Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SENIN, 12 MEI 2014

NOMOR 58 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

USO tak hanya terjadi di wilayah Desa Limung, tetapi juga di kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa. Kasi Pemeliharaan Tanaman Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumbawa, Usman S.P menyebutkan, data terakhir juga terjadi puso padi gogo pada lahan seluas 58 hektar di Kecamatan Maronge periode Maret-April 2014. Setelah sebelumnya kejadian yang sama juga menimpa ratusan hektar padi petani di wilayah Limung dan Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Di wilayah ini, sekitar 135 hektar padi gogo dan 265 hektar kedelai puso. Khusus di Desa Penyaring, meski petani masih bisa panen, namun, lebih dari 200 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut produktivitasnya menurun akibat kekeringan. Baca selengkapnya Liputan Khusus

di Halaman 14.

Mataram (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, menyiapkan status siaga darurat kekeringan menyusul semakin meluasnya daerah yang mengalami kekeringan di daerah ini. Sekarang, BPBD masih menunggu laporan dari kabupaten-kabupaten dengan dampak kekeringan yang menyebabkan tanaman gagal panen (puso) dan kekurangan air bersih. ‘’Secara umum, sudah ada beberapa yang menyampaikan laporan. Sedang kita rekap. Yang di Kabupaten Sumbawa itu memang mereka menyikapi surat kita dari BPBD provinsi.

TO K O H

Moratorium Pengiriman TKW ke Timteng Dilanggar

Jujur Sampaikan Data GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk jujur dalam menyampaikan data baik untuk kepentingan internal maupun eksternal. Pimpinan SKPD diminta bekerja semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan serta melibatkan masyarakat secara bersama-sama untuk mencapai targettarget pembangunan. ‘’Kalau memang ada data yang tidak baik segera sampaikan apa adanya. Bersambung ke hal 5

KO M E N TTAA R

Mataram (Suara NTB) Walau pemerintah Indonesia masih memberlakukan moratorium pengiriman TKW ke sejumlah negara di Timur Tengah, namun ada pihak tertentu yang melanggar kebijakan itu, yang bisa dikategorikan sebagai perdagangan manusia. “Kebetulan minggu lalu saya baru pulang dari Aman, Yordania, ada rapat koordinasi dengan perwakilan Afrika dan Timur Tengah. Ternyata pengiriman pembantu rumah tangga ke Libya setiap hari

ada saja,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Tatang Razak, di Mataram, Minggu (11/5). Pemerintah Indonesia memoratorium pengiriman TKW ke Arab Saudi, Yordania, Libya, Sudan, Kuwait, Syria dan Yaman, pada Juli 2011. Dia mengatakan, selain Libya, pengiriman pembantu rumah tangga ke Sudan, juga masih dilakukan pihak tertentu, meskipun moratorium masih diberlakukan. Bersambung ke hal 5

untuk status siaga darurat kekeringan itu sudah disiapkan dan ditargetkan triwulan kedua ini sudah keluar. Disamping itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini BNPB untuk memperoleh dukungan dalam menangani kekeringan itu. Jadwal kegiatan yang akan dilakukan dalam penanganan kekeringan itu sudah disusun dan dikonsultasikan ke BNPB. Dari susunan kegiatan tersebut kemudian dikonsultasikan mana yang disetujui dan mana yang tak disetujui. Bersambung ke hal 5

Kasus Suap Mantan Kajari Praya

KPK Bidik Tersangka Baru Setelah Putusan Hakim Mataram (Suara NTB) Dua berkas tindak pidana korupsi dari KPK kini sedang disidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, dengan terdakwa Direktur PT. Pantai Aan, Lusita Anie Razak dan mantan Kajari Praya, Subri, SH, MH. Tapi KPK mem-

beri sinyal, kasus suap yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) ini tidak berhenti sampai dua tersangka itu. Langkah membidik tersangka baru, setelah hakim mengeluarkan putusan untuk kedua terdakwa. Kepastian bahwa KPK tidak akan berhenti sampai

tersangka Lusita dan Subri kembali dilontarkan juru bicara KPK, Johan Budi, SP. Dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (11/5) sore kemarin, Johan tak menampik terkait langkah baru dalam menindaklanjuti kasus suap Subri tersebut. Bersambung ke hal 5

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890

Hari Ini, KPU Tetapkan Calon Terpilih Anggota DPRD NTB

TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/dok)

Bidik Pariwisata Lombok SEJUMLAH investor dari Uni Emirat Arab tertarik untuk melakukan penjajakan investasi di bidang pariwisata dan pertanian di NTB. Pasca-kondisi keuangannya membaik setelah krisis global tahun 2008/2009, PT. Emaar Properties yang batal merealisasikan investasi untuk pengembangan pariwisata di Mandalika Resort beberapa tahun lalu, kini kembali melirik potensi pariwisata NTB. Bahkan, salah satu perusahaan besar di Uni Emirat Arab sangat ingin menjajaki kerjasama dalam bidang pertanian di Indonesia. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Setelah melakukan tahap rekapitulasi dan pleno perolehan suara pemilu legislatif (Pileg), KPU NTB Senin (12/5) hari ini, akan menetapkan calon terpilih anggota DPRD NTB yang bertarung pada Pi-

leg 9 April lalu.Demikian disampaikan, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu dan Data Pemilu, KPU NTB, Suhardi Soud, ketika dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (10/5). Ditambahkannya, proses penetapan calon terpilih ini,

akan dihadiri oleh semua pimpinan atau petinggi parpol di NTB. ‘’Pimpinan partai politik sudah kami undang. Akan dihadiri juga oleh semua KPU Kabupaten/Kota dan tokoh masyarakat,’’ tambahnya. Penetapan calon terpilih ini

untuk memastikan partai dan calon yang memiliki perolehan suara tertinggi berdasarkan rekapitulasi dan pleno KPU NTB. ‘’Hasil yang akan ditetapkan juga berdasarkan apa yang telah ditetapkan oleh KPU RI di Jakarta,’’ imbuh Soud.

Terkait masalah keamanan berlangsungnya penetapan tersebut, Soud menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda NTB beberapa hari sebelum hari penetapan di Kantor KPU NTB. Bersambung ke hal 5

PHK Karyawan Newmont Berpotensi Tambah Pengangguran Terbuka

(Suara NTB/nas)

Salman Al Farisi

Kemudian mereka rapat menyikapi kekeringan itu. Sementara dari kabupaten lain belum masuk. Laporannya hari Senin besok (hari ini, Red),”terang Kepala BPBD NTB, Ir. Wedha Magma

Ardhi, M.TP dikonfirmasi Minggu (11/ 5) sore kemarin. Diprediksi, lokasi daerah-daerah yang dilanda kekeringan tahun ini tak jauh beda dengan yang terkena dampak kekeringan tahun sebelumnya. BPBD, kata Ardhi, sudah membuat konsep, upaya-upaya yang akan dilakukan dalam menangani dampak kekeringan itu. Karena kekeringan sudah mulai meluas lanjutnya, maka saat ini sudah disiapkan status siaga darurat kekeringan di NTB. Konsep surat Gubernur NTB

Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 8.000 karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jika sampai terjadi, akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah pengangguran terbuka di NTB. Sementara jumlah pengangguran terbuka saat ini (periode Februari 2014) cukup besar, mencapai 5,30 persen, naik 0,06 poin dari tahun 2013 pada periode yang sama.

DEMIKIAN diungkapkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin kepada Suara NTB di Mataram, Sabtu (10/5). Jika sampai terjadi PHK di Newmont katanya, angka pengangguran terbuka yang dirilis baru-baru ini. Wahyudin mengatakan, pemerintah daerah baik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), maupun Pemerintah Provinsi NTB harus menjembatani PT NNT dengan pemerintah pusat atas kebijakan UU Minerba tahun 2009 yang efektif diberlakukan Januari lalu. Sebab dengan tidak bisanya perusahaan tersebut melakukan ek-

spor secara langsung, maka dampaknya akan besar. ‘’Dampaknya besar terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi ketenagakerjaan ataupun royalty dan pajak-pajak lainnya,’’ katanya. Disebutkan bahwa jumlah pengangguran pada Februari 2014 mencapai 123.760 orang. Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,30 persen. Prosentase TPT Februari 2014 ini menurutnya mengalami peningkatan sebesar 0,06 poin bila dibandingkan dengan kondisi TPT Februari 2013. Terkait dengan ancaman PHK, sebelumnya, Bupati Lombok Timur (Lotim), H.Moch. Ali Bin Dachlan (Ali BD), Bersambung ke hal 5


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Wakil Walikota Minta Waktu Pemadaman Listrik Dikaji Kembali

Imbau Orang Tua Anjal UNTUK mengurangi keberadaan anak jalanan (anjal) di sekitar Jalan Airlangga, Gomong, para orang tua anjal diimbau agar lebih memperhatikan anak-anaknya sehingga tak lagi turun ke jalan meminta-minta kepada para pengendara. Disamping itu juga dilakukan upaya pembinaan melalui program Yayasan Peduli Anak (YPA). Demikian disampaikan Lurah Gomong, Muhammad Erwan kepada Suara NTB, Minggu (11/5). Erwan mengatakan pi(Suara NTB/dok) haknya secara bertahap Muhammad Erwan berusaha untuk mengurangi keberadaan anjal. Apalagi Gomong dinilai sebagai salah satu kantong anjal di Mataram. Pihaknya juga langsung melakukan sidak ke jalan-jalan atau perempatan dimana biasanya para anjal mangkal. “Itu sementara yang bisa kita lakukan,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, Erwan bersama Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram dan Kepala Lingkungan Gomong Lama menemui langsung para orang tua anjal. Setelah pertemuan itu, pihaknya berencana untuk bertemu kembali dengan Kepala Disosnakertrans untuk merumuskan formula jitu bagaimana menuntaskan persoalan anjal ini. Dalam pertemuan itu nantinya dapat diketahui penyebab atau masalah utama kenapa anak-anak kerap turun ke jalan. Dengan demikian dapat dirumuskan pemecahannya. “Kepala Disosnakertrans meminta kita mengundang orang tua yang anaknya sering keluar ke jalan,” ujarnya. Di sekitar Gomong juga direncanakan pembuatan pos pantau untuk memantau langsung keberadaan para anjal. Para orang tua juga nantinya akan menandatangani surat pernyataan jika tetap membiarkan anak-anaknya berada di jalanan, akan diberlakukan tindakan tegas. Kepala Lingkungan juga disebutkan Erwan ikut memantau keberadaan para anjal. Namun belum lama ini Kepala Lingkungan Gomong Lama yang kerap memantau di lapangan masa tugasnya berakhir. Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk mencari Kepala Lingkungan yang tegas dan punya komitmen untuk bersama-sama mengurangi anjal. Dengan berbagai langkah penanganan anjal yang telah dilaksanakan, Erwan mengatakan dari jumlah 22 anak yang sering berada di jalanan, saat ini sudah jauh berkurang. Belakangan ini anak yang sering ditemukan di jalan sekitar tiga sampai empat orang. Pihaknya bisa menentukan target kapan anjal ini dapat berkurang setelah pertemuan dengan Disosnakertrans. “Kami sifatnya hanya membackup dan membantu Disosnakertrans menuntaskan keberadaan anjal ini. Kami ingin bagaimana supaya anjal ini tuntas sama sekali. Berkuranganya tidak hanya pada saat sidak, tapi berkelanjutan,” tandasnya. (yan)

KETUA DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini mengakui rekomendasi maupun catatan-catatan strategis Dewan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban LKPJ Walikota tidak mengikat. Namun demikian, pihaknya tetap optimis apa yang menjadi catatan terhadap LKPJ yang telah disampaikan Dewan baru-baru ini dalam sidang paripurna, akan tetap dilaksanakan oleh Pemkot Mataram. Seperti diketahui, setidaknya ada sepuluh catatan strate(Suara NTB/fit) gis yang disampaikan Pansus HM. Zaini terhadap LKPJ Walikota akhir tahun anggaran 2013. Keyakinan Dewan bahwa catatan-catatan itu akan dilaksanakan eksekutif, menurut Zaini, walaupun tidak mengikat tapi secara etika Walikota sudah berkomitmen untuk melaksanakan hal-hal yang direkomendasikan Dewan dalam LKPJ tersebut. ‘’Saya kira itu jadi jaminan kita untuk kita sama-sama perbaiki ke depan,’’ cetusnya menjawab Suara NTB di kantornya, Sabtu 10/5. Dewan, demikian Zaini, akan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan catatan strategis Pansus terhadap LKPJ. Pengawasan bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. ‘’Bisa dari pembahasan anggaran, bisa pada saat pembahasan KUA PPAS ataupun nanti rapat-rapat kerja antara komisi dengan SKPD terkait,’’ terangnya. Menyinggung adanya rekomendasi Pansus terhadap LKPJ akhir tahun anggaran 2012 lalu yang beberapa itemnya belum dilaksanakan oleh eksekutif, politisi Demokrat ini mengatakan, ada perbedaan signifikan antara rekomendasi yang diberikan terhadap LKPJ akhir tahun anggaran 2012 dengan LKPJ akhir tahun anggaran 2013. Pada lkpj akhir tahun anggaran 2012 ada masalah yang cukup krusial yakni masalah aset daerah yang ditangani hingga beberapa tahun. Sedangkan masalah krusial pada LKPJ akhir tahun anggaran 2013 adalah hadirnya pasar modern di Kota Mataram. ‘’Kita ingin ini ada jalan keluarnya, makanya kita kasi solusi kemarin,’’ ujarnya. Dengan rekomendasi dan komitmen dari walikota, dewan akan melihat bagaimana perkembangannya ke depan. ‘’Sesuai tupoksinya, Dewan akan melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kebijakan Walikota dan jajarannya,’’ pungkasnya. Ia berharap, komitmen yang telah disampaikan Walikota agar dilaksanakan sehingga perubahan ke arah yang lebih baik bisa dicapai. Dewan, kata Zaini, akan mempertanyakan manakala ada rekomendasi tahun sebelumnya yang bilum bisa dilaksanakan eksekutif. (fit)

H. Mohan Roliskana (Suara NTB/yan)

“Coba dikaji lagi kalau bisa jangan ketika aktivitas masyarakat lagi tinggi pemadaman itu,” ujarnya, Sabtu (10/ 5). Menurutnya waktu pemadaman yang akan berlangsung selama empat jam dari pukul 18.00-22.00 itu sangat lama. Walaupun pemadaman tetap dilakukan pada saat terjadinya beban puncak (penggunaan serempak) daya listrik, ia meminta agar zona-zona pemadaman itu bisa diatur kembali. “Pun kalau misalnya tetap

Walikota Ajak Masyarakat Dorong Kemajuan Pariwisata Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendorong kemajuan pariwisata Kota Mataram. Ajakan itu disampaikan Walikota saat menghadiri kegiatan Roah di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram Sabtu (10/5) malam. Menurut Ahyar, Pemkot Mataram terus berupaya menggencarkan promosi pariwisata di berbagai sektor. Kota Mataram sebagai daerah penyangga pariwisata NTB, fokus pada kearifan lokal yang dimiliki yakni mendorong wisata seni dan budaya. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di Mataram untuk secara bersinergi mendorong kemajuan sektor pariwisata yang menjadi fokus pengembangan di NTB. Walikota menegaskan arah kebijakan pembangunan Kota Mataram yang mengusung visi maju, religius dan berbudaya yakni meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat. Dengan demikian, pembangunan di berbagai bidang akan lebih mudah untuk diwujudkan. Keberagamanan etnis, lanjut Ahyar, merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Ia berharap kegiatan seni dan budaya yang dilaksanakan di Mataram selain mencerminkan budaya lokal juga, mencerminkan keberagaman entitas budaya yang ada.

Menurut Walikota, kegiatan Roah yang digagas Disbudpar Kota Mataram kedepan harus terus dipertahankan. Guna emperkuat jalinan silaturrahim dengan tokoh etnis dan agama dan golongan karena hal tersebut yang turut menopang sisi lain dari pengembangan sektor pariwisata. Kepala Disbudpar Kota Mataram H. Latif Nadjib mengungkapkan, kegiatan Roah itu merupakan hasil Sangkep para budayawan dan seniman di Mataram pada Bulan Februari lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 200 perwakilan etnis dan dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten se Pulau Lombok merupakan bentuk komitmen bersama untuk memajukan sektor pariwisata di mana salah satu penopangnya melalui lini seni dan budaya. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Pelantikan atau “Sembeq Buraq” Tim Pembina Dewan Seni dan Dewan Kebudayaan Kota Mataram oleh Walikota yang nantinya akan menjadi wadah para seniman dan budayawan di Kota Mataram untuk berkiprah dan berekspresi. Disamping itu, dikukuhkan pula Tim Penabuh Kota Mataram yang terdiri dari 3 (tiga) Sekehe yakni Gendang Beleq, Rebana dan Gamelan yang merupakan perwakilan terbaik dari sanggar kesenian yang ada sebanyak 60 orang. (fit)

Dewan akan Kaji Usul Walikota baikan jalan rusak di Mataram. Langkah tersebut adalah menggunakan silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) atau meminjam di Bank NTB. Namun, Ketua DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini yang dimintai tanggapannya, Sabtu (10/5) membantah kalau Pemkot ragu dengan pinjaman di PIP. Menurutnya, Pemkot sudah cukup serius. Sebagai bentuk keseriusan, Perda terkait pinjaman ini telah dibahas di Dewan. Outputnya, PIP telah melakukan uji kelayakan. ‘’Apakah kita layak diberikan pinjaman atau tidak,’’ cetus Zaini.

harus dikenakan pemadaman pada saat beban puncak, tolong diatur zona-zona yang harus dimatikan. Jangan di jalan-jalan protokol atau jalan-jalan yang utama. Kalau dipergilirkan ya tidak apa,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya PLN akan melakukan pemadaman selama empat jam perhari, selama 48 hari berturutturut, mulai 12 Mei sampai 30 Juni mendatang. Total waktu pemadaman mencapai 192 jam. Seluruh pelanggan di Pulau Lombok diminta untuk mencari al-

satu solusi untuk menata keberadaan para PKL di Kota Mataram. Para PKL yang juga telah dihimbau untuk tak berjualan di beberapa titik seperti di sekitar SMPN 2 dan SMPN 1 Mataram serta di Jalan Sriwijaya agar kooperatif. Untuk PKL yang ada di Jalan Sriwijaya, khususnya di dekat Kantor Pos Mataram, Wakil Walikota mengatakan pihaknya juga sedang mencarikan lokasi yang tepat untuk merelokasi mereka. “Khusus penjual buah itu saya juga berikan atensi karena mereka cukup lama berjualan disitu. Tetapi karena disitu dibangun mall dan karena sampai sejuah ini belum ada tempat kita untuk merelokasi mereka secara permanen, maka sekarang kita mencoba untuk mencarikan tempat,” terangnya. Menurutnya ketika dibuka ruang-ruang terbuka hijau menjadi taman-taman aktif, dipastikan akan terjadi interaksi sosial masyarakat disana. Hal ini menjadi peluang bagi para PKL sehingga mere-

ka memanfaatkan itu untuk mencari rezeki. Pihaknya juga tetap memberikan kesempatan bagi para PKL untuk berjualan. Seperti di taman tugu Adipura, di depan Lapangan Malomba. Mohan mengatakan tidak mempersoalkan para PKL yang berjualan di tugu Adipura itu. Apalagi mereka berjualan hanya di waktu tertentu khususnya malam hari. “Saya pikir tidak ada masalah sejauh mereka tidak permanen dan mereka tertib untuk menjaga kebersihan. Kalau tidak ada pedagang tidak akan ramai tempat itu,” ujarnya. Di tempat itu, ia juga telah meminta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram untuk memasang sejenis portal di sekitar tugu itu sehingga lebih aman mengingat disana arus lalu lintas cukup padat dan kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi. Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak mendirikan lapak permanen di taman itu. (yan)

TUGU ADIPURA - Taman tugu Adipura yang tepat berada di depan Lapangan Malomba, Ampenan ini pada malam hari dipenuhi para PKL yang menjajakan berbagai makanan.

Pemkot ’’Digantung’’ PIP Mataram (Suara NTB) – Keinginan Pemkot Mataram untuk segera memperbaiki semua jalan rusak di Kota Mataram, nampaknya mulai menemui kendala. Pasalnya, pinjaman daerah sebesar Rp 60 miliar di PIP (Pusat Investasi Pemerintah), tidak juga cair. Pemkot Mataram justru digantung oleh PIP yang belum juga memberi kejelasan, apakah menyetujui pinjaman itu atau sebaliknya. Beberapa hari lalu Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh telah menyampaikan usulan mengenai langkah antisipasi untuk tetap melaksanakan per-

ternatif lain untuk penerangan, serta melakukan penghematan pada waktu-waktu terjadinya beban puncak (penggunaan serempak) daya listrik. Mohan mengatakan jika pemadaman itu dilakukan untuk penghematan kapasitas, pihaknya dapat menerima kebijakan PLN tersebut. Walaupun nantinya PJUPJU yang ada di Kota Mataram juga akan dipadamkan. “Kalau kita inginnya tetap saja karena ini jalan protokol

dan jalan umum harus tetap diberikan perhatian. Kalau PLN terpaksa harus mengurangi pemakaian daya dengan cara mengatur nyala-matinya PJU, ya sudahlah,” cetusnya. Selama ini menurutnya tidak ada persoalan PJU di Kota Mataram. Pemkot Mataram disebutkan tertib membayar beban PJU. Menurut Wakil Walikota, pemadaman ini juga tak ada kaitannya dengan belum rampungnya pembangunan PLTD Tanjung Karang. Karena menurutnya sebelum ada rencana pembangunan PLTD di Tanjung Karang, tidak ada persoalan mengenai daya listrik. “Saya kira itu bukan karena PLTD (Tanjung Karang) itu,” ujarnya. (yan)

Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meminta kepada PLN Wilayah NTB untuk mengkaji kembali waktu pemadaman listrik yang akan dimulai Senin (12/5) hari ini. Pemadaman listrik diharapkan tidak dilakukan pada saat aktivitas masyarakat sedang tinggi.

