnya untuk melakukan pendataan, kabupaten/kota mana saja yang saat ini mengalami kekeringan. “Kami sedang sudah melakukan diskusi dengan kabupaten, selanjutnya mengecek diseluruh kabupaten/kota,” kata Kepala BKP Provinsi NTB, Ir. Hj. Hartina, MM pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (17/5). Diketahui, untuk saat ini , dua kabupaten yang rawan mengalami kekeringan, di Sumbawa dan kawasan selatan Kabupaten Lombok Timur. Langkah utama yang bisa dilakukan dengan tetap semaksimal mungkin mencapai mencapai target ketersediaan pangan, 2,3 juta ton setara beras. Setidaknya, secara merata di NTB dapat terpenuhi sebanyak 2,5 Kg beras/hari di setiap rumah tangga. Hartina menyebut, penjajakan mulai dilakukan dengan berdiskusi langsung dengan pihak terkait yang ada di Dompu. Kesimpulan sementara, untuk wilayah ujung timur Provinsi NTB itu, ketersediaan pangannya sudah cukup.

Didukung adanya alih fungsi non sawah, yang dalam dua tahun terakhir sudah dilakukan pencetakan sawah baru seluas 1.000 hektar, sehingga masih diperkirakan cadangan pangannya masih cukup tersedia. “Dompu masih cukup optimis tidak ada gangguan pangan, demikian juga dengan kabupaten lainnya akan kami data,” terangnya. Jika terjadi kekeringan, menurutnya masih bisa ditutup apabila ketersediaan pangan ini cukup, dibantu dengan adanya beberapa kawasan basah di NTB yang melakukan tanam padi berkalikali, demikian juga harus dilakukan pembinan agar dilakukan teknik intensifikasi yang benar, sehingga produktivitas dapat dinaikkan dan optimisme surplus dapat dipertahankan. Meski pada perkiraan akan terjadi kekeringan, Hartina menyebut target 2,3 juta ton beras masih bisa dicapai, mengingat saat ini angkanya sudah mencapai 2,1 juta ton. Bahkan ketersediaan stok pangan saat ini sebanyak 600.000 ton, masih dimungkinkan aman sampai Januari 2015 mendatang. Karena perhitungannya, dalam sebulan kebutuhan masyarakat di NTB mencapai 40.000 ton. “Tetap kita waspadai kekeringan, tetapi tidak dengan memberi solusi langsung. Kewenangan kita sampai pengamanan pangan saja,” demikian Hartina.(bul)

Rencana Karyawan PTNNT Dirumahkan, Bupati KSB Surati Presiden Dari Hal. 1 Pertama kata Yahya, bahwa kebijakan kebijakan perusahaan untuk merumahkan karyawannya telah menjadi ancaman kepada karyawan PTNNT, subkontraktor dan masyarakat KSB. Ancaman tersebut dalam bentuk psikologis berupa keresahan dan kekhawatiran dengan segala ketidakpastian situasi. Kedua, bahwa ancaman psikologis pada masyarakat yang meluas berdampak pada terganggunya rasa aman dan rasa nyaman masyarakat yang selama ini harmonis. Kondisi tersebut selanjutnya mempengaruhi pula kondusivitas daerah sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan secara strategis dan efektif. Poin ketiga, Pemda KSB menilai kebijakan PTNNT merumahkan sebagian besar karyawannya dilakukan sebagai dampak dari permasalahan yang terkait dengan ekspor dimana hingga kini pemerintah pusat masih be-

lum dapat memberikan kejelasan yang diharapkan oleh PTNNT. Dan dalam hal itu, solusi merumahkan sebagian besar karyawan adalah langkah yang tidak patut dilakukan oleh PTNNT karena karyawan tambang Batu Hijau bukanlah bagian dalam permasalahan tersebut. “Di poin ketiga bupati ingin menyatakan, bahwa apa yang dilakukan Newmont terhadap karyawan tidak sesuai aturan karena karyawan tidak ada hubungannya dengan persoalan yang dihadapi perusahaan. Lantas kenapa karyawan yang harus dijadikan tumbal,” timpal Yahya. Selanjutnya ia menyatakan, dengan surat tersebut Pemda KSB berharap pemerintah pusat bisa mengambil kebijakan untuk menyelamatkan para karyawan tanpa harus mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar. “Beliau bilang sebenarnya persoalan utamanya adalah ketiadakpatuhan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (bug)


OPINI

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 6

Jerat Nafsu dalam Pola Ragam Kekerasan

Sikapi Laporan ABS

Oleh :

LAPORAN bernuansa Asal Bapak Senang (ABS) yang disuarakan oleh DPRD NTB, beberapa waktu terakhir mengungkapkan bahwa masih ada perilaku aparatur birokrasi yang perlu disehatkan di jajaran Pemprov NTB. Karena itu, sudah sepantasnya Gubernur NTB menindak tegas pejabat SKPD yang senang memberikan laporan semacam itu. DPRD NTB sebelumnya telah memberikan dorongan kepada Gubernur NTB agar bersikap terhadap para pimpinan SKPD yang dinilai tak berkompeten dengan mengajukan data – data yang tidak masuk di akal. Melihat reaksi para pimpinan SKPD yang terkena sorotan tersebut, Gubernur tampaknya sudah mulai bereaksi terhadap adanya kejanggalan dalam laporan – laporan yang disusun oleh SKPD – SKPD di lingkup kepemimpinannya. Istilah ABS sebenarnya telah lama diidentikan dengan perilaku kebohongan untuk menyenangkan atasan. Bahkan, di situs wikipedia, ABS didefinisikan sebagai kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya sekadar untuk menyenangkan atasan, meskipun jauh dari kebenarannya. Kata-kata dan sikap itu hanyalah formalitas belaka. Lebih jauh disebutkan, budaya ABS memang sudah tumbuh di negeri ini sejak lama dan telah mendarah-daging dalam berbagai kehidupan. Budaya ini, mengindikasikan tertanamnya sebuah bentuk loyalitas yang keliru dari seorang bawahan kepada atasannya. Budaya ABS, juga bisa mencerminkan ketidakmerdekaan seorang bawahan terhadap atasannya dalam membangun dialog yang egaliter. Budaya ini seringkali lahir ketika pimpinan memberikan arahan tertentu yang harus diikuti oleh bawahannya dan bawahannya haruslah memberikan output yang sesuai dengan target yang sudah dibuat pimpinannya. Walhasil, lahirlah laporan – laporan yang tidak sesuai dengan fakta, yang seolah – olah menggambarkan bahwa seorang bawahan sudah melakukan tugasnya sesuai yang diperintahkan. Celakanya, laporan dari bawahannya tersebut biasanya akan menjadi pijakan bagi seorang pemimpin untuk menyusun kebijakan baru. Bayangkan, jika sebuah kebijakan disusun diatas landasan data – data palsu, maka besar kemungkinan kebijakan yang dilahirkan akan keliru dan menyesatkan pula. Dan kelak akan kembali melahirkan kepalsuan – kepalsuan baru, demikian seterusnya. Jika tidak ada keberanian untuk bertindak, maka pemimpin dan bawahan akan terjebak dalam labirin kepalsuan - kepalsuan yang terus menerus bersirkulasi. Pencapaian – pencapaian yang dilahirkan pun hanya akan terbukti di atas kertas. Di lapangan, realitas sesungguhnya bisa jadi belum menampakkan kemajuan. Karena itulah, dorongan evaluasi terhadap pimpinan SKPD yang menyajikan data – data bersifat ABS sudah seharusnya ditindaklanjuti demi memutus mata rantai kebijakan yang tidak masuk di akal. Seperti halnya kejujuran, kebijakan yang masuk akal mungkin terasa lebih pahit untuk diucapkan dan lebih berat untuk diwujudkan. Namun, itulah resiko sebuah kepemimpinan. Toh, rakyat hidup di dunia nyata, bukan di dalam kepalsuan data – data di atas kertas. (*)

ALAU beberapa bulan silam, perhatian publik banyak dikejutkan oleh berita fenomena kekerasan yang lebih banyak diakibatkan oleh faktor sentimen keagamaan; beda faham/aliran oleh kelompok dan atau golongan tertentu, semisal teror, penistaan agama, sekarang, domain fenomena kekerasan tidak hanya berkaitan dengan persoalan itu saja. Untuk sementara kekerasan yang dilatari faktor di atas tergantikan posisinya oleh kekerasan dalam bentuk lain yang lebih menyayat hati dan perasaan. Ternyata, kekerasan tak hanya berkutat pada perbedaan aliran agama, pemikiran sehingga orang berani mati-matian memperjuangkan apa yang paling dianggapnya baik sehingga bertindak brutal terhadap kelompok lain. Kekerasan tak hanya sebuah pertaruhan persepsi apakah segolongan orang masuk neraka atau tidak lantaran klaim kebenaran (truth claim) masing-masing kaum beragama. Ya, serentetan kasus kekerasan “seksual” terhadap anak, yang sekarang sedang aktual diperbincangkan. Dalam waktu yang begitu singkat, cukup banyak anak yang dijadikan korban oleh predator seks, khususnya para pedofil. Banyak sekali jumlah anak yang menjadi korban pelecehan seksual, disodomi, atau lainnya. Belum sepenuhnya sirna dalam ingatan publik kejadian di JIS, tiba-tiba muncul Emon dari Sukabumi, yang konon sudah menyodomi anak mendekati angka ratusan. Catata lain lagi yang juga perlu adalah dicamkan Di Tuban, Jawa Timur, juga ada predator seks telah menyodomi 10 anak. Di Bandar Lampung juga ada tukang becak yang menyodomi 20 anak. Sebagian aparat yang mesti melindungi rakyat, justru beralih peran menjadi predator seks. Kita ingat, pada awal 2010, muncul nama Babe yang pernah menggemparkan media, mengingat pria asal Purworejo itu telah menyodomi dan membunuh sekitar 11 anak. Lalu di zaman Pak Harto, pada dekade 1990-an, ada nama Robot Gedek yang melakukan sodomi dan pembunuhan terhadap enam anak usia belasan tahun, sejak 1994 hingga 1996. Robot Gedek mendadak meninggal ketika akan dieksekusi pada 2008 (E.Suryadinata, 2014). Di NTB, meski tak seheboh dibanding beberapa daerah lain, diterpa kejadian serupa. Menurut pemberitaan, tahun 2006 banyak siswa anak sekolah menjadi korban kekerasan seksual. Sedikitnya 30 siswa Korban. Perkiraan lain menyebutkan lebih

Masyhur (Pengelola Miftahussalam)

dari 30 orang siswa, yang sebagian di antaranya telah lulus sekolah dasar (Suara NTB, 5/5). Pada (9/5) koran ini juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa kasus dugaan pedofilia. Menurut Hasil penyelidikan Polda setempat memperkirakan korban semakin banyak, yang bukan tidak mungkin deretan tersangkapun bertambah. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan tren kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat. Pada 2012 korbannya 256 orang dan pada 2013 menjadi 378 orang. Korbannya 60 persen anak laki-laki dan 40 persen anak perempuan. Terus mencuatnya grafik kekerasan seksual, pedofilia dan entah apa nama kejahatan seks tersebut membuat posisi negeri berpenduduk mayoritas muslim, masuk deretan tertinggi di kawasan Asia. Beberapa media nasional juga memberitakan musibah sangat buruk yang menimpa Indonesia tersebut. Alasan Nafsu Sebermula tercipta, manusia memang senantiasa digeledah oleh hasrat dan keinginan yang harus dipenuhi dalam aspek dinamik kehidupan masyarakat. Beribu cara ditempuh, tanpa hening sejenak buat berpfikir. Sebuah reorientasi yang merefleksikan setiap keinginan dapat terengkuh dalam segala bentuk dan rupa untuk kepuasan serta kepentingan pribadinya. “Ulah” dari tingkah laku persoalan dalam konteks macam ini, kalau bisa memakai istilah Thomas Hobbes (1588-1679) boleh jadi memiliki relevansi maksud. Hobbes yang cukup dikenal dengan pandangannya mengenai konsep manusia dari sudut pandang empirisme-materialisme, menyebut manusia sebagai homo homini lupus, manusia bak Srigala bagi yang lainnya. Satu ilustrasi yang menuktahkan pengertian bahwa satu dengan yang lainnya menjadi ancaman. Semua adalah musuh namun, tahta, kekuasaan serta kemenangan adalah kawan. Seorang boleh tidak percaya bahwa mahluk bernama manusia tidak demikian, namun fakta yang melanda republik kita menjadi bukti betapa ucapan filsuf asal Inggris itu tak terbantahkan. Diakui memang, faktor pengaruh, sumbernya dari jiwa dan fitrah kemanusiaan seorang manusia sebagai mahluk berakal. Juga, tidak lepas dalam diri manusia ada aspek pendorong agar manusia bertindak dan

berkebutuhan terhadap materi-nonmaterial itu. Meski tidak semua sama atau berasal dari dorongan satu jenis, namun demikian dapat dimotivasi oleh apa saja, seperti dorongan untuk memahami eksistensi orang lain tentang rasa “ingin” dan apa kebutuhannya, yang dikenal curiousitas. Inilah yang terus beranak pinak mengikuti perkembangan manusia, seakan tiada batasnya. Walau mendapat ancaman agama namun tetap menjadi objek prioritas. Kebiasaan yang terjadi dan muncul karena beberapa hal di atas tersebut diiyakan Qhardawi (1999) tersebab rasa tidak puas seorang manusia yang senantiasa berubah, sehingga seringkali membawa manusia terjerumus pada hal-hal yang dilarang agama. Akibatnya melahirkan sikap berlebihan. Di sinilah kuatnya peran dorongan nafsu, yang dalam konteks ini juga sebab kebutaan dan kesesatannya, selalu berlawanan dengan kehendak perintah Allah, tiada lain untuk memperoleh apa yang ingin didapatkan. Allah dengan tegas memberikan peringatan: “Andaikata kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya akan rusaklah langit dan bumi serta seluruh makhluk yang ada di dalamnya.” (Al-Mu’minun: 71). Segala Aspek Isu ketidakberesan dalam setiap pelaksanaan pemilu, gerakan politik amoral dari proses perebutan kekuasaan, kelas dan pertarungan kepentingan dalam pandangan sementara orang terhadap dunia politik penuh intrik, yang berujung sosial konflik, sedang isu kekerasan, diskriminasi, komersialisasi terhadap institusi pendidikan yang menjadi-jadi telah menjadi bagian yang sulit terpisahkkan dari kekerasan. Dalam bidang ekonomi—pihakpihak tertentu kadang sengaja membuat masyarakat secara ekonomi tak berdaya. Sentralisasi sistem sosial ekonomi kapitalis yang memungkinkan kegiatan dan adanya penguasaan kekayaaan (maal) oleh kalangan tertentu, tiada lain merupakan bentuk kekerasan tipe struktural-vertikal karena potensi eksploitasi di dalamnya, yang secara moral maupun sosial menimbulkan dampak buruk sangat dikecam oleh karena berada di luar koridor visi-misi universalitas nilai agama. Secara gamblang, semua itu, telah menunjukkan kekerasan telah ikut masuk dan menjadi hal biasa

dengan caranya yang menyusup dengan amat sangat halus sehingga sulit teratasi. Ini jelas suatu hal yang mencemaskan, sebab seperti Kuntowijoyo (1991) bilang, akan menimbulkan bahaya besar manakala keputusan-keputusan yang menyangkut masalah kemanusiaan semata-mata hanya didasarkan pertimbangan rasional tanpa pertimbangan etika. Etika yang tentu saja mengedepankan pertimbangan baik dan buruk dalam setiap keputusan terlepas begitu saja. Akhirnya, kita pun jadi berani berpendapat mengapa berbagai bentuk kekerasan tersebut tak terbatas, namun mengejewantah dalam aspek politik, pendidikan dan sosial ekonomi kehidupan manusia. Lagi dan lagi, nafsu menjadi “ego” dan “kemusyrikan”. Keduanya dipacu untuk bersaing memperebutkan atau meraih sesuatu secara tidak wajar dan terkendali. Absennya pesan etis dan moral membuat nafsu lebih leluasa, kita pun terlena. Bukankah setiap musibah yang menimpa manusia di muka bumi, adalah saat-saat di mana nafsu jadi yang utama?.wallahu’alam.

