Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

SENIN, 17 JUNI 2013

12 HALAMAN NOMOR 85 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Selong (Suara NTB) Situasi kamtibmas Lombok Timur (Lotim), pascakeputusan Mahkaman Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada 2013 terusik. Sabtu (15/6), bentrokan terjadi di Desa Rumbuk, Sakra yang mengakibatkan sedikitnya delapan polisi terluka. Bentrokan yang terjadi di Lotim dipicu kekecewaan salah satu pendukung pasangan calon, berimbas kepada pihak Kepolisian.

(Suara NTB/kir)

Lobi Arab Saudi PEMERINTAH Indonesia sampai saat ini masih terus melakukan lobi kepada pihak Kerajaan Arab Saudi, terkait kebijakan pemotongan kuota haji musim haji tahun 2013 ini. Langkah ini dilakukan agar kuota haji Indonesia tidak ikut dipangkas. Bersamaan dengan itu, pemerintah pun sejauh ini juga tengah menggodok beberapa opsi yang bakal diambil jika kemudian upaya lobi kepada pihak kerajaan tidak membuahkan hasil. Bersambung H.Suryadharma Ali ke hal 12

kahan batu mengenai Briptu Faturahim, hingga menyebabkan kendaraannya oleng dan menabrak tembok rumah warga. Sontak warga lainnya menyerbu pasukan Dalmas tersebut. Ada yang menganiaya dan melempar dengan batu. Akibat kejadian itu, delapan anggota polisi luka-luka. Mereka kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif. Setelah melalui pemeriksaan, luka paling parah dialami Faturahim. Bagian kepalanya luka robek akibat benturan bongkahan batu. Bersambung ke hal 12

Pilkada Lobar 2013

Munajib-Mahrip, Duet Pas Giri Menang (Suara NTB) Mantan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) periode 2004-2009, H. Izzul Islam menyatakan dukungannya terhadap duet TGH. Munajib Kholid dan H.Mahrip (Wakil Bupati Lobar sekarang) untuk bertarung pada Pilakada Lobar yang dijadwalkan berlangsung September 2013 mendatang. Dukungan Izzul tersebut sudah jauh-jauh hari disiapkan, bahkan setahun lalu. Menurut Izzul duet ini cukup cocok dan pas jika disandingkan karena selain pertimbangan keterwakilan wilayah juga kedua tokoh punya latarbelakang saling melengkapi. TGH Munajib seorang ulama besar, sementara

Mahrip politisi sekaligus birokrasi andal. ‘’Saya dukung duet Munajib-Mahrip, dukungan saya ke Munajib sudah setahun lalu saya bahas dan siapkan,”ungkap mantan anggota DPR RI Dapil NTB ini, Sabtu (15/6). Duet Munajib-Mahrip menurut Izzul akan membuat persaingan memperebutkan kursi nomor 1 dan nomor 2 di Lobar akan seru dan sengit. Karena, Munajib yang diketahui dari Utara akan berupaya mendulang suara di kandangnya sendiri, demikian pula Mahrip mewakili tengah tidak tinggal diam. Bersambung ke hal 12

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/ars)

Sesalkan Aksi Anarkis AKSI anarkis di Lombok Timur (Lotim) pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait pelanggaran Pilkada Lotim disesalkan Kapolda NTB Kapolda NTB, Brigjen Pol. Mochammad Iriawan, SH, MH. ‘’Masyarakat seharusnya tidak boleh begitu (anarkis, red), apalagi anggota kami hanya bertugas melakukan pengamanan di lapangan, malah diserang,” sesal kapolda, terkait jatuhnya korban delapan orang dari aparat, satu diantaranya harus dioperasi. Bersambung Mochammad Iriawan ke hal 12

(Suara NTB ist/ars)

RUSAK - Truk Dalmas yang rusak setelah menabrak rumah warga (atas). Briptu Faturahim Latif, korban luka parah bagian kepala sebelum menjalani operasi (insert). Kapolda NTB, Mochammad Iriawan ke luar dari ruang operasi RSUP NTB membesuk korban serta memberi dorongan moral kepada istri korban, Nova Andriani, kemarin.

Pusat Tahan Anggaran Pembangunan ”By Pass” BIL Tahap II Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaaan Umum masih menahan anggaran sebesar Rp 180 miliar untuk pembangunan by pass BIL tahap II. Anggaran tersebut ditahan hingga tiga pemda yakni Pemprov NTB, PemkabLombok Barat (Lobar) dan Pemkot Mataram menuntaskan pembebasan lahan sepanjang 7,1

Km dari Patung Sapi, Lobar sampai Kota Mataram. Pemprov NTB sudah mengalokasikan sharing anggaran 50 persen atau sebesar Rp 32,5 miliar untuk hal tersebut. Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, MM dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (15/6). Bersambung ke hal 12

Dugaan Aliran Dana ke Bupati Loteng

Kejaksaan Agung Kaji Kemungkinan Cek Lapangan Mataram (Suara NTB) Selain informasi terkait dugaan aliran dana ke Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M.Suhaili FT mencapai Rp 500 juta, ternyata ada persoalan lain yang muncul di balik persoalan itu. Ada dugaan proyek fiktif mengenai bantuan sapi di dua desa di Loteng. Apakah dana Rp 500 juta dari PT Cipta Inti Permindo (CIP) yang disalurkan itu fiktif? Guna memastikan itu, pihak Kejaksaan Agung RI merasa harus melacak kebenaran dugaan aliran dana ke bupati itu, tidak hanya melalui proses pemeriksaan Suhaili yang sudah dilakukan Kamis pekan lalu. Ke-

jaksaan Agung juga mempertimbangkan untuk melakukan cek lapangan. ‘’Kalau soal cek lapangan, nanti kita lihat. Kalau memang itu dirasa penting oleh penyidik, maka tentu akan dilakukan,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi, SH,MH, dihubungi Suara NTB Sabtu (15/6). Menurutnya, belum ada keputusan dari penyidik Jampidsus untuk mengecek lang-

sung, apakah bantuan sapi itu memang ada atau fiktif. Tapi kemungkinan pemeriksaan lapangan guna memastikan keberadaan sapi hasil pembelian dari dana PT CIP itu, bisa saja dilakukan pihaknya. ‘’Kita tunggu perkembangan hasil pemeriksaan sebelumnya,” terangnya. Setia Untung Arimuladi mengaku, pihaknya masih fokus untuk memastikan kebenaran adanya aliran dana itu. Setelah

meminta keterangan bupati, pengkajian keterangan berdasarkan 15 pertanyaan itu sedang dilakukan. Apakah Bupati Loteng akan dipanggil lagi? ‘’Tidak menutup kemungkinan. Kalau nanti dalam perkembangan pemeriksaan saksi dan alat bukti diperlukan keterangan bupati, ya kita panggil lagi,” pungkasnya. Bersambung ke hal 12

Kita tunggu perkembangan hasil pemeriksaan sebelumnya

Setia Untung Arimuladi

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543

(Suara NTB/dok)

TO K O H

Dari delapan polisi yang terluka, salah seorang diantaranya, Briptu Faturahim Latif, mengalami luka parah bagian kepala, dan harus dioperasi di RSUP NTB. Briptu Faturahim Latif diketahui anggota Dalmas Polres Lotim sebagai sopir mobil Dalmas. Bersama tujuh anggota Sat Shabara lainnya, mereka meluncur menuju Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra Sabtu (15/6) sekitar pukul 21.00 Wita, karena mendengar ada aksi pemblokiran jalan. Namun belum sampai di lokasi, warga melempari mereka dengan batu. Diantara bong-

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pinjaman ke PIP Kemungkinan Bertambah

Incar Swastisaba Wistara

(Suara NTB/dok)

KEBERHASILAN Pemkot Mataram meraih kembali piala Adipura tahun 2013 ini nampaknya memunculkan kepercayaan diri pihak Pemkot Mataram. Setelah Adipura, Pemkot Mataram pun mengincar Piala Swastisaba Wistara tahun 2015 mendatang dalam ajang Kota Sehat. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Sabtu (15/ 6) lalu mengatakan, setelah meraih Piala Adipura yang merupakan supremasi tertinggi di bidang kebersihan kota, Pemkot Mataram kini mulai fokus untuk pembenahan di sektor yang lebih luas yakni mewujudkan Kota Sehat Mataram. Dalam upaya tersebut Pemkot Mataram menggandeng Forum Kota Sehat sebagai mitra Pemerintah melakukan koordinasi awal guna pemantapan persiapan menuju Kota Sehat Mataram. Mohan berharap, seluruh jajaran pemerintah bersama elemen masyarakat untuk lebih bersungguh-sungguh melakukan pembenahan di Kota Mataram. Perwujudan dari Kota Sehat Mataram jika diartikan secara luas akan berdampak baik bagi keberlangsungan hidup masyarakat, tatanan sosial masyarakat yang mandiri, sehat dan harmonis serta ditunjang oleh penataan lingkungan yang baik merupakan hal terpenting dari sekedar mengejar piala semata. Dia juga mengajak seluruh SKPD di Pemkot Mataram untuk dapat menjalin koordinasi dan komunikasi yang intensif guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Hanya dengan pelayanan terbaik semua program bisa terlaksana dengan baik,” katanya. (smd)

H. Mohan Roliskana

Budidaya Jamur DALAM rangka menumbuhkan minat siswa memiliki jiwa wirausaha, SMAN 8 Mataram mengajak siswanya memanfaatkan lahan sempit di lingkungan sekolah untuk budidaya jamur. Dipilihnya budidaya jamur, selain mudah juga memiliki nilai ekonomis. Kepala SMAN 8 Mataram Kun Andrasto menyebutkan selain menjadi salah satu media pembelajaran kepada para siswa, pembudidayaan jamur ini dilakukan untuk mengenalkan kepada (Suara NTB/nia) siswa tentang jenis-jenis jaKun Andrasto mur yang bisa dibudidayakan. “Prinsipnya kita memberikan pengetahuan budidaya jamur ini, sebagai pembekalan terhadap anak sehingga dalam lahan yang sempit pun bisa bermanfaat,” terang Kun. Dibantu oleh guru pembimbing, para siswa diajak untuk berlatih membudidayakan jamur di sekolah. Saat ini SMAN 8 Mataram telah berhasil membudidayakan jamur tiram. Dengan media serbuk gergaji yang dicampur dengan dedak, kapur dan pupuk pestisida ,bibit jamur tiram yang sudah tersedia dicampur dan dimasukkan di dalam rak. Perawatannya pun cukup mudah, karena hanya butuh disiram air. “Beda dengan budidaya ayam yang harus dikasih makan dan vaksin. Kalau ini tidak, hanya menjaga kelembaban dan suhu kita jaga itu sudah bisa kita panen,” terangnya. Dengan praktik pembudidayaan jamur ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat mengembangkan usaha pembudidayaan jamur ini di rumah. Karena dengan lahan yang sempitpun, jamur tetap dapat dibudidayakan. (nia)

Mataram (Suara NTB) Rencana peminjaman ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) oleh Pemkot Mataram sejauh ini masih dalam proses. Jika rencana awal pinjaman yang dilakukan Rp 60 miliar, namun kemungkinan, pinjaman itu bisa bertambah sesuai kebutuhan. Demikian disampaikan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sabtu (15/6) lalu. (Suara NTB/ist)

TABUH BEDUQ - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menabuh beduq menandai pembukaan MTQ tingkat Kota Mataram ke XXV di Lapangan Karang Genteng Mataram, Sabtu (15/6).

