Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SELASA, 4 FEBRUARI 2014

NOMOR 274 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dewan Siap ’’Hearing’’ dengan Pelaku Pariwisata

Pers Diminta Tidak Patah Semangat Mataram (Suara NTB) Para pelaku pariwisata bersurat meminta kesempatan untuk dengar pendapat atau hearing dengan DPRD NTB terkait ancaman kerusakan lingkungan di NTB. DPRD NTB pun berkomitmen akan segera mengagendakan kegiatan itu. Sementara itu, kalangan pers di NTB diminta tidak patah semangat untuk terus menyuarakan penyelamatan lingkungan dari kerusakan meski saat ini tengah berlangsung proses gugatan terhadap Harian Umum Suara NTB yang memberitakan tentang kerusakan lingkungan.

Jakarta (Suara NTB) Sebanyak 19 gunung api ini berstatus Waspada (Level II) yaitu ada kenaikan aktivitas di atas level normal. Salah satu dari 19 gunung api yang naik satusnya dari normal ke

Waspada adalah Gunung Sangeangapi di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. ‘’Ke 19 gunung status Waspada (level II) yaitu Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Seule-

Kepada Suara NTB, Senin (3/2) kemarin, Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm menjelaskan pihaknya memang sempat melakukan komunikasi informal dengan para pelaku pariwisata menyangkut persoalan ini. Karena itulah, ia mengan-

wah Agam, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci,’’ kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Senin (3/2). Sutopo menyebutkan, ada 127 gunung

jurkan agar pembicaraan itu ditindaklanjuti dengan proses dengar pendapat guna menghimpun masukan dari para pelaku pariwisata tersebut. Kemarin, para pelaku pariwisata yang terhimpun dalam PHRI dan LHA NTB, Bersambung ke hal 5

api aktif di Indonesia. Satu gunung berstatus Awas (level IV) yaitu Gunung Sinabung sejak (24/11) lalu. Tiga gunung status Siaga (level III) yaitu Karangetang, Lokon, dan Rokatenda. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ars)

TO K O H

GUNUNG SANGEANGAPI - Gunung Sangeangapi, di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima dinaikkan statusnya menjadi Waspada. Tampak Gunung Sangeangapi yang gambarnya diambil beberapa waktu lalu.

Ratusan Kali Gempa Tremor

KEPALA BPK RI Perwakilan NTB, H. Eldy Mustafa, SH, MH mengatakan banyak rekomendasi BPK atas Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Bersambung ke hal 5

POS pemantauan aktivitas Gunung Sangeangapi di Kecamatan Wera Kabupaten Bima, merilis informasi peningkatan status gunung setinggi 1.949 meter atau 6.394 kaki itu. Dengan adanya pen-

ingkatan status dimaksud, masyarakat yang tinggal di Desa Sangiang diminta untuk tetap waspada, sampai ada imbauan untuk evakuasi jika status naik menjadi siaga. Bersambung ke hal 5

Kasus Suap Jaksa Subri (Suara NTB/dok)

15 Saksi Diperiksa, Tersangka Belum Bertambah Mataram (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Senin (3/2) kemarin, telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi. Ke 15 saksi merupakan saksi-saksi yang diperiksa untuk tersangka Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)

Praya non aktif, Subri, SH.MH dan pengusaha Lusita Ani Razak. ‘’Jumlah saksi yang sudah kita periksa sekitar 15 orang,” sebut Juru Bicara KPK, Johan Budi, SP kepada Suara NTB via telepon seluler, Bersambung ke hal 5

Kadis PU Lotim Diperiksa Kejaksaan Mataram (Suara NTB) Tim penyidik Kejati NTB semakin gencar mengusut dugaan penyimpangan pada pembangunan Dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim). Selain telah menetapkan tiga tersangka, pemeriksaan para pejabat yang terlibat langsung dalam mega proyek senilai Rp 82 miliar itu juga dimintai keterangan. Senin (3/2) kemarin, Kepala Dinas (Kadis) PU Lotim, Marhaban dan seorang saksi lainnya diperiksa tim Pidsus Kejati NTB dan pemeriksaan berlangsung dari pagi. Kadis PU sempat istirahat di kantin, kemudian masuk lagi ke ruangan pemeriksaan sekitar pukul 13.00 Wita. Ketika dikonfirmasi, Marhaban yang menggunakan ko-

stum cokelat itu enggan berkomentar dan mengarahkan agar pertanyaan itu disampaikan ke pihak Kejaksaan. ‘’Nanti, tanya saja di atas (Pidsus),” terangnya. Sampai di lantai dua, langsung masuk ke ruangan pemeriksaan. Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Made Sutapa, SH menjelaskan, pemeriksaan Kadis PU Lotim, dalam kapasitasnya sebagai tim supervisi dalam proyek yang pembangunannya dimulai Tahun 2007 itu. Saat menjadi supervisi, ketika itu dia menjabat sebagai Kabid Fisik di Bappeda Lotim. ‘’Dia sekarang diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi pemeriksaan tersangka lain,” kata Sutapa. Bersambung ke hal 5

DIPERIKSA - Kadis PU Lotim, Marhaban memenuhi panggilan Kejati NTB untuk diperiksa sebagai saksi. (Suara NTB/ars)

Dugaan Manipulasi Absensi THL

Makbul Ma’shum : Kuasa Pengguna Anggaran di Eselon III Mataram (Suara NTB) Kasus dugaan manipulasi absensi Tenaga Harian Lepas (THL) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, terus bergulir. Sejumlah pihak telah diklarifikasi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, terkait dugaan manipulasi absensi keuangan daerah akibat pembayaran lebih untuk THL sekitar Rp 1,9 miliar. Mantan Kepala Dinas PU,

yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. Makbul Ma’shum ketika dikonfirmasi di kantornya, Senin (3/2) mengatakan, mengenai jumlah dan total THL yang ada yang memiliki wewenang sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni eselon III dalam hal ini Kepala Bidang Pengairan. Ditambahkan, dirinya tidak memiliki wewenang untuk menanda-

tangani kuitansi pembayaran. “Kalau itu saya tidak tahu, karena KPA-nya adalah eselon III,” ungkap Makbul Ma’shum. Dikatakan, dirinya sebagai kepala dinas pada saat itu, hanya sebagai pengguna anggaran (PA), karena sudah ada pelimpahan kewenangan pada kepala bidang masing – masing. Makbul Ma’shum mengakui tidak tahu persis jumlah dan total pembayaran THL

pada saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas PU. ‘’Kalau ditanya detailnya, saya tidak tahu persis berapa jumlah dan pembayaran THL,’’ akunya. Soal laporan pertanggungjawaban setiap tahunnya, Bersambung ke hal 5 Makbul Ma’shum (Suara NTB/cem)

C.03.08.13

Belum Ditindaklanjuti


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

SUARA MATARAM

Halaman 2

13 Rumah Bermasalah

Tunggu Persetujuan PLN dan PDAM RELOKASI masyarakat yang berada di Penghulu Agung, Ampenan akhirnya terealisasi. Pasalnya, langkah tersebut adalah keputusan yang tepat dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang sewaktu – waktu mengancam jiwa masyarakat setempat. Lurah Ampenan Selatan, Sudirman ketika dikonfirmasi, Minggu (2/2) mengatakan cuaca ekstrem atau yang tidak bersahabat dengan masyarakat, mengakibat 20 kepala keluarga yang berada di sekitar pesisir pantai merasa terancam dan terpaksa harus mengungsi ke tempat keluarganya. Ditambahkan, (Suara NTB/dok) berkat koordinasi kelurahan Sudirman dan instruksi langsung dari Walikota Mataram, masyarakat bisa dipindahkan. “Alhamdulillah pak wali langsung pimpin rapat dan langsung menginstruksikan warga untuk segera direlokasi,” ungkap Sudirman. Dikatakan, langkah tersebut harus diapresiasi oleh masyarakat dan jangan menjadikan sebagai alasan kembali ke pemukiman. Sebagai langkah untuk menghindari warga agar tidak kembali, solusinya pemukiman tersebut dirobohkan secara sukarela oleh pemiliknya. “Solusinya nanti kita minta warga robohkan sendiri,” pintanya. Disebutkan, relokasi tersebut merupakan tahap ketiga, setelah dua tahap dilakukan beberapa tahun yang lalu. Diakui, warga akan dipindahkan ke BTN Nelayan II di lingkungan Gatep dan Karang Panas. Ditanya jumlah lokal tidak sesuai dengan jumlah lokal yang disediakan oleh Pemkot Mataram? Ia mengatakan kekurangan yang lokal tersebut, akan dicarikan solusi oleh pemerintah, sambil menunggu kebijakan dari Walikota Mataram. Selama ini sambungnya, Dinas PU Kota Mataram yang memiliki leading sektor tetap berkoordinasi dengan kelurahan. Menyinggung fasilitas listrik dan PDAM yang belum tersedia di BTN Nelayan tersebut? Sudirman mengakui secara fisik bangunan sudah siap ditempati oleh masyarakat, hanya saja sarana dan prasarana yang masih menunggu persetujuan dari PLN dan PDAM. Sudirman mengimbau kepada masyarakat yang mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut, agar mentaati komitmen yang telah disepakati dengan Pemkot Mataram. Antara lain, tidak menjual, mengontrakan dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. (cem)

Tertibkan Daerah Pesisir WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kota Maaram, Drs. HM. Noer Ibrahim meminta aparat kelurahan lebih tanggap pascakegiatan relokasi 20 KK warga Penghulu Agung. Karena setelah dikosongkan oleh warga yang notabene telah mendapat rumah bantuan, bekas lokasi rawan bencana gelombang pasang dan abrasi itu itu, justru menjadi rawan ditempati penduduk pendatang. ‘’Kelurahan yang punya lingkungan melintasi bibir pantai, harus tanggap,’’ pinta politisi Partai Golkar ini. Jangan sampai, lanjutnya, ada (Suara NTB/fit) HM. Noer H. Ibrahim masyarakat yang mendiami pesisir pantai, walaupun hanya untuk sementara. Sebab, jika hal ini luput dari perhatian aparat kelurahan misalnya, bukan tidak mungkin, langkah masyarakat pendatang ini bakal diikuti oleh pendatang-pendatang lainnya. Selama ini, menurut Noer Ibrahim, maraknya pendatang yang mengincar pesisir pantai sebagai tempat tinggal, menjadi terkendala tersendiri bagi Pemkot Mataram dalam mensterilkan kawasan pesisir pantai. Karena, lama-kelamaan mereka (penduduk pendatang, red) akan mengukuhkan diri menjadi warga Mataram lantas menuntut hak yang sama dengan warga yang mendapat bantuan rumah misalnya. Untuk itu, ia meminta aparat kelurahan segera menertibkan daerah pesisir pantai. Pada bagian lain, Noer Ibrahim memang tidak menampik kalau keberadaan Mataram sebagai ibukota provinsi menjadi magnet tersendiri bagi para pendatang. ‘’Urbanisasi itu memang tidak bisa ditahan. Begitu juga pendatang baru. Tetapi, tujuannya harus jelas,’’ terangnya. Noer menegaskan, penertiban kawasan pesisir adalah solusi yang pas untung mengatasi persoalan ini. ‘’kalau kelurahan tidak bisa menertibkan sendiri kawasan pesisir, minta bantuan Satpol PP,’’ sarannya. (fit)

Delapan Rumah Nelayan di Karang Panas Diduga Dikontrakkan Mataram (Suara NTB) Sebanyak delapan unit rumah nelayan di Karang Panas, Kecamatan Ampenan diduga dikontrakkan kepada pihak lain. Berdasarkan peraturan dari Pemkot Mataram, nelayan yang sudah direlokasi tidak boleh menyewakan rumah tersebut kepada pihak lain. “Di perumahan nelayan di Karang Panas ini ada 13 rumah yang bermasalah. Tiga unit rumah kosong, dua rumah dijual, dan delapan dikontrakkan,” terang Lurah Ampenan Selatan, Sudirman, Senin (3/2). Terkait sanksi bagi warga yang menjual atau mengontrakkan rumah nelayan tersebut, Sudirman mengatakan kewenangan itu berada pada dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram. “Saya sudah serahkan data ke Dinas PU untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. Data yang disampaikan Sudirman adalah data yang

(Suara NTB/yan)

RUMAH NELAYAN - Salah satu rumah nelayan di Karang Panas yang tidak ditempati pemiliknya tetapi ditempati oleh warga lain.

sudah diverifikasi oleh Kepala Lingkungan setempat dan ditemukan ada 13 unit rumah nelayan yang bermasalah. “Kami hanya mendata dan kami sudah serahkan ke Dinas PU agar segera ditindaklanjuti agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya. Salah satu rumah nelayan yang disambangi Sudirman, Senin (3/2) kemarin ternyata tidak ditempati oleh warga yang pernah menandatangani surat pernyataan. Warga yang menempati rumah tersebut, Siti Khadijah mengatakan dulu rumah tersebut tidak pernah ditempati karena yang punya rumah kembali ke kampungnya di Tanjung Karang. “Yang punya (rumah) suruh saya yang menempati biar rumahnya jangan rusak. Saya disini menempati hanya sementara. Yang punya rumah

ini juga kadang-kadang datang kesini,” ujar Khadijah. Khadijah sendiri tinggal di rumah yang bersebelahan dengan rumah yang kini ditinggal pemiliknya. Mengingat rumah yang tak dihuni lebih cepat rusak karena tidak terurus, maka ia diminta untuk tinggal disana. “Awalnya rumah ini kosong. Daripada rusak, saya yang urus,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan rumah yang dikontrakkan atau dijual harus ditindak tegas. Pihaknya mengimbau agar rumah yang dikontrakkan atau dijual segera dikosongkan. “Kami tidak mau tahu siapa yang menempati harus keluar secepatnya karena melanggar surat pernyataan yang telah ditandatangani,” tegasnya. (yan)

Rumah Tak Boleh Dipindahtangankan

20 KK Warga Penghulu Agung Direlokasi Mataram (Suara NTB) Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang tinggal di pinggir pantai Penghulu Agung mulai direlokasi ke rumah baru di kawasan Gatep, Ampenan, Senin (3/2) kemarin. Mereka menempati perumahan nelayan yang telah dibangun Pemkot Mataram. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan pembangunan perumahan nelayan di Gatep ini berada di atas lahan seluas 27 are. Perumahan nelayan di Gatep sebanyak 19 unit, sementara yang direlokasi sebanyak 20 orang. Satu KK kemudian direlokasi ke perumahan nelayan yang ada di Karang Panas, karena disana masih ada rumah yang kosong. Mahmuddin menegaskan, setelah 20 KK ini pindah ke rumah baru, mereka tidak boleh kembali ke rumah mereka di Penghulu Agung. Mereka juga ditegaskan tidak boleh untuk menyewakan, memindahtangankan kepada orang lain, apalagi memperjualbelikan rumah yang telah dibangun Pemkot Mataram. “Warga tidak boleh kembali lagi ke tempat semula. Rumah itu tidak boleh dikontrakkan dan diperjualbelikan. Rumah itu hanya boleh ditempati seumur hidup,” tegas Mahmuddin. Warga yang telah pindah ke perumahan baru diberikan waktu satu minggu untuk merobohkan rumahnya yang dekat dengan bibir pantai itu. Dan jika

dalam jangka waktu satu minggu belum dilakukan pembongkaran, maka Pemkot Mataram akan membantu membongkar dan merobohkan. Soal instalasi listrik dan air, Mahmuddin menyatakan pihaknya akan segera melengkapi seluruh instalasi yang dibutuhkan. “Di lokasi Penghulu Agung terdapat 10 sambungan instalasi listrik yang bisa dipindah, dan sisanya bisa menyusul. Sedangkan untuk instalasi air bersih juga akan segera kita penuhi. Ada delapan meteran PDAM yang akan dipindah ke rumah baru,” terangnya. Sementara itu, Asisten II Setda Kota Mataram, H. Effendi Eko Saswito mengatakan relokasi warga Penghulu Agung ini dalam rangka menindaklanjuti kebijakan Pemkot Mataram dalam rangka membantu masyarakat pesisir yang terkena dampak abrasi pantai. Pemkot Mataram ujar Eko telah menyiapkan rumah sejak tahun 2013. “Untuk itu agar sesegera mungkin direlokasi sesuai arahan Walikota yang telah meninjau lokasi dan telah diminta SKPD terkait untuk menindaklanjuti itu,” terangnya. Selain menyiapkan rumah baru, dalam rangka kepindahan 20 KK ini, Pemkot Mataram juga menyiapkan sarana angkutan bagi warga yang akan memindahkan barang-barangnya ke rumah baru. Menanggapi relokasi ini, salah satu warga, Muham-

(Suara NTB/yan)

KELUARKAN BARANG - Satu keluarga yang tinggal di bibir pantai Penghulu Agung sedang mengeluarkan barang-barang mereka untuk segera diangkut ke lokasi perumahan nelayan di kawasan Gatep. Akibat abrasi dan jebolnya tanggul di pantai Penghulu Agung, sebanyak 20 KK warga direlokasi ke perumahan yang telah disiapkan Pemkot Mataram. mad mengatakan sangat bersyukur atas kebijakan Pemkot Mataram. Ia tidak perlu lagi khawatir rumah yang telah ditempati berpuluh-puluh tahun di pinggir pantai itu dapat roboh sewaktu-waktu akibat tanah di pinggir pantai yang terus menerus

digerus hantaman ombak. “Kami sangat takut pada saat air laut pasang dan ombak tinggi. Kami lebih khawatirnya ke anak-anak. Sudah sekitar empat hari ini ombaknya sangat besar,” terangnya. Ia pun menyetujui segala peraturan yang ditetapkan Pemkot

Mataram bahwa rumah baru mereka tidak boleh dijual atau dikontrakkan. “Kami akan ikuti semua peraturan yang dibuat. Ndak mungkin juga kami jual. Kami kan dikasih, kecuali itu tanah kami sendiri,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini. (yan)

Jalan di Mataram Masih Rusak Parah Mataram (Suara NTB) – Kondisi jalan di Kota Mataram masih jauh dari rasa aman bagi pengguna jalan. Padahal, anggaran perbaikan jalan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Nyatanya, Jalan Peternakan di lingkungan Kebon Duren Kelurahan Selagalas, kondisinya jalan cukup parah. Salah seorang warga setempat, Ahmad Saufiandi ketika dikonfirmasi Senin (3/2) mengatakan kondisi jalan rusak parah telah terjadi hampir satu tahun yang lalu. Namun, hingga saat ini Pemkot Mataram, belum juga memperbaikinya. “Berapa kali difoto, tapi ndak ada realisasinya,” kata Afan sapaan akrabnya. Dikatakan, sudah banyak yang menjadi korban akibat jatuh saat menghin-

dari lubang tersebut. Terlebih pada musim hujan. Ditambahkan, warga yang tidak mau melihat korban terus berjatuhan, kemudian berinisiatif menutup menggunakan batu kali dan memberikan tanda. Tujuannya sambung Afan, agar masyarakat lebih berhati – hati. Senada dengan Ahmad Saufandi, Trisno mengaku sebagai pengendara motor merasa terganggu dengan kondisi jalan yang berlubang. Artinya, masyarakat akan menerima resiko jatuh atau bahkan bertabrakan dengan motor lain, karena harus menghindari jalan berlubang. Dirinya berharap pemerintah, khusus intansi terkait harus segera memperbaiki untuk meminimalisir korban kecelakaan.

Ditemui terpisah, Kepala Lingkungan Kebon Duren, H. Wahyu hanya sedikit memberikan keterangan terkait rusaknya jalan tersebut. Diakui, jalan tersebut mulai rusak sejak tahun 2013 yang lalu. Rusak jalannya tersebut, akibat kendaraan dengan kapasitas muatan berlebihan sering melintas. “Disini (Kebon Duren, red) sering masuk mobil besar itu,” cetusnya. (cem)

RUSAK - Jalan Peternakan Lingkungan Kebon Duren Kelurahan Selagalas, terlihat rusak parah. Warga berinisiatif menutupnya dengan batu kali dan memasangkan bambu sebagai tanda.

(Suara NTB/cem)


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Tenaga Kesehatan Kurang JUMLAH penduduk Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat 1,2 juta jiwa. Fakta ini menuntut adanya ketersediaan tenaga di bidang kesehatan yang memadai. Namun, fakta di Lotim tenaga kesehatan masih kurang. Lotim ke depan masih membutuhkan tambahan dokterdokter spesialis, dokter gigi, ahli gizi, analis tenaga kesehatan lainnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim dr. Utun Supria, M.Kes, mengaku, jumlah penduduk dibandingkan jumlah tenaga yang (Suara NTB/rus) ada dianggapnya masih Utun Supria sangat kurang. Meski saat ini jumlah sudah mencapai 2000 an orang. Selain tenaga, jumlah fasilitas dan sarana kesehatan juga dianggap perlu penambahan. Lotim masih perlu penambahan 5-6 unit puskesmas baru. Saat ini sudah ada sebanyak 29 unit yang tersebar di 20 kecamatan. Meski di tengah kekurangan itu, tahun 2013 pembangunan di sektor kesehatan telah memenuhi target-target berbagai program sesuai yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kecuali umur harapan hidup yang ditarget 62 tahun baru mencapai 61 tahun. Menurutnya, berdasarkan keberhasilan pembangunan bidang kesehatan diukur dari lima indikator, yakni keberhasilan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) maternal (hamil, melahirkan dan nifas), penurunan angka kematian bayi (AKB), minimalisir gizi buruk, beberapa penyakit menular dan meningkatnya umur harapan hidup. Kelima indikator tersebut paparnya, dapat dicapai apabila seluruh masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, baik pelayanan prevetif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Idealnya, layanan kesehatan dimulai dari promotif, preventif, baru kemudian kuratif dan atau rehabititatif. ‘’Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal sangat dibutuhkan sumber daya kesehatan yang memadai, meliputi sarana dan peralatan layanan, tenaga kesehatan, anggaran kesehatan dan kebijakan kesehatan,’’ terangnya. Menyinggung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS), diakuinya, semua peserta Jamkesmas sebanyak 638.000 secara otomatis menjadi anggota BPJS, termasuk peserta Akses PNS beserta anak pertama, kedua dan ketiga. Ia menghimbau masyarakat yang belum masuk program JKN segera mendaftarkan diri di BPJS, dengan ketentuan iuran untuk kelas tiga, Rp 25.500,kelas dua Rp 42.500, dan kelas satu Rp 59.500 per-bulan. (rus)

Dikes Desak Ranperda TKW dan Kawin Usia Dini Segera Diketok Tanjung (Suara NTB) Pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendesak DPRD segera membahas dan mengetok Ranperda Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Kawin Usia Dini (KUD). Pasalnya, ranperda tersebut sangat berkaitan erat dengan problem sosial kesehatan yang hingga kini masih menghantui sejumlah program Pemerintah KLU. Kepala Dikes KLU, dr. H. Benny Nugroho S., Senin (3/2), mengaku optimis dengan disetujuinya ranperda tersebut, maka akan menjadi acuan bagi pengaturan sejumlah masalah sosial yang mungkin ditimbulkan oleh kawin di usia dini maupun TKW. Dalam konteks program kesehatan, pernikahan usia dini kerap memunculkan risiko kehamilan dan kelahiran. Sedangkan pada TKW–terutama yang memiliki bayi dan balita, penelantaran bayi dan balita lebih condong menimbulkan dampak negatif berupa gizi buruk. “Kami meminta supaya Ranperda TKW dan Kawin Usia Dini segera dibahas dan diketok secepatnya. Di KLU ini, anak-anak yang usianya 13 – 14 tahun sudah menikah, ini rentan menimbulkan problem gizi pada bayi yang dilahirkan,” ungkap Benny. Ia menerangkan, dalam ranperda tersebut diatur calon TKW yang memiliki anak bayi dan balita dilarang mendaftar bekerja ke luar negeri. Menyadari tujuan menjadi TKW karena alasan ekonomi, maka Pemda KLU akan memberikan kompensasi berupa bantuan modal usaha kepada TKW bersangkutan. Sementara, larangan perkawinan usia dini dihajatkan untuk mencegah terbentuknya keluarga yang belum siap secara mental dan fisik. Benny menyatakan Dikes KLU telah mengidentifikasi sejumlah perkawinan usia dini di lingkup Kecamatan Tanjung. Petugas Kesehatan menemukan, rata-rata perkawinan di usia 13 – 15 tahun masih cukup besar. Bagi Dikes, persoalan ini pun memunculkan potensi risiko kehamilan dan kelahiran. Fakta dari sejumlah kejadian itu, Benny menunjukkan grafik kecenderungan kabupaten/kota yang pada periode 2007-2013, mencatatkan proporsi Gizi Buruk tinggi di NTB. Pada grafik indikator ini, KLU–pada penelitian (Riset Dikes Provinsi) tahun 2013, Gizi buruk di KLU tercatat sebesar 8 persen dari angka kelahiran. Kota Bima diketahui memiliki Proporsi Gizi Buruk tertinggi di NTB dengan 12,2 persen. Kota Bima turun 10 persen, menggeser Kabupaten tetangganya, Bima, yang pada periode 2007 memiliki angka persentase tertinggi 15,7 persen. KLU sendiri pada grafik ini setara dengan kabupaten induk yang menyumbang persentase gizi buruk sebesar 8 persen di 2013. (ari)

SUARA PULAU LOMBOK

Bupati Minta Aparatur di Kecamatan dan Desa Fokus Laksanakan Pembangunan Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) berusaha meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan aparatur pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Sebelumnya, Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan, berkoordinasi dengan pimpinan SKPD. Sementara, Senin (3/2) berkoordinasi dengan camat dan para kepala desa di Kantor Bupati Lotim. Pada gelombang pertama, kemarin, dihadirkan 10 kecamatan dan puluhan kepala desa. Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Rohman Farly dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Lotim. Pada pertemuan tersebut, Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan mengajak semua aparatur di tingkat kecamatan dan desa fokus pada kegiatan pembangunan. Melalui koordinasi ini, bupati berharap bisa melahirkan solusi. Para kades dimintai masukan dan usulan. Pascalahirnya UU Desa, membuktikan pemerintah sangat menghargai keberadaan desa. Kepada selu-

ruh desa di Lotim hendaknya bersiap dan menata diri. ‘’Harus siap menyongsong penerapan UU Desa. Kunci dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, adalah untuk mensejahterakan rakyat,’’ ujarnya. Bupati juga mengungkap mengenai persoalan utang yang jatuh tempo sebesar Rp 116 miliar dan menuntut segera dituntaskan. Sementara Wakil Bupati Lotim dalam penyampaiannya mengingatkan kepala desa terus menjalin silaturahmi dengan pimpinan daerah. Dalam hal ini, ungkapnya, dirinya siap dan selalu siaga di Pendopo wakil bupati. Siaga dalam arti, menerima para kepala desa yang ingin mengkomunikasikan agendaagenda pembangunan.

