Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU, 18 JANUARI 2014

NOMOR 260 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Tersangkut Kasus Suap Subri

Kasi Pidum dan Pidsus Kejari Praya Dicopot Mataram (Suara NTB) Dampak kasus suap Kajari Praya non aktif, Subri, SH, MH merembet ke bawahannya. Setelah Subri sendiri yang dicopot, Kejaksaan Agung RI mengeluarkan keputusan sama, dengan mencopot Kasi Pidsus Kejari Praya, Apriyanto Kurniawan, SH dan Kasi Pidum Wahyudiono, SH. Mereka kini hanya sebagai pejabat fungsional. C.01.08.13

Wakil Ketua PN Mataram Terancam Dipecat Mataram (Suara NTB) Satu per satu aparat penegak hukum ‘rontok’ setelah dilaporkan melakukan kegiatan pelanggaran kode etik berat. Komisi Yudisial (KY) RI dan Mahkamah Agung (MA) Jumat (17/1) merekomendasikan pemecatan terhadap delapan hakim, salah satunya dari Pengadilan Negeri Mataram. Disebutkan, hakim dari Pengadilan Negeri Mataram itu berinisial PJZ, bergelar SH, MH. Rekomendasi dua lembaga itu, PJZ dipecat dengan tidak hormat karena diduga terlibat kasus suap. “Ya betul, dari delapan yang akan diajukan ke Majelis Kehormatan Hakim (MKH), satu diantara terlapornya adalah Bersambung ke hal 5

TO K O H

(Suara NTB/ars)

“Keduanya sudah resmi non job berdasarkan surat keputusan dari Kejaksaan Agung RI. Suratnya sudah kami terima,” ujar Kajati NTB Sugeng Pudjianto, kepada Suara NTB Jumat (17/1). Kajati mengaku tidak tahu persis apa alasan pencopotan kedua pejabat Kejari Praya tersebut. Bersambung ke hal 5

BANGUN KUBAH – Faisal, seorang mandor proyek Islamic Center sedang mengawasi para pekerja dari pinggir Jalan Langko Mataram, Kamis (16/1) lalu. Proyek yang dibangun di atas tanah seluas 6,7 hektare itu, kini masuk tahap pembangunan kubah utama.

PPK Proyek SPAM KLU Tersangka Mataram (Suara NTB) Sesuai penyampaian awal, pihak Kejaksaan Tinggi NTB akhirnya merilis informasi terkait peningkatan status kasus Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di KLU. Sete-

sangka itu setelah timnya menemukan dua alat bukti cukup. Salah satu bukti itu terkait indikasi mark up pengadaan barang dan jasa pada proyek senilai Rp 12,1 miliar dimaksud. Bersambung ke hal 5

lah dinaikkan ke penyidikan, kasus ini pun menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka. “Inisial tersangkanya BE,” sebut Kajati NTB Sugeng Pudjianto, SH, MH. Penetapan ter-

TGH. M. Zainul Majdi

Mataram (Suara NTB) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Dr. S.H. Sarundajang sejak Sabtu, 11 Januari hingga 20 Januari lalu silaturahmi ke NTB. Calon Presiden RI 2014-2019 dari Konvensi Partai Demokrat ini, selain menjadi pembicara pada dialog kebangsaan dengan tema kemajemukan yang diselenggarakan PW GP Ansor NTB, juga bersilaturahmi dengan sejumlah ulama di NTB. Salah satunya, bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Pondok Pesantren (Pon-

(Suara NTB/nas)

GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak semua pihak khususnya pejabat untuk berpikir dan merenungkan bagaimana kepemimpinan Rasulullah SAW. Contoh kepemimpinan Nabi katanya sangat perlu untuk diteladani, karena dalam masa hidupnya cukup singkat melaksanakan visi dan misinya sebagai manusia dan utusan Allah SWT, termasuk menjalani kiprahnya sebagai pemimpin. ‘’Kita renungkan bagaimana 13 tahun di Mekkah, 13 tahun dalam masa yang terbelenggu, tidak bebas, tekanan demi tekanan, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/her)

Teladani Rasulullah SAW

pes) NU Darunnajah Duman Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Satu hal yang membuat S. H. Sarundajang yang dijuluki tokoh kemajemukan nasional ini sangat tertarik adalah keberadaan Rumah Sehat Baznas NTB di Ponpes tersebut. Pemprov Sulut berencana menjalin kerjasama dengan Ponpes NU Darunnajah Duman Kecamatan Lingsar, terkait dengan pengembangan rumah sehat seperti Rumah Sehat Baznas NTB Bersambung ke hal 5

SILATURAHMI - Silaturahmi Gubernur Sulut yang juga Capres Konvensi Partai Demokrat, Dr. S.H. Sarundajang di Ponpes NU Darunnajah Duman, Lingsar, Lobar.

KO M E N TTAA R KANTOR Pajak Pratama (KPP) Mataram Barat angkat tangan soal kasus pajak yang melibatkan STIKES Yarsi Mataram dengan Konsultan Pajak, terkait dugaan penggelapan dana pembayaran pajak senilai Rp 1,8 miliar untuk pembayaran tunggakan pajak tahun 2010-2011 lalu. “Kita sesungguhnya tidak tahu menahu apa komunikasi antara Konsultan Pajak dengan STIKES Yarsi menyangkut pemberitaan yang kemarin (Suara NTB-red),” terang Kepala KPP Mataram Barat, Ahmad Rifai, SE, M. Si dikonfirmasi, Jumat (17/ 1) kemarin. Bersambung ke hal 5

Tanggal 15 purnama bulan Rabiul Awwal atau malam tanggal 16 Januari, merupakan malam puncak perayaan Maulid Adat Bayan. Kesenian tradisional berupa peresean digelar serentak di lima tempat. Tetapi dari lima lokasi peresean, hanya di Kampu Semokan, pelaksanaan

KOMUNITAS Adat Bayan mulai berdatangan memasuki masjid kuno Bayan, Kamis (16/1 malam. Sebagian membawa bambu, ada pula yang menenteng kain. Bagian dalam Masjid Kuno Bayan, mulai dirias. Ngengelat bahasa adatnya. Dipimpin tokoh adat dan agama, ruangan Masjid Kuno Bayan pun didandani. Kain-kain berwarna dipasang melintang, diagonal dari satu sudut ke sudut lain. Tiangtiang masjid juga dilapisi kain. Di halaman masjid, tabuh gamelan meramaikan suasana malam. Ini pertanda peresean akan segera dimulai. Malam ini, puluhan bahkan ratusan pepadu siap bertarung dari selepas isya hingga masuk waktu subuh. “Peresean mengandung filosofi untuk mengingatkan umat Islam akan perjuangan Nabi Muhammad. Bersambung ke hal 5

peresean sampai harus berdarah-darah. (Suara NTB/ari)

C.03.08.13

Kantor Pajak Angkat Tangan


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Halaman 2

Tinggi Gelombang Capai Empat Meter Tingkatkan Perekonomian Masyarakat PENINGKATAN ekonomi masyarakat menjadi modal yang harus dilakukan oleh pemerintah di masing – masing kelurahan. Terlebih dengan berbagai potensi dan atau keahlian Sumber Daya Manusia (SDM), yang telah tersedia. Sebagai upaya pengembangan eco wisata, Kelurahan Banjar, terus melakukan persiapan dan pelatihan untuk membekali warganya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Lurah Banjar, Muzzakir Walad ketika dikonfirmasi, Jumat (17/1) mengatakan persoalan mendasar yang dibutuhkan di tengah–tengah masyarakat, adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah dengan pembekalan, pelatihan dan program – program kemandirian yang melibatkan masyarakat. Disebutkan, pihaknya sedang mencoba membuat program Asuransi Kesehatan Lingkungan serta persiapan lainnya. “Sekarang kita sedang galakan Akses Lingkungan,” terangnya. Metode yang digunakan, lanjut Muzzakir, masyarakat diberikan bantuan bibit Pepaya California, kemudian hasilnya tersebut nantinya dibagikan satu untuk petani dan warga. Artinya, dari pemberian tersebut akan muncul kesadaran untuk saling membantu. Diakui, bibit Pepaya California yang dibagikan berjumlah 100 bibit, “Modelnya masyarakat yang menanam itu, kalau panen satu untuk dia dan satu untuk masyarakat,” kata Muzzakir Dikatakan, beberapa wahana permainan seperti Playing Fox, dengan memanfaatkan Sungai Jangkok sebagai medan permainan, pembuatan grafiti, wahana terapung serta membangun lapak khusus wisata kuliner menjadi programnya. Itu merupakan upaya pengembangan eko wisata di Ampenan, khususnya di Kelurahan Banjar. Disebutkan, sedikitnya 15 lapak yang akan dibangun persisnya di Gang Gurami Lingkungan Banjar. Nantinya sambungnya, pedagang akan menyiapkan menu – menu khas tradisional. Dalam pengembangan ekonomi, menurut Muzzakir, masyarakat harus diberikan stimulus untuk akses bekerja. Apakah upaya pengembangan eco wisata tersebut juga sebagai langkah mendukung Kota Tua Ampenan? Ia mengatakan program–program tersebut, merupakan langkah mendukung program Pemkot Mataram, menjadikan Ampenan sebagai Kota Tua. “Sangat lucu kalau kita di sini (Kelurahan Banjar, red) sebagai tuan rumah, tidak mendukung program tersebut,” ujarnya. (cem)

BPBD Imbau Warga Waspada Mataram (Suara NTB) – Cuaca buruk dengan kondisi angin kencang dan gelombang pasang yang menghantam pesisir Pantai Ampenan menjadi ketakutan warga sekitar. Pasalnya, diperkirakan ketinggian gelombang mencapai empat meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Komando TRC BPBD Kota Mataram, Suhaeli mengatakan gelombang pasang dan angin kencang, yang melanda pesisir Pantai Ampenan, sejak seminggu lalu ditambah ketinggian gelombang dalam beberapa hari diperkirakan tiga hingga empat meter. Dikatakan, langkah yang diambil BPBD, dengan melakukan monitoring se-

mentara dari Pantai Meninting hingga Mapak. Disebutkan, titik rawan terjangan gelombang yakni Gatep Penghulu Agung, Bagek Kembar dan Bekicot. Sedangkan, personel yang diterjunkan berjumlah 20 personel. Menurutnya, berdasarkan prediksi nelayan (Masyarakat, red) ketinggian gelombang capai tiga hingga

empat meter akan tetap berlangsung hingga Januari. Sedangkan laporan yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa akan terjadi angin kencang disertai dengan hujan. Keadaan angin saat ini sambungnya, rata – rata kecepatan angin 40 knot/jam. Ke depan, kata Suhaeli, apabila kondisi sudah emer-

(Suara NTB/dok)

Perlu Harmonisasi

Wirawan

(Suara NTB/fit)

KEINGINAN Dewan untuk segera memparipurnakan tiga paket raperda hak inisiatif Dewan, nampaknya belum bisa terlaksana dalam waktu dekat ini. Pasalnya, setelah pertemuan dengan eksekutif awal pekan, ternyata pihak eksekutif masih minta waktu untuk mempelajari lebih intensif sebelum akhirnya perda-perda itu diketok Dewan nantinya. Dari tiga paket raperda hak inisiatif, satu paket raperda masih dalam pembahasan serius, seperti raperda penyelenggaraan reklame. Khusus terkait raperda penyelenggaraan reklame inilah, eksekutif, kata Ketua Pansus Penyelenggaraan Reklame DPRD Kota Mataram, Wirawan, SH., kepada Suara NTB, Jumat (17/1) kemarin, meminta waktu untuk mengkaji lebih mendalam raperda penyelenggaraan reklame. Dikatakan Wirawan, semangat dari raperda penyelenggaraan reklame, bagaimana mengembalikan penyelenggaraan reklame sesuai tupoksinya masing-masing. Pihaknya, demikian politisi Partai Demokrat ini, sepakat dengan eksekutif yang meminta penambahan waktu untuk membahas lebih mendalam tupoksi masing-masing SKPD terkait penyelenggaraan reklame. Karena, lanjut Wirawan, ada beberapa aturan terkait penyelenggaraan reklame yang bertentangan satu sama lain. Ia mencontohkan undang-undang No. 28 tahun 2009 tentang pajak. Kemudian adapula Perda Kota Mataram tentang pokok-pokok keuangan daerah. ‘’Lalu adapula undang-undang No. 1 tahun 2004 tentang keuangan yang menyebutkan bahwa pajak dikelola oleh bendahara umum,’’ terangnya sembari menambahkan Perda pajak Reklame No. 8 Tahun 2010 juga ada yang mengatur soal pungutan pajak reklame. Intinya, demikian Wirawan, perlu ada harmonisasi aturan-aturan tersebut supaya tidak saling bersinggungan atau bahkan tumpang tindih. Bisa saja dengan jalan melakukan revisi atau mencabut perda yang bersangkutan. Yang jelas, setelah Perda penyelenggaraan Reklame diketok, maka izin penyelenggaraan reklame harus masuk melalui lembaga baru yang dibentuk Pemkot Mataram bernama BPMPPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu). Dinas Pertamanan praktis tidak lagi bertindak sebagai pihak yang memungut pajak reklame. ‘’Dinas Pertanaman nanti hanya memberikan rekomendasi terkait estetika, begitu pula dengan Dinas PU terkait kostruksi dan Dinas Tata Kota dan Penga- wasan Bangunan terkait tata letak reklame itu,’’ terangnya. Ia memprediksi ke depan tugas Dewan akan semakin berat. Pada program Prolegda tahun lalu, masih ada tunggakan pembahasan perda sebanyak 11 perda. Kemudian, pihak eksekutif rencananya akan mengajukan sekitar 17 p a k e t raperda. ‘’Belum lagi hak inisiatif,’’ c e t u s Wirawan. (fit)

kencang. Sehingga, mengakibatkan pohon–pohon tumbang dan gelombang pasang menerjang pemukiman warga. “Ada kemungkinan kalau itu, karena melihat kejadian tahun kemarin,” sebutnya. Masyarakat yang dikhawatirkan terkena terjangan gelombang, pihaknya akan merelokasi ke tempat – tempat aman. Sedangkan, terkait logistik masyarakat, tergantung dari kelurahan sendiri. Diujung pembicaraan, Suhaeli meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dan bila perlu menanam pohon Waru, sebagai antisipasi pemecah gelombang. (cem)

Perkenalkan Budaya Daerah

Sekolah di Mataram Disarankan Adakan Hari Budaya

(Suara NTB/yan)

Muzzakir Walad

gency, kekuatan personel dengan jumlah 50 akan dikerahkan seluruhnya. Diakui, sementara waktu di masing – masing kelurahan telah dibagikan 500 karung. Nantinya, dimanfaatkan untuk membuat tanggul bagi masyarakat untuk memecah gelombang. “Warga tinggal ambil saja di kelurahan masing – masing,” akunya. Apakah ada potensi ketinggian gelombang dan kecepatan angin bertambah? Suhaeli mengatakan bisa saja hal tersebut terjadi karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, gelombang tinggi terjadi yang disertai dengan angin

TUNGGU PENUMPANG - Cidomo-cidomo yang parkir dan sedang menunggu penumpang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Bantuan Peralatan Cidomo Belum Merata Mataram (Suara NTB) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram telah menganggarkan bantuan peralatan untuk cidomo yang beroperasi di Kota Mataram. Seluruh cidomo di Kota Mataram yang jumlahnya ratusan unit ini akan diberikan bantuan perlengkapan seperti kantong kotoran kuda, sekop, ember dan sapu. Tetapi bantuan tersebut belum merata diberikan. Salah satu kusir cidomo di Pasar Kebon Roek, Darmawan mengaku belum mendapatkan bantuan peralatan tersebut. Ia mengatakan beberapa kusir cidomo masih menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan peralatan tersebut. “Ada sebagian kusir cidomo yang sudah dikasih,” ujarnya. Kusir cidomo asal Pelembak ini menambahkan para kusir cidomo memang sudah dijanjikan akan mendapatkan

bantuan berupa peralatan. Tapi hingga saat ini masih sebagian yang sudah menerima. “Kami bersyukur kalau memang ada bantuan itu dari pemerintah. Kalau dikasih ya syukur, kalau ndak juga ndak apa-apa,” ujarnya. Sebagai kusir cidomo, Darmawan mengatakan penghasilannya tidak menentu setiap harinya. “Kadang bawa pulang uang, kadang juga tidak,” ujarnya. Saat paling ramai dan pendapatannya meningkat tajam pada saat hari lebaran. Di hari lebaran, hasil menarik cidomo bisa sampai Rp 100 ribu. Tetapi jika penumpang sepi, penghasilannya maksimal sampai Rp 40 ribu sehari. Sementara itu salah satu kusir cidomo yang sudah menerima bantuan peralatan, Nursaid mengatakan bantuan yang sudah diterima berupa ember, sapu, sekop, dan penampung kotoran kuda.

Pengaduan Publik akan Jadi Masukan Pemkot Mataram Mataram (Suara NTB) – Tingginya angka pengaduan publik yang masuk ke Ombudsman menjadi catatan penting bagi Pemkot Mataram. Sekda Kota Mataram, akan menjadikan hal tersebut sebagai masukan, agar manajemen birokrasi di struktur SKPD diperbaiki. Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said mengatakan semua pengaduan akan dijadikan sebagai masukan atau catatan penting untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Ditambahkan Sekda, dari catatan tersebut, khususnya instansi yang melayani masyarakat harus berupaya memberikan pelayanan maksimal. “Apa yang menjadi omongan Ombudsman akan saya jadikan masukan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi baru – baru ini. Dikatakan Makmur Said, dengan lahirnya instansi baru, yakni Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Mataram, semua pelayanan perizinan, akan diarahkan ke sana. Hal tersebut sambungnya, minimal mengefisienkan dan mempermudah masyarakat mengurus apa yang menjadi kebutuhannya. “Kalau sudah satu atap kan lebih gampang,” kata Makmur Said.

Disebutkan Sekda, semua bentuk perizinan baik IMB, ILOK, HO dan sebagainya, mengarah ke instansi yang baru dibentuk tersebut, sesuai dengan peraturan walikota (Perwal) segera disusun. Sekda mengtakan, tingginya pengaduan terhadap pelayan publik di Mataram, diindikasikan karena akses informasi lebih cepat dan jangkauan lebih mudah. Disamping itu, banyaknya berdiri lembaga–lembaga pengaduan, sehingga masyarakat mudah datang mengadu. Sebelumnya diketahui, dari data Ombudsman diantara kabupaten/kota dari total 129 daftar keluhan masyarakat akhir Desember 2013, Mataram menempatkan posisi pertama dengan perolehan 50 persen. Sementara itu, Lombok Barat 23 persen, Lombok Timur dan Lombok Tengah 10 persen, KLU dan Kabupaten Sumbawa Barat 7,5 persen dan sisanya Sumbawa, Dompu dan Bima. Berdasarkan klarifikasi minimnya pelayanan, Kota Mataram memiliki urutan pertama yakni 46 persen. Sedangkan Badan Pertanahan Nasional 15 persen, Provinsi 11 persen dan sisanya Kepolisian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pengadailan. (cem)

“Senang saja dapat bantuan. Ada kita pakai nyapu. Biar jalan juga ndak kotor karena kotoran kuda,” ujarnya. Ia mengatakan banyak juga kusir cidomo yang belum mendapatkan bantuan. Sementara yang sudah diberikan sekitar 50 orang. “Kita sudah didata tapi belum semua dikasih,” pungkasnya. Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid mengatakan memang belum semua kusir cidomo mendapatkan bantuan peralatan. Penyaluran bantuan itu nantinya akan dilakukan secara bertahap. “Kita tunggu eksekusi anggaran dulu. Kemungkinan triwulan kedua,” ujarnya, Jumat (17/1). Terpenting ujar Khalid, semua kusir cidomo yang sudah terdata di Kota Mataram akan mendatapkan bantuan peralatan. Diharapkan tahun ini penyaluran bantuan akan selesai dilakukan. Berdasarkan data Dishubkominfo, jumlah cidomo yang beroperasi di Kota Mataram sebanyak 862. Jumlah itu termasuk dengan cidomo yang datang dari luar kota seperti Lombok Barat. (yan)

Mataram (Suara NTB) Untuk memperkenalkan budaya daerah, seluruh sekolah di Kota Mataram disarankan untuk mengadakan hari budaya satu hari dalam sebulan. Pada hari budaya itu, para siswa-siswi, guru, dan staf di sekolah mengenakan pakaian adat Sasak. Hari budaya ini disarankan oleh pemerhati budaya, Jalaludin Arzaki. “Tidak harus menggunakan pakaian adat yang ribet seperti harus lengkap dengan keris untuk yang laki-laki. Cukup dengan bedodot dan pake sapuq misalnya. Merekaharusbenar-benarmerasakan apa makna dari adat istiadat itu,” terangnya, Jumat (17/1). Selain berpakaian adat, dalam hari budaya juga harus diputar lagu-lagu daerah. Sehingga anak-anak tetap mengenali budaya daerah sendiri dan mengambil nilai-nilai positif yang ada dalam lagu daerah. “Lagu-

lagu daerah itu wajib diperdengarkan supaya semua bisa berbahasa daerah,” ujarnya. Dengan adanya hari budaya di sekolah ini, pendiri Yayasan Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata ini mengatakan walaupun siswa di skeolah itu bukan asli Mataram atau Sasak, mereka menjadi mengenal dan bisa bahasa Sasak. “Apapun suku dan agamanya, kalau jadi penduduk Mataram wajib ikut berbahasa dan berbudaya Mataram,” ujarnya. Dalam sebulan itu, sambungnya sangat penting ada hari budaya. Dalam penyampaian berbagai pelajaran di sekolah juga harus dikaitkan dengan perspektif budaya. “Misalnya pada waktu diadakan hari budaya itu pelajarannya Agama, harus dikaitkan dengan budaya. Pelajaran matematikan dikaitkan dengan budaya,” ujarnya. (yan)

Mataram Wacanakan Festival Tari Tradisional Asia Tenggara Mataram (Suara NTB) Setelah sukses menggelar Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara pada akhir Oktober 2013 lalu, Kota Mataram mewacanakan akan kembali menggelar event tingkat regional yaitu Festival Tari Tradisional Asia Tenggara. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Ida Bagus Jayantha. Jayantha mengatakan perhelatan Festival Keraton dan (Suara NTB/yan) Masyarakat Adat Asia Tenggara Ida Bagus Jayantha dinilai sukses oleh banyak pihak. Event itu juga dinilai sangat luar biasa, sehingga dengan modal kesuksesan sebelumnya dimunculkan gagasan untuk Festival Tari Tradisional Asia Tenggara. “Kita akan coba yang penting sudah ada gagasan dan ide. Rencana itu akan kita kerucutkan untuk dimasukkan dalam kalender event,” terangnya. Sebenarnya menurut Jayantha, ide penyelanggaraan festival itu sudah ada sejak dulu. Tapi momentum kesuksesan penyelenggaraan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara semakin memantapkan rencana itu. Rencananya festival tari tradisional itu akan dibingkai dalam sebuah event yang dinamakan Festival Mataram. “Nanti itu kita isi dengan festival tari tradisional tingkat ASEAN,” sambungnya. Saat ini Jayantha mengatakan pihaknya sedang menjaring gagasan dan ide terkait rencana event itu. Jika nanti event itu dilaksanakan, tidak hanya akan mengundang tamu dari negara-negara Asia Tenggara, tetapi juga berbgaai daerah di Indonesia yang akan menampilkan tarian tradisional masing-masing. “Gagasan saya itu nanti ada representasi dari Melayu (Sumatera), Kalimantan, Jawa, Bali, NTT, Maluku, Sulawesi, dan Papua. Selain itu tentunya perwakilan NTB,” tandasnya. (yan)


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Petakan Wilayah Rawan Konflik KEGIATAN kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif tahun 2014 secara resmi sudah dimulai. Guna memudahkan pola pengamanan selama masa kampanye, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) sudah mulai melakukan langkahlangkah antisipasi, yakni dengan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan konflik. Demikian diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Loteng, H.M. Suhardi, S,H, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (17/1). Menurutnya, pemetaan tersebut perlu dan penting dilakukan untuk memudahkan proses pengawasan sekaligus pemanatauan kewilayahan, sehingga tidak ada potensi konflik yang muncul dan segera dideteksi sejak dini. Jika ada potensi konflik bisa dilakukan langkah-langkah penyelesaian. “Dengan adanya pemetaan ini, maka mana daerah-daerah yang dianggap rawan, akan dikawal dan diawasi secara maksimal,” terangnya. Tapi bukan berarti, ujarnya, wilayah yang dinilai tidak rawan tidak diawasi. Hanya saja, pola pengawasan dan pemantauan yang sedikit berbeda, karena daerah rawan konflik tentunya butuh penanganan yang lebih, dari pada daerah yang tidak rawan. Tetapi tetap semua wilayah diawasi dan dipantau secara ketat. Sejauh ini, sebut Suhardi ada beberapa wilayah yang masuk katagori rawan konflik. Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak, karena lebih banyak yang masuk katagori aman. Walaupun pada dasarnya, semua wilayah memiliki potensi konflik yang bisa saja muncul selama masa kampanye ini berlangsung. “Untuk wilayah mana saja yang masuk rawan konflik, tentunya tidak bisa kita ungkap. Karena itu berkaitan dengan pengawasan dan pemanatuan,” tandasnya. Lebih lanjut mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng ini menjelaskan, dalam melakukan kerja-kerja pengawasan dan pemantauan pihaknya tentunya juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Karena pengawasan dan pemantauan itu nantinya juga akan berkaitan dengan penindakan. Ketika terjadi pelanggaran ataupun potensi konflik. “Jadi dalam hal ini kita tidak sendiri. Adanya instansi-instansi terkait yang juga ikut dilibatkan,” terangnya. Disinggung mengenai jalannya kampanye di awal masa kampanye ini, Suhardi mengaku masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kampanye. Terutama terkait tempat pemasangan alat kampanye. Baik itu milik partai politik maupun calon anggota legislatif (caleg) itu sendiri. Ironisnya, pelanggaran-pelanggaran tersebut kebanyakan dilakukan oleh caleg-caleg yang notabenenya memiliki kecerdasan dan pemahaman hukum yang bagus. Dan, rata-rata para caleg tersebut sudah tahu dan paham tentang aturan kampanye. Terutama terkait aturan pemasangan alat kampanye. Terkait persoalan tersebut, pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada tim penindakan alat kampanye, dalam hal ini Panwaslu Kabupaten, termasuk Sat Pol PP agar segera melakukan penertiban terhadap alat-alat kampanye yang melanggar aturan. (kir)

Suhardi

(Suara NTB/dok)

SUARA PULAU LOMBOK IKON LOTENG - Seorang pengendara sepeda motor lewat di depan Bencingah Agung Adiguna Praya Lombok Tengah (Loteng). Bangunan yang dibangun atas prakarsa Sekda Loteng, H.L. Supardan, kini telah menjelma sebagai salah satu ikon Kota Praya dan Loteng pada umumnya. Di Bencingah Agung inilah, pemerintah daerah dan masyarakat Loteng menggelar berbagai kegiatan, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi.

