Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SENIN, 9 SEPTEMBER 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 154 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Gubernur NTB Dr. TGH.Zainul Majdi MA, Mendikbud Prof. M.Nuh dan Rektor UNRAM Prof. H. Sunarpi

Universitas Mataram Tuan Rumah PIMNAS Ke-26 Tahun 2013

C.01.08.13

PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang merupakan puncak kegiatan ilmiah mahasiswa tingkat nasional, tahun 2013 ini dilaksanakan di Universitas Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Forum pertemuan ilmiah dan komunikasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan setiap tahun ini diikuti oleh kelompok mahasiswa yang terpilih melalui jalur PKM. Direk-

torat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun membiayai setiap judul PKM sebesar Rp 10 sampai 12 juta untuk 6 bidang PKM yaitu Penelitian, Teknologi, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat, Karsa Cipta dan Gagasan Tertulis. Bersambung ke hal 5 BERDUKA - Jenazah Gofal disemayamkan di rumah duka, kemarin. Tampak keluarga korban sangat berduka atas meninggalnya bocah yang kemarin menonton drag race di eks Bandara Selaparang.

“Paket AZAN adalah pas untuk melanjutkan pembangunan, karena selama memimpin Lobar satu pariode sudah terbukti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dirasakan masyarakat. Termasuk keamanan dijamin, karena itu para tuan guru sepakat mendukung AZAN melanjutkan supaya berkesinambungan. Pemerintahan selama dipimpin Pak Zaini juga bersih dan betulbetul berjuang untuk umat sehingga sudah tampak masyarakat yang bermartabat. Perhatian terTGH. Ahmad Yusuf hadap pendidian besar, buktinya Sesela, Gunung Sari SMK maju. Beliau juga berhasil mengoptimalkan potensi zakat, bisa mengumpulkan zakat,”

Melongok Kain Tenun Bayan (2-habis)

(Suara NTB/cem)

Warisan Budaya Bernilai Tinggi, Belum Digarap Optimal

TO K O H Usut Kasus Rumput Laut SELAIN Kejaksaan, Polres Mataram masih terus maju dalam penanganan dugaan penyimpangan pada proyek rumput laut BPBD Kota Mataram. Sabtu (7/9), jajaran Polres Mataram melakukan gelar perkara untuk menentukan pihak yang akan dipanggil sebagai saksi. Kurnianto Purwoko Bersambung ke hal5

”Drag Race” Telan Korban Jiwa

Seorang Pembalap dan Penonton Tewas Mataram (Suara NTB) Sebuah ajang mencari bakat pembalap daerah, drag race harus berakhir tragis, Minggu (8/9) sore kemarin di eks Bandara Selaparang. Seorang pembalap tewas setelah menabrak seorang penonton. Pembalap dan penonton yang masih bocah itu tewas. Kasus ini langsung ditangani Polres Mataram. Ada dugaan penyelenggaraan kegiatan oleh komunitas balap XT ini belum mengantongi izin Kepolisian. Korban tewas dari pembalap bernama Eky Ersanda (24), tinggal di BTN Griya Jalan Adi Sucipto Ampenan. Korban sempat dilarikan ke RSU Kota Mataram. Namun nyawanya

tak tertolong. Setelah dipastikan meninggal jenazah Eky dibawa ke rumah keluarganya di Selong, Lombok Timur. Korban dari penonton seorang bocah bernama Gofal (7), pela-

jar kelas 2 SDN Pejarakan, tinggal di Lingkungan Pejarakan Ampenan. Kasus ini sempat ditangani Sat Lantas Polres Mataram. Bersambung ke hal 5

KAIN tenun tradisional Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan salah satu kekayaan budaya dan keragaman sejarah di dunia. Sejak

PESAN GUBERNUR UNTUK PENGGUNA JALAN Para pengguna jalan di Provinsi NTB yang saya cintai; Sudah banyak korban meninggal dunia di jalan akibat kecelakaan lalu lintas. Sudah banyak keluarga terlantar dan mengalami kemiskinan akibat kecelakaan lalu lintas. Karena itu saya menghimbau untuk peduli terhadap keselamatan berlalu lintas di jalan dengan berperilaku tertib dan sopan di jalan serta berupaya menghindari kecelakaan lalu lintas. Ayooo….!!! Kita wujudkan Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi tertib lalu lintas menuju zero accident…!!!

Pencanangan Pekan Nasional Keselamatan Jalan NTB 2013

Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya Mataram (Suara NTB) Data dari pihak Kepolisian menunjukkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya setiap tahun di seluruh Indonesia mencapai 29 ribu orang lebih. Artinya, setiap jam jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya sebanyak 4 sampai 5 orang. Untuk itu, melalui Pekan Nasional Keselamatan Jalan NTB tahun 2013 semua stakeholder diminta bertindak secara nyata untuk menekan angka kecelakaan yang tergolong masih tinggi tersebut. Hal tersebut dikatakan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Dirjen Perhubungan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Bersambung ke hal 5

kelompok komunitas adat Bayan lestari dalam hitungan ratusan tahun silam, kain tenun selalu menjadi pelengkap dalam kegiatan keagamaan. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/nas)

PENCANANGAN - Direktur Keselamatan Transportasi Darat Dirjen Perhubungan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Ir. Hotma Simanjuntak (kedua dari kiri) dan Kadis Dishubkominfo NTB, Drs. Agung Hartono, M.STr (paling kiri) foto bersama usai Pencanangan Pekan Nasional Keselamatan Jalan NTB 2013, Minggu kemarin.

C.03.08.13


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

Kembangkan Potensi SDM PERSOALAN ekonomi selalu menjadi polemik di t e n g a h - t e n g a h masyarakat. Tidak tercukupinya kebutuhan rumah tangga akan berdampak pada retaknya hubungan rumah tangga dan maraknya kriminalitas. Hal tersebut diakibatkan tidak ada dan bahkan minimnya lapangan pekerjaan. Akan tetapi tidak seperti di Keluruhan Karang Baru, terbukanya lapangan hijau di Udayana, Mataram. Membuat masyarakat secara mandiri membentuk kelompok untuk berbisnis kecil-kecilan (Suara NTB/dok) Dihajatkanya Taman H. L. M. Amin Udayana sebagai wahana rekreasi, telah menjanjikan rezeki kepada masyarakat sekitar. Tetapi tidak hanya masyarakat Karang Baru saja, masyarakat luar juga ikut menggantungkan nasibnya di wahana rekreasi tersebut. Lurah Karang Baru H.L.M. Amin, S.Sos ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/9) usai mengikuti program SMS dan BBM di Keluruhan Gomong mengaku, sebagai besar masyarakat kelurahan Karang Baru, Selaparang menggantungkan hidup sebagai buruh bangunan dan berbisnis di Udayana. Pihaknya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat, untuk menunjang aktivitas bisnis yang dijalankan. Tidak hanya itu, dalam rangka mengembangkan bisnis masyarakatnya, ia telah beberapa kali menggelontorkan bantuan dana bergulir, yang menjadi kendala, katanya, masyarakat terkadang jarang dan bahkan tidak mau mengembalikan dana tersebut, sehingga dana tidak bisa berputar. “Biasa masyarakat kalau dikasih bantuan, tidak mau mengembalikan,” ungkapnya. Amin mengaku, secara prinsip memiliki persoalan terkait pengembangan dan perbaikan ekonomi dan infrasktur. Pasalnya masyarakat hanya menyibukan diri dengan bisnis, sehingga berdampak pada bergesernya tradisi masyarakat dan berkurangnya peran serta masyarakat. Akan tetapi, Amin tidak pernah mempermasalahkannya. Pihaknya telah melakukan inventaris permasalahan dan solusinya, kedepan, katanya, apabila ada masyarakat yang menuntut terkait persoalan ekonomi dan infrastruktur dan lain sebagainya. Dalam kesempatan itu, ia berharap kepada masyarakat harus berpikir dengan logika yang benar, dalam hal menanggapi persoalan, terlebih terkait masalah bantuan. Tidak hanya itu, ia meminta peran serta masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi sumber daya manusia. (cem)

Ambil Hikmah Kasus Rumput Laut B E R M A S A L A H N YA proyek rumput laut, rupanya tidak serta, merta membuat kalangan DPD Kota Mataram, ‘’alergi’’ melihat dicantumkannya anggaran pengembangan budidaya perikanan pada perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013. Seperti diketahui, proyek rumput laut yang belakangan diselidiki dugaan penyimpangannya oleh pihak Kejaksaan, juga atas campur tangan Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) Kota Mataram. Satu-satunya fraksi yang sempat mempertanyakan (Suara NTB/dok) alasan eksekutif mengaWirawan nggarkan pengembangan budidaya perikanan, adalah Fraksi Partai Demokrat. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Wirawan, SH., kepada Suara NTB, Sabtu (7/9), mengutarakan, pihaknya tidak mau terlalu saklek menyikapi gagalnya proyek rumput laut yang diketahui, dalam pelaksanaan proyek itu, ada campur tangan Dinas PKP. Memang, sambung Wirawan, kekhawatiran selalu ada, kalau-kalau program pengembangan budidaya perikanan tidak akan maksimal. Namun demikian, tidak ada salahnya memberi kesempatan kepada Dinas PKP untuk melaksanakan program pengembangan budidaya perikanan tersebut. Ia mengajak semua kalangan mengambil hikmah dari kasus rumput laut tersebut. Ia berharap program pengembangan budidaya perikanan memberikan hasil yang lebih baik. Wirawan meyakini, tidak hanya Dinas PKP, tapi semua SKPD akan lebih fokus melaksanakan programnya manakala telah masuk dalam postur anggaran. ‘’Minimal kalau sudah masuk ABT, lebih fokus,’’ imbuhnya. (fit)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pemkot Tolak Penghapusan Cidomo Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menolak usulan penghapusan cidomo di Mataram. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana Sabtu (7/9). Menurutnya pemkot tidak akan melakukan penghapusan cidomo, karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari cidomo. “Jangan dihapus, karena itukan sumber nafkah mereka. Biarkan saja mereka yang penting mereka bisa mentaati aturan,” jelasnya. Menurut Mohan, selama ini Pemkot Mataram melalui dinas perhubungan telah mengatur transportasi tradisional cidomo. Penataan telah dilakukan mulai dari kantong kotoran kuda, kebersihan, tempat mangkal hingga rute

cidomo. Dinas perhubungan juga telah mendesain kantong kotoran kuda, dan sudah diterapkan pada beberapa cidomo Kota Mataram. Saat ini jumlah populasi cidomo di Kota Mataram sudah cukup berkurang. Hanya saja masih banyak cidomo yang berasal dari pinggiran Kota Mataram ikut masuk ke Mataram. Inilah yang menjadi pekerjaan baru

Pemkot Mataram untuk segera ditangani. “Dulukan cidomo di masing-masing kecamatan beda dia warnanya untuk menandai, tapi sekarang sudah tidak terkontrol,” katanya. Pemkot berharap, cidomo dari luar Kota Mataram juga harus ikut mematuhi aturan yang sudah ada di kota Mataram. Terutama soal kebersihan dan tempat mangkal. Pemkot berjanji akan segera melakukan pendekatan dan membuat regulasi di kota untuk menertibkan cidomo. Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan represif, jika masih ada kusir yang membandel dan melanggar aturan. (nia)

Jangan dihapus, karena itukan sumber nafkah mereka. Biarkan saja mereka yang penting mereka bisa mentaati aturan,” jelasnya Mohan Roliskana (Suara NTB/nia)

BELUM DIANGKUT Upaya petugas Dinas Kebersihan dan Dinas PU Kota Mataram mencegah banjir dengan menggali sedimen di selokan. Termasuk selokan di sepanjang Jalan Majapahit, di depan Perpustakaan Daerah NTB. Hanya saja, sampah yang terangkat dari dasar parit, belum diangkut Minggu (8/9) pagi kemarin, sehingga cukup mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap. (Suara NTB/ars)

Rencana Pinjaman Rp 60 Miliar

Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan

Pemkot Klaim Ada Kemajuan Luar Biasa

Dianggarkan Rp 1,5 Miliar, Tersebar di Enam SKPD

Mataram (Suara NTB) – Rencana Pemkot Mataram melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 60 miliar untuk membiayai perbaikan jalan lingkungan se-Kota Mataram, terus menjadi sorotan kalangan DPRD Kota Mataram. Yang terbaru, dipertanyakan oleh Fraksi PDIP dalam pemandangan umum fraksi. Namun keraguan kalangan legislatif atas keseriusan Pemkot Mataram melakukan pinjaman itu, seolah terbantahkan Sabtu (7/9). Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., dalam jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi, mengklaim ada kemajuan luar biasa dari rencana pinjaman daerah tersebut. ‘’Saat ini, progres rencana Pemkot Mataram untuk melakukan pinjaman ke Pu-

sat Investasi Pemerintah (PIP) sudah mendapatkan kemajuan yang luar biasa, yang mana kami telah mendapatkan undangan dari pihak PIP untuk segera melakukan ekspose program kegiatan yang akan dilaksanakan di Jakarta pada pertengahan minggu ini,’’ terangnya. Dengan demikian, secara kebijakan program, kegiatan pinjaman daerah ini, sudah mendapat lampu hijau. Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, salah satu tahapan dari proses pemberian pinjaman, adalah persentasi kepala daerah. ‘’Dan itu jadwalnya kapan, itu tergantung mereka (PIP, red) yang menjadwalkan. Jadi kita menunggu,’’ terangnya. Namun demikian, seluruh persyaratan yang diminta PIP untuk pencairan pinjaman daerah yang menurut rencana akan dimanfaatkan untuk

pembangunan jalan lingkungan, telah diserahkan. Intinya, saat ini Pemkot Mataram, kata Martawang, dalam posisi menunggu jadwal tersebut. Setelah persentasi nanti, hasilnya seperti apa, tentu akan dikomunikasikan kembali. Saat ini, menurut Martawang, Pemkot Mataram dalam posisi meyakinkan PIP bahwa Kota Mataram layak mendapat pinjaman Rp 60 miliar itu dan mampu mengembalikan pinjaman. ‘’Teknis dan lain sebagainya nanti, tentu itu ranahnya Dinas PU,’’ sebutnya. Meski dalam posisi meyakinkan PIP terkait pinjaman yang nilainya setengah lebih dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram, namun Martawang membantah kalau pinjaman daerah itu, belum pasti akan keluar. (fit)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menegaskan, pihaknyatelahmenganggarkansedikitnya Rp 1,5 miliar untuk melanjutkan program revitalisasi eks PelabuhanAmpenan.Penegasaninidisampaikan Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., dalam sidangparipurnajawabaneksekutif terhadappemandanganumumfraksi-fraksi Dewan, Sabtu (7/9). Seperti diketahui, beberapa fraksi menyoroti program revitalisasi eks Pelabuha Ampenan. Salah satunya adalah Fraksi PKS. Terhadap pertanyaan tentang jenis program sekaligus nilai pembiayaan dan revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan, kata Sekda, terkait sumber pendanaan bagi penataan tersebut berasal dari APBD murni 2013. Peruntukkannya untuk perencanaan dan beberapa kegiatan pra konstruksi. Sedangkan kegiatan lainnya direncanakan pada APBD peruba-

han tahun anggaran 2013 yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. Penganggarannya, sambung Makmur Said, ada pada masingmasing SKPD yang terlibat dalam penataan tersebut. Masing-masing Dinas PU, Dinas Pertamanan, Dinas pariwisata dan Kebudayaan, Badan Lingkungan Hidup, Kantor Perpustakaan dan Arsip dan Dinas Kebersihan. Katanya, selain kegiatan fisik, dianggarkanpulakegiatanyangbersifat pemberdayaan masyarakat yang dianggarkan melalui badan Pemberdayaan masyarakat. Selain itu, untuk mengkordinasikan keamanan dan ketertiban di kawasan eks Pelabuhan Ampenan, dibentuktimyangpenganggarannya pada Satpol PP Kota Mataram. Sementara itu, khusus untuk penataanPKLyangadadikawasan tersebut, bersumber dari APBN, yakni melalui Kementerian Koperasi sebesar Rp 350 juta. (fit)

Pemkot Didesak Maksimalkan Fungsi Puskesmas Mataram (Suara NTB) – Selain melakukan sosialisasi Kartu Mataram Sehat (KMS) , Pemkot Mataram juga didesak untuk lebih memaksimalkan fungsi puskesmas di masyarakat. Fasilitas dan tenaga medis harus ditembah. Harus ada dokter dan prawat yang stand by di setiap puskesmas selama 24 jam. Sehingga masyarkat yang akan berobat,

tidak harus berjalan jauh. Pada bagian lain, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang KMS disayangkan kalangan Dewan. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Abdul Malik Thalib mengatakan, Pemkot Mataram harus terus melakukan sosialisasi program pelayanan kelas III gratis tersebut. “Harus terus diberikan sosialisasi kepada masyarakat,

jangan dibiarkan mereka tidak paham,” imbuhnya. Politisi PKS ini mengkhawatirkan, ketika program gratis tidak tersosialiasi dengan baik, maka akan membuat warga was-was untuk datang berobat ke rumah sakit. Dan situasi seperti ini dikhawatirkan berpotensi terjadinya pungutan liar. Atas dasar inilah Pemkot Mataram harus

segera melakukan sosialisasi dan pemahaman terhadap masyarakat. Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi mengatakan saat ini pihaknya menerapkan sistem aktif. Artinya jika ada masyarakat Kota Mataram yang tidak memiliki kartu jaminan kesehatan itu sakit dan akan opname di ru-

ang rawat inap kelas III, baru akan dibuatkan KMS. Dengan catatan, mereka mendapat surat rujukan dari puskesmas atau langsung datang ke RSUD Kota Mataram. Dikes mengaku akan terus mensosialisasikan pelayanan perawatan kelas III gratis dan KMS ini, di setiap pertemuan baik itu di Pukesmas, lingkungan dan tiap-tiap kecamatan. (nia)

Dibangun dengan Biaya Mahal

Setelah Rusak, MCC Seolah Tak Bertuan Mungkin ada benarnya, apa yang dungkapkan kalangan akademisi terkait keberadaan MCC (Mataram Craft Center). Salah satu aset milik Pemkot Mataram tersebut dituding simbolitas semata. Hajat awal dibangunnya pusat penjualan emas, mutiara dan perak sebagai ikon Kota Mataram, rupanya gagal terwujud. HAL ini terbukti, tidak saja minim pemanfaatan yang semestinya untuk berjualan emas, mutiara dan perak, kini aset Kota Mataram yang berlokasi di simpang empat Pagesangan, justru sudah ada yang beralih fungsi menjadi lembaga pendidikan anak usia dini. Mungkin saja praktik alih fungsi MCC ini tidak diketahui oleh Pemkot Mataram. Wajar kalau Pemkot Mataram tidak mengetahui hal itu. Pasalnya, selama ini SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang diberi amanah mengurus dan mengelola MCC, belum maksimal melaksanakan perannya. Ibarat orang sakit, MCC tentu akan makin parah ketika tidak dirawat bah-

kan ‘’diobati’’. Tidak keliru jika Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., menyebut kondisi MCC sekarang ini, hidup segan mati tak mau. MCC tidak akan mampu menjadi wadah promosi produkproduk unggulan Kota Mataram sepanjang tidak dikelola dengan baik. Yang lebih memprihatinkan, setelah kondisinya rusak parah, MCC seolah tak bertuan. Dua SKPD, yakni Dispenda dan Diskoperindag yang disebut-sebut diberi amanah mengelola MCC, justru tak nampak mengambil upaya nyata menghidupkan kembali aset Kota Mataram yang pembangunannya konon menelan anggaran Rp 50 miliar. Alih-alih

ada langkah konkret, SKPD pimpinan Syakirin Hukmi dan Wartan ini, justru ‘’berseteru’’. Keduanya berlomba-lomba ‘’menolak’’ mengakui sebagai dinas yang bertanggung jawab atas pengelolaan MCC. Dispenda mengkalim, pengelolaan MCC berikut semua pasar di Mataram telah diserahkan kepada Diskoperindag. Sementara Diskoperindag, kecuali pasar, membantah sebagai pihak yang mengelola MCC. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., sempat mempertanyakan nasib MCC dalam pemandangan fraksinya. Tidak hanya MCC tapi juga MWP (Mataram Water Park). Katanya, mengapa PDIP mempertanyakan hal itu, supaya Pemkot Mataram sadar, sudah banyak uang daerah yang terbuang sia-sia untuk pembangunan aset Kota Mataram yang ujung-ujungnya mubazir dan tidak termanfaatkan secara optimal. ‘’Itu yang besar-besar saja kita ungkap, kemungkinan juga masih ada yang lain,’’ tandasnya. (fit)

(Suara NTB/dok)

MCC - Inilah kondisi MCC saat ini. Setelah kondisinya rusak di mana-mana, baik Dispenda maupun Diskoperindag tidak ada yang mau mengakuinya.


Suara NTB Senin, 9 September 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Tolak Pengangkutan Pasir

Bantu Pengidap Kanker Serviks PENGURUS Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyatakan telah bekerjasama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Mataram untuk membantu memberikan pelayanan kepada pengidap penyakit kanker serviks pada kaum ibu rumah tangga. Hingga kini, PKK masih mengupayakan untuk menginventaris jumlah penderita untuk ditindaklanjuti. (Suara NTB/ari) Pengurus Tim PKK KLU, Otti Dirgahayu S Otti Dirgahayu S, Sabtu (7/9), menjelaskan, keberadaan penderita masih belum bisa diungkap, demikian pula dalam jumlah. Hanya saja, melalui pemeriksaan kesehatan di puskesmas, rumah sakit dan tempat-tempat praktik di Lombok Utara, telah dikomunikasikan. Bila ditemukan adanya penderita ini, PKK Kabupaten akan bergerak untuk memberikan penanganan. “Kita upayakan untuk mengumpulkan masyarakat di tingkat Kabupaten dulu agar diberikan pemeriksaan gratis. Kita yang siapkan tempat. Tetapi sampai saat ini, deteksi penderita di satu desa belum diketahui, sehingga menyulitkan penanganan,” ujar Otti. Umumnya, penderita jenis penyakit ini enggan untuk melakukan pemeriksaan. Dokter ahli pun kebanyakan baru mengetahui tingkat risiko penyakit ini ketika penderitanya sudah mengidap stadium lanjut. Kalangan PKK pun merasa perlu untuk menggelar lebih banyak sosialisasi, guna memberikan pemahaman dan wawasan akan jenis penyakit tersebut. Seperti apa gejalanya dan kadar bahayanya yang mengancam apabila telah menjangkiti penderita pada stadium tertentu. Tidak pada jenis penyakit kanker serviks saja, Otti menyatakan PKK juga bergerak bersama Gerakan Organisasi Wanita (GOW) KLU untuk menemukan dan memberikan penanganan pada penderita HIV/Aids di KLU. GOW dan PKK memiliki persepsi yang sama, bahwa kebanyakan jenis penyakit ini belum dipahami secara benar oleh masyarakat. Sehingga sebagian besar pengidap yang terdeteksi dikucilkan begitu saja oleh masyarakat. “Penularannya belum dipahami secara baik oleh masyarakat. Ada asumsi, HIV menular melalui kontak dengan penderita padahal penyakit ini menular terkecuali melalui jarum suntik, darah, dan hubungan intim,” tandasnya. Istri Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Benny Nugroho ini mengharapkan adanya peran serta masyarakat KLU terhadap jenis penyakit ini. Setidaknya keberadaan kelompok pemerhati HIV/ AIDs minimal harus tersedia untuk membantu memantau perkembangan di lapangan. Sejauh ini, baru kelompok perhatian TBC saja yang ada di masyarakat selebihnya masih nihil. (ari)

Dari Sidak Wabup

Retribusi Tambang MBLB Belum Maksimal Selong (Suara NTB) Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin, Sabtu (7/ 9) lalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pos penarikan retribusi Tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Jenggik Kecamatan Terara. Hasil sidak, wabup yang baru sepekan bekerja menemukan penarikan retribusi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) belum maksimal. (Suara NTB/dok) Demikian dijelaskan H. Haerul Warisin Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Lotim, Iswan Rakhmadi Kepada Suara NTB, Sabtu lalu. Menurutnya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2010 tentang penarikan rertibusi MBLB, ditarik retribusi Rp 2.500/ kubik. Hitungannya satu dump truck yang yang mengangkut bahan-bahan sumber kekayaan alam Kabupaten Lotim ke luar Lotim itu bisa tembus Rp 10 ribu. Dari fakta di lapangan tidak jarang ada kendaraan yang justru dibiarkan lolos tanpa melalui pos penjagaan. Melihat fakta itu, wabup akan memanggil pihak-pihak terkait dengan penarikan retribusi tersebut. Kabupaten Lotim memiliki sumber daya alam berupa tambang MBLB yang cukup besar. Tidak ada tawar menawar lagi, kekayaan alam yang ada harus benar-benar bisa mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masayarakat. Jajaran Pemkab Lotim dan aparat yang melakukan penarikan retribusi tidak diperbolehkan main-main. Sistem penarikan retribusi, lanjutnya, harus diperbaiki. “Harus ada upaya perbaikan, dan langkah ini merupakan bentuk sikap tanggap wabup,” katanya. Tambang MBLB, di Kabupaten Lotim menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial untuk dikembangkan. Sejauh ini, jumlah sumbangan retribusi MBLB untuk PAD mencapai hampir Rp 1 miliar/tahun. Diakuinya, ada beberapa sumber yang belum disentuh, yakni retribusi MBLB di kawasan Bendungan Pandandure. Diketahui, cukup banyak jenis galian berupa material bangunan yang terkeruk di Pandandure. Namun sejauh ini belum ditarik retribusinya. Harapannya segera dilakukan penarikan, sehingga bisa menjadi tambahan bagi PAD Lotim. (rus)

LEPAS MASA LAJANG - Wartawan Suara NTB M. Haeruzzubaidi mempersunting Nur Hidayatussifa, Minggu (8/9). Akad nikah dan resepsi berlangsung di Desa Telaga Lebur ,Sekotong Tengah Lombok Barat. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. (redaksi)

Warga Pringgabaya Blokir Jalan Selong (Suara NTB) Puluhan warga Pringgabaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Hulu dan Hilir Pesisir Lotim (FKMH2PL) Minggu (8/9) kemarin menggelar aksi pemblokiran jalan jalur transportasi pengangkutan pasir di Pringgabaya. Aksi warga Pringgabaya ini sebagai buntut dari penolakan atas kegiatan pengangkutan pasir laut yang dituding hanya menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Koordinator FKMH2L, Judan Putrabaya kepada Suara NTB mengatakan pengangkutan pasir dari pesisir Pringgabaya ini sudah berlangsung 12 hari. Truk-truk pengangkut pasir untuk sebuah perusahaan ini telah membuat terjadinya aksi kecelakaan lalu lintas. Utamanya di simpang empat pasar Pringgabaya, jalur yang dilewati truk tersebut. Tidak jarang, bahan material pasir yang diangkut berserakan di sepanjang jalan. Akibatnya, tiap hari terjadi laka lantas. “Sejauh ini sudah tercatat 40-50 kasus kecelakaan yang terjadi,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu masyarakat sudah meminta melalui pihak kepala desa agar menghentikan aktivitas pengangkutan. Namun tidak mendapat respons. “Permintaan warga tidak ada tindaklanjutnya ini,” katanya. Upaya penghentian juga dilakukan melalui aparat kepolisian sektor Pringgabaya. Tujuannya agar tidak lagi ada korban. FKMH2L ini pun mempertanyakan perizinan aktivitas pengangkutan pasir yang dinilai hanya menyusahkan. Tidak menimbulkan laka lantas, sebagian besar petani juga mengeluhkan debu pasir yang beterbangan ke tanaman-tanaman pertanian mereka. Jelas, akibat pasir itu tanaman pertanian terancam rusak. Kapolsek Pringgabaya, Kompol Eko Mulyadi mengakui adanya upaya penghentian terhadap pengangkutan. Akibat tidak diindahkan itulah, masyarakat langsung menggelar aksi pemblokiran yang sempat menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama Pringgabaya jalur menuju Sumbawa tersebut. (rus)

(Suara NTB/rus)

BAKAR BAN - Aksi warga yang memblokir jalan dengan cara membakar ban bekas di ruas jalan Pringgabaya, Minggu (8/9) kemarin. Mereka meminta aktivitas pengangkutan pasir dihentikan.

