Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SELASA, 3 DESEMBER 2013

16 HALAMAN NOMOR 223 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

C.01.08.13

EVAKUASI KORBAN - Salah seorang korban tewas dievakuasi oleh petugas SAR dan Polairud serta para ABK yang selamat.

(Suara NTB/use)

Kapal Penangkap Ikan Tenggelam

Tiga Tewas, Satu ABK Hilang Bima (Suara NTB) Sebuah kapal penangkap ikan asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nama Arif Baitullah terhempas gelombang saat mencari ikan di sekitar perairan Langgudu, Kabupaten Bima, Sabtu (30/11) dini hari lalu. Dalam kecelakaan itu, tiga orang ABK (anak buah kapal) tewas setelah tenggelam dan satu korban lain belum diketahui nasibnya. Satu korban tewas atas nama Sam, jenazahnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan Senin (2/12) siang kemarin. Sementara 10 ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri. Kacamatan Langgudu. Namun di tengah perjalanan tepatnya di Dusun Baku, kapal tersebut dihempas gelombang. “Kapal dua kali dihempas gelombang. Awalnya tidak apaapa, tapi yang kedua kali langsung tenggelam,” terang Kanit Patroli Unit Polairud Sape Bripka Sugiyanto saat dikonfirmasi, Senin sore. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/use)

Informasi yang dihimpun Suara NTB menyebutkan, peristiwa tenggelamnya kapal ini terjadi sekitar pukul 01.10 Wita. Saat itu, kapal pencari ikan yang dinakhodai La Ode Gowi (35) meninggalkan Pelabuhan Sape pada Jumat (29/11) sekitar pukul 22.00 Wita. Kapal yang memuat 14 ABK asal Maumere ini pun berlayar menuju Perairan Karumbu

TIM SAR- Tim SAR dan Polairud sedang melakukan pencarian satu ABK yang hingga Senin kemarin belum ditemukan.

Terendah Kedua di Indonesia Antar ZIS ke Kediaman BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB segera menyalurkan zakat infaq dan sedekah kepada 7.250 orang mustahiq (penerima laki-laki) dan mustahiqah (penerima perempuan) yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Bersambung ke hal 5 TGH Muhammad Anwar MZ

(Suara NTB/ist)

Wahyudin

PROVINSI NTB menjadi daerah dengan Nilai Tukar Petani (NTP) terendah kedua di Indonesia. Ada kecenderungan rata-rata petani mengalami kerugian setiap berproduksi. ‘’Sebenarnya petani kita terus mengalami kerugian, karena biaya produksi tak sebanding dengan hasil produksi yang didapatkan. Tetapi untungnya ada kiriman TKI yang menutupi, sehingga tidak kelihatan petani rugi,”terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB,

Drs. Wahyudin, Senin (2/12) kemarin. Pada sensus pertanian yang dilaksanakan 10 tahun sekali, terakhir pada pertengahan tahun 2013 ini, ada kesimpulan yang menyatakan banyaknya petani yang sudah meninggalkan pertanian sebagai sandaran hidup. Di satu sisi, hal ini dianggap sangat baik, bidang lainnya seperti perdagangan dan industry akan tergerak. Menurut Wahyudin, NTB dengan hasil pertanian yang diandalkan selama ini patut melakukan antisipasi terhadap banyaknya petani yang bermigrasi ke sektor lainnya. Bersambung ke hal 5

Anggaran Infrastruktur Rp 320 Miliar Terancam Ditarik dari NTB Mataram (Suara NTB) Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai kurang lebih Rp 320 miliar di NTB terancam akan ditar-

(Suara NTB/dok)

Omzet Jutaan Rupiah

Polisi Bongkar Sindikat Peredaran SS Mataram (Suara NTB) Dua pemuda terpaksa diamankan aparat Ditnarkoba Polda NTB dalam kasus sindikat sabu - sabu (SS) dengan omzet

jutaan rupiah. Keduanya, Mslm alias LM alias BD dan MK, diamankan di Jalan Durgantini RT 04 RW 105, Seganteng, Karang Bengkel Cakranegara, Kota

Mataram. Mereka ditangkap 28 November lalu berikut barang bukti empat poket SS, berikut uang Rp 6 juta lebih. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ars)

DITANGKAP - Dua tersangka pengedar yang juga ditengarai sebagai bandar, Mslm alias LM alias BD dan MK yang berhasil ditangkap aparat Ditnarkoba Polda NTB.

C.03.08.13

TO K O H

ik pemerintah pusat karena belum rampungnya pembebasan lahan dan penyelesaian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Bersambung ke hal 5


SUARA MATARAM

SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Halaman 2

Potret Kemiskinan Warga Mataram

Pantang Mengemis, Isi Hari Tua dengan Jualan Sapu Lidi Wajahnya terlihat keriput,langkah kakinya sudah tidak bisa menempuh jarak jauh. Angin pagi dan terik matahari di Kota Mataram, sudah menjadi hal biasa yang ditemukannya. Debu dan asap knalpot kendaraan berlalu lalang, tidak menyurutkan semangatnya mencari rezeki. Seikat sapu lidi menjadi saksi bahwa hidup memang membutuhkan perjuangan serta pengorbanan.Tidak mengenal hujan, tidak pula mengenal sakitnya salah satu anggota tubuh. ADALAH Inaq Riasih (60) warga Kelurahan Sayang–Sayang, Cakranegara Mataram, hanya mengandalkan seikat sapu lidi terjual untuk

memenuhi kehidupannyan sehari – hari. Bagi orang berkecupukan, sebatang lidi mungkin tidak berarti dalam kehidupannya. Lain halnya dengan Riasih, satu lidi akan menjadi berharga jika terkumpul menjadi seikat. Profesi sebagai penjual

sapu lidi inilah yang digeluti Riasih sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukannya di usianya yang sudah senja. Kondisi lain, meskipun kakinya patah sehabis ditabrak motor beberapa waktu lalu, ia tetap menjual lidi di persimpangan Jalan Catur Warga. “Kemarin saya ditabrak motor, ketika mau pulang ke rumah,” tuturnya lirih ketika ditemui Suara NTB, Senin (2/12). Katanya, menjual sapu lidi membutuhkan kesabaran lebih. Pasalnya tidak semua orang yang membutuhkan sapu lidi sebagai alat membersihkan halaman rumahnya. Bagi Inaq

JAJAKAN SAPU LIDI - Riasih sedang menjajakan sapu lidinya di Perempatan Jalan Catur Warga, Mataram. Ia tetap berjaualan, kendati kondisi kakinya masih patah, karena beberapa waktu lalu ditabrak sepeda motor.

Riasih, hal tersebut tidak menjadi persoalan berarti baginya. Mempertahankan profesinya yang puluhan tahun, lebih penting ketimbang harus meminta– minta di jalan. Meskipun terkadang ia tidak memungkiri, orang merasa iba melihatnya berjalan dengan membawa beban berat. “Ada aja orang yang kasihan lihat saya,” katanya. Riasih menyebutkan satu ikat lidi biasa dipatok dengan harga Rp 4 hingga 5 ribu, sementara sapu yang menggunakan tongkat dijual Rp 15 ribu. Sehari tambahnya, dia bisa mendapatkan Rp 50 ribu. Kondisi tersebut tergantung dari jumlah sapu yang terjual. Sementara, modal satu ikat lidi diambil dengan harga Rp 3 ribu dari pengepul. Belum lagi ia harus membayar ongkos ojek Rp 15 ribu, dari tempatnya berjual hingga kediamannya di Sayang – Sayang.

Modal untuk mengambil sapu lidi di pengepul, sambung Riasih, ia terpaksa berutang dan membayarnya ketika semuanya terjual. Itu dilakukan karena tidak ada sepeser pun uang dijadikan modal, untuk makan pun harus berutang dulu di tetangga. “Sebelum kesini saya berutang beras di warung, dipakai masak cucu – cucu saya di rumah. Nanti kalau sudah laku, baru saya bayar,” ungkapnya. Ditanya apakah mendapatkan bantuan dari pemerintah raskin (beras miskin ) dan Jamkesmas atau Jamkesda. Ia mengaku hanya mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah, itupun hanya 5 kilogram perbulan. Meskipun kondisinya serba kekurangan, Riasih tidak banyak berharap kepada pemerintah agar diberikan bantuan. (cem)

(Suara NTB/cem)

Dishub Dituding Tidak Bekerja Belum Ada Koordinasi DEKLARASI Mataram menuju kota layak anak yang diagendakan oleh Pemkot Mataram, pada akhir tahun 2013 ini, ternyata belum ada koordinasi dengan aparat di tingkat kelurahan. Padahal persiapan maupun rapat evaluasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), bersama Badan pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, telah dilaksanakan jauh– jauh hari. Lurah Ampenan Tengah, Hj. Elya Hadiana yang dikonfirmasi via ponsel, Se(Suara NTB/dok) nin (2/12) mengatakan, seHj. Elya Hadiana jauh ini, belum ada koordinasi dan komunikasi Pemkot Mataram kepada pihak kelurahan. Semestinya Bappeda sebagai leading sector, harus mengkomunikasikan persiapan apa yang harus dilakukan oleh kelurahan untuk mendukung program tersebut. “Saya tidak tahu kalau mau dideklarasikan,” ungkapnya. Sudah jauh–jauh hari tim monitoring, melakukan pengecekan atau mengontrol kriteria yang tepat menjadikan Kelurahan Ampenan Tengah sebagai kelurahan percontohan. Ia menambahkan di Kelurahan Ampenan Tengah, memiliki empat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang masing – masing berada di Lingkungan Tempit, Sukaraja Perluasan, Sukaraja Barat dan Melayu Utara. Katanya, katagori yang menjadi alasan kenapa Kelurahan Ampenan Tengah menjadi kelurahan percontohan. Selain adanya eks Pelabuhan Ampenan, bangunan yang memiliki nilai sejarah yang sekarang dijadikan sebagai Kota Tua Ampenan, di Kelurahan Ampenan juga memiliki tempat menyusui khusus untuk ibu – ibu. Elya mengatakan kalaupun Pemkot Mataram, berkomitmen menjadi Ampenan Tengah sebagai kelurahan percontohan, semua kebutuhan hak anak harus dipenuhi. Hak dasar anak yang paling terpenting adalah, hak untuk tumbuh kembang, hak mendapatkan pendidikan dan hak untuk berkarya. “Saya minta semua hak dasar anak terpenuhi,” pintanya. Disamping itu, ia berharap terwujudnya Ampenan Tengah sebagai kelurahan ramah anak, fasilitas pendukungnya harus terpenuhi. Serta semua aktivitas dan rangkaian kegiatan anak, memiliki nilai pendidikan yang bermanfaat. (cem)

Pemda Harus Selektif LAMBATNYA progres pembangunan THR (Taman Hiburan Rakyat) Loang Baloq, mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, H. Wildan, SH., meminta Pemkot Mataram lebih selektif dalam memilih investor yang diajak bekerjasama dalam pembangunan maupun pengelolaan aset milik Pemkot Mataram. Ini belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Misalnya kasus Ampenan Harbour yang akhirnya Pemkot Mataram terpaksa (Suara NTB/dok) harus gigit jari lantaran ditH. Wildan inggal kabur investor tersebut. ‘’Jangan cuma janji,’’ cetusnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (2/12) kemarin. Politisi PPP ini menginginkan, bagaimana Pemkot Mataram dalam menjaring investor adalah investor yang betul-betul mau bekerja mengembangkan Kota Mataram. ‘’Tidak hanya mampu, tetapi juga mau bekerja,’’ tandas Wildan. Tidak kunjung dilakukan pembangunan oleh PT. MMS (Mas Murni Sejahtera) pasca-mengantongi persetujuan dari DPRD Kota Mataram, juga memunculkan tanda tanya kalangan legislatif. Ia meragukan kalau kendala perusahaan yang berkantor pusat di Balikpapan itu belum mulai membangun lantaran masih mengurus izin hak guna lahan. Sebab, lanjut Wildan, kalau hanya masalah perizinan, apalagi izin itu dikeluarkan oleh SKPD lingkup Pemkot Mataram, tentu tidak akan selama itu. Informasi yang diungkapkan Sekda Kota Mataram, HL. Makmur Said mengenai investasi MMS, bahwa perusahaan ini baru akan melakukan peletakan batu pertama sekitar Bulan Februari 2014 mendatang. Tenggat waktu yang terhitung hampir setahun sejak ditandatanganinya kesepakatan kerjasama antara Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dengan PT. MMS dinilai terlalu lama. Wildan menduga, tidak kunjung dimulainya pembangunan oleh PT. MMS kemungkinan karena ada masalah di internal investor itu sendiri. ‘’Masalahnya mungkin bukan di Pemda tapi di investornya,’’ ujarnya. Ia berharap, investor yang sudah melakukan perjanjian dengan Pemda, supaya memegang perjanjian itu. (fit)