Buka MTQ

Walikota Ajak Generasi Muda Gemar Baca Al Quran Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 232 peserta dan 24 official memeriahkan pelaksanaan Musabaqoh Tillawatil Quran (MTQ) ke XXV tingkat Kota Mataramdi di Lapangan Karang Genteng Mataram. Selama pelaksanaan MTQ tanggal 15-19 Juni 2013, diharapkan dapat menjadi ajang pencarian bibit-bibit muda Qori’ dan Qori’ah Kota Mataram. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh yang membuka pelaksanaan MTQ ke XXV tingkat Kota Mataram di lapangan Karang Genteng Mataram Sabtu (15/6) malam lalu berharap, pelaksanaan MTQ tingkat kota Mataram ini sekaligus dapat mengembangkan potensi generasi Islam Kota Mataram untuk gemar membaca dan men-

gamalkan Al-Quran. Umat Islam khususnya generasi muda, diharapkan tidak hanya mampu membaca Al Qur’an semata namun mampu memahami dan menghayati setiap ayat dalam Al Qur’an. Tahun ini sebanyak tujuh cabang lomba akan digelar pada MTQ ke XXV ini, diantaranya cabang tilawah, Hifzil Quran, tafsir Al-Quran, Syarhil Quran, Fahmil Al- Quran, kaligrafi. Sebelum pelaksanaan pembukaan ini Pemkot Mataram telah melepas pawai ta’arif yang diikuti oleh ratusan peserta. Dalam pelaksanaannya Ahyar berharap Dewan hakim MTQ dapat memberikan penilaian secara objektif dan menetapkan juara-juara terbaik Kota Mataram. Para pemenang ini nantinya

akan mewakili Kota Mataram maju ke MTQ tingkat Provinsi NTB. “Saya berharap melalui pelaksanaan MTQ tingkat Kota Mataram ini, para juara dapat membawa nama baik Kota Mataram di tingkat Provinsi NTB,” terangnya Sebelum pembukaan MTQ, siang harinya panitia menyelenggarakan Pawai Ta’aruf yang diikuti seluruh kafilah dari enam kecamatan serta diikuti oleh sejumlah kesenian daerah yang turut memeriahkan pawai ta’aruf yang mengambil star di Ponpes Darul Falah dan finish di Arena MTQ yang sekaligus diberikan cinderamata berupa kalung tasbih dari mutiara hasil produk masyarakat pagutan oleh Walikota kepada seluruh ketua kafilah. (nia)

Menurut Walikota, kendati dirinya mengatakan ada kemungkinan penambahan pinjaman. Namun pihaknya tidak ingin terlalu tergesa-gesa. Dia menginginkan, perencanaan penggunaan anggaran pinjaman itu bisa lebih dimatangkan lagi agar sesuai dengan kebutuhan. Dia menambahkan, dirinya memiliki waktu dua minggu untuk mempelajari peruntukan pembiayaan dana pinjaman itu. “Untuk pembicaraan yang terkait dengan dokumen, termasuk yang akan dipelajari peruntukan pembiayaan itu, nanti akan terlihat saat finalisasinya. Dalam dua minggu ini saya akan ke Jakarta untuk bertemu dengan PIP dan mempresentasikan arah penggunaan dana itu,” katanya. Mengenai kejelasan dari PIP, Ahyar Abduh mengatakan, memang sejauh ini sudah ada kejelasan yang diberikan. Na-

mun dirinya tidak ingin mendahului proses yang ada. Lebih jauh disampaikan Walikota, PIP juga sudah memberikan lampu hijau terkait realisasi pinjaman Rp 60 miliar itu. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mataram, H. M. Zaini mengatakan, bahwa terkait peminjaman anggaran Rp 60 miliar ke PIP diakuinya masih dalam proses. Bahkan menurut dia, untuk Perda peminjaman itu, sampai saat ini jajarannya di legislatif belum melakukan pembahasan secara penuh. “Perda itu belum kita proses sepenuhnya. Kita menunggu persetujuan dari pusat, kalau itu clear, baru kita bahas,” jelasnya. Politisi Partai Demokrat itu juga menegaskan, dalam proses peminjaman itu akan dibuatkan sebuah proposal. Nantinya, proposal itu akan dipelajari secara bersama-sama oleh jajaran dewan. (smd)

RSM Tambah Kamar untuk Pasien Miskin Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat tertunda pembangunannya 2012 lalu, Pemkot Mataram akhirnya menambah kapasitas ruang perawatan kelas III RSUD Kota Mataram (RSM). Tahun ini sedikitnya 60 tempat tidur pasien akan ditambah guna menunjang penggratisan perawatan pasien miskin. Direktur RSUD Kota Mataram dr. Lalu Herman Maha Putra saat peletakan batu pertama Sabtu (15/6) kemarin menyebutkan, pembangunan gedung rawat inap berlantai tiga ini akan diperuntukkan khusus untuk menambah kapasitas ruang perawatan kelas III. Hal ini tidak lain untuk meningkatkan pelayanan rawat inap bagi warga miskin di Kota Mataram. Sekarang kita hanya memiliki 30 bed untuk kelas III, tapi dengan pembangunan ini akan ada total 98 bed untuk pelayanan rawat inap kelas III,” jelas Herman. Menurut Herman, selain ruang perawatan, bangunan senilai Rp 9 ,1 miliar ini akan dilengkapi dengan fasilitas lain seperti ruang dokter, ruang tunggu pasien, dapur dan gudang. Setiap kamar prawatan kelas III ini akan berisi 5

bed dengan dilengkapi kamar mandi, panel oksigen dan nurse call. Adapun anggaran pembangunan tersebut bersumber dari APBD Kota Mataram. Sabtu lalu peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap kelas III ini dilakukan oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan Ketua DPRD Kota Mataram M. Zaini. Menurut Ahyar, penambahan kapasitas ruang rawat inap kelas III ini sudah menjadi program prioritas Pemkot Mataram dalam rangka men-

ingkatkan derajat kesehatan masyarakat. Terutama memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk warga miskin. “Kita sudah mulai merintis dengan pelayanan puskesmas gratis. Selanjutnya kita akan gratiskan pelayanan kelas III,” jelasnya. Tidak hanya peningkatan kapasitas rumah sakit, tetapi juga peningkatan pelayanan rumah sakit. Menurut Ahyar, baik direktur, paramedis dan seluruh pengelolaan manajemen harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. (nia)

(Suara NTB/nia)

PELETAKAN BATU PERTAMA - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Mataram Sabtu (15/6).

Danrem 162/WB Diganti

Pelihara Kedisiplinan Anggota, Perkuat Koordinasi dengan Muspida Mataram (Suara NTB) Posisi Danrem 162/WB resmi berganti. Danrem lama, Kolonel Inf. Zulfardi Junin mengisi jabatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah, diganti Kolonel Inf. Sofian Chandra. Beragam kesan dirasakan Danrem lama, memuji kedisiplinan anggota yang harus terus dipertahankan. Sementara Danrem baru, komit untuk memperkuat koordinasi dengan jajaran Muspida, khususnya Kepolisian. Ditemui beberapa saat usai pisah sambut di Gedung Jenderal Soedirman Korem 162/WB, Sabtu (15/6) lalu, Zulfardi memuji tingkat kedisiplinan anggotanya. “Tidak hanya di jajaran Korem, Kodim, Koramil, juga saya lihat tingkat disiplinnya bagus. Fisik mereka bagus, sehingga dalam tugas mereka selalu siap,” sebut Zulfardi Junin. Ini yang menurutnya harus dipertahankan oleh para prajurit dan perwira di korem jajaran. Mengenai keamanan NTB, ia menilai sepenuhnya kondusif. Tapi tidak dipungkirinya, ada saja kekacauan di beberapa tempat. Sehingga mengharuskan aparat turun.

Hanya saja, sejauh ini peran maksimal ada di Kepolisian, sementara pihaknya mem back up ketika situasi semakin kacau, seperti rusuh di Sumbawa dan kejadian di Lombok Timur. Sementara terkait wilayah teritorial NTB, menurutnya kondusif, karena tidak ada gangguan dari luar. Sementara itu Danrem baru, terhitung mulai masuk kantor Selasa (19/6) mendatang. Senin besok, Sofian Chandra dengan Zulfardi Junin berada di Kodam IX Udayana Bali, untuk prosesi sertijab. Sedikit penyampaian dari Sofian saat memberi sambutan di acara yang sama, dalam tugas di tempat barunya, akan diawali dengan memperkuat koordinasi internal. Prwira yang sebelumnya menjabat Direktur Bimbingan Teritorial TNI AD ini, akan mengawali dengan pengenalan dengan para periwira dan seluruh prajurit di jajaran Korem, Kodim dan Koramil. Ia berharap bisa maksimal bekerja. Untuk bisa maksimal, maka ia butuh dukungan dari seluruh jajarannya. Hal lain yang akan dilakukan, tentusaja memperkuat koordinasi dengan jajaran Muspida. (ars)

(Suara NTB/smd)

PERHATIAN - Jalan merupakan salah satu sarana penting yang membutuhkan perhatian ekstra. Untuk itu, Pemkot Mataram melalui dana pinjaman di PIP akan mengalokasikannya untuk pembangunan jalan.