Dikeluhkan Warga

Ditutup, Sembilan Kafe Ilegal di Kute

Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mengambil sikap tegas terkait keberadaan sejumlah kafé ilegal di kawasan wisata Kute Pujut. Jumat (6/9) malam, sebanyak sembilan kafé tak berizin di kawasan tersebut, akhirnya ditutup, karena dikeluhkan warga dan wisatawan. Kasat Pol PP Loteng, Murti, S.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (8/9), menjelaskan, penertiban tersebut sebagai tindak lanjut dari banyaknya keluhan dari warga dan para pengunjung. Pasalnya, keberadaan serta kegiatan kafé-kafé tersebut dinilai sangat mengganggu lingkungan sekitar. Bagaimana tidak, hampir

semua kafé yang ditertibkan menyediakan fasilitas live music dan karaoke, tapi tidak menggunakan peredam suara. Akibatnya, suara musik terdengar keras sampai keluar dan mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan yang datang untuk berlibur mencari ketenangan. Diakuinya, rencana penertiban kafé-kafé tersebut sebenarnya sudah lama direncana-

kan. Namun baru kali ini bisa dilaksanakan, karena sebelumnya, pihaknya masih pada tahap sosialisasi. Tapi nyatanya, kendati sudah diperingati, para pemilik kafé masih membandel, sehingga pihaknya harus mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan paksa. Namun, penutupan hanya bersifat sementara sambil

Kontingen MTQ Loteng Jalani TC Khusus Praya (Suara NTB) Selaku tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tahun ini, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memasang dua target sukses sekaligus. Sukses selaku penyelenggaraan, sekaligus sukses sebagai juara umum. Untuk itu, persiapan matang pun sudah dilakukan pemerintah daerah. Khusus untuk mengejar target juara umum, Pemkab Loteng terus mematangkan persiapan para qori’ dan qoriah. Sebagai tahap awal, sebanyak 42 qori’ dan qoriah yang bakal mewakili Loteng sejak Jumat (6/9) kemarin, pun sudah mulai menjalani training center (TC) atau pemusatan latihan di MTsN Model

Tampar-Ampar Praya Tengah hingga 12 September. Dalam TC khusus tersebut, para qori’ dan qoriah didamping 16 pelatih. Dua di antaranya pelatih tuna netra. TC sendiri akan berlangsung hingga tanggal 12 September besok. “Melalui kegiatan ini kita berharap semua qori’ dan qoriah yang akan bertanding benar-benar siap,” ujar Wabup Loteng, Drs. H.L. Normal Suzana, saat membuka kegiatan TC, Sabtu (7/9). Menurutnya, untuk bisa meraih predikat terbaik pada perhelatan MTQ ke XXV kali ini, semua qori’ dan qoriah Loteng harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya agar mampu mengharumkan nama daerah. Apalagi meraih predikat jua-

ra umum, tidak semudah membalik sebelah tangan. Kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada pelaksanaan MTQ sebelumnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hendaknya dapat dijadikan sebagai pelajaran dan tidak diulangi pada MTQ kali ini. Selaku tuan rumah, seluruh masyarakat Loteng juga harus menunjukkan jati diri sebagai tuan rumah yang baik dengan tetap menjaga keramahtamahan kepada para tamu. “Kita sebagai masyarakat Loteng harus bisa menjadi tuan rumah yang baik. Kita berikan pelayanan kepada para tamu dari kabupaten/kota lain dengan sebaik-baiknya,” harapanya. (kir)

Bendung Sankukun Dangkal dan Mengering Tanjung (Suara NTB) Bendung Sankukun yang terletak di Dusun Kerurak, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, terlihat mulai mengering. Cakupan air yang ada saat ini, tinggal menunggu hitungan hari untuk habis. Jika diamati, debit air yang tersedia dari permukaan tanah paling tinggi hanya 5 cm. Sejumlah warga terutama kalangan petani pun dibuat kecewa, karena daya tampung bendung tidak optimal selain disebabkan oleh pendangkalan pasir. Untuk diketahui, Bendung Sankukun diresmikan sekitar tahun 2004 silam oleh Gubernur NTB Drs. H.L. Serinata ketika itu. Fungsi bendung untuk menampung dan mensuplai irigasi di luasan areal 500 hektar lebih masyarakat di sejumlah dusun, tidak optimal saat musim tanam kedua. Pendangkalan dasar bendung akibat penumpukan pasir saat erosi sungai di awal musim hujan terus bertambah. Pengakuan sejumlah warga, pendangkalan ini diperkirakan mengurangi volume 50 persen dari kapasitas daya tampung air saat awal dibangun. Jalaludin, yang ditemui tengah menanam rumput gajah di bagian hulu bendung, Minggu (8/9) mengakui setiap tahun kapasitas Bendung terus menyempit. Pendangkalan tidak hanya terjadi di bagian hilir atau di bendung utama, tetapi juga menyisir ke hulu, menyentuh kolam pemandian air terjun

(Suara NTB/ari)

DANGKAL - Bendung Sankukun di Dusun Kerurak Desa Genggelang mengalami pendangkalan dan menunggu waktu untuk mongering. Tiu Pupus. “Hampir tiap tahun, luasan bendung ini menyempit karena volume pasir terus bertambah saat musim hujan. Apalagi di awal musim hujan, air akibat erosi yang seharusnya dibuang justru ditampung oleh penjaga bendung,” ungkap Jalal. Warga lain, Amiq Arim membenarkan penjaga pintu air bendung seharusnya membuka pintu bendung di awal musim hujan. Karena pada kondisi itu, material yang terbawa erosi tidak hanya air tetapi pasir, bebatuan hingga batangan pohon. “Kami menyayangkan, seolah tidak ada perhatian terhadap bendung ini. Kami mengharapkan agar pemerintah membantu kami mengeruk

pendangkalan dengan alat berat, karena volume pasir sangat besar,” ungkapnya. Patut diingat, 2 tahun setelah diresmikan, bendung ini pernah disulap sebagai lapangan bola oleh warga Dusun Kerurak. Masing-masing tiang gawang tertancap di bagian hulu dan hilir. Untuk saat ini, kemungkinan untuk membuat lapangan tidak memungkinkan, karena lubang pendangkalan begitu dalam. Namun sebagian masyarakat sekitar bendung memanfaatkan kondisi ini untuk bercocok tanam. Sebagian besar warga yang memiliki peternak, mengkavling lahan bendungan untuk menanam rumput gajah. “Ada hikmahnya juga pendangkalan pasir ini tidak dikeruk, karena kami bisa bercocok tanam,” gurau Jalal. (ari)

menunggu pihak pemilik kafé memenuhi persyaratan-persyaratan yang sudah ditentukan. Baik itu persoalan izin, termasuk terkait penataan suara musik. “Jadi kafé-kafé boleh menyediakan fasilitas musik tetap harus menggunakan peredam. Sehingga suara musik tidak sampai keluar mengganggu masyarakat dan pengunjung,” jelasnya. Untuk masalah pengurusan izin, para pemilik kafé akan difasilitasi pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Sementara urusan lain, tetap menjadi tanggung jawab pihak pengelola

kafé dan selama pemilik kafé tidak bisa memenuhi persyaratan yang ada, maka kafé bersangkutan tidak akan diberikan izin operasi. Diakuinya, penertiban berjalan lancar dan tidak ada perlawanan berarti yang dilakukan pemilik kafé. Penertiban sendiri bukan hanya dilakukan oleh Sat Pol PP, tapi melibatkan semua elemen terkait, yakni unsur kepolisian Disbudpar Loteng, aparat desa serta tokoh masyarakat. “Jadi untuk sementara kafé-kafé tersebut statusnya disegel. Sampai semua persyaratan yang diajukan bisa dipenuhi,” tandasnya. (kir)

KPU Lobar Kecewa pada Penyelenggara Debat Kandidat Giri Menang (Suara NTB) KPU Lombok Barat (Lobar) kecewa dengan sikap pihak penyelenggara yang dipercayakan meng-handle acara debat publik kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2013-2018 yang dilaksanakan di Hotel Sentosa Senggigi, Sabtu (7/9). Pasalnya, pihak penyelenggara, salah satu stasiun TV lokal yang dipercayakan menyiarkan acara tersebut secara langsung (live) supaya bisa langsung ditonton oleh masyarakat Lobar lainnya ternyata disiarkan tunda. “Kita kecewa, tetapi kan sekali lagi kita akan tanyakan problemnya apa,”kata Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri, S.Ag, M.Si ditemui usai acara debat tersebut di Hotel Sentosa Senggigi, Sabtu (7/9). Menurutnya, kekecewaan tersebut muncul karena sudah ada komitmen dari pihak penyelenggara kepada masyarakat Lobar, jika akan menyiarkan acara tersebut secara live. Adanya komitmen tersebut, kata Suhaimi, KPU mempercayakannya pada salah satu TV lokal di NTB itu. Suhaimi menambahkan, tujuan diadakannya debat kandidat tersebut supaya masyarakat Lobar mengetahui calon yang akan dipilih. Adanya debat yang disiarkan tersebut maka diharapkan masyarakat Lobar mengetahui juga programprogram pemimpin Lobar lima tahun mendatang. Pantauan Suara NTB, acara debat publik kandidat calon bupati dan calon wakil bupati Lobar yang rencananya dimulai pukul 14.00 WITA molor hampir sampai satu jam. Hadir dalam acara debat tersebut empat pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2013-2018. Masing-masing pasangan nomor urut 1, H. Zaini Arony-Fauzan Khalid (AZAN), pasangan nomor urut 2 Zahrul Maliki-Irwan Harimansyah (Zahir), pasangan nomor urut 3 H. MahripTGH. Munajib (Maju) dan pasangan nomor urut 4, H. Ridwan Hidayat-H. L. Syaiful Akhyar (Ridwan-Syaiful). Pada penyampaian visi

misi, pasangan AZAN bertekad mewujudkan masyarakat Lobar yang unggul mandiri sejahtera dan bermartabat. Mereka bertekad melanjutkan program-program pemerintahan sebelumnya yang sudah baik. Sementara visi misi pasangan Zahir adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam keberagaman. Untuk mewujudkan visi tersebut beberapa misi yang akan diwujudkan seperti menciptakan pemerintahan dan birokrasi yang bersih. Pasangan MAJU mengusung visi mewujudkan Lobar yang Bersih, Adil, Sejahtera, Aman dan Harmonis (BASAH). Bahkan ia berjanji jika terpilih, maka akan mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar untuk masing-masing desa/kelurahan yang ada di Lombok barat. Selanjutnya, visi pasangan Ridwan-Syaiful mewujudkan masyarakat yang Patuh Patut Patju sesuai dengan motto Lobar. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu misinya menciptakan birokrasi yang melayani masyarakat bukan dilayani masyarakat. Untuk mempertajam visi misi keempat pasangan calon, terdapat tiga panelis dihadirkan masing-masing Dr. Kaharuddin dalam bidang Politik Hukum, SH, MH, Dr. Ahmad Zaini dalam bidang Sosial Ekonomi dan Dr. Iwan Harsono dalam bidang pembangunan ekonomi. Salah seorang panelis, Dr. Iwan Harsono yang ditemui usai acara mengatakan pertanyaan yang dilontarkan untuk mempertajam visi misi pasangan calon belum memperoleh jawaban yang utuh dari pasangan calon. Menurutnya, beberapa pasangan calon ada yang belum memahami pertanyaan yang diajukan panelis secara utuh, sehingga jawabannya pun sebagian tidak menyentuh substansi. “Selain karena faktor waktu sedikit, pemahaman isu strategis tentang Lombok Barat memang perlu, ada yang paling bagus ada pula yang kurang bagus. Mereka memahami tentang isu-isu strategis Lombok Barat, cuma elaborasi riil action-nya kurang,”ungkap dosen Fakultas Ekonomi Unram ini. (nas)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456

Kerjasama Program Pendidikan Dasar, Dinas Diknas Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Rencana Tindak Lanjut Pendidikan Karakter Sumbawa Besar (Suara NTB) Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Karakter untuk sekolah model, Pendidikan dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa yang telah berakhir menghasilkan beberapa pointer penting, terkait Rencana Tindak Lanjut (RTL) pendidikan karakter pada 27 sekolah model. Sebagaimana disampaikan Kasi Kurikulum, Bidang Dikdas Diknas Sumbawa, Junaidi S.Pd, M.Pd, Sabtu (7/9), hasilhasil yang diperoleh dalam Bimtek, di antaranya para peserta memahami dan memperoleh pengetahuan tentang integrasi pendidikan karakter dalam budaya sekolah, ekstrakurikuler, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Menyenangkan (PAKEM). Integrasi dalam berb-

(Suara NTB/arn)

Junaidi

(Suara NTB/arn)

agai mata pelajaran. Kemudian tersusunnya instrumen implementasi pendidikan karakter khususnya pada 27 sekolah model di 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa. Selanjutnya, adanya RTL

BIMTEK - Para Kepala Sekolah dan guru sekolah model tim pelaksana pendidikan karakter yang mengikuti Bimtek pendidikan karakter beberapa waktu lalu di Hotel Cirebon.

pendidikan karakter pada 27 sekolah model. Program RTL dibagi dalam sejumlah kategori. Pertama, Penyusunan RTL berbasis zona, barat, tengah, selatan dan timur yang komponennya berisi tentang

pembentukan tim pelaksana pendidikan di masing-masing sekolah. Rencana sosialisasi program pendidikan karakter kepada seluruh stakeholders di masing-masing sekolah. Jadwal implementasi program,

dilaksanakan pada bulan Desember 2013. Selain itu, lanjut Junaidi, pihaknya juga menggarap sisi-sisi paling mendasar tentang tanggung jawab profesi sebagai guru profesional. Bagaimana membangun komitmen sebagai seorang guru untuk meningkatkan inner vision. Ini dianggap penting, karena sebuah perubahan itu hanya bisa dilakukan oleh guru yang berkarakter dan memiliki visi pribadi yang lahir dari dalam diri dan visi itu harus kuat. Agar mampu berada di garis terdepan untuk sebuah perubahan dimaksud. Bukan sebagai instrumen pelengkap. “Banyak guru unggul diawali dengan kekuatan visi. Tim pelaksana yang dilatih ini diberikan pemahaman bagaimana membangun sebuah operasional yang kuat sehingga mampu mengimplementasikan program yang

monitoring dan evaluasi serta gradasi. Berikutnya, penyusunan tindak lanjut implementasi program yang difokuskan pada tiga tema besar. Yaitu, sekolah hijau, menghargai waktu dan budaya baca, serta kelas PAKEM ramah anak untuk seluruh sekolah model. RTL disusun beradasarkan pada fakta-fakta empirik pra implementasi dihubungkan dengan kondisi ideal yang diharapkan sehingga melahirkan program yang dapat dilaksanakan dan terukur. Selama implementasi program pendidikan karakter akan dilakukan pendampingan oleh tim pengembang pendidikan karakter tingkat kabupaten. Kepada masing-masing sekolah yang memiliki komitmen dan hasil yang optimal akan dilakukan gradasi melalui lomba best practis yang akan

sudah disusun,” jelasnya. Dari 27 sekolah model yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, di antaranya SDN 1, SDN 4 dan SDN 6 kecamatan Sumbawa. Kemudian, SDN 1 dan SDN 7 Kecamatan Alas, SDN 1 Labuan Badas, SDN Bale Brang Kecamatan Utan, SDN Lunyuk Ode kecamatan Lunyuk, SDN Pelita Masa kecamatan Orong Telu, SDN 1 Moyo, kecamatan Moyo Hilir, SDN 1 Pelampang kecamatan Pelampang, SDN 1 Empang, kecamatan Empang, SDN 1 Rhee, kecamatan Rhee. SDN Kelungkung kecamatan Batu Lante, SDN 1 Lenangguar, SDN Sebewe kecematan Moyo Utara, SDN 1 Lopok, SDN 1 Lape, SDN Labuan Jamu kecamatan Tarano dan lainnya. (arn/*)

SDN Bertong Terpaksa Belajar di Lantai Mushala

IGD RSUD Bima Dirusak Keluarga Pasien Kota Bima (Suara NTB) Sejumlah inventaris Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bima dirusak oleh keluarga pasien, Sabtu (7/9). Perusakan ini dilakukan oleh keluarga pasien akibat tak puas atas pelayanan medis yang diberikan petugas. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, keluarga pasien yang diketahui bernama Irfan, oknum PNS Sat Pol PP Kota Bima mengantar istrinya, Masyah, yang membutuhkan pengobatan dan penanganan medis tiba satu jam sebelum peristiwa. Namun petugas baru menerima dan memberikan pelayanan medis hampir satu jam kemudian. Sikap petugas medis yang lamban dan terkesan mengabaikan pasien ini pun membuat Irfan dan keluarga emosi. Puncaknya, Irfan pun memecahkan kaca dan pot bunga hingga membuat ruang IGD tegang dan para petugas ketakutan. Tak ayal peristiwa ini pun mengundang perhatian pengunjung dan keluarga pasien lainnya. Dyan, salah seorang petugas medis, mengaku saat itu rekan-rekannya ketakutan. “Semua petugas medis lari menghindari amukan. Bahkan teman-teman saya takut untuk kembali piket lagi,” tandasnya. Sementara itu, dia membantah jika pihaknya menelantarkan istri pelaku. Sebenarnya, katanya, pasien tersebut sudah ditangani. Hanya saja pelaku memaksanakan untuk diinfus. Informasi terakhir, rencananya kasus peruskaan ini hendak dilaporkan oleh pihak RSUD Bima ke aparat Kepolisian. Pasalnya, kasus ini menimbulkan trauma bagi petugas RSUD. (use)

(Suara NTB/ars)

IKAN TERI - Ikan teri di Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Sumbawa, ditangkap penduduk setempat, sama seperti penduduk di desa-desa pesisir lainnya di NTB. Para nelayan di sana menjual ikan teri tangkapannya dengan harga lebih murah dalam keadaan basah, dan akan lebih mahal dalam kondisi kering. Seorang penduduk sedang menjemur ikan teri di pinggir jalan depan rumahnya.

Pembentukan PPS Diduga ”Diganggu” Orang Sendiri mengingatkan agar penggunaan dana ini tidak menyalahi ketentuan,” ujarnya. Menurut Husni, bila ada oknum – oknum tertentu di internal KP3S yang menyalahgunakan uang hibah itu untuk kepentingan pribadinya, maka oknum tersebut patut diproses secara hukum. Sanksi terhadap oknum tersebut menurutnya adalah hal yang mutlak diambil jika ia terbukti melakukan penyimpangan. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa perbuatan oknum belum tentu harus ditimpakan pada institusi KP3S yang selama ini sudah memperjuangkan pembentukan PPS. “Jangan sampai karena ketamakan seseorang, lalu berakibat fatal dan mencoreng institusi ini. Kalau memang ada indikasi, silakan dibawa ke ranah hukum. Tapi bukan berarti institusi dan lembaga KP3S ini harus dicederai. Institusinya tidak salah,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, rekan Husni yang sama – sama menjadi anggota DPRD NTB dari Dapil

Mataram (Suara NTB) Pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang tengah dihadapkan pada sejumlah persoalan disinyalir terjadi karena adanya ‘’gangguan’’ dari sejumlah oknum yang merupakan orang Pulau Sumbawa sendiri. Sinyalemen itu mencuat karena sejauh ini, pihak Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S) sendiri merasa tidak ada persoalan dengan pembahasan RUU PPS. “Kita ini sudah jalan baik – baik. Di Sumbawa kita sudah mulai sosialisasi bahwa PPS akan terbentuk. Jangan lagi justru kita diganggu sama orang sendiri,” ujar tokoh sekaligus politisi dari Daerah Pemilihan Sumbawa dan Sumbawa Barat, H. M. Husni Djibril, B.Sc, yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (8/9). Husni menampik adanya dualisme KP3S. Sebab, menurutnya, KP3S yang sejak awal menginisiasi pembentukan PPS adalah KP3S pimpinan Hj. Siti Maryam. “Bahkan sejak saya masih menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, yang bergerak untuk membentuk PPS ini yang kami tahu, ya Ibu Maryam ini,” kenang Husni.