(Suara NTB/yan)

Komitmen Walikota Jadi Jaminan

Halaman 2

Sebab, Mataram menjadi satusatunya kota yang melakukan pinjaman daerah ke PIP untuk keperluan perbaikan jalan. Sejauh ini, baik eksekutif maupun legislatif masih dalam posisi sama-sama menunggu kepastian dari PIP. Kendati sudah disampaikan Walikota di hadapan anggota Dewan dan jajaran SKPD mengenai keinginan membiayai perbaikan jalan rusak di Mataram melalui silpa ataupun pinjaman di Bank NTB, Dewan tidak serta merta langsung menyetujuinya. Menurut Zaini, dua opsi yang ditawarkan Walikota per-

lu dikaji lebih mendalam. ‘’Kalau pinjaman itu positif keluar, kita gunakan itu,’’ katanya. Opsi yang ditawarkan Walikota perlu dibahas bersama untuk mencari jalan terbaik. Sebab kalau menggunakan silpa, harus dipikirkan dari segi kecukupan anggaran. Sementara, masih banyak sektor-sektor lainnya yang juga membutuhkan anggaran. ‘’Kalau pinjaman di perbankan, bagaimana dengan bunga. Kan pertimbanganpertimbangan itu perlu dipikirkan juga,’’ pungkasnya. Menurut dia, hal ini perlu dibahas bersama dengan eksekutif. (fit)

Mataram (Suara NTB) Seiring laju pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi di Kota Mataram ditambah dengan dibangunnya ruangruang publik seperti taman atau ruang terbuka hijau, warga yang mencari peruntungan dengan menjadi pedagang kaki lima (PKL) semakin banyak. Agar tak terkesan semrawut dan mengganggu aktivitas masyarakat, Pemkot Mataram sedang mencari tempat permanen untuk merelokasi para PKL yang ada di beberapa titik. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. “Sampai hari ini kita terus cari upaya untuk mencari tempat-tempat yang memang bisa dikonsentrasikan untuk penempatan para PKL secara permanen. Tempat yang tidak berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” terangnya, Sabtu (10/5). Pemkot Mataram disebutkan Mohan mempunyai prinsip untuk mengakomodasi para PKL. Bukan mematikan usaha mereka, sehingga upaya relokasi itu adalah salah

Hindari Pelecehan Seksual terhadap Anak

Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Mataram (Suara NTB) Belakangan ini media massa dihiasi dengan berbagai pemberitaan mengenai maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anakanak. Untuk menghindari terjadinya hal itu, para orang tua diminta untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya. Apalagi hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang dekat dengan anak-anak. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Dra. Sri Mawarni. Sri mengatakan biasanya anak-anak akan diimingi berbagai macam barang atau uang sebelum ia dijadikan objek pelecehan seksual. Untuk itu orang tua juga harus benar-benar memperhatikan hal ini bagaimana agar anaknya terhindar dari tindakan pelecehan seksual. Seperti yang terjadi belum lama ini di sebuah salon di Kota Mat-

aram dimana korbannya dan pelaku berasal dari Lombok Tengah. Sri juga mengatakan pihaknya memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah ataupun para orang tua bagaimana agar cepat tanggap jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan menimpa anak-anaknya. Untuk kasus pedofilia di Kota Mataram, Sri mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan. Namun dari kasus yang terjadi di sebuah salon di Mataram, ia berharap pihak kepolisian menggali lebih jauh apakah ada korban lainnya. Anak-anak jalanan menurutnya juga sangat rentan dengan pelecehan seksual. Ia menilai di Kota Mataram ini banyak anak yang dieksploitasi turun ke jalan untuk mengemis. Bahkan ada anak yang disuruh sendiri oleh orang tuanya. Berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya ada orang yang memantau dan mengkoordinir

para anjal tersebut. “Belum ada kasus trafficking tapi ekploitasi anak sudah banyak,” ujarnya. Dengan adanya Perda Penanganan Anjal dan juga Perwal yang diterbitkan belum lama ini, pihaknya mulai memberikan pemahaman kepada para orang tua. Jika para orang tua membiarkan anaknya mengemis di jalan, maka akan dikenakan sanksi tegas. “Dinas Sosial juga telah mulai memberikan pemahaman dan mengingatkan kepada orang tua anjal kalau masih melakukan itu akan dikenakan sanksi,” ujarnya. Ia juga berharap pihak terkait memasang plang larangan pemberian uang untuk anjal maupun pengemis di setiap perempatan sehingga dengan sendirinya para anjal maupun pengemis tak ada lagi yang mangkal di setiap perempatan atau traffic light. (yan)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Baru Dua Tahun

Proyek Jembatan dan Jalan Senilai Rp 4,5 Miliar di Cemara Rusak Giri Menang (Suara NTB) Proyek jalan dan jembatan di Cemara Lembar Selatan senilai sekitar Rp 4,5 miliar baru berumur kurang lebih dua tahun sudah rusak di sejumlah bagian. Kerusakan terdapat pada kayu yang keropos dan terlepas serta paving blok jalan yang menghubungkan antara jalan Dusun Cemara mulai rusak, bahkan ada bagian yang berlubang. Dari hasil pantauan Minggu (11/5), jembatan kayu diperkirakan sepanjang 100 meter lebih dibangun meng-

gunakan kayu, besi dan beton sebagai tiang penyangga di bawah. Kondisi jembatan ini mulai rusak, sejumlah kayu

(Suara NTB/her)

JEMBATAN RUSAK – Di sejumlah bagian jembatan senilai Rp 4,5 miliar di Cemara ini rusak. Kayu jembatan mulai terlepas, padhal baru dua tahun. Tidak hanya itu, jalan juga rusak.

terlepas. Bahkan, ketika kendaraan lewat timbul bunyi bising, karena kayu yang dipasang tidak rapi dan tidak sama panjangnya. Plang jembatan juga nyaris roboh karena hanya tertanam biasa saja. Setelah Proyek jembatan itu, lalu disambung dengan proyek jalan sepanjang sekitar 250 meter. Lagi-lagi proyek terindikasi tak beres pengerjaannya ini ditemukan kerusakan pada paving blok yang mulai hancur. Jalan selebar kurang lebih tiga meter lebih ini merupakan penghubung jalan dusun, namun anehnya tidak menggunakan aspal permanen. “Ketidakberesan pengerjaan proyek ini menuai protes warga sejak awal pembangunan proyek ini,’’ ungkap Kadus Cemara, Solikin. Menurut Solikin, dua proyek itu dikerjakan satu paket, tahun 2012 lalu. Ia menyebut, panjang jembatan kayu kurang lebih 100 meter, sedangkan jalan paving blok sekitar 250 meter menyambung dari proyek jembatan kayu. Terpisah, Kepala Desa Lembar Selatan, L. Salikin, menjelaskan, proyek itu sele-

sai tahun 2012. Hampir dua tahun selesai dibangun, namun belum diserahterimakan ke pihak desa. Ia mempertanyakan proyek ini, karena selama pembangunan proyek ini, pihak BPBD tak pernah melibatkan desa. “Seharusnya kami dilibatkan, karena bagaimanapun proyek ini dibangun di daerah kami,”tegasnya. Ia mengaku pernah menegur pihak pemborong, karena bahan yang digunakan membangun jalan menuju dusun hanya paving blok. Padahal menurutnya, jalan itu akses jalan desa yang banyak dilalui masyarakat. Terpisah Kepala BPBD Lobar, H Halawi Mustafa tak menampik jika proyek itu dikerjakan BPBD. Namun waktu proyek ini dikerjakan ia belum menjabat, Kepala BPBD sehingga kurang mengetahui perihal proyek ini. Menurutnya sumber pendanaan proyek ini bukan APBD, namun APBN, pengelola di dinasnya pada bidang rehabilitasi dan rekonstruksi. “PPKnya pun diambil dari BPBD, namun kuasa pengguna anggarannya (KPA) dari pusat,” katanya. (her)

Pengawasan Jemaah Haji dan Umrah Diperketat Praya (Suara NTB) Penyebaran virus MERS yang melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia mulai diantisipasi Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng). Antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan terhadap para jemaah haji dan umrah yang baru kembali dari Arab Saudi. Sehingga ketika ada gejala penyebaran virus MERS bisa ditangani sejak dini. Menurut Kepala Dikes Loteng, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Minggu (11/ 5) kemarin, temuan kasus MERS sejauh ini memang be-

lum ada di Loteng. Namun bukan berarti akan melemahkan pengawasan. Pasalnya, selain menjadi salah satu daerah basis jemaah haji dan umrah, Loteng juga merupakan pintu masuk utama di NTB, melalui udara, yakni melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). “Kalau tidak kita antisipasi sejak dini, kita khawatir penyebaran penyakit ini tidak bisa dideteksi sejak awal,” jelas Eka. Saat ini, pihaknya sudah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak bandara, terkait data jemaah haji dan umrah yang baru pulang dari tanah suci.

Telusuri Dugaan Manipulasi BADAN Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Barat (Lobar) mengungkap temuan hasil verifikasi berkas tenaga K2 yang lolos tes CPNS sebanyak 263 orang di Lobar. Dari hasil temuan BKD, terdapat tiga orang tenaga K2 diragukan keabsahan datanya, sehingga BKD memperketat verifikasi. Tiga tenaga K2 yang diduga dari salah satu SMA di Labuapi terindikasi memanipulasi umur pada SK pengangkatan K2 tersebut. Untuk menelusuri indikasi manipulasi SK pengangkatan tenaga K2 tersebut, BKD melibatkan Inspektorat dalam melaku(Suara NTB/her) kan verifikasi. “Kami menemukan H. M. Syukron ada indikasi umur kurang, sementara masih tiga orang tenaga K2 dari salah satu SMA di Labuapi. Artinya tenaga K2 ini diduga memanipulasi SK pengangkatan,” ungkap Kepala BKD Lobar, H. M Syukron, pada Suara NTB belum lama ini. Pihaknya perlu menelusuri data-data dalam pemberkasan ke sepuluh orang tenaga K2 tersebut, sehingga perlu ada pertemuan lagi dengan pihak kepala sekolah di sekolah tempat tenaga K2 mengajar, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan bersangkutan sendiri. Disebutkan, dari 10 yang diragukan datanya itu tiga tenaga K2 sudah terindikasi memanipulasi umurnya dalam SK pengangkatan. Menurutnya, dari sisi usia tidak sesuai ketentuan, karena seharusnya sesuai ketentuan pada tanggal 1 januari 2006 tenaga K2 bersangkutan berusia minimal 19 tahun berumur maksimal 46 tahun. “Data ini yang dimanipulasi,” bebernya. (her)

Tata Taman ’’By-pass’’

Pemkab Lobar ’’Hamburkan’’ Dana Rp 2,6 Miliar Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) terus melakukan penataan taman jalur by-pass Bandara Internasional Lombok (BIL). Tahun ini melalui Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan untuk penataan taman saja Pemda ‘’menghamburkan’’ dana Rp 2,6 miliar untuk penataan taman dan trotoar. Kepala Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan H. Dahrun, menjelaskan, anggaran penataan taman dari bundaran Giri Menang Square hingga perbatasan Sulin sebesar Rp 2,6 miliar. Dana ini, ujarnya, dialokasikan Rp 1,9 miliar untuk pengadaan bunga dan pembangunan trotoar hingga perbatasan Loteng. Termasuk di Bundaran SGM akan ditata akan dipasang koral sikat dan bunga dengan dana Rp 700 juta. Terkait banyaknya bunga dan ornamen tiang PJU yanghilang dicuri, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penjagaan, selain itu tukang sapu ikut mengawasi. Pihaknya akan menyurati Satpol PP untuk berkoordinasi terkait keamanan. Ia mengaku banyak bunga dan ornamen diduga dicuri. Di jalur by pass BIL, sejumlah pekerja bekerja melakukan perawatan tiang PJU. Sejumlah pekerja ini mengecat tiang dan ornamen tiang PJU sepanjang jalur BIL. Para pekerja mengaku, sejumlah tiang rusak di bagian ornament, karena saat pemasangan. Namun kerusakan itu akan diperbaiki, tiang yang bolong akan ditambal. Menurutnya, tiang yang bolong dan pecah bisa diservis dan ditambal. (her)

Data yang berisi identitas jemaah haji dan umrah Loteng yang baru pulang dari Saudi Arabia disebarkan ke semua puskemas di Loteng. Data ini sebagai pedoman bagi petugas puskesmas untuk melakukan pengawasan terhadap para jemaah haji dan umrah. Ketika ada ditemukan gejala-gejala serangan MERS terhadap jemaah haji umrah tersebut, petugas puskesmas bisa segera bertindak. “Sedini mungkin antisipasi penyebaran MERS di Loteng kita lakukan. Supaya potensi penyebarannya bisa ditekan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Kalau pun nantinya ada ditemukan dugaan MERS, standar penanganannya juga sudah disiapkan. Di mana khusus pasien yang diduga terserang MERS, tidak dirawat di puskesmas. Tetapi langsung dirujuk ke RSUD Praya. Nanti dari RSUD Praya akan langsung dirujuk ke RSUP NTB. ‘’Karena sesuai kesepakatan dengan Dikes Provinsi NTB, pasien yang diduga MERS akan dirawat di RSU Provinsi. “Pihak RSU Provinsi sendiri sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi penderita MERS,” tambah mantan Direktur RSUD Praya ini. (kir)

Polres Loteng Fokus Tuntaskan Kasus Bedah Desa Praya (Suara NTB) Penyelesaian penyelidikan kasus dugaan korupsi pada program bedah desa kini menjadi fokus perhatian utama jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng). Setelah sebelumnya, menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi beras miskin (raskin) yang melibatkan oknum Kepala Desa Menemeng Jonggat. Demikian ditegaskan Kapolres Loteng, AKBP Supriyadi, SIK, kepada Suara NTB di sela-sela pengamanan rapat pleno KPU Loteng, penetapan calon anggota dewan (caleg) terpilih hasil pemilu legislatif di Aerotel Praya, Minggu (11/5). Supriyadi mengaku, kalau hampir seluruh berkas perkara terkait kasus tersebut sudah lengkap dan tinggal penambahan beberapa berkas lagi. “Setelah seluruh berkas yang dibutuhkan dinyatakan lengkap, baru kemudian akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut bisa ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan,” jelasnya. Saat ini, lanjutnya, posisi kasus masih pada tahap penyelidikan, sehingga belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. Tetapi untuk calon tersangkanya sudah ada beberapa nama yang dikantongi. “Para calon tersangka ini baru bisa ditetapkan sebagai tersangka kalau status kasus sudah ditingkatkan menjadi penyidikan. Dan, itu sangat tergantung hasil gelar perkara nanti,” terangnya. Meski demikian, ia enggan mengungkapkan kapan gelar perkara akan dilaksanakan. Karena pihaknya juga harus melihat kesiapan pihak-pihak terkait lainnya, seperti pihak BPKP Perwakilan NTB yang sebelumya sudah menggelar audit investigasi terkait kasus tersebut. “Saat gelar perkara nantinya, hasil audit investigasi oleh BPKP akan diungkapkan. Jika dari hasil audit tersebut, ditemukan ada dugaan kerugian negara barulah status kasus bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dan, para tersangka sendiri juga bisa ditetapkan,” tegasnya. Menurutnya, hasil audit investigasi yang dilakukan oleh pihak BPKP tersebut sangat penting dalam menentukan arah kelanjutan penyelidikan kasus bedah desa tersebut. Karena kalau sampai hasil audit menyatakan tidak ditemukan dugaan kerugian negara, maka kasus tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan. Disinggung terkait dugaan besaran kerugian negara yang timbul dari proyek bersangkutan, mantan penyidik Mabes Polri ini, mengaku belum mendapat informasi resmi dari pihak BPKP. Pasalnya, perhitungan kerugian negara sendiri belum dilakukan, karena baru audit investigasi saja untuk melihat ada tidaknya kerugian negara. “Audit kerugian negara baru dilakukan setelah posisi kasus menjadi penyidikan. Sementara untuk tahap penyelidikan, namanya audit investigasi. Jadi berapa kerugian negara, belum bisa dipastikan. Kalau ada informasi kerugian sampai Rp 1,1 miliar, itu baru sebatas informasi saja,” tandas perwira menengah ini. (kir)

Halaman 3

PELAYAT - Ribuan pelayat mengantarkan jenazah almarhum Syamsudin Karim ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman keluarga di Dusun Jambianom Desa Medana Tanjung, KLU, Minggu (11/5) sore.

(Suara NTB/ari)

Syamsudin Karim

Mantan Wartawan ’’Bali Post/Suara NTB” Berpulang (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Mantan wartawan Bali Post/Suara NTB, Syamsudin Karim meninggal dunia dengan tenang di usia 58 tahun. Sosok loyalis ini menghembuskan nafas terakhir di RSUP NTB, Minggu (11/5) sekitar pukul 8.30 WITA. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga Dusun Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Minggu sore. Suasana duka di kediaman almarhum penuh isak tangis keluarga. Istri tercinta almarhum, Hayati, dan anak sulung, Nursida Syam, sampai histeris ditinggal almarhum. Sosok yang sabar dan murah senyum ini mengidap penyakit hyperthyroidism. Sebelum dirujuk RSUP Sabtu malam, sebulan lalu yang bersangkutan sempat menghabiskan 4 malam di Rumah Sakit Risa Sentra Medika, Mataram. Syamsudin Karim meninggalkan 4 anak (1 meninggal) dan 4 cucu. Di rumah duka, keluarga dekat dan rekan seprofesi berdatangan sejak pukul 9.30 pagi. Penanggung Jawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino, Redaktur Pelaksana Desak Raka Akryani beserta puluhan karyawan keluarga besar Kelompok Media Balipost (KMB) menyampaikan belasungkawa. Di lingkup Pemda KLU, Wakil Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, beserta istri, Hj. Rohani, SE, hadir di rumah duka. Pasangan kharismatik ini, bahkan cukup bijak mengkondisikan almarhum. Syamsudin Karim yang dirawat di RSUP, Minggu pagi, sebelum meninggal, Najmul menelpon langsung Direktur RSUP NTB, agar memindahkan pasien ke Ruang VIP. “Paginya saya dihubungi, keluarga minta pindah ruangan, maka langsung saya telepon Pak Direktur. Tidak lama saya telepon keluarga, almarhum sudah meninggal,” kata Najmul.

Najmul pada sore hari, langsung bertindak selaku imam shalat jenazah almarhum serta memberi pesan takziah di tempat pemakaman. Selain Najmul, hadir pula Sekda KLU, H. Suardi, SH, Sekretaris Dinas Dishubkominfo KLU, H. Sujanadi, serta beberapa tokoh politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di KLU. Pemakaman almarhum sendiri, dihadiri ribuan orang dari Bayan sampai Pemenang. Pada takziahnya, Najmul menyampaikan kepada keluarga agar tidak berprasangka buruk kepada Allah. Ujian Allah atas meninggalnya almarhum, merupakan alat untuk mengukur derajat kesabaran. Menerima ujian dengan sabar, maka Allah akan memberikan dua balasan. Dengan sabar akan mengugurkan dosa-dosa, dan dengan sabar Allah akan memberikan derajat di sisi Allah. “Takdir yang diturunkan hari ini, agar pandang dari sisi positif. Almarhum kita ketahui sebagai orang yang sabar, dengan itu Allah akan berikan pahala yang dikendaki. Tiang pribadi dekat dengan almarhum,” pesan Najmul. Penanggung Jawab Suara NTB, H. Agus Talino mengatakan, keluarga besar Bali Post Grup merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Meski pun sudah pensiun sekitar dua tahun lalu, almarhum masih membantu mengembangkan Bali Post dan Suara NTB, khususnya di KLU. “Almarhum memberikan banyak teladan kepada kami. Almarhum adalah orang yang sangat konsisten dengan profesinya sebagai wartawan,” ujarnya. Dalam bergaul kata Agus, almarhum sangat pandai merawat pergaulannya, termasuk dengan nara sumbernya. ‘’ Di kantor, Pak Syam sangat bisa menjaga pergaulannya dengan karyawan yang lain. Tidak jarang Pak Syam memberi kami nasihat sebagai orang yang lebih senior dari kami,” ungkap Agus. (ari)


SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

(Suara NTB/bug)

MASIH SEPI - Meski telah ditetapkan sebagai area wisata, Taman Wisata Alam (TWA) Danau Lebo, Taliwang, Kabupaten Sumbawa barat (KSB), namun objek ini agaknya belum juga bisa menarik pengunjung. Bahkan warga setempat seakan enggan bertandang, walau sejumlah fasilitas telah disediakan di lokasi tersebut. Tampak kawasan TWA tersebut, Minggu (11/5) tampak sepi dari pengunjung.

PAN Raih Tujuh Kursi di DPRD Bima Kota Bima (Suara NTB)Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menggelar rapat pleno penetapan anggota DPRD Kabupaten Bima terpilih, Minggu (11/5). Dalam rapat, Partai Amanat Nasional (PAN) meraih kursi terbanyak dalam komposisi anggota Dewan dengan perolehan tujuh kursi. Rapat pleno penetapan kursi parlemen dan calon terpilih ini digelar di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima sekitar pukul 09.00 Wita hingga menjelang ashar. Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Bima, H.M Syafruddin H.M. Nur, M.Pd beserta FKPD. Jalannya rapat sendiri dikawal oleh aparat Polres Bima yang dipimpin Kapolres Bima, AKBP IGPG Ekawana Prasta. Komposisi anggota DPRD Bima sebanyak 35 kursi. Masing-masing dapil terdiri dari tujuh wakil anggota dewan. Kursi terbanyak di raih PAN (Partai Amanat Nasional) dengan tujuh kursi, Golkar enam kursi, Demokrat lima kursi. Sementara sisanya sejumlah partai lainnya. Ketua KPU Bima, Nursusila, S.IP dalam sambutannya berharap para anggota Dewan terpilih ini bisa mewakili aspirasi rakyat. Dia mengucapkan selamat kepada anggota masing-masing Dapil tersebut. “Semoga para anggota Dewan ini bisa membawa aspirasi kabupaten Bima ke arah yang lebih baik,” harapnya. (use)

Korban Penembakan di Dompu Masih Enggan Melapor Dompu (Suara NTB) Perkelahian antarkelompok pemuda Simpasai dengan Kandai Dua yang berlangsung sejak sepekan lalu akhirnya ada yang terkena tembakan diduga senpi rakitan. Namun Zaenal, warga Simpasai ini belum mau melaporkan ke Kepolisian. Untuk mengantisipasi perkelahian yang meluas, anggota TNI langsung turun mengamankan kedua warga. Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Herman kepada Suara NTB, Minggu (11/5) mengatakan, hingga saat ini korban luka yang diduga terkena tembakan warga Simpasai Dompu hingga saat ini belum melaporkan ke kepolisian. Pihaknya telah mendekati keluarga korban, tetapi enggan melaporkannya. “Kita sudah dekati korban dan orang tuanya, tapi mereka enggan melapor,” kata Herman. Herman mengaku, upaya menghalau kedua kelompok yang bertikai selama ini telah dilakukan. Bahkan upaya sweeping untuk mengamankan senjata tajam dan senjata api (senpi) rakitan belum membuahkan hasil. Namun kedua kelompok tetap saja melakukan upaya saling serang, bahkan memilih saling memprovokasi di persawahan selatan perkampungan kedua Kelurahan. “Kemarin kita sudah bersiap-siap untuk melakukan sweeping saat kedua kelompok mau berkelahi, tapi tidak jadi karena kedua kelompok pemuda tidak ada yang saling serang,” jelas Herman. Penyebab perkelahian kedua kelompok pemuda hingga saat ini tidak jelas. Tapi saat awal memanasnya kedua kelompok pemuda, Jumat (2/5) lalu dipicu oleh pengakuan ojek asal Kandai Dua, bahwa ia dipanah di Simpasai. Keesokan harinya, ada pengakuan pasangan muda mudi Simpasai yang mengaku dibacok pemuda di puri Ginte Simpasai. Insiden ini membuat tegang kedua kampung, bahkan sampai terjadi upaya sweeping warga. Memanasnya kedua kelompok pemuda Simpasai dan Kandai Dua ini disinyalir kembali maraknya senjata api rakitan. Kelompok pemuda yang memilih berkelahi di area persawahan ini bahkan saling memprovokasi dengan merusak tanaman padi serta tanaman kedelai milik kedua warga yang di sekitarnya. Agar tidak meluasnya perkelahian, aparat TNI pun turun menghalau kedua kelompok warga di persawahan. Sementara aparat Kepolisian berjaga-jaga di perbatasan kedua kelurahan. Bupati Dompu, Drs H. Bambang M Yasin pada Sabtu (10/ 5) menghimbau kepada kedua warga untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Karena yang akan menjadi korban dari pertikaian itu, warga Dompu sendiri dan tidak akan ada hasil positif yang bisa diperoleh. Ia pun mengingatkan oknum provokator untuk bersabar dan tidak memanfaatkan warga untuk meraih kepentingan pribadi. “Saya mengharapkan semua pihak untuk bisa menahan diri. Apalagi yang dihadapi merupakan saudara sendiri,” harapnya. (ula)

Oknum Polisi di KSB Diduga Terlibat Narkoba Taliwang (Suara NTB) Jajaran Kesatuan Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membongkar tindak kejahatan peredaran narkoba, yang belakangan diketahui ternyata melibatkan seorang anggota Polres. Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif, SIK., M.Si, Minggu (11/5) mengungkapkan, kasus narkoba yang melibatkan oknum anggotanya itu berawal pada penangkapan seorang lelaki beri-

nisial Moh pada Senin (5/5) lalu. Moh yang tercatat sebagai PNS di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertans) KSB itu ditangkap saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu di jalan Kemutar Telu Center (KTC) sekitar pukul 16.40 wita. Dari penangkapan itu, polisi yang melakukan pemeriksaan terhadap Moh mendapatkan pengakuan. Jika sabu yang dibelinya seberat 0,51 gram yang menjadi barang bukti pen-

angkapan dibeli dari anggota Polres KSB berinisial Fat alias Adi Cu. “Para pelaku dan anggota telah ditahan di Polres KSB,” kata Kapolres. Moh sendiri bukan warga KSB asli. Dari catatan kepolisian Moh adalah warga Sumbawa dan di KSB berdomisili di lingkungan kenangan kelurahan Arab-Kenangan kecamatan Taliwang. Moh bin Abdul Hakim usianya 30 tahun dinas di Disosnakertrans KSB,” urai Kapolres. (bug)