(Suara NTB/rus)

RAKOR - Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan dalam rapat koordinasi dengan camat dan kepala desa di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati, Senin kemarin. Pelaksana Sekda Lotim, Rohman Farly menyinggung soal rencana pencairan ADD 2013 yang sempat tertunda bebera-

dayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemerintah Desa (BPMD, PPKB, Pemdes) KLU, Heriyanto, SP, di ruang kerjanya, Senin (3/2). Diakuinya, 9 desa yang diusulkan untuk dimekarkan itu masih belum mencapai tahap final. BPMD KLU selaku Tim yang dilibatkan dalam proses

pa waktu lalu. Pihaknya menjanjikan, ADD tahun 2013 itu akan dituntaskan menggunakan alokasi tahun 2014.

Proyek pembangunan yang telah dilaksanakan pihak desa yang menjadi utang diutamakan segera dibayar. (rus)

Mahasiswa Minta Pemerintah Cabut Izin PT. AMG Akibat Banjir, 45,2 Hektar Selong (Suara NTB) Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Senin (3/2) menggelar aksi di sejumlah instasi pemerintah di lingkup Pemkab Lombok Timur (Lotim). Mereka menuntut pemerintah menghentikan aktivitas tambang pasir besi dan mencabut izin PT Anugrah Mitra Graha (AMG). Ketua Umum PMII Cabang Selong, Supriadi, mengatakan penambangan pasir besi sudah mendapatkan penolakan keras masyarakat di kawasan lingkar tambang, karena tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat. Diakuinya, di tengah situasi Lotim yang mengalami defisit anggaran diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Gelombangganasmembuatnelayantidak bisa melaut. Banjir membuat nelayan tidak bisa berladang. Kehadiran penambangan pasir besi dianggap hanya akan memperparah kondisi. Aktivitas penambangan dianggap sejauh ini masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Keresahan terjadi ketika PT AMG menutup tanggul sungai yang membuat air meluap ke perkampungan. Di samping itu, AMG hanya melibat-

Lahan Gagal Panen

(Suara NTB/rus)

DEMO – Massa PMII menuntut pencabutan izin PT AMG yang melakukan penambangan pasir besi di Lotim, Senin (3/2). kan tenaga kerja 1 persen saja masyarakat setempat. Saat dilakukan aktivitas penambangan, muncul getaran yang membuat kekhawatiran masyarakat. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Lotim, Muhammad Syukri yang dikonfirmasi terkait tuntutan warga itu mengatakan pihaknya tidak serta-merta langsung mencabut. Pasalnya, AMG merupakan penambang yang sudah mengantongi izin operasi produksi 2011 dengan sah. Saat ini, Pemda hanya menunggu izin pembangunan

pabrik pemurnian atau smelter. Pimpinan PT AMG, Erfandy Muis yang dikonfirmasi mengatakan soal cabut izin merupakan hak bupati. Namun, sejauh ini pihak AMG sendiri telah mengantongi izin resmi dari bupati. Ditambah lagi adanya pengesahan dari Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mienral (ESDM). “Izin kita sudah sangat sah,” tegasnya. Bahkan jika izin tersebut dicabut, AMG bisa melayangkan tuntutan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). (rus)

BPK Rekomendasikan Tindaklanjuti Ratusan Temuan di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB merekomendasi kepada Pemkab Lombok Barat (Lobar) menindaklanjuti ratusan temuan, baik bersifat administratif, kepatuhan perundang-undangan dan sistem pengendalian internal (SPI). Ratusan temuan ini merupakan akumulasi mulai tahun 2004 sampai 2013. Hingga per tanggal 30 Januari tahun ini, Pemkab mengklaim telah mampu menindaklanjuti 96 persen dari temuan tersebut. Kepala Inspektorat Lobar, Ir. H. Rahmat Agus Hidayat, Senin (3/2), menjelaskan, penilaian keuangan tersebut, BPK sudah mulai melakukan penilaian pendahuluan terhadap Laporan

Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Untuk penilaian pendahuluan BPK akan mengambil sampel beberapa SKPD, sebelum Juni BPK mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan Pemkab Lobar. Ia mengaku, salah satu item temuan BPK tersebut adalah dana Rp 10 miliar yang hingga saat ini belum jelas statusnya. Namun. menurutnya, sudah ada jalan penyelesaian masalah ini. “Itu Pak Asisten yang sampaikan,” ujarnya. Pemkab mengklaim kalau dana Rp 10 miliar itu adalah dana hibah sesuai dokumen berisikan perihal status dana tersebut. Sebaliknya Dewan merasa lucu jika dana itu masuk hibah, lantaran sejak awal pembahasan dana ini

piutang Rp 10 miliar yang disubsidi Pemkab Lobar yang tertanam di Perumahan Daerah (Pemda) bagi para PNS. Asisten III Setda Lobar, HM Taufiq menyatakan pihaknya telah menemukan dokumen terkait dana tersebut. Setelah dilihat, ternyata dalam dokumen itu tercantum status dana Rp 10 miliar adalah dana hibah bukan piutang. Artinya, dana yang telah digelontorkan itu tak perlu dikembalikan. “Dalam nomenklatur APBD juga dana hibah,” jelas Taufiq. Meski demikian, anggota Komisi II Sulhan Mukhlis mempertanyakan status hibah tersebut. Alasannya mereka menganggap, status dana tersebut adalah piutang. (her)

Pemekaran Desa Harus Melalui Swadaya Masyarakat Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 9 desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang dilakukan kajian untuk dimekarkan. Untuk mencapai tahap itu, Pemda KLU telah menginventaris kelayakan administratif hingga studi banding, salah satunya ke Kabupaten Lombok Timur. Disampaikan Kepala Badan Pember-

Halaman 3

pemekaran, belum dapat menjamin apakah seluruhnya atau sebagian desa akan dimekarkan atau tidak. “Bersama dengan Kabag Pembangunan dan Asisten I, kami selaku tim di dalamnya, masih menggodok berbagai persyaratan pemekaran. Studi banding yang kami lakukan di Kabupaten Lombok Timur, pemekaran di sana ternyata meli-

batkan swadaya masyarakat,” ungkap Heriyanto. Konsep swadaya yang diterapkan di Lombok Timur mencakup ketersediaan lahan. Pemda KLU berencana menerapkan hal yang sama, di mana masyarakat desa pemekaran harus menyediakan minimal 12 are lahan hibah sebagai lokasi pembangunan kantor desa persiapan. Sebelum

definitif, calon desa pemekaran juga harus menyediakan tenaga pengelola bagi desa persiapan. Mencontoh di Lotim lanjut dia, Pemda setempat sudah memekarkan desa hingga menjadi 286 desa sampai dengan akhir 2013 lalu. KLU sendiri saat ini jumlah desanya tercatat 33 desa yang tersebar di 5 kecamatan. (ari)

Selong (Suara NTB) Belum berakhirnya musim hujan membuat kawasan Sambelia dan sekitarnya ini belum bebas dari ancaman banjir bandang. Hal ini terlihat pada Minggu (2/2) lalu banjir kembali menerjang. Namun, korban banjir tidak sampai mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mencatat 159,5 hektar (ha) lahan terendam, 45,2 ha di antaranya dinyatakan gagal panen. Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Abdul Hakim kepada Suara NTB, Senin (3/2) menyebut banjir bandang yang kembali menerjang Sambelia ini menimpa 32 Kepala Keluarga atau 115 Jiwa warga Dara Kunci. Sebanyak 31 KK atau 124 Jiwa warga Labupandan, 3 KK warga Obel-obel. Terbanyak warga Sugian sebanyak 372 KK atau 1.488 jiwa. Ada empat rumah yang dinyatakan rusak ringan. Camat Sambelia, H. Buhari yang dikonfirmasi Suara NTB, saat dikonfirmasi secara terpisah menuturkan banjir yang datang memang acap kali secara tibatiba. Sejauh ini, pihak pemerintah belum bisa berbuat banyak untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya banjir. Pasalnya, selain fakta kondisi hutan yang rusak saluran sungai juga mengalami pendangkalan. Akibatnya, banjir tidak bisa dihindari. Secara bertahap, upaya normalisasi saluran sungai terus akan dilakukan pemerintah dengan menggunakan alat berat agar bisa mencegah secara permanen, menurut camat diperlukan biaya besar dan ket-

erlibatan semua pihak. Selain normalisasi saluran yang direncanakan langsung bisa dialirkan hingga ke laut ada rencana akan membuat bendungan besar untuk menampung air. Kepala Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia, Makmud Mawidin yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan banjir bandang yang kembali menerjang desanya. Seperti biasa, air kembali menggenangi rumah-rumah penduduk yang menghuni di Dusun Batu Sila dan Menanga Reak. Banjir-banjir susulan diakui kerap terjadi. Hanya saja tidak terlalu besar seperti sebelumnya. Terakhir terjadi hingga mencapai ketinggian 50 cm di halaman rumah penduduk. Besar harapannya, penanganan banjir bandang ini segera dilakukan pemerintah, sehingga masyarakat tidak disibukkan terus pada urusan banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, MTP, dikonfirmasi di kantor Gubernur NTB, banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dan menyebabkan meluapnya air sungai di daerah tersebut. Biasanya, lanjut Ardi, hujan di kawasan Gunung Rinjani berhenti, jika sudah 7 hari 7 malam. “Makanya teman-teman disana dari BPBD, Tagana, TNI/ Polri selalu siap siaga kalau ada banjir. Makanya kemarin begitu ada banjir, masyarakat diungsikan, dan penduduk begitu kondisi aman kembali lagi. Tetapi kalau malam harus siap siaga, begitu hujan malam harus mereka (masyarakat) turun,” imbuhnya. (rus/nas)

Disiplin Masih Jadi Penyakit Praya (Suara NTB) Budaya tidak disiplin di tengah masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai sejauh ini diakui masih jadi penyakit yang belum bisa diobati. Ironisnya, budaya kurang baik tersebut sudah menjadi kebiasaan yang justru tetap dipelihara dan dipertahankan. Padahal, disiplin merupakan salah satu elemen dan persyaratan untuk bisa menjadi masyarakat yang maju. Hal itu diakui Bupati Loteng,H.M. Suhaili, FT., saat silaturahmi dengan keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, pimpinan lembaga pendidikan agama serta tokoh agama di Aerotel Praya, Senin (3/ 2). Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama hingga sekarang. Walaupun masyarakat sadar, kalau disiplin merupakan salah satu faktor utama bisa

mencapai sukses. “Tidak disiplin sudah dianggap seperti kebiasaan. Kendati disadari itu kebiasan kurang baik. Namun tetap dipertahankan,” keluhnya. Bupati mengakui, untuk bisa memupus jiwa disiplin bukan perkara mudah. Butuh kerja keras dan kesadaran dari masyarakat, karena budaya tidak disiplin, sudah menjadi penyakit di semua tingkat masyarakat. ‘’Sehingga yang bisa mengobati penyakit, ialah masyarakat itu sendiri,’’ ujarnya. Menurutnya, sekeras apapun pembinaan disiplin dilakukan, jika masyarakat tidak mau berubah akan sulit mewujudkan budaya disiplin di tengah masyarakat. ‘’Untuk itu, dibutuhkan kerja keras semua pihak. Agar bagaimana bisa membangun budaya disiplin yang baik,’’ katanya. (kir)


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456

Kerjasama Seksi Kurikulum Dinas Diknas Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Dikpora NTB Minta Sekolah di Sumbawa Siapkan UN 2014 Sumbawa Besar (Suara NTB) -

Seluruh sekolah pada semua jenjang pendidikan diminta mulai mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN) 2014. Baik data siswa pada setiap sekolah yang akan menjadi peserta Ujian Nasional (UN) maupun kesiapan siswa dalam mengisi soal-soal UN. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seperti disampaikan anggota Tim Sosialisasi UN dari Dikpora NTB, H. Badrussalam, UN akan berlangsung pada bulan April 2014 mendatang. Diawali dengan UN untuk jenjang pendidikan SMA, SMK/sederajat. Untuk UN SMA/sederajat ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 14, 15 dan 16 April 2014 atau seminggu setelah pemilu legislatif. Disusul Ujian Nasional SMP, MTS, Paket B, sederajat, akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 5, 6, 7 dan 8 Mei 2014. Sementara untuk program paket A, lanjut Badrussalam yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi SMP Dikpora NTB, ujian akan dilaksanakan pada

19 Mei 2014. Khusus untuk pendidikan dasar SD berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, UN ditiadakan. Yang ada hanya ujian sekolah. Soal ujian sekolah pada pendidikan dasar, akan disusun oleh guru-guru inti dari Kabupaten/kota di NTB, dengan komposisi soal, 75 persen dari pemerintah daerah dan 25 persen dari pusat (Puspendik). “Pada saat penyusunan soal, nanti kami akan mengundang secara khusus guru inti tersebut dari pendidikan dasar ke Dikpora NTB,” terangnya. Pihaknya berharap kepada semua pihak yang terlibat dalam UN agar dapat berpartisipasi secara aktif. Terutama dalam mempersiapkan peserta ujian. Agar tidak menjadi masalah pada saat ujian berlangsung. Khusus untuk SMP, terhitung sampai 27 Januari 2014, Kabupaten Sumbawa yang masuk dalam Rayon 8 dan Subrayon 20, dari seluruh sekolah yang sudah mendaftar sebanyak 112 sekolah, ada 12 sekolah masih dalam proses atau sektiar 90,32 persen yang sudah masuk data siswa ujian

Puluhan Gapoktan di Sumbawa Dilaporkan Bermasalah Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekitar puluhan atau 30 persen Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sumbawa bermasalah dalam pengelolaan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Dari 108 Gapoktan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Sebagian diduga diselewengkan pengurus dan sebagian lagi pengembalian pinjaman yang macet dari anggota. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir. Thalifuddin M.Si, didampingi Kabid, Syahri, dan sejumlah stafnya, saat dikonfirmasi, Senin (3/2), mengakui hampir semua Gapoktan bermasalah. Bahkan ada sejumlah Gapoktan yang diduga terjadinya penyelewengan dana PUAP oleh oknum pengurus. Seperti Gapoktan di desa Dete dan desa Lape kecamatan Lape. “Bentuk penyelewengannya ini yang sedang kita dalami,” terangnya. Dugaan penyimpangan serupa juga terjadi di Gapoktan desa Baru Tahan kecematan Moyo Utara. Adanya laporan anggota yang menuntut adanya transparansi keuangan. Kemudian Gapoktan di desa Empang Atas, Gapoktan di desa Dalam kecamatan Alas dengan adanya upaya menghilangkan barang bukti. Berikutnya Gapoktan di desa Juru Mapin kecamatan Buer serta beberapa Gapoktan lainnya. Persoalan juga terjadi di tingkat anggota Gapoktan. Pegembalian pinjaman dari dana yang ada, juga macet. Kalau tingkat pengembaliannya di bawah Rp. 100 Juta (besaran dana PUAP per Gapoktan), maka bisa dikatakan Gapoktan tersebut tidak sehat. “Kalau ditotal sekitar 30 persen Gapoktan yang tidak sehat,” ungkap Thalif. Untuk itulah, Distan segera memfasilitasi digelarnya Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada semua Gapoktan. Agar bisa memantau sekaligus mengetahui secara detail apa sebenarnya persoalan yang dialami Gapoktan. Disertai adanya laporan pertanggung jawaban keuangan setiap Gapoktan, sebagai bentuk transparansi. “Kita hanya fasilitasi saja. Sebab PUAP itu dikelola langsung oleh Gapoktan sebagai dana abadi. Di sinilah peran anggota untuk melakukan kontrol,” ujarnya. Melalui RAT pula, akan diidentifikasi semua persoalan yang terjadi. Bagi anggota yang belum mengembalikan pinjaman, maka diberikan Surat Pengakuan Hutang dengan batas waktu tertentu untuk melunasinya. Diketahui, jumlah Gapoktan yang mendapatkan PUAP sebanyak 108 Gapoktan tersebar di 108 desa. Masih ada sekitar 57 Gapoktan yang belum mendapatkan bantuan ini. Dana ini bisa digunakan untuk membeli pupuk, benih dan sarana pertanian lainnya. Dengan nilai Rp 100 juta per Gapoktan. Petani bisa meminjam dengan bunga yang disepakati. Jadi, dana tersebut tidak lagi dikembalikan ke pemerintah, tetapi menjadi dana abadi Gapoktan yang bisa terus dikembangkan. (arn)

293 Guru Bersertifikasi di Kota Bima Diperiksa BPKP Kota Bima (Suara NTB) Sejak Senin (27/1), sebanyak 293 guru bersertifikasi di Kota Bima menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB. Pemeriksaan yang berjalan serentak secara nasional ini sebagai kegiatan evaluasi jam mengajar terhadap sertifikasi. Pemeriksaan yang dilakukan sejak Senin ini diawali dengan pengecekan lapangan. Baru kemudian dilanjutkan dengan wawancara guru serta pemeriksaan administrasi. Tidak hanya guru, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Bidang Dikmen (Pendidikan Menengah) di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) serta Bagian Keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima selaku pencair uang. Pemeriksaan terhadap guru berakhir, Senin kemarin dan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan. Rencananya pemeriksaan oleh oleh Tim BPKP yang dipimpin oleh Wahyudin ini akan berakhir pada Rabu (5/2). Kabid Dikmen Drs Abdul Aziz M.Ap yang dikonfirmasi menuturkan, pemeriksaan ini sebagai evaluasi jam mengajar terhadap terhadap sertifikasi. Jumlah guru yang diperiksa sebanyak 293 orang. Sementara nama-nama guru dipilih secara acak dan ditetapkan langsung oleh BPKP. Sementara nama-nama tersebut baru diserahkan beberapa saat sebelum BPKP turun melakukan pemeriksaan. “Nama-nama sampel mereka yang tentukan,” ujarnya. Guru-guru yang diperiksa ini diminta membawa berkas administrasi mulai dari daftar hadir, jadwal mengajar sejak tahun 2013, fotokopi buku rekening serta fotokopi sertifikat jumlah rombongan belajar di sekolah. Sementara itu, selama seminggu di Kota Bima, selain memeriksa guru-guru Tim BPKP juga sempat turun ke lapangan melakukan pemeriksaan secara fisik ke sekolah-sekolah. BPKP juga memeriksa pihaknya apakah sudah melakukan pengawasan atau tidak. Begitu juga dengan bagian Keuangan Pemkot Bima. Hanya saja, lanjutnya, hingga kini pihaknya belum tahu sanksi apa yang diberikan teradap guru yang tidak sesuai dengan dapodik (data pokok pendidikan), karena itu semua merupakan urusan BPKP. “Saya sudah tanyakan tapi itu urusan BPKP,” tandasnya. (use)

di Dikpora NTB. Terhadap sekolah-sekolah yang belum memasukkan data peserta ujian sekolahnya, Badrussalam berharap dalam waktu tiga bulan ini dimasukkan datanya agar dapat dilakukan verifikasi. Sehingga pada saat pelaksanaan ujian tidak terjadi hal yang tidak dinginkan. “Termasuk yang sering bermasalah pada saat ujian berlangsung katanya adalah masalah pendidikan kesetaraan. Tidak jarang, menjelang UN, panitia dibuat susat oleh masalah pendidikan paket ini, terutama menyangkut masalah yang bersifat teknis, hal ini disebabkan karena pengelolan pendidikan paket ini dari masyarakat biasa sehingga mereka tidak ada beban,” cetusnya. Kabid Dikmen, M Ali HK SPd, menambahkan, pihaknya akan melakukan perubahan khususnya di tatanan Diknas Sumbawa. Pada bidang pendidikan menengah, termasuk Dikdas tahun ini akan melakukan perubahan atas evalusi dan monitoring ke semua wilayah terkait dengan UN, semua guru UN SMA/ SMK, telah dikumpulkan. Un-

(Suara NTB/arn)

SOSIALISASI - Sekretaris Dinas Diknas, Abu Bakar didampingi Tim Sosisalisasi UN dari Dikpora NTB sedang membuka kegiatan sosialiasi tuk membuka wawasan khusus kepada guru tersebut terkait masalah persiapan UN. Dengan harapan hasil UN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Terkait dengan itu, Kabid Dikdas juga akan melakukan hal yang sama. Sementara itu, Sekretaris Dinas Diknas Abu Bakar, S.Pd, saat membuka kegiatan sosialisasi, menyampaikan

kegiatan ini bertujuan agar informasi langsung diterima oleh para kepala sekolah. Dengan harapan dapat menyimak apa yang disampaikan tim dari Dikpora NTB. Agar persiapan dan pelaksanaan UN 2014 dapat dilakukan sebaik-baiknya. UN berjalan lancar, tidak ada hambatan, masalah apapun. Kemudian siswa yang diujikan dapat sukses 100 persen.

(Suara NTB/arn)

PESERTA - Para peserta dari Kepala Sekolah SMA, SMP/ sederajat termasuk pendidikan kesetaraan dalam sosialisasi UN 2014 Khusus untuk pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan, pesertanya cukup banyak pada tahun ini. Dari data pada tahun ketiga, saat Dinas Diknas bekerja sama dengan PT NNT, jumlahnya sekitar 1.000 lebih yang diselenggarakan di enam kecamatan, Yakni, Moyo Hulu, Lenangguar, Lantung, Ropang, Orongtelu dan Lunyuk. Selain

itu ada PKBM reguler yang telah memenuhi persayaratan menjadi peserta ujian yang akan mengikuti UN tahun ini. Diketahui, kegiatan sosialisasi UN yang digelar beberapa hari lalu, di aula SMKN 1 Sumbawa, dihadiri Semua Kepala SMA, SMK, MA negeri dan swasta se kabupaten Sumbwa. Kemudian SMP, MTS, PKBM, se Kabupaten Sumbawa. (arn/*)

Pegunungan Kota Bima Jadi Perlintasan Kayu Ilegal Kota Bima (Suara NTB) Meski areal lahan hutan tutupan produksi di Kota Bima tidak begitu luas, namun aparat Dinas Kehutanan (Dishut) Kota Bima tak jarang menghadapi masalah. Pasalnya, daerah pegunungan di Kota Bima justru menjadi tempat perlintasan kayu hasil curian dari wilayah tetangga, karena pegunungan Kota Bima berbatasan langsung dengan pegunungan Kabupaten Bima. Meski tidak disebutkan secara langsung, namun Kepala Dishut Kota Bima, Ir Zulkifli M.Ap yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2), menggambarkan kebanyakan kayu hasil tebangan di Kabupaten Bima kerap diturunkan melalui Kota Bima khususnya daerah Pegunungan Lampe. Setiap kayu yang ditemui oleh petugas di lapangan, selalu dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan kayu yang ditemukan memang ada yang memiliki surat na-

mun tak jarang ada juga yang tidak mengantongi izin. “Yang tak memiliki izin ini langsung kita serahkan ke pihak Kepolisian,” ujar Zulkifli yang mengaku memang kebanyakan kayu dari kabupaten tetangga kebanyakan memang dijual di Kota Bima. Sementara itu, lanjut Zulkifli, kasus pencurian kayu di Kota Bima bisa ditekan. Meski demikian, memang ada juga ditemukan beberapa kasus pencurian. Kasus pencurian kayu yang terakhir

diduga melibatkan oknum PNS Dinas Kehutanan Kabupaten Bima berinisial YH bisa diamankan oleh pihaknya. Saat itu, oknum tersebut diduga mencuri sekitar 10 gelondongan kayu jati. Sementara untuk pencurian kayu klasifikasi kecil juga ada, di mana banyak ditemukan kayu-kayu yang sudah ditebang namun tidak ada pemiliknya. Kayu-kayu tersebut baru diambil ketika pelaku sudah merasa sudah aman. Meski demikian, pihaknya

tidak main-main dalam melakukan pengawasan hutan tutupan di Bima. Meskipun warga membawa kayu sekecil apa pun tetap dipanggil untuk dilakukan pembinaan.Khususuntukhutantutupan di Kota Bima yang luasnya sekitar 6.000 hektar, lokasi yang paling rawan terjadinya pencurian kayu yakni di pegunungan Lela Mase yang merupakan kawasan hutan tutupan produksi dan Lampe yang merupakanhutantutupanproduksi terbatas, Lela Mase, Kabanta dan Ndano NaE. “Kayu-kayu yang menjadi favorit pelaku pencurian adalah kayu jenis snorkeling. Kualitas kayu tersebut sangat bagus bahkan jadi favorit untuk di Jepang,” terangnya lagi. Dalam menjaga hutan tutupan produksi ini, tambahnya, pihakn-

ya memang mengalami kendala baik dari segi personel maupun sarana dan prasarana. Dengan luas lahan 6.000 hektar lebih ini, jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) masih kurang. Di mana idealnya satu personel Polhut mengamankan 25 hektar hutan. Sementara jumlah petugas yang ada saat ini hanya sebanyak 45 orang. Itu, pun hanya lima orang yang berstatus Polhut sementara 40 di antaranya adalah petugas yang diberdayakan. “40 orang ini kita kasi insentif,” tandas Zulkifli lagi. Untuk menunjang tugas pengamanan pihaknya juga membangun pos-pos pengamanan. Sementara dari segi sarana dan prasarana, juga demikian di mana kendaraan yang ada saat ini sudah tua dan sering bermasalah. (use)

Mendagri Tetapkan Bupati Bima Definitif

(Suara NTB/ula)

LAPORKAN - Fitriani bersama warga Tembalae lainnya saat menunggu di ruang wakil Bupati Dompu, H Syamsuddin, untuk melaporkan kasus dugaan perselingkuhan Kepala Desa Tembalae, Amir Mahmud, Senin (3/2).

Diduga Berselingkuh

Kades Tembalae Didemo Warga Dompu (Suara NTB) Kepala Desa Tembalae Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Amir Mahmud didemo warganya terkait kasus dugaan perselingkuhan dan diminta mundur dari jabatannya. Namun pendemo yang kalah jumlah dengan massa pendukung Kepala Desa langsung melaporkan kasus ini ke Bupati. Kepala Desa Tembalae mengakui perselingkuhannya, namun membantah telah melakukan hubungan badan seperti yang dituduhkan. Aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Tembalae yang diikuti oleh sekitar tujuh orang, Senin (3/2), berlangsung singkat. Massa pendukung kepala Desa langsung memenuhi kantor Desa dan di sekitar pengunjuk rasa karena ada informasi pendemo ingin membakar kantor Desa. Pertemuan massa pro dan kontra Kepala Desa ini nyaris terlibat bakuhantam, sehingga pengunjuk rasa dibubarkan aparat Kepolisian.

