Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU, 12 APRIL 2014

NOMOR 35 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Hasil Sementara Pileg

Parpol Saling Klaim Kemenangan Mataram (Suara NTB) Sejumlah parpol mulai menyampaikan klaim – klaim keunggulan mereka dalam perolehan suara DPR RI maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB, Dra. Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH, yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (11/4) kemarin menegaskan bahwa berdasarkan hitung cepat di internal mereka, perolehan suara Partai Golkar di NTB tampaknya menempatkan mereka pada posisi pemenang Pemilu 2014 di NTB.

‘’Perhitungan cepat kami, Golkar memimpin di NTB,” ujarnya. Ia menyebutkan, perolehan suara Partai Golkar paling tinggi di Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur (bersa-

ing dengan Partai Demokrat), Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima dan Kota Bima. ‘’Kita hanya agak kurang di Dompu, sepertinya PAN yang unggul (di Dompu),” ujar Isvie. Bersambung ke hal 5

Subri Atur Distribusi Uang dari Lusita Mataram (SuaraNTB) Kesaksian mantan Kajari Praya, Subri, SH, MH yang ditunggu akhirnya berlangsung Jumat (11/4) di Pengadilan Tipikor pada PN Mataram dengan Ketua Majelis Hakim, Dr.Sutarno, SH.MH. Peran sentral Subri sebagai pengatur distribusi uang dari Lusita Anie Razak terungkap. Hingga berita ini ditulis Jumat petang kemarin, sidang dipadati pengunjung itu masih berlangsung. Subri yang statusnya sebagai tersangka dalam kasus Suap Lusita Anie Razak, dalam sidang itu dihadirkan sebagai saksi. Keterangannya dikonfrontir dengan apa yang pernah disampaikan Ketua PN Praya, Sumedi, Kapolres Loteng AKBP Supriadi, mantan Kasat Reskrim Iptu Deni Septiawan, termasuk kesaksian mantan Kasi Pidsus Aprianto Kurniawan dan Hakim PN Situbondo Dewi Santini. Poin krusial pada kesaksian Subri ketika KPK membeberkan transkrip hasil penyadapan. Dimana Subri menyebut kalimat “pos – pos” dalam percakapannya dengan Lusita Anie Razak. Terindikasi kalimat “pos” yang dimaksud, terkait dengan uang puluhan juta bahkan ratusan juga yang akan dibagi ke polisi dan hakim. Dalam salah

(Suara NTB/ars)

DIPERIKSA - Mantan Kajari Praya, Subri saat dihadirkan sebagai saksi dalam perkara yang melibatkan dirinya, terkait suap dari Lusita Anie Razak. Subri dikawal ketat aparat bersenjata usai sidang, kemarin malam.

TO K O H Belum Digarap Maksimal PERKEMBANGAN pembangunan di Kabupaten Dompu dengan program unggulan sapi, jagung dan rumput laut (Pijar) cukup dirasakan kemajuannya. Namun Dompu masih banyak menyimpan potensi yang belum terkelola secara maksimal seperti sektor pariwisata. Pemprov NTB berjanji akan mengintervensi penataan destinasi pawisata Dompu menjelang peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si usai upacara Hari Jadi Dompu ke199 di Lapangan Beringin, Bersambung ke hal 5

KO M E N TTAA R

Aprianto Terima Rp 65 Juta, Dewi Bocorkan Putusan DUA orang yang ramai namanya disebut dalam sidang Tipikor dengan terdakwa Lusita Anie Razak adalah, Dewi Santini mantan hakim PN Praya dan mantan Kasi Pidsus Kejari Praya Aprianto Kurniawan. Bersambung ke hal 5 PERIKSA - Aprianto Kurniawan dan Dewi Santini saat diperiksa jadi saksi di Pengadilan Tipikor, kemarin. H.Muh.Amin (Suara NTB/ula)

Dorong Percepatan MP3EI

Wira Kusuma (Suara NTB/bul)

satu transkrip percakapan via ponsel dengan Subri, Lusita mengatakan “Tenang udah, aku udah tahu, udah pos pos-in disitu. Pokoknya untuk kakak itu aku perjuangin di manapun yang maksudnya malah aku utamain loh” demikian kata Lusita meyakinkan Subri dan dijawab “Ya. Syukur lah Alhamdulillah”. JPU KPK, Risma Ansyari, SH, MH menanyakan ‘’pos – pos’’ dimaksud, namun Subri beberapa kali berkelit dengan melontarkan jawaban jawaban bercabang. “Apa persepsi saudara tentang ‘’pos – pos’’ ini?,” tanya JPU. Bersambung ke hal 5

PERTUMBUHAN ekonomi nasional diproyeksikan tak masih akan mengalami stagnasi ditahun 2014 ini, tak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi ditahun 2013 lalu yang stabilitasnya dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya gejolak eksternal dan domestik. Stabilitas ekonomi 2014 harus tetap diwaspadai, pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program Masterplan Percepatan Perluasan , Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Bersambung ke hal 5

Tersesat di Pegunungan Trengan

105 Siswa Trekking Berhasil Ditemukan Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 105 siswa MTs dan MA Al Hikmah Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), tersesat saat melaku-

kan trekking di wilayah pegunungan Dusun Trengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kamis (10/4). Mereka baru berhasil ditemukan

(Suara NTB/ist)

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi siswa-siswi yang tersesat di Pegunungan Trengan, kemarin.

oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres KLU, Satpol PP KLU dan masyarakat serta pihak sekolah. Kapolsek Pemenang, AKP I Putu Waicaka, MT., kepada Suara NTB, Jumat (11/4), menerangkan rombongan 105 siswa trekking ke wilayah Pegunungan Trengan bersama lima orang guru. Rombongan berangkat dari sekolah pada Kamis (10/4) pagi. Hingga Kamis (petang) atau tepatnya magrib, rombongan diketahui belum kembali. “Sekarang semua sudah pulang, setelah berhasil ditemukan oleh Tim Gabungan pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Lokasi ditemukannya di belakang bukit antara Bukit Trengan dan Bentek,” ungkap Kapolsek. Bersambung ke hal 5

Granat Manggis Gegerkan Warga Sukarara Selong (Suara NTB) Sekitar pukul 04.00 Wita, Jumat (11/4) kemarin, warga Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim) digegerkan dengan temuan granat. Diduga, ada seseorang diduga sengaja meletakkan bahan peledak berbahaya itu di rumah salah seorang warga sebagai bentuk teror. Granat berbentuk manggis ini diletakkan persis di atas tangki bahan bakar minyak (BBM) mobil dump truck dengan Nopol DK 9358 FC milik Suwandi. Suardi yang juga sopir dam truk itu menuturkan, sebelum diketahui ada granat dalam tangki dum truk, ia menghirup ada bau karet yang terbakar. Ia pun coba mengecek. Setelah itu baru diketahui, ban belakang sebelah kanan mobil terbakar dalam garasi. Suardi pun membangunkan Suwandi si pemilik ken-

daraan. Suwandi bersama ayahnya, H. Syamsul Hadi mengeluarkan dam truk dari dalam garasi tersebut dan mencoba memadamkan api. H. Syamsul Hadi yang kebetulan membawa senter mengarahkan lampu senternya ke arah tangki dump truck. Saat itu lah dilihat ada benda berbentuk manggis yang ternyata granat. Khawatir meledak, granat itu kemudian dipindahkan menggunakan kayu dari tangki dum truk ke tanah. Aparat Polres Lotim, langsung menuju tempat kejadian perkara setelah menerima laporan. Setibanya di TKP, seluruh warga dilarang mendekat. Aparat Polres Lotim langsung memasang garis pembatas sambil menunggu tim penjinak bahan peledak (jihandak) dari Gegana Brimob Polda NTB Kompi Labuhan Haji tiba di TKP. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/rus)

DIJINAKKAN - Tim Jihandak Brimob Polda NTB Kompi Den II Labuhan Haji saat menjinakkan granat yang ditemukan di salah satu rumah warga di Sukarara, Jumat kemarin.


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Tetap Pantau Keamanan MESKIPUN euforia pemilihan umum (Pemilu) calon legislatif telah berakhir dan masih tahap perekapan di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan. Keamanan tetap menjadi prioritas atau titik pantau yang harus dikedepankan. Dikhawatirkan, gesekan atau konflik terjadi di tengah – tengah masyarakat. Lurah Bertais, Lalu Mukhsan mengakui pada prinsipnya kondisi keamanan baik (Suara NTB/cem) menjelang maupun proses Lalu Mukhsan pemilihan berlangsung sukses. Artinya, tidak ada konflik yang terjadi di tengah – tengah masyarakat. Meskipun, tidak dipungkiri ada kericuhan kecil antara saksi dan kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS) ketika proses penghitungan suara. “Cuma salah paham karena saksi tidak memperhatikan selisih suara ketika penghitungan saja. Tapi, bisa diselesaikan di sana (TPS),” ungkap Mukhsan dikonfirmasi di ruangannya, Jumat (11/4). Dijelaskan, sebenarnya, pemantauan keamanan tidak hanya dilakukan ketika proses Pemilu maupun Pilkada. Karena, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kelurahan dan tokoh masyarakat lainnya, menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. “Saya pikir tidak hanya saat ini saja, tetapi secara terus menerus kita tetap kawal soal keamanan,” tegasnya. Selain itu, pemantauan wilayah, juga melibatkan aparat keamanan baik Babinsa, Babinmaspol, Linmas dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Artinya, sinergitas tetap dijaga serta membangun komunikasi dengan masyarakat lainnya. Disisi lain, Mukhsan mengulas ketika pemilihan berlangsung, TPS 19 kekurangan 120 surat suara DPR RI, sehingga mengganggu proses pemilihan. Diakui, petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, langsung mendistribusikan logistik tersebut dengan dikawal aparat kepolisian. Namun, tidak dipungkiri, proses penghitungan suara hingga larut malam. “Bayangkan sekitar jam 04.00 wita kotak suara dari TPS 19 diantarkan ke PPS,” akunya. Kedepan, Mukhsan berharap Pemilihan Presiden (Pilpres), masyarakat tetap menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Selain itu, khususnya KPU Kota Mataram, agar menyesuaikan jumlah pemilih dengan surat suara. Sehingga, tidak mempercepat proses perekapan di tingkat PPS. (cem)

Butuh Kerjasama Semua Pihak PERSOALAN anjal (anak jalanan) di Kota Mataram sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya jumlahnya semakin lama semakin banyak. Demikian ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., kepada Suara NTB di Mataram Jumat 11/4 kemarin. Persoalan anjal ini, menurut dia, menjadi tugas bersama. ‘’Ya kita sedang berusaha bahu membahu antara eksekutif, legislatif dan kepolisian untuk menangani (Suara NTB/fit) masalah ini. Mereka harus Nyayu Ernawati diselamatkan,’’ ujar Nyayu. Karenanya, beberapa waktu lalu Komisi II DPRD Kota Mataram sudah melakukan rapat koordinasi antara eksekutif, legislatif dan kepolisian. Kemudian Disosnakertrans Kota Mataram sebagai leading sektor akan mengagendakan hal-hal yang akan dilakukan dalam penanganan anjal tersebut. Kata Ketua Fraksi PDIP ini, penanganan anjal mutlak membutuhkan kerjasama semua pihak untuk tidak membiarkan anak-anak berada di jalanan. Nyayu menegaskan bahwa jalanan bukanlah tempat yang layak bagi anak-anak. Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang ada pada anjal tersebut. ‘’Yang jelas, semua SKPD harus ikut mem-back up,’’ imbuhnya. Nyayu merinci SKPD yang wajib terlibat dalam penanganan anjal di Mataram, masing-masing Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram membantu perekoomian keluarga anjal. Dinas Koperindag membantu menyalurkan hasil produksi keluarga anjal dengan tetap melakukan pembinaan. Dan, Dinas Dikpora Kota Mataram harus mengembalikan anjal-anjal itu ke bangku sekolah dan seterusnya. Karena bagaimanapun, bantuan anggaran pada keluarga anjal saja tidak cukup. ‘’Tapi pendampingan itu yang terpenting,’’ cetusnya. Komisi II, demikian Nyayu mengapresiasi semangat yang ditunjukkan Kepala Disosnakertrans Kota Mataram, H. Ahsanul Khalik dalam penanganan masalah anjal yang dinilai sebagai program yang nyata. Dewanpun dalam hal ini, katanya, akan mendukung program-program Disosnakertrans. ‘’Insya Allah kalau kita tangani bersama-sama, persoalan anjal bisa kita atasi. Kita optimis,’’ ucapnya. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya dalam penanganan anjal adalah pembangunan rumah perlindungan yang fungsinya tidak sama dengan rumah singgah. Konkretnya, kalau ada anak-anak yang bermasalah akan dilakukan pembinaan dan perlindungan di sana. Rumah perlindungan ini hanya berlaku bagi anjal yang berasal dari Kota Mataram. Sementara untuk anjal dari luar Kota Mataram, Pemprov NTB harus melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota asal anjal tersebut. (fit)

SUARA MATARAM

Walikota Minta Camat dan Lurah Kawal Proses Pemilu Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta kepada Camat dan Lurah se-Kota Mataram untuk tetap mengawal proses Pemilu Legislatif yang sedang berlangsung saat ini. Dimana saat ini sedang dilakukan rekapitulasi suara di tingkat kelurahan. Camat dan Lurah juga diminta turun langsung ke masyarakat untuk mengingatkan masyarakat bahwa proses Pemilu telah berjalan. “Tinggal menunggu hasil dan supaya semua tenang dan bisa menerima hasilnya,” ujarnya ditemui di Pendopo

Walikota, Jumat (11/4). Walikota juga merasa bersyukur proses Pemilu Legislatif berjalan dengan baik, aman, dan kondusif. Masyarakat juga dinilai cukup tenang dalam menghadapi pesta demokrasi ini. “Tidak ada gejolak-gejolak yang bisa menimbulkan konf-

(Suara NTB/dok)

Bambang EYD

lik atau friksi-friksi akibat proses Pemilu kemarin sehingga tidak terjadi konflik di masyarakat,” ujarnya. Kondisi kondusif dan tenang seperti ini diharapkan tetap berlangsung sampai seluruh tahapan Pemilu Legislatif 2014 ini selesai dan tun-

tas. “Sekarang belum selesai, masih dilakukan rekapitulasi di tingkat kelurahan, yang berlanjut ke kecamatan sampai KPU. Harapan saya ini bisa berjalan baik dan tenang. Dan siapapun pemenangnya itu adalah kemenangan rakyat,” harapnya. Sebelumnya Walikota menyampaikan tingkat partisipasi masyarakat Kota Mataram pada Pemilu Legislatif yang berlangsung Rabu (9/4) lalu cukup bagus. Dari laporan

yang diterima, semua masyarakat menyalurkan atau menggunakan hak pilihnya. Hal ini menurut Walikota sebagai tanda masyarakat mempunyai kesadaran politik yang cukup tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyelenggara Pemilu maupun masyarakat yang sudah berpartisipasi sehingga tujuan penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas dan bermartabat terwujud. (yan)

Diduga Tak Taati Aturan

Izin Bando Jalan Salah Satu Perusahaan akan Dikaji Mataram (Suara NTB) – Banyak pengusaha reklame yang memiliki billboard maupun bando jalan, yang tidak memperhatikan aturan menjadi sorotan. Pasalnya, tidak hanya mengganggu estetika kota bahkan membahayakan pengendara. Salah satu pengusaha reklame di Mataram dinilai tidak mentaati aturan. Sehingga, Dinas Pertamanan Kota Mataram bertindak tegas dengan mengkaji ulang izin yang dimiliki. Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Makbul Ma’shum dikonfirmasi di ruangannya, Jumat (11/4) mengungkapkan perusahaan reklame yang memiliki bando jalan di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dan di Jalan Sriwijaya, dinilai tidak mentaati aturan pemasangan reklame. Salah satunya, tidak memperindah bando jalan serta telat menurunkan foto salah satu calon legislatif (Caleg) pada masa tenang kampanye. “Hari ini saya akan surati pengusaha reklamenya,” ungkap Makbul. Dikatakan, kalaupun teguran atau surat yang dilayangkan pihaknya tidak segera diindahkan. Pihaknya, akan bertindak tegas dengan mengkaji proses perijzinan yang telah dimiliki. Dikhawat-

irkan, aturan tidak dipahami atau diperhatikan. “Saya akan lebih tegas kepada pengusaha reklame,” janjinya. Menurutnya, memberikan ketegasan kepada pengusaha reklame, dengan penerapan aturan tersebut, harus diikuti oleh semua pengusaha reklame. Makbul, telah resah dengan kondisi reklame yang tidak memperhatikan estetika atau keindahan kota. “Sekarang, saya harus tegas memberikan sanksi kepada pengusaha reklame,” jelasnya. Terkait retribusi reklame, dijelaskan sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2010 tentang reklame dan dipertegas dengan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 9 tahun 2011 tentang perhitungan sewa reklame, besaran retribusi reklame tergantung dari tempat dan lokasinya. Adapun pemasangan satu reklame dengan reklame lainnya, berjarak 500 meter. Kedepan, upaya memperindah konstruksi billboard atau reklame, ia meminta agar pengusaha reklame membuat tanam dibawah konstruksi bangunan. Sehingga, penataan kota dapat terlihat indah serta membantu pemerintah mempercantik kawasan perkotaan. (cem)

Pengelolaan MWP

Pemkot Mataram Belum Temukan Investor yang Sesuai Mataram (Suara NTB) Mataram Water Park (MWP) yang merupakan aset milik Pemkot Mataram sampai saat ini masih terbengkalai. Pemkot Mataram belum menemukan investor yang sesuai yang bisa mengelola MWP sesuai dengan keinginan Pemkot Mataram. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pihaknya menginginkan investor yang betul-betul serius mengelola MWP. “Tidak hanya sampai MoU setelah itu tidak jelas tapi saya ingin yang betul-betul ingin bekerja sama kemudian konsepnya seperti yang kita inginkan,” terangnya, Jumat (11/4). Diakui Walikota banyak pihak ketiga yang ingin menghidupkan atau mengelola MWP khususnya kolam renang yang ada di sana. Tapi bukan itu yang diinginkan pihaknya. Ia ingin agar penataan juga dilakukan pihak ketiga secara menyeluruh di area MWP tersebut, termasuk monumen Gora dan PKL yang ada di sekitar sana dibuatkan tempat khusus dengan disertai penataan. “Ini yang belum ketemu.

Kalau yang mau kerjasama bagaimana kolam renangnya berair, untuk orang berenang, nanti dululah kalau hanya sekadar itu,” cetusnya. Pihaknya mempunyai konsep penataan di sepanjang Jalan Udayana. Begitu juga dengan di bagian belakang area MWP. Dengan demikian investor yang ingin mengelola kawasan itu harus setuju dengan konsep yang diinginkan Pemkot Mataram. Walaupun sekarang keadaannya terbengkalai, hal itu menurut Walikota lebih baik daripada akan dikelola investor yang tidak jelas. Saat ini pihaknya fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti bagaimana warga Kota Mataram bisa mendapatkan pelayanan yang baik dan gratis di rumah sakit, bagaimana membantu warga yang tidak mampu, penurunan angka kemiskinan, penanganan rumah kumuh, dan lainnya. “Fokus kita ke sana. Kalau mau berenang kan banyak tempat berenang, ada banyak tempat. Itu pasti akan kita usahakan. Saya ndak mau yang tanggungtanggung,” tandasnya. (yan)

Satpol PP Kota Mataram akan Buat Pos di Perempatan Mataram (Suara NTB) Untuk mengatasi keberadaan anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Mataram, Satpol PP Kota Mataram akan membuat pos di setiap perempatan di Kota Mataram. Nantinya di setiap pos itu akan ada dua personil Satpol PP yang akan ditempatkan. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Mataram, Bambang EYD Jumat (11/4) kemarin. Bambang mengatakan pihaknya juga mendukung langkah tegas yang akan diterapkan Disosnakertrans Kota Mataram dimana jika anjal terjaring razia, orang tua anjal tersebut yang akan ditangkap. Karena selama ini menurutnya persoalan anjal dan gepeng ini san-

Halaman 2

gat sulit dicarikan jalan keluarnya. Dengan adanya langkah tegas seperti ini dan dibuatnya pos pemantauan di setiap perempatan diharapkan bisa mengatasi persoalan ini. Namun yang menjadi kendala pihaknya adalah kekurangan personil. Saat ini personil Satpol PP Kota Mataram sebanyak 76 orang. Jumlah idealnya adalah 150 orang. “Kalau dua anggota tiap perempatan, habis anggota kami. Masak semua anggota cuma ngurus anjal. Tapi itu semua akan kami atur,” ujarnya. Rencana penempatan pos di perempatan ini akan dimulai sekitar bulan Oktober-November mendatang. Rencana ini akan diusulkan pihaknya pada APBD Perubahan 2014 ini. Dan mulai akhir tahun nanti diharap-

kan sudah bisa dilaksanakan. Dalam mengatasi maraknya anjal maupun gepeng di Kota Mataram, menurut Bambang yang harus diberikan sanksi bukan hanya orang tua anjal tetapi para pengendara atau warga masyarakat yang memberikan uang. Tapi hal ini cukup sulit untuk diterapkan karena di dalam Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Anjal dan Gepeng tidak diatur. Begitu juga di dalam Perwal Nomor 3 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 5 Tahun 2012. “Di daerah-daerah lain sudah diterapkan tapi di Perda dan Perwal tidak ada. Ini sudah saya usulkan ke Kepala Disosnakertrans Kota Mataram,” ujarnya. (yan)

(Suara NTB/cem)

ROBOHKAN REKLAME - Petugas dari Dinas Pertamanan Kota Mataram, terlihat sedang merobohkan reklame di Perempatan Tanah Aji Kelurahan Pagesangan.

