Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 224 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

RABU, 4 DESEMBER 2013

C.01.08.13

Praya (Suara NTB) Bandara Internasional Lombok (BIL) mencatat pertumbuhan sebesar 33 persen pada tahun 2013. Capaian tersebut menempatkan BIL sebagai bandara dengan angka pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan bandara-bandara lainnya di Indonesia. Demikian diungkapkan Sales Departement Head PT. Angkasa Pura (AP) I BIL, Iwan S. Libere, saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (3/12) kemarin. Iwan menjelaskan, tingginya angka pertumbuhan BIL salah satunya dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penumpang. Dimana, selama dua tahun beroperasi, tingkat pertumbuhan jumlah penumpang di BIL mengalami peningkatan cukup signifikan. ‘’Capaian pertumbuhan sebesar 33 persen itu luar biasa. Dan, itu yang tertinggi dibandingkan dengan bandara-ban-

(Suara NTB/aan)

Caleg Tempuh Jalur Instan SEORANG calon legislative (caleg) yang berkualitas tidak akan mempengaruhi pemilihnya dengan menggunakan pendekatan uang. Pola – pola semacam itu, biasanya hanya dilakukan oleh caleg yang ingin menempuh jalur instan dalam menjajal dunia politik. Hal itu disampaikan anggota DPD Prof. Farouk Muhammad di Mataram. Bersambung ke hal 5 Farouk Muhammad

mengimbangi cepatnya pertumbuhan BIL, pihak PT. AP I BIL juga turut berbenah. Terutama dalam hal pembenahan infrastruktur pendukung bandara. Baik itu infrastruktur bandara maupun infrastruktur pendukung lainnya. Seperti fasilitas transportasi. Karena bagaimanapun juga, kondisi infrastruktur pendukung bandara juga sangat menentukan maju tidak suatu bandara. ‘’Orang akan semakin banyak datang kalau kondisi bandaranya aman dan nyaman. Begitu pula fasilitas transportasi bandara yang

SIDAK - Gubernur NTB,TGH.M.Zainul Majdi sidak ke BIL, Selasa (3/ 12) kemarin. Gubernur juga menyempatkan diri melihat kondisi kebersihan fasilitas umum di BIL khususnya kebersihan kamar mandi. Tampak Gubernur berdialog dengan seorang cleaning service. (Suara NTB/ Humas Setda NTB) melaksanakan tender ulang pengelolaan taksi bandara. “Awalnya ada tiga perusahaan taksi yang mengajukan diri ikut tender. Masing-masing KSU, Kotama serta Blue Bird,” terangnya. Bersambung ke hal 5

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Satu unit dari 28 total aset Pemkab Lombok Barat (Lo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 bar) diduga bermasalah dalam proses dilelang, akhirnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 dipastikan menyimpang. Kejaksaan Negeri (Kejari) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Mataram yang lama membidik penjualan aset di Jalan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ciamis, Perumahan Taman Indah Mataram, akhirnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 membuktikan ada indikasi penyimpangan. Berdasarkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 hasil gelar perkara, Selasa (3/12) kemarin, diputuskan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 dalam kasus ini ditetapkan seorang tersangka. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Bersambung ke hal 5 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123

Pemprov Harus Ambil Langkah Kejari Mataram Tetapkan Konkret dan Implementatif Tersangka Kasus Aset Lobar Mataram (Suara NTB) Anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) di NTB tahun 2013 senilai Rp 320 miliar terancam ditarik pemerintah pusat karena beberapa persoalan. Menyikapi hal ini, kalangan DPRD NTB mendesak Pemprov NTB dalam hal ini Gubernur segera mengambil langkah-langkah konkret dan implementatif. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi III Bidang Infrastruktur DPRD NTB, H. Suharto, ST, MM dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (3/12) siang kemarin. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/dok)

NTP NTB Terendah Kedua di Indonesia

Sektor Pertanian Memasuki Masa Kemunduran Rendahnya penghasilan petani atau Nilai Tukar Petani (NTP) di NTB, yang masuk pada urutan kedua terendah secara nasional menjadi catatan penting. Sektor ini berada pada ancaman degradasi yang mengakibatkan keterancaman pada struktur perekonomian. Apalagi di NTB sebagain besar warganya hidupnya dari sektor pertanian (sebagai petani) ‘’SEKTOR pertanian di NTB sedang memasuki masa kemunduran yang sangat mengkhawatirkan,’’ tandas pemerhati masalah ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram),

(ant/Bali Post)

NGERAMPEK - Sejumlah petani sedang ngerampek (merontokkan padi) menggunakan alat yang masih konvensional. Dr. M. Firmansyah, SE, M. Si, sudah mempengaruhi petani menanggapi rendahnya NTB yang dibuktikan dengan banyaknya petani yang sudah NTB. Firmasyah mengatakan beralih profesi. rendahnya NTB sebenarnya Bersambung ke hal 5

C.03.08.13

TO K O H

dara lainnya,’’ ujarnya. Dikatakanya, peningkatan dalam hal jumlah penumpang didorong oleh banyaknya maskapai penerbangan baru yang masuk ke BIL. Termasuk maskapai-maskapai internasional. Seperti Air Asia, Jestar serta yang paling baru Tiger Airways. Sedangkan untuk penerbangan domestik, selain ada penambahan dalam hal jadwal penerbangan juga adanya penambahan rute-rute penerbangan baru. ‘’Dan, kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut kedepannya,’’ prediksi Iwan. Guna

ada di dalamnya juga mendukung,’’ tandas Iwan. Khusus untuk fasilitas pendukung bandara berupa fasilitas tranportasi, memang menjadi fokus utama pihaknya saat ini. Dimana PT. AP I BIL sendiri sejauh ini masih berupaya menyediakan transportasi yang sesuai dengan standar internasional. Terutama untuk taksi bandara. Untuk itulah, beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah melakukan tender terkait pengelolaan taksi bandara. Namun proses tender terpaksa harus dihentikan sementara, karena ada mis komunikasi dengan para pengusaha jasa transportasi yang ada di BIL saat ini. Sehingga pihaknya merasa perlu untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Baru akan


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pro Kontra Penertiban Miras di Eks Pelabuhan Ampenan

Ada yang Kesal, Ada yang Mendukung Penertiban miras yang digencarkan oleh Satpol PP Kota Mataram mendapat reaksi pro dan kontra dari pedagang dan masyarakat setempat. Disisi lain, tindakan yang dilakukan Satpol PP, memang tindakan yang bagus serta patut diapresiasi. Namun bagi masyarakat yang dirugikan, menimbulkan polemik serta masalah berarti. Pasalnya, omzet mereka berangsur menurun dan bahkan kehilangan mata pencaharian.

SEPI - Kondisi lapak PKL Eks Pelabuhan Ampenan terlihat sepi, pasca-razia yang dilakukan Pol PP Kota Mataram.

SALAH seorang pedagang sebut saja Bagonk (bukan nama sebenarnya, r e d ) mengaku kesal dengan tindakan Satpol PP yang menyita dengan paksa tuak miliknya. Pasalnya, tuak sebanyak dua kardus itu baru dibelinya dari salah seorang pengepul. “Kemarin dua kardus

tuak saya diangkut,” ungkapnya ketika ditemui Suara NTB, Selasa (3/12) kemarin. Bagonk menyadari profesinya sebagai penjual miras, memang tidak diperbolehkan dari sudut atau sisi manapun. Tapi baginya, profesi tersebut adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Mau gimana lagi, ini saya pakai menghidupi keluarga di rumahnya,” ucapnya. Hal senada juga dikatakan Yanti, salah satu pedagang nasi di Eks Pelabuhan Ampenan. Ia mengaku sebelum Pol PP melakukan razia, dirinya setiap

hari mendapatkan uang Rp 300 hingga 400 ribu setiap hari. Tapi pasca-razia hasil dagangnya merosot. Sehari, ia hanya mendapatkan Rp 100 hingga 200 ribu. “Sebelum razia banyak saya dapat, tapi sekarang sudah sepi,” keluhnya. Yanti mengatakan mulai berjualan dari pagi hingga malam hari, penghasilannya pun tergantung dari pengunjung yang belanja. Lain halnya dengan Tutik, Pedagang Kaki Lima (PKL) justru merasa bersyukur dan mendukung tindakan Pol PP yang melakukan razia. Pasalnya, image Eks Pelabuhan Ampenan,

akan hilang dari pemikiran masyarakat yang negatif . Sebelum dilakukan razia sambungnya, remaja dan pemuda senang sekali minum dan membuat keributan. Tentunya, pengunjung yang menikmati suasana liburan akan terganggu. “Biarin aja dirazia biar mereka kapok,” cetusnya. Menurutnya penghasilan yang didapatkan sehari – hari, tidak mempengaruhi tindakan Pol PP yang melakukan razia. Ia menyebutkan pendapatan bisa mencapai Rp 400 hingga 500 ribu, itupun untuk membiayai anaknya yang sedang menempuh pendidikan. Ditemui terpisah, tokoh masyarakat Ampenan Tengah, Simon memberikan apresiasi dengan tindakan Pol PP yang terus melakukan penertiban miras. Menurutnya, perilaku oknum pemuda sering meresahkan masyarakat atau pengunjung. Image Pel-

abuhan Ampenan di mata masyarakat luar, tengah rusak dengan dijadikannya sebagai tempat mengkonsumsi miras. “Pelabuhan Ampenan ini sudah salah dipergunakan,” ungkapnya. Simon menambahkan di Pelabuhan Ampenan, banyak masyarakat yang menggantung hidup dari berjualan. Apabila dijadikan sebagai tempat minum, maka kasihan masyarakat kecil yang tidak punya penghasilan. Belum lagi parkir lanjutnya, pemuda dengan seenaknya menarik dengan tarif tidak wajar, tanpa melihat siapa yang berkunjung ke sana. “Mending uangnya dipakai makan, ini dikasih malah dipakai minum,” kata Simon. Ia berharap kepada pemerintah, agar tindakan seperti itu harus tetap dilakukan. Sehingga image negatif Eks Pelabuhan Ampenan hilang, terlebih bagi kenyamanan pengunjung. (cem)

(Suara NTB/cem)

Dijatah Rp 500 Juta Tertibkan Pedagang Miras KEBERADAAN Eks Pelabuhan Ampenan, seolah tidak jauh dari perilaku masyarakat yang menjadikannya sebagai tempat minum–minuman keras. Perilaku inilah yang merusak image Ampenan sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah. Komitmen pemerintah, khususnya Camat Ampenan akan terus menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta keberadaan pedagang miras. Camat Ampenan, Ki Agus M. Idrus ketika ditemui, Selasa (3/12) mengatakan Eks Pelabuhan Ampenan akan terus dikembangkan dan ditata (Suara NTB/dok) sedemikian rupa. PengemKi Agus M. Idrus banganya, dengan memberikan pelatihan – pelatihan usaha kepada PKL. Terkait dengan pedagang miras, pihaknya telah beberapa kali melakukan penindakan dan penertiban bersama Satpol PP Kota Mataram. “Kita sudah beberapa kali bergerak melakuka penertiban,” ungkapnya. Katanya, perlu merubah mindset masyarakat yang selama ini terkontaminasi oleh pemikiran negatif tentang Pelabuhan Ampenan. Sebenarnya, pemuda hanya menjadikan Pelabuhan Ampenan sebagai tempat minum, bukan sebagai tempat menjual minum keras. Ia menambahkan, pada hari Kamis mendatang, seluruh PKL akan diundang dan dikumpulkan guna mendapat pengarahan dan sosialisasi dari Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Sosialisasi tersebut tambahnya, dalam rangka rencana relokasi PKL ke lokasi yang telah disediakan Pemkot. “Kamis depan kita akan kumpulkan semua PKL di Eks Pelabuhan Ampenan,” terangnya. Ki Agus kembali mengatakan sosialisasi akan membahas aturan–aturan bagi PKL. Ia menyebutkan yang tidak diperbolehkan di Kawasan Eks Pelabuhan Ampenan, yakni perbuatan negatif seperti penjual miras, tempat karaoke dan perjudian. ada bagian lain, pengembangan atau pelatihan kuliner yang diberikan kepada PKL, memiliki nilai positif kepada masyarkat. Pasalnya, hasil dari pelatihan tersebut, masyarakat/pedagang dapat memvariasikan beragam kulinernya. Tentunya, pengunjung memiliki kesempatan untuk memilih menu kuliner yang berbeda. “Saya bersyukur karena para pedagang bisa membuat kuliner yang banyak,” ucapnya. Terkait beberapa kebijakan Pemkot Mataram, yang segera melakukan penataan serta pengembangan. Ia mengakui hanya sebagai fasilitor atas kebijakan yang akan diberikan. Tetapi untuk penanganan secara teknis, SKDP terkait yang memiliki wewenang penuh. “Kita hanya menyediakan tempat, keberlanjutannya nanti urusan SKPD terkait,” demikian Ki Agus. (cem)

Dukung Dipihakketigakan RENCANA Pemkot Mataram menggandeng pihak ketiga dalam rangka menjaga kebersihan pasar, mendapat apresiasi positif dari kalangan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, TGH. Ahmad Muchlis kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa (3/12) kemarin mengungkapkan, kalau dilihat dari political will, jelas tujuan Pemkot Mataram menggandeng pihak ketiga adalah untuk mewujudkan Kota Mataram yang bersih. Ahmad Muchlis memuji rencana tersebut sebagai (Suara NTB/dok) program yang cerdas. NaTGH. Ahmad Muchlis mun demikian, ia memandang, penerapan program ini tidak secara gelondongan untuk semua pasar yang ada di Mataram. ‘’Jadi, tidak semua pasar kebersihannya dipihakketigakan,’’ cetusnya. Kalau hal ini bisa disepakati dengan Dewan, sebaiknya eksekutif membuat MoU dengan pihak ketiga yang berlaku selama setahun. Setelah itu, lanjut politisi PKS ini, dilakukan evaluasi. Jika hasilnya bagus dan ke depannya bisa menjajikan kebersihan dan keindahan Kota Mataram, maka persoalan anggaran tidak menjadi masalah. ‘’Karena kalau disertakan orang ketiga itu, di satu sisi bisa lebih profesional,’’ ujarnya. Ahmad Muchlis menyarankan, ketika dilakukan evaluasi nanti, ada penanggungjawabnya. Hanya saja, perlu dipikirkan dampak yang timbul akibat kebijakan menggandeng pihak ketiga itu. Sehingga harapan masyarakat supaya Mataram menjadi kota yang bersih dan sehat bisa tercapai. Menurut dia, terlalu jauh jika mengaitkan rencana menggandeng pihak ketiga dalam pembersihan pasar dengan penilaian Adipura. Katanya, Adipura hanya menilai interior Kota Mataram. Sehingga, kalau mau jujur, Mataram di bagian dalam harus disikapi serius oleh Pemkot Mataram. ‘’Setiap kebijakan itu, disamping dampak positifnya, tentu ada dampak negatifnya,’’ demikian Ahmad Muchlis. Ia mencontohkan, petugas kebersihan pasar yang sudah biasa bekerja di pasar, bisa-bisa kehilangan pekerjaan ketika Pemkot Mataram memutuskan menggandeng pihak ketiga dalam melakukan pembersihan pasar. Hal ini harus dicarikan jalan keluarnya sehingga tidak ada ekses lagi dari persoalan itu. ‘’Jangan krtika ada satu kebijakan untuk meluncurkan satu kebijakan baru tetapi ada akibatnya dan kalau akibatnya lebih besar, itu yang harus dibuatkan jalan keluarnya. (fit)

Program Aspirasi Dewan Tidak Memuaskan Mataram (Suara NTB) – Meski sudah mengalami peningkatan dalam APBD 2014, kalangan DPRD Kota Mataram rupanya masih kecewa dengan anggaran yang dialokasikan untuk program aspirasi Dewan. Minimnya anggaran ini seringkali tidak memuaskan dan tidak mampu menjawab aspirasi masyarakat. Dimana, masing-masing anggota DPRD Kota Mataram dijatah sekitar Rp 500 juta untuk melaksanakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat melalui program tersebut. Dengan jumlah anggota DPRD 35 orang, maka total anggaran aspirasi sekitar Rp 17,5 miliar per tahun. ‘’Kalau berbicara tentang program aspirasi, karena ini landasannya adalah kebutuhan masyarakat yang riil, maka sesungguhnya anggaran dari program ini, harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,’’ terang anggota DPRD Kota Mataram, TGH. Ahmad Muchlis. Ia mencontohkan di Lingkungan Mapak masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih luas, tentu membutuhkan anggaran yang tidak kecil.

Namanya program aspirasi, lanjutnya, tentu untuk menjawab apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Tetapi nyatanya, hal itu tidak bisa terlaksana akibat minimnya alokasi anggaran untuk program aspirasi itu. Ia menawarkan jalan tengah yang bisa ditempuh ketika ada aspirasi dari masyarakat yang tidak bisa terlaksana lewat program aspirasi, yakni kerjasama dengan eksekutif. ‘’Sebagiannya dari program aspirasi Dewan, sebagian lagi dari

program yang ada di eksekutif,’’ imbuh Ahmad Muchlis. Ia menyatakan, anggaran aspirasi yang ada saat ini, meskipun meningkat namun peningkatannya dipastikan tidak signifikan. Sehingga, ketika ada aspirasi masyarakat yang bernilai Rp 1 miliar, sudah pasti tidak akan bisa terpenuhi. Ia berharap ke depan, program aspirasi ini ada keselarasan dalam hal penganggaran dan paling tidak dapat dikerjasamakan dengan pihak ekseku-

BNN Rekomendasikan Pegawai Pengguna Narkoba Direhabilitasi Mataram (Suara NTB) Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa instansi di Kota Mataram beberapa waktu terakhir ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram mencatat angka dibawah 10 orang yang positif sebagai pengguna narkoba. Temuan tersebut tidak hanya di instansi pemerintahan lingkup pemerintah kota (pemkot) Mataram, tetapi juga termasuk pegawai swasta. “Dari hasil sidak itu baik pegawai swasta atau PNS, dan lainnya, kami temukan kurang dari 10 (orang),” ungkap Kepala BNN Kota Mataram, Drs. H. Abdul Latif Nadjib, Selasa (3/12). Nadjib menegaskan orangorang yang ditemukan tersebut telah positif sebagai pengguna narkoba. Dalam tes yang dilakukan pihaknya, yang digunakan adalah tes narkotika sehingga tidak dapat disangsikan kepastiannya. Terkait per-

soalan berapa lama mereka menggunakan narkoba, hal itu akan dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan. “BNN juga terus memantau terkait oknum atau orang-orang yang terindikasi tadi dengan mengkomunikasikan dengan aparat penegak hukum lainnya. Apakah dia memang bagian dari jaringan itu atau korban dari penyalahguna atau dia make karena ada persoalan dirinya artinya dia pemakai murni,” terangnya. Jika yang ditemukan hanyalah para pengguna saja, maka pihaknya akan merekomendasikan untuk direhabilitasi. Namun jika ada temuan terindikasi terlibat dalam jaringan sindikat narkoba, maka akan ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum. Dalam memberikan rekomendasi rehabilitasi, pihaknya juga sangat berhatihati, karena bisa jadi mereka juga terlibat dalam jaringan sindikat narkoba. “Jaringan ini

harus diungkap,” demikian Abdul Latif Nadjib. BNN Kota Mataram di sepanjang tahun 2013 ini kerap melakukan sidak di berbagai instansi di kota Mataram. Baik itu instansi pemerintah lingkup pemkot Mataram, instansi militer, dan juga BUMD. Terakhir, BNN Kota Mataram melakukan sidak di PDAM Giri Menang, Mataram dengan mengambil sampel tes urine sebanyak 173 pegawai disana. Dalam melakukan tes narkotika, ada empat paramater yang digunakan yaitu sabu, ganja, ekstasi, dan benzoil. Benzoil adalah zat dari obat psikotropika yang biasanya dikonsumsi karena adanya rekomendasi dari dokter akibat penyakit tertentu. Terkait dengan temuannya, Nadjib mengatakan dalam rangka program advokasi, pihaknya menyerahkan tindak lanjutnya kepada pimpinan masing-masing instansi. (yan)

Laksanakan Perda KTR

BLH Buat Tiga ’’Smooking Room’’ Mataram (Suara NTB) – Peraturan daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2013 tentang peraturan kawasan tanpa rokok segera diterapkan di Kota Mataram. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram, Drs. M. Saleh, ketika dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (3/12) mengatakan, ketika perda tersebut ditandatangani dan disahkan oleh DPRD Kota Mataram, pihaknya langsung melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut dilakukan di enam kecamatan di Mataram, yang melibatkan unsur – unsur masyarakat. Disebutkannya, untuk mendukung perda tersebut, pihaknya telah membuat tiga unit smooking room (ruang merokok, red). Masing – masing dua unit ruang merokok dibuat di Kantor Walikota dan satu di DPRD Kota Mataram. Saleh menambahkan, tahun depan Perda kawasan tanpa rokok, akan diperluas sosialisasinya ke perusahaan – perusahaan. Salah satu perusahaan sasaran sosialisasi sambungnya, adalah Mataram Mall. Menurutnya, masyarakat yang berkunjung di pusat perbelanjaan terbesar di Mataram ini, tidak boleh seenaknya merokok tanpa memikirkan sekitarnya. Tapi tentunya, akan ada pertimbangan teknis dan non teknis dari pemilik mall. Kedepan bukan hanya perusahaan, namun semua

SKPD lingkup Pemkot Mataram, paling tidak memasang stiker di kantor masing – masing. Kalaupun nantinya terealisasi, tentu saja harus menyiapkan ruang untuk merokok. Ia mengatakan kawasan yang tidak boleh dijadikan tempat merokok, yakni di dalam ruang kerja, aktivitas olahraga dan fasilitas pendidikan. “Jangankan merokok, promosi rokok saja tidak bolehkan,” tegasnya. Sementara itu, ditanyai kebiasan masyarakat yang masih merokok di rumah sakit. Saleh menuturkan rumah sakit maupun klinik, sebenarnya meskipun tidak ada perda, sudah ada peraturan Menteri Kesehatan agar kawasan rumah sakit steril dari asap rokok. Pihaknya telah menawarkan untuk dibuat smooking room, tapi ditolak oleh Dinas Kesehatan. Artinya, memang klinik dan rumah sakit harus dibebaskan dari asap rokok. Jangan sampai ketika ada smooking room di rumah sakit dan klinik, seolah – olah pihak rumah sakit melegalkan perokok. “Meskipun tidak ada perda, secara aturan kesehatan tidak boleh masyarakat merokok di kawasan kesehatan,” terangnya. Sanksi–sanksi bagi perokok yang melarang aturan tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai dengan perda yang telah ditetapkan. Sanksinya berupa administrasi, denda hingga penjara. (cem)

tif. Senada dengan Ahmad Muchlis, anggota DPRD Kota Mataram lainnya, Ahmad Tauhid, SHI., mengatakan, tidak gampang memenuhi apa yang menjadi aspirasi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran untuk program aspirasi tersebut. ‘’Tidakbisakitaukurkondisianggaran ini dengan kemauan mereka (masyarakat,red),’’cetusnya.Ahmad Tauhid mencontohkan, saat masyarakat menuntut dibuatkan jalan hot mix atau drainase, selalu yang menjadi kendala adalah masalahanggaran.Bahkan,pernah juga ada aspirasi masyarakat yang meminta dibuatkan Poskesdes. ‘’Akhirnyayangkitaberikankepada mereka (masyarakat, red) adalah yangmemungkinkan,’’imbuhnya. Menurut Ahmad Tauhid, jika ditanya berapa anggaran ideal untuk program aspirasi, sangat

relatif. ‘’Sebenarnya, bagi kita (Dewan, red) tidak bisa diukur dengan angka. Jadi begitu aspirasi masuk, kita langsung masukkan dalam program,’’ terang Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram ini. Keinginan Dewan, sambungnya, apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa langsung menjadi program aspirasi. Sehingga idealnya, anggaran untuk program aspirasi haruslah fleksibel tanpa dibatasi dengan angka. Namun demikian, di satu sisi ia memaklumi minimnya anggaran, karena aspirasi masyarakat tidak saja dilaksanakan melalui program aspirasi tapi juga MPBM (Musyawarah Pembangunan Berbasis Masyarakat). ‘’Kita berharap ada alternatif aspirasi yang bisa kita perjuangkan, baik di follow up ke provinsi maupun pemerintah pusat,’’ tandasnya. (fit)

Seorang PNS di Mataram Terancam Dipecat Mataram (Suara NTB) Satu orang PNS lingkup pemerintah kota (pemkot) Mataram akan dipecat karena tak pernah masuk kerja. Usulan pemecatan tersebut telah ditembuskan ke Walikota Mataram dan BKD Kota Mataram. Hal ini diungkapkan Sekda Kota Mataram, Ir. H. Lalu Makmur Said, MM. Sekda mengatakan sebelum dijatuhkan sanksi pemecatan, pegawai yang tidak disiplin akan diberikan teguran lisan dan teguran secara tertulis. Apalagi sering bolos kerja, namun jika terus menerus teguran tersebut tak digubris dan tetap tidak masuk kerja selama 46 hari dalam satu tahun, maka yang bersangkutan akan direkomendasikan untuk dipecat. Di dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 10 ayat 9 (d) ditegaskan bahwa PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 hari kerja atau lebih akan diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS. “Kalau berturut-turut tidak masuk sampai lima hari, maka akan diberikan teguran lisan, tapi kalau lebih dari lima hari diberikan teguran tertulis,” terangnya. Sesuai dengan PP Nomor

53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, jika ada pegawai yang bermasalah dengan kedisplinan ini maka diserahkan kepada atasan langsung yang bersangkutan. “Jadi kalau dia staf, yang mengawasi langsung Kepala Seksi (Kasi). Kasi diawasi Kepala Bidang (Kabid), Kabid diawasi Kepala Dinas (Kadis), dan Kadis diawasi Sekda,” terangnya. Begitu juga terkait masih adanya PNS yang suka berkeliaran pada saat jam kerja di luar kantor, hal itu harus menjadi pengawasan langsung atasannya. Konsekuensinya jika tak ditegur atasannya, maka atasannya yang akan mendapat teguran dari pejabat di atasnya. Para PNS yang notabene sudah dewasa, menurut Sekda tidak semestinya untuk terus menerus diingatkan mengenai disiplin. Para PNS imbuhnya harus sadar bahwa hidupnya adalah sebagai PNS dimana ia digaji menggunakan uang negara atau uang daerah. “Mereka ini kan sudah dewasa semua, kalau mereka sadar hidupnya di pegawai negeri gajinya dari sini (mereka akan disiplin). Kalau mereka sudah tidak ingin lagi jadi pegawai negeri, ya berhenti saja,” cetusnya. (yan)

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB sebagai lembaga dengan mandat utama memberi perlindungan dan pemenuhan hak - hak pada anak yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat membutuhkan Staf/Karyawan Pelayanan dan Penanganan kasus Persyaratan sebagai berikut : 1. Berdomisili di Kota Mataram 2. Usia Maksimal 35 Tahun 3. Pendidikan Minimal S1(semua jurusan) 4. Diutamakan berpengalaman dalam menangani kasus Anak 5. Bersedia bekerja penuh waktu (Full Time) Kelengkapan dokumen lamaran : 1. Foto Copy Ijazah terakhir 2. CV (Curiculum Vitae) 3. Pas Foto 3x4 (warna) 2 lembar 4. Foto Copy KTP/SIM Lamaran diterima paling lambat tanggal 7 Desember 2013 pada jam kerja 09.00 16.00 Wita di Kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Alamat Jalan Kesehatan I/8 Pajang Timur Mataram, Telp/Faks : 0370-639045.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Halaman 3

