Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013

16 HALAMAN NOMOR 135 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Suara NTB & (Tetap) Ikhtiar Menjadi Bacaan Terbaik Catatan: Agus Talino

C.01.08.13

IDAK ada kehidupan yang diam. Kehidupan itu terus bergerak. Diam boleh jadi adalah sebuah kematian. Apalagi di dunia usaha. Tidak terkecuali di dalamnya media. Suara NTB tidak akan pernah berhenti dan diam dalam seluruh rentang waktu. Suara NTB akan terus bergerak mengikuti dinamika yang terjadi. Karena pemahaman dan keyakinan kami, keberlangsungan

Suara NTB salah satunya, sangat ditentukan oleh kemampuan Suara NTB beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika dan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat. Artinya, Suara NTB harus menjadi bagian dalam poros kehidupan yang tak pernah berhenti bergerak. Tak boleh ada ‘’cerita’’ Suara NTB diam dan terpaku sendiri pada sebuah titik tertentu. Karena memang jarak antara berhasil dan tidak berhasil atau hidup dan mati sebuah usaha itu sangat tipis. Jarak itu berada pada ikhtiar dan doa. Jumat, 16 Agustus hari ini, Suara NTB yang kini sedang Anda baca menjelaskan tentang kehidupan yang tidak pernah diam tersebut. Suara NTB kembali berubah. Ini adalah bentuk ikhtiar dan doa kami. Suara NTB yang awal terbitnya hanya empat halaman, kini terbit 16 halaman setiap harinya.

Setelah sebelumnya bergerak dari empat halaman menjadi delapan halaman dan 12 halaman secara bertahap. Keputusan Suara NTB terbit 16 halaman bukanlah keputusan yang tanpa rencana. Kami merencanakan Suara NTB terbit 16 halaman cukup panjang. Ada banyak pertimbangan kami, sehingga kami sampai kepada keputusan menerbitkan Suara NTB 16 halaman. Yang pasti, keputusan menerbitkan Suara NTB 16 halaman dari sebelumnnya 12 halaman tidak berdiri sendiri. Keputusan itu kami ambil sangat kuat hubungannya dengan permintaan pembaca. Bahkan tidak jarang pembaca yang “mendesak” kami untuk segera menerbitkan Suara NTB 16 halaman. Alhamdulillah, 16 Agustus, hari ini permintaan dan “desakan” pembaca tersebut bisa kami wujudkan. Sama halnya, ketika Suara NTB

berubah dari empat halaman ke delapan halaman dan 12 halaman. Salah satu pertimbangannya saat itu, ketika Suara NTB masih terbit empat dan dalapan halaman, Suara NTB tidak memiliki halaman opini. Halaman opini mulai ada di Suara NTB ketika koran ini terbit 12 halaman. Harapannya, keberadaan halaman opini di Suara NTB bisa menginspirasi dan menyemangati penulis-penulis potensial dan penulis-penulis muda di daerah ini untuk memberi sumbangan pikirannya melalui tulisannya di Suara NTB untuk kita bersama-sama membangun daerah dan negeri ini. Membangun kemanusiaan dan peradaban. Alhamdulllah, sejak Suara NTB memiliki halaman opini, apresiasi dan dukungan penulis-penulis potensial dan penulis-penulis muda luar biasa. Bersambung ke hal 5

Diduga Menyimpang

Kejaksaan Bidik Proyek Gedung PAUD-NI

Mataram (Suara NTB) Beberapa waktu sebelum proyek Balai Latihan Kerja (BLK), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) jadi sasaran penyelidikan, Kejaksaan Tinggi NTB sudah memulai membidik proyek Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PAUD-NI), di Jalan Gajahmada Jempong Mataram.

Proyek yang dibangun tahun 2008 itu, meliputi gedung utama atau sekretariat, gedung untuk pelatihan PAUD-NI dan bangunan asrama. Proyek bernilai sekitar Rp 2,9 miliar itu, dibangun dalam tiga tahap dengan tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berbeda. Kejaksaan saat ini sedang mengusut indikasi penyimpangan pada pembangunan proyek

tersebut. Indikasi penyimpangan diduga terletak pada kekurangan volume proyek. Salah satu spek yang diselidiki, adalah kekurangan volume pada lantai gedung, karena indikasinya tidak menggunakan proses Rendemik atau pengecoran menggunakan mesin molen, melainkan manual. Dalam rangka mendalami ini, Kejaksaan meminta keterangan PPK, Hariyanto. Pemeriksaan Hariyanto sejak sepekan lalu, di ruangan Kasi Penyidik II,

TO K O H Alami Pergeseran Makna SEMINGGU pascaperayaan Idul Fitri, masyarakat Sasak di Lombok merayakan lebaran topat yang dilaksanakan pada tanggal 8 bulan Syawal kalender Hijriyah. Bersambung ke hal 5 H. Lalu Anggawa Nuraksi (Suara NTB/dok)

Made Mudita SH. Pemeriksaan kedua kalinya berlangsung Rabu (14/8) lalu, masih di ruangan yang sama. Diperkirakan karena keterangannya belum didukung data, Hariyanto dimintai lagi keterangan, Kamis (15/8) kemarin. Pantauan langsung Suara NTB, Hariyanto yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sempat menyerahkan dokumen kepada penyidik. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 16.30 Wita, pemeriksaan terhadap Hariyanto masih berlangsung. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ars)

DIBIDIK - Gedung PAUD-NI di Jalan Gajahmada yang menjadi bidikan baru Kejaksaan.

Gili Trawangan Dilirik Operator Hotel Internasional

Mataram (Suara NTB) Sejumlah operator hotel internasional seperti JW Marriot Hotel dan Accord Hotel tertarik membangun hotel di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Adanya investor yang akan membangun hotel-hotel bertaraf internasional tersebut dinilai positif bagi pertumbuhan investasi di daerah ini. Bersambung ke hal 5

Belum Jelas, Nasib Warga NTB di Mesir Mataram (Suara NTB) Pascapenggulingan Presiden terpilih Mesir, Mohammad Moersi oleh militer, suasana di negara tersebut semakin memanas. Ribuan demonstran tewas pada saat melakukan demonstrasi menentang penggulingan Moersi yang merupakan tokoh Ikhwanul Mus-

limin tersebut. Di negeri Piramida tersebut, ribuan WNI tinggal disana baik yang bekerja maupun melanjutkan studi. Tak terkecuali warga asal NTB yang sampai saat ini nasibnya belum jelas. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah

daerah juga diminta sigap dalam melindungi warganya. Anggota Komisi IV DPRD NTB, Lale Yaqutunnafis, S.Sos, MM mengharapkan agar pemerintah daerah (pemda) segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Mesir. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ars)

KETERANGAN - PPK Proyek PAUD-NI, Hariyanto saat dimintai keterangan di ruangan penyidik Kejaksaan.

Merdeka Menurut Wong Cilik

Semestinya Hidup Tak Bertambah Sulit

(Suara NTB/her)

REOT - Inaq Onah dengan gubuk reotnya.

Hari ini, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 68 tahun. Artinya, setengah abad lebih masyarakat Indonesia sudah merdeka. Salah satu tujuan dari kemerdekaan negeri ini 68 tahun silam ialah mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Tetapi, sudahkan rakyat Indonesia khususnya warga NTB benar-benar merdeka?

MENSEJAHTERAKAN rakyat tertuang dalam amanat sila ke lima dari Pancasila sebagai dasar filosofi berbangsa dan bernegara yang disepakati bersama oleh the founthing father bangsa kita yaitu ‘’Keadilan Sosial bagi Selu-

ruh Rakyat Indonesia”. Keadilan, tentunya menjadi harapan masyarakat Indonesia seluruhnya. Selain itu, keadilan merupakan tujuan dari proses pembangunan bangsa ini. Bersambung ke hal 5

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, SUARA NTB Sabtu (17/8) tidak terbit. Kami akan terbit kembali Senin (19/8). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan agar maklum. Terima Kasih Penerbit

C.03.08.13


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Pengamanan Maksimal PERAYAANlebarantopatdiKota Mataram berjalan cukup semarak. Beberapa lokasi juga Nampak ramai, mulai dari makam Loang Baloq, Makam Bintaro hingga wilayah pesisir pantai. Berkaitan denganlebarantopatitu,BPBDKota Mataram pun melakukan siaga penuh dengan melakukan pengamanan yang maksimal di sepanjang garis pantai Kota Mataram. Sebagai bentuk pengamanan, Kepala BPBD Kota Mataram, H. Muharrar kepada Suara NTB, Kamis (15/8) kemarin, mengatakan pihaknya sudah turun ke lapangan sejak Rabu (14/8) lalu. Setidaknyaadatigatitikyangmen(Suara NTB/smd) jadi fokus pengamanan dan penH. Muharrar gawasan yang dilakukan BPBD yakni di Pantai Mapak, Pantau Loang Baloq serta Pantai Bintaro. “Di tiga lokasi itu sudah kita bangunkan posko pengamanan,” katanya. Selain posko pengamanan, BPBD Kota Mataram juga menurunkan sedikitnya 75 orang personel untuk selalu standby. Tak hanya itu, beberapa peralatan teknis milik BPBD juga diturunkan seperti dua unit perahu karet dan satu unit speedboat yang melakukan patroli sepanjang pantai dan satu unit ambulance yang bertugas melakukan siaga di darat. “Itu sudah dari kemarin kita persiapkan,” imbuhnya. Mengenai situasi sampai siang hari kemarin, Muharrar mengatakn masih aman terkendali. Dia berharap wilayah Kota Mataram tetap aman dan zero accident seperti tahun lalu. “Sejauh ini masih aman dan tidak ada kejadian yang menonjol. Setidaknya pengamanan akan dilakukan selama tiga hari. Kita berusaha untuk bekerja maksimal, cepat dan terarah,” pungkasnya. Lebih lanjut disampaikan Muharrar, dengan pengamanan ekstra yang dilakukan jajarannya yang dibantu pihak-pihak terkait, dia berharap perayaan Lebaran Topat kali ini bisa berjalan dengan baik. “Kita semua berharap lebnaran topat kali ini bisa berjalan dengan aman tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan. Kita sama-sama berdoa,” tandasnya. (smd)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pembangunan Pelabuhan Mapak Masih Prematur Mataram (Suara NTB) Rencana pembangunan pelabuhan di daerah Mapak Kelurahan Jempong Baru nampaknya lama akan terwujud. Pasalnya, menurut Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Kamis (15/8) kemarin, rencana tersebut terbilang masih prematur. Namun demikian, kata Ahyar Abduh, dirinya selaku Walikota Mataram telah melakukan pembicaraan yang serius dengan Bupati Karangasem. Bahkan, tiga tahun lalu pemerintah pusat telah melakukan penelitian di beberapa titik, dan hasilnya, ada dua lokasi yang dirasa cocok untuk pembangunan pelabuhan yakni di Meninting, Bintaro dan Mapak. Menurut dia, keberadaan

pelabuhan di wilayah Kota Mataram, khususnya di Mapak akan sangat bermanfaat bagi masyarakat NTB. Pasalnya, kata dia, Pelabuhan Lembar-Padangbai sudah sangat padat aktivitas, selain itu jarak tempuh kedua pelabuhan juga cukup lama yakni hampir 5 jam. “Rencananya kita akan bangun pelabuhan di Mapak yang nantinya akan dihubungkan dengan Pelabuhan Amed

Karangasem,” katanya. Nantinya, kata Ahyar Abduh, pelabuhan di Mapak itu akan dikhususkan untuk pelabuhan pariwisata. Bahkan rencana anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembangunan itu mencapai angka yang fantastis yakni Rp 2 triliun lebih. “Kita sudah ajukan ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Artinya sekarang kita tinggal menunggu saja keputusan pemerintah pusat,” jelasnya. Mengenai pembebasan lahan, Walikota menegaskan, pihaknya sudah melakukan antisipasi jika rencana yang dia katakan prematur itu, berjalan lancar. Setidaknya pihaknya

(Suara NTB/smd)

H. Ahyar Abduh

Pemkot Mataram Ingin Berantas Pemotongan Gelap

Belum Ada Persetujuan Dewan RENCANA Pemkot Mataram akan melakukan tender pengelolaan dan pengembangan MWP (Mataram Water Park) cukup mengejutkan kalangan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi II DPRDKotaMataramyangjugaKetua Fraksi Partai Hanura DPRD KotaMataram,YeyenSeprianRachmat, SE., MSi., kepada Suara NTB, Kamis (15/8) kemarin, membantahkalaurencanaPemkotMataram mempihakketigakan pengelolaan dan pengembangan MWP telah mendapat persetujuan Dewan. ‘’Dewan yang mana? Setahu saya, belum pernah ada persetujuan Dewan mengenai ini (pen(Suara NTB/dok) gelolaan dan pengembangan Yeyen Seprian Rachmat MWP, red). Ekspose pun belum pernah ada,’’ terangnya. Ia menilai, langkah Pemkot Mataram yang mengaku-ngaku telah mengantongi persetujuan Dewan, sebagai langkah yang terlalu jauh. ‘’Saya ingatkan kepada eksekutif jangan terlalu jauh,’’ cetusnya. Menurut Yeyen, kalau memang ada persetujuan Dewan mengenai pengelolaan MWP, seharusnya ada ekspose terlebih dahulu. ‘’Kami dari Hanura berharap ada proses saling menghargai untuk kerja-kerja publik,’’ katanya. Selama ini, lanjutnya, banyak kerjasama yang dilakukan Pemkot Mataram dengan pihak ketiga tanpa melalui persetujuan Dewan. Padahal, Dewan dalam hal ini, sepakat kalau aset-aset Kota Mataram akan lebih baik jika dipihakketigakan. ‘’Saya pikir bukan hanya MWP, aset-aset lain juga perlu dipihakketigakan,’’ imbuhnya. Mengenai, berapa nilai royalti yang pantas diterima Pemkot Mataram atas pengelolaan dan pengembangan MWP oleh pihak ketiga, menurut Yeyen kurang pas menggunakan pola royalti dalam hal bagi keuntungan. Sebab, jika menggunakan royalti, Pemkot akan terjebak pada besar kecilnya nilai royalti. Apalagi nanti ada fase maju mundurnya pengelolaan tempat hiburan rakyat tersebut. Yeyen menyarankan, pembagian keuntungan atas pengelolaan dan pengembangan MWP sebaiknya menggunakan pola persentase. Pola ini diyakini akan menguntungkan kedua belah pihak. Baik Pemkot mataram maupun pihak ketiga. ‘’Sebesar apa kontribusinya, apa saja bentuk kontribusinya, ini harus menjadi pertimbangan,’’ terangnya. Demikian kontribusi Pemkot Mataram dalam pembangunan MWP juga harus diperhatikan. Artinya, kontribusi antara Pemkot Mataram dengan pihak ketiga tentu harus dibandingkan. ‘’Kalau pakai royalti, asumsinya sering melenceng,’’ ucapnya. Yeyen melihat, MWP sangat berpotensi untuk berkembang. Selain lokasinya yang strategis di Udayana, juga karena akan dikelola oleh pihak ketiga yang diyakini lebih profesional karena mengedepankan aspek bisnis. (fit)

sudah menyiapkan lahan yang cukup luas yakni sekitar 5 hektar. “Sudah kita persiapkan, itu sebagai antisipasi dan kesiapan kita untuk pembangunan pelabuhan pariwisata yang dimaksud,” tambahnya. Mengenai dukungan pemerintah Provinsi NTB, Ahyar Abduh mengatakan, dukungan itu sudah diperoleh Pemkot Mataram. Bahkan, Pemprov NTB menyatakan kesiapannya untuk memback up guna melakukan koordinasi dan konsultasi ke pusat. “Pemerintah Bali pun demikian, Gubernur Bali mendukung penuh Bupati Karangasem terkait rencana pembangunan pelabuhan itu,” ujarnya. (smd)

(Suara NTB/smd)

MEMANTAU - Walikota Mataram bersama jajarannya memantau perayaan lebaran topat melalui jalur laut dengan menggunakan speedboat. Sementara itu, ribuan masyarakat nampak tumpah ruah dipantai seperti dalam gambar.

Dengan ”Speedboat”, Walikota Pantau Wilayah Pantai Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H. L. Mahzuriadi dan Kepala BPBD Kota Mataram, H. Muharrar, Kamis (15/8) kemarin memantau secara langsung situasi perayaan Lebaran Topat. Dengan menggunakan speedboat, Walikota menyisir sepanjang pinggir pantai wilayah Kota Mataram. Dalam melakukan pantauan dari jalur laut itu, speedboat Walikota dikawal oleh dua speedboat milik BPBD Kota Mataram. Pemantauan itu dilakukan mulai dari Pantai Penghulu Agung menuju ke Pantai Mapak hingga masuk ke

wilayah Pantai Kuranji dan kemudian berakhir di Pantai Meninting yang merupakan perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat. Dalam kesempatan itu, Walikota mengatakan, pemantauan yang dilakukannya adalah untuk melihat secara langsung perayaan Lebaran Topat di wilayah kota Mataram. “Kita berharap perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram berjalan dengan lancar,” harapnya. Walikota juga menyatakan, pemantauan yang dilakukannya juga sebagai bentuk perhatian Pemkot Mataram ke-

pada masyarakat yang merayakan Lebaran Topat. Dalam kesempatan itu pula, H. Ahyar Abduh tidak henti-hentinya melambaikan tangan kepada masyarakat yang sedang menikmati suasana pantai baik itu dengan berenang ataupun sekedar duduk-duduk bersama keluarga. Sementara itu, pantauan Suara NTB di sepanjang pesisir pantai Kota Mataram, ribuan masyarakat nampak larut dalam suasana lebaran. Ada yang asyik berenang, dan ada pula yang sekadar menikmati menu Lebaran Topat di pesisir pantai. (smd)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melalui Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) berkeinginan memberantas pemotongan gelap yang kerap berlangsung secara diam-diam di sejumlah tempat di Mataram seperti di Gubuk Mamben Sekarbela. Kepala Dinas PKP Kota Mataram, Ir. Lalu Mazhuriadi kepada Suara NTB di Kantor Walikota Mataram mengungkapkan, salah satu solusi untuk memberantas pemotongan gelap, pihaknya merencanakan pembangunan sebuah RPH (Rumah Potong Hewan) yang tidak jauh dari kediaman mereka. Namun demikian, lokasi pastinya belum ditentukan. Sampai saat ini, pihaknya masih mencari lokasi yang paling pas. Pembangunan RPH ini nantinya, demikian Mazhuriadi, juga sangat tergantu dari kesiapan masyarakat pejagal. ‘’Sambil kita mencari lokasi, kita juga akan terus mensosialisasikan cara pemotongan yang aman dan

sehat,’’ terangnya. Ia berharap, ketika nanti diputuskan untuk membangun RPH, adalah merupakan keputusan yang yang pas. ‘’Jangansampai,nantisudahkita bangun,malahtidaktermanfaatkan denganbaik,’’cetusnya.Padabagian lainMazhuriadijugamenyebutkan, di Mataram sendiri hingga saat ini, baruterdapatsatuRPHdasatuRPU (RumahPotongUnggas).Sepertidiketahui, sudah bukan rahasia lagi kalau di sejumlah titik di Mataram masih terjadi pemotongan gelap. Praktikpemotongangelapinidikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi daging sapi hasil dari pemotongan gelap tersebut. Dinas PKP sudah sering melakukan sidak bahkan mengingatkan pejagal di pemotongan gelap itu, bahwa tindakan mereka ilegal. Namun upaya sosialisasi tersebut rupanya tidak membuahkan hasil. Ini terbukti dengan masih berlangsungnya pemotongan gelap di Gubuk Mamben, Sekarbela. (fit)

Pemkot Cari 210 Tenaga Medis dan Pendidik Mataram (Suara NTB) – PemkotMataramtahun2013ini, mencari sedikitnya 210 pegawai untuk tiga kompetensi. Masing-masing tenaga pendidik, tenaga medis dan tenagateknis.Namun,usulanuntuk tiga kompetensi itu dari kalangan masyarakat umum ditolak BKN (Badan Kepegawaian Nasional). KepalaBKD(BadanKepegawaian Daerah) Kota Mataram, Dra. Hj. Evi Ganevia, Msi., kepada Suara NTB, di Mataram mengatakan, ditolaknya usulan yang diajukan Pemkot Mataram terhadap tiga kompetensi itu lantaran di Pemkot Mataram masih terdapat 1.250 honorer katagori dua (K2). ‘’Yang dapat itu Pemprov, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara,’’ terangnya. Tenaga honorer K2 sebanyak 1.250 tersebut, lanjut Evi, akan diakomodir terlebih dahu-

lu. Kendati demikian, tetap harus melalui mekanisme yang semestinya seperti tes. Hal ini berkaitan pula dengan belanja pegawai yang tercatat 50 persen lebih. ‘’Yang sekarang tes yang 1.250, mana yang lulus ya itu yang diterima. Tidak lantas semuanya lulus,’’ terangnya.IstriWakilKetuaDPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi ini menyebutkan, jumlah CPNS yang dibutuhkan Pemkot Mataram tahuninisekitar210CPNSdaritiga kompetensi tersebut. ‘’Itupun kalau ada yang sesuai dengan kompetensinya itu. Makanya kita lihat dulu berapa yang lulus,’’ imbuhnya. Kalau memang tahun depan kebutuhan CPNS di Mataram lebih besar, tentu akan ditambah. Evi memprediksi tahun depan, Pemkot Mataram baru bisa mengakomodir usulan CPNS dari kalangan masyarakat umum. (fit)

Kentalnya Sisi Religius dan Kultural dalam Lebaran Topat di Mataram Mataram merupakan salah satu kota yang ada di NTB. Dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, Kota Mataram jelaslah memiliki sisi religi yang tinggi. Berbicara religi, masyarakat Kota Mataram juga memiliki tradisi keislaman yang sangat tinggi dari sisi kultur atau budayanya, salah satunya adalah perayaan LebaranTopat (Ketupat, red). DIAMBILNYA nama topat dalam perayaan tersebut menurut beberapa tokoh masyarakat dikarenakan pada perayaan tersebut yang menjadi menu utamanya adalah topat. Berbicara tradisi, perayaan lebaran topat ini dilakukan masyarakatIslamsukuSasakseminggu setelah Hari Raya Idul Fitri yang menjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan syawal. Ada beberapa hal yang wajib dilakukan masyarakat Islam suku Sasak dalam perayaan Lebaran Topat itu yakni ziarah kubur (Makam, red) dan tradisi ngurisan bagi masyarakatyangmemilikianakbalita. Selain itu, tradisi Lebaran Topat dilakukan secara serentak dengan caramelakukanpesiarataumengunjungi tempat-tempat wisata di Lombok beramai-ramai dengan memba-

wa bekal makanan yang didominasi makanan khas yakni ketupat. DiKotaMataramsendiri,adadua lokasiyangmenjaditujuanprosesiritualziarahmakamdanngurisanyakni di Makam Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang Sekarbela dan Makam Bintaro, di Kelurahan Bintaro Ampenan. Untuk perayaan lebaran topat di Makam Loang Baloq, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh memimpin prosesi itu secara langsung, sementara di Makam Bintaro dipimpin oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana. Di Makam Loang Baloq, perayaan Lebaran Topat dimulai denganziarahkubur,ngurisan,pemotongan topat dan diakhiri penampilan kesenian seperti zikir zaman, serta tari baris. Perayaan Lebaran Topat di lokasi itu dihadiri ribuan umat

muslim baik yang berasal dari wilayahKotaMataramsendirimaupun dari luar seperti Lombok Barat, LombokTengahdanLombokTimur. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam sambutannya mengatakan,perayaanLebaranTopatyang jatuh pada tanggal 8 Syawal 1434 Hijriah ini mengandung nilai religius danbudaya.Keduanilaitersebutterus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kota Mataram dan Pulau Lombok pada khususnya. “Ini (Lebaran Topat, red) sudah menjadi tradisi ratusan tahun. Jadi acara ini bukan mengada-ada. Aspek agama dankulturnyakental,”katanya. Sebenarnya kata dia, Lebaran Topat ini adalah lebaran bagi mereka (Umat Islam, red) yang menjalankan puasa sunnah selama enam hari. Tapi, karena budaya itu sudah menjadi tradisi, maka yang merayakannyaadalahsebagianbesar masyarakat Islam suku Sasak. “Tapi saya tidak mengatakan bahwa yang tidak puasa sunnah tidak boleh merayakannya,” selorohnya. Selain prosesi ritual, perayaan Lebaran Topat di Makam Loang Baloqjugadikemasdenganberbagai acara,salahsatunyaadalahhiburan

rakyat.Menurutdia,digelarnyahiburan rakyat di Makam Loang Baloq adalah untuk memecah konsentrasimasyarakatkewilayahutaraatau Senggigi.“Inikitasiapkanuntukmemecah tujuan warga yang kea rah utara. Jalur Senggigi sudah sangat macet dan rawan kecelakaan. Untuk itulah hiburan rakyat juga kita gelar disini,” pungkasnya. Sementara di Makam Bintaro, ribuan masyarakat nampak memadatimakamkeramattersebut.Dalam perayaan Lebaran Topat di Makam Bintaro dihadiri Wakil Walikota MataramH.MohanRoliskana,berbagai kegiatan juga digelar seperti pemotongan topat dan pemukulan bedug kemudian dilanjutkan ziarah makamdanngurisan.Dalamkesempatan itu, Wakil Walikota Mataram itujugameninjausecaralangsunglokasiperayaanhiburanrakyatyangbertempat di pesisir Pantai Bintaro. Sama seperti di Makam Loang Baloq, hiburan rakyat juga digelar dibawahkoordinasiH.AbdulHamid. Selain tari-tarian khas suku Sasak, ada sedikit penampilan yang berbedayaknitarianbarongsaiyangdilakukan oleh masyarakat suku Tionghoa sebagai bentuk partisipasi. (smd)

(Suara NTB/smd)

SEMARAK - Perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram berjalan semarak. Ribuan umat Islam tumpah ruah di dua lokasi yakni di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro. Tampak Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh ketika melakukan ziarah makam. Disatu sisi, tampak pula masyarakat yang sedang menikmati topat di antara makam-makam yang ada di Makam Loang Baloq.


Selong (Suara NTB) Diduga turut dalam aksi pencurian sejumlah lapak dagang di Pasar Terara Lombok Timur (Lotim), Polisi terpaksa mengamankan JI (15) warga Montong Baan Kecamatan Sikur. Pelaku yang notabenenya masih di bawah umur ini diduga mencuri bersama dua rekannya yang berhasil melarikan diri. Kapolsek Terara, Iptu Sidik Prio saat dikonfirmasi Kamis (15/8), membenarkan kasus tersebut. Ia menuturkan, aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 23.00 Wita Rabu (14/8) lalu setelah pelaku diciduk aparat kepolisian. Pelaku diduga mengambil sejumlah barang dagangan milik pedagang lapak, seperti telur dan barang bukti lainnya. Dituturkan, ada tiga unit lapak yang dibongkar para pelaku yang rata-rata masih usia sekolah ini. “Tiga lapak yang dibongkar, namun dua yang kosong,” tutur Sidik. Pelaku sampai saat ini masih diamankan di Mapolsek Terara. Kondisi pelaku masih di bawah umur, pelaku akan diberikan pembinaan dulu sambil menunggu proses mediasi dengan orang tua pelaku. Polisi tidak langsung menjerat dengan ketentuan pasarl 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian. Pasalnya, kondisi pelaku yang mengaku putus sekolah ini memerlukan proses pembinaan. Disamping itu, berdasarkan ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (MA), aksi pencurian dibawah Rp 2,5 juta masuk katagori tindak pindangan ringan (tipiring). Aparat Kepolisian ini pun siap akan mengaplikasikan Surat Edaran MA tersebut. Ditegaskan, soal hukum penjara melalui proses persidangan sebenarnya merupakan langkah terakhir dalam setiap penegakan hukum. (rus)

“Berkasnya sudah pada tahap akhirnya,” aku Kajari Praya, H. Subri, S.H, kepada Suara NTB, Kamis (15/8). Saat ini, kata Kajari Praya yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan perayaan Lebaran Topat di Pantai Kute Pujut, berkas masih dalam tahap penelitian tahap akhir. Tujuannya mengetahui kekurangan yang mungkin masih perlu dilengkapi. Namun pihaknya

(Suara NTB/kir)

H. Subri Ke., berkasnya masih dalam tahap penyelesaian. (kir)

Investor Gili Sunut Dikhawatirkan Kabur

(Suara NTB/ari)

USUNG - Kontingan Lomba Ketupat dari Bayan mengusung miniatur masjid kuno dan ancak pada arak-arakan Lebaran Topat di Tanjung, Kamis (15/8).

