Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

RABU, 18 JUNI 2014

16 HALAMAN NOMOR 85 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Lancar, Pelaksanaan Tes SBMPTN Mataram (Suara NTB) Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

yang di selenggarakan oleh Panitia Lokal (Panlok) 65 Mataram memasuki fase akhir. Selasa (17/6) kemarin, ribuan calon mahasiswa

mengikuti tes SBMPTN yang tersebar di 24 sektor dengan menggunakan 62 lokasi sebagai tempat tes yang tersebar di dalam area Universi-

tas Mataram (Unram) dan di sejumlah sekolah di sekitar Unram. Pantuan Suara NTB sejak pagi sampai siang, tidak ada

kendala teknis yang dilaporkan ke panitia yang dapat mengganggu jalannya tes. ‘’Semuanya berjalan lancar, Bersambung ke hal 5

SERIUS - Para calon mahasiswa tampak serius mengerjakan soal SBMPTN, Selasa (17/6) kemarin. (Suara NTB/dys)

Pertahankan Rute Perth-Lombok

Pejabat Ramai-ramai Temui Manajemen Jetstar di Australia

‘’

Jadi karena pasar Australia ini sangat urgen, sangat menguntungkan

Mataram (Suara NTB) Sebanyak lima orang pejabat masing-masing dari Pemprov NTB, anggota DPRD NTB dan pelaku pariwisata menemui manajemen Jetstar di Melbourne, Australia. Kedatangan pejabat secara beramai-ramai ini, untuk meminta agar rute penerbangan langsung Perth Australia - Bandara Internasional Lombok (BIL) tidak ditutup. Manajemen Jetstar sebelumnya telah menginformasikan akan menutup rute tersebut pada 18 Oktober mendatang karena belum adanya kejelasan terkait dengan komitmen pemerintah daerah yang akan memberikan marketing fund atau dana promosi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. Muhammad Nasir yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan sebanyak lima orang pejabat yang berangkat

berasal dari dua orang pejabat dari eksekutif, dua orang pejabat dari DPRD NTB dan satu orang pelaku pariwisata. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/dok)

TO K O H Evaluasi Kinerja BUMD BUPATI Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony menegaskan, tetap melakukan evaluasi kinerja BUMD melalui kegiatan RUPS. Melalui RUPS ini bupati bisa melakukan evaluasi tingkat kinerja apakah BUMD tersebut kategori beruntung atau kurang. Selain itu, aspek yang fokus juga menjadi bahan evaluasi terkait aspek manejerial. ‘’Tidak samata perkembangan modal dan untung. Namun menyangkut menajemen perlu dievaluasi,’’ terang Bupati Lobar, kemarin. Dijelaskan bahwa secara rutin evaluasi dilakukan terhadap enam BUMD yakni (Suara NTB/dok) PT. Tripat, PDAM Menang-MaH. Zaini Arony taram, PD. BPR NTB-Lobar, PT Jamkrida dan BPR Bank Pesisir serta PT Bank NTB. Bersambung ke hal 5

KO M E N TTAA R Tersangka Menolak Ditahan BERKAS dan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim), dijadwalkan dilimpahkan tahap dua pekan kemarin. Namun tiga tersangka menolak menandatangani berita acara penahanan (T7), tanpa alasan pasti. Rencana pelimpahan itu berlangsung Jumat pekan lalu. Tim jaksa sebenarnya sudah bersiap untuk melimpahkan ke penahanan. Namun hingga Jumat siang tersangka tak kunjung datang. Tim JPU yang dipimpin Nuramin, SH langsung ke Lapas Mataram menemui para tersangka, Direktur PT.CGA Ichsan Suaidi, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Gafar Ismail dan Manajemen Konsultan Muhammad Zuhri. Bersambung Made Sutapa ke hal 5 (Suara NTB/dok)

Tindaklanjuti Program BPPD Sebelumnya KETUA Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Taufan Rahmadi, mengungkapkan, kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) H. Muh. Amin, SH, MSi dan empat pejabat lainnya ke Perth Australia merupakan tindak lanjut dari program kepengurusan BPPD sebelumnya. Dalam hal ini, kepengurusan BPPD yang ada sekarang ini hanya melanjutkan program yang sudah ada.

‘’Ini program BPPD dulu. Kami sekarang ini hanya menindaklanjuti,” ujarnya saat ditemui Suara NTB, Selasa (17/6). Menurutnya, kunjungan wagub ke Australia ini dipandang sebagai suatu hal yang sangat penting. Terlebih, adanya rencana maskapai penerbangan Jetstar yang akan menutup penerbangan ke Bandara Internasional Lombok (BIL) 18 Oktober mendatang. Bersambung ke hal 5

Penutupan Rute Bisa Pengaruhi Citra Mataram (Suara NTB) Anggota DPRD NTB, Johan Rosihan, ST, mengakui keberangkatan pihaknya ke Melbourne, Australia guna membicarakan ancaman pihak Jetstar untuk membatalkan rencana mereka menutup rute penerbangan Perth Australia - BIL. Johan yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (17/6) siang kemarin menjelaskan, ia berangkat pada Selasa malam untuk menghadiri pertemuan dengan pihak Jetstar pada

Kejaksaan Amankan Gambar Proyek Jembatan Cemara Mataram (Suara NTB) Dokumen tambahan terkait proyek Jembatan Cemara Kecamatan Lembar berhasil diamankan Kejaksaan Negeri Mataram. Gambar pascapengerjaan (as built drawing) jembatan itu diperoleh dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang diperiksa sebelumnya. Gambar yang didapat itu berupa detail hasil pengerjaan Jembatan Cemara senilai Rp 4 miliar, berikut pengerjaan paving block sepanjang 500 meter dari jembatan ke arah Pantai Cemara. ‘’Data berupa fotokopi as built drawing nya sudah kami dapatkan, sebagai data pendukung untuk melengkapi penyelidikan,” kata Kajari Mataram Sang Ketut Mudita, SH, MH melalui Kasi Pidsus Hendry Andoro, S.Ag,

SH, MH menjawab Suara NTB Selasa (17/6). Dokumen berupa gambar itu begitu penting bagi pihaknya untuk mengecek, sekaligus membuat perbandingan antara laporan pertanggungjawaban pengerjaan proyek, dengan realisasi fisik pekerjaan. Tidak cukup sampai disana, masih ada dokumen tambahan yang sedang dicari pihaknya, masih terkait dengan upaya menemukan data tambahan untuk melengkapi penyelidikan. ‘’Artinya begini, semakin banyak data yang kami peroleh, semakin bagus untuk melengkapi penyelidikan kami,” tegasnya. Data yang sedang dicari masih berupa gambar pendukung. Namun tidak disebutkannya jenis gambar dimaksud, tapi sudah dimintai lang-

sung ke pihak PPK yang sudah dimintai keterangan. Pihak PPK pun menjanjikan akan memberikan data dimaksud. Ditanya kemungkinan ada pemanggilan saksi lain dalam kasus itu, sementara ini diputuskan dihentikan sementara, karena masih fokus pada pendalaman dokumen, termasuk mencari gambar dimaksud. Tapi kemungkinan akan memanggil saksi lain sudah dipastikannya, karena bagaimana pun juga kasus itu masih dalam penyelidikan awal. Ketika butuh diperdalam, perlu dilakukan pemanggilan saksi lain. Terakhir dalam kasus itu, ada dua saksi diperiksa. Selain PPK, dua pihak lain yang diperiksa kaitan dengan proyek itu, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). Bersambung ke hal 5

Rabu (18/6) hari ini. “Pertemuannya jam satu waktu sana (Melbourne-Australia),” ujar Johan yang akan berangkat bersama rekannya, Mori Hanafi. Menurutnya, pertemuan itu

akan dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dan Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH, M.Si. Bersambung ke hal 5


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Jadi Daya Tarik Tersendiri TERBENTUKNYA Kelompok Peduli Sungai (KPS) di Kelurahan Kekalik menjadi pemacu masyarakat dan tokoh pemuda melakukan kegiatan serta terobosan untuk mengembalikan fungsi sungai yang sebenarnya. Salah satunya, mengoptimalisasikan penataan atau mempercantik kawasan di sekitar sungai, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Lurah Kekalik, Arief Satriawan mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya bersama unsur organisasi kepemudaan, dibantu aparat ke(Suara NTB/dok) polisian, masyarakat, KPS Arief Satriawan dan lain sebagainya, melakukan gerakan bersih Sungai Ancar yang memang menjadi lokasi strategis untuk dilakukan penataan. “Hari Ahad itu, masyarakat bersama organisasi kepemudaan dan dibantu aparat kepolisian serta Jasa Raharja, membersihkan Sungai Ancar,” ungkap Arief dikonfirmasi lewat ponselnya, Selasa (17/6) kemarin. Menurutnya, kawasan tersebut harus segera dikembalikan fungsinya, agar masyarakat mulai sadar tentang keberadaan atau pemanfaatan sungai. Jangan sampai, sambungnya, masyarakat membuang sampah ke sungai, padahal sudah ada sarana dan prasana yang disediakan pemerintah untuk pembuangan sampah. “Paling tidak kita bisa mengembalikan fungsi sungai yang sebenarnya,” katanya. Ditambahkan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram memberikan bantuan sembilan lapak kepada masyarakat. Tujuannya, setelah dilakukan penataan kawasan sekitar sungai, masyarakat bisa berjualan dan menyuguhkan kuliner tradisional. Artinya, Sungai Ancar bisa menjadi MICE serta diburu oleh masyarakat. “Harapannya, bisa jadi MICE di Kota Mataram,” harapnya. Terkait sarana dan prasarana, Badan Wilayah Sungai (BWS) Provinsi, mensosialisasikan kepada masyarakat dan kelurahan, sehingga ada koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat, pemerintah dengan pemerintah. Pengangkutan sampah sambungnya, pihaknya bekerjasama dengan Dinas PU dan Dinas Kebersihan Kota Mataram. Arief berharap, keberadaan sawah di sekitar Sungai Ancar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan kembalinya fungsi sungai. Selain itu, kawasan sungai bisa menjadi MICE setelah dilakukan penataan. (cem)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Rp 40 Miliar Aset Kota Mataram Terindikasi Bermasalah Mataram (Suara NTB) – Total aset Kota Mataram mencapai Rp 2,3 triliun. Sayangnya Rp 40 miliar dari nilai aset tersebut terindikasi bermasalah, sehingga berdampak pada gagalnya Kota Mataram mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Mataram, Yance Hendra Dirra, Selasa (17/6) kemarin mengatakan, tidak ada kerugian negara yang ditemukan atau pelanggaran hukum, hanya saja pengelolaan aset Kota Mataram belum maksimal. Disebutkan, ada dua jenis aset yakni aset tetap dan persedian. Aset tetap lanjutnya, memang ada yang tercatat, dobel tercatat, tercatat tapi tidak ada barangnya, ada barangnya tapi tidak tercatat atau tidak ada bukti sertifikat. Hal tersebut katanya, menjadi temuan BPK dan terindikasi bermasalah dengan besaran nilai aset tersebut mencapai Rp 40 miliar. “Total aset Kota Mataram Rp 2,3 triliun, yang

bermasalah Rp 40 miliar,” sebutnya. BPK, lanjut dia, tidak meyakini ada aset, sehingga itulah yang diterkecualikan. Kedua, sistem pengelolaan barang dan persedian yang juga menjadi temuan, yakni barang – barang yang sudah habis pakai, ATK dan pengadaan lainnya belum dilakukan pencatatan dengan baik. Dicontohkan, tanggal keluar dan masuk barang tidak jelas, dari hasil

itu pun BPK menemukan sisa barang mencapai Rp 7 miliar. Untuk mendapatkan WTP, pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan dengan menggunakan sistem komputerisasi. Selain itu, perbaikan SDM dan perangkat kerja lainnya serta koordinasi dengan lintas sektor akan dilakukan. Upaya tersebut tidak lagi menjadi target, melainkan sebuah acuan yang harus dipenuhi. (cem)

KOMISI II DPRD Kota Mataram berharap hasil kerja appraisal segera disampaikan ke Dewan. Selain sisa masa jabatan anggota DPRD Kota Mataram semakin sempit, komisi yang membidangi masalah keuangan ini juga memandang hasil kerja appraisal tahap pertama sudah cukup sebagai dasar melakukan perhitungan lebih lanjut terhadap nilai royalti yang layak diterima Pemkot Mataram dari pihak PT. Pasifik (Suara NTB/fit) Yeyen Seprian Rachmat Cilinaya Fantasi atas penggunaan aset Kota Mataram berupa lahan tempat berdirinya Mataram Mall. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi., kepada Suara NTB mengatakan setelah data diterima dari appraisal sebetulnya tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan persentase berapa yang seharusnya disetorkan Mataram Mall kepada Pemkot Mataram. ‘’Kita berharap data yang diterima komisi nantinya adalah data hasil kerja appraisal, bukan hasil nego Pemkot Mataram dengan Mataram Mall,’’ terangnya. Dikatakan Politisi Partai Hanura ini, secara internal dari hasil kerja appraisal, sudah bisa diketahui posisi aset Pemkot Mataram, sehingga dengan demikian, Dewan pun bisa menentukan rekomendasi. Semua aspek harus dilihat sebelum melakukan negosiasi dengan Mataram Mall dan Komisi II dalam hal ini, akan memberi masukan sehingga ada acuan yang jelas. ‘’Kalau cepat kita diberikan datanya, bisa cepat selesai, paling satu minggu,’’ sebutnya. Yeyen menegaskan, PCF tidak berhak menolak penggunaan appraisal oleh Pemkot Mataram. Karena bagaimanapun, lanjutnya, harus ada pertanggungjawaban terhadap aset Kota Mataram kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Mataram Mall bukan hanya milik PCF. Karenanya, kedua belah pihak, baik Mataram Mall maupun Pemkot Mataram harus membuka diri dalam arti yang positif. Yeyen memandang keberadaan appraisal cukup strategis agar tercipta kerjasama yang baik dan tidak saling merugikan. Untuk itu, eksekutif diminta menyerahkan hasil kerja appraisal kepada Komisi II supaya ada kesepahaman terkait masalah royalti Mataram Mall. ‘’Sebenarnya dari hasil appraisal kita sudah mendapatkan persentase berapa seharusnya pihak mall setor ke Pemkot. Tentu setelah dikurangi nilai investasi pihak ketiga dan jasa pengelola. Jadi, tidak dalam hitungan royalti bisa naik dua atau tiga kali dari nilai sekarang, tetapi pada persentase dasarnya,’’ terang Yeyen. (fit)

CEK PRODUK MAKANAN - Anggota Tim Gabungan Pengawasan Barang dan Jasa yang terdiri dari Diskoperindag Kota Mataram, Dikes Kota Mataram, dan BPOM sedang mengecek produk makanan di salah satu pasar modern di Jalan Airlangga, Gomong pada saat sidak, Selasa (17/6).

Sidak Pasar Modern

Ditemukan Produk Makanan dan Minuman dengan Kemasan Rusak Mataram (Suara NTB) Tim Gabungan Pengawasan Barang dan Jasa yang terdiri dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, BPOM, dan lainnya melakukan sidak ke beberapa pasar modern atau supermarket maupun minimarket di sekitar Jalan Airlangga, Gomong, Mataram, Selasa (17/6). Dari sidak tersebut, tim ini menemukan beberapa produk makanan dan minuman yang kemasannya rusak. Disamping itu ditemukan juga satu produk jenis sabun yang tak memiliki izin edar dan produk yang tidak memiliki informasi mengenai tanggal kedaluwarsa. Kepala Bidang (Kabid) Metrologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota Mataram, Drs. Taufiqurahman menyampaikan produk yang tidak memiliki izin edar disita pihaknya dan diminta kepada penanggung jawab pasar modern tersebut untuk tak lagi menjual produk seperti itu. Ia juga menegaskan bahwa setiap pelaku usaha berkewajiban mencantumkan informasi kedaluwarsa di produk yang dijualnya. Produk yang diperiksa dalam sidak kemarin disebutkan Taufiqurahman adalah semua jenis produk dimana

materi pemeriksaaan yang diamati apakah sudah sesuai dengan standar atau memiliki SNI, kesesuaian informasi yang ada di label seperti informasi komposisi dan kedaluwarsa, kesesuaian harga di kemasan dengan yang ada di kasir. “Itu juga materi-materi yang kita lakukan pengawasan sehingga pelaku usaha menjadi pelaku usaha yang jujur dan bertanggung jawab,” terangnya. Sidak ini dilakukan dalam rangka sosialisasi perlindungan konsumen. Sidak juga akan berlanjut hari ini dengan menyasar beberapa pasar tradisional di Kota Mataram. Sidak gabungan bersama tim terpadu di bawah koordinasi BPOM juga akan kembali dilakukan mendekati bulan puasa ini baik ke pasar tradisional maupun modern. Di pasar tradisional, produk yang akan diperiksa disebutkan Taufiqurahman sama dengan produk yang diperiksa di pasar modern. “Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap produk olahan dan produk-produk tertentu yang beredar di pasar,” ujarnya. Diharapkan apa yang menjadi temuan dalam sidak kemarin tak lagi ditemukan pada sidak selanjutnya. Ia berharap rekomendasi pihaknya kepada penanggung jawab pasar modern bisa langsung

ditindaklanjuti. Jika pada sidak berikutnya masih ditemukan hal yang sama, maka toko tersebut bisa diberikan sanksi. “Kalau sekian kali terjadi pelanggaran yang sama, bisa dicabut izinnya. Tapi kita masih lakukan upaya persuasif,” tandasnya. Sementara itu, Supervisor salah satu pasar modern, Esmahayati menyampaikan produk makanan yang kemasannya rusak diduga akibat dijatuhkan para pembeli dan ditaruh kembali di raknya. Beberapa jenis produk yang kemasannya rusak itu nanti akan diretur ke distributornya untuk diganti dengan barang yang baru. “Nanti kita retur. Kebetulan kita punya tim. Orang gudang yang akan kembaliin ke gudang asalnya,” terangnya. Untuk produk yang tak memiliki tanggal kedaluwarsa akan dikonfirmasi langsung ke produsennya kapan tanggal kedaluwarsa barang tersebut. Untuk mengecek barang yang akan memasuki kedaluwarsa, Esmahayati mengatakan pihaknya melakukan pengecekan setiap tiga bulan sekali. Jika ditemukan ada barang yang akan kedaluwarsa dalam tiga bulan ke depan langsung diturunkan dari rak. Disamping pihaknya juga melakukan pengecekan barang setiap hari di rak-rak yang ada. (yan)

Semua Perusahaan Diharapkan Berperan Cegah HIV/AIDS Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram, H. Ahsanul Khalik, S.Sos mengharapkan agar semua perusahaan yang ada di Kota Mataram ikut berperan dalam rangka pencegahan penularan HIV/AIDS. Untuk itulah pihaknya menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS untuk para pekerja dan pengusaha, Selasa (17/6) kemarin. “Kita berharap semua perusahaan di Kota Mataram ini mengambil bagian dalam rangka pencegahan penularan HIV/AIDS khususnya di para pekerjanya. Kalau itu bisa dilakukan di tingkat pekerjanya juga akan menular keluar ke masyarakat. Karena pekerja ini punya keluarga, punya sahabat dan punya kawan dan mereka akan menyampaikan juga bahwa mereka memaha-

mi itu,” terangnya. Perusahaan juga diharapkan menyadari pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS di tempat kerja. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 30 orang dari 17 perusahaan yang ada di Kota Mataram. Khalik mengatakan spesifikasi perusahaan yang mengikuti sosialisasi tak dikhususkan. Ia menyampaikan terbatasnya perusahaan dan peserta yang mengikuti sosialisasi ini karena terkendala anggaran. “Ada 680 perusahaan, tapi karena keterbatasan anggaran maka 30 orang dulu untuk tahun ini. Dan ini akan terus kita gilir. Tahun berikutnya dari perusahaan yang lain, secara bertahap,” terangnya. Sementara itu, Sekda Kota Mataram, Ir. H. Lalu Makmur Said, MM menyampaikan hasil dari diselenggarakannya

(Suara NTB/cem)

BPKAD akan Usulkan Penghapusan Aset

(Suara NTB/yan)

Jangan Saling Merugikan

Yance Hendra Dirra.

sosialisasi ini diharapkan diimplementasikan perusahaan dalam bentuk peraturan di internal perusahaannya. “Dengan pemahaman-pemahaman yang didapat hari ini, selain memberikan sosialisasi kepada tenaga kerja yang ada juga dapat membuat aturan yang jelas sehingga pekerja mengerti seperti apa HIV/ AIDS itu,” terangnya. Ia mengatakan ke depan jika perlu harus diadakan bintek khusus terkait HIV/ AIDS ini kepada para pekerja maupun perusahaan yang ada di Kota Mataram. Dengan bintek, peserta menjadi lebih lama mendapatkan bimbingan dan pengetahuan mengenai HIV/AIDS. “Ke depan tidak hanya satu hari tapi semacam bintek sehingga bisa lebih lama, tidak sekadar sosialisasi, sehingga mereka betul-betul mengerti dan pa-

(Suara NTB/ist)

SOSIALISASI - 30 orang dari 17 perusahaan di Kota Mataram mengikuti sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja yang diselenggarakan Disosnakertrans Kota Mataram, Selasa (17/6). ham,” terangnya. Menurut Sekda, Kota Mataram yang paling memperhatikan persoalan HIV/AIDS ini. Mengingat Kota Mataram sebagai pusat jasa dan perda-

gangan sekaligus sebagai ibukota provinsi yang banyak didatangi para pencari kerja. Bahkan pekerja di Mataram juga didominasi para pendatang dari luar Mataram. (yan)

Mataram (Suara NTB) – Setelah melakukan tahapan identifikasi, klasifikasi serta verifikasi atas aset yang dimiliki oleh Pemkot Mataram, BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Bulan Juli mendatang, akan mengusulkan penghapusan terhadap aset kepada DPRD Kota Mataram. Kepala BPKAD Kota Mataram, Yance Hendra Dirra mengatakan, penghapusan aset tersebut bukan berarti ada barang yang akan dihapus, melainkan memang tidak ada barang namun tercatat dalam data pihaknya. “Bukan karena ada barangnya sehingga kita hapus, karena dia tercatat tapi barangnya tidak ada,” ungkap Yance saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (17/6) kemarin. Penghapusan tersebut akan menjadi fokus penanganan terhadap aset lainnya. Tetapi, tahapan verifikasi menjadi langkah awal untuk mengetahui kelompok aset yang bermasalah baik berat maupun ringan. Selain itu, agar tidak lagi terjadi kekeliruan pencatatan. “Sudah saya bilang di awal, kalau sudah diverifikasi, akan diketahui dan nantinya itu yang kita usulkan penghapusan,” sebutnya.

