Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU, 7 JUNI 2014

16 HALAMAN NOMOR 76 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bima (Suara NTB) Erupsi Gunung Sangeangapi pada, Jumat (30/ 6) sore lalu mengakibatkan sedikitnya 3000 ekor ternak berupa sapi dan kerbau mati. Warga pun berharap, pemerintah memberi perhatian dengan mengganti rugi ternak mereka yang mati. Data 3.000 ekor merupakan data sementara dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah karena belum semua pemilik ternak memberikan laporan. Staf UPTD Dinas Peternakan Kecamatan Wera, Hujrah, yang ditemui di Desa Sangeang, Jumat (6/6) siang, Bersambung ke hal 5 MENURUN - PVMBG mengeluarkan imbauan agar warga jangan mendekati Gunung Sangeangapi. Pasalnya, meski intensitas menurun namun aktivitas kegempaan di gunung tersebut masih terjadi, bahkan masih mengeluarkan asap. Tampak petugas di Pos Pemantau Gunung Sangeangapi tengah mengamati aktivitas kegempaan dengan alat khusus, Jumat (6/6).

(Suara NTB/use)

Nilai Proyek Terindikasi Korupsi di NTB Capai Rp 200 Miliar Mataram (Suara NTB) Besarnya total nilai proyek yang sedang di audit BPKP mencapai Rp 79,4 miliar. Angka ini cukup besar untuk ukuran triwulan pertama tahun 2014. Nilai total itu dihimpun dari empat kasus korupsi yang ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan dan Kepolisian. Namun angka itu belum seberapa jika diakumulasi dari total nilai proyek yang diusut Kejaksaan dan Kepolisian, mencapai Rp 213.200.000.000. Data ini dari sejumlah kasus dari tahun 2009 sampai 2014 yang belum tuntas. Catatan Redaksi Suara NTB, angka Rp 213 miliar lebih itu merupakan akumulasi pagu anggaran proyek atau kegiatan dari pemerintah, baik yang dilaksanakan pemerintah maupun swasta. Sebagian kasus ini sudah menetapkan tersangka, khususnya yang ditangani Kejati NTB dan Polda NTB. Sebagian lagi masih dalam penyelidikan dan proses perhitungan kerugian negara di BPKP. Beberapa kasus bahkan angka keru-

TO K O H Percepat Bangun Smelter MANAJEMEN PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) melaporkan kebijakan merumahkan sebanyak 3.200 karyawannya kepada Pemprov NTB. Pemprov memaklumi kebijakan yang diambil menajemen Newmont, namun dalam masa transisi ini mereka diminta untuk mempercepat pembangunan smelter. Newmont dan Freeport telah bersepakat untuk membangun smelter. “Sudah ada tadi dari manajemen Newmont menemui saya bahwa hari ini (6/6) (kemarin), Newmont merumahkan karyawan. Bersambung ke hal 5

PERAN sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) mulai dijalankan Kejaksaan Negeri Mataram dalam persoalan tunggakan pajak yang berkepanjangan. Jumat (6/6) kemarin, tim Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) melayangkan panggilan ke tiga manajemen hotel dan enam restoran penunggak pajak. Para pengusaha hotel dan restoran ini akan diklarifikasi terkait alasan menunggak pajak bertahun - tahun. Pihak Kejaksaan yang mewakili Pemkot Mataram sebagai JPN, sekaligus meminta pihak hotel dan restoran membuat pernyataan soal kepastian Bersambung ke hal 5

Kartiko, MM ketika dihubungi Suara NTB, Jumat (6/6) siang kemarin di kantornya. Hendro mengatakan, Pemprov NTB telah bersurat yang langsung ditandatangani Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si Bersambung ke hal 5

Hendro Kartiko

KO M E N TTAA R Panggil Penunggak Pajak

gian negaranya sudah ditemukan, seperti dugaan penyimpangan proyek pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) Lombok Timur (Lotim) yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar, kasus APBD Dompu diduga menimbulkan kerugian negara Rp 2 miliar. “Sekarang bolanya ada di penegak hukum yang menangani kasus ini. kami sudah selesai audit,” kata Kepala BPKP NTB Darius, AK belum lama ini. Bersambung ke hal 5

Sumber : APH dan BPKP NTB Diolah Litbang Suara NTB

Loteng Penunggak Dibantah, Isu Penangkapan Raskin Tertinggi Penembak Bripka M. Yamin Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB telah menyurati para bupati/ walikota yang menunggak pembayaran raskin hingga Mei 2014 lalu sebesar Rp 8,8 miliar lebih. Para bupati/walikota diminta untuk mengingatkan para kepala desa/lurah untuk segera membayar tunggakan raskin agar pendistribusian bulan berikutnya tak terganggu. Demikian imbauan Kepala Biro Admini s t r a s i Perekonomian Setda NTB, Drs. Hendro

(Suara NTB/dok)

Tabel Tunggakan Kasus Dugaan Korupsi dan yang Diproses APH

(Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) Jajaran Polda NTB langsung mengklarifikasi isu penangkapan pelaku penembakan Bripka M. Yamin, Kanit Intelkam Polsek Bolo. Polda NTB membantah informasi bahwa pelaku penembakan M.Yamin ditangkap tim Densus 88 di Kabupaten Dompu. “Bahwa ada yang ditangkap, itu benar. Tapi yang ditangkap itu seorang pemuda mabuk oleh anggota Brimob di Dompu,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP M. Suryo Saputro, SIK yang dikonfirmasi Suara NTB Jumat malam. Dia mengaku langsung menghubungi Wadir Reskrimum Polda NTB, AKBP Budi Karyono, ketua tim penyelidik kasus penembakan brutal itu. Penjelasan Budi Karyono juga sama, bahwa tidak ada penangkapan siapapun sampai dengan pukul 21.30 Wita

Menelisik LHP atas LKPD 2013 (2-habis)

Dewan akan Bentuk Pansus Tindaklanjuti Temuan BPK Kalangan DPRD NTB menyuarakan rencana pembentukan panitia khusus untuk menindaklanjuti berbagai persoalan, termasuk yang mencuat dalam LHP BPK RI, baru – baru ini. SELAIN masalah anggaran hibah dan bansos yang naik, BPK juga menemukan sejumlah persoalan lain saat memeriksa LKPD Pemprov NTB tahun anggaran 2103. Salah satunya adalah adanya temuan pemeriksaan terkait pengelolaan dana pendidikan di empat sekolah

yang dipungut dari siswa, namun dananya dikelola di luar mekanisme APBD. BPK menyebutkan, Pemprov NTB memiliki empat sekolah yang berada di bawah naungan tiga SKPD. Yaitu, Akper Lombok Timur yang berada di bawah Dinas Kesehatan, PAUD pada Balai Pengemban-

gan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM) di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, SMK Pertanian Pembangunan dan SMK Pertanian Pembangunan Bima yang keduanya di bawah Bakorluh. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas buku kas Bendahara Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3), BPK menemukan bahwa keempat sekolah tersebut mendapatkan penerimaan lain – lain namun tidak dilaporkan dalam LRA TA 2013. Bersambung ke hal 5

kemarin. Budi Karyono sendiri sedang bekerja keras bersama timnya untuk melakukan pencarian terhadap pelaku sebenarnya. Bahkan menurut Kabid Humas, isu – isu penangkapan oleh tim Densus itu mengganggu proses penyelidikan yang dilakukan tim Opsnal Ditreskrimum. Sehingga ada kesan ke-

sengajaan pihak tertentu menghembuskan isu adanya penangkapan itu, yang cukup mengganggu kinerja tim di lapangan. Informasi yang beredar di Dompu bahwa pelaku penembakan terhadap Kanit Intelkan Polsek Bolo, Kabupaten Bima ditangkap Densus 88 di wilayah Kabupaten Dompu. Bersambung ke hal 5


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Halaman 2

Wakil Walikota Sebut Adipura Bukan Prioritas

Lahan Diklaim Perumnas BEBERAPA lahan yang berada di Komplek Perumahan Pagutan Barat, yakni lapangan RT, lahan di SDN 47 yang merupakan fasilitas umum (fasum), hingga kini masih diklaim oleh Perumnas sebagai lahan semi komersil, sehingga meminta lahan tersebut dibeli oleh Pemkot Mataram. Padahal, kesepakatan masyarakat beberapa lahan memang dijadikan sebagai fasilitas umum. Lurah Pagutan Barat, Cahya Samudra mengakui, sejauh ini masih mencari tahu tentang status tanah yang diklaim Perumnas sebagai lahan semi komersil. Padahal, menurut pengakuan masyarakat, lahan tersebut sudah diserahterimakan kepada Pemkot Mataram dan termasuk lahan fasilitas umum, untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. “Saya juga bingung, kok kitadiminta beli lahan ini. Padahal, kalau melihat peta dan mendengar dari masyarakat. Lahan ini termasuk fasilitas umum,” aku Cahya Samudra dikonfirmasi Suara NTB di ruangannya, baru – baru ini. Sebenarnya, dari peta lokasi milik Perumnas, beberapa lokasi seperti lapangan masing – masing RT, lahan di kantor kelurahan dan SDN 47 masuk lahan fasilitas umum. Kenyataannya, pihak managemen mengklaim hal tersebut, sehingga kelurahan akan mencari solusi dan mengkomunikasinya dengan Pemkot Mataram. “Kok tiba – tiba managernya datang mengklaim ini tanah Perumnas,” katanya. Selain itu, keinginan SDN 47 Mataram yang berada di komplek BTN melebarkan lahan sekolah, terhambat dengan adanya hal tersebut. Sehingga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, menunda bahkan akan mengalihkan aliran dana tersebut. “SDN 47 yang mau memperlebar tidak jadi diberikan bantuan, karena Perumnas sudah bersurat ke Dikpora dan mengklaim tanah tersebut,” akunya. Disinggung solusi yang akan dilakukan, dia mengatakan masih menunggu data – data dari masyarakat serta meminta managemen Perumnas memberikan kejelasan. Pasalnya, informasi lahan tersebut termasuk fasilitas umum dan sudah diserah terimakan ke Pemkot M a t aram. (cem)

Mataram (Suara NTB) Kota Mataram gagal meraih piala Adipura pada tahun 2014 ini. Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, Adipura bukan menjadi orientasi dan prioritas pihaknya untuk diraih. “Sebenarnya kita tidak pernah menjadi orientasi atau prioritas Adipura ini. Ini semua usulan munculnya dari kementerian yang mengusulkan kita jadi nominasi,” terangnya, Jumat (6/6) menanggapi gagalnya Kota Mataram meraih penghargaan Adipura tahun 2014 ini. Ada atau tidak penghargaan Adipura ini ditegaskan Mohan pihaknya tetap bekerja untuk meningkatkan kualitas perkotaan. “Bukan sekadar Adipura karena memang tangung jawab dan amanah kita untuk bisa menjamin masyarakat kita bisa hidup nyaman di kotanya sendiri,” terangnya. Menurutnya tahun ini Kota Mataram jauh lebih baik dibandingkan pada saat penilaian Adipura tahun 2013 lalu. Bahkan poin Kota Mataram pascapemantauan per-

tama meningkat menjadi 74, sementara tahun 2013 meraih poin 73. “Cuma kita ndak tahu ketika selesai pemantauan kedua itu dari kementerian menyampaikan standar itu naik. Kedua saya dapat informasi diperketat jumlah daerah untuk memperoleh Adipura, ini terkait pembatasan dari Istana Negara, karena untuk bisa masuk Istana itu dibatasi,” jelasnya. Hal yang juga masih menjadi catatan di Kota Mataram adalah penanganan sampah di pemukiman baik di pemuki-

man tradisional atau perumahan. Hal ini akan menjadi catatan pihaknya dan ke depan pihaknya akan mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut memberikan dukungan terhadap persoalan ini. Hal itu yang menurutnya menjadi alasan kenapa Kota Mataram gagal mendapatkan penghargaan tersebut. “Tapi saya tidak membela diri. Sekali lagi kita tidak membela diri. Dan faktanya kita tidak dapat,” cetusnya. Bagi daerah yang mendapatkan Adipura, tak ada kompensasi yang didapat-

kan dari pemerintah pusat, hanya berupa tropi atau piagam. Namun diakui jika dilihat dari aspek politis, penghargaan Adipura ini dinilai penting. “Tapi kita tidak berorientasi terlalu tinggi,” ujarnya. Wakil Walikota juga menyampaikan harapannya kepada Kepala Dinas (Kadis) Pertamanan yang baru dilantik beberapa hari lalu. Ia menyatakan tak akan menekan Kadis Pertamanan karena kebutuhan Adipura. Ia meminta Kadis Pertamanan bisa lebih kreatif dan juga mendorong dengan maksimal sumber daya yang dimiliki. Seperti diketahui, dari 101 kabupaten/kota penerima piala Adipura, tidak tercantum nama Kota Mataram. Dari 101 penerima piala Adipura terdiri dari 15 kota penerima Piala Adipura Kencana dan 86 penerima Anugerah Piala Adipura 2014.

Piala diberikan langsung Wakil Presiden, Boediono, kepada bupati/walikota masingmasing kota/kabupaten di Istana Wakil Presiden RI Kamis (5/6). Kota Surabaya, Tangerang dan Palembang mendapat Piala Adipura Kencana kategori kota Metropolitan. Malang dan Balikpapan mendapat piala Adipura Kota Besar. Kategori kota sedang diraih enam kota masing-masing, Madiun Jatim, Tulungagung Jatim, Probolinggo Jatim, Magelang Jateng, Jombang Jatim dan Kendari Sulawesi Tenggara. Adapun Adipura Kencana kota kecil diraih Kota Pati Jateng, Martapura Kalsel, Lamongan Jatim, dan Tuban Jatim. Kota Medan dan Semarang tahun ini meraih anugerah Piala Adipura kategori metropolitan. Denpasar, Manado dan Pekanbaru Riau untuk kota besar. (yan)

Australia Tertarik Kerjasama dengan Mataram Mataram (Suara NTB) – Kehadiran Wakil Walikota Palmerston Australia Mrs. Heather Malon dan Chief Exsecutif (Sekda, red) Mr. Ricky Bouhn di Mataram, merupakan ekspetasi luar biasa yang dirasakan oleh Pemkot Mataram. Pasalnya, beberapa potensi yang ditemukan serta dipelajari di Mataram, ada kemiripan dengan wilayahnya, membuat mereka tertarik menjalin kerjasama. Wakil Walikota Palmerston Australia, Mrs. Heather Malon memberikan, apresiasi terhadap sambutan dan keramah tamahan Pemkot Mataram, dalam hal menjamu kedatangannya. Dia melihat, ada potensi yang memang menjadi ciri khas dan kemiripan dengan kondisi wilayahnya. “Mataram dan Palmerston, memiliki banyak kemiripan,” aku Heather, Kamis (5/ 6) malam. Dia tertarik dengan potensi yang ada di Mataram, setelah melakukan pengkajian dan pembelajaran, sehingga pihaknya menantang Pemkot Mataram untuk melakukan

Cahya Samudra (Suara NTB/dok)

Sungguh-sungguh Bantu Walikota MUTASI yang dilakukan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beberapa hari yang lalu, masih saja menjadi sorotan. Mutasi itu terkesan tidak menjawab persoalan yang tengah dihadapi Pemkot Mataram saat ini. Salah satunya, barubaru ini Pemkot Mataram kembali mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Menurut Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (6/5), mutasi memang merupakan hak prerogatif Walikota. Sehingga, apa yang menjadi target Pemkot Mataram, seperti kelar dari opini WDP, bisa tercapai. Ia menilai setidaknya ada tiga hal mendasar yang harus dibenahi Walikota Matara. Pertama, sebutnya, sudah pasti masalah pengelolaan aset daerah. Kedua masalah manajemen. Karena sejauh ini, kata Husni Thamrin, belum ada database yang jelas mengenai aset di Kota Mataram. ‘’Mana yang dihapuskan, mana yang diputihkan, itu harus jelas,’’ ujarnya. Dengan adanya database yang jelas, persoalan aset ke depannya diyakini tidak akan lagi menjadi temuan yang membuat Pemkot Mataram gagal meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Karenanya, politisi PPP ini berharap pada setiap mutasi mestinya mengacu pada kendala yang tengah dihadapi. Husni Thamrin menganggap mutasi 14 pejabat tiga hari yang lalu, hanya bersifat rotasi saja. ‘’Kalau hanya tukar tempat, tidak usah ada mutasi,’’ cetusnya. Padahal, semua kalangan, termasuk Dewan berharap ada penyegaran pejabat pada mutasi itu. Namun demikian Husni Thamrin berharap mutasi yang dilakukan Walikota Mataram benar-benar dalam rangka meningkatkan profesionalisme kerja para pejabat. Dengan adanya mutasi itu, Dewan berharap ada semangat baru yang membantu Walikota. Ia menyayangkan ada penempatan pejabat yang diduga tidak relevan dengan disiplin ilmunya. Karena bukan tidak mungkin mereka akan belajar lagi dari awal. Walaupun tidak ada peremajaan pejabat, lanjut Husni Thamrin, pejabat-pejabat yang telah dimutasi diminta bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya di tempat yang baru. ‘’Kita harapkan mereka meningkatkan kinerja dan bersungguh-sungguh membantu Walikota,’’ pungkasnya. (fit)

kerjasama. Tidak hanya itu, beberapa SKPD atau instansi terkait diminta bisa belajar tentang pontesi yang ada di Austalia. “Kalau bisa dinas yang dibutuhkan, bisa belajar selama dua minggu di Australia,” pintanya. Selain itu, Heather juga menjelaskan, beberapa potensi wilayahnya, yakni pertambangan, perikanan dan lain sebagainya, padahal luas wilayah mereka 13 kali lipat dari Mataram. Namun, kotanya terbilang lebih pesat perkembangannya dibandingkan dengan daerah lain di Austalia. Sementara itu, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dalam sambutannya menjelaskan, Mataram adalah salah satu kota yang berada di pusat pemerintah Provinsi NTB. Dengan luas wilayah 61,30 kilometer, Mataram menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan serta beragamnya umat beragama di NTB. “Luas wilayah kami kecil, tapi di sini (Mataram) mobilisasi ekonomi di NTB,” ungkap Mohan. Dia mengatakan, dari perse-

(Suara NTB/cem)

CINDERAMATA - Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana menyerahkan cinderamata kepada Wakil Walikota Palmerston Australia Mrs. Heather Malon. pektif politik, Mataram adalah sentral atau pusat program dan perencanaan pembangunan pemerintah, dilihat dari master

plan percepatan ekonomo dan kunjungan wisatawan. Lima agama yakni, Muslim, Hindu, Kristen, Budha dan Katolik, ter-

jadi harmonisasi antara umat beragama. “Umat beragama di sini (Mataram,red) berjalan dengan harmonis,” akunya. (cem)

Dua Jalan Dianggarkan Lewat APBD Perubahan

Dilarang, Pembangunan PU Pangkas Beberapa Program ATM di Areal Publik

Mataram (Suara NTB) – Belum adanya kejelasan tentang realisasi pinjaman yang dilakukan oleh Pemkot Mataram kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), berbuntut pada belum tercovernya seluruh jalan lingkungan di Kota Mataram yang akan diperbaiki. Kabarnya, dua jalan yang menjadi prioritas yakni Jalan Gotong Royong dan TGH Lalu Mesir, yang akan dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) terpaksa memangkas program – program lain. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Mahmuddin Tura mengatakan, belum adanya kabar terkait pinjaman kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), membuat Pemkot Mataram harus berpikir mencari solusi

untuk perbaikan jalan lingkungan. Beberapa opsi tersebut, tambahnya, Pemkot berinisiatif melakukan pinjaman kepada Bank Jawa Barat dan Bank NTB serta perusahaan lainnya, tetapi masih harus mengkaji hal tersebut. “Memang ada rencana mau pinjam ke Bank Jabar dan Bank NTB, tapi kan harus melalui pengkajian dulu,” ungkap Mahmuddin Tura dikonfirmasi Suara NTB, di Pendopo Walikota Kamis (5/6) malam. Kendati demikian, kalaupun rencana peminjaman tersebut dibatalkan, perbaikan jalan lingkungan yakni Jalan Gotong Royong dan TGH Lalu Mesir, rencananya akan dialokasikan pada anggaran perubahan mendatang. Dia mengakui, anggaran khusus perbaikan dua jalan tersebut senilai Rp 5 miliar. “APBD P

ini kita anggarkan,” sebutnya. Disebutkan, perbaikan Jalan Gotong Royong dengan panjang 2,8 kilometer, sementara jalan TGH Lalu Mesir 2,2 kilometer, memiliki konsekuensi. Adapun konsekuensi pengalokasian tersebut, pihaknya terpaksa memangkas beberapa program yang ada di Dinas PU. Tetapi, dia tidak menyebutkan beberapa program yang akan dipangkas. Menurutnya, pelaksanan tersebut harus dilakukan, melihat desakan dari masyarakat dan wacana yang memang telah beredar di media dan di tengah masyarakat. Sebelumnya, Pemkot Mataram berencana dengan pinjaman PIP sebesar Rp 60 miliar tersebut, dialokasi untuk perbaikan seluruh jalan lingkungan di Kota Mataram. Tim pengkaji pun, sempat mensurvei beberapa ruas jalan yang diajukan Pemkot. (cem)

Pembangunan Lapak Rombengan akan Ditambah

(Suara NTB/fit)

HM. Husni Thamrin

Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Wartan, SH mengatakan pihaknya akan menambah jumlah lapak untuk para pedagang rombengan (RB) yang ada di Jalam Lingkar Mandalika. Dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBD Perubahan Kota Mataram 2014, pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan 30 lapak. Dengan adanya penambahan lapak ini, semua pedagang RB yang sebelumnya berjualan di Jalan TGH. Faisal, Tembelok, Kelurahan Mandalika, Sandubaya ini bisa diakomodir. Saat ini data pedagang yang tercatat di kelurahan setempat 65 pedagang. “Untuk ABT saya mau sambung sekitar 30 lebih. Sekitar 65 pedagang itu penuh semua, termasuk yang sudah didaftar dan didata Pak Lurah dan Pak Camat,” ujarnya. Para pedagang RB ini direlokasi belum lama ini karena adanya proyek pelebaran jalan. Mereka direncanakan

akan direlokasi ke Terminal Mandalika, namun sebagian besar menolak karena dinilai tempatnya tidak strategis karena jauh dari jalan raya. Selain menambah pembangunan lapak untuk pedagang RB, Wartan mengatakan pihaknya juga akan membangun lapak PKL di beberapa tempat. Diantaranya adalah di Majeluk dimana sudah ada permintaan dari para pedagang untuk dibuatkan lapak. “Itu permintaan sudah lama,” ujarnya. Disamping itu ia juga akan membangunkan lapak untuk pedagang ayam yang ada di Pasar Kebon Roek. Pihaknya sudah mendata dan akan dibuatkan lapak untuk 10 pedagang ayam. Lapak pedagang di sebelah barat kampus IAIN Mataram juga akan diperbaiki karena beberapa waktu lalu rusak diterjang angin puting beliung. “Di IAIN itu pasti akan kita perbaiki,” ujarnya. Ia mengatakan pembangunan lapak PKL yang akan dikerjakan tahun ini adalah yang sudah diplotting pihaknya. Hal ini karena keterbatasan dana yang dimiliki.