Jepang tertarik buka penerbangan langsung ke BIL NTB semakin ‘’bersinar’’ di mancanegara

*** Hari ini, 94.750 siswa SD/MI di NTB ikuti UN Istilah baru ujian tingkat SD, semoga hasilnya lebih baik

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 7

Tak Didukung Anggaran

Program Unggulan Rumput Laut Diarahkan Berbasis Industri

Perajin Beralih Profesi JUMLAH perajin di sentra gerabah Banyumulek, Lombok Barat kian banyak yang lesu dan “angkat tangan”. Persoalannya, untuk menopang perekonomian rasanya kerajinan andalan NTB ini tak bisa diharapkan lagi. Alternatif agar mereka bias bertahan hidup, banyak yang beralih profesi menjadi pedagang mainan keliling, bahkan menjadi pemulung botol plastik bekas. Miris sebenarnya melihat kondisi itu, namun belum berkembangnya kreatifitas kerajinan karena terbatasnya SDM, diperkuat dengan minimnya pesan(Suara NTB/bul) an menjadi cerita tersendiri Hj. Dewi bahwa kejayaan kerajinan gerabah tempo dulu ini kian tergerus kejayaannya. “Perajin-perajin handal yang lak-laki sudah banyak menjadi pedagang mainan asongan ke SD, menjadi penjual bunga keliling. Sementara perempuan, banyak yang memilih menjadi tukang bersih botol plastik bekas,” mantan Ketua Pasar Seni Lombok Barat, sekaligus pemilik art shop Kodong Sasak, Hj. Dewi Herawati dihubungi Suara NTB, Sabtu (17/5). Bahkan banyak diantaranya yang saat ini menjadi buruh bangunan. Ia menggambarkan bagimana beberapa tahun lalu, gerabah menjadi lahan emas bagi para perajin. Pesanan datang berlimpah, bahkan terkadang tak sanggup dipenuhi. Tak heran masyarakat banyak yang jor-joran membeli mobil, bolak balik ke Mekkah naik haji, bahkan tidak sedikit masyarakat berinvestasi membeli tanah. Masih dalam situasi yang disebut masa krisis global ini, banyak perajin yang tadinya sangat aktif membuat gerabah kini memilih profesi lain. Kurangnya order, masa pembayaran yang lama dari para pembeli dari Bali, menyebabkan masyarakat enggan membuat kerajinan ini. “Dulu, kita kirim menggunakan container, bahkan dalam satu minggu wajib mengirim satu truk besar. Sekarang, sebulan saja belum tentu ngirim. Kalaupun ngirim hanya menggunakan truk kecil. Ini yang membuat perajin menyerah,’’ tambah Hj. Dewi. Sebelumnya ada beberapa negara tujuan pengiriman seperti Spanyol, Australia, Jepang bahkan Amerika Serikat. Kini tinggal Spanyol yang rutin memesan, namun hanya setahun sekali. Wisatawan yang diandalkan untuk membeli menurutnya tak memberi pengaruh yang besar. Setiap hari memang ada kunjungan ke art shop – art shop, namun belum tentu wisatawannya akan membeli langsung. Persoalan lain yang dikeluhkan yakni mahalnya ongkos pengiriman dari Lombok ke Surabaya, baik melalui jasa pengiriman menggunakan jasa ekspedisi ataupun melalui cargo pesawat terbang. “Bayangkan, saya ngirim hanya tujuh bok kecil, ongkosnya hampir Rp 2 juta. Belum pengepakan, belum yang lain-lain, sementara barang yang kita kirim sedikit,’’ katanya. Solusi yang masih memungkinkan menurutnya, diantaranya para perajin terus dituntun dengan pelatihan kerativitas, sehingga jenis dan model kerajinan yang dibuat tidak monoton. Keberadaan GIZ dengan konsultan perajinnya nampaknya akan memberi gairah lagi bagi para mantan perajin. Membantu pemasaran melalui pameran-pameran juga penting untuk mendekatkan pasar terutama pasar luar negeri. (bul)

(ant/Bali Post)

EKSPOR MENINGKAT - Sejumlah nelayan membongkar rajungan hasil tangkapan di Dermaga Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (18/5). Menurut nelayan permintaan ekspor rajungan dari berbagai negara di Asia saat ini meningkat hingga 50 persen dan dijual seharga Rp. 90 ribu per Kg.

Jepang Tertarik Buka Penerbangan Langsung ke BIL Mataram (Suara NTB) Maskapai penerbangan asal Jepang tertarik untuk membuka penerbangan langsung Jepang – Bandara Internasional Lombok (BIL). Pihak maskapai sudah melakukan penjajakan dan melakukan observasi di BIL beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB,Drs.AgungHartono,M.STrdi Mataram. ‘’Informasi dari PT Angkasa Pura I BIL, bahwa maskapai asal Jepang sudah melakukan observasi untuk menjajaki pembukaan penerbangan laangsung BILJepang. Mudah-mudahan segera terealisasi,” harapnya. Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan internasional juga tertarik membuka penerbangan langsung menuju BIL. Mereka juga sudah melakukan observasi. Banyaknya penerbangan intenasional yang tertarik membuka penerbangan langsung ke BIL seiring dengan perkembangan pariwisata dan investasi di NTB. Bahkan, kata Agung, maskapai penerbangan asal Malaysia, Air Asia kembali akan membuka penerbangan langsung BIL Johor Bahru Malaysia. Untuk

rute baru ini, mereka akan melayani penerbangan selama tiga kali dalam seminggu. ‘’Insya Allah awal Juni 2014 dibuka penerbangan langsung BIL-Johor Bahru Malaysia, itu dilayani Air Asia,”katanya. Rute penerbangan langsung BIL-Johor Bahru itu akan dilayani tiga kali dalam seminggu. Pembukaan rute penerbangan langsung itu menurut Agung disamping penerbangan langsung Kuala Lumpur-BIL yang saat ini dilayani Air Asia 10 kali dalam seminggu. Pembukaan rute baru itu tidak mengurangi flight Air Asia Kuala Lumpur-BIL. “Yang jelas ini tetap, ada tambahan rute Johor Bahru,’’ jelasnya. Ditambahkan, pembukaan rute baru ke negeri Jiran Malaysia itu tentunya karena permintaan / segmen pasar yang meningkat. Segmen pasar untuk rute baru itu bukan hanya para TKI asal NTB yang banyak bekerja di Malaysia

DIJUAL

SALON

BAKERY

KECANTIKAN Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

JUAL MOTOR SULAM BIBIR

ADVERTISING

DEALER

PENDIDIKAN KULIAH SINGKAT JALUR KHUSUS CEPAT MENYANDANG GELAR S1, S2, S3 TERAKREDITASI BAN-PT HUB.EDI 085219091852

RUPA - RUPA

SERVIS MOTOR

RUPA - RUPA

Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts

Rp. 1 Jt

Service Mobil & Sepeda Motor

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

pada hasil produksinya,’’ jelas Aminollah pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (17/5). Tentang produksi rumput laut tahun 2013 lalu, Komisi II mestinya tidak sesederhana itu kalkulasinya. Produksi rumput laut sebesar 753.000 ton itu adalah produksi basah, belum termasuk 10 persen dikhususkan untuk kebun bibit rumput laut. Sehingga, jika dihitung dalam bentuk kering, tentu akan terjadi penyusutan yang cukup besar. Perhitungannya, 7 Kg sampai 10 Kg rumput laut basah akan menghasilkan 1 Kg rumput kering. Sehingga produksinya pada kisaran 75.00 ton, jika dikalikan dengan harga jual Rp 10.000/Kg, maka akan nilai produksi tersebut menjadi Rp 7,5 miliar. Bukan Rp 7,5 triliun, seperti pandangan Komisi II. ‘’Dimana-mana produksi yang dihitung itu basah, bukan kering. Sehingga hitungannya harus riil juga,’’ tambahnya. Mungkin dipandang ironis, anggaran untuk peningkatan produksi rumput laut hanya Rp 500 juta, sementara dana aspirasi dianggarkan Rp 5,6 miliar untuk alat tangkap dan benih bibit. Jika porsi dana apirasi tersebut dianggarkan pada peningkatan produksi rumput laut ini, maka akan lebih efektif dan tidak kecil manfaat yang dihasilkan. Namun untuk pengembangan rumput laut jenis grasilaria, tahun ini Provinsi NTB bekerjasama dengan Kementerian PDT, tahun ini diperbantukan bibit kepada 400 hektar lahan pengembangan di Dompu dan Sumbawa melalui APBN-P. (bul)

LISNA JAYA MOTOR

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

tetapi juga karena semakin banyaknyawisatawanyangberkunjung ke NTB dari Malasyia. Pasalnya, daerah Johor Bahru merupakan daerahyangdekatdenganSingapura dan Thailand. Terhitung sejak 22 November 2013 lalu, penerbanagan luar negeri dari BIL terus meningkat. Maskapai penerbangan dari Singapura, Tiger Airways membuka penerbangan langsung SingapuraBandara Internasional Lombok (BIL). Maskapai tersebut melayani penerbangan langsung Singapura-Lombok tiga kali dalam seminggu. Dengan masuknya penerbangan langsung ini maka penerbangan langsung SingapuraLombok menjadi 8 kali seminggu. Sebelum Tiger Airways membuka penerbangan langsung Singapura-BIL, sudah ada penerbangan langsung Singapura-BIL yang dilayani maskapai penerbangan Silk Air. Silk Air melayani penerbangan lima kali dalam seminggu. Selain itu, ada juga penerbangan langsung Perth Australia-BIL yang dilayani maskapai penerbangan Jetstar. Maskapai penerbangan Jetstar melayani rute Perth, Australia - Lombok, empat kali seminggu yakni Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu. (nas)

Mataram (Suara NTB)Program unggulan rumput laut untuk sementara ini belum didukung porsi anggaran yang memadai. Dengan anggaran yang minim tersebut, dilakukan upaya untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih dalam mendukung keberadaan petani. Demikian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M. Si, menanggapi komentar Komisi II DPRD NTB tentang terbatasnya dukungan program terhadap pengembangan rumput laut, itu berdasarkan kebijakan penganggaran yang diterima dari pemerintah daerah. Dewan menilai ironis, karena program rumput laut merupakan pogram unggulan Pemprov NTB. Selain itu katanya, ini juga merupakan amanat program lanjutan Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengharuskan pengembangan pada program hilirisasi (program berbasis industri). ‘’Tapi bukan berarti meninggalkan program di hulu. Komitmen kita sekarang adalah dari hulu ke hilir, bagimana kemudian rumput laut menjadi komoditi dalam bentuk jadi, tidak terbatas pada produksi saja,’’ katanya. Pada sisi produksi, dari 10 kawasan minapolitan. Aminollah mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran mendekati angka Rp 8,6 miliar pada pada September 2013 lalu. Anggaran ini termasuk untuk memaksimalkan peran UPTD. Tetapi kebijakan dari Bappeda, pengajuan tersebut justru disusutkan menjadi Rp 7,4 miliar, berkurang lagi menjadi Rp 2 miliar, hingga diketok sampai Rp 500 juta. ‘’Kami juga tidak tahu, kok bisa dianggarkan Rp 500 juta, sangat berbeda dengan program unggulan lainnya, sapi maupun jagung. Sehingga solusinya program kami pada upaya memberi nilai tambah

SULAM ALIS

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

MEBEL

FURNITURE

KLINIK ALTERNATIF 17

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

RUPA-RUPA

BATIK

SHOWROOM

TRAVEL

17


SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Jelang Pilpres

KPU Minta PPS Segera Rampungkan DPS Mataram (Suara NTB) Perampungan daftar pemilih sementara untuk Pilpres harus sudah selesai di PPS paling lambat 19 Mei 2014. Terkait dengan hal itu, KPU meminta kepada semua PPS yang ada supaya segera merampungkan daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilpres. Ketua Divisi Solialisasi, Pendidikan dan SDM Pemilu, KPU NTB, Agus, M.Si, ketika diwawancarai Suara NTB belum lama ini, mengatakan, DPS harus segera diselesaikan di PPS sesuai dengan jadwal. “Kami minta supaya PPS menyelesaikan DPS. Kita usahakan harus sesuai jadwal,” ujarnya. Ditambahkannya, pihak Parpol dan masyarakat juga seharusnya ikut memantau dan mengawasi proses penetapan DPS supaya jika ada masyarakat yang belum dimasukkan ke dalam DPS dapat segera diklarifikasi. “Masyarakat dan Parpol juga harus ikut memantau. Hal ini juga tercantum dalam PKPU nomor 4 tahun 2013 tentang tahapan, program dan penyelenggaraan Pilpres,” tambahnya. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tingkat akurasi DPT nantinya bisa menjadi tinggi. “Salah satunya mulai dari DPS ini, karena ini berasal dari DPT Pileg ditambah DPK, dan DPTB. Selain itu, masyarakat yang memilih dengan KTP ketika Pileg juga masuk di DPS,” katanya. Sementara itu, KPU di semua kabupaten/kota, diminta untuk koordinasi dengan Dukcapil supaya pemilih yang masuk DPS namun masih menggunakan KTP manual bisa diberikan KTP elektroniknya. “Pasalnya itu kemarin sempat jadi masalah karena kode antara KTP manual dan E-KTP itu berbeda. Selain itu, banyak penduduk yang pindah juga. Semua harus diselsaikan,” pungkas Agus. Dikatakannya, menjelang Pilpres KPU di semua kabupaten/kota harus lebih intes melakukan sisialisasi mengingat banyaknya pemilih pemula. “Sosialisasi lebih intens diperlukan karena banyak pemilih pemula,” sebutnya. Selain itu, pihaknya khawatir jika ketika pilpres nanti partisipasi masyarakat dalam memilih akan menurun. Hal ini bisa saja terjadi karena din i l a i n y a masyarakat masih beranggapan Pilpres tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat. Padahal Pilpres menentukan nasib dan arah negara bahkan 70 persen kebijakan berasal dari pusat. “Itu juga sebabnya sosialisasi perlu intens, kita harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Pilpres sangat penting,” tutupnya. (ami) Agus

POLHUKAM

Kejari Praya Selidiki Dugaan Penyelewengan ADD Desa Pengembur Praya (Suara NTB) Jumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum dipastikan bertambah. Menyusul masuknya laporan dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013 oleh Kepala Desa Pengembur Pujut. Kasus itu pun kini sudah ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. “Ya, kita sudah menerima laporan terkait adanya dugaan penyimpangan penggunaan ADD oleh Kepala Desa Pengembur,” aku Kasi Intel Kejari Praya, Zulkarnaen, S.H., kepada Suara NTB, Sabtu (17/ 5). Pun demikian, ia enggan mengungkap indentitas pihak pelapor. Namun yang jelas, laporan sudah masuk dan akan segera ditindaklanjuti. Ia menjelaskan, dalam lap-

oran yang disampaikan tersebut ada dugaan penyimpangan penggunaan ADD tahun 2013 lalu. Dengan besaran dana yang diduga diselewengkan oleh Kades bersangkutan mencapai sekitar Rp 140 juta. “Rinciannya cukup banyak. Dengan total dugaan penyimpangan mencapai Rp 140 juta lebih,” sebutnya seraya menambahkan laporan baru diterima pada Rabu (14/5).

