Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

RABU, 14 AGUSTUS 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 133 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bom Vihara Ekayana

C.01.08.13

Diduga Terkait Jaringan Teroris Poso dan Bima Mataram (Suara NTB) Ditangkapnya dua orang terduga jaringan teroris di kawasan Hotel Inna Garuda Malioboro Yogyakarta, Jumat tengah malam, 9 Agustus 2013 lalu, mengungkap informasi lain. Setelah melalui proses interogasi, mereka adalah jaringan teroris yang melakukan pengeboman di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Kedua terduga teroris kelompok Rohadi dan Sigit Indrajid ini, ternyata punya jaringan tidak hanya di Jakarta dan Jogjakarta, tapi juga di Poso dan Bima. Kedua orang tersebut diketahui bernama Muhammad Syaiful Sabani alias Ipul alias Sayev dan iparnya, Bayu Dwi Ardianto. Mereka diduga tahu soal perencanaan pengeboman Kedutaan Besar Myanmar dan pengeboman Vihara Ekayana.

Menurut Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Drs. Agus Rianto, dugaan sementara keduanya memang punya jaringan luas, termasuk di Poso hingga ke Bima. Bersambung ke hal 5

‘’

Penyelidikan sementara mengarah jaringan di Bima dan Poso, tapi ini masih kita dalami lagi.

Agus Rianto (Suara NTB/ist)

Pejabat Pemkot Mataram Tahun Ini, Struktur Konstruksi IC Diperiksa Dua Hari Rampung

Mataram (Suara NTB) Sehari setelah libur lebaran, Kejaksaan Tinggi NTB langsung menggenjot penanganan sejumlah kasus yang masuk tahap puldata pulbaket. Salah satu kasus itu, dugaan korupsi pada proyek rumput laut BPBD Kota Mataram. Seorang pejabat Pemkot Mataram AB, diperiksa dua hari, Senin (12/ 8) dan Selasa (13/8) kemarin. Pemeriksaan AB berlangsung di ruangan TU Kejati NTB. Informasi yang dihimpun Suara NTB, Senin lalu AB masuk ke ruan-

gan tersebut sekitar pukul 13.00 Wita, langsung menemui Kabag TU, La Kamis, SH, MH yang bertindak sebagai Ketua Tim Penyidik kasus tersebut. AB dimintai keterangan hingga sore hari. Sebagai gambaran, AB menjabat sebagai salah satu Kabid di Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram. Kapasitasnya sebagai saksi, karena dianggap berperan dalam realisasi proyek senilai Rp 1,4 miliar itu. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Struktur konstruksi bangunan Islamic Center (IC) NTB ditarget rampung tahun ini. Sementara pengerjaan struktur arsitektur bangunan IC tahun ini targetnya hanya 20 persen. Sisanya dikerjakan tahun berikutnya. Pengerjaan struktur arsitektur IC seperti pemasangan

granit, marmer dan lampu-lampu diperkirakan memakan biaya ratusan miliar meskipun tidak kelihatan seperti pembangunan struktur konstruksi. “Capaian secara struktur konstruksi sudah 100 persen tahun ini. Namun secara arsitektur baru kira-kira sekitar 20 persen. Bersambung ke hal 5

Lokasi Pembangunan BLK Sesuai Instruksi Bupati TO K O H Pasok Pasar Dunia

(Suara NTB/ist)

Saut P. Hutagalung

MUTIARA merupakan komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan memiliki prospek cerah. Tercatat peningkatan permintaan perhiasan dari mutiara dan harganya yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia merupakan penghasil mutiara South Sea Pearl (SSP) Bersambung ke hal 5

Taliwang (Suara NTB) Ditetapkannya lokasi pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano yang akhir-akhir ini banyak disoroti karena dianggap tidak layak, ternyata bukan tanpa alasan. Lokasi bangunan yang selalu digenangi air laut ketika air pasang tiba itu mengikuti instruksi Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM selaku kepala daerah. ‘’Lokasinya (BLK) itu sesuai den-

gan instruksi bupati,” jelas Staf Ahli Bupati Drs. Mulyadi kepada Suara NTB, Selasa (13/8). Mulyadi sendiri adalah orang yang sangat mengetahui persis cikal bakal lokasi bangunan BLK Poto Tano. Pasalnya saat pembebasan lahan BLK tersebut, dirinya menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan di Sekretariat Daerah (Setda) KSB yang nota bene ditugasi menjalankan pembebasan lahan. ‘’Ya masih saya waktu itu (Kabag Pe-

merintahan),” terangnya. Mulyadi memaparkan, alasan bupati menginstruksikan lokasi pembangunan BLK Poto Tano di lokasi yang sekarang, karena bupati menginginkan agar BLK nantinya menjadi satu kesatuan dalam kompleks agro industri sebuah program yang dicanangkan Pemda KSB yang juga dipusatkan di kKcamatan Poto Tano. ‘’Pusat agro industri itu kan di sana juga. Makanya ada

kantor RMPS (Regional Manajemen Pulau Sumbawa) di situ,” urainya. Disebutkan, luas lahan yang dibebaskan di bawah koordinasinya (Kabag Pemerintahan) diakuinya hanya sekitar 4 hektar. Dan pembebasan lahan berikutnya secara bertahap dilakukan oleh pejabat lainnya yang menjabat sebagai Kabag Pemerintahan. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/bug)

TETAP TERGENANG - Salah satu dari empat bangunan BLK Poto Tano. Meski air laut surut, tetapi sebagian bangunan tetap tergenang air.

Raibnya Uang Kiriman TKI

Ombudsman Minta PT. Pos Perbaiki Sistem Pelayanan (Suara NTB/ars)

ASLI DAN PALSU - KTP milik korban Suhaini Fauziah asal Lombok Tengah yang asli dan palsu. KTP palsu (kiri) digunakan pelaku untuk mencairkan uang milik Suhaini di Bank Mandiri Makassar.

Mataram (Suara NTB) Pihak Ombudsman RI Perwakilan NTB, meminta pihak PT. Pos Indonesia Cabang Mataram memperbaiki sistem pelayanan. Ini demi tidak terulangnya kejadian raibnya uang TKI yang dikirim melalui Western Union.

C.03.08.13

Sebelumnya, sejak Mei hingga Juni lalu, Ombudsman menginvestigasi kasus hilangnya uang TKI di Kantor Pos. Pengusutan itu berdasarkan laporan korban Suhaini Paoziah, asal Praya, Lombok Tengah. Bersambung ke hal 5


SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Luncurkan Kartu Sehat Wujudkan Gomong Asri KEBERSIHAN lingkungan memang menjadi salah satu program yang terus digenjot oleh Pemkot Mataram. Bahkan, hampir di setiap kelurahan, program kebersihan lingkungan selalu menjadi kegiatan utama yang dilakukan, seperti halnya di Kelurahan Gomong Mataram yang mencoba mewujudkan Kelurahan Gomong Asri. Lurah Gomong, Muhammad Erwan kepada Suara NTB, Selasa (13/8) kemarin mengatakan, upaya mewujudkan kelurahan Gomong yang asri adalah dengan menjaga lingkungan agar (Suara NTB/smd) tetap bersih. Salah satu upMuhammad Erwan aya yang dilakukan adalah patroli sampah setiap hari Sabtu. “Tapi tidak hanya fokus pada hari Sabtu saja, hari-hari tertentu juga kita lakukan,” katanya. Muhammad Erwan juga menyatakan, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan Lingkungan Gomong Lama sebagai kawasan percontohan untuk semua aspek. Menurut dia, lingkungan Gomong Lama sejauh ini melekat sebagai predikat kawasan yang kumuh dan miskin dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Selain program Gomong Asri, kelurahan Gomong juga tengah merancang dua program rintisan. Namun, dia mengakui belum menemukan solusi tepat untuk melaksanakan program ini. “Tak hanya itu, kita juga mencoba mewujudkan gerakan fajar nusantara dan kampung pancasila di Kelurahan Gomong ini, hanya saja kita masih mencari formula yang pas untuk mewujudkannya,” jelasnya lagi. Mengenai Kampung Pancasila, Lurah Gomong ini mengatakan, program itu lebih mengarah ke azas kekeluargaan dan gotong royong. “Patut kita akui, sangat sulit untuk mengajak masyarakat untuk saat ini bergotong royong. Namun itu perlu kita coba dan kita berikan contoh. Ini tantangan bagi kita,” ungkapnya. (smd)

Pemkot Tolak Gratiskan Penanganan 200 Penyakit Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan kelas III gratis bagi warga Kota Mataram, Pemkot Mataram berencana akan meluncurkan kartu sehat yang rencananya akan dilaunching bersamaan dengan dimulainya pelayanan kesehatan kelas III gratis, pada HUT Kota Mataram (31/8) mendatang. Namun demikian pelayanan gratis bersyarat di RSUD Kota Mataram menolak penanganan 200 penyakit. “Tapi harus melalui mekanisme. Ada 200 penyakit yang tidak bisa dirujuk ke rumah sakit seperti sakit panas atau diare,” terang Sekda Kota Mataram Ir. H. L. Makmur Said kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (13/8) kemarin. Belum dipastikan apa nama kartu sehat yang akan diluncurkan Pemkot Mataram. Menurut Makmur peluncuran

kartu sehat ini penting dilakukan untuk mempermudah proses klaim, seperti halnya pada kartu jaminan kesehatan lain seperti Jamkesmas, Askes dan Jamsostek. Pelayanan kelas III gratis ini nantinya akan melayani seluruh masyarakat Kota Mataram yang berobat di kelas III. Saat ini Pemkot memperkirakan ada sejumlah

Tapi harus melalui mekanisme. Ada 200 penyakit yang tidak bisa dirujuk ke rumah sakit seperti sakit panas atau diare 102.000 masyarakat yang belum memiliki kartu jaminan kesehatan, dengan asumsi 20 persen warga mampu, 40 persen berpenghasilan sedang dan 40 persen hampir miskin. Sementara itu menurut Direktur RSUD Kota Mataram dr. Lalu Herman Maha Putra kemarin, hingga saat ini tidak ada persiapan khusus yang dilakukan rumah sakit menghadapi pelayanan kesehatan kelas III gratis. Namun sebelum launching rumah sakit akan terlebih dahulu

(Suara NTB/nia)

H. L. Makmur Said

it apa yang bisa dilayani di puskesmas. (nia)

Mataram Kirim Lima Guru Berprestasi

Gunakan Kantong Ajaib MENARIK minat siswa untuk aktif melakukan pembelajaran di kelas, dapat dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran. Di SMPN 19 Mataram misalnya, kepala sekolah menggunakan kantong ajaib sebagai salah satu media pembelajaran. Terinspirasi dengan film kartun Doraemon yang memiliki kantong ajaib, Kepala SMPN 19 Mataram Jupni Amri tidak mau kalah. Salah satu kepala sekolah berprestasi, yang maju mewakili NTB di tingkat na(Suara NTB/nia) sional ini juga memiliki Jupni Amri kantong ajaib yang berisi berbagai macam pernak-pernik. Berbagai barang-arang unik seperti wig, kertas tissue dan aksesoris lain ini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. “Kita bisa memanfaatkan barang-barang sederhana yang mudah dijumpai dan itu terbukti dapat menarik minat siswa,” terangnya. Menurut Jupni, hal ini berawal dari keprihatinannya pada kompetesi dasar drama dan bercerita yang seringkali diajarkan secara monoton dan bahkan tidak diajarkan oleh guru. Padahal untuk mengajarkan drama atau bercerita kepada siswa bukanlah hal yang sulit. Cukup dengan media pembelajaran sederhana seperti kertas tissue, siswa dapat dengan mudah dan senang belajar drama maupun bercerita. Kepala sekolah yang juga pemain teater ini menuturkan, melalui cerita dan drama pesan-pesan moral yang banyak terkandung di dalam cerita tersebut dapat lebih mengena jika dipraktikkan langsung oleh para siswa. Melalui metode inilah, secara tidak langsung dapat membentuk karakter siswa seperti yang diamanahkan dalam kurikulum 2013. (nia)

melakukan simulasi. “Akan ada simulasi, simulasi ini bisa dilihat bagaimana proses rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, itulah yang disebut dengan simulasi,” terangnya. Menurut dr. Herman pelayanan yang dilakukan akan berlangsung secara berjenjang dari puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit. Ada beberapa kriteria tertentu yang akan ditetapkan, penyakit-penyakit apa yang boleh dirujuk dan penyakit-penyak-

(Suara NTB/smd)

KEMACETAN - Keberadaan pedagang bunga dan sesajen di sepanjang Jalan Ismail Marzuki kerap menganggu arus lalu lintas. Tak ayal, kemacetan sering terlihat di jalur tersebut ketika pagi hari.

Antisipasi Kemacetan

Pedagang ”Sesajen” di Ismail Marzuki akan Ditata Mataram (Suara NTB) Arus lalu lintas disepanjang jalan Ismail Marzuki memang terpantau cukup padat terlebih pagi hari. Apalagi di jalur tersebut terdapat pasar tradisional Karang Jasi, tak hanya itu, keberadaan pedagang bunga dan sesajen yang mengambil badan jalan tak jarang menimbulkan kemacetan di sepanjang jalur tersebut. Sebagai langkah antisipasi kemacetan, Pemkot Mataram melalui Kelurahan Sapta Marga dan Kelurahan Cilinaya berencana melakukan penataan pedagang bunga dan sesajen tersebut. Penataan yang dimaksudkan adalah dengan merelokasi seluruh pedagang terse-

but ke lokasi tertentu. Lurah Sapta Marga, I Wayan Suarditha, S.STP yang ditemui di ruangannya mengatakan, langkah penataan dan penertiban itu memang sudah dikoordinasikan dengan Wakil Walikota Mataram dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram. Hanya saja, kata dia, pihaknya sampai saat ini belum menemukan lokasi yang pas untuk melakukan relokasi terhadap pedagang-pedagang itu. Dia mengungkapkan, dari data yang dimilikinya, jumlah pedagang bunga dan sesajen yang ada di sepanjang jalan tersebut berjumlah kurang lebih 30 lapak. “Dari hasil komunikasi kita dengan para pedagang, mereka siap direlokasi asalkan ada lokasi yang

pas. Solusinya masih belum kita temukan,” imbuhnya. Sementara itu, anggota DPRD Kota Mataram, I Gusti Made Winantara yang ditemui di lokasi pedagang bunga memberikan dukungan terhadap wacana tersebut. menurut dia, pedagang bunga dan sesajen ini memang perlu mendapat lokasi yang layak untuk mencari nafkah. “Selain itu, jalur ini juga jangan sampai terganggu akibat macet. Jadi perlu ada solusi terbaik,” ujarnya. Sementara itu, salah seorang pedagang bunga dan sesajen, I Ketut Sasih menyatakan dia bersama pedagang yang lain siap jika memang harus direlokasi. Hanya saja, pihak pemerintah harus mencarikan lokasi yang strategis demi kelancaran usaha para pedagang. (smd)

Kurikulum 2013 Diterapkan, Mahasiswa PPL Kebingungan Mataram (Suara NTB) Kebijakan kementerian pendidikan nasional mengimplementasikan kurikulum 2013 sebagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) membuat mahasiswa FKIP Unram yang akan menempuh Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolahsekolah kebingungan. Mereka mengaku tidak siap jika harus dipaksakan untuk mengajar menggunakan kurikulum 2013. Untuk mempraktikkan teori pendidikan yang didapatkan di bangku kuliah, mahasiswa FKIP Unram diwajibkan untuk PPL mengajar di sekolahsekolah. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari kurikulum untuk memperoleh gelar S1. Untuk tahun ini FKIP Unram menyebarkan mahasiswanya untuk PPL di sekolah-sekolah yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Namun tidak seperti biasanya. Beberapa sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi PPL ternyata sudah mengimplementasikan kurikulum 2013 semenjak awal tahun ajaran lalu. Ini membuat para mahasiswa mengaku kebingungan karena selama kuliah mereka dibekali mengajar menggunakan KTSP. Niswandi, salah seorang mahasiswa yang mendapatkan PPL di sekolah yang mengimplementasikan kurikulum 2013 mengaku takut jika nanti ia salah dalam mengajar karena tidak

sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Para dosen FKIP Unram yakin mahasiwanya tidak akan mengalami kesulitan dalam mengajar. Karena menurut mereka, para mahasiswa sudah dibekali dengan bekal ilmu yang cukup. Menanggapi hal ini, Kepala Lembaga Penjaminana Mutu Pendidikan (LPMP) NTB Muh Irfan, M.M., Selasa (13/8) kemarin menyebutkan, guru PPL yang akan melakukan praktik mengajar di beberapa sekolah sasaran, diminta untuk menyesuaikan dengan materi yang telah didapatkan di bangku kuliah. karena untuk bisa mengawal pelaksanaan kurikulum 2013, haruslah guru yang telah melakukan pendidikan dan pelatihan. “Jadi apabila mereka mengadakan PPL di satuan pendidikan yang mengimplementasikan kurikulum 2013, ya tidak semerta merta mereka ikut. Bisa di kelas lain dulu yang belum menerapkan kurikulum 2013,” terangnya. Hal ini tentunya tergantung dari kebijakan kepala sekolah di satuan pendidikan, karena guru PPL belum menyentuh pada kurikulum 2013. Saat ini tambah Irfan, pendidikan dan pelatihan guru untuk pelaksanaan kurikulum 2013, masih terbatas pada tahapan sekolah sasaran dan guru-guru inti yang telah ditunjuk menjadi sekolah sasaran penerapan kurikulum 2013. (ril/nia)

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram mengirim sedikitnya lima orang guru berprestasi ke tingkat nasional. Setelah lolos seleksi di tingkat provinsi, rencananya guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi ini akan berangkat ke Jakarta, guna mengikuti seleksi di tingkat nasional. Didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H. Ruslan Effendy Selasa (13/8) kemarin. Guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi ini dilepas langsung oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh. Selain mengikuti seleksi di tingkat nasional, guru-guru berprestasi ini juga diundang khusus ke istana negara menghadiri upacara perayaan HUT RI. “Ada lima orang guru berprestasi, mereka inilah yang akan kita kirim ke Jakarta mewakili NTB di tingkat nasional,” terangnya di Pendopo Walikota kemarin. Guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berpresta-

si ini sebelumnya telah mengikuti seleksi dari tingkat kecamatan hingga lolos seleksi di tingkat Provinsi NTB. Pada kesempatan ini Walikota memberikan apresiasi penuh kepada para guru, karena berkat kerja keras mereka Kota Mataram dapat menoreh prestasi di tingkat nasional. Menurutnya prestasi yang telah berhasil diraih Kota Mataram seperti juara keenam nasional lomba kelurahan dan juara nasional penyuluh pertanian selama ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai motivasi pemkot dan masyarakat Kota Mataram agar dapat lebih bekerja keras lagi untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Atas prestasi ini guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah juga akan mendapatkan penghargaan dari Pemkot Mataram. Menurut Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram Ruslan Effendy, selain akan mendapat penghargaan guru berprestasi ini juga akan memberikan penghargaan melalui promosi jabatan. (nia)

(Suara NTB/nia)

PELEPASAN - Pelepasan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi, oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh di Pendopo Walikota Selasa (13/8) kemarin.