Ganggu Pandangan Pengendara

Pertamanan Bongkar Reklame di Perempatan Tanahaji Mataram (Suara NTB) – Keberadaan reklame di perempatan Tanahaji Kelurahan Pagesangan yang terlalu tinggi dinilai mengganggu pandangan pengendara. Karenanya, Dinas Pertamanan Kota Mataram membongkar reklame itu. Pasalnya, pengusaha reklame yang beberapa kali disurati tidak mengindahkan teguran tersebut. Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum mengatakan keberadaan reklame di perempatan Tanahaji Kelurahan Pagesangan, dinilai mengganggu pandangan pengendara. Ia menambahkan telah beberapa kali menyurati serta memberikan teguran baik secara lisan maupun tertulis, tetapi tidak diindahkan. Sehingga, pihaknya membongkar paksa reklame tersebut. “Sudah kita surati dan kasih tahu lewat telepone, tapi tidak indahkan. Terpaksa kita bongkar,” ungkap Makbul

dikonfirmasi di ruangannya, Jumat (11/4). Alasan lain, sambungnya, tinggi konstruksi bangunan dan tidak diperhatikannya estika kota, juga menjadi alasan pihaknya memberikan teguran kepada pengusaha reklame. Padahal, sudah jelas dalam proses perizinan, ada beberapa katagori yang harus dipenuhi oleh pengusaha reklame. “Sebelum kontruksi itu dibuat sudah jelas aturannya,” jelasnya. Dijelaskan, beberapa aturan atau persyaratan pembuatan reklame baik itu bando jalan maupun di perempatan. Yakni, harus diperhatikan keselamatan, kekuatan konstruksi bangunan dan estetika. Terkait kelayakan kontruksi akan dinilai oleh Dinas Pekerjaan Umum, keamanan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, aturan pemasangan di jalan dikaji oleh Dinas Perhubungan dan estetika akan

dikaji oleh Dinas TataKota dan Pengawasan Bangunan. “Pokoknya, semua pembuatan reklame dikaji oleh tim,” katanya. Apakah ada perbedaan mendasar baik dari segi izin maupun retribusi yang dibayarkan oleh pengusaha reklame untuk membuat papan reklame? Ia mengatakan pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang secara sistemik untuk pembuatan reklame. Tetapi, tetap memperhatikan keselamatan dan estetika. Sejauh ini, sambungnya, pengusaha reklame di perempatan Tanahaji, sudah mulai menata atau memendekan konstruksi bangunan reklamenya. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau kepada pengusaha reklame agar tetap memperhatikan estetika serta keamanan. Tidak hanya itu, apabila papan reklamenya kosong, agar memasang reklame pemerintah. (cem)

Ungguli 11 Parpol Lain

Golkar Diperkirakan Dapat Sembilan Kursi di DPRD Kota Mataram Mataram (Suara NTB) Berdasarkan perhitungan desk Pemilu Pemkot Mataram, Partai Golkar dinyatakan mengungguli 11 partai politik lainnya dengan perolehan suara 20 persen lebih. Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan dari suara sah di Kota Mataram sebanyak 200.020, partai berlambang pohon beringin itu mendapatkan suara sebanyak 40.461. “Nampaknya (Golkar) akan jadi pemenang di Kota Mataram dengan perolehan data sementara yang saya dapatkan dari suara sah di Kota Mataram ini sebanyak 200 ribu lebih. Suara Partai Golkar sebesar 40.461. Berarti dari suara yang sah itu lebih dari 20 persen perolehan Partai Golkar” terangnya, Jumat (11/4). Dengan jumlah suara melampaui 20 persen ini, diperkirakan caleg Golkar yang akan melenggang ke parlemen lingkar selatan sekitar 8-9 orang. “Di masing-masing dapil variatif nilai atau besaran dari DPT itu. Setelah coba saya hitung dengan teman-teman

di partai antara 8-9 orang,” katanya. Kepercayaan besar yang diberikan masyarakat Kota Mataram kepada Partai Golkar menurut Walikota Mataram ini akan jadi beban moral dan politis bagi Golkar untuk benar-benar berkomitmen bagaimana bisa memajukan dan meningkatkan pembangunan di Kota Mataram untuk kesejahteraan masyarakat. “Bagaimana benar-benar bekerja untuk rakyat,” imbuhnya. Menurut Ahyar persoalan menang atau kalah dalam kontestasi politik seperti Pemilu ini adalah hal biasa. Apalagi partainya juga sempat mengalami kekalahan pada Pemilu Legislatif tahun 2009 silam. “Golkar di Kota Mataram berkali-kali mengalami kalah dan menang. Tahun 2009 terjun bebas, sangat turun,” ujarnya. Karena kapasitasnya yang menjabat sebagai Walikota, Ahyar mengaku tidak terlalu banyak melakukan gerakan-gerakan politik baik sosialisasi maupun kampanye. Pada saat masa kampanye, ia hanya mengambil cuti dua hari. Namun hari liburnya dimanfaat-

kan dengan melakukan konsolidasi di internal partai. Hal yang paling banyak dilakukan adalah pembinaan terhadap kader partai agar terus melakukan pendekatan ke masyarakat. “Saya melihat kader-kader Golkar ini rata-rata mereka bergerak ke masyarakat, itu faktor utama. Masyarakat kan sudah cerdas. Jadi ya itulah, kemenangan ini ya kemenangan masyarakat,” sebutnya. Beberapa partai yang selama ini cukup dominan di Kota Mataram juga dinilai tidak terlalu mengalami penurunan secara signifikan seperti PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, dan PPP. Berdasarkan hasil penghitungan desk Pemilu Pemkot Mataram, partai politik yang berada di urutan kedua setelah Golkar adalah PDI Perjuangan dengan perolehan suara 25.190, urutan ketiga Gerindra dengan perolehan suara 22.411, urutan keempat ditempati Partai Demokrat dengan perolehan suara sebesar 19.209, dan urutan kelima PPP dengan suara sebesar 17.374. (yan)


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Program ”Blue Economic” KEHADIRAN program Blue Economic atau ekonomi biru yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diyakini akan memiliki dampak besar bagi masyarakat. Sentuhan program pemberdayaan masyarakat ini menjadi peluang untuk mengoptimalkan kekayaan laut dan potensi perikanan Lotim. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Lotim, M. Tasywiruddin menjawab Suara (Suara NTB/rus) M. Tasywiruddin NTB di Selong, Jumat (11/4). Menurutnya, saat ini, posisi program ini sedang dalam proses perencanaan untuk integrasi program lintas kementerian di pusat. Meski blue economic ini diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun ada sejumlah kementerian yang akan turut berintegrasi, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian. Program yang bekerjasama dengan FAO ini sudah mempersiapkan lembaga khusus yang akan memberikan pembiayaan, yakni Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I). Realisasi program ini akan ada sharing anggaran juga dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direncanakan, realisasi program ekonomi biru ini mulai digelar Juni mendatang setelah digelar rapat pembahasan di kantor pusat FAO di Roma Italia. Lokasi-lokasi yang ditunjuk, lanjutnya, adalah Teluk Ekas dan Seriwe Kecamatan Jerowaru. Meski terpusat di kawasan pesisir itu, bukan berarti daerah sekitarnya tidak kena dampak positif. Selain itu, pengembangan ikan air tawar dipusatkan di Kecamatan Pringgasela dan Montong Gading dan ikan air payau dipusatkan di Kecamatan Sambelia. Diakuinya, potensi perikanan Lotim cukup besar, seperti rumput laut, lobster, kerapu, rajungan dan lainnya masih banyak yang belum dikelola secara optimal. Kekayaan Lotim, seperti rajungan selama ini diketahui hanya menjual dagingnya saja. Sementara, cangkangnya kebanyakan dijadikan limbah. Cangkang rajungan, ujarnya, memiliki nilai ekonomis tinggi. Melalui gerakan terobosan yang akan dilakukan, limbah rajungan ini bisa menjadi bahan pengawet makanan pengganti bahan pengawet berbahaya, seperti formalin yang biasa digunakan. Karena programnya lebih ditekankan pada pemberdayaan masyarakat, bantuan yang diberikan pemerintah pusat ini tidak diinginkan datang lalu hilang begitu saja. “Bantuan ini nantinya tidak sekadar lewat begitu saja, karena bukan berupa barang yang cepat habis,” ujarnya. Dalam hal ini, pihaknya akan coba membentuk kelompokkelompok yang selanjutnya mendapat pembinaan dan pendampingan terus kepada kelompok masyarakat. Di samping itu, persoalan pasar juga akan menjadi salah satu atensi yang dicarikan solusinya. ‘’Masyarakat tidak kesulitan lagi dengan persoalan pasar,’’ klaimnya. (rus)

Penilaian Teppa Pusat

(Suara NTB/ist)

ZIKIR DAN DOA - Kegiatan Berzikir dan Berdoa yang digelar Pemkab Lobar dipadati siswa dan siswi khususnya yang ikut UN di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Jumat (11/4).

Jelang UN, Bupati Lobar Ingatkan Siswa Siapkan Diri Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) Dr. H. Zaini Arony, MPd, berpesan kepada semua pelajar khususnya peserta Ujian Nasional (UN) tidak berlehaleha dan membuang waktu. Peserta UN harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Saya berpesan para siswa SMP/MTs, SMA dan MA. Masa depan milik kalian

tidak boleh santai dan tidak boleh remehkan waktu. Harus berbuat hari ini, karena masa depan itu adalah hari ini,” pesan bupati saat acara Berzikir dan Berdoa yang diadakan Pemkab Lobar jelang HUT Lobar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Jumat (11/4). Selain itu hadir tokoh agama dan peserta UN. Momen Berzikir dan

Berdoa ini dipimpin langsung TGH. Mustiadi Abhar. Bupati menjelaskan, momen tersebut dilaksanakan untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai bupati, sehingga perlu bersyukur, berdoa dan berzikir atas nikmat yang telah diberikan. Perlunya bersyukur, ujarnya, karena tanggal 17 April genap 56 tahun usia Lobar. Rentan waktu panjang itu pe-

Penyerapan Anggaran Kapolres Klaim Pileg Aman Lobar Terbaik di NTB Giri Menang (Suara NTB) Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (Teppa) yang berada di bawah pantauan Presiden memberikan penilaian positif terhadap penyerapan anggaran Pemkab Lombok Barat (Lobar) tahun lalu. Tim ini memberikan predikat, penyerapan anggaran Lobar terbaik dari 10 kabupaten/kota di NTB. “Kami baru menerima surat dari provinsi yang menyatakan hasil penilaian tim evaluasi pen(Suara NTB/dok) gawasan penyerapan anggaran H. M. Uzair pusat, Kabupaten Lobar memperoleh predikat terbaik dari 10 kabupaten/kota se-NTB,” ungkap Sekda Lobar, H. M Uzair, Jumat (11/4). Menurutnya, Teppa ini berada langsung di bawah Presiden yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto. Tim ini langsung mengevaluasi dan melaporkan ke presiden terkait kinerja penyerapan anggaran pembangunan secara nasional dan langsung dipantau presiden. Adapun komponen yang dinilai, jelasnya, antara lain administrasi lengkap terdiri dari Perda Nomor 2 tahun 2011 tentang Tata Kelola Pemerintahan. Selain itu, Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang dipakai sebagai acuan dalam kegiatan rencana umum pengadaan (RUP). Selain itu, pelaksanaan tender yang transparan melalui ULP termasuk ketepatan pengesahan APBD masuk menjadi unsur penilaian, di samping laporan yang simultan tepat waktu. Sekda mengklaim yang paling menjadi penilaian menonjol, yakni adanya Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa di Lobar antara lain tercantum RUP paling telat tanggal 20 Februari tahun berkenaan. Proses pengadaan barang dan jasa sudah dimulai di ULP tanggal 1 April, sehingga April langsung action. “Tidak lagi ada proyek melampaui tahun anggaran,” klaimnya. Target penyerapan anggaran juga masuk penilaian, temasuk serapan anggaran per triwulan. Untuk mengawal perencanaan ini, bupati sudah menerapkan SK terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa bulan Februari sudah selesai. Bupati tidak akan mau tandatangani SK bulan Maret, karena bulan itu sudah tahap perencanaan dan kegiatan sudah dimulai. Ia menambahkan, total tender proyek sebanyak 93 paket melalui ULP tahun ini. Sebanyak 93 paket dengan total dana Rp 100.800.000.000. Sebanyak 64 paket sudah selesai paket tendernya dengan nilai Rp 67 miliar lebih. “Sisanya sedang berjalan, tinggal finishing. Akhir April sudah ditahu pemenang tendernya,” ujarnya. (her)

Diduga Depresi

Pria Asal Ombe Nekat Coba Bunuh Diri Giri Menang (Suara NTB) Diduga depresi karena dibelit masalah keluarga, seorang pria bernama Sofian (27) asal Dusun Ombe Rerot, Desa Ombe, Kecamatan Kediri nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari Jembatan Rumak sekitar pukul 14.30 Wita, Jumat (11/4). Kapolsek Kediri, AKP Burhanudin yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian itu. Menurutnya, upaya bunuh diri yang dilakukan Sofian membuat heboh dan sempat menjadi tontotan para pengguna jalan. Akibatnya, jalur GerungLabuapi sempat macet beberapa kilometer. “Untung saja polisi dibantu masyarakat sigap, sehingga berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri itu,” ungkapnya. Burhanudin menceritakan kronologi kejadian, bersangkutan saat itu bersama anaknya berada di sekitar jembatan. Tampak dia mondar-mandir di sekitar jembatan. Hal ini membuat warga curiga. Lantas tak lama kemudian, ia pun menaiki penghalang jembatan. Warga yang melihat pun langsung mencoba menggagalkan. Di saat bersamaan aparatnya yang ada disana langsung membantu. Ia menambahkan, setelah diamankan pria itu diangkut dengan mobil Patroli ke Mapolsek Kediri untuk dimintai keterangan.”Pastinya ia menyesali perbuatannya dan tidak mau diulangi lagi, sekarang sudah dipulangkan ke keluarganya,” tukasnya. (her)

Giri Menang (Suara NTB) Kapolres Lombok Barat (Lobar), AKBP Yulianus Yulianto mengklaim pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) di Lobar berjalan aman dan lancar. Adanya gangguan kecil, segera dapat diantisipasi oleh aparat. Berbeda dengan KPU Lobar, justru mengaku ada oknum yang diduga berusaha mengubah dan memanipulasi perolehan suara di tingkat penyelenggara. muan katagori menonjol, yakni kurangnya surat suara yang terjadi di TPS 4 Giri Sasak Kuripan. Hal ini pun sempat menimbulkan masalah di tingkat TPS. Pada kasus ini terjadi surat suara yang kurang untuk DPR RI. Kekurangan surat suara ini lumayan banyak, mencapai 100-200 lembar. Temuan kedua di Desa Sembung Narmada. Hampir di semua TPS di daerah ini tidak ada form C1. Pihaknya tidak tahu apakah KPU lupa memasukkan C1, baik untuk kabupaten dan DPRRI. “Begitu tahu, kami langsung konfirmasi langsung ke KPU. KPU pun segera mendrop form C1 ke sana, sehingga bisa diatasi,”ujarnya.

rinya dan Fauzan Khalid akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lobar. Hal senada disampaikan Ketua Panitia Acara H. MS Udin. Ia berpesan agar peserta ujian mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. “Selain berzikir berdoa untuk Lobar, namun kita berdoa juga untuk anak-anak agar semua lulus 100 persen,” katanya. (her)

Investigasi Honorer K2 Diperpanjang

KPU Akui Ada Oknum Berusaha Manipulasi Perolehan Suara

Kapolres Lobar menyatakan, secara umum selama pelaksanaan pileg tidak ada persoalan yang menonjol. Hanya saja di Eyat Mayang Sekotong Timur sempat terjadi gangguan. “Namun sudah diantisipasi, sekarang aman dan lancar,” terangnya, Jumat (11/4). Pantauan aparatnya, di sejumlah titik sedikit terjadi gangguan, namun segera bisa diatasi. Seperti hasil pantauan polisi di Giri Sasak. Namun sudah diantisipasi KPU dengan menanggulangi persoalannya. Ada juga TPS di Sandik, kekurangan kertas suara langsung dibawakan KPU ke TPS terkait. “Ada juga protes lain, namun tidak merembet ke pelanggaran pidana,” ujarnya. Sementara itu, Divisi Sosialisasi KPU Lobar, Suhardi mengaku ada upaya oknum yang berusaha mendekati penyelenggara dalam hal ini di tingkat PPS, PPK untuk berupaya mengubah perolehan suara. Jika ada pihak yang dirugikan dari pelaksanaan pileg ini, dipersilahkan menempuh mekanisme sesuai ketentuan. “Jangan sekali mempengaruhi penyelenggara dengan berusaha mengubah hasil yang sudah ada di TPS,” imbuhnya. Ia mengaku sering dikontak oleh pihak tak dikenal danberusaha melakukan upayaupaya ke arah itu. “Ada yang ngontak-ngontak ke KPU terkait hal ini, namun tidak digubris,” bebernya. Sementara itu, Panwaslu Lobar menemukan banyak persoalan di lapangan. Temuan ini terbilang menonjol, pasalnya berkaitan dengan logistik, seperti surat suara dan bilik suara yang kurang, tidak adanya form C1 dan sejumlah temuan lain yang mengganggu jalannya pemungutan suara. Ketua Panwaslu Lobar, Suryadi Hidayat, memilah te-

merintah telah berbuat untuk membangun Lobar menuju kejayaan. ‘’Apa yang dilakukan hari ini, manipestasi dari rasa syukur terhadap kehendak Allah,’’ ujarnya. Selain itu, tanggal 9 April yang merupakan momen pemilihan umum telah dilalui dengan aman dan lancar serta tidak ada gangguan berarti. Selain itu, tanggal 23 April mendatang di-

(Suara NTB/dok)

Yulianus Yulianto

Persoalan jika C1 tidak ada, termasuk fatal. Pasalnya kebenaran rekapitulasi akan dipertanyakan, karena tidak ada rekap suara. Jika masalah ini, tidak segera diatasi atau tidak ada form C1, pihaknya akan merekomendasikan untuk dilakukan pemilihan ulang di Sembung Narmada. (her)

Tim Temukan Manipulasi SK Pengangkatan Praya (Suara NTB) Masa kerja tim investigasi tenaga honorer katagori dua (K2) Lombok Tengah (Loteng) diperpanjang hingga seminggu. Alasannya, masih cukup banyak berkas tenaga honorer K2 Loteng yang belum selesai diverifikasi faktual. Namun dari hasil verifikasi faktual sementara, tim investigasi menemukan adanya beberapa SK pengangkatan tenaga honorer K2 yang diduga dimanipulasi. Hal tersebut diungkapkan, Wakil Tim Verifikasi Tenaga Honorer K2 Loteng, H. Nursiah, S.Sos. M.Si., Jumat (11/4). Ia menjelaskan, adanya temuan tersebut besar kemungkinan akan banyak tenaga honorer K2 Loteng yang dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK). Kendati demikian, pihaknya belum bisa mengambil keputusan sebelum adanya pleno penetapan hasil verifikasi oleh tim verifikasi. Nursiah mengatakan, selain menemukan adanya SK pengangkatan tenaga honorer K2 yang dimanipulasi, tim verifikasi juga menemukan adanya tenaga honorer K2 yang masa kerjanya terputus. Di mana, masa kerjanya tidak secara terus menerus, seperti yang dipersyaratan. Temuan itulah yang nantinya juga akan jadi dasar penentuan Memenuhi Kriteria (MK) ataupun TMK atas berkas tenaga honorer K2 Loteng yang ada. Tim verifikasi, ujarnya, masih akan terus bekerja melakukan investigasi atau verifikasi faktual di lapangan hingga tanggal 20

April mendatang. Pasalnya, masih ada sekitar 105 berkas milik tenaga honorer K2 Loteng yang belum diverifikasi faktual. Hal ini menyebabkan tim memutuskan meminta perpanjangan waktu. Sebelumnya, tim verifikasi menargetkan proses verifikasi faktual bisa selesai dalam 10 hari, yakni mulai awal April hingga tanggal 10 April. Tetapi nyatanya, target tidak tercapai, lantaran banyaknya berkas tenaga honorer K2 yang harus diverifikasi faktual. Sementara tim yang bekerja juga terbatas jumlahnya. “Atas dasar pertimbangan itulah, tim verifikasi menambah jadwal verifikasi. Mulai tanggal 14 sampai 20 April mendatang,” tegas Asisten III Setda Loteng ini. Menurutnya, terhadap hasil verifikasi faktual itu nantinya, baik tenaga honorer K2 yang dinyatakan MK atau yang dinyatakan TMK, tetap akan diajukan ke pemerintah pusat. Karena yang menentukan lulus tidaknya tenaga honorer K2 bersangkutan adalah pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah tugasnya hanya melakukan verifikasi dan menentukan kriteria terhadap berkas yang diverifikasi tersebut, baik tenaga honorer K2 yang dinyatakan MK atau yang dinyatakan TMK, tetap akan diajukan ke pemerintah pusat. ‘(kir)


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Pelanggaran Pemilu Bermunculan

Kantor Desa Waro Disegel, Mobil Caleg Dirusak (Suara NTB/bug)

REKAPITULASI - Proses rekapitulasi di PPS Kelurahan Sampir.

Rekapitulasi di Beberapa PPS di Taliwang Diprotes Taliwang (Suara NTB) Proses rekapitulasi perolehan suara hasil Pemilu menuai protes di sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Taliwang. Protes itu terutama dilancarkan oleh saksi Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (Caleg) yang berkepentingan dengan hasil setiap proses penghitungan tersebut. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Taliwang Karyadi mengaku, di beberapa PPS sempat terjadi protes oleh para saksi. Protes itu terutama mereka merasa tidak mendapat undangan resmi terkait dimulainya kegiatan rekapitulasi oleh PPS pada hari ini. “Itu terjadi di kelurahan Sampir ini, Desa Tamekan dan Seremong,” jelasnya kepada Suara NTB usai membuka pleno rekapitulasi di PPK kelurahan Sampir, Jumat (11/4). Di PPS Kelurahan Sampir sendiri, Karyadi sempat mengambil alih sementara proses rekapitulasi di awal. Penyebabnya seorang saksi dari salah satu Parpol atau Caleg melayangkan protes karena merasa tidak mendapatkan undangan resmi dari PPS. Namun setelah dilakukan kroscek, saksi bersangkutan ternyata tidak hadir secara resmi karena tidak disertai surat mandat oleh Parpol atau Caleg yang diwakilinya. “Saya langsung memintanya berhenti memprotes. Karena kalau pun dia resmi (punya surat mandat), memprotes itu ada prosedurnya. Dia cukup mengisi formulir dan tidak seperti tadi karena proses rekapitulasi tidak bisa dihentikan,” tegas Karyadi. Ternyata tak hanya di PPS Desa Saremong, sebab protes yang sama juga terjadi di PPS Desa Saremong dan Tamekan. Di dua desa itu, bahkan para saksi yang merasa tidak mendapatkan undangan resmi meminta agar proses penghitungan diulang. Karyadi mengatakan permintaan tersebut akhirnya oleh PPS diakomodir namun baru akan dilaksanakan pada hari Sabtu (hari ini, red). “Sebenarnya sudah selesai di Saremong dan Tamekan itu. Tapi karena ada potes kami akan coba mengakomodirnya,” timpalnya. Dijelaskannya secara aturan tidak ada ketentuan pihak PPS harus melayangkan undangan resmi kepada saksi Parpol atau Caleg pada kegiatan rekapitulasi. Sebab tahapan dan jadwal proses Pemilu mulai dari pemungutan suara sampai penghitungan di tiap tingkatan, para saksi seharusnya terus dapat mengikutinya. “Padahal sebelumnya sudah kita sosialisasikan melalui Parpol bahwa prosedur penghitungan itu jelas dan jadwalnya juga jelas. Jadi tidak perlu lagi seharusnya ada undangan resmi saat rekapitulasi karena mereka juga sudah tahu jadwalnya,” tandasnya. Meski sempat terjadi protes, proses rekapitulasi suara di PPS Kelurahan Sampir berjalan lancar. Karyadi mengatakan, untuk di kelurahan tersebut, rekapitulasi kemungkinan besar akan berlangsung hingga esok hari karena banyaknya jumlah TPS yang ada di lingkungan kelurahan itu. (bug)

Proses Penghitungan Perolehan Suara Rawan Kecurangan Taliwang (Suara NTB) Kapolres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) AKBP Teddy Suhendayawan Syarif, SIK., M.Si mengaku salah satu tahapan Pemilu yang rawan terjadinya aksi kecurangan, yakni pada proses penghitungan perolehan suara. Menurut dia, pada tiap proses penghitungan masing-masing tingkatan panitia pemilihan selalu terbuka ruang akan terjadinya aksi pencurangan. Cara yang paling mudah kemudian adalah dengan merubah hasil penghitungan yang tertera dalam daftar formulir C1 yang menjadi patokan proses rekapitulasi. “Sangat rawan sekali karena hanya dengan merubah data formulir C1 itu, maka bisa dipastikan juga hasilnya nanti akan berubah,” cetusnya. Untuk menghindari aksi pencurangan tersebut, ia menghimbau, tak hanya kepada seluruh panitia pelaksana di tiap tingkatan tetapi juga saksi untuk melakukan pengawasan secara seksama terhadap berkas formulir C1. Tak hanya di saat proses penghitungan saja, tetapi juga dalam hal perjalanan berkas tersebut dari tiap tingkatan sampai akhirnya ke tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Jadi benar-benar harus terus diawasi,” katanya. Ia menyatakan selaku aparat keamanan, piahknya juga tetap melakukan pengawasan pada setiap proses penghitungan di tiap tingkatan. Karena itu Kapolres murah senyum ini pun menyatakan, dirinya selalu menyiagakan anggotanya untuk mengawal sekaligus memantau jalannya kegiatan penghitungan atau rekapitulasi hasil perolehan suara di tiap tingkatan panitia pelaksana. “Seperti sekarang ini rekapitulasi tingkat PPS anggota kita tempatkan juga,” katanya kepada media ini saat memantau langsung proses rekapitulasi suara tingkat PPS di Kelurahan Sampir, Jumat (11/4). Ia berharap, pada setiap tahapan Pemilu ke depan tidak ada persoalan yang cukup berarti. Karenanya ia meminta kepada masyarakat agar turut serta menjaga kelancaran kegiatan demokrasi ini dengan bersama mengawal setiap tahapannya agar dapat memberikan hasil yang terbaik. “Tugas kita bersama untuk mengawal a g e n d a demokrasi ini berlajalan lancar dan damai,” imbuhnya. (bug)

(Suara NTB/bug)

Teddy Suhendayawan Syarif

Bima (Suara NTB) Oknum Ketua KPPS TPS 2 Desa Rade Kecamatan Madapangga, AF, diduga melakukan politik uang. Oknum yang bersangkutan akhirnya dilaporkan ke Panwascam Madapangga. Hanya saja, lantaran belum ada tindak lanjut, warga memprotes dengan menyegel kantor desa setempat. Sementara itu, masih di Kabupaten Bima, pelanggaran Pilkada juga dialami Ketua Umum PKS Kabupaten Bima, Ilham Yusuf yang kembali mencalonkan diri. Mobil yang bersangkutan dihadang dan dirusak oleh sekelompok orang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kantor Desa Rade disegel warga sejak Jumat (11/4) pukul 00.00 Wita. Warga menyegel dengan memalang kayu pada pintu kantor Desa yang di dalamnya tersimpan petis surat suara. Praktis, aktifitas pemerintah desa sempat lumpuh. Aksi penyegelan ini baru dihentikan warga setelah adanya kesepakatan antara Panwaslu dan KPU Kabupaten Bima untuk segera memproses oknum KPPS yang diduga melakukan politik uang dimaksud. Kapolsek Mamdapangga Ipda M. Noor yang dikonfirmasi, Jumat siang, menyebutkan

aksi penyegelan ini dilakukan warga menyusul adanya dugaan politik uang oleh KPPS. KPPS diduga membagi-bagikan uang kepada pemilih untuk memilih salah satu calon legislatif (caleg) dari Dapil 1 No urut 3 berinisial R. Warga sudah melaporkan temuan tersebut ke Panwascam. “Hanya saja, proses penanganannya dinilai lama makanya warga penyegel,” tuturnya. Menyusul adanya aksi penyegelan ini, pihaknya pun melakukan mediasi antara warga dengan Panwaslu dan KPU. Dalam mediasi tersebut, Panwaslu dan KPU akan memproses oknum KPPS dimaksud. Sehingga

warga mau membuka penyegelan. “Kesepakatan ini juga dituangkan dalam surat pernyataan,” tambahnya. Anggota Panwaslu, Abdullah SH yang dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya memang sudah didata oleh Panwascam Madapangga. Dari Panwascam Madapangga kemudian melanjutkan ke pihaknya sehingga ditindaklanjuti. Untuk proses tersebut, katanya, sebenarnya sudah diproses dan memeriksa satu orang saksi. Rencanannya pihaknya akan memeriksa satu orang saksi lain. Sementara itu, selain kasus dugaan politi uang, kasus lain

yang menjadi temuan warga yakni pencoblosan yang dilakukan oleh KPPS dan anggota di TPS 5 Desa Mbawa Kecamatan Donggo. Bahkan, pencoblosan ini direkam menggunakan video seluler. Ceritanya, di TPS 5 tersebut terdapat sisa surat suara. Sehingga KPPS dan seluruh mencoblos surat suara tersebut. Sementara yang memasukkannya ke dalam kotak suara adalah anggota Linmas. Tak dinyana aksi ini direkam oleh warga yang merasa curiga. Alhasil, video pun berdedar di tengah masyarakat. Hanya saja, masih menurut Abdullah, Panwaslu belum mendapat laporan resmi mengenai beredarnya video bersisi KPPS yang melakukan pencoblosan dimaksud. Pihaknya baru bisa memproses tergantung sungguh dari adanya temuan Panwascam maupun dari masyarakat. Jika memang ada laporan tentu pihaknya akan menindaklanju-

ti. “Kami siap memanggil KPPS tersebut jika ada laporan, tentu disertai bukti dan kesaksian,” tandas pemuda yang disapa Ebiet ini. Jika memang laporan tersebut belum masuk, rencanannya pihaknya yang akan mengkoordinasikan ke Panwascam. Sebab, Panwascam sendiri berhak untuk mengetahui setiap pelanggaran yang di Kecamatan tersebut. Sementara itu berdasarkan informasi terakhir yang didapat, Jumat siang, mobil Ketua Umum PKS Bima Ilham Yusuf yang juga mencalonkan diri dihadang oleh sekelompok orang di Kecamatan Soromandi. Saat itu, rencanannya Ilham baru saja mengambil formulir C-1. Hanya saja, saat dalam perjalanan pulang dia dihadang oleh sekelompok orang. Sekelompok orang tersebut juga merusak mobil Ilham. Kasus ini kemduian dilaporkan ke Polres Bima Kota oleh Ilham bersama tim. (use)

Komisi I Kawal Proses Verifikasi K2

(Suara NTB/ula)

MEMASUKI TEMPAT UPACARA - Wakil Gubernur NTB, H M Amin, SH, MSi didampingi Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin dan wakil Bupati Dompu, Ir H Syamsuddin H Yasin serta Kapolres Dompu, AKBP Purnama, SIK memasuki tempat upacara peringatan HUT Dompu ke 199 di Dompu, Jumat (11/4) kemarin.