Menurutnya, kemunculan KP3S lainnya, khususnya yang berada di Jakarta, tak lebih merupakan kepanjangan tangan KP3S pimpinan Hj. Siti Maryam, untuk memuluskan proses negosiasi dengan para penentu kebijakan di Jakarta. “Dan yang kami akui, yang kami berikan anggaran oleh pemerintah daerah ya KP3S Ibu Maryam itu. Jadi tidak benar kalau dikatakan dualisme. Itu keliru,” tegas politisi PDIP ini. Husni menyesalkan manuver sejumlah oknum yang baru muncul menjelang penetapan RUU Pembentukan PPS dan mulai mengambil ‘’panggung’’ di proses finalisasi ini. “Ketika sudah final, kok ada orang –

orang yang menepuk dada, seolah – olah merekalah yang berperan,” ujarnya. Menanggapi adanya laporan ke Polda terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah ke KP3S, Husni Djibril menegaskan hal itu tidak menjadi persoalan. Husni menjelaskan, DPRD bersama Gubernur NTB telah sepakat untuk memberikan dukungan terhadap pembentukan PPS. Dukungan ini dikongkritkan dalam bentuk pendanaan aktivitas KP3S. Setelah pendanaan dalam bentuk hibah itu diketok, tentu saja akan ada upaya untuk melakukan pengawasan terhadap proses penggunaan dananya. “Tentu kita terus saling

Aksi Tutup Jalan Rusak Citra Daerah Dompu (Suara NTB) Maraknya aksi tutup jalan dan publik area oleh warga belakangan ini cukup meresahkan. Aparat keamanan akan tetap mengedepankan upaya preventif dan preentif dalam menyelesaikan masalahnya. Aksi menutup jalan justru hanya akan merusak citra daerah yang berdampak pada keterbelakangan daerah akibat tidak adanya investasi. Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Mochammad Iriawan, SH, MM, MH kepada wartawan di Lakey, Sabtu (7/9) mengatakan, aksi tutup jalan yang dilakukan beberapa kelompok dalam menyuarakan tuntutannya belakangan ini menjadi perhatian pihaknya. Namun kondisi ini membuat pihaknya berpikir karena mudahnya kelompok warga menutup area publik. Untuk itu, bersama Pemda harus melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat. “Kita kedepankan preventif dan preentif dulu, karena itu yang dijadikan pola kita sekarang,” kata Iriawan ketika ditanya soal sikap Polisi. Kapolda kemudian mencontohkan penyelesaian kasus penutupan bandara Bima oleh warga yang pada akhirnya selesai. Saat itu dirinya langsung turun dan menkomunikasikannya dengan Kemente-

rian Perhubungan melalui Dirjen Hubungan Udara untuk menyelesaikan persoalannya. Iriawan juga menuturkan, aksi menutup fasilitas umum yang dilakukan warga justru akan merusak citra daerah di pihak luar. Citra itu akan berpengaruh pada keinginan orang menanamkan investasinya di Bima – Dompu. “Bagaimana orang mau menanamkan investasinya di Bima dan Dompu kalau kondisi keamanannya masih seperti ini. Kapan mulai majunya. Orang mulai berpikir keluar angkasa, ini masih berpikir perang antardesa, tutup jalan,” katanya. Untuk bisa maju, lanjut Iriawan, sangat tergantung dari masyarakatnya dengan menjaga keamanan dan ketertiban dalam daerah. “Jadi tergantung masyarakatnya. Kalau tidak mau maju, silakan seperti itu (ribut). Kalau mau maju, diperbaiki situasinya sehingga ada citra Bima – Dompu baik, aman dan sebagainya. Jangan kalah dengan daerah lain. KLU itu, termiskin pendapatan perkapitanya,

tapi maju sekarang. Karena masyarakatnya kooperatif, masyarakatnya welcome terhadap investasi yang datang. Nanti lama-lama kalah dengan daerah lain,” jelasnya. Namun Kapolda membantah, kalau pihaknya mengabulkan upaya barter kasus hukum yang dilakukan pengunjuk rasa. Karena pola seperti itu tidak dikenal pihaknya. “Tidak pernah ada. Kita tidak ada pola dan sistem seperti itu. Cuma mereka akan mencoba seperti itu. Namun demikian, langkah – langkah preentif dan preventif akan kita lakukan secara maksimal,” terangnya. (ula)

Mochammad Iriawan

Sumbawa dan Sumbawa Barat, Johan Rosihan, ST, menyesalkan pernyataan Farouk Muhammad yang dianggapnya justru menguak persoalan di tengah proses yang sesungguhnya telah berjalan mulus ini. “Selama ini kita menganggap tidak ada disharmoni di internal KP3S. Justru kita mendengar disharmoni itu dari Pak Farouk sendiri,” ujar Johan saat dimintai pendapat terkait pernyataan anggota DPD RI, Prof. H. Farouk Muhammad yang dilansir Suara NTB, Sabtu (7/9). Johan menegaskan, selama ini ia beberapa kali menemani rekan – rekannya di KP3S untuk berkonsultasi dengan sejumlah pengambil kebijakan di Jakarta. Selama itu pula, menurutnya tidak ia temui perselisihan yang cukup berarti. Apalagi yang dikhawatirkan bisa mengganjal proses finalisasi pembentukan PPS. “Kalaupun ada, lebih baik Pak Farouk ngomong di internal, ndak usah heboh kiri – kanan,” sindirnya. (aan)

Masih Banyak Pemilih Ganda di Sumbawa

(Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) Masuk dalam wilayah ibukota kabupaten, bukan jaminan keberadaan sekolah dapat sepenuhnya diperhatikan pemerintah. Contohnya saja, SDN Bertong ini. Sekolah yang satu ini tak kunjung dapat melengkapi sarana ruang belajarnya meski telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada pemerintah melalui dinas terkait. Akibat kekurangan fasilitas belajar, SDN Bertong pun dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya terpaksa memanfaatkan ruang yang dimilikinya. Siswa kelas IV yang terdiri dari dua rombongan belajar (Rombel) pun ditempatkan di mushala sekolah dan bekas rumah dinas SD setempat. Kepala Sekolah SDN Bertong Muhammad, S.Pd mengungkapkan kondisi sekolahnya tersebut sudah berlangsung sejak lama. Menurut dia, untuk mengatasi kekurangan ruang kelas itu pihak sekolah telah beberapa kali melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat. Sayangnya hingga kini belum mendapatkan tanggapan dari dinas terkait. ‘’Kami sudah mengajukan dua kali proposal agar sekolah kami dibantu ruang kelas dan sampai sekarang belum ada tanggapan,’’ ujarnya sembari menambahkan, jika secara teknis sekolah yang dipimpinnya itu membutuhkan tiga ruang kelas baru. ‘’Memang ada dua Rombel yang tidak bisa kita akomodir di ruang kelas. Kami di sini butuh tiga ruang belajar baru. Jika terpenuhi, baru kemudian proses KBM kami berjalan normal,’’ ujar Muhammad. Ia mengakui, siswa yang selama ini belajar di mushala dan bangunan bekas rumah dinas kerap mengeluh. Bahkan para wali murid pun tak hentihentinya melancarkan protes. Tetapi pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena bantuan yang diharapkan dari pemerintah tak kunjung datang. ‘’Keluhan dari siswa kami tentu kesulitan mereka dalam mengikuti pelajaran. Karena tidak saja ruangannya yang jauh dari representatif. Tapi juga fasilitas yang kita siapkan juga jauh dari memadai,’’ ungkap Muhammad. Kegiatan belajar siswa kelas IV SDN Bertong memang memprihatinkan. Contohnya saja mereka yang belajar di mushala sekolah, para siswa harus rela mengikuti pelajaran dengan tertelungkup atau duduk di lantai karena kursi dan bangku tidak tersedia. Akibatnya para siswa sering mengeluh cepat lelah dan mengalami gangguan kesehatan. ‘’Karena kami duduknya di lantai jadi kami sering kedinginan. Dan kami juga cepat lelah,” aku seorang siswi bernama Nuraeni. Karena itu Nuraeni mewakili siswa lainnya berharap pemerintah dapat segera melengkapi ruang belajar di sekolahnya. “Kalau saya mintanya langsung ke Pak Bupati saja. Tolong sampaikan ya, kami di sini butuh ruang belajar yang nyaman demi masa depan kami,’’ ujarnya polos. (bug)

Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa kembali turun melakukan validasi, karena masih cukup banyak ditemukannya pemilih ganda di daerah itu, terutama akibat migrasi penduduk, antardesa, kecamatan hingga antarprovinsi. Sebagaimana disampaikan Komisioner KPU Sumbawa, Syukri Rakhmat, S.Ag, Sabtu (7/9), pemilih ganda dimaksud bukan proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan. Tetapi terjadi akibat migrasi penduduk antarprovinsi. Misalnya perpindahan penduduk dari Sumbawa ke Provinsi Bali, Sumatera, Jawa dan daerah lainnya. “Ada sekitar 200 pemilih ganda yang kami temukan sama dengan di provinsi lain, akibat perpindahan penduduk. Makanya, kita koordiansi antarprovinsi. Kalau sekarang terdaftar di Bali dan menetap di sana, maka harus dihapus, Begitu pula sebaliknya,” sebutnya. Pemilih ganda juga terjadi karena perpindahan penduduk antardesa dan kecamatan. Misalnya, pindah dari Lopok ke Sumbawa, karena kawin mengikuti suami. Hal

ini hampir terjadi di semua kecamatan. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, sekitar 100-200 orang, namun tetap saja ini mempengaruhi jumlah pemilih nantinya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Semua itu terbaca dalam Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (Sidali). Untuk itu, KPU akan turun lagi melakukan validasi pada tahapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS HP) yang kini tengah berlangsung. Sebelum nantinya DPT ditetapkan. Serta memperkuat koordinasi antar-PPK dan PPS. “Itulah fungsinya DPS HP. Data ganda bisa langsung dihapus. Kita juga PPK, PPS dan KPU sambil jalan di lapangan,”ujar Syukri. Paling penting lagi, KPU melakukan pendaftaran pemilih yang belum terdaftar. Kemungkinan ada wajib pilih sempat terlewati. Makanya sebelum DPT ditetapkan, jumlah pemilih masih fluktuatif. Makanya divalidasi agar valid ketika DPT ditetapkan. Meski demikian diperkirakan jumlah pemilih akan bertambah sekitar 5.000 orang dari jumlah DPS sebelumnya. (arn)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 9 September 2013

Halaman 5

Universitas Mataram Tuan Rumah PIMNAS Ke-26 Tahun 2013 Tahun 2013 ini DP2M mendanai 6000 judul PKM, dan setelah melalui seleksi yang ketat, terpilih 400 judul PKM yang melaju ke PIMNAS 26 di Universitas Mataram. Peserta PIMNAS yang lolos seleksi ini berasal dari 106 Perguruan Tinggi dari 28 Provinsi di Indonesia. Setiap judul PKM diwajibkan mengirimkan 3 orang anggota timnya untuk mempresentasikan hasil karyanya di hadapan juri yang telah ditentukan oleh DIKTI. Rektor Universitas Mataram Prof. H. Sunarpi menjelaskan bahwa dalam PIMNAS ke 26 di Universitas Mataram ini akan hadir tidak kurang dari 3000 orang peserta yang terdiri dari 3 sampai dengan 5 orang anggota dari 400 tim PKM yang lolos seleksi yang didampingi oleh seorang dosen pembimbingnya, 65 orang tim juri dan 40 orang panitia dari DIKTI. Selain itu kata Prof Sunarpi, acara ini juga akan dihadiri oleh seluruh Rektor dan Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan dari seluruh PTN/PTS yang mengirimkan delegasinya. Perhelatan akbar forum ilmiah mahasiswa ini akan digelar mulai tgl 9 sampai dengan 13 September 2013. Pada tgl 9 September 2013 jam 16.00 sore akan dilaksanakan kirab kontingen mengelilingi Kota Mataram. Seluruh peserta dengan pakaian adat daerahnya masing-masing akan diarak menggunakan kendaraan tradisional Cidomo dan akan dimeriahkan oleh kesenian daerah dan marching band. Selanjutnya pada pukul 19.00 wita Gubernur NTB Dr.TGH.M. Zainul Majdi MA, berkenan menyambut peserta PIMNAS 26 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Gubernuran. Acara PIMNAS 26 yang secara resmi akan dibuka oleh Mendikbud Prof M. Nuh pada tgl 10 September 2013 di Halaman Rektorat Universitas Mataram tersebut akan menampilkan beberapa kegiatan. Kegiatan utama adalah lomba PKM berupa presentasi hasil karya PKM dan pameran poster serta gelar produk. Presentasi hasil karya PKM akan digelar di tiga tempat yaitu Gedung Fak Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA), Fak Teknik dan Fak Hukum. Sementara pameran poster dan gelar produk di laksanakan di Gedung Auditorium M.Yusuf Abubakar. Di halaman auditorium ini juga akan digelar bazar yang akan menampilkan produk-produk dari NTB dan luar NTB. Prof Sunarpi menjelaskan bahwa kegiatan Lomba dalam PIMNAS 26 ini dilakukan secara online mulai dari registrasi peserta, presentasi sampai dengan penilaian oleh dewan juri. Sehingga seluruh proses dalam kegiatan ini dapat dipantau secara langsung oleh Dikti dari ruang pemantauan yang ada di Gedung FATEPA. Prof Sunarpi juga menyampaikan bahwa kegiatan lomba ini dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat. Beliau menghimbau terutama kepada para pelajar SMA agar menyempatkan diri menyaksikan kegiatan PIMNAS ini. Selain acara utama lomba PKM, PIMNAS 26 juga menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Optimalisasi Iptek Untuk Pengembangan Pariwisata Yang Berkelanjutan” yang akan dilaksanakan pada tgl 12 September di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat UNRAM. Dalam acara seminar ini panitia memberikan kesempatan kepada Dosen Pembimbing Tim PKM, Dosen PTN/PTS, Pemangku Pariwisata untuk mempresentasikan makalahnya. Selain itu dalam seminar nasional ini juga diagendakan sebagai pembicara tamu adalah Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Mari E Pangestu serta dari Dinas Pariwisata dan pakar pariwisata. Acara PIMNAS 26 di Universitas Mataram ini di rencanakan ditutup secara resmi oleh Direktur DP2M Prof Dr. Agus Subekti pada tgl 12 September 2013. Pada malam penutupan yang akan diselenggarakan di halaman Rektorat Universitas Mataram ini akan disampaikan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Dan kegiatan terakhir dari rangkaian acara PIMNAS ke 26 ini adalah City Tour yang dilaksanakan pada tgl 13 September 2013. Acara ini akan memperkenalkan kepada seluruh peserta yang berminat untuk mengunjungi obyek-obyek wisata dan industri kecil di Pulau Lombok dan pulau-pulau kecil (gili) di sekitarnya. Sukses PIMNAS 26. (Humas Pimnas26/*)

Dari Hal. 1

(Suara NTB/nas)

TANDA TANGAN - Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Ir. Hotma Simanjuntak (kiri) dan Kadis Dishubkominfo NTB, Drs. Agung Hartono, M.STr menandatangani deklarasi keselamatan jalan pada kain spanduk sepanjang 30 meter.

STIKES Mataram Gelar Yudisium Ke-21 Mataram, ( Suara NTB ) Sudah menjadi tradisi perguruan tinggi setiap tahun untuk melahirkan generasigenerasi masa depan yang berkompeten dan siap mengarungi dunia kerja. Tidak hanya di bidang perkantoran, namun di bidang medis pun sudah banyak yang menyiapkan. Seperti halnya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mataram. Sabtu (7/9) STIKES Mataram menggelar yudisium strata satu (S1) program studi Keperawatan dan program Profesi Keperawatan. Kegiatan yudisium STIKES Mataram merupakan yudisium yang ke-21. Dari total mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti yudisium yakni sebanyak 134 peserta, dengan rincian 74 lakilaki dan 80 perempuan dari program studi keperawatan. Yudisium ke-21 STIKES Mataram untuk bulan September ini mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Kegiatan yudisium dihadiri Pembantu Ketua 1 (Puket 1) STIKES Mataram, Raden Buyung Wijaya, S.Kep, Ners. M.Kes didampingi Pembantu Ketua III, H. Hadi Suryatno, SE.M.Kes dan Ketua Program Studi Keperawatan I Made Eka Susanto, S.Kep, M.Kes. Kaprodi Keperawatan, I Made Eka Susanto dalam laporannya menyebutkan dari total 134 peserta yudisium, terdapat mahasiswa yang berusia sekitar 50 tahun. Menu-

rutnya usia tidak ada batasan untuk meraih ilmu dan mengejar cita-cita. Baginya dengan adanya peserta tersebut, memberikan spirit bagi peserta yudisium lainnya, untuk tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita. Tidak hanya itu, Made juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa-mahasiswi yang telah menyelesaikan studi tepat waktu. Ia menyebutkan proses yudisium tidak mudah diikuti, karena mahasiswa harus menempuh sistem kredit semester ( SKS ) yang telah ditentukan oleh civitas akademika dan mengikuti kegiatan-kegiatan praktik lainnya, sesuai disiplin ilmu mereka. Ia meminta kepada mahasiswa untuk tidak berpikir menyelesaikan pendidikan secara instan. Pendidikan instan, lanjut Made adalah pendidikan yang bermasalah. Sehingga idealnya untuk menempuh S1 pada STIKES Mataram tidak cukup dengan menempuh 32-36 SKS dalam kurun waktu 10 hingga 12 bulan, akan tetapi memiliki waktu yang panjang. “ Pendidikan instan adalah pendidikan yang bermasalah atau ilegal” tegasnya Ketua STIKES Mataram yang diwakili oleh Puket III, H. Hadi Suryatno, SE. M.Kes. memberikan ucapan terimakasih kepada peserta yudisium, yang telah memberikan kepercayaan kepada citivitas

akademika STIKES Mataram untuk menyelesaikan studinya. Hadi menyebutkan STIKES Mataram memiliki program studi Keperawatan S1 Reguler, program B dan ekstensi bagi mahasiswa yang telah bekerja. Ia juga mencontohkan dari total 19 perguruan tinggi di NTB, STIKES Mataram telah menelurkan lulusan terbaiknya dan bekerja pada sektor kesehatan yang tersebar di NTB. ‘’Kalian harus tunjukkan yang terbaik kepada masyarakat,’’ katanya memberi semangat. Calon sarjana diminta untuk tidak khawatir. Pasalnya barubaru ini telah di-launching klinik rawat inap STIKES Mataram di Bima dengan jumlah kamar inap sebanyak 79 kamar. Tentunya pembangunan klinik rawat inap tersebut, nantinya dihajatkan kepada lulusan STIKES Mataram untuk menyalurkan ilmunya. Tidak hanya itu, pembangunan klinik tersebut dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kekurangan lapangan pekerjaan di sektor kesehatan. Ke depan lanjutnya, akan dibangun klinik bersalin dan rumah sakit STIKES Mataram. Dalam kesempatan itu, ia mengharapkan kepada seluruh peserta yudisium untuk tidak puas dengan status sarjana mereka. Karena mahasiswa dapat mengembangkannya dengan mengikuti program profesi Ners. (cem)

Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya Ir. Hotma Simanjuntak pada acara Pencanangan Pekan Nasional Keselamatan Jalan NTB 2013 di Mataram, Minggu (8/9) pagi kemarin. ‘’Pada pekan keselamatan jalan ini saatnya kita bertindak, kebanyakan ngomong juga tidak ada manfaatnya, angka kecelakaan masih tinggi,’’katanya. Hadir dalam acara tersebut Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Kepala Dinas/Instansi lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Mataram dan sekitar 10.000 masyarakat Kota Mataram. Dalam Pekan Nasional Keselamatan Jalan NTB 2013 ini juga dilakukan deklarasi penandatanganan keselamatan jalan pada kain spanduk sepanjang 30 meter. Selain itu, pemasangan helm oleh Direktur Keselamatan Transportasi Darat, Hotma Simanjuntak kepada salah seorang pengendara sepeda motor. Menurut Hotma, masalah kecelakaan di jalan bukan merupakan tanggung jawab satu unit saja. Tetapi berbagai stakeholder terlibat di dalamnya seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Kepolisian. “Masalah kecelakaan bukan hanya tanggung jawab satu unit saja , tanggung jawab semua. Apalagi ada nanti banyak stakeholder yang terkait. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi suatu hal yang berguna di kemudian hari,’’ harapnya. Ia menambahkan, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah korban meninggal dunia cenderung meningkat. Kematian bukan hanya disebabkan oleh penyakit tetapi juga karena kecelakaan lalu lintas. Dijelaskan, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sangat berpotensi mengakibatkan munculnya kemiskinan. Pasalnya, jika kepala keluarga yang meninggal dan mengalami kecelakaan maka sumber penghasilan keluarga akan hilang. ‘’Kerugian material akibat kecelakaan itu bahkan 20 persen dari pendapatan negara. Makanya ini menjadi salah satu target kita menangani kecelakaan, semua akibat sosialnya juga,’’ terangnya. Dirincikan, sesuai dengan data Kepolisian, sebanyak 70 persen kecelakaan yang terjadi diderita oleh pengguna sepeda motor. Prilaku pengendara dinilai memegang peranan penting di samping faktor-faktor lainnya. Sehingga, diharapkan semua pengendara sepeda motor mentaati aturan lalu lintas untuk meminimalisir kecelakaan di jalan raya. ‘’Bayangkan jika 70 persen kematian akibat kecelakaan sepeda motor bisa kita perbaiki tentu juga angka kecelakaan akan turun secara signifikan,’’ jelasnya. Disebutkan, beberapa faktor yang mempengaruhi interaksi dalam berlalu lintas yakni manusia (pengendara), kendaraan dan sarana prasarana seperti jalan dan lainnya. Kendaraan harus dijamin kelaikannya dengan melakukan pengecekan rutin, ganti oli dan sebagainya. Tetapi yang paling penting dari ketiga faktor tersebut kata Hotma, adalah faktor manusianya atau pengendara. “Kalau tidak ada kesadaran pribadinya untuk tetap disipilin maka berpengaruh juga. Jadi setiap orang yang menggunakan kendaran harus memperhatikan aturan. Cuma yang kita lihat dalam berlalu lintas adalah pengaruh lingkungan yang besar. Kalau ada mayoritas berlalu lintas tidak tertib maka banyak juga yang akan mengikuti. Makanya kita harus mulai dari diri kita sendiri, jangan melihat orang lain,’’ pesannya. Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH yang mewakili Gubernur NTB mengatakan, pentingnya memanifestasikan keselamatan di jalan dengan mentaati aturan yang berlaku. Katanya, suatu bangsa akan dilihat dari bagaimana masyarakatnya mentaati tata tertib berlalu lintas. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infromatika (Dishubkominfo) NTB, Drs. Agung Hartono, M.STr mengatakan, misi yang akan disebarkan melalui pencanangan Pekan Nasional Keselamatan Jalan tersebut dalam rangka menuju NTB yang tertib berlalu lintas. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan kepedulian pengguna jalan terhadap keselamatan di jalan raya adalah dengan sosialisasi tentang keselamatan jalan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020. Fokus utama global adalah pengguna jalan yang rentan, khususnya pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor. (nas/*)

(Suara NTB/cem)

Dari Hal. 1

YUDISIUM - Para mahasiswa foto bersama usai yudisium, kemarin.

Usut Kasus Rumput Laut Dari Hal. 1 Setidaknya ada dua saksi yang akan dipanggil, rekanan pelaksana dan panitia pengadaan barang dan jasa. Gelar perkara itu menurut Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko untuk untuk menentukan selanjutnya, setelah belasan saksi diperiksa. ‘’Gelar perkara ini sebenarnya biasa kami lakukan terhadap semua kasus. Termasuk dalam kasus ini (rumput laut, red), kami berusaha menemukan petunjuk baru yang

bisa ditindaklanjuti,” kata Kapolres kepada Suara NTB. Sementara mengenai progress dari hasil gelar perkara, yakni pemanggilan dua saksi tambahan. ‘’Dua saksi itu, rekanan dan PPBJ (Panitia Pengadaan Barang dan Jasa). Senin (hari ini) kami layangkan panggilan,’’ jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP, Gusti Putu Suarnaya. Namun dua saksi dimaksud tidak disebutkan identitasnya. Dipastikan, saksi itu dari rekanan pelaksana PT. Tanjung Pratama dan panitia.

Sebelumnya ada belasan saksi yang sudah diperiksa. Sepuluh orang diantaranya adalah ketua kelompok nelayan penerima bantuan. Dua saksi penting lainnya yang sudah diperiksa, Kepala BPBD Kota Mataram, Muharrar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Syafrudin Ali. Apakah gelar perkara sudah ditingkatkan ke penyidikan ? ‘’Dari hasil gelar perkara, kami masih membutuhkan keterangan saksi. Maka dari itu, dua saksi dari rekanan dan panitia kami panggil untuk didengar keterangannya,’’ jelasnya. (ars)

Warisan Budaya Bernilai Tinggi, Belum Digarap Optimal Dari Hal. 1 Sebagai identitas adat, kain tenun ini pun turun temurun diwariskan di tiap generasi pembuatnya. Membuat kain tenun ala masyarakat adat Bayan, diakui sangatlah rumit. Butuh waktu hitungan pekan hingga bulan untuk menghasilkan selembar kain tenun. Lamanya produksi dipengaruhi pula oleh proses produksi dan alat produksi yang digunakan. “Di Bayan, kelompok pembuat kain tenun jumlahnya sekitar 30 orang, dan mereka pernah dilatih untuk menenun dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Tetapi karena tidak didukung oleh alat, sehingga proses produksi kembali manual,” ungkap Tokoh Muda Adat Bayan, Raden Sawinggih. Sebagian besar penenun di Bayan, masih terbatas pada produksi maupun pemasaran. Pada kapasitas produksi, waktu yang lama untuk memproduksi selembar kain belum efektif jika dihubungkan dengan bisnis. Demikian pula, kendala pasar masih terbatas pada promosi yang dilakukan saat event, gelar adat dilakukan.

Raden Sawinggih menyatakan, kelompok penenun biasanya memasarkan hasil produksinya di sebuah tempat yang di sebut Petung Bayan. Lokasi tersebut berada persis di depan Masjid Kuno Bayan Beleq. Dari harga jual, kain tenun ini tergolong tidak murah. Untuk harga Rp 50 ribu misalnya, pembeli hanya memperoleh selendang. Sedangkan kain tenun sendiri dihargakan di kisaran Rp 250 ribu per lembar. Pembeli bebas menentukan partai pembelian. Karena kelompok penenun, menerima order pembelian satu set pakaian adat dari kain tenun, selendang dan ikat kepala. Citra kain tenun yang lebih eksklusif dibandingkan dengan batik, membuat harga kain lebih mahal. Berbeda dengan batik, produksi manual kain tenun menghambat produksinya secara massif. Kualitas kain tenun juga terjamin. “Tidak gampang untuk memiliki kain tenun Bayan. Pembelinya harus memesan terlebih dahulu. Penenun biasanya mencocokkan corak maupun kekontrasan warna sesuai keinginan si pemesan,” paparnya. Pembeda kain tenun Bayan

dengan kain tenun tradisional daerah lain, terletak pada coraknya. Tiap corak yang dibuat melambangkan atau merepresentasikan asal gubug atau kampung si pemakai. Sehingga di kelompok komunitas adat, asal si pemakai kain tenun (adat) sudah dapat ditebak lebih dulu menurut kain tenun yang ia gunakan. Namun demikian, kain tenun adat ini dibuat tidak sekadar mempertahankan filosofi itu. Lebih jauh kekontrasan warna juga disesuaikan dengan warna kulit si pemakai. Sebagian besar masyarakat adat Bayan percaya, citra kualitas dan keunikan kain adat Bayan sudah melekat dan dikenal luas. Baik pengunjung domestik maupun mancanagara. Hal ini pun memunculkan optimisme prospek kain tenun Bayan jika dikomersilkan akan memiliki nilai jual tinggi. ‘’Di samping pemakainya adalah masyarakat adat Bayan sendiri, juga diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (pariwisata). Wisata budaya rumah adat Gubug Karang Bajo, ritual di Masjid Kuno, dan obyek wisata alam di Bayan mendukung prospek bisnis itu,’’ kata Sawinggih optimis. (ari)

(Suara NTB/kir)

SALAHI ATURAN - Salah satu atribut kampanye milik salah satu caleg yang berada di pusat Kota Praya, menjadi sorotan Panwaslu Loteng. Banyak atribut ini menyalahi aturan pemasangan dan pembuatan

Atribut Caleg Menjamur

Panwaslu Loteng Ingatkan KPU dan Pemda Praya (Suara NTB) Pascapenetapan Daftar Calon Tetap (DCT) aksi pemasangan atribut kampanye oleh para calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 2014, di Lombok Tengah (Loteng) makin menjamur. Ironisnya, pemasangan atribut kampanye tidak pada tempatnya. Bahkan banyak di antaranya yang tidak sesuai aturan yang berlaku. Untuk itu, pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Loteng sudah mengingatkan KPU Loteng, termasuk Pemkab Loteng sendiri, supaya segera menertibkan atribut-atribut kampanye tersebut. “Kita sudah kirimkan surat ke KPU dan pemerintah. Untuk mengingatkan supaya atributatribut kampanye yang tidak sesuai aturan segera ditertibkan,” ungkap Ketua Panwas Loteng, Zaeroni, S.H., Minggu (8/9). Diakuinya, pihaknya banyak menemukan atribut kampanye yang masih dipasang di jalur protokol, fasilitas pemerintah dan pohon-pohon rindang. Padahal sesuai aturan yang ada, jalur protokol, jalur bebas hambatan, maupun fasilitas pemerintah serta pohon harus bersih dari atribut kampanye, baik itu partai politik maupun caleg itu sendiri.