Miniatur Masjid Kuno dan Ancak Bayan Warnai Lomba Ketupat Tanjung (Suara NTB) Momen Lebaran Topat dengan Lomba Ketupat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) disambut antusias warga. Berpusat di Pantai Tembobor, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, ribuan warga memadati kawasan pantai sekaligus melihat dari dekat seperti apa gelaran lomba yang dihajatkan Pemda KLU tersebut. Salah seorang warga, Astini, mengaku tertarik setelah secara sekilas melihat pelaksanaan lomba. Utamanya ketika kontingen perwakilan Bayan menampilkan miniatur masjid kuno disertai ancak (nampan dari bambu) yang biasa dipakai saat ritual adat Bayan tampak di tengah lapangan lomba. “Selama ini Masjid Kuno Bayan kita dengar dari cerita, karena belum pernah ke sana. Walaupun hanya melihat miniaturnya, kami cukup senang,” ungkap warga Pemenang ini. Pada kesempatan kemarin, pihak Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika (Dishubparkominfo) KLU, melibatkan peserta perwakilan 5 kecamatan pada Lomba Ketupat. Alasannya, kegiatan tersebut merupakan momentum perdana, sehingga acara lomba didesain biasa dan tanpa embel-embel. “Lebaran Topat ini sengaja kami isi dengan Lomba Ketupat, sebagai salah satu upaya Pemda KLU untuk melestarikan budaya sasak. Lebaran topat merupakan peninggalan adat nenek moyang yang harus dipertahankan,” ungkap Kabid Pariwisata pada Dishubparkominfo KLU, Nanang, di sela-sela acara. Ia menjelaskan, event perdana yang mendapat respon masyarakat ini sangat memu-

Pengunjung Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum gota keluarganya ke pantai itu. Ia mengaku hampir setiap tahun membawa istri dan anaknya ke pantai itu. Namun ia mengeluh, karena kondisinya tak banyak berubah. Tidak saja kondisi jalan yang masih berdebu, namun juga fasilitas umum seperti kamar kecil tidak ada. “Masak di tempat wisata tidak ada tempat buang air (WC),” keluh pengunjung asal Mataram ini. Tidak saja, Sahrun, Idarwan juga mengeluh minimnya tempat berteduh. Hal itu sangat mendasar, karena ratusan pengunjung justru berteduh di pohon kelapa yang justru berbahaya, karena kerap kali buah kelapa jatuh menimpa kepala pengunjung. Seingatnya tahun lalu, pernah ada. Pengunjung yang tertimpa buah kelapa. “Supaya jangan ada korban lagi lah,” harapnya. Begitu juga ke Pantai Cema-

proses selanjutnya, mengingat, kasus ini juga sudah cukup lama berproses. H.L. Ke yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng, merupakan salah satu tersangka kasus pembunuhan sadis atas Sudirman, warga Desa Langko Janapria, pertengahan bulan Februari 2013 lalu. Dari hasil penyelidikan aparat kepolisian, diketahui ada sekitar 20 pelaku yang ter-

Izin Investasi Lambat

Lokasi Wisata ”Diserbu”

Giri Menang (suara NTB) Lebaran Topat umumnya di Pulau Lombok dan khususnya di Lombok Barat dirayakan warga secara besar-besaran. Usai perayaan Lebaran Topat, Kamis (15/8) banyak warga memilih ke lokasi wisata, seperti Pantai Sekotong, Cemara, Endok dan Senggigi. Di Pantai Sekotong, misalnya, pengunjung memadati sejumlah lokasi. Paling banyak yang setiap tahun dikunjungi adalah Pantai Elak-elak Sekotong. Pantai ini terletak di Sekotong Barat, berjarak sekitar 6 sampai 7 kilometer dari Kantor Camat Sekotong. Pantai Elak-elak menjadi pilihan pengunjung karena pemandangannya indah. Sahrun, salah seroang pengunjung membawa ang-

optimis dalam waktu yang tidak lama lagi, berkas kasus penyidikan sudah bisa dituntaskan. “Kemarin berkasnya sudah dikirim lagi oleh pihak kepolisian setelah dilakukan penambahan sesuai petunjuk yang ada,” jelasnya. Pihaknya pun berharap, semua petunjuk yang ada bisa dipenuhi, sehingga berkas bisa dinyatakan P21 (selesai, red). Setelah itu ditindaklanjuti ke

libat dan 12 tersangka diamankan aparat kepolisian. Sisanya sampai saat ini masuk dalam status buronan. Kapolres Loteng, AKBP Supriyadi, S.Ik., sendiri kalau kasus tersebut harus dituntaskan. Termasuk para pelaku yang terindikasi terlihat harus ditangkap seluruh, tanpa terkecuali. Dari 12 tersangka yang sudah diamankan, empat tersangka awal sudah mulai menjalani proses peradilan di PN Praya Selasa (13/8) kemarin. Di antaranya, M. Said, pelaku utama bersama tiga pelaku lainnya. Sementara sisa tersangka lainnya, termasuk H.L.

ra Lembar, Pantai Endok, juga tidak jauh berbeda. Pantai ini juga ramai pengunjung. Bahkan lapangan parkir disekitar pantai itu membeludak. Petugas parkir kewalahan mengatur parkir. Petugas memungut parkir Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua, roda empat Rp 2.000 sampai Rp 2.500. Sedangkan pengunjung yang mau masuk menggunakan kendaraan harus bayar Rp 3.000 satu paket. Khusus di Pantai Endok, seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Lobar, I Gede Renjana akan dijadikan lokasi pacuan kuda. ‘’Sementara Pantai Cemara Lembar ke depan dirancang menjadi semcam Ancol mini, karena persis modelnya. Di lokasi ini sudah dibangun jembatan,’’ klaimnya. (her)

ngkinkan untuk ditetapkan sebagai kalender wisata pascalebaran. Pihaknya pun berjanji ke depannya akan membuat event dengan konsep yang dikembangkan dan lebih menarik. Acara tersebut dibuka oleh Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu

SH, dihadiri pula Wakil Bupati KLU, Sekda KLU, Kapolres KLU beserta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemda KLU. Di akhir acara, panitia mengumumkan pemenang Lomba yang berhak atas hadiah berupa piala, dan hadiah hiburan. (ari)

Selong (Suara NTB) Lambatnya pengurusan izin investasi pariwisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menuai kritikan. Kali ini disampaikan pelaku wisata yang juga anggota DPRD NTB, Ir. H. Miscbah Mulyadi. Menurutnya, investor PT Ocean Blue Resorts Indonesia (OBRI) yang akan mengembangkan kawasan Gili Sunut terhitung sudah empat tahun menyampaikan minatnya. Sikap pemerintah daerah yang berbelit-belit dikhawatirkan akan dapat membuat investor kaliber dunia itu kabur, batal merealisasikan investasinya. Menjawab Suara NTB Kamis (15/8) kemarin, Miscbah menyarankan, Pemda turut membantu upaya investor melengkapi kekurangan persyaratan. Bukan terkesan mempersulit proses perizinan yang akan diurus investor. Pihaknya yakin, OBRI benarbenar serius ingin berinvestasi di Lotim. Bukti keseriusan PT OBRI sudah diperlihatkan sejak awal. Mulai dari kesanggupannya membangun 109 unit rumah tempat relokasi warga Gili Sunut. Pembangunan pun dilakukan dua kali setelah sebelumnya lahan tempat pembangunan rumah yang ditunjukkan Pemkab Lotim terbentur kasus hukum. Mr. Ong Beng Seng, salah satu investor yang beberapa waktu lalu telah secara khusus mengunjungi Gili Sunut. Padahal di waktu bersamaan, pengusaha kelas dunia itu harus menjamu mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair. Pertemuan dengan sang mantan perdana menteri ditunda demi mengunjungi Lotim. Kedatangannya pun bersama dengan arsitek yang akan menyulap Gili Sunut menjadi primadona dunia. Nilai investasinya dikabarkan sebelumnya mencapai ratusan miliar dolar Amerika. “Ini salah satu bentuk keseriusannya,” imbuhnya. Khusus kepada bupati terpilih H. Ali Bin Dachlan diharapkan bisa mengambil peran untuk mempermudah perizinan tersebut. Termasuk membangun fasilitas yang sangat menunjang bagi pertumbuhan pariwisata. “Untuk infrastruktur menuju objek wisata ini anggarkan saja Rp 100 miliar, pasti bisa,” ujarnya optimis. (rus)

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Praya (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Perayaan Lebaran Topat di Kabupaten Lombok Tengah (Lo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 teng), Kamis (15/8), berlangsung semarak. Ribuan masyarakat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 tumpah ruas memadati arena pasar seni Desa Kute Pujut yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 menjadi lokasi pusat kegiatan perayaan event tahunan tersebut. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Yang datang bukan hanya warga Loteng, tapi juga dari berbagai 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 wilayah di Pulau Lombok. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Tidak ketinggalan pula, ribuan pegawai lingkup Pemkab Lo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 teng juga turut hadir berbaur dengan masyarakat umum. Kegia1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 tan perayaan sendiri diawali dengan kegiatan parade dulang saji 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 dari semua SKPD lingkup Pemkab Loteng. Termasuk KPU Lo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 teng ikut berpartisipasi. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Usai parade dulang saji, dilanjutkan kemudian dengan kegia1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 tan dzikir serta doa serta makan bersama. “Kegiatan ini merupa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 kan salah satu upaya dari pemerintah daerah dalam rangka men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 genalkan dan melestarikan budaya Lebaran Topat,” ungkap Bu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 pati Loteng, H. M. Suhaili, FT, dalam sambutannya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Menurutnya, kegiatan perayaan Lebaran Topat merupakan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 khasanah budaya yang dimiliki warga Sasak di Pulau Lombok, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 khususnya lagi Loteng, sehingga harus dan terus dilestarikan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Tujuannya, Lebaran Topat bukan hanya menjadi sekadar bu- BERBAUR - Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., ikut berbaur 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 daya masyarakat saja, tapi bisa dikembangkan menjadi salah satu dengan puluhan anak yatim saat perayaan Lebaran Topat di 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 event pariwisata yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata Desa Kute Pujut, Kamis (15/8) kemarin. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 untuk mau datang ke Loteng. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Di samping itu juga, perayaan Lebaran Topat dihajatkan juga 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 sebagai ajang silaturahmi seluruh elemen masyarakat di daerah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 ini dan membangun mental spiritual masyarakat demi menun1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 jang kemajuan daerah pada umumnya. “Jadi makna perayaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Lebaran Topat bukan semata-mata hura-hura. Tapi lebih dari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 itu, merupakan ajang silaturahmi dan membangun mental sprir1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 itual masyarakat di daerah ini,” tandasnya. (kir/*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 NIKMATI - Kajari Praya, H. Subri, S.H., bersama Ketua DPRD 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Loteng, H.M. Yusuf Saleh, S.H., dan sejumlah anggota FKPD Lo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 teng menikmati hidangan ketupat saat perayaan Lebaran Topat. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 ARAK-ARAKAN - Arak-arakan dulang saji dari SKPD 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 lingkup Pemkab Loteng menandai dimulainya perayaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Lebaran Topat di Loteng. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 ORNAMEN KETUPAT - Tiga gadis dengan menggunakan BAGIKAN - Sekda Loteng, Drs. H.L. Supardan, M.M., mem1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 ornamen ketupat ikut menyemarakkan kegiatan perayaan bagikan sajian makanan kepada masyarakat yang hadir para 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 Lebaran Topat di Loteng. perayaan Lebaran Topat di Desa Kute, Kamis (15/8) kemarin. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456

Gema Lombok Tengah Bersatu

KERJASAMA BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN HARIAN SUARA NTB

Semarak, Perayaan Lebaran Topat di Loteng

(Suara NTB/kir)

Polisi Amankan Anak di Bawah Umur

Praya (Suara NTB) Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya memastikan berkas penyidikan terhadap Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah (Loteng) H. L. Ke, bakal segera rampung dalam waktu dekat ini. Setelah rampung, berkas penyidikan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Praya untuk keperluan persidangan.

(Suara NTB/kir)

Diduga Mencuri

Segera Rampung, Berkas Kasus Ketua Komisi I DPRD

(Suara NTB/kir)

MESKI masih dalam teka-teki, keberadaan bandar internasional di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara pelan namun pasti mulai menyeruak. Itu ditandai dengan upaya pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memasukkan Bandar Internasional Kayangan (BIK) ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Masuknya BIK ke KEK, besar kemungkinan political will, pemerintah pusat untuk menggiring BIK ke Lombok bagian utara akan terealisasi. Kepala Bappeda KLU, Ir. H. Nanang Mata(Suara NTB/ari) lata, kepada wartawan H. Nanang Matalata Kamis (15/8), mengemukakan progres wacana bandar internasional di Kayangan masih berproses. “Bandar internasional ini sebetulnya wacana pusat, tetapi kita di daerah tetap mendukung, memberikan data yang dibutuhkan, termasuk melakukan pengkajian awal. Kita sudah berupaya, dan pemerintah pusat juga berusaha untuk memasukkan dulu kawasan Bandar Internasional di Kayangan ini ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus. Kalau sudah masuk di situ, maka ini akan menjadi perhatian pusat,” ungkap Nanang. Diakuinya, BIK belum dapat dipastikan mengarah ke Lombok Utara jika investasi triliunan rupiah itu belum masuk KEK. Begitu pula pembiayaannya di pusat, belum dapat dibahas lebih lanjut mengingat investasi ini setidaknya melibatkan konsorsium pengusaha dalam dan luar negeri. Nanang menyatakan, dukungan data terus dikirimkan Pemda KLU ke pusat, yang selanjutnya data itu dikirimkan ke Bappenas. Apabila dalam penilaian Bappenas, KLU termasuk salah satu representasi kawasan investasi BIK ini, maka Tim Bappenas selanjutnya diakui akan turun ke Lombok Utara mengkaji kondisi riil di lapangan. Dalam konfirmasi sebelumnya Bupati KLU maupun Bappeda KLU dinyatakan, kebutuhan areal investasi BI di Kayangan cukup besar mencapai 1.000 hektar lebih. Bupati juga telah mengisyaratkan apabila investasi ini riil dilakukan, maka di Kayangan tidak hanya pelabuhan internasional yang ada, tetapi juga kawasan industri yang berkaitan. Bupati KLU pun telah mengantisipasi investasi mega proyek itu dengan meminta dibukanya Sekolah Politeknik di Lombok Utara guna mendukung investasi dimaksud. Kepala Bappeda optimis, wacana tersebut akan terealisasi. Salah satu representasinya, Pemda KLU dalam pertemuan dengan pusat awalnya telah meminta agar Pelabuhan Carik (Kecamatan Bayan) yang lebih dulu dioptimalkan. Namun penjelasan pusat justru mengisyaratkan keinginannya untuk melihat operasional bandar internasional yang berlokasi di pesisir sebelah barat Kecamatan Bayan. (ari)

Halaman 3

(Suara NTB/kir)

Ikhtiarkan Bandar Kayangan

SUARA PULAU LOMBOK

(Suara NTB/kir)

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Gerak Jalan

Diduga Digauli Ayah Tiri

Kantor di Dompu Lengang Dompu (Suara NTB) Aktivitas perkantoran di Kabupaten Dompu menjadi lengang, menyusul kegiatan gerak jalan 45 KM yang diadakan panitia HUT RI ke 68, Kamis (15/8) dini hari. Beberapa instansi pemerintah pun bahkan nyaris tidak ada pelayanan karena tidak ada pegawai. Kondisi ini dimaklumi karena adanya kegiatan gerak jalan cepat tepat yang membuat pesertanya butuh istirahat. Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Abdul Sahid, SH kepada wartawan, Kamis (15/8) mengatakan, aktivitas perkantoran tetap dibuka sebagaimana biasanya. Pelayanan akan dilakukan oleh pegawai yang tidak mengikuti gerak jalan. “Kantor tidak libur, tapi kita maklumi karena mereka (pegawai) mengikuti gerak jalan cepat tepat untuk merayakan HUT RI yang dilaksanakan setiap tahun,” katanya. Bila dilihat dari jumlah peserta gerak jalan cepat tepat, tidak semua pegawai menjadi peserta gerak jalan. Bahkan yang mendampingi peserta gerak jalan hanya beberapa orang. Namun di sejumlah instansi Pemda Dompu, pelayanan nyaris tidak ada karena tidak adanya pegawai. Gerak jalan sendiri dilangsungkan dari lapangan Sanggopa Sante Manggelewa yang dilepas oleh Wakil Bupati Dompu, Ir H Syamsuddin H Yasin, MM, Kamis (15/8) sekitar pukul 00.00 wita. Rutenya pun dari Manggelewa sepanjang 45 KM dengan finish depan kantor Dinas Dikpora Dompu. (ula)

Siswi SMP Hamil Lima Bulan

(Suara NTB/ist)

RUSAK - Jembatan di Desa Nangawiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu telah bertahun – tahun dibiarkan berada dalam kondisi rusak. Warga sekitar mengeluh karena mereka terpaksa melintasi sungai dengan kendaraan mereka akibat tidak tersedianya jembatan untuk melintasinya.

Jembatan Rusak

Sejumlah Daerah di Dompu dan Bima Nyaris Terisolir Mataram (Suara NTB) Sejumlah daerah di Kabupaten Dompu dan Bima, sudah beberapa tahun terakhir berada dalam kondisi yang nyaris terisolir. menyusul rusaknya jembatan yang menjadi infrastruktur penghubung menuju daerah – daerah tersebut. Masyarakat kini menagih janji Pemprov NTB untuk memperbaikinya. (Suara NTB/ula)

LENGANG - Suasana kantor di Pemda Dompu yang lengang setelah para pegawai mengikuti lomba gerak jalan 45 KM.

Halaman 4

Demikian disampaikan anggota DPRD NTB, Zulkarnain, SE, MM, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (15/8). Zulkarnain menyebutkan, dua jembatan yang mengalami kerusakan parah itu adalah jembatan di Desa Nangawiro, Kecamatan Pekat. Jembatan yang dibangun pemerintah beberapa tahun lalu kini sudah hampir tidak berfungsi lagi karena papan kayu yang terpasang di jembatan tersebut kini sudah hancur. Menurut Zul, warga sempat mengganti papan kayu di daerah tersebut namun hal itu tidak lagi membantu. “Dulu ada orang yang perhatian sama jembatan itu, tapi sekarang sudah meninggal,” ujarnya. Zul menjelaskan, tak jauh dari jembatan di Pekat tersebut, jembatan lain yang bera-

da dalam kondisi tak kalah mengenaskannya juga terbentang. Letaknya di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Menurut Zul, akibat kondisi jembatan yang buruk itu, warga yang ingin melintas dengan kendaraan roda empat terpaksa harus melintasi sungai. Menurutnya, Dompu dan Kabupaten Bima dalam waktu dekat akan menjadi pusat perhatian dunia menyusul rencana Pemprov NTB untuk menggelar peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora. Menjelang even berskala internasional tersebut, Zul berharap Pemprov NTB memberikan perhatian yang lebih besar kepada daerah –daerah yang hampir terisolir tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur bagi daerah –

daerah tersebut akan sangat berdampak bagi kemajuan perekonomian masyarakat setempat. Sebab, daerah yang terisolir menurutnya akan kesulitan untuk mengembangkan potensinya. Menurutnya, sangat memprihatinkan bahwa di era sekarang ini masih ada daerah yang untuk dilalui minibus pun hampir tidak pernah. “Di Kecamatan Tambora, warganya bilang sudah empat tahun tidak pernah lewat minibus lagi,” tandas Zul. Ia menambahkan, sejumlah program dari kementerian transmigrasi sedianya akan dilaksanakan di daerah tersebut. Namun, menurutnya akan sangat baik jika program – program semacam itu diiringi dengan pembenahan pada sarana dan prasarana penunjang infrastrukturnya. (aan)

Sempat Kabur

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Sumbawa Besar (Suara NTB) Polres Sumbawa bergerak cepat menangkap seorang pelaku yang telah menjadi Target Operasi (TO) narkoba, Kamis (15/8), setelah pada penangkapan sebelumnya pelaku sempat kabur dari kejaran aparat. Kasat Narkoba Polres Sumbawa, AKP. Purbo Wahono menyebutkan, pelaku yang berinisial S, alias Singkei (42) diduga telah memiliki, menguasai, menyimpan dan

sebagai perantara narkoba jenis sabu. Sebagaimana pasal 112 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Dia ini target kita, setelah sebelumnya sempat kabur dari aparat,” jelasnya. Diketahui, sekitar awal Agustus lalu, pelaku yang merupakan warga RT 01 RW 01 Kelurahan Bugis, pernah ditangkap oleh petugas saat transaksi di rumah makan Kita. Ketika, hendak dibawa oleh petugas, pelaku loncat dari sepeda motor

dan langsung kabur, hingga pengintaian dan pengejaran terus dilakukan. “Baru hari ini (kemarin, red) ditangkap di Kampung Bugis,” kata Purbo. Kini, Sat Res Narkoba masih akan terus mendalami kasus ini. Sejauh ini belum bisa diketahui, apakah pelaku S memiliki kaitan dengan jaringan lainnya. “Belum kita periksa lebih lanjut. Yang pasti dari tangan pelaku waktu itu, kita amankan dua poket sabu,” jelasnya. (arn)

Kota Bima (Suara NTB) Raut wajah penuh depresi tampak jelas di wajah Nn, gadis berusia 13 tahun, putri pasangan Ah dan Nu warga Kelurahan Sambi NaE Kecamatan Mpunda yang sejak dua tahun lalu bercerai. Nn yang baru saja menginjak bangku SMP ini, harus menanggung beban berat lantaran mengandung lima bulan. Tragisnya, gadis manis ini hamil diduga akibat digauli ayah tirinya sendiri, Salahudin (45) asal NTT. Terungkapnya perilaku bejat ayah tirinya tersebut ketika awal bulan Ramadhan lalu Nn menderita batuk berkepanjangan. Lantaran batuk, seorang tetangga yang merasa iba kemudian mengantarnya ke Puskesmas Mpunda. Namun, saat di Kecamatan Mpunda, petugas setempat curiga lantaran melihat fisik korban. “Oleh petugas kemudian melakukan tes kehamilan,” tutur El (27) bibi Nn yang ditemui di Sat Reskrim Polres Bima Kota, Kamis (15/8). Untuk pemeriksaan tersebut, petugas Puskesmas meminta urine Nn. Setelah diperiksa, tetangga yang mengantarkan akhirnya diberitahu jika Nn hamil. Lantaran takut, tetangga yang tak disebutkan namannya ini tak menyampaikan langsung ke ibunya melainkan menyampaikan ke dirinya. Lantaran takut juga, El tak langsung menyampaikan ke Nu melainkan ke kakaknya. “Saya minta sampaikan ke ibunya kalau Nn hamil,” aku El. Baru setelah dikabari, kakaknya kemudian yang menyampaikan ke ibunya. Saat ditanyai Nn awalnya enggan menyebutkan siapa laki-laki yang menghamilinya. Namun beberapa hari lalu, setelah ditanyai pelanpelan oleh kakaknya, Nn kemudian menyebutkan jika pelakunya adalah ayah tirinya sendiri. Sontak saja, pengakuan ini membuat geram lantaran Ah seharusnya menjadi ayah yang melindungi Nn.