(Suara NTB/kir)

Parkir Liar di Pantai Senggigi

Gubernur Perintahkan Satpol PP Tertibkan Perahu Nelayan

Giri Menang (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menertibkan perahu dan sampan yang terparkir liar di depan The Sentosa Hotel Senggigi. Persoalan ini harus tuntas, karena pantai merupakan aset publik dan aset wisata. “Jadi tidak masuk akal, kalau pantai rusak atau kotor. Harus ditertibkan segera,” tegas gubernur yang ditemui usai acara Maulid di Bencingah Agung Lobar, Jumat (17/1). Menurutnya, perahu ne-

layan mengganggu pengunjung di sekitar hotel, sehingga perlu dipindahkan dari kawasan itu agar tidak lagi mengganggu pihak hotel dan wisatawan. Sementara itu, Bupati Lo-

bar, Dr. H. Zaini Arony, MPd, mengaku dari 100 perahu yang ditambat di sana, hanya 7 perahu yang dimiliki nelayan Lobar. “Selebihnya perahu nelayan dari Kota Mataram,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, lanjutnya, Satpol PP Provinsi dan kabupaten telah berkoordinasi. Pihaknya juga telah menyampaikan ke kelompok sadar pariwisata, camat dan kades, agar perahu tersebut harus dipindah. Apalagi di lokasi itu akan dibangun dermaga. ‘’Kalau di sana ada perahu, maka akan mengganggu aktivitas dermaga itu sendiri,’’ ujarnya. Kepala Satpol PP Lobar, I Nengah Sugiartha menam-

bahkan berdasarkan hasil rapat bersama provinsi, lokasi parkir sampan akan dialihkan ke tanah milik provinsi di dekat SPBU Meninting. “Ditempatkan di sana sesuai hasil rapat,” ujarnya. Namun pihaknya akan melakukan sosialisasi ke nelayan senin depan. Jika nelayan balik lagi kesana, maka solusi disiapkan pihaknya akan meminta pihak hotel memasang atau membangun beton di sekitar pantai. (her)

Penerima RTLH Harus Dibuatkan MCK Tanjung (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengisyaratkan akan membuatkan sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi warga penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) atas selesainya program renovasi RTLH di beberapa desa di Kecamatan Bayan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan pada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, PPKB dan Pemdes KLU, H. Sahabudin, sesaat mendamp-

ingi kunjungan kerja Bupati KLU H. Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati H. Najmul Akhyar di Kecamatan Bayan, Jumat (17/1). Pihaknya mengisyaratkan bagi warga yang telah menerima bantuan rumah dari Kemenpera dilanjutkan dengan Program Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berupa pembangunan MCK, rabat jalan atau saluran drainase. Hanya saja, sarana apa yang akan dibangun sangat bergantung dari usulan petugas lapangan baik TPK dan TPM di tingkat desa. “Dibangunnya MCK bertujuan untuk meningkatkan de-

rajat kesehatan masyarakat. Bagusnya kondisi tempat tinggal tetapi jika masih buang air sembarangan, tentu berdampak pada munculnya penyakit. Jadi kita perlu membangun MCK,” ujar Sahabudin. Sahabudin belum dapat memastikan apakah MCK yang dibangun ini bersifat MCK Komunal ataukah MCK dengan septic tank per unit rumah tangga. Sementara terkait RTLH di Kecamatan Bayan, Sahabudin menyebut masih ada empat desa yang belum mendapat bantuan RTLH dari Kemenpera yaitu desa Loloan, Desa Bayan, Desa Anyar dan Desa

Mumbul Sari. Ia memperkirakan, ke-4 desa tersebut akan mendapat bantuan pada tahun ini, yang diperkirakan cair pada bulan Februari atau Maret 2014. “Sesuai hasil pertemuan Pak Bupati dengan Deputi Kemenpera RI beberapa waktu lalu, empat desa itu akan dituntaskan. Detailnya pencairannya menunggu laporan pengerjaan tahap pertama masuk ke Kementerian,” imbuhnya. Dalam kunjungan kerja Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., dan Wakil Bupati, H. Najmul Akhyar SH. MH., didampingi beberapa pejabat dinas Pemda KLU, mengun-

jungi antara lain proyek PLTMH di Dusun Teres Genit, dan melihat kinerja pembangunan program RTLH. Bupati dan Wabup juga berkesempatan meresmikan salah satu Polindes di Dusun Batu Rakit, Desa Sukadana, yang dibangun dari dana PNPM. “Pembangunan di KLU akan terus ditingkatkan termasuk membangun ribuan unit RTLH, karena di Kecamatan Bayan, masih ada empat desa yang belum memperoleh bantuan program. Kita harapkan Kecamatan Bayan tuntas program RTLH tahun ini,” ujar Djohan. (ari)

Dukung Pelaksanaan Pemilu

Cuaca Buruk

KPU Loteng Siapkan 16.101 Petugas

Safi’i Tantang Maut Demi Sesuap Nasi Sekitar sebulan lamanya nelayan di sekitar Pantai Cemara, Kecamatan Lembar memparkir peralatan melaut. Sampan terikat dan berjejer rapi di pinggir pantai. Begitu pula jala dan alat pancing disimpan. Sebagian nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki jala, sampan dan alat pancing. Beginilah kondisi nelayan setempat ketika memasuki musim cuaca tak bersahabat seperti saat ini. Namun tidak semuanya pasrah menunggu nasib. ADALAH Safi’i warga Cemara, Lembar, nelayan yang pemberani itu. Bapak satu anak ini termasuk nelayan berani, karena ketika nelayan setempat tak berani melaut, karena cuaca buruk justru ia berani menantang terjangan ombak dan angin kencang. Ia terpaksa memberanikan diri melawan maut, karena tak punya pilihan lain. Ia hanya lulusan SMP, ia tak punya keterampilan apa-apa selain berharap dari mata pencaharian nelayan. Sehingga kalau ia tak melaut, anak isterinya tak akan dapat makan. “Setiap tahun kalau cuaca buruk, saya beranikan diri melaut. Saya tak punya pilihan lain, karena kalau saya tidak melaut mau makan apa anak dan istri saya,” tuturnya kepada Suara NTB, Jumat (17/1). Baginya, menjadi hal biasa melaut ketika cuaca buruk. Ia tak gentar menerjang gelombang laut dan kencangnya angin. Terpenting baginya, ia bisa memperoleh ikan dijual untuk membeli beras. Kisah pilunya itu bukan ia alami sebentar, namun berpuluh-puluh tahun lamanya. Laki-laki yang masih muda ini, mengaku sejak remaja ia harus dihadapkan pada pilihan hidup getir. Sejak remaja, ia berprofesi sebagai nelayan. Sebelumnya ia pernah sekolah, namun karena orang tua tak mampu, sehingga ia putuskan sekolahnya di tengah jalan ketika duduk di bangku SD. Selanjutnya, ia bergelut dengan perahu dan jala sebagai nelayan. Awalnya ia takut, namun kare-

Halaman 3

(Suara NTB/her)

PERBAIKI JALA - Seorang nelayan di Pantai Cemara Lembar ketika memperbaiki jala. Sebagian besar nelayan di Pantai Cemara tidak berani melaut, karena cuaca buruk. na tak ada pilihan ia pun terasah untuk berani melaut. Sampai ia pun mempersunting istrinya dan mendapatkan seorang anak. Episode kehidupannyasedikit membaik, karena sedikit demi sedikit penghasilannya lumayan. Saat ini ia memiliki sampan dan alat pancing serta jala hasil sumbangan pemerintah. “Kami dapat bantuan tahun lalu,” ujarnya. Adanya perahu itulah ia mengarungi samudera mencari ikan. pergi sore, pulang pagi itulah aktivitasnya seharihari. Terkadang ia memperoleh per hari Rp 100 sampai Rp 150 ribu, dengan harga Rp 25 ribu per kilogram. Namun tak jarang ia tak dapat apa-apa alias kosong (nihil). Tak jarang juga ia menemui bahaya di tengah laut, karena terlalu jauh melaut. Karena spesifikasi perahu tersebut, hanya bisa menempuh pada ketentuan jarak tertentu. Namun ia justru memberanikan diri melaut lebih jauh. Apalagi kondisi cuaca buruk seperti saat ini, raw-

an terjadi kecelakaan. “Tapi alhamdulillah saya tidak pernah kecelakaan,”ujarnya. Hal ini, katanya, membuat nelayan takut, karena kondisi perahu tak memungkinkan menembus ketika kondisi cuaca buruk. Dibanding kapal besar kapasitas 30 GT tentunya berbeda, karena mampu menembus jarak hingga 1 mil lebih. Ia berharap agar ketika kondisi seperti ini, pemerintah membantu nelayan. Paling tidak nelayan punya penghasilan dari yang lain. Rusli, nelayan lain mengaku tak berani melaut karena untuk nelayan menggunakan perahu kecil sangat rawan kecelakaan jika menembus cuaca buruk. “Karena tidak ada kerjaan ya terpaksa saya nganggur,”ujarnya. Ia mengaku selama setengah bulan tak melaut. Sementara itu, nelayan lain Parlan mengaku jika tak melaut ia beralih kerjaan mencari kerang, selain itu kalau ada kerjaan menjadi kuli bangunan. (her)

Praya (Suara NTB) Penyelenggaran Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif tinggal kurang dari tiga bulan lagi. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng untuk mendukung kelancaran pelaksanaan agenda politik lima tahunan tersebut. Salah satunya kesiapan petugas penyelenggaran Pemilu. Di mana tidak kurang dari 16.101 petugas pemilu telah dan akan disiapkan. “Untuk menyelenggaran Pemilu legislatif kali ini kita membutuhkan tidak kurang dari 16.101 petugas pemilu,” ungkap Sekretaris KPU Loteng, Drs. I Gede Suantara, kepada Suara NTB, di kantornya, Jumat (17/1). Jumlah petugas penyelenggaran pemilu tersebut, terdiri dari 60 orang PPK di 12. Dimana dimasing-masing kecamatan disiapkan 5 PPK. Selain itu, pihaknya menambah 3 Petugas Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing desa dengan total PPS sebanyak 417 orang yang tersebar di 139 desa di Loteng. “Untuk PPK serta PPS saat ini sudah ter-

bentuk di semua wilayah. dan, memang sudah jauh-jauh hari mulai bekerja,” jelasnya. Sementara itu, untuk KPPS selaku penyelenggaran pemilu di tingkat TPS saat ini belum terbentuk. Karena memang masih dalam tahap persiapan. Dan, baru akan dibentuk nanti menjelang pelaksanaan pemilu yang kewenangan pembentukannnya diserahkan langsung ke PPS. Tidak lagi dilakukan oleh KPU di daerah. Untuk komposisi KPPS sendiri, pada pemilu kali ini lebih sedikit dari pemilu sebelumnya. Dimana KPPS beranggotakan 9 orang petugas. Tapi sekarang berkurang 2 orang menjadi 7 orang petugas. Karena jumlah TPS yang ada juga ada penambahan, maka jumlah KPPS juga cukup besar. “TPS direncanakan sebanyak 2.232 lokasi. Dengan jumlah KPPS sebanyak 7 orang, maka total KPPS yang ada dibentuk sebanyak 15.624 petugas,” imbuh Suantara. Disinggung pesiapan logistik pemilu, Suantara mengaku sudah berjalan sesuai rencana. Sejumlah logistik

yang seharusnya sudah ada, pun sudah diterima oleh KPU Loteng. hanya memang masih ada beberapa logistik yang belum diterima. Seperti beberapa jenis formulir pendukung, tinta pemilih termasuk surat suara sendiri. Logistik-logistik tersebut, sejauh ini belum disiapkan, karena baru akan diadakan pada tahun anggaran 2014 ini. Terutama lagi untuk surat suara, selain menunggu kesiapan anggaran juga masih menunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang baru. “Surat suara belum akan dicetak kalau DPT belum selesai,” ungkapnya. Tapi yang jelas, tegasnya, persiapan sudah berjalan sesuai rencana. Kendati belum ada komisioner KPU Loteng yang baru. Karena memang saat ini, semua urusan dana tahapan pemilu ditangani penuh oleh Sekretariat KPU Loteng sendiri. “Walaupun komisioner KPU Loteng yang baru belum terbentuk, tapi sampai sejauh ini semua tahapan bisa kita tangani dengan baik,” terangnya. (kir)


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Program KMBS, Serahkan Penanganan Sampah kepada Warga Taliwang (Suara NTB)Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencetuskan program Kelurahan Mandiri Bebas Sampah (KMBS). Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah KSB untuk menanggulangi persoalan sampah khususnya dalam kota yang hingga kini belum juga menemui solusi. “Ini program baru yang kita mulai terhitung awal tahun ini,” jelas kepala BLH KSB H. Usman. HI S.Pd saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (17/1). Sistem pelaksanaan program ini menuntut kemandirian warga. Pasalnya seluruh kegiatan penangan sampah di lingkungan masing-masing sepenuhnya dilaksanakan oleh warga, tidak hanya sekadar dalam beraksi membersihkan lingkungan, tetapi juga sampai mengelola manajemen kegiatannya. Usman menjelaskan, tanggung jawab kebersihan pemukiman kota berada di bawah kendali pemerintah kelurahan. Dalam bekerja, pemerintah keluarahan mengkoordinir seluruh lingkungan dalam wilayahnya yang selanjutnya menggerakkan tiap-tiap Rukun Tetangga (RT). “RT yang menjadi garda terdepan di sini. Dan kelurahan bertindak sebagai penangung jawabnya,” timpalnya. Untuk mendukung suksesnya program tersebut, BLH sendiri bukannya lepas tangan. Sebagai leading sector BLH mendukung dalam hal menjamin ketersediaan sarananya. Salah satu sarana pendukung yang saat ini telah disediakan BLH adalah armada pengangkut sampah berupa kendaraan roda tiga (Tossa). Kendaraan operasional pengangkut sampah tersebut ditempatkan di masing-masing lingkungan di tiap kelurahan. Sejauh ini BLH pun telah menyalurkan sebanyak 18 unit kendaraan roda tiga ke 18 lingkungan di sejumlah kelurahan. Menurut Usman, setiap lingkungan nantinya akan ditempatkan masing-masing satu unit alat pengangkut sampah untuk menjamin setiap harinya tidak ada sampah yang menumpuk di pekarangan warga. “Ada 30 lingkungan di 7 kelurahan. Dan sementara ini kita sudah drop 18 unit Tossa, sisanya nanti sekitar Maret akan kita lengkapi,” paparnya seraya menambahkan untuk kegiatan pemeliharaan sarana angkut tersebut akan dibebani kepada warga. “Untuk biaya pemeliharaan peralatan itu kita serahkan juga ke warga. Nanti akan ada semacam retribusi yang diterapkan, untuk nilainya bisa bervariasi sesuai kesepakatan warga. Minimal bisa dimulai dari angka Rp 5.000 per bulan atau seperti apa nantinya kesepakatan mereka,” sambungnya. I a berharap dengan program ini kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungannya semakin meningkat. Tak hanya itu melalui program ini pun diharapkan masyarakat dapat tergerak untuk bisa mengambil p e r - annya secara aktif untuk berbagai kegiatan lainnya. “Model ini bisa diterapkan pada kegiatan apa saja. Intinya peran a k t i f masyarakat yang kita utamakan di sini,” pungkas Usman. (bug) Usman HI (Suara NTB/bug)

Usulan Musrenbang Banyak Terabaikan Sumbawa Besar (Suara NTB) Tak dipungkiri, selama ini banyak usulan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang terabaikan, akibat tidak konsisten dikawal. Untuk itu, mesrenbang mesti berorientasi pada hasil dan dikawal agar tidak sia-sia. Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi pemantapan persiapan musrenbang tingkat kecamatan tahun 2014, Jumat (17/ 1), juga mengakui penyusunan rencana pembangunan melalui musrenbang dari satu sisi merupakan amanat undang-undang. Namun di sisi lain, muncul image dari kalangan masyarakat, musrenbang ini adalah suatu pekerjaan yang mubazir, tidak banyak manfaat dan sebagainya. Ini terjadi sebagai akibat dari sering terjadinya perubahan kebijakan pemerintah. Selain masih adanya pihak-pihak tertentu yang bergerak dengan proposal di luar mekanisme musrenbang dan berhasil terakomodir. Sementara usulan melalui musrenbang tidak muncul. Kedepan, lanjut bupati, persoalan dan pandangan ini harus bisa diarahkan kepada alur pikir masyarakat yang lebih positif dan konstruktif melalui mekanisme yang ada. Sebab penyusunan rencana pembangunan pada dasarnya harus mencakup empat perspektif sesuai dengan isu-isu sentral yang dihadapi oleh masyarakat luas termasuk di daerah. Yakni, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, aspek politik dan aspek lingkungan hidup. Terjemahan empat aspek ini ke dalam tataran implementasi menjadi beragam, sehingga program-program disusun dan dilaksanakan berdasarkan pada empat perspektif tersebut. Misalnya, dalam perspektif ekonomi kita dihadapkan pada isu kemiskinan dan daya beli masyarakat yang rendah, di bidang sosial budaya adalah kualitas SDM yang rendah sebagai akibat dari tingkat pendidikan dan derajat kesehatan yang masih rendah. Sedangkan dalam bidang politik, pemahaman akan hak dan kewajiban untuk ikut mengambil keputusan masih lemah (masalah-masalah skala kecil seringkali melebar dan penyelesaiannya berlarut-larut). Tahun 2014 merupakan tahun keempat pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa tahun 2011-2015. Untuk itu, rencana kerja tahun 2015 harus memperhatikan pelaksanaan dan target yang ingin diraih tahun ini serta mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi di tahun 2015. Serta memperhatikan visi misi pemkab Sumbawa, “terwujudnya masyarakat sumbawa berdaya saing dalam memantapkan samawa mampis rungan”. Terkait dengan pendataan profil desa/kelurahan, sampai dengan saat ini masih ada desa/kelurahan di beberapa kecamatan yang belum menyerahkan dan menyelesaikan pendataan profil desa/kelurahan. Untuk itu, diminta kepada seluruh camat untuk dapat memfasilitasi dan mengkoordinasikan agar profil desa/kelurahan dapat terselesaikan dan menjadi salah satu database dalam musrenbang. Kepala Bappeda, Ir. Iskandar menekankan kepada kepala desa dan camat tentang hasil yang harus dicapai dalam setiap tahapan. Agar jangan hanya melaksanakan proses tetapi hasilnya tidak. Sebab pada akhirnya hasil yang diharapkan orang. “Selama ini hasil tidak. Prosesnya yang menjadi acuan. Karenanya hasil musrenbang terabaikan. Tidak fokus dibahas, sehingga tidak dikawal. Menurut Iskandar, banyak orang ketika mengajukan proposal, bukan usulan yang dihasilkan dalam musrenbang. Sehingga ketika datang anggota DPRD, usulan yang disampaikan bukan hasil musrenbang. Mestinya semua massyarakat harus tahu hasil musrenbang. Beberapa program yang diusulkan melalui dana aspirasi memang diakuinya ada beberapa yang belum terkoneksi dengan hasil musrenbang. Jadi, mestinya usulan dikawal mengingat anggaran yang terbatas. “Misalnya ada delapan usulan dalam Murenbang desa, kalau dikawal pasti goal. Asalkan usulan itu untuk kepentingan publik, tidak kepentingan privat untuk segelintir orang,” tandasnya. (arn)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Pelabuhan Sape Ditutup Sementara

Sopir dan Penumpang Mulai Jenuh Sabtu hari ini merupakan hari kelima Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, ditutup sementara karena cuaca buruk.Tingginya gelombang yang menjadi agenda tahunan ini memaksa para sopir truk dan penumpang tertahan. Bagi sebagian sopir, kernet dan penumpang tertahan tanpa ruang tidur yang layak tentunya mengakibatkan rasa jenuh dan bosan. Namun bagi sebagian lainnya, meski tertahan dalam jangka waktu yang lama, tidak menjadi masalah karena diisi dengan kegiatan memancing. MENUNGGU tanpa kejelasan memang sangat membosankan. Terlebih menunggu di daerah lain tanpa orang-orang yang dikenal. Namun para sopir dan penumpang yang hendak berlayar meninggalkan pelabuhan Sape, ini tak bisa berbuat banyak. Pasalnya kendala tersebut merupakan fenomena alam yang tak bisa dilawan. Seperti itulah yang dialami oleh para penumpang maupun sopir truk yang hendak menyeberang ke daerah NTT. Semakin hari sejak Selasa siang jumlah mereka makin banyak. Memasuki malam, mereka harus berpikir lagi agar bisa beristirahat dengan nyaman. Kebanyakan dari penumpang ini memang berasal dari NTT. Mau tak mau, meski tidak begitu saling mengenal rupanya rasa senasib sepenanggungan membuat mereka saling peduli. Sehingga tak jarang, ketika waktu malam para sopir dan penumpang ini tidur bergerombol di meja bambu yang ada di pinggir-pinggir kios. Hanya saja, bagi sebagian yang lain menunggu bukanlah masalah. Untuk menyibukkan diri, beberapa di antaranya memilih memancing ikan meski dengan alat seadanya. Aris (16), asal Flores, NTT adalah salah satu di antaranya. Pemuda yang menjadi kernet truk sejak lama ini mengaku tidak

merasa bosan meski tertahan sudah dua hari. Pasalnya, waktu menunggu keberangkatan yang masih lama diisinya dengan kegiatan memancing di dermaga Pelabuhan Sape. Alatnya pun cukup sederhana, hanya dengan bermodalkan tali nilon yang digulung, remaja berambut ikal ini sudah bisa mengangkat ikan seukuran tiga jari. “Tunggu saja sebentar, umpannya pasti dimakan,” tutur Aris sambil menarik-narik tali nilon. Ternyata benar saja, baru beberapa saat umpan dibuang Aris yang memancing di kegelapan malam itu, seekor ikan kecil yang mulutnya terjebak di mata kail langsung diangkat. Selanjutnya, selain untuk mengisi waktu luang, para sopir ini bisa menyiasati kocek agar tidak boros. Menurut Aris, dia menjadi kernet salah satu truk bermuatan barang. Dari Surabaya, truk yang dibawanya membawa barang-barang kios. Pekerjaan menjadi kernet bagi remaja ini sudah menjadi pilihan, pasalnya dia tak mampu lagi melanjutkan sekolah. Tidak hanya Aris, seorang remaja lain asal Flores yang mengaku sebagai sopir tembak juga mengisi waktu kosong dengan memancing. Menurutnya, memancing di saat seperti ini bisa menghilangkan stres memikirkan waktu dan biaya operasional yang membengkak akibat tertahan.

(Suara NTB/use)

SANDAR - Dua kapal ferry yang bersandar di Pelabuhan Sape, Jumat (17/1), menunggu cuaca membaik untuk berlayar ke NTT. Sementara itu, tidak diizinkannya berlayar oleh pihak ASDP maupun Syahbandar, dimanfaatkan oleh kru Ferry yang bersandar di dermaga. Waktu ‘libur’ yang cukup panjang ini digunakan untuk melakukan perawatan. Seperti yang terlihat di Cakalang Ferry saat dikunjungi, Jumat (17/1). Saat itu, seluruh kru setempat beraktivitas di bagian masing-masing untuk melakukan perawatan dengan menyapu dan mengepel mulai dari anjungan hingga dek kapal. Bahkan, di bagian lain teknisi mengecek mesin kapal. “Untuk saat-saat seperti ini kita gunakan untuk perawatan mesin,” ujar Kepala Kamar

Tekan Tindak Kejahatan

Kapolres Bima Kota Pantau Pulau Terluar Kota Bima (Suara NTB) Guna mencegah terjadinya tindak kejahatan, Kapolres Bima Kota AKBP Benny Basir Warmansyah, SIK, SH tidak saja memfokuskan perhatian pada wilayah daratan namun juga di pulau-pulau terluar yang ada di wilayah hukum yang dipimpinnya. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu, Benny menyambangi sejumlah pulau terluar yang ada di bagian timur Kabupaten Sape Kabupaten Bima sekaligus menyapa penduduk setempat. Sejumlah pulau yang disambangi tersebut yakni Bajo Pulo yang terdiri dari tiga dusun serta Pulau Gili Banta. Di Bajo Pulo, Kapolres dan rombongan sempat bertemu dengan Kepala Desa untuk menyampaikan himbauanhimbauan kamtibmas serta menyerap tindak kejahatan apa saja yang biasanya muncul. Namun, akunya, dari penuturan Kepala Desa, situasi di wilayah Bajo Pulo yang terletak sekitar 500 meter dari Pelabuhan Bima ini relatif aman. Karena memang masyarakat di sana mengerti cukup mengerti tentang pentingnya masalah keamanan. “Kalaupun ada

biasanya terjadi karena emosi,” ujarnya saat ditemui di Mapolsek Rasa NaE Barat, Jumat (17/1). Itu pun, jika terjadi selalu bisa diselesaikan di tingkat Desa. Selain Bajo Pulo, pulau lain yang disambangi bersama Polairud yakni pulau Gili Banta yang letaknya lebih jauh dari Bajo Pulau. Meski tidak ada penduduk, namun pihaknya tetap mengunjungi untuk memastikan situasi setempat sebagai bagian dari patroli yang dilakukan. Sebab biasanya, pulau-pulau tersebut sebagai tempat persinggahan dari tindakan penyelundupan manusia atau yang lebih dikenal dengan manusia perahu.

