Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

SENIN, 6 MEI 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 53 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Hari Ini, UN SD Digelar Mataram (Suara NTB) Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah dasar Senin (6/5) hari ini digelar serentak di NTB. Tahun ini sebanyak 96.898 siswa SD/MI dijadwalkan akan mengikuti ujian. Selain siswa SD, ujian tingkat SD, juga akan diikuti oleh 77 siswa SDLB dan 637 peserta ujian kesetaraan paket A. Pelaksanaan UN akan dilakukan selama tiga hari, dengan tiga mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Di Mataram sendiri sedikitnya ada 7.691 siswa yang terdiri dari 394 siswa MI dan 7.297 siswa SD yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2013. Bersambung ke hal 5

Diterjang Puting Beliung

Belasan Rumah di Dusun Bilekedit Rusak

TO K O H

Adu Program Lebih Menarik KAMPANYE dengan menggencarkan program atau janji – janji yang ditawarkan kepada pemilih dinilai akan menjadikan Pilkada NTB lebih menarik ketimbang upaya saling menjatuhkan lewat kampanye hitam. Kalaupun kampanye hitam terus berlanjut, aparat penegak hukum harus segera bertindak. Pandangan itu disampaikan oleh Kordinator Provinsi NTB DPP Partai Golkar, Ir. Junaidi Elvis, M.Hum, kepada Suara NTB, Sabtu (4/5). Menurut Elvis, kampanye hitam terhadap kan(Suara NTB/ist) Junaidi Elvis didat manapun akan merusak praktik berdemokrasi yang sejauh ini sudah mulai tumbuh dalam tren positif di NTB. Bersambung ke hal 5

KO M E N TTAA R Optimalkan Lahan Kering RIBUAN hektarlahanyang tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok bagian Selatan dan Pulau Sumbawa sangat potensial ditanami ketela pohon. Adanya keinginan investor asal Jawa Timur yang meminta untuk disiapkan lahan untuk ditanami ketela pohon dan tebu tersedia cukup luas. Nantinya, pemprov mendorong investor untuk mengembangkan kemitraan dengan petani dan kelompok tani sehingga masuknya investasi tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi petani. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman (Suara NTB/dok) Pangan dan Hortikultura (DisH. Husni Fahri tan TPH) NTB, Ir. H. Husni Fahri, MM dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (4/5). “Potensi areal yang bisa dikembangkan untuk ketela pohon hampir di semua kabupaten/ kota tersedia khususnya di kabupaten Lombok Utara, Lombok bagian selatan dan di Pulau Sumbawa. Luasnya ribuan hektar,”ujarnya. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/her)

RUSAK - Salah satu bangunan rumah warga di Dusun Bilekedit, Desa Babusalam, Lobar rusak akibat terjangan puting beliung, kemarin sore.

Giri Menang (Suara NTB) Hujan disertai angin puting beliung menerjang Dusun Bilekedit Utara dan Barat, Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar), Minggu (5/5) sore kemarin. Tidak ada korban jiwa dan luka-

luka dalam musibah ini, namun belasan rumah rusak. Hujan yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.10 Wita menerjang dua dusun menimpa Dusun Bilekedit Barat dan sebagian Dusun Bilekedit Utara. Bersambung ke hal 5

Siswi Kelas V SD Mogok Sekolah

Diduga Diperkosa Mantan Kakak Kelas

Mataram (Suara NTB) Diduga menjadi korban pemerkosaan, seorang siswi kelas V sebuah SDN di Kota Mataram, sejak dua pekan terakhir mogok sekolah. Siswi berinisial NNL ini diduga trauma setelah diperkosa tiga temannya yang juga alumni SD tempat korban bersekolah. Informasi terakhir, NNL kini dalam kondisi hamil. Sudah dua minggu ini NNL tidak masuk sekolah. Pihak sekolah pun mulai bertanya-tanya setelah santer terdengar berita bahwa salah satu siswanya berinisaial NNL menjadi korban pemerkosaan. ‘’Sudah dua minggu anak ini nggak masuk sekolah. Katanya sakit, itu saja yang saya tahu karena ayah angkatnya sendiri yang mengantar surat kemari,” terang Wali Kelas V, SDN 36 Mataram, Ni Putu Sukeni Sabtu (4/5) siang. Kabar yang santer terdengar, di tambah NNL yang tak kunjung masuk sekolah membuat pihak sekolah memutuskan untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi langsung rumah NNL. Pihak SDN 36 Mat-

aram, Rabu (1/5) lalu, mengutus I Gde Tingkat sebagai perwakilan sekolah untuk menjenguk NNL. Menurut Gde Tingkat, NNL kini menjadi anak pemurung dan enggan ke luar kamar. Gde Tingkat menegaskan bahwa orang tua (ibu) NNL sendiri yang membenarkan bahwa anaknya telah menjadi korban pemerkosaan. Menurut ibunya, saat ini kasus NNL masih ditangani polisi. NNL diduga diperkosa oleh tiga kakak kelasnya yang alumni SDN 36 Mataram. Bahkan kabarnya ketiga orang ini adalah temannya yang juga masih memiliki hubungan keluarga. Bersambung ke hal 5

Diduga Aniaya Siswa

Ditetapkan Tersangka, Oknum Guru Ditahan Mataram (Suara NTB) WGW, oknum guru SDN 15 Ampenan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelemparan terhadap siswa setempat, Baiturrahman (9). Selain jadi tersangka, oknum langsung di-

tahan di Polsek Ampenan yang menangani kasus ini. Kapolsek Ampenan, Kompol Eko Supriadi, membenarkan penetapan tersangka terhadap WGW tersebut. “Penetapan tersangka Sabtu (5/5) lalu, setelah melalui proses

gelar perkara. Sekarang tersangka langsung ditahan,” kata Eko. Dijelaskannya, penetapan tersangka WGW setelah alat bukti dan keterangan saksi dianggap cukup. Bersambung ke hal 5

Gakkumdu Gelar Perkara Puluhan Pelanggaran Kampanye Mataram (Suara NTB) Bawaslu bersama Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Gakkumdu, melakukan gelar perkara Jumat (4/5) malam lalu. Dalam gelar perkara itu, ditentukan, mana pelanggaran yang masuk tindak pidana dan administrasi. “Ada 28 temuan dan laporan pelanggaran kampanye. Ini yang dilakukan gelar perkara kemarin malam,” sebut tim ahli Bawaslu Faqih Langitan. Dari puluhan pelanggaran itu, dikaji oleh pihaknya bersama Kepolisian dan Kejaksaan. Pelanggaran

yang dianggap memenuhi unsur pidana, akan ditangani Kepolisian bersama Kejaksaan. Sedangkan yang sifatnya administrasi, akan ditindaklanjuti langsung oleh pihaknya, dalam bentuk teguran tertulis. Sebenarnya tidak hanya 28 temuan dan laporan, bahkan lebih dari itu. Ia menyebut, laporan itu bahkan lebih banyak. “Tapi hanya 28 laporan dan temuan yang bisa diakses, baik bukti atau saksi yang bisa dimintai keterangan,” sebutnya. Bersambung ke hal 5

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

SUARA MATARAM

Bersihkan Drainase

Usut Tenaga Kontrak Titipan Pejabat

BANJIR seolah tidak bisa dihindari warga Kelurahan Turida Kecamatan Sandubaya, Mataram. Pasalnya, hampir setiap musim hujan, bencana banjir itu selalu datang. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kelurahan setempat terus berupaya membersihkan drainase yang tersumbat. Lurah Turida, H. A. Danial, S.Sos, Sabtu (5/ 5) lalu mengatakan, saat ini pihaknya tengah (Suara NTB/smd) fokus menangani perH.A. Danial soalan itu. “Untuk mencegah banjir, kami terus berusaha membersihkan saluran dan drainase yang ada di wilayah kami,” katanya. Danial mengatakan, hampir setiap musim hujan wilayahnya selalu menjadi langganan banjir. Bahkan, jalan utama di wilayah Turida tersebut selalu terendam meskipun kapasitasnya tidak terlalu besar. “Kita berusaha mencegah banjir itu datang, mudah-mudahan semua yang kita lakukan berjalan dengan baik,” pungkasnya. Selain fokus membersihkan drainase, pihaknya kini juga tengah fokus melakukan pentaludan di drainase dan sungai serta pengaspalan jalan. Sasarannya, jalan ke perumahan warga yang mengalami kerusakan. “Saat ini tengah berjalan, sedang pendropan material,” imbuhnya. Dia berharap, pentaludan selokan dan sungai yang ada di Kelurahan Turida bisa sedikit mengatasi masalah banjir di wilayahnya. Selama ini, kata dia, banyak terjadi penyempitan di drainase dan sungai di wilayahnya. (smd)

Langkah Dewan untuk menelusuriTHL (Tenaga Harian Lepas) di sejumlah SKPD lingkup Pemkot Mataram patut diapresiasi. Sebab jika mengacu pada aturan yang ada, sudah tidak diperbolehkan mengangkat tenaga kontrak. Namun pada sidak yang dilakukan Komisi II ke Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram lima hari lalu patut ditelusuri secara mendalam. DIMANA ada lima tenaga kontrak non SK yang juga menerima honor atau upah. Ironisnya, upah untuk lima orang tenaga kontrak non SK diambil dari honor tenaga kontrak yang asli. Dinas PKP berdalih

bahwa pembagian honor yang merata antara tenaga kontrak yang punya SK dengan tenaga kontrak non SK merupakan kesepakatan antarmereka. Kasus tenaga kontrak sebetulnya bukan persoalan baru. Tenaga kontrak di Dinas PKP

Halaman 2

hanya sebagian kecil dari persoalan tenaga kontrak yang muncul ke permukaan. Persoalan yang sama ditengarai terjadi juga di SKPD lain. Ada baiknya Dewan membentuk Pansus (Panitia Khusus) untuk mendalami sekaligus mencari solusi dari permasalahan tenaga kontrak ini. Sebab santer terdengar kabar bahwa dari sekian banyak tenaga kontrak yang di lingkup Pemkot Mataram, tidak sedikit pula yang merupakan titipan para pejabat. Dengan membentuk Pansus, persoalan ini akan menjadi lebih terang. Karena bagaim-

(Suara NTB/nia)

aturan yang ada dilanggar. SKPD yang mengangkat tenaga kontrak harus betulbetul mengkaji penting atau tidaknya mengangkat THL. Kalau memang sifatnya mendesak, yang apabila tidak dilakukan pengangkatan THL maka ada pekerjaan yang bakal terbengkalai, boleh jadi pengangkatan THL ini memang sesuai kebutuhan. Sebaliknya, kalau pengangkatan THL hanya untuk menampung orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, tentu birokrasi tersebut sangat memprihatinkan. (fit)

Anggaran Akte Kelahiran Gratis Terancam Dicabut Mataram (Suara NTB) Anggaran untuk akte kelahiran gratis yang parkir di Dinas Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Mataram, terancam dicabut. Pasalnya menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., telah terbit putusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait penerbitan akte kelahiran untuk usia di atas setahun.

Kuncinya Harus Konsentrasi MULAI tertarik dengan dunia menembak sejak kelas IX SMP, Ni Wayan Yuliarthi (16) ingin terus berprestasi dan menjadi atlet menembak wanita NTB. Saat ini menembak sudah menjadi salah satu olahraga favorit segala usia. Tidak hanya olahraga kaum laki-laki, remaja putri pun banyak yang jatuh hati pada olahraga mahal satu ini. Termasuk Yuli yang sudah menekuni ekstrakurikuler menembak sejak dirinya duduk di bangku kelas IX di SMPN 13 Mataram. “Awalnya saya melihat menembak itu keren, lain dari yang lain. Akhirnya tertarik dan mulai latihan dari kelas IX,” jelas Yuli. Meski tidak memiliki background menembak dari keluarganya, beruntung seluruh keluarga Yuli sangat mendukung dunia menembak yang digeluti Yuli saat ini. Atas dukungan dari keluarga itupula berbagai event menembak yang digelar di tingkat nasional telah dijuarainya. Beberapa diantaranya adalah ranking 4 kejuaraan menembak antar club di Jakarta, medali emas di kejuaraan Leli Sampurno di Bali, ranking 10 di kejuaraan menembak PON tahun 2012, medali perak di Kapolri Cup, medali emas di kejuaraan menembak Bank Jatim, hingga 1 medali perak dan 1 medali perunggu yang diraih dalam try out yang diselenggarakan di Bali. Saat ini Yuli tengah bersiap mengikuti kejuaraan seleksi prima pratama di Surabaya. “Harus konsentrasi saat menembak, itu kuncinya,” tegas Yuli yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA Hang Tuah Mataram. (nia) Ni Wayan Yuliarthi

anapun juga gelombang tenaga kontrak di sejumlah SKPD mau tidak mau akan membebani keuangan daerah. Seharusnya tenaga kontrak titipan tidak perlu ada. Misalnya tenaga kontrak titipan yang notabene keluarga pejabat, karena merasa dekat dengan kekuasaan mereka terkesan semau gue. Meskipun hanya setor muka ke kantor tapi mereka tetap menerima honor layaknya pegawai lainnya. Karenanya keberadaan tenaga kontrak harus diusut tuntas. Menyikapi tenaga kontrak harus profesional. Jangan karena ada kedekatan maka

(Suara NTB/smd)

TURUN - Sampah yang menumpuk di Kali Jangkuk Dasan Agung dibersihkan oleh petugas, Sabtu (5/5) lalu. Nampak puluhan petuas turun ke kali dan mengangkat sampah-sampah tersebut.

Bersihkan Kali Jangkuk, Masyarakat Terkesan Jadi Penonton Mataram (Suara NTB) Penumpukan sampah yang ada di Kali Jangkuk Dasan Agung Mataram, Sabtu (5/5) lalu dibersihkan petugas dari Dinas PU Kota Mataram. Dibuka langsung oleh Walikota Mataram, gotong royong tersebut justru menjadi tontonan warga sekitar tanpa mau turun tangan membersihkan sampah. Pantauan Suara NTB, ratusan petugas kebersihan diturunkan guna mengangkat sampah yang menumpuk di Kali Jangkuk. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengawasi langsung gotong royong tersebut dengan didampingi Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said. Walikota menyatakan, apa yang dilakukan jajarannya di

Kali Jangkuk adalah sebagai upaya membangun semangat gotong royong warga. Dia membantah jika warga dikatakan sebagai penonton dalam acara bersih-bersih itu. “Masyarakat sudah melakukan kegiatan serupa sehari sebelumnya. Utamanya kita memberi motivasi ke masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya. Ahyar Abduh juga membantah bahwa kegiatan yang dilakukan itu ada kaitannya dengan penilaian Adipura yang sedang berlangsung. “Tidak ada kaitannya, ini kita lakukan untuk memberi motivasi masyarakat. Jangan dibawa-bawa ke Adipura. Kami minta doanya saja agar apa yang kita harapkan bisa tercapai,” imbuhnya. Lebih lanjut disampaikan Walikota, sampah yang me-

numpuk di Kali Jangkuk sebenarnya bukan berasal dari sampah warga sekitar. Dia mengklaim bahwa sampah itu berasal dari daerah lain di luar Kota Mataram. “Untuk yang kali itu sampah kiriman. Dari luar kota Mataram,” katanya seraya menambahkan, untuk sampah yang ada di bibir kali diakuinya milik masyarakat sekitar. Mengenai tindaklanjut program gotong royong itu, Walikota menambahkan akan menjadwalkan masing-masing SKPD untuk melakukan kegiatan itu. Menurut dia, program kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas PU semata, melainkan tanggung jawab semua SKPD dan masyarakat Kota Mataram secara umum. “Kita akan jadwalkan, semua harus dilibatkan,” tandasnya. (smd)

Soal THL, Walikota Minta Jajarannya Selektif Mataram (Suara NTB) Temuan Komisi II DPRD Kota Mataram terkait adanya indikasi tenaga harian lepas (THL) titipan di salah satu SKPD disikapi Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Orang nomor satu di Kota Mataram itu meminta jajarannya untuk lebih selektif mengangkat THL. Dikonfirmasi Sabtu (5/5) lalu, Walikota mengatakan akan melihat secara langsung informasi terkait THL itu. “Saya akan lihat bagaimana caranya mengatur penempatan THL itu. Pengangkatannya harus selektif,” tegasnya. Terkait keberadaan THL yang ada di Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, sepengetahuannya THL tersebut merupakan tenaga teknis. Pun terkait pengangkatan THL itu telah disesuaikan dengan kebutuhan SKPD bersangkutan. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya akan terus memantau keberadaan THL di seluruh SKPD lingkup Pemkot Mataram. Bahkan, Inspektorat Kota Mataram sudah turun secara rutin untuk melakukan

(Suara NTB/dok)

H. Ahyar Abduh

pemantauan. “Inspektorat sudah turun secara rutin, kita terus pantau,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Mataram beberapa waktu lalu melakukan inspeksi mendadak ke Dinas PKP setempat. Dalam sidak itu, Komisi II menemukan adanya beberapa THL yang dipekerjakan sangat tidak layak dengan upah yang sangat minim. Namun di satu sisi, Komisi II juga menemukan adanya anak pejabat yang menjadi THL, namun ditempatkan posisi yang lumayan bagus. (smd)

‘’Artinya yang diatas satu tahun terlambat mengurus akta yang selama ini ke pengadilan, sekarang nggak perlu lagi, cukup di Dukcapil,’’ terangnya kepada Suara NTB Sabtu (4/5). Dengan telah terbitnya keputusan ini, kata dia, praktis pembuatan akte kelahiran tidak perlu lagi dianggarkan. Sebaliknya, anggaran yang ada di Dinas Dukcapil yang sedianya untuk mensubsidi masyarakat yang belum memiliki akte kelahiran khususnya usia lebih dari setahun, akan dicabut kemudian dialihkan untuk program lainnya yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. ‘’Jadi karena MoU untuk 300 orang belum dijalankan dengan sendirinya anggarannya di ABT (Anggaran Biaya Tambahan kita alihkan ke kegiatan lain yang lebih perlu. Bisa di Dukcapil, bisa ke dinas lain,’’ pungkasnya. Legislator PDIPerjuangan ini mengaku sangat senang dengan ada putusan MK yang pro rakyat. Sebab selama ini, pada setiap kali ia turun ke masyarakat, masalah akte kelahiran yang dinilai sulit didapat lantaran biayanya yang mahal, selalu mendominasi. Terlebih masyarakat miskin yang selama ini sangat diberatkan dengan adanya aturan untuk mengurus keterlambatan pembuatan akta kelahiran ke pengadilan den-

gan biaya yang sangat besar sekitar Rp 750 ribu - Rp 1 juta, sekarang dapat mengurus ke Dukcapil tanpa membayar, sesuai dengan perda No 14 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Dra. Dewi Mardiana Ariany yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya putusan MK terkait akta kelahiran untuk usia diatas setahun. Namun demikian, sampai saat ini petunjuk pelaksana dan petunjuk teknisnya belum turun. Pihaknya pun tidak mempermasalahkan kalau nantinya anggaran yang ada di Dukcapil yang seharusnya untuk menggratiskan pembuatan 300 akte kelahiran, ditarik atapun dialihkan untuk program yang lain. ‘’Anggaran itu belum kita gunakan, tapi tidak bisa serta merta ditarik sekarang, paling tidak menunggu ABT,’’ tandas mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mataram ini. Sebelumnya diberitakan, Dinas Dukcapil Kota Mataram telah menganggarkan 300 akte kelahiran untuk enam kecamatan yang ada di Mataram. Untuk usia di atas satu tahun, penerbitan akte kelahiran harus melalui penetapan pengadilan. Proses penetapan pengadilan membutuhkan biaya sekitar Rp 250 ribu per orang. (fit)