Dewan Curiga Penguasa Lahan Parkir ’’Orang Dalam’’ Mataram (Suara NTB) – Kalangan Komisi III menilai langkah Dishubkominfo membentuk mandor parkir, bukanlah solusi yang tepat dalam rangka mencegah kebocoran potensi parkir di Kota Mataram. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, H. Wildan, SH., justru curiga ‘’penguasa’’ lahan parkir yang disebut-sebut pihak Dishub, adalah oknum yang berhubungan dengan Pemkot Mataram. ‘’Tidak mungkin dari luar Pemda. Masak pemerintah kalah dengan preman. Ini mustahil. Saya rasa ini oknum yang ada hubungannya dengan Pemda,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (2/12) kemarin. Mengapa target parkir Rp 1,3 miliar tidak kunjung ter-

capai empat tahun berturutturut, Wildan menuding Dishub tidak bekerja. Sehingga, ketika target akan dinaikkan, ada nada penolakan dari kalangan Dishub dengan dalih ini dan itu. ‘’Kalau kepala dinas cuma mau tidur lebih baik jangan jadi kepala dinas. Dishub bu-

tuh kepala dinas yang mau bekerja,’’ terangnya. Wildan menambahkan, walaupun tidak membentuk mandor parkir misalnya, ia yakin target akan selalu tercapai manakala Dishub mau bekerja dengan sungguh-sungguh. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishubkominfo Kota

Tak Paham HIV/AIDS Munculkan Diskriminasi Terhadap ODHA Mataram (Suara NTB) Masih berkembangnya stigma negatif dan diskriminasi masyarakat terhadap para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dinilai karena masyarakat tak paham terhadap apa itu HIV/ AIDS. Umumnya masyarakat hanya mengetahui bahwa penyakit tersebut akibat perbuatan asusila atau penyimpangan seksual sehingga pengidapnya terkadang juga dinilai negatif oleh masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengatakan jika masyarakat sudah paham mengenai HIV/AIDS, maka stigma negatif dan diskriminasi tersebut akan hilang. Untuk itulah pihaknya bersama Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Mataram menggencarkan sosialisasi ke masyarakat khususnya anakanak muda atau para pelajar. “Diskriminasi timbul karena masyarakat belum tahu. Kalau sudah tahu, stigma negatif itu bisa hilang. Untuk itu kita gencarkan kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu). Anak-anak muda dan anak-anak sekolah harus tahu (apa itu HIV/AIDS),” terangnya. Diharapkan ada sosialiasi berantai dimana setelah para pelajar mengetahui persoalan HIV/AIDS, mereka juga kembali mensosialisasikan ke teman-temannya dan juga anggota keluarganya. Usman mengatakan pihaknya juga mempunyai program penanggulangan

HIV/AIDS dimana ditargetkan zero (nol) penularan, zero kematian, zero stigma negatif dan zero diskriminasi. Dalam program ini pihaknya juga aktif menyelenggarakan berbagai penyuluhan baik dengan sasaran anak-anak, remaja, dan orang tua. Ia mengakui di kota Mataram ada tren peningkatan HIV/AIDS ini. Peningkatan ini bisa karena kasus yang meningkat akibat kinerja para kader peduli HIV/ AIDS yang cukup bagus sehingga kasus-kasus yang tidak diketahui menjadi muncul. “Memang kalau kita lihat ada tren peningkatan dari HIV/ AIDS, bisa meningkat kasusnya atau memang kinerja dari para kader ini bagus. Sehingga yang tidak ketahuan (menjadi) muncul,” terangnya. Di Dikes sendiri ada Seksi khusus yang menangani persoalan HIV/AIDS ini yaitu Seksi Pemberantasan Penyakit dan Bencana

(P2B). Penyakit yang ditangani selainHIV/AIDSjugapenyakitinfeksi menular seksual. Penyakit infeksi menular seksual ini juga sebagai salah satu penyebab seseorang bisa tertular HIV/AIDS. Sebelumnya di kota Mataram hanya ada satu Puskesmas yang membuka layanan khusus pasien yang terinfeksi HIV/AIDS. Namun saat ini ada lima Puskesmas yang telah membuka layanan untuk para penderita HIV/AIDS. (yan)

H. Usman Hadi

Mataram, Drs. H. Khalid menegaskan, saat ini pihaknya sedang bekerja. Salah upaya pihaknya mengejar target parkir, dengan menunjuk penguasa lahan menjadi mandor parkir. Mantan Kepala bakesbangpol Kota Mataram ini mengatakan kalau penunjukkan mandor parkir ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Yang jelas, sambung Khalid, saat ini , pihaknya sedang melakukan pemetaan titiktitik parkir. ‘’Kita foto, kita tata dan kita bagi wilayahnya,’’ kata Khalid. Dishub ka-

tanya, sengaja merangkul penguasa parkir untuk menghilangkan kesan lahan parkir dikuasai preman. Selain menunjuk mandor parkir, Dishubkominfo juga akan memberlakukan sistem setor harian. ‘’Saya juga miris mendengar setoran parkir cuma Rp 5.000 per hari,’’ imbuhnya. Dengan pemberlakuan mandor parkir dan sistem setor harian, Khalid berharap potensi parkir di Mataram bisa digarap maksimal. ‘’Kami ingin menjawab semua penilaian tentang Dishub melalui kerja nyata,’’ tandasnya. (fit)

Satpol PP Rekomendasikan Penjual Miras Tak Dapat Lapak Mataram (Suara NTB) Eks Pelabuhan Ampenan terus dibersihkan dari minuman keras (miras). Satpol PP Kota Mataram rutin menggelar razia di eks Pelabuhan Ampenan untuk menertibkan para pedagang yang menjual miras di sana. Untuk menghentikan aktivitas penjualan miras di lokasi tersebut, Satpol PP akan merekomendasikan para pedagang yang diketahui menjual miras untuk tidak mendapatkan lapak PKL di lokasi tersebut. Hal ini untuk memberikan efek jera bagi para pedagang miras. Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Mataram, Bambang EYD. “Yang kita temukan kita catat namanya dan kita rekomendasikan untuk tidak mendapat lapak disana. Disana akan ada pembagian lapak, itu kita rekomendasikan untuk tidak diberikan,” terangnya. Karena menurutnya jika para pedagang tetap diberikan lapak, dikhawatirkan akan tetap dimanfaatkan untuk menjual miras. Rekomendasi tersebut akan dikirimkeDinasKoperasiIndustri dan Perdagangan (Diskoperindag)KotaMataramdanWakil Walikota Mataram selaku Ketua Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan. Hingga saat ini sudah ada tiga nama yang rencananya akan direkomendasikan tidak mendapatkan lapak.

Bambang mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk melakukan razia di eks Pelabuhan Ampenan. Mengingat saat ini eks Pelabuhan Ampenan sedang direvitalisasi dan akan dijadikan objek wisata andalan kota Mataram. Tidak hanya miras, tetapi eks PelabuhanAmpenanakandibebaskan dari perjudian dan aktivitas esek-esek. “Semua itu harus kita berantas di eks Pelabuhan Ampenan,” ujarnya. Untukmemberantasmirasdi Kota Mataram, Bambang mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan TNI-Polri. Khusus dieksPelabuhanAmpenan,disana juga telah dibentuk posko pengamanan yang terdiri dari berbagaiunsursepertiSatpolPP,TNI, Polri, Linmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Masak tujuan wisata, umpama orang datang malam di sana banyak orang minum-minuman, terus berjudi, kan tidak etis dan layak sebagai tujuan wisata. Kita ingin kembangkan Ampenan itu sebagai tujuan wisata kota tua,” ujarnya. Bagi para pedagang yang masih saja tidak menghiraukan peringatan Satpol PP untuk menghentikan penjualan miras, Bambang menegaskan pedagang akan dikenakan tindakan pidana ringan (tipiring) yang akan diajukan ke pengadilan untuk diproses. “Kalau kita sudah berikan teguran secara lisan, bersurat, tapi masih saja, kita akan ajukan ke pengadilan,” pungkasnya. (yan)

(Suara NTB/dok)

Penetapan Kedua

DPT Kota Mataram 289.799 Orang Mataram (Suara NTB) Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 di Kota Mataram tercatat sebanyak 289.799 orang. Jumlah ini diketahui setelah KPU Kota Mataram kembali melakukan pemutakhiran data pemilih dan DPT tahap kedua ditetapkan kembali di tingkat provinsi NTB. Dari 289.799 orang, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 140.698 dan pemilih perempuan sebanyak 289.799. Hal ini disampaikan oleh Anggota KPU Kota Mataram Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Lalu Agus Afandi. Agus menyebutkan, dari

DPT yang ditetapkan pihaknya pada Bulan November lalu, ada selisih sebanyak 325 pemilih. Selisih ini diketahui setelah pihaknya melakukan koreksi terhadap pemilih bermasalah seperti meninggal, anggota TNI-Polri, pindah domisili, data ganda, dan tidak dikenal. “Setelah kita total jumlahnya 325,” ujarnya ditemui di kantor KPU NTB, Senin(2/12). Terkait data ganda pemilih, ia mengatakan pada tahap pertama perbaikan, pihaknya mendapatkan data dari KPU RI bahwa pemilih ganda di kota Mataram ter-

catat hampir 10 ribu. Dan pada tahap perbaikan kedua, masih ditemukan sekitar 1.000 pemilih ganda. Namun data-data ganda tersebut telah berhasil dihapus dan dilakukan klarifikasi ke pemilih bersangkutan. “Prinsipnya selisih dari 290.124 ke point yang sekarang (289.799 ) lebih karena ada tiga saja data ganda. Relatif lebih sedikit. Kebanyakan data ganda yang tiga itu pemilih ganda antar provinsi dan kabupaten/ kota,” terangnya. Agus mengatakan pihaknya optimis bahwa DPT yang

ditetapkan saat ini sudah tidak ada lagi permasalahannya. Hal itu karena pihaknya telah sangat serius melakukan proses pembersihan dan pemutakhiran data pemilih yang bermasalah. “Kami sudah sangat serius dari KPU Kota Mataram melakukan proses pendataan mulai dari pemutakhiran sampai dengan melakukan proses perbaikan NIK invalid,” ujarnya. Namun jika kemudian hari masih ada ditemukan persoalan dan ada pemilih yang berhak memilih namun tidak masuk dalam DPT, hal itu menurutnya sangat manu-

siawi karena pekerjaan tersebut dilakukan oleh banyak orang sehingga sangat besar kemungkinan masih ada yang lolos dari pendataan. Bagi pemilih yang belum masuk DPT, ia mengatakan dapat diakomodir melalui Daftar Pemilih Khusus. Setelah penetapan DPT secara nasional pada tanggal 4 Desember, akan dijadwalkan proses pendataan ulang untuk Daftar Pemilih Khusus. “Daftar Pemilih Khusus ini adalah daftar pemilih baik memiliki NIK atau tidak yang akan kita masukkan ke dalam DPT ,” terangnya. (yan)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Selesaikan Masalah

Salah Strategi UPAYA Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana pemilu (tipilu) yang melibatkan empat kepala desa (kades) ke proses hukum, akhirnya kandas di tengah jalan. Pasalnya, kasus tersebut tidak bisa ditingkatkan statusnya ke penyidikan, karena kekurangan alat bukti. Pihak Panwaslu Loteng sendiri pun mengaku salah strategi dalam mengungkap kasus tersebut. “Kita hanya punya alat bukti berupa ket(Suara NTB/dok) Zaeroni erangan saksi saja. Sedangkan alat bukti fisik apakah itu dokumentasi keterlibatan para kades dalam kampanye tersebut, tidak ada. Sehingga penyelidikan kasus tersebut akhirnya harus dihentikan ,” ungkap Ketua Panwaslu Loteng, Zaeroni, S.H., kepada Suara NTB via ponselnya, Senin (2/12). Menurutnya, pihak Panwascam Praya Barat Daya langsung melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, yakni Kades Ungge, Kades Plambik, Kades Darek serta Kades Kabul. Pihak Panwascam tidak memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu, sehingga pihaknya menduga, saksi-saksi yang ada sudah dikondisikan terlebih dahulu. Terbukti, saat akan memeriksa saksi untuk memperkuat berkas penyelidikan tidak ada satupun saksi dari masyarakat yang bersedia. Karena yang diduga terlibat dalam kasus tersebut merupakan orang yang berpengaruh di desa setempat. “Biasa jadi itu sudah dikondisikan. Baik itu saksi-saksinya maupun alat bukti pendukung lainnya. Sehingga kasus tipilu tersebut harus mentah di tengah jalan,’’ ujarnya. Namun Zaeroni mengaku, kesalahan strategi itu sendiri menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya untuk lebih memperketat lagi proses pengawasan. Termasuk terkait pola dan strategi penyelidikan atas dugaan pelanggaran yang terjadi. “Kita sudah ingatkan kepada seluruh Panwascam, ketika menemukan ada dugaan tipilu, paling tidak ada dokumentasi yang dipegang. Sehingga memudahkan proses penyelidikan ke depannya,” terangnya. Kendati proses penyelidikan tipilu empat kades tersebut tidak bisa diproses ke proses hukum, pihaknya tidak berhenti begitu saja. Karena secara administrasi para kades dinyatakan melakukan pelanggaran. Hanya untuk pembuktian tindak pidana saja yang tidak terbukti. Untuk itu, Panwaslu Loteng sendiri sudah mengirim surat ke Bupati Loteng, supaya memberikan sanksi teguran kepada para kades. Selain itu, persoalan tersebut juga sudah ditindaklanjuti ke tingkat provinsi. “Ke Bupati Loteng kita sudah bersurat. Supaya para kades diberikan peringatan. Lantaran dinilai melanggar administrasi,” pungkasnya Sebelumnya diberitakan, Panwaslu Loteng terpaksa harus memerikasa empat Kades masing-masing Kades Ungga, Kades Darek, Kades Plambik serta Kades Kabul Praya Barat Daya. Atas dugaan keterlibatanya dalam kampenya dialogis yang digelar oleh salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTB asal Partai Demokrat. Pertemuan itu sendiri berlangsung di salah satu rumah milik warga Desa Pelambik, Jumat (8/11) lalu. (kir)