Temuan– temuan tersebut lanjutnya, akan dijadikan rujukan untuk mengejar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Pasalnya, komitmen tersebut sudah jauh – jauh hari di keluarkan oleh Walikota Mataram, bahwa WTP bukan target, melainkan acuan. Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini mengatakan, masalah aset memang harus ditangani dengan teliti. Pendataan mutlak harus dilakukan supaya tidak ada lagi aset-aset yang tercecer. Zaini menyarankan kepada BPKAD Kota Mataram untuk meneliti dan menindaklanjuti kasus tanah pecatu yang diduga telah berpindah tangan atas nama Arifin, asal Bima yang berdomisili di Jakarta sebagai pemegang SPPT. Keberadaan aset Kota Mataram menurut Zaini, perlu disosialisasikan kepada masyarakat supaya masyarakat yang hendak membeli tanah juga membeli tanah yang jelas asalusulnya. Ia meyayangkan terbitnya SPPT atas nama perorangan terhadap aset Kota Mataram dan Pemkab Lobar tersebut. Ia mengimbau Pemkot Mataram supaya mengintensifkan kerjasama dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kota Mataram. (cem)

Median Jalan Utama di Mataram akan Dipercantik Mataram (Suara NTB) Median-median jalan utama yang ada di Kota Mataram akan dipercantik dengan bunga-bunga. Seperti median Jalan Gajah Mada, Jalan Bung Hatta, Jalan Airlangga, dan Jalan Udayana. Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Pertamanan Kota Mataram, Nanang Edward, Selasa (17/6) kemarin. Nanang mengatakan vegetasi yang ada di jalur-jalur protokol juga akan ditambah sehingga Kota Mataram terlihat semakin indah. Anggaran untuk mempercantik median jalan ini akan dianggarkan di dalam APBD Perubahan 2014. “Jalan Bung Hatta akan kita buat full bunga di mediannya. Termasuk kita perbagus di Jalan Udayana dan Jalan Airlangga. Sekarang sementara semua air mancur kita perbagus dulu. Dekorasi kota ini kita perbagus termasuk lampu-lampu dekorasi,” terangnya. Ia telah meminta Kepala Seksi Dekorasi untuk membuat Kota Mataram ini terang dan berwarna-warni. Untuk median di Jalan Gajah Mada, Nanang mengata-

kan pihaknya sudah membuat perencanaan gambarnya bagaimana mendekorasi median jalannya dengan penuh bunga. Tapi walaupun akan dipenuhi dengan bunga, akan disediakan juga ruang bagi para pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan sehingga tidak menginjak bunga yang ada. “Gambar sudah dibuat oleh konsultan perencana. Insya Allah sebentar lagi akan dikerjakan di triwulan ketiga ini,” ujarnya. Pot-pot bunga yang ada di pinggir jalan yang tanamannya mati disebutkan Nanang juga sudah diganti pihaknya dengan tanaman yang baru. Di Taman Sangkareang dan Taman Adipura Malomba juga akan ditambah vegetasi bunganya. Dan khusus di Taman Sangkareang akan diletakkan 25 buah tempat sampah. Sementara di Taman Malomba rencananya akan dibuatkan tulisan stainless steel seperti yang ada di Taman Loang Baloq. Anggaran untuk PJU maupun penanaman bunga dan vegetasi ini akan dianggarkan dalam APBD Perubahan ini. Anggaran yang diusulkan sekitar Rp 5 miliar. (yan)


SUARA NTB

Rabu, 18 Juni 2014

PULUHAN fotografer profesional dari 35 negara di dunia mengeksplorasi keindahan objek wisata potensial yang ada di Pulau Lombok. Selain fotografer profesional dari luar negeri, fotografer nasional dan lokal juga ikut

mengeksplorasi keindahan destinasi wisata daerah ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. Muhammad Nasir beberapa waktu lalu mengatakan, rombongan fotografer itu datang ke Lombok pada 13 Juni lalu

Para fotografer sedang memotret acara malean sampi, sebuah kegiatan yang merupakan aset wisata di kawasan Narmada, Lombok Barat.

dan berada di Lombok selama empat hari sampai 16 Juni 2014. Kedatangan fotografer dunia ini merupakan kegiatan yang kedua. Sebelumnya, tahun 2013 lalu juga dilakukan kegiatan serupaDalam agendanya di Pulau Lombok, para

fotografer mengunjungi sejumlah destinasi wisata pantai di Lombok Tengah bagian selatan seperti Pantai Aan, pusat kerajinan tenun tadisional di Sukarare, Lombok Tengah. Kemudian melihat dari dekat kegiatan begawe dese di Bayan Beleq, Kabu-

Seorang perajin tenun Sukarare di Desa Sukarare, Lombok Tengah, sedang menenun dipotret fotografer dunia.

paten Lombok Utara. Memotret terbenamnya matahari di pesisir Pantai Senggigi, menyaksikan malean sampi di wilayah Narmada Lombok Barat dan mengunjungi pusat kerajinan Banyumulek Lombok Barat. Hasil karya para fotografer dun-

ia, nasional dan lokal itu selanjutnya akan dipamerkan di masing-masing negara asal fotografer tersebut. Hal ini adalah salah satu bentuk media promosi terhadapa asset wisata NTB yang sangat potensial. (*)

Para fotografer dunia sedang memotret salah satu rangkaian ritual dari begawe dese yang biasa dilaksanakan di Bayan Beleq, Kabupaten Lombok Utara.

Keindahan pemandangan matahari tenggelam dipotret fotografer dari kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

Keindahan batu payung di Pantai Tanjung Aan sedang diabadikan para fotografer.

Para fotografer sedang memotret dua pepadu yang sedang beradu peresean.

Halaman 3

Dua joki cilik yang sedang memacu kuda diabadikan gambarnya oleh para fotografer dunia di wilayah Lombok Tengah Bagian Selatan.

Seorang fotografer ikut mencoba menenun.

Penari gandrung menjadi bidikan fotografer.

Para fotografer dunia berkunjung ke Pemkab Lombok Tengah diterima Wabup Loteng, H.L.Normal Suzana didampingi Kadisbudpar NTB, Muhammad Nasir.

Perajin patung juga menjadi bidikan para fotografer dunia.

Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya, Kementerian Pariwisata, Wati Murani hadir pada acara penutupan ‘’International Photo Week In Lombok’’, Senin (16/6) malam didampingi kadisbudpar NTB, Muhammad Nasir.

Penutupan ‘’International Photo Week In Lombok’’ dimeriahkan tarian tradisional dan para undangan ikut menari.

Para fotografer dunia ketika tiba di BIL pada 13 Juni 2014 lalu.

Para fotografer dunia juga mengunjungi pusat industri gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat.


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Menelisik Maraknya Penebangan Hutan di Batulante Tingginya permintaan kayu Sonokeling asal Sumbawa memberikan catatan penting bagi kawasan hutan di Sumbawa. Selama seminggu terakhir ini, operasi rutin patroli kawasan hutan KPHP Batulante pada tiga titik yakni di Hutan Produksi Gili Ngara Olat Rawa, Wilayah Jompang dan Ai Ngelar menunjukkan, penebangan liar (illegal logging) dalam kawasan hutan betul terjadi. BERDASARKAN data dan informasi KPHP Batulante, Selasa (17/6), dari hasil patroli kawasan hutan KPHP Batulante yang dipimpin oleh Habibi, S.Hut, belum lama ini menemukan adanya penebangan Kayu Sonokeling di sekitar wilayah Jompang wilayah Batudulang – Dusun Sampa Kerekeh berjarak 3 – 10 meter dari pal batas hutan lindung. Habibi melihat ada banyak pohon yang telah ditandai oleh penebang liar yakni Pohon Sonokeling dan Pohon Rimas yang bahkan diameter 2 meter

yang masuk dalam Hutan Lindung Kelompok Hutan Batulante. Ada potensi ratusan kubik Sonokeling dalam Hutan Lindung Hutan Batulante di wilayah Jompang yang juga akan menjadi sasaran para penebang liar yang berusaha mencari Kayu Sonokeling. Hal yang sama juga terjadi di Hutan Produksi di sekitar Dusun Ai Ngelar Desa Kerekeh. Operasi patroli kawasan hutan Polhut KPHP Batulante bersama Babinsa 11 Juni lalu, juga ditemukan puluhan kubik Kayu Sonokeling dan tim patroli menemukan pelaku dan barang bukti. Dari dua orang pelaku yang ditemukan satu orang melarikan diri bersama alat gergaji chainsaw. Satu pelaku yang lain menjadi wajib lapor ke KPH. Akan tetapi barang bukti kayu Sonokeling tidak bisa diangkut ke kantor KPH karena terkendala biaya angkut. Hingga pukul 20.00 Wita, Malam Kamis (11/6) barang bukti tidak bisa diangkut. Hingga saat ini pihak KPH sedang menyelidiki siapa pihak yang menyuruh atau pihak yang akan menerima kayu Sonokeling yang berasal dari dalam kawasan hutan negara. Karena disinyalir bahwa para pelaku penebangan ilegal ini tidak bekerja sendiri.

Kepala KPHP Batulante, Julmansyah, S.Hut, melihat praktek seperti ini disinyalir ada kayu Sonokeling yang beredar di pasaran dapat berasal dari tanah milik maupun dari kawasan hutan negara. Gejala awal akan rusaknya sumber air Kota Sumbawa Besar, hutan Batulante. Julmansyah berharap agar ada pengawasan yang ketat oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumbawa terhadap tata usaha kayu rakyat di semua pengecer kayu di Sumbawa, termasuk pengawasan atas praktek penerbitan surat angkut kayu dari Sumbawa ke luar daerah. Menurutnya ini sebagai cara kita melakukan upaya preventif. Julmansyah menjelaskan beberapa modus dalam pemanfaatan kayu. Misalnya modus penebangan kayu tanah milik yang tidak memiliki alas hak sertifikat juga dilakukan penebangan. Bahkan KPHP Batulante pernah menemukan banyak tumpukan kayu di Desa Batudulang yang akan dibawa ke Sumbawa. Menurut Julmansyah, tim KPHP Batulante pernah menemukan penebangan kayu Sonokeling yang hanya bukti tanahnya berupa surat keterangan penggarapan dari camat dan kepala desa bukan sertifikat seperti menurut perundang-undan-

gan yang berlaku. Ini ditemukan di sekitar wilayah Semongkat. “Kami sedang menggali siapa yang menyuruh atau siapa di balik praktek-praktek seperti ini,” tandasnya. Penebangan di hulu DAS misalnya, di Batudulang akan menjadi prioritas KPHP Batulante. Termasuk mencermati modus-modus pemanfaatan kayu rakyat. Misalnya kalau di Desa Batudulang ada lima tumpukan kayu dari tanah milik, maka akan ada minimal lima juga sertifikat alas hak yang melampiri dokumen angkutnya. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan tumpukan kayu tersebut digabung sekali angkut. Julmansyah juga berharap para penerbit SKAU yakni para kepala desa agar dapat memastikan kebenaran alas hak dan asal usul kayu yang diterbitkannya. Sebab jika terbukti kayu ditemukan berasal dari dalam kawasan maka berpotensi dijerat dengan UU Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 dan UU Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Menurut Kepala KPHP Batulante ini, UU Nomor 18 Tahun 2013 mampu menjerat siapa yang berada di balik praktek-praktek pengrusakan hutan. (arn)

(Suara NTB/arn)

PENEBANGAN LIAR - Tampak sisa-sisa penebangan liar di sekitar Batudulang yang diduga belum terangkut pelaku.

Isu Dugaan Dukun Santet

Satu Rumah Warga Dibakar

Kota Bima (Suara NTB) Isu sensitif terkait dugaan praktek dukun santet di Kota Bima kembali mencuat. Meski belum bisa dibuktikan secara pasti kebenarannya, namun warga yang mencurigai langsung mengambil tindakan main hakim sendiri dengan membakar rumah terduga dukun santet.

Bupati Dompu Gandeng Investor Kembangkan Glaselaria Dompu (Suara NTB) Rumput laut jenis glaselaria yang dibudidayakan di tambak menjadi potensi baru budidaya rumput laut di Dompu. Ribuan hektar tambak petani berpotensi untuk dikembangkan karena cocok dikembangkan bersama bandeng atau udang. Untuk mengembangkan glaselaria, Bupati kerjasama dengan PT Bintang Jaya Surabaya. Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Abdul Sahid, SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/6) mengatakan, kerjasama dengan PT Bintang Jaya Surabaya ini ditandatangani di Kendari, Sulawesi Tenggara dalam acara rapat koordinasi dan temu bisnis komoditi nasional Kadin Indonesia wilayah timur yang diprakarsai Kementerian PDT RI. “Kerjasama ini untuk pemasaran dan pengembangan budidaya rumput laut di tambak,” katanya. Abdul Sahid menegaskan, tidak ada pengkaplingan lahan oleh perusahaan dalam kerjasama ini. Tapi hanya mengoptimalkan potensi tambak petani yang ada tampa mengganggu komoditi yang sudah dikembangkan. “Sistemnya inti plasma, perusahaan kerjasama dengan rakyat. Tidak ada kaplingan lahan,” terangnya. Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Ir Wahidin yang dihubungi terpisah mengatakan, budidaya rumput laut jenis glaselaria ini mulai dikembangkan pihaknya 2013 lalu seluas 50 ha yang diarahkan kepada 200 orang petani tambak. Pada 2014 ini, pihaknya akan kembakan lagi untuk 200 ha dengan sasaran 300 orang petani. “Tahun 2014 ini kita fokuskan di wilayah Kecamatan Woja (perairan teluk Cempi). Selain luas lahan yang tersedia, hasil uji coba kita di Woja cukup potensial,” katanya. Untuk pengembangan rumput laut glaselaria ini, Dompu memperoleh dukungan dana dari Kementerian PDT RI sebesar Rp 5 miliar. Dukungan dana ini diterima oleh Bupati di Kempri Sulawesi Tenggara. “MoU dengan PT Bintang Jaya Surabaya ini untuk pemasaran dan pengembangannya,” ungkap Wahidin. (ula)

Penyelidikan Kasus Penembakan Bripka Yamin Masih Diintensifkan Bima (Suara NTB) Kapolres Bima, AKBP IGPG Ekawana Prasta, SIK, SH menyebutkan aparat Kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan penembakan terhadap Kanit Intelkam III Polres Bima Bripka M. Yamin. Saat ini, baik tim Polda NTB maupun Tim Densus 88 tengah bekerja untuk memburu para pelaku. Demikian diungkapkan Ekawana menjawab Suara NTB, Senin (6/8) malam. Menurut Ekawana, pihaknya tengah menyelidiki terkait dua kemungkinan motif penembakan tersebut. Apakah masuk ranah pidana murni atau tindak kekerasan kelompok teroris (radikal, red). Jika kasus tersebut terkait tindakan pidana murni akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Kriminal Polda NTB, sementara bila penembakan tersebut mengarah ke pelaku teroris maka akan diserahkan ke Mabes Polri (Densus 88). “Sekarang Tim-tim ini sedang bekerja, mudah-mudahan kasus tersebut cepat terungkap,” katanya. Ditegaskannya, jika pihaknya ingin agar kasus ini segera terungkap. Ini juga untuk menjawab pertanyaan dan keresahan dari masyarakat. Bahkan terkait perkembangan ini, dia juga sudah menghadap ke pimpinan di Polda NTB untuk berkoordinasi dan melaporkan perkembangan. Sebelumnya, tuntutan agar pelaku segera ditangkap datang dari pihak keluarga sendiri. Mereka meminta aparat Kepolisian agar bekerja dengan cepat sehingga motif terungkap dan pelaku bisa ditangkap. Pihak keluarga pun menyebutkan, jika kasus penembakan terhadap aparat Kepolisian saja tidak bisa diungkap bagaimana aparat bisa memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat. (use)

dan melempari rumah Abdulah. Tidak hanya melempar, warga juga membakar rumah dimaksud. Sontak kobaran api yang memecah keheningan malam, membuat warga sekitar berhamburan keluar untuk menyaksikan. Untungnya, Abdullah beserta istri dan seorang anaknya berhasil lolos dari tindakan anarkis setelah diselamatkan

seorang warga. “Tiga orang di dalam rumah, termasuk korban dan istrinya sudah diselamatkan terlebih dahulu,” terang Lurah Jati Baru Tasrif Ibrahim. Sekitar Pukul 21.30 Wita, ketiga orang tersebut akhirnya diamankan oleh aparat Kepolisian untuk menghindari tindakan penganiayaan dari warga. Menurut Tasrif, berdasarkan

Dampak Kekeringan Belum Terasa di Dompu Dompu (Suara NTB) Penetapan status siaga darurat bencana kekeringan di NTB belum berdampak di Kabupaten Dompu. Musim kemarau di Dompu diperkirakan hanya akan menurunkan produktivitas tanaman pertanian petani. Kebutuhan air bersih pun relatif stabil dari ketersediaan sumber mata air yang ada. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu, Ir H Fakhrurrazi kepada Suara NTB, Selasa (17/ 6) mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan dari petani maupun petugasnya di lapangan terkait dampak kekeringan di musim kemarau seperti tanaman puso dan lainnya. “Akibat kemarau ini, dampaknya paling pada penurunan produktivitas tanaman. Kalau sampai puso, untuk di Dompu tidak ada,” katanya. Namun Fakhrurrazi mengingatkan petani melalui petugasnya di lapangan untuk memilih komoditi tanaman yang tidak membutuhkan air banyak. Pada lokasi yang biasa tiga kali menanam padi, sedapat mungkin diselingi dengan tanaman palawija. “Selain menghindari keterbatasan air, juga untuk menjaga unsur hara pada lahan,” terangnya. Tapi bagi lahan yang sudah ditanami padi akan dioptimalkan pemanfaatan pompa air. Kepala kantor BPBD Kabupaten Dompu, Drs Imran yang dihubungi terpisah mengatakan, penetapan siaga darurat bencana kekeringan selama 7

(Suara NTB/ula)

bulan sejak 1 Juni – 31 Desember 2014 di NTB hingga saat ini belum berdampak di Dompu. Kebutuhan air bersih relatif cukup, karena hingga saat ini belum ada permintaan air bersih dari warga. “Sampai hari ini belum ada permintaan air bersih dari warga melalui Desa atau Camat,” katanya. Akan tetapi, berdasarkan SK Gubernur yang menetapkan NTB siaga darurat kekeringan, dikatakan Imran, dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan meminta data dari Desa melalui Camat selain melakukan monitoring sendiri dampak musim kemarau di Dompu. “Kita berencana akan lakukan koordinasi

api yang cukup besar, dua unit rumah tersebut terlanjur rata dengan tanah. Kapolres Bima Kota melalui Kabag Binmas, Iptu Dahlan, yang dikonfirmasi menyebutkan belum bisa memberikan keterangan lebih rinci mengenai kasus tersebut. Namun dalam peristiwa tidakan anarkis ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Abdullah, Aminah dan anaknya yang dewasa telah kita amankan di Mapolresta Bima Kota,” terangnya. Saat ini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan pihaknya. (use)

Dilaporkan Dugaan Perusakan Terumbu Karang di Labangka

IRIGASI CUKUP - Tanaman pertanian di So Matua Kecamatan Woja masih hijau dan akses air irigasi dari Rababaka yang cukup dekat membuat daerah ini tetap tercukupi kebutuhan air untuk tanaman pertanian. Dengan Dinas Pertanian, Dinas PU dan meminta data laporan dari Desa melalui Camat soal kekeringan. Paling tidak, ini sebagai langkah antisipasi pemerintah di musim kemarau,” katanya. Biasanya, lanjut Imran, daerah Kilo dan Huu wilayah Jala serta Nangadoro yang sering kesulitan air bersih pada musim kemarau di Dompu. Untuk di wilayah Nisa Desa Kawangko, kekurangan air bersihnya bukan karena musim kemarau tetapi akses air bersihnya yang sulit. Di daerah ini mengandalkan air bersih dari daratan di Kawangko yang dialirkan melalui perpipaan di bawah laut. (ula)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Muncul dugaan adanya perusakan terumbu karang di kecamatan Labangka, berdasarkan laporan dari masyarakat setempat. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa pun bakal segera turun meninjau lokasi yang terindikasi terjadi perusakan dimaksud. Kasi Pengawasan dan Penegakan Hukum Dislutkan Sumbawa, Zulkifli S.Pi, M.Si, Selasa (17/6) menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat Labangka IV, tentang adanya pengrusakan terumbu karang yang dilakukan pengusaha atas pemasangan jaringan tambak. Untuk mengkroscek kebenaran laporan ini, pihaknya akan turun ke lapangan. “Apa betul laporan ini, kita akan cek lokasi,” terangnya. Bila nantinya terbukti ada pengrusakan, maka pihaknya akan menghentikan usaha tambak yang dilakukan. Sebab hal tersebut bisa melanggar Undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah dan pulau-pulau kecil. Khususnya

yang mengarah pada terumbu karang. Serta UU nomor 45 tahun tahun 2009 tentang perikanan. Yang isinya lebih menegaskan tentang perbuatan. Termasuk nantinya mengecek, apakah tambak dimaksud sudah memiliki izin atau belum. Sesuai pasal 26 tentang usaha perikanan, setiap usaha di bidang perikanan harus memiliki izin. Ketika dikonfirmasi terkait laporan ini, Camat Labangka Hartono S.Sos, mengaku belum mengetahui laporan dimaksud. Sampai saat ini belum ada koordinasi dari dinas terkait. Namun sepengetahuannya, usaha tambak yang diketahuinya ada di Labangka IV belum memiliki izin, karena sejauh ini, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi untuk penerbitan izin. Mengingat pengurusan izin mesti ada rekomendasi dulu dari desa ke kecamatan dan seterusnya ke KPPT, sesuai aturan. “Saya sarankan pengusaha tambak segera mengurus izinnya, sepanjang memenuhi aturan yang ada. Jangan sampai ada komplain dari masyarakat,” tukasnya. (arn)

Pusat Komit Dukung Program Tambora Menyapa Dunia

Hj . Sri Suzana

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/humas)

KERJASAMA - Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin memperlihatkan dokumen kerjasama yang telah ditandatangani bersama PT Bintang Jaya Surabaya di Kepri.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Jati Baru Kecamatan Asakota Kota Bima, Senin (16/ 6) malam. Rumah seorang warga, Abdullah Ismail (55), ludes dibakar setelah diduga sebagai dukun santet yang meresahkan warga. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Sejumlah warga mendatangi

informasi yang dia dapat, aksi pelemparan dan pembakaran terhadap rumah Abdullah ini karena dicurigai sebagai dukun santet. Warga, lanjutnya, merasa resah sehingga melakukan tindakan anarkis. Hanya saja, kebenarannya belum bisa dibuktikan. Disebutkannya, akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian yang tidak sedikit. Pasalnya, dalam aksi tersebut dua unit rumah milik korban rata dengan tanah. Petugas pemadam kebakaran, sempat ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun lantaran

Dompu (Suara NTB) Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap komit menyukseskan Tambora Menyapa Dunia tahun 2015 sesuai yang telah direncanakan. Rencana mempending dana tugas perbantuan (TP) yang dialokasikan bagi Kabupaten Dompu akan dibatalkan sehingga pembangunan beberapa fasilitas di sekitar lereng gunung Tambora bisa segera terealisasi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Dra Hj Sri Suzana, M.Si kepada Suara NTB, Selasa (17/6) mengaku, rencana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk menunda dana tugas perbantuan (TP) bagi Kabupaten Dompu tahun 2014 sebesar Rp 770

juta dari Rp 1 miliar yang dialokasi akan diperjuangkan untuk tetap dianggarkan kembali, sehingga rencana pembangunan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan TMD tahun 2015 di lereng gunung Tambora dapat teralisasi. “Hasil koordinasi kita kemarin, mereka memperjuangkan untuk tetap dianggarkan tahun 2014. Pertimbangan mereka karena sudah ada kontrak (dengan perusahaan pelaksana proyek) sesuai surat Bupati,” katanya. Jika dialokasi tahun 2015, pertimbangan pemerintah pusat tidak mungkin bisa terkejarkan dengan pelaksanaan kegiatan TMD yang akan berlangsung pada April 2015. “Ini untung kita cepat koordinasikan dengan membawa dokumen kontraknya,” terangnya.