Fitriani, pasangan selingkuh Amir Mahmud yang dimintai konfirmasi saat hendak menghadap Wakil Bupati Dompu di kantor Pemda, Senin, enggan memberikan komentar. Namun Subhin, koordinator Gerakan Bongkar Masalah dan Korupsi (Gembok) menegaskan, ingin melaporkan dugaan perselingkuhan Kepala Desa Tembalae dengan Fitriani yang juga warga Tembalae. “Dia (Kepala Desa) membantah melakukan hubungan badan, itu munafik. Mana ada orang yang berselingkuh kalau tidak melakukan hubungan badan,” kata Subhin. Karenanya, Subhin bersama warga lain termasuk Fitriani menuntut agar Kepala Desa Tembalae dipecat dari jabatannya karena telah melanggar sumpah janjinya sebagai Kepala Desa. Karena ia telah melakukan tindakan amoral dan asusila dengan melakukan perselingkuhan. “Kita minta agar dia (Amir Mahmud) diberhentikan dari

Kepala Desa karena telah melanggar sumpah janjinya dengan melakukan tindakan asusila,” terangnya. Kepala Desa Tembalae, Amir Mahmud mengakui perselingkuhannya dengan Fitriani beberapa bulan terakhir. Namun ia membantah telah melakukan hubungan badan, apalagi sampai keluar masuk hotel di Dompu dan Bima. “Saya memang ada hubungan dengan dia (Fitriani), tapi hanya sebatas pacaran biasa. Saya tidak pernah melakukan hubungan badan, apalagi sampai keluar masuk hotel seperti yang dituduhkan,” ungkapnya. Amir Mahmud juga mengungkapkan, ada pihak yang menginginkan agar karirnya hancur. Karena (Fitriani) tibatiba kasusnya ini dibuka di media lokal. Selain itu, ada indikasi balas dendam lantaran 10 bulan lalu, Fitriani sempat digerebeknya di salah satu hotel di Lakey. “Dia hanya ingin saya hancur,” katanya. (ula)

Mataram (Suara NTB) Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, H. Mahdi Muhammad, SH, MH mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menandatangani SK penetapan Bupati Bima Definitif. Informasi itu diperoleh secara lisan pada Senin (3/2) dan akan mengirim staf untuk mengambil SK tersebut di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Mendagri yang menandatangani SK itu atas nama Presiden. Hari ini dijemput SK-nya,” terang Mahdi ketika dikonfirmasi di kantor Gubernur NTB, Senin (3/2). Sebelumnya dijelaskan, lamanya proses penandatanganan SK tersebut karena sebelum ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri), setidaknya harus diparaf sebanyak delapan orang pejabat Kemendagri. Paraf tersebutlah yang membuat prosesnya agak lama. Pasalnya, paraf dimaksud tidak boleh diwakilkan. Jika paraf dari pejabat Kemendagri tersebut sudah ada maka tinggal menunggu SKnya ditandatangani Mendagri. Dikatakan, dengan telah ditandatanganinya SK Penetapan Bupati Bima Definitif tersebut oleh

Mendagri, maka pemprov akan melaksankan langkah selanjutnya. Jika SK Mendagri keluar, Gubernur menyurati DPRD Kabupaten Bima untuk melakukan sidang paripurna pelantikan Bupati Bima definitif. Pelantikan Bupati Bima definitif selanjutnya dilakukan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Sebelum penetapan Bupati Bima definitif, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah mengeluarkan Surat Keputusan penetapan wakil Bupati Bima, Drs H Syafrudin HM Nur , M.Pd sebagai penyelenggara pemerintahan di kabupaten Bima menggantikan posisi almarhum H. H. Ferry Zulkarnain. SK Gubernur mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 2013. Sejak saat itu, Wakil Bupati Bima sudah bisa menandatangani semua dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan atas nama Bupati Bima. Penetapan Wakil Bupati Bima sebagai penyelenggara pemerintahan pasca meninggalnya Bupati Bima sesuai dengan surat pemberitahuan dari Pemda Bima bahwa Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST telah meninggal dunia. (nas)

Kasus AIDS di KSB Bertambah Taliwang (Suara NTB) Temuan dua kasus positif HIV pada sampel darah hasil centinel zero survey HIV yang digelar pertengahan tahun 2013 lalu oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa barat (KSB) sudah dipastikan sebagai temuan kasus baru. Dengan temuan tersebut, jumlah kasus HIV/AIDS di KSB pun bertambah menjadi 36 kasus. Meski ditemukan di pertengahan tahun 2013 lalu, dua kasus tersebut tidak langsung disatukan dengan data 34 kasus yang telah tercacat hingga tahun 2012. Sesuai prosedur, data yang baru ditemukan harus dilakukan verifikasi guna memastikan sampel tersebut bukanlah kasus yang telah terdata di daerah lainnya. “Nah setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan verifikasi data kasus di tempat lain. Kesimpulannya kasus yang kita temukan di pertengahan tahun 2013 itu adalah kasus baru. Makanya baru kita satukan dengan data jumlah kasus keseluruhan di daerah kita ini,” jelas Kabid Kesehatan

Masyarakat (Kesmas) Dikes KSB Ruslan Effendy, SAP, Senin (3/2). Dimasukkannya dua kasus yang ditemukan tersebut membuat angka kasus HIV/AIDS di KSB pun bertambah. Dalam tiga tahun terakhir ini berdasarkan data Dikes KSB trend kasus penyakit yang menyerang imunitas tubuh ini terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 kasus HIV/AIDS hanya sebanyak 29 kasus, memasuki tahun 2013 menjadi 34 kasus dan kini di awal tahun 2013 bertambah dua lagi kasus baru sehingga totalnya menjadi 36 kasus. “Rinciannya 24 kasus positif HIV dan 12 lainnya berstatus AIDS,” terang Ruslan. Bertambahnya jumlah kasus HIV/AIDS berdasarkan temuan terbaru tersebut, Ruslan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan penularan agar lebih berhati-hati dan menjaga perilaku hidup sehat dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut. (bug)


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Pers Diminta Tidak Patah Semangat Dari Hal. 1 telah bersurat secara resmi untuk meminta digelarnya hearing tersebut. Mori menegaskan, segera setelah menerima surat itu pihaknya akan segera mengagendakan hearing. “Memang secara informal kita sudah komunikasi. Saya sampaikan, bisa kita atur jadwalnya kalau mau hearing,’’ ujar Mori. Dikonfirmasi terpisah, Senin kemarin, anggota Komisi II DPRD NTB, M. Hadi Sulthon, S.Sos, menyatakan apresiasinya atas kebijakan Redaksi Suara NTB yang telah memperjuangkan penyelamatan lingkungan dengan serangkaian berita tentang kerusakan atau pencurian koral / terumbu karang di perairan NTB. Ia juga mendukung adanya inisiatif sejumlah pelaku usaha di bidang pariwisata yang ingin menggelar hearing dengan pihaknya terkait persoalan ini. Menurutnya, pihaknya tetap membuka diri untuk mendengarkan masukan menyangkut persoalan ini. Hanya saja, Sulthon mengaku kemarin pihaknya belum memperoleh informasi resmi menyangkut kapan akan digelarnya hearing tersebut. Sementara, Ketua PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra mengatakan, surat permohonan hearing pelaku pariwisata dengan Dewan yang tergabung dalam PHRI dan LHA sudah dikirim ke DPRD NTB. ‘’Surat sudah kami kirim tadi pagi (pagi kemarin) dan diterima staf Setwan NTB, Putradi. Kami sekarang tinggal menunggu, kapan hearing dijadwalkan Dewan,’’ terang Lanang Patra. Mekanisme Hak Jawab Menyinggung gugatan per-

data terhadap Harian Umum Suara NTB, M. Hadi Sulthon menyampaikan harapannya agar sebaiknya penyelesaian sengketa yang melibatkan Suara NTB dengan Giovanni Ardizzon warga negara Italia diselesaikan dengan menggunakan mekanisme hak jawab yang diatur dalam UU Pers tersebut. ‘’Sebaiknya kan pakai hak jawab, jangan langsung menggugat seperti ini,’’ ujar Sulthon. Ia juga mengingatkan bahwa UU Pers adalah salah satu produk dari semangat reformasi. Di dalamnya, tertuang aturan – aturan yang dimaksudkan untuk terus menjaga kemerdekaan pers yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar dari para pejuang reformasi. ‘’Kalau setiap sengketa pers harus diselesaikan melalui gugat menggugat, untuk apa kita bikin Undang – Undang Pers ini. Undang – undang ini harus dihormati dong keberadaannya,” ujar politisi PAN ini bersemangat. Ia juga khawatir ancaman – ancaman semacam ini bisa mengganggu semangat pers yang ingin memberitakan persoalan – persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. ‘’Saya pikir ini tidak boleh menjadi penghalang bagi media massa untuk terus memberitakan persoalan yang ada, khususnya dalam hal ini yang menyangkut kerusakan lingkungan hidup. Karena ini adalah kepentingan kita bersama,’’ pungkasnya. (aan)

Gunung Sangeangapi Status Waspada Dari Hal. 1 “Makna status Siaga adalah semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Kondisinya kritis sehingga perlu sosialisasi di wilayah terancam, penyiapan sarana darurat, koordinasi harian, dan piket penuh,” ujar dia. Dikatakannya, pemberitaan media yang intensif dan berlebihan mengenai peningkatan aktivitas gunung api seringkali justru menyebabkan dampak negatif di masyarakat. “Objek-objek wisata, hotel, pertanian dan aktivitas ekonomi yang berada di luar daerah berbahaya menjadi sepi. Hal ini terjadi di Gunung Bromo, Ijen, Dieng, Tangkubanprahu, Papandayan, dan lainnya. Bahkan aktivitas wisata dan hotel-hotel di Kabanjahe saat ini pun sepi pengunjung karena masyarakat jadi takut berkunjung padahal lokasinya jauh dan aman dari Gunung Sinabung,” kata dia. Menurut Sutopo, gunung api bersifat slow in set, artinya tidak akan tiba-tiba meletus. “Ada tanda-tandanya sehingga status gunung punya tahapan yaitu dari normal kemudian menjadi waspada, siaga, dan awas sesuai ancamannya,” katanya.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono mengaku telah menerima laporan mengenai 19 gunung api yang berstatus waspada di sejumlah daerah di Tanah Air. Namun demikian, Menko Kesra mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap hal itu. ‘’Masyarakat jangan panik, sosialisasi yang dilakukan membuktikan bahwa seluruh instansi terkait bekerja dan mengawasi perkembangan sejak dini, agar dapat menemukan dan melakukan langkah-langkah antisipatif,” kata Menko Kesra HR. Agung Laksono di Jakarta, Senin (3/2). Diakui Menko Kesra Agung Laksono, setiap kemungkinan memang perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar semua pihak bisa waspada dan ikut mencegah dan meminimalkan dampak yang bisa ditimbulkan dari suatu bencana alam. Yang terpenting, tambah Menko Kesra, masyarakat harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan mengikuti pentunjuk, tambah Menko Kesra, jatuhnya korban jiwa pada suatu bencana, khususnya gunung meletus, bisa dihindari. (ant/Bali Post)

Belum Ditindaklanjuti Dari Hal. 1 tahun-tahun sebelumnya yang belum ditindaklanjuti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk itu, pihaknya meminta jajaran SKPD lingkup Pemprov NTB untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, karena akan mempengaruhi opini berikutnya. ‘’Ada beberapa rekomendasi yang lalu-lalu yang menurut kami sudah ditindaklanjuti tetapi ada juga yang masih dalam proses tindak lanjut. Ini saya ingatkan kepada seluruh SKPD yang masih nunggak, yang hasil pemeriksaan tahun lalu maupun hasil pemeriksaaan tahuntahun sebelumnya. Yang tahuntahun sebelumnya ini yang mungkin perlu digenjot sedikit. Karena memang persentase itu mempengaruhi opini selanjutnya,” kata Eldy Mustafa dalam rapat persiapan pemeriksaan pendahuluan LKPD NTB 2013 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (3/2) siang kemarin. Ia mengharapkan, semua rekomendasi yang belum ditindaklanjuti tersebut ada perkembangannya sehingga tidak mempengaruhi opini terhadap LKPD 2013. ”Saya kira, kalau kita diskusikan lagi dengan tim saya, bagaimana menindaklanjuti rekomendasi yang lama-lama, saya harapkan itu bisa dilaksanakan dengan baik,” imbuhnya. Eldy Mustafa menyatakan, kadang-kadang ada rekomendasi yang belum ditindaklanjuti dua, tiga sampai lima tahun. Ia memaklumi,

penyebabnya mungkin karena yang bertanggung jawab terhadap hasil temuan BPK tersebut telah meninggal dunia atau tidak ada lagi sehingga sulit ditelusuri. ‘’Tetapi itu semua ada mekanismenya. Mekanisme yang perlu kita lakukan, ada itu,” jelasnya. Dalam pemeriksaan pendahuluan terhadap LKPD NTB 2013 nantinya akan diikuti pemeriksaan terperinci yang akan dilakukan pada bulan April mendatang. Sementara pemeriksaan pendahuluan akan dilaksanakan pada Februari ini. Eldy Mustafa mengungkapkan, mempertahankan predikat WTP yang diperoleh Pemprov NTB selama dua kali berturut-turut memang sangat susah. Apalagi, pada tahun ini syaratnya ditambah. Tetapi, sejak awal pihaknya sudah memberitahukan jajaran SKPD lingkup Pemprov NTB untuk konsen terhadap masalah aset. Di beberapa tempat, katanya, masalah aset memang sering menjadi masalah/temuan. Namun, ia melihat ada upaya sungguh-sungguh yang dilakukan Pemprov NTB untuk membenahinya. ‘’Karena saya yakin, pemprov benar-benar serius menangani aset ini. Bahkan mereka bentuk tim aset masing-masing SKPD lalu disinkronkan ke laporan keuangan/neraca aset,” terangnya. (nas)

Halaman 5

Penggunaan Cottonbud dan Nyeri Telinga KELUHAN nyeri telinga merupakan salah satu penyebab tersering orang datang berobat ke dokter. Nyeri telinga bisa diakibatkan oleh beberapa macam penyebab, diantaranya karena infeksi bakteri, jamur, atau infeksi virus. Nyeri yang dirasakan dapat bervariasi, mulai dari terasa penuh pada telinga / nyeri ringan, sampai nyeri sedang / berat yag membuat orang merasa tidak nyaman saat beraktifitas / istirahat. Nyeri telinga kadang-kadang dapat disertai dengan adanya sedikit cairan / rasa basah pada liang telinga, sakit kepala, sakit pada rahang bawah saat membuka mulut, meriang / demam, dan berkurangnya pendengaran pada sisi telinga yang sakit Salah satu kebiasaan yang sering mencetuskan nyeri telinga adalah mengorek telinga dengan menggunakan cottonbud / besi

dr. Hilda Santosa pembersih telinga. Gesekan cottonbud menimbulkan iritasi pada liang telinga yang memudahkan bakteri masuk melalui kulit, terjadi bengkak dan timbulnya cairan. Proses infeksi menyebabkan peningkatan suhu lalu menimbulkan perubahan rasa nyaman di telinga. Selain itu proses infeksi akan mengeluarkan cairan yang akan menumpuk di liang telinga yang bengkak sehingga hantaran udara akan berkurang dan terjadilah penurunan pendengaran. Akan timbul pertanyaan : Bagaimana cara membersihkan telinga jika dilarang memakai cottonbud ? Cukup dibersihkan bagian luar / daun telinga saja dengan kapas kering / dibasahi dengan baby oil. Karena secara alami, sel-sel kulit yang mati, termasuk kotoran telinga akan

dibersihkan / dikeluarkan dari telinga melalui liang telinga. Pemakaian cotton bud dapat mengganggu mekanisme pembersihan tersebut sehingga sel-sel kult yang mati dan kotoran telinga akan menumpuk. Keadaan ini dapat menimbulkan timbunan air yang masuk ke dlm liang telinga ketika mandi / berenang. Kulit yang basah, lembab, hangat, dan gelap pada liang telinga merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Dokter akan membersihkan liang telinga, memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dan kulit yang meradang, kadang-kadang diperlukan antibiotika oral. Dan tentu saja yang paling penting hindari kebiasaan mengorek telinga dengan cottonbud / besi pembersih telinga. Salam sehat ! (*)

(Suara NTB/cem)

PROTES - Masyarakat mendatangai PLTD Tanjung Karang, Senin (3/2) kemarin. Mereka protes terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Kelurahan Tanjung Karang.

Tak Tuntaskan Pekerjaan Tepat Waktu

Kontraktor IC Kena Denda Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, MM mengatakan terhitung sejak 31 Desember 2013 sampai 18 Februari mendatang atau 50 hari sejak masa kontrak pertama selesai, kontraktor yang mengerjakan kontruksi Islamic Center (IC) tahun 2013, dikenakan denda keterlambatan. Namun, PT Sasmito, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut belum bisa dipastikan apakah akan di-blacklist atau tidak. Karena waktu 50 hari melanjutkan pekerjaan dengan konsekuensi bayar denda keterlambatan masih tersisa sekitar dua minggu kedepan. “Sesuai dengan ketentuan Perpres dan ketentuan lainnya bahwa denda maksimum diproporsionalkan pada 50 hari kerja. Berbicara masalah IC, denda mulai tanggal 31 Desember 2013 sampai 18 Februari 2014. Kalau memang tidak selesai dalam 50 hari, kita kaji lagi,” katanya ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Senin (3/2) siang kemarin. Dwi mengatakan, jika pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya tuntas sampai 100 persen dalam waktu 50 hari tersebut maka sesuai dengan ketentuan maka pihaknya akan mengusulkan kontraktor untuk di-blacklist ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Menurutnya, LKPP yang menentukan kontraktor di-blacklist atau tidak yang dinilai wanprestasi.”Kita hanya memberikan informasi saja,”tambahnya.

Namun, ia optimis kontraktor yang mengerjakan konstruksi IC berupa pengerjaan kubah itu bisa menuntaskan pekerjaannya di bawah tanggal 18 Februari. Saat ini, katanya, progress pengerjaan kontruksi IC sudah mencapai 97,7 persen. Sehingga kekurangannya sekitar 4 persen bisa dituntaskan dalam waktu dua minggu ke depan. Disebutkan, pekerjaan kontraktor saat ini pada pemasangan lapisan kubah yang semuanya 11.567 keping. Yang sudah dipasang sekitar 8.400 keping, sisanya sekitar 6.000 keping diprediksi bisa dikerjakan dalam waktu dua minggu. Pasalnya, setiap harinya mampu dipasang 600 keping. “Sehingga saya prediksikan pekerjaan IC ini selesai 15 Februari. Insya Allah kita lakukan sesuai ketentuan yang ada bagaimana dengan Perpres itu. Dendanya kita hitung saja berapa progres per 30 Desember kemarin capaian fisik sekitar 92 persen lebih sehingga 8 persen kali nilai kontrak dikali denda hari kali 5 persen,”tandasnya. Dikatakan, tidak tuntasnya pengerjaan konstruksi IC seperti kubah disebabkan karena sejumlah faktor. Diantaranya, bahan-bahan material kubah didatangkan dan dibuat di luar daerah yakni Jawa Barat. Karena faktor alam, cuaca buruk beberapa waktu lalu menyebabkan hampir dua minggu transportasi di Jawa lumpuh sehingga menyebabkan keterlambatan bahan-bahan tersebut datang ke NTB. (nas)

15 Saksi Diperiksa, Tersangka Belum Bertambah Dari Hal. 1 Senin malam kemarin. Saksi yang diperiksa, mulai dari hakim, polisi, jaksa, pengusaha hingga politisi. Kemungkinan ada penambahan saksi lagi yang akan diperiksa, menurutnya masih berpeluang. Semuanya tergantung dari hasil pemeriksaan yang telah dan sedang berlangsung. Cukup banyaknya saksi yang diperiksa, memang masih didengar keterangannya untuk tersangka Subri dan Lusita Ani

Razak. Selain Subri dan Lusita, apakah KPK menemukan ada indikasi keterlibatan tersangka lain? ‘’Sampai saat ini belum. KPK baru menetapkan dua tersangka. Belum ada penambahan tersangka,” jelasnya. Soal peluang ada tersangka baru, Johan Budi tidak bersedia berkomentar. Seperti diberitakan sebelumnya, selain telah menetapkan dua tersangka, KPK kini terus menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap Kajari Praya non aktif Sub-

ri. Seperti diketahui, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Sabtu (14/12) lalu, Subri ditangkap penyidik KPK bersama seorang pengusaha wanita Lusita Ani Razak di sebuah hotel di kawasan wisata Senggigi. Suap diduga terkait dengan penyelesaian perkara sengketa tanah di kawasan wisata Selong Belanak, Loteng. Dalam OTT itu, KPK menyita sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika dan rupiah yang jumlah seluruhnya mencapai Rp 213 juta. (049)

Belasan Calon Pejabat Eselon II Pemprov NTB Antre Isi Jabatan Lowong Mataram (Suara NTB) Belasan pejabat eselon II yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menduduki jabatan eselon II sesuai dengan hasil uji kompetensi pada Assessment Center NTB antre untuk mengisi jabatan yang lowong. Saat ini, sebanyak empat jabatan eselon II lingkup Pemprov NTB lowong karena pejabat yang menduduki jabatan tersebut telah memasuki usia pensiun. “Belasan orang yang sudah memenuhi syarat menempati posisi sebagai pejabat eselon II,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat NTB, Drs. H. Muh. Suruji dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Senin (3/2) siang kemarin. Disebutkan, sejak beberapa tahun terakhir Assessment Center NTB telah melakukan uji kompetensi bagi puluhan pejabat eselon III. Terhitung, sejak 2012 telah dilakukan uji kompetnsi satu kali, 2013 sebanyak tiga kali dan tahun 2014 sebanyak satu kali. Pada tahun 2014 ini telah dilakukan uji kompetensi bagi 12 pejabat eselon III untuk dipersiapkan menduduki jabatan

eselon II. Memasuki tahun 2014 ini, sebanyak empat pejabat eselon II telah memasuki usia pensiun. Keempat pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi NTB, H. Suparman, Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H. Nasibun, Sekretaris Badan Koordinasi dan Penyuluhan Pertanian NTB, Dr. Mashur dan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi. Ditanya terkait kapan akan dilakukan mutasi, Suruji belum bisa memastikan. Pasalnya, masalah mutasi merupakan hak prerogatif Gubernur. Namun, pihaknya sudah mempersiapkan pejabat yang mengisi jabatan lowong tersebut. Jika sewaktu-waktu diperintahkan oleh pimpinan (Gubernur dan Wakil Gubernur) maka pihaknya sudah menyiapkan nama-nama pejabat yang memiliki kompetensi menduduki jabatan eselon II. “Sudah banyak calon eselon II yang memenuhi syarat. Yang lulus sebelumnya juga sudah banyak. Tetapi kan Baperjakat dan Gubernur yang nanti menentukan,”tandasnya. (nas)

Warga Tanjung Karang Bangsal Khawatir Abrasi Makin Parah Dampak abrasi yang semakin parah mengikis daratan di sekitar Pantai Tanjung Karang Bangsal dikhawatirkan warga yang tinggal disana. Tapi nampaknya mereka hanya bisa pasrah dan berdoa agar rumah mereka tak roboh diterjang air pasang. Mengingat jarak rumah dari pantai sangat dekat, bahkan ketika cuaca seperti sekarang ini, mereka sudah biasa ketika air pasang sampai di halaman rumah mereka bahkan masuk sampai ke dalam rumah. “TAKUT kalau ombak besar seperti ini. Kadang ombaknya naik sampai halaman rumah. Saya takut karena kalau ada apa-apa ndak tahu saya mau kemana, rumah saya hanya disini,” ujar Inaq Hilmah ditemui Suara NTB di gubuk kecilnya di Pantai Tanjung Karang Bangsal, Senin (3/2). Inaq Hilmah mengatakan sudah bertahun-tahun tinggal di rumah tersebut bersama suami dan anak-anaknya. Tetapi jika ada kebijakan untuk relokasi ke tempat yang lebih baik, ia menyatakan setuju. “Kalau ada yang mau ngasih rumah, kami mau. Tapi jangan yang jauh-jauh dari sini karena nanti ndak bisa lagi kita jualan ikan. Karena itu saja yang bisa saya kerjakan,” terangnya. Di saat cuaca buruk seperti ini, Inaq Hilmah hanya bisa berdiam diri di rumah. Ia tak lagi menjual ikan hasil tangkapan suaminya karena tak ada nelayan yang berani melaut dengan kondisi cuaca seperti saat ini. Sementara mengambil ikan dari pengepul dan dijual kembali, ia mengaku tak punya modal. “Beginilah, ndak ada kerjaan. Bisanya cuma ngembun copok (memungut plastik/ pemulung),” cetusnya. Semen-

tara suaminya beralih pekerjaan pergi memungut kayu atau sabut kelapa yang kemudian dijemur untuk dijual kembali. Jamiah, warga lainnya menyatakan tanggul yang ada di sekitar rumahnya sudah lama rusak dan tidak diperbaiki. Untuk itu ia berharap ada program dari pemerintah untuk segera memperbaiki. Mengingat jarak pantai dengan rumahnya sangatlah dekat. “Kami berharap cepat-cepat diperbaiki supaya masyarakat tidak khawatir lagi,” cetusnya. Daripada relokasi ke tempat lain, Jamiah mengatakan lebih baik pemerintah memprogramkan dulu perbaikan tanggul daripada merelokasi warga. Jika tanggul dibuat dengan meletakkan batu-batu besar, maka gelombang pasang langsung menghantam batu, tidak langsung kena ke pasir yang dapat menyebabkan abrasi. Walaupun sudah terbiasa dengan ombak tinggi dan air laut pasang karena terjadi setiap tahun, ia mengaku tetap saja merasa takut. Mengingat rumahnya sangat dekat dengan bibir pantai. “Takut, tapi mau bilang apa. Kita serahkan saja sama Yang Maha Kuasa,” ujarnya pasrah. (yan)

Ratusan Kali Gempa Tremor Dari Hal. 1 Peningkatan status menjadi waspada level II itu disampaikan Kepala Pos Pemantauan Gunung Sangeang Api, H. Junaidin, Senin (3/2) petang kemarin. Dihubungi Suara NTB via ponsel, Junaidin menyebut, ada ratusan kali terjadi Gempa Tremor Dalam dan Gempa Tremor Lokal. “Juga berdasarkan pantauan aktivitas pada Seismograf, terjadi gempa vulkanik A dan vulkanik B,” kata Junaidin. Dalam cuaca angin kencang dan mendung, pihaknya terus memantau aktivitas gunung

yang terakhir aktif tahun 2012 tersebut, dengan status yang masih sama, level waspada. Selain gempa, timnya juga mengamati kabut lava yang terlihat berdasarkan pengamatan teropong, yang juga terpasang di pos pemantauan. “Kami mengamati, ada kabut lava setinggi 5 sampai 10 meter di puncak gunung,” kata Junaidin. Lava tipis itukeluardaripuncakgunungyang kini sudah berbentuk kubah. “Dulu bentuk puncak Sangeangapi berupa kawah, tapi karena sempat mengeluarkan lava batu, sekarang menjadi kubah,” terangnya. Mengenai masyarakat yang

tinggal di kaki gunung untuk beternak dan bertani, sudah diimbau untuk waspada. Sementara ini sekitar 100 Kepala Keluarg (KK) yang tinggal di kaki gunung tidak bisa kembali ke Desa Sangiang karena ombak laut mencapai dua sampai tiga meter. Mengingat jarak dari kaki gunung ke Desa Sangiang, harus menyeberangi lautan dengan jarak mencapai 10 Km lebih. “Kami sudah imbau mereka waspada, tapi kalau ada peningkatan status menjadi siaga (waspada level III) kami minta bantuan pemerintah untuk evakuasi masyarakat disana,” terangnya. (ars)

(Suara NTB/yan)

ABRASI - Salah satu rumah warga di Tanjung Karang Bangsal jaraknya sangat dekat dengan bibir pantai. Abrasi di kawasan itu juga cukup parah sehingga pada saat ombak tinggi dan gelombang pasang, tak jarang air laut naik sampai halaman rumah warga.