Awasi Orang Asing PERKEMBANGAN cukup pesat yang dialami Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa tahun terakhirnya, memancing minat warga asing untuk datang. Terlebih setelah beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL), banyak warga asing yang datang. Apakah itu untuk keperluan berlibur atau urusan yang lain? Di satu sisi, kondisi tersebut bisa mendatangkan dampak positif bagi daerah. Namun di sisi lain, ancaman berupa bahaya yang ditimbulkan akibat banyak keberadaan asing tersebut juga semakin besar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, salah satu upaya pemerintah daerah yang kini tengah dilakukan yakni dengan lebih memperkuat fungsi intelijen daerah. ”Dengan memperkuat fungsi-fungsi intelijen daerah, diharapkan potensi munculnya gangguan di masyarakat. Termasuk yang melibatkan orang asing di dalamnya bisa diantisipasi dengan segera,” sebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Loteng, H.M. Suhardi, S.H, di Praya, Selasa (3/12). Ia mengakui selama ini intelijen daerah sudah ada. Namun belum begitu berperan dalam mendukung penciptaan situasi dan kondisi ketertiban yang baik di tengah masyarakat, sehingga terkesan tidak berfungsi. “Tapi sekarang tidak, intelijen daerah benar-benar difungsikan sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” tandas Suhardi. S e bagaimana fungsinya, intelijen daerah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk bisa menghimpun data dan keterangan. Terkait potensi dan gejala gangg u a n keamanan yang terjadi di tengah masyarakat. Termasuk aspirasi-aspirasi yang masuk, sehingga pemerintah daerah bisa segera mengambil tindakan. ‘’Supaya potensi gangguan tersebut tidak sampai mencuat ke permukaan,’’ ujarnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

JAGA KEBERSIHAN - Lombok Tengah memiliki pantai yang indah. Sayangnya, potensi yang dimiliki ini masih belum dijaga kebersihannya. Meski ada upaya pembersihan pantai yang dilakukan jajaran pemerintah daerah, tapi jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, maka menjadikan pantai sebagai objek wisata yang bersih akan sulit diwujudkan

Dinilai Tak Wajar

Anggaran Camat Terancam Dirasionalisasi

H. M. Suhardi (Suara NTB/dok)

Dua Hektar Lahan Provinsi di Kawasan BIL Belum Bersertifikat Praya (Suara NTB) Pemprov NTB tercatat memiliki 16 bidang tanah di kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL). Namun dari jumlah tersebut masih ada dua bidang tanah seluas 2 hektar yang sampai saat ini ternyata belum mengantongi sertifikat tanah dari BPN. Kedua bidang tanah tersebut masing-masing berada di wilayah Desa Penujak dengan luas 1 hektar lebih. Ditambah di wilayah Desa Tanak Awu dengan luas 1,4 hektar. “Ada 16 bidang tanah yang kita miliki di kawasan BIL. 14 bidang tanah di antaranya sudah keluar sertifikatnya. Sedangkan sisa masih belum,” ungkap Asisten III Setda NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM, kepada Suara NTB, Selasa (3/12) kemarin. Meski demikian, ujarnya, belum tuntasnya persoalan sertifikat tanah milik Pemprov NTB di kawasan BIL tersebut bukan jadi masalah. Pasalnya, pengurus sertifikat tanah yang belum bersetifikat tersebut sudah berproses di BPN. Dan, diharapkan dalam tahun ini juga semua lahan-lahan milik provinsi sudah bersertifikat. ”Sudah tidak ada masalah kok. Tahun ini juga masalah lahan semua sudah beres,” klaimnya. Untuk itu, pihaknya kini terus mempercepat proses penyelesaian sertifikat lahan-lahan yang belum selesai tersebut. Mengingat kepastian adanya sertifikat lahan tersebut sangat penting untuk menentukan besaran nilai aset yang dimiliki oleh provinsi di kawasan BIL. Pasalnya, setelah adanya sertifikat tanah baru bisa dipastikan luasan lahan yang ada. Atas dasar itulah nantinya, pemprov melakukan perhitungan atas nilai aset tersebut. “Saat ini proses appraisal (penilaian) atas aset-aset pemerintah provinsi berupa tanah tengah dilakukan,” ujarnya. “Terhadap hasil appraisal yang sudah ada, kita sudah disampaikan ke pihak PT. AP I BIL,” tambah mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB ini. Untuk menjaga independensi hasil appraisal tersebut, ujarnya, pihaknya menunjuk tim appraisal negara yang bersifat independen. Supaya hasilnya bisa diterima oleh PT. AP I BIL yang sama-sama memiliki lahan di kawasan BIL. Terkait hasil appraisal atas asset milik Pemprov NTB tersebut, General Affair and Communication Section Head BIL Moch. Albar Wahyudi, menegaskan kalau pihaknya dalam hal ini hanya menerima hasil saja. Persoalan bagaimana selanjutkan ada di tangan PT. AP Pusat. Termasuk kebijakan yang akan diambil terkait penyelesaian masalah lahan yang tersebut. (kir)

Tanjung (Suara NTB) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) memandang jumlah usulan anggaran kecamatan di KLU tak wajar. Sebagai institusi yang lebih banyak berkutat pada fungsi koordinasi, maka usulan Rp 2 miliar lebih tiap kecamatan pada KUA PPAS APBD 2014 akan dirasionalisasi alias dikurangi oleh Banggar. “Kecuali Kecamatan Tanjung karena harus membangun kantor baru, membuat tembok keliling dan melengkapi sarana dan prasarana, kami anggap wajar, tetapi di 4 Kecamatan lain kami pandang usulan anggaran sampai Rp 2 miliar lebih tidak objektif. Banggar akan merasionalisasi jumlah anggaran dari yang diterima kecamatan sejauh ini,” tutur anggota Banggar DPRD KLU, Ardianto, SH, Selasa (3/12).

Pengamatan Banggar, jelas Ardianto, usulan anggaran kecamatan yang teramat besar itu masih lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Sementara anggaran belanja modal sangat kecil yakni Rp 600 juta atau kurang dari sepertiga. Dari jumlah anggaran itu pula, anggaran yang mengarah ke desa dan dusun hanya Rp 300 juta.

DPRD KLU termasuk yang peduli terhadap anggaran kecamatan. Sebelum KLU definitif, kecamatan hanya memperoleh anggaran terbanyak Rp 500 juta dari Lombok Barat. Setelah itu, DPRD sendiri yang berinisiatif menambah porsi anggaran Kecamatan hingga saat ini. Namun dengan usulan yang lebih dari Rp 2 miliar ini, DPRD pun akan mengambil langkah untuk menunda penambahan

melebihi ekspektasi. “Kami akan mengecek berapa sebetulnya jumlah pegawai yang dimiliki Kecamatan, sebab ada kekhawatiran di kecamatan terlalu banyak honorer. Kemungkinan besar kami akan pangkas karena anggaran kecamatan juga kami lihat lebih bermuatan politis,” katanya. Apabila dalam presentasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (RAPD) penganggaran kecamatan dipandang tidak objektif, maka Banggar DPRD jelas akan mengurangi porsi anggaran kecamatan. Beberapa indikasi kinerja yang dianggap kurang meyakinkan seperti arah belanja dalam program

kecamatan. Tiap tahun, tiap kecamatan bertindak selaku penyelenggara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an). Fakta yang berkembang, MTQ maksimal memerlukan anggaran Rp 40-an juta. Melihat besarnya anggaran Kecamatan, sangat tidak wajar bagi Ardianto, Kecamatan masih mengajukan proposal kegiatan untuk mendukung kegiatan. “Sekadar pembagian hadiah saja terhambat, padahal sekitar Rp 20 juta saja cukup. Sampai dengan tahun ke 4, masih ada kecamatan yang masih mengusulkan pengadaan kendaraan dinas baru, seperti Kecamatan Kayangan. Itu pun akan kita cek,” tambah Ardianto. (ari)

Logistik Pemilu

Lotim Kekurangan 1.561 Kotak Suara Selong (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim) terus melakukan persiapan menggunakan sisa waktu tiga bulan sebelum hari pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang. Utamanya masalah logistik yang sampai saat ini dicatat ternyata mengalami kekurangan hingga 1.561 kotak suara dengan 3.395 bilik suara yang akan disebar di 3.079 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 254 desa dan kelurahan di 20 kecamatan se Lotim. Ketua KPU Lotim, Khaerul Anwar kepada media di Selong, Selasa (3/12), menjelaskan, jawaban pusat atas kekurangan logistik itu akan diganti dengan menggunakan kardus. Namun pihaknya khawatir, kardus akan jebol, karena tidak sekuat bahan aluminium. “Ada kekhawat-

iran kita, pasalnya yang pakai aluminium saja itu bisa jebol. Apalagi pakai kardus,” katanya. Diketahui, beban surat suara dan kebutuhan logistik yang masuk ke dalam kotak suara itu cukup berat. Meski sedikit lebih ringan dibandingkan dengan surat suara Pemilu 2009 silam. “Mudahan bisa disiasati,” imbuhnya. Rencananya, untuk kotak suara kardus ini akan didistribusikan ke TPS yang jumlah pemilihnya kecil. Opsi kedua, kardus akan dipakai di TPS terdekat dari KPU. Logistik kotak suara kardus ini rencana akan dibuat oleh KPU Provinsi. Adapun alasan pusat tidak menganggarkan pembuatan logistik kotak suara dari aluminium untuk efisiensi anggaran. “KPU pusat alasannya efisiensi, karena kardus lebih murah,” ujarnya. (rus)

(Suara NTB/rus)

LOGISTIK - Sejumlah petugas di KPU Lotim mempersiapkan logistik kotak suara dan bilik suara yang akan digunakan pada Pemilu 9 April 2014 mendatang.

Kejar Indikator MDGs

KUA PPAS Jilid II

Loteng Susun Rencana Aksi Daerah

Eksekutif dan Legislatif Mulai Melunak

Praya (Suara NTB) pun lebih maksimal,” jelasnya. Pemkab Lombok Tengah (Loteng) Apalagi di RAD itu nantinya, mehingga saat ini terus berupaya keras muat strategi dan langkah-langkah untuk bisa mengejar pencapaian tar- dalam rangka peningkatan kualitas get indikator Millennium Develop- kesehatan dan lingkungan. Tidak hanment Goals (MDGs) yang masih ya itu, adanya RAD itu nantinya juga rendah. Perbaikan pada indikator-in- bisa sebagai bahan evaluasi mengenai dikator yang ada pun dilakukan, ter- pelaksanaan program. “Jadi RAD ini utama pada sektor kesehatan dan nanti bisa sebagai pedoman dalam lingkungan hidup yang capainya penentuan program seperti apa yang masih terbilang rendah dibanding- akan dilakukan. Termasuk pola dan kan indikator-indikator lainnya. langkah-langkah yang bisa ditempuh. Salah satu upaya yang kini ten- Nah, begitu akhir tahun kita bisa gah dilakukan yakni menyusun Ren- mengevaluasi capaiannya program cana Aksi Daerah (RAD) khusus sudah sampai mana,” tuturnya. pada sektor kesehatan dan lingkunAtas dasar itulah, pemerintah gan hidup. “Kepanitian yang ditugas- dalam hal ini instansi terkait bisa kan untuk menyusun RAD bidang kembali menentukan langkah dan kekesehatan dan lingkungan hidup ini bijkan yang akan ditemukan selanjutsudah ada. Tinggal bekerja saja,” nya. Kalau sudah diatur dan terarah ungkap Asisten I Setda Loteng. Ir. H. seperti itu, maka diharapkan pencaL. Moh. Amin, M.M, kepada war- paian target pada indikator kesehatan tawan, Selasa (3/12). dan lingkungan bisa lebih cepat. Amin menjelaskan, penyusuIa menambahkan, nan RAD bidang kesehatan dan sektor kesehatan lingkungan tersebut, dimakdan lingkungan sud supaya upaya peningkamenjadi fokus tan kualitas kesehatan dan utama pemerinlingkungan hidup bisa lebih tah daerah saat terarah lagi. Mengingat selaini. Tujuannya ma ini, program-program yang mengejar target menyentuh pada persoalan pencapaian kesehatan dan lingkungan beMDGs tahun 2015 lum begitu terarah, sehingga mendatang. Pasalhasilnya belum begitu maksimal. nya, kedua indika“Dengan adanya RAD tersebut, tor inilah yang camaka program peningkatan paiannya kesehatan dan kualitas masih lingkungn bisa lebih rendah. teratur dan terarah. (kir) Sehingga hasilnya H. L. Moh. Amin (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) jilid II antara jajaran eksekutif dengan legislatif kembali digelar. Kedua lembaga penyelenggara pemerintahan lingkup Pemkab Lotim ini mulai melunak. Meski masih belum ada titik temu menyepakati angka-angka dalam dokumen PPAS. Tergambar dalam proses pembahasan di gedung DPRD Lotim yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Lotim Daeng Paelori, Selasa (3/12) kemarin, melunaknya pembahasan karena salah satu yang menjadi sumber perdebatan, Alokasi Dana Desa (ADD) sudah ada kesepakatan bersama, yakni Rp 79 miliar, sesuai usulan dari legislatif. Sementara eksekutif hanya Rp 62,5 miliar. Melunaknya legislatif soal ADD ini, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Subagio, karena pertimbangan pimpinan dan disesuaikan dengan tahun 2013. Paling tidak dengan ADD yang dialokasikan tersebut, otonomi desa bisa berjalan lebih baik. Namun pada pembahasan Selasa kemarin, masih berkutat itemitem yang sebelumnya menjadi perdebatan sengit, yakni rencana kelanjutan pembangunan kantor bupati dalam usulan eksekutif pada KUA PPAS Jilid I maupun ke II Rp 40 miliar. Sementara legislatif berdasarkan pandangan panitia khusus tetap dialokasikan sebesar Rp 20 miliar. Selain itu, pembangunan tiga unit pasar, Terara, Keruak dan Tanjung.

Dalam KUA PPAS jilid I, eksekutif mengusulkan Rp 30 miliar sementara pandangan Pansus cukup Rp 15 miliar. Namun, eksekutif pada KUA PPAS jilid II ini justru menambah biaya pembangunan menjadi Rp 35 miliar. Hal ini karena berpandangan pasar merupakan aspek terpenting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Terjadinya penambahan ini menjadi pertanyaan anggota dewan. Pertanyaan muncul, karena Pansus merekomendasikan diturunkan, tapi eksekutif melakukan penambahan. Atas kondisi ini, Kepala Bappeda sebagai Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjelaskan, tambahan Rp 5 miliar itu akan difokuskan ke Pasar Terara. Di mana, Pasar Terara akan menjadi ikon pasar di Lotim. “Pasar Terara akan dibangun lebih megah dibandingkan pasar lainnya,” ucapnya Dewan juga mempertanyakan soal rencana penyertaan modal ke sejumlah perusahaan daerah, seperti Selaparang Agro yang nilainya tembus Rp 10 miliar. Anggota DPRD Makmun menilai rencana investasi Pemda ke Perusahaan Daerah Selaparang Agro itu justru telah melanggar ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2012 tentang penyertaan modal daerah. Di mana, ada ambang batas modal yang harus diinvestasikan ke perusahaan daerah. Total maksimal ambang batasnya Rp 9 miliar, sementara rencana eksekutif mencapai Rp 10 miliar. Hal senada disampaikan Ang-

gota DPRD H. Huspiani. Politisi Partai Bintang Reformasi ini mempertanyakan soal nilai investasi modal ke Perusahaan Selaparang Agro tersebut. Rencana penyertaan modal ke perusahaan yang bergerak di bidang sektor pertanian itu dianggap sudah melebihi Perda. Menanggapi para anggota dew-

an itu, Subagio mengatakan investasi sebesar Rp 10 miliar ke Perusahaan Daerah Selaparang Agro karena pihaknya akan mengalokasikannya pada dua bentuk kegiatan. Yakni pembangunan perusahaan air minum dan pembangunan satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (rus)

(Suara NTB/rus)

DOKUMEN - Dokumen KUA PPAS yang masih diperdebatkan oleh eksekutif dan legislatif, Selasa (3/12).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Operasi Kos-kosan

Pol PP Sumbawa Jaring Enam Pasangan Sumbawa Besar (Suara NTB) Oerasi rutin Pol PP Sumbawa, Selasa (3/12), menyasar wilayah kos-kosan. Hasilnya, sekitar enam pasangan tertangkap basah berada di dalam kamar. Namun statusnya, apakah kumpul kebo, pasangan selingkuh, atau lainnya kini masih dalam pemeriksaan. Kasi Operasi Pol P, Syafruddin menyebutkan, cukup banyak orang yang terjaring dalam operasi kali ini. Di antaranya ada pasangan kumpul kebo yang bukan suami istri. Ada pula pasangan menikah yang terjaring namun sudah dikembalikan, setelah menunjukkan buku nikah. Operasi ini menyasar kos di wilayah Labuan Sumbawa dan wilayah Kelurahan Brang Biji di enam titik. “Kos di sekitar samping dan belakang Hotel Jayani, dan di sekitar gang Tanjung Menangis Brang Biji,” katanya. Semua pasangan yang terjaring ini dibawa ke kantor Pol PP untuk dimintai keterangan. Untuk selanjutnya dilakukan pembinaan. Tak ada perlawanan dalam operasi ini. Hanya sempat agak lama menunggu pasangan yang terjaring ini membuka pintu kamar, tanpa didobrak oleh petugas. Informasi tentang adanya pasangan ini di dalam kamar dalam keadaan tertutup berdasarkan laporan dari warga yang resah dan informan yang ditugaskannya. “Kita berharap laporan dari masyarakat. Tetapi ada atau tidaknya laporan, kita tetap melakukan pemantauan,” tandas Syafruddin. Kasi Penyidik Pol PP, Imron S.E, lebih rinci menjelaskan, ada sekitar enam pasangan yang sempat diamankan dalam operasi ini. Mereka diperiksa dan dimintai keterangan. Sejauh ini, satu orang perempuan, diindikasikan sebagai PSK asal Lombok ber-KTP Sumbawa. Mengaku sebagai pekerja toko, namun dari hasil pemeriksaan, perilakunya lebih mengarah ke tindakan asusila. Dalam hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pembinaan. Ada pula pasangan suami - istri yang sempat terjaring. Meski sempat memunculkan kecurigaan, sebab di dalam buku nikah yang ditunjukkan tidak ada foto tertera. Namun, setelah dikonfirmasi lebih jauh, mereka benar suami istri dan sudah diantar langsung ke rumahnya. “Untuk yang lainnya, kita masih lakukan pemeriksaan, sehingga belum bisa kita pastikan, apakah pasangan yang terjaring kumpul kebo, selingkuh atau lainnya. Kita juga belum mendata secara keseluruhan identitas dan pekerjaan mereka. Besok kita informasikan lebih lanjut,” tandas Imron. (arn)

Calo CPNS di KSB Bergentayangan hingga Pelosok Taliwang (Suara NTB) Meski pengumuman hasil tes tulis penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baik jalur umum maupun Kategori Dua (K2) tinggal menunggu hari, namun tak lantas mengurungkan niat para calo untuk melancarkan aksinya. Terbukti dalam beberapa hari terakhir, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BK-Diklat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih saja terus mendapatkan laporan aksi penipuan dari calo yang mengaku mampu meluluskannya pada rekrutmen PNS tahun ini. “Masih ada laporan yang kami terima. Modusnya tetap sama, mereka mengaku pejabat di internal kami (BKDiklat KSB,red) dan bisa meluluskan korban dengan syarat menyerahkan sejumlah uang,” jelas kepala BK-Diklat KSB, Abdul Malik Nurdin, S.Sos kepada wartawan, Selasa (3/12). Model penipuan oknum calo yang mengatasnamakan pejabat tersebut terhitung rapi. Pasalnya tak hanya

PAD Sumbawa Sulit Digenjot

(Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Rancangan APBD 2014 kini mulai dibahas antara eskekutif dan legislatif. Termasuk didalamnya soal Pendapatan Asli daerah (PAD). Meski ada kenaikan PAD pada sejumlah sektor, namun ada pula penurunan di sektor lain yang tidak lagi menjadi kewenangan daerah. Seperti diakui Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah S.P, ketika ditemui Selasa (3/12), penetapan PAD sedikit mengalami pergeseran. Ada sejumlah faktor seperti pajak dari rumah makan, restoran dan rombong yang mengalami kenaikan cukup signifikan sampai 150 persen. Namun ada pula penurunan di sektor lain, yang tak lagi menjadi kewenangan daerah dan menjadi kebijakan pusat. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perkotaan dan pedesaan yang dialihkan ke daerah mulai Januari 2014 juga belum jelas besarannya. Daerah mesti menyiapkan dulu perangkat dan SDM-nya. “Itulah yang membuat target penetapan PAD sedikit bergeser. Sebab ini juga tidak lepas dari teknis dan sistem, meski hasil kajian tim ahli kita, ada kenaikan potensi PAD di sejumlah sektor,” terang H. Farhan. Faktor lain, yang patut dianalisa dan menjadi perdebatan dalam pembahasan semalam sebelumnya, bagaimana mengevaluasi sistem lama yang memiliki peluang kebocoran dalam penarikan PAD. Makanya, H. Farhan menyarankan, perlunya penataan personel, termasuk penambahan jumlah, motivasi dan dedikasi personel yang mesti digenjot. Kemudian penataan dan penertiban tempat-tempat seperti pasar yang masih semrawut. Agar sektor pendapatan bisa dipacu. Sedangkan terkait dengan pembahasan APBD 2014, pihaknya optimis, palu APBD bisa diketok 16 Desember mendatang. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun Badan Musyawarah (Bamus). Pembahasan di Komisi akan dilakukan selama seminggu kedepan, pagi siang hingga malam hari. H. Farhan Bulkiyah (arn)

mengaku pejabat BK-Diklat, mereka pun menyasar pegawai K2 yang posisinya berada di wilayah pelosok. Menurut Malik para pelaku nampaknya sengaja menyasar para pegawai K2 yang berada di pelosok dengan harapan korban sulit melakukan konfirmasi secepatnya ke pihak BK-Diklat. “Mereka menghubungi korban melalui ponsel dengan registrasi nomor luar daerah, mungkin untuk meyakinkan korban.

Namun yang saya tidak habis pikir pelaku tahu nomor korbannya, terutama mereka yang ada di pelosok seperti misalnya di Rarak, Jelenga atau Poto Tano,” urainya. Untuk menutup ruang gerak para calo penipu berkedok pejabat BK-Diklat tersebut, Malik mengaku, pihaknya sejak awal terutama kepada para pegawai K2 telah meminta untuk tidak tergiur dengan rayuan para calo tersebut. Dan dengan masih adanya

(Suara NTB/dok)

Abdul Malik Nurdin

praktik penipuan tersebut, kini pihaknya terus mengimbau pada para pegawai K2

untuk segera melaporkannya ketika ada pihak yang mencoba mengiming-imingi kelulusan. “Tidak ada satu pejabat daerah atau pusat yang bisa menjamin kelulusan seseorang di penerimaan CPNS kali ini. Jadi kalau ada yang menyatakan bisa, segera laporkan ke aparat hukum karena itu pasti penipuan,” tegasnya sambil menambahkan untuk CPNS jalur umum pihaknya sulit memonitor praktik penipuan tersebut. “Kalau yang umum kita tidak bisa deteksi, karena banyak sekali pesertanya. Namun yang jelas saya katakan, baik K2 maupun penerimaan jalur umum sama-sama tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan seseorang apalagi dengan memberikan imbalan berupa uang,” tandas Malik. (bug)

Anggota TNI Diduga Dianiaya Warga

Retribusi Tower di KSB Dipastikan Terbayar Lunas Taliwang (Suara NTB) Hingga kini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum juga menggelar pertemuan dengan para pihak penanggung jawab tower telekomunikasi. Meski demikian, dinas ini tetap yakin jika retribusi dari keberadaan tower-tower tersebut dapat tercapai sebelum tutup buku akhir tahun ini. “Mudah-mudahan minggu depan bisa terlaksana pertemuannya,” kata kepala Dishubkominfo KSB Manawari, S.Sos kepada wartawan, Selasa (3/12). Ia menyatakan dalam pertemuan nanti pihaknya akan meminta kepada seluruh penanggung jawab tower telekomunikasi untuk membayar retribusinya kepada daerah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita punya kesempatan saat pertemuan nanti. Jadi kita akan pastikan mereka membayar kewajibannya kepada daerah, sehingga PAD dari tower bisa tercapai,” tandasnya. Ia kembali memaparkan, dalam pertemuan nanti pihaknya akan mendesak seluruh penanggung jawab tower telekomunikasi yang beroperasi di daerah. Hal ini mengingat dari seluruh tower yang ada sekarang, diketahui beberapa di antaranya belum memiliki legalitas sehingga menyulitkan daerah dalam menarik retribusi. “Masih ada beberapa tower yang belum bisa kita tarik retribusinya karena mereka belum penuhi syarat (ilegal). Makanya kita desak mereka patuh aturan,” katanya. Pemda KSB memang benar-benar kecolongan terhadap keberadaan tower telekomunikasi di daerahnya selama ini. Betapa tidak, dari sekitar 72 tower yang ada, sejauh ini hanya sebanyak 30 tower yang bisa ditarik retribusinya sesuai dengan Perda 35 Tahun 2010 tentang retribusi menara telekomunikasi. Sementara sisinya Dishubkominfo mengaku belum dapat menerapkan aturan tersebut dikarenakan, keberadaannya masih belum sesuai aturan karena tidak dilengkapi SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) yang menjadi landasan penarikan retribusi oleh daerah. Dengan kondisi tersebut, maka menjadi tugas berat bagi Dishubkominfo untuk menjamin agar daerah tidak lagi kehilangan sumber pendapatannya. Dan hal telah dijanjikan oleh Manawari, di mana ia menyatakan akan menindak tegas para penanggung jawab menara telekomunikasi yang tidak mematuhi aturan pada tahun berikutnya. “Kita sudah punya aturan yang jelas. Dan mulai tahun depan kita akan tegas menjalankannya. Bagi tower yang tidak memenuhi kewajibannya kita pastikan akan disegel dan dilarang beroperasi,” tandasnya. (bug)

Halaman 4

(Suara NTB/ula)

Hendro Cahyono

Dompu (Suara NTB) Serda Fadil anggota Intelkam Kodim 1614/Dompu dirawat intensif di RSU Dompu setelah diduga dianiaya beberapa pemuda saat menyaksikan acara organ tunggal di Kandai Dua. Fadil bahkan nyaris dibunuh oleh kerumunan pemuda yang di bawah pengaruh minuman beralkohol. Kopral Iw yang ikut bersama korban diduga tidak berusaha menolong rekannya yang dianiaya preman kampung setempat. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB, Selasa (3/ 12) menyebutkan, insiden penganiayaan dan pembacokan terhadap Serda Fadil berawal dari acara hiburan malam organ tunggal di Kandai Dua, Senin (2/12) malam. Sekitar pukul 22.30 wita, Serda Fadil hendak menyumbangkan lagu, tapi dipanggil para pemuda yang diduga sudah dipengaruhi alkohol untuk turun dari panggung. Korban kemudian meminta anak muda setempat untuk tenang dan menyerahkan uang Rp 100 ribu untuk beli rokok. Ketika Serda Fadil yang mengenakan pakaian preman hendak kembali ke panggung untuk menyanyi, justru ditodong pakai parang di lehernya. Merasa ditodong pakai parang, Fadil kemudian mundur. Tapi justru ia dipukul oleh

beberapa pemuda dan diikuti dengan tusukan pada pinggangnya. Fadil pun melarikan diri dan saat ia melarikan diri, ia masih sempat dilempari dengan kursi oleh anak muda yang dipengaruhi alkohol. Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Remmi Bheladona, SH kepada wartawan di kantornya, Selasa, mengaku kasus penganiayaan dan penusukan terhadap anggota TNI oleh pemuda di Kandai Dua berawal dari kegiatan hiburan malam organ tunggal. Namun pihaknya baru meminta keterangan rekan korban yang melaporkan kasus ini ke Polres, Senin (2/12) malam. “Korban belum kita mintai keterangan karena masih dirawat di RSU. Semalam kita juga langsung perintahkan Buser untuk memburu pelaku, sampai sekarang belum diamankan,” katanya. Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Hendro Cahyono ketika dihubungi di markas Kodim membenarkan ada anak buahnya yang dianiaya dan ditikam pemuda di acara hiburan malam Kelurahan Kandai Dua. Namun dalam kasus penganiayaan ini, anak buahnya tidak bersalah, tapi menjadi korban. “Dua orang pelaku sudah kami jemput,” ungkap Hendro. Hendro Cahyono mengaku, pelaku akan dibina pihaknya. Apalagi Hkm dan Blh, usianya masih muda-muda dan masih sangat diharapkan orang tuanya. “Kasihan, mereka masih muda dan memiliki masa depan. Orang tuanya juga sangat mengharapkan mereka. Makanya kita akan beri pembinaan,” kata Hendro. Selain Hkm dan Blh yang diamankan aparat Kodim 1614/Dompu, patroli Kodim juga menjemput tiga orang warga Kandai Dua yang diduga terkait penganiayaan dan pembacokan anggota Kodim Dompu. Hkm diduga yang menganiaya dan Blh diduga orang yang menusuk Serda Fadil. (ula)

(Suara NTB/arn)

TOLAK WTO – Para aktivis LMND tengah berorasi menolak sidang WTO di Bali, dalam aksi unjuk rasa di kantor Bupati Sumbawa, Selasa (3/12).