Nelayan Kota Mataram Dibantu Rp 100 Juta Per Kelompok Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram nampaknya mulai mengerti apa yang menjadi keinginan para nelayan tradisional. Jika sebelumnya tiga kapal bantuan nelayan, disinyalir kurang mewakili keinginan nelayan tradisional maka bantuan kali ini tidak lagi dalam bentuk sarana dan prasarana seperti kapal tangkap ikan, melainkan dana segar. Kabid Kelautan dan Perikanan pada Dinas PKP Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, SIP., kepada Suara NTB mengatakan, memang ada bantuan kapal tangkap ikan dengan kapasitas 30 GT (Gross Tonase). Ini berasal dari Pemprov NTB. oleh pihaknya, kata dia, kapal ini diberikan kepada nelayan katagori besar. ‘’Mereka berkelompok antara 10-12 orang. Mereka ini kita mitrakan dengan pengusaha lokal,’’ sebutnya. Bantuan ini diberikan kepada kelompok nelayan katagori besar mengingat, untuk operasional kapal nelayan dengan kapasitas 30 GT, jelas membutuhkan biaya yang tinggi. Supaya tidak saling merugikan antara kelompok nelayan dengan pengusaha lokal, maka kemitraan mereka diatur dalam nota kesepahaman. Selain itu, lanjut Alwan memang banyak yang meminta bantuan mesin ketinting, namun itu bukanlah nelayan. ‘’Kalau yang minta mesin

ketinting itu bukan nelayan tapi buruh nelayan, tapi kita tingkatkan statusnya menjadi nelayan melalui program PUM (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,’’ terangnya. Tahun ini, PUM diberikan untuk lima kelompok buruh nelayan yang ditingkatkan statusnya menjadi nelayan. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 nelayan. Adapun besaran PUM ini, cukup menjanjikan, yakni Rp 100 juta per kelompok nelayan atau Rp 10 juta per nelayan. Meski sifatnya hibah, namun PUM ini tidak bisa digunakan seenaknya. Sebab, sudah diatur bahwa PUM ini hanya boleh untuk membiayai empat hal. Diantaranya, sarana dan prasarana (sampan), biaya operasional dan biaya perbengkelan. Alwan mengaku, sejauh ini dari sekitar 600 buruh nelayan di Kota Mataram, baru 50 orang yang tersentuh bantuan. ‘’Yang 50 ini diusulkan oleh lingkungan dan kelurahan,’’ sebutnya. Ia memastikan nelayan yang sudah dapat bantuan, tidak boleh menerima bantuan serupa lantaran masih banyak nelayan lainnya yang belum kebagian bantuan tersebut. Ia berharap, bantuan ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Tidak satu dua hari saja, tapi dalam jangka waktu yang panjang. Meski mereka absen melaut. (fit)


SUARA NTB

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

Halaman 3

NTB Gelar Promosi Pariwisata di Makassar Perhatian pasangan Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Ir. H. Badrul Munir, MM, dalam membangun dunia pariwisata sudah tidak diragukan lagi. Meski di awal kepemimpinannya, komitmen mereka berdua dalam membangun dan mengembangkan pariwisata NTB sempat diragukan. Namun, dengan tekad, semangat dan didukung sumber daya manusia andal, pariwisata NTB menjelma menjadi destinasi salah satu unggulan di Indonesia. BAHKAN, di era pasangan ini, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari sejuta pada tahun 2012 lalu. Meski target sudah terpenuhi, bukan berarti pemerintah daerah harus berpuas diri. Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, didukung dana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus melakukan promosi. Sejak tanggal 3 Mei hingga 5 Mei kemarin, NTB melakukan Promosi Wisata Langsung (Direct Promotion) di Swiss Belinn dan menggelar pameran Panakkukang Mall Makassar Sulawesi Selatan. Selain itu, dilakukan table top antara travel agent, pengelola hotel

dari NTB dan Sulsel. Kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penandatanganan kerjasama di bidang pariwisata antara Pemprov NTB dan Pemprov Sulsel. Event yang didukung Kemenparekraf ini dihadiri langsung Wakil Gubernur (Wagub) NTB Ir. H. Badrul Munir, MM, Direktur Jenderal Pemasaran Kemenparekraf Esthy Reko Astuti, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Drs. H. L. Gita Aryadi, MSi, Kepala BPPD NTB Awanadhi Aswinabawa dan lainnya. Wagub NTB Ir. H. Badrul Munir, MM, mengungkapkan, jika dirinya sengaja hadir pada direct promotion dan table top di Makassar, karena melihat potensi yang begitu menjanjikan di masa mendatang. Terlebih, lanjutnya, antara NTB dan Sulsel secara emosional tidak bisa dipisahkan. Wagub mencontohkan, banyak budaya dan tradisi NTB dipengaruhi kebudayaan dari Sulsel. Seperti tarian di Sumbawa, kuliner dan lainnya. ‘’Hanya bahasa saja yang berbeda,’’ ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, jika warga Sulsel ingin mencari saudaranya di NTB cukup gampang. Terlebih, banyak pendatang dari luar NTB tinggal di kampung sesuai dengan daerah asal, seperti Kampung Selayar, Kampung Bugis, Kampung Mandar, Kampung Banjar, Kampung Jawa dan lainnya. Untuk itu, pihaknya optimis dengan promosi yang dilakukan Pemprov NTB di Makassar bisa mengalahkan poros lain yang lebih dulu ada. Sementara Dirjen Pemasaran pada Kementerian

(Suara NTB/ist)

PUKUL GENDANG BELEQ - Wagub NTB H. Badrul Munir (kanan), Direktur Jenderal Pemasaran Kemenparekraf Esthy Reko Astuti (tengah) dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang memukul gendang beleq sebagai tanda pembukaan Direct Promotion NTB di Makassar.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuti mengharapkan, promosi pariwisata yang dilakukan NTB di Makassar ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke dua daerah. Sebagai fasilitator, lanjutnya, pihaknya berusaha memfasilitasi pada semua daerah dalam mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki. Adanya promosi langsung yang dilakukan NTB di Makassar, lanjutnya, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Apalagi, Pemerintah Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 9 juta dari 8 juta lebih tahun 2012. Terlebih, beberapa bandara internasional di Indonesia memiliki penerbangan langsung ke luar negeri, termasuk BIL. Untuk itu, harapnya, adanya penerbangan langsung Makassar dan BIL bisa semakin mempererat hubungan satu sama lain, sehingga pariwisata kedua daerah menjadi lebih baik. Hal senada disampaikan Kepala BPPD NTB Awanadhi Aswinabawa. Menurutnya, promosi ke Makassar Sulsel sebagai suatu hal yang penting dilakukan. Mengingat, Makassar sebagai salah satu tempat yang cukup menjanjikan dari sisi pariwisata. Selain itu, potensi pariwisata yang dimiliki NTB tidak kalah jauh dengan objek wisata di daerah lain. Namun, objek wisata NTB butuh kemasan, sehingga bisa mampu mendatangkan banyak wisatawan. Awan juga mengharapkan, nilai transaksi yang dilakukan antara seller dan buyer dalam table top bisa menunjukkan peningkatan atau lebih baik dari table top sebelumnya. Diakuinya, berdasarkan penyelenggaraan kegiatan sebelumnya, jumlah transaksi dapat menca-

pai angka Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Namun, menurut dia, yang terpenting adalah kesinambungannya, sehingga bisa terlaksana dengan baik. Keseriusan Pemprov NTB menggelar promosi juga ditandai dengan kehadiran Sekda NTB H. Muhammad Nur, SH, MH, yang langsung membuka Pameran Visit Lombok Sumbawa di Panakkukang Makassar, Sabtu (4/5). Event ini mendapat perhatian serius dari pengunjung mal dengan langsung menyerbu seluruh booth. Meski acara belum dibuka, animo masyarakat Makassar mengunjungi booth tetap tinggi. Bahkan, beberapa kelompok pelajar dari salah satu sekolah menengah kejuruan di Makassar serius bertanya tentang potensi yang dimiliki NTB. Sekda NTB yang membuka pameran mengungkapkan, NTB tidaklah asing bagi orang Makassar, khususnya dan Sulsel umumnya. Sejak lama, lanjutnya, hubungan emosional antara Sulsel dan NTB sudah terjalin. Dalam hal ini, promosi yang dilakukan di Makassar ini merupakan titik awal untuk terus membangun hubungan baik antara kedua daerah, sehingga bisa terus menjalin kerjasama. Kegiatan Direct Promotion di Makassar ini mendapat sambutan positif dari Sales and Marketing Manager Hotel Jayakarta Lombok Ida Bagus Okayana. Menurutnya, tingginya animo masyarakat Makassar saat pameran di Mall Panakkukang menunjukkan promosi yang dilakukan sudah cukup bagus. Bahkan, banyak di antara pengunjung yang berminat datang ke NTB setelah melihat pameran di Mall Panakkukang. Meski demikian, lanjutnya, ada beberapa hal yang harus dibenahi, sehingga di masa mendatang, promosi yang dilakukan efektif dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asal Sulsel ke NTB. (*)

(Suara NTB/ist)

TANDA TANGAN - Wagub NTB H. Badrul Munir (kanan) dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang menandatangani kerjasama di bidang pariwisata antara dua daerah di Hotel Swiss Belinn Makassar, Jumat (3/5).

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ham)

BUKA - Sekda NTB H. Muhammad Nur saat membuka Pameran Visit Lombok Sumbawa di Mall Panakkukang Square Makassar, Sabtu (4/5).

(Suara NTB/ham)

BERKUNJUNG - Pelajar di Makassar saat berkunjung ke stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB di Mall Panakkukang Square Makassar, Sabtu (4/5).

Caleg Belum Penuhi Syarat

KPU Lobar Segera Gelar Rapat Pleno

Giri Menang (Suara NTB) KPU Lombok Barat (Lobar) segera melakukan rapat pleno untuk membahas terkait 441 calon legislatif (caleg) yang belum memenuhi persyaratan. Para caleg diminta segera mengumpulkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan 9 Mei. Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri, menjelaskan,pendaftaran DCS ini menyisakan pertanyaan terkait keseriusan para caleg mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi, dari 492 daftar caleg sementara yang mendaftar dari 12 parpol, 441 di antaranya belum memenuhi persyaratan. 441 DCS yang belum memenuhi persyaratan ini teridentifikasi dari hasil pengawasan dan penelitian berkas administrasi DCS yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Lombok Barat selama masa

pendaftaran. Kebanyakan persyaratan yang tidak dipenuhi oleh para calon wakil rakyat ini antara lain, ijazah, KTP, surat pernyataan dan surat keterangan yang belum dilegalisir. Sebelumnya, Ketua Divisi SDM Panwaslu Lobar Samsul Arif, menegaskan, publik patut mempertanyakan keseriusan para calon wakil rakyat ini dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan. Mereka dianggap tidak serius, karena tidak siap dalam memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh undang-undang. “Apa kemu-

ngkinan karena adanya peluang untuk melakukan perbaikan, sehingga para calon wakil rakyat ini menyepelekan persyaratanpersyaratan yang sifatnya administratif,” tanyanya. Menurutnya, 12 parpol yang DCS-nya belum memenuhi persyaratan adalah Nasdem 39 orang, PKB 42 orang, PKS 42 orang, PDIP 24 orang, Golkar 38 orang, Gerindra 44 orang. Demokrat 34 orang, PAN 32 orang, PPP 45 orang, Hanura 14 orang, PBB 24 orang dan PKPI 23 orang, sehingga totalnya 441 caleg. (her)

JUMPA PERS - Suasana jumpa pers usai pembukaan Direct Promotion NTB di Makassar, Jumat (3/5) lalu. Dari kiri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H. L. Gita Aryadi, Wagub NTB H. Badrul Munir, Direktur Jenderal Pemasaran Kemenparekraf Esthy Reko Astuti, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan paling kanan Ketua BPPD NTB Awanadhi Aswinabawa.

Pemkab Lotim Terapkan Sistem ”At Cost” Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) terhitung pertengahan April 2013 lalu sudah menerapkan sistem at cost. Sistem ini dipandang cukup bagus dan lebih transparan dalam pengelolaan anggaran. Demikian disampaikan Kepala Bidang Akuntansi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Lotim, Hasni kepada Suara NTB belum lama

ini. Menurutnya, sistem ini berlaku untuk boarding pass, biaya menginap di hotel dan transportasi. “Kita mulai terapkan sistem ini 15 April yang lalu,” katanya. Penerapan sistem at cost ini, lanjutnya, sesuai dengan Kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 16 Tahun 2013 tentang perubahan Per-

mendagri Nomor 37 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2013. Sistem at cost yang dimaksud dalam peraturan ini mewajibkan pegawai memiliki semua bukti pembayaran. Sistem ini menuntut semua pejabat untuk melaksanakan kegiatan perjalanan dinas benar-benar semakin real (nyata), rinci dan transparan. Apa yang diterapkan Pemkab Lotim mendapat sambutan

anggota DPRD Lotim, Sadarudin. Menurutnya, sistem yang diterapkan ini cukup bagus dalam menekan berbagai kemungkinan penyalahgunaan SPPD. Nantinya, setiap perjalanan dinas yang dilakukan akan lebih nyata pengeluarannya. “Sistem baru ini kan dalam rangka transparansi anggaran, sangat bagus. Biar tidak ada saling curiga. Termasuk menepis adanya SPPD fiktif,” tegasnya. (rus)

Dishubkominfo Lobar Data Jumlah Becak Motor Giri Menang (Suara NTB) Keberadaan becak motor sebagai alat transportasi alternatif mulai merambah sejumlah daerah di NTB, tidak hanya di Mataram, kendaraan ini pun mulai merambah kabupaten/ kota lain, termasuk Lombok Barat (Lobar) yang secara geografis berdekatan dengan ibukota provinsi tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lobar H. M. Saekhu, mengaku, keberadaan becak motor di Lobar beberapa

waktu terakhir mulai marak, khususnya di malam hari. Kendaraan ini sering memadati Giri Menang Square dan sejumlah titik keramaian di Lobar. Bahkan pada malam hari, becak motor menjadi alternatif anak muda untuk berkendaraan. Kondisi ini, lanjutnya, perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama dalam mengkaji dan membuat regulasi yang mengizinkan operasional dari kendaraan sejenis becak ini. “Tentu harus ada kajian teknis terkait kendaraan ini. Sejauh ini secara khuusus be-

lum dibahas. Tapi dalam waktu dekat kami akan lakukan kajian,” ungkapnya, Sabtu (4/5). Mantan Camat Labuapi ini menyatakan, perlunya melakukan pengkajian karena hal itu menjadi tanggung jawab pihaknya. Kendaraan yang beroperasi harus memenuhi kriteria utama memberi keamanan dan kenyamanan kepada penumpang. Namun lebih teknis, jika itu melanggar ketentuan, maka tentu kendaraan. Iti tudak diperbolehkan untuk beroperasi. Munculnya becak motor,

menurutnya, tidak bisa dihindari, karena pengaruh dari Kota Mataram, sehingga kendaraan inipun muncul sebagai di Lobar. Apalagi, pihak kepolisian dalam hal ini telah mengeluarkan larangan untuk operasional kendaraan ini. Namun sebelum memeutuskan hal tersebut, pihaknyaterlebih dahulu melakukan pengkajian kelayakan. Baik dari sisi teknis dan keamanan kendaraan. Setelah itu baru bisa ditentukan apakah kendaraan itu layak diberikan izin operasi atau kendaraan itu dilarang beroperasi. (her)


SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Dana BOS di Sumbawa Triwulan Kedua Dicairkan Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa telah mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan kedua, telah dicairkan April 2013 untuk 361 SD Negeri dan Swasta serta 99 SMP. Sebagaimana disampaikan Kasi Manajemen Pelayanan Pendidikan Dasar (Dikdas), Diknas Sumbawa, Badron, kepada Suara NTB, Jumat lalu, pencairan triwulan kedua tersebut telah di atas 80 persen. Hanya menyisakan sekolah-sekolah yang letaknya cukup jauh. Dana tersebut langsung ke reken-

ing sekolah dan pencairannya harus dilakukan kepala sekolah bersama bendahara. “Nantinya, kepala sekolah membuat SPJ sebagai bentuk pertanggung jawaban penggunaan anggaran dimaksud,” terangnya. Dana tersebut bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dalam penggunaanya juga harus dibicarakan dengan Komite Sekolah mulai dari penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS). Serta melibatkan semua stakeholders yang terkait, sesuai yang tercantum dalam Juknis. Agar penggunaannya transparan dan akuntabel. Sekaligus menghindari kemungkinan adanya penyimpangan.