“Dulu pernah terjadi di Sangiang,” tutur Benny yang juga didampingi Wakapolres, Kompol M. Nasution, SIK, SH dan Kapolsekta Rasa NaE Barat Kompol H. Nurdin. Di samping itu juga untuk mencegah kejahatan seperti illegal logging dan pemboman ikan. Sebab, kebanyakan nelayan berbuat curang dengan menangkap ikan dengan bom ikan. Tentunya, pemboman ikan akan merusak ekosistem dan biota laut. Di samping itu, berbagai kejahatan lain yakni sebagai tempat-tempat persinggahan atau tempat menginap tindakan penyeludupan manusia. Hanya saja, menurut Benny pengamanan di pulau-pulau terluar ini belum didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Di wilayah bagian timur, katanya, Pos Polairud baru ada satu yang terletak di Polairud. Itu pun, perahu yang digunakan yakni sampan kayu milik nelayan, bukan speed boat. “Kita punya Pos Polairud tapi kita belum memiliki speed boat sendiri,” pungkasnya. (use)

Diterima 604 KSM

Pembayaran PKH Hari Pertama Lancar Kota Bima (Suara NTB)Sebanyak 604 KSM (Keluarga Sangat Miskin) Kecamatan Raba, Kota Bima menjadi penerima perdana pembayaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Bantuan tahap IV tahun 2013 ini diterima langsung oleh KSM melalui Kantor PT Pos Indonesia Cabang Bima, Jumat (17/1). Pembayaran PKH di hari pertama ini pun berjalan lancar. Koordinator Pendamping Kecamatan Raba, Umiyati, SH yang ditemui di sela-sela pencairan menuturkan kuota SKM untuk Kecamatan Raba sebanyak 604. Pembayarannya dilakukan dalam sehari, namun dibagi dua tahap yakni pagi dan siang. Untuk jadwal pagi diperuntukkan bagi 300 KSM dari enam kelurahan yakni Kelurahan Nitu, Rontu, Raba Dompu Barat, Raba

Ngodu Utara dan Raba Ngodu Selatan dan Penaraga. Sementara 304 KSM sisanya disalurkan pada pukul 13.30 Wita hingga selesai dengan pendamping masing-masing. Menurut Umiyati, warga yang menerima ini merupakan kategori sesuai hasil validasi beberapa waktu lalu. Untuk menerima KSM cukup membawa surat keterangan Pengurus PKH disertai dengan KTP dan kartu keluarga. Jika KTP tidak ada bisa menggunakan surat domisili kelurahan. Selain itu, jika yang bersangkutan tak bisa hadir bisa diwakili dengan membawa surat kuasa. “Surat kuasa yang ditandatangani di atas materai bisa dianggap sah dengan di dampingi para pendamping dan dikomunikasikan dengan petugas pos,” terangnya. Sementara itu, Koordinator Pendamping Kota Bima,

Husni,S.Pd setelah penyaluran untuk Kecamatan Raba, pembayaran PKH ini akan diikuti oleh KSM di tiga kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Rasanae Timur dengan jumlah 560 KSM, Kecamatan Asakota dengan jumlah 618 KSM dan Kecamatan Mpunda dengan jumlah 218 KSM. Pembayaran KSM di tiga Kecamatan ini akan dilakukan pada masing-masing hari yang berbeda yakni Sabtu (18/1), Minggu (19/1), dan Senin. Sementara petugas pembayaran Satgas PKH Kantor PT Pos Indonesia cabang Bima, Tri Rahayuningsih yang ditemui menyebutkan bahwa pembayaran PKH, kemarin, berjalan lancar. Ini tak lepas berkat edukasi dari temanteman para pendamping. “Semoga sampai tiga hari kedepan tetap berjalan lancar dan tidak ada kendala,” harapnya. (use)

Mesin, Yos Hadi Siswanto yang ditemui di anjungan. Disebutkannya, Cakalang merupakan salah satu Ferry yang bersandar di Pelabuhan Sape saat ini. Tingginya ombak hingga lima meter mengakibatkan ASDP maupun Syahbandar menutup pelabuhan tersebut. Meski sebenarnya pada Senin lalu pihaknya sempat belayar ke Pelabuhan Waikelo NTT karena didemo oleh pengguna jasa. Namun kembali lagi setelah dua hingga tiga jam pelayaran karena terombang ambing dihantam gelombang. Bahkan saat itu air sudah masuk ke dek setinggi mata kaki. Dia pun tak menyalahkan para penumpang memaksa pi-

haknya untuk berlayar saat itu. Karena memang, pengguna jasa khususnya sopir truk memiliki beban untuk segera sampai karena membawa barang-barang yang cepat rusak. Meski dari segi bisnis pihaknya mengalami kerugian, namun itu dilakukan pihaknya untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna jasa. “Rugi ya jelas rugi, karena berlayar kan butuh BBM dan air tawar. Yang seharusnya sampai di sana impas (Waikelo), karena kembali kita terpaksa menambah biaya operasional,” pungkas ayah dua orang anak yang sudah 30 tahun melaut tersebut. (use)

Saluran Irigasi di Lape Dirusak Warga Sumbawa Besar (Suara NTB) Dengan luas lahan yang ada, ketersediaan air untuk lahan pertanian di wilayah Kecamatan Lape cenderung tidak mencukupi. Terutama pada MK II. Padahal potensi air di bendungan Mama’ cukup besar. Salah satunya karena banyak oknum warga yang merusak saluran irigasi. Dengan membuat jalur tikus pencurian air. Camat Lape yang baru, Lukmanuddin S.Sos, kepada Suara NTB, Jumat (17/1) mengemukakan, masalah ini selalu muncul setiap tahunnya di Lape dan tidak pernah dituntaskan. Padahal melihat debit air di bendungan Mama’ seharunsya kebutuhan air bisa dipenuhi. Ternyata, setelah ditelusuri, banyak oknum yang

merusak jaringan irigasi. Dengan membuat jalur tikus mencuri air untuk kepentingan orang per orang. Melanggar kesepakatan yang telah dibangun dengan P3A, termasuk menanam padi di jalur merah, yang seharusnya tidak boleh ditanami. “Kita mau angkat persoalan ini, untuk kita carikan solusinya,” katanya. Faktor lainnya, bendungan Mama’ dari tahun ke tahun terus mengalami pendangkalan. Meski lokasi bendungan di kecamatan Lopok, namun jasa pengguna airnya sebagian besar berada di Lape. Dengan jaringan irigasi yang jarang terpelihara. “Kemana anggaran pemeliharaan setiap tahunnya. Paling-paling hanya dibersihkan saja,” pungkasnya. (arn)

Lahan Penggembalaan di Dompu Berubah Jadi Area Pertambangan Dompu (Suara NTB)Kabupaten Dompu mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar dari pemerintah pusat untuk ladang penggembalaan ternak rakyat di Doroncanga Dompu. Namun karena area penggembalaan ternak rakyat di Doroncanga telah beralih fungsi menjadi area pertambangan pasir besi PT Timur Raya Mas, maka dibutuhkan lahan baru seluas 1.000 ha untuk memenuhi ladang penggembalaan ternak rakyat. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, Ir H. M. Rasyidin Suryadi, M.Si kepada Suara NTB saat dihubungi, Jumat (17/1) mengungkapkan, alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar dari Kementerian Pertanian RI untuk penyediaan pakan ternak di area penggembalaan ternak rakyak sesuai proposal yang diajukan tahun 2012 lalu dengan luas area 1.000 ha. “Karena sekarang lahan penggembalaan ternak tumpang tindih dengan HGU dan izin pertambangan pasir besi, sehingga kita masih menunggu penetapan Bupati untuk lahan penggembalaan ternak rakyat yang baru,” kata Rasyidin. Peta lahan pengganti area penggembalaan ternak rakyat sudah disiapkan pemerintah dan tinggal menunggu penetapan oleh Bupati. Karena ketentuannya, alokasi anggaran Rp 5 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB ini minimal 1.000 ha. “Sementara lahan area penggembalaan ternak saat ini

tinggal 200 ha. Setelah ada penetapan lahan penggembalaan ternak rakyat, kita berharap tidak ada lagi tumpang tindih pemanfaatannya ke depan,” harap Rasyidin. Penetapan lahan dan program yang ingin dilaksanakan dari anggaran Rp 5 miliar dari Kabupaten Dompu, lanjut Rasyidin, akan menjadi dasar Pemprov dalam mengalokasikan anggarannya. “Pada tahun ini apakah akan didahulukan penyiapan pakan ternak atau kubangan, ini yang ditunggu Pemprov,” ungkapnya. Namun Rasyidin memastikan, program penyiapan pakan ternak bagi daerah penggembalaan ternak rakyat ini tidak akan mendapat tentangan dari rakyat. Tetapi agar terus berkelanjutan kesiapan pakan ternaknya, pola penggembalaan ternak akan menggunakan sistem semi land. “Ternak akan diarahkan, sehingga bisa terus berkesinambungan,” terang Rasyidin. Sebagaimana diketahui, keberadaan pertambangan pasir besi dan perkebunan tebu di daerah penggembalaan ternak rakyat Doroncanga mendapat penolakan dari pemilik ternak. Keberadaan perusahaan ini dianggap menjadi ancaman bagi peternakan yang sudah dikembangkan selama ini. Namun di sisi lain, sistem penggembalaan ternak rakyat di Doroncanga ini dihadapkan keterbatasan pakan dan air minum bagi ternak di musim panas. Akibatnya, banyak ternak yang kurang sehat. (ula)


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Kasi Pidum dan Pidsus Kejari Praya Dicopot Dari Hal. 1 Hanya informasi umum yang bisa dipastikannya, pencopotan tidak lepas dari kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kajari Praya non aktif, Subri SH, MH oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Saya sudah kirim surat ke Plh Kejari Praya Pak Made Sudarmawan agar segera menindaklanjuti surat Kejagung tersebut,” terang Kajati. Sebagai pucuk pimpinan lembaga Adhyaksa NTB, ia pun sudah mengambil keputusan

mengganti dua jaksa yang dicopot tersebut. Karena belum bisa menunjuk jaksa definitif, pihaknya pun menetapkan Baiq Nurjanah, SH sebagai Kasi Pidum dan Sulhan, SH sebagai Kasi Pidsus. “Saya sudah ambil kebijakan untuk menunjuk Plh. Keduanya dari Kejati NTB,’’ jelasnya. Selanjutnya jajaran Kejari Praya akan bekerja seperti biasa meski diisi oleh pejabat pelaksana harian. Namun setidaknya ada upaya pihaknya mengisi kekosongan jabatan agar kinerja tidak macet. (ars)

Wakil Ketua PN Mataram Terancam Dipecat Dari Hal. 1 hakim PN Mataram,” kata Wakil Ketua Komisi Yudisial RI, Imam Ansori Saleh menjawab Suara NTB via ponsel, Jumat petang kemarin. Tetapi, apa jenis pelanggarannya, Imam mengaku belum tahu. Namun yang jelas menurutnya, untuk persidangan oleh MKH akan diperkirakan dilakukan Februari 2014 mendatang. Dibeberkannya, dalam sidang nanti, ia ditunjuk sebagai anggota MKH yang akan menyidangkan dan memutuskan nasib PJZ bersama tujuh hakim terlapor lainnya. Diberitakan media online, delapan hakim itu direkomendasi dipecat dengan tidak hormat karena berbagai kasus. Ada diantaranya kasus suap, kasus perselingkuhan dan kasus narkoba. Sementara ini, KY baru merilis inisial mere-

ka yang terancam dipecat tersebut (tabel terlampir). PJZ yang berusaha dikonfirmasi dan diminta tanggapannya terkait rekomendasi pemecatan itu, hingga berita ini ditulis, belum memberi tanggapan. Konfirmasi via SMS juga belum dijawab mantan Ketua PN Pemantang Siantar itu hingga berita ini ditulis pukul 20.10 Wita. Sementara informasi ancaman pemecatan terhadap delapan hakim, salah satunya dari PN Mataram ini, bukan hal mengejutkan bagi Posko Pemantauan Peradilan NTB. Menurut Koordinator Posko, Ahyar Supriadi, sebelum rekomendasi itu keluar, banyak laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum hakim PN Mataram tersebut dan masuk dalam pengaduan. (ars)

Teladani Rasulullah SAW Dari Hal. 1 intimidasi demi intimidasi terus menerus tetapi beliau terus bisa bergerak di bawah bimbingan Allah untuk mengarah kepada arah yang ditunjukkan oleh Allah,’’ kata gubernur Jumat (18/ 1) pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bencingah Kantor Bupati Lobar. Ia mengatakan, selama 10 tahun di Madinah Rasululah benar-benar mampu dengan sepenuhnya membangun Islam dengan bantuan dari para sahabat dan bersinergi dengan se-

luruh umat. ‘’10 tahun itulah Baginda Rasulullah membangun dan mencapai perubahan yang luar biasa,’’ ujarnya. Hadir pada acara ini Bupati Lobar Dr. H. Zaini Arony selaku tuan rumah tempat pelaksanaan acara peringatan, Wakil Gubernur H.Muh.Amin, SH.M.Si, pejabat Pemprov NTB dan Pemkab Lobar. Hadir juga Imam Besar Masjid Nabawi Madinah, Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber yang juga seorang da‘i internasional memberi tausyiah. (her)

Kantor Pajak Angkat Tangan Dari Hal. 1 Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan penagihan kepada STIKES Yarsi terhadap sisa pembayaran pajak yang belum dilunasi. Sebab, dari kronologis kasus yang sedang berkembang sepengetahuannya, fokusnya bukan pada proses di petugas pajaknya. Tetapi, keterkaitan antara STIKES Yarsi dengan Konsultan Pajak yang ditunjuknya. Sebab, dana yang informasinya sebesar Rp 3 miliar totalnya tersebut, kategorinya bukan sebagai pajak. Tetapi dana yang dititipkan untuk membayar pajak. ‘’Jangan sampai salah persepsi, soalnya itu masih titipan. Kalaupun ada persoalan, pihak Kepolisian memang sudah datang ke sini kaitannya dengan rencana pengembangan kasus tersebut dan ingin pinjam berkas saja,” sebutnya. Rifai mengatakan sejauh yang diketahuinya secara kelembagaan, STIKES Yarsi tidak terdaftar langsung sebagai pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Tetapi masih mendompleng anak cabang di NPWP induk atas nama Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram. Tak bisa dipastikannya berapa besaran pajak dan utang pajak yang harus dibayarkan STIKES Yarsi, ataupun wajib pajak secara menyeluruh. Sebab, sesuai aturan bahwa petugas pajak tidak diperkenankan membeberkan besaran pajak siapapun wajib pajak. Apalagi sistem pajak itu diberikan kewenangan penuh kepada wajib pajak untuk menghitung sendiri, membayar sendiri dan melaporkan sendiri pajaknya. Termasuk menerima sendiri tagihan pajaknya. Terkecuali dalam perkembangannya wajib pajak sendiri, me-

minta langsung kepada petugas pajak berapa besaran pajak yang akan dibayar, atau sisa tunggakan pajak yang belum dibayar. Bisa dengan memberi surat kuasa langsung jika menggunakan jasa konsultan. “Kita tidak bisa menginformasikan data pajak dan utang pajak STIKES Yarsi, kecuali kalau diminta langsung oleh wajib pajak, kami akan balas permintaannya dengan mengirimkan surat. Jadi kalau mau tahu, bisa dicek di wajib pajaknya sendiri,’’ ujar Rifai. Namun secara umum digambarkan, menyangkut persoalan penggelapan dana pembayaran pajak STIKES Yarsi Mataram, Rifai mengatakan saat ini sedang mewanti-wanti jangan sampai ada petugas pajak yang terlibat didalamnya. Ditanya mengenai diperbolehkan atau tidaknya menggunakan jasa konsultan pajak, Rifai mengatakan bahwa menggunakan jasa konsultan dalam rangka membuat laporan pajak ataupun dalam pembuatan laporan bulanan pajak itu diperbolehkan. Tetapi catatannya konsultan pajak yang memiliki izin resmi dari kantor pajak. Sebab konsultan pajak ini harus memenuhi kualifikasi khusus, baik dari sisi tingkat pendidikannya yang berkaitan langsung dengan perpajakan, serta harus memiliki pemahanan yang luas tentang perpajakan. ‘’Sebenarnya kalau bisa, lebih baik tidak menggunakan konsultan, karena pada proses ini azas manfaat itu sudah pasti ada,’’ demikian Rifai. (bul)

PPK Proyek SPAM KLU Tersangka Dari Hal. 1 Penyidikan kasus yang dipimpin Ketua Tim Drs. Mahfudianto, SH, MH ini diawali pertengahan 2013 lalu. Sebelumnya tim sudah turun ke lapangan untuk cek fisik proyek yang dibangun di Dusun Teanjah Anjah, Desa Bentek , Kecamatan Gangga. Desember 2013, penyelidikan kasus ini menunjukkan gambaran bisa ditingkatkan ke penyidikan, apalagi sejumlah saksi sudah diperiksa, termasuk PPK. Saksi lainnya adalah Dirut PDAM Menang Mataram, H. Ahmad Zaini yang diketahui sebagai pihak yang mendatangkan proyek dari Kementerian PU ke KLU. Kajati menambahkan,

langkah lanjutan timnya, menempuh upaya penghitungan kerugian negara. Nilai kerugian ini akan ditentukan dari spesifikasi proyek tersebut, dicocokkan dengan nilai kontrak dan harga barang per item. Dimana, pada item proyek berupa perpipaan yang membentang sepanjang 8 kilometer lebih, Instalasi Perpipaan Air (IPA), genset dan reservoar. Mengenai jumlah tersangka, dipastikannya baru satu orang. Kemungkinan ada tersangka lain, masih harus dikajinya. ‘’Nanti kita lihat setelah evaluasi berikutnya, apakah ada tersangka baru atau tidak,’’ pungkas Kajati. (ars)

Halaman 5

Tiga Warga Loteng Tewas Ditembak Polisi Malaysia

Mataram (Suara NTB) Polisi Diraja Malaysia menembak mati tiga warga Lombok Tengah (Loteng). Peristiwa penembakan ini terjadi 11 Januari 2014 lalu. Ketiga korban yang tewas masing-masing, Wahab (30), warga Dusun Lendang Tengah, Desa Bebuak, Kecamatan Kopang. Kemudian Sudarsono (30) warga Dusun Teduh, Desa Tuduk, Kecamatan Praya Barat Daya dan Gusti Randa (35) beralamat sama dengan Sudarsono. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Drs. H. Wildan dikonfirmasi Jumat (17/1) mengatakan, ketiga jenazah tersebut sudah diberangkatkan pulang menuju Jakarta, selanjutnya tiba di Bandara Internasional Lombok Jumat malam. Hingga berita ini ditulis pukul 21.15 Wita, pesawat yang mengangkut ketiga jenazah belum tiba di BIL. “Begitu kami mendapat fax langsung dari Konsulat Jenderal RI di Djohor Malaysia, kami sudah laporkan langsung ke Pak Wagub dan diteruskan ke Pak Gubernur. Instruksin-

ya kita tetap fasilitasi, lakukan pendampingan dan pengamanan untuk pemulangannya,’’ demikian dijelaskan Wildan pada Suara NTB. Lagi berdasarkan informasi lisan yang diterimanya, disebutkan masing-masing korban diketahui tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Ke tiganya tewas sekitar pukul 04.40 waktu setempat pada 11 Januari 2014, setelah terjadi baku tembak dengan Polisi Malaysia. Wildan belum merinci secara pasti kronologi kejadiannya. Namun menurut informasi, ke tiga warga Loteng ini tewas ditembak karena terlibat

perampokkan. Tetapi keterangan resmi secara tertulis akan disampaikan langsung oleh Konsulat Jenderal RI yang ikut mendampingi langsung pemulangan jenazah hingga ke tanah kelahirannya. Ia lebih menekankan bahwa bikmah dari kejadian tersebut menurut Wildan, perlu dijadikan pembelajaran bagi seluruh masyarakat khususnya warga NTB. Jika memiliki keinginan untuk menjadi TKI, mestinya harus mengikuti segala proses dan prosedur pemberangkatan yang resmi ke luar negeri. Melalui Perusahaan Pen-

yalur Jasa TKI (PJTKI) resmi. Apalagi pemerintah daerah menurutnya tidak membebankan, apalagi mempersulit melalui Layananan Terpadu Satu Pintu (LTSP). Menghindari terulangnya kejadian serupa, ia berharap perlunya keterlibatan dan kepedulian semua pihak, dalam hal ini dari pemerintah kabupaten, kecamatan hingga tingkat kelurahan dan kepala lingkungan. Untuk bersama-sama berperan mengimbau, sekaligus mendata anggota masyarakatnya yang akan dan berada di luar negeri. Artinya, tidak kemudian mendukung masyarakatnya keluar negeri dengan caracara ilegal. Sebab, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akan berdampak secara luas kepada kelurahan, kabupaten bahkan provinsi.

Wildan secara tegas mengisyaratkan agar masyarakat tidak terpancing pada bujuk rayu calo, atau perusahaanperusahaan yang tidak jelas legalitasnya untuk memberangkatkan para calon pencari kerja di luar negeri. “Sekali lagi mari kita sama-sama mengajak untuk tidak tergiur menjadi warga illegal dinegeri orang. Kalau memang mau berangkat bekerja, silahkan melalui caracara yang legal dan betul-betul niat mau bekerja,” pesannya. Bahkan secara tegas ia nyatakan perang atas pemberangkatan TKI secara ilegal agar tidak menimbulkan persoalan-persoalan lain di luar ketentuan. Dilakukan dengan memasang petugas penyuluhan dan pelaksana Bimbingan Teknis (Bintek) di setiap kabupaten/kota. (bul)

Pencairan Penyertaan Modal Rp 40 Miliar BUMD Setelah Perda Diketok Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si mengatakan pencairan dana penyertaan modal yang dialokasikan dalam APBD murni 2014 kepada BUMD-BUMD akan dilakukan jika Perda perubahan penyertaan modal sudah ditetapkan oleh DPRD NTB. Saat ini, Raperda penyertaan modal yang merupakan perubahan Perda No. 6 tahun 2010 sedang dalam pembahasan di DPRD NTB.

“Pencairan penyertaan modal itu akan dilakukan setelah ditetapkannya perubahan Perda nomor 6 tahun 2010 tentang penyertaan modal,” terangnya Jumat (17/1). Dijelaskan, Pemprov NTB telah menganggarkan penyertaan modal sebesar Rp 40 miliar pada APBD murni 2014 yang telah ditetapkan pada Desember 2013 lalu. Namun, berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap penyertaan modal

kepada perusahaan daerah harus dilakukan dengan Perda. Mengingat Perda No. 6 tahun 2010, tentang penyertaan modal Pemprov NTB pada perseroan terbatas, perusahaan daerah dan perseroan terbatas, belum memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005, maka perlu untuk dilakukan perubahan terhadap perda nomor 6 tahun 2010 tersebut. “Guna memenuhi modal inti dan modal dasar

Kasus SPPD Fiktif KSB

Delapan Berkas Tersangka Sudah P21 Mataram (Suara NTB) Lama tak terdengar perkembangannya, kini kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif Kabupaten Sumbawa Baear (KSB) sudah masuk tahap pelimpahan berkas. Dari total 16 tersangka yang ditetapkan, baru delapan orang yang berkasnya rampung. Bahkan berkasnya sudah dinyatakan rampung alias P21 oleh jaksa penyidik Kejati NTB. Berkas yang sudah lengkap itu atas nama Abdul Latif S.Pd, MM, Shandy Febriyansah, ST, Hadi Syafriyanto, SE, Andi Amir, S.Sos, Syaipullah, S.Ip, Marga Ramhan S.Sos, MM, Suhardi, SH dan Kabag Protokoler Hj Martini, S.Ap, M.Si. “Untuk delapan tersangka ini berkasn-

ya sudah lengkap, dan dijadikan dalam tujuh berkas. Karena tersangka Suhardi dan Hadi Syafriyanto dijadikan satu berkas,” kata Aspidsus Kejati NTB, Suluh Dumadi, SH, MH, Jumat (17/1). Sementara delapan tersangka lainnya belum dinyatakan lengkap sehingga dikirim kembali ke penyidik Ditreskrimsus Polda NTB. Penyidik masih butuh waktu untuk melengkapi berkas delapan orang tersebut. Sedangkan berkas yang sudah ada, tinggal menunggu pengiriman dari penyidik Polda untuk penyelesaian pelimpahan tahap dua. Dijelaksan Suluh, dalam kasus dengan tersangka terbanyak itu, kerugian negaranya diketahui mencapai Rp 136 juta, setelah melalui proses perhitungan kerugian negara oleh BPKP. Sementara dana

perjalanan dinas yang diduga fiktif, per tersangka mencapai Rp 1 juta dan Rp 4 juta. “Dalam berkas kasus ini, perjalanan fiktif itu ditemukan berupa 14 item perjalanan dinas fiktif protokol dan satu perjalanan dinas fiktif atas nama Andi Amir,” terang Suluh. Sementara berkas SPPD mencapai 27 item. Terpisah, Kanit II Subdit III Tipikor, Kompol Ferdian Indra Fahmi, SIK yang dikonfirmasi sebelumnya, mengatakan, sebagian berkas tersangka memang sudah dinyatakan P21. Namun secara rinci belum bisa dijelaskannya, termasuk mengenai delapan tersangka yang tersisa. “Nanti sekaligus kami sampaikan setelah semua berkas P21,” ujar Ferdian singkat. (ars)

dari perusahaan daerah tersebut,” terangnya. Disebutkan, jumlah penyertaan modal Pemprov NTB pada PT Bank NTB sampai dengan 31 Desember 2013 berjumlah Rp 148.753.910.000. Dari total penyertaan tersebut, Pemprov NTB untuk tahun 2013 telah memperoleh dividen sebesar Rp 46 miliar lebih. Demikian pula halnya dengan PD. BPR NTB, Pemprov NTB telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp 57 miliar rupi-

ah lebih, dan dividen yang telah diperoleh di tahun 2013 sebesar Rp 5,4 miliar lebih. Lumbung Kredit Pedesaan, sebesar Rp 733.978.185, PT. Asuransi Bangun Askrida, sebesar Rp 200.000.000, PT. Suara Nusa Media Pratama, sebesar Rp 200.000.000, PT. DMB, sebesar Rp 200.000.000, PT. Gerbang NTB Emas, sebesar Rp 16.494.797.000.PT. Lombok Tourism Development Coorporation, sebesar Rp 15 miliar dan PT. STDC, sebesar Rp 500 juta. (nas)

KPK Periksa Anas Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka Anas Urbaningrum untuk pertama kalinya hari ini, didampingi kuasa hukumnya. “Anas diperiksa penyidik KPK didampingi dua pengacaranya, Carrel Ticualu dan Handika Onggowongso. Dia menjalani pemeriksaan, sampai sore ini masih memberikan keterangan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1). Pada pukul 18.00 WIB Johan mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung. Pernyataan dari KPK itu sekaligus menampik klaim kuasa hukum Anas, Adnan Buyung Nasution, yang menyarankan kliennya tidak memberikan keterangan apa pun kepada penyidik KPK karena surat perintah penyidikan tidak jelas. Ketidakjelasan itu terdapat pada sprindik dengan frasa “proyek-proyek lainnya”. Adnan menilai kliennya tidak dalam posisi yang

jelas dalam pemeriksaan KPK. Adnan meminta KPK menjelaskan makna proyek lain dimaksud dan selama KPK tidak menjelaskannya Anas tidak boleh memberikan keterangan apapun. Johan Budi mengatakan KPK tidak dalam kapasitas menyarankan tersangka mengganti kuasa hukumnya setelah terdapat perbedaan pendapat dari tim pengacara Anas mengenai bagaimana seharusnya mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dalam memberikan keterangan untuk KPK. “Kami tidak pada kapasitas mengganti kuasa hukum dari tersangka. Pergantian pengacara sepenuhnya adalah hak dari tersangka,” katanya. Johan menyarankan pengacara memberikan saran yang positif demi penegakan hukum di Indonesia. “Sebagai penegak hukum, pengacara sebaiknya memberikan saran yang positif terkait penegakkan hukum,” kata dia. (ant/Bali Post)

Renungan Falsafah Perang Badar, hingga Bertemunya Adam dan Hawa Dari Hal. 1 Bagaimana Nabi Muhammad dan para sahabat melawan musuh saat berlangsungnya Perang Badar dan Perang Uhud,” ungkap Tokoh Adat Bayan, Datu Artadi. Dalam kegiatan ritual maulid adat, hampir tak satupun komunitas adat yang tertinggal. Mereka yang tinggal di luar daerah pun, harus menghadiri, lebih-lebih karena memiliki nazar. Setiap komunitas adat, memberikan harta benda hingga hasil bumi sesuai kemampuan. Ada yang menyum-

bang kambing, bebek, ayam, hingga sapi. Setiap pelaksanaan, terkumpul rata-rata 30 40 ekor kambing dan ratusan ekor ayam. Bagi sebagian besar komunitas, Maulid Adat, merupakan sarana perekat, persatuan dan kesatuan. Andai muncul satu perkara perselisihan, maka tokoh adat antar kampu menempuh penyelesaian melalui gundem. Di acara puncak, yaitu hari Jumat, hiruk pikuk persiapan mulai dilakukan menyambut datangnya Maulid. Pagi-pagi, kelompok perempuan adat memulai menampik beras

atau membersihkan beras yang sudah ditutu, sehari sebelumnya. Selanjutnya beras dicuci ke sebuah sungai, Lokok Masan Segah. Bisok beras sebutan masyarakat setempat, dilakukan beriringan. Puluhan perempuan bisok beras ini menyusun antrean yang sangat panjang. “Perempuan yang sedang dalam masa haid dilarang terlibat bisok beras. Di sepanjang perjalanan ke sungai, sekitar 400 meter dari kampu, iringiringan perempuan tidak boleh berbicara, menoleh atau saling mendahului,” imbuh

tokoh adat M. Sairi. Beras yang sudah dicuci kemudian dimasak. Setelah merasa siap, hidangan pun disiapkan. Hidangan disajikan pada ancak, atau wadah bambu. Selepas Jumat, Praja Maulid sebagai bagian dari acara puncak mulai didandani di Kampu Bayan Barat. Praja Maulid yang mewakili sosok pasangan pengantin laki-laki dan perempuan ini didandani layaknya pasangan Adam dan Hawa. Tetapi sebenarnya, kedua mempelai ini keduanya adalah laki-laki. Dari Kampu Bayan Barat keduanya

pun diarak, diiringi ratusan komunitas hingga ke Masjid Kuno Bayan. “Praja Mulud sebagai falsafah proses terjadinya perkawinan Adam dan Hawa. Pengantin pada Praja Mulud hanya dilakukan oleh pranata-pranata adat Bayan,” kata Sairi. Sesaat iringan tiba di Masjid Kuno, Kiyai Adat lalu memimpin doa. Dilanjutkan dengan makan bersama diikuti oleh para komunitas adat. Maka selesailah perayaan Maulid ala masyarakat Adat Bayan disertai rasa Syukur kepada Allah SWT. (ari)

Berbaur dengan Ulama, Pemprov Sulut Tertarik Rumah Sehat Baznas NTB Dari Hal. 1 yang dapat memadukan dua macam pengobatan yakni pengobatan medis dan pengobatan herbal. Pimpinan Ponpes NU Darunnajah Duman, TGKH. Muhammad Anwar MZ yang ditemui Suara NTB di ruang kerjanya di Kantor Baznas NTB, Jumat (17/ 1) siang kemarin menjelaskan kedatangan Gubernur Sulut tersebut untuk silaturahmi dan dialog dengan seluruh jajaran pengurus ponpes. “Stafnya yang ada disana maupun yang ada di sini menghubungi saya minta untuk berkunjung ke Ponpes Darunnajah. Kami terima pada hari Senin, dalam dua tahap yakni pagi dan sore sekitar jam 17.30 Wita. Beliau itu seorang yang beragama Kristen tetapi mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari Universitas Islam Negeri Malang. Sehingga beliau itu

ingin memadukan pendapatnya tentang kemajemukan sehingga bisa diakui oleh universitas itu,”katanya. Dalam dialog tersebut, kata Ketua Baznas NTB ini, dirinya menyampaikan berbagai hal tentang kemajemukan sesuai dengan pandangan Islam. Selain masalah kemajemukan, Gubernur Sulut dua periode tersebut juga sangat tertarik dengan keberadaan rumah sehat Baznas NTB di Ponpes Darunnajah. Rumah Sehat Baznas tersebut, kata TGKH. Muhammad Anwar MZ, berbeda dengan rumah sehat lainnya karena bisa memadukan dua macam pengobatan yakni pengobatan medis dan pengobatan herbal. “Disana (Ponpes Darunnajah Duman) juga ada rumah sehat Baznas NTB, itu yang membuat beliau (S.H. Sarundajang) tertarik. Banyak sekali orang yang berkali-kali dibawa ke dokter tetapi tidak sembuh.