Gugatan PKS Masuk MK

Loteng Berpotensi Gelar Pemilu Ulang Praya (Suara NTB) Adanya gugatan yang dilayangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), terkait hasil perolehan suara dan penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih, membuat kepastian komposisi keanggotaan DPRD Loteng, harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, semua kemungkinan kini bisa saja terjadi. Termasuk kemungkinan bakal digelarnya pemungutan suara ulang. “Kalau sampai MK memenangkan gugatan PKS dan memerintahkan untuk digelar pemungutan ulang, bisa saja KPU Loteng menggelar pemungutan ulang,” sebut Koordinator Divisi Sosialisasi KPU NTB, Agus, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (18/5) kemarin. Itu artinya, komposisi keanggotaan DPRD yang sudah ditetapkan baru lalu, bisa saja berubah. Jika memang hasil pemungutan suara ulang berubah. Kendati demikian, kemungkinan pemungutan ulang tidak di semua TPS di Loteng. Hanya di tempat yang bersengketa saja. Dimana dalam hal ini PKS melayangkan gugatan terkait dugaan terjadinya kesalahan penghitungan dan penggelembungan suara di daerah pemilihan III (Pujut-Praya Timur) yakni di Desa Pengembur. Sementara desa-desa yang lainnya tidak masuk dalam gugatan. PKS melayangkan gugatan karena keberataan atas hasil perolehan suara di Desa Pengembur. Mengingat, ada dugaan kesalahan perhitungan dan penambahan perolehan suara di desa bersangkutan. Sehingga berpengaruh pada posisi dan perolehan suara PKS. Dimana PKS menilai, jika penghitungan perolehan suara benar dan tidak terjadi penambahan perolehan suara, PKS berpotensi mengamankan satu kursi di dapil III. “Inilah yang menjadi alasan PKS sampai melayangkan gugatan ke MK,” tandas Agus. Dikatakannya, saat ini gugatan PKS Loteng sudah masuk dalam agenda sidang MK. Namun untuk jadwal pelaksaan sidang sejauh ini belum ada informasi yang jelas. “Jadwal sidang untuk gugatan PKS masih belum ada informasi dari MK. Jadi kita pada posisi menunggu saja,” tegasnya. Kendati demikian, Agus kembali menegaskan kalau semua masih pada tataran kemungkinan. Karena bisa saja, gugatan PKS ditolak oleh MK. Sehingga komposisi keanggotaan di DPRD Loteng, khususnya dari dapil III tidak akan berubah sesuai hasil penetapan oleh KPU Loteng. “Intinya kita tunggu putusan MK. Bagaimana selanjutnya, tergantung putusan dan perintah dari MK,” pungkas mantan Ketua KPU Loteng ini. Sebelumnya, Ketua DPC PKS Loteng, M. Humaidi, ST., mengaku kalau pihaknya memang sudah melayangkan gugaran ke MK. Pihaknya pun cukup optimis bisa memenangkan gugatan di MK tersebut. Pasalnya, semua alat bukti pendukung bisa dikatakan lengkap. “Dengan melihat alat bukti yang kita miliki, kita optimis bisa memenangi gugatan di MK,” tambah Ketua Banleg DPRD Loteng ini. (kir)

Atas laporan tersebut, pihaknya akan segera membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun sebelum itu pihaknya terlebih dulu akan melakukan telaah mendalam, terkait laporan yang ada. Untuk mengetahui apakah ada dugaan penyimpangan yang terjadi atau tidak. Hasil telaah itulah yang nantinya kemudian menjadi dasar kebijakan bagi Kejari Praya. Apakah melan-

jutkan penyelidikan kasus tersebut atau tidak. Dikatakannya, dalam menyelidiki salah satu kasus dugaan korupsi, pihaknya tentu tidak bisa sembarangan. Harus melalui proses telaah terlebih dahulu. Karena tentunya, tidak cukup hanya berdasarkan laporan saja untuk melakukan penyelidikan. “Jadi begitu dapat laporan, laporan akan kita telaah dulu. Baru menentukan langkah selanjutnya,” tandas Zulkarnaen. Telaah direncanakan baru akan dimulai pada Senin (hari ini, red). Dan, tidak menuntup kemungkinan, pihak Kejari Praya akan turun ke lapangan. Untuk melakukan pemerik-

saan tahap awal. Guna mencari bukti-bukti pendukung untuk keperluan penyelidikan nantinya. Proses telaah kasus ditargetkan selesai dalam tujuh hari ke depan. Selama proses telaah tersebut, pihaknya berharap bisa memperoleh alat bukti pendukung. Dengan begitu, ada dasar yang bisa digunakan oleh pihak Kejari Praya melakukan penyelidikan. Tanpa kelengkapan alat bukti, tentunya kasusnya tidak bisa ditindaklanjuti. Karena tidak cukup hanya berdasar laporan saja, penyelidikan dilakukan. Tanpa dukungan kelengkapan alat bukti pendukung. (kir)

Siswa SMA Tewas di Pusaran Air Terjun Mataram (Suara NTB) Niat I Gede Ginanda Agastya (18) mengisi hari libur, berujung petaka. Minggu (18/5) pagi kemarin, siswa kelahiran Mataram, 14 Agustus 1996, warga Lingkungan Pagesangan, Jalan Merdeka No. 17 Pepabri Mataram, dikabarkan tewas tenggelam di pusaran air terjun yang ada di kawasan Segenter, Kumbi, Lingsar, Lombok Barat. “Korban awalnya pergi rekreasi ke tempat wisata yang ada di kawasan Lingsar. Korban dikabarkan tenggelam setelah tertimpa oleh terpaan air terjun, dia masuk ke pusaran air yang ada di kubangan air terjun tersebut,” ujar salah satu rekan korban. Adapun, korban merupakan siswa kelas tiga di salah satu SMA yang ada di Kota Mataram. korban yang baru usai melaksanakan ujian, berniat mencari hiburan serta menikmati suasana rekreasi. Meski demikian, orang tua korban tidak mengetahui kepergian anaknya tersebut. “Korban pergi rekreasi ya sekitar berenamlah dengan rekan-rekan sekolahnya. Orang tua korban pagi itu pergi ke pasar dan dia tidak

tahu anaknya pergi rekreasi. Sekitar jam 11.00 Wita, salah satu rekan korban mengabarkan kemari bahwa si korban mengalami tenggelam,” jelas salah satu keluarga korban. Tak lama kemudian, keluarga korban meminta pertolongan kepada Tim Sar agar korban yang dikabarkan tenggelam tersebut segera terselamatkan. Sayangnya saat jasad korban berhasil di temukan oleh tim evakuasi, nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Korban akhirnya meninggal dan dibawa pulang ke rumah duka di Lingkungan Pajang, Jalan Pejanggik No. 9 Mataram. Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mataram, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, Iptu Suwitra, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung mengirim tim identifikasi ke tempat kejadian perkara (TKP). “Tim Identifikasi sudah bergerak meluncur ke TKP. Sebelum kejadian tersebut sudah diketahui oleh keluarga sang korban. Jadi salah satu rekan korban yang mengabarkan orang tua korban,” ujarnya. (met)

Sengketa Pileg NTB (Suara NTB/dok)

Halaman 8

15 Gugatan Masuk ke MK Mataram (Suara NTB) Sengketa terkait hasil Pemilu Legislatif di NTB nampaknya akan berlangsung lama. Pasalnya saat ini jumlah gugatan bertambah dari tiga menjadi 15 gugatan. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB, Yan Marli, yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (18/5) kemarin, mengatakan jumlah gugatan untuk KPU NTB 15 gugatan. “Kenapa jumlahnya bertambah, ya karena kemarin kan kita belum selesai download semuanya,” katanya. Disebutkannya, ada tiga parpol yang tidak mengajukan gugatan sementara ada empat kabupaten/ kota yang tidak bermasalah atau berhubungan dengan gugatan. “PKB, PDIP, PKPI tidak menggugat. Sementara kabupaten yang tidak terkena gugatan itu Dompu, Sumbawa Besar, Mataram dan KLU,” sebutnya. Terkait langkah yang akan diambil KPU, Marli mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua KPU kabupaten/kota untuk membahas masalah yang kini dihadapinya. “Kita kumpulkan semua KPU kabupaten. Ini supaya mereka menyiapkan semua data dan dokumen yang nantinya kita butuhkan dalam persidangan,” pungkasnya. Menurutnya, baik tidaknya keberlangsungan Pemilu tidak bisa dilihat hanya dari jumlah gugatan yang masuk ke MK. “Ini justru menggambarkan kecerdasan parpol dan caleg dalam menggunakan hak konstitu-

sional mereka. Kami senang, daripada melakukan hal-hal yang di luar ketentuan UU,” katanya. Selain itu, Marli juga menegaskan apapun keputusan MK nantinya dalam sidang, akan dilaksanakan oleh pihaknya meskipun hasilnya berbeda dengan yang telah diplenokan pihaknya. “Ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap UU,” ucapnya. Sidang gugatan yang masuk ke MK ini akan dimulai tanggal 23 Mei hingga 30 Juni. Gugatan dibagi menjadi tiga panel dan NTB masuk di panel kedua. Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Data Pemilu, Suhardi Soud, mengatakan tuntutan yang masuk di MK dinilainya sebagai tantangan tersendiri bagi pihaknya. “Tantangan selanjutnya, 15 gugatan di MK,” tulisnya via BBM. Adapun data jumlah tuntutan Pileg NTB yang masuk di MK yakni Nasdem (Dapil Lotim 1) PKS (Dapil Bima 2, Loteng 3,Golkar (DPR RI Dapil NTB, Kobi 2, Kobi 3), Gerindra (Dapil NTB 3), Demokrat (Dapil NTB 7), Hanura (DPR RI Dapil NTB, DP KSB 3), PAN (Dapil Loteng 6), PPP (Dapil KABI 1), PBB (Dapil Kobi 3, Lobar 2), Muharrar (Kecamatan Sekotong, Kediri, Kuripan, Lingsar, Gunungsari, Narmada). Jumlah gugatan yang masuk ke MK dari seluruh indonesia adalah 737 gugatan. Jumlah gugatan NTB lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah gugatan di Jabar dengan 69 tuntutan dan Papua dengan 70 tuntutan. (ami)

(Suara NTB/met)

DIPERIKSA - Dua orang pria diduga germo, masing-masing HR dan SJK diduga terlibat dalam aksi eksploitasi anak di bawah umur. Kedua pelaku diduga menjual dua orang gadis yang masih berusia sekitar 15 tahun di sebuah hotel di Kawasan Lingsar, Lombok Barat, Minggu (18/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Lobar.

Presiden Terpilih Diminta Selesaikan Pelanggaran HAM Bandarlampung (Suara NTB) – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) Siti Noor Laila mengingatkan, siapa pun yang terpilih menjadi presiden Indonesia mendatang harus menyelesaikan tujuh dari 10 kasus pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga saat ini. “Tujuh kasus pelanggaran HAM berat yang masih nyangkut di Kejaksaan Agung ini, di antaranya tragedi Trisakti, Semanggi Satu dan Dua, serta kasus Talangsari Lampung yang merupakan pelanggaran HAM berat yang wajib diselesaikan oleh pemerintah,” kata SN Laila, pada diskusi publik Menuju Jalan Kemandirian Bangsa yang diselenggarakan Sekretariat Nasional Jokowi Lampung, di Bandarlampung, Sabtu. Menurut dia, kasus pelanggaran HAM berat ini, dari 10 kasus yang dapat diselesaikan sebanyak tiga perkara, yaitu

kasus Abepura, Timor Timur serta Tanjungpriok. “Negara dalam hal ini pemerintah merupakan penanggung jawab atas penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat itu, sehingga permasalahan atau pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh pendahulunya harus segera diselesaikan siapa pun yang akan terpilih menjadi presiden Indonesia nanti,” kata dia lagi. Ia menyebutkan, proses demokrasi itu memang tidak dapat dilepaskan dari imbas adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di dalamnya, sehingga perlu terus dilakukan pengawasan. “Saat pelaksanaan Pemilu 2014, Komnas-HAM melakukan pengawasan dan pemantauan di 22 provinsi se-Indonesia dan hasilnya sangat mengecewakan, karena banyak terjadi intimidasi yang memang mengenakkan berupa praktik politik uang,” kata dia lagi.

SN Laila menegaskan, pelanggaran HAM pada pemilu lalu berupa perilaku intimidasi atau upaya untuk mempengaruhi masyarakat dengan praktik politik uang, sehingga berdampak buruk dengan tidak memberikan pembelajaran politik yang baik bagi rakyat di Indonesia. “Peristiwa seperti itu terjadi merata di seluruh daerah, sehingga perlu upaya keras bagi negeri ini untuk memperbaiki moral anak bangsa,” ujarnya pula. Dia berharap, presiden terpilih ke depan dapat menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM baik kategori berat maupun kasus konflik agraria di Indonesia. “Apalagi pelanggaran HAM yang terjadi pada kasus-kasus konflik agraria itu dipicu oleh kebijakan pihak perusahaan pengelola lahan yang mendapatkan dukungan kebijakan pemerintah,” kata Laila. (ant/bali post)

Hari Pertama

Belum Ada Bakal Capres Mendaftar

Jakarta (Suara NTB) – Di hari pertama masa pendaftaran, Minggu (17/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat belum menerima pendaftaran diri bakal calon presiden dan wakil presiden dari parpol atau gabungan parpol yang lolos ambang batas parlemen dari Pileg lalu. “Di hari pertama ini sampai sore belum ada rombongan partai yang datang mendaftarkan bakal pasangan calonnya ke sini (KPU Pusat). Mungkin mereka baru datang di hari terakhir,” kata Komisioner Hadar Nafis Gumay ditemui di Gedung KPU Pusat Jakarta, Minggu sore. Karpet abu-abu dan podium berlogo KPU telah disiapkan di Ruang Sidang Utama, yang berada di lantai 2 Gedung KPU, tempat pendaftaran peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Sejumlah petugas juga terlihat bersiaga di meja pendaftaran, lengkap dengan lembarlembar panduan tes kesehatan dan peralatan pemeriksaan kelengkapan berkas persyaratan. Tenda putih dan deretan kursi juga telah disiapkan di halaman Gedung KPU untuk menampung simpatisan dan pen-

dukung parpol yang datang mendaftarkan bakal pasangan calonnya. Hadar mengatakan KPU secara proaktif berkomunikasi dengan “liaison officer” (LO) parpol untuk menanyakan kedatangan mereka mendaftarkan bakal capres dan cawapres. “Kami terus berkomunikasi dengan LO parpol, menanyakan kapan mereka akan mendaftarkan, supaya kami dapat mengatur jadwal kedatangannya agar tidak bentrok dengan (parpol) lain,” tambah Hadar. Berdasarkan informasi yang diterima KPU, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan koalisinya akan mendaftarkan bakal pasangan calonnya pada Selasa (20/5). Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan koalisinya sedianya akan mendaftar Senin (19/ 5), na-

Hadar Nafis Gumay

mun kemudian diralat dan akan datang ke KPU pada Selasa. “Mungkin mereka mengambil momen Hari Kebangkitan Nasional yang bersamaan dengan hari terakhir masa pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres di KPU. Kami selalu siap sedia jika parpol ingin datang di hari terakhir,” ujar Hadar. (ant/bali post)


SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

”Nyelamaq di Lauq”

Kearifan Lokal yang Harus Dipertahankan Selong (Suara NTB) Minggu (18/5) kemarin, warga Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tumpah ruah di Pantai Tanjung Luar. Ramainya suasana Pantai Tanjung Luar ini karena gelaran sebuah ritual adat yang disebut nyalamak di lauq (selamatan laut) atau disebut juga nyelamaq palabuang. Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. Faisal yang hadir menyaksikan prosesi adat Masyarakat Tanjung Luar menilai acara tersebut sangat unik. Menurutnya, prosesi adat yang berlangsung merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Sasak dengan Bugis yang mendiami kawasan Tanjung Luar, sehingga kearifan lokal masyarakat NTB ini harus dipertahankan. Keunikan nilai budaya yang disuguhkan bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk memancing wisatawan datang ke NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur. “Nyelamaq di lauq ini adalah tradisi yang harus dijaga,” ungkapnya. Dijelaskan, ritual adat masyarakat Tanjung Luar ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kehadiran Tuhan yang Maha Kuasa atas berkah hasil laut. Masyarakat Tanjung Luar yang sebagian besar

merupakan nelayan ini dikatakan cukup mampu menjaga kondisi lingkungan laut. Di Kabupaten Lotim, lanjutnya cukup banyak potensi wisata yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Antara lain digelar Festival Kaliantan, Rebo Bontong. Termasuk tidak bisa dinafikan adalah ritual nyelamaq di laut. Diakuinya, kegiatan adat masyarakat pesisir Tanjung Luar sudah turun temurun digelar. Kewajiban pemerintah untuk membantu melestarikan nilai-nilai budaya agar jangan sampai hilang ditelan masa. Selain gelaran acara di tengah laut, ada juga suguhan tarian adat yang khas ala masyarakat Tanjung Luar. Respons masyarakat terhadap kegiatan ini pun dinilai cukup besar. Perhatian terhadap kebersihan laut pun cukup besar dari masyarakat pesisir. Pada gelaran pesta laut ini, menjadi ciri khasnya adalah saling siram antarwarga dengan menggunakan air laut. Warga yang datang melakukan acara ini dengan penuh gembira. Sementara di laut dipadati ratusan perahu yang kejar-kejaran mengitari sepanjang laut yang tempatnya tidak jauh dari TPI Tanjung Luar ini. Semua saling siram, bahkan warga sengaja mem-