Dugaan Kasus Korupsi di Dompu

Pemeriksaan BPKP Sudah Rampung Dompu (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu akan kembali memeriksa tersangka dan beberapa saksi kasus dugaan korupsi bantuan angin puting beliung tahun 2012 dan beras raskin ke 13 Desa Wawonduru. Pemeriksaan untuk melengkapi berkas karena adanya tambahan informasi saat tersangka dan saksi diklarifikasi kerugian Negara oleh BPKP. Kasi Pidana Khusus Kejari Dompu, Joko Suryanto, SH kepada Suara NTB, Minggu (5/5) mengatakan, tim auditor BPKP perwakilan NTB yang melakukan penghitungan kerugian Negara terhadap dua kasus dugaan korupsi yang sedang dalam tahap penyidikan. “Tim auditor BPKP sudah kembali dan tinggal menghitung kerugian Negara,” katanya. Menurut Joko, saat tim audit BPKP melakukan klarifikasi dalam menghitung kerugian Negara untuk dua kasus dugaan korupsi yang ditangani pihaknya juga ikut mendampingi. Ada beberapa keterangan dalam penyidikan disampaikan secara umum, justru disampaikan secara detail saat diklarifikasi tim auditor BPKP. “Makanya kami akan kembali memeriksa untuk melengkapinya,” terangnya. Pemeriksaan dilakukan hanya untuk melengkapi berkas yang sudah ada sambil menunggu hasil perhitungan kerugian Negara oleh BPKP sebelum pemberkasan. Karena pada dasarnya kedua kasus ini tinggal dilimpahkan ke Pengadilan dan sebelum dilimpahkan tinggal ditambahkan kekurangan. Sebagaimana diketahui, kasus dugaan angin puting beliung yang menjadikan empat pejabat BPBD Dompu sebagai tersangka diduga kerugian negaranya sekitar Rp 200 juta lebih berdasarkan perkiraan Kejaksaan. Begitu juga dengan kasus beras raskin Desa Wawonduru dengan dua orang tersangka. Namun untuk memastikan jumlah kerugian Negara, tim auditor BPKP perwakilan NTB menghitungnya. (ula)

(Suara NTB/arn)

(Suara NTB/arn)

Erdawaty

Badron

Dalam hal ini, Diknas juga akan turun melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk melihat secara administrasi maupun sejauh mana peman-

faatan dana ini di sekolah. Diketahui, BOS dicairkan empat kali dalam setahun. Triwulan pertama dan kedua tahun ini sudah dicairkan. Untuk SD, setiap

siswa mendapatkan Rp 580 ribu per tahun tahun. Sementara SMP sebesar Rp 710 ribu per siswa/tahun. Pencairan dana tersebut oleh sekolah, lanjut Badron, harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana (Juklak dan Juknis) yakni mengacu kepada Permendikbud Nomor 76 Tahun 2012 tentang Petunjuk Tenis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS tahun Anggaran 2013. Penggunaan dana BOS secara umum, untuk operasional sekolah, termasuk untuk pemeliharaan sekolah seperti perbaikan meubeler yang rusak kemudian pengecatan. Selain itu juga dapat digunakan

(Suara NTB/arn)

Saifullah

yang lolos ke Kabupaten. Namun, untuk dana BOS 2013, diakui Erdawaty, sedikit berbeda penerapannya dengan tahun lalu. Khususnya pada pembiayaan seperti honor penyusun soal ujian, rapat kegiatan sekolah, yang tidak boleh lagi didanai dari BOS. Dengan adanya sertifikasi guru, menjadi lebih profesional. Untuk GTT, untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (STM) seperti kekurangan guru olahraga di SDN 2 ataupun membantu pelayanan perpustakaan bisa ditalangi dari BOS. Diketahui, SDN 2 memiliki 18 rombongan belajar dengan jumlah siswa ssebanyak 611 orang. (arn/*)

Tiga Orang Terluka

Pagelaran Musik di Bima Berakhir Ricuh Kota Bima (Suara NTB) Pagelaran hiburan rakyat organ tunggal di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, Minggu (5/5) dini hari, berakhir bentrok. Aparat yang berada di lokasi diduga terpaksa melepaskan tembakan guna melerai dua kelompok warga yang bentrok. Namun nahas, timah panas yang dilepaskan oknum anggota polisi mengenai Firmansyah (21) tepat di bagian lengan kanannya hingga menembus rusuk. Saat ini, Firmansyah tengah dirawat di RSUD Bima. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penembakan tersebut terjadi pukul 02.00 WITA. Saat itu, dua kelompok warga terlibat saling ejek sehingga terjadi bentrok. Kedua kelompok warga ini pun saling memukul satu sama lain. Akibatnya, dua orang warga masing-masing Ikhsan (25) dan Hairil yang merupakan sepupu Firmansyah mengalami luka robek. Aparat yang berada di lokasi pun mencoba melerai. Melihat peristiwa tersebut, Firmansyah juga sempat menjadi sasaran dalam bentrok tersebut, hingga akhirnya ia mencoba menyelamatkan diri. Sementara, Hairil yang melihat sepupunya dikejar menco-

ba melerai namun dihadang aparat. Tak dinyana, ia pun mendapatkan bogem mentah di bagian belakang kepalannya. “Setelah itu saya ndak tahu apa-apa, karena saya pingsan,” akunya saat ditemui di RSUD Bima. Namun tak dinyana, saat aparat mencoba melerai terdengar suara letusan. Firmansyah yang berada jauh dari kerumunan warga, tiba-tiba merasakan lengan kanannya nyeri. Setelah dilihat, rupanya lengannya mengeluarkan darah dan tak berapa lama ia pun lemas dan terjatuh. Saat itu juga korban dibawa ke Puskesmas Asakota untuk mendapat perawatan. Sementara Ardiansyah,

kakak korban yang ditemui menuturkan, pihaknya mengetahui adiknya terkena luka tembak setelah berada di Puskesmas. Saat itu juga, ia dan keluarga lainnya menuju ke puskesmas. Setelah dirawat di Puskesmas, adiknya ini kemudian dibawa ke RSUD Bima. Setelah mendapat perawatan, saat ini kondisi adiknya tersebut sudah membaik namun masih butuh istirahat. Menurut Ardiansyah, saat itu adiknya hendak pulang setelah acara organ tunggal selesai. Bahkan dia mengatakan jika adiknya tak ada kaitannya dengan bentrok malam itu. “Tapi tiba-tiba saja dia merasakan tangannya mengeluarkan darah,” terang Ardian-

KSB Siapkan Beasiswa untuk Calon Mahasiswa IPB Taliwang (Suara NTB) Kabar gembira bagi anak atau orang tua yang ingin anaknya dapat mengenyam bangku kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Pasalnya pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun ini bakal memberikan kesempatan plus menyediakan beasiswa bagi lima mahasiswa asal KSB untuk berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia itu. “Tahun ini kita sudah siapkan beasiswa untuk lima orang mahasiswa yang ingin memperoleh kesempatan kuliah di IPB,” kata Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB Drs. Saifullah. Untuk memperoleh beasiswa ke IPB ini, caranya terhitung mudah. Dijelaskan Saifullah, cukup dengan mendaftarkan diri ke Dinas Dikbud atau langsung ke IPB (secara online, red), dan setelah terdaftar calon mahasiswa bersangkutan selanjutnya akan mengikuti serangkaian tes yang akan diadakan langsung oleh pihak IPB. “Jadi IPB yang langsung tes si calon mahasiswa. Nanti kalau sudah dinyatakan lulus, IPB akan menyerahkan data calon mahasiswa ke kami untuk kemudian kita tetapkan sebagai penerima beasiswa,” terangnya sembari menambahkan program beasiswa ini hanya terbatas bagi calon mahasiswa KSB saja. “Jadi ini hanya untuk mahasiswa KSB asli karena ini program kerjasama Pemda KSB dengan pihak IPB. Dan kalau tidak salah, tidak hanya KSB, tetapi banyak kabupaten/ kota lainnya di Indonesia yang juga ikut dalam program kerjasama pendidikan ini dengan IPB,” sambung Saifullah. Menurut dia, sebenarnya program beasiswa kuliah di IPB ini oleh pihak IPB sendiri tidak dibatasi jumlahnya untuk tiap daerah. Sebab seluruh anggaran beasiswa sepenuhnya ditanggung oleh daerah dan IPB hanya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dalam program kerjasama tersebut. “Nah kenapa kita tahun ini hanya menyediakan lima beasiswa karena hanya segitu kemampuan anggaran kita. Sebab beasiswa ke IPB ini menanggung 100 persen biaya kuliah mahasiswa bersangkutan,” ungkap Saifullah. Sejauh ini berdasarkan data sementara Dinas Dikbud, jumlah calon mahasiswa yang telah berminat untuk mengejar beasiswa ke IPB tersebut sudah mencapai puluhan orang. “Ini yang daftar ke kami, mungkin juga sudah ada yang daftar langsung ke IPB, tapi datanya belum kita terima,” urainya. Selain dengan IPB, kerjasama pendidikan untuk memberikan kesempatan mahasiswa KSB berkuliah di universitas negeri terkemuka juga dijalani Pemda KSB dengan Universitas Brawijaya (Unibraw). Meski konsepnya tidak sama dengan IPB, tetapi kesempatan yang diberikan Unibraw sangat menguntungkan. Setidaknya untuk tahun ini Unibraw memberikan sebanyak 40 kuota bagi mahasiswa asal KSB di seluruh program studi yang diselenggarakannya. “Peminatnya juga sudah banyak yang mendaftar,” aku Saifullah. (bug)

untuk pembayaran jasa baik listrik maupun telepon. Pihaknya berharap kepada sekolah yang telah mencairkan dananya agar menggunakan seefektif mungkin, sesuai dengan kebutuhan mendasar siswa di sekolah yang bersangkutan. Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sumbawa, Erdawaty, S.Pd, ketika dihubungi Suara NTB, juga telah mencairkan dana BOS triwulan kedua ini. Penggunaannya disesuaikan dengan Juknis, 75 persen untuk kegiatan belajar mengajar dan peningkatan mutu. Termasuk biaya pembinaan ekstrakurikuler seperti Pramuka, seni tari maupun kegiatan olahraga. Bahkan, untuk biaya pembinaan enam siswa 02SN,

(Suara NTB/use)

DIRAWAT - Seorang warga korban ricuh pagelaran musik organ tunggal sedang dirawat di RSUD Bima. syah. Meski adiknya menjadi korban penembakan, hingga saat ini pihaknya belum memastikan pihak yang menjadi sumber tembakan tersebut. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SIK, SH yang dikonfirmasi membantah adanya penembakan. Bahkan

menurutnya, yang terjadi dini hari tersebut hanya keributan biasa. Namun keributan tersebut terdapat korban yang mengalami luka akibat penganiayaan. “Hanya tiga orang saja yang mengalami luka, tidak ada penembakan,” ujarnya. (use)

Kafe di Batu Gong Diduga Kembali Beroperasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Operasi gabungan Pol PP bersama Kepolisian dan TNI menyisir kawasan Batu Gong, menyusul adanya indikasi kembali beroperasinya hiburan malam atau kafe di wilayah tersebut. Namun, di lapangan indikasi tersebut belum ditemukan. Sebagaimana disampaikan Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sumbawa, Made Patria, Sabtu (4/5). Operasi tersebut dilakukan, agar kegiatan hiburan malam di Batu Gong tidak kembali muncul, pasca penghancuran bangunan kafe oleh Pemkab Sumbawa. Di lokasi itu, tim gabungan memang menemukan adanya sejumlah warung terbuka. Termasuk di atas bukit Sampar Maras. Namun, tidak menemukan bukti indikasi adanya ak-

(Suara NTB/use)

TERGULING – Bus yang terguling dan segera digeret oleh sebuah alat berat di ruas jalan tanjakan Sadia, Bima, Minggu kemarin.

Berpapasan dengan Massa Kampanye, Bus Terguling Kota Bima (Suara NTB) Sebuah bus mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lalin) saat melintas di tanjakan ruas jalan jurusan SadiaTerminal Dara, Minggu (5/5) sore. Saat menanjak, sang sopir yang diketahui bernama Geri terkejut saat berpapasan dengan pendukung dan simpatisan yang baru saja menghadiri kampanye pasangan calon H. Qurais H. Abidin – H. A. Rahman H. Abidin, SE (Qurma Manis). Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Peristiwa tersebut bermula ketika Geri memilih melintasi ruas jalan Kelurahan Sambi NaE Kecamatan

Mpunda setelah jalur menuju Terminal Dara ditutup lantaran Kampanye Qurma-Manis. Setelah melintasi Jalan di Sambi NaE, Geri yang mengemudikan Bus Iwan Putra jurusan Bima-Sumbawa ini menuju Sadia kemudian mengambil ruas jalur Sadia-Terminal Dara. Namun menanjak di bukit kawasan Doro Raja, dari arah berlawanan tiba-tiba saja rombongan massa yang baru menghadiri kampanye melintas. Lantaran jalan yang sempit, dia pun membanting setir hingga bus yang dikemudikannya jatuh ke samping. “Saya langsung saja banting stir ke kiri,” ujar Geri yang tak men-

galami cedera serius. Untungnya, lanjut Geri, saat berhenti, mobil yang dikemudikannya tidak mundur. Pasalnya, di belakang banyak juga kendaraan yang mengekor. Geri pun bersyukur tak ada korban jiwa baik dari pihaknya maupun pengendara lain. “Di bus juga tak ada penumpang, cuma ada saya, kernet dan istrinya,” aku Geri. Sementara itu, menyusul kecelakaan ini aparat Sat Lantas Polres Bima Kota langsung mendatangi lokasi. Setelah ruas jalan sepi, badan bus kemudian diangkat dengan alat berat yang kebetulan berada di sekitar lokasi untuk pengerjaan proyek. (use)

tivitas kafe. “Kami belum temukan adanya aktivitas kafe. Hanya warung terbuka,” terangnya. Dua pondokan (warung) yang ada di atas bukit, memang ditempati oleh bekas pemilik kafe. Namun, kini dijadikan tempat tinggal setelah bangunan kafenya dihancurkan. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan peringatan keras kepada penguasa kafe agar tidak lagi menjalankan aktivitas serupa. “Kita tetap pantau dalam beberapa hari ke depan,” jelas Made. Pada malam yang sama, operasi gabungan juga merazia kamar kos dan hotel sekitar kota. Termasuk rumah yang dicurigai menjalankan praktek ilegal. Namun, hasilnya nihil. Pihaknya menduga, operasi sudah bocor sebelumnya. “Kita akan coba strategi lainnya,” tukasnya singkat. (arn)

Tunjangan Sertifikasi Guru di Kemenag Dompu Belum Dibayar Dompu (Suara NTB) Tunjangan sertifikasi guru dan pengawas di lingkup Kementerian Agama Kabupaten Dompu hingga saat ini belum juga dicairkan. Ternyata, anggaran operasional kantor dan program tahun 2013 juga belum dicairkan sebagai dampak pemblokiran rekening Kemenag oleh Kementerian Keuangan RI. Kepala Kemenag Kabupaten Dompu, Drs. Syamsul H Ilyas, M.Si kepada Suara NTB saat dihubungi, Sabtu (5/5) mengatakan, tidak hanya tunjangan sertifikasi guru dan pengawas yang belum cair. Tetapi seluruh anggaran di Kemenag juga belum dicairkan dari pusat, seperti anggaran rutin operasional kantor dan anggaran program tahun 2013. “Yang baru dicairkan hanya gaji pegawai (PNS), yang lain-lain be-

lum ada yang cair,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan operasional kantor seharihari, dikatakan Syamsul, pihaknya menggunakan anggaran pribadi. Karena hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi kapan akan dicairkan. “Kita sudah mengusulkan semua, termasuk anggaran untuk dana sertifikasi guru. Tapi hingga saat ini belum ada kabarnya,” terangnya. Kondisi ini, lanjut Syamsul, tidak hanya dialami Kemenag Kabupaten Dompu. Tapi juga terjadi di seluruh Indonesia. Bahkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten/Kota di NTB. “Kemenag Kabupaten/Kota yang ada tetap saling tanya soal pencairan anggaran, karena memang kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia,” jelasnya. (ula)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

Diduga Diperkosa Mantan Kakak Kelas Dari Hal. 1 Tidak ingin psikis NNL semakin tertekan karena kasusnya telah menjadi perbincangan di kalangan siswa, sekolah pun menawarkan solusi agar NNL pindah sekolah. Menurutnya ini adalah keputusan yang tepat untuk meyelamatkan sang anak agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Tapi hingga kini, belum ada kabar dari wali murid, terkait tawaran pihak sekolah. Pihak sekolah berencana akan datang lagi ke rumah NNL jika selesai USBN dan kabar NNL tidak ada. ‘’Kita menawarkan solusi untuk pindah, ini demi menyelamatkan anak ini agar tidak tertekan di sekolah nanti,” pungkas Gde Tingkat. Suara NTB yang mendatangi kediaman korban di Lingkungan Pajang Timur sekitar pukul 18.00 Wita Sabtu (5/5) lalu, diterima orang tua

korban. Namun ditemui di rumahnya di Gang XIV, keluarga menolak memberi keterangan. “Anak saya masih trauma. Jadi jangan diganggu dulu ya, maaf saya tolak,” kata seorang pria yang mengaku ayah korban, Ia menyarankan agar mengkonfirmasi kasus ini ke Polres Mataram. ‘’Tanya polisi saja, kasusnya sudah saya serahkan ke polisi,” sarannya. Sementara Kasubag Humas Polres Mataram AKP Arief Yuswanto, dihubungi Sabtu lalu mengaku belum mendapat informasi terkait kasus tersebut. Sementara Kasat Reskrim AKP I Gusti Putu Suarnaya yang dikonfirmasi terkait penanganan kasus itu di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga tak memberikan jawaban. (nia/ars)

Adu Program Lebih Menarik Dari Hal. 1 ‘’Suka atau tidak, kita telah memilih demokrasi sebagai cara kita untuk mencari pemimpin. Dan berkompetisi dalam iklim demokrasi, sangat dilarang kita untuk menggunakan metode black campaign (kampanye hitam-red),” ujarnya. Menurutnya, saat ini masih banyak problem – problem besar yang dihadapi oleh masyarakat NTB yang perlu dijawab dengan program – program dan terobosan – terobosan dari para kandidat yang tampil. Menurutnya, cara terbaik untuk memikat para pemilih adalah dengan menjanjikan jalan keluar bagi kesulitan atau permasalahan kongkrit yang dihadapi oleh pemilih. Ia mencontohkan, terhadap pemilih di suatu daerah yang merupakan daerah pertanian, kandidat haruslah merancang program – program yang berisi jalan keluar dari masalah – masalah pertanian yang dih-

adapi oleh pemilih tersebut. “Kalau para kandidat jeli dalam menyusun program dan janji yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi para pemilih, maka tentu dialah yang akan mendapat dukungan yang banyak,” ujarnya. Elvis menambahkan, aparat penegak hukum sebaiknya segera bertindak jika tren kampanye hitam ini terus menerus berlanjut. Sebab, jika hukum tidak tegak, ia menilai hal itu bisa memicu ketidakpuasan dari massa pendukung pasangan calon yang menjadi korban kampanye hitam. Pada gilirannya, massa pendukung tersebut bisa saja melakukan aksi pembalasan yang memicu konflik. “Karena itu, kami juga meminta agar penegak hukum segera menuntaskan kasus ini,” tandasnya. (aan)

Belasan Rumah di Dusun Bilekedit Rusak Dari Hal. 1 Kepala Desa Babussalam, Redwan menyatakan, saat kejadian kondisi cuaca dalam keadaan gerimis. Namun tiba-tiba saja angin kencang menerjang perumahan warga di Dusun Bilekedit utara dan Barat. “Akibatnya 13 rumah mengalami kerusakan (berat dan ringan),”ujarnya, Minggu (5/5). Sontak akibat terjangan angin yang tiba-tiba itu, membuat warga dusun setempat kaget dan berhamburan menyelamatkan diri. Dusun Bilekedit Barat dihuni 250 kepala keluarga. Dari 13 rumah itu, terdapat dua rumah rusak parah, sedangkan sisanya ada yang rusak sedang dan ringan. Akibat rumah mereka rusak, sedikitnya 13 KK saat ini terpaksa menumpang di rumah tetangganya. Untuk mengidentifikasi berapa kerugian dan apa saja yang rusak akibat bencana alam ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD setempat dan BPMPD Lobar. ‘’Saya juga sudah minta bantuan agar bisa segera ditangani,” tukasnya.