Revitalisasi RPH Bangkong Terus Dilaksanakan Sumbawa Besar (Suara NTB) Revitalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) Bangkong di Karang Dima, terus berjalan dan dilakukan secara bertahap. Sebagaiamana disampaikan Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Sumbawa, Ir. Syafruddin Nur, Sabtu (10/5), tahun ini dilakukan pembenahan pada kandang istirahat, gang untuk masuk ternak. Termasuk tempat untuk pemotongannya. “Karena ada sistem modern yang digunakan nanti. Mungkin tahun ini sektiar Rp 1 miliar dananya dari APBN. Cuma satkernya di provinsi,” terangnya. Syafruddin Nur memperkirakan revitalisasi RPH Bangkong baru akan rampung pada 2015 mendatang. Hingga dengan demikian kebocoran-kebocoran pemotongan hewan di RPH Poto

Tano bisa diminalisir. Intinya kelompok ternak nantinya yang terus diperkuat kelembagaannya siap mensuplay untuk kebutuhan RPH yang sedangdi revitalisasi ini. “KPK juga merekomendasikan RPH juga harus direvitalisasi, harus sesuai dengan standar, harus ada pendingin dan lainnya,” tandasnya. Targetnya nanti, , hotel dan restauran tidak lagi kita impor kebutuhan dagingnya. Jadi kelompoknya diperkuat, sarana dan prasarana pendukungnya, sampai dengan RPH, alat angkut dan lain sebagainya. Makanya, keberadaan RPH yang standar di Sumbawa sudah sangat dibutuhkan. Mengingat daerah ini memiliki tingkat populasi ternak yang cukup bagus. Sebagai sumber bibit, pemasok ternak potong. Termasuk kearifan lokalnya

(Suara NTB/arn)

Syafruddin Nur

yaitu pengkartuan ternak dan akan menjadi model secara nasional. “Dalam waktu dekat KPK akan turun disini, melihat secara dekat bagaimana pengkartuan itu. Akan datang dengan Dirjen Peternakan,” jelasnya. (arn)

Pangkalan Mitan di KSB Ditertibkan Taliwang (Suara NTB) Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menertibkan pangkalan minyak tanah (Mitan) yang selama ini melakukan penjualan sesuai ketentuan yang berlaku. Selama ini masyarakat mengeluhkan banyaknya pangkalan Mitan yang menjual minyaknya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan dijual kepada pengecer untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. “Praktik ini yang paling bany-

ak dikeluhkan masyarakat dari pihak pangkalan,” ujar kepala Disperindagkop dan UMKM KSB Ir. Lalu Muhammad Azhar, Sabtu (10/5). Namun demikian, Azhar menyatakan, saat ini masyarakat tak perlu khawatir lagi. Pasalnya pihaknya barubaru ini telah melakukan penertiban terhadap seluruh pangkalan Mitan yang mempraktikan penjualan di luar ketentuan tersebut. Bahkan agar tidak berlanjut, Disperindagkop juga telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh masing-masing

pengelola pangkalan Mitan. “Ada 54 pangkalan di KSB ini dan mereka semua sudah menandatangani pernyataan untuk tidak melakukan praktik itu,” ujar Azhar. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) HET Mitan di KSB sebesar RP 3.500 per liter atau Rp 17.500 per lima liter. Namun pada praktiknya banyak pangkalan yang memainkan harga dengan cara menjual Mitan ke pihak pengecer yang kemudian dijual ke warga dengan harga hampir mencapai dua kali lipat. “Seperti itu praktiknya. Pangkalan jual Mitan ke pengecer, karena warga tidak bisa dapat di pangkalan, akhirnya mereka membeli ke pengecer dengan harga lebih tinggi,” urainya. Agar praktik yang selalu dikeluhkan masyarakat itu tidak kembali terulang, selain membuat surat pernyataan Disperindagkop dan UMKM berjanji akan terus melakukan pengawasan. Pemantauan secara berkala serta membuka ruang pengaduan masyarakat diharapkan kejadian yang sama tidak terulang kembali. “Kita tidak ingin dengan keterbatasan jatah Mitan yang diberikan kepada kita (KSB) ada pihak-pihak yang diuntungkan. Dan kami di sini akan memastikan hal itu tidak terjadi lagi karena kalau tidak yang dirugikan selalu saja masyarakat,” imbuh Azhar. (bug)

KSB Hentikan Penerimaan Tenaga Kontrak Baru Taliwang (Suara NTB) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BKDiklat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau bagi seluruh pimpinan unit kerja agar tak melakukan penerimaan tenaga kontrak baru. Larangan itu disampaikan menyusul saat ini dilakukan pembaruan kontrak baru untuk tahun 2014 khusus bagi tenaga kontrak yang sebelumnya sudah bekerja di seluruh unit kerja yang ada. “Sekarang ini sedang berlangsung pembaruan kontrak. Dan yang kita tekankan kontrak ini hanya untuk pegawai kontrak lama saja,” ujar Kepala BK-Diklat KSB Abdul Malik Nurdin, S.Sos, Sabtu (10/5). Adapun prosedur pembaruan kontrak tahun ini, dijelaskan Malik, tiap pimpinan unit kerja mengajukan kepada BK-Diklat namanama pegawai yang akan diperpanjang kontraknya. BK-Diklat selanjutnya akan menindaklanjuti pengajuan tersebut dengan menyampaikannya kepada bupati agar diterbitkan SK kontraknya. “Kami akan evaluasi pengajuan dari masingmasing unit untuk memastikan tidak ada nama (tenaga kontrak) baru yang diajukan. Kalau ada kita langsung coret,” tegasnya. Kebijakan penutupan keran pengangkatan tenaga kontrak itu tetap mengikuti instruksi Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) tahun 2013 lalu. Hingga kini kata Malik, belum ada kebijakan baru terkait

tenaga kontrak sehingga penghentian pengangkatan masih tetap berlaku. “Kita tetap mengikuti perintah pusat,” tandasnya. Tidak adanya pengangkatan tenaga kontrak di tahun ini membuat Pemda KSB akan tetap mempertahankan pegawai kontrak yang telah ada. Karenanya bagi pegawai yang sebelumnya sudah terdaftar namun pada pembaruan kontrak kali ini tidak diajukan oleh pimpinan unit kerja tempatnya saat ini agar segera melaporkan diri ke BK-Diklat. Sehingga BKDiklat nantinya dapat mendistribusikan mereka ke unit kerja lainnya yang masih kekurangan pegawai. “Kalau tidak diajukan lagi datang ke sini. Nanti kita akan tanya unit kerjanya dulu apa masih diperlukan tenaganya atau tidak. Kalau tidak baru kita distribusikan ke unit kerja lainnya,” papar Malik. Jumlah tenaga kontrak yang dipekerjakan Pemda KSB hingga kini tercatat sebanyak 3.950 orang. Jumlah itu tersebar di seluruh unit kerja mulai di dinas/instansi sebagai tenaga teknis atau operator, hingga ke tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan hingga guru. “Secara teknis 3.950 itu tidak akan kita kurangi atau tambah. Tapi tentu pada akhirnya akan ada kekurangan, karena dari total itu kemungkinan sudah ada yang tidak bekerja lagi, karena sudah meninggal atau sudah bekerja di tempat lainnya. Nah bagi mereka itu kita akan hilangkan tanpa ada penggantian lagi,” imbuh Malik. (bug)

Pemkab Siap Sambut Tim Survei Maskapai Garuda Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab siap menyambut kedatangan tum survei Maskapai Garuda Airlines, yang bakal turun ke Sumbawa 1923 Mei mendatang. Terkait rencana Garuda membuka rute penerbangan di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Besar. Tim akan melihat kondisi bandara dan keterdediaan kantor perwakilan. Ketua DPRD Sumbawa, H Farhan Bulkiyah S.P, Sabtu (10/ 5) kemarin, menyatakan keberadaan penerbangan menjadi kebutuhan masyarakat dan daerah ini. Apalagi melihat kondisi penerbangan di bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III saat ini yang bermasalah. Makanya, rencana kehadiran Garuda menjadi kabar gembira yang patu disambut dan direspons secara positif. Penerbangan di Bandara Sultan Kaharuddin sebenarnya sempat berjalan lancar. Dengan masuknya Trans Nusa yang melayani penerbangan setiap hari dan Merpati Nusantara Airlines yang beroperasi 3 kali dalam seminggu. Namun kondisi terakhir mengalami stagnan dan goncangan. Bahkan Merpati sudah angkat kaki. Begitu pula dengan Trans Nusa yang malah mengurangi intensites penerbangan, menjadi tiga hari seminggu. Parahnya lagi, jadwal yang ditetapkan kerap molor hingga berpengaruh terhadap kelangsungan investasi di daerah ini. “Makanya kehadiran maskapai Garuda bagai angin segar. Kalau perlu kita

yang datang ke kantor Garuda,”tandas H. Farhan. Seharusnya, lanjut H. Farhan, komunikasi sudah dibangun dengan Garuda. Agar Pemkab mengetahui apa yang mereka perlukan selama survey. Baik itu berupa data, ataupun lainnya agar sinergis dengan apa yang akan dilakukan Pemkab nantinya. Pemkab juga perlu berkoordinasi dengan Pemprov NTB untuk membicarakan konsep-konsep yang akan diterapkan ketika pesawat Garuda telah mendarat di Bandara Sultan Kaharuddin. “Ketika harus disubsidi, dapat dilakukan dengan melakukan sharing dana oleh kedua pemerintah,”sarannya. Sambil mengimbau pula perlunya koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, bagi rencana perpanjangan runway bandara agar dapat didarati pesawat yang berkapasitas besar. Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik, pun tak membantah kondisi penerbangan di Sumbawa yang saat ini mengalami kemunduran. Apalagi dengan kian tidak jelasnya jadwal penerbangan. Bahkan maskapai penerbangan kerap secara sepihak membatalkan penerbangannya. Hingga mengurangi minat masyarakat menggunakan jalur udara. Dalam hal ini, Bupati telah menanyakan masalah ini ke Direktur Trans Nusa. Mereka memberikan klarifikasi, jalur yang ditempuh terlalu banyak tidak sesuai dengan kemampuan armada yang dimiliki. (arn)


RAGAM Gubernur NTB Buka ISAC 2014

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Semakin Meluas, BPBD NTB Siapkan Status Siaga Darurat Kekeringan Dari Hal. 1 Jika disetujuai maka selanjutnya dibuat proposal usulan kegiatan yang dilakukan untuk menangani kekeringan di NTB yang akan ditandatangani gubernur. Ketika ditanya apakah BPBD NTB memprediksi bencana kekeringan tahun ini akan lebih parah dari tahun sebelumnya, Ardhi tidak memberikan jawaban rinci. Dia hanya member penjelasan bahwa sesuai dengan ramalan BMKG, musim kemarau pada tahun ini

diprediksi lebih panjang. Soal penyebab poso di Kabupaten Sumbawa, Ardhi belum bisa memberi penjelasan. ‘’Kita belum tahu peris, jadi memang mitigasi struktural itu kita melakukan sosialisasi pada masyarakat, kelompok tani untuk menyusun pola tanam dan sebagainya. Kalau ada padi puso, kita koordinasi dengan Dinas Pertanian. Terkait dengan bagaimana penggantian bibit,’’ jelasnya. (nas)

Hari Ini, KPU Tetapkan Calon Terpilih Anggota DPRD NTB Dari Hal. 1 “Masalah keamanan sudah kami koordinasikan dengan Polda dan Korem,” sebutnya. Sementara itu, terkait masalah kemungkinan terjadinya gugatan dari hasil penetapan KPU ini, ia mengatakan pihaknya mempersilahkan sia-

papun yang keberatan dan ingin melakukan gugatan terkait hasil Pileg. ‘’Kami memberikan jalan. Silahkan selesikan di Mahkamah Konstitusi(MK). Jika memang MK memutuskan hal yang berbeda dengan ketetapan kami, KPU sudah siap untuk itu,’’ tutupnya. (Ami)

Moratorium Pengiriman TKW ke Timteng Dilanggar Dari Hal. 1 “Jadi, hampir semua negara di Timur Tengah itu tetap ada pengiriman TKI (padahal masih moratorium), dan duta besar kita di Timur Tengah sangat marah melihat kenyataan Timur Tengah ini jadi ajang pengiriman TKI,” ujarnya. Pengiriman TKI ke Timur Tengah yang dikategorikan pelanggaran terhadap kebijakan moratorium itu, bernuansa ilegal atau mengandung unsur perdagangan manusia. Moratorium itu akibat mencuatnya kasus Sumiati, TKW asal Kabupaten Dompu, NTB, yang disiksa majikannya di Arab Saudi, November 2010.

Penyiksaan terhadap Sumiati terkuak pada 7 November 2010, ketika Sumiati dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Karena luka yang dideritanya sangat luar biasa, rumah sakit itu merujuknya ke RS King Fahd. Sumiati binti Salam Mustopa disiksa majikannya, bahkan mulutnya (maaf) digunting dan wajahnya disetrika. Dia sering disiksa ibu dan anak perempuan majikannya, hingga mulutnya robek dan wajahnya luka bakar. Pun anggota keluarga majikannya sering menyiksa dengan cara serupa. (nas/ant/ Bali Post)

Bidik Pariwisata Lombok Dari Hal. 1 Hal tersebut dikatakan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Salman Al Farisi, SE di Mataram, Minggu (11/5) siang kemarin. ‘’Ketertarikan mereka (investor Uni Emirat Arab) kepada Lombok masih tinggi. Beberapa kali saya bahkan sudah mengajak sejumlah investor untuk menjajaki di sini, dan penjajakan tetap dilakukan. Suatu hari saya juga betemu dengan Presiden PT Emaar, pemiliknya itu, dia juga masih komit untuk kembali ke sini (Lombok),’’ ujar Salman. Dikatakan, dulunya PT Emaar Properties akan membangun resort terbesar di Lombok. Namun karena terjadi krisis global tahun 2008/ 2009 perusahaan asal Dubai itu kena imbasnya. Bahkan sejumlah proyek raksasa di Dubai yakni proyek pembangunan gedung tertinggi di dunia yang semula akan dikerjakan oleh PT Emaar terpaksa diambil alih oleh pemerintah untuk pembiayaannya. ‘’Betapa dulu itu, situasi keuangan memang sangat berat. Tetapi itu tidak melunturkan kita untuk berusaha supaya mengajak kembali investor dari UAE untuk datang kembali ke Lombok,’’ jelasnya. Dalam mendatangkan investor ke daerah ini, lanjut Salman, perlu kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah bagaimana memberikan daya tarik investasi. Jika dilihat dengan

potensi dalam bidang pertanian dengan tanah yang subur dan luas merupakan daya tarik yang cukup baik di Lombok, NTB. “Apalagi pariwisata. Mestinya, Lombok itu menjadi alternatifnya Bali. Karena dari sisi alamnya, relatif sama, budaya juga. Ini tinggal membuat daya tarik yang lebih bagus bagi investor,”ujarnya. Menurut Salman, agar investor semakin tertarik, maka infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan air bersih harus ditingkatkan. Daerah-daerah yang potensial harus disediakan infrastruktur jalan yang baik sebelum dibangun fasilitas pariwisata seperti hotel. “Sektor pariwisata bukan satu-satunya di sini. NTB juga bisa menawarkan bidang pertanian. Ada perusahaan besar di Uni Emirat Arab yang sangat ingin punya kerjasama bidang pertanian dengan Indonesia. Di NTB sangat potensial,’’ ujarnya. Bagaimanapun juga, lanjut Salman, invessor asal Uni Emirat Arab berpandangan bahwa ketahanan pangan menjadi tujuan nomor satu dari investasi yang mereka lakukan. ‘’Mereka melihat Indonesia itu mestinya menjadi wilayah yang bisa mewujudkan itu. Karena kita punya tanah yang luas dan subur, ’’ katanya. (nas)

PHK Karyawan Newmont Berpotensi Tambah Pengangguran Terbuka Dari Hal. 1 jugasangatmenyayangkanjikahal itu sampai terjadi. Menurutnya, gagasan pemerintah pusat melarang perusahaan tambang mengekspor konsentrat atau barang tambang masih mentah ke luar negeri dinilai cukup baik. Akan tetapi, tuntutan melaksanakan larangan tersebut harus diikuti dengan tahapan yang jelas. Pasalnya, jika terjadi akibat buruk dari munculnya larangan tersebut seperti terjadinya PHK massal, maka pemerintah yang harus bertanggung jawab. Dikatakan Bupati Lotim bahwa sekalipun regulasi yang lahirkan pemerintah memiliki tujuan baik, namun tidak boleh mengorbankan ribuan warga negara yang butuh lapangan kerja di perusahaan tersebut. ‘’Tidak boleh ada peraturan pemerintah biar tujuannya baik, tetapi mengorbankan warga negara yang kehilangan lapangan pekerjaannya,’’ tegas Ali BD. Seperti kasus yang akan dialami PTNNT. Langkah Gubernur NTB, Dr.TGH.M. Zainul Majdi memfasilitasi PT Newmont dengan pemerintah pusat dalam menyelesaikan persoalan ini, sangat diapresiasi Bupati Lotim. ‘’Langkah Gubernur sudah bagus menjembatani PTNNT dengan pemerintah pusat agar memperoleh izin ekspor,’’ pujinya.

Diketahui pula, akibat larangan ekspor ini sejumlah dampak buruk akan terjadi. Sejumlah karyawan akan dirumahkan. Jika diharuskan untuk mentaati larangan ekspor tersebut, pemerintah pusat ini harus menanggung segala konsekuensinya. Termasuk penanganan terhadap akan munculnya sedikitnya 8.000 pengangguran. Sebagaimana amanah konstitusi, lanjutnya menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Bukan tugas pihak swasta. UU Minerba ini tidak boleh menghilangkan pekerjaan orang. Bagi Bupati Lotim, apa yang disampaikan ini bukan pembelaan terhadap PTNNT. Yang sangat disayangkan Ali BD adalah karyawan PTNNT ini yang akan menjadi korban. Kritikan bupati bahwa selama ini terkesan pemerintah pusat tidak melakukan persiapan apa-apa sebelum memberlakukan UU Minerba tersebut. Empat tahun berlalu setelah UU disahkan, dirasakannya belum ada persiapan matang dari pemerintah untuk menangani konsekuensi di balik pemberlakukan regulasi berupa peraturan perundang-undangan tersebut. (bul)

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr.TGH.M. Zainul Majdi, resmi membuka International Seminar and Annual Conference (ISAC) tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) se- Indonesia bertempat di Mataram Minggu(11/5) malam. Forum ISAC 2014, berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 11 sampai 13 Mei 2014. Dalam sambutannya, Zainul Majdi, mengajak semua peserta yang hadir dalam forum yang disesaki oleh kaum intelektual dari berbagai perguruan tinggi (PT) tersebut untuk terus melakukan kajian-kajian keagamaan agar setiap narasi agama bisa tetap sesuai dengan spirit zaman masa kini. Ia menyebut tema ICAS ini sangat tepat untuk menyeimbangkan informasi negatif Timur Tengah selama ini di tengah sejarah panjang Timur Tengah yang telah menghasilkan banyak ilmuan dan sebagai pusat peradaban Islam. Oleh karena itu, tema-tema mengenai Timur Tengah penting untuk diperbanyak oleh semua kalangan. Tidak hanya itu, Zainul Majdi juga berharap stigma

buruk soal pondok pesantren sebagai pusat lahirnya gerakan terorisme harus mendapatkan perhatian serius. Apalagi terminologi pesantren sebagai basis terosime sudah masuk ke dalam alam pikir umat Islam karena ini sangat berbahaya bagi perkembangan Islam.’’Banyak ilmuan yang seakan-akan membenarkan benih berkembang biaknya terorisme ialah terdapat di ponpes”. Zainul Majdi juga berharap penyelenggaraan forum ISAC 2014 ini sebagai awal kebangkitan kajian-kajian keislaman di kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia. Sementara dalam sambutannya, Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd, mengucapkan rasa terimakasihnya karena dapat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICAS 2014. Terlebih perkembangan Lombok saat ini sebagai daerah pariwisata. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi rangkaian proses transformasi IAIN menuju UIN. Sebelumnya, Ketua Panitia selaku Direktur Pascasarjana IAIN Mataram, Dr. H. Jamaludin, MA, menyempaikan forum ISAC 2014 akan terbagi menjadi dua agenda. Pertama

yaitu pertemuan antar pimpinan pascasarjana yang akan dihadiri oleh direktur dan wakil direktur pascasarjana PTAIN se- Indonesia dengan agenda pergantian Ketua Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) se- Indonesia untuk lima tahun ke depan. Kedua yaitu seminar internasional dalam rangka mengkaji kontribusi dan hubungan Timur Tengah terhadap perkembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya itu, seminar juga dihajatkan untuk memberikan wawasan keilmuan kepada mahasiswa tentang isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam dewasa ini. Sehingga demikian, berbagai pemikiran yang akan disampaikan oleh para pemateri dan peserta seminar dapat menjadi rekomendasi bagi terjalinnya hubungan kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi bagi pengembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara umumnya dan Indonesia khususnya. Dengan mengambil tema The Contribution of Middle East to Islamic Civilization in Southeast Asia, Ia berharap

TNI Tindaklanjuti Program BBGR Mataram (Suara NTB) Jajaran TNI ambil bagian dalam program Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) yang dicanangkan Pemprov NTB. Secara nyata, tindak lanjut program itu dilangsungkan jajaran Korem 162/WB di Lapangan Karang Genteng Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Sabtu (11/5). Program itu ditindaklanjuti Korem sebagai bentuk penguatan penyadaran kepada masyarakat pentingnya kebersamaan dalam gotong royong. Dipimpin Danrem 162/WB Kol. Arh. Kuat Budiman, SIP, kegiatan BBGR itu dihadiri Gubernur NTB, Dr.TGH.M. Zainul Majdi bersama Sekda NTB, H.M. Nur, sejumlah pejabat teras Pemprov NTB. Hadir juga Kapolda NTB Brigjen Pol. Moechgiyarto yang membawa personelnya terlibat dalam kegiatan gotong royong bersama TNI dan masyarakat. Gubernur dalam sambutan berharap, jargon “Bersama Rakyat TNI Kuat” bisa terealisasi dengan baik setelah diterapkannya program BBGR tersebut. Karena pada dasarnya antara TNI dan rakyat saling membutuhkan. Bahkan gubernur menambahkan jargon tersebut dengan memasukkan unsur Polri sebagai bagian dari masyarakat. “Bersama Rakyat TNI – Polri Kuat,” demikian sebut gubernur. Dalam sambutannya, Dan-

(Suara NTB/Penrem)

GOTONG ROYONG - Sejumlah anggota TNI bersama personel Polri saat kegiatan gotong royong di Lapangan Karang Genteng Pagutan, Sabtu. rem 162/WB Kol. Arh. Kuat Budiman menegaskan, gotong royong merupakan realisasi konsep pengabdian TNI kepada masyarakat. “Guna menjalin hubungan erat, memantapkan wawasan kebangsaan, dan bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena rakyat adalah rohnya TNI,” kata Danrem. Bahwa gotong royong disebutnya sebagai warisan

nenek moyang yang perlu terus dilestarikan. Jangan sampai sifat kebersamaan ini terkikis moderenisasi, hegemoni dan individualisme. Karena gotong royong selain kebaikan dalam kebersamaan, esensinya menurut Danrem, adalah kebersihan dan keiamanan. “An Naadho Fatu Minal Imaan, bahwa kebersihan bagian dari iman,” kata Danrem mengutip hadist Rasulullah SAW. (ars/*)

Menurut Ansori, pihaknya akan sangat mengapresiasi jika langkah itu dilakukan. “Bagi KPU, tidak ada yang lebih membahagiakan ketika hasil pemilu itu mendapat legitimasi yang kuat di depan hukum maupun peserta pemilu,” ujarnya. Ansori menyebutkan, batas akhir pendaftaran gugatan ke MK ini dihitung tiga hari sejak ditetapkannya hasil Pemilu DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada hari Jumat, 9 April 2014 lalu. Kebetulan, KPU NTB akan menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih Anggota DPRD Provinsi NTB pada Pemi-

lu 2014 ini pada Senin (12/5). Dalam rapat pleno tersebut, pihaknya akan membacakan hasil rekapitulasi perolehan suara sah seluruh parpol untuk masing – masing daerah pemilihan (dapil). Setelah itu, dari suara sah tersebut, pihaknya akan menghitung besaran Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) untuk masing – masing daerah dapil. Setelah mengetahui BPP, barulah KPU NTB akan menetapkan perolehan kursi masing – masing Parpol di tiap dapil. Setelah jatah kursi setiap parpol ditentukan, barulah akan dicari siapa caleg peraih suara terbanyak untuk masing – masing parpol tersebut. (aan)

KPK Bidik Tersangka Baru Setelah Putusan Hakim Dari Hal. 1 Pihaknya sementara ini masih menyerahkan sepenuhnya pada kewenangan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menjadi bagian dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Setelah semua rangkaian persidangan selesai dan diakhiri dengan putusan, pihaknya menunggu itu. “Nah dari putusan hakim itu nanti akan membuka penyelidikan baru terkait pihak lain yang terlibat,” kata Johan Budi. Keinginan KPK untuk terus menindaklanjuti kasus ini terlihat dalam rangkaian persidangan. Berdasarkan catatan Suara NTB, dalam konstruksi dakwaan Subri, dipertegas lagi dengan materi tuntutan Lusita Anie Razak, nama lain disebut - sebut. Salah satunya Bambang W. Soeharto, Direktur Utama Pantai Aan. Kendati demikian, meski sudah menyeret nama lain,

TGH.M.Zainul Majdi penyelenggaraan ISAC 2014 menjadi forum yang tepat untuk membahas isu-isu kontemporer dalam rangka pengembangan keilmuan, penelitian dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

(Suara NTB/dys)

Sementara itu, sejumlah tamu undangan tampak menghadiri pembukaan ICAS 2014 seperti Prof. Dr. H. Azyumardi Azra (Guru besar UIN Jakarta), dan pimpinan perguruan tinggi di Kota Mataram (dys)

Dakwah Bahaya Narkoba

BNN NTB Berharap Peran Da’i

Hari Ini, Batas Terakhir Pengajuan Gugatan Mataram (Suara NTB) – Hari ini merupakan batas akhir pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pemilu DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2014. KPU NTB mempersilakan peserta pemilu yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2014 untuk mengajukan gugatan. “Intinya, kita mendorong, bagi yang tidak puas, silakan menempuh jalur hukum, karena itu hak konstitusional warga negara, yaitu dengan menggugat ke MK,” ujar Kabag Humas KPU NTB, Mars Ansori Wijaya, yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (10/5).