Usai Dapat Izin

SMK Hamzar Bayan Diminta Tingkatkan Mutu

Polres Disarankan Kedepankan Tindakan Persuasif Selong (Suara NTB) Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. H. Haerul Warisin, MSi, bersilaturahmi dengan jajaran Polres Lotim, Senin (2/12). Wabup diterima langsung Kapolres AKBP Dede Alamsyah, SIK. Pada kesempatan itu, Wabup menyampaikan saran dan harapan kepada aparat penegak hukum di wilayah Lotim itu lebih mengedepankan tindakan persuasif. “Itu silaturahmi Polres dengan Pemda untuk membangun sinergisitas,” ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lotim, Drs. Iswan Rakhmadi, MM, usai silaturahmi. Dalam hal ini, ujarnya, Wabup menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada Polres atas kesuksesannya sejak awal proses Pilkada hingga pelantikan berjalan lancar dan baik. Hal senada disampaikan Kepala Sub Bagian Humas Polres Lotim, Iptu Komang Samia. Ditemui secara terpisah ia mengatakan, pada kesempatan itu, Wabup menyerahkan bantuan berupa beras dan mie instan ke seluruh anggota Polres Lotim. Sedikitnya, 900 karung beras dan 900 dus mie instan langsung diterima anggota Polres. “Tidak ada anggota Polri yang tidak dapat,” ucapnya. Pemberian ini, katanya, sebagai bentuk apresiasi atas terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolres AKBP Dede Alamsyah menegaskan, hasil analisa evaluasi setiap bulan semua peran dan fungsi masing-masing personel telah berjalan dengan baik. Kapolres mengharapkan peranan dari Babinkamtibmas Polres Lotim ini bisa ditingkatkan. Utamanya, pendekatan kepada kepada masyarakat. “Seringseringlah berkunjung ke masyarakat, sehingga nantinya bukan saja Polri di mana-mana, tapi Polri ada di hati,” paparnya. (rus)

(Suara NTB/ist)

SALAMAN – Wabup Lotim Haerul Warisin (kanan) bersalaman dengan Kapolres Lotim di Mapolres Lotim, Senin (2/12).

Proyek Tak Capai Target

Bupati Perintahkan Kontrak Kontraktor Diputus Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek SMAN 1 Gerung, Senin (2/12). Hasil sidak itu, lagi-lagi bupati kecewa melihat progres proyek tersebut. Karena dinilai tak mampu capai target sesuai kontrak tanggal 30 November. Pihaknya pun memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Drs. H. Fathurrahim mengevaluasi hasil pekerjaan kontraktor tersebut. Bahkan Bupati, memerintahkan agar kontrak dengan kontraktor tersebut diputuskan sesuai komitmennya. Saat sidak pukul 11.00 WITA, bupati memanggil kontraktor untuk menanyakan kemajuan pekerjaan SMA 1 Gerung. Mendengar pemaparan petugas pengawas proyek, Ketua DPD Golkar NTB ini sempat berdebat. Melihat kondisi proyek, Ia tak percaya laporan petugas proyek yang melaporkan progres 90 persen. Melainkan menurutnya, progresnya hanya 80 persen. “Bahkan ini belum sampai 80 persen,” ungkapnya. Menurutnya, pekerjaan proyek ini tidak mungkin selesai tepat waktu, karena masih banyak pekerjaan yang perlu waktu pengerjaan. Satusatunya cara hanya dengan menambah dua kali lipat pe-

Tanjung (Suara NTB) Berbagai kalangan memberi apresiasi sekaligus harapan kepada SMK Kesehatan Hamzar Bayan. Terutama setelah diperolehnya izin operasional, SMK Kesehatan Hamzar diminta untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekteraris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Adenan, M.Pd, mengatakan, dalam lawatannya ke SMK belum lama ini, meminta kepada pengurus SMKK setempat untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Mutu pendidikan perlu terus ditingkatkan, lebih-lebih SMK Hamzar merupakan satu-satunya SMK Kesehatan yang berdiri di Kabupaten Lombok Utara yang sudah mendapat izin operasional,” katanya, Senin (2/12). Adenan juga berjanji akan terus menjalin koPraya (Suara NTB) munikasi dan akan berusaha mencari terobosan Eksekutif dan DPRD Lombok Tenbaru bagi semua lembaga pendidikan yang ada gah (Loteng), akhirnya menuntaskan di KLU, termasuk SMK Kesehatan Hamzar. Terseluruh agenda pembahasan perhikait harapannya itu, Adenan mencontohkan tungan nota keuangan dan RAPBD adanya sekolah-sekolah kejuruan swasta yang Tahun Anggaran 2014, melalui Rapmeski sudah berdiri lama namun sampai siswanat Paripurna DPRD Loteng yang dipya kelas XII, izin operasionalnya belum diprosimpin H.M. Yusuf Saleh, Senin (25/ es. Hal ini pula yang meresahkan siswa karena 11) lalu. Pemerintah dan DPRD legalitas izin mempengaruhi apakah siswa bisa memberikan persetujuannya atas mengikuti ujian nasional atau tidak. nota keuangan dan RAPBD Tahun Untuk dimaklumi, Dinas Dikbudpora KLU, Anggaran 2014 ditandai dengan pentelah mengeluarkan izin operasional SMKK andatangan persetujuan bersama Hamzar pada 26 Nopember lalu. Adapun izin RAPBD Loteng 2014. operasional diperoleh bernomor: 421/796/03/DikSebelumnya, juru bicara Gabunbudpora/2013, ditandatangani Kadis Dikbupogan Komisi DPRD Loteng, Mahdi, ra KLU, Drs. Suhrawardi, MPd. S.IP., memberikan penyampaian Adenan mengisyaratkan, dalam rangka menlaporan hasil pembahasan nota ingkatkan akses terhadap mutu pendidikan dan keuangan dan RAPBD Tahun Angsumber daya manusia, dipandang perlu memgaran 2014. Dalam laporannya, berikan izin operasional kepada SMKK Hamzar Mahdi mengungkapkan pemBayan yang diselenggarakan oleh Yayasan bahasan di tingkat Komisi sebelumMaraqitta’limat NTB. nya dijadwalkan selama 12 hari kerKepala SMKK Hamzar, Rusman Hadi, S.Kep., ja. Mulai dari tanggal 7 hingga 19 mengisyaratkan pula, keluarnya izin operasional September 2013. Namun akhirnya SMKK menjadikan siswa, guru dan pengurus diperpanjang hingga tanggal 23 Nosekolah lebih tenang. Para siswa tidak perlu lagi vember 2013, lantaran dinamika ragu masuk ke SMK, dan para guru pun lebih yang berkembang. fokus dalam mengajar. Ditambahkannya, berdasarkan “Memang beberapa bulan kemarin sempat laporan dari masing-masing komisi muncul berbagai isu yang kurang mengenakkan tersebut, Gabungan komisi melakuyang menganggap SMKK ini ilegal dan tidak mekan sinkronisasi, yang secara teknis miliki izin, sehingga ada wali siswa yang mau metidak mengubah substansi hasil pemnarik anaknya dari SMKK, padahal sejak didiribahasan di tingkat komisi bersama kan lima bulan lalu, pihak sekolah terus berusaha Tim Anggaran Pemerintah Daerah mengurus izin operasionalnya,” ujar Rusman. (TAPD). Dan, kehadiran TAPD pada Pihaknya bahkan berjanji akan mengupayakan setiap kali pembahasan, merupakan penyelenggaraan sekolah kejuruan sesuai dengan implementasi dari makna sebuah harapan masyarakat maupun visi misi sekolah. persetujuan bersama antara DPRD Mutu pendidikan akan ditingkatkan secara intendan pemerintah daerah. sif melalui koordinasi dan komunikasi dengan piSementara itu terkait dari hasil hak Dikbudpora KLU serta instansi lainnya. pembahasan yang ada terjadi peKepala Desa Karang Bajo, Kertamalip, sebelrubahan struktur APBD sebagaimumnya memberi dukungan terhadap keberadaan ana yang telah disepakati dalam SMK Kesehatan di wilayah Timur KLU ini. KeluKUA dan PPAS Tahun 2014 disarnya izin operasional SMK akan menguntungkan ebabkan beberapa dinamika yang masyarakat Bayan khususnya dan masyarakat berkembang. Misalnya pada sisi KLU umumnya, karena setidaknya institusi penpendapatan daerah, terjadi penamdidikan Kesehatan menjadi lebih dekat diakses. bahan dan pengurangan yang dis“Pemerintah Desa Karang Bajo siap melakuebabkan adanya perubahan beberakan kerjasama dengan SMK Kesehatan Hamzar pa sumber pendapatan daerah. sepBayan terutama dalam pembinaan kesehatan erti penambahan Dana Bagi Hasil masyarakat, posyandu lansia dan program keseCukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) hatan lainnya. Dalam waktu dekat kami akan sebesar Rp 3.843.970.346,00 serta usulkan pembangunan klinik kesehatan di Desa penambahan Dana Alokasi Umum Karang Bajo yang nantinya akan berkerjasama (DAU) sebesar Rp 2.975.061.479,02. dengan SMKK ini,” tandasnya. (ari)

kerja yang ada saat ini yang berdasarkan laporan petugas berjumlah 132 pekerja. Sidak yang dilakukan, ujarnya, merupakan ketiga kalinya dilakukan secara resmi. Belum lagi yang tidak resmi dilakukan saat sore hari. Pada saat sidak pertama ia merasa sangsi dan kurang yakin proyek ini akan selesai. Karena itulah ia memberi solusi menambah tukang dan pekerja. Ia akan memerintahkan Kepala Dinas Dikbud mengambil langkah tegas sesuai ketentuan. “Kalau komtraknya selesai tanggal 30 November, ya harus diputus kontrak,” tegasnya. Ia menjelaskan, terkait kontrak ini pihaknya sudah melakukan rapat dengan jajarannya. Sejumlah jajaran memberi ma-

sukan agar masih bisa dilakukan perpanjangan, namun harus kena denda. Namun, pihaknya masih melihat aturan, kalau tindakan pemutusan kontrak tidak langgar aturan, maka pihaknya tidak akan beri toleransi. “Lebih-lebih ini tidak capai target,” ujarnya. Bupati menegaskan tak akan memperpanjang masa pengerjaan proyek yang telah selesai masa kontraknya. Artinya, selesai tidak selesai proyek tersebut bupati tetap akan memutus kontrak kontraktor. Ia mengaku tak takut dituntut kontraktor, lantaran pihaknya tak memperpanjang masa pengerjaannya sesuai ketentuan ada perpanjangan waktu toleransi 50 hari kerja.