Terpisah Kepala BPBD Lobar, H. M. Zaini membenarkan puting beliung tersebut menerjang dua dusun di Desa Babusalam itu. Setelah menerima laporan dari masyaraakt setempat pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi bencana 15 menit setelah kejadian. Hingga berita ini ditulis, tim sedang membantu warga mengevakuasi barangbarang korban yang rumahnya rusak untuk diamankan ke rumah tetangga. ‘’Rencananya besok (hari ini red) kami akan mendrop sembako untuk memenuhi kebutuhan korban bencana,” ujarnya. Untuk memperbaiki rumah korban, Pemkab Lobar akan menyiapkan bantuan. Pantuan Suara NTB di lokasi, korban bencana sibuk mengevakuasi perlengkapan rumahnya. Sebagian lagi membersihkan puing-puing bangunan rumah seperti atap yang diterbangkan angin. (her)

Optimalkan Lahan Kering Dari Hal. 1 Dikatakan, luas areal lahan yang tersedia untuk tanaman ketela pohon dan tebu cukup banyak. Bukan hanya untuk komoditas ketela pohon dan tebu tetapi komoditi pertanian dan perkebunan lainnya juga masih tersedia cukup luas.”Mengenai areal yang tersedia di NTB masih tersedia cukup luas untuk berbagai komoditas. Pada saatnya nanti kita dorong investor untuk mengembangkan kemitraan dengan kelompok tani,”imbuhnya. Sebelumnya, Investor asal Jawa Timur (Jatim) meminta Pemprov NTB memfasilitasi dalam penyediaan lahan untuk ditanami tebu dan ketela pohon. Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana aksi kerjasama antara pemprov NTB dan Jatim dalam bidang perdagangan yang ditandatangani 2012 lalu. Terkait dengan permintaan ini, katanya, pemprov NTB mellaui SKPD teknis terkait

sedang mencari dan menginventarisir sumber daya lahan dan potensi yang ada yang akan ditanami tebu dan ketela pohon. Sesuai dengan karakteristiknya, tanaman tebu dan ketela pohon sangat cocok pada lahan kering. Sehingga, potensi lahan kering yang cukup luas di NTB akan bisa dioptimalkan. Hubungan transaksi perdagangan antara Jatim dengan NTB belakangan ini terus meningkat. Tahun 2010 transaksi perdagangan Jatim dengan NTB mencapai Rp.7,8 triliun meningkat pada tahun 2011 menjadi Rp 8,6 triliun. “Kita bersyukur banyak investor yang berminat untuk menanamkan investasinya di sector pertanian ini. Pada saatnya nanti kita akan dorong investor untuk bermitra dengan petani supaya petani mendapatkan pendapatan tambahan,”tuturnya. (nas)

Gakkumdu Gelar Perkara Puluhan Pelanggaran Kampanye Dari Hal. 1 Selain pelanggaran yang dibahas khusus oleh Gakumdu, banyak pelanggaran lain jadi temuan langsung timnya. Diantaranya kampanye di luar jadwal. Ada juga jadwal kampanye yang sudah ditentukan, tapi tidak dipakai. “Tapi pasangan calon mengambil kampanye dalam ben-

tuk lain. Misalnya mereka rapat umum, memilih ke pasar atau tempat lain,” kata Faqih. Ada juga trend pelanggaran lain yang ditemukan di dua tempat, Lombok Tengah dan Sumbawa. Pelanggaran alat kampanye dan temuan ini pun sedang dikaji bersama Gakumdu. (ars)

Halaman 5

Kasus Tandon Air Dikebut, Resume Tanah Pecatu Rampung Mataram (Suara NTB) Selain kasus Bansos Lobar jilid dua yang menetapkan Agung Purnomo Nugroho sebagai tersangka, dua kasus lainnya masih jadi pekerjaan rumah Kejaksaan. Kasus itu, terkait tanah pecatu Dusun Ireng Daye Desa Jati Sela Kecamatan Gunung Sari dan kasus tandon air yang menetapkan Muhamad Alwi sebagai tersangka. Terhadap kasus tanah pecatu, pihak Kejaksaan masuk pada tahap penyusunan resume hasil pemeriksaan saksi saksi, juga rekapan alat bukti serta dokumen. Menurut Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Made Sutapa, SH, resume ha-

sil penyidikan sedang dirampungkan. “Ini hanya soal administrasi saja, jadi cepat prosesnya,” kata Made Sutapa. Setelah resume penyidikan itu rampung, pihaknya akan masuk pada tahap pemeriksaan tersangka.

Sebab dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan penjualan tanah pecatu seluas 1.171 di Dusun Ireng Daye itu, dua tersangka sudah ditetapkan. Masing masing oknum anggota Dewan BF dan pejabat eksekutif Brd. “Tapi sejak kasus ini

dinaikkan ke penyidikan, tersangka memang belum diperiksa. Tapi setelah resume penyidikan ini rampung, baru kita masuk ke tahap pemanggilan,” terang Sutapa Selain kasus tanah pecatu, yang jadi atensi adalah kasus tandon air di BPBD NTB, dengan tersangka Muhammad Alwi. Tersangka Alwi sudah beberapa kali diperiksa, bahkan sudah pernah menghadirkan saksi yang dianggap meringankan posisinya. “Kasus ini sedang dikebut penyidik. Mudah

mudahan dalam waktu dekat segera rampung,” terang Sutapa. Disinggung mengenai aliran dana mencapai ratusan juta di kalangan internal BPBD NTB, sebagaimana terungkap dalam persidangan. Sutapa yang berulangkali ditanya, apakah fakta persidangan ini akan ditindaklanjuti, belum memberi jawaban pasti. Alasannya, pihaknya masih fokus pada persidangan dengan terdakwa mantan Kepala BPBD NTB Husnuddin dan penanganan tersangka Alwi. (ars)

Pindah Partai, Anggota DPRD Dompu Segera Di-PAW Dompu (Suara NTB) Ketentuan pengunduran diri bagi anggota Dewan yang mencalonkan diri lewat partai lain sudah diawali dengan pemberhentian M Zaharuddin, S.Sos dari PKNU. Dilantiknya M Iqbal, SH menggantikan M Zaharuddin bakal diikuti oleh yang lain. Bahkan kabarnya, anggota Dewan yang pindah partai kini tengah mengurus berkas pengunduran diri di partainya. Beberapa anggota DPRD Dompu yang diketahui pindah partai karena mendaftar menjadi calon anggota legislatif (caleg) seperti Dina Imayanti, S.Tp (PKNU) pindah ke PKB, M Jafar (PMB) pindah ke Partai Gerindra, Kurniawan Ahmad (PPIB) pindah ke PBB, Ilham Yahyu, S.Pd (PPD) pindah ke PAN, H. Didi Wahyudin, SE (Partai Merdeka) pindah ke Partai

Gerindra, Hj Nurlaela Chaerunnisa, SE (PNI Marhaenisme) pindah ke PKB, Jauhar Arifin, S.Sos (Partai Barnas) pindah ke PKB, dan Kurniawan Ahmadi, SE (PPRN) pindah ke Partai Gerindra. Ketua DPRD Dompu, Rafiuddin H Anas, SE kepada Suara NTB, Jumat (3/5) malam, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat dari partai asal anggota DPRD yang mengajukan PAW terhadap anggotanya. “Kalau Dina Imayanti, rencananya akan dimasukan pecan depan. Karena surat DPPnya akan sampai Senin (6/5) ini,” kata Rafiuddin yang juga Ketua DPC PKNU Dompu ini. Jauhar Arifin, S.Sos anggota DPRD Dompu dari Partai Barnas mengaku, tengah mengurus dokumen dan administrasi di partainya. Karena itu sudah menjadi ketentuan bagi pihaknya yang mencalonkan

diri lewat partai lain pada Pemilu 2013. “Kita sudah siap, karena memang itu ketentuannya,” katanya. Selain Jauhar Arifin, sejumlah anggota Dewan lain juga dikabarkan tengah mengurusi kelengkapan administrasi soal pemberhentiannya sebagai anggota partai asal. Hal itu segera dilakukan karena mulai 9 Mei mendatang hingga 22 Mei 2013, anggota Dewan yang mencalonkan diri lewat partai lain harus mengisi formulir BB05 tentang pengunduran diri dari anggota partai asal serta melampirkan pengunduran diri sebagai anggota Dewan dan keputusan pemberhentiannya. Bila SK pemberhentian belum ada, bisa dilengkapi dengan surat keterangan dari Pimpinan Dewan atau Sekwan bahwa pemberhentian sedang diproses. (ula)

Bisa Diganti Surat Keterangan BAGI anggota Dewan yang partainya tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014, namun kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai berbeda, diwajibkan untuk mengundurkan diri sebagai anggota Dewan. Jika SK pemberhentian sebagai anggota Dewan belum ada, dalam persyaratan pencalonan di KPU, SK pemberhentian bisa digantikan dengan surat keterangan dari Ketua DPRD atau Sekretaris DPRD (Sekwan). Demikian disampaikan oleh Anggota KPU NTB, Drs. Darmansyah, M.Si, Minggu (5/5). “Kalau SK pemberhentian belum ada, maka bisa menggunakan surat keterangan dari Ketua DPRD atau Sekretaris Dewan (Sekwan) yang menyatakan bahwa SK pemberhentian yang bersangkutan sedang

dalam proses,” terangnya. Hal terpenting lanjutnya anggota Dewan bersangkutan sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota Dewan dan anggota partai sebelumnya. Menurut Darmansyah, sampai saat ini juga belum ada surat pengajuan PAW yang masuk ke KPU NTB. Sebelumnya, Sekretaris DPRD NTB, H. Rahmad Radjendi menyampaikan Anggota DPRD NTB yang partainya tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014 sebanyak tujuh orang. Sampai saat ini baru dua orang yang mengajukan surat pengunduran diri sebagai Anggota DPRD NTB yaitu H. Mahsun Ridwainy, S.Sos.,MBA dan TGH. Husnuddu’at. Diketahui, H. Mahsun Ridwainy sebelumnya adalah

Anggota DPRD NTB dari PKPB. Namun PKPB tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014. Selanjutnya Mahsun lompat ke PBB dan kembali mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif. Sementara itu, TGH. Husnuddu’at sebelumnya adalah Anggota DPRD NTB dari PBB. Namun belakangan ia loncat ke Partai Demokrat dan kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Menurut Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 yang disempurnakan dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, anggota Dewan yang kembali mencalonkan diri dalam Pileg 2014 melalui partai berbeda, persyaratannya yaitu harus disertai dengan surat pengunduran diri sebagai anggota Dewan dan anggota partai sebelumnya. (yan)

Hotel Non Bintang Keluhkan Perhatian Pemerintah Minim Mataram (Suara NTB) Badan Pusat Statistik terus merilis tingkat kunjungan hunian hotel di NTB dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatakan. Bahkan rilis terakir tingkat hunian baik hotel bintang naik signifikan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan. Di tingkat pengusaha hotel non bintang, banyaknya kunjungan tersebut justru tidak dirasakan. Pasalnya kenjungan wisatawan lebih banyak diarahkan ke hotelhotel berbintang. Pemerintah daerah diminta untuk bersikap adil untuk memberikan pemerataan terhadap keberadaan hotel. ‘’Ada kecenderungan pemerintah daerah hanya memperhatikan hotel-hotel tertentu saja untuk di promosikan, sementara hotel-hotel non bintang, sama sekali tidak masuk daftar untuk di promosikan baik dalam dan luar

negeri,” demikian pemilik Hotel Bidari, G. Gunanta kepada Suara NTB, di Mataram Minggu (5/5) kemarin. Seharusnya kata Gunanta, keinginan pengusaha untuk mendukung pariwisata di daerah ini bisa didukung pemerintah daerah secara berimbang. Setidaknya semua hotel yang ada agar di promosikan secara merata, agar tak terjadi kepincangan. Apalagi diketahui, dari promosi-promosi yang dilakukan keluar negeri secara besar-besaran. Ditambah lagi katanya perhatian-perhatian infrstruktur jalan menuju hotel terkesan sangat diabaikan. Bahkan kondisinya sangat rusak parah. Untuk tidak mengecewakan beberapa tamu yang berkunjung, tak jarang katanya pemilik hotel harus berjuang sendiri melakukan pembenahan jalan-jalan masuk. Seharusnya, ditengah gen-

carnya upaya promosi daerah dalam hal kepariwisataan, pemerintah daerah seharusnya melakukan pembenahan semua sisi, dengan mengajak langsung pihak pengusahanya untuk berjalan bersama-sama. “Retribusinya tiap bulan selalu dibayar, meksipun sebatas kewajiban sebagai anggota PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia). Tetapi untuk tamunya, paling tidak diarahkan juga untuk mengunjungi hotel-hotel non berbintang, sehingga terjadi pemerataan bisnis,” harapnya. Pemilik hotel lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama. Hotel-hotel non berbintang menurutnya sangat minim sekali sentuhan pemerintah daerah. Padahal dari sisi ketersediaan fasilitas dan sarana-sarana lainnya sudah diupayakan tidak terlalu jauh kesenjangannya dengan hotel berbintang. (bul)

(Suara NTB/yan)

ADEGAN - Salah satu adegan dalam pementasan teater “Menunggu Dialog” yang dibawakan oleh Sanggar Budaya Pelangi (SBP) SMAN 2 Mataram, Sabtu (4/5) malam di Taman Budaya.

”Menunggu Dialog”

Satire untuk Para Koruptor KASUS korupsi setiap hari selalu menjadi topik utama dalam setiap pemberitaan baik media cetak maupun elektronik. Setiap pejabat yang diindikasikan terlibat praktik korupsi, pasti akan diberitakan secara massif oleh media. Meski demikian, praktik penyalahgunaan uang negara tersebut terus saja terjadi mulai dari pejabat tingkat bawah sampai atas. Korupsi memang telah menyebar seperti virus di dalam sendi kehidupan bernegera yang sangat membahayakan. Meski banyak kasus korupsi yang telah terungkap, namun penegakan hukum masih dianggap tebang pilih. Para koruptor yang telah memakan uang rakyat miliaran rupiah, terkadang hukumannya sangat ringan. Tidak sebanding dengan bahaya korupsi itu sendiri. Namun para koruptor tidak akan pernah bisa berkelit dengan hukuman di hari kemudian ketika hukum Tuhan ditegakkan. Hal itulah yang menjadi pesan tersirat dari pementasan teater berjudul “Menunggu Dialog” yang dipersembahkan oleh Sanggar Budaya Pelangi (SBP) SMAN 2 Mataram di Taman Budaya, Sabtu (4/5) malam. Prolog dalam pementasan ini dibuka dengan musikalisasi puisi. Empat orang siswi SBP membacakan puisi secara bergantian dengan iringan keyboard. Keempat puisi tersebut bertema tentang korupsi. Diantaranya puisi berjudul Tikus Kantor dan Puisi untuk Koruptor. Setelah itu pementasan inti dimulai. Dimana pementasan ini diperankan oleh tiga orang aktor.Seorang koruptor yang bernama Sukardi meninggal dunia. Di alam lain itulah kemudian ia mendapatkan hukuman akibat perbuatannya yang telah menyengsarakan rakyatnya. Seorang bernama Rumand, berjubah hitam, memerintahkannya untuk menuliskan segala perbuatannya di dunia. Namun ia menolaknya karena ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuh-

Hari Ini, UN SD Digelar Dari Hal. 1

Ditetapkan Tersangka, Oknum Guru Ditahan Dari Hal. 1 Dimana keterangan saksi, termasuk saksi korban, mengarah pada pelemparan yang dilakukan WGW. Alat bukti yang ditemukan di TKP adalah potongan bata yang diduga untuk melempar korban, beberapa menit sebelum upacara Hardiknas Tanggal 2 Mei lalu di halaman sekolah setempat. Sementara keterangan oknum yang sebelumnya mengaku tidak sengaja melempar korban. Namun pen-

gakuan ini akan terus didalami, dan dikaji kemungkinan sebagai alibi tersangka. “Penyelidikan terus kami lakukan untuk kasus ini,” terang Eko. Insiden di SDN 15 Ampenan terjadi Kamis (2/5). Oknum guru berinisial WGW, dilaporkan siswanya Baiturrahman (9) ke Polsek Ampenan. Korban mengaku dilempar dengan potongan bata oleh WGW beberapa saat sebelum upacara Hardiknas. Akibatnya, wajah korban luka luka.

Ada dua versi terkait kejadian ini. Satu pihak menyebut, WGW saat itu sedang membersihkan halaman sekolah dari kerikil dan potongan bata. WGW yang memungut potongan bata, kemudian melempar ke pinggir halaman. Korban yang saat itu berlari, terkena lemparan hingga lebam di wajah kiri dan mengeluarkan darah. Satu sisi informasi, WGW diduga melempar korban karena nakal saat upacara akan dimulai. (ars)

nya terasa berat seakan-akan ada beban sangat berat dipanggul oleh tubuhnya. Padahal tidak ada apapun ditubuhnya melainkan sehelai kain yang menggantung dilehernya. “Itu akibat perbuatanmu. Kau tak bisa melepaskannya karena kau telah mati,” bentak Rumand kepada Sukardi. Rumand pun pergi meninggalkan Sukardi dan meminta Sukardi menyelesaikan catatan yang ditugaskan setelah dia kembali. Sukardi pun berceloteh, “Apa salahnya orang yang telah mendapatkan pekerjaan dengan susah payah menginginkan modalnya kembali? Anehaneh saja orang zaman sekarang,” cetusnya. Pementasan ini berlangsung selama tiga sesi. Sesi pertama menampilkan dialog antara Sukardi dan Rumand. Sesi kedua, setelah Rumand pergi, datanglah seorang perempuan berjubah hitam. Terjadilah dialog panjang antara Sukardi dan seseorang ini. Sesi ketiga, dengan seting panggung yang berbeda, Rumand muncul kembali menagih catatan dari Sukardi. Sebelum pementasan dimulai, layar di sebelah kanan panggung menampilkan slide tentang riuhnya perpolitikan di negeri ini. Kemudian sebagai epilog, di layar kembali dimunculkan gambar tikus, yang identik sebagai lambang korupsi. Kemudian dimunculkan pula foto-foto para terdakwa korupsi di negeri ini seperti Nunun Nurbaeti, Artalyta Suryani, Gayus Tambunan, M. Nazarudin, dan lainnya. Di akhir acara, sebagai penutup, Komunitas Bambu Pelangi menampilkan musikalisasi puisi. Kolaborasi yang cukup apik yaitu musik dan lagu, puisi, dan lyrical dance yang sesuai dengan tema malam itu yaitu korupsi. Pesan dari pementasan malam Minggu itu adalah mengajak kita semua untuk memerangi korupsi, minimal dari diri kita sendiri. Karena bahaya korupsi sangatlah laten dan dapat menyengsarakan rakyat. (yan)

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram Zaenal Arifin mengatakan, seluruh naskah soal UN SD telah diterima Dikpora Kota Mataram Kamis (2/5) lalu dan disimpan di masing-masing UPTD. Nantinya sekolah akan mengambil naskah soal ke masing-masing UPTD sebelum pelaksanaan ujian di mulai. “Dengan demikian bisa dipastikan hari Senin penyelenggaraan UN bisa terlaksana tepat waktu,” terang Zaenal.