Namun setelah dilakukan pengobatan/terapi di Rumah Sehat Baznas NTB insya Allah langsung sembuh,” katanya. Ia menceritakan kepada S.H. Sarundajang bahwa terdapat pasien yang kena penyakit stroke selama 8 bulan dan sudah tidak bias bangun. Namun, begitu ditangani dan menjalani terapi pengobatan herbal di Rumah Sehat Baznas NTB yang satu-satunya di Indonesia itu, pasien tersebut sembuh dan sekarang sudah bisa berjalan. “Maunya Pak Gubernur Sarundajang itu ada kerjasama dengan Sulut terkait rumah sehat ini. Dia juga ingin mendirikan rumah sehat di Sulut tetapi izinnya belum diterima oleh pusat Baznas. Sehingga akan dikirim dokter kesini untuk mempelajari, silahkan saja,”tuturnya. Bahkan, katanya, dalam kunjungan silaturahmi tersebut Gubernur Sulut itu juga

membawa stafnya seperti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. Mereka diminta untuk mempelajari berbagai hal terkait dengan keberadaan Rumah Sehat Baznas NTB tersebut untuk bisa diterapkan di Sulut. Bahkan, pihak ponpes ditawari kerjasama dalam pengobatan herbal dan penyediaan obat-obatan (kapsul) herbal yang diproduksi di Rumah Sehat Baznas NTB itu. TGKH. Muhammad Anwar MZ menyebutkan, Rumah Sehat Baznas NTB tersebut bagian dari lima rumah sehat Baznas yang dibnagun di Indonesia. Selain di NTB juga berada di Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo dan Makassar. Namun, hanya rumah sehat Baznas NTB yang bisa memadukan dua jenis pengobatan yakni pengobatan medis dan pengobatan herbal. Sementara, rumah sehat Baznas di empat daerah lainnya itu hanya bergerak di bidang pengobatan medis.

“Dasar pemikiran memadukan dua pengobatan? Sebagai seorang muslim, kita menerapkn cara pengobatan pada masa Rasulullah SAW. Pada waktu itu, belum ada obat-obatan kimia, medis seperti saat ini. Pengobatan menggunakan sistem herbal. Maka untuk menghidupkan pengobatan herbal itu, kami kumpulkan tabib yang dianggap bisa dan menanam segala macam tanaman obat,” terangnya Pengobatan di rumah sehat Baznas NTB tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak dipungut biaya. Namun juga menerima masyarakat mampu dan dikenakan biaya seikhlasnya. Sistem operasi rumah sehat Baznas NTB ini, 20 persen ditangani di gedung rumah sehat yang ada di Ponpes Darunnajah dan sisnaya 80 persen dilakukan di lapangan dengan mengunjungi masyarakat miskin yang sakit. (nas/*)


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Halaman 6

Tenggelamnya KMP Munawar, Siapa Benar?

Menunggu KPU NTB yang Baru

Oleh :

SEBANYAK 20 orang calon anggota KPU NTB yang baru telah diputuskan oleh KPU RI menyusul serangkaian persoalan yang sempat mencuat dalam proses seleksi sebelumnya. Selanjutnya, kita akan menunggu siapa lima orang yang akan terpilih sebagai Komisioner KPU NTB nantinya. Sebelumnya, seleksi KPU NTB memang sempat bermasalah menyusul adanya sejumlah kekurangan dalam tahapan seleksi yang digelar oleh Timsel KPU NTB yang ditunjuk oleh KPU RI. Beberapa persoalan yang mencuat adalah adanya pendaftar yang berasal dari kalangan parpol yang bisa menembus serangkaian proses seleksi hingga tidak digelarnya tes kesehatan rohani yang akhirnya memaksa KPU RI mengambilalih tahapan yang luput dilakukan itu. Munculnya serangkaian persoalan ini, yang akhirnya berujung pada molornya rangkaian penetapan Komisioner KPU NTB, tak urung memunculkan kekhawatiran. Terlebih, sejumlah persoalan urgen tengah menunggu untuk dirampungkan. Misalnya, persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) invalid yang hingga kini masih tersisa ratusan ribu yang belum dituntaskan. Meski persoalan ini jelas bukan tanggung jawab KPU NTB sendiri, namun, ketiadaan Komisioner KPU NTB sedikit banyak akan mempengaruhi kelancaran penyelesaian masalah DPT invalid ini. KPU RI sebenarnya bisa dikatakan terlambat mengantisipasi persoalan yang muncul dalam proses seleksi. Jika saja langkah perbaikan proses seleksi lebih sigap dilakukan, mestinya NTB sudah bisa lebih dini memiliki Komisioner KPU yang baru. Untungnya, setelah menggelar tes kesehatan rohani akhir Desember lalu, KPU RI akhirnya merilis 20 besar nama calon anggota KPU NTB. Kabarnya, 20 nama ini akan mengikuti seleksi fit and proper test untuk langsung ditetapkan sebagai anggota KPU NTB. Keputusan menyangkut 20 besar nama calon anggota KPU NTB itu ditetapkan oleh KPU RI dalam surat nomor 20/KPU/I/2014 tertanggal 13 Januari 2014. Meski belum dipastikan namun fit and proper test untuk 20 besar nama – nama calon tersebut kemungkinan digelar pada 20 Januari mendatang. Kita berharap, dari 20 nama itu, proses fit and proper test nantinya akan benar – benar melahirkan Komisioner KPU NTB yang benar – benar berkualitas. (*)

NGGOTA dan Pimpinan Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat kompak menyatakan KMP Munawar tidak layak berlayar. Sebaliknya, Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB menyatakan kapal tersebut laik berlayar berdasarkan laporan syahbandar. KMP Munawar disebutkan telah melakukan serangkaian prosedur standar dalam pemeriksaan kelaikan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Sementara anggota DPRD mendasarkan diri pada pendapat masyarakat dan hasil observasinya di lapangan. (Suara NTB 08 Januari 2014) Mana yang benar? Perbedaan pendapat ini mengingatkan penulis pada konsep ‘masalah sosial’. Dalam studi ilmu sosial, masalah sosial kemudian didefinisikan menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan, karena menyangkut tata kelakukan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Dengan demikian gejala-gejala di dalam masyarakat yang tidak dikehendaki dan diinginkan dalam masyarakat disebut masalah sosial. (Soerjono Soekanto, 2006) Masalah sosial didefinisikan secara berbeda oleh kaum ilmuwan dan masyarakat. Berdasarkan perbedaan ini, masalah sosial kemudian memiliki dua pengertian, menurut masyarakat, dan menurut para ahli. Menurut umum atau masyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial. Sementara menurut para ahli (ilmuwan), masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. (Abu Ahmadi, 2003) Terkadang, dan biasanya demikian adanya, terjadi perbedaan pendapat antara masyarakat dengan para ahli tentang ‘label’ masalah sosial. Bisa saja sebuah fenomena dianggap sebuah masalah sosial oleh masyarakat tetapi tidak oleh para ahli. Dan sebaliknya, sebuah fenomena dianggap sebuah masalah sosial oleh para ahli, tetapi tidak oleh masyarakat. Ambil contoh mengenai ‘pasar kaget’. Bagi

Robyan Bafadal STIA MUHAMMADIYAH SELONG

masyarakat, terutama yang bertempat tinggal di dekat pasar tersebut’, keberadaan pasar ini tentu positif karena memudahkan konsumen untuk menjangkaunya. Beda halnya dengan ilmuwan sosial, yang memandang keberadaan pasar ini akan mengundang masalah, seperti memicu meningkatnya kriminalitas, sarang penyakit, dan sebagainya. Maka bila dianalogikan, klaim dari Dishubkominfo merupakan perwakilan dari para ahli. Sebagaimana bayangan birokrasi ideal versi Webber yang diisi oleh kaum profesional terlatih. Maka mereka yang bernaung dalam Dishubkominfo merupakan aparat negara yang menguasai bidang yang menjadi tugas pokok dan fungsinya. Dan sebagaimana dikutip dalam berita di atas, KMP Munawar telah layak untuk berlayar setelah melalui serangkaian pengujian dan pengecekan yang dilakukan secara berkala. Usia kapal memang sudah tua namun bukan berarti tidak laik untuk berlayar. Dengan berprasangka baik pada abdi masyarakat tersebut, tentu mereka tidak tega untuk membahayakan keselamatan sekian banyak (calon) penumpang untuk dipertukarkan dengan materi misalnya. Kecuali memang ada alat atau indikator pengukuran kelaikan baru yang tidak (belum?) dikuasai oleh lembaga tersebut. Di lain pihak, sesuai dengan namanya, anggota DPRD mewakili aspirasi dan keinginan masyarakat. Sepintas memang terlihat beberapa hal janggal di KMP Munawar. Tentu saja itu terasa janggal bila dibandingkan dengan KMP lain yang lebih modern. Beda halnya bila perbandingan dilakukan beberapa tahun yang silam. Tapi apakah kejanggalan tersebut berarti KMP Munawar tidak laik berlayar? Tentu anggota Dewan yang terhormat memiliki alasan yang cukup logis untuk mempertanyakan kelaikan KMP Munawar. Marilah berprasangka baik bila kemudian isu kelaikan KMP Munawar tidak dijadikan sebagai komoditas politik menjelang pelaksanaan pemilu legislatif beberapa bulan yang akan datang. Meskipun jelas, sebagian besar anggota Dewan mencalonkan diri kembali untuk periode berikutnya,

dan menempati nomor urut favorit sehingga kemungkinan besar terpilih kembali. Pertanyaannya kemudian, pendapat mana yang didengar? Dalam bahasa lain, mana yang harus didengar oleh pembuat kebijakan, pendapat masyarakat atau pendapat para ahli? Terhadap pertanyaan ini jawaban bisa terbelah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendukung pendapat masyarakat, sedangkan yang lain mendukung pendapat para ahli. Kelompok yang memilih mengutamakan pendapat masyarakat didasarkan argumen karena masyarakat yang merasakan secara langsung peristiwa itu, beserta dampaknya di masa mendatang. Sementara para ahli umumnya tidak merasakan secara langsung dampaknya. Dalam pandangan masyarakat, para ahli lebih disibukkan dengan perdebatan teori dibandingkan turun langsung untuk menemukan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Sementara kelompok yang menolak untuk mendukung pendapat masyarakat berargumen atas sempitnya pikiran masyarakat kebanyakan. Reaksi yang diberikan masyarakat terhadap suatu fenomena umumnya didasarkan pada kepentingan pribadi mereka sendiri. Mereka akan mendukung jika menguntungkan, dan akan menolak jika merugikan. Jadi kepentingan pribadi didahulukan dibandingkan kepentingan yang lebih luas (baca: masyarakat umum). Sikap menguntungkan diri sendiri dipandang secara negatif. Oleh karena itu, terhadap sebuah fenomena maka haruslah mengacu pendapat para ahli. Kelompok yang mendukung pendapat para ahli mendasarkan pada persoalan ilmu dan pengetahuan. Menurut kelompok ini, sebelum menyatakan pendapatnya tentang suatu fenomena, para ahli mengadakan kajian dan studi terlebih dahulu. Setelah melakukan kajian berdasarkan teori-teori yang sudah ada barulah kemudian para ahli menyatakan pendapatnya. Dengan demikian pendapat para ahli dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan bukan didasarkan pada kepentingan sempit, dan

reaksional-emosional sebagaimana masyarakat kebanyakan. Frase ‘dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan lepas dari kepentingan sempit’ yang mendapat gugatan akhir-akhir ini. Dalam pandangan masyarakat, pendapat para ahli pada masa kini dipandang tidak lagi ‘ilmiah’ tetapi telah terkontaminasi kepentingan sempit, terutama dari pemilik modal. Sebagai penutup, penulis teringat artikel seorang dosen hukum senior perguruan tinggi utama di Provinsi NTB. Dalam artikel tersebut, ia menceritakan sebuah peristiwa kecelakaan di negeri Belanda. Alkisah, seorang pengendara sepeda kemudian terjatuh tersebab lubang air di tengah jalan yang lupa ditutup oleh aparat negara. Maka pengendara tersebut kemudian mendapatkan ganti rugi dan biaya perawatan dari negara. Ganti rugi diberikan karena kecelakaan disebabkan kelalaian (aparat) negara. Itu di negeri Belanda yang pernah menjajah Indonesia dengan kejamnya. Bagaimana di Indonesia yang telah merdeka hampir tujuh puluh tahun silam?

Wakil Ketua PN Mataram terancam dipecat Penegak hukum seharusnya bisa jadi contoh

*** Bibit langka, budidaya lobster terancam gulung tikar Butuh intervensi pemerintah

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Bibit Langka Investasi Rp 20 Miliar INVESTOR asal Amerika, Bali Seafood International (BSI) menginvestasikan dana sekitar Rp 20 miliar untuk pengembangan perikanan tangkap di Teluk Saleh, pulau Sumbawa. Investasi sebesar itu merupakan investasi tahap awal dari ratusan miliar yang akan diinvestasikan untuk pengembangan perikanan dan kelautan di sana. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Ir. Aminollah, M.Si, Jumat (17/1). “Tahap awalnya ia tanam investasi Rp 20 miliar untuk penyiapan infrastruktur seperti pabrik pengolahan ikan. Mereka akan merekrut tenaga kerja antara 30-40 orang,” terangnya. Saat ini, katanya, investor asal negeri Paman Sam itu masih melakukan studi jumlah potensi ikan yang ada di Teluk Saleh. Selain akan menangkap ikan, investor itu juga akan membeli ikan-ikan tangkapan nelayan sekitar Teluk Saleh. Selanjutnya diolah sebelum diekspor ke luar negeri. “Mereka sudah punya masterplan untuk pengembangan Teluk Saleh, Cuma yang menjadi masalah setelah nelayannya menangkap begitu row materialnya tadi belum memungkinkan untuk mendapat benefid yang diharapkan. Sehingga dia bilang kepada kami, saya masih hitung biaya dan keuntungan,” terangnya. Pemerintah pusat telah menetapkan kawasan Teluk Saleh yang berada di wilayah utara kabupaten Sumbawa dan kabupaten Dompu menjadi pusat pengembangan ekonomi maritim nasional. Kawasan teluk Saleh meliputi delapan kecamatan, enam kecamatan di kabupaten Sumbawa dan dua kecamatan di kabupaten Dompu dengan luas 224 ribu hektar lebih atau empat kali luas wilayah Kota Mataram. Berdasarkan riset yang telah dilakukan, beberapa potensi Teluk Saleh seperti potensi perikanan dan budidaya perikanan meliputi potensi udang, kerapu dan rumput laut memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 11,6 triliun. Itupun jika 80 persen dari total luas teluk Saleh dimanfaatkan sedangkan saat ini baru 12 persen yang dimanfaatkan. Jika dibandingkan dengan nilai ekonomis yang diperoleh pemerintah daerah dari sektor pertambangan, pengembangan dan pengelolaan Teluk Saleh, jauh menguntungkan disamping tidak merusak lingkungan. Jika dari sektor pertambangan, pemerintah daerah saat ini hanya memperoleh pemasukan kurang dari Rp 1 triliun, tetapi jika Teluk Saleh dikembangkan dengan maksimal maka pemerintah daerah bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 11,6 triliun per tahun. (nas)

Budidaya Lobster Terancam Gulung Tikar Selong (Suara NTB) Selama tiga bulan terakhir, akibat adanya kegiatan ekspor bibit lobster ke sejumlah negara seperti Taiwan, membuat para pembudidaya udang besar itu meradang. Pasalnya, bibit menjadi langka. Para pembudidaya lobster terancam gulung tikar. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Lombok Timur (Lotim), Muhammad Taswir saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (17/ 1) mengatakan, kegiatan ekspor yang terjadi selama ini perlu dibatasi. Setidaknya ada regulasi dari Pemerintah Provinsi yang memberikan batasan tegas terhadap kegiatan ekspor bibit lobster ini. “Nanti bisa bangkrut pembudidaya kita karena tidak ada nilai tambah,” ungkap Taswir. Kegiatan ekspor yang diduga dilakukan sejumlah perusahaan ini diyakini akan merugikan daerah. Utamanya bagi para pembudidaya. Efek ganda dari kegiatan budidaya udang besar itu dikhawatirkan hilang karena sumber bibit mereka hilang. Untuk pembudidaya Lotim, sejauh ini mengandalkan sumber bibit dari wilayah Grupuk, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Dompu. Selain akibat adanya kegiatan ekspor, sebagian besar bibit sejauh ini masih mengandalkan hasil tangkapan alam. Perubahan kondisi alam di perairan laut acap kali turut menjadi penyebab kelangkaan stok bibit. “Persoalan kelangkaan bibit ini memang harus segera kita sikapi,” demikian katanya. Terpisah, seorang Pembudidaya Lobster asal Jerowaru, H. Fatahillah mengaku saat ini sebagian besar pembudidaya tidak bisa membeli bibit. Selain langka, harganya saat ini tembus Rp 19.000 – Rp 20.000/kg. Padahal sebelumnya dibeli seharga Rp 5.000/kg. Penyebab kelangkaan ini diduga

(Suara NTB/rus)

KJA – Seorang pembudidaya lobster tengah memeriksa Keramba Jaring Apung (KJA) tempatnya membudidayakan lobsternya di kawasan Teluk Jukung, Lotim bagian selatan. kuat sejauh ini karena kegiatan eskpor bibit ke luar daerah. Kondisi ini makin menjepit pembudidaya. Terlebih bagi yang sudah dibelit tanggungan hutang di perbankan. Besar harapanya, pemerintah segera mengambil sikap. “Kita minta pemerintah bisa segera ambil langkah untuk memperbaiki nasib masyarakat,” pintanya.

Ditanya mengenai produksi, sejauh ini dinyatakan Fatahillah terbilang masih cukup bagus. Begitupun dari segi harga jual di pasar. Sampai saat ini harga berlaku Rp 400.000/kg. Namun karena mengingat kelangkaan dan membuat pembudidaya ini merasa cukup kesulitan mengembangkan ke depan. Lobster dibudidayakan selama 6-7

Gejolak Politik 2014 Berpotensi Perlambat Investasi di Mandalika Resort Mataram (Suara NTB) Tahun 2014 yang dikenal sebagai tahun politik memili-

ki banyak dampak. Salah satunya yakni berpotensi pada melambatnya investasi

pengembangan kawasan Mandalika Resort. Ketua Kadin NTB, Ir. Bar-

Aminollah (Suara NTB/dok)

SEMINAR UMROH MEMBONGKAR RAHASIA UMROH GRATIS DENGAN REZEKI YANG BERKAH, CEPAT, HALAL DAN BERLIMPAH HUB : H.KUNAEFI : 0878 6549 4334 LOTENG : H.PADLI 0819 0723 8092 LOTIM : H.HAMID 0877 6334 8877

TRAVEL

bulan baru bisa panen. Pembudidaya rata-rata membuat keramba apung tempat budidaya berukuran 4 x 4 meter. Dalam keramba itu dibutuhkan bibit sebanyak 120-200 ekor. Selama waktu budidaya, sebesar 30 persen bibit selama ini mati dan paling untung jika berhasil 60-70 persen dari total bibit. (rus)

ry Djadid, Jumat (17/1) menyebutkan, investor akan bersikap wait and see sembari menunggu akan seperti apa kebijakan ekonomi yang akan diberlakukan pemerintah pada masa-masa transisi hingga 2015 mendatang. Gambaran secara umum juga, bahwa perlambatan ekonomi di tahun ini wajib diantisipasi. Ditandai dengan semakin rendahnya nilai tukar rupiah terhadap Valuta Asing (Valas). Barry Djadid melihat hal itu sebagai gejala secara nasional bahkan internasional yang tak bisa dihindari. Dampak tahun politik ini berkonsekuensi besar di daerah. Sehingga perlu langkah

HILANG

PENGOBATAN

HILANG STNK R4 MITSUBISHI COLT DR9169AC NOKA/ NOSIN: T120-87014/182809 AN.HAMZANWADI HILANG DISEKITAR RUMAH. HILANG STNK SPM HONDA DR3067HL NOKA/NOSIN: MH1JFD214CK049432/ J F D 2 E 1 0 5 6 4 4 5 AN.RUKAIYAH HILANG DISEKITAR WILAYAH SENGGIGI 17/01/2014

HILANG STNK R2 YAMAHA MIO SOUL DR4508BH NOKA/ NOSIN: MH314D0018K149592/ 14D150045 AN.NURGI HASANAH HILANG DISEKITAR JL.BRAWIJAYA CAKRANEGARA

LOWONGAN KRJ DI KEBUN AUSTRALI BEA POTONG GAJI HP: 082313978449

Mataram, 17 Januari 2014 Kadis Perindag. Prov. NTB

dan upaya semua pihak untuk menjaga stabilitas investasi di Bumi Gora. Caranya, dengan mengutamakan jaminan keamanan kepada investor. Mandalika Resort di Lombok Tengah adalah salah satu lahan investasi yang akan mendongkrak kuat pertumbuhan ekonomi NTB. Dampak dari tahun politik inipun bisa saja memperlambat progres pembangunannya secara fisik. “Tetapi kita harus tetap ikhtiarkan, BPN (Badan Pertanahan Nasional) harus transparan menjawab persoalan-persoalan kecil yang mungkin bisa saja menjadi pemicunya,” sebut Barry Djadid di Mataram, Jumat (17/1). Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengimbangi terjadinya perlambatan ekonomi (investasi) pada masa transisi ini adalah dengan tetap mengedepankan peran dan fungsi pengusaha lokal. “Dukungan pemerintah daerah terhadap ini sudah sangat baik, antara 70 persen sampai 80 persen keberpihakannya. Tinggal bagaimana memaksimalkannya jika ingin ekonomi daerah berkembang stabil,” imbuhnya. Dengan demikian, diharapkan pengusaha juga dapat menyikapinya dengan strategi bisnis yang dapat dijalankan menyesuaikan, dengan kondisi di tahun ini. Barry Djadid melihat pengusaha tetap optimis meski bagaimanapun gejolak politik yang terjadi bahwa usaha itu akan tetap tumbuh dengan baik jika dibarengi dengan ikhtiar bersama. Dipandangnya bahwa pada masa-masa pemilu Legislatif, bahkan Presiden bukan kali pertama ini saja berlangsungnya. Tetapi sudah siring terjadi pada setiap periode-periode tertentu. Dengan begitulah ia optimis bahwa arus investasi khususnya di daerah masih bisa berkembang jika pada tahun-tahun politik sebelumnya bisa dijadikan acuan untuk disesuaikan. Yang terpenting baginya, sekarang bagaimana semua pihak bisa menjalankan keinginan yang sama unutk mempertahankan dan menumbuhkan investasi di daerah. Tentunya dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Apalagi yang kaitannya erat dengan upaya untuk merealisasikan pembangunan Mandalika Resort di Lombok Tengah. “Mari jaga kondusivitas daerah kita untuk mengantisipasi terhadap segala sesuatu yang dapat menghambat investasi di daerah ini,” katanya. (bul)


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

20 Besar Calon Anggota KPU NTB Dirilis Mataram (Suara NTB) Setelah menggelar tes kesehatan rohani, KPU RI akhirnya merilis 20 besar nama calon anggota KPU NTB. Kabarnya, 20 nama ini akan mengikuti seleksi fit and proper test untuk langsung ditetapkan sebagai Anggota KPU NTB. Keputusan menyangkut 20 besar nama calon anggota KPU NTB itu ditetapkan oleh KPU RI dalam surat nomor 20/KPU/I/2014 tertanggal 13 Januari 2014. Adapun nama – nama yang ditetapkan masuk 20 besar adalah, Agus Zaironi, SE, Agus, M.Si, Ahmad Nuralam, SH, MH, Halidy, S.Pt, Hesty Rahayu, ST, MM, Ilyas Sarbini, SH, Khairul Anwar, S.Pd, Lalu Ahmad Yani, SKM, M.Kes, Lalu Aksar Ansori, SP, Drs. Lalu Fadlan Prayanegara, M.Pd, M.Si, Mashur, ST, MM, M. Hidayatullah, SE, Nujumuddin, S.IP, Nyoman Widhiarsana, ST, Rusdiyanto, ST, Dr. H. Sirojul Munir, SH, MH, Sri Budi Atidah, ST, Suhardi Soud, SE, Yan Marly, S.Pd, M.MPd dan Yusron Saudi, ST, MPd. Kabarnya, fit and proper test untuk 20 besar nama – nama calon tersebut akan digelar pada 20 Januari mendatang. Namun, Kabag Humas KPU NTB, Mars Ansory Wijaya, yang dikonfirmasi mengenai kabar ini mengaku belum bisa berkomentar. Sebelumnya, seleksi KPU NTB memang sempat bermasalah menyusul adanya sejumlah kekurangan dalam tahapan seleksi yang digelar oleh Timsel KPU NTB yang ditunjuk oleh KPU RI. Beberapa persoalan yang mencuat adalah adanya pendaftar yang berasal dari kalangan parpol yang bisa menembus serangkaian proses seleksi hingga tidak digelarnya tes kesehatan rohani yang akhirnya memaksa KPU RI mengambilalih tahapan yang luput dilakukan itu. (aan)

Halaman 8

Penyidik Datangi Kantor Pajak Mataram Mataram (Suara NTB) Sedikitnya sudah 11 saksi diperiksa penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda NTB, terkait kasus dugaan penggelapan pajak STIKES Yarsi Mataram. Penyidik saat ini sedang mengkaji untuk memeriksa saksi ahli dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram. “Kamis kemarin tim ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram barat. Mereka kesana untuk berkoordinasi dalam rangka memper-

dalam kasus ini,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK, Jumat (17/1). Koordinasi dimaksud, ber-

kaitan dengan permintaan tambahan keterangan untuk melengkapi bukti dalam penyelidikan nanti. Karena dalam lampiran laporan yang

disodorkan ke penyidik, ada tunggakan pajak yang sudah terbayarkan. Yakni sebesar Rp 1,3 Miliar lebih, dari total Rp 3 Miliar dana dari STIKES yang dititip ke konsultan pajak. “Kaitan dengan pembayaran pajak itu, nanti tim penyidik akan meminta dokumen – dokumen penting,” sebutnya. Dengan dasar dokumen itu, secara umum disebutnya,

WEBSITE Tampilan DCT anggota DPR dan DPD RI Pemilu 2014 pada website Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada layar komputer seorang warga. Warga juga bisa mengetahui apakah telah masuk sebagai DPT Pemilu 2014 atau tidak melalui website tersebut.