Halaman 5

menurut Johan Budi, bukan berarti sudah ada yang penetapan atau menjurus ke tersangka baru. Dakwaan terhadap Subri dan tuntutan terhadap Lusita, menurut Johan sebagai konklusi dari hasil penyidikan yang dipaparkan di persidangan, selanjutnya diserahkan kepada hakim untuk menilai. ‘’Kita kan menunggu fakta-fakta yang dipaparkan oleh Jaksa (KPK) itu apa saja. Soal ada yang menyebut nama lain, kita tunggu penilaian hakim seperti apa nantinya setelah dituangkan dalam putusan,” pungkasnya. Sementara itu berdasarkan surat dakwaan yang disusun KPK untuk terdakwa Lusita Anie Razak, nama Bambang W. Soeharto menjadi ikutan, baik didakwaan primair maupun subsidair. Dalam surat dakwaan nomor DAK-08/24/02/2014, Jaksa KPK mengurai dakwaan, bahwa ‘’terdakwa Lusita Anie Razak selaku Direktur PT.Pantai Aan bersama sama dengan Bambang Wiratmaji

Soeharto selaku Direktur Utama PT. Pantai Aan’’. Kemudian berlanjut, ‘’melakukan atau turut melakukan, memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi sesuatu berupa uang sebesar USD 8,200 atau senilai dengan Rp 100.000.000, kepada pegawai negeri penyelenggara negara yaitu kepada Subri selaku jaksa yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Praya’’. Sedangkan dalam surat dakwaan nomor DAK-15/24/ 04/2014 atas nama terdakwa Subri, juga mengurai hal sama. Pada dakwaan primair subsidair ke satu disebutkan, ‘’bahwa terdakwa Subri, SH, MH selaku jaksa yang menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Praya...... menerima hadiah atau janji, yaitu menerima hadiah berupa uang sebesar USD 8,200 atau senilai dengan Rp 100.000.000 dari Lusita Anie Razak selaku Direktur PT. Pantai Aan bersama Bambang Wiratmaji Soeharto selaku Direktur Utama PT. Pantai Aan’’. (ars)

Mataram (Suara NTB) Berbagai pendekatan dilakukan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB untuk memproteksi generasi dari ancaman narkoba. Peran da’i juga dinilai mumpuni untuk mengkampanyekan mudharatnya narkoba yang tidak hanya merusak organ tubuh, tapi juga secara moral merusak ahlak manusia. Kepala BNN NTB Drs. Mufti Djusnir, Apt, M.Si juga menilai peran da’i akan sangat efektif jika diawali dengan pemahaman yang tepat tentang jenis jenis dan bahaya narkoba. Setelah paham, maka akan lebuh mudah menyampaikan atau menyelipkan kepada masyarakat dalam dakwahnya. “Ustadz dan ustadzah yang hari ini dilatih, menjadi harapan kita untuk bisa menyampaikan pesan pesan bahaya narkoba, bisa mengingatkan kepada masyarakat, karena mereka inilah yang akan berhadapan terus dengan masyarakat,” kata Kepala BNN usai mengisi materi pada pelatihan “Dakwah Damai Bagi Pesantren se Pulau Lombok” di Mataram, Sabtu (10/5). Mufti melihat betapa besarnya pengaruh ustadz dihadapan

masyarakat, apalagi jika dibarengi kemampuan menyampaikan apa itu narkoba dan bahayanya. Sebab jika da’i paham, diyakini penyampaiannya akan lebih detail dan lebih mudah diterima masyarakat. “Bahwa narkoba itu mudharatnya sangat besar, bahwa narkoba itu mutlak haram, ini yang kita harapkan bisa disampaikan ke masyarakat,” terangnya. Mengapa da’i? alasan lain Mufti, bahwa generasi harus dibentengi dengan iman. Dengan keimanan yang kuat, maka generasi itu akan patuh pada penciptanya. Jika sudah ada pada tingkatan keimanan seperti ini, maka generasi dan masyarakat umumnya akan mudah dijajah negara luar. “Generasi ini akan mudah dijajah orang, jika generasi kita gampang dipengaruhi narkoba, karena tingkat kemampuan otak menjadi menurun,” terangnya. “Jika fungsi otak turun, generasi lemah kemudian dijajah, maka hilanglah aset kita. Hilanglah harapan kita menjadikan mereka sebagai benteng proteksi bangsa ini. Karena kita tahu, pasokan – pasokan narkoba dari luar ini akan begitu besar masuk terus,” sambungnya. (ars/*)

(Suara NTB/ars)

BAHAYA NARKOBA - Kepala BNN NTB, Mufti Djusnir saat mengisi materi tentang bahaya narkoba kepada ustadz ustadzah se Pulau Lombok.

Jujur Sampaikan Data Dari Hal. 1 Jadi mari kita jujur dalam menyampaikan data untuk kepentingan internal kita dan juga kepentingan eksternal. Tidak usah merasa tabu jika kita tidak mampu mencapai hal-hal tertentu yang kita anggap ideal,’’ pinta gubernur saat Peluncuran Pro-Poor Planning Budgeting and Monitoring (P3BM) Info & Diseminasi Updating Database MDG’s bertempat di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat (9/5) sore lalu. Sebagai pimpinan, katanya, ia akan meminta tanggung jawab para pimpinan SKPD semaksimal mungkin tetapi tidak di luar batas kemampuan. Jika memang ada halhal yang dirasa sulit, seperti angka-angka atau progress capaian program yang lambat, maka ia meminta SKPD mengajak masyarakat untuk berperan secara bersama-sama. Pasalnya, dalam membangun katerlibatan masyarakat mutlak diperlukan. ‘’Jadi jangan merasa se-

bagai aparatur Pemda, kita bisa menyelesaikan semua, walaupun bukan berarti kita mengerjakan juga. Kita kerjakan secara maksimal tetapi peran serta masyarakat juga harus kita gugah,’’ harapnya. Terkait dengan suplai data, lanjut gubernur, masih ada “lubang-lubang” yang terlihat dari sisi validitas data yang sangat bergantung suplai data dari kabupaten/kota. Ke depan, katanya, perlu dikembangkan perangkat bagaimana mengukur otentisitas data di kabupaten/kota. Jika mau sukses, maka seluruh alur validitas data harus bisa diuji kesahihannya. Peluncuran program P3BM Info & Diseminasi Updating Database MDG’s dinilai snagat penting untuk mewujudkan hal itu. Menurutnya, keberadaan P3BM merupakan momentum pembenahan data. Data-data dari SKPD langsung di link up ke NTB in my hands. Data yang masuk ke NTB in my hands langsung dimonitor gubernur lewat ruang kerjanya. (nas)


OPINI

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Semangat Wakil Rakyat Baru HARI ini, KPU NTB akan melakukan rapat pleno dengan agenda penetapan calon anggota DPRD NTB terpilih pada Pemilu 2014. Artinya, hari ini pula masyarakat NTB sudah bisa mengetahui secara resmi siapa saja yang akan duduk di lembaga DPRD NTB periode 2014 – 2019 mendatang. Wajah baru biasanya identik dengan semangat baru dan ide – ide baru. Itulah yang diharapkan lahir dari para wakil rakyat DPRD NTB yang hari ini akan ditetapkan secara resmi oleh KPU NTB. Sebab, jika mengacu pada hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Anggota DPRD NTB yang telah ditetapkan secara resmi oleh KPU NTB dan sudah disahkan oleh KPU RI, dari total 55 Anggota DPRD NTB periode ini, hanya 22 orang yang kembali terpilih untuk duduk di 65 kursi wakil rakyat periode 2014 – 2019 mendatang. Dengan kata lain, 43 orang merupakan wajah baru. Sebagian wajah baru anggota DPRD NTB itu memang pernah mencicipi kursi DPRD pada tingkat kabupaten/kota sementara sebagian lainnya memang benar – benar merupakan wajah baru. Namun, publik pastinya akan berharap lebih banyak. Kehadiran wajah – wajah baru ini diharapkan tidak sekadar mengikuti gaya ‘’permainan’’ para pemain lama di DPRD NTB. Lebih jauh, mereka seharusnya bisa menyuntikkan semangat dan atmosfir baru. Lembaga Udayana itu memang sangat membutuhkan sentuhan energi – energi baru untuk ‘’meledakkan gelembung’’ kejenuhan yang menutupi auranya selama ini. Terlebih, untuk periode berikutnya, sudah dapat dipastikan bahwa Pimpinan DPRD NTB pasti akan berganti wajah. Sebab, tiga Pimpinan DPRD NTB yang kembali mencalonkan diri untuk duduk di DPRD NTB pada Pemilu 2014 ini, secara kebetulan semuanya gagal. Ketua DPRD NTB, Drs. H. L. Sujirman yang mengadu nasib sebagai Calon Anggota DPR RI juga tidak terpilih. Singkatnya, 65 anggota DPRD NTB periode 2014 – 2019 diharapkan bisa menjadikan lembaga DPRD NTB menjadi lembaga berbeda alias berubah. Namun, perubahan itu diharapkan tidak sebatas fisiknya semata, melainkan juga perubahan pada semangat dan ruh yang dibawanya. Jika DPRD NTB yang lalu hanya fokus pada rutinitas kerja yang itu – itu saja, maka DPRD NTB yang terpilih nanti diharapkan bisa melahirkan terobosan – terobosan yang lebih mengena pada persoalan masyarakat. Meski ditetapkan pada hari ini, namun, kerja resmi para wakil rakyat terpilih baru akan dimulai pada saat pelantikan mereka, September 2014 mendatang. Sejak itulah, masyarakat sudah akan mulai mencatat kinerja mereka selama lima tahun. Baik – buruknya kinerja itu, lima tahun lagi masyarakat akan menunggu untuk menjatuhkan sikap atas penilaian tersebut. (*)

Halaman 6

Hidup dalam Sistem yang ’’Serba Salah’’ Oleh :

“Kalau bukan bersama kami anda bersama teroris”, kata George Bush dalam memerangi “teroris” pasca-kejadian 11 September. Dukung kami, kamu aman. Bila tidak, kamu musuh kami. Bush ingin secara eksplisit mengkalkulasi, siapa teman siapa lawan. USH hidup di negara demokrasi, bahkan sesumbar untuk menerapkan demokrasi di seluruh dunia. Ketika, negara berkembang seperti Indonesia terpengaruh demokrasi, nampaknya pola perilaku Bush ditransfer juga. Tengok saat pemilihan kepala daerah di negeri ini. Pemimpin terpilih butuh tahu siapa yang memilihnya dan siapa yang tidak. Untuk apa? Untuk diberi jabatan tidak perduli kapasitas dan untuk disingkirkan. Bagi orang di lingkaran organisasi, menentukan pilihan pemimpin organisasi serba salah, maju kena mundur kena kata “Warkop DKI”. Memilih pemimpin yang satu apa kata yang lain, sementara boleh jadi antara yang satu dengan yang lain juga rekan kerja dan menjalin pertemanan. Semakin serba salah, bila berada di tengah-tengah, yaitu memilih untuk tidak memilih atau memilih untuk tidak memihak. Potensi untuk dibenci bersama (dua sisi) berpeluang besar. Calon pemimpin yang satu menganggap orang ini mendukung lawannya, sebaliknyapun demikian. Ketika berbicara dengan yang satu, yang lain menganggap memihak, sebaliknya pun demikian. Lalu apa perlu untuk tidak berbicara pada siapa-siapa di antara mereka? Makin tidak logis. Lingkungan Pragmatis Kata orang bijak hidup adalah pilihan, dan memilih untuk tidak memilih atau memihak merupakan pilihan itu sendiri. Menjadi pemimpin adalah area pragmatis, sehingga untuk apa mempertaruh-

Dr. M. Firmansyah

(Dosen Pascasarjana dan Ketua PKEP FE UNRAM)

Bila setiap karya harus menjadi pemimpin dulu, maka teruslah mengejar menjadi pemimpin. Namun bila tidak ada kausalitasnya, maka memilih untuk berkarya menjadi lebih logis. Siapapun pemimpin kita harus loyal dalam urusan pekerjaan organisasi, tidak ada pikiran dendam, iri hati. Sehingga bila harus memilih kondisi “serba salah” karena tidak menjadi apa-apa itulah pilihan, bukankah setiap orang berhak untuk memilih? kan akal sehat demi dukung mendukung kekuasaan yang sebentar. Menonjolkan untuk memilih calon A dengan harus menyakiti calon B tidaklah logis. Karena tidak ada diantara mereka yang seumur hidup akan terus memimpin. Bila berpikir pragmatis, maka saya garuk punggungmu kamu juga harus garuk punggungku. Katanya, tidak ada makan siang gratis. Semua ada kausalitasnya, semua ada transaksinya. Benar, tidak ada makan siang gratis, bila hidup hanya di lingkungan pasar. Padahal sehari-hari kita biasa makan siang gratis, yaitu di lingkungan sosial (keluarga, saudara dan kawan kita). Sehingga, saya garuk punggungmu karena memang punggungmu sedang gatal-gatal, kamu tidak perlu garuk punggungku karena saya tidak membutuhkannya. Artinya saya memilihmu karena kamu wajar untuk dipilih bukan karena saya ingin sesuatu darimu. Di sinilah makna bungkusan hidup lingku-

ngan sosial terpancar. Kebenaran Relatif Selogis apapun nalar berpikir tidak akan pernah logis bila yang memandang seorang lawan (atau pesaing). Sebenar-pun kebenaran yang disampaikan tidak akan pernah benar bila musuh yang menyampaikan. Sehingga, menjadi tidak logis bila hanya mendengar satu sisi kebenaran, tidak pada sisi lain. Hidup satu atap berorganisasi menjadi dilema bagi yang mendengarkan dua sisi kebenaran relatif tersebut. Lebih-lebih bila pendengar buru-buru menjustifikasi kebenaran pada satu sisi. Namun, biasanya justifikasi akan berubah setelah mendengar sisi lain akan kebenaran yang diterima. Namun, ketika pendengar terlanjur memihak (partisipan) lagi-lagi tidak ada kebenaran bagi pihak lawan. Oleh karena itu, memupuk hubungan baik menjadi lebih baik.

Mengeliminir sisi perbedaan dan mengedepankan persamaan menjadi jalan melanggengkan organisasi. Siapapun menjadi pemimpin organisasi bukanlah hal substansi, karena tidak ada pemimpin yang abadi. Bila persoalannya seorang pemimpin harus melalui cara-cara belakang (politis), bukan pula persoalan. Karena jarang zaman sekarang pemimpin murni terbentuk dari zero politik. Tinggal menunggu bukti apa yang bisa dilakukanya, dia akan berhadapan dengan sejarah sebagai pencatat setiap karya dan keterpurukan yang diciptakannya. Bila setiap karya harus menjadi pemimpin dulu, maka teruslah mengejar menjadi pemimpin. Namun bila tidak ada kausalitasnya, maka memilih untuk berkarya menjadi lebih logis. Siapapun pemimpin kita harus loyal dalam urusan pekerjaan organisasi, tidak ada pikiran dendam, iri hati. Sehingga bila harus memilih kondisi “serba salah” karena tidak menjadi apaapa itulah pilihan, bukankah setiap orang berhak untuk memilih?

Wakil Walikota Mataram minta waktu pemadaman listrik dikaji Dampaknya sangat merugikan masyarakat

*** Bantuan berlimpah nelayan tak patut berstatus miskin Perlu ditelusuri kemungkinan bantuan tak tepat sasaran

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Halaman 7

Bantuan Berlimpah

Nelayan Mestinya Tidak Miskin

Perbanyak Kerjasama Dagang KETUA pengurus caretaker Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi NTB, Herry Prihatin menyebut sedang menggerakkan seluruh unsur pengurusnya di kabupaten/ kota untuk bergerak dan memperbanyak kerjasama dagang dengan pengusaha dari luar daerah. Hal ini dimaksudkan untuk menekan kesenjangan SDM pengusaha lokal dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia. Konkret programnya salah satunya dengan memperbanyak kegiatan temu usaha seperti yang dilakukan baru-baru ini, atas kerjasama dengan Kadin Jawa Timur. Kegiatan seperti itu menurutnya menjadi media untuk tidak saja saling tawar menawar produk yang diperdagangkan, namun lebih jauh yang diinginkan adalah akan ada pembaharuan informasi tentang perkembangan usaha di pasar global. Ia tidak menampik jika pengusaha lokal masih memiliki SDM yang tidak cukup memadai jika disandingkan dengan pengusaha luar negeri. Hal ini akibat dari mepetnya mematangkan kesiapan SDM di Indonesia dalam menghadapi pasar bebas, Berbeda dengan negara-negara di Asia lainnya yang telah mematangkan kesiapannya jauh sebelumnya. “Saat ini dalam segala hal kita harus berlari cepat, tidak bisa kita lamban dengan situasi sekarang. Harus bangun kerjasama antar pedagang di seluruh provinsi di Indonesia bila perlu. Pemerintah daerah juga harus mengambil peran saling mendukung,” terang Herry di kantornya, Sabtu (10/5). Untuk itu, Herry juga menyebut sedang melakukan konsolidasi terus menerus dengan seluruh pengurus yang diklaimnya sudah terbentuk seratus persen di kabupaten/kota di NTB. Menghadapi pasar Asean itu juga, visi dan misi kepengurusan di daerah harus jelas ke mana arah dan tujuan yang ingin dikejar kaitannya dengan membangun daerah, melalui kendaraan organisasi Kadin. Untuk itulah, pembenahan secara intern dan ekstern ini dilakukannya. “Situasi di daerah memang masing-masing beda. Namun kita harus mendorong keras mereka untuk melaksanakan program yang direncanakan dalam membangun daerah,” tambahnya. Menguatkan barisan menjadi keinginan utama Kadin menurutnya. Tidak saja penguatan dalam bidang usaha, namun dari sisi politik dan sosial kemasyarakatan, semuanya diminta harus bergerak cepat menyesuaikan dengan situasi saat ini dan mendatang. Kerjasama dagang yang ia maksudkan diawal sebagi peringatan dini agar pengusaha tak ‘’tertidur”. Peluang dengan pengusaha antar daerah menurutnya menjadi program yang harus terus dijalankan, tinggal pemerintah mendukung dari sisi regula sinya. (bul)

Mataram (Suara NTB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan rekapitulasi terhadap seluruh bantuan yang diberikan kepada kaum nelayan. Dari data yang terkumpul, tidak kecil nilai bantuan yang digelontorkan pemerintah, sehingga sangat ironis jika masyarakat pesisir kategorinya berstatus miskin. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M. Si, Sabtu (10/5) memaparkan berbagai banntuan yang direalisasikan kepada nelayan, mencakup seluruh bantuan dalam beberapa tahun terakhir. Pertama ia sebutkan, pemberian bantuan kapal Inkamina berkapasitas besar, 30 GT. Jumlahnya yang tersebar kepada seluruh kelompok yang ada di Provinsi NTB ini mencapai 18 unit kapal. Dikalkulasikan, dari hasil pendataan yang dilakukan kepada kelompok nelayan penerima, dalam sekali tangkap kapal tersebut masing-masing mampu menghasilkan 15 ton ikan. Dihitung berdasarkan angka penjualan, nilai pendapatan kelompok nelayan sekali tangkap sudah mencapai Rp 100 juta lebih. Itupun belum dihitung jika hasil tangkap nelayan-nelayan ini adalah jenis ikan yang nilai jualnya tinggi, ikan tuna dan kerapu, misalnya. Kapal-kapal Inkamina ini menurut Aminollah adalah jenis-jenis kapal canggih, kare-

(Suara NTB/met)

Target Penerimaan Pajak Rokok Turun Rp 17,5 Miliar Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB saat ini sedang menyusun Rancangan APBD Perubahan 2014 sebelum diajukan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov NTB mencermati, target penerimaan daerah dari pajak rokok diprediksi akan turun sebesar Rp 17,5 miliar dari target dalam APBD murni sebesar Rp 200 miliar. “Kita sedang mencermati rencana dan estimasi pendapatan. Adakah peningkatan atau reposisi. Infromasi terakhir itu, pajak rokok itu berkurangdarikeputusansebelumnya (APBD murni 2014, Red),” terang Kepala Bappeda NTB, H. Chairul Mahsul, SH, MM dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (10/5). Dikatakan, informasi yang diterima dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) NTB dan Biro Keuangan Setda NTB, realisasi penerimaan dari pajak rokok yang dipeorleh NTB sekitar Rp 182 miliar lebih. “Berarti berkurang Rp 17,5 miliar,” imbuhnya. MenurutChairul,meskipunterjadi penurunan target penerimaan

pajak rokok tetapi ada sejumlah pos-pos penerimaan daerah yang naik. Namun ketika ditanya, pospos penerimaan itu, ia mengatakan masihdilakukanpenghitunganpospos mana saja. “Itu sedang kita hitung, cermati trennya. Kan masih ada cukup waktu,” pungkasnya. DalamAPBDmurni2014,NTB menargetkanperolehanpajakrokok sebesar Rp 200 miliar. Hal tersebut tertuang dalam APBD 2014 yang sudahditetapkanDPRDNTBpada Kamis 12 Desember 2013. Secara keseluruhan, total target pajak daerah pada APBD 2014 adalah Rp 928,073 miliar atau naik sebesar Rp 254 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan rincian, target PKB sebesar Rp 199,647 miliar, BBNKB sebesar Rp 323,708 miliar, dan PBBKB sebesar Rp 204,277 miliar. Pajak rokok yang diperoleh NTB tersebut selanjutnya dibagi sesuai dengan ketentuan.Besaranbagihasilpajakrokok yang didapat pemerintah kabupaten/kota ditentukan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK). (nas)

HILANG

STNK R2 HONDA DR4813AW NOKA/NOSIN: MH1JB51166K466414/ JB51E-1466891 AN. ACHMADIYONO HILANG DISKTR KOTA MATARAM

STNK R2 HONDA DR5371BO NOKA/NOSIN: MH1JF2217AK258228/ JF22E-1255857 AN.EDY MAMESA HLG DISKTR GOR TURIDE KOTA MATARAM

STNK R2 YAMAHA DR2949BQ NOKA/NOSIN: MH328D20BAJ554155/ 28D-1554295 AN. SITI MAESARAH HILANG DISKTR KOTA MATARAM

BAKERY

DIJUAL

SALON

RUPA - RUPA

SERVIS MOTOR

RUPA - RUPA

JUAL MOTOR SULAM BIBIR

PENDIDIKAN KULIAH SINGKAT JALUR KHUSUS CEPAT MENYANDANG GELAR S1, S2, S3 TERAKREDITASI BAN-PT HUB.EDI 085219091852

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts

Rp. 1 Jt

Service Mobil & Sepeda Motor

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

Perikanan, dengan menanggung biaya pendidikan dan beasiswa kepada anak nelayan berpendidikan. (bul)

HILANG

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

(Suara NTB/bul)

Aminollah

HILANG

KECANTIKAN Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

bangkan usaha nelayan. Bantuan selanjutnya yakni kerjasama antara Kementerian Kelautan Perikanan RI dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui program Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan. Di mana sejak tahun 2008 lalu juga, telah diterbitkan sebanyak 2.328 sertifikat, baik untuk lahan pertanian, perkebunan ataupun lahan di pesisir milik nelayan. Untuk tahun 2014 ini, Aminollah menyebut akan menerbitkan kembali sebanyak 2.200 sertifikat gratis kepada nelayan di NTB, sehingga total sertifikat yang diterima nelayan mencapai 4.528 sertifikat. Dari 2.328 sertifikat yang sudah dipegang nelayan, terdapat sebanyak 593 yang sudah diagunkan untuk kredit di perbankan, dengan nilai kredit nelayan mencapai Rp 3,409 miliar. Jika semua sertifikat nelayan tersebut menjadi agunan, maka tidak sedikit kucuran kredit perbankan yang akan beredar di nelayan, dan itu menurutnya cukup mensejahterakan nelayan.