Tim Revitalisasi Siapkan Formula Penataan Ampenan Mataram (Suara NTB) -

Setelah resmi menerima SK dari Walikota Mataram, tim revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan yang di ketuai oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mulai bersiap. Sebagai langkah awal, tim revitalisasi mulai menyiapkan formula penataan terhadap kawasan bersejarah itu. Wakil Walikota yang ditemui di ruangannya, Sabtu (15/ 6) lalu mengatakan, sedikit tidak, pihaknya sudah mempunyai bayangan untuk melakukan intervensi di eks Pelabuhan Ampenan itu. “Rabu mendatang kita sudah lakukan pleno, lalu akan disusul dengan memperhitungkan langkah aksi kita,” ungkapnya. Mohan menambahkan, setelah dibentuk, tim revitalisasi juga telah membentuk kelompok-kelompok kerja yang nantinya juga akan membantu tugas-tugas dari tim revitalisasi. “Kita ingin semua perencanaan berjalan dengan matang. Karena biar bagaimana pun juga, pengembangan eks pelabuhan ini menjadi tanggung jawab Pemkot Mataram,” imbuhnya. Mengenai kapan akan dimulainya aksi “bersih-bersih” kawasan eks Pelabuhan Am-

penan itu, Wakil Walikota Mataram itu menyatakan, sesuai perencanaan, penataan akan dimulai tahun ini. Artinya, jika semua pekerjaan bisa dituntaskan tahun ini, maka di tahun 2014 mendatang, eks Pelabuhan Ampenan dengan wajah baru sudah bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Setelah rampung semua penataan, baik PKL dan lainnya, Pemkot berencana akan memberikan penambahan pekerjaan agar eks Pelabuhan Ampenan itu bisa memberi daya tarik tersendiri. “Namun untuk penambahan pekerjaan itu akan dibicarakan lagi setelah semua proses revitalisasi tahap awal ini rampung,” tegasnya. Mohan juga beberapa kali mengatakan, bahwa keberadaan PKL di eks Pelabuhan Ampenan sejauh ini kurang tertata. Oleh karena itu, dalam revitalisasi yang dilakukan, pihaknya akan menata para PKL itu akan lebih bagus. Tak tanggung-tanggung, penataan atau revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan itu juga melibatkan beberapa SKPD teknis seperti Dinas PU, Dinas Koperindag, Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota dan beberapa SKPD lainnya di Kota Mataram. (smd)

SKPD Ditegur, 30 Persen Paket Lelang Belum Diajukan Mataram (Suara NTB) Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Setda NTB, Ir. H. Azhar, MM., mengungkapkan hingga minggu kedua Juni ini, 30 persen paket lelang belum diajukan oleh SKPD lingkup pemprov NTB. Padahal, sesuai dengan jadwal, ditargetkan semua paket lelang tahun 2013 ini harus sudah selesai pada Juni ini. Untuk itu, SKPD-SKPD yang belum mengajukan dokumen lelang ke Unit Layanan Pengadaan sudah ditegur supaya segera melengkapi dokumen. Sehingga, diharapkan pelaksanaan pekerjaan fisik lebih panjang dan tidak terlalu mepet. “Untuk 2013 itu lelang dipatok sampai Juni, tetapi sampai saat ini masih ada 30 persen yang belum di lelang. Sudah dinaikkan surat ke pak Gubernur, teguran kepada SKPD yang belum mengajukan dokumen lelang ke UL. Sehingga kita tunggu respon balik dari SKPD,” ujarnya di Mataram, Sabtu (15/6). Dikatakan, jumlah paket lelang melalui ULP tahun ini jauh berkurang dari tahun sebelumnya. Dimana tahun 2013 ini hanya 194 paket dengan nilai Rp 298 miliar lebih. Sementara tahun sebelumnya, mencapai dua ratus lebih paket lelang dengan nilai Rp 400 miliar. Dengan lelang melalui ULP tersebut, tahun lalu Pemprov NTB mampu menghemat anggaran daerah Rp 27,1 miliar lebih. “Belum lelang itu maksudnya belum diajukan ke ULP. Kami record dari seluruh DPA itu kelihatan sudah mana proyek/kegiatan yang swakelola, penunjukkan langsung dan lelang. Yang sudah lelang sampai dengan saat ini baru 101 paket,” terangnya. Dijelaskan, jika proses lelang bisa selesai seluruhnya sesuai dengan jadwal pada Juni ini maka pelaksanaan fisik akan bisa tercapai tepat waktu khususnya proyek-proyek besar. Sehingga, lanjutnya, pada November semua kegiatan fisik proyek yang dikerjakan tahun ini sudah selesai. Pada akhir tahun anggaran yakni Desember yang dikerjakan tinggal rekam jejak, masalah administrasi dan pembayaran saja. (nas)

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

Lakukan Penjaringan DPW Partai Bulan Bintang (PBB) NTB belum memberikan keputusan final terkait calon yang akan diusung dalam Pilkada Lombok Barat (Lobar). Bahkan saat ini DPW PBB NTB masih melakukan penjaringan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Lobar. Demikian disampaikan Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilihan Umum (KAPPU) DPW PBB NTB H. Lalu Moh. Syamsir, SH, kepada Suara NTB, Minggu (16/6). Namun Syamsir menyampaikan jika ada kader yang sudah siap bertarung dalam Pilkada Lobar, pihaknya akan melakukan rekomendasi ke DPP soal kesiapan kader tersebut. Kader PBB yang juga Wabup Lobar saat ini, H. Mahrip telah menyatakan dirinya akan maju sebagai cabup dalam Pilkada Lobar. Meski demikian, ujarnya, pihaknya tidak menutup peluang bagi kandidat non-kader untuk diusung dalam Pilkada Lobar. Menurutnya, kriteria kandidat cabupcawabup Lobar yang akan diusung oleh PBB diukur berdasarkan tingkat elektabilitas, peluang menang serta dukungan masyarakat yang luas. Mekanisme keputusan siapa kandidat yang akan diusung secara resmi Saat ini PBB mempunyai empat kursi di DPRD Lobar. sehingga membutuhkan tiga tambahan kursi lagi agar bisa mengantar satu paket cabupcawabup. (yan)

SUARA PULAU LOMBOK Dilindas Truk, Kasino Tewas di Tempat Giri Menang (Suara NTB) Kasino (40), seorang pengendara sepeda motor Beat dengan nomor polisi DR 1578 BL tewas dilindas truk di Jalan TGH. Lopan Rumak Lombok Barat (Lobar), Minggu (16/6) pukul 11.45 WITA. Warga Abian Tubuh Cakra Selatan ini tewas dilindas ban truk bermuatan semen saat mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya. Truk yang dikemudikan Rahim Efendi (30) ini mencoba menyelamatkan diri dari amukan warga ke pos polisi terdekat. Sementara kendaraannya jadi tempat pelampiasan amarah warga. Warga yang mencoba membakar truk digagalkan aparat kepolisian yang tiba di lokasi sesaat sebelum warga melakukan aksi itu. Semen di atas truk diturunkan paksa warga. Salah satu saksi mata, Ain menjelaskan, korban yang mengendarai sepeda motor mencoba mendahului kendaraan lain dengan mengambil sisi kanan jalan. Namun dari arah berlawanan (selatan ke utara) menuju Cakranegara, muncul truk bermuatan semen dengan nomor polisi 8500 A. Ketika kendaraan korban hendak menyalip, stang kendaraan korban pun bersenggolan dengan bak truk bagian kanan. Karena senggolan cukup keras, kendaraan korban pun oleng dan jatuh persis di depan ban truk bagian belakang. Kendaraan korban tetap di bagian luar ban truk, namun badan korban masuk persis di antara

ban depan dan belakang, sehingga bagian perut korban terlindas ban truk hingga pecah seketika. “Korban sepertinya mau masuk ke toko sebelah kanan jalan itu, tapi bersenggolan dengan truk sehingga ia jatuh dan terlindas hingga tewas di tempat,” terangnya. Sementara semen yang diturunkan warga di jalan masih berserakan di jalan. Pemilik semen pun meminta truk lain datang mengangkut semen tersebut. Rencananya semen itu akan dibawa ke lokasi pembangunan di perbatasan Kota Mataram dengan Lobar. Dikonfirmasi terkait kecelakaan itu, Kasat lantas Polres Lobar, Iptu Danu Anindito Kuncoro membenarkan kejadian itu. Menerima laporan itu, jajarannya pun bergerak ke lokasi untuk mengamankan sopir dan truk. Setiba di TKP, warga sudah banyak mengerumuni. Saat ini, katanya, jenazah korban berada di Rumah Sakit Tripat, menunggu keluarga yang akan menjemput. Sementara, sopir bersama truk diamankan di kantor Polres setempat. Kasus kecelakaan lalu lintas(lakalantas) di Lobar terbilang tinggi, sepanjang tahun ini saja dari bulan Januari sampai April terjadi 65 kasus. Dari jumlah ini jumlah yang meninggal sebanyak 25 orang, korban mengalami luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 73 orang. Sementara kerugian material mencapai Rp 137 juta lebih. (her)

(Suara NTB/her)

KECELAKAAN - Warga mencoba membakar truk yang menabrak Kasino hingga tewas di Jalan TGH. Lopan Rumak Lobar, Minggu (16/6).

Kasus Pembunuhan Anak Kandung

H. Lalu Moh. Syamsir (Suara NTB/dok)

Warga Pengawisan Tuntut Pemda SEKITAR 100 kepala keluarga (KK) lebih di Dusun Pengawisan Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong menempati lahan tak bersertifikat. Warga menempati lahan itu sejak tahun 1980-an dan membangun rumah permanen. Terkait itu, warga pun meminta pemerintah memperjelas status lahan itu karena konon lahan itu milik Pemda. Sap, salah satu warga mendesak pemerintah segera memperjelas status tanah itu, karena mereka tak punya pilihan lain selain tinggal di tempat tersebut. Camat Sekotong, L. Edi Sadikin dikonfimasi, Minggu (16/6), mengaku, pihaknya belum memiliki solusi atas permasalahan ini. Untuk membahas permasalahan ini, pihak kecamatan harus duduk bersama dengan pihak Kantor Aset Lombok Barat. ‘’Perlu dirunut dan dicari tahun kronologi kepemilikan lahan itu, sehingga bisa disimpulkan masalah dan jalan keluarnya,’’ ujarnya. (her)

DPRD KLU Pelajari Sengketa Lahan Ibrahim KOMISI I DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama salah satu pimpinan lembaga DRPD KLU, Sabtu (15/6) melakukan kunjungan ke lokasi lahan sengketa antara H. Ibrahim dengan Pemprov NTB. Komisi I mencoba melihat dari dekat pokok persoalan, menyusul “perang” klaim hak milik hingga menimbulkan ekonomi biaya tinggi di kalangan pengusaha akibat pungutan ganda yang dibebankan kedua pihak. Dalam inspeksi ke lokasi sengketa, terlibat antara lain, Wakil Ketua I DPRD KLU, Syarifudin, SH., Sekretaris Komisi I, Ardianto, SH, anggota Komisi I, Djekat Demung dan Sopian Lamajidho, SH. SIP, serta sejumlah awak media. Sekretaris Komisi I Ardianto mengaku siap mencarikan pengacara andal untuk keluarga H. Ibrahim terkait laporan Pemprov NTB ke Polda NTB. (ari)

Komposisi Pejabat Loteng Mulai Digodok WACANA perombakan dan reposisi pejabat di lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng), dipastikan bakal segera digelar. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Loteng pun sudah mulai melakukan penggodokan atas komposisi pejabat yang akan ditempatkan nantinya. Hal itu diakui Bupati Loteng, H. Moh. Suhaili FT, saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (16/6). Ditemui di sela-sela kunjungan Menteri Agama di Ponpes Manhalul Ma’arif Desa Darek Praya Barat Daya, Bupati menegaskan kalau reposisi pejabat atau mutasi bakal segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Bupati mengharapkan, hasil pembahasan di baperjakat segera diperoleh, karena ada beberapa posisi yang lowong. (kir)