Selain itu, banyak di antaranya juga menyalahi cara pembuatan. Di mana hampir rata-rata atribut kampanye hanya menonjolkan salah satu caleg. Padahal itu tidak dibenarkan secara aturan. ‘’Sesuai aturan yang boleh melakukan kampanye ialah partai politik. Bukan caleg tertentu saja,” jelasnya. Atas dasar itulah, pihaknya sudah melayangkan surat kepada KPU dan Pemkab Loteng, agar segera menegur caleg atau parpol dan menertibkan atribut kampanyenya sendiri. Jika kemudian tidak diindahkan, maka pemerintah daerah bisa menertibkan secara paksa berdasarkan rekomendasi dari Panwaslu. Pihaknya tidak hanya dengan surat, tapi bertemu dengan pemerintah daerah guna menyikapi persoalan maraknya atribut kampanye tersebut. “Senin besok (hari ini) kita akan langsung bertemu dengan pemerintah daerah. Baru setelah itu akan ditentukan langkah selanjutnya. Karena pada prinsipnya, Panwaslu hanya memberikan rekomendasi. Sedangkan untuk eksekusinya, merupakan kewenangan dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (kir)

Seorang Pembalap dan Penonton Tewas Dari Hal. 1 Namun karena kejadiannya tidak di jalan umum, kasusnya ditangani Sat Reskrim. Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto membenarkan kejadian itu dan hingga saat ini masih dalam penanganan pihaknya. “Benar ada kejadian ini, tapi masih didalami, dengan pemeriksaan saksi saksi. Seperti apa sebenarnya kronologi kejadian, ini masih dicari tahu,” kata Arief dihubungi via ponsel, Minggu petang. Ditanya terkait izin penyelenggaran drag race oleh XT, ia belum tahu karena masih dalam penyelidikan. ‘’Saya belum tahu, besok aja keterangannya,” kata Arief kemudian menutup ponselnya. Sementara itu, informasi dihimpun Suara NTB, peristiwa berlangsung pukul 16.30 Wita. Pembalap Eky berpacu mencapai finish. Tiba-tiba beberapa meter sebelum garis finish, korban Gofal menyeberang. Eky yang terkejut tak bisa mengendalikan kendaraan meski sudah berusaha mengerem. Badan Gofal berbenturan dengan stang sepeda motor yang sedang melaju kencang. Menurut saksi mata Atta, yang juga pembalap, Eky terpental beberapa belas meter, bahkan sempat melayang di udara hingga tubuhnya terjerembab di aspal. “Badan Gofal juga terpental dan sempat melayang kemudian jatuh,” kata Atta. Kedua korban diperkirakan tewas seketika akibat kerasnya benturan. Upaya panitia untuk membawa korban ke rumah sakit, sia sia karena korban sudah meninggal di TKP.

Menjelang petang, korban dipulang kan ke rumah duka. Tanpa Pengamanan Standar Terungkap, kegiatan balap ini belum mengantongi izin sepenuhnya dari Kepolisian. Namun penyelenggaraan balap tetap dilaksanakan. Racing Committee (RC) Drag Race, Agus Sarjono enggan menjawab terkait izin ini. Saat dihubungi via ponsel Minggu petang kemarin, Agus Yoso – sapaannya – hanya membenarkan bahwa ada kejadian kecelakaan di lintasan balap hingga menewaskan pembalap dan seorang penonton. “Memang ada kejadiannya, pembalap nabrak penonton. Tapi saya belum tahu siapa nama korbannya,’’ ujar Agus singkat. IMI Sempat Protes Organisasi otomotif, Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB memastikan penyelenggaraan kegiatan itu belum mengantongi izin. Bahkan Ketua IMI NTB, M. Nurhaedin, S.Sos sempat memprotes panitia kegiatan karena belum mengantongi izin dari Kepolisian. Hanya saja, Nurhaedin juga sempat mempertanyakan adanya anggota polisi yang berjaga di lokasi balap. Hanya saja, meski belum ada izin, pihaknya mengeluarkan rekomendasi teknis terkait kegiatan. “Kami hanya keluarkan rekomendasi teknis terkait balap itu,” ujar Edo – sapaannya. Namun menyangkut kronologi kejadian, juga sikap IMI atas kejadian itu, ia belum bisa berkomentar. “Besok saya memberikan keterangan,” ujarnya singkat. (ars/cem/fan)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

Jangan Percaya Calo HARI ini, Senin (9/9) pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari masyarakat umum dibuka. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya bahwa formasi CPNS dari masyarakat umum untuk NTB tahun 2013 sudah keluar dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB). Sesuai keputusan Kemen PAN RB, NTB memperoleh jatah formasi selain untuk Pemprov NTB juga Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Sumbawa Barat. Rinciannya, formasi untuk pemprov NTB sebanyak 155 formasi dengan rincian 72 persen formasi CPNS untuk tenaga kesehatan dan sisanya 28 persen untuk tenaga teknis. Sementara untuk KLU sebanyak 149 formasi dan KSB sebanyak 115 formasi. Untuk KLU dan KSB, dari jatah formasi yang didapat, 55 persen formasi untuk tenaga guru, 35 persen formasi untuk tenaga kesehatan dan 10 persen formasi untuk tenaga teknis. Pengumuman penerimaan CPNS dan pendaftaran menurut rencana akan dimulai tanggal 9-24 September 2013. Pendaftaran CPNS tahun ini dilakukan secara online dan peserta langsung mendapatkan nomor tes. Selain itu, berkas pendaftaran CPNS juga dikirim melalui PT Pos Indonesia. Pendaftaran CPNS tersebut bersifat nasional. Artinya, semua masyarakat yang memenuhi syarat dan selama formasi yang dibutuhkan tersedia boleh malamar di mana saja selama ada di dalam wilayah NKRI. Bersamaan dengan informasi rencana rekrutmen CPNS, tak dipungkiri penawaran jasa dengan tawaran bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS juga bergentayangan. Dengan biaya Rp 100 juta hingga Rp 150 juta untuk satu kursi CPNS mulai ditawarkan calo. Semua calo yang beraksi mengatasnamakan oknum pejabat bahwa bisa meluluskan CPNS tertentu. Tawaran calo jangan dipercaya. Seperti ditegaskan , Asisten I Tata Praja dan Aparatur Setda NTB, Dr. H.Rosiady H. Sayuti, M.Sc bahwa tidak ada peluang bagi calo untuk bermain dalam rekrutmen CPNS. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh dan tertipu. ‘’Kita minta kepada masyarakat, jangan mudah terpengaruh oleh calo meskipun mengatasnamakan pejabat dan sebagainya. Karena sudah dijamin sistem oleh Kementerian PAN RB bahwa penerimaan CPNS sekarang ini akan sangat-sangat objektif. Seluruh celah untuk adanya titip menitip itu sudah ditutup rapat,’’ pesan Rosiady. Masyarakat yang mau melamar menjadi CPNS , diminta supaya belajar dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, sistem penerimaan CPNS tahun ini berbeda dengan sistem tahun-tahun sebelumnya. (*)

OPINI

Halaman 6

Bersih-bersih Birokrasi Kurang dari sepekan setelah dilantik, Ali Bin Dahlan dan Khairul Wasirin – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur periode 2013-2018 – melakukan perombakan jajaran birokrasi (baca:mutasi). Kebijakan ini tidak mengejutkan banyak pihak karena telah diduga jauh sebelumnya. Pengalaman lokal dan membandingkan dengan beberapa daerah menunjukan gejala serupa, terjadi pergeseran dalam birokrasi di daerah setelah pelaksanaan pemilukada. Sebagaimana tertulis dalam media massa, keinginan melakukan kebijakan mutasi telah disampaikan oleh pasangan terpilih bahkan sehari setelah pelantikan. Besar dugaan kajian untuk melakukan mutasi beserta aparat yang terlibat telah disiapkan jauh hari sebelum pelantikan, dan bukanlah sebuah program yang terburu-buru.

Oleh :

Robyan Bafadal (Peminat Masalah Sosial Politik)

ENGAPA mengambil kebijakan ini? Sebagaimana disampaikan dalam sambutannya, bupati terpilih menyatakan kebijakan mutasi merupakan sebuah upaya pembelajaran dan peremajaan dalam tubuh birokrasi. Hal ini mengingat di Lombok Timur banyaknya jumlah pejabat yang berpangkat tinggi sementara jabatan terbatas sehingga harus terus dilakukan penyegaran sekaligus transfer ilmu dan pengalaman dari pejabat terdahulu. Tanpa penyegaran dan pembelajaran kinerja birokrasi akan stagnan dan tidak berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Kebijakan ini kemudian ditambahkan akan terus dilakukan dengan memperhatikan kinerja aparat birokrasi, bagi yang berprestasi baik akan mendapatkan promosi dan sebaliknya bagi yang berkinerja buruk. Sekilas kebijakan ini tidaklah salah dan wajar adanya. Termasuk dengan membangun logika aparat birokrasi selaku pembantu bupati untuk mewujudkan janji-janjinya pada masa kampanye haruslah benar-benar dipercaya. Tentulah pasangan terpilih akan sulit untuk mewujudkan janji kesejahteraan

yang telah diucapkan pada masa kampanye tanpa ada bantuan dari birokrasi selaku lembaga pelaksana kebijakan. Maka aparat birokrasi harus mampu bekerjasama dengan pasangan terpilih, dan kerjasama itu akan diawali dengan kepercayaan di antaranya. Maka mutasi kemudian mendudukan aparat yang dapat dipercaya pasangan terpilih untuk membantu mewujudkan janji-janji kampanyenya. Apalagi mengingat pasangan terpilih berasal dari calon independen bukan tidak mungkin akan menghadapi perlawanan yang keras dari partai politik yang memilki wakil di parlemen daerah. Maka dukungan aparat birokrasi terpercaya menjadi sebuah kebutuhan utama. Namun demikian syak wasangka tentang mutasi sebagai ‘aksi bersih-bersih’ juga tak dapat dihilangkan. Sudah menjadi rahasia umum bila setelah pemilukada maka yang ditunggu bukanlah program pasangan terpilih tetapi mengenai deretan nama aparat birokrasi yang akan tergeser. Mulai diperbincangkan mengenai siapa saja pejabat yang masih bertahan dan sebaliknya akan tergeser dari posisinya. Pertimbangan yang digunakan dalam perbincangan itu tentu saja kedekatan pribadi dengan pasangan terpilih termasuk jasa dan atau penyimpangan yang dilakukan pada masa tahapan pemilukada lalu. Logika yang dibangun sederhana, aparat yang memiliki banyak jasa pada pasangan terpilih akan mendapatkan promosi sementara yang bersimpang jalan akan tergeser ke jabatan yang lebih rendah. Ini soal persepsi, bukan benar atau salah. Dalam hal ini pernyataan seorang rekan bahwa korban dari pemilukada yang pertama bukanlah masyarakat tetapi jajaran birokrasi benar adanya. Masa pemilukada memunculkan dilema dalam masingmasing pribadi aparat. Meskipun dalam pernyataan resmi aparat pemerintah daerah (baca:Pegawai Negeri Sipil/PNS) diminta netral dan tidak ikut berpolitik praktis namun dalam kenyataannya jauh dari yang diharapkan. Aparat pemerintah suka atau tidak suka kemudian terlibat dalam pemilukada, baik hanya sekadar simpatisan maupun lebih jauh sebagai tim sukses bayangan. Dilemanya apakah memihak pasangan petahana ataukah pasangan penantang yang potensial. Tidak memihak pun akan dianggap memihak.

STASIUN RADIO

STASIUN RADIO

Tentulah pasangan terpilih akan sulit untuk mewujudkan janji kesejahteraan yang telah diucapkan pada masa kampanye tanpa ada bantuan dari birokrasi selaku lembaga pelaksana kebijakan. Maka aparat birokrasi harus mampu bekerjasama dengan pasangan terpilih, dan kerjasama itu akan diawali dengan kepercayaan di antaranya. Fenomena seperti inilah yang kemudian memunculkan wacana untuk mencabut kewenangan kepala daerah dalam pengangkatan pegawai (termasuk mutasi?) dalam Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Politisasi untuk kepentingan peserta pemilu kemudian dipandang telah menghancurkan sistem penjenjangan karier dalam birokrasi. Hasil telaahan menunjukkan setelah pemilukada tidak sedikit aparat birokrasi yang melakukan lompatan luar biasa dalam jenjang kariernya, dan sebaliknya tidak sedikit yang mengalami penurunan yang luar biasa pula. Hal ini dipandang tidak memberikan unsur kepastian dalam penjenjangan karier. Birokrasi dengan segala keunggulannya kemudian telah mengalami politisasi yang luar biasa sehingga tidak jarang mengganggu pemberian pelayanan pada masyarakat. Dalam perjalanannya wacana ini kemudian ditarik kembali setelah mendapatkan protes dari berbagai pihak, tentu saja terutama dari kepala daerah yang merasa kewenangannya makin dipersempit. Dalam perspektif kepala daerah, pencabu-

tan kewenangan tersebut akan menyulitkan dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagaimana cita-cita bersama. Dalam pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan, kepala daerah membutuhkan bantuan birokrasi sebagai pelaksana di lapangan. Tanpa ada kewenangan itu tentu saja pelaksanaan pemerintahan akan berjalan tersendatsendat hingga pada ujungnya kesejahteraan masyarakat yang akan menjadi korban. Bagaimana akhir dari peraturan perundangan tersebut layak untuk ditunggu. Apakah akhirnya parlemen pusat akan menyerahkan kewenangan pembinaan pada sekretaris daerah – sebagai puncak karier birokrasi di daerah – ataukah tetap pada kepala daerah. Toh keduanya juga memiliki nilai politis. Politisasi birokrasi tidak selalu bermakna kaitan birokrasi dalam sistem politik (baca:pemilu/ kada) sebagaimana yang terjadi. Penjegalan aparat yunior yang potensial untukmengamankan posisi pribadi juga merupakan sebuah tindakan politik. Bukankah setiap manusia adalah mahluk yang menginginkan kekuasaan? People is political animal.

Pemkot tolak penghapusan cidomo

Wilayah operasinya yang ditertibkan

*** Potensi laut NTB terancam punah Langkah pelestarian harga mati

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

(Suara NTB/kir)

PESAWAT HAJI - Pesawat jenis Airbus A330 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk mengangkut jemaah caloh haji (JCH) asal NTB, telah siap dan parkir di apron Bandara Internasional Lombok (BIL). Pada musim haji tahun ini, dijadwalkan akan ada 11 jadwal penerbangan langsung dari embarkasi haji BIL ke Bandara Internasional King Abdul Azis, Mekkah dengan menggunakan pesawat sejenis. Adapun pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama NTB dijadwalkan Senin (hari ini).

Potensi Laut NTB Terancam Punah

Ekspor Meningkat NILAI ekspor Provinsi NTB selama bulan Juli 2013 mencapai US$ 58.737.393. Nilai ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan Juni 2013 lalu yang mencapai US$ 1.232.595, yang sebagian besar ditujukan ke Negara Jepang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin dikonfrimasi di Mataram, Sabtu (7/9) menyebut, ekspor meningkat karena pengiriman konsentrat tembaga. Wahyudin menyebut data ekspor bulan Juli sebesar US$ 35.567.986 ke negara Jepang, sementara Korea Selatan senilai US$ 23.058.438 dan tera(Suara NTB/bul) Wahyudin khir paling besar adalah negara Hongkong senilai US$ 73.911. “Sebelumnya, negara ekspor yang ditujukan adalah Cina, Hongkong, Australia, Jerman dan beberapa negara lainnya. Bulan Juli lalu adalah negara Jepang, kemungkinan karena kontrak antara Newmont dengan masing-masing negara,” demikian Wahyudin. Untuk jenis barang yang diekspor, disebutnya pada bulan Juli tahun 2013 ini, ekspor senilai US$ 58.626.424 atau sebesar 99,81 persen berupa konsentrat tembaga, menyusul US$ 88.274 atau 0,15 persen berupa perhiasan/permata. Dan senilai US$ 13.449 atau 1,02 persen berupa produk keramik. Provinsi NTB sebenarnya memiliki komoditi ekspor lain yang tak kalah potensialnya, termasuk lobster, ikan kerapu dan beberapa jenis lainnya. Tetapi komoditi tersebut dari data BPS tak terhitung besar, karena pengirimannya terkadang tak masuk dalam pencatatannya. “Untuk lobster memang ada ekspor, tapi sangat kecil persentasenya. Makanya kami tidak masukkan rinci, yang masuk hanya data yang kami terima dari kantor bea dan cukai,” tambahnya. (bul)

Sembilan Ide Bisnis untuk Anak Muda Sambil Kuliah PEMUDA memiliki potensi yang besar dalam pengembangan dirinya agar berguna bagi dirinya bagi keluarganya, dan lingkungannya. Pemuda Indonesia diharapkan jangan menggantungkan hidupnya dari orangtuanya. Oleha karena itu para pemuda harus kreatif untuk memperoleh penghasilan untuk menopang hidupnya atau biaya kuliahnya. Namun seringkali para pemuda masih gamang, bingung jenis usaha/pekerjaan apa yang bisa digeluti sementara mereka masih disibukkan dengan kuliah. Oleh karena itu, kali ini sudah berusaha googling untuk mencoba mencari alternatif jenis usaha / profesi yang bisa dijalankan oleh para pemuda untuk menghasilkan uang tanpa mengganggu kuliah. Ini dia 9 jenis usaha yang bisa dijalankan oleh anak muda baik saat masih di kampus ataupun sepulang kuliah yang bisa dilakukan sore atau malam hari. 1. Berjualan Pulsa walaupun kelihatan sepele namun sebenarnya bisa menjanjikan, apalagi dengan modal kecil 2. Website Developer Bagi para pemuda yang jago bikin web, pekerjaan in ibisa dilakukan di saat senggang dan insyallah dapat mendatangkan pengasilan yang lumayan. 3. Menjadi Penulis dan Blogger Bagi agan-agan yang suka menulis, apalagi tulisannya enak dibaca, profesi Penulis, ataupun Blogger bisa dicoba, apalagi kalau bisa menulis dalam bahasa Inggrism kesempatannya akan lebih terbuka luas. 4. Fotografer alias Tukang Foto Buat yang hibi motret, hobimu bisa juga diuangkan kalau sudah mulai seperti fotografer professional untuk mendokumentasikan event-event penting atau pernikahan. 5. Menjadi Reseller Yang punya bakat dagang, menjadi reseller produk-produk tertentu seperti pakaian, mainan, atau aksesoris yang bisa dijalani secara online bisa juga dicoba, tinggal pilih suppliernya dan menggunakan strategi pemasaran yang baik. 6. IT Maintenance Yang punya skill IT apalagi memiliki keahlian jaringan komputer dan modal antivirus, bisa mempunyai peluang yang bagus untuk menjadi maintenance support. 7. Buka Outlet Makanan Ringan Makanan ringan seperti kebab, pizza, burger, cemilan atau snack lainnya biasnya digemari kawula muda. Anda bisa menjualnya di sekitar sekolah atau kampus sehingga mudah dipantau. 8. Menggeluti Bisnis kreatif Contohnya membuat mug, pin, kaos dengan merangkai kata-kata unik bisa dilakukan sambil kuliah dan pangsa pasarnya adalah masyarakat/komunitas kampus. 9. Service HP atau laptop Jadi service HP atau laptop pun sepertinya juga pas buat anak muda terutama untuk yang punya keahilan elektronika. Para pelanggan bisa jadi adalah teman-teman sekolah ataupun teman mahasiswa. (berbagai sumber)

Mataram (Suara NTB) Ada tradisi yang masih berkembang di kalangan nelayan, yakni sistem penangkapan ikan menggunakan cara-cara yang tidak diperbolehkan, yakni penggunaan bom ikan dan bahan-bahan kimia lainnya. Hal ini tidak saja akan mengganggu ekosistem laut, tetapi potensi laut terancam punah. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi NTB, L. Kamala, SH. MM pada Suara NTB Minggu (8/9), mengakui masih banyaknya nelayan yang menggunakan alat tangkap bom. Dia mencontohkan, baru-baru ini petugas patroli laut memergoki masih banyaknya nelayan yang masih melegalkan cara-cara tersebut. “Ada nelayan yang ditangkap lagi karena melakukan pengeboman ikan. Kesadaran nelayan yang

masih rendah, akibatnya dapat mengancam semua pihak,” katanya. Pengeboman ikan dilakukan para nelayan lantaran peralatan tangkap yang dimiliki masih tradisional. Sehingga hasil tangkapanpun terkadang tak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mendapatkan hasil laut yang lebih besar, cara ilegal dilaksanakan, tanpa mempertimbangkan akibat yang dimunculkan. Tidak kecil potensi ikan yang

dimiliki daerah ini. Ikan tuna, misalnya yang paling banyak diminati para investor yang beramai-ramai mau berinvestasi di bidang perikanan di daerah ini. Dikhawatirkan jika hal ini akan berlanjut, potensi tersebut akan hilang. “Tidak bisa disalahkan memang, karena mereka terbatas SDM. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan bagi nelayan. Atau dengan memfasilitasi untuk studi banding ke daerahdaerah yang hasil tangkapn-

ya besar dengan peralatan yang dimiliki mereka. Itu yang harus dipelajari,” sebut Kamala. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M. Si dikonfirmasi terkait kondisi ini menyebut, persoalan ini menjadi fenomena yang masih sulit diberantas. Karena menyangkut ketidakpahaman para nelayan. Selain itu, kendala lain yang utama adalah kurangnya pengawasan akibat terbatasnya peralatan dan petugas pengawasan. Untuk itu, hingga saat ini pengawasan laut masih dikoordinasikan dengan petugas pengawas laut. Tetapi, upaya yang dilakukan Pemerin-

tah Daerah terang Aminollah adalah dengan digulirkannya bantuan dana PUM kepada nelayan, pelaksanaan program Pugar dan bahkan dengan memberikan bantuan untuk ternak. Dengan program-program tersebut, diharapkannya akan mampu mengalihkan perhatian nelayan agar tak hanya mengandalkan tangkapan melaut sebagai satu-satunya andalan perekonomian bagi masyarakat pesisir. “Berat memang untuk menyetop mereka melakukan pengeboman. Tetapi dengan upaya program yang diberikan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, kiranya itu bisa ditekan,” demikian menurutnya. (bul)

Jamkrida Belum Leluasa Jamin Pinjaman Warga ke Bank Mataram (Suara NTB) Tujuh dari sepuluh Kabupaten/Kota hingga saat ini belum menyerahkan dana penyertaan modalnya masingmasing sebesar Rp 1 miliar kepada PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB Bersaing. Akibatnya, perusahaan milik daerah ini merasa sulit bergerak dan terbatas memberikan jaminan kredit di perbankan kepada nasabahnya. Direktur PT. Jamkrida, Cerdik Susanto di Mataram, Sabtu (7/9) mengatakan, ketujuh kabupaten tersebut di antaranya Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Bima. Belum disetorkannya dana penyertaan modal dari masing-masing daerah ini menurutnya karena adanya beberapa kendala. Yakni masih banyaknya kabupetan yang belum mengetahui fungsi dan peran Jamkrida sebagai lembaga penjaminan. Selain terbentur belum adanya Peraturan di masingmasing daerah (Perda) yang mengaturnya. “Banyak yang belum tahu apa itu Jamkrida, bapak Bupati minta kita menjelaskan dulu peran dan fungsi Jamkrida. Ada yang sudah ada uangnya tetapi belum disetorkan karena masih harus

dibahas mengenai Perdanya,” terangnya. Untuk itu, pihak Jamkrida menurutnya sedang melakukan road show kepada kabupaten yang meminta dijelaskan fungsi Jamkrida, guna diberikan pemahaman sehingga keberadaan perusahaan daerah ini benar-benar difahami oleh semua pihak. Modal yang dimiliki Jamkrida saat ini sebesar Rp 28 miliar, terakumulasi dari dana penyertaan modal yang diberikan Pemprov NTB sebesar Rp 25 miliar dan Rp 3 milliar dari ketiga Kabupaten/Kota yang sudah memasukkan penyertaan modalnya. “KLU sebenarnya sudah ada dana yang disiapkan, tinggal menunggu Perda saja,” tambahnya. Terbatasnya modal yang dimiliki ini,

Konversi BBM ke Gas

Perlu Sosialisasi Komprehensif Yogyakarta (Suara NTB) Upaya konversi bahan bakar minyak menuju bahan bakar gas di Indonesia masih membutuhkan sosialisasi yang komprehensif di berbagai lapisan masyarakat, kata Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Deendarlianto. “Sesuai penelitian yang kami lakukan baru sekitar 20 persen masyarakat yang tahu dan siap dengan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG),” katanya di Yogyakarta, Jumat. Menurut dia, masyarakat harus mendapatkan pemahaman dan keyakinan terlebih dahulu terkait keamanan dan keuntungan penggunaan energi alternatif tersebut. “Masyarakat tetap harus mendapatkan pengarahan terkait bagaimana penggunaan bahan bakar gas atau “compressed natural gas(CNG)” yang aman. Masih banyak yang berpandangan bahwa penggunaan BBG berbahaya,” katanya. Padahal, menurut dia, justru dengan pemanfaatan BBG sebagai sumber energi transportasi memberikan berbagai keuntungan bagi masyarakat. Selain menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, peran media juga sangat menentukan dalam mensosialisasikan pentingnya konversi itu. Menurut dia, upaya konversi tersebut tidak perlu tergesa-gesa sebab masih membutuhkan persiapan yang matang termasuk terkait pemenuhan infrastruktur pendukungnya. “Tidak perlu tergesa-gesa, masih memerlukan berbagai pematangan termasuk kesiapan infrastruktur dan industri pendukung lainnya,” katanya. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saryono Hadiwidjoyo menyatakan bahwa upaya konversi dari penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas lebih menguntungkan. (ant/bali post)