IKAN BAKAR - Kawasan Pantai Senggigi di Lombok Barat (Lobar), memanjang ke Pantai Malimbu dan Nipah, Kabupaten Lombok Utara (KLU), menyimpan panorama eksotik tersendiri. Belakangan kawasan pantai tersebut marak dikunjungi wisatawan. Penduduk di sana tak menyia-nyiakannya. Mereka menyediakan kuliner khusus ikan bakar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, seperti halnya di salah satu sudut di pinggir jalan antara perbukitan dengan Pantai Nipah ini.

(Suara NTB/bul)

Herry Prihatin

na dilengkapi dengan pembaca arah (GPS), yang dapat menunjukkan jalur-jalur tangkap potensial kepada nelayan. Namun tidak semua kelompok yang sudah memaksimalkan penggunaanya sesuai perhitungan tersebut. Belum lagi hasil tangkap dari lagi kapal-kapal di bawah 10 GT yang diberikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) masingmasing kabupaten/kota. Bantuan lain yang digelontorkan, yakni melalui program Pengembangan Usaha Minapolitan (PUM) yang diberikan kepada 237 Kelompok Usaha Bersama (KUB) sejak 2008 lalu. Bantuan ini diberikan langsung masingmasing Rp 100 juta kepada satu kelompok nelayan yang terdiri dari sepuluh orang anggota. Dihitung sebanyak Rp 23 miliar yang sudah tersebar di nelayan dalam beberapa tahun terakhir. Penyalurannya dalam bentuk bansos, namun ada beberapa kabupaten yang menyalurkannya dalam bentuk dana bergulir, dengan harapan akan mengem-

“Bantuan pemerintah itu sudah banyak kepada nelayan, belum termasuk bantuan dari Kementerian-Kementerian lainnya. Ukurannya, para nelayan itu sudah berdasi jika bantuan itu diefektifkan,” kata Aminollah pada Suara NTB. Hanya saja, persoalan besar yang menjadi budaya di masyarakatnelayankurangbaiknya manajemen keuangan. Menabung tidak dijadikan kebiasaan oleh nelayan saat memiliki pendapatan.Sehinggapolakehidupannelayan demikian konsumtif. Ini menjadi tugas tidak saja DKP menurutnya, tetapi semua pihak harus berkontribusi, utama dalam meningkatkan pendidikan dan SDM masyarakat pesisir. Pihaknya atas kerjasama pemerintah pusat telah menjembatani Sekolah Tinggi Ilmu

SULAM ALIS

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

MEBEL

FURNITURE

KLINIK ALTERNATIF 10

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

RUPA-RUPA

BATIK

SHOWROOM

TRAVEL

10


SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

POLHUKAM

Halaman 8

Siswa SMKN 1 Sikur Tewas Terlindas Truk Selong (Suara NTB) Malang nasib Didik Wahyudi (17), siswa SMKN 1 Sikur. Ia tewas terlindas truk di Jalan Raya Sikur sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (10/5) lalu. Siswa yang beralamat di Desa Montong Baan Selatan itu mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit dengan Nomor Polisi DR 6169 KP bersama temannya yang kabarnya hendak pergi praktik di sebuah bengkel milik sekolahnya. Kapolsek Sikur, Iptu K Kanca saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pelajar SMK itu tewas di tempat. Sementara itu, pengendara truk dengan Nomor Polisi DR 8357 K atas nama Marzuan (37), warga Jantuk Desa Anjani Kecamatan Suralaga sudah diamankan. Korban Lalalantas maut ini, ada dua orang. Satu rekan Didik Wahyudi dikabarkan masih kritis. Korban pertama sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Melihat kondisi cukup parah, korban langsung dirujuk ke rumah sakit umum Dr. R. Soedjono Selong. Kepala Sekolah SMKN 1

Sikur, Rusbin yang dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian yang menimpa siswanya. Ia menuturkan, Didik Wahyudi adalah siswa kelas 10 di SMKN 1 Sikur. Keberadaan Didik di jalan raya saat itu, katanya, hendak pergi praktik di sebuah unit sekolah yang tempatnya terpisah dengan gedung utama sekolah. Ia mengatakan, anak didiknya ini terbilang pendiam dan tidak pernah berbuat yang tidak-tidak. Paling mengharukan bagi Kepala Sekolah adalah, ia sempat dimintai nasihat secara langsung oleh Didik beberapa waktu lalu. Kejadian lakalantas yang

(Suara NTB/rus)

LAKALANTAS - Siswa SMKN 1 Sikur yang tewas di tempat sesaat setelah lakalantas maut dengan sebuah truk. menimpa dua siswanya sekaligus ini sangat mengagetkan. Pasalnya, kejadiannya

tiba-tiba dan kepergian siswanya saat tengah menuntut ilmu. (rus)

Anggota DPRD Loteng Ditetapkan

39 Orang Wajah Baru

(Suara NTB/met)

MENGGANTI KABEL - Petugas PLN mengganti kabel yang terkelupas dan rusak akibat terbakar diatas tiang listrik di Jalan Meninting 10 Lingkungan BTN kekalik.

Kabel Listrik Terbakar Nyaris Telan Korban Mataram (Suara NTB) Kabel Listrik di Jalan Meninting 10 Lingkungan BTN Kekalik, Sabtu (10/5) terbakar. Warga panik karena takut kabel tersebut memicu kebakaran rumah. Satu unit mobil pemadam kebakaran didatangkan, sementara jajaran Polres Mataram langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Menurut warga bernama Rahman, ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya. Sejak dua hari lalu pihaknya sudah memberitahukan pihak PLN melalui layanan Call Canter 123. Dengan adanya insiden itu, para petugas langsung mengerjakan kerusakan yang terjadi pada kabel yang terbakar. Meski demikian warga terus membentak para petugas

PLN yang menghampiri TKP. Warga kecewa lantaran aspirasinya lamban ditanggapi. Ia berharap, agar pihak yang bertanggung jawab segera tanggap dan melakukan kontrol terhadap daerah-daerah yang cukup rawan. Seperti kejadian yang menimpa warga BTN tersebut. Menurut Rahman, hal tersebut bisa berakibat fatal dan bisa menyebabkan kebakaran yang dapat merugikan masyarakat dan menelan korban. “Kabel Listrik yang menyala itu nyaris saja memakan korban, sebab pada saat terbakar, tiang lisrik yang terbuat dari besi tersebut mendapat aliran arus listrik, jadi cukup berbahaya, lebih – lebih nanti bisa merembet ke rumah kami,” imbuhnya. Sementara itu, tim pelak-

sana lapangan PLN, Burhan yang datang melakukan perbaikan menjelaskan, penyebab terbakarnya kabel yang berada diatas tiang listrik setinggi sekitar lima meter tersebut, diduga karena ada gesekan angin. Selain itu, ada kabel yang terkelupas sehingga menimbulkan percikan kembang api dan menyala. Akibatnya, listrik terpaksa dipadamkan selama beberapa waktu saat para petugas melakukan perbaikan. Beberapa keterangan dari pihak kepolisian. Salah satunya anggota Satuan Lalulintas Polres Mataram, Ipda Agus Pujianto mengatakan, laporan yang diterimanya ada kejadian kebakaran. Beberapa jajaran kepolisian langsung menghampiri TKP. (met)

Brankas Koperasi KPRI Karya Praja Digondol Maling Mataram (Suara NTB) Koperasi KPRI Karya Praja yang berlokasi tepat di samping Kantor Satpol PP NTB (di dalam kompleks kantor Gubernur NTB) dibobol maling Sabtu (10/5) dini hari lalu. Satu unit brankas yang tersimpan di dalam koperasi, berhasil digondol pelaku. Kejadian itu merupakan kali kedua. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh salah satu seorang karyawan koperasi, Nurul Pujiana ketika menuju ke tempat foto copy yang letaknya bersebelahan dengan koperasi itu. “Sekitar pukul 08.00 Wita, dia (Nurul, red) datang mau ambil fotocopy-an. Dia melihat pintu ruang koperasi sudah dirusak. Kemudian dirinya melaporkan hal itu ke Pol PP baru dan kepada aparat kepolisian,” ujar Musa Shofiandy, Sekretaris KPRI Karya Praja saat ditemui di lokasi kejadian Sabtu. Musa menjelaskan, brankas yang berukuran 50x60 cm itu diletakkan di pojok ruangan serta tertutup meja. Brankas yang digondol pencuri malam itu berisi satu buah sertifikat tanah senilai Rp 120 juta, satu akta jual beli tanah senilai Rp 401 juta, tiga BPKB dan uang Rp 60 juta.

“Kejadian serupa juga pernah terjadi Bulan Juni 2013 lalu. Saat itu brankas juga hilang tetapi tidak kami laporkan ke pihak berwajib, karena saat itu Pol PP siap mencari pelaku pencurian dan mengganti kerugian,” ungkapnya. Pantauan Suara NTB, kunci pintu dan gembok ruangan bekas dicongkel pelaku. Meja dan kursi yang ada di dalam ruangan sudah berantakan. Sedangkan brankas yang diambil para pelaku tersimpan di sebelah utara ruangan, yakni di samping meja kasir. Pelaku diduga membawa kabur brankas itu dengan cara menggeretnya. Hal itu ditandai karena terlihat ada tanda-tanda bekas seretan di belakang kantor Koperasi. Kapolsek Mataram AKP Arif Harsono mengaku, begitu mendapat laporan tim identifikasi Polsek Mataram, Polres Mataram mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil olah TKP sementara, brankas tersebut diperkirakan diangkut oleh sekitar empat sampai lima orang . “Masih kami selidiki dan kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi,” ujarnya. (met)

Hari Ini KPU Lotim Pleno Penetapan Caleg Terpilih Selong (Suara NTB) Senin (12/5) hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim akan menggelar rapat pleno penetapan calon legislatif (Caleg) DPRD Lotim terpilih. Termasuk perolehan kursi yang akan diterima masing-masing partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu. Pleno akan digelar secara terbuka. Demikian disampaikan Divisi Hukum KPU Lotim, Taharudin, SH. kepada Suara NTB

Minggu (11/5) kemarin. Diketahui sebelumnya, KPU sudah melakukan pleno terhadap rekapitulasi perolehan suara hasil pencoblosan. Berdasarkan hasil rekapitulasi itu, berjalan lancar dan aman. Tahar menjelaskan, sebenarnya rangkaian dari rapat pleno terbuka rekap hasil Pileg ini sudah dimulai dari 3.077 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Lotim. 20 Penyelenggara Pemilu Kecamatan (PPK), KPU Kabupaten, KPU

Provinsi dan terakhir di tingkat pusat. Hasilnya dinyatakan tidak jauh berbeda. Termasuk perolehan suara masing-masing parppl secara keseluruhan dan prolehan kursinya, serta caleg yang akan duduk menjadi wakil rakyat. Soal kemungkinan adanya protes? “Apa yang diprotes,” jawabnya. Ia tegaskan, jika masih saja ada yang tidak puas dipersilahkan menyampaikan gugatan ke MK. “Jika tidak puas kami tunggu di MK,” katanya. (rus)

Praya (Suara NTB) Sebanyak 50 orang anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) periode 2014-2019, akhirnya ditetapkan. Melalui rapat pleno KPU Loteng, penetapan caleg terpilih hasil Pemilu Legislatif (Pileg), di Aerotel Praya, Minggu (11/5) kemarin. Dengan adanya penetapan tersebut, tahapan Pileg Loteng dinyatakan tuntas. Data yang diperoleh Suara NTB dari KPU Loteng menyebutkan, dari 50 orang anggota Dewan terpilih, 39 orang diantaranya merupakan wajah baru. Sisanya sebanyak 11 orang merupakan calon incumbent. Diantaranya, Ahmad Ziadi (Partai Demokrat), L. Arif Rahman Hakim (PBB) dan H. Puaddi, SE (Partai Golkar) dari daerah pemilih (dapil) I (Praya-Praya Tengah). Kemudian ada Muslihin dari Partai Hanura dan Ahmad Rifai (PKS) didapil II (Ko-

pang-Janapria). Didapil III (Pujut-Praya Timur) ada Suratman dari PKP Indonesia. Dapil IV (Praya Barat-Praya Barat Daya) L.Mas’ud dari Parti Golkar. Sedangkan didapil V (Jonggat-Pringgarata) ada L. Erlan (Partai Golkar), M. Humaidi ST (PKS) serta M. Samsul Qomar (Partai Demokrat). Terakhir di dapil VI (Batukliang-Batukliang Utara) ada Bq. Nurul Adha (PKB). Secara umum Partai Golkar berhasil meloloskan caleg paling banyak sembilan kursi. Diikuti oleh Partai Gerindra dan PKB masingmasing sebanyak 6 kursi. Kemudian PKS, Partai Demokrat dan PPP, sama-sama mendapat 5 kursi. Diikuti kemudian PBB dan Partai Nasdem, sebanyak 4 kursi, Partai Hanura, 3 kursi, PDI Perjuangan, 2 kursi dan PKP Indonesia 1 kursi. Adapun Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi satu-satunya parpol yang

tidak kebagian kursi di DPRD NTB. Dalam hal pengumpulan suara, Partai Golkar juga unggul jauh dari parpol lainnya, dengan mengumpulkan 84.483 suara atau sekitar 16,38 persen dari total suara sah sebanyak 515.724 yang ada. Dibelakangnya ada, Partai Gerinda, 70.656 suara (13,70 persen), PKB, 53.282 suara atau sama dengan 10,33 persen. Sedangkan PKP Indonesia yang berhasil meloloskan satu calegnya, berada diurut buncit hanya berhasil mengumpulkan 21.342 suara (4,14 persen). “Penetapan ini merupakan tahapan terakhir dari pelaksaan pemilu legislative,” ungkap Ketua KPU Loteng, Ari Wahyudi, S.H.M.H., kepada Suara NTB, usai rapat pleno. Selanjutnya, pihaknya akan segera melayangkan surat pemberitahuan secara resmi kepada caleg terpilih. Melalui parpol masing-masing. (kir)

Jelang Penetapan Calon Terpilih

KPU Antisipasi Gugatan Pileg Mataram (Suara NTB) Adanya beberapa tuntutan supaya dilakukan pemungutan suara ulang di beberapa daerah di NTB, membuat KPU NTB bersiap mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi keberatan maupun tuntutan terkait berjalannya proses pemilu legislatif 9 April lalu. Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu dan Data Pemilu, Suhardi Soud kepada Suara NTB, Sabtu (10/5) mengatakan, pihaknya sudah siap melakukan penetapan calon terpilih Pileg dan sudah mengambil langkah antisipasi gugatan. “Kami siap dan punya agenda untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan termasuk gugatan,” ujarnya. Menurutnya, langkah yang akan diambil pihaknya adalah untuk mengantisipasi hal tersebut. Ia menjelaskan, proses Pileg telah selesai dan jika ada pihak yang ingin menggugat, itu

bisa dilakukan di Mahkamah Konstisusi (MK) tentunya dengan agenda gugatan hasil. “Pertama kami tentu akan menjelaskan bahwa jika ada pihak yang ingin melakukan gugatan maka jalannya sudah tersedia di MK,” katanya. Ditambahkannya, jika yang ingin digugat adalah proses Pileg, kemudian menginginkan pemungutan suara ulang (PSU), maka hal itu sudah tidak bisa lagi dilakukan. Pihaknya juga mengaku telah melakukan semua rekomendasi Bawaslu terkait pelaksanaan Pileg kecuali rekomendasi supaya dilakukannya PSU. “Kalau PSU, tentu tidak bisa karena sudah jelas diatur dalam SE KPU nomor 333 dan UU nomor 8 tahun 2012. Seluruh rekom Bawaslu juga telah kami lakukan yang sesuai dengan UU,” tambahnya. Kemudian langkah antisipasi kedua yang telah dilakukan KPU sebelum penetapan calon

terpilih adalah menginstruksikan kepada semua KPU kabupaten kota supaya semua berkas terkait pelaksanaan Pileg dikumpulkan. “Seluruh data selama pelaksanaan Pileg sudah kami instruksikan agar dikumpulkan KPU di daerah,” pungkas Soud. Ketika ditanya apakah kemungkinan besar gugatan terhadap hasil Pileg mungkin terjadi, Soud mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan. “Yang jelas mekanisme MK sudah memberikan jalan bagi semua pimpinan parpol atau pihak lain jika ingin melakukan gugatan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua DPW PKB NTB, Najamuddin Mustofa, selaku salah satu pimpinan parpol di NTB, mengatakan pihaknya memprediksi akan ada sengketa terkait hasil Pileg di NTB. “Sengketa pasti ada, tapi mungkin ada beberapa yang akan sampai MK,” pungkasnya. Menurutnya, sen-

gketa dalam pemilihan umum sah-sah saja dilakukan oleh berbagai pihak. “Sengketa itu menunjukkan kita sebagai negara demokrasi. Ruang untuk itu sudah ada di MK,” katanya. Ditambahkannya, di PKB sendiri ada banyak keberatan dan gugatan terkait proses berlangsungnya Pileg. Akan tetapi tidak semua sikap keberatan tersebut bisa di bawa ke MK. “Nanti semua gugatan yang ada akan kita seleksi dulu. Yang bisa selesai di internal kita selesaikan. Jika tidak bisa, maka gugatan itulah yang akan disampaikan ke MK,” tambahnya. Sementara itu, pihaknya mempersilahkan KPU menetapkan calon terpilih, masalah gugatan dinilainya sudah ada jalur tersendiri. “Silahkan KPU lakukan semua tahapan Pemilu. Itu sudah tugas KPU sesuai UU. Masalah gugatan itu beda jalur dan saya yakin semua ketua parpol tahu itu,” tutupnya. (ami)

Dugaan Penggelembungan Suara

PKS Loteng Siapkan Gugatan ke MK Praya (Suara NTB) Satu gugatan siap dilayangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lombok Tengah (Loteng) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasca penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih hasil Pileg oleh KPU Loteng, Minggu (11/5) kemarin. Gugatan dilayangkan terkait adanya dugaan penggelembungan suara di daerah pemilih (dapil) III (Pujut-Praya Timur) pada saat rekapitulasi perolehan suara Pileg yang dinilai cukup merugikan pihak PKS. Rencana tersebut disampaikan saksi PKS Abdul Hakim usai rapat pleno penetapan caleg terpilih di Aerotel Praya. Dikatakannya, secara umum pihaknya bisa menerima hasil di lima dapil. Sedangkan untuk dapil III, PKS tidak bisa menerima karena diduga bermasalah. Sehingga pihaknya berencana melayangkan gugatan ke MK. Menurutnya, permasalahan dimaksud yakni terkait dugaan penggelembungan suara yang terjadi. Dimana penggelembungan suara terjadi hingga 10 persen dari total suara yang ada. Akibat adanya dugaan penggelembungan suara tersebut PKS cukup dirugikan. “Ka-

lau tidak ada penggelembungan suara ini, PKS berpeluang mendapat satu kursi,” sebutnya seraya menambahkan di dapil III PKS tidak mendapat jatah kursi. Ia menjelaskan, dugaan penggelembungan suara tersebut. baru diketahui setelah pihaknya melakukan telaah lebih dalam atas formulir C1 yang ada. Bahwa memang ada perbedaan antara perolehan suara yang sudah ditetapkan dengan hasil telaah formulir C1 yang ada. Atas dasar itulah pihaknya memutuskan untuk melayangkan gugatan ke MK. Rencana tersebut juga sudah dibicarakan di tingkat provinsi. “Dengan bukti yang kita pegang, kita optimis bisa memenangkan gugatan ini,” timpal Hakim. Terkait rencana gugatan PKS tersebut. Ketua KPU Loteng. Ari Wahyudi. SH., MH., mengaku pihaknya tidak keberatan. Pasalnya, ruang untuk itu sudah diatur oleh undangundang. Namun demikian, kendati ada gugatan tidak akan sampai mengganggu proses penetapan hasil Pemilu. Ia menjelaskan, setelah adanya penetapan hasil pemilu tersebut maka ketika ada gugatan yang menjadi termo-

(Suara NTB/kir)

ISI BLANGKO - Saksi PKS sedang mengisi blangko keberataan atas penetapan caleg terpilih. PKS rencananya akan melayangkan gugatan ke MK. hon ialah KPU pusat. Sedangkan KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dalam hal ini sebagai ikut termohon. Gugatan paling lambat diserahkan dalam jangka waktu 3 x 24 setelah penetapan hasil pemilu oleh KPU pusat. “Karena

hasil pemilu sudah ditetapkan tanggal 9 April kemarin oleh KPU pusat maka batas waktu penyampaikan gugatan ialah tanggal 12 April besok (hari ini, red). Lewat dari itu maka gugatan tidak bisa diterima,” tandas Ari. (kir)


SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Dewan Kesenian Kota Mataram

Ingin Kembalikan Nilai ”Adiluhung” Seni Mataram (Suara NTB) Pergeseran nilai seni dan budaya pada sejumlah musik tradisional masyarakat Kota Mataram menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh para pegiat seni, terutama Dewan Kesenian Kota Mataram. Sebagai mandataris khusus dalam bidang seni dan budaya, Dewan Kesenian Kota Mataram pun berjanji akan menuntaskan pekerjaan ini. Kepada Suara NTB sabtu kemarin, Ketua Dewan Kesenian Kota Mataram, H. Rami’un berjanji akan segera

menyusun sejumlah langkah baru untuk mengatasi semakin terdegradasinya nilainilai adiluhung (kearifan lokal) seni dan budaya di tengah-tengah masyarakat. Sebagai ketua Dewan Kesenian Kota Mataram yang baru, Ia beserta para pengurus lainnya pun mengaku sudah memetakan sejumlah permasalahan dan sekaligus menjadi rekomendasi program kerja kedepan. Disebutkan Rami’un, hilangnya nilai-nilai adiluhung pada sejumlah kesenian musik tra-