“Saya sendiri baru tahu setelah diberitahu oleh kakanya,” ujar El. Kabar tentang lakilaki yang menghamili Nn adalah ayah tirinya sendiri sontak merebak ke seluruh keluarga. Bahkan keluarga sempat hendak menghakimi Ah. Namun keluarga sadar, main hakim sendiri hanya akan merugikan keluarga. Selanjutnya dia kemudian melaporkan ke ketua RT. Saat itu juga, Ketua RT beserta anggota Kepolisian menjemput Ah di rumah. Namun saat dijemput Ketua RT tak menyebutkan akan dibawa ke Kantor Polisi melainkan jalan-jalan. Masih menurut El, diduga korban bayi dalam kandungan korban berusia lima bulan. Hanya saja, selama ini korban tak berani buka mulut karena diancam oleh Ah. “Dia diancam akan disembelih,” terang El. Ah selama ini leluasa melakukan aksi bejat tersebut lantaran, setiap hari rumah dalam keadaan sepi. Ibunya pergi kerja sebagai tukang cuci sementara kakaknya pergi ke sekolah. “Menurut pengakuannya, Ah dua kali memaksa Nn melayani nafsu bejatnya,” tandas El. Terkait tindakannya ini, El mewakili keluarga pun meminta Ah diberi hukuman seberat-beratnya. Bila perlu dihukum mati, sebab tindakannya itu merusak masa depan Nn yang masih berusia belia. Sementara itu, Kapolres Bima melalui Kasat Reskrim AKP Agus Dwi Ananta SH membenarkan adanya pengaduan dari keluarga terkait seorang ayah yang menghamili anak tirinya. Untuk sementara, hasil keterangan masih didalami oleh penyidik. “Bahkan pelaku pun mengakui perbuatannya,” tandas Agus. Untuk itu dia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 81, 82 UU No 23 Tahun 2003 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sementara saat ini korban sudah hamil lima bulan. (use)

KSB Berharap Kontribusi Konsentrat Newmont Taliwang (Suara NTB) Saat ini PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah mendandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan tiga perusahaan yang akan mengoperasikan unit pengolahan dan pemurnian mineral alias smelter. Dengan demikian, harapan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendesak perusahaan tersebut membangun smelter di daerah, nyaris pupus. Namun demikian, di tengah harapan hampir sirna itu Pemda KSB berharap jika nantinya PT NNT tetap memilih keputusannya saat ini, daerah

(Suara NTB/bug)

Hajamuddin

tetap dapat memperoleh kontribusi dari kegiatan pengelolaan konsentrat tersebut. “Kita (KSB) ingin tetap ada kontribusi kepada kita dari kegiatan itu sebagai daerah penghasil,” kata kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) KSB Drs. Hajamuddin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/8). Kontribusi yang diinginkan Pemda KSB dapat dari berbagai aspek. Hajamuddin mencontohkan, dari sisi tenaga kerja misalnya, perusahaan partner PT NNT memberikan porsi kepada pekerja asal KSB. Dan di sisi pemerintah, KSB memperoleh benevit dari setiap material yang dikelola oleh perusahaan smelter bersangkutan yang berasal dari PT NNT. “Porsinya tentu ada hitungannya tanpa harus merugikan daerah lokasi tempat bercokolnya Smelter bersangkutan. Tapi juga tidak merugikan kita selaku daerah penghasil,” tandasnya. Berkaca pada UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara (Minerba). Perusahaan tambang kata Hajamuddin, tidak diwajibkan untuk membangun pabrik Smelter di daerah tempatnya beroperasi. Melainkan perusahaan tambang diwajibkan melakukan pengelolaan dan pemurnian di dalam negeri. Namun di sisi Pemda, kemudian ada keinginan PT NNT dapat membangun Smelter sendiri di daerah. “Nah karena sekarang Newmont nampaknya akan memilih untuk bekerjasama dengan perusahaan yang siap membangun Smelter di daerah lain. Tentu harapan kita dari kegiatan itu, kita sebagai daerah penghasil tetap bisa memperoleh manfaat,” katanya. (bug)


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Investor Tak Serius

Suara NTB & (Tetap) Ikhtiar Menjadi Bacaan Terbaik Dari Hal. 1 Tulisan yang kami terima dari penulis-penulis yang ada di daerah, termasuk penulis-penulis yang kebetulan berasal dari NTB dan berdomisili di luar daerah cukup banyak. Tidak jarang kami “disergap” rasa haru karena dukungan banyak orang, termasuk penulis-penulis opini yang kerap mengirimkan tulisannnya ke Suara NTB. Seperti pada suatu saat, Redaktur Pelaksana Suara NTB, Raka Akriyani, tidak mampu menahan air matanya jatuh ketika membaca tulisan salah seorang penulis opini Suara NTB, Yusuf Tantowi pada sebuah blog. Sesungguhnya peristiwa itu adalah peristiwa yang sederhana dan biasa. Yusuf bercerita dalam tulisannya, pada suatu hari dia mendapat “kejutan” dari Suara NTB. Ketika dia mengambil uang melalui ATM untuk keperluan tertentu, dia merasa heran karena saldo di rekeningnya bertambah. Tidak lama setelah itu katanya, tiba-tiba ada seorang perempuan yang menelepon. Ternyata penelepon menginformasikan bahwa dia telah mengirim honor tulisannya di Suara NTB melalui rekeningnnya. Yusuf yang sudah menulis beberapa kali di Suara NTB, sebenarnya menerima penghargaan – kami di Suara NTB menyebutnya seperti itu— adalah hal yang biasa. Karena penghargaan seperti itu bukan yang pertama dia terima. Tetapi mungkin karena dinilai honornya pada saat itu sebagai kejutan bagi dirinya. Yusuf memberi apresiasi dan dukungan yang benar-benar dapat menyemangati kami untuk selalu berikhtiar memberi yang terbaik dan bekerja secara profesional. Langkah Suara NTB terbit 16 halaman bukan sekadar menambah halaman. Karena itu, sebelum menerbitkan Suara NTB 16 halaman ada banyak rapat dan diskusi yang kami lakukan. Tidak saja rapat dan diskusi di jajaran redaksi, tetapi juga rapat dan diskusi yang melibatkan seluruh divisi yang ada. Bahkan kami sebelumnya, melakukan survei pembaca terkait soal rubrikasi yang ada di Suara NTB. Maksudnya, agar rubrikasi dan berita-berita yang disajikan Suara NTB adalah berita-berita yang dibutuhkan oleh pembacanya, sekaligus Suara NTB bisa melaksanakan fungsi dan tugas-tugas jurnalistiknya secara benar dan profesional. Selain menerbitkan Suara NTB 16 halaman, kami juga membenahi tampilan Suara NTB online. Suara NTB online, termasuk e-paper Suara NTB sangat penting keberadaannya. Terutama bagi pembaca Suara NTB yang berada di luar NTB. Buktinya, banyak sekali kami terima ucapan terima kasih dan

dukungan dari pembaca yang kebetulan berada di luar NTB. Termasuk di luar negeri. Antara lain, mereka menyebutkan, sangat terbantu dengan keberadaan Suara NTB online untuk mendapatkan informasi dan mengikuti dinamika yang terjadi di daerahnya. Bahkan ada yang menyebutkan, meski berdomisili di luar daerah, seolaholah mereka tetap berada di NTB karena merasa tidak asing dengan perkembangan yang terjadi di NTB. Namun kami sadari benar, apa yang kami lakukan sekarang tidak bisa kami sebutkan sebagai sesuatu yang sempurna. Ada banyak hal yang membuat kami harus terus belajar. Agar kami bisa selalu memberi yang terbaik untuk pembaca. Karena seperti yang pernah kami tulis sebelumnnya, ketika Suara NTB berubah dari delapan halaman menjadi 12 halaman adalah ikhtiar Suara NTB untuk menjadi bacaan terbaik. Sekarang pun ikthtiar itu tidak berhenti. Mimpi dan tekad kami menjadikan Suara NTB sebagai bacaan terbaik, sesungguhnya adalah sesuatu yang normal dan wajar. Jujur kami katakan, bahwa apa yang pembaca berikan kepada Suara NTB sudah sangat luar biasa. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi kami di Suara NTB selain menjaga kepercayaan yang pembaca berikan kepada kami. Caranya, kami bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja secara profesional untuk memenuhi kebutuhan informasi pembaca. Kami sadari, kami tidak berarti apa-apa tanpa kepercayaan dan dukungan pembaca. Tidak ada gading yang tak retak. Karena itu, kami selalu berusaha melakukan introspeksi, koreksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah kami lakukan. Maksudnya, agar kami tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah kami lakukan untuk menjadikan Suara NTB sebagai bacaan pilihan dan terbaik bagi pembaca. Seperti yang dikatakan, Albert Einstein, tak ada tanda yang lebih pasti tentang ketidakwarasan ketimbang melakukan hal yang sama berulangulang dan mengharapkan hasilnya berbeda. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami selalu menunggu masukan, saran dan kritik dari pembaca. Harapannya, agar Suara NTB bisa ikut berperan mencerdaskan masyarakat, membangun NTB tercinta dan menjadi bacaan pilihan dan terbaik bagi pembaca. Semoga.***

Semestinya Hidup Tak Bertambah Sulit Dari Hal. 1 Keadilan dalam konteks sosial merupakan bentuk kesetaraan kemanusiaan egaliter baik dalam hal kesempatan merengkuh pendidikan, kesetaraan memperoleh lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Tentunya, itu semua bisa diwujudkan bersama-sama oleh para pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya. Setengah abad lebih bangsa kita sudah merdeka dari penjajahan bangsa asing. Namun merdeka dalam artian yang sesungguhnya masih menjadi harapan semua orang. Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan dan merdeka dalam artian lainnya, masih jauh dari asa. Seperti yang disampaikan Sahwan salah seorang pedagang di Pasar Keru, Narmada, Lombok Barat (Lobar), saat ditemui Suara NTB,kemarin. Sahwan mengaku, momentum menjelang kemerdekaan ini, harusnya harga-harga barang tidak melambung sehingga jauh dari jangkau an masyarakat kebanyakan. Menurutnya, harga barang yang kadang tidak stabil cukup memberatkan para pedagang dan konsumen. Namun demikian, mau tidak mau kita harus mengikuti harga tersebut meskipun itu kadang tidak sesuai dengan kemampuan konsumen kebanyakan. Karena diakuinya, ada konsumen tingkat satu dan dua. Sebagai seorang pedagang, ia berharap kepada pemerintah untuk lebih banyak lagi membuka kesempatan kerja. Yaitu dengan membuka lahan-lahan perekonomian baru terutama untuk pasarpasar tradisional. Sahwan juga berharap, pemerintah menerapkan pola perekonomian berbasis tradisional, yaitu yang mengutamakan produk-produk lokal sebagai ciri masing-masing daerah tersebut. Lain halnya dengan Agus seorang petani tembakau asal Desa Durian, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Agus mengaku, di era kemerdekaan ini ia merasa kesulitan menjalani hidup, terlebih lagi barang-barang kebutuhan hidup serba mahal. Agus yang hanya seorang petani berharap, ada perhatian lebih pemerintah berupa bantuan-bantuan untuk para petani tembakau sep-

erti dirinya. Agus juga mengaku harga tembakau yang ditanamnya bersama dengan para petani lainnya tahun kemarin, harganya anjlok, ‘’ Jadi kami belum bisa merdeka kan,” katanya polos. Akibatnya para petani merugi puluhan juta. Meskipun pada musim tanam tembakau sangat baik, tetapi pada saat panennya yang bermasalah. ‘’Harusnya harga-harga itu bisa diatur dan ditangani oleh pemerintah,” harapnya. Selain Sahwan dan Agus, Inaq Onah juga belum merasakan makna kemerdekaan yang sebenarnya. Inak Onah (65), warga Dusun Batu Tumpeng Desa Jagerage Indah, Lombok Barat yang belum merdeka karena masih hidup dalam balutan kemiskinan. Inaq Onah tinggal di antara 1.600 KK di mana di wilayah itu jumlah warga miskinnya lumayan tinggi sekitar 40 persen. Penduduknya kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Inaq Onah, hidup sebatangkara. Gubuknya berlantai tanah, sering kali ketika hujan datang gubuknya kebanjiran air karena tak ada pondasi. Tempat tidurnya pun sangat tidak layak. Sebuah tempat tidur reot hanya beralaskan tikar lusuh. Namun hal ini tidak membuat Inah Onah putus asa untuk menyambung hidup di sisa usianya. Nenek ini tinggal sebatangkara setelah suaminya meninggal sekitar tahun 1990. Inaq onah pun harus menanggung beban hidup sendiri. Untuk menyambung hidup, tak ada tempat tinggal. Ia memiliki empat saudara namun semuanya telah lebih dahulu meninggalkannya. Inaq Onah adalah potret warga yang belum merdeka dari himpitan kemiskinan. Ia merasakan semakin tua usia kemerdekaan negeri ini, hidupnya justru kian sulit. Ia tidak tahu harus berbuat apa, agar pemerintah bisa membantunya. Karena sejumlah program pemerintah termasuk BLSM belum menyentuhnya sampai sekarang. (dys/her)

Halaman 5

KSB Tidak akan Keluarkan Izin Taliwang (Suara NTB) Tak kunjung beroperasinya tambak udang di kecamatan Poto Tano yang dikelola PT Bumi Harapan Jaya (BJH) membuat pemeritah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) gerah. Melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP), Pemda KSB pun mengancam tidak akan menerbitkan rekomendasi untuk izin operasional perusahaan tersebut. “Kami tidak akan keluarkan rekomendasi untuk izin operasional PT BHJ, kalau mereka tidak serius seperti sekarang ini,” tandas kepala DKPP KSB Ir. H. Abbas kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/8). Ancaman Pemda KSB itu nampaknya ada benarnya. Betapa tidak, PT BHJ yang memperoleh Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan tambak Poto Tano pernah berjanji

akan mulai mengoperasikannya pada bulan Desember 2012 silam. Saat itu, perusahaan asal Jakarta ini, untuk tahap awal akan mengaktifkan satu blok dari empat blok tambak yang ada. “Nah sekarang sudah bulan Agustus 2013. Artinya tidak ada keseriusan mereka untuk mengelola dan mengoperasikan kembali tambak itu,” timpal Abbas. Diakuinya, saat ini di lokasi PT BHJ telah mempersiapkan sejumlah tambak untuk dioperasikan. Namun persiapan tersebut terkesan lamban karena masih banyak komponenyanghinggakinibelumdilengkapinya. “Komunikasi terakhir saya dengan mereka,katanyamesinpenyedotairdanperangkat kincirnya sedang di perjalanan. Tapi sampai sekarang sepertinya belum sampai juga,” urainya seraya menambahkan, jika upaya mengaktifkan lembali operasional

tambak hanya modus PT BHJ agar pemerintah tidak menetapkan lahan HGU-nya tersebut sebagai lahan telantar. “Kalau saya lihat terkesan ada indikasi seperti itu. Mereka pura-pura ada kegiatan, tapi sebenarnya itu untuk menghindari agar lahan HGU-nya itu ditetapkan sebagai lahan telantar. Dan menurut saya pribadi sebenarnya itu sudah bisa dibilang lahan telantar, karena pengelolaan lahan tambak yah dilihat dari dioperasikan atau tidaknya. Bukan dilihat dari persiapannya, seperti sekarang ini,” katanya. Selain persiapan lahan, pengakuan PT BHJ kepada DKPP, kesulitan mendapatkan pasokan listrik menjadi kendala serius bagi perusahaan untuk segera mengoperasikan lahan tambak Poto Tano. Untuk alasan ini Abbas mengakuinya. Namun demikian ia menyatakan, pihaknya akan

toleran, jika persiapan teknis di lapangan dikerjakan secara sungguh-sungguh dan menunjukkan perkembangan signifikan. “Memang semua kolam tambak yang rencananya dibuka sudah dipersiapkan, tapi saya kira itu belum cukup karena belum satu pun peralatan mesinnya yang ada di lokasi,” tambahnya. Sementara itu informasi yang diperoleh media ini, PT BHJ saat ini telah mempersiapkan seluruh perangkat mesin untuk mengoperasikan tambak sesuai janjinya. Hanya saja, mesin-mesin tersebut masih berada dalam perjalanan menuju KSB. “Kalau memang benar seperti itu, kita tunggu saja. Dan kalau mereka benar-benar sudah siap di lapangan, kami juga akan segera menerbitkan rekomendasi izin operasional mereka,” timpal Abbas menanggapi informasi tersebut. (bug)

Ribuan Jemaah Hadiri Seleksi CPNS K2 Segera Digelar Haul Syeikh Abhar Dijamin Transparan

Sumbawa Besar (Suara NTB) Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kategori 2 (K2) digelar pada 29 September mendatang. Untuk 1.782 tenaga honorer yang masuk K2. Seleksi dijamin transparan dan objektif mengingat soal dan pemeriksaan LJK langsung dilakukan oleh pusat. Namun, sejauh ini, kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, ketika ditemui, Kamis (15/8) kemarin, belum bisa diketahui, berapa formasi yang akan diberikan pusat untuk Kabupaten Sumbawa. Tentunya pusat juga akan melihat ke-

butuhan untuk mengisi kekosongan pegawai di daerah ini. ‘’Berapa pegawai yang akan pensiun, akan diisi oleh CPNS baru yang akan diangkat,” jelasnya. Dari 1.782 pegawai honorer K2 yang diusulkan Pemkab pun belum diketahui berapa yang bisa mengikuti seleksi. Sebab setelah diumumkan nama-nama honorer K2, ada beberapa keberatan masuk dari masyarakat. Dalam hal ini, keberatan itupun sudah ditindkalanjuti Inspektorat dan keputusan akhirnya ada ditangan BKN. Diketahui sebagian besar atau 1000 lebih K2 dimaksud berasal dari kalangan guru honorer. Sisanya tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Pihaknya berharap kepada K2 untuk mempersiapkan diri menjelang seleksi. Sebab seluruh soal dan LJK akan disiapkan oleh pusat. Jadi, dari segi transparansi dan objektivtasnya. Daerah hanya memfasilitasi proses seleksi. Sementara untuk seleksi CPNS dari jalur umum dipastikan tidak ada ada pada tahun di Sumbawa. Dengan alasan, jumlah belanja aparatur masih lebih besar dari belanja public dalam APBD 2013. Kemudian, masih banyaknya tenaga honorer di daerah ini. ‘’Dua alasan itu sehingga pusat tidak membuka seleksi untuk jalur umum pada tahun ini di Sumbawa,” pungkasnya. (arn)

Calon Kades di Sumbawa Diduga Dipungut Biaya Sumbawa Besar (Suara NTB) Para calon kepala desa (kades) diisukan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk bisa masuk menjadi peserta pemilihan kepala desa (Pilkades). Biaya yang dikeluarkan tersebut dialokasikan untuk menutupi biaya penyelenggaran Pilkades yang dianggap minim dari pemerintah daerah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Burhanuddin Jafar Salam, S.H, kepada Suara NTB, Kamis (15/8), mengaku Komisi I cukup banyak menerima keluhan dari calon kepala desa yang mendaftar di Pilkades yang bakal digelar serempak di Sumbawa, 28 Agustus mendatang dengan nilai yang bervariasi. Terkait dugaan penarikan biaya pendaftaran oleh panitia Pilkades yang dibebankan kepada calon untuk menutupi kekurangan biaya penyelenggaraan Pilkades. “Seperti di desa Baru Moyo Utara dan desa Poto Moyo Hilir yang setiap calon Kades yang mendaftar dipungut Rp 2 juta. Mungkin di desa lain ada dengan nilai yang berbeda,” cetusnya. Menurut Ketua DPC PAN Sumbawa ini, Perda tentang Pilkades memang membuka ruang bagi panitia Pilkades untuk menerima sumbangan dari pihak ketiga, atas dasar kesepakatan bersama. Namun, kalau memungut terlalu besar ini juga tidak bisa dibenarkan. Apalagi kalau sampai menarik sumbangan dari masyarakat. Kasus ini tentu berangkat dari pendanaan Pilkades oleh Pemkab yang relatif minim. Untuk itu, ke depan anggaran yang kini hanya sebesar Rp. 7,5 juta per desa untuk Pilkades perlu diperbesar. Besarannya variatif disesuaikan dengan rumusan tertentu melihat rentang kendali, luas geografis desa serta jumlah pemilih di desa bersangkutan. “Jadi, tidak bisa sama biaya Pilkades di Moyo Hilir dengan di Batu Lante yang cukup sulit akses antardusunnya,” kata BJS, panggilan akrabnya mencontohkan. Selain itu, sambung BJS, Pemkab dalam hal ini Bagian Pemerintahan Desa BPM PS juga perlu memberikan bintek pada panitia Pilkades. Untuk menyatukan pemahaman dan persepsi antara panitia. Terutama terkait dengan aturan main Pilkades. Sebab tak dipungkiri, Pilkades juga rentan dengan sengketa, sehingga sangat diperlukan langkah antisipatif. ”Sudah tidak, bintek ini dilakukan diberikan

kepada penyelengara Pilkades,” tanya BJS yang tetap berharap Pilkades di Sumbawa berjalan aman dan tertib. Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri, S.Ag, M.Si, menambahkan, menyesalkan kalau penarikan biaya kepada masyarakat ataupun calon terlalu besar. Meski aturan memberikan ruang dan atas kesepakatan bersama. Namun harus tetap dalam batas yang wajar. Kalau calon sudah dibebankan biaya, maka ketika nantinya menang dalam Pilkades, maka tentu akan berfikir mengembalikan uang yang telah dikeluarkan. “Ini membuka ruang korupsi baru di desa,” tandasnya. Selain itu, Fikri juga mengingatkan, agar Pilkades steril dari kepentingan Parpol. Sebab kadang tak bisa dipungkiri calon kepala desa tertentu di-back up oleh Parpol tertentu untuk kepentingan Pemilu 2014. Apalagi pada 2014 nanti, lanjut pengurus DPC Demokrat Sumbawa ini, akan ada anggaran Rp 1 Miliar program pemerintahan SBY untuk setiap desa. Jadi, dengan dana yang besar tersebut, memungkinkan kepala desa untuk berkreasi menjalankan program desa. Sekaligus juga membuka peluang terjadinya penyimpangan, kalau tidak diawasi secara bersama-sama. “Kalau dana Rp 1 Miliar apa yang tidak bisa dibangun di desa. Jangan sampai calon kepala desa berasumsi menang untuk mendapatkan Rp 1 Miliar. Lantas menghalalkan berbagai cara, ini yang keliru. Saya kira masyarakat juga sudah cerdas memilih pemimpinnya,” tandasnya. Wakil Ketua Pilkades desa Lopok kecamatan Lopok, Agus Suparman, yang sempat ditemui sehari sebelumnya di KPU Sumbawa, juga mengeluhkan minimnya anggaran Pilkades dari Pemkab yang hanya Rp.7,5 juta per desa. Jauh dari kebutuhan yang tersusun dalam RUP Pilkades Lopok, sekitar Rp 15 juta. Hingga untuk menutupi kekurangan tersebut, pihaknya menerima sumbangan dari beberapa orang warga sebagai donator pihak ketiga. Namun dia membantah kalau panitia Pilkades Lopok menarik biaya dari calon kepala desa. Diketahui desa Lopok terdiri dari delapan dusun dengan jumlah pemilih sekitar 2.900 orang. “Salah satu cara kita menghemat biaya Pilkades, dengan meminjam kotak dan bilik suara ke KPU Sumbawa,” tukasnya. (arn)

Kejaksaan Bidik Proyek Gedung PAUD-NI Dari Hal. 1 Sementara ini pihak Kejaksaan membenarkan pendalaman atas proyek PAUD – NI tersebut. Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Made Sutapa, SH yang dikonfirmasi via ponsel, memastikan

PPK sudah dimintai keterangan sejak Rabu lalu. ‘’Tapi ini masih dalam penyelidikan. Permintaan keterangan PPK itu untuk mendalami bukti bukti dan menggali keterangan saksi,’’ ujarnya singkat. Sementara dari pihak PAUD-NI belum ada penjelasan

apapun. Suara NTB yang mendatangi kantor tersebut, seluruh pejabat kosong. Menurut petugas keamanan setempat, selain sebagian merayakan lebaran topat, sebagian besar pejabat tengah melayat ke rumah duka salah satu pegawai setempat yang meninggal. (ars)

Alami Pergeseran Makna Dari Hal. 1 Tujuan perayaan lebaran topat adalah hari lebaran bagi umat Muslim yang melaksanakan puasa Syawal selama seminggu setelah Idul Fitri. Dalam perayaan lebaran topat, masyarakat akan berkumpul bersama untuk menyantap ketupat atau topat dalam bahasa Sasak yang disertai dengan menu masakan khas lainnya seperti opor, urap-urap, dan penganan tradisional. Namun belakangan ini, perayaan lebaran topat dinilai mengarah pada pergeseran makna. ‘’Kalau tiang lihat sudah sedikit bergeser. Artinya nuansa pariwisata sudah menonjol sekali di banding nuansa budaya dan agamanya,” terang pemerhati Budaya Sasak, Drs. H. Lalu Anggawa

Nuraksi kepada Suara NTB, Kamis (15/8) kemarin. Anggawa menjelaskan ada tiga aspek dalam perayaan lebaran topat yaitu aspek agama, budaya, dan pariwisata. Perayaan lebaran topat puluhan tahun lalu lebih mengedepankan aspek agama dan budaya. Sekarang ini perayaan lebaran topat lebih mengarah ke aspek pariwisata. Ia menambahkan di zaman dulu, orang yang merayakan lebaran topat adalah orangorang yang telah melakukan puasa Syawal. ‘’Tapi sekarang orang tidak pernah puasa Syawal ikut merayakan lebaran topat. Malah lebih semangat daripada orang yang puasa Syawal,” terangnya. Maknanya pun tidak lagi bermakna sakral, tapi mulai bergeser ke makna rekreasi. Pergeseran makna ini ter-

jadi menurutnya karena penghayatan dan pemahaman makna lebaran topat yang sesungguhnya belum dipahami masyarakat sekarang. ‘’Selain itu momen ini juga dimanfaatkan untuk menarik wisatawan oleh para pelaku wisata. Tarikan pelaku wisata lebih kuat daripada tarikan hakekat lebaran topat itu sendiri,” ujarnya. Meskipun demikian ia berharap, lebaran topat yang dijadikan produk wisata tidak keluar dari ‘’roh” agama Islam dan budaya Sasak. Kegiatan lebaran topat yang menjadi event tahunan pemerintah seperti yang dilakukan pemerintah Kota Mataram, pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah dinilai positif dalam rangka melestarikan tradisi. (yan)

Mataram, ( Suara NTB ) – Ribuan jemaah se-Pulau Lombok memadati Pondok Pesantren Darul Falah, Kota Mataram, Kamis (15/8) kemarin. Kehadiran jemaah, dalam rangka memperingati Haul Syeikh Abhar Muhyiddin yang digelar Ponpes NU Darul Falah Pagutan. Peringatan Haul Syeikh Abhar Muhyiddin bertepatan dengan Lebaran Topat, Kamis (15/ 8) kemarin dihadiri oleh ribuan Jam’iyah Thoriqoh Mu’tabaroh dan alumni. Acara yang dimulai pada pukul 10.30 Wita, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qu’ran olehjuaraQori’ah,Annisayangjuga alumnus Darul Falah tahun 1994. Tampak hadir pada acara tersebut, Bupati Lombok Barat, Dr. Zaini Arony dan undangan lainnya. Perayaan haul tersebut ber-

langsung dengan khidmat, ratusan jemaah meneteskan air mata, ketika puisi “Balada Seorang Guru” yang dibawakan oleh TGH Muammar. Sambil meneteskan air mata, Muammar menyampaikan dengan syair-syair puisi, yang menyentuh ribuan hati jemaah, tentang perjuangan seorang guru yang tidak mengenal lelah, haus dan lapar, tidak pandang siapa dan apa yang diberikan dalam dakwahnya. Sementara itu, TGH Muammar, ketika ditemui Suara NTB, usai memberikan hadiah doorpize kepada jemaah berharap, khususnya seluruh jamaah tarekat untuk tetap mempererat tali silaturahmi. ‘’Tetap mempererat tali silaturahim,” pesannya. Peringatan haul di Ponpes NU Darul Falah Pagutan diakhiri dengan berdoa bersama. (cem)

Polda NTB Siagakan Pasukan ke Kota Bima Mataram (Suara NTB) Meski di Kota Bima sejauh ini situasi landai, namun potensi gejolak tetap diwaspadai. Ini terkait dengan keluarnya putusan PTUN Mataram yang membatalkan dua Surat Keputusan (SK) KPU Kota Bima terkait terpilihnya H. Qurais H. Abidin – H. Arahman H. Abidin sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bima. Pasukan yang disiagakan itu, diperkirakan lebih dari satu pleton, khususnya dari Sat Brimob. Kemungkinan akan bertambah jika memang situasi meningkat kearah lebih mengkhawatirkan. ‘’Pasukan yang akan dikirim ke Kota Bima itu memang sudah disiagakan,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK. Persiapan pengiriman pasukan ini karena ada informasi reaksi dari kelompok tertentu. Namun tidak dijelaskannya dari kelom-

pok pro atau kontra. Apalagi Rabu lalu, sudah berlangsung unjukrasa di Kantor DPRD Kota Bima oleh sekelompok mahasiswa. Namun situasi ini bukan berarti sudah dianggap mengkhawatirkan, hanya saja bagi pihaknya perlu diwaspadai dengan cara dilakukan antisipasi sedini mungkin. ‘’Memang ada reaksi, tapi kami berharap reaksi itu positif, sehingga situasi di Kota Bima tetap kondusif,” terangnya. Sedianya pasukan yang disiapkan ini untuk membantu pengamanan dua desa yang sedang konflik, Desa Cenggu dan Desa Nisa Kabupaten Bima. Namun situasi di dua desa berangsur kondusif, sehingga masih bisa ditanggulangi oleh Polres Bima Kabupaten. “Tapi sama dengan di Kota Bima, jika situasinya mengarah ke peningkatan eskalasi peristiwa, akan dikirim pasukan tambahan juga,” terangnya. (ars)

Belum Jelas, Nasib Warga NTB di Mesir Dari Hal. 1 Koordinasi diperlukan untuk mengetahui khususnya berapa jumlah warga NTB yang tinggal disana. ‘’Pemda harus segera mengontak KBRI,” ujar politisi PBB ini kepada Suara NTB, Kamis (15/8). Jika situasi semakin tidak kondusif akibat pergolakan yang semakin sengit antara demonstran dan militer, pemerintah juga diimbau untuk memulangkan warga NTB disana.