Jamkrida cukup kewalahan memberikan penjaminan kepada nasabah yang meminta untuk dijaminkan. Akan tetapi dari total modal yang dikelolanya saat ini, sudah sebesar Rp 90 miliar nilai penjaminannya kepada sebanyak 600 nasabah. Masih sangat kecil yang dikelola, untuk itu diharapkannya daerah-daerah

yang belum menyerahkan dana penyertaan modal tersebut agar secepatnya melakukan pembahasan Perdanya. “cepat atau tidaknya Perda ini selesai tergantung cepat atau tidaknya diajukan oleh Eksekutif untuk dibahas di legislatif, kalau lama ya tentu lama dana itu akan disetor,” demikian Cerdik. Cerdik me-

nambahkan sedang menyasar beberapa mitra yang menjadi basis UMKM, di antaranya semua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di sepuluh Kabupaten/Kota, meski masih disasar beberapa di antaranya. Sehingga tidak saja Bank NTB yang yang menjadi mitra satu-satunya. (bul)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

POLHUKAM

Halaman 8

KPU dan PPI Damai

Proses Hukum Jalan Terus Kampanye ”Door to Door” BELUM lama ini telah dikeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Dalam PKPU ini diatur pembatasan pemasangan alat peraga kampanye menggunakan sistem zonasi, dimana akan diatur di setiap desa hanya diperbolehkan memasang satu baliho atau spanduk besar bagi para calon caleg. Calon Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) NTB, Kahrul Zaman, SH.,MH mengatakan dirin(Suara NTB/dok) ya menyambut baik peratuKahrul Zaman ran baru tersebut. Baginya tidak masalah ada pembatasan pemasangan baliho maupun atribut kampanye lainnya. Ia pribadi mengakui lebih banyak melakukan kampanye door to door daripada memasang berbagai atribut kampanye di berbagai tempat. “Door to door bagi saya lebih arif daripada memasang baliho. Pemasangan baliho itu juga butuh biaya yang tidak sedikit. Saya berpikir bagaimana kalau uang itu kita serahkan kepada yang membutuhkan atau untuk pembangunan sarana yang dibutuhkan masyarakat. Itu lebih mulia,” terangnya kepada Suara NTB belum lama ini. Kahrul mengakui dirinya juga melakukan sosialisasi dengan menggunakan atribut kampanye seperti stiker dan lainnya, namun tidak terlalu dominan. Ia memilih untuk sosialisasi dengan turun langsung kepada masyarakat. Itu diyakini lebih meyakinkan masyarakat daripada melakukan pencitraan melalui baliho dan semacamnya. Ia menyatakan saat ini masyarakat sudah cerdas dalam memilih. Tidak hanya melihat sosok calon dari sekadar gambar tapi siapa yang benar-benar turun menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga ia menilai PKPU Nomor 15 ini sangat baik. Semangatnya tidak hanya untuk pemerataan antara caleg yang punya kekuatan finansial lebih dan tidak, tapi dibuat untuk kebaikan bersama. “Baguslah itu. Biar yang pasang (baliho) juga pakai aturan. Saya setuju itu dan tidak ada masalah. Itu diatur untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya. Untuk meraih suara dalam Pemilu Legislatif tahun depan, Kahrul menyatakan sudah mulai turun sosialisasi ke berbagai daerah seperti Dompu, Bima, Sumbawa, Lombok Timur dan Lombok Tengah. Niatnya setelah pulang dari ibadah haji, sosialisasi akan semakin digiatkan. Karena kandidat saingan sebagai calon Anggota DPD RI cukup banyak yaitu 41 orang, ia mengatakan akan membagi daerah yang menjadi fokus sosialisasinya. Ia memilih daerah kelahirannya Kabupaten Dompu dan juga Kabupaten dan Kota Bima sebagai daerah yang ia fokuskan untuk turun sosialisasi secara intensif. “Lebih fokus ke daerah kelahiran saya. Ini kan calonnya banyak, 41 orang. Tapi di Lombok Timur dan Lombok Tengah saya juga sering turun ke desa-desa yang dulu sering saya datangi pada saat masih menjabat di BPMD. Itu saya dekati kembali,” tandasnya. (yan)

(Suara NTB/ars)

BARANG BUKTI - Truk penuh berisi kayu yang di parkir Mapolda NTB, sementara jadi barang bukti sitaan titipan Dishut NTB.

Satu Truk Kayu Diamankan Polhut Mataram (Suara NTB) Aksi pencegahan dugaan penyelundupan kayu dilakukan oleh jajaran Polhut NTB. Sebuah mobil truk berisi 30 kubik kayu berbagai jenis berhasil digagalkan di sekitar Terminal Mandalika, Sabtu (7/9) sore lalu. Karena ada intimidasi, barang bukti kini dititip di Mapolda NTB. Informasi dihimpun Suara NTB, truk nopol P 9948 UW berangkat dari Pulau Sumbawa. Diduga, kayu puluhan kubik kayu itu dari Tambora. Sempat transit di Sumbawa, menyebrang melalui Pelabuhan Tano menuju Kayangan. Tim Polisi Hutan (polhut) yang mendapat informasi pengangkutan kayu diduga bermasalah itu, kemudian membuntuti dari Lombok Timur hingga ke Mataram. Truk yang dikemudikan sopir berinisial S itu kemudian dijegat di SPBU di radius Terminal Mandalika. Truk pengakut kayu milik UD.Rp asal Alas Sumbawa itu kemudian digiring ke kantor Dinas Kehutanan NTB. Setelah melalui pemeriksaan barang bukti, ditemukan dokumen kayu yang di angkut

berupa papan tebal 261 batang. Setelah dihitung, diperkirakan jumlah kayu yang diangkut 30 kubik. Jenis kayu diantaranya, Raju Mas, Monggo dan Katui, ukuran 20 sampai 15 meter. Hanya saja, petugas belum sempat memeriksa barang bukti karena sejumlah orang mendatangi kantor di Jalan Majapahit tersebut. “Demi keamanan, akhirya kami titip ke Polda NTB, sudah ada berita acara penitipannya,” kata Kadishut NTB, Abdul Hakim dihubungi via ponsel, Minggu sore kemarin, membenarkan penangkapan itu. Pihaknya kini sedang memeriksa jenis dan dokumen kayu tersebut. Karena indikasi awal, kayu berasal dari hutan lindung Tambora. Sementara ini, untuk memastikan

status kayu dan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sopir, juga kernet yang berinisial S. Sementara pemilik UD. Rp berinisial Tf juga sempat mendatangi Dinas Kehutanan. “Kami masih mendalami kasus ini. Status mereka belum kita tentukan,” pungkasnya. Sementara pengamatan Suara NTB Minggu pagi kemarin, truk 10 roda itu masih parkir di areal parkir Mapolda NTB. Tidak ada sopir dan kernet, termasuk pemilik kayu bisa ditemui. Menurut petugas piket Polda NTB, Kompol Agung Raka, sopir meninggalkan kendaraan tersebut parkir begitu saja. “Tadi pagi mereka ada. Sekarang kemungkinan sudah pulang,” ujarnya. (ars)

DPR Nilai Wamenkumham Intervensi Kejaksaan Jakarta (Suara NTB) – Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menilai, langkah Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana meminta penangguhan penahanan seorang tersangka adalah contoh nyata tentang tindakan intervensi seorang pejabat tinggi negara terhadap institusi lain. Menurut Bambang, dari aspek mental dan perilaku seorang birokrat, tindakan Denny tidak etis, karena dia dengan penuh kesadaran sengaja menabrak tatakrama birokrasi. “Saya tidak mengerti landasan legal apa yang digunakan Denny untuk meminta penang(ant/bali post) guhan penahanan tersangka Bambang Soesatyo Benny Handoko, pemilik akun twitter @benhan,” kata Bambang di Jakarta, Minggu. Sebab, katanya,wewenangmenahanseorangtersangkakasuspidanaselamaproses penyidikan ada di tangan Kejaksaan. “Kalau Denny melakukan intervensi, Jaksa Agung patut tersinggung,” kata dia. Dalam konteks ini, lanjutnya, tindakan Dennya harus meminta maaf kepada Jaksa Agung karena telah mengacak-acak pekerjaan Jaksa yang menangani kasus Benny Handoko. “Penangguhan penahanan hanya bisa dilakukan oleh jaksa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut,” ujar politisi Golkar itu. Ditambahkannya, karena sibuk mengurus kasus Benny Handoko, Denny tidak fokus mengerjakan tugasnya memperbaiki tata kelola lembaga pemasyarakatan (LP). Bahkan, Denny kecolongan lagi, karena Sabtu (7/9) pekan lalu, terjadi kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-B di Kota Padang Sidempuan, Sumut. Sebelumnya, terjadi pembakaran LP Labuhan Ruku dan LP Tanjung Gusta di Medan, serta pembobolan Rumah Tahanan (Rutan) di Batam oleh para narapidana. Benny Handoko alias @benhan dilaporkan oleh mantan anggota DPR RI, Mukhammad Misbakhun karena melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik. Setelah ditahan, Benny Handoko dibebaskan atas permintaan Denny Indrayana. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Demo berbuntut pengerusakan kantor KPU Kota Mataram oleh massa Partai Pemuda Indonesia (PPI), dikabarkan berujung damai. Laporan KPU ke Polres Mataram atas perusakan yang diduga dilakukan massa PPI tidak akan berlanjut, karena salah satu pihak mencabut laporan. Hanya saja, kepolisian menyebut kasus itu sebagai pidana murni, sehingga proses hukumnya jalan terus. Sebelumnya, aksi anarkis itu berlangsung Kamis 29 Agustus lalu. Simpatisan mempertanyakan lambannya proses PAW atas anggota DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji. Aksi itu berujung pengerusakan laptop dan ruangan sekretariat KPU. Sejumlah staf KPU pun melapor ke Polres Mataram. Sejumlah saksi pun dipanggil polisi, termasuk korlap aksi. Namun ujung-ujungnya kedua pihak berdamai. Hanya saja, menurut Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP I Gusti Putu Suarnaya, perdamaian itu tak lantas menghentikan penyelidikan yang dilakukan pihaknya. “Ini kan kasus pidana murni, jadi proses hukum jalan terus,” kata Suarnaya kepada Suara NTB, Sabtu (7/9) lalu. Memang diakuinya, kedua pihak sempat mendatangi Polres Mataram untuk menyampaikan niat mereka untuk menyelesai-

kan kasus itu secara damai. Baik kubu KPU yang fasilitasnya dirusak dan pihak PPI sebagai pelaku, sepakat tidak ingin melanjutkan kasus itu ke meja hijau. Tapi dari sudut pandang hukum, menurut Suarnaya, perdamaian yang mereka lakukan tidak menghapus perbuatan pidana oleh para pelaku pengerusakan. Saat ini pihaknya sudah terlanjur mengeluarkan surat perintah penyelidikan dan berujung pemanggilan saksi saksi, yang mengarah pada pelaku. Karena itu, pihaknya sebagai penegak hukum, tidak dicampuri dalam urusan perdamaian kedua kubu. “Beri kami kesempatan untuk menindaklanjuti kasus ini dulu dengan penyelidikan. Tapi soal damai itu, ya silahkan saja,” tegasnya. Hal senada disampaikan Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto, perdamaian adalahurusanKPUdanPPI.“Kami tidakikutcampurdiurusanitu(damai, red), tapi proses hukum jalan terus,” timpalnya. Pihaknya tidak ingin terpengaruh, karena bagaimanapunjugapenegakanhukumatas sebuah tindak pidana akan tetap berjalan terus, apapun kesepakatan antara korban dan pelaku. Jangansampaipihaknyadianggapmelegalkan perbuatan pidana dengan tidak memproses hukum, hanya untuk mengikuti keinginan damai pihak yang terlibat. (ars)

PDIP Targetkan Rebut 152 Kursi DPR Jakarta (Suara NTB) – PDI Perjuangan menargetkan perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 sebesar 27,02 persen nasional atau 152 kursi DPR RI, kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat berbicara di depan peserta Rapat Kerja Nasional III PDIP, Minggu. “Berkaitan dengan target pemenangan pemilu legislatif, PDI Perjuangan menargetkan perolehan suara sebesar 27,02 persen atau 152 kursi DPR RI,” kata Puan saat membacakan poin keempat dari 17 butir rekomendasi Rakernas III PDIP, di Econvention Park, Ancol, Jakarta. Dia mengatakan penetapan target tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan berbagai variabel penting seperti hasil perolehan suara partai pada Pemilu 1999, 2004 dan 2009. Selain itu, pertimbangan konsolidasi organisasi partai juga menjadi faktor penentu di samping pemetaan basis politik PDIP dan dinamika politik nasional berkaitan dengan daya saing parpol peserta pemilu. Putri dari Megawati itu juga mengatakan deklarasi calon presiden PDIP akan ditentukan pada saat yang tepat dengan mempertimbangkan hasil Pileg 2014.

Dengan begitu hingga rakernas itu nama Joko Widodo belum bisa dipastikan akan mewakili partai moncong putih itu dalam bursa Pilpres 2014. “Kualifikasi kepemimpinan nasional ke depan dari PDIP selain harus memenuhi aspek ideologis, dia juga harus mencerminkan kemampuan pengelolaan pemerintahan negara sebagaimana digambarkan dalam Pancasila dan UUD 1945,” kata dia. Capres atau cawapres dari PDIP juga harus didukung oleh kemampuan manajemen pemerintahan yang handal serta memiliki agenda transformasi kepemimpinan nasional untuk kedaulatan politik dan ekonomi bangsa, lanjutnya. “Rakernas III partai merupakan momentum politik yang sangat penting guuna mempersiapkan PDIP pada 2014. Kemenangan pada Pileg dan Pilpres 2014 akan menjadi kesempatan emas bagi PDIP untuk meletakkan dasar-dasar penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan periode 20142019,” katanya. “Periode ini merupakan periode transisional untuk kebangkitan Indonesia pada tahun 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka,” ujarnya. (ant/balipost)

Sangat Mungkin Jakarta Putuskan Hasil Pilkada Jatim

(Suara NTB/yan)

SEKRETARIAT - Kondisi bangunan yang ditempati sebagai Sekretariat PPK. Terlihat plafon bangunan rusak cukup parah.

PPK Seteluk Keluhkan Kondisi Sekretariat Taliwang (Suara NTB) PPK Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengeluhkan kondisi sekretariat yang saat ini mereka tempati. Pasalnya kondisi bangunan yang bersebelahan dengan Kantor Camat Seteluk itu cukup parah dimana atap bangunan gentengnya ada yang berjatuhan ditambah sebagian besar plafon di bangunan tersebut dalam kondisi rusak. Dikhawatirkan jika bangunan tersebut tidak segera direnovasi, jika terjadi hujan lebat dapat berdampak pada kerusakan dokumen mereka. Disamping itu juga dapat membahayakan jika tiba-tiba atap bangunan itu runtuh. Petugas PPK Senteluk, Ab-

dur Rahman menyampaikan kepada Suara NTB sebelumnya mereka menempati sebuah bangunan perpustakaan yang tak jauh dari kompleks tersebut. Karena perpustakaan akan difungsikan kembali, maka sekretariat PPK dipindah ke bangunan rusak tersebut. Mereka pun berharap ada perhatian dari pemda terkait hal tersebut. Dengan alasan khawatir akan membahayakan para petugas dan dokumen, mereka berencana akan mencari kos sebagai sekretariat. “Sebentar lagi musim hujan dan kami sangat khawatir dokumen akan terkena dampaknya. Jika ini terus dibiarkan, kami khawatirnya juga nanti akan berdampak pada

logistik Pemilu. Untuk sementara ini kami sepakat untuk mencari sekretariat yang lain,” terangnya, Minggu (7/9). Biaya kos juga rencananya akan dikeluarkan secara urunan oleh para anggota PPK. Selain sebagai Sekretariat PPK Seteluk, bangunan itu juga dijadikan sebagai Sekretariat Panwaslu Seteluk. Sementara itu, Ketua KPUD KSB, Khaeruddin, SE menyampaikan pihaknya mengharapkan pemda KSB tidak lepas tangan atas kondisi ini. Pihaknya pun berencana akan menyampaikan persoalan ini kepada pemda. “Logistik kita bagaimana pengamanannya kalau kondisi sekretariat seperti itu,” ujarnya. (yan)

Surabaya (Suara NTB) – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai sangat mungkin pihak “Jakarta” yang akan memutuskan hasil Pilkada Jatim 2013, karena dirinya juga terbukti menjadi peserta pilkada pada 29 Agustus lalu juga dengan keputusan “Jakarta”. “Kita sudah tebak, hasil (Pilkada Jatim) itu akan ada `penyesuaian` dengan hasil quick count (lembaga survei),” kata Ketua Umum PP Muslimat NU itu setelah meletakkan batu pertama pembangunan Gedung SD Khadijah III di Candi Lempung, Manukan, Surabaya, Minggu. Namun, kata Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU “Khadijah” yang membawahi lembaga pendidikan di Wonokromo,Candilempung,danPandegiling (Surabaya) itu, penetapan KPU Jatim tentang hasil Pilkada Jatim itu sangat mungkin mirip ketika dirinya mendaftar. “Kalau dulu, kami mendaftar di KPU Jatim, tapi keputusannya dari `Jakarta` (DKPP), maka sangat mungkin keputusan hasilnya juga dari `Jakarta`. Hal itu sedangdikajisecaraintensifolehtim hukum kami,��� katanya, didampingi pimpinanMuslimatNUdariprovinsi lain, seperti Banten. Menurut dia, ada divisi hukum dari Tim Khofifah-Herman yang sedang melakukan kajian intensif terkait hasil penetapan KPU itu, bahkan divisi hukum itu sudah melakukan kajian intensif di Surabaya dan di Jakarta. “Nanti, tim hukum itulah yang akan mempublikasikan hasil kajiannya, karena merekalah yang bekerja, sedangkansayatidakharusdikaitkandengan pilkada-pilkada. Tugas saya adalah menyapa masyarakat, bahkan dari sini, saya akan bertemu 3.000-an kader koperasi Muslimat NU,” katanya. Namun, Khofifah enggan mer-

inci materi gugatan, pihak yang digugat, dan lembaga penegak hukum yang akan dilapori. “Tunggu tim hukum ya, mereka masih memiliki waktu 3x24 jam sesuai ketentuan UU yang berlaku,” katanya. Dalam sambutan menjelang peletakan batu pertama SD Khadijah III, Candilempung, Manukan, Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa NU memiliki energi yang luar biasa dan “unlimited” (tanpa batas), baik energi batin maupun energi lahir. “Jadi, energi NU itu tidak akan ada habisnya, meski diganggu siapapun. Tugas saya untuk melakukan penyadaran kepada warga NU agar energi itu bermanfaat bagi masyarakat NU dan masyarakat lainnya,” katanya. Oleh karena itu, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu berjanji akan terus membangun warga NU secara kualitatif, baik melalui lembaga pendidikan, koperasi, majelis taklim, maupun rumah tangga. “Pembangunan kualitas itu juga terukur, misalnya jumlah sekolah milik Muslimat NU itu bertambah atau tidak. Atau, kalau di daerah tertentu ada potensi sumber daya alam, maka harus jelas manfaatnya bagi warga NU dan warga sekitar itu, bukan justru bermanfaat untuk orang luar, sehingga perekonomian meningkat, tapi rakyat tetap miskin,” katanya. Sementara itu, Gedung SD Khadijah III di Candilempung, Manukan, Surabaya yang akan dibangun itu berlantai tiga dengan kapasitas 500-an siswa dan diperkirakan selesai dalam lima tahunan dengan dana Rp14 miliar. Selama ini, ratusan siswa sekolah itu menempati gedung panti asuhan. (ant/bali post)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Tari Kecak Buka Ajang ”Miss World” 2013 Jakarta (Suara NTB) Sebanyak 150 penari kecak membuka ajang Miss World 2013 yang berlangsung di Bali Internasional Convention Center (BICC) Hotel Westin, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Nuansa budaya Indonesia yang kental juga ditunjukkan lewat penampilan para pengisi acara. Lagu-lagu Indonesia seperti “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Nyiur Hijau” yang dibawakan Novita Dewi dan Kamasean, Daniel Christianto. Penyanyi Lea Simanjuntak pun membawakan Janger diiringi musik gamelan Bali. Nuansa Bali turut ditunjukkan oleh para kontestan dari berbagai negara lewat hiasan bunga kamboja yang disematkan di telinga mereka. Tahun ini, Vania Larissa, juara Miss Indonesia 2013, mewakili Indonesia di ajang yang pertama kalinya di Inggris Raya pada tahun 1951. Berbagai kalangan menghadiri pembukaan Miss World 2013, termasuk para artis Indonesia seperti Eko Patrio, Sultan Djorghi, Mischa Chandrawinata, Aura Kasih, dan Arifin Putra. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng menyesalkan ketatnya pengamanan di wilayah pesisir utara Pulau Bali itu pada saat penyelenggaraan kontes kencantikan “Miss World” 2013 di Kabupaten Badung, Bali. “Pengamanan yang ekstraketat ini kesannya menyudutkan pihak tertentu,” kata Ketua MUI Kabupaten Buleleng H Abdurrahman Said LC di Singaraja, Minggu. Ia mengimbau polisi tidak berlebihan dalam mengamankan wilayah Kabupaten Buleleng yang jaraknya relatif jauh dari tempat penyelenggaeraan kontes Miss World di Nusa Dua, Kabupaten Badung. “Sebaiknya pengamanan biasa-biasa saja agar tidak menimbulkan penafsiran berlebihan di tengah masyarakat. Memang niat polisi baik, tapi belum tentu masyarakat memahaminya,” kata Abdurrahman. Hingga Sabtu (7/9) malam pengamanan di kawasan pesisir utara Bali sepanjang 147 kilometer itu diperketat. Dalam sepekan terakhir petugas berjaga sejak pagi hingga malam hari. Kepala Kepolisian Resor Buleleng Ajun Komisaris Besar Beny Arjanto mengaku mendapat perintah dari Polda Bali untuk memperketat pengamanan wilayah. Ia menyebutkan 13 titik rawan di Kabupaten Buleleng yang rawan dijadikan pintu masuk teroris dan pihak-pihak yang berniat menggagalkan kontes ratu dunia itu. “Di 13 titik rawan itu, kami mendirikan posko,” katanya di sela-sela memantau pos zona aman perairan di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt. Sementara itum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bali berencana menggelar aksi di Denpasar. “Kami akan mengirimkan 10-15 orang untuk bergabung dengan HTI Bali di Denpasar,” kata Koordinator HTI Kabupaten Buleleng Yoshi Mardoni di Singaraja. Aksi tersebut atas prakarsa HTI Pusat yang menentang Miss World karena dianggap sebagai ajang mengeksploitasi tubuh perempuan sehingga dapat merendahkan harkat dan martabat kaum Hawa. (ant/bali post)

(ant/balipost)

KECELAKAAN - Petugas kepolisian memeriksa mobil sedan Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan oleh putra bungsu musisi Ahmad Dani, Abdul Qodir Jaelani yang terlibat kecelakaan Wilayah Jakarta Timur, Jakarta, Minggu (8/9).

Kecelakaan, Dul Jalani Operasi Kedua Jakarta (Suara NTB) Abdul Qodir Jaelani (13) atau yang akrab disapa Dul hingga kini masih menjalani operasi yang kedua yakni di bagian tulang panggul. Hal tersebut disampaikan oleh adik kandung Ahmad Dhani, Jerry Marmen di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, Minggu. “Sekarang Dul sedang menjalani operasi kedua, di daerah panggul yang ber-impact pada abdomen,” katanya. Operasi pertama yang dilakukan sejak tadi pagi, menurut Jerry berjalan lancar. Operasi tersebut merupakan operasi di daerah punggung. “Tapi untuk rinciannya, kami juga masih menunggu pihak

medis,” katanya. Hingga kini, kedua orang tua Dul, Ahmad Dhani dan Maia Estianty masih menunggu Dul di ruang tunggu operasi. “Karena hanya mereka berdua yang diperbolehkan masuk,” katanya. Dul sempat tidak sadarkan diri pasca kecelakaan, tetapi sempat sadar setelah menjalani operasi pertama. “Yang kami ketahui Dul sempat tak sadarkan diri, tapi operasinya berjalan lancar,” katanya. Sedangkan teman Dul yang juga ikut berada dalam mobil Lancer naas tersebut, Noval, sedang mendapat perawatan di rumah sakit yang sama. “Orang tuanya juga menemani,” katanya.