Aktivis LMND Sumbawa Tolak Pertemuan WTO di Bali Sumbawa Besar (Suara NTB) Para aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menolak Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), terkait pertemuan tingkat Menteri di Bali pada 3-6 Desember 2013 mendatang. Mereka mendatangi kantor Bupati Sumbawa, Selasa (3/12), dalam rangka mencari dukungan Pemkab dalam menggagalkan pertemuan dimaksud. Dalam orasinya, koordinator aksi, Heri Sanjaya, memaparkan proses liberalisasi pasar yang dimulai dengan ratifikasi WTO 1995 telah menyebabkan negara semakin tergantung dengan berbagai produk impor. Contoh sektor pangan, berbagai produk impor tersebut merupakan jenis

komoditi yang sesungguhnya dapat dengan mudah ditanam dan dibiarkan di Indonesia. Seperti beras, kedelai, kentang, gandung, bawang, daging sapi, ikan dan lainnya. Pemkab harus berani menolak keberadaan WTO. Sebab UUD 1945 telah jelas menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat, adil dan makmur. Namun, saat menemui Pendemo, Kabag Humas dan Protokol Sumbawa, Wirawan, S.Si, M.T, mendukung keberadaan WTO. Sebab, bila Pemerintah Daerah membangkang dengan tidak mengakui perjanjian itu maka disebut dengan makar. “Tidak mungkin kami mengatakan menolak WTO. Karena itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap eksistensi negara,” tandasnya. (arn)

(Suara NTB/use)

TAHANAN KERACUNAN - Ahmad (tahanan Polsek Woha) saat yang masih terlihat tergolek lemas setelah mendapat penanganan medis dari dokter IGD.

Tahanan Polsek Woha Mencoba Bunuh Diri Bima (Suara NTB) Seorang tahanan Polsek Woha, Ahmad (19), warga dusun Rasa Nggaro, desa Tente, kecamatan Woha, kabupaten Bima, diduga menjadi korban menganiayaan, F, bandar togel di wilayah setempat. Ironinya, penganiayaan ini juga diduga dilakukan F setelah Ahmad sudah berada dalam sel tahanan. Khawatir kembali mendapat penyiksaan, Selasa (3/12), Ahmad pun nekad mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggak obat nyamuk. Namun nyawanya berhasil diselamatkan setelah dilarikan oleh keluarga ke IGD RSUD Bima untuk mendapat pertolongan. Peristiwa Ahmad yang tak mendapat perlindungan hukum ini bermula ketika pada Minggu (1/12) dia ketahuan mencuri uang F yang tak lain adalah bosnya sendiri di gudang di Rasa Nggaro sebesar Rp 1,3 juta. Setelah ketahuan, Ahmad kemudian mengembalikan uang yang dicurinya sebesar Rp 400.000. Namun karena masih tak puas, Ahmad kemudian dijemput dan dibawa oleh F ke rumahnya. Di rumah tersebut, Ahmad lantas dianiaya oleh F dan kaki tangannya berinisial H. Baru setelah dianiaya, Ahmad kemudian dijemput oleh Polisi dan dibawa ke Polsek Woha. “Dipukul dulu di rumah bandar, habis itu baru dibawa ke Kantor Polisi,” ujar salah seorang kerabat koban yang ditemui di Sal Perawatan Dalam RSUD Bima, Selasa siang. Setelah menganiaya di rumah, rupanya F masih tak puas. Dia kembali mendatangi korban yang sudah berada di dalam sel tahanan. Di dalam sel tahanan inilah diduga korban diniaya untuk kedua kalinya. Ironinya saat itu, tak ada petugas yang melihat. Tindakan oknum masyarakat yang main hakim sendiri ini pun menggambarkan jika Ahmad tak mendapat perlindungan hukum dari aparat setempat. Rupanya penganiayaan

tersebut tidak saja membuatnya teraniaya secara fisik namun juga mempengaruhi psikisnya. Saat menjelang subuh, tepatnya sekitar pukul 04.30 Wita, penganiayaan yang dialaminya hingga sudah berada di dalam sel terus terbayang. Khawatir peristiwa tersebut kembali terjadi, pemuda berkulit gelap ini lantas nekad menenggak obat nyamuk yang ada di dekatnya. Akibat meminum obat nyamuk cair ini, dia kemudian mengalami keracunan. Dari mulutnya keluar busa dan mulai tak sadarkan diri. Aparat setempat kemudian mengabarkan kondisi yang dialami korban ke pihak keluarga yang kemudian membawanya ke RSUD Bima. Setelah diberi pertolongan petugas IGD, nyawa korban akhirnya bisa diselamatkan. Namun hingga kemarin, kondisinya masih lemas dan masih terlihat trauma di wajahnya. Korban sempat dirawat di Sal Dalam Lali-laki untuk beberapa saat sebelum akhirnya dijemput. Ditemui saat berada di Sal Perawatan, Ahmad, mengaku jika dia nekad menenggak obat nyamuk tersebut karena gelisah. Pasalnya, setelah dalam sel tahanan dia masih mendapat menganiayaan dari F. Ironinya lagi, saat penganiayaan berlangsung dia tak melihat adanya satu pun petugas Kepolisian. Lantaran terus terngiang, korban nekad mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggak obat nyamuk dimaksud. Kebetulan saat itu, didekatnya ada obat nyamuk yang dibawa oleh kakak iparnya saat berkunjung malam sebelumnya. Malam itu, kakak iparnya turut serta membawa obat nyamuk, pasalnya di sel tahanan setempat memang banyak nyamuk. “Awalnya saya tidak merasakan apa-apa, waktu hari mulai terang baru saya mual-mual,” ujarnya dengan suara putus-putus. Kapolsek Woha AKP Usman yang dikonfirmasi men-

genai adanya tahanan yang mencoba bunuh diri ini membantah jika dia keracunan. Bahkan ketika dijelaskan jika korban sempat muntah-muntah. Menurutnya, korban hanya mengeluarkan busa dari mulutnya. “Itu bukan muntahmuntah, dia hanya mengeluarkan busa dari mulunya,” tutur Usman. Dia juga membantah adanya penganiayaan oleh oknum berinisial F tersebut dalam sel tahanan. Menurutnya, penganiayaan tersebut berlangsung di Dusun Nggaro. Pasalnya dia juga sudah menanyakan petugas yang melakukan penanganan awal. “Kalau masalah pemukulan itu saya tidak tahu, itu tidak ada saya,” ujarnya. Sementara itu, Dokter Jaga IGD RSUD Bima, dr Nurfatanah yang ditemui memastikan korban mengalami keracunan. Saat tiba di IGD, korban dalam keadaan penurunan kesadaran. “Dari hasil pemeriksaan, dari mulut pasien ada keluar busa dan pupil mata yang membesar. Bahkan sempat muntah darah sedikit,” ujarnya. Korban mengalami keracunan diduga karena pengaruh cairan organofosfat (seperti baygon, pestisida dan sebagainya). Hal ini juga diperkuat oleh keterangan keluarga yang mengantar jika saat ditemukan, ada obat nyamuk didekatnya. “Setelah tiba, kita lakukan penanganan dan memberikan tindakan medis. Tapi kondisinya sekarang sudah membaik,” pungkasnya. Sementara itu, peristiwa penganiayaan di dalam sel hingga menyebabkan tindakan nekad korban, disesalkan oleh orang tua, Jumat (43). Pasalnya, meski sudah berada dalam tahanan anaknya masih bisa dianiaya oleh oknum masyarakat. “Sebenarnya proses hukumnya kita terima, tapi kalau dianiaya lagi dalam tahanan ini yang kita sesalkan,” sesal Jumat. Rencananya, dia akan memvisum luka-luka lebam yang dialami oleh anaknya ini dan berencana akan melapor balik atas dugaan penganiayaan. (use)


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Pertumbuhan BIL Tertinggi di Indonesia Dari Hal. 1 Namun dalam perjalanannya hanya pihak Blue Bird saja yang ikut tender. Sementara dua perusahaan lainnya memilih mundur. Karena ada beberapa persyaratan yang diakui cukup berat untuk dipenuhi. Tetapi hal itu justru memicu gejolak diantara para pelaku jasa transpotasi. Lantaran menganggap kalau Blue Bird sampai masuk BIL, akan mematikan pengusaha jasa tranportasi lainnya. Sehingga muncul wacana penolakan atas masuknya Blue Bird ke BIL. Namun setelah ada komunikasi yang dibangun antara PT. AP I BIL dengan para pengusaha jasa transportasi di BIL, akhirnya disepakati untuk dilakukan tender ulang. Dengan catatan, perusahaan mana pun yang memenangkan tender pengelolaan taksi bandar akan diterima. Tanpa mengabaikan perusahaan-perusahaan lokal. ‘’Jadi pengelola taksi bandara tetap satu perusahaan. Tapi perusahaan taksi dan jasa tranportasi lokal lainnya tetap diperbolehkan masuk ke BIL sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai bagian dari pemberdayaan perusahaan lokal,’’ urainya seraya menambahkan, kedepannya kuota pengelola taksi bandara akan ditambah. Sehingga semakin banyak perusahaan yang masuk. Gubernur Sidak Sementara, Selasa (3/12) sekitar pukul 13.20 Wita, Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB menggelar inspeksi mendadak (sidak) di BIL. Sidak Gubernur didampingi Manager PT.AP I BIL, Pujiono dilakukan, untuk memastikan bahwa layanan khususnya layanan penerbangan internasional mulai dari penanganan keimigrasian dan lainnya ber-

jalan dengan baik. ‘’Bapak Gubernur ingin memastikan apakah pelayanan khususnya penerbangan internasional sudah memadai atau tidak,’’ ujar Kabag Humas dan Protokol Setda NTB, Tri Budiprayitno, SIP, M.Si, kepada Suara NTB, Selasa (3/ 12), Pelayanan yang diamati mulai dari keimigrasian yang begitu padat. ‘’Ada beberapa hal yang menjadi catatan Gubernur misalnya soal tata ruang di ruang keimigrasian. Ruangan ini perlu ditata dan didesain sedemikian rupa sehingga bisa memberi kenyamanan,’’ katanya. Gubernur dalam sidaknya juga sempat meninjau kebersihan fasilitas umum diantaranya kamar mandi. Dari pengamatan Gubernur, kebersihan fasilitas umum itu sudah memadai dan diharapkan kondisi yang demikian (selalu bersih) terpelihara setiap hari. Hal lain yang menjadi catatan Gubernur dalam sidaknya, terkait dengan pentingnya disiapkan tenaga TIC (Tourist Information Center). Tenaga TIC penting untuk memberi informasi yang cukup dan benar kepada wisatawan tentang kepariwisataan NTB. ‘’Gubernur juga meminta Kadisbudpar NTB untuk menyiapkan brosur dan booklet tentang pariwisata NTB. Ini sangat dibutuhkan wisatawan,’’ kata Kabag Humas. Mengakhiri sidaknya Gubernur kemudian menggelar rapat dihadiri pihak PT AP, Imigrasi, Bea Cukai, utusan dari maskapai penerbangan serta sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB. Dalam rapat tersebut Gubernur memperoleh penjelasan soal sejumlah rencana dan program yang dilakukan PT AP I BIL untuk tahun 2014 dan 2015 mendatang. (kir)

Pemprov Harus Ambil Langkah Konkret dan Implementatif Dari Hal. 1 “Jadi, Pemda baik provinsi dan kabupaten harus mengambil langkah-langkah konkret yang implementatif. Bisa dilaksanakan tidak hanya wacana. Langkah segera yang dilakukan bereskan Amdal, dan segera bayar tanah yang belum beres dan selesaikan dengan BPN. Semua kebijakan ada di Bupati dan Gubernur. Ini bisa asal serius pemerintah ini mengurusnya, tidak ada yang tidak bisa,”tegasnya. Seperti diketahui, Dirjen Bina Marga Kementerian PU sudah men-deadline, jika pemda tidak dapat menuntaskan masalah pembebasan lahan dan amdal tersebut sampai 10 Desember mendatang, maka anggaran ratusan miliar tersebut akan dialihkan ke provinsi lain yang lebih siap. Beberapa proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang anggarannya terancam ditarik dari NTB tersebut antara lain proyek pembangunan jalan by pass BIL tahap II dari Patung Sapi Lombok Barat – Jalan Gajah Mada Kota Mataram senilai Rp 255 miliar. Kemudian, proyek pembangunan jembatan di Banyumulek Lombok Barat senilai Rp 55 miliar dan proyek pembangunan jalan di kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) di pulau Sumbawa dengan biaya konstruksi senilai Rp 40 miliar. Suharto menerangkan, to-

tal anggaran APBN yang dikucurkan ke NTB dari Dirjen Bina Marga tahun 2013 sebesar Rp 1,665 triliun. Anggaran sebesar Rp 320 miliar yang terancam ditarik tersebut merupakan bagian dari seluruh total anggaran yag dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur di NTB tahun 2013. “Jika pemda tidak becus mengurusnya itu uang akan ditarik ke pusat. Kan kecewa masyarakat, yang seharusnya pada tahun 2013 ini kelar untuk digunakan membangun akses jalan dan jembatan di NTB tersebut,” katanya. Politisi Hanura ini mengatakan, harus ada kolaborasi dan sinergisitas antara Pemprov NTB dan pemda kabupaten/kota tempat lokasi proyek tersebut. Suharto menambahkan, dinas /instansi terkait seperti Dinas PU dan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) VIII Nusa Tenggara kelihatannya sudah dipanggil. ‘’Tadi kami dari DPRD, Komisi III meminta cari cara bagaimana agar anggaran ini tidak ditarik, intinya jangan sampai dana Rp 320 miliar itu ditarik kembali ke pusat. Ini tanggung jawab moral kita, jangan sampai keteledoran pemerintah daerah anggaran ini ditarik dan dialihkan ke provinsi lain,”pungkasnya. (nas)

Kejari Mataram Tetapkan Tersangka Kasus Aset Lobar Dari Hal. 1 “Berdasarkan hasil ekspose, kami sepakat kasus ini ditingkatkan ke penyidikan,” kata Kasi Intel Kejari Mataram, Mawardi , SH kepada Suara NTB, Selasa (3/12). Berdasarkan ekspose yang dipimpin Kajari Mataram Sang Ketut Mudita, SH, MH itu, tersangka dalam kasus ini adalah Brh, yang tidak lain mantan Kepala Kantor Aset Lobar. Dalam ekspose itu, dibedah soal bukti dan keterangan saksi terkait penjualan rumah dinas yang diduga secara ilegal oleh Brh tanpa melalui proses mekanisme lelang di KPKNL. Rumah itu dijual seharga Rp 300 juta ke pembeli diketahui bernama Ibu Indra. Menurut Mawardi, Ibu Indra pun sudah dimintai keterangan sebagai saksi terakhir dalam penyelidikan kasus itu. Seperti yang disampaikannya lalu, Indra adalah saksi juru kunci, setelah dimintai keterangan, langsung akan ada penetapan tersangka. Selain saksi terakhir, keterangan Sekda Lobar, Drs.H. Muhammad Uzair pun sudah didalami. Bundelan dokumen

terkait data kasus itu sudah disita juga. Ditanya soal pemeriksaan tersangka, dipastikannya belum, karena menurutnya tanpa pemeriksaan tersangka, pembuktian kasus ini sudah jelas. Tindak pidana semakin dikuatkan dengan pemasangan plang oleh Pemkab Lobar di rumah Jalan Ciamis Nomor 11 tersebut. plang bertuliskan “aset milik Pemkab Lobar” itu semakin menegaskan bahwa aset itu milik pemerintah yang dikuasai secara pribadi dan dijual secara ilegal oleh Brh. Sedangkan terkait rumah yang terjual ke pribadi, Mawardi mengaku, pihaknya tidak ikut campur masalah itu. Sebab menjadi masalah pribadi antara Brh dengan pembeli. Mengenai kapan pemeriksaan tersangka, belum diagendakannya. Apalagi saat ini Brh sedang menjalani persidangan dalam kasus tanah pecatu di Dusun Ireng Daye, Desa Jatisela, Gunung Sari Lobar. Tanah itu juga diduga dijualnya seharga Rp 500 juta. (ars)

Halaman 5

Didominasi Tahanan Narkoba

Blok Wanita Lapas Mataram ”Over” Kapasitas Mataram (Suara NTB) Blok tahanan wanita Lapas Mataram mengalami over kapasitas. Blok yang semestinya memiliki daya tampung 15 orang tahanan, terpaksa harus diisi 27 tahanan. Akibat adanya over kapasitas tersebut, dikhawatirkan akan mempengaruhi pemberian pelayanan kepada tahanan. Hal tersebut dikatakan salah seorang petugas Blok Wanita Lapas Mataram yang enggan dikorankan namanya kepada Suara NTB disela-sela kunjungan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) NTB di Blok Wanita Lapas Mataram, Selasa (3/12) siang kemarin.”Daya tampungnya sudah tidak mencukupi, sekarang sudah 27 orang napi perempuan, sedangkan daya tampungnya sebenarnya 15

orang,”tuturnya. Disebutkan, mayoritas napi pada blok wanita Lapas Mataram tersebut tersangkut kasus narkoba sekitar 80 persen. Sementara sisanya, seperti kasus trafficking dan kasus tindak pidana korupsi. “Mensiasatinya, para napi juga tidur di aula blok wanita. Petugas di sini juga sangat repot dengan over kapasitas ini terutama ketersediaan air yang terbatas,” terangnya. Kedatangan BKOW NTB tersebut dalam rangka silaturahmi dengan para napi wanita Lapas Mataram menyambut peringatan Hari Ibu pada 22 Desember mendatang. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BKOW NTB, Hj. Syamsiah Muh. Amin, Hj. Aisyah Muhammad Nur dan Kepala BP3AKB NTB, Dra. T.

Wismaningsih Rajadiah. Ketua BKOW NTB, Hj. Syamsiah Muh. Amin mengatakan, maksud kedatangannya bersama pengurus BKOW NTB tersebut untuk memberikan dukungan kepada para wanita yang ada di Lapas Mataram. Selain itu, bersilaturahmi dan memberikan semangat kepada para napi wanita supaya tabah. Mudah-mudahan setelah bebas nanti dapat berbaur dengan masyarakat dan memberikan yang terbaik pada daerah,”harapnya. Pantauan Suara NTB, banyak juga para napi wanita yang masih berusia remaja. Mereka tersangkut kasus narkoba, trafficking dan penggelapan. Tampak juga Kathlyn Dunn (28), warga Afrika Selatan yang didakwa menyelundupkan sabu-sabu seberat lebih dari 2,6

Masyarakat Harus Selektif Terima Janji Politisi Mataram katanya. (Suara NTB) Bagi H. Rachmat Masyarakat NTB diHidayat yang juga angharapkan lebih kritis gota DPR RI ini, seordan selektif menerima ang politisi yang duduk janji-janji para politikabinet penyelenggara si. Masyarakat yang negara, juga tidak percerdas yakni yang lu membodoh-bodohi mampu memilah mana rakyat. ‘’Jangan seolahprogram politisi, dan olah karena dia duduk mana pula program pedi suatu kementerian, merintah, baik pusat lalu program dan angmaupun daerah. garan itu turun ke Demikian pendapat NTB. Harus cermat salah seorang politisi membedakan mana NTB, H. Rachmat Hiprogram kementerian dayat, S.H. kepada dan mana program (Suara NTB/dok) Suara NTB, Selasa (3/ politisi,’’ ucapnya. H. Rachmat Hidayat 12). Beberapa politisi Masyarakat NTB, pusat yang berkeingimenurut Rachmat, nan meraup suara pemilih di NTB, sejauh sudah cukup cerdas untuk membedakan pandangan Ketua DPD PDI Perjuangan mana program bagus dan mana pula proNTB ini, telah menjual program yang se- gram mengada-ada. Karakteristik sungguhnya telah menjadi program masyarakat NTB tidak dapat seenaknya pemprov NTB. diperdaya oleh siapa pun, termasuk oleh ‘’Sebut saja beberapa di antaranya yak- politisi yang membawa janji-janji program, ni program buta aksara nol, kematian ibu padahal itu untuk kepentingan sesaat. dan bayi melahirkan nol, yang disebut Program AKINO, ABSANO, BSS dan dengan program AKINO, ABSANO, PIJAR, bagi Rachmat, telah jelas-jelas diberikut program sejuta sapi, dan sejenis- pahami oleh masyarakat dan seluruh nya. Program-program tersebut diklaim stakeholder sebagai program kepemimpioleh politisi dari pusat untuk dilaksana- nan TGB (Dr.TGH.M.Zainul Majdi). Dan kan di NTB. Padahal itu telah menjadi hal itu kemudian diakomodir oleh pemerbranding program kepemimpinan Guber- intah pusat dengan mengalokasikan angnur Dr. TGH. M. Zainul Majdi sejak awal,’’ garan bagi program dimaksud. (038)

Lotim Jadi Rintisan Sentra Produksi Buah Melon Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) TPH NTB, Ir. Husni Fahri, MM mengungkapkan Lombok Timur (Lotim) menjadi daerah rintisan produksi buah melon. Produksi buah melon dari daerah NTB sudah dapat menembus pasar nasional seperti Jakarta. “Kita sekarang merintis pusat sentra produksi melon di Lombok Timur tepatnya di Desa Lepak Kecamatan Sakra Timur,”katanya.

Disebutkan, luas lahan yang dipersiapkan untuk rintisan pengebangan tanaman buah melon tersebut seluas 10 hektar. Menurutnya, pengembangan sentra produksi melon di Lombok Timur tersebut merupakan salah satu terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani. “Itu sekarang pemasarannya sudah sampai Jakarta. Ini terobosan kita dalam pengembangan tanaman hortikultura,”jelasnya. Saat ini lanjutnya, sedang dikembangkan hortipark se-

luas 100 hektar di Batukliang Lombok Tengah. Hortipark Lombok tersebut merupakan hortipark terbesar ketiga di Indonesia. Rencananya, hortipark tersebut akan dilaunching pada Desember ini. “Hortipark ini akan kita kembangkan kawasan buah nusantara dari seluruh Indonesia, kawasan buah spesifik local, kawasan sayuran dan kawasan tanaman hias berbasis taman. Insya Allah Desember ini akan bisa kita launching,”pungkasnya. (nas)

Caleg Tempuh Jalur Instan Dari Hal. 1 Menurut Farouk, saat ini praktik politik uang atau money politics memang bisa terjadi karena dua sebab. Bisa faktor pemilih yang sengaja meminta sesuatu kepada caleg yang menginginkan dukungan mereka. Atau, jika caleg yang bersangkutan khawatir dengan kansnya jika ia tidak menggunakan pengaruh uang. “Si caleg pun dia melihat,

kalau begini daripada bersaing dengan yang lain – lain, ya sudah, saya main uang aja,” ujarnya. Menurut Farouk, jika praktik semacam ini dilanggengkan dalam Pemilu 2014 mendatang, maka akan terbentuk pola transaksi politik yang tidak sehat. Alih – alih terjadi pendidikan politik, pemilu yang diwarnai politik uang justru akan menjadi ajang pembodohan rakyat. “Dampaknya, setelah caleg

tadi jadi, dia merasa sudah selesai. Untuk apa saya datang? Ini sebenarnya proses politik yang membodohi rakyat,” jelas Farouk. Seorang caleg, menurut Farouk harus memiliki kualifikasi tertentu yang ada pada dirinya. Kualifikasi itu antara lain, adanya kemampuan dan kemauan untuk menyerap aspirasi rakyat, memperjuangkannya hingga mengawasi pelaksanaan aspirasi tersebut. (aan)

Kg yang divonis penjara seumur hidup berbaur dengan napi wanita lainnya. Sementara beberapa napi yang merupakan mantan pejabat publik, seperti mantan Kepala Dinas Kesehatan dr. Baiq Magdalena dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tiga gedung IAIN Mataram Dra. Hj. Hatiyatul Malichah tersebut. tidak berada di antara napi perempuan. Menurut Kepala Sub Seksi Registrasi Lapas Mataram Andi Aloan Sibarani, Baiq Magdalena dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan di luar Lapas. Sementara Hj. Hatiyatul Malichah sedang menjalani asimilasi di luar Lapas. ‘’Dia sudah menjalani hukuman setahun lebih. Sekarang sedang menjalani asimilasi. Pagi dia keluar, sore balik lagi ke Lapas,’’ terangnya. (nas)

Gubernur Ingatkan Gesekan Antarwarga Harus Dihindari Mataram (Suara NTB) Banyaknya gesekan yang terjadi khususnya di kalangan anak muda harus segera diantisipasi sejak awal. Peranan tokoh-tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan pendidikan kepada anakanak di lingkungan sekitarnya. Pentingnya peranan tokoh agama dalam mencegah terjadinya gesekan ini menurut Kabag Humas dan Protokol pada Biro Umum Setda NTB Tri Budiprayitno menjadi sorotan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi ketika menerima tokohtokoh Hindu Karang Taliwang, Senin (2/12) lalu. ‘’Gubernur mengharapkan pemuka agama dan tokoh masyarakat dimohon senantiasa melakukan pembinaan pada anak-anak muda agar tidak terjadi gesekan yang men-

imbulkan pada hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ungkapnya pada Suara NTB di Kantor Gubernur NTB, Selasa (3/12). Harapan Gubernur tersebut, ungkapnya, didasari fakta yang terjadi beberapa waktu lalu. Di mana, pernah terjadi gesekan antarwarga dan berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, ujarnya, peranan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diharapkan dalam memberikan pemahaman dan memberikan pembinaan pada warganya. Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, gubernur memberikan respons terhadap rencana pembangunan pura di Lingkungan Karang Jero Taliwang. ‘’Bapak Gubernur langsung memerintahkan agar keinginan warga Karang Jero tersebut segera ditindaklanjuti,’’ terangnya. (ham)

14 Desember, Pengumuman CPNS Pelamar Umum dan K2 Mataram (Suara NTB) Setelah diundur selama sekitar 10 hari, pengumuman kelulusan CPNS baik pelamar umum maupun tenaga honorer Kategori 2 (K2) telah dijadwalkan pada tanggal 14 Desember mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/12). “Kita dapat informasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) kemarin bahwa pengumuman kelulusan tenaga honorer K2 dan juga pelamar umum yang semula tanggal 4 Desember diundur sampai 10 hari ke depan yaitu sampai tanggal 14 Desember,” terangnya. Pengunduran jadwal ini menurutnya karena proses pemindaian Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang memakan waktu cukup lama. Mengingat yang akan dipindai atau diperiksa ialah LJK dari berbagai kabupaten/ kota dan provinsi di Indonesia. Evi juga memastikan saat ini semua LJK sudah masuk ke BKN. Termasuk LJK dari kota Mataram. “Proses pemindaiannya yang lama,” ujarnya. Khusus kota Mataram yang telah melaksanakan tes untuk tenaga honorer K2, Evi mengatakan pengumuman kelulusan nanti dapat diakses langsung secara online melalui situs BKN. Namun ia juga mengatakan di situs BKD Kota Mataram sendiri akan memasang pengumuman sehingga dapat langsung diakses oleh tenaga honorer lingkup kota Mataram yang mengikuti seleksi pada bulan Oktober lalu. Sebelumnya Evi mengatakan berkas lembar jawaban tenaga honorer K2 Kota Mataram mendapat nomor antrian 377 untuk pembukaan berkas dan dilanjutkan dengan pemeriksaan. Dari 1.250 tenaga honor-

er K2 yang tercatat di lingkup pemkot Mataram, peserta yang ikut berjumlah 1.234 orang. Sementara kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yang akan diluluskan sebanyak 30 persen dari jumlah tenaga honorer K2 di seluruh Indonesia. Evi menyatakan pihaknya juga tidak bisa memprediksi berapa tenaga honorer K2 Kota Mataram yang akan lulus. “Bisa lulus semua, bisa juga tidak lulus semua,” cetusnya. Mengenai nasib tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi, Evi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah mereka tetap dipekerjakan atau tidak. Hal itu nantinya tergantung unit kerja di masing-masing lembaga apakah mempekerjakan kembali atau tidak. Namun ia berharap akan ada ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait nasib mereka yang tidak lulus seleksi. “Keputusannya juga nanti tergantung di SKPD masingmasing. Yang banyak ini kan yang ditempatkan di sekolahsekolah. Sepanjang tenaga mereka masih dibutuhkan, mereka bisa dipekerjakan kembali,” pungkasnya. (yan)

Hj. Baiq Evi Ganevia (Suara NTB/dok)

Sektor Pertanian Memasuki Masa Kemunduran Dari Hal. 1 Hal ini, akibat tidak bergairahnya pendapatan yang dihasilkan dalam setiap musim panen apapun. Satu sisi, persoalan yang dihadapi petani adalah membengkaknya biaya produksi, harga pupuk mahal hingga upah buruh. Disisi lain, pada setiap panen, dari aspek distribusi dan pemasaran, hasil pertanian lokal selalu dibenturkan dengan banyaknya produk impor yang masuk. Akibatnya, harga kerap anjlok. ‘’Petani memang telah meninggalkan sektor pertanian karena pertimbangan tadi. Itu rasional, karena dianggap sangat tidak menguntungkan. Pelan tetapi sangat pasti pertanian kita akan terus mundur,’’ kata Firmansyah pada Suara NTB di Mataram, Selasa (3/12) siang kemarin. Kondisinya semakin diperparah dengan tidak adanya kebijakan khusus, yang memasukkan

pertanian sebagai prioritas capaiannya. Ada kecenderungan yang muncul, dominan soal langkah pencapaian peningkatan mutu IPM, pada komoditas tertentu saja. Sementara secara sektoral, tidak ada dukungan penuh yang dilihatnya pada sektor pertanian ini. Sehingga tak mengherankan NTB tingkat NTP-nya menempati posisi ke dua terendah di Indonesia. ‘’Guna mengangkat NTP ini, harus ada kebijakan yang mendukung secara politis,’’ disarankannya. Sejauh yang diamatinya, sektor pertanian ini sebenarnya memberi sumbangsih yang cukup besar terhadap perekonomian di NTB. Terlebih, masyarakat di daerah ini sebagian besar memiliki keahlian di bidang ini (pertanian). Karena itu, jika sektor pertanian sudah ditinggalkan oleh masyarakat. Maka besar kemungkinan akan menggoyang perekonomian daerah.