”Sang Kiai” Diputar di Festival Cannes London (Suara NTB) Film “Sang Kiai”, yang menjadi Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2013, berpartisipasi pada Festival de Cannes ke-67 yang akan berlangsung di Cannes, Perancis, dari tanggal 14 sampai 23 Mei mendatang. Film itu merupakan besutan sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2013, Rako Prijanto. “Indonesia kembali berpartisipasi pada Festival de Cannes ke-67 dengan agenda utama mengikuti Marche du Film,” ujar Kasubdit Festival dan Eksibisi Film, Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Molly Prabawaty kepada Antara di London, Minggu. Dikatakannya sekitar 50 film Indonesia akan dipromosikan dalam Festival de Cannes yang merupakan festival film yang paling bergengsi di dunia yang diselenggarakan sejak tahun 1946. Selain film Sang Kiai , Indonesia juga akan membawa film “99 Cahaya Langit Eropa” yang diangkat dari novel Hanum Salsabiela Rais dibantu suaminya Rangga Almahendra serta film “Jalanan” karya sutradara Daniel Ziv, yang meraih Film Dokumenter Terbaik di Busan International Film Festival (BIFF) 2013. Menurut Molly Prabawaty, March du Film adalah pasar film terbesar di dunia yang merupakan bagian dari program Cannes Film Festival yang setiap tahunnya dihadiri sekitar 10,000 pebisnis film dari seluruh dunia. Sementara dalam rangkaian Festival de Cannes kali ini dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta yang bergerak di industri perfilman, pengusaha perfilman, produser, sutradara, bintang film, pekerja film dan wartawan dari sekitar 96 negara di dunia. Dikatakannya selain berpartisipasi pada Marche du Film dengan membuka booth seluas 28 meter per segi di Riviera, dengan membawa sekitar 50 film Indonesia akan dipromosikan di booth Indonesian Cinema. (ant/balipost)

disional seperti Gendang Beleq dan tari Rudat turut memprihatinkan. Pasalnya, harusnya nilai adiluhung itulah yang menjadi ruh atas segala jenis seni dan budaya yang lahir di tengah masyarakat, karena pada dasarnya bermakna sangat tinggi pada aspek mutu dari suatu seni. Tidak hanya itu, nilai seni yang dilahirkan tersebut juga harus mulia sehingga dengan makna seperti ini, setiap orang diharapkan untuk memeliharanya. Masih menurut Rami’un, dari hasil pemantauannya se-

nah diteliti ilmuwan Belanda, NJ Krom, pada 1949 itu dia nilai cocok karena medan tempuhnya penuh tantangan, di antaranya pendakian teras pertama yang kemiringannya mencapai 45 derajat. Selain itu medan tempuh menuju situs dari pusat kota Cianjur mencapai 25-30 kilometer, dengan 20 kilometer badan jalan bergelombang, bahkan sebagian rusak. “Dari sisi heritage, jelas ada banyak hal bisa digali di sini,” katanya. Ia mencontohkan banyak berkembang cerita rakyat terkait dengan situs yang juga oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Nagari Siang Padang itu. Sejumlah relief yang ditemu-

menyebut setidaknya terdapat 200 kelompok kesenian di seluruh Kota Mataram dengan berbagai jenis seni, mulai dari seni musik tari, seni musik Rudat, Gendang Beleq. “Kedepan, semua kelompok kesenian itu harus memiliki ruh yaitu kembali kepada nilai adiluhung dalam setiap pementasannya. Kalau pun ada variasi disebabkan karena adanya pengaruh globalisasi, itu harus disesuaikan juga dan disaring. Jangan sampai ada unsur negatif yang masuk di semua jenis musik kita” terangnya. (dys)

Ilustrasi bendera Merah Putih

Indonesia Raya Nowela Disambut Prajurit Kodam Cenderawasih Berkumandang di Markas MU

Jayapura (Suara NTB) Nowela, finalis Indonesian Idol 2014, disambut oleh ratusan prajurit Kodam XVII/Cenderawasih Denzipur-10/KYD dengan peragaan drum band yang dibawakan oleh puluhan anggotanya. Sekitar pukul 11.45 Wit, konvoi kendaraan roda dua dan empat yang menjemput Nowela dari bandara udara Sentani, Kabupaten Jayapura, ketika melewati Mako Denzipur 10/ KYD di Waena, Kota Jayapura mendapat sambutan luar biasa. Teriakan yel-yel mengelukan Nowela terdengar jelas. “I Love Nowela” kata salah seorang prajurit. “Kami Cinta Nowela” demikian salah satu spanduk kecil yang coba ditunjukkan kepada peserta Idol itu. Nowela yang menumpangi kendaraan roda empat, langsung mengancungkan kedua tangan dan membentuk simbol cinta dengan keempat jarinya kepada ratusan prajurit itu. Salah seorang prajurit Denzipur-10/ KYD ketika ditemui Antara mengaku dirinya bersama 200-an prajurit memang sengaja ingin menyambut kedatangan Indonesian Idol 2014 asal Kabupaten Kepulauan Yapen itu dengan cara tersendiri. “Kami ingin menyambut Nowela yang telah mengharumkan nama Papua. Aksi ini juga mendapat restu dari pimpinan kami,” kata Pratu Miftah. Sementara itu, Nancy Iwanggin salah seorang warga Kota Jayapura mengaku baru melihat Nowela secara langsung. “Aduh senangnya, bisa melihat Nowela secara langsung. Saya senang ada putri asal Papua yang bisa tembus dua besar Indonesia Idol, semoga dia bisa keluar sebagai juara,” katanya. Informasi yang dihimpun Antara, Nowela akan berkunjung ke rumah orang tuanya di Perumnas IV, Distrik Abepura lalu istirahat sejenak. Selanjutnya pada pukul 15.00 Wit akan menggelar jumpa pers di salah satu hotel ternama di Abepura dan jumpa

Gunung Padang Potensial Jadi Destinasi Wisata Kombinasi Cianjur (Suara NTB) Situs megalitikum Gunung Padang, di Desa Karya Mukti, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dinilai potensial menjadi destinasi wisata kombinasi antara wisata minat khusus, wisata budaya, dan wisata alam. “Situs ini idealnya dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus dikombinasikan dengan heritage dan ecotourism,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gde Pitana, di Cianjur, Minggu. Untuk menjadi wisata minat khusus, kata dia, situs yang per-

lama menjadi pegiat seni dengan mambawahi banyak sanggar seni di Kota Mataram, banyak nilai-nilai kesenian dan etika yang sudah terlupakan pada saat menggunakan serta mempraktikkan. Padahal nilai adiluhung itu merupakan nilai murni bangsa Indonesia. “Nilai adiluhung itu sekarang sudah hilang terkikis dan mulai lengser. Nilai adiluhung itu mengandung unsur religi ketimuran, itulah yang ingin kita kembalikan” ujar Rami’un semangat. Lebih lanjut Rami’un

kan di antara tumpukan batu di dalamnya juga diduga merupakan hasil budaya, di antaranya relief batu mirip kujang, jejak kaki macan, hingga batu bernada. “Untuk ecotourism juga sesuai mengingat pegunungan, bukit, lembah, dan sungai yang mengelilingi Gunung Padang sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung,” katanya. Situs Gunung Padang dikelilingi lima pegunungan, yakni Gunung Karuhun, Pasir Buluh, Bukit Ciwangun, Gunung Batu, dan Gunung Gede. Di sisi barat terdapat Lembah Cihandeleum dan situs dikelilingi Sungai Cipanggulaan. (ant/balipost)

fans di GOR Waringin. Nowela dijadwalkan berada di Kota Jayapura hingga 12 Mei 2014. Dia bersama Husien mendapatkan dukungan suara terbanyak untuk ke puncak grand final Indonesian Idol 2 0 1 4 . (ant/ balipost)

Nowela

Manchester Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi pembukaan acara tahunan Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris cabang Greater Manchester (PPI-GM) kota yang dikenal dengan klub sepak bola Manchester United. Mengusung tema “menyatukan keragaman”, Festival Budaya Indonesia (ICF) 2014 yang bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia dibuka dengan mengajak pengunjung berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketua Panitia Penyelenggara ICF 2014, Bima Arya kepada Antara London, Minggu, mengatakan tema kali ini dipilih untuk merangkul mahasiswa Indonesia di Inggris serta menunjukkan eksistensi masyarakat Indonesia kepada dunia melalui pagelaran budaya. Dalam acara ICF tahun ini bertempat di Manchester Academy 1, University of Manchester Student Union, ditampilkan berbagai tarian-tarian, pameran kebudayaan dan kuliner khas Indonesia yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar masyarakat Indonesia di Inggris khususnya di Greater Manchester. Acara dilanjutkan dengan penampilan berbagai macam tarian dari berbagai daerah di Indonesia yang diisi oleh kontestan yang diundang dari berbagai kota di Inggris, yaitu Sunderland (Gending Sriwijaya), Newcastle (Tari Ngibing dan Ratu Does), London (Tari Pangkur Sagu dari Papua) dan Manchester (Tari Pendet). ICF kali ini agak sedikit berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya karena untuk pertama kalinya, ICF diselenggarakan dengan konsep kompetisi dengan sistem pemungutan suara pengunjung. Juara I berhasil diraih oleh tim London yang telah memukai penonton melalui Tari Pangkur Sagu dengan mendapatkan 51 persen suara, diikuti dengan tim Manchester yang mendapatkan juara II. Usai menyaksikan tari tarian Indonesia, pengunjung di-

ajak untuk mencicipi kuliner Indonesia seperti bakso, nasi padang, cendol, siomany, gadogado, empek-empek, martabak, ayam cabe hijau, dan kue-kue jajanan Indonesia. Pengunjung juga berkesempatan untuk melihat dan turut berpartisipasi di stand stand pameran kebudayaan Indonesia seperti workshop batik, photobooth dengan mengenakan baju tradisional Indonesia, dan produk sepatu dari batik. ICF 2014 ini berhasil menarik minat 300 orang pengunjung baik dari warga Indonesia maupun pengunjung internasional. Hal tersebut membuat kami senang karena selain bisa merasakan kembali ke kampung halaman, acara ini juga dapat memperkenalkan keindahan budaya Indonesia ke mata dunia, tutur Anggara Pradhana, Ketua Umum PPIGreater Manchester 2013/2014. Penyanyi kondang Indonesia, Vidi Aldiano, turut memeriahkan ICF 2014 dengan melantunkan lagu-lagu andalannya. Acara meriah ini pun ditutup dengan mengajak para pengisi acara dan pengunjung untuk menari poco-poco bersama. Pada kesempatan ini, ICF 2014 kedatangan beberapa tamu kehormatan yaitu Wali Kota Manchester, Councillor Naeem ul Hassan, dan Deputy Chief of Mission dari Kedutaan Besar Indonesia untuk kerajaan Inggris dan Republik Irlandia, Harry R.J Kandou, dan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom, Faldo Maldini. Wali Kota Manchester merasa senang karena diundang ke acara dari komunitas Indonesia yang terbuka untuk publik, dan terkesan dengan cita rasa makanan Indonesia yang baru pertama kali beliau coba di ICF ini terutama martabak manis. (ant/balipost)


SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10

Bentengi Generasi Muda

Sekolah Diminta Berikan Pendidikan Spiritual Mataram (Suara NTB) Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta sebagai salah satu sekolah berbasis Islam diharapkan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. MI juga diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dalam upaya menciptakan generasi yang berjiwa dan berkarakter cerdas. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat pembukaan seleksi lomba Kompetisi Sains Madrasah (KKM) dan Festival Anak Madrasah Ibtidaiyah (FAMI) II di halaman MIN Punia, Sabtu (10/5) meminta semua sekolah agar memberikan pendidikan spiritual dan aspek-aspek emosional. Alasannya, lembaga pendidikan tidak hanya fokus memberikan pendidikan dan pencerahan tentang aspek intelektual semata, tapi harus diimbangi dengan pendidikan spiritual dan emosional. Pendidikan spiritual dan emosional se-

bagai salah satu upaya membentengi generasi muda dalam menghadapi era globalisasi ke depan. “Nilai-nilai emosional seperti kejujuran, toleransi, dan membangun semangat nasionalisme membentuk generasi berjiwa dan berkarakter cerdas,” ujarnya. Mohan mengakui dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan masalah yang dihadapi sangat kompleks dan banyak aspek yang harus diperhatikan. Tidak hanya fisik melainkan juga manajemen lembaga yang tentunya sangat kompleks. “Akan tetapi diharapkan masalah-masalah itu tidak meng-

ganggu terhadap tujuan dan sasaran sebuah lembaga pendidikan secara utuh,” pintanya. Kepala MIN Punia Mataram, H. Marzuki menjelaskan, kegiatan seleksi KKM dan FAMI diikuti skeitar 300 siswa MI negeri/ swasta di Kota Mataram. Kegiatan itu untuk menjaring peserta didik yang akan menjadi wakil Kota Mataram dalam ajang lomba KKM dan FAMI tingkat kabupaten/kota se-NTB, pekan depan. Mata lomba-lomba yang akan dilaksanakan antara lain, lomba azan, tartil dan membaca Al-Qur’an, selain itu juga dilaksanakaan lomba sains, menggambar, kaligrafi, pidato, busana muslim dan lomba membawakan lagu Islami. Selain itu, KKM bertujuan menciptakan anak-anak yang mampu bersaing dan berkompetisi antarmadrasah. Agar selain mampu dalam bidang agama, siswa juga handal dalam berkompetisi di bidang sains. (fit)

FT Unwar Selalu Berorientasi pada Pengembangan SDM Denpasar (Suara NTB) Fakultas Teknik (FT) Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar Bali merupakan salah satu fakultas di Bali yang memiliki misi mengembangkan sumber daya manusia di bidang konstruksi (Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil) dan akan terus berusaha melahirkan insan-insan pendidikan yang berkualitas, berani berkompetisi di pasar global dan berbudi pekerti dengan berlandaskan tanggung jawab dan keterbukaan. Keseriusan dalam pengembangan SDM ini terbukti dari tenaga pengajar/ dosen yang dimiliki oleh FT. Sampai saat ini, FT. Unwar memiliki 33 orang dosen tetap yang terdiri dari 1 orang guru besar, 3 orang doktor 27 orang master atau magister. Dosen Fakultas Teknik Unwar Denpasar Putu Aryastyana pada Suara NTB, Minggu (11/5), menjelaskan, dalam proses pembelajaran, para tenaga pendidik bertugas untuk memotivasi dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan mahasiswa. Untuk itu, FT Unwar senantiasa mengembangkan dan meningkatkan mutu tenaga pendidik sebagai tuntutan mutlak dalam rangka meningkatkan atmosfir akademik. Upaya yang dilakukan dengan mengirimkan para tenaga pendidik untuk menempuh studi lanjut yang lebih tinggi. Tahun 2014, lanjutnya, FT Unwar sudah memiliki dosen S2 100% dan sedang menem-

puh studi S3 sebanyak 6 orang dosen dari Teknik Sipil dan 1 orang dosen dari Teknik Arsitektur. 10 (sepuluh) orang dosen muda yang akan melanjutkan studi S3 nya di luar negeri, dalam waktu setahun ini, 2 (dua) orang dosen sudah kembali dari pendidikan S3 di luar negeri. Untuk mendukung peningkatan pengembangan SDM, terangnya, FT Unwar memiliki fasilitas dan sarana perkuliahan yang (Suara NTB/ist) lengkap antara lain, PELEPASAN - Pelepasan sarjana FT Unwar Denpasar Maret 2014 lalu. ruang kuliah ber-AC, Laboratorium Teknik Sipil, mengikuti seminar, lokakarya nal dalam rangka memajukan Ruang Studio Perancangan Ar- dan simposium baik di dalam Pendidikan Keteknikan melasitektur (Focus Group Discus- negeri maupun diluar negeri. lui ilmu pengetahuan, teknologi sion Room), Ruang Studio Kegiatan ini dibiayai dari pi- dan karya-karya rancang Tugas Akhir, Ruang Theater, hak pribadi, Fakultas, spon- bangun secara nasional dan Ruang Sekretariat. Bangunan sor, yayasan dan dari Dikti. internasional. (038/*) yang digunakan dalam proses Hingga saat ini, ujarnya, pembelajaran di FT Unwar se- jumlah alumni FT Unwar seluas 14.500 m2. Masing-mas- banyak 1437 orang. Dari aspek ing program studi memiliki ru- kualitas lulusan, FT Unwar meang kuliah di lantai 2 dan lan- miliki learning outcomes yang tai 3. Proses pembelajaran me- baik dan sebagian besar diterimanfaatkan media pembelaja- ma oleh pasar. Para alumni FT ran seperti LCD Projector, Unwar saat ini yang bekerja di Peraga, Whiteboard dan lain- lembaga pemerintahan (20%), lain, sesuai dengan sistem per- pendidikan (8%), swasta (21%), encanaan pembelajaran yakni: legislatif (5%), konsultan (29%) Rencana Pembelajaran, Modul dan berbagai lembaga lainnya ajar dan lain-lain. baik di dalam negeri maupun Kegiatan-kegiatan ilmiah di luar negeri (17%). yang terus ditingkatkan terKontribusi alumni terhadap kait dengan peningkatan kual- perkembangan Tri Dharma itas sumber daya manusia di Perguruan Tinggi yakni: PendidFT. Unwar antara lain ikan, Penelitian dan Pengabdian telah berjalan dengan baik dan konsisten antara lain KABATEK Unwar (Keluarga Besar Alumni Fakultas Teknik Universitas Warmadewa) setiap tahun memberi penghargaan beasiswa kepada mahasiswa FT. Unwar yang sedang menempuh perkuliahan khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu, memiliki integritas tinggi dalam pengembangan pendidikan, aktif di lembaga kemahasiswaan di lingkungan FT. Unwar dan aktif secara ekster-

(Suara NTB/rus)

PELETAKAN BATU PERTAMA - Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Yayasan TGH Umar Kelayu, Sabtu lalu.

Yayasan TGH. Umar

Pusat Pendidikan Masyarakat Kelayu Sabtu (10/5) lalu, Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pusat pendidikan Yayasan TGH Umar Kelayu. Gedung Yayasan yang didirikan di atas lahan seluas 80 are tersebut digadang menjadi pusat pendidikan masyarakat Kelayu yang akan mengelola pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. BUPATI yang juga Dewan Pembina Yayasan TGH. Umar Kelayu, mengaku akhir-akhir ini masyarakat Islam kurang bersatu. Hal ini disinyalir karena sudah terkotak-kotak dalam beragam organisasi, aliran, faham, dan perbedaan politik.

Padahal umat harus disatukan, karena dasarnya umat Islam itu bersaudara. Kehadiran Yayasan TGH Umar Kelayu harapannya bisa menjadi wahana untuk menyatukan seluruh kekuatan besar masyarakat Kelayu. Almarhum TGH Umar, ujar bupati adalah sosok bersahaja, namun memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap persoalan yang dihadapi lingkungan sekitarnya. Meski saat ini dilihat Kelayu sudah berkembang, namun nilai-nilai yang ditanamkan TGH Umar tidak pernah hilang dan mewarnai karakter masyarakat Kelayu. Para tokoh-tokoh masyarakat Kelayu yang sukses dan bermukim di luar Kelayu banyak dinilai banyak yang lupa akan sejarah Kelayu. Pembangunan Yayasan TGH. Umar ini disampaikan cukup tepat untuk dijadikan wahana mengaktualisasikan kemampuan dan keahlian yang dimiliki sekaligus untuk membantu mengembangkan

masyarakat Kelayu. Keberadaan TGH Umar sebagai tokoh perintis kehidupan beragama di Lombok Timur harus mampu membangkitkan kebanggaan itu untuk diaktualisasikan dalam bentuk pengembangan lembaga pendidikan yang menjadi milik masyarakat Kelayu sendiri. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim Dr. Yanis Maladi, SH, MH, menambahkan, kehadiran lembaga pendidikan TGH Umar Kelayu akan memiliki dampak yang sangat besar bagi kemajuan dunia pendidikan. Tidak saja di Kelayu, namun juga Lotim secara keseluruhan. Yanis menyebut orang-orang Kelayu cukup banyak yang cerdas dan memiliki kapasitas intelektual luar biasa. Harapannya, intelektual Kelayu ini bisa pulang kampung membangun Kelayu. Diyakini, jika semua pada pulang, akan memberikan dampak yang besar. (rus)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Bayern Akhiri Musim dengan Kemenangan

Robert Lewandowski

cepat lewat skema yang dibangun David Alaba di sisi kanan pertahanan Stuttgart dan mengirimkan bola ke tengah lapangan. Sayang, tendangan Thomas Muller, yang berdiri tanpa kawalan menyambut umpan Robben, masih menyamping di sisi kiri gawang Sven Ultreich. Pada menit 24, publik Allianz Arena hampir bersorak kegirangan saat skema serangan berhasil membuat Mario Mandzukic memiliki ruang tembak terbuka dan memiliki bola, sayang tendangan kerasnya masih dapat ditangkap Ultreich. Gelandang Bastian Schweinsteiger, yang dalam laga itu bertindak sebagai kapten menggantikan Lahm, terpaksa kembali ke ruang ganti lebih dini akibat kesakitan. Kehadiran Pierre-Emile Hojbjerg masuk menggantikan, tidak pelak membuat publik Allianz Arena mengkhawatirkan kondisi Schweinsteiger. Memasuki babak kedua Munchen tidak menurunkan tempo permainannya, sebaliknya berusaha mencari celah

Ajang Pemanasan Atlet Porprov NTB

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam yang ke 57, pihak Korem 162/ Wira Bhakti (WB) akan menggelar Kejuaraan Tenis Terbuka, di Mataram, 18 - 24 Mei mendatang. Kejuaraan yang mengambil tema “Open Turnamen Tenis Danrem Cup” itu diharapkan dapat menjadi ajang pemanasan bagi atlet yang akan ambil bagian pada Porpov NTB di Mataram 1521 Juni 2014. Ketua Panitia yang dihubungi Suara NTB, Letkol. Inf. Dono Indarto yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Rabu (7/5) lalu mengatakan kejuaraan ini mempertandingan tiga kategori, yakni single putra, single putri dan double putra usia maksimal 90 tahun keatas (veteran). Sementara total hadiah yang diperebutkan kurang lebih Rp 27,5 juta. “Kejuaraan ini akan diikuti semua atlet kabupaten/kota di NTB, karena sebagai ajang pemanasan bagi atlet sebelum mengikuti Porprov NTB yang berlangsung di Mataram bulan Juni nanti,” ucapnya. Sementara itu pertandingan akan digelar di tiga lokasi, yakni di Lapangan Tenis

Gebang Yonif 742/Satya Wirayuda (SWY), Lapangan DPRD NTB dan Lapangan Bulog Mataram. Kejuaraan tenis melibatkan seluruh petenis muda dan senior terbaik dari kabupaten/kota se NTB ini akan memperebutkan piala Danrem 162/WB dan total uang pembinaan. Kejuaraan tenis yang digelar oleh Korem tersebut bakal menjadi yang pertama kalinya digelar, event tersebut akan menjadi agenda tahunan korem, sehingga lewat event ini diharapkan akan membantu pembinaan atlet tenis di NTB, sehingga kedepannya akan lahir atlet - atlet terbaik yang mampu berprestasi di kancah nasional. “Kejuaraan ini kami harapkan dapat diikuti semua atlet dari kabupaten/kota, karena event ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pemanasan atlet yang mengikuti Porprov NTB IX 2014,” ucapnya. Melalui event ini Dono berharap akan kembali menggairahkan kembali olahraga tenis di NTB yang dinilainya masih minim penyelanggaraan pertandingan tingkat regional, dan event ini akan dilajutkan serta akan menjadi agenda tahunan Korem 162/WB. (fan)

(Suara NTB/ist)

DISIRAM – Manajer Bayern Munchen, Pep Guardiola disiram bir oleh Daniel van Buyten, saat perayaan gelar juara Bundesliga mereka yang ke-23. menggedor barisan pertahanan Stuttgart. Upaya-upaya tersebut baru membuahkan hasil lewat Pizarro yang masuk menggantikan Mandzukic

pada menit 64 lewat golnya pada menit pertama waktu tambahan babak kedua. Ia mencetak gol lewat tendangan kaki kiri yang gagal

diantisipasi Ultreich yang sebetulnya tampil cukup cemerlang sepanjang laga, untuk mengarah ke sisi kiri gawang. (ant/bali post)