Warga Lebanon Terancam Pasal Pembunuhan Berencana Praya (Suara NTB) Pihak Polres Lombok Tengah (Loteng) secara resmi telah menetapkan status tersangka kepada Badr Al Ghazal, warga Lebanon dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap anak kandungnya. Pria 27 tahun itu pun kini terancam hukuman berat. Pasalnya, pihak kepolisian menemukan ada indikasi unsur kesengajaan dalam kasus tersebut. Demikian diungkapkan Kapolres Loteng, AKBP Supriyadi, S.IK, kepada Suara NTB di sela-sela kegiatan perayaan HUT Bhayangkara di kantornya, Sabtu (15/6). Menurutnya, penetapan status tersangka tersebut, menyusul telah selesainya proses otopsi dari tim dokter yang ditunjuk pihak kepolisian. Kendati hasil otopsi secara detail belum diperoleh. Namun dari resume sementara tim dokter, ditemukan indikasi kalau korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat tertindih benda lembut. Ditanya pasal yang dikenakan kepada pelaku, Kapolres Loteng mengaku pasal utamanya yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman di atas lima tahun. Tapi bisa saja pasal yang

dikenakan berubah maupun bertambah. Sesuai hasil penyelidikan lebih lanjut nantinya. Bahkan bisa saja tersangka dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mengingat dari proses penyelidikan awal, memang ditemukan ada indikasi ke arah itu. Walaupun dari keterangan yang disampaikan tersangka, tidak sengaja membunuh korban. Menurut tersangka waktu itu, dirinya kelelahan, sehingga secara tidak sengaja menindih tubuh korban sampai meninggal dunia. “Yang jelas untuk pasal yang akan dikenakan, masih menunggu hasil penyelidikan,” tandasnya. Disinggung target waktu penyelesaian proses penyelidikan, alumnus Akademi Kepoli-

sian tahun 1992 ini, menegaskan akan diupayakan secepatnya sesuai batas waktu yang ada. Karena memang kasus tersebut, sejauh ini menjadi salah satu fokus perhatian utama Polres untuk bisa segera diselesaikan paling lambat satu bulan ke depan. Karena tersangka warga asing, pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, untuk mengecek kelengkapan administrasi. Terutama paspor dan visa milik tersangka. Pihak kedutaan negara tersangka di Jakarta juga sudah dihubungi, baik secara lisan maupun tertulis. ‘’Dan, rencananya dalam beberapa hari ke depan, akan ada tim dari Kedutaan Besar Lebanon yang akan datang. Untuk mengecek sekaligus menjenguk tersangka,’’ujarnya. (kir)

Zaini Pilih Fauzan Khalid

TGH. Mukhlis Ibrahim Kecewa Giri Menang (Suara NTB) Pimpinan Pondok Pesantren Al Islahuddiny Kediri Lombok Barat (Lobar) TGH. Mukhlis Ibrahim kecewa dengan dipilihnya Fauzan Khalid, SAg, MSi, oleh Dr. H. Zaini Arony sebagai calon pendamping. Hal ini pula berimbas terhadap dukungan pihaknya terhadap Zaini Arony di Pilkada Lobar. “Dipilihnya Fauzan menjadi pendamping Zaini Arony cukup mengecewakan. Tapi semua harus di-

terima,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (16/6). Diakuinya, Islahuddiny sejak awal mendukung penuh Zaini Arony maju kembali di Pilkada Lobar. Berbagai bujukan dari sejumlah figur tak ditanggapi, karena yang bersangkutan sudah berbuat untuk Lobar. Ia membantah, kekecewaannya didasari tidak dipilihnya putranya Sulhan Mukhlis sebagai pendamping Zaini Arony. Apalagi di lapangan muncul rumor, jika dirinya mencalonkan putranya mendampingi Zaini Arony sebagai calon wakil. Sementa-

ra itu berbeda dengan Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong. (MKGR), H. L. Winenangan, menilai kalau duet Zaini Arony- Fauzan Khalid adalah pasangan yang menarik. Di sisi lain, Fauzan bukan orang parpol, sehingga sejumlah parpol yang mengajukan calon kepada Zaini Arony menjadi pendampingnya tidak iri hati. Menurutnya, paket ini akan mampu mendulang suara, karena kombinasi keduanya mewakili utara dan selatan. (her)

Anomali Iklim

Banyak Petani Tidak Berani Tanam Tembakau Selong (Suara NTB) Musim tanam tahun 2013 ini dihadapkan pada persoalan anomali iklim. Hal ini membuat banyak petani tembakau virginia menunda penanaman tembakau. Memasuki bulan Juni, biasanya usia tembakau sudah satu bulan. Namun, sampai pertengahan tahun 2013 ini, masih banyak petani yang belum berani menanam. Kondisi ini diakui Rusni, Petani Tembakau asal Setanggor. Menurutnya, musim tanam

tahun ini sebagian besar terlambat dibandingkan kebiasaan musim normal lainnya. ‘’Kondisi hujan yang masih deras membuat petani memilih menunggu sampai musim benar-benar normal,’’ ungkapnya pada Suara NTB, Sabtu (15/6). Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lotim, L. Wirentanus membenarkan fakta terjadinya anomali cuaca yang membuat kekhawatiran sejumlah petani. Menurutnya, tembakau tahun 2013 diperkirakan lebih

Halaman 3

sedikit yang menanam. Hal itu dibandingkan dengan tahun lalu, banyak petani yang menanam di tegalan-tegalan, khususnya di wilayah bagian selatan. Pihaknya khawatir, petani tembakau menanam setelah masa panen raya selesai yang berpotensi menimbulkan kekisruhan seperti tahun 2012 lalu. Menyikapi hal itu, Pemkab Lotim meminta semua perusahaan untuk mengirimkan target produksi, dan jumlah petani mitranya. (rus)

DPRD KLU Tidak Puas Kinerja Pemda Tanjung (Suara NTB) Rapat gabungan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang berlangsung Jumat (14/4) sore berlangsung panas. Tak lain alasannya, anggota DPRD KLU tidak puas dengan kinerja anggaran Pemda KLU yang dituangkan dalam sejumlah proyek, yang dinilai asimetris. Atas kondisi itu, kontan sejumlah anggota Dewan melayangkan usul untuk membentuk Pansus (Panitia Khusus) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati KLU. “Kita rata-rata inginnya Pansus, tetapi kembali lagi ke Ketua DPRD, apakah dia setuju atau tidak. Kalau Pak Ketua ‘galak’, akan lebih bagus untuk masyarakat,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD KLU H. Ardianto, SH usai rapat. Keinginan untuk membentuk Pansus, murni karena melihat sejumlah proyek infrastruktur tidak sesuai dengan fakta hasil akhir. DAM Rempek misalnya, dalam progress report, ketahuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, memperlihatkan fakta miris. Proyek bernilai pagu Rp 3,3 miliar dengan nilai kontrak Rp 2,1 miliar lebih itu dijadwalkan kelar

sampai dengan 31 Desember 2012. Alih-alih akan diresmikan seperti bahasa Bupati di berbagai kesempatan sosialisasi, BPK justru menemukan adanya kejanggalan. Tidak hanya itu, proyek pembangunan RSUD Tanjung dengan total anggaran Rp 24 miliar juga mengundang kekecewaan. Anggota dewan menilai, selama 3 tahun alokasi anggaran proyek RSUD Tanjung idealnya sudah selesai. Namun belakangan, baru diketahui ada keinginan dari pihak RSUD untuk membuat sket triplek di bagian atas (lantai 2). Menjawab itu, Pemda KLU yang diwakili Sekda KLU, H. Suardi, SH., dan sejumlah Kepala SKPD KLU, tak menyangkal pemeriksaan BPK tersebut. “Kita ini ‘kan baru berusia 4 tahun jalan, belum 5 tahun, masih daerah otonomi baru. Lagi pula, SDM yang kita miliki masih lemah,” ujarnya mempermaklumkan. Namun bagi Ardianto, jawaban Sekda tersebut justru dianggap klasik dan mencerminkan ketidakmampuan manajemen pemerintah yang baik. Terbukti di beberapa SKPD yang menyisakan Silpa berulang dan dalam jumlah besar, Bupati masih mempertahankannya. (ari)

Gerindra Buka Pendaftaran

PKS dan PPP Merapat ke Sajim Sastrawan Giri Menang (Suarra NTB) Beberapa figur yang akan mencalonkan diri di Pilkada Lombok Barat (Lobar) terus mematangkan komunikasi politik dengan partai politik (parpol). Termasuk figur Dr. H. L. Sajim Sastrawan, SH, MH, berkomunikasi dengan sejumlah parpol besar, seperti PKS dan PPP. Dua parpol ini kemungkinan besar merapat ke Sajim. Selain dua parpol itu, 13 parpol non parlemen juga kemungkinan merapat ke kubu Sajim Sastrawan. Sementara itu, Gerindra dan Hanura belum menentukan pilihannya, hingga sampai saat ini dua parpol tersebut masih membuka pendaftaran cabup/cawabup. Kepada Suara NTB, Minggu (16/6), H. L. Sajim Sastrawan, mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan petinggi PKS dan PPP. “PKS dan PPP kemungkinan merapat ke kami, termasuk 13 partai non parlemen,” klaim Sajim yang juga Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setda NTB ini. Diakuinya, komunikasi dengan PPP terus dilakukan, termasuk dengan Ketua DPC PPP, Bahrul Fahmi. Tidak hanya itu, petinggi PPP ini masih mengkomunikasikan dengan pengurus terkait pembicaraannya tersebut. Sajim juga mengakui, jika dirinya sudah mejalin komunikasi dengan Ketua DPW PKS NTB, Suryadi Jaya Purnama (SJP). Dalam hal ini, ujarnya, peluang PKS merapat sangat besar. Tim

pemenangannya, selain berkomunikasi dengan parpol juga sedang mencari calon wakil yang pas mendampinginya, khususnya dari tengah dan utara. Beberapa nama mencuat akan mendampingi Sajim sebagai wakil, yakni Ketua DPD PKS Lobar, Lalu Fattimura dan Ketua KNPI NTB Sulhan Muklhis. Namun pembicaraan terkait duet masih belum final dan masih pematangan. Sementara itu, Sekretaris DPC Hanura yang juga anggota komisi I, Hamroni mengaku belum menentukan pilihan dalam pengusungan calon. Hanura, jelasnya, masih melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol, baik selaku pribadi maupun parpol. Menurutnya, Hanura masuk ke koalisi atau idak tergantung keputusan DPD. Meski demikian, pihaknya mengaku pernah berbicara serius dengan H. Zaini Arony terkait rencana koalisi. Namun, jawabannya masih fifty-fifty. Demikian pula Sekretaris DPC Gerindra, Nurhidayah menyatakan, parpol masih membuka pendaftaran bakal cabup dan cawabup. Menurutnya, parpol belum memutuskan apakah akan merapat ke Zaini Arony atau figur lain. “Belum ada keputusan parpol, apalagi bergabung dengan Zaini Arony,” cetusnya. Sejauh ini pihak parpol membuka selebar-lebarnya pendaftaran, selentingan pengurus sendiri menginginkan agar parpol ini mengusung TGH. Munajib Kholid. (her)

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Dikes Temukan Tiga Kasus Positif HIV di KSB