Fokus Ciptakan Nilai Tambah Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB, Ir. Husni Fahri, MM dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (3/12) mengatakan, untuk mendongkrak NTP di daerah ini, Pemprov NTB ke depan akan lebih memfokuskan penciptaan nilai tambah produk-produk pertanian. Upaya menciptakan nilai tambah tersebut dengan melakukan pengolahan hasil produk pertanian atau hilirisasi sebelum dijual. ‘’Diupayakan ke depan itu ada pengolahan produk pertanian sebelum dijual. Insya Allah dengan kita mulai adanya pengembangan nilai tambahprodukpertanianatauhilirisasi, meningkatkan NTP,”ujarnya. Menurutnya, dengan menciptakan nilai tambah melalui pengembangan industri olahan produk-produk pertanian akan lebih meningkatkan nilai jual. “Tentunya kita ingin ada

pengembangan industri olahan. Misalnya jagung kita buat menjadi tepung jagung, emping jagung dan komoditas lainnya. Begitu juga komoditas pertanian lainnya seperti padi dan kedelai juga dilakukan pengolahan sehingga memberikan nilai tambah,” katanya. Selain menciptakan nilai tambah, kata Husni, upaya peningkatan NTP di NTB dilakukan dengan mengembangkan tanamantanaman hortikultura. Pasalnya, pengembangan tanaman hortikultura seperti buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi dengan luas areal tanam yang minim dimiliki petani. Husni menambahkan, jika dilihat per komoditas sebenarnya NTPdidaerahinicukup menggembirakan. Misalnya, jika dilihat dari produktivitas jagung per hektar di daerah ini sudah mencapai 5,5 ton perhektar. Harga jagung saat ini mencapai Rp 3.000 per Kg. Dengan

biaya produksi sekitar Rp 7 juta per hektar maka petani jagung bisa mendapatkan keuntungan sebesr Rp 7- 8 juta per hektar. Begitu juga dengan komoditas kedelai. Saat ini, rata-rata produksi kedelai di NTB mencapai 1,2 – 1,5 ton per hektar. Pemerintah telah menetapkan HPP kedelai sebesar Rp 7.400 per Kg. Dengan biaya produksi sekitar Rp 5 juta per hektar, katanya, maka petani rata-rata untung sebesar rp 10 juta per hektar. Namun, kata Husni, BPS mempunyai cara sendiri dalam menentukan NTP. NTB ditentukan dengan menilai produksi, kebutuhan dan penghasilan petani secara keseluruhan. “Makanya kita dari Dinas Pertanian, mengenalkan berbagai teknologi untuk meningkatkan nilai tambah, produksi dan lainnya. Data yang digunakan BPS mungkin lebih menyeluruh sedangkan kita lebih mengacu pada pendekatan komoditas,” tandasnya. (bul/nas)


OPINI

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Halaman 6

Ancaman bagi Pesona Wisata di Lombok

Pemkot Harus Tegas LANGKAH BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Mataram yang melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah instansi di Kota Mataram merupakan upaya positif menciptakan birokrasi yang terbebas dari narkoba. Nyatanya, sidak yang diikuti dengan tes urine para pegawai di instansi yang disidak itu, bukan tanpa hasil. Meskipun hasil itu sesungguhnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Setidaknya, dari hasil tes urine yang dilakukan BNN Kota Mataram, beberapa pegawai lingkup Pemkot Mataram terindikasi positif mengkonsumsi narkoba. Temuan ini, tentu saja tidak bisa dianggap sepele atau dimaknai sebagai hal yang kasuistis belaka. Sebab, yang terindikasi positif menggunakan barang haram itu, tidak saja satu dua orang. BNN Kota Mataram menyebut jumlah pegawai yang diduga positif menggunakan narkoba kurang dari 10 orang. Kalau dikaitkan dengan visi Kota Mataram ‘’Maju, Religius dan Berbudaya’’, maka visi religius ini sesungguhnya belum tercapai. Temuan BNN Kota Mataram ini bisa mengusik citra Kota Mataram yang dalam visinya mengusung kata-kata religius. Pemkot Mataram harus menyikapi temuan BNN Kota Mataram ini dengan bijaksana. Tidak perlu ada nuansa mempersalahkan BNN yang telah mengekspose temuannya itu kepada media massa. Justru, Pemkot Mataram harus mengambil tindakan tegas terhadap para pegawai yang positif mengkonsumsi narkoba ini. Upaya lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui secara pasti, apakah pegawai yang hasil tes urinenya positif mengandung psikotropika sebatas sebagai pengguna ataukah ada keterlibatan yang lebih jauh. Misalnya sebagai pengedar. Kalau memang hanya sebagai pengguna, langkah rehabilitasi tentu merupakan alternatif yang paling tepat. Sebaliknya, kalau keterlibatan para abdi negara itu lebih dari sekadar pengguna, maka harus dipikirkan solusi lainnya. Sebab, sebagai pegawai pemerintah, keberadaan abdi negara diharapkan bisa menjadi teladan bagi masyarakat, terutama dalam perilaku pergaulan di masyarakat. Selain itu, pada prinsipnya PNS adalah pelayan masyarakat. Tetapi, jika PNS sudah bersentuhan dengan obat-obatan terlarang, rasanya mustahil bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pemkot dengan visi religiusnya itu, harus mampu mengambil tindakan tegas. Namun tindakan tegas itu tidak serta merta langsung potong kompas dengan memecat mereka. Harus ada pembinaan ekstra kepada pegawai yang terbukti mengkonsumsi narkoba. Disamping ada peringatan lisan dan tertulis. Upaya-upaya ini diharapkan mampu mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Jika pendekatan kekeluargaan tidak juga berhasil membuat mereka bertobat, tidak keliru juga kalau pada akhirnya tindakan yang paling tegas dikenakan kepada pegawai pengguna narkoba tersebut. (*)

BERITA mengenai pengeboman ikan semakin marak di daerah (Suara NTB, 26/11) merupakan perilaku menyimpang. Sama artinya dengan melakukan perusakan terhadap ekosistem laut secara perlahan. Kemudian, dibangunnya beberapa lokasi yang konon dianggap kurang tertata dengan baik sehingga menimbulkan disharmoni antara pegiat/pelaku pariwisata asosiasi pengusaha hiburan (APH) dengan pihak terkait perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Boleh jadi, dua hal ini menjadi ancaman bagi pesona wisata di Lombok. Jika dibiarkan terus, bisa pudar predikat pantai Lombok sebagai pantai terindah dunia. Di beberapa tempat, cekcok warga dengan pihak pengembang wisata, tergusurnya penduduk masyarakat dari tempat tinggal, desakan himpitan sosial ekonomi merupakan akar konflik horizontal yang sangat dikhawatirkan. Sebagai pengecualian, ketegangan warga masyarakat dengan pihak Royal Kamuela dan Latitude di kawasan sebagian Desa Batulayar sebagai kawasan wilayah wisata di sekitar lokasi huni masyarakat, menambah daftar panjang deretan buruk bagi masa depan wisata di Kabupaten Lobar khususnya dan kabupaten lain di NTB. Akan hal itu, tentu sekali, menghadirkan kerisauan kita bersama?. Tentang kian merebaknya pengerukan kekayaan laut secara tidak tepat itu, karena berdampak sistemik pada ekosistem laut secara holistis. Apalagi ekosistem laut merupakan sistem akuatik yang terbesar di perut bumi. Kita patut cemas, jika perilaku menyimpang (perusakan terhadap alam) tersebut terus dibiarkan. Ekses buruk yang ditimbulkan akan lebih besar bagi sebuah wilayah, khususnya kawasan yang bernilai wisata tinggi, terutama kawasan pantai. Tidak sedikit pula, dampak buruk terhadap sosial ekonomi masyarakat umumnya para nelayan yang menggantungkan hidupnya di lautan. Masyarakat, di situ, bagai ayam mati di atas padi: menderita kekurangan di tempat yang makmur. Komunitas pemancing di wilayah sekitar pernah mengungkapkan kekesalannya kepada ulah para penangkap ikan, menggunakan alat membahayakan. Sedang, terus menerus berdirinya sejumlah bangunan kafe, restoran yang penataannya kurang baik di lokasi kawasan wisata Senggigi dan sekitarnya, tak pelak menuai kritik dari masyarakat dan pelaku pariwisata dianggap telah menghambat/menghalangi aktivitas masyarakat setempat dan yang terutama sekali dari sisi kondusivitas penikmat wisata (wisman)

Oleh :

MASYHUR (Pengelola Yayasan Miftahussalam)

Bersyukur sekali kita dianugerahkan keindahan alam yang begitu indah dan membawa manfaat bagi kemakmuran masyarakat dan daerah maka dari itu menjaganya adalah kewajiban semua tanpa kecuali. Menata, juga menjaganya suatu keharusan. Mengembangkannya pun tidak kebablasan. Terlebih untuk kepentingan sesaat. hal itu dikatakan sangat mengganggu. Tembok-tembok yang memagari pinggir pantai telah mengurangi kenyamanan wisatawan dalam menikmati ruang publik di pantai. Wisatawan yang berkeliling pulau pun tak leluasa menikmati pesona memukau pantai dari jalan, baik saat santai, berjalan kaki atau menggunakan alat transportasi tradisional. Tempat yang dipandang lokasi wisatawan untuk sun-bathing jadi berkurang. Di sejumlah tempat di tanah air menikmati suasana yang penuh inspirasi menjadi barang langka untuk didapatkan. Bangunan pinggir pantai milik pengusaha juga memperparah terjadinya erosi di pantai. Bukan saja para tamu yang berasal dari belahan bumi Eropa dan sebagainya, masyarakat yang setiap saat memanfaatkan suasana nyaman dan indah ini, terutama di hari-hari libur berkurang. Alam sebagai public space yang menjadi hak seluruh masyarakat terekploitasi. Muncul kecemasan mendalam atas efek pengaruh yang akan terjadi. Jadi wajar dan masuk di akal, pengusaha pariwisata kembali kecam pembangunan gardu pandang (Suara NTB, 23/11). Akan Terjadi Perubahan Perubahan selain disebabkan oleh faktor secara alami, disebabkan pula manusia itu sendiri. Kenyataan tersebut, bukan tidak mungkin, akan melahirkan perubahan-perubahan negatif akibat dari kian diabaikannya faktor lingkungan dan dampak sosial ekonomi masyarakat hanya untuk kebutuhan jangka pandang jika tidak berani dikatakan orientasi proyek semata. Penelitian yang dilakukan P3L (Pusat Penelitian Pesisir dan Laut) Universitas Mataram, mengambil gili sebagai sample, ada hubungannya dengan keberadaan pariwisata di pulau yang kita cinta ini. Di gili menurut P3L tercatat akan perubahan kondisi terumbu karang di TWAL Gili Matra (Meno, Trawangan dan Air) disebabkan oleh interaksi faktor-faktor alami

dan insani, misalnya: pengeboman ikan, penggunaan potas dan muro-ami dalam penangkapan ikan, pembuangan jangkar, pemutihan karang terkait El-Nino, dan penimbunan karang oleh pasir. Sudah lama tidak ada lagi karang terdedah ke udara ketika terjadi pasut rendah. Bahkan hampir semua biota di rataan terumbu sudah terkubur pasir. Kerusakan mangrove di sekitar Danau Meno disebabkan oleh faktor insani. Danau yang juga menjadi pelengkap objek wisata birdwatching dan hiking di Gili Meno tersebut banyak mengalami perubahan. Hasil studi P3l Unram beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa ketebalan vegetasi mangrove berkurang dari puluhan meter menjadi beberapa pohon saja, dan kekayaan species burung telah berkurang dari 34 menjadi 21 jenis (species), dalam kurun lima tahun terakhir (Imam Bachtiar, 2009). Alat Pemecahan dan Solusi Ada banyak cara yang ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dibutuhkan kerja yang tidak setengah hati menjalankannya. Dinasdinas terkait pun diyakini sudah melakukan tugasnya dengan baik untuk memutus mata rantai renik persoalan yang kian menggurita terutama pemanfaatan kekayaan laut oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab, hanya saja mungkin belum maksimal di samping fakta di lapangan membutuhkan faktor pendukung lebih kuat: terkait dengan longgar tidaknya norma atau aturan yang ditetapkan, sosialisasi setengah hati, yang dihasilkan pun matang setengah. Namun demikian, beban tersebut “memang” bukan di tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) atau dinas terkait lainnya. Kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar sangat dibutuhkan terutama kepedulian pemerintah yang berada di tingkat bawah, camat, kepala desa sampai ke tingkat kadus dan RT/RW. Bersyukur sekali kita dianugerahkan

keindahan alam yang begitu indah dan membawa manfaat bagi kemakmuran masyarakat dan daerah maka dari itu menjaganya adalah kewajiban semua tanpa kecuali. Menata, juga menjaganya suatu keharusan. Mengembangkannya pun tidak ke-bablasan. Terlebih untuk kepentingan sesaat. Jika demikian, apalagi pernyataan yang tepat, jikalau tidak mengatakan; menggadaikan masa depan anak dan cucu. Selain itu, kerjasama, koordinasi dengan berbagai pihak kaitannya dengan pembangunan infrastruktur terlepas apapun alasannya (apakah pemenuhan sarana/prasarana ataukah proyek semata), sejatinya harus terus dilakukan. Ketegangan, kericuhan bahkan sikap anarkistis yang muncul ke tengah-tengah masyarakat, tidak lain akibat dari pada itu semua. Bukankah, meski melakukan sesuatu yang buruk sekalipun, jika ada kerjasama yang baik antar tim akan mendapat hasil, apalagi berupaya melakukan hal positif untuk kepentingan bersama? Ayo.....bendung semua ancaman perusakan!. Mari, wujudkan lingkungan hidup sehat dan bersih guna menunjang persemaian biota laut dan kelestariannya.

Investor mulai rebut kawasan pemukiman nelayan Antisipasi sebelum timbulkan gejolak

*** Calo CPNS di KSB bergentayangan hingga pelosok Masyarakat jangan terbujuk janji palsu

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/ bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

NTB Daerah Rawan Kasus TKI ”Runway” BIL Tetap Jalan PIHAK PT. Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Lombok (BIL) menegaskan kalau perpanjangan runway (landasan pacu) BIL tetap sesuai dengan rencana awal. Dan, sampai sejauh ini belum ada kabar penundaan terkait rencana tersebut. Penegasan tersebut disampaikan General Affair and Comunication Section Head PT. AP I BIL, Moch. Albar Wahyudi, Selasa (3/12). Dikonfirmasi Suara NTB dikantornya, Albar mengungkapkan sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang ada, pengembangan BIL dibagi dalam dua fase. Fase pertama antara tahun 2006 sampai 2009, panjang runway BIL mencapai 2.500 meter. Kemudian pada tahap kedua mulai tahun 2010 hingga 2015, panjang runway 2.750 meter. “Baru pada fase kedua mulai tahun 2016 sampai tahun 2028, panjang runway akan ditambah menjadi 3.500 meter dengan lebar sama 45 meter,” jelasnya. Pada fase kedua ini juga, luasan apron bandara ditambah menjadi 74 hektar dari 63 hektar yang ada saat ini. Termasuk luas terminal bandara ditambah dari 21,5 hektar menjadi 28,7 hektar. Tidak hanya itu, runway pada fase kedua itu nantinya akan ditambah satu jalur parallel untuk memudahkan keluar masuk pesawat ke apron. Sehingga nantinya pesawat yang hendak take off, tidak harus menunggu di apron ketika ada pesawat yang landing. Karena bisa menggunakan jalur paralel terlebih dahulu untuk masuk ke jalur runway. “Jadi kalau dikatakanya perpanjangan runway tertunda, tidak juga. Karena memang rencana awalnya, penambahan panjang runway baru akan dilakukan pada fase kedua, yakni mulai tahun 2016 mendatang,” terangnya. Pun demikian, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan dari semua pihak di daerah ini. Termasuk pemerintah provinsi yang tidak mengenal lelah terus mendorong perpanjangan runway BIL. Tapi bagaimana pun juga semua proses pengembangan BIL sudah terprogram sejak awal dalam RJPP PT. AP I sendiri. “Kalau memang sudah waktunya, runway BIL pasti akan diperpanjang,” ucapnya. Pihaknya dalam hal ini hanya menjalankan rencana dan program saja. Perkara apakah perpanjangan runway BIL bisa dipercepat atau tidak, itu sudah di luar kewenangan pihaknya. (kir)

Mataram (Suara NTB) Jika di NTT, kasus Wilfrida menjadi sorotan, maka serentetan kasus banyak pula terjadi di NTB, misalanya kasus Sumartini dari Desa Kukin – Sumbawa yang hingga kini kasusnya belum jelas nasibnya. Kasus lain seperti, kasus penembakan 4 TKI hingga tewas asal Buer - Sumbawa dan 3 TKI asal Lombok Timur, Kasus Sumiati asal Hu’u Dompu dan Banyak lagi adalah salah potret buram bagaimana kehidupan TKI/TKW yang terus menghantui. Potret buram ini menjadi sangat lengkap ketika melihat keluarga TKI/TKW di kampung halamannya yang terus dalam terperangkap dalam jeratan kemiskinan struktural. Gambaran di atas menjadikan daerah ini masuk sebagai daerah paling rawan terhadap kasus TKI. Kondisi inilah yang dipaparkan pejabat struktural Yayasan TIFA, Muhammad Nour, Lukas Luwarso, Irman G Lanti, Debra Yatim, PRSF dan perwakilan dari Usaid, Patricia Bahtiar, dan Maruji Manullang dari BNP2TKI serta Kepala Disnakertrans NTB melalui Kabid Penempatannya, Zainal pada pertemuan bersama media, Selasa (3/12) di ruang Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB. Dalam pembahasan tersebut diungkap banyaknya kasus TKI/TKW yang terjadi di luar negeri ini akibat tidak adanya penanganan secara serius. Ketidaklegalan para TKI menjadi sumber semakin berkembangnya kasus-kasus seperti yang diungkapkan di atas. Praktik pengiriman TKI melalui calo (Perusahaan Penyalur) yang kerap kali melakukan manipulasi data untuk memberangkatkan para calon TKI, adalah persoalan yang sangat serius. Banyaknya menjamur perusa-

haan penyalur TKI hingga ke pelosokpelosok dalam forum ini dibahas adalah salah satu sumber potensial semakin meningkatnya jumlah TKI. Demikian juga pada proses mudahnya pembuatan paspor secara bebas, akses penerbangan yang cukup cepat dan menjangkau beberapa Negara tujuan penempatan TKI, salah satunya juga menjadi ancaman maraknya TKI ilegal. Taruh saja, maskapai penerbangan Air Asia yang sudah menyiapkan layanan langsung ke Malaysia, juga termasuk ancaman akan tumbuhnya jumlah TKI ilegal. Dengan status pemberangkatan “pelancong”. Hal-hal ini mestinya mendapatkan perhatian khusus untuk terus dikawal. “Kasus pengiriman TKI ini harusnya tidak menjadi tindakan kejahatan umum, tetapi harus masuk pada tindakan kejahatan khusus. Sehingga Polri bisa leluasa menyelesaikan persoalan-persoalan hukumnya. Permainan TKI adalah kejahatan terbe-

(Suara NTB/bul)

DISKUSI - Perwakilan dari TIFA, Kedutaan Australia, BNP2TKI dan Disnakertrasns saat berdiskusi dengan media di Mataram, Selasa (3/12). sar kedua setelah Narkoba, karena ini menjadi gudangnya uang,” tegas Executive Director Tifa, Irman G Lanti. Dengan akan diupayakannya kejelasan hukum terhadap keberadaan para TKI ini, maka seluruh stakeholders yang terkait yang menyangkut TKI yang bermasalah, akan dihadapkan pada persoalan hukum tentunya. Bahkan, sedang diupayakan, sistem jual beli TKI akan digarap khusus oleh KPK. Sebab, dalam satu pengiriman TKI, diperkirakan keuntungan yang didapat antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Akan disasar pejabat pemerintahan desa hingga pejabat tertinggi, yang mengeluarkan data tidak sesuai kepada calon TKI, yang demikian ini akan berhadapan pula dengan proses hukum yang dimaksud.

Secara khusus, oleh beberapa yayasan dan lembaga yang fokus pada penanganan TKI ini, dalam beberapa hari kedepan akan melakukan pendalaman atas persoalan TKI yang terjadi di NTB. 10 desa dari Kabupaten Lombok Timur dan KSB akan dijadikan sample. “NTB sangat rentan penyumbang kasus TKI di Indonesia, karena menjadi salah satu daerah dengan tingkat pengiriman TKI yang cukup banyak,” katanya. Kesimpulannya disampaikan, perlu komitmen bersama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara-cara legal menjadi TKI, hak serta kewajibannya. Melakukan pembinaan kepada para purna TKI dalam hal pengelolaan remitansinya, sehingga tidak mengakibatkan terjadinya budaya menjadi TKI sebagai pilihan. (bul)

MENUMPUK - Tumpukan kontainer di parkir Pelabuhan Barang Lembar mengalami over kapasitas.

Moch. Albar Wahyudi (Suara NTB/dok)

Petani di NTB Alami Degradasi Mataram (Suara NTB) Hasil Sensus tahun 2013 menunjukkan, jumlah rumah tangga penggelut pertanian tahun 2013 tercatat sebanyak 600.613 rumah tangga, menurun sebesar 119.262 rumah tangga dari tahun 2003 yang tercatat sebanyak 719.875 rumah tangga. Penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian ini terjadi hampir di semua kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Disebabkan banyak terjadi alih fungsi lahan untuk bangunan pemukiman, sekolah, pasar, jalan, dam, usaha tambang seperti pembuatan batu bata, penggalian tanah dan pasir serta alih fungsi lahan untuk berbagai fasilitas sosial lainnya. “Kabupaten Lombok Tengah, tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak di tahun 2013, yaitu sebanyak 147.455 rumah tangga,” sebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Selasa (3/12). Dari 10 kabupaten/kota di NTB, peningkatan jumlah rumah tangga usaha pertanian hanya terjadi di KSB dengan pertumbuhan sebesar 4,03 persen. disebabkan adanya pembukaan lahan transmigrasi, bantuan pemerintah untuk usaha budidaya rumput laut, bantuan untuk usaha ternak sapi, pencetakan sawah baru dan pembangunan sarana irigasi. Secara subsektoral, Wahyudin mengurai data jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor Tanaman Pangan tahun 2013 tercatat sebanyak 473.274, diikuti oleh Subsektor Peternakan sebanyak 286.410 rumah tangga. Subsektor Perikanan ternyata merupakan subsektor yang memilki jumlah rumah tangga usaha pertanian paling sedikit sebanyak 34.855 rumah tangga, diikuti oleh subsektor Kehutanan. sebanyak 102.158 rumah tangga. Jumlah rumah tangga usaha pertanian pada tahun 2013, di semua sub sektor mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2003. Terkecuali subsektor tanaman pangan, terutama pada rumah tangga usaha pertanian tanaman padi. Sedangkan pada periode yang sama, Subsektor Hortikultura mengalami pertumbuhan jumlah rumah tangga usaha pertanian paling rendah, yaitu tercatat minus 56,83 persen. Hal ini disebabkan karena nilai jual komoditi hortikultura sangat fluktuatif, dan tanaman hortikultura tidak diusahakan secara intensif sehingga rentan terhadap serangan hama dan penyakit, hal ini menyebabkan petani tidak tertarik untuk melakukan usaha hortikultura. Khusus di Pulau Lombok, banyak petani hortikultura yang memiliki lahan sempit (kurang dari 1.000 meter persegi), nilai sewa lahan cukup tinggi dan secara ekonomis tidak menguntungkan untuk usaha hortikultura sehingga mereka beralih usaha ke sektor lain, misalnya menjadi buruh dan TKI. Selain subsektor hortikultura, pertumbuhan negatif jumlah rumah tangga usaha pertanian juga terjadi pada subsektor perikanan, peternakan, dan subsektor perkebunan. (bul)

HILANG HILANG STNK R2 Honda Vario DR 2147 CD. An. M. Ridwan. Noka/Nosin : MH1JF8119DK729286 / JF81E1723440. Hilang disekitar Ampenan Kota Mataram HILANG BPKB Toyota Avanza. Nopol DR 1468 AL, Noka / Nosin : MHTM1BA378K115025 / DD40656. No. BPKB : T.4753773.0. An PT. Tangkas Perkasa,Alamat Jln. Torangga No.10 Seganteng, Subagan Cakranegara

(Suara NTB/her)

Pelabuhan Barang di Lembar Alami ”Over” Kapasitas Giri Menang (Suara NTB) Pelabuhan barang Lembar mengalami over kapasitas, sehingga dermaga yang ada belum mampu mengakomodir kapalkapal yang nyandar. Jumlah kapal kargo yang nyandar di pelabuhan itu setiap harinya mencapai lima hingga enam kapal, sementara kemampuan daya tampung dermaga hanya lima kapal saja. Untuk mengakomodir itu, pihak Pelindo akan menambah panjang dermaga secara bertahap. Tahun depan sekitar 100 meter persegi, tahun 2015 sekitar 600 meter persegi. Dengan penambah-

an panjang dermaga ini, mampu mengurangi antrian kapal kargo yang kerap antri berjam-jam sehingga mengakibatkan keterlambatan bongkar muat barang. “Dermaga yang ada hanya mampu menampung lima kapal, itu masih terbatas. Karena kapal yang nyandar lebih dari itu setiap hari, makanya kami akan tambah panjang dermaga sekitar 100 meter,” demikian Kacab PT. Pelindo Indonesia III cabang Lembar, Drs. Mujiono, Selasa (3/12). Dijelaskan, luas dermaga yang disiapkan saat ini untuk

nyandar kapal barang sekitar 550 m2. Kapal yang bisa nyandar hanya bisa lima kapal. Sedangkan setiap hari, kapal kargo yang nyandar lima sampai enam kapal. Dengan luas dermaga ini, masih menjadi kendala karena sering kali terjadi antri bongkar muat. Akibat antri terlalu lama, berdampak terhadap pengiriman barang dari pelabuhan ke tempat tujuan. Dikatakan, selain luas dermaga yang masih terbatas, areal parkir kendaraan kontainer di pelabuhan juga masih perlu perluasan. Luas total parkir pelabuhan