Atletik Optimis Tingkatkan Perolehan Medali Mataram (Suara NTB) Setelah melakukan seleksi atlet atletik di daerah belum lama ini, Pengprov PASI NTB akhirnya menetapkan delapan atlet yang lolos seleksi dan akan dikirim di Kejurnas Atletik Remaja dan Junior yang akan berlangsung di Jakarta, 14-16 Mei mendatang. Lewat delapan atlet itu PASI NTB optimis dapat meningkatkan perolehan medali emas di kejurnas. Pelatih Atletik NTB, Subagio yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (11/5) kemarin mengatakan bahwa delapan atlet lolos seleksi dan akan dikirim di kejurnas itu yakni Nanang Fahmi, Ni Putu Yogiswari, Muhammad Amirullah, Kamaruddin, Fajar Bahari, Muhadir Muhammad, Sudirman Hadi, dan satu atlet lagi dari tolak peluru putri yang namanya tidak dihafal oleh Subagio. “Yang pasti terdapat delapan atlet yang lolos seleksi dan akan dikirim oleh PASI NTB mengikuti kejurnas. Mereka terdiri dari enam atlet binaan PPLP NTB,dan dua atlet di Pelatnas PRIMA Pratama di Jakarta,” ucapnya. Di Kejurnas Atletik Remaja dan Junior tahun ini pihak PASI NTB kata Subagio memasang target meningkatkan perolehan medali emas. Dari empat medali emas yang telah diraih pada kejurnas atletik remaja dan junior di Jakarta tahun 2013 lalu, kini mereka mematok target lebih dari empat medali emas. Diakuinya, pada Kejurnas Remaja dan Junior Tahun 2013 lalu kontingen atletik

NTB meraih empat medali emas, satu perak dan satu perunggu. Empat medali emas tersebut diraih oleh Safwaturrahman di nomor 100 meter dan 200 meter junior putra, kemudian Ni Putu Yogiswari di nomor tolak peluru Putri dan Sudirman Hadi di nomor 100 meter putra remaja. Sementara itu medali perak diraih oleh Nanang Fahmi di nomor tolak peluru serta perunggu diraih oleh Muhadir Muhammad di nomor 400 meter gawang putra. Di Kejurnas Remaja dan Juniur tahun 2014 ini Subagio optimis delapan atlet atletik NTB mampu mempersembahkan lebih dari empat emas. Sudirman Hadi yang sebelumnya meraih medali emas di kejurnas remaja tahun lalu, diakui Subagio punya pelung untuk mempersembahkan dua emas di nomor 100 meter dan 200 meter junior putra. Selanjutnya di nomor tolak peluru putri, a t a s nama N i Putu Yogiswari dan Nana n g Fah-

mi juga punya peluang emas. Kedua atlet ini merupakan atlet yang pernah mempersembahkan medali emas di kejurnas remaja dan junior, kemudian perolehan medali emas selanjutnya dapat diraih lewat Muhadir Muhammad, Muhammad Amirulllah dan kawankawan. “Kalau dulu kita dapat empat emas, satu perak dan satu perunggu. Dan di kejurnas tahun ini saya optimis NTB bisa menyumbang lebih dari empat emas,” tutur pelatih nasional dengan nada optim i s . (fan)

Berlin Dua gol tambahan yang dicetak Robert Lewandowski dalam kemenangan 4-0 Borussia Dortmund atas Hertha Berlin SC memastikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak Bundesliga musim ini dengan 20 gol. Dua gol yang dicetaknya dalam laga pekan penutup yang berlangsung di Olympia Stadium, Berlin, Sabtu, membuat Lewandowski meninggalkan pesaingnya Mario Mandzukic yang sebelumnya memiliki jumlah gol sama 18 gol. Laga tersebut menjadi laga Bundesliga terakhir bagi Lewandowski dalam kostum Dortmund. Ia berkesempatan untuk mengenakan kostum Dortmund untuk terakhir kalinya saat menghadapi tim yang akan dibelanya musim depan, Bayern Munchen, pada final DFB Pokal atau Piala Jerman. (ant/bali post)

Porprov NTB 2014

Wushu Kecewa Tidak Dipertandingkan Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga wushu mengutarakan kekecewaan yang sangat mendalam atas tidak dipertandingkannya cabor wushu di Porprov NTB di Mataram, 15-21 Juni 2014, pasalnya persiapan mereka untuk menggelar event tersebut kini menjadi sia-sia lantaran KONI KLU tidak mendaftarkan atletnya di pertandingan wushu. Sekum Wushu NTB, AD. Muhaisin yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (11/5) kemarin mengatakan dari lima Pengcab Wushu yang tersebar di lima Kabupaten/kota di NTB hanya KONI KLU yang tidak mendaftarkan atletnya mengikuti Porprov NTB 2014. Hal ini dikarenakan belum siapnya pengurus KONI KLU mengirim atlet-atlet wushu mengikuti event tersebut. “Yang pasti kami kecewa sekali atas tidak dipertandingkan cabor wushu di porprov NTB, karena kami sangat berharap sekali cabor wushu bisa dipertandingkan, karena kami sudah mempersiapkan wasit/juri untuk memimpin event itu,” ucapnya. Menurutnya, tidak jadi dipertandingkannya cabor wushu di Porprov NTB mengakibatkan kerugian materi bagi Pengprov Wushu NTB. Sebab, mereka telah mengeluarkan biaya yang relatif besar untuk mempersiapkan pelatih dan wasit /juri di lima Pengcab wushu di kabupaten/kota. Termasuk, dana pelatihan pelatih dan wasit/juri di kabupaten/kota sudah dilakukan sebelum pelaksanaan Porprov NTB. Namun sayang upaya itu kini sia-sia. Hasil Rakor KONI, Panitia Porprov NTB dan sebanyak 24 Pengurus Cabor di Hotel Lombok Plaza Mataram, 1 Mei lalu memutuskan cabor wushu tidak dipertandingkan di Porprov NTB karena tidak memenuhi persyaratan. Pasalnya, persyaratan untuk dapat dipertandingkan di Porprov NTB minimal harus diikuti lima KONI kabupaten/kota, sementara peserta cabor wushu hanya diikuti empat kabupaten/kota, yakni Kota Mataram, Lobar, Lotim dan Loteng, sementara KLU tidak mendaftarkan atlet. (fan)

Mourinho Sebut Suarez Tak Layak Jadi Pemain Terbaik

Laurent Koscielny

Koscielny Bertahan di Arsenal London Laurent Koscielny yang telah membela Arsenal 163 kali sejak didatangkan dari Lorient empat tahun lalu, menjadi pemain kedelapan Arsenal yang memutuskan bertahan dengan Arsenal. Awalnya pemain asal Perancis ini dikabarkan akan pindah ke Bayern Munchen dan Paris Saint Germain, tetapi kini bersama Per Mertesacker mereka memperpanjang kontrak di Emirates. “Saya sangat bangga telah membuat kesepakatan untuk menandatangani kontrak baru,” kata Arsenal seperti dikutip Sky Sports. “Saya menikmati empat tahun ber-

Lewandowski ”Top Scorer” Bundesliga

sama Arsenal, dan saya bermaksud membantu tim di tahun-tahun mendatang.” Sementara bos Arsenal, Arsene Wenger mengatakan, “Laurent telah membuktikan menjadi pemain yang mengagumkan sejak bergabung pada 2010 dan menunjukkan kualitasnya musim ini. Saya senang dia memutuskan untuk menjaalnakan masa depannya di klub.” Tujuh pemain lainnya yang bertahan di skuad utama Arsenal adalah Santi Cazorla, Serge Gnabry, Per Mertesacker, Aaron Ramsey, Tomas Rosicky, Wojciech Szczesny and Gedion Zelalem. (ant/bali post)

London Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengklaim bahwa penyerang Liverpool Luis Suarez, tidak layak untuk menerima gelar pemain terbaik, dari dua asosiasi PFA dan FWA, yang disematkan kepada dirinya. Suarez, akan menerima gelar Pesepak Bola Terbaik musim 2013-2014 dari Asosiasi Penulis Sepak Bola (FWA) pada Kamis (15/5) malam waktu setempat, setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) dua pekan silam. Mourinho mengatakan bahwa pemain terbaik versinya adalah penyerang Manchester City, Edin Dzeko. “Ia bukan hanya mencetak

gol. Ia mengumpan, bermain baik, berkelakuan baik, jujur, tidak melakukan diving, tidak berusaha menempatkan lawanlawannya ke bangku cadangan dengan memanfaatkan hukuman akumulasi kartu. “Saya pilih Dzeko”, katanya sebagaimana dilansir Harian Mirror. Pelatih asal Portugal itu juga menilai bahwa seharusnya pemain yang mendapatkan gelar semacam itu harus datang dari tim yang menjadi juara liga. “Pemain terbaik versi saya akan selalu dari tim juara, apabila Manchester City juara maka saya pilih Dzeko. Ia sebelumnya penyerang lapis ketiga pada awal musim, namun saat timnya membutuhkan, pada momen-momen penting ia menciptakan perbedaan. 16 gol untuk penyerang lapis keti-

ga adalah capaian spektakuler,” kata pelatih yang mengklaim dirinya sebagai The Special One tersebut. Sementara, apabila tim asuhan Brendan Rodgers, Liverpool, dapat memenangi gelar juara liga pada Minggu, maka Mourinho lebih memilih Steven Gerrard sebagai pemain terbaik versinya ketimbang Suarez. “Kalau Liverpool juara, dan tentunya membutuhkan keajaiban, saya akan memilih Steven Gerrad (sebagai pemain terbaik). Ia menjalani musim yang baik dengan kedudukan pentingnya di tim, mengubah karakternya sebagai seorang pemain,” ujarnya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

T i m y a n g sudah memastikan gelar juara dengan menyisakan enam laga sisa tersebut, melakukan pemanasan untuk pesta juara selepas laga tersebut dengan kemenangan yang dihasilkan berkat gol pemain pengganti Claudio Pizarro pada menit pertama waktu tambahan babak kedua, demikian bundesliga.com. Hasil tersebut membuat Munchen mengakhiri musim dengan mengemas 90 poin dari 29 kemenangan, tiga seri dan dua kekalahan. Laga yang bisa dianggap sebagai pemanasan menjelang final Piala Jerman atau DFB Pokal melawan Borussia Dortmund pekan mendatang itu dimanfaatkan Pep Guardiola dengan menurunkan tim terbaiknya, dengan hanya meninggalkan kapten Phillipp Lahm dan sayap asal Prancis Franck Ribery. Laga baru dimulai, Munchen segera menyerang

(Suara NTB/ist)

Munchen Bayern Munchen merayakan gelar juara liga ke23 mereka dengan menutup laga terakhir Bundesliga 2013-2014 lewat kemenangan pada menit-menit terakhir dengan skor 1-0 atas tim tamu VfB Stuttgart di Allianz Arena, Sabtu.

Luis Suarez


SUARA NTB

Sabtu, 12 Mei 2014

Halaman 12

Kemenlu Latih Staf Perwakilan RI Tanggulangi ”Trafficking” Mataram (Suara NTB) Berdasarkan laporan Global 2012 kantor PBB urusan Narkoba dan kejahatan, data kasus perdagangan orang di Indonesia periode 2008-2010 tercatat bahwa Organisasi Internasional untuk Migran (IOM) telah memberikan bantuan kepada WNI korban trafficking sebanyak1.647orang.Sementaraitu, berdasarkan data base perlindungan Kemenlu tercatat pada kuartal I tahun 2014 sebanyak 109 kasus trafficking telah terjadi dengan peningkatan mencapai 73 persen jika dibandingkan dengan data kuartal I tahun 2013. “Dari data tersebut, kejahatan trafficking di luar negeri

RUPA - RUPA

menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Sehingga Kemenlu berpandangan bahwa semua pihak wajib memiliki komitmen serta mengambil peran aktif dalam upaya pemberantasannya sesuai porsi kewengan masing-masing,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Tatang Budie Utama Razak dalam keterangan pers di Mataram, Minggu (11/5) kemarin. Turut hadir dalam keterangan pers itu, Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Salman Al Farisi, SE dan Kepala Disnakertrans NTB, Drs. H. Wildan. Berangkat dari kondisi obyektif tersebut, katanya, Kemenlu melihat bahwa pejabat dan staf konsuler di Perwakilan RI adalah first responder dalam kasus WNI korban trafficking. Kemampuannya untuk melakukan identifikasi korban secara dini merupakan kunci utama yang menentukan keberhasilan pencegahan dan pemberantasan kejahatan trafficking. Untuk itu kata Tatang, dalam meningkatakan kapasitas staf Perwakilan RI dan mengusung tugas penting tersebut, Kemenlu

berkolaborasi dengan organisasi internasional kantor PBB urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), IOM, dan organisasi Buruh Internasional (ILO) menginisiasi kegiatan Basic Training on Victim Identification for Consular Officers and Staffs yang diadakan di Hotel Santika Mataram, NTB tanggal 12-16 Mei 2014. “Pelatihan tersebut akan diikuti oleh sekitar 52 peserta yang merupakan pejabat dan staf dari 27 kantor perwakilan RI di luar negeri serta dihadiri oleh observer dari kementerian/ lembaga terkiat,” terangnya. Jika tak ada halangan, acara terserbut akan dibuka Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Sekjen Kemenlu, Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo. Kegiatan itu juga menghadirkan trainer dari UNODC, IOM, dan ILO juga akan dihadiri Deputi Perlindungan Perempuan Kementerian Perlindngan Perempuan dan Anak, Mudjati, SH, Staf ahli Bidang hubungan Kelembagaan Kemenlu, Duta Besar Salman Al Farisi, SE dan Deputy Chief of mision KBRI Kuala Lumpur, Hermono. (nas)

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Senin, 12 Mei 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

LAUNDRY

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


LIPUTAN KHUSUS

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Halaman 14

Sebulir Padi Tinggal Asa Nasib petani di wilayah Limung Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, tahun ini tampaknya tak cukup beruntung. Berharap sebulir padi, kini mereka hanya tinggal menatap bongkahan tanah kering. Ratusan hektar lahan sawah tadah hujan mereka gagal panen alias puso. Anomali cuaca dengan ancaman kekeringan dini membuat petani harus gigit jari. Tak banyak yang bisa dilakukan dengan kondisi alam yang tak bisa pula disalahkan sepenuhnya. Hamparan lahan di sekitar perkampungan Limung tampak kering kerontang, hanya tersisa serat padi yang hangus dibakar terik matahari. Lokasi Limung pun relatif tidak sulit dijangkau, meski jalan sebagian masih rusak. Hingga menuju ke wilayah persawahan harus melewati jalan setapak. Sebagian petani banting setir, mencoba peruntungan dengan menanam palawija (kacang hijau). Dalam obrolan dengan Suara NTB, Sabtu (10/5), mereka mengaku jarang mengalami puso seperti tahun ini. Tak seperti tahun-

(Suara NTB/arn)

PUSO - Petani Limung, Jumain, diatas hamparan sawahnya yang mengalami puso, kini tinggal bongkahan tanah dan terpaksa banting setir menanam palawija.

tahun sebelumnya, berkarungkarung bahkan berton-ton gabah masih bisa mereka nikmati. “Lahan kami memang sawah tadah hujan. Tetapi tanam padi musim hujan, selalu bisa panen. Baru tahun ini lagi, kami rasakan puso, akibat hujan yang tidak menentu,” terang salah seorang petani Limung, Junaidi yang lahan padinya seluas dua hektar lebih mengalami puso. Petani lainnya, Asmaun dan Jumain menjelaskan awalnya padi gogo mereka tumbuh secara normal. Namun memasuki bulan Februari, pertumbuhannya mulai terhambat, seiring dengan air yang berkurang. Hujan makin tidak menentu hingga mencapai puncaknya pada bulan Maret, menjelang berbunga dan berbuah, daun padi

Kepala Dusun Limung, Khairuddin

(Suara NTB/arn)

mulai timbul bintik hitam dan selanjutnya mati kekeringan sampai saat ini, dan tak bisa diselamatkan lagi. “Saya punya lahan 1,8 hektar dan biasanya menghasilkan sekitar 3 ton gabah. Sekarang tidak ada sama sekali. Makanya, saya coba tanam kacang hijau, siapa tahu masih bisa,” harap Jumain, yang sudah berupaya mempertahankan padi mereka dari kekeringan dengan memanfaatkan koda tampungan air yang ada. Namun, apa daya, koda pun lambat laun mengering. Sementara sumber air lain juga tidak ada. Total ada 135 hektar pada enam kelompok tani yang mengalami puso pada tiga dusun di Limung, Labu Limung, Mekar sari dan Mekar Jaya. Diperkirakan kerugian petani sedikitnya Rp 5 juta hektar. Kerugian itu melingkupi biaya semai, tanam, bajak, pupuk, obat dan lainnya yang mereka keluarkan. Kini mereka hanya berharap pada bantuan pangan dari pemerintah ataupun kompensasi dalam bentuk lain. Seperti janji SKPD terkait ketika turun mengecek ke lokasi. Kepala Dusun Limung, Khairuddin, juga sudah menyampaikan laporan ke PPL Dinas Pertanian dan Kantor Ketahanan Pangan. Termasuk ke Bulog. Tim dari SKPD juga sudah turun mengecek ke lokasi. Berharap pemerintah dapat sedikit meringankan beban petani. Entah itu berupa bantuan beras murah ataupun kompensasi dalam bentuk bibit untuk musim tanam berikutnya. Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Pungkit, Safii Unding. Selain yang puso,banyak pula lahan lain di wilayahnya yang meski masih bisa dipanen, namun produktifitasnya jauh menurun.

Baru tahun ini lagi, kami rasakan puso, akibat hujan yang tidak menentu

Junaidi Koordinasi dengan SKPD terkait sudah dilakukannya. Termasuk dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD). Mengingat debit air kian menurun, bahkan untuk air bersih kian sulit didapatkan. Terutama di wilayah Limung. Dari sejumlah titik sumur yang ada, praktis hanya satu yang bisa dimanafaatkan. Itupun dengan rasa air sedikit payau. Hingga sebagian masyarakat terpaksa membeli air. Khusus kepada BPBD pihaknya berharap dapat dibantu pengadaan tandon. Dalam menampung air bersih yang dibutuhkan masyarakat. Apalagi menjelang bulan Juni, masyarakat sudah dihadang musim kemarau panjang. Hingga diprediksi air bersih makin sulit. “Kalau bisa kita dibantu tandon, untuk menampung air bersih,” pintanya. Kekeringan Meluas Puso tak hanya terjadi di wilayah Limung, tetapi juga di kecamatan lainnya di Sumbawa. Kasi Pemeliharaan Tanaman Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumbawa, Usman S.P, menyebutkan data terakhir juga terjadi puso padi gogo pada lahan seluas 58 hektar di kecamatan Maronge periode Maret-April. Setelah sebelumnya kejadian yang sama juga menimpa ratusan hektar petani di wilayah Limung dan Penyaring kecamatan Moyo

Utara. Terdiri dari 135 hektar padi gogo dan 265 hektar kedelai. Khusus di desa Penyaring, meski petani masih bisa panen, namun, lebih dari 200 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut produkstifitas menurun akibat kekeringan. Kedepan, khusus daerah rawan pangan yang memiliki debit air akan diupayakan bantuan mesin air. Serta berupaya memberikan kompensasi bantuan bibit bagi petani yang mengalami gagal panen. “Yang di Moyo Utara sudah kita usulkan mendapatkan bantuan beras dari Kantor Ketahanan Pangan,” terangnya. Mengantisipasi kekeringan ini, pihaknya juga meminta kepada Camat yang sekaligus sebagai Ketua Irigasi di Kecamatan, untuk berembuk dengan petugas pertanian di lapangan. Dalam menyepakati luas tanam yang bisa ditanam sesuai debit air yang tersedia. Sebab dari awal mesti ada perencanaan yang matang, demi menghindari gagal tanam. Terkait bantuan beras ini, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Ir. Surya Darmasya, yang dikonfirmasi di ruangannya, menyatakan, beberapa wkatu lalu, pihaknya memang menerima surat dari tentang kekeringan puso yang terjadi pada 135 hektar lahan padi gogo di wilayah Limung. Surat dari kepala desa beserta unit terkait UPT Dinas pertanian, mengkhawatirkan terjadin-

ya rangan pangan. “Tugas kita Pemkab Sumbawa ada gudang cadangan pangan pemerintah daerah,” terangnya. Keberadaan gudang cadangan pangan Pemkab tersebut telah diatur dalam Perbup No. 43 tahun 2013 tentang pengelolaan cadangan pangan Pemkab Sumbawa. Sasarannya bagi daerah yang terkena rawan pangan, akibat bencana alam maupun bencana ssosial, seperti banjir, kekeringan, gempa, kebakaran dan lainnya. “Asal ada permohonan masuk, kita akan telusuri, teliti, kita konfirmasi ke lapangan, dokumennya harus jelas dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Baru kita membuat telaahan kepada Bupati. Disana penentunya,” kata Darmasya. Cadangan beras Pemkab yang ada di gudang saat ini sebanyak 21 ton ditambag 5 ton sisa dari ABBN. Sejauh ini baru dikeluarkan untuk membantu petani yang puso di kecamatan Pelampang. Sekarang ada permohonan dari Limung 135 hektar padi gogo. Namun, untuk desa Penyaring sejauh ini belum masuk surat permohonannya. Secara umum berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan 2013, ada 53 desa yang masuk perioritas 1 sampai perioritas 3 yang perlu ditindak lanjuti pada setiap SKPD. Berdasarkan 7 indikator sesuai dengan program di masingmasing SKPD. Peta tersebut sudah diberikan ke SKPD agar disetiap penyusunan kegiatan, memperhatikan peta dimaksud. Apakah daerah atau desa rawan pangan dimaksud bisa diintervensi atau tidak. Program Kantor Ketahanan Pangan sendiri seperti program lumbung pangan desa, program mandiri pangan juga berdasarkan peta yang ada. (arn)

Langkah Antisipasi dan Intensifkan Koordinasi Atasi Kekeringan akan kepada Pemkab, agar proaktif setiap tahunnya dalam mengatasi kekeringan. Menginventarisir data kekeringan dari setiap kecamatan. Kemudian membantu masyarakat yang mengalami puso ataupun kekeringan skala berat yang kritis. Dengan kompensasi bantuan beras cadangan pangan pemerintah ataupun lainnya. Terhadap padi yang masih bisa diselamatkan, dinas terkait mesti berupaya dengan menurunkan mesin air skala besar ke wilayah kekeringan yang masih memiliki sumber air. “Kita sudah pengadaan empat mesin air berkekuatan besar yang bisa mobile setiap saat. Jadi, pemerintah mesti pro aktif,” tandasnya. Camat dan petugas lapangan juga harus pro aktif mengimbau kepada petani, agar mematuhi jadwal pola tanam. Untuk menghindari gagal tanam maupun gagal panen yang merugikan petani itu sendiri. Jangka panjang, Pemkab perlu

memikirkan dari sekarang, untuk membenahi saluran irigasi yang rusak hingga embung atau cek dam yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Langkah awal dalam menangani kekeringan, sudah mulai dikoordinasikan BPBD, dengan mengundang SKPD terkait, Camat hingga BMKG, Kamis (8/5) lalu. Koordinasi kesiagaan pemerintah mendaghadapi kekeringan yang mengancam di Sumbawa. Meski skalanya kini masih sedang, namun pada bulan mendatang, kekeringan sudah mulai memasuki fase berat. “Ada instruksi dari pusat ke propinsi hingga ke Kabupaten, untuk kita kumpulkan data kekeringan dan kita tindaklanjuti. Kita ambil data dari masing-masing kecamatan, Nantinya penentu kebijakan yang akan menetapkan status kekeringan itu sendiri,” kata Kepala BPBD, Ir, Mukmin. Sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan. Makanya diun-

dang SKPD, seperti Dinas Pertanian, agar mengetahui kondisi debit air yang mulai menurun, sehingga dapat mengatur pola tanam di tingkat petani. Begitu pula Dinas Perikanan dan Kelautan agar bisa mengurangi penebaran benih pada tambak air tawar, mengingat air yang berkurang. Dinas Kehutanan juga mesti mengecek tingkat kerusakan hutan yang berpengaruh terhaadap ketersediaan debit air. Dengan lebih giat melakukan pemeliharaan mata air, reboisasi dan penanaman kembali. Sedangkan Dinas PU bersama Pengairan, me-