Wartan

(Suara NTB/dok)

Untuk lapak PKL di sebelah barat IAIN, ia mengatakan lapak yang dibangun sendiri oleh warga akan ditertibkan. “Yang dibuat sendiri oleh masyarakat akan ditertibkan Satpol PP. Kalau dibuatkan, anggarannya terbatas dan tidak masuk (dalam plotting),” ujarnya. (yan)

Mataram (Suara NTB) Pembangunan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di areal-areal publik dilarang di Kota Mataram. Hal itu merupakan aturan dari Dinas Tata Kota mengenai penggunaan areal publik. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati. Bayu menyatakan pihak Dinas Tata Kota telah meminta pihaknya untuk membantu melakukan peneguran pembangunan ATM-ATM yang berada di areal publik. Areal publik yang dimaksudkan diantaranya lahan-lahan parkir yang berada di depan ruko atau bangunan. Bayu menjelaskan Batas hak pemilik toko hanya sampai batas bangunan. “Itu sudah ada IMB-nya yang menyatakan perubahan atas sertifikatnya. Kalau dulu mungkin sampai pinggir jalan tanahnya, tapi dengan dibangun ruko ada aturan dalam IMB itu dari badan jalan sampai 20 meter ke dalam itu menjadi areal publik. Jadi jangan lagi dibangun macammacam,” terangnya. Bersama Tim Yustisi pihaknya akan melakukan penertiban mengenai persoalan ini. Pihaknya juga sudah mencoba menertibkan di beberapa kecamatan tapi pihaknya menjadi kewalahan karena banyaknya jumlah mesin ATM, disamping juga terkendala keterbatasan personel. Disampaikan Bayu, pembongkaran mesin ATM tidak bisa langsung dilaksanakan. Ada prosedur yang harus dilaksanakan sebelumnya oleh perbankan karena mesin ATM menggunakan jaringan satelit, harus dibuka mesinnya dengan hati-hati, harus dipindahkan ke lokasi baru dan lain sebagainya. “Jadi diberikan toleransi untuk membongkar dan ada batas waktunya,” terangnya. Dinas Tata Kota nantinya yang akan bersurat ke pihak bank, Satpol

PP Kota Mataram hanya bertugas untuk membantu penertiban. Lahan parkir juga ditegaskan Bayu tak hanya dilarang untuk mesin ATM, tetapi juga dilarang untuk lokasi berjualan non-permanen. “Meubel yang menggelar jualannya di parkiran juga itu salah sebenarnya,” ujarnya. Itu ada Perda yang mengatur di Dinas Tata Kota. “Jadi semua yang menggunaklan areal publik untuk dijadikan sebagai fasilitas berjualannya sudah menyalahi aturan,” imbuhnya. Menurutnya pemahaman masyarakat masih kurang, bahkan ada yang pura-pura tidak tahu tapi mengikuti orang yang sudah berjualan sebelumnya. Hal yang dilarang juga ialah warung makan yang menggelar jualannya sampai di pinggir jalan raya. “Punya warung tapi gelar jualan juga di parkiran akhirnya yang membeli di jalan raya,” ujarnya. Hal ini membuat kemacetan di jalan raya tersebut. Areal publik disebutkan Bayu boleh digunakan oleh siapapun. Bagi warga yang datang ke sebuah toko, tidak harus memarkir kendarannya di depan toko tersebut. “Mau belanja di toko A tidak harus memarkir kendaraan kita di toko A. Mau dimana saja selama itu areal publik kita sebagai masyarakat boleh memarkir kendaraan kita,” ujarnya. Tidak boleh juga kantor atau toko meletakkan plang yang menyatakan lahan parkir tersebut hanya untuk pengunjung toko atau kantornya. “Jadi semua akan kita tertibkan. Harapan saya Tim Yustisi Kota Mataram ini sudah mulai aktif karena sudah lama pembentukannya,” ujarnya. Bayu menyebut permasalahan perizinan di Kota Mataram sudah sangat kompleks terutama yang melanggar aturan bangunan ataupun yang berjualan. (yan)


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Dapat Opini WDP Target Tak Tercapai TARGET Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perusahaan tembakau virginia Lombok di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tidak tercapai. Dari Rp 1,9 miliar yang ditargetkan tahun 2013 lalu, mampu diraup hanya Rp 943 juta. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Budidaya Tanaman Perkebunan Muhrim pada Suara NTB, Kamis lalu. Ia mengatakan, ketidakmampuan daerah meraup PAD itu, karena lemah dari sisi aturan. Dasar hukum yang digunakan sejauh ini hanya Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2009. Terbaru digunakan Surat Edaran Gubernur NTB tahun 2003 yang besarannya hanya Rp 50/kg dari harga tembakau Rp 10 ribu/kg kala itu. Permintaan penyesuaian itu diharap bisa segera dilakukan. Sudah ada dasar hukum baru, yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2013 Tentang Pendapatan lain-lain yang sah yang dibuat DPRD Kabupaten Lotim. Saat ini, Dinas Pekebunan Lotim masih menunggu Peraturan Bupati yang mengatur lebih teknis Perda tersebut. Berdasarkan telaahan staf yang dibuat jajaran Dishutbun Lotim, pendapatan lain-lain yang sah dari tembakau ini jika disepakati Rp 150 ribu, dengan total target produksi 23 ribu ton maka bisa terkumpul untuk PAD sebesar Rp 3,450 miliar. Namun jika mengacu tetap pada Rp 50/kg, maka PAD yang diraih hanya Rp 1,15 miliar. Permintaan penyesuaian menjadi Rp 150 ribu itu karena diketahui harga tembakau virginia saat ini sudah tembus Rp 30 ribu/kg. Harganya sudah tiga kali lipat dibandingkan harga tembakau tahun 2003 lalu. Permintaan penyesuaian sumbangan pihak ketiga dari budidaya tembakau ini terlihat tidak begitu dipaksakan jajaran Dishutbun Lotim. Dimaklumi, sejauh ini dari tembakau ini sudah ada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT). Selain itu, nilai investasi budidaya tembakau virginia Lombok ini cukup besar. Tembus Rp 40-45 juta/hektar. Pemkab Lotim bersyukur adanya budidaya tembakau virginia ini telah mampu menyerap banyak tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang mampu diserap 400-450 pekerja dalam tiap hektarnya. (rus) Muhrim

Lotim Bertekad Tuntaskan Persoalan Aset

Selong (Suara NTB) Tahun 2014 ini, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih diberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Faktor utamanya masih terbelit pada persoalan aset. Adanya fakta itu, Pemkab Lotim bertekad bisa lepas dari WDP dan bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menjawab Suara NTB, Jumat (6/6) kemarin, Kepala Bidang Aset pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Mursyidul Am, mengklaim, pihaknya sudah melaksanakan sejumlah rekomendasi yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). BPKP telah diminta Pemkab Lotim akhir 2013 lalu untuk datang membantu melakukan perbaikan terhadap persoalan data. Rekomendasi dari BPKP saat ini, Lotim diminta menuntaskan masalah data. Terungkap ada perbedaan fakta aset dengan neraca anggaran yang dicatat bidang anggaran. Di mana, ditemukan ada selisih lebih Rp 20 miliar tahun 2012. Tepatnya, perbedaan data aset yang dibuat Bidang Anggaran dengan Bidang Aset.

menyelesaikan persoalan perbedaan saldo aset tetap antara neraca anggaran dengan inventaris kekayaan daerah itu dipandang cukup baik dan diminta bisa dipertahankan. Secara prinsip, ujarnya, sebagian besar masalah dari seluruh rangkaian hasil LHP BPK ini hanya pada persoalan administrasi, karena Perjuangan keras bidang aset ini semua menyangkut data. membuahkan hasil. Selisih data itu Apalagi isi rekomendasi telah mampu dieliminir hingga BPK adalah, jajaran tersisa saat ini Rp 3 juta. “Dari Pemkab Lotim hendaknRp 20 miliar tersisa tinggal Rp ya konsentrasi pada uru3 juta ,” ucapnya. Mursyid mensan penatausahaan data. gaku, temuan terhadap data itu “Kita diminta BPK untuk sebelumnya menjadi penyumrekonsiliasi data secara bang lahirnya opini WDP bagi periodik,” imbuhLotim. nya. Kemampuan jajaran Semua jenis Pemkab Lotim menyeleaset tetap, saikan persoalan data berupa tanah, yang berbeda dengan mesin dan fakta itu katanya peralatan, gemendapat apresiadung dan bansi dari BPK saat gunan, jalan melakukan irigasi dan audit. Kebangunan, mampuan Mursyidul Am aset tetap lainL o t i m (Suara NTB/rus)

Pemda KLU Serahkan Hadiah Pemenang MTQ

(Suara NTB/rus)

Operator Belum Dapat Bimbingan

Pencetakan KTP Eletronik di Daerah Tersendat Praya (Suara NTB) Rencana Pemkab Lombok Tengah (Loteng) bisa melakukan pencetakan KTP elektronik langsung di daerah, hingga kini belum bisa dilaksanakan. Pasalnya, petugas yang menjadi operasi pencetakan KTP elektronik tersebut, sampai saat ini belum juga mendapat bimbingan teknis (bintek) dari pemerintah pusat. “Kalau peralatan sudah ada. Hanya operator yang belum siap,” sebut Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) Loteng, H.L. Irwan Saihu, Jumat (6/6). Irwan mengungkapkan, peralatan untuk mencetak KTP elektronik sudah diterima dari pemerintah pusat. Peralatan itu pun saat ini sudah dalam kondisi siap pakai. Hanya saja, karena operatornya belum mendapat bintek dari pemerintah pusat, maka peralatan tersebut belum bisa digunakan. “Kita sudah siapkan dua petugas sebagai operator untuk pencetakan KTP elektronik. Namun karena belum di-bintek oleh pemerintah pusat, kita belum bisa melakukan pencetakan KTP elektronik langsung di kabupaten,” terangnya seraya menambahkan blanko KTP elektronik juga belum diterima. Disinggung mengenai waktu pencetakan KTP elektronik bisa dilakukan di kabupaten, Irwan mengaku belum bisa memastikan. Karena semua sangat tergantung dari keputusan pemerintah pusat. Terkait persiapan operator serta blanko dan perlengkapan lainnya. “Kalau semua yang dibutuhkan siap, maka tahun ini juga pencetakan KTP elektronik sudah bisa dilakukan di kabupaten. Karena memang pemerintah pusat sendiri, menargetkan tahun ini program tersebut sudah terlaksana,” janjinya. Selama pencetakan belum bisa dilakukan di daerah, maka seluruh urusanpencetakan KTP elektronik tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pihaknya dalam hal ini hanya memverifikasi data dan kelengkapan penduduk dan diusulkan ke pemerintah pusat untuk dicetak. Ia menjelaskan, maksud proses pencetakan KTP elektronik diserahkan ke daerah tidak lagi oleh pemerintah pusat, tidak lain untuk memangkas jalur birokrasi dalam pembuatan KTP elektronik. Sehingga diharapkan, proses pencetakan KTP elektronik bisa lebih cepat dan praktis. Masyarakat pun tidak harus menunggu lama untuk bisa memperoleh KTP elektronik yang diharapkan. Selama ini, karena pencetakan KTP elektronik dilakukan di pusat, maka prosesnya butuh waktu lama. Masyarakat sendiri juga harus menunggu lama, untuk bisa memegang KTP elektronik. “Nah, dengan pencetakan KTP elektronik dilakukan langsung didaerah maka masyarakat tidak harus menunggu lama. Karena KTP elektronik sudah bisa langsung dicetak,” terangnya. Terkait masa berlaku KTP elektronik, Irwan mengaku sesuai keputusan pemerintah pusat KTP elektronik berlaku seumur hidup. Jadi pada KTP elektronik yang akan dicetak nanti tidak memuat masa berlaku KTP, karena sudah berlaku seumur hidup. Adapun bagi pemegang KTP elektronik yang ada masa berlakunya, tidak perlu melakukan perpanjangan atau membuat KTP elektronik baru. Walaupun nantinya, masa berlakunya sudah habis, KTP elektronik tersebut tetap berlaku. “Jadi tidak ada istilah KTP sudah mati atau tidak berlaku. Karena masa berlakunya seumur hidup,” jaminnya. (kir)

nya coba terus ditata dengan baik, sehingga Lotim bisa lepas dari opini WDP tersebut. Temuan terkait juga belum disertifikasinya sejumlah aset. Utamanya sertifikasi aset tanah.Tercatat dalam data ada 16 juta meter kubik tanah yang terdaftar sebagai aset. Dari jumlah itu, hanya 4 juta yang sudah sertifikat atau baru 25 persen saja yang sudah sertifikat. Sisanya 12 juta meter persegi belum. Parahnya lagi lebih dari separuh aset yang tercatat belum tersertifikasi itu merupakan tanah pecatu desa. Berdasarkan rekomendasi BPK dan hasil pemikiran pimpinan, urusan tanah pecatu ini sudah dikembalikan ke masing-masing desa. Hal ini mengacu pada UU Nomor 6 tahun 2014, yakni tanah pecatu merupakan tanah milik desa. Selain itu, bidang aset coba akan fokus menuntaskan persoalan data di masing-masing SKPD. Ada di sejumlah SKPD, data aset 6 unit tapi yang dicatat 10. Atau sebaliknya. “Intinya kita akan melakukan rekonsiliasi data, karena rekomendasi BPK itu substansinya adalah data,” tandasnya. (rus)

(Suara NTB/kir)

BIAYA GRATIS - Seorang pria melintas di depan spanduk yang berisikan pemberitahuan pengurusan dokumen kependudukan gratis di Kantor Disdukcapil, Jumat (6/ 6). Terhitung sejak tanggal 2 Juni kemarin, Pemkab Loteng membebaskan seluruh biaya pengurusan dokumen kependudukan.

Loteng Gratiskan Biaya Pembuatan Dokumen Kependudukan Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) secara resmi telah mengambil kebijakan untuk membebaskan seluruh biaya pembuatan kelengkapan dokumen kependudukan. Baik itu untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran dan kelengkapan administrasi kependudukan lainnya. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Loteng, H. M. Darwis, S.H., kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Jumat (6/6). Dikatakannya, kebijakan tersebut efektif berlaku sejak awal bulan Juni ini, sehingga masyarakat Loteng tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mengurus kelengkapan dokumen kependudukannya. “Jadi mengurus kelengkapan dokumen kependudukan di Loteng mulai saat ini, semuanya gratis tanpa ada biaya apapun,” jaminnya. Sebelumnya lanjut Darwis, Pemkab Loteng sudah membebaskan biaya untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan. Tetapi itu hanya pada beberapa aspek saja. Artinya, beberapa item pelayanan masih dibebankan

biaya. Mengingat, Disdukcapil dibebankan pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun sekarang, dengan adanya kebijakan tersebut, maka seluruh jenis-jenis pelayanan sudah dibebaskan dari beban biaya apapun. Dan, secara otomatis beban pemasukan bagi PAD juga dihapus. “Kita sudah sampaikan ke Dispenda Loteng, bahwa dengan penghapusan seluruh biaya pengurusan kelengkapan administrasi kependudukan tersebut, maka tidak adalagi pemasukan bagi PAD dari pengurusan kelengkapan dokumen kependudukan seperti sebelumnya,” terangnya. Penerapan gratis biaya pengurusan kelengkapan dokumen kependudukan tersebut, imbuh mantan Asisten I Setda Loteng ini, merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 24 tahun 2013, tentang kependudukan, yakni masyarakat dibebaskan dari biaya apapun dalam pembuatan kelengkapan dokumen, terutama KTP dan akte kelahiran. “Jadi dengan ada kebijakan ini, maka orientasinya sekarang bukan lagi orientasi mengejar target PAD. Tetapi lebih pada orien-

tasi pelayanan bagi masyarakat semata,” ujarnya. Bagaimana bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaikbaiknya, murah dan cepat. Sehingga diharapkan bisa mendorong minat masyarakat untuk mengurus kelengkapan dokumen kependudukannya. Lebih lanjut, Abah Dos – sapaan akrabnya, menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku sampai jenjang paling bawah ditingkat desa maupun kecamatan. Pihaknya pun sudah memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada seluruh sekretaris desa dan sekretaris kecamatan, terkait pembebasan biaya pengurusan dokumen kependudukan tersebut. Jika ada oknum atau pihak desa, kecamatan hingga kabupaten yang diketahui tetap memungut biaya untuk pengurusan dokumen kependudukan, maka oknum tersebut bisa dikenakan sanksi tegas. Berupa kurungan maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 75 juta. Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat supaya turut membantu melakukan pengawasan. Jika ada oknum petugas yang memungut biaya pengurusan dokumen kependudukan segera dilaporkan ke Disdukcapil agar diberikan sanksi tegas. (kir)

Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Panitia MTQ, Kamis (5/6) lalu menyerahkan hadiah kepada para pemenang dengan total mencapai Rp 241 juta. Bendahara (Panitia) MTQ, H. Muhammad, yang juga Kabag Kesra, Setda KLU, Jumat (6/6), mengkonfirmasi pihaknya telah menyerahkan hadiah kepada para pemenang melalui kantor camat masing-masing. Muhammad mengklarifikasi persoalan hadiah uang tunai sejatinya tidak bisa dibayarkan tepat waktu kepada pemenang, mengingat mekanisme pencairan anggaran harus melalui proses SIMDA. “Tiap tahun penyelenggaraan, kami sudah jelaskan. Bahkan di Banggar DPRD juga kami sampaikan. Kami di panitia, inginnya malam pengumuman itu juga hadiah uang diberikan, tapi sistem SIMDA tidak membolehkan,” ungkapnya. Dalam proses pencairan anggaran, Kabag Kesra menyatakan masing-masing item alokasi anggaran memiliki rekening terpisah. Seperti rekening trofi, rekening transpor-

tasi dewan hakim, rekening hadiah uang tunai dan lainnya. Atas dasar itulah, total anggaran MTQ senilai Rp 500 juta, tidak bisa dicairkan sekaligus melainkan secara bertahap. Dalam hal ini, ujarnya, pihaknya tak ingin dinilai berutang. Muhammad mengisyaratkan dana hadiah yang diberikan lebih awal ditalangi sementara dengan dipinjamkan dari dana hibah PHBI. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Pemda KLU maupun Panitia MTQ agar peserta lebih termotivasi. “Panitia MTQ manapun, baik di Kabupaten/Kota maupun Panitia MTQ, tidak ada yang memberikan hadiah uang tunai. Uangnya baru diserahkan mingguan,” tegasnya. Ia bahkan mengaku kecewa dan menyangkal tudingan yang dialamatkan Ketua LPTQ Kecamatan Tanjung, Zainal Abidin. Menurutnya, Zainal duduk sebagai Panitia Kabupaten yang telah memahami alur pencairan dana, sehingga sangat tidak wajar, yang bersangkutan mengaku menagih ke panitia kabupaten. (ari)

KPU Loteng Segera Tetapkan DPT Pilpres Praya (Suara NTB) Jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang sudah semakin dekat, persiapan yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng juga hampir rampung, khususnya terkait data pemilih. KPU Loteng segera menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilpres mendatang. “Rencananya Senin besok (9/6), DPT untuk Pilpres kita tetapkan,” sebut Ketua KPU Loteng, Ari Wahyudi, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Jumat (6/6).

DPT yang akan ditetapkan itu nantinya, merupakan hasil validasi yang telah dilakukan KPU Loteng sebelumnya, mulai tingkat PPS dan PPK. Terkait adanya perubahan data dan jumlah pemilih dari DPT Pemilu legislatif sebelumnya. Dalam melakukan validasi data pemilih untuk DPT Pilpres ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar. Salah terkait adanya laporan kekeliruan dan kesalahan dalam data pemilih. “Jadi laporan-laporan yang masuk terkait adanya data pemilih yang keliru, sudah kita tindaklanjuti,” jelasnya. Kendati demikian, Ari belum bersedia mengungkapkan berapa jumlah data pemilih yang sudah berhasil divalidasi. Berdasar laporan yang masuk. “Untuk jumlah pemilih yang berhasil kita perbaiki dan validasi, nanti saja kita lihat saat pleno (penetapan DPT),” terangnya. Terpenting sekarang, DPT sudah siap disahkan. Alasannya, penetapan DPT penting dilakukan sebagai sebagai bahan acuan bagi KPU Pusat dalam menentukan jumlah logistik yang akan dikirim ke Loteng. Terutama berupa surat suara dan logistik lainnya. Sesuai data Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutahiran (DPS-HP) yang dikeluarkan KPU Loteng sebelumnya, jumlah pemilih Loteng sebanyak 726.046 orang. Jumlah jauh lebih banyak dari DPT pada Pemilu legislatif yang berjumlah 715.647 orang atau ada penambahan sekitar 10.399 pemilih dengan komposisi penambahan jumlah pemilih didominasi dari pemilih pemula. (kir)


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Warga Masih Dilarang Mendekati Gunung Sangeangapi Bima (Suara NTB) Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) masih mengeluarkan himbauan warga untuk tidak mendekati Gunung Sangeangapi. Pasalnya, meski intensitas menurun namun hingga kemarin aktivitas kegempaan di gunung tersebut masih terjadi, bahkan masih mengeluarkan asap. Demikian diungkapkan Kasubbag Pemantauan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur melalui staf, Aditia Sebastian Andreas yang dikonfirmasi di Pos Pemantau, Jumat (6/6). Himbauan tersebut, disampaikan melalui pemerintah Kecamatan setempat. Pasalnya, hingga kini status Gunung Sangeangapi masih berstatus siaga level III. Kedua, pihaknya juga mengeluarkan himbauan agar warga tetap menggunakan masker. Disebutkan Aditia, aktivitas kegempaan menurun dari sebelumnya. Pada Jumat, jumlah kegempaan yang terjadi rata-rata 10 kali gempa vulkanik dan 1 kali gempa tremor. Namun, pihaknya memperkirakan aktivitas kegempaan masih bisa meningkat kembali. “Kemungkinan meningkat itu tetap ada,” tuturnya. Sementara berdasarkan pantauan, Gunung Sangeangapi masih tertutup debu. Asap dari kawah masih terlihat keluar meskipun tipis. (use)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus mengancam warga di Sumbawa. Bahkan, sampai saat ini masih ada yang dirawat di RSUD. Dalam tahun ini, sudah ratusan warga Sumbawa yang terserang penyakit yang ditularkan melalui nyamuk ini. Kasi Penanggulanan Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P4M) Dinas Kesehatan Sumbawa, Zunaidi Iskak, Jumat (6/6) menyebutkan, data di Dikes, sebanyak 236 warga Sumbawa yang terserang DBD sejak Januari hingga awal Juni 2014 ini. Tersebar di hampir seluruh kecamatan. Namun yang paling dominan di Kecamatan Sumbawa. Meski sebagian besar sudah sembuh, namun masih ada beberapa pasien yang dirawat di RSUD. Artinya, penyakit ini masih terus mengancam. Makanya, pihaknya mengingatkan agar begitu muncul gejala-gejala DBD, segera dilakukan penanganan. Agar dapat segera diantisipasi. Dalam hal ini, Dikes juga telah bersurat ke seluruh kecamatan dan Puskesmas untuk mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama di dalam rumah. Serta menggalakkan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur). Selain tentunya, upaya fogging (penyemprotan sarang nyamuk) bagi wilayah tertentu yang sudah dianggap parah dan mendesak. Salah satu wilayah yang terkena ancaman DBD, desa Kuken kecamatan Moyo Utara, seperti disampaikan Kepala Desanya, Chairuddin, sejauh ini sudah sekitar 20 warganya yang terkena DBD. Hingga meminta Dikes segera melakukan penanganan secara serius. (arn)

KPDT Nilai RMPS Terbaik Se-Indonesia Taliwang (Suara NTB) Meski belum efektif beroperasi, Regional Manajemen Pulau Sumbawa (RMPS) yang diinisiasi oleh kabupaten/ kota di pulau Sumbawa ternyata sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Terbukti Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) menilai RMPS yang dipusatkan kegiatannya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu adalah yang terbaik se Indonesia. “Ini disampaikan langsung oleh pihak KPDT saat kita melakukan focus group discussion (FGD) beberapa waktu lalu di sini (KSB, red),” terang Kabid Ekonomi Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB, Mars Anugrahinsyah, S.Hut, Jumat (6/6). Penilaian KPDT bukan tanpa alasan. Mars menyebutkan, KPDT melihat RMPS memenuhi sejumlah indikator dimana sebuah RM (regional manajemen) bakal menunjukkan eksistensinya ke depan. Salah satunya RMPS yang terbentuk sejak tahun 2008 memiliki rencana strategis yang cukup matang. Ini ditandai dengan telah ditetapkannya orientasi komoditi yang akan dikembangkan dengan fokus pada tiga jenis yakni Sapi, Jagung dan Rumput Laut. “Mereka melihat rencana pengembangan kita sangat baik karena komoditi yang akan dikelola benar-benar bahan bakunya tersedia di pulau Sumbawa,” terangnya. Dengan adanya penilaian dari KPDT itu, Pemda KSB bersama kabupaten/kota di pulau Sumbawa akan mulai mengoptimalkan peran dan fungsi RMPS. “Nanti kita akan ikut rencana aksi di Makassar, kegiatannya dilaksanakan pada 12 sampai 14 Juni mendatang,” urai Mars. Masih menindaklanjuti hasil FGD, RMPS akan segera dibenahi keorganisasiannya. Salah satu langkah awal yang akan dijalankan di internal RMPS adalah memilih manajer yang akan menjalankan roda kegiatannya. Mars mengungkapkan, untuk menentukan leader di manajemen RMPS akan dilakukan dengan sistem lelang jabatan. Nantinya tiap pejabatnya akan dilelang dan digilir ke semua kabupaten/ kota di pulau Sumbawa. “Nanti proses lelang jabatannya akan dilaksanakan oleh dewan eksekutif. Dan biar adil, tiap periode pimpinan diwakili dari tiap kabupaten/kota secara bergilir di bawah koordinasi seluruh Bappeda kabupaten/ kota,” paparnya seraya menyampaikan pola pemilihan pimpinan manajemen RMPS itu untuk menghindari stigma bahwa manajerial RMPS ada ditangan Pemda KSB. “Itikad dibentuknya RMPS ini untuk tujuan bersama kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Jadi apapun yang ada di RMPS tentunya harus dikerjakan secara bersama-sama pula. Dan satu lagi kebersamaan ini untuk meningkatkan daya saing secara regional antarpulau di nusantara ini,” imbuh Mars. (bug)

Polhut Mulai Intensifkan Pengawasan Hutan Dompu (Suara NTB) Memasuki musim kemarau, Polisi Kehutanan di Dompu mulai mengintensifkan pengawasan terhadap sejumlah kawasan hutan strategis yang mengancam mata air, erosi, banjir dan lainnya. Pengawasan lebih diutamakan kepada upaya pencegahan ketimbang penindakan. Sekretaris Dinas Kehutanan Dompu, Abdurrahman H

terhadap pelaku perusakan hutan,” terangnya. Beberapa lokasi kawasan hutan strategis di Dompu seperti kawasan hutan Saneo, Ncando dan Lembo Woja, so Bola Kempo, Tekandahu, Riwo, Tompo dan beberapa titik kawasan hutan lainnya. Kawasan hutan ini menjadi penyangga mata air dan untuk melindungi dari bencana banjir serta erosi.

Abidin, S.Sos kepada Suara NTB, Kamis (5/6) mengatakan, pasca pembentukan tim terpadu pengawasan hutan di Kabupaten Dompu, pihaknya mulai intens melakukan patroli. Pengawasan hutan ini lebih dititikberatkan pada kawasan hutan strategis. “Pengawasan yang kita lakukan lebih diutamakan pada proses pencegahan dan pembinaan ketimbang represif

Diakui Abdurrahman, memasuki musim kemarau akan banyak warga yang ingin menguasai lahan dalam kawasan untuk dikelola pada musim hujan. Sebelum warga melakukan, pihaknya mengantisipasi dengan mengintenskan pengawasan di lapangan. “Saat patroli di Saneo, ada warga yang hendak menebang kayu sonokeling dalam kawasan. Tapi oknum warga

melarikan diri saat mengetahui ada Polhut yang patroli,” terangnya. Namun Abdurrahman mengaku, pihaknya juga telah mengamankan 4 kubik kayu sonokeling yang diamankan di Tekandahu. Kayu tersebut diduga diambil dari kawasan hutan, tapi karena tidak ada pemiliknya, diamankan di kantor dan menjadi barang temuan. (ula)

Ditetapkan Tiga Kecamatan Dugaan Korupsi Setda Dompu Penerima PKH di KSB Taliwang (Suara NTB) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mendapatkan program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk tahun 2014 ini, sebanyak 3 kecamatan ditetapkan menjadi penerima, masing-masing kecamatan Maluk, Jereweh dan Brang Ene. Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) KSB, Manurung, Jumat (6/6) menjelaskan, saat ini persiapan untuk penyaluran program yang diperuntukkan bagi warga miskin itu mulai dilaksanakan. Manurung menjelaskan, setelah turun mandat Kemensos, pihaknya telah menindaklanjutinya dengan melakukan seleksi pendamping di tiga kecamatan penerima. “Calon pendamping program sudah diseleksi sekarang tunggu diumumkan saja siapa yang terpilih di masing-masing kecamatan,” katanya. Pelaksanaan teknis di lapangan nantinya akan dijalankan oleh tenaga pendamping. Setelah pendamping ditetapkan, mereka akan langsung bekerja melakukan validasi data Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang menjadi calon penerima program. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah KSM di tiga kecamatan sebanyak 448 kepala keluarga (KK). Data itulah yang akan divalidasi sebelum ditetapkan jum-

Penyidik Bidik Tiga Tersangka Baru

Dompu (Suara NTB) Kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu tahun 2011 hingga saat ini belum juga dinyatakan lengkap oleh jaksa setelah tiga kali berkasnya dilimpahkan. Penyidik merasa dipersulit, karena berkasnya selalu dikembalikan dengan petunjuk yang sama. Namun pengembangan untuk tersangka lain, penyidik membidik tiga pejabat aktif sebagai calon tersangka.