(Suara NTB/her)

SIDAK PROYEK - Bupati Lobar H. Zaini Arony sidak proyek SMA 1 Gerung, Senin (2/12). Bupati mengaku kecewa, karena pembangunan proyek tidak mencapai target. Dampak pemutusan kotrak ini, juga akan menyebabkan proyek mangkrak. Dalam arti akan kembali dimulai Januari. Sisa pekerjaan ini akan kembali ditender ulang, karena pembiayaan atau anggarannya berbeda. Sesuai ketentuan kalau di bawah Rp 200 juta maka prosedurnya penunjukan langsung (PL), kalau di atas Rp 200 juta akan ditender. Bupati juga menegaskan tidak ada adendum, karena adendum itu secara prinsip jika

pada kondisi post majeure seperti bencana, huru hara, kebakaran. ‘’Sedangkan kalau hujan tidak masuk post majeure,’’ kilahnya. Sementara Sekretaris Dinas Dikbud Lobar, Kamarudin menambahkan, kemajuan pekerjaan proyek sudah 85 persen. Saat ini masih dalam tahap finishing dan pengecatan. Ia menegaskan, proyek ini telah melewati batas kontrak, namun kontraktor diberi batas waktu hingga 20 Desember. (her)

Kerjasama DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB

Dewan Ketok APBD Loteng 2014 Selain itu ada pengurangan Alokasi Dana Khusus (DAK) pada beberapa SKPD dari yang semula ditargetkan sebesar Rp 94.048.350.000,00 menjadi Rp 80.921.100.000,00 atau berkurang Rp 13.127.250.000,00. Penambahan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 22.809.994.000,00. Pada pos belanja daerah terjadi beberapa penyesuaian. Di antaranya, pada pos belanja tidak langsung berupa belanja pegawai, ada pengurangan sebesar Rp 1.311.138.520,98, akibat penganggaran alokasi insentif pelampauan PBB TA 2012 sebesar Rp 1.513.800.000 dan pengurangan Askes Rp 2.824.938.520,98. Pada pos belanja hibah, terjadi penambahan sebesar Rp 2.200.000.000,00 yang terdiri dari Hibah Masjid Agung sebesar Rp 2.000.000.000,- dan pergeseran hibah dari belanja langsung sebesar Rp 200.000.000. dengan begitu pada pos belanja langsung total bertambah sebesar Rp 28.493.498.442,00. Termasuk penganggaran kembali pengadaan ambulance dan peningkatan daya listrik pada BLUD-RSUD Rp 1.092.845.000,00. Pada sisi pembiayaan, terdapat penambahan penerimaan pembiayaan yang bersumber dari penganggaran alokasi insentif pelampauan PBB TA 2012 sebesar Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA) Rp 3.320.772.786,00 dengan rincian penganggaran alokasi insentif pelampauan PBB TA 2012 sebesar Rp 2.227.927.786,- dan penganggaran kembali pengadaan ambulance dan peningkatan daya listrik pada BLUDRSUD sebesar Rp 1.092.845.000,Penambahan penerimaan pembiayaan lainnya bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp 3.359.811.310,00. Sedangkan pada pos pengeluaran pembiayaan, berkurang sebesar Rp 6.200.000.000,00 yang bersumber dari pengurangan pengalokasian pembayaran bunga pinjaman daerah pada PIP. (kir/*)

Berikut struktur APBD Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2014 : NO

URAIAN

A

PENDAPATAN DAERAH

1.290.676.120.126,46

1.

PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Pengelolaan Kekayaan Yang dipisahkan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Hibah Dana Bagi Hasil Pajak Dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

108.532.730.850,00 26.973.707.255,00 54.273.689.995,00 188.840.000,00 27.096.493.600,00 994.296.442.876,70 47.951.495.876,70 865.423.847.000,00 80.921.100.000,00 187.846.946.399,76 1.000.000.000,00

B.

BELANJA DAERAH

1.292.893.219.852,46

1.

Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Propinsi/ Kabupaten/ Kota dan Pemdes Belanja Bantuan Keuangan kepada Propinsi/ Kabupaten/Kota/Pemdes dan Partai Politik Belanja Tidak Terduga

872.090.550.898,51 797.449.690.664,10 6.977.966.713,00 13.604.050.000,00 6.276.203.120,05

Belanja Langsung

420.802.668.953,95

SURPLUS (DEFISIT)

(2.217.099.726,00)

2.

3.

2.

C. 1.

2.

PEMBIAYAAN DAERAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA) Penerimaan Pinjaman Daerah

JUMLAH

21.471.189.451,76 165.375.756.948,00

5.411.055.225,25 41.371.585.176,11 1.000.000.000,00

14.617.099.726,00 11.257.288.416,00 3.359.811.310,00

PENGELUARAN PEMBIAYAAN Pembayaran Pokok Utang

12.400.000.000,00 12.400.000.000,00

PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN (SILPA)

2.217.099.726,00

Sumber : humas DPRD Loteng

0


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Meningkat, Target Produksi Padi KSB Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) setempat telah menyusun sejumlah target yang akan dicapai untuk tahun 2014 mendatang. Salah satunya target produksi padi yang dipatok pada angka 140.410 ton. “Kita sudah susun rencana tahun 2014 dan untuk tanaman padi kita targetkan produksinya mencapai 140 ribu ton lebih,” terang Kepala Dishutbuntan KSB, Ir. H. Muslimin. HMY kepa(Suara NTB/dok) da wartawan, Senin (2/12). H. Muslimin Target yang dipatok Dishutbuntan pada tahun depan itu terhitung tinggi, mengingat tahun 2013 ini target produksi padi hanya pada angka sekitar 93 ribu ton. Namun demikian, dengan kondisi daya dukung pertanian padi di KSB saat ini target tersebut diklaim Dishutbuntan pasti akan tercapai. “Bisa kita kejar target itu bahkan bisa surplus,” klaim Muslimin. Ia memaparkan, banyak hal yang mendukung agar target tersebut bisa capai. Mulai dari areal tanam, daya dukung teknis hingga tingkat produktivitas lahan pertanian yang ada saat ini benar-benar sangat siap. Seperti misalnya untuk areal tanam, tahun 2014 mendatang Dishutbuntan telah mencatat seluas 19.280 hektar yang bisa ditanami. “Itu sudah termasuk sawah irigasi dan tadah hujan,” sebut Muslimin. Sedangkan pada tingkat produktivitas lahan, Dishutbuntan memperkirakan akan meningkat menjadi 5,3 ton per hektar. “Tahun 2013 ini luas areal tanam kita hanya 16 ribu hektar dengan tingkat produktivitas panen hanya 4,9 ton. Nah tahun depan semua bertambah, jadi saya kira target produksi kita bisa tercapai yang 140 ribu ton itu,” tukasnya. Selain luas areal tanam dan tingkat produktivitas yang bertambah, hal teknis yang menjadi daya dukung meingkatnya produksi padi di tahun depan adalah, teknologi dan teknik tanam yang diadopsi petani juga turut mempengaruhi. Menurut Muslimin salah satu sistem tanam yang banyak dipraktikan petani saat ini adalah SRI (System Rice Intesification) dan tambahan pola tanam terbaru yakni Jajar Legowo. “Dengan teknik tanam itu dalam dua tahun terakhir angka produksi kita terus meningkat,” pungkasnya. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA

Enam Koruptor di Sumbawa Belum Ganti Kerugian Negara Sumbawa Besar (Suara NTB) Dari 11 terpidana kasus korupsi (koruptor), tersisa enam terpidana yang belum ada kejelasan terkait pembayaran atas penggantian kerugian negara. Bahkan tiga di antaranya, belum ditemukan alamatnya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa. Hingga tak menutup kemungkinan Kejari bakal mengajukan gugatan perdata lagi ke Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa. Kasi Datun Kejari Sumbawa, Deddi Dilliyanto, S.H, Senin (2/12), lebih rinci menyebutkan, dari 11 terpidana kasus korupsi, tiga orang di antaranya sudah mengembalikan, tiga orang sedang diinventarisir harta kekayaannya, tiga orang belum ditemukan alamatnya. Serta dua orang yang sudah dikabulkan gugatan Kejari oleh PN Sumbawa. Artinya, kini tersisa sekitar enam orang, dengan total nilai pengganti kerugian negara yang harus dibayarkan sekitar Rp 600 juta. “Enam orang ini

belum ada niat baik. Bahkan tiga orang di antaranya belum kita temukan alamatnya. Ada kemungkinan kita mengajukan gugatan lagi,” jelasnya. Untuk dua terpidana yang digugat Kejari dan sudah dikabulkan PN Sumbawa, saat ini masih menunggu sikap dari terpidana. Mengingat masih ada waktu yang diberikan. Sebelum putusannya incrah, maka Kejari belum bisa mengeksekusi harta kekayaan dua terpidana bersangkutan. “Kita tunggu sampai putusannya incrah,” jelasnya. Diketahui, dua terpidana dimaksud yakni, Mastawan yang diharuskan membayar uang pengganti. Dalam hal ini, maje-

lis hakim mengabulkan sebagian gugatan dari Kejaksaan Negeri Sumbawa selaku penggugat. Apa yang telah dilakukan, terpidana dimasud termasuk perbuatan melawan hukum. Hingga menghukum tergugat membayar uang pengganti sebesar Rp 143 juta lebih. Apabila putusan telah dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap, maka harta benda miliknya akan disita untuk mengganti kerugian Negara. Seorang terpidana korupsi lainnya, Ratna Dewi sebelumnya juga telah diharuskan untuk membayarkan uang pengganti kerugian Negara sebesar Rp 90 Juta sesuai dengan putusan majelis hakim PN Sumbawa. (arn)

Halaman 4

Sumbawa Tak Miliki Peta Daerah Rawan Bencana Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabupaten Sumbawa membutuhkan peta daerah rawan bencana yang sampai saat ini belum dimiliki karena belum adanya Perda yang mengatur masalah tersebut. Padahal hampir setiap tahun terjadi bencana di daerah ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Ir. Mukmin, Senin (2/12) menyatakan, perlunya peta daerah rawan bencana sebagai langkah antisipasi. Namun, harus ada Perda yang mengatur tentang itu terlebih dahulu. Makanya kini sedang digodok rancangan Perdanya, untuk diajukan ke DPRD Sumbawa. Tidak hanya Kabupaten, lanjut Mukmin, Provinsi pun belum memiliki peta daerah rawan bencana. Namun saat ini sedang dalam tahap pembuatan Rancangan Perda. Meski demikian, pihaknya telah melakukan pemetaan setiap titik yang rawan bencana di Sumbawa. Seperti daerah longsor berada di bagian selatan meliputi kecamatan Lunyuk, Batu Lanteh dan lainnya. Banjir Bandang di kecamatan Alas, Utan, dan lainnya. Sementara untuk luapan banjir ada di kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara, yang asalnya biasanya dari keca-

matan Lopok, Lape dan sekitarnya. Puting beliung biasa terjadi di daerah yang memiliki kawasan lapangan cukup seperti kecamatan Plampang dan Moyo Hulu. Begitu pula dengan wilayah pantai terkait abrasi, paling sering terjadi di wilayah Labuhan kecamatan Labuhan Badas, dan Ai Bari di Moyo Utara. Dalam mengantisipasi persoalan bencana ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan SKPD teknis. Seperti daerah rentan abrasi berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dalam mengembangkan hutan mangrove, sebagai penahan gelombang pantai. Artinya, antispasi dini sangat diperlukan agar selalu siap dan tanggap terhadap segala macam masalah bencana. “Komunikasi dengan petugas di kecamatan tetap dilakukan. Untuk mengetahui kondisi kekinian di tiap daerah di kecamatan. Begitu kita dapat laporan, langsung turun ke lokasi,” tukas Mukmin. Disisi lain, keterbatasan sarana juga menjadi kendala ketika turun ke lapangan. Salah satu yang mendesak diperlukan adalah truk evakuasi, untuk membawa personel ke lokasi bencana. Termasuk minimnya perahu karet, yang dibutuhkan saat banjir. (arn)

Korupsi Anggaran Setda 2011

(Suara NTB/dok)

Mantan Kasubag RT Harus Tanggung Jawab Dompu (Suara NTB) Kepolisian resort (Polres) Dompu hanya menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi Setda tahun 2011. Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Setda tahun 2011 mestinya tidak hanya pada dua pejabat kuasa pengguna anggaran (KPA) dan bendahara umumnya, tapi juga dua orang Kasubag Rumah Tangga (RT) Setda dan mantan bendahara umum setda tahun 2010 yang diduga menjadi pemicu penyelewengan pengelolaan anggaran Setda. Mantan bendahara umum Setda Dompu tahun 2011, Muhammad, SE kepada wartawan di Dompu, Senin (2/ 12) mengungkapkan, bahwa dirinya sempat mempersoalkan status mantan Kasubag RT Setda Dompu berinisial MN,S.Sos dan Bd,S.Pt serta mantan bendahara umum Setda Dompu tahun 2010 yang hanya dijadikan sebagai saksi. Mestinya, ketiganya harus ikut bertanggungjawab dalam kasus dugaan korupsi anggaran Setda Dompu tahun 2011. Terlebih, Kasubag RT- lah yang membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) dari anggaran yang keluar. “Saya hanya tugas membayar, yang mengambil uang dan mempertanggungjawabkan uang Kasubag RT,” jelas Muhammad. Ketika diperiksa BPKP, MN mengakui kalau dirinya telah membuat stempel palsu dan SPJ fiktif penggunaan uang yang diserahkan bendahara umum Setda tahun 2011. Selain itu, MN dan mantan bendahara umum Setda Dompu tahun 2010, Arf, S.Sos menerima uang darinya untuk membayar utang tahun 2010 sebesar Rp1,8 milir. Uang itu justru diambil dari anggaran Setda tahun 2011 yang diperintahkan KPA Setda, Drs.H.SH,MSI. “Utang tahun sebelumnya sebenarnya Rp 2,5 milir, bukan Rp 1,8 milir. Tapi yang dibayarkan awal 2011 hanya Rp 1,8 milir dan Rp.700 juta disembunyikan oleh MN, tapi dibayarkan juga hingga akhir 2011,” kata Muhammad, salah seorang tersangka dalam kasus ini. Untuk keterlibatan H.AP, MSI dalam kasus dugaan korupsi Setda tahun 2011, diakui Muhammad, karena ia menjadi KPA pada September – Desember 2011. Pada periode ini, ia ikut mempertanggungjawabkan SPJ penggunaan anggaran yang dicairkan melalui SP2D tanggal 30 November 2011. Di mana uang tersebut tidak sampai di bendahara untuk membiayai kegiatan, tapi langsung diambil oleh HI sebesar Rp 196 juta, MN melalui Jd,SH sebesar Rp 125 juta dan Rp 200 juta lebih diambil oleh Ir. “Uang yang diambil oleh HI dan MN sudah disiapkan SPJnya, tapi Rp 200 juta lebih yang diambil Ir tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi temuan. Tapi karena uang yang diambil HI dan MN diketahui dan dipersoalkan, sehingga SPJnya ditolak,” jelas Muhammad. Karena SPJ ditolak, Muhammad berencana, akan menagih uang SPPD yang telah dibayarkan kepada sejumlah pejabat periode Desember 2011. “Karena SPJnya ditolak, sementara uangnya sudah dibayarkan untuk SPPD, nanti uangnya akan saya minta kembali ke pejabat yang m e n g gunakan,” ungkapnya. (ula) Muhammad

(Suara NTB/use)

RICUH - Suasana ricuh saat aparat mengamankan seoranag mahasiswa yang diduga sebagai pelaku pelemparan Pos jaga DPRD Kabupaten Bima.