‘’Keberadaan WNI baik pelajar maupun pekerja segera dipanggil dan dipulangkan bila situasi disana sudah sangat tidak kondusif. Gejolak yang berlangsung di Mesir dikhawatirkan dapat membahayakan keberadaan WNI,” jelasnya. Lale juga berharap agar Konsulat Jenderal yang ada di Mesir harus tanggap dan jangan sampai terlambat memberikan perlindungan kepada WNI. ‘’Menyelamatkan terlebih dahulu sebelum ada korban,” tandasnya. (yan)

Gili Trawangan Dilirik Operator Hotel Internasional Dari Hal. 1 Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M.Si yang dikonfirmasi membenarkan bahwa beberapa operator hotel internasional akan membangun hotel di Gili Trawangan. ‘’Saya mendengar dari KLU bahwa beberapa International Chain Hotel berencana membangun di Gili Trawangan,”ujarnya dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (15/ 8) siang kemarin. Terkait nilai investasi pembangunan hotel-hotel tersebut, pihaknya belum bisa memberikan data pastinya. Namun, katanya, adanya investor yang membangun hotel internasional di daerah destinasi utama pariwisata NTB tersebut menandakan bahwa iklim investasi di daerah ini berkembang cukup baik. Pemerintah daerah katanya, akan mendukung setiap investasi yang masuk di daerah ini.”Kita senang sekali jika ada yang menanamkan investasinya, karena akan menyerap tenaga kerja,” tandasnya. Diketahui, realisasi investasi di NTB tahun lalu mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun atau

naik 8,2 persen di banding tahun sebelumnya. Realisasi investasi terbanyak pada sektor pariwisata dan pertanian. Saat ini terdapat 400 unit perusahaan yang terdiri dari 349 Perusahaan Modal Asing (PMA) dan 51 Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Investasi di sektor pariwisata dan pertanian di NTB memang telah sejalan dengan program nasional, yakni Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di mana, NTB masuk sebagai koridor V yang dijadikan sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional. Jumlah kawasan perhatian investasi di Koridor V ini sebanyak 23 kawasan dari total 151 kawasan dengan investasi Rp 208 triliun sampai tahun 2014 mendatang. Dalam pengurusan perizinan di NTB, kata Bayu, telah diterapkan layanan satu pintu dalam mengurus proses perizinan. Hal itu bertujuan agar investor yang bakal berinvestasi di NTB tidak terbebani dengan birokrasi panjang dan berbelit-belit. Dengan demikian investor dalam dan luar negeri tidak berpikir ulang untuk berinvestasi. (nas)


OPINI

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Halaman 6

Retrospeksi Kemerdekaan Oleh

’’Merdeka’’ dari Kemiskinan TIDAK terasa Indonesia sudah merdeka 68 tahun. Usia yang cukup senja bagi umur manusia. Pada usia 68 tahun ini, seharusnya sudah mapan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya. Termasuk mampu membangun negara ini di berbagai sektor, sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Meski demikian, kemerdekaan yang kita rasakan sekarang ini belum dinikmati seutuhnya oleh masyarakat. Masih banyak masyarakat kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan telantar. Pemerintah seolah-olah menutup mata dengan kondisi masyarakat yang masih termarginalkan. Sementara di sisi lain, banyak oknum penyelenggara negara, baik di pusat dan daerah yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi. Mereka tidak memikirkan nasib rakyat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan atau ditelantarkan. Padahal, dalam Undang-Undang Dasar 1945, fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara. Namun, fakta ini tidak sejalan dengan keinginan para pendiri bangsa, pahlawan kemerdekaan yang rela mati memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Para founding father ini menginginkan nasib seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali dalam kondisi sejahtera. Seandainya para pendiri bangsa ini masih hidup, tentu mereka akan sangat kecewa dengan kondisi rakyatnya. Sekarang ini, justru rakyat dihadapkan dengan tingginya harga kebutuhan pokok. Sebagai contoh, harga bawang merah pada awal 2013 lalu hanya Rp 15.000 per Kg, sekarang ini justru tidak terkendali dan menembus di atas Rp 100.000. Belum lagi harga daging sapi yang makin sulit dijangkau warga. Meski belakangan, pemerintah pusat mengambil kebijakan mengimpor daging sapi dari Australia masih belum mampu mengembalikan ke harga normal. Jika sudah seperti ini siapa yang salah? Pemerintah sepertinya lepas tangan dengan kondisi yang ada tanpa peduli dengan kondisi rakyatnya di lapangan. Meski ada langkah yang dilakukan, toh hasil yang diberikan masih belum maksimal. Inilah yang perlu menjadi perhatian dari penyelenggara negara agar fokus melaksanakan amanat yang diberikan rakyatnya. Sebagai bangsa yang sudah merdeka cukup lama, tidak menginginkan masyarakatnya tetap ‘’terjajah’’. Terjajah dalam arti, masyarakat masih berada dalam kesulitan memperjuangkan apa yang menjadi hak-haknya, sehingga nasib mereka tidak pernah berubah. Berbagai program pemerintah, seperti jamkesmas, jamkesmasda, bantuan langsung sementara masyarakat harus dirasakan oleh masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Masih banyak masyarakat miskin dan membutuhkan perhatian pemerintah justru tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya. Sebaliknya, masyarakat dalam katagori mampu mendapatkan bantuan yang seharusnya tidak diterima dari pemerintah. Jangan sampai sudah 68 tahun kita merdeka, tapi masyarakat kita masih belum merdeka dari kemiskinan, korupsi dan perlakuan tidak adil. Pemerintah masih harus berjuang untuk ‘’memerdekakan’’ masyarakat dari kemiskinan, dan ketidakadilan. Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke 68. (*)

NDONESIA tidak lahir dari pemberian. Indonesia lahir dari perjuangan. Perjuangan fisik, perjuangan politik. Perjuangan yang bergerak karena kesadaran sebagai manusia bebas. Indonesia terbentuk sebagai komunitas secara alami. Hampir sulit dibayangkan suatu struktur pembentukan yang dapat menyatukan sekian pulau, sekian bahasa, sekian budaya dalam satu ikatan yang tak lebur tapi juga tak terburai. Itulah istimewanya Indonesia. Bahkan sebelum Oktober 1928 yang fenomenal itu, Indonesia sudah menjadi embrio yang pelan-pelan tumbuh dalam benak para intelektual bangsa. Ada yang mengikat sehingga Indonesia bisa lahir sebagai suatu idea bersama. Kolonialime dan penjajahan bertahun-tahun yang menimpa semua wilayah nusantara menimbulkan rasa senasib-sepenanggungan. Perasaan satu nasib satu rasa itu menimbulkan gelombang perlawanan yang nyaris tak berhenti. Tumbang lalu bangkit lagi. Hingga momentum proklamasi, suatu peluang kecil untuk menancapkan bendera kedaulatan, hadir bertepatan dengan gejolak besar dunia. Maka jauh di suatu kepulauan yang beratus-ratus tahun telah memikat para pedagang kolonial, sebuah negara berdiri. 17 tahun setelah para pemudanya mengucapkan sumpah bersama, mengikat diri menjadi satu bahasa, satu tanah air, satu bangsa. Tapi kedaulatan bukan hal yang mudah. Bahkan mungkin tak terbayangkan sama sekali bagaimana suatu pusat mengurus sekian banyak pulau, sekian banyak bahasa, sekian banyak budaya. Mungkin hal tersebut belum terpikirkan secara meluas. Sebab intelektualitas masih berkutat di sepantaran orang, dan di sisi yang lain perang masih harus dikobarkan sebab sekutu yang memenangi perang global berhasrat kembali merebut nusantara dari “saudara tua” Nippon. Alhasil, dengan pengorbanan yang besar, dengan histeri martiria, Indonesia sungguhsungguh hadir. Berdiri di atas timbunan perang dan penderitaan. Menancapkan bendera daulat. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan negara-negara lain. Apabila ada yang harus dibanggakan, itulah kiranya hal yang pantas. Banyak negara yang lahir karena kemerdekaan yang diberikan. Beberapa diantaranya berkembang dengan pesat. Tapi negara-negara tersebut tak memiliki sejarah heroisme. Mirip orang-orang yang kaya karena warisan. Bukan karena perjuangan yang berdarah-darah. Tapi

Kiki Sulistyo

(Departemen Sastra Komunitas Akarpohon, Mataram)

sungguhkah hal tersebut patut kita banggakan? Ya, mengingat saatsaat ini setelah 68 tahun berdaulat Indonesia masih terjebak dalam persolan yang bertumpuk-tumpuk. Terperangkap dalam kemerdekaannya sendiri, hingga sejatinya justru tak merdeka dalam pengertian yang hakiki. Jalan sejarah telah membuat Indonesia menjadi negara-bangsa yang tahan uji. Tapi sejarah juga telah begitu kejam menyembunyikan kebusukan-kebusukan kekuasaan hingga ada bagian yang sampai saat ini belum jelas kebenarannya. Kemerdekaan ternyata menghasilkan residu yang tak kalah pekat dengan ampas penjajahan. Kesadaran akan kemerdekaan bersama, bergeser menjadi kesadaran akan kekuasaan di tangan. Intrik politik, hasrat untuk berkuasa muncul di alam kemerdekaan dan justru melahirkan penjajahan-penjajahan baru. 20 tahun setelah proklamasi yang bersahaja itu, suatu peristiwa gelap mengantarkan bangsa ini ke bagian paling kelam dalam sejarahnya sebagai negara berdaulat. Kekuasaan berpindah tangan. Sistem pemerintahan berganti. Indonesia berada dalam pusaran perang dingin global di tengah-tengah dunia yang sedang mengalami euforia perdamaian. Siapapun lalu dapat melihat dan mengingat dengan jelas bahwa pemerintahan baru ini berwatak represif dan tak kenal ampun. Watak yang sangat diperlukan ketika kontradiksi perdamaian dan perang dingin ideologi menyarankan keberpalingan ke satu blok. Kiri ataukah kanan. Liberalisme kapital di satu sisi dan represifitas di sisi lain membuat Indonesia berhasil tampak hadir sebagai negara non-blok. Tapi siapapun dapat melihat dengan jelas bahwa negara yang baru berpindah orde ini pelan-pelan mulai di-stir terutama lewat formulasi ekonomi. Kini dan Kita Setelah 53 tahun kemerdekaan dan setelah 32 tahun berpindah orde, pada 1998 Indonesia diguncang oleh perlawanan dari dalam. Ekonomi yang selama ini stabil, keamanan dan kontrol sosial yang selama ini begitu ketatnya ambrol oleh gelombang pertanyaan yang lantas menelurkan aksi demonstrasi besar. Sekian banyak nyawa melayang, sekian banyak kehidupan didera trauma. Api di mana-mana, teriakan-teriakan menggema. Bertahun-tahun segala yang tampak adem-ayem ternyata menyimpan

bara di bawahnya. Bagaikan kawah gunung berapi yang tak tampak dari luar. Kekuasaan yang tua dan lapuk itu harus diganti, sebab ternyata ia hanya memperkaya diri dan kroni. Memanfaatkan popor dan moncong senjata untuk menjaga kekuasaannya. Mulut-mulut dibungkam sekian lama. Tak boleh protes, apalagi demonstrasi. Bahkan bisik-bisik kecil dalam ruang yang menyinggung kecurangan kekuasaan saja tak ada yang berani melakukan. Maka, di atas puing-puing perlawanan, kemerdekaan bangsa Indonesia kembali “diproklamasikan”, kali ini bukan dari kolonialisme bangsa lain. Tapi dari kungkungan kekuasaan. Bahkan beberapa tahun sebelumnya, ketika perlawanan masih dilalukan secara diam-diam, seorang penyair, almarhum Hamid Jabbar menulis puisi “Proklamasi 2” yang memparodikan teks Proklamasi 1945: Kami bangsa Indonesia/Dengan ini menyatakan/Kemerdekaan Indonesia/Untuk kedua kalinya !//Halhal yang mengenai/Hak azazi manusia/Utang piutang/Dan lain-lain/ Yang tak habis-habisnya/INSYA ALLAH/Akan habis/Diselenggarakan/Dengan cara seksama/Dan dalam tempo/Yang sesingkatsingkatnya//Jakarta, 25 Maret 1992/Atas nama bangsa Indonesia,/ Boleh siapa saja Hak azazi manusia dan hutang piutang dalam teks puisi di atas adalah dua hal yang paling menonjol dari kecurangan dan kekejaman kekuasaan. Distribusi ekonomi berputar-putar di kalangan kroni sendiri. Mulut-mulut yang menyuarakan keadilan dibungkam. Maka seperti perjuangan kemerdekaan yang membuat Indonesia berdaulat sebagai negara, peristiwa 1998 ketika kekuasaan tua itu runtuh adalah momentum besar bangsa ini untuk mendapatkan kemerdekaan yang hakiki. Indonesia lahir kembali. Sistem pemerintahan berganti. Demokrasi dan kebebasan berpendapat dikedepankan. Otonomi daerah dirumuskan sebagai langkah lanjut dari praktik demokrasi. Para pemimpin dipilih langsung, masyarakat merdeka menentukan nasibnya. Tapi kemerdekaan, sekali lagi, seperti tak pernah kekurangan stok masalah. Yang merosot kemudian adalah kesadaran. Pemilihan langsung kepala daerah berpotensi melahirkan raja-raja kecil, membuka peluang lebar akan terjadinya bentrokan atas dasar kepentingan kelompok. Lapisan-lapisan masya-

rakat memandang kemerdekaan sebagai kebebasan mutlak. Kini, ketika perang ideologi tak ada lagi dan kepentingan ekonomi menjadi medan magnet, Indonesia kembali terombang-ambing dalam pusaran global. Apabila dari dalam, otonomi daerah bisa jadi adalah gejala federalisasi, dari luar gempuran produk kapital membuat negarabangsa ini semakin kehilangan identitasnya. Dan di sisi lainnya, unsur politik terlalu dominan dalam penentuan-penentuan kebijakan. Demokratisasi telah melahirkan dua kumparan besar, yang sungguhsungguh mengusung kepentingan masyarakat versus yang memanfaatkannya sebagai alat untuk meraup keuntungan. Kemerdekaan ketiga barangkali sedang mempersiapkan dirinya di bawah sana. Entah kapan akan menyeruak ke permukaan seperti benih tanaman yang ingin menatap matahari. Dan masa depan Indonesia, akan ditentukan oleh sejauh mana kesadaran dan keikhlasan untuk menyirami tanaman tersebut tanpa pretensi kepentingan sendiri. Bagaimanapun, lintasan sejarah yang penuh luka dan airmata, tapi sarat pula dengan momentum yang mengharukan, patutlah kita jadikan kebanggaan. Meski sampai saat ini permasalahan masih jauh dari selesai.

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Pembinaan UMKM BERKEMBANGNYA jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), diyakini sebagai bagian dari upaya untuk menumbuhkan ekonomi suatu daerah. Perlu ada ketertarikan semua kalangan dalam menumbuhkembangkan semua sektor usaha dalam setiap bidang. Bank Indonesia sendiri dalam beberapa tahun ini telah melakukan pendampingan kepada klaster UMKM di pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Dan itu masih berjalan hingga saat ini. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Kamaruddin Nur di ruang kerjanya Kamis (15/8) menyebut, pembinaan yang dilakukan dalam bentuk pendampingan dan pelatihan, baik teknik pengembangan dan budidaya maupun penguatan manajemen keuangan kepada pelaku UMKM, termasuk dengan membuka akses pasar produk-produk yang dihasilkannya. “Tujuan pembinaan ini sebenarnya untuk melatih kemandirian dari segala segi. Kita berharap semunya tanpa terkecuali kepada seluruh perbankan,” katanya mengimbau. Setelah dipandang pelaku UMKM yang dibina tersebut, BI rencananya tahun mendatang akan melakukan pembinaan lanjutan kepada pelaku UMKM yang baru tumbuh namun memiliki prospek usaha yang menjanjilkan. Secara bertahap hal ini menurutnya akan terus dilakukan dalam lingkup yang lebih luas, karena sudah masuk dalam agenda program BI Provinsi NTB. Hal yang paling disorot dari kegiatan ini, jelas Kamarudin adalah mempermudah akses penguatan modal kredit para UMKM dengan perbankan, yang selama ini menjadi keluhan utama. Meski BI sendiri telah melakukan pembinaan dan memandang matang UMKM binaannya, tetapi tidak serta merta para pelaku UMKM ini akan mendapat rekomendasi langsung dari BI kepada perbankan untuk mempermudah realisasi penguatan modal. “Kita hanya menjembatani, bagaimana UMKM ini bisa berkembang dan dipandang layak oleh bank untuk diberikan modal,” demikian Kamaruddin Nur. (bul) Kamaruddin Nur (Suara NTB/dok)

Dinilai Mendesak, Perda Retribusi Naker Asing Mataram (Suara NTB) Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur naker (naker) asing yang mencari nafkah di daerah ini dinilai cukup mendesak untuk disyahkan. Diharapkan draf yang sudah diajukan ke DPRD Provinsi akan rampung sebelum mendekati akhir tahun ini. Kepala Dinas Nakerdan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Ir. H. Mokhlis, M.Si melalui Kepala Bidang Penempatannya, H. Zainal menyebut, draf rancangan Perda ini (Suara NTB/dok) sudah dimasukkan ke H. Zaenal Dewan sekitar bulan Mei lalu bersama pengajuan draf Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Biro Hukum. Dipandangnya sangat mendesak, lantaran sejak 1 Januari tahun ini pemerinah pusat sudah tidak berhak lagi melakukan penarikan pajak kepada nakerasing, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 97 tahun 2012. “Sudah sangat mendesak untuk disyahkan,” demikian Zainal kepada Suara NTB, Kamis (15/8). Sejak berlakunya Kepres No.97 tahun lalu, pajak nakerasing ini sebesar 200 US$ per orang per bulan, atau sebesar 1.200 US$ per orang dalam setahun ini tidak lagi masuk ke pemerintah pusat. Tetapi masuk langsung ke kas daerah, dengan persyaratannya Perda masing-masing daerah sudah ada. Jika Dewan tidak mengesahkan Raperda yang sudah dirancang ini dalam waktu dekat, atau molor hingga melebihi akhir tahun ini, maka penarikan pajak yang nilainya lebih dari Rp 600 juta dari 56 orang nakerasing yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di luar Newmont terancam tak dapat ditarik daerah. “Kalau tidak ada Perda, otomatis mereka tidak bayar tahun ini, karena pusat sudah tidak memungut lagi. Agak salah memang, seharusnya dikeluarkannya Perpres itu setelah sudah adanya Perda,” tambah Zainal. Potensi PAD dari pajak naker asing ini disebut akan terus mengalami peningkatan kedepannya. Seiring dengan banyaknya potensi investasi yang berkembang di Provinsi NTB. Hal itu tentu memberi dampak positif yang cukup besar bagi daerah. Seperti diketahui, penarikan pajak kepada naker asing ini diserap dari perpanjangan izin menetap dan bekerja. Karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah (Permen) nomor 2 tentang ketenagakerjaan, naker asing yang bekerja di lintas provinsi perpanjangan izinnya dilakukan di pemerintah pusat atau Kementerian terkait. Sementara naker asing yang bekerja lintas kabupaten dalam provinsi, perpanjangan izinnya menjadi kewenangan pemerintah Provinsi. Demikian untuk naker asing di Kabupaten/Kota perpanjangan izin sekaligus penarikan pajaknya menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota setempat. Berdasarkan wewenang perizinan ini pulalah, pemangku kebijakan berhak melakukan proteksi terhadap perusahaan tempat naker asing terkait bekerja dan jenis pekerjaan yang digelutinya. (bul)

Bank Bukopin di Hari Kemerdekaan

(Suara NTB/smd)

REZEKI - Lebaran Topat membuat ribuan peziarah mengunjungi makam Loang Baloq, sekaligus memberi berkah kepada tukang parkir, seperti tampak dalam gambar, Kamis (15/8).

Lebaran Topat

Tukang Parkir Kantongi Rp 700 Ribu Mataram (Suara NTB) Berkah Lebaran Topat dirasakan oleh tukang parkir kendaraan bermotor seperti yang terlihat di sekitar Makam Loang Baloq. Sahnim (47), warga Kelurahan Tanjung Karang itu bisa meraup keuntungan sampai Rp 700.000 atas jerih payahnya setelah seharian menjadi tukang parkir di sekitar makam keramat itu. Di hari itu, banyaknya pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, tentu saja membuat para tukang parkir ikut kebanjiran rezeki. Sejak pagi hingga sore, yang parkir bisa mencapai ratusan sepeda motor. Meski Sahnim mengaku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengatur keluar masuk kendaran roda dua yang diparkir oleh para pengunjung dan harus rela panas-panasan di bawah terik matahari, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja secara optimal. Dia mengaku, dengan kesibukan seperti itu, dia bersama beberapa rekannya merasa senang dan gembira, karena mereka akan banyak mendapat kocek yang lebih dari hari-hari biasanya. Jika pada hari-hari biasa dia hanya mampu mengantongi Rp 30 ribu, namun di hari itu tas pinggang yang dibawanya cukup penuh karena sudah menganton-

gi uang sebesar Rp 700 ribu. “Alhamdulillah sudah masuk Rp 700 ribu. Biasanya hanya Rp 30 ribu,” tuturnya. Sahnim menyatakan, menjadi tukang parkir memang sudah menjadi mata pencahariannya sehari-hari. Untuk menghidupi keluarganya yang tergolong keluarga besar dengan empat orang anak yang masih kecil-kecil, Sahnim harus berjuang di bawah teriknya sinar matahari. “Tapi syukurnya rasa lelah terobati. Tapi ini kan hanya setahun sekali. Kita mensyukurinya,” ujarnya. Namun dia mengaku, besaran uang yang diperolehnya di hari itu tidak semua masuk ke kantongnya. Dia menyatakan, uang itu harus dibagi dengan pihak pengelola Makam Loang Baloq. “Setorannya masih bisa dibicarakan. Kami rasa tidak memberatkan, karena ini hanya sekali dalam setahun,” imbuhnya. Tak hanya tukang parkir yang kebanjiran rezeki. Pedagang kaki lima (PKL) juga ketiban rezeki yang cukup besar. Ibu Mar (34), salah seorang pedagang di Makam Loang Baloq mengaku hari itu rezekinya lumayan banyak. Banyaknya pengunjung di makam keramat itu ternyata membawa rezeki bagi dia dan

beberapa pedagang yang ada di sekitar makam. Hari itu, Ibu Mar mengaku pemasukannya sudah lumayan besar dibanding hari-hari biasanya. Jika di hari biasa dia hanya dapat berjualan sebesar Rp 500 ribu, namun di hari Lebaran Topat itu barang dagangannya laris manis. “Lumayan, penghasilan meningkat dibanding hari-hari biasanya,” katanya. Tak hanya Lebaran Topat, rezeki yang diperolehnya juga mengalami lonjakan pada saat Lebaran Idul Fitri beberapa hari lalu. Banyaknya pengunjung yang datang berziarah ke makam Loang Baloq ternyata memberinya rezeki yang cukup. “Kita harus bisa bersyukur, ini kan terjadi setahun sekali. Mudahan bisa seperti ini setiap harinya,” tandasnya berharap. Sementara itu, pantauan Suara NTB di Makam Loang Baloq, ribuan peziarah datang berkunjung ke makam keramat itu. Warga yang datang tidak hanya dari wilayah Kota Mataram, tetapi juga berasal dari luar kota seperti Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. (smd)

BI Sarankan Pemda Efektifkan Zakat Mataram (Suara NTB) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB mengisyaratkan Pemerintah Daerah untuk menggerakkan aliran harta yang dimiliki masyarakat. Mengingat, tidak kecil pengaruh yang muncul terhadap pertumbuhan ekonomi NTB apabila hal tersebut diefektifkan. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Bambang Himawan pada Suara NTB di kantornya, Kamis (15/8) menegaskan besarnya pengaruh zakat terhadah ekonomi kerakyatan suatu wilayah. BI sendiri sedang mencoba menyadarkan masyarakat, bahwa zakat itu jangan hanya dimaknai sebagai ibadah Mahdoh, atau ibadah yang seharusnya merupakan kewajiban individual. Yang paling penting untuk disadarkan adalah secara bersamasama semua elemen dan stakeholders untuk mulai mulai menyadarkan diri, bahwa efek zakat itu sangatlah ekonomis. Kaitannya

erat sekali dengan laju pertumbuhan ekonomi NTB, laju pertumbuhan kewilayahan. “Kalau sudah itu dipahami, maka pelaksanaan zakat ini harus dilakukan secara profesional. Dan itu harus dilakukan oleh Pemda. Masalahnya yakni kesadaran masyarakat belum optimal,” ucapnya. Fenomena yang muncul di Provinsi NTB selama ini menurutnya, masih ada kecenderungan pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan muncul atau hidup dari aliran dana, di antaranya investasi atau penanaman modal yang arahnya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Daerah (BKPM-PD). Selanjutnya aliran dana yang diharapkan masuk kunjungan wisatawan yang masuk ke NTB, dengan membawa ketersediaan dana untuk dibelanjakan. Dan selanjutnya aliran dana yang paling baku diharapkan mendongkrak ekonomi daerah adalah kredit yang dikucurkan perbankan. Padahal, dari sisi zakat saja jika dimanfaatkan maka efeknya yang akan muncul yaitu mencoba menggerakkan uang atau harta orang kaya Bambang Himawan

agar tidak diam atau jangan tertumpuk. Tetapi harus digerakkan, harta orang kaya yang dimaksudkan tersebut bergerak menjadi modal usaha. Manfaat selanjutnya, bagaimana uang-uang hasil pengumpulan zakat yang ditarik diefektifkan kepada orang miskin sebagai konsumsi, sebab hal itu akan menggerakkan ekonomi. “Selama ini harta yang terpendam di NTB tidak pernah dilirik untuk digerakkan. Dan yang kita harapkan hanyalah wisatwan dan investor untuk datang membawa uangnya. Begitu pula dengan perbankan. Padahal uang wisman, investor dan kredit itu tidak seberapa. Kita sudah menghitung KER (Kajian Ekonomi Regional, red),” katanya. Yang besar justru sebenarnya uang di masyarakat yang bertumpuk. Seharusnya itulah yang dikendalikan atau dialirkan. Pada intinya BI, dari kajian yang dilakukan, persentase pertumbuhan ekonomi NTB akan terdongkrak cukup besar jika zakat-zakat yang ada dikumpulkan untuk selanjutnya disalurkan secara merata. (bul)

Eksploitasi Newmont dan Indotan Tunggu Hasil Kajian Mataram (Suara NTB) Tahapan eksploitasi atau operasi produksi tambang Newmont di Dodo Rinti Kabupaten Sumbawa dan operasi produksi tambang Indotan di Sekotong, Lombok Barat saat ini masih menunggu hasil kajian teknik. Beberapa bulan lalu, kedua perusahaan pertambangan tersebut telah menghentikan kegiatan eksplorasinya. Tahapan selanjutnya adalah melakukan kajian teknis, apakah akan dilanjutkan ke tahap operasi

Halaman 7

produksi atau tidak. Demikian dikatakan Kasi Bina Usaha Pertambangan Bidang Pertambangan Umum Distamben NTB, Anggawasita M Fuad, B.E, S.E dikonfirmasi Suara NTB di kantornya, Kamis (15/8). “Newmont itu sekarang dalam tahapan studi teknik hasil evaluasi sejauh mana hasil eksplorasi yang dilakukan di Dodo Rinti Kabupaten Sumbawa. Begitu juga Indotan sedang melakukan kajian teknik,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa bulan lalu Newmont sudah menghentikan kegiatan eksplorasinya di kawasan Dodo Rinti. Selanjutnya, kata Anggawasita, perusahaan pertambangan itu melakukan kajian hasil eksplorasi yang dilakukan. “Apakah prospek atau tidak. Itu masalahnya, karena kalau berbicara tambang itu hampir di semua tempat baik di KSB sampai ujung Bima itu potensi emasnya ada. Tetapi prospek atau tidak, itu persoalannya. Karena hitungan orang

yang ngambil secara gelondongan dengan industri itu beda. Karena kalau industri harus ada modal yang besar, pengurusan legal, maka harus dihitung betul secara ekonomis,” terangnya. Anggawasita menambahkan, sebenarnya sesuai RKAB, kegiatan eksplorasi Newmont di daerah tersebut hingga akhir tahun ini. “Mungkin setelah bulan kemarin mereka sudah menyimpulkan studi, evaluasi teknisnya seperti apa,” tambahnya.