Sementra itu, Ketua Panitia Pelaksanaan UN NTB Uum Umayah menjelaskan, pendistribusian soal ujian SD berjalan lancar tanpa hambatan. Naskah soal UN yang telah dikirim Rabu (1/5) lalu dan telah diterima Dinas Dikpora seluruh kabupaten/kota di NTB sejak Kamis (2/5). Berbeda dengan pelaksanaan UN tingkat SMA dan SMP, percetakan soal UN untuk tingkat SD tahun ini dilaksanakan langsung oleh daerah. Provinsi mengadakan tender dan tahun ini, naskah soal UN dicetak di PT Jasindo Surabaya Jawa Timur. (nia)


OPINI

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

Halaman 6

Prediksi Pemilu Legislatif Masyarakat Jangan Hanya Jadi Penonton MENGGUGAH kesadaran menjadi kebiasaan. Mudah namun sulit diterapkan. Kalimat singkat ini mungkin bisa menggambarkan kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan. Membangun kesadaran masyarakat yang mempunyai wawasan lingkungan merupakan hal mendasar dalam menjaga lingkungan. Pada dasarnya masalah lingkungan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, disebabkan oleh tangan-tangan manusia sendiri. Artinya tanpa adanya kesadaran tentang lingkungan hidup bagi manusia maka tentu pengembangan lingkungan ke arah yang bermanfaat tidak akan tercapai. Sebagian besar masyarakat sebenarnya mengetahui pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Namun pada kenyataannya hanya sebagian kecil saja dari masyarakat yang mau dan mampu melakukan kegiatan penyelamatan lingkungan sebagai suatu kebiasaan, budaya dan gaya hidup sehari-hari. Masyarakat kita pada umumnya menyadari bahwa membuang sampah sembarangan dapat mengakibatkan bencana banjir. Tetapi, sekadar sadar saja tentu tidak cukup dalam upaya penyelamatan lingkungan. Dibutuhkan banyak kader atau agen perubahan terutama kepada generasi muda untuk mendorong program peduli lingkungan menjadi suatu kebiasaan yang membudaya di masyarakat. Hingga saat ini jumlah warga yang peduli dengan lingkungan tidak sebanding dengan jumlah yang tidak peduli dengan lingkungan. Sampai kapan pun permasalahan sampah tidak dapat dihilangkan. Karena setiap makhluk hidup setiap harinya akan menghasilkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Harus ada kesadaran dari diri setiap individu yang menghasilkan sampah untuk mengatasi permasalahan sampah. Pemkot Mataram, saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi sampah. Setiap sudut kota termasuk sungai-sungai menjadi target harus bebas sampah. Terlepas dari gerakan massif ini muaranya Piala Adipura, langkah ini sah-sah saja. Namun, sejatinya aksi ini sudah seharusnya didukung penuh masyarakat khususnya warga Kota Mataram. Bahkan dapat dikatakan bahwa pendukung utama gerakan ini adalah masyarakat. Bukan sebaliknya, masyarakat malah jadi penonton. Diperlukan kesadaran secara kolektif dan solidaritas sebagai sesama masyarakat bahwa membuang sampah sembarangan hanya dampai negatif yang akan dituai. Jika gerakan massif memerangi sampah ini dilakukan Pemkot Mataram dengan melibatkan masyarakat secara kontinu (bukan semata-mata karena mengejar Adipura), niscaya gerakan ini pada akhirnya akan menjadi kebiasaan (biasa membuang sampah pada tempatnya). Jangan pernah berpikir bahwa itu sampah-mu dan bukan sampah-ku, karena tetap saja sampah adalah masalah kita bersama. Bencana yang timbul akibat sampah dapat menimpa siapa saja. (*)

DANYA tren kepesertaan Oleh : Mujaddid Muhas, M.A.* parpol dalam pentas pemilihan umum di Indonesia, (Penulis Buku Nalar Pemilu dan Demokrasi (2011); Kolumnis) memberi warna tersendiri pada setiap kompetisi periodik. Kemenangan parpol sebagaimana telah dinyatakan pada pemilu 1999 yang dimenangkan oleh Par- papan atas di bawah Golkar dan PDIP. tai Demokrasi Indonesia Perjuangan diidentikkan pula oleh genetika Partai Sedangkan PBB, PPP dan PKPI Nasional Indonesia yang unggul, pertama kalinya pada pemilu 1955. Kemudi- diprediksi akan berada pada parpol an Partai Golongan Karya untuk pemilu 2004 (setelah “menang permanen” klasemen penentu terhadap pemenuhan pada pemilu 1971-1997) serta pemilu 2009 oleh Partai Demokrat. Menunjuk- ambang batas perwakilan parlemen. Apabila asumsinya semua parpol kan gambaran prevalensi kemenangan parpol-parpol bisa saja mengalami memenuhi ambang batas perwakilan pengulangan lintas periodik pada pemilu 2014. Penulis memprediksi bursa Pemilu tahun 2014 nyaris serupa dengan Pemilu parlemen, maka dapat dipastikan tahun 2004, terutama pada tingkatan Dewan Perwakilan Rakyat. Parpol yang semua parpol (kecuali Nasdem) akan berkompetisi, lebih terakomodasi di parlemen dibandingkan dengan pemilu mengalami tambahan anggota pertahun 1999 dan pemilu tahun 2009. Mengapa demikian? Selain menyimak wakilan dari pemilu 2009. Disebabpeserta pemilu diikuti hanya oleh selusin parpol. Tingkat orientasi keterpili- kan oleh adanya ketentuan tiga sethan terhadap kecenderungan memilih terbantukan dengan pilihan yang “min- engah persen “tiket” parlemen yang imalis”. Artinya varian pilihan yang lebih sedikit, menjadikan pemilih lebih diberlakukan regulasi. Bahwa Nasmudah untuk mengasosiasikan pilihannya jauh sebelum pemilu berlangsung. dem nantinya turut serta memenuhi Diantara “menurunnya” persepsi publik terhadap parpol yang tak dapat dia- ambang batas perwakilan parlemen, baikan. Parpol senantiasa menyajikan pilihannya kepada publik melalui pemi- secara otomatis pula dapat mewarnai konfigurasi keanggotaan wakil lu dari belantika pemilu pada konteks kekinian. anggota di parlemen. Ringkasnya prediksi penulis berKomposisi Parpol Era Reformasi sifat kalkulatifdengan membandingPeserta Parpol Parliamentary Threshold/ Pemilu Prosentase kan preferensi serta fenomena faktuPemilu Parlemen Electoral Threshold al. Tentu saja prediksi-prediksi 1999 48 21 43,75 ET: 2 persen semacam ini, perlu dibandingkan se2004 24 17 70,83 ET: 3 persen cara empirik dari gejala dan 2009 38 9 23,68 PT: 2,5 persen kecenderungan perkembangan kepar2014 12 ? ? PT: 3,5 persen taian hingga saat pemungutan suara. Sumber: KPU; data diolah. Namun ini adalah upaya uji signifikansi keilmuan (forecasting) yang diSeperti tergambar pada tabel terse- bagai parpol “baru”pada bursa pili- lazimkan dalam studi-studi ilmu polibut, dengan pembenahan-pembenah- han. PBB dan PKPI merupakan par- tik. Untuk mengetahui signifikansi an prosedural dari tiga kali pemilu di tai yang telah tiga periode mengikuti das sains-das sollen dikorelasikan. Era Reformasi mencerminkan bahwa pemilu, diantaranya dua periode ada Sehingga dimungkinkan antara lazim tingkat varian pilihan terhadap par- wakilnya di parlemen pusat. Khusus- ilmu dan lazim empirik tak terlalu pol yang paling banyak mengutus wak- nya Partai Nasdem, partai ini masih berjarak. Sekali lagi, sebab landasan il parpol di parlemen adalah pada saat harus diuji signifikansi, sebab belum tren prevalensi parpol dari pemilu ke pemilu dilangsungkan tahun 2004. pernah punya pengalaman mengiku- pemilu sebagai bahan acuan, pernah Masing-masing sebesar 43,75 persen ti pemilu. Adapun untuk Partai Ke- dialami pula oleh parpol-parpol peser(1999); 70,83 persen (2004); serta 23,68 bangkitan Bangsa dan Partai ta pemilu sebelumnya. Seingat penulis pada buku Nalar persen (2009). Menariknya adalah ke- Amanat Nasional yang memiliki captentuan parliamentary threshold dan tive market politik tetap, kemungki- Pemilu dan Demokrasi (2011: 37-38), electoral threshold yang diberlakukan nan berada pada klasmen parpol pa- dalam suatu artikel “Sirkulasi Pemiberbeda-beda pada tiap periodesasi pan menengah (plus-minus). Penjel- lu 2009” pernah memprediksi menjepemilu. ET diberlakukan untuk men- maan “otomatis” dari eksistensi or- lang pemilu 2009. Parpol fenomenal: gatur ambang batas pemilihan yang ganisasi masyarakat Nahdlatul Ula- Gerindra dan Hanura dengan menggunakan forecasting pemilu 1999-2004 berhaktidaknya sebagai peserta pemi- ma dan Muhammadiyah. Selanjutnya untuk Partai Demokrat serta kecenderungan pendulum polilu selanjutnya, sedangkan PT diberlakukan dalam menakar ambang ba- dan Partai Keadilan Sejahtera, Partai tik kepartaian. Sebelumnya parpol Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatu- fenomenal pemilu 1999 oleh PKB dan tas keterwakilan parpol di parlemen. an Pembangunan bersifat fluktuatif. PAN, pemilu 2004 diraih Demokrat Dua parpol Demokrat dan PKS, bisa saja dan PKS. Kini dengan landasan terseBelantika Parpol Sebagaimana gejala progresif-fu- berada pada level partai papan menen- but, dalam konteks pemilu tahun turistik, Partai Nasional Demokrat, gah sedikit diatas Gerindra, Hanura, 2014, kemungkinan Nasdem dapat Partai Bulan Bintang dan Partai Ke- PKB dan PAN. Prediksi lainnya dikatakan sebagai partai fenomenal. satuan dan Persatuan Indonesia se- Demokratmasih pada klasmen partai Parpol fenomenal belum tentu lang-

sung sebagai pemenang pemilu, namun eksistensi kepesertaan untuk pertama kalinya pada pemilu, mewarnai format kekuatan baru dalam belantika kepartaian di Indonesia. Menariknya, yang mengalami kesejarahan pemilu dari parpol fenomenal kemudian unggul teratas pada pemilu selanjutnya: PDIP, Golkar dan Demokrat. Parpol lainnya bagaimana? Pemilu 2014 empiriknya. Komposisi kepartaian dan konfigurasi anggota dewan yang mewakili parpol akan mewarna ornamenparlemen. Antara prediksi yang bersifat kalkulatif dan amalan empirik terhadap realitas pemilu, nampaknya makin tren sebagai metode ilmiah yang dilazimkan. Fenomena kepartaian dan prevalensi pemilu merupakan dua hal yang pada hakikatnya dapat ditelaah dan diprediksi dari kecenderungan pilihan pemilih. Sebelum dan menjelang pemilu. Bila ikhtiar hingga bertakdir, maka kelaziman sains sampai pada empiriknya. Kompetisi pemilu pun jelang dimulai.

Hari ini, UN SD digelar Mudah-mudahan berjalan lancer

*** Diduga ada RTS yang dapat Rp 1,5 Kg raskin Usut, sebelum terjadi gejolak

***

ILPPD-AMJ Kabupaten Lotim Masa Bhakti 2008-2013 (1) H. M. SUKIMAN AZMY BUPATI LOMBOK TIMUR

RPJMD dan Pelaksanaan Urusan Wajib

PADA awal kepemimpinan H.M. Sukiman Azmy dengan H.M. Syamsul Luthfi, tahun 2008 lalu jumlah penduduk Lotim 1.08 juta jiwa lebih. Laju pertumbuhan kala itu 1,15 persen. Pada tahun 2012 jumlah, laju pertumbuhan penduduk terus bisa ditekan. Bahkan terakhir berada pada peringkat pertama di NTB dan berada pada peringkat ke dua nasional kemampuan menekan laju pertumbuhan penduduk ini. Yakni dengan hanya rata-rata 0,92 persen. Dimana, saat ini jumlah penduduk Lotim mencapai 1,2 juta jiwa. Lebih rincinya, berikut Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Masa Jabatan (ILPPD-AMJ) selama masa bhakti 2008-2013. PERTUMBUHAN ekonomi, tergambar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kabupaten Lotim pun terus mengalami peningkatan cukup signifikant. Tahun 2008, di lihat Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 4.87 miliar menjadi Rp 7.06 miliar pada tahun 2011. Sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), pada periode yang sama mengalami peningkatan dengan nilai Rp 2.67 miliar pada Tahun 2008 menjadi Rp 3.15 miliar pada tahun 2011. Selanjutnya APBD Lotim dari tahun 2008 sampai dengan 2012 mengalami peningkatan sebesar 65,6 persen. Dari Rp 733.569 miliar menjadi Rp 1.207 triliun. Komposisi Belanja Daerah ini terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Berangkat dari visi Mewujudkan Masyarakat Lotim Yang Adil Dalam Kesejahteraan dan Sejahtera Dalam Keadilan Dalam Lindungan Allah SWT dan dengan misi-misi yang teraplikasi dalam sejumlah program. Lebih detail apa yang menjadi agenda-agenda yang menjadi prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Lotim 2008-2013 yang dijabarkan di tiap-tiap urusan. Pertama, Urusan pendidikan, selama 5 (lima) tahun dianggarkan Rp 466 miliar. Terealisasi hingga tahun 2012 sebesar 70 persen atau sebesar Rp 324 miliar. Disentuh dengan dana tersebut semua lini bidang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA sederajat. Sebanyak 88 unit sekolah sudah direhabilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK). Hasil evaluasi yang dilihat dari angka kelulusan tahun 2008 adalah 88,65%, meningkat menjadi 100% tahun 2012. Di tingkat pendidikan menengah sederajat, Jumlah lembaganya baik Negeri dan Swasta sebanyak 78 buah. Sedangkan jumlah SMA Negeri 22 buah, SMA swasta 20 buah, SMK Negeri 6 buah dan SMK Swasta 2 buah. Angka melanjutkan sekolah untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK pada tahun 2008 masingmasing adalah 90,57% dan 91,54%, pada tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 95,60% dan 96,43%. Sedangkan Angka Drop Out (DO) untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dapat ditekan dengan ditandai adanya penurunan prosentase siswa yang DO yaitu pada tahun 2008 adalah 1,14 % dan 1,14 %, pada tahun 2012 turun menjadi 0,51 % dan 0,64 %. Kedua, Urusan kesehatan selama 5 (lima) tahun dianggarkan Rp 249,9 miliar, dan telah terealisasi sebesar 89 % atau sebesar Rp 222,2 miliar. Capaiannya keberhasilannya, Angka kematian bayi menurun. Catatan tahun 2008 sebesar 78 per 1.000 kelahiran hidup turun menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Angka tersebut sudah cukup rendah dibandingkan dengan target nasional yaitu 35 per 1000 kelahiran hidup sedangkan target Provinsi NTB masih cukup tinggi yaitu 74 per 1000 kelahiran hidup. Begitupun

angka kematian ibu (AKI) juga mengalami penurunan. Tahun 2008 393 per 100.000 persalinan turun menjadi 154 per 100.000 persalinan pada tahun 2012. Angka tersebut juga masih cukup rendah dibandingkan target nasional yaitu 217 per 100.000 kelahiran hidup. Ketiga, Urusan Pekerjaan Umum (PU) selama 5 (lima) tahun dibiayai dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 280 miliar lebih. 2008-2012 terealisasi sebesar 81% atau sebesar Rp 226 miliar. Panjang jalan Kabupaten 1073,9 km. Jumlah jalan semakin banyak yang baik. Dari 27,38 persen (2008) menjadi 67,43 persen (2012) dimana 25,51 persen (274 Km) adalah jalan hotmix dan 31,66 persen merupakan jalan aspal biasa (nonhotmix). Jembatan kondisi baik juga meningkat dari 20,8 persen (2008) menjadi 45,25 persen (2012). Keempat, Urusan tata ruang selama 5 (lima) tahun urusan ini dibiayai dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 2.4 miliar terealisasi sebesar 43% atau sebesar Rp 1.053 miliar. Dilakukannya sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang tata ruang yang dilakukan dengan cara pembuatan modul perundang-undangan tentang tata ruang. Kelima, Urusan Perumahan dibiayai dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 8.9 miliar, terealisasi selama empat tahun sebesar 51% atau sebesar Rp 4,5 miliar. Pada Kegiatan Penataan Jalan Lingkungan Penduduk Pedesaan menitikberatkan kegiatan Pada Penataan Lingkungan Pemukiman. Sebagai dampak terjadinya bencana alam pada tahun 2011 yang terjadi di kecamatan sembalun dan sembelia telah diupayakan pembangunan kembali perumahan masyarakat yang rusak. Keenam, Urusan Perencanaan Pembangunan dianggarkan Rp 64,1 miliar. Telah terealisasi anggaran 82% atau sebesar Rp 52.41 miliar. Pelaksanaan kegiatannya telah sesuai dengan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Ketujuh, Urusan Perhubungan dilaksanakan selama 5 tahun dengan anggaran belanja langsung sebesar Rp 12.6 miliar. Telah terealisasi anggaran 79% atau sebesar Rp 9.93 miliar. Diantara yang telah dilakukan, Jumlah perlengkapan lalu lintas jalan juga mengalami peningkatan, terutama terhadap jumlah rambu-rambu lalu lintas dimana pada tahun 2008 sebanyak 30 buah dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 125 buah. Pengujian kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan dari 5.438 kendaraan pada tahun 2008 menjadi 6.231 kendaraan pada tahun 2012 atau meningkat sebesar 0,15%. Kedelapan, Urusan Lingkungan Hidup dilaksanakan dengan Rp 24.85 miliar. Terealisasi 87% atau Rp 21.7 miliar. Keberhasilannya, persentase mata air yang dilindungi pada tahun 2008 sebesar 14.63 % dan meningkat menjadi 28.15 % pada tahun 2012. Masalah sampah juga tertangani. Kesembilan, Urusan Pertanahan dibiayai dengan total anggaran sebesar Rp 92.7 miliar telah terealisasi 78% atau Rp 72.42 miliar. Adapun capaiannya, tersedia lahan untuk pembangunan ifrastruktur/sarana pelayanan publik dar 8 lokasi menjadi 28 lokasi. Kesepuluh, Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil dianggarkan belanja langsung sebesar Rp 14.3 miliar. Telah terealisasi sebesar 80% atau sebesar Rp 11.46 miliar. Dicapai, Kesadaran masyarakat Kabupaten Lotim akan pentingnya administrasi kependudukan meningkat. Terlihat dari elayanan Kartu Keluarga (KK) dan KTP, AKTA kelahiran yang ter-

us meningkat. Seperti KK tahun 2008 58.233 keluarga menjadi 120.000 keluarga tahun 2012. Kesebelas, Urusan Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selama 5 (lima) tahun dibiayai Rp 911.4 juta dengan realisasi sebesar 82% atau sebesar Rp 751.5 juta. Terjadi peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Peningkatan pemahaman program PP dan PUG, perlindungan hak-hak perempuan dan anak terus diupayakan. Keduabelas, Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dibiayai dengan total anggaran sebesar Rp 11.65 miliar, terealisasi anggaran 87% atau sebesar Rp 10.09 miliar. Meningkatnya kesertaan berKB dan keberlangsugannya tidak terlepas dari dukungan penyediaan alat kontrasepsi. Ketigabelas, Urusan Sosial dibiayai dengan anggaran Rp 11.4 miliar. Terealisasi sebesar 72% atau sebesar Rp 8.2 miliar. Fakir miskin diberdayakan, komunitas adat terpencil (KAT) diperhatikan. Para penyandang maslah kesejahteraan sosial (PMKS) tersentuh. Keempatbelas, Urusan Ketenagakerjaan total anggarannya Rp 2.69 miliar dengan realisasi anggaran 86% atau sebesar Rp 2.31 miliar. Keterampilan masyarakat pencari kerja ditingkatkan. Penempatan TKI tahun 2008- 2011 mengalami peningkatan. Yakni 18.314 orang menjadi 19.843 orang (2009), 20.287 orang (2010) dan 22.005 orang (2011). Sedangkan pada tahun 2012 terjadi penurunan dimana jumlah tenaga kerja ke Luar Negeri berjumlah 14.925 orang. Kelimabelas, Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dilaksanakan dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 4.6 miliar. Telah terealisasi sebesar 84% atau sebesar Rp 3.93 miliar. Setiap tahun selalu terbentuk koperasi baru. Keberadaan koperasi sebagai salah satu sumber untuk menambah modal usaha. Tenaga kerja diserap terjadi peningkatan yang signifikan khususnya untuk karyawan koperasi pada tahun 2008 sebanyak 1.529 orang. Tahun 2012 sudah mencapai 131.433. Hasil yang dicapai oleh koperasi yaitu berapa sisa hasil usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp 5,057 milliar bila dibandingkan daya hasil yang diperoleh pada tahun 2008 sebesar Rp 4.513 milliar. Keenambelas, Urusan Penanaman Modal total anggarannya Rp 603.2 juta,telah terealisasi anggaran sebesar 81% atau sebesar Rp 487.8 juta. Pertumbuhan investasi di Lotim terus meningkat. Berikut sejumlah perusahaan Penaman Modal Asing (PMA) yang sudah berinvestasi, diantaranya PT Agrindo Nusantara dengan bidang usaha Agrobisnis. Terletak di Sembalun dengan nilai investasi 5,9 juta dolar Amerika. PT Lombok Saka, Cottage investasi di Tanjung Bloam dengan nilai 3 juta Dolar Amerika. PT Autore Pearl Culture, bergerak di bidang Mutiara di Sekaroh Jerowaru dengan nilai investasi 2,6 juta Dolar Amerika. PT New World Energy di Menanga Pringgabaya bidang Perkebunan Jarak, nilai investasinya 2 juta Dolar Amerika. Terakhir PT Eco Solution Lombok bergerak dibidang perhotelan di Tangsi Tanjung Ringgit, nilai investasinya 3.098 juta Dolar Amerika. Ketujuhbelas, Urusan Kebudayaan dilaksanakan dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 2.28 miliar dan telah terealisasi 88% atau Rp 2.01 miliar. Diantara yang telah dilakukan dalam upaya melestarikan budaya adalah festival seni dan budaya. Sejumlah kegiatan lain juga banyak menorehkan hasil. Kedelapanbelas, Urusan Kepemudaan dan Olah Raga