Untuk kepastian anggaran pembangunan sejumlah fasilitas di sekitar lereng gunung Tambora tahun 2014 ini, Hj Sri Suzana mengaku, pihaknya akan diinformasikan dalam 1-2 pekan ini. “Setelah kepastian itu kita dapat, kita bisa langsung mulai pekerjaannya,” ungkapnya. Dana TP dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI tahun 2014 ini rencananya untuk membangun pusat cinderamata di Pancsila Desa Tambora Kecamatan Pekat dan beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti fasilitas MCK. Di jalur pendakian Doroncanga juga akan dibangun 2 unit selter, rumah penjaga, MCK dan pemagaran keliling area bangunan. Fasilitas ini cukup menunjang bagi pendaki khususnya berasal dari luar Dompu. (ula)


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Pejabat Ramai-ramai Temui Manajemen Jetstar di Australia Dari Hal. 1 Kelima pejabat yang berangkat ke Melbourne Australia pada Selasa (17/6) adalah Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Drs. H. Gita Aryadi, M.Si. Kemudian dua orang unsur pimpinan Komisi II DPRD NTB yang membidangi pariwisata yakni Mori Hanafi, SE, M.Comm dan Johan Rosihan, ST. Kemudian Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra. “Pak Wagub akan membicarakan supaya rute itu tidak ditutup,” kata Nasir. Wakil Gubernur, H. Muhammad Amin, SH, M.Si yang ditemui usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD NTB kemarin mengatakan, tadinya dia hanya akan mengutus Asisten II untuk memenuhi undangan manajemen Jetstar terkait dengan keberlanjutan rute Perth-Lombok itu. Namun, Gubernur NTB katanya, meminta dirinya langsung untuk menemui manajemen Jetstar di Australia. Ia menjelaskan, marketing fund melalui maskapai Jetstar Airways sebesar Rp 1 miliar akan dikucurkan oleh Pemprov NTB. Pasalnya, hal serupa juga pernah diberikan kepada maskapai penerbangan Air Asia ketika baru membuka rute Kuala Lumpur-BIL. Marketing fund tersebut, lanjutnya bersifat stimulan. Artinya, setelah pada tahap tertentu di mana kondisi load factor (tingkat keterisian kursi penumpang) sudah normal maka pemberian marketing fund akan dihentikan. ‘’Jadi karena pasar Australia ini itu sangat urgen, sangat menguntungkan. Bolehlah pemasaran kita ke Timur Tengah dan Eropa, tetapi pasar Australia tidak bisa kita tinggalkan. Karena ternyata kunjungan wisatawan Australia itu mendominasi angka kunjungan ke NTB,” ujar wagub. Amin menambahkan, apapun upaya dan ikhtiar akan dilakukan agar rute Perth-BIL tetap ada. Menurutnya, aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah baik dalam dan luar negeri sangat penting untuk mendatangkan wisatawan ke daerah ini selain upaya promosi dan pena-

taan destinasi. ‘’Karena itu, kesimpulan kita wajib hukumnya penerbangan yang sudah dirintis oleh Jetstar ini tetap kita pertahankan. Persoalan nanti akan ada maskapai-maskapai lain yang akan buka rute, kita siap juga. Yang penting ini tetap jalan,” imbuhnya. Dalam pertemuan dengan menajemen Jetstar yang diagendakan pada 18 Juni di Melborne itu, wagub akan memastikan komitmen Pemprov NTB seperti apa yang diinginkan manajemen Jetstar. Nantinya, akan dilakukan Memorandum Of Understanding (MoU) terkait dengan penggunaan dana promosi itu. ‘’Untuk meyakinkan mereka, karena kita yang butuh. Kalau kita butuh sesuatu maka tentu ada pengorbanan, harus ada ikhtiar dan upaya yang kita lakukan,” katanya. Menurutnya sangat disayangkan jika Jetstar menutup penerbangan ke Lombok di saat angka kunjungan wisatawan ke daerah ini melonjak sampai 190 persen. Disebutkan, berdasarkan hitunghitungan dengan mengeluarkan dana marketing fund sebesar Rp 1 miliar itu, akan mampu mendatangkan devisa di atas Rp 50 miliar per tahun. ‘’ Ini sangat luar biasa, sayang jika terhenti. Jangan kita sia-siakan yang sudah kita lakukan. Dukungan semua pihak, agar maskapai ini tetap melayani rute. Yang sudah ada tetap kita pertahankan, jangan mereka hilang sementara yang akan datang belum ada kepastian,” ujarnya. Maskapai penerbangan Jetstar Airways mulai melayani rute Perth, Australia ke Lombok, NTB empat kali seminggu yakni Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. Penerbangan perdana rute Perth-Lombok direalisasikan 24 September 2013 menggunakan pesawat Airbus A320 mengangkut 150 penumpang. Kepala Komersial dan Operasional Jetstar Nigel Fanning juga ikut dalam penerbangan perdana ke Lombok itu. (nas)

Tindaklanjuti Program BPPD Sebelumnya Dari Hal. 1 Pihaknya memandang, penerbangan langsung ke Australia, khususnya Perth sebagai suatu hal yang sangat strategis, sehingga perlu dipertahankan. Apalagi, sebagian besar kunjungan wisatawan ke NTB masih didominasi dari Australia. Untuk itu, lanjutnya, kunjungan wagub ke Australia akan dimanfaatkan untuk melobi manajemen Jetstar, khususnya berkaitan dengan tindaklanjut pelaksanaan marketing fund sekitar Rp 1 miliar. Selain itu, ujarnya, dari informasi yang diperoleh pihaknya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengharapkan semua pihak bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan terjadinya rencana penutupan penerbangan Perth-BIL. Adanya kerjasama dengan manajemen Jetstar melalui

program marketing fund akan mampu mempromosikan potensi wisata yang dimiliki NTB di Australia. Dari promosi yang dilakukan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB, sehingga pesawat Jetstar tidak mengalami sepi penumpang. Tidak hanya itu, ujarnya, Pemprov NTB tidak hanya bertemu dengan jajaran manajemen Jetstar, tapi akan mengikuti agenda program Promosi Pariwisata Indonesia di Perth yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program ini dinilai penting bagi NTB untuk mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki. Pihaknya berharap adanya kerjasama dengan manajemen Jetstar dan promosi pariwisata di Perth, tingkat kunjungan wisatawan Australia ke NTB bisa meningkat. (ham)

DASI-Alfamart Salurkan Program ”Beras Kehidupan” Praya (Suara NTB) DASI NTB Cabang Lombok Tengah bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pengelola Toko Alfamart melaksanakan kegiatan penyaluran program “Beras Kehidupan” kepada ratusan warga kurang mampu, dhuafa, lansia dan anak yatim. Kegiatan berupa pembagian paket sembako secara gratis itu dilaksanakan di halaman Toko Alfamart Leneng Praya, yang letaknya tak berjauhan dengan kantor DASI NTB Cabang Loteng. Syawal selaku Ketua DASI NTB Cabang Loteng, selama ini kami sudah cukup sering menjalin kerja sama dengan Alfamart dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beragam kegiatan sosial. Dia menambahkan, tidak hanya kegiatan sosial, akan

Dari Hal. 1 Saat ditanyai soal urgensi keberangkatannya ini, ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan respons dari rencana penutupan rute Perth Australia - BIL. Menurutnya, adanya maskapai penerbangan yang berhenti melayani rute penerbangan ke NTB akan mempengaruhi citra pariwisata kita di mata dunia. ‘’Ini kan masuk destinasi utama pariwisata, kemudian ada maskapai internasional ingin berhenti, itu kan citra bos. Tiger sudah hilang kemarin, terus sekarang Jetstar lagi, itu kan bukan persoalan akses lagi, tapi persoalan pencitraan, ada apa di Lombok?” Menurutnya, pihak Kemenparekraf memberikan respons yang cepat untuk persoalan ini.

Karenanya, pihaknya juga sampai dilibatkan dalam keberangkatan ini guna ikut merayu maskapai asal Australia itu mengurungkan niatnya. “Itu kita hanya merespons itu aja, tanggal 20 pulang kok,” imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD NTB, H. L. Moh. Syamsir, SH mengaku belum mengetahui kepastian rencana keberangkatan ke Melbourne tersebut. Ia mengakui sempat mendengar adanya rencana Wagub berangkat ke Melbourne dan kemungkinan ada anggota DPRD NTB yang akan diajak serta. “Mungkin ada yang diajak oleh Wagub. Tapi selebihnya saya belum tahu soal ini,” ujar politisi PBB ini. (aan)

Kejaksaan Amankan Gambar Proyek Jembatan Cemara Dari Hal. 1 Pemeriksaan PPHP seputar pengadaan barang dan jasa, apakah sudah sesuai dengan kontrak atau belum. Selain dari PPHP, dipanggil juga Pe-

jabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Saksi ini dipanggil untuk didengar keterangannya, apakah pekerjaannya sudah sesuai kontrak dengan rekanan atau tidak. (ars)

tetapi beragam hal positif lainnya dapat dilaksanakan secara baik seperti pelatihan. Pelatihan tersebut biasanya dilaksanakan di Rumah Albi Alfamart yakni ruang khusus yang disiapkan di toko ritel itu yang dapatkan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat sekitar dan pelanggan tanpa dikenai biaya alias gratis. “Kegiatan yang kami lakukan ini merupaka salah satu aksi nyata program DASI NTB dan Alfamart dalam membantu program pemerintah menekan angka kemiskinan di wilayah ini,” ujarnya. Dia berharap semoga saja aksi sosial yang dilakukan tersebut dapat menggugah berbagai kalangan dan instansi lainnya untuk tergerak melakukan hal nyata dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu tersebut. (049/*)

(Suara NTB/ist)

KURANG MAMPU - DASI NTB Cabang Lombok Tengah bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pengelola Toko Alfamart melaksanakan kegiatan penyaluran program “Beras Kehidupan” kepada ratusan warga kurang mampu, dhuafa, lansia dan anak yatim.

DPRD NTB akan Bentuk Pansus KONI Lobar Keluhkan Atensi Tiga Proyek Strategis Pelayanan Panitia Porprov

Mataram (Suara NTB) DPRD NTB akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengatensi tiga proyek strategis Pemprov NTB yang hingga saat ini masih belum bisa difungsikan. Tiga proyek strategis itu adalah proyek terminal haji/TKI di Bandara Internasional Lombok (BIL), proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Dasan Cermen dan proyek Islamic Center (IC). Desakan pembentukan Pansus itu mengemuka dalam sidang paripurna dengan agenda Jawaban Gubernur terhadap pemandangan umum fraksifraksi terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2013 di Gedung DPRD NTB, Selasa (17/6) siang kemarin. Mendengar jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi dewan itu, sejumlah anggota DPRD NTB mengajukan interupsi agar pimpinan dewan segera membentuk pansus ataupun panja untuk mengetahui secara jelas terkait dengan tiga proyek strategis tersebut. Sekretaris Komisi III Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH, MH mengatakan dalam LHP BPK RI atas LKPD Pemprov NTB tahun 2013 ditemukan sejumlah temuan pada proyek tersebut yang harus disikapi serius dan sungguhsungguh oleh lembaga DPRD. Ia menyebut, temuan tersebut antara lain proyek terminal haji/TKI di BIL. Dimana dalam jawaban gubernur yang dibacakan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH, M.Si disebutkan bahwa program atau kegiatan tersebut sebagian sedang dalam penyidikan Polda NTB. Namun dari satu sisi, kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini setiap tahun anggaran, dewan selalu memberikan dukungan anggaran kepada kegiatan tersebut. “Fraksi kami khawatir, jangan sampai kemudian apa yang disidik Polda NTB itu tumpang tindih dengan program yang kita dukung dalam setiap tahun anggaran. Oleh karena itu, kami mengusulkan dilakukan evaluasi secara seksama apakah itu menugaskan komisi teknis atau menugaskan Pansus untuk melakukan beberapa evaluasi, klari-

fikasi dan sebagainya. Sehingga, dukungan anggaran kita tidak tumpang tindih dan tidak bermasalah di kemudian hari,” ujarnya. Disamping itu, perlu juga diketahui mengenai sumbersumber pendanaan Islamic Center (IC) serta penggunaan dana tersebut. Demikian juga mengenai proyek pembangunan RSUP Dasan Cermen. Ia melihat, proyek tersebut sudah dianggarkan bertahuntahun tetapi belum juga bisa difungsikan dengan baik. “Bahkan, janji-janji sebelumnya, Insya Allah akhir tahun 2013 dapat dimanfaatkan, namun sampai dengan pertengahan 2014 ini belum juga dapat dimanfaatkan,” ujarnya. Nurdin menjelaskan, pembentukan pansus ataupun panja sangat memungkinkan jika proyek tersebut menyangkut lintas komisi. Dalam LHP, BPK memberikan mandat kepada DPRD untuk bisa melakukan pendalaman terhadap suatu program (proyek) secara lebih mendalam. Politisi PKS, H. Musleh Kholil, S.IP, MH mengatakan fraksinya juga menyampaikan hal yang sama dengan fraksi lain. Ia mengatakan, untuk proyek yang menyangkut lintas komisi sangat elok dibentuk pansus karena melibatkan semua komisi. Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Rumaksi SJ, SH menambahkan jika ada sesuatu hal yang belum jelas terkait dengan LHP BPK, maka lembaga DPRD dapat mengundang BPK untuk menjelaskan permasalahn tersebut. Setelah mendengarkan penjelasan BPK, baru bisa dilanjutkan apakah perlu dilakukan audit tindaklanjut atas temuan yang ada. Ketua DPRD NTB, Drs. H. L. Sujirman mengatakan jika ada permasalahan yang belum jelas dalam LHP BPK itu maka kemungkinan dilakukan dua hal. Pertama menugaskan komisi terkait untuk mendalami temuan BPK tersebut. Kedua, jika menyangkut lintas komisi maka dibentuk Pansus sehingga informasi yang didapatkan akan lebih detil. Ia mengatakan, apa yang menjadi desakan anggota DPRD untuk segera dibentuk pansus untuk mengatensi tiga proyek strategis itu akan seg-

era di-follow up oleh pimpinan dewan. “Oleh sebab itu, usulan itu sangat menarik. Sesuai dengan jadwal yang sudah diplot sampai tanggal 25 merupakan pembahasan pada tingkat komisi untuk didalami. Sekaligus ini juga menjadi rekomendasi paripurna sekarang ini untuk menjadi bahan Badan Musyawarah untuk mengantisipasi dibentuknya pansus,”katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si saat membacakan jawaban Gubernur terhadap pemandangan umum fraksifraksi dewan mengatakan terkait belanja pembangunan terminal haji/TKI di BIL, dan pembangunan RSUP Dasan Cermen dijelaskan bahwa terminal haji saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan di Polda NTB. “Sehingga kami harus berhati-hati agar penganggarannya hanya untuk kegiatan yang tidak terkait dengan item kegiatan yang masih ditangani. Akan tetapi terhadap kegiatan yang bersifat tambahan dan di luar unit yang bermasalah secara hukum, tetap akan dilanjutkan,”ujarnya. Terhadap penyelesaian fisik RSUP di Dasan Cermen, lanjutnya, dalam tahun anggaran 2014 sudah dialokasikan sebesar Rp 146 miliar lebih, yang diharapkan dapat terserap secara optimal. Sementara itu, terkait dengan jumlah penerimaan daerah yang bersumber dari hibah masyarakat untuk partisipasi pembangunan IC, sejak tahun anggaran 2011 sampai dengan tahun 2013, Pemprov NTB menerima hibah dari masyarakat sebesar Rp 11 miliar lebih. Setelah terkumpul melalui rekening bank, setiap tahunnya disetorkan langsung sebagai pendapatan daerah dan dialokasikan kembali bersama sumber pendapatan lainnya ke dalam belanja langsung Dinas Pekerjaan Umum untuk kepentingan pembangunan fisik IC. Sedangkan pembangunan fisik yang bersumber dari dana corporate social responcibility (CSR) PT. Newmount Nusa Tenggara adalah untuk pembangunan Minaret Asmaul Husna tahun 2013 sebesar Rp 32,7 miliar, dan untuk biaya konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp 3,9 miliar. (nas)

Lancar, Pelaksanaan Tes SBMPTN Dari Hal. 1

Penutupan Rute Bisa Pengaruhi Citra

Halaman 5

belum ada laporan terkait dengan adanya kendala teknis yang dapat mengganggu jalannya tes. Hanya saja, tadi ada laporan terkait dengan kurangnya berita acara untuk para pengawas, tapi ternyata itu terselip dan dibagi ke peserta tes. Begitupun terhadap peserta yang tidak datang, belum ada laporan, nanti saja kita cek berapa peserta yang datang dan tidak datang setelah tes selesai,” terang Ketua Panlok 65 Mataram yang juga Pembantu Rektor I Unram,Prof. Ir. Lalu Wirasapta Karyadi, M.Si. Mengantisipasi terjadinya

kecurangan pada pelaksanaan tes, Karyadi memastikan itu tidak terjadi lantaran pelaksanaan tes dikawal oleh 1.040 pengawas yang berasal dari dosen Unram dan para guru di sekolah yang dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan tes. ‘’Kita pastikan tidak ada kecurangan, karena pengawasnya ini banyak dan ketat dari dosen Unram dan guru,” katanya. Lebih jauh Karyadi menjamin objektivitas naskah soal karena semua naskah soal berasal dari panitia pusat SBMPTN yang pelaksanaan tesnya dilakukan secara serempak. Pada tes kali ini, setidaknya ada beberapa materi tes yang

harus diselesaikan oleh peserta diantaranya ialah tes bidang studi dasar dan tes potensi akademik yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik peserta tes. ‘’Kita sudah berupaya meminimalisir kecurangan, karena selesai tes ini, besok paginya lembar jawaban akan dikirim langsung ke panitia pusat SBMPTN untuk validasi data. Kita sudah siapkan kontainer untuk mengirim lembar jawaban tersebut sebab tidak boleh terlalu lama diinapkan. Selain itu, instrumen objektifnya juga sudah disediakan oleh pusat untuk para pengawas yaitu berupa berita acara,” jelasnya. (dys)

Tersangka Menolak Ditahan Dari Hal. 1 Saat tiba di Lapas dan hendak menemui tiga tersangka, hanya Ichsan yang menolak bertemu. Sementara dua tersangka lainnya Muhammad Zuhri dan Gafar Ismail mau menemui tim jaksa. Menurut juru bicara Kajati NTB Made Sutapa, SH setelah mendapat informasi dati tim jaksa, meski mau menemui, namun dua tersangka menolak tanda tangan berita acara penahanan. ‘’Walaupun mau bertemu, dua tersangka tidak mau tanda tangan berita acara penahanan,” kata

Sutapa. Demikian juga dengan Ichsan, yang sama sekali tidak keluar dari sel tahanan. Sebagai alternatif, jaksa kemudian menyodorkan surat yang intinya, ketiga tersangka menolak menandatangani berita acara penahanan. Toh surat itu tidak ditandatangani. Meski demikian, jaksa tetap menjalankan proses pelimpahan tahap dua dari jaksa penyidik Kejati NTB ke JPU Kejari Selong, Lotim, locus kasusnya. Proses pelimpahan tetap dilakukan, dengan menyelesaikan proses administrasi. Menurut Sutapa, meski ditolak penahanan, proses

hukum tetap dibenarkan sesuai KUHAP. ‘’Penahanan badan secara otomatis sudah dilakukan, mereka ditahan di Lapas Mataram. Sedangkan administrasinya tetap di Kejari Selong,” terang Sutapa. Tahapan selanjutnya, jaksa peneliti ada di Kejari Selong yang akan meneliti berkas perkara tiga tersangka. Setelah selesai diperiksa, akan dilanjutkan ke pelimpahan di Pengadilan Tipikor Mataram, sebagai persiapan ke tahap persidangan. ‘’Proses selanjutnya di Kejari selong, persiapan ke tahap persidangan,” pungkas Sutapa. (ars)

Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX 2016 banyak dikomplain pengurus KONI tingkat kabupaten. Pelaksanaan Porprov kali ini dinilai lebih buruk dari sebelumnya, pasalnya dari segi pelayanan kontingen hari pertama sampai saat ini banyak yang tak diurus mulai dari konsumsi dan transportasi. Padahal, semua KONI di daerah sudah memberi kontribusi pada KONI induk dalam pelaksanaan Porprov kali ini. “Kami mengeluhkan pelayanan panitia porprov , kontingen kami banyak yang tak diurus makanan dan transportasinya,” keluh Ketua Harian KONI Lobar, Muhazam pada Suara NTB, Selasa (17/6). Ia mengaku banyak atlet yang komplain terkait pelayanan panitia Porprov. Mulai dari pelayanan makanan dan transportasi mulai hari pertama hingga kemarin. Pada-

hal pihaknya sudah berkontribusi ke KONI NTB, namun tidak dibarengi pelayanan yang baik. Pihaknya sering komplain ke panitia induk, namun panitia terkesan lempar tanggung jawab , sehingga mengesankan Porprov berorientasi pada bisnis. Ia menyebut kontribusi ke panitia per atlet Rp 86.500 per hari. Padahal ada yang bertanding tidak sampaI 9 hari, ada yang dua hari. Seperti sepak bola kalau kalah pulang lebih cepat. Jumlah atlet Lobar yang ikut Porprov sebanyak 263 orang ditambah official 59, sehingga menjadi 300 orang. Lobar mengikuti 21 cabor dengan menargetkan sejumlah cabor mendulang emas, antara lain dari cabor atletik, silat, karate, renang, kempo, balap sepeda dan motor. “Kita targetkan 60 emas yang ditarget untuk KONI Lobar,’’ sebutnya. (her)

”Islamic Center” Masih Butuh Anggaran Rp 182 Miliar Mataram (Suara NTB) Proyek Islamic Center (IC) masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 182 miliar lagi supaya bisa benar-benar rampung secara keseluruhan. Anggaran sebesar itu dibutuhkan masing-masing Rp 60 miliar pada tahun 2015 dan Rp 122 miliar tahun 2016-2018. Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH, M.Si dalam rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda jawaban gubernur terhadap pemandangan umum faksi-fraksi terkait dengan Raperda Pertanggungjawaban APBD NTB 2013 bertempat di Gedung DPRD NTB, Selasa (17/6) siang kemarin. Wagub menjelaskan, anggaran sebesar Rp 60 miliar pada tahun 2015 itu akan dipergunakan untuk penyelesaian plaza masjid dan basement, selasar dan hall, landscape, dan pekerjaan mechanical/electrical. Sementara anggaran sebesar Rp 122 miliar itu akan dipergunakan untuk pembangunan zona pendidikan dan renovasi masjid raya. Zona pendidikan dan renovasi masjid raya akan dijadikan pusat kajian Islam dan museum sejarah Islam yang diupayakan tuntas tahun 2016 – 2018. Ditambahkan, penyelesaian fisik pembangunan Islamic Center akan diselesaikan secepatnya sesuai kemampuan fiskal daerah. Untuk pembangunan masjid Islamic Center akan dituntaskan pembangunannya tahun 2015, dengan alokasi dana sebesar Rp 50 miliar lebih untuk tahap IV tahun 2014.

Hal-hal yang dikerjakan pada pembangunan kelanjutan Islamic Center tahap IV tahun 2014 ini adalah finishing seluruh kegiatan atap termasuk plat atap, kubah dan ornamen. Penyelesaian seluruh kegiatan arsitektur dan ornamen lantai II dan III. Kemudian penyelesaian seluruh kegiatan finishing dan ornamen lantai I. Penyelesaian seluruh kegiatan finising lantai dasar. Penyelesaian tempat wudhu dan sebagian kamar mandi/WC. Selanjutnya, pekerjaan landscape, terdiri dari pekerjaan gali - timbun, pemasangan kansten, pembentukan jalan dan areal parkir, penanaman pohon pada bagian belakang dan samping, untuk bagian depan diselesaikan secara keseluruhan. Serta penyelesaian pintu gerbang, pekerjaan mechanical dan electrical dan pekerjaan instalasi pengolahan air limbah untuk areal masjid. Terkait dengan temuan kerugian negara pada pengerjaan Islamic Center senilai Rp 385 juta lebih, lanjut Wagub, telah disetor ke kas daerah. Begitu juga terhadap kelebihan atas pengadaan kendaraan dinas sebesar Rp 118 juta lebih, serta peruntukan dan pengembalian dana hibah sebesar Rp 274 juta lebih, telah disetorkan ke kas daerah pada bulan Mei 2014. Sedangkan terkait dengan tunggakan bunga 10 koperasi dan 1 bank perkreditan rakyat, Pemprov NTB akan melakukan optimalisasi penagihan dan evaluasi kembali terhadap tunggakan tersebut. (nas)

Evaluasi Kinerja BUMD Dari Hal. 1 Ia menjelaskan, pengajuan perubahan perda penyertaan modal yang dilakukan Pemda karena untuk memperjelas nominal penyerataan modal ke BUMD tersebut. Karena dulunya, contoh penyertaan modal yang diberikan ke PT Tripat berupa tanah seluas 8,5 hektar. Sekarang katanya tidak bisa begitu, namun harus ditentukan berapa nilai uang penyertaan modal tersebut. Bupati mengaku belum bisa menghitung secara kese-

luruhan penyertaan modal pemda ke BUMD apakah itu ke PT Tripat dan PDAM serta BUMD lainnya. Total nilai penyertaan modal ini baru bisa diketahui setelah Perda ini diselesaikan. ‘’Karena nanti ada tim appraisal terhadap tanah dan kekayaan daerah yang menjadi penyertaan modal,’’ jelasnya. Bupati menyebut, ada penambahan modal ke BUMD termasuk ke PT Tripat, PT Bank NTB. Namun nanti secara komulatif baru bisa diketahui setelah ada hasil pendataan tim appraisal. (her)


OPINI

SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Lobi Jetstar Jangan Mubazir UPAYA Pemprov NTB melakukan lobi supaya maskapai penerbangan Jetstar Airways tidak menutup rute Perth – BIL (Bandara Internasional Lombok) memang cukup baik. Namun dibalik itu, upaya yang dilakukan nampaknya kurang memperhatikan aspek efektivitas dan efisiensi anggaran. Bagaimana tidak, hanya untuk melobi Jetstar, harus dilakukan beramai-ramai. Terbukti, Selasa (17/6) kemarin lima orang pejabat yang berangkat ke ke Melbourne Australia berasal dari dua orang pejabat dari eksekutif, dua orang pejabat dari DPRD NTB dan satu orang pelaku pariwisata. Mereka adalah Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Drs. H. Gita Aryadi, M.Si. Kemudian dua orang unsur pimpinan Komisi II DPRD NTB yang membidangi pariwisata yakni Mori Hanafi, SE, M.Comm dan Johan Rosihan, ST. Kemudian Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra. Keberangkatan para pejabat itu secara berjamaah ke Melbourne Australia kalau dipandang dari segi anggaran, jelas tidak efisien. Padahal, kalau hanya untuk kepentingan melobi supaya maskapai penerbangan yang berkantor pusat di negeri kanguru itu mengurungkan niatnya menutup penerbangan ke BIL, cukup dilakukan satu atau paling banyak dua orang yang memang berkompeten dalam persoalan tersebut. Kalau keberangkatan tersebut menggunakan uang pribadi, jelas tidak akan menjadi sorotan. Tetapi keberangkatan lima pejabat ini menggunakan uang rakyat yang bersumber dari APBD. Sehingga akan sangat mubazir jika urusan melobi Jetstar dilakukan oleh lima orang. Namun demikian, keberangkatan lima pejabat itu diharapkan membawa kabar baik. Jangan sampai keberangkatan ke Melbourne Australia tidak membuahkan hasil, apalagi yang berangkat bukan satu dua orang. Akan sangat rugi sekali kalau lima pejabat itu pulang dengan tangan hampa, terlebih misalnya tidak mampu meyakinkan manajemen Jetstar supaya tidak menutup rute penerbangan ke BIL. Kengototan Pemprov NTB mempertahankan Jetstar diharapkan sudah melalui pertimbangan yang matang dan bukan karena latah atau gagah-gagahan saja. Karena seperti diketahui bersama Pemprov NTB akan memberikan dana marketing fund sebesar Rp 1 miliar kepada Jetstar. Namun berapapun anggaran yang bakal dirogoh Pemprov NTB untuk mempertahankan maskapai tersebut, tidak menjadi masalah sepanjang hasilnya juga jelas. Kalkulasi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. Muhammad Nasir mengenai naiknya tingkat kunjungan wisatawan dari Australia ke Lombok melalui BIL yang mencapai 190 persen diharapkan mampu mendatangkan manfaat besar bagi daerah ini. Apalagi dengan angka kunjungan seperti itu diyakini akan mendatangkan devisa mencapai Rp 50 miliar per tahun. (*)