Sama halnya dengan Newmont, tutur Anggawasita, PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) yang melakukan eksplorasi di Sekotong, Lombok Barat juga melakukan hal serupa. Dilakukan untuk mengetahui kandungan mineral emas yang ada di wilayah kerjanya. “Kalau kurang kandungannya maka tidak berlanjut, tetapi kalau prospek maka lanjut ke operasi produksi,” tandasnya. (nas)

KEBERADAAN Bank Bukopin di Kota Mataram selain untuk melayani kebutuhan jasa perbankan Masyarakat NTB pada umumnya adalah untuk memahami dan memberi solusi masalah Perbankan Anda. Kali ini, guna terus mengenalkan produk-produk unggulan yang dimiliki Bank Bukopin, kembali Bank Bukopin hadir dengan produk yang berbeda untuk menjawab keinginan Masyarakat Mataram dan sekitarnya yang menginginkan kenyamanan dan keamanan untuk penyimpanan dana di Bank, yaitu Deposito Merdeka. Sekarang Anda sudah bisa menikmati kebebasan berinvestasi bersama Bank Bukopin tanpa terkait aturan jatuh tempo serta dapat dicairkan kapan saja tanpa pinalti di seluruh kantor Bank Bukopin di seluruh Indonesia hanya dengan menunjukan advis atau bilyet Deposito Merdeka Anda. Tidak perlu khawatir dengan kebebasan berinvestasi yang ditawarkan Bank Bukopin, meskipun dapat dicairkan kapan saja tanpa pinalti, namun Deposito Merdeka tetap menawarkan suku bunga yang kompetitif. Deposito Merdeka memiliki perhitungan bunga yang menarik dimana bunga deposito dihitung harian dan menambah nominal deposito setiap hari. Bunga Deposito Merdeka, dapat dikreditkan ke rekening Tabungan SiAga Bukopin Anda atau menambah nominal deposito. Fleksibilitas Deposito Merdeka Bank Bukopin juga membebaskan Anda dari kekhawatiran akan keamanan berinvestasi di Bank. Deposito Merdeka dilengkapi dengan premi asuransi yang diberikan dalam bentuk proteksi bagi investasi Anda dengan jaminan asuransi kecelakaan berupa 3 kali nominal deposito atau maksimal 1 miliar rupiah. Keuntungan lainnya, Deposito Merdeka dapat djadikan jaminan untuk mendapatkan kredit hingga 95% dari nilai deposito. Sehingga Anda tetap bisa menikmati fasilitas investasi yang MERDEKA, namun aman dan nyaman serta mengajukan kredit pada saat yang bersamaan. Sekarang, dengan nominal 25 juta rupiah, Anda sudah bisa memiliki advis Deposito Merdeka hingga maksimal 1 milliar rupiah. Tambahkan terus saldo Anda di Bank Bukopin dan mulai mencoba produk Deposito Merdeka yang telah disediakan. Pembukaan Deposito Merdeka di Hari Kemerdekaan yakni tanggal 16 dan 19 Agustus 2013, mendapatkan Voucher berlangganan Harian Suara NTB selama 1 (satu) bulan. Untuk informasi lebih lanjut, segera datangi kantor Bank Bukopin Cabang Mataram di Jln. Pejanggik No. 24B Mataram atau hubungi no.telp 0370-635111 dan call center Halo Bukopin 14005. Mari Merdeka kan investasi Anda bersama Bank Bukopin…. Bukopin Memang Wokee… !!!!

Penyebab Utama Bisnis Kecil Anda Gagal Berkembang MEMULAI bisnis kecil kelihatannya sederhana: hanya butuh sedikit modal dan mencari pelanggan potensial di areaarea terdekat. Kenyataannya, kita sering mendengar banyaknya bisnis kecil yang tutup setelah berjalan kurang dari setahun. Hal ini tentunya tidak menyenangkan, apalagi jika bisnis kecil tersebut hendak anda jadikan sumber penghasilan utama atau sampingan yang sangat penting untuk menopang keluarga. Anda mungkin berpikir: penyebab mengapa bisnis gagal adalah karena yang menjalankannya tidak memiliki latar belakang bisnis yang baik. Memang benar bahwa tidak semua orang memiliki latar belakang bisnis, namun aspek-aspek bisnis dapat anda pelajari sendiri sebelum memulai usaha kecil. Hal-hal yang membuat bisnis anda gagal bisa jadi berasal dari sebab-sebab sebagai berikut: 1. Tidak menyeimbangkan porsi pekerjaan dan waktu. Hal ini terutama nampak dari mereka yang masih mempertahankan pekerjaan penuh waktu mereka sembari mengembangkan bisnis kecil sebagai sampingan. Karena orang-orang ini bermimpi ingin mengembangkan bisnis sampingan mereka dengan cepat sehingga bisa menjadi pekerjaan utama, mereka memaksakan diri mengambil banyak proyek atau pekerjaan sampingan sehingga malah tidak maksimal dalam pengerjaannya. Lebih baik berfokus saja pada satu jenis proyek sampingan namun ditekuni dengan baik. 2. Fokus pada hal-hal yang kurang penting di awal bisnis. Menciptakan logo bisnis, membuat kartu nama dan membeli perangkat lunak untuk pembukuan memang penting untuk sebuah bisnis, namun bisnis kecil yang baru berjalan relatif belum memerlukan hal-hal seperti itu. Anda seharusnya lebih berfokus pada promosi, pasokan bahan baku atau material, perijinan dan sebagainya plus membuat sebuah konsep usaha yang kokoh. 3. Pengusaha yang memiliki mental “kalau saya sudah bangun usahanya, pelanggan pasti datang.” Ini adalah salah satu penyebab paling utama mengapa bisnis gagal; pengusaha yang memiliki mental seperti ini bisa jadi menganggap enteng aspek pemasaran dan pengembangan produk yang baik sehingga cenderung sembrono dalam hal mengeluarkan uang untuk aspek-aspek bisnis yang kurang penting di awal bisnis (lihat poin kedua). 4. Tidak melakukan perencanaan dan eksekusi bisnis dengan baik. Banyak orang yang mendirikan bisnis kecil berpikir bahwa mereka tidak perlu membuat rencana bisnis yang terperinci seperti tujuan jangka pendek dan panjang, visi dan misi bisnis anda, daftar kontak networking potensial dan sejenisnya. Akibatnya, ketika akan mengembangkan bisnis, si pengusaha terpaksa harus menyusun ulang rencana bisnis yang lebih terperinci sehingga memboroskan waktu, uang dan tenaga. 5. Tidak melakukan networking adalah penyebab umum lain dari mengapa bisnis gagal. Banyak pemilik bisnis yang mungkin ragu, malu atau malas untuk membuka jalur networking dengan alasan bahwa toh bisnisnya baru berkembang. Akan tetapi, kontak networking sangat penting untuk pengembangan bisnis lebih lanjut. Anda juga tidak perlu membayangkan kontak networking yang terlalu canggih; bahkan kepala sekolah, pegelola tempat bimbingan belajar atau pemilik toko dan warung di sekitar rumah anda bisa menjadi bagian dari daftar kontak networking anda. Jika anda sudah siap untuk memulai bisnis kecil sendiri, baik itu bisnis utama maupun sampingan, anda harus memperlakukan bisnis tersebut seperti sebuah usaha yang serius dengan perencanaan matang dan sebagainya. Akan tetapi ingat juga bahwa penyebab mengapa bisnis gagal bisa jadi bukan karena anda yang tidak punya latar belakang bisnis, melainkan karena kemalasan, keraguan atau keteledoran yang tidak anda duga bisa meruntuhkan usaha yang sudah anda bangun. (net)


POLHUKAM

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Halaman 8

Briptu Irawan Nasution Divonis Lima Tahun Penjara Kota Bima (Suara NTB) Sidang oknum anggota Polres Bima Kota Briptu Irawan Nasution (29) yang dilaporkan atas dugaan pemerkosaan akhirnya diputus oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Kamis (15/8). Irawan divonis lima tahun penjara. Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti melakukan pencabulan. Meski sebelumya diwarnai kericuhan, sidang kemarin berjalan aman. Plt Humas PN Raba Bima, Fatchu Rochman, SH., yang dikonfirmasi menyebutkan, oknum anggota tersebut telah divonis lima tahun penjara. Sebelumnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara dengan pasal pemerkosaan. Namun, katanya, majelis hakim memiliki pertimbangan lain sehingga yang terbukti yakni pasal pencabulan dengan putusan lima tahun penjara. Menurut Fatchu, pertimbangan majelis hakim memberikan putusan lebih berat dari tuntutan jaksa karena pelaku melakukan pencabulan. Kedua, karena terpidana merupakan anggota Kepolisian. “Seharusnya sebagai anggota Kepolisian dia memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujarnya. Sidang tersebut dihadiri oleh terdakwa dan penasihat hukumnya. Namun menyusul putusan tersebut, belum ada tanggapan dari penasihat hukum terdakwa maupun JPU apakah menempuh banding atau tidak. “Kedua belah pihak masih pikir-pikir,” tandas Fatchu. Senada dengan Fatchu, Humas Kejari Raba Bima Edi Tanto Putra, SH., yang dikonfirmasi sebelumnya menuturkan pihaknya belum mengambil sikap apapun. Saat ini pihaknya masih pikirpikir, sesuai dengan ketentuan selama tujuh hari. Saat dimintai tanggapan terkait putusan majelis hakim yang lebih tinggi dari tuntutan JPU, Edi yang juga didampingi JPU Hasan Basri, SH., menolak menanggapi. “Itulah putusan majelis hakim,” ucapnya. Sementara itu, sidang pembacaan putusan berlangsung aman. Namun guna mengantisipasi keadaan, puluhan aparat Dalmas disiagakan di lokasi. Sebelumnya, dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, keluarga korban yang merupakan guru honorer di SMP di Kecamatan Woha Kabupaten Bima terlibat ketegangan dengan Jaksa. Pasalnya, keluarga korban menganggap putusan itu terlalu ringan. Protes terus berlanjut dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan keluarga korban Senin, di hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama lebaran. (use)

MENYEBERANG - Seorang Personel Polwan Satlantas Polres Mataram membantu sejumlah pengunjung Taman Loang Balok menyebrang di Jalan Raya, Kamis (15/8). Dalam rangka pengamanan Lebara Ketupat, Polres Mataram mengerahkan 350 Personel, dibantu 100 lebih pasukan tambahan dari Polda NTB. Perayaan lebaran ketupat sejak pagi hingga sore kemarin dipastikan aman. (Suara NTB/ars)

831 Napi Se-NTB Diusulkan Terima Remisi Mataram ( Suara NTB ) Menjelang peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus besok, 831 narapidana dari total 1.097 tahanan diusulkan menerima remisi. Masing-masing remisi umum 1 diterima oleh sebanyak 814 napi, 17 napi mendapat remisi umum II dan yang mendapat remisi tambahan 11 napi.

(Suara NTB/ist)

DUDUK - Gubernur NTB TGH.M. Zainul Majdi duduk di kursi foto SIM di Satlantas Polres Mataram, ditemani Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, SIK (tengah).

Gubernur NTB Buat SIM Mataram (Suara NTB) Tak hanya masyarakat biasa, Gubernur NTB, Dr.TGH.M. Zainul Majdi pun ikut mencetak Surat Izin Mengemudi (SIM). Meskipun hari-harinya dalam kegiatan dinas dan urusan pribadi tetap melekat dengan sopir pribadi, Gubernur merasa tetap harus memiliki SIM. Kedatangan Gubernur sekitar Pukul 08.30 Wita itu memang nyaris luput dari pantauan, khususnya media. Gubernur datang ke Satlantas Polres Mataram, tanpa protokol, juga para pejabat SKPD yang selama ini menemaninya di kegiatan dinas. Setelah tiba di Satlantas, baru kemudian Gubernur menuturkan keinginannya untuk memperpanjang SIM B1. Kabarnya Gubernur membuat SIM untuk kriteria B1 biasa. Kriteria ini untuk pengemudi kendaraan dengan kapasitas 1.500 CC. Mengenakan kemeja motif batik hijau, Gubernur disambut Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, SIK dan Kasat Lantas, AKP Arif Harsono. “Beliau memang datang tadi pagi ke Satlantas untuk memperpanjang SIM,” kata Kapolres. Dijelaskan Kapolres, sebelumnya Gubernur memang sudah memiliki SIM B1 yang dibuat di Polres Lombok Timur, namun sudah habis masa berlakunya. Karena saat ini Gubernur sudah berdomisili dan berKTP Mataram, akhirnya menyesuaikan dengan membuat SIM B1 baru. Seperti masyarakat lainnya, Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ini mematuhi prosedur, mulai dari mengisi formulir, kemudian tahap berikutnya proses foto di loket 4. “Beliau ikuti prosedur yang sesuai dengan protap pembuatan SIM,” sambung Kapolres. (ars)

Ditreskrimsus Pantau Penanganan Kasus Rumput Laut Mataram (Suara NTB) Proyek rumput laut di BPBD Kota Mataram masih terus didalami Kejaksaan Tinggi NTB. Disisi lain, Polres Mataram pun tengah gencar menggenjot kasus dengan nilai proyek 1,4 miliar tersebut. Sejauh ini, Polres Mataram intens mengusut kasus tersebut, dibawah pengawasan langsung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. Ditemui Kamis (15/8) kemarin, Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, SIK mengaku, kasus tersebut terus dimonitor Polda NTB. “Secara otomatis, setelah kami memulai menelusuri kasus ini, Polda NTB langsung mengetahui, sehingga kami dikontrol terus,” kata Kapolres. Kontrol dimaksud untuk mengevaluasi setiap perkembangan penyelidikan, berupa pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti dan dokumen lainnya. “Pak Dir (Dirreskrimus, Kombes Pol Drs Triyono BP, tetap menanyakan itu ke kami, dengan maksud mengetahui perkembangannya. Sekaligus kami memerima masukan terkait setiap tahapan,” kata Kurnianto. Ditanya perkembangan terakhir penanganan kasus itu, menurut Kapolres, beberapa pihak sudah dimintai keterangan. Para pihak yang dimaksud Kapolres, kelompok nelayan yang menerima bantuan, di sepanjang Pantai Ampenan. “Pelaksana lapangan sudah kami mintai keterangan,” sebutnya. Secara spesifik mengenai perkembangan kasus, belum bisa dijelaskannya. “Intinya penyelidikan masih jalan terus,” pungkasnya. (ars)

Untuk tahun 2013 ini, remisi umum diberikan kepada napi dan anak pidana dengan besaran bervariasi. Napi yang mendapat remisi satu bulan sebanyak 280 orang, dua bulan sebanyak 253 orang, tiga bulan sebanyak 168 orang, empat bulan sebanyak 53 orang, lima bulan 65 orang dan enam bulan 12 orang. Napi yang mendapat remisi pada peringatan kemerdekaan ini merupakan warga binaan lemba-

ga pemasyarakat (Lapas) dan rutan yang tersebar di UPTD NTB. Dari total napi yang ada, sekitar 266 napi tidak mendapatkan remisi pada HUT RI ke 68. Pasalnya sejumlah napi tersebut, belum memenuhi persyaratan. Terkait dengan warga binaan yang mendapatkan remisi paling banyak, yakni warga binaan Lapas Mataram sebanyak 294 orang, sedangkan 12 orang mendapat

remisi dari lapas anak Mataram. Ketika disinggung mengenai remisi untuk napi dengan kasus teroris dan korupsi, Kasubid registrasi dan statistik, Irwan Kusdiharto mengatakan, sejumlah napi dengan kasus korupsi dan terorisme, masih menunggu keputusan dari Menkunham. Katanya, kasus seperti teroris dan korupsi, mengacu pada PP 28 tahun 2006 dan PP 99 tahun 2012. “Kita kan, masih nunggu keputusan pusat,” pungkasnya. Ia juga menambahkan, ada sejumlah napi yang akan mendapatkan remisi susulan. Tetapi semuanya itu, harus menunggu eksekusi dari pengadilan. Akan tetapi tetap dengan prosedur yang sudah ditetapkan. (cem)

Ubah Stigma MENJADI Polisi Wanita (Polwan) adalah pilihan bagi mereka. Tapi tak berarti ketika pilihan itu dijatuhkan, lantas kemudian identitas dan sifat seorang kaum hawa tetap dikedepankan. Mereka mengabdi, menjadi polisi sebenarnya. Mengerjakan pekerjaan, sebagaimana tugas pokok seorang Polri. Adalah Bripka Nurimansyah, Briptu Fania Eka Yulilestari dan Briptu Apriana Nurdianti yang bertugas di Satlantas Polres Mataram, mengalami situasi, ketika tugas mereka setara dengan polisi laki-laki. Namun karena itu sudah menjadi pilihan hidup, mereka berusaha maksimal menjalani, dengan tetap berpegang pada prinsip, bahwa Polisi adalah pelayan masyarakat. “Kami ingin merubah stigma selama ini yang menyebut seorang wanita yang lulus menjadi Polwan, ditempatkan di bagian staf atau di dalam ruangan,” tutur Briptu Fania. Ia dan rekan rekannya sesama Polwan ingin menjelaskan, bahwa Polwan juga bisa bertugas di lapan-

gan. kegiatan seperti pengamanan unjukrasa, pengamanan pawai, pengamanan kegiatan sosial masyarakat, bahkan sampai pada pengamanan peristiwa kerusuhan pun mereka ikut turun dilibatkan. “Apa yang dikerjakan Polisi lakilaki, kami juga bisa mengerjakannya,” kata Fania. Apa yang paling dirasakan ketiga bertugas di lapangan? menurut Bripka Nurimansyah, peran Polwan justru lebih menonjol. Semisal, ketika harus berhadapan dengan pengendara yang melanggar lalulintas, pendekatan perasaan lebih mereka kedepankan. “Kalau kami yang kasih tahu pelanggarannya seperti apa, kemudian aturannya seperti apa, masyarakat biasanya lebih menerima,” kata Rima, sapaanya. Inilah sisi yang dianggap menguntungkan ketika bertugas dan berhadapan langsung dengan masyarakat. Dengan cara ini, mereka menganggap, bagian dari upaya

untuk pencitraan Polri yang humanis. Bagaimana dengan keluarga? Ditambahkan Polwan dua anak ini, membagi waktu dengan keluarga memang diakui sulit. Manakala harus masuk kantor pagi, hingga siang, hanya sedikit waktu antara pukul 13.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita untuk pulang bertemu keluarga. Selanjutnya bekerja lagi hingga sore. Belum lagi ketika ada tugas tambahan saat jam istirahat, atau saat malam hari, mereka tetap jalani. “Tugas yang utama, tapi ketika ada waktu untuk keluarga, kami sebisa mungkin membagi waktu,” terangnya. Secara teknis, untuk tugas dengan pendekatan humanis itu, Apriana menambahkan, selama ini dilakukan dengan patroli bersepeda, bahkan cara lebih sporty dengan sepatu roda. Dengan pola ini, pihaknya yakin masyarakat makin menganggap polisi sebagai bagian dari mereka. (ars)

Budiman, yang dititipkan kepada warga binaan lain bernama Tjetjep Setiawan alias Asiong, sebelum Freddy dipindah ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan pada 29 Juli 2013,” kata Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin di Jakarta, Kamis (15/8). Menurut dia, Tjetjep memindahkan prekursor shabushabu ke gudang pertukangan di Gedung Balai Latihan Ker-

(Suara NTB/ars)

Dari kanan, Bripka Nurimansyah, Briptu Fania Eka Yulilestari dan Briptu Apriana Nurdianti.

ja Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang pada 30 Juli 2013. “Dan pada 3 Agustus, warga binaan atas nama Wilson yang merupakan pemuka pertukangan telah memindah bahan-bahan pembuat narkotika itu ke gudang pertukangan atau balai latihan kerja,” jelasnya. Prekusor SS itu, lanjut dia, dapat masuk ke Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang mela-

lui kiriman paket untuk Freddy Budiman, khususnya dari tamu-tamu dia. Saat menyampaikan hasil investigasi di Lapas Cipinang, Amir menjelaskan pula bahwa ruang kerja Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Abner Jolando, dijadikan sebagai tempat transit sementara paket prekusor narkotika itu. “Terbukti bahwa warga bi-

Demo FIM Desa Rade Berakhir Bentrok Bima (Suara NTB) Aksi unjuk rasa memprotes pendataan BLSM yang dinilai tak tepat sasaran oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Forum Intelektual Muda Desa Rade Kecamatan MAdapanggadiwarnaibentrok. Bentrok tersebut terjadi setelah massa memblokade jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Sebelumnya, massa mendatangi Kantor Desa Rade guna memprotes BLSM yang tak tepat sasaran tersebut. Massa kemudianmelakukanpenyegelan. Karena data yang digunakan tahun 2011 ini jauh dari kondisi sosial masyarakat. Tak puas hanya menyegel jalan, massa kembali melakukan blokade jalan. Namun aksi blokade ini mengundang reaksi dari aparat karenamenggangguaruslalulintas. Aparat pun berusaha membubarkan, namun mendapat perlawanan dari massa. Suasana semakin memanas ketika, sebuah kendaraan milik aparat menyerempet salah seorang massa aksi. Tak ayal, tindakan aparat tersebut kembali memancing emosi pendemo yang justru menutup total jalan dimaksud. Aksi blokade total ini berlangsung

hingga 20 menit lamannya. Massa mulai melunak setelah aparat TNI yang juga disiagakan dilokasi turun tangan. Tak puas sampai disitu, massa beralih ke Kantor Camat Madapangga dan berusaha menyegelnya. Namun upaya massa gagal setelah dihalangi oleh aparat TNI. Masih tak puas massa akhirnya kembali ke Desa Rade dan melakukan blokade jalan. Salah seorang massa aksi, Amirudin, menuturkan aksi ini dilakukan karena pihaknya menilai data penerima BLMS tak tepat sasaran. Pasalnya, data tahun 2011 ini jauh dari kondisi masyarakat di lapangan. “Sehingga banyak yang salah sasaran,” katanya. Bahkan ada yang sudah meninggal masih tertera sebagai penerima. Untuk itu, dia dan rekanrekannya mendesak pemerintah untuk menganulir atau mendata ulang penerima BLSM, agar sesuai dengan peruntukan atau sasarannya. Di disamping masalah BLSM, dia dan kawan-kawan meminta janji-janji politik Bupati Bima Ferry Zulkarnain ST terdahulu ditepati yakni terkait pembangunan akses jembatan. (use)

Polda Metro Jaya Bidik Importir ’’Airsoft Gun’’ Jakarta (Suara NTB) – Aparat Polda Metro Jaya membidik pihak importir yang mengirimkan senjata gas (airsoft gun) tanpaizinkesejumlahtokodikawasan Jakarta dan sekitarnya. “Ke depan, Polda Metro Jaya akan merazia siapa pun atau toko yang menjual airsoft gun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (15/8). Rikwanto menduga ada keterlibatan oknum importir yang mengedarkan senjata gas tanpa izin resmi kepada sejumlah toko. Berdasarkan aturan kepolisian, Rikwanto menuturkan pihak berwenang mengeluarkan senjata gas, yakni Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) sebagai importir resmi. Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012, Rikwanto menegaskan aparat

kepolisian akan merazia seluruh toko penjual airsoft gun secara terbuka maupun tertutup. Rikwantomenambahkanpihak kepolisianmenggudangkanseluruh senjata api maupun senjata gas yang dimiliki masyarakat sipil. Rikwantomengungkapkanpihakyang akan menggunakan senjata gas harus memiliki surat rekomendasi dan tercatat sebagai anggota Perbakin, memiliki keterampilan menembak, serta mengantongi surat tes psikologi dari dokter. Sementara itu, Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Merdisyam menyatakan Perbakin menjadi importir resmi sejak 2008 dengan kuota senjata gas sebanyak 500 pucuk. “Kepentingannya untuk olahraga menembak secara resmi,” ungkap Merdisyam. (ant/bali post)

Polres KLU Antisipasi Pencurian Ternak Jalur Laut

Prekursor SS di Lapas Cipinang Milik Freddy Budiman Jakarta (Suara NTB) – Bahan-bahan pembuat (prekursor) narkotika jenis shabu-shabu (SS) yang ditemukan dalam inspeksi mendadak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cipinang Jakarta pada Selasa (6/8) adalah milik terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman. “Prekursor narkotika benar milik warga binaan, Freddy

Terkait BLSM

naan lainnya, Yudi Prasetyo alias Haryanto, mendapat bahan baku utama sebesar lima kilogram untuk diproduksi menjadi shabu-shabu menjadi antara 1,5-2 kilogram,” ungkap Amir. Amir menambahkan pembuatan SS di Lapas Narkotika Cipinang dilakukan secara rahasia pada malam hari di dalam blok hunian. (ant/bali post)

Tanjung (Suara NTB) Kapolres Lombok Utara, AKBP H. Ronny Azwawie, SIK., mengkonfirmasi pihaknya telah melakukan antisipasi dan pengamanan terhadap pencurian ternak yang memanfaatkan jalur laut. Selama Ramadhanlalu,pencurianternakmelalui jalur laut telah memakan korban tiga ekor ternak milik masyarakat. “Hampir semua daerah pantai kita antisipasi dengan penjagaan, yang kita khususkan untuk Polair ada di Pelabuhan Carik (Kecamatan Bayan). Itu juga sekaligus antisipasi pencurian ternak, karena ada banyak kasus pencurian melalui jalur laut,” ungkap Ronny, Kamis (15/8). Ia menyatakan, terdapat beberapa kasus kehilangan ternak yang resmi dilaporkan oleh warga dengan jumlah kehilangan ternak sebanyak delapan ekor. Kehilangan tersebut umumnya terjadi saat bulan Ramadhan. Dari jumlah delapan ekor itu, Polres KLU bersama warga berhasil mengamankan lima ekor, sedangkan tiga ekor lainnya berhasil dibawa kabur pencuri. Polres mengidentifikasi pencuri memanfaatkan pelabuhan tikus yang ada di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan sebagai pintu

keluar pencurian ternak. Kasus ini hampir sama dengan pencurian yang terjadi di Sumbawa dan Sumbawa Barat, di mana pencuri juga memanfaatkan jalur laut. “Yang tiga ekor berhasil dibawa kabur pencuri, lantaran sudah keburu ke tengah laut melalui Desa Akar-Akar. Indikasi melalui laut, kelihatannya seperti itu, karena kejadian serupa juga terjadi di Sumbawa dan KSB. Pencurian melalui jalur laut mengarah ke Timur,” ungkap Kapolres. SelainpengamanandiLabuhan Carik, Ronny menerangkan ia dan jajarannyamengamankanwilayah pesisir khususnya pada momentum Lebaran Topat. Melibatkan aparatur Pemda KLU, titik konsentrasi pengamanan terdapat di Bangsal,TelukNara(keduanyaPemenang), juga di wilayah pesisir Tembobor yang menjadi lokasi Lomba Ketupat Pemda KLU. “Evaluasi kita, sebelum lebaran dan setelah lebaran aman terkendali,karenakitamelakukanoperasiterpadu melibatkan aparatur Pemda KLU.Kecelakaanlalulintasjugaminim, belum ada laporan yang masuk sejauh ini kecuali kecuali kecelakaan motor pada malam takbiran dan lebaranharipertama1,”terangnya.(ari)


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

D’masiv Hibur Penggemar di Loteng Praya (Suara NTB) Kehadiran grub band asal ibu kota, D’masiv, Kamis (15/8) kemarin, memberikan warna tersendiri saat perayaan lebaran topat di Desa Kute Pujut Lombok Tengah (Loteng). Grub band yang berawakkan 6 pemuda ini tersebut pun berhasil memuaskan ribuan penggemarnya yang hadir dipasar seni Desa Kute. Hadir khusus atas undangan Pemkab Loteng, grub band D’masiv tampil begitu impresif, hingga membuat penampilan grub band tersebut benar-benar menjadi pusat perhatian masyarakat yang memang datang untuk merayakan Lebaran Topat. Masyarakat terutama para penggemar D’masiv pun seakan terhipnotis. Penonton pun sampai-sampai harus rela berpanas-panasanya. Namun cuaca terik tersebut, tak lantas menyurutkan keinginan masyarakat untuk terus menyaksikan penampilan Ryan dan kawan-kawan. Sejumlah lagu hits milik grub band ini dilantunkan selama hamper dua jam lebih. “Ini pertama kalinya kami tampil di Lombok Tengah,” aku Ryan, vokalis D’masiv. Ryan pun mengaku cukup terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan masyarakat dan para penggemar. Menurutnya, masyarakat Lombok khususnya Loteng merupakan masyarakat yang santun dan ramah. Ia pun tidak segan menyampaikan apreasi khusus sekaligus pujian bagi masyarakat Loteng. Dikatakan Ryan, manggung di Loteng merupakn jobs pertama grub bandnya setelah lebaran. Sehingga bakal memberikan kesan tersendiri. “Begitu dapat job habis lebaran langsung ke Loteng,” timpalnya sembari menyapa para penggemarnya. (kir) (ant/balipost)

KARNAVAL - Sejumlah pelajar mengangkat replika Honai (rumah adat Papua) ketika mengikuti acara karnaval keliling kota di kota Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (15/8). Karnaval yang diikuti oleh seluruh sekolah dan kelompok seni yang ada di Kabupaten Jayawijaya tersebut digelar untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 Tahun 2013.