Usulan Bupati Bima Definitif di Tangan Dirjen Otonomi Daerah Mataram (Suara NTB) Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, H. Mahdi Muhammad, SH, MH mengatakan usulan penetapan Bupati Bima definitif pasca meninggalnya Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST beberapa waktu lalu, saat ini sudah berada ditangan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Diharapkan, pada Senin mendatang, SK penetapan dan pelantikan Bupati Bima definitif dari Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi sudah bisa ditandatangani sehingga segera dilakukan pelantikan. “Baru naik ke pak Dirjen Otonomi Daerah. Kemarin sudah naik usulan itu, hari ini sudah di meja beliau. Mudah-mudahan hari ini sudah diparaf, naik ke pak Menteri mudah-mudahan hari Senin mendatang sudah ditandatangani,” terang Mahdi dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (17/1) siang kemarin di Mataram. Dengan telah diterimanya usulan penetapan dan pelantikan Bupati Bima definitif tersebut, katanya, maka sudah ada kepastian segera akan dilakukan pelantikan. “Harapan kita sudah ada kepastian pelantikan, supaya bisa minggu depan kita bisa melaksanakan pelantikan Bupati Bima definitif,” tandasnya. Dijelaskan, setelah itu, penetapan dan pelantikan Bupati Bima definitif tinggal menunggu SK Mendagri. Setelah SK Mendagri keluar, katanya, Gubernur kembali menyurati DPRD Kabupaten Bima untuk melakukan sidang paripurna pelantikan Bupati Bima definitif. Pelantikan Bupati Bima definitif selanjutnya dilakukan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Mahdi menambahkan, sebelum penetapan Bupati Bima definitif, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah mengeluarkan Surat Keputusan penetapan wakil Bupati Bima, Drs H Syafrudin HM Nur , M.Pd sebagai penyelenggara pemerintahan di kabupaten Bima menggantikan posisi almarhum Ferry Zulkarnain. “Jadi sudah ada SK Gubernur mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 2013. Sejak saat itu, Wakil Bupati Bima sudah bisa menandatangani semua dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan atas nama Bupati Bima,” tandasnya. Penetapan Wakil Bupati Bima sebagai penyelenggara pemerintahan pasca meninggalnya Bupati Bima sesuai dengan surat pemberitahuan dari Pemda Bima bahwa Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST telah meninggal dunia. Dijelaskan, dalam UU no 12 tahun 2008 yang merupakan perubahan UU 32/2004 pada pasal 26 dijelaskan, wakil kepala daerah menggantikan kepala daerah sampai habis masa jabatannya apabila kepala daerah meninggal dunia, berhenti/diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama enam bulan secara terus menerus dalam masa jabatannya. (nas)

Salahgunakan BBM Bersubsidi

Selain Penjara, Tersangka Diancam Denda Rp 60 Miliar Selong (Suara NTB) Kejaksaan Negeri Selong menerima limpahan empat berkas sekaligus berisi dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Keempat berkas tersebut melibatkan lima tersangka. Atas perbuatannya, selain penjara 6 tahun, ancaman denda Rp 60 miliar juga dialamatan kepada para tersangka. Demikian disampaikan Kepala Seksi Inteligen Kejari Selong, Fajar Alamsyah Malo kepada media di Selong, Jumat (17/1) kemarin. Beratnya hukuman itu sebagaimana tertuang dalam Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas. Disebutkan, masing-masing tersangka adalah MR (52) PS (43), LAR (43) Cs TA (39) dan AB (56). Kelima tersangka merupakan warga Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lotim. Kelima tersangka ini diduga akan menjual BBM yang dibeli masing-masing di tempat yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Labuhan Lombok. Hal ini dipandang melanggar karena jatah untuk nelayan sudah jelas diberikan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Diuraikan, kasus MR membeli BBM sebanyak 1.140 liter, masing-masing 80 liter premium dan 900 solar beli. Tersangka tertangkap saat membeli di SPBU Mamben Daya. Ia dicurigai petugas karena memakai rekomendasi tapi atas nama orang lain dan tersangka membeli melebihi kuota. “Melebihi kuota dan pakai kuota orang lain ini melanggar ketentuan,” ucapnya. Selanjutnya, sebanyak 305 liter BBM Solar dibeli oleh AB di SPBU Kopang Lombok Tengah. Sedangkan LAR dan TA membeli sebanyak 600 liter di SPBU Labuhan Lombok. Ketiga tersangka ini diduga kuat membeli tanpa menggunakan surat rekomendasi dari instansi terkait, yakni dari Dinas Koperasi dan UKM. Kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini mulai ditelisik kejaksaan pertengahan tahun 2013 lalu. Para pelaku tertangkap tangan saat melakukan transaksi pembelian. Mengenai keterlibatan SPBU sendiri, lanjutnya tidak menjadi kewenangan dari kejaksaan. Kasus ini saat ini sudah lengkap dan sudah dilimpahkan di pengadilan dan saat ini pihak kejaksaan menunggu jadwal waktu sidang di Pengadilan Negeri Selong. (rus)

masih terkait dengan pembayaran tunggakan pajak dan realisasi dari kampus kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram Barat. Data dari Pajak akan dipadukan dengan materi laporan para pelapor, yang menduga ada mark up dan penggelapan pajak kampus kesehatan itu mencapai Rp 1,8 Miliar. (ars)

(ant/bali post)

Jelang Diplenokan, Ratusan Ribu DPT Masih Invalid Mataram (Suara NTB) KPU NTB akan menggelar rapat pleno untuk membahas DPT Invalid pada 19 dan 20 Januari 2014 mendatang. Namun, hingga Desember lalu, lebih dari 240 ribu DPT masih berstatus invalid dan terus diupayakan agar segera dituntaskan. Kabag Humas KPU NTB, Mars Ansory Wijaya, yang dikonfirmasi wartawan, Jumat kemarin menjelaskan bahwa pihaknya memang tengah berupaya keras untuk melakukan pembersihan terhadap DPT – DPT yang masih invalid tersebut. Proses pembersihan itu digeber seiring dengan dimulainya rapat pleno di tingkat

KPU Kabupaten Kota di NTB pada 17 dan 18 Januari dan rapat pleno di KPU NTB pada 19 dan 20 Januari mendatang. “Itulah yang berupaya kita tuntaskan sampai 17 Januari ini,” ujar Ansori. Ia menjelaskan, pemilih yang berhak menyalurkan hak pilihnya di Pemilu 2014 adalah mereka yang telah memiliki nama, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat dan NIK di data kependudukan. “Kalau tidak ada NIK ini, berarti orang itu tidak bisa menjadi pemilih. Kalau KPU ngotot menetapkan sebagai pemilih, secara logika, itu melanggar undang – undang,” jelasnya/

Maka, ketika ditemukan masih banyak pemilih yang belum memiliki NIK, banyak pula data yang harus segera dibereskan menjelang pemilu mendatang. “Karena ketika NIK masih banyak yang invalid, berarti banyak juga yang tidak memilih,” ujarnya. Saat melakukan pleno rekapitulasi pada 20 Januari mendatang, Ansori mengungkapkan pihaknya akan mencoba untuk melihat sejauh mana perkembangan DPT Invalid yang sudah dibereskan. Sejauh ini, perkembangan yang diperoleh memang cukup menggembirakan. “Di Kabupaten Bima sudah nol. Tapi kita

juga mau lihat di Kota Bima. Di Lombok Tengah juga sudah nol. Di Lombok Timur, masih tersisa 12 ribuan,” sebutnya. Ansori berharap, menjelang pleno tersebut, semua kabupaten kota sudah membereskan DPT Invalid yang masih tersisa. Ia menilai, sejumlah kabupaten kota memang telah melakukan percepatan dalam membereskan persoalan ini. Saat rakor dengan Dinsosdukcapil NTB belum lama ini, pihaknya juga menyepakati langkah – langkah percepatan perbaikan DPT Invalid ini. “Kita berharap Dukcapil bisa menyampaikan kepada Gubernur,” ujarnya. (aan)

Remaja Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur Selong (Suara NTB) Kepolisian Resort (Polres) Lombok Timur (Lotim) membekuk Ramdan (19). Warga Desa Swangi Kecamatan Sakra ini diduga pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur berinisial WN (13) dan NR (15) warga Gunung Rajak Sakra Barat. Mulai Kamis (16/1), Ramdan kini terpaksa mendekam di sel Mapolres Lotim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Demikian disampaikan Kepala Sub Bagian Humas Polres Lotim, Iptu I Komang Samia kepada media di Selong, Jumat (17/1) kemarin. Ia menguraikan, kejadian pemerkosaan Jumat (10/ 1) pekan lalu. Malam harinya, WN bermaksud menemui tersangka Ramdan yang ternyata pacarnya. WN ditemani NR meminta bantuan kepada Haeruman untuk memanggil Ramdan. Oleh Haeruman, kedua korban ini dibonceng ke Gudang Montong Beter Gunung Rajak. WN dan NR ini dibiarkan menunggu, sementara Haeruman memanggil Ramdan, mengabarkan bahwa pacarnya WN tengah menunggu di Gudang Montong Beter. Ramdan pun datang sendiri. Hingga larut malam, korban dan tersangka ini masih berada di dalam gudang. Karena alasan takut pulang larut malam, WN dan NR pun terpaksa menginap di dalam gudang bersama Ramdan. Saat itulah, nafsu bejat Ramdan tidak bisa ditahan. Terjadilah aksi pemerkosaan terhadap pacarnya. “Ramdan ini tidur di tengah-tengah di apit sama NR dan WN,” tutur Komang. Laporannya, hanya WN yang disetubu-

hi oleh Ramdan. Sedangkan NR hanya katanya hanya diraba-raba saja. Keesokan harinya, kedua korban ini tambah tidak berani pulang. Terutama WN, oleh tersangka diminta mengantar kerumah salah seorang temannya bernama Santi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara. NR sudah berani sekolah. Sedangkan WN tampak masih trauma. WN pun kemudian meminta diantarkan ke rumah neneknya di wilayah Jerowaru bernama Inaq Rehan. Selama lima hari di rumah nenek tanpa kabar membuat pihak keluarga WN ini gusar mencari. Setelah ditelusuri, ada keterangan warga yang melihat WN dan NR bersama Haeruman di Gudang Montong Beter. Pihak keluarga kemudian menanyakan kepada Haeruman. Baru kemudian terungkap ada keterlibatan Ramdan yang diketahui telah berbuat asusila kepada WN. Pihak keluarga sempat mengamuk dan ingin menghakimi sendiri Ramdan. Tersangka kemudian diamankan aparat kepolisian dan kini mendekam di sel Mapolres. Atas tindakan pelaku ini, ia dijerat pasal 81 juncto pasal 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Melengkapi berkas penyelidikan lebih lanjut, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lotim telah memeriksa saksisaksi yang disebut dalam kronologis kejadian. “Semua sudah kita periksa, Haeruman, nenek korban Inaq Rehan dan Santi teman korban,” demikian Komang Samia. (rus)

Polres Lobar Kebobolan, Pelaku Curat Kabur dari Tahanan Giri Menang (Suara NTB) Salah seorang pelaku pencurian dengan kekerasan dan pemberatan (Curas dan Curat) berinisial U kabur dari tahanan Polres Lombok Barat. Pelaku yang lama jadi target operasi (TO) Polres ini, berhasil ditangkap dua hari lalu sekitar pukul 16.00 sore. Namun pelaku berhasil kabur melalui lorong ruang tahanan sekitar pukul 16.00 sore kemarin. Lepasnya tahanan ini awalnya ditutup-tutupi pihak Polres, karena Reskrim enggan memberi keterangan. Namun akirnya Kapolres mengakui kaburnya pelaku Curat tersebut dari tahanan setelah awak media mengkonfirmasinya. Sejak Kamis kemarin Kapolres mengerahkan personelnya untuk bergerak cepat melakukan pencarian. Saat ini, pelaku pun terus diburu. Demikian dikatakan, Kapolres Lombok Barat, AKBP Yulianus Yulianto, Jumat kemarin. “Pelaku lari dari lorong ruang tahanan,”ungkap Kapolres. Kapolres menyatakan, pelaku merupakan otak sejumlah

(Suara NTB/her)

Yulianus Yulianto pencurian dan diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor, Curat dan Curas. Pelaku pun dimasukkan dalam Target Operasi (TO). Pelaku ini jelasnya, sempat ditangkap tim polres dua hari lalu, sekitar pukul 16.00 sore. Sekitar dua hari di tahanan, pelaku berhasil mencuri kesempatan kabur melalui lorong ruang tahanan sekitar kemarin sore (Kamis) sekitar pukul 16.00 sore. Kapolres enggan mengulas terkait kronologgi kaburnya pel-

aku yang belum berstatus tahanan Polres Lobar ini. Pelaku saat ini dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Pelaku ini sebutnya merupakan warga Lobar diduga melakukan sejumlah aksi pencurian. “Sekarang masih diburu,”ujarnya. Kasatreskrim Polres Lobar, Iptu Windy Tjahyadi juga membenarkan peristiwa kaburnya tahanan ini. Namun ia enggan berkomentar banyak dengan alasan Kapolres telah memberi keterangan. “Ia ditangkap jam 16.00 sore dua hari yang lalu,” tukasnya. Pelaku kata Windy ditangkap dirumahnya. Sejak kemarin pihaknya terus melakukan pengejaran pelaku, disekitar Labuapi. Hingga kini, pengejaran juga terus dilakukan terhadap pelaku. Diketahui, aksi pencurian tahun lalu cukup marak. Terbaru, aksi perampokan di SPBU Jakem. Kasus ini pun belum berhasil diungkap Polres. Pembobolan brankas Pom bensin ini mengakibatkan sekitar Rp 80 juta hilang dibawa lari perampok bersenjata api lengkap. (her)

(Suara NTB/ars)

DIVONIS BEBAS - Bahrul Fahmi, anggota DPRD Lobar yang divonis bebas oleh hakim Tipikor pada PN Mataram. Berbeda dengan koleganya, Burhanuddin yang divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Kasus Tanah Pecatu

Bahrul Fahmi Divonis Bebas Mataram (Suara NTB) Pengadilan Tipikor pada PN Mataram mengeluarkan keputusan mengejutkan dalam perkara penjualan tanah pecatu Lobar. Hakim Tipikor menyatakan terdakwa atasnama Bahrul Fahmi, SH, MH bebas dari vonis penjara, sekaligus mementahkan materi tuntutan JPU. Padahal, di perkara yang sama sebelumnya, Burhanuddin divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara. Putusan bebas terhadap anggota dewan aktif dari PPP itu, dibacakan Ketua Majelis Hakim Sutarno, SH, MH. Terdakwa dinilai tidak terbukti dalam kasus penjualan asset Pemda Lobar berupa tanah di Dusun Ireng Daye, Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Lobar. Terdakwa dibebaskan dari dakwaan primair sesuai tuntutan JPU. Namun pada dakwaan Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Satu pun materi tuntutan JPU tidak dijadikan bahan pertimbangan, termasuk kaitan dengan

perbuatan terdakwa membuat sertifikat atas tanah 4.717 M2 yang dijual kepada Abdul Kabir bersama mantan Kepala Kantor Aset Lobar, Burhanuddin. Ini bertolak belakang dengan tuntutan JPU yang menyatakan terdakwa terbukti melanggar dakwaan Subsidair, dan diancam hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara. Ini juga berbeda dengan putusan bersalah atas terdakwa Burhanuddin, yang dijatuhi vonis 1 tahun dan 6 bulan penjara. Sementara antara Burhanuddin dan Bahrul Fahmi menurut JPU, satu rangkaian perbuatan. Atas putusan itu, penasehat hukum terdakwa Muhtar M. Saleh, SH menyatakan menerima. Sementara JPU, Hademan, SH menyatakan pikir – pikir. Hademan yang dikonfirmasi usai sidang, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Namun ia mengaku tetap menghormati apapun putusan hakim. “Saya akan konsultasikan ini ke pimpinan, baru menyatakan sikap kasasi,” terang Hademan. (ars)


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Aktris Hollywood Pakai Busana Desainer Indonesia Jakarta (Suara NTB) Busana yang merupakan karya perancang Indonesia rupanya dikenakan oleh salah satu aktris Hollywood di perayaan Golden Globe After Party di Beverly Hills, California (12/1/2014). Odette Annable, salah satu aktris yang membintangi film The Double (2011) bersama Richard Gere mengenakan busana karya Peggy Hartanto dari koleksi Spring 2013. Peggy menonjolkan motif dengan warna hijau dan putih serta sheer panel dan efek ilusi pada halter neckline dan cut out detail. Ia juga menambahkan frock pada bagian rok hitam pensil pada busana Odette. Dalam acara tersebut, Odette memadukan busananya dengan sepatu karya Giuseppe Zanotti serta Jamie Wallet rancangan Tyler Alexandra. ”Busana ini ter-

inpirasi dari bunga yang difoto secara X-Ray, yang menunjukkan bagian-bagian bunga yang tidak terlihat oleh mata. Bulubulu hitam di pinggang terinpi-

rasi dari benang sari. Sementara print yang ada di bagian top dari busana ini terinspirasi dari kelopak bunga. Nude panel yang transparan adalah perwujudan

konsep “tidak terlihat” dari keseluruhan koleksi PEGGY HARTANTO Spring/Summer 2013,” kata Peggy dalam siaran pers. Representatif Peggy Hartanto di New York mengungkapkan kekaguman Odette saat melihat rancangannya di showroom ditemani stylist. “Menurut representatif saya yang juga bekerja sama dengan para selebriti dunia, Odette langsung mengata-

kan ‘I have to have it’,” ungkap Peggy. Desainer muda kelahiran Surabaya ini mulai menggeluti dunia fesyen kala Ia menempuh pendidikan formal bidang fesyen di Raffles College of Design and Commerce Sydney, Australia. Ia lulus dengan penghargaan The Best Student (Award of Excellence) pada jurusan fashion design.(ant/balipost)

BUSANA - Odette Annable mengenakan busana karya Peggy Hartanto di Golden Globe After Party 2014. (ant/bali post)

Michelle Obama, Alicia Keys dan Kuliah si Miskin Jakarta (Suara NTB) Mengenakan fedora cerah, penyanyi Alicia Keys bergabung bersama Ibu Negara Michelle Obama di Gedung Putih untuk menyaksikan film “The Inevitable Defeat of Mister & Pete”. Film ini mengisahkan cerita memilukan dua anak lelaki di New York. Michelle mengaku menangis saat pertama kali menyaksikan film ini, lalu memutuskan untuk memutarkannya kembali kepada kalangan pendidik, sebagai bagian dari kampanyenya membantu kaum muda miskin dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Menurut Gedung Putih, Michelle memuji “sahabat tercintaku” Keys untuk “kefasihan dan visinya dalam melihat nilai dari film ini dan berinvestasi di dalamnya.” “Saya telah menyaksikan film ini musim panas lalu dan saya menangis, seperti yang saya yakin Anda semua pun melakukannya, karena Anda tak bisa menahan untuk tak menangis dan tertawa serta menyaksikan horor dan kegembi-

raan untuk kedua anak muda ini. Karena mereka mewakili anak-anak kita semua.” Film ini mengisahkan dua anak lelaki dan apa yang mereka lakukan dalam bertahan hidup di New York selama ibunya ditahan pihak berwenang. Keys yang pemenang Grammy itu adalah produser eksekutif dan penulis skenario film ini. Keys mengaku terpesona oleh cerita ini dan terpesona akan pentingnya melakukan sesuatu yang lebih baik untuk anak-anak. Kebetulan Michelle Obama sedang giat mempromosikan prakarsa pendidikan lanjutnya untuk kaum muda dari keluarga miskin.”Saya akan bekerja sebaik-baiknya untuk mempromosikan upayaupaya ini dengan berbicara langsung kepada kaum muda. Itulah fokus saya,” kata Michelle. “Saya akan berkata pada mereka bahwa mereka memiliki apa pun yang mereka butuhkan untuk berhasil,” sambung dia. “Tapi mereka masih harus dipastikan mendapatkan pendidikannya.” (ant/Bali Post)

Reaksi Masuk Nominasi Oscar (ant/bali post)

PAMERAN - Seorang perempuan mencermati jajaran ilustrasi cerita silat dari buku cerita karya Kho Ping Hoo, yang dipamerkan di Galeri Seni House of Sampoerna Surabaya, Kamis (16/1).

40 Karya Ilustrasi ”Kho Ping Hoo” Surabaya (Suara NTB) Sebanyak 40 karya ilustrasi dari cerita silat karya pengarang populer yang memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, “Kho Ping Hoo” (1926-1994), dipamerkan di Galeri Seni “House of Sampoerna” (HoS) Surabaya, 17 Januari-9 Februari. “Melalui pameran Ilustrasi Cerita Silat Kho Ping Hoo, masyarakat dapat mengenal lebih dekat sosok Kho Ping Hoo melalui ilustrasi dan karya-karyanya,” kata kurator dan koordinator Balai Soedjatmoko, Hari Budiono, di sela-sela persiapan pameran di Galeri HoS, Kamis. Selain itu, pameran yang digagas “HoS” bersama Balai Soedjatmoko - Bentara Budaya Solo (BBS) itu juga bertujuan mengangkat kembali karya sastra Kho Ping Hoo untuk diperkenalkan kepada generasi muda masa kini. “Selama periode tahun 1960-1990, karya-karya Kho Ping Hoo, baik berupa cerita silat berlatar belakang China maupun novel sejarah berlatar belakang Indonesia, cukup mendominasi bacaan populer pada masa itu,” katanya, didampingi Manajer Museum HoS Rani Anggraini. Hingga yang tampak kemudian ad-

alah sosok sastrawan yang mengemban misi multikulturalisme. Pemahaman dan penghargaan bagi siapa saja tentang hidup, yang hakikatnya terdiri dari keragaman ras, etnis, dan keunikan kebudayaannya. “Cerita silat Kho Ping Hoo itu memberi pondasi bagi jalan pemikiran, orientasi hidup, dan moralitas kaum intelektual Indonesia. Salah satu penggemarnya adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang semasa remaja banyak menghabiskan waktu dengan membaca cerita silat Kho Ping Hoo,” katanya. Hal itu diungkapkan Risma pada Rubrik Pesona Harian Kompas, Minggu 8 Desember 2013: “Kenapa senang berimajinasi, mungkin karena saya senang membaca komik. Kho Ping Hoo itu kan imajinatif sekali. Mulai dari bau pohon cemara saja ditulis gimana gitu, membuat saya berimajinasi jauh,” katanya. Tidak hanya Risma, beberapa tokoh penting Indonesia seperti BJ. Habibie dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sastrawan Ashadi Siregar, serta budayawan MH Ainun Najib juga menggemari cerita silat Kho Ping Hoo.

Ke-40 karya yang pernah dibuat oleh dua ilustrator buku Kho Ping Hoo, yakni Yanes dan Win Dwi Laksono, dihadirkan kembali dalam bingkai kanvas. Yanes melukis ulang beberapa ilustrasi dari buku berjudul “Suling Naga” dan “Pedang Kayu Harum”, sedangkan Win menampilkan ilustrasi - ilustrasi dari buku “Bagus Sajiwo”, “Kemelut Blambangan”, “Kidung Senja di Mataram” serta lima karya hasil tafsir ulang terhadap karya Kho Ping Hoo. Sejarah mencatat, pengarang cerita silat, Kho Ping Hoo, telah menghasilkan lebih dari 200 judul cerita yang masingmasing judul terdiri dari sekitar 35 jilid. Beberapa karyanya yang begitu populer antara lain Suling Emas, Istana Pulau Es, Pendekar Bongkok, dan Kisah Sepasang Rajawali dan serial Bu kek Sian-su. Selain cerita silat, pengarang yang bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo ini juga menulis sejumlah roman, cerita detektif, dan novel bertema sejarah Indonesia, sehingga pembaca buku Kho Ping Hoo tidak terbatas pada kalangan etnis Tionghoa saja, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat lainnya. (ant/balipost)

Jakarta (Suara NTB) Dari kelima nomini Pemeran Utama Wanita Terbaik 2014, semuanya adalah wajah-wajah familiar dengan Oscar. Kamis waktu AS lalu, Academy of Motion Picture Arts and Sciences memilih Amy Adam dalam “American Hustle’s”, Sandra Bullock pada “Gravity”, Cate Blanchett untuk “Blue Jasmine”, Judi Dench dari “Philomena dan terfavorit Oscar Meryl Streep dalam “August: Osage County” sebagai lima aktris calon penerima anugerah Oscar untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Bullock mengaku pagi ketika nominasi diumumkan dia tengah menyiapkan sarapan untuk anaknya yang berusia 4 tahun sebelum dia pergi ke sekolah. Peraih Oscar dalam “The Blind Side” tahun 2009 itu mengaku sedang tidak aktif memburu peran saat sutradara “Gravity” Alfonso Cuaron menghubunginya untuk memerankan astronot yang berjuang setelah ditimpa bencana antariksa.Dia juga tak mengira filmnya itu laku keras dan mengundang sambutan positif.”Saat kamu mengerjakan film-film seperti ‘Speed 2’, kamu tak bisa berharap para sutradara akan bilang, “Tahu tidak? Saya akan bekerjasama dengan kamu suatu hari nanti!’” kata Bullock, lalu tertawa. “Selalu ada guyonan dalam diri saya, ‘Mungkin suatu hari saya akan punya kesempatan bekerja Bintang “American Hustle” ini tidak mengira masuk nominasi karena tahun ini dipenuhi figurfigur kuat perfilman. “Saya tak percaya saya telah dinominasikan,” kata Adams. “Judi Dench, Meryl Streep dan Cate Blanchett selalu menjadi orang-orang yang aku citacitakan ketika saya tumbuh dewasa.” Mengenai Sandra Bullock, dia menyebutnya sebagai aktris yang luar biasa. “Keren sekali berada di barisan bersama wanita-wanita ini,” kata Adam Sandra Bullock seperti dikutip Los Angeles Times. (ant/balipost) (Suara NTB/ist)

Daftar Lengkap Nominasi Oscar Jakarta (Suara NTB) “12 Years a Slave,” “American Hustle,” “Captain Phillips,” “Dallas Buyers Club,” “Gravity,” “Her,” “Nebraska,” “Philomena” dan “The Wolf of Wall Street” masuk nominasi peraih kategori paling bergengsi Oscar setelah Kamis pagi waktu AS diumumkan sebagai para calon penerima penghargaan Film Terbaik. “American Hustle” dan “Gravity” memimpin, masingmasing dengan 10 nominasi, dan sutradara keduanya masuk nominasi Sutradara Terbaik. “12 Years a Slave” menguntit dengan sembilan nominasi. Anugerah Oscar ke-86 dengan nama resmi “The 86th Academy Awards” akan dipandu Ellen DeGeneres pada 2 Maret di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat. Berikut daftar nominasi lengkap Oscar tahun 2014, dikutip dari laman Los Angeles Times. (ant/balipost)

a Slave” - Alexander Payne, “Nebraska” - David O. Russell, “American Hustle” - Martin Scorsese, “The Wolf of Wall Street” PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK - Christian Bale, “American Hustle” - Bruce Dern, “Nebraska” - Chiwetel Ejiofor, “12 Years a Slave” - Matthew McConaughey, “Dallas Buyers Club” - Leonardo DiCaprio, “The Wolf of Wall Street” PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK - Amy Adams, “American Hustle” - Cate Blanchett, “Blue Jasmine” - Judi Dench, “Philomena” - Meryl Streep, “August: Osage County” - Sandra Bullock, “Gravity”

FILM TERBAIK - “12 Years a Slave” - “American Hustle” - “Captain Phillips” - “Dallas Buyers Club” - “Gravity” - “Her” - “Nebraska” - “Philomena” - “The Wolf of Wall Street”

PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK - Barkhad Abdi, “Captain Phillips” - Bradley Cooper, “American Hustle” - Michael Fassbender, “12 Years a Slave” - Jonah Hill, “The Wolf of Wall Street” - Jared Leto, “Dallas Buyers Club”

SUTRADARA TERBAIK - Alfonso Cuarón, “Gravity” - Steve McQueen, “12 Years

PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERBAIK - Sally Hawkins, “Blue Jas-

mine” - Jennifer Lawrence, “American Hustle” - Lupita Nyong’o, “12 Years a Slave” - Julia Roberts, “August: Osage County” - June Squibb, “Nebraska” FILM ANIMASI TERBAIK - “The Croods” - “Despicable Me 2” - “Ernest & Celestine” - “Frozen” - “The Wind Rises” SINEMATOGRAFI TERBAIK - “The Grandmaster,” Philippe Le Sourd - “Gravity,” Emmanuel Lubezki - “Inside Llewyn Davis,” Bruno Delbonnel - “Nebraska,” Phedon Papamichael - “Prisoners,” Roger A. Deakins TATA BUSANA - “American Hustle,” Michael Wilkinson - “The Grandmaster,” William Chang Suk Ping - “The Great Gatsby,” Catherine Martin - “The Invisible Woman,” Michael O’Connor - “12 Years a Slave,” Patricia Norris FILM DOKUMENTER - “The Act of Killing” - “Cutie and the Boxer” - “Dirty Wars” - “The Square”

- “20 Feet from Stardom” DOKUMENTER PENDEK - “CaveDigger” - “Facing Fear” - “Karama Has No Walls” - “The Lady in Number 6: Music Saved My Life” - “Prison Terminal: The Last Days of Private Jack Hall” PENYUNTINGAN - “American Hustle,” Jay Cassidy, Crispin Struthers dan Alan Baumgarten - “Captain Phillips,” Christopher Rouse - “Dallas Buyers Club,” John Mac McMurphy dan Martin Pensa - “Gravity,” Alfonso Cuarón dan Mark Sanger - “12 Years a Slave,” Joe Walker FILM BERBAHASA ASING TERBAIK - “The Broken Circle Breakdown,” Belgium - “The Great Beauty,” Italy - “The Hunt,” Denmark - “The Missing Picture,” Cambodia - “Omar,” Palestine ARTISTIK - “Dallas Buyers Club,” Adruitha Lee and Robin Mathews - “Jackass Presents: Bad Grandpa,” Stephen Prouty - “The Lone Ranger,” Joel Harlow and Gloria PasquaCasny ORIGINAL SCORE/ARAN-

SEMEN MUSIK TERBAIK - “The Book Thief,” John Williams - “Gravity,” Steven Price - “Her,” William Butler and Owen Pallett - “Philomena,” Alexandre Desplat - “Saving Mr. Banks,” Thomas Newman LAGU ORISINIL TERBAIK - “Alone Yet Not Alone” dari “Alone Yet Not Alone” - “Happy” dari “Despicable Me 2” - “Let It Go” dari “Frozen” - “The Moon Song” dari “Her” - “Ordinary Love” dari “Mandela: Long Walk to Freedom” DESAINS PRODUKSI - “American Hustle,” Rancangan produksi: Judy Becker; Dekorasi: Heather Loeffler - “Gravity,” Rancangan Produksi: Andy Nicholson; Dekorasi: Rosie Goodwin and Joanne Woollard - “The Great Gatsby,” Rancangan Produksi: Catherine Martin; Dekorasi: Beverley Dunn - “Her,” Rancangan Produksi: K.K. Barrett; Dekorasi: Gene Serdena - “12 Years a Slave,” Rancangan Produksi: Adam Stockhausen; Dekorasi: Alice Baker FILM ANIMASI PENDEK - “Feral” - “Get a Horse!”