Makbul Ma’shum : Kuasa Pengguna Anggaran di Eselon III Dari Hal. 1 kepala bidang masing – masing pasti menyetorkan jumlah anggaran dan total THL? Makbul Ma’shum mengatakan secara adminitrasi memang dilaporkan, tapi dirinya hanya tahu dari bagian umum saja. Ditanya soal rencana Kejaksaan yang akan memang-

gilnya untuk mengklarifikasi dugaan manipulasi absensi tersebut? Makmul Ma’shum mengatakan, akan mentaati proses penyidikan dan memberikan data – data yang sebenarnya. Ia pun menyatakan akan tetap kooperatif ketika proses penyelidikan berlangsung. Kasus tersebut lanjut Makbul Ma’shum, akan di-

jadikan sebagai catatan penting oleh Dinas PU, untuk memperbaiki pengawasan. Terlepas dari itu, dirinya sebagai pada instansi tempatnya menjabat, akan memberlakukan pengawasan kepada stafnya. ‘’Saya di sini (Dinas Pertamanan, red) langsung perketat pengawasan, sehingga jangan sampai staf tidak main – main,’’ ujarnya. (cem)

Kadis PU Lotim Diperiksa Kejaksaan Dari Hal. 1 Selain Kadis, diperiksa juga seorang anggota tim supervisi lainnya. Sutapa menambahkan, untuk mempercepat penanganan kasus yang kini penyidikannya diketuai Asdatun Timbul Tamba, SH, MH itu, dalam

waktu dekat akan diberkaskan. Pemeriksaan saksi – saksi dimaksud, dalam rangka mempercepat pemberkasan. Sementara berkas dimaksud untuk tiga tersangka yang sudah ditetapkan, yakni KPA GI, Direktur PT. CGA IS dan seorang Konsultan Pengawas, MZ. (ars)


OPINI

SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Halaman 6

Reka Hitung Biaya BOS Sterilkan Kawasan Pesisir LANGKAH Pemkot Mataram yang merelokasi 20 kepala keluarga di pesisir Pantai Penghulu Agung, merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, selama ini 20 KK yang tinggal dekat dengan bibir pantai tentu saja kerap dihantui ketakutan kalau-kalau terjadi gelombang pasang. Seperti diketahui, di sepanjang pesisir pantai yang ada di Kota Mataram, yang namanya gelombang pasang ataupun angin barat merupakan peristiwa alam yang rutin terjadi setiap tahun. Karena rutin terjadi, seharusnya Pemkot Mataram memang sudah mengetahui apa solusi yang harus diambil. Terutama sekali untuk melindungi masyarakat. Solusi untuk merelokasi 20 KK warga Penghulu Agung boleh jadi sudah lama direncanakan, akan tetapi baru bisa terlaksana Senin (3/2) kemarin. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Salah satunya mungkin karena belum siapnya lokasi relokasi. Meski baru sekarang warga Penghulu Agung bisa dipindahkan, namun upaya Pemkot Mataram patut mendapat apresiasi. Hanya saja, tugas Pemkot Mataram yang berkaitan dengan pesisir pantai, tidak sebatas relokasi lalu selesai. Justru yang harus diwaspadai pula adalah kegiatankegiatan pascarelokasi itu. Karena seperti dua kali relokasi terdahulu, ternyata Pemkot Mataram masih disibukkan dengan praktik penduduk pendatang baru. Mereka yang diklaim banyak berasal dari luar Kota Mataram, diam-diam ikut-ikutan mendiami pesisir pantai. Kalau hal ini terus dibiarkan, maka upaya mensterilkan kawasan pesisir sulit terwujud. Ada baiknya relokasi warga pesisir diikuti dengan pengawasan di eks rumah warga yang telah mendapat bantuan rumah nelayan. Jangan sampai, setelah mendapat bantuan rumah, masih ada warga yang berkeinginan kembali ke rumahnya. Pemkot Mataram memang harus mengambil langkah cepat. Begitu relokasi selesai, harus disusul dengan merobohkan rumah-rumah warga yang sudah mendapat bantuan. Sebab jika tidak secepatnya dilakukan, dikhawatirkan rumah-rumah itu akan kembali ditempati atau justru dimanfaatkan warga pendatang. Warga yang telah mendapat bantuan rumah memang harus diwanti-wanti agar tidak memindahtangankan rumah bantuan kepada pihak ketiga. Dari pihak kelurahan juga harus meningkatkan pengawasan. Jangan sampai kasus 13 rumah bantuan nelayan terulang kembali pada rumah bantuan yang baru saja diserahkan kepada warga Penghulu Agung. Masyarakat yang mendapat bantuan rumah juga harus pandai bersyukur. Antara lain dengan mematuhi isi perjanjian yakni tidak menyewakan apalagi sampai menjual rumah bantuan tersebut. (*)

Pendahuluan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berbeda dengan Bantuan Operasional Siswa, dua kata kunci yaitu sekolah dan siswa. BOS diberikan kepada semua jenjang sekolah dari TK sampai SMA, bertujuan untuk mendukung operasional penyelenggaraan sekolah tersebut. Pengitungan nominal dana adalah per siswa, jadi semakin banyak siswa maka jumlah dana BOS juga semakin besar. sekolah dengan menerapkan kelas paralel karena jumlah siswa yang over, maka tentunya menerima dana BOS berlipat lipat. Pemerintah betekad untuk mempertahankan pemberian BOS bahkan cenderung meningkat dari tahun ketahun karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tentunya langkah ini patut diapresiasi oleh semua komponen masyarakat. ANA BOS dalam perspektif sekolah gratis, bertujuan untuk membebaskan segala biaya yang menyangkut kebutuhan sekolah siswa. Dana BOS merupakan salah satu sumber saja, sejumlah studi terdahulu hanya memusatkan perhatian pada biaya tetap yang lebih mudah dihitung tetapi juga ada yang melihat dari variabel cost, bahkan juga melibatkan invisible cost . Sesunguhnya dana BOS belum mampu menghitung sisi invisible cost atau lebih dikenal dengan biaya tak langsung terhadap kebutuhan siswa. Misalnya uang jajan siswa, transportasi siswa, dan baju seragam sekolah, ini semua merupakan kebutuhan riil siswa. Variabel penghitungan biaya dalam dana BOS lebih fokus kepada pendekatan kebutuhan sekolah secara lembaga, bukan apa yang dibutuhkan siswa. Mengalirnya dana BOS, harus juga menyentuh kebutuhan siswa yang semakin besa nampaknya terlebih dengan ancaman inflasi dan kenaikan di sektor Migas. Sekolah dan BOS Sekolah memegang peranan dalam mengelola dana BOS, Juknis dan Juklak hanya sebagai panduan atau acuan, selanjutnya semua juga berpulang kepada sekolah tersebut. Peran guru dan kepala sekolah menjadi berubah, mereka sudah mulai disibukan dengan urusan SPJ, belanja

Oleh :

Agus Sadid, M.Pd (Ketua IPABI NTB dan Pemerhati Pendidikan)

barang, laporan BOS, daya serap BOS. Dampak yang lebih besar lagi guru dan kepala sekolah cenderung konsentrasi mengurus dana BOS dari pada kepentingan siswanya. Wal hasil, banyak kita temukan kepala sekolah dna guru yang “berkeliaran� di toko-toko untuk menyelesaikan kwitansi atau stempel pembelanjaan barang. Bahkan tidak sedkikit juga diantara sesama guru saling berburuk sangka, tentang pengelolaan dan penggunaan dana BOS. Dilapangan juga banyak diketemukan bagaimana persaingan antar sekolah untuk mendapatkan murid sebanyakbanyaknya tanpa memprhitungkan kapasitas kelas dan dukungan pendidik/ guru (kuantitas dan kualitas). Dana BOS telah merasuk kemana-mana. Memprihatinkan memang, tapi inilah potret sekolah kita pascapenerimaan dana BOS, sehingga tidak mengherankan, banyak sekolah-sekolah yang telah “mapan� menolak pemberian dana BOS tersebut. Hajat pemerintah adalah meningkatkan kualitas pendidikan, melalui pemenuhan kebutuhan sekolah secara langsung. Dana BOS adalah untuk mencapai tujuan tersebut. Dana BOS mengalir dari pusat ke daerah-daerah. Dukungan APBD I dan II juga tersertakan dalam mendukung konsep pendidikan yang berkualitas. modal penyerta dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi inilah yang menjadi tekanan bagi sekolah-sekolah penerima dana BOS. Pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tentunya wajar menuntut lebih kepada sekolah, karena mereka juga menggelontorkan dana BOS dan juga untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru. Pemerintah kabupaten/kota benar-benar memasang mata-mata untuk mencegah adanya penyimpangan dana BOS. Sampai disini, tentunya pemanfaatan dana BOS dapat lebih efektif. Tetapi juga ada pertanyaan, sampai kapan pengawasan melekat tersebut dilakukan? Sekolah telah diberikan keluasan yang besar untuk mengelola dana BOS. Dana tersebut dimaksudkan untuk mengaliri berbagai pos-pos kekurangan pada penyelenggaraan operasional sekolah. Dana BOS bukan untuk mengaliri kantong-kantong pribadi para guru dan kepala sekolah. Tetapi harus mengedepankan kebutuhan siswa. Para guru PNS apalagi yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, tentunya tidak boleh mendapatkan aliran dana BOS, untuk kebutuhan apapun, misalnya memberikan remedial, pengayaan, ulangan harian, les tambahan, dan ekstra kurikuler lainnya yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. Kebutuhan siswa seperti mengikuti OSN, olimpiade mata pelajaran, MTQ, pesantren siswa, penelitian KIR, English

Club, kepramukaan, kemah bakti siswa dan kejuaraan antar sekolah, tentunya mutlak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah melalui dana BOS tersebut. Sekolah tidak bisa mengakal-akali pemanfaatan dana BOS untuk kegiatan les tambahan bagi siswa, susbsidi untuk baju seragam apalagi pembangunan fisik sekolah. Seandainya kata sekolah dalam BOS diganti dengan Siswa maka tentunya siswalah yang berwenang mengatur kebutuhannya. Coba cermati hasil peneliian Supriadi (2010) terkait dengan pendanaan sekolah, bahwa rata-rata pengeluaran siswa SD di perkotaan Rp.1.5juta / tahun, SMP 2.5 juta/tahun dan SMA 3,2 juta/tahun. Pengeluaran terbesar justru untuk transportasi siswa ke sekolah, seragam sekolah (baju, kaos, tas), praktikum, uang saku/ jajan siswa. Belanja langsung kebutuhan siswa tersebut, menempati porsi yang lebih besar dari biaya operasioanal sekolah. Belum lagi kalau kita amati jumlah pengeluaran siswa antara kota dan desa, dan disparitas ini semakin besar. Hasil studi yang dilakukan oleh Supriadi tersebut jelas menyimpulkan bahwa bantuan pemerintah melalui dana BOS, masih sangat jauh dari memadai, karena memang belum mengkover semua belanja langsung siswa. Konstruk Pembiayaan Ketidakadilan dalam penghitungan biaya pendidikan justru nyata terjadi, karena sesungguhnya pengeluaran yang lebih besar adalah keluarga dari pada pemerintah, padahal UU nomor 20 tahun 2003 menyebutkan secara tegas bahwa pemerintah menanggung biaya pendidikan masyarakat khususnya untuk program wajib belajar sembilan tahun. Terlebih lagi bila diingat bahwa apa yang disebut dengan dana pemerintah itupun sesungguhnya dana masyarakat yang diambil dari pajak masyarakat juga. Dalam konteks perhitungan secara full cost Mark Bray bahkan menyatakan bahwa perhitungan biaya pendidikan seharusnya meliputi semua jenis biaya langung (direct cost) maupun tidak langsung (indirect cost) termasuk juga harga kesempatan (opportunity cost) pada semua jenis dan jenjang semua pendidikan dengan memperhitungkan variasi pada berbagai seting sosial pada rentang waktu yang berbeda. Sehingga ketidakadilan pembiayaan pendidikan tidak terus terjadi, dan kembali masyarakat atau keluarga atau orang tua siswalah yang menanggung beban tersebut. Pembiayaan pendidikan seharusnya melihat satuan-satuan pengambilan keputusan pada tingkatan yang berbeda, meliputi masyarakat, rumah tangga, individu, pemerintah lokal, komite sekolah dan pusat. Pendekatan

studi biaya pendidikan mencerminkan konstruk berpikir, keyakinan-keyakinan dna asumsi baik implisit maupun eksplisit. Apakah disengaja atau tidak apapun motivasinya, asumsi penhitungan biaya pendidikan sebagaimana dalam konstruk dana BOS, adalah masih melanggar prinsip-prinsip keadilan. Hal inilah yang memunculkan bahwa pemerintahlah masih sebagai yang empunya pendidikan dan masyarakat hanyalah sebagai penyerta. Dengan kata lain pemerintah dalam posisi sentral dan masyarakat dipinggirkan. Padahal, sesungguhnya peran masyarakat masih sangat dominan dalam pembiayaan pendidikan. Kesimpulan Dana BOS merupakan salan satu pendekatan dalam pembiayaan pendidikan, dana BOS masih belum mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan siswa. Kata Sekolah dalam BOS tentunya harus diganti dengan Siswa, sehingga sebutannya menjadi Bantuan Operasional Siswa. Penghitungan biaya pendidikan dalam BOS harus memperhitungan faktor biaya langsung, tidak langsung dan inivisile cost. Peran pemerintah dalam pembiayaan sekolah tetap masih sangat terbatas, karena sesungguhnya masyarakatlah yang mengeluarkan biaya lebih besar. patutlah pertanyakan kembali kepada pemerintah terkait dengan sudahkah memenuhi kebutuhan sekolah gratis siswa? Sudahkah memenuhi unsur keadilan dalam membuat perhitungan biaya pendidikan, dan sudahkah pemerintah melaksanakan amanat UU Nomor 20 tahun 2003.

Gunung Sangeangapi status waspada Masyarakat jangan panik, tetapi tetap waspada

*** Lotim dan Loteng ditetapkan sebagai kawasan "blue economic" Yang penting menguntungkan masyarakat

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


Petani Masih Merugi NILAI Tukar Petani (NTP) di provinsi NTB masih bertahan di bawah 100 persen, dan karenanya keuntungan pascapanen masih merugi. Pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2014 ini, NTP rata-rata terakumulasi sebesar 99,75 persen. Artinya biaya yang dikeluarkan petani masih lebih besar dari pendapatannya. NTP Provinsi NTB pada bulan Januari 2014, menurut Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin di kantornya, Senin (3/2), pet(Suara NTB/dok) ani mengalami penurunan daya Wahyudin belinya, karena kenaikan harga produksi relatif lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP terbaru ini mengalami penurunan sebesar 0,43 persen bila dibandingkan dengan NTP Desember yaitu dari 100,18 persen turun menjadi 99,75 persen. Hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen, lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan petani sebesar 0,92 persen. Secara subsektor, Tanaman Pangan / Padi dan Palawija (NTPP) terjadi penurunan sebesar 0,69 persen. Hal ini disebabkan karena pendapatan petani sebesar 0,21 persen, lebih rendah dibandingkan biaya petani sebesar 0,89 persen. Menurunnya NTP pada sektor ini akibat peningkatan harga bibit padi, pupuk KCL, insektisida, fungisida, herbisida, sewa tanah sawah, sewa traktor tangan, bambu, kawat, ongkos angkut, bensin eceran, oli, ban luar motor, biaya servis motor, tampah/nyiru, cangkul, arit/sabit, sprayer, upah perontokan, upah pemupukan dan penyemprotan. Untuk subsektor Hortikultura (NTPH), pada bulan Januari 2014, dilaporkan terjadi penurunan sebesar 0,07 persen. Juga disebabkan hasil yang diterima petani sebesar 0,92 persen, lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan petani sebesar 0,99 persen. Dipengaruhi antara lain, peningkatan harga bibit cabai, bibit bawang merah, bibit wortel, bibit kacang panjang, bibit terung, bibit melon, pupuk TSP, fungisida, herbisida, sewa lahan ladang, sewa lahan sawah, sewa traktor tangan, bambu, kayu balok, ongkos angkut, bensin eceran, solar, oli, ban luar motor, tampah /nyiru, karung, arit, sabit, parang dan upah mencangkul. Sementara pada subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR), NTP mengalami penurunan sebesar 1,78 persen. Disebabkan karena penurunan harga kopi, biji jambu mete dan jarak. Peningkatan harga bibit kelapa, bibit tembakau, sewa lahan ladang, rodentisida, ongkos angkut, bensin eceran, oli, karung dan upah memanen. Pada Subsektor Peternakan (NTPT), lanjut Wahyudin, Januari 2014, NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen, hal ini disebabkan karena harga yang diterima petani sebesar 1,37 persen, lebih tinggi dibandingkan biaya yang dibayar petani sebesar 0,87 persen. Namun peningkatan harga bibit sapi potong, bibit kambing, bibit babi, bibit bebek/itik, vitamin, antibiotika, vaksin unggas, mineral, dedak, ampas tahu, konsentrat, sewa tempat usaha peternakan, sewa padang penggembalaan, sewa alat-alat peternakan, kawat, seng plat, lampu bohlam, minyak tanah, ongkos angkut, solar, oli dan upah pemeliharaan masih menjadi kendala belum tingginya NTP. Terakhir pada Subsektor Perikanan (NTNP), bulan Januari 2014, NTNP mengalami penurunan sebesar 0,15 persen.Disebabkan karena harga yang diterima petani sebesar 0,43 persen lebih, rendah dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani sebesar 0,58 persen. Menurunnya NTP pada subsektor ini disebabkan peningkatan harga pupuk urea, sewa tanah untuk tambak/kolam, harga oli, sewa alat penangkapan ikan, minyak tanah, umpan, biaya tambat/labuh dan jaring insang, “Kalau dibandingkan dengan NTP diseluruh provinsi, kita berada diurutan belasan,” demikian Wahyudin. (bul)

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

TRANSAKSI CUMI Cumi adalah komoditi andalan nelayan Tanjung Luar, Lombok Timur, selain sirip hiu dan ikan lainnya. Cumi dijual dalam kondisi basah maupun kering. Yang terlihat di gambar adalah transaksi ikan cumi kering, di pasar ikan Tanjung Luar, karya Ridho Rasyid, komunitas Lombok Photo Club di laman media sosial facebook. (Suara NTB/ist)

SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Lotim dan Loteng Ditetapkan sebagai Kawasan ”Blue Economic” Mataram (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) ditetapkan sebagai pilot projek pengembangan kawasan “Blue Economic” untuk pilot project di Indonesia. Kawasan Blue Economic, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. Aminollah, M. Si, adalah pengembangan kawasan terintegrasi. Pendampingan dalam hal produksi hingga pasca produksi. Di Loteng, berbagai potensi kalautan yang dimiliki di antaranya sentra pengembangan garam, rumput laut, lobster, hingga budidaya ikan air tawar. Kesemuanya itu nantinya akan dilakukan pendampingan dari sebelum dilakukan pengolahan, perawatan, produksi hingga pemasaran produk. Demikian juga halnya di Lotim, potensi yang berkembang cukup besar adalah hasil tangkap laut yang ada di Tanjung Luar. Bahkan Rumbuk, menjadi daerah yang akan dimantapkan untuk pengembangan Blue Economic-nya. “Jadi ke depan, tidak akan ada yang terbuang. Seluruh potensi yang ada, dari kotoran, darah, hingga tulangnya akan dilakukan pengolahan yang ramah lingkungan,” sebut Aminollah, Senin (3/2).

Kalau selama ini konsep pengembangan UMKM dan potensi masing-masing daerah masih bersifat parsial, misalnya antara perajin produk olahan rumput laut masih terpencar dengan perajin rumput laut di daerah lainnya. Demikian juga untuk pengolahan ikan. Ini yang menurutnya akan diprogram secara terintegrasi dari utuh dalam satu kawasan. Pengembangan kawasan Blue Economic ini sebenarnya menjadi program pemerintah pusat, dengan bantuan dana asing. Bahkan, jika pada saatnya Blue Economic ini sudah terealisasi, maka ratusan miliar dana dari luar negeri akan ditarik oleh Indonesia untuk dua kabupaten yang disebutkannya. “Ini untuk menambah nilai lebih kawan tersebut khususnya. Kalau dipandang berhasil, maka beberapa daerah di NTB dan di Indonesia lainnya akan jadikan kawasan Blue Economic juga,” pungkasnya. Untuk saat ini, seluruh tim ahli dari pusat sedang melakukan pendataan, bahkan pada pertengahan bulan ini akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas se-

luruh potensi yang berkembang di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Ini tentu menurutnya menjadi keuntungan dan peluang besar bagi daerah. Sebab, akan terserap tidak sedikit tenaga kerja di dalamnya. DKP tidak sendiri pada pengembangan kawasan Blue Economic tersebut. Beberapa instansi yang ada juga ikut terlibat. Karena tidak saja yang dikembangkan adalah hasil kelautan, tetapi hasil-hasil pertanian, hutan, peternakan dan lainnya akan dikembangkan secara utuh. Misalnya untuk peternakan, dikonsep kotoran ternak menjadi material biogas, selebihnya akan dijadikan pupuk kompos. Kawasan hutan dan pertanianpun demikian, sehingga program ini menurutnya menjadi penopang perkembangan sektorsektor lainnya. “Semua akan hidup, dan kami juga sedang diminta untuk mengidentifikasi semua kekayaan alam yang ada di dua kabupaten tersebut. Serta penyiapan SDM masyarakat, karena tidak menutup kemungkinan akan ada pabrik nanti,” terangnya. (bul)

LOWONGAN

TRAVEL

Banjir Bandang Picu Inflasi Berlebihan di NTB Mataram (Suara NTB) Awal tahun menjadi catatan besar inflasi (kenaikan harga tanpa dibarengi kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat). Salah satu yang menjadi faktor utamanya adalah banjir bandang yang terjadi di Kota Bima baru-baru ini. Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, Senin (3/2) menyebutkan, inflasi awal tahun di 2014 ini tergolong cukup tinggi, mencapai 1,44 persen. “Oh, ini angka inflasinya cukup tinggi,” tegasnya. Ia mengatakan, mie instan menjadi penyumbang terbesar inflasi khususnya di Kota Bima. Sebab, pada banjir bandang lalu, kebutuhan strategis para korban bencana adalah yang bersifat instant. Sehingga banyak pihak yang membeli mie instan dalam jumlah besar untuk didrop ke daerah tersebut. “Bisa jadi mie instant banyak diborong oleh orang per orang yang menyumbang untuk korban banjir Bima. Tetapi umumnya, kejadian itu telah mengakibatkan inflasi berlebihan untuk gabungan Kota Bima dan Mataram,” sebutnya. Wahyudin menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan Januari 2014, dua kota di NTB ini mengalami inflasi gabungan sebesar 1,44 persen. Atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Rp 110,08 pada bulan Desember 2013 menjadi Rp 111,67 pada bulan Januari 2014. Dengan angka tersebutlah, maka laju inflasi dua kota ini

PENGOBATAN

BATIK

sebesar 1,44 persen dan laju inflasi tahunan (dari Januari 2014 ke Januari 2013) mencapai 8,79 persen, mendekati angka inflasi dua digit. Secara rinci, inflasi gabungan di dua kota pada Januari 2014 ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Demikian juga dengan kelompok kesehatan, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok sandang, pendidikan, rekreasi dan olahraga. “Bukan karena tidak meratanya penyebaran stok, tetapi karena kebutuhan yang tiba-tiba melonjak tinggi,” sebutnya. Lebih jauh, perbandingan inflasi di wilayah Bali dan Nusa Tengara pada Januari 2014 ini, dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat 78 kota mengenai inflasi dan empat kota mengalami deflasi (penurunan harga). Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,79 persen, dan terendah di Kota Pontinak sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Sorong sebesar 0,17 persen dan terkecil di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen. Untuk wilayah Bali - Nusra secara khusus, enam kota yang menghitung IHK, lima di antaranya mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi yakni di Kota Mataram sebesar 1,48 persen, Kota Bima sebesar 1,27 persen, Denpasar sebesar 1,26 persen, Singaraja 0,83 persen dan Kupang sebesar 0,50 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi yaitu Maumere sebesar 0,08 persen. “Inflasi kita tinggi, harus disiapkan stok yang cukup. Banjir bandang yang ada di Sambelia, Lombok Timur bisa mengakibatkan inflasi tetapi itu hitungannya di tingkat pedesaan,” sebutnya. (bul)

HILANG

HILANG

HILANG STNK R2 YAMAHA MIO DR5075BE NOKA/ NOSIN:MH35TL006762943/ 5TL-765072 AN.TUMIKAN HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

HILANG STNK R2 HONDA VARIO NOPOL DK4480Q NOKA/NOSIN MH1JA 2 1 3 7 K 1 7 8 6 3 7 / JF12E1183210 AN. N PUTUANDINI LAKSMI SS.2 BUAH ATM BRI AN.YAYIK DINIWATI DAN DENA NGAKAN GEDE WIDIADNYANA, 2 BUAH SIM A DAN SIM C, 2 BUAH KTP AN.PEMILIK HUB. 081936391766/RS. AD. BAGI YANG MENEMUKAN AKAN MENDAPATKAN IMBALAN

HILANG STNK R2 HONDA DR5209CC NOKA/NOSIN: MH1JF8118DK706159/ JF81E-1700455 AN.IDA AYU PUTU SAGITARINI HILANG DISEKITAR JL.AIRLANGGA KOTA MATARAM


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

POLHUKAM

Halaman 8

Gugat KI Rp 1 Miliar

DPD Golkar NTB Dinilai Cederai Semangat Transparansi

Mataram (Suara NTB) Forum Komunikasi Komisi Informasi Provinsi se-Indonesia (ForKIP) menilai DPD Partai Golkar NTB mencederai transparansi dan proses demokrasi. Pasalnya, DPD Partai Golkar NTB bukannya mematuhi keputusan KI NTB tetapi malah menggugat KI NTB sebesar Rp 1 miliar. Karena KI memerintahkan DPD Partai Golkar NTB untuk membuka keuangan partai kepada pemohon yang bernama Suhardi.

(Suara NTB/met)

BARANG BUKTI – Polisi memperlihatkan barang bukti dari penangkapan tersangka pelaku curanmor yang diamankan di Mapolsek Cakranegara.