Halaman 6

Merumuskan Musuh Bersama ELASI yang membaik antara pemerintah dan masyarakat dimungkinkan oleh praktik demokrasi yang secara prosedural melibatkan langsung masyarakat untuk menentukan pilihannya. Keterlibatan masyarakat ini meskipun menelan biaya yang tak sedikit tetapi dapat menjadi pupuk bagi kelanggengan relasi yang baik tersebut. Dengan begitu jarak antara keduanya, bagaimanapun jauhnya, tetap dihubungkan oleh garis kausal. Garis yang legal dan sebisa mungkin dibuat dengan kejujuran, keterbukaan dan transparansi.Urusan pemimpin yang sebentar lagi akan dipilih bahkan telah jadi perdebatan sampai ke ruang keluarga, kamar tidur dan dapur. Dalam satu keluarga tak luput dari adanya perbedaan pendapat perihal calon mana yang bakal dipilih. Ini situasi yang menarik, yang dari padanya dapat kita simpulkan suatu perubahan. Lalu apa yang selanjutnya dapat dicapai dari perubahan itu? Tentu setiap perubahan mesti disikapi dengan kesiapan dan sikap yang dewasa. Perbedaan adalah hal yang mutlak. Menyikapi perbedaan tanpa bisa menerimanya sama dengan membuat bencana bagi diri sendiri. Sementara tak ada persoalan yang dapat sepenuhnya kita selesaikan sendiri. Apalagi jika itu adalah persoalan bersama. Dalam situasi yang membaik kita punya kesempatan untuk melihat kembali persoalanpersoalan yang ada dan merumuskan sebentuk musuh bersama. Terumuskannya musuh bersama dapat menggiring kita untuk melawannya secara bersama-sama pula.Di masa ketika kawasan Nusantara mengalami penjajahan, musuh bersama bangsa adalah kaum penjajah, sistem kolonialisme yang memeras manusia dan hasil bumi Nusantara. Dengan perasaan dan pikiran senasibsepenanggungan para pemuda mendeklarasikan sumpah yang menjadi tonggak awal berdirinya kedaulatan bangsa. Peristiwa itu tidak mungkin terjadi apabila para pemuda (serta rakyat jelata) tidak merumuskan –baik secara langsung atau tidak- musuh bersama yang sedang mereka hadapi. Dengan merumuskan musuh bersama paling tidak kemudian ada cita-cita yang terbit di ufuk angan-angan, bahwa nanti kita harus mampu mencapai satu titik dimana segalanya lebih baik. Soal musuh bersama ini lantas

Oleh :

Kiki Sulistyo

(Pegiat Komunitas Akarpohon, Mataram) terlihat kembali di fase berikutnya dalam perjalanan sejarah kita. Pemerintahan represif-militeristik Orde Baru runtuh setelah bertahuntahun secara diam-diam menjadi musuh bersama, baik oleh para pemuda, aktivis, intelektual, wartawan, bahkan seniman. Di masa itu relasi antara pemerintah dan masyarakat bukanlah relasi yang sehat. Masyarakat dibelenggu oleh sistem tuan-hamba, masyarakat tidak boleh menyampaikan pendapat, harus patuh-mutlak pada apaapa yang sudah diperintahkan. Kemakmuran tampak terpenuhi tapi dibaliknya sekian kejahatan kemanusiaan tersimpan. Distribusi ekonomi tidak merata. Korupsi, kolusi, nepotisme merajalela. Semuanya bermuara pada sistem pemerintahan yang represif itu, yang tidak sadar (seperti juga yang dialami armada dagang Belanda, VOC, di masa lalu) bahwa mereka akhirnya habis digerogoti dari dalam. Laporan-laporan yang “asal bapak senang” jadi akumulasi masalah dan pada akhirnya terbongkar oleh desakan dari bawah. Perubahan kembali diserukan. Sejumlah tokoh berani angkat bicara di titik kulminasi terjadinya reformasi, sebagian lagi cari selamat dengan berganti bulu. Dari bulu musang menjadi bulu ayam. Arus dari bawah bergerak menuju musuh bersama mereka. Kita pun lantas melihat perubahan memang akhirnya terjadi. Keadaan yang dimungkinkan oleh karena telah terumuskannya musuh bersama yang mendorong kita untuk fokus dan tidak permisif terhadap apa-apa yang tersangkut dengan musuh bersama tersebut. Korupsi Sekarang di tengah relasi yang membaik antara kita sebagai masyarakat dengan pemerintah sebagai penentu kebijakan, belum terlihat lagi kesepakatan apa musuh bersama yang harus kita lawan. Barangkali ini risiko lain dari kebebasan berpendapat sehingga kepentingan pribadi bisa dijadikan dalih untuk melakukan intervensi ke kepentingan publik. Apalagi jika yang punya kepentingan adalah orang yang berkuasa. Tetapi apabila kita melihat lebih lanjut dapat kita simpulkan musuh bersama tersebut. Musuh yang sampai sekarang masih kuat dan hidup serta berkembang di sekitar kita.

Di tempat paling atas harus kita akui bahwa praktik korupsi adalah biang dari banyak persolan yang terjadi. Karena itu patut kita tempatkan perbuatan ini sebagai musuh bersama yang paling utama.Semua tahu bahwa praktik korupsi menghancurkan alur distribusi ekonomi yang seharusnya tersebar merata. Dengan menjegal satu aliran saja akan terjadi kemampatan di bawah. Akibatnya yang seharusnya berhak tak mendapatkan haknya. Yang persoalan ekonominya mestinya bisa teratasi justru berhadapan dengan persoalan baru; suap, pungli, kriminalitas, dan sekian masalah sosial lainnya. Tak bisa dibayangkan jika praktik korupsi dilakukan secara bersama-sama dalam satu gerbong besar, maka yang terjadi kemudian adalah kondisi “malapraktik” dimana-mana. Tak ada yang akan sesuai dengan aturan. Dari menjangkitnya tindak korupsi lahir lagi berbagai problem lain yang patut kita waspadai dan lawan secara bersama-sama. Karena distribusi ekonomi yang tidak merata kemiskinan masih terjadi. Kasus gizi buruk masih muncul. Kemiskinan dan gizi buruk di sebuah wilayah tropis, dimana tanaman bisa tumbuh sendiri, adalah keajaiban yang negatif. Kalau distribusi ekonomi merata takkan ada lagi kasus-kasus semacam itu. Ketidakmerataan distribusi ekonomi sangat terkait dengan adanya tindakan-tindakan korupsi di seputar para pemegang keputusan. Melalui sistem dan praktik yang buruk dalam hal pelayanan publik, sistem pendidikan serta fasilitas dan pengetahuan kesehatan yang tidak memadai. Buruknya pelayanan publik adalah indikasi dari korupsi juga. Sebab hak yang harus diberikan tak dipenuhi sebagai bagian dari tanggung jawab. Atau paling tidak dipersulit untuk kita mendapatkannya. Harus diakui bahwa akibat dari tindakan korupsi dalam pengertian yang luas telah menimbulkan permasalahan yang luas pula. Oleh sebab itu musuh bersama kita saat ini adalah korupsi. Korupsi yang harus dilawan secara bersamasama. Dan patut diwaspadai bahwa tindakan korupsi bukan hanya soal menilep uang, tapi juga tidak melaksanakan tanggung jawab, mangkir dari tugas dan kewajiban

serta mengabaikan kepentingan orang banyak adalah bagian dari itu juga. Gencarnya gempuran terhadap pelaku korupsi, serta pemberitaan yang menyorot hal itu, dapat kita anggap sebagai implementasi dari perumusan soal musuh bersama tersebut. Proses terjalinnya relasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat akan bermuara pada kesadaran akan posisi, tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tidak semua kebijakan pemerintah dapat mewakili semua kepentingan masyarakat. Dan tidak semua suara masyarakat harus dituruti. Tetapi apabila setiap kebijakan didasari pada niat untuk memeratakan kesejahteraan, meminimalisir persoalan orang banyak, serta membangun sistem yang efektif. Lalu dipraktikkan sesuai dengan aturan, lengkap dengan pengawasan dan evaluasi terus-menerus, maka semuanya bisa berlangsung dengan baik. Setidaknya setiap persoalan dapat menemukan solusinya. Dengan melawan korupsi secara bersama-sama, kita sedang melangkah menuju medan baru yang lebih fair dan terbuka.

Pertahankan Rute Perth-Lombok, pejabat ramai-ramai temui manajemen Jetstar di Australia Berpotensi pemborosan penggunaan uang daerah

*** Kenaikan tarif listrik, pertumbuhan industri dikhawatirkan melambat Pemerintah harus siapkan solusi

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Kenaikan Tarif Listrik

Pertumbuhan Industri Dikhawatirkan Melambat Mataram (Suara NTB)Hampir seluruh pengusaha atau industri yang mengandalkan listrik untuk operasional dan produksi di NTB terkena dampak langsung kenaikan tariff dasar listrik (TDL) 1 Juli mendatang. Kalangan pengusaha menolak keras rencana pemerintah tersebut. (Suara NTB/bul)

BANGUN PABRIK - beberapa investor dari Republik Seychelles didampingi Sekretaris DKP NTB, Ir. H. Djoko Supriyanto, MM saat berdiskusi dengan seluruh SKPD terkait tentang rencananya membangun pabrik pengolahan rumput laut di NTB.

Investor akan Bangun Pabrik Pengolahan Rumput Laut di NTB Mataram (Suara NTB)Tiga investor dari Republik Seychelles, Selasa (17/6) melakukan kunjungan ke beberapa wilayah penghasil rumput laut di NTB. Mereka merencanakan akan menggarap produksi rumput laut yang ada di daerah ini dengan mendirikan pabrik pengolahan. Sebelum melakukan kunjungan lapangan, ketiga investor dari negara dengan penduduk 90.000 jiwa yang berdekatan dengan Madagaskar itu menggelar pertemuan langsung dengan pejabat pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, perwakilan dari kabupaten/kota, beberapa perwakilan dari Dinas terkait dan kalangan pengusaha yang bergerak di bidang usaha rumput laut. Bertempat di kantor DKP NTB, pertemuan ini diterima Kepala DKP Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M. Si. Hadir juga Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPM-PT) Provinsi NTB, L. Bayu Windia, di dalamnya membahas keseriusan investor tersebut menggarap pengolahan rumput

laut NTB dan potensi yang ada di NTB. Melalui juru bicaranya, M Donny Suparna, investor tersebut memaparkan hajatnya untuk memanfaatkan rumput laut jenis sargasum yang tak banyak difungsikan di NTB. Mereka melihat sejauh ini belum ada hasil produksi lainyangdilakukanolehpihakswasta di tengah besarnya potensi produksi di daerah ini. “Investor ini melihat kebanyakan rumput laut jenis sargasum ini belum ada yang memanfaatkan, tapi produksinya cukup bagus padahal itu jenisnya yang tumbuh liar. Makanya mereka melihat peluang ini di NTB,” katanya. Para investor ini masih melakukan perhitungan sebesar apa kemungkinan produksinya, serta ketertarikan pemerintah daerah melalui DKP untuk melakukan pembudidayaan. Mereka bahkan merencanakan akan melakukan pembinaan ke petani agar produksi bahan baku bisa stabil dan berkesinambungan. Rencananya, rumput laut jenis sargasum ini tidak diolah menjadi produk makanan olahan. Na-

mun untuk meningkatkan manfaat dan nilai bisnisnya, pabrik yang direncanakan akan dibangun ini khusus untuk produksi pupuk cair untuk pertanian. Beberapa negara yang sudah menjadi mitra bisnisnya, Cina dan Malaysia telah siap menjadi negara tujuan pasar hasil produksi rumput laut ini nantinya. Menanggapi ini, Kepala DKP NTB melalui Sekretarisnya, Ir. H. Djoko Supriyanto, MM mengatakan ini menjadi peluang. Selama ini rumput laut jenis sargasum masih diambil dari alam tanpa dilakukan pembudidayaan. Dengan keinginan investor untuk memanfaatkan glaselaria, maka tentu dukungannya pemerintah daerah akan melakukan pembinaan untuk pembudidayaan jenis ini.DKP selama ini fokus mengembangkan rumput laut jenis kotoni. Sargasum selama ini hanya diambil dan dimanfaatkan begitu saja oleh masyarakat, dua daerah yang menjadi basis pertumbuhan paling banyak adalah Dompu dan Bima. Sementara Lombok Timur dan Lombok Tengah dikembangkan jenis Kotoni, bahkan masyarakat-

Buka Lebar Keran Investasi KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu (BKPM-PT) Provinsi NTB, L. Bayu Windia menegaskan membuka selebar-lebarnya keran investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB. Komitmen ini diperkuat menyusul adanya keinginan mendirikan pabrik pengolahan rumput laut di NTB oleh investor dari Republik Seychelles yang mulai Selasa (17/6)

melakukan pemantauan langsung potensi rumput laut NTB. Ia mangatakan tetap akan mendukung kemudahan berinvestasi bagi para investor yang serius menggarap peluang bisnis di daerah ini. “Kalau ini tetap kita dukung, kecuali retail, bila perlu retail jangan diberikanlah,” katanya usai mengikuti pertemuan dengan investor. Ia mengatakan investasi untuk mendirikan pabrik ini harus di-support oleh pemerintah daerah. Tetapi jika investasi tersebut masuk Penanaman Modal Asing (PMA) maka harus ada komunikasi dengan pemerintah pusat terlebih dahulu. Secara husus ia menjabarkan rencana investasi oleh investor dari Republik Seychelles ini masih penjajakan awal untuk pengembangan industri rumput laut di daerah ini. Mengapa investasi seperti ini dianggapnya menyenangkan. Sebab garapan bisnisnya adalah rumput laut jenis sargasum yang selama ini jarang dimanfaatkan tetapi cukup banyak di perairan NTB. Bayu menye-

butkan ada kemungkinan investor tersebut cukup serius menggarap rumput laut di NTB. Namun kepastiannya harus menunggu masih menunggu pemaparan selanjutnya dari visi misi perusahaannya nanti. Nilai investasinyapun belum dapat digeneralisir, namun serius atau tidaknya kata Bayu akan dilihat secara materil berapa uang yang akan digelontorkan untuk membangun pabrik di daerah ini. “Kita akan pantau terus dan bangun komunikasi,” tambah Bayu seraya menegaskan kembali tak akan mempersulit perizinan-perizinannya. Karena dianggap ada peluang besar yang dibawa oleh investor tersebut. Dikuatkan, akan beda perlakuan yang diberikan kepada investor yang bergerak di bidang industri dengan perlakuan pada investasi di bidang retail seperti yang dikemukakannya. Karena dari sisi imbas yang akan muncul jauh lebih menguntungkan investasi-investasi yang merencanakan membangun pabrik. (bul)

nya banyak yang mulai beralih ke pembudidayaan lobster. “Ini akan kita kaji juga, sebab ini diambil di alam, khawatirnya akan rusak terumbu karang. Tapi kalau memang berpeluang kita upayakan untuk dibudidayakan,” katanya menegaskan. Namun tetap akan didukung investor ini untuk membangun pabrik dan memanfaatkan potensi rumput laut yang ada. Tentu multiplayer efeknya akan jauh lebih besar karena terbukanya peluang kerja. “Daripada rumput laut kita dijual ke Surabaya lebih baik diolah disini,” demikian Djoko. (bul)

Penolakanberdasarkanpertimbanganakanberpengaruhlangsung terhadap lambannya perkembangan industri rumahan lokal, ataupun jika dilakukan penyesuaian, makahargajualproduksiakannaik dan memungkinkan pasar penjualannya melemah. Ketua Hipmi Lombok Barat, Azril kepada media ini menegaskan, berbicara dalam konteks kondisi di daerah, jelas kebijakan menaikkan TDL tersebut cukup memprihatinkan. Mungkin kebijakan ini bagi pemerintah dan PLN akan menciptakan efisiensi dari subsidi dan bisa memperbaiki struktur pendapatan PLN, akan tetapi momentumnya yang kurang tepat. Menurutnya, apakah pemerintah sudah mengantisipasi dampak perekonomian yang akan muncul dalam jangka pendek, dipastikan akan terjadi inflasi. Mengingat daerah ini pelaku UMKM banyak yang masuk kategori pelanggan PLN

golongan R1 yang menggunakan daya 1.300 VA. Sudah pasti pada sisi biaya produksi akan membengkak, yang akan berimbas langsung pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan nilai jual produk. Jika tidak ada instrumen yang bisa menggerakkan kenaikan pendapatan masyarakat, maka daya beli sebaliknya pasti turun dan berimplikasi pada dunia usaha seperti yang dikemukakannya diawal. “Karena ini sudah menjadi kebijakan yang hampir pasti, maka kedepannya dunia usaha khususnya bisa dicarikan alternatif dengan memberikan insentif atau previlage oleh pemerintah,” katanya di Mataram, Selasa (17/6). Basis-basis UMKM mungkin bisa diberikan diberikan atau disiapkansumber-sumberenergialternatif yangbiayaproduksinyakecil.“Mudahmudahan dampak yang akan ditimbulkan dari kebijakan ini tidak ber-

langsung lama. Tapi kita tetap berharap kebijakan ini ditunda dulu, menunggumomenyangtepat. Apalagi pelayanan listrik beberapa waktu terakhir di daerah ini mulaibanyakkeluhan,”tambahnya. Jikapun tak ada kebijakan khusus pemerintah kepada UMKM, menurutDirekturUtamaPTTripatLombok Barat ini, harus ada upaya penguatan lain dari sisi modal, dengan membukaruangseluas-luasnyaterhadap akses perbankan dan lembaga keuangan lainnya, peningkatan kapasitas manajerial UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Jika tak demikian, kenaikan TDL ini barang tentu menurutnya akanberatberkembang,apalagibersaingmenghadapipasaraseanyang menawarkanproduksi-produksihasilindustridenganhargamurahNamun tetap tergantung sektornya, tapi umumnya secara logika, kalau costproduksinaik,otomatisnilaijual produksiindustrikhususnyadalam daerahakannaik.“Saatinikitabanyakmelihatproduk-produkluarmasuk dengan harga yang cukup murah. Kita bisa saja kalah bersaing kalau produksi kita harganya mahalkarenapengaruhkenaikanTDL, harus ada regulasi yang memproteksi UMKM kita,” jelasnya. (bul)

Rayakan HUT Ke-34, PDAM Berbagi KEPEDULIAN terhadap sesama sangatlah melekat kuat di Perusahaan Daerah Air Minum Giri Menang. Inilah yang mendorong keinginan untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial ke masyarakat. Dirut PDAM GM H.L Ahmad Zaini mendukung penuh kegiatankegiatan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Beberapa waktu lalu PDAM GM bersama beberapa pegawai mulai dari Direksi hingga staf membagi tugas untuk melakukan bakti sosial di beberapa tempat, yaitu di Desa Lingsar, Desa Narmada dan Desa Sesaot. Sasaran bantuan tersebut adalah khususnya bagi masyarakat kurang mampu, yatim dan piatu yang bertempat tinggal berdekatan dengan sumber-sumber mata air PDAM GM. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun PDAM GM yang Ke-34. Dimana ada beberapa perlombaandankegiatansosiallainnya yang diadakan oleh PDAM GM. Seperti lomba bulu tangkis, tenis meja, catur, lari bakiak, lari bola tenis, sepak bola sarung, kegiatan penanaman pohon di dekat sumber-sumber mata air, garak jalan sehat dan akan ditutup dengan kagiatan PDAM Berzikir dan Apel Paripurna di halaman Kan-

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Keceriaan adik-adik yang mendapatkan bantuan sangatlah terlihat jelas di raut muka mereka. Senang, ceria dan penuh suka cita. torPDAMGM,yangjugaakandihadiriolehmantanDireksiPDAMGM. Kegiatan berbagi untuk sesama menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh PDAM GM. Tidak hanya pada saat memperingati HUT saja, akan tetapi PDAM GM juga beberapa kali mengundang anak-anak yatim dan yang kurang mampu untuk sama-sama berbagi. Misalnya didalam kegiatan akhir tahun maupun disaat Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Adha (hari raya Qurban). Selain kegiatan diatas, kepedulian PDAM GM terhadap

L. Bayu Windia (Suara NTB/bul)

MEBEL

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

lingkungan/alam juga tidak kalah. Terbukti beberapa kali dalam setiap tahunnya PDAM GM melakukan kegiatan penanaman pohon di sekitar sumber-sumber mata air. Pada arahannya dalam apel pagi dilokasi penanaman, Dirut PDAM GMH.LAhmadZainimengatakan, tanggung jawab menjaga kelestarian sumber mata air tidak hanya diemban oleh perusahaan saja. Akan tetapi juga menjadi tugas semua pihak terkait termasuk masyarakat. Saat ini, untuk menyuplai pelanggan yang ada di Kota Mataram danLombokBarat,PDAMGMber-

gantungpada11(sebelas)matarair. Tiga di antaranya tergolong mata air besar, yakni Sesaot, Ranget dan Sarasute. Untuk menjaga keberlangsungan mata air, PDAM GM siap berada di jajaran paling depan untuk melakukan penanaman. Dalam sesi berzikir nanti (rangkaian acara terakhir sebelum apel paripurna), akan diadakan pengundianhadiahbagipelangganyangrajin membayar tagihan rekening air tepat waktu. Hadiah utama berupa sepeda motor yang akan dihantarkan langsung ke rumah pelanggan yangberuntung. Ujarnya.(adv)


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Kasus THL dan SPPD Fiktif

Tersangka Belum Disentuh Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Tinggi NTB belum memperlihatkan kesibukan ekstra untukmendalamisejumlahtunggakankasusperiodesebelumnya.Khusus untuk dua kasus yang sempat menyita perhatian masyarakat, yakni dugaan SPPD Fiktif mantan Wabup Lobar dan dugaan manipulasi absensi THL (Tenaga Harian Lepas) Dinas PU Kota Mataram, hingga kini belum menyentuh ke tersangka. Khusus untuk kasus SPPD fiktif, sebelumnya sudah meminta keterangan saksi. “Ada enam orang kami periksa,” terang Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Made Sutapa, SH, Selasa (17/6). Saksi itu diantaranya ajudan mantan Wabup, sopir dan bendahara.“Merekatermasuksaksipentingyangketerangannyamasih didalami, untuk menguatkan dugaan SPPD fiktif itu,” sebut Sutapa. Ditanya kemungkinan akan diperiksa tersangka, karena beberapa saksi sudah dimintai keterangan sebelumnya, Made Sutapa memastikan belum dijadwalkan. Sementara ini tim penyidik Pidsus masih fokus pada pemeriksaan saksi – saksi pendukung, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Setelah semua saksi itu dianggap rampung, baru mengarahketersangka.“Soalpemeriksaantersangkabiasanyadiakhir, setelah semua saksi selesai dan bukti cukup,” terangnya. Sementara itu, pemeriksaan saksi kasus dugaan manipulasi tenaga harian lepas (THL) lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota terus dilakukan. Senin lalu (16/6), tim penyidik memeriksa beberapa saksi, namun tidak dirinci siapa saja saksi dimaksud. Disisi lain, tim penyidik juga belum menyentuh ke pemeriksaan tersangka, YA, Kabid Pengairan pada Dinas PU Kota Mataram sebagaimana kasus SPPD Fiktif Lobar. Sementara, pemeriksaan tersangka YA belum ditempuh. “Kami masih periksa saksi. Untuk tersangka kami sedang agendakan,” terang Sutapa. Ia menjelaskan, pemeriksaan saksi itu dilakukan untuk memperkuat bukti keterlibatan tersangka. Sekaligus, untuk memadukan keterangan dengan sejumlah saksi lainnya. Tujuannya tidak lainuntukkonfrontirdenganpemeriksaandikemudianhari.Bagaimana dengan indikasi kerugian negara? untuk dua kasus ini, Kejaksaan memangbelummenyebutsecarapastiberapakerugiannegarayangtimbul. Untuk kasus SPPD fiktif, perkiraan awal mencapai Rp 300 juta lebih, dikalkulasi berdasarkan surat perjalanan dicocokkan dengan data di maskapai penerbangan Lion Air dan Garuda Indonesia. Sementara terkait kasus THL, tim Kejaksaan juga sedang mendalami indikasi kerugian negara. mereka masih mengacu pada temuan Inspektorat Kota Mataram sebelumnya, terkait adaý kelebihan pembayaran sekitar Rp 1,9 miliar. Itu belum bisa disebut sebagai kerugian negara, namun menjadi bahan penyidikan. “Bukti pendukung tetap kami akan cari,” pungkas Sutapa. (ars)