Investor Mulai Rebut Kawasan Pemukiman Nelayan Mataram (Suara NTB) Tak hanya Bali, Provinsi NTB menjadi salah satu daerah incaran para investor. Wilayah kawasan nelayan perlahan mulai direbut. Tentu akan terjadi alih fungsi lahan, akan berdampak pada potensi tangkapan nelayan jika tak ada penegasan pemerintah daerah. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi NTB, L. Kamala, SH. MM, Selasa (3/12) mengemukakan, perlu sikap mewanti-wanti jika terjadi penguasaan lahan kawasan nelayan. Keberpihakan kepada masyarakat nelayan menurutnya tidak dapat diabaikan. Jika tidak, NTB akan tergantung pada ikan beku yang akan didatangkan dari luar daerah, bahkan luar negeri. Dengan masa tangkap sebelumnya yang tidak bisa dideteksi. Kamala mencontohkan, sikap tegas yang diberlakukan Bupai Lombok Timur, Moch. Ali Bin Dahlan, atas penolakannya terhadap para investor yang ingin mengelola kawasan pemukiman nelayan menjadi lahan investasi, khususnya yang ada di Labuhan Haji. Bahkan penegasannya, dengan memberlakukan sarat ketat kepada salah satu investor luar negeri, setidaknya dengan memberlakukan penjaminan (deposito) antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 milliar di rekening Pemda. Deposito tersebut dimaksudkannya untuk mengetahui pasti keseriusan para investor, jika ingin melakukan pemberdayaan kepada nelayan. “Sikap seperti itu harus berlaku di semua Kepala Daerah

mestinya, tidak serta merta menerbitkan izin kepada investor. Bisa jadi izin tersebut dijual lagi kepada investor lainnya di negara luar,” terangnya. Contoh lain yang dianggap sudah kebablasan adalah, kawasan nelayan yang ada di Senggigi, Lombok Barat. Menurutnya, pemberlakuan zona khusus wisata yang otomatis memangkas keberadaan para nelayan telah menyingkirkan masyarakat pribumi. “Lantas akan dikemanakan para nelayan kalau kawasannya sudah dibabat para investor. Jangan sampai kita seperti daerah Sulawesi nantinya, banyak nelayannya yang tersebar karena peralihan kawasan,” sebutnya. Dalam hal ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga harus lebih selektif dalam menerbitkan izin (sertifikat) alih fungsi lahan. Sebab, untuk kawasan pesisir pantai, ada batasan khusus yang tidak boleh dikelola oleh pihak manapun. Ia menambahkan, perlunya pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah. Misalnya pada kawasan tertentu difokuskan untuk pariwisata, demikian juga invetasi, termasuk kawasan pemukiman nelayan yang tak boleh dialihfungsikan. “Sekarang tinggal bagaimana sikap pemerintah, mumpung daerah-daerah lain belum direbut para investor. Jangan sampai nelayan dipandang sebelah mata. Nelayan harus tetap eksis untuk memenuhi kebutuhan kita khususnya,” demikian Kamala. (bul)

itu saat ini mencapai 4 hektar, mampu menampung dua tumpuk kontainer bisa mencapai tiga tumpuk. Menurutnya, melihat kondisi saat ini pelabuhan barang belum bisa dikatakan memenuhi, karena itu perlu penambahan fasilitas. “Ada penambahan dermaga pada tahun 2015 sepanjang 600 meter persegi untuk akomodir kapal barang dan kapal pesiar,” tukasnya. Luas total pelabuhan sendiri terang Mujiono kurang lebih 15,6 hektar, ada lahan namun masih pegunungan. Menurut catatanya, selama bulan februari-april jumlah antrian kapal lima sam-

pai 10 kapal. Kapal barang yang banyak nyandar berasal dari pulau Jawa, Makassar dan Bima. Kebanyakan barang yang masuk kontainer jenis sembako, kalau dari Makassar, Kalimantan adalah semen dan indosemen. Sedangkan kalau dari Makassar jenis semen boswa. Dari Surabaya jenis semen Gresik dan pupuk PKT. Persoalan juga dialami saat bongkar muat barang, masih konvensional. Belum ada peralatan yang memadai untuk bongkar muat. Seperti halnya pelabuhan lain di daerah. (her)

Jatah DBH - CHT Lotim Merosot Selong (Suara NTB) Jatah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk kabupaten Lombok Timur (Lotim) merosot tajam. Dari Rp 54 milia lebih tahun 2013, tahun 2014 mendatang hanya akan mendapatkan Rp 38 miliar. Atau berkurang hingga Rp 16 miliar lebih. Demikian diungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Ir. Subagio. Menjawab media di Selong, Selasa (3/12), dia mengatakan, penurunan jatah Lotim ini karena sesuai arahan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar penyalurannya sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu). Permenkeu menetapkan, DBH - CHT diberikan kepada daerah penghasil cukai 58 persen, penghasil tembakau 30 persen dan sisanya tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun-tahun sebelumnya, Lotim bisa memperoleh Rp 54 miliar terbesar dibandingkan daerah lain karena sebagai daerah penghasil tembakau terbesar di NTB. Sistem pembagian itu dinilai kurang sesuai dengan Permenkeu sehingga tahun 2014 mendatang harus dikembalikan total sesuai aturan tersebut.

“Kita kecil pada cukainya, dulu menjadi terbesar karena kita daerah penghasil tembakau terbesar,” ucapnya. Saat ini, dikedepankan aturan yang telah ditetapkan di pusat sehingga Lotim paling banyak hanya bisa memperoleh Rp 38 miliar. Akibat penurunan itu, diakui jelas akan berpengaruh pada belanja daerah. Namun sebagai daerah penerima, jajaran Pemkab Lotim tidak bisa berbuat banyak. Apalagi keputusan pembagian sudah disepakati. “Itu sudah positif, kita tidak b i s a melobi lagi,” ucapnya. (rus)

Subagyo (Suara NTB/dok)


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Biaya Kampanye Caleg DPR RI Capai Rp 6 Miliar Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo memprediksi biaya kampanye masing-masing calon anggota legislatif DPR RI untuk Pemilu 2014 akan naik rata-rata satu setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan pada Pemilu 2009. “Tahun depan biaya kampanye seorang caleg akan naik rata-rata satu setengah kali lipat,” kata Pramono Anung dalam acara peluncuran buku (ant/bali post) berjudul “Mahalnya DemokraPramono Anung si Memudarnya Ideologi” di Gedung DPR, Jakarta, Selasa. Selain Pramono, turut menjadi nara sumber pada acara peluncuran buku tersebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali, dan pengamat politik J Kristiadi. Menurut Pramono, kisaran biaya yang dikeluarkan seorang calon anggota DPR RI adalah terkecil Rp 300 juta dan yang paling besar Rp 6 miliar. Biaya paling kecil tersebut dikeluarkan oleh mereka yang punya modal sosial tinggi seperti artis dan aktivis. Sedangkan biaya paling besar akan dikeluarkan oleh mereka dari kelompok pengusaha yang modal sosialnya rendah. Dengan asumsi rata-rata biaya kampanye pada 2009 mencapai Rp 3,3 miliar, maka pada tahun depan diperkirakan biaya itu akan mencapai Rp 4,5 miliar. Menurut Pramono, fenomena mahalnya biaya kampanye tidak lepas dari sistem pemilu proporsional terbuka yang membuat seorang caleg tidak saja bersaing dengan caleg dari partai lain, namun juga berhadapan dengan caleg sesama partai sendiri. Selain mengeluarkan biaya spanduk, konsumsi untuk konstituen, tidak jarang seorang caleg juga menghabiskan banyak anggaran untuk biaya transportasi untuk dirinya sendiri dan konstituen yang akan ditemuinya. Sementara itu, pakar komunikasi politik Effendi Ghazali mengatakan salah satu cara untuk menghemat biaya kampanye adalah memberlakukan sistem pemilu proporsional. Selain itu, untuk menghemat biaya kampanye juga perlu dilakukan pemilu serentak. “Dengan dua langkah itu saya memperkirakan akan terjadi penghematan biaya sebesar Rp6 triliun. Dengan asumsi peserta pemilu 12 partai, maka setiap parpol bisa mendapatkan dana Rp500 miliar kalau uang yang bisa dihemat itu diberikan ke partai politik peserta pemilu,” kata Effendi Ghazali. (ant/bali post)

Polri Tunda Kebijakan Jilbab Polwan Semarang (Suara NTB) – Kapolri Jenderal Sutarman mengemukakan penundaan kebijakan penggunaan jilbab pada polisi wanita berkaitan dengan penyesuaian anggaran kepolisian pada 2014. “Jadi yang dimoratorium itu seragamnya, terkait keseragaman,” kata Kapolri di Semarang, Selasa. Menurut dia, setiap kebijakan akan diikuti aturan, begitu pula mengenai seragam jilbab, berkaitan dengan anggaran. Ia menjelaskan anggaran kepolisian tahun 2014 telkah disusun sejak tahun 2012. “Sudah disusun, akhir Desember ini DIPA 2014 sudah keluar,” katanya. Ia menegaskan tidak ada masalah dengan kebijakan polwan berjilbab mengingat dukungan dari masyarakat juga tidak ada masalah. “Tinggal perlu pengaturan, persoalan keseragaman,” katanya. (ant/bali post)

Ungkap Kasus SKK Migas

KPK Diminta Tidak Pandang Bulu Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh pandang bulu mengungkap kasus SKK Migas, termasuk meminta keterangan kepada Panglima TNI, Jenderal Moeldoko yang disebut-sebut dalam BAP mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini dan Asep Toni. “Siapapun yang terlibat dalam SKK Migas, baik sipil, TNI atau birokrat harus disesuaikan saja dengan hukum yang berlaku. KPK diminta menindaklanjuti pengakuan mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini. Hukum tak mengenal perbedaan,” kata TB Hasanuddin di Gedung MPR/ DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa. Dari BAP yang beredar di kalangan wartawan, nama mantan KSAD Jenderal Moeldoko disebut-sebut bertemu dengan Rudi Rubiandini di Gambir dan rumah dinas Moeldoko, Jalan Denpasar. Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyatakan ada kemungkinan memanggil Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk dimintai keterangan soal kasus suap SKK Migas. (ant/bali post)

POLHUKAM

Halaman 8

Tersandung Kasus ’’Block Grant’’

Kepala SMP 3 Gerung Dinonaktifkan sangat minim dibanding dengan jumlah sekolah. Apalagi, Saat ini jumlah Sekolah Dasar (SD) di Lobar seluruhnya adalah 334 buah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 28 buah dan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sebanyak 14 buah. “Jumlah pengawas kita terbatas sehingga belum maksimal,” kilahnya. Ketua Komisi IV DPRD Lobar Zain Darmat menilai, adanya sejumlah Kepsek yang terindikasi terlibat dalam kasus ksrupsi mencoreng dunia pendidikan Lobar meskipun belum terbukti secara sah di

Giri Menang (Suara NTB) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar Komarudin mengatakan, pihaknya sudah menonaktifkan kepala SMP 3 Gerung yang tersangkut dugaan korupsi dana block grant. Dikbud telah menetapkan Plt yakni Faturahman menggantikan kepala sekolah SMP 3 Gerung agar yang bersangkutan bisa fokus menghadapi masalah ini. “Jika memang terbukti bersalah akan kita ganti,” tegas Kamarudin, Selasa kemarin. Ia prihatin dengan banyaknya Kepsek yang tersangkut kasus hukum, termasuk yang terbaru Kepsek SD 2 Dasan Geres. Akan tetapi ia menyesalkan sikap pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan kepada kepsek SDN 2 Dasan Geres Marzoan tanpa surat

pemberitahuan kepada pihaknya terlebih dahulu. Dinas Dikbud katanya belum mengetahui kalau ada indikasi korupsi di SDN 2 Dasan Geres. Namun, pihaknya justru mengetahuinya dari media. Ditambahkannya, mengantisipasi kasus serupa terja-

di, Dinas Dikbud katanya, terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar penyelewengan penggunaan dana-dana tersebut kedepannya tidak bermasalah lagi. Namun tentu pengawasan maksimal belum bisa dilakukan lantaran jumlah personel pengawas

Ketua DPRD Lobar Bantah Terima Dana dari Burhanuddin Giri Menang (Suara NTB) Ketua DPRD Lombok Barat, H. Umar Said, SAg membantah kalau dirinya menerima aliran dana Rp 165 juta dari mantan Kepala Aset Daerah, Burhanuddin untuk memuluskan rekomendasi penjualan aset di Dusun Tegal, Jagaraga. Ia tidak merasa keder disebut-sebut namanya oleh tersangka kasus aset Ireng tersebut sebagai penerima dana tersebut. Bahkan, ia menuding kalau Burhanudin hanya asal sebut tanpa bukti yang kuat. “Biarkan dia menyebut nama saya terima uang, yang jelas saya tak pernah terima uang,” ungkap Ketua DPRD Lobar ini Selasa (3/12) kemarin. Umar Said mengaku siap memenuhi panggilan Polres jika diperlukan. Ia juga menegaskan pihak Dewan tidak ada yang menerima dana penjualan aset milik pemda di Jagaraga yang dilakukan oleh oknum. Ia menyerahkan masalah ini ke aparat berwajib untuk membuktikannya. ‘’Biarlah lembaga hukum yang membuktikannya,” tukasnya. Dijelaskannya, awalnya DPRD Lobar menerbitkan dua keputusan yakni tentang tukar guling dan persetujuan penjualan beberapa aset Pemda di Lobar. Akan tetapi di tengah perjalanan, pihak eksekutif bersurat ke Dewan yang pada

(Suara NTB/ars)

IMBAU MASYARAKAT - Kasat Binmas Polres Mataram AKP Nuraini di simpang empat Pegesangan, bersama tim Sat Bimas mengimbau masyarakat agar tertib berlalulintas dan menjaga kendaraan dari aksi curanmor.

Tekan Kasus Curanmor, Binmas Sisir Keramaian Mataram (Suara NTB) Pihak yang paling disorot terkait tingginya angka kasus curanmor adalah kepolisian. Sebab secara subjektif masyarakat menilai Polisi lah yang paling bertanggungjawab soal keamanan. Disisi lain, kepolisian yang tak menghiraukan tekanan dari publik, gencar sosialisasi ke tengah masyarakat agar sadar untuk terlibat aktif dalam pengamanan lingkungan. Upaya preemtif itu dilakukan Sat Bimas Polres Mataram, tanpa lelah setiap hari menyusuri jalan-jalan ramai, kampung-kampung padat penduduk serta komplkes koskosan dan perumahan. “Walaupun masyarakat bicara apapun, kami tetap tanpa lelah terus melakukan imbauan kepada masyarakat. Agar mereka mau ikut menjaga kendaraannya sendiri, jangan sampai jadi korban seperti yang lain,” kata Kasat Bimas, AKP Nuraini, kepada Suara NTB, Selasa (3/12). Demikian juga saat ditemui di simpang Empat Pagesangan, depan Kampus UMM, Nurani

menggunakan pengeras suara mengimbau kepada pengendara yang melintas agar waspada. Bentuk kewaspadaan dimaksud, dengan memarkir kendaraan di posisi yang mudah dilihat, baik di rumah atau kantor. Khususnya tempat keramaian atau pusat perbelanjaan, pastikan kendaraan parkir diawasi tukang parkir. “Yang paling tidak pernah bosan kami sampaikan adalah, gunakan kunci ganda. Sebab kendaraan yang banyak hilang sekarang ini rata – rata kunci kontaknya dijebol besi tajam Leter T. Sehingga motor mudah dibawa kabur,” kata Nuraini. Namun menyadarkan masyarakat memang bukan perkara gampang. Ditengah mudahnya masyarakat memperoleh sepeda motor, bahkan karena alasan persaingan bisnis, motor bisa dibawa pulang tanpa uang muka. Intensitas dan mudahnya kendaraan didapat, membuat masyarakat lalai dan cenderung cuek. “Padahal kami sering imbau, minimal mereka bisa jadi polisi untuk diri sendiri dan keluarga, dengan menjaga barang berhar-

ga miliknya dan keluarga,” harapnya. Namun tak ingin terus menyalahkan masyarakat, meski pun seorang perempuan, ia tidak akan surut meskipun harus turun di terik matahari, menyusuri gang gang kampung, kompleks kos – kosan dan perumahan warga. Tak perduli hingga dini hari, ia masih menyusuri gang bersama timnya. “Kalau ada kami temukan kendaraan parkir di pinggir jalan, kami langsung tegur pemilik rumah atau pemilik kos kosan, agar memarkir di dalam kendaraannya,” kata mantan perwira yang belasan tahun bertugas di Papua ini. Selain dalam rangka upaya menekan curanmor, Kasat Bimas sekaligus mengimbau agar masyarakat tertib berlalulintas, karena operasi Zebra sedang berlangsung. Pengendara yang melanggar, tidak ada ampun, akan ditilang. Sehingga ia berharap agar diantisipasi lebih awal dengan melengkapi diri dengan surat berkendara dan kelengkapan kendaraan lainnya. (ars)

Jakarta (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengupayakan pemeriksaan pengusaha minyak PT Kernel Oil Pte Limited (KOPL) Widodo Ratanachaithong yang berkewarganegaraan asing dan diketahui tinggal di Singapura. Pemeriksaan ini terkait kasus suap kepada Kepala Satuan Kerja Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini. “Dia di Singapura sudah diproses, jadi kita bantu pihak Singapura dalam proses itu, kita bekerja sama dengan pihak mereka cukup baik dalam hal ini,” ungkap Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Jakarta, Selasa. Pihak yang dimaksud oleh Adnan adalah lembaga pemberantasan korupsi di Singapura yaitu Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB). “Sudah diproses pemeriksaan di Singapura,” tegas Adnan. Menurut Adnan, CPIB bersikap kooperatif dengan meminta data dan KPK membantu permintaan CPIB tersebut. “Ini kaitan bagaimana kita bekerja sama dengan sesama lembaga antikorupsi di biaya knegara dan kita sangat mendukung itu,” ungkap Adnan. Namun Adnan menyatakan bahwa pembicaraan belum hingga tahap siapa yang memeriksa Widodo. “Belum merencanakan (pemeriksaan Widodo), belum sampai ke sana,” tambah Adnan. Sejumlah hambatan muncul untuk pemeriksaan Wido-

Operasi Zebra

(Suara NTB/ars)

HASIL OPERASI ZEBRA - jejeran sepeda motor hasil operasi Zebra yang dikumpulkan di gudang barang bukti, Sat Lantas Polres Mataram. yang hanya mendapat teguran mencapai 677 orang. Secara keseluruhan, diakuinya terjadi kenaikan angka tilang selama 2013. Total tahun 2012 mencapai 1.412 pengendara, sementara tahun 2013 naik mencapai 2.773 pengendara yang ditilang, didominasi roda dua dan sebagian roda empat. Terbanyak dari hasil operasi dilakukan tim Polda NTB, termasuk di Polres Mataram dan Polres Lombok Tengah tertinggi. Menurut Kabid Humas, berbagai upaya sudah dilakukan Ditlantas bersama jajaran Sat Lantas dalam rangka

mengurangi angka pelanggaran lalulintas di jalan. Saat ini sedang digencarkan pendekatan langsung saat di lapangan. Aparat yang menemukan pelanggaran di jalan, langsung memberikan teguran lisan sembari diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran yang sama. “Untuk yang pelanggarannya berat seperti tidak memakai helm, atau tidak membawa sim dan STNK, langsung ditilang. Operasi Zebra ini sifatnya tegas bagi pelanggar. Tujuannya tidak lain untuk mengurangi dampak buruk kecelakaan,” tegas Suryo. (ars)

(ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Nama Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, disebut-sebut dalam berkas pemeriksaan tersangka korupsi Rudi Rubiandini, yang bekas kepala SKK Migas itu. Dikonfirmasi tentang itu, Moeldoko berkata, perkenalannya dengan Rubiandini terjadi saat dia masih menjadi kepala staf TNI AD. Akan tetapi, Moeldoko menurut pengakuannya, tidak membicarakan bisnis, melainkan aktivitas eksploitas minyak dan gas di lokasi-lokasi penambangan, yang banyak ditentang masyarakat. Rubiandini minta Moeldoko membantu pengamanan instalasi dan situs eksploitasi mereka. “Rudi memang pernah ketemu saya saat saya jabat kepala staf TNI AD, waktu beliau ke Mabes TNI AD. Kami diskusikan antara saya dan asisten,” kata Moeldoko. Dalam berkas pemeriksaan Rubiandini, pertemuan dia dengan Moeldoko terjadi dua kali, di satu tempat di kawasan Gambir dan rumah dinas Moeldoko, di bilangan Jalan Denpasar, Jakarta Pusat. Moeldoko, saat ditanya jurnalis, tidak mengurai rinci kedua pertemuan itu. Kecuali begini, “Dia (Rubiandini) juga bawa beberapa asisten. Dia pertamanya kenalin diri karena masih pejabat baru, sama saya juga. Setelah itu tidak lanjut pertemuan kedua,” kata Moeldoko, saat meninjau Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI AD di Markas Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa. “Jadi konteksnya itu, ‘nggak ada urusan bisnis. ‘Ngapain aku urusin bisnis,” kata Moeldoko. Moeldoko menjadi kepala staf TNI AD pada 20 Mei-30 Agustus 2013, sementara Rubiandini di posisi puncak SKK Migas pada 15 Januari-14 Agustus 2013, jadi ada tiga bulan 25 hari waktu yang memungkinkan mereka bertemu. Walau dia mengaku tidak mengurusi bisnis, namun laporan resmi harta kekayaannya sebagai pejabat negara sebelum resmi menjadi panglima TNI, sebanyak Rp32 miliar; jumlah yang sangat mewah untuk seorang militer Indonesia. Dengan profesi murni sebagai tentara aktif semata-mata, harta kekayaan Moeldoko melebihi kekayaan Presiden Susilo Yudhoyono, sejak Yudhoyono menjabat pada 2004 hingga kini di penghujung masa jabatan kepresidenannya. Oleh majalah TEMPO, dia sempat disebut sebagai “Jenderal Tajir” alias kaya. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) Selama operasi bersandi Zebra yang berlangsung sejak 28 November lalu, ribuan pengendara terpaksa ditilang. Catatan Ditlantas Polda NTB, hanya dalam tiga hari, 2.000 lebih kendaraan ditilang. Ini menandakan kesadaran masyarakat aman berlalulintas masih rendah. Catatan Polda NTB, jumlah kendaraan yang terpaksa ditilang mencapai 2.096 kendaraan, berdasarkan hasil operasi di beberapa titik di Mataram dan beberapa daerah lain. “Ini baru tiga hari, yang sudah ditilang mencapai 2.096 kendaraan, jumlah ini yang pasti akan terus bertambah karena operasi masih terus berlangsung,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK, Selasa (3/12). Menurutnya, faktor tingginya pelanggaran lalulintas masih dipicu hal sama, yakni kesadaran masyarakat untuk disiplin berlalulintas. Pelanggaran menurut Suryo, masih soal klasik, yakni tanpa menggunakan helm, kelengkapan kendaraan kurang, ada juga yang tidak membawa surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK. Selain yang ditilang, disebutkan juga Kabid Humas, pengendara

intinya menunda penjualan aset yang ada di Kabupaten Lobar. Hal ini pun sempat dibicarakan di kalangan DPRD dalam rapat pembahasan anggaran. Namun karena haknya ada di Pemda. Akhirnya penjualan aset itu ditunda atas pertimbangan logis. Karena awalnya pemda yang meminta penjualan dan kemudian meminta penundaan lantaran fiskal cukup untuk membayai pembangunan. “Atas dasar itulah tidak ada penjualan tanah aset Pemda. Jika ada, itu dilakukan oknum di luar struktur,” tegasnya. Umar menambahkan penjualan aset milik Pemda itu ada mekanismenya seperti terbitnya surat persetujuan Dewan, dibentuknya tim tujuh, pembentuk tim appraisal yang independen, dijual di balai lelang dan harga jual paling tidak sesuai dengan standar NJOP atau 10 persen diatas NJOP dan disetujui tim appraisal. Namun rupanya, oknum ini memanfaatkan jeda waktu antara keluarnya surat keputusan DPRD pertama terkait persetujuan penjualan dengan surat kedua terkait penundaan. Ini dijadikan senjata untuk menjual aset itu kepada warga, padahal setelah surat persetujuan itu keluar ada surat permintaan pembatalan masuk ke dewan dari pemda sehingga Dewan segera membatalkannya. (her)

KPK akan Periksa Widodo di Singapura

Tiga Hari, 2.000 Lebih Kendaraan Panglima TNI Akui Pernah Ditilang Bertemu Rudi Rubiandini

pengadilan. Namun ini tentu cukup meresahkan wali murid di sekolah tersebut. Kepala SD 2 Dasan Geres Marzoan saat ditemui di sekolah menyatakan, pemanggilan dirinya dan tiga orang lainnya adalah untuk dimintai keterangan. “Pemanggilan Senin kemarin sebagai tindak lanjut dari laporan atas dugaan penyalahgunaan block grant, BSM dan BOS 2012,” ujarnya. Dijelaskannya, secara institusi pelaksanaan dan penggunaan dana-dana tersebut sudah sesuai aturan dan Dinas Dikbud tidak mempersoalkannya. (her)

Adnan Pandu Praja

do di Singapura, antara lain adalah ketiadaan aturan yang dapat menjerat orang asing yang melakukan korupsi di negara tersebut. “Mereka (Singapura) tidak punya (Foreign Corrupt Practice Act), mungkin mereka pakai peraturan mereka sendiri, yang jelas setahu saya yang pakai (aturan) itu hanya Inggris,” tambah Adnan. Hingga saat ini Widodo belum pernah diperiksa oleh KPK meski sudah dijadwalkan pemeriksaannya. Widodo dalam surat dakwaan Komisaris PT KOPL Indonesia Simon Gunawan adalah orang yang memberi uang 200 ribu dolar Singapura dan 900 ribu dolar AS kepada Rudi agar memenangkan KOPL dan Fossus Energy Ltd menjadi pemenang lelang terbatas minyak mentah minas/SLC bagian negara dan kondesat Senipah serta menyetujui kargo pengganti minyak mentah Gresik Mix bagian negara untuk periode Februari—Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd. KPK memiliki rekaman sadapan telepon pembicaraan Rudi dengan Widodo bagaimana keduanya merencanakan pemenangan perusahaan Widodo tersebut. Widodo diketahui berkewarganegaraan Singapura dengan ibu orang Thailand sedangkan ayahnya orang Indonesia juga diketahui punya kedekatan dengan Istana seperti yang terungkap dalam kesaksian pelatih golf Rudi, Deviardi di hadapan penyidik KPK. (ant/bali post)


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Bob Dylan Dituduh Picu Rasisme Paris Musisi beken Amerika Bob Dylan tengah diinvestigasi di Prancis setelah satu organisasi komunitas Kroasia menuduhnya mengeluarkan komentar yang memicu kebencian rasial dalam majalah Rolling Stone tahun lalu, kata para jaksa seperti dikutip Reuters. Dalam wawancara yang disiarkan majalah itu pada 27 September 2012, sang penyanyi mengatakan rasisme telah melanda kembali Amerika. “Jika Anda mendapati tuan budak atau (Ku Klux) Klan dalam darah Anda, maka kaum hitam bisa merasakannya,” kata Dylan waktu itu. “Hal seperti itu hidup sampai kini, seperti Yahudi merasakan darah Nazi dan Serbia merasakan darah Kroasia.” Investigasi resmi ini menyusul aduan dari organisasi CRICCF yang berbasis di Prancis yang menuduh komentar yang dimuat majalah The Rolling Stone edisi Bahasa Prancis itu sebagai melanggar UU kebencian rasial yang berlaku di Prancis. Di Prancis, tuduhan rasisme secara otomatis memicu investigasi formal. Ironisnya, bulan lalu di Paris, Bob Dylan dianugeragi Legion d’Honneur. Menteri Kebudayaan Aurelie Filippetti mengatakan bahwa bagi rakyat Prancis, Dylan adalah kekuatan budaya yang bisa mengubah manusia dan dunia, demikian Reuters. (ant/balipost)

(ant/balipost)

Raja Yogyakarta Sri Sultan HB X (kedua kanan) dan istrinya GKR Hemas (kanan) menjelaskan mengenai wayang kepada Putra Mahkota Kerajaan Norwegia Haakon Magnus (kedua kiri) dan Putri Mette Marift (kiri) yang berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Rabu (28/11).