Slank : Tegakkan Hukum atau Industri Musik Mati Jakarta – Grup musik Slank berharap pemerintah segera menegakkan hukum yang melindungi industri musik Tanah Air dari pembajakan.

D’masiv

Keluarga akan Terbitkan Buku Pemikiran Kris Biantoro Jakarta Keluarga Kris Biantoro akan menerbitkan buku yang tak pernah diselesaikannya berisi buah pemikiran seniman nasionalis mengenai bangsa Indonesia. “Buku itu berasal dari semua pengalaman Bapak mulai dari kecil, bagaimana Beliau melakukan perjuangan dari nol hingga besar seperti sekarang,” kata istri almarhum Maria Nguyen Kim Dung saat ditemui di rumah duka di Kompleks Bukit Permai, Cibubur, Rabu. Meski Maria mengaku belum sempat membaca karya suami yang telah dinikahi selama 40 tahun tersebut, dia yakin buku tersebut akan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. “Bapak sangat bersemangat tentang buku tersebut dan bercita-cita buku itu dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” katanya. Maria mengatakan keluarga akan menerbitkan buku tersebut secepatnya. “Kami akan mencari hari baik untuk melaunching buku itu, sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkan, tinggal cari hari baik,” kata Maria. Seniman yang memiliki nama asli Christoporus Soebiantoro tersebut lahir pada masa peralihan jatuhnya Hindia Belanda dan masa pendudukan Jepang di Magelang, Jawa Tengah, 17 Maret 1938. Hal itulah yang mungkin membentuk watak nasionalisme pada dirinya. Puncak semangat perjuangan nasionalismenya adalah saat di bangku kuliah Universitas Atmajaya, dia bersama rekan-rekannya dengan sukarela dikirim ke Irian Barat. Selama enam bulan dia menjadi sukarelawan dalam pembebasan Irian Barat atau Operasi Trikora, hingga mendapat gelar kehormatan Veteran Pembela Kemerdekaan. Setelah terjun ke dunia hiburan, Kris tetap setia menyerukan salam persatuan “Merdeka!” pada semua penggemarnya. (ant/balipost)

“Kita ini seperti diludahi di depan muka kita karena kasetkaset bajakan bisa dengan bebas ditemukan di mal-mal yang katanya tempat nongkrong orang terpelajar dan kaya,” kata personal Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, di Jakarta. Bimbim menyebutkan, maraknya pembajakan musik ini terjadi karena Indonesia sendiri masih menganggap musik sebagai barang mewah sehingga meningkatkan potensi dibajak. “Masih sulit rasanya untuk membuat musik jadi barang murah di Indonesia karena nyatanya pajaknya saja masih dikategorikan barang me-

Resensi Buku

wah,” kata Bimbim. Sementara rekan Bimbin di Slank, Abdi Negara Nurdin, meyakini pembajakan akan pelan-pelan mematikan industri musik Tanah Air kalau hukum tidak segera ditegakkan. “Kalau ngomongin awareness, orang-orang sudah aware kok kalau pembajakan itu salah, bahkan dikatakan haram, tapi masalahnya adalah tidak ada law enforcement yang membuat orang jadi merasa bersalah kalau beli bajakan,” kata Abdee. Industri musik juga bisa mandeg karena tidak ada produser yang ingin berinvestasi membuat album sehingga pelaku industri mencoba jalan

pintas dengan menurunkan mutu karya. “Dan yang terjadi seperti yang banyak kita lihat saat ini, lagu-lagu hanya direproduksi, kalau lagu X bagus di pasaran, maka akan dibuat lagi yang mirip-mirip,” kata Abdee. Keadaan ini membuat kreativitas mati karena kurang terpacu dan ketika lagu-lagu lokal menjadi itu-itu saja maka lagu asing akan dengan mudah masuk. “Lihat saja sekarang K-Pop bisa masuk dengan mudah, kalau di sana produksi musik minimal bisa menghasilkan satu juta dolar AS, kalau di kita dapat Rp100 juta saja sudah untung,” kata Abdee. (ant/balipost)

(ant/balipost)

DISKUSI MUSIK - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (dua kiri) berdialog bersama personil Slank Bimbim (kiri), Abdee (dua kanan) dan Kaka (kanan) saat hadir dalam acara diskusi Masa Depan Musik Indonesia di kediaman Slank, Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta.

Cinta Sejati dan Ketegaran Fira Judul Buku Penulis Penerbit

: Fira dan Hafez : Fira Basuki : Grasindo; Juni 2013

CINTA adalah misteri tak berakhir. Pun tidak ada sesuatu yang bisa menjelaskannya (Rabindranath Tagore) Definisi cinta yang dikatakan oleh penyair India, Rabindranath Tagore tersebut mungkin bisa menggambarkan kisah hidup seorang Fira Basuki. Tepatnya kisah cinta yang menghiasai hidupnya. Iya, cinta memang dapat dikatakan sesuatu yang sangat abstrak, tak teraba secara nyata, namun hanya bisa dirasa. Rasa cinta yang dianugerahkan kepada

setiap hati manusia tak selalu berakhir bahagia, tapi terkadang berakhir nestapa. Berbicara cinta memang tak ada habisnya. Cinta adalah inspirasi luar biasa yang tak akan pernah habis dieksplorasi melalui berbagai medium. Buku Fira dan Hafez, salah satunya. Membaca buku yang dapat disebut autobiografi sang penulis ini dapat meyakinkan kita, pembaca tentang keberadaan cinta sejati. Iya, cinta sejati itu memang ada. Tapi persoalan kita bertemu dengan cinta sejati itu adalah persoalan waktu. Fira Basuki, seorang penulis, jurnalis, dan pemimpin redaksi majalah wanita ternama ini menemukan cinta sejatinya setelah puluhan tahun berstatus

sebagai janda. Fira dan cinta sejatinya atau yang disebutnya sigaraning nyawa (garwa) yang dalam bahasa Jawa berarti setengah nyawa, dipertemukan secara tak terduga. Dalam sebuah acara, tak sengaja ia bertemu dengan Hafez, seorang pria yang lebih muda 11 tahun darinya. Singkat kata, mereka pun jatuh cinta. Menjalin hubungan dengan seorang wanita yang usianya jauh lebih tua dari si pria belum terlalu dianggap lumrah dalam budaya kita. Namun Hafez tetaplah yakin dengan keputusannya untuk menikahi Fira. Akhirnya jalan pernikahan dipilih untuk mengikat hubungan cinta mereka. Tak lama setelah menikah, akhirnya Fira mengandung

buah cintanya dengan Hafez. Kehidupan mereka semakin bahagia dengan kehadiran calon bayi di rahim Fira. Sebelumnya Fira pernah menikah dengan pria Filipina dan dikaruniai seorang puteri bernama Syaza Calibria Galang berusia 11 tahun. Calon bayi di rahim Fira adalah anak pertama dari Hafez. Maklum, Hafez belum pernah menikah sebelumnya. Kehidupan pernikahan yang bahagia, suami yang sangat menyayangi dan mencintainya, serta calon bayi yang dikandungnya menjadi harta tak ternilai bagi Fira. Tapi siapa sangka, ujian Tuhan selalu datang tak terduga. Cinta sejati itu haruslah berakhir. Dalam waktu usia pernikahan seumur jagung, Hafez meninggal dunia secara mendadak. (yan)

Esai Seni

Menakar Peran Dewan Kesenian Oleh : Kiki Sulistiyo Dewan kesenian pada awalnya dibentuk di Jakarta pada masa rezim Orde Baru. Tujuannya jelas, menjadi alat filterisasi pemerintah dari upaya kebangkitan kembali paham sosialisme dan komunisme. Kita tahu, kesenian, sebelum masa Orde Baru menempati posisi penting dalam percaturan politik di Indonesia. Perseteruan antara para seniman dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dengan para penandatangan Manifes Kebudayaan menjadi wacana yang penting dan berpengaruh pada sekitar waktu sebelum meletusnya peristiwa G30S. BISA dikatakan pada masa Orde Baru posisi seni diikat dan dikerangkeng dalam sistem otoriter sehingga kesenian tak lagi menjadi kekuatan yang turut memengaruhi arah politik tanah air. Posisi seni yang seperti ini masih terasa hingga sekarang, meskipun kebebasan berekspresi telah didapatkan, tetapi kesenian tampak tak lebih seperti fatamorgana yang kelihatannya ada tapi tak nyata. Dalam keadaan seperti itu dan seiring dengan perubahan politik di tanah air, fungsi Dewan Kesenian juga berubah. Adalah Umar Kayam yang pertama kali menjabarkan dengan baik bahwa fungsi Dewan Kesenian adalah sebagai penghubung

antara kreator dan karyanya dengan pemerintah dan masyarakat. Pemikiran Umar Kayam ini bisa dibilang menjadi landasan utama pentingnya kehadiran Dewan Kesenian di tiap-tiap daerah (Provinsi) bahkan sub-daerah (Kabupaten/ Kota). Perlu dilihat bahwa berubahnya fungsi Dewan Kesenian ini juga disebabkan “hilangnya” posisi kesenian baik di pemerintahan maupun di masyarakat. Dalam logika birokrat, yang kemudian tampak dalam praktiknya, kesenian adalah barang dagangan yang perannya (hanya) untuk memikat para pelancong dari mancanegara dan otomatis mendatangkan devisa

bagi negara. Sementara di tengah masyarakat, kesenian lebih dipandang sebagai hiburan atau gaya hidup. Nilai-nilai dalam kesenian menguap ketika masyarakat yang telah dijejali produk instan dan diberatkan jam kerja tak punya waktu lagi untuk merenungi dan memberi makna baru pada karya seni. Pada sisi lain, saat ini masyarakat sosialita telah pula menempatkan seni sebagai bagian dari gaya hidup. Mengoleksi lukisan, mendatangi konser musik dan gedung teater serta mengoleksi banyak buku seni, tetapi sebagai gaya-gayaan saja. Fungsi Dewan Kesenian kemudian menjadi lebih kompleks, sebab dalam posisi seni yang seperti itu Dewan Kesenian mesti “membelah” kepentingan antara seniman, pemerintah dan masyarakat. Menghubungkan ketiga kepentingan ini bukanlah pekerjaan mudah. Seniman hidup dalam alam ide, halhal yang tak diperhatikan kerap begitu berarti bagi seniman. Seniman juga punya kecenderungan egosentris, menolak tunduk dan diatur. Berkarya dan menampilkan karya yang idealis adalah pokok utama. Sementara pemerintah sama sekali tak dekat dengan alam seperti itu. Pemerintah lebih berkutat

pada praktik politik dan birokrasi. Program adalah bahasa yang wajib disodorkan agar dana dapat mengucur. Kepentingan ini turut terkait dengan partai politik dan kekuasaan, karenanya sebuah program rentan terhadap usaha penunggangan. Di sisi lain, masyarakat dengan pola hidupnya juga punya kepentingan terhadap seni. Masyarakat membutuhkan hiburan, membutuhkan tontonan, dengaran dan bacaan yang dapat mereka terima dengan tanpa harus bersusah-susah mengerutkan kening. Ketiga kecenderungan tersebut harus dapat dihubungkan, agar membentuk ekosistem seni yang sehat dan bertanggung jawab. Terhadap pemerintah kesenian memerlukan dukungan finansial maupun regulasi, terhadap masyarakat kesenian memerlukan apresiasi. Sementara terhadap kesenian pemerintah memerlukan kesepahaman dengan “bahasa birokrasi”, serta kerjasama dan kompromi. Masyarakat membutuhkan kesenian tertentu karenanya juga membutuhkan campur tangan pemerintah untuk memenuhinya. Silang mutualis dalam skema ekosistem tersebut masih memiliki sejumlah kendala di lapangan. Misalnya, perihal kriteria

apa yang tepat menduduki posisi di Dewan Kesenian. Apakah seniman atau birokrat? Keduanya punya kelemahan: seniman tak pandai birokrasi, padahal kemampuan birokrasi diperlukan dalam bekerjasama dengan pemerintah. Sementara para birokrat cenderung tak paham seni, padahal pemahaman tentang seni mutlak diperlukan agar program dapat berjalan efektif. Sinergi Di Nusa Tenggara Barat ada Dewan Kesenian Provinsi. Ada pula sejumlah Dewan Kesenian di Kabupaten/ Kota. Sejumlah program yang telah dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Provinsi NTB memang belum tampak memberi pengaruh terhadap terbentuknya ekosistem seni yang sehat dan bertanggung jawab. Festival Seni Rakyat yang berlangsung tahun ini di Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat tak terlalu terdengar gemanya. Tetapi bukan berarti peran Dewan Kesenian tidaklah penting. Hal pertama yang dibutuhkan adalah pelaksanaan program yang efektif dan tepat sasaran. Festival Seni Rakyat barangkali adalah upaya awal untuk mengembalikan posisi kesenian kepada masyarakat. Se-

lanjutnya adalah pelibatan masyarakat dan struktur pemerintahan terkecil dalam menghidupkan kesenian di lingkungannya. Karena itu akan sangat baik bila kelompok-kelompok atau komunitas kesenian tradisi, misalnya ,tidak hanya diundang tampil di gedung-gedung, tetapi diminta bermain di lingkungannya sendiri. Sebab, jangan sampai ada kesenian yang dikenal masyarakat luar tapi tak dikenal di lingkungannya sendiri. Sebagai program besar berikutnya, perlu kiranya diadakan Kongres Kesenian NTB. Kongres ini nantinya juga diharapkan dapat merumuskan sejarah pasang-surut seni serta peran seni dalam kebudayaan dan peradaban di NTB. Kongres ini juga dapat menjadi ajang sinergi antar Dewan Kesenian, sebab selama ini jarang sekali terjadi sinergitas antar Dewan Kesenian kecuali bila ada acaraacara tertentu. Dari kongres ini setidaknya juga dapat terlihat problemproblem utama dalam upaya menghidupkan ekosistem seni yang sehat dan bertanggung jawab. Dan secara tak langsung pula mulai melakukan optimalisasi peran Dewan Kesenian dengan berangkat dari problemproblem yang tampak tersebut.

Tetapi mesti digarisbawahi bahwa kongres nantinya bukanlah sekadar seremoni kumpulkumpul dengan kilatan blitz, tetapi sebuah kongres serius yang melibatkan para pemerhati seni, akademisi, praktisi, penikmat seni dan berbagai elemen masyarakat yang punya perhatian terhadap kesenian. Lalu, hal terakhir yang mesti menjadi program adalah menindaklanjuti hasil kongres. Tanpa tindak lanjut, kongres hanya akan menjadi artefak berdebu. Pada tingkat praktik inilah hubungan yang lebih kuat mesti diupayakan oleh Dewan Kesenian antara seniman, pemerintah dan masyarakat. Seniman perlu berkarya, diapresiasi dan hidup dari karyanya. Pemerintah perlu kerjasama dan kompromi dari para seniman. Masyarakat perlu karya seni sebagai bagian dari kebutuhan maupun eksistensinya. Menarik sebagai sebuah goal, bagaimana seniman juga paham birokrasi, bagaimana aparat pemerintah juga paham seni dan bagaimana masyarakat menganggap seni bukan cuma sebagai hiburan. Optimalisasi Dewan Kesenian, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota akan menentukan posisi kesenian kita di masa datang.


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Pengawas Berprestasi KEBERHASILAN tidaklah diraih dalam waktu singkat. Butuh waktu lama dan panjang meraih keberhasilan atau kesuksesan di dunia kerja atau birokrasi. Begitu juga yang dialami Edy Susilo – salah satu pengawas SMK di Kota Mataram. Edy Susilo berhasil menjadi salah satu pengawas sekolah berprestasi dan mengharumkan nama Mataram di tingkat nasional. Atas keberhasilannya itulah, Edy terpilih menjadi pengawas berprestasi tingkat provinsi dan mewakili NTB di tingkat nasional. Kepada Suara NTB belum lama ini, Edy menjelaskan, prestasi yang diraih diperoleh secara bertahap. Melalui karya tulis ilmiah yang dilakukan selama menjadi pengawas membuat dirinya terpilih sebagai yang terbaik di NTB dan mampu menyisihkan saingannya dari seluruh NTB. “Salah satu bentuk kinerja kita yang menonjol adalah karya tulis ilmiah. Saya mengangkat beberapa karya tulis saat membina beberapa SMK di Mataram,” terangnya Menurutnya, setiap tema yang diangkat di beberapa SMK masing-masing berbeda, tergantung dengan karakteristik masing-masing SMK. Di SMKN 2 Mataram misalnya. Edy melakukan pendampingan dalam rangka pendampingan pendidikan karakter, kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Sementara di SMKN 4 Mataram melakukan pendampingan tentang keanekaragaman pangan. Yang ditanamkan di situ tentunya melakukan inovasi makanan, terutama non beras dan non terigu untuk bahan membuat jajan dan pangan lokal untuk kemudian dipasarkan. Selain itu, ia juga mengangkat tulisan dari hasil pendampingannya di SMKN 5 Mataram. Di SMK ini, pendampingan dilakukan dalam desain kreatif Sasambo. “Tentunya bagaimana sekolah diarahkan pada pelatihan yang menghasilkan produk yang laku dijual pasaran,” ungkapnya. Untuk maju di tingkat nasional ini, Edy mengaku tidak menemui kesulitan yang berarti. Selain dokumen telah disiapkan, pihaknya tidak merasa kesulitan karena setiap kali melakukan pengawasan dan pendampingan di sekolah-sekolah, dirinya selalu mendokumentasikannya di dalam sebuah laporan. (nia)

(Suara NTB/rus)

LATIHAN - Menjadi sebuah kebanggaan saat masih sekolah adalah dipercaya menjadi salah satu pengibar bendera saat 17 Agustus atau detikdetik kemerdekaan Indonesia, baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Seperti terlihat dalam gambar, sejumlah pelajar terpilih di Lombok Timur sedang latihan pengibaran bendera di Lapangan Tugu Selong Lombok Timur.

Angka Buta Aksara

Pemkab Lotim Klaim Tersisa 5.011 Orang Selong (Suara NTB) Angka buta aksara di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih tersisa 5.011 orang dari 53.000 lebih warga belajar. Tahun 2013 ini, Pemkab Lotim siap menuntaskan semua warga yang masih tidak melek huruf itu. Hal ini sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Lotim, tuntas selama lima tahun.

Lalu Suandi

Edy Susilo (Suara NTB/nia)

Siswa SMA di Lotim Hanya Terima Rintisan BOS Selong (Suara NTB) Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini hanya menerima rintisan Biaya Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 60 ribu per siswa per semester. BOS yang sebenarnya dengan kisaran Rp 500 ribu per semestar sampai saat ini belum terealisasi. “Kita ini masih menunggu pusat,” jawab Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Lotim, H. Muhidin kepada Suara NTB di Selong, Kamis (15/8). Diakuinya, ada 49 unit SMA Negeri dan swasta di Lotim menerima dana rintisan BOS. Berbeda dengan SMK setelah menerima rintisan BOS sejak Januari hingga Juni 2013 telah menerima dana BOS sejak Juli lalu. Belum cairnya dana BOS SMA ini, lanjutnya, diharapkan segera turun dari pusat, karena siswa sangat membutuhkan untuk biaya pendidikan. Pihaknya mengharapkan bulan Agustus ini, siswa SMA sudah menerima dana BOS. Pada bagian lain, Muhidin mengakui, angka putus sekolah di Lotim terus mengalami penurunan tiap tahunnya. Tahun 2007/2008, angka putus sekolah yang terdata sebanyak 0,31 persen dan menurun 0,09 persen tahun 2011. sementara tingkat SMP sederajat dari 1,14 persen pada tahun 2007/2008 turun menjadi 0,83 persen pada tahun 2012. ‘’Sedangkan untuk tingkat SMA menunjukkan penurunan dari 1,14 persen menjadi 0,94 persen pada tahun yang sama,’’ klaimnya. (rus)

Demikian diungkap Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lotim, Lalu Suandi kepada wartawan di Selong, Kamis (15/8) kemarin. Dari jumlah 5.011 tersebut, lanjutnya, tersebar di semua kecamatan di Lotim. Untuk itu, pihaknya berusaha menuntaskan program tersebut dengan baik, sehingga tidak ada lagi warga Lotim yang buta aksara.

Di sisi lain, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) mengaku, minimnya anggaran menjadi salah satu penyebab belum tuntasnya masalah penuntasan buta aksara. Untuk itu, sisa anggaran dari dana dekonsentrasi dan bantuan provinsi yang disalurkan ke Pemkab Lotim dipastikan mampu merampungkan sisa

program keaksaraan fungsional (KF) di Lotim. Sebagai langkah akseleratif, Pemkab Lotim sebelumnya memberlakukan sistem urunan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan melibatkan para guru untuk mengajar warga. Saat ini, pemkab sudah berhenti mengajak guru PNS ikut berpartisipasi. Tahun 2014, Pemkab Lotim tidak akan bicara persoalan buta huruf, namun memberikan kegiatan pemberdayaan pada warga binaan, sehingga berjalan seperti diharapkan. “Ada program pusat yang diarahkan untuk pemberdayaan,” ujarnya. (rus)

Guru Keluhkan Penerapan Siswa Kurang Mampu Dibiayai Masuk PT Kurikulum 2013 Mataram (Suara NTB) Meski masih dalam tahap sosialisasi, penerapan Kurikulum 2013 menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk sejumlah mata pelajaran tertentu di sejumlah sekolah di NTB mendapat keluhan dari para guru. Pasalnya, Kurikulum 2013 meski perbedaannya dengan kurikulum KTSP hanya pda soal silabus, namun tidak semua guru siap melaksanakan kurikulum baru ini. Zulkarnaen, salah seorang Guru Matematika di Kota Mataram, misalnya. Dirinya mengaku Kurikulum 2013 ini cukup memberatkan para guru, karena guru mempunyai cara dan metodologi yang berbeda dalam mengajar. Dalam kurikulum 2013 ini lanjutnya, guru akan memerankan fungsi mendidiknya, meski itu bertujuan untuk membuktikan profesionalisme seorang guru. ‘’Kalau dulu guru hanya mengajar dan penekanan-

nya pada aspek afektif, sekarang pada aspek afektif dan psikomotorik. Tetapi tidak semua guru bisa seperti itu, karena pada dasarnya, mendidik itu lebih sulit dari pada mengajar,’’ ungkapnya. Tidak hanya Zulkarnaen, keluhan yang sama juga datang dari Haerani, salah seorang guru di SMA 1 Pringgabaya Lombok Timur. Menurutnya, Kurikulum 2013 ini belum bisa diterapkan seutuhnya, karena kemampuan siswa yang berbeda-beda. Komentar senada disampaikan Dwi Ratnasari, salah seorang guru di SMPN 1 Pringgabaya. Meski dirinya mengaku siap jika Kurikulum 2013 ini diterapkan. Namun, kendala yang dihadapi untuk penerapan Kurikulum 2013 ini tidak hanya pada guru dan siswa, tetapi juga pada sekolah secara keseluruhan. Diakuinya, sekolah mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda untuk setiap mata pelajarannya, oleh karena itu menurut-

nya, infrastruktur penunjang sekolah harus terlebih dahulu dipenuhi. Menurutnya, Kurikulum 2013 mengajarkan siswa untuk menemukan masalah dan penyelesaiannya sendiri. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan mengingatkan saja. Hanya saja, akunya, tidak mungkin siswa memahami cara menemukan dan menyelesaikan sendiri, kalau dilaksanakan terlalu cepat seperti ini, karena siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Meskipun untuk guru mata pelajaran yang dijadikan percontohan akan ada pelatihan dan bimbingan dari dinas nantinya. Dicontohkannya, di Lotim tempatnya mengajar, untuk tahap sosialisasi kurikulum 2013 ini, hanya ada tiga mata pelajaran yang dijadikan proyek percontohan penerapan Kurikulum 2013 yaitu, mata pelajaran Sejarah, Matematika, dan Bahasa Inggris. (dys)

Tanjung (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berkomitmen memberikan bantuan bagi siswa berprestasi yang masuk katagori kurang mampu. Untuk tahun ini, Pemda KLU telah menggelontorkan setengah miliar rupiah atau Rp 500 juta dan dialokasikan Rp 5 juta per orang khusus bagi siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, Drs. Suhrawardi, kepada wartawan Kamis (15/8), menyatakan dana bantuan tersebut merupakan program pemberdayaan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi siswa SMA, SMK sederajat yang baru masuk ke PT, berkesempatan untuk memperoleh bantuan dimaksud. “Pemda KLU, telah menyiapkan dana dari APBD untuk membantu siswa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Kami juga mengimbau, siswa yang ingin mengakses bantuan ini agar secepatnya mendatangi kantor Dikbudpora dan mengajukan permohonan,” ungkap Suhrawardi. Dalam hal ini, ujarnya, pihaknya membatasi alokasi per orang sebesar Rp 5 juta. Di mana jumlah ini diharapkan sebagai stimulus bagi mahasiswa mau-

pun orang tua untuk mendukung studi di PT tempat mahasiswa kuliah. Apalagi alokasi yang terbatas ini, maka jumlah siswa yang terakomodir hanya 100 orang. Artinya agar bantuan ini tepat sasaran, maka pihak Dinas akan melakukan verifikasi terhadap tiap pengajuan siswa, apakah benar siswa bersangkutan berprestasi di sekolahnya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Ainal Yaqin, menambahkan, bantuan stimulan pendidikan ini tidak hanya mengarah kepada siswa miskin saja, tetapi juga siswa yang tergolong mampu secara ekonomi. Dalam hal ini, dinas akan melihat betul-betul nilai akademik yang diperoleh siswa sebagai tolok ukur pemberian bantuan. Dikbudpora dalam hal ini sudah membuka pendaftaran, dan mengharapkan kepada siswa yang berminat untuk segera mendatangi dinas. Namun, siswa berprestasi harus melengkapi persyaratan, seperti surat permohonan, Surat keterangan dari Universitas atau Perguruan Tinggi, Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU), Pas foto ukuran 3x4, fotokopi Nomor Rekening, Fotokopi KTP, fotokopi ijazah dan STTB SMA. Masing-masing berkas persyaratan disediakan rangkap dua. (ari)

Merdeka Menurut Kaum Muda Ungkapan kata merdeka bagi sebagian orang mempunyai arti dan makna yang sangat beragam, tergantung dari sisi mana orang memandang kata merdeka tersebut. Merdeka akan dimaknai sebagai sebuah ungkapan rasa senang dan bahagia, jika diungkapkan seorang narapidana yang baru bebas dari belenggu jeruji besi. Ben i Sia gus (Suara NTB man /dys)

Ada juga yang memaknai kata merdeka dari sudut dan bidang yang lain seperti ekonomi. Bagi orang miskin yang tiba-tiba mendapatkan limpahan rizki yang sangat banyak, barangkali ekspresi kemerde-

kaannya dimaknai sebagai sebuah kebebasan dan kemerdekaan dari belenggu kemiskinan yang selama ini melilitnya. Begitu juga kemerdekaan menurut kaum muda sebagai pelanjut estafet kepemimpinan

Dari Redaksi: Harian Suara NTB, menyediakan ruang kepada mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk menyampaikan pendapat atau argumentasinya terkait berbagai persoalan yang terjadi di daerah ini. Pendapat yang disampaikan tergantung dari topik yang diangkat Suara NTB. Anda kaum intelektual bisa menyampaikan pendapat Anda melalui email: suarantbbicara@yahoo.com .