THM Operasi di Bulan Ramadhan

Dewan Nilai Kebijakan Bupati Lobar Tak Sinkron Giri Menang (Suara NTB) – KebijakanPemkabLombokBaratmembukatempathiburanmalam (THM) di wilayah Senggigi selama bulan suci ramadhan mengundang prokontradarikalangandewan.FraksiPKSyangsejakawalmenentang THM dibuka selama puasa kembali mengkritik kepala daerah setempat. Kebijakan kepala daerah ini dinilai tak sinkron antara Bupati dengan Gubernur. Karena Gubernur menekankan selama bulan suci ramadhan agar zero Maksiat. Hal ini ditegaskan Fraksi PKS yang juga anggota Komisi II, HL Pattimura Farhan, Selasa (17/6) kemarin. Ia mengambil komparasi kebijakan Pemkot Mataram yang menutup tempat hiburan selama puasa. Demikan pula, penekanan Gubernur terkait zero maksiat selama puasa sebagai penegasan upaya menekan maksiat yang dapat menganggu umat muslim selama puasa. Seharusnya penyelenggara daerah yang sehat itu salah satunya dari segi keterpaduan dan keberlangsungan dari kabupaten sampai provinsi satu komando. Namun, kali ini kebijakan kepala berbeda dengan penekanan Gubernur justru menimbulkan pro dan kontra. Ia menilai dalam hal ini penyelenggaraan daerah terkesan bisa diatur. Ia mengambil contoh, kebijakan kepala daerah mengundurkan pelaksanaan Festival Senggigi atas dasar masukan tokoh agama dan masyarakat karena dinilai mepet dengan puasa. Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, Dr H Zaini Arony mengeluarkan kebijakan terkait operasional Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan wisata Senggigi, Kecamatan Batulayar selama bulan suci Ramadhan atau bulan puasa. Kebijakan bupati tersebut tetap mengizinkan THM dibuka selama puasa dengan sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian para pengusaha. Terkait operasional THM di Senggigi akan diatur masalah waktu operasional. Baik SPA, karaoke, live music , diskotek paling cepat mulai dibuka pukul 22.00 Wita sampai pukul 01.00 malam. Artinya hanya diberikan izin beroperasi 2-3 jam. Ada pula sejumlah ketentuan yang perlu menjadi perhatian pegusaha hiburan, bagi karaoke dan klub malam yang suaranya menggema keluar harus melakukan peredaman. Pengusaha hiburan yang mempekerjakan pegawai dari luar dan lokal harus memberitahukan ke pemda terkait data kependudukan ke Pemda. Untuk memberikan izin ini, Bupati sudah mengundang seluruh kades di kawasan Senggigi dan Batulayar termasuk camat dan tokoh masyarakat untuk meminta pendapat. Pada umumnya mereka berpendapat setuju dibuka THM selama puasa, namun dengan catatan tersebut. (her)

KTKPM di Lotim Capai 2.535 Orang Selong (Suara NTB) Jumlah Korban Tindak Kekerasan Pekerja Migran (KTKPM) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terbilang cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 2.535 orang. Tersebar di seluruh pelosok di Kabupaten Lotim. Sebagian besar korban ini berangkat secara ilegal dan terbanyak perempuan. “Ada yang berangkat secara legal ada juga yang ilegal. Yang korban sebagian besar yang berangkat secara ilegal,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisosnakertrans) Lotim, Sudirman, S.Sos. Kepada Suara NTB, Selasa (17/6) ke(Suara NTB/rus) marin, mantan Camat Selong Sudirman ini menjelaskan, para pekerja buruh migran ini dominasi di negeri Arab. Sisanya di negeri Jiran Malaysia dan negara-negara tujuan TKI lainnya. Tingginya KTKPM ini disadari memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Salah satu bentuk perhatian yang dilakukan, pemerintah pusat memberikan bantuan pengembangan perekonomian KTKPM ini. Sebanyak 610 orang dari total KTKPM yang ada sudah diberikan bantuan. Masing-masing Rp 3 juta/orang. Bantuan diberikan untuk pengembangan taraf perekonomian para korban tindak kekerasan para majikan di luar negeri ini. Tahun 2014 ini, 90 orang sebut Sudirman diberikan bantuan. Tahun 2013 lalu sekitar 200 orang. Tahun 2014 mendatang, harapan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin tutur Kadisosnakertrans Lotim ini terjadi penambahan menjadi 180 orang. Sehingga semakin banyak warga KTPKM yang bisa disentuh program pemberdayaan perekonomiannya. Sebelum menjalankan usaha masing-masing, para KTKPM yang menerima bantuan ini diberikan pengetahuan melalui bimbingan teknis (bintek). Bimbingan teknis mengajarkan soal manajemen pengelolaan keuangan yang baik serta manajerial menjalankan usaha. Hal ini dimaksudkan, agar para korban tindak kekerasan ini bisa menjalankan usaha dengan baik. Pilihan usahanya, sambung Sudirman diserahkan sepenuhnya kepada penerima bantuan. Semua bantuan yang diberikan langsung dari pusat. Termasuk kuota jumlah yang menerima ditentukan oleh pemerintah pusat. Jajaran Pemkab Lotim hanya melakukan verifikasi terhadap KTKPM yang akan menerima bantuan tersebut. Besar harapannya semua bisa menerima bantuan sehingga bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat. (rus)

POLHUKAM

Halaman 8

Buntut Kedatangan Hatta Rajasa ke Ponpes NW Pancor

Bawaslu Panggil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Mataram (Suara NTB) Kedatangan calon wakil presiden nomor urut dua, Hatta Rajasa ke Ponpes NW di Pancor 13 Juni lalu nampaknya menjadi perhatian tersendiri Bawaslu NTB. Tempat tersebut secara UU dinilai Bawaslu merupakan tempat pendidikan dan dilarang untuk kegiatan politik. Oleh sebab itu, Bawaslu memanggil Ketua Tim Pemenangan PrabowoHatta NTB, TGH. M. Zainul Majdi untuk klarifikasi masalah tersebut. Wakil Ketua I DPD Demokrat NTB TGH. Mahali Fikri yang diutus oleh TGH. M. Zainul Majdi selaku Ketua Tim Pemenagan PrabowoHatta ke Bawaslu NTB, Selasa (17/6) kemarin mengatakan, kedatangannya ke Bawaslu untuk mengklarifikasi bahwa yang menjadi tempat berkunjungnya Hatta Rajasa di Pancor dipahami pihaknya bukanlah tempat pendidikan. Ditambahkannya, tempat berkunjungnya Hatta Rajasa tersebut bernama Aula Putih dan bukanlah tempat yang biasanya digunakan untuk sarana pendidikan walaupun lokasinya berada di kompleks pendidikan. “Tempat itu biasa digunakan untuk kepentingan umum. Bisa dikatakan dikomersilkan karena siapapun yang menggunakan tempat tersebut menggunakan sewa. Tapi kebetulan saja tempatnya di kompleks pendidikan,” tambahnya. Pihaknya memang mengakui ada beberapa pemilih

pemula yang datang ketika berlangsungnya kegiatan. “Akan tetapi itu hari libur bukan jam sekolah. Karena hari libur di sana adalah hari Jumat,” bebernya. Dirinya menilai ada miskomunikasi antara Bawaslu dan pihaknya karena Bawaslu belum menerima struktur nama tim pemenangan PrabowoHatta. Hal tersebut kemudian yang menjadi penyebab Bawaslu memanggil TGB. “Seharusnya yang dipanggil itu Ketua Harian tim pemenagan yaitu Wilgo Zainar. Namun tidak masalah TGB dipanggil. Karena memang perlu klarifikasi dan ini sebagai iktikad baik serta penidikan politik bagi masyarakat,” katanya. Ketua Harian Tim Pemenangan Prabowo-Hatta NTB Wilgo Zainar, yang juga hadir di Bawaslu NTB waktu itu mengatakan, ada beberapa hal yang telah perlu diklarifikasi terkait masalah tersebut “Yang pertama terkait tempat

yang diduga lembaga pendidikan tapi sudah dijelaskan oleh pak Mahalli fikri. Ujarnya. Selain itu, pihaknya juga datang untuk klarifikasi struktur tim pemenangan. “Kani juga sampaikan struktur tim pemenangan. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” papar Wilgo. Menurutnya, pemanggilan yang dilakukan Bawaslu berdasarkan laporan yang masuk terkait masalah tersebut. Ketua Divisi Pengawasan dan Penindakan Bawaslu NTB, Bambang Karyono mengaku, latar belakang pemanggilan yang dilakukan pihaknya berdasarkan UU. “Latar belakang kami memanggil karena kegiatan di Ponpes Pancor pada tanggal 13 Juni dimana secara UU dilarang dilakukannya kegiatan politik di tempat pendidikan,” akunya. Dikatakannya, pemanggilan terhadap Tim Pemenangan tersebut juga untuk menanyakan beberapa hal yang perlu diklarifikasi. “Pertama men-

(Suara NTB/ami)

KLARIFIKASI - TGH. Mahali Fikri dan Wilgo Zainar sesaat setelah klarifikasi di Kantor Bawaslu Selasa (17/6) Kemarin. genai tempatnya, kemudian masalah izin cuti kepala daerah yang menjadi tim pemenangan, dan pertimbangan hukum diadakannya kegiatan tersebut,” ungkapnya. Bambang menjelaskan pihaknya sudah cukup paham dengan apa yang telah diklarifikasi oleh pihak tim pemenangan. Terkait keputusan, pihaknya akan memadukan antara aturan yang ada dengan bukti serta keterangan dari pihak yang melakukan klarifikasi.

“Apakah ini akan menjadi pidana dan pelanggaran administrasi nantinya keputusan tersebut setelah kami padukan keterangan dari pihak yang melakukan klarifikasi, UU dan bukti yang ada,” jelasnya. Sejauh ini, bukti yang didapat Bawaslu adalah adanya ratusan santri di tempat kegiatan berdasarkan foto-foto yang didapat waktu kegiatan berlangsung. Ini kemudian yang akan menjadi bukti untuk dipadukan. (ami)

Jelang Pilpres, Semua Daerah Jadi Prioritas Pengamanan

(Suara NTB/met)

BERI PERINGATAN - Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Mataram, Ipda Sugirtha saat memberikan peringatan terhadap Warga Negara Asing agar tetap mematuhi peraturan lalulintas yang ada di Indonesia

Dikenakan Denda Berlipat

Sejumlah Kendaraan Terjaring Razia di Jalur KTL Mataram (Suara NTB) Pengendara baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan atau melanggar tata tertib berkendara di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) akan dikenakan sanksi berlipat. Hal tersebut dilakukan pihak kepolisian untuk menekan angka pelanggaran lalulintas di jalur KTL. “Jadi jalur KTL itu adalah jalan raya yang membentang dari Km nol markas Polres Mataram dan berujung di depan Mataram Mall. Jadi sebetulnya jalur KTL itu adalah Jalan Langko. Apabila ada pengendara yang ditemukan petugas (Polisi, red) tidak menaati peraturan lalulintas yakni undang – undang No. 22 tahun 2009, maka siapapun pengendara itu akan kami tindak dengan tegas. Mereka terancam dikenakan sanksi denda minimal dua kalilipat dari denda yang tertera,” terang Kasat Lantas Polres Mataram, AKP Indra Agung Perdana Putra, saat menggelar razia gabungan bersama Di-

nas Perhubungan Kota Mataram dan Jasa Raharja di Jalan Langko Kota Mataram, Selasa (17/6) siang kemarin. Selama razia, seluruh pengendara diperiksa oleh petugas. Kendaraan roda dua ditangani oleh Satlantas Polres Mataram, sementara kendaraan roda empat ditangani oleh Dinas Perhubungan. Para pengendara yang melanggar aturan lalulintas seperti tidak menggunakan helm, menggunakan knalpot racing serta tidak membawa kelengkapan surat – surat kendaraan langsung ditilang. Menurut Indra, jika pengendara tetap menaati aturan yang ada, maka resiko kecelakaan berkendara dapat dikurangi. Selain itu, ia juga berharap para pengendara tetap santun dalam berkendara demi menekan angka kecelakaan. Sementara itu, Dishubkominfo Kota Mataram juga melakukan hal yang sama. Para personel yang berasal dari Dinas Perhubungan Kota

Mataram melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan kendaraan roda empat. Salah satunya yakni kendaraan pengangkut barang dan kendaraan umum seperti taksi. Kepala Seksi Operasi pengendalian Lalulintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan informasi (Kasi Opdal Dishubkominfo) Kota Mataram, L. Hidayat Fikri mengemukakan, kendaraan yang tergolong sebagai angkutan umum harus memiliki Buku KIR atau buku Laik Jalan. Dalam razia itu pihaknya menemukan, masih banyak kendaraan umum yang melanggar aturan. Dikatakannya angkutan umum seperti taksi yang diperiksanya saat itu hanya mampu menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Seharusnya taksi memiliki buku KIR. Mereka mendapatkan sanksi penilangan dan terpaksa harus mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Mataram. Fikri mengimbau para pengemudi tetap mematuhi aturan yang ada. (met)

Jelang Pilpres, KPU Evaluasi Masalah Teknis Mataram (Suara NTB) – Menjelang berlangsungnya pemilihan umum presiden, KPU NTB mengevaluasi semua jajaran terkait teknis penyelenggaraan pemilu berdasarkan pengalaman pada saat Pileg. Hal ini dilakukan agar kesalahan teknis saat Pileg tidak terjadi lagi saat Pilpres. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Data Pemilu, Suhardi Soud, saat Bintek Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Hotel Grand Legi, Selasa (17/6) kemarin, mengatakan yang utama, seluruh formulir di TPS harus dipahami anggota KPU dan

jajaran. “Jangan sampai ada yang tidak hafal atau mengenal segala formulir yang ada sperti A1,C1 dan yang lainnya,” tegasnya. Dalam forum yang dihadiri oleh semua KPU kabupaten/ kota tersebut, Suhardi juga mengingatkan jangan sampai ada pihak-pihak yang menguasai independensi penyelenggara saat berlangsungnya pemilu. “PPS dan KPPS jangan ada yang dikuasai oleh pihak tertentu, misalnya Kades. Kondisi yang demikian sangat berbahaya,” imbuhnya. Suhardi juga mengingatkan kepada semua jajarannya untuk memperhatikan masalah administrasi. “Yang menggunakan KTP harus dicatat

dengan jelas supaya Bawaslu tidak mengatakan ada pemilih siluman nantinya,” ucanya mengingatkan. Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB, Yan Marli, mengatakan jika belajar dari Pileg 9 April lalu, yang perlu ditekankan adalah masalah administrasi. “Jangan sampai administrasi diabaikan. Ini berpotensi untuk digugat dan bermasalah nantinya,” pungkasnya. Ditambahkannya, tertibnya administrasi akan memudahkan KPU nantinya jika terjadi gugatan dikemudian hari. “Kita tidak akan kesulitan menemukan alat bukti nanti jika administrasinya tertib,” tambahnya. (ami)

Mataram (Suara NTB) Menjelang berlangsungnya Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli, keamanan di NTB dinilai masih kondusif. Sementara dalam pola penjagaan keamanan, tidak ada daerah yang di istimewakan karena semua daerah menjadi prioritas utama. Demikian dikatakan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Moechgiyarto, SH, M.Hum., kepada Suara NTB ketika ditemui di Kantor Bawaslu NTB, Selasa (17/6) kemarin. “Semua daerah menjadi prioritas pengamanan. Jadi tidak ada yang diistimewakan maupun diabaikan,” ujarnya. Menurutnya, situasi keamanan di NTB menjelang berlangsungnya pemilu presiden masih kondusif. “Masih kondusif, karena tidak ada situasi-situasi yang menonjol untuk dikatakan tidak aman,” pungkasnya. Ditambahkannya, pihaknya siap untuk melakukan pengamanan Pilpres sesuai pola pengamanan yang memang telah ada. Personel yang telah disiapkan pihaknya untuk pengamanan Pilpres juga terbilang cukup banyak. “Jumlah yang akan

mengamankan Pilpres 6.040 personel kita siapkan. Itu 2/3 dari jumlah personel yang ada,” imbuh Moechgiyarto. Dikatakannya, jumlah personel yang akan menjaga tiap TPS saat Pilpres berlangsung akan disesuaikan dengan kondisi keamanan pada saat hari dilakukannya pemilihan. “Bisa dua atau mungkin bisa juga tiga personel per TPS. Tergantung nanti kondisinya,” katanya. Terkait pola pengamanan secara keseluruhan, Kapolda mengatakan pihaknya akan koordinasisecarakolektifdengan semua Kapolres yang ada di NTB. “Karena yang lebih menguasai wilayahnya kan Kapolres.Jadikitakoordinasikandengan Kapolres,” ucapnya. Sementara itu, ketika ditanya kedatangannya ke kantor Bawaslu NTB, dirinya mengaku untuk koordinasi terkait gerakan hukum terpadu (Gakumdu) serta menyamakan pemahaman tentang pola pengamanan. “Kita koordinasi, supaya nanti kita benarbenar satu pemahaman saat berlangsungnya pemilu terkait keamanan. Selain itu, supaya nanti ketika ada permasalahan, bisa cepat kita tindaklanjuti,” tutupnya. (ami)

Rawan Disalahgunakan

Pemkab Lobar Diminta Tertibkan Izin Salon dan Spa Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lobar diminta melakukan verifikasi dan menertibkan izin salon dan spa yang ada di Lobar. Hal ini perlu dilakukan karena perizinan spa dan semacamnya sangat rawan disalahgunakan oleh pengelola usaha tersebut. Sebagai perbandingan, hasil penelusuran Pemkot Mataram yang menemukan spa yang diduga menyalahgunakan izin untuk usaha lain. Disamping perbuatan ini menyimpang, penyalahgunaan izin ini juga merugikan daerah karena pajak usahanya tidak masuk ke daerah. Demikian ditegaskan anggota Komisi II HL Fattimura Parhan, Selasa (17/ 6) kemarin. Ketua DPC PKS Lobar ini menuturkan, bukan tidak mungkin indikasi penyalahgunaan izin spa di Lobar. Ia melihat indikasi mengarah ke sana sangat besar lebih-lebih Pemkab Lobar tidak terlalu ketat mengawasi usaha tersebut. Pemkab Lobar katanya, perlu mengumpulkan izin usaha baik spa, usaha pijat dan salon yang rawan disalahgunakan izinnya jika tidak diawasi ketat. Izin usaha ini harus ditertibkan dan diverifikasi untuk menyesuaikan izin dengan peruntukan dan fungsi usaha, masa berlaku dan pembayaran pemasukan ke

daerah. “Karena usaha semacam ini memiliki masa perpanjangan biasanya setiap lima tahun,” terangnya. Komisi II belum melakukan penelusuran terhadap perizinan spa tersebut, karena komisi II yang diketuai M Zulkarnain belum mengambil langkah dan inisiatif. Dirinya selaku anggota komisi sering menyampaikan usulan ini namun belum diakomodir. “Sedangkan kalau turun sendiri malah tidak punya legitimasi,” tukasnya. Ia menyebutkan, jika hasil penelusuran itu ditemukan ada izin kedaluwarsa dan penyalahgunaan izin maka Pemkab Lobar harus menindak tegas. Karena merugikan daerah dari sisi pendapatan. Sedangkan dinas terkait yang menangani izin ini, seperti Badan Perizinan, dinas Pariwisata dan dinas terkait lain belum punya itikad baik melaporkan ke Dewan perihal data izin tersebut. Menurutnya, biasanya modus dalam penyalahgunaan izin ini dalam satu izin bisa tiga fungsi (usaha). Tinggal sekarang katanya, menunggu keberanian dan ketegasan Pemkab Lobar kapan memulai melakukan pendataan dan verifikasi. “Apalagi Lobar terindikasi mengalami kebocoran pajak,” ujarnya. (her)


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Promosi Pariwisata, BPPD NTB Kejar Target Mataram (Suara NTB) Lowongnya kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB selama hampir setengah tahun berpengaruh terhadap kegiatan promosi pariwisata. Sementara, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan H. Muh. Amin, SH, MSi, memiliki program unggulan Tambora Menyapa Dunia 2015 mendatang dengan target 2 juta kunjungan wisatawan. Di satu sisi, realisasi di lapangan program Tambora Menyapa Dunia justru redup dan terkesan tidak mem-booming seperti halnya Visit Lombok Sumbawa 2012. Ketua BPPD NTB Taufan Rahmadi menyadari, (Suara NTB/ist) Taufan Rahmadi minimnya waktu yang dimiliki BPPD NTB membuat mereka harus bekerja keras. Apalagi waktu efektif yang dimiliki untuk bekerja cukup singkat, sehingga mampu meraih target yang sudah ditetapkan. Sementara kepengurusan BPPD NTB yang baru ditetapkan beberapa waktu lalu, sehingga mereka memiliki waktu yang singkat untuk bekerja. Sekarang ini, ujarnya, BPPD NTB sudah menyelesaikan penyusunan program kerja dan disinkronkan dengan program kerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB. ‘’Dan sekarang ini tinggal menunggu finalisasi saja,’’ terangnya pada Suara NTB di Mataram, Selasa (17/ 6). Sebagai pengurus BPPD yang baru, Taufan menyadari program-program unggulan pemerintah daerah, khususnya Tambora Menyapa Dunia menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat, ujarnya, pihaknya akan menggelar kegiatan What and How Tambora Menyapa Dunia. Kegiatan ini, lanjutnya, akan melibatkan pelaku bisnis pariwisata, media (lokal, nasional dan internasional). Para peserta ini nanti akan diajak melihat berbagai atraksi budaya maupun objek wisata, baik yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa, khususnya objek-objek wisata baru. Dari kegiatan ini diharapkan mampu menggaungkan program unggulan pemerintah daerah. Diakuinya, alokasi anggaran yang dimiliki BPPD NTB sebesar Rp 6 miliar, promosi pariwisata harus dilakukan secara efektif. Termasuk, mengalokasikan anggaran yang dimiliki dengan mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa secara berimbang. Selain itu, ungkapnya, pihaknya berencana mengurangi promosi pariwisata ke luar negeri. Menurutnya, promosi wisata ke luar negeri tidak baik, tapi magnet pariwisata ada di objek pariwisata. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penataan objek pariwisata, termasuk memberikan workshop pada pedagang asongan tentang bagaimana bersikap, sehingga wisatawan tidak takut berkunjung. ‘’Kita akan menggelar workshop destinasi dengan mengundang pelaksana pariwisata di NTB dengan tujuan mempersiapkan objek wisata sesuai yang diinginkan,’’ ujarnya. Agenda lain yang akan dilakukan pihaknya dalam menggaungkan pariwisata NTB di kancah nasional dan internasional, lanjutnya, BPPD akan menggelar Lombok Sumbawa World Travel Writers Gathering (Gathering Penulis Pariwisata Dunia) bulan Oktober. ‘’Termasuk, kita juga akan menggelar Exclusive Book, The Beauty of West Nusa Tenggara. Juga, strategi pemberitaan online. Kita akan libatkan admin dan sosial media yang memiliki banyak followers, khususnya di dunia pariwisata,’’ terangnya, seraya menambahkan, promosi lewat Youtube cukup efektif. Di sisi lain, Taufan Rahmadi bertekad menjadikan BPPD NTB tidak lagi eksklusif. Dalam arti, seluruh pengurus BPPD harus turun ke lapangan untuk mempromosikan potensi yang dimiliki. Termasuk menjalin komunikasi dengan pelaku pariwisata, pemerintah daerah dan stakeholders lainnya untuk menyerap permasalahan yang ada. Tidak hanya itu, ego sektoral yang selama ini masih menjadi penghalang akan coba dihilangkan, sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai. (ham)

(Suara NTB/ars)

TOPENG – Lombok memang kurang lekat dengan sejarah topeng, tapi tidak berarti seni rupa itu tidak ada. Sejarah mencatat, seni topeng Lombok sudah cukup lama dikenal sebagai teater rakyat, dengan Lakon seperti Amaq Darmi, Amaq Abir, termasuk yang tenar Cupak – Gurantang. Bukti sejarah topeng itu ada, bahkan bertahan hingga kini. Seorang pelajar tengah mengamati topeng-topeng tersebut yang terpajang di Museum Negeri NTB, Selasa (17/6).