Raja dari Seluruh Dunia akan Kumpul di Jakarta Jakarta (Suara NTB) Raja-raja dari seluruh dunia akan berkumpul dalam acara Pagelaran Agung Keraton se-Dunia “World Royal Heritage Festival” di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada 5-8 Desember. “Selain menjadi sarana pelestarian warisan seni dan budaya kerajaan istana nusantara ke duni, acara ini juga diharapkan akan jadi brand bagi Jakarta sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang ke sini,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa. Para pemimpin dari 165 kerajaan Nusantara dan 11 kerajaan di dunia termasuk Inggris, Norwegia, Denmark, dan Afrika Selatan dijadwalkan hadir dalam acara beranggaran Rp20 miliar itu. Kawasan sekitar Monas akan disulap jadi menyerupai istana kerajaan untuk acara tersebut. Masyarakat bisa menghadiri acara tersebut se-

Bob Dylan

Autopsi Paul Walker Diumumkan Hari Ini Los Angeles Hasil autopsi jenazah aktor film “Fast & Furious” Paul Walker akan diumumkan setelah pemeriksaan gigi dalam proses identifikasi selesai pada Selasa, kata juru bicara Los Angeles County Coroner. “Kami sedang menunggu catatan gigi. Tubuh tidak bisa diidentifikasi,” kata Juru Bicara Los Angeles Sounty Coroner, Edward Winter, pada Senin (2/12) seperti dilansir kantor berita Reuters. Walker (40) yang menjadi simbol balapan jalanan dalam film “Fast & Furious” adalah penumpang mobil yang mengalami kecelakaan Sabtu (30/11) di Santa Clarita, California, sekitar 30 mil dari Barat Laut Los Angeles. Media melaporkan pengemudi Porsche Carrera GT 2005 merah yang menabrak tiang dan meledak itu adalahRoger Rodas (38), teman Walker yang pemilik perusahaan auto dealer Always Envolving dan layanan balap di Santa Clarita. “Buktinya kedua orang itu terlihat memasuki mobil beberapa menit sebelum kecelakaan,” kata Winter. Investigasi Los Angeles County Sheriff’s Department mengesampingkan kemungkinan Walker dan Rodas mengendarai mobil lain di jalanan setelah menerima tip tentang kendaraan kedua. “Petunjuk itu telah diputuskan tidak kredibel,” kata Sersan Rich Pena. Walker dan Rodas adalah pengemudi untuk tim balap Always Evolving. Kantor pemeriksaan jenazah dan kantor sherif mengonfirmasi bahwa Rodas, yang juga penasehat keuangan Walker, adalah pengemudi mobil. Deputi Sherif Aura Sierra mengatakan investigasi kecelakaan membutuhkan waktu lebih dari dua hari. Walker yang menjadi pemeran pembantu dalam film “Pleasantville” (1998) dan “Varsity Blues” (1999) bermain dalam lima dari enam film “Fast & Furious” sebagai penegak hukum, Brian O’Conner. Aktor Vin Diesel, bintang utama film “Fast and Furious”, memuji rekan mainnya dalam pernyataan di Facebook pada Senin. “Saya selalu mencintai kamu Brian, sebagai saudara... di depan maupun di belakang layar,” tulis Diesel. (ant/balipost)

cara gratis. “Kecuali kalau ingin melihat pameran yang ada di dalam diorama Monas ya harus bayar tiket masuk Rp5.000,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Arie Budiman. Acara “World Royal Heritage Festival” antara lain meliputi pameran keraton dan benda pusaka keraton dan peragaan busana kebesaran kerajaan. Selain itu juga akan ada pagelaran seni budaya di Plaza Monas Sisi Selatan pada 6-7 Desember pukul 15.00 WIB serta festival kuliner dan demo masakan khas keraton di Plaza Monas Sisi Barat selama 5-7 Desember 2013. (ant/balipost)

(Suara NTB/ars)

PASANG SPANDUK – Setelah kritik pedas dengan lakon “anjing” terhadap penggunaan dana Rp 2 miliar bagi pengembangan Seni dan Budaya NTB, Teater Lho unjuk kemampuan lagi untuk Pementasan dengan lakon “Orang Asing”. Pentas naskah Rupert Brook, Sutradara R. Eko Wahono, akan dipertunjukkan Tanggal 20 - 21 Desember 2013, mulai pukul 20.00 Wita di gedung tertutup Taman Budaya NTB.

Lagu Indonesia Raya Pembuka Konser Slank

Musisi Indonesia Nominasi Penata Musik Terbaik Asia Pasifik Jakarta (Suara NTB) Musisi Zheke Khaseli dan Yudi Arfani mendapat nominasi penata musik terbaik untuk film What They Don’t Talk About When They Talk About Love pada The AsiaPacific Film Festival (APFF) ke 56 yang akan diselenggarakan di Makau 13-15 Desember 2013. “Sebuah kehormatan besar buat gue dan Yudi bisa bersaing dengan nama-nama besar di tingkat Asia seperti Shigeru Umebayashi dan Taro Iwashiro,” ujar Zheke Khaseli dalam keterangan pers, Selasa. Zheke dan Yudi bersaing dengan Shigeru Umebayashi untuk film The Grandmaster, Taro Iwashiro untuk film Ask This of Rikyu yang juga membuat musik Rurouni Kenshin, Jay Chou untuk film The Rooftop, dan Shane McLean untuk film Mt. Zion. “Nominasi ini lumayan bikin kaget, selama ini yang gue tau kebanyakan film kita yang yang bersaing di luar negeri itu lebih ke filmnya, sutradaranya atau para pemerannya, dan kali ini dilihat dari segi musiknya. Semoga menjadi dorongan untuk terus berkarya,” Kata Yudi. Asia-Pacific Film Festival

(APFF) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Federation of Motion Picture Producers in Asia-Pacific (FPA). Misi APFF adalah untuk mempromosikan film-film Asia Pacific, menyatukan produser film di wilayah tersebut, dan mendorong pertukaran budaya antara anggota daerahdaerahnya. APFF sudah diselenggarakan sebanyak 56 kali, dengan Tokyo sebagai tuan rumah pertama pada tahun 1954. Setelah itu, anggota di Asia Pacific bergil i r a n menjadi tuan rumah festival set i a p tahunnya. (ant/ balipost)

Yogya (Suara NTB) Ribuan Slanker memadati Stadion Kridosono ketika band legendaris Indonesia, Slank menggelar konsernya Senin, (2/12/2013) malam ini. Konser tunggal ini merupakan rangkaian perayaan ulang tahun ke 30 band asal Gang Potlot tersebut. Konser bertajuk “30 Tahun Slank Berkiprah Nggak Ada Matinya” berlangsung selama tiga jam. Tribunjogja.com merilis, durasi tersebut mengacu pada kiprah Slank yang sudah melewati tiga dekade dalam bermusik. Sebelum Slank tampil, Bunda Iffet memberikan arahan kepada Slank agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Konser dibuka dengan pemutaran film ‘Plur’ yang merupakan kisah fiksi yang diperankan oleh para personel Slank sendiri. Setelah pemutaran film dan penonton menyanyikan Indonesia Raya, Bimbim (drum), Ridho, Abdee (Gitar), Ivanka (bass), dan Kaka (vokal) menghentak lewat ‘Gossip Jalanan’ sebagai lagu pembuka. Lagu lama mereka ‘Teng Teng Blues’ menghangatkan para penonton yang sejak sore memadati kawasan Kridosono. Bimbim mengatakan lagu tersebut dahulu diciptakan ketika Slank masih terjerumus dalam narkoba. “Jaman sekarang yang masih pake narkoba biar kesamber gledek,” selorohnya di atas panggung. Lagu ‘Kesamber Gledek’ yang diambil dari album Plur disambung untuk meneriakan semangat anti narkoba. (berbagai sumber)

Abdee

Fakta - fakta Kecelakaan Paul Walker Jakarta (Suara NTB) Pada Senin (2/12/2013), kabar jagat hiburan artis masih ramai seputar kecelakaan maut aktor Paul Walker. Tapi ada juga kabar bahagia dari aktris Yasmine Wildblood yang segera dipinang oleh Abi Yapto. Berikut dikutip dari detik.hot edisi Senin (2/12) : 1. Jenazah Paul Walker Sulit Dikenali, Autopsi Ditunda Paul Walker dan teman serta rekan bisnisnya Roger Rodas meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal dan terbakar dalam mobil Porche Carrera GT di California, Amerika Serikat pada Sabtu (30/11/2013) sore waktu setempat. Jenazah mereka pun sulit dikenali. Menurut petugas koroner kepolisian Los Angeles yang dilansir TMZ, Senin (2/12/ 2013), jenazah Paul dan Roger mengalami luka bakar yang sangat hebat. Hampir seluruh bagian tubuhnya, termasuk

wajah, hancur. Proses autopsi pun rencananya ditunda hingga akhir pekan ini. Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan gigi pada dua korban. Roger Rodas yang mengemudikan mobil nahas itu adalah teman dekat Paul Walker selama lebih dari satu dekade. Roger juga membantu Paul memulai bisnis race shop. 2. Keinginan Paul Walker Sebelum Meninggal Tiga bulan sebelum meninggal, Paul Walker sempat mengutarakan keinginannya sebelum meninggal. Hal itu ia ungkapkan saat melakukan wawancara dengan GQ UK. Paul menyatakan kalau ia ingin mewujudkan mimpi masa mudanya, yaitu menjadi seorang ahli biologi kelautan. Sebuah mimpi masa muda yang sudah ia lewatkan. “Aku merindukan banyak hal yang kulewatkan saat muda karena terlalu sibuk dengan dunia akting. Bebera-

(ant/balipost)

Paul Walker

pa bagian dari diriku masih terpanggil untuk melakukan hal yang dulu terlewat. Karena itulah baru-baru ini aku melakukan kegiatan pendataan Hiu, dan akan melakukan itu lagi di Hawaii. Aku juga akan melakukan pemijahan ikan Kerapu,” ujar Paul. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk memperbai-

ki hubungan dengan putri tunggalnya, Meadow Walker. Belum genap setahun mereka tinggal bersama, dan Paul ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Meadow. “Aku ingin pulang, melakukan sesuatu dengannya. Tetapi dia selalu menyuruhku melakukan ini itu. Meadow menyuruhku tetap syuting agar ia bisa keliling dunia bersamaku,” lanjut Paul. Semua keinginan Paul Walker belum seluruhnya terlaksana. Terutama keinginannya untuk dekat dengan putrinya. Kini Meadow sudah menjadi yatim, dan belum memutuskan apakah akan tetap tinggal di California, atau kembali ke Hawaii bersama ibu kandungnya. 3. Film Terbaru Paul Walker Tetap Dirilis Pada 13 Desember Pantelion Films dan Lionsgate tetap pada rencana mereka untuk merilis film terbaru Paul Walker “Hours” pada 13

Desember mendatang. Dengan demikian, jadwal tayang film yang mengangkat cerita tentang efek Badai Katrina itu, dilakukan dua minggu setelah tewasnya Paul pada usia 40 tahun. Keputusan itu diambil sejumlah eksekutif dan produser setelah mengadakan pertemuan. “Setelah banyak kemunduran, ini adalah keputusan kami,” kata CEO Pantelion Paul Presburger seperti dilansir The Hollywood Reporter, Selasa (3/12/2013). Film terbaru Paul berjenis thriller tentang seorang ayah yang berusaha sekuat tenaga melindungi anaknya dari badai Katrina yang menerjang. Film tersebut disutradarai oleh Eric Heisserer. Latar cerita dalam film sebenarnya tak terlalu jauh dari kehidupan nyata sang aktor. Paul Walker dikenal memiliki yayasan amal ‘Reach Out Worldwide’ yang berfokus membantu negara-negara yang tengah dilanda bencana alam. (berbagai sumber)


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Kurikulum 2013 Diharapkan Mampu Ciptakan Generasi Emas

Muhammad Irfan

Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Kurikulum 2013 yang kini sedang dilaksanakan secara bertahap dan terbatas pada berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi emas tahun 2045 atau bertepatan dengan 100 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia. Momentum seabad kelahiran bangsa indonesia tersebut

tentunya menjadi puncak dari seluruh perubahan yang dicita-citakan oleh segenap bangsa Indonesia tak terkecuali oleh masyarakat NTB, baik dalam bidang ekonomi, sosial dan pendidikan. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Drs. Muhammad Irfan, mengaku butuh waktu panjang untuk mempersiapkan Kurikulum 2013. Agar pelaksanaannya menjadi matang, berbagai kesiapan dari para guru penting

dilakukan agar mereka benar-benar memahami keseluruhan isi dari kurikulum 2013. Tidak hanya itu, dari segi infrastruktur seperti bahan ajar juga sedang diperbaiki agar sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013. “Bahan ajar untuk kurikulum 2013 sedang disusun agar sesuai dengan kebutuhan siswa,” terang Irfan pada Suara NTB belum lama ini. Diakuinya, sejak kurikulum 2013 di-launching pada Juli lalu, berbagai persiapan

menyambut pelaksanaan kurikulum 2013 sudah mulai dilaksanakan seperti adanya pemberian bimbingan teknis kepada 5.000 guru sepanjang tahun 2013 ini. Selain itu, ungkapnya, pada tahun 2014 mendatang sebanyak 21.000 guru di seluruh NTB dipastikan akan mendapatkan bimbingan teknis yang sama agar pelaksanaan Kurikulum 2013 yang akan berlaku efektif pada tahun 2015 mendatang benar-benar siap dilaksanakan oleh para guru. Se-

lain itu, pada tahun 2014 mendatang akan ada penambahan jumlah satuan unit pendidikan yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 menjadi 500 unit. Pada bagian lain, penerapan kurikulum yang masih bertahap dan terbatas disebabkan masih banyaknya persiapan yang harus dilakukan pemerintah agar nantinya semua unit satuan pendidikan benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. Harapannya, pelak-

sanaan kurikulum ini tanpa ada kendala, baik dari segi SDM maupun infrastruktur penunjang. ‘’SDM yang tidak siap atau belum memahamai pelaksanaan kurikulum 2013 tentu akan menghambat berbagai tujuan pendidikan begitu pun sebaliknya, jika infrastruktur pendukung diterapkannya kurikulum 2013 masih belum siap juga akan menghambat tujuan pendidikan secara nasional,’’ ujarnya. (dys)

(Suara NTB/dok)

Tolak Tes Keperawanan di Sekolah

Kerja dan Mengajar BEKERJA di perhotelan tidak melulu hanya dihadapkan dengan rutinitas sebagai pegawai hotel semata. Di tengah kesibukan sebagai seorang Manager Human Resource Development (HRD) di salah satu hotel di Gili Trawangan, Khairul Amni, SPd, menyempatkan diri mengajar di SMK Pariwisata di Gili Trawangan dan Akademi Komunitas Negeri Mataram. Bekerja sambil mengajar inilah yang dilaluinya, tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang manajer hotel di Gili Trawangan. ‘’Di sela-sela waktu luang di hotel, saya menyempatkan diri mengajar. Bagi saya mengajar tentang perhote(Suara NTB/ham) Khairul Amni lan di sekolah adalah suatu hal yang sangat penting,’’ tutur alumni lulusan jurusan Bahasa Inggris IKIP Mataram tahun 2003 ini pada Suara NTB via ponselnya, Selasa (3/12). Sebagai seorang tenaga profesional, dirinya tentu tidak bisa meninggalkan pekerjaan utama untuk pekerjaan sampingan. Baginya, antara dua profesi, yakni bekerja di hotel dan mengajar harus bisa berjalan bersama-sama, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, jika dirinya tidak hadir di dua tempat kerja pada acara bersamaan. Mengatasi hal ini, tentu ada komitmen atau kesepakatan bersama, sehingga satu pekerjaan ditinggalkan tidak membuat pekerjaan lain terbengkalai. Tidak hanya itu, di tengah kesibukannya bekerja di dua tempat berbeda, lelaki kelahiran Lombok Timur tersebut juga menyempatkan diri melanjutkan studi magister di Program Magister Universitas Mataram. Tentunya, membagi waktu antara pekerjaan di hotel, mengajar di dua lembaga pendidikan berbeda hingga menempuh pendidikan S2 harus betul-betul terjadwal, sehingga tidak ada pekerjaan yang dikorbankan. Baginya, hingga sekarang ini, menjadi pekerja profesional di hotel, mengajar di SMK Pariwisata Gili Trawangan dan Akademi Komunitas di Labuapi Lombok Barat serta kuliah S2 di Universitas Mataram masih tetap jalan. ‘’Kita jalani saja,’’ ujarnya pendek. (ham)

Komnas Perempuan Apresiasi Mendikbud Jakarta (Suara NTB) Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memberikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh atas sikap dan pernyataaan tegas Mendikbud terkait tes keperawanan di sekolah. Mendikbud dinilai telah mendukung penghapusan tindakan dan kebijakan diskriminatif terhadap hak-hak konstitusional perempuan di Indonesia. Dikutip dari laman Kemdikbud.go.id, Selasa (3/12), dalam surat bernomor 155/ KNAKTP/Pimpinan/XI/2013 tanggal 7 November 2013 yang ditujukan untuk Mendikbud, Komnas Perempuan menyatakan Mendikbud telah memberikan pernyataan resmi di berbagai media yang dengan tegas melarang tindakan dan kebijakan tes keperawanan di seluruh

lembaga pendidikan di Indonesia. Bahkan ia akan memberikan sanksi kepada sekolah atau lembaga pendidikan yang menerapkan atau melaksanakan tes keperawanan. Komnas Perempuan menilai sikap tegas Mendikbud tersebut dibutuhkan dalam rangka penghapusan tindakan dan kebijakan diskriminatif terhadap hak-hak konstitu-

sional perempuan di Indonesia. Mereka juga meminta Mendikbud mengadakan dialog bersama antara Kemdikbud dan institusi-institusi pendidikan terkait lainnya agar praktik diskriminatif tidak lagi dilakukan. Pada bulan Agustus lalu Mendikbud M. Nuh memang menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah

yang menerapkan tes keperawanan kepada siswa yang mau masuk sekolah tersebut. “Akan kami tindak tegas siapa yang membuat kebijakan tes keperawanan di sekolah. Sebab, hal itu sudah merugikan orang lain dan merampas hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Mendikbud beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Mendikbud menegaskan dirinya tidak sepakat wacana tes keperawanan kepada siswa perempuan yang akan masuk sekolah. “Kalau ada tes keperawanan, lalu bagaimana dengan yang lakilaki? Ini kan bisa menimbulkan diskriminasi,” ujarnya. (ham)

M. Nuh

(ant/balipost)

124 GTT Diusulkan Jadi GTD Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) Dr. H. Zaini Arony, MPd, mengusulkan pengangkatan dan perubahan status Guru Tidak Tetap (GTT) menjadi Guru Tetap Daerah (GTD) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain dinaikkan menjadi GTD, mereka juga akan mendapatkan insentif dari Pemda. “Para guru GTT akan kami jadikan guru tetap daerah, para guru juga akan diberi insentif,” ungkapnya, Selasa (3/12). Diterangkan, hal ini merupakan bentuk perhatian Pemda terhadap nasip para guru yang sejauh ini banyak yang mengeluh. Bupati mengaku telah menandatangani usulan itu, dan berkas usulan sudah dikirim ke Jakarta. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar Kamarudin menyatakan pihaknya sudah mengrim berkas 124 GTT yang diusulkan menjadi GTD. “Berkas itu sudah dibawa ke Kemendikbud,” ujarnya. Para GTT yang diusulkan GTD merupakan guru yang sudah sertifikasi, tak termasuk GTT yang belum sertifikasi. Ia menyebutkan jumlah GTT yang belum sertifikasi mencapai ribuan. Para GTT ini akan diusulkan secara bertahap. Sementara beberapa waktu lalu, para GTT melakukan hearing ke DPRD mereka menuntut status mereka dan gaji sertifikasi yang belum terbayarkan. (her)

UN SD Dihapus Jakarta (Suara NTB) Mulai tahun depan, tidak ada lagi peserta didik sekolah dasar (SD) yang tinggal kelas. Penilaian di rapor SD mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam bentuk deskriptif tidak lagi angka. “Penilaian di SD tidak ada angka, tetapi narasi. Mereka tidak tinggal kelas. Bagi yang belum memahami pelajaran, meskipun naik kelas akan diberikan remedial,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Ramon Mahondas di Jakarta belum lama ini. Ramon mengatakan, saat ini telah dilakukan pelatihan untuk guru pendamping yang turun di lapangan. Mereka, kata Ramon, telah dijelaskan baku bentuk rapor, cara menilai dan memberikan angka. Dia menyebutkan, pelatihan tahun depan mencakup 150 ribu sekolah, lebih besar dibandingkan tahun ini yang hanya enam ribu sekolah. “Terkait berbagai permasalahan muncul, masukan itu sudah diakomodasi,” katanya. Kepala Unit Implementasi Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumadi menyampaikan, penilaian menggunakan bahasa positif, karena usia anak masih dalam usia emas. Hal ini, kata dia, dilakukan untuk memotivasi anak. “Jika anak diberi nilai 5 atau nilai merah mereka menjadi tidak termotivasi,” katanya. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Dadang Sudiyarto, mengatakan, pada tahun depan tidak ada lagi ujian berstandar nasional untuk SD, tetapi diselenggarakan ujian sekolah/madrasah. Ujian ini, kata dia, mencakup SD, SDLB, Paket A, dan Ula. Dia mengatakan, mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika, bahasa Indonesia, dan IPA untuk SD/MI dan bahasa Indonesia, matematika, IPS, dan PKN untuk SDLB. “Sebanyak 25 persen kisi-kisi soal dari pemerintah pusat dan 75 persen dari satuan pendidikan berkoordinasi dengan kabupaten/kota,” katanya. Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im mengatakan, Ujian Nasional pada tahun depan untuk SMA/MA/ SMALB/SMK termasuk Paket C dan Paket C Kejuruan dilaksanakan pada 14-16 April dan SMP/MTs/SMP/SMPLB/ Paket B/Usto pada 5-8 Mei. “Nilai kelulusannya tetap 5,5,” katanya. “Ujian sekolah/madrasah SD/SDLB/MI/Paket A/ Ula pada 19-21 Mei,” katanya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

TANDA TANGAN - Kemdikbud dan pemerintah kabupaten/kota menandatangani implementasi Kurikulum 2013 dan UN di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa (3/12).

Tahun Depan, Implementasi Kurikulum 2013 dan UN Jakarta (Suara NTB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menyepakati implementasi Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional (UN) pada tahun depan. Kesepakatan ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im dan perwakilan dari sembilan kepala dinas kabupaten/kota di Indonesia pada penutupan Rapat Koordinasi Implementasi Kurikulum 2013, Ujian Sekolah/Madrasah, dan Ujian Nasional Tahun 2014 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti dikutip dari laman Kemdikbud.go.id, Selasa (3/12). Sekretaris Badan Peneli-

tian dan Pengembangan Kemdikbud Dadang Sudiyarto menyampaikan, kedua pihak sepakat melaksanakan ujian sekolah dan madrasah Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan sejumlah ketentuan. Pertama, kata dia, Kemdikbud menyiapkan kisi-kisi dan soal kendali. Kedua, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota menyiapkan materi, penggandaan, dan pendistribusian bahan ujian sekolah dan madrasah. “Ketiga, pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melakukan pengawasan, pengumpulan jawaban, dan pengolahannya,” katanya. Dadang mengatakan, terkait pelaksanaan Ujian Nasional

SMP/MTS, SMA/SMK/MA/ MAK, Kemdikbud menyiapkan anggaran pelaksanaan, pemerintah provinsi menjadi ketua/anggota pelaksana UN SMP/MTS, SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat untuk penggandaan dan pendistribusian bahan UN di Region masing-masing. “Pemerintah provinsi membentuk panitia pelaksana UN tingkat provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota membentuk panitia pelaksana UN tingkat kabupaten/ kota,” tambahnya. Kesepakatan berikutnya, pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk pendistribusian bahan UN. Adapun terkait implementasi Kurikulum 2013 pada tahun 2014, Dadang menegas-

kan, Kemdikbud menyiapkan anggaran untuk penyiapan naskah buku, penggandaan, dan distribusi buku semester satu melalui dana BOS. Selain itu, memberikan pelatihan instruktur nasional dan sebagian guru sasaran, serta penyiapan materi dan bimbingan teknis pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Sementara, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan dukungan anggaran untuk penggandaan dan distribusi buku semester dua sampai ke sekolah. Dukungan anggaran ini ditujukan untuk kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI. “Penyiapan anggaran ini berlaku bagi pemerintah kabupaten/kota yang tidak mendapatkan dana

alokasi khusus (DAK) pendidikan,” kata Dadang. Kesepakatan lainnya adalah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan dukungan anggaran pelatihan guru sasaran kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI. Berikutnya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersamasama menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan pendampingan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di tingkat sekolah. “Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menindaklanjuti implikasi penerapan Kurikulum 2013, antara lain tentang muatan lokal, kepramukaan, dan peminatan,” ujar Dadang. (ham)

Anarkisme dan Premanisme Hantui Kampus Berbagai anarkisme yang membalut aksi demonstrasi mahasiswa di tengah-tengah kampus masih saja terjadi. Padahal kampus sebagai lembaga pendidikan yang harusnya steril dari tindakan-tindakan kotor seperti itu tidak boleh terjadi. Terlebih dalam alam demokrasi seperti sekarang ini, apa yang dilakukan seperti itu belum dianggap sebagai sebuah tindakan demokrasi oleh mahasiswa. DEMOKRASI sebagai pilar bernegara tidak boleh disebut sebagai landasan untuk bertindak bebas tanpa adanya rem yang mengendalikan aksi-aksi tersebut. Pemahaman yang terlalu bebas dalam memaknai arti demokrasi nampaknya menjadi salah satu sebab dilakukannya praktik-praktik demokrasi yang justru kebablasan di kalangan mahasiswa selama ini. Padahal demokrasi tidak sama sekali mensyaratkan anarkisme sebagai tiang dalam menjalankan proses-proses baik itu politik maupun dalam konteks lainnya. Mencermati berbagai tindakan anarkisme mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram dalam beberapa aksi demonstrasi belaka-

ngan ini, nampaknya semua orang prihatin melihat kondisi tersebut. Bagaimana tidak, berbagai aksi seperti penyegelan kampus yang berujung pada pelarangan belajar bagi mahasiswa, penyegelan perpustakaan dan berbagai perusakan fasilitas kampus lainnya justru merugikan diri mereka sendiri. Pengamat politik dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Dr. Kadri, beberapa waktu lalu mengaku perihatin melihat aksi anarkisme mahasiswa yang terlampau sangat berlebihan dalam menyuarakan aspirasinya. Padahal berlebihannya cara mahasiswa dalam menyuarakan aksi mereka justru lebih banyak

merugikan mereka sendiri. Selain itu, ungkapnya, sering aspirasi mahasiswa di luar konteks sebagai mahasiswa. Dirinya mencontohkan aksi demonstrasi mahasiswa yang melakukan penolakan terhadap kehadiran Kabag Umum yang baru. “Padahal mahasiswa tidak mempunyai sama sekali wewenang untuk menolak atau pun menerimanya,” ungkapnya. Justru, dengan melaksanakan aksi demonstari yang di luar konteks mereka sebagai mahasiswa seperti itu, membuat masyarakat menjadi bertanya terhadap aksi yang dilakukan. Dalam hal ini, dirinya meminta agar mahasiswa senantiasa menjaga idealisme mereka, karena pada saat sekarang ini tugas mahasiswa adalah belajar. Tidak diduga, aksi premanisme kembali terjadi di lingkungan kampus IAIN ketika sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se- IAIN pada Sabtu lalu melakukan aksi demo menolak keberadaan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) BEM Institut. Mereka menolak

keberadaan KPUM yang dibentuk kampus yang dinilainya tidak sesuai dengan aturan. Sejatinya, komposisi KPUM dihuni perwakilan dari masing-masing UKM. Namun, dalam KPUM yang dibentuk oleh kampus, tidak ada perwakilan UKM. Hal itulah yang membuat sejumlah mahasiswa menggelar aksi menolak keberadaan KPUM yang dinilainya ilegal. Sayangnya, aksi demonstrasi yang pada awalnya berlangsung damai, dicoreng oleh kehadiran beberapa preman yang diduga sengaja disewa pihak tertentu. Kericuhan pun terjadi antara para pengunjuk rasa dengan preman tersebut. Bahkan salah seorang koordinator dalam aksi tersebut, Hadiburahman mengaku terkejut dengan hadirnya beberapa orang preman tersebut di tengah-tengah kampus. Selain kehadiran preman tersebut telah mencoreng proses demokrasi yang berlangsung di tengah-tengah mahasiswa, juga sekaligus memberikan stigma buruk terhadap keberadaan kampus yang selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat. Sekretaris Mapala IAIN Ma-

taram yang juga pengurus BEM Fakultas Tarbiyah, Ahmad Saiful Wardi menyebut praktikpraktik berdemokrasi yang selama ini ditampilkan oleh sebagian mahasiswa sudah berada pada titik yang sangat mencemaskan. Hal itu disebabkan masih kuatnya intervensi pihak kampus atau pihak luar dalam sejumlah konstalasi perpolitikan di tingkat mahasiswa. Padahal adanya intervensi teresebut membuat mahasiswa kerap dijadikan sebagai korban kepentingan sejumlah elite kampus maupun elite politik di luar kampus. “Berbagai demonstrasi yang sering terjadi bahkan sering tidak ada kaitannya dengan kepentingan mahasiswa banyak, sehingga kadang tidak jelas siapa yang mau diperjuangkan oleh mereka,” ujarnya. Selain itu, ketidakpahaman terhadap proses berdemokrasi yang baik membuat mereka juga kadang kebablasan dalam mempraktikkan cara-cara berdemokrasi yang baik. Padahal jika mereka paham, tidak akan mungkin aksiaksi tersebut dilakukan dengan sebebas mungkin seperti yang selama ini ditunjukkan. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

(Suara NTB/fan)

Hasil Turnamen Futsal Suara NTB Cup I Selasa, 3 Desember 2013 Setda NTB VS CS FC VS Tinggar FC VS PSKT B VS ARJ FC VS Basela FC VS Lendang Re FC VS Romawi VS MDPL VS

Barabas Casper Gebang Putra FC Loyyal Futsal 45 United A Ncuhi FC Minion FC PFC Marong FC

4-0 2-1 2-7 10-2 5-2 0-4 3-1 2-5 4-9

KARTU KUNING Pertandingan tim Gebang Putra dengan tim Tinggar FC terlihat memanas. Wasil memberikan kartu kuning pada salah seorang pemain Tinggar FC di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I yang berlangsung di Lapngan Futsal Mataram Mall, Selasa (3/12) kemarin.