Pembenahan KTM Labangka

Pemerintah Minta Masukan Masyarakat

DPRD Minta Pemerintah Tertibkan Pungutan dalam PSB Sumbawa Besar (Suara NTB) Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Sambirang Ahmadi, M.Si, mengharapkan pada pemerintah menertibkan segala bentuk pungutan dalam penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah. Sekolah juga diminta bersikap transparan dan objektif dalam penerimaan siswa baru. ‘’Pada setiap penerimaan siswa baru setiap tahun ajaran, kami selalu mengharapkan kepada pemerintah daerah agar taat pada ketentuan dan azas penerimaan siswa baru yakni objektif, transparan dan akuntabel,” tandas Sambirang pada Suara NTB, Minggu (16/6). Sementara soal pungutan, di sekolah pada jenjang pendidikan dasar, Pemkab diminta melakukan penertiban. Hal ini mengacu pada ketentuan Pasal 181 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Di PP itu, lanjutnya, mengamanatkan pendidikan dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seagam di satuan pendidikan. Termasuk, memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan. ‘’Serta melakukan pungutan kepada peserta didik baik langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Sambirang mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk menciptakan sekolah model di setiap kecamatan, sehingga memacu perkembangan dan mendorong daya saing pada dunia pendidikan. Apalagi dengan telah disahkannya Perda tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan. (arn)

DCS Partai Nasdem Diadukan ke Panwaslu Dompu (Suara NTB) Ir. Muttakun mantan Ketua Umum DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Dompu bersama Drs. Sayuti Melik mengadukan daftar calon sementara (DCS) Partai Nasdem Dompu ke Panwaslu. Muttakun menduga pencalegan di Partai Nasdem Dompu diduga menggunakan dokumen palsu. Kepada Suara NTB, Minggu (16/6), Muttakun, menegaskan, pihaknya memanfaatkan waktu penyampaian sanggahan dan masukan terhadap DCS yang diberikan KPU. “Senin (17/6) ini kami akan sampaikan laporan pengaduan ke Panwaslu dan KPU untuk dapat ditindaklanjuti segera,” katanya. Berdasarkan laporan pengaduan yang diterima Suara NTB melalui email, Drs Sayuti Melik (pelapor I) dan Ir Muttakun (pelapor II) mempersoalkan dugaan pemalsuan dokumen dalam persyaratan pengajuan administrasi bakal calon dari Partai Nasdem untuk calon anggota DPRD Kabupaten Dompu. Berdasarkan penjaringan sesuai AD/ART partai dan keputusan DPP Partai Nasdem, maka keputusan nomor 327-SK/DPP-NasDem/IV/2013 yang dijadikan syarat pengajuan bakal calon. Tapi karena DPP Partai Nasdem juga mengeluarkan surat Nomor : 045-SK/DPPNasDem/IV/2013 dan Kepala Sekretariat DPP Partai Nasdem meminta untuk menggunakan Keputusan DPP Partai Nasdem Nomor : 045/SK/DPP-NasDem/IV/2013 sebagai dasar pencalonan ke KPU Dompu. Namun belakangan, keputusan DPP Partai NasDem Nomor : 045/SK/DPP-NasDem/IV/2013 ada versi yang berbeda. Aslinya, SK DPP Partai Nasdem ini ada nama Drs Sayuti Melik sebagai salah satu caleg di Dapil 1 Dompu. Tapi versi yang berbeda dengan nomor surat dan tanggal yang sama ada nama Majid Jamaluddin, SE menggantikan Drs. Sayuti Melik. Surat yang mencantumkan Majid Jamaluddin ini diduga palsu. Terkait hal ini, Sayuti Melik dan Muttakun mengharapkan agar Ketua DPW dan Sekretaris DPW Partai Nasdem serta Majid Jamaluddin, SE diproses secara pidana sesuai pasal 298 UU Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu. Surat laporan Drs Sayuti Melik dan Ir Muttakun tertanggal 15 Juni 2013 ini juga ditembuskan ke Ketua Pengadilan Negeri Dompu, Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, Kapolres Dompu, Ketua KPU Dompu, Ketua Bawaslu NTB dan Ketua Bawaslu RI di Jakarta. (ula)

Taliwang (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) baru-baru ini menemukan 3 kasus postif Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penemuan tersebut berdasarkan hasil screening terhadap 210 sampel darah yang diambil terhadap para pekerja hiburan sekitar bulan April 2013 lalu di sejumlah kecamatan di KSB. “Itu adalah hasil uji laboratorium terhadap 210 sampel darah yang kita ambil dari para pekerja hiburan seperti tempat karaoke dan sebagainya pada bulan April lalu,” terang Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dikes KSB Ruslan Effendy, SAP, belum lama ini. Meski ketiga sampel darah tersebut dinyatakan positif mengidap HIV, ujarnya, belum dapat dimasukkan sebagai data tambahan jumlah penderita HIV/AIDS yang telah ada pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, data terakhir tahun 2012 lalu, tercatat sebanyak 36 orang berstatus pengidap HIV/AIDS di KSB. Menurut Ruslan, hal itu dikarenakan terhadap ketiga sampel masih harus ditindaklanjuti melalui proses di klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) Maluk. Selama proses di VCT Maluk, ketiga sampel akan berada di bawah pengawasan

(Suara NTB/ula)

SANTAI - Tampak kedua orang tua Farouk Rahman sedang duduk santai di depan kediamannya di Lingkungan Polo Kandai Dua Dompu.

konselor dengan tujuan memastikan hasil awal melalui uji laboratorium itu benar. Apalagi hasil lab sifatnya rahasia, sehingga pihaknya tidak mengetahui siapa pemilik darah sampel yang sudah diuji tersebut. ‘’Semua kerahasiaannya ada di tangan konselor di VCT yang akan menindaklanjuti hasil lab itu. Jadi sementara ini 3 sampel itu masih belum bisa dimasukkan sebagai data tambahan baru jumlah penderita HIV/AIDS di daerah kita ini,” terangnya. Sejauh ini infeksi virus HIV di dunia medis belum ditemukan obat penangkalnya. Jika pun ada proses pengobatan yang sekarang ada yakni ARV (Anti Retroviral ) baru sekadar sebagai terapi untuk menghambat berkembangbiaknya virus dalam tubuh, sehingga tetap memberi kesempatan pada orang dengan HIV/AIDS dapat hidup lebih produktif. Ruslan menyebutkan, para orang dengan HIV/AIDS (OdHA ) tetap memiliki hak hidup dan sosial yang sama dengan orang yang sehat. Karenanya terhadap mereka tidak boleh mendapat stigma (pandangan buruk) atau diskriminasi dari masyarakat. “Mereka tidak boleh dikucilkan, kalaupun ada praktik demikian di masyarakat itu harus dihentikan,” tandasnya. (bug)

Warga Harapkan Polisi Umumkan Identitas Farouk KSB Berharap Tidak Ada

Dompu (Suara NTB) Farouk (25) terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri yang disebut-sebut asal Bima diharapkan segera dipublikasi identitasnya. Warga Kandai Dua menduga Farouk berasal dari Dompu yang sempat dikabarkan hilang sejak 2006 lalu. Lurah Kandai Dua, Kahjaya kepada Suara NTB saat dihubungi, Sabtu (15/6), mengungkapkan, informasi soal identitas Farouk terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Makassar diperoleh dari intelijen TNI. Dirinya dihubungi dan ditanya soal warganya yang hilang sejak 2006 lalu dan namanya Farouk Rahman anak dari Syafruddin dan Ime. “Karena identitasnya sama, saya langsung pastikan itu adalah warganya yang sempat dikabarkan hilang dan meninggal sejak 2006 lalu,” kata Kahjaya. Untuk memastikan informasi itu, Kahjaya mengaku, langsung mengajak intelijen Kodim 1614/Dompu tersebut

ke rumah orang tua Farouk di Lingkungan Polo Kelurahan Kandai Dua, Jumat (14/6) pagi. “Itulah yang membuat kami yakin bahwa Farouk yang dikabarkan hilang dan meninggal itu masih hidup,” terangnya. Selain informasi dari pihak intelijen, Kahjaya juga sempat menghubungi keluarganya soal informasi penangkapan terduga teroris. Oleh keluarganya membenarkan soal penangkapan Farouk di Makassar oleh Densus 88. “Kami sangat berharap adanya kepastian informasi dari Kepolisian soal Farouk ini. karena sejak informasi penangkapan Farouk ini, warga Kandai Dua menjadi resah dan bertanyatanya,” terangnya.

Pengurangan Kuota

Taliwang (Suara NTB) Sebanyak 63 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masuk dalam nomor porsi pemberangkatan haji tahun 2013 ini sudah melunasi seluruh Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sesuai dengan batas waktu pelunasan yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) pada 13 Juni lalu. Berdasarkan data kantor Kemenag setempat pada hari terakhir batas waktu pelunasan, Rabu lalu, tercatat 2 JCH asal KSB yang menuntaskan cicilan BPIH-nya. “Sehari sebelum hari penutupan pelunasan ada 61 JCH yang sudah melunasi. Dan di hari terakhir ada tambahan 2 orang untuk kuota JCH lansia. Sehingga total JCH kita yang melunasi BPIH tepat waktu sebanyak 63 orang,” terang Kepala Kantor Kemenag KSB Drs. H. Syarifuddin kepada media ini, Minggu (16/6). Seluruh JCH KSB yang telah melunasi BPIH tersebut saat ini tengah menunggu proses pembuatan paspor. Untuk kemudahan pembuatan paspor, Pemerintah KSB bersama Kemenag memfasilitasi proses pembuatan di Sumbawa, termasuk biaya secara kolektif. Meski telah melunasi seluruh biaya perjalanan termasuk menyicil segala persiapan dokumen keberangkatan, para JCH KSB nampaknya belum dapat bergembira sepenuhnya. Pasalnya baru-baru ini Pemerintah Arab Saudi meng-

Sebelumnya, Syafruddin dan Ime orang tua Farouk Rahman (24) warga Kandai Dua mengaku didatangi intelijen bersama Lurah Kandai Dua untuk memastikan identitas Farouk. Syafruddin yang sudah putus asa mencari anaknya sejak 2006 ini, mengharapkan adanya kepastian informasi tentang Farouk yang ditangkap Densus 88. Kapolres Dompu, AKBP Benny Basir W yang dihubungi terkait hal ini belum bisa dihubungi. Sebelumnya, Kapolres mengaku belum mendapatkan informasi dan akan menghubungi atasannya serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Makassar. (ula)

Masyarakat Diminta Kritis Berikan Masukan Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekretaris DPD PAN Sumbawa, Lukmanul Hakim, S.AP, mengajak masyarakat bersikap kritis dalam memberikan masukan ke KPU terkait pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS). Jika ada masukan masyarakat, maka akan menghasilkan calon yang berkualitas dan bisa membenahi kinerja DPRD Sumbawa.