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap, Tiga Kabur Mataram (Suara NTB) Para pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di Lingkungan Cakranegara, Kota Mataram terus dikejar Polisi. Dua pelaku berhasil diamankan, sementara tiga sisanya berhasil meloloskan diri saat disergap, Senin (03/2). Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Wakapolsek Cakra Negara AKP S. Wahyuningsih, dua pelaku berinisial R dan A yang telah tertangkap mengaku berasal dari Lombok Tengah. “Dua tersangka ini mengaku dari Lombok Tengah, sementara tiga rekan mereka yang berhasil kabur berinisial C, B dan D masih dalam pengejaran kami,” ungkapnya pada wartawan. Sebelumnya para tersangka melakukan aksi pencurian di wilayah Babakan Utara, Kecamatan Sandubaya Jl. Lalu Mesir Cakra Negara pada jum,at (31/1) malam. Korban yang bernama Khairudin langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek setempat. Korban mengaku ditodong dengan pisau. Tiga unit sepeda motor milik korban raib dibawa oleh para pelaku pada malam itu. Ketiga unit kendaraan itu masing - masing satu Honda Beat, Tiger dan Supra x 125. Namun yang berhasil ditemukan pihak kepolisian hanya Supra X 125 itu saja. “Korban melapor kehilangan tiga unit sepeda motor, namun tersangka R mengaku mengambil hanya dua motor,” terangnya. Penangkapan dilakukan pada hari Minggu (02/1) kemarin, di kelurahan Bageq Kembar, Ampenan Mataram. Penangkapan berlangsung pada pukul 23.00 Wita, satu tersangka ditembak pada bagian kaki saat berusaha meloloskan diri. Menurutnya, modus pelaku pencurian tersebut tergolong baru. “Mereka melakukan tindakan kejahatan bersenjata dan cukup membahayakan korban,” terangnya. Pihaknya akan terus mengusut tuntas pelaku yang berhasil meloloskan diri tersebut. “Tiga nama pelaku sudah ada dikantong kami, dan kami telah memasukkannya ke dalam daftar DPO,” imbuhnya lagi. Ia juga menjelaskan pengakuan yang diberikan oleh pelaku. Para tersangka mengaku pernah melakukan pencurian di wilayah Cakranegara selama belasan kali. Namun saat pelaku ditanya wartawan ia hanya mengaku pertamakali. “Cuma sekali pak,” jawab R kepada wartawan. Motif pencurian yang dilakukan merupakan jenis kejahatan yang direncanakan. Para pelaku yang berasal dari Lombok Tengah dijemput menggunakan kendaraan roda empat. “Mereka dijemput mobil dari Mataram, lalu disebar di sekitar sini, dan terus terjadi begitu saja,” terang polisi yang mendampingi Wakapolsek saat memberikan keterangan kepada para wartawan. “Mobil menjemput mereka dari Mataram, mampir ke kafe, subuh mulai beraksi, begitu seterusnya,” imbuhnya lagi. Beberapa barang bukti diperlihatkannya kepada wartawan. Dari hasil pengamatan barang bukti berupa satu buah senjata tajam, dua dompet berwarna coklat, dua unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor supra X 125 bernopol DR 5747 BI. Semua barang bukti tersebut masih diamankan di Mapolsek Cakranegara. (met)

PDK Kembali Ajukan Pengganti Almarhum Najatul Akbar Giri Menang (Suara NTB) Sempat ditolak pengusulan anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) baru yang menggantikaan almarhum Lalu Najatul Akbar, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Lobar kembali mengajukan calon pengganti. Sebelumnya, PDK Lobar mengajukan calon pengganti namun ditolak karena partai mengajukan anggota yang sudah tidak lagi menjadi anggota partai politik dan sekarang tercatat sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dalam ketentuan yang tertuang dalam tata tertib, Pergantian Antar Waktu (PAW) tidak bisa dilaksanakan kurang dari enam bulan sebelum masa jabatan DPRD Lobar periode saat ini berakhir. “Partai (PDK) kembali mengajukan nama pengganti almarhum Lalu Najatul Akbar,”ungkap Sekretaris DPRD Lombok Barat, Lalu Saswadi, kepada wartawan di ruangannya Senin kemarin. Pengajuan kedua ini, PDK mengusulkan nama Lili Suprianti Said sebagai pengganti almarhum. Sebelumnya, partai ini mengajukan nama Muhidin. Nama ini kemudian diteruskan oleh sekretariat ke KPUD Lombok Barat untuk diverifikasi. Muhidin tidak bisa diterima lantaran yang bersangkutan tidak lagi duduk sebagai anggota partai. Yang bersangkutan juga tercatat sebagai anggota PPS di desanya. “Jika tidak ingin rugi karena tidak ada perwakilan, PDK memang harus cepat mengurus masalah ini,” ujarnya. Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Tata Tertib DPRD pasal 50 ayat 8, PAW tidak akan dilaksanakan jika waktu yang tersisa kurang dari enam bulan sebelum masa jabatan anggota DPRD Lobar periode saat ini berakhir. Periode terakhir anggota DPRD Lobar jatuh pada bulan Agustus mendatang. Sebagai bagian dari pejabat negara, akhir tugas anggota DPRD Lobar diganjar dengan tunjangan yang lumayan banyak. Namun Saswadi tidak merinci secara detail tunjangan apa saja yang akan mereka terima serta berapa nilainya. Ia menambahkan, jadwal kerja DPRD pada tahun Pemilu ini tidak akan terganggu. Sampai dengan bulan April mendatang, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Lobar sudah menyusun agenda masa sidang pertama tahun 2014 yang terdiri dari sidang internal maupun sidang bersama eksekutif. Saswadi memastikan seluruh anggota bisa menyesuaikan kewajiban mereka dengan masa-masa kampanye. Kebetulan saja, sebagian besar anggota kini bertarung lagi untuk menjadi anggota DPRD Lobar periode selanjutnya. (her)

“ForKIP menyayangkan sikap DPD Partai Golkar NTB yang berlebihan, dan serta mencederai proses demokrasi yang menjadi semangat transparansi yang digaungkan oleh Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),” kata Koordinator ForKIP, Juniardi, S.IP, M.H dalam rilis yang diterima Suara NTB, Senin (3/2) siang kemarin. DPD Partai Golkar NTB menggugat Komisi Informasi Pusat (KIPusat), Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB dan Suhardi (Pemohon informasi). DPD Golkar NTB melalui kua-

sa hukumnya, meminta Pengadilan Negeri Mataram untuk membatalkan putusan ajudikasi KI NTB terkait sengketa informasi Nomor 014//XII/ KI-NTB/PS-A/2013 tanggal 23 Desember 2013. Selain itu, DPD Golkar NTB juga meminta ganti rugi kepada para tergugat lebih dari satu miliar rupiah. Atas pengajuan gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Mataram telah melayangkan surat pemanggilan kepada KI NTB sebagai tergugat untuk hadir dalam persidangan pada tanggal 5 Februari 2014 mendatang. Sejumlah tuntutan ForKIP terkait gugatan tersebut yak-

ni mendesak Pengadilan Negeri Mataram agar menolak gugatan yang diajukan oleh DPD Partai Golkar dan membatalkan pemanggilan terhadap KI NTB yang dalam proses penyelesaian sengketa informasi kedudukannya sebagai “wasit”. Kemudian meminta Mahkamah Agung bersinergi dengan Komisi Informasi Pusat agar mensosialisasiakan Perma Nomor 2 tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Informasi di Pengadilan kepada PN-PN dan struktur pengadilan dibawahnya secara massif. “Agar kasus-kasus serupa tidak terjadi di daerah lain,

kami mendesak DPP Golkar untuk turun tangan dalam menyikapi sikap DPD Partai Golkar NTB yang kami nilai arogan. Serta membenahi sistem dan prosedur pelayanan informasi dari Pusat hingga ke daerah. Karena sebagai partai politik, Golkar juga terkena kewajiban mengimplementasikan UU KIP,” tulisnya. Sebelum kasus ini memasuki proses pengadilan, KI NTB telah menggelar mediasi atas permohonan penyelesaian sengketa informasi yang diajukan oleh Suhardi. Karena mediasi gagal, maka proses penyelesaian sengketa informasi dilanjutkan melalui sidang ajudikasi, dengan amar putusan mengabulkan permohonan pemohon untuk seruruhnya, menyatakan bahwa informasi yang diminta oleh pemohon adalah informasi yang terbuka serta memerintahkan kepada termohon untuk memberikan salinan doku-

men informasi yang diminta oleh pemohon. Informasi yang harus diberikan yakni rincian laporan keuangan partai tahun 2011 dan 2012 berupa rincian neraca dan laporan realisasi anggaran serta rincian laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Kemudian rincian laporan program umum dan kegiatan partai 2011 dan 2012, Struktur dan kepengurusan partai. Informasi tersebut harus diberikan dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak putusan diterima oleh Pemohon. Pihak DPD Partai Golkar NTB, yang dikonfirmasi terpisah belum dapat memberikan jawaban atas perkembangan ini. “Besok kami akan memberikan penjelasan terkait persoalan ini,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB, Dra. Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH saat dikontak melalui ponselnya. (nas/aan)

(ant/bali post)

DIVONIS BEBAS - H. L. Kelan, terdakwa kasus dugaan pembunuhan mendengarkan vonis yang dibacakan Majelis Hakim PN Praya, Senin (3/2) kemarin. Dalam sidang tersebut, Kelan divonis bebas oleh majelis hakim PN Praya.

Ketua Komisi I DPRD Loteng Divonis Bebas Waspadai Sindikat Penipuan Berkedok Hadiah Undian

Praya (Suara NTB) Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya, Senin (3/2) kemarin, akhirnya menjatuhkan vonis bebas tanpa syarat kepada Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng), H.L. Kelan, S.Pd., terkait kasus pembunuhan atas Sudirman, warga Desa Langko Janapria. Vonis tersebut diberikan setelah Majelis Hakim menilai, Kelan tidak terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan sadis Februari 2013 lalu. Sebelumnya, Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng tersebut dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kurungan selama 13 tahun. Kelan sendiri dituntut karena dinilai terbukti melanggar pasal 340 jo pasal 355 ayat 1 ke 1 KHUP. Dimana terdakwa dengan sengaja memberikan atau menyediakan sarana dan fasilitas terhadap para pelaku. Sehingga pembunuhan bisa berlangsung. Fasilitas tersebut berupa kendaraan roda empat yang disimpan dirumah terdakwa. Memang masih ada beberapa pasal alternatif yang dikenakan kepada terdakwa. Namun JPU akhirnya memutuskan menjerat terdakwa dengan pasal 340 jo pasal 355 ayat 1. Karena pasal

itulah yang memenuhi unsur pidananya. Bahkan dalam sidang dakwaan pada 25 September 2013 lalu, Kelan diancam hukuman pasal berlapis. Masing-masing pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, kemudian pasal 338, tentang pembunuhan, pasal 320 tentang penculikan serta pasal 221 KUHP tentang perbuatan menyembunyikan pelaku kejahatan dan hasil kejahatan. Dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. Namun semua tuntutan tersebut nyata tidak terbukti, sehingga Majelis Hakim yang dipimpin langsung Ketua PN Praya, Sumedi, S.H., memberikan vonis bebas kepada terdakwa. Menurut Majelis Hakim, dari keterangan saksi dan fakta persidangan, tidak ada bukti atau keterangan yang memberatkan terdakwa. Sehingga terdakwa dinyatakan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Memang salah satu yang cukup memberatkan terdakwa yakni adanya bukti kendaraan roda empat yang merupakan mobil operasional partai yang dibawa terdakwa, digunakan untuk menjalankan kejahatan oleh para pelaku. Namun ken-

daraan tersebut sudah ada dirumah H. Hapipi, salah seorang pelaku sejak sebulan sebelumnya. Dan, terdakwa tidak tahu kalau kendaraan tersebut digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Dugaan bahwa terdakwa menyembunyikan pelaku utama Said dirumahnya, juga tidak terbukti. Justru setelah mengetahui pelaku utama ada dirumahnya, terdakwa memintanya untuk pulang. Bahkan sempat menasehati supaya menyerahkan diri. “Sehingga Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa,” sebut Sumedi. Majelis Hakim memberikan waktu satu minggu kepada JPU untuk pikir-pikir serta dua minggu untuk menyatakan sikap. Dihubungi terpisah, JPU pengganti, Zulkarnaen, S.H., mengaku belum menentukan sikap, karena belum menerima salinan putusan secara lengkap. Namun, kemungkinan besar pihaknya akan mengajukan kasasi. Tapi tentunya dasar kasasinya harus melihat materi dari hasil putusan yang ada. “Kemungkinan besar kita akan ajukan kasasi. Namun seperti apa, nanti kita tunggu perkembangannya,” pungkas Zulkarnaen. (kir)

Mataram (Suara NTB) Seorang pelaku sindikat penipuan berkedok Pemberian Hadiah Undian berhasil dibekuk polisi. Wanita yang mengaku dikirim dari Surabaya untuk membuat rekening di daerah Mataram itu mengaku berkediaman di Lombok Tengah. Empat rekannya lolos. Kapolsek Mataram AKP Arif Harsono mengimbau warga agar lebih berhati – hati terhadap informasi pemenangan hadiah undian yang menjanjikan, baik berupa barang serta meminta uang pembayaran pajak. Beberapa waktu lalu polisi mengamankan seorang perempuan berinisial LE (38), pasalnya dia terduga sebagai jaringan pelaku penipuan berkedok pemberian hadiah undian ke pada masyarakat. LE tertangkap pihak kepolisian saat hendak membuka rekening baru di sebuah bank yang berlokasi di Jalan Airlangga, Gomong Mataram. “Si pelaku yang kami

tangkap ini diduga memiliki banyak rekening, dan dia melakukan pemalsuan surat identitas,” terang Kapolsek Mataram tersebut. Pelaku mengakui dia dikirim dari Surabaya untuk membuka rekening di daerah Mataram. Upah yang ia dapatkan mencapai lima ratus ribu rupiah untuk setiap rekening yang berhasil ia buat. Dua rekening yang pernah ia buat dan telah dibekukan atas Nama Dita Budiarsi dan Yesi Fitriana. Empat pelaku yang berhasil lolos masih dalam pengejaran pihak kepolisian. “Kami masih memburu empat rekannya yang lolos,” ungkap Kapolsek Arif Rahman. “Tiga perempuan dan satunya laki – laki,” imbuhnya. Sementara, pelaku yang sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Mataram terancam dikenakan pasal 263 KUHP, dengan masa tahanan selama enam tahun. (met)

Tim Kejati Cek Lapangan

10 Hektar Hutan Kedaro Sudah Ditapal Batas

(Suara NTB/ist)

PRIVATISASI LAHAN -Tim penyidik Pidsus dan Intelijen Kejari Mataram saat meminta keterangan dua warga penggarap areal lahan Kedaro, Sekotong Lobar, saat proses cek lapangan area hutan lindung yang diduga diprivatisasi itu.

Mataram (Suara NTB) Beberapa hari sebelum menetapkan tersangka, tim Kejaksaan Negeri Mataram memastikan sudah mengecek areal Hutan Kedaro, Sekotong Lombok Barat. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan areal seluas 10 hektar sudah dipasangi tapal batas oleh oknum istri pejabat berinisial IM yang sudah dijadikan tersangka. Fakta itu ditemukan setelah tim penyidik Pidsus dan Intelijen Kejari Mataram turun Selasa (28/1) lalu. Mereka melakukan pemeriksaan bersama tim dari Dinas Kehutanan NTB dan Dinas Kehutanan Lombok Barat sebagai pemilik peta area kawasan hutan lindung. Sesuai dugaan awal, menurut Kasi Intel Kejari Mataram Mawardi, SH, ditemukan sejumlah tapal batas dengan model zaman belanda. “Setelah kita ukur, tapal batas itu membatasi areal lahan seluas 10 hektar. Setelah dicocokkan dengan bukti peta, itulah areal hutan lindung yang disertifikat-

kan atasnama pribadi oknum istri pejabat,” kata Mawardi kepada Suara NTB, Kamis kemarin. Guna menguatkan temuannya itu, tim mengklarifikasi sejumlah warga penggarap lahan tersebut. Dari dua orang yang ditemui, mengakui bahwa lahan itu sudah dikuasai atasnama pribadi oleh IM sejak sekitar 2011 lalu. “Mereka mengaku hanya sebagai penggarap,” terangnya. Keterangan yang menguatkan diperoleh dari warga lainnya yang mengaku mendapat ganti rugi dari IM untuk proses pembebasan lahan. Nilai ganti rugi mencapai Rp 8 Juta untuk satu orang. Mawardi menjelaskan, hasil identifikasi lapangan, ganti rugi itu sebagai modus. Sehingga seolah – olah lahan itu memang milik warga yang digarap bertahun tahun, atas dasar itu bisa dibeli oleh IM dan sepupunya NN, kemudian terbitlah sertifikat. Bagaimana mekanisme sampai terbitnya sertifikat? Dari informasi

awal yang diperoleh Mawardi, bahwa asal usul sertifikat bermula dari tindakan mantan Kades Kedaro, MF yang menerbitkan sporadik tanah tersebut. bekerjasama dengan IM, beberapa pecahan sporadik itu kemudian disatukan untuk mengajukan penerbitan sertifikat ke BPN Lombok Barat. Sehingga dengan dasar itu, BPN menerbitkan sertifikat sesuai yang diminta. “Tapi MF dalam keterangannya membantah sengaja membuat sporadik, katanya dia ditekan saat itu untuk tanda tangan. Tapi keterangan ini kami tampung saja, nanti kami konfrontir dengan bukti – bukti,” terangnya. Apakah kemungkinan ada tersangka baru? Menurut Mawardi, sangat terbuka peluang, namun akan tetap tergantung bukti pendukung. Saat ini pihaknya sedang menambah bukti pendukung dan melengkapi keterangan saksi. Senin siang kemarin, setidaknya ada dua saksi dari BPN Lobar sudah dimintai keterangan. (ars)


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Warga Dasan Agung Kembali Gelar Pawai Maulid Mataram (Suara NTB) Masyarakat Dasan Agung Kecamatan Selaparang Kota Mataram, kembali menggelar pawai Ponggoq Praje, masih rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti biasa, ada musik pengiring dan beberapa anak diusung di atas miniatur kuda yang, Senin (03/2) sore kemarin. Pengamatan Suara NTB, alat yang digunakan untuk mengusung sejumlah anak sambil bergoyang, kali ini tidak hanya miniatur kuda, ada juga miniatur macan dan juga sepeda motor besar seperti Harley Davidson. Sebelumnya perayaan Maulid sudah berlalu sejak tiga hari lalu. Namun sampai minggu kemarin, warga masih melakukan pawai antar lingkungan di Kelurahan Dasan Agung. “Memang setiap tahun seperti ini (perayaan maulid dengan Ponggoq Praja,” Syarif warga setempat. Sore itu, dibanding tahun lalu, jauh lebih sepi peserta maupun penontonnya. (met)

”Her” dan ”Captain Phillips” Menangi Writers Guild Awards Los Angeles Penulis naskah film “Her” dan “Captain Phillips” mendapatkan penghargaan tertinggi Writers Guild of America. Spike Jonze, penulis sekaligus sutradara “Her” memenangi penghargaan Writers Guild untuk skenario asli terbaik. Seperti dikutip dari Reuters, “Her” menceritakan hubungan romantis antara seorang pria dan komputer. Film tersebut dibintangi Joaquin Phoenix dan Scarlett Johansson yang berperan sebagai suara komputer. Pemenang adaptasi skenario terbaik dianugerahkan pada Billy Ray untuk film “Captain Phillips” yang menceritakan kisah bajak laut Somalia. "Captain Phillips” diadaptasi dari buku “A Captain’s Duty: Somali Pirates, Navy SEALS, and Dangerous Days at Sea” karya Richard Phillips dan Stephan Talty. Film tersebut dinominasikan untuk film terbaik Oscar, dibintangi Tom Hanks dan Barkhad Abdi. Sutradara sekaligus penulis skenario Sarah Polley memenangi penghargaan skenario film dokumenter untuk “Stories We Tell”. Film itu bercerita tentang keluarga Sara Polley. Penghargaan Writer’s Guild adalah penghargaan akhir Hollywood sebelum Academy Awards pada tanggal 2 Maret. “Her” telah menyabet sejumlah penghargaan antara lain Golden Globe untuk skenario terbaik, penghargaan Critics’ Choice untuk skenario asli terbaik, dan penghargaan AFI untuk film tahun ini. “Her” dinominasikan untuk lima Academy Awards antara lain skenario asli terbaik dan film terbaik. Berikut daftar pemenang guild TV: - Drama seri: “Breaking Bad” ditulis oleh Sam Catlin, Vince Gilligan, Peter Gould, Gennifer Hutchison, George Mastras, Thomas Schnauz dan Moira Walley-Beckett. - Serial Komedi : “Veep” ditulis oleh Simon Blackwell, Roger Drew, Sean Gray, Armando Iannucci, Ian Martin, Georgia Pritchett, David Quantick, Tony Roche dan Will Smith. - Serial Baru “House of Cards” ditulis oleh Kate Barnow, Rick Cleveland, Sam Forman, Gina Gionfriddo, Keith Huff, Sarah Treem dan Beau Willimon. (ant/balipost)

Penonton Sundance Antusias Sambut Film Killers Jakarta (Suara NTB) Film “Killers” besutan The Mo Brothers, Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto, disambut antusias oleh penonton saat ditayangkan dalam program Park City At Midnight Festival Film Sundance 20 Januari silam. Kimo mengatakan para penonton yang rela antre di luar untuk memasuki bioskop meskipun suhu saat itu mencapai minus 12 derajat celcius. “Film diputar tengah malam dan berakhir kira-kira pukul setengah tiga pagi, tapi masih banyak penonton yang tetap duduk dan mengajukan pertanyaan,” ujar Kimo usai pemutaran “Killers” di Djakarta Theater, Senin. Timo menambahkan, film yang dibintangi Oka Antara dan Kazuki Kitamura itu mendapatkan respon yang mayoritas positif setelah diputar di Festival Film Sundance. Pasalnya, dia tidak bisa memprediksi bagaimana respon penonton setelah menyaksikan film kolaborasi Indonesia dan Jepang. “Kalau film Rumah Dara kan banjir darah jadi pecinta horor pasti suka. Kalau Killers kami bertanya-tanya apakah film ini bisa bikin penonton enjoy atau tidak,” kata Timo. Diputarnya film “Killers” di ajang internasional juga menjadi pencapaian yang diharap The Mo Brothers dapat menjadi pelecut motivasi bagi sineas lain di Indonesia. “Penting untuk memperlihatkan kalau kita bisa bikin film yang dimengerti selain oleh orang Indonesia,” imbuh dia. “Killers” berkisah tentang Nomura (Kazuki Kitamura) eksekutif muda sukses di Jepang yang memiliki persona lain sebagai pembunuh kejam. Dia merekam pembunuhan yang dilakukannya lalu mengunggah video tersebut ke dunia maya. Bayu (Oka Antara), jurnalis di Jakarta yang sedang menghadapi banyak masalah mulai menemukan sisi gelap dirinya setelah melihat video Nomura. Film yang dibintangi Oka Antara, Kazuki Kitamura, Luna Maya, Rin Takahashi, dan Ray Sahetapy mulai diputar di Indonesia pada 6 Februari 2014. (ant/balipost)

(Suara NTB/ist)

KELUHAN WISATAWAN – Tumpukan sampah di salah satu sudut Gili Trawangan, Pemenang, KLU, yang dianggap sangat mengganggu pemandangan para wisatawan asing.

FMPL Datangi Pemda

Pertanyakan Pengelolaan Sampah Gili Trawangan Tanjung (Suara NTB) Pengurus Front Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Dusun Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, mendatangi Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) Senin (3/2). Mereka mempertanyakan komitmen Pemda KLU untuk mengatasi problem sampah trawangan yang semakin hari makin menggunung. Disebutkan FMPL, produksi sampah di Trawangan saat ini mencapai 10 ton sehari. Pendiri FMPL Trawangan, H. Abdul Malik, kepada wartawan seusai diterima Pemda KLU, mengaku khawatir karena belum adanya solusi atas persoalan sampah. Terlebih, H. Arsan, pemilik lahan yang sebelumnya disewa sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Trawangan tidak berkenan memperpanjang sewa lahan. Front pun kebingungan mencari lokasi baru sekaligus meminta Pemda KLU memberikan jalan keluar. “Sampah yang dikelola

oleh FMPL tidak pernah diangkut ke darat, setelah kami tanya, pak Sekda menjawab boat-nya baru selesai dibuat. Persoalan ini sudah kami sampaikan dua tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ungkap Abdul Malik. Dibenarkan Ketua FMPL, H. Akmaludin, pemilik areal yang disewa sebelumnya dengan biaya Rp 5 juta per bulan oleh FMPL telah memutus kontrak. Alasannya kondisi sampah sudah menumpuk, akibat sempitnya lahan

yang hanya 18 are. Menyikapi tidak adanya lokasi baru, FMPL sangat khawatir pembuangan sampah masyarakat dilakukan di sembarang tempat. “Kalau kondisi ini tidak segera diatasi, jangan salahkan kami kalau sampah di Trawangan menjadi gunjingan wisatawan Internasional. Trawangan sedang terancam pencemaran sampah dan kesan kumuh,” tegasnya. Dari pengelolaan sampah yang dilakukan FMPL, jelas Abdul Malik dan Akmaludin,

produksi sampah antara 8 – 10 ton per hari dihasilkan oleh lebih dari 400 rumah tangga dan Perusahaan. FMPL bertugas mengumpulkan dan mengangkut sampah dari titik produksi ke lokasi TPA, dengan retribusi per rumah tangga bergantung jumlah sampah. Untuk perusahaan, biasanya menyetor antara Rp 1 – 2 juta per bulan. Dalam sebulan FMPL berhasil mengumpulkan dana di kisaran Rp 55 juta, yang kemudian dikelola untuk mengangkut sampah ke TPA. Antara lain melibatkan 14 orang pekerja dengan upah bulanan Rp 2 juta, pengangkutan memanfaatkan jasa 7 unit dokar dengan 8 ekor kuda. Untuk kendaraan tradisional itu, Front menanggung biaya dedak, rumput dengan kisaran 11 jutaan per bulan per ekor. Tidak hanya itu, Front

juga menyetor retribusi ke Pemda KLU sebesar Rp 5 juta per bulan sebagai bentuk retribusi. “Inilah yang kami pertanyakan, Pemda KLU sudah mengambil retribusi tetapi pengangkutan ke darat hingga kini belum ada,” kata Abdul Malik. Terpisah, Sekda KLU, H. Suardi, yang telah menerima pengurus FMPL Trawangan sekilas mengakui Pemda KLU tetap mengupayakan adanya pengangkutan ke darat. Termasuk pengadaan kapal angkutan, ia membenarkan masih dalam proses pengerjaan dan akan selesai dalam waktu dekat. Ia memastikan persoalan ini sudah didelegasikan ke UPTD Pertamanan dan Kebersihan di bawah kendali Dinas PU Tamben KLU agar berkoordinasi dengan FMPL lebih lanjut. (ari)

Berakting Pada Beragam Genre

”Ride Along” Rajai Box Office AS Los Angeles Komedi “Ride Along” yang dibintangi Kevin Hart dan Ice Cube, melenggang selama tiga akhir pekan berturut-turut di puncak tangga box office Amerika Serikat (AS), menyalip film baru rilis “That Awkward Moment”. “Ride Along” telah memperoleh 12,3 juta Dolar AS