- “Mr. Hublot” - “Possessions” - “Room on the Broom” FILM PENDEK - “Aquel No Era Yo (That Wasn’t Me)” - “Avant Que De Tout Perdre (Just before Losing Everything)” - “Helium” - “Pitääkö Mun Kaikki Hoitaa? (Do I Have to Take Care of Everything?)” - “The Voorman Problem” TATA SUARA - “All Is Lost,” Steve Boeddeker and Richard Hymns - “Captain Phillips,” Oliver Tarney - “Gravity,” Glenn Freemantle - “The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Brent Burge - “Lone Survivor,” Wylie Stateman TATA MUSIK - “Captain Phillips,” Chris Burdon, Mark Taylor, Mike Prestwood Smith dan Chris Munro - “Gravity,” Skip Lievsay, Niv Adiri, Christopher Benstead dan Chris Munro - “The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Christopher Boyes, Michael Hedges, Michael Semanick dan Tony Johnson - “Inside Llewyn Davis,” Skip Lievsay, Greg Orloff dan Peter F. Kurland - “Lone Survivor,” Andy Koyama, Beau Borders dan David Brownlow

EFEK VISUAL - “Gravity,” Tim Webber, Chris Lawrence, Dave Shirk dan Neil Corbould - “The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Joe Letteri, Eric Saindon, David Clayton dan Eric Reynolds - “Iron Man 3,” Christopher Townsend, Guy Williams, Erik Nash dan Dan Sudick - “The Lone Ranger,” Tim Alexander, Gary Brozenich, Edson Williams dan John Frazier - “Star Trek Into Darkness,” Roger Guyett, Patrick Tubach, Ben Grossmann dan Burt Dalton SKENARIO ADAPTASI - “Before Midnight,” ditulis Richard Linklater, Julie Delpy, Ethan Hawke - “Captain Phillips,” oleh Billy Ray - “Philomena,” oleh Steve Coogan dan Jeff Pope - “12 Years a Slave,” oleh John Ridley - “The Wolf of Wall Street,” oleh Terence Winter SKENARIO ASLI - “American Hustle,” ditulis Eric Warren Singer dan David O. Russell - “Blue Jasmine,” ditulis Woody Allen - “Dallas Buyers Club,” ditulis Craig Borten & Melisa Wallack - “Her,” ditulis Spike Jonze - “Nebraska,” ditulis Bob Nelson.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Halaman 10

Tahun 2014, Target APK PAUD Harus 72 Persen Jakarta (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan angka partisipasi kasar (APK) bagi pendidikan anak usia dini tahun 2014 sebesar 72 persen. Guna mencapai target tersebut, sejak tahun 2010 pemerintah meluncurkan gerakan PAUDisasi sebagai strategi percepatan. “Setelah dievaluasi tahun 2010, target itu agak berat. Bukan apa-apa, karena sasaran kita sangat banyak, 30 juta anak dari sekitar 220 juta penduduk Indonesia,” demikian dijelaskan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemdikbud, Erman Syamsuddin, di ruang kerjanya seperti dikutip Suara NTB dari laman www.kemdikbud.go.id, Jumat (17/1). Erman menjelaskan, gerakan PAUDisasi pada hakikatnya adalah gerakan yang secara luas dan massif untuk melembagakan PAUD. Bukan sekadar pelembagaan yang kaku dan berorientasi izin lembaga, tapi lebih kepada

pola pikir bagaimana memenuhi hak anak usia dini untuk mendapatkan layanan pendidikan. Guna mendukung gerakan ini, kata Erman, sedikitnya ada lima program besar yang dijalankan. Pertama, pemberian bantuan operasional bagi penyelenggara (BOP). Dari 174 ribu lembaga PAUD, baru 45 ribu lembaga yang memperoleh bantuan ini. Erman mengatakan, bantuan ini akan terus diberikan hingga seluruh lembaga PAUD mandiri. Selain itu, lanjutnya, program penguatan PAUD yang merupakan bantuan dari pemerintah kepada penyelenggara PAUD yang terkait pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, kelembagaan dan sarana prasarana. Tujuannya, untuk membantu lembaga penyelenggara PAUD agar lebih terarah. “PAUD yang tumbuh di masyarakat dikhawatirkan hanya asalasalan. Inilah tujuan dari program penguatan ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Diknas Janji Kurangi Penyimpangan di Sekolah Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa, Sudirman, S.Pd, langsung merespons arahan Bupati Sumbawa Drs. H. Jamaluddin Malik, soal masih terjadinya penyimpangan di sekolah dengan berupaya mengurangi penyimpangan dimaksud. Bahkan hal ini sudah dilakukan dalam setahun terakhir. Menurutnya, persoalan yang terjadi seperti dugaan penyimpangan dana BOS yang pemanfaatannya tidak terarah terjadi pada 2010, 2011 dan 2012. Namun, mulai 2013 sudah mulai dikurangi dan tak ada lagi pemanfaatan dana BOS yang tidak sesuai juknis. ‘’Harus terarah mengikuti pedoman yang ada. Aturannya jelas dan tegas. Jadi mesti diikuti sekolah,” tandasnya. Pihaknya juga meminta kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Sumbawa untuk merespon surat edaran bupati terkait disiplin PNS agar tidak keluyuran saat jam kerja, termasuk siswa sekolah saat jam pelajaran. “Kepada kepala sekolah baru yang telah dilantik. Diharapkan untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik di sekolah. Jangan ada lagi anak-anak yang keluyuran,” ujarnya mengingatkan. (arn)

Program ketiga, kata dia, adalah program pendirian lembaga PAUD baru. Program ini tercermin dari program satu desa satu PAUD yang termasuk dalam program utama Direktorat PAUD. Hingga saat ini, kata Erman, masih terdapat 23 ribu desa yang belum memiliki PAUD. “Tahun ini kita biayai 2000 lembaga yang dibantu pendiriannya. Tahun lalu 1500 lembaga,” katanya. Setelah lembaganya ada, di program ke empat Kemdikbud juga membantu dalam penyediaan alat permainan edukatif (APE). Dan program ke lima adalah bantuan dalam gugus (kelompok guru) PAUD. Gugus PAUD berada di setiap kecamatan. Dari 7700 kecamatan, baru 4000 gugus yang dibantu. “Harapan saya, semua bahu membahu untuk PAUD ini. Pemerintah tidak mampu jalan sendiri, tentunya harus menggandeng pihak lain. Dan kita di Kemdikbud pun harus membuka diri untuk kemajuan bersama,” tandasnya. (ham)

(Suara NTB/ist)

ANAK PAUD - Tahun 2014 ini, APK PAUD di seluruh Indonesia ditargetkan bisa menembus 72 persen. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu program pendirian PAUD baru.

Banyak Berkasus

Dikbud Lobar Selektif Angkat Kepsek Giri Menang (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar), Ispan Junaidi, SPd, MEd, menegaskan pihaknya akan lebih ketat mengangkat guru sebagai kepala sekolah (kepsek) baik SD, SMP maupun SMA. Alasan pihaknya lebih selektif, karena belajar dari sejumlah kepsek yang terseret kasus. Menurutnya, kasus yang dilakukan segelintir oknum kepsek mencoreng dunia pedidikan Lobar. “Kami akan kumpulkan semua kepsek, agar nanti Bapak Bupati, BKD dan Inspektorat bicara. Tujuannya, agar mereka tahu bahwa Pemda tidak melakukan pembiaran,” ungkapnya, Kamis (16/1). Ispan menyatakan, dengan dikumpulkannya para kepsek dan diberi pengarahan oleh Bupati dan Inspektorat maka diharapkan mereka tahu kalau mereka tetap di bawah pengawasan. Artinya mereka

tidak main-main dalam menngambil kebijakan, terutama terkait pengelolaan dana BOS, BSM dan lain-lain. Di masa mendatang, ujarnya, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian. Selain masih kurangnya tenaga guru juga masalah distibusi guru. ‘’Bayangkan jika 10 sekolah baru dibangun, maka akan memerlukan ratusan guru sehingga terjadi kekurangan guru. Selain itu,

persoalan distribusi, di satu kecamatan guru banyak, namun kecamatan lain kurang. Maka perlu ditata, sehingga konsekuensi adalah harss dimutasi. Karena sematamata kebutuhan organisasi, bukan kepentingan,” ujar mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar ini. Terkait kebijakan merumahkan tenaga kontrak, termasuk guru menurutnya bukan ansih kebijakan bupati namun

Kami akan kumpulkan semua kepsek, agar nanti Bapak Bupati, BKD dan Inspektorat bicara. Tujuannya, agar mereka tahu bahwa Pemda tidak melakukan pembiaran

Ispan Junaidi

masalah tenaga kontrak ini dikawal oleh aturan Menpan. Tenaga kontrak, katanya, tidak direkrut daerah namun oleh

Menpan. Dalam hal ini daerah mengusulkan namun SK diterbitkan oleh pusat dan gajipun dari pusat. (her)

Indonesia-Afganistan Jalin Kerja Sama Pendidikan Tinggi

(Suara NTB/ist)

TANDATANGANI MOU - Mendikbud Mohammad Nuh dan Menteri Pendidikan Afganistan pada penandatanganan MoU di Jakarta, Jumat (17/1).

Jakarta (Suara NTB) Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dengan Pemerintah Afghanistan. Kerja sama tersebut dikhususkan di bidang pendidikan tinggi, dengan memberikan 100 beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk pelajar Afghanistan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan, Obaidullah Obaid. “Paling tidak 2-3 tahun ke depan ada 100 beasiswa untuk pelajar Afghanistan belajar

Kurikulum 2013, Penilaian Lebih Rumit Mataram (Suara NTB) Meskipun menggunakan instrumen penilaian yang sama terhadap setiap siswa, namun pengisian rapor sebagai instrumen penilaian pada Kurikulum 2013 lebih komprehensif bila dibandingkan dengan penilaian rapor sebelum diberlakukannya kurikulum 2013. Hal itulah yang membuat sejumlah guru merasa kesulitan dalam memberikan penilaian. Ditemui di sekolahnya, Jumat kemarin (17/1), Hj. Zo(Suara NTB/dys) hriah, S.Pd, MH, salah seorHj. Zohriah ang guru mata pelajaran PPKN SMPN 2 Mataram mengakui kesulitan saat memberikan penilaian terhadap siswa. Hal tersebut dikarenakan banyaknya item penilaian terhadap siswa yang meliputi berbagai aspek, seperti aspek keterampilan siswa, aspek spiritual dan aspek sosial. Ia mengaku meskipun sebelumnya telah diberikan pelatihan dan bimbingan oleh dinas baik di tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan pusat, namun tetap saja ada kesulitan pada saat pengisian nilai. “Karena banyaknya item penilaian jadi agak sedikit rumit bagi guru-guru,” akunya. Zohriah yang kini duduk di Bagian Pembudayaan Bidang Kesiswaan SMPN 2 Mataram memberikan contoh betapa sulitnya memberikan penilaian terhadap siswanya dari berbagai item penilaian yang telah ditentukan seperti pada penilaian spiritualitas siswa dan sikap sosial siswa atau karakter diri siswa. Pada penilaian spiritual siswa misalnya meliputi item ibadah, bersyukur, selalu berdo’a, dan selalu mengucapkan salam. Sementara sikap sosial meliputi item sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, bekerjasama, dan santun. “Itu baru dari dua aspek, masih banyak aspek lainnya yang menjadi penilaian terhadap siswa pada kurikulum 2013 ini,” ujarnya mencontohkan. Di samping itu, penilaian tidak hanya diberikan oleh individu guru bersangkutan, namun juga bisa diperoleh melalui teman sekelas. “Misalnya ada siswa yang diketahui menyontek oleh temannya, maka itu bisa menjadi salah satu sumber penilaian juga,” tambahnya. Tidak hanya itu, penilaian lebih rinci dilakukan dengan cara mendiskripsikan setiap nilai yang diperoleh siswa. “Kalau siswa dapatnya sekian pada item tertentu, maka dalam rapor dijelaskan mengapa dapat seperti itu. Jadi sekarang ada penjelasan lebih rinci,” paparnya. (dys)

di Indonesia,” ujar Mendikbud seperti dikutip Suara NTB dari laman www.kemdikbud.go.id, Jumat (17/1). Pemberian beasiswa tersebut ditujukan untuk program S1, S2 dan S3 dengan berbagai pilihan program studi. “Kami menawarkan semua jenis program studi yang dibutuhkan pelajar Afganistan,” kata Mendikbud. Ia menjelaskan, program studi tersebut dibagi menjadi tiga katagori, yaitu pertanian, sains dan teknologi, serta ilmu sosial. Mendikbud menjelaskan, kehadiran Menteri Obaidullah dan rombongannya di Indonesia juga untuk mengunjungi beberapa perguruan tinggi di Jakarta, Bogor dan Bandung.

Untuk ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan juga kerja sama di bidang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Penandatanganan nota kesepahaman ini, tutur Mendikbud, bukan berarti menandai dimulainya kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dengan Afghanistan. Kerja sama bilateral di bidang pendidikan sebelumnya sudah terjalin, salah satunya melalui Program Darmasiswa RI. Program Darmasiswa RI memberikan beasiswa kepada pelajar Afganistan dan pelajar dari negara lain yang memiliki minat belajar bahasa dan budaya Indonesia di perguruan tinggi di Indonesia. (ham)

Bangga Wakili NTB

Indriani Puspita Hafidz (Suara NTB/rus)

MUTIARA menjadi salah satu potensi ekonomi yang membanggakan bagi masyarakat NTB, khususnya Lombok. Potensi besar ini menjadikan Indriani Puspita Hafidz merasa bangga menjadi wakil NTB dalam sebuah ajang lomba tingkat nasional. Kepada Suara NTB, belum lama ini, siswa berprestasi dari SMKN 2 Selong ini menuturkan telah menampilkan produk mutiara Lombok dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional di Jakarta, bulan September 2013 lalu. Indriani, ikut pada ajang lomba marketing. Meski hanya meraih juara 4, namun ajang itu membuatnya tambah pengalaman. Bertemu dengan utusan di 33 provinsi, ajang LKS itu mendidik siswa menjadi lebih percaya diri. Saat itu, Indriani menampilkan, mutiara air tawar, karena belum setenar mutiara air laut. Mutiara, dijelaskan Indriani merupakan produk yang membanggakan di Lombok. Sudah cukup banyak peminat yang ingin memiliki mutiara ini. Hanya saja, hadirnya beragam produk membuat persaingan usaha makin terasa ketat, sehingga diperlukan pasar yang memadai dan mampu mengangkat terus mutiara. Dari ajang LKS, konsep pemasaran sangat penting. Pemasaran harus mengikuti perkembangan tren teknologi komputer. ‘’Inilah letak kekalahan utusan NTB yang ketinggalan dalam hal pemakaian teknologi. Pasalnya, dalam bidang marketing sangat dibutuhkan sentuhan teknologi,’’ ungkapnya. (rus)

(Suara NTB/dok)

Prihatin Lagu Anak-anak SEMAKIN terpinggirnya keberadaan lagu anak-anak dewasa ini membuat Hulfiani Hayati siswi kelas VIII SMPN 2 Mataram ini khawatir. Hal tersebut tidak saja berarti mengancam eksistensi lagu anakanak dari dunia anak-anak, tapi juga berarti telah terjadi degradasi terhadap orientasi anak-anak dalam memilih lagu kesukaannya. Meski demikian, kondisi tersebut tidak bisa serta merta menyalahkan anak, akan tetapi yang lebih penting bisa dilihat sebagai fakta tidak berperannya orang tua dalam proses mengawal anakanak mereka. “Tidak populernya lagu anak-anak dewasa ini sangat prihatin, orang tua harusnya bertanggung jawab untuk mengontrol jenis lagu anak mereka,” tuturnya pada Suara NTB, Jumat (17/1). Siswi yang tercatat sebagai salah satu pencipta lagu anakanak ini pun mengaku kalau lagu anak-anak sekarang ini sudah jarang digemari. Padahal di usia-usia mereka, menyanyikan lagu anak-anak harus menjadi pilihan mereka. karena pada dasarnya, apa yang sering diucapkan dan dinyanyikan oleh anak akan berpengaruh terhadap perkembangan keperibadian mereka. “Bayangkan jika anak-anak sudah menyanyikan lagu orang dewasa, tentu akan berpengaruh terhadap kondisi psikologi mereka,” terang siswi kelahiran Mataram 5 Maret tahun 2000 silam ini. Siswi yang tercatat masuk 7 besar dalam ajang pemilihan lagu anakanak tingkat nasional tahun 2013 di Cipanas Bogor ini berharap lebih banyak lagi pihak yang prihatin terhadap kondisi ini. Terlebih anak sebagai calon generasi yang akan melanjutkan proses pembangunan di segala segi ke depannya. “Bayangkan kalau masih anak-anak saja sudah paham bahasa-bahasa orang dewasa yang harusnya tidak mereka konsumsi. Akibatnya sangat fatal,” ujarnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

Hulfiani Hayati


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Tidak Disiplin

Atlet Harus Disiplin

Lima Atlet Voli Indoor PPLP NTB Dicoret

SIKAP tegas dan disiplin tinggi sepertinya telah melekat kuat di hati pelatih voli Indoor PPLP NTB, H. Kadir (55). Jangan heran bila lelaki kelahiran Karang Bedil Mataram, 31 Desember 1958 ini selalu menerapkan disiplin dan semangat yang tinggi pada atlet binaannya. Bila ada atlet yang tidak disiplin dalam latihan dia tak akan segan-segan untuk mencoret atletnya. Dihubungi Suara NTB di Mataram, Jumat (17/1), lelaki berkacamata ini mengaku dirinya telah mencoret (Suara NTB/fan) (degradasi) lima atletnya, H. Kadir lantaran dinilai tidak disiplin dalam berlatih. Sikap tegas tersebut harus diambilnya dengan harapan ke depannya atletnya bisa lebih disiplin lagi, sehingga mereka akan mampu mengukir prestasi di kancah nasional. Baginya, disiplin adalah kunci sukses atlet agar mampu mengukir prestasi di kancah nasional, sehingga atlet pun tak boleh main-main selama menjalani latihan. “Saya selalu bersikap tegas pada atlet saya yang tidak disiplin. Bila mereka tidak mau berubah saya tak segan-segan untuk mencoretnya,” tegasnya. Bapak enam anak ini menceritakan pengalamannya selama melatih atlet. Dia menegaskan sejumlah atlet binaannya yang sukses berprestasi di level nasional maupun internasional adalah atlet yang memiliki semangat dan disiplin yang tinggi. Dicontohkannya, mantan atlet senior NTB, Agus Salim dan Anjas Asmara peraih medali emas di PON di Surabaya tahun 2000 lalu merupakan atlet yang memiliki semangat dan disiplin tinggi saat latihan. Begitu juga dengan pasagan tim voli pantai NTB, Ni Putu Timi Yudani dan Elisabeth peraih medali emas di PON 2004 lalu merupakan atlet yang punya disiplin yang tinggi dalam latihan. Demikian halnya pasangan voli pantai Putu Dini Jasita dan Dita Juliana peraih medali emas PON XVIII 2012 punya disiplin tinggi dalam latihan. “Meskipun saya tidak melatih Dita cs, namun saya kenal dekat dengan mereka, terutama Dita merupakan atlet yang sangat disiplin selama menjalani latihan,” kenangnya. Berdasarkan pengalaman melatih atlet-atlet senior itulah yang membuat mantan atlet voli tahun 1980-an ini harus menerapkan disiplin yang tinggi kepada atlet muda binaan selama latihan. Dia berharap atlet-atlet muda NTB yang dipersiapkannya saat ini harus dapat meniru semangat dan disiplin sejumlah senior-seniornya. Baginya suatu kebanggan bila melihat anak didiknya yang berhasil mengukir prestasi di kancah nasional. Atas kerja kerasnya melatih atlet, ia mengaku telah mendapat penghargaan sebagai pelatih bola voli terbaik yang diserahkan langsung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Pendopo Gubernur NTB tahun 2007 lalu. (fan)

Mataram (Suara NTB) Sebanyak lima atlet voli Indoor didegradasi atau dicoret dari PPLP NTB . Kelima atlet yang didegradasi itu dikembalikan ke daerah masing-masing. Mereka akan diganti lima atlet lainnya dari hasil seleksi tim PPLP NTB melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) NTB tingkat SMP tahun 2013 lalu. Pelatih tim Voli PPLP NTB, H. Kadir yang dihubungi Suara NTB di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Jumat (17/1), menjelaskan, lima atlet yang didegradasi itu adalah Ayu Putri Febriana , Derie Anggraini, Hana Marista, Eri Maryningsih dan Nike Ardila. Kelima atlet tersebut

(Suara NTB/ist)

SELEBRASI - Selebrasi Lionel Messi setelah berhasil mencetak gol ke gawang Getafe. Dua gol Lionel Messi ini membuat Barcelona lolos ke perempat final Piala Raja.