SUARA NTB Rabu, 14 Juli 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Sidang Pembunuhan Sudirman Mulai Digelar Cetak Sawah Dinilai Sukses PEMERINTAH Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mendapat jatah cetak sawah baru seluas 500 hektar. Hal ini dikarenakan pada program yang sama seluas 200 hektar telah terealisasi 100 persen dan dinilai sukses. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan (DPPKKP) KLU, Ir. Hermanto, Selasa (13/8), menuturkan program cetak sawah tahun 2013 telah berhasil dijalankan kelompok tani yang memperoleh program tersebut. Ia (Suara NTB/ari) merinci,program cetak sawah tahun Hermanto 2013 dilksanakan pada lahan 200 ha. Alokasi luasan itu dibagi ke dalam 3 wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bayan seluas 127 ha, untuk Kecamatan Kayangan seluas 45 ha dan Kecamatan Gangga seluas 28 ha. Pihaknya memberi apresiasi atas kinerja lapangan baik aparatur SKPD Dinas Pertanian maupun masyarakat (kelompok tani). Adapun tindak lanjut dari program cetak sawah baru tahun 2014, Hermanto mengakui jika tahapannya sedang dalam proses. Dalam hal ini, Konsultan Kementerian Pertanian telah turun ke KLU mengkaji dan menganalisa lokasi yang tepat untuk dilakukan ekstensi cetak sawah. Ia menambahkan, terhadap program cetak sawah baru di KLU tahun ini sudah digelar di Bayan. Pencanangan program ini dilakukan langsung Bupati Lombok Utara di Kelompok Tani “Padi subur” belum lama ini. Dirinya berharap, pencanangan ini tidak disikapi secara seremonial oleh kelompok tani, namun dimanfaatkan dengan baik, sehingga produksi komoditas pertanian semakin meningkat. “Sebagaimana imbauan Pak Bupati, Kelompok Tani diminta untyuk memanfaatkan bantuan secara maksimal sehingga bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan pemerintah. Upaya cetak sawah ini tidak lain muaranya adalah kesejahteraan masyarakat,” tandas Hermanto sembari menyebut nominal bantuan cetak sawah sebanyak Rp 2 miliar atau Rp 10 juta per hektar. (ari)

Pelaku Terancam Hukuman Mati Praya (Suara NTB) Persidangan kasus pembunuhan sadis yang menimpa Sudirman, warga Desa Langko Janapria Lombok Tengah (Loteng) yang melibatkan Ketua Komisi I DPRD Loteng, Selasa (13/8) mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Praya. Sebanyak empat pelaku utama, dihadapkan ke meja hijau untuk pertama kalinya. Sidang dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim, H. Sumedi, S.H. Proses jalannya sidang sendiri sempat molor sampai dua jam lebih. Awalnya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar pukul 09.00 WITA. Namun baru bisa terlaksana sekitar pukul 11.00 WITA. Sidang dibagi dalam dua sesi. Sidang pertama menghadirkan M. Said alias Amaq Khairun Nisa, di kursi pesakitan. Baru dilanjutkan dengan tiga pelaku lainnya, Musa dan lainnya. Dalam amar dakwaannya, JPU Wahyudiono, para pelaku didakwa dengan tiga pasal sekaligus, yakni dakwaan primer Pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 (1) KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman kurungan seumur hidup hingga hukuman mati. Kemudian subsider Pasal 338 dan Pasal 328 jo Pasal 55 ayat 1 (1) KUHP, tentang penculikan disertai pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun dan 5 tahun penjara.

Terkait dakwaan tersebut, para terdakwa melalui Kuasa Hukumnya, Ikhsan Tabrani menyatakan akan mengajukan eksepsi. Atas tanggapan tersebut, Majelis Hakim memberikan waktu seminggu bagi terdakwa dan Kuasa hukum untuk mengajukan eksepsi, sehingga sidang ditunda untuk digelar kembali pada Selasa (20/8) besok. Sesuai hasil pemeriksaan yang disampaikan JPU, terungkap kronologis kasus pembunuhan sadis tersebut berlangsung pada tanggal 9 Februari silam. Kala itu, para terdakwa berkumpul di rumah H. Hapipi setelah usai berpatroli. Sekitar tengah malam, para pelaku kemudian berangkat menuju rumah korban Sudirman, di Desa Langko Janapria, dengan menggunakan dua unit mobil. Sesampainya di Desa Langko, terdakwa Said bersama beberapa pelaku lainnya lantas mendatangi rumah kor-

ban. Kala itu, korban dibangunkan oleh M. Said hendak diajak untuk keluar ronda. Namun begitu keluar rumah, korban langsung dipegang oleh para pelaku seperti penjahat. Masni, istri korban sempat bangun dan menarik tangan suaminya. Supaya tidak dibawa para terdakwa. Namun para terdakwa berdalih akan membawa korban, karena tidak pernah mau ikut ronda malam. Setelah dijemput, korban bersama para pelaku menyusuri jalan menuju arah Desa Pengadang. Namun sesampainya di Desa Bakan, terdakwa M. Said, lantas menurunkan korban dan menyuruh korban berjalan dengan cara jongkok ke tengah persawahan. Di tengah sawah, terdakwa M. Said kemudian menanyakan perihal sapi yang dicuri. Tapi korban mengaku tidak tahu dan tidak pernah mencuri sapi yang dituduhkan. Jawaban korban nyatanya membuat terdakwa M. Said,

Enam Anggota DPRD Lobar Di-PAW

KPU Lombok Timur (Lotim) mulai memproses Pergantian Antarwaktu (PAW) lima anggota DPRD Lotim. Nama-nama pengganti dari kelima anggota DPRD tersebut sudah diserahkan KPU ke pimpinan Dewan untuk diproses lebih lanjut. Ketua DPRD Lotim, Khaerul Anwar saat dikonfirmasi Selasa kemarin menyebut masing-masing anggota DPRD Lotim adalah Ihnan Aminudin dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Khaerul Rijal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dedi H dari Partai dari Partai Demokrat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang juga Ketua DPRD Lotim sendiri dan Hj. Hartini Haritani dari Partai Bulan Bintang (PBB). Proses selanjutnya diserahkan sepenuhnya ke pimpinan dewan. Dimana, dewan selanjutnya akan meneruskan ke Gubernur melalui Bupati Lotim. Nama-nama penggantinya langsung berdasarkan hasil Pileg 2009 silam. Hanya PKPB yang mengundurkan diri, karena alasan sakit lalu diteruskan ke calon yang terbanyak ketiga. Ditambahkan, PBB juga dipilihkan dari kader PBB yang memperoleh suara terbanyak ketiga. Pasalnya, caleg terbanyak ke dua di PBB memilih pindah partai, sehingga tidak bisa dipilih. (rus)

korban, terdakwa dan pelaku lainnya kemudian pergi meninggalkan korban yang tergeletak tak bernyawa begitu saja di tengah persawahan. “Mengingat pelakunya cukup banyak, maka berkas kasus penyidikan kita bagi menjadi empat berkas. Dua berkas hari ini (Selasa kemarin,red) mulai disidangkan. Sementara dua berkas lainnya, termasuk berkas milik H.L. Ke (Ketua Komisi I DPRD Loteng), terus dilengkapi,” ungkap Wahyudiono yang juga Kasi. Pidum Kejari Praya. (kir)

1. Warga diimbau tidak melewati jalur Senggigi pada saat Lebaran Ketupat karena akan terjebak kepadatan kendaraan, bisa melewati jalur alternatif Pusuk bila berkendara. 2. Tidak parkir dan berjualan di pinggir badan jalan karena akan mengakibatkan kemacetan 3. Bila parkir kendaraan, jangan lupa gunakan kunci ganda untuk antisipasi curanmor pada saat lebaran ketupat 4. Bila berenang di pantai diharapkan berhatihati,mengingat gelombang yang besar untuk antisipasi korban tenggelam di laut.

Mulai Digodok, Pembentukan Kota Praya

Proses PAW Lima Anggota DPRD

marah dan, langsung memukuli korban dengan tangannya diikuti pelaku lainnya. Tidak puas, terdakwa M. Said, lantas mengeluarkan parang miliknya dan langsung menebas punggung korban hingga terluka. Kendati terluka, korban sempat berusaha kabur dan berteriak minta tolong berkali-kali. Hal itu semakin membuat terdakwa marah dan mengejar korban. Korban akhirnya tewas dengan sejumlah luka tebas di hampir sebagian tubuhnya. Usai menghabisi nyawa

Imbauan Polres Lombok Barat saat Lebaran Ketupat

ENAM anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) secara resmi diberhentikan. Pemberhentian dilakukan melalui sidang paripurna istimewa DPRD Lobar dengan agenda Pergantian Antarwaktu ( PAW). Selanjutnya, enam anggota Dewan pun dilantik untuk menggantikan enam anggota tersebut. Awalnya PAW hanya untuk lima orang, namun belakangan muncul SK tanggal 30 Juli Nomor 171477 tahun 2013 berisi penggantian L. Hardiartha dengan Idham Halik. Sidang paripurna istimewa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lobar, H. Umar Said dihadiri Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony, MPd, dan Wakil Bupati, H. Mahrip dan segenap anggota DPRD Lobar serta kepala SKPD. Anggota Dewan yang di-PAW adalah L. Aruman digantikan Adnan, Saharudin dari PPP digantikan M. Mursi dan L. Hardiartha dari PPI digantikan Idham Halik. Terkait anggota Dewan yang masih proses PAW, yakni, H. Misrun, Turmuzi, Sulhan Mukhlis dari Partai Patriot. Sekretaris DPRD Lobar Saswadi, menjelaskan, untuk proses PAW lima anggota Dewan ini pihaknya menunggu parpol masing-masing yang mengusulkan. Biasanya, proses PAW ini agak alot dan lama, karena parpol kurang bergerak cepat untuk mengajukan PAW. (her)

PEMKAB Lombok Tengah (Loteng) diam-diam ternyata mulai menggodok rencana pembentukan Kota Administrasi Praya yang berdiri sendiri. Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan untuk membentuk Kota Praya yang lepas dari Loteng pun kini mulai disusun, terutama terkait kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Bupati Loteng, H. M. Suhaili, FT., yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (12/8) kemarin, tidak menampik adanya rencana tersebut. Pemerintah daerah tidak menutup mata kalau memang ada rencana pembentukan Kota Administrasi Praya. Bahkan, kata Bupati rencana tersebut sudah lama diwacanakan, mengingat, peluang untuk membentuk Kota Administrasi Praya, secara aturan terbuka lebar. ‘’Tapi inikan baru pada tataran rencana. Jalan untuk bisa mewujudkan Kota Administrasi Praya masih jauh dan masih butuh kerja keras,” ujarnya. Disinggung target waktu, Suhaili, mengaku belum bisa memastikan, karena ada proses dan prosedur yang harus dilalui. Dan, untuk bisa membentuk daerah administrasi baru jelas tidak mudah. Butuh kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Tapi pada intinya, peluang untuk itu tetap ada. (kir)

(Suara NTB/kir)

SIDANG - Salah satu terdakwa kasus pembunuhan, M. Said, dikawal petugas kejaksaan sesuai sidang perdana, Selasa (13/8) kemarin.

(Suara NTB/ist)

RUTE - Mengantisipasi kemacetan saat Lebaran Topat, Polres Lobar siap melakukan pengamanan. Termasuk melakukan pengalihan jalur, sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah.

Antisipasi Kemacetan saat Lebaran Topat

Jalur Menuju Senggigi Dialihkan Lewat Pusuk Giri Menang (Suara NTB) Polres Lombok Barat (Lobar) siap-siaga untuk mengamankan perayaan Lebaran Topat di titik yang biasa dipadati warga, termasuk Senggigi yang tiap tahun ramai dikunjungi. Untuk melakukan pengamanan, pihak Polres dibantu Polda NTB, tim SAR dan pihak Polisi Air. Salah satu strategi untuk mengantisipasi kemacetan akibat lalu lintas yang padat, Polres Lobar sudah membuat rekayasa arus lalu lintas khususnya di daerah Senggigi. “Kami lakukan kemudian pengalihan arus lalu lintas,” ungkap Wakapolres Kompol,

M. Lutfi S.IK, Selasa (13/8). Rekayasa lalu lintas dilakukan di jalur padat lalu lintas dengan dibuat jalur di simpul-simpul jalan tertentu. Jumlah personel yang diturunkan 550 orang di-back up personel dari Polda NTB. Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polres Lobar, Iptu Danu Anandito. Pengalihan jalur lalu lintas yang dilakukan mulai dari Mataram masuk Gunungsari kemudian ke Pusuk, selanjutnya tembus ke jalur Senggigi. “Kami buat rekayasa arus lalu lintas,” ungkap Danu. Pihaknya juga membuat pos pengamanan di

8 titik di beberapa lokasi yang dianggap strategis, mulai dari Meninting sampai perempatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) Terkait hal ini, pihaknya mengingatkan agar warga berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika menuju lokasi yang dituju. Selain itu, meminta pengguna jalan memilih menggunakan jalur alternatif untuk mencegah kemacetan. Tidak hanya itu, warga tidak memarkir kendaraan di badan jalan. ‘’Karena kalau parkir di badan jalan berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujarnya. (her)

Beredar, Selebaran Pojokkan Pasangan Tertentu Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang bakal berlangsung pada 23 September mendatang, nampaknya bakal memanas. Itu dibuktikan dengan adanya upayaupaya saling “serang” melalui selebaran yang isinya menyindir satu

pasangan tertentu. Selebaran itu tersebar mulai di daerah Gerung, bahkan di Labuapi. Belum lagi, adanya aksi saling dukung terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati terus mengalir tak terkecuali dari para kepala desa. Temuan Suara NTB, di Gerung selebaran itu berisikan seruan memilih paket tertentu

namun di sisi lain memojokkan paket tertentu. “Banyak disebar selebaran yang memojokkan pasangan tertentu,”ungkap Sulaiman salah seorang warga. Selebaran itu, diduga disebar pendukung calon tertentu yang diduga ingin menyudutkan calon lain. Bahasa yang dipakai dalam selebaran itu tidak terlalu kontras sindirannya, namun secara halus menjatuhkan pasangan lain. Menurutnya, cara ini tidak terlalu direspons masyarakat, karena masyarakat sudah pintar memilih calon pemimpin. Sementara itu Ketua Panwaslu Lobar, Suryadi menyatakan, penyebaran selebaran tersebut merupakan cara tidak sehat yang mencoreng demokrasi. Menurutnya, hal ini melanggar ketentuan, sehingga jika ditemukan bukti maka akan diproses. Sementara itu, Forum Kades Gunungsari dan Batulayar (F2GB) membantah kalau F2GB mengarahkan dukungan ke paket tertentu. Humas F2GB yang juga Kades Senteluk, Mukril tidak tahu menahu soal adanya 20 kepala desa yang mendukung salah satu paket, karena pada saat pertemuan yang diadakan Kades Sesela, tidak ada pernyataan apapun. (her)

Bangun Infrastruktur Objek Wisata

Pemkab Lotim Tidak Berdaya Selong (Suara NTB) Infrastruktur yang menuju objek-objek wisata di Lombok Timur (Lotim) masih menjadi persoalan. Hingga saat ini, fasilitas penunjang utama majunya destinasi wisata itu tak kunjung dibangun. Seperti terlihat di Pantai Pink Desa Sekaroh. Pemkab Lotim seolah tidak berdaya membangun infrastruktur tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Lotim, H. Gufranuddin, Selasa (13/8) mengaku, anggaran yang terbatas membuat Pemkab tidak mampu membangun infrastruktur jalan, fasilitas air bersih maupun listrik di lokasi wisata. Minimnya fasilitas penunjang di objek wisata itu menjadi kendala utama lambatnya pertumbuhan investasi bidang pariwisata. Khusus kawasan Pantai Pink dan sekitarnya, ungkapnya, jajaran Pemkab Lotim menaruh harapan besar pada investor untuk membangun fasilitas penunjang. Diketahui, kawasan pantai di bagian paling selatan Lotim ini sudah siap dikembangkan PT Eco Solution Lombok (ESL), yakni konsorsium perusahaan asal Swedia. Persiapan investasi PT ESL itu tinggal menunggu izin usaha pengembangan jasa lingkungan (IUPJL) Wisata Alam dari Kementerian Kehutanan. Terlepas dari hadirnya investasi, ke depan diharapkan, ada perhatian lebih terhadap pengembangan sektor pariwisata ini. Pasalnya, bidang jasa yang menjual panorama dan keajaiban ciptaan Tuhan di Lotim ini sedianya bisa menjadi pemicu pembangunan perekonomian masyarakat. “Harapan kita ke depan, pariwisata ini bisa menjadi prioritas perhatian pemerintah,” asanya. Daerah-daerah yang sudah berkembang pariwisatanya, terlihat berbanding lurus dengan peningkatan taraf perekonomian masyarakat. Pariwisata tidak bisa diabaikan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan. Sektor ini pula tegasnya menjadi satu-satunya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pantauan Suara NTB di sepanjang jalan menuju Pantai Pantai Pink pada hari Minggu (11/8) lalu, kondisi infrastruktur jalan utamanya masih hancur. Jalan berbatu dan berdebu masih mewarnai pemandangan menuju pantai yang sudah cukup terkenal itu. Sebagian besar pengunjung pun mengaku kecewa pada minimnya fasilitas infrastruktur tersebut. Candra, salah seorang pengunjung mengaku sangat menyayangkan indahnya alam Pantai Pink tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Penuturannya, Pantai Pink menjadi buah bibir banyak orang. “Banyak orang yang bicarakan pantai pink ini, saya sama teman-teman sangat penasaran,” ucap pengunjung dari Mataram ini. Akibat kondisi jalan yang masih rusak, tidak jarang pengunjung yang mengendarai sepeda motor terjatuh. Pada Minggu lalu, pantai berpasir merah muda akibat pecahan karang ini terlihat sangat padat dikunjungi wisatawan. (rus)

(Suara NTB/rus)

PANTAI PINK - Pantai Pink menjadi pilihan warga Lotim dan wisatawan saat liburan Lebaran Minggu lalu. Sementara itu, kondisi infrastruktur jalan masih terlihat hancur. Jalur masuk satu-satunya lewat darat menuju pantai ini belum tersentuh pembangunan.


SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Sejumlah Jembatan di Pulau Sumbawa Diperbaiki Mataram (Suara NTB) Sementara ini, tingkat kenyamanan pemudik yang dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa, sudah terjamin dengan kondisi jalan yang sebagian besar mulus. Hanya saja, masih ada beberapa titik jembatan, khususnya di Sumbawa yang sedang diperbaiki. Pengamatan Suara NTB, dua titik di antaranya jembatan di Bangkoang dan Semampis. Proyek yang dikerjakan PT Daranusa Danatama ini, itemnya untuk penggantian jembatan lama dengan masa kerja 180 hari sesuai kontrak. Karena dikerjakan saat Ramadhan lalu, praktis tidak bisa tuntas saat arus mudik dan arus balik. Akibatnya, kendaraan terpaksa harus dialihkan ke sisi pembangunan jembatan yang sedang dicor. Selain berdebu, permukaan jalan yang bergelombang dengan struktur tanah, membuat pengendara kurang nyaman. Keadaan ini juga terjadi di Kecamatan Alas. Perbaikan sedang berlangsung di kecamatan Empang dan Pelampang. Masyarakat, khususnya pengendara berharap, proyek tersebut segera rampung sesuai kontrak. “Setidaknya bisa mengimbangi kenyamanan melewati jalan nasional yang sudah mulus,” tutur Suyono, seorang pemudik asal Bima. (ars) DIBANGUN - Salah satu jembatan di pulau Sumbawa yang sedang dibangun. (Suara NTB/ars)

Inspektorat Panggil Guru di Bima Mengeluh Puluhan PNS Mangkir Sumbawa Besar (Suara NTB) Sidak Pemkab Sumbawa masih terus berlangsung. Selasa (13/8), giliran pegawai kecamatan yang disisir oleh tim. Sejauh ini diketahui ada sekitar 37 PNS pada 38 SKPD dalam kota, yang mangkir dan bolos saat sidak digelar hari pertama lalu. Hingga Inspektorat akan memanggil mereka untuk dimintai klarifikasi. Apabila tidak masuk tanpa keterangan yang jelas, maka tindakan tegas sudah menanti. Sebagaimana disampaikan Inspektur melalui Sekretaris Inspektorat, Made Patria, sidak hari pertama masuk kantor dilakukan pada 38 SKPD. Secara umum, dari data yang diperolehnya, tingkat kehadiran mencapai 97,84 persen. Artinya, ada sekitar 2,16 persen PNS yang yang bolos atau sekitar 37 orang. Tersebar di 9 SKPD, di antaranya Dinas Perikanan dan Kelautan, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan lainnya. “Inipun masih kita klarifikasi. Saat sidak mereka tidak ada di tempat,” sebutnya. Sementara sekarang ini, tengah berlangsung sidak di kecamatan. Selain kantor camat, tim juga memantau kehadiran PNS di Puskesmas. Seperti sidak di kecamatan wilayah barat Sumbawa, mulai dari Rhee, Utan, Buer, Alas dan Alas Barat yang langsung dipimpin Inspektur, Arahim. S.Sos. Tingkat kehadiran pada sejumlah kecamatan tersebut relatif tinggi. Hanya ada sekitar dua orang yang tidak masuk. Terhadap para PNS yang tidak masuk, lanjut Made, pihak Inspektorat akan memanggil untuk diminta klarifikasi, apa alasan tidak masuk. Kalau nantinya, mereka terbukti tidak hadir tanpa keterangan yang jelas, maka PP 53 tentang tindak disiplin PNS akan diberlakukan. Sesuai dengan kriteria tingkat kesalahan mereka. Seperti apa yang disampaikan Bupati, tetap ada hukuman tegas bagi mereka yang melanggar. “Yang jelas, tetap diproses,” tandasnya. (arn)

STM Perpanjang Izin Eksplorasi di Dompu Dompu (Suara NTB) PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah memperoleh perpanjangan Izin eksplorasi (penelitian) pertambangan tembaga dan emas di wilayah Hu’u Dompu dan Parado Bima selama satu tahun. Izin eksplorasi sebelumnya diperoleh PT STM hingga 17 Agustus 2013. Sementara hasil eksplorasi selama ini belum membuat PT STM yakin akan kandungan tembaga dan emas yang diperoleh. Kabid Pertambangan dan Energi Dinas Koperindag Tamben Dompu, Jufrin, ST, MSI kepada Suara NTB, Selasa (13/8) mengungkapkan bahwa PT STM yang akan berakhir Izin eksplorasinya pada 17 Agustus 2013 mendatang telah memperoleh perpanjangan Izin dari Kementrian ESDM RI. Perpanjangan izinnya selama satu tahun. “Karena hasil yang diperoleh selama masa eksplorasi selama ini belum meyakinkan, sehingga mereka memperpanjang izin eksplorasinya,” kata Jufrin. Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kata Jufrin, titik bor yang dilakukan PT STM sebanyak 49 titik galian. Hasil kandungan yang diketahui untuk CU (tembaga) 0,20 persen dan kandungan emas 0,23 gram per ton. “Untuk biaya yang dikeluarkan sepanjang 1 April 2013 hingga 30 Juni 2013 sebesar US$ 1.633.734,-,” jelasnya. Jufrin berharap, ada kemajuan hasil eksplorasi selama satu tahun kedepan sehingga ada kepastian untuk eksploitasi atau produksi bagi PT STM dan bisa merekrut banyak tenaga kerja lokal serta memberi tambahan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Dompu. (ula)

Dua Triwulan Belum Terima Tunjangan

Bima (Suara NTB) Selama dua triwulan terakhir, sejumlah Kepala Sekolah (Kasek) dan Guru yang mengajar di daerah terpencil belum juga menerima tunjangan daerah terpencil. Jika dikalkulasikan, uang yang seharusnya sudah diterima oleh masing-masing guru mencapai sekitar Rp 20 juta. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh para Kasek dan guru dimaksud. Salah seorang Kepala Sekolah yang mengeluhkan kondisi tersebut yakni, Abd, salah seorang Kasek di Woro, Kecamatan Parado. Dia menyesalkan selama dua triwulan ini dia dan rekan-rekan guru yang mengabdi di daerah terpencil belum menerima tunjangan daerah terpencil. Padahal sebelumnya, dia dan tiga guru khusus di SD tersebut, yakni Sal, Kam dan Fat tak pernah terlambat menerima tunjangan tersebut. Namun sejak tahun 2013 ini, uang yg biasa dikirim oleh KPPN Pusat ke rekening masing-masing guru belum juga masuk. Jika dikalkulasi jumlah tunjangan yang seharusnya diterima selama dua triwulan, maka per guru berhak menerima sekitar Rp 20 juta

lebih. “Tergantung golongan. Karena tunjangan terpencil tergantung dari gaji pokok,” tandasnya. Diakuinya, bahwa sebelumnya pihak sekolah mendapatkan surat dari Dinas Dikpora Kabupaten Bima agar memperbaiki Dapodik (Data pokok pendidikan). Namun Dapodik dimaksud diperbaiki, bahkan pihak sekolah sudah mengirimnya ke pusat pada awal tahun melalui operator sekolah masing masing. Sementara, jika dibandingkan dengan beberapa sekolah yang masuk kategori terpencil namun tidak masuk skala prioritas karena masih mudah dijangkau namun kenyataannya sudah mendapatkan tunjangan tersebut. “Jika dibandingkan dengan lokasi

sekolah kami, seharusnya Pemerintah bisa memprioritaskan karena di wilayah Woro Kecamatan Parado, tak ada sinyal HP maupun listrik,” sesalnya. Bahkan jalan menuju sekolah hanya bisa ditempuh menggunakan truk dan sepeda motor. Namun jika musim hujan, tidak satupun kendaraan yang berani melintas. Bahkan dia dan sejumlah guru terpaksa menginap hingga berhari - hari saat musim hujan tiba. Menurut informasi, sekolah-sekolah lainnya sudah menerima uang tunjangan itu sekitar bulan Juli lalu. Seperti salah satu sekolah di Kecamatan Monta Dalam, tepatnya Desa Tolo Uwi Dusun Wane. Jika dilihat dari lokasi wilayah, yang lebih terpencil

Sumbawa Desak DMB Lunasi Utang Dividen Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa terus berupaya menagih utang hasil dividen sebesar Rp 13 miliar lebih yang belum dibayarkan PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) kepada Sumbawa tahun 2012. Selain koordinasi, langkah yang diambil menyurati pihak DMB agar segera melunasi utang dimaksud. Sebab hal ini berdampak pada posisi pendapatan daerah. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Sumbawa, Drs. Baharuddin yang

ditemui Suara NTB, Selasa (13/8) menyatakan, pihaknya terus membangun koordinasi dengan Pemprov dan Pemkab KSB untuk pelunasan utang dimaksud. Meski di sisi lain, pihaknya juga memahami, belum terbayarnya utang dimaksud akibat pihak PT. MDB yang belum menyetor pembagian dividen ke DMB. “Kita terus koordinasi dan komunikasi dengan mereka (DMB),” terangnya. Bahkan upaya lebih serius dengan menyurati PT. DMB juga telah dilakukan. Sambil terus mengamati perkembangan yang terjadi. Kalau belum juga dilunasi, maka pada

awal triwulan nanti, pihaknya juga akan kembali bersurat. “Upaya ini tidak lepas hubungan dengan mereka (Pemprov dan KSB). Makanya kita bersinergi dengan DPRD untuk tetap berupaya,” kata Baharuddin. Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumbawa, telah mendesak Pemkab untuk menagih piutang dividen sebesar Rp. 13. 446. 980. 000,00 pada PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) atas laba 2011 yang belum diterima Pemkab Sumbawa per 31 Desember 2012. (arn)

DPRD KSB Lanjutkan Pembahasan Dua Raperda Taliwang (Suara NTB) Badan Legislatif (Baleg) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali akan melanjutkan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sebelumnya sempat terhenti karena libur Lebaran selama sepekan terakhir. Kedua Raperda tersebut masing-masing Raperda tentang Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan Raperda Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di mana kedua regulasi tersebut diajukan oleh pihak eksekutif. “Agenda kita sekarang pascalibur Lebaran ini adalah melanjutkan pembahasan dua Raperda yang diajukan pemerintah sebelumnya,” jelas ketua Baleg DPRD KSB, Andi Laweng, MH kepada media ini, Selasa (13/8). Kegiatan pembahasan kedua Raperda itu sendiri akan dimulai 14 Agustus (hari ini, red). Adapun agenda perdana yang akan dilakukan oleh Baleg adalah memanggil seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta stakeholder yang menyangkut kedua regu-

lasi tersebut. Di antaranya untuk Perda IMTA, Baleg memanggil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Sementara Perda retirbusi pelayanan pelayanan kesehatan di RSUD selain Dinas Kesehatan (Dikes), Baleg juga mengundang pihak RSUD dan Kabag Hukum Sekretariat Daerah (Setda) KSB selaku penyusun draf Raperda. Laweng menjelaskan, pemanggilan terhadap seluruh SKPD dan stakeholder pemerintah yang berkaitan dengan kedua Raperda itu sangat penting. Pasalnya, berdasarkan keputusan rapat terakhir Baleg, seluruh anggota secara aklamasi menginginkan agar dinas teknis terkait dimintai keterangannya seputar urgensi masing-masing regulasi tersebut. Bahkan khusus untuk Raperda retribusi pelayanan kesehatan di RSUD, anggota Baleg banyak yang mempertanyakannya, mengingat objek yang akan di Perda-kan sejauh ini belum ada secara fisik. “Soal RSUD ini yang kami di Baleg banyak mempertanyakannya. Karena Raperda itu seolah mengatur soal objek yang belum ada. Sebab saya

pribadi dan anggota lainnya yakin bahwa RSUD yang akan diatur oleh Raperda itu, bukanlah rumah sakit yang ada sekarang ini,” cetus Laweng. Selain soal urgensi kedua Raperda, Baleg juga akan mempertanyakan kelengkapan materi draf Raperda tersebut. Laweng mengungkapkan, kedua Raperda yang diajukan oleh pemerintah itu samasama tidak dilengkapi lembaran kajian akademis. “Kami lihat tidak satupun yang punya kajian akademis, padahal secara aturan draf Raperda harus memiliki itu sebagai landasan rasional pembentukannya,” tegasnya. Selanjutnya politisi dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini mengatakan, dalam pertemuan nanti pihaknya baru akan menentukan Raperda mana yang layak untuk dilanjutkan pembahasannya dan mana yang tidak. “Jadi tunggu saja besok (hari ini, red) apa hasil pertemuan kita. Kalau kita lihat tidak layak keduanya, kami tidak akan rekomendasikan ke unsur pimpinan DPRD untuk dibahas di tingkat Komisi,” pungkasnya. (bug)

yakni Desa Lere dan Woro tempat dia mengajar. Sebenarnya masalah ini sudah dipertanyakan ke pihak Dinas Dikpora khususnya Bagian Tentis yang menangani masalah tunjangan. Namun pihak Bagian Tentis tak memberikan kepastian dan selalu menjawab Insya Allah saja. Yang dia harapkan yakni Dinas Dikpora memberikan kepastian yang jelas. Sementara itu, Kasi Tentis, Drs H.Ahmad menjelaskan terkait tunjangan daerah terpencil, tergantung dari Dapodik. Jika data Dapodik sudah lengkap per 13 Maret 2013, baru bisa dirakomodir untuk pencairan tunjangan daerah terpencil, fungsional, maupun tunjangan kualifikasi. “Jika ada kesalahan data Dapodik, harus diperbaiki lewat operator sekolah,” katanya. Dijelaskannya, mereka yang tidak terakomodir per 13 Maret 2013, akan diakomodir lewat APBNP. Itupun jika masih ada kuota dari pusat

nantinya. Sementara guru yang sudah mendapatkan SK penetapan, akan diajukan langsung oleh pihak Direktorat P2NTK ke KPPN Pusat untuk pembayaran dan uangnya dikirim langsung ke rekening masing-masing guru. Namun jika Dapodik yang dikirim oleh operator sekolah kurang valid, maka kemungkinan besar guru tersebut tidak akan mendapatkan tunjangan terpencil pada tahun ini dan akan diusulkan lagi pada tahun berikutnya. Sistem Dapodik ini berlaku sejak tahun 2013. Sebelumnya, masih menggunakan sistem manual dan tidak serumit ini. Untuk itu, dia menyarankan kepada guru-guru terkait agar lebih memperhatikan data individualnya terkait segala tunjangan. Baik tunjangan daerah terpencil, fungsional dan kualifikasi dan termasuk sertifikasi. “Jika ada kesalahan Dapodik maka jangan harap tunjangan itu keluar,” pungkasnya. (use)

Proposal Bantuan Sosmas di Sumbawa Melonjak Sumbawa Besar (Suara NTB) Jumlah proposal permohonan bantuan sosial kemasyarakatan (Sosmas) dan keagamaan melalui Bagian Pemerintahan melonjak pada tahun ini. Kalau tahun sebelumnya hanya sekitar 100 proposal yang disetujui, maka kini mencapai 441 proposol yang sudah di SK kan dan kini dalam tahap pencairan. Sebagaimana disampaikan Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, Jaya Kusuma, Selasa (13/8) proposal Sosmas yang masuk seperti bantuan untuk tempat ibadah, TPQ, sekolah agama, organisasi ke-

masyarakatan dan lainnya. Termasuk bantuan dana hibah untuk Universitas Samawa sebesar Rp 3 miliar melalui Bagian Pemerintahan. Kini sebagian dari proposal dimaksud tengah dalam proses pencairan di Bagian Keuangan dengan nilai bantuan yang bervariasi. Verifikasi proposal juga telah dilakukan. Agar bantuan ini transparan dan dapat digunakan sesuai hajat yang diinginkan. Penerima bantuan juga wajib mengumumkannya kepada masyarakat. Total seluruh bantuan Sosmas keagamaan melalui Bagian Pemerintahan pada tahun ini mencapai Rp. 4 miliar. (arn)

KPU Dompu Minta Masukan untuk Penarikan PAW Anggota Dewan Dompu (Suara NTB) Ketentuan pengisian formulir BB-5 bagi anggota DPRD yang pindah partai dan dilampiri dengan surat pemberhentian atau surat keterangan pimpinan Dewan bahwa pemberhentiannya sedang dalam proses, masih berlaku. Putusan MK tidak membatalkan ketentuan BB-5 dalam pencalonan anggota Dewan pada Pemilu 2014. KPU pun mengharapkan masukan untuk bisa menindaklanjuti informasi bahwa pemberhentian empat anggota Dewan yang pindah partai telah ditarik kembali. Ketua KPU Dompu, Erfan Taufan, SE kepada Suara NTB saat dihubungi, Selasa (13/8) menegaskan, berdasarkan surat KPU pusat nomor 554/KPU/ VIII/2013 tanggal 2 Agustus 2013 tentang penjelasan putusan MK No.39/PUU-XI/2013 pada poin ketiga dijelaskan bahwa syarat dan ketentuan pengisian formulir BB-5 bagi anggota Dewan yang pindah partai masih tetap berlaku. Namun dari empat anggota DPRD Dompu yang pindah partai untuk kepentingan pencalonan, semuanya telah melampirkan bukti secara administrasi yaitu surat keterangan dari pimpinan Dewan bahwa pemberhentiannya sedang diproses. “Keempat anggota Dewan itu telah melampirkan bukti secara

administrasi berupa surat keterangan pimpinan Dewan bahwa pemberhentiannya sedang dalam proses. Kita hanya proses berkaitan dengan administrasi pencalonan. Persoalan pemberhentian atau PAW, bukan ranahnya kita,” kata Erfan. Penarikan pemberhentian empat anggota Dewan yang pindah partai ke Gubernur beberapa waktu lalu, dikatakan Erfan, tidak diketahui pihaknya. Bahkan tembusan suratnya tidak diketahui pihaknya. Karena tidak ada tembusan, pihaknya tidak bisa melakukan verifikasi kembali bukti administrasi pencalonan empat anggota Dewan ini berupa surat keterangan pimpinan bahwa pemberhentiannya sedang dalam proses. “Kita butuh masukan dari pihak yang berkompeten mengurusi itu (pemberhentian anggota Dewan). Kita tidak bisa proses berdasarkan katanya dan informasi, tapi butuh bukti secara tertulis untuk menelusuri lebih lanjut,” jawab Erfan. Sebagaimana diketahui, keempat anggota Dewan yang pindah partai dan menarik kembali proses PAW-nya ke Gubernur yaitu Jauhar Arifin, S.Sos (partai Barnas), Kurnia Ramadhan, SE (PPRN), H. Didi Wahyuddin, SE (Partai Merdeka), dan Ilham Yahyu, S.Pd (PPD). (ula)


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

Dari Hal. 1 ‘’Penyelidikan sementara mengarah jaringan di Bima dan Poso, tapi ini masih kita dalami lagi,’’ terangnya ketika dihubungi Suara NTB via ponsel, Selasa (13/8) siang kemarin. Tim Densus 88 masih terus bekerja untuk mengusut adanya jaringan lain di dua daerah ini. Jika memang ada kaitan erat, khususnya untuk pengeboman di Vihara Ekawana serta rencana pengeboman di Kedubes Myanmar, maka akan dilakukan penyergapan. Namun pihaknya mengecualikan informasi terkait gerakan lanjutan tim Densus. ‘’Tapi jika ada perkembangan baru, akan kami sampaikan,’’ terangnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Suryo Saputro, SIK, membenarkan adanya penjelasan sama dari pihak Mabes Polri, bahwa pelaku pengeboman Vihara saat ini terus diungkap jaringannya. Berdasarkan penyelidikan keduanya termasuk dalam jaringan teroris Poso dan Bima. Karena dua daerah ini masih

dianggap jaringan kuat dan terus diidentifikasi. Menurut mantan Kasubdit III Ditreskrimum yang menjadi Ketua Tim Penyidik kasus terorisme Umar Bin Khatab (UBK) ini, jika terkait dengan jaringan, tidak harus berasal dari Poso atau Bima. Diklasifikasikannya, bisa saja jaringan dimaksud, adalah seseorang yang terlibat dalam aksi dan perencanaan terorisme, pernah singgah, pernah terlibat pelatihan, atau pernah menempuh pendidikan radikal di daerah dimaksud, Bima dan Poso. ‘’Jadi yang dimaksud jaringan ini, dia tidak harus berasal dari Bima atau Poso,’’ terangnya. Hanya sebatas itu yang diakui bisa dijelaskan Suryo. Selebihnya, mengenai upaya mengungkap jaringan di dua daerah itu, menjadi kewenangan Densus 88. ‘’Polda NTB tidak pernah tahu, apakah akan ada pengusutan, atau pengungkapan lainnya. Itu menjadi kewenangan penuh Densus 88,’’ pungkasnya. (ars)

Pejabat Pemkot Mataram Diperiksa Dua Hari Dari Hal. 1 Sebab pihak BPBD dalam proyek ini tidak hanya meneken kontrak dengan rekanan PT. Tanjung Pratama dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, tapi juklak juknis pelaksanaan proyek di sepanjang pantai Kelurahan Ampenan Selatan hingga Kelurahan Ampenan Utara itu, juga melibatkan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan. Secara teknis, AB terlibat dalam realisasi proyek tersebut. Setelah selesai pemeriksaan Senin, rupanya belum cukup bagi penyidik untuk meminta keterangan AB. Pemeriksaan berlanjut Selasa pagi kemarin, juga di ruangan La Kamis. AB yang meng-

gunakan mobil Toyota Avanza warna silver diperiksa sejak pagi sekitar pukul 08.30 Wita hingga pukul 13.00 Wita. AB diperiksa penyidik berbeda dan belum jelas apa yang menjadi materi permintaan keterangan itu. Kajati NTB Sugeng Pudjianto, SH, MH yang dikonfirmasi Suara NTB terkait pemeriksaan saksi kasus rumput laut tersebut, hanya menjawab secara umum. Bahwa rangkaian pemeriksaan tersebut hanya bagian dari pendalaman kasus rumput laut. “Masih kita dalami kasusnya,’’ ujarnya singkat, kemudian masuk ke mobil Toyota Fortuner DR 3 JT. (ars)

Lokasi Pembangunan BLK Sesuai Instruksi Bupati Dari Hal. 1 ‘’Tahun 2007 itu seingat saya ada 4 hektar saja,” sebutnya, seraya menambahkan dirinya tidak mengetahui seputar proses pembangunan BLK tersebut termasuk soal studi kelayakannya. ‘’Kalau soal itu saya tidak tahu. Kita hanya melakukan pembebasan lahan saja di tahun 2007 itu,” tambahnya. Berdasarkan pengakuan Nurhikmah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat proyek pembangunan BLK tersebut mulai dikerjakan sekitar tahun 2008 silam, BLK Poto Tano dibangun di atas lahan sekitar 9,8 hektar. Ia pun membantah jika penetapan lokasi bangunan BLK dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) KSB saat itu. Sebab seluruh lahan disiapkan pemerintah yang sebelumnya telah melakukan pembebasan lahan di lokasi tersebut. ‘’Kami (Disnakertans) saat itu hanya sebagai user (pengguna). Karena yang

membebaskan lahannya adalah tim Sembilan di bawah koordinasi Kabag Pemerintahan,” jelas Nurhikmah. Tak hanya itu, Nurhikmah mengakui jika penghentian kelanjutan pembangunan BLK Poto Tano dikarenakan Kemenakertans menutup aliran pendanaannya sejak tahun 2010 lalu. Adapun alasan Kemenakertans, yakni mengikuti hasil studi kelayakan yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kemenakertrans yang menyatakan lokasi pembangunan BLK Poto Tano kurang layak. Sebab lokasi lahannya terletak di sekitar pantai dan kerap digenangi air laut saat pasang berlangsung. Kondisi itu pun dikhawatirkan akan merusak sejumlah komponen peralatan BLK ke depan yang kebanyakan terbuat dari material berpotensi korosi (karat) ketika bersinggungan dengan air laut. (bug)

Ombudsman Minta PT. Pos Perbaiki Sistem Pelayanan Dari Hal. 1 Hasil penelusuran mengarah pada kesimpulan, ada mafia yang membobol rekening korban. ‘’Bahwa kuat dugaan terdapat praktik jaringan khusus yang tergolong memiliki kekuatan untuk membuka ekses pengiriman uang,” kata Ketua Ombudsman NTB, Adhar Hakim, SH, terkait dengan fenomena hilangnya uang TKI di Kantor Pos dan baru baru ini salah satu korban sudah melapor ke Polda NTB. Menurut Adhar, saat ini sudah terbangun opini, PT Pos lah yang harus dipersalahkan oleh masyarakat, khususnya korban. Agar tidak terjadi opini yang berkembang seperti itu, Pos diminta agar segera melakukan perbaikan sistem pelayanan, sehingga lebih safety. ‘’Alhamdulillah, salah satu rekomendasi yang sudah dilaksanakan adalah dengan memasang alat verifikasi identitas atau data PIN pencairan dana milik keluarga TKI yang akan melakukan pencairan. Dengan alat ini, kemungkinan kecil terjadi kebobolan lagi,” terangnya. Ia juga merekomendasikan, agar memperbaiki klausul kesepakatan kerjasama dengan pihak Western Union. Bahwa aturan Western Union harus tunduk pada aturan yang berlaku di Indonesia.