Pemprov Berharap Puteri Indonesia Promosikan Pariwisata NTB Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB berharap kehadiran Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira beberapa hari di Lombok, NTB dapat memberikan kesan yang baik. Sehingga pariwisata NTB dapat dipromosikan ke daerah lainnya di Indonesia bahkan mancanegara. Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si saat jamuan makan malam Puteri Indonesia 2014 di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (17/5) malam. “Kami berharap, semoga rangkaian kegiatan puteri indonesia bersama rombongan selama di sini lancar dan tanpa terhalang suatu apapun. Serta bisa menikmati keindahan dari setiap penjuru NTB, terutama Pulau Lombok. Serta nanti dapat mempromosikan pariwisata NTB,” harapnya. Wagub mengatakan NTB merupakan mozaik nusantara, dengan keragaman adat istiadat, budaya, dan suku bangsa penduduknya, serta keindahan panorama alamnya. Orang yang pernah berkunjung ke NTB sering mengatakan bahwa daerah ini merupakan serpihan surga yang terserak dimuka bumi. Hingga saat ini, paparnya, nuansa asli dan alami hampir seluruh destinasi wisata di NTB masih dapat dirasakan dan dinikmati. Mulai dari suasana dan tantangan puncak tertinggi Gunung Rinjani di Lombok yang merupakan geopark nasional, dan Gunung Tambora di Sumbawa hingga keindahan seluruh hamparan pesisir pantai, sekaligus pesona bawah lautnya yang sangat mempesona. “Saya berharap, agar Puteri Indonesia dapat menyebarluaskan informasi keindahan panorama alam dan keramahtamahan penduduk daerah kami secara luas, sehingga target untuk kunjungan wisatawan dapat tercapai sebanyak 2 juta wisatawan,” harapnya. Sementara itu, Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira mengungkapkan ia sejak lama sudah bermimpi untuk dapat berkunjung ke Lombok, NTB. Namun, baru kali ini mimpi tersebut baru dapat direalisasikan. “Ini pengalaman pertama saya ke Lombok. Saya selalu bermimpi ke Lombok dan sekarang bisa menginjakkan kaki ke Lombok,”ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa Bandara Internasional Lombok (BIL) termasuk bandara yang modern. (nas)

(Suara NTB/rus)

NYELAMAQ DI LAUQ - Prosesi ritual adat nyelamaq dilauq sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. bawa sejumlah peralatan untuk saling membasahi. Saat ritual berlangsung tidak diperkenankan nelayan melaut menangkap ikan. Kegiatan saling siram ini tidak saja di pantai, di sepanjang jalan menuju lokasi pun terlihat warga yang saling siram. Jika tidak ingin basah oleh air laut, maka jangan coba-coba masuk ke lokasi ritual syukuran adat itu. Karena secara tiba-tiba bisa terguyur air dari warga yang kadang-kadang bersembunyi dulu mengincar sasarannya. Tokoh Pemuda Desa Tan-

jung Luar, Taufiq Hidayat menambahkan kegiatan ritual adat nyelamaq di laut bagian selatan merupakan kegiatan sudah ratusan tahun lamanya digelar. Nenek moyang masyarakat Tanjung Luar ini adalah suku Bajo, Bugis dan Mandar dari Sulawesi. Mereka berada di Lombok sudah ratusan tahun dan budaya nyelamaq menjadi salah satu hasil akulturasi budaya yang tercipta. Event Budaya Nyelamaq di Lauq ini pada mulanya digelar sekali dalam 3-5 tahun. Mulai tahun 2014 ini di-

canangkan sekali dalam setahun. Harapannya bisa menjadi core event pariwisata yang rutin digelar dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, sejauh ini hanya tahun 2007 silam saja ada jajaran pemerintah pusat menunjukkan adanya perhatian. Dukungan pemerintah pada event ini sangat minim. Dimana, selama ini gelaran acara yang dilakukan didanai dari dana iuran warga. Ratusan juta dana yang habis bersumber dari swadaya masyarakat, karena besarnya dana dibutuhkan untuk mem-

biayai prosesi adat yang cukup panjang. Sementara itu, maksud dari tidak dibolehkannya nelayan pergi melaut karena ingin diberikan kesempatan kepada ikan-ikan untuk bertelur. Disepakati waktu sampai tiga hari ke depan. Selama itu diyakini akan cukup banyak ikan yang bisa bertelur. Salah satu pesan moral dalam ritual adat, ujarnya, tidak dibolehkan melakukan tindakan yang melanggar hukum dalam setiap menangkap ikan. “Kita ada larangan mengebom ikan,” ucapn-

ya. Selain itu semua hal yang dinilai akan dapat merugikan nelayan disepakati tidak dilakukan. Ritual adat nyelamaq di lauq, sambung Taufiq bisa menjadi salah satu potensi wisata yang menarik bagi Lotim. Harapannya, event wisata budaya ini bisa dipatenkan dan masuk dalam kalender wisata NTB. Salah satu keunikan dari acara ini adalah, prosesi adat melarung kepala kerbau ke tengah laut yang diiringi oleh ratusan sampan nelayan yang sudah dihias. (rus)

Investasi Pariwisata di Lotim

Belum Ada Investor yang Serius

Selong (Suara NTB) Minat investor untuk berinvestasi bidang pariwiata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) cukup besar. Di masa kepemimpinan Bupati H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati H. Haerul Warisin ini sudah cukup banyak yang datang bahkan ada yang sudah direkomendasi untuk segera mewujudkan minat investasinya. Hanya saja, sampai saat ini dinilai belum ada yang menunjukkan keseriusan. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Lotim, Lalu Wirabakti. Menjawab Suara NTB Sabtu (17/5) kemarin, Kadis menyebutkan di kawasan Hutan Lindung Sekaroh saja, terutama di sepanjang pesisir pantai, sedikitnya enam investor baru yang masuk menyampaikan usulan. Diantaranya adalah PT Lombok Saka, PT Palamarta Persada dan PT

Sentul Lombok Resor. Di tempat lain, investor ada yang tertarik ingin mengelola tiga gili di wilayah Utara Lotim. Meliputi Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Sulat. Adalah PT GilI Kondo sudah diberikan rekomendasi oleh Bupati untuk segera melanjutkan rencana investasi tersebut. Investor-investor pariwisata itu rencananya akan mengembangkan kawasan wisata pantai dan gili di Lotim.

Kawasan Gili Kondo, misalnya disanjung investor merupakan tempat yang sangat indah. Utamanya pemandangan alam bawah lautnya. Sejumlah penyelam di kawasan tersebut menuturkan, ikan-ikan di bawah laut Gili Kondo ini jinak. Biasanya, dikatakan ikan menjauh saat melihat penyelam. Sebaliknya, ikan justru datang menghampiri para penyelam di kawasan Gili Kondo ini.

Tempat lain yang sangat diminati investor adalah sepanjang pesisir pantai wilayah Kecamatan Jerowaru. Mulai dari Pantai Kaliantan, Pantai Surga, Planet. Tidak terkecuali yang sudah lebih dulu menyampaikan minat mengelola kawasan Tanjung Ringgit, Tanjung Bloam, Pantai Pink dan sederetan panorama alam nan mempesona di wilayah hukum Kabupaten Lotim lainnya. Dikatakan Wirabakti, kehadiran investor pariwisata di Lotim ini sangat besar manfaatnya bagi daerah. Ditengah krisis anggaran yang di alami Lotim saat ini, dipandang sangat perlu hadirnya investor untuk akselerasi pembangunan Lotim ke arah yang lebih baik. (rus)

(Suara NTB/dok)

Lalu Wirabakti

Teater SMA 6 Wakili NTB di Tingkat Nasional Mataram (Suara NTB) Teater Odop SMA 6 Mataram menjadi wakil NTB dalam lomba teater pelajar tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah 9 Juli mendatang. SMA 6 Mataram terpilih sebagai wakil setelah ber-

hasil menjuarai lomba teater pelajar se-kota Mataram dan lolos seleksi tingkat provinsi oleh Dikpora NTB. Pembina Teater SMAN 6 Mataram, Hamdi Algazali, yang diwawancarai Suara NTB (17/ 5) mengatakan, SMA 6 Mataram terpilih menjadi wakil

NTB dalam lomba teater pelajar tingkat nasional didapat setelah melalui dua seleksi. “Sebenarnya ini karena kami menjuarai lomba teater pelajar se-Kota Mataram dan lolos seleksi tingkat provinsi yang dilakukan Dikpora NTB,” ujarnya. Ketika ditanya apa saja yang menjadi keriteria sehingga teater Odop SMA 6 bisa menjadi wakil, Hamdi menjelaskan, lomba tingkat nasional tersebut bertema kebudayaan daerah. “Lomba tingkat nasional yang di Semarang tanggal 9 juli nanti, temanya kebudayaan daerah. Berhubung teater Odop selalu menampilkan ciri khas daerah, jadi kami terpilih,” jelasnya. Ditambahkannya, lakon yang akan dipentaskan nantinya adalah lakon yang sebelumnya mengantarkan SMA tersebut menjuarai lom-

ba tingkat kota dan lolos seleksi provinsi. “Lakon yang akan dipentaskan nantinya adalah lakon “Inaq Tegining Teganang”. Ini adalah lakon yang kami pentaskan saat diseleksi juga,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 6 Mataram, Hiruddin Ahmad, mengatakan terpilihnya SMAN 6 sebagai wakil NTB di lomba teater pelajar tingkat nasional ini diraih karena pihaknya selalu mendukung dan memfasilitasi semua kebutuhan ekstra kurikuler yang ada. “Kami dukung semua, mereka kami berikan pelatih dan pembina,” ujarnya. Selain itu, semua siswa juga memiliki minat yang cukup tinggi untuk mengikuti kegiatan ekstra di semua bidang yang ditwarkan sekolah. “Peminat untuk teater ini juga banyak, pramuka, futsal juga

demikian,” imbuh Hiruddin. Nama teater Odop sendiri berasal dari bahasa Sasak yakni kata “Odop” yang artinya menghibur. Nama tersebut kemudian menjadi nama kelompok teater SMA 6 dengan tujuan bisa menghibur siapa saja yang menonton pentas kolompok teater tersebut. Terkait lakon, judul lakon “Inaq Tegining Teganang” sendiri dipilih karena merupakan salah satu kisah yang masih diabadikan dalam salah satu lagu daerah NTB yakni “Inaq Tegining, Amaq Teganang’’. Secara umum, lakon tersebut merupakan kisah yang menceritakan tokoh Inaq Tegining dan Amaq Teganang yang dulunya disegani pejabat karena tokoh tersebut merupakan salah seorang rakyat biasa yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat. (ami)

Film Karya Kamila Tarik Perhatian di Cannes Cannes – Film yang disutradarai Kamila Andini yang dibintangi oleh Gita Novalista, Reza Rahadian dan Atiqah Hasiholan “The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) yang dirilis pada 2011 berhasil menarik perhatian insan film di festival film Cannes, Perancis. Film drama Indonesia, The Mirror Never Lies, diputar pada program Cannes Cinephiles di studio 13, festival film yang diselenggarakan oleh Pemerintah kota Cannes pada waktu bersamaan dengan festival de Cannes. Film itu disaksikan lebih 200 pecinta cinema dari mancanegara dan merupakan satu satunya film Indonesia yang diputar dalam penyelenggaran festival film Cannes. Tanggapan dari penonton sangatlah positif atas film yang menceritakan tentang kisah seorang

anak yang menunggu kepulangan sang ayah dari melaut, demikian Amanda Valani, pelaku film dokumenter kepada Antara London, Sabtu malam. Menurut Amanda Valani yang tengah menuntut studi di London, para penonton sangat terkesan dengan keindahan alam bawah laut Wakatobi dan juga bagaimana masyarakat lokalnya menjaga kelestarian alam dan budaya, Salah satu penonton juga berkomentar bahwa sutradara film berhasil menggambarkan ikatan emosional antara ayah dan anak begitu dalam dan menyentuh, ujarnya. Film The Mirror Never Lies, akan diputar kembali pada tanggal 21 Mei, di Cinema Le Raimu, di Cannes. Tidak berhenti di Cannes. film itu juga akan ikut dalam festival des Antipodes di St Tropez pada tanggal 13 sampai 19 Oktober mendatang. Film itu banyak mendapat

pujian dari aspek produksi film, tata setting, serta akting dramatis dari aktris utama Gita Novalista. The Mirror Never Lies mendapatkan tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia 2011, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Camilla Andini, dan Aktris Terbaik untuk Gita Novalist. Film ini juga mendapatkan tiga belas nominasi dalam Festival Film Bandung 2012, memenangkan empat, termasuk penghargaan tertinggi Film Terpuji dan Sutradara Terpuji untuk Camilla Andini. Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan lokal suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. (ant/bali post)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 10

Kasus Dugaan Pencabulan Coreng Profesi Guru

Harus Mampu Berkompetisi

(Suara NTB/dok)

REKTOR Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Dr. Nashuddin, M.Pd, berharap semua lulusan IAIN Mataram harus mampu bersaing dan berkompetisi dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat yang luas. Hal itu disebabkan pascastudi, tidak jarang para lulusan dihantui rasa kegelisahan dan kegalauan, karena munculnya ketidakpastian akan apa yang mesti dilakukan setelah lulus. Perasaan seperti itu disebabkan kurangnya wawasan, motivaNashuddin si, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi. “Bayangan akan sempitnya peluang kerja dan banyaknya pengangguran di negeri ini menjadi momok yang menghantui pikiran para lulusan. Itulah salah satu keperihatinan alumni IAIN, termasuk civitas akademika IAIN yaitu masih minimnya lapangan pekerjaan yang layak karena keterbatasan bidang kerja yang sebagian besar masih berada di lingkungan Kementerian Agama,” dalam sambutannya saat mewisuda 710 sarjana S1 dan S2 di Kampus II Jempong IAIN Mataram, Sabtu (17/5). Untuk menjawab persoalan tersebut, pihaknya sedang mempersiapkan perubahan alih status dari IAIN menuju Universitas Islam Negeri (UIN). Itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan daya saing IAIN Mataram secara nasional dan internasional. Tidak hanya itu, transformasi status ini juga diyakininya sebagai awal untuk memenangkan kompetisi di dunia luar dan dunia kerja. “Insya Allah dengan adanya transformasi dari IAIN ke UIN ini, lapangan pekerjaan mereka akan menjadi lebih luas lagi,” klaimnya. Diakuinya, perubahan menuju status UIN, pihaknya sudah siap. Sekarang ini, sudah ada 60 doktor di IAIN Mataram. Belum lagi, ada yang masih belajar di luar daerah dan luar negeri. Pihaknya menjanjikan akhir tahun 2014, IAIN Mataram akan memiliki 80 doktor di berbagai disiplin ilmu. Nashuddin mengingatkan pada wisudawan dan mahasiswa tidak memandang rendah atau remeh IAIN Mataram. Jika IAIN Mataram sudah berubah status menjadi UIN, janjinya, dalam 2 tahun UIN Mataram akan menjadi universitas kelas dunia. Menjadi universitas kelas dunia, ujarnya, bukanlah pernyataan dirinya sebagai rektor, tapi pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Pihaknya bertekad, status IAIN Mataram harus berubah menjadi UIN sebelum pergantian tampuk pimpinan di negara ini. (dys/ham)

Wujudkan Sinkronisasi Program

BP-PAUDNI Regional V Lakukan Evaluasi Giri Menang (Suara NTB) Guna mewujudkan sinkronisasi program, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (BP-PAUDNI) Regional V Mataram menggelar temu evaluasi bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPKB/BPKBM, SKB dan lembaga mitra terkait. Temu evaluasi digelar selama tiga hari dari tanggal 16 sampai 18 Mei di salah satu hotel di kawasan Senggigi Lombok Barat. Kepala BP-PAUDNI Regional V Mataram, Rony Gu(Suara NTB/dys) narso, M.M.Pd, menyebut Lydia Freyani Hawadi temu evaluasi antarberbagai lembaga mitra dihajatkan dapat meningkatkan koordinasi program BP-PAUDNI dan evaluasi serta memantapkan pelaksanaan program BP-PAUDNI Regional V Mataram tahun 2014 dan rencana kebutuhan program dan anggaran tahun 2015. Tujuannya bisa tercapai sinkronisasi program BPPAUDNI dan terlaksananya kerjasama yang efektif dalam pelaksanaan program BP-PAUDNI Regional V Mataram. Pelaksanaan temu evaluasi mengacau pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Rony Gunarso menambahkan temu evaluasi juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama serta sinergisitas dalam tahap implementasi antara lembaga mitra terkait sesuai dengan tugas fungsi BP-PAUDNI Regional V Mataram yang meliputi Provinsi NTB dan Bali. “Pelaksanaan program tersebut secara tekhnis operasional dilakukan melalui penyelenggaraan fungsi lembaga UPTD, BPKB/BPKBM Provinsi dan SKB Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya lembaga UPTD dan lembaga mitra yang mengakses program PAUDNI melalui BPPAUDNI harus memahami arah dan kebijakan pengembangan dan pelaksanaan program, sehingga pelaksanaan penjaminan mutu dapat terwujud secara nyata dan dapat dipertanggungjawabkan” akunya. Sementara itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi berharap dengan dilaksanakannya temu evaluasi ini dapat membuat seluruh lembaga PAUD dapat semakin memperkuat koordinasi dengan berbagai stakeholders. Tidak hanya itu, Ia juga berharap kepada seluruh peserta temu evaluasi agar mengevaluasi keberadaan lembaga-lembaga PAUD yang tidak memiliki izin operasional. “Tidak ada satupun lembaga PAUD yang tidak memiliki izin operasional, semua harus punya izin. Harus tegas kalau PAUD tidak punya izin, harus tindak tegas dan ditutup” paparnya. (dys)