Momen Piala Dunia dan Puasa Tak Pengaruhi Kunjungan ke Rinjani Tanjung (Suara NTB)Momentum Piala Dunia di Brazil yang baru dimulai serta jelang Puasa Ramadhan, diakui pelaku Usaha Kawasan Wisata Gunung Rinjani tak berdampak terhadap angka kunjungan. Terbukti dalam dua bulan terakhir, angka kunjungan ke Rinjani menunjukkan jumlah yang relatif stabil. Diakui salah seorang pelaku wisata di kawasan wisata Senaru, Bayan, R. Mayanto, Selasa (17/6), pihaknya hingga kini masih melayani kisaran pengunjung di atas 1.000 orang. Bulan April lalupascapemberlakuan tarif baru, angka kunjungan mencapai 1.500 orang. Bulan berikutnya - Mei, angka pengunjung sejumlah 1.200 orang. Sedangkan pada Juni ini yang memasuki periode pertengah-

an bulan, kisaran pengunjung tercatat lebih dari 800 orang. “Awalnya kami berpikir karena Piala Dunia, wisatawan akan berkurang karena pergi ke Brazil, tapi ternyata tidak. Yang dari Australia, Inggris dan Prancis, cukup banyak yang naik ke Rinjani,” ungkap Mayanto. Dikatakan Staf pada Dishubparkominfo KLU ini, momen puasa Ramadhan juga diperkirakan tak akan bany-

ak pengaruh. Mengingat wisatawan kebanyak non muslim. Sehingga aktivitas di Senaru dalam beberapa bulan ke depan, akan tetap sibuk. Sampai saat ini, tingkat hunian kamar hotel di Senaru rata-rata di atas 75 persen. Selain wisatawan Eropa dan Australia, Mayanto menyatakan wisatawan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan sejumlah negara Asia juga mulai berbondong-

bondong ke KLU. Hal ini dipengaruhi oleh transaksi online yang dilakukan agen perjalanan wisata yang menjual paket wisata Gunung Rinjani. “Dampak yang sangat siginfikan juga muncul dari adanya penerbangan langsung Australia - Lombok. Catatan kami, wisman Australia mengalami peningkatan cukup besar,” katanya. Sebelum ada direct flight Australia - Lombok, para wisman seolah dipaksa harus masuk ke Bali. Namun sekarang tidak, wisman bisa langsung ke Lombok untuk mengunjungi tempat-tempat menarik yang memang menjadi Primadona, seperti Gu-

nung Rinjani dan 3 Gili, serta objek wisata lain di Lombok dan Sumbawa. Untuk dimaklumi tambahnya, pascapemberlakuan tarif baru, biaya masuk ke Gunung Rinjani ditetapkan menjadi Rp 150 ribu per trip per wisatawan asing. Dalam hal ini, tidak dibatasi jumlah harinya berada di puncak. Sedangkan bagi wisdom, tarif selama berada di puncak Rinjani dihitung Rp 5.000 per orang per hari. “Cuma dengan tarif baru ini, tidak ada lagi dana yang masuk ke desa, ke lembaga adat, dan masyarakat, semua langsung masuk ke kas negara,” pungkas Mayanto. (ari)

KLU akan Tertibkan Kapal yang Layani Tiga Gili Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Perhubungan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (Dishubparkominfo) telah melayangkan pemanggilan kepada jajaran Koperasi Karya Bahari (KKB) selaku induk pengelola kapal tradisional di Pelabuhan Bangsal, Pemenang. Adapun materi pemanggilan, adalah untuk menertibkan pelaku jasa transportasi agar membedakan boat penumpang dan boat pengangkut barang.

“Kita sudah banyak menerima laporan dari masyarakat, sehingga pengurus Koperasi kita panggil. Pemda akan melakukan penertiban, agar pengelola ‘boat’ membedakan angkutan barang dan angkutan orang,” ungkap Kepala Dishubparkominfo KLU, Sinar Wugiyarno, SH., di ruang kerjanya, Selasa (17/6). Ia menjelaskan, angkutan boat penumpang dari dan menuju Tiga Gili di Pelabuhan Bangsal, acap tak tertib. Penumpang kerap berdesakan dengan barang bawaan pen-

umpang lain. Kondisi tersebut membuat penumpang lain tidak nyaman. Sinar menekankan, boat penumpang seharusnya diperuntukkan hanya untuk mengangkut penumpang. Batas ideal yang boleh dibawa oleh penumpang adalah koper atau barang bawaan yang berisi pakaian. Namun apabila barang bawaan penumpang mengarah pada logistik atau material perdagangan seperti sayuran, semen, air mineral dan lainnya, maka ‘boatman’ harus menempatkannya pada boat lain. “Barang yang berupa koper tidak masalah, asal jangan yang dibawa bakul sayur-sayuran, semen, mineral. Yang jelas solusi ke depan, ini harus kita tertibkan, agar boat angkutan barang sendiri, angkutan penumpang sendiri,” ungkapnya.

Dishub dalam hal ini bersifat memaksa supaya operator harus siapkan angkutan khusus barang. Bila perlu, penumpang dengan barang dagangan dipisahkan dengan penumpang (baca: pengunjung). Sebab dalam konteks tujuannya berbeda, yang satu berbisnis dan satu lagi, hanya mengunjungi objek wisata. Sehingga dasar itulah, Pemda dan masyarakat harus memberikan pelayanan dan rasa nyaman, aman kepada pengunjung. “Mereka harus taat pada aturan yang kita buat, karena dia punya kepentingan. Jenis barang, seperti bahan bangunan, bir, tidak mungkin kita satukan dengan penumpang,” pungkasnya. Sebelumnya, Ketua KKB, Abdullah Daeng Tola, kepada wartawan di ruang kerjanya,

membantah telah mengangkut penumpang berikut barang dalam 1 boat. Ia bahkan tegas meminta para boatman, agar penumpang dengan barang (dagangan) banyak, ditempatkan dengan pedagang lain pada boat yang sama. “Saya kadang sering memarahi boatman, pedagang itu kalau bisa diberangkatkan samaan dengan 1 boat yang sama. Jangan saling mendahului. Kalau mendahului, yang duluan tiba yang laris dagangannya,” sebut Daeng. Daeng mengklaim, telah membatasi penumpang hanya boleh membawa barang bawaan dalam jumlah terbatas. Misalnya, dus mineral hanya 1 atau 2 dus. “Kalau barangnya sedikit, tidak mungkin kita pisah, kan bisa hilang barangnya orang,” kata Daeng. (ari)

Kado Kim Kardashian untuk Ultah Pertama Anaknya Jakarta (Suara NTB) Kim Kardashian dan Kanye West merayakan hari ulang tahun pertama anak mereka North West dan menghadiahkan kado anting berlian. Lupakan buku-buku atau boneka beruang, bagi North, kado di hari jadi pertamanya adalah berlian, lapor Daily Mail. Kim (33) dan Kanye (37) melangkah bersama North pada hari ulang tahun anak perempuan mereka dan terlihat batu baru berkilauan di kedua telinga North. Anting berlian tersebut kelihatan baru dipakai North, karena tidak terlihat dikenakan saat pernikahan orang tuanya bulan lalu. Berlian pertama North ini terungkap saat Kim dan Kanye membawanya ke Museum Anak Manhattan untuk merayakan hari istimewa itu. Meskipun tindik telinga anak-anak adalah pilihan kontroversial, namun dalam beberapa ini dianggap sebagai tra-

disi bagi gadis-gadis muda. Dalam budaya Armenia, yang merupakan warisan Kim, tidak biasanya hal tersebut dilakukan. North kecil memakai baju putih, serasi dengan bintang reality show “Keeping Up With The Kardashian” tersebut. Memamerkan tubuh langsingnya pascamelahirkan, Kim memakai baju ketat

Kim Kardashian

berwarna putih dan rok pensil berpinggang tinggi berwarna hijau zaitun, dilengkapi sepatu boot berenda. Kim memakai anting-anting berlian besar untuk menserasikan diri dengan putrinya, dan dia juga menyematkan kalung emas besar untuk menghormati hari istimewa North. Sementara Kanye terlihat serasi dengan istri dan anaknya, dengan mengenakan kaos putih, celana denim yang robek dan sepatu tenis. Kim bahkan mengunggah gambar di instagramnya untuk mengabadikan momen yang disebutnya ajaib itu dilengkapi ungkapan bahagianya. “Beginilah hidup! Bayi perempuan kami berusia satu tahun hari ini! Kami bermain begitu puas mereka pingsan sementara kami sedang menonton pertandingan. Selamat hari ayah untuk ayah terbaik di dunia! Caramu mencintai dan menjaga anak kita membuatku sangat sempurna,” tulis Kim pada foto Kanye dan North yang sedang tidur di akun instagramnya. (ant/bali post)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Halaman 10

Terima Siswa Melebihi Kapasitas Lulus SNMPTN dan SBMPTN Harus Kuliah

Kepala Dinas Dikpora Loteng, Drs.H.L. Idham Khalid, M.Pd., ketika dikonfirmasi wartawan di kantor Bupati Loteng, Selasa (17/ 6), menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan bagi pengelola sekolah di semua jenjang, supaya menerima siswa sesuai kapasitasnya dan daya tampung ruang kelas yang ada. Harapannya, ada pemerataan jumlah siswa baru di sekolah-sekolah yang ada, sehingga tidak terjadi penumpukan siswa baru di sekolah-sekolah tertentu. Diakuinya, sekolah-sekolah favorit memiliki peminat cukup tinggi bagi siswa baru untuk menimba ilmu. Akibatnya, sekolah-sekolah yang tidak begitu favorit justru sepi peminat, sehingga terkesan ada ketimpangan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Hal itulah yang pihaknya tidak inginkan. Sehingga berbagai upaya pun dilakukan, untuk melakukan pemerataan di sekolah-sekolah yang ada. ‘’Sekolah yang sudah maju semakin maju. Sementa-

ra sekolah lain, justru makin tertinggal,’’ ujarnya. Idealnya daya tampung satu ruang kelas yakni 32 siswa. Walaupun masih ada sekolah yang menggunakan standar 38 siswa. Lebih dari itu, sudah tidak ideal lagi. “Angka inilah yang kita harapkan benar-benar dipertahankan oleh sekolah. Jika sampai sengaja melebihi daya tampung, kita tidak akan ragu-ragu menjatuhkan sanksi kepada sekolah bersangkutan,” tegasnya. Terkait pungutan bagi siswa baru, Ketua Harian KONI Loteng ini kembali menegaskan, itu tidak dibenarkan. Pemerintah daerah dalam ini sangat melarang sampai ada pungutan bagi siswa baru, dengan alasan apapun. Mengingat semua kebutuhan untuk siswa baru, sudah disediakan. Jika ada sekolah yang ditemukan melakukan pungutan di luar ketentuan yang ada, Dinas Dikpora Loteng juga tidak akan

(Suara NTB/met)

COBA - Perwakilan dari Kedubes Jepang Yoshiko Kijima didampingi Wakil Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid saat mencoba sarana belajar yang merupakan sumbangan Pemerintah Jepang di SDN 2 Bukit Tinggi Kekait Gunungsari Lobar, Selasa (17/6).

Dikeluhkan, Akses Jalan ke Sekolah Terpencil

Angka inilah yang kita harapkan benar-benar dipertahankan oleh sekolah. Jika sampai sengaja melebihi daya tampung, kita tidak akan ragu-ragu menjatuhkan sanksi kepada sekolah bersangkutan

Pemerintah Jepang Bantu Fasilitas Belajar Giri Menang (Suara NTB) Minimnya akses jalan menuju SDN 2 Bukit Tinggi Kekait Gunungsari Lombok Barat (Lobar) yang merupakan sekolah pelosok mesti mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Infrastruktur jalan yang diharapkan sulit dilalui, sehingga menyebabkan akses masyarakat jadi terbatas. Seperti yang dialami, Ramli, S.Pd, salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut mengeluhkan akses jalan menuju sekolah tempatnya mengajar. “Kami sangat berharap adanya perhatian yang lebih dari pemerintah daerah terkait kondisi akses jalan penghubung antara desa ini. Pun jua, disamping ini adalah jalan penghubung antar desa, ini juga menjadi akses kami sebagai tenaga pendidik yang mengajar di SD yang terpencil,” ujarnya, Selasa (17/6). Diakuinya, kondisi jalan bebatuan yang berlubang sempat menjadi kendala dalam proses pembangunan gedung sekolah. Jalan penghubung dua desa yakni antara Dusun Batu Butir dengan Dusun Bukit Tinggi itu akan menjadi licin ketika hujan. “Waktu pembangunan gedung sekolah ini pada bulan April lalu, akses jalan ini sempat menjadi kendala bagi kami. Kondisi jalan mengalami rusak parah, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Bahkan kadang–kadang kendaraan roda dua juga tidak bisa melewatinya. Tidak jarang banyak pengendara yang jatuh karena terpeleset,’’ ujarnya. Selain itu, para warga yang memiliki tempat tinggal di Dusun Bukit Tinggi juga menyimpan harapan yang relatif sama dengan guru sekolah tersebut. Mereka mengaku sangat kewalahan ketika dilanda musim hujan, sebab mereka harus ekstra berhati– hati saat mengendarai sepeda motor di jalan yang licin. Pada bagian lain, Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta memberikan hibah sebesar US$ 88.345 atau Rp 971.795.000. Dana tersebut

H.L. Idham Khalid segan-segan memberikan sanksi. “Dan, sanksi tegas. Karena tidak ada toleransi bagi sekolah yang melakukan pungutan kepada siswa baru,” ujarnya mengingatkan. (kir)

(Suara NTB/ist)

TERIMA - Wakil Gubernur H. Muh. Amin saat menerima kontingen FASI NTB di ruang kerjanya, Selasa (17/6).

Wagub Lepas Kafilah FASI NTB Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin SH, M.Si menerima rombongan dan sekaligus melepas santri/kafilah sebanyak 41 peserta dengan 17 pendamping Festival Anak Shaleh (FASI) NTB di ruang kerjanya, Selasa (17/6). Mereka akan berlomba tingkat nasional di Bandung tanggal 19-22 Juni 2014 pada ajang FASI IX tingkat nasional. Para santri/santiwati sangat mengharapkan doa serta nasihat Bapak Gubernur dan Wak-

il Gubernur yang tentunya akan menambah gairah anak-anak ini untuk ikut berlomba. Tentunya akan mengharumkan NTB,”kata Wakil Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Nanang Edward, SH, saat diterima Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, di ruang kerjanya Selasa (17/6). Wagub H. Muh. Amin, menyambut hangat para kafilah yang akan membawa nama harum NTB. Anak-anak pada usia TK dan SD sekitar 5 hing-

ga 12 tahun seperti ini, merupakan fondasi terbentuknya karakter yang menentukan generasi ke depan. ‘’Saya mendoakan anakanakku sekalian untuk tetap jaga kesehatan, berkonsentrasi dalam mengikuti mata lomba, tetaplah optimis untuk menang, walaupun juara bukanlah yang utama, yang terpenting semangat untuk terus berprestasi lebih baik lagi. Tentunya kami dari pemerintah daerah akan membantu baik moril maupun spiritual,”pesannya. (nas)

dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sekolah yakni berupa penambahan ruang kelas. Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik yang ada. Kepala SDN 2 Bukit Tinggi, Asmawati S.Pd, mengungkapkan, bantuan itu didapatnya melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Studi Peningkatan Sumber Daya Manusia LSM PSPSDM. “Dana tersebut kami alokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB). Sebelumnya kami hanya memiliki tiga ruang kelas saja. Ketiga ruang kelas itu kami sekat untuk menampung enam rombongan belajar (rombel-red). Dan kadang kadang, siswa kami belajar di teras depan kelas, karena minimnya sarana dan prasarana pendukung, yakni seperti bangku dan meja, papan tulis dan sebagainya,” terangnya. Ditambahkannya, sekolah yang dirintis pada tahun 2000an itu bisa berdiri pada tahun 2004. Selama sepuluh tahun berjalan, sekolah tersebut hanya dibiayai dana seadanya. Sekolah itu dapat berdiri atas dasar bantuan swadaya masyarakat setempat. Sebelumnya sekolah tersebut bernama SD Filial Batu Kemalik. Namun, semenjak awal tahun 2014 sekolah tersebut sudah menyandang predikat sekolah negeri. “Kami sangat bersyukur ketika mendengar kabar adanya bantuan dari Pemerintah Jepang. Bantuan itu, kami dapatkan semenjak pertengahan April 2013 lalu,’’ akunya. Sementara perwakilan Kedubes Jepang Yoshiko Kijima, mengaku prihatin terhadap kondisi sekolah tersebut sebelum mendapatkan bantuan. “ Harapan saya dari kerjasama antarnegara ini, semoga dapat berjalan lancar. Saya berharap siswa-siswa di sini dapat menuai masa depan yang cerah melalui program peningkatan sumber daya manusia ini,” ujarnya, seraya menambahkan selain ruang belajar, bantuan juga berupa LCD proyektor dan meja belajar. (met)

24 Siswa ”Green Yard School” Diwisuda Mataram (Suara NTB) Kelompok Belajar Taman Kanak-Kanak Green Yard School (GYS) Mataram kembali mewisuda peserta belajar tahun ajaran 2013/2014. Penamatan berlangsung meriah di depan halaman Green Yard School Mataram, Selasa (17/6) dan dihadiri puluhan wali murid serta Ketua Yayasan Hj. Baiq Adnin Serinata. Selain melakukan penamatan atas 24 siswa TK B Green Yard School, penamatan juga dirangkai dengan pemberian hadiah terhadap sejumlah siswa berprestasi selama tahun ajaran 2013/2014. Kepada Suara NTB, Kepala TK Green Yard School, Hamdi Rahman, SEI, berharap semua lulusan yang berhasil diwisuda

dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar dengan membawa bekal dan ilmu yang didapatkan selama menempuh pembelajaran di TK Green Yard School. Menurut Hamdi sesuai dengan model pembelajaran menggunakan pendekatan alam yang dipadukan dengan konsep belajar modern, yaitu learning by doing, seluruh siswa yang diwisuda juga diharapakan dapat mengimplementasikan seluruh ilmunya ketika berada di jenjang sekolah dasar. Diakuinya, ilmu sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan sangat penting. Untuk itu, ia meminta semua siswa yang diwisuda dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan perintah agama yang mengharuskan setiap or-

ang untuk menuntut ilmu. Sebagai institusi yang berbasis pada kurikulum dengan menggunakan pendekatan alam, dalam menerapkan model belajar hampir sebagian besar siswa belajar di alam (luarred) seperti di kebun, lapangan, kolam dan lain sebagainya. Terlebih lagi TK Green Yard School memiliki segala fasilitas penunjang mulai dari kebun binatang, area berkebun, kolam renang, outbound dan rumah pohon. “Karena memang kita fokusnya di alam, jadi kebanyakan mereka belajar di alam. Komposisi belajar mencapai 70 persen belajar di luar kelas, 30 persen belajar di dalam kelas sesuai desain sekolah berwawasan pada alam,” terangnya. Selain berpesan kepada selu-

WISUDA Sebanyak 24 siswa TK Green Yard School yang diwisuda Selasa (17/ 6) didampingi orang tua dan pengajar pose bersama.

(Suara NTB/dys)

Mohammad Nuh

Praya (Suara NTB) Sanksi tegas tengah dipersiapkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Tengah (Loteng), bagi sekolah-sekolah yang menerima siswa melebih kapasitas dan daya tampung sekolah pada tahun ajaran baru.

(ant/bali post)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, mengatakan peserta yang lulus Seleksi Nasional Penerimaan Masuk Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) harus melanjutkan kuliah. “Saya sudah mengatakan kepada pemimpin universitas untuk membantu anak-anak yang sudah lulus SNMPTN dan SBMPTN, namun secara ekonomi lemah,” ujarnya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan ujian SBMPTN di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa. Mendikbud menambahkan, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang tinggi hanya karena faktor ekonomi, karena itu dirinya meminta pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menyiapkan skema demi membantu calon mahasiswa seperti itu. “Para dosen bisa membantu dengan mengangkatnya sebagai anak asuh, lalu PTN juga bisa melalui skema Bidikmisi dan keringanan uang kuliah. Dalam penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya kuliah untuk kelompok satu maksimal Rp 500.000 dan kelompok dua maksimal Rp 1.000.000,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya meminta mereka untuk jujur dengan kondisi ekonomi orang tua mereka. Mendikbud mengatakan kebijakan yang dilakukan oleh Kemdikbud adalah kebijakan ramah sosial. (ant/bali post)

Pengelola Sekolah di Loteng Terancam Sanksi

ruh siswa yang diwisuda, Hamdi juga berpesan kepada para pendidik di TK Green Yard School agar senantiasa sabar dan tabah dalam menghadapi beragamnya kondisi siswa yang dihadapi oleh para guru. Hal itu mengingat pada

masa TK ini merupakan masa emas untuk menanamkan pondasi nilai-nilai kebaikan kepada para siswa, sehingga kelak dapat melahirkan generasi-generasi emas yang berkualitas dan berakhlak mulia. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2014

Porprov NTB 2014

Iswandi Pecahkan Rekor PON 2012

Kamis, 19 Juni 2014 Australia vs Belanda 00.00 Wita Spanyol vs Cili 03.00 Wita Kamerun vs Kroasia 06.00 Wita

Mataram (Suara NTB) Atlet Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Iswandi memperkuat reputasinya sebagai manusia tercepat Indonesia di lintasan lari atletik. Ia bahkan memecahkan rekornya sendiri di PON XVIII di Riau tahun 2012 lalu.

(Suara NTB/ist)

INSIDEN – Laga Portugal melawan Jerman diwarnai insiden antara Pepe yang menanduk Thomas Mueller dan membuahkan kartu merah untuknya.

Sudah Dibantai, Kena Badai Cidera Pula Salvador Striker Hugo Almeida dan bek Fabio Coentrao yang keduanya cedera berat membuat pelatih Portugal Paulo Bento khawatir setelah laga berakhir kekalahan 0-4 melawan Jerman semalam. Media massa Portugal melaporkan bahwa Coentrao yang bermain untuk Real Madrid dan harus keluar lapangan pada menit 65 dalam laga Grup G itu diperkirakan menimal 10 hari bisa sembuh dari cedera pada kakinya. Almeida juga diragukan tampil pada laga Portugal berikutnya melawan AS pada 22 Juni setelah diganti pada masa injuri babak pertama karena cedera otot. “Kemungkinannya tidak baik, mereka diserang dua cedera otot dan memerlukan waktu untuk pemulihannya,” kata Bento seperti dikutip AFP. “Kami harus melihat seberapa parah cedera mereka, namun tanda-tandanya tak menggembirakan.” Yang jelas Bento tak akan diperkuat bek tengah Pepe saat melawan AS setelah menanduk Thomas Mueller yang menciptkan trigol. “Kami harus mencari solusi terbaik untuk setiap absennya pemain. Kami harus berjuang untuk mewujudkan tujuan dan sasaran kami”. “Kami akan di bawah tekanan besar, apa pun hasil pertandingan Ghana melawan AS”. “Tujuan kami tetap lolos. Kami tak senang, mengawali sebuah turnamen dengan hasil seperti ini membuat segalanya rumit,” sambung Bento seperti dilaporkan AFP. (ant/bali post)

Atlet yang telah seringkali menjuarai event nasional ini berhasil mencatat waktu tercepat 10.33 detik di nomor bergengsi 100 meter cabang olahraga atletik di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB IX yang berlangsung di GOR 17 Desember Turide Mataram, Selasa (17/6) kemarin. Disusul Fadlin dari Kota Bima, 10, 38 detik dan Jakariah dari Dompu 10.71 detik di peringkat dua dan tiga. Catatan waktu yang dibuat atlet kelahiran KSB ini 10.33 detik. Catatan ini diakuinya lebih tajam dari rekor yang dibuatnya di PON 2012 lalu di mana dia berhasil meraih juara pertama dengan catatan waktu 10.41 detik. Secara otomatis, dia juga sukses memecahkan rekor Porprov NTB yang dibuatnya di Porprov NTB 2010 dengan waktu 10.61 detik. Iswandi yang dihubungi

Suara NTB usai pertandingan mengatakan catatan waktu yang diukirnya di Porprov NTB itu merupakan catatan waktu terbaik yang pernah dibuatnya di beberapa even nasional. Dan dirinya tak menduga bisa mencatat waktu sebaik waktu tersebut, karena memang persiapannya tidak begitu maksimal menghadapi event tersebut. “Ini catatan waktu terbaik saya selama mengikuti event nasional, dan saya tak pernah menyangka bisa mencatat waktu sebagus ini,” terangnya. Dia berharap catatan waktu tersebut bisa terus ditingkatkan sehingga dia bisa mempertajam rekornya di PON Jabar 2016 mendatang. “Mudah-mudahan catatan waktu ini bisa terus ditingkatkan sehingga saya bisa tingkatkan limit waktu di PON 2016,” ucapnya. Lanjutnya, medali emas tersebut akan dihadiahkan

Porprov NTB 2014

Lobar Kian Kokoh di Puncak Mataram (Suara NTB) Perolehan medali sementara di hari kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB IX, masih menempatkan Lobar di posisi puncak. Kontingen Lobar telah mengoleksi 10 medali emas dan 5 perunggu. Disusul Kabupaten Sumbawa 5 emas, 3 perak dan 2 perunggu, dan Kabupa-

ten Bima diposisi ketiga dengan mengoleksi 4 emas, 7 perak dan 4 perunggu. Di hari kedua Porprov NTB, Selasa (17/6) kemarin Kabupaten Lobar menambah 6 medali emas. Masing masing di cabor balap sepeda 2 emas, voli pantai 1 emas dan 3 emas di atletik. Selanjutnya Kabupaten Sumbawa

(Suara NTB/fan)