Sehingga jika ada kejadian sama, jasa pengiriman uang ini ikut bertanggung jawab. Siap Bantu Polda NTB Ditambahkan Adhar, ia juga mengamati bahwa salah seorang korban sudah melapor ke Polda NTB. Dalam hal ini, pihaknya siap membantu Polda terkait data dan informasi, jika diperlukan. Sebab pendalaman data dan informasi sudah dilakukan pihaknya selama tiga bulan. Disarankannya, pihak Polda NTB fokus mengusut kasus ini terkait dengan kejahatan cyber. Menurutnya kecil kemungkinan ini kejahatan manual, karena proses transaksi yang cepat, tidak memungkinkan dilakukan oknum di internal Pos. ‘’Contoh, kasus untuk korban Suhaini Paoziah, ketika dia datang ke Pos jam 10, ternyata uangnya sudah cair di Bank Mandiri di Makassar jam 11. Ini proses yang sangat cepat, sehingga hanya mafia pembobol rekening yang bisa melakukan ini,” tegasnya. Sehingga pihaknya berharap, yang mengusut kasus ini adalah unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB. (ars)

Tim Siaga Bencana Desa Dilatih ”Emergency Respon” Mataram (Suara NTB) Belajar dari pengalaman banyaknya bencana yang kerap menerjang Kabupaten Lombok Timur, dijadikan tonggak peringatan bagi pemerintah daerah, masyarakat, maupun NGO untuk tetap siap siaga. Karena itu, komitmen berkelanjutan dari semua pihak harus terus dilakukan. Mengangkat tema “Membangun Komitmen Bersama untuk Penanggulangan Bencana di Kabupaten Lombok Timur” Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dilatih Emergency Respon bertempat di Dusun Lepek Loang, Desa Belanting, Desa Sambelia, kemarin. Pelatihan yang telah menjadi agenda rutin TSBD ini, merupakan wujud nyata untuk terus mengoptimalkan peran dalam penanggulangan bencana. Di fasilitasi oleh KONSEPSI NTB bekerjasama dengan OXFAM, latihan ini akan diselenggarakan mulai 13-16

Agustus 2013 yang di buka dengan kegiatan seminar sehari. Dalam materi Penanggulangan Bencana yang disampaikan oleh H. Salman Alfarizi, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan BPBD Kabupaten Lombok Timur, dijelaskan bahwa dalam penanggulangan bencana, sangat diperlukan satu persepsi bersama oleh semua pihak, baik jajaran aparatur pemerintah maupun segenap unsur elemen masyarakat. Komponen itu wajib hukumnya dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. ‘’Baik dalam konteks sebelum terjadi, saat terjadi maupun pascabencana. Dari semua itu, diharapkan penanggulangan bencana dapat berjalan dengan efisien dan efektif,” tegasnya. Di sela-sela seminar, Direktur KONSEPSI NTB, Rahmat Sabani menjelaskan, pelatihan itu penting agar dapat mem-

berikan pengetahuan manajemen dan keterampilan penanggulangan bencana yang komprehensif guna meningkatkan kemampuan TSBD. Kegiatan tersebut diikuti 120 anggota TSBD dari empat desa di Kecamatan Sambelia dan Sembalun. Peserta akan di dampingi oleh 12 orang fasilitator yang terdiri dari SAR, TAGANA, PMI, BPBD dan KONSEPSI. ‘’Selama kegiatan ini berlangsung, peserta akan tinggal di SDN 5 Belanting,” sebutnya. Beberapa materi yang diajarkan antara lain, penanganan kebakaran, pengelolaan dapur umum, sistem peringatan dini, pendataan, informasi dan komunikasi, penggalangan dana dan relawan, P3K, evakuasi, pengungsian dan keamanan. Setiap materi akan di pratikkan langsung di lapangan yang diakhiri dengan simulasi bersama di lapangan pada hari terakhir. (ars)

Disbudpar Loteng Programkan Pengadaan Bak Sampah Mataram (Suara NTB) Persoalan sampah kerap menjadi keluhan bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata. Sampah di sekitar objek wisata dapat mengurangi kesan menarik bagi wisatawan. Apalagi bagi wisatawan asing dimana kebersihan menjadi hal nomor satu yang menjadi perhatian. Untuk mengatasi persoalan sampah di sekitar kawasan pantai di Lombok Tengah (Loteng) bagian selatan seperti di Tanjung Aan, Seger, Kute, Selong Belanak dan lainnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng akan memprogramkan pengadaan bak sampah di semua objek wisata di kawasan pantai bagian selatan. Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Loteng, H. Lalu Moh. Putria, S.Pd.,M.Pd kepada Suara NTB, Selasa (13/8) kemarin. Putria mengaku pihaknya telah menyediakan bak sampah di beberapa objek wisata tapi kendalanya bak sampah tersebut sering hilang dari tempatnya. “Kita sedang programkan untuk membuat kotak-kotak sampah dan bak-bak sampah di semua objek wisata,” ujarnya. Di sepanjang kawasan pantai selatan, telah ditugaskan para pembersih pantai yang secara khusus bertugas membersihkan pantai dari sampah-sampah tiap pagi dan sore. Namun diakui jumlahnya masih terbatas. Petugas tersebut ditempatkan di beberapa titik seperti Selong Belanak, Mawi, Mawun, Kute, Seger, Tanjung Aan, Bumbang, Awang, dan lainnya. Petugas pembersih pantai berasal dari berbagai kalangan termasuk dari kelompok sadar wisata (pokdarwis). “Setiap hari kita lakukan

pembersihan,” ujarnya. Ramainya pengunjung konsekuensinya akan berakibat pada bertambahnya sampah. Apalagi sumber daya untuk membersihkan pantai masih terbatas. Pembinaan Pedagang Asongan Tak hanya masalah sampah, banyaknya pedagang asongan di sekitar pantai selatan kerap menjadi keluhan wisatawan. Apalagi pedagang ini kadang sedikit memaksa pengunjung untuk membeli dagangannya. Hal ini mengganggu kenyamanan wisatawan. Putria juga mengakui masalah pedagang asongan ini memang sering menjadi keluhan wisatawan asing maupun domestik. “Kami beberapa kali melakukan permintaan khusus kepada mereka (pedagang asongan) dan juga lewat tokoh masyarakat dan kepala desa. Pemkab Loteng juga sudah menyiapkan 100 lapak di Kute dan akan kita berikan tempat untuk mereka,” terangnya. Ia menyebutkan di beberapa tempat seperti Selong Belanak, keberadaan pedagang asongan sudah dilarang. Jika ada pedagang asongan yang datang berjualan, penjaga pantai atau pokdarwis setempat akan melarang. Karena pedagang asongan adalah masyarakat lokal yang mencari rezeki dengan berjualan, maka mereka akan dibina. Putria mengaku pihaknya telah melakukan pendekatan kepada para pedagang asongan untuk tidak lagi berjualan di sekitar pantai. Disamping itu akan dilakukan pendataan para pedagang asongan. (yan)

Dipecat Partai, Adnan Kasogi Melawan Mataram (Suara NTB) Setelah dinyatakan dipecat partai dan ditindaklanjuti dengan Pergantian Antar Waktu (PAW), Anggota DPRD NTB Adnan Kasogi balik melawan. Ia melayangkan gugatan perdata atas partainya DPP Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) ke PN Mataram. Kepada wartawan sebelum sidang, Selasa (13/8), Adnan didampingi pengacaranya Gabriel Mbulu, SH, mengaku tidak terima dengan pemecatan tanpa peringatan, sekaligus surat PAW berdasarkan keputusan Gubernur NTB itu. “Saya yang disebut melanggar AD ART dan tata tertib partai, tidak pernah diberi peringatan lisan dan tertulis, lantas tiba tiba dipecat,” protesnya. Selain dasar pemecatan yang tak jelas, PAW pun dinilainya cacat hukum. versi Biro Hukum Pemprov NTB, bahwa sengketanya dengan partai sudah inkrah ditingkat pengadilan. Padahal setelah diperiksanya, yang keluar dari pihak pengadilan adalah ‘penetapan’, bukan ‘putusan’ yang sifatnya sudah inkrah. Ia pun merasa dizolimi. Atas dasar itu, gugatannya sudah dilayangkan sejak 1 Mei 2013 lalu. Selasa kemarin, sidang yang sudah masuk materi perkara, dipimp-

in H. Budi Susilo, SH, MH. Humas PN Mataram, Pastra Joseph Ziraluo, SH, MH membenarkan adanya gugatan atas nama Adnan Kasogi tersebut. Pastra sempat mengecek ke panitera terkait perkara itu. Faktanya, perkara tersebut ternyata sempat disidangkan dan telah keluar penetapan yang isinya, menyatakan perkara tersebut gugur karena biaya panjar perkara telah habis. “Suatu perkara perdata harus dinyatakan gugur apabila penggugat tidak setor biaya perkara, setelah diperingati beberapa kali tidak digubris. Sehingga hakim menganggap penggugat (Adnan Kasogi) tidak se-

rius, dan hakim pun menganggap tidak serius,” bebernya. Penetapan itu diakuinya dibenarkan berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung. Ditanya mengenai ‘penetapan’ hakim yang dijadikan dasar Gubernur mengeluarkan surat PAW dan diputuskan oleh Mendagri, Pastra tidak berkomentar. “Itu di luar ranah pengadilan. Karena sifatnya pengadilan hanya menyidangkan. Tapi pada dasarnya, penetapan itu sifatnya tidak berkonsekwensi hukum apapun bagi penggugat atau tergugat. Jadi, kalaupun penggugat melayangkan gugatan lagi, itu sah sah saja,” pungkasnya. (ars)

(Suara NTB/ars)

Adnan Kasogi (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Gabriel Mbulu.

(Suara NTB/ist)

PELATIHAN - Pelatihan TSBD untuk Emergency Respon di Dusun Lepek Loang, Desa Belanting, Desa Sambelia, kemarin. Pelatihan di fasilitasi oleh KONSEPSI NTB bekerjasama dan OXFAM.

Haul Syeikh Abhar Diperingati Saat Lebaran Topat Mataram (Suara NTB) Ponpes NU Darul Falah Pagutan akan menggelar acara peringatan Haul Syeikh Abhar Muhyiddin bertepatan dengan Lebaran Topat, Kamis (15/8). Peringatan Haul ke-20 ini akan dihadiri oleh puluhan ribu Jam’iyah Thoriqoh Mu’tabaroh dan alumni. Sebagaimana kebiasaan sebelumnya, Haul Syeikh Abhar dilaksanakan dengan menggelar istighosah pada Rabu (14/8) malam dan Shalat Tasbih pada Kamis pagi, untuk kemudian dilanjutkan dengan pidato Iftitah dari Mursyid Thoriqoh TGH Mustiadi Abhar yang juga Rois Suriyah NU Kota Mataram. Sedangkan pengajian umum dan uraian haul akan disampaikan langsung oleh cucu Syeikh Abhar yakni TGH Muammar Arafat dan TGH Fauzan Thabrani. Syeich Abhar merupakan tokoh NU dan pendiri Pesantren Darul Falah, wafat pada 1 Syawal 1414. Namun peringatan wafatnya berlangsung pada setiap 8 Syawal. Hal ini agar mempermudah pengaturan para jam’ah yang hendak berziarah. ‘’Ini cara kami untuk melayani jam’ah agar selalu merasa nyaman,” Jelas TGH Muammar. Selain mengajarkan ilmu agama dengan pedoman ‘kitab kuning’, Syeikh Abhar juga berdakwah dengan seni drama. Di era tahun 60-an hingga 80-an Syeikh Abhar membentuk Group Drama Timadar sebagai media dakwahnya. ‘’Itulah sebabnya kegiatan haul in juga diisi dengan seni yang Islami,” jelas Muammar. (tim) TGH. Muammar Arafat

Polda Klarifikasi Tingginya Kejahatan di NTB Mataram, ( Suara NTB ) Polda NTB melalui Kabid Humas Polda NTB, AKBP Suryo Saputro, SIK mengklarifikasi terkait NTB menjadi salah satu daerah dengan kasus kejahatan terbanyak sesuai data Operasi Ketupat 2013 yang dirilis Mabes Polri. Kabid Humas menjelaskan bahwa angka kriminalitas di wilayah hukum Polda NTB sebenarnya mengalamipenurun.Terhitungsejak11 hari pada Operasi Ketupat jelang lebaran, semua kasus tindak kejahatan mengalami penurun dibandingkan pada tahun 2012 kemarin Ia juga menambahkan ketika rapat yang dipimpin oleh kapolda NTB, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Mabes Polri melalui video conference. Ia menerangkan bahwa NTB tidak termasuk dalam tingkat kejahatan terbanyak. Pantaun Suara NTB, terkait data yang tercatat di Humas Polda NTB, pada setiap kasus kejahatan yang ada, memang relatif mengalami penurunan. Dari total kasus kejahatan pada tahun

2012, ada 84 kasus. Sementara pada tahun 2013, hanya terjadi 58 kasus kejahatan. Kasus curanmor menjadi peringkat pertama, dari total kejahatan yang terjadi. Pada tahun 2012 terjadi 56 kasus curanmor, sementara pada tahun 2013 hanya 37 kasus. Terkait dengan kasus pencurian dengan pemberatan (curat ), penganiayan dengan pemberatan (anirat ) dan pencurian dengan kekerasan (curas ) pada tahun 2013, mengalami penuruan rata-rata 30,35 % dibandingkan pada tahun 2012. Untukkasuskecelakaanlalulintas ( lakalantas ), dalam 11 hari Operasi Ketupat menjelang lebaran. Tercatat pada tahun 2012, terjadi 65 kasus, dengan korban meninggal 10, luka berat 25 dan luka ringansebanyak30.Sementaraitu, dibandingkan pada tahun 2013, kasus lakalantas 53 kasus, dengan korban meninggal 7 orang, 18 luka beratdan26lukaringan.Secarapersentase untuk korban meninggal menurun30%,lukaberat21,8%dan luka ringan 15,6%. (cem)

Persiapan Pemilu 2014 Diharapkan Tak Ganggu Kinerja Dewan Mataram (Suara NTB) Persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2014 diharapkan tidak akan mengganggu kinerja para wakil rakyat. Anggota dewan diharapkan tetap memprioritaskan tugasnya sebagai wakil rakyat karena sebagai anggota dewan yang masih aktif, mereka masih digaji oleh rakyat. Demikian dikatakan pemerhati politik, Dr. M. Ahyar Fadly, M.Si kepada Suara NTB. Ahyar mengatakan menjelang Pemilu 2014 mendatang, mulai saat ini situasi politik telah mulai memanas. Hal ini menjadi pilihan su-

lit bagi anggota dewan. “Di satu sisi dia sebagai wakil rakyat dia harus turun ke konstituennya untuk membangun kembali citra pribadi karena mau menghadapi Pemilu 2014,” ujarnya. Menjelang perhelatan pesta demokrasi, menjadi hal biasa jika para wakil rakyat lebih banyak disibukkan untuk turun ke bawah menyambangi konstituennya sekaligus melakukan sosialisasi. Hal ini menurutnya akan berpengaruh terhadap kinerja mereka selaku anggota dewan. Menilai kinerja anggota dewan menjelangPemiluini,Ahyarmengatakan ada dua indikator untuk me-

nilainya. Pertama dengan melihat tingkat kehadiran mereka di kantor dewandankeduamelihatkuantitas Perda yang telah dihasilkan. Tingkatkehadiranmenurutnya dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur sejauh mana mereka telah bekerja untuk menjalankan program-program yang telah disusun legislatif. “Tentu banyakjugaRaperdayangharusmereka selesaikan. Itu menjadi salah satu indikator juga. Apakah pengesahan Raperda itu sesuai jadwal yang telah mereka sepakati atau tidak. Kalau itu tertunda, berarti mereka lebih banyak sibuk di luar. Itu logikanya,” jelasnya.

Tahun Ini, Struktur Konstruksi IC Rampung Dari Hal. 1 Arsitektur itu kan seperti pakai granit, marmer, lampu-lampu itu. Untuk arsitektur ini kita butuh ratusan miliar biarpun tidak kelihatan seperti struktur konstruksi bangunan. Untuk sempurnanya IC sebagai tempat multi guna untuk masjid dan pengembangan Islam,” kata Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, MM dikonfirmasi kemarin di Mataram. Dijelaskan, pembangunan IC tahap III ini dikerjakan oleh PT Sasmito dengan nilai kontrak Rp 44 miliar lebih. Beberapa peker-

jaan yang dilakukan yakni kubah, pengerjaan struktur arsitektur, landskip dan IPAL. Penanaman pohon dan Mechanical Electric (ME). Sementara pengerjaan menara 99 dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 34 miliar. Sumber dana pembangunan menara 99 tersebut adalah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Saat ini kata Dwi, para kontraktor yang mengerjakan kelanjutan proyek IC masih libur lebaran. Mereka akan kembali bekerja setelah tanggal 15 Agustus mendatang. Namun, pengerjaan proyek itu tidak mengenal libur

tetapi berdasarkan kontrak dan harus selesai sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. ‘’Namun kontraktor saya kira punya strategi masing-masing karena dia tidak bisa memaksakan hari ini masuk atau besok masuk. Artinya, setelah lebaran topat biasanya, tenaga kerja itu bergerak. Untuk itu, sisa waktu yang ada akan dioptimalkan melalui tambahan waktu pelaksanaan oleh mereka seperti lembur dan over time dan lainnya. Kalau kita sementara tetap sesuai dengan kontrak dulu, sesuai kalender harus selesai dikerjakan,”pungkasnya. (nas)

Ahyar mengatakan anggota dewan harus fokus untuk menyelesaikan program-programnya sebagai wakil rakyat kemudian bisa turun ke konstituennya untuk sosialisasi setelah menyelesaikan tugasnya. “Kalaupun tu-

run ke bawah seharusnya setelah selesai di kantor; apakah itu malam, hari libur, kan bisa seperti itu. Prioritas utama ya kerja mereka sebagai anggota DPR, menyelesaikan tugas di legislatif,” terangnya. (yan)

Pasok Pasar Dunia Dari Hal. 1 yang berasal dari kerang Pinctada maxima baik dari alam maupun hasil budidaya. Dari beberapa daerah penghasil di Indonesia, NTB adalah salah satu daerah pemasok mutiara untuk pemenuhan pasar dunia. Sentra pengembangan Pinctada maxima di Indonesia tersebar di beberapa daerah yaitu Lampung, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Di pasar internasional, Indonesia merupakan produsen South Sea Pearls SSP terbesar, memasok 43% untuk pasar dunia dan bersaing dengan produk dari Australia, Philipina, Myanmar dan Malaysia. Demikian disampaikan Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Selasa (13/8).