(Suara NTB/dok)

Manurung

lah pasti penerima PKH. “Jadi data 448 KK itu belum final. Nantinya divalidasi dulu untuk memastikan bahwa program itu benar-benar tepat sasaran,” urai Manurung. Pada tahun 2013 lalu PKH telah menyasar lima dari delapan kecamatan yang ada di KSB. Untuk mengakomodir 2.439 KSM, Kemensos menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Manurung memaparkan, ada beberapa kategori KSM untuk dapat menerima program tersebut, di antaranya memiliki ibu menyusui, anak balita serta anak sekolah yang duduk di bangku SD hingga SMP sederajat. “Tiap prioritas nilai bantuan yang diterima KSM berbeda. Jadi kalau dalam satu KSM memiliki seluruh criteria, maka jumlah bantuannya pun akan lebih banyak,” pungkasnya. (bug)

Kapolres Dompu, AKBP Purnama, SIK kepada Suara NTB, Jumat (6/6) mengaku, berkas kasus dugaan korupsi Setda tahun 2011 yang merugikan keuangan Negara hingga Rp 2,085 miliar dari total anggaran sebesar Rp 9 miliar masih juga dikembalikan Jaksa. Tiga kali sudah berkas dilimpahkan ke Jaksa, tapi selalu dikembalikan dengan petunjuk yang sama. “Sudah tiga kali berkasnya P19 dengan petunjuk yang sama. Kita merasa dipersulit (oleh Jaksa),” ungkap Purnama. Identifikasi harta kekayaan para tersangka antara

Jaksa Berencana Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi Mobil PMK Dompu (Suara NTB) Kejaksaan berencana akan menghentikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sepeda motor Jincheng dan mobil pemadam kebakaran (PMK) tahun 2005. Kesulitan untuk menghitung kerugian negara menjadi alasan rencana penghentian. Tapi untuk kasus penarikan retribusi jambu mete tahun 2008 masih diteliti. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Dompu, Joko Suryanto, SH kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (6/6) mengatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan sepeda motor Jhincheng dan pengaan PMK tahun 2005 berdasarkan petunjuk Kejagung akan dihentikan proses penyidikannya. Saat ini pihaknya masih menyusun yuridis untuk penghentian dua berkas perkara yang telah menetapkan mantan Kepala Bagian Umum Setda Dompu, Cdr sebagai tersangka. “Alasan penghentiannya karena kesulitan mengkaji nilai kerugian negara,” kata Joko. Kejari Dompu juga menunggak perkara kasus dugaan korupsi pungutan retribusi perkebunan jambu mete tahun 2008. Kasus yang telah menetapkan kepala Dinas Perkebunan Dompu sebagai tersangka ini masih dalam pengkajian. Tapi hasil

eksposenya akan dinaikkan ke tahap persidangan. “Perda (retribusi sebagai dasar penarikan retribusi) sudah hampir 1 tahun dibatalkan (oleh Mendagri saat itu), tapi masih dijadikan dasar untuk menarik. Ada dalih, dia (Kadis Perkebunan) tidak tahu (pembatalan Perda). Ini yang belum ada titik temu,” ungkap Joko. Sementara untuk kasus dugaan korupsi lainnya seperti kasus dugaan korupsi kelompok sapi tahun 2011 dengan tersangka Snt (pegawai Pos Dompu), menurut Joko Suryanto, pihaknya masih menelusuri keberadaan tersangka. Karena informasinya, Snt ditahan di Polda NTB dalam kasus yang berbeda. “Karena ini kasusnya seperti penggelapan, kita bisa langsung naikkan dengan asumsi kita (kerugian negara),” katanya. Begitu juga dengan kasus dugaan korupsi beras raskin ke 13 Desa Wawonduru, menurut Joko masih dalam tahap pemberkasan. Sama dengan kasus pengadaan senpi di Sat Pol PP Dompu tahun 2005 yang menetapkan HS, S.Sos sebagai tersangka. “Senpi masih disusun pemberkasan. Arahnya memang ke sana (menetapkan rekananan sebagai tersangka),” terangnya. Rekanan pengadaan senpi ini PT Bumame. (ula)

(Suara NTB/dok)

Demam Berdarah Serang Ratusan Warga di Sumbawa

(Suara NTB/ula)

DIBABAT - Kawasan hutan di Nangatumpu yang dibabat warga saat musim kemarau 2013 lalu. Warga berdalih menguasai lahan kawasan hutan untuk menanam jagung.

Purnama

sebelum dan sesudah kasus korupsi Setda terjadi, dikatakan Purnama, akan mempersulitkan pihaknya dan membutuhkan waktu yang lama dalam memenuhinya. Selain itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyita harta kekayaan para tersangka sehingga bisa digunakan sebagai pengganti kerugian Negara pasca putusan majelis hakim. “Kita hanya pada aspek pembuktian tindak pidana korupsinya. Untuk ganti rugi kerugian Negara, itu hal yang berbeda,” terangnya. Soal pengembangan pada tersangka lain, dikatakan Purnama, pihaknya membidik tiga orang calon tersangka. Ketiga pejabat aktif ini dinilai memiliki peranan penting dalam tindak pidana korupsi Setda selain kuasa pengguna anggaran (KPA) dan bendahara Setda yang telah ditetapkan lebih awal. “Tapi pengembangan tersangka lain, kita masih melihat (proses persidangan) 3 tersangka yang telah ditetapkan lebih awal,” ungkap Purnama. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Dompu, Joko Suryanto, SH yang dihubungi terpisah menegaskan,

tidak ada niatan pihaknya untuk mempersulit penyidik dalam pemberkasan setiap kasus. Petunjuk jaksa yang disampaikan dalam catatan P19, bersifat normatif seperti pemeriksaan kembali para saksi, pengembangan kasus ke tersangka lain, dan identifikasi harta kekayaan para tersangka untuk mempermudah pengembalian kerugian Negara. “Pemeriksaan kembali saksi untuk memperjelas keterkaitan tersangka dan pertanggungjawaban tersangka atas tindakannya,” katanya. Joko Suryanto mengungkapkan, pembuktian di persidangan atas kasus yang disangkakan menjadi tanggungjawab jaksa. Sehingga pihaknya harus lebih awal meyakininya dan bisa membuktikannya di depan hukum. “Kalau tidak, kita bisa persalahkan. Tapi kalau memang petunjuk kita tidak bisa dipenuhi, kan bisa disampaikan saja alasannya,” ungkap Joko. Ia juga mengungkapkan, penyidik memiliki kewenangan untuk menyita harta yang diduga terkait tindak pidana korupsi. Selain itu, Joko juga mengungkapkan, pengembangan ke tersangka lain yang tengah diselidiki penyidk Polres hingga saat ini belum disampaikan SPDP (surat perintah dimulainya penyelidikan). “Informasinya ada pengembangan ke tersangka lain, tapi sampai hari ini kita belum terima SPDP-nya,” ungkapnya. (ula)

Festival Moyo 2014 Siap Digelar Sumbawa Besar (Suara NTB) Event tahunan akbar, Festival Moyo siap digelar pada tahun ini. Sejumlah persiapan sudah dilakukan, agar kegiatan tersebut bisa maksimal dilakukan. Sebagaimana disampaikan Kasubag Humas R. Rudi Yulianto, Jumat (6/6), Pemkab Sumbawa siap menggelar agenda budaya dan pariwisata tahunan, Festival Moyo tahun 2014. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Termasuk menetapkan panitia pelaksana kegiatan, sesuai SK

Bupati Sumbawa Nomor 519 Tahun 2014. “Pemkab Sumbawa juga sudah mengadakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Festival Moyo 2014. Dipimpin Sekda Sumbawa, Drs H. Rasyidi, membahas event-event yang akan dilaksanakan nanti,” terangnya. Sejuah ini dari hasil pertemuan telah disepakati, pelaksanaan Festival Moyo 2014 digelar mulai 27 September hingga 6 Oktober mendatang. Yang pembukaannya bertempat di lapangan Pahlawan Sumbawa. Pada Pembukaan nanti akan ditampilkan Pawai

Budaya yang diiringi dengan Sarembang Ratib. Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan kegiatan Pekan Budaya Sumbawa dan MICE / UMKM Expo yang berlangsung selama 10 hari Panitia Festival Moyo 2014 akan disemarakkan dengan 12 event pariwisata yakni, Sarembang Ratib, Pawai Budaya, Pekan Budaya Samawa, MICE/UMKM Expo, Main Jaran, Sepeda Wisata, Barapan Kebo, Diving, Jelajah Wisata Motor, Fishing Contest, Lari Samawa 10 K, dan Samawa Basarune. (arn)


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Dampak Erupsi Sangeangapi, 3.000 Ekor Ternak Mati Dari Hal. 1 menyebutkan berdasarkan laporan yang dicatatnya, sekitar 3.000 ekor ternak mati di Sangiang Pulo. Masing-masing 2.223 ekor sapi dan sisanya kerbau. Akibat kejadian itu, warga mengalami kerugian yang cukup besar. Jika seekor sapi saja mati, mereka sudah mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Sehingga jika ditotal kerugian akibat ternak mereka tewas mencapai Rp 19 miliar lebih. Dikatakannya, data ternak yang mati sudah diteruskan ke Dinas Peternakan Kabupaten Bima. Selanjutnya, oleh Dinas Peternakan dilaporkan ke pemerintah pusat. Menurut Hujrah, ternak di Sangiang Pulo jumlahnya mencapai puluhan ribu. Ternak-ternak tersebut tersebar mengelilingi Gunung Sangengapi. Rata-rata, pemilik berasal dari Desa Sangiang daratan, Desa Hidi Rasa dan Desa Rangga Solo. Warga memang beternak di sana karena Sangiang Pulo memang daerah yang subur. Selain untuk ternak, daerah itu juga digunakan warga untuk bertani dan berladang. Salah seorang peternak H Maska (32) yang dikonfirmasi di kediamannya mengaku jumlah ternak yang ada di kaki Gunung Sangeangapi cukup banyak. Dua hari pascaerupsi, dia bersama puluhan warga lain sempat menuju Sangiang Pulo. Hanya saja, dia dan warga sampai pinggiran pantai. Dari pengecekan awal tersebut sudah terlihat beberapa yang tewas. “Ada yang sudah kelihatan tewas tapi belum tahu jumlah pastinya,” tutur Mas-

ka. Rencanannya, dia dan peternak lain akan memeriksa kembali ke Sangiang Pulo ketika kondisi sudah memungkinkan. Ternak-termak tersebut, dibelinya sekitar tahun 2004 dan tahun 2007. Pada tahun 2004, jumlah ternak yang dibelinya sebanyak 180 ekor sementara tahun 2007 sebanyak 100 ekor. Sehingga selama bertahun-tahun beternak diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan. Hal senada juga diungkapkan oleh Arifin Rahman. Jumlah hewan ternaknya mencapai 300 ekor terdiri dari sapi dewasa dan anak sapi. Ternak tersebut berada di Edi Dama atau So (kawasan Iso). Namun dia sendiri belum tahu pasti berapa jumlah yang mati. Pascaerupsi, warga belum bias beraktivitas di sekitar wilayah Gunung Sangeangapi. Pasalnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pemantau Gunung Sangeangapi masih melarang warga untuk mendekati gunung. Sebagian besar warga berladang dan beternak di Sangiang Pulo. Di samping itu warga yang berprofesi sebagai nelayan juga belum bisa melaut. Sebab, nelayan mencari ikan di sekitar pantai Gunung Sangeangapi. Tidak saja nelayan dan beternak, aktitas berladang dan bertani juga masih belum bisa. Warga di wilayah itu, biasa menanam kacang hijau, biji wijen, kacang tanah, jambu mente. (use)

Loteng Penunggak Raskin Tertinggi Dari Hal. 1 dengan Nomor 500/149/ekon tanggal 3 Juni 2014 perihal tunggakan Hasil Pembayaran Beras (HPB) Raskin yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se Pulau Lombok, Bupati Sumbawa dan Bupati Sumbawa Barat. Dikatakan, pengiriman surat kepada bupati/walikota itu sesuai dengan surat Perum Bulog Divre NTB Nomor B-22/V/ 2310/05/2014 tanggal 6 Mei 2014 perihal Laporan Piutang Raskin Perum Bulog Divre NTB yang mencapai Rp 8,8 miliar lebih yang belum disetor oleh pemda kabupaten/kota. Dalam surat itu, pada poin pertama dikatakan sesuai rekapitulasi penyaluran, pembayaran dan piutang HPB Raskin per wilayah Divre NTB tahun 2014 posisi sampai dengan 14 Mei 2014 realisasi penyaluran raskin alokasi bulan Januari sampai dengan Mei dan November, Desember 2014 mencapai 45.906.405 Kg atau 81,12 persen dari pagu sebesar 56.587.920 Kg. Pada poin kedua dikatakan penyaluran raskin sampai dengan bulan Mei 2014 belum mencapai 100 persen dikarenakan adanya tunggakan HPB Raskin di kabupaten/kota se Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat sebesar Rp 8.807.857.250. Disebutkan tujuh kabupaten/kota menunggak pembayaran raskin. Lombok Tengah menunggak pembayaran raskin paling tinggi dengan nilai mencapai Rp 3.371.876.000. Kemudian disusul Lombok Timur dan Lombok Barat dengan nilai tung-

gakan masing-masing Rp 2.130.196.00 dan Rp 1.482.887.000. Selanjutnya Lombok Utara sebesar Rp 815.030.000, Kabupaten Sumbawa Rp 457.633.00. Kota Mataram Rp 301.327.000 dan Kabupaten Sumbawa Barat Rp 248.908.250. Untuk kelancaran pendistribusian raskin alokasi bulan-bulan berikutnya khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, bupati/walikota diminta bantuannya agar mengingatkan kepada kepala desa/kelurahan yang masih memiliki tunggakan pembayaran HPP Raskin supaya segera menyelesaikan pembayarannya. “Sehingga pendistribusian untuk bulan selanjutnya tidak mengalami hambatan,” katanya. Jumlah alokasi raskin pada tahun 2014 ini di NTB sebanyak 84.881.880 Kg bagi 471.566 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM). Dengan alokasi sebanyak 15 Kg setiap bulannya, dengan harga tebus sebesar Rp 1.600 per Kg. RTS-PM penerima raskin sebanyak 471.566 itu tersebar di Kota Mataram 28.533 RTS, Lombok Barat 70.843 RTS, Lombok Utara 30.686 RTS, Lombok Tengah 94.745 RTS dan Lombok Timur 137.973 RTS. Selanjutnya untuk Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa 30.945 RTS, Kabupaten Sumbawa Barat 9.178 RTS, Dompu 20.133 RTS, Bima 39.204 RTS dan Kota Bima 9.326 RTS. (nas)

Dewan akan Bentuk Pansus Tindaklanjuti Temuan BPK Dari Hal. 1 Penerimaan tersebut terdiri dari iuran komite (sumbangan pembinaan pendidikan/SPP) dan BP3. Di Akper Lotim, penerimaan yang dikelola tanpa melalui mekanisme APBD jumlahnya mencapai Rp 3,92 miliar. Di BPKBM, jumlah penerimaan yang dikelola tanpa melalui mekanisme APBD mencapai Rp 75,8 juta. Di SMKPP Mataram, jumlahnya sebesar Rp 15,1 juta sementara di SMKPP Bima jumlah penerimaan yang dikelola tanpa mekanisme APBD sebesar Rp 511,6 juta. Total penerimaan yang bersumber dari dana pendidikan siswa di luar mekanisme APBD mencapai Rp 4,52 miliar. “Permasalahan tersebut mengakibatkan penerimaan yang berasal dari siswa berpotensi untuk disalahgunakan,” tulis BPK dalam LHP. Selain temuan – temuan tersebut, masih ada sejumlah temuan lain yang diungkap BPK dalam LHP. Antara lain, pendapatan atas kontribusi dari PT JR tahun 2013 yang kurang diterima, kelebihan pembayaran atas belanja perjalanan dinas pada empat SKPD, kelebihan pembayaran atas pengada-

an kendaraan dinas pada sembilan SKPD, sisa dana bantuan keuangan Pemprov NTB yang belum disetor ke kas daerah hingga pengelolaan investasi permanen lainnya yang kurang optimal dan berpotensi macet. Sebagian temuan kerugian negara telah dikembalikan langsung ke kas daerah. Terkait persoalan – persoalan yang muncul tersebut, di kalangan DPRD NTB mulai mencuat rencana untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna menindaklanjuti temuan – temuan dan sejumlah proyek Pemprov NTB yang bermasalah. Wakil Ketua Komisi III DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH, MH, menyebutkan, pihaknya antara lain akan membentuk Pansus untuk Terminal Haji, RSUP Dasan Cermen hingga Pansus terkait persoalan PT. Newmont Nusa Tenggara yang kini masih berpolemik dengan pemerintah. Nurdin menegaskan, pembentukan pansus ini diharapkan bisa mengurai berbagai macam persoalan yang mencuat, yang kini sedang dihadapi Pemprov NTB. (aan)

Halaman 5

Tunggakan Raskin Diduga Akibat Anggaran Diselewengkan Mataram (Suara NTB) Terjadinya tunggakan pembayaran terhadap beras untuk masyarakat miskin (raskin), yang terjadi di tujuh kabupaten/kota di NTB dinilai diakibatkan oleh adanya oknum yang menyelewengkan anggaran. Dugaan tersebut timbul karena dalam proses pendistribusiannya, masyarakat langsung membayar beras saat pembagian berlangsung. Anggota Komisi II DPRD NTB, Bidang Keuangan, Pertanian dan Pariwisata, Ir.Made Slamet, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (6/6) kemarin, mengatakan permasalahan tunggakan tersebut besar kemungkinan terjadi karena adanya oknumoknum yang menyelewengkan anggaran raskin setelah diterima dari masyarakat. ‘’Tentu ada oknum yang mengambil keuntungan di situ (pembagi-

an raskin) sehingga bisa terjadi tunggakan sebesar seperti itu,’’ ujarnya. Menurutnya, tunggakan tersebut tidak mungkin karena masyarakat tidak membayar beras yang dibagikan. “Masalah ini tidak mungkin dari masyarakat. Karena di lapangan, masyarakat langsung membayar di tempat saat dibagikan. Masyarakat tidak bisa mengambil tanpa langsung membayar,”

pungkasnya yakin. Dirinya menambahkan, pemda terkait harus berupaya mengidentifikasi permasalahn tersebut dan menindak tegas pelaku penyebabnya. ‘’Pemda harus tindak tegas oknum yang ‘bermain’ disitu. Pengawasan dalam prosesnya juga harus ketat,’’ tambahnya. Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD NTB, Bidang Kesejahtraan Masyarakat, Patompo Adnan, Lc mengata-

kan, permasalahan tersebut bisa berdampak serius bagi masyarakat. “Pada dasarnya, masyarakat yang akan dirugikan. Karena masyarakat saat ini sedang dalam masa tanam kedua yang diprediksi hasilnya kurang maksimal karena kekeringan. Masyarakat akan semakin tertekan jika ditambah lagi dengan masalah dalam raskin ini,” ungkapnya. Menurutnya, tunggakan pembayaran yang terjadi bisa menyebabkan proses pendistribusian menjadi bermasalah. ‘’Bisa saja pendistribusian bermasalah atau kuota dikurangi. Kita memang ingin kuota dikurangi tapi keinginan kami penyebabnya itu karena kemiskinan berkurang. Bukan

disebabkan karena tunggakan bayaran,’’ bebernya. Selain itu, potensi konflik juga dinilai besar jika proses pembagian raskin bermasalah. “Tunggakan tersebut bisa saja terjadi karena berasnya salah sasaran, jika sudah seperti itu akan besar potensi konflik di masyarakat,” tandas Patompo. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada pemda terkait supaya melunasi tunggakan yang belum dibayarkan. “Tunggakan hendaknya dibayar. Dicari permasalahannya jika ada masalah dan pengawasan terhadap proses raskin ini harus ketat. Karena ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (ami)

Pemprov NTB akan Kaji Pemberian Kejaksaan Belum ”Market Fund” untuk Jetstar Bisa Eksekusi Mantan

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB akan mengkaji pemberian market fund atau dana pemasaran/ promosi pariwisata melalui maskapai penerbangan Jetstar Airways. Informasi yang dihimpun, manajemen Jetstar Airways berencana akan menutup rute penerbangan Perth Australia-Bandara Internasional Lombok (BIL) pada 16 Oktober mendatang. Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH yang dikonfirmasi terkait akan ditutupnya rute penerbangan PerthLombok itu mengaku masih belum mendapatkan informasi tersebut secara resmi. Namun, ia akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB. “Kita akan kaji market fund ini. APBD itu satu rupiah itu mahal dalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Kalau dengan jalan itu (pemberian market fund) kita akan mendapatkan kemanfaatan yang besar, beratus-ratus kali lipat kenapa tidak,” katanya. Namun, kata Muhammad Nur, Pemprov NTB akan mengkaji dan mempertimbangkan hal itu secara matang. Hal yang akan dikaji seperti dari sisi aturan dan

kemanfaatannya bagi daerah. Menurutnya, antara sisi kemanfaatan dan sisi aturan harus berjalan beriringan. “Saya akan mengkaji seperti apa manfaatnya. Kalaupun bermanfaat kita juga akan lihat aturannya. Mungkin manfaatnya besar tetapi kalau dari sisi aturan salah maka bahaya. Dari sisi manfaat dan aturan itu harus sejalan,”tambah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov NTB ini. Diketahui, sesuai data Disbudpar NTB yang diperoleh dari Balitbang Kemenparekraf, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB sejak akhir 2013 lalu hingga saat ini didominasi oleh turis Australia. Sebelumnya, angka kunjungan turis mancanegara ke NTB didominasi oleh wisatawan asal Eropa. Bahkan jumlah angka kunjungan turis Australia ke NTB diklaim telah melampaui Bali sejak pembukaan penerbangan langsung Perth Australia-Bandara Internasional Lombok (BIL) September 2013 lalu. Terkait dengan pengembangan pariwisata, kata Muhammad Nur, NTB telah ditetapkan sebagai lima besar destinasi wisata nasional dan internasional. Bahkan, lanjutnya, NTB masuk dalam sembilan daerah yang mnejadi destinasi wisata syariah. Un-

tuk memastikan NTB benarbenar sebagai destinasi wisata yang menarik minat wisatawan baik nusantara dan mancanegara, NTB terus berbenah dengan membenahi destinasi di dalam daerah. “Kita dorong segala sesuatu itu, kita tidak harus mengeluarkan banyak modal, artinya untuk melakukan kegiatan di luar tetapi bagaimana kita terus membenahi di dalam sini,”katanya. Menurut Muhammad Nur, jika destinasi wisata dalam daerah sudah tertata dengan baik dan berkualitas maka wisatawan akan semakin banyak yang datang ke daerah ini. Untuk itu, katanya, perlu dibangun kesadaran yang kolektif di masyarakat. Seperti memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Bila perlu, katanya, jika ada sandal wisatawan yang tertinggal tahun ini bisa ditemukan kembali pada tahun berikutnya ketika mereka kembali lagi berkunjung ke NTB. “Kalau itu bisa kita lakukan, orang akan datang, ndak perlu kita mengeluarkan uang yang besar. Dengan kondisi seperti itu, semua orang akan melakukan investasi. Kemudian kesadaran setiap warga terkait dengan kebersihan juga harus digalakkan. Serta tertib dan teratur, itu yang dilihat oleh wisatawan,” tandasnya. (nas)

Dirut Merpati

Jakarta (Suara NTB) Kejaksaan belum bisa mengeksekusi mantan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan karena belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung yang menghukumnya empat tahun penjara atas kasus penyewaan pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500. “Untuk pelaksanaan putusan, kita harus menerima salinan putusan. Kalau secara resmi sudah diterima, baru kita bisa eksekusi,” kata Jaksa Agung Basrief Arief di Jakarta, Jumat (6/6). Karena itu, kata dia, pihaknya sudah meminta pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat melalui pidana khusus agar proaktif atas putusan itu. Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi DP Nababan mempertanyakan putusan kasasi Mahkamah Agung yang menghukumnya empat tahun penjara, padahal di tingkat pertama divonis bebas murni. “Sebagai orang awam hukum, saya tidak mengerti mengapa

Nilai Proyek Terindikasi Korupsi di NTB Capai Rp 200 Miliar Dari Hal. 1

Dibantah, Isu Penangkapan Penembak Bripka M. Yamin Dari Hal. 1 Pelaku kemudian dibawa ke Bima untuk pengembangan sebelum dibawa ke Jakarta. Sementara di Kabupaten Bima, empat desa warga melakukan aksi blokir jalan negara menuntut pelaku penembakan segera ditangkap. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB, Jumat (6/6) kemarin, menyebutkan, anggota Densus 88 berhasil menangkap seorang pemuda yang diduga pelaku penembakan Bripka M. Yamin di wilayah Dompu. Anggota Densus 88 yang meng-

gunakan tiga unit mobil ini langsung membawa pelaku ke Bima untuk penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Dompu, AKBP Purnama, SIK yang dihubungi terpisah membantah ada penangakapan pemuda yang diduga pelaku penembakan anggota Polres Bima di wilayah Dompu, Jumat sore. “Nggak ada penangkapan oleh Densus di wilayah Dompu,” bantahnya. Namun Purnama mengakui, anggotanya pada Jumat sore sempat menangkap seorang pemuda mabuk di Doro Tangga Dompu. Pemuda ini ditangkap karena memalak orang dan berte-

lanjang di jalan. “Sekarang dia sudah dilepas,” aku Purnama. Sementara di Kabupaten Bima, warga di Desa Rasabou, Tambe dan Desa Leu Kecamatan Bolo serta warga Madapangga Kabupaten Bima melakukan aksi blokir jalan sejak pukul 16.00 Wita, Jumat kemarin. Warga menuntut agar pelaku penembakan anggota Polres Bima segera ditangkap, karena cukup meresahkan masyarakat. Aksi blokir jalan yang masih berlangsung hingga berita ini ditulis, membuat arus lalu lintas dari dan menuju Bima lumpuh total. (ars/ula/use)