Jadwal Turnamen Futsal Suara NTB Cup I Rabu 14.00 14.40 15.20 16.00 16.40 17.20

4 – – – – – –

Desember 201314.00 – 14.40 Bayu Putra FC 15.20 Victory 16.00 Besi Tua 16.40 Ruston FC 17.20 FC Poster 18.00 Karmong

14.40 VS Nicosia Goma VS Bintang Sakti VS Freedom VS UIL VS Polairud VS Kink BB FC

Bangkitkan Kejayaan Masa Lalu PERTANDINGAN antara PSKT B melawan Loyyal Futsal, yang berlangsung Selasa (3/12)kemarin benar – benar menjadi panggung permainan seorang Muhat Jini. Nyaris sepanjang laga, pemain yang akrab disapa Spink ini, meneror pertahanan lawan dengan aksinya yang memukau. Di laga Turnamen Futsal Suara NTB Cup I, Selasa (3/12)kemarin, Muhat Jini memborong separuh dari total 10 gol yang dibuat oleh PSKT B ke gawang Loyyal Futsal. Loyyal sendiri hanya sanggup membalas dengan dua gol. Hasil itu sekaligus membawa tim futsal PSKT melaju ke babak lanjutan turnamen tersebut. Mencetak gol tampaknya memang menjadi spesialisasi pemain yang mengidolakan legenda Argentina, Gabriel Batistuta ini. Pada Turnamen Carlsberg, yang diselenggarakan pertengahan tahun ini, ia berhasil meraih gelar pencetak gol terbanyak dengan 11 golnya. Bermain memperkuat eksoset di Liga Futsal Bumi Gora beberapa waktu lalu, torehan golnya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sepanjang liga itu, ia menyumbang 22 gol untuk eksoset. Kepada Suara NTB usai pertandingan, Spink mengaku tidak pernah memasang target mencetak gol dalam jumlah tertentu di laga tersebut. Ia menegaskan, dirinya hanya ingin memberikan penampilan terbaik bagi tim yang ia bela. Melihat hasil pertandingan tersebut, dirinya tentu sangat gembira. “Ya, senang sekali. Mudah-mudahan gol ini bisa menjadi kebanggaan buat tim saya,” ucapnya. Spink memang tidak bekerja sendiri dalam memenangkan timnya di pertandingan itu. Rekannya, Agus juga sukses menyarangkan empat gol untuk kemenangan PSKT. Sementara tambahan satu gol tim PSKT disumbangkan Muhibin. Sebaliknya, dua gol balasan dari tim Loyal disumbangkan oleh Leo dan Ze. Bagi Spink, sumbangan lima gol yang dibuatnya di pertandingan itu tak lantas membuat dia puas. Ia berharap pada pertandingan selanjutnya nanti dia bisa mencetak gol lebih banyak gol lagi, sehingga dia bisa mencetak sejarah baru di tubuh tim PSKT Mataram. Diakuinya PSKT Karang Tapen Mataram bermaterikan sejumlah pemain asli Karang Tapen. PSKT katanya sudah lama terbentuk, bahkan pernah menjuarai turnamen futsal di GOR tahun 2007 lalu. Hanya saja, PSKT cukup lama vakum. Rencananya dia dan kawan-kawan ingin mengembalikan kejayaan PSKT yang pernah diukir tahun 2010 lalu. Soal materi pemain PSKT saat ini kata dia tidak diragukan lagi, skill mereka tidak kalah jauh dari tim-tim kuat yang bermain di Turnamen tersebut. Sebagian besar tim PSKT diperkuat oleh pemain Liga Futsal Bumi Gora, dan Liga Divisi II Mataram. MisalnyaAgus sebelumnya merupakan mantan pemain PS Mataram yang baru-baru ini bermain di Liga Divisi II Nasional, sementara ia sendiri juga memperkuat Eksoset yang menempati peringkat lima di Liga Bumi Gora NTB November lalu. (aan/ fan)

Mataram (Suara NTB) Pertandingan antara tim Gebang Putra melawan Tinggar FC di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I di lapangan Futsal Mataram Mall, Selasa (3/12) kemarin dibanjiri kartu kuning. Setidaknya ada empat atlet dari Tinggar FC yang mendapat lima kartu kuning, karena berusaha mencederai pemain Gebang Putra. Bahkan, satu diantara empat pemain Tinggar FC, Saeful mendapat akumulasi kartu kuning karena berusaha menciderai pemain Gebang Putra, Yunus. Akibat aksi brutal Faesal, wasit Jamali dan Hari menghadiahinya kartu merah. Kartu merah diterima oleh Faesal saat babak kedua baru berjalan lima menit. Meski menerima permainan keras dari Tinggar FC, namun tim Gebang Putra tetap bermain cantik, hingga akhirnya tim Gebang Putra berhasil mengalahkan tim Tinggar FC dengan skor 7-2. Gol pertama tim Gebang Putra yang disarangkan oleh Yunus di gawang

Tinggar FC pada babak pertama mengawali kemenangan tim Gebang Putra. Selain Yunus, enam gol lainnya disumbangkan oleh rekannya Rahmat dan Dick, masing - masing 2 gol. Selanjutnya, Hari dan Ilham masing-masing menyumbang satu gol. Sementara dua gol tim Tinggar FC disumbangkan oleh Rossi dan Abu. Pantauan Suara NTB di lokasi, permainan kasar yang dilakukan oleh para pemain Tinggar FC sebenarnya sudah terlihat sejak babak pertama berlangsung, namun demikian para pemain tim Gebang Putra tak ingin terprovokasi, tim Gerbang

yang diperkuat oleh pemain Liga Futsal Seri A, Yunus dan kawankawan tetap berusaha bermain indah, hingga Yunus pun berhasil menyarangkan gol pertama untuk tim Gebang Putra. Satu gol yang dibuat oleh Yunus ini semakin membuat anak-anak Tingga FC melancarkan aksi keras, akibatnya wasit memberikan kartu kuning pertama pada pemain Tinggar FC, Fendi, selanjutnya kartu kuning kedua diterima oleh Faesal karena berusaha menjatuhkan Yunus dengan sengaja. Permainan keras yang diperagakan pemain Tinggar FC itu semakin memperparah kondisi tim Tinggar

FC, para pemain tim Gebang Putra Rahmat dan kawankawan memanfaatkan kondisi tersebut dengan bermain bertahan. Setalah lawan kelelahan merekapun balik menyerang, hasil dibabak pertama pun cukup memuaskan. Rahmat, Dick dan Hari sukses menambah masingmasing satu gol untuk tim Gebang Putra hingga skor di babak pertama 4-0 untuk Gebang Putra. Usai turun minum, kira-kira setelah lima menit babak kedua berjalan, pemain tim Tinggar FC, Faesal dihadiahi kartu kuning kedua yang secara otomatis membuatnya menerima kartu merah. Kekurangan satu pemain membuat tim Tinggar FC semakin terpuruk hingga skor berakhir dengan skor 7-2 untuk Gebang Putra. Manajer tim Gebang Putra, Supriyadi yang dimintai komentarnya mengaku cukup

puas dengan hasil kemenangan timnya itu. Meski puas namun dia sesalkan penampilan tim Tinggal FC yang dinilai bermain kasar, pasalnya akibat aksi kasar pemain Tinggar FC, dua pemain Gebang Putra menderita cedera ringan. “Yunus dan Dick mengalami cedera ringan, mudah-mudahan mereka bisa bermain di hari Selasa nanti,” ucapnya. Sementara itu di pertandingan lainnya, tim Setda NTB sukses mengalahkan tim Barabas dengan skor 4-0. Kemenangan tim Setda NTB disumbangkan oleh Wahyu 2 gol dan Ishak 2 gol. CS FC yang tampil melawan Casper FC juga menang dengan skor tipis 2-1. Sementara itu, pemain PSKT B, Muhat Jini (Spink) memperlihatkan penampilan gemilang dengan mengantarkan timnya meraih kemenangan telak 10-2 atas Loyyal Futsal. (fan)

Sisi Lain Turnamen Futsal Suara NTB Cup I

”Pemain Keenam” yang Jadi Pembeda Di dalam lapangan, sebuah tim futsal terdiri dari lima pemain. Namun, layaknya olahraga lainnya, selalu ada satu ‘’pemain’’ tambahan yang bisa membawa nilai lebih bagi sebuah tim. Mereka adalah para suporter atau pendukung tim tersebut. JIKA tak percaya dengan faktor dukungan penonton tersebut, tengoklah bagaimana PSKT B, yang bermain luar biasa dengan dukungan suporter setia mereka di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I, Selasa kemarin. Tampil di hadapan ratusan pendukung, Muhat Jini (Spink) dan kawan – kawannya berhasil menggilas Loyyal Futsal dengan skor telak 10 – 2. Skor ini sekaligus menjadi rekor kemenangan terbesar plus rekor jumlah skor terbanyak (tanpa penalti) di Suara NTB Cup I sejauh ini. Dukungan dari para suporter PSKT B memang diakui memantik semangat yang melahirkan permainan apik. Hal itu diakui pula oleh Spink yang hari itu berhasil menyarangkan lima gol ke gawang Loyyal. “Memang lebih enak kalau ada penonton. Jadi tambah semangat kita maen kalau penonton banyak,” ujar pemain kelahiran 23 Agustus 1984 ini.

pemain Gebang Putra, penonton tanpa dikomando langsung kompak mengeluarkan seruan yang bernada ejekan kepada pemain tersebut. Tak jarang, sejumlah suporter juga berupaya mempengaruhi wasit yang memimpin pertandingan untuk menjatuhkan keputusan tertentu sesuai keinginan mereka. Menyadari kondisi itu, Pengawas Pertandingan, Ketut Gunarsa-

na beberapa kali mengingatkan penonton untuk tidak berupaya mempengaruhi wasit. Kehadiran penonton, utamanya yang berwajah cantik juga terkadang menjadi penyemangat bagi pemain yang tampil dalam pertandingan futsal. Seperti yang dilakukan Lisa Novitasari, kemarin. Lisa mengaku sengaja hadir di Mataram Mall Futsal untuk

memberikan dukungan kepada kawannya yang memperkuat tim CS FC. “Saya datang mendukung teman saya,” ujar pelajar salah satu SMA di Lombok Barat ini kepada Suara NTB. Dan, kehadiran Lisa tampaknya memang membawa keuntungan. Sebab, tim yang ia dukung hari itu akhirnya berhasil menang meski hanya dengan skor tipis, 2-1. (aan/fan)

Tingkah polah penonton yang mendukung timnya juga terkadang menjadi hal yang menarik dalam sebuah pertandingan. Teriakan penonton dengan kalimat – kalimat yang nyeleneh, sesekali membuat penonton lainnya tertawa. Beberapa penonton bahkan mengutip kalimat – kalimat iklan di sejumlah televisi untuk menyemangati pemainnya. Namun, sesekali faktor penonton juga bisa ikut meningkatkan tensi pertandingan yang memang sudah memanas. Dalam pertandingan antara Tinggar FC melawan Gebang Putra kemarin, sejumlah penonton tampak begitu larut oleh sejumlah insiden yang terjadi dalam pertandingan. Laga yang diwarnai oleh keluarnya lima kartu kuning dan satu kartu merah itu tampak membuat pendukung kedua pihak ikut panas dingin. Saat salah seorang pe(Suara NTB/fan) main Tinggar FC melakukan BERI DUKUNGAN - Suporter salah satu tim futsal yang hadir untuk memberikan pelanggaran serius terhadap dukungan kepada timnya di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I, Selasa kemarin.

Adnan Januzaj Masuk Daftar BBC Award

Muhat Jini (Spink) Adnan Januzaj (ant/bali post) Spink (Suara NTB/fan)

London Pesepakbola berusia 18 tahun, Adnan Januzaj, masuk ke dalam daftar “BBC young sports personality of the year 2013 Award”. Pemain yang merumput di Manchester United ini berpeluang untuk mengulang kesuksesaan rekan setimnya, Wayne Rooney, yang memenangkan penghargaan serupa pada 2002. Masuknya Adnan ke daftar penghargaan ini mengejutkan karena dia lahir di Belgia. Dan penampilannya bersama klub terbilang belum terbilang banyak, juga belum terpilih untuk membela negaranya di tingkat internasional. Walaupun bukan kelahiran

Inggris, Adnan memenuhi syarat untuk mendapatkan BBC award ini karena bermukim dan bermain di negeri ratu Elizabeth, serta melakoni pencapaian untuk klub bukan tim nasional. Lawan Adnan di antaranya, Dina Asher-Smith (17), pemain termuda kedua ini memenangkan medali di world athletics championship. Dia membantu Inggris untuk mengamankan perunggu pada lari estafer 4x100m wanita. Charley Hull (17), pemain termuda yang pernah tampil di pertandingan golf Solheim Cup. Cabang menembak diwakili oleh Amber Hill (15). Dia menjadi pemain termuda yang pernah memenangkan piala dunia

menembak senior. Perenang James Guy, perenang termuda dalam dua dekade. Jess Judd, atlet termuda yang pernah membela Inggris di kejuaran lari internasional 800m. Perenang paralimpik, Amy Marren (15), memenangkan empat medali emas pada IPC world championship. Juara angkat besi remaja, Rebekah Tiler. Pembalap kursi roda, Isaac Tower (15), yang memecahkan rekor 1500m. Kimberley Woods pendayung cano yang memenangkan sejumlah kejuaraan dunia 2013 termausuk meriah emas pada C1W senior world cup. (ant/bali post)


SUARA NTB

Rabu, 4 Desember 2013

450.000

Halaman 12

EKSPEDISI

ADVERTISING

MEUBEL

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

800.000

C.01.08.13

PELUANG BISNIS JADI AGEN SUSU

BUBUK KAMBING ETAWA ORGANIK ( BKN MLM ) MODAL KECIL PROFIT BESAR. 1 KTK ISI 10 SACHET@20 gr.

INFO.

0811306462. www.g-milk.net

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PERAWATAN AC

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

BENGKEL

BANK

DANA TUNAI Bnt dana u/ projek properti, pertmbngn Trm mediator dg komisi bsr.SDAI jkt Afry 08121944827,Wendy 0812961 65840

DISTRIBUTOR

SUBDISTRIBUTOR SUBDISTRIBUTOR OBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS GARCIA UTK WILAYAH TALIWANG ( KSB ), DOMPU, BIMA. HUB.081936739311 / 081316238057

AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRI JUAL SOLAR INDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH, ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

LOWONGAN/ PELUANG BISNIS PRODUSEN SEPATU BANDUNG MEMBTH AGEN/RESELLER SE INDONESIA 081321212727 (TDK SMS), ADA KATALOG


SUARA NTB

Rabu, 4 Desember 2013

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

TRAVEL


PERNIK

SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

Halaman 14

Mencetak Anak Kreatif RASA cinta orangtua pada anaknya sering membuat orangtua malah terlalu mengatur segala yang dilakukan anak-anaknya, sehingga kreativitas yang dimiliki anak-anak tersebut menjadi terbelenggu dan tidak maksimal perkembangannya. Kreatif dapat diartikan sebagai memiliki daya cipta. Banyak orang menjadi hebat karena mereka kreatif. Untuk itu sebagai orangtua yang tentu mengharapkan anak-anak menjadi generasi yang hebat, kreativitas anak dalam menciptakan hal tertentu, menggagas ide baru yang belum pernah mereka lakukan, hendaknya dibiarkan berkembang namun tetap dalam pengawasan. Orangtua dapat mendidik anak-anak agar kreatif sejak dini. Dalam Woman Ideas (Agustus 2010) dikatakan ada sembilan tips yang dapat dilakukan orangtua untuk mencetak anak kreatif sejak dini, yaitu: Dorong Anak Mengungkapkan Ide dan Perasaan Dalam suatu acara makan-makan, saya melihat anak laki-laki saya Deva sedang mencampur minuman fanta merah dan coca-cola, lalu dia campur lagi dengan fanta orange, dst. Melihat lantai berantakan, saya sempat hampir marah, namun saya tanyakan kenapa dia mencampur minuman seperti itu. Dia menjawab bahwa hal itu adalah kolaborasi, untuk membuat indah minuman di gelas. Saya kaget anak kelas II SD bicara tentang kolaborasi. Saya tanya dari mana dia tahu kata tersebut, dia katakan mendengar dari saya dan acara TV Indonesia Got Talent, katanya. Anak perlu didorong untuk dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya, terlebih anak yang cenderung pendiam dan tidak mudah berekspresi. Hal ini memang sepertinya mudah, tapi orangtua sering mengabaikannya. Pertanyaan seperti “Bagaimana perasaan Adek pergi ke laut? lebih

baik daripada “Adek suka enggak pergi ke laut?” Beri pertanyaan yang jawabannya berupa penjabaran. Atau minta anak untuk memberi ide untuk kegiatan yang akan dilakukan selama liburan. Atau bisa juga bicara tentang bagaimana ia mau menata kamarnya. Dorong Anak Berani Berisiko Orangtua sering terlalu overprotective terhadap anak sulung, karena orangtua belum memiliki pengalaman sebelumnya. Sehingga anak sulung lebih sering ragu melakukan sesuatu yang baru. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu. Jadi, dorong anak untuk berani mencoba melakukan hal baru, misalnya berenang atau membayar ke kasir. Awalnya ia mungkin takut-takut, karena itu dorong terus kepercayaan dirinya. Jika memang harus, temani mereka dalam melakukan hal baru itu. Berenang, misalnya, pada awalnya tentu orangtua harus menemaninya karena jika tidak bisa ba-

(Suara NTB/ist)

haya. Putri pertama saya saat berumur 8 tahun, perlu waktu 3 bulan untuk menghilangkan traumanya karena pernah tenggelam di kolam renang, karena saya tidak menjaganya. Tapi akhirnya dia mampu, karena saya terus meyakinkannya, sehingga akhirnya bisa berenang dengan baik. Yang harus diingat, jangan memarahi anak saat ia berbuat kesalahan dalam mencoba hal baru. Keberanian dan rasa percaya diri anak sangat jauh lebih berharga daripada piring yang pecah saat dia belajar makan sendiri. Arahkan dengan sabar. Berikan Kepercayaan Ketika anak dibiasakan segala sesuatunya disiapkan, dia tidak akan menjadi kreatif. Yang harusnya dilakukan orangtua adalah memberikan mereka tanggung jawab dan kepercayaan untuk melakukan sesuatu. Berikan tanggung jawab itu sesuai dengan usia anak. Orangtua s e r i n g s a l a h d a l a m mengekspresikan cintanya pada anakanak, dengan cara melayani d a n melakukan apa saja yang dibutuhk a n a n a k . Hal ini justru a k a n “menj e r u m u s k a n ” anak,

(Suara NTB/ist)

KREATIVITAS - Mengikutsertakan anak-anak dalam ajang kompetisi, merupakan salah satu cara untuk merangsang kreativitas anak. Seperti lomba menggambar yang digelar Museum Negeri NTB beberapa hari lalu, merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kreativitas anak. sehingga mereka menjadi kurang kreatif. Jangan Buru-buru Membenarkan Jangan buru-buru menyela, misalnya saat ia memberi warna untuk langit. Tanyakan saja mengapa ia mewarnai langit ungu. Itu akan membuat dia bisa mengungkapkan ide-ide atau imajinasinya. Masalah kehidupan yang dialami orangtua sering membuat orangtua kurang waktu untuk anak-anak, sehingga sering muncul keinginan agar anakanak mampu melakukan segala sesuatu sesuai keinginan kita. Ingatlah untuk selalu bertanya tentang alasan anak melakukan sesuatu. Hargai Kreativitasnya Pujian dari orangtua adalah energizer yang akan memacu anak untuk terus berusaha. Beri pujian tulus saat dia melakukan atau membuat sesuatu yang kreatif. Pujian terutama di depan orang dewasa lain, akan membuat dia termotivasi. Tunjukkan juga rasa antusias kita sebagai orangtua, aju-

kan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mengenai karya kreatifnya. Berikan Fasilitas dan Sarana Berikan fasilitas dan sarana yang bisa mendukung dia dalam mengeksplor kreativitasnya. Tidak selalu harus yang mahal. Orangtua bahkan bisa pakai barang-barang yang ada di sekitar rumah, mengajaknya berkebun, menggunting, dll. Merangsang Imajinasi Masa kanak-kanak adalah masa keemasan mengembangkan imajinasi. Rangsang imajinasi anak agar memiliki imajinasi yang juga positif. Permainan yang bisa merangsang kreativitas misalnya lego, kertas lipat, plastisin, hingga membacakan dongeng yang mendidik, main pasir di pantai, atau minta anak memimpin melakukan melakukan permainan sehingga dia bisa berimajinasi sebagai pemimpin, bukan figur-figur mitos, seperti hantu, dsb. Pupuk Rasa Ingin Tahu

Ciri-ciri Anak Kreatif

Berpikir Lancar Anak kreatif mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang kita berikan. Dalam kejadian sehari-hari, kita sering bertanya “apa”, maka sering pula dijawab dengan banyak jawaban, meskipun kadang-kadang jawabannya agak melenceng. Namun, itulah salah satu kehebatan anak kreatif. Dalam jangka panjang, anak kreatif mampu memberikan banyak solusi atas masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena di masa depannya hidup akan penuh masalah dan tantangan. Dengan kreativitasnya, maka ia akan lebih mudah menjawab masalah dan tantangan tersebut. Fleksibel dalam Berpikir Anak kreatif mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (fleksibel), sehingga ia mampu memberikan jawaban variatif. Hal ini akan memudahkannya menjalani kehidupan dan menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Seringkali tanpa kita sadari, anak memberikan jawaban atau komentar yang solutif atas pertanyaan dan pernyataan kita. Orisinil (Asli) dalam Berpikir Anak kreatif mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban-jawaban baru yang

tidak lazim diungkapkan anak-anak atau kadang tak terpikirkan orang lain, di luar perkiraan dan khas. Elaborasi Anak kreatif mampu memberikan banyak gagasan dengan menggabungkan beberapa ide atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya secara rinci dan detail hingga hal-hal kecil. Imaginatif Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi, yang ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering bermain peran imajinasi. Misalnya, ia membayangkan dirinya sebagai Ibu, maka ia akan berperan sebagai ibu dalam segi bicara dan perilakunya. Dalam tataran anak remaja, imajinasi ini biasanya berupa fiksi ilmiah, yakni sudah cukup mampu mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan lain-lain. Senang Menjajaki Lingkungannya Anak kreatif senang dengan bermain. Bermain dan permainannya itu selain menyenangkannya juga membuatnya banyak belajar. Ia bisa mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup, serta benda mati yang ada di lingkungannya. Hal ini tentu saja bermanfaat untuk masa depannya karena ia akan selalu belajar dan mengasah rasa ingin tahunya terhadap sesuatu secara mendalam. Ciri ini juga terkait dengan kecerdasan anak secara naturalis. Msalnya, karena ia senang meneliti makhluk hidup, maka ia senang memelihara binatang atau tanaman yang disu-

kainya dan memberinya nama. Banyak Ajukan Pertanyaan Anak kreatif sangat suka mengajukan pertanyaan, baik secara spontan yang berkaitan dengan pengalaman barunya maupun hasil ia berpikir. Sering kali pertanyaan yang diajukannya membuat kita sulit dan merasa terjebak. Karena itu, kita harus memiliki strategi yang tepat dengan berhati-hati memberikan pernyataan dan harus siap dengan jawaban yang membuatnya mengerti. Mempunyai Rasa Ingin Tahu yang Kuat Anak kreatif suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas. Rasa ingin tahu anak kreatif sangat tinggi, sehingga ia tak akan melewatkan kesempatan untuk bertanya. Karena itu, kita sering dibuatnya agak kewalahan bahkan jengkel dengan menganggap anak kita bawel. Padahal itulah kehebatannya, rasa ingin tahunya akan membuatnya haus ilmu, memiliki daya kritis dalam berpikir dan tidak cepat percaya dengan ucapan orang sebelum membuktikan kebenarannya. Karena itu, fokus dan konsentrasi terhadap anak kreatif harus benar-benar diperhatikan. Cara berpikirnya yang cepat dan lancar akan membuatnya mudah bertindak memuaskan keingintahuannya. Suka Melakukan Eksperimen Anak kreatif suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya. Karena itu, sebagaimana contoh di atas, orang tua harus bayak mendampingi dan membimbingnya, tetapi tidak bertujuan menghambat atau terlalu mencampuri eksperimennya itu. Memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya sesuatu lebih baik daripada berkata “jangan” atau “tidak boleh”. Suka Menerima Rangsangan Baru Anak kreatif sangat suka mendapatkan stimulus atau rangsangan baru, serta terbuka terhadap pengalaman baru. Hal ini berkaitan dengan rasa ingin tahunya dan kesukaannya bereksperimen. Semakin banyak stimulus yang