HUT Dompu Ke-199

Sukseskan Program PIJAR, Bupati Apresiasi Petani Dompu (Suara NTB) Peringatan hari jadi Dompu ke 199 yang berlangsung di tengah suasana pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif (Pileg) berlangsung sederhana. Momen HUT, esensinya menjadi momentum evaluasi yang telah diperbuat dan melakukan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan. Kesuksesan program sapi, jagung, rumput laut (PIJAR) yang menghantarkan masyarakat Dompu yang memiliki daya beli tinggi diapresiasi Bupati dan diminta untuk dipertahankan. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin dalam arahannya sebagai inspektur upacara HUT Dompu di lapangan beringin Setda Dompu, Jumat (11/4) kemarin, mengungkapkan, esensi dari setiap peringatan hari jadi daerah sebagai momentum evaluasi diri, menilai kekurangan serta melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadi sebagai bekal dalam membuat perkiraan dan perencanaan dalam menghadapi tuntutan kebutuhan dan dinamika perkembangan masyarakat yang semakin cepat dan beragam. Dalam setahun terakhir, ada banyak kemajuan yang dapat diraih dari kerja nyata yang dilakukan selama ini melalui program unggulan daerah PIJAR. Terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari 4,5 porsen tahun 2010 menjadi 7,9 porsen tahun 2012. Kemiskinan dari

21,9 porsen menjadi 16,57 porsen tahun 2012 atau dibawah tingkat kemiskinan Propinsi NTB dan terus mengalami trend penurunan yang cepat. Pendapatan perkapita masyarakat tahun 2010 sebesar Rp.8,680 juta perkapita meningkat menjadi Rp.11,816 juta perkapita tahun 2012 dengan nilai PDRB Rp.2,6 triliun. Karenanya, H. Bambang M Yasin menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Dompu khususnya petani, nelayan dan peternak atas kerja kerasnya sehingga program PIJAR dapat terlaksana dengan baik meskipun masih banyak tantangan dan hambatan yang harus dihadapi. Namun hal itu tentunya tidak akan menyurutkan niat dan perjuangan yang ada. “Sekali layar terkembang, pantang untuk surut kembali. Sekali melangkah, pantang mundur biarpun sejengkal,” kata H. Bambang mengutip kata-kata mutiara. Selain capaian itu, di bidang pendidikan terjadi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) SLTA tahun 2014 mencapai 97 porsen. Angka melek huruf (AMH) tahun 2008 tercatat hanya 83,75 porsen naik menjadi 99,02 porsen. Untuk infrastruktur, jalan-jalan di Dompu kini telah dilaksanakan perbaikan untuk jalan Negara, jalan Propinsi, jalan Kabupaten serta jalan lingkungan. Yang menjadi perhatian pemerintah saat ini peningkatan jalan menuju Pekat, Kilo dan Huu. “Baiknya kondisi jalan terse-

but akan memperlancar arus tranrsportasi barang dan jasa sehingga akan berdampak pada peningktan ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Di bidang Kesehatan, usia harapan hidup masyarakat Dompu telah berada 60,94 tahun. Upaya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, pemberantasan penyakit menular. Ini ditandai dengan meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat. “Disamping itu, juga terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang program sanitasi secara terus menerus,” katanya. Bupati juga memberikan apresiasinya terhadap seluruh lapisan masyarakat yang berhasil mensukseskan pemilu legislatif di Dompu secara aman, lancar dan kondusif. “Apapun hasil pemilu tahun 2014 ini, mari kita terima dengan lapang dada dan penuh dengan kebesaran hati. Siapapun yang menang, itu adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” kata H. Bambang dan mengutip pepatah, “Menang terhormat, kalah bermartabat. Bendera partai boleh berbeda, namun hanya satu “merah putih adalah kebanggan kita,” tambahnya. Pelaksanaan peringatan hari jadi Dompu ke-199 ini berlangsung sederhana. Bahkan hamper tidak ada kegiatan untuk memeriahkan HUT Dompu seperti sebelumnya. Ini dikarenakan, HUT Dompu sangat berdekatan dengan pelaksanaan pencoblosan Pemilu legislative 2014 lalu. (ula)

KPU Perkirakan Rendah Angka Golput di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Melihat antusiasme pemilih, Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rakhmat S.Ag, memperkirakan angka Golput di Sumbawa tipis dan sangat sedikit. Penggunaan hak pilih berada di angka 85-90 persen. “Golput sangat sedikit. tipislah. Saya pastikan. Kalaupun ada beberapa orang yang tidak menggunakan hak pilihnya di beberapa TPS, itu karena tidak berada di tempat. Karena jadi TKI/TKW, tugas belajar di luar daerah dan alasan lainya,” terang Syukri, kepada Suara NTB, Jumat (11/4) kemarin. Artinya, lanjut Syukri, penggunaan hak pilih oleh masyarakat cukup tinggi yang menca-

pai kisaran 85-90 persen. Angka ini terbilang tinggi, bila dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur lalu saja yang hanya 74 persen. “Dibeberapa TPS sempat kita tesline, karena ada kekurangan surat suara. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memilih. Penggunaan hak pilih sangat baik dan maksimal,” tukasnya. Tinggal sekarang, kata Syukri, diharapkan kepada masing-masing Parpol tetap mengawal hasil rekapitulasi hasil di PPS, PPK dan nanti di KPU tingkat Kabupaten secara langsung. Peran serta masyarakat juga sangat diharapkan dalam mengawal semua proses untuk terwujdunya Pemilu yang jurdil dan bersih. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku akan mengawal proses verifikasi berkas pegawai Katagori Dua (K2) lulus tes tulis yang saat ini tengah berlangsung. “Sudah menjadi tugas kami pada fungsi pengawasan untuk mengawal proses verifikasi yang sekarang sedang dilakukan tim itu,” jelas ketua Komisi I DPRD KSB Drs. M Thamzil kepada wartawan, Jumat (11/4). Menurutnya, pihaknya sangat berkepentingan agar dalam proses verifikasi tersebut menetapkan tiap pegawai K2 yang sesuai persyaratan lulus untuk selanjutnya diajukan guna mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Ini kita harus pastikan juga karena untuk memberikan rasa keadilan bagi teman-teman K2 yang lainnya yang belum berhasil lulus pada proses seleksi sebelumnya,” katanya. Terlepas dari proses seleksi, Thamzil menyatakan, DPRD secara kelembagaan juga akan tetap memperjuangkan bagi tenaga K2 yang tidak bisa lolos pada seleksi penerimaan CPNS kali ini. Politisi dari partai Golkar ini mengatakan, upaya untuk memperjuangkan para pegawai K2 yang belum berhasil itu setidaknya saat ini terbuka peluang. Mengingat dalam beberapa kesempatan pusat melalui pemerintah terkait memberikan sinyalemen untuk dapat mengakomodir K2 yang tidak lulus seleksi tes tulis sebelumnya. “Saya kira tidak hanya di

Thamzil (Suara NTB/bug)

daerah kita persoalan K2 ini mencuat. Tapi hampir di seluruh daerah. Makanya pusat kemungkinan akan memberikan kesempatan yang sama lagi dan cekah itu akan kita manfaatkan untuk memperjuangkan mereka,” urai Thamzil. Sementara itu proses verifikasi berkas peryaratan pegawai K2 lulus tes tulis telah berlangsung sejak Senin pekan ini. Tim verifikasi yang dikoordinatori oleh Inspektorat Kabupaten (Itkab) untuk kelancaran proses verifikasi membentuk lima tim guna menyortir kelengkapan dan keabsahan data para pegawai K2 yang akan diajukan untuk mendapatkan NIP nantinya. Untuk diketahui jumlah pegawai K2 yang dinyatakan lulus tes tulis yang adakan akhir tahun 2013 lalu sebanyak 500 orang. Namun saat proses pengajuan berkas persyaratan untuk diajukan ke BKN, jumlah pegawai yang mengembalikan berkas hanya sebanyak 496 orang saja. (bug)

Sejumlah Wajah Baru Berpeluang Masuk ”Arena” Sumbawa Besar (Suara NTB) Dari data sementara yang dihimpun Suara NTB dari sejumlah sumber, perolehan suara sementara khususnya di Dapil II Sumbawa dari sejumlah kecamatan, Lenagguar, Lantung, Ropang, Moyo Hulu, sejumlah wajah baru berpeluang masuk arena. Minus Kecamatan Lape, Lopok, Orong Telu dan Lunyuk di Dapil II yang belum diperoleh. Dari Partai Nasdem, muncul nama Edy Syarifuddin dengan perolehan suara terbanyak sementara ini dari Caleg lainnya di internal Nasdem. Dengan perolehan suara pribadi sementara 881. Dari PKS, incumbent Salamuddin Maula, mendapatkan tantangan dari wajah baru, Nanang Naziruddin S.Ap, meski diperkirakan Salamuddin Maula, tetap akan unggul mengingat suara dari Kecamatan Lape dan Lopok sebagai basisnya belum masuk. Dengan suara partai sementara ini yang masuk dari 4 kecamatan, 3.755. Dari PPP, wajah baru Ahmad Adam, menggebrak dengan perolehan suara pribadi sementara ini yang sudah mencapai 1.873. Bakal bersaing ketat dengan incumbent yang juga Wakil DPRD Sumbawa saat, H.A. Rakhman HMS. Sedangkan Hanura, incumbent Akhmad Junaidi masih terlalu tangguh bagi caleg lainnya dengan perolehan suara pribadinya dari sejumlah kecamatan 1.673. (arn)

Satpol PP Siap Tertibkan Taman Kota Sumbawa Besar (Suara NTB) Banyaknya keluhan warga soal Taman Bugis yang kerap disalahgunakan para anak muda, membuat Pol PP segera menertibkan taman dimaksud. Menyusul keluhan warga yang kerap menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat minum miras. Terkait hal ini, Kasi Ops Trantib Satpol PP Syafruddin, menyatakan, operasi patroli malam sudah direncanakan. Sekaligus memantau kondisi taman agar bersih dari tindakan penyalahgunaan. Sebab

taman yang dibangun pemerintah bukan tempat mabukmabukan. Melainkan tempat untuk bersitirahat santai bersama keluarga dan orang terdekat. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat tertama para kawula muda. Untuk turut bersama-sama menjaga ketentraman. Serta memanfaatkan fasilitas umum dengan baik. Bukan disalaggunakan untuk minum miras. “Kita berterima kasih, informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Syafruddin. (arn)


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Parpol Saling Klaim Kemenangan Sementara itu, sejumlah caleg incumbent DPRD NTB optimis bisa kembali terpilih untuk periode berikutnya. Mereka pada umumnya merupakan caleg dengan basis dukungan yang jelas sehingga pada pemilu tahun ini mampu berkompetisi dengan baik. Salah seorang caleg incumbent DPRD NTB dari PAN, M. Hadi Sulthon, S.Sos Jumat (11/4) menuturkan, dirinya optimis bisa lolos pada pemilu legislatif ini. Hadi Sulthon mencalonkan diri dari Dapil II Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Ia mengatakan, kader PAN sampai saat ini masih melakukan validasi data di tingkat bawah. Namun secara umum perolehan suara PAN pada pemilu tahun ini diprediksi akan meningkat. Khusus di Lombok Barat, perolehan suara PAN diklaim cukup tinggi antara 20 sampai 30 persen. Untuk perolehan suara pribadi, Sulthon memperkirakan akan mendapat suara sekitar 17 ribu dari dapil Lobar-KLU. Angka ini meningkat dari perolehan suara tahun 2009 lalu sekitar 6.000 suara. Di Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar saja perolehan suaranya sekitar 5.000 dukungan. ‘’Meningkatnya perolehan suara PAN pada pemilu ini tidak lepas dari kerja keras para kader. Saya juga apresiasi pada caleg di Kabupaten Lobar dan KLU yang sudah kerja keras,” ujarnya. Senada dengan Sulthon, caleg petahana DPRD NTB dari PPP Dapil Lobar-KLU Dra. Hj. Wartiah, M.Pd mengatakan, perolehan suara untuk PPP pada pemilu tahun ini diprediksi meningkat drastis. Bahkan dia optimis perolehan suara PPP bisa menembus dua besar di NTB dan semua dapil diprediksi akan terisi. Sebagai gambaran, perolehan suara PPP yang cukup tinggi yaitu berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat PPS di kelurahan Cakra Selatan. Di Lurah Cakra Selatan PPP berada di posisi kedua setelah Partai Demokrat. PPP meraup suara sebanyak 1.137 suara dari 4.164 suara yang sah. Angka ini berbeda tipis dengan perolehan Partai Demokrat sebanyak 1.170 suara. “Khusus perolehan suara pribadi Insya Allah meningkat. Namun belum bisa saya sampaikan karena belum selesai perhitungan” katanya. Sementara itu caleg petahana DPRD NTB dari PPP Dapil Kota Mataram Drs. H. Muzihir mengatakan, dirinya yakin dipercaya kembali oleh masyarakat untuk duduk di kursi legislatif. Namun untuk data perolehan suara masih dalam tahap rekapitulasi di sekretariat.

Dari Hal. 1

Hasil Sementara DPD Sedangkan untuk calon anggota DPD RI, Baiq Diah Ratu Ganefi, SH, memimpin perolehan suara sementara dari tiga kelurahan di Kota Mataram dan satu Desa di Lombok Timur (Lotim) yang datanya telah berhasil dihimpun Suara NTB, Jumat (11/4) kemarin. Tiga kelurahan itu adalah Kelurahan Cakra Timur, Bertais dan Mayura sementara satu desa di Lotim adalah Tirtanadi di Labuhan Haji. Akumulasi perolehan suara di empat titik tersebut memperlihatkan Diah memuncaki perolehan suara dengan 971 suara, disusul Hj. Robiatul Adawiyah, SE yang meraih 682 suara, Ir. H. Badrul Munir, MM dengan 635 suara, TGH. Muharrar Mahfuz dengan 608 suara dan H. L. Wiratmaja, SH dengan 602 suara. Mengingat persebaran suara yang diperoleh hanya bersumber dari empat kelurahan/desa, angka perolehan tersebut masih sangat mungkin berubah. Terlebih, masih sangat banyak desa yang belum memulai ataupun merampungkan proses rekapitulasi suara Jumat kemarin. Dari Sumbawa dilaporkan, di empat kecamatan di wilayah selatan Sumbawa, Lantung, Ropang, Lenangguar, dan Moyo Hulu, sementara ini, Badrul Munir mendapatkan suara terbanyak dengan 3.588 suara. Diikuti Baiq Diyah Ratu Ganefi dengan suara sementara 2.344 suara dan Yani Sagaroa 2.146 suara. Sedangkan untuk DPRD NTB, dapil Sumbawa dan KSB dari perkiraan sementara tampaknya dari delapan kursi yang diperebutkan, enam kursi berpeluang diduduki oleh, Husni Jibril dari PDIP, Nurdin Ranggabarani dari PPP, Burhanuddin Jafar Salam, SH dari PAN, Jamaluddin Afifi dari Golkar, Hj. Rahma Jamaluddin Malik dari Hanura, dan Johan Rosihan dari PKS. Sedangkan di kabupaten, terlihat tren perolehan suara yang terpantau Suara NTB sementara ini, empat jatah Pimpinan DPRD Sumbawa untuk periode mendatang, berpeluang disii oleh PDIP, Hanura, Golkar dan PPP. (aan/arn)

Subri Atur Distribusi Uang dari Lusita “Ya mungkin orang – orang yang perlu dikasi, ndak tahu juga saya,” kata Subri. Karena dianggap jawabannya masih sumir, jaksa mengulang pertanyaannya. Apakah itu yang terkait dengan uang yang akan diberikan kepada saudara? Jawaban Subri lagi-lagi tak memuaskan JPU yang mulai geram dengan jawaban bertele tele Subri. Apakah maksud pembicaraan keseluruhan dan salah satunya terkait ‘’pos – pos’’ ini, termasuk uang yang diberikan kepada saudara? “Ya mungkin,” jawabnya enteng. Semakin gerah dengan jawaban itu, nada Risma semakin tinggi. “Kami catat dalam berita acara, apakah yang dimaksud ‘’pos – pos’’ itu terkait dengan uang yang diberikan kepada saudara?” akhirnya dijawab ‘iya” oleh saksi Subri. Jawaban itu akhirnya menutup sidang tersebut untuk rehat dan dilanjutkan pukul 19.00 Wita. Dalam rangkaian sidang sebelumnya, masih keterangan Subri, bahwa dirinya mengatur tiga hal dalam perkara Sugiharta alias Along, atas permintaan terdakwa dan atasannya Bambang W. Soeharto. Tiga hal itu, sebagaimana disampaikan JPU KPK, Subri mengatur dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polres dan hakim untuk memperkuat posisi PT. Pantai Aan dalam kasus laporan terhadap Along. Mengkoordinir demonstrasi ke Pengadilan Negeri Praya terkait penangguhan penahanan Along, dengan menerima uang dari Lusita Rp 25 juta. Namun penjelasan dalam BAP itu ditolak Subri dengan mengatakan, saat diperiksa dihadapan penyidik KPK saat itu sudah gelap dan konsentrasinya buyar. Dalam sidang kemarin, dibeberkan juga pertemuan Lusita dengan Subri di kamar 106 Hotel Holiday Inn di Senggigi, Lobar. Dalam pertemuan itu, Lusita menyerahkan uang Rp 100 juta kepada Subri. Saat bersamaan, uang dengan jumlah yang sama diserahkan Lusita kepada Subri, kemudian uang itu diniatkan untuk diserahkan ke Deni Septiawan, Kasat Reskrim Polres Loteng. Namun uang itu belum diserahkan, mereka ditangkap dalam dalam operasi KPK. (ars)

Dari Hal. 1

Granat Manggis Gegerkan Warga Sukarara Setelah dideteksi tim Brimob, baru diketahui granat tersebut masih aktif. Dijelaskan Kanit Jihandak Gegana Detasmen II Brimob Kompi Labuhan Haji, Ipda Fatoni, seperti bentuknya granat menyerupai manggis, granat itu sering disebut granat manggis. Merk-nya Granade Hand Frag, Deley X7 Comp r-lof, ER-RZHFO-001. ‘’Granat jenis ini buatan Korea,’’ katanya. Setelah dijinakkan, granat itu kemudian dibawa Brimob ke Markas Den 2 Kompi Brimob Labuhan Haji. Rencananya, granat itu akan diledakkan setelah berkoordinasi lebih lanjut nantinya dengan aparat Polres Lotim. Aparat Reskrim Polres Lotim pun langsung menggelar olah TKP. Lebih lanjut pengungkapan dugaan teror ini akan ditelusuri lebih lanjut oleh aparat Polres Lotim. Seperti penegasan Kapolres Lotim, AKBP Dede Alamsyah,S.Ik saat dikonfirmasi secara terpisah bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait penemuan granat aktif tersebut. Lebih jauh dugaan motif menaruh granat di tempat itu, masih dalam pengembangan penyelidikan. Disyukuri, granat tidak sampai meledak. Tim Jihandak Brimob sudah sangat tanggap dan langsung melakukan aksi penjinakan. (rus)

Dari Hal. 1

Masa Rekapitulasi di KPPS, KPU Minta Kades Tetap Netral Mataram (Suara NTB) Masa rekapitulasi jumlah surat suara kini sedang berada di KPPS. Untuk menghindari terjadinya manipulasi suara ataupun kejadian lain yang tidak diinginkan, KPU NTB menghimbau kepada semua Kades supaya tetap menjaga netralitas. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan dan SDM Pemilu, KPU NTB, Agus, ketika ditemui Suara NTB di ruang kerjanya Jumat (11/4) kemarin, mengatakan Kades harus tetap menjaga netralitas. “Saat rekapitulasi jumlah surat suara, kades jangan main-main,” pungkasnya. Menurutnya, Kades sa,ma sekali tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam rekapitulasi jumlah suara di mas-

ing-masing KPPS karena tidak ada dasar hukumnya sama sekali. “Kades sama sekali tidak berhak ikut campur,” tegasnya. Meskipun peluang Kades terlibat dalam manipulasi hasil rekapitulasi suara, pihaknya tetap menghimbau untuk mengantisipasi supaya hal itu tidak terjadi. “Meskipun tidak mudah, ini harus diantisipasi,” ucapnya singkat. Ketika ditanya mengenai pengamanan yang dilakukan KPU di tiap KPPS, dirinya mengaku bahwa pengamanan untuk rekapitulasi sudah maksimal. “Untuk keamanan disana sudah ada saksi-saksi serta pihak kepolisian. Saya kira itu sudah cukup untuk menjaga keamanan,” tutupnya. (ami)

Halaman 5

Pantau Kekeringan, Balai Proteksi Tanaman Pangan Disiagakan Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB terus memantau lahan pertanian yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang sudah mulai melanda NTB sejak awal April ini. Dinas Pertanian TPH menyiagakan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hirtikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan lahan-lahan yang terkena dampak musim kemarau tahun ini. “Kita terus memulai memantau, ada Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, itu disamping dia tupoksinya sebagai pengendalian hama penyakit tanaman juga masalah dampak perubahan iklim ini,” kata Kepala Dinas Pertanian TPH NTB, Ir. H. Husni Fahri, MM ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (11/4) siang kemarin di Mataram. Husni mengatakan, dampak musim kemarau yang melanda NTB sejak awal April ini memang sudah mulai terasa, terutama di Pulau Sumba-

Aprianto Terima Rp 65 Juta, Dewi Bocorkan Putusan Dari Hal. 1 Peran keduanya terungkap dalam sidang lanjutan, di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Mataram, dengan Ketua Majelis Hakim, Dr.Sutarno, SH.MH, Jumat (11/4) kemarin. Apriyanto yang diperiksa lebih awal dicecar JPU KPK terkait perannya sebagai jaksa dalam perkara Sugiharta alias Along. Selama mengurus perkara Along, Apriyanto mengeluarkan biaya banyak. Beberapa kali dia harus membeli tiket pesawat untuk bolak balik dari Praya ke Jakarta, bertemu Bambang W. Soeharto dan Lusita Anie Razak. Ada juga biaya yang dikeluarkan untuk bertemu dengan hakim PN Praya di Hotel di Mataram membicarakan perkara tersebut. Yang menarik, Apriyanto pernah karaoke bersama dengan Dewi Santini di Taman Kura-Kura Mataram dalam sebuah acara perpisahan, dan biaya yang dikeluarkan dimasukkan dalam operasional pengurusan perkara. Setelah dihitung – hitung, biaya operasional itu mencapai puluhan juta rupiah. Segala pengeluaran itu ditanggung oleh Lusita Anie Razak. “Pokoknya dek, berapa pun biaya yang dikeluarkan, akan saya ganti,” kata Apriyanto menirukan kalimat Lusita. Berpegang pada kata – kata itu, Apriyanto yang tercatat enam kali bertemu Lusita di Mataram dan Jakarta, akhirnya mendapat pencairan Rp 65.500.000. “Uang itu sebagai kompensasi atas pengeluaran saya selama mengurus perkara Along,” aku saksi. Jumlah pengeluarannya sebenarnya tidak sebesar itu, bahkan ada kelebihan sekitar Rp 15 juta. Namun Lusita melebihkan setiap pengeluaran Apriyanto. ‘’Misalnya

kalau uang saya sendiri terpakai Rp 5 juta, diganti Rp 6 – 7 juta,” sebut Aprianto. Saksi juga digali keterangannya terkait dengan hakim PN Praya dalam kasus sama. Apriyanto tercatat intens berkomunikasi tidak hanya dengan Dewi Santini, juga dengan hakim lainnya Anak Agung Putra Wiratjaya. Uang dari Lusita juga ditawarkan kepada Agung, dengan harapan dakwaannya bisa terbukti di pengadilan. ‘’Simpan saja uangnya setelah putusan,” kata Apriyanto mengutip kalimat Anak Agung. Hakim anggota M. Idris M. Amin memperjelas kalimat itu, dan dijawab saksi, bahwa setelah Along diputus terbukti, baru uang imbalan dari Lusita diserahkan. Sedangkan komunikasinya dengan Dewi Santini, Apriyanto mengaku pernah memberikan salinan materi tuntutan terhadap Along kepada Dewi. Materi itu diberikan langsung dalam bentuk soft copy dalam flashdisc. Komunikasi tersebut terjadi sebelum putusan. Pada kesempatan itu, Dewi mengatakan bahwa majelis hakim yang diketuai Sumedi, SH, MH bersama dirinya dan Anak Agung sudah bermusyawarah. Dalam musyawarah itu, Along terbukti bersalah dan akan dihukum 4,5 bulan. Bocoran putusan itu diungkap Dewi saat bertemu Apriyanto dan Desak Ketut Yuni Ariyanti di Lesehan Bebek Praya. Bocoran putusan itu dikonfrontir kepada Dewi saat menjadi saksi setelah Apriyanto. Namun wanita lajang yang kini pindah ke PN Situbondo ini mengakui itu. Tapi sesunggunya dia berbohong di depan Apriyanto dan Desak Ketut Yuni Ariyanti. ‘’Saya berbohong semata-mata untuk menyelamatkan lembaga saya,” aku Dewi.