“Jangan takut untuk memberikan masukan dan saran ke KPU. Kalau memang kenyataan di lapangan, ditemukan caleg yang bermasalah. Lapor saja. Biar tersaring caleg yang betul-betul berkompeten dan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya pada Suara NTB, Minggu (16/6). KPU, menurut Lukman telah membuka kran yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan pascapengumuman DCS yang bera-

khir Senin hari ini. Kesempatan ini mestinya dimanfaatkan, sekecil apapun temuan di lapangan harusnya disampaikan. Temuan ini, lanjutnya, sebagai bahan introspeksi dan evaluasi agar DPRD Sumbawa yang terpilih pada 2014 nanti bisa dipertanggungjawabkan kapasitas dan kapabilitasnya. Tak hanya secara keilmuan, tetapi juga secara etika moralitasnya. (arn)

Tari Tradisional Bima Wakili NTB di Bali Bima (Suara NTB) Sebanyak 36 penari tradisional Bima akan unjuk kebolehan di depan para tamu asing dari berbagai negara di Pesta Kesenian Bali di Art Center Denpasar, Senin (17/6) ini. Para penari ini akan unjuk kebolehan setelah menjadi wakil NTB bersama Kota Mataram. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima Ir Nurdin, Minggu (16/6),

mengungkapkan, ke-36 penari ini akan membawakan sejumlah tarian, seperti Tari Wura Bongi Monca, Tari Ndawi Nara, Tari Mpa’a Gantao, Tari Muna Ra Medi, Tari Mpa’a Soka dan Tari Pata Angi. Untuk memanfaatkan momentum berharga itu pihaknya juga membawa serta sejumlah brosur dan pamflet berisi berbagai objek wisata dan budaya di Bima. Selain itu, ada juga kalender budaya

yang berisi semua jadwal event budaya, seperti Hanta Ua Pua dan pacuan kuda. Hal itu dilakukan sebagai upaya mempromosikan berbagai objek wisata dan budaya di Bima untuk menarik wisatawan. Selain itu, lanjutnya, pihaknya telah membentuk 17 kelompok sadar wisata di sejumlah daerah tujuan wisata. “Ini juga merupakan bagian dari mempromosikan pariwisata Bima,” ujarnya. (use)

(Suara NTB/bug)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, bersama konsultan telah meminta tanggapan masyarakat untuk melakukan pembenahan terhadap master plan pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Labangka. Tujuannya, bangunan yang dibangun bisa bermanfaat dan tidak sia-sia. Camat Labangka, Hartono, kepada Suara NTB, Minggu (16/ 6), menjelaskan, dalam review master plan, ditentukan beberapa titik pengembangan primer. Pertama, perkantoran yang berlokasi di kantor camat. Kemudian penentuan lokasi wilayah pendidikan, perdagangan, jasa, industri dan perbankan. Dari tanggapan yang diterima, ujarnya, masyarakat meminta ada jalur akses jalan yang terhubung ke laut. Artinya, perlu dipikirkan pula, akses pariwisata yang bisa menunjang sektor lain di Labangka. Atas masukan ini, pihak konsultan pun langsung mengubah master plan yang ada. Selain itu, lanjutnya, masyarakat berharap ada investor yang masuk ke Labangka, terutama investasi di bidang pertanian dan sektor pendukungnya, sehingga mendukung pengembangan jagung di Labangka. Termasuk, pemanfaatan limbah jagung yang selama ini dibuang percuma. Diketahui, produksi jagung Labangka setiap panen mencapai 9 ton per hektar. Selain jagung, Labangka juga dikenal sebagai penghasil kacang tanah. (arn)

Halaman 4

eluarkan kebijakan mengurangi sebesar 20 persen kuota haji untuk Indonesia. Ditanya soal kebijakan tersebut, Syarifuddin pun mengaku sedikit khawatir. Ia memaparkan jika dihitung berdasarkan nomor porsi untuk NTB, kuota NTB berada pada urutan tengah porsi, sehingga kemungkinan untuk masuk dalam gerbong porsi yang akan terpangkas akibat pengurangan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi itu sangat kecil. Namun demikian, pihaknya tak menampik segala sesuatu dapat terjadi, khususnya pengurangan kuota. “Kalau dihitung-hitung secara rasional, dari 20 persen kalau dibagi ke seluruh embarkasi haji maka paling hanya ada puluhan jamaah yang ditunda keberangkatannya per embarkasi tahun ini. Artinya kalau kita di sini yang ada di dalam di tengah-tengah porsi haji NTB, saya bisa yakin jamaah kita tidak akan kena dan bisa diberangkatkan semua tahun ini juga,” ujarnya optimis. (bug)

H. Syarifuddin

JUAL TANAH JUALTANAHLOKASIKUTA 25 JUTA/ARE LUAS 27ARE HUB. 0817361613

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB JUAL MOBIL

HOTEL

BATIK

ACCESORIES

FINANCE

EMAS & MUTIARA

Dari Hal. 1 TRAVEL

PELATIHAN

PETS SHOP

TRUSS

SANGGAR SENAM

ADVERTISING

EKSPEDISI

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

DAFTAR CALON SEMENTARA

Halaman 5

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

DAFTAR CALON SEMENTARA

Halaman 6

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

DAFTAR CALON SEMENTARA

Halaman 7

Halaman 8

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

Sukses Berkat Strategi dan Pergaulan Mataram (Suara NTB) Asosiasi Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi NTB barubaru ini telah sukses melaksanakan Musyawarah Daerah untuk menentukan Ketuanya. Terpilihlah H. Muhammadun, mengungguli dua pesaing lainnya. Kepercayaan anggota APJATI kabupaten/kota kepadanya bukan tidak beralasan. Pasalnya, H. Muhammadun terbilang memiliki nama yang besar didunia TKI. Sederhana, cukup terbuka bergaul dan (Suara NTB/bul) memiliki misi kemanuMuhammadun siaan yang besar pada kebijakan-kebijakan yang akan diterapkannya nanti. Mengurus PJTKI sebenarnya bukan satu-satunya aktivitas kesehariannya, meski ia sudah menjadi Direktur Utama PT. Tekad Bangun Jaya. Tetapi banyak usaha-usaha skala besar lain yang digelutinya, guna penyediaan peluang kerja kepada masyarakat. Salah satunya, usaha penggemukan dan pengembangan sapi, layaknya program sejuta sapi yang dilakukan pemerintah daerah saat ini, itu sudah dilakukan sejak lama sebenarnya. Tidak sedikit pula khususnya masyarakat setempat yang menopang ekonomi dan hidupnya dari kegiatan usaha yang dilakukan ini. Meski hanya lulusan Madrasah Aliyah (MA) di salah satu sekolah swasta di Lombok Barat, tetapi H. Muhammadun termasuk sukses mengembangkan usahanya. Pasalnya, iapun melibatkan langsung ahli-ahli dari ITB. Sukses, berkat strategi usaha dan pergaulannya selama ini. Perjalanannya dalam merintis usaha juga cukup berliku. Ia pernah menjadi kondektur, lalu banting setir menjadi TKI. Dari sinilah, karirnya mulai menanjak hingga ia mampu membangun komunikasi dengan pihak PJTKI di Jakartra. Sembari menjadikan PJTKI tersebut sebagai laboratorium belajarnya, baik secara manajemen maupun strategi mengembangkan perusahaan. Pada akhirnya, iapun mengimplementasikan pengalaman-pengalaman didunia TKI didaerah ini, meski awalnya, oleh salah satu penyalur TKI lain, ia diminta menjadi pengawal para TKI untuk menyeberang ke Malaysia yang waktu itu menjadi negara sasaran empuk TKI NTB. (bul)

Pemprov Minta Hibah Kapal Tangkap ke Nelayan Ditarik Mataram (Suara NTB) Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Kelautan telah mengalokasikan hibah berupa kapal tangkap kepada nelayan pada kapasitas tangkap yang besar. Sayangnya, beberapa diantara kapal tersebut tak difungsikan karena keterbatasan SDM dan besarnya biaya operasional. Pemprov NTB pun menginstruksikan kabupaten/kota untuk menarik kembali bantuan tersebut. “Sebaiknya ditarik saja sama kabupaten/kota. Dan berikan kepada yang yang bisa mengoperasionalkannya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ali Syahdan pada Suara NTB. Sejauh ini, dari beberapa kapal bantuan yang diberikan melalui provisni menurutnya tidak ada masalah dalam pengoperasiannya. Justru telah mendatangkan keuntungan bagi kelompok nelayan.

Kemungkinan menurutnya, kapal bantuan kepada nelayan yang mangkrak diantaranya, adalah bantuan yang diberikan kabupaten. Delapan unit kapal bantuan yang diberikan melalui provinsi, menurutnya berjalan sesuai yang diharapkan. Bahkan tak jarang, kapal-kapal tersebut telah memberikan penghasilan kepada kelompok nelayan pada kisaran Rp 60 juta hingga diatas seratusan juta.

cara ilegal oleh UD. Ikan Lombok, di Gili Gede, Sekotong Lombok Barat, Ali Syahdan mengatakan, sejauh ini tidak tahu menahu tentang keadaan di wilayah tersebut. Menyangkut perusahaan yang melakukan pengambilan, maupun izin-izin pengedarannya. Karena sudah menjadi tugas dari pihak BKSDA. Pihaknya disebut hanya melakukan pembinaan dan pelestarian. Jikapun pada perjalananya, diketahui ada proses eksploitasi koral secara ilegal, tentunya pihak Kepolisian diharapkan dapat bertidak tegas. Mengingat, kegiatan tersebut akan berdampak langsung kerugian kepada masyarakat dan daerah. (bul)

Diwarnai Aksi Protes

Pembalap Bali Dominasi Kejurnas Motor Prix Mataram (Suara NTB) Pembalap asal Bali mendominasi juara di Kejurnas Motor Prix Region III yang berakhir di Sirkuit Selagalas Mataram, (16/6) kemarin. Dua pembalap Bali, Ketut Madiasta dan Giri Nata berhasil mengondol juara di kelas MP1 dan MP3. Pantauan Suara NTB di lokasi, Ketut Madiasta, dari tim Yamaha Yamalube Wins NHK Up Mild FDR Kedaton meraih garis finish pertama. Ia berhasil mengalahkan pembalap asal NTB, A. Saputra dan rekannya Kadek Mantra Jaya yang menempati peringkat dua dan tiga. Selama 20 laps, Ketut Madiasta meninggalkan lawan-lawanya cukup jauh, sementara A. Saputra dan Kadek Mantra Jaya terus bersaing ketat meraih posisi dua, dan hasilnya, A. Saputra menyentuh garis finish kedua setelah Ketut Madiasta. Sementara pembalap senior NTB, Ivan Hermawan yang mewakili tim Honda NTB terlempar ke posisi 14 dari 15 pembalap yang masuk finish. Selanjutnya, pembalap yang keluar sebagai juara di kelas MP3 digondol oleh Giri Nata asal tim Yamaha Bali. Pembalap dari tim, Yamaha yamalube Wins NHK Up Mild FDR Kedaton ini berhasil menyingkirkan rekanya sesama asal Bali, Mirko Oli dan I Ketut Juli Adiputra, yang