(Suara NTB/ist)

ANAK kreatif adalah anak yang dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan baik. Perkembangan kemampuan dan kecerdasannya, sering kali membuatnya bersikap dan berperilaku cukup aktif, banyak bergerak dan bersuara. Hal ini sering pula diidentifikasi sebagai kenakalan oleh banyak orang tua. Padahal, aktivitas dan mobilitasnya yang berlebih merupakan wujud kemampuan berpikirnya yang serba ingin tahu. Sebelum kita men-judge bahwa anak kita nakal, alangkah bijaknya jika kita mencoba mengetahui dan memahami ciri-ciri anak kreatif berikut ini.

kita berikan, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkannya dan semakin banyak pula percobaan yang dilakukannya, sehingga proses dan kemampuan berpikirnya akan terus berkembang dan mengasah kecerdasan otaknya. Berminat Melakukan Banyak Hal Anak kreatif memiliki minat yang besar terhadap banyak hal. Ia suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan. Dengan mengetahui antusiasme dari minatnya terhadap sesuatu akan membantu orang tua mengenali bakat anak, sehingga sejak dini bisa mengembangkan minat dan bakatnya secara berdampingan dan berkesinambungan. Selain itu, keberanian melakukan hal-hal baru dapat memupuk rasa percaya dirinya yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadiannya kelak. Tidak Mudah Merasa Bosan Anak kreatif tidak mudah bosan melakukan sesuatu. Ia akan melakukannya sampai ia merasa benar-benar puas. Jika sudah puas, maka ia akan melakukan sesuatu yang lain lagi. Inilah ciri kreativitasnya yang menonjol. Ketidakbosanan merupakan aset berharga yang akan membuatnya terus mencari hal-hal yang dapat menginspirasinya untuk berkreasi dan berinovasi dengan hal-hal yang dialaminya dan dilihatnya, sehingga proses kereatifnya terus berjalan seiring pertumbuhan usianya. Kreativitas lahir bukan semata-mata karena faktor keturunan, tetapi lebih karena adanya faktor stimulasi dari lingkungan anak. Stimulus dan bimbingan orang tua merupakan faktor utama dalam menumbuh kembangkan kreativitas anak. Dengan mengenali dan memahami ciri anak kreatif, orang tua dapat mengoptimalkan kemampuannya untuk mengembangkan kreativitas anak-anaknya. Karena itu, anak merupakan anugerah yang harus kita syukuri, membuat kita belajar dari dan tentang banyak hal dalam kehidupan. (pusdat/berbagai sumber)

Bacakan cerita atau lakukan permainan yang memancing rasa penasaran. Orangtua bisa membacakan cerita bersambung, atau ajak anak ke kebun binatang yang dapat memperluas pengetahuannya. Anak-anak suka bertanya sesuatu yang menarik baginya. Hal baru selalu menarik baginya. Ketika anak bertanya, dan orangtua tidak tahu jawabannya, janganlah berbohong, tetapi ajak anak untuk menemukan jawabannya bersama. Gemar Membaca Buku memang adalah jendela dunia. Jika anak memang belum bisa membaca, membacakan cerita adalah cara untuk merangsang anak suka membaca. Ajaklah anak jalanjalan ke toko buku dari pada ke mall. Tapi untuk membuat anak gemar membaca, orangtua harus memberi contoh terlebih dahulu. Seperti pepatah your action talks louder than your words, memberi contoh dengan tindakan akan lebih signifikan, makanya daripada hanya menasihati dengan kata-kata. (Pusdat BP)

Anak Kreatif Itu Banyak Bertanya MEMUASKAN keingintahuan mereka, anak-anak selalu aktif bertanya. Lalu, bagaimana dengan anak yang cenderung diam saja? Dunia anak memang identik dengan kegembiraan dan segala sesuatu selalu hadir dalam persepsi baru. Anak-anak normal tentu saja akan selalu bertanya tentang apa pun yang dihadapinya. Bahkan mereka yang cerdas, melihat hal-hal kecil seperti kupu-kupu yang hinggap pada sekuntum bunga, atau menyaksikan semut beriringan di pohon, akan menjadi tanda tanya besar, yang harus segera terjawab. Namun, tidak semua anak memiliki keberanian bertanya. Bahkan, banyak anak memilih diam saja, walaupun rasa ingin tahu hadir di dalam pikirannya. Bagi orangtua, anak yang cenderung diam dan takut bertanya menjadi masalah tersendiri. Bagaimana agar tidak segan bertanya? Pada umumnya, anak enggan bertanya disebabkan rasa takut ataupun asing berbicara pada orang lain atau guru mereka. Agar anak berani mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, guru perlu mengadakan pendekatan emosional kepada anak. Komunikasi menjadi sangat penting. Seringlah mengajak anak berbicara. Pembicaraan tidak selalu harus tentang pelajaran, pembicaraan bisa diselingi dengan mainan apa yang paling digemari, bagaimana keluarga,bagaimanalingkungananak,ataubagaimanadengansaudara-saudara yang mereka miliki. Dengan membahas hal-hal yang menarik bagi anak, secara otomatis dapat melatih anak agar berani berbicara dan tentu saja berani bertanya. “Anak yang cenderung diam dan enggan bertanya, mungkin karena dia memang tidak mampu untuk mengungkapkan suatu pertanyaan, ataupun mungkin takut terhadap orang dewasa yang sedang dihadapi,” kata Hasmi, seorang guru TK. Untuk membiasakan anak bertanya atau mengemukakan pendapat mereka lewat pertanyaan, ajarkan anak untuk bertanya hal-hal ringan yang ditemukan dalam lingkungan mereka. “Inilah fungsinya mengajak anak rekreasi atau mengunjungi tempat-tempat menarik. Hal itu bisa membuka wawasan anak ketika menemukan sesuatu yang baru,” terang Hasmi. Bermain di luar rumah dengan teman-teman sebaya, atau mendatangi taman bunga, museum atau melihat pameran automotif, akan membuat anak lebih kritis terhadap apa yang mereka lihat. “Sifat kritis itu sangat penting bagi anak-anak. Jika mereka kritis bertanya, itu salah satu petunjuk kalau anak memiliki mental yang cukup baik,” ungkap Hasmi. Senada dengan Hasmi, hasil penelitian yang dilakukan Profesor Ilmu Pendidikan di Universitas Minnesota, AS, Dr Paul Torrance membuktikan semua anak kecil memiliki kemampuan untuk kreatif dalam bertanya, namun tidak semua anak mampu menerima rangsangan yang diberikan guru ataupun orangtua dengan baik. (ozc/tin/kmb)


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Polri Sebaiknya Beri Kebebasan Polwan Gunakan Jilbab Purwokerto (Suara NTB) – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Hasyim Muzadi mengatakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia sebaiknya memberikan kebebasan bagi polisi wanita (polwan) untuk menggunakan jilbab dalam bertugas. “Saya kira yang logis, Polri ini memberi kebebasanlah. Jadi silakan pakai (jilbab, red.) dan silakan tidak pakai, tetapi yang ingin pakai harus ada standarnya, itu yang benar,” katanya, di Purwokerto, Selasa. Hasyim mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan “Stabilitas Nasional Jelang 2014” yang diselenggarakan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Dalam hal ini, kata dia, perlu keseragaman jilbab bagi polwan yang ingin memakainya. “Tetapi bagi yang tidak ingin pakai, ya jangan disalahkan karena nggak pakai. Cuma jangan instruksi atau larangan,” katanya. Menurut dia, pemberian kebebasan dalam penggunaan jilbab meskipun diseragamkan ini akan jauh lebih aman karena jika berupa perintah atau larangan justru bisa menimbulkan polemik. Bahkan, kata dia, polemik tersebut bisa melebar menjadi masalah politik. “Padahal, urusannya cuma kerudung (jilbab, red.) saja,” kata Hasyim. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Aktivitas pertambangan di Freeport

Kementerian ESDM Investigasi Longsor Freeport Jayapura (Suara NTB) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang menginvestigasi penyebab insiden jatuhnya material tambang di kawasan under ground mile 74 milik PT Freeport Indonesia. Vice President Corporate Communications PTFI Daisy

Primayanti, Selasa, mengatakan pada 1 Desember 2013 sekitar pukul 4 pagi WIT terjadi sebuah insiden di area tambang bawah tanah DOZ di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. “Saat itu sebuah bongkahan batu meluncur dari saluran curahan bijih dan menimpa sebuah

kendaraan ringan,” ucapnya. Ia menjelaskan ada dua orang dalam kendaraan ringan tersebut dan salah satunya kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, sedangkan seorang lagi dirawat di Rumah Sakit Tembagapura. “Kementerian ESDM telah diberitahukan terkait dengan

hal ini,” katanya lagi. Ia menambahkan manajemen dan pekerja Freeport Indonesia menyampaikan rasa duka mendalam untuk keluarga para korban. Karyawan Freeport, Fikrizal Utama (37), ditemukan tewas akibat tertimbun material tambang di Distrik Tembagapu-

ra, Kabupaten Mimika, Minggu sekitar pukul 04.00 WIT. Ketika itu korban yang mengendarai mobil pick up jenis LWB dan berada di loading point 1 E north underground DOZ tertimpa reruntuhan material tambang. Satu karyawan lainnya, Peman Gombo, lukaluka. (ant/bali post)

Jika Capres Demokrat Menang K.H. Hasyim Muzadi

(ant/bali post)

LSM Internasional Unjuk Rasa Bubarkan WTO Denpasar (Suara NTB) – Ratusan aktivis dari berbagai lembaga swadaya masyarakat internasional berunjuk rasa menuntut pembubaran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang saat ini menggelar pertemuan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 3-6 Desember 2013. “Misi kami ingin mengakhiri WTO karena apa yang ditawarkan tidak sesuai dengan masyarakat kecil,” kata Koordinator aksi, Muammar Kaddafi di Denpasar, Selasa. LSM tersebut tak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga para aktivis dari berbagai negara di antaranya Thailand, Korea Selatan, Bolivia, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Bangladesh dan Kanada. Para demonstran kemudian berjalan kaki dari Lapangan Timur Puputan Margarana, Denpasar menuju Bajra Sandhi yang masih terletak satu kawasan pemerintahan Renon, Denpasar. Selain meneriakkan anti-WTO, para demonstran yang juga mengenakan pakaian khas negara masing-masing serta membentangkan spanduk penolakan Organisasi Perdagangan Dunia itu. Aksi bersama tersebut mewarnai pembukaan negosiasi WTO kesembilan yang dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pukul 14.00 Wita. “Kami ingin menyampaikan kepada pemerintah negara lain yang ikut serta dalam WTO. Organisasi itu sangat rentan bagi masyarakat marginal seperti petani, buruh, nelayan, dan masyarakat kecil lainnya,” kata Nyoman Mardika, Juru Bicara LSM Manikaya Kauci. Dia menyatakan bahwa organisasi perdagangan yang dibentuk tahun 1995 itu tidak memiliki fungsi namun hanya melahirkan liberalisasi dan kapitalisme global. Pembahasan yang buntu disertai perdebatan antara negara maju dan berkembang juga menjadi sorotan para aktivis tersebut karena itu pihaknya meminta WTO keluar dari jalur pertanian. “Kami minta WTO keluar dari pertanian,” ucapnya. Hal itu menyangkut peningkatan subsidi yang diminta oleh negara berkembang namun kebanyakan ditolak oleh negara maju sehingga menjadikan “Paket Bali” tidak pernah tuntas. “Paket Bali adalah kesepakatan yang buruk bagi negara berkembang. Kita dipaksa untuk menerima perjanjian yang mengikat dalam perdagangan WTO, tetapi petani tak dizinkan menerima subsidi,” katanya. Ratusan polisi dikerahkan untuk pengamanan aksi unjuk rasa tersebut yang dilakukan gabungan dari Polresta Denpasar dan Polda Bali. (ant/bali post)

Peserta Konvensi Berpeluang Jadi Menteri Jakarta (Suara NTB) – Bila calon presiden dari Partai Demokrat menang Pilpres, maka 10 lainnya sesama peserta konvensi berpeluang menjadi menteri. “10 orang yang kalah pada konvensi berpeluang jadi menteri. Itu salah satu komitmennya,” kata peserta konvensi Hayono Isman di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa. Ia menyebutkan, calon presiden dari hasil konvensi PD akan menjadi lawan tangguh bagi capres lain. “Sebab calon presiden hasil konvensi PD akan didukung Ketua Umum PD, SBY bersama gerbongnya. Itu tentu

akan berefek besar kepada capres lain,” kata anggota Komisi I DPR RI itu. Selain didukung SBY, capres PD yang dinyatakan sebagai pemenang akan didukung oleh 10 peserta konvensi. “Sudah ada kesepakatan dari seluruh peserta konvensi bahwa siapapun yang menang, yang kalah akan mendukung. Sudah disepakati dan ini komitmen moral karena sudah jadi peserta konvensi,” kata dia. (ant/bali post)

(ant/bali post)

FOTO BERSAMA - Peserta konvensi Partai Demokrat berfoto bersama usai memperkenalkan diri kepada Para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia di Jakarta belum lama ini.

Anas dan Jokowi Jadi Fenomena 2013 Polisi-TNI Jaga Pintu Masuk Tangerang Antisipasi Demo Buruh

Tangerang (Suara NTB) – Aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Selasa berjaga di pintu masuk dan keluar jalan tol yang ada di Tangerang, Banten, untuk mengantisipasi kemungkinan massa buruh yang berdemonstrasi memasuki jalan tol dan mengganggu lalu lintas. Aparat kepolisian dan TNI antara lain berjaga di pintu masuk dan keluar jalan tol Bitung, Cikupa dan Kebon Nanas. Kendaraan operasi dan peralatan kepolisian sudah disusun rapi di pintu masuk Tol Bitung dari Arah Cikupa. “Di pintu tol akan dilakukan pengamanan dan dijaga aparat terkait aksi buruh Tangerang hari ini,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang, Komisaris Besar Polisi Riad. Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang saja menyiagakan 400 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh. Sekitar 100 ribu buruh Tangerang Raya siang ini berencana melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut revisi Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) yang sudah disahkan oleh Gubernur Banten. Mereka berencana berkumpul dan menggelar mimbar bebas di dekat pintu tol.

(ant/bali post)

UNJUK RASA - Buruh Tangerang menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut revisi upah minimum kabupaten/ kota pada Selasa (3/12) “Aksi akan dipusatkan pada sekitar pintu tol. Mulai dari di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang,” kata Koswara, perwakilan buruh. Menurut Koswara, aksi akan dilakukan hingga kepala daerah mengeluarkan rekomendasi untuk merevisi UMK karena UMK yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan aspirasi buruh. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah telah menetapkan UMK tahun 2014

dalam Surat Keputusan Gubernur Banten No 151/ Kep.582-Huk/2013 tanggal 22 November 2013. Dalam surat keputusan Gubernur Banten tersebut, UMK 2014 Kabupaten Lebak ditetapkan Rp1.490.000, Kota Serang Rp2.166.000, Kabupaten Pandeglang Rp1.418.000, Kota Tangerang Selatan Rp2.442.000, Kabupaten Tangerang Rp2.442.000, Kota Cilegon Rp2.443.000, dan Kota Tangerang Rp2.444.301. (ant/bali post)

Surabaya (Suara NTB) – Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Anies Baswedan menilai mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menjadi fenomena sepanjang tahun 2013. “Fenomena Anas menurunkan citra Partai Demokrat, sedangkan Jokowi justru menjadikan namanya melambung karena menawarkan nuansa yang berbeda,” katanya dalam studium generale yang digelar Jurusan Politik Islam di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin. Di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, ia menyatakan fenomena Anas dan Jokowi pada tahun 2013 itu mendorong munculnya calon pemimpin bangsa menjelang Pilpres 2014. “Ada parpol yang setahun sebelumnya sudah menentukan capresnya. Bahkan ada parpol yang sudah menentukan capres dalam lima tahun sebelumnya,” kata Rektor Universitas Paramadina Jakarta itu. Namun, munculnya calon pemimpin bangsa sejak setahun atau lebih dari Pilpres itu umumnya sangat ditentukan elit yang ada. “Lain haln-

ya dengan Demokrat yang memilih konvensi. Itu cara terbaik, tapi sayang sekali partainya yang bermasalah,” katanya. Ditanya kemungkinan pemenang Konvensi Capres Partai Demokrat itu sudah diatur, ia mengaku tidak yakin hal tersebut terjadi, karena jika demikian bisa membuat partai tersungkur. “Kalau Demokrat tidak fair dalam konvensi akan justru membuat partai itu semakin tersungkur, sebab survei pembanding di luar akan banyak,” katanya. Dalam kesempatan itu, penggagas Indonesia Mengajar tersebut sempat ditanya mahasiswa tentang wacana penyadapan dan sikap dirinya selaku capres bila mengalami hal semacam tersebut. “Saya kira, Indonesia-Australia itu bukan negara sahabat, melainkan negara tetangga yang hubungan keduanya perlu dibangun dengan caracara beradab,” katanya. Oleh karena itu, Perdana Menteri Australia Abbott harus minta maaf. “Abbott itu mirip anak TK, karena pelajaran pertama anak TK adalah minta maaf. Kalau tidak mau minta maaf berarti kalah dari anak TK,” katanya. (ant/bali post)

RAPBD DKI Jakarta Rp 19,39 Triliun

(ant/bali post)

AKSI - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia melakukan aksi di depan kantor Agen Konsulat Amerika, Denpasar, Bali. Aksi tersebut merupakan rangkaian Perkemahan Rakyat Global untuk menyikapi Konferensi Ke-9 Tingkat Menteri WTO yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali 3-6 Desember 2013.

Jakarta (Suara NTB) – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta meningkat Rp 19,39 triliun dari APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 50,10 triliun. “RAPBD tahun 2014 disampaikan sebesar Rp69,50 triliun atau meningkat 38,70 persen dibanding APBD Perubahan tahun 2013,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI Wiriyatmoko di Balaikota DKI Jakarta, Selasa. RAPBD 2014 terdiri dari

Pendapatan Daerah sebesar Rp 62,21 triliun, meningkat 53,07 persen dibanding APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 40,64 triliun. Belanja Daerah sebesar Rp 62,21 triliun, meningkat 35,84 persen dibanding dengan APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 46,27 triliun. “Belanja Langsung Rp 49,10 triliun atau 78,11 persen sedangkan Belanja Tidak Langsung Rp 13,76 triliun atau 21,89 persen,” kata Wiriyatmoko. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 7,28 triliun

berkurang 23,03 persen dibanding APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 9,46 triliun. Pengeluaran Pembiayaan Rp6,63 triliun meningkat 73,17 persen dibanding APBD Perubahan 2013 sebesar Rp3,83 triliun. “Pengeluaran pembiyaan antara lain dialokasikan untuk Penyertaan Modal pemerintah ke PT MRT Jakarta, PT Jakarta Propertindo, PD PAL Jaya, PT Pembangunan Sarana Jaya dan PT Kawasan Berikat Nusantara,” katanya. (ant/bali post)

Anies Baswedan

(ant/bali post)


SUARA NTB Rabu, 4 Desember 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

AS Siap Hancurkan Senjata Kimia Suriah Washington Militer Amerika Serikat mulai menyiapkan sebuah kapal dengan perangkat khusus yang digunakan untuk menghancurkan arsenal senjata kimia Suriah, kata Pentagon seperti dikutip AFP. Sebuah unit hidrolik tengah dipasang pada MV Cape Ray, sebuah kapal kargo sepanjang 200 meter, yang akan digunakan untuk netralisasi senjata kimia Suriah. “Kami tengah menyiapkan Cape Ray sebagai bagian dari proses penghancuran jika kami ditugaskan untuk misi itu,” kata Kolonel Steven Warren kepada wartawan. Kapal yang biasanya digunakan untuk mengangkut peralatan militer itu kini tengah dimodifikasi di pangkalan angkatan laut di Norfolk di Virginia, kata sang kolonel. Menurut dia, militer AS tengah menunggu perintah resmi untuk melaksanakan tugas tersebut.

Pentagon mengungkapkan persiapan itu setelah organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan bahwa sebuah kapal Amerika akan membantu menghancurkan bagian paling berbahaya dari senjata kimia milik Suriah. Kapal-kapal dan pesawat tempur Angkatan Laut AS akan mengawal penghancuran itu di laut. Di bawah kesepakatan internasional demi menghindari intervensi militer AS ke Suriah, maka senjata kimia Suriah harus dikeluarkan dari negeri itu paling lambat 31 Desember nanti. Para pejabat AS mengungkapkan kapal AS itu akan dilengkapi sebuah Sistem Hidrolik Lapangan (FDHS)

(Suara NTB/ist)

KAPAL - Kapal kargo MV Cape Ray sepanjang 200 meter ini akan dipergunakan untuk menghancurkan senjata kimia Suriah. yang adalah unit mobile baru yang dikembangkan Pentagon belum lama tahun ini. Sistem hidrolik ini akan menghancurkan agen senjata kimia nan maut seperti gas mustard dengan air panas dan senyawa lainnya yang hasilnya berupa lumpur setara den-

gan limbah industri beracun. Sigrid Kaag, pejabat puncak OPCW, memastikan bahwa peran kapal AS itu adalah mengencerkan unsur-unsur senjata kimia dan nantinya akan dihancurkan oleh perusahaan-perusahaan swasta, demikian AFP. (ant/bali post)

BANJIR Italia mengumumkan keadaan darurat di Sardinia menyusul banjir yang terjadi di beberapa wilayah.

(ant/bali post)

Banjir, Ribuan Warga Italia Mengungsi Roma Dua orang tewas dan 1.500 warga dipaksa mengungsi setelah hujan lebat mengguyur bagian tengah selatan Italia Senin kemarin. Seorang pria berumur 30 tahun dihanyutkan gelombang raksasa sewaktu sedang memancing bersama seorang teman di mulut sungai yang airnya meluap dekat kota Cosenza di Italia Selatan. Satu orang lagi cedera. Di Italia Tengah, seorang perempuan berumur 57 tahun ditemukan tewas di mobilnya yang terendam air di pinggiran kota Pescara,

setelah suaminya mencari dia selama beberapa jam. 1.500 orang diungsikan dari kota itu di tengah siaga tinggi terhadap air sungai yang meluap dan mengancam rumah mereka, lapor kantor berita ANSA. Sementara itu, dua orang dilaporkan luka serius setelah kereta yang mereka tumpangi tergelincir dekat Foggia, kota lain di Italia Selatan, akibat cuaca buruk, lapor Xinhua lagi. Hujan lebat dan tanah longsor mengakibatkan gangguan besar lalu lintas di seluruh bagian Italia Selatan dan Tengah di mana banyak sekolah ditutup.

Hari Minggu lalu angin kencang menumbangkan pepohonan di Roma dan seorang pengendara motor berusia 42 tahun tewas, kata media setempat. Cuaca buruk juga mengakibatkan sebagian kerusakan di kota Warisan Dunia UNESCO, Pompei, tepat sebelah timur Napoli, Italia Selatan. Gelombang besar menghalangi penjaga pantai

dalam menyelamatkan 142 pendatang yang diombangambingkan gelombang di pantai tenggara Italia sampai Senin larut malam. Banyak warga menyatakan korban jiwa dan kerugian sangat besar semestinya bisa dihindari. Mereka menuduh pemerintah mendirikan banyak bangunan di daerah yang terpajang banjir dan tanah longsor. (ant/bali post)

Atasi AIDS

Obama Janjikan 5 Miliar Dolar Washington Presiden AS Barack Obama, menjanjikan dana hingga 5 miliar dolar untuk mengatasi HIV/AIDS asalkan seluruh dunia secara kolektif menawarkan dua kali lipat dari jumlah itu. Obama mendesak negaranegara lain untuk mengisi Dana Global guna memerangi AIDS, tuberkulosis dan malaria sebagai bagian dari acara di Gedung Putih yang menandai peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh Minggu lalu. Obama juga mengumumkan rencana baru untuk mencari obat bagi HIV, virus penyebab AIDS, dengan mengalokasikan dana sebesar 100 juta dolar untuk pengembangan terapi di Institut Kesehatan Nasional. “Jangan hanya menyimpan uang kita,” kata Obama, se-

raya menyerukan upaya global baru untuk memacu dana guna penelitian AIDS, seperti dilaporkan AFP,'' ujarnya. Inisiatif ini akan menjanjikan Washington menyumbangkan satu dolar untuk setiap dua dolar kolektif yang ditawarkan oleh negara-negara lain hingga tercapai total 5 miliar dolar selama tiga tahun ke depan. Obama juga mengumumkan Rencana Darurat Presiden AS untuk bantuan AIDS (PEPFAR), sebuah program yang dimulai oleh pendahulunya, George W. Bush, telah melampaui target untuk merawat enam juta orang. “Saya bangga untuk mengumumkan bahwa kami tidak hanya mencapai target kami. Kami telah membantu 6,7 juta orang menerima pengobatan yang menyelamatkan nyawa,” kata Obama . (ant/bali post)

WHO: MERS Menginfeksi Keluarga di UAE London Tiga warga di Uni Emirat Arab (UAE) dikonfirmasi terinfeksi virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) sementara itu dua orang lain yang terinfeksi virus yang sama di Qatar telah meninggal dunia. Demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Senin waktu setempat. Kasus-kasus baru di UAE itu terjadi di sebuah keluarga di Abu Dhabi - seorang ibu, ayah dan anak laki-laki berusia 8 tahun - kata badan kesehatan PBB itu terkait perkembangan terbaru tentang wabah penyakit itu. Kedua orang tua itu dalam kondisi kritis di rumah sakit sedangkan anaknya mengalami gejala pernafasan ringan, demikian laporan Reuters. WHO mengatakan sang ibu melahirkan selama di rumah sakit itu. Untuk itu, sang bayi, keluarga dekat dan staf kesehatan sedang dipantau dan diperiksa untuk tandatanda infeksi virus. MERS, yang muncul tahun lalu dan dapat menyebabkan batuk, demam, dan radang paru-paru, telah membunuh

hampir 40 persen orang yang sejauh ini telah terinfeksi di seluruh dunia, dengan kasuskasus terjadi di negara-negara Timur Tengah serta di Eropa dan Afrika utara. WHO yang berbasis di Jenewa mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi total 163 kasus yang dikonfirmasi laboratorium infeksi serta setidaknya selusin kemungkinan kasus, dan 70 orang tewas akibat infeksi itu. Pasien yang didiagnosa terinfeksi dan dilaporkan sampai saat ini memiliki penyakit pernapasan sebagai penyakit utama mereka, kata WHO. Diare juga sering dilaporkan terjadi pada pasien MERS termasuk diantaranya komplikasi parah antara lain gagal ginjal dan sindrom gangguan pernapasan akut ( ARDS ) dengan shock. Para ilmuwan telah mencoba untuk meneliti hewan yang menjadi sumber infeksi virus MERS sejak kasus manusia pertama ditemukan pada akhir 2012. Pejabat kesehatan Qatar mengatakan pekan lalu para ilmuwan telah menemukan

kasus MERS di unta di sana, yang memicu spekulasi bahwa unta mungkin merupakan “hewan inang” dari virus yang kemudian menginfeksi manusia itu. Pejabat Saudi bulan lalu juga mengatakan unta di sana telah diuji positif untuk MERS beberapa hari setelah pemiliknya dikonfirmasi terinfeksi virus itu. WHO , yang pekan lalu mengatakan belum ada cukup bukti untuk menyebutkan sumber infeksi MERS pada manusia, memperingatkan pada Senin bahwa orang-orang dengan kondisi kesehatan resiko tinggi harus menghindari kontak dekat dengan hewan ketika mengunjungi peternakan atau gudang lokasi virus ini diketahui berpotensi beredar. Kasus infeksi manusia MERS sejauh ini telah dilaporkan di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Jordania, Uni Emirat Arab, Oman, Tunisia, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia dan Inggris . WHO akan mengadakan pertemuan darurat keempat terkait MERS pada 4 Desember di Jenewa. (ant/bali post)

Snt04122013  

Pertumbuhan BIL Tertinggi di Indonesia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you