Heran dengan pengakuan itu, hakim menanyakan alasannya bohong. Apalagi kebohongannya itu diungkap saat menjadi saksi di depan persidangan. Namun Dewi berkelit, ia terpaksa harus jujur di depan persidangan. ‘’Saya kan sudah di bawah sumpah,jadi tidak berani berbohong di depan sidang,” katanya. Beberapa pengakuan dari Dewi bahkan sempat mengundang tawa dari pengunjung sidang. Tingkahnya yang ceplas ceplos juga beberapa kali membuat yang hadir tak terkecuali hakim, jaksa dan penasihat hukum geleng-geleng kepala. Termasuk soal alasannya berbohong di depan Desak dan Apriyanto. Dia mengaku tidak ingin institusinya di demo lagi oleh massa, karena trauma dengan aksi saat Along ditangguhkan penahanannya. Dia berasumsi, jika membocorkan kabar bahwa Along akan bebas, maka banyak pihak yang berkepentingan dalam kasus ini akan bereaksi keras. ‘’Saya juga takut lo keselamatan saya. Saya tahu sendiri bagaimana tidak enaknya didemo. Bapak belum di tau sih rasanya didemo,” jawab Dewi, gelak tawa pengunjung pun sempat meledak mendengar jawaban Dewi. Terungkap juga, Dewi mengangguk saat Apriyanto menawarkan uang Rp 75 juta, demi memuluskan putusan Along sehingga bersalah. Bahkan tawaran itu naik menjadi Rp 100 juta. Namun dalam persidangan itu, Dewi membantah keras. Kalau pun dia mengangguk, namun tawaran itu akan diteruskan kepada Agung. “Anda di bawah sumpah, tolong jawab jujur, apakah Anda memang mau menerima uang yang ditawarkan itu?,” tanya JPU KPK. Dijawab Dewi, tidak. (ars)

Belum Digarap Maksimal Dari Hal. 1 Jumat (11/4) kemarin mengatakan, kemajuan pembangunan Dompu melalui program unggulannya berhasil mengantarkan masyarakat mandiri dan memiliki daya beli yang cukup tinggi. Angka kemiskinan di Dompu juga terus menurun sebagai dampak dari peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. ‘’Kita sangat apresiasi (kemajuan)

Dompu,” katanya. Namun Dompu masih menyimpan banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal seperti potensi pariwisata, peternakan dan perkebunan. Melalui peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora, 2015 mendatang akan menjadi momentum untuk memperkenalkan Dompu dan NTB ke dunia internasional. ‘’Ini menjadi memontum untuk lebih meningkat-

kan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kegiatan ekonomi,” terangnya. M. Amin juga mengungkapkan komitmen pemprov untuk mendukung penataan destinasi pariwisata di Dompu. ‘’Kita dorong dan akan mengintervensi terhadap destinasi yang kita unggulkan (di Dompu). Tapi Dompu harus lebih proaktif untuk penataan destinasinya,” harapnya. (ula)

Dorong Percepatan MP3EI Dari Hal. 1 Demikian Deputi Direktur pada Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia Pusat, IGP Wira Kusuma, PhD di Mataram, Jumat (11/4) kemarin. Wira mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini hanya pada kisaran 55-59 persen, baru di 2015 mendatang akan terjadi perbaikan ekonomi dengan pertumbuhan 59-62 persen. Bank Indonesia tetap menekankan untuk mengantisipasi gejolak stabilitas ekonomi, agar tidak terulang kembali gejolak ekonomi ditahun 2013 yang sempat terganggu. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2014 ini tidak meningkat tajam, tetapi mudahmudahan bisa lebih sehat dari pertumbuhan ekonomi sebelumnya,” tambah Wira. Dengan harapan ekspor dan investasi akan bisa meningkat, karena mengalami

penurunan di tahun lalu. Diingatkan pemerintah, termasuk di dalamnya pemerintah daerah untuk mewaspadai guncangan ekonomi. Caranya tinggal bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa didorong atau tergantung pada reformasi struktural yang dilakukan. Reformasi struktural ini mencakup pelaksanaan MP3EI yang harus terus dipacu, terutama pada bidangbidang yang berkaitan dengan kapabilitas industri, sehingga daerah dan Indonesia bisa masuk ke dalam pasar global. Produk-produk yang selama ini banyak diimpor, pakan ternak misalnya agar diupayakan untuk diproduksi sendiri. dengan demikian maka stabilitas eksternal bisa ditekan dan demikian mampi menjadi kunci perekonomian kedepan. “Harapan kami (BI) pemerintah yang baru juga mempunyai pandangan yang sama, untuk mempercepat reformasi struktural, sehing-

ga perbaikan ekonomi tidak dilakukan dalam jangka pendek,” katanya menjawab pesimisme pelaksanaan MP3EI setengah hati. MP3EI dianggap sebagai program yang cukup baik, NTB yang masuk pada koridor V Indonesia Timur sebagai pintu gerbang pariwisata nasional harus bijak dalam menyongsong pembenahan infrastruktur-infrastruktur agar dapat dirasakan langsung dan cepat dampaknya oleh masyarakat. Tidak hanya itu, pemerintah dan masyarakat didorong untuk melakukan pembenahan dan perbaikan dari sisi digital. Artinya masyaakat harus melek internet untuk menunjang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. ‘’Kalau NTB belum banyak paham internet, ini harus disikapi. BI tetap mendorong dari sisi penentuan kebijakan, memberi masukan-masukan,” demikian Wira Kusuma pada Suara NTB. (bul)

wa. Namun, katanya, laporan mengenai lahan pertanian yang mengalami kekeringan masih belum banyak. Diakuinya, sejumlah daerah di Pulau Sumbawa lahan pertanian mengalami kekeringan. Namun, lahan pertanian yang mengalami kekeringan itu sebagian besar sudah bisa panen, seperti padi dan jagung. Sehingga tidak menimbulkan kerugian yang begitu besar terhadap petani. ‘’Kalau ada informasi mengenai itu, terus kami menugaskan BPTPH. Teman-teman memantau terus di lapangan,’’imbuhnya. Husni menjelaskan, musim kemarau I yang mulai April, Mei dan Juni terus dipantau. Pihaknya, akan memantau

supaya masyarakat/petani di luar daerah sawah irigasi tidak melakukan penanaman padi. Sementara, untuk petani yang berada di daerah irigasi teknis dinilai masih bisa menanam karena ketersediaan air masih cukup. Terkait langkah-langkah antisipasi lainnya yang akan dilakukan untuk penanganan bencana kekeringan terutama pada lahan pertanian di NTB, Husni mengatakan pihaknya bersama SKPD terkait akan menggelar rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Dari pertemuan itulah, lanjutnya, akan jelas langkahlangkah yang akan dilakukan untuk menangani kekeringan tersebut. (nas)

144 CPNS Pemprov NTB Terima SK Pengangkatan Mataram (Suara NTB) Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan SK pengangkatan kepada 144 CPNS Pemprov NTB yang diseleksi tahun 2013 lalu. Sementara, dua orang CPNS masih belum diberikan SK pengangkatannya karena masih dalam proses penerbitan dan belum diterima oleh pemerintah daerah. “144 SK CPNS diberikan tadi (kemarin, Red),” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BKD dan Diklat NTB, Ahmad Masyhuri ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (11/4) siang kemarin di Mataram. Dijelaskan, dalam seleksi CPNS 2013 lalu, NTB mendapatkan kuota sebanyak 155 formasi. Sebanyak 155 formasi CPNS umum tersebut diperebutkan sebanyak 9.141 orang peserta. Hasil seleksi yang diumumkan akhir Desember 2013, dari 155 formasi itu sebanyak 146 formasi yang terisi. Sisanya, sebanyak 9 formasi tidak terisi karena peserta tidak ada yang memenuhi syarat dan sejumlah formasi tidak ada peminatnya. Sementara itu, untuk dua orang CPNS yang belum menerima SK pengangkatan itu, jelas Masyhuri karena satu orang masih dalam proses pen-

erbitan SK dan satu orang SKnya sudah terbit namun belum diterima oleh Pemprov NTB. Setelah diberikannya SK pengangkatan itu, lanjutnya, maka yang bersangkutan langsung masuk kerja. Kegiatan prajabatan bagi yang sudah menerima SK pengangkatan itu rencananya diadakan minggu depan secara bertahap. “Selesai diberikan SK ini, dia mulai masuk dan prajabatan. Insya Allah minggu depan tanggal 21 April. Itu sebagian, tidak seluruhnya tetapi bertahap,”pungkasnya. Diketahui, jumlah pelamar umum CPNS 2013 seluruh NTB sebanyak 22.569 pelamar atau peserta ujian seleksi CPNS umum. Mereka bersaing memperebutkan 414 formasi CPNS tahun 2013. Masing-masing untuk peserta ujian seleksi CPNS formasi pelamar umum, Pemprov NTB sebanyak 9.141 orang untuk 155 formasi, Lombok Utara 11.068 orang dengan 149 formasi dan Sumbawa Barat 2.360 orang dengan 110 formasi. Untuk pelamar umum, hasil seleksi sudah diumumkan pada 24 Desember lalu. Sejumlah jabatan/formasi terpaksa tidak terisi karena tidak dipenuhinya nilai ambang batas (passing grade). (nas)

Bupati Bima Nilai Pemilu Berjalan Sukses Bima (Suara NTB) Pesta demokrasi pemilihan anggota DPRD Kabupaten/Kota Bima, DPRD Provinsi, DPD serta pemilihan anggota DPRD Pusat yang diselenggarakan pada Rabu (9/4) dinilai sukses. Demikian ungkapan Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM. Nur.M.Pd pada saat kegiatan imtaq gabungan Lingkup pemerintah Kabupaten Bima pada Jumat (11 /4) di Lapangan Tenis Kantor Bupati Bima. Dihadapan pada PNS, Syafrudin menjelaskan bahwa hak memberikan suara telah dilakukan. Selanjutnya, warga Kabupaten Bima menitipkan harapan besar kepada anggota DPRD dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Selanjut-

nya terkait dengan pemilihan anggota DPRD ini, kedepanya bersama pemerintah daerah dapat bersama-sama membangun daerah Kabupaten Bima sehingga dengan kerjasama ini kita akan membangun daerah Kabupaten Bima kearah yang lebih baik. “Sebab dalam membangun daerah kita antara eksekutif dan legislatif harus dapat berjalan bersama sehingga semua aspirasi dan keinginan masyarakat dapat kita wujudkan,” katanya. Ditambahkannya, kedepan, antara anggota legislatif dan eksekutif diharapkan memperjuangkan nasib rakyat sehingga aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dapat disalurkan lewat forum rapat bersama. (use)

105 Siswa Trekking Berhasil Ditemukan Dari Hal. 1 Dijelaskan Waicaka, kuat dugaan rombongan trekking tersesat karena mereka belum mengenal medan di wilayah itu. Namun sebenarnya, kata dia, rombongan tidak fokus untuk menginap di lokasi trekking. Hanya saja, diantara rombongan diinformasikan ada sebagian dari siswa terpisah dari rombongan dan tersesat. Ditambah situasi dan kondisi menjelang malam, rombongan pun berinisiatif untuk melakukan pencarian. Hingga Kapolres Lombok Utara, AKPB H. Ronny Azwawie, SIK dan Wakil Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH turun tangan melakukan pencarian. Pemda bersama jajaran Polres KLU membentuk tim gabungan untuk melakukan pencarian. “Tim gabungan dibagi menjadi beberapa tim lagi dan sekitar pukul 03.30 Wita, rombongan ditemukan oleh Tim 2.

Begitu ditemukan, Pak Kapolres dan Pak Wabup, langsung mengarahkan penjemputan dan mengevakuasi sementara ke kediaman Pak Wabup,” imbuhnya. Rombongan yang dipastikan pada Kamis malam tidak membawa perlengkapan (selimut), lampu senter dan perbekalan secukupnya, ditemukan dalam kondisi sehat. Hanya saja, di antara rombongan perempuan, mereka sebagian harus dievakuasi dengan tandu. Kondisi fisik siswa perempuan sebagian lemah dan shock. ‘’Kami mengimbau, untuk sekolah-sekolah atau kelompok masyarakat, apabila melakukan kegiatan serupa dan melibatkan banyak peserta, pertama, supaya berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kepolisian supaya bisa di-back up. Kegiatan seperti ini, harusnya dilakukan survei lokasi lebih dulu dan melibatkan penunjuk jalan,’’ imbaunya. (ari/met)


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Halaman 6

Ruang Gelap Demokrasi Kita Menunggu Tindakan Tegas Panwaslu PELAKSANAAN Pemilu Legislatif (Pileg) di NTB, secara umum berjalan aman, tertib dan lancar. Artinya, tidak terjadi gejolak yang sampai mempengaruhi kondusivitas keamanan di daerah ini. Kendati secara umum berjalan aman, tertib dan lancar, tak dipungkiri berbagai indikasi pelanggaran pemilu terjadi. Pelanggaran-pelanggaran, sebenarnya sudah terjadi banyak sejak kampanye dimulai. Hal tersebut bisa diketahui publik dengan temuantemuan yang dipublikasikan baik oleh Panwaslu dan Bawaslu yang diwartakan media. Partai-partai yang terindikasi melanggar juga secara jelas disebutkan identitas dan jenis pelanggarannya. Tetapi yang ironis, dari sekian banyak temuan pelanggaran selama masa kampanye, sejauh ini belum ada tindak lanjut dari lembaga pengawas pemilu tersebut. Belum ada diketahui publik, sanksi apa yang diterima partai politik (parpol) yang melakukan pelanggaran saat masa kampanye? Publik hanya mengetahui bahwa ada banyak parpol yang melanggar aturan kampanye, tanpa ada sanksi yang dijatuhkan. Kemudian menjelang Pileg serta memasuki hari pencoblosan, dugaan pelanggaran pemilu juga kembali ditemukan. di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), misalnya, Panwaslu setempat menyebutkan bahwa di wilayah ini banyak ditemukan dugaan pelanggaran pemilu. Mulai dari pelanggaran administrasi hingga dugaan tindak pidana pemilu. Dimana setidaknya ada 11 kasus pelanggaran pemilu yang kini tengah diselidiki oleh Panwaslu. ‘’Pada saat pemungutan suara (Rabu), kita sudah menerima sebanyak 11 laporan dugaan pelanggaran pemilu. Dan, kasus-kasus tersebut tengah kita selidiki,’’ ungkap Koordinator Divisi Penindakan Panwaslu Loteng, Hadi Agus Alwi. Selain pelanggaran, juga ditemukan dugaan tindak pidana pemilu seperti kasus dugaan politik uang di wilayah Kecamatan Praya Barat, Kelurahan Gerunung, Praya serta Desa Mekar Damai, Praya Tengah. Dugaan politik uang diduga melibatkan tim sukses dari beberapa orang caleg. Menurut Panwaslu Loteng, untuk kasus surat suara tercoblos serta dugaan politik uang masih terus didalami pelakunya. Adapun barang-barang bukti dari kasus-kasus tersebut kini sudah diamankan di Kantor Panwaslu Loteng untuk memudahkan proses penyelidikan. Selain di wilayah Loteng, di kabupaten/ kota lain, indikasi pelanggaran serta terjadinya tindak pidana pemilu juga banyak terjadi. Modusnya, khususnya dugaan money politics juga hampir sama di seluruh wilayah di daerah ini. Mencermati ini, Panwaslu dituntut untuk tegas. Karena ada pendapat banyak kalangan bahwa lembaga pengawas pemilu ini kurang tegas. Seperti fakta terhadap dugaan pelanggaran saat kampanye yang lalu. Panwaslu tidak ada menindak pelanggarpelanggar kampanye yang terjadi selama Pemilu 2014. Terhadap Panwaslu terkait dengan pelanggar pemilu dan pelaku tindak pidana pemilu, masyarakat berharap lembaga pengawas pemilu ini bertindak tegas. Dugaan politik uang banyak ditemukan dan bukti-bukti yang menguatkan adanya money politics sudah ditunjukkan Panwaslu ke publik. Jika pengawas pemilu tak tegas, masyarakat akan kecewa. Kini masyarakat menanti tindakan tegas Panwaslu. (*)

STASIUN RADIO

Pemilu legislatif 2014 sudah berlangsung. Menurut hasil quick count beberapa lembaga survei, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) muncul sebagai pemenang dengan perolehan suara sekitar 19,17 persen. PDIP akan memimpin kelansungan hidup bangsa ini lima tahun mendatang. Kemana bangsa ini akan dibawa? ETELAH lepas dari cengkraman otoritarianisme Orde Baru, Indonesia membuka kran demokrasi seluasluasnya. Mengikuti Claude Lefort (1988), demokrasi meninggalkan kekuasaan dan bayangan organis yang diciptakan rezim otoriter, maka demokrasi akan beralih pada lokus kekuasaan ruang hampa. Demokrasi akan menjadi ruang kosong yang dipertarungkan oleh kelompok kekuatan politik untuk mengisinya dengan barang apapun yang mereka punya. Sebagai manusia yang hidup dalam gerusan libralisme politik, maka kita percaya (setidak-tidaknya mengikuti) bahwa demokrasi menjadi pilihan politik bangsa untuk menentukan peradabannya. Bagaimana adab bangsa itu sangatlah ditentukan bagaimana demokrasi dikelola menjadi perilaku hidup dan moral individu-masyarakatnya. Oleh karena itu, konsekuensi logis dari kehidupan demokrasi adalah kebenaran (hukum) yang diproduksi dari sistem demokrasi haruslah menjunjung tinggi martabat manusia, etis, dan bermoral. Karena demokrasi menentukan budaya politik dan peradaban manusia, maka sesungguhnya demokrasi adalah “bangunan” yang didirikan atas tongkak kebudayaan dan peradaban lokalitas bangsa. Setiap budaya akan melahirkan kebudayaan luhurnya sendiri. Sebutlah kebudayaan Mesir, Yunani, Babylonia, India hingga Jawa, dimana setiap budaya akan menjadi karaketer utama daripada terbentuknya tatanan demokrasi. Demokrasi yang “ber-budaya” akan membangun lokalitasnya dan berkembang dalam sejarah kebudayaannya sendiri. Sayangnya, demokrasi yang telah kita anut ini adalah demokrasi impor. Demokrasi yang tidak memiliki kelekatan lokalitas dengan bangsa Indonesia. Kita terjebak pada acungan jempol internasional yang menyebut demokrasi kita ter-

Oleh :

Anhar Putra Iswanto

(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang; asal Leong Tengah, Tanjung-KLU) baik di dunia. Dimata internasional, bangsa kita terlihat besar dan berprestasi, tapi dihadapn rakyatnya, negara ini tidak lebih dari boneka internasional. Demokrasi 50+1 Mari kita lihat, bila demokrasi disebut sebagai kemenangan mayoritas (50+1) (the principle of majority rule), apakah keputusan-keputuan politik yang dibuat selalu equivalen dengan etika dan moralitas universal? Apakah moralitas itu dapat diklaim dalam keputusan mayoritas? Inilah yang saya sebut sebagai demokrasi 50+1. Samuel P. Huntington dalam penelitiannya tentang transisi menuju demokratisasi 1974-1990 menyimpulkan bahwa definisi yang paling absah untuk menjelaskan makna demokrasi adalah dalam pengertiannya yang prosedural (Hendro Nurtjahjo, 2006: 64). Sementara itu Michael Walzer memberikan penjelasan bahwa yang memerintah dalam sistem demokrasi adalah orang yang secara de facto menenangkan persetujuan lebih besar (suara mayoritas rakyat). Dengan demikian maka yang berhak memimpin negara adalah yang mendapatkan suara mayoritas dari seluruh warga negara (50+1). Konsep inilah yang membawa demokarsi pada prinsip one man on vote—yang selanjutnya menjadi demokrasi elektoral (baca: pemilu). Akhirnya demokrasi dilihat melalui prosentasi angka. Rakyat ditandai, dikuantifikasi, dan dikalkulasi dalam bentuk angka dan persen-persennya. Bahkan untuk mengukur kapabilitas kepemimpinan sesoarang diukur melalui hitung-hitungan angka yang matematis, hukumnya: semakin besar perolehan angkanya semakin besar peluang menangnya. Bukankah hanya pemilihan kontestasi musik, dan bakat di televisi saja (seperti Idol, miss univers) yang menggunakan popular vote—anda akan menang jika yang “me-ngevote” lebih besar. Sementara didunia pendidikan, bukankah yang rangking terbaik itu selalu diakumulasi dan dikalkulasi dari kemampuan dan kabalitas secara individu—jelas pula yang memilihnya sebagai juara adalah guru yang memiliki kredibilitas yang dipercaya. Karena itulah Presiden Soekarno mengejek demokrasi 50+1 sebagai gagasan “demokrasi liberal”. Demokrasi 50+1 menurut Soekarno akan melindas dan memperdaya 49 suara lainnya. Indonesia memiliki konsep demokrasi “musyawarahmufakat” yang termaktub dalam pikiran Pancasila, terutama yang terkandung dalam aline ke-empat. Apakah demokrasi selalu dihitung dari jumlah mayoritas yang senang

kepada keputusan tertentu? Bahwa kesenangan rakyat diharus dikur dari teriakan “setuju” dalam jumlah mayoritas?. Ternyata tidak selalu menjadi keputusan yang ditaati secara sukarela oleh warga negara. Hakekat demokrasi adalah ketaatan warga negara pada hukum-hukum yang dibentuk secara “demokratis” itu tanpa paksaan dan tekanan, dan dalam aturan tersebut seluruh kepentingan diakumulasi secara universal. Yang hakikat dari demokrasi adalah kebebasan warga negara untuk menyatakan pendapat, berkumpul, dan berserikat, yang tidak harus dihitung dalam bentuk jumlah angka mayoritas. Inilah yang disebut filsuf Jerman Jurgen Habermas dimana “kekuasaan politik” memperhatikan suara public sphere yang secara terus-menerus menjadi diskursus dalam kehidupan politik. Jika mayoritas adalah pemenang dalam sebuah pemilu, maka suara 49 persen tersebut tidak lantas menjadi kosong dan tidak diperhatikan. Inilah yang membedakan demokrasi dengan rezim otoriter. Kita masih sadar bagiamana Soekarno dan Soeharto mekonstruksi demokrasi sekedar legitimiasi kekuasaan. Sekarno melibas Gerakan Manifsto Kebudayaan 1963 dan membredel koran yang tidak sesuai intruksi presiden. Sementara itu Soeharto selama 32 tahun melindas kebebasan civil dan kebebasan berserikat warga melalui legitimasi negara yang diskriminatif. Kedua, demokrasi menjamin hukum menjadi panglima dalam kehidupan bernegara. Demokrasi menjamin bahwa seluruh hak-hak mendasar setiap individu dijaga, dan dipelihara oleh negara. Maka dengan legitimasinya, negara berhak dan berkewajiban untuk memberangus segala gejala yang merusak tatanan demokrasi itu sendiri. Misalnya tindakan kriminalitas, penodaan atas hak asasi manusia, dan tindakantindakan diskriminatif, negara harus menjadi panglima yang siap 24 jam untuk melindung hak-hak mendasar warga negaranya. Persoalan Mendasar Setelah 15 tahun reformasi dan empat kali melaksanakan pemilu demokratis (1999,2004,2009, dan 2014), demokrasi Indonesia belum berhasil keluar dari apa yang disebut F. Budi Hardiman sebagai “Moncong Oligarki” (Kompas, 23/ 02/13). Kekuatan ekonomis-politis yang dikuasai oleh partai politik menjerumuskan demokrasi pada kekuasaan yang dikuasai oleh segelintir orang—dan menjadikan suara mayoritas (kemenangan pemilu) sebagai basis legitimasi. Apa yang terjadi? Demokrasi yang

substansial dimaknai sebagai demokrasi elektoral (baca: pemilu). Kekuasaan demos (rakyat) diartikan sekedar voters (pemilih). Lalu dimana kedaulatan rakyat yang menjadi basis utama terselenggaranya demokrasi? Demokrasi model inilah yang terjadi di Indonesia. Soekarno “menyeting” demokrasi untuk meligitimasi kekuasaannya dan menyingkirkan yang bukan kroni politiknya. Orde Baru tidak kurang pula “dosanya” dalam menjadikan demokrasi sekedar metode elektoral mencapai kekuasaan ekonomi politik. Dan pasca reformasi, demokrasi sedikit terbuka melalui kebebasan sivil, kebebasan organisasi, dan terbukanya pers. Namun demikain, dalam relasi kekuasaan demokrasi tidak memberikan ruang besar bagi rakyat dalam mewujudakan kedaulatan politiknya, selain proses “kedaulatan” semu dalam bilik suara yang berlansung selama lima menit. Dalam logika demokrasi, rakyatlah yang menjadi penguasa. yang terjadi adalah rakyat sekedar legitimasi kuasa untuk memuluskan agenda oligarki kuasa ekonomi-politik kelompok tertentu. Inilah yang menjadi tantangan demokrasi kita pasca pemilu 2014. Setelah PDIP memenga tapuk kekuasaan legislatif negeri ini, kita berharap partai berlambang banteng itu membawa demokrasi Indonesia pada proses konsolidasi yang matang. Atau justru akan menguatkan oligarki politik yang mencekam demokasri kita.