Praya (Suara NTB) Munculnya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru madrasah, LAD (30) terhadap siswanya di Desa Sengkol Pujut, menurut Ketua PGRI Lombok Tengah (Loteng) Hairil Anwar, merupakan sebuah tamparan bagi profesi guru dan mencoreng dunia pendidikan. Untuk itu, pihaknya mendesak supaya supremasi hukum dalam kasus tersebut benar-benar ditegakkan agar memberikan efek jera bagi siapa saja, terutama kalangan guru di masa mendatang. “Seharusnya sebagai guru, apalagi disekolah berlatar belakang agama, harusnya mampu menjadi contoh dan teladan. Bukan hanya bagi murid-muridnya. Tetapi juga bagi masyarakat luas,” sesalnya saat dihubungi Suara NTB, Minggu (18/5). Menurutnya, jika kasus tersebut benar terjadi, maka itu perbuatan amoral yang tidak patut mendapat belas kasihan. Lebih-lebih perbuatan itu dilakukan kepada siswanya, sehingga pelakunya harus mendapat hukuman yang setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku. PGRI Loteng, ujarnya, mendorong supaya kasus terse-

but bisa segera dituntaskan secara hukum. Meski demikian, Hairil mengingatkan supaya masyarakat dalam memandang kasus tersebut tetap mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Terlebih, pembuktian secara hukum sampai sejauh ini belum terbukti, karena terungkap atas pengakuan pihak korban. “Tapi jika memang terbukti secara hukum, kami yang paling pertama mendorong supaya pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal,” tegasnya. Disinggung mengenai bantuan hukum dari PGRI Loteng, ia mengaku belum bisa memasti-

kan. Pasalnya, posisi kasus sendiri baru muncul dan dari pihak yang diduga sebagai pelaku juga belum ada penjelasan kepada PGRI Loteng. “Namun kalau pun nantinya, PGRI diminta memberikan bantuan. Kita akan upayakan semaksimal mungkin,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa kelas III Madrasah Aliyah (MA) salah satu Ponpes di Desa Sengkol Nu (18), Jumat (16/5), mendatangi Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah (Loteng), bersama keluarganya. Mereka mengadukan perbuatan LAD, atas dugaan pencabulan. (kir)

BAWA BIBIT POHON - Meski tinggal jauh dari pusat pemerintahan tidak menyurutkan semangat anak-anak di Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat ini menuntut ilmu. Selain mereka diajar seperti siswa yang tinggal di kota, mereka juga dididik untuk peka pada kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan menanam pohon di lingkungan sekitar mereka agar hutan tetap lestari. Seperti beberapa siswa SDN 1 Sesaot ini membawa bibit pohon ke untuk ditanam di lingkungan sekolah. (Suara NTB/ham)

Melongok Sekolah Berprestasi di Lotim

Harumkan Nama SMAN 1 Labuhan Haji Lewat Kegiatan Ekstra MENYALURKAN hobi, ternyata tidak perlu membuang biaya mahal. Pasalnya, banyak aktivitas yang menjadi sesuatu berharga bilamana dimanfaatkan dengan maksimal. (Suara NTB/cem) Seperti beberapa JUARA - Siswa SMAN 1 Labuhan Haji, yang kegiatan ekstra pernah mendapatkan juara bidang akakurikuler di sekolah demik dan non akademik pada beberapa yang menjadi wahaevent tingkat daerah hingga kabupaten. na bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka. SMAN 1 Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim) misalnya. Sebanyak 24 kegiatan ekstra kurikuler yang terbagi menjadi 13 ekstra di bidang non akademik dan 11 di bidang akademik. Beberapa siswa mencoba menyalurkan hobi sesuai dengan keahlian. Hasilnya mereka mengharumkan nama baik sekolah dengan prestasinya di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sebut saja, Nashoibul Ibat, Moch Khittami, M. Khairul Fathinin dan Siti Najarul Fitriani. Ke empat siswa tersebut, pernah mewakili sekolah pada kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten dan berhasil mendapatkan juara. Nashoibul Ibat, menuturkan, kecintaan terhadap seni bela diri asli Indonesia ini, berawal dari hobi serta keinginannya belajar bela diri. Menurutnya, silat, bela diri yang relatif mudah dibandingkan olahraga eksternal di sekolahnya. Pasalnya, hanya membutuhkan keseriusan dan tidak membutuhkan kerjasama kelompok. “Enaknya, kita bisa latihan sendiri baik itu teknik tarung maupun seninya. Kalau yang lain, kayak basket dan voli. Kita harus nunggu dan perlu kekompakkan kelompok,” tuturnya saat ditemui Suara NTB, di SMAN 1 Labuhan Haji beberapa waktu lalu. Dia mengakui, Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang diikuti beberapa waktu lalu, menjadi catatan penting atas keberhasilannya mendapatkan juara III. Dia menegaskan, hobi ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan materi. Hanya dengan keseriusan dan keuletan, dapat mendatangkan sebuah keberhasilan. “Kemarin, dapat juara III di kejuaraan silat di Porda,” sebutnya. Hal senada disampaikan Siti Najarul Fitriani. Menurutnya, apapun yang ingin dilakukan harus berasal dari keinginan dan bakat yang telah dimiliki. karena, pengembangan dan proses adaptasinya cepat serta mendatangkan manfaat. “Semua tergantung dari kemauan kita saja,” tuturnya. Prestasinya, sebenarnya, tidak terlepas dari hobi dan dukungan dari pihak sekolah. Sehingga, dia berharap, siswa–siswi lainnya, dapat meneruskan keberhasilan untuk mengharumkan nama baik sekolah. Sementara, dua siswa yang mendapatkan juara di bidang akademik, yakni Laksmi Nurfajri dan Muhammad Rizka Abdul Azis. Keduanya, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat provinsi beberapa waktu yang akan datang. Laksmi Nurfajri, siswi yang berpenampilan sederhana dan murah senyum tersebut, mengaku, kebiasaannya menulis cerpen dan esai, tidak terlepas dari sekadar hobi. Menurut pengakuannya, beberapa cerpen yang dibuat, terinsipirasi dari film Korea yang ditonton dan beberapa kejadian yang memang menarik untuk ditulis. “Kalau cerpen yang saya buat, biasanya terinspirasi dari film Korea,” ungkap Laksmi sambil tersenyum. Merangkai kata serta menentukan isi cerita, sambungnya, adalah persoalan yang selalu dihadapi. Lantas, dia tidak menyerah dan terus berlatih, sehingga beberapa buah cerpen dan esai yang ditulis, mendapatkan penghargaan dari event yang diikuti di Fakultas Kedokteran Unram beberapa waktu yang lalu. “Paling sulit itu, rangkai kata dan menentukan isi ceritanya,” akunya. Sedangkan, Muhammad Rizka Abdul Azis, tidak lain seorang siswa yang suka mengotak – atik komputer. Beberapa komputer, katanya, telah dirusak, karena rasa penasarannya. Dia mengaku, kebiasaannya tersebut tenyata mendatangkan efek positif ketika mengikuti lomba tingkat provinsi. Alhasil, dia mendapatkan juara III. “Kalau otak–atik komputer, memang senang sejak kecil,” akunya. Ke enam siswa SMAN 1 Labuhan Haji tersebut, berharap, ada proses regenerasi untuk mengharumkan nama sekolah. Terlepas dari itu, dia juga meminta dorongan sekolah, terutama dari segi sarana prasarana. (cem)


Halaman 11

(Suara NTB/ist)

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Akhir Manis Perjuangan Atletico Barcelona Pencetak gol penyeimbang Atletico Madrid ke gawang Barcelona yang juga pahlawan pengantar timnya menjadi juara La Liga, Diego Godin, mengatakan Atletico telah berjuang sepanjang tahun untuk mengangkat trofi La Liga.

Gerardo “Tata” Martino

Tata Martino Hengkang Barcelona Pelatih Barcelona Gerardo “Tata” Martino menyatakan berpisah dari klub Catalan tersebut menyusul hasil imbang 1-1 melawan Atletico Madrid yang membuat mereka gagal merebut gelar juara La Liga. Pelatih berusia 51 tahun menyatakan hal itu telah menjadi keputusan bersama dirinya dengan pihak klub yang baru dilatihnya selama satu musim. Tata yang menjadi pengganti mendiang Tito Villanova setelah mundur akibat masalah kesehatan musim panas lalu, gagal membawa Barcelona menampilkan permainan konsisten sepanjang musim dan hanya memberi satu gelar, Piala Super Spanyol. “Berdasarkan kesepakatan dengan pihak klub, saya bukan lagi pelatih Barcelona,” kata Tata seperti dilansir Sky Sports. “Saya sangat menyesal gagal mencapai target yang sudah ditetapkan klub ini dan sebelumnya selalu berhasil. Tim ini terdiri dari para pemain yang hebat. Rasa terima kasih terbesar saya untuk para pemain yang telah membuat saya bangga.” Sementara itu pihak klub, Direktur Olahraga Andoni Zubizarreta menyampaikan apresiasi atas kerja sama Tata selama semusim terakhir. “Kami berterima kasih kepada Tata. Ini musim yang berat,” katanya. Anak-anak asuhan Tata gagal mempertahankan gelar juara kala menjamu Atletico Madrid di pekan penutup liga. Alexis Sanchez berhasil membawa Barcelona unggul terlebih dulu, sebelum sundulan bek Diego Godin di babak kedua sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri puasa gelar La Liga Atletico Madrid selama 18 tahun sekaligus menghentikan ambisi Barcelona. Masa depan Tata telah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir dan sejumlah laporan menyebutkan mantan pemain Barcelona, Luis Enrique, telah disiapkan sebagai penggantinya dan dia telah menyatakan mundur dari kursi kepelatihan Celta Vigo. (ant/bali post)

Bek Uruguay ini memaksa Barcelona bermain imbang pada laga terakhir La Liga yang digelar di Camp Nou, kandang Barcelona, Minggu dini hari kemarin. “Kami telah berjuang sepanjang tahun dan menyelesaikan pekerjaan dengan mengesankan,” kata Godin usai pertandingan seperti dilansir Football-Espana. “Untuk mengimbangi Real Madrid dan Barcelona sungguh sulit. Simeone berkata kepada kami pada babak kedua kami harus membuat gol, dan itu adil.” Sementara mantan pemain Barcelona, David Villa, mengatakan hasil imbang melawan Blaugrana adalah cermin dari seluruh musim. “Pertandingan ini merupakan cerminan dari musim kami,” kata Villa. “Teman-teman telah menunjukkan karakter hebat dan tenang untuk melalui itu semua.” Atletico masih berkesempatan menambah gelar juara musim ini jika berhasil menaklukan Real Madrid pada final Liga Champions minggu depan. Gelandang Barcelona Andres Iniesta mengatakan Atletico Madrid memang pantas menjuarai Liga Utama Spanyol. Gelar La Liga musim ini adalah yang pertama sejak 1995/1996. “Atletico pantas menjadi juara,” kata Iniesta seperti dilansir Football-Espa-

na. “Tetapi ini mengecewakan untuk kami di musim ini,” tambah pemain timnas Spanyol ini. Musim ini Barcelona tanpa gelar. Dua kali Barcelona dipecundangi Atletico masing-masiong pada perempatfinal Liga Champions dan laga final Liga Spanyol. Gol Koke di leg kedua Liga Champions tak mampu dibalas pemain Barcelona. Jalannya Pertandingan Alexis Sanchez membawa Barcelona unggul pada menit 33, namun disamakan Diego Godin pada menit 49. Musim ini Barcelona tidak seperkasa tahun-tahun sebelumnya. Disingkirkan Atletico pada semifinal Liga Champions dan dipecundangi Real Madrid di Copa del Rey. Pada laga final Liga Spanyol kembali Atletico Madrid memencundangi Barcelona. Tim asuhan Diego Simeone ini masih bisa menambah tropi dengan memenangkan final Liga Champion minggu depan. Babak kedua berjalan dengan keunggulan Barca atas Atletico Madrid 1-0, namun David Villa langsung menyerang pertahanan Barcelona lewat sisi kiri tetapi gol belum tercipta. Pada menit 49 Diego Godin mengubah kedudukan menjadi 1-1 untuk Atletico usai menerima umpan dari Gabi. Atletico pun berada di jalur

(Suara NTB/ist)

SELEBRASI – Pemain Atletico Madrid merayakan golnya ke gawang Barcelona, sementara bintang Barcelona, Lionel Messi terlihat memandangi selebrasi mereka. juara. Pada menit 57 Sergio Busquets ditarik keluar digantikan Alexandre Song. Empat menit berselang giliran Pedro yang ditarik Barcelona untuk digantikan Neymar. Messi memasukkan bola ke gawang Atletico pada menit 61 namun dianulir wasit karena ‘La Pulga’ sudah terlebih dahulu off-side. Messi menendang bola muntahan di depan gawang lawan. Lalu, serangan balik Atletico pada menit 65 dipatahkan Dani Alves dan

kemudian lima menit setelah itu Messi mendapatkan tendangan bebas, tetapi membentur pemain Atletico. Atletico melakukan pergantian pemain pada menit 72 ketika Jose Sosa keluar digantikan Adrian, kemudian satu menit setelah itu Alexandre Song mendapatkan kartu kuning. Barca kembali menciptakan peluang lewat umpan panjang Xavi yang gagal disundul Gerard Pique. Tukar menukar serangan

sampai detik berakhir pertandingan tak mengubah keadaan untuk tetap seri 11 dan Atletico pun melenggang untuk meraih piala dengan tetap tiga poin di atas Barcelona di puncak klasemen La Liga. Barcelona menguasai jalannya pertandingan 64 persen, sementara Atletico 36 persen, sedangkan tendangan mengarah ke gawang Barcelona 4 kali, sebaliknya Atletico 3 kali. (ant/bali post)

Kejurnas Atletik Remaja dan Junior

NTB Raih Enam Medali Emas Mataram (Suara NTB) Kontingen atletik yang diperkuat sembilan atlet remaja dan atlet junior meraih enam medali emas, dua perak dan satu perunggu di Kejurnas Atletik Remaja dan Junior di Jakarta 14 - 16 Mei lalu. Perolehan ini menurun jika dibandingkan perolehan pada event serupa tahun lalu. Tahun ini, NTB ada di peringkat enam besar, setelah Jabar, DKI Jakarta, Jatim, Bangka Belitung dan Sumbar yang menduduki ranking kesatu hingga lima besar perolehan medali emas terbanyak. Pelatih Atletik NTB, Akrin yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Minggu (18/5)kemarin melaporkan sembilan medali NTB itu diboyong lewat nomor lari dan nomor tolak peluru remaja dan junior putra/putri. Enam medali emas NTB dipersembahkan oleh pelari spesialis jarak pendek, Sudirman Hadi di nomor 100 meter dan 200 meter kategori junior. Atlet kelahiran Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu mencatat waktu tercepat di dua nomor spesialisnya, yakni di 100 meter 10,64 detik dan 21,79 detik di nomor 200 meter. Medali emas selanjutnya dipersembahkan oleh Muhaidir Muhammad di nomor 400 meter gawang remaja putra dengan catatan waktu 55, 57 detik, Ni Putu Yogiswari di nomor tolak peluru junior putri, dengan tolakan 11,84 meter, Dewa Ayu Ita Ariyanti di nomor tolak peluru remaja putri, dengan tolakan 12,76 meter. Medali emas yang keenam diraih oleh Nanang Fahmi di nomor tolak peluru junior putra dengan jauh tolakan 15, 43 meter. Kemudian dua medali perak diraih oleh Kamarudin di dua nomor yang berbeda, yakni di nomor 3.000 meter dengan waktu tempuh, sembilan menit, 10.01 detik, serta di nomor 1.500 meter dengan catatan waktu empat menit, 07,15 detik. Sedangkan satu keping medali perunggu diraih oleh Fajar Bahari di nomor 400 meter putra dengan catatan waktu 57,66 detik. Dikatakan Akrin, perolehan enam medali emas, dua perak dan satu perunggu tersebut menempatkan kontingen NTB di peringkat enam besar nasional, terpaut jauh di bawah Jawa Barat (Jabar) yang menempati peringkat pertama dengan perolehan 18 emas, 11 perak dan 13 perunggu. Disusul DKI Jakarta di posisi kedua, 15 emas, delapan perak dan lima perunggu, kemudian Jatim di peringkat ketiga (sembilan emas ,13 perak dan tujuh perunggu), Bangka Belitung keempat (sembilan emas, 10 perak dan enam perungu), Sumatra Barat kelima (tujuh emas, tiga perak dan delapan perungu). Kemudian di bawah NTB terdapat Jawa Tengah di posisi tujuh (empat emas, empat perak dan lima perunggu). Untuk diketahui perolehan enam medali emas NTB di kejurnas tahu ini bisa dikatakan menurun dibanding dengan hasil perolehan medali emas di Kejurnas Atletik Remaja dan Junior di Tahun 2013 lalu, dimana pada kejurnas sebelumnya kontingen NTB meraih 11 medali, yakni enam emas, tiga perak dan tiga perunggu. Menurunnya perolehan medali NTB di kejurnas tahun ini dinilai karena sedikitnya jumlah atlet yang dikirim oleh pengurus cabor atletik di event tersebut. Jumlah atlet yang dikirim tahun ini sengat minim, yakni setengah dari jumlah atlet yang dikirim oleh PASI NTB tahun 2013 lalu, dimana pada tahun 2013 lalu NTB mengirim 20 atlet, satu official dan enam pelatih. (fan)