Panggil Penunggak Pajak Dari Hal. 1 pembayaran tunggakan pajak yang mencapai Rp 250 juta hingga 2013. “Hari ini surat undangan ke pihak hotel dan restoran saya layangkan. Undangan ini untuk permintaan klarifikasi hari Senin atau Selasa pekan depan,” kata Kasi Datun Kejari Mataram Herya Sakti Saad, SH Jumat (6/6) kemarin. Panggilan klarifikasi itu akan dilayangkan untuk Hotel Nit Tour, yang menunggak sejak 2004 - 2013, Hotel Jaitun menunggak Tahun 2012 hingga 2013 dan Hotel Lombok Giri tahun 2012 - 2013. Sedangkan untuk restoran, ada enam surat panggilan. Diantaranya RM Kelebet, Taliwang Irama, Sayung Baka - Baka, Taliwang Murad, Bak Mie Raos. Herya tidak merinci detail nilai tunggakan masing - masing pengusaha hotel dan resto-

ran itu. Tapi secara umum dia sebutkan, untuk tunggakan pajak hotel mencapai Rp 100 juta, sedangkan restoran mencapai Rp 150 juta. “Pemkot Mataram melalui Dinas Pendapatan Daerah sudah berulangkali melakukan penagihan, tapi tim lapangan menemui kesulitan. Sehingga diputuskan kami bersama pemkot menjalin kerjasama untuk penagihan pajak ini,” terangnya. Bahkan dia menyebut tingkat kepatuhan penunggak pajak sangat kurang dilihat dari tagihan yang tidak terealisasi setiap tahunnya. Petugas lapangan pun mengeluh tentang kerja kerasnya di lapangan saat melakukan penagihan. “Kami akan masuk di proses ini, kemudian menanyakan kepada hotel dan restoran yang kapan bisa direalisasikan pembayarannya,” tegasnya. Setelah panggilan itu,

dalam jangka waktu tertentu akan dilakukan pemantauan terhadap pengusaha penunggak pajak. Jika dalam jangka waktu yang sudah disepakati tidak ada realisasi, maka sesuai kewenangan, pihaknya mempertimbangkan untuk melakukan penyitaan aset. Masih terkait surat kuasa penagihan pajak, sedianya pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemda Lobar. Namun sampai saat ini Pemda Lobar belum memberi gambaran kapan surat kuasa itu diberikan. Padalah hotel dan restoran di Lobar terbanyak tunggakan pajaknya yang mencapai Rp 2 miliar akumulasi sejak 2009. Berbeda dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU), pihaknya sudah membuat kesepakatan, mengingat KLU juga daerah pariwisata yang terdapat banyak hotel dan restoran berpotensi terjadi tunggakan pajak. (ars)

Percepat Bangun Smelter Dari Hal. 1 Mereka sudah mengambil langkah untuk memberikan pemahaman kepada karyawan bahwa tindakan ini dilakukan karena ada kebijakan perusahaan untuk merespons kebijakan pemerintah harus ada smelter itu. Untuk itu ada proses transisi, mereka memberikan pemahaman untuk merumahkan karyawan,” kata Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH dikonfirmasi usai menerima jajaran manajemen PTNNT di ruang kerjanya, Jumat (6/6) siang kemarin. Manajemen Newmont yang menghadap langsung memberitahukan kebijakan merumahkan ribuan karyawan itu ad-

alah Kasan Mulyono. Terkait dengan kebijakan merumahkan karyawan itu, kata Sekda, Pemprov NTB meminta tanggung jawab Newmont untuk memberikan pemahaman kepada para karyawan sehingga tidak muncul gejolak. “Dalam arti, pihak Newmont tetap mempunyai tanggung jawab untuk memastikan ke depan ini sambil menunggu bagaimana bentuk penyelesaian atau wujud smelter itu. Sama-sama kita maklumi, itu harus dilakukan,” imbuhnya. Dikatakan, Pemprov NTB terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait dengan permasalahan yang dihadapi Newmont. Pemerintah pusat terus didorong untuk mengam-

bil kebijakan yang tepat . Ditanya sampai kapan ribuan karyawan itu akan dirumahkan, Muhammad Nur mengatakan hal itu tidak dijelaskan dalam pertemuan tersebut. Namun, katanya, dalam situasi transisi seperti ini merupakan percepatan untuk segera membangun smelter. “Tetapi saya beri gambaran bahwa ini dalam situasi transisi seperti ini adalah percepatan untuk smelter adalah kuncinya. Karena bagaimanapun dalam sebuah negara itu berdaulat untuk mengatur Sumber Daya Alam dan investasi itu adalah memang harus dipatuhi siapapun yang melakukan investasi,” pungkasnya. (nas)

kemudian putusan bebas murni masih bisa dikasasi oleh jaksa ke MA. Padahal Pasal 244 KUHAP mengecualikan putusan bebas dari kasasi,” katanya. Pada 19 Februari 2013, majelis hakim tipikor PN Jakarta Pusat telah memberikan Putusan Bebas Murni (Vrijspraak) kepada Hotasi Nababan dan Tony Sudjiarto atas Perkara Security Deposit Sewa Pesawat Merpati yang terjadi pada Desember 2006. Ia mengatakan majelis hakim tidak mengindahkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan di pengadilan bahkan tidak mengacu pada tuntutan penuntut umum. Dikatakan, majelis hakim tingkat pertama saja sudah menyimpulkan bahwa tidak terbukti ada “mens rea” (niat jahat) dalam mengambil keputusan penempatan Deposit itu. “Bahkan majelis juga berpendapat pembayaran Security Deposit sudah dilakukan dengan transparan, hati-hati, beritikad baik, tanpa ada konflik kepentingan,” katanya. (ant/Bali Post)

Masih beberapa kasus lain sedang diaudit kerugian negara, selebihnya lembaga auditor yang berulang tahun ke 31 tahun ini menunggu dari APH. Darius memberi masukan kepada APH, agar ketika menyodorkan dokumen kasus korupsi yang akan diaudit, bernilai miliaran rupiah, agar sebanding dengan ekspektasi publik dan ukuran kinerja. Namun demikian, tanpa mengabaikan kasus dengan nilai ratusan juta, dengan catatan menjadi perhatian publik dan menyangkut kepentingan banyak orang. Nilai besar proyek di NTB yang sedang di usut APH itu memang belum bisa menjadi ukuran nilai kasus korupsi. Karena ada tahapan di tingkat penyelidikan dan penyidikan, sampai pada penentuan kerugian negara, menjadi penentuan akhir nilai anggaran yang diduga dikorup. Terlepas dari itu, dalam pandangan para pegiat anti korupsi, bahwa nilai pagu anggaran Rp 213 miliar lebih yang terakumulasi dari kasus ditangani APH, cukup fantastis. ‘’Tapi sekarang bukan soal nilainya, tapi bagaimana partisipasi masyarakat untuk mengawal proses hukumnya sampai tuntas,’’ kata Koordinator Divisi Hukum Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB, Ahyar Supriadi, SH. Tugas pihaknya mengajak masyarakat tidak hanya mengawal sampai tuntas. Tapi tidak kalah penting menjamin proses hukum baik di Kejaksaan, Kepolisian bahkan auditor negara, agar transparan sehingga mudah dipantau publik dan media. Karena dia percaya, proses hukum atas kasus korupsi yang transparan, akan menjamin penegakan hukum itu berlangsung fair dan tanpa rekayasa. Pada bagian ini, Akhyar menilai ada beberapa kasus baik di Kejaksaan dan Kepolisian yang belum terang benderang prosesnya, bahkan cenderung mandeg. Dia memberi catatan pada beberapa kasus di Kejati NTB, seperti kasus gedung Pendidikan Anak Usia Dini – Non Formal dan Informal (PAUD – NI), yang hanya menetapkan satu tersangka dan kini belum jelas perkembangannya. Pertanyaan sama untuk kasus SPAM KLU yang hanya menetapkan satu tersangka, sedangkan SPAM Bima belum jelas “nasib” penanganannya. Juga kasus THL Dinas PU Kota Mataram. ‘’Setelah ditinggal Kajati yang lama (Sugeng Pudjianto), belum ada perkembangan siginifikan.’’ Di Polda NTB, dia sangat

mengapresiasi kerja keras Ditreskrimsus yang sudah menemukan pola harga pembanding untuk penentuan kerugian negara, sehingga BPKP menemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp 1 miliar pada kasus Alkes Lotim. Namun disisi lain, dia menyoroti berlarutnya penanganan kasus korupsi Terminal Haji BIL. Harapannya, kasus ini tidak lagi menjadi tunggakan di tahun 2015, sehingga Polda bisa beranjak ke kasus baru. Baik kepada Kejaksaan Tinggi NTB dan Polda NTB, pihaknya memberi masukan terhadap kinerja Kejaksaan Negeri dan Polres – Polres yang menangani kasus korupsi. Pengawasan ketat terhadap kinerja Polres dan Kejari perlu, untuk menjamin proses hukum lancar dan transparan. Geliat penyelidikan kasus itu terlihat di Polres Mataram yang menyelidiki kasus Dana BOS, Polres Lobar yang menyelidiki kasus tanah pecatu, Polres Sumbawa menangani PNPM, Polres Dompu yang cukup lama menagani kasus APBD Dompu, kemudian Polres Bima Kota yang menyelidiki dugaan kredit fiktif di BRI. Sedangkan di Kejari, yang menjadi perhatian publik saat ini, penyelidikan dugaan penyimpangan pengadaan Alkes RSUD Bima senilai Rp 7,6 miliar oleh Kejari Bima. Mengurai kinerja di Kejati NTB dan Polda NTB, Ahyar menyebut pada dasarnya kedua pihak sedang bekerja keras. Hanya saja di Kejati NTB dilihatnya masih vakum sejak pergantian jabatan Kajati dari Sugeng Pudjianto kepada Fadil Jumhana. Sedangkan di Ditreskrimsus Polda NTB, masih berkutat pada kasus lama. Terkait masih vakumnya proses hukum itu, juru bicara Kejati NTB, Made Sutapa, SH menilai kurang tepat dengan penyebutan vakum. Bahwa intensitas penyelidikan dan penyidikan agak landai diakuinya, sebab masih masa transisi. “Kami masih menunggu Kajati yang baru resmi bertugas disini, termasuk Aspidsus yang baru. Tapi pada dasarnya proses hukum beberapa kasus tetap jalan,” jawabnya. Sementara dari pihak Ditreskrimsus Polda NTB, mengakui energinya cukup dikuras untuk menyelesaikan tunggakan kasus seperti Alkes Lotim dan proyek Terminal Haji BIL. ‘’Tapi kami menjadikan dua kasus ini prioritas, agar cepat selesai. Tentu saja dengan harapan, agar kami bisa masuk menangani kasus – kasus baru,’’ terang Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Nurodin, SIK. (ars)


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Halaman 6

Jurnalistik Harus Masuk Sekolah Evaluasi Regulasi Penyaluran Raskin DATA dari Perum Bulog Divre NTB, sampai dengan posisi saat ini, jumlah uang pembayaran raskin yang masih belum dibayarkan alias mengendap di kabupaten/kota mencapai Rp 8 miliar. Tertunggaknya pembayaran raskin itu dikhawatirkan akan mengganggu distribusi raskin pada bulan berikutnya terutama menjelang bulan puasa dan lebaran. Hal itu dikatakan Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB, Ir. M. Hasim dikonfirmasi usai menghadap Sekda NTB, H.Muhammad Nur, SH, MH terkait dengan rencana evaluasi program raskin. Menunggaknya sejumlah kabupaten/kota di daerah ini membayar raskin, bukan hanya kali ini terjadi. Hampir setiap jatuh tempo pembayaran beras yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu (miskin), Bulog selalu mengeluhkan hal serupa (kabupaten/kota menunggak pembayaran). Nilai tunggakannya pun tidak kecil. Dari tujuh kabupaten/kota di NTB, hingga saat ini nilai tunggakan pembayaran raskin mencapai Rp 8 miliar. Yang perlu dipertanyakan adalah kenapa kabupaten/kota bisa menunggak? Kemana uang pembayaran raskin itu? Karena seperti diketahui bahwa masyarakat yang memperoleh raskin, tidak mendapatkannya secara cuma-cuma (gratis). Masyarakat memperoleh raskin dengan mengeluarkan biaya yang memang harganya murah. Untuk setiap 1 Kg raskin, masyarakat membelinya dengan harga Rp 1.600. Bulog pun melontarkan pertanyaan senada. Kenapa bisa sampai ada tunggakan raskin. Padahal masyarakat penerima sudah membayar langsung raskin itu ketika dibagikan. Mereka langsung membayar sesuai dengan jatah yang mereka terima dengan harga seperti disebutkan di atas. Ada uang ada barang, ada uang ada raskin,. Jadi masyarakat langsung membayar.Tungakan raskin di tingkat masyarakat sebanranya tidak ada. Pertanyaannya kemudian, kemana uang pembayaran raskin masyarakat? Apakah mengendap di tingkat pelaksanan paling bawah (desa) atau di mana? Hal inilah yang perlu ditelusuri. Jangan sampai nanti, tunggakan pembayaran raskin terjadi, masyarakat yang disalahkan. Atau malah masyarakat yang notabene rakyat miskin, dijadikan kambing hitam sebagai pemicu amburadulnya pembayaran raskin. Pihak yang bertanggung jawab dengan penanganan raskin ini, harus mengusut di mana letak krodit pembayaran raskin ini. Jika ternyata ada oknum-oknum penyelenggara yang menyelewengkan dana raskin, ini harus diusut dan diproses secara hukum. Selain mengusut tuntas indikasi penyimpangan dalam pengelolaan raskin, pemerintah tampaknya perlu melakukan evaluasi terhadap regulasi penyaluran termasuk mekanisme pembayaran raskin. Dari catatan Suara NTB, kasus penyelewengan pembayaran raskin sudah beberapa kali terjadi dan pelakunya sudah diseret ke meja hijau. Tapi toh, proses hukum tampaknya belum mampu memberi efek jera. (*)

ENGAN ditetapkannya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013, sistem pendidikan kita tentu akan ada pembaharuan. Baik dari metode, materi hingga media yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Semua itu dilakukan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan pendidikan yang berkarakter. Kita semua tahu bahwa kurikulum 2013 ini dalam aplikasinya menuntut siswa sebagai subjek utama dalam pendidikan lebih aktif dari pada guru. Guru hanya menjadi fasilitator dan pemberi stimulus kepada siswa agar siswa mampu berfikir kritis, kreatif dan tentunya aktif mencari tahu apa yang akan dipelajarinya. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pendidikan kita guna mensosialisasikan kurikulum ini kepada seluruh sekolah di Indonesia, mulai dari membuat pelatihan, workshop, hingga melaksanakan lomba kreatif guru mengajar. Namun, semua itu hanya diperuntukkan kepada guru. Bagaimana dengan siswa? Hal ini masih menjadi perdebatan berbagai kalangan. Jika gurunya saja tidak siap melaksanakan kurikulum baru ini, bagaimana dengan siswanya. Karena pada dasarnya, menjadi fasilitator pada tingkat pendidikan dasar amatlah sulit dibandingkan dengan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Daya kritis siswa tak serta merta datang dengan sendirinya. Rasa ingin tahu siswa sulit diarahkan. Kecenderungan keingintahuan mereka lebih kepada sikap dan cara bergaul dengan sesamanya. Terlebih menjelang hingga masuk masa pubertas. Dimana siswa lebih tertarik pada lawan jenisnya. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk mengarahkan daya kritis siswa kepada materi yang dipelajari. Hal di atas tentu menjadi kendala tersendiri. Namun tak serta merta kita pesimis lalu memilih untuk merombak ulang sistem yang dibuat dengan biaya besar. Jurnalistik Menawarkan Solusi Untuk mencapai pendidikan berkarakter, pihak yang berkewajiban memberikan fasilitas kepada siswa untuk aktif dalam belajar harus menganalisis potensi media ataupun metode yang tepat, guna menciptakan siswa yang aktif dalam setiap mata pelajarannya. Salah satunya dengan mengembangkan kegiatan jurnalistik di sekolah. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan adanya jurnalistik di sekolah, jika diterapkan dengan baik dan benar. Diantaranya, siswa akan dilatih kecakapan berbicara dan berkomunikasi saat melaku-

Oleh :

Muhammad Iqbal H

(Dewan Etik Nasional PPMI Regional Bali & Nusa Tenggara Barat Periode 2012-2014, Pendiri Komunitas Penulis FITK IAIN Mataram & Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN Mataram)

Jika rasa ingin tahu ini dapat distimulus dengan apa yang ada di sekeliling mereka, tentu tingkat kerja dan kualitas pemahamannya juga akan lebih baik dari pada mendengarkan dan duduk di dalam kelas. kan wawancara, siswa akan dilatih daya kritisnya dengan menganalisis isu yang akan diliput, dan yang paling terpenting, siswa akan lebih terampil dalam merangkai tulisan karena siswa dituntut untuk membuat laporan atau berita seperti apa yang mereka liput. Sekurang-kurangnya tiga hal di atas yang bisa dilakukan jika jurnalistik dikembangkan di lingkungan sekolah. Namun, hal yang tak kalah pentingnya ialah, dengan adanya kegiatan jurnalistik ini, sesungguhnya guru telah memberikan nilai yang penting bagi siswa. Yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan lebih tanggap terhadap lingkungan sekitarnya. Terlebih belakangan ini ada banyak opini masayarakat tentang pendidikan kita yang hanya fokus kognitif siswa saja. Sementara, afektif dan psikomotorik siswa diabaikan begitu saja. Jika opini ini terus dipertahankan dan tidak ada rasa tanggung jawab dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini, maka akan timbul masalah baru yang menambah kompleksnya masalah pendidikan kita. Kerja Jurnalistik Untuk sementara ini, ada beberapa sekolah yang membuat komunitas sendiri khusus di bidang jurnalistik. Jumlahnya masih sangat terbatas, bahkan untuk peningkatannya, siswa tidak mendapatkan arahan yang jelas dan lengkap. Semua masih sebatas teori. Pada hakekatnya, kerja jurnalis itu tak memiliki banyak teori. Melainkan kerja aktif dan kerja kolektif. Sehingga, selain siswa diajarkan

tata cara menghimpun berita yang baik, siswa juga akan belajar bagaimana bekerja sama dengan temannya yang lain. Dalam proses kerjanya, kegiatan jurnalistik bisa dimulai dengan menganalisis isi suatu pemberitaan. Siswa akan disuguhkan koran dan membaca berita yang menurutnya unik dan menarik untuk dibaca. Hal ini untuk mencari tahu sejauh proksimiti siswa terhadap berita yang mereka baca. Langkah selanjutnya, siswa bisa diajarkan teori kemudian menganalisis teori dan kerangka berita yang ada pada berita yang mereka baca. Hal ini akan melatih tingkat analisis siswa tentang apa yang mereka baca atau melatih landasan ketertarikan mereka terhadap berita itu. Jika dua hal di atas sudah dilakukan, tinggal siswa diarahkan dengan teori pembuatan berita hingga praktik liputan. Tentu, dengan adanya kegiatan liputan ini banyak hal yang mereka bisa peroleh. Semua mata pelajaran yang ada di sekolah akan mereka paham. Karena idealnya kerja jurnalis didasarkan pada rasa ingin tahu dari seorang wartawan. Jika rasa ingin tahu ini dapat distumulus dengan apa yang ada di sekeliling mereka, tentu tingkat kerja dan kualitas pemahamannya juga akan lebih baik dari pada mendengarkan dan duduk di dalam kelas. Sebagai salah satu contoh, dalam kerja jurnalistik siswa dapat memahami bagaimana cara kerja suatu hukum kimia dengan mewawancarai guru serta siswa yang sedang melakukan eksperimen. Kemdian siswa bisa menyajikannya dalam bentuk soft news yang bisa dibaca

oleh banyak orang di sekolahnya. Namun, di sisi lain, saya tidak sepakat jika jurnalistik menjadi salah satu mata pelajaran yang harus dipelajri siswa. Hal ini tentu akan bernasip seperti pelajaran lainnya. Dimana siswa hanya akan diberikan pemahaman semata karena keterbatasan waktu mengajar. Oleh karena itu, kegiatan ini lebih baik difokuskan dalam kegiatan ektrakulikuler seperti halnya Pramuka, PMR, drum band dan kegiatan ektra lainnya. Dengan demikian, siswa memiliki waktu yang banyak untuk memperoleh materi serta praktiknya, namun mereka tidak akan lepas dari pelajaran lain yang mereka pelajari di sekolahnya. Untuk mendukung kegiatan ini, tentu dibutuhkan sumber daya yang siap untuk mengelola dan memberikan materi. Sama halnya dengan kegiatan ektrakulikuler lainnya, jurnalistik memiliki suatu komunitas yang tak kalah besar yang menyediakan sumber daya yang dapat di andalkan. Saat ini tercatat sekitar 568 Lembaga Pers Mahasiswa yang telah tergabung dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang tersebar di seluruh perguruan tinggi di indonesia, baik yang swasta maupun negeri. Dengan telah tersedianya sumber daya ini, hal yang kemudian menjadi pekerjaan kita bersama ialah bagaimana membangun sistem dan penanaman nilai pengabdian demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yang berkarakter.

Nilai proyek terindikasi korupsi di NTB capai Rp 200 miliar Kinerja APH ditunggu masyarakat

*** Pemprov NTB akan kaji pemberian “market fund� untuk Jetstar Sah-sah saja jika memberi keuntungan berlipat

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Warga NTB Masih Senang Simpan Uang di Bawah Bantal

NTB Tak Masuk Pasar Potensial MESKI dengan geliat pariwisata yang terus membaik, NTB belum menjadi target sasaran para pelaku property (perumahan) dari luar negeri. Walaupun dengan diberlakukannya pasar Asean tahun 2015 mendatang. Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) persatuan Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, Drs. Izzat Husein, MM memandang pasar Asean bukan menjadi situasi yang menakutkan bagi pelaku property dalam daerah untuk bersaing dengan para pelaku property luar negeri. Di Indonesia, terdapat beberapa daerah yang menjadi sasaran empuk pengembangan property asing, karena tingkat pasar dan daya beli yang tinggi. Daerah-daerah tersebut yang masuk seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Denpasar masih kecil terkecuali untuk resort. Direktur Royal Lombok Property ini menyebut, Lombok utamanya bukan menjadi ladang yang bagus untuk investasi property asing, apalagi dengan total keseluruhan penduduk NTB yang hanya mencapai 5 jutaan, nilai belinya terhadap perumahan menurutnya tak begitu menggairahkan. “Kalau hotel dan resort, bisa jadi, tetapi masih kecil untuk pasar NTB,” katanya kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (6/6). Izzat menyebut, berpuluh-puluh tahun menggeluti dunia property, secara pribadi ia belum mendapatkan data rinci adanya pelaku property luar negeri yang masuk ke NTB. Bahkan pada jelang pelaksanaan pasar Asean, dari sisi kelembagaan Izzat juga belum mendapat informasi tentang itu. Sehingga ia optimis, perkembangan pasar Asean tidak menjadikan para pelaku property dalam daerah akan tersaingi, apalagi terjepit. Peluang yang paling dilihat justru pada pelaksanaan pasar bebas mendatang adalah akan banyaknya pekerja, bahkan pengusaha asing yang masuk ke Indonesia, tidak terkecuali di NTB. Hal itu tentu menjadi peluang bagi pasar property, artinya akan bertambah pembeli-pembeli dari luar. Satu hal yang ditekankan oleh Izzat kepada pelaku property dalam daerah, untuk sama-sama mengantisipasinya dengan menyiapkan produk perumahan yang berkualitas dan sesuai dengan selera pasar. “Dalam pemberlakuan pasar, siapa yang profesional, yang punya keungggulan produk, itulah yang unggul. Kalau perusahaan property lokal yang tidak mampu mengubah, image atau trade mark produk sesuai selera pasar, maka dia akan digilas oleh perusahaan-perusahaan besar,” demikian Izzat. Untuk sementara ini, ia menilai pasar penjualan produk yang paling besar masuk menggempur NTB adalah otomotif, kuliner, fashion dan segala yang menyangkut life style, belum secara khusus ke property. Jikapun ada indikasi ketertarikan pengusaha asing terhadap hotel dan resort, itupun tidak dalam waktu dekat. Masih menunggu sejauh mana perkembangan pariwisata yang akan berlaku didaerah ini. (bul)

Mataram (Suara NTB)Warga NTB dinilai masih senang menyimpan uangnya di bawah bantal. Hal ini terbukti dengan masih rendahnya akses masyarakat terhadap perbankan atau pengelola jasa keuangan. Karena itu Bank Indonesia (BI) memandatkan kalangan perbankan untuk melaksanakan sistem Financial Inclusion (FI) atau keuangan inklusif yang hakekatnya meniadakan segala bentuk hambatan terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan. Instruksi program ini tiada lain untuk mempermudah perbankan dalam menyerap sebanyakbanyaknya uang masyarakat (menabung). Latar belakang diterapkannya FI ini menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Provin-

bawah bantal, dengan tingkat resiko yang lebih tinggi. Hal itu juga dimaksudkan sebagai perpanjangan tangan perbankan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Tentunya sebagai wujud kepedulian perbankan untuk memberikan respon positif terhadap kebutuhan masyarakat dan produk tabungan yang berbiaya murah dari sisi administrasi. Dengan melibatkan seluruh perbankan, maka ada standar produk dan pelayanan serta membangun image menabung itu mudah dan menguntungkan. “TabunganKu diterbitkan secara bersama-sama oleh prbankan, dengan persyaratan mudah dan ringan. Ini upaya untuk menyadarkan masyarakat untuk gemar menabung,” demikian Bambang. (bul)

PDAM Giri Menang Fokus Selamatkan Sumber Mata Air Giri Menang (Suara NTB)PDAM Giri Menang sangat mengkhawatirkan dampak perubahan iklim yang dapat mempengaruhi semakit melimitnya pasokan air bersih. Langkah penyelamatan titik sumber mata air dilakukan, digelar aksi penanaman 3.000 pohon mahoni di Sarasute, Lingsar Lombor Barat. Kekhawatiran ini diperkuat lagi dengan banyaknya pihak-pihak yang mulai memanfaatkan penggunaan Air Bawah Tanah (ABT)/sumur bor, tidak terkecua-

KECANTIKAN

SHOWROOM SULAM BIBIR

SULAM ALIS DAN BIBIR

Rp. 1 Jt

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

bung,” katanya. Fitur produk tabunganKu dikembangkan menjadi dua, di antaranya fitur standar yakni fitur produk tabungan yang harus diterapkan secara seragam oleh perbankan, sesuai dengan yang telah disetujui bersama. Fitur lainnya, yakni fitur customized, yakni fitur tabungan yang dapat diperhitungkan untuk diterapkan oleh bank yang meluncurkan produk tabunganKu, di mana bank dapat memberikan tambahan fitur lainnya selama tidak melanggar kesepakatan. Mengapa bank harus membuat produk tabungan bersama? Menurut Bambang, cara ini sebagai langkah menumbuhkan budaya menabung di kalangan masyarakat yang sampai saat ini masih lebih cenderung menabung di

(Suara NTB/ars)

(Suara NTB/bul)

Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

si NTB, Bambang Himawan, Jumat (6/6), adalah berangkat dari rendahnya akses masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Data tahun 2011, hanya 20 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal. Bahkan terdapat 48 persen rumah tangga yang memiliki tabungan di bank, LKBN dan non lembaga keuangan. Demikian juga halnya dengan NTB yang juga dinilai akses masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan yang sangat rendah.