Saut menjelaskan, dari segi volume, Indonesia merupakan produsen South Sea Pearl atau mutiara laut selatan terbesar di dunia dengan memasok 43% kebutuhan dunia, sedangkan dari sisi nilai perdagangan Indonesia menempati urutan ke-9 (sembilan) dunia dengan nilai ekspor sebesar 29.431.625 dolar Amerika, atau 2,07% dari total nilai ekspor mutiara di dunia yang mencapai 1.418.881.897 dolar Amerika, di bawah Hongkong, Cina, Jepang, Australia, Tahiti, USA, Swiss dan Inggris. Negara tujuan ekspor mutiara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Perancis (UN Comtrade, 2013). ‘’KKP optimis dapat meningkatkan nilai ekspor tersebut mengingat Indonesia memiliki dan menguasai faktor-faktor pendukung, seperti areal budidaya, tenaga kerja, peralatan pendukung dan teknologi,” katanya. (ant/Bali Post)

(Suara NTB/ist)

Diduga Terkait Jaringan Teroris Poso dan Bima

Halaman 5


OPINI

SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

Halaman 6

Program Kerakyatan Bukan untuk Rakyat Bina Pedagang Asongan DIPILIHNYA penyanyi jazz Indonesia, Andien sebagai duta pariwisata NTB nampaknya bakal memberikan hasil yang cukup memuaskan. Terlebih Andien telah menikmati secara langsung keindahan sejumlah objek wisata yang ada di Pulau Lombok. Seperti Pantai Tanjung Aan, Gili Trawangan, Desa Sade, Narmada dan objek wisata lainnya. Bahkan Andien juga telah mencicipi sejumlah kuliner khas daerah ini, yang nantinya tentu akan menjadi bahan promosinya selaku duta pariwisata NTB ke seluruh penjuru nusantara. Itu baru objek wisata dan kuliner, Andien juga terkesan dengan kain tenun produksi desa wisata, yakni Desa Sade Lombok Tengah. Berbagai keunggulan ini tentu akan sangat potensial untuk dijual kepada wisatawan. Namun, promosi berbagai keunggulan yang dimiliki daerah ini, bukan tanpa tantangan. Bahkan, jika mencermati kritik Andien mengenai sampah dan pedagang asongan, inilah salah satu faktor yang dapat menghambat menasional bahkan mendunianya pariwisata NTB. Sampah dan pedagang asongan. Kelihatannya sepele tetapi sesungguhnya sangat mengganggu. Sebab, salah satu tujuan orang berwisata, apalagi wisatawan mancanegara adalah untuk mencari ketenangan. Sehingga dengan pemandangan sampah di objek wisata dan juga pedagang asongan yang cenderung kehadirannya mengusik ketenangan para wisatawan, membuat wisatawan tidak nyaman. Meski masalah sampah dan pedagang asongan oleh beberapa kalangan dianggap sebagai masalah yang lumrah. Sebab tidak hanya terjadi di Lombok tapi juga di tempat-tempat lain, seperti Jakarta. Tetapi kritisi yang diungkapkan Andien oleh pihak-pihak seharusnya tidak dimaknai sekadar kritisi umum, melainkan harus segera dicari solusinya. Ditempat lain boleh saja ada sampah dan pedagang asongan, tetapi tidak di destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok khususnya dan NTB pada umumnya. Selama ini, untuk menciptakan kondisi yang selalu bersih pada objek-objek wisata yang telah punya nama, memang kerap dilakukan. Salah satu upayanya yakni melakukan gerakan bersih-bersih pantai misalnya. Hanya saja, gerakan ini biasanya dilakukan kalau ada momen-momen tertentu saja. Seharusnya, ada tenaga yang setiap hari menjaga kebersihan objek wisata, sehingga tidak terkesan kumuh. Sementara untuk pedagang asongan, belum ada langkah khusus yang diambil untuk menangani salah satu ‘’penyakit’’ yang membuat wisatawan ‘’alergi’’. Kecenderungan pedagang asongan yang menawarkan barang dagangannya di objek-objek sering terkesan memaksa wisatawan membeli dagangannya. Seharusnya pihak terkait, katakanlah Dinas Pariwisata, melakukan pembinaan intensif kepada para pedagang asongan, khususnya yang berjualan di kawasan wisata. Untuk mewujudkan wisata yang sopan dan beretika, pedagang asongan harus dirangkul sebagai salah satu pelaku wisata. Baik buruknya perilaku pedagang asongan, pasti akan mempengaruhi citra NTB sebagai salah satu tujuan wisata nusantara bahkan dunia. (*)

EMUA orang mengakui daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang memungkinkan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai daerah maju dan berdaya saing. Sektor andalan NTB diantaranya sektor pertanian, peternakan,kelautan, dan pertambangan. Masing-masing sektor tersebut menyimpan sejuta potensi yang menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat NTB seutuhnya. Pada praktiknya, masyarakat NTB masih jauh dari kesejahteraan. Beberapa tahun yang lalu dan bahkan hingga sekarang, NTB dijuluki sebagai daerah ‘busung lapar’. Seperti yang diberitakan Harian Suara NTB (6/6), misalnya, jumlah rumah tak layak huni di NTB cukup tinggi, mencapai sekitar 273.000 unit rumah. Masyarakat NTB masih kesusahan untuk memiliki rumah layak huni. Akses masyarakat terhadap rumah layak huni masih jauh dari harapan. Mereka masih jauh dari kesejahteraan, kemakmuran, dan kebahagian. Pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi, bukankah NTB memiliki sejuta potensiSDAsepertiyangdisebutkandiatas? Dalam teori, kemiskinan disebabkan oleh dua hal yaitu struktural dan kultural. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah.Pemerintahmenciptakankemiskinan melalui kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Kemiskinan kulturaladalahkemiskinanyangdisebabkan oleh mental dan pola pikir masyarakat itu sendirisepertimalasbekerjadanberinovasi dalam kehidupan. Hemat saya, tidak berniat menyalahkan pemerintah, persoalan minimnya kesejahteraan masyarakat NTB lebih disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kemiskinan karena mental dan pola pikir tidak terlalu berpengaruh terhadap terciptanya kemiskinan di NTB. Pasalnya, masyarakat NTB dikenal sebagai pekerja keras terutama masyarakat tani, peternak, dan nelayan. Mereka bekerja keras namun tidak didukung oleh kebijakan yang ada. Petani jagung, misalnya, ketika mereka mulai menanam jagung selalu saja harga benih, pestisida, dan pupuk naik, namun ketika panen selalu saja harga jagung turun. Fenomena inilah salah satu menjadikan masyarakat tani jangung tidak berdaya untuk bangkit dari kemiskinan. Secara normatif (kebijakan), pemerintah Propinsi NTB telah menunjukkan langkah-langkah positif untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakuran masyarakat NTB. Pemerintah telah membentuk sejumlah kebijakan/program pembangunan yang bersifat kerakyatan diantaranya program PIJAR (Bumi Sejuta Sapi, Jagung, dan Rumput Laut). Program PIJAR ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat

Oleh

Salahudin, S.IP., M.Si.

(Dosen Ilmu Pemerintahan Univ. Muhammadiyah Malang) tani, peternak sapi, dan nelayan di NTB. Selain program tersebut, pemerintah NTB sangat perhatian terhadap pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan. Kebijakan normatif pemerintah Propinsi NTB ini dinilai tidak memberi kontribusi berarti bagi kesejahteraan masyarakat NTB, justru dijadikan oleh oknum-oknum tertentu sebagai obyek untuk memperkaya diri. Program Penuh Masalah Sejumlah program pembangunan di NTB penuh dengan masalah, mulai dari adanya indikasi terjadinya korupsi, program yang tidak tepat sasaran, hingga penggelapan anggaran. Seperti yang diberitakan Harian Suara NTB (29-30/7), hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap program pembangunan jalan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 diindikasikan adanya korupsi dan penggelapan anggaran. Hasil temuan BPK ini memperkuat asusmsi publik selama ini bahwa program pembangunan hanya dijadikan sebagai proyek oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri. Sayangnya, temuan BPK ini hanya fokus kepada pelaksana proyek padahal proyek tidak lepas dari intervensi birokrasi pemerintah. Bagaimana dengan implementasi program PIJAR? Pada awalnya publik termasuk penulis sangat berharap program PIJAR mampu memberdayakan potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan yang dimiliki NTB. Namun semua publik NTB memahami dampak dari program PIJAR tidak terlalu berarti bagi meningkatnya kualitas kesejahteraan masyarakat NTB. Pada tahap implementasi program ini ditemukan berbagai macam persoalan diantaranya implementasi program tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat NTB seperti di daerah plosok (terisolir) Kecamatan Kilo, Kecamatan Pekat, dan Kecamatan Woja Kabupaten Dompu tidak mendapatkan bagian dari program PIJAR, bahkan mereka tidak mengetahui adanya program PIJAR. Penulis menemukan adanya oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan program PIJAR untuk memperkaya diri. Di Dompu, misalnya, di tengah masyarakat berkembang opini program “sejuta kandang tanpa sapi”. Opini ini terbentuk karena terdapat oknum tertentu sebagai pelaksana program di lapangan hanya membangun kandang. Pelaksana proyek sangat pintar, ketika elite birokrasi turun ke lokasi untuk memastikan pelaksanaan program, mereka meminjam sapi-sapi warga untuk ditampung di kandang tersebut sehingga elite birokrasi tadi berasumsi program sejuta sapi sukses. Elite birokrasi mengatakan “program kami sukses membangun kesejahteraan masyarakat”, padahal “jauh panggang dari api” dan “jauh

kandang dari sapi”. Gonjang ganjing kasus dugaan penggelapan dana bergulir bagi Kelompok Tani Rumput Laut seperti yang diberitakan Harian Suara NTB (29-1/ 7) menunjukkan adanya implementasi program pembangunan penuh intrik kepentingan oknum-oknum tertentu yang berusaha meraup keuntungan dari program pembangunan. Oknum-oknum itu beranggapan program pembangunan adalah alat untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan masyarakat dijadikan sebagai penonton yang hanya mendapatkan sedikit dari miliaran anggaran program pembangunan yang awalnya diperuntukan untuk mereka. Implementasi program seperti ini menjadikan masyarakat tidak berdaya untuk bangkit dari kemiskinan menuju kesejahteraan seperti yang dicita-citakan bangsa dan negara. Butuh Program Partisipatif Kendati kebijakan APBD NTB memprioritaskan untuk program pembangunan seperti PIJAR dan pembangunan jalan namun pada tingkat implementasi program dan anggaran miliaran tersebut bukan untuk rakyat tetapi dinikmati oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri. Fenomena ini menjadikan NTB yang kaya akan SDA tidak berdaya untuk bangkit dari kemiskinan dan keterbelakangan. Karena itu, dibutuhkan upaya-upaya serius stakeholder (Pemerintah, DPRD, dan masyarakat sipil) NTB untuk mendesain kembali agar program-program kerakyatan dapat dibuat dan diimplementasikan dengan baik (tepat sasaran) sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB seutuhnya. Stakeholder terutama pemerintah dan DPRD perlu membangun komunikasi dua arah dengan pihak-pihak lain termasuk dengan masyarakat sipil seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan Media Massa. Komunikasi ini dapat dibangun manakala pemerintah dan DPRD membuka kesempatan masyarakat sipil untuk terlibat aktif di dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan. Tujuan melibatkan masyarakat sipil dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan adalah menjadikan program pembangun sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, menjadikan implementasi program pembangunan tepat sasaran, dan meminimalisirkan terjadinya penyimpangan pada tingkat operasionalisasi program. Di era demokrasi seperti sekarang ini, partisipasi publik di dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan daerah adalah sebuah keharusan. Karena itu, setiap peraturan perundangundangan yang dibuat pemerintah mencantumkan asas partisipasi. Undangundang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah menegaskan masyarakat harus terlibat didalam

penyusunan program pembangunan daerah. Undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan mengharuskan masyarakat untuk terlibat aktif didalam penyusunan kebijakan APBD. Undang-undang nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan, juga menjamin keterlibatan masyarakat di dalam penentuan kebijakan publik. Partisipasi masyarakat di dalam pembentukan dan pelaksanaan program pembangunan diyakini mampu menjadikan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diimplementasikan secara nyata serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada umumnya. Selama ini, pemerintah tidak terkecuali Pemerintah Provinsi NTB masih enggan untuk mengajak masyarakat terlibat di dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan sehingga muncul banyak persoalan seperti yang jelaskan di atas. Pemerintah hanya melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan sesuai kepentingan mereka (pemerintah). Bahkan pemerintah terkesan menjadikan keterlibatan masyarakat sebagai formalitas untuk memenuhi tuntutan peraturan perundang-undangan yang disebutkan di atas. Penulis berharap terbangun kesadaran (good and political will) pemerintah dan DPRD untuk mengajak masyarakat sipil yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat NTB dalam penyusunan dan pelaksanaan segala program pembangunan di NTB sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTB pada umumnya. Semoga!!

Luncurkan Kartu Sehat, Pemkot tolak gratiskan penanganan 200 penyakit Sama artinya tak membantu rakyat

*** Mentan kecewa harga daging masih tinggi Kecewa bukan solusi

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Penjualan Madu Meningkat

Butuh Anggaran Rp 27 Miliar KEPALA Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Wartan, SH mengungkapkan revitalisasi Pasar Mandalika Sweta membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 27 miliar. Anggaran sebesar itu sudah diajukan Pemkot Mataram ke Kementerian Perdagangan sesuai dengan rencana pengembangan pasar dimaksud. “Proposal pengembangan pasar itu seperti yang kita ajukan ke Kementerian Perdagangan sebesar Rp 27 miliar,” kata Wartan dikonfirmasi di sela-sela sidak gubernur di pasar Pagesangan Mataram, Selasa (13/8). Ia mengungkapkan, sejak tahun 2012 lalu, revitalisasi Pasar Mandalika sudah dilakukan dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar melalui dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan. Tahun 2013 ini, kembali memperoleh anggaran sebesar Rp 5 miliar melalui dana pendamping dan dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan. Selain dana dari pusat, revitalisasi tersebut juga melalui dana pendamping dari APBD Kota Mataram. “Revitalisasi itu ditarget rampung September untuk Mandalika saja. Itu baru kita buat dua los, dengan kantor di depan, dengan dana yang kita proyeksikan Rp 5 miliar. Itu untuk satu los bersama kios di depan,” terangnya. Dia mengatakan Kementerian Perdagangan mengawali revitalisasi pasar Mandalika tersebut dengan mengucurkan anggaran. Kementerian Perdagangan, katanya, akan menjadikan pasar Mandalika sebagai pasar percontohan di NTB. Ditanya jumlah pasar tradisional yang ada di Kota Mataram, Wartan menyebutkan jumlahnya sebanyak 18 lokasi. Semua pasar tradisonal yang ada, lanjutnya, akan ditata sesuai kondisinya. (nas)

(Suara NTB/nas)

AKRAB – Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi tampak akrab saat berbincang dengan salah seorang pedagang di pasar tradisional Pagesangan, Mataram, saat sidak ke pasar itu, Selasa (13/8).

Gubernur NTB Sidak ke Pasar Tradisional

(Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB dan Diskoperindag Kota Mataram melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional di Kota Mataram. Gubernur ingin mengetahui secara langsung situasi harga di pasar.

Wartan

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB FINANCE

ACCESORIES

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA

TOKO MAINAN

LAUNDRY

PETS SHOP

BATIK

Halaman 7

Dari hasil pantauan dan komunikasi langsung yang dilakukan dengan pedagang, lima hari setelah Lebaran, harga sembako sudah relatif mulai turun seperti beras, cabai, daging sapi dan daging ayam serta tomat. Sementara, harga bawang merah terpantau relatif masih mahal di kisaran Rp 60 ribu- Rp 70 ribu per kg. “Mulai terjadi penurunan harga relatif sedikit, daging juga relatif turun tapi bawang merah masih naik. Beras juga agak turun,” kata Gubernur ditemui usai melakukan sidak di Pasar Pagesangan Mataram, Selasa (13/8). Menurutnya, ada hal yang menarik dari hasil sidak yang dilakukan terutama untuk daging sapi. Pada H-1 Lebaran, harganya rata-rata mencapai Rp 120 ribu per kg untuk kualitas nomor satu. Lima hari pascalebaran ini, harga daging pada kisaran Rp 80 ribu- Rp 90 ribu per kg. Kendati demikian, permintaan daging sapi tetap tinggi. Pantauan Suara NTB, hasil komunikasi langsung para pedagang dengan Gubernur, mulai

terjadi penurunan harga sembako. Untuk daging ayam broiler menurun menjadi Rp 25 ribu per kg, sebelumnya pada puasa dan menjelang Lebaran harganya Rp 35 ribu - Rp 40 ribu per kg. Omzet pejualan pedagang juga meningkat pada bulan puasa lalu, setiap harinya terjual sekitar 300 ekor ayam, sementara pada saat ini setiap hari terjual 150 ekor ayam. Sementara harga beras C4 medium saat ini sudah mulai turun menjadi Rp 6.000/kg, cabai keriting Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per kg, tomat Rp 12 ribu - Rp 17 ribu per kg Ditata Sementara itu, gubernur NTB juga meminta agar pasar tradisional ditata. Gubernur menginginkan agar jumlah transaksi setiap hari di masing-masing pasar tradisional diketahui secara pasti. “Penataan pasar tradisional di Kota Mataram perlu dilakukan, supaya kita bisa menyampaikan berapa kekuatan pasar tradisional kita,” katanya. “Jangan-jangan omzetnya

(pasar tradisional, Red) jauh lebih besar dibanding pasar-pasar modern itu. Jadi supaya kelihatan kekuatan ekonomi rakyat seperti apa,” tambahnya. Selain itu, Gubernur juga meminta keamanan dan kebersihan pasar harus tetap terjaga. Pasalnya, imej yang berkembang selama ini fasilitas umum seperti toilet dan lain sebagainya kurang diperhatikan oleh petugas pasar sehingga terkesan kumuh. Namun, di pasar Pagesangan, TGB memberikan apresiasi karena sudah terlihat bersih. Kepala Pasar Pagesangan, Nengah Sukardi mengatakan untuk fasilitas umum di pasar Pagesangan terdapat klinik kesehatan yang ditangani oleh perawat senior dari Puskesmas setempat. Di tempat yang sama, Kepala Diskoperindag Kota Mataram, Wartan, mengatakan, pihaknya segera akan membuat tim untuk menindaklanjuti instruksi tersebut. Dia menambahkan, instruksi tersebut juga sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan. (nas)