Ahmad Dhani dan Maia Estianti akan mengunjungi keluarga korban kecelakaan tersebut. “Rencananya Ahmad Dhani dan Maia akan mengunjungi korban langsung,” kata Jerry Marmen. Namun Jerry belum bisa memastikan kapan Dhani dan Maian akan mengunjungi korban kecelakaan itu karena mereka masih konsentrasi pada perawatan putra mereka yang biasa disapa dengan nama Dul. “Untuk waktu kapannya, saya juga belum tahu, yang jelas Dhani dan Maia ingin mengunjungi keluarga korban,” katanya. Jerry menambahkan, keluarga Ahmad Dhani dan Maia

Pantomim ”Bengkel Mime Theatre” Tari Kecak

Dubes Serbia Kunjungi Rumah Budaya Fadli Zon Padangpanjang (Suara NTB) Duta Besar (Dubes) Serbia Jovan Jovanovic melakukan lawatan ke Rumah Budaya Fadli Zon, Aie Angek Sumatera Barat, membawa misi kebudayaan untuk mempererat hubungan budaya kedua negara. Dubes bersama istri Sanja Jovanovic berada di Rumah Budaya sejak Sabtu hingga Minggu dan mengagumi keelokan Ranah Minang, kata Direktur Rumah Budaya Elvia Desita disampaikannya melalui rilis yang diterima di Padang, Minggu. Ia menjelaskan kedatangan Dubes Serbia untuk Indonesia bersama istri itu dalam rangka kunjungan balasan Pemerintah Serbia ke Indonesia. Tahun lalu budayawan Fadli Zon bersama Sastrawan Taufiq Ismail dan rombongan mengunjungi Serbia yang juga membawa misi seni-budaya Indonesia ke negara itu. “Ini kunjungan pertama Dubes Serbia sebagai balasan kunjungan Budayawan Fadli Zon dan Sastrawan Taufiq Ismail yang datang ke Serbia tahun lalu. Sebelumnya juga pernah berkunjung Dubes Kroasia,” katanya. Dubes Serbia Jovan Jovanovic pada kesempatan itu menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Ranah Minang yang baru pertama kali ia kunjungi. “Saya sudah lama terkesan dengan Sumatera Barat, dan saya merasa sangat dekat dengan melihat kesenian-kesenian dari daerah ini di berbagai event pertunjukan yang telah mendunia,” ujarnya didampingi istri Sanja Jovanovic. Satu fakta yang dilihatnya ada kesamaan alat musik tradisional Minang dengan alat musik tradisional di Serbia. Jika di Minang ada alat musik semisal saluang, bansi dan rabab, di Serbia juga memiliki alat musik yang sama walau nama berbeda. “Alat musik ini mirip sekali dan banyak persamaannya,” ungkap Jovan yang baru 1,5 tahun menjabat sebagai Dubes Serbia untuk Indonesia. Terkait perhatian pemerintah Serbia terhadap perkembangan kesenian tradisional, dikatakan Jovan Jovanovic, negara itu memiliki perhatian tersendiri untuk mempertahankan dan membesarkan seni tradisi. Di Serbia, ada 10 etnis yang masing-masingnya mempunyai aset seni tradisi yang berbeda-beda. Masing-masing etnis ini juga mempunyai Dewan Etnis yang tugasnya membangun komunikasi antara kelompok etnis dengan pemerintah, tambahnya. (ant/bali post)

Soroti Kota dalam Perspektif Keluarga

Mataram (Suara NTB) Selama dua hari, Senin (9/9) dan Selasa (10/9), Bengkel Mime Theatre menggeber dua pentas pantomim sekaligus. Pentas diberi label “potret terakhir” dan “aku malas pulang kerumah” itu, mengangkat tema sosial yang dimulai dari kehidupan domestik (keluarga). Kelompok seni asal Yogyakarta ini akan menampilkan karya yang di sutradarai Ari Dwianto ini, akan dibantu penyelenggaraannya oleh Excelsior Dance Project, Akar Pohon dan Komunitas Pasir Putih. “Kami membantu meng – organize kegiatan ini,” kata direktur Excelsior Dance Project, Gita Kinanthi PA kepada Suara NTB, Sabtu (7/9). Selain dua pentas itu, akan tampil Pantomin tunggal. Pentas akan berlangsung mulai Senin sore, dengan durasi satu jam, mulai Pukul 16.00 Wita. Malam hari, pentas

berikutnya berlanjut mulai Pukul 19.00 Wita. Dalam dua hari itu, ada dua sesi pentas. “Senin sore untuk pentas “potret terakhir”, berlanjut malam “aku malas pulang”,” kata Gita. Keesokan harinya, akan diawali pentas “aku malas pulang kerumah” sore dan malamnya “potret terakhir”. Gita menjelaskan Sinopsis pentas Pantomim “aku malas pulang”, menyoroti kota dalam prespektif domestik (kluarga) yang mengisahkan seorang tokoh buchori, seorang salesmen alat rumah tangga

yang selalu dituntut target hasil kerja baik. “Sampai akhirnya ia (buchori) tidak lagi mengenali anak istrinya dan rumahnya yg telah berubah sejalan dgn perubahan kota,” sebut Gita. Karya ini pernah dipentaskan di Taman Budaya Jateng, Padepokan Bagong Kussudiharjo Yogyakarta. Sementara Potret terakhir dipentaskan di pasar seni ITB. Pagelaran ini akan disaksikan para pegiat seni, budayawan, hingga kalangan pelajar. (ars)

sudah ikut mendampingi hingga proses pemakaman korban kecelakaan yang melibatkan Dul. “Kami sudah bagi enam tim, karena ada enam korban meninggal,” katanya. Jerry juga menyatakan bahwa keluarganya sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. “Komunikasi sudah dilakukan dan tidak ada masalah hingga ke proses pemakamannya,” katanya. Dul sebelumnya tidak mendapat ijin dari orang tuanya, Ahmad Dhani saat akan membawa kendaraan Mitsubishi Lancer B 80 SAL untuk mengantar kekasihnya, Airin ke Bogor. “Dul tidak minta izin mengendari mobil itu,” kata adik

Film ”Diana” Menuai Kritik Pedas London Para kritikus film melontarkan kritik pedas terhadap film tentang mendiang Putri Diana yang berjudul “Diana”, menyebutnya opera sabun murahan yang memalukan. Dalam film yang ditayangkan perdana di London pada Kamis (5/9), aktris Australia, Naomi Watts, berperan sebagai putri yang terjebak dalam sangkar sementara aktor Inggris, Naveen Andrews, menjadi dokter bedah Hasnat Khan, yang memberinya cinta dambaan. Tabloid yang mengikuti lika-liku kehidupan Diana sejak pernikahannya dengan Pangeran Charles tahun 1981 sampai perceraian dan kematiannya dalam kecelakaan mobil di Paris tahun 1997 mengritik film garapan sutradara Jerman, Oliver Hirschbiegel, tersebut. “Sang Ratu Pujaan Hati menjadi seorang yang sangat sedih yang bahkan Bridget Jones pun akan menyeberangi jalan untuk menghindarinya,” tulis David Edwards dalam Mirror. Dia hanya memberikan satu bintang dalam ulasan film yang disebut “murahan” itu. Film itu dibuat berdasarkan buku “Diana: Her Last Love” karya Kate Snell yang diterbitkan tahun 2000, yang menyebut Diana berhubungan dengan Khan dalam dua tahun terakhir kehidupannya. “Diana” fokus pada sketsa kebersamaan mereka di rumah sakit, mobil, flat dan Kensington Palace di sela kampanye publik Diana menentang pertambangan dan wawancara tahun 1995 tentang hubungannya dengan Charles, saat dia mengatakan “kami bertiga

Semangat Perjuangan dari Museum Multatuli Rumah mungil tempat kelahiran Multatuli, 2 Maret 1820 itu kini masih bertahan dalam arsitektur aslinya menjadi museum yang .menyimpan lebih dari 3.000 buku, brosur, foto, poster, kliping dan peralatan pribadinya berupa bola dunia, sofa serta meubel.

Foto dan teks : Nyoman Budhiana

MULTATULI yang berarti “aku sudah banyak menderita”, adalah nama

samaran penulis Belanda, Eduard Douwes Dekker yang juga dikenal dalam sejarah perjuan-

gan Bangsa Indonesia sekitar tahun 1839-1857. Novel Max Havelaar (1860) menjadi karya sastra Belanda paling terkenal di dunia yang menceritakan penderitaan masyarakat Lebak, Banten, Jawa Barat ketika tersiksa oleh penerapan tanam paksa pada era kolonial ketika itu. Novel yang mengecam pe-

merintahan kolonial Belanda itu menginspirasi novelis Eropa lainnya seperti Van Deventer dan Pieter Brooshooft serta tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti R.A Kartini dan presiden pertama Indonesia, Soekarno sebelum memproklamirkan kemerdekaan RI pada tahun 1945. Menurut Kurator, Willem

Van Duijn, Museum Multatuli hingga kini masih bertahan hidup lebih dari 150 tahun semata-mata karena semangat dan dukungan dari “Multatuli Society” yang dibentuk sekitar tahun 1945. Mereka menginginkan museum itu tetap bertahan, independen dan mandiri. Museum Multatuli yang

kandung Ahmad Dhani, Jerry Marmen di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Minggu. Lebih lanjut Jerry mengklaim bahwa Dhani tidak pernah memberikan ijin kepada anaknya yang baru berusia 13 tahun tersebut untuk mengendarai mobil. “Dhani tidak pernah dan belum pernah mengijinkan Dul untuk menyetir mobil,” katanya. Jerry juga menyebutkan bahwa kendaraan yang dibawa oleh Dul merupakan mobil milik Dhani, dan bukan milik Dul pemberian Dhani. “Saya rasa jelas, karena Dul memang belum bisa memiliki mobil. Jadi (mobil) pasti milik Dhani,” katanya. (ant/bali post)

terletak di kawasan Korsjespoortsteeg 20 Amsterdam, Belanda saat ini tidak lagi mendapatkan dukungan dana dari pemerintah setempat, meski demikian, semangat perjuangan Multatuli lewat karya sastranya hingga kini masih tetap dikibarkan dari rumah mungil nan sempit itu. (ant/balipost)

(ant/bali post)

Naomi Watts

dalam pernikahan ini”. Dialog dalam film tersebut, yang meliputi puisi Persia dan bait seperti “Sekarang aku telah dicintai, aku tidak merasa sendiri lagi”, sesuai dengan ulasan satu bintang. “Bahkan ketika bait-bait seperti ini disampaikan oleh Naomi Watts, yang berusaha melakukan yang terbaik dengan naskah yang sangat memalukan, film ini masih mengganggu dan mengerikan,” tulis Kate Muir di koran Times. Hasnat Khan yang sebenarnya pada Agustus mengatakan dia tidak akan pernah menonton film itu dan menyebutnya hanya berdasar hipotesis dan gosip. Kepada Reuters, Watts mengatakan dia mengkhawatirkan respon putra Diana, Pangeran William dan Harry, tentang film itu jika melihatnya. “Jika mereka melakukannya, saya berharap mereka merasa bahwa kami sangat menghargai dan menjaga kenangan tentang dia sebaik mungkin,” katanya kepada Reuters Television. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 9 September 2013

Halaman 10

Trail Menyapa Tambora

400 Peserta Berpartisipasi, Bupati Berhasil Sampai Finish

(Suara NTB/ula)

FOTO BERSAMA - Bupati didampingi istri foto bersama Kapolda NTB dan Kapolres Dompu sebelum start.

(Suara NTB/ula)

LEPAS - Ketua KONI Dompu Yuhasmin, MSi, melepas rombongan Trail Menyapa Tambora dari Lakey.

(Suara NTB/ula)

MAKAN - Bupati Dompu bersama Dandim Dompu makan siang di pos 1 Piong Kecamatan Sanggar.

(Suara NTB/ula)

CUCI MUKA - Bupati bersama Sekretaris Lurah Dorotangga mencuci muka di mata air Piong Kecamatan Sanggar Bima.

Dompu (Suara NTB) Trail Menyapa Tambora (TMT) yang diselenggarakan pecinta motor trail Dompu yang diikuti 400 orang peserta berlangsung sukses. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin yang ikut menjadi peserta berhasil mencapai finish di padang savana Doroncanga daerah lereng Gunung Tambora. Namun Kapolda NTB harus kembali di Manggelewa setelah 1/3 perjalanan ditempuh, karena harus kembali ke Mataram. Event pertama dalam rangka ikut mensukseskan kegiatan Tambora Menyapa Dunia 2015 mendatang ini diikuti pembalap lokal dan luar daerah seperti Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Mataram, Denpasar, Semarang dan Makassar, Sabtu (7/9) pagi diikuti Kapolda NTB, Brigjen Pol, Mochammad Iriawan, SH, MM, MH, bersama jajarannya di Polda NTB, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin, Kapolres Dompu, AKBP Benny Basir Warmansyah, dan Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Hendro Cahyono. Kegiatan yang bertemakan adventure ini mengambil rute Lakey Huu – Mbawi – Simpang Sipon Bara – Tanju Manggelewa – Taropo Kilo dan istirahat di Piong Kecamatan Sanggar Bima sebagai posisi pos 1. Setelah makan siang di pos 1, pesertamelanjutkan petualangannya menuju Tompo – Doro – Doroncanga daerah lereng Gunung Tambora sebagai finish. Pada Sabtu (7/9) malam, panitia melanjutkan dengan pengundian hadiah yang disediakan berupa 1 unit Kawasaki trail, Yamaha Xtraide, dan Honda Revo Absolute serta hadiah hiburan lainnya. Sementara pada Minggu (8/9) pagi, sejumlah peserta khususnya dari luar daerah langsung mendaki Tambora hingga pos 3 dari jalur Doroncanga. Kapolda NTB yang sudah cukup semangat pada saat penyambutan peserta hanya berhasil menempuh jalur dari Lakey ke Manggelewa, karena ada tugas dinas dan harus berada di Mataram siang itu juga dan langsung dijemput menggunakan helikopter milik Polda NTB di GOR Ginte Dompu. Sementara Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin dengan mengenakan Kawasaki yang didatangkan khusus dari Kalimantan Timur berhasil sampai finish. Tetapi ia harus mengganti sepeda motornya di Piong Sanggar karena sepeda motornya mengalami kendala pada rem saat menopang berat badannya yang cukup besar. Kedatangan H Bambang M Yasin ini ditunggutunggu sang istri Hj Eriani di Doroncanga. Bahkan Hj. Eriani terlihat was-was, karena peserta lainnya sudah

(Suara NTB/ula)

(Suara NTB/ula)

BICARA - Bupati Dompu sedang berbicara santai bersama peserta saat istrahat di jalur trabas Piong Bima menuju Hodo Dompu.

NAIK MOTOR - Bupati bersama peserta mengendarai sepeda motor menjelang finish di lereng Gunung Tambora.

(Suara NTB/ula)

SAMBUT - Kapolda NTB Brigjen Pol. M. Iriawan bersama Bupati Dompu Drs. H. Bambang H. M. Yasin saat acara penyambutan peserta.

(Suara NTB/ula)

SAMBUT - Bupati Dompu disambut istri dengan bahagia saat tiba di garis finish.

banyak yang sampai finish. Namun sesekali meyakinkan diri karena sering menggunakan sepeda motor trail ketika meninjau lokasi proyek di kelapa sawit Kalimantan. “Saya kalau ada sepeda motor, mau ikut naik motor. Karena motor seperti ini sudah biasa saya kendarai ketika di Kalimantan,” katanya. Tak berapa lama kemudian, H. Bambang tiba di garis finish. Bupati mengaku cukup menikmati jalur dari Lakey hingga Piong Sanggar. Tetapi jalur Piong hingga finish membuatnya kewalahan. Apalagi ia sudah cukup lama tidak turun menggunakan motor setelah dirinya menjadi Bupati. “Cukup sekali ini saya ikut. Masa pemula seperti saya langsung disuruh menempuh jalur yang cukup panjang dan sulit seperti ini,” terangnya. Tapi pada acara penyambutan, H. Bambang mengungkapkan beberapa potensi alam yang dimiliki Dompu. Dalam hal ini, ia mengharapkan kepada peserta menikmati alam Dompu dan bisa mengabadikan lewat gambar sebagai oleh-oleh. Ketika pada pertemuan berikutnya, ia sangat berharap bisa menandatangani kerjasama untuk pengembangan potensi alam yang ada. Begitu juga dengan Dir Binmas Polda NTB, Kapolres Dompu, AKBP Benny Basir Warmansyah, Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Hendro Cahyono serta peserta lainnya juga berhasil sampai finish. Namun ada juga peserta yang tidak sampai finish, karena sepeda motornya rusak. Ketua KONI Dompu, Yuhasmin, MSi, menjelaskan, TMT merupakan event pertama diselenggarakan dan sebagai pra-event menjelang puncak peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora 2015 mendatang. Tentu ada banyak kekurangan yang harus dibenahi di event-event berikutnya. Diakuinya, rata-rata peserta bisa tembus sampai finish. Namun ada beberapa peserta yang tidak bisa sampai finish, karena beberapa persoalan. Kapolda NTB sendiri tidak bisa sampai finish, karena ada tugas dinas yang membuatnya harus segera berada di Mataram dan ia dijemput helikopter. Ketua Panitia Pelaksana, Nasrun Hanif, SE, MM, pada acara penyambutan mengungkapkan, peserta yang mendaftar mencapai 400 orang yang berasal dari Dompu, Bima, Sumbawa, KSB, Kota Mataram, Denpasar, Semarang dan Makassar. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pemda Dompu, KONI Dompu, BUMN dan BUMD di Dompu serta sumbangan pengusaha dan perorangan lainnya. (ula/*)

(Suara NTB/ula)

MOBIL - Mendaki Tambora dengan mobil hardtop.

(Suara NTB/ula)

FOTO BERSAMA - Foto bersama Kapolda NTB, Bupati Dompu, Wabup Dompu, Anggota Muspida, Ketua KONI Dompu, Ketua panitia dan Ketua IMI Dompu usai acara penyambutan peserta Trabas Trail Menyapa Tambora di Lakey, Jumat (6/9) malam.

(Suara NTB/ula)

(Suara NTB/ula)

SAMBUT - Istri Bupati Dompu bersama pimpinan SKPD saat menyambut peserta.

(Suara NTB/ula)

JUARA - Jihan dengan nomor peserta 100 keluar sebagai peraih hadiah utama sepeda motor Kawasaki trail dari Panitia Trail Menyapa Tambora, Jumat (7/9) malam.

FOTO BERSAMA - Ketua KONI Dompu Yuhasmin, MSi dan Ketua Panitia Nasrun Hanif, MM, foto bersama Panitia Trabas Trail Sapa Tambora pada malam penyambutan peserta, Jumat (6/9) malam.

(Suara NTB/ula)

(Suara NTB/ula)

SERAHKAN HADIAH - Kapolres Dompu menyerahkan hadiah sepeda motor hasil undian.

FOTO BERSAMA - Ketua KONI Dompu Yuhasmin, MSi, foto bersama dengan peraih hadiah undian sepeda motor Yamaha Xraid di lokasi pengundian hadiah Doroncanga lereng Tambora, Sabtu (7/9) malam.


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 9 September 2013

Kejurnas Atletik

NTB Sapu Bersih Medali di 100 Meter Mataram (Suara NTB) Kontingen NTB yang diperkuat 19 atlet yang bertarung di ajang Kejuaraan Nasional Atletik di Stadion Pemuda Rawamangun Jakarta berhasil memberikan kebanggaan bagi daerah. Mereka berhasil mempersembahkan 6 emas 2 perak dan 2 perunggu. Hasil tersebut menempatkan NTB berada di posisi kedua perolehan medali emas terbanyak di bawah Jawa Timur dengan medali 6 emas, 7 perak dan 9 perunggu. Ketua Umum Pengprov PASI NTB Drs. H. Arsyad Gani yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (8/ 9) mengaku bangga dengan prestasi yang diraih atlet-atlet asal NTB. Mereka mampu menunjukkan persaingan dengan daerah lain di Indonesia, khususnya Jawa Timur yang berada di posisi pertama. Sementara peringkat ketiga diraih Jawa Barat dengan 5 emas, 7 perak dan 7 perunggu. Selanjutnya ditempati DKI Jakarta dengan 5 emas 4 perak dan 3 perunggu. “Kita sama-sama mengoleksi enam emas dengan Jawa Timur, haya kalah selisih empat medali perak saja dari Jawa Timur,” ungkap Arsyad yang juga Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia ini. Selain itu, lanjutnya, kontingen NTB juga sukses membuat kejutan di ajang seleksi atlet SEA Games tersebut. Pasalnya ketiga atlet andalan, Iswandi, Safwaturrahman dan Fadlin sukses men-

yapu bersih medali di nomor 100 meter putra. Tiga medali yang diperebutkan di nomor sprint itu diraih tiga atlet NTB, yakni medali emas diraih Iswandi, perak dan perunggu diraih Safwaturrahman dan Fadlin. Hasil perolehan enam emas, 2 perak dan 2 perunggu tersebut membuktikan pelari NTB sebagai raja lintasan, di mana perolehan medali emas NTB di dominasi nomor-nommor lari, khususnya di nomor 100 meter dan 200 meter, pelari putra NTB tak bisa dikalahkan. Buktinya hasil kejurnas baru-baru ini, pelari NTB, Iswandi dan Safwaturrahman mempersembahkan medali emas di nomor 100 meter dan 200 meter putra. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON XVIII di Riau 2012 lalu dua pelari NTB, Iswandi dan Fadlin juga menjadi yang tercepat. Sayang di kejurmas kali ini, Fadlin gagal mempertahankan medali emas yang diraihnya di PON 2012 lalu. (fan)

Bertanding Sampai Mati KEBERHASILAN Fifi Susanti mengikuti pertandingan cabang olahraga (cabor) karate tingkat nasional boleh dibilang baru. Namun atlet kelahiran Seketeng Sumbawa ini tak gentar menghadapi atlet-atlet nasional. Ia siap merebut medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Jakarta 1420 September mendatang. “Target saya emas, dan saya siap bertanding sampai mati,” ucapnya pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (7/9) lalu. Bertanding di level nasinoal tingkat pelajar, bagi Fifi merupakan kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Untuk itu, ia pun berobsesi menorehkan prestasi terbaiknya. Rencananya, di Popnas di Jakarta nanti dia akan ambil bagian di kelas 53 Kilogram (Kg) putri. Kelas tersebut merupakan kelas kumite yang dijuarainya pada Popda NTB Juli lalu. Dia pun telah bekerja keras mempersiapkan semuanya di bawah gemblengan I Wayan Tusta. Baik latihan fisik dan teknik bertarung. (fan) Fifi Susanti

(Suara NTB/ist)

STADION - Salah satu stadion di Tokyo yang siap dipergunakan sebagai salah satu lokasi pertandingan untuk Olimpiade 2020.

Jepang Tuan Rumah Olimpiade 2020 Buenos Aires Kota Tokyo, Jepang, ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas 2020, dengan mengalahkan Istambul dalam pemilihan suara “head-to-head”, Sabtu. Keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyampaikan penjelasan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara pribadi mengenai kondisi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang sudah lumpuh, untuk menghilangkan kekhawatiran terhadapnya. Ibukota Jepang itu memperoleh hak untuk menggelar pesta olahraga akbar dan bergengsi dunia itu untuk kedua kalinya, setelah pernah men-

jadi tuan rumah pada tahun 1964 ketika Olimpiade untuk pertama kali diselenggarakan di Asia. Tokyo berjuang selama dua tahun dengan melakukan lobi-lobi secara intens dan sudah menghabiskan puluhan juta dolar. Bagi Istambul, ini merupakan kali kelima gagal menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas. Sementara Madrid, yang sudah pula berusaha keras untuk menjadi tuan rumah, terelimininasi pada kesempatan pertama dalam suatu pemungutan suara rahasia oleh para anggota IOC saat bersaing ketat hanya dengan Istambul di tempat kedua setelah pemun-

jadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di muka bumi tersebut adalah yang kedua kali setelah 1964. Beberapa stasiun televisi menyiarkan menyiarkan secara langsung proses pengambilan suara pada pukul 05:20 pagi waktu setempat dari Buenos Aires, Argentina. Bahkan stasion NHK sudah memulai siaran hampir tujuh jam sebelum keputusan tersebut diambil. “Seperti mimpi Tokyo akan menjadi tuan rumah Olimpiade. Saya berharap event ini akan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mewujudkan impian mereka,” kata Kosuke Kitajima, juara renang empat kali Olimpiade kepada NHK.

gutan suara awal. Usaha Madrid dalam bidding bagi tuan rumah Olimpiade 2020 tersebut merupakan upaya yang ketiga kalinya secara berturut-turut. Olimpiade musim panas mendatang akan digelar tahun 2016 dengan Rio de Janeiro sebagai tuan rumahnya. Di Tokyo, ribuan warga Jepang yang berjaga sampai malam untuk menyaksikan proses pemilihan tuan rumah Olimpiade langsung berpesta setelah mengetahui Tokyo dipastikan akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Bahkan penyiar televisi yang memandu acara ikut larut dalam emosi dan tidak bisa menahan air mata karena gembira. Bagi Tokyo, men-

Ketika Presiden IOC Jacques Rogge membacakan keputusan hasil pengambilan suara, delegasi Jepang terlihat saling berangkulan gembira dengan tangan mengepal di udara. Suasana menjadi hening saat keputusan IOC tersebut dibacakan dan bahkan pembawa acara televisi dan nara sumber mereka untuk sesaat tidak bisa mengeluarkan kata-kata dan sebagian diantara mereka tampak mengeluarkan air mata. Kebahagiaan itu pun dihubunghubungkan dengan rakyat Jepang yang terkena radiasi nuklir akibat gempa dan badai tsunami yang menghantam Jepang pada Maret 2011 lalu. (ant/bali post)

Nadal dan Djokovic ke Final New York Rafael Nadal dan Novak Djokovic akan bertemu pada final AS Terbuka Senin waktu setempat nanti setelah kedua petenis top dunia itu mencapai babak menentukan kejuaraan tersebut dengan penampilan berlainan pada semifinal hari Sabtu waktu AS. Nadal yang menjadi petenis nomor dua dunia mengalahkan unggulan kedelapan dari Prancis Richard Gasquet untuk kesebelaskalinya dalam 11 pertemuan mereka dengan skor 6-4, 7-6 (7/1), 6-2. Sedangkan Djokovic, petenis no-

mor satu dunia, mengalahkan unggulan kesembilan asal Swiss Stanislas Wawrinka dengan 2-6, 7-6 (7/4), 3-6, 6-3, 6-4. Nadal, juara AS Terbuka 2010, untuk pertama kalinya servisnya dipatahkan pada semifinal, mengakhiri 73 service game sempurna selama turnamen ini atau total 88 jika dihitung dengan semifinal Cincinnati Masters. Dia akan memainkan final ketiganya dalam AS Terbuka melawan Djokovic, yang merupakan juara AS Terbuka 2011. Ini juga merupakan final AS Terbuka keempat kali berturutturut atau total final kelima Nadal. (ant/ bali post)

Novak Djokovic

Rafael Nadal (Suara NTB/ist)

(Suara NTB/fan)