Topik Pekan Depan: Proyek Pusat Mangkrak di NTB

bangsa ini. sebagaimana yang umum diketahui, bahwa peran serta kaum muda dalam proses pra maupun sesudah kemerdekaan sangat signifikan. Kaum muda dengan segala potensinya mampu mempersembahkan berbagai bentuk perubahan atas despotisme para pemimpin dan status quo di negeri ini. Contoh nyata terakhir peran signifikan sekaligus prestasi puncak kaum muda ialah peristiwa kelam Mei 1998 saat menumbangkan rezim orde baru. Banyak pengamat mengatakan peristiwa Mei 1998 silam merupakan masa panen dari periodesasi bercocok tanam yang cukup panjang yang dilakukan oleh kaum muda selama ini. Dari sekian banyak peran yang diambil oleh kaum muda tersebut, tentu tidak ada yang salah. Semuanya bisa mengambil peran dalam bidang apapun, selama itu semua diarahkan untuk

mengisi kemerdekaan bangsa ini. Nah, lalu bagaimana arti kemerdekaan menurut kaum muda sekarang ini? Berikut petikan wawancara Suara NTB dengan beberapa narasumber. Beni Siagusman, salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram) mengharapkan, di era kemerdekaan seperti sekarang ini kaum muda harus independen dan tidak cepat bergantung pada sistem. ‘’Tetapi sistemlah yang harus bergantung pada kita,” sarannya. Sebagai generasi muda, katanya, harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, seperti halhal yang bisa memotivasi kaum muda lainnya. Dirinya berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kegiatan kaum muda yang baik dan positif harus didukung tanpa pandang bulu. Hal senada disampaikan Rahmat Riyadi, mahasiswa se-

mester IV Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram, jika kemerdekaan adalah suatu kebebasan dan kenyamanan serta kesejahteraan. Baginya, kemerdekaan harus dikontekstualisasikan dengan kondisi sekarang dan harus selaras dengan nilai Pancasila sebagai ruh negara ini. Dalam arti, kemerdekaan tidak cukup hanya dengan memasang bendera di halaman rumah atau di depan gerbang. Namun,bagaimanagenerasi muda memaknai K arti kemerdekaan itu ke dalam jiwa asmaya(Suara NTB/d ys) di dan raga, sehingga, ruh perjuangan 45 tidak sia-sia. gan dan persoalan di masyarakat Hal senada diungkapkan Kas- harus mampu dicarikan solusinmayadi, Pengurus Besar (PB) ya. ‘’Oleh karena itu, kita (generaHMI. Menurutnya, penjajahan di si muda, red) harus belajar lebmasa lampau tidak berhenti sam- ih keras lagi untuk menemukan pai saat dikumandangkan ke- cara menjawab tantangan itu merdekaan oleh Soekarno dan dengan spirit zaman yang ada,’’ Hatta saja, tapi kondisi tantan- sarannya. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Roma Meski tanpa diperkuat pemain terbaik dunia Lionel Messi, Argentina masih bisa mengalahkan Italia dalam laga persahabatan dengan skor 21 di Roma pada Rabu waktu setempat. Pemain sayap Real Madrid Angel Di Maria mempercepat permainan, sehingga Gonzalo Higuain dan Ever Banega mencetak gol tim tamu sebelum Lorenzo Insigne membalasnya untuk Azzurri.

Angel Di Maria

Meskipun striker papan atas di masing-masing pihak absen seperti Mario Balotelli yang cedera, tapi kedua tim masih menunjukkan permainan berkelas dalam laga tersebut. Argentina memilih formasi menyerang 4-3-3 dengan Di Maria yang berdiri di belakang tiga penyerang yang merumput di Italia yaitu Higuain dari Napoli, Rodrigo Palacio dari Inter Milan dan Erik Lamela dari Roma. Higuain membuka gol pada 20 menit sebelum Palacio membuang peluang besar untuk menggandakan keunggulan setelah Di Maria menem-

patkan bola di sisi kanan gawang. Banega digantikan Lamela di babak pertama dan dalam waktu empat menit menambah keunggulan tim tamu setelah meneruskan umpan matang dari Higuain. Ketika Argentina menyerang kadangkadang pertahanan terbengkalai, namun pemain bertahan mereka tetap berjuang melawan lini depan Italia yang lemah. Striker kelahiran Argentina Pablo Osvaldo terlihat berusaha sendirian di depan, lini tengah Italia dibelakang Osvaldo menyebabkan pertahanan Argentina tidak aman. Osvaldo setidaknya memasok umpan kepada Insigne yang mencetak gol di menit ke-75 meskipun ia tidak pernah mengancam gawang lawan. Permainan menyerang Italia lewat Antonio Candreva adalah ancaman paling am-

puh dengan memberikan umpan matang baik kepada Claudio Marchisio maupun Osvaldo yang bisa dieksploitasi. Pelatih Italia Cesare Prandelli telah membuat pilihan yang berani sebelum kick-off, memilih gelandang Paris SaintGermain Marco Verratti dari awal dan menurunkan kembali gelandang Roma Daniele De Rossi di pusat pertahanan. Di Lisbon Portugal, gol telat Cristiano Ronaldo di menit-menit akhir pertandingan (87) menyelamatkan Portugal dari kekalahan atas Belanda dalam pertandingan persahabatan yang berakhir imbang 1-1 di stadion Algarve, Rabu waktu setempat. Belanda membuat rekor sempurna dari enam kemenangan di kualifikasi Piala Dunia Grup D, ketika gelandang Kevin Strootman mencetak gol di menit ke-17 setelah melepaskan tembakan kaki kiri di luar kotak penalti. Portugal kekurangan inspirasi di babak pertama sebagai membuat pelatih Paulo Bento mengganti sejumlah gelandang di tengah beberapa pemain yang cedera seperti Joao Moutinho, Nani dan Silvestre Varela. Tuan rumah bereaksi dan menekan di babak kedua, upaya Belanda membuahkan hasil setelah Ronaldo mencetak gol penyeimbang lewat tembakan di sisi pojok gawang lawan di menit ke-87. (ant/bali post)

Tim Basket 3 X 3 Indonesia Optimistis Menang di AYG (ant/bali post)

’’Hat-trick’’ Ibrahimovic Bantu Swedia Kalahkan Norwegia 4-2 Stockholm Hat-trick luar biasa yang dibuat Zlatan Ibrahimovic membantu Swedia mengalahkan Norwegia dengan skor 4-2 dalam laga persahabatan di Friends Arena, Rabu waktu setempat. Sebastian Larsson memotong umpan di lini tengah kemudian melepaskan umpan yang sempurna kepada Ibrahimovic. Ibrahimovic dengan dingin mengarahkan tembakan rendah ke kanan kiper Rune Jarstein di menit kedua. Penyerang jangkung tersebut mencetak gol kedua setengah jam kemudian, dengan memanfaatkan umpan sempurna dari Albin Ekdahl dan

mengarahkan ke pojok kanan gawang Norwegia. Norwegia membalaskan dua gol, pertama saat Mohammed Abdellaoue memanfaatkan penalti yang diberikan pada menit ke-38 dan kedua melalui tembakan Stefan Johansen yang belok, karena terkena Mikael Antonsson yang akhirnya masuk ke gawang Swedia untuk meningkatkan skor. Ibrahimovic mencetak hat-trick di menit ke-57 melalui tendangan bebas dari posisi tengah yang tidak dapat dijangkau oleh kiper Norwegia Jarstein Pemain pengganti Anders Svensson mencetak

gol tambahan bagi Swedia di menit ke-75 dalam penampilan internasionalnya sebanyak 142 kali. (ant/ bali post)

Jakarta (Suara NTB) Tim basket 3X3 U-18 Indonesia optimistis bisa meraih gelar juara pada ajang Asian Youth Games (AYG) yang berlangsung di Nanjing, Korea Selatan, pada 16-24 Agustus. “Harusnya bisa menang. Kami yakin karena tidak bertemu dengan tim kuat Cina dan juga termotivasi tim senior yang menang juara dunia di Jepang,” kata salah satu pemain, Vincent Rivaldi Kosasih, ditemui di Jakarta.

bara berangkat dengan tujuh penembak terpilih dari beberapa provinsi Indonesia. ‘’Mereka berangkat tanpa target, namun mereka sudah menjalani persiapan maksimal di daerah. Karena, event tersebut pertama kali diikuti,’’ ujarnya, Kamis (15/8). Meski demikian, lanjutnya, pertengahan bulan Juli hingga 14 Agustus lalu Nyoman ditangani serius oleh pelatih Pelatnas PRIMA Pratama Indonesia. “Kalau untuk target

juara belum bisa. Karena kejuaraan ini merupakan pertama kali diikuti oleh atlet kita. Dan saya juga tidak ikut mendampingi mereka,” jelasnya. Meski tak mematok target, ujarnya, Nyoman sudah punya skill menembak yang relatif baik di kancah nasional. Di mana, hasil tembakannya per 10 butir peluru sudah bisa mencapai angka 92 poin dan sudah menyamai rekor nasional. (fan)

Cincinnati Deraan cedera memaksa juara Wimbledon Marion Bartoli pensiun dari dunia tenis pada Rabu (14/8). Petenis Prancis yang enam pekan lalu memenangi turnamen Wimble-

lah diuji 4 pelatih nasional, Abdul Khair, Dedi Noor Cholies, Imran (Yong) dan Hery. Ketua Umum Pengprov Kodrat NTB, H. Ahmad Rusni melalui Pelatih Kodrat NTB, Abdul Khair saat dihubungi Suara NTB di Mataram, Kamis (15/8), mengklaim, 18 wasit/juri itu lulus dengan hasil yang memuaskan. Wasit tersebut, katanya, telah disiapkan menjadi wasit pada kejuaraan daerah

don itu menyampaikan pernyataan mengejutkan tentang rencananya mundur dari dunia tenis beberapa saat setelah kalah 3-6, 6-4, 6-1 dari petenis Romania,

Sim o n a Halep, pada putaran kedua turnamen Cincinnati Masters. “Kini sudah waktunya bagi saya untuk mengakhiri karir. Saya merasa ini saatnya untuk mundur,” kata petenis berusia 28 tahun itu seperti dilansir AFP. “Ini keputusan berat yang harus diambil. Saya sudah menjadi pemain tenis sejak lama dan punya peluang untuk mewujudkan impian terbesar,” katanya. Bartoli, yang kini menempati peringkat ke tujuh dunia, telah berjuang menghadapi serangkaian cedera dalam beberapa tahun terakhir. Ia hanya bermain dalam tiga pertandingan setelah menang di Wimble-

Zlatan Ibrahimovic

18 Wasit Tarung Derajat Telah Sertifikasi Mataram (Suara NTB) Sebanyak 18 wasit atau juri tarung derajat di NTB lulus telah lulus sertifikasi dalam penataran dan penyegaran wasit/juri nasional di Mataram, Rabu (13/8) lalu. Atas hasil tersebut, seluruh wasit/juri itu mendapatkan predikat wasit nasional yang mendapat sertifikasi dari Pengprov Kodrat NTB. Mereka mendapatkan sertifikasi wasit nasional, sete-

Filipina, Arab Saudi, dan Republik Maladewa. “Filipina yang paling kami waspadai, paling berat,” tambahnya. Sementara itu pada tim putri, Indonesia menurunkan pemain Vinny Rusadi, Adriani Nabila, Calista Elvira, dan Monica Kristianti Halim. Tim putri akan menghadapi tantangan lebih berat karena harus meladeni Tim Putri China, Uzbekistan, dan Palestina. “Kami melihat ada chance untuk menang baik pada tim

putra dan putri. Target kami mendapat medali,” kata pelatih Youbel Sondakh. Kedua tim telah menjalani persiapan intens sejak Februari lalu. “Tetapi problemnya mereka tidak bisa terlalu lama di pelatnas karena masih harus sekolah, jadi bolak balik,” jelasnya. Pada kejuaraan multievent empat tahunan yang berlangsung untuk kedua kalinya ini, Indonesia mengirim 104 atlet dari 14 cabang olahraga termasuk basket 3 X 3. (ant/bali post)

Cedera, Paksa Bartoli Pensiun dari Tenis

Meta Ambara Bela Indonesia di AYG Mataram (Suara NTB) Atlet menembak NTB, I Nyoman Meta Ambara Yoga bersama tujuh penembak junior terbaik nasional bertandang ke Cina 15 Agustus kemarin. Mereka mewakili tim Indonesia di Asian Youth Games (AYG) untuk berlaga di Cina 19-24 Agustus mendatang. Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono yang dihubungi Suara NTB menjelaskan, I Nyoman Meta Am-

Vincent bersama Revaldo, Sandy Ibrahim, Alkristian Chandra semakin solid sebagai tim. Mereka juga telah menjalani uji coba di Thailand dan Australia sebelum berlaga di ajang multievent junior pertama yang akan mereka ikuti. “Sebelumnya kami juga sudah sparing dengan Tim U19 yang akan berangkat uji coba ke Shanghai, Cina,” ujar pemain berusia 17 tahun itu. Pada AYG 2013, Vincent dan timnya satu grup dengan

tanggal 23-25 Agustus di GOR 17 Desember Mataram dan Porprov NTB 2014. mereka diharapkan bisa menularkan keahlian mereka untuk memberikan penyegaran wasit/juri di kabupaten/kota di NTB. Hasil ujian tersebut, lanjutnya, membuat pengurus Kodrat NTB optimis pada kejurda dan Porprov nanti akan muncul wasit/juri muda yang terlatih. (fan)

don dan mundur dari b e r a p a

be-

pertandingan lapangan keras selama bulan Juli karena cedera otot perut. “Semua orang akan mengingat gelar juara Wimbledon saya. Tak ada yang mengingat pertandingan terakhir saya di sini. Saya mewujudkan mimpi saya menjadi kenyataan dan itu akan ada bersama saya selamanya, tapi tubuh saya tidak bisa menghadapi semuanya,” tuturnya. Bartoli mengatakan, turnamen Wimbledon menolongnya mencapai permainan tertingginya, tetapi juga merupakan puncak dari kekuatan fisik dan mentalnya. “Saya benar-benar merasa sudah mengerahkan semua tenaga yang tersisa dalam tubuh saya. Ini (Wimbledon) akan bersama saya selamanya, tapi sekarang tubuh saya tidak bisa menghadapi semuanya,” kata dia. Bartoli memenangi pertandingan terakhir di Toronto minggu lalu atas petenis Amerika Lauren Davis, tetapi kalah atas peringkat 33 d u n i a Magdalena Rybarikova pada hari berikutnya. “ S a y a merasakan nyeri di sekujur tubuh setelah

bermain 45 menit atau satu jam. Saya sudah lama melakukan ini. Dan, yeah...tubuh saya tidak bisa melakukannya lagi,” katanya. Ia mengatakan, bahwa berjalan saja sekarang sudah sulit baginya. Punggung, pinggul dan pinggangnya juga sering terganggu. Bartoli, yang menjadi petenis profesional tahun 2000, hampir sepanjang karirnya dilatih oleh ayahnya, Walter, yang seorang dokter. Ia berbicara melalui telepon dengan sang ayah sebelum memutuskan mundur. “Dia bangga dengan saya. Dia bangga dengan apa yang telah saya lakukan dan dia sepertinya tahu bahwa saya tidak bisa lagi melakukannya. Dia merasakannya,” kata Bartoli. (ant/bali post)

Marion Bartoli (ant/bali post)


PERNIK

SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

Halaman 12

Gagal Masuk PTN, Kuliah Dimana? Bagi lulusan SMA/MA dan SMK, keinginan melanjutkan pendidikan terutama ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi pilihan sebagian besar lulusan. Bagi yang lulus seleksi tentu merasa senang. Tetapi bagaimana jika sudah mengikuti berbagai jalur seperti Penjaringan Prestasi Akademik (PPA), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Jalur Mandiri di PTN tetap tidak lulus?

? ?

?

ERTANYAAN inilah yang kerap muncul di benak para calon mahasiswa baru. Di NTB dan bahkan di sebagian besar daerah lain, masuk PTN masih menjadi tujuan utama bagi sebagian calon mahasiswa baru. Beberapa memang mengambil pilihan berkuliah di PTS, setelah gagal mengikuti seleksi di PTN. Meskipun tidak dipungkiri, ada juga calon mahasiswa baru yang memang bertekad masuk PTS sejak awal. Calon mahasiswa semacam

ini memang dari awal tidak ikut SNMPTN dan menunggu pembukaan penerimaan mahasiswa baru di PTS yang diinginkan. Seperti yang dikatakan oleh Abdul Hakim (17) yang datang dari Bima untuk mendaftar di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). “Saya sengaja ingin masuk ke Universitas Muhammadiah Mataram karena jurusan yang mau saya ambil memang hanya ada di sini. Saya mau mengambil Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Negara. Jurusan itu tidak ada di Unram yang negeri,” ujarnya. Pilihan serupa dengan latar belakang situasi yang berbeda dialami Anugrah Widianto. Setelah tiga

kali gagal mengikuti seleksi masuk PTN, calon mahasiswa baru lulusan SMAN 1 Jonggat Lombok Tengah ini menjatuhkan pilihannya pada salah satu PTS favorit yang sudah memiliki nama. Selain karena sudah terakreditasi dan populer, Anugrah memilih Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram karena kualitas lulusannya yang sudah terjamin. “Sempet kemarin ambil di

Kegagalan dalam seleksi PTN ini karena banyak diantara anak ini berlomba-lomba memilih PTN dan jurusan yang bagus atau favorit di pilihan pertama, padahal persaingannya sangat ketat Unram tetapi gagal. Memang sudah berniat kalau tidak bisa diterima di Unram ya ke IKIP,” terangnya. Selain karena faktor favorit, alasan lain memilih PTS ini adalah pilihan jurusan yang ditawarkan. Anugrah memilih jurusan Bahasa Inggris karena melihat potensi NTB ke depannya sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata. Jadi bukan berarti lulus lantas menjadi guru, tetapi bisa masuk ke bidang-bidang lain seperti pariwisata. Hal serupa dilakukan M. Zulaily. Menurutnya dipilihnya PTS ini setelah ia dua kali gagal menempuh seleski di PTN. Ia berharap dengan memilih Fakultas olahraga

Dari Pemerintahan Hingga Agroteknologi Meski berstatus perguruan tinggi swasta, namun beberapa universitas berikut bisa menjadi pilihan menarik karena menyediakan pilihan studi yang cukup berkualitas.

IKIP Mataram

Universitas Samawa (UNSA)

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram adalah salah satu PTS yang menyandang status favorit. Ribuan mahasiswa baru mendaftar setiap tahunnya. Begitupula sebaliknya ratusan mahasiswa diwisuda dari IKIP Mataram setiap tahun. IKIP Mataram sendiri berdiri pada tanggal 1 April 1967. Akan tetapi IKIP Mataram baru mendapat status terdaftar pada tanggal 17 Juli 1968. Pada awal pendiriannya sampai memperoleh status terdaftar IKIP Mataram hanya memiliki tiga Fakultas, yaitu; Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Eksakta, dan Fakultas Sastra dan Seni. Namun kini IKIP sudah memiliki empat fakultas dengan 11 Program studi. Keempat Fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). IKIP Mataram adalah PTS yang mengedepankan teknologi dalam pengelolaannya. Salah satunya adalah dengan layanan Student Payment Centre (SPC) yang memungkin mahasiswa IKIP Mataram untuk melakukan segala transaksi pembayaran langsung melalui bank yang telah ditunjuk sebagai mitra. IKIP Mataram juga telah menerapkan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS) secara online. Ini memudahkan mahasiswa untuk mengisi KRS tanpa harus hadir ke kampus.

Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa besar berada di kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Universitas ini merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumbawa Besar dengan cikal bakalnya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STIP) Sumbawa Besar. Universitas Samawa dikelola oleh yayasan pendidikan dan Kebudayaan Samawa Sumbawa Besar. UNSA resmi berdiri secara hukum berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 176/D/O/1998 dengan Status terdaftar, terhitung mulai tanggal 29 Desember 1998 dengan 5 fakultas dan 14 Program Studi yakni : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIPOL ), Fakultas Ekonomi ( FE ), Fakultas Pertanian ( FP ) dan Fakultas Teknik (FT ). Beberapa program studi yang ditawarkan antara lain, Agroteknologi di Fakultas Pertanian, Pendidikan Fisika di FKIP, hingga Ilmu Administrasi Negara di FISIPOL. Dilihat dari beban biaya perkuliahan yang ditampilkan di websitenya, UNSA tergolong kampus yang cukup terjangkau untuk kalangan menengah. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan masyarakat miskin juga bersekolah di sini dengan dukungan beasiswa.

STIE AMM Mataram

Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM)

Sebelum berubah nama menjadi STIE AMM Mataram seperti saat ini, nama aslinya adalah Akademi Keuangan dan Perbankan (AKABA). Namun pada tanggal 10 Juli 1984 AKABA berubah menjadi Akademi Manajemen Keuangan (AMKA). Pada tanggal 7 Maret 1986 AMKA memperoleh status terdaftar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat itu sehinga kembali berganti nama menjadi Akademi Manajemen Mataram (AMM). Pada tahun 2002 AMM memperoleh status Terakreditasi. Lalu pada tahun 2005 AMM berubah bentuk dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM Mataram (STIE AMM) Mataram. STIE AMM Mataram mengelola empat program studi. Program Studi keuangan dan perbankan (DIII) dengan akreditasi (B), Program studi akutansi (DIII) dengan akreditasi (B), program studi Manajemen (S1) dengan akreditasi (C), dan program studi Akutansi (S1) dengan akreditasi (C). Untuk tahun akademik 2013/2014 STIE AMM Mataram membuka dua gelombang pendaftaran mahasiswa baru. Gelombang I tanggal 1 Mei s/d 6 Juli 2013 kemudian seleksi 8 Juli 2013. Adapun gelombang II dibuka tanggal 11 Juli s/d 4 September 2013 kemudian seleksi pada tanggal 7 September 2013.

Universitas Muhammadiyah Mataram atau sering disingkat UMM didirikan pada 25 Juli 1980. Pengelolaannya berada langsung dibawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB. Pada tahun 1980 UMM hanya memiliki tiga fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), serta Fakultas Teknik (Fate). Namun kini UMM memiliki tujuh fakultas/diploma dengan 20 program studi baik tingkat diploma maupun S1. Saat ini UMM dipimpin oleh Drs. Mustamin H. Idris, Ms. Universitas Muhammadiyah Mataram memiliki tenaga dosen yang cukup mumpuni. Saat ini rata-rata dosen UMM berkualifikasi S2. UMM juga memiliki 20 dosen bergelar Doktor. Sementara tujuh dosen masih menempuh S3 di luar negeri. Fasilitas pendukung perkuliahan UMM juga tergolong lengkap. Selain Fasilitas, keunggulan utama UMM adalah jurusan yang ditawarkan adalah jurusan langka yang tidak dimiliki oleh PTS maupun PTN lain di NTB seperti Fisip, Jurusan perpustakaan, Pertambangan, maupun pendidikan Sejarah dan Geografi.

Lokal, Luar Daerah atau Bekerja ? Tahun ini, jumlah lulusan SMA/MA dan SMK mencapai 13.456 orang. Dari data tersebut, Dinas Dikpora NTB memperkirakan hanya 22 persen lulusannya yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di NTB. Sementara tiga persen diantaranya melanjutkan ke perguruan tinggi di luar NTB. Sisanya, memilih untuk mandiri, bekerja dan sebagian lainnya tidak melanjutkan pendidikan.

Akreditasi atau pentauliahan adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan swasta. Salah satu contoh akreditasi adalah akreditasi pada metode tes laboratorium dan sertifikasi spesialis yang diperbolehkan mengeluarkan sertifikat resmi suatu yang telah memiliki standar. (wikipedia)

dan kesehatan di IKIP Mataram kelak ia bisa langsung bekerja. “Kalau jurusan olahraga peluang untuk bekerja masih luas, terutama di desa-desa,” tegasnya. Peran orang tua juga seringkali menentukan pilihan anak saat memasuki jenjang perkuliahan. Sebagian orang tua terkadang terlibat cukup jauh dalam penentuan perguruan tinggi atau jurusan yang diambil

oleh anak mereka. Meski terkesan tidak lagi populer di masa kini, perilaku orang tua yang seperti ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melihat anaknya sukses setelah lulus kuliah. Bisa jadi, sikap orang tua yang demikian juga disebabkan karena sudah memiliki rencana profesi apa yang akan digeluti anaknya nanti. Bagi beberapa calon mahasiswa baru, memang akhirnya mengikuti keinginan atau arahan orang tua mereka. Namun, sebaliknya bagi beberapa calon mahasiswa lainnya. Perilaku orang tua yang seperti ini seringkali

memunculkan perlawanan dan membuat rusaknya hubungan orang tua dengan anak. Saidi (42) salah satu orang tua calon mahasiswa baru tampaknya menyadari resiko tersebut. Karenanya, ia menyerahkan sepenuhnya pilihan universitas dan jurusan pada minat sang anak. Meski mengarahkan pilihan anaknya pada pilihan jurusan yang masih banyak memiliki peluang kerja, faktor biaya menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam mengarahkan anaknya memilih jurusan di bangku kuliah. Rektor Universitas Mataram Prof. Sunarpi Ph.D menyebutkan, kegagalan yang dialami calon mahasiswa dalam menempuh seleksi masuk PTN, bukan semata-mata karena mereka kurang cerdas. Menurut Sunarpi, banyak diantara calon mahasiswa baru yang gagal disebabkan karena mereka salah dalam menentukan jurusan dan PTN pilihan. “Banyak yang memang pinter tetapi nggak diterima di PTN, cukup banyak datanya. Karena mereka bersaing dengan samasama pinternya,” terangnya. Menurut Sunarpi, kegagalan dalam seleksi PTN ini karena banyak diantara anak ini berlomba-lomba memilih PTN dan jurusan yang bagus atau favorit di pilihan pertama, padahal persaingannya sangat ketat. Sementara PTN dan jurusan lain yang kurang favorit di ditempatkan di pilihan kedua. Inilah sebabnya mengapa banyak diantara mereka tidak bisa lolos, karena PTN lain pasti memilih anak-anak yang menempatkan pada pilihan pertama. (nia)

Selektif Memilih PTS SETELAH pintu masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi nasional Masuk Perguruan Tinngi Negeri (SNMPTN) 2013 ditutup maka persaingan untuk merebut bangku kuliah kini beralih ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Namun ini bukan berarti PTS kemudian menjadi ‘tempat buangan’ untuk calon mahasiswa yang tidak diterima di PTN. Namun agar tidak salah pilih dan menyesal dengan pilihan PTS yang diambil. Sebaiknya para lulusan SMAsederajat yang akan melanjutkan kuliah ke PTS yang ada di NTB membaca tips memilih PTS berikut ini. Jumlah PTS yang ada di NTB mencapai 35 PTS sehinga calon mahasiswa baru perlu cermat dalam memilih PTS yang tepat. Tips berikut diberikan oleh Ir. H. Rudy Razak, CES selaku ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Mataram. Menurut Razak ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih PTS :

Status PTS Hal ini sangatlah penting karena menyangkut status hukum PTS bersangkutan. Perlu dicermati apakah status PTS itu terdaftar, diakui, atau sudah terakreditasi. Jika tidak teliti, bisa jadi PTS yang dipilih adalah PTS ilegal yang tidak diakui Dirjen Perguran Tinggi (Dikti). Walhasil, status lulusannya pun bisa tidak diakui. Kualitas dosen dan staf Untuk saat ini semua PTS sudah tidak bisa lagi menggunakan dosen berijazah S1. Kualitas dosen akan menentukan bagaimana jalannya perkuliahan di dalam kelas. Dosen yang berkualitas biasanya akan melahirkan sarjana yang berkualitas pula. Sarana dan prasarana kampus Apakah PTS sudah memiliki ruang perkuliahan yang memadai. Ketersediaan laboratorium dan perpustakaan juga harus menjadi credit point yang harus dipertimbangkan oleh calon mahasiswa baru. Sebab, sarana dan prasarana tersebut merupakan penunjang aktifitas belajar mengajar, terlebih bagi mereka yang mengambil jurusan yang bersifat teknis. Biaya kuliah Kondisi ekonomi mahasiswa yang tidak semua berkecukupan membuat beban biaya kuliah juga harus dipertimbangkan dengan bijak. Jangan sampai memaksakan diri untuk kuliah di universitas swasta yang mahal, namun tidak didukung dengan kemampuan ekonomi orang tua calon mahasiswa baru. Kegiatan kemahasiswaan Kuliah tidak hanya belajar di dalam kelas. Mahasiswa juga harus difasilitasi dengan berbagai wadah kegiatan kemahasiswaan. PTS yang baik harus menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk berkegiatan. “Saya sangat menyarankan kepada mahasiswa untuk memilih PTS yang memberikan mereka wadah untuk berkegiatan. Karena dari kegiatan tersebut akan diperoleh juga ilmu yang tidak sedikit,” terang Rudy.