Kemenhut Terbitkan Izin Kebun Raya Lombok Mataram (Suara NTB) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengeluarkan izin pemanfaatan hutan lindung Lemor Lombok Timur seluas 131, 2 hektar untuk ditetapkan menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai lokasi pembangunan Kebun Raya Lombok. Dengan izin tersebut, tahun depan, pembangunan Kebun Raya Lombok dipastikan akan dimulai. Demikian dikatakan Kepala Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Hutan Dinas Kehutanan NTB, Ir. Andi Pramaria, M.Si. “Kementerian Kehutanan telah menetapkan kawasan hutan di wilayah tersebut seluas 131,2 hektar menjadi kawasan hutan dengan tujuan khusus yakni Kebun Raya Lombok. Studi kelayakan sudah dilakukan, pada 2014 mendatang sudah jalan proses pembangunannya,”ujarnya kepada Suara NTB, Sabtu (15/6) Dijelaskan, saat ini, tahapan pembangunan kebun raya yang akan berisi berbagai tumbuhan-tumbuhan dan hewan langka dari wilayah NTB, Bali dan NTT tersebut dalam tahap studi kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Beberapa instansi yang terkait dengan pembangunan Kebun Raya Lombok tersebut yakni Dinas PU, Dinas Kehutanan, Balai Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) NTB dan lainnya. Kebun Raya Lombok terletak di Desa Suela, Lombok Timur NTB. Kawasan ini terdiri atas areal hutan untuk areal konservasi in situ seluas 89,2 hektar dan areal terbuka untuk areal konservasi ex situ seluas 42 hektar. (nas)

DIREKTORI BISNIS SUARANTB

“Mereka (kelompok nelayan) kadang-kadang dapat menangkap sampai 5 ton sekali tangkap, nilainya diatas seratusan juta itu. Kita tahu karena kita lakukan evaluasi secara berkala,” terangnya baru-baru ini. Penyebab mangkraknya kapal-kapal tangkap dimaksud menurutnya, karena kurangnya evaluasi yang dilakukan kabupaten. Bahkan diperkirakan, kapal-kapal tersebut diberikan salah sasa-

ran tanpa adanya kajian terlebih dahulu. Ali Syahdan menegaskan kabupaten terkait untuk menarik kembali kapal-kapal itu, kemudian memberikannya pada kelompok-kelompok yang memang bersedia secara operasional dan memiliki kemampuan yang memadai dalam pengoperasiannya. Karena, seperti diketahui keterbatasan SDM masih menjadi kendala di lapangan. “Silahkan tarik lagi, evaluasi kembali kelompok yang akan diberikan, karena masih banyak dibelakang yang lebih membutuhkan,” demikian menurutnya. Pada bagian lain, ditanya mengenai sikap instansinya terhadap eksploitasi koral se-

BERJAYA - Usai meraih garis finish pertama di kelas MP1, Ketut Madiasta, mengibarkan bendera kemenangan disepanjang Sirkuit Selagalas Mataram, Minggu (16/6) kemarin.

(Suara NTB/fan)

menempati peringkat kedua dan ketiga. Hingga berita ini ditulis masih ada empat kelas yang masih akan berlangsung, yakni MP2, MP4, MP5 dan MP6. Kejurnas kemarin juga diwarnai aksi protes oleh sejumlah peserta. Korwil IMI Sumbawa melakukan protes soal speksifikasi motor yang digunakan di kelas MP V, karena mereka mengaku dirugikan soal spesifikasi motor di kelas tersebut. “Pembalap kami sangat dirugikan. Sebab kami menerima fax dari panitia, bahwa di kelas bebek 4 tak 125 cc atau MP V menggunakan standar motor MP V one make race, namun sampai dilokasi pertandingan tidak menggunakan standar MP V one make race (OMR). Ini artinya, jelas-jelas kami dirugikan,” ucap Ketua Korwil IMI Sumbawa, Indra Jaya saat melaukan protes di Sekretariat Panitia Pertandingan. Menurut Indra, secara kualitas kecepatan motor yang digunakan pembalapnya sangat jauh dari motor yang digunakan lawan-lawanya di MP V, pasalnya pembalap asal Sumbawa, Eko W. Junior yang turun di kelas MP V menggunakan motor standar OMR. “Jadi speknya sudah berubah. Dalam artian dari kondisi kendaraan kami kalah pak,” ucapnya. Juri Pertandingan, Hady Jaya, mengatakan bahwa protes yang dilakukan oleh pihak IMI Sumbawa itu tidak merubah putusan mereka dalam melaksanakan kejurnas motor. Dalam hal ini kelas motor MP V tetap dilombakan. “Ini hanya miskomunikasi antara pihak panitia dengan Korwil IMI Sumbawa saja. Soal lomba tetap kita lakasanakan,”ucapnya. (fan)

RUMAH MAKAN Hanya 272.500 Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BAWA PULANG MOBIL NISSAN DENGAN DP 18 JT

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU

DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

SIARAN TV

Hanya :

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

RUPA-RUPA

AC std Rp. 250.000

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)

SUARA NTB

Senin, 17 Juni 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SALON

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

RUMAH MAKAN

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUKO

EVENT ORGANIZER

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL

Senin, 17 Juni 2013

SUARA NTB

Halaman 10

SUARA NTB Senin, 17 Juni 2013

SUARA NUSANTARA

Halaman 11

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Senin, 17 Juni 2013

Lebih dari 99 Pimpinan Ponpes

Kembali ke Rumah Besar Umat Islam Lebih dari 99 pimpinan Pondok Pesantren dan jamaahnya, menyatakan diri siap kembali ke Rumah Besar Umat Islam – yang merupakan slogan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Demikian komitmen yang diperlihatkan saat kunjungan Ketua Umum DPP PPP, Dr. H. Suryadharma Ali, M. Si, ke Lombok, Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6) kemarin.

KETUA DPW PPP NTB, Dra. Hj. Wartiah, M.Pd, menjelaskan bahwa berdasarkan silaturahim DPW PPP NTB ke 99 pimpinan ponpes tersebut, pihaknya mendapatkan sambutan positif plus adanya keinginan mereka untuk kembali ke PPP yang saat ini mengusung slogan sebagai Rumah Besar Umat Islam. Komitmen itu ditunjukkan dengan kehadiran mereka saat silaturahmi dengan Suryadharma Ali di Mataram, Sabtu malam. “Dan ternyata jumlahnya lebih dari 99,” ujar Wartiah. Kemarin, SDA – sapaan Suryadharma Ali - mengunjungi pondok pesantren yaitu Ponpes Manhalul Ma’arif yang dipimpin oleh TGH. Ma’arif Makmun di Lombok Tengah. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, TGH.

Ma’ruf Munir, Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili, FT, SH dan Wakil Bupati Lombok Tengah, Drs H.L. Normal Suzana. Dua srikandi PPP, Hj. Erma Lena, M.Hs dan Wartiah sendiri hadir dalam kesempatan tersebut bersama Sekretaris DPW PPP, Drs. H. Muzihir. Dalam kesempatan tersebut, TGH. Ma’arif Makmun mengungkapkan keinginannya bersama para jamaahnya untuk kembali mendukung PPP di Pemilu 2014 mendatang. “Alhamdulillah, kami dengan senang hari, kembali ke Rumah Besar Umat Islam,” tegasnya. Di akhir kegiatan, TGH. Ma’ruf Munir sempat menyerukan pantun berbahasa sasak yang berisi ajakan untuk memilih PPP di Pemilu 2014. “Sai – sai ngaku Islam, silaq te lecok gambar Ka’bah,” serunya.

SDA dalam pidatonya mengapresiasi niatan para ulama tersebut untuk kembali memperjuangkan PPP setelah sebelumnya sempat berpisah jalan. “Kalau Tuan Guru-nya sudah pulang ke Rumah Besar Umat Islam, masak jamaahnya masih ngontrak di rumah yang lain. Mari kita pulang, kita membangun, menjadi umat yang bersatu,” ujarnya. Dari Lombok Tengah, kegiatan berlanjut ke peringatan Haul ke-16 Almaghfurullah TGH. Muhiwan Roji di Ponpes Nujumul Huda, Lembar, Lombok Barat. Di sini, SDA dan rombongan disambut oleh pimpinan Ponpes Nujumul Huda, Drs. TGH. M. Nafsin Kholili, AS. Dalam pidatonya, ia mengapresiasi sikap SDA yang rajin keluar masuk pondok pesantren, sekaligus juga menyatakan tekadnya untuk membangun PPP di masa yang akan datang. (aan/*)

(Suara NTB/aan)

TIGA SRIKANDI PPP - (dari kiri) Dra. Hj. Wartiah, M.Pd (Caleg DPRD Provinsi NTB, Dapil Lombok Barat), Hj. Erma Lena, M.Hs Caleg DPR RI Dapil NTB dan Hj. Nurul Hidayah, S.Ag (Caleg DPRD Lombok Barat, Dapil Lombok Barat I).

(Suara NTB/aan)

Ketua Umum DPP PPP, Dr. H. Suryadharma Ali, M. Si, duduk bersama Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif, TGH. Ma’arif Makmun, Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili ST, SH dan TGH. Ma’ruf Munir.

(Suara NTB/aan)

Pidato Ketua Umum DPP PPP, Dr. H. Suryadharma Ali, M. Si yang menyerukan seluruh ulama dan jemaahnya untuk kembali ke Rumah Besar Umat Islam.

(Suara NTB/aan)

(Suara NTB/aan)

Sambutan Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif, TGH. Ma’arif Makmun.

Delapan Polisi Terluka Dari Hal. 1 Korban Dibesuk Kapolda Karena luka parah yang dialaminya, korban Briptu Faturahim dirujuk dari RS Bhayangkara ke RSUP NTB untuk dilakukan operasi. Minggu (17/6) siang kemarin, Kapolda NTB, Brigjen Pol. Mochammad Iriawan, SH.MH, berkesempatan membesuk korban di ruang operasi dan sempat berbincang bincang. ‘’Baru saja korban selesai menjalani operasi. Kita prioritaskan menyelamatnya nyawanya dulu,” kata Kapolda usai menemui korban. Secara umum kondisi korban dilihatnya masih lemah. Selain berincang dengan korban, Kapolda juga menanyakan kondisi pasien kepada Dr I Nyoman Edy, Kabid Dokkes Polda NTB yang terlibat dalam operasi pasien. ‘’Kita doakan mudah- mudahan dia baik baik saja,” kata kapolda. Pada kesempatan sama, Iriawan juga sempat memberi dorongan moral kepada istri korban, Nova Andriani dan keluarganya. Ditambahkannya, hanya Faturahmi yang harus dioperasi. Sementara dua anggota lainnya yang luka, dipindah ke RSUD Selong. Selebihnya mengalami luka ringan berupa memar akibat pengeroyokan dan lemparan batu. ‘’Secara umum, korban yang dua orang di RSUD Selong sudah membaik. Sedangkan korban yang lima orang, sudah bisa pulang,”

tambah Dir Shabara Polda NTB, Kombes Pol I Made Ardhana. Mengenai kronologi kejadian, dijelaskan Dir Shabara, Briptu Faturahim bersama tujuh anggota lainnya mendapat informasi pengerusakan rumah di Desa Rumbuk. Mereka pun beranjak ke lokasi untuk mengecek kejadian itu. Namun belum sampai di lokasi, mereka dilempari warga setempat. ‘’Lemparan itu ke arah Faturahim yang waktu itu menjadi sopir truk Dalmas. Karena kepalanya terkena batu, dia tidak sadar. Mobilnya oleng dan menabrak rumah warga,” jelas Dir Shabara. Saat mobil terperosok itulah, seluruh anggota diserang warga. Karena kalah jumlah, mereka berusaha menyelamatkan diri. Sementara, hingga Minggu kemarin, situasi keamanan Lotim mulai kondusif. Kapolda NTB, juga sudah menemui sejumlah tokoh sentral di Lotim. Mulai dari H.M. Ali Bin Dachlan dan pasangannya, H. Haerul Warisin. Kapolda juga sudah menemui Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi dan H.M. Sukiman Azmy mengajak semua turut menciptakan dan menjaga kamtibmas Lotim ke arah yang lebih kondusif. (ars/rus)

Sesalkan Aksi Anarkis Dari Hal. 1 Dijelaskan kapolda, kehadiran delapan personel Sat Shabara Polres Lotim itu ke Desa Rumbuk untuk mengamankan situasi. Namun tidak disangka, ada reaksi dari warga dengan menyerang personel yang saat itu menggunakan truk Dalmas. ‘’Anggota kami justru diserang,” sesalnya lagi. Padahal pihaknya punya keinginan besar, agar Pilkada Lotim tidak dinoadi dengan aksi anarkis. ‘’Masyarakat harusnya bisa menjaga agar Lombok Timur itu bisa terus damai,” harapnya.