Gagal Lolos ke Piala Dunia, Pelatih Meksiko Dipecat

Menpora Dijadwalkan Buka Porwanas

NTB Tampilkan Atraksi Presean Yogyakarta (Suara NTB) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dijadwalkan membuka ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XI yang digelar pada 12-20 September 2013 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Saya sangat mendukung ajang olahraga ini, dan kebetulan saya yang akan membuka,” kata Menpora Roy Suryo di sela memberikan pengarahan kepada atlet PORWANAS utusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta di Yogyakarta, Minggu. Porwanas 2013 di Banjarmasin akan mempertandingkan sepuluh cabang olahraga (cabor) dengan memperebutkan 120 medali yang terdiri atas medali emas, perak dan perunggu masing-masing sebanyak 40 buah. Pada kesempatan tersebut, Menpora yang merupakan warga Yogyakarta merasa sangat senang dan mendukung keberangkatan kontingen yang akan dikirim PWI Yogyakarta berjumlah 80 atlet. “Untuk keberangkatan teman-te-

man tentu membutuhkan semangat dan dukungan, karena sama-sama berasal dari Yogyakarta, kami harap bisa membawa nama Yogyakarta, mohon dukungannya,” katanya. Menpora juga berpesan kepada atlet untuk berlatih dengan maksimal dan saling kerja sama untuk memberikan semangat agar perolehan juara dan target medali bisa dimaksimalkan dalam Porwanas 2013 itu. “Mudah-mudahan melalui pertemuan ini kami kita bisa saling mensuport hingga pada akhirnya nanti apa yang ditargetkan meski tidak persis namun sesuai harapan,” kata Menpora. Adapun 10 cabor yang dikompetisikan pada Porwanas XI di Banjarmasin meliputi atletik, futsal, catur, bridge, sepak bola, bola voli, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis dan biliar. Ajang olahraga bergengsi bagi para wartawan dan karyawan perusahaan media tersebut setidaknya akan diikuti sekitar 3.000 atlet utusan 33 PWI dari seluruh Indonesia. Sementara Kontingen PWI Cabang NTB akan mengirim 48 atlet dan ofi-

sial bertanding di Porwanas. Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Cabang NTB Izzul Khairi, mengungkapkan, beberapa cabor yang diikuti, adalah cabang atletik, tenis meja, tenis lapangan, futsal, catur dan bulu tangkis. ‘’Ada beberapa cabor yang diunggulkan, yakni tenis meja, catur dan tenis lapangan,’’ terangnya, Minggu (8/9). Menurutnya, atlet dan ofisial akan berangkat tanggal 13 September 2013 dan direncanakan dilepas langsung Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Selain itu, lanjutnya kontingen PWI Cabang NTB saat pembukaan Porwanas akan menampilkan atraksi presean. Tujuannya ingin memperkenalkan kesenian tradisional NTB di ajang nasional dan mampu menarik kunjungan wisatawan berkunjung ke daerah ini. (ham/ant/bali post)

Jose Manuel “Chepo” de la Torre (Suara NTB/ist)

Meksiko City Pelatih Meksiko Jose Manuel “Chepo” de la Torre dipecat pada Sabtu, satu hari setelah kekalahan menyakitkan dari Honduras yang memupuskan harapan lolos kualifikasi Piala Dunia tahun depan. Justino Compean, presiden Federasi Sepak Bola Meksiko, memecat de la Torre dan menggantikannya dengan Luis Fernando Tena, demikian satu pernyataan dalam website federasi. Meksiko terpaksa takluk di menitmenit terakhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia di Azteca Stadium dengan skor 2-1 dari Honduras pada Jumat. Meksiko berada pada posisi keempat klasemen zona CONCACAF, dan otomatis tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia. Sinyal pemecatan De la Torre itu mulai terlihat sejak Meksiko mengalami dua kali kekalahan dari tiga pertandingan di Piala Konfederasi pada Juni dan harus tersingkir di awal kompetisi. Meksiko kemudian juga gagal mempertahankan Piala Emas CONCACAF di AS pada Juli. Meksiko telah memenangi dua kompetisi tersebut, tetapi kemudian ditumbangkan oleh Panama, demikian Reuters. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 9 September 2013

Halaman 12

Warga Renda Blokir Jalan Dompu (Suara NTB) Sekelompok pemuda Renda Kelurahan Simpasai, Kabupaten Dompu kembali melakukan aksi blokir jalan Negara yang menyebabkan arus kendaraan dialihkan ke jalur lain. Sebelum memblokir, warga Renda dikabarkan mendatangi lingkungan Sweta Bali 1 untuk mencari pelaku dan justru dikejar balik oleh warga Bali 1. Kejadian ini membuat sekelompok pemuda Renda memblokir jalan menuntut aparat Kepolisian menangkap pelaku.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB, Minggu (8/9) menyebutkan, aksi blokir jalan kembali dilakukan sekelompok pemuda Renda Simpasai dengan membakar ban bekas di jalan dan menumpukan kayu di tengah jalan berlangsung Minggu sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. Mereka menuntut agar pelaku penganiayaan asal Bali 1 ditangkap untuk diproses secara hukum. Akibat aksi penutupan jalan di depan PDAM Dompu dan di depan Kantor Lurah Sim-

pasai ini membuat arus lalu lintas dari dan ke Bima serta Sumbawa dialihkan ke samping Terminal Ginte. Farhan, korban penganiayaan yang sempat dirawat di RSU Dompu juga langsung dipulangkan ke rumahnya. Namun ia tidak mengenali pelaku. Blokir jalan di depan Kantor PDAM Dompu baru dibuka sekitar pukul 09.00 Wita dan di depan Kantor Kelurahan Simpasai sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu kemarin setelah seorang pemuda asal Bali 1 yang diduga

pelaku diamankan Polres Dompu. Kapolres Dompu, AKBP Benny Basir Warmanyah yang dihubungi terkait hal ini mengatakan, aksi blokir jalan oleh sekelompok pemuda Renda ini dipicu oleh kasus penganiayaan yang diduga dilakukan pemuda asal Bali 1 di permandian Rababaka. Kelompok anak pemuda Renda ini kemudian mencari pelaku dengan mendatangi Swete Bali 1. Mengetahui kedatangan warga Renda ini, warga Bali 1 kembali

DISTRIBUTOR mengejar warga Renda. Namun karena kalah jumlah, warga Renda kembali ke kampungnya dan melakukan aksi blokir jalan. Kasus penganiayaan ini, lanjut Benny, tengah diselidiki pihaknya dengan memeriksa saksi-saksi untuk menemukan pelaku. (ula)

AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRI JUAL SOLAR INDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH,ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

DIJUAL CEPAT TANAH + BANGUNAN (RESTORAN JAPAN) LS 5200M2 NUSA DUA BALI HUB.081938079438

PERSYARATAN: • Usia maksimal 35 tahun • Pengalaman minimal 1 tahun di bagian ketok dan las mobil SEGERA BAWA/KIRIM BERKAS LAMARAN KE Bagian PERSONALIA Lombok Taksi Jl. Koperasi No 102 Mataram Tlp. 087865493799 (cantumkan no telp di berkas lamaran Anda) Paling lambat tanggal 14 September 2013

JUAL BELI MOBIL

C.01.08.13

TRAVEL

RUPA-RUPA

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA

C.05.08.13

C.06.08.13

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU TOKO MAINAN

LAUNDRY

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya : PETS SHOP

BATIK

C.04.08.13

TANAH KAPLING

D.02.08.13

PELATIHAN

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Senin, 9 September 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

LIPUTAN KHUSUS

Halaman 14

Wajah Baru Lotim di Bawah Kepemimpinan Alkhaer

Merajut Sinergi Setelah Pesta Usai Pesta Demokrasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pungkas sudah dengan lahirnya kepemimpinan baru, Bupati H. M. Ali Bin Dachlan dan H. Haerul Warisin. Bagaimana Lotim akan membangun kembali kekompakan dan menatap lembaran baru di bawah kepemimpinan mereka ? DENGAN jumlah penduduk yang mencapai 1,3 juta jiwa atau 2/3 dari jumlah penduduk NTB, Kabupaten Lotim memang menjadi barometer kondisi Provinsi NTB. Dengan jumlah penduduk dan wilayah yang luas, seabrek persoalan juga mengantre di Gumi Selaparang ini. Terlebih, pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu, tidak bisa ditampik masih menyisakan persoalan sosial politik yang harus segera diurai kembali sehingga pelaksanaan pembangunan bisa jauh lebih baik. Tokoh Lotim, TGH. Ishaq Abdul Ghani menyampaikan, mengawali kegiatan pembangunan di era kepemimpinan Bupati baru, masyarakat Lotim haruslah bersatu padu. Pasca pesta demokrasi yang telah usai, menjadi tantangan pemimpin Lotim untuk menyatukannya. “Persatuan dan kesatuan harus dipererat,” kata TGH Ishaq yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lotim kepada Suara NTB. Disadari pada saat pelaksanaan bahkan riak-riak konflik pasca Pilkada digelar terjadi di Lotim. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki Bupati, diyakini masyarakat Lotim bisa bergandengan tangan untuk bersatu padu melakukan pembangunan. Saat Pilkada juga, keberadaan tokohtokoh masyarakat sedikit terkotak-kotak dengan adanya perbedaan pilihan. Para tuan guru pun demikian. Harapannya, untuk bisa mempersatukan umat, cukup dengan mendatangi para tokoh-tokoh tersebut. Diyakini, kerjasama yang baik akan bisa melahirkan sesuatu yang baik. Pembangunan-pembangunan yang sebelumnya telah dilakukan diharap bisa dilanjutkan. Semua perbedaan harus dilebur dan dijadikan sebagai semangat perjuangan bersama dalam membangun. Modal yang telah dimiliki para pemimpin Lotim ini dapat dijadikan dasar untuk terus membangun. Sementara itu, pemerhati politik Robiyan Bafadal mengatakan suasana sosial

politik di Lotim akan terlihat cukup dinamis. Kalangan eksekutif dibawah komando Bupati dan Wakil Bupati Lotim berpotensi dihadapkan pada persoalan perbedaan pandangan dengan jajaran legislatif. Dimana, lahirnya pasangan AlKhaer (Ali Kance Haerul) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lotim dari calon perorangan akan sedikit bersimpangan dengan para politisi di DPRD. “Orang-orang di DPRD sekarang ini kan mayoritas dukung calon lain,” katanya. Agar bisa lebih stabil, duet Bupati Ali BD dengan H. Haerul Warisin ini haruslah bisa merebut simpati kalangan DPRD. Konsekuensi ini harus diambil. Jika eksekutif dan legislatif tidak berjalan seiringan, maka roda pemerintahan jelas tidak akan bisa berjalan dengan baik. “Eksekutif kan tidak akan mampu bekerja dengan baik tanpa dukungan legislatif,” imbuhnya. Dilihat dari kacamata politik, pucuk pimpinan eksekutif dari calon perorangan ini diprediksikan akan dihadapkan pada tantangan dari pihak legislatif. Dikarenakan, tidak adanya ‘’kaki’’ Bupati dan Wakil Bupati secara politis di DPRD. “Ini memang yang menjadi sedikit kelemahan dari calon independen,” ucapnya. Untungnya, saat ini para wakil rakyatnya tengah disibukkan dengan urusan pencalonan menjelang Pemilu 2014. Kegiatan pesta demokrasi yang akan berlangsung 2014 ini sedikit tidak akan menyedot perhatian para wakil rakyat sehingga sedikit mengabaikan urusan politis. “Gangguannya sedikit berkurang,” paparnya. Harapannya, untuk menciptakan situasi pemerintahan yang baik, para wakil rakyat itu memang harus memberikan dukungan penuh terhadap kepala daerah. Pasalnya, tidak bisa dinafikan keberadaan kepala daerah jauh lebih kuat meski kekuatan para wakil rakyat juga tidak bisa diremehkan. Bisa jadi, menjadi kesempatan bagi orang-orang yang akan duduk di DPRD Lotim untuk memberikan dukungan dengan hara-

(Suara NTB/rus)

SINERGI – Bupati Lombok Timur terpilih, H. M. Ali Bin Dachlan memperlihatkan sinergi yang baik dengan Mantan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy saat pelantikan belum lama ini. Momentum ini tentu saja menjadi pemandangan menggembirakan bagi masyarakat Lotim.

pan bisa meraup suara sebanyak-banyaknya tahun 2014 mendatang. “Namanya politik ini kan abu-abu,” demikian tandasnya. Namun, kekhawatiran akan lahirnya konflik eksekutif – legislatif ini tampaknya tidak akan terjadi. Terlebih jika menyimak komentar pimpinan DPRD Kabupaten Lotim terkait pencalonan Alkhaer yang melalui jalur perseorangan. “Itu hanya kendaraan saja yang beda,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lotim, Daeng Paelori, SE usai pelantikan di Gedung DPRD Lotim, belum lama ini. Kendaraan politik apapun yang digunakan tidak akan menjadi persoalan. Selama itu merupakan keputusan rakyat. Bagi Daeng, secara prinsip, Bupati yang maju melalui jalur apapun itu tidak masalah karena tujuannya sama. “Sama sama memperjuangkan kemajuan untuk daerah,” ucapnya. Bupati Lotim, H. M. Ali Bin Dachlan saat diwawancara Suara NTB tampak tidak terlalu mengambil pusing persoalanpersoalan politis saat pesta demokrasi beberapa waktu lalu. Baginya pesta demokrasi sudah berakhir, saatnya berbuat untuk memberikan kebaikan kepada rakyat. Memimpin Lotim dan membangun perekonomian masyarakat Lotim yang jauh lebih baik ke depan. Ia menegaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (4) UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, bahwa DPRD dengan Bupati adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Keputusan yang diambil adalah berdasarkan keputusan bersama. DPRD dan Bupati memiliki tujuan yang sama. Jadi tidak ada kekhawatiran meski akan terjadi perbedaan pendapat. “Keberadaan DPRD ini kan juga penting untuk mengontrol kinerja pemerintah,” demikian. Terlepas dari unsur politik, bagi Ali BD saat ini yang ingin segera dilakukan adalah melaksanakan apa yang menurutnya sempat tertunda. Dimana, tiga indikator Indeks Pembangunan Manusia ( I P M ) , masih menjadi fokus perhatiannya. Menurutnya, dengan pendekatan secara paralel ketiga aspek itu akan didongkrak sehingga melahirkan masyarakat Lotim yang jauh lebih sejahtera. Ekonomi masyarakat tidak saja berbasis pada pertanian. Melainkan juga pada sektor jasa dan keuangan. Karenanya, keberadaan sejumlah perusahaan daerah (PD) di Lotim akan terus dikembangkan. Seperti Perusahaan Daerah Selaparang Finansial (SF) yang bergerak di bidang keuangan. Dermaga Labuhan Haji siap dengan konsep revitalisasi dan meningkatkan peran dan fungsinya sebagai dermaga akan dilakukan. Bagi Ali BD, keberadaan dermaga sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik. Pasalnya, salah satu kunci perekonomian baik adalah lancarnya jalur transportasi. Sarana transportasi barang dan jasa. “Sarana transportasi barang dan jasa ini juga menunjukkan ciri masyarakat yang maju,” katanya. Negara Indonesia adalah negara maritim. Aktivitas ekspor impor negara melalui perairan. Keberadaan Lotim yang berada di satu selat dan satu Samudera sangat strategis jika memiliki pelabuhan.

Tidak saja Lotim yang akan untung, namun imbasnya juga ke daerah lain termasuk Sumbawa. Keberadaan pelabuhan diyakinkan akan bisa memberikan dampak besar bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lotim. Bupati yang mengaku memegang ideologi 100 persen pro rakyat ini memiliki keyakinan, ke depan dengan gaya kepemimpinannya lambat laut masyarakat Lotim jauh akan lebih sejahtera. Anggaran yang dimiliki Kabupaten Lotim sejauh ini akan diintensifkan penggunaannya. Menurutnya, dominasi belanja pegawai dibandingkan belanja publik dalam struktur APBD Lotim adalah sebuah kesalahan besar. Ke depan coba akan dibalik sehingga masyarakat bisa lebih menikmati. Efisiensi dan peningkatan kualitas dan kuantitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan dilakukan. Retribusi dan penarikan pajak Bumi dan bangunan yang dipandang sejauh ini belum maksimal. Sistem yang sempat berubah selama lima tahun

H. M. Ali Bin Dachlan

Fokus pada Pertanian WAKIL Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin, menyampaikan bahwa sebagai orang yang memiliki latar belakang pertanian, katanya ia dipesankan Bupati untuk bisa fokus membantu pengembangan bidang pertanian. Dimana Lotim yang notabenenya didominasi masyarakat petani harus diberikan perhatian penuh. Sektor pertanian, katanya memang menjadi bagian terpenting dalam roda perekonomian masyarakat Lotim. Sektor primer di Lotim ini memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Lotim punya lahan pertanian yang luas ditambah komoditi pertanian yang menjanjikan. Keterbatasan dana, lanjutnya menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan sektor riil ini. Sejauh ini, dukungan pemerintah pusat tidak boleh diabaikan. Bahkan diharap bisa jauh lebih besar dari sisi penganggaran. Menurutnya, cukup banyak anggaran pusat yang bisa digelontorkan untuk daerah. Hanya saja sejauh ini kurang maksimal dilakukan. “Kita harus jemput bola,” tegasnya. Para pembantu bupati di bidang pertanian, harus bisa menarik program kegiatan pengembangan pertanian sebanyak-banyaknya ke daerah. Pasalnya, Lotim terdiri dari

daerah-daerah dengan potensi pertanian yang luar biasa. Disebutnya, lahan kosong di Lotim terbilang masih ribuan hektar jumlahnya. Potensi itu harus bisa dimanfaatkan dengan segera. “Tidak boleh lagi kita dengar ada lahan tidur,” sebutnya. Seperti lahan di Jeringo yang sejauh ini sebagian besar masih berupa lahan tidur harus benar-benar bisa dioptimalisasi agar bisa memberikan kesejahteraan bagi petani. Mengenai komoditi, secara nasional diketahui NTB termasuk Lotim diplot menjadi daerah untuk pengembangan ketahanan pangan dan pariwisata. Di bidang ketahanan pangan inilah, Lotim terus akan mengembangkan komoditi pertanian seperti beras. Para petani ke depan ingin diarahkan tidak saja monoton dalam memilih varietas yang hanya mampu menghasilkan 4 hingga 5 ton saja perhektar lahannya. Petani memerlukan sentuhan teknologi. Antara lain melalui pengendalian hama terpadu dan menggunakan benih-benih varietas hibrida. Produktivitasnya bisa melambung tinggi hingga 10-12 ton/ha. Kembalikan Kejayaan Sembalun Salah satu daerah yang menjadi andalan Lotim dalam bidang pertanian adalah Sembalun. Kejayaan

Sembalun sebagai sentra komoditi hortikultura ini harus dikembalikan. Tidak saja bawang putih yang diketahui dihasilkan dari Sembalun, namun beragam jenis komoditi unggulan yang tidak ditemukan di daerah lain ada di Sembalun. “Kentang atlantik itu bisa tumbuh dan berkembang baik di Sembalun,” katanya. Petani harus bisa dibangkitkan semangat dan motivasinya untuk bercocok tanam. Karena sektor pertanian ini diyakini akan mampu memberikan kesejahteraan. Cara membangkitkan semangat petani tidak bisa melalui ceramah. Para petugas lapangan harus terjun langsung ke petani. Karenanya, Wabup ini menyatakan siap akan menghidupkan sistem “LAKU” yakni akronim dari kata latihan dan kunjungan. Untuk itu, Wabup menilai lima hari kerja yang saat ini berlaku di Lotim harus dievaluasi. Ia pun mengusulkan para PNS ini kembali kerja sistem enam hari. Hitungannya, Senin-Kamis bekerja seperti biasa. Jumat sebagai hari Imtaq dan waktunya menyiapkan laporan dan hari sabtu sendiri waktu penyampaian laporan dan diskusi. Persoalan pasar, diakui kerap menjadi persoalan utama bagi para petani ketika dihadapkan pada persoalan akhir pascapanen ini. Fluktuasi harga yang tidak bisa dipantau. Kadang tinggi, namun lebih sering anjlok. Menurutnya, persoalan pasar itu tergantung pada aspek jenis komoditi yang dipasarkan. Tidak jarang, komoditi-komoditi pertanian ini menjadi penyumbang inflasi. Seperti cabe dan bawang merah. Hal itu terjadi karena memang karena faktor ketersediaannya yang bermasalah. Jika petani mampu menyiapkan secara

katanya akan coba dirubah. Pola pendekatan dan konsep pembangunan yang akan dilakukan akan diperbaiki. “Kita pikirkan yang lebih besar untuk rakyat,” tegasnya. Kegiatan pembangunan sejatinya tidak bisa didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Bahkan, menurut Ali, pemerintah sebenarnya kalah pengalaman jika dibandingkan dengan masyarakat. Seperti dalam program pengentasan kemiskinan. Konsepkonsep pemberdayaan sejatinya harus melibatkan masyarakat, karena masyarakat jauh lebih memahami persoalan. Partisipasi masyarakat harus kuat. Masyarakat tidak bisa dikatakan tidak kuat dan tidak siap. Faktanya, sudah lama kita dengar masyarakat dengan aktivitas gotong royong yang menjadi kearifan lokal turun menurun. Sangat salah kalau masyarakat itu digurui. Karena sejauh ini, masyarakat sebenarnya telah diganggu oleh pemerintah melalui program intervensinya. Sementara masyarakat sendiri tidak pernah mengganggu pemerintah. “Intervensi pemerintah dengan cara-cara yang tidak baik ini akan kita hilangkan,”demikian ujarnya. (rus)

(Suara NTB/rus)

rutin. Maka, persoalan harga tidak akan terjadi. Terbilang cukup banyak pengusaha bidang pertanian yang bisa diajak bermitra dengan petani. Kunci pasar, ada pada sistem jaringan. Jika jaringan yang dibangun kuat, maka diyakinkan roda distribusi pasar komoditi pertanian akan berjalan dengan baik. Dibuatnya PD Agro Selaparang sebenarnya diniatkan untuk bisa menjadi solusi menghadapi persoalan harga di tingkat petani. Saat panen raya melonjak, PD Agro bisa menjadi pembeli untuk menyetok produkproduk pertanian lalu menjualnya dengan harga yang jauh lebih menguntungkan petani. Persoalan dana, sejatinya tidak akan menjadi maslaah. Pasalnya, Lotim memiliki lembaga keuangan yang dirasa akan mampu menjawab persoalan tersebut. “Lembaga keuangan kita kan bisa kita fungsikan secara perlahan-lahanlah, “ imbuhnya. (rus)

(http://worldtourismindonesia.blogspot.com)

SEMBALUN - Sembalun dengan seluruh potensinya, akan dibangkitkan kembali kejayaannya di bawah kepemimpinan Alkhaer.