MEDALI - Atlet KSB, Iswandi (tengah) bersama atlet Kota Bima, Fadlin dan atlet Dompu Jakariah sedang menerima medali yang dikalungkan Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono. untuk Pemkab KSB yang selama ini telah memberikan apresiasi pada atlet berprestasi. Dan dia berharap

pemerintah daerah KSB tetap konsisten memperhatikan dana pembinaan untuk atlet berprestasi. “Medali ini saya

hadiahkan untuk KSB, mudahan Pemkab lebih serius memperhatikan atlet berprestasi,” ucapnya. (fan)

yang sebelumnya menempati posisi enam klasemen sementara menggeser posisi Kota Mataram yang sebelumnya menempati posisi dua, setelah menambah koleksi empat medali emas di cabor atletik dan catur. Kabupaten Bima yang sebelumnya berada di posisi tujuh klasemen naik ke peringkat ketiga setelah mengoleksi perolehan 3 emas di atletik dan 1 emas di voli pantai. Hingga berita ini ditulis masih berlangsung pertandingan di 23 cabor. Namun, data yang dihimpun ini masih bersifat sementara, karena masih ada beberapa cabor yang belum menyerahkan hasil perolehan medali

emas. Termasuk, panjat tebing dan karate belum bisa dikonfirmasi karena masih melaksanakan pertandingan final di beberapa nomor pertandingan. Kota Mataram yang meru-

pakan Juara Umum Porprov NTB 2010 masih berpeluang memimpin perolehan medali emas, karena cabor renang, senam, biliar dll yang menjadi lumbung emas Kota Mataram belum final. (fan)

Perolehan Sementara Medali Porprov NTB 2014 No

Kabupaten/Kota

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Lombok Barat Sumbawa Kabupaten Bima Dompu Kota Bima Kota Mataram Lombok Timur KSB Lombok Tengah KLU

Emas Perak Perunggu Total 10 5 4 4 3 2 1 1 1 0

0 3 7 3 5 4 3 1 2 0

5 2 4 2 5 3 4 7 3 0

15 10 15 9 13 9 8 9 6 0

Cetak Gol Cepat, AS Tekuk Ghana Jakarta (Suara NTB) Gol Clint Dempsey dan pemain pengganti John Brooks membuat AS memetik angka penuh tiga poin setelah menang 2-1 dari Ghana dalam laga Grup G Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Estadio das Dunas, Natal, Brasil, Selasa pagi WIB. Gol cepat Clint Dempsey pada menit 1 babak pertama mengantarkan Amerika Serikat unggul 1-0 dari Ghana pada babak pertama laga kedua negara di Grup G tersebut. Sejauh ini, gol Dempsey tersebut adalah gol tercepat di turnamen Brasil ini. Setelah didahului kreasi dari Jermaine Jones, Dempsey mengolah bola melewati barisan depan Ghana untuk diakhirnya dengan melepaskan tembakan kaki kiri ke arah sudut kanan bawah gawang Ghana yang dijaga Adam Kwarasey. Setelah menggempur AS habis-habisan pada dua babak pertandingan, Ghana akhirnya menyamakan kedudukan pada menit 82 setelah Andre Ayew menciptakan gol usai mengolah umpan Asamoah Gyan untuk diakhirnya dengan tendangan terukur yang memperdaya kiper Tim Howard. Ghana sepertinya akan terselamatkan dari kekalahan, namun hanya empat menit dari gol Ayew pada menit ke-82, Amerika Serikat kembali unggul pada menit 86 lewat tandukan keras menyusur ke bawah yang dilepaskan pemain pengganti John Brooks. Menerima kiriman bola lampung dari sepak pojok uang dilepaskan Graham Zusi, Brooks melompat untuk menanduk bola dengan keras dan dia pantulkan ke permukaan lapangan sehingga mengecoh Adam Kwarasey. Ghana bangkit kembali untuk menyamakan kedudukan tapi tak berhasil dan kedudukan 2-1 bertahan sampai usai pertandingan. Ghana gagal mengulang dua kali kemenangannya dari Amerika Serikat pada dua pertemuan mereka pada Piala Dunia 2006 (fase grup) dan 2010 (putaran kedua). Dua pertemuan terdahulu itu pun berakhir dengan skor 2-1. AS pun menang untuk meraih tiga poin namun menempati peringkat kedua di bawah Jerman yang menghancurkan Portugal 4-0 akibat perbedaan selisih gol, sedangkan Ghana di posisi ketiga dan Portugal di posisi empat. Statistik FIFA menunjukkan, Ghana mendominasi permainan dengan menguasai 59 persen distribusi bola dan melepaskan umpan hampir dua kali lipat lebih banyak dari AS dengan 425 berbanding 264. (ant/bali post)

bahwa mereka tidak perlu berpikir ulang tentang persoalan taktik. “Kami harus tetap meyakini gaya permainan kami. Gaya permainan tersebut telah memberikan kami begitu banyak kemenangan dan memungkinkan kami untuk mengontrol permainan, jadi saya tidak melihat adanya alasan mengapa kami harus bermain dengan cara lain,” ujar Mata seperti dikutip dari situs resmi Piala Dunia. Gelandang serang Manchester United itu juga mengapresiasi semangat di internal timnya yang masih tetap terjaga pascakekalahan memalukan tersebut. “Saya merasa lebih bangga dari sebelumnya berada di skuad ini, generasi ini. Kami harus tetap bertahan di waktu – waktu yang baik tapi yang lebih penting lagi tetap bersatu di waktu yang buruk, dan kami selalu meyakini gaya sepakbola kami,” ujarnya. Menurut Mata, sejak ia bergabung di skuad Spanyol, ia merasa telah menjadi bagian dari keluarga besar yang harmonis. “Saya merasa seperti pemain lainnya, hubungan diantara kami adalah hal yang paling mendasar bagi tim ini,” tandasnya. Sementara itu, Cili yang sebelumnya memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1 atas Australia juga membidik kemenangan untuk memastikan satu tiket ke babak berikutnya. Gelandang Cili, Arturo Vidal mengemukakan, mereka sama seka-

li tidak memikirkan bahwa mereka akan menjadi tim yang mengeliminasi Spanyol dari Piala Dunia 2014. Mereka hanya berpikir untuk memenangkan Piala Dunia. Kontestan dari Amerika Selatan ini meyakini bahwa kemenangan di laga ini bisa saja membuat Spanyol terpental dari Piala Dunia. Namun,

Pelatih: Vicente del Bosque

Stadion: Maracanã, Rio de Janeiro

Vidal menegaskan bahwa itu bukanlah tujuan mereka. Menurutnya, mereka membidik kemenangan lebih disebabkan karena mereka ingin menjuarai Piala Dunia. “Kami berharap bisa bermain baik melawan Spanyol, memetik tiga poin dan kalaupun kami menyingkirkan mereka, itu akan bagus. Tapi kami tidak datang kemari untuk menyingkirkan Spanyol, kami bertarung untuk memenangkan Piala Dunia,” ujarnya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

GOL CEPAT - Clint Dempsey mencetak gol cepat di detik ke-31 dan mengantarkan AS memetik angka penuh tiga poin setelah menang 2-1 dari Ghana.

Rio de Janeiro Spanyol tampaknya sedang berjuang mengulang rute sejarah yang serupa di Piala Dunia 2014 ini. Rute itu mungkin akan terulang jika mereka berhasil mengalahkan Cili di laga berikutnya. Seperti diketahui, di Piala Dunia 2010 lalu, Spanyol juga mengalami kekalahan mengejutkan di laga perdana mereka. Saat itu, mereka dipermalukan tim kuda hitam Swiss, dengan skor 1-0 di laga pembuka. Namun, di laga – laga berikutnya, Spanyol berhasil bangkit meraih dua kemenangan beruntut dan lolos ke babak berikutnya. Kebetulan, Spanyol juga tergabung di grup yang sama dengan Cili di turnamen empat tahun lalu itu. Saat itu, kemenangan tipis Spanyol atas Cili yang membuat mereka mengunci tiket ke babak gugur. Selain itu, Spanyol juga sedang berjuang membuktikan bahwa tiki-taka yang menjadi identitas permainan mereka belumlah usang meski mereka dibantai dengan skor telak 5-1 oleh Belanda. Sementara, Cili bertekad mengamankan tiket ke babak berikutnya sekaligus mendepak Spanyol dari Piala Dunia 2014. Seperti diketahui, permainan tiki-taka ala Spanyol mengalami pukulan telak saat mereka dibantai Belanda. Juara dunia 2010 ini pun kini harus membuktikan kepada dunia bahwa tiki-taka masih menjadi langgam permainan yang ampuh, seperti halnya yang mereka jalani di Piala Dunia 2010 silam. Gelandang Spanyol, Juan Mata masih yakin bahwa Spanyol tetap akan mempertahankan ciri khas permainan mereka tersebut. Terlebih, menurutnya, permainan dengan mengandalkan posession football telah mengantarkan mereka menjadi juara di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Mata yakin

(Suara NTB/ist)

Spanyol Berjuang Mengulang Sejarah

Diego Costa

Pelatih: Jorge Sampaoli Alexis Sánchez


SUARA NTB

Rabu, 18 Juni 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

PERHIASAN

FINANCE

SHOWROOM

MAINAN ANAK

TOKO BANGUNAN

TRAVEL

RUMAH MAKAN

SEWA BADUT

BATIK

TOKO MAINAN

PET SHOP

SALON

PERAWATAN AC

KONTRAKAN

KOMPUTER

RUPA-RUPA

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Rabu, 18 Juni 2014

KURSUS

Halaman 13

HOTEL

ARSITEK & BAHAN BANGUNAN

087 865 633 888 / 087 861 811 999

DEALER

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON

LAUNDRY

SANGGAR SENAM

SHOWROOM

PROPERTY

EKSPEDISI

KECANTIKAN

BAKERY

Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

SULAM BIBIR

TERASI

FUTSAL

SERVIS MOTOR

COUNTER

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

Rp. 1 Jt

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

SULAM ALIS

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

TENUN LOMBOK

TELEVISI

EVENT ORGANIZER

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts Service Mobil & Sepeda Motor

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

MADU

KACAMATA

COUNTER

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

KONVEKSI


SUARA PULAUSastra LOMBOK Jendela

SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

Halaman 14

Kerjasama Bagian Humas DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

Dewan Sahkan KUA-PPAS APBD Perubahan Loteng 2014 Praya (Suara NTB) Setelah melalui proses pembahasan yang panjang di tingkat Badan Anggaran (Banggar), rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Lombok Tengah (Loteng) 2014, akhirnya disahkan DPRD Loteng. Pengesahan ditandai dengan ditandatanganinya draf KUA-PPAS APBD Perubahan 2014 oleh pemerintah daerah dan DPRD Loteng, Selasa (17/6). Juru bicara Banggar DPRD Loteng, Mahdi, S.IP, saat menyampaikan hasil pembahasan Banggar atas draf KUA-PPAS yang diajukan Pemkab Loteng, mengungkapkan kalau KUAPPAS memuat arah dan kebijakan anggaran daerah secara lengkap. Baik untuk pos pendapatan, belanja maupun pembiayaan pada perubahan APBD tahun anggaran 2014 ini. Perubahan pada APBD, lanjutnya diperlukan untuk menyesuaikan target pendapatan daerah. Baik yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan dana lain-lainnya. Termasuk menyesuaikan program dan kegiatan di SKPD yang ada dalam rangka

penghematan dan mengakomodir program kegiatan dari pemerintah pusat maupun provinsi yang dananya disalurkan melalui APBD. Secara umum, untuk pos pendapatan daerah pada KUA-PPAS APBD 2014 ini mengalami kenaikan sebesar Rp 123 miliar dari semula ditargetkan sebesar Rp 1,295 triliun menjadi Rp 1,418 triliun. Rinciannya, target PAD naik sebesar Rp 22,6 miliar menjadi Rp 131 miliar. Sementara dana perimbangan juga ditargetkan mengalami kenaikan sebesar Rp 13,5 miliar dari Rp 994,2 miliar menjadi Rp 1 triliun lebih. Kenaikan ini diakibatkan naiknya target pendapatan dari bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak. Ditambah lain-lain pendapatan daerah yang sah, dari Rp 192 miliar menjadi Rp 279 miliar, atau naik sebesar Rp 87 miliar.

Dari sisi pos belanja daerah, lanjut Mahdi, juga ditargetkan mengalami kenaikan dari Rp 1,297 triliun pada APBD murni menjadi Rp 1,488 triliun atau naik sebesar Rp 190 miliar lebih. “Pada pos ini, belanja tidak langsung masih mendominasi sekitar 60,87 persen dari total belanja daerah dari Rp 872 miliar menjadi Rp 915 miliar,” jelasnya. Sisanya sebanyak 39,13 persen untuk belanja langsung dengan kalkulasi anggaran sebesar Rp 582 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 156 miliar dari APBD murni yang mencapai Rp 425 miliar. “Pembahasan KUAPPAS tahun 2014 sendiri lebih maju dari sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pembahasan perubahan APBD 2014 serta APBD murni 2015 bisa dilaksanakan tepat waktu,” tandas politisi asal PDI Perjuangan ini. (kir/*)

Struktur APBD Perubahan Loteng 2014 Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Belanja Daerah ditargetkan sebesar Surplus/defisit anggaran sebesar Penerimaan Pembiayaan ditargetkan sebesar Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Pembiayaan netto sebesar Silpa Tahun berkenaan sebesar

Rp 1.418.951.862.876,76 Rp 1.488.364.996.962,62 Rp 69.413.134.085,86 Rp 98.980.017.849,86 Rp 29.566.883.764,00 Rp 69.413.134.085,86 Rp 0,00

(Suara NTB/kir)

TANDATANGANI - Disaksikan Ketua DPRD Loteng H. M. Yusuf Saleh, SH, Wabup Loteng, Drs. H.L. Normal Suzana menandatangani kesepakatan bersama terkait draf KUA-PPAS APBD Perubahan Loteng 2014.

Masih Tinggi Efisien Gunakan Pupuk SAMPAI saat ini petani Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih mengeluhkan persoalan kelangkaan pupuk yang terjadi beberapa pekan terakhir. Belum ada kepastian soal jawaban atas permintaan tambahan kuota. Sebaliknya, para petani diimbau Kementerian Pertanian (Kementan) agar efisien menggunakan pupuk. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Lotim, H. Abadi, menyebut, permintaan Kabupaten Lotim agar diberikan tambahan kuota sama dengan tahun 2013, sebesar 32.500 ton lebih sampai (Suara NTB/rus) saat ini belum ada jawaban. toH. Abadi tal yang sudah direalisasikan 17.914 ton. Sudah digunakan petani sebanyak 70 persen lebih. Imbauan efisiensi itu lanjutnya langsung dari Kementerian. Tidak diketahui detail alasannya. “Kan bukan kami yang mengeluarkan imbauan,” ucap H. Abadi menjawab Suara NTB, Selasa (17/6). Pihak Distannak Lotim ini masih menaruh harapan besar, segera ada tambahan kuota seperti telah dijanjikan. Diminta sisa kuota dari total tahun sebelumnya sekitar 15 ribu ton. Janji dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi sebagai instansi yang mengurus persoalan pupuk ini berdasarkan hasil komunikasi terakhir dalam waktu dekat akan direalisasikan. Penjelasan pihak provinsi itu, ujarnya, sudah ada kepastian. Kepada petani Lotim, ujarnya, disarankan untuk tidak terlalu bergantung pada pupuk urea. Tapi menggunakan pupuk secara lebih berimbang. Sarannya tetap agar para petani lebih mengutamakan pupuk organik dari pada pupuk kimia. Karena penggunaan organik jauh lebih menjamin kualitas produksi daripada mengandalkan pupuk an organik. Menggunakan pupuk anorganik juga bisa mengurangi Mikro Organisme Lokal (MOL) yang sejauh ini banyak bermunculan. Pupuk organik, sarannya tidak harus yang sudah dalam bentuk pupuk siap sebar. Akan tetapi, bisa menggunakan sisa-sisa tanaman. Seperti perasan buah yang sudah busuk atau perasan air pohon pisang. (rus)

Antisipasi Permintaan Air Bersih

Disostektrans Loteng Siaga

(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrasn) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini telah mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk mengantisipasi adanya permintaan air bersih dari masyarakat. Dampak dari kekeringan yang kini sudah mulai melanda sejumlah wilayah di Loteng. Terutama armada pengangkut air bersih, sudah dalam posisi siaga penuh. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Bina Sosial Disostektrans Loteng, R. Mulyantoro, B, kepada Suara NTB, Selasa (17/6). Dalam hal ini, katanya pihaknya siap memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Di mana begitu ada permintaan, maka hari itu juga air diupayakan akan langsung disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. “Tidak ada lagi yang ditunda-tunda. Prinsipnya, 1x24 jam setelah ada permintaan, air bersih sudah harus di-dropping ke tujuan,” tegasnya. Pihaknya tidak ingin hanya karena pelayanan yang tidak cepat, masyarakat justru yang susah. Atas dasar itu Disostektrans Loteng akan mengupayakan secepat mungkin air bisa diterima masyarakat. Paling kesulitan yang dirasakan masyarakat, akibat dari kekeriangan yang terjadi bisa dikurangi. Meski demikian, jika ada sedikit keterlambatan distribusi air bersih, pihaknya mengharapkan bisa memaklumi, mengingat kemampuan armada yang tersedia sangat terbatas. Tapi pihaknya akan tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal. “Saat ini kita hanya punya satu armada pengangkut air. Inilah yang akan kita maksimalkan,” terangnya. Disinggung apakah sudah ada permintaan distribusi air bersih, Mulyantoro mengaku sampai sejauh ini belum ada dari wilayah selatan. Hanya yang ada di wilayah utara. Itupun sudah dilayani. Karena diprediksikan permintaan air bersih baru akan masuk mendekati bulan puasa besok. Pasalnya, kondisi ketersediaan air bersih di masyarakat masih ada, sehingga masyarakat belum begitu membutuhkan distribusi air bersih. Untuk memudahkan proses droping air bersih, lanjut Mulyantoro, pihaknya berharap masyarakat dalam hal ini pemerintah desa bisa menyiapkan penampungan atau tandon air yang bisa digunakan untuk menampung air bersih yang disalurkan. Dengan begitu, ketika penyaluran air bersih nanti dilakukan bisa lebih mudah dan efektif. (kir) SIAGA Mobil tangki milik Disostektrans Loteng, siap diterjunkan untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan.

Loteng Fokus Tekan Angka Kemiskinan Praya (Suara NTB) Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat tercatat masih cukup tinggi, yakni 16,71 persen hingga tahun 2013 dari jumlah penduduk di atas 1 juta jiwa. Untuk itulah, semua program yang dilaksanakan Pemkab Loteng kini difokuskan untuk menekan angka kemiskinan. “Fokus kita saat ini memang bagaimana bisa terus menekan angka kemiskinan semaksimal mungkin,” sebut Asisten II Setda Loteng, Ir. Nasrun, kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Selasa (17/6). Pasalnya, sesuai target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sekaligus komitmen dengan pemerintah provinsi, angka kemiskinan di Lo-

teng tahun 2015 mendatang sudah harus turun sampai 10 persen. “Itu target kita sekaligus janji dan komitmen kita dengan pemerintah provinsi,” imbuhnya. Artinya, jika merujuk persentase kemiskinan sampai tahun 2013 lalu yang mencapai 16,71 persen, maka pemerintah daerah paling tidak harus bisa menekan 6 persen angka kemiskinan. Terhitung sejak

tahun 2013 sampai 2015 mendatang dan untuk mencapai target tersebut tentunya bukan persoalan mudah. “Sekarang sudah tahun 2014, artinya tinggal dua tahun lagi waktu yang ada bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan target tersebut,” terangnya. Untuk itulah, Pemkab Loteng tengah berupaya keras melakukan berbagai terobosan dalam rangka

menekan angka kemiskinan. Berbagai program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan juga terus disinkronkan. Koordinasi dengan semua pihak yang terkait dalam upaya pengentasan kemiskinan juga terus dimatangkan, termasuk di internal Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Loteng. Tinggal sekarang bagaimana kemudian semua pihak bisa berperan dalam rangka pengentasan kemiskinan. Karena tentunya, pemerintah daerah tidak akan mampu sendirian mengentaskan kemiskinan tanpa ada keterlibatan dari pihak lain dan elemen masyarakat lainnya. (kir)

Wabup Berikan Santunan pada Lansia di Sambelia Selong (Suara NTB) Sebanyak 330 warga lanjut usia (lansia) Kecamatan Sambelia menerima santunan dari Pemkab Lombok Timur (Lotim). Paket santunan yang diberikan, berisi beras dan mie instan yang disalurkan kepada para lansia di 11 desa di wilayah kecamatan itu. Paket santunan yang dikemas kantong plastik tersebut diserahkan secara simbolis Wakil Bupati (Wabup) Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, didampingi Camat Sambelia H. Buhari. Dalam release yang diterima Suara NTB, Selasa (17/6), wabup, menjelaskan, kegiatan itu merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Sampai saat ini, ujarnya, pemerintah melihat masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan santunan serupa. Karena itu, ke depan pemerintah akan terus mengupayakan kegiatan serupa. Wabup mengharapkan kepada para kepala desa agar dapat mem-

berikan perhatian yang baik dalam pelaksanaan pendataan keluarga miskin. Dalam hal pendataan diingatkan agar jangan terkesan tebang pilih. Wabup tidak menginginkan bantuan yang disalurkan itu tidak tepat sasaran. Diakuinya, dari informasi di lapangan, ada oknum petugas yang melakukan pendataan tebang pilih. Di mana, pendataan masyarakat miskin dengan mengutamakan dari kalangan keluarga pejabat di tingkat desa atau alasan kedekatan dengan pejabat desa. Adanya fakta ini, wabup tidak menginginkan hal seperti itu terjadi lagi. ‘’Dalam pendataan harus dikedepankan kejujuran dan kebijaksanaan dalam memberikan bantuan,’’ ujarnya mengingatkan. Camat Sambelia H. Buhari menyatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan kerjasama Kepala Desa se-Kecamatan Sambelia bersama Camat Sambelia yang dikumpulkan dan disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan sosial

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Wabup Lotim, H. Haerul Warisin, menyerahkan santunan kepada lansia di Kecamatan Sambelia, beberapa waktu lalu. yang dilaksanakan bukan hanya diperuntukkan kepada lansia saja, tapi santunan diberikan kepada anak yatim seperti pelaksanaan santunan untuk anak yatim tiga

bulan yang lalu. Penyerahan santunan anak yatim sambungnya, diberikan kepada sedikitnya 220 orang anak yatim se-Kecamatan Sambelia, ungkapnya. (rus)

Melihat Mecanggah, Lobar Darurat Bencana Kekeringan Dusun Terisolir di Lobar Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) masuk dalam daerah darurat bencana kekeringan tahun 2014 ini. Dijadikannya daerah ini sebagai daerah darurat bencana kekeringan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar menerbitkan surat keputusan (SK). SK ini sudah naik ke bupati untuk ditandatangani dan segera diterbitkan. Penetapan darurat bencana kekeringan ini juga menindaklanjuti instruksi dari provinsi. Kepala Bidang Darurat BPBD Lobar, Alwan menyebut terdapat lima kecamatan di Lobar yang rawan krisis air bersih, antara lain, Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan dan Batulayar. Tahun lalu, ujarnya, sebanyak 12 desa dilanda kekeringan di lima kecamatan tersebut. Di Kecamatan Batulayar antara lain, Desa Batulayar, Batulayar Barat dan Desa Bengkuang. Di Kuripan, desa yang sering dilanda kekeringan, yakni Kuripan Selatan, Giri Sasak. ‘’Kecamatan Gerung ada Desa Banyu Urip, Jakem timur dan di Kecamatan Lembar Desa Labuan Tereng serta di Sekotong, Desa Cendimanik, Kedaor, Sekotong Tengah dan Sekotong Barat,’’ terangnya. Langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya mengalokasikan anggaran untuk menyuplai air bersih ke daerah tersebut. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan PDAM dan Dinas Sosial untuk melakukan penanganan. Contohnya, Desa Mareje Barat, Kecamatan Lembar. Menurut warga Desa Mareje Barat Isyar men-

gungkapkan, terdapat lima dusun yang dihuni 8.000 lebih jiwa yang selalu menjadi langganan krisis air tiap tahunnya. Dusun yang sering dilanda kekeringan adalah Kondong, Dusun Pelan, Dusun Jago, Gudi Utara dan Gudi Tengah. Ia menyebut, jumlah penduduk yang menghuni lima dusun ini mendominasi penduduk di Desa Mareje mencapai 8.000 jiwa lebih, sedangkan jumlah penduduk Desa Mareje sekitar15 ribu jiwa. Memasuki musim kemarau seperti saat ini, warga mulai direpotkan dengan air bersih untuk minum dan mandi. Untuk memperoleh air, jika bantuan dari BPBD dan PDAM tidak ada warga terpaksa mengambil air dengan menempuh jarak satu kilometer lebih. “Warga terpaksa mengambil air dengan menempuh jarak satu kilometer lebih,” terang mantan Kades Mareje Barat ini. Ditempat terpisah Plt Kades Mareje Barat yang juga Sekretaris Camat Lembar, Suhaili tak menampik jika sejumlah dusun di Desa Mareje langganan krisis air. Dalam hal ini, pihaknya telah membuat satu sumur di Buwun Mas untuk memenuhi kebutuhan air warga. Selain itu, di Dusun Kondong juga pernah dibantu BPBD untuk penanggulangan. Ia mengaku sampai saat ini belum ada laporan dari dusun terkait adanya permintaan air bersih. Namun demikian pihaknya tetap waspada. ‘’Kami tetap siaga jika terjadi krisis air langsung berkoordinasi dengan BPBD,” terangnya. (her)