Unjuk Rasa di Bima

Satu Mahasiswa Diamankan Kota Bima (Suara NTB) Seorang mahasiswa dari salah satu elemen diamankan ke Polres Bima Kota, Senin (3/12). Oknum mahasiswa yang belum diketahui identitasnya ini diduga sebagai pelaku pelemparan Pos Jaga Gedung DPRD Kabupaten. Sebelumnya sejumlah elemen mahasiswa dan sekelompok masyarakat Kecamatan Soromandi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Pro Revolusi (Gempur) melakukan unjuk rasa menuntut perbaikan jalan di Desa SaiSampungu Kecamatan Soromandi. Setelah melakukan aksi selama hampir dua jam, Gempur yang dikoordnir Harmoko ini pun membubarkan diri. Hanya saja, tanpa alasan yang jelas saat membubarkan diri oknum mahasiswa yang diamankan terse-

but mulai melakukan tindakan anarkis dengan melempar pos jaga gedung DPRD. Aksinya ini terbilang nekad, karena dilakukan di hadapan aparat. Aksi nekad oknum mahasiswa ini pun diikuti oleh sejumlah rekan-rekannya yang lain yang juga ikut melempar dengan menggunakan batu dan kayu. Setelah melempar, tanpa dikomando para mahasiswa ini melarikan diri ke arah selatan jalan. Aparat yang melakukan penjagaan lantas mengambil tindakan repfesif dengan mengeluarkan gas air mata. Tak ayal, mahasiwa pun tak bersisa lagi di lokasi. Namun apes bagi oknum mahasiswa dimaksud, dia kedapatan oleh aparat dan kemudian diamankan oleh unit Patroli Motor (Patmor) ke Sat Reskrim. Sebelumnya dalam orasinya, elemen mahasiswa yang berasal dari IMS, HMP2DES,

LMND dan SMI serta sekelompok warga ini menuntut DPRD Kebupaten Bima untuk segera memperjuangkan dana perbaikan Jalan di Desa SaiSampungu Kecamatan Soromandi ke Provinsi NTB. Pasalnya, sejak jalan tersebut dibuka tahun 2001 hingga kini belum ada pengaspalan sama sekali. “Mana keadilan bagi kami,” ujar Zulkarnain. Menyangkut hal ini, keberadaan wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) DonggoSoromandi pun dipertanyakan. Pasalnya hingga kini, masyarakat Sai-Sampungu tak pernah mendapat penganggaran dana dari APBD. Mereka pun menilai, anggota DPRD hanya memperkaya diri dan tak merepresentasikan keinginan seluruh rakyat. Orator lainnya Dilon, merasa saat ini masyarakat SaiSampungu seakan bukan bagian dari Kabupaten Bima.

Padahal Sai-Sampungu merupakan rakyat yang menjadi bagian dari negara. “Untuk itu, kami meminta keberpihakan dari DPRD untuk memperjuangkan tuntutan masyarakat Sai-Sampungu,” ujarnya. Setelah melakukan orasi, para mahasiswa dan kelompok masyarakat ini diterima oleh dua anggota DPRD Kabupaten Bima, H. Mustahid H. Kako dan Drs Ahmad. Kepada para mahasiswa ini, Mustahid menuturkan jika Dewan telah memfasilitasi menyampaikan tuntutan tersebut ke pihak provinsi. Selanjutnya, berdasarkan pertemuan tersebut, Provinsi menyebutkan bahwa dalam tahun anggaran 2014 ini terdapat 15 ruas jalan yang akan diaspal. Termasuk ruas jalan Kecamatan Soromandi. Hanya saja untuk Kecamatan Soromandi sifatnya hanya peningkatan, bukan

pengaspalan. “Jalan itu sebenarnya bukan ranah DPRD Kabupaten Bima, tapi sebagai wakil rakyat kami dan sudah memfasilitasi tuntutan tersebut,” ujarnya. Sementara pernyataan Drs Ahmad justru mengundang reaksi pendemo. Pasalnya, sesuai dengan penyampaian Propinsi jalan tersebut sebagian dianggarkan dari APBD Provinsi dan bantuan dari Australia. Pihaknya pun sudah mengupayakan agar ruas jalan Kecamatan Soromandi juga dianggarkan. Mendengar pernyataan tersebut mahasiswa kembali berang. Pasalnya, mereka tak terima DPRD Kabupaten hanya mengupayakan melainkan harus ada dalam anggaran dalam tahun 2014. “Apalagi dana itu kami dengar dari Australia, kami bagian dari Negara Indonesia, bukan Australia,” tutup Harmoko. (use)

Pimpinan SKPD di KSB Segera Dimutasi Taliwang (Suara NTB) Para pejabat pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) siapsiap berpindah tempat. Memasuki tahun anggaran 2014 mendatang, Pemda KSB akan menggelar mutasi secara menyeluruh jabatan pimpinan SKPD yang ada. “Kita akan kocok ulang seluruhnya. Tidak terkecuali. Semua pimpinan SKPD akan kita mutasi,’’ ujar Sekretaris Daerah (Sekda) KSB Ir. W. Musyafirin, MM kepada wartawan, Senin (2/12). Ada perbedaan yang akan diterapkan pada penempatan pimpinan SKPD yang kemungkinan akan digelar akhir

tahun ini. Sekda mengatakan guna mendapatkan pimpinan SKPD yang berkualitas, pemerintah dalam menetapkan pejabat akan membuat suatu mekanisme rekrutmen yang ketat. Setiap pejabat akan menjalani serangkaian seleksi untuk mengetahui tingkat kemampuannya dalam memimpin. “Nanti kita akan rancang sistemnya sedemikian rupa. Mungkin bisa saja kita libatkan pihak ketiga untuk menyeleksi para calon pejabat sebelum kita tetapkan apa yang bersangkutan cocok atau tidak memimpin SKPD,” urainya. Bagi setiap pejabat yang saat ini telah memegang jabatan pimpinan SKPD nampaknya harus benar-benar mem-

persiapkan diri sekarang. Sebab dalam prosesnya nanti, penentuan pejabat SKPD akan menjalani serangkaian tes yang telah diatur oleh pemerintah atau tim seleksi. Terlebih jumlah pejabat yang dapat mengikuti seleksi tersebut tidak hanya terbatas pada pejabat (eselon II) yang ada sekarang tetapi juga oleh pejabat yang akan memperoleh promosi jabatan. “Jadi bisa saja yang sekarang ada yang nonjob nantinya. Tidak hanya satu, bahkan bisa lebih banyak lagi yang nonjob,” timpal Sekda sembari mengatakan akan segera menyusun mekanisme rekrutmennya. “Secepatnya kita susun aturan mainnya,”

sambungnya. Kemungkinan akan adanya pejabat eselon II yang akan nonjob pada tahun 2014 mendatang memang sangat terbuka. Bukan hanya karena akan dilakukannya kocok ulang pimpinan SKPD semata, hal itu juga disebabkan Pemda KSB baru saja melakukan peleburan sejumlah SKPD pada perubahan Organisai Perangkat Daerah (OPD) yang telah disetujui DPRD setempat belum lama ini. Dalam struktur OPD baru itu tercatat satu SKPD yang dihilangkan sementara dua lainnya dilebur menjadi satu instansi. Masing-masing SKPD itu di antaranya Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Disospora)

yang dihilangkan dan bidangnya disatukan dengan SKPD lainnya, sementara SKPD yang dilebur yakni Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K). Sekda mengatakan, pelaksanaan srtuktur OPD baru itu akan mulai dijalankan per Januari 2014 mendatang. Dengan struktur tersebut ia pun memastikan beberapa pejabat SKPD khususnya eselon II yang ada saat ini tidak akan menduduki jabatan sesuai dengan eselonnya. “Pasti akan ada yang nonjob. Dan akan lebih banyak lagi kalau ada yang dipromosi nantinya,” tandasnya. (bug)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Tiga Tewas, Satu ABK Hilang Dari Hal. 1 Saat terhempas, nakhoda maupun ABK berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Hanya saja, empat ABK lainnya tak bisa menyelamatkan diri karena tengah tidur. Mereka saat itu memang memperoleh giliran untuk tidur. Dari 14 ABK, 10 diantaranya berhasil selamat setelah berenang ke pinggir pantai yang jaraknya sekitar 1 Km. Sementara empat ABK yang tenggelam masing-masing bernama Jali, Riski (14), Sam dan Yuda. Dilanjutkan Sugiyanto, pihaknya mendapat informasi bahwa kapal tersebut tenggelam dari pemilik kapal. Berdasarkan informasi ini, pihaknya bersama petugas Pos SAR Bima melakukan pencarian. ‘’Ada yang mencari di permukaan air ada yang menyelam,’’ katanya. Hasilnya, sekitar empat jam melakukan pencarian, dua orang ABK, Jali dan Riski ditemukan dalam keadaan tewas. Satu orang lainnya, atas nama Sam berhasil ditemukan di sekitar TKP Senin sekitar pukul, 10.30 Wita Sementara satu orang ABK atas Yuda belum diketahui nasibnya. Dihubungi terpisah, petugas Lapangan Pos SAR Arif

Ardiansyah menyebutkan pihaknya terpaksa menghentikan pencarian untuk malam hari. Pasalnya, tak ada protap pencarian malam hari. Hanya saja, disebutkannya dalam pencarian Senin kemarin, pihaknya dan Polairud berhasil menemukan satu jenazah korban, Sam. Jenazah tersebut, katanya, langsung dibawa ke Sape dan langsung dikebumikan. “Setelah tiba di Sape, kita mandikan dan langsung dikebumikan,” terangnya. Begitu juga dengan dua jenazah lainnya juga dikebumikan di Sape. Ini dilakukan mengingat kondisi jenazah yang sudah membengkak. Selanjutnya, pencarian terhadap korban terakhir akan dilanjutkan Selasa (3/12) pagi ini. Diakuinya, selama pencarian pihaknya mengalami gangguan angin kencang dan gelombang tinggi ketika siang hari. Sehingga untuk memudahkan pencarian, pihaknya akan berangkat subuh. “Memang sekarang musimnya (cuaca) lagi ekstrim. Kalau masuk siang hari angin mulai kencang. Makanya kita berangkat subuh,’’ katanya. (use)