Mentan Kecewa Harga Daging Masih Tinggi Jakarta (Suara NTB)Menteri Pertanian Suswono mengaku kecewa dengan para pelaku usaha yang dinilai tidak patuh terhadap kebijakan pemerintah, sehingga harga daging masih cenderung tinggi. “Saya kecewa karena tidak sebagaimana komitmen semula. Komitmen semula kan siap mengamankan bahkan di angka sekitar Rp80.000 per kilogram,” kata Suswono usai Halal Bi Halal di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa. Suswono mengatakan pelaku usaha dinilai mengambil

keutungan yang besar terkait harga daging yang masih di atas Rp100.000 per kilogram tersebut. Menurut dia, importasi daging sapi dan siap potong dari Australia yang ditangani Bulog untuk mengantisipasi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri pada beberapa waktu lalu dinilai cukup. “Saya melihat adanya permainan dan tidak ada alasan menaikkan harga,” katanya. Dia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengevaluasi harga daging yang

tak kunjung turun tersebut. “Makanya, nanti wilayah (Kementerian) Perdagangan, siapa yang memanfaatkan dan mengambil keutungan dari sini,” katanya. Dia mengaku importasi juga akan berdampak pada harga daging dari peternak sapi akan terpukul. “Impor hanya menutupi kekurangan saja, kalau melimpah dilakukan evaluasi secepatnya dan Kemendag sudah menemukan beberapa indikasi pelaku usaha dan pasti akan memberikan saksi,” katanya. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Sebagai salah satu oleholeh khas NTB, madu banyak diburu oleh pemudik dari luar kota. Beberapa toko oleholeh khas Lombok yang menjual madu ramai didatangi pembeli. Selain sebagai oleholeh ke luar daerah, pembeli juga mengaku membeli madu karena madu memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan. Salah seorang pemilik toko madu di Meninting, Habib menuturkan bahwa semenjak libur Lebaran ini pembeli madu di tokonya meningkat dari sebelumnya. “Saat puasa kemarin pembeli sempat sepi. Namun sejak Lebaran sudah terjadi peningkatan pembeli,’’ terangnya. Habib mengatakan bahwa peningkatan pembeli ia rasakan cukup signifikan. Hj. Fadlun, pemilik UD. Tunas Baru di Jl. Amir Hamzah, Karang Bedil, Mataram yang menyediakan madu asli Lantung, juga mengaku mengalami peningkatan penjualan madu. Ia mengatakan bahwa pembelinya kebanyakan yang akan kembali ke Bali, Surabaya, dan Jakarta. “Mereka biasanya datang ke sini untuk membeli madu asli. Sekarang sangat sulit menemukan madu yang asli karena banyak yang mencampur. Namun di sini saya menjual madu berdasarkan permintaan pembeli. Kalau mereka mau cari yang asli, saya kasih yang asli,” ujarnya. Salah seorang pembeli, Nurachman Anshari mengaku membeli madu di Lombok karena kualitasnya jauh lebih bagus daripada jika dia beli di Jawa. “Kalau di sini bisa dapat yang asli dari Sumbawa. Madu hutan dan bukan madu budidaya. Kalau

di sana (Jawa-red) sudah banyak yang dicampur sehingga tidak asli,” tuturnya. Baik Habib maupun Hj. Fadlun mengaku bahwa mereka tidak hanya menjual madu asli. Mereka juga menjual madu campuran. Meskipun demikian mereka mengatakan bahwa mereka terbuka kepada pembeli sehingga pembelilah yang menentukan apakan mereka akan membeli madu asli atau madu campuran. Menurut mereka, madu dibedakan menjadi tiga kelas berdasarkan kualitasnya. Madu kelas satu adalah madu dengan kualitas yang paling baik dan harganya juga lebih mahal. Habib menjual madu kelas satu mulai dari Rp. 200.000,sampai Rp. 250.000,- per botol. Sementara untuk madu campuran ia jual mulai dari harga Rp. 60.000,- sampai Rp. 75.000,per botol tergantung kualitasnya. Sementara Hj. Fadlun mengatakan bahwa madu kelas satu yang sudah mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan serta dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ia jual dengan harga Rp. 200.000,per botol. Sedangkan untuk madu kelas dua ia jual antara Rp. 70.000,- hingga Rp. 100.000,-. “Madu asli bisa bertahan lebih lama dari madu campuran. Madu asli tidak akan rusak meskipun sudah lama. Malah semakin lama madu asli harganya akan semakin mahal. Cari mengujinya gampang, jika madu asli pasti tidak akan dikerubungi semut karena panas. Sementara madu campuran akan dikerubungi karena mengandung gula,” ujar Hj Fadlun. (ril)

Pembudidaya Khawatirkan Serbuan Mutiara Cina Jakarta (Suara NTB) Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi) mengkhawatirkan serbuan mutiara produksi Cina ke sentra-sentra produksi mutiara Indonesia seperti Pulau Komodo, Lombok, dan Bali. “Mutiara berkualitas rendah asal Cina yang berton-ton masuk ke sentra-sentra produksi di Tanah Air bisa menjelekkan citra mutiara Indonesia karena konsumen mengira mutiara tersebut produksi Indonesia,” kata Ketua Bidang Pengembangan Produk Asbumi, Ratna Zhuhry Mahyuddin, di Jakarta, Selasa (13/8). Ia mengatakan, kualitas mutiara Cina yang biasa disebut Fresh Water Pearl jauh di bawah mutiara Indonesia yang termasuk kategori South Sea Pearl dengan grade A atau kualitas super. “Kalau mutiara Cina maksimal hanya bisa tahan dua tahun, dan kalau sudah dilubangi akan mudah rapuh, tidak seperti South Sea Pearl yang tahan lama, sampai bisa seumur hidup kalau tidak terkena aerosol,” kata Ratna. Menurut dia, hal itu terjadi karena Fresh Water Pearl asal Cina hanya dibudidayakan selama enam bulan dan dalam satu kerang bisa terdapat enam sampai 12 butir mutiara. Sedangkan waktu budidaya South Sea Pearl asal Indonesia bisa sampai empat tahun dan dalam satu kerang hanya ada satu mutiara.

Harga keduanya terpaut jauh, harga satu butir mutiara Cina sebenarnya hanya Rp 5.000 sedang mutiara asli Indonesia bisa mencapai Rp 500 ribu sebutir. “Banyak pengusaha Cina yang mengambil dari petani kita dengan harga lima sampai enam dolar Amerika Serikat per gram dan mereka bisa jual lagi di Indonesia seharga sampai 16 dolar AS pada mereka yang tidak tahu,” katanya. Meski demikian, mutiara Cina secara kasat mata mirip dengan mutiara Indonesia karena pemrosesan menggunakan teknologi tinggi membuat kilaunya bagus. Ratna menyarankan pecinta mutiara membeli langsung dari para pengusaha yang tergabung di Asbumi untuk menghindari penipuan. Pemerintah sudah mengambil langkah untuk melindungi mutiara Indonesia, antara lain dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.8 Tahun 2013 tentang Pengendalian Mutu Mutiara yang Masuk ke Dalam Wilayah Negara RI. Peraturan tersebut antara lain mencakup pembatasan pintu masuk mutiara impor hanya di Bandara Soekarno Hatta (Banten) dan Bandara Juanda (Surabaya). “Karena saat ini era-nya sudah perdagangan bebas, kita tidak bisa melarang mereka berhenti membeli atau menjual, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan mutu mutiara yang mereka jual,” Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maman Hermawan. (ant/bali post)

D.02.08.13

RADIO

PELATIHAN


Halaman 8

SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

Dipromosikan sebagai Atlet PPLM NTB PELARI gawang 400 meter putri, Rohani (18) sudah sebulan ini dipromosikan sebagai atlet atletik PPLM NTB. Dengan postur tubuh yang atletis, Rohani diupayakan bisa mengukir prestasi di kancah nasional. Dihubungi Suara NTB di Mataram, Selasa (13/8), mengaku, saat ini dirinya sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) bersama lima atlet atletik PPLM NTB lainya. Dirinya direncanakan mewakili kontingen NTB di Kejurnas di Jakarta 4-7 September mendatang. Untuk mencapai prestasi maksimal, selama pelatda fokus latihan Rohani nomor 400 meter gawang putri, dia ditangani langsung pelatih gawang NTB, I Gusti Bagus Wirasantana. Dia akan bersaing dengan atlet gawang NTB, Mariati yang sukses menyumbang medali emas di nomor 400 meter gawang putri di PON XVIII di Riau 2012 lalu. Sebelum bergabung latihan dengan atlet PPLM NTB, Rohani sudah 6 tahun dibina di PPLP NTB, segudang prestasi di tingkat regional maupun di kanca nasional sudah diukirnya. Bahkan, ketika sukses di Porprov 2010 lalu, Rohani pun dipromosikan sebagai atlet PPLM NTB. Sebulan menjadi atet P P L M NTB, Rohani fokus latihan di nomor 400 meter gawang putri, saat ini Rohani tengah memaksimal potensinya dengan harapan bisa membela NTB di Kejurnas Atletik di Jakarta September mendatang. (fan)

Rohani

Tolak Peluru

Valerie Adams Juara Dunia Empat Kali Moskow Atlet dari Selandia Baru Valerie Adams merupakan atlet putri pertama yang meraih gelar juara dunia untuk keempat kalinya setelah meraih medali emas pada kejuaraan dunia atletik yang berlangsung di Moskow, Senin. Lemparannya pada putaran ketiga sejauh 20,88 meter sudah cukup bagi Adams untuk meraih gelar juara. Adams sempat bersimbah air mata ketika dikalahkan atlet dari Belarusia Nadzeya Ostapchuk di Olimpiade London tahun lalu. Namun ia naik ke urutan pertama, karena sang juara dicoret akibat gagal dalam pemeriksaan penggunaan obat terlarang. Atlet dari Jerman Christina Schwanitz (20,41m) meraih medali perak dan Gong Lijao dari Cina berhak atas medali perunggu dengan jarak lemparan 19,95 meter. Sprinter dari Amerika Allyson Felix memenangi untuk ketiga kalinya gelar juara nomor 200 meter antara 2005 sampai 2009, tapi pada kejuaraan dunia 2011 ia hanya meraih medali perunggu. Pelempar cakram dari Kuba Yipsey Moreno juga meraih medali emas untuk ketiga kalinya antara 2001 dan 2005 tapi kalah di Osaka pada 2007, sehingga gagal mendapatkan medali emas karena lemparannya kurang dari dua sentimeter. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) Ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, membidik target selanjutnya untuk meraih gelar juara di Asian Games usai berhasil menjadi Juara Dunia 2013. Pada Kejuaraan Dunia 2013 yang berlangsung di Guangzhou, Cina, Tontowi/Liliyana berhasil merebut gelar juara dengan menundukkan pasangan nomor satu dunia Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, 22-20 asal Cina. “Prestasi Juara Dunia ini jadi motivasi saya dan Owi (panggilan Tontowi) untuk perjuangan selanjutnya. Target ke depan kami ada Asian Games dan kalau Olimpiade mudahmudahan saya masih bisa sampai,” kata Liliyana usai acara penyambutan Tim Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Tangerang, Senin (12/8) malam. Ajang Asian Games akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2014 di Incheon, Korea Selatan. Gelar di kejuaraan tersebut memang belum pernah diraih Liliyana baik bersama Tontowi maupun pasangan lamanya Nova Widianto. Bersama Tontowi, Liliyana telah menjuarai banyak turnamen termasuk kejuaraan bergengsi seperti All England 2012 dan 2013. Sepanjang tahun

Valerie Adams (Suara NTB/ist)

(Suara NTB/fan)

Rissa Tetap Jalani Latihan

Tontowi/Liliyana Incar Juara Asian Games 2013, mereka juga berhasil meraih juara turnamen Super Series India Terbuka dan Singapura Terbuka. Ganda campuran yang terbentuk tahun 2010 itu, kini mencatatkan diri di peringkat dua dunia. “Mudahmudahan ke depannya kami bisa terus berprestasi lebih baik lagi,” tambah Tontowi. Tontowi pun mengaku semakin bisa mengimbangi permainan Liliyana yang jauh lebih senior dengannya. “Saya juga merasa lebih sabar, bisa mengurangi emosi kalau bermain. Karena Mas Nova (asisten pelatih) selalu kasih masukan ke saya agar lebih bisa mengendalikan diri,” jelas Tontowi. Saat tiba di tanah air, Tontowi/Liliyana dan juara dunia dari ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta tim Indonesia lainnya disambut meriah baik oleh para penggemar maupun pengunjung terminal 2F bandara. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan turut hadir menyambut kedatangan mereka. (ant/bali post)

Dilatih Jose Mourinho

Mataram (Suara NTB) Dicoret dari atlet tarung derajat, tak membuat Rissa Septiarini harus mengakhiri karirnya di dunia olahraga. Atlet peraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 ini selalu menjalani latihan fisik di GOR 17 Desember Mataram. Dihubungi Suara NTB usai menjalani latihan fisik, Rissa tidak terlalu banyak komentar. Dirinya cenderung tidak ingin dipublikasikan mengenai aktivitasnya selama ini. Rissa juga tak mau komentar mengenai pencoretan dirinya dari atlet tarung derajat. Informasi yang dihimpun Suara NTB di lokasi, kedatangan Rissa di GOR 17 Desember, bukan untuk latihan persiapan kejurda tarung derajat yang akan digelar Pengprov Kodrat NTB, di Mataram 23-25 Agustus ini. Tujuan Rissa menjalani latihan fisik untuk menemani pelari gawang atletik putri NTB, Mariati yang saat itu tengah menjalani latihan fisik persiapan Kejurnas Atletik di Jakarta. (fan)

Belum Jelas, Pelantikan Pengprov IPSI NTB Mataram (Suara NTB) Agenda pelantikan Ketua Umum Pengprov IPSI NTB, Wahyuddin tampaknya belum jelas. Pasalnya, SK pengukuhan pimpinan jajaran personalia pengurus olahraga pencak silat yang baru-baru ini terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IPSI NTB di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Juni lalu belum disahkan PB IPSI. Ketua Umum Pengprov IPSI NTB terpilih, Wahyuddin yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Selasa (13/8), menjelaskan, hingga saat ini SK Ketua Umum IPSI NTB terpilih yang direkomendasikan KONI NTB 10 Juli lalu belum disahkan PB IPSI. Namun, pihaknya mendapat informasi, jika SK pengesahan kepengurusan akan turun dalam minggu ini. Dirinya menginginkan kepengurusan secepatnya dilantik, karena pihaknya telah menjadwalkan berbagai kegiatan di tahun 2013 ini, termasuk melakukan road show dan seleksi atlet. Road show akan dilakukan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa akhir Agustus nanti. Dari road show ini akan dijadikan sebagai ajang silaturahmi di tingkat pengurus. (fan)

Hadapi Musim 2013/2014, Chelsea Berbalut Optimisme Biang kerok Chelsea tiada lain Jose Mourinho. Pelatih berjuluk The Special One ini datang ke Stamford Bridge berbalut segudang optimisme meraih trofi Liga Inggris (Premier League) musim kompetisi 2013/2014. TERGELINCIR di peringkat ketiga musim lalu, para pendukung setia Chelsea bermuram durja. Mourinho datang, dan ia berkacak pinggang seraya berujar memuntahkan katakata di langit media global, bahwa raihan sukses tidak datang otomatis dari langit. Sukses memenangi gelar di putaran rolet Liga Inggris bukan semata bagaikan main jackpot, masukkan uang, tari tuas dan menggelontor gemerincing sukses. Ini boleh dibilang sebagai Mourinhonomics. Pernah bergelut bersama John Terry cs. membuat Mourinho paling tidak tahu seluk-beluk memenangi hati seluruh fans Chelsea. Kini tinggal menanti kerja pelatih asal Portugal itu. Boleh dibilang, apapun ulah

aksi dan olah kata dari Mourinho bakal ditelan dan diterima dengan tangan terbuka oleh para pendukung Chelsea. Mereka terlanjur menyejajarkan, nama Mourinho jaminan meraih sukses. Hengkang dari Real Madrid rasa-rasanya tidak terlalu menggoyahkan lapis tembok pertahanan hati publik pecinta bola. Mourinho tetap lenggang kangkung dari pernik-pernik saga “El Clasico” di negeri Matador. Datang mendarat di pelabuhan negeri Ratu Elizabeth, langsung Mourinho mengutak-atik taktik berperang melawan sederet tim-tim raksasa Liga Inggris, antara lain Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Mourinho datang, Stamford Bridge bersulang gembira. Ia meniatkan untuk membenahi semangat kebersamaan agar dapat tampil lebih kompak, lebih mengedepankan kolektivitas. Mourinho sosok yang paham benar akan keseimbangan kekuatan tim menghadapi lagalaga ketat kompetisi Liga Inggris. Ia datang, ia bertanding, dan ia menang. Secepat-cepatnya, ia membenahi lini depan dengan bekerja keras mencari dan menemukan striker dan gelandang serang yang siap me-

Skuad Chelsea neror lini pertahanan lawan. Dan Mourinho tidak menutup mata dengan gemerlap bibit pemain muda ketika menjawab kelemahan Chelsea. Sebut saja, Romelu Lukaku. Tampak benar bahwa pemain ini berusaha sungguh-sungguh memainkan peran sebagai striker. Di lintas Liga Inggris, Lukaku telah membukukan 17 gol ketika ia dipinjamkan ke West Bromwich Albion. Torehan ini melewati jumlah gol yang dijaringkan

(Suara NTB/ist)

oleh Fernando Torres (delapan gol) dan Demba Ba (dua gol). Catatan itu membawa Chelsea menduduki peringkat kedua sebagai tim yang produktif mencetak gol, meskipun The Blues masih kekurangan pemain depan yang tajam. Lukaku memang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih memiliki naluri mencetak gol dibandingkan Torres dan Ba. Ia masih berusia 20 tahun, dan perjalanan kariernya masih panjang untuk

“segera matang” bersama pemain-pemain elite Liga Inggris. Untuk merespons kelemahan Chelsea di lini depan, Mourinho dihadapkan bahkan terkesan dibentur-benturkan dengan opsi mendatangkan pemain depan Manchester United, Wayne Rooney. Belum ada titik terang mengenai opsi seputar Rooney. Namun, di bawah Mourinho, Chelsea optimis bisa meraih sukses, khususnya juara Liga Inggris. (ant/bali post)

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU

C.01.08.13 C.06.08.13

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya :

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris)

C.05.08.13

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB C.04.08.13

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Rabu, 14 Agustus 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB DIREKTORI BISNIS SUARA NTB KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 10

Lima Tahun Berhenti Makan Nasi PENYANYI jazz Indonesia, Andien mengaku sudah lima tahun ini berhenti mengonsumsi nasi. Meski demikian ia merasa lebih sehat setelah berhenti makan nasi. Sebagai pengganti karbohidrat, ia terkadang mengonsumsi kentang dan oatmeal. Pelantun Lagu Bahagia bersama Pasha ’’Ungu’’ ini mengatakan, walaupun dirinya tak lagi makan nasi, namun ia tidak merasa lemas. Bahkan ia merasa lebih sehat. “Nggak lemas. Nasi kan kandungan gulanya tinggi banget. Kalau nggak makan nasi tubuh jadi kurang gula, jadi efeknya suka makan yang manismanis,” ujarnya pada saat makan siang di restoran Taliwang Irama belum lama ini. Awal ia berhenti mengonsumsi nasi sepulangnya liburan dari Eropa lima tahun lalu. Ia berada di Eropa selama tiga minggu dan disana ia tidak pernah makan nasi. Waktu sampai Jakarta yang kebetulan awal bulan Ramadhan, ia biasa berbuka juga tidak makan nasi. Akhirnya kebiasan itu terus berlangsung hingga saat ini. Walaupun tidak makan nasi, ia mengaku makannya menjadi banyak. Andien mengatakan sangat suka dengan makanan laut (seafood). Menurutnya orang-orang tidak akan pernah bosan makan seafood. Untuk itu ia mendirikan sebuah restoran yang menyajikan masakan seafood. Andien bertandang ke Lombok dalam rangka undangan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Ia didaulat menjadi Duta Promosi Pariwisata NTB. Dalam kunjungan perdananya selama tiga hari, ia mengunjungi berbagai objek wisata seperti Desa Sade, Kute, Tanjung Aan, Gili Trawangan, Senggigi, Narmada, Pura Lingsar, dan lainnya. (yan)

ABBA - Grup ABBA. Kuartet bersaudara Agnetha Faeltskog, Bjoern Ulvaeus, Anni-Frid Lyngstad and Benny Andersson dari Swedia ini merajai lantai-lantai disko dan radio serta panggung-panggung pertunjukan pada ’70-an. Salah satu singel mereka, Chiquitita, menjadi lagu duta untuk UNICEF pada saat itu.