Padahal NTB adalah negara dan wilayah yang memiliki potensi pasar yang luas untuk layanan keuangan. Namun kondisinya, banyak masyarakat yang belum terakomodir di sektor jasa keuangan. Kondisi inklusi keuangan di daerah Bumi Gora ini menurut Bambang, bahwa populasi penduduk usia dewasa adalah 64 persen dari total 4,59 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk dewasa yang memiliki rekening di bank hanya 30,49 persen atau setara dengan jumlah 0,86 juta jiwa. “Kesimpulannya, potensi dan pangsa pasar layanan keuangan di NTB masih sangat besar. Untuk itu, salah satu upaya menjawab peluang dan tantangan yang dimaksud, dengan menggiatkan kembali gerakan ayo mena-

INSTALASI MANUAL Puluhan pipa air membentang dari sebuah bak air di gang pemukiman warga, Dusun Batu Basong, Desa Suntalangu Kecamatan Swela, Lombok Timur. Pipa itu dipakai mengaliri air dari satu bak penampung ke pemukiman warga lainnya. Desa di kaki Gunung Rinjani ini memang belum terjangkau instalasi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga warga membuat instalasi manual untuk memenuhi ketersediaan air.

Izzat Husein

HANYA :

Halaman 7

SULAM ALIS

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

MEBEL

li hotel-hotel yang kian menjamur. Direktur Utama PDAM Giri Menang, L. Ahmad Zaini, ST, MT di sela-sela kegiatan penanaman pohon bersama seluruh jajarannya, Jumat (6/6) mengatakan, tidak memungkiri debit air akan semakin berkurang seiring perubahan iklim. “Tingkat kebutuhan air (pelanggan) semakin tinggi, sementara pasokan air semakin melimit. Makanya salah satu cara untuk menyelamatkan titik-titik mata air dari sekarang dengan penanaman pohon,” katanya. Setidaknya, air yang terkandung di kawasan yang menjadi sumber mata air yang diandalkan PDAM selama ini dapat ditahan, guna memenuhi stabilitas kebutuhan pasokan air bersih pelanggan. Sarasuta menjadi salah satu sumber mata air yang diprioritaskan dari sebelas mata air yang dikelola. Kontribusinya sebesar 15 sampai 20 persen

terhadap distribusi air yang dipasok ke pelanggan di Kota Mataram dan Lombok Barat. Dia menyebut, jika PDAM tidak melakukan tindakan penyelamatan dari sekarang, tidak menutup kemungkinan dalam sepuluh tahun ke depan pengaruhnya akan sangat besar, apalagi dengan akan semakin tingginya kebutuhan air bersih saat itu. “Yang penting kita sudah berbuat dari sekarang, selanjutnya menjadi urusan siapa saja yang menjadi penerus di PDAM Giri Menang,” sebutnya. Bahkan untuk memperkuat distribusi air bersih, Zaini mengatakan pihaknya terus melalukukan ekspansi sumber-sumber mata air yang paling potensial, salah satunya yang digarap adalah kawasan Sesaot, dan kawasan Taman Narmada. Namun untuk memaksimalkan peran mata air tambahan tersebut, butuh waktu dan proses se-

belum pemanfaatannya. “Semuanya tidak jadi begitu saja, butuh waktu untuk pengerjaan proyek dan penyambungan pipa-pipanya,” katanya. Selain itu, Zaini juga mengatakan akan menggunakan sumber-sumber mata air baru berupa sumur bor. Dalam hal ini, akan dikomunikasikan secara terus menerus dengan pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat terkait pemanfaatan titik-titik bor yang sudah dipetakannya. Ia juga mengingatkan, kedepan harus dilakukan pengawasan tehadap pemanfaatan ABT oleh hotel-hotel yang ada di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Senggigi). Eksploitasi ABT ini menurutnya akan berkontribusi terhadap semakin melemahnya debit air serapan. “Hotel-hotel tidak boleh lagi menggunakan sumur bor, tapi harus menggunakan air PDAM.

(Suara NTB/bul)

L. Ahmad Zaini

Kecuali kalau PDAM sudah tidak mampu memenuhi kebutuhannya, bisa saja. Pokoknya hotel-hotel baru kalau akan meggunakan sumur bor, harus koordinasi dulu dengan PDAM,” demikian penegasannya. (bul)

KLINIK ALTERNATIF 06

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

FURNITURE

RUPA-RUPA

SHOWROOM

TRAVEL

06


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

POLHUKAM

Halaman 8

Belum Jelas Kepastian Kasus Penembakan Bripka Yamin Logistik Pilpres

Anas Sebut Dakwaannya Imajiner Jakarta (Suara NTB) Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memaparkan sejumlah alasannya mengapa ia menilai surat dakwaan terhadap dirinya hanyalah imajiner. “Permulaan surat dakwaan diantarkan dengan kalimat imajiner saya tahu kalimat tersebut dari saksi, tapi imajiner kalau tidak disebut fitnah semata,” kata Anas saat membacakan nota keberatan (eksepsi) dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat Nota keberatan itu ditulis tangan oleh Anas dalam 30 halaman dan dibacakan dengan berdiri selama sekitar 1 jam di hadapan majelis hakim yang dipimpin Haswandi dan disaksikan sejumlah pendukungnya dari Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). “Kalimat pada sekitar 2005 terdakwa mundur dari anggota KPU dan selanjutnya berkeinginan untuk menjadi pemimpin nasional yaitu sebagai presiden RI sehingga memerlukan kendaraan politik dan biaya yang sangat besar dan untuk menghimpun dana guna menyiapkan logistik terdakwa dan M Nazaruddin bergabung dalam Anugerah Grup jelas tidak benar,” tambah Anas. Menurut Anas, yang benar adalah ia menjadi komisaris PT Panahatan sebelum mundur pada 2009. “Saya tidak pernah mendapat laporan tentang PT Panahan dan mendapat manfaat apapun, termasuk saya disebut membuat kantong-kantong dana yang bersumber dari proyek pemerintah. Hal tersebut tidak berbasiskan data yang benar,” ungkap Anas. Anas juga membantah bahwa ia menerima 7-22 persen sebagai “fee” yang disimpan di brangkas Permai Grup. “Mengaitkan saya dengan Permai Grup dan brankas adalah spekulasi yang jauh dari kenyataan. Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak pernah berkoordinasi dengan M Nazaruddin dengan mengenai proyek,” tambah Anas. Ia pun membantah memerintahkan anggota Komisi II dari fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono untuk mengurus sertifikat tanah Hambalang ke Badan Pertanahan Nasional dan tidak pernah meminta Nazaruddin untuk mundur dari proyek proyek Pembangunan Lanjutan Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. “Hal itu fiktif belaka kalau saya disebut meminta Nazar mundur dari Hambalang. Saya tidak pernah minta siapa pun untuk maju atau mundur karena itu tidak menjadi pekerjaan dan perhatian saya,” ungkap Anas. Anas kembali membantah menerima uang Rp 2,01 miliar dari PT Adhi Karya untuk membantu pencalonannya sebagai ketua umum Partai Demokrat yang diserahkan mantan direktur operasi I PT Adhi Karya Teuku Bagus Bokhamad Noor melalui Munadi Herlambang, Indrajaja Manopol dan Ketut Darmawan atas permintaan Muchayat. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Penyelidikan kasus penembakan Bripka Yamin di Kabupaten Bima, Senin (2/6) malam lalu belum membuahkan hasil. Dalam penyelidikan, Polda NTB melibatkan Densus 88. Kabid Humas Polda NTB, AKBP M. Suryo Saputro menilai Kasus tersebut merupakan ancaman yang cukup membahayakan yang disebabkan oleh maraknya penyebaran senjata api (Senpi) ilegal. “Ancaman bahaya yang dapat ditimbulkan oleh maraknya peredaran senjata api yang katakanlah ilegal bukan hanya akan berdampak kepada pihak kepolisian semata, namun hal itu juga menjadi ancaman membahayakan bagi masyarakat. Untuk itulah dalam penyelidikan kasus yang sampai menelan nyawa anggota Polri kali ini, kami melibatkan Densus 88 dalam tim penyelidikan,” terang

Mantan Kapolres Sumbawa ini Jumat (6/6) kemarin. Meski demikian, penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian belum membuahkan hasil. Seluruh tim yang diterjunkan untuk mendeteksi siapa pelaku penembakan masih berada di lapangan. Sebelumnya dikatakan ada kamera CCTV yang berhasil merekam insiden penembakan tersebut. “Tim Kami masih berada di

Lapangan, sejauh ini memang kami belum mendapatkan hasil terkait identitas pelaku, yang jelas kami akan terus berupaya untuk mengungkap kasus tersebut sebab bahaya senjata api kami nilai cukup meresahkan bagi masyarakat,” imbuhnya. Menurut Suryo, kasus tersebut merupakan kasus tindak pidana umum seperti biasanya. Ia bahkan tidak berani berasumsi terkait apakah kasus itu ber-

Pasukan Siber Jokowi Siap Bertarung Jakarta (Suara NTB) – Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden menggunakan pasukan siber untuk mempengaruhi pilihan masyarakat melalui dunia maya, kata Direktur lembaga pemantau jejaring sosial Katapedia Indonesia Deddy Rahman “Kedua pasangan capres dan cawapres menggunakan pasukan siber. Yang paling banyak ada di kubu Joko Widodo Jusuf Kalla,” katanya di Jakarta, Jumat. Pasukan siber bekerja dengan menggunakan banyak akun di jejaring sosial, tujuannya untuk mempengaruhi pilihan pemilih. Pasukan itu dibayar oleh kedua pasang kandidat. “Pasukan ini mulai dikenalkan pada Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu,” katanya. Beberapa ciri-ciri akun berbayar atau pasukan siber adalah mengunggah foto profil perempuan cantik, remaja manis atau perempuan berjilbab. Kemudian pengikutnya di jejaring sosial kurang dari 100. Mereka dikepalai seorang “kapten”. Tugas dari pasukan siber tersebut mencuitkan kembali (retweet) cuitan “kapten”. “Dalam sehari bertugas melakukan cuitan mengenai pasangan calon sebanyak 50 cuitan.” Deddy menambahkan jejaring sosial sangat penting, karena pilihan masyarakat di jejaring sosial mencerminkan pilihan di dunia nyata. Apalagi, masyarakat Indonesia juga terbesar di berbagai jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan Instagram. “Dari hasil penelitian kami mendekati 95 persen. Siapapun yang menang di jejaring sosial maka akan menang pada pemilihan,” kata dia. Hal itu terjadi pada Pilgub DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa meningkat di jejaring sosial dibandingkan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Terdapat dua pasangan capres dan cawapres yang bertarung pada Pilpres 9 Juli yakni Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (ant/bali post)

M. Suryo Saputro

Demokrat Tunjuk Perempuan Duduki Kursi Pimpinan DPRD KLU

(Suara NTB/ari)

AMANKAN - Kapolsek Bayan mengamankan Sutawan yang tertangkap tangan mencuri kambing dari amuk massa di Desa Loloan.

Diduga Curi Kambing, Warga Pringgabaya Babak Belur Dihajar Massa Tanjung (Suara NTB) Apes dialami Sutawan (27). Warga asal Dusun Dasan, Pringgabaya, Lombok Timur ini, menjadi bulan-bulanan warga Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, setelah tertangkap tangan mencuri kambing milik warga Desa Loloan, pada Kamis (5/6) lalu. Informasi yang dihimpun koran ini, Jumat (6/6), menyebutkan aksi pencurian yang dilakukan pelaku berlangsung sekitar pukul 16.00 wita. Pelaku yang diketahui membonceng anak kecil yang masih duduk dibangku SMP - diketahui keponakannya sendiri, beserta 2 pelaku dengan 1 sepeda motor lain tiba-tiba menaikkan seekor kambing milik warga yang digembalakan dekat jalan raya, tidak jauh dari SMPN 4 Bayan. Naas, aksi tersebut justru terlihat oleh warga yang lantas meneriakinya pencuri. Puluhan warga pun berhamburan ke jalan raya, dan mengejar pen-

curi. Sutawan bersama keponakannya, MH, tertangkap warga. “Warga sudah 5 kali kehilangan ternak kambing, dan baru kali ini pencurinya tertangkap tangan,” ujar salah seoran warga Loloan, Adi. Awal tertangkap, Sutawan sebenarnya diamankan dengan damai oleh puluhan warga. Namun tiba-tiba, pelaku yang merasa pengamanan longgar, justru berniat kabur. Tidak jauh dari Kantor Desa Loloan, Sutawan berlari dan memilih kabur dengan melompat dari jembatan ketinggian 7 - 8 meter. Warga lantas melakukan pengejaran untuk kedua kalinya. Pelaku pun berhasil ditangkap. Saat itulah, warga yang terlanjur emosi satu per satu melayangkan bogem, sepatu, sandal ke sekujur tubuh korban. Hingga pelaku digiring dan diikat ke tiang listrik di halaman Kantor Desa Loloan, sejumlah warga masih menghujani pelaku dengan pukulan. Tak

ayal, muka korban lebam, benjol, dan berdarah. Warga berhenti menghakimi pelaku setelah petugas Polsek Bayan dan Satpol PP KLU kecamatan Bayan datang ke lokasi. Kapolsek Bayan I Wayan Wirta, langsung bertindak melakukan negosiasi dengan jumlah massa yang makin memenuhi kantor desa. Ia lantas menggiring pelaku ke Polsek dan sore harinya, pelaku langsung diangkut ke Polres Lombok Barat. Sementara MH yang dibonceng oleh korban tidak mengalami kekerasan, karena diamankan warga. MH menuturkan, ia bersedia ikut sang paman lantaran diajak jalan-jalan. “Saya diajak jalanjalan ke Bayan, dan saya tidak tau kalau paman akan mencuri,” kata MH ditirukan warga. Sementara 2 orang pelaku lainnya, masih dikejar oleh warga bersama aparat. Namun hingga Kamis malam, pelaku yang diketahui kabur ke arah barat tidak berhasil ditemukan. (ari)

Tim Siber Jokowi

Pengaruhi Pilihan Masyarakat

kaitan dengan kasus terorisme yang terjadi di Bima. “Dalam penyidikan maupun penyelidikan kita tidak berasumsi atau berandai – andai untuk mengungkap kasus, jadi semuanya harus berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Memang sebelumnya yang bersangkutan pernah menjadi saksi ketika penangkapan terduga teroris yang ada di sana,” pungkasnya. (met)

(Suara NTB/dok)

Bacakan Eksepsi

Polda NTB Libatkan Densus 88 Lakukan Penyelidikan

Pilkada Loteng 2015

Wajah Lama Diprediksi akan Kembali Bersaing Siapa saja yang bakal maju sebagai calon Bupati Lombok Tengah (Loteng) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 mendatang, saat ini sudah mulai mencuat ke permukaan. Walaupun pelaksaan Pilkada masih satu tahun lagi. Ada yang sudah menyatakan diri secara terang-terangan akan maju. Namun ada juga yang masih malu-malu tapi mau. SEBUT saja H.L. Wiratmaja, S.H. Mantan Bupati Loteng periode 2005-2010 ini, sudah menyatakan sikap akan kembali maju dalam memperebutkan kursi orang nomor satu Loteng, melalui jalur independen (perseorangan). Termasuk H.M. Suhaili, FT., Bupati Loteng saat ini. Kendati belum menyatakan secara langsung akan maju, namun Partai Golkar Loteng yang dipimpinnya sudah secara tegas bakal mengusung mantan Ketua DPRD NTB tersebut. Ada juga TGH. L. Gede Sakti. Anggota DPRD Loteng yang kini terpilih sebagai anggota DPRD NTB, dalam beberapa kesempatan juga sudah menyatakan niatnya untuk kembali maju. Begitu pula mantan Wakil Bupati Loteng, periode 20052010, H.L. Suprayatno, M.M. Walaupun belum menyatakan niatnya secara terang-terangan. Dengan hadirnya para tokoh tersebut, menurut Pengamat

Politik Loteng, H.M. Ikrom, Ph.D., bisa diprediksikan kalau persaingan pada Pilkada Loteng 2015, tidak akan jauh berbeda seperti pada Pilkada tahun 2010 lalu. “Besar kemungkinan muka-muka lama akan kembali bersaing pada Pilkada Loteng 2015 mendatang, termasuk calon incumbent,” ungkapnya, kepada Suara NTB, Jumat (6/6) kemarin. Kendati demikian, kata Ikrom, Pilkada Loteng mendatang diprediksi bakal menghadirkan tingkat persaingan yang lebih ketat dan seru lagi dari para Pilkada 2010 lalu. Pasalnya, ada beberapa wajah-wajah baru yang kemungkinan besar juga akan ikut meramaikan peta persaingan politik Loteng. Salah satunya, anggota DPRD NTB asal PDI Perjuangan saat ini, Ruslan Turmuzi. Ditambah beberapa tokoh lokal yang tentunya tidak bisa dipandang remeh. “Kalau bicara tingkat persaingan, Pilkada Lo-

teng 2015 mendatang bakal lebih seram lagi,” ujarnya. Selain itu, lanjut mantan anggota DPRD Loteng ini, Pilkada Loteng 2015 mendatang juga bisa saja menjadi ajang pertarungan antara politisi junior melawan politi senior. Dengan masuknya sejumlah nama politisi-politisi berpengalaman. Masalah peluang tambah Ikrom, semua calon punya peluang yang hampir sama. Namun menurutnya, calon incumbent (H.M. Suhaili,FT) tetaplah menjadi calon kuat dan diunggulkan untuk memenangi Pilkada. Karena dalam beberapa tahun terakhir, Loteng mengalami kemajuan cukup pesat. Masyarakat pun sudah bisa merasakan ada perubahan dari sebelum-sebelumnya. Walaupun memang gerak pembangunan di Loteng terkesan santai-santai saja. Tetapi ada perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. “Tetapi sekali lagi, semua keputusan terkait siap yang menjadi pemimpin ke depan, tetap ada di tangan masyarakat. Karena masyarakatlah yang lebih tahu bagaimana sosok pemimpin yang diinginkannnya,” pungkas Ikrom seraya menambahkan, masyarakat Loteng saat ini sudah mulai sadar politik. Sehingga bisa memilih dan memilah pemimpin yang ideal. (kir)

Tanjung (Suara NTB) Teka-teki siapa yang duduk di kursi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) terjawab sudah. Untuk periode kedua (2014-2019) masa jabatan DPRD, Parpol Pemenang Pemilu, yakni Partai Demokrat KLU mempercayakan jabatan kursi Ketua kepada sosok perempuan. Kepada Suara NTB, Jumat (6/6), Wakil Ketua DPC Partai Demokrat KLU, M. Hilmi, memastikan tampuk Pimpinan Dewan kepada Caleg terpilih perempuan. Namun bukan kepada istri Bupati KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, melainkan kepada Dra. Ni Wayan Sri Pradiatni. “Surat DPC sudah kami buat dan segera ditandatangani. Setelah konsep selesai, selanjutnya akan diajukan ke DPD,” ujar Hilmi. Diutarakan Hilmi, keputusan menunjuk Ni Wayan Sri P sebagai Ketua DPRD mendatang, berdasarkan putusan rapat internal Partai. Pada kesempatan rapat, Ketua DPC Demokrat, yang juga Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., menolak keras sang istri memegang tampuk pimpinan Dewan. “Penunjukan Ibu (Galuh Nurdiyah)? Bapak (Djohan Sjamsu) yang tidak mau, cukup sebagai anggota biasa. Suami Bupati, lalu Istri Ketua DPRD, kesan publik kurang bagus.” Menurut Hilmi, mengacu pada aturan maka tidak ada alasan bagi Demokrat untuk tidak menunjuk Ibu Bupati sebagai Ketua. Namun internal Demokrat belum mengizinkan Ketua Tim Penggerak PKK itu memegang kendali Dewan. Di antara 5 Caleg terpilih dari Demokrat, Hj. Galuh Nurdiyah, memperoleh suara tertinggi di Dapil 2 (Gangga - Kayangan) dengan 1.377 suara. Ditunjuknya Sri sebagai Ketua, sekaligus men-

jawab opini publik yang mengarahkan posisi Ketua antara Caleg Demokrat lainnya, Rinadi. Demokrat menilai, meski Sri belum banyak terpublikasi di media selama menjabat sebagai anggota DPRD 2009-2014, namun kapasitas yang bersangkutan tidak diragukan internal partai. “Sebenarnya Bu Sri, punya kemampuan, tapi karena selama ini sendiri cewek di DPRD, maka sering kalah argumen di lembaga. Dan saya sudah konfirmasi ke beliau, dan menyatakan siap sebagai pimpinan,” jelas Hilmi. Rinadi sendiri oleh internal Demokrat, belum memenuhi kapasitas sebagai Ketua. Kendati belum banyak DPRD di Indonesia yang menempatkan sosok perempuan sebagai Ketua Dewan, namun Demokrat tidak dapat dikatakan berjudi menempatkan perempuan sebagai nakhoda legislatif KLU. “DPC akan segera bersurat ke lembaga DPRD dan memastikan bahwa cukup 1 nama yang diajukan sebagai Ketua, supaya tidak bias. Setelah seluruh unsur Pimpinan DPRD diajukan oleh masingmasing Parpol, selanjutnya akan dibawa ke Pak Gubernur untuk ditandatangani,” demikian Hilmi. (ari)

(Suara NTB/ari)

Selong (Suara NTB) Sampai saat ini, urusan logistik pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang belum ada kepastian waktu kedatangannya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sedikit berbeda dengan pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu, urusan logistik sudah sebulan sudah dipersiapkan. Ketua Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim, Muhammad Lutfi Sarifudin kepada media di Selong mengatakan, saat ini pihak penyelenggara Pilpres ini masih sibuk menuntaskan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Seperti diketahui, DPT Pilpres ini lebih banyak dibandingkan DPT Pileg. Lebih lanjut soal logistik, Lutfi menyampaikan saat ini pihaknya sudah mulai mempersiapkan bilik suara dan kotak suara yang akan digunakan. Dimana, dari 2.017 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kabupaten Lotim, KPU harus menyiapkan masing-masing dua kotak suara dan empat bilik suara. Ditambah lagi kotak suara di masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa dan Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan. Dipastikan Luthfi, kotak suara yang terbuat dari kardus pada Pilpres mendatang sudah tidak terpakai lagi. Stok kotak suara dan bilik suara sudah sangat mencukupi. Terkait surat suara yang akan digunakan, disampaikan besaranya kemungkinan akan lebih kecil. Berbeda jauh dengan surat suara pada Pileg lalu. Dengan demikian, ia katakan proses pelipatan pun jauh lebih cepat. (rus)

M. Hilmi

Dua Orang Ditetapkan Tersangka

Satu Pelaku Curat Buron Mataram (Suara NTB) Pengungkapan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Pasar Seni “Bayu Art Shop” Jalan Jenderal Sudirman Sayang–Sayang, Rembiga Kota Mataram belum membuahkan hasil. Meski dua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap satu rekan pelaku yang masih buron. “Dua pelaku sudah kami tahan, statusnya sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Pelaku kami tahan di Mapolsek serta sejumlah barang bukti yang berhasil kami amankan dari tangan para pelaku,” jelas Kapolsek Cakranegara Kompol I Gede Sukma, SIK, Jumat (6/6). Dikatakan, kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp 50 juta. Meski demikian saat dilakukan penangkapan seluruh barang yang dicuri masih berada di tangan pelaku. Polisi berencana akan mengembalikan barang bukti tersebut kepada pemiliknya. “Pelaku tetap akan kita proses sesuai dengan Undang

– Undang dan Hukum yang berlaku. Para tersangka terancam akan dikenakan Pasal 363 tentang tindak pidana pencurian dan mereka terancam mendapat hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” imbuhnya. Sebelumnya, dijelaskan, insiden pencurian itu terjadi pada tanggal 14 Mei. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencari sidik jari para pelaku. Kasus tersebut diselidiki dan akhirnya membuahkan hasil pada 28 Mei. “Kita dapat mengungkap pelaku tersebut setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Kami mendeteksi mereka saat pelaku akan menjual perhiasan hasil curian tersebut ke toko emas di Sekarbela,” katanya. Adapun, para tersangka yang masih ditahan di Mapolsek tersebut akan segera dilimpahkan ke Polres Mataram. Meski satu rekan pelaku belum tertangkap, kedua tersangka yaitu, LK (19) dan II (19) akan diproses lebih awal terkait kasus pencurian yang dilakukannya. (met)


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Leonardo DiCaprio

Leonardo DiCaprio Tolak Syuting Washington Seorang sumber mengatakan pada US Weekly Leonardo DiCaprio menolak difilmkan dalam program acara “reality show” “Keeping Up With the Kardashians” (KUWTK) dalam sebuah gelaran yang dihadiri Bruce dan Brody Jenner pada Minggu, 1 Juni. Pesta yang dihadiri Leonardo adalah perayaan ulang tahun Frankie Delgado di XIV, Los Angeles. Jenner menjadi DJ di acara tersebut, bergabung dengan kakaknya Brandon dan ayah mereka. Bruce yang merupakan atlet Olimpiade itu tampak menikmati bir dan berbicara ngobrol dengan anak-anak laki-lakinya di tempat DJ, bersama dengan kru kamera KUWTK. Sementara itu Aktor nominasi Oscar Leonardo DiCaprio, ingin menghindari tertangkap kamera dalam show tersebut. “Yang punya acara tahu sikap Leo terhadap kamera, jadi mereka memberi tahunya sebelumnya,” kata salah seorang dalam pada US. “Dia tidak ingin disyuting untuk show, dia tidak ingin disyuting untuk apapun,” lanjutnya, “tapi khususnya bukan untuk acara yang itu”. Sebaliknya, bintang “Wolf of Wall Street” itu “menunggu sampai mereka selesai syuting”. Leonardo “kemudian pergi dengan beberapa pria dan bersenang-senang.” Page Six, yang pertama kali melaporkan berita tersebut, mengatakan mantan teman baik Kim Kardashian, Paris Hilton juga menolak disyuting, demikian laman usmagazine. (ant/balipost)

Ajak Masyarakat Hormati Bumi Jakarta (Suara NTB) Salah satu penggagas Jazz Gunung, Djaduk Ferianto mengatakan, perhelatan jazz tahun ini bermaksud mengajak masyarakat khususnya penyuka musik jazz untuk menghormati bumi. “Ketika pilih tema untuk tahun ini,kita seperti disadarkan bahwa bumi itu penting. Kadang kita lupa dengan apa yang kita injak ini. Kita harusnya bisa menghormarti isi bumi,... dan menjaga harmoni,” ujar Djaduk dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. Djaduk mengungkapkan, kelestarian alam tergantung bagaimana manusia menjaga harmoni dan menjaga bumi. Menurutnya, melalui perhelatan masyarakat diingatkan kembali mengenai keharmonisan yang manusia miliki dengan alam. “Ini terinspirasi dari tradisi Masyarakat Tengger yang banyak melakukan ritual untuk gunung,” katanya. “Di jazz inilah kita ingin menyatu dengan alam,... Jazz adalah ruang terbuka untuk diskusi dengan alam,” tam-

Djaduk Ferianto bahnya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Butet Kartaredjasa mengungkapkan, menonton acara musik jazz di gunung itu bisa dikata-

kan ibadah. “Nonton jazz di gunung itu ibadah,... Lihat gunung, bintang, dan alam mengingatkan kita akan Allah SWT,” kata Butet. (ant/balipost)

(Suara NTB/ist)

MASUK FINAL - Lintang Kurnia Astuti (empat dari kiri) pose bersama finalis FLS2N dari berbagau daerah.