Anggaran Infrastruktur Rp 320 Miliar Terancam Ditarik dari NTB Dari Hal. 1 Hal tersebut diungkapkan, Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Nurani Rakyat DPRD NTB, Drs. H. Marinah Hardi saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap nota keuangan dan RAPBD 2014 pada sidang paripurna di Gedung DPRD NTB, Senin (2/12) siang kemarin. “Dikhawatirkan, jika pemerintah proovinsi tidak siap maka proyek yang total nilainya lebih kurang Rp 320 miliar tersebut akan ditarik kembali ke pusat untuk diberdayakan ke provinsi lain yang lebih siap. Untuk itu, minta tanggapan dan penjelasan lebih lanjut terhadap hal itu kepada eksekutif,”katanya. Ia menyebutkan, beberapa proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang terancam ditarik dari NTB tersebut antara lain proyek pembangunan jalan by pass BIL tahap II dari Patung Sapi Lombok Barat – Kota Mataram senilai Rp 255 miliar. Kemudian, proyek pembangunan jembatan di Banyumulek Lombok Barat senilai Rp 55 miliar dan proyek pembangunan jalan di kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) di Pulau Sumbawa dengan biaya konstruksi senilai Rp 40 miliar. “Untuk hal itu Fraksi Kebangkitan Nurani Rakyat meminta melalui Gubernur agar pemerintah daerah pro aktif dan segera mengambil

langkah-langkah lebih lanjut karena berdasarkan hasil konsultasi kami di Dirjen Bina Marga Kementerian PU pada 28 November lalu, bahwa masalah pembebasan lahan dan Amdal paling lambat harus selesai tanggal 10 Desember 2013 mendatang,” terangnya. Diketahui, untuk anggaran pembangunan proyek by pass BIL tahap II sejak pertengahan tahun 2013 lalu ditahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Anggaran tersebut ditahan sampai tiga pemda yakni Pemprov NTB, Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan Pemkot Mataram menuntaskan pembebasan lahan sepanjang 7,1 Km dari Patung Sapi, Lobar sampai Kota Mataram untuk proyek by pass BIL tahap II. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan untuk proyek by pass BIL tahap II tersebut sebesar Rp 65 miliar yang menjadi tanggungan pemerintah daerah. Pemprov NTB menanggung 50 persen atau sebesar Rp 32,5 miliar sisanya Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar. Menurut rencana, proyek jalan by pass BIL tahap II tersebut akan dibangun sebanyak empat jembatan dan jalan sepanjang 7,1 Km dua jalur empat lajur. (nas)

Antar ZIS ke Kediaman Dari Hal. 1 ‘’Totalnya sebanyak Rp 1 miliar, yang akan disalurkan awal Desember ini hingga akhir Januari 2014, dan jumlah penerimanya sedikit lebih banyak dari periode penyaluran sebelumnya yang mencapai 7.100 orang,” kata Ketua Harian Baznas NTB, TGKH Muhammad Anwar MZ, di Mataram, Senin (2/12). Ia mengatakan, penyaluran zakat, infaq dan sedekah itu diawali di lima kabupaten/kota yang ada di Pulau Lombok, kemudian dilanjutkan di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Penyaluran beragam zakat kepada yang berhak menerimanya itu merupakan bagian dari program kerja Pemerintah Provinsi NTB guna mendorong Baznas di kabupaten/kota beserta masyarakat setempat agar bahu-membahu dalam menempatkan zakat sebagai kewajiban dalam agama. Besaran zakat yang diterima setiap orang muzahiq dan muzahiqah, masing-masing Rp 100 ribu dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp 725 juta. Mustahiq produktif juga diberikan pinjaman dana zakat bergulir berjumlah 400 orang, masing-masing sebesar Rp 500 ribu, sehingga totalnya mencapai Rp 200 juta. Baznas NTB juga menyalurkan zakat untuk 15 orang Amil (pihak yang mengumpulkan, menyimpan, menjaga dan mencatat, serta membagikan zakat) dan biaya operasional Sekretariat Baznas sebesar Rp75 juta. “Beragam zakat itu diantar langsung oleh petugas ke masing-masing rumah penerima zakat tersebut, sesuai arahan Pak Gubernur,” ujarnya. Menurut Anwar, Gubernur NTB, Dr.TGH M Zainul Majdi yang berasal dari kalangan ulama itu, menghendaki dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang terhimpun tidak boleh

disimpan lama. “Penekanan Pak Gubernur lebih cepat disalurkan kepada yang berhak menerimanya akan lebih baik. Alhamdulillah mulai 2012 hingga kini petugas langsung mengantar dana ZIS itu kepada para mustahiq/mustahiqah di kediaman masingmasing,” ujarnya. Penyaluran ZIS oleh Baznas NTB sebesar Rp 1 miliar itu merupakan program tahap IV, setelah realisasi tahap I pada April 2012 sebesar Rp 600 Juta, kemudian tahap II yang direalisasi pada Agustus 2012 sebesar Rp1 miliar, dan tahap III sebesar Rp1 miliar yang direalisasi sejak akhir Desember 2012 hingga akhir Januari 2013. Sejauh ini, Baznas NTB menghimpun infaq dari para pejabat PNS yang setiap tahun dapat mencapai Rp 3 miliar, yang disalurkan setiap triwulan. Jumlah PNS di Pemprov NTB mencapai 8.000 orang lebih. Infaq di kalangan pejabat PNS Pemprov NTB itu atas anjuran Gubernur NTB karena dari sudut pandang agama, banyak pejabat yang layak memberi infaq atas penghasilan yang diterima. Bazda juga menghimpun zakat dan sedekah dari berbagai pihak yang hendak melaksanakan salah satu rukun Islam itu. Namun, sejauh ini, potensi infaq dari kalangan pejabat Pemprov NTB yang telah terealisasi baru 20 persen, sehingga masih ada 80 persen potensi yang belum dioptimalkan. Pemprov NTB menggunakan regulasi yang mengatur tentang kewajiban zakat dan infaq di kalangan PNS, dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub), agar pengaturannya lebih baik. (ant/Bali Post)

RAGAM Kehadiran KCP Jamsostek di Sumbawa Diharapkan Perbanyak Peserta

Halaman 5

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kantor Cabang Pembantu (KCP) resmi hadir di Sumbawa, Senin (2/12) kemarin. Hingga diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan. Paling penting semakin banyak tenaga kerja yang menjadi peserta Jamsostek. Saat meresmikan Kantor KCP, Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, menjelaskan, pelayanan sangat penting dalam pembangunan. Kehadiran KCP menjadi salah satu upaya bagi jaminan sosial di bidang ketenagakerjaan akan yang makin mudah, sehingga hak masyarakat mampu dipenuhi. Un-

tuk itu, diharapkan KCP bisa berkolaborasi degan SKPD, terkait program yang akan dijalankan. Sekaligus sosialisasi ke masyarakat agar memahami pentingnya BPJS. “Sebagai mitra pemerintah, bisa bekerjasama agar pelayanan jauh lebih baik. Apalagi Jamsostek yang dulunya milik pemerintah sekarang diswastakan agar lebih professional. Pemkab pun akan terbantu dengan kehadiran KCP ini,”terangnya. Selain itu, keberadaan KCP bisa membantu tenaga kerja. Yang belum masuk anggota, bisa mendaftar dan jauh lebih banyak. Sebab semakin ban-

yak orang yang dilayani semakin baik. Ketika semua msyarakat menjadi angota, maka akan menjamin ketenangan dalam bekerja dan hasilnya akan jauh lebih produktif. Dalam hal ini, pemerintah menciptakan pusat pertumbuhan, menjadi tugas swasta melakukan pemerataan, termasuk kaitannya dengan pelayanan. Kalau Jamsostek berkembang, maka daerah juga ikut berkembang. Tetapi, BPJS tidak ada artinya kalau masyarakat apatis. Makanya perlu ada pemahaman tentang pentingnya jaminan kesehatan bagi pekerja. “Kalau kantor Jamsostek jauh, itu

akan sangat sulit, ketika ada disini lebih mudah. Semakin dekat, maka pelayanan semakin bagus,”tukasnya. Kepala KCP Jamsostek Sumbawa, Sahdi S.H, menambahkan, dukungan Pemkab sangat diperlukan agar program Jamsostek di Sumbawa bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya Jamsostek masalah kesehatan pekerja bisa diatasi. Diharapkan perusahana formal yang ada di Sumbawa bisa tercover melalui program Jamsostek. “Selama ini informasi kurang menyebar, dengan adanya kita sekarang, mudahan teman-temana disini bisa didaftar,”katanya. (arn)

Ustadz Yusuf Mansyur Ingatkan Umat Islam Tetap Baca Al Qur’an Mataram (Suara NTB) Islam mengajarkan umatnya untuk selalu membaca Al Qur’an setiap hari. Dalam Al Qur’an terkandung ayat-ayat yang mengajarkan kepada seluruh umat Islam agar selalu menjadi umat yang tetap ingat dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya membaca Al Qur’an ini menjadi topik utama Tabliq Akbar KH. Yusuf Mansyur yang digelar di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, akhir pekan lalu. Dalam tabliq akbar ini juga hadir Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, pejabat dan PNS lingkup Pemprov NTB. Dalam ceramahnya, Ustadz

Yusuf Mansyur mengibaratkan, jika lembaran Al Qur’an berupa pecahan Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu, maka akan banyak orang yang berebut mengambilnya. Menurutnya, Al Qur’an takkan ternilai dengan uang, sehingga harus dibaca dan dipahami isinya. ‘’Apalagi kalau ditambah dengan menghafalnya niscaya rezeki akan berbeda dan pastri akan tambah berbeda bila mau mengamalkannya isi Al Qur’an yang mulia itu, baik mengamalkannya melalui keseharian maupun dengan cara membaca dan mempelajarinya setiap hari, juga dibaca di setiap shalat,” ujarnya mengingatkan. Sementara Gubernur NTB pada kesempatan tersebut

mengusulkan untuk membangun Rumah Tahfidz Al Qur’an di NTB. Selain itu, soal amalan membaca satu ayat Al Qur’an dalam satu hari, gubernur meminta kesanggupan dari jajaran PNS untuk melaksanakannya. Dalam hal ini, ujarnya, seluruh warga NTB tidak ragu memasuki pintu yang mengarah pada kebaikan. “Untuk itu setiap hal yang baik kita terima dengan lapang dada, Kalau ada pintu kebaikan kita masuk ke dalamnya, segera masuki, karena kita tidak akan tahu, kapan pintu itu akan ditutup oleh Allah SWT ,” ujar gubernur yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini. (ham)

Pemda Dompu Terapkan Sistem ”Real Cost” untuk Perjalanan Dinas Dompu (Suara NTB) Pemerintah daerah (Pemda) Dompu mulai menerapkan system real cost untuk perjalanan dinas bagi pejabat dan pegawai di lingkup pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu. Penerapan system ini diyakini dapat menekan kebocoran anggaran dari perjalanan dinas. Kendati demikian, perhitungan uang harian dan standar hotel bagi pejabat mengalami kenaikan dibandingkan system sebelumnya. Asisten III Setda Dompu, Muhammad, ST, MSI kepada Suara NTB, Senin (2/12) kemarin, mengungkapkan, penerapan sistem real cost bagi perjalanan dinas pegawai di lingkup Pemkab Dompu mulai diterapkan sejak 18 November 2013. Dalam sistem ini, pertanggung-

jawabannya lebih ketat. Karena harus dipertanggungjawabkan dengan tiket pesawat, boarding pass, kwitansi sewa hotel dan lainnya. “Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, uangnya harus dikembalikan,” katanya. Setiap eselon dan golongan memiliki standar hotel dan uang hariannya. Bupati dan Wakil Bupati, standar hotelnya seharga Rp 1,250 juta perhari dan uang hariannya Rp.,5 juta, eselon II untuk Sekda dan Kepala Dinas/Badan hotelnya Rp.800 ribu perhari dan uang hariannya Rp1 juta, eselon III sebesar Rp 600 ribu perhari hotelnya dan Rp 800 ribu uang harian, eselon IV dan V serta staf golongan III sebesar Rp 500 ribu perhari hotelnya dan uang

hariannya Rp 600 ribu. Sementara untuk golongan I dan II uang hariannya dan hotelnya Rp 450 ribu. Untuk anggota DPRD disetarakan dengan pejabat eselon II dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda disetarakan dengan pegawai staf golongan II. “Uang harian dan standar hotel saat ini ada kenaikan dibandingkan sistem sebelumnya. Tapi bedanya, sistem sebelumnya tidak ada keharusan mempertanggungjawabkan uang hotel dan langsung disebut uang lumsum. Sistem real cost, kalau uang hotel kurang dari standar yang ditetapkan, harus dikembalikan, tapi kalau lebih tidak bisas dibayarkan tambahannya,” ungkap mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini. (ula)

Antrian Capai Tiga Jam

Padangbai Harus Tambah Dermaga Mataram (Suara NTB) Antrian kapal masih menjadi keluhan klasik di Pelabuhan Lembar. Tiga dermaga tak jadi jaminan kapal bisa langsung bongkar dan muat. Ternyata, faktor lain kacaunya lalulintas kapal, dipicu juga oleh kapasitas dermaga di Pelabuhan Padangbai, Provinsi Bali. Hanya satu dermaga yang tersedia untuk kapal penumpang, sehingga tak bisa mengimbangi aktivitas penyebrangan dari Lembar. Pantauan langsung Suara NTB Sabtu (30/11) lalu, Kapal SP Ferry yang harusnya sudah langsung bongkar sekitar Pukul 06.00 Wita, urung terlaksana karena ada tiga kapal masuk dermaga untuk bongkar dan muat. Akibatnya, jadwal kapal Ferry yang seharusnya bongkar maksimal Pukul 06.30, harus menunggu hingga tiga jam lamanya. Kapal mengapung pada jarak sekitar 7 mill dari dermaga. Menurut Anto, Operator Kapal, antrean itu sudah menjadi hal biasa. Bahkan dalam banyak kesempatan penyebarangan, kapal akan mengapung hingga lima jam karena menunggu kapal lain bongkar dan muat di satu dermaga yang difungsikan.