Terkait situasi terakhir di Lotim, dipastikannya kondusif. Meski demikian penjagaan terus diperketat. Tiga kompi pasukan Brimob Kelapa Dua juga masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrok lebih luas. ‘’Sementara pasukan Brimob tetap disiagakan di Lombok Timur,” terangnya. Mengenai ada penambahan pasukan, sementara ini dirasa cukup baginya. Apalagi sudah ada pasukan bantuan dari TNI yang sejak awal membantu pihaknya dalam pengamanan. (ars)

Sambutan Pimpinan Ponpes Nujumul Huda, Drs. TGH. M. Nafsin Kholili, AS.

Lobi Arab Saudi Dari Hal. 1 Demikian diungkapkan Menteri Agama, H.Suryadharma Ali, saat mengunjungi Ponpes Manhalul Ma’rif Desa Darek Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), Minggu (16/6) kemarin. Dihadapan Kakanwil Kementerian Agama, Drs. H. Usman, Bupati Loteng, H. M. Suhaili, FT dan ratusan undangan yang hadir, Menteri Agama menegaskan, pemerintah hingga kini masih berupaya semaksimal mungkin untuk membujuk pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi, agar jatah kuota haji untuk Indonesia tidak dipotong. Bahkan rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengirim surat langsung kepada pihak kerajaan. Berisikan permintaan kepada pihak kerajaan supaya Indonesia diberikan kompensasi khusus. ‘’Nanti pada tanggal 22 Juni surat dari Bapak Presiden akan saya bawa langsung untuk disampaikan kepada pihak Kerajaan Arab Saudi,” sebutnya.

Ia menjelaskan, kalau pun kemudian kuota haji Indonesia tetap dipotong, pemerintah Indonesia akan meminta supaya kuota haji yang terpangkas tahun ini bisa diprioritaskan untuk diberangkatkan pada tahun 2014 mendatang. Tanpa mengurangi kuota dasar pada tahun 2014 mendatang. Sehingga yang berangkat tahun 2014 mendatang jauh lebih banyak lagi. ‘’Jadi kalau kuota kita tetap dipotong, kita akan minta supaya jumlah kuota haji tahun 2014 mendatang ditambah, sesuai prosentase besaran kuota yang dipotong tahun ini,” paparnya. Dengan begitu, pada musim haji 2014 mendatang, kuota haji Indonesia lebih banyak lagi. Dari semula 211.000 jemaah yang memang merupakan kuota dasar, bertambah menjadi 253.200 jemaah. Setelah ditambah sisa jemaah yang tidak berangkat tahun ini. Sehingga tahun depan tidak akan ada lagi kuota yang dipotong. Untuk itu, pemerintah sangat berharap dukungan serta doa seluruh masyarakat. Supaya upaya

Munajib-Mahrip, Duet Pas lobi yang dilakukan pemerintah bisa berhasil. Masyarakat juga diharapkan bisa tetap berbesar hati. Khusus bagi calon jemaah haji yang mungkin tidak berangkat tahun ini. ‘’Upaya lobi akan tetap dilakukan semaksimal mungkin. Kalau pun semua upaya yang dilakukan gagal, kita tetap berharap masyarakat juga bisa menerima apapun hasilnya dengan besar hati. Karena semua keputusan, tetap ada di tangan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya,” ujar Menteri Agama seraya menambahkan, yang akan diberangkatkan diprioritaskan jemaah yang sudah lanjut usia. Pemerintah sendiri pada prinsipnya cukup memaklumi keputusan pemerintah Arab Saudi melakukan pemotongan kuota haji tahun ini. Mengingat proses renovasi Masjidil Haram sampai saat belum selesai. Sehingga kalau tetap dipaksakan, justru akan menimbulkan persoalan bagi jemaah itu sendiri, ketika menjalankan ibadah nanti. (kir)

Pusat Tahan Anggaran Pembangunan ”By Pass” BIL Tahap II Dari Hal. 1 ‘’Pemprov sudah mengalokasikan anggaran pembebasan tanah ini sebesar Rp 32,5 miliar. Sementara Kota Mataram harus menganggarkan Rp 4,2 miliar dan Lobar sebesar Rp 28,3 miliar. Pemkot Mataram saya kira sudah tidak ada masalah, tinggal Pemkab Lobar yang harus segera menyiapkan anggaran itu,”ujarnya. Disebutkan,total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan untuk proyek by pass BIL tahap II tersebut sebesar Rp 65 miliar yang menjadi tanggungan pemerintah daerah. Pemprov NTB menanggung 50 persen atau sebesar Rp 32,5 miliar sisanya Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar. ‘’Rencana kebutuhan itu sudah kita siapkan dalam DIPA melalui ban-

tuan keuangan. Peraturan gubernurnya disiapkan tinggal nanti kita serahkan kepada kabupaten/kota,”terangnya. Untuk itu, ia meminta Pemkab Lobar dan Kota Mataram menyiapkan sharing anggaran sebesar 50 persen. “Dengan harapan tahun ini lahan dibebaskan secara total maka pada tahun 2014 akan dilaksanakan pembangunan fisiknya,” harapnya. Dwi menambahkan, sebetulnya anggaran pembangunan by pass BIL tahap II tersebut sudah menunggu sebesar Rp 180 miliar. Namun karena pemerintah pusat tidak mau menerima risiko terkait dengan gejolak sosial akibat pembebasan lahan yang belum rampung maka anggaran tersebut masih ditahan. “Untuk mempermudah aksebilitas masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan

ekonomi masyarakat, pemda kabupaten/kota harus mendukungnya. Karena ini pembangunan skala nasional maka kita harus dukung supaya cepat,” harapnya. Terkait dengan proses pembebasan lahan yang belum tuntas ini, kata Dwi pemerintah pusat masih belum mendiskulifikasi anggaran tersebut. Artinya, kata mantan Kepala Dinas PU Lombok Tengah ini, anggaran tersebut masih tetap tersedia sampai tahun 2014. Diharapkan, jika proses pembebasan lahan tuntas tahun ini, maka tahun 2014 mendatang sudah mulai pembangunan fisik yang akan memakan waktu kurang lebih dua tahun sampai 2015. Pasalnya, by pass BIL tahap II tersebut akan dibangun sebanyak empat jembatan dan jalan sepanjang 7,1 km dua jalur empat lajur. (nas)

Dari Hal. 1

Dari Hal. 1 Persaingan diperkirakan akan semakin sengit, karena duet petahana dimana H.Zaini Arony (Bupati Lobar sekarang) mewakili daerah Selatan akan mencoba menguras suara di Selatan, termasuk daerah Gerung, Lembar dan Sekotong. Sedangkan Fauzan Khalid mewakili wilayah Utara akan memecah suara TGH. Munajib. Sementara bakal calon Bupati H. Ridwan Hidayat yang mewakili daerah tengah juga akan berupaya mendulang suara terbanyak. Sedangkan bakal calon wakilnya yang menurut informasi akan diambil dari wilayah Selatan berupaya memecah suara petahana di Selatan. Kemudian bakal calon Bupati H. Sajim Sastrawan yang mewakili wilayah Selatan juga tak akan tinggal diam. Sedangkan, bakal calon wakil konon akan diambil dari tengah atau utara. Izzul Islam mengaku, awalnya ingin ikut maju pada Pilkada Lobar kali ini. Namun karena pertimbangan lain ia urungkan niatnya. Menurutnya, calon yang paling pas maju di wilayah Utara adalah Munajib. ‘’Intinya saya dukung Munajib nanti kalau masalah jadi nomor 1 atau nomor 2 kan bisa dikomunikasikan, bisa saja paket Munajib dengan Mahrip akan resmi duet dan diusung,” tandasnya. Terkait kedua-keduanya masih ngotot menjadi nomor 1, masih ada peluang ko-

munikasi karena politik bisa saja berubah dengan cepat. Alasan utama ia mendukung Munajib, salah satunya karena Munajib merakyat. Jika dipanggil rakyat dia datang sekalipun ia harus memakai motor ia akan turun. Ia juga sering hadir pada acara dan kegiatan masyarakat. Sementara itu, ketua tim pemenangan TGH Munajib, menyampaikan terimakasih atas dukungan Izzul Islam terhadap TGH. Munajib. ‘’Keluarga besar dan tim dari TGH Munajib mengucapkan terima kasih atas dukungan Pak Izzul Islam,” ucap H. Sukri, seraya meyakini dukungan ini akan berpengaruh signifikan terhadap suara TGH. Munajib. Saat ini keputusan menjadi nomor 1 masih kuat di kubu Munajib. Sejauh ini belum ada komunikasi intens dengan Mahrip yang ingin duet dengan TGH. Munajib. Namun, ketetapan menjadi nomor 1 bisa saja berubah karena dalam parpol bisa saja berbubah. Sejauh ini, parpol pengusung yang sudah menjalin komunikasi antara lain PAN, Gerindra, PKNU, PIB, PKPI yang termasuk dalam 13 parpol non parlemen. ‘’ Memang belum ada keputusan PAN arah dukungannya kemana. Tapi besar kemungkinan ke kami (H.Munajib),” ujarnya. Terkait rencana deklarasi, belum diputuskan. Namun direncanakan 21 Juni mendatang. (her)

Kejaksaan Agung Kaji Kemungkinan Cek Lapangan Dari Hal. 1 Sementara itu, terkait mencuatnya dugaan bantuan fiktif berupa pembelian sapi di dua desa di Loteng, ditengarai sama dengan kejadian lainnya dengan pelaku sama, Yudi Setiawan. Karena diketahui,

Direktur PT CIP ini membuat 25 anak perusahaan untuk mengajukan kredit di sejumlah bank daerah, termasuk BJB Cabang Surabaya. Dari pengajuan kredit ratusan miliar itu – termasuk BJB – untuk pengembangan penangkaran ikan, yang ternyata diduga fiktif. (ars)


Snt17062013