(sekitar Rp150 milyar) dari penjualan tiket selama akhir pekan ini yang bersamaan waktunya dengan final football Amerika, Super Bowl . Biasanya pada saat Super Bowl tiket bioskop tidak terlalu laku. Peringkat kedua adalah “Frozen” yang masih awet tayang, yang memperoleh

pendapatan 9,3 juta Dolar AS (sekitar Rp114 milyar). “That Awkward Moment” ada di posisi ketiga dengan penjualan tiket 9 juta Dolar AS (sekitar Rp110 milyar) di bioskop-bioskop AS dan Kanada sejak Jumat hingga Minggu atau masa penghitungan box office. (ant/ balipost)

Jakarta (Suara NTB) Luna Maya ketagihan mencoba tantangan baru di dunia perfilman Indonesia. Aktris yang berasal dari Bali itu baru menjajal akting di film thriller pertamanya “Killers” karya The Mo Brothers. “Saya memang ingin main film di genre yang sebelumnya belum pernah saya ikuti,” kata Luna usai pemutaran Killers di Jakarta, Senin. Ke depannya, Luna berharap bisa menampilkan kemampuan aktingnya dalam film yang genrenya lebih spesifik seperti film aksi atau slasher. Sebelum didapuk menjadi salah satu dari deretan pemain seperti Oka Antara dan Kazuki Kitamura, Luna banyak berperan di film bergenre drama romantis. Baginya kini film bertema cinta lebih menarik untuk digarap dari balik layar. “Kalau love story inginnya bikin,” kata Luna yang sudah menjajal posisi sutradara dalam “Pintu Harmonika”. Di film Killers, Luna berperan sebagai Dina yang merupakan istri dari seorang jurnalis ambisius bernama Bayu (Oka Antara) yang terobsesi menguak kasus korupsi seorang politikus (Ray Sahetapy). Sisi gelap Bayu bangkit saat melihat video pembunuhan yang diunggah Nomura (Kazuki Kitamura) di Internet. Luna Maya (ant/balipost)

Seharusnya Menikahi Harry Potter London Ron Weasley dan Hermione Granger menikah dalam penutup kisah Harry Potter, tapi kini sang penulis JK Rowling mengaku salah. Menurut Rowling, Hermione lebih baik menikah dengan Harry Potter. Rowling mengemukakan hal itu dalam komentar yang dimuat di harian Inggris Sunday Times. Bahkan, Rowling membayangkan nantinya pernikahan Ron dan Hermione bermasalah dan mereka

terpaksa mendatangi konseling suami-istri. “Saya membuat Hermione menikah dengan Ron karena keterikatan saya akan alur cerita saat pertama kali membayangkannya, jadi bukan karena alasan sastra,” kata JK Rowling dalam wawancara dengan majalah Wonderland, yang petikannya dilansir Sunday Times. “Saya tahu, banyak fans yang marah atas hal ini, saya minta maaf, sejujurnya karena saya punya jarak dengan cerita ini, saya punya sudut pandang sendiri. Akhir cerita

itu saya putuskan atas dasar alasan yang sangat pribadi, bukan demi kredibilitas,” katanya. “Semoga orang tidak kecewa karena saya berkata begini.” Emma Watson yang memerankan Hermione adalah pewawancara JK Rowling dalam majalah Wonderland. Emma sependapat dengan JK Rowling dan mengatakan; “Saya rasa para fans tahu tentang itu dan mereka juga sebenarnya bertanyatanya apakah Ron bisa membahagiakan Hermione.” (ant/Bali Post)

Emma Watson


PENDIDIKAN

SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Halaman 10

Jelang Akhir Masa Jabatan

Bupati Loteng Janji Perhatikan Lembaga Pendidikan Agama Praya (Suara NTB) Perhatian yang diberikan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) terhadap keberadaan lembaga pendidikan agama, terutama pondok pesantren (ponpes) selama ini diakui masih sangat minim. Untuk itu, memasuki akhir masa jabatan Suhaili-Normal ini, Pemkab Loteng berkomitmen memberikan perhatian lebih pada lembaga pendidikan agama. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., saat berbicara di hadapan para pimpinan lembaga pendidikan agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat,di Aerotel Praya, Senin (3/2). Diakuinya, lembaga pen-

didikan agama baik itu yang bersifat formal maupaun non formal sesungguhnya memiliki peran vital, sehingga bisa mendorong kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan khususnya. Termasuk mampu mendorong peningkatan kualitas

sumber daya manusia (SDM) masyarakat Loteng. Diakuinya, perhatian yang diberikan mungkin masih dirasa sangat kurang. Padahal peningkatan kualitas SDM masyarakat Loteng saat ini tidak lepas dari peran serta lembaga pendidikan agama

yang ada. Bahkan perannya jauh lebih besar dari lembaga pendidikan formal yang dimiliki pemerintah daerah. Apalagi dalam hal kuantitas, jumlah lembaga pendidikan agama masih lebih banyak dari lembaga pendidikan formal milik pemerintah. ”Selama ini mungkin perhatian yang pemerintah daerah berikan masih kurang. Tapi mulai sekarang, kita berkomitmen memberikan perhatian lebih,” ujar Bupati Loteng. Ia mengungkapkan, tahun 2013 lalu pemerintah menga-

lokasikan anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih bagi lembaga pendidikan agama. Semantara tahun ini jumlah alokasi anggaran bakal lebih besar lagi. Tentunya tetap disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anggaran daerah. Untuk itu pula, mantan Ketua DPRD NTB ini berharap peran lembaga pendidikan agama bisa lebih diperkuat, mengingat tantangan pembangunan yang dihadapi Loteng jelas semakin berat. Belum lagi, dengan keberadaan Bandara Interna-

sional Lombok (BIL), Loteng kini telah menjadi pintu masuk NTB. Konsekuensinya akan banyak budaya luar yang ikut masuk, sehingga peran lembaga pendidikan sangat diharapkan. “Dengan banyaknya kebudayaan luar yang masuk, imbas sebagai pintu masuk NTB, maka penguatan moral masyarakat mau tidak mau harus dilakukan. Agar dampak negatif budaya luar bisa diantisipasi. Dan, lembaga pendidikan agama memiliki peran vital untuk itu,” tandas Suhaili.

Walaupun untuk melakukan tugas tersebut bukan semata-mata ditimpakan kepada lembaga pendidikan agama. Tapi paling tidak ada kerjasama yang baik dengan semua pihaknya. Mengingat, dalam mempersiapkan ketahanan budaya dan moral lokal menjadi tugas semua elemen di daerah ini. “Namun harapan kita lembaga pendidikan agama, khususnya pondok pesantren bisa menjadi garda terdepan untuk menjalankan tugas tersebut,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Loteng ini. (kir)

JadiTempat Nongkrong, ArealTBM Sangkareang Dipenuhi Sampah

(Suara NTB/dys)

TBM - TBM Sangkareang Mataram masih belum banyak dikunjungi masyarakat yang mengisi waktu luang di Taman Sangkareang setiap sore hari. Namun, keberadaan TBM ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca bagi warga Kota Mataram.

RENDAHNYA kesadaran pengunjung Taman Sangkareang tidak membuang sampah di sembarang tempat berdampak pada keindahan Taman Sangkareang. Tidak hanya itu, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang terdapat di sebelah utara Taman Sangkareang juga terlihat kotor. Pantauan Suara NTB, Senin (3/2), , TBM Taman Sangkareang terlihat sangat kotor. Berbagai jenis sampah, seperti puntung rokok, gelas minuman dan aneka plastik makanan berserakan di depan pintu TBM Taman Sangkareang. Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Mataram, Hj. Yunida Bondan, mengaku sejauh ini persoalan sampah menjadi salah satu problem kronis yang belum bisa teratasi di Kota Mataram. Padahal jika para pengunjung tertib membuang sampah pada tempatnya, Taman Sangkareang dan TBM yang ada di sana akan terlihat sangat asri, sehingga para pengunjung merasa betah. “Itu memang persoalan lama, padahal pemerintah sudah menyediakan bak

sampah tapi tetap saja buang sembarangan,” keluhnya. Ia pun membantah, jika pihaknya tidak peduli terhadap persoalan sampah yang keberadaannya cukup mengganggu wajah TBM Taman Sangkareang. “Sudah ada petugas yang selalu berjaga di sana baik untuk mengelola TBM dan menjaga kebersihan,” kilahnya. Sementara itu, Zohriyah, A.Md, yang merupakan salah satu petugas di TBM taman Sangkareang membenarkan persoalan sampah sulit diatasi pihaknya, mengingat keterbatasan petugas dan jam pengelolaan TBM. Disebutkannya, batas waktu pengelolaan TBM dimulai dari pukul 16.00 hingga 18.00 WITA. Untuk itu, pengontrolan terhadap para pengunjung taman agar tidak membuang sampah sembarang sulit dilakukan. “Jadi kita bukanya sore, karena biasanya Taman Sangkareang ramainya pada sore hari yaitu sampai jam 6. Untuk malam tidak ada penjagaan sehingga selalu saja ada masyarakat yang membuang sampah tanpa bisa

Kekurangan Guru SLB Belum Diakomodir Mataram, (Suara NTB) Keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) khususnya di NTB membutuhkan perhatian dari pihak pemerintah, terutama terkait jumlah guru yang dinilai masih sangat kekurangan. SLB Negeri Pembina Mataram tidak terlepas dari permasalahan kurangnya tenaga pengajar. Usulan terhadap pemenuhan tenaga guru. Wakil Kepala SLB Negeri Pembina Mataram Dra. Eny Daryati, mengaku pihaknya masih merasa sangat kekurangan tenaga pengajar. Saat ini, ungkapnya, SLB Negeri Pembina hanya memiliki 21 guru yang mengajar kelas satu SD hingga SMA kelas XII. Dari 21 guru tersebut hanya

lima orang yang memiliki ijazah S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) kemudian D2 PLB sebanyak sembilan orang. Sementara sisanya berasal dari jurusan yang bervariasi. Diakuinya, pihaknya pernah mengajukan permohonan tenaga pengajar tambahan kepada pemerintah pada tahun 2011 sebanyak tujuh orang. Namun, yang direalisasikan hanya tiga orang. “Tahun 2011 kami telah ajukan permohonan tambahan guru namun, dari tujuh lowongan yang tersedia, yang daftar lima orang dan hanya tiga orang yang lolos dalam tes. Mungkin karena memang sulit mencari orang yang berkompeten,” tambahnya.

Menurutnya, kurangnya tenaga pengajar untuk LSB di NTB disebabkan belum adanya Perguruan Tinggi yang khususnya mencetak S1 PLB. Ketika ditanya langkah kongkret yang diambil pihaknya untuk menanggulangi masalah tersebut, Eny mengatakan pihaknya selalu berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan. “ idealnya kan sebenarnya di sini butuh 46 guru, tapi karena keadaannya begini ya,,kami selalu berusaha semaksimal mungkin menghadapi ini, walaupun sejauh ini masih dapat dikatakan efektif tetapi sangat menguras tenaga,” imbuhnya. Sementara itu, Nuraini, selaku salah satu guru tuna rungu

di SLBN Pembina, mengaku mendapatkan kendala dalam membagi silang tugasnya. Hal ini juga dinilainya tidak terlepas dari kurangnya tenaga pengajar yang tersedia. “Bayangkan saja ada 83 siswa dengan empat kecacatan hanya ditangani oleh 21 guru. Ini kan memakan banyak waktu agar mereka mendapatkan pembelajaran yang merata,” katanya. Menurutnya, masing-masing siswa SLB memiliki kebutuhan khusus yang semestinya ditunjang jumlah tenaga pengajar yang memadai. “Kalau siswa di sinikan, tidak menutup kemungkinan satu siswa ditangani oleh satu guru,” ungkapnya. (ami)

dikontrol,” terangnya. Senada dengan pendapat temannya, Sulhaeni, A.Md, penjaga TBM Taman Sangkareang lainnya pun berpendapat sama. Ia mengaku hampir setiap hari TBM Taman Sangkareang dibersihkan, akan tetapi ketika malam harinya masyarakat membuang sampah lagi, sehingga terlihat kotor. “Kalau masyarakat yang datang ke taman malam hari sulit dikontrol, sehingga pas pagi banyak sampah yang berserakan, tapi meskipun demikian selalu kita bersihkan,” ungkapnya. Meski keberadaan TBM di tempat-tempat keramaian, seperti yang terdapat di TBM Taman Sangkareang ini ditujukan sebagai alternatif tempat beriwIsata bagi para pengunjung. Meski demikian, hingga kini masih belum banyak para pengunjung Taman Sangkareang yang mampir ke TBM. Tercatat setiap harinya ada sekitar belasan pengunjung yang mampir ke TBM. Meskipun demikian, ia optimis keberadaan TBM di bawah binaan pihaknya akan menjadi pemantik minat baca masyarakat Kota Mataram. (dys)

Matangkan Persiapan UN MENJELANG pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang pelaksanaannya tinggal sebentar lagi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, Senin (3/2) pagi mengumpulkan seluruh kepala sekolah dari berbagai tingkatan se-Kota Mataram. Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, Drs. H. Ruslan Efendy, MPd, mengaku dengan (Suara NTB/dys) mengumpulkan para kepala H. Ruslan Effendy sekolah dapat mematangkan persiapan pelaksanaan UN di setiap tahapannya. Ruslan meminta kepada seluruh kepala sekolah agar setiap tahapan pelaksanaan UN bisa dijalani dengan baik. Menurutnya, banyak hal yang harus disiapkan sekolah untuk menghadapi UN, di antaranya dengan melaksanakan try out agar siswa tidak kelabakan menghadapi soal ujian. Selain itu, pihak sekolah bisa mengarahkan siswa-siswanya agar bisa mengikuti bimbingan belajar ke lembaga-lembaga kursus. Tidak hanya siswa, kesiapan menghadapi pelaksanaan UN juga harus datang dari guru. Selain itu, lanjutnya, sekolah bisa memetakan siswasiswanya, sehingga perlakuan yang diberikan bisa tepat sesuai dengan kemampuan siswa. “Guru harus tahu kemampuan siswa dan memetakan kompetensi siswa sehingga dengan perlakuan yang sesuai mampu mencapai perolehan 100 persen kelulusan UN,” paparnya. (dys)

Tingkatkan Minat Baca

Perpustakaan NTB Bagi 1.000 Buku di 1.034 Desa Mataram, (Suara NTB) Pemprov NTB berupaya menumbuhkan minat baca masyarakat NTB, khususnya di pedesaan. Pemprov NTB melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB telah membagikan masingmasing 1.000 buku ke 1.034 desa di NTB. Kepala Deposit dan Pengembangan Koleksi pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB H. Anwar, menjelaskan, tujuan dari program tersebut untuk memudahkan akses masyarakat di pedesaan bila ingin membaca buku. “Mereka yang di desa kan tidak bisa selalu ke Pusda di Mataram. Jadi kami usahakan supaya mereka tetap bisa membaca walaupun tinggal di Sumbawa atau daerah lainya yang jauh dari Pusda,” ungkapnya pada Suara NTB, Senin (3/2). Anwar menilai, jika akses sudah gampang, minat baca akan meningkat. Selain itu, pihakn-

ya akan mendistribusikan buku di perpustakaan pondok pesantren (ponpes) dan rumahrumah ibadah yang ada di NTB. Tujuannya, para santri yang berada di ponpes bisa menambah pengetahuan dan giat membaca buku. Hal lain yang dilakukan, ujarnya, penambahan koleksi buku sebanyak 800 judul per tahun, lomba bercerita, adanya nominasi pengunjung terbaik, pelayanan internet gratis dan perpustakaan keliling. Mengenai tingkat kunjungan ke Badan Perpustakaan dan Arsip, Anwar mengakui cukup tinggi. Menurutnya, jika dilihat jumlah pengunjung setiap harinya rata-rata sekitar 600 hingga 800 orang diklaim cukup besar. Kami targetkan satu juta untuk tahun 2014,” imbuhnya, seraya menambahkan, kebanyakan pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa, pelajar, PNS, guru maupun dosen dan masyarakat umum. (ami)

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Sembilan Kali Pergantian 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Sejarah Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari fakta dihubungkan dengan kejadian ikan di Indonesia. Sangat ken- suatu, mengelompokkan, sehari-hari, perhatian terhadap tal dengan nuansa politis. mendiskusikan, hingga me123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 pergantian kurikulum.Terhitung sejak era kemerdekaan kesenian dan pendidikan jas- Pasalnya, ada penilaian ter- laporkan. Model ini disebut 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 hingga saat ini, sudah terjadi sembilan kali perubahan mani. hadap kurikulum yang diter- CBSA (Cara Belajar Siswa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Kurikulum RPT ini hampir apkan pada orde lama sebagai Aktif ) atau Student Acting 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 kurikulum. Dari semua konsep tersebut, kurikulum 2013 tiga belas tahun diberlakukan. kurikulum komunis. “Pada- Learning. Pada masa ini bany123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 dinilai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Selanjutnya di tahun 1964 hal kan tidak boleh ada pe- ak yang diberangkatkan ke 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 (Dikpora) Lombok Timur (Lotim) Dr.Yanis Maladi, se- dikembangkan rencana pen- nilaian semacam itu, sebaikn- Inggris untuk belajar CBSA. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 bagai kurikulum terbaik. Alasannya, karena kurikulum ini didikan yang ditekankan pada ya berfikir positive thinking. Dihajatkan dalam kegiatan pengembangan daya cipta, Sudah lumrah adanya jika belajar mengajar, diterapkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 meletakkan paradigma Succsessfull Inteligent (SI) yang rasa, karsa, karya, dan pendid- terjadi pergeseran paradigma Pembelajaran Aktif dan Meny123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 tujuannya mengubah paradigma kecerdasan manusia, ikan moral. Salah satu latar be- penyusunan kurikulum meng- enangkan (Pakem). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 lakang dikembangkannya ren- ingat masyarakat yang terus Perubahan selanjutnya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 dari konsep konvensional yang mendewakan kemam- cana pendidikan ini adalah bergerak mengikuti dinamika Kurikulum 1994, yakni hasil 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 puan akademik ke arah pentingnya pada ukuran kecer- munculnya kesadaran ma- masyarakatnya,’’ ungkapnya. upaya memadukan kuriku123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Kurikulum lain yang disus- lum-kurikulum sebelumnya, dasan peserta didik pada penanaman SI. syarakat tentang pentingnya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 un adalah Kurikulum 1975. terutama kurikulum 1975 dan pendidikan yang bukan seka123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 dar pengajaran. Pengajaran Kurikulum ini menekankan 1984. Hanya saja, perpaduan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 YANIS Maladi menilai sia digagas sejak tahun 1947 dianggap belum mengakomo- pada tujuan, agar pendidikan antara tujuan dan proses be123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Kurikulum 2013 ini paling sampai dengan tahun 1950 dasi “otak kanan” seperti pen- lebih efisien dan efektif. lum berhasil, sehingga banyak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 canggih dari kurikulum- bangsa Indonesia membuat anaman sikap dan moral. Ren- Kurikulum ini dilatar bela- kritik berdatangan. Hal ini 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 kurikulum sebelumnya. rencana pelajaran (learn plan) cana pendidikan ini akhirnya kangi adanya pengaruh kon- disebabkan beban belajar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Dalam kurikulum 2013 ini yang disempurnakan menjadi menjadi kurikulum yang dike- sep di bidang manajemen, siswa dinilai terlalu berat, dari 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 yaitu MBO (management by muatan nasional sampai muatidak saja menjadikan anak Rencana Pelajaran Terurai nal dengan kurikulum 1964. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 objective). Metode, materi, dan tan lokal. Misalnya bahasa Menurut Yanis Maladi, pintar. Tapi lebih ditekankan (RPT). RPT selanjutnya dike123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 pembentukan akhlak dan nal dengan Kurikulum 1952 kurikulum 1964 inilah yang mir- tujuan pengajaran dirinci daerah, kesenian, keter123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 sikap. Isi materi pelajaran yang substansinya yang tera- ip dengan kurikulum 2013. dalam Prosedur Pengemban- ampilan daerah, dan lain-lain. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 yang diajarkan di sekolah khir ini lebih terurai khususn- Pasalnya, sama-sama meletak- gan Sistem Instruksional Akhirnya, Kurikulum 1994 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 mengembangkan pendidikan ya menyangkut bahan ajar kan pada daya cita rasa, karsa (PPSI). Zaman ini dikenal is- menjelma menjadi kurikulum 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 emosional atau soft skill, baru yang sekarang dikenal dengan dan karya serta pendidikan tilah “satuan pelajaran”, yaitu super padat. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 moral. Pada saat ini, dikenal rencana pelajaran setiap satuTahun 2004 dirubah lagi dilanjutkan pada pengemban- silabus pengajaran. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 gan hard skill (pekerja yang Kurikulum yang lahir dua dengan penanaman pengajaran an bahasan. Setiap satuan menjadi Kurikulum Berbasis 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 baik). Dalam pendidikan kar- tahun pascaproklamasi kemer- emosional yang bersumberkan pelajaran dirinci lagi: petun- Kompetensi (KBK). D imana, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 akter harus mengunggulkan dekaan Republik Indonesia ini, pada esensi nilai dasar agama juk umum, tujuan instruk- setiap pelajaran diurai berYanis Maladi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 kecerdasan emosional (EQ) tuturnya, memakai istilah ba- dan bersumber kepada values sional khusus (TIK), materi dasar kompetensi yang harus 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 ada pada 80 persen berkontri- hasa Belanda leerpian — artin- and attitudes yang identik den- pelajaran, alat pelajaran, keg- dicapai siswa. Kurikulum ini 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 iatan belajar-mengajar, dan cenderung Sentralisme Pen- ingga tercipta – Kurikulum ebabkan kerangka dasar (KD), businya, baru sisanya 20 per- ya rencana pelajaran. Istilah itu gan budaya/kearifan lokal. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 evaluasi. Pada Kurikulum didikan, Kurikulum disusun Tingkat Satuan Pendidikan standar kompetensi lulusan Perubahan selanjutnya disen pada keberhasilan seorlebih populer dibanding istilah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 ang di dunia kerja (hard skill). curriculum dalam istilah ba- lakukan tahun 1968. Dilaku- 1975 guru dibuat sibuk den- oleh Tim Pusat secara rinci; (KTSP). Tinjauan dari segi isi (SKL), standar kompetensi dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Dalam soft skill, ujarnya, hasa Inggris, karena masih kan perubahan struktur gan berbagai catatan kegia- Daerah/Sekolah hanya melak- dan proses pencapaian target kompetensi dasar (SKKD) set123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 sanakan. Kurikulum yang kompetensi pelajaran oleh iap mata pelajaran untuk setlebih fokus pada rancang ban- dalam suasana perjuangan. kurikulum pendidikan dari tan belajar mengajar. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 gunan emosional yang identik Pada masa ini, pendidikan leb- Pancawardhana menjadi Kurikulum 1984, yakni tidak disahkan oleh keputu- siswa hingga teknis evaluasi iap satuan pendidikan telah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 dengan esensi penanaman ih menekankan pada pemben- pembinaan jiwa pancasila, kurikulum yang mengusung san/Peraturan Menteri Pen- tidaklah banyak perbedaan ditetapkan oleh Departemen 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 iman, ketakwaan, sikap dan tukan karakter manusia Indo- pengetahuan dasar, dan ke- pendekatan proses keahlian. didikan ini mengalami bany- dengan Kurikulum 2004. Per- Pendidikan Nasional. ‘’Jadi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 budi pekerti pada siswa. Se- nesia merdeka, berdaulat dan cakapan khusus. Kurikulum Meski mengutamakan pende- ak perubahan dibandingkan bedaan yang paling menonjol pengambangan perangkat 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 lain itu, ditanamkan kearifan sejajar dengan bangsa di muka 1968 merupakan perwujudan katan proses, tapi faktor tu- Kurikulum sebelumnya baik pada kurikulum ini adalah leb- pembelajaran, seperti silabus 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 lokal (local wisdom), yakni bu- bumi ini. Fokus Rencana Pela- dari perubahan orientasi pada juan tetap penting. Kurikulum dari orientasi, teori-teori pem- ih konstruktif, sehingga guru dan sistem penilaian merupa123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 daya yang melekat dan asli di jaran 1947 tidak menekankan pelaksanaan UUD 1945 se- ini juga sering disebut belajaran pendukungnya bah- lebih diberikan kebebasan un- kan kewenangan satuan pen123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 tengah masyarakat (indigine- pendidikan pikiran, melainkan cara murni dan konsekuen. “Kurikulum 1975 yang disem- kan jumlah jam pelajaran dan tuk merencanakan pembelaja- didikan (sekolah) di bawah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Kurikulum 1968 itu kuriku- purnakan”. Posisi siswa durasi tiap jam pelajarannya. ran sesuai dengan lingkungan koordinasi dan supervisi peous people culture). hanya pendidikan watak, kesa123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Tahun 2006, alasan dilaku- dan kondisi siswa serta kondi- merintah kabupaten/kota,’’ Ia menguraikan, kurikulum daran bernegara dan ber- lumnya orde baru dan menja- ditempatkan sebagai subjek 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 pertama pendidikan Indone- masyarakat. Materi pelajaran di awal kocar-kacirnya pendid- belajar. Dari mengamati se- kan penyempurnaan lagi, seh- si sekolah berada. Hal ini dis- tandasnya. (rus) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234

Yanis Maladi : Kurikulum 2013 yang Terbaik

(Suara NTB/ist)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Korem 162/WB Gelar Rangkaian Pertandingan Olahraga Mataram (Suara NTB) Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Korem 162/Wira Bhakti (WB) yang ke 53, pihak Korem 162/WB menggelar berbagai rangkaian kegiatan olahraga di Lapangan Gebang Mataram, Senin (3/2). Pertandingan olahraga itu merupakan ajang tahunan Korem 162/WB dalam rangka mempererat hubungan tali silaturahim antara kesatuan dan jajaran korem 162/WB se-Pulau Lombok. Ketua Panitia Pertandingan, Letkol Inf. Djarot Suharso, S.IP yang dihubungi Suara NTB di lokasi menjelaskan, kegiatan itu melibatkan ratusan peserta dari kesatuan dan jajaran Korem 162/WB se-Pulau Lombok. Kegiatan olahraga yang di gelar oleh pihak Korem 162/WB mempertandingkan sebanyak lima cabang olahraga, yakni bola voli indoor, sepak takraw, tenis meja,

Madrid Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mempertanyakan kartu merah yang diterima Cristiano Ronaldo kala timnya ditahan imbang 1-1 oleh Athletic Bilbao, Senin (3/2). Ronaldo yang menjadi aktor di balik gol pembuka Madrid yang dicetak Jese di menit ke-65 harus diusir wasit keluar lapangan pada menit ke-76. Ronaldo didorong bek Bilbao, Carlos Gurpegui, namun ia membalas dengan mengangkat tangannya ke wajah pemain bertahan tersebut. Ander Iturraspe, gelandang Bilbao, juga menerima kartu kuning, karena mengarahkan kepalanya ke Ronaldo usai insiden dengan Carlos Gurpegui. Wasit Miguel Ayza yang memimpin pertandingan melayangkan kartu merah bukan karena tangan Ronaldo yang menyentuh Carlos Gurpegui tapi akibat pertengkaran antara CR7 dengan Iturraspe. “Sulit mengatakannya karena saya jauh dengan kejadian tapi tayangan ulang menunjukkan itu agak berlebihan,” kata Ancelotti mempertanyakan kartu merah tersebut. Di sisi lain, pelatih Bilbao Ernesto Valverde mengaku tidak melihat insiden itu tetapi ia mengatakan Ronaldo layak dihukum kartu merah. “Saya tidak tahu, saya tidak melihatnya tapi dia pantas diusir wasit,” katanya dilansir dari laman Fourfourtwo baru-baru ini. Ancelotti puas dengan kinerja timnya meskipun Bilbao berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-73 melalui sontekkan Ibai Gomez. Pelatih asal Italia mengatakan satu kegagalan timnya adalah menghalau tendangan bebas yang menjadi penyebab terciptanya gol Bilbao. "Kami bermain bagus. Ini pertandingan intensitas tinggi dan kami tidak membiarkan mereka memiliki kesempatan,” kata Ancelotti. “Kami melakukan dengan baik terutama di babak kedua. Hasil bisa saja berbeda karena kami mencetak gol pertama dan mendominasi pertandingan,” kata mantan pelatih Chelsea dan AC Milan ini. Athletic Bilbao mencetak gol penyeimbang dengan fantastis tapi secara keseluruhan kami puas dengan cara kami bermain. Ancelotti mengatakan hanya gol luar biasa yang bisa menjegal Real Madrid yang saat ini tertahan di posisi ketiga klasemen La Liga berjarak tiga poin di belakang Atletico Madrid . “Setelah gol Jese kami mengendalikan pertandingan. Tim ini seimbang tetapi gol Ibai fantastis,” katanya memuji. “Kami tidak membuat kesalahan, itu adalah gol yang luar biasa. Kami tidak membiarkan mereka memiliki peluang. Hanya satu di babak pertama dan tidak ada di babak kedua,” pungkas Ancelotti. (ant/bali post)

tenis lapangan dan gate ball. Dijelaskannya, khusus untuk cabang olahraga bola voli indoor, sepak takraw, tenis meja dan tenis lapangan digelar secara serentak di Lapangan Gebang Mataram, Senin (3/2), sementara pertandingan gate ball akan digelar dilapangan yang sama mulai tanggal 22 hingga 23 Februari. Selain telah menjadi program tahunan jajaran korem 162/WB ajang ini juga memperebutkan hadiah berupa piala dan piaga penghargaan korem 162/WB. Melalui hasil pertandingan olahraga tersebut, ujarnya, Korem ingin membantu KONI NTB membina atlet sekaligus mencari bibit atlet yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti event kancah nasional. Pasalnya bayak atlet-atlet potensial yang memiliki kualitas memadai untuk dikembangkan menjadi atlet yang berprestasi. (fan)

Carlo Ancelotti

Atletico Madrid Gusur Barcelona di Puncak Klasemen

Barcelona Atletico Madrid memanfaatkan kekalahan Barcelona kemarin dengan naik ke puncak klasemen La Liga melalui kemenangan 4-0 atas Real Sociedad. Atletico unggul tiga poin di atas Barcelona berkat kemenangan atas Sociedad di Calderon, Minggu waktu setempat. Sementara itu, Real

Madrid ditahan imbang 11 oleh Athletic Club dalam pertandingan yang diwarnai pengusiran Cristiano Ronaldo dari lapangan.