Dusun Mecanggah Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat, termasuk dusun terisolir yang minim perhatian. Fasiltas dasar berupa sekolah, listrik dan air di daerah ini sangat minim. Jalan menuju daerah ini masih jalan tanah, belum tersentuh aspal. Sebanyak 165 KK atau sekitar 500 jiwa penduduk dusun ini terpaksa hidup di tengah keterbatasan infrastruktur. PERSOALAN listrik di daerah ini masih menjadi keluhan warga. Pasalnya sejauh ini pelayanan listrik belum masuk ke daerah ini. Dulu tahun 2012, pernah akan dipasang instalasi PLN, namun terkendala tiang listrik, sehingga molor hingga sekarang. “Dusun Mecanggah jauh dari pelayanan dasar, sekolah jauh, jalan rusak dan listrik belum masuk,” tutur Kades Pelangan, Zulkifli, Selasa (17/6). Untuk listrik, sebelumnya sudah dipasang instalasi berupa kabel. Namun alasannya terkendala dana untuk pengadaan tiang, sehingga menyebabkan pemasangan menjadi molor. Bahkan waktu itu, masyarakat setempat berinisiatif membeli sendiri kabel untuk dipasang, akan tetapi tetap saja urung penyaluran listrik ke daerah itu. Tidak saja listrik, sarana kesehatan juga masih menjadi masalah. Meskipun sudah ada posyandu namun belum mampu menangani masyarakat setempat yang melahirkan dan warga sakit. Banyak warga

yang melahirkan justru melahirkan di rumah, sehingga kematian ibu dan bayi lumayan tinggi di daerah tersebut. “Bahkan karena jaraknya jauh, masyarakat memilih melahirkan di rumah. Makanya ada yang meninggal ibu dan bayi,”terangnya. Tidak sedikit pula, ibu yang melahirkan di jalanan karena jauhnya jarak pelayanan kesehatan. Jarak yang jauh ini sendiri dilalui dengan penuh susah payah. Pasalnya jalanan di dusun itu masih jalan tanah dan kondisinya rusak. Dusun ini sendiri berjarak lima kilometer lebih dari jalan raya. Untuk menuju ke dusun itu, harus menempuh jarak sepanjang lima kilometer. Kondisi jalanan tanah ditambah melewati tiga sungai, sehingga mesti menyeberang. Di sungai ini, tidak ada jembatan, hanya jembatan seadanya agar bisa lewat saja. Warga setempat pun kata Zulkarnain ingin dibangunkan jalan dan jembatan. Keterbatasan infrastruktur di dusun itu tidak sampai disitu, namun sekolahpun di dusun itu tidak ada. Padahal anak-anak di sana terbilang banyak. Bahkan untuk sekolah, anak-anak setempat terpaksa menempuh jarak 2 kilometer baru bisa tiba di sekolah (SD). Hal ini menyebabkan anak-anak di dusun itu banyak yang putus sekolah. Di Desa Pelangan sendiri terdapat 20 dusun yang definitif 18 dusun dan dua dusun persiapan. Jumlah penduduk setempat sekitar 3000 KK atau sekitar 9.000 jiwa. Kategori penduduk tak mampu sebanyak 1197 KK, nota bene penduduk petani tadah hujan yang bergantung pada hujan. Selain itu ada sebagian nelayan, buruh dan pedagang. (her)


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Choel Malarangeng Diperiksa untuk Mahfud Suroso

(ant/bali post)

MURAL POLITIK - Warga melintas di dekat mural politik di salah satu ruas jalan di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/6). Mural politik yang dibuat komunitas grafiti itu sebagai sindiran bagi politikus agar tidak mengumbar janji dan tidak menjadi pelaku korupsi.

Pilpres Bisa Dua Putaran Jakarta (Suara NTB) KPU akhirnya memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan tim pemenangan kedua pasangan calon peserta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bahwa pemungutan suara bisa berlangsung dua putaran jika syarat sebaran perolehan suara tidak terpenuhi, kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. “Jadi syarat perolehan 20 persen suara sah di lebih dari separuh jumlah provinsi di Indonesia itu juga harus dipenuhi, selain juga memperoleh suara terbanyak 50 persen plus satu. Kedua (syarat) itu yang tercantum dalam konstitusi,” katanya di Gedung KPU Pusat Jakarta, Selasa. Jika pada pemungutan suara 9 Juli nanti ada salah satu pasangan calon yang memenuhi kedua syarat tersebut, maka KPU akan menetapkan pasangan tersebut sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. “Kalau tidak ada yang memenuhi kedua syarat itu, maka dilakukan lagi pemungutan suara putaran kedua. Nanti pada saat putaran kedua baru syarat suara terbanyak saja yang digunakan,” jelasnya. Komisioner KPU Ida Budhiati mengatakan KPU telah mempersiapkan dua rancangan peraturan terkait pemenuhan syarat dan ketentuan pemenang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Menurut dia, KPU menyiapkan dua alternatif kebijakan. Pertama, apabila tidak terpenuhi dua persyaratan seperti tercantum dalam UndangUndang tentang Pemilihan Presiden maka akan dilakukan pemungutan suara putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang sama. Kedua, apabila tidak terpenuhi dua syarat mutlak seperti diatur dalam undang-undang maka pemenang pemilihan presiden dan wakil presiden akan ditetapkan berdasarkan perolehan suara terbanyak. KPU mempertimbangkan kembali ketentuan syarat pemenang Pilpres setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait adanya dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh pasangan calon peserta Pemilu. Pasal 159 Undang-Undang tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden menyebutkan bahwa pasangan calon terpilih harus memperoleh suara lebih dari 50 persen jumlah suara

sah dengan sedikitnya 20 persen suara sah di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari separuh jumlah provinsi di Indonesia. Dalam pasal 6a ayat tiga Undang Undang Dasar juga dijelaskan bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara pemilu dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Jika tidak ada pasangan peserta pemilihan presiden dan wakil presiden yang memenuhi syarat perolehan suara seperti pada dua klausul tersebut, maka dua pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak kembali bertarung di putaran kedua.

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 diikuti oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini dengan dukungan dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang. Sementara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) Choel Mallarangeng yang merupakan adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga diperiksa untuk tersangka Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras Machfud Suroso dalam kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Lanjutan Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Komisi Pemberantasan Korupsi. ‘’Enggak ada apa-apa karena tidak kenal sama sekali,’’ kata Choel saat tiba di gedung KPK Jakarta, Selasa (17/6). Choel yang dalam dakwaan Andi disebut sebagai orang yang menerima Rp 4 miliar dan 550 ribu

dolar AS untuk Andi Mallarangeng sekaligus pihak yang meminta fee sebesar 18 persen dari PT Adhi Karya agar mendapatkan proyek Hambalang. ‘’Kan saya menerima uang jadi terkait-kait, terkait-kait siapapun yang disidang, yang diperiksa, nama saya keluar lagi karena terkait dalam satu kasus yang sama walaupun kebetulan yang ini tidak kenal, tidak tahu sama sekali,’’ tambah Choel. Machfud Suroso adalah tersangka keempat dalam kasus ini selain mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor, mantan Menpora Andi Alifian Mal-

larangeng dan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kemenpora sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek Hambalang Deddy Kusdinar. Deddy Kusdinar sudah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta subsider enam bulan penjara. Terkait perkara ini, KPK juga menjadikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka penerimaan hadiah dari proyek Hambalang dan proyek lain-lain. Dalam dakwaan mantan

KPK Segel Tiga Lantai di Kementerian PDT Jakarta (Suara NTB) KPK menyegel tiga lantai gedung Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Jakarta, Selasa. Bagian gedung yang disegel meliputi lantai II yang merupakan ruangan Asdep Sosial Deputi II dan ruangan Program Per-

cepatan Pembangunan Kawasan Terpadu (P2KPT)/Bedah Desa, lantai IV yang mencakup ruang Staf Deputi V dan lantai VII yang mencakup ruang Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal. Pejabat Kementerian PDT belum ada yang memberikan keterangan soal

Jakarta (Suara NTB) Sutan Bhatoegana memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013 di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral oleh Komisi VII DPR RI, Selasa (17/6). Politisi senior Partai Demokrat itu datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi pukul 09.47 WIB. Dia mengaku pasrah bila KPK menahannya hari ini. “Serahkan pada Allah semua lah, apa yang terbaik menurut Allah itu yang terbaik menurut saya,” ujar pria yang mengenakan kemeja hijau tua bercorak cokelat itu pada para wartawan di halaman Gedung KPK di Jakarta. Mantan Ketua Komisi VII DPR RI itu diduga melanggar

pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal tersebut mengatur tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. Kasus yang menjerat kader Partai Demokrat ini merupakan pengembangan kasus mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Ru-

(ant/bali post)

SUTAN - Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana tiba di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/6). Ia diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembahasan APBN-P tahun 2013 di Kementerian ESDM. biandini. KPK hari ini juga akan memanggil Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekjen

DIJUAL MOBIL ZEBRA TAHUN 2006 HARGA 60JT,HUB.081864654354 DIJUAL RUMAH MINIMALIS MODERN, LOKASI STRATEGIS BELAKANG KANTOR BPK RI UDAYANA MATARAM, BISA CASH/KREDIT HUB.65 PROPERTY LOMBOK, 081999978 919, 08533336660 DIJUAL RMH DI MONJOK LT.2,25 ARE, 2KT, 2 KM, 1RT, 1RK, LB 9X16 M, LISTRIK, SERTIFIKAT ADA, HARGA 475 JT, BS NEGO. HUB. 081805732203

ARTSHOP

DIJUAL

GORDEN

SERVICE AC

penyegelan itu. “Saya tidak tahu masalah ini. Saya baru tahu setelah membaca berita,” kata seorang staf Humas Kementerian PDT yang tidak mau disebut namanya. Dia hanya mengatakan bahwa KPK melakukan penyegelan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. (ant/bali post)

Sutan Bhatoegana Penuhi Panggilan KPK sebagai Tersangka

DIJUAL

ORNAMEN

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, Machfud dan PT Dutasari Citra Laras disebut mendapatkan pembayaran yang seluruhnya Rp 45,3 miliar dari Kontrak Kerja Sama Operasional Adhi Karya-Wijaya Karya yang merupakan bagian realisasi pembayaran fee 18 persen yang harus dibayar KSO AdhiWika kepada Andi Mallarangeng. PT Dutasari Citra Laras juga menjadi perusahaan subkontraktor penyedia jasa mechanical enginering dalam proyek Hambalang. Total kerugian negara dalam proyek Hambalang bahkan mencapai Rp 464,391 miliar. (ant/bali post)

BAKERY

ADVERTISING

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Asep Permana sebagai saksi. (ant/bali post)


SUARA NTB Rabu, 18 Juni 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Krisis Irak

Inggris Kesampingkan Campur Tangan Militer menghimpun dukungan dari seluruh masyarakat Irak. Kementerian Pertahanan Inggris telah mengirim perantara operasional dan tim pemantauan ke Baghdad guna membantu menilai situasi di lapangan dan membantu Kedutaan Besar Inggris dalam perencanaan tindakan yang mungkin dilakukan. Situasi keamanan di Irak telah memburuk sejak pekan lalu, ketika bentrokan berdarah berkecamuk antara pasukan keamanan Irak dan anggota “Negara Islam Irak dan Levant (ISIL)”.

London Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, Senin, mengesampingkan campur tangan militer Inggris dalam krisis yang berkecamuk di Irak, tapi berjanji akan menawarkan bantuan kemanusiaan dan keahlian kontra-teror bagi negeri itu. “Kami telah menjelaskan bahwa ini tak melibatkan perencanaan campur tangan militer oleh Inggris,” kata Hague kepada Parlemen Inggris dalam pernyataan lisan. Ia mengatakan Inggris melakukan tindakan di tiga bidang sebagai tanggapan atas krisis yang berkecamuk di Irak, termasuk meningkatkan persatuan politik di nega-

ra tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya menawarkan bantuan jika mungkin dan tepat serta meringankan penderitaan manusia. “Kami membahas dengan Pemerintah Irak berbagai bidang bagi kerja sama, termasuk kemungkinan menawarkan keahlian kontra-teror,” kata Menteri Luar Negeri tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia memperingatkan bahwa meningkatnya bentrokan agama dan sektarian mengobarkan ketidak-stabilan di Timur Tengah. Hague mengatakan ia telah menggaris-bawahi kepada Menteri Luar Negeri Irak perlunya untuk membentuk pemerintah baru yang melibatkan banyak pihak, sehingga mempersatukan semua kelompok berbeda di Irak dan mampu

Gerilyawan telah merebut beberapa permukiman di bagian barat Kota Mosul, Irak Utara, dan belakangan memperluas pertempuran ke provinsi dan daerah lain setelah pasukan keamanan Irak mundur dari kota itu. (ant/bali post) TEMBAKKAN ROKET Foto yang dirilis Reuters, menunjukkan kelompok Kurdi di bagian barat Irak menembakkan roket untuk membalas serangan dari kelompok bersenjata lainnya.

Kiev Beli Gas dari Eropa

Warga Kamboja Eksodus dari Thailand Capai 180.000 Jiwa

(Suara NTB/ist)

INSPEKSI - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menggunakan periskop milik kapal selam Angkatan Laut Korea Utara saat inspeksi bersama jajaran militer Korea Utara lainnya. Foto yang dirilis Reuters, Selasa (16/6) ini menggambarkan ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea antara Korea Utara dan Selatan.

AS Desak Myanmar Bebaskan Rakyat Pilih Presiden Washington Amerika Serikat (AS) mendesak Myanmar, agar membiarkan rakyatnya bebas memilih presiden mendatang di tengah sengketa menyangkut undang undang baru yang akan melarang pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi untuk ikut. Sejak Suu Kyi menjadi anggota legislator dua tahun silam, mantan tahanan politik yang menjadi politisi itu tengah berkampanye untuk mengamendemen konstitusi yang dirancang militer yang

secara efektif menghalanginya untuk menjadi presiden. Dia telah meminta komunitas internasional agar mendukung kampanyenya dan membantunya mempersiapkan apa yang disebutnya pijakan yang adil bagi pemilu presiden 2015. Suu Kyi muncul Senin untuk mendapatkan dukungan implisit atas gagasannya dari AS. “Kami yakin reformasi konstitusional musti menyiapkan rakyat Birma supaya dengan bebas memilih presiden dalam pemilu bebas dan adil pada

2015,” kata Departemen Luar Negeri, menunjuk pada negara itu dengan nama lainnya. Konstitusi 2008 Myanmar memblokir siapapun yang pasangannya atau anakanaknya menjadi warga negara asing untuk memimpin negara itu. Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya akan melanjutkan diskusinya dengan pemerintah Myanmar dan para pemangku kepentingan ketika mereka bekerja untuk mengembangkan rekomendasi final mereka tentang perubahan konstitusi. (ant/bali post)

Ekuador Tuding Ilmuwan AS Jual Sampel Darah Quito Ekuador menuding ilmuwan Amerika Serikat (AS) telah mengambil ribuan sampel darah tanpa izin dari penduduk asli yang diketahui memiliki profil genetik unik dan kekebalan terhadap penyakit. Beberapa di antaranya sudah dijual. Terdapat sekitar 3.500 prosedur di mana darah diambil tanpa izin dari 600 warga suku Huaorani yang tinggal di pedalaman lembah sungai Amazon yang terisolasi di Ekuador, kata Rene Ramirez, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains. ‘’Sampel juga diambil lebih dari sekali dari beberapa orang,” katanya kepada stasiun televisi ECTV, mengungkapkan rincian baru hasil penyelidikan pemerintah. Dalam laporan awal dua tahun lalu, penduduk Huaorani yang secara bahasa sama sekali tidak berkaitan dengan penduduk asli yang berbahasa Quechua, mengatakan beberapa orang Amerika menipu mereka antara tahun 1990 dan 1991. Penduduk Huaorani mengatakan mereka diberitahu bahwa sampel darah itu akan digunakan untuk uji medis bagi mereka, namun hasil pengujian tersebut nyatanya tidak pernah muncul. Ketika tuduhan itu muncul

(ant/bali post)

Kiev – Setelah suplai gas bumi diputus Rusia, satu delegasi Ukraina, Selasa, ke Budapest merayu perusahaan-perusahaan Eropa menjual gas mereka ke negara di Semenanjung Krimea itu. “Perusahaan-perusahaan Eropa siap memberikan gas ke Ukraina. Mereka telah menawarkan gas pada harga yang baik dengan 320 dolar Amerika Serikat per 1.000 meter kubik, kata kepala eksekutif Naftogaz, Andriy Kobolev, menurut situs web pemerintah. Kobolev menambahkan, Naftogaz sudah menjadi klien kelompok Jerman RWE dan perusahaan Prancis, Gaz de France. “Kami juga memiliki penawaran yang datang dari perusahaan-perusahaan yang sama besar lainnya,” katanya. Kepala eksekutif dari raksasa energi Rusia, Gazprom, mengatakan hal itu akan ilegal bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk menjual impor gas dari Rusia ke Ukraina. “Perusahaan-perusahaan Eropa tidak memiliki hak untuk melakukan itu,” katanya, kepada kantor berita Rusia, Ria Novosti. Ukraina menerima setengah gas dari Rusia dan mengangkut 15 persen dari bahan bakar yang dikonsumsi di Eropa. Perusahaan gas negara raksasa Rusia mengatakan telah mengalihkan sistem pra-pembayaran ke Ukraina, satu langkah yang secara efektif menghentikan semua pengiriman karena Kiev dan Moskow bersengketa utang yang belum dibayar. Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, menyebut langkah itu sebagai tahap lain dari agresi Rusia terhadap negara Ukraina. Yatsenyuk mengatakan, menjelang pemutusan, Ukraina akan mendiversifikasikan sumber energinya dengan membeli gas dari Polandia, Hungaria dan Slovakia. Rusia telah menaikkan harga gas sampai 485 dolar Amerika Serikat dari 268 dolar per 1.000 meter kubik setelah presiden Ukraina pro-Rusia Viktor Yanukovych digulingkan. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Ilustrasi sampel darah pada 2012, Kedutaan Besar AS mengaku tidak tahu menahu mengenai kasus itu. Pada Senin, ketika muncul laporan baru, jurubicara Kedubes AS tidak memberikan komentarnya. Salah satu ilmuwan diduga seorang dokter AS yang bekerja untuk Maxus Energy yang bermarkas di Texas. Sampel yang mereka ambil itu diduga sudah dijual oleh Institut Riset Kedokteran Coriell kepada Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, kata kantor ombudsman pada 2012. “Ditunjukkan bahwa Institut Coriell menyimpan sampel (genetik) dari penduduk Huaorani dan mereka menjual materi genetik dari orang Huaorani itu,” kata laporan tersebut. Sejak 1994, tujuh kultur sel dan 36 sampel darah telah didistribusikan ke delapan negara. Pres-

iden Rafael Correa pada Jumat, mengatakan ada informasi yang mengindikasikan bahwa sampelsampel itu diambil pada awal 1970an “bersamaan dengan beroperasinya perusahaan minyak di area tersebut –Maxus,” ujarnya. Correa mengatakan sampel darah itu digunakan untuk riset karena penduduk asli itu tinggal di daerah yang sangat terpencil, dan tahan terhadap beberapa penyakit. Hal itu tetap dilakukan meski konstitusi Ekuador melarang penggunaan materi genetik dan riset ilmiah yang melanggar hak asasi manusia. Presiden yang merupakan ekonomis sayap kiri itu mengatakan tidak ada landasan hukum federal untuk mendakwa Coriell, Maxus atau Harvard, namun ia akan mencari opsi hukum yang lain. (ant/bali post)

Poipet – Jumlah warga Kamboja yang melarikan diri dari Thailand setelah merebaknya larangan pekerja asing ilegal mencapai hampir 180.000 jiwa saat kedua negara itu diperkirakan akan menggelar pertemuan terkait krisis Bangkok, Selasa (17/6). Eksodus para pekerja— yang membantu menjaga industri utama Thailand tetap mengapung seperti pertanian—terjadi setelah sebuah peringatan dari rezim militer baru Thailand bahwa pekerja asing ilegal akan ditangkap dan dipulangkan. “Jumlah warga Kamboja yang kembali dari Thailand ke Poipet (perbatasan utama Thailand-Kamboja) hanya dalam seminggu mencapai 157.000 jiwa pada pagi ini,” kata Kor Sam Saroeut, gubernur provinsi daerah barat laut Banteay Meanchey, lokasi basis pos pemeriksaan. Sekitar 20.000 jiwa lainnya telah menyebrangi perbatasan OSmach, sebuah pos pemeriksaan yang terletak sekitar 250 kilometer sebelah timur laut Poipet, demikian menurut gubernur dan seorang perwira polisi senior Kamboja. Di perlintasan di Poipet— kota perbatasan yang merupakan rumah bagi perusahaan besar, kasino dan hotel—ratusan imigran Kamboja tiba dalam truk militer Thailand dan mobil polisi pada Selasa pagi.

Sekumpulan pekerja yang menyebrangi perbatasan dalam semalam tengah menunggu di bawah beberapa tenda yang disangga untuk memfasilitasi mereka saat mereka menunggu transportasi ke rumah mereka di provinsi pedalaman. Rezim militer Thailand menolak klaim apa pun, jika pihaknya telah memaksa pekerja Kamboja keluar dari negara tersebut setelah mengeluarkan peringatan pekan lalu yang menganggap pekerja asing ilegal sebagai ancaman. Kementerian Luar Negeri mengatakan pemerintah melampirkan kepentingan yang sangat besar atas peran pekerja asing yang berkontribusi dalam perekonomian Thailand. Duta Besar Kamboja untuk Thailand Eat Sophes dijadwalkan bertemu dengan sekretaris tetap kementerian luar negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow Selasa pagi untuk pembicaraan yang diharapkan mendiskusikan krisis pekerja Kamboja. Di masa lalu, Pemerintah Thailand menutup mata pada pekerja ilegal, karena mereka dibutuhkan saat ekonomi berkembang pesat. Tapi kini Thailand di ambang resesi setelah konstraksi ekonomi di mana negara itu hanya mencapai 2,1 persen pertumbuhan ekonomi dalam triwulan pertama 2014. (ant/bali post)

Pangeran Yordania Jadi Ketua HAM PBB New York Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyetujui pencalonan Pangeran Yordania, Zeid alHussein, sebagai ketua hak asasi manusia (HAM) berikutnya. Hal iniyang menjadikannya Muslim dan bangsa Arab pertama yang memegang jabatan itu. Diplomat tinggi, saat ini Duta Besar Amman untuk PBB, akan mengambil alih sebagai komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia pada 1 September, menggantikan Navi Pillay dari Afrika Selatan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menominasikan Zeid, yang memegang gelar PhD dari Universitas Cambridge, untuk mandat empat tahun pekan lalu. Secara luas dihormati, Zeid meningkatkan perdamaian dan keadilan internasional serta memainkan peran penting dalam pembentukan Mahkamah Pidana Internasional. Selama lebih dari dua tahun, ia memimpin perundingan yang kompleks mengenai unsur-unsur pelanggaran individu untuk kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan perang kejahatan. Dalam reaksi pertama, Zeid mengatakan kepada Majelis Umum ia sangat terhormat oleh kepercayaan yang diberikan. Dan ia tercatat menjadi komisaris tinggi pertama dari benua Asia serta dunia Arab dan Muslim. “Ini

(ant/bali post)

Zeid al-Hussein

mencerminkan keinginan masyarakat internasional untuk memajukan hal ini di benua itu serta di bagian lain dunia, mempertimbangkan independensi dan mandat komisaris tinggi,” katanya, menambahkan dalam pidato singkat dalam bahasa Arab. Zeid saat ini merupakan orang Yordania di Dewan Keamanan PBB, di mana Amman memiliki jangka waktu dua tahun. Ia juga duta negaranya di Amerika Serikat dan Meksiko. Zeid menikah dan memiliki tiga anak. Pangeran Zeid, lulusan Johns Hopkins University dan Cambridge University, sebelumnya menjabat sebagai duta besar Yordan untuk Amerika Serikat dan Meksiko. Dia juga petugas urusan politik di UNPROFOR, misi penjaga perdamaian PBB di bekas Yugoslavia selama konflik Balkan. (ant/bali post)

Snt18062014  

Pertahankan Rute Perth-Lombok Pejabat Ramai-ramai Temui Manajemen Jetstar di Australia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you