Sum ber data : Dik pora NTB

Prospek kerja setelah lulus kuliah dari PTS yang dipilih Orang kuliah selain mencari ilmu juga berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan atau bidang usaha yang layak setelah lulus. Oleh karena itu, kampus harus mampu menciptakan mahasiswa yang mandiri. Salah satu cara untuk mengukur prospek ini adalah dengan melihat alumni dari PTS. Kalau ternyata alumninya banyak yang menganggur, jelas PTS tersebut tidak prospektif. Namun sebaliknya, kalau alumninya banyak terserap dunia kerja atau bisa mengembangkan usaha sendiri, berarti jurusan tersebut prospektif untuk masa depan calon mahasiswa baru. (ril)


SUARA NTB

Jumat, 16 Agustus 2013

Halaman 13

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB DIREKTORI BISNIS SUARA NTB KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


SUARA NTB

Jumat, 16 Agustus 2013

Halaman 14

NTB Dapat Jatah Perekaman E-KTP 300 Ribu Lebih Mataram (Suara NTB) Tahun ini NTB memperoleh kuota tambahan perekaman E-KTP sebanyak 300 ribu lebih. Target kelanjutan perekaman E-KTP tersebut adalah sisa tahun sebelumnya dan masyarakat yang berumur 15 tahun, dilakukan perekaman sejak awal sesuai petunjuk dari pusat. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil Disosdukcapil NTB, Drs. H. L. Hiliun dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (15/8) siang kemarin di Mataram. ‘’Perkembangan E-KTP sekarang sedang dalam penyisiran sisa-sisa itu (tahun lalu, Red), kalau target sudah memenuhi. Jadi peny-

isiran ini untuk kuota yang tambahan sebanyak 300 ribu lebih. Itu yang disisir batas waktunya sampai 31 Desember 2013, masih punya waktu karena banyak masyarakat NTB yang keluar masuk luar daerah,”terangnya. Dijelaskan, kuota tambahan sebanyak 300 ribu lebih tersebut diperuntukkan

juga bagi masyarakat/pelajar NTB yang sekolah atau kuliah keluar daerah. Selain itu, siswa SLTP/SLTA yang berumur 15 tahun seluruh NTB juga dilakukan perekaman dengan melakukan upaya jemput bola ke sekolah-sekolah. ‘’Teman-teman juga sudah melakukan perekaman bagi anak-anak sekolah yang

umurnya 15 tahun. Begitu mereka berumur 17 tahun maka tidak akan terlalu merepotkan,” terangnya. Hiliun menjelaskan, perekaman E-KTP bagi pelajar yang berumur 15 tahun tersebut sesuai dengan petunjuk dari pusat dan dilakukan sesuai kemampuan di daerah. Ditanya jumlah pleajar umur 15 tahun yang sudah dilakukan perekaman E-KTP, dirinya belum bisa menyebutkan jumlahnya. Pasalnya, masih dilakukan validasi dan pengumpulan data di masing-masing kabupaten/kota.

‘’Secara persentase, capaiannya tahun lalu sudah melebihi 100 persen, sekarang yang sisanya sekitar 90 persen. Tinggal menyisir saja , kita juga mengeluarkan edaran gubernur kepada pemda kabupaten/kota, tinggal kemauan pemda kabupaten/ kota saja sekarang,” pungkasnya. (nas)

DIJUAL RUMAH DI CITRA MUTIARA 2 BLOK C/11 JL.BANDA SRAYA PAGUTAN BS. OVER KREDIT HP.0817365070 Brs.07.08.13

JUAL BELI MOBIL

C.01.08.13

DIREKTORIBISNISSUARANTB FINANCE

ACCESORIES

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA C.05.08.13

C.06.08.13

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU TOKO MAINAN

LAUNDRY

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya : PETS SHOP

BATIK

C.04.08.13

TANAH KAPLING

D.02.08.13

PELATIHAN

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Pengangguran Ditargetkan Turun Hingga 5,8 Persen Jakarta (Suara NTB) – Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran pada 2014 akan turun ke angka yang lebih rendah, yaitu 5,6 hingga 5,8 persen, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S Alisjahbana. “Dengan melakukan penambahan 157.000 lapangan kerja baru, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran pada 2014 itu menjadi 5,6 sampai dengan 5,8 persen, dari angka sekarang 5,92 persen,” kata Armida saat ditemui pada acara Halal Bi Halal di lingkungan Bappenas di Jakarta, Kamis (15/8) kemarin. Menurut dia, pemerintah meyakini angka pengangguran pada 2014 dapat kembali diturunkan karena target tingkat pengangguran yang ditetapkan untuk 2013 telah tercapai. Target tingkat pengangguran pada 2013 yang ditetapkan pemerintah adalah 5,8 sampai dengan 6,1 persen. Sementara itu, kata dia, data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2013 menunjukkan bahwa angka pengangguran mencapai 5,92 persen. “Itu berarti sudah tercapai. Angka 5,92 persen itu sudah masuk range target 5,8 hingga 6,1 persen,” ujarnya. Armida mengatakan penurunan angka pengangguran ke 5,6 hingga 5,8 persen itu akan dilakukan dengan penciptaan lapangan pekerjaan baru untuk lebih dari 157.000 pekerja. “Pada RAPBN 2014 itu, ada fiscal space sebesar Rp 18,4 triliun yang dialokasikan untuk tambahan belanja, dimana sekitar Rp 11 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Rp 11 triliun itu bisa menciptakan 157 ribu new employment,” ungkapnya. “Namun, itu totalnya kan Rp18,4 triliun. Jadi secara potensial, itu bisa menyediakan lebih besar lagi dari 157 ribu additional employment,” tambahnya. Pada kesempatan itu, Armida juga memaparkan data terakhir dari BPS menunjukkan jumlah pekerjaan di sektor formal semakin meningkat, dimana jumlah pekerjaan di sektor formal sudah mencapai 40 persen dan pekerjaan informal sebesar 60 persen. “Sekitar empat atau lima tahun lalu, pekerjaan di sektor formal masih 30 persen dan informal 70 persen. Namun, sekarang sudah mulai bergeser,” katanya. Pemerintah, ujarnya, akan mengusahakan agar penciptaan lapangan kerja lebih diarahkan pada sektor formal. Selanjutnya, Kepala Bappenas itu mengatakan, selain menciptakan lapangan kerja baru, pemerintah juga akan berupaya memastikan agar pekerjaan yang sudah ada tetap terjaga kelangsungannya. (ant/bali post)

KPK Temukan Dolar di Ruang Sekjen ESDM Jakarta (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang 200 ribu dolar AS di ruang Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penggeledahan sejak Rabu (14/8) malam hingga Kamis (15/8) siang. “Ada beberapa dokumen yang disita. Ada juga uang 200 ribu dolar AS di ruangan Sekjen ESDM. Uang itu disita,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Gedung KPK Jakarta, Kamis. Johan mengatakan KPK juga menyita uang sebesar 320.100 dolar AS di kotak deposit milik tersangka mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, di Bank Mandiri Jakarta. “Ada pengakuan tersangka tentang kotak deposit milik R (Rudi), maka R dibawa ke bank Mandiri. Tersangka R (Rudi) keluar dari rumah tahanan bersama penyidik bukan untuk berobat, salah satunya mendatangi kotak deposit itu,” kata Johan. Johan mengatakan uang yang ditemukan Tim Penyidik KPK di kantor Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum dapat disimpulkan apakah uang dolar itu berasal dari tersangka Simon Tanjaya. KPK, lanjut Johan, juga telah menyiapkan surat pencegahan kepada sejumlah pihak terkait kasus penyuapan kepada mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu. “Memang akan ada surat pencegahan itu, mungkin dalam waktu 1x24 jam itu. Pihak yang dicegah kemungkinan akan menjadi saksi,” kata Johan. Johan mengatakan KPK masih belum dapat menyimpulkan motif pemberian suap dari Simon Tanjaya kepada Rudi Rubiandini. “Proses penyidikan itu berakitan dengan tersangka. Tentu bukti-bukti itu menguatkan ke tersangka,” kata Johan terkait keberadaan pihak lain dalam penyuapan mantan Kepala SKK Migas itu. Hingga Kamis sore, Tim Penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di kantor SKK Migas. KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, dan Devi Ardi dari swasta sebagai tersangka penerima suap terkait lingkup kewenangan SKK Migas. Sedangkan Simon Tanjaya dari perusahaan Kernel Oil Pte Ltd ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sementara, Rudi Rubiandini dan pelaku swasta Devi Ardi sebagai penerima suap dituduh melanggar pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (ant/bali post)

(ant/bali post)

SEMPROT - Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke kapal yang terbakar

Hendak ke Gili Trawangan

Kapal Wisata Terbakar, Tujuh Wisman Terluka

Denpasar (Suara NTB) – Sebuah kapal wisata terbakar di sekitar Perairan Labuan Amuk di Kabupaten Karangasem, Bali, saat dalam pelayaran menuju Pulau Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan tujuh orang wisatawan mancanegara terluka. “Sebagian besar penumpang terluka di beberapa bagian tubuhnya akibat panik saat kapal itu terbakar,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran Padangbai, Ketut Arya Dana,

dihubungi dari Denpasar, Kamis. Menurut dia, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita yang diduga akibat korsleting listrik. “Diduga akibat korsleting

listrik yang terjadi sekitar Labuan Amuk, atau 20 menit dari Pelabuhan Padangbai,” ucap Dana. Dia menjelaskan bahwa pada saat itu, kapal sepanjang 25 meter dengan

Ketua DPR Minta Pemerintah Pulangkan WNI di Mesir Jakarta (Suara NTB) – Ketua DPR Marzuki Alie meminta pemerintah memulangkan warga negara Indonesia (WNI) di Mesir jika kerusuhan di negara itu membahayakan keselamatan WNI. “Kalau sudah berbahaya, WNI segera dipulangkan saja. Tapi sekarang kan aksi kerusuhan belum masif di seluruh wilayah, baru di sejumlah kota saja, misalnya Kairo,” katanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis. Ia menyatakan prihatin atas peristiwa kerusuhan berlanjut yang menimbulkan banyak korban jiwa di negara itu. “Itu buat kita prihatin. Kejadian di Mesir sangat miris, dimana hak-hak masyarakat tidak dilindungi, hak sipil tak dihargai. Suara masyarakat sipil tak dihargai, suara sipil dimatikan, HAM tidak diperhatikan,” kata Marzuki. (ant/bali post)

Marzuki Alie (ant/bali post)

Menteri ESDM Minta Pengawasan Migas Diperketat Jakarta (Suara NTB) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meminta pengawasan terkait kegiatan hulu minyak dan gas lebih diperketat agar praktik-praktik yang melanggar hukum tidak terjadi. “Proteksi lebih kuat lagi, lebih rapi dan lebih waspada dan tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak baik,” kata Jero usai pelantikan pejabat Eselon I dan II di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis. Jero juga mengimbau kepada komite pengawas, Irjen ESDM, Badan Pengawasan dan Pembangunan serta Badan Pemeriksa Keuangan agar lebih ketat dalam mengawasi kegiatan-kegiatan tersebut. Namun, dia mengaku hal-hal detail seringkali tidak terawasi oleh komite pengawas karena menurut dia, tidak semua menjadi tanggung jawab komite pengawas Kementerian ESDM, kecuali kebijakan. “Komite pengawas itu mengawasi kebijakan, misalnya mengganti deputi atau mengajukan anggaran atau angket,” katanya. Dia pun menampik jika Kementerian ESDM disebut “lepas tangan” atas kegiatan penga-

wasan yang seringkali tidak terpantau tersebut. Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini ditangkap oleh KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa malam, pukul 22.30 WIB. Terkait kasus itu, Jero membantah jika kasus suap yang diduga dilakukan oleh perusahaan minyak asing Kernel Oil senilai 700.000 miliar dolar AS kepada Kepala SKK Migas tersebut, digunakan untuk pendanaan Konvensi Partai Demokrat. “Tidak ada urusannya sama partai, orang kan bisa bicara apa saja. Biar nanti KPK mempelajari kasus itu karena kalau nanti dibicarakan lagi, jadi resah lagi,” katanya. Saat ini, Johannes Widjonarko telah diangkat menjadi Ketua SKK Migas menggantikan Rudi Rubiandini. “Ini adalah proses paling cepat untuk menyelamatkan industri migas karena selama berurusan dengan hukum, Pak Rudi tidak bisa bekerja, tentu kita tidak ingin mengganggu dan membahayakan nasional,” kata Jero. (ant/bali post)

nama Ocean Star Express I mengangkut 32 penumpang. Beberapa informasi menyebutkan kapal khusus pelayanan wisata bahari itu membawa sejumlah wisman yang berasal dari sejumlah negara di antaranya Amerika Serikat dan Australia. Sementara itu 25 orang wisman diantaranya selamat. “Penumpang lainnya selamat dan sudah dievakuasi. Namun

mereka terlihat terkejut,” ucapnya. Ketujuh korban saat ini tengah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Prima Medika, Manggis, Karangasem. Sedangkan dua di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar. “Lima orang korban setelah mendapat perawatan di rumah sakit, sudah bisa dipulangkan,” ujarnya. (ant/bali post)

Presiden Kukuhkan Paskibraka 2013 Jakarta (Suara NTB) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis sore, mengukuhkan 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2013 yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus mendatang. Sejumlah 66 orang putra dan putri tersebut merupakan utusan dari 33 Provinsi seluruh Indonesia yang berlatih sejak beberapa pekan lalu di Cibubur. Pengukuhan anggota Paskibraka ditandai dengan penyematan Lencana Kepemimpinan (LK) tingkat Pemuka Pemuda dan pemasangan kendit atau semacam ikat pinggang berwarna merah. Pengukuhan

juga ditandai dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia. Pemimpin upacara pengukuhan adalah Gusti Elvira Ramadhanti dari Kalimantan Selatan. Pengatur upacara dijabat oleh Sudarmo, pengantar pengukuhan dibacakan oleh dr.Amar Ahmad, pembawa baki atribut pengukuhan Nigy Vira Welan Paskibraka angkatan 2009 dari Sulawesi Utara dan pembawa bendera Merah Putih adalah Hendri Purnama Putra Paskibraka 2008 dari Jambi. Pengukuhan juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono, Menpora Roy Suryo dan Mendikbud Muhammad Nuh serta pejabat lainnya. (ant/bali post)

PKL Jakarta akan Digiring ke 20 Lokasi Binaan Jakarta (Suara NTB) – Akhir tahun ini pedagang kaki lima (PKL) di berbagai tempat di Ibu Kota bisa memasuki lokasi-lokasi binaan. “November atau Desember PKL di Jakarta sudah bisa mulai masuk lokasi binaan kami,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan DKI Jakarta, Ratnaningsih di Balaikota DKI Jakarta, Kamis. Dia menjelaskan terdapat 20 titik lokasi yang bisa digunakan untuk menampung PKL di Jakarta. Seluruh lokasi tersebut tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, misalnya di dekat Pasar Palmerah, Meruya Ilir dan Pasar Minggu. “Beberapa di antaranya

ada yang sedang dalam masa perbaikan,” katanya. Selain 20 titik tersebut, PKL di Jakarta juga akan ditampung di tiga titik lainnya seperti di kawasan museum Fatahillah, Johar serta Waduk Melati. “Tiga titik tersebut bukan lokasi binaan tapi bisa digunakan untuk menampung PKL,” katanya. Penempatan PKL tersebut juga akan menggunakan sistem yang sama seperti relokasi Blok G, Pasar Tanah Abang yakni pendaftaran awal, registrasi ulang hingga pengundian untuk lokasi kios. “PKL yang ditampung pun merupakan PKL yang berada di sekitar wilayah masing-masing,” katanya. (ant/bali post)

(ant/bali post)

RAPI - Suasana Jalan Kebon Jati dengan wajah baru bersih dan rapi seusai penertiban PKL, Tanah Abang, Jakarta.


SUARA NTB Jumat, 16 Agustus 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Indonesia Harus Bantu Solusi untuk Mesir Jakarta (Suara NTB) Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari menyarankan kepada pemerintah untuk segera menawarkan solusi terkait dengan gejolak yang tengah terjadi di Mesir. “Indonesia harus tawarkan solusi ke Mesir. Sodorkan solusi-solusi jalan tengah agar segera berakhir krisis di Mesir dengan damai,” kata Hajriyanto di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis kemarin. Selain itu, ia juga mendesak pemerintah Indonesia untuk bersuara dan mengecam aksi brutal yang dilakukan oleh militer dan penguasa Mesir. “Indonesia diminta bersuara ke dunia internasional, terutama ke negara-negara Islam. Indonesia harus nyatakan kekecewaan, kecaman, mengutuk aksi penembakan masyarakat sipil dan kondisi di Mesir,” kata politisi Partai Golkar itu. Sementara itu, Ketua DPR RI, Marzuki Alie meminta negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI untuk menyatakan sikap karena apa yang terjadi di Mesir dikarenakan oleh pe-

merintahannya sendiri. “Sesama negara OKI untuk berkumpul menyatakan sikap bersama terhadap apa yang terjadi di Mesir. Karena kalau kita lihat bom Bali itu cuma sekian, ini sudah banyak yang meninggal, dan ribuan yang luka. Bom Bali dilakukan oleh teroris. Sedangkan yang terjadi di Mesir oleh penguasa yang jelas keberadaannya,” kata Marzuki Himbauan itu tak hanya kepada negara-negara Islam semata. Marzuki juga menghimbau agar negara-negara yang selama ini mendengungkan demokrasi dan HAM juga bisa bertindak dan membantu agar Mesir aman. “Negara besar yang selama ini menggaungkan HAM juga ikut bersuara dan berbuat, agar pembantaian ini tidak terjadi lagi. Kalau dibiarkan terus, ini sama dengan pembunuhan massal,” pungkas Marzuki.

Marzuki juga meminta pemerintah memulangkan warga negara Indonesia (WNI) di Mesir jika kerusuhan di negara itu membahayakan keselamatan WNI. “Kalau sudah berbahaya, WNI segera dipulangkan saja. Tapi sekarang kan aksi kerusuhan belum masif di seluruh wilayah, baru di sejumlah kota saja, misalnya Kairo,” katanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis. Ia menyatakan prihatin atas peristiwa kerusuhan berlanjut yang menimbulkan banyak korban jiwa di negara itu. “Itu buat kita prihatin. Kejadian di Mesir sangat miris, dimana hakhak masyarakat tidak dilindungi, hak sipil tak dihargai,” kata Marzuki. “Suara masyarakat sipil tak dihargai, suara sipil dimatikan, HAM tidak diperhatikan,” ujarnya.

Desakan juga disuarakan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menyikapi keadaan di Mesir. “Indonesia mesti bersuara keras. Jangan diam. Presiden SBY harus di baris depan menyikapi masalah ini,” kata Mahfudz di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan telah terjadi pembantaian brutal terhadap rakyat sipil mesir oleh pihak militer, karena itu penguasa Mesir saat ini harus dikutuk oleh dunia. “Karena ini bentuk penodaan nyata terhadap demokrasi dan hak asasi manusia,” kata Mahfudz. Aksi militer di Mesir, kata politisi PKS tersebut, terjadi karena sikap lunak negara-negara di dunia. “Selama ini penguasa dan militer Mesir merasa mendapat angin karena sikap lunak banyak negara di dunia. Pembantaian ini pelanggaran HAM berat yang juga harus direspon oleh komisi HAM PBB dan pengadilan kriminal internasional,” katanya. (ant/bali post)

(ant/bali post)

BERLARIAN - Anggota Ikhwanul Muslimin dan pendukung Presiden Mesir yang digulingkan Muhammad Moursi berlarian dari gas air mata dan peluru karet yang ditembakkan oleh polisi anti huru-hara saat bentrokan di sekitar Universitas Kairo dan Lapangan Nahdet Misr, tempat mereka mendirikan tenda di Giza, Rabu (14/8).

Ekuador Tarik Dubesnya dari Mesir Quito Ekuador menarik duta besarnya untuk Mesir guna berkonsultasi pada Rabu, setelah pasukan keamanan Mesir menghancurkan kemahkemah protes pendukung Presiden Mohammed Moursi yang digulingkan dan menembak mati hampir 200 dari mereka. Dalam pernyataan singkat, Kementerian Luar Negeri

Ekuador mengatakan rakyat Mesir telah memilih Moursi sebagai pemimpin konstitusional mereka, demikian seperti dilaporkan Reuters. “Setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Moursi pada Juli tahun ini, masyarakat Mesir telah terjerat dalam iklim protes sipil dan represi dari pemerintah de facto,” kata pernyataan itu.

Rabu adalah hari paling berdarah selama puluhan tahun di negara Arab yang paling padat penduduknya di dunia itu. Setidaknya 235 orang tewas, termasuk setidaknya 43 polisi, dan 2.000 luka-luka, kata para pejabat kesehatan, dalam bentrokan yang menyebar di luar Kairo ke kota-kota lain di seluruh negeri. (ant/bali post)

Dokter Bedah Curi Heroin dari Perut Penyelundup Narkoba Moskow Polisi Rusia menangkap seorang dokter spesialis bedah dari Siberia yang dicurigai mencuri heroin dari perut seorang penyelundup narkotika dan obat berbahaya (narkoba), Selasa waktu setempat. Kantor berita AFP melansir pernyataan polisi Krasnoyarsk bahwa dokter bedah tersebut sedang teler berat saat ditangkap. Sang dokter bekerja di sebuah rumah sakit (RS) di kota kecil Bogotol, 3.000 kilometer sebelah Timur kota Moskow. Dokter bedah itu melaku-

(ant/bali post)

SPESIMEN VIRUS - Petugas kesehatan membawa wadah berisi spesimen virus H7N9 dari China di Pusat Influensa Nasional di Taipei, Taiwan, Sabtu (20/4).

Flu H7N9 Tewaskan 45 Orang di Cina Daratan demikian laporan Xinhua. “Masih banyak kondisi yang tak diketahui yang berkaitan dengan virus flu unggas H7N9 serta penyakit yang mungkin ditimbulkannya, dan resiko wabah influenza akibat jenis baru virus influenza unggas tak boleh diremehkan,” kata Wang. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di mancanegara, terutama Cina, untuk mewaspadai penularan penyakit MERS-COV (Middle East Respiratory Syndrome

Coronavirus) dan Avian Influenza (AH7N9). Kementerian Kesehatan RI melalui perwakilan RI di Beijing, Selasa, menghimbau agar WNI yang tinggal dan berkunjung Cina melakukan upaya pencegahan, antara lain menghindari kontak dengan unggas, babi, dan binatang ternak maupun liar lainnya. Selain itu, diimbau untuk mengkonsumsi hanya makan daging/unggas yang benar-benar matang dan dihidangkan dalam keadaan segar (panas), serta menghindari memakan makanan yang dijajakan di

pinggir jalan. Menjaga setiap saat kebersihan pribadi, khususnya kebersihan tangan,dengan membawa cairan pembersih (sabun dan tissue basah antiseptik), dan menghindari kontak fisik dan berbagi alat makan dengan seseorang yang sedang sakit. Pemerintah juga mengimbau agar WNI melakukan konsultasi segera dengan dokter atau rumah sakit bila memiliki gejala-gejala penyakit flu burung tersebut, baik saat berada di Cina maupun sekembalinya dari negara tersebut. (ant/bali post)

penjara atas pencurian dan kepemilikan narkoba dalam jumlah banyak. Polisi menangkap penyelundup pada kereta yang berhenti di dekat Bogotol. Mereka menciduk sang penyelundup narkoba saat dia mengalami koma karena kebocoran heroin di perutnya. Juru bicara kepolisian, Vladimir Yurchenkookter, mengatakan bahwa dokter bedah yang kemudian terlibat kasus narkoba, ternyata pernah ditahan atas kepemilikan obat-obatan terlarang. (ant/bali post)

Brazil Berniat Adukan AS ke PBB Brasilia Brazil mengatakan, Rabu, bahwa negara itu mungkin akan mengadukan kegiatan matamata yang dilakukan Amerika Serikat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut Brazil, pengintaian oleh AS itu tidak hanya dilancarkan untuk memerangi terorisme, tapi juga memata-matai aspek industri, demikian laporan AFP. “Kami tidak puas dengan penjelasan” yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam kunjungannya hari Selasa, kata Menteri Komunikasi Paulo Bernardo pada sebuah sidang kongres. “Dengan demikian, kami akan membawa kasus ini ke organisasi-organisasi internasional, kemungkinan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Para pejabat Amerika mempertahankan program pengintaian itu sebagai tindakan yang “sama sekali tidak melanggar hukum” dan meyakinkan bahwa program itu telah membantu upaya menggagalkan serangan-serangan teror secara global. Namun, Bernardo menyuarakan kesangsian, dengan mengatakan bahwa program-program tersebut tidak hanya untuk memerangi terorisme. “Mereka (juga) melakukan kegiatan mata-mata terhadap aspek industri, perdagangan dan diplomatik.”

(Suara NTB/ist)

Beijing Flu unggas H7N9 telah menewaskan 45 orang di Cina Daratan sejak penularan pertama pada manusia dikonfirmasi pada penghujung Maret, kata seorang pejabat kesehatan pada Kamis. Sebanyak 135 kasus penularan H7N9 telah dikonfirmasi - 134 kasus di Cina Daratan dan satu di Taiwan— kata Wang Yu, Direktur Pusat bagi Pencegahan dan Pemantauan Penyakit di Cina. Wang berbicara dalam simposium internasional dan pengobatan jenis baru influenza,

kan operasi untuk mengeluarkan paket heroin dari perut seorang pria atas permintaan polisi, tapi polisi di departemen penyelidikan kriminal kemudian sadar kalau beberapa heroinnya hilang. Saat mereka menggeledah kediaman dokter bedah itu, polisi menemukan paket lima gram heroin disembunyikan di bajunya. Dokter itu sedang keracunan narkotika saat digeledah polisi. Dalam video rekaman polisi, dokter tersebut menolak menjawab pertanyaan. Dia terancam 15 tahun hukuman

Kerry bertemu dengan Presiden Brazil Dilma Rousseff dan sejumlah pejabat tinggi lain. Menlu AS itu berupaya meyakinkan mereka setelah munculnya laporan-laporan lewat media soal kegiatan mata-mata yang dilakukan AS secara luas. Laporan-laporan itu muncul berdasarkan dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh mantan pegawai kontrak badan intelijen AS, Edward Snowden. Kerry mengatakan Brazil “berhak mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.” Kerry menunjukkan bahwa pengintaian elektronik yang dijalankan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), tempat Snowden pernah bekerja, ditujukan untuk memberikan “keamanan, tidak hanya kepada warga Amerika, tapi juga untuk rakyat Brazil dan semua orang di dunia.” Bulan lalu, surat kabar harian Globo, mengutip dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh Snowden, melaporkan bahwa Washington melakukan penyadapan terhadap komunikasi lewat telepon dan Internet di Brazil. Globo juga mengatakan Washington menempatkan sebuah markas intelijen di Brasilia, yang merupakan bagian dari jaringan 16 markas serupa yang dioperasikan oleh NSA di seluruh dunia, untuk menyadap transmisi satelit asing. Bernardo menepis klaim yang dinyatakan oleh para pejabat AS bahwa NSA hanya mengumpulkan metadata - mendaftar nomor-nomor telepon yang dihubungi serta durasi percakapan - dan tidak mendengarkan isi pembicaraannya. Ia mengatakan badan matamata terbesar Washington sedang melakukan “pengintaian yang jauh lebih dalam.” (ant/bali post) Paulo Bernardo


Snt16082013