Menurut laporan Reuters, Ronaldo diusir dari lapangan 15 menit menjelang pertandingan usai, karena bentrok dengan pemain Athletic Club. Ia men-

dorong Carlos Gurpegui di wajahnya dan terlibat konfrontasi dengan Ander Iturraspe. Real berusaha naik ke posisi kedua klasemen dengan enam kemenangan beruntun dalam pertandingan liga dan Jese membawa tim tersebut

(Suara NTB/fan)

VOLI INDOOR - Suasana pertandingan bola voli indoor dalam kegiatan pertandingan olahraga Korem 162/ WB di Lapangan Gebang Mataram, Senin (3/2).

Dayat dan Wahyu Siap Bela Kabupaten Bima di Porprov

unggul lebih dulu setelah menit ke-65, namun pemain pengganti Ibai Gomez menyamakan kedudukan. Real tetap di urutan ketiga, di bawah Barca yang unggul dalam selisih gol. (ant/bali post)

Aragones Dimakamkan

Ditekuk Juventus

Mazzarri Sebut Pemain Inter Lamban dan Pemalas Milan Pelatih Inter Milan Walter Mazzarri jengkel dan mengatakan timnya bermain lamban dan pemalas usai ditekuk Juventus 1-3, Senin dini hari (3/2). Stephan Lichtsteiner, Giorgio Chiellini dan Arturo Vidal mencetak gol untuk Juventus yang bermain di kandang sendiri. Pada babak kedua, Rolando sempat mencetak gol hiburan untuk Inter namun tetap tidak bisa mengangkat tim milik Erick Thohir ini dari kekalahan. Mazzarri juga layangkan kritik kepada gelandang Inter Milan, Mateo Kovacic dan mengatakan timnya gagal menandingi kekuatan tekad dan agresivitas Juventus. “Saya kesal kebobolan pada gol kedua karena kami terlalu lamban menghentikan peluang mereka. Juventus lebih cepat menguasai bola, lebih agresif dan mampu membuat perbedaan,” kata pelatih 52 tahun dilansir dari laman Fourfourtwo (3/2). “Kami harus fokus pada hal kecil namun bertekad besar seperti yang dilakukan Juventus. Ketika pertandingan menjadi sulit, mereka justru tampil lebih ngotot dan agresif , sedangkan kami tampil lamban dan pemalas,” kata Mazzarri. “Kami juga menciptakan peluang, jangan lupa dua peluang Rodrigo Palacio bisa merubah skor menjadi 3-2 untuk mengakhiri perjuangan mereka,” kata mantan pelatih Napoli ini. Pada laga ini Andrea Pirlo menjadi bintang, karena menghasilkan 64 umpan dan mencetak assist untuk gol pertama dan ketiga Juventus. Mazzarri menyalahkan Kovacic, karena membiarkan Pirlo menguasai bola, namun ia memuji Ruben Botta setelah masuk menggantikan pemain internasional Kroasia di menit ke-66. “Taktik pertandingan ini sangat sederhana, hanya ada duel seluruh lapangan. Dalam situasi tersebut pemain yang terbiasa berada di atas dan akan memenangkan duel,” kata Mazzarri. “Saya melihat penguasaan bola hampir sama, tidak didominasi oleh Juventus namun hal kecil yang terjadi hasilkan perbedaan dalam laga ini,” kata Mazzarri. Setelah Ruben Botta bermain, Pirlo tidak leluasa bermain. Artinya Kovacic tidak bermain cukup baik, Pirlo terjebak dan membiarkan tim Inter Milan bermain dengan seorang pemain di lini tengah. (ant/bali post)

yang pertama meninggalkan upacara yang diselenggarakan untuk menghormati mantan pelatih kelahiran Madrid pada pukul 14:20 waktu Spanyol. Turut hadir para petinggi klub La Liga Spanyol seperti Enrique Cerezo selaku presiden klub Atletico Madrid, Amadeo Salvo presiden Valencia, Jose Castro dari Sevilla dan Angel Torres dari Getafe. Lorenzo Sanz, Presiden Real Madrid periode 1995 sampai 2000 juga hadir pada upacara pemakaman untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Luis Aragones. Adelardo Rodríguez, mantan pelatih Atletico Madrid yang juga rekan bermain Aragones semasa masih merumput juga hadir bersama rekan seangkatannya yakni Miguel Reina, Miguel ‘Pechuga’ San Román, Pedro de Felipe dan Amancio Amaro.

Aragones

Pesepakbola yang terakhir tiba di upacara pemakaman, beberapa menit menjelang dimulai pukul 14.00 adalah Xavi Hernández, Cesc Fàbregas, Andrés Iniesta dan Carles Puyol. Mereka adalah empat pemain Barcelona yang memenangi Piala Eropa 2008 di bawah Luis Aragones. Demikian Marca. (ant/bali post)

Mulai awal Februari ini dia mengaku telah resmi menjadi atlet Kabupeten Bima, pasalnya sudah menerima fasilitas latihan, mulai dari motor dan uang saku. Setelah memutuskan diri untuk hengkang ke Kabupaten Bima, dayat mengaku telah mulai menjalani pemusatan latihan. Dia bersama rekannya, Wahyu Pratama telah menjalani pemusatan latihan di Sirkuit Selagalas Mataram, Sabtu (1/2) lalu. Rencannya dia bersama rekannya akan turun di empat kelas yang di Pertandingan di Porprov NTB, yakni 110 cc an 125 cc perorangan dan beregu putra. Targetnya adalah meraih medali emas di nomor perorangan, yakni bebek 110 cc dan 125 cc perorangan. Selama latihan Dayat mengaku tak memiliki kendala yang berarti, saat ini di sedang persiapan mengikuti Kejurnas Motor Prix (MP) Region III Seri I, di Mataram Maret mendatang. Rencananya dia akan tampil mewakili tim Suzuki PUMA Bali. Ia bertekad akan tampil maksimal di kejurnas tersebut, pasalnya Kejurnas tersebut bakal dijadikan ajang eveluasi dirinya untuk menghadapi Porprov NTB Juni 2014. (fan)

Berat Badan Naik, Nasrudin Absen di Porprov Mataram (Suara NTB) Petinju NTB, Nasrudin bakal absen di pertandingan olahraga tinju di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Juni 2014 mendatang. Alasannya, berat badannya naik hingga 10 Kg, yakni mencapai 91 Kg dari berat sebelumnya 81 Kg. Sementara dalam pertandingan tinju nanti tidak mempertandingkan kelas berat 91 Kg putra. Dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (3/2), atlet yang sukses menyumbangkan medali perunggu di PON XVIII di Riau 2012 ini, mengaku, rencana dirinya mempertahankan medali emas di Porprov NTB kandas, karena Porprov tidak mempertandingkan kelas berat 91 Kg putra. Dia tak punya pilihan lain selain absen di Porprov NTB. Meski demikian, dirinya tetap latihan guna menghadapi Pra-PON tinju 2015 Di tempat terpisah, Pelatih Tinju NTB, Muhammad Ali yang dikonfirmasi mengaku, tak semua Pengcab Pertina memiliki petinju yang memiliki berat badan mencapai 91 Kg. Hal inilah yang menjadikan alasan tak pernah dipertandingkan di Porprov NTB. Menurut Ali, naiknya berat badan atlet tersebut bakal penjadi persoalan berat yang dihadapi petinju NTB. Dia berharap masalah berat badan Nasrudin ini harus dicarikan solusi, dalam hal ini pihak Pertina NTB diharapkan memberikan kesempatan kepada Nasrudin untuk mengikuti Pelatda KONI, pasalnya Nasrudin dinilai masih memiliki peluang untuk mengukir prestasi di kancah nasional. Lewat Pelatda nanti, pihak pelatih dapat memberikan program penurunan berat badan bagi Nasrudin, sehingga berat badan Nasrudin bisa kembali normal. “Sebab bila dibiarkan tidak ikut Pelatda, maka berat badan Nasrudin semakin tidak terkontrol. Sebaiknya Pertina NTB mengusulkan Nasrudin untuk masuk Pelatda,”jelasnya. (fan)

(Suara NTB/fan)

Mazzarri

Madrid Publik sepakbola Spanyol hadiri upacara pemakaman Luis Aragones di taman pemakaman La Paz, Madrid, Minggu (2/2) waktu setempat. Harian Marca mewartakan, Pedja Mijatovic merupakan pesepakbola pertama yang tiba di pemakaman untuk mengucapkan selamat tinggal pada ‘El Sabio de Hortaleza’ julukan Aragones yang berarti “Si bijaksana dari Hortaleza”. Pedja Mijatovic merupakan mantan pemain tim nasional Montenegro yang bekerja di bawah asuhan Aragones semasa di Valencia musim 1995-96. Presiden Real Madrid Florentino Pérez dan direktur klub bagian kelembagaan, Emilio Butragueno, juga hadir memberikan penghormatan. Namun kedua pria tersebut menjadi

Mataram (Suara NTB) Atlet balap motor NTB, Aman Hidayat dipastikan tidak membela Kota Bima di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Juni 2014 mendatang. Atlet balap motor yang pernah menyumbangkan medali perak untuk Kota Bima di Porprov NTB 2010 ini akan membela Kabupaten Bima. Dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (3/2), atlet yang pernah menjuarai Kejurnas Balap Motor One Make Race (OMR) Region III tahun 2008 ini mengatakan akan mundur sebagai atlet Kota Bima. Atlet Kelahiran Kota Mataram, 11 September 1988 ini ingin membela Kabupaten Bima di Porprov NTB 2014. Alasannya Korwil IMI Kabupaten Bima sudah memfasilitasi segala kebutuhan latihannya. Rencana pengunduran dirinya tersebut telah disampaikan secara lisan kepada pengurus IMI Kota Bima. Selain memfasilitasi semua kebutuhan latihan, ujarnya, IMI Kabupeten Bima menjanjikan pekerjaan untuk dirinya bila mampu meraih medali emas di Porprov NTB 2014. Sebagai atlet yang belum memiliki pekerjaan tetap, Dayat sapaan akrabnya mengaku telah menyepakati tawaran Kabupaten Bima itu.

Aman Hidayat dan Wahyu Pratama

Banjir Tunda Laga AS Roma vs Parma

Nasrudin

Roma Pertandingan Liga Italia Serie A pekan ke-22 antara AS Roma vs Parma harus ditunda, karena hujan deras mengakibatkan lapangan banjir. Laga sempat dimainkan selama delapan menit. Namun dihentikan wasit, karena bola tidak dapat dimainkan di stadion Olimpico Roma yang tergenang air. Sebelumnya wasit melakukan uji coba selama tiga menit untuk memastikan kelayakan stadion. Penonton tuan rumah pun bersorak menghibur diri tiap kali wasit Andrea De Marco menguji pantulan bola di lapangan. Diwartakan dari akun twitter resmi AS Roma dilansir dari Goal (2/2) mengatakan, wasit De Marco telah menghentikan permainan, hujan telah membuat lapangan tidak layak bagi Roma melawan Parma. Artinya Parma akan kembali ke Roma dalam di waktu mendatang untuk menyelesaikan laga ini. (ant/bali post)


SUARA NTB

Selasa, 4 Februari 2014

LOWONGAN

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

PELATIHAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

PERAWATAN AC

BENGKEL

BANK

TANAH KAPLING


SUARA NTB

Selasa, 4 Februari 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

FASHION

SALON

SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL PROPERTY

BOUTIQUE

TELEVISI

KURSUS COUNTER

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

LAUNDRY

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

KESEHATAN

Halaman 14

ENSTRUASI pada wanita terjadi akibat proses penumpahan lapisan uterus yang terjadi setiap bulan berupa darah dan jaringan akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Menstruasi merupakan pendarahan periodik pada uterus yang terjadi 14 hari setelah masa ovulasi. Ini merupakan peristiwa alamiah yang dialami oleh setiap wanita. Biasanya, menstruasi datang pertama kali sekitar usia 10-12 tahun dan berhenti sekitar usia 40-50 tahun (menopause). Menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita siap bereproduksi atau menghasilkan keturunan. Siklus mentruasi biasanya berlangsung antara 28 hari sampai 30 hari. Siklus mentstruasi memiliki 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase pertama adalah fase deskuaminasi yang ditandai pelepasan endometrium dari dinding uterus disertai pendarahan dan lapisan yang utuh hanya stratum basale. Fase ini biasanya berlangsung 3-4 hari. Fase berikutnya adalah pasca menstruasi (fase regenerasi) yang merupakan proses penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Fase ketiga adalah fase intermenstum (fase poliferasi). Setelah luka sembuh, maka akan terjadi penebalan pada endometrium kurang lebih 3,5 mm. Dan fase terakhir adalah fase pramenstruasi (fase sekresi) yang berlangsung dari hari ke-14 sampai hari ke 28. Ciri paling menonjol dari terjadinya menstruasi adalah keluarnya cairan (berupa campuran jaringan lapisan rahim dan darah), berasal dari rahim melalui vagina. Selama menstruasi berlangsung, umumnya darah

akan keluar banyak pada dua sampai tiga hari pertama, selebihnya, darah akan keluar semakin sedikit. Darah yang keluar tiap bulannya sekitar empat sampai 12 sendok teh. Beberapa hari sebelum dan saat menstruasi, akan terasa kram di bagian abdomen dan kembung, karena bertambahnya produksi hormon prostaglandin, hormon yang menyebabkan kontraksi otot-otot rahim. Sebagian remaja juga merasakan pegal-pegal dan sakit pada bagian paha dan punggung bawah, mual, diare, mudah marah dan kelelahan. Untuk mengurangi kram, letakan botol hangat pada perut, mandi air hangat, olahraga (untuk melancarkan darah), konsumsi obat-obatan, seperti asetaminofen (tylenol) atatu ibuprofen (mortin). Pada dua tahun pertama, jadwal haid tidak teratur adalah biasa. Bagi remaja awal, siklus haid adalah setiap 21 sampai 45 hari, sedangkan bagi dewasa, 21 sampai dengan 35 hari. Siklus haid bisa saja terlewat, jika seseorang sedang sakit atau stress, terlalu banyak berolahraga atau kekurangan berat badan. Sejumlah perubahan juga mengiringi terjadinya menstruasi ini. Gejala ini dikenal dengan istilah premenstrual syndrom atau lebih akrab disebut PMS. Beberapa gejala yang umumnya dirasakan adalah payudara yang terasa nyeri, adanya retensi cairan, munculnya rasa gelisah (Anxiety), munculnya rasa ingin terus makan, perilaku yang emosional (mudah marah, mudah menangis) hingga timbulnya gangguan tidur. Namun, sebagian orang justru tidak merasakan sakit sama

(Suara NTB/ist)

Menstruasi adalah proses biologis paling unik sekaligus paling misterius yang terjadi dalam diri seorang wanita dewasa. Ketika ‘’tamu bulanan’’ ini tiba, seorang wanita bisa berubah sikap sedemikian rupa. Karena itulah, pengenalan terhadap menstruasi begitu penting maknanya.

Menstruasi (ilustrasi) sekali saat PMS. Seperti dikutip dari okezone.com, ketika memasuki siklus menstruasi seorang wanita akan mengalami juga beberapa perubahan, baik dari segi fisik mapun psikis. Selain itu, asupan makan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kesehatan wanita ketika memasuki periode menstruasi. Untuk itu, seorang wanita harus memperhatikan asupan makanan mereka ketika memasuki periode menstruasi. Beberapa asupan makanan diketahui bisa membantu kondisi kesehatan wanita lebih baik ketika melewati periode menstruasi. Salah satunya adalah masuk-

kan asupan karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian ketika menstruasi. Selain itu, Anda juga bisa memasukkan apricot, jeruk, dan plum yang akan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Menstruasi juga merupakan saat yang tepat untuk memasukkan dark chocolate dalam menu diet harian Anda. Hal ini karena dark chocolate mengandung antioksidan yang meningkatkan serotonin, yaitu hormon yang memengaruhi mood. Jadi, dark chocolate adalah pilihan yang baik dalam diet Anda selama periode menstruasi. Ketika memasuki periode

menstruasi, asupan vitamin sangat penting misalnya vitamin E yang dapat membantu menghadapi sindrom PMS. Mengonsumsi kuning telur dan alpukat yang mengandung vitamin E dan B6 membantu mengurangi rasa kembung. Selain itu, vitamin C sangat penting untuk meningkatkan kesehatan sistem reproduksi Anda. Untuk mengatasi kram perut yang menjadi masalah umum yang dihadapi selama periode menstruasi para wanita dianjurkan mengonsumsi makanan diet kaya asam lemak esensial. Untuk asam lemak esensial Anda harus mengonsumsi biji rami, biji labu, dan biji bunga matahari. Hal ini

karena biji-bijian tersebut berisi asam linolenat yang melemaskan otot-otot rahim dan pada akhirnya juga mengurangi kram perut Anda. Anda juga bisa kehilangan banyak darah selama siklus menstruasi. Karena itu, diet menstruasi kaya akan zat besi membantu Anda mengatasi hal tersebut. Bahkan, dengan makan-makanan yang kaya zat besi Anda bisa melawan gejala anemia dan juga menggantikan hemoglobin yang hilang. Untuk memeroleh zat besi, Anda bisa mengonsumsi daging merah, daging unggas, kacang kering dan sayuran berdaun hijau dalam diet Anda. (berbagai sumber)

Ramuan Alami Sembuhkan Gangguan Menstruasi MENSTRUASI seringkali mendatangkan gangguan kesehatan pada wanita. Selain nyeri jelang menstruasi yang mendatangkan masalah bagi wanita, ketidaklancaran tamu bulanan juga menjadi masalah umum yang sering muncul. Untuk mengatasi semua gangguan tersebut, Anda tak perlu repot berburu pengobatan di luar. Dengan ramuan alami dari dapur Anda, semuanya pun bisa diselesaikan. Berikut sejumlah tips yang bisa dijadikan referensi, seperti dilansir Iloveindia :

Pahami Siklusnya MEMAHAMI siklus menstruasi adalah salah satu tips yang lazim diterapkan sebagai jalan untuk mempercepat proses kehamilan yang biasanya didambakan oleh pasangan yang baru menikah. Dengan kata lain, siklus menstruasi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses regenerasi umat manusia. Seperti dilansir detik.com, waktu terbaik agar cepat hamil adalah dengan melakukan hubungan seks sekali sehari setiap hari selama 4 - 5 hari sebelum dan saat ovulasi. Ovulasi terjadi ketika telur yang matang dilepaskan dari ovarium, didorong menuju tuba falopi dan siap dibuahi. Lapisan rahim mengental untuk mempersiapkan telur yang akan dibuahi. Jika pembuahan tidak terjadi, lapisan rahim serta darah akan dalam bentuk menstruasi. “Perempuan harus memahami siklus haidnya. Menyadari gejala ovulasi seperti perubahan lendir pada rahim yang berbentuk cairan encer akan membantu perempuan mengenali masa suburnya. Ini adalah waktu untuk fokus pada berhubungan seks,” kata Paula Hillard, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Stanford University School of Medicine di Palo Alto, California seperti dilansir Babymed.com, Senin (2/4/2012). Penelitian telah menunjukkan bahwa pada perempuan yang memiliki siklus haid teratur, ovulasi dapat terjadi selama beberapa hari dari siklus menstruasi sehingga waktu yang optimal untuk hamil lebih panjang. Karena berhubungan seks setelah ovulasi tidak akan menyebabkan hamil, dokter sering menyarankan untuk melakukan hubungan seks secara teratur 2 - 3 kali seminggu. Jumlah tersebut merupakan waktu terbaik untuk hamil dan meningkatkan kesempatan hamil. Peningkatan jumlah estrogen dalam rahim dan saluran reproduksi perempuan menjelang ovulasi memungkinkan sperma untuk hidup hingga 6 hari. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada perempuan dengan siklus haid teratur, ovulasi bisa terjadi kapan saja. Jadi, pertanyaan kapan tepatnya waktu terbaik untuk hamil tidak pernah terjawab secara signifikan. “Waktu terbaik untuk hamil dan melakukan hubungan seks adalah saat memasuki periode ‘jendela kesuburan’. Jendela kesuburan berlangsung selama 6 hari, dimulai dari 5 hari sebelum ovulasi sampai 1 hari saat ovulasi. Hari paling subur adalah 1-2 hari sebelum dan saat ovulasi,” kata Allen J. Wilcox dari departemen Racun Lingkungan & Reproduksi Manusia National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS). Dalam penelitian yang dilakukan Wilcox ini, pasangan yang mencoba untuk hamil diminta melakukan hubungan seks sekali setiap hari selama masa subur. Hasilnya, rata-rata pasangan yang mencoba untuk hamil mengaku bahwa waktu terbaik untuk hamil adalah bercinta secara teratur 2-3 kali seminggu setiap minggu. Hal ini dilakukan karena pasangan tidak tahu pasti kapankah ovulasi terjadi. (berbagai sumber)

- Peterseli - Bunga Pisang Cara terbaik untuk mengob ati masalah menstruasi ad Bagi wanita yang alah membuat jus peterseli dalam kombinasi jus lainnya. Anda bisa me menghadapi masalah peterseli deng ncampur 75 ml an buah bit, wortel, mentim un dengan jumlah yang sam menstruasi, bunga a. pisang menjadi obat alami untuk dikonsumsi. Rebuslah bunga pisang dalam air sampai lembut dan hancurkan dan kemudian dikonsumsi.

- Jahe Segar Ambil secangkir air dan tambahkan sepotong jahe segar. Didihkan selama beberapa menit dan kemudian saringlah. Campur sedikit gula rebusan dan konsumsilah setelah dingin. Lakukan ini selama tiga kali dalam sehari.

- Pepaya Muda Konsumsilah pepaya muda dimana bermanfaat untuk melancarkan aliran menstruasi.