Piala Raja

Messi Kembali Buktikan Diri

Elya Wibawa akan Kembangkan Olahraga Muay Thai

Jakarta (Suara NTB) Duo juara dunia Moto GP Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bersepeda bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). “Ini sebagai kampanye agar masyarakat lebih cinta naik sepeda ke tempat kerja. Kita sepedahan memang tiap Jumat,” kata Jokowi di Balaikota, Jumat. Sayangnya, Valentino Rossi datang terlambat sehingga tidak bisa ikut bersepeda bersama Jokowi dari kediaman Dinas Gubernur di Jalan Taman Surapati. “Sayangnya saya terlambat, jadi saya tidak bisa menikmati bersepeda bersama Gubernur. Tapi saya tahu dia hebat. Dia cepat sekali naik sepedanya,” kata Rosi. Sementara Jorge Lorenzo mengaku menikmati bersepeda bersama Jokowi meski dalam keadaan hujan. “Saya menikmati bersepeda di Jakarta, Pak Jokowi tidak cepat naik sepeda. Untungnya lima kilo meter sebelum sampai, hujan turun,” kata Jorge Lorenzo berkelakar. Rombongan Jorge Lorenzo dan Jokowi berangkat dari kediaman Gubernur sekitar pukul 06.30 WIB. Karena hujan turun, maka rombongan gagal berangkat dan mesti menunggu selama satu jam sampai hujan reda. Jorge Lorenzo mengenakan helm sepeda berwarna merah, sama seperti helm yang biasa dikenakannya di sirkuit Rombongan mulai berangkat dari Jalan Taman Suropati No.7, Menteng, Jakarta Pusat menuju Jalan Teuku Umar, keluar Menteng Raya untuk kemudian ke Medan Merdeka Raya menuju Balaikota. (ant/bali post)

Barcelona Lionel Messi menciptakan dua gol saat Barcelona menghempaskan Getafe 2-0 sekaligus lolos ke perempat final Piala Raja dengan agregat 6-0. Namun, Barca harus kehilangan Neymar karena cedera di babak pertama. Messi and Neymar kembali menjadi starting lineup namun pemain Brazil itu hanya bermain 25 menit karena pergelangan kakinya ter-

pelintir, sehingga harus ditandu ke luar lapangan. Dua gol dari Messi adalah yang pertama sejak kapten timnas Argentina ini masuk lapangan kembali akibat cedera hamstring November lalu. Dia tetap tajam di muka gawang. Setelah menjebol gawang tuan rumah menjelang akhir babak pertama, Messi kembali menciptakan gol keduanya lewat metode khasnya ber-

lari membawa bola melewati halangan pemain-peman lawan untuk kemudian memperdaya kiper Jordi Codina. Xavi masuk di babak kedua sebagai pemain pengganti untuk menandai penampilan ke-700 bersama Barcelona. Real Sociedad juga maju ke perempat final setelah menang 1-0 dari Villarreal, setelah pada leg pertama babak 16 Besar ini bermain seri 0-0, demikian Reuters. (ant/ bali post)

Semarang (Suara NTB) Juara dunia kelas ringan (61,2 kilogram) Daud Yordan melatih adiknya, Yohanes Yordan, yang akan bertarung di Kalimantan Barat pada 18 Januari 2014. “Saya melatih adik saya yang akan naik ring, karena sampai kini saya belum ada jadwal untuk kembali bertarung,” kata petinju dengan rekor bertarung 32 kali menang (23 di antaranya dengan KO), dan tiga kali kalah ketika dihubungi dari Semarang, Kamis. Menurut petinju dari Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat itu, sampai kini memang belum ada perkembangan tentang dirinya untuk rencana pertarungan mendatang, sehingga dirinya memanfaatkan waktu luang ini untuk membantu mempersiapkan adiknya yang akan naik ring. Yohanes Yordan, menurut petinju yang terakhir mempertahankan gelar saat mengalahkan petinju Afrika Selatan Shipo Taliwe tersebut, bakal tampil di kelas welter (63,5 kilogram) junior menghadapi William Rhyek pada pertarungan untuk perbaikan peringkat nasional. Petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987, tersebut berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah menang angka atas petinju Afrika Selatan Shipo Taliwe di Australia, 6 Desember 2013. Upaya mengalahkan petinju Afrika Selatan tersebut melalui perjuangan yang berat mengingat dari tiga juri hanya dua yang memenangkan Daud Yordan sedangkan satu

juri lagi memenangkan Shipo Taliwe (113-114, 117110,116-111). Ayah dari Miquel Angel Yordan Jr tersebut merebut gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah mengalahkan petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela di Australia, 6 Juli 2013. “Soal langkah saya ke depan saya tergantung kepada manajemen tetapi keinginan pribadi saya adalah masih ingin mempertahankan gelar juara dunia lagi,” katanya. Sebelum berkecimpung di kelas ringan, Daud Yordan juga sempat menjadi juara dunia kelas bulu IBO setelah menang KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012. Kemudian gelar tersebut sempat dipertahankan setelah menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev di Singapura, 9 November 2012. Akan tetapi, gelar tersebut akhirnya lepas setelah kalah TKO ronde ke-12 dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, 14 April 2013. Setelah itu, Daud memutuskan untuk naik dua kelas dari bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61,2 kilogram). Petinju Afrika Selatan tersebut (Simpiwe Vetyeka) ini yang akhirnya menghentikan petinju Indonesia Chris John dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia ke19 kali. Pada pertarungan di Australia, 6 Desember 2013, Chris John dipaksa mundur pada ronde keenam (Chris John tidak melanjutkan pertarungan) saat melawan Vetyeka. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Xavi Tampil 700 Kali untuk Barcelona Barcelona Pengatur permainan Barcelona Xavi Hernandez tampil sebagai pemain pengganti pada pertandingan melawan Getafe, untuk menandai penampilan ke-700-nya bagi klub tempat ia menjadi sosok kunci pada kesuksesan-kesuksesan mereka dalam beberapa musim terakhir. Pemain 33 tahun ini merupakan produk sistem pembinaan pemain muda La Masia milik Barcelona, dan diberi kesempatan untuk melakukan debutnya oleh Louis van

Xavi Hernandez

Gaal pada 1998. Menyusul kedatangan Pep Guardiola sebagai pelatih pada 2008, Xavi menikmati kesuksesan terbesar sebagai poros gaya permainan operan Barcelona, yang populer dengan sebutan tiki-taka. Xavi memenangi 22 trofi di Barcelona, termasuk tiga Liga Champions dan tujuh gelar Liga Spanyol. Ia juga merupakan anggota kunci timnas Spanyol yang memenangi Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa pada 2008 serta 2012. “Saya bangga telah memain-

kan begitu banyak pertandingan dan Barca merupakan klub terbaik untuk saya berada di dalamnya,” kata Xavi kepada Mundo Deportivo seperti dikutip Reuters. “Saya telah mengalami masa-masa terburuk dan terbaik dalam sejarah Barca. Masa paceklik gelar (dari 1999 sampai 2004) dan kemudian laju kesuksesan ketika kami memenangi tiga gelar sekaligus (2008/2009), enam trofi (pada 2009), dan tiga Liga Champions,” tambahnya. (ant/bali post)

Empat Gelar untuk City PSSB Lirik Stadion Pragas Jadi Markasnya Hanya Soal Waktu London Kapten Manchester City Vincent Kompany mengatakan, hanya perkara waktu saja Manchester City menjadi klub Liga Inggris pertama yang meraih empat gelar dalam satu musim. Reuters melaporkan, City memang sedang berada di pacuan untuk meraih tiga gelar domestik dan gelar Liga Champions. “Kami tak bisa menjanjikan itu akan terjadi sekarang, tapi pada akhirnya itu akan terjadi,” kata Kompany. “Kami saat ini adalah para pemain yang terpilih untuk melakukan itu. Klub ini jelas memiliki satu target untuk menang pada setiap kompetisi,” tambahnya. City yang berada di urutan dua klasemen Liga Premier terpaut satu poin dari Arsenal, maju ke babak empat Piala FA setelah menang 5-0 dari Blackburn Rovers Rabu waktu Inggris lalu. City sudah mengemas 99 gol pada semua kompetisi sepanjang musim ini. Mereka juga tinggal selangkah ke final Piala Liga setelah menang 6-0 pada leg pertama semifinal melawan West Ham United, dan akan meng-

hadapi Barcelona pada babak 16 Besar Liga Champions. Kompany memuji pelatih asal Chile Manuel Pellegrini yang menggantikan Roberto Mancini pada penutupan musim lalu. “Dia sangat offensive-minded (berorientasi menyerang) dan saya kira itu terbukti dalam hasil-hasil kami serta dari cara kami bermain,” kata Kompany yang akan menjadi kapten timnas Belgia pada Piala Dunia di Brazil tahun ini. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Rossi-Lorenzo Bersepeda Bareng Jokowi

pu menunjukkan prestasi yang memuaskan. Selain itu ada juga atlet yang dicoret, karena dinilai tidak disiplin. Rencananya, para atlet itu akan dipulangkan ke daerah masing-masing mulai Sabtu (18/1) hari ini. Kelima atet yang akan didegradasi itu akan tergantikan oleh atlet usia muda

mengikuti kejuaraan PPLP, Pekan Olahraga Antar-wilayah (Popwil) hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun depan. Ditambahkannya, soal SK degradasi dan promosi atet itu sudah diajukan ke pihak Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB selaku pihak yang bertanggung jawab untuk mengelola PPLP NTB. Surat Keputusan (SK) promosi dan degradasi atlet itu sudah diserahkan ke masing-masing atlet yang ditembuskan ke masing-masing pengurus bola voli di daerah asal atlet. (fan)

Daud Yordan Latih Adiknya

Mundur dari Tarung Derajat

Mataram (Suara NTB) Kiprah Elya Wibawa di cabang olahraga (cabor) tarung derajat sepertinya sudah berakhir. Mantan pelatih Pelatda PON NTB yang sukses membawa tim tarung derajat NTB meraih satu medali emas dan tiga medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di KalimantanTimur (Kaltim) 2008 lalu ini telah mengakhiri karinya di dunia olahraga beladiri tarung derajat. Alasannya, Elya ter(Suara NTB/dok) tarik kepada cabang olahrElya Wibawa aga baru asal Thailand, Muay Thai. Elya Wibawa yang dikonfirmasi Suara NTB di Kampus IKIP Mataram, Jumat (17/1), mengaku, dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai pelatih tarung derajat langsung ke Pengurus Besar (PB) Kodrat, dan ditembuskannya ke masing-masing perguruan tarung derajat dan Pengprov Kodrat NTB. “Awal Januari saya mengajukan surat pengunduran diri saya ke pusat, surat itu ditembuskan ke perguruan dan Pengprov cabor,” ungkapnya. Sebelumnya Elya Wibawa mendapat sanksi dari Guru Besar Tarung Derajat, Ahmad Drajat, karena dinilai telah berbuat kesalahan tahun 2013 lalu. Sebagai sanksinya, sabuknya diturunkan satu tingkat. Meski demikian, ujarnya, pengunduran dirinya itu tidak ada kaitannya dengan persoalan yang menimpanya baru-baru ini. Ely—sapaan akrabnya— mengakui, dirinya ingin mengembangkan cabang olahraga beladiri Muay Thai – olahraga asal Thailand. Targetnya tahun 2014 ini kepengurusan cabang olahraga beladiri Muay Thai harus terbentuk. (fan)

merupakan atlet asal Kota Mataram, Sumbawa dan Bima. Dikatakannya, degradasi atlet ini merupakan program tahunan PPLP NTB dalam rangka mengevaluasi hasil prestasi atlet yang sudah dua tahun dibina. Sejumlah atlet yang didegradasi itu adalah atlet-atlet yang tidak mam-

yang rata-rata baru duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3 SMP. Kelima atlet yang akan dipromosikan itu merupakan atlet yang dipantau lewat O2SN NTB tingkat SMP 2013 lalu. Kriteria atlet yang dipromosikan tersebut memiliki tinggi badan, teknik dan fisik yang relatif bagus. Para atlet akan menjalani pemusatan latihan di PPLP NTB mulai tanggal 24 Januari 2014. Pasalnya, semua atlet yang dipromosi tersebut akan tiba di Mataram, 23 Januari. Mereka akan dipersiapkan untuk

Vincent Kompany

Taliwang (Suara NTB) Pesimis tak dapat menggunakan GOR Magaparang pada awal kompetisi Divisi Utama musim 2014 ini membuat Persatuan Sepakbola Sumbawa Barat (PSSB) mulai menjajal sejumlah stadion yang ada di NTB untuk dijadikan markas. Dan salah satu lapangan yang saat ini dilirik tim Laskar Undru informasinya adalah stadion Pragas di Kabupaten Sumbawa. Informasi akan dijadikannya Stadion Pragas sebagai markas baru PSSB itu sudah menjadi buah bibir di tengah para pendukungnya. Bahkan di media sosial facebook rencana tersebut sudah diposting dan dikomentari puluhan orang. Di mana ada yang mengkritisi rencana tersebut dan sebagian lainnya mengapresiasi dan mendukung langkah manajemen PSSB itu. Manager Komunikasi PSSB Manurung, S.Pd yang dikonfirmasi tak menampik kabar tersebut. Menurut dia, keinginan menjadikan Stadion Pra-

gas sebagai lapangan utama untuk menjamu tim lawan pada gelar laga tandang selama kompetisi divisi utama itu masih dalam kerangka wacana. “Memang benar kita ada pilihan untuk gunakan (stadion) Pragas. Tapi itu masih rencana jadi belum final sampai sekarang,” terangnya kepada wartawan, Jumat (17/1). Masuknya Stadion Pragas sebagai salah satu pilihan manajemen PSSB, kata Manurung, bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan Ketua Umum PSSB Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM yang awalnya mencetuskan wacana alternatif tersebut. “Beliau bilang menggunakan Pragas sebagai markas memberikan arti bahwa PSSB adalah klub yang tidak lagi semata milik masyarakat KSB, tetapi NTB secara umum,” papar Manurung. Disitir soal kondisi Stadion Pragas yang juga tidak terlalu prima untuk dapat langsung dimanfaatkan, Manurung tak membantahkan. Ia menyebutkan, kalau nantinya Stadion Pragas benar-benar menjadi pilihan terakhir manajemen maka ada kemungkinan akan dilakukan beberapa pembenahan, termasuk melengkapi

beberapa fasilitas standar yang harus dimiliki stadion yang terletak di jantung kota Sumbawa itu. “Saya juga perlu informasikan, selain Pragas kita juga ada ajukan stadion Gibraltar milik Universitas Cordova (Undova) untuk dijadikan markas. Nanti kita lihat kalau benar-benar tidak bisa juga terkejar GOR Magaparang, maka kita akan lihat mana yang paling baik antara kedua stadion itu,” sambung mantan Kabag Humas Pemda KSB ini seraya menambahkan jika kelaikan stadion yang akan dijadikan markas klub harus dinyatakan lolos memenuhi syarat sesuai ketentuan panitia divisi utama. Pada musim sebelumnya, PSSB menyewa GOR 17 Desember Mataram sebagai markasnya. Merasa berat berat secara finansial, Pemda KSB pun berinisiatif membangun GOR Magaparang untuk dijadikan markas sendiri bagi klub kebanggaan masyarakat KSB itu. Sayang karena tak kunjung beresnya proses pembangunan GOR Magaparang, rencana PSSB bermain di markas sendiri di awal musim kompetisi divisi 2014 ini tak bisa terealisasi. (bug)


SUARA NTB

Sabtu, 18 Januari 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

BENGKEL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

PELATIHAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

PERAWATAN AC

BENGKEL

BANK

TANAH KAPLING


SUARA NTB

Sabtu, 18 Januari 2014

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV JUAL MOBIL

SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

ADVERTISING PROPERTY

BOUTIQUE

TELEVISI

SANGGAR SENAM

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

FASHION

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN

LAUNDRY

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

Jendela Sastra

Halaman 14

CERPEN

Mawar Merah di Bibir Lena Oleh : Ichwanussofa Suara batuk Lena meledak lagi, malam sudah terlanjur melampaui setengah putaran waktu. kaca jendela masih ku lihat berjerawat bekas sisa hujan sejak maghrib tadi. Kini sudah mulai bening, terpantul bias bulan yang mulai benderang. Aku menarik selimut dari tubuh Lena. “Kamu kenapa lagi sayang?” “Ayah, dia meremas lagi dadaku, ukhuuuk!!” Gila, baru muncul sesal setelah enam bulan aku menikahi gadis ini, dan malam ini sesal itu semakin membengkak. Hari pernikahan yang jatuh tepat tiga bulan setelah kematian ayahnya. Ya, bapak mertuaku itu mati gara – gara TBC menggerogoti paru – parunya. Tapi sesal hanyalah sesal yang sepatutnya aku pungkiri, demi nama tanggung jawab dan kesanggupanku sebagai lelaki. Terlebih aku seorang suami. “Minum air hangat lagi sayang!?” “Aaah, sakit kak, ukhuuuk, hueekz!!” Lena membalik tubuhnya pada posisi tengkurap, jemari lentiknya mencengkram sarung bantal, berusaha meredam ledakan batuknya, wajahnya terbenam pada bantal. Cairan merah itu kental ketika Lena mengangkat wajahnya, menggenang seperti pulau kecil di atas peta. Ia menangis, berusaha kudekap. Ia tak mau. Katanya cukup hanya dadanya saja yang diremas ayah. Sial, istriku terlalu jelita bila harus tertular wabah TBC mendiang ayahnya. Baru enam bulan sayang, dan sekarang kau mengandung anak pertama kita. Akan jadi apa masa depan ini? Sambil membatin dalam hati, bingung ku pandangi wajah Lena yang pucat berusaha tersenyum diantara bingkisan rambut hitamnya yang tegerai panjang. “Kamu jangan pura – pura tegar sayang, aku tahu…” “Dan aku lebih tahu kamu menyesal kan kak!?” “Tuhan, malaikat, dewi – dewi atau apapun namanya tolong bantu aku, jangan biarkan aku tercampak seperti Adam gara – gara mereguk buah terlarang.” Aku diam, diam sediam – diamnya, kaku, hanya hatiku yang menggerutu. Bibirku kelu. Lena menarik lagi selimutnya, dan tiba – tiba menarik lenganku membawaku ikut rebah di sampingnya, kini wajah kami berhadapan. “Cium aku sayang!” wajah itu manja memintaku. “Hmmm, pipi atau kening?” Suaraku ragu terbata – bata, “Bibir…” Aku menatap lekat – lekat mawar merah itu di sana, di garis bibirnya yang tipis. Bibir tipis yang dulu ku kecup diam – diam ketika ia ketiduran

menjaga mendiang ayahnya di kamar pasien. Tapi tidak pernah kutemukan mawar merah di tengah malam begini, mawar merah itu seperti lipstik meluber cair. Sisa darah TBC di bibirnya. “Kenapa? Kamu takut? kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri sayang, sudah enam bulan kamu menjelma orang asing. Sejak kita tidak pernah telanjang lagi dalam satu selimut. Aku rindu tubuhmu kanda. Aku rindu kita makan bersama lagi dengan satu piring. Tapi setelah, kamu tahu penyakit ayah menjelma dalam paruku. Kamu ternyata hanya pengecut!!” Tanpa berkata ku kecup bibir Lena, seperti aku mengecupnya dulu. Dalam, sedalam penyakit yang selama ini aku takutkan. Ia diam, dan aku semakin mengacuhkan kekeluan di bibirku, meski aku tahu setitik darah virus telah hinggap di ujung lidahku. Istriku, kamu istriku, iya kamu istriku yang sah. Atas nama pelaminan dan restu bunda. Aku melepas mulutku dari bibir istriku, rasanya dingin seperti baru keluar dari hangatnya matahari pagi. “Bukan hanya kamu yang berhak rindu selama ini dinda, tapi juga aku, aku lelakimu, aku suamimu, kakandamu. Hanya saja batas itu yang harus ku jaga. Tak bisa ku bayangkan bila aku harus bekerja di sela – sela batuk yang tertawa. Iya, bekerja demi buah hati kita, demi kesembuhanmu, tidak lain. Tapi malam ini kamu terlanjur meminta, mawar berduri itu harus ku reguk juga. Dan sekarang aku siap menemanimu batuk setiap malam!” Lena menangis, wajah itu seperti hujan yang tirus, namun ada pelangi yang ia ciptakan, senyum itu. Senyum yang pernah membuatku berjuang meminta nomor HP-nya ketika kuliah dulu. Senyum yang membuatku cepat lulus setelah berkuliah tiga tahun setengah. Ya, gara – gara senyum itu aku mendapat predikat cum laude. Tapi sudah, sejarah hanyalah sejarah serupa asap yang akan membentuk awan. Terserah awan itu, akan membuat putih atau mendung sebelum hujan. Terserah. *** Hari – hariku mulai berubah, begitu juga dengan Lena. Terkadang aku tertawa melihat perutnya yang semakin buncit seperti baskom telungkup itu. Setelah aku menyingkap selimut dan menemukan tubuh kami tanpa tertutup

sebenangpun. Mirip Adam – Hawa pertama kali mereka jumpa di sorga. Hanya saja bedanya istriku hamil. “Pagi dindaku yang gendut! Yuk kita mandi junub dulu, habis itu aku jadi Imam subuh ya..” Istriku tersenyum lagi sambil mengusap mata yang sedikit becek. “Habis salat menunya nasi goreng campur perkedel yah sayang?!” “Oke dinda, tapi jangan lupa teh manisnya juga ya..” Aku beranjak dari kasur, mengenakan handuk, lantas ke kamar mandi. Guyuran air shower seperti hujan meremah pori – poriku. Mensucikan segenap kenistaan menjadi kemuliaan. Begitu juga dengan Lena, ia mandi setelahku. Aku menunggunya di atas gelaran sajadah subuh. Kami berdo’a dibawah relung sayap malaikat merengkuh paras bumi. Matahari mulai mengintip dari celah pagi. Aroma bawang bercampur kecap manis, dan segala remah – remah bumbu menggeranyangi perut laparku dari dapur. Lena mempersiapkan satu piring porselen yang sedikit lebar untuk kami berdua. “Awaaas nasi datang! Ibunya jangan egois ya, kan sekarang satu piring kita bertiga yang makan!” Sambil menyuapi Lena aku bercanda membelai perut buncitnya. “Papanya juga jangan rakus ya, pokoknya ingat papa itu harus ganti rokoknya sama susu Ibu hamil!, biar nanti pas udah lahir kamu siap ninju papa!” Lena menatap bayi dalam perut itu, anakku, dengan tatapan berbinar seorang ibu. “Ukhuuuk…ukhuuk…aaakh!!” Nasi goreng yang baru setengah kukunyah, spontan menyembur seenaknya. Bercampur warna merah, Lena menatapku dengan ekspresi senyum yang tertunda cemas. Dan aku tahu ini sudah bulan ke delapan istriku hamil. Pagi ini di mana ia terlanjur tahu, kalau aku sudah lama menyembunyikan batuk darahku darinya. Demi tetap menjaga senyum dibibirnya. “Ya Tuhan, kanda!?” Aku tidak menjawab, ku rebut sendok dari tangan Lena yang sedari tadi kami gunakan untuk saling menyuapi. Sesendok nasi goreng itu aku lumat dengan tanganku sendiri. Dengan melirik jam tangan, aku mengalihkan perhatian. “Waktu kantor lima menit

PUISI DG Kumarsana Bola Mata Anak Tanggung Hari-hari dalam berbagai peristiwa seorang anak tanggung yang mengirimkan bola matanya getaran gelombang dari orang seberang mahluk-mahluk tak jelas bergerak, bagai remote control mencari-cari signal bola mataku Membuat limbung sesaat adakah yang mampu menahan laju getaran buatan manusia ketika Ciwa bertahta atas kebenaran membuatmu mengerjap berulang-ulang hai anak tanggung, carilah cara berdoa yang benar tanpa mesti mengusik kenyamanan kedamaian itu sungguh keabadian yang tinggi dan maha mulia mimpi-mimpi buruk akan segera menghantui berbagai wajah-wajah tak jelas tak pelak menyinggahimu keberadaan yang kau kucilkan sebagai sebuah kekuatan mata angin yang membenturkan cuaca menjadi surut sesaat untuk selalu berubah-ubah kemana maunya apakah itu yang akan menghampirimu Bola mata anak tanggung, membelit jiwa basah : dalam jiwa yang tanggung mengelantang hati kepuasan tak membentuk makna mengelantang arah angin yang tak jelas kisarnya

lagi dinda, kanda berangkat dulu, tolong bekas darah dan nasinya di bersihkan, dan jangan lupa cuci tanganmu dengan air hangat setelah itu! Assalamu’alaikum! “Wa’alaikumsalan, tapi kanda cium…!” “Tidak, aku tidak ingin, cukup kita berdua saja. Dia belum mengenal kelahiran sayang. Kanda tidak mau matahari tertunda untuknya.” Batinku dalam hati, sambil terus berlalu memunggungi tatapan istri yang sedang mengelus buah hatiku dalam perutnya. *** Kini sesal itu bukan hanya membengkak. Bahkan ia benar – benar hidup, berdenyut dalam diriku. Menggerutu. “Sayang, sekarang siapa yang lebih kejam. Siapa yang hanya memikirkan dirinya sendiri!? Rindu katamu pada tubuhku, dulu. Dan sekarang rindu kita, lihat apa yang diperbuat olehnya. Bahkan setengah dari diriku menangis, cinta itu hanya nafsu yang kejam. Rindu itu tak lebih hanya pisau yang diam – diam menggerogoti akal sehatmu. Ibu, kau ibu dari pelita kita sayang!” “Ukhuuuk,,,ukhuuuk,,,aakhh…!” “Hendra, kamu lebih baik pulang istirahat, bapak lelah melihatmu batuk – batuk dari tadi!” “Ekhemmm, udah biasa kok pak, aku…” Belum selesai aku berbicara dengan atasanku, ponsel disamping keyboard itu bergetar. Istriku menelfon, lantas aku buru – buru mengangkatnya. “Ya sayang ada apa.!?” “Ukhuuuk… ukhuuuk..uekkzz!! Jagoanmu sayang, aaakhh…dia, dia mau keluar dari gawang, perut dinda sakit, ukhuk…!” “Ya Tuhan, tunggu!” Aku menatap atasanku yang masih berdiri di sampingku, “Pak, saya minta tolong, istri saya akan melahirkan, jadi…” “Ayo.!!” meraih kunci mobilnya, atasanku langsung ikut tergesa – gesa menuju rumah. Istriku sambil batuk, sambil megap – megap dalam perjalanan ke rumah sakit. Aku segera menelfon ibu mertua, dan adik iparku. Memberitahu mereka untuk berkumpul di Rumah Sakit Umum Daerah. Menutup ponselku, sial gagangnya merah kena cipratan darah dari mulutku. Tuhan, TBC-ku semakin parah. *** Seharian aku menunggu kabar dari dokter. Duduk, beringsut, batuk – batuk, duduk lagi, berdiri lagi membuang tisu dipenuhi darah. Batuk – batuk lagi,

sampai aku tak tahan hingga menuju kamar kecil di samping ruang tunggu. Di dalam aku menemukan cermin, bayanganku seperti tidak kukenali. Cekung mataku mirip sekring kehabisan daya, pipiku nampak begitu tipis dengan tulang menonjol. “Ukhuuuk…ukhuuuk…” darah itu membuncah lagi. “Istriku, sayangku, adindaku, bertahanlah…!” Ada yang menangis, anakku. Tuhan. Aku tersenyum menatap bibirku di kaca. Jagoanku. Namun tangisan itu tiba – tiba di sambut dua tangisan perempuan lain. Urung kubuka pintu kamar kecil. Ketika semakin jelas itu suara ibu mertua dan adik ipar. “Anakku… INNALILLAHHIWAINNAILAIHIRAJIU’N…!” “Kakaaak…” Dunia semakin mengecil dalam tatapanku yang rapuh. Istriku, sayangku, adindaku, pergilah rinduku. Aku tinggal menghitung pasir waktu yang kamu sisakan. Iya, separuh hidup memang milik kita, dan sepenuhnya dunia milik—aku menatap ponselku, menggenggamnya dengan telapak tangan penuh darah mawar merahku, mengetik sebuah nama “Jika ia perempuan, berikan nama ; ALENA PATRICIA, namun jika yang lahir jagoanku, berikan nama ; JANUAR MAHENDRA.” Dan ibu harus tahu dunia milik cucumu, bukan milik cinta atau rindu. Jangan pernah ajarkan mereka untuk mencintai ataupun merindukan aku dan Lena. Namun ajarkanlah mereka untuk mengasihi dan menyayangi ayah dan ibunya. Karena aku sudah pasti akan menjemput anakmu, dan suamimu, bapak mertuaku.

Megatsih disaksikan oleh laut tak ingin kau lepaskan puting susu ibumu di sisi tablak kayu berkeringat derai air mata sang ayah siap sudah di hilir pantai lalu kemudaan daun-daun pandan disulam menjadi anyaman tali berduri terlelap tubuh bermerah peluh ibumu, Cilinaya yang lugu dibaringkan ia di atas tablak kayu dan gelombang laut utara yang nelangsa melarungkannya saat itu tangismu dihitung lepasan tiap jengkal taliasih yang lalu pegat, putus menjadi namamu

Desember 2012

Meguri Soma

Yogi S Memeth

Requiem Siang

Di Makam

Mataram siang hari seekor burung jatuh dari dalam doaku seperti butir airmata

di sana, ia menyendiri. putik kamboja samping kiri-kanan anyir aroma keringat menipu

Ichwanussofa hobi menekuni karya sastra. Mahasiswa aktif di Organisasi Teater Putih FKIP UNRAM. Jurusan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Pernah mewakili NTB pada tangkai lomba pembacaan puisi kategori putra Pekan Seni Mahasiswa XI, tahun 2012 lalu.

Yusran Hadi

Lereng pengsong 2013

di makam, seorang kiyai berdiam diri. surban apinya membelah malam

Mataram. 16 Januari 2014 04:30 Subuh.

kemarin, kita bertemu di ruang tamu merayakan kemenangan kau selipkan bunga di sela jemariku kugenggam sepanjang jalan pulang

di makam itu, ia menangis dalam bahasa ruh yang sempat sampai pada hujan terikat depan pintu

daun-daun mengering setiap pagi kupetik sebagai awal gelisah sebelum pulang, aku ingin menangis menyerahkan segenap resah

ujungnya isyarat nisan, tentang nama yang samar belum selesai ter-eja resah berjelaga

jam 07:30, kembali kubuka pintu kamar mandi matahari mengapung di bak mandi kau beranjak ke Peraya

Lombok Timur .12

2013


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM

Jakarta (Suara NTB) – Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi Kantor Kementerian ESDM di Jalan Merdeka Selatan Nomor 18 Jakarta Pusat dan menggeledah ruangan di kantor tersebut.

(ant/bali post)

PENUHI PANGGILAN KPK - Wakil Gubernur Banten Rano Karno datang memenuhi panggilan KPK terkait kasus suap sengketa Pilkada Lebak, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/1). Pemeriksaan pertama Rano Karno tersebut sebagai saksi dalam kasus suap sengketa Pilkada Lebak, dengan tersangka Akil Mochtar.