Kontroversi di Gelar Ganda Bayern Berlin Bayern Munchen mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 untuk sekaligus mempertahankan gelar juara DFB Pokal atau Piala Jerman yang merupakan trofi ke-17 turnamen ini yang diperoleh Munchen sepanjang sejarah. Namun, gelar ini diwarnai kontroversi menyusul adanya gol Dortmund yang dianulir wasit. Dua gol Bayern dicetak Arjen Robben pada menit kedua babak kedua perpanjangan waktu atau menit ke-107 dan Thomas Muller pada menit kedua waktu tambahan babak kedua perpanjangan waktu atau menit 122. Partai final Piala Jerman yang berlangsung di Olympiastadium, Berlin, Jerman, Minggu dini hari WIB tersebut terpaksa berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim gagal mencetak gol selama 90 menit waktu normal. Pun demikian, Dortmund boleh jadi merasa trofi Piala Jerman dicuri dari tangan mereka oleh keputusan keliru wasit Florian Meyer pada menit 64. Sundulan Mats Hummels ke gawang Munchen yang sudah tidak terkawal Manuel Nueur terlihat sudah melewati garis gawang berdasarkan tayangan ulang, akan tetapi disapu Dante keluar dan tidak dinyatakan gol oleh Meyer. Meski mendapat protes dari para pemain Dortmund, Meyer bergeming tidak mengubah keputusannya. Munchen mendominasi sedikitnya hingga 60 menit pertama pertandingan, namun tidak mampu mengkonversikannya menjadi gol. Hal serupa juga dialami Dortmund yang mulai meningkat permainannya sejak menit 60, namun tak kunjung menciptakan gol. Memasuki babak perpanjangan waktu, kelelahan yang

dirasakan kedua tim mulai terlihat, khususnya pada babak kedua perpanjangan waktu. Namun, Robben akhirnya memecah kebuntuan untuk membawa Munchen unggul setelah mencetak gol usai menerima umpan silang dari Jerome Boateng. Gol tersebut berawal dari blunder yang dilakukan Marcel Schmelzer setelah kehilangan bola di area pertahanan sendiri kepada Boateng, usai menerima bola umpan dari Weidenfeller. Boateng yang segera melihat Robben berdiri bebas segera melepaskan umpan silang dan disambut tendangan sentuhan pertama yang kali ini berhasil mengelabui Weidenfeller. Sesaat setelah itu, Franck Ribery yang sebelumnya masuk pada menit 30 menggantikan Philipp Lahm harus ditarik keluar lapangan untu-

ki digantikan Claudio Pizarro. Sementara Jurgen Klopp mengirimkan Jonas Hofmann menggantikan Kevin Grosskreutz. Dortmund tak menyerah, mereka kembali menyusun serangan, akan tetapi hingga peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Munchen justru sukses memperbesar kemenangan setelah Muller berhadapan satu lawan satu dengan Weidenfeller dan melewatinya untuk menceploskan bola dengan mudah ke gawang Dortmund di menit kedua waktu tambahan babak kedua perpanjangan waktu atau menit ke-122. Pertandingan berakhir dengan keberhasilan Munchen mempertahankan status sebagai pemenang Piala Jerman, menutup laga dalam skor 2-0. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

DIANULIR - Cuplikan tayangan video dari gol Dortmund yang dianulir wasit, meski sudah jelas melewati garis gawang.

Milasari dan Mariati Tak Terkalahkan Mataram (Suara NTB) Dua pesilat NTB, Indria Milasari dan Mariati belum terkalahkan dan berhasil mempersembahkan dua medali emas di Kejurnas Pencak Silat di Jakarta 10-19 Mei 2014. “Sesuai yang menjadi target kami, pesilat NTB Mariati dan Milasari yang kita targetkan medali emas berhasil meraih dua medali emas,” ucap Sekum Pengprov IPSI NTB, Baharuddin yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Minggu (18/5). Dikatakannya, informasi

yang diterimanya dari kontingen silat NTB bahwa dua pesilat NTB Mariati dan Indria Milasari belum terkalahkan di ajang tingkat nasional. Kedua atlet peraih medali emas di pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 itu masih menjadi yang terbaik karena berhasil mempersembahkan masing-masing satu medali emas di kelasnya. Diceritakannya, pada laga final kejurnas pencak silat, Minggu (18/5) kemarin pesilat putri NTB Milasari berhasil mengalahkan pesilat asal Jam-

bi, Rosiati di kelas E putri. Sebelum tampil di laga final, pada laga semifinalnya Milasari berhasil menyingkirkan atlet Kaltim, Anita Mayasari. Sementara itu, rekannya sesama atlet NTB, Mariati yang turun di laga final kelas D putri menang angka atas pesilat Jawa Barat (Jabar), Dwi Septiyanti, dan di laga sefinalnya Mariati menyingkirkan atlet asal Jawa Tengah (Jateng) yang pernah dikalahkannya di PON Riau 2012 lalu. Sayangnya sukses dua pesilat ini belum bisa diikuti oleh

delapan pesilat lainnya. Dua pesilat Pelatda NTB, Nur Wahidah dan Udin yang sempat diunggulkan gagal menorehkan prestasi. Kedua pesilat ini tersingkir di babak delapan besar dan laga penyisihan kejurnas. “Nur Wahidah tersingkir di babak delapan besar, sementara Udin yang juga merupakan atlet Pelatda kalah di babak pertama penyishan, demikian juga sisa enam atletnya juga tersingkir di babak penyisihan,” ucapnya. Bagi Baharuddin, dua medali emas yang diraih atlet NTB

itu cukup memuaskan. Pasalnya hasil dua emas itu sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh IPSI NTB, dimana sebelumnya pengurus IPSI NTB hanya mematok target dua medali emas dari Milasari dan Mariati, sementara sisa delapan atlet lainnya merupakan atlet pendatang baru yang masih membutuhkan pengalaman tanding, sehingga tak dibebani target emas. Sementara infomasi yang diterima Suara NTB bahwa kontingen silat NTB akan kembali ke Mataram, Senin (19/5) malam ini. (fan)

(Suara NTB/ist)

UNTUK WENGER – Sejumlah pemain Arsenal mempersembahkan gelar juara FA musim ini untuk manajer kesayangan mereka, Arsene Wenger.

Ramsey Akhiri Penantian Wenger Jakarta Aaron Ramsey mengantarkan Arsenal meraih trofi pertamanya dalam kurang dari sembilan tahun terakhir setelah pada final Piala FA melawan Hull City di Stadion Wembley, menang susah payah 3-2 dalam laga yang berlangsung 120 menit dini hari kemarin. Ini adalah gelar kedua Arsenal sejak delapan tahun, 11 bulan dan 25 hari silam sejak Patrick Vieira mengantarkan The Gunners menjuarai Piala FA pada. Arsene Wenger yang nasibnya ditentukan oleh laga di Piala FA ini sempat harus menahan nafas ketika Arsenal tertinggal 0-2 dalam 17 menit pertama pertandingan ini. Arsenal sudah kemasukkan pada menit ketiga lewat gol James Chester yang diawali setpiece Stephen Quinn yang melepaskan tendangan bebas yang diarahkan kepada Tom Huddlestone di tepi kotak penalti. Mantan pemain Tottenham ini melancarkan tendangan voli dan membentur tumit Chester sehingga Lukasz Fabianski mati langkah dan harus membiarkan bola masuk ke gawangnya. Hull menggandakan gol ini pada menit 8 lewat Curtis Davies yang juga meneruskan set-piece yang kali ini dirancang David Meyer untuk disambut Alex Bruce dengan tandukan dan ditepis Fabianski. Bola halauan kiper Arsenal ini disambut Davies untuk dikonversinya menjadi gol dari sudut sempit. Menit 17, Arsenal mencetak gol lewat Santi Carzola yang melepaskan tendangan bebas yang disebut BBC.com sebagai tendangan bebas terbaik di Wembley setelah Paul Gascoigne melakukannya ke gawang Arsenal pada semifinal Piala FA 1991. Memasuki babak kedua, Arsenal kian gencar menyerang, namun baru pada menit 71 bisa menyamakan kedudukan lewat Laurent Koscielny

yang memanfaatkan bola liar dari sundulan Bacary Sagna yang vmembentur Giroud untuk jatuh di depan kaki Koscielny. Alan McGregor berusaha menutup ruang tembak Koscielny namun gagal. Gol ini membuat Arsenal menjadi tim pertama dalam 20 tahun terakhir yang berhasil bangkit akibat ketinggalan di babak pertama final Piala FA setelah Liverpool melakukannya pada 2006. Arsenal terus menyerang, namun kedudukan 2-2 tidak berubah sampai 90 menit waktu normal usai, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Akhirnya penantian juara bertahun-tahun Arsenal ditentukan oleh gol Aaron Ramsey pada menit 109 atau hanya tiga menit menjelang laga usai. Sentuhan tumit Olivier Giroud yang cerdas diteruskan oleh Aaron Ramsey dan pemain Wales ini melepaskan tendangan first-time masuk ke gawang Hull. Gol yang indah dan tak bisa dibalas Hull sehingga Arsenal pun juara Piala FA. Ramsey sendiri mempersembahkan gol dan kemenangan timnya untuk manajer klubnya Arsene Wenger. “Selama beberapa musim terakhir kami terus di bawah tekanan, namun sang manajer selalu mempercayai kami. Ini untuk Arsene, dan kami tahu dia akan selalu mencatat,” kata Ramsey kepada ITV seperti dikutip BBC.com. “Yang satu ini untuk manajer dan penggemar yang mempercayai kami, bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik bagi kami,” sambung dia. Gelandang Mikel Arteta mengamini Ramsey dengan berkata, “Ini tak terbayangkan, ketika Anda tertinggal 02 ini sungguh jarang bisa bangkit dan memenangkan Piala. Semoga ini awal dari sesuatu yang sungguh bagus”. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 19 Mei 2014

Halaman 12

Rapimnas Golkar Beri Aburizal Mandat Tentukan Koalisi Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan hasil Rapat Pimpinan Nasional VI Partai Golkar memutuskan memberikan mandat penuh kepadanya selaku ketua umum untuk menentukan arah koalisi pada Pemilu Presiden 2014. “Memberikan kewenangan dan mandat penuh kepada Ketua Umum untuk mengambil kebijakan politik dan menentukan koalisi,” kata Aburizal Bakrie dalam keterangan pers saat membacakan keputusan Rapimnas di

RUPA - RUPA

Jakarta, Minggu (18/5). Ical menjelaskan Rapimnas belum memastikan arah koalisi Partai Golkar. Sampai saat ini pihaknya masih berkomunikasi intensif, baik dengan PDI-P, Gerindra maupun dengan gagasan membangun poros baru bersama Partai Demokrat. Selain memberi mandat penuh untuk menentukan arah koalisi, Rapimnas juga memberikan mandat Aburizal Bakrie menjadi calon presiden atau calon wakil presiden untuk berpasangan dengan calon dari partai lainnya. Keputusan Rapimnas ini menggugurkan keputusan Rapimnas III tahun 2011 yang menetapkan Aburizal Bakrie sebagai capres dari Partai Golkar. Menurut Wakil Ketua SC dan juga tim perumus Firman Subagyo, keputusan Rapimnas VI memberikan payung hukum kepada Aburizal untuk menjalin komunikasi dan menentukan arah koalisi. “Keputusan ini juga mengunci inter-

(ant/bali post)

Aburizal Bakrie nal partai yang mau bermanuver sehingga menjadi solid, mandat dipegang penuh oleh Ketua Umum,” kata Firman. Firman menjelaskan komunikasi intensif dengan Ketum DPP PDIP Megawati masih terus berlangsung, namun ketiga opsi masih sama-sama kuat. (ant/bali post)

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Senin, 19 Mei 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

LAUNDRY

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


KESEHATAN

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 14

Rumitnya Membasmi Ketombe Ketombe merupakan gangguan kesehatan di kulit kepala yang sebenarnya tergolong ringan. Namun, menyembuhkan ketombe ternyata sangatlah rumit. Padahal, tak kurang dari 99 persen orang pernah memiliki masalah dengan penyakit menyebalkan ini. TAK dapat dipungkiri, hampir semua orang pernah menjadi korban dari ketombe di rambutnya. Sayangnya, sampai sekarang masih sedikit yang tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Thomas L. Dawson, Ph.D., ilmuwan di Procter & Gamble yang bekerja untuk shampo Head & Shoulders, seperti dikutip dari detik.com menjelaskan, “shampoo dan perawatan kulit kepala biasa dapat membantu Anda jika masalah ketombenya ringan.” Namun produk-produk itu mungkin tidak selalu bermanfaat bagi orang yang kulit kepalanya mudah mengelupas dan iritasi. Penyembuhan ketombe memang cukup pelik. Karena itulah, penelitian – demi penelitian pun dibuat. Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Chemistry memperlihatkan, bahwa para ilmuwan telah menemukan jamur penyebab ketombe yaitu Malassezia globosa. Malassezia globosa merupakan jamur yang banyak terdapat pada kulit bayi yang baru lahir. Jamur ini hidup di lapisan atas kulit tanpa menyebabkan masalah. Namun diperkirakan pada 50 persen populasi, jamur ini membuat liang dalam folikel rambut dan untuk alasan yang tidak diketahui, tubuh pun bereaksi. Sel-sel kulit menjadi iritasi dan terkelupas empat kali lebih cepat dari biasanya dan terjadi hampir setiap hari. Ilmuwan telah lama tahu bahwa malassezia adalah dalang di balik ketombe namun karena jamur ini sulit ditumbuhkan di laboratorium sehingga sulit dipelajari. Pada tahun 2007, Dawson dan tim peneliti dari Johnson & Johnson mengurutkan genom malassezia.