H. Haerul Warisin (Suara NTB/rus)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

BUMN Didesak Pelopori Penggunaan Uang Rupiah Jakarta (Suara NTB) – Ketua Komisi VI DPR-RI Airlangga Hartarto mendesak seluruh transaksi di dalam negeri, baik perusahaan swasta maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara) agar menggunakan rupiah dan PT Pertamina maupun PGN memeloporinya. “Saya minta Pertamina dan PGN agar mempelopori penggunaan rupiah dalam setiap transksinya, agar rupiah bisa menguat,” kata Airlanga kepada wartawan di Jakarta, Minggu. Menurut Airlangga hal ini dimaksudkan untuk memberikan stimulasi bagi penguatan rupiah yang sudah mencapai angka Rp11.600/dolar AS. Politisi Partai Golkar ini juga meminta BUMN, terutama Pertamina dan PGN agar menjadi pelopor dalam upaya penguatan kembali nilai tukar rupiah. Mereka wajib menggunakan rupiah pada setiap transaksi dalam negeri agar menjadi contoh bagi komponen bangsa yang lain. Menurut Airlangga, penggunaan mata uang rupiah pada semua transaksi di wilayah Indonesia sebenarnya merupakan amanat Undang-undang Mata Uang. Kewajiban penggunaan rupiah dalam setiap transaksi, kata Airlangga, sudah diatur dalam UU No 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Terdapat kewajiban dan ancaman hukuman jika melakukan pelanggaran. Dalam UU No 7 Tahun 2011 pasal 21 dijelaskan rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Karena itu, untuk menguatkan rupiah yang terus melemah harus ada kesadaran dari seluruh masyarakat, terutama pengusaha dan BUMN untuk menggunakan rupiah pada setiap transaksi di dalam negeri,” kata Airlangga kepada wartawan. Karena itu, Airlangga Hartarto mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan yang mengatur bahwa setiap transaksi perdagangan di dalam negeri wajib menggunakan mata uang rupiah, sebab, jika tidak ada aturannya, ia mengkhawatirkan kondisi itu akan semakin membayakan rupiah. “Kalau kondisi rupiah yang terus terpuruk tetap dibiarkan, saya khawatir kita akan menanggung risiko yang lebih besar,” katanya. (ant/bali post)

Presiden Mencoblos dalam Pilkada Kabupaten Bogor Jakarta (Suara NTB) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pencoblosan pemilihan kepala daerah Kabupaten Bogor di TPS 06 Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Minggu untuk memilih bupati dan wakil bupati masa bakti 2013-2018. Presiden datang bersama Ibu Ani Yudhoyono sekitar pukul 10.15 WIB ke TPS yang terletak di Cikeas Mansion. Presiden mencoblos usai melakukan lawatan ke luar negeri. Selain Presiden dan Ibu Ani, putra kedua Presiden, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas bersama istri Siti Rubi Aliya Rajasa juga ikut mencoblos di TPS yang sama. Kabupaten Bogor melakukan pemilihan kepala daerah pada Minggu. Pada Pilkada Kabupaten Bogor, Komisi Pemilihan Umum setempat telah menetapkan empat pasangan calon untuk memperebutkan kursi bupati-wakil bupati masa bakti 2013-2018. Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati sesuai dengan nomor urut, yakni nomor 1 pasangan Gunawan Hasan-Muhammad Akri Falaq (jalur perseorangan/independen), disusul pasangan nomor urut 2 pasangan Alex Sandi Ridwan-Husen Habab Hengky Tornado (jalur perseorangan/ independen). Kemudian, dua pasangan lainnya diusung partai politik, yakni pasangan nomor 3 adalah bupati petahana (incumbent) Rachmat Yasin-Nurhayanti (PPP, Hanura, PKS, PAN, Gerindra, Golkar, PKPI, Demokrat, PKB). Sedangkan pasangan nomor 4 adalah wakil bupati petahana Karyawan Faturachman-Adrian Aria Kusuma yang diusung PDIP. Untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi di daerah itu, sekitar 2.300 personel gabungan kepolisian, TNI, dan unsur masyarakat dilibatkan. (ant/bali post)

Polisi Telusuri Teror Bom Molotov di Makassar Makassar (Suara NTB) – Aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dan pengembangan pelaku teror bom molotov yang ditujukan kepada pengusaha dan tokoh Tionghoa asal Makassar, Anton Obey, di rumahnya Jalan Khairil Anwar, Kecamatan Ujungpandang, Makassar. “Kasus ini akan dikembangkan dan ini sangat mengganggu stabilitas keamanan di Makassar menjelang Pilkada Wali Kota Makassar,” kata Kapolda (ant/bali post) Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Burhanuddin Andi Andi kepada jurnalis di Makassar, Sabtu. Menurut dia, aksi teror yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan itu harus segera disingkap, dan pelakunya mesti ditangkap. Hal itu terkait dengan berjalannya pesta demokrasi di Makassar dalam hal Pilwali 18 September 2013. “Motifnya belum diketahui, dan maksudnya apa. Jajaran kepolisian masih melakukan pengembangan dan menyelidiki siapa dalang dan pelaku pelemparan bom molotov itu,” katanya. Saat ditanyai terkait dengan dilepaskannya ketua geng motor ‘Mappakoe‘ bernama Nur Ansyari alias Ari Katombo (17), terdakwa kasus pelemparan bom molotov di gereja pada 10 dan 14 Februari 2013 lalu, pihak kepolisian tetap akan melakukan upaya hukum lainnya. “Masih akan dilakukan upaya hukum lainnya,” kata pria berpangkat dua bintang ini Ari Katombo dibebaskan hakim Pengadilan Negeri Makassar karena belum cukup bukti. Sementara Kejaksaan Negeri Makassar akhirnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) untuk melanjutkan proses hukum. Sebelumnya, teror bom molotov kembali terjadi dengan sasaran rumah milik pengusaha dan tokoh Tionghoa, Anton Obey, di Jalan Khairil Anwar, Kecamatan Ujungpandang. Rumah pengusaha ini dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada pada Senin (2/9) dini hari. Tidak hanya rumah Anton, dua rumah lainnya yakni milik H Abd Rahman Leo serta Cipto di Komplek IDI Jalan Dr Leimena juga menjadi sasaran pelemparan. Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi di waktu yang hampir bersamaan. Hal itu menjadi perhatian warga sekitar. Diketahui dinding rumah H Abd Rahman Leo sampai terbakar sementara botol pecahan bom berserakan di dalam rumah Cipto. Pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin Makassar, Aspiannor Masrie, sebelumnya mengatakan, ada dugaan pihak kandidat tertentu mencoba merusak dan menempuh politik hitam dengan rekayasa isu terorisme. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan tidak secara resmi menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju menjadi calon presiden Pemilu Presiden 2014 dari partai berlambang kepala banteng tersebut. Hasil sidang dan diskusi yang diadakan di Ancol, Jakarta, 6—8 Agustus dibacakan pada Minggu itu menghasilkan 17 poin kesepakatan dan tidak satu pun butir rakernas menginstruksikan Jokowi sebagai capres ataupun cawapres.

“Rakernas merekomendasikan Ketua Umum PDIP agar pasangan capres-cawapres disampaikan di saat tepat sesuai kondisi perpolitikan nasional,” kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat membacakan risalah hasil rakernas.

“Jawaban atas pentingnya regenerasi, rakernas memberikan dukungan kepada Ketua Umum PDIP Megawati dalam melaksanakan kaderisasi kepemimpinan dalam empat dimensi,” kata dia. Empat dimensi kepemi-

Pemakai Narkoba Jangan Langsung Dipenjara

Hatta Ali (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali mengatakan sebesar 60 persen isi lembaga pemasyarakatan adalah tahanan narkotika dan psikotropika, karena itu BNN dan Kemenkuham menitipkan pesan kepada MA untuk tidak langsung menjebloskan para tersangka narkoba

yang tertangkap tangan ke dalam penjara. “Bisa saja mereka hanya pemakai yang akan lebih baik di masukkan kedalam panti rehabilitasi untuk dibina,” kata Hatta Ali, dalam siaran persnya yang dilansir website MA, Sabtu. Penyampaian pesan ini dilakukan Hatta Ali saat acara

pembinaan pada empat lingkungan peradilan sewilayah provinsi Aceh di Sabang pada Kamis (4/9). Penyampaian Hatta Ali ini terkait tindak lanjut pertemuan antara Ketua MA, Menteri Hukum dan HAM, Kepala Kejaksaan Agung RI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Mahkumjakpol) beserta Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) pada 24 Juli 2013 lalu. Pertemuan tersebut untuk mengambil langkah-langkah startegis mengurangi dampak dari “over capasity” (kelebihan penghuni) yang terjadi di Lapas atau Rutan yang ada di seluruh Indonesia. Warga Bina Pemasyarakatan yang ada di Lapas dan Rumah Tahanan Negara sekitar 60 persen adalah para pemakai, pecandu dan penyalahgunaan Narkotika. Dampak yang terjadi ketika over capasity adalah kerawanan yang timbul di Lembaga Pemasyarakatan atau Rutan, seperti Kerusuhan, perkelahian, penyalahgunaan narkoba dan juga peningkatan jumlah penghidap HIV dan AIDS sehingga masalah tersebut harus diperkecil agar pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan dapat berjalan dengan optimal. (ant/bali post)

Yusril Minta Kader PBB Abaikan Hasil Survai Pangkalanbaru (Suara NTB) – Ketua Dewan Syuro DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra meminta kader dan pengurus partainya mengabaikan hasil survei elektabilitas calon presiden 2014 sebab selain dapat berubah, juga tidak merepresentasikan pilihan masyarakat secara nyata. “Hasil dari beberapa lembaga survei nasional bukan tolak ukur elektabilitas calon presiden RI pada Pemilu 2014 dan kepastian pemenang pemilihan presiden (pilpres) karena dalam beberapa kasus pilkada di negara ini terbukti salah prediksi,” kata Yusril di Pangkalanbaru, Sabtu. Ia menjelaskan, hasil survei elektabilitas calon presiden 2014 merupakan bagian dari pembangunan opini publik dan kemungkinan ada kelompok kepentingan yang ingin mengangkat dan atau menjatuhkan pribadi tokoh tertentu menjelang pelaksanaan Pilpres 2014. “Masyarakat harus lebih jeli dalam melihat siapa yang menjadi sponsor pelaksanaan survei tersebut. Jjangan sampai terperdaya oleh segolongan orang yang memiliki kepentingan politik khususnya menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden mendatang,” ujar Yusril. Ia pun berpendapat, survei calon presiden 2014 bukan merupakan representasi pilihan masyarakat karena setidaknya masih ada sekitar 30 hingga 40 persen yang tidak memberikan jawaban pertanyaan tersebut karena belum menentukan pilihannya. “Kami melihat kelompok kepentingan mulai melakukan

mpinan itu adalah alih generasi abad XXI, penuntasan agenda reformasi, paradigma untuk perjuangan rakyat berdasarkan perjuangan Trisakti dan kepemimpinan untuk kebangkitan nasional. Hasil rakernas tersebut memang sejak awal bukan ditujukan untuk menentukan capres dan cawapres. Sebelumnya, Puan mengatakan bahwa rakernas tersebut memang difokuskan untuk

pembahasan pemenangan partai menghadapi Pemilu Legislatif 2014 bukan untuk menentukan capres. Sementara itu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan partainya tidak akan tergesa-gesa mengumumkan capresnya. Alasannya, jika diumumkan sekarang bisa saja lawan politik bisa berancang-ancang untuk menjegal capres dari partai banteng moncong putih tersebut. (ant/bali post)

JCH NTB Kloter Pertama Mulai Masuk Asrama Mataram (Suara NTB) – Jamaah calon haji asal Nusa Tenggara Barat mulai masuk asrama haji, di Mataram, guna memantapkan kesiapan keberangkatan menuju Tanah Suci, yang dijadwalkan mulai 9 September 2013. “Sejak kemarin jamaah calon haji NTB kloter pertama masuk asrama haji dan akan diberangkatkan pada Senin (9/ 9) pukul 17.00 Wita,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB H Usman, ketika dihubungi di Mataram, Minggu. Ia mengatakan, para jamaah akan berdatangan ke asrama haji secara bertahap sehari sebelum jadwal keberangkatan, guna memantapkan berbagai kesiapan. Dari Asrama Haji NTB di Mataram, mereka diangkut menggunakan bus khusus langsung ke pintu pesawat yang parkir di apron Bandara Internasional Lombok (BIL), atau tidak melewati jalur penumpang umum di bandara Lombok. Segala urusaan jamaah calon haji NTB seperti pengecekan administrasi, paspor, dan pemeriksaan kesehatan, telah dibereskan di Asrama Haji NTB, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari bandara. Musim haji tahun ini merupakan momentum kedua pemberangkatan calon haji asal NTB ke Tanah Suci Mekkah, langsung dari Bandara Lombok, tanpa harus melalui embarkasi haji Juanda, di Surabaya, Jawa Timur, karena NTB sudah menggunakan embarkasi dan debarkasi di Lombok, mulai musim haji 2012. Namun, pesawat pengangkut jamaah NTB masih harus singgah di Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, guna mengisi bahan bakar, sebelum bertolak ke Bandara Internasion-

al King Abdul Azis Jeddah. Menurut rencana Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, akan melepas keberangkatan kloter pertama jamaah calon haji NTB dari Bandara Internasional Lombok. “Insya Allah, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Jamaah calon haji NTB terbagi dalam 12 kloter dan mulai diberangkatkan 35 hari sebelum Idul Adha 1434 Hijriah,” ujarnya. Ia menyebut rombongan calon haji asal NTB sebanyak 3.599 orang, ditambah 11 orang petugas haji TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), 11 orang TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), dan 33 orang TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga totalnya mencapai 3.654 orang. Kloter pertama sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, yang dijadwalkan berangkat 9 September 2013 pukul 17.00 Wita, dan kembali ke Lombok pada 21 Oktober pukul 17.35 Wita. Kloter kedua sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, dijadwalkan berangkat 10 September 2013 pukul 22.00 Wita, dan kembali ke Lombok pada 23 Oktober pukul 02.30 Wita. Kloter ketiga hingga kloter 11 akan diberangkatkan masingmasing sebanyak 325 jamaah berturut-turut mulai 12 September hingga 24 September. Sedangkan sebanyak 79 jamaah asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, Kota Mataram, dan Kabupaten Sumbawa, yang tergabung dalam kloter 12, akan bergabung dengan kloter dari embarkasi haji daerah lain. Keberangkatannya disesuaikan dengan kloter tempat bergabung, diperkirakan akhir Oktober.jamaah kloter ke-12. (ant/bali post)

MA Tolak Kasasi KPPU Terkait Proyek Konversi Minyak Tanah

Yusril Ihza Mahendra penggiringan opini dan pilihan masyarakat terhadap calon presiden 2014 melalui hasil survei dan peningkatan intensitas periklanan media massa khususnya televisi,” kata Yusril. Oleh karena itu, kata Yusril, dirinya meminta kepada semua pengurus, kader dan pendukung PBB pada Pemilu 2014 mengabaikan hasil suvei elektabilitas calon presiden, dan sebaiknya tetap berfokus pembangunan jaringan. “Kami berharap pengurus dan kader PBB di daerah terus berupaya meningkatkan pembangunan jaringan politik hingga ke lapisan masyarakat terbawah dalam mempersiapkan dan mematangkan diri menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014,” katanya. Ia berharap PBB kelak mencapai ambang batas

(ant/bali post)

parlemen sebagai syarat mencalonkan presiden. Menurut dia, pada Pilpres 2014, masyarakat akan memilih calon presiden yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan mendasar negara sesuai dengan pandangan masing-masing. “Pandangan masyarakat terhadap masalah mendasar negara ini berbeda-beda. Ada yang beranggapan masalah kemiskinan menjadi yang utama, ada juga masalah penegakan hukum, masalah kesejahteraan masyarakat dan lain-lain,” ujarnya. Oleh karena itu, masyarakat akan lebih memilih pemimpin yang memiliki kapabilitas penyelesaian masalah mendasar negara Indonesia. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait proyek konversi minyak tanah menjadi gas elpiji di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2009. “Menolak permohonan kasasi dari KPPU,” demikian bunyi amar putusan kasasi yang dilansir di website MA, Sabtu. Putusan kasasi ini telah diketok pada 25 Februari 2013 oleh majelis kasasi yang terdiri Hakim Agung DR Mohammad Saleh SH MH sebagai ketua didampingi Hakim Agung Dr Nurul Elmiyah SH MH dan Hakim Agung Syamsul Ma’arif SH LLM PhD sebagai anggota. Dalam pertimbangannya, majelis menyatakan keberatan-keberatan dari Pemohon Kasasi tidak dapat di benarkan karena Judex Facti/Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah tepat dan benar serta tidak salah menerapkan hukum dengan pertimbangan. Majelis juga menyatakan bahwa benar salah satu unsur persekongkolan tender adalah

adanya kerja sama diantara peserta tender satu dengan peserta tender yang lain dan/atau dengan pihak lain untuk mengatur agar salah satu peserta tender tersebut keluar sebagai pemenang tender. “Sesuai dengan hasil pemeriksaan di depan persidangan tidak terungkap adanya bukti yang cukup yang menunjukkan adanya komunikasi/interaksi antara pemenang tender dengan Panitia Tender (Terlapor VI) dan/ atau antara pemenang tender dengan peserta tender lainnya sehingga kesalahan Panitia Tender (Terlapor VI) dalam perkara a quo, serta kemiripan dokumen tender dalam perkara a quo tidaklah cukup kuat untuk menunjukkan adanya persekongkolan tender sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 22 Undang-Undang No 5 Tahun 1999,” jelas majelis. Seperti diketahui, KPPU sebelumnya telah menyatakan telah terjadi persekongkolan antara panitia dan peserta tender dalam proyek konversi energi tahun 2009 dan menghukum sembilan perusahaan peserta tender dan panitia melakukan tindakan “post bidding” pada semua paket pekerjaan. (ant/bali post)


SUARA NTB Senin, 9 September 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Empat Tewas dalam Serangan di Utara Baghdad Baghdad Serangan-serangan di utara Baghdad, termasuk bom bunuh diri di satu gedung pemerintah dan ledakan dari mayat jebakan, menewaskan empat orang Sabtu, bagian dari gelombang selama beberapa bulan dalam kekerasan. Kerusuhan itu telah menewaskan lebih dari 3.900 orang selama tahun ini, dan memicu kekhawatiran Irak tergelincir kembali ke dalam perang sektarian habis-habisan yang melanda negara itu pada tahun 2006 dan 2007 yang menyebabkan puluhan ribu orang tewas. Penembakan dan pemboman menjebak kota utama utara Mosul, serta Baquba, Taji dan Tuz Khurmatu, semua di utara ibu kota, meninggalkan empat orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka secara keseluruhan, menurut pejabat keamanan dan medis. Di Taji, seorang pembom bunuh diri mencoba memasuki kantor wali kota kota tetapi meledakkan dirinya di gerbang ke gedung ketika polisi melepaskan tembakan pada dirinya. Ledakan itu menewaskan seorang polisi dan melukai empat orang lainnya. Di Mosul, sementara itu, seorang mayor polisi tewas ketika pasukan keamanan mendekati mayat yang telah dipasangi jebakan dengan bahan peledak. Di Tuz Khurmatu dan Baquba, pria bersenjata membunuh seorang pejabat kementerian keuangan dan kepala distrik masing-masing. Kekerasan meningkat di Irak sejak awal tahun, dan sekarang di level tertinggi sejak 2008. Pihak berwenang telah merespon dengan operasi keamanan luas menargetkan gerilyawan, namun para diplomat dan pengulas mengatakan itu tidak mengatasi akar penyebab kekerasan., demikian AFP. (ant/Bali Post)

Menkes Iran Kecam Sanksi Perobatan oleh Barat Teheran Menteri Kesehatan, Perobatan dan Pendidikan Kedokteran Iran Hassan Hashemi pada Sabtu mengecam pemerintah Amerika Serikat dan Barat untuk sanksi terhadap obat-obatan Iran. Dia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan tamu Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Ala Alwan. Dia mengatakan, bahwa Sekjen PBB harus mengambil langkah-langkah praktis untuk menghapus sanksisanksi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan itu. Menteri Kesehatan mengatakan bahwa Sekjen PBB diharapkan untuk membuat pengaturan transaksi oleh setidaknya salah satu bank, sehingga Iran akan mampu mendapatkan obat-obatan yang diperlukan dan peralatan medis melalui bank. Dia mengatakan bahwa pemerintah Barat menyatakan kebohongan dengan mengklaim bahwa mereka belum menjatuhkan sanksi terhadap obat-obatan dan perlengkapan medis terhadap Iran, namun, sanksi pada Bank Sentral Iran telah memblokir transaksi pada pasokan medis yang akan dilakukan oleh sistem perbankan. Hashemi mendesak WHO untuk membentuk pusat kerja sama kesehatan pedesaan dan perkotaan di Iran, mengingat pengalaman sukses di lapangan. Alwan akan bertemu dengan wakil presiden pertama, menteri koperasi, kesejahteraan tenaga kerja dan sosial, kepala Dewan Kota Teheran dan wakil wali kota selama tinggal dua hari di Teheran., demikian OANA. (ant/Bali Post)

(Suara NTB/ist)

KAPAL RUSIA – Kapal mata-mata Rusia, Priazovye, dikirim untuk sebuah misi untuk mengumpulkan informasi di wilayah konflik, Suriah.

Ratusan Warga Amerika Tolak Ide Menyerang Suriah Washington Dengan melambaikan tanda-tanda dan plakat-plakat, sekitar 200 pengunjuk rasa berkumpul di Gedung Putih, Sabtu, sebelum berbaris ke Capitol Hill, dalam unjuk rasa menentang kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Suriah. Unjuk rasa siang itu adalah salah satu dari rangkaian demonstrasi di beberapa kota yang rencananya bakal digelar di seluruh Amerika. Aksi penentangan yang lebih besar di Washington juga kabarnya akan terjadi pada Senin mendatang. “Pejabat-pejabat Kongres sedang dibanjiri telepon, fax, dan email,” kata Sarah Sloan, dari Koalisi ANSWER - kelompok yang mengorganisir protes - dalam satu pernyataan sebelum demonstrasi. “Para pejabat Kongres melaporkan bahwa dengan selisih 100:1, orang-orang mengatakan para wakil terpilih dari distrik mereka harus memilih resolusi tidak ada

perang,” tambahnya. “Karena perpecahan jauh di dalam pendirian politik, apakah orang-orang itu dapat membuat perbedaan besar,” katanya. Protes-protes itu diadakan ketika bangsa Amerika terbelah dalam hal ide Presiden Barack Obama untuk melancarkan serangan militer yang menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad atas tuduhan penggunaan senjata kimia. Sementara itu, Rusia mengirim kapal pendarat besar Nikolai Filchenkov menuju pantai Suriah, demikian kata kantor berita Interfax mengutip satu sumber angkatan laut, Jumat. “Kapal tersebut akan ber-

labuh di Novorossiysk untuk mengambil kargo khusus di kapal dan menuju ke daerah yang ditunjuk dinas militer di Mediterania timur,” kata Interfax mengutip sumber angkatan laut yang tak disebut namanya. Sumber tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kargo. Rusia, sekutu internasional utama Damaskus dalam perang saudara Suriah, merotasi kapal-kapal angkatan lautnya di Mediterania dan mengatakan kehadirannya untuk menjamin keamanan. Beberapa hari lalu Rusia mengirimkan satu kapal mata-mata ke perairan timur Mediterania di tengah renca-

Laporan PBB Soal Suriah Mungkin Diumumkan Pekan Depan Nice – Satu laporan inspektur senjata Perserikatan Bangsa Bangsa mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah kemungkinan akan diserahkan pada akhir pekan depan, kata Presiden Prancis Francois Hollande pada Sabtu. “Ketika Kongres (Amerika Serikat) akan memberikan suara pada Kamis atau Jumat dan ketika kita akan memiliki laporan para inspektur (PBB), mungkin pada akhir pekan, keputusan itu harus dibuat,” kata Hollande, berbicara dari kota tenggara Nice. Sementara itu negara-negara Uni Eropa (EU) Sabtu menyerukan tanggapan “keras” terhadap Suriah tetapi tidak mendukung aksi militer, sementara Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan bahaya “mengabaikan” serangan-serangan senjata kimia. Baru saja pulang dari KTT G20 di Saint Petersburg, Rusia di mana ia gagal meraih dukungan dari para pemimpin dunia mengenai rencananya, Obama mendesak Kongres mengizinkan satu intervensi internsional atas apa yang dituduhkannya bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad meng-

(ant/Bali Post)

Francois Hollande gunakan senjata-senjata kimia. “Kita tidak dapat mengabaikan terhadap apa yang terjadi di Suriah,” kata Obama dalam pidato mingguannya. Kongres bersidang Senin dan Obama akan menyampaikan pidato nasionalnya pada Selasa mengenai kemungkinan tanggapan AS terhadap serangan 21 Agustus yang menewaskan ratusan orang di pinggiran kota Damaskus akibat serangan senjata kimia. Washington mengusahakan

dukungan dari sekutu-sekutunya yang terpecah belah di Eropa, dengan Menteri Luar Negeri John Kerry melakukan perundingan dengan 28 menteri luar negeri EU di ibu kota Lithuania, Vilnius sebelum bertolak menuju Prancis setelah mengunjungi Inggris. Perpecahan antara Paris dan London, yang pendukung kuat aksi militer pimpinan AS, dan negara-negara lebih kecil enggan bertindak tanpa satu mandat PBB dan khawatir akan akibat-akibat satu serangan itu kemudian, para menlu EU berhasil menyusun satu kompromi di Vilnius. Satu pernyataan yang dibacakan oleh kepala kebijakan luar negeri EU Catherine Ashton menyatakan dugaan serangan senjata kimia bulan lalu “satu kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”. Ada “bukti kuat bahwa pemerintah Suriah memikul tanggung jawab,” kata pernyataan itu mengulangi kembali pernyataan sebelumnya yang dibuat Washington, London dan Paris, tetap ditolak keras sekutu Suriah, Moskow. (ant/Bali Post)

na Amerika Serikat menyerang Suriah, tulis kantor berita Interfax pada Senin. Kapal mata-mata bernama Priazovye itu meninggalkan pangkalan angkatan laut Rusia di pelabuhan Sevastopol, Laut Hitam Ukraina, pada Minggu malam dalam sebuah misi “untuk mengumpulkan informasi di wilayah konflik,” tulis Interfax dalam satu laporan yang mengutip sumber tanpa nama. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, demikian dilaporkan Reuters. Rusia mengatakan, Amerika Serikat tidak dapat membuktikan tuduhan penggunaan gas sarin. Negara tersebut menduga bahwa serangan senjata kimia dilakukan oleh kelompok pemberontak Suriah untuk memicu negara-negara Barat mengintervensi perang sau-

dara yang telah berlangsung selama dua tahun. Rusia adalah penyedia persenjataan terbesar Bashar, negara tersebut juga mempunyai fasilitas pemeliharaan peralatan angkatan laut di pelabuan Tartous, Suriah. Moskow tidak menyetujui intervensi militer di Suriah dan melindungi Damaskus dari tekanan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Interfax menulis, Priazovye akan beroperasi secara terpisah dari unit yang secara permanen ditempatkan di laut Mediterania. Unit tersebut ditempatkan oleh Presiden Vladimir Putin sebagai perlindungan terhadap kepentingan keamanan nasional. Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa beberapa kapal perang akan dikirim ke Mediterania untuk menggantikan kapal-kapal lain sesuai rencana rotasi. (ant/Bali Post)

Wanita Anggota Parlemen Afghanistan Dibebaskan Kabul – Seorang wanita anggota parlemen Afghanistan yang disandera oleh Taliban selama tiga pekan telah dibebaskan dalam tahanan pertukaran, kata pejabat Taliban dan pemerintah Sabtu. Fariba Ahmadi Kakar, seorang anggota Majelis Rendah Afghanistan, diculik pada 13 Agustus ketika bepergian dengan mobil melalui provinsi timur Ghazni yang bergolak. Dia adalah perempuan parlemen kedua yang diserang di Ghazni dalam waktu kurang dari sepekan, dan penculikannya menjadi sorotan kekhawatiran tentang seringnya serangan mematikan terhadap perempuan yang bekerja di lembaga-lembaga negara belakangan ini. Seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan Kakar telah ditukar

dengan empat perempuan dan dua anak keluarga pejabat Taliban yang ditahan oleh pemerintah. “Hari ini, Emirat Islam menyerahkan (Kakar) kembali kepada kerabatnya melalui pertukaran tahanan,” kata Mujahid, mengacu pada nama yang digunakan Taliban selama kekuasaan mereka di Afghanistan pada 1996—2001. Seorang anggota keluarga Kakar, yang menolak disebutkan namanya, juga menegaskan bahwa anggota parlemen itu telah dibebaskan. Mengembalikan hak perempuan telah menjadi landasan bagi pemerintah Presiden Hamid Karzai yang didukung Barat, tetapi banjir serangan barubaru ini memicu kekhawatiran bahwa hak tersebut terkikis pada saat pasukan internasional dipersiapkan untuk ditarik tahun depan, demikian Reuters. (ant/Bali Post)


Snt09092013