Lintang Masuk Final FLS2N

Seniman NTB Merasa Bangga Mataram (Suara NTB) Masuknya penyanyi cilik utusan NTB, Lintang Kurnia Astuti pada Final Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Semarang kemarin, membuat seniman NTB, salah satunya Winsa (40). Sebagai seorang seniman, Winsa mengungkapkan rasa banggaannya setelah salah seorang seniman cilik utusan NTB masuk final FLS2N yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah itu. Bahwa prestasi yang diraih oleh Lintang tidak hanya menjadi sebatas penghibur sesaat, melainkan Lintang diharapkan mampu menjadi regenerasi seniman selanjutnya. “Kabarnya sih kemarin, dia masuk Final, ayahnya yang menelpon saya mengatakan bahwa putrinya berhasil dalam festival itu. Ya mudah –

mudahan penyanyi cilik itu berhasil meraih juara sehingga nama NTB bisa diharuman, dan kami sangat berbangga ketika mendengar kabar tersebut. ya artinya penyanyi dari NTB mampu menaklukan panggung tingkat nasional,” kata Winsa Kamis (5/6) lalu. Sebelumnya, pada saat putri dari Andi Ponco Handoko melalui masa latihan, Winsa kerap mendampingi. Lintang bahkan sering berlatih bernyayi di “Pentas Selasa Malam” yang rutin diselenggarakan di Warung Jack Taman Budaya NTB. Andi Ponco Handoko, ayah Lintang, mengabarkan, pengumuman hasil audisi akan dilaksanakan pada Jum’at (6/6) malam. “Malam ini pengumuman hasil audisinya, pengumuman sekaligus penutupan festival,” katanya via SMS. (met)

Jakarta (Suara NTB) Lagu “State of Grace” membuka pergelaran konser penyanyi asal Amerika Serikat, Taylor Swift di Meis Ancol, Jakarta. Rabu malam pukul 20.30 WIB. Swift memulai konser perdananya di hadapan Swifties Indonesia, sebutan untuk penggemar Taylor Swift. Seketika riuh teriakan Swifties pun menggema di seluruh penjuru panggung konser. Mengenakan busana berwarna putih dan bawahan berwarna putih,topi hitam serta tak lupa polesan lisptik merah. Swift seakan membius para Swifties untuk ikut bernyanyi bersama. “I’m walking past through the traffic light. Busy streets and busy lives. And all we know is touch and go,...” demikian lantunan yang dinyanyikan Swift saat membuka konser. Histeria penonton seakan bertambah saat Swift melempar topi hitamnya ke penonton. “Terima kasih, selamat malam Jakarta, I’’m Taylor and welcome to The Red Tour. Jakarta, this is the first time..,” kata Swift setelah menyanyikan lagu State of Grace, disertai teriakan histeris penonton. Red Tour merupakan tur dunia ketiga Taylor Swift untuk album keempatnya, Red. Setelah pada 1 Juni lalu, penyanyi asal Swift menggelar konsernya di Tokyo Jepang, kini giliran Jakarta. (ant/ balipost)

Lagu “O ina ni keke”

Bergema di Chapel Grosvenor London

Taylor Swift

Lagu “O ina ni keke” yang dilantumkan paduan suara Batavia Madrigal Singers (BMS), salah satu kelompok paduan suara terbaik di Indonesia berkolaborasi dengan Coro Chamber Choir yang berbasis di London memukau penonton di Grosvenor Chapel, di belakang KBRI London, Rabu malam.

Selain melantumkan lagu “O ina ni keke” paduan asal Indonesia Batavia Madrigal Singers (BMS), dan Coro Chamber Choir yang berbasis di London juga melantumkan lagu Magnum Misteryum, demikian Sekretaris Satu Fungsi Ekonomi KBRI London, Hastin Aristya Bakti Dumadi kepada Antara London, Jumat. Konser bersama Batavia Madrigal Singers (BMS), salah satu kelompok paduan suara terbaik di Indonesia dan Coro Chamber Choir yang berbasis di London digelar KBRI London juga dimanfaatkan sebagai sarana mempromosikan pariwisata dan investasi Indonesia. Hastin Aristya Bakti Dumadi mengatakan konser dihadiri lebih dari 150 penonton yang berasal dari berbagai kalangan industri pariwisata, bisnis, dan diplomatik termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb. Dikatakannya BMS mengunjungi London setelah mengikuti kompetisi paduan suara internasional bergengsi Florilege vocal de Tours dan pementasan di Paris, Perancis. Dalam kompetisi di Perancis, BMS merebut prestasi juara tiga dalam kategori Mixed Choir dan juara dua dalam kategori Renaissance. BMS juga mendapat penghargaan interpretasi terbaik untuk lagu Salve Regina karya Hoffman. Hastin Aristya Bakti Dumadi mengatakan dalam konser di London yang dinamakan “Indonesia-UK Choralboration” ini, BMS bersama Coro bersama-sama membawakan dua lagu yaitu O Magnum Misteryum dan O Ina ni Keke. Selain itu, BMS juga menampilkan berbagai repertoire lainnya seperti lagu Sik Sik Batu Manikam dan lagu Trashin the Camp karya Phil Collins. Banyak penonton juga terpukau dengan penampilan BMS ketika membawakan lagu The Circle of

(Suara NTB/ist)

”State of Grace” Buka Konser Taylor Swift

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Jazz Gunung 2014

Batavia Madrigal Singers Life karya Elton John dan Tim Rice dengan sangat apik. Anthony Hogan dari Australia, salah satu penonton yang hadir menyatakan kekaguman atas kerja sama yang baik antara BMS dan Coro. Chris Breeze dari Kemlu Inggris yang juga hadir dalam konser tersebut bahkan menyatakan cukup kaget dengan penampilan BMS yang sangat menarik dan kreatif. Menurut Dubes T.M. Hamzah Thayeb, “Choralboration ini merupakan cerminan bahwa kerja sama dan kolaborasi antara Inggris dan Indonesia dapat dilakukan di berbagai level dan dalam berbagai bentuk. Dubes Hamzah Thayeb menyatakan musik merupakan bahasa universal yang dapat dipahami oleh masyarakat manapun dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjembatani kerja sama antar negara. KBRI London sangat menghargai kesediaan kedua paduan suara yang masing-masing telah mempunyai banyak prestasi di tingkat internasional untuk berkolaborasi melalui acara Choralboration ini, ujarnya. BMS didirikan Avip Priatna pada tahun 2001 sebelumnya memenangkan sejumlah penghargaan internasional, diantaranya juara kedua di 10th Maribor Internasional Choir Competition di Slovenia

pada tahun 2009. BMS mencetak sejarah dengan memenangkan lima kategori penghargaan pada kompetisi 57th International Contest of Habaneras and Poliphony di Spanyol, dan juara pertama pada kompetisi International May Choir Competition “Prof. Georgi Dimitrov” di Bulgaria tahun 2012. BMS juga meraih juara kedua pada katgori Mixed dan Ensamble pada 58th Guido de rezo International Polyphonic Competition di Italia tahun 2013. Seperti halnya BMS, Coro yang saat ini dipimpin Mark Griffiths juga meraih sejumlah penghargaan diantaranya sebagai kelompok paduan suara pertama dari negara Eropa barat yang memenangkan Grand Prix pada Tallin International Choral Competition pada tahun 2007. Coro meraih juara pada kategori Renaissance Music dan Twentieth Century Music pada 54th Guido de rezo International Polyphonic Competition di Italia pada tahun 2007. Coro memproduksi tiga rekaman musik. “Kolaborasi dengan Coro ini tentunya menjadi pengalaman yang menarik bagi BMS dan BMS sangat menghargai kerja keras Coro yang ikut menyanyikan lagu O Ina ni Keke bersama BMS,” demikian Avip Priatna. (ant/ balipost)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Halaman 10

Kisruh Sistem BL Kembangkan Batik Sasambo PENDIDIKAN menengah kejuruan (SMK) berbasis seni atau kerajinan memiliki potensi yang cukup baik untuk mengembangkan industri kreatif. Salah satunya adalah SMKN 5 Mataram yang telah membuktikan dengan menciptakan batik yang dikenal dengan nama batik Sasambo. Batik Sasambo merupakan motif yang didesain khusus dari seni, budaya, tradisi, kuliner, hingga alam dari tiga suku yang mendiami NTB, yakni Sasak, Samawa (Sum(Suara NTB/dys) bawa) dan Mbojo (Bima). Tri Budi Ananto Ditemui Suara NTB Kamis (5/ 6) lalu, Kepala SMKN 5 Mataram Tri Budi Ananto menuturkan batik yang diproduksi guru dan siswa SMKN 5 Mataram tersebut beroperasi sejak beberapa tahun silam dan diberi nama batik Sasambo. Ia menyebut, motif batik sangat beragam seperti motif kangkung, salah satu sayuran yang menjadi makanan khas NTB. Motif lain yang diproduksi pihaknya adalah lumbung, rumah adat Lombok, bebele dan berbagai jenis biota laut seperti ikan, cumi belut dan lainnya. Diakuinya, sejak beroperasi, perkembangan bisnis dan produksi batik Sasambo milik SMKN 5 Mataram terus meningkat, termasuk pemesanannya. Tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat lokal, batik Sasambo juga kerap jadi suvenir yang sering direkomendasikan kepada wisatawan, meski outlet pemasaran batik sasambo hanya terletak di sekolah. Menurutnya, ada tiga jenis teknik membatik yang dikembangkan SMKN 5 Mataram. Di antaranya menggunakan teknik batik tulis, batik cap dan batik printing atau teknik sablon. Ketiga teknik membatik tersebut memiliki tingkat harga yang berbeda sesuai dengan kerumitan teknik membatik. Pihaknya berharap adanya sentra industri batik Sasambo ini, para lulusannya bisa mandiri dengan kemampuan yang sudah diberikan di sekolah. “Harapan saya mereka bisa mandiri di luar sana, meski agak berat karena rata-rata selama ini masih belum ada yang berani mengambil risiko padahal kalau ada yang mau kita akan fasilitasi semua baik untuk pelatihan, penyediaan bahan-bahan sampai dengan pemasaran, mungkin persoalan mentalnya yang belum siap,” bebernya. (dys)

Mengenal Apotek Hidup SMKN 2 Mataram Mataram (Suara NTB) Apotek hidup yang sedang dikembangkan SMKN 2 Mataram menjadi salah satu brand yang bisa dibanggakan. Tidak mengherankan, keberadaan apotik hidup milik SMKN 2 Mataram ini memberi poin banyak pada saat penilaian lomba sekolah sehat beberapa waktu lalu. Kepala SMKN 2 Mataram, Drs. Sahnan yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyebut bahwa salah satu tujuan pihaknya mengembangkan apotik kehidupan di dalam lingkungan sekolah agar sejak dini para siswa mampu mengenal berbagai jenis tumbuhan yang sangat berguna bagi kehidupan. Apalagi selama ini tumbuhan-tumbuhan sekitar masih jarang dikenal manfaatnya. Berada di belakang sekolah dengan kondisi tanaman tertata seperti halnya sebuah taman, beragam jenis tumbuhan obat yang ditanam mulai dari lengkuas, kunyit, jahe, jeruk dan lain sebagainya akan menambah daya tarik siapapun yang hendak berkunjung ke sana. Selain tanaman yang memiliki fungsi sebagai obat untuk beragam jenis penyakit, taman apotik hidup juga diisi dengan sejumlah tanaman yang bisa dijadikan sebagai lauk seperti tomat, terung, dan cabai. (dys)

(Suara NTB/dys)

APOTIK HIDUP - Apotik hidup di SMKN 2 Mataram. Keberadaan apotik hidup ini bertujuan agar siswa mengenal tanaman yang berguna bagi kehidupan.

Ruslan Effendy : Orang Tua Jangan Paksakan Masuk Sekolah Favorit Mataram (Suara NTB) – Kekisruhan sistem Bina Lingkungan (BL) yang diterapkan Pemkot Mataram untuk mengoptimalisasi atau memfasilitasi peserta didik yang jaraknya dekat dengan asal diprotes beberapa sekolah.

H. Ruslan Effendy

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram Drs. H. Ruslan Effendy, MMPd, pun menanggapi dengan santai, dan meminta orangtua tidak memaksakan siswa masuk di sekolah–sekolah tertentu atau favorit. Menurutnya, kewajiban pemerintah adalah memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan amanat Undang–Undang Dasar. Dia menilai, sistem bina lingkungan yang diterapkan Pemkot Mataram cukup baik dan efektif. Di mana,

masyarakat yang berada di dekat sekolah bisa terakmodir. “Apalagi yang dipersoalkan, karena tujuan kita (pemerintah,red) masyarakat di sana bisa terlayani,” ungkapnya, saat ditemui Suara NTB di Pendopo Walikota Mataram, Kamis (5/6) malam. Dirinya meminta orang tua tidak memaksakan siswanya untuk masuk ke sekolah–sekolah favorit atau tertentu, sehingga meninggalkan sekolah di berada di wilayah setempat. Terlebih, Pemkot Mataram telah menyiapkan sekolah di seluruh kecamatan. “Coba lihat dari Lingkar Selatan, Utara bahkan di tengah kota, sekolah

SMP dan SMA serta SMK sudah ada. Kenapa meski paksakan diri?” katanya. Terkait, dugaan adanya peluang terjadinya praktik percaloan dalam penerimaan siswa baru. Ruslan menegaskan, menjadi tanggung jawab seluruh pihak, untuk melaporkan hal tersebut. Kalaupun ada bukti, dia meminta segera dilaporkan kepada dinas dan kepolisian untuk dilakukan penangkapan. Oknumnya pun sambungnya, jika terbukti bersalah sesuai dengan fakta dan data, akan diberikan sanksi tegas. “Silahkan dilaporkan, nanti kita berikan sanksi, karena itu sudah lari ke pidana,” tegasnya. (cem)

(Suara NTB/dok)

Kelulusan SMP dan SD

Dikpora Kota Mataram Yakin Lulus 100 Persen Mataram (Suara NTB) – Kelulusan siswa pada ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat dan SD di Kota Mataram diyakini bisa lulus 100 persen. Keyakinan tersebut, dilihat dari tingkat kelulusan siswa tiga tahun berturut–turut, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, Drs. H. Ruslan Effendi, MMPd, mengaku, pengalaman tiga tahun berturut–turut, menjadi cerminan pihaknya, sehingga memiliki keyakinan hasil kelulusan UN SMP dan SD 100 persen. Terlebih, melihat persiapan masing – masing sekolah yang memberikan materi hingga program lainnya untuk mematangkan persiapan siswa menghadapi ujian. “Kalau melihat tiga tahun lalu, tahun ini kita berharap bisa lulus 100 persen,” ungkapnya saat dikonfirmasi Suara NTB di Pendopo Walikota Mataram, Kamis (5/6) malam.

Yang tidak kalah penting, tambahnya, kelulusan tersebut tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga harus dari kualitas, kejujuran atau tidak ada intervensi dari manapun. Artinya, ada nilai kepuasan yang didapatkan oleh peserta didik, orangtua, sekolah dan pemerintah. Dan, ikhtiar yang dilakukan sekolah maupun siswa, tidak sia–sia. “Yang paling penting kualitas, jangan hanya banyaknya saja,” katanya. Dirincikan, sekolah pelaksana UN SMP dan sederajat di Kota Mataram, sebanyak 49 sekolah, dengan total 7.135 peserta. Sedangkan, sekolah pelaksana tingkat SD/MI sebanyak 164 dan 2 sekolah luar biasa, dari total 3.461 peserta. Dia mengimbau, pada pengumuman kelulusan SMP yang direncanakan tanggal 14 Juni mendatang, sekolah dapat mengarahkan siswa untuk melakukan hal–hal yang positif serta bermanfaat. (cem)

(Suara NTB/ham)

WIRASWASTA - Lulus dari SMA tidak menjamin bisa bekerja di perusahaan yang diinginkan. Apalagi sebagian besar perusahaan maupun instansi pemerintah dalam merekrut pekerja harus sesuai memiliki skill yang dibutuhkan. Namun, bagi siswa jurusan mesin pendingin di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Karya Putra Mataram yang berlokasi di Bengkel Labuapi Lombok Barat ini, setelah tamat pendidikan langsung bekerja atau membuka usaha sendiri.

Mendikbud: Belajar Tidak Selalu dalam Ruangan Jakarta (Suara NTB) – Fenomena alam, sosial, dan budaya bisa menjadi referensi bagi para guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Untuk mempelajarinya, cara paling efektif adalah dengan berinteraksi langsung di luar ruangan. Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, berpesan kepada para guru yang hadir dalam peresmian gerakan Nusantara (Minum Susu Setiap Hari untuk Anak Cerdas Aktif Indonesia) tahun 2014, untuk sesekali mengajak siswanya belajar di luar ruangan. “Ajak outdoor termasuk memahami fenomena sosial, seni, budaya, dan alam,” tuturnya

saat meresmikan Gerakan Nusantara 2014, di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kemdikbud sebagaimana dikutip dari laman www.kemdikbud.go.id, Jumat (6/6). Mendikbud mencontohkan, salah satu fenomena alam yang setiap hari terjadi adalah terbit-

nya matahari di sebelah timur. Jika dikaji dari pengetahuan alam, matahari terbit di sebelah timur dikarenakan adanya perputaran (rotasi) bumi dari barat ke timur, sehingga daerah bagian timur akan lebih dulu disinari matahari dan lebih dahulu juga membelakangi matahari. (ham)

Dunia Pendidikan Jadi Perhatian Utama Pemerintah London Duta Besar RI untuk Jerman Dr. Ing. H. Fauzi Bowo menyampaikan kemampuan untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan sektor profesional telah menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia sejak lama. Hal itu disampaikannya dalam acara Inspirational Dialogue II yang bertema Successful Study towards Prospective Job yang diadakan KBRI Berlin Jerman. Dialog ini diikuti pelajar Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Jerman dengan menghadirkan narasumber Presiden Direktur/CEO PT. Siemens Indonesia Josef Winter, Chairman Swiss German University (SGU) Westphalia Stiftung e.V. Prof. Jorgen Greneberg, dan Senior Expert Airbus Deutschland Agus Pramono. Lebih lanjut Dubes Fauzi Bowo menyampaikan harapannya kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk dapat memanfaatkan keahlian dan pengetahuan yang mereka dapatkan bagi usaha pembangunan nasional, dan menjadi duta persahabatan antara Indonesia dengan Jerman. Diakuinya menghadapi perekonomian dunia yang semakin kompetitif, keterkaitan

antara dunia pendidikan dengan industri/pasar lapangan kerja menjadi sangat signifikan. Para pelajar dan mahasiswa sebagai calon pencari kerja mengharapkan adanya lapangan kerja yang menjanjikan, sedangkan industri mengharapkan adanya calon pencari kerja yang kompeten, capable dan berdedikasi untuk menjadi tulang punggung produktivitas industri. Forum ini diharapkan dapat memotivasi para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam menuntut ilmu di Jerman dengan prospek lapangan pekerjaan pasca dunia pendidikan. Di sisi lain forum ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada dunia industri Jerman, terutama yang berinvestasi dan mengekspansi usahanya di Indonesia, mengenai potensi pelajar/mahasiswa Indonesia sebagai prospective employee yang professional dan kompeten. Dalam kesempatan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan pengalaman pribadi dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan dalam mengemban studi di Jerman. (ant/bali post)


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Mainz Penampilan skuat Jerman demikian mengerikan bagi setiap lawan. Di bawah Saya hanya arahan pelatih Joachim menempatkan tiga Loew, pasukan Der Panzer pemain di lini tengah mencetak 36 gol dalam 10 laga atau rata-rata 3,6 gol yang secara dalam setiap pertandingan. Faktor apa yang mekonstan mampu nyebabkan penampilan melakukan transisi Jerman demikian garang siap melibas setiap lawan di ajang Piala Dunia 2014 di Brasil? Apakah Loew memang berguru kepada pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola yang mengandalkan skema permainan dengan mengandalkan operan dan mengembangkan pressing game sebagaimana dianut oleh pelatih Borussia Dortmund, Juergen Klopp? Apakah Loew serta merta mengekor kepada pola yang dikembangkan Bayern atau Dortmund? Bukankah seharusnya Loew memilih taktik penguasaan bola dengan mengembangkan pola permainan yang menekan dan melakukan transi(Suara NTB/ist) si cepat dari pertahanan Joachim Loew menuju serangan? “Gagasan-gagasannya (Pep Guardiola, manajer Bayern Muenchen) sungguh istimewa,” katanya ketika kali pertama bersua dengan Pep Guardiola. Beberapa bulan kemudian ia mengatakan,”Dalam banyak hal, gagasan-gagasannya mirip dengan yang saya miliki.” Pernyataan Loew itu merujuk kepada skema permainan yang mengembangkan dominasi di lapangan tengah, berdasar kepada pola 4-2-3-1 yang banyak dikembangkan di banyak klub di Bundesliga. “Saya tidak ingin mengandalkan satu gelandang, begitu pula saya tidak memasang tiga gelandang. Saya hanya menempatkan tiga pemain di lini tengah yang secara konstan mampu melakukan transisi.” Loew menggunakan gelandang tengah yang mampu menguasai lapangan tengah. Kemampuan ini ada dalam diri pemain Real Madrid, Sami Khedira. Meski ia beberapa kali dibekap cedera ligamen, Loew justru memberi kepercayaan kepada dia, bahkan ditunjuk sebagai kapten timnas Jerman. Berpadanan dengan gaya bermain Bayern Muenchen, Loew memainkan sejumlah striker dengan menurunkan Miroslav Klose yang kini telah berusia 35 tahun dan Kevin Volland (21 tahun). Dan umumnya Jerman menuai gol dari para pemain yang menempati posisi gelandang, sebagaimana dikutip dari laman Guardian. Loew juga membawa tujuh pemain Bayer Muenchen ke Piala Dunia di Brasil. Mereka yakni Philipp Lahm, Toni Kroos, Bastian Schweinsteiger, Thomas Müller, Jérôme Boateng, Mario Goetze dan Manuel Neuer. Semua mereka ini kerapkali diturunkan sebagai starter, kecuali penjawa gawang Neuer. Hanya saja, Loew tidak ingin meniru persis skema permainan dengan penguasaan lini tengah yang dikembangkan Bayern Muenchen. Loew juga menaruh harapan kepada sejumlah pemain muda, sebut saja Andre Schurrle (23), Mario Goetze (22), dan Marco Reus (24). Nama-nama yang disebut itu merupakan debutan di Piala Dunia yang grafik penampilannya ratarata sedang menanjak dibandingkan dengan para pemain senior di kubu Nationalmannschaft. (ant/bali post)

Pique Keceplosan Sebut Harga Transfer Fabregas Madrid Bek Barcelona Gerard Pique keceplosan bicara bahwa rekan satu timnya Cesc Fabregas akan meninggalkan klub itu dengan harga 33 juta euro yang disiarkan oleh televisi Spanyol. Tanpa mengungkapkan klub tujuan gelandang serang itu - namun kabar yang luas berkembang menyebutkan klub itu adalah Chelsea - Pique yang berusia 27 tahun sepertinya tak sengaja membocorkan banderol harga rekannya itu kepada dunia dalam satu kesempatan di Amerika Serikat. Sembari menutup mulutnya dengan tangannya, Pique berbicara namun suaranya tertangkap mikrofon televisi TVE pada ajang promosi di Washington DC di mana Spanyol sedang berlatih menjelang laga persabatan melawan El SalvaDia akan pergi. Dia dor hari Sabtu. “Dia bilang pada saya sudah bilang sih 33 juta selesai,” kata suara Pique kepada pelatih Spanyol Vicente del Bosque yang terekam teleGerard Pique visi itu beberapa saat sebelum mulainya jumpa pers itu. “Dia akan pergi. Dia bilang sih 33 juta,” kata Pique. Del Bosque menjawab bahwa kepindahan Fabregas (27) itu akan menjadi kabar buruk bagi presiden, merujuk bos Barcelona Josep Maria Bartomeu. “Dia tak bisa tenang,” kata Del Bosque. “Kamu akan membuatnya gila, pria malang.” Tidak jelas apakah Pique dan Del Bosque benar-benar tak sengaja tertangkap kamera, namun harian olah raga berbasis di Barcelona, Mundo Deportivo, menyebut senyuman Pique dan del Bosque menimbulkan kecurigaan bahwa perbincangan mereka itu sebenarnya guyonan untuk media. Spanyol akan menghadapi Chile, Belanda dan Australia di Grup B Piala Dunia. Pertandingan pembuka mereka pada 13 Juni adalah melawan Belanda yang menjadi lawannya pada final Piala Dunia 2010 yang mereka menangkan, demikian AFP. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

KECEPLOSAN - Gerard Pique tertangkap kamera saat menyebutkan bahwa Fabregas akan meninggalkan Barcelona dengan harga 33 juta euro.