Budi Suryata

lihat kondisi bendungan dan Cekdam. Apakah terjadi sedimentasi sehingga perlu dilakukan normalisasi. Mukmin menyebutkan kondisi rata-rata daerah pesisir, yang mulai kekeringan air bersih. Sejumlah desa di kecamatan Lunyuk, seperti Sampar Bontong, Sampar Goal, hingga Talonang yang mesti dibantu pengadaan air bersih. Kemudian, Prajak di wilayah Moyo Hilir dan beberapa desa di kecamatan Rhee. Masalahnya saat ini, pihaknya kekurungan tandon. Hal ini sudah

sempat diusulkan anggarannya. “Dengan kondisi ini, kami hanya memfasilitasi suara rakyat. Silahkan bapak usulkan lewat APBD P, kami hanya menyuarakan suara masyarakat yang terkena bencana kekeringan,” cetusnya. Secara umum, ada sejumlah kecamatan, yang kini terancam kekerngan. Diantaranya, Tarano, Moyo Hilir, Moyo Utara, Pelampang, Maronge, yang tingkat kekeringannya sudah pada tahap sedang. Makanya perlu diantisipasi dari sekarang, sebelum masuk fase berat, akibat perubahan cuaca dan iklim. (arn)

Z. Arifin

(Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumbawa, Z. Arifin, Spt, M,Si, menyatakan, ancaman kekeringan di Sumbawa harus dapat diatasi secara dini. Dengan mengintensifkan koordinasi lintas SKPD. Sebab kekeringan tak hanya berdampak pada gagal panen dan produktifitas pertanian yang menurun, tetapi bisa berdampak lebih luas hingga ke masalah krisis air bersih. “Kita akan koordinasikan lintas SKPD secara lebih intensif sesuai dengan bidang kami. Membicarakan dampak, langkah antispasipasi dan solusi yang mesti diperbuat akibat kekeringan ini,”tandas Arifin, kepada Suara NTB, Minggu (11/5) kemarin. Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, Budi Suryata S.P, bahkan dari dulu sudah menyuar-


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Senin, 12 Mei 2014

Sembilan Parpol Laporkan KPU Timika ke MK Jayapura (Suara NTB) Sembilan partai politik di Kabupaten Timika, Papua, melaporkan KPU di daerah itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. ‘’Hari ini (10/5), kami bertolak ke Jakarta untuk lapor KPU Timika ke MK. Sebagian tim dari kami sudah lebih dahulu berangkat ke Jakarta,” ujar Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Timika, Muslihudin kepada Antara di Jayapura, Sabtu (10/5). Menurut dia, pihaknya menggiring KPU ke MK karena terjadi penggelembungan suara yang luar biasa melampaui Daftar Pemilih Tetap (DPT) sampai 30 persen. “Ini yang menjadi pertanyaan kami namun tidak dijawab oleh KPU,” ujarnya. Selain itu, kata dia, ada mutasi antara satu parpol ke parpol lain, ada mutasi suara antardaerah pemilihan dan lebih parah lagi ada mutasi caleg dari satu partai ke partai yang lain. “Tindakan itu sudah tidak bisa dibiarkan karena merugikan. Masalah sudah masuk pidana dan sudah masuk ranah hukum, jadi kami bawa ke MK,” ujarnya. Secara terpisah, caleg dari Partai Demokrat Yohan F. Wenehen mengatakan banyak kejahatan demokrasi saat pemilu sehingga layak dilaporkan ke MK. Kesembilan parpol itu adalah Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, Golkar, PKS, Partai Demokrat, PDIP, PAN dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.(ant/Bali Post)

Dewan Adat Papua Nilai Pemilu 2014 Kacau Jayapura (Suara NTB) Dewan Adat Papua (DAP) di Jayapura menilai proses Pemilu 9 April 2014 lalu kacau. Sekretaris DAP, Leonard Imbiri, kepada Antara di Jayapura, Minggu (11/5), mengatakan bercermin dari sejumlah kasus pemilu di tanah air dan lebih khusus di Papua, menggambarkan proses pemilu kali ini kacau, penyelenggara dinilai tidak berorientasi kepada kepentingan negara. Menurut dia, sejumlah kasus yang membuat pemilu kacau, di antaranya penggelumbungan suara luar biasa yang terjadi di Timika dan perubahan angka dalam kertas suara berhologram di Sarmi. Pengurangan ribuan suara di beberapa daerah pegunungan Papua seperti di Kabupaten Nduga. Dia mengatakan, budaya atau pandangan politik yang dimiliki oleh para penyelenggara, peserta terutama calon legislatif dan partai politik dalam pemilu, tidak lagi berorientasi pada kepentingan negara dan kepentingan rakyat. “Saya melihat bahwa orientasinya lebih banyak memihak pada kepentingan individu, partai dan kekuasaan. Apa yang terjadi saat ini dalam pemilu lalu adalah terburuk di Indonesia, itu saya sebut sebagai salah satu malapetaka politik,” katanya. Menurut dia, khusus di Papua, kekacauan pemilu itu akan menambahkan sejumlah masalah yang telah lama ada dan mengakar. Di antaranya, persoalan politik ada persoalan pelanggaran hak asasi manusia, persoalan ketidak adilan, dan persoalan pembangunan atau yang oleh Dewan Adat disebut persoalan hak-hak dasar. Dia mengatakan, masalah ini perlu diatasi, karena penyelenggara pemilu kali ini menunjukan secara jelas bahwa calon penyelenggara negara nanti. “Jadi, mereka yang terpilih akan duduk sebagai anggota legislatif dan mereka juga akan turut menentukan kebijakan pembangunan,” ujarnya. Ia menambahkan, dengan orientasi pemilu yang mengutamakan kepentingan individu dibanding kepentingan negara, lebih cenderung mendatangkan kekacauan. Beranjak dari itu, kepada partai dan caleg jujur dan mau memperbaiki kesalahan. (ant/Bali Post)

KM Paishu Batu II Tenggelam di Perairan Seram Jayapura (Suara NTB) Kapal motor (KM) Paishi Batu II, Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIT, terbakar dan tenggelam diperairan Seram, Maluku. Para penumpang dan awak kapal selamat, termasuk tujuh warga negara asing (WNA) selamat. Para penumpang dan awak kapal berhasil selamat setelah kapal tangker Mt Falcon 8 yang dicarter Pertamina untuk mengangkut BBM dari Wayame (Ambon) menuju Sorong,berupaya menyelamatkan mereka yang seluruhnya berjumlah 20 orang. General Manager Pertamina Unit Penjualan Dalam Negeri VIII Jayapura Moch Irfan yang dihubungi Sabtu (10/ 5), mengakui, adanya laporan tersebut dan saat ini para korban sudah tiba dengan selamat di Sorong. Dikatakan, dari laporan yang diterima insiden yang terjadi disekitar PulauPisang-Pulai Batame, perairan Seram. “Kapal naas itu dilaporkan mengeluarkan api yang diduga berasal dari kamar mesin, hingga menyebabkan kapal tenggelam,” kata Moch.Irfan. Menurutnya, ke tujuh WNA yang menjadi penumpang kapal naas itu terdiri dari empat orang berkebangsaan Perancis dan tiga orang Amerika. Kapal Falcon-8, kata Irfan, melakukan pertolongan setelah mendengar di radio ada kapal yanag mengalami musibah. Setelah mendekat ternyata api sudah menyala sehingga para anak buah kapal (ABK) Mt.Falcon-8 berupaya mengevakuasi para penumpang kekapal mereka. “Para penumpang yang selamat itu kondisinya baik dan saat ini sudah berada di Sorong untuk proses penanganan lebih lanjut,” kata GM.Pertamina Jayapura Moch.Irfan. (ant/Bali Post)

Demokrat Siap Oposisi Jika Kalah Jakarta (Suara NTB) Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, menegaskan partai politik penguasa itu siap menjadi oposisi apabila kalah dalam pertarungan Pemilu Presiden, 9 Juli mendatang. Partai Demokrat masih menjadi lima besar pemenang Pemilu Legislatif 2014, walau hasil yang dicapai tidak sesuai target. Kali ini Partai Demokrat meraih 12.728.913 suara setara 10,19 persen, di belakang PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra, yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden mendatang. ‘’Apabila kami kalah dalam Pemilu Presiden nanti kami akan menjadi oposisi. Membangun kembali dan menjadi ruang yang baik bagi Demokrat untuk melakukan evaluasi atau perbaikan untuk 2019 nanti,” ujar Ramadhan Pohan usai diskusi Pasca-Real Count: Kemana Arah Parpol?, di Jakarta, Minggu (11/5). Menurut dia, kasus-kasus yang menimpa kader Partai

(ant/Bali Post)

HASIL PEMILU LEGISLATIF 2014 - Ketua KPU Husni Kamil Manik (kiri) menerima laporan evaluasi dari Ketua Bawaslu Muhammad (kanan) saat rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Legislatif 2014 hari terakhir di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (9/5) malam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengesahkan hasil Pemilu DPR, DPD, DPRD dari total 124.972.491 suara, dengan urutan pertama PDIP 23.681.471 (18,95 persen), Golkar (14,75 persen), Gerindra (11,81 persen), Demokrat (10,19 persen), PKB (9,04 persen), PAN (7,59 persen), PKS (6,79 persen), Nasdem (6,72 persen), PPP (6,53 persen), Hanura (5,26 persen), PBB (1,46 persen), PKPI (0,91 persen).

Demokrat beberapa waktu lalu menjadi pelajaran yang baik untuk melakukan refleksi menuju perbaikan diri. ‘’Pada 2019 kami akan kembali lagi kuat secara partai dan secara legislatif dan setelah lima tahun kami bilang, Mari Bung kita rebut kembali,’’ kata dia. Terkait konvensi Partai Demokrat mengusung calon presiden atau calon wakil presiden, ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil konvensi. ‘’Kalau kami merasa kuat untuk menghadapi Jokowi dan Prabowo, kami akan usung sesama rekan koalisi lainnya. Tapi, kalau dirasakan kurang, ya tentu harus ditimbang dan bicara lagi,’’ kata dia. (ant/Bali Post)

Hasil Konvensi Partai Demokrat Diumumkan 15 Mei Jakarta (Suara NTB) Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokratm Ramadhan Pohan, mengatakan, hasil konvensi partai berlambang mercy biru itu akan diumumkan pada 15 Mei mendatang. “Nanti akan kelihatan apakah tokoh yang kami usung bisa menjadi capres atau cawapres,” ujar Pohan, usai diskusi Pasca-Real Count: ke Mana Arah Parpol? di Jakarta, Minggu (11/5). Menurut dia, sepulang dari Myanmar, SBY akan menghitung komposisi koalisi. Dengan Gerindra, Hanura, PKS, maupun PAN masih cair dan terbuka peluang untuk menjajaki koalisi. “Koalisi dengan Gerindra, Hanura, PKS, dan PAN itu masih terbuka dan cair. Hubun-

gan Demokrat dengan PAN dan Golkar itu kuat sekali, hubungan antara SBY dan Golkar tidak pernah pecah meskipun ada dinamika politik. Dan, selama 10 tahun memimpin koalisi semua anggota koalisi itu senang dan dapat menyamankan anggotanya,” ujar dia. Ia optimistis partainya masih bisa membalikkan keadaan dan memenangi Pemilu Presiden 2014. Partai politik itu juga dia katakan masih bisa bisa menentukan format koalisi sebelum batas waktu penetapan koalisi partai. “Suara partai lebih dari 10 persen dan kami masih bisa memenangi pertarungan Pemilu Presiden,” kata dia. Ia mengutarakan, sumber daya dan kekuatan pemilihan 11 perserta konvensi itu terbilang sangat kuat. Contohnya Gita Wiryawan yang bisa menjadi calon presiden bersama PKS apabila mantan menteri perdagangan itu dapat memenangi Konvensi Partai Demokrat. “Opsi itu masih terbuka. Kami tinggal menunggu momentum saja. Dalam politik hitungannya itu sekian detik,” ujar dia. (ant/Bali Post)

Ramadhan Pohan

(ant/Bali Post)

RAPIMNAS PPP - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (kedua kiri) didampingi Waketum Suharso Manoarfa (kiri), Lukman Hakim Syaifuddin (tengah), Sekjen Romahurmuziy (kanan) dan Ketua Majelis Syariah Nur Muhammad Iskandar (kedua kanan) membuka Rapimnas PPP di Jakarta, Sabtu (10/5).

Rapimnas PPP Belum Capai Kesepakatan Soal Koalisi Jakarta (Suara NTB) Rapat pimpinan nasional Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada hari pertama di Jakarta belum menghasilkan kesepakatan soal koalisi dengan partai lain terkait pencalonan presiden disebabkan oleh adanya perbedaan pendangan di antara anggota partai dan ketidakhadiran ketua umum Suryadharma Ali. “Kami belum menemukan kata sepakat soal arah koalisi dan kami belum akan menggunakan mekanisme voting untuk memutuskan persoalan tersebut. PPP ingin mengedepankan mufakat terlebih dahulu,” kata Sekretaris Jenderal, PPP Romahurmuzy pada Minggu (11/5) dini hari. Selain itu, faktor kedua yang menyebabkan gagalnya

PPP mencapai kesepakatan adalah karena partai berlambang Kabah tersebut masih menunggu kehadiran ketua umum Suryadharma Ali dalam rapimnas. Menurut keterangan Wakil Ketua Umum PPP, Emron Pangkapi, Suryadharma tidak menghadiri rapimnas karena masih menemui sejumlah pejabat dewan pimpinan wilayah (DPW) untuk menyamakan pandangan terkait koalisi. “Untuk sementara ini Rapimnas kami tunda karena kami masih menunggu ketua umum. Kami telah mengutus beberapa orang untuk mencoba berkomunikasi dengan beliau yang saat ini sedang berusaha menemukan perbedaan pendapat di antara teman-teman DPW,” kata Emron.

Emron mengatakan bahwa partainya juga masih membahas kapan rapimnas akan diteruskan kembali. Ada tiga pilihan mengenai hal tersebut yaitu, Ahad malam, Senin malam, dan Selasa malam. Sedianya, rapimnas kedua yang dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat, wilayah, dan sejumlah ketua majelis itu diagendakan untuk menentukan ke mana dukungan PPP akan diberikan dalam pemilu presiden mendatang. Setidaknya ada tiga nama calon presiden yang beredar di PPP yaitu, Joko Widodo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Aburizal Bakrie dari Partai Golongan Karya. (ant/Bali Post)

Titipkan 15 Item Politik, PKB ’’All Out’’ Dukung Jokowi Sidoarjo (Suara NTB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menitipkan 15 item politik kepada calon presiden Joko Widodo atau Jokowi yang diusung koalisi pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilihan Presiden mendatang dan menyatakan akan all out kampanyekan Jokowi. “Lima belas item politik itu di antaranya adalah masalah pendidikan yang saat ini masih butuh perhatian khusus dan juga peningkatan fasilitas pesantren dan juga sekolah yang saat ini memang sangat butuh bantuan pemerintah,” kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar kepada wartawan di ruang VIP Bandara Internasional Juanda, Sabtu (10/5) petang. Setelah itu, PKB menitipkan masalah peningkatan ekonomi masyarakat yang saat ini

dinilai masih rendah. “Selain itu, juga ada berbagai perbedaan pluralisme juga menjadi salah satu item yang disebutkan dalam dukungan tersebut untuk dibawa Pak Jokowi,” katanya. Ia mengatakan, koalisi antara PKB dengan PDIP untuk mendukung Jokowi menjadi Presiden dilakukan menyusul komunikasi politik selama beberapa hari terakhir. “Selama sepuluh hari terakhir saya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh politik seperti Aburizal Bakrie, Prabowo, Jokowi, Megawati Soekarno Putri dan juga Hatta Rajasa dan pemimpin partai lainnya,” katanya. Hasil pertemuan-pertemuan tersebut sudah dilaporkannya kepada Dewan Syuro di Pondok Pesantren di Pacul Gowang, Jombang, Jawa Timur. “Dan hasilnya memang PKB akan all out untuk mendukung Pak Jokowi maju menjadi Presiden dengan dukungan penuh dari PKB,” katan-

ya. Ia mengatakan, koalisi yang dibangun ini tergolong unik karena bukan seperti koalisi umumnya melainkan bersama dalam kebersamaan. “Termasuk untuk menentukan siapa calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Pak Jokowi juga dilakukan dengan kebersamaan tersebut, siapa tokoh yang paling kompeten untuk mendampingi Pak Jokowi,” katanya. Ia mengatakan, PKB sendiri tetap akan menyodorkan nama-nama yang dianggap berkompeten mendampingi Jokowi. “Di antara nama-nama tersebut masih muncul Rhoma Irama dan juga Mahfud MD,” kata Muhaimin. PKB menyatakan akan fokus kepada lima provinsi di Pulau Jawa untuk mendulang suara mayoritas pada Pemilihan Presiden mendatang, (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

Wapres: Kita Tidak Defisit Politisi, Tapi Defisit Negarawan Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengemukakan, Indonesia mengalami defisit neraca pembayaran dan juga defisit anggaran. Tetapi yang harus lebih diperhatikan,kini kita juga mengalami defisit negarawan.

Lensa

Halaman 15

“KITA defisit negarawan dari berbagai sektor, tetapi kita tidak defisit politisi,” kata Wapres pada pembukaan The first Young Leaders Indonesia Annual Conference 2014 di Ruang Sumba Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (10/5) sore. Wapres menggarisbawahi bahwa defisit yang paling besar adalah defisit pelaku yang handal dalam pilar poltik, karena adanya keengganan generasi muda masuk ke arena politik. Padahal, lanjut Wapres, keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia karena dipimpin oleh the best and the brightest dari anak bangsa. Meski bisa memahami, Wapres menyesalkan dengan semakin sedikitnya anak muda yang menaruh minat berkarir di bidang politik. “Yang harus dicatat adalah yang kita butuhkan politikus negarawan yang bersama-sama menghasilkan produk politik dan

aturan main yang baik. Kalau kacau balau, kita ribut saja satu sama lain,” ujar Wapres. Dalam acara yang juga dihadiri oleh Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto itu, Wapres juga menjelaskan tentang dalil sejarah mengenai kemajuan suatu bangsa yaitu generasi yang mengganti harus lebih baik dari yang diganti. “Dan tanggung jawab generasi pengganti adalah pada generasi sekarang,” ujar Wapres seraya menunjuk kepada para peserta pembukaan The first Young Leaders Indonesia Annual Conference 2014. Bukan Politisi Berbicara di depan anggota YLI yang rata-rata baru memasuki dunia kerja, Wapres mengingatkan bahwa cita-cita yang telah ditanamkan sejak kecil terkadang dapat berubah di tengah jalan. Ia memberi contoh dirinya, dimana saat kecil menginginkan menjadi insinyur dari ITB. “Saya tertarik karena insinyur membuat hal-hal yang impresif sekali, entah gedung atau jembatan,” ujar Wapres. Tetapi karena kesulitan dalam pelajaran, ia berbelok mendalami ekonomi. “Selesai sekolah, cita-cita saya menjadi

akademikus yang hebat yang mendapatkan nobel prize. Tapi nggak kesampaian juga,” ujar Wapres berseloroh. Bahkan dirinya memasuki pemerintahan, hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, hingga kini menjadi Wakil Presiden. “Apa yang kita rencanakan ini bisa diupayakan, tapi hanya 50 persen, sisanya dari luar yang menentukan, bukan rencana kita,” ujar Wapres. Menjawab pertanyaan salah seorang peserta, Wapres Boediono menegaskan, dirinya bukanlah seorang politisi. Tetapi sejak bekerja di pemerintahan, ia harus mengetahui politik. “Sekarang setelah di pemerintahan, ekonomi berinteraksi dengan institusi lain di pemerintahan,” ujar Wapres. Dalam pandangan Wapres, dari institusi yang ada maka yang paling fundamental adalah institusi politik. Pekerjaan paling penting dari institusi politik seperti DPR, MPR, DPRD adalah membuat aturan dasar. “Konstitusi itu adalah aturan dasar suatu bangsa. Dari situlah muncul undang-undang, peraturan pemerintah dan sebagainya,” ujar Wapres. Jadi, dikatakan Wapres, yang menentukan bangsa kita ke depan adalah produk dari aturan main dalam menghadapi masa depan. “Produk-produk ini adalah produk politik. Jadi

(ant/Bali Post)

Boediono sangat penting kita harus memiliki institusi poltik yang baik. Semua aturan main akhirnya aturan dasarnya apa, undangundangnya apa,” tutur Wapres. Namun Wapres mengingatkan, untuk menjadi politisi yang baik harus memiliki visi yang teguh. Kalau tidak memiliki visi hanya akan menjadi pion. Visi yang harus dipegang oleh politisi, lanjut Wapres, adalah tentang cita-cita bangsa ini. “Visi inilah yang menjadi guiding star anda. Dalam kancah yang semrawut, visi ini harus ada pegangannya di hati anda,” kata Wapres. Ia juga mengingatkan agar para anggota YLI yang ingin

menjadi politikus harus menjadi negarawan sehingga tidak mudah terpengaruh iming-iming di tengah perjalanan karir sebagai poltisi. Sebelumnya, pendiri YLI Philia Wibowo mengatakan bahwa program Young Leaders for Indonesia (YLI) digagas oleh PT McKinsey Indonesia tahun 2008 dan telah menjadi yayasan independen di tahun 2010, yang didukung oleh para pemimpin/ tokoh-tokoh nasional. YLI adalah program kepemimpinan yang dilaksanakan selama 6 (enam) bulan untuk mahasiswa berprestasi dan memiliki potensi kepemimpinan tinggi. Peserta YLI ini berasal dari lebih 30 universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan mahasiswa, membekali kemampuan memecahkan masalah, memimpin dengan integritas tinggi, serta menjalin jejaring dan komunitas yang kuat diantara mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Hingga saat ini, YLI telah berhasil mengembangkan 330 calon pemimpin yang telah mengikuti program pelatihan, dan saat ini beberapa diantara mereka telah bekerja pada instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan organisasi sosial. (ant/Bali Post)


Senin, 12 Mei 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kerjasama Pemerintah Kota Mataram dengan Harian Umum Suara NTB

KEGIATAN pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XI, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII dan Hari Kesatuan Gerak Pem-

berdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-42, tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2014 telah berlangsung sukses di Kota Mataram. Kesuksesan tiga event tingkat Provinsi NTB yang telah berlangsung pada tanggal 8-10 Mei 2014 di Lapangan Sangkareang Kota Mataram, merupakan kerja sama semua pihak baik tingkat Kota Mataram maupun tingkat

Provinsi NTB dan peran serta seluruh warga Kota Mataram yang telah memberikan dukungannya dalam menjaga keamanan dan kenyamaan di Kota Mataram. Sehingga kegiatan tersebut bisa berlangsung lancar dan sukses sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Mataram dengan tiga target kesuksesan, yaitu Sukses Penyelenggaraan, Sukses Image Dan Sukses Ekonomi. Dengan demikian tercipta tujuan sesuai dengan visi dan misi Kota Mataram yang Maju, Religus dan Berbudaya. ( Humas/* )

(Suara NTB/ist)

Kota Mataram Sukses Menjadi Tuan Rumah BBGRM, TTG dan HKG PKK 2014

Didampingi Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi menabuh Gendang Beleq tanda dimulainya kegiatan pencanangan BBGRM, TTG dan HKG PKK.

Gubernur NTB , TGH. M. Zainul Majdi bersama Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan jajarannya disambut kesenian tradisional lokal Gendang Beleq pada saat pembukaan pencanangan BBGRM, TTG dan HKG PKK.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh memberikan sambutan dalam acara penutupan BBGRM, TTG dan HKG PKK pada Sabtu (10/5).

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan BBGRM XI, TTG XII dan HKG PKK ke-42.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menyerahkan piala kepada para pemenang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi NTB.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh (baju batik) bersama jajaran tamu undangan tingkat Provinsi NTB dan Kota Mataram.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menyampaikan terima kasih Kota Mataram dipercaya menjadi tuan rumah saat pembukaan BBGRM, TTG dan HKG PKK


Snt12052014