Hasil sementara pileg, parpol saling klaim kemenangan Yang pasti hasil penghitungan KPU

*** Pengelolaan MWP, Pemkot Mataram belum temukan investor yang sesuai Semakin banyak PAD hilang

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Halaman 7

Kekeringan Meluas Sarjana Jadi PKL ASOSIASI Pedagang Kaki Lima (APKLI) NTB menyebutkan, banyak lulusan Perguruan Tinggi (PT) atau sarjana menjadi Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) atau yang biasa disebut pedagang lapak. Berwirausaha seperti ini menjadi peluang di tengah semakin sulitnya mengakses dunia kerja formal. Ketua APKLI NTB, Irwan Prasetya mengatakan, PKL menjadi salah satu ruang kerja yang sangat terbuka bagi para lulusan PT. Ini relevan dengan keinginan pemerintah untuk mencetak generasi-generasi Wira Usaha Baru (WUB). Lihat saja di beberapa titik-titik lapak penjualan, sebagian besar pengisi lapaknya adalah para lulusan yang tidak mampu diserap oleh bidang kerja yang dinaungi pemerintah. Dengan menekuni 27 jenis jualan, baik kue, buah, kebutuhan-kebutuhan kecil masyarakat, serta dagangan buah.”Di Mataram ada 30.000 lulusan Perguruan Tinggi yang tidak terserap sektor formal. Pilihannya adalah PKL. Oleh sebab itu pemerintah, semua bidang yang terkait harus benar-benar memperhatikan keberadaan para PKL,” sebut Irwan di Mataram, Jumat (11/4) kemarin. Hanya saja tidak seluruhnya para lulusan yang terhitung menganggur ini meminati wirausaha, setidaknya menjadi PKL. Sehingga peluang-peluang yang masih terbuka kemudian direbut oleh pekerja luar daerah. Padahal di tengah maraknya dunia kepariwisataan di NTB khususnya, menjadi peluang pasar yang cukup menggiurkan para para PKL. Bahkan untuk pendapatan harian para PKL sudah terhitung sangat mencukupi.”Masih ada gengsi besar para lulusan di NTB, padahal ini peluang berwirausaha yang memberi harapan,” katanya. Apalagi dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 41 dan Peraturan Presiden nomor 125 pada tahun 2012 lalu, sudah ada jaminan keamanan bagi lapak PKL untuk tidak ditertibkan jika berada pada area-area yang sudah disiapkan pemerintah. “PKL bukan lagi menjadi bagian dari kegiatan usaha yang hina dan selalu ditertibkan. PKL sudah ada regulasinya diakui keberadaannya sebagai bagian dari anak bangsa,” tambah Irwan. Pemerintah melalui bidanbidangnya ada kewajiban untuk melakukan pembinaan, penataan dan pemberdayaan para PKL. Perlu upaya pemerintah untuk memperbanyak lapak yang sudah ada guna menampung akan semakin banyaknya junlah PKL mendatang. “Di Kota Mataram ada kemungkinan 38 titik, dan sudah disetujui oleh Walikota Mataram. Cuma belum dieksekusi oleh Diskoperindag Kota. Ini yang kita harapkan untuk segera dituntaskan,’’ harap Irwan Prasetya Irwan Prasetya.(bul) (Suara NTB/bul)

Disos Usulkan Bangun Tandon Air Beton di Daerah Rawan

Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB akan mengusulkan pembangunan tandon air beton terutama di daerah-daerah yang rawan terjadi kekeringan seperti di Lombok bagian selatan. Dengan adanya tandon air beton tersebut, diharapkan penyaluran air bersih lebih cepat dan tepat. Sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih segera terpenuhi. Hal tersebut dikatakan Kepala Disosdukcapil NTB, Drs. H. Bachruddin, M.Pd ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (11/4) siang kemarin di Mataram. Diungkapkan, untuk penyediaan air bersih terutama pada daerah-daerah yang rawan terjadi kekeringan setiap tahun, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah meminta dirinya untuk menganalisis hal tersebut. ‘’Saya diperintah Pak Gubernur menganailisis apakah memang perlu beli tangki air bersih. Kalau butuh maka beli sudah kata Pak Gubernur karena air itu kebutuhan pokok. Setelah saya perhitungkan, lebih efektif dan lebih bagus kalau kita buat tandon air beton di setiap titik,’’ ujar Bachruddin. Dikatakan, pemerintah melalui Dinas PU perlu membangun tandon air beton dengan kapasitas 5.000 liter atau 2.500 liter. Sehingga, air yang dibawa oleh mobil-mobil tangki lang-

sung didrop ke tandon air beton tersebut. Sehingga, petugas tidak terlalu lama menunggu pendistribusian air ke warga serta bisa langsung mengambil air bersih lagi. “Ini akan lebih efektif dan lebih cepat,”ujarnya. Terkait dengan hal tersebut, kata Bachruddin, tagana provinsi sudah diturunkan ke sejumlah daerah yang sudah mengalami kekeringan tahun ini seperti di Batunampar Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Tagana, katanya, mensurvei titik-titik yang tepat untuk dibangun tandon air beton itu. Hal itu selanjutnya akan dilaporkan ke Gubernur NTB. “Kalau itu sudah dibangun, mobil tangki air tinggal mengisi tandon beton itu. Balik lagi mengambil air, tidak perlu menunggu lama. Sehingga kebutuhan masyarakat cepat terpenuhi,”jelasnya. Untuk daerah yang sudah terkena kekeringan saat ini sesuai dengan laporan per-

(ant/Bali Post)

AIR BERSIH - Warga di salah satu permukiman di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, menerima bantuan air bersih dari Pemprov NTB beberapa waktu lalu karena mengalami kesulitan akibat bencana kekeringan. Tahun ini, daerah yang sama juga mengalami hal sama, memasuki musim kering ini. mintaan air bersih ke Disosdukcapil NTB sebanyak tiga dusun di Batunampar Jerowaru Lombok Timur. Selain itu, ada juga permintaan air bersih dari Desa Pengoros Jerowaru. Bachruddin mengaku kaget juga setelah turun ke

lokasi bahwa musim kering tahun ini lebih awal dari tahun sebelumnya. Disebutkan, jika tahun sebelumnya, kekeringan di daerah tersebut terjadi sekitar bulan Juni. Sehingga pada bulan-bulan itu, Disosdukcapil

NTB sering mendrop air bersih ke tempat tersebut. Namun, saat ini pada awal April, masyarakat di wilayah itu sudah mulai kekurangan air bersih. Saat ini, lanjutnya, telah dilakukan droping air bersih ke lokasi tersebut. (nas)

Penyampaian SPT Rendah

Dirjen Pajak akan ”Gedor” Wajib Pajak Mataram (Suara NTB) Tingkat kesadaran membayar pajak masyarakat dianggap masih sangat rendah, dilihat dari penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Hingga batas waktu penyampaian SPT berakhir, target yang diharapkan

DICARI CARI SEGERA PENJUAL KAYU SONOKELING PEMILIK LANGSUNG HUB. 08123986095.

belum tercapai. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara berencana akan ‘’menggedor’’ para Wajib Pajak (WP) yang belum menyampaikan SPT-nya. Batas waktu penyampaikan SPT, menurut Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan (P2) Humas, DJP Nusa Tenggara, Drs. I. Ketut Sukarda, MM, untuk WP Badan, dibatasi waktu penyampaiannya hingga bulan April. Sementara SPT Orang Pribadi (OP) berakhir pada Maret lalu. “Dari seluruh WP yang terdaftar, kurang dari 65 persen yang menyampaikan SPT-nya. Makanya kami mengimbau kepada WP untuk segera menyampaikannya,” terang Ketut pada Suara NTB di Kantor DJP Nusa Tenggara Mataram, Jumat (11/4), sembari menegaskan akan melakukan proses selanjutnya, teguran hingga mendatangi langsung para WP

Ketut Sukarda (Suara NTB/bul)

guna dilakukan identifikasi. Bahkan lanjutnya, pihaknya juga akan memberlakukan denda keterlambatan kepada WP sebesar Rp 100.000 untuk WP OP, dan Rp 1.000.000 untuk WP Badan. Tetapi kelonggaran masih diberikan kepada WP OP yang belum menyampaikan SPT-nya sebelum akhir April ini, syaratnya penyampaian SPT menggunakan elektronik, e-filling.

“Masih bergerak penyampaian SPT ini, kalau lebih dari bulan April, tetap kena denda,” tambah Ketut tetap mengimbau PNS dan pengusaha swasta agar segera penyampaian SPT-nya. Ketut mengatakan masyarakat masih belum sadar tentang besarnya peranan pajak terhadap pembangunan. DJP Nusa Tenggara meningkatkan sosialisasi, sebab dari sisi kemampuan masyarakat dianggap sudah banyak yang berhak dipunguti pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan DJP Nusa Tenggara bergerak menggandeng kerjasama dengan para tokoh agama, yang didalamnya menaungi pondok pesantren, dengan harapan jika tokoh agama sudah membayar pajak, maka masyarakat akan mengikutinya. Upaya lainnya, melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) menerima layanan kon-

sultasi gratis tentang bagaimana tata cara pelaporan dan penyampaian pajak. “Ya kalau wajib pajak tidak mengerti cara mengitung dan melaporkan pajaknya, KPP terbuka menerima konsultasi, tidak ada proses yang rumit dan pelayanan itu gratis. Kalau konsultasi dengan konsultan ya bayar,’’ ujarnya. Ke depan, menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya membayar pajak ini, akan dilaksanakan melalui program pajak masuk desa. Ini sudah dimulai di Maumere, NTT, dengan melibatkan para mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Meski di tingkat pedesaaan diketahui belum begitu banyak masyarakat yang wajib membayar pajak, setidaknya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting pajak dalam membangun fisilitas dan infrastruktur untuk umum di Indonesia. (bul)

KECANTIKAN

RUPA-RUPA

MEBEL LISNA JAYA MOTOR Menerima :

11

Ganti Oli - Spare Parts Service Mobil & Sepeda Motor

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

PELUANG USAHA

BATIK

SHOWROOM

TRAVEL

11

Drs. L. Imam Maliki, MM NIP. 195812231985031007


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

POLHUKAM

Halaman 8

Tahun 2013

Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB 1.187 Kasus Mataram (Suara NTB) Berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTB pada tahun 2013 lalu sebanyak 1.187 kasus. Masing-masing, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 965 kasus dan kekerasan terhadap anak 222 kasus. Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH dalam sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Mataram, Jumat (11/4) kemarin mengatakan pembangunan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu komitmen pemerintah baik pusat dan daerah yang terintegrasi dengan pembangunan sumber daya manusia, dengan maksud meningkatkan status, posisi, dan kondisi perem-

puan, agar dapat setara dengan kaum laki-laki. Dalam upaya pemberdayaan perempuan, kata Sekda baik dalam bidang politik, ekonomi maupun jabatan publik dan perlindungan anak, yang salah satunya ditunjukkan dengan menurunnya jumlah pekerja pada anak-anak. Namun, terlepas dari rentetan keberhasilan yang telah dicapai, semua pihak harus memberi atensi khusus atas berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di

daerah ini. Dari jumlah kasus tersebut, sebesar 21,66 persen kasus terjadi di Lombok Timur, 11,12 persen di Lombok Barat, 10,70 persen di Dompu, 9,52 persen di Kota Mataram dan 8,85 persen di Lombok Tengah. Sedangkan sisanya terjadi di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kota Bima Dan Kabupaten Bima. Jika dilihat dari jenis kekerasan yang dialami sebesar 68,66 persen mengalami kek-

erasan fisik, 8,60 persen kekerasan psikis, 14,16 persen kekerasan seksual dan sisanya mengalami eksploitasi dan penelantaran rumah tangga. Menyikapi hal tersebut, dalam hal regulasi pemerintah telah menyusun peraturan perundang-undangan untuk mengatur dan melindungi perempuan dan anak, diantaranya UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Pemprov NTB sendiri, katanya, telah menerbitkan Perda nomor 10 tahun 2008 tentang pemberantasan tindak

pidana perdagangan orang. Kemudian perda nomor 2 tahun 2009 tentang penyelenggaraan pencegahan perlindungan perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Selain itu, Pergub nomor 28 tahun 2010 tentang mekanisme penyelenggaraan pencegahan penanganan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pada pusat pelayanan terpadu (PPT) dan pendampingan perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Kemudian Pergub nomor 29 tahun 2010 tentang gugus tugas, susunan organisasi pusat pelayanan terpadu, peran serta masyarakat dan tata cara pengawasan pencegahan perdagangan orang. Muhammad Nur menegas-

kan negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati, menjamin hak asasi manusia, hak asasi perempuan dan anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan dan jenis kelamin. “Ini berarti apa yang dihajatkan hari ini sebenarnya merupakan jiwa dan semangat yang sudah kita kerjakan sejak dulu, hanya saja sekarang ini perlu terus ditingkatkan,” katanya. Dalam hal kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan, katanya, di NTB peran perempuan sangat stretegis dalam sektor pemerintahan. Perempuan, lanjutnya, telah banyak menduduki jabatan eselon II, III dan IV. “Dari segi kompetensi tidak kalah dengan kaum

laki-laki,” tandasnya. Sementara itu, Kepala BP3AKB NTB, Dra. T. Wismaningsih Radjadiah mengatakan tujuan dilakselenggarakannya kegiatan tersebut memberikan pemahaman tentang materi dari produkproduk hukum tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak. Dikatakan, seringnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman tentang undangundang tersebut. Sehiungga dengan sosialisasi tersebut diharapkan adanya pemahaman terhadap regulasi terkiat dengan perlindungan perempuan dan anak tersebut. (nas)

Mantan Wartawan Raih Suara Terbanyak Pileg di Dompu Dompu (Suara NTB) PAN dipastikan sebagai pemenang pemilu 9 April 2014 untuk DPRD Kabupaten di Dompu. Raihan suara PAN ini juga membawa kadernya, Yuliadin, S.Sos nomor urut 2 pada daerah pemilihan Kecamatan Woja dan Kilo sebagai caleg dengan perolehan suara terbanyak dengan 2.800an suara. Mantan wartawan di Dompu ini meyakini, raihan suaranya tidak lepas dari soliditas tim dan keluarganya. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB dari berbagai pihak, PAN dipastikan sebagai par(Suara NTB/ula) tai memenang pemilu untuk DPRD Yuliadin Kabupaten Dompu. Lonjakan suara PAN ini terjadi di daerah pemilihan (Dapil) 2 Kecamatan Woja dan Kilo, serta dapil 3 Kecamatan Manggelewa, Kempo dan Pekat. Yuliadin, S.Sos alias Bucek hamper dipastikan sebagai peraih suara terbanyak perorangan se-Kabupaten Dompu dengan 2.800an suara. “Ini kemenangan masyarakat Dompu atas dukungan tim dan keluarga besar,” kata Yuliadin, S.Sos kepada Suara NTB saat ditemui, Jumat (11/4) kemarin. Perolehan suara Yuliadin cukup mengagetkan banyak kalangan di Dompu. Tetapi sosok Yuliadin alias Bucek sebenarnya tidak asing bagi masyarakat Dompu. Ia cukup dikenal sejak tahun 2000an. Bahkan sering melakukan pergerakan dengan LSM dan forum tani yang jalaninya. Di kepemimpinan Bupati Dompu, H Syaifurrahman Salman, SE, MSI ia dikenal sebagai orang dekatnya Bupati. Pada 2009 lalu, Yuliadin mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Dompu dari Partai Pelompor dari dapil Kecamatan Woja dan Kilo. Ia berhasil meraih suara 800an, tapi karena tidak ada suara pendukung sehingga tidak lolos menjadi anggota Dewan. Kegagalan pasangan Bupati Dompu H. Syaifurrahman Salman, SE dan Drs H Gaziamansyuri, MSI yang diperjuangkannya pada Pilkada 2010 lalu juga membuat Yuliadin ikut berhijrah ke Kota Mataram untuk mengembangkan diri. Yuliadin yang sudah memiliki 3 orang anak yaitu Nur Fatwa Galang Budaya (alm), Nurtahta Galang Budaya (8), dan M Titah Galang Budaya (6) dari pernikahannya dengan Kartini ini bergabung dengan PAN dan menjadi pengurus DPW PAN NTB sebagai Ketua Bapillu DPW PAN untuk dapil 6 (Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu). Posisinya di PAN ini membuatnya kembali menjadi Caleg untuk DPRD Kabupaten Dompu. “Tugas kami sekarang bagaimana mengamankan C1 dari semua TPS untuk mengawal proses rekapitulasi suara hingga penetapan di KPU,” ungkap Bucek. (ula)

KPU NTB Minta KPU Loteng Kaji Pemungutan Suara Ulang Mataram (Suara NTB) Adanya kasus pencoblosan empat surat suara oleh oknum KPPS yang ada di TPS 26 Desa Labulia, Loteng membuat KPU NTB meminta KPU Loteng tidak gegabah dalam mengambil keputusan. KPU NTB pun mengimbau supaya masalah tersebut dikaji lebih dalam sebelum menentukan pemungutan suara ulang. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan dan SDM Pemilu, KPU NTB, Agus. M.Si, ketika ditemui Suara NTB Jumat (11/4) kemarin di ruang kerjanya, mengimbau kepada KPU Loteng supaya tidak gegabah dalam mengambil keputusan pemungutan suara ulang. “Rekomendasi dari Panwas untuk melakukan pemungutan suara ulang sudah diterima tadi malam. Akan tetapi, Kami sudah minta kepada KPU Loteng supaya permasalahannya dikaji dulu sebelum memutuskan pemungutan suara ulang,” ujarnya. Menurutnya, kasus di loteng itu bisa saja diselesaikan tanpa pemungutan suara ulang. “Apa dasarnya diadakan pemungutan suara ulang?. Kecuali, kalau surat suara yang telah tercoblos itu sudah dimasukkan ke dalam kotak suara. Ini kan belum dimasukkan, kemudian dicegah,” pungkasnya. Terkait masalah tersebut, pihaknya berharap KPU Loteng bisa berkoordinasi dengan Panwas untuk mengkaji pemungutan suara ulang. “Kami berharap rekomendasi Panwas sesuai aturan dan KPU bisa berkoordinasi dengan baik untuk mengkaji lebih dalam sebelum pemungutan suara ulang diputuskan,” cetusnya. Sementara itu, berdasarkan PKPU nomor 26 tahun 2013 pasal 61 ayat 2 tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS, disebutkan pemungutan suara ulang wajib dilakukan apabila, terjadi bencana alam dan/atau kerusuhan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan, atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan, berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan PPL , terbukti terdapat keadaan pembukaan kotak suara dan/ atau dokumen, pemungutan dan Penghitungan Suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan ini. Selain itu, pemungutan suara ulang juga wajib dilakukan jika Anggota KPPS meminta Pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani, atau menuliskan nama atau alamatnya pada surat suara yang sudah digunakan anggota KPPS merusak lebih dari 1 (satu) surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih, sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah dan/atau lebih dari seorang Pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda. (ami)

(Suara NTB/kir)

AKAN DIMUSNAHKAN - APK yang berhasil disita saat operasi penertiban pada masa tenang kampanye Pemilu legislatif. APK ini rencananya akan dimusnahkan.

Ribuan APK Sitaan akan Dimusnahkan Praya (Suara NTB) Satpol PP Lombok Tengah (Loteng) berencana bakal melakukan pemusnahan ribuan alat peraga kampanye (APK) yang berhasil disita saat operasi penertiban pada masa tenang kampanye Pemilu legislatif. Penyitaan dilakukan mengingat sampai saat ini banyak APK yang tidak diambil oleh pemiliknya. Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Loteng, Murti, S.H., Jumat (11/4) kemarin. Dikatakannya, jumlah APK yang berhasil disita tersebut belum bisa dipastikan. Mengingat yang banyak sehingga sulit untuk dihitung. Namun ia memas-

tikan, jumlah lebih dari seribu APK. “Kalau dihitung-hitung jumlah lebih dari seribu,” jelasnya. Ukuran dan jenisnya pun beragam. Mulai dari yang berukuran kecil berupa banner sampai ukuran besar berupa spanduk dan baliho. Tapi rata-rata yang masih ada dan diamankan di kantor Sat Pol PP hanya berukuran kecil saja. Pasalnya, APK yang berukuran besar rata-rata sudah diamakan oleh masyarakat. Sejak penertiban dilakukan beberapa waktu lalu. “APK-APK tersebut merupakan hasil operasi kita saat masa tenang. Termasuk penertiban sebelum masa kampanye berlangsung,” imbuh Murti.

Oknum Pelajar Curi HP Ditahan Polisi Mataram (Suara NTB) Polsek Mataram terus mendalami kasus pencurian yang diduga dilakukan PL (19). Tersangka ditahan di sel tahanan Polsek setempat. Orang tua pelaku akan dipanggil oleh pihak kepolisian untuk melanjutkan penyelesaian masalah tersebut. Kapolsek Mataram AKP Arif Harsono, Jumat (11/4) kemarin, menegaskan, kasus pencurian yang dilakukan PL tersebut akan terus diproses secara hukum yang berlaku. Pasalnya, tersangka dinilai merupakan pemain lama. Tersangka mengaku kerap melakukan pencurian, hanya saja kalau mencuri handphone ia mengaku baru pertama kali saja. “Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini, kuat dugaan dia ini merupakan pemain lama. Hanya saja dia baru pertamakali tertangkap petugas. Orang tua pelaku juga akan kami panggil dan akan kami mintai keterangan,” ujarnya. Sebelumnya, pelaku tertangkap tangan mengambil satu unit handphone di salah satu counter yang ada di Pagesangan.