Pemimpin Dunia akan Berkumpul di Brazil Brasilia Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Angela Merkel, telah memastikan akan datang ke Brasil menyaksikan Piala Dunia. Kantor Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Kimoon dan 11 pemimpin negara serta pemerintahan akan menghadiri pertandingan pembukaan antara Brasil dan Kroasia pada 12 Juni di Sao Paulo. Di antara para tamu yang akan hadir juga ada Emir Qatar Tamim Bin Hamad Al Thani, Presiden Gabon Ali Bongo Ondimba dan Presiden Bolivia Evo Morales. Presiden Rusia, yang negaranya akan menjadi tuan rumah Piala Dunia berikutnya pada 2018, telah mengumumkan bahwa ia akan menghadiri pertandingan final yang dijadwalkan pada 13 Juli di Stadion Maracana di Rio de Janeiro. Pemimpin lainnya, termasuk Kanselir Jerman Merkel dan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden, akan menyaksikan satu atau dua

pertandingan dan akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Rousseff. Merkel tentunya tak akan melewatkan pertandingan Jerman melawan Portugal di Salvador, pada 16 Juni. Sementara itu, pemimpin dunia lainnya yang juga akan menonton adalah Raja Belgia Philippe dan Ratu Mathilde, serta Perdana Menteri Elio Di Rupo. Mereka akan menonton pertandingan Belgia vs Rusia, Rio de Janeiro, 22 Juni. Presiden Cile Michelle Bachelet akan hadir untuk menyemangati timnya pada pertandingan pembukaan di Sao Paulo pada 12 Juni dan pertandingan Cile vs Australia di Cuiaba, 13 Juni. Perdana Menteri Kroasia Zoran Milanovic juga akan ada saat pertandingan pembukaan Brasil vs Kroasia dan Kroasia vs Kamerun, Manaus, 18 Juni. Sementara, Presiden Ekua-

dor Rafael Correa juga akan menonton pertandingan pembukaan. Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden tak ketinggalan. Ia akan hadir di laga AS vs Ghana, Natal, 16 Juni. Presiden Ghana John Mahama juga akan menonton pertandingan pembukaan. Pertandingan Honduras melawan Prancis di Porto Alegre, 16 Juni nanti juga akan disaksikan oleh Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Dari Belanda, Raja WillemAlexander akan bergabung bersama rakyatnya untuk menonton pertandinan Belanda vs Australia, Porto Alegre, 18 Juni. Presiden Rusia Vladimir Putin tak akan ketinggalan untuk menyaksikan pertandingan final, Rio de Janeiro, 13 Juni. Sementara, Presiden Uruguay Jose Mujica juga akan menyaksikan langsung pertandingan pembukaan. Pangeran

(Suara NTB/ist)

NONTON - Angela Merkel, adalah salah satu dari puluhan pemimpin dunia yang akan ikut menonton langsung pertandingan Piala Dunia di Brazil, pekan depan. Albert II dari Monako akan hadir untuk pertandingan Argentina vs Bosnia, Rio de Janeiro, 15 Juni dan Korea Selatan vs Belgia, Sao Paulo, 26 Juni. Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani juga akan menikmati pertandingan pembukaan dari bangku penonton. Presiden Suriname Desire Bout-

erse, Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, Presiden Bolivia Evo Morales, Presiden Gabon Ali Bongo Ondimba, Presiden Paraguay Horacio Cartes, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta hingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga akan bergabung dalam pesta sepakbola dunia itu. (ant/bali post)

Neymar, Tumpuan Serangan Brazil Sao Paulo Luiz Felipe Scolari sedang membawa dan mengayunkan tongkat bertuah. Di bawah arahan pelatih gaek itulah, timnas Brasil tiba-tiba saja menjadi skuat yang benar-benar sulit terkalahkan oleh tim manapun. Selecao menyimpan senjata pamungkas dalam diri Neymar yang siap meneror pertahanan lawan dengan mencetak gol demi gol. Ia mulai dipercaya memakai kostum ikonik nomor 10. Scolari mengandalkan kreativitas serangan yang dibangun duet Neymar dan Oscar, mengeksplorasi kekompakan lini pertahanan yang digalang oleh duet Chelsea dalam diri David Luiz dan Thiago Silva. Neymar disebut-sebut punya akselerasi, kecepatan, kepiawaian melakukan dribel, dan mampu mengeksekusi setiap peluang agar berbuah gol. Hanya saja, legenda sepak bola Brasil, Pele mewanti-wanti agar Neymar mampu menghilangkan kebiasaannya melakukan “diving” dan mampu melakukan adaptasi secara fisik secara memadai. Scolari disebut-sebut tertular virus tiki-taka yang diusung oleh Pep Guardiola. Big Phil di mata sejumlah pengamat bola mengadaptasi gaya sepak bola menyerang. Ia seakan menambah mozaik sepak bola Brasil, yang tadinya mengandalkan sepak bola indah, kini diperkaya dengan gaya sepak bola menyerang dan menyerang, sebagaimana dikutip dari laman Guardian. Scolari punya persentase Neymar kemenangan yang moncer bersama Brasil. Pada periode pertamanya, ia menghadirkan 75 persen kemenangan, dengan rasionya mencapai 70 persen.

(Suara NTB/ist)

GOL PEMBUKA - Rooney mencetak gol pembuka saat Inggris bermain imbang 2-2 melawan Ekuador pada pertandingan pemanasan Piala Dunia di Miami.

Inggris Diimbangi Ekuador 2-2 Miami Inggris bermain imbang 2-2 melawan Ekuador pada pertandingan pemanasan Piala Dunia di Miami, Rabu, yang diwarnai dua kartu merah. Ekuador mengagetkan tim Inggris melalui sundulun keras Enner Valencia pada menit ke-8, sebelum di samakan olehWayne Rooney pada menit ke-29 setelah adanya kemelut di depan gawang. Pemain tengah Inggris Roos Barkley mempertontonkan keahlian individual sebelum mengirimkan umpan kepada Lambert yang kemudian menciptakan

gol cantik pada menit 51. Namun kemudian Ekuador kembali bertarung dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui tendangan Michael Arroyo. Dua kartu merah dikeluarkan dalam pertandingan itu setelah pelanggaran keras keras pemain pengganti Inggris Raheem Sterling terhadap Antonio Valencia. Pemain sayap Ekuador yang bermain untuk Manchester United itu, membalas dengan meraih leher pemain termuda Liverpool. Akibatnya wasit asal Amerika Jair Marrufo mengeluarkan dua kartu kuning. Pelatih Inggris Roy Hodg-

son melakukan eksperimen. Rooney adalah satu-satunya pemain yang bermain sebagai starter dari tim yang menang 3-0 atas Peru pada Jumat lalu di Stadion Wembley. Pemain depan Manchester United itu bermain di sayap kiri yang bukan peran favoritnya, sementara Lambert menjadi pemain depan tengah. Ekuador juga membuat lima perubahan dari tim yang kalah 3-1 atas Meksiko pada pertadingan Sabtu di Dallas. Inggris akan berada di Grup D Piala Dunia bersama Italia Kosta Rica dan Uruguay, demikian AFP. (ant/bali post)

Aksi Futsal Road To Santiago 2014 Resmi Dibuka Pada November 2012, ia hanya menelan dua kekalahan dalam 20 laga. Pada 2001 dan 2002, Scolari mengakomodasi sejumlah talenta seperti Rivaldo, Ronaldinho dan Ronaldo. Kini ia mengarahkan pandangan kepada Neymar. Di atas kertas, Brasil memainkan formasi 4-2-3-1. Skema ini tentunya membutuhkan kesungguh a n dan komitmen, ketika mereka kehilangan penguasaan bola. Meski Selecao mengandalkan dua bek tengah berpengalaman, yakni Thiago Silva dan David Luiz, sementara mantan pemain Bayern, yaitu Luiz Gustavo beroperasi sebagai sweeper. Oscar dan Neymar tampil sebagai arsitek-arsitek yahud dalam melakukan serangan, sementara Hulk bakal berperan sebagai pemain yang mengawal alur serangan. Mantan striker Lyon, Fred menjadi sosok kepercayaan Scolari. Striker Fluminense itu menyumbang lima gol dalam ajang Piala Konfederasi, sedangkan Neymar menempati posisi sebagai pelakon utama dalam mencetak gol. Brasil telah menyarangkan 54 gol sejak dibesut oleh Scolari, dengan rata-rata 2,7 gol dalam setiap pertandingan, sementara jumlah kemasukan mencapai 15 gol (0,75 setiap laga). (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Minim Striker, Jerman Tetap Mengerikan

Mataram (Suara NTB) Seleksi Tim Nasional Indonesia wilayah NTB, yang akan bertanding di Homeless World Cup 2014 (Santiago, Chile), resmi dibuka di Jalan Jepara nomor 16 Mataram, Jumat (6/6) kemarin. Seleksi tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada kelompok marjinal untuk membuktikan diri kepada masyarakat atas eksistensinya. Dalam pembukaan acara seleksi tersebut, Ketua Pelaksana Aksi Futsal NTB, Widi, mengatakan seleksi tersebut terselenggara atas kerjasama antara Aksi NTB dan Rumah Cemara Bandung, yang notabene organisasi berbasis pembinaan terhadap korban candu narkoba dan penderita HIV/AIDS. “Ini terselenggara atas kerjasama antara Aksi NTB dan Rumah Cemara (Bandung) yang sudah sejak 2011 mengikuti Homeles World Cup di berbagai negara. Seleksi akan ditangani langsung oleh manager timnas Indonesia Homeless,” ujarnya. Dikatakannya, jumlah peserta seleksi yang akan dilakukan di Gelanggang Pemuda, Jalan Pendidikan (Mataram) Sabtu, 7 Mei ini sebanyak 64 orang. “ Jumlah tersebut tergabung dalam delapan tim dari Lotim, Mataram, dan komunitas lain yang bergerak di bidang pemberdayaan terhadap kelompok marjinal penderita HIV dan korban candu narkoba,” katanya. Dirinya menambahkan, pihaknya ingin memberikan ruang kepada para peserta seleksi untuk membuktikan diri kepada masyarakat akan eksistensi yang dimiliki. “Ini sebagai ajang pembuktian bagi

(Suara NTB/ami)

SELEKSI - Pembukaan acara seleksi timnas Indonesia di NTB untuk Homeless World Cup 2014. peserta bahwa mereka memiliki kemampuan seperti masyarakat pada umumnya. Selain itu, kita cukup optimis karena teman-teman di Bandung sudah membuktikan hal tersebut,” tambahnya. Sementara itu, Manajer Timnas Indonesia untuk Homeless World Cup, Febby Arhemsyah, mengatakan proses seleksi yang dilakukan pihaknya di NTB merupakan daerah destinasi keempat dari sembilan destinasi yang ada. “NTB masuk destinasi ke empat dalam seleksi kami. Selain itu, kami juga melakukan seleksi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Banten,Jawa Barat dan Jakarta,” sebutnya. Ditambahkannya, sebelumnya seleksi hanya dilakukan di Bandung. Namun karena sistem ini membuat peserta dari berbagai daerah tidak terlalu banyak terpantau, akhirnya pihaknya memutuskan untuk mendatangi tiap Provinsi. “Sebelumya di Band-

ung, jadi peserta yang datang kesana. Dengan sistem yang demikian kami rasa sedikit yag bisa terpantau, itulah sebabnya kami mulai mendatangi tiap provinsi,” tuturnya. Dikatakannya, dari semua peserta seleksi yang dilakukan di berbagai provinsi, yang akan dibawa ke Bandung untuk latihan hanya 24 orang. NTB sendiri punya pelang jika dinilai pantas untuk mewakili Indonesia. “Dua puluh empat orang tersebut nantinya akan dilatih pelatih timnas Bonsu Hasibuan di Bandung, kemudian langsung diberangkatkan ke Santiago Chile,” pungkasnya. Kedepan, pihaknya berharap supaya pemerintah lebih memperhatikan dan mendukung kegiatan tersebut karena dinilai membawa na ma baik bangsa di tingkat internasional. “Kedepan kami berharap ada dukngan pemerintah. Selama ini dana kami himpun secara swadaya. Padahal kami juga membawa nama baik negara,” harapnya. (ami)


SUARA NTB

Sabtu, 7 Juni 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

RUPA-RUPA

SHOWROOM

BANK


Sabtu, 7 Juni 2014

SUARA NTB

O T E D R O GB A N G U N A B A T H O N E IR & I LEH M B E L B K IU R S U /N M A K N R U M A H E L A E D d n h in n y d & m p e sk y a e n lia sR k c a k x a tg g r to i,a r O L A S N O L A SnsnabM AU RY D N LN RU PA R U K O S A N & B V O L E K N S IE S K DV IS P RT E N D G IE S IA UA IM LO JB L IPA Q U EB O IU TS T E IL V IS U S R U K R E A IS TH A N T A O L M B O K N E U TN A E M SA N S G A R O K U RO E R Z G E V N A T N I M RV OT E S R S IO R E T N O U C E G PA K N E B & PA RT S R E O A V R A N S IT L NIH F S A B O G N E PA T S EA C O S E R IAV R LE TM A K N R U M A H RU PA R U - PA RU PA R -U PA RU PA R U - PA OT HPIO G F A R TG.HAJlDbKm(deaiupKrlaPinerdLiN)Kierdi RV E CS I 0876853198/19 AV R LE T R E T U O M K P

Halaman 13

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts Service Mobil & Sepeda Motor

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA


Jendela Sastra

SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

Halaman 14

PEDANG Mikyal Fatonah YAH punya sebuah pedang tua, berwarna gelap, seolah berkarat dimakan zaman, tapi sebenarnya masih tajam. Ia menggantungnya di ruang tamu, bersama beberapa senjata lain yang menurut keluarga adalah warisan tentara Kerajaan Majapahit sewaktu invasi di tanah kami. Ada tombak milik kesatuan infanteri. Dua buah busur lengkap dengan anak panahnya, hadiah dari perwira kavaleri Kerajaan Jawa itu kepada nenek moyang ayah. Semua itu diperoleh karena dahulu nenek moyang ayah mengabdi dengan tekun melayani para perwira. Begitulah keadaan satu ruang dalam rumah kami. Jika di tempat orang lain tergantung lukisan Affandi, bahkan sampai hasil lukisan manusia luar negeri, maka ayah justru bangga memamerkan senjata-senjata itu di ruang tamu. Ayah akan tertawa heboh, jika setiap yang bertandang ke rumah berdecak kagum, bergeleng-geleng, atau melotot ngeri melihat pajangan kami. Jika sudah begitu, ia akan bercerita kepada tamunya. Membagi sejarah demi sejarah. Membuat mereka kagum atau semakin ngeri saja. Adapun padaku, ayah lebih gila lagi bercerita. “Semua senjata ini punya kisah hebat yang melatarinya,” demikian ayah bercerita padaku. “Tapi yang paling sakti adalah ini,” kata ayah sambil menurunkan benda berat sepanjang satu meter itu. Ia menjulurkannya ke depan, masih dalam sarungnya, menimbang-nimbang sambil mengelusnya. “Yang ini paling luar biasa. Tidak tertandingi oleh senjata apa pun. Meski beribu senjata dari pelosok negeri ditandingkan, hanya ini yang paling bertuah.” Ketika dibuka, mata pedang yang tajam mengintip penuh dendam. Ayah tak menyadarinya, malah asyik memainkan benda itu seolah prajurit sedang memedang sesuatu. “Aku takut, Ayah. Sarungkan lagi pedangnya,” cepat-cepat kupegang lengannya. Meminta ia menghentikan aksi memedang yang membuatku kepalang merinding tegang. Ayah hanya melihatku dengan aneh. Aku menafsirkannya sebagai tatapan jijik.

“Boleh tidak, aku bermain kelereng atau menemani Asih bermain boneka?” pintaku. Tubuh ayah mengembang. Serupa raksasa yang datang dalam mimpi buruk. Ditatapnya aku dengan mata murka. “Kau itu laki-laki! Boneka hanya mainan perempuan dan banci!” “Tapi, tak ada yang menemani Asih, Ayah,” dalihku. “Itu tidak jadi soal! Kau tidak boleh berkata bahwa pedang ini menakutkan atau tidak aman! Tahukah kau, ia telah menyelamatkan banyak jiwa. Ia telah setia pada tuannya saat dituntut berjuang,” Ayah meradang. “Sekali lagi kau hina pedang pusaka ini, Ayah akan menguncimu di kamar mandi. Biar mulut kecilmu tak membuat amarah yang akan menyialkan keluarga kita.” Ayah menyarungkan pedangnya lagi. Dan, semarah apapun ekspresinya saat itu, seketika redup, dan dengan tenang menggantung kembali benda yang dihormatinya melebihi diri. Sementara aku berlari mencari ibu sambil menangis. Aku sadar, aku anak laki-laki, tapi bukan berarti ayah bebas mengata-ngatai aku seperti tadi. Begitu bertemu ibu, aku bercerita, masih sambil menangis. Ibu pun tumpah air matanya. Ibu mengaku tak suka dan kerap gemetar jika mendengar ayah marah. Katanya, mengingatkan pada suara kakek sewaktu memukul ibu ketika masih kecil dan seringkali tak patuh bila disuruhsuruh. Sejak itu, ia memiliki semacam fobia pada suara-suara keras dan penuh amarah, seperti yang terdengar dari mulut suaminya tadi. Ibu berkata, di sela-sela sembap matanya,”Janganlah kau terlalu sering ke ruang tamu jika tak perlu. Ibu tak suka kau lewat di antara barang-barang mengerikan itu. Setiap keluar, jika seorang diri, ibu lebih memilih lewat pintu belakang. Lebih tenang. Tiada diburu ketakutan.” “Jadi, Ibu tak sebangga ayah jika bicara tentang senjata-senjata itu?” “Tentu saja tidak. Sebagai perempuan yang perasa, Ibu tak begitu suka cerita-cerita sadis yang menyertai warisan kebanggaan ayahmu itu.”

“Tapi, Ayah kerap cerita, senjata-senjata itu dibuat untuk melindungi banyak jiwa, terutama p e d a n g yang membuatku keta k u t a n tadi.” “Cerita mungkin saja hanya cerita, Anakku. Berhentilah terlalu memercayainya. Mainkanlah apa pun yang kau ingin mainkan. Asal itu aman bagimu dan menyenangkan.” Saat itu, kata-kata ibu begitu menenteramkan. *** Rupanya, ayah memang menginginkanku jadi lelaki seperti dalam pikirannya. Dan pesan ibu di waktu lalu sudah tak punya sempat lagi untuk kulakukan. Jadilah ayah mengajariku bela diri. Lebih bahagia melihat anak laki-lakinya pasang kaki kudakuda. Ayah ingin anaknya jadi jawara. Setiap hari begitu terus. Kecuali, jika aku sedang sakit atau bersekolah, maka memasang kaki kuda-kuda, meninju, atau menerjang-nerjang tak perlu dilakukan. Suatu hari, saat berusia delapan belas tahun lebih tiga puluh hari, aku pulang membawa piala dan piagam. Hasil meraih lomba silat tingkat kabupaten. Ayah menghampiriku di kamar saat sedang berbaring melepas pegal. Dan tampaklah ia membawa pedang kebanggaannya. “Kau sudah jadi laki-laki sejati sekarang.” Rahangku mengeras mendengarnya. Pujian yang mengingatkanku pada cela di ruang tamu dahulu. “Anakku, pedang adalah pasangan seorang jawara,” ujarnya seraya merangkulku. Meski tidak suka, aku tetap mendengarkan ayah. “Kau tahu?” ayah memulai. “Aku tidak pernah menceritakan sejarah pedang ini. Aku hanya memujinya di depanmu dari wak-

tu ke waktu. Biarlah kau tahu rahasianya hari ini.” Aku tak menanggapi, tapi ayah juga tak mengindahkankan. Malah semakin semangat bercerita. “Bila dalam pelajaran sejarah di sekolahmu kaudengar kesaktian keris Mpu Gandring telah mampu membunuh tuannya, si jawara rampok, yaitu ken Arok. Pedang ini pun punya kesaktiannya sendiri,” ia mengelus pedangnya lagi. “Di zaman perang dahulu, kakek pernah menceritakannya pada Ayah, pedang inilah yang dibawa oleh seorang ksatria Majapahit. Namanya Gadjah Mada. Kau pasti tahu, kan? Ya, yang bersumpah tak memakan buah palapa itu. Pedang ini adalah miliknya.” Ia diam sebentar, sedang memikirkan sesuatu. “Memang, sang Patih lebih suka menyelipkan keris di bagian belakang pinggangnya. Tapi, tetap saja pedang adalah pusaka yang amat berharga selain keris. Dalam pertarungan, pedanglah yang digunakan. Keris hanyalah penghias untuk bergagah-gagah saja. Pedang adalah petarung sejati. Bila bertemu musuh, ia tak suka surut. Matanya dari besi

Puisi

Nurrahmi Yuliana Putri

Kami Menemukan Botol di Pesisir Kami menemukan botol di pesisir Botol bening berisikan air,udara,dan pasir Tiga dari empat elemen bumi yang diam Selanjutnya adalah api pada terik dan beling mengkilap Dari sana kami mengambil beberapa kata Untuk kami gulung dalam ombak Ombak yang selalu hilang di ujung kaki kami Dan terbiasa meninggalkan buih Keseimbangan kami pada ujung pesisir Udara asin menebalkan pori-pori kulit Melekatkan semua elemen menjadi satu Hitungan mundur kami tanam dalam karang-karang mati Lombok Barat, 2012

Sajak er as di T Ter era Rumahku Kertas berbaris Sebaris biru sebaris buram Mungkin tertinggal, Atau angin membawanya pulang Tapi di sampingnya kopi mengering Semut-semut membuat petak koloni Seperti nama pembuat misteri Desember, 2012

RUPA-RUPA

Bandana Gili Trawangan

Selong, Mei 2014

Eny Sukreni

manakala dikenakan, mata pantai semakin sipit jarum dan benang disimpan dalam kotak yang tertutup rapat, gemboknya dari logam itali dimasukkan ke dalam lemari granit di laut yang menahan kantuk, sebuah kapal kembali mengirim para perajut yang diimpor dari negeri entah apa semakin bernafsu membenambenamkan benang merajut bandana yang lebih lebar, selebar dahaga para investor, entah tersebab pulau ini pening atau terlampau pikat dan latah, hingga mesti didandani bandana

seumpama ceraken di dapur itu kau pisahkan bumbubumbu menurut cita rasanya pada petakan persegi, dan bumbu yang kau pilih kini adalah sesendok lada yang terbentuk dari butiran air matamu mengingat kepergian seorang istri terkasih dan kau menyendiri menanak tangis di kamarmu

KULIAH SINGKAT JALUR KHUSUS CEPAT MENYANDANG GELAR S1, S2, S3 TERAKREDITASI BAN-PT HUB.EDI 085219091852

SERVICE AC

DIJUAL

Pada suatu malam yang sunyi, bahkan burug hantu pun tiada sudi terdengar kali ini. Bulan disembunyikan awan, hingga malam semakin kelam saja tampaknya. Ada bunyi kersak-kersuk di belakang rumah warga. Sebentar menghilang, sebentar bunyi yang sama muncul lagi. Bagi telinga yang tak peka, bunyi itu seperti tiada arti. Sementara bagi beberapa orang, bunyi itu punya maksud tersendiri. Terlebih lagi, ketika terdengar bisik seseorang yang mendesak. “Cepatlah, kita harus segera menyatroni rumah Haji Karim,” bisik suara itu di belakangku. Kuambil pedang pemberian Ayah dan semakin mantap melangkah.

Ceraken

BAKERY

PENDIDIKAN

ARTSHOP

Mikyal Fatonah lahir di Lombok Timur pada 18 Agustus 1990. Cerpen-cerpennya dimuat di harian Suara NTB dan Radar Surabaya. Dapat juga ditemukan di antologi Seonggok Daging Berkelamin Perempuan (2012). Sekarang sebagai pengajar di SMAN 1 Selong dan bergiat di Komunitas Ujung Pena Ampenan.

melingkar ditepitepi, tiangtiang komersil juga tubuh kaca berbanjar merangkai diri. benang dari api merajut searah, tempat turisturis mencuplik jiwanya, serupa bandana terbuat dari sisa kain pelancong yang dijahit ulang di keriting, dibelitbelitkan demikian rupa sampai tak bercelah buat menengok jalan becek setelah hujan

DIJUAL LEMARI KACA & ETALASE EMAS KONDISI 90 % BARU HUB.081936766628,081803633880.

tajam menyorot. Lidahnya menjilat-jilat setiap kulit dan darah musuh yang mendekat hendak melawan tuannya.” Aku diam. Ada perasaan tak enak dalam diriku saat mendengarnya. Dengan mata berbinar, penuh pengharapan dan penghargaan, yang selama ini tak pernah terpancar dari diri ayah kepadaku, ia serahkan pedang itu dengan kedua tangannya. “Ambillah pedang ini, Anakku. Sebagai penyelamat jiwamu. Sebagai peneguh kelaki-lakianmu.” Perlahan, aku menyentuhkan telunjuk ke pangkal pedang. Tak lama, menyusul jari tengah, hingga semua jari tergoda. Dan tergenggamlah sudah pedang di tangan kanan. Aku memang tampak seperti jawara sungguhan. Ayah meninggal dua hari kemudian setelah prosesi serah terima pedang dalam kamar. Ibu tidak tahu apa yang terjadi hari itu. Jika tahu, sepertinya ia akan kecewa, mengingat dahulu ia berharap aku tak tertarik pada cerita-cerita ayah. Namun, terlanjur basah aku dititipi kepercayaan. Dan sejak itu, aku merasa sebagian diriku perlahan-lahan serupa ayah. Selain wajah, perangaiku pun tak jauh berbeda. ***

ADVERTISING

RUPA - RUPA

di ruang yang lain kau bakar tawa bagai membakar ikan air tawar yang baru saja ditangkap dan bocah kecil itu tergelitik perutnya di pangkuanmu hingga semacam serbuk arum manis beterbangan lalu berjatuhan di lidahmu suatu sore di sudut ruang pekur yang ditumbuhi sepohon langsat dan asoka kau berkenduri dengan diam menandaskan dalamdalam butiran garam yang melayang lekat di matamu sampai habis sebutir pala kau lumat tawar menjadi sepah yang menggelantung pada sungut seekor belalang kaulah bumbubumbu itu yang menyortir diri di petakan persegi Januari 2014


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

(ant/Bali Post)

KOIN UNTUK JOKOWI-JK - Santri melakukan penggalangan dana usai istighosah “Koin untuk Jokowi-JK” di Ponpes Al Aqobah Jombang, Jawa Tmur, Jumat (6/6). Dana yang terkumpul secara sukarela dari para santri itu akan dikirimkan ke rekening tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla untuk dana kampanye (kiri). Sementara, calon Wakil Presiden Hatta Rajasa (kanan) berfoto dengan pedagang sambil memegang kaos aku cinta Bali saat berkunjung di Pasar Seni Kuta, Bali, Jumat (6/6).