Koleksi ABBA Dilelang

Andien

Stockholm – Rekaman langka ABBA terjual seharga 6.600 dolar Amerika Serikat (Rp 67 juta) dalam lelang berbasis online koleksi tentang grup pop lawas Swedia. Thomas Nordin, kolektor segala hal tentang grup yang dikenal lewat berbagai hits termasuk Dancing Queen, Fernando, dan Mamma Mia itu telah menawarkan 25.000 barang untuk dijual. Satu singel maksi edisi terbatas yang diproduksi pada 1981 dalam rangka ulang tahun

ke-50 manajer mereka, Stig Anderson, terjual seharga Rp 65 juta, hampir dua kali harga aslinya. Singel tersebut hanya diproduksi sebanyak 200 keping. “Luar biasa, saya terkejut!,” kata Nordin pada AFP. Koleksi Nordin dimulai sejak 1974, ketika ABBA melejit ke dunia internasional setelah memenangi kontes Eurovision dengan lagu Waterloo. Nordin, penggemar ABBA yang saat itu berusia sembilan tahun, telah mengoleksi barangbarang langka dan pernakpernik tidak biasa dari seluruh

penjuru dunia, seperti sabun dan boneka langka ABBA, koleksi kliping dan buku, serta poster asli. Sabun langka terjual seharga Rp 6,2 juta. Nordin tetap menyimpan tiga barang yang tidak memakan tempat, termasuk kartu pos yang ditandatangi empat anggota ABBA, yaitu Agnetha Faeltskog, Bjoern Ulvaeus, Anni-Frid Lyngstad and Benny Andersson. Barang-barang yang tidak terjual akan kembali dilelang di kesempatan lain dengan harga yang lebih murah walau

rumah lelang yakin itu semua bisa menembus di atas 126.000 dolar Amerika Serikat. ABBA mendominasi lantai disko pada dasawarsa ’70-an dengan kostumnya yang gemerlapan, aksi panggung memikat, dan atmosfer musik yang pas, sebagaimana pada Winner Takes It All, Money, Money, Money, dan Take a Change On Me. Mereka bubar pada 1983 dan mereka terlanjur bersumpah tidak akan pernah reuni di panggung lagi. (ant/bali post)

Pariwisata Loteng Terkendala Fasilitas Penginapan Praya (Suara NTB) Perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dari waktu ke waktu terus menunjukkan progress yang menggembirakan. Bahkan perkembangan pariwisata Loteng boleh dikatakan cukup pesat. Namun sayang, pesatnya pertumbuhan pariwisata tersebut nyatanya belum diimbangi dengan penyediaan sarana dan faslitas penunjang, khususnya fasilitas penginapan. “Terus terang, salah satu kendala utama kita dalam hal pariwisata ialah masih minimnya fasilitas penginapan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng, H.L. Putrie, kepada Suara NTB, Selasa (13/8) kemarin. Diakuinya, sampai sejauh ini jumlah kamar penginapan yang tersedia di kawasan wisata, khusus di wilayah selatan baru sekitar 700 kamar. Itu

sudah termasuk fasilitas kamar berbintang sampai kamar kelas melati. Akibatnya, para wisatawan yang datang sering kali tidak kebagian kamar. Apalagi pada musim liburan seperti sekarang. Dimana hampir seluruh hotel berbintang hingga melati, sudah penuh. Imbasnya, banyak wisatawan yang kemudian memilih menginap di luar Loteng. “Bisa dipastikan, pada peak season sep-

George Lucas Sambut Kelahiran Putrinya Los Angeles – Pembuat “Star Wars” George Lucas dan istrinya Mellody Hobson resmi menjadi orangtua dari seorang bayi perempuan yang lahir melalui ibu pengganti, demikian diungkapkan juru bicaranya pada Senin. Everest Hobson Lucas lahir pada 9 Agustus dan merupakan anak biologis pertama bagi Lucas (69) dan Hobson (44). Seperti dikutip Reuters, Lucas memiliki tiga anak adopsi, yaitu Amanda (32), Katie (25), dan Jett Lucas (20). Lucas menikah dengan Hobson, presiden Ariel Envestments, di California pada Juni tahun ini. Sutradara Steven Spielberg, Francis Ford Coppola, dan Ron Howard menjadi beberapa dari tamu yang diundang. Ini adalah pernikahan kedua bagi Lucas yang sebelumnya menikah dengan editor film pemenang Oscar Marcia Lou Griffin dari 1969 hingga 1983. (ant/bali post)

Fall Out Boy akan Manggung di Jakarta

st) (Suara NTB/i

Jakarta (Suara NTB) Band Pop-Punk asal Amerika, Fall Out Boy, akan tampil di Jakarta pada 19 Oktober mendatang dalam rangka tur Save Rock and Roll. Band yang terdiri atas Patrick Stump (rhythm guitar dan vokal), Pete Wentz (bass), Andy Hurley (drums) and Joe Trohman (lead guitar) itu akan tampil dalam konser di Skenoo Hall Exhibition Hall Gandaria City Jakarta, demikian menurut siaran pers dari promotor, BigDaddy Entertainment. Band yang terbentuk tahun 2000-an itu telah merilis empat album sepanjang 2003-2008, antara lain Take This To Your Grave (2003) serta The Cork Tree (2005 ) dengan single andalan seperti “Sugar, We’re Going Down” dan “Dance, Dance” yang kemudian meraih double-platinum. Selain itu mereka merilis album Infinity on High (2007) dengan hits “This Ain’t a Scene, It’s an Arms Race”, “Thanks For the Memories” dan “Golden”, serta album Folie a Deux (2008). Setelah tiga tahun vakum, mereka merilis album terbaru Save Rock and Roll pada 4 Februari 2013 dan mengumumkan rencana tur ke Amerika, Eropa, dan Asia. Tiket konser band itu dijual mulai harga Rp750.000 per lembar melalui outlet resmi myticket. Tiket pre-sale dijual online dan melalui Myticket outlet mulai 20 Agustus dengan harga Rp600.000 per lembar. Penjualan tiket normal dilakukan sejak 27 Agustus. (ant/bali post)

erti sekarang ini, seluruh penginap di kawasan wisata sudah penuh,” sebutnya. Sehingga ketika mendengar kabar ada wisatawan yang sampai harus menginap di rumah warga, pihaknya mengaku cukup miris. Melihat minat wisatawan yang datang begitu besar, namun belum mampu diimbangi dengan ketersediaan sarana penginapan yang cukup. Yang tentunya juga cukup berimbas pada minat wisatawan untuk datang kembali. Pun demikian, Putrie mengaku kalau persoalan minimnya sarana penginapan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai satu persoalan. Tetapi justru pihaknya memandang hal itu sebagai sebuah peluang besar. Yang seharusnya, mampu ditangkap oleh masyarakat dan para pelaku

wisata di daerah ini. “Kalau bicara persoalan, ini memang salah satu kendala. Sekaligus peluang bagi masyarakat secara luas,” tegas Putrie. Untuk itu, guna menjawab peluang tersebut pihaknya tengah menggodok adanya kampung wisata. Dimana konsep dari kampung wisata ini, yakni bagaimana kemudian memberdayakan warga sekitar kawasan wisata. Untuk bisa menyediakan sarana penginapan bagi wisatawan, dengan memanfaatkan rumah yang dimilikinya. Dengan cara masyarakat membentuk kelompok-kelompok yang kemudian menyediakan penginapan bagi wisatawan. “Jadi nanti warga sekitar membentuk kelompokkelompok untuk kemudian mengembangkan rumahnya sendiri sebagai tempat

penginapan bagi wisatawan,” jelasnya. Sarana penginapan yang disiapkan tidak perlu mewah. Yang penting kebersihannya terjaga, serta ada fasilitas kebersihan yang memadai. Mengingat tidak semua wisatawan, terutama wisatawan asing yang suka dengan fasilitas mewah. Banyak juga yang lebih sedang dengan kesederhanaan dan keaslian kehidupan lokal. Kalau konsep tersebut bisa berjalan, maka pihaknya yakin persoalan minimnya fasilitas penginapan di kawasan wisata akan bisa terjawab. Dengan begitu, masyarakat juga bisa memperoleh dampak langsung dari keberadaan wisatawan di daerahnya. “Saat ini konsep kampung wisata perlahan mulai kita suarakan ke warga sekitar kawasan wisata,” timpal Pria asal Pujut ini. (kir)

Persiapan Lebaran Topat di Loang Baloq

Pemkot Siapkan Acara Ritual Adat Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah menetapkan dua lokasi yang akan dijadikan pusat perayaan Lebaran Topat tahun ini. Dua lokasi itu masing-masing makam Loang Baloq dan Makam Bintaro. Di dua lokasi inipun sudah nampak sejumlah persiapan. Ketua panitia perayaan Lebaran Topat di Makam Loang Baloq, sekaligus Sekretaris Camat (Sekcam) Sekarbela, Kota Mataram, Ahmad Wajdi saat ditemui Suara NTB (13/8) di sela-sela kunjungannya ke Makam Loang Baloq, mengatakan, untuk konsep pelaksanaan sampai sejauh ini sudah mencapai 100 persen. Tetapi untuk pengerjaan dan persiapan fisik-

nya akan dimulai hari ini. Pada pelaksanaan Lebaran Topat kali ini, selaku panitia ia sudah mempersiapkan berbagai acara baik dalam bentuk ritual adat warga, maupun dalam bentuk hiburan-hiburan. ‘’Untuk konsep acarnya sendiri, panitia akan menyiapkan panggung hiburan, nanti akan ada berbagai hiburan untuk menghibur para pengunjung yang datang. Selain itu, akan tampil pula tarian-tarian islami dan zikir zaman dari Jempong untuk menghibur warga. Selain itu, akan ada acara ngurisang (cukur rambut) massal yang keseluruhan pesertanya berasal dari seluruh warga se-Kecamatan Sekarbela,’’ demikian Ahmad Wajdi. Disinggung mengenai keamanan, dirinya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian

menjelang perayaan Lebaran Topat. Untuk kegiatan ini, kami melakukan kerjasama dengan beberapa pihak. Salah satunya dengan operator seluler. Ditambahkan Lurah Karang Pule A. Taufiqurrahman yang ikut dalam rombongan tersebut untuk kesiapan Lebaran Topat ini, setiap lingkungan akan menyiapkan masing-masing satu dulang untuk dilombakan. Sedangkan untuk setiap kelurahan masingmasing menyiapkan lima dulang. Tradisi perlombaan dulang ini dilaksanakan tiap tahun pada saat Lebaran Topat di Makam Loang Baloq ini, kemudian dirangkaikan dengan acara ngurisang (cukur rambut) semua warga se-Kelurahan Sekarbela. (dys)

Kris Biantoro Tutup Usia

Jakarta (Suara NTB) “Dari tanah kembali ke tanah… dari abu kembali ke abu…” Demikianlah kisah akhir perjalanan hidup seorang seniman, penghibur (entertainer) tiga masa, dan artis serba bisa, sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia, bernama Kris Biantoro. Puluhan tahun dalam perjuangan melawan penyakit dan komplikasi ginjalnya, akhirnya dia harus menyatakan menyerah pada kehendak Penciptanya, di rumah pribadinya, Kompleks Bumi Permai Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa siang ini. Dia menghembuskan nafas terakhir kali untuk selama-lamanya dalam keadaan duduk, di depan sangkar-sangkar burung klangenan kegemaran lelaki kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 17 Maret 1938 ini. Masa kejayaan program siaran hiburan TVRI pada pertengahan ’70-an hingga ’80-an. Mana Suka Siaran Niaga, adalah salah satu programa yang cukup laku ditonton walau isinya iklan 100 persen; maklum, belum ada alternatif stasiun televisi pada saat itu. Kris Biantoro, sering tampil di layar kaca mengucapkan slogan salah satu sabun cuci ternama waktu itu. Bukan cuma mengucapkan, karena bahasa tubuh dan sorotan mata dari wajah dengan sisiran rambut rapinya sudah mampu menjadi duta sekaligus ikon tersendiri bagi publik. Restoran Ramayana di Hotel Indonesia, juga masih basah dengan tapak-tapak kaki aktor serba bisa beristrikan perempuan Viet Nahm, Maria Nguyen Kim Dung. Maria dia jumpai saat menjadi seorang staf diplomat Fall Out Boy di Kedutaan Indonesia di Canberra. Jadi, Kris

Jennifer Lawrence

Saya Tahu akan Jadi Terkenal

Kris Biantoro

Biantoro muda sempat menjadi diplomat! Restoran ini pada masa keemasannya menjadi arena pengesahan dan pengakuan kebolehan artis nusantara mana saja. Sebut: Ireng Maulana, Bubbby Chen, Jack Lesmana, Broery Pesolima, Titiek Puspa, Emilia Contessa, dan lain-lain. Mereka tetap dikenang hingga saat ini, karena proses “seleksi alam” pada masa-masa itu masih alami. Yang terbaik, yang bertahan. Satu yang sedikit bertahan adalah Kris Biantoro. Dia juga membagi kebolehan dan pengalamannya menghibur pemirsa melalui sekolah pemandu acara. “Merdeka…” dengan tangan menggenggam, wajah serius dan senyum yang susah diartikan. Cara dia mengucap salam saban berjumpa penggemar, membuka atau mengakhiri acara. Dia konsisten dengan gayanya itu. (ant/bali post)

PADA usia 22 tahun, Jennifer Lawrence sudah menjadi aktris pemenang Oscar dan berperan dalam film-film Hollywood, namun rupanya dia sudah punya intuisi bahwa ia akan menjadi orang terkenal. Dalam wawancara dengan majalah Vogue, dia mengaku sudah merasa akan jadi terkenal saat masih belia dan tumbuh besar di Kentucky. “Sejak kecil, saya sudah tahu apa yang saya inginkan. Saya akan jadi seorang ibu dan seorang dokter, dan tinggal di Kentucky,” kata dia seperti dikutip dari laman Mail Online. “Tapi saya selalu tahu bahwa saya akan jadi terkenal. Demi Tuhan saya tidak tahu bagaimana lagi mendeskripsikannya. Saya biasa berbaring di kasur dan membayangkan, ‘Apakah saya akan bekerja di televisi lokal? Apakah saya akan jadi pembicara motivasi,’’ terangnya. Meskipun begitu, tidak semuanya berjalan mulus bagi pemeran Katniss Everdeen dalam sekuel “Hunger Games”, yaitu “Catching Fire” yang tayang November mendatang. “Saya orang yang aneh,” ungkapnya mengenai masa kecilnya. “Saya bukannya dikerjai anak-anak lain. Saya juga tidak lebih pintar dari anak lain. Itu bukan alasan mengapa saya tidak cocok dengan dengan lingkungan sekitar. Saya hanya tidak suka studi wisata. Pesta-pesta membuat saya tidak nyaman,” imbuhnya. Akhir-akhir ini, ketenaran Lawrence yang meroket pun membuatnya merasa kewalahan. “Tiba-tiba, seisi dunia tahu segalanya tentang saya. Dan saya tidak merasa nyaman dengan hal itu. Sesimpel itu. Saya hanyalah manusia normal dan saya belum terbiasa untuk merasakan bahwa inilah normal yang baru untuk saya,” katanya. (ant/bali post)


SUARA NTB Rabu, 14 Agustus 2013

SUARA NUSANTARA

Halaman 11

Polisi Tunjukkan Tersangka Pembunuh Fransisca Yovie Bandung Polisi mengekspose dua tersangka pembunuh manajer perusahaan pembiayaan Fransisca Yovie atau Sisca di Aula Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung. Tersangka berinisial W dan A dihadirkan dalam gelar perkara pada Selasa petang. Mereka mengenakan baju oranye, celana pendek hitam dan kupluk hitam. Kedua tersangka, yang ditangkap beberapa hari lalu, menerangkan kronologis penjambretan pada Senin (5/ 8) yang mengakibatkan korban Sisca meninggal dunia. Dalam gelar perkara itu, polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti seperti baju milik Sisca, dompet, sepeda motor yang digunakan tersangka, telepon genggam, baju para tersangka saat beraksi, sepatu korban, mobil Nissan Livina milik korban, serta notebook milik korban. Polisi masih mencari barang bukti lainnya seperti tas milik korban, golok milik tersangka, serta beberapa baju milik tersangka. “Pengembangan sementara korban tewas akibat aksi perampasan dan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kedua tersangka dijerat dengan pasal 365 KUH Pidana dan 338 KUH Pidana” kata Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Sutarno. Soal isu hubungan korban dengan seorang perwira polisi di Polda Jawa Barat, ia mengatakan polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keterkaitan perwira menengah itu dengan tersangka A dan W, maupun empat tersangka lainnya yang menjadi penadah ponsel milik korban. “Sejauh pengembangan kasus ini tidak ada kaitan antara perwira itu dengan tersangka penjambretan, kalau ada keterkaitannya harus dibuktikan dan harus ada faktanya,” kata Sutarno. (ant) (ant/Balipost)

Presiden Anugerahkan Tanda Jasa 28 Tokoh Bangsa Jakarta (Suara NTB) Dalam rangkaian peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus ke-68, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono menganugerahkan Bintang Tanda Jasa kepada 28 tokoh terbaik bangsa dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI, di Istana Negara, Selasa (13/8) pukul 14.30 WIB. Di antara ke-28 tokoh yang menerima bintang tanda jasa itu, terdapat 8 (delapan) orang anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang memperoleh Bintang Mahaputra Adipradana, yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mendikbud M. Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatrif Mari Elka Pangestu. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, dasar dari pemberian penghargaan tersebut karena Presiden menilai kedelapan Menteri itu telah membantunya secara maksimal dalam menyelenggarakan pemerintahan. “Mereka dinilai telah memberikan kontribusi dan berjasa terhadap masyarakat Indonesia,” tutur Julian di Istana Negara, Selasa (13/8). Julian menjelaskan, pemberian gelar kepada para menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun Presiden tidak serta merta memberikan penghargaan kepada menterinya tanpa pertimbangan. Ada sejumlah pertimbangan Presiden sehingga memutuskan memberikan penghargaan kepada mereka. (ant/Bali Post)

Harus Dibuat Pusat Pertumbuhan Ekonomi Selain Jakarta Jakarta (Suara NTB) Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menyatakan, agar segera dibuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi selain Jakarta sehingga ekonomi bisa lebih merata sekaligus mencegah urbanisasi. Inilah cara paling efektif mencegah urbanisasi. Pemerataan tersebut bisa dilakukan seperti mendorong investasi dan putaran uang di daerah-daerah selain di Jakarta. Jakarta sebagai ibukota negara merupakan kota yang paling “ketiban pulung” atas arus urbanisasi. Pada masa pemerintahan Sutiyoso di Jakarta, diperkirakan 200.000 urbanis tanpa keahlian mendatangi Jakarta saban akhir Lebaran alias pada arus balik. Skenario besar pemerataan pembangunan belum dilakukan secara baik, karena pertumbuhan ekonomi lebih menjadi fokus yang memesona. “Kemudian buat pusat pertumbuhan enggak cuma di Jakarta saja, tapi itu kewenangan pemerintah pusat bukan saya,” kata Jokowi, di Jakarta, Selasa. Namun untuk mengatasi arus urbanisasi, Jokowi menyebutkan, dirinya masih akan menggunakan jurus, di antaranya program Bina Kependudukan, ke masing-masing Rukun Tetangga dan Rukun Warga “Sosialisasi ke RT/RW dulu untuk jangan bawa keluarga,” katanya. Bina Kependudukan tersebut, diakui Jokowi, bukan sebagai langkah jitu untuk mengurangi arus masuknya warga ke DKI Jakarta. “Makanya saya mau lihat apakah ini efektif atau enggak,” katanya. Sebelumnya Jokowi menyebutkan bahwa operasi yustisi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak efektif dalam mengurangi arus urbanisasi. Dia bahkan melanjutkan bahwa operasi yustisi tersebut hanya menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta. (ant/bali post)

(ant/Bali Post)

TANAH ABANG - Suasana Jalan Kebon Jati dengan wajah baru bersih dan rapi seusai penertiban PKL, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/8). Pemprov DKI Jakarta memindahkan PKL ke gedung Blok G Tanah Abang dengan menggratiskan selama 6 bulan biaya sewa.