Ketika itu penjaga counter sedang tertidur. Kemudian pelaku pura – pura datang untuk membeli pulsa di counter tersebut. tidak lama kemudian, pelaku mengantongi handphone yang ada di counter tersebut. Saat diperiksa, PL melakukan aksi tersebut dengan alasan mencari uang untuk kebutuhan bersenang – senang dengan rekannya. Ia mengaku mencuri handphone tersebut dan menjualnya untuk mendapatkan uang. Ketika ditanya uang tersebut akan digunakan untuk apa, ia mengaku untuk membeli minuman keras dan kebutuhan rokok.”Kalau nyuri handphone baru kali ini saja pak. Saya tidak pernah melakukan sebelumnya. tapi saya sering mencuri ayam. Kadang ada saya jual untuk membeli tuak (minuman keras, red),” akunya. Meski demikian, Polisi terus mendesak agar orang tua pelaku segera datang untuk dimintai keterangan. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pengarahan kepada orang tua agar melakukan kontrol terhadap anaknya tersebut. (met)

Disinggung kapan pemusnahan akan dilakukan, Murti mengaku belum bisa memastikan. Tapi diupayakan dalam waktu dekat ini. Sebelum itu, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti KPU maupun dengan Panwaslu Loteng. Supaya nantinya, tidak terkesan hanya Pol PP yang ngotot ingin memusnahkan APK sitaan tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menghubungi pemilik-pemilik APK yang disita. Terkait rencana pemusnaah tersebut. Dengan harapan kalau ada pemilik yang berminat mengambil kembali APK-nya, bisa men-

gambil. Sebelum nantinya benar-benar dimusnahkan. “Kita masih beri kesempatan bagi pemilik APK untuk mengambil kembali APK-nya miliknya. Atau pun masyarakat yang berminat juga kita persilahkan,” tandasnya. Tapi jika tidak ada juga yang mau mengambil, maka akan dilakukan pemusnahan. Karena kalau tidak dimusnahkan juga tidak akan manfaatnya. Justru cukup merepotkan. Mengingat jumlahnya yang banyak, sehingga butuh tempat luas untuk menyimpan. “Prinsipnya dari pada jadi sampah, lebih baik dimusnahkan saja,” pungkas Murti. (kir)

Pemungutan Suara Ulang

KPU Lotim Yakin Tak Ganggu Tahapan Selong (Suara NTB) Dilakukannya pemungutan suara ulang di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) (Bukan 6 TPS, karena di TPS 2 Desa Pesanggerahan Kecamatan Montong Gading tidak jadi diulang karena tidak ada surat suara yang salah alamat itu tercoblos mengancam proses rekapitulasi suara molor. Meski demikian, pihak Komisioner KPU meyakini tidak tidak akan mengganggu tahapan-tahapan Pemilu. Termasuk merekapitulasi prolehan suara. Hal ini disampaikan Divisi Hukum KPU Lotim, Taharudin, SH. Diwawancara wartawan Jumat (11/4) kemarin, saat ini pihak tengah mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara ulang di 5 TPS tersebut. Masing-masing dua TPS di wilayah Kecamatan Keruak, dua TPS di wilayah Kecamatan Selong dan satu TPS di Kecamatan Sembalun. Tahapan pelaksanaan saat ini, proses memasukkan data prolehan suara dari formulir C1 dari tingkat TPS ke dalam formulir D-1 yang dilakukan Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa. Batas waktu diberikan sampai dengan tiga hari. Setelah dari PPS ini, dokumen hasil pesta rakyat itu akan diserahkan ke PPK yang

selanjutnya ke KPU. Proses rekapitulasi suara kata Taharudin sebatas memasukkan data-data. Tidak dilakukan pembongkaran terhadap kotak suara. Waktu yang telah disediakan diyakini bisa terpenuhi dan tidak akan terjadi sampai molor. Menjadi barometer KPU, wilayah Kecamatan Aikmel yang jumlah desanya terbanyak se Lotim mencapai 24 desa. Laporan dari PPK Aikmel, seluruh TPS sudah rampung proses rekapitulasi suaranya di tingkat TPS. Tinggal menunggu dari TPS yang rata-rata memulai merekap data sejak Jumat siang kemarin. “Ini berarti, kalau di kecamatan yang gemuk saja sudah bisa selesai sehingga kami optimis bisa sesuai dengan jadwal yang telah dipersiapkan,” ungkapnya. Khusus bagi kecamatan Selong, Keruak dan Sembalun tempat pelaksanaan Pemungutan Suara ulang Minggu (13/4) besok ini diminta menyesuaikan proses rekapnya di tingkat PPS. Batas waktu diberikan toleransi tambahan waktu sehari ke depan. Senin sudah ada laporan. Selebihnya secara umum, sebagian PPK juga sudah mulai mempersiapkan diri untuk melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. (rus)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Halaman 9

Busana Kate Middleton Tetap Merakyat Wellington Dia kini mungkin sudah menjadi putri kerajaan, tetapi Catherine sang Duchess of Cambridge kembali menunjukkan dirinya tidak hidup di dunia yang sempit. Bukan kali ini sang putri berpakaian seperti awam berbusana. Calon ratu ini menghindari para perancang terkenal untuk penampilannya bersama tim layar Selandia Baru baru-baru ini dengan hanya mengenakan blazer buatan Zara seharga 148 dolar AS (Rp1,6 juta). Dipadu dengan jeans ketat tipis “J Brand” dan atasan bersalur “Me and Em”, serta sepatu flat “Sebago”, Catherine tampil seadanya. Sepatu flat itu malah dibelinya setelah dia dikarunia sang putera, Pangeran George, pada Agustus 2013. Dia mengenakan pakaian favoritnya, jeans ketat tipis yang pernah dipakainya Oktober tahun silam. Kendati sangat mampu mendatangkan para perancang terbesar dan paling eksklusif di dunia, Catherine lebih memilih berpenampilan seperti kebanyakan orang. Busana karya Tory Burch yang dia kenakan saat menggendong Pangeran George pada satu acara di Selandia Baru bisa dipesan di net-a-porter.com dan terjual habis seketika seperti gaun “ Issa” yang dikenakannya saat pengumuman pertunangannya dahulu. Tahun lalu, “Issa” berkolaborasi dengan “Banana Republic” untuk membuat versi gaun yang dikenakan Catherine itu yang lebih terjangkau masyarakat biasa, demikian Sidney Morning Herald. (ant/bali post)

(Suara NTB/met)

LAKON - Lakon dengan Judul “Pada Suatu Hari” Karya Arifin C. Noor yang disutradarai oleh Zainul Hadi dipentaskan, Kamis (10/4) malam kemarin.

Klaim Rugi Rp 200 Juta

Perempuan India Laporkan Ustadz Guntur Bumi Jakarta (Suara NTB) Tampaknya belum selesai masalah yang membelit Ustad Guntur Bumi (UGB). Setelah mantan pasien dan bahkan mantan karyawannya sendiri melaporkannya ke polisi, kini seorang perempuan keturunan India pun memperkarakan sang ustad.

(ant/bali post)

BUSANA SEDERHANA - Kate Middleton yang berbusana sederhana dan suaminya Pangeran William disambut personel Angkatan Udara Selandia Baru saat kunjungan ke negeri ini.

Dikutip Suara NTB dari laman detik.com (detik.hot), Perempuan berinisial SP melaporkan UGB ke Polda Metro Jaya. Ia mengaku telah dirugikan sebesar Rp 200 juta. Lagi-lagi, kerugian itu disebabkan karena praktik pengobatan UGB. Hal tersebut diungkapkan pengacaranya, M. Jaya, saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian, Polda Metro Jaya,

Jakarta Selatan, Jumat (11/ 4/2014). “SP ini keturunan India, asalnya Padang. Korban ini mengalami kerugian kisaran di atas 200 juta oleh UGB,” ujar Jaya.

SP datang bersama satu korban lainnya, namun mereka terlihat datang dengan menggunakan masker. SP mengaku hanya ingin menyeret UGB ke penjara. “Tetap pengobatan kasusnya. Nanti ya kita lapor a n dulu,”

Jakarta (Suara NTB) Bekerjasama dengan keluarga ternyata tak selamanya menyenangkan, terlebih bila sudah berkaitan dengan karir. Setidaknya itu yang sedang dirasakan Selena Gomez saat ini. Penyanyi 21 tahun ini dikabarkan telah memecat ibu (Mandy) dan ayah (Brian) tirinya sendiri sebagai manajer. Ia memutuskan untuk merekrut se-

orang profesional untuk mengatur jadwalnya. “Selena merasa dirinya terlalu dikuasai oleh orangtuanya,” ujar salah seorang sumber pada TMZ, sebagaimana dikutip dari situs kapanlagi.com. Pelantun Come and Get It ini kabarnya kerap kali berselisih pendapat dengan kedua orangtuanya. Tak hanya itu, mereka juga ikut campur tangan terkait hubungan putus

nyambung Selena dengan Justin Bieber. Sementara itu Mandy dan Brian dilaporkan tidak puas dengan keputusan Selena. Menurut salah seorang sumber, keduanya mengaku telah memberikan yang terbaik untuk Selena. “Mereka melakukan yang terbaik untuk mengawasi Selena,” tutur sumber tersebut. (berbagai sumber)

Selena Gomez

Racik Cerita Seno Gumira dengan Musik Seniman asal Bali Ayu Laksmi menjadi salah satu narator buku audio Trilogi Insiden karya Seno Gumira Ajidarma.

(ant/bali post)

PENTAS - Ayu Laksmi saat menjadi narator dalam pentas audio Trilogi Insiden karya Seno Gumira Ajidarma di Jakarta, Kamis (10/4) malam.

SAAT membacakan “Seruling Kesunyian”, Ayu meraciknya dengan gubahan musik yang diambil dari album “Svara Semesta”. Dia mengatakan diberi kebebasan untuk berkreasi agar cerita itu lebih hidup ketika diajak menjadi narator buku audio Seno. “Seno mempersilakan kalau mau dikasih musik,

kebetulan ada lagu saya yang ada suara suling,” katanya di Jakarta, Kamis (10/4) malam. Perempuan kelahiran Singaraja, Bali 25 November 1967 silam itu tidak sendirian dalam membawakan cerita Trilogi Insiden yang berisi kumpulan cerpen Saksi Mata, roman Jazz, Parfum, dan Insiden, serta kumpulan esai Ketika Jurnalisme Di bungkam, Sastra Harus Bicara. Ada lima belas narator lain, yaitu Chairul Umam (dokumentasi tahun 1994 dari Dewan Kesenian Jakarta), Niniek L. Karim,

Sitok Srengenge, Landung Simatupang, Leon Agusta, Adi Kurdi, Maudy Koesnaedi, Remy Sylado, Renny Djajoesman, Butet Kartarejasa, Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Ria Irawan,dan Laksmi Notokusumo serta Seno Gumira Ajidarma. Ayu menjadi salah satu penampil, selain Butet Kartaredjasa, Landung Simatupang, Ria Irawan, dan Niniek L Karim bergantian karya Seno Gumira pada peluncuran buku audio Trilogi Insiden di Galeri Indonesia Kaya semalam. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Pecat Orangtuanya

Guntur Bumi Hilang? Spekulasi yang berkembang gara-gara plang ‘disewakan’ di rumah Ustad Guntur Bumi (UGB) terus bergulir. Di manakah sebenarnya sang ustad yang tengah dirundung seabrek masalah itu berada? Menurut kakak Puput Melati, Indra, UGB selama ini selalu memberitahukan keberadaannya kepada pihak keluarga. Bahkan, ketika tengah jalan-jalan pun UGB pasti memberi kabar. Namun, untuk saat ini pihaknya juga tidak mengetahui di mana UGB tinggal. Rumahnya di kawasan Bintaro kosong setelah terdapat plang ‘disewakan’. “Sekarang nggak tahu, ter-

akhir (komunikasi) tiga hari yang lalu,” kata Indra. Indra juga mengaku tak pernah bertemu lagi dengan UGB. Komunikasi yang terjalin belakangan ini hanya melalui telepon atau pesan singkat. Sementara, beberapa minggu ini, berbagai tudingan terus menghantam UGB. Meski begitu, UGB masih menjalani rutinitas seperti biasa bahkan jauh dari stres. Hal tersebut diungkapkan oleh pengacaranya, Yasin Hasan. Menurutnya, sampai saat ini UGB baik-baik saja. “Beliau masih jalani rutinitas. Siapa yang nggak kenal Ucil, Ustad Cilik. UGB masih jalankan pekerjaannya sebagai dai,” katanya. Tapi, masalahnya, di manakah UGB berada saat ini? (berbagai sumber)

CORAL&BATU ALAM

LAUNDRY

katanya.


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10

Soal UN Mulai Didistribusikan Silat Harus Dilestarikan PENCAK silat merupakan budaya khas Indonesia yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda jika tidak ingin dihantui kepunahan. Karena salah satu sebab terjadinya kepunahan atas berbagai budaya Indonesia adalah, karena dilupakan generasi muda. Sadar atas beban moral tersebut, Bunga Citra Wangi memilih pencak silat sebagai salah satu favorit olahraga. Tidak hanya itu, pencak silat baginya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari siswi yang murah senyum ini. Kepada Suara NTB belum lama ini, Bunga sapaan akrabnya mengaku lebih memilih olahraga pencak silat agar bisa menjaga diri. Bagi Bunga, ke(Suara NTB/dys) mampuannya dalam meBunga Citra Wangi mainkan berbagai jurus dalam pencak silat semata-mata agar bisa menjaga diri dari halhal yang dapat membahayakan dirinya. Alhasil, berkat ketekunan dan latihan setiap hari, siswi kelahiran 3 Juli 2001 silam ini pernah merasakan manisnya menjadi juara pada ajang O2SN tingkat kota Mataram belum lama ini. “Waktu itu, saya dapat juara I untuk kategori tarung dan juara II untuk kategori seni,” aku siswi SMPN 7 Mataram ini. Lebih lanjut putri pasangan Saharudin dan Sarmini ini juga pernah tercatat menjadi juara I pada Popda Tingkat Provinsi pada 2013 silam. Untuk soal latihan, Bunga mengaku rutin berlatih setiap hari baik di rumah ataupun latihan di klub pencak silat yang dimasuki. Ia berharap, dengan segala prestasi yang telah diraihnya dapat terus meningkat tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional. (dys)

UN sebagai Standar Nasional untuk Pemetaan Mutu Sekolah Jakarta (Suara NTB) – Selain sebagai salah satu penentu kelulusan, Ujian Nasional (UN) juga dimanfaatkan untuk tiga hal lainnya, yaitu pemetaan, seleksi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, untuk pemberian bantuan atau afirmasi ke daerah. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, mengatakan UN dijadikan sebagai standar nasional dalam melakukan pemetaan terhadap mutu sekolah seperti halnya delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Memang dalam mutu, satu sekolah itu berbeda mutunya dengan yang lain. Oleh sebab itu UN sangat penting untuk mengetahui apakah sekolah itu sudah memenuhi standar nasional atau berada di bawah. Dengan menggunakan standar itu kita bisa mengukur mutu sekolah,” ujar Nizam sebagaimana dikutip Suara NTB dari laman www.kemdikbud.go.id, Jumat (11/4). Ia mencontohkan, pada hasil UN tingkat SMA tahun 2013 lalu, capaian secara nasional untuk bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mencapai nilai 68,41. Sedangkan standar nasional yang ditetapkan pemerintah adalah 5,5. Itu berarti untuk bidang IPA sudah melebihi standar nasional. Kemudian untuk Matematika, capaian nilai secara nasional adalah 5,49, berarti berada sedikit di bawah standar nilai nasional. Nizam juga menjelaskan, setelah hasil UN keluar, semua sekolah mendapatkan semacam rapor yang memperlihatkan mutu sekolah dengan melihat perolehan nilai siswanya dalam UN. Rekapitulasi nilai UN setiap sekolah tidak hanya sampai pada mata pelajaran, tetapi sampai pada sub kompetensi mata pelajaran. “Misalnya sains. Ada kompetensi untuk fisika modern. Apakah nilainya di bawah rata-rata kabupaten atau tidak?” katanya. Jika nilai rata-rata yang diperoleh sekolah saat UN berada di bawah nilai rata-rata kabupaten, berarti sekolah tersebut harus mendapat perhatian khusus. Sedangkan jika nilainya berada di atas rata-rata provinsi, sekolah tersebut bisa menjadi sekolah percontohan. “Bahkan kita bisa tahu, misalnya nilai untuk materi fluida statik nilainya rendah sekali. Apakah berarti gurunya yang salah konsep?” tutur Nizam. Terkait hal ini, ia menegaskan UN sangat penting untuk dilaksanakan, karena hasilnya bisa dijadikan sebagai pemetaan dan evaluasi sekolah. Dengan begitu, sekolah bisa memiliki potret dirinya, dan mengukur mutu sekolahnya, sehingga bisa memperbaiki diri sesuai pemetaan dari hasil UN. (ham)

Dikpora NTB Klaim Tidak Ada Masalah Mataram (Suara NTB) – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), panitia UN NTB mulai mendistribusikan 230 dus soal UN untuk SMA/SMK dan tingkat satuan pendidikan sederajat. Pendistribusian dimulai untuk sekolah-sekolah yang ada di Pulau Sumbawa dari Kantor Pos Besar NTB Jumat (11/4) sore kemarin. Ketua Panitia UN NTB, Uum Umayah, kepada Suara NTB mengklaim pendistribusian soal UN ini untuk 10 kabupaten/kota di NTB diyakini cukup. “Untuk Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, berangkatnya pukul 16.00 Wita. Sementara untuk Sumbawa dan KSB nanti pukul 20.00 (tadi malam, red) akan berangkat. Kalau untuk yang Pulau Lombok, besok (hari ini, red) pukul 07.00 Wita,” tambahnya. Pihaknya memperkirakan soal UN akan sampai di masing-masing kabupaten/ kota Sabtu (12/4) ini. Terkait dengan keamanan soal, Umayah mengaku tidak khawatir, karena telah diantisipasi dengan maksimal. “Di dalam kardus ada plastik

yang melindungi soal dari air. Sedangkan untuk keamanan agar soal tidak bocor, kami kerjasama dengan pihak kepolisian dan perguruan tinggi,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Pengawasan UN NTB dari Universitas Mataram, Drs. Rusdiawan, mengatakan pihaknya tetap ikut mengawasi proses pelaksanaan ujian nasional. “Mulai dari percetakan, pendistribusian, pelaksanaan, hingga pemindaian, pihak kami tetap ikut mengawasi,” ungkapnya. Diakuinya, sepuluh minggu setelah percetakan, pengawasan soal UN telah ditangguhkan langsung ke perguruan tinggi di daerah yang ada di seluruh Indonesia. Sementara jika nanti

(Suara NTB/ami)

DISTRIBUSI SOAL - Dikpora NTB mulai mendistribusikan soal UN ke seluruh kabupaten/kota di NTB dari Kantor Pos Besar Mataram. Pendistribusian soal dimulai dari sekolah-sekolah yang ada di Pulau Sumbawa, Jumat (11/4) sore. pada proses UN terjadi kesalahan mengenai soal atau teknis lainnya, maka pihakn-

UN SMA Sederajat Diikuti 13.562 Peserta

(Suara NTB/rus)

Yanis Maladi mengikuti teleconference Kapolri Jenderal Polisi Sutarman bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dengan seluruh Kepala Dinas Dikpora di seluruh Indonesia. Dalam teleconference tersebut, ujarnya, bahasan khususnya adalah UN 2014. Hasil teleconference itu berisi penegasan dari Kapolri agar pelaksanaan UN ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Secara keseluruhan, situasi menjelang UN aman. Aparat kepolisian diminta mengawal proses distribusi soal UN hingga ke sekolah. Pada hari pelaksanaan UN, aparat kepolisian diminta tidak menggunakan seragam agar tidak

mengganggu psikologis siswa. Sementara jajaran Dinas Dikpora Lotim, ungkapnya, juga akan melakukan penyesuaian. ‘’Tidak ada seragam PNS saat melakukan pemantauan, pengawasan dan kunjungan saat pelaksanaan UN digelar. Penegasan Mendikbud sendiri, pelaksanaan UN tahun ini harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,’’ ujarnya. Sebelum distribusi soal ke sekolah nantinya, diingatkan agar tepat sasaran. Pihaknya tidak menginginkan ada materi soal yang salah alamat atau salah mata pelajaran yang dikirim seperti tahun sebelumnya. Dikpora Lotim pun siap akan mengecek kotak-kotak soal dan tidak seperti membeli kucing dalam karung. Pada bagian lain, Yanis Maladi mengingatkan pada para pengawas baru tidak over acting, seperti lalu lalang di depan siswa yang sedang UN atau keluar masuk ruangan terlalu sering. “Pengawas jangan sampai membuat siswa gelisah,” ujarnya mengingatkan. Sebelum pelaksanaan UN dimulai, minimal 1 jam para pengawas harus sudah berada di lingkungan sekolah. “Satu jam sebelum mulai, pengawas harus sudah berada di tempat,” tandasnya. (rus)

Giring ’’Mindset’’ Siswa

Bengkel Wirausaha Harus Diperbanyak Tanjung (Suara NTB) Menjadi pengusaha, belumlah banyak diminati oleh alum-

(Suara NTB/ari)

Rusli Hamdi ni, baik di level siswa maupun mahasiswa. Pola pikir (mindset) masih menjadi problem, di samping kontribusi pengaruh lingkungan (keluarga, red). Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dikbudpora KLU, Rusli Hamdi, SE.M.Si., menilai, untuk mendorong minat menjadi wirausaha, setidaknya harus diikuti intervensi dengan memperbanyak “bengkel” wirausaha. “Masalah yang utama dari pengelolaan ini adalah bagaimana membentuk mindset mahasiswa yang dulunya ingin menjadi karyawan, pegawai kantor ataupun pegawai negeri, dibelokkan untuk menjadi mental- mental kewirausahaan. Ini yang paling sulit,” kata Rusli Hamdi, Jumat (11/4). Ketika mengelola bidang ini, kata dia, “passion” harus dikedepankan. Mahasiswa harus dari hati serta pemikiran yang kuat dan kemauan yang tangguh untuk mengelola usaha. ‘’Jarang sekali mahasiswa yang mempunyai pemikiran ini, banyak mahasiswa ketika kuliah inginnya langsung menjadi pegawai negeri,” sindirnya. Terkadang, lanjutnya, pola pikir mahasiswa tidak semuanya bisa cepat dibelokkan. Menurutnya, “virus” wirausaha tidak mudah untuk disuntikkan. Pengalaman banyak ditemui, ketika virus ini menjangkit ke mahasiswa yang notabene orangtuanya menginginkan anaknya men-

maka pihak universitas dilibatkan untuk pengawasan,” tutupnya. (ami)

Jelang UN

Di Lotim

Selong (Suara NTB) Senin (14/4) secara nasional Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA sederajat akan digelar. Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) UN 2014 ini akan diikuti 13.562 peserta dari 246 sekolah atau tempat penyelenggaraan. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim, Yanis Maladi kepada Suara NTB di Selong, Jumat (11/4), menjelaskan, jumlah peserta terbanyak dari Madrasah Aliyah (MA) swasta sebanyak 5.038 siswa yang terdapat di 129 madrasah. Sementara MA negeri hanya di dua tempat dengan jumlah peserta 294 siswa. Peserta SMA negeri sebanyak 3.614 yang tersebar di 22 sekolah, SMA swasta 1.117 yang berasal dari 29 sekolah. Sedangkan UN SMK negeri dan swasta diikuti 2.874 siswa terdiri dari negeri 1.758 siswa dan swasta 1.116 siswa yang berasal dari 54 sekolah. Sesuai jadwal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lanjutnya, UN tingkat SMA/MA, SMK/ MAK, dan SMALB digelar 1416 April 2014. Sedangkan UN SMP, MTs, dan SMPLB digelar 5-8 Mei 2014 mendatang. Sebelumnya, Dikpora bersama aparat Polres Lotim

ya juga akan terlibat dalam menangani. “Kalaupun nanti lembar soal mau di-copy,

jadi pegawai, kemudian mengetahui anaknya ingin belajar membuka usaha baru, orang tuanya marah dan melarang untuk melanjutkan belajar usahanya. “Terkadang, anak dipesan dengan nasehat yang sangat halus oleh orang tuanya. “konsentrasi pada kuliah saja, jangan pikir macam macam, kamu kan calon pegawai. Susah memang untuk menjadiwirausaha, apalagi mahasiswa, kalau bukan dari dirinya sendiri,” ujarnya. Rusli Hamdi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas NTB (UNTB), mencontoh program wira usaha yang kini dijalankan oleh UNTB. Saat ini, pihaknya telah memiliki beberapa tempat yang dijadikan bengkel wirausaha bagi mahasiswa. Masing-masing bengkel wirausaha bergerak di bidang usaha yang berbeda. Ke depan akan terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan yang ada di tingkat fakultas. Kegiatan ini sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa dengan didampingi oleh dosen pembimbing. Keberhasilan program ini setidak-tidaknya dilihat dari jumlah mahasiswa yang berhasil menjalankan usaha (sebagai wirausaha). Sejak tiga tahun yang lalu Fakultas Ekonomi UNTB telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha. Program ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis iptek kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Program ini juga, lanjutnya, bertujuan mengembangkan kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Sebagai hasil akhir, diharapkan terjadinya penurunan angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi yang pada kenyataannya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. (ari)

Siswa Diminta Waspadai Kunci Jawaban Palsu Praya (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) serentak secara nasional termasuk di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tinggal hitungan hari. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai masalah mengiringi pelaksanaan UN itu sendiri. Salah satunya beredarnya kunci jawaban palsu maupun isu kebocoran soal. Terhadap persoalan tersebut, para siswa peserta UN di Loteng diminta tidak cepat terpengaruh. Apalagi sampai mempercayainya. Harapan ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng, Lendek Jayadi di kantor Bupati Loteng, Jumat (11/4). Lendek menegaskan kalau kerahasiaan soal UN sangat terjaga, sehingga bisa dipastikan, peluang terjadinya kebocoran soal sangat kecil. Bahkan pemerintah menjamin, kerahasiaan soal UN terjaga dengan sangat baik. Itu artinya, kalau kemudian sampai ada informasi-informasi yang mengatakan ada bocoran soal, bisa dipastikan informasi tersebut tidak benar. “Apalagi kalau kaitannya dengan informasi kunci jawaban, bisa dipastikan itu kunci jawaban palsu. Dan, tentunya siswa jangan pernah sekali-kali mempercayainya,” tegas Lendek. Menurutnya, dalam menghadapi UN, persiapan diri secara mental maupun fisik sangat dibutuhkan. Karena dengan cara itulah, siswa akan benar-benar siap menghadapi UN. Bukan mengharap ada bocoran soal ataupun kunci jawaban palsu yang justru bisa menjebak para siswa. Untuk itu persiapan sejak dini harus dilakukan para siswa peserta UN dengan sungguh-sungguh. “Kita minta para siswa peserta UN mulai saat ini sudah bisa fokus dengan persiapan UN. Bila perlu jangan mainkan hp atau sejenisnya yang bisa

(Suara NTB/dok)