- Biji Wijen Biji Wijen terbukti bermanfaat dalam mengatasi masalah menstruasi. Ambil setengah sendok teh bubuk biji wijen dengan segelas air hangat dan konsumsilah dua kali sehari. - Ketumbar Dalam setengah liter air, letakkan enam biji ketumbar dan didihkan. Berikan gula atau madu sedikit dan konsumsilah saat hangat. (berbagai sumber)


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Sampah Akibat Banjir Jakarta Capai 91.529 Ton Jakarta (Suara NTB) – Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat total keseluruhan sampah yang diangkut akibat bencana banjir di ibu kota, sejak 18 Januari hingga 1 Februari 2014, mencapai 91.529 ton. “Berdasarkan laporan kami selama 15 hari, total sampah yang diangkut akibat banjir mencapai 91.529 ton dengan 10.899 rit (perjalanan bolak-balik),” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin di Jakarta, Senin. Menurut dia, jumlah tersebut terdiri dari sampah dari sungai-sungai yang mencapai 5.698 ton dan sampah dari pemukiman (sampah rutin) selama banjir sebanyak 85.650 ton. Sampah sisa banjir, sambung dia, paling banyak menumpuk di Jembatan

Kalibata, Jembatan Kampung Melayu, Pintu Air Manggarai, Pintu Air Pluit dan Pintu Air Perintis Kemerdekaan, Pintu Air Karet, Jembatan Season city dan Teluk Gong. “Oleh karena itu, kita sediakan eskavator di badanbadan sungai tersebut. Sampah-sampah dikumpulkan dengan menggunakan eskavator, kemudian dimasukkan ke truk sampah dan dibawa ke tempat pembuangan akhir,” ujar Unu. Dia mengungkapkan sampah-sampah akibat bencana banjir itu tergolong dalam kategori sampah berat, di antaranya kasur, bambu, kayu, lemari, kulkas, furniture dan perabot rumah tangga lainnya. “Selain jumlahnya yang banyak, sampah-sampah

tersebut juga telah bercampur dengan air, sehingga jadi semakin berat dan menambah volume,” ungkap Unu. Dengan menggunakan truk sampah, selanjutnya sampah itu langsung dibawa ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. “Jadi, kita tidak tunggutunggu lagi. Sampah-sampah yang sudah dimasukkan kedalam truk sampah langsung kita bawa ke Bantar Gebang supaya tidak ada penumpukan,” tambah Unu. (ant/bali post) SAMPAH Petugas menaikkan sampah ke dalam bak truk di Tempat Pembuangan Sementara Cipinang (ant/bali post)

Pengungsi Karo di Langkat 716 Jiwa Langkat (Suara NTB) – Jumlah warga kabupaten Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara, yang kini terus mengungsi ke Kabupaten Langkat akibat erupsi Gunung Sinabung terus meningkat, saat ini jumlahnya mencapai 716 jiwa. “Pengungsi terus bertambah datang ke Langkat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat Hardianul Zally di Stabat, Senin. Menurut dia, saat ini ada 716 pengungsi dari Kecamatan Naman Teran Kabupate Tanah Karo yang ditampung di lokasi pengungsian di Balai Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei dan sekitarnya. Mereka itu berasal dari 223 kepala keluarga, terdiri atas 383 laki-laki, 333 perempuan yang 124 di antaranya adalah balita. “Pengungsi masih aman dari awan panas yang terus dikeluarkan gunung Sinabung,” ujarnya dan mereka masih terus bertahan di lokasi pengungsian yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Langkat hingga sekarang ini. Mengenai ketersediaan logistik bagi pengungsi, Hardianul menjelaskan hingga sekarang masih mencukupi, termasuk bantuan medis kesehatan bagi para pengungsi masih terus berlangsung di lapangan. Di lokasi pengungsian, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menyediakan truk tangki air, empat hidran umum, dan 10 wc. Salah seorang pengungsi Adi Barus mengatakan, warga yang mengungsi ke Langkat itu datang melalui jalur utara Gunung Sinabung, karena letak Langkat lebih dekat bila dibandingkan jika mereka harus ke ibukota Kabupaten Tanah Karo di Kabanjahe ataupun Brastagi. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain harus mengungsi untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman, yang tidak terjangkau dampak letusan Gunung Sinabung,” ujarnya. (ant/bali post)

Pejabat RSU Bandarlampung Diduga Terlibat Pembuangan Pasien Bandarlampung (Suara NTB) – Pejabat Rumah Sakit Umum Dadi Tjokrodipo (RSU DT) Bandarlampung diduga terlibat pembuangan pesien bernama Suparman (64), setelah Kepolisian Resor Kota Bandarlampung menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya, di Bandarlampung, Senin, mengatakan sejauh ini penyidik masih mendalami keterangan para tersangka, termasuk siapa yang telah menyuruh mereka membuang pasien tersebut. Para tersangka itu juga mengakui telah mengubah bentuk mobil dengan mencopot stiker ambulans dan mencabut rotator yang diduga atas suruhan atasan mereka. “Kami masih mencari siapa yang menyuruh mengubah mobil tersebut, dan berencana memanggil atasan mereka,” kata dia. Kompol Dery menyatakan berkaitan dengan keterlibatan pejabat rumah sakit milik Pemkot Bandarlampung itu, sejauh ini pihaknya akan mendalami keterangan dari saksi dan alat bukti yang telah ditemukan oleh penyidik. Tim penyidik juga akan mengkonfrontir keterangan sejumlah saksi dan tersangka, termasuk adanya dugaan perintah dari atasan para tersangka untuk melakukan pembuangan pasien tersebut. “Kami masih terus mendalami dan menyesuaikan keterangan dari para tersangka dan saksi-saksi,” katanya lagi. Ia menjelaskan, saat ini penyidik masih memperkuat bukti-bukti atas adanya dugaan perintah dari atasan para tersangka tersebut. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini tanpa ada intervensi dari siapa pun,” katanya. Terkait sejumlah nama yang diduga terlah menyuruh tersangka untuk membuang Suparman, Kompol Dery mengungkapkan sejauh ini masih dalam pendalaman dan masih memerlukan keterangan maupun bukti yang memperkuat hal tersebut. Polresta Bandarlampung telah menetapkan enam tersangka dalam kasus pembuangan pasien yang dilakukan RSU DT Bandarlampung, yaitu sopir ambulans Muhaimin, Andi Karyadi perawat di bagian rawat inap, dua orang bagian sanitasi Andi dan Andika, Adi petugas cleaning service serta Rudi seorang juru parkir. (ant/bali post)

Amankan Pemilu

Kapolri Minta Intelijen Perluas Jaringan

Jakarta (Suara NTB) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Sutarman meminta Badan Keamanan dan Intelijen Polri memperluas jaringan di daerahdaerah seluruh Indonesia dalam mengamankan Pemilu 2014. “Tidak semua wilayah itu memiliki intelijen, oleh karena itu di dalam amanat yang disampaikan, intelijen itu perlu memiliki jaringan di setiap daerah,” kata Sutarman di sela-sela rapat kerja teknis (rakernis) di Mabes Polri, Jakarta, Senin. Bahkan, lanjut Sutarman, pihaknya bisa memfungsikan media untuk menggali informasiinformasi yang bisa disampaikan kepada anggota polisi dalam pengamanan Pemilu 2014.

“Termasuk teman-teman media bisa dijadikan jaringan intelijen, sehingga dia bisa memberikan informasi kepada intelijen dan disampaikan ke kami,” katanya. Dia menjelaskan peran Intelijen Polri yakni untuk mengumpulkan semua informasi di daerah-daerah yang kemungkinan berkembang menjadi masalah sosial. Sehingga, lanjut dia, pihaknya bisa menurunkan tim preventif agar masalah terse-

but tidak sampai berkembang menjadi konflik sosial atau pun yang lain. “Fungsi intelijen itu sangat penting, sehingga ada yang mengatakan bahwa siapa yang menguasai informasi dia yang akan memenangkan peperangan. Kalau informasi jauh hari sudah kita kuasai maka kita juga bisa lakukan langkah preventif maupun penegakan hukum,” katanya. Sebelumnya, jenderal bintang empat itu mengatakan

Demokrat Nilai Survei LSI Tak Bisa Jadi Patokan Jakarta (Suara NTB) – Partai Demokrat menilai survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tidak bisa dijadikan patokan karena diragukan independensinya dalam mengukur tingkat elektabilitas dan kinerja partai di masyarakat. “Rilis Lingkaran Survei Indonesia tidak bisa dijadikan patokan karena lembaga ini bukan lembaga survey independen murni,” kata juru bicara Partai Demokrat Ikhsan Modjo di Jakarta, Senin. Dia menilai LSI lebih sebagai corong kepentingan politik pemodal di belakang keberadaan lembaga survei tersebut. Dia juga mengingatkan LSI juga pernah memprediksi hasil yang kurang lebih sama seperti ini di Pemilu 2009, tapi ternyata sama sekali salah. “Sebaliknya berbekal survei yang dilakukan Partai Demokrat dan fakta 2009 bahwa hasil Lingkaran SI selalu bertolak belakang dengan kenyataan. Partai Demokrat justru lebih percaya diri menghadapi Pemilu Legislatif 2014,” tegasnya. Ia menjelaskan beberapa survei yang dilakukan untuk

(ant/bali post)

Ikhsan Modjo

konsumsi internal Partai Demokrat menunjukkan peningkatan dan perbaikkaan elektabilitas, walau belum sesuai yang kami harapkan. Menurut dia, para kader Demokrat juga terbukti lebih banyak yang turun ke lapangan dan bekerja secara tekun dan tanpa henti menggarap akar rumput ketimbang partai lain. Selain itu ia menegaskan kader partainya tetap fokus melaksanakan kerja partai

tanpa terpengaruh hasil survei yang dirilis beberapa lembaga. “Kader-kader Demokrat tetap fokus pada kerja partai dan tidak terpengaruh survei,” ujarnya. Sebelumnya rilis riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan kekuatan Demokrat akan berakhir pada Pemilu 2014 karena elektabilitas partai itu hanya 4,7 persen dan kandidat capresnya rendah. “Dahlan Iskan hanya memperoleh dukungan 2,5 persen, Pramono Edhie Wibowo 2,1 persen, Marzuki Alie dua persen, dan delapan nama capres konvensi lainnya hanya memperoleh dukungan di bawah dua persen,” ujar Peneliti LSI, Adjie Alfaraby di Jakarta, Minggu (2/2). Adjie mengatakan menurunnya elektabilitas Demokrat sejak akhir 2011 karena sejumlah kader elitnya terseret kasus korupsi karena itu partai itu diprediksi sulit naik ke papan atas pada Pemilu-pemilu selanjutnya. Sementara itu Partai Golkar dan PDI Perjuangan kini kokoh sebagai calon pemenang pesta demokrasi mendatang. (ant/bali post)

menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah,” kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. “Ini karena ada statement

lik di antaranya, Aceh, Sumatera Selatan, provinsi Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku dan Papua. “Maluku Utara potensi konflik cukup tinggi, Papua juga kompleks dari segi geografis, semua memenuhi syarat gangguan keamanan,” katanya. Dia mengatakan sudah menyiapkan pengamanan baik di pusat maupun di daerah. “Satgas pusat dan daerah, untuk pengamanan pemilu sudah kami berikan direktif, mulai dari penunjukan personel, pelatihan, perlengkapan hingga koordinasi,” katanya. (ant/bali post)

Polda Riau Amankan 1 Kg Sabu-sabu dan 1.700 Ekstasi Pekanbaru (Suara NTB) – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau berhasil mengamankan satu kilogram narkotika jenis sabu-sabu serta 1.700 butir pil ekstasi dari lima tersangka pemiliknya. “Ini merupakan hasil dari kerja keras Polri dalam memberantas peredaran narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang),” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah kepada Antara di Pekanbaru, Senin. Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yeng mencurigai kegiatan para pelaku selama berada di Riau. Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan validasi dengan upaya-upaya penyelidikan. Hasilnya, kata dia, “benang merah” sindikat peredaran narkoba ini berhasil diungkap. “Dalam satu pekan ini kami

terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan ini. Hasilnya ada sekitar satu kilogram sabu-sabu dan 1.700 butir ekstasi yang berhasil kami amankan,” katanya. Sementara itu, kata Hermansyah, jumlah total tersangkanya dalam satu rangkaian kejahatan yang sama yakni sebanyak lima orang. Mereka terdiri atas pecandu, kurir atau pengedar kecil, hingga bandar besarnya. Hermansyah belum menjelaskan identitas para tersangka itu mengingat kasus masih terus dalam pengembangan. “Yang jelas sepanjang 2014, kasus ini adalah yang terbesar yang berhasil kami ungkap,” katanya. Kasus peredaran narkoba di Riau menurut catatan kepolisian telah merambah ke berbagai wilayah kabupaten/ kota bahkan hingga desa-desa terisolasi. (ant/bali post)

Diduga Gunakan Narkoba, Seorang Caleg Ditangkap Makassar (Suara NTB) – Polisi Satuan Narkoba Polrestabes Makassar berhasil meringkus Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia) dan oknum wartawan diduga menggunakan narkoba. “Tim menangkap dua orang tersangka berinisial ABM Caleg partai tertentu dan salah satu oknum wartawan DW saat pengrebekan dini hari tadi,” kata Kaporestabes Makassar, Kombes Pol Wisnu Sandjaja, di Makassar, Senin. Berdasarkan laporan dari satuan intelkam, dua terduga

ini digrebrek di lokasi. ABM ditangkap di rumahnya Jalan Inspeksi Kanal Banta-Bantaeng sekitar pukul 02.50 Wita. ABM diketahui Caleg dari PKP Indonesia Kota Makassar nomor urut 10 untuk Daerah Pemilihan III BiringkanayaTamalanrea Makassar. Wisnu menyebutkan, saat digrebek, ditemukan alat hisap satu botol, korek gas dua buah, enam bungkus ukuran kecil sudah kosong dan tiga bungkus berisi penuh narkoba jenis sabu-sabu. Sementara tersangka lainnya DW beralamat jalan Sultan Alaudin blok A/4 Makassar yang

mengaku anggota Pers Majalah Sinar berkantor di Jalan Gatot Subroto Makassar ditangkap. Setelah ditangkap tersangka kemudian digelandang ke kantor Polrestabes sekitar pukul 05.30 Wita beserta barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Tes urine keduanya membuktikan positif. Dengan penangkapan itu polisi tetap melakukan pengembangan untuk mengungkap bandar pada jaringan narkoba yang mendistribusikan pada daerah ini,” ujarnya kepada wartawan di Polrestabes Makassar. (ant/bali post)

Khofifah Minta Mendagri Batalkan Pelantikan Soekarwo Jakarta (Suara NTB) – Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih SoekarwoSaifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. “Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna

sudah memetakan wilayahwilayah yang rawan konflik menghadapi pemilu 2014 dari seluruh tahapan mulai dari distribusi logistik pemilu hingga pada masa penghitungan suara. “Ada kerawanan-kerawanan dalam Pemilu 2014, termasuk menjelang pada tahapan distribusi hingga menghadapi masa kampanye, kemudian masa tenang , pencoblosan dan penghitungan suara. Seluruh tahapan itu sudah kita petakan kerawanannya dan seluruhnya sudah disiapkan,” katanya. Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan Polri Komjen Pol Badrodin Haiti menyebutkan daerah-daerah yang dinyatakan rawan konf-

dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami,” katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undangundang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. “Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh

panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya,” katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini

belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. “Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran),” kata Dedy. Ia juga menegaskan pelantikan juga tidak bisa dibatalkan. “Keputusan MK final dan mengikat, harusnya tidak ada lagi proses lagi,” katanya. (ant/bali post)

Agun Gunanjar Sudarsa

(ant/bali post)

Komisi II Serahkan Masalah Dana Saksi Kepada Pemerintah dan Parpol Jakarta (Suara NTB) – Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa menyerahkan masalah dana saksi partai pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) kepada partai politik. “Saya sudah berulang kali menegaskan di berbagai kesempatan, menyerahkan sepenuhnya kepada parpol peserta pemilu, dan pemerintah,” kata Agun di Jakarta, Senin. Ia melanjutkan, “Komisi II DPR RI tidak pada posisi inisiatif menyelesaikan ini, karena awalnya (munculnya dana itu) juga dari adanya rapat di Menkopolhukam, dan itu pemerintah. Selain sumber dananya juga bukan dari DIPA penyelenggara pemilu yang sudah diputus, tapi dari anggaran cadangan (99).” Agun Gunanjar menam-

bahkan, keberadaan saksi diatur dalam UU Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu, yang mengatur saksi di TPS, PPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU prov dan KPU. “Justru yang tidak ada pengaturannya di UU Nomor 8 tahun 2012 adalah Pengawas Pemilu di TPS, yang ada Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Desa berjumlah satu sebanyakbanyaknya 5 orang,” kata Agun. Sejumlah LSM dan partai politik menolak adanya dana bagi saksi-saksi di setiap TPS. Mereka beralasan, dana itu sebaiknya digunakan untuk bencana alam. Saat ini ada wacana saksi dari partai politik di TPS didanai dari APBN. Jika terlaksana maka dana yang diperlukan sebesar Rp700 miliar. (ant/bali post)


SUARA NTB Selasa, 4 Februari 2014

Enam Kasus Baru Flu Burung Terjadi di Cina Beijing Pihak otoritas kesehatan Cina mengkonfirmasi enam kasus baru flu burung galur H7N9 yang terjadi di empat provinsi. Pernyataan tertulis yang diterima Antara di Beijing, Senin menyatakan enam kasus baru flu burung H7N9 itu terdapat di Provinsi Guangdong (dua kasus), Provinsi Zhejiang (dua kasus), Provinsi Fujian dan Provinsi Hunan masing-masing satu kasus. Dua kasus yang terjadi di Provinsi Guangdong menimpa dua orang anak laki-laki masing-masing berusia lima dan enam tahun yang terinfeksi pada Sabtu (1/2). Pihak otoritas kesehatan setempat menyatakan keduanya dalam kondisi stabil dalam perawatan di rumah sakit. Sedangkan dua kasus yang terjadi di Zhejiang menimpa seorang petani berusia 80 tahun dan pekerja berusia 54 tahun. Keduanya tinggal di ibu kota Hangzhou dan kini dalam kondisi kritis. Sejak 1 Januari 2014, telah tercatat sekitar 100 kasus flu burung galur H7N9, 20 diantaranya berakhir dengan kematian. Pihak otoritas kesehatan Cina telah melakukan beragam upaya pencegahan dengan penutupan peternakan dan pemusnahan unggas di beberapa lokasi. Pihak otoritas kesehatan setempat juga telah menyatakan “status siaga” terhadap penyebaran virus flu burung tersebut, mengingat musim dingin yang sangat kondusif bagi penyebaran virus dan tingginya tingkat migrasi manusia yang terjadi selama perayaan Tahun Baru Cina. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus infeksi H7N9 ke manusia sejauh ini dilaporkan terjadi di China, Hongkong, dan Taiwan. Virus tersebut muncul pada manusia awal tahun 2013. Sampai saat ini telah tercatat lebih dari 200 kasus dengan lebih dari 50 kematian. Menurut WHO, sebagian besar orang yang terinfeksi dilaporkan melakukan kontak dengan unggas hidup, dan sejauh ini tidak ada informasi yang mendukung tentang penularan dari manusia ke manusia. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

FLU BURUNG - Petugas mengenakan baju perlindungan saat mulai memusnahkan unggas di sebuah pasar grosir unggas, dimana virus flu burung H7N9 ditemukan di sampel burung dara di Shanghai, Cina, beberapa waktu lalu.

Wanita Pramuniaga Bersenjata Sapu Kejar Perampok Sarajevo Seorang wanita pramuniaga memburu seorang perampok yang mengacungkan pisau ke luar toko tempatnya bekerja dengan bersenjatakan sapu, demikian laporan media setempat, Minggu (2/2). Di dalam rekaman video keamanan dengan durasi setengah menit, perampok tersebut terlihat memasuki satu toko kecil kelontong, sambil mengacungkan pisau dan meminta uang, sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada 29 Januari. Namun, wanita pramuniaga itu mengambil sapu, dan dengan berani melawan perampok tersebut kemudian melarikan diri dari toko itu, kata Xinhua, Senin pagi. Bahto Licina, pemilik toko tersebut, melaporkan kasus itu ke polisi. Menurut harian setempat, toko kelontong yang sama dirampok pada Desember tahun lalu. Beberapa toko kecil di Sarajevo, Ibu Kota Bosnia Herzegovina, telah menjadi sasaran pencuri dan perampok akibat kurangnya langkah pengamanan. (ant/Bali Post)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Demonstran Thailand Teruskan Unjuk Rasa Bangkok Para demonstran anti-pemerintah Thailand pada Senin berjanji untuk terus melakukan unjuk rasa di jalan guna mengusir Perdana Menteri Yingluck Shinawatra setelah pemilu yang berlangsung “kacau” gagal membawa solusi bagi krisis politik di negara itu. Para demonstran kelompok oposisi pemerintah itu mencegah pemungutan suara di ribuan TPS di Thailand pada Minggu (2/2). Mereka melarang jutaan warga Thailand memberikan suaranya dan mendorong petugas penyelenggara pemilu untuk menahan hasil pemungutan suara sampai seluruh surat suara disampaikan oleh konstituen Namun, para demonstran itu tidak menyebutkan sampai kapan penundaan pengumuman hasil pemilu itu harus dilakukan. Tampaknya hanya ada sedikit tanda positif untuk mengakhiri kebuntuan politik Thailand, sebab partai berkuasa di negara itu, Puea Thai, juga sudah bersiap untuk memasukkan gugatan di pengadilan terhadap hasil pemungutan suara serta langkah hukum lainnya yang melawan pemerintahan Yingluck. Para lawan dari PM Yingluck mengatakan bahwa Yingluck hanyalah “boneka” untuk kakaknya, Thaksin Shinawatra, yang telah digulingkan dari pemerintahan oleh kelompok militer pada 2006. Thaksin sekarang tinggal di Dubai untuk menghindari hukuman penjara karena tuduhan korupsi. Ratusan pengunjuk rasa

mulai melakukan pawai lainnya di seberang Kota Bangkok pada Senin guna meningkatkan dukungan dan dana untuk kampanye mereka selama tiga bulan yang bertujuan menggulingkan pemerintah. Para demonstran itu menginginkan PM Yingluck segera mundur dan memberi jalan bagi para “dewan rakyat” untuk mengawasi reformasi demi mengatasi korupsi dan dugaan pembelian suara. Dengan tidak adanya angka resmi tentang jumlah pemilih, kedua belah pihak (pemerintah dan oposisi) mengklaim keberhasilan dalam pemilu. “Menurut konstitusi, pemilu harus diselenggarakan pada hari yang sama. Namun, tidak mungkin bagi kami untuk melakukannya. Sudah jelas bahwa pemilu ini harus dibatalkan,” kata juru bicara kelompok demonstran Akanat Promphan. Kelompok itu mengatakan akan membubarkan beberapa aksi protes di Bangkok, tetapi akan tetap mempertahankan “penutupan” ibukota Thailand tersebut. Sementara itu, partai penguasa mengatakan seluruh surat suara diberikan oleh lebih dari separuh dari total 44 juta warga Thailand yang memang mempunyai hak pilih. Gang-

(ant/Bali Post)

BAKU TEMBAK - Pemrotes anti -pemerintah merangkak dengan pistol di tangan dalam baku tembak antara pendukung dan penentang pemerintah Thailand dekat distrik Laksi, Bangkok. guan pemilu sebagian besar terjadi di Bangkok dan di daerah selatan Thailand, yakni tempat kubu-kubu oposisi. “Itu menunjukkan bahwa setengah dari populasi Thailand menginginkan demokrasi dan menginginkan sebuah parlemen yang dibentuk oleh mayoritas,” kata juru bicara partai Puea Thai, Prompong Nopparit, seperti dilaporkan AFP. “Ini bukan kemenangan bagi Partai Puea Thai, tetapi kemenangan bagi orang-orang yang mencintai demokrasi dan cinta damai,” tambahnya. Menteri Tenaga Kerja Thailand Chalerm Yubamrung telah memprediksi bahwa Partai

Satu Tewas, 100 Ditangkap ketika Polisi Serbu Masjid di Kenya Mombasa, Kenya – Sedikitnya satu orang tewas dan seorang polisi terluka parah Minggu ketika aparat kepolisian menyerbu sebuah masjid di Kenya dan menangkap lebih dari 100 orang, kata seorang kepala kepolisian setempat. Polisi mengatakan, mereka menyerbu Masjid Mussa di kota pesisir Mombasa karena “kaum muda dididik menjadi radikal di tempat ibadah itu,” lapor AFP. Polisi Kenya pada masa silam mengaitkan masjid itu dengan rekrutmen untuk kelompok Al-Shabaab Somalia.

“Kami menerima informasi bahwa ada konvensi jihad di dalam masjid itu dan pada saat itu lah kami bergerak masuk,” kata kepala kepolisian setempat Robert Kitur. “Mereka menjadi beringas dan menyerang aparat kami namun kami berhasil menangkap lebih dari 100 orang yang akan dikenai tuduhan besok,” katanya, tanpa penjelasan terinci lebih lanjut. Orang-orang yang membawa jasad pemuda yang tewas mengatakan, korban ditembak oleh polisi. Kitur mengkonfirmasi bahwa satu orang tewas namun ia menoilak menyebutkan bagaimana kondisinya. Banyak Muslim di daerah miskin Mombasa merasa dipinggirkan oleh pemerintah Nairobi yang didominasi orang Kristen, dan penumpasan terhadap perekrutan jaringan militan Muslim di kota wisata itu telah mengobarkan kebencian. Orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati dua pengkhutbah garis keras yang terkait dengan Masjid Mussa dalam 18 bulan terakhir. Kedua ulama itu menyerukan bahwa sudah waktunya melakukan kekacauan. Muslim di masjid itu menuduh pihak berwenang mendalangi pembunuhan tersebut, namun tuduhan itu dibantah oleh pemerintah. Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan,

terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya. Pasukan Kenya menyerang pangkalan-pangkalan Al-Shabaab sejak dua tahun lalu dan kemudian bergabung dengan pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.700 orang yang ditempatkan di Somalia. Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB. Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pusat perbelanjaan di Nairobi, Kenya, yang dimulai Sabtu siang (21 September), ketika orang-orang bersenjata menyerbu ke dalam kompleks pertokoan itu dengan menembakkan granat dan senjata otomatis serta membuat pengunjung toko yang panik lari berhamburan untuk menyelamatkan diri. Penyerang menyandera sejumlah orang dan terlibat dalam ketegangan dengan polisi dan pasukan hingga Selasa (24 September), ketika Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan bahwa bentrokan telah berakhir dan sedikitnya 67 orang tewas. (ant/Bali Post)

Puea Thai akan memperoleh “antara 265 hingga 289 kursi” dalam jajak pendapat pemilu, yang diboikot oleh kelompok oposisi utama, Partai Demokrat. Pada pemilu terakhir tahun 2011, partai Yingluck memenangkan lebih dari setengah dari total 500 kursi parlemen yang tersedia. Pemimpin Partai Demokrat Abhisit Vejjajiva menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan gugatan hukum terhadap hasil pemungutan suara yang “tidak sah” karena hal itu dinilai “tidak mencerminkan niat dari konstitusi atau rakyat”. Komisi Pemilihan Thailand

mengatakan 10.000 dari hampir 94.000 TPS tidak dapat beroperasi sehingga jutaan warga Thailand tidak dapat memberikan suaranya, meskipun hingga saat ini tidak jelas berapa banyak warga yang telah merencanakan untuk memilih. Bahkan jika PM Yingluck menang dalam pemilu kali ini, dia akan tetap berperan sebagai juru kunci dengan kekuasaan terbatas dalam hal kebijakan pemerintah, sampai pemilihan umum berikutnya dilaksanakan dengan jumlah konstituen yang cukup untuk pemenuhan kuorum di parlemen, demikian AFP. (ant/Bali Post)

Gedung Bioskop di Pakistan Digranat, Empat Tewas Peshawar, Pakistan Sedikitnya empat orang tewas dan 31 lain cedera Minggu larut malam ketika penyerang-penyerang tak dikenal melemparkan dua granat ke sebuah gedung bioskop di Pakistan baratlaut, kata polisi dan petugas medis. Serangan terhadap gedung bioskop Picture House di Peshawar itu terjadi ketika sekitar 90 orang sedang menyaksikan tayangan film tengah malam “Ziddi Pakhtun” (Orang Pashtun Keras Kepala), kata polisi. “Sedikitnya empat orang tewas dan 31 cedera. Penyerang melemparkan dua granat dan melarikan diri dari lokasi kejadian,” kata Faisal Mukhtar, seorang pejabat kepolisian senior, kepada AFP. Banyak korban mengalami luka-luka karena berdesak-desakan setelah ledakan itu, tambah Mukhtar. Jamil Shah, seorang juru bicara Lady Reading Hospital Peshawar, mengatakan, tiga mayat dan 31 korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit itu. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun polisi mengatakan bahwa gedung-gedung bioskop di kota itu sudah mendapat ancaman. Peshawar merupakan kota terdepan dalam perang Pakistan melawan militan garis keras, yang menganggap film sebagai dosa. Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS

untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS. Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan. Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan. Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan. Islamabad mendesak AS mengakhiri seranganserangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (ant/Bali Post)


Snt04022014