H. SYAMSUL LUTFI WAKIL BUPATI LOMBOK TIMUR

dilaksanakan dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp 6.05 miliar. Telah terealisasi anggaran sebesar 70% atau Rp 4.24 miliar. Diantara yang telah dilakukan juga pertukaran pemuda antara provinsi. Seleksi Paskibraka untuk Tingkat Provinsi, Lotim menyeleksi 36 orang dan berhasil lulus sebanyak 5 orang. Kesembilanbelas, Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 16.2 miliar, sampai saat ini terealisasi sebesar 90% atau sebesar Rp 14.68 miliar. Telah dilakukan Penegakan Perauranp peraturan daerah. Menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa dan lainnya Keduapuluh, Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian. Dilaksanakan dengan dana Rp 280.4 miliar selama lima tahun dan empat tahun telah terealisasi anggaran 82% atau sebesar Rp 231.2 miliar. Capaianya, dibangun BUMD, peningkatan peran sektor perdagangan dan lainnya. Profesionalisme aparatur pemerintah ditingkatkan. Keduapuluh satu, Urusan Ketahanan Pangan dilaksanakan dengan Rp 5.7 miliar telah terealisasi anggaran 90% selama atau Rp 5.18 miliar. Capaian hasilnya, pembangunan Lumbung Pangan Desa dan Lantai Jemur. Keduapuluh dua, Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa total anggaran belanja langsung sebesar Rp 27.82 miliar, telah terealisasi anggaran sebesar 92% atau Rp 25.69 miliar. Telah dilahsanakan kegiatan pemberian Operasional kader posyandu, dimana pada tahun 2008 jumlah kader yang diberikan operasional sebanyak 5.120 kader meningkat menjadi 7.310 kader pada tahun 2012. Jumlah Desa/Kelurahan mengalami peningkatan sejalan dengan kebijakan pemekaran Desa, dimana pada tahun 2008 jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 119 D/K meningkat dua kali lipat pada tahun 2012 yaitu sebanyak 254 D/K yang berbanding lurus dnegan peningkatan ADD/K. Keduapuluh tiga, Urusan Statistik selama lima tahun dianggarkan Rp 5.83 miliar, telah terealisasi sebesar 98% atau sebesar Rp 5.71 miliar. Selama kurun waktu 5 tahun, Pemkab Lotim mengambil kebijakan, meningkatkan kualitas dan kuantitas ketersediaan data dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersaji dalam Data Informasi dan Statistik Daerah. Keduapuluh empat, Urusan Kearsipan dilaksanakan dengan anggaran Rp 2,47 miliar dengan realisasi anggaran sebesar 94% atau Rp 2.32 miliar. Telah dilakukan, Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah dan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kearsipan yang terjabar dalam sejumlah kegiatan. Keduapuluh lima, Urusan Komunikasi dan Informatika dilaksanakan dengan anggaran Rp 7,65 miliar telah terealisasi sebesar Rp 6,28 miliar. Dilakukan dengan anggaran itu Publikasi Internet bagi Pemerintah Kabupaten melalui Website milik resmi Pemkab Lotim, serta pameran/expo, Pengembangan Jaringan Wifi WLAN di 21 SKPD termasuk di kecamatan. Keduapuluh enam, Urusan Perpustakaan selama lima tahun dianggarkan Rp 1,19 miliar, kini telah terealisasi 95% atau Rp 1.13 miliar. Telah dilakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peningkatan pengetahuan melalui budaya membaca dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah pengunjung perpustakaan dan semakin meningkatnya jumlah anggota perpustakaan dari tahun ketahun selama periode 2008 sebanyak 17.838 orang meningkat dua kali lipat pada tahun 2012 menjadi 36.729 orang.

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

Halaman 7

Diduga Ada yang Dapat 1,5 Kg

Bulog Tak Intervensi Jatah Pembagian Raskin Mataram (Suara NTB) Devisi Regional Bulog NTB menegaskan tak akan intervensi terkait apapun tentang kuota pembagian Raskin yang diberlakukan pemerintah daerah untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS). Bulog hanya menyalurkan sesuai jumlah kebutuhan yang diinstruksikan pemerintah pusat.

TVS Hadirkan Motor Kelas Dunia SATU lagi produk otomotif hadir di NTB. TVS sebagai kendaraan keluaran India yang diproduksi di Indonesia, menghadirkan produk-produk berkelas dunia. Boleh dibilang TVS sebagai produk baru, hadir untuk menyesuaikan selera dan kebutuhan zaman, dengan harga yang cukup terjangkau dengan jaminan kualitas yang tak kalah saing dengan kendaraan-kendaraan keluaran Jepang lainnya. Lima varian yang disuguhkan di antaranya, NEO XR 110cc dikhususkan untuk pelaku kegiatan ekonomi, dengan mobilitas tinggi, misalnya pedagang, ojek dan kegiatan usaha lainnya. ROCKZ 125cc, dihadirkan untuk pengendara yang hobi musik, karena varian ini dilengkapi dengan MP3, Radio FM, USB, dan kelengkapan untuk charge HP. TORMAX 150cc diklasifikasikan pada kendaraan racing yang paling digandrungi kalangan muda saat ini. Dengan kecepatan dan desain dinamisnya, jenis inipun dinobatkan sebagai raja jalanan. Terakhir APACHE 160cc dan 180cc yang merupakan jenis kendaraan sport dengan teknologi tinggi. TVS menurut Direktur CV. Elshadai Motor Abadi, MAIN DEALER TVS wilayah NTB Kawi Ariyaguna,SE kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (5/5), sebagai kendaraan yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan berkendara seluruh segmen masyarakat. Sesuai tagline-nya Produk Indonesia dengan Kualitas Dunia, TVS diproduksi langsung di Bekasi, dan sudah menjangkau beberapa negara untuk pemasarannya, di antaranya Filipina, Turki, Afrika, dan beberapa negara - negara Asia lainnya. Produk TVS diharapkan bisa memberi manfaat besar bagi costumer-nya, sesuai namanya, T (Trust atau kepercayaan), V (value atau bernilai) dan S (service atau pelayanan memuaskan), sejauh ini menjadi produk yang paling jarang dikomplin, karena selain super irit bahan bakar, TVS pun memiliki bodi dan mesin yang tahan banting, karena bahan-bahan produknya sama juga dengan bahan-bahan kendaraan produk Jepang yang ada saat ini. Dengan harga terjangkau tetapi berkualitas dunia ini, TVS di bulan Agustus mendatang akan melaksanakan program Jelajah Mataram hingga ujung Timur wilayah NTB, guna mendekatkan diri dengan masyarakat. Program yang akan mengikutkan 100 pembeli ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada konsumen tentang super iritnya TVS, sangat cocok untuk menyesuaikan penggunaan bahan bakar yang harganya terus naik. “Kami jamin, ngisi satu tangki akan ukuran 12 liter, sampai ujung pulau Sumbawa sana tidak akan ngisi bahan bakar lagi, biar customer yang akan merasakan sendiri iritnya TVS,” terang Aryaguna. 100 customer-nya ini akan ditanggung sepenuhnya, kelengkapan jelajah, dari Jacket, T-Shirt dan penginapan di hotel, selain itu akan diadakan program doorprize dengan hadiah utama kendaraan TVS. Aryaguna juga menyebutkan, di program Jelajah nanti, pesertanya akan singgah di setiap outlet penjualannya, dari Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur dan di pulau Sumbawa untuk menyaksikan langsung Brutal Action, dimana semua varian TVS diperbolehkan untuk dibanting dan dibenturkan dengan benda-benda keras. Brutal Action ini dimaksudkan juga untuk menunjukkan ketahanan bodi kendaraan yang tahan banting tanpa lecet sedikitpun. “Kami tunjukkan kualitas kendaraan TVS secara extrem, kami sangat jamin TVS adalah produk yang sangat kuat, karena di pabriknya, setiap unit kendaraan yang keluar, disortir dengan suhu yang extreem,” tambahnya. Aryaguna menegaskan, TVS menjadi produk yang saat ini sangat dibutuhkan konsumen, selain keunggulan dari super iritnya bahan bakar, kekuatan body, TVS adalah kendaraan yang sangat responsif, karena satu tarikan gas, butuh waktu 4,8 detik untuk mencapai kecepatan 100 Km. Karena mesinnya mengusung RTR atau Racing Throtle Responsive. Produk TVS saat ini mulai dipasarkan di mall maupun supermarket-supermarket selain di outlet penjualannya. Apalagi TVS sudah dilengkapi 3S, atau layanan service langsung, spare part yang lengkap dan pemasaran yang menjangkau seluruh kabupaten/kota. (bul)

gan ketentuan kuota yang seharusnya didapatkan RTS. Beberapa RTS menyebutkan, selain minimnya jatah yang diterima, kualitas berupa tingkat keleburan beras masih cukup tinggi, sehingga berasberas yang diberikan Bulog pun terpaksa dijadikan beras cadangan jika sewaktu-waktu tak ada persediaan kebutuhan. Hal ini tidak langsung dilaporkan, mengingat kecilnya jatah yang mentok di 2,5 kg, tentu akan memakan waktu dan proses yang panjang jika

dilakukan penukaran. Kepala Devisi Regional Bulog NTB, Ir. M. Hasim yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (4/5) mengungkapkan, Bulog tetap menyerahkan kewenangan pembagian Raskin kepada pemerintah daerah. “Kalau ada yang dapat jatah 1,5 kg, tidak ada kewenangan kami untuk itu. Kami hanya menyalurkan misalnya 50 ton untuk satu desa, kami salurkan 50 ton. Karena itu sudah menjadi ketentuan pemerintah daerah yang mengaturnya, dalam hal ini pe-

NTB Masih Jadi Kantong Petani Gurem

(Suara NTB/nia)

CANGKANG MUTIARA - Seiring dengan maraknya peredaran mutiara palsu, tidak sedikit masyarakat yang beralih ke kreasi perhiasan dari cangkang mutiara. Selain unik, perhiasan cangkang mutiara memiliki harga yang cukup terjangkau dibandingkan dengan mutiara aslinya. Tampak beberapa bentuk hasil kerajinan perhiasan mutiara yang marak beredar di Kota mataram.

Pembahasan Draf RUU Pertembakauan

Surat Gubernur NTB Jadi Masukan Mataram (Suara NTB) Surat Gubernur NTB dengan nomor 520/274/Ekon perihal pengetatan dan pengaturan impor tembakau yang ditujukan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi bagian dari masukan dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI. Demikian dikatakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Abdul Haris, MM, M.Sc dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (5/ 5). ”Karena suratnya baru per 30 Maret lalu maka belum ada jawaban tetapi jawaban bisa langsung menjadi bagian dari masukan pada draf RUU pertembakauan yang sedang dibahas di DPR RI,” ujarnya. Dikatakan, permintaan pengetatan dan pembatasan impor tembakau merupakan hal yang harus dilakukan untuk melindungi usaha pertembakauan dalam negeri khususnya NTB. Pasalnya, kebijakan impor tembakau saat ini dinilai akan mengancam usaha pertembakauan dalam negeri karena

(Suara NTB/dok)

H. Abd. Haris

dikhawatirkan tembakau petani tidak akan dibeli atau diserap oleh perusahaan. Karena perusahaan akan cenderung membeli tembakau impor dengan harga yang jauh lebih murah walaupun dari sisi kualitas lebih rendah kualitas tembakau dalam negeri. Haris menjelaskan sebagai salah daerah penghasil dan pemasok tembakau virginia terbesar di Indonesia, maka NTB meminta pemerintah pusat supaya mengurangi impor tembakau dan meningkatkan

produksi tembakau dalam negeri. Pasalnya, dari seluruh kebutuhan tembakau Virginia nasional, sebanyak 70-80 persen dipasok dari NTB. Potensi peningkatan produksi tembakau Virginia Lombok, NTB cukup besar dengan ketersediaan lahan tanam yang mencapai ribuan hektar. Musim tanam tahun 2013 ini, Pemprov NTB manargetkan produksi minimal tembakau Virginia Lombok sebanyak 31 ribu ton lebih. Hal tersebut sesuai dengan kuota rencana pembelian yang dilakukan sebanyak 20 perusahaan tembakau yang beroperasi di Lombok, NTB. Target produksi minimal sebanyak 31 ribu ton tersebut akan ditanam pada areal seluas 16 ribu hektar. Jumlah petani yang terlibat langsung dalam produksi tembakau ini, katanya sebanyak 8.000 petani dengan menyerap 124 ribu tenaga kerja. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada 20 perusahaan tembakau yang beroperasi di Lombok, NTB supaya mengakomodir petani swadaya. Sehingga, nantinya mereka memiliki kejelasan pemasaran tembakau yang dihasilkan. ”Ibarat seorang bapak kepada anaknya, memang tugas perusahaan untuk membina sehingga menjadi lebih baik,” tandasnya. (nas)

Mataram (Suara NTB) Sejauh ini, tak ada perkembangan yang signifikan terhadap taraf ekonomi petani di Provinsi NTB. Luas lahan pertanian yang dikelola satu KK sebagian besar kurang dari 50 are, yang diklasifikasikan sebagai petani gurem. “Tahun 2009, tercatat sebanyak 49,06 persen dari jumlah petani di NTB disebut petani gurem, dengan ketentuan lahan pertanian yang dikuasai kurang dari 50 are. Kita belum jelaskan secara pasti perkembangannya sekarang, mungkin setelah sensus pertanian hingga akhir Mei ini ada gambarannya,” demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, H. Soegarenda, MM dikantornya. Dengan hitungan persentase terbanyak ada di dua kabupaten, Lombok Timur sebesar 17,34 persen, dan kabupaten Lombok Tengah sebesar 16,04 persen. Sementara kabupaten/ kota lainnya masing-masing nol hingga 6 persen. Tidak menutup kemungkinan, dari tahun 2009 hasil pendataan hingga tahun ini, perkembangan petani gurem ini semakin besar. Mengingat, kebiasaan yang berkembang yakni masih berlakunya sistem bagi warisan (tanah). Artinya, lahan yang kurang dari 50 are tersebut, akan dibagi kembali, menyusul perkembangan keturunan (penduduk) si pemilik lahan. Apalagi terjadi perkembangan pembangunan secara fisik yang cukup pesat di daerah. Petani gurem ini didefinisikan sebagai petani yang menguasai lahan dibawah 50 are, maknanya tidak semua lahan pertanian yang digarap adalah hak milik petani yang bersangkutan. Besarnya jumlah petani gurem ini, tambahnya menjadi salah satu dari tidak berkembangnya Nilai Tukar Petani

H. Soegarenda

HILANG

HILANG

STNK R2 YAMAHA MIO DR6584AU NOKA/NOSIN: MH35TL0035K106493/5TL106586 AN. PAULINA WONG, HILG DSEKITAR JL.SUBAK KOTA MATARAM

STNK R4 SEDAN NISAN SUNNY DR467AD NOKA/ NOSIN: B11-365238/E13334243 AN. YOHANES ERNI ENDRA KURNIAWAN, HILG DISEKTAR RUMAH

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB JUAL MOBIL

INTERAKTIF

BATIK

ACCESORIES

FINANCE ANDA PERLU DANA TUNAI HARI INI * * * *

Beli Mobil Biaya Pendidikan Modal Usaha Renovasi Rumah, DLL

HUBUNGI : Intensife Multi Finance

Jl. Selaparang No 71 B Cakranegara Intensif Finance Telp. 0370Multi - 621526, 642267

TRAVEL

PELATIHAN

dua karung,” katanya. Pada bagian lain, ditanya mengenai anjloknya harga pembelian jagung, Bulog dalam waktu dekat akan terlibat sebagai penyedia stok, sesuai komitmennya untuk menangani pembelian komoditi unggulan NTB ini. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pengusaha di Dompu sebagai basis terbesar penghasil jagung. Sistemnya, Bulog akan menampung semua hasil panen jagung petani, kemudian akan memasarkannya langsung kepada pihak penerima, khususnya daerah-daerah yang kebutuhan bahan baku jagungnya tinggi. Dengan demikian diharapkan dapat menekan kerugian di tingkat petani. (bul)

PETS SHOP

TRUSS

DIJUAL

(NTP), yang selama tiga tahun terakhir selalu di bawah angka seratus persen, terkeculi peternakan. Tak heran pendapatan petanipun tidak terhitung besar, sehingga alternatif peningkatan perekonomian adalah mengikuti jalur menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Kalau mengandalkan hasil pertanian tentu sulit, karena pendapatannya relatif kecil. Apalagi dengan klasifikasi petani gurem. Petani yang berkembang itu biasanya ditopang dengan usaha-usaha lain, beternak, berjualan, maupun usaha lainnya,” terang Soegarenda. Salah satu langkah untuk mempertahankan lahan pertanian, dan menekan status petani gurem, dengan memperbanyak transmigrasi, memberikan kewenangan generasi-generasi baru untuk membentuk lahan pemukiman dan petanian. Tetapi inipun menurutnya hanya berlaku sebagai program jangka menengah, karena ukuran waktu 30 tahun, wilayah-wilayah transmigrasi yang dikembangkanpun akan terbagi lagi setelah adanya proses pengembangan keturunan, artinya akan dibagi lagi sebagai lahan warisan. (bul)

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/ist)

PRODUK BARU – Seorang pramuniaga menunjukkan varian baru produk TVS Mataram Mall, Minggu kemarin.