Lendek Jayadi

mengganggu konsentrasi,” ujarnya mengingatkan. Disinggung kesiapan UN, Lendek mengaku sejauh ini sudah sangat siap. Baik itu dari sisi teknis pelaksanaan sampai kepada kesiapan sekolah penyelenggara UN. Khusus untuk persiapan teknis UN, pihaknya terus membangun komunikasi dengan penyelenggara UN di bawah secara intensif guna mematangkan persiapan pelaksanaan UN. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk tahun ini ada sebanyak 121 penyelenggara UN. Terdiri dari 100 SMA/MA ditambah 11 SMK serta 10 PKBM penyelenggara ujian paket C yang tersebar di seluruh Loteng. “Untuk naskah soal UN sendiri kita masih menunggu kiriman dari provinsi,” imbuhnya. Namun sesuai jadwal yang ada, naskah soal akan tiba pada Sabtu ini dan langsung dikirim ke masing-masing kecamatan dan dititip di polsek setempat. “Jadi pagi kita terima naskah soal, siangnya sudah kita sebar ke semua kecamatan,” terang Lendek seraya menambahkan penitipan soal UN di masingmasing Polsek untuk menjamin keamanan naskah soal yang ada, sehingga potensi terjadinya gangguan terhadap naskah soal tersebut bisa diminimalisir. (kir)

UKS SMPN 1 Pringgabaya Gelar Pemeriksaan Mata Gratis Selong (Suara NTB) Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 1 Pringgabaya mengadakan pemeriksaan mata gratis kepada seluruh siswa SMPN 1 Pringgabaya beberapa waktu lalu. Kegiatan dilakukan dalam rangka mengontrol kesehatan mata siswa. Pembina UKS pada SMPN 1 Pringgabaya, Dodi Rodiman, S.Pd., S.Kep, mengaku pemeriksaan kesehatan mata ini penting dilakukan. Alasannya, mata sebagai salah satu alat indra yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya. Menurut Dodi, menjaga kesehatan mata penting dilakukan karena kesehatan mata sangat identik dengan prestasi belajar siswa. ‘’Kalau mata siswa sehat, maka konsentrasi belajar siswa akan baik,’’ terangnya pada Suara NTB via ponselnya, Jumat (11/4). Dodi mengaku dari puluhan siswa yang mendaftarkan diri pada kegiatan pemeriksaan mata secara gratis tersebut, terdapat empat orang siswa yang mengalami kelainan. Untuk menindaklanjuti temuan, Dodi mengaku ke empat siswanya harus segera dirujuk ke puskesmas atau ru-

mah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. “Mengingat mata merupakan bagian yang sangat vital untuk melihat, maka dari itulah harus terus dijaga dan dirawat oleh semua orang terlebih ada keterkaitan antara kesehatan mata dengan prestasi belajar siswa,” terangnya. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pringgabaya, Sukmadi, S.Pd, mengaku sekolah memiliki komitmen dan kepedulian terhadap kesehatan mata seluruh peserta didiknya. Kepedulian sekolah terhadap peserta didik merupakan keharusan dari sekolah terutama jika menyangkut soal prestasi belajar siswa. Tidak hanya pada kesehatan mata, sekolah juga telah mengadakan program bebas anemia biagi siswa. Itu semua dilakukan agar prestasi siswa meningkat dengan tingkat kualitas kesehatan yang meningkat pula. Selain itu, sekolah juga telah mencanangkan pembagian tablet tambah darah bagi siswa yang telah terindikasi HB kurang demi meningkatkan kualitas prestasi belajar siswa. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Duel dua calon juara, Liverpool melawan Manchester City akan yang tersaji akhir pekan ini. Pertandingan pada Minggu malam WIB ini diyakini menjadi laga paling menentukan gelar juara Liga Inggris musim ini. MANCHESTER City dengan tipikal permainan yang kerap mendominasi lawan – lawannya, khususnya di sektor lapangan tengah. Maklum, mereka punya dua gelandang hebat pada diri Yaya Toure dan Fernandinho. Sementara itu, Liverpool memiliki kedahsyatan duet penyerang maut pada diri Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Kubu City, melalui Yaya Toure langsung menyatakan pihaknya mewaspadai kontribusi duet Luis Suarez dan Daniel Sturridge, saat Manchester City bertandang ke Anfield akhir pekan ini. Bukan tanpa alasan bila Yaya Toure khawatir dengan sepak terjang keduanya. Pasalnya, Sturridge dan Suarez sudah melesakkan 49 gol sejauh ini. “Mereka mencetak gol seperti mesin,” ujar gelandang 30 tahun itu, yang dinukil Daily Mail dan dikutip dari goal.com. “Kami akan menjalankan tugas yang berat khusus untuk pertahanan kami dan apabila kami membuat kesalahan, atau tidak 100 persen fokus, kami bisa membayar mahal.” Tapi, Yaya Toure juga mewaspadai pemain lain Liverpool lainnya.

“Melawan Liverpool, ancaman bisa datang dari mana saja. Steven Gerrard juga bisa mencetak gol dari penalti dan tendangan bebas dan Luis Suarez memang pemain yang berbahaya,” tukas pencetak 18 gol buat Citizen tersebut. Liverpool juga tampil mengesankan bulan Maret lalu. Klub Merseyside itupun mendominasi penghargaan Liga Primer Inggris untuk bulan Maret setelah Brendan Rodgers dinobatkan sebagai pelatih terbaik. Mantan pelatih Swansea City tersebut mendapatkan penghargaan itu setelah anak asuhnya tampil impresif sepanjang bulan Maret. The Reds meraih lima kemenangan dari lima pertandingan, termasuk ketika menjungkalkan Tottenham dan Manchester United. Sementara itu, kapten Steven Gerrard dan striker Luis Suarez harus berbagi penghargaan pemain terbaik untuk Maret. Luis Suarez sendiri menegaskan bahwa dirinya sepenuhnya fokus membantu tim meraih posisi setinggi mungkin daripada memikirkan pencapaian pribadi. Pemain asal Uruguay tersebut akan menjadi pencetak gol terbanyak dalam 38 musim

jika dia mencetak tiga gol tambahan dalam koleksi 29 golnya di Liga Primer Inggris musim ini. Meski akan melampaui catatan gol Alan Shearer dan Cristiano Ronaldo, Suarez mengatakan posisi timnya di klasemen adalah hal yang lebih penting. “Bagi saya, lebih penting melihat Liverpool menuntaskan musim di posisi yang bagus,” ujar Suarez seperti dilansir laman resmi klub. “Saya berusaha mencetak gol di setiap laga karena saya striker. Saya senang mencetak gol, tetapi bagi saya jika saya bisa menukar status top skor atau sepatu emas untuk tim menyelesaikan musim di empat bes a r , maka itu lebih penting. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Laga Penentu Gelar Liga Inggris

Siaran Langsung Bein Sports 3 19.37 WIB

Luis Suarez

Yaya Toure

KONI Kabupaten/Kota Diminta Segera Serahkan Nama Atlet

Lawan Chelsea

Atletico Tak akan Mainkan Courtois London Atletico Madrid memastikan tidak memainkan penjaga gawang Thibaut Courtois karena klausul kontrak peminjaman yang mewajibkan membayar 5 juta euro jika bertanding melawan Chelsea. Dalam undian semifinal Liga Champions yang diadakan kemarin, The Blues akan bertemu dengan Atletico. Dan, Atletico mengatakan tidak mampu membayar 2,5 juta euro untuk masingmasing leg. Courtois merupakan kiper milik Chelsea namun sudah tiga musim dipinjamkan ke Atletico Madrid. Presiden Atletico Enrique Cerezo mengatakan klub tidak mampu membayar kontrak tersebut apabila tetap memainkan Courtois.

“Jumlah itu merupakan nominal yang tidak mampu kami bayar,” katanya sebagaimana dilansir dari laman Mirror (10/4). “Masalahnya, apakah dia bisa atau tidak bisa bermain jika kami bertemu Chelsea. Ia (Courtois) tetap tidak akan bisa bermain, kontrak tetaplah kontrak,” katanya. Bersama Atletico, Courtois menjelma salah satu kiper terbaik di Eropa. Bakatnya membawa Los Rojiblancos mengangkat Piala Liga Eropa dan Super Europa. Saat ini Atletico menantang gelar La Liga dan mencapai semifinal Liga Champions dalam 40 tahun terakhir. Chelsea menyerahkan sepenuhnya kepada Atletico untuk memilih memainkan Courtois atau tidak. (ant/bali post)

Derby Spanyol di Semifinal Jakarta (Suara NTB) SL Benfica, Juventus, Sevilla FC dan Valencia CF maju ke semifinal Liga Eropa. Di babak berikutnya, dua tim asal Spanyol akan saling menjajal kekuatan. Pertandingan untuk memperebutkan tiket ke semifinal paling dramatis terjadi di Mestalla di mana Valencia membalikkan ketertinggalan 03 dari leg pertama melawan FC Basel 1893 lewat babak perpanjangan. Klub Liga Spanyol lainnya Sevilla juga menciptakan pembalikan mengesankan dari defisit 0-1 pada leg pertama melawan FC Porto menjadi menang dalam agregat 42 kendati selama 36 menit terakhir harus bermain den-

gan sepuluh orang. Juventus mencatat kemenangan yang tidak mudah melawan Olympique Lyon dengan agregat 3-1, sedangkan Benfica menjadi tim paling mulus yang lolos ke semifinal setelah dua kali menang tanpa kebobolan dari AZ Alkmaar dalam agregat 3-0. Undian semifinal Liga Europa telah dilakukan di Nyon kemarin bertepatan dengan undian semifinal Liga Champions. Semifinal akan berlangsung dalam dua leg yang mulai pada Kamis 24 April dan disusul leg kedua Kamis pekan berikutnya. Final akan diadakan 14 Mei nanti di Turin Stadium, Italia. (ant/ bali post)

(Suara NTB/ist)

LOLOS – Para pemain Valencia merayakan lolosnya mereka ke babak semifinal Liga Eropa.

Mataram (Suara NTB) Terkait penyelanggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB akan dilangsungkan di Mataram, 15-21 Juni 2014, pihak panitia Porprov NTB mengingatkan masing masing peserta dari 10 kabupaten/kota untuk segera menyerahkan entry by name atau nama-nama atlet secepatnya. Penyerahan nama-nama atlet paling lambat 15 April 2014. Wakil Ketua I KONI NTB, Andy Hadianto yang dihubungi Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Kamis (10/4) lalu mengatakan batas waktu maksimal penyerahan nama-nama atlet kontingen Porprov NTB paling lambat tanggal 15 April mendatang. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Porprov NTB dapat dilaksanakan tepat waktu. Penetapan waktu penyerahan nama-nama atlet itu telah disepakati dalam rapat pengurus KONI NTB dan panitia Porprov NTB. Dan sudah disampaikan ke KONI kabupaten/ kota belum lama ini. “Entry by name atlet harus diserahkan kepanitia Porprov NTB selambat-lambatnya tang-

gal 15 April, dan kami berharap semua KONI kabupaten/kota di NTB harus menyerahkan namanama atlet sebagaimana batas waktu maksimal yang ditentukan,” ucapnya. Pihak panitia Porprov NTB mendesak sejumlah peserta Porprov NTB untuk segera menyerahkan nama-nama atlet tepat waktu agar pelaksanaan Porprov NTB dapat dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan. Penyelenggaraan Porprov NTB diakuinya tinggal hitungan bulan lagi dan tak boleh ditunda lagi mengingat panitia Porprov NTB telah mengeluarkan SK kepanitiaan dan jadwal penyelenggaran. Lanjutnya, nama-nama atlet yang diserahkan oleh peserta Porprov NTB nanti akan diverifikasi oleh Bidang pertandingan dan tim keabsahan, hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi jumlah atet dan nomor-nomor pertandingan yang akan dipertandingkan di Porprov NTB 2014. Penetapan atlet rencananya akan dilakukan oleh tim keabsahan berdasarkan aturan keabsahan atlet.

Setelah mengetahui jumlah peserta PON keseluruhan barulah masing-masing bidang kepanitiaan dapat merinci anggaran yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Porprov NTB. Sebab jumlah atlet sangat menentukan jumlah anggaran yang akan digunakan oleh panitia untuk membiayai segala akomodasi dan konsumsi atlet yang akan ambil bagian di ajang tingkat regional NTB itu. Mengenai kepastian anggaran Porprov NTB 2014 kata Andy sudah disiapkan tinggal menunggu pengesahan atlet yang akan mengikuti Porprov NTB. sejauh ini pihak Panitia mengkalkulasi jumlah atlet yang akan mengikuti pertandingan mencapai 3.251 atlet dan official. Jumlah ini dihitung dengan jumlah maksimal berdasarkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan di 24 cabor pada Porprov NTB 2014. Jumlah ini diakuinya masih bisa kurang karena belum tentu semua KONI kabupaten/kota menurunkan atlet di semua kelas yang dipertandingkan. (fan)

Kejuraan Atletik Jatim Open 2014

PASI Belum Pastikan Atlet yang akan Dikirim Mataram (Suara NTB) Menjelang pelaksanaan Kejuaraan Atletik Jatim Open di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) 24 April mendatang, belum ada kepastian pihak PASI NTB untuk memberangkatkan atlet mengikuti ajang tersebut. Sementara para atlet atletikNTB tetap fokus menjalani latihan agar dapat tampil maksimal nantinya. Dalam hal ini atlet atletik mengharapkan pihak PASI NTB dapat mengirim atlet di kejurnas tersebut, pasalnya kejuaraan Jatim Open tersebut tidak hanya mencari prestasi, namun ajang tersebut merupakan ajang seleksi atlet Pelatnas persiapan mengikuti SEA Games tahun 2015. “Kita berharap pengurus PASI NTB mengirim atlet di Jatim Open, soalnya kejuaraan itu merupakan ajang seleksi atlet Pelatnas,” ucap atlet 400 meter Arif Rahaman kepada Suara NTB belum lama ini.

Arif yang mewakili temantemannya mengungkapkan bahwa mereka siap untuk tampil di ajang bergengsi tersebut sebab mereka telah menjalani persiapan yang cukup panjang untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Latihan dilakukan sejak tahun 2013 lalu dan sampai saat ini masih berlangsung dan dipusatkan di GOR 17 Desember Turide Mataram. Demikian halnya atlet-atlet yang mengikuti Pelatnas seperti Ridwan, Iswandi, Safwaturrahman, Andrian, Fadlin dan kawan - kawan sangat berharap bisa tampil di ajang bergengsi tersebut. Sementara itu Ketua Bidang Komisi Teknik dan Kepelatihan Pengprov PASI NTB, Kapten Muhdar yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Jumat (11/4) kemarin mengatakan bahwa rencana pihak PASI NTB untuk memberangkatkan atlet mengikuti Kejuaraan Ale-

tik Jatim Open belum dapat dipastikan. Pasalnya sampai saat ini pihak PASI NTB belum mengeluarkan keputusan apapun. Namun demikian rencana untuk mengirim atlet di kejuraaan itu sudah dibahas oleh pihaknya. Menurutnya, rencana pihak PASI NTB untuk mengirim atlet di Jatim Open sudah disampaikan ke pimpinan PASI NTB, Drs. H. Imhal , namun karena SK kepengurusan PASI NTB yang baru, belum disahkan oleh PB PASI mengakibatkan kinerja pengurus PASINTB sedikit lambat. Sebagai pengurus PASI NTB yang mengurusi Bidang kepelatihan dan pelatih, dia pun menginginkan sebanyak 10 atlet yang mengikuti Pelatda dan Pelatnas bisa dikirim ke Pelatnas, karena event itu merupakan ajang penjaringan atlet Pelatnas dan kesempatan bagi atlet NTB untuk tampil di SEA Games 2015. (fan)

Wahid Perkuat Kabupaten Dompu di Porprov NTB Mataram (Suara NTB) Abdul Wahid, atlet biliar yang sukses meraih medali perak di Kejurda Biliar di Mataram 2013 lalu mengaku tidak akan membela Lombok Timur (Lotim) di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB IX di Mataram, 15-21 Juni mendatang. Atlet yang pernah memperkuat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) di Porprov NTB tahun 2010 ini mengaku akan memperkuat tim biliar Kabupaten Dompu. Kepada Suara NTB di Mat-

aram, Jumat (11/4) kemarin, Wahid mengatakan rencananya untuk membela tim biliar Dompu di Porprov NTB Juni mendatang sudah bulat karena dia sudah menyetujui tawaran Pengcab POBSI Kabupaten Dompu. “ Saya sudah menerima tawaran Pengcab POBSI Dompu, mereka siap membantu uang pembinaan persiapan mengikuti Porprov NTB,” ucapnya. Menurutnya, rencana ia untuk membela Kabupaten Dompu di Porprov NTB tidak perlu

disampaikan ke pengurus KONI Lotim dan POBSI Lotim pasalnya dia mengklaim dirinya masih tercatat sebagai atlet Dompu. Begitu juga saat dia tampil membela Lotim di Porprov NTB 2010 lalu dia tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri ke POBSI Dompu soal keinginannya untuk membela Lotim di Porprov NTB 2010 lalu. “Saya rasa tidak perlu membuat surat pengunduran diri, sebab status saya masih

sebagai atlet Kabupaten Dompu, meskipun selama ini saya selalu membawa nama Lotim di setiap kejuaraan daerah maupun Porprov NTB 2010 lalu,” paparnya. Ditambahkannya, keinginan untuk membela Kabupaten Dompu di Porprov NTB Juni mendatang karena kecewa dengan Pengcab POBSI Lotim yang tidak mendanai keberangkatannya mengikuti Kejurnas di Jogjakarta bulan Februari lalu. Padahal dia mendapat reko-

mendasi dari POBSI NTB, namun karena tidak mendapat dukungan dana dari pihak POBSI Lotim dia pun batal mengikuti Kejurnas. Sementara itu Wakil Sekretaris KONI NTB, Moh. Iqbal mengatakan setiap atlet yang membela kabupaten lain harus mendapat rekomendasi dari pengurus cabor dan KONI setempat, karena bila tidak ada rekomendasi dari cabor resikonya atlet akan diprotes oleh daerah asal. (fan)


SUARA NTB

Sabtu, 12 April 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Sabtu, 12 April 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

Jendela Sastra

Halaman 14

Lelaki Pemutar Gasing Karya : Marlinda Ramdhani ENTAKAN itu seketika menimbulkan kegaduhan di sekitarnya. Teriakan orang-orang yang mengelilingi arena di samping pasar itu membuat udara semakin panas. Entahlah, padahal matahari sudah hampir setengah jalan menuju peraduan. Tapi putaran hebat yang menjadi primadona itu membuat debu-debu di tanah kering itu tak bisa tertahan lagi. Lelaki itu harap-harap cemas melihat “jagoannya” bertanding. Keringat yang bercucuran tak dihiraukan. Dengan tatapan tajam, lelaki itu seperti memaksa benda yang menjadi tumpuan matanya itu untuk terus berputar. Ia terus saja melihat gasing miliknya yang masih berputar, sesekali ia berteriak dengan histeris jika ada gasing milik peserta lain mendekati gasingnya. “Bangsat ! jangan dekat-dekat !” Hiruk pikuk penonton membuat darah lelaki itu semakin panas, apalagi ketika putaran gasing miliknya mulai tampak tak bergairah lagi. Selesai ! lelaki itu kalah lagi. Wajah frustasi terlihat jelas ketika lelaki itu harus merelakan uang dua puluh ribuannya raib dalam beberapa putaran. “Sialan ! lagi-lagi si edan itu yang menang ! lihat saja, lain kali tak habisin kamu,” ucap lelaki itu seraya mengikat kembali gasingnya. Suara azan magrib mulai terdengar dari surau yang tak jauh dari kerumunan orang itu. Lelaki itu pun bergegas jalan pulang dengan membawa rasa marah karena kekalahannya. Dibantingnya gerbang rumah yang terbuat dari pagar. Istri dan anak lelakinya yang sedang berada di teras rumah sudah tidak heran melihat kelakuan lelaki itu. “Kalau pulang marah-marah pasti

PUISI

baru kalah,” gumam anak lelaki itu. Sepertinya lelaki itu mendengar gumaman anaknya. Matanya melotot seperti ingin mencekram anaknya sendiri. Rasa kesal sepertinya menjadi-jadi di benak leleki itu. diseretnya anak lelakinya, kemudian dengan kasar ia membuka baju anaknya itu. Entah setan apa yang sedang merasukinya. Dengan tanpa berpikir panjang, diambilnya sapu lidi yang tak jauh dari jangkauannya, dengan biadab ia memukul anaknya sendiri. Satu, dua, tiga, empat pukulan. Lelaki itu tampak belum puas. Satu, dua pukulan kembali ia berikan tanpa ampun pada anak lelakinya. Teriakan istrinya menghentikan gerakan tangan lelaki itu. Dibantingnya sapu lidi yang ada di tangannya, kemudian masuk ke rumah. Anak lelaki itu tampak merintih kesakitan ketika ibunya secara perlahan mengoleskan minyak zaitun pada punggung dan lengan anak itu. Tak ada suara keributan lagi di rumah itu. Bahkan anak itu terlalu takut untuk sekedar mengeluarkan rasa sakitnya dengan tangisan. *** Tak banyak penumpang hari itu, sepertinya orang-orang yang pulang dari pasar lebih banyak memilih naik cidomo dibandingkan ojek. Lelaki itu tampak sedang menghitung penghasilannya. “Akh, yang penting cukup untuk taruhan hari ini.” Seraya menunggu pegasing yang lain, lelaki itu duduk di warung kopi langganannya yang berada tak jauh dari arena adu gasing. “Kemarin kalah lagi Par?” Tanya lelaki pemilik warung kopi itu. “ Ia, gasingku kalah lagi sama punyanya si edan Jupri.” “Wah, mantra-mantra si Jupri boleh juga tuh, buktinya sudah dua kali gasing kamu kalah terus Par.”

“Lihat saja nanti, hari ini Sapar pemenangnya,” ucap lelaki itu seraya melilitkan tali gasingnya. Dari jauh lelaki itu melihat anak lelakinya yang sedang berjalan bersama dua temannya. Anak lelaki itu memang sering menyaksikannya taruhan gasing. Ketika melihat bapaknya, anak itu segera berlari menghampiri lelaki itu. “Pak, hari ini bawa uang ya,” ucap anak itu. Lelaki itu hanya mengacungkan jempol seraya dengan percaya diri memasuki arena taruhan gasing. Tiga, dua, satu ! Suara lipri sudah ditiupkan. Dengan cekatan lelaki itu menghentakkan gasingnya di tanah berdebu itu. Sorak penonton mulai memenuhi arena pasar di sore hari itu. tidak ada aktivitas berdagang, hanya ada kumpulan orang yang tergila-gila dengan benda yang setiap putarannya bisa menghasilkan bahkan menghilangkan uang yang ada di kantong mereka. Awalnya raut wajah lelaki itu tampak percaya diri melihat gasing miliknya yang paling keras berputar. Tapi senggolan dua gasing lain yang mendekati gasingnya secara bersamaan membuat putaran gasing milik lelaki itu terpental, lemah, dan berhenti seketika. “Kurang ajar ! gasing siapa yang berani mengeroyok gasingku !” ucap lelaki itu dengan rasa marah yang tidak bisa tertahan lagi. “Hahaha jagoanku menang lagi !” ucap salah seorang lelaki bernama Jupri, seraya memasukkan uang hasil taruhannya kedalam plastik hitam yang ia simpan di kantong belakang celananya. Lelaki itu tampak benar-benar jengkel dan iri. Bagaimana tidak? Uang yang ada di kantong lelaki itu hanya selembar sepuluh ribuan. Uang itu hanya cukup untuk ikut ditaruhan pertama saja. Lelaki itu mulai gelisah, otaknya sudah dipenuhi dengan perasaan jengkel yang luar biasa. Tidak, ia

Nurrahmi Yuliana Putri

Nama Perempuan Nama yang kutemukan semalam tadi Adalah nama perempuan manis di matamu Perempuan dengan senyum tertahan Menunggu waktu pengkhianatan Dari kelopak matanya, Udara kembali berkecipuk Dan jarak menjadi rindu yang mati Desember 2012

tidak m e n g gunakan otaknya untuk berpikir, ia hanya memaksa otaknya untuk bisa berpikir. Mata lelaki itu tiba-tiba tertuju pada anak lelakinya yang ada di kerumunan orang-orang yang sedang menyaksikan taruhan gasing. Dengan cepat ditariknya anak itu, kemudian ia membisikkan sesuatu. Anak lelaki itu tampak menggelengkan kepalanya. Tetapi lelaki itu terus memaksa. Sekali lagi, anak itu menggelengkan kepalanya. “Berani ngelawan bapak kamu ! mau bapak hajar lagi?” ancam lelaki itu pada anaknya. Mendengar perkataan bapaknya. Anak itu bergegas pergi dengan wajah gelisah. Terlihat beberapa kali ia berjalan menuju kerumunan orang-orang di arena itu sambil menggaruk – garuk kepalanya. Udara semakin panas dan sesak dengan kerumunan orang dan debu yang terus mengepul akibat putaran gasing-gasing itu. Entahlah, apa asap dapur orang yang taruhan gasing itu bisa mengalahkan debu yang mengepul di arena itu. Lelaki itu terlihat sedang melilitkan tali pada gasingnya, saat ia hampir selesai melilitkan tali gasingnya. Tiba-tiba terdengar teriakan orang-orang di sekitar arena

PUISI

Matamu Berikan aku matamu Akan kuabadikan ia dalam kata-kata Agar kau dapat melihat Mata lain yang mengeja Desember, 2012

taruhan gasing itu. “Maling . . Maling . . !” Jiwa satria yang kesetanan mulai tampak pada orangorang yang berteriak tadi. Lelaki itu masih diam tak mencoba melihat apa yang terjadi. Suara gaduh itu semakin menjadi-jadi. Orang-orang mulai menghajar maling itu. Lelaki itu tidak bergerak sedikit pun. Bahkan ketika ia melihat tubuh kecil yang tergeletak dihajar masa itu, ia masih terdiam. Orango r a n g masih terus menghajar maling itu, dan lelaki itu juga masih saja terdiam seraya memegang gasingnya yang telah selesai dililit tali. (*)

Deskripsi singkat dan kepenulisan : Penulis adalah mahasiswi semester 4 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Mataram. Sekretaris Redaksi Unit Kegiatan Pers Kampus MEDIA Unram.