Masalah kian pelik, ketika ombak pantai setinggi satu meter menghajar dermaga. Kapal pun tidak berani merapat untuk bongkar, khawatir resiko kapal rusak. “Kalau sudah ombak pantai, bisa sampai 5 – 6 jam nunggu, karena tidak ada lagi dermaga alternatif. Apalagi pelabuhan ini berhadapan langsung dengan laut lepas, sehingga ombak pantai sering jadi kendala,” keluhnya. Solusi paling tepat menurutnya, harus ada penambahan der-

maga. Hal sama juga disampaikan Yanto, penumpang asal Mataram yang menyebrang ke Bali setiap pekan. Tidak ingin merasakan jenuh yang terus menerus karena antrian hingga berjam jam, ia berharap ASDP Bali segera menempuh upaya antisipasi, setidaknya dengan penambahan dermaga di lokasi berbeda. “Kalau ndak nambah dermaga, ya gini gini aja (Antrean), kami yang rugi, waktu banyak terbuang nongkrong di kapal yang terapung,” keluhnya. (ars)

Penangkapan kedua pemuda yang sudah dijadikan tersangka ini, atas informasi dari internal aparat kemudian ditindaklanjuti dengan pengintaian. Setelah ada kepastian informasi, Dirnarkoba Polda NTB, Drs. Ricky Simon Paays memerintahkan Kasubdit II Kompol I Komang Satra turun ke TKP sekitar pukul 09.00 Wita. Tiba di TKP, aparat menemukan Mslm sedang berada di rumahnya bersama tersangka lain, berinisial MK. Setelah keduanya ditangkap tanpa perlawanan, aparat melakukan penggeledahan di kediaman tersangka. Dari penggeledahan itu, ditemukan barang bukti 4 poket kristal SS yang dibungkus rokok

Pungutan PBB, Kecamatan Selong Paling Rendah Selong (Suara NTB) Realisai pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terbilang masih rendah. Secara umum baru mencapai 50 persen. Dilihat perbandingan di 20 kecamatan masing-masing, terlihat Selong paling rendah persentase realisasinya. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA), Muhammad Munir menjawab Suara NTB di Selong, Senin (2/12). Diakuinya, dari target Rp 1,203 miliar tahun 2013 ini baru dicapai 39 persen. Sementara target untuk Kecamatan Selong ini terbilang tertinggi di bandingkan kecamatan lain. Di mana kecamatan lain berkisar Rp 600-700 juta/tahun. Sedangkan Selong sudah mencapai angka miliaran. Tingginya target tahunan itu karena melihat banyaknya bangunan di Selong. Soal masih rendahnya capaian, dikarenakan belum maksimal dan banyaknya yang belum bisa dijangkau. “Ada banyak bangunan juga yang tidak ada SPPT,” ucapnya. Setelah Kecamatan Selong, menyusul realisasi terendahnya adalah Kecamatan Pringgabaya. Dari Rp 674 juta target, terealisasi hanya Rp 273 juta lebih atau baru mencapai 40,61 persen. Diperingkat ketiga paling buntut, Kecamatan Labuhan Haji dari target Rp 594 juta, terealisasi Rp 263 juta atau sekitar 45 persen. Di masa mendatang, ujarnya, khusus untuk penanganan PBB Pedesaan dan Perkotaan (P2), PPKA Lotim ini sudah mempersiapkan perangkat, sehingga capaian PBB ini bisa lebih maksimal. Seperti proses pengurusan SPPT dan STTS yang sejauh ini dianggap masih cukup ri-

bet, karena dicetak di perbankan. “Nanti semua kita akan tangani sendiri, sehingga bisa lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya. Camat Selong, Sanusi yang dikonfirmasi membenarkan soal realisasi pajaknya paling buntut dibandingkan kabupaten lain. Berada pada peringkat terakhir katanya cukup beralasan. Di mana, tahun 2013, banyak hal lain yang menyebabkan para petugas, utamanya di tingkat lingkungan yang disibukkan dengan kegiatan pilkada. Semua fokus pada pilkada, sehingga urusan pembayaran pajak sedikit tertunda. “Ini merupakan hasil evaluasi dan analisa bersama penyebabnya karena pilkada. Kerja petugas agak stagnan,” ungkapnya. Penyebab kedua, peralihan sistem pembayaran pajak. Sebelumnya masyarakat bisa langsung petugas penerima pembayaran pajak. Setahun terakhir ini berlaku sistem baru, masyarakat harus setor ke bank. “Kan kita tahu sendiri, masyarakat jarang yang mau ke bank,” imbuhnya. Penyebab ketiga, lanjut Sanusi, banyak terjadi peralihan kepemilikan hak atas obyek pajak. Hal itu tentunya menyebabkan keharusan terjadinya perubahan SPPT. Saat coba dilakukan penagihan, pihak yang sudah menjual tidak mau bayar, karena alasan sudah menjual. Sebaliknya saat pembelinya ditagih beralasan masih belum berkewajiban, karena belum atas namanya. Solusinya, terang Sanusi, semua wajib pajak nantinya diminta untuk melampirkan setoran tanda lunas di kantor camat. Paling tidak, cara ini bisa mengingatkan wajib pajak sudah jatuh tempo. (rus)

(Suara NTB/ars)

ANTRI - Kapal yang antri untuk merapat di Dermaga Padangbai, dikeluhkan para penumpang.

Polisi Bongkar Sindikat Peredaran SS Dari Hal. 1

(Suara NTB/humas Setda NTB)

TABLIQ AKBAR - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi (paling kiri) saat hadir pada acara Tabliq Akbar KH. Yusuf Mansyur di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Sabtu (30/11) lalu.

dengan berat total 21,7 gram, uang sebesar Rp 6.680.000. Uang itu diduga kuat hasil transaksi narkoba, karena peran kedua tersangka terindikasi sebagai bandar dan memiliki jaringan luar kota. “Dugaan sementara, mereka ini sindikat, terlihat dari omzet mereka yang mencapai jutaan rupiah. Tapi ini masih pengembangan, karena jumlah uang yang belum disita bisa jadi lebih banyak karena belum terungkap,” jelas Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK kepada wartawan, Senin (2/12). Selain uang dan sabu – sabu, diamankan juga barang bukti tiga unit handphone serta alat hisap sabu sabu, berupa bong. Selain sebagai bandar, kedua tersangka diketahui sebagai pecandu narkoba. Salah

seorang tersangka berinisial Mslm berdasarkan catatan aparat, statusnya residivis karena kasus narkoba. Setelah melalui penyidikan mendalam, setelah penetapan sebagai tersangka, kedua pemuda ini dijerat Pasal 112 ayat 1 dan 2, Pasal 113 ayat 2, Pasal 114 ayat 1 dan 2, Pasal 132 ayat 1, pasal 127 Undang Undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman paling ringan 6 tahun penjara, denda Rp 10 miliar. Sementara tersangka Mlsm tidak banyak bicara saat ditanya wartawan, termasuk kaitan dengan barang bukti tersebut. Menurutnya, barang bukti itu berasal dari luar daerah. “Pokoknya luar NTB,” cetusnya, enggan menyebut daerah dimaksud. (ars)

Terendah Kedua di Indonesia Dari Hal. 1 Secara rinci disebutkan, pada bulan November 2013, Nilai Tukar Petani Padi dan Palawija (NTPP) tercatat sebesar 88,88 persen, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 91,60 persen, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 84,54, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 117,25 persen dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTN) 95,07. Secara gabungan, NTP Provinsi NTB sebesar 93,88. Ini berarti mengalami penurunan 0,22 persen bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2013 dengan NTP sebesar 94,09. Dari 32 provinsi yang dilaporkan pada bulan November 2013, sebanyak 17 provinsi mengalami peningkatan NTP. 14 provinsi mengalami penurunan NTP dan 1

provinsi tidak menggalami perubahan yakni Provinsi Jawa Barat. Peningkatan tertinggi NTP bulan November 2013 terjadi di Bangka Belitung, yaitu sebesar 1,01 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 0,90 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu sebesar 1,01 persen, karena indeks yang diterima petani turun sampai dengan 0,83 persen. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/ daya beli petani. (bul)


OPINI

SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Bisa Jadi Preseden Buruk PERSOALAN retribusi parkir di Kota Mataram masih saja menjadi perdebatan antara legislatif dengan Pemkot Mataram. Rasanya, wajar kalau retribusi parkir ini menjadi bulan-bulanan sorotan para politisi Lingkar Selatan. Pasalnya, sudah empat tahun berturut-turut retribusi parkir di Kota Mataram tidak pernah mencapai target. Demikian pula tahun 2013 ini, dari target Rp 1,3 miliar, hingga mendekati penghujung tahun, target ini belum juga bisa terkejar. Tidak keliru juga ketika ada anggapan dari kalangan Dewan bahwa Dishub belum bekerja optimal. Indikatornya terlihat dari target-target yang gagal tercapai. Padahal, banyak kalangan menilai kalau target itu sesungguhnya tidak berbanding lurus dengan potensi parkir di Kota Mataram. Bahkan kalau memag Dishub mau sedikit berkeringat, tidak hanya puas dengan setoran Rp 5.000 sehari, diyakini tiap-tiap juru parkir bisa menyetor Rp 50 ribu per hari. Pembentukan mandor parkir yang diawali dengan proses registrasi ulang jukirpun dinilai bukan solusi yang tepat. Sebab, preman yang disebut-sebut sebagai penguasa lahan parkir, menurut pandangan Dewan, tidak ada. Sehingga, jika dilogikakan, mustahil preman mendapat setoran lebih besar dari jukir ketimbang nilai yang disetor ke Dishub. Jika dicermati, memang ada benarnya. Pemerintah punya kekuatan melakukan intervensi lahan parkir, sehingga kalau masih ada lahan parkir yang dikuasai oknum-oknum tertentu, kurang masuk akal. Diakui atau tidak, saat ini banyak kalangan meragukan kinerja SKPD pimpinan Drs. H. Khalid ini. Namun, Dishub mengklaim bahwa langkah penunjukan mandor parkir sebagai upaya menjawab keraguan pihak lain terhadap kesungguhan Dishub mengelola retribusi parkir. Tidak saja menunjuk mandor parkir. Seharusnya ada upaya lebih agresif yang dilakukan Dishub. Misalnya melakukan pendataan ulang potensi atau titik parkir. Data ini bisa menjadi acuan Dishub dalam menarik retribusi parkir. Sebetulnya Dishub tidak perlu ketakutan setiap kali Dewan minta target retribusi parkir dinaikkan, karena memang banyak titik parkir yang sangat potensial di Mataram. Kecuali, Dishub tidak menolak adanya upaya-upaya menguasai lahan parkir oleh oknum tertentu. Kecurigaan Dewanpun diharapkan tidak terbukti. Sebab, kalau terbukti tentu akan menjadi preseden buruk bagi Kota Mataram dalam hal pengelolaan retribusi parkir. Seperti diketahui sejumlah cara telah dicoba untuk mendongkrak capaian retribusi parkir. Namun sehebat apapun upaya yang dilakukan, kalau potensi ini masih digerogoti oknum-oknum tertentu, tidak akan memberikan hasil maksimal. Apalagi kalau yang menggerogoti adalah ’’orang dalam’’. (*)

Halaman 6

Teror Sampah di Gunung Rinjani “Chasing angels or fleeing demons, go to the mountainsmengejar malaikat atau kabur dari iblis, pergilah ke gunung” (Jeffrey Rasley, penulis novel tentang pendakian dari Amerika Serikat) DA dua kabar paradoks yang tidak bisa saya hindari, setidaknya kabar ini membuat saya tersenyum gembira, namun sekaligus kecewa. Senyum gembira yang kecewa itu, terjadi pada sebuah tempat, yakni Gunung Rinjani. Pada bulan Oktober 2013 lalu, Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan pemerintah sebagai Geopark Nasional (Taman Geologi Nasional), dan pada saat itu, hampir secara bersamaan kabar dari sebuah penjuru pun tersiar, sampah mengotori Gunung Rinjani yang mengirim aroma kecewa. Sampah plastik aneka warna dan bentuk, juga kotoran lainnya, seperti diam di mata saya, membangun monumen luka yang meratap. Sejarah tumpukan sampah di mulai bulan Agustus 2013, ketika TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) menghentikan kerjasama dengan RTMB (Rinjani Track Management Board), sebuah lembaga yang mengelola TNGR dan menyediakan keperluan pendakian. Aroma bisnis yang memiliki angka itu, tercium sengit, menyebabkan tumpukan sampah di Gunung Rinjani. Memang, bisnis selalu punya musuh. Bisnis juga selalu punya pledoi. Samar-samar terdengar pengelolaan sampah di TNGR juga memiliki musuh, yaitu penduduk setempat, dengan suara mengancam akan merusak TNGR jika tak dilibatkan. Awalnya hanya bisik, namun menjadi berisik, menyisakan pemandangan sampah tak terkira, miskin jiwa. Apakah di Gunung Rinjani kita akan menemukan malaikat yang tengah mengabarkan kesabaran? lewat stalaktik yang meneteskan air hangat, menjadi gua sumber air panas, ruang sauna yang diberikan dengan nada rendah hati, merelakan dirinya direnangi, lalu merawat tubuh yang lelah, dan kulit bermasalah menjadi tidak bermasalah. Nasihat Rasley tentang pendakian untuk mengejar malaikat itu, terjadi di gunung Rinjani, namun