PKL Iuran untuk Menangkan Prabowo-Hatta Jakarta (Suara NTB) Para pedagang kaki lima (PKL) tidak hanya mendeklarasikan dukungan tetapi juga iuran bersama untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, untuk Pemilu 9 Juli 2014. Ketua Tim Gerobak PKL Prabowo-Hatta DKI Jakarta Abdurrahman dalam keterangan yang diperoleh di Jakarta, Jumat (6/6), mengatakan besaran iuran walaupun kecil tetapi bila dilakukan oleh sekitar 500 ribu PKL di DKI Jakarta, dan sekitar 25 juta PKL di Tanah Air maka jumlahnya besar. Ia menyebutkan alasan mendukung Prabowo-Hatta adalah karena Prabowo merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dan Ketua Dewan Pembina Relawan PKL. Prabowo-Hatta, katanya, juga menjadi pendorong atas terbitnya Peraturan Presiden Nomor 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Deklarasi PKL se-DKI Jakarta dan iuran itu telah berlangsung di Pasar Gembrong Tradisional Jakarta Pusat pada Rabu (4/6) dan akan bergulir terus selama masa kampanye ke seluruh Indonesia. Ketua Umum Badan Musyawarah Betawi Zaenuddin yang juga Sekretaris Pemenangan Prabowo-Hatta DKI Jakarta optimistis dengan dukungan tersebut, Prabowo-Hatta akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019. “Prabowo merupakan sosok pemimpin yang diyakini PKL mampu dan mau lindungi, memberdayakan dan menyejahterakan PKL bahkan menolak penggusuran PKL dengan apapun,” kata Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo SubiantoHatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (ant/Bali Post)

Berikut adalah jadwal debat capres-cawapres Peserta Pemilu 2014 1. 9 Juni - debat antara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, dengan tema “Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum” (disiarkan SCTV, Indosiar dan Berita Satu TV) 2. 15 Juni - debat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, dengan tema “Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial” (disiarkan Metro TV dan Bloomberg TV) 3. 22 Juni - debat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, dengan tema “Politik Internal dan Ketahanan Nasional” (disiarkan TV One dan ANTV) 4. 29 Juni - debat antara Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla, dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK (disiarkan RCTI, MNCTV dan Global TV) 5. 5 Juli - debat antara Prabowo-Hatta dan JokowiJK, dengan tema “Pangan, Energi, Lingkungan” (disiarkan TVRI dan Kompas TV)

KPU Pertimbangkan Isu HAM dalam Debat Capres-Cawapres Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum mempertimbangkan untuk memasukkan isu hak asasi manusia dalam debat caprescawapres, sesuai dengan permintaan Komisi Nasional HAM, kata Komsioner Hadar Nafis Gumay di Jakarta, Kamis malam. “Kami tadi menerima kedatangan Komnas HAM, mereka meminta supaya KPU memasukkan isu HAM dalam debat capres-cawapres nanti. Tentu kami mempertimbangkan itu bisa masuk dalam materi debat,” kata Hadar ditemui di Gedung KPU Pusat. Ketua Komnas HAM Hafid Abbas berharap dengan adanya isu HAM nantinya capres-cawapres terpilih dapat berkomitmen mewujudkan keadilan HAM bagi bangsa Indonesia. “Bangsa harus menjaga hak setiap warga negaranya, tanpa keadilan HAM, kita sebagai bangsa akan semakin meredup,” kata Hafid. Anggota Komnas HAM Otto Nur Abdullah juga mengatakan hal senada bahwa isu HAM penting untuk disertakan dalam debat capres-cawapres agar masyarakat mengetahui komitmen dari masing-masing pasangan calon. “Masyarakat perlu mengetahui bagaimana komitmen capres-cawapres dalam menjaga keadilan HAM. Tidak hanya menyelesaikan kasus-kasus yang telah terjadi, tetapi bagaimana calon pemimpin kita menjaga keadilan HAM dalam waktu yang akan datang,” katanya. Terkait pelaksanaan debat, KPU mengubah metode debat calon presiden dan wakil presiden. “Setelah berdiskusi dengan tim kampanye nasional masing-masing pasangan calon, ada perubahan di metode debat. Tadinya debat antar-cawapres akan dilakukan dua kali, sekarang menjadi satu kali saja,” kata Hadar. Metode pelaksanaan debat awalnya disusun berurutan mulai dari debat antar-capres, antar-cawapres, antar-capres, antar-cawapres baru kemudian antar-pasangan. Setelah berdiskusi dengan tim kampanye dari masing-masing pasangan calon, akhirnya disepakati pelaksanaan debat dilakukan mulai dari antar-pasangan, antar-capres, antarcapres lagi, antar-cawapres dan diakhir dengan debat antarpasangan. Sementara untuk tanggal pelaksanaan dan stasiun televisi penyiar debat tidak ada perubahan. (ant/Bali Post)

KPK Ingatkan Strategi Capres Tingkatkan Penerimaan Negara Denpasar (Suara NTB) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, mengingatkan kandidat calon presiden dan wakil presiden terkait dengan strategi meningkatkan penerimaan negara, salah satunya dari sektor pajak sumber daya alam. “Harus ada pembahasan mengenai bagaimana meningkatkan penerimaan negara, khususnya sektor pajak,” katanya dalam sebuah diskusi yang mengetengahkan tema “Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019”, di Denpasar, Jumat (6/6). Menurut dia, sebagian besar visi dan misi yang diangkat oleh kedua pasangan kandidat menitikberatkan kepada sejumlah program yang tentunya memerlukan adanya anggaran besar dari APBN. Namun selama ini peningkatan pendapatan negara, khusus-

nya dari sektor pajak sumber daya alam menjadi salah satu isu pokok yang dinilainya mengalami kecenderungan mengalami penurunan penerimaan meskipun terjadi penambahan wajib pajak. “Padahal wajib pajak meningkat dari 6 juta menjadi 24 juta dan pertugas pajak jumlahnya stabil sedangkan kebutuhan APBN meningkat,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa kebutuhan dalam APBN 2014 yang meningkat menjadi Rp1.800 triliun atau meningkat dibandingkan APBN

tahun lalu yang mencapai Rp1.400 triliun juga membutuhkan adanya ide dari kandidat untuk meningkatkan pendapatan negara salah satu yang paling besar adalah pajak dari sektor sumber daya alam. Sektor sumber daya alam yang dimaksud Bambang di antaranya sektor pertambangan batubara dan minyak. Ia menyatakan bahwa dari hasil studi KPK dan pengumpulan pendapat dari LSM dan tokoh masyarakat selama hampir 10 tahun, penerimaan negara dari dua sektor tersebut sangat banyak dan berpo-

(ant/Bali Post)

Bambang Wijayanto

tensi untuk ditingkatkan. “Apalagi kalau sektor pajak pertambangan diubah seperti angka pajak yang masih sama dengan pajak penghasilan, jika dinaikkan maka pendapatan kita bisa lebih banyak,” ucapnya.

Bambang mencontohkan sejumlah negara, di antaranya Australia dan Amerika Serikat yang bahkan menerapkan pajak untuk sektor pertambangan sebesar 40—50 persen sehingga angka tersebut memberikan kontribusi lebih besar bagi APBN. “Jika itu diterapkan maka APBN kita akan lebih besar dari sekarang sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Ia menginginkan agar persoalan terkait penerimaan negara dan pajak diangkat dalam debat kandidat capres dan cawapres mengingat banyak sumber daya alam Indonesia yang diekspolitasi namun penerimaan tidak sebesar dampak eksploitasi. (ant/Bali Post)

10 Menteri Jadi Anggota Tim Sukses Peserta Pemilihan Presiden Jakarta (Suara NTB) Sepuluh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tercatat menjadi anggota tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta pemilihan umum, demikian menurut gabungan pemantau pemilu di Jakarta, Jumat. Gabungan pemantau yang terdiri atas Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Budget Center (IBC) dan Indonesia Parliamentary Center (IPC) menyatakan keterlibatan para menteri dalam kegiatan kampanye perlu mendapat pengawasan ekstra. “Kondisi semacam ini kalau tidak terkawal dengan baik tentu dapat mencederai proses demokrasi di pelaskanaan Pilpres,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Abdullah Dahlan di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta. Para menteri yang menjadi bagian tim sukses peserta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dikhawatirkan memanfaatkan fasilitas kementerian untuk mendukung pemenangan pasangan ca-

lon tertentu. Sementara Koordinator IBC Roy Salam mengatakan dari sepuluh menteri yang menjadi anggota tim sukses lima di antaranya memimpin kementerian yang mengelola dana bantuan sosial (bansos) dengan total mencapai Rp5,4 triliun. “Dari pengamatan kami ada lima kementerian dengan total dana bansos mencapai Rp5 triliun, yang kelima menterinya menjadi anggota tim kampanye dan tim pemenangan pasangan calon peserta Pilpres,” kata Roy Salam. Anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan dia akan mengupayakan pengawasan maksimal selama pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. “Bawaslu dalam hal ini mendapat support dalam konteks melakukan pengawasan tentang bagaimana mengawasi kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota. Kami sangat concern terhadap fasilitas milik Negara ini,” kata Nasrullah. (ant/Bali Post)

Berikut 10 menteri yang tercatat dalam tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2014 1. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 2. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 3. Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 4. Menteri Perindustrian MS Hidayat (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 5. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 6. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 7. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz (Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) 8. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla) 9. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal Zaini (Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla) 10. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan (menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla).

Ketua Sinode GKI Papua: Cara Blusukan Jokowi Bisa Padamkan Aksi Protes Jayapura (Suara NTB) Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Pendeta Alberth Joku, S.Th mengatakan cara dan gaya blusukan calon presiden 2014, Jokowi bisa memadamkan aksi protes di tengah warga. “Pendekatan Jokowi dengan cara blusukan dan sebagainya ini, sebenarnya mempunyai nilai yang sangat mampu memadamkan aksi protes dan sebagainya di tengah warga masyarakat. Ini kalau pemimpin bisa ketemu dan berbicara sama rakyat secara langsung pasti berbagai masalah akan selesai,” katanya menanggapi gaya blusukan Jokowi di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua, Jumat (6/6). Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Jokowi yang merupakan calon presiden Indonesia berikutnya di dua kota yang ada di Provinsi Papua, dengan cara blusukan ke sejumlah tempat patut dicontoh dan diteladani oleh pemimpin-pemimpin lainnya, sehingga, menurut Pendeta Alberth, kepemimpinan

gaya Jokowi patut diberikan apresiasi. “Sebagai ketua Sinode GKI di Tanah Papua, saya apresiasi agar Pilpres nanti berjalan aman dan damai. Dan kita sudah cukup lama dipimpin oleh mantan militer, kalau bisa periode ini kita doakan untuk sipil memimpin. TNI/Polri bisa kembali ke posisinya, sehingga kita bisa lihat bagaimana keadaannya bisa berubah jika dipimpin oleh sipil seperti gaya Jokowi,” katanya. Beberapa waktu belakangan ini, banyak kekerasan yang kerap terjadi di tanah air, mulai dari tindakan kriminalitas, terorisme, sengketa Pilkada hingga perbuatan intoleran antara umat agama. “Kita selalu merasa terbawa tidak aman, ada terorisme, ada kriminal, intoleran dan sebagainya, sehingga ada orang bilang sebaiknya ada militer sehingga itu aman. Tapi gaya blusukan Jokowi menghadapi masalah di tengah warga sudah terbukti dan teruji.” Harapannya nanti jika

Jokowi terpilih sebagai presiden, kata Pendeta Alberth, “Harapan terbesar, harapan saya, Pak Jokowi sudah dua kali datang ke Papua, tolong perhatikan pembangunan sumber daya manusia dan pendekatan kemanusiaan menyelesaikan soal-soal kemanusiaan di Papua.” “Kita selalu bilang Papua tidak aman, tapi jauh disana, di pedalaman, banyak orang Papua tidak tersentuh pendidikan dan kesehatan. Dan ini harus ada hati untuk kerjakan itu. Dan Jokowi harapannya.” Sementara itu ketua Forum Komunlasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Herman Saud, S.Th mengatakan bahwa Jokowi jika terpilih jadi presiden ketujuh di Indonesia, harus ada penegakkan hukum secara adil di daerah itu. “Kami harap jadikan hukum sebagi panglima dan selesaikan semua masalah hukum yang ada di Papua termasuk perangi korupsi. Dan sikap intoleran di Indonesia,” katanya. (ant/Bali Post)

Aceh Bangun 1.700 Rumah untuk Dhuafa Banda Aceh (Suara NTB) Pemerintah Aceh membangun sebanyak 1.700 unit rumah untuk kaum dhuafa yang tersebar di 23 kabupaten dan kota di provinsi itu pada 2014. “Itu merupakan komitmen Pemerintah Aceh yang juga tertuang dalam visi dan misi gubernur/wakil gubernur Aceh,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Hasanuddin di Banda Aceh, Jumat (6/6). Hal tersebut disampaikan dalam penjelasannya kepada anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dalam pertemuannya dengan Komisi D DPR Aceh. Komisi D DPRD Jawa Timur yang dipimpin Imam Ghozali Aro (ketua) mencari masukan terkait masalah kebijakan pembangunan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Sementara dari DPR Aceh, dalam pertemuan itu dipimpin langsung Sekretaris Komisi D Tgk Moharuddin. Lebih lanjut, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Hasanuddin menyebutkan sebanyak 5.000 unit rumah bagi kaum dhuafa juga telah dibangun Pemerin-

tah Aceh pada 2013. Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh menargetkan mampu membangun sebanyak 200 ribu unit rumah untuk kaum dhuafa hingga 2017 yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh setiap tahunnya. Rumah yang dibangun pemerintah itu bertipe 36, dan nilainya pada 2013 sebesar Rp60 juta/ unit. Namun untuk pembangunan 2014, masing-masing unit rumah dhuafa itu dibangun dengan nilai Rp75 juta. Hasanuddin menjelaskan pemerintah melakukan verifikasi untuk memastikan agar bantuan benar-benar bisa diterima oleh masyarakat dhuafa. “Berbagai persyaratan diajukan, kemudian kami memverifikasi sehingga bantuan tepat sasaran,” katanya. Pembangunan rumah dhuafa dilakukan pihak rekanan, bukan sistem swakelola. Artinya, penerima manfaat menerima langsung bantuan tanpa terlibat dalam pembangunannya. (ant/Bali Post)


SUARA NTB Sabtu, 7 Juni 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Inggris dan AS Kecewa Rencana Israel Perluas Pemukiman

(Suara NTB/ist)

SIAGA - Seorang tentara Israel bersiaga di Tepi Barat atau di lokasi yang akan dijadikan pemukiman oleh Israel. Rencana ini ditentang Inggris dan AS.

London Menteri Luar Negeri Inggris William Hague pada Kamis (5/ 6) mencela langkah Israel untuk memperluas pemukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, dan menegaskan perlunya perdamaian yang langgeng di wilayah tersebut. “Saya mencela keputusan yang diambil oleh Pemerintah Israel pada 4 Juni untuk memperluas jumlah pemukiman tidak sah, banyak di antaranya berada jauh di dalam Wilayah Tepi Barat, dan di Jerusalem Timur,” kata Hague di dalam satu pernyataan. Ia menambahkan, keputusan semacam itu hanya akan mempersulit upaya untuk mewujudkan perdamaian. Perdana Menteri Israel telah

melanjutkan rencana pembangunan yang sebelumnya dibekukan untuk membangun 1.800 rumah, beberapa jam setelah Kementerian Perumahan Israel mengumumkan akan membangun 1.500 rumah baru, kata surat kabar Haaretz pada Kamis. Hague mengatakan pemukiman tersebut tidak sah berdasarkan hukum internasional, merusak kepercayaan dan mengancam kelangsungan hidup penyelesaian duanegara. “Penyelesaian duanegara melalui perundingan adalah satu-satunya penyelesaian bagi konflik Israel-Palestina,” tambahnya. Ia mendesak pemimpin kedua pihak agar memperlihatkan keberanian, visi dan desakan yang diperlukan un-

tuk mewujudkan ini. Israel menduduki Wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dalam Perang Timur Tengah 1967 dan mencaplok Jerusalem Timur. Wilayah tersebut dirancang sebagai bagian dari negara masa depan Palestina dan pemukiman Yahudi mempersulit upaya untuk mendirikan negara dengan wilayah yang bersambung buat rakyat Palestina. Menurut Menteri Perumahan Israel Uri Ariel, rumah baru itu adalah tanggapan atas pembentukan pemerintah persatuan nasional Palestina, yang diambil sumpahnya pada Senin (2/6) di Ramallah. Begitu juga sekutu Israel, Amerika Serikat (AS) “sangat kecewa” dengan pengumuman Israel untuk membangun ru-

mah lagi buat pemukim Yahudi di wilayah pendudukan, kata Departemen Luar Negeri di Washington. “Sebagaimana telah kami katakan secara konsisten, tindakan ini tak membantu dan kontra-produktif untuk mencapai hasil dua-negara,” kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf dalam pernyataan rutin. AS memandang pemukiman Yahudi tidak sah. Mereka juga mendesak kedua pihak dalam perundingan perdamaian Timur Tengah agar menahan diri dari tindakan yang tidak membantu sehingga meningkatkan ketegangan dan melemahkan upaya untuk menemukan jalan maju guna mewujudkan penyelesaian dua-negara. (ant/bali post)

Sembilan Terdakwa Teroris Lima Pekan Beroperasi Divonis Mati di Cina Beijing Cina menjatuhkan hukuman mati kepada sembilan orang atas dakwaan terkait aksi terorisme di Xinjiang, wilayah barat yang terpecah berdasar etnis, kata media pemerintah Kamis, sebagai tindakan keras pihak berwenang menyusul terjadinya beberapa serangan mematikan. Dalam beberapa sidang di Xinjiang, 81 tersangka dijatuhi hukuman atas berbagai dakwaan terkait terorisme. Sepanjang tahun lalu, Xinjiang yang mayoritas penghuninya adalah etnis minoritas Muslim Uighur mengalami peningkatan bentrokan berdarah. Beijing menuding kelompok teroris yang ingin mendapatkan kemerdekaan wilayah tersebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan-bentrokan itu. Para kritikus mengatakan Beijing membesar-besarkan ancaman teror di Xinjiang untuk pembenaran tindakan keras yang diambil dan menunjuk perbedaan ekonomi serta tekanan terhadap budaya dan agama Uighur sebagai penyebab kerusuhan. Pada Kamis, 29 orang yang disebut sebagai “tersangka teroris” ditahan di ibukota Xinjiang, Urumqi, dengan tuduhan di antaranya adalah mencetuskan separatisme serta mengumpulkan massa untuk mengganggu ketertiban di tempat umum. Ke-29 kasus itu diproses berdasar aturan baru yang meminta penuntut umum untuk menyelesaikan penyelidikan terkait aksi teror dalam waktu 24 jam, demikian menurut laporan tersebut. Cina bulan lalu bertekad untuk menggelar kampanye menentang terorisme selama setahun, setelah penyerangan di Urumqi yang menewaskan 39 orang di sebuah pasar. Penyerang bersenjatakan pisau dan bahan peledak melancarkan serangan di sebuah stasiun kereta di kota tersebut pada April, menewaskan satu orang dan melukai 79 lainnya ketika Presiden Xi Jinping tengah mengunjungi wilayah itu. Pihak berwenang di Xinjiang pekan lalu menghukum 55 orang atas dakwaan penyerangan, termasuk aksi teror dalam sebuah sidang massal yang digelar di stadion dan dihadiri sekitar 7 ribu orang. Ratusan orang lain dilaporkan telah ditahan dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok hak asasi manusia mengungkapkan keprihatinan mengenai apakah para tersangka teror di wilayah itu akan mendapat perlakuan adil, mengingat adanya praktik umum dalam sistem hukum Cina untuk memaksa seseorang mengaku. “Lemahnya keadilan dan prosedur hukum akan membuat lebih banyak orang kehilangan kebebasannya karena alasan politis,” kata Dilshat Rexit, juru bicara Kongres Uyghur Dunia yang saat ini dalam pengasingan. Informasi mengenai Xinjiang, kawasan luas yang kaya sumber daya alam berbatasan dengan Asia tengah, sulit untuk diverifikasi secara independen, karena wartawan lokal maupun asing menjadi sasaran pembatasan ketat, demikian AFP. (ant/bali post)

Pasukan Yaman Klaim Bunuh 500 Militan Al Qaida

Sanaa Pasukan Yaman membunuh 500 terduga militan Al Qaida dalam serangan ofensif besar-besaran terhadap markas mereka di wilayah selatan yang dimulai pada 29 April. Empat-puluh prajurit tewas dan 100 lain cedera dalam operasi itu, yang dilakukan di provinsi-provinsi Shabwa dan Abyan, dan 39 militan ditangkap, kata Kolonel Saeed al-Fakeih kepada wartawan, lapor AFP. “Kami akan melanjutkan perang kami terhadap Al Qaida, khususnya di kawasan tempat militan itu melarikan diri,” katanya. Militer meluncurkan ofensif terhadap Al Qaida di Shabwa dan wilayah berdekatan

Abyan dalam upaya mengusir pasukan mereka dari kotakota dan pedesaan kecil yang lolos dari operasi sebelumnya pada 2012. Pasukan pemerintah dan milisi sekutunya telah memasuki sejumlah kota, namun para analis mengatakan gerak maju mereka itu mungkin karena hasil dari taktik mundur militan dalam koordinasi dengan suku-suku setempat. Militan Al Qaida memperkuat keberadaan mereka di Yaman tenggara, dengan

memanfaatkan melemahnya pemerintah pusat akibat pemberontakan anti-pemerintah yang meletus pada Januari 2011 yang akhirnya melengserkan Presiden Ali Abdullah Saleh. Ofensif pasukan Yaman yang diluncurkan pada Mei 2012 berhasil menghalau militan Al Qaida dari sejumlah kota dan desa di wilayah selatan dan timur yang selama lebih dari setahun mereka kuasai. Meski melemah, jaringan teror itu masih bisa melancar-

kan serangan-serangan terhadap sasaran militer dan polisi. Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan. Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990, namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka. Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstri-

misme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP). (ant/bali post) AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu. Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari 2012 menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida. (Suara NTB/ist)

Junta Militer Thailand Tahan Pemimpin Anti-Kudeta Bangkok Junta Thailand menyatakan telah menangkap pemimpin anti-kudeta yang menentang pengambilalihan kekuasaan militer. Sombat Boonngamanong yang melancarkan kampanye dalam jaringan untuk menggelar aksi massa ilegal menentang pengambilalihan kekuasaan oleh militer ditahan pada Kamis malam (5/6) di Provinsi Chonburi di tenggara Bangkok, kata jurubicara militer Sirichan Ngathong.

“Kami punya tim yang melacak keberadaannya melalui internet,” katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/6). Menurut dia, Sombat Boonngamanong menghadapi tuntutan melanggar perintah untuk melapor ke junta, sebuah tuntutan yang bisa menyebabkan dia mendapat hukuman penjara dua tahun. Sombat merupakan satu dari ratusan orang —termasuk politisi, pegiat, akademisi, dan jurnalis— yang dipanggil oleh militer menyusul kudeta pada 22 Mei. Mereka yang memenuhi panggilan ditahan di lokasi rahasia selama lebih dari seminggu dan diperintahkan untuk meninggalkan aktivitas politik. Sombat, yang merupakan tokoh pegiat pro-demokrasi, menolak menyerahkan diri,

bahkan mengunggah sebuah pesan di Facebook yang mengatakan: “Tangkap aku kalau bisa.” Sejak saat itu ia mendesak para pengikutnya untuk menggelar demonstrasi damai, dan memberikan salam tiga jari yang ditirunya dari film “The Hunger Games”, yang kemudian menjadi simbol penentangan terhadap junta. Seorang pejabat militer mengatakan Sombat akan ditahan di salah satu fasilitas militer selama lebih dari seminggu. “Selama masa itu pihak militer akan menanyakan kepadanya mengenai gerakan dia, sikap dan hasutannya,” kata pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya. Setelah itu Sombat akan dimintai keterangan oleh polisi dan dihadapkan ke pengadilan militer. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

BERPOSE - Sekelompok warga desa yang tinggal Maiduguri Nigeria lengkap dengan senjatanya berpose bersama 21 Mei lalu. Namun, Rabu malam waktu setempat, sekelompok orang bersenjata yang menyamar jadi tokoh agama menembak warga di Maiduri, sehingga menyebabkan 45 orang tewas.

Boko Haram Kembali Beraksi

45 Warga Nigeria Jadi Korban Maiduguri Sebanyak 45 orang tewas diduga oleh orang-orang bersenjata Boko Haram, yang berpura-pura menjadi pengkhotbah di satu desa dekat rumah spiritual kelompok itu di Nigeria timur laut. Serangan itu terjadi pada sekitar pukul 21.30 waktu setempat, Rabu di Barderi, di pinggiran Maiduguri, dan melihat pemberontak menipu penduduk setempat untuk berkumpul sebelum menembaki kerumunan. Khotbah keliling biasa di Nigeria utara yang berpenduduk terutama Muslim dan ulama palsu dilaporkan mengatakan kepada penduduk desa bahwa mereka telah datang untuk menunjukkan mereka ke jalan yang benar. Mallam Bunu, yang selamat dari serangan itu, mengaku menghitung 45 mayat setelah penyerang meninggalkan desa. “Mereka datang ke desa kami dan berbohong kepada kami bahwa mereka te-

lah datang untuk berkhotbah kepada kami, dan ketika hampir semua penduduk desa telah berkumpul, satu sekelompok pemberontak muncul entah dari mana dan menembaki jamaah sebelum kita semua berlari untuk menyelamatkan diri,” ujarnya Korban lain, Kallamu Bukar, mengatakan ketika mereka berkumpul, satu kelompok pemberontak muncul dan bergabung mereka serta menyamar sebagai pengkhotbah. “Mereka menembaki jamaah. Para penyerang juga membakar beberapa rumah, toko-toko dan barang pribadi lainnya,” ujarnya. Serangan itu terjadi setelah Boko Haram bersenjata mengamuk di empat desa di Kabupaten Gwoza di negara bagian Borno, Selasa. Seorang anggota parlemen lokal menggambarkan serangan, yang dilakukan cukup besar. Sementara tokoh masyarakat setempat mengatakan ratusan orang mungkin telah tewas. (ant/bali post)

Snt07062014  

Nilai Proyek Terindikasi Korupsi di NTB Capai Rp 200 Miliar

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you