Seperti diketahui, kebijakan pusat melakukan pemangkasan sebanyak 10 ribuan RTS di NTB, mengakibatkan pembagian raskin yang semestinya diterima sebanyak 15 kg, justru di lapangan ada yang dibagikan 1,5 kg. Salah satunya di Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, RTS pada pembagian sebelumnya banyak yang menolak dan dikembalikan kepada pemerintah desa, lantaran jatah yang diberikan sebesar 1,5 kg dianggap tidak sesuai den-

merintah di desa,” tegas Hasim. Jikapun pada pembagiannya di lapangan masih berlaku pemberian jatah sangat minim, jauh dari kuota yang seharusnya di terima RTS, menurutnya kemungkinan untuk pemerataan pendapatan bagi RTS yang sudah dipangkas namanya dari pusat. Menyangkut kualitasnyapun, jawabanya masih tetap sama. Jika ditemukan beras yang tidak sesuai dengan ketentuan, ada kebijakan untuk dikembalikan dan ditukar. Tetapi sebelum pendistribusian, Hasim menyebut pihaknya sudah melakukan sortir dari gudang sebelum dinaikkan ke truk pengangkut. “Kalau ada yang kelolosan, silakan ditukar lagi. Wajar mungkin kalau hanya satu dan

SANGGAR SENAM


Halaman 8

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

PASI Siapkan 15 Atlet ke Kejurnas Mataram (Suara NTB) Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) NTB akan menyiapkan 15 atlet atletik yang akan dikirim di event Kejuaraan Nasional di Jakarta, September mendatang. Sebanyak 15 atlet atletik itu adalah atlet senior ditambah atlet junior yang menempati peringkat tiga besar di Kejurnas. Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Arsyad Gani, kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (5/5), menjelaskan, pihaknya akan memboyong 15 atlet atletik senior dan junior asal NTB di Kejurnas Atletik September 2013. “Atlet yang ikut di Kejurnas, itu yang terbaik di kejurnas. Kita harapkan mereka nanti bisa bersaing dengan atlet dari provinsi lainnya,” ujarnya. Diakuinya, Pengprov PASI NTB hingga kini masih menggodok beberapa atlet atletik dari beberapa nomor yang berpeluang bisa meraih medali di Kejurnas Atletik se Indonesia. Meski pengurus belum menentukan 15 atlet yang akan diberangkatkan, mereka masih terus menjalani pelatihan. Menurut Arsyad, NTB bakal bersaing dengan beberapa daerah seperti tim asal Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan serta Papua. Meski demikian, pihaknya optimis mampu memberikan yang terbaik bagi daerah. “Kita punya beberapa nomor yang diandalkan, seperti lari jarak pendek, menengah,gawang putra dan putri, lompat jauh putra, lompat tinggi putra, tolak peluru putri. Dan nomor estafet putra/ putri. Beberapa nomor itu, menjadi nomor andalan tim NTB di Kejurnas nanti,” bebernya, seraya menambahkan pada kejurnas tahun lalu NTB meraih juara umum kedua dalam perolehan medali emas terbanyak setelah Jatim. (fan)

Pemanasan Jelang Final

Dortmund vs Munich 1-1

Munich Emosi berkobar ketika Borussia Dortmund dan Bayern Munich seri 1-1 Sabtu malam dalam laga Bundesliga yang tak lebih dari pemanasan menjelang partai final Liga Champions tiga pekan mendatang.

Percasi Gelar Kejurda di KLU Mataram (Suara NTB) Menghadapi kejuaraan nasional catur berlangsung di Jakarta, 28 Juni hingga 6 Juli mendatang, Pengprov Percasi NTB akan menggelar kejuaraan daerah (kejurda) catur di GOR Kabupaten Lombok Utara (KLU) 21-27 Mei mendatang. Kejurda tersebut merupakan ajang seleksi atlet daerah yang dipersiapkan mengikuti kejurnas catur di Jakarta Juli mendatang. Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Percasi NTB, Vidi Eka Kusuma yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (5/5), menjelaskan, untuk menggelar Kejurda catur tersebut, pihaknya telah membentuk tim panitia pertandingan. Begitu juga dengan fasilitas arena pertandingan sudah disiapkan oleh panitia pertandingan. Tinggal saat ini pihaknya menunggu pencairan bantuan dana hibah dari pemerintah daerah. “Susunan panitia sudah kami bentuk. Begitu juga dengan fasilitas dan arena pertandingan sudah kita siapkan. Sekarang ini kita menunggu pencairan dana hibah dari pemerintah daerah,” ujarnya. Menurutnya, penyelenggaraan kejurda tersebut dilaksanakan pihak Pengprov Percasi NTB dalam rangka menjaring atlet persiapan mengikuti kejurnas bulan Juli di Jakarta. Event tersebut akan melibatkan ratusan peserta dari 10 kabupaten/kota di NTB dan mempertandingkan sebanyak 8 kelas senior, junior dan dan veteran dengan usia 55 tahun ke atas. (fan)

(ant/bali post)

PAHLAWAN - Mario Gomez menjadi pahlawan saat timnya melawan Borussia Dortmund pada lanjutan Liga Jerman, Sabtu malam. Pertandingan tersebut merupakan pemanasan kedua tim untuk menghadapi final Liga Champions tiga pekan lagi.

Bayern yang memenangi 14 laga Bundesliga terakhirnya, harus menyaksikan lima pemainnya mendapat kartu kuning, sedangkan gelandang bertahan Rafinha diusir ke luar lapangan setelah melakukan pelanggaran kedua. Mengingat Bayern telah menjuarai liga dan Dortmund mendapat satu tempat Liga Champions musim depan, ada kekhawatiran pertandingan ini akan onar. Di depan 80.000 penonton, babak pertama berjalan damai, namun memasuki babak kedua pertandingan menjadi sangat keras. Kontroversi menyeruak saat tangan Jerome Boateng dinya-

Can dikartukuningkan setelah menjegal Julian Schieber. ‘’Normal hal-hal seperti ini terjadi,” kata Klopp kepada Sky. “Orang berbicara tentang persahabatan namun begitu pertandingan berjalan, itu berbeda. Ini pertandingan yang berat, situasi memanas, halhal seperti ini terjadi,” tambahnya. Borussia Dortmund mengganti lima pemainnya yang turut memperkuat tim ini kala semifinal leg kedua Liga Champions menghadapi Real Madrid Rabu dini hari lalu, sedangkan Bayern mengganti tujuh pemain yang memperkuat tim ini kala mengalahkan Barcelona 3-0 Kamis dini hari sebelumnya. Dortmund memimpin lebih dulu pada menit 11 ketika Kevin Grosskreutz melancarkan tendangan volley setelah memanfaatkan umpan Blaszczykowski. Mario Gomez lalu menyamakan kedudukan pada menit 23 setelah menerima umpan silang jauh dari Rafinha. (ant/bali post)

Walcott Cetak Gol Tercepat di Liga Inggris London Pemain depan Arsenal Theo Walcott mencatatkan diri sebagai pencetak gol tercepat di Liga Utama Inggris ketika menjaringkan bola ke gawang Queens Park Rangers 20 detik setelah pertandingan dimulai, Sabtu. Para fans di Loftus Road masih mencari tempat

Triathlon Surabaya, Yan Bachtiar Peringkat Dua Mataram (Suara NTB) Atlet triathlon NTB Yan Bachtiar hanya mampu menempati peringkat dua pada Kejuaraan Triathlon Tingkat Nasional yang berlangsung di Surabaya, Minggu (5/5). Dihubungi Suara NTB via ponselnya, Yan Bachtiar mengaku dirinya kalah saing dengan atlet triathlon asal Jawa Barat (Jabar) yang sukses menempati garis finish pertama. Diakuinya, dirinya kalah saing di nomor renang 1.500 meter, karena lawannya cukup tangguh. Alasannya, pesaingnya

takan menyentuh bola (handball) ketika berusaha memblok tembakan Nuri Sahin, dan penalti pun diberikan di tengah protes para pemain Bayern. Namun tembakan Lewandowski berhasil ditahan Neuer. Pertandingan kembali memanas beberapa menit kemudian ketika Rafinha yang sebelumnya sudah mendapat satu kuning, menyikut Jakub Blaszczykowski ketika keduanya memperebutkan bola. Pemain asal Brazil ini diusir, karena mendapat kartu kuning kedua, dan menyebabkan pemain Bayern kembali melancarkan protes dengan mengerubungi wasit. Rafinha mengeluarkan jari tangannya ke arah Blaszczykowski sebelum keluar lapangan. Pelatih Dortmund Jurgen Klopp memprotes prilaku ini Rafinha, dan ini memancing protes balik dari Direktur Olahraga Bayern Matthias Sammer. Setelah itu mereka bertukar permainan keras, pemain pengganti Bayern Emre

tersebut merupakan mantan perenang terbaik Indonesia, sehingga kewalahan. Meski berusaha mengejar di nomor lari 10 kilometer, namun lawannya sudah berada cukup jauh. Meski gagal meraih juara pertama, Yan Bachtiar mengaku bangga sebab cukup banyak atlet yang gagal capai garis finish, karena arus air di perairan tempat lomba cukup deras. Bahkan, ungkpanya, Kadri gagal masuk finish, karena tak mampu melewati derasnya gelombang air laut di nomor renang. (fan)

duduknya masing-masing ketika pemain internasional Inggris itu dengan tenang menundukkan penjaga gawang Rob Green setelah menerima umpan dari Aaron Ramsey. Peranan Walcott itu mengalahkan rekor sebelumnya pada musim kali ini yang dipegang mantan penyerang Arsenal Robin van Persie, yang membawa Manchester United unggul atas West Ham United saat pertandingan

kandang di bulan November, ketika pertandingan baru dimulai 33 detik. Mantan pemain belakang Tottenham Hotspur Ledley King masih memegang rekor gol tercepat yang diciptakan pada era Liga Utama Inggris sejak tahun 1992, dengan menjaringkan bola ke gawang lawannya setelah 10 detik pertandingan dimulai di Bradford City pada Desember 2000. (ant/bali post)

Pepe Minta Mourinho Hormati Casillas Madrid Bek Real Madrid Pepe menyeru manajer Jose Mourinho untuk lebih menghormati kapten klub dan penjaga gawang Iker Casillas. Ini adalah isyarat baru mengenai perpecahan dalam tubuh klub raksasa Spanyol itu. Tangan Casillas patah Januari lalu, sehingga tempatnya digantikan Diego Lopez. Jumat lalu Mourinho mengaku pernah berkeinginan untuk lebih cepat lagi mengontrak Lopez pada 2011. Kendati begitu, usai menang 4-3 dari Valladolid, Pepe mengatakan bahwa para pemain bersatu di

belakang Casillas dan Mourinho mesti lebih menghormati lagi pemain berusia 31 tahun itu. ‘’Kami harus menunjukkan sedikit lebih hormat lagi kepada Iker,” kata Pepe kepada Canal Plus. Pernyataan manajer tidak pantas. Iker adalah pemain yang menjadi bagian Real Madrid, dia berada dalam satu lembaga di klub ini dan di Spanyol,” ujarnya. Pemain asal Portugal ini memperkuat lagi pernyataannya dulu kepada wartawan, jika Iker Casillas adalah pemain yang penting bagi pemain Madrid. (ant/bali post)

DIREKTORI BISNIS SUARANTB RUMAH MAKAN Hanya 272.500 Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR

CEPAT LAKU DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

Hanya :

SIARAN TV

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

RUPA-RUPA

AC std Rp. 250.000

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Senin, 6 Mei 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SALON

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

RUMAH MAKAN

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUKO

EVENT ORGANIZER

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

PENGOBATAN

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


Senin, 6 Mei 2013

SUARA NTB

Halaman 10

Pilkada Provinsi NTB 2013-2018 LAUTAN MASSA BERIKRAR ”COBLOS NO. 1” TGB - AMIN LAUTAN massa senantiasa hadir dalam setiap kampanye terbuka (monologis) yang digelar pasangan calon Gubernur /Wakil Gubernur NTB 2013-2018, TGB Dr. TGH. M. Zainul Majdi – H. Muh. Amin, SH., M.Si. Hal itu nampak saat kampanye digelar di Lapangan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Lapangan Supersemar Tanjung Kabupaten Lombok Utara, dan Lapangan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Mereka yang hadir pun beragam kalangan dan usia. Dari kalangan muda sampai yang tua. Laki-laki, wanita, ibu-ibu, maupun remaja putra dan putri. Mereka semua membaur di lapangan tempat kampanye pasangan TGB-Amin digelar. Mereka berikrar akan memilih dan mencoblos ‘NOMOR 1’ pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB 2013-2018 , TGB-Amin. Dalam berbagai kesempatan itu, pasangan TGB-Amin senantiasa mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tidak lupa mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 13 Mei 2013. Disamping itu, pimpinan partai koalisi pengusung dan pendukung pasangan TGB-Amin (Partai Demokrat, Partai GOLKAR, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai GERINDRA) juga selalu hadir dalam setiap kampanye pasangan ini. Para pimpinan partai tersebut menegaskan kepada masyarakat mengenai bukti-bukti nyata yang telah ditunjukan dalam pembanguan lima tahun terakhir ini di NTB dibawah kepemimpinan TGB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bukti-bukti nyata berupa kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Karena itu, tidak alasan untuk tidak melanjutkan ikhtiar pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. ***

Tanjung

Kediri

Kopang


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 6 Mei 2013

Sulit, Melarang Anak-anak Ikut Kampanye Mataram (Suara NTB) Dalam setiap kampanye rapat umum (terbuka), banyak anak-anak kecil yang masih di bawah umur ikut dalam kampanye tersebut. Menurut Anggota Bawaslu NTB, Bambang Karyono, hal tersebut sulit untuk ditindaklanjuti. “Ketika kami konfirmasi ke orang tua anak-anak itu, mereka bilang tidak ada yang jaga rumah. Sehingga anaknya diikutkan dalam kampanye. Itulah yang terjadi,” jelasnya. Kampanye melibatkan anakanak menurut Bambang sudah menjadi pemandangan biasa setiap kampanye. Bahkan di beberapa daerah kampanye didominasi oleh anakanak. Namun setiap hal tersebut dikonfirmasi ke tim kampanye masing-masing pasangan calon, mereka bilang tidak mengundang anak-anak. Tetapi anak-anak itulah yang datang ke lokasi kampanye. “Mereka (anak-anak) termotivasi dengan hiburanhiburan yang disuguhkan oleh tim sukses yang membuat mereka berduyun-duyun datang,” terangnya. Bambang juga mengungkapkan pihaknya menemukan santri dikerahkan untuk kampanye pasangan calon Zul-Ichsan di Lombok Utara. Pihaknya pun akan melakukan klarifikasi ke sekolah para santri tersebut. Ia pun mengakui pihaknya belum bisa memastikan apalah pasangan calon dan tim kampanyenya ikut terlibat. Selain itu, pihaknya pun mendapatkan temuan silaturahmi pasangan calon TGB-Amin ke salah satu pondok pesantren di Bima dimana para santri diberikan alat peraga kampanye dan diajak memilih yang bertempat di lingkungan pendidikan. (yan)

Sortir Surat Suara

Ditemukan Ada yang Sudah Tercoblos Selong (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim menemukan ratusan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dalam keadaan rusak. Kerusakan beragam, antara lain ada yang tercoblos. “Sampai saat ini ada 100 lembar yang rusak,” sebut ketua Divisi Logistik KPU Lotim, Halidy menjawab wartawan di sela proses sortir surat suara yang dipusatkan KPU di Gedung Wanita Selong, Sabtu (4/5) lalu. Disebutkan, jumlah surat suara Pilgub yang diteri-

ma KPU Lotim sebanyak 890.462. Jumlah itu dikatakan termasuk cadangan. Sementara, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Lotim yang tercatat 868.082 jiwa. Semua surat suara yang rusak segera akan dilaporkan ke KPU dan siap untuk diganti jika kurang dari cadangan yang telah ditetapkan. Demikian pula yang dilakukan pada proses pelipatan surat suara Pilkada Lotim. Di-

mana, dalam proses sortir dan pelipatan ditemukan ada 157 surat suara yang rusak. Selanjutnya dilakukan pengecekan dan siap untuk dimintakan tambahan dari percetakan. Hanya saja, untuk surat suara Lotim ini dikatakan sudah jauh dari cukup. Setelah dicek ulang, surat suara Pilkada Lotim tercatat sebanyak 891.038. Dituturkan Halidy, kedatangan surat suara Pilgub

NTB ini Jumat (3/5) lalu sekitar pukul 22.30 Wita. “Ini langsung dari Surabaya ke Lotim,” tuturnya. Proses sortir dan pelipatan menggunakan tenaga yang sebelumnya digunakan melipat surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lotim. Halidy menyatakan, sortir rampung pada Sabtu lalu. Katanya, proses pelipatan dengan melibatkan 200 orang tenaga yang dibayar Rp 125 rupiah perlembar itu sengaja dikebut. Pasalnya, mulai Minggu kemarin, KPU sudah harus melakukan pengesetan dan melengkapi logistik lain

yang belum siap. Dikemukakan, pada H-3 sebelum pelaksanaan 13 Mei 2013 mendatang, semua surat suara baik Pilgub maupun Pilbup harus sudah berada di desa. Proses distribusi pun akan dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Mengenai logistik Pilbup, dikatakan Halidy sejauh ini sudah lengkap. “Tidak ada masalah di Lotim,” ucapnya. Semua keperluan logistik untuk Pilkada Lotim sudah masuk dalam kotak dan siap didistribusikan. Sejauh ini, KPU Lotim hanya menunggu logistik yang dipersiapkan KPU Provinsi. (rus)

Tanjung (Suara NTB) Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada 13 Mei mendatang sudah diantisipasi oleh KPU Lombok Utara. KPU dalam hal ini, telah menyiapkan 434 unit lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kepada wartawan, Sabtu (4/5), Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, KPU KLU, Algas, AR., mengutarakan jumlah TPS bertambah namun tidak signifikan. Dibandingkan pencoblosan di 1 TPS dalam “gawe” politik sebelumnya, KPU (ketika itu masih di Lobar) menetapkan jumlah pemilih di 1 TPS sebanyak 300 orang. Namun oleh KPU KLU, jumlah tersebut dinaikkan menjadi 530 per TPS. “Penambahan jumlah pemilih di 1 TPS didasari, pertama, daerah kita aman dan kondusif, ini yang paling penting. Dan kedua, dengan 300 pemilih di 1 TPS, rasa-rasanya pencoblosan lebih cepat selesai. Dengan ditambah, maka lamanya waktu pencoblosan bisa lebih efektif,” ungkap Algas. Ia menerangkan, sebaran 434 TPS itu berada di 33 Desa di 5 Kecamatan yang ada di Lombok Utara. Dilihat dari sebaran TPS, Kecamatan Bayan mengantongi TPS terbanyak dengan 102 unit dengan jumlah pemilih sebanyak 33.043 orang. Kecamatan Tanjung dengan jumlah pemilih terbanyak yaitu, 34.821 orang difasilitasi dengan jumlah TPS lebih sedikit dari Bayan, yakni 98 TPS. Menurut Algas, pertimbangan jumlah TPS dengan jumlah pemilih yang asimetris ini, dikarenakan sebaran penduduk di dusun terpencil lebih merata di Kecamatan paling Timur, Bayan. Di Bayan, tidak semua masyarakat dapat dengan cepat mengakses TPS akibat jarak tempuhnya ke TPS cukup jauh. Oleh karena itu, Kecamatan Bayan memperoleh bagian TPS lebih banyak dibanding 4 Kecamatan lain di KLU. Algas melanjutkan, untuk 3 Kecamatan lain masing-masing, Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan, dan Kecamatan Pemenang, memperoleh porsi TPS berurutan yaitu, 84 TPS, 89 TPS dan 61 TPS. Sedangkan jumlah pemilih 3 kecamatan tersebut masing-masing diurutkan, 32.057 orang, 30.068 orang dan 25.292 orang. Adapun total pemilih Pilkada kali ini untuk KLU mencapai 155.281 orang, dengan sebaran pemilih laki-laki sebanyak 76.739 orang dan pemilih perempuan sedikit lebih banyak 78.542 orang. “Dibandingkan jumlah pemilih 2008 hanya bertambah sedikit,” tandasnya. Soal kondisi KLU secara umum selama pelaksaan Pemilukada di KLU, Algas meyakini tak akan terjadi gejolak. Seperti jalannya pesta demokrasi periode sebelumnya, Algas melihat, karakteristik warga KLU yang masih menanamkan semangat, budaya persaudaraan, menjadi modal kuat bahwa politik KLU tidak akan bergejolak seperti di daerah lain. (ari)

SORTIR Petugas KPU di Lotim tengah menyortir surat suara.