Yusran Hadi

Catatan dari Senggigi apakah menunggu itu membuatmu lelah? di senggigi tentu tak kau temu yang kau cari hanya wisata pesta pora dan reklame tentu kau tahu menunggu itu mengurai hitam bola matamu menjadi serbuk rerumputan kering disiangkan angin lalu angin pantai berbau narciscus ini juga akan membawa bau tubuhmu sebagai pelacur pesolek ditinggalkan kekenesannya ah, apa juga yang kau cari di senggigi hanya wisata pesta pora dan reklame Juli 2012

Sajak Seekor Penyu lagi-lagi tak kutemukan juga keringat asinmu di laut ini kaki-kakimu tak tertangkap di ceruk sampan yang padanya angin percumakan diri lembar-lembar kain lapuk di pucuk tiang ah salahmu juga membuka pikiranku pada keganjilan yang hadir dalam hitungan paling sederhana menjadikanku penyu yang berenang dalam kebinalan tak terbaca tapi biar saja kucoba masuk dalam rajuk darahmu menyuruk-tusuk tombak panjangmu merasai nikmatnya menjadi hiu atau tuna menggeliat dan pasrah dalam seret jala atau aku larungkan saja batu rindu ini pada riak yang berkelindan nestapa? Labuan Bajo, 2007

Malam malam yang ranum karena angin rembulan menetes di atas daun dan mengalirlah ia pada anak-anak sungai itu dengan pasrah karena angin yang ikal sampai pada rambutmu malam yang ranum karena angin hati-hati malaikat mengukir jelaga di atas kedua matamu melarungkannya pada kelam Mataram, 2003


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Presiden: Harus Berani Lakukan Otokritik Terhadap Kekurangan Diri Jakarta (Suara NTB) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kita harus berani melakukan otokritik terhadap kekurangan diri. “Jangan kecil hati terhadap kritik, dan jangan cepat berpuas hati saat berhasil,” pesan Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya Jumat (11/4). Sebelum ini, melalui akun twitter pribadinya itu, Presiden SBY menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. “Alhamdulillah Pemilu berlangsung aman dan tertib,” kata Presiden SBY. Sementara sesuai hitung cepat hasil Pileg 2014 yang dilakukan beberapa lembaga survei di antaranya Populi Center menunjukkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pemenang dengan perolehan suara 18,2%, Partai Golkar 15,05%, Partai Gerindra 12,1%, Partai Demokrat 10,2%, PKB 8,65%, PAN 7,47%, PPP 7,02%, PKS 6,99%, Nasdem 6,75%, Hanura 5,17%, PBB 1,46%, dan PKPI 1,04%. Lapang Dada Dalam keterangannya kepada wartawan seusai melakukan pencoblosan di TPS TPS 006, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4), Presiden SBY meminta kepada semua peserta pemilu, yakni partai politik maupun calon anggota legislatif agar dapat lapang dada untuk menerim apapun hasil yang didapatnya dalam Pemilu kali ini. “Tentu seperti biasa dalam pemilihan ada yang kecewa, ada yang merasa tidak sesuai, dan pasti terjadi di negara manapun. Di negara kita, semua harus miliki kesadaran tinggi. Inilah demokrasi siap kalah dan menang,” kata Presiden ketika itu. Presiden SBY berharap, caleg yang terpilih atau partai politik yang miliki suara lebih tinggi yang diberikan rakyat, agar dapat menjalankan amanah yang diberikan rakyat dengan sebaik-baiknya. Sementara saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil hitung cepat Pileg 2014, SBY mengucapkan selamat kepada PDIP dan Partai Golkar sebagai peraih suara tertinggi. “Atas nama Partai Demokrat saya ucapkan selamat kepada partai-partai dengan perolehan suara lebih tinggi, khususnya PDIP, Golkar, dan Gerindra,” kata SBY yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu. Meskipun baru berdasarkan hasil quick count, SBY menyatakan menerima hasil tersebut yang dia yakini tidak akan berbeda jauh dari hasil resmi versi Komisi Pelihan Umum (KPU). Bahkan SBY menyatakan partainya tidak akan menuding ada kecurangan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. “Kami menerima sepenuhnya. Suara yang P a r t a i Demokrat dapatkan pada Pemilu Legislatif 2014 ini. Sekalipun relatif tidak tinggi, kami menerima dan tidak pernah terjadi kecurangan dalam pemilu kali ini,” tukas SBY. (ant/ Bali Post)

(ant/Bali Post)

MEMINTA KEMBALI SUMBANGAN - Ketua panitia masjid, Hisyam, menunjukkan foto calon legislatif dari Partai PPP yang gagal pada Pemilu 2014 di Kantor Panwas, Kabupaten Tegal, Jateng, Jumat (11/4). Warga Desa Kalikangkung memprotes kepada tim sukses tiga caleg gagal dari Partai PPP, karena meminta kembali sumbangan senilai Rp. 12 juta berupa 10 truk pasir dan kubah masjid, karena tidak memperoleh suara (gagal) di desa tersebut.

Anas Tanggapi Turunnya Perolehan Suara Demokrat Jakarta (Suara NTB) Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai turunnya perolehan suara Partai Demokrat dalam pemilihan anggota legislatif pada 9 April karena kinerja pemerintah yang tidak memuaskan publik. “Naik turun dalam pemilu, ada yang naik, ada yang turun, yang utama adalah (karena) kerja pemerintah yang dianggap tidak memuaskan publik, menurut saya itu,” kata Anas di gedung KPK Jakarta, Jumat (11/4). Anas datang ke gedung KPK

untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang dan proyek-proyek lain. Sebelumnya diberitakan hasil hitung cepat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa Partai Demokrat mendapat perolehan suara 9,72 persen, sedangkan berdasarkan perhitungan Center for Strategic and International Studies dan Cyrus Network menyebut Partai Demokrat mendapat 9,1 persen. Padahal dalam Pemilu 2009, berdasarkan data

Komisi Pemilihan Umum dari penghitungan nasional, Partai Demokrat memperoleh 20,85 persen suara, diikuti Golkar dengan 14,45 persen dan PDIP dengan 14,03 persen suara. “Hasil survei menunjukkan itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah turun drastis, beberapa waktu terakhir, itu rumus demokrasi yang normal berlaku di mana saja,” tambah Anas. Partai Pemerintah Rumusannya menurut Anas adalah kalau partai utama pemerintah memuaskan publik ditunjukkan dengan kinerja pemerintah di mata masyarakat pasti insentif elektoralnya dinikmati partai pemerintah. Tapi kalau pemerintahnya dianggap tidak memuaskan publik akan berdampak pada tingkat elektoral pada partai di dalam pemerintahan.

Anas Urbaningrum “Terutama partai yang menjadi pilar utama pemerintahan. Itu rumus umum di mana pun, bukan hal yang aneh, jadi kalau Demokrat dapat sebut saja 9—10 persen, itu angka yang menurut saya sudah luar biasa,” ungkap Anas. Hal yang luar biasa karena kampanye Partai Demokrat dilakukan oleh berbagai pihak

(ant/Bali Post)

di dalam partai tersebut. “Karena yang bekerja bukan hanya Pak SBY sebagai ketua umum, sebagai presiden, kepala negara, kepala pemerintahan dan kader partai tapi juga dibantu oleh kesebelasan konvensi. Kalau tidak ada kesebelasan konvensi tidak akan tembus 9—10 persen,” jelas Anas. (ant/Bali Post)

Pesawat Pengangkut Logistik Pemilu Tergelincir Susilo Bambang Yudhoyono

(ant/Bali Post)

KPU: 590 TPS Gelar Pemungutan Ulang Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat sebanyak 590 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 23 provinsi harus melakukan pemungutan suara ulang. “Laporan sampai tadi malam pukul 02.00 WIB dini hari ada 590 TPS di 90 kabupaten-kota yang ada di 23

provinsi. Melihat tren laporan sepertinya tidak bertambah lagi,” kata Komisioner Arief Budiman di Jakarta, Jumat Ke-23 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi dan Lampung. Kemudian, lanjut dia, ada di Banten, DKI Jakarta,

DISKUSI POLITIK ARAH KOALISI - Politisi PAN Didik J Rachbini (kiri) didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya Akbar Tanjung (kedua kanan), Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli (kedua kiri) dan Sekretaris Jenderal PKB Imam Nachrowi (kanan) memberikan pandangan saat diskusi politik di Jakarta, Jumat (11/ 4). Diskusi tersebut mengambil tema Membaca Arah Koalisi Parpol Pasca Pemilu Legislatif.

Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. “Saat ini saya sedang meminta rekapitulasi data lagi dari daerah, karena yang dilaporkan ke kami (KPU Pusat) itu kalau tidak salah di Jepara sudah melaksanakan pemungutan suara ulang dengan menggunakan ketersediaan surat suara cadangan,” jelas mantan anggota KPU Provinsi Jawa Timur itu. Untuk beberapa TPS yang masih berada dalam lingkup satu kabupaten-kota, dapat menggunakan surat suara cadangan jika jumlah surat suaranya tidak melebihi dari 1.000 lembar. Jika kemudian surat suara cadangan itu tidak memenuhi kebutuhan, maka KPU daerah secara berjenjang mulai dari kabupaten-kota ke provinsi harus mencatat kekurangan tersebut dalam berita acara. KPU Pusat memerintahkan kepada sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menyelesaikan pemungutan

dan penghitungan suara ulang paling lambat 15 April, kata Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah. “KPPS yang karena alasan surat suara tertukar harus menyelesaikan pemungutan suara ulang berikut hasil penghitungannya paling lambat 15 April,” tuturFerry. Penyelesaian pemungutan dan penghitungan perolehan suara di tingkat KPPS harus diselesaikan pada tanggal tersebut karena saat itu mulai dilakukan rekapitulasi perolehan suara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). KPU juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran KPU daerah untuk mengidentifikasi dan melaporkan kepada KPU mengenai kondisi TPS yang menerima surat suara tertukar. “Laporan itu meliputi informasi peristiwa tertukarnya surat suara berupa jumlah, lokasi, jenis surat suara yang tertukar, dan nama daerah pemilihan. Selain itu, juga jumlah pemilih dalam DPT, DPK, DPT Tambahan dan DPK Tambahan,” ujarnya. (ant/Bali Post)

Perahu Terbalik 28 Orang Belum Diketahui Nasibnya Jayapura (Suara NTB) Sebanyak 28 orang penduduk Kabupaten Mamberamo Raya saat ini belum diketahui nasibnya setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat diterjang ombak. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo di Jayapura mengatakan, perahu motor warga kampung Baitansa, Kabupaten Mamberamo itu

dilaporkan diterjang ombak saat pulang ke Mamberamo dari Serui. “Sampai saat ini kami belum mengetahui nasib puluhan penduduk,” aku Kombes Pudjo seraya mengatakan, laporan tentang adanya perahu motor yang terbalik itu setelah masyarakat di Kampung Kaisuri, Kabupaten Waropen, Kamis (10/4) sore

sekitar pukul 16.00 WIT menemukan dua orang warga Kabupaten Mamberamo Raya dalam keadaan terapung. Dikatakan, dari keterangan kedua orang yang berhasil selamat itulah diketahui adanya insiden tersebut. Mereka juga melaporkan bahwa puluhan penumpang perahu motor naas itu sebelum terpisah nampak berupaya

menyelamatkan diri dengan berpegangan di sekitar perahu motor. Aparat keamanan dibantu masyarakat saat ini berupaya membantu mencari puluhan warga namun terhambat dengan cuaca yang tidak bersahabat.Gelombang laut cukup tinggi sehingga menyulitkan untuk pencaharian, kata Kombes Pudjo. (ant/Bali Post)

Jayapura (Suara NTB) Sebuah pesawat terbang ringan jenis caravan dari maskapai penerbangan Dimonim Air yang sedang melayani pendistribusian logistik pemilu ke Distrik Suma dan Kwelamdua, Kabupaten Yahukimo, Papua, tergelincir masuk parit, Jumat (11/4). Informasi yang diterima dari Jayapura menyebutkan, pesawat itu tergelincir sekitar pukul 14.05 WIT, dan kini masih berada di kawasan lapangan terbang Distrik Kwelamdua. Pesawat caravan yang diterbangkan oleh pilot Kapten En-

druw itu, dilaporkan membawa empat penumpang, dua di antaranya anggota Polri yakni Bripda Irsal dan Briptu Elia Bonai. Sementara dua penumpang lainnya adalah seorang Kepala Distrik Kwelamdua dan satu orang PPD. Sementara Kapolres Yahukimo, Papua, AKBP Ade Djaja Subagja, SIK mengatakan tidak ada korban dalam insiden pesawat yang tergelincir di Distrik Kwalam Dua pada siang tadi sekitar pukul 14.05 WIT. “Tidak ada korban dan pesawat aman, hanya bannya masuk di parit pembatas

Ilustrasi

lapangan terbang Distrik Kwalam Dua. Situasi saat ini aman terkendali,” kata AKBP Ade lewat pesan singkat, Jumat sore. Ia mengatakan pesawat jenis caravan itu milik Domain Air berkantor di Timika, Kabupaten Mimika yang sedang mengangkut logistik Pemilu serta membawa lima orang penumpang. “Pesawat itu milik maskapai Domain Air berkedudukan di Timika, yang sedang membawa logistk Pileg 2014 dan penumpang sebanyak lima orang. Yakni dua orang PPD, seorang Camat dan dua anggota polisi,” katanya. (ant/Bali Post)

(Suara NTB/ist)

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Dermaga Sabang Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sabang, Nangroe Aceh Darussalam. “Perlu diinformasikan bahwa siang hari ini, terkait dengan penyidikan dugaan TPPU dengan tersangka HS (Heru Sulaksono) terkait dengan kasus pemban-

gunan Dermaga Sabang, penyidik melakukan penggeledahan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis. Ketiga lokasi itu di antaranya dua rumah dan satu apartemen. Rumah tersebut berada di Jalan Malaka Biru IV No 14 Rt.10/10 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dan di Taman Kedoya Permai di Jalan Limas

I B5 No 16, RT 7/7 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sementara satu lokasi lagi adalah Apartemen Salemba di Jakarta. Tersangka Heru merupakan Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation. (ant/Bali Post)

Siklon Tropis Ita Pengaruhi Sebagian Wilayah Indonesia Jakarta (Suara NTB) Siklon tropis Ita yang saat ini berada di sebelah timur Australia dan bergerak ke arah barat menuju daratan Australia Timur akan berdampak ke beberapa wilayah Indonesia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengatakan siklon tropis itu tidak berdampak langsung ke wilayah Indonesia tapi mempengaruhi cuaca di beberapa daerah. “Dampak siklon tropis Ita berupa potensi hujan dan gelombang tinggi di Papua,” katanya di Jakarta, Jumat (11/4). Hujan dengan intensitas

ringan hingga sedang, menurut dia, berpotensi terjadi di daerah Papua bagian selatan. Selain itu gelombang setinggi dua sampai tiga meter berpeluang terjadi di laut Halmahera, teluk Cenderawasih, perairan utara Papua dan perairan selatan Merauke. Siklon tropis Ita merupakan merupakan badai paling dahsyat di Queensland sejak taufan Yasi pada 2011. Queensland utara siaga mengantisipasi kemungkinan datangnya siklon tropis Ita yang pada Jumat (11/4) malam diperkirakan melintasi antara Lockhart River dan Cape Flattery. (ant/Bali Post)


SUARA NTB Sabtu, 12 April 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dilempar Sepatu, Hillary Clinton Tertawa Los Angeles Seorang perempuan menerobos petugas keamanan dan melempari mantan ibu negara dan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, dengan sepatu, di Las Vegas, Kamis waktu setempat. Lemparan itu luput dan Clinton tertawa atas peristiwa itu. Saat itu terjadi, Clinton yang kini berusia 66 tahun, sedang berpidato dalam pertemuan di Institut Daur Ulang Industri (Institute of Scrap Recycling Industries- ISRI). Clinton, yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat untuk Pemilu 2016, mengelak ketika benda aneh itu melayang melewati atas kepalanya di sisi kiri. “Apa itu tadi? Kelelawar...? Atau seseorang melempar sesuatu kepada saya?” kata Clinton, pada acara yang berlangsung di hotel Mandalay Bay, seperti terlihat dalam rekaman gambar televisi setempat, KTNV. Setelah reda dari keterkejutannya dan dengan selera humor, ia menambahkan “Apakah itu bagian dari Cirque du Soleil?” Ia merujuk kepada kelompok akrobat sirkus yang banyak ditampilkan di Las Vegas.

“Ya Tuhan, saya tidak tahu bahwa pengelolaan limbah padat sangat kontroversial. Untungnya dia tidak bermain softball seperti saya,” katanya, sehingga mengundang gelak tawa dan sorakan dari para hadirin. Perempuan berambut pirang yang melempar sepatu itu segera digelandang ke luar ruang dan kemudian ditahan, menurut Las Vegas ReviewJournal. Seorang juru bicara acara mengatakan bahwa perempuan itu tidak diundang dalam kegiatan itu. “Pegawai kami menolak kehadirannya tetapi kemudian dia menerobos petugas keamanan. Seorang pegawai ISRI kemudian menghentikannya ketika ia mendekati panggung,” kata juru bicara ISRI, Mark Carpenter, kepada AFP. Ia menambahkan, Hillary Clinton profesional, melanjutkan berbagi pengetahuan dan

pengalamannya betapa daur ulang industri memberi dampak baik bagi ekonomi dan lingkungan. Seorang juru bicara Clinton belum menanggapi permintaan komentar. Kasus pelemparan sepatu yang paling terkenal saat seorang wartawan Irak melempar sepatunya sendiri ke arah Presiden Amerika Serikat, George W Bush dalam jumpa pers di Bagdhad, pada Desember 2008. Mutazer az-Zaidi dihukum penjara tiga tahun, karena menyerang seorang kepala negara. Hukumannya dikurangi menjadi satu tahun dalam sidang banding. Tidak hanya itu, ia mendapat pengurangan lagi, karena berkelakuan baik. Pada Februari 2009 seorang mahasiswa peneliti di Jerman melempar sepatu ke arah Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, saat berpidato di Universitas Cambridge. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

OBJEK WISATA - Menara Petronas Malaysia adalah satu objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Namun, akibat belum adanya kejelasan penemuan pesawat MH370 membuat 30.000 wisatawan asal Cina membatalkan kunjungan ke Malaysia.

Hak Voting Parlemen Rusia Dicoret Strasbourg Para anggota parlemen Rusia di majelis Dewan Parlemen Eropa Kamis dicoret hak bersuara mereka sampai akhir 2014 berkaitan dengan pencaplokan Moskow atas Krimea. Majelis di Dewan, satu badan yang tidak memiliki kekuatan hukum, melainkan mempromosikan kerja sama hak asasi manusia dan demokrasi antara negara-negara Eropa, menghimpun para anggota parlemen dari DPR 47 negara anggota, termasuk 18 orang dari Rusia dan 12 dari Ukraina. Para anggota parlemen Kamis yang menghadiri pertemuan di Strasbourg, Prancis, di mana dewan berkantor pusat, 145 suara setuju resolusi yang mencabut hak suara Rusia, 21 menentang dan 22 abstain. Para anggota parlemen Rusia memboikot diskusi mengenai resolusi itu, dan menggambarkan sebagai “lelucon”. “Menangguhkan hak suara adalah peringatan yang jelas untuk (Presiden Vladimir) Putin dan rezimnya,” kata Michael Jensen Aastrup, seorang anggota parlemen Denmark. Keputusan terjadi pada saat kaum militan pro- Rusia menduduki bangunan bangunan pemerintah di timur Ukraina, dalam menggemakan apa yang terjadi sebelumnya di semenanjung Krimea yang dianeksasi Moskow bulan lalu, demikian AFP. (ant/bali post)

30.000 Turis Cina Batalkan Kunjungan ke Malaysia Kuala Lumpur Sekitar 30.000 turis Cina membatalkan kunjungan ke Malaysia hingga 2015 setelah pesawat MH370 Malaysia Airlines hilang sejak 8 Maret 2014. Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia, Mohamed Aziz, mengatakan, walaupun kunjungan wisatawan Cina terkena imbas insiden hilangnya pesawat itu, Malaysia masih menerima kunjungan wisatawan dari negara lain. “Sasaran 28 juta pelancong sepanjang Tahun Melawat Malaysia (TMM) 2014 bukan lagi fokus utama pada saat ini,” katanya, seperti dikutip media setempat di Kuala Lumpur, Jumat. “Yang penting, kami perlu menghormati perasaan keluarga penumpang MH370, jadi kami harus fokus pada usaha pencarian,” katanya. Dia yakin turis Cina akan kembali mengunjungi Malaysia setelah pencarian MH370 Malaysia Airlines berakhir. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

DILEMPAR SEPATU - Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat berpidato di Institut Daur Ulang Industri (Institute of Scrap Recycling Industries) Los Angeles. Saat pidato inilah seorang perempuan melemparnya menggunakan sepatu.

(Suara NTB/ist)

CARI - Angkatan Laut Australia masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan puing-puing pesawat MH370 di Samudera Hindia.

Soal Kotak Hitam MH370

Abbott Yakin, Tim Pencari Masih Ragu Canberra Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengungkapkan, para pejabat SAR Australia yakin mereka sudah mengetahui posisi perkiraan kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH370. Pada saat bersamaan, koordinator tim pencarian MH370 Angus Houston mengatakan sinyal “ping” terakhir yang ditangkap dari alat pendengar sinyal hari Kamis lalu, tidak berhubungan dengan MH370. “Kami yakin bahwa kami tahu posisi kotak hitam perekam penerbangan dalam beberapa kilometer,” kata Abbott dalam pembicaraannya di Shanghai, Cina, Jumat (11/4). Misteri MH370 yang hilang lebih dari sebulan silam telah mendorong operasi pencarian dan pertolongan termahal dalam sejarah penerbangan. Kamis kemarin pencarian tengah difokuskan ke bagian kecil Samudera Hindia setelah ping terakhir sepertinya sejalan dengan empat ping sebelumnya yang dideteksi pelacak kotak hitam Towed Pinger Locator (TPL) yang dicantolkan pada kapal Australia Ocean Shield. Semua dari lima sinyal akustik ini dideteksi di area kecil ini. Namun Angus Houston mengatakan analisis data akustik memastikan sinyal terakhir itu tak berkaitan dengan kotak hitam pesawat hilang tersebut. “Dari informasi yang tersedia pada saya, tidak ada terobosan besar dalam pencarian MH370,” kata dia. Kini upaya pencarian difokuskan kepada tiga area di selatan Samudera Hindia itu. Pesawat-pesawat terbang dan kapal-kapal laut menyisir dua area besar seluas 2.390 km persegi di barat daya

Perth untuk menemukan kemungkinan puing terapung dari pesawat hilang tersebut. Sedangkan satu area lainnya yang lebih kecil seluas 600 km persegi dan jaraknya 1.670 km dari Perth telah membangkitkan optimisme baru. Di zona lebih kecil inilah kapal Ocean Shield menangkap sinyal-sinyal akustik. Baterai kotak hitam sudah mencapai akhir masa hidupnya 30 hari, sehingga upaya melacaknya di dasar samudera semakin kritis, kata Abbott. “Kini kami berada pada tingkat di mana sinyal dari apa yang sangat kami yakini

sebagai kotak hitam tersebut mulai meredup dan kami berharap mendapatkan informasi sebanyak mungkin sebelum sinyal kotak hitam akhirnya hilang,” kata dia. Namun para pakar mengatakan proses mendapatkan sinyal dari hiruk pikuk suara latar belakang di samudera adalah proses yang lamban dan melelahkan. Kapal selam tidak berawak Bluefin-21 telah berada di Ocean Shield dan bisa digelarkan untuk mencari reruntuhan pesawat di dasar samudera begitu area terakhir di mana kotak hitam berada berhasil diidentifikasi. (ant/bali post)

Twitter Ubah Desain Profil Pengguna San Francisco Twitter Inc mengubah desain halaman profil penggunanya untuk menjaring lebih banyak pengguna baru ke layanan mereka yang kini berusia tujuh tahun. Merespons angka pertumbuhan pengguna terendah selama kuartal terakhir, Chief Executive Twitter Dick Costolo mengatakan mereka akan membuat sejumlah perubahan untuk memperbarui layanan. Desain baru yang diumumkan pada Selasa (8/4) menggambarkan apa yang dijelaskan Costola pada Februari silam tentang keinginan perusahaan bereksperimen dengan cara baru untuk mengatur konten. Pengguna dapat menyematkan tweet yang diinginkan agar tetap berada di bagian teratas news feed, sebuah contoh perubahan format Twitter dari desain linimasa kronologis yang sebelumnya digunakan. Tweet yang mendapat banyak retweet atau balasan juga akan tampil sedikit lebih besar untuk mengundang keterlibatan pengguna lain. Twitter menyatakan pengguna juga dapat mengatur foto banner untuk ditampilkan di bagian atas halaman profil mereka, juga gambar profil yang jauh lebih besar, dua fitur yang mirip tampilan media sosial Facebook. (ant/bali post)


Snt12042014