Rano Karno Penuhi Panggilan KPK Jakarta (Suara NTB) – Wakil Gubernur Banten Rano Karno memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap sengketa pemilihan kepada daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi. “Hari ini saya diperiksa terkait kasus pilkada Lebak untuk tersangka AM (Akil Mochtar),” kata Rano Karno saat tiba di

Gedung KPK Jakarta, Jumat. Rano datang bersama dua orang ajudannya dan langsung masuk ke ruang tunggu KPK. Sebelumnya KPK juga telah memeriksa dua kandidat calon Gubernur Banten pada pemilihan Gubernur Banten 2011 yaitu anggota Komisi VII asal fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini pada Kamis (16/1) dan Wahidin

Halim pada Senin (13/1). Pada Pemilu Gubernur (Pilgub) Banten 2011, Jazuli berpasangan dengan Makmun Muzakki yang bersaing dengan dua pasangan lain yaitu Ratu Atut ChosiyahRano Karno dan Wahidin Halim-Irna Narulita. Pasangan Ratu Atut-Rano Karno akhirnya memenangkan pilgub tersebut. Jazuli kemudian mengajukan gugatan ke MK, namun ditolak. (ant/bali post)

Pengacara Larang Anas Beri Keterangan Jakarta (Suara NTB) – Adnan Buyung Nasution selaku kuasa hukum mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, melarang kliennya mem-

Adnan Buyung Nasution

berikan keterangan kepada penyidik KPK dalam perkara dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang. “Saya larang Anas, jangan jawab satu katapun, saya menantang, langsung ke sidang saja, kalau begini caranya, kalau KPK tetap mau melanggar hukum, tidak menghormati hak asasi orang, kami tidak usah layani,” kata Adnan di gedung KPK Jakarta, Jumat. Pada pemanggilan Jumat lalu (10/ 1), Anas juga tidak diperiksa penyidik karena tidak didampingi tim pengacaranya yang menyatakan tidak setuju pencantuman “proyekproyek lain” dalam surat perintah penyidikan Anas.

“Saya konsisten pada sikap dan pendirian hukum bahwa orang yang dipanggil, diperiksa, didengar keterangannya, harus jelas untuk tuduhan apa? Tidak hanya ditulis untuk proyek Hambalang dan proyek lain-lainnya. Saya menolak itu. Kami minta diubah, proyek apa? Tuduhan apa? Kalau tidak bisa diubah lagi, tambah saja, proyek Hambalang dan proyek apa,” ungkap Adnan. Adnan mengaku bahwa meski Anas sudah berada di ruang pemeriksaan, kliennya tersebut tidak membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Anas hanya bercanda dan mengobrol dengan penyidiknya. Menurut Adnan, Anas pun bersedia mengikuti instruksi Adnan tersebut. “Anas konsisten, konsekuen, kita terus ke pengadilan saja nanti, zaman kolonial Belanda dan Jepang, seorang tersangka wajib menjawab apa saja. Tapi, kami sebaliknya, saya yang masuk membuat KUHAP-nya, kami berhak tidak menjawab kare-

na kami menjaga kesetaraan supaya pemeriksaan tidak sewenang-wenang,” jelas Adnan. Meski tidak bersedia memberikan keterangan, Adnan menolak disebut Anas tidak kooperatif. “Kooperatif bukan berarti harus tunduk, bila dilakukan sewenang-wenang, saya minta setiap warga negara sadar hak asasinya, saya begitu sejak tahun 1970 sampai sekarang, mendirikan LBH (Lembaga Bantuan Hukum) juga begitu, menyadarkan rakyat Indonesia, mempertahankan hak dan martabatnya,” ungkap Adnan. Adnan pun mengaku bahwa ia juga yang menginstruksikan Anas tidak datang dalam panggilan awal yaitu pada 7 Januari 2014. Anas ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2012 berdasarkan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Unair Bantah Terlibat Kasus Anas Surabaya (Suara NTB) – Pihak Universitas Airlangga (Unair) membantah keterlibatan dalam salah satu dari tiga kasus gratifikasi oleh mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. “Kasus Anas yang dikaitkan dengan Unair adalah kasus gratifikasi pengadaan alat laboratorium kesehatan,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Dr MG Bagus Ani Putra S.Psi di Surabaya, Jumat. Namun, tender dalam pengadaan alat-alat laboratorium kesehatan itu dilakukan oleh Kemenkes, sedangkan Unair hanya menerima dalam bentuk barang untuk Rumah Sakit Penyakit Tropis dan Infeksi (RSPTI).

“Itu kasus tahun 2011 dan Unair tidak terlibat dalam pengadaannya, karena tender untuk pengadaan dilakukan Kemenkes. Jadi, posisi Unair dalam kasus itu hanya saksi,” katanya. Apalagi, katanya, posisi Unair juga sangat pasif, karena alat-alat yang diterima itu bukan pengajuan Unair, melainkan hibah Kemenkes karena Unair ditunjuk sebagai “National Health Center”. “Kalau pun alat-alat itu disita KPK, kami juga tidak ada masalah. Hanya saja, kalau alat-alat itu dibutuhkan RSPTI, maka kami akan mengajukan permohonan pinjam-pakai,” katanya. Bahkan, katanya, jika Unair diperiksa KPK terkait alatalat itu, maka Unair juga siap,

tapi pemeriksaan itu sifatnya sebatas saksi, seperti pemeriksaan Rektor Unair terkait tersangka M Nazarudin. “Pak Rektor memang baru saja diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan M Nazarudin terkait RS DGI,” katanya. Tentang posisi Anas Urbaningrum sebagai alumni Fisip Unair, Bagus menyatakan Anas memang merupakan alumni terbaik Fisip Unair dari angkatan tahun 1988. “Kami menyesalkan hal itu bila memang Anas terbukti bersalah, tapi kami tidak perlu meminta maaf, karena kasus Anas itu berbeda dengan kasus Rudi Rubiandini, sebab Rudi itu guru besar, sedang-

kan Anas hanya alumni, jadi perbuatan Anas itu bersifat individu,” katanya. Selain itu, Anas juga bukan hanya alumni Unair. “Anas memang alumni Unair untuk S1, tapi dia alumni UI untuk S2 dan dia juga alumni UGM untuk S3. Jadi, kalau alumni itu di luar kontrol institusi, bahkan alumni juga sangat ditentukan lingkungan,” katanya. Namun, kasus yang menimpa Anas itu memberi hikmah kepada Unair untuk melakukan pembenahan organisasi alumni Unair di berbagai fakultas yang tersebar di berbagai daerah agar “Excellent with Morality” yang menjadi komitmen Unair juga menjadi komitmen alumni. (ant/bali post)

Sejumlah Kawasan di Jakarta Terendam Banjir Jakarta (Suara NTB) – Sejumlah kawasan di Jakarta pada Jumat siang terendam banjir akibat hujan yang turun sejak Kamis (16/1) malam hingga Jumat pagi. Berdasarkan data dari Pusat Manajemen Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sejumlah kawasan terendam banjir mulai dari Kelapa Gading, Sunter, Pulogadung, Jembatan Lima, Kampung Bandan, Cengkareng, Cilincing, Pademangan, dan lainnya. Kawasan tersebut terendam dengan ketinggian air

10 centimeter hingga 40 centimeter. Dari pantauan Antara, banjir tersebut mengakibatkan kemacetan yang terpantau hampir di seluruh jalan di DKI Jakarta. “Saya terpaksa pulang lagi ke rumah, tidak sanggup menghadapi banjir di jalan,” ujar seorang warga Sri Wahyuni yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terdapat 17 titik genangan. Genangan yg terjadi akibat

curah hujan cukup tinggi yakni Jalan Boulevard Raya, Daan Mogot, Jalan Plumpang, Jalan Raya Tanjung Priok. Kemudian Jalan Raya Kelapa Gading, di depan Balai Samudra Kelapa Gading, Jalan Pluit Putra, Perumahan Taman Palem Lestari, Jalan Arjuna, Jalan Raya Kelapa Gading depan Mall of Indonesia. Selanjutnya, jalan Kebantenan IV Semper Timur, Jalan Susilo Raya Jakarta Barat, Jalan Kenari, Jalan Gaya Motor Raya Sunter 2, Jalan Raya Cipulir arah Kebayoran Lama,

Jalan Raya Tugu Utara Koja, dan Jalan Gunung Sahari. Sejumlah pintu air siaga dua yakni Katumpala dengan ketinggian 160 cm, Pasar Ikan dengan ketinggian 205 cm. Pintu air Pesanggrahan 100 cm (siaga 4), Angke Hulu 195 cm (siaga 4), Cipinang 110 cm (siaga 4), Sunter Hulu 65 cm (siaga 4), Pulogadung 535 cm (siaga 3), Depok 200 cm (siaga 4), Manggarai 740 cm (siaga 3), Karet 480 cm (siaga 3), Waduk Pluit -65 cm/G, dan Krukut Hulu 80 cm (siaga 4). (ant/bali post)

Para penyidik tiba Jumat sekitar pukul 14.30 Wib dan langsung menuju lantai enam Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Lantai enam merupakan ruang Biro Keuangan. Para penyidik dengan memakai rompi bertuliskan KPK terlihat membawa dua koper besar berwarna merah beserta kereta dorongnya. Tampak pula mendampingi sejumlah anggota kepolisian. Saat ditanya penggeledah-

an terkait kasus dengan tersangka mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno, salah seorang penyidik tidak bersedia memberikan keterangan. “Mau ke lantai 6,” kata salah satu penyidik singkat sebelum naik lift. Wartawan yang ingin menuju ke ruang lantai enam dilarang sejumlah petugas satuan pengamanan Kementerian ESDM. Pada Kamis (16/1), KPK

menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka dengan dugaan penerimaan suap yang dijerat Pasal 12B, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Saat penggeledahan beberapa waktu lalu, KPK menyita uang 200 ribu dolar AS dari ruang kerja Waryono Karno. (ant/bali post)

Seorang Kernet Punya Rekening Rp 19,7 Miliar Jakarta (Suara NTB) – Uang sebesar Rp 19,7 miliar ditemukan dalam tiga rekening seorang kernet atau pembantu pengemudi bernama Ratiman yang bekerja pada Pejabat Bea Cukai Syarifudin diduga untuk menampung gratifikasi dari importir PT Kencana Hery Liwoto. “Syarifudin mengoperasikan rekening atas nama Ratiman. Banyak sekali incoming transfer (transfer masuk-Red) ke Ratiman yang digunakan untuk menampung ini yang totalnya Rp19,7 miliar dari tiga rekening,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis. Arief mengatakan, penyelidikan tersebut berawal dari adanya pelaporan impor gula ilegal di Pontianak pada perusahaan Hery, kemudian dilakukan penyelidikan, ternyata bukan produk gula saja yang diduga dibantu “dimasukkan” oleh Syarifudin yang pada waktu itu menjabat sebagai Pelaksana Pemeriksa BC Pontianak 2010. Produk-produk lainnya, lanjut dia, meliputi produk-produk China, seperti mebel, alat pertukangan dan sebagainya. Dia menjelaskan untuk memberikan suapnya tersebut, Syafrudin menggunakan nama Ratiman yang dioperasikan melalui sms-banking. Selain itu, Arief menyebutkan dalam rek-

ening Syafrudin ditemukan Rp11 miliar dan saat ini penyidik telah memblokir 15 rekening yang digunakan Hery untuk mentransfer uang suap kepada Syafrudin. “Ratiman akan dijerat apabila dia aktif menggunakan identitasnya dan paling tidak dia tahu akan kena pasal 4 atau pasal 5,” katanya. Arief menjelaskan meskpiun Syafruddin belum ditetapkan sebagai tersangka, tetapi dia sudah ditangkap Kejaksaan Negeri Sanggau karena kasus korupsi serta pungutan liar dan sekarang dalam proses penyidikan. Hery juga telah ditetapkan sebagai tersangka karena kasus suap pejabat bea cukai, yakni Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Riau Langen Projo dengan memberikan satu unit sepeda motor Harley Davidson. Berdasarkan penyelidikan, lanjut Arief, Syafrudin juga mantan bawahan Langen Projo di Ditjen Bea Cukai. Atas perbuatannya, Hery terancam dikenai keduanya diancam dengan Pasal 5 Ayat (1) dan (2) UU Tipikor dan Pasal 11, Pasal 12 A dan Pasal 12 B UU Tipikor. Selain itu, keduanya juga Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 3 dan Pasal 5 UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. (ant/bali post)

Sofyan Djalil Dipanggil KPK Terkait Century Jakarta (Suara NTB) – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan bank tersebut sebagai bank gagal berdampak sistemik. “Saya saksi dalam kasus pak Budi Mulya,” kata Sofyan saat tiba di gedung KPK Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat. Seharusnya Sofyan diperiksa pada Rabu (15/1), namun ia tidak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Sofyan yang menjadi menteri BUMN pada 2007-2009, mengaku saat dana talangan KPK dikucurkan pada 2008 menjabat sebagai Menteri Keuangan ad-interm. “Waktu itu saya kebetulan Menteri Keuangan ad-interim sewaktu Bank Century kalah clearing, itu saja, mungkin dalam konteks itu saya dipanggil,” ungkap Sofyan.

Sofyan mengonfirmasi bahwa memang ada dana BUMN yang sempat disimpan di Bank Century. “Makanya diselamatkan, jadi amanlah dia (BUMN), ada empat atau lima yang menyimpan deposito,” katanya. Ia tidak menjelaskan BUMN apa saja yang menyimpan dananya di Bank Century. “Kalau tidak salah kurang dari Rp 1 triliun, sekitar Rp 600700 miliar,” jelas Sofyan. Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan kerugian negara akibat pemberian FPJP dari Bank Indonesia ke Bank Century mencapai Rp 689,3 miliar, sedangkan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp6,76 triliun sehingga total kerugian negara adalah Rp 7,4 triliun. KPK dalam kasus ini baru menetapkan mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya sebagai tersangka dan telah ditahan sejak 15 November 2013 lalu

(ant/bali post)

Sofyan Djalil

di rumah tahanan KPK. Sebenarnya ada pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum yaitu mantan Deputi Bidang V Pengawasan BI Siti Chodijah Fajriah namun saat ini Fajriah masih sakit sehingga belum bisa dimintai pertanggungjawaban pidana. (ant/bali post)

Pasek Dipecat Karena Langgar Kode Etik Partai Demokrat Jakarta (Suara NTB) – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pemecatan Gede Pasek Suardika sebagai anggota DPR RI karena melanggar etika. “Pasek sudah langgar kode etik partai. Itu isi surat recall. Memang tidak ada yang bilang masuk Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) melanggar aturan. Tapi akhir- akhir ini sering muncul, pasang badan untuk Anas (mantan Ketua Umum PD) dan itu bertabrakan dengan partai,” kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat. Pemecatan Pasek, katanya, adalah hak dari DPP Partai Demokrat, bukan urusan Fraksi Partai Demokrat. “Itu adalah hak DPP PD, kalau sudah menyimpang kode etik, tentu DPP PD berhak men-

geluarkan kebijakan partai se- akan semakin menurunkan elekbagai institusi. Partai sebagai tabilitas partai, Nurhayati yakin, institusi harus bisa menegak- hal tersebut tak akan berpenkan aturan,” kata Wakil Ketua garuh pada elektabilitas partai. “DPP PD sudah pikirkan Umum PD itu. elektabilitas partai “Saya sama dengan pemecatan sekali tidak Pasek dan harus tahu kalau disikapi oleh caPasek direcall. leg dengan bekSaya hanya erja dan turun ke diberi copian bawah. Kalau surat oleh DPP PD tersandung PD. Saya juga korupsi, itu kaget,” imbuh oknum. Tapi meNurhayati. mang kedua perisKetika dittiwa itu berdampanya, apakah ak pada PD,” kata pemecatan dia. (ant/bali post) Pasek dan juga penggeledahan ruang Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana dan Tri Gede Pasek Suardika Yulianto (ant/bali post)


SUARA NTB Sabtu, 18 Januari 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Sejumlah Titik Strategis di Bangkok Dikuasai Demonstran Bangkok – Memasuki hari keempat setelah gerakan Shut Down Bangkok yang dimotori gerakan oposisi pemerintah Peoples’s Democratic Reform Committee (PDRC), sejumlah titik strategis di pusat kota Bangkok masih dikuasai para demonstran. Mereka memblokir sejumlah ruas jalan, terutama persimpangan strategis yang menjadi pusat mobilitas warga, jalan-jalan di pusat bisnis, dan di lokasi sekitar kantor-kantor pemerintah pada Kamis. Di antaranya di Pathumwan Intersection, Victory Monument, di depan Markas Besar Kepolisian Thailand di Ratchaprasong, dan lokasilokasi strategis lainnya, ujar anggota Dewan Pengawas Antara Hadi M Djuraid dari Bangkok Di lokasi-lokasi tersebut mereka mendirikan tenda-tenda raksasa untuk menampung para pemrotes. Selain menjadi pusat kegiatan demonstrasi, tenda-tenda itu berfungsi pula sebagai tempat istirahat. Para demonstran juga mendirikan tenda-tenda kecil di jalan-jalan, trotoar, dan di areal parkir. Di sejumlah lokasi dibangun panggung hiburan untuk menghibur dan menjaga motivasi para pemrotes. Di sisi panggung terdapat layar raksasa yang terus menerus menampilkan suasana demonstrasi dari berbagai lokasi. Secara sporadis para demonstran juga melakukan long march di

sejumlah ruas jalan utama. Pada hari keempat pasca digaungkannya gerakan melumpuhkan kota Bangkok atau Shut Down Bangkok, Senin 13 Januari, suasana kota Bangkok mulai beranjak normal. Pusat perbelanjaan dan perkantoran beraktifitas seperti biasa, meskipun mengurangi waktu operasi hanya sampai pukul 18.00. Pemerintah mengklaim jumlah pemrotes sudah turun drastis dari sekitar 30 ribu pada hari Senin menjadi belasan ribu pada Kamis. Meski demikian, sejumlah perguruan tinggi terkemuka seperti Chulalangkorn University masih meliburkan mahasiswa. Semula aktivitas perkuliahan dihentikan sejak Senin 13 Januari hingga Rabu 15 Januari. Namun pimpinan universitas memperpanjangnya hingga Jumat 17 Januari dengan alasan adanya krisis politik, disertai seruan agar warga kampus menjauhi pusat-pusat aksi massa. Seruan untuk menjauhi pusat-pusat aksi massa juga telah dikeluarkan secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bankok. (ant/Bali Post)

Serangan Al Qaida Tewaskan 10 Prajurit di Yaman ;Sanaa Sepuluh prajurit Yaman tewas Kamis dalam tiga serangan serentak militan Al Qaida terhadap posisi-posisi pasukan di provinsi wilayah tengah, Bayda, kata seorang pejabat militer. Dua-belas militan juga tewas dalam bentrokan selama penyerbuan itu, kata pejabat itu, lapor AFP. “Penyerang Al Qaida melancarkan serangan-serangan serentak ke tiga posisi militer di Rada” di Bayda, yang merupakan pangkalan militan, kata seorang pejabat setempat kepada AFP. Sepuluh prajurit tewas, beberapa lain cedera, kata sumber militer itu, dengan menambahkan bahwa empat prajurit ditangkap. Menurut pejabat itu, para penyerang mencakup seseorang yang memakai sabuk peledak yang dibunuh oleh pasukan. “Puluhan orang bersenjata terlibat dalam serangan di Rada,” kata seorang pejabat setempat. AS meningkatkan serangan pesawat tak berawak di Yaman sebagai bagian dari upaya menumpas AQAP, yang dianggap oleh Washington sebagai cabang paling mematikan dari Al Qaida. Pada 8 Januari, dua terduga militan Al Qaida tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di provinsi Hadramout, Yaman tenggara. Pesawat itu menembakkan sedikitnya satu rudal ke sebuah mobil di daerah al-Qatan, yang mengakibatkan kendaraan itu hancur dan dua orang tewas. Pada 27 Desember, serangan pesawat tak berawak yang diyakini milik AS juga menewaskan dua terduga anggota Al Qaida di wilayah Hadramout. Serangan itu dilakukan sehari setelah ahli-ahli hak asasi manusia PBB mengungkapkan “keprihatinan serius” atas serangan-serangan pesawat tak berawak AS di Yaman pada Desember yang mengakibatkan kematian sejumlah warga sipil. PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 26 Desember, 16 warga sipil tewas dan sedikitnya 10 lain cedera ketika dua iring-iringan pernikahan diserang pesawat tak berawak di Yaman pada 12 Desember. Korban telah disalahartikan sebagai anggota Al Qaida, kata PBB mengutip beberapa pejabat keamanan setempat. Militan Al Qaida memperkuat keberadaan mereka di Yaman tenggara, dengan memanfaatkan melemahnya pemerintah pusat akibat pemberontakan anti-pemerintah yang meletus pada Januari 2011 yang akhirnya melengserkan Presiden Ali Abdullah Saleh. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

DEMO - Puluhan demonstran istirahat di tenda-tenda. Mereka juga memanfaatkan trotoar, areal parkir, dan sejumlah ruas jalan untuk mendirikan tenda.

Afghanistan Tuduh AS Bunuh Tujuh Bocah dalam Serangan Udara Kabul – Presiden Hamid Karzai pada Rabu menuduh Amerika Serikat menewaskan tujuh anak-anak dan wanita dalam serangan udara di Afghanistan tengah, yang diduga semakin merusak hubungan kedua sekutu. Hubungan Washington dengan Kabul tegang bertahun-tahun dan perundingan atas kesepakatan untuk memungkinkan pasukan Amerika Serikat tetap berada di negara bergolak itu sesudah tahun ini berubah menjadi sengketa umum berkepanjangan, lapor AFP. “Sebagai hasil pemboman pasukan Amerika Serikat tadi malam di kabupaten Siahgird, propinsi Parwan, satu perempuan dan tujuh anakanak tewas dan satu warga terluka,” kata pernyataan kantor Karzai.

“Pemerintah Afghanistan bertahun-tahun meminta penghentian tuntas gerakan di pedesaan, tapi pasukan Amerika Serikat, yang melawan semua kesepakatan, sekali lagi membomi daerah perumahan dan membunuh warga,” katanya. Korban di kalangan rakyat menjadi salah satu masalah paling peka dari 13 tahun campur tangan tentara Amerika Serikat di Afghanistan dan Karzai sering menggunakan penembakan “tak sengaja” dan serangan udara “tak terarah” untuk mencaci negara asing dan memicu kemarahan rakyat. Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF ) NATO sebelumnya menyatakan mengetahui laporan bahwa sedikit-dikitnya dua warga secara “tidak sengaja” tewas pada hari itu dalam gerakan gabungan pimpinan Af-

ghanistan di kabupaten Ghorband (Siahgird). “Pasukan musuh menyerang pasukan Afghanistan dan gabungan dari beberapa arah,” katanya, “Pasukan Afghanistan dan gabungan balas menembak dan memanggil dukungan pertahanan udara untuk mengatasi tembakan musuh itu.” ISAF menambahkan bahwa salah satu tentaranya tewas dalam pertempuran itu, selain sedikit-dikitnya 10 pejuang. Juru bicara Taliban menyatakan 12 tentara Afghanistan tewas, tapi pejuang itu dituding sering membesar-besarkan jumlah korban meninggal. Kabupaten Siahgird, sekitar 40 kilometer utara Kabul, berada di jalan utama dari ibukota itu ke Bamiyan. Jalur itu dianggap aman, tapi wilayah tersebut semakin

dilanda kekerasan dengan bentrokan besar pasukan keamanan Afghanistan dengan Taliban sejak Oktober. Pada akhir tahun lalu, Karzai membuat keputusan mengejutkan dengan tidak menandatangani perjanjian keamanan dwipihak (BSA) dengan Amerika Serikat, yang mengancam penarikan tuntas pasukan NATO pada akhir 2014. BSA akan membuat beberapa ribu tentara Amerika Serikat tetap di Afghanistan untuk memberikan pelatihan dan bantuan dalam pertempuran melawan Taliban sesudah tugas tempur NATO berakhir pada Desember. Penandatanganan perjanjian itu juga prasyarat bagi pengiriman miliaran dolar bantuan Barat untuk Afghanistan, yang akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih pengganti Karzai pada

April. Tentara dan polisi Afghanistan berkembang pesat dalam empat tahun belakangan, tapi negara itu terancam terjebak dalam kekacauan tanpa bantuan asing jika pejuang dan panglima perang berebut kekuasaan. Hubungan Amerika Serikat dengan Afghanistan juga memburuk ketika Kabul pada pekan lalu menyatakan akan membebaskan puluhan tersangka pejuang Taliban dari penjara karena tidak ada bukti. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Senin bersikeras percaya pada siasat perangnya di Afghan sesudah mantan menteri pertahanan Robert Gates menyatakan presiden salah dalam keputusannya pada 2009 untuk mengirimkan 30.000 tentara tambahan. (ant/Bali Post)

Presiden Lebanon Kutuk Serangan Kesenjangan Teroris di Hermel Miskin-Kaya Ancaman Beirut – Presiden Lebanon Michel Suleiman, Kamis, mengutuk serangan bom mobil yang mengguncang kota Bekaa timur Hermel menyebabkan kematian lima orang dan melukai sedikitnya 48 orang lain. Michel Suleiman mengecam serangan bom mobil itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor medianya, dan menyerukan seluruh kabinet yang mencakup semuanya “untuk menghadapi kelompok-kelompok teroris.” Dia mengatakan “ledakan teroris yang menargetkan kota Hermel hari (Kamis) ini adalah episode baru kriminalitas.” Kepala negara kemudian meminta tentara dan pasukan keamanan untuk mengintensifkan upaya mereka guna menangkap pelaku dan membawa mereka ke pengadilan. Perdana Menteri sementara Najib Miqati mengutuk serangan itu dan menugaskan Komite Nasional Penanggulangan Bencana dan Krisis untuk “segera menindaklanjuti situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan.” Miqati mengatakan dalam satu pernyataan bahwa “tin-

Terbesar Dunia

Michel Suleiman dakan-tindakan terorisme bertujuan untuk menciptakan kerusuhan dan mempermainkan keselamatan dan kehidupan rakyat Lebanon.” Sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Front alNusra di Lebanon “ mengaku bertanggung jawab atas serangan dalam satu pesan di Twit-

(ant/Bali Post)

ter, seperti dilaporkan Xinhua. Kelompok yang sebelumnya tidak dikenal itu mengatakan serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 47 orang lain di Hermel, benteng gerakan Syiah Lebanon Hizbullah, dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri. (ant/Bali Post)

London – Menjelang Pertemuan Davos bulan ini, Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyatakan, semakin lebarnya kesenjangan antara kaum kaya dan kaum miskin menjadi risiko terbesar dunia tahun ini. Lembaga ini menyampaikan peringatan ini pada survey tahunannya Global Risks yang dipublikasikan sebelum pertemuan tahunan di Davos, Swiss, 22-25 Januari. “Kesenjangan yang kronis dalam pendapatan warga terkaya dan termiskin dipandang sebagai risiko yang kemungkinan besar menimbulkan kerusakan global yang sering dalam dekade mendatang,” kata WEF. Dalam Global Risks 2014 yang didasarkan pada survey terhadap lebih dari 700 pakar industri, pemerintah, akademisi dan masyarakat sipil, WEF menggarisbawahi kemungkinan-kemungkinan

peristiwa yang bisa merusak perekonomian dunia tahun ini. Setelah disparitas pendapatan, risiko yang paling mungkin timbul yang bisa menimbulkan kejutan sistemik di seluruh dunia adalah cuaca ekstrem, diikuti pengangguran, perubahkan iklim dan serangan siber. WEF menambahkan bahwa risiko global yang dianggap paling mengkhawatirkan responden adalah potensi krisis fiskal berikutnya, menyusul krisis di zona euro. “Risiko ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan mendominasi daftar risiko global yang paling dikhawatirkan responden, dengan krisis fiskla menyeruak menjadi isu utama,” kata WEF seperti dikutip AFP. WEF juga mengkhawatirkan potensi ketidakstabilan politik dan sosial. (ant/Bali Post)

Snt18012014  

Tersangkut Kasus Suap Subri Kasi Pidum dan Pidsus Kejari Praya Dicopot

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you