Distribusi Surat Suara ke Daerah Gili Didahulukan Giri menang (Suara NTB) Kertas suara rusak yang ditemukan KPUD Lombok Barat bertambah menjadi 44 lembar, setelah sebelumnya tim sortir hanya menemukan 30 kertas suara yang rusak. Kerusakan kertas suara itu ditemukan setelah KPUD Lobar melakukan sortir. Kebanyakan keru-

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BIMA

HIMBAUAN NOMOR :

(Suara NTB/rus)

KPU KLU Siapkan 434 TPS untuk Pencoblosan

/KPU-Kota-017.433903/2013

Berdasarkan ketentuan BAB VIII LARANGAN DALAM KAMPANYE Pasal 52 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 53 ayat (5) dan Pasal 54 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2010, dan sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor : 11/Kpts/KPU-Kota017.433903/2013 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor 21/Kpts/KPU-Kota-017.433903/2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013, bahwa tahapan kampanye dilaksanakan mulai tanggal 26 April 2013 sampai dengan 9 Mei 2013. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, dengan ini Komisi Pemilihan Umum Kota Bima menghimbau kepada Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang memperhatikan dan mengindahkan hal-hal sebagai berikut : 1. Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang dilarang melakukan kegiatan kampanye pada masa : a. sebelum dimulai masa kampanye; b. dalam masa kampanye, yaitu apabila di luar jadwal yang telah ditentukan untuk pasangan calon; c. 3 (tiga) hari sebelum tanggal dan hari pemungutan suara. 2. Segala kegiatan pasangan calon, termasuk tim kampanye dan pelaksana kampanye yang dilakukan sebelum tanggal dimulainya kampanye, antara lain ulang tahun, kegiatan sosial/kebudayaan, perlombaan, olah raga, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain dengan nama apapun yang bersifat mengumpulkan masa di suatu tempat dapat dikategorikan kampanye. 3. Pasangan calon dilarang melibatkan Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai peserta kampanye dan juru kampanye dalam pemilihan. 4. Pejabat Negara, Pejabat Struktural dan Fungsional dalam jabatan negeri serta Pegawai Negeri lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013 sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada Pegawai Negeri dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. MARI KITA WUJUDKAN BERSAMA Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima yang JUJUR, ADIL, DAMAI dan BERMARTABAT.

Kota Bima, 5 April 2013 Ketua, TTD Dra. Nurfarhati, M.Si. Alamat : Jalan Gajah Mada Kel. Penatoi Kec. Mpunda Kota Bima, Kode Pos 84113 Telp. (0374) 44865, Fax. (0374) 43074 E-mail: kpu_kobi@yahoo.com, Website: www.kpu-bimakota.go.id

sakan kertas suara rusak karena sobek, bolong dan cacat warna. Sementara untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi surat suara ke daerah gili karena kondisi cuaca dan iklim, KPUD setempat berupaya memprioritaskan pendistribusian ke daerah terisolir tersebut. Selain itu, daerah-daerah yang jauh dari jangkauan. Distribusi surat suara ke daerah ini akan didahulukan. “Sementara kami temukan sebanyak 44 lembar surat suara rusak, itu kemungkinan bertambah karena proses sortir masih berlangsung,” ungkap Bendahara Barang dan Jasa KPU Lobar, Saefullah Minggu. (5/5). Dikatakan, proses sortir kemungkinan selesai Senin (6/5). Sejauh ini terdapat delapan kecamatan

sudah lengkap dan selesai proses pembagian kertas suaranya, tinggal dua kecamatan diperkirakan selesai Senin. Surat suara yang rusak akan dibuat dalam berita acara lalu dikembalikan ke KPU provinsi. Distribusi surat suara dan kelengkapan pemilihan lainnya akan dilakukan mulai H2 dan H-3 pencoblosan, namun tekecuali bagi daerah gili akan diprioritaskan mengingat jarak dan tingkat kesulitan daerah. Hal ini jelasnya akan dilakukan dan disiapkan oleh PPK. Ia menjelaskan, kertas suara diterima KPU lobar Rabu (1/5) lalu dikirim menggunakan kendaraan kontainer pos. Setelah diterima, KPU melakukan sortir dan menghitung jumlah kertas suara.

Jumlah kertas suara yang diterima sebanyak 195 kardus masing-masing kardus berisi 2400 lembar kertas suara. Jumlah total surat suara yang diterima KPUD sebanyak 468.000 lembar kertas suara. Dari hasil sortir sementara jelasnya, ditemukan ada kertas yang sobek, bolong dan cacat warna. Hampir di masing-masing kardus ditemukan 1 sampai 9 kertas suara yang rusak, sehingga total sementara kertas yang rusak 44 lembar. Selain kertas suara yang rusak, KPU juga menemukan kertas suara yang lebih dimasing-masing kardus hingga 2 sampai 6 lembar. Kertas suara yang rusak dan kelelebihan tersebut dipisahkan dan diamankan, setelah itu dibuat berita acara baru kemudian diserahkan ke

KPU provinsi. Kertas suara yang rusak tersebut jelasnya akan dikembalikan ke KPU NTB tanggal 6 Mei mendatang. Sedangkan terkait kotak suara dan bilik suaara tidak ada kendala. Kotak suara sebanyak 1202 unit sudah disiapkan di KPU setempat. Demikian pula bilik suara disiapkan sebanyak 2.404 unit, dimana masing-masing TPS diberikan dua bilik suara. Pantuan Suara NTB, puluhan kardus disimpan di tiga tempat di kantor KPUD. Kertas suara yang rusak dipisahkan dengan surat suaara yang tidak rusak, sortir sendiri dilakukan di tempat terpisah. Setelah selesai disortir, kemudian kertas suara yang tidak rusak dipindah ke ruangan khusus. (her)

Kyai Zul Mohon Keikhlasan Warga KSB Taliwang (Suara NTB) Dukungan warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhadap pasangan Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM – Prof. Dr. Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan) nampaknya tak perlu dipertanyakan lagi. Setidaknya bentuk dukungan tersebut terlihat pada kegiatan kampanye rapat umum terbuka pasangan Zul-Ichsan yang digelar di Taliwang, Minggu (5/5) kemarin. Belasan ribu massa pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini tumpah ruah memenuhi lapangan alun-alun Taliwang yang menjadi lokasi kegiatan kampanye. Bahkan meski sempat diguyur hujan, semangat massa yang telah sejak siang hari menunggu di tengah lapangan tak menurun. Mereka seolah tak peduli walau harus berbasah-basahan. Zulkifli Muhadli dalam orasi politiknya menyampaikan, keinginannya untuk maju sebagai Gubernur NTB bukan berarti akan meninggalkan KSB di mana ia saat ini menjabat sebagai bupati. Namun dorongan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat NTB menjadi motivasi utamanya setelah melihat keberhasilan yang telah dicapai di KSB selama hampir 2 periode kepemipinannya sebagai bupati. “Saya ingin apa yang sudah kita rasakan di sini bisa juga dirasakan oleh saudara-saudara kita di kabupaten/kota lainnya. Karena itu satu-satunya untuk tercapainya hal tersebut saya harus menjadi gubernur, dan untuk jadi gubernur bantu dan dukung kami (Zul-Ichsan),” cetusnya. Meski nantinya jika terpilih sebagai gubernur Zulkifli mengatakan, akan meninggalkan jabatannya di KSB. Bukan berarti meninggalkan KSB sepenuhnya. Menurut pria yang akrab disapa Kyai Zul ini, perhatiannya terhadap KSB akan tetap sama seperti sebelumnya, hanya

PADAT - Massa pendukung pasangan Zul-Ichsan memadati Alun-alun Kota Taliwang. saja dalam bentuk dan posisi lain. Sebab KSB merupakan bagian dari NTB. “Saya ini bukan Jokowi. Kalau Jokowi maju jadi Gubenur Jakarta meninggalkan Solo (Surakarta) karena Solo bukan bagian dari Jakarta. Tapi kalau saya maju jadi Gubernur NTB tetap bisa memberikan sumbangsih bagi KSB karena KSB adalah masih bagian NTB juga,” tandasnya. Karena itu Kyai Zul meminta, keihlasan warga KSB untuk merelakan dan melepaskan dirinya untuk menjadi gubernur NTB. “Kami meminta doa restu masyarakat KSB agar kami nantinya bisa berbuat lebih banyak bagi NTB,” ujarnya. Selain meminta dukungan dan keikhlasan warga KSB, dalam kesempatan tersebut Kyai Zul juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada

warga KSB selama ini. Sebab selama kepemimpinannya sebagai bupati, masyarakat telah memberikan dukungan terbaiknya. Ini dapat dibuktikan dengan berjalannya berbagai program dan gebrakan Kyai Zul sehingga terbukti dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Selama delapan tahun ini kita bersamasama telah memberikan yang terbaik bagi KSB, sekarang saatnya kebaikan itu kita perluas lagi ke tingkat provinsi agar semua saudara-saudara kita bisa merasakannya,” timpalnya. Kegiatan kampanye terbuka yang diadakan pasangan Zul-Ichsan ini adalah yang pertama kalinya di KSB. Sebelumnya 2 pasangan lainya masing-masing Suryadi Jaya Purnama, ST – Johan Rosihan, ST (SJP-Johan) dan Harun Al Rasyid – Lalu Muhyi (Harum) tidak memanfaatkan jadwal kampanye terbukanya. (bug)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Senin, 6 Mei 2013

Ribuan Pendukung Zul-Ichsan Banjiri Lapangan Masbagik Selong (Suara NTB) Ribuan pendukung dari seluruh pelosok di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membanjiri

lapangan Masbagik Kecamatan Masbagik pada acara kampanye monologis pasangan Calon Gubernur NTB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli dan Calon Wakil Gubernur Prof. Dr. Ir. Muhammad Ichsan, MS. Di hadapan para

Parpol Harus Tingkatkan Kemampuan Caleg Artis Jakarta (Suara NTB) – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, mengatakan partai politik (parpol) harus meningkatkan kemampuan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan artis agar mereka mampu menjalankan fungsi politik. “Sebenarnya saya tidak pernah mempermasalahkan latarbelakang caleg, masalahnya untuk jadi manusia politik harus ada standar kualifikasi politik yang dimiliki,” kata Boni dalam diskusi bertajuk “Potret Mutu Caleg Parpol Peserta Pemilu 2014” di Jakarta, Minggu. Ia menjelaskan, caleg harus bisa menjalankan fungsi penganggaran, pengawasan, legislasi, lobi politik, dan agregasi kepentingan. Menurut logika dasar politik, lanjut dia, wakil rakyat dan pemimpin haruslah orang yang berkualitas, yang mampu menuangkan solusi permasalahan dalam masyarakat ke dalam produk perundang-undangan. Artis yang menjadi politisi tanpa bekal memadai, menurut dia, akan membutuhkan banyak waktu untuk belajar menjalankan tugasnya di parlemen. “Sampai sekarang partai tidak memiliki mekanisme untuk mengupgrade kemampuan mereka,” ujar Boni. “Parpol harus punya mekanisme standar untuk menetapkan seorang menjadi caleg. Selebriti itu tidak dibentuk dalam ruang politik tapi dalam dunia hiburan, maka parpol harus menjalankan mekanisme tersebut,” katanya. Berkenaan dengan hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Willy Aditya mengatakan bahwa partainya punya kriteria dalam menentukan caleg, yaitu penerimaan publik dan kemampuan. “Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sistem demokrasi yang dianut Indonesia, keterpilihan menjadi faktor penting. Namun kami memasukkan kriteria kemampuan caleg dalam syaratnya,” ujarnya. (ant/bali post)

pendukung dan simpatisannya, pasangan calon nomor urut 4 (empat) ini siap mensejahterakan masyarakat NTB. KH Zulkifli Muhadli dalam orasi politiknya menjanjikan ketika telah jelas kemenangannya di hari pertama, 13 Mei mendatang, pada hari itu juga

Zul-Ichsan akan mulai bekerja untuk rakyat. Pengalaman selama menjadi Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) siap dipersembahkan untuk masyarakat NTB secara umum. Disebutkannya, KSB merupakan satu-satunya kabupaten yang sudah bebas dari rumah tidak layak huni. Ia berjanji, ke depan di era kepemimpinan Zul-Ichsan, Provinsi NTB akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas dari rumah kumuh. NTB membutuhkan perhatian. Di bidang kesehatan, masyarakat NTB akan diberikan jaminan kesehatan. Begitupun di bidang pendidikan. Semua masyarakat NTB harus bisa mengakses pendidikan. Bagi ZulIchsan, APBD provinsi kurang pas jika digunakan untuk membangun bangunan fisik yang megah. Dana untuk pembangunan fisik akan lebih diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan

rakyat. Semua persoalan yang melilit masyarakat NTB, diyakinkan akan bisa dijawab melalui kartu NTB Sejahtera yang telah dipersiapkan. Pasangan calon yang hadir dengan jargon “Bapaknya Anak Yatim dan Saudaranya Fakir Miskin” ini siap mengentaskan kemiskinan. Zul-Ichsan, pro rakyat merangkum sejumlah program yang siap diluncurkan dalam 10 program strategis. Diantaranya, insentif bagi guru ngaji, santunan kematian, kelahiran gratis, keberpihakan terhadap petani, nelayan, peternak dan pedagang bakulan. Hadir dalam kampanye di Lapangan Masbagik, TGH. Fadli Thahir, Pimpinan Pondok Pesantren Yatofa Bodak Lombok Tengah (Loteng). Orasi Tuan Guru ini menggetarkan semangat kemenangan bagi pasangan Kyai Zul dan guru besar Universitas Mataram itu.

“Mari kembalikan kejayaan bersama,” teriaknya. Yatofa tampil dalam barisan pendukung Kyai Zul dan Ichsan dari Loteng. Penuh keyakinan, ia mengatakan Zul-Ichsan akan bisa menang. Diibaratkan sebuah kendaraan, nomor urut empat berarti kendaraan roda empat. Di atas kendaraan roda empat semua bisa ikut. Proses kampanye monologis pasanganZul-Ichsaniniberlangsung meriah.Diawalidenganpembacaan

doapengantarkemenanganyang dibacakan TGH. Zainul Huda, pimpinan Pondok Pesantren AlMukhlisin Pringgabaya. Kehadiran Hamdan ATT yang terlihat mengikuti kampanye pasangan Zul-Ichsan ini menambah semarak kampanye tersebut. Lantunan-lantunanlagudaniringan shalawat memperlihatkan suasana religi yang siap diaplikasikan dalam sistem kepemimpinanZul-Ichsanini.(rus/*)

Polisi Bongkar Penyekapan 25 Buruh Pabrik Wajan Tangerang (Suara NTB) – Polres Kota Tangerang, Banten, menggerebek industri wajan di Kampung Bayur Opak RT03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, karena menyekap para buruh serta mempekerjakan tanpa diberikan pesangon. Kasatreskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Shinto Silitonga di Tangerang, Sabtu, mengatakan industri rumahan dengan pemilik atas nama JK (40 tahun) tersebut sudah beroperasi lebih dari 1,5 tahun dengan jumlah pekerja 25 orang. Terbongkarnya kasus tersebut berawal dari dua buruh asal Lampung yang telah bekerja selama empat bulan, berhasil melarikan diri dari tempatnya bekerja. Alasannya karena merasa alami siksaan, perlakuan kasar, penyekapan dan tidak ada pemberian hak - hak buruh dari majikan selama bekerja.

Kedua buruh tersebut bercerita kepada keluarganya dan dengan difasilitasi lurah setempat, membuat Laporan Polisi di Polres Lampung Utara pada tanggal 28 April 2013, dengan persangkaan perampasan kemerdekaan orang dan penganiayaan, sbgmana dimaksud Pasal 333 KUHP dan Pasal 351 KUHP. Lalu, keluarga juga melaporkan kasus itu ke Komnas HAM. Dari hasil koordinasi dengan Polda Metro - Polda Lampung serta Polresta Tangerang, maka dilakukan pengecekan lapangan. “Dari hasil pengecekan, kemudian ditemui fakta lapangan

serta membawa 25 buruh, lima mandor, pemilik usaha atas nama JK serta istrinya bersama Kades Desa Lebak Wangi ke Mapolres untuk dimintai keterangan,” katanya. Dari hasil pengecekan, tempat usaha industri itu tidak mempunyai Izin Industri dari Dinas Pemda Kabupaten Tangerang, namun hanya ada Surat Keterangan Usaha dari Kecamatan Cikupa. “Padahal, lokasinya ada Kecamatan Sepatan,” ujarnya. Lalu, kepolisian juga menemui tempat istirahat buruh berupa ruang tertutup ukuran 8 meter x 6 meter, tanpa ranjang

Bawang Merah Cirebon Diekspor ke Cina Cirebon (Suara NTB) – Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, komoditi bawang merah dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ternyata diekspor ke Cina dan Thailand. “Produksi bawang merah di sini melimpah jadi diekspor juga ke China dan Thailand,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, Sabtu. Ali menyatakan bawang merah adalah salah satu komoditas andalah Kabupaten Cirebon. Saat ini luas lahan bawang merah mencapai 4.000 hektare dengan ratarata produktivitas sekitar 10,2 ton per hektare per tahun.

“Dan untuk total produksi bawang merah itu sekitar 40.000 ton per tahunnya,” kata dia. Menurut dia, jumlah bawang yang diekspor ke luar negeri mencapai sekitar 10 persen dari total produksi bawang Cirebon. Dikatakannya, komiditi bawang merah tergolong sektor padat karya karena mampu menyerap tenaga kerja 60 orang sampai 120 orang pekerja /hektare. Akan tetapi, kata dia, sebagian besar petani masih tergolong penggarap dan hanya sebagian kecil yang pemilik. “Untuk jumlah Gapoktan bawang di Kabupaten Cirebon cukup banyak, sekitar 100 kelompok,” kata Ali. (ant/bali post)

tidur, hanya alas tikar, kondisi pengab, lembab, gelap, terdapat fasilitas kamar mandi yang jorok dan tidak terawat. Tak hanya itu, sejumlah peralatan berupa hp, dompet, uang, dan pakaian yang dibawa buruh ketika awal bekerja disita oleh JK dan disimpan istrinya tanpa argumentasi yang jelas.”Buruh juga tidak mendapatkan gaji selama dua bulan dengan besaran 600 ribu per bulannya,” katanya. Polisi pun mendapatkan enam buruh disekap, dengan kondisi dikunci dari luar, pakaian yang digunakan cenderung kumal, tidak diganti berbulanbulan, robek dan jorok. Kondisi badan buruh juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyak-

it kulit seperti kurap dan gatal gatal serta tampak tidak sehat. Selama bekerja, buruh diperlakukan kasar dan tidak manusiawi, hak - hak terkait kesehatan, hak untuk komunikasi diabaikan oleh pemilik usaha. “Terdapat empat buruh yang masih berumur 17 tahun berstatus anak-anak,” katanya. Shinto menuturkan, dari hasil penyidikan, kasus itu merupakan tindak pidana sehingga harus dilakukan tindakan tegas. Hal itu merujuk dari hasil rekonstruksi bila para buruh mengalami kekerasan fisik dengan cara ditampar, ditendang, disundut rokok hingga disiram air panas. “Pelaku yakni pemilik usaha dan rekan lainnya,” katanya. (ant/bali post)


SUARA NTB 6 MEI 2013