Temuan itu memberi cara baru untuk mempelajari organisme tersebut sekaligus memicu penemuan cara untuk menghentikannya. Selain itu, tim peneliti Italia dan Inggris mampu menggunakan genom malassezia untuk mencari protein yang mungkin penting bagi pertumbuhan malassezia dan sebuah enzim yang membantu jamur tersebut memecah karbondioksida. “Ketika Anda menghalangi enzim ini maka organismenya takkan tumbuh dengan baik lalu mati,” ujar Claudiu T. Supuran, profesor kimia di University of Florence seperti dilansir dari WebMD. Lebih jauh lagi, enzim tersebut dapat dihentikan dengan obat-obatan antibakteri yang disebut sulfonamida atau sulfa yang telah beredar sejak tahun 1930-an. Para dokter sendiri telah memberikan skala untuk penderita ketombe dari 0-80. Kebanyakan orang dengan kasus ketombe biasa berada di kisaran 15-30. Skala 15 adalah titik dimana ketombe dapat terlihat dengan mata telanjang. Namun produk biasa hanya dapat mengatasi kasus ketombe di kisaran 15-30. Namun tidak mempan bagi orang dengan kasus ketombe parah. Di laboratorium, Dawson dan timnya pun telah memusatkan perhatian pada satu enzim yang membantu memecah jamur dan mencerna lemak yang diproduksi oleh kulit. Menghentikan enzim tersebut pada dasarnya juga memotong suplai makanan jamur. Disitu peneliti mencoba untuk menggunakan seng dalam shampo untuk menghambat enzim tersebut. Katanya, kuncinya adalah menemukan partikel seng dengan ukuran yang tepat. Jika ukuran sengnya

terlalu besar, takkan mempan pada jamur yang suka hidup di dalam folikel rambut. Sebaliknya jika terlalu kecil, saat dibilas sengnya akan luruh bersama shampoo. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah, dr. Susie Rendra, SpKK menyebutkan, pemakaian shampo yang berlebihan atau malah kurang juga bisa menyebabkan ketombe karena kulit kepala jadi memproduksi minyak. Susie menjelaskan ketombe seringkali muncul pada pasien den-

gan bawaan kulit kepala yang berminyak. Tingginya kadar minyak di kulit kepala, menyebabkan munculnya peradangan kulit yang dipicu oleh jamur Malassezia spp. Jamur ini bersifat lipofilik, sehingga lingkungan mikro dengan kadar minyak tinggi menyuburkan pertumbuhannya. Menurut dr. Susie, ketombe yang tak tertangani dengan baik memang dapat menyebabkan rambut rontok. Oleh karena itu untuk mengatasi rambut rontok, sebaiknya atasi dulu permasalahan ke-

tombenya. Untuk mengobati ketombe, ia menyarankan menggunakan shampoo yang mengandung zinc pirition, tea tree oil, ataupun shampoo antijamur yang mengandung ketokonazol. Sementara itu, menurut situs Live Strong, salah satu penyebab kenapa ketombe sering dikaitkan dengan kerontokan rambut adalah karena ketombe menyebabkan iritasi dan rasa gatal di kulit kepala. Orang yang berketombe otomatis sering menggaruk kulit kepala mereka untuk mengatasi rasa gatal

tersebut. Menggaruk kurit kepala yang dilakukan dengan sering ini bisa menyebabkan akar rambut jadi tidak kuat. Inilah yang kemudian membuat rambut menjadi rontok. Ketombe juga bisa menjadi pemicu rambut rontok karena saat rambut dipenuhi bintik putih itu bisa menyebabkan menutupi folikel rambut. Ketika folike rambut dipenuhi ketombe, rambut baru tidak bisa tumbuh, inilah yang menyebabkan kerontokan. (berbagai sumber)

Tujuh Cara Atasi Ketombe Ketombe memang gangguan kesehatan yang ringan. Namun, jika diabaikan, ketombe bisa membawa efek berantai seperti gatal - gatal, penipisan rambut, hingga kerontokan. Karenanya, penting untuk mengetahui cara memerangi ketombe, seperti dikutip dari All Women Stalk dan dilansir oleh detik.com :

Madu Dr. Maloney, seorang dokter naturopati atau ahli obat alami, menyarankan agar Anda mengoleskan madu yang telah dicampur air, lalu diamkan selama tiga jam. Setelah itu, cuci hingga bersih. Madu akan membuat ketombe hilang dalam satu minggu.

Mouisturizer Rambut Ada beberapa faktor yang dapat menghilangkan kelembaban alami rambut, seperti kondisi lingkungan memburuk, polusi, sinar matahari, serta udara kering sehingga bisa menimbulkan masalah ketombe. Maka dari itu, rambut perlu dijaga kelembabannya dengan memakai moisturizer. Cuci rambut setidaknya dua hari sekali, kemudian tambahkan moisturizer dan kondisoner setelahnya.

Cari Tahu Jenis Ketombe Ketombe mempunyai banyak varian, ada yang menyebabkan kulit mengelupas dan memerah. Jika seperti itu, butuh perawatan khusus atau konsultasi ke dokter. Makanya, kenali jenis ketombe Anda.

Konsultasi dengan Penata Rambut Terkadang, ketombe disebabkan oleh kesalahan pemakaian produk yang tidak cocok dengan jenis rambut Anda. Jika tidak ingin rambut semakin bermasalah, sebaiknya konsultasikan hal itu dengan sang penata rambut untuk mendapat pengarahan produk mana yang sesuai dengan rambut Anda.

Shampoo Tree Tea Oil Shampoo yang mengandung tree tea oil dapat mengurangi ketombe karena mengandung minyak esensial yang merupakan antiseptik alami sebagai obat anti jamur. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Dermatology edisi 47, kandungan tree tea oil merupakan obat yang efektif dalam memberantas ketombe.

Gunakan Shampoo Khusus Bila Rambut Berminyak Bila rambut Anda berminyak dan ketombean, coba gunakan shampoo yang dikhususkan untuk jenis rambut ini. Mungkin perawatannya menjadi lebih mahal, tapi hal ini demi kesehatan ‘mahkota’ Anda. Jika ingin hasil yang maksimal, Anda disarankan pergi ke dokter kecantikan.

Pastikan Anda Tidak Memiliki Kutu Ketombe dengan telur kutu sangat mirip yang terkadang membuat Anda keliru. Sebelum melakukan pengobatan, lebih baik yakinkan dahulu kalau itu benarbenar ketombe.


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Senin, 19 Mei 2014

Halaman 15

Kursi Golkar Menurun, Aburizal Bakrie Minta Maaf Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta maaf kepada seluruh kader dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VI atas hasil perolehan kursi pemilu legislatif pada 9 April 2014 yang menurun dan hanya menempatkan partai berlambang pohon beringin di posisi kedua di bawah PDI-P. “Dengan besar hati harus kita akui, hasil akhirnya memang tidak sesuai dengan harapan kita. Untuk itu, selaku ketua umum, sayalah yang paling bertanggung jawab. Di hadapan Saudara semua, saya menyampaikan permintaan maaf dari hati terdalam,” kata Aburizal Bakrie pada pembukaan Rapimnas ke VI Partai Golkar di Jakarta, Minggu (18/5) Pada pemilu 2009 lalu Partai Golkar meraih 106 kursi di DPR namun pada pemilu kali ini hanya bisa meraih 91 kursi, atau turun15 kursi. Untuk itu Aburizal meminta para para kadernya untuk tidak menyalahkan pimpinan lain-

nya, melainkan dirinyalah yang paling bertanggung jawab. Pada kesempatan itu Aburizal juga memberikan apresiasi yang tinggi dan menghargai kerja keras semua kader dalam memperjuangkan kemenangkan pemilu legislatif. Meski perolehan kursi menurun, ia meminta seluruh kadernya agar tidak larut dalam pesimisme sebab suara dukungan rakyat untuk Partai Golkar naik sekitar empat juta suara di Pemilu 2014 dibandingkan perolehan suara di Pileg 2009. Partai Golkar menggelar Rapimnas VI guna menentukan agenda penting terkait pemilihan presiden. Sampai

saat ini masih terdapat tiga opsi yang beredar di para peserta Rapimnas yakni opsi, apakah akan ikut bergabung koalisi dengan PDI-P, bergabung dengan koalisi Partai Gerindra, atau justru membentuk poros baru bersama Partai Demokrat. Keputusan terkait hal tersebut akan dilaksanakan malam ini setelah mendengarkan pandangan dari DPD-DPD I dan hasta karya yang memiliki hak suara dalam Rapimnas ini. Rapimnas Golkar diikuti seluruh pimpinan partai di tingkat pusat, Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I dan ormas sayap pendiri dan yang didirikan atau hasta karya. (ant/Bali Post)

RAPIMNAS PARTAI GOLKAR - Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie (keempat kanan) bersama para petinggi Partai Golkar menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VI Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Minggu (18/5).

Politisi Golkar Ragukan Kemampuan Pramono Edhie

Demokrat Gelar Rapimnas Bahas Sikap Politik Jakarta (Suara NTB) Partai Demokrat menggelar rapat pimpinan nasional yang akan dibuka oleh Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Minggu (18/5), dengan agenda membahas arah dan sikap politik partai menghadapi pemilihan presiden 2014. ‘’Ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam rapimnas, tapi agenda utamanya arah dan sikap politik Partai Demokrat menghadapi pilpres 2014,’’ kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, melalui siaran persnya. Menurut Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, agenda utama tersebut sudah ditunggu seluruh kader Partai Demokrat. Para kader akan dimintai masukan untuk menentukan pilihan politik partai ke depan. “Para kader akan menentukan sendiri opsi terbaik yang akan diambil Partai Demokrat sekaligus konsolidasi kader agar tetap solid menjalankan arahan dan kebijakan partai,” katanya. Ibas juga menyatakan Partai Demokrat mengapresiasi pandangan dan kritik dari semua pihak terhadap langkah yang diambil pada Pemilu Presiden 2014. “Bagi Partai Demokrat, pandangan maupun kritik adalah bukti bahwa kami masih diperhitungkan rakyat Indonesia di dunia politik nasional,” kata Ibas. Sementara itu, soal koalisi yang akan dibangun Partai Demokrat, Ibas mengatakan hal itu dilakukan dengan pertimbangan matang untuk kepentingan masa depan bangsa. “Kami tidak ingin koalisi hanya didasari untuk sekadar menggenapkan syarat pengusungan capres dan cawapres saja,” tegas Ibas. Menurut wacana yang berkembang, Partai Demokrat akan berkoalisi dengan Partai Golkar menghadapi Pilpres 2014, pada 9 Juli mendatang. Selain Partai Demokrat, Partai Golkar juga menyelenggarakan Rapimnas di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Minggu kemarin. (ant/Bali Post)

Cawapres PDIP Diumumkan Sebelum 20 Mei Semarang (Suara NTB) Pengumuman nama calon wakil presiden yang diusung oleh PDIP, NasDem, PKB, dan Hanura akan dilakukan sebelum 20 Mei 2014, kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Tjahjo melalui pesan singkatnya di Semarang, Minggu (18/5), menegaskan bahwa pihaknya akan mengumumkan nama bakal cawapres sebelum 20 Mei atau batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke KPU Pusat. (ant/Bali Post) Nama cawapres terseTjahjo Kumolo but, kata Tjahjo yang juga anggota Komisi I DPR RI asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, akan diumumkan secara langsung oleh Joko Widodo sebagai capres dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri serta didampingi oleh ketua umum partai pengusung lainnya. Pernyataan Sekjen DPP PDIP itu terkait dengan pemberitaan di media massa yang seolah menyatakan bahwa pihaknya sudah memutuskan cawapres yang kelak akan mendampingi Joko Widodo pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI, 9 Juli mendatang. Tjahjo menegaskan bahwa penetapan pasangan capres dan cawapres berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, yakni pasangan calon diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah nasional dalam Pemilu Anggota DPR. Menurut alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu, persoalan cawapres yang akan mendampingi Jokowi merupakan persoalan yang penting dan strategis serta sangat menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia. “Penetapan bakal cawapres pasti akan dilakukan oleh Pak Jokowi dengan cara saksama dan hati-hati serta melalui berbagai pertimbangan yang mendalam, khususnya dari Pak Jokowi dan Ibu Megawati Soekarnoputri serta didiskusikan dengan pimpinan parpol kerja sama lainnya, seperti NasDem, PKB, dan Hanura,” katanya. PDIP menegaskan bahwa capres dan cawapres merupakan satu kesatuan kepemimpinan nasional. Kepemimpinan nasional yang diusung merupakan kepemimpinan Trisakti yang memiliki komitmen besar terhadap Pancasila, UUD 1945, kebinekaan Indonesia, dan NKRI, serta mendedikasikan hidupnya untuk rakyat. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

Bambang Soesatyo

Jakarta (Suara NTB) Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meragukan kemampuan politisi Partai Demokrat, Pramono Edhie, yang tengah digadang-gadang dipasangkan dengan Aburizal Bakrie atau ARB. ‘’Koali-

si Golkar dan Demokrat dengan cawapresnya Pramono Edhie yang pasti belum putus. Nanti tunggu hasil Rapimnas Golkar. Tapi laku tidak calon dari Demokrat itu?,’’ kata Bambang di Jakarta, Sabtu (17/5). Ia menyatakan keheranannya karena Konvensi Demokrat adalah untuk mencari bakal calon presiden, bukan untuk cawapres. ‘’Aneh

juga ya. Masa cawapresnya dari konvensi, lucu-lucuan, koalisi odong-odong dong itu namanya. Dan itu artinya Golkar masuk dalam ‘’Jebakan Batman’’,” katanya. Bambang juga mempertanyakan sikap Golkar yang memasangkan ARB dengan Pramono Edhie. ‘’Koalisi kok sama partai yang saat sedang dihukum

dan dihujat rakyat? Indikatornya kan mudah. Partai tersebut (Demokrat) terjun bebas dari 20-an persen ke 10 persen,’’ ujar anggota Komisi III DPR RI itu. Golkar, kata Bambang, lebih baik dan tepat berkoalisi dengan PDIP. ‘’Menurut saya, Golkar merapat ke PDIP itu sudah tepat,’’ pungkasnya. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

Biaya Tes Kesehatan Sepasang Capres-Cawapres Rp 150 Juta Jakarta (Suara NTB) Biaya pemeriksaan kesehatan untuk satu pasang bakal calon presiden dan wakil presiden menghabiskan anggaran Rp150 juta, kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah. “Biaya pemeriksaan kesehatan untuk satu orang bakal calon itu Rp75 juta, jadi kalau ada dua orang, bakal capres dan cawapres, berarti Rp150 juta,” katanya di Jakarta, Minggu (18/5). Rincian biaya tersebut, selain untuk tes kesehatan bakal pasangan calon, juga termasuk menyewa seluruh fasilitas dan pelayanan kesehatan di rumah sakit selama tes berlangsung. “Rumah sakit itu nanti hanya diperuntukkan bagi bakal pasangan capres dan cawapres, pasien umum tidak diperkenankan memeriksakan diri selama proses tes kesehatan itu berlangsung. Jadi biaya itu semacam untuk mengganti rugi kepada rumah sakit kare-

na tidak menerima pasien umum selama itu,” katanya. Pelaksanaan tes kesehatan dilakukan sehari setelah bakal pasangan capres dan cawapres mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas administrasi ke KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta Pusat. “Jika bakal pasangan capres dan cawapres itu mendaftarkan diri hari ini, maka besok (19/5) mereka harus tes kesehatan di rumah sakit,” katanya. Proses tes kesehatan sendiri diperkirakan memakan waktu selama tujuh jam untuk satu pasangan capres dan cawapres. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), KPU menunjuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto sebagai tempat pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden. “Hasil pertemuan kami

dengan IDI kemarin menghasilkan rekomendasi RSPAD Gatot Subroto sebagai tempat pemeriksaan kesehatan pasangan bakal capres dan cawapres,” kata Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik. Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut akan diumumkan bersamaan dengan kelengkapan berkas administrasi persyaratan pasangan bakal calon pada 31 Mei 2014. Apabila salah satu pasangan calon dinyatakan tidak sehat, baik secara jasmani maupun rohani, maka parpol dapat mengajukan pengganti calon tersebut. “Kalau dalam proses tes kesehatan ada yang tidak memenuhi syarat, maka bisa diusulkan calon penggantinya,” ujar Husni. Hingga Minggu siang, belum ada parpol atau gabungan parpol yang mendaftarkan pasangan bakal capres dan cawapres untuk perhelatan Pilpres pada 9 Juli mendatang. (ant/Bali Post)

KPU Buka Pendaftaran Pasangan Bakal Capres/Cawapres Jakarta (Suara NTB) KPU RI mulai hari Minggu (18/5) sampai Selasa (20/ 5) membuka pendaftaran untuk pasangan bakal calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) masa jabatan 2014-2019. Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah beberapa waktu lalu menjelaskan, partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengajukan pasangan calon adalah partai politik yang memperoleh kursi di DPR paling sedikit 20 persen atau memperoleh suara sah paling sedikit 25 persen dari jumlah suara sah nasional dalam Pemilu Anggota DPR pada April lalu. “Kalau berdasarkan jumlah kursi berarti hitungannya 20 persen dari 560 kursi DPR atau 112 kursi. Artinya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 112 kursi di DPR dapat mengajukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah di kantor KPU, Jakarta, pekan lalu. Sementara dalam sosialisasinya di hadapan wakilwakil partai politik, di Ruang Sidang Utama KPU, Jl. Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta, Ju-

mat (16/5), Ketua KPU Husni Kamil Manik menjelaskan, sesuai Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014 tentang Tahapan Pemilu, untuk pemeriksaan kesehatan akan digelar satu hari setelah pasangan bakal Capres-Cawapres mendaftarkan diri. “Untuk proses verifikasi kelengkapan dokumen pendaftaran, KPU akan melaksanakannya pada tanggal 18 hingga 23 Mei 2014,” ungkapnya. Kemudian pada 22-24 Mei 2014, KPU akan mengumumkan hasil verifikasi dokumen kelengkapan tersebut. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan data yang tercantum pada dokumen pendaftaran, kata Husni, peserta harus menyerahkan perbaikan dokumen tersebut pada 24-27 Mei 2014. Setelah itu, KPU akan kembali melakukan verifikasi atas perbaikan dokumen selama empat hari (26-29 Mei 2014), untuk selanjutnya mengumumkan hasil verifikasi perbaikan dokumen pada 28-30 Mei 2014. Menurut Husni, KPU akan menetapkan nama-nama pasangan Capres dan Cawapres peserta Pemilu 2014 pada 31 Mei 2014. Sedangkan pengambilan nomor

urut pasangan CapresCawapres akan digelar pada 1 Juni 2014. Mengenai petunjuk teknis penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang harus disertakan pada saat pendaftaran, Budi Waluyo, selaku narasumber yang hadir dari Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, form LHKPN Model KPK-A diperuntukkan kepada bakal calon yang sebelumnya belum pernah melaporkan harta kekayaannya pada KPK. Sedangkan form LHKPN Model KPK-B untuk bakal calon yang sudah pernah melaporkan harta kekayaannya. “Form tersebut dapat diperoleh secara langsung ke KPK atau dapat diunduh melalui website KPK kpk.go.id,” katanya. Budi Waluyo berharap bakal Capres dan Cawapres nantinya menyampaikan LHKPN tersebut secara langsung kepada KPK melalui Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN di gedung KPK Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-1 Jakarta, 12920. (ant/Bali Post)