MUMI - Warga Suku Dani membawa Mumi (jenazah yang diawetkan) Wim Motok Mabel kembali ke dalam Honai (rumah adat Papua) usai diperlihatkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Jiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/8). Mumi Wim Motok Mabel yang telah berusia sekitar 278 tahun ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan tengah Papua.

42 Anggota FPI Jadi Tersangka Bentrok di Lamongan Surabaya (Suara NTB) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan 42 anggota Front Pembela Islam (FPI) Paciran menjadi tersangka kasus bentrok antara anggota FPI dan warga di Paciran, Lamongan, pada Senin (12/8) lalu. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono, di Surabaya, Selasa sore, polisi juga menetapkan lima warga Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Lamongan, sebagai tersangka dalam kasus bentrokan itu. Bentrokan itu dipicu oleh kegiatan penyisiran yang dilakukan anggota FPI di penyewaan playstation di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, pada 8 Agustus 2013.

Sebelumnya Awi menjelaskan, selama penyisiran anggota FPI menganiaya beberapa orang di tempat persewaan playstation. Tindakan itu membuat warga Blimbing pada 11 Agustus melakukan pembalasan kepada anggota FPI yang menganiaya rekan mereka. Dan pada 12 Agustus, anggota FPI mencari orang yang menganiaya rekan mereka di Dusun Dengok, Desa Kandang Semangkon, Keca-

matan Paciran. Mereka kemudian melakukan perusakan dan melukai satu orang. Bentrokan antara warga dan anggota FPI di Lamongan mengakibatkan tiga orang mengalami luka bacok dan beberapa sepeda motor rusak. Polisi menyita sejumlah senjata termasuk pedang, parang, celurit, pisau, besi batangan, balok kayu, dan badik dari orang-orang yang terlibat bentrok. (ant/bali post)

Kapolri Didesak Usut Penembak Polisi Jakarta (Suara NTB) Rentang waktu satu bulan, tiga anggota polisi ditembak oleh orang tidak dikenal. Sampai saat ini titik terang siapa pelaku penembakan belum satu pun terungkap. “Saya mendesak Kapolri untuk memberi perhatian khusus terkait penembakan terhadap tiga anggotanya. Kapolri harus usut tuntas, jangan dianggap sepele. Saya menilai aparat kepolisian ditembak ini pasti pelakunya teror-

ganisir, dan menggunakan senjata adalah kejahatan yang terencana,” kata anggota Komisi III DPR RI, Taslim Chaniago di Jakarta, Selasa. Taslim menegaskan, jika aparat kepolisian mudah ditembak dan pelakunya bebas berkeliaran, bisa menimbulkan preseden buruk kepada rakyat. “Kalau polisi yang fungsinya melindungi dan mengayomi rakyat mudah diterjang timah panas, bagaimana pula dengan rakyat sendiri nantinya,”

ujar Taslim. Politisi dari PAN ini mendesak Kapolri Jenderal Timor Pradopo yang akan berakhir masa tugasnya untuk menjadikan kasus ini prioritas utama. Taslim juga menolak kalau penembakan tiga anggota Polri itu ada kaitannya dengan suksesi Kapolri. “Saya tidak melihat ada korelasinya ke situ. Ini murni kejahatan yang diarahkan ke aparat institusi negara,” ujarnya. (ant/bali post)

Biaya Politik 2014 Diperkirakan Naik 100 Persen Pamekasan (Suara NTB) Anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan, Madura, Suli Faris memperkirakan, biaya politik pada pemilu legislatif 2014 meningkat hingga 100 persen. “Peningkatan biaya politik yang sangat tinggi ini terjadi, karena kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat cenderung menurun akibat prilaku korupsi sebagian oknum,” kata Suli Faris, Selasa. Berbagai kasus dugaan penyimpangan yang dilakukan wakil rakyat di sejumlah daerah dan menjadi sorotan media, menyebabkan masyarakat kurang percaya kepada anggota legislatif. Sehingga, sambung dia, masyarakat menganggap bahwa legislatif hanya mengejar keuntungan semata, memperkaya diri dan banyak melakukan tindak pidana korupsi. “Makanya pada pemilu legislatif 2014 nanti, pilihan masyarakat kemungkinan hanya akan dijatuhkan pada mereka yang bisa membayar, sehingga dengan demikian, jelas biaya politik akan sangat tinggi,” katanya menjelaskan. Dia mengandaikan jika pada pemilu legislatif 2009 biaya politik hanya Rp150 juta bagi anggota DPRD di wilayah itu yang terpilih, maka pada pemilu legislatif 2014 nanti

(ant/Bali Post)

TERSANGKA FPI - Sejumlah tersangka kerusuhan dari Front Pembela Islam (FPI) Lamongan, digiring anggota Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimobda Jatim, usai pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim, Surabaya, Selasa (13/8).

Tak Ada ”Money Politics” di Konvensi Capres Demokrat Jakarta (Suara NTB) Sekretaris Komite Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat, Suaidi Marasabessy memastikan bahwa tidak ada money politics (politik uang) dalam konvensi Partai Demokrat. “Penentu siapa peserta yang lolos dari konvensi adalah melalui survei atau polling kepada masyarakat. Masyarakat lah yang menentukan siapa Capres yang akan diusung Partai Demokrat, bukan petinggi ataupun orang yang memiliki pengaruh di Partai Demokrat,” kata Suadi di Jakarta, Selasa. Komite Konvensi, katanya, hanya menjaga agar tidak ter-

jadi politik uang, yaitu melalui kode etik yang ditandatangani semua peserta konvensi. Suadi juga menyampaikan, ada beberapa kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta agar lolos menjadi peserta konvensi. “Tapi ada juga persyaratan tambahan, misalnya harus tanda tangan pakta integritas, termasuk kode etik didalamnya. Kalau dia pengurus partai lain, maka harus non aktif dari jabatan struktural. Dan syarat lainnya yang menyangkut kompetensi, kemampuan, punya jaminan manajemen diri, dan keberpihakan pada rakyat,” kata Suaidi. (ant/bali post)

Cegah KKN

Seleksi CPNS 2013 Wajib Gunakan Sistem Komputer

(Suara Ntb/ist)

ANTI POLITIK UANG- Sejumlah remaja menunjukkan selebaran anti politik uang di Alun-alun Kota Madiun, Jatim, Selasa (25/6). Jelang Pilkada Kota Madiun sejumlah seniman di Kota Madiun menggelar gelar budaya dan deklarasi anti korupsi dan politik uang agar tercipta suasana Pilkada Kota Madiun pada Agustus 2013 yang kondusif. bisa menjadi Rp300 juta atau bahkan bisa lebih. “Sebab suara masyarakat saat ini hanya akan memilih apabila ada uang,” kata Suli yang juga Ketua Komisi A DPRD Pamekasan ini menjelaskan. Kasus dugaan korupsi yang banyak menyita perhatian masyarakat pemilih di Pamekasan ialah kasus

dugaan korupsi proyek Hambalang, dan proyek pengadaan Al Quran, serta kasus daging sapi impor. “Meskipun pelakunya anggota DPR pusat, akan tetapi anggota legislatif di daerah kan tetap menerima imbasnya. Kami di daerah dianggap sama oleh masyarakat,” kata Suli Faris menjelaskan. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) Terkait dengan rencana pemerintah merekrut sekitar 60.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum pada September mendatang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar menegaskan, bahwa pelaksanaan seleksi dilakukan secara kombinasi, yaitu dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) atau dengan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK). “Dalam rangka menjamin pelaksanaan seleksi CPNS yang kompetitif, obyektif, transparan dan bebas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta tidak dipungut biaya, Pemerintah bertekad untuk tetap menerapkan sistem (CAT) dalam setiap pelaksanaan seleksi CPNS,” kata Azwar Abubakar dalam Surat Edaran

yang dikirimkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah, tertanggal 29 Juli 2013 lalu. Ditegaskan Menteri PANRB, pelaksanaan seleksi CPNS dari pelamar umum 2013 di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Provinsi diharapkan telah menggunakan sistem CAT, demikian juga bagi Kabupaten/Kota yang sudah siap. Sedang pada tahun 2014 dan seterusnya, pelaksanaan seleksi CPNS dari pelamar umum di seluruh wilayah tanah air wajib menggunakan sistem CAT. Melalui surat tersebut, Menteri PAN-RB Azwar Abubakar meminta para Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menyiapkan sarana guna mendukung pelaksanaan sistem CAT sebagaimana dimaksud. (ant/bali post)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Rabu, 14 Agustus 2013

Angkutan Super Cepat ”Hyperloop” 1.220 Km/Jam California Rancangan sistem angkutan super cepat di California yang diberi nama “Hyperloop” diungkap pada Senin oleh pengusaha dan penciptanya, Elon Musk. Seperti dikutip dari AFP, Hyperloop mengangkut penumpang dalam ruang berbentuk kapsul dengan laju mendekati kecepatan supersonik. Musk yang mengepalai pembuatan mobil listrik Tesla Motor dan pesawat ruang angkasa swasta SpaceX, mengeluarkan dokumen setebal 57 halaman berisi penjelasan proyek kendaraan yang bakal menghubungkan Los Angeles dan San Fransisco hanya dalam waktu 35 menit. “Hyperloop terdiri atas pipa bertekanan rendah berisi kapsul-kapsul (ruang penumpang) yang akan melaju dengan kedua kecepatan rendah dan tinggi di sepanjang lorong pipa,” tulis dokumen tersebut. “Kapsulnya disangga oleh suatu bantal udara dengan ruang udara yang dimampatkan dan diangkat secara aerodinamik.” Musk mengatakan tidak berencana membangun sistem tersebut namun menawarkan sumber-sumber rancangan secara terbuka untuk dapat diteruskan oleh pihak lain. Sistem ini mampu menghasilkan kecepatan laju kendaraan hingga 1.220 kilometer per jam. Musk menyebut sistem ini berada di antara “concorde dan kereta peluru dan suatu meja hockey udara.” Sistem ini bisa digambarkan mampu menghubungkan dua kota besar di California, sehingga menurut Musk akan lebih eknomis untuk menghubungkan jalur yang berjarak sekitar 1.500 kilometer. Selain SpaceX dan Tesla, Musk yang lahir di Afrika Selatan namun memiliki kewarganegaraan Amerika - bermain dengan hati-hati atas SolarCity, suatu perusahaan pembuat panel surya untuk rumah tangga dan perusahaan.nak. (ant/Balipost)

Pengadilan Cina Hukum Mati Dua ”Teroris” Beijing -

Sebuah pengadilan di Xinjiang, Cina, menjatuhkan hukuman mati pada dua orang dan penjara seumur hidup pada satu terdakwa karena kekerasan mematikan di wilayah barat itu. Sebelumnya, sebanyak 21 orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan penduduk di wilayah itu pada April, yang melibatkan penggunaan kampak, pisau dan sedikitnya satu senapan serta mengakibatkan satu rumah dibakar, yang disebut pihak berwenang sebagai “serangan teroris”. Pemerintah sering menyalahkan separatis muslim atas kerusuhan yang terjadi di kawasan tersebut, lapor Reuters. Pengadilan di kota Kashgar, Xinjiang selatan, menyatakan bahwa kelima terdakwa, yang semuanya tampaknya orang Uighur, bersalah atas kejahatan yang mencakup terorisme dan pembunuhan yang disengaja, kata pemerintah

Xinjiang dalam pernyataan di situs beritanya, www.tianshannet.com. Pemerintah Xinjiang tidak menyebutkan nama kelompok yang bertanggung jawab atas kekerasan itu, namun China menyalahkan insideninsiden sebelumnya di Xinjiang pada separatis muslim yang ingin mendirikan negara merdeka Turkestan Timur. Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, mengatakan sebelumnya, kekerasan itu disulut oleh penembakan dan pembunuhan seorang pemuda Uighur oleh personel bersenjata China, yang membuat orang-orang Uighur melakukan pembalasan. Pada Juli 2009, ibu kota Xinjiang, Urumqi, menjadi

lokasi bentrokan antara mayoritas Han dan minoritas Uighur yang menewaskan hampir 200 orang. Pada akhir Juni, 35 orang tewas dalam letusan kekerasan lain. Kekerasan yang dialami orang Uighur pada 2009 telah menimbulkan gelombang pawai protes di berbagai kota dunia seperti Ankara, Berlin, Canberra dan Istanbul. Orang Uighur berbicara bahasa Turki dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan adalah yang paling keras melontarkan kecaman dan menyebut apa yang terjadi di Xinjiang sebagai “semacam pembantaian”. Orang-orang Uighur di pengasingan mengklaim bahwa pasukan keamanan China be-

reaksi terlalu berlebihan atas protes damai dan menggunakan kekuatan mematikan. Delapan juta orang Uighur, yang memiliki lebih banyak hubungan dengan tetangga mereka di Asia tengah ketimbang dengan orang China Han, berjumlah kurang dari separuh dari penduduk Xinjiang. Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan paling rawan politik dan di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Beijing tidak ingin kehilangan kendali atas wilayah itu, yang berbatasan dengan Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan dan India, dan memiliki cadangan minyak besar serta merupakan daerah penghasil agas alam

terbesar China. Namun, penduduk minoritas telah lama mengeluhkan bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah, sambil membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri. Beijing mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang paling buruk di kawasan tersebut dalam beberapa tahun ini, merupakan pekerjaan dari kelompok-kelompok separatis di luar negeri, yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas Muslim Uighur. Kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan hasil dari amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han. (ant/bali post)

Mesir Perpanjang Penahanan Moursi Kairo Lembaga peradilan Mesir pada Senin menetapkan bahwa penahanan presiden terguling Mohammed Moursi diperpanjang. Sementara itu, para pendukung Moursi berpawai di jalanjalan di Kairo, menentang berakhirnya ultimatum yang dijatuhkan pemerintah untuk membongkar kemah-kemah yang mereka dirikan untuk berunjuk rasa. Badan peradilan mengatakan pihaknya memperpanjang penahanan Moursi untuk 15 hari berikutnya terkait berlangsungnya penyelidikan terhadap dugaan kerja sama Moursi dengan Hamas, kelompok Islamis yang menguasai Gaza. Moursi, yang digulingkan oleh militer pada 3 Juli lalu, dijebloskan ke tahanan pada 26 Juli karena kaitannya dengan kelompok militer, demikian laporan AFP. Ia akan menjalani pemeriksaan tentang apakah ia bekerja sama dengan Hamas dalam serangan-serangan terhadap kantor-kantor polisi dan pembobolan penjara pada awal tahun 2011, yaitu ketika para tahanan Islamis dan politik kabur saat terjadinya revolusi yang mendepak orang kuat Mesir, Hosni Mubarak. Pada 23 Juni, pengadilan mengatakan warga-warga militan Hamas membantu kaburnya para tahanan. Pada saat itu, Moursi, yang menjabat sebagai pemimpin senior Persaudaraan Muslim, mengatakan kepada sebuah stasiun televisi bahwa warga-warga setempat Mesirlah yang membantu kaburnya para tahanan. Di jalan-jalan di Kairo, ratusan pengunjuk rasa melambailambaikan bendera Mesir dan mengusung foto Moursi melintasi wilayah pusat Ramses sementara ketegangan muncul karena ancaman penumpasan oleh pihak berwenang. Pemerintahan sementara yang dibentuk oleh militer Mesir telah mengulang-ulang peringatan agar para pendukung Moursi pimpinan Persaudaraan Muslim yang berada di kemah-kemah di ibu kota untuk segera membongkar perkemahan —yang dipasang dalam aksi protes. Sebagai imbalan untuk mengakhiri protes mereka, pemerintah menawarkan Persaudaraan Muslim untuk dapat kembali ke dunia politik. Dengan tewasnya lebih dari 250 orang dalam bentrokan sejak Moursi digulingkan dan ditahan, pihak berwenang mengatakan mereka bertekad untuk menghindari lebih banyak pertumpahan darah. “Kami akan mengambil serangkaian langkah bertahap. Sepanjang itu, kami akan umumkan setiap langkah,” kata jenderal kementerian dalam negeri. Para pendukung Moursi menyerukan agar protes kembali dilakukan pada hari Selasa setelah sebelumnya berdemonstrasi untuk menuntut pengembalian Moursi ke kursi jabatannya dan mengutuk militer. Pejabat tinggi Persaudaraan Muslim, Farid Ismail, mengatakan dalam jumpa pers, “Kami ingin menyampaikan pesan kepada para pemimpin kudeta: rakyat Mesir bersikeras untuk meneruskan revolusi kami. Dan rakyat akan bersikeras untuk memenuhi seluruh lapangan. Pemerintahan sementara telah membuat peta jalan politik bagi peralihan di Mesir. Peta jalan itu merencanakan penyelenggaraan pemilihan umum yang baru pada tahun 2014. (ant/bali post)

(Suara NTB/ant)

MELEDAK - salah satu titik pengeboran minyak di Irak. Namun kini aktivitas pengeboran terganggu akibat pengiriman minyak ke Turki terhenti diserang para gerilyawan.

Ekspor Minyak Irak Terhenti Akibat Serangan Gerilyawan Kirkuk, Irak Para gerilyawan, Selasa, membom sebuah jaringan pipa utama yang membawa minyak dari Irak utara ke Turki, menghentikan ekspor, kata pejabat senior North Oil Company. Ledakan itu terjadi di dekat kota Albu Jahash di Provinsi Nineveh, kata pejabat itu, dan menambahkan bahwa produksi masih berlanjut, namun minyak itu kini disim-

pan bukan diekspor. Perbaikan pipa diperkirakan akan memakan waktu antara satu sampai tiga hari, kata pejabat tersebut, demikian laporan AFP. Pipa sepanjang 970-kilometer (600 mil) itu membentang dari pusat minyak utara Irak, Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan di pesisir Mediterania Turki. Terjadi puluhan serangan terhadap saluran pipa minyak tahun ini, sehingga menggang-

gu ekspor minyak. Juru bicara kementerian perminyakan Assem Jihad mengatakan awal bulan ini, bahwa Irak bermaksud untuk membangun jaringan pipa baru dari Kirkuk ke per-

batasan Turki, karena salah satu yang ada telah berulang kali diserang dan selain untuk meningkatkan kapasitas ekspor Irak. Irak tergantung pada ekspor minyak untuk bagian terbesar

pendapatan pemerintahnya, dan berusaha untuk secara dramatis meningkatkan penjualan di tahun-tahun mendatang untuk mendanai rekonstruksi infrastruktur yang babak belur. (ant/bali post)

Bom Bunuh Diri Tewaskan 16 Orang di Kafe Irak Samarra, Irak Serangan bom bunuh diri terhadap sebuah kafe di sebelah utara Baghdad menewaskan 16 orang, Senin, kata seorang pejabat setempat, sehari setelah kelompok Al Qaida di Irak mengklaim bertanggung jawab atas seranganserangan yang menewaskan puluhan orang. Militan melancarkan serangan terhadap kafekafe di Irak dalam beberapa pekan terakhir ini, khususnya selama bulan suci Ramadhan. Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Ramadhan, yang dimulai pekan kedua Juli dan berakhir pekan lalu dan telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak. Serangan bom bunuh diri Senin terjadi di sebuah kafe di kota Balad sekitar pukul

18.30 waktu setempat (pukul 22.30 WIB) dan juga mencederai lebih dari 35 orang, kata ketua dewan kota Faris Jaafar. Pemboman itu terjadi sehari setelah kelompok Al Qaida di Irak mengklaim serangan-serangan yang menewaskan lebih dari 70 orang pada Sabtu. Serangan itu juga terjadi beberapa pekan setelah penyerbuan terhadap penjara di dekat Baghdad yang juga diklaim oleh Al Qaida di Irak berhasil membebaskan ratusan tahanan yang mencakup militan-militan utama. Serangan-serangan di Irak meningkat tahun ini, khususnya sejak operasi keamanan 23 April di sebuah lokasi protes Arab Sunni anti-pemerintah yang menyulut bentrokanbentrokan yang menewaskan puluhan orang. Kekerasan Senin itu merupakan yang terakhir

dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya. Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang. Jumlah kematian akibat serangan-serangan di Irak melampaui 3.300 orang sejak awal tahun ini. Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008. (ant/bali post)


Snt14082013