Kapal Rombongan Kapolres Buton Tenggelam di Perairan Wakatobi Kendari (Suara NTB) Kapal yang membawa Kapolres Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), AKBP Fachrurrozi, bersama tujuh orang lainnya tenggelam di Perairan Wakatobi Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto, di Kendari, Minggu (18/5), mengatakan kronologi kecelakaan laut itu terjadi pada Sabtu (17 Mei) pukul 15 .00 Wita, Kapolres Buton bersama anggotanya berlayar bersama dengan delapan penumpang. Dari jumlah penumpang kapal tersebut katanya, baru satu orang (Briptu Hengki) yang ditemukan selamat, sementara tujuh orang lainnya termasuk Kapolres Buton masih dalam pencarian. ‘’Dalam kapal tersebut terdiri anggota Polres Buton lima orang dan tiga orang sipil menggunakan bodi atau kapal bantuan dari Perikanan GT 2 menuju karang Kapota Wakatobi

dalam rangka memancing. Pada pukul 22.00 Wita badai datang menghantam kapal tersebut tersebut sehingga kapalnya terbalik,’’ katanya. Pada pukul 23.30 Wita, anggota Polres Buton yang merupakan rombongan tersebut, Briptu Hengki berupaya mencari pertolongan dengan cara berenang. Pada pukul 04.30 Wita, Briptu Hengki ditolong dengan kapal nelayan. Dan jam 06.00 Wita, Briptu Hengki tiba di Wanci Ibukota Wakatobi dan melaporkan kejadian tersebut di Kantor Sat Pol Air Wakatobi. Nama-nama anggota yang belum ditemukan, Kapolres Buton AKBP Fachrurrozi, Kabag Ops Polres Buton, Kompol Jamaludin, KSPKT Ipda Hasani, Banit Propos Brigadir Suroto, Ketua Pengadilan Kabupaten Buton, Wahyu. dan dua orang kru kapal. (ant/Bali Post)

PKS Usulkan Cawapres Hidayat, Anis dan Ahmad Heryawan Jakarta (Suara NTB) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendeklarasikan secara resmi dukungannya kepada calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mengusulkan tiga nama kader PKS untuk calon wakil presiden. “Ya kami usulkan tiga nama dari kader kita untuk dibahas, Pak Hidayat Nur Wahid, saya sendiri dan Pak Ahmad Heryawan,” kata Presiden PKS Anis Matta hari ini di Jakarta. Ia mengatakan, cawapres yang akan dipilih oleh Prabowo akan dibahas bersama dalam forum koalisi mengingat partai lainnya juga mengusulkan kadernya sebagai cawapres. Forum koalisi kemungkinan akan digelar dalam satu atau dua hari mendatang. Ia menambahkan, pihaknya nantinya akan menerima keputusan siapapun calon wakil presiden yang layak untuk diajukan. “Siapapun yang layak nanti akan diputuskan,” katanya. Sebelumnya, PAN dalam

rapimnas, Rabu (14/5) di Jakarta juga mengumumkan secara resmi dukungannya kepada Prabowo Subianto dan mengusulkan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden-nya. Untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo, Hatta telah mengundurkan diri sebagai Manteri Koordinator Perekonomian. Soal koalisi, seusai deklarasi di DPP PKS, Anis mengatakan, PKS dan Partai Gerindra menyepakati koalisi dilakukan oleh keduanya baik di dalam pemerintahan maupun di parlemen. Ia mengartikan bahwa koalisi tersebut dibentuk baik menang maupun kalah. ‘’Iya menang atau kalah tetap berkoalisi, baik di pemerintahan maupun oposisi,’’ katanya. Kesepakatan tersebut dimasukkan dalam piagam deklarasi antarkedua partai. Dalam piagam disebutkan, “Koalisi dibentuk di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan (di dalam parlemen).” (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

CAWAPRES - Tiga kader PKS ini diusulkan sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto masing-masing, Ahmad Heryawan (kiri) Anis Matta (tengah) dan Hidayat Nur Wahid.


Senin, 19 Mei 2014

Mataram (Suara NTB) Ratusan umat agama Hindu di NTB melaksanakan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936 di Graha Bakti Praja kantor Gubernur NTB, Sabtu (17/5). Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, MSi, Sekda Kota Mataram, Ir. H. Lalu Makmur Said, MM, Danrem Wira Bakti 162, Kol. Arh. Kuat Budiman, S.IP, perwakilan dari Polda

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

NTB , AKBP Sutawijaya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, H. Usman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. Syaiful Muslim dan sejumlah tokoh lintas agama lainnya. Dalam sambutannya, Wagub, H. Muh. Amin, berharap , Dharma Santi dijadikan sebagai momentum membangun dan memperkuat tali silaturahmi antarsesama masyarakat NTB. Amin menilai, kondisi

keberagamaan masyarakat NTB yang sangat beragam pada dasarnya merupakan modal yang besar dalam membangun NTB. Hal itu, menurutnya, telah ditunjukkan oleh sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang diperjuangkan oleh semua kalangan tanpa membedakan suku, agama dan ras. Dengan modal seperti itu, Amin berharap ke depan NTB menjadi daerah yang maju damai. “Syukur pada momen politik kemarin, telah dilalui dengan sukses tanpa membawa perpecah belahan. Menghadapi Pilpres mend a tang, isui s u

yang dapat memecah belah kebersamaan dan ketenteraman harus diwaspadai bersama,” ujarnya mengingatkan. Senada dengan itu, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, Drs. I Gde Renjana, mengatakan perayaan Dharma Santi harus dimaknai sebagai salah satu momentum untuk membangun kebersamaan antarsesama masyarakat NTB yang sangat beragam dari segala aspeknya, seperti agama, ras, suku bahasa dan keragaman lainnya. Hal itu mengingat melalui kebersamaan yang terbangun antarkomponen tersebut dapat menjadikaan daerah NTB sebagai daerah yang damai dan terus berkembang. Ia berharap, Dharma Santi dapat dijadikan oleh umat Hindu untuk introspeksi diri, merenung dan berkontemplasi, sehingga dapat menapaki kehidupan yang lebih baik. Sementara dalam Dharma Wacananya, sulinggih Ida Pan-

BERBINCANG - Wakil Gubernur NTB H. Muh.Amin (tengah) berbincang dengan Danrem 162/WB, Kol.Arh.Kuat Budiman (dua dari kiri). Hadir juga dalam acara tersebut utusan dari Polda NTB (paling kiri), Sekda Kota Mataram (dua dari kanan) dan Kakanwil Kementerian Agama NTB, H.Usman (paling kanan) pada Dharma Santi di Graha Bhakti Praja, Sabtu, 17/5.

Sambutan Wakil Gubernur NTB, H.Muh.Amin

Dharma Wacana disampaikan Ida Pandita Mpu Acaryananda

Palawakia yang dibawakan oleh remaja salah satu sekolah SMA di Mataram

Sebelum acara dimulai, para tamu disambut dengan tarian sebagai ucapan selamat datang.

dita Mpu Acaryananda mengingatkan, semangat Dharma Santi harus mampu diinternalisasikan oleh semua umat Hindu di mana pun berada. Hal itu mengingat Dharma Santi merupakan tujuan dan cita-cita bagi kehidupan semua umat manusia, karena sesungguhnya Santi dalam Hindu bermakna kedamaian di muka bumi. Sehingga demikian, tidak ada satupun umat manusia yang tidak membutuhkan kedamaian dan ketenteraman di muka bumi. Untuk menjadi Santi, seora n g manusia h a rusl a h mamp u

melewati berbagai tahapan yang tidak mudah, salah satunya adalah manusia harus mampu melepaskan diri dari ikatan-ikatan material yang membelenggu kehidupan manusia. Nilai-nilai material, ujarnya, tidak lebih dari sekadar pelengkap yang menutupi kehidupan manusia, namun kerap menjadi musuh utama manusia. Oleh sebab itu, ia berharap setiap manusia harus mampu keluar dari jebakan material yang berorientasi pada

aspek fisik semata. “Kelahiran manusia hanya dengan membawa casing material, jangan terjebak hanya pada aspek fisik semata. Manusia harus mampu keluar dari jebakan fiskal yang kadang sering mementingkan ego dan menimbulkan ketidakdamaian. Itulah musuh kita sesungguhnya yaitu yang ada di dalam diri kita, bukan yang di luar diri kita,” ujarnya. (dys/*)

AKRAB - Ketua Panitia Dharma Santi, I Gede Segara, (tengah) berbincang akrab dengan Danrem 162/WB, Kol.Arh.Kuat Budiman (dua dari kiri). Hadir juga dalam acara Dharma Santi tersebut, utusan dari Polda NTB (paling kiri), Sekda Kota Mataram (dua dari kanan) didampingi Ketua PHDI NTB, I Gde Renjana, (paling kanan)

Sambutan Ketua PHDI NTB I Gde Renjana

Laporan Ketua Panitia Dharma Santi, I Gede Segara

Tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama berbaur dengan para undangan lainnya dalam acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936.

(Suara NTB/ist)

Pesawat Militer Jatuh

KAPAL - Sebuah kapal yang dikirim Pemerintah Cina untuk menjemput warga Cina yang terjebak dalam anti-kekerasan di Vietnam.

Menteri Pertahanan Laos Tewas Vientiane Satu pesawat militer yang membawa beberapa pejabat senior Laos jatuh di Provinsi Xieng Khouang, bagian timurlaut Laos pada Sabtu pagi (17/5), menewaskan 16 orang sementara satu orang selamat.

Evakuasi Warganya

Cina Kirim Lima Kapal ke Vietnam Beijing Cina mengirim lima kapal ke Vietnam, Minggu, untuk meng

evakuasi warganya yang terjebak dalam kekerasan anti-Cina yang mematikan di negara itu.

Kapal pertama berlayar dari pelabuhan di Haikou, provinsi paling selatan Cina, Hainan, pada pukul 08.00 Minggu, kata satu pernyataan kementerian, seperti dilaporkan Xinhua. Kapal diperkirakan akan mencapai Vietnam setelah perjalanan 17 sampai 18 jam, menurut Administrasi Keselamatan Maritim Hainan. Sebuah kapal penyelamat telah dikirim ke perairan yang relevan untuk memberikan bantuan darurat. Kapal penyelamat lain dan helikopter juga disiagakan, kata para pejabat pemerintah. Dua warga Cina tewas dalam kekerasan itu dan lebih dari 100 lainnya terluka. Kompleks pabrik besi dan baja di Provinsi Ha Tinh, Vietnam, diinvestasikan oleh Formosa Plastics Group yang berbasis di Taipei, parah terkena serangan kekerasan yang dipicu oleh sengketa di Laut Cina Selatan. Sebanyak 16 warga negara Cina yang menderita luka parah telah dievakuasi dari Vietnam, Minggu pagi, dengan penerbangan medis carteran yang diatur oleh Pemerintah Beijing. Lebih dari 3.000 warga Cina telah dievakuasi dari Vietnam Sabtu sore, kata Kementerian Luar Negeri Cina Minggu pagi. (ant/bali post)

Sebanyak 17 orang dikonfirmasi berada di dalam pesawat itu, 11 penumpang dan enam anggota awak kabin. Para pejabat senior yang dikonfirmasi tewas dalam kecelakaan tersebut meliputi Menteri Pertahanan Douangchay Phichit, yang juga adalah Deputi Perdana Menteri dan seorang anggota Politbiro. Kecelakaan itu juga menewaskan Menteri Keamanan Masyarakat Thongbanh Sengaphone, Sekretaris Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos dan Kepala Komite Pelatihan Propaganda Cheuang Sombounkhanh, serta Wali Kota Vientiane Soukanh Mahalath. Pesawat itu jatuh beberapa

kilometer dari bandar udara tujuan di Provinsi Xieng Khouang. Gambar yang diambil dari lokasi kecelakaan memperlihatkan pesawat tersebut jatuh di daerah hutan dan rusak parah, sehingga menimbulkan lubang besar dan puing yang terbakar. Seorang saksi mata memberitahu Xinhua lokasi kecelakaan berada di satu daerah pegunungan dan cuaca cerah saat kecelakaan terjadi. Ia menambahkan pasukan militer bergegas ke lokasi kecelakaan dan menutup daerah itu. Tim pertolongan dikerahkan segera setelah kecelakaan. Kantor Perdana Menteri Laos telah mengeluarkan pengumuman satu pesawat AN-74TK300

(Suara NTB/ist)

EVAKUASI - Proses evakuasi terhadap pesawat militer Laos yang jatuh di Xienkouang. Akibatnya, sejumlah menteri, termasuk Menteri Pertahanan Laos tewas. dari Angkatan Udara Laos telah jatuh pada pukul 07.00 waktu setempat pada Sabtu di Desa Nadee, Kabupaten Paek di Provinsi Xienkouang, demikian laporan kantor berita resmi Laos, KPL. Penyebab kecelakaan tersebut masih diselidiki. Pesawat itu membawa wakil

Laos yang dalam perjalanan untuk menghadiri acara peringatan berdirinya Divisi Ke-2 Angkatan Darat Laos —yang direncanakan diselenggarakan di Provinsi Xieng Kouang pada Minggu. Beberapa kegiatan perayaan dalam acara tersebut dibatalkan setelah kecelakaan itu. (ant/bali post)

Pemerintah Libya Kutuk Aksi Bentrokan di Benghazi Benghazi Para pejabat senior Libya pada Sabtu (17/5) mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengutuk kerusuhan di Benghazi. Mereka menyebutnya sebagai “kudeta” oleh pemimpin gerilyawan radikal, karena memburu ambisi pribadi. Komando tinggi militer, ketua parlemen dan Perdana Menteri Libya mengeluarkan pernyataan pada Sabtu malam guna menentang serangan Mayjen (Purn.) Khalifa Haftar terhadap Benghazi. Laman resmi Kongres Nasional Umum di parlemen mengatakan kerusuhan di Benghazi adalah untuk

mewujudkan ambisi pribadi Haftar dan melanggar hukum negara. Pernyataan tersebut juga menyeru warga Benghazi agar menjauhi mereka yang melancarkan kudeta itu. Haftar, pensiunan Mayor Jenderal, memimpin kelompok yang disebutnya tentara nasional memasuki kota terbesar kedua di Libya, Benghazi saat fajar pada Jumat (16/5). Mereka membom banyak pangkalan gerilyawan, termasuk Ansar Ash-Sharia dan kompleks Brigade 17 Februari, sehingga menewaskan setidaknya 37 orang dan melukai sebanyak 140 orang lagi. Ia menyatakan tindakanya bertujuan membersihkan kota itu dari “pelaku teror”,

tapi pemerintah sementara mencapnya sebagai “kudeta” dan meminta dia menahan diri serta “melawan setiap godaan untuk mengganggu”. Pemerintah sementara Libya menetapkan zona larangan terbang dalam upaya mengekang pasukan udara Haftar setelah mengancam akan melancarkan serangan udara lagi. Sebelumnya, 79 orang tewas dan 141 lainnya luka-luka dalam bentrokan sengit antara kelompok bersenjata yang setia kepada mantan jenderal pembangkang, Khalifa Haftar, dengan milisi-milisi Islam. Seorang pejabat kementerian kesehatan Libya, Abdallah al-Fitouri, Sabtu, memberikan data korban ter-

baru kerusuhan pada Jumat di Benghazi itu kepada AFP. Dia menjelaskan, mereka yang terluka telah dibawa ke lima rumah sakit di kota itu. Sebelumnya, mereka menyebutkan korban tewas akibat bentrokan di Benghazi meningkat menjadi 43 dengan lebih 100 orang terluka. Kekerasan yang terjadi Jumat lalu mendorong Perdana Menteri Libya memerintahkan pasukan militer mengendalikan semua kelompok bersenjata di kota itu. Bentrokan antara gerilyawan dengan tentara, dan pembunuhan serta pemboman sering terjadi di Benghazi. (ant/bali post)


Snt19052014