Oleh :

Fatih Kudus Jaelani

(Penyair, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Hamzanwadi Selong. Pengelola Komunitas Rabu Langit Lombok Timur) fleeing demons (kabur dari iblis) tak terbukti, di sini iblis serupa sampah plastik, yang membutuhkan ribuan tahun untuk bisa dicerna tanah, seperti tengah membangun kecemasan dengan nada tinggi dan putus asa. Pledoi bisnis tentang rupiah, pemerataan ekonomi, dan kecemburuan sosial, terdengar kurang bijaksana. Secara administratif pemangku kepentingan di Lombok Timur dan Lombok Utara tentu bisa saling bicara. Tapi tumpukan sampah tidak membutuhkan pledoi. Komunikasi dengan memandang gunung Rinjani yang baik itu, lewat mata seluas cakrawala dan hati se-sabar bumi, dengan mahkota Geopark Nasional, penting di kedepankan. Gunung Rinjani membutuhkan pekerjaan besar, bukan pemikiran besar yang berujung pada rupiah. Thedore Roosevelt, Presiden Amerika Serikat ke 26 pernah berujar, disuatu hari musim dingin, di ruang sederhana tanpa jendela, dua cangkir teh hangat tersaji. Roosevelt menyimpan mata kecewa di kepala, sembunyi, diam dan menidurkan amarah. Di hadapannya pemilik pikiran besar, berbicara seperti sedang memamerkan kecerdasan tentang tata kelola pemerintahan. Roosevelt meletakan cangkir setelah meneguknya setetes, perlahan, agar amarah lelap di dalamnya, katanya, “Pemikiran besar hanya bersuara untuk orang-orang berpendidikan, namun perbuatan besar bersuara untuk umat manusia. Suaranya tipis, namun mampu membekukan mulut pikiran besar”. Gunung Rinjani yang bersuara untuk umat manusia, membutuhkan perbuatan besar, dan memahaminya sebagai kebaikan, bukan sebagai lahan bisnis, yang menggemukan dompet pemilik kekuasaan. Bukankah sebagai Taman Geologi Nasional, ia menyimpan segala kebaikan ilmu yang dapat dipelajari umat manusia, tentang struktur batuan dari kulit bumi? Atau setidaknya mengobati mata yang sakit ketika di pagi hari ia wajib memunculkan dirinya bersama terbitnya matahari. Ia juga memberikan kebaikan oksigen bagi umat manusia. Ia juga termasyhur sebagai pemilik keinda-

Gunung Rinjani yang bersuara untuk umat manusia, membutuhkan perbuatan besar, dan memahaminya sebagai kebaikan, bukan sebagai lahan bisnis, yang menggemukan dompet pemilik kekuasaan. han, yang bahasa saja tidak cukup untuk mengatakannya. Keindahan alam yang tak putus-putus sejak pendakian dimulai dari Sembalun, desa teduh yang terletak tak jauh dari Bayan. Bayan sebagai pemilik suara penenun, membuat biografi benang menjadi kain, kesabaran benang melilit blida berlilit-lilit menjadi kenangan pada kain tenun ikat, yang mengikat dan membuat tubuh akan cantik organik. Lalu, zona lembah yang permai, pelawangan yang lapang, dipayungi rerimbun pohon pinus, pertemuan yang menakjuban, dua sungai yang membuat sejarah berbeda tentang air. Satu membuat sungai jernih yang bisa langsung diminum tanpa polusi, satunya lagi membuat aliran mengandung belerang di Kokoq Putih, berhulu di Danau Segara Anak. Ketakjuban terus saja diberikan Gunung Rinjani sampai ke puncaknya, kebaikan yang sempurna. Tidakkah pemandangan di atas mengajarkan artinya memberi, bukan menerima? Memberi untuk umat manusia, bukan menerima segala coba lewat sampah plastik. Sebuah pesan sederhana namun esensial untuk pengelola Gunung Rinjani di Lombok Timur dan Lombok Utara, tentang semangat memberi bagi umat manusia. Namun semangat memberi itu, tentu akan jauh lebih kuat lewat tinta Bapak Gubernur NTB, barangkali saatnya membuat pesan baik, untuk Gunung

Rinjani, sebelum bau pesing dari sampah membuat sejarah sendiri. Tak kalah gentingnya pesan dari Gunung Rinjani untuk para pendaki yang miskin jiwa, agar tidak membuat sejarah sampah pada tanah Rinjani. Tentu para pendaki memiliki cinta istimewa pada alam raya, bukan sedang frustrasi membawa cinta remaja yang putus asa, lalu meninggalkan sampah di mana saja, percayalah, para malaikat yang menebarkan kebaikan di gunung Rinjani tidak akan mengenali wajah frustrasi yang mendaki dengan air mata remaja itu. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa, selain meratapi kehilangan yang dramatis. Maka kita pun melihat kekerasan lain dari para pendaki. Sebelum semuanya berkelindan menjadi tak terduga, ada baiknya mengimani catatan penyair Sufi Persia, abad ke-13, Jalaluddin Rumi “ Bumi menjadi emas di tangan orang-orang bijak “.**

Dewan curiga penguasa lahan parkir ‘’orang dalam’’ Berpeluang disimpangkan

*** DPRD pertanyakan turunnya target retribusi daerah Jangan hanya dipertanyakan, carikan solusinya

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/ bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Hotel di Senggigi Mulai Dipesan SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, natal dan tahun baru menjadi berkah bagi pariwisata Lombok Barat (Lobar). Pemesanan kamar hotel dan paket wisata khusus akhir tahun sudah ramai sejak beberapa waktu lalu. Pemkab pun optimis angka kunjungan akhir tahun ini melejit dibanding waktu yang sama tahun lalu. “Sudah ramai dari sekarang. Hingga Natal dan tahun baru mendatang, kondisinya akan penuh,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Gde Renjana, Senin (2/12). Seluruh hotel dan tempat wisata sudah mempersiapkan diri menyambut tibanya Natal dan Tahun baru. Momen ini biasanya diikuti oleh peningkatan angka kunjungan. Banyak wisatawan memilih Lombok sebagai alternatif tempat liburan karena dianggap masih alami dan belum terlalu ramai, terutama mereka yang bosan dengan pariwisata Bali. Agar tidak terlambat dapat jatah kamar dan paket wisata, wisatawan sudah mulai memesan sejak sekarang. Masing-masing hotel memuaskan tamu lewat sajian khas masing-masing mulai dari aneka bentuk layanan hingga even-even khas. Dipilihnya Lombok, secara khusus Lombok Barat, sebagai destinasi alternatif wisatawan baik mancanegara maupun domestik, dikarenakan makin baiknya iklim pariwisata daerah. Penambahan fasilitas publik untuk kenyamanan turis juga jadi pemicu. Lombok Barat sendiri memiliki kalender even yang menjadi daya tarik tersendiri. “Kami yakin kunjungan akhir tahun ini lebih tinggi dari kunjungan pada bulan yang sama tahun lalu,” ungkap Renjana. Beberapa waktu lalu, dinas mengklaim tren kunjungan wisatawan selama kurun waktu tiga tahun terakhir bergerak naik. Secara umum pada tahun 2011, capaian kunjungan mencapai 269.980 orang. Angka ini meningkat pada tahun 2012 menjadi 307.220 orang. Pada tahun ini hingga akhir September lalu diklaim sudah ada 239.044 orang. Tren positif juga terdapat pada data kunjungan ke daerah selatan, dalam hal ini Kecamatan Sekotong yang dipromosikan secara gencar sejak beberapa tahun terakhir. (her)

(Suara NTB/nas)

BATAKO - Seorang warga Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah sibuk membuat batako, dengan bahan dasar pasir dan semen. Pasir sungai dan semen didatangkan dari luar gili dengan sampan. Akibatnya, harga batako di Gili Trawangan jauh lebih tinggi ketimbang harga satuan batako di luar pulau kecil itu. Tapi para pengusaha bungalows, cottage dan sejenisnya di gili tersebut tidak punya pilihan lain untuk membangun, selain batako buatan penduduk setempat.

Perpanjangan ’’Runway’’ BIL Ditunda Mataram (Suara NTB) Perpanjangan landasan pacu pesawat (runway) Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi 3.000 meter dipastikan akan molor hingga tahun 2018 mendatang. Kepastian itu diperoleh dari kunjungan kerja Komisi III Bidang Infrastruktur DPRD NTB, 22 November 2013 lalu ke Kementerian BUMN dan PT Angkasa Pura I. Untuk itu, eksekutif dalam hal ini Pemprov NTB bersama legislatif akan merapatkan barisan, mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan perpanjangan runway BIL sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peresmian BIL, Oktober 2011 lalu. Informasi molornya perpanjangan runway BIL itu terungkap dalam pemandangan umum fraksi PPP dan fraksi Kebangkitan Nurani Rakyat

dalam sidang paripurna DPRD NTB, Senin (2/12). Juru bicara fraksi PPP yang juga Sekretaris Komisi III DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH, MH menuturkan, hasil kunjungan Komisi III DPRD NTB ke Kementerian BUMN dan PT Angkasa Pura menjelaskan bahwa mereka tidak serta merta merealisaikan janji presiden SBY tersebut saat ini. “Sehingga dalam agenda Kementerian BUMN dan PT

Angkasa Pura I, tidak ada perencanaan apalagi realisasi perpanjangan runway BIL hingga akhir masa jabatan presiden SBY,” ujarnya mengutip pernyataan dari Kementerian BUMN dan PT AP I. Bahkan, kata Nurdin, Kementerian BUMN dan PT AP I, memperkirakan bahwa kemungkinan perpanjangan runway BIL, baru akan dipikirkan setelah tahun 2016 atau 2018. “Mohon agar ini disikapi oleh Gubernur dan Wakil

Gubernur,” pintanya. Hal senada dikatakan Fraksi Kebangkitan Nurani Rakyat melalui juru bicaranya, Drs. H. Marinah Hardi. Pemprov NTB diminta bersikap terkait dengan penundaan perpanjangan runway BIL oleh kementerian terkait. Fraksi Partai Golkar juga mendesak Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi untuk bergerak cepat merealisasikan perpanjangan runway BIL sebelum masa jabatan presiden SBY berakhir. Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD NTB, Baiq Indah Puspitasari, SE mengatakan, pengembangan BIL tidak hanya untuk kepentingan arus wisata. Tetapi yang terpenting adalah mendukung BIL se-

bagai embarkasi haji yang dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si ditemui usai menghadiri sidang paripurna denagn agenda pemandangan umum fraksi DPRD NTB terhadap nota keuangan dan RAPBD 2014 menjelaskan dirinya dan gubernur akan menindaklanjuti janji presiden tersebut untuk dipertanyakan ke pemerintah pusat. “Ini akan menjadi perhatian eksekutif dan legislatif akan lebih serius untuk memperjuangkan kembali ke pusat. Bila perlu kita minta waktu untuk ketemu dengan Presiden. Kita bersama-sama memperjuangkannnya,” tandasnya. (nas)

(Suara NTB/dok)

Banyak Perusahaan Belum Salurkan Dana CSR Gde Renjana

DPRD Pertanyakan Turunnya Target Retribusi Daerah Mataram (Suara NTB) Sebagian besar fraksi-fraksi di DPRD NTB mempertanyakan penurunan target retribusi daerah pada RAPBD 2014. Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB, Dra. Hj. Endang Yuliati mengatakan, setelah fraksinya membaca dan menelaah nota keuangan RAPBD NTB 2014, instrumen yang paling penting untuk mengukur kemandirian suatu daerah terlihat dari komponen-komponen Pendapatan Asli daerah (PAD). “Penurunan jumlah target pendapatan ini cukup memprihatinkan walaupun pada beberapa jenis pendapatan mengalami kenaikan. Kenaikannya pada pajak daerah seperti PKB, BBNKB, PBBKB yang notabene karena bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, konsumsi BBM yang semakin meningkat dan bea balik nama kendaraan bermotor,” jelasnya. Sementara, kata Endang, pada sisi retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain-lain pendapatan daerah yang sah dan bagi pajak/bukan pajak mengalami penurunan. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja aparatur belum optimal. Terhadap penurunan retribusi daerah yang bersumber dari UPTD-UPTD, mohon penjelasan,” katanya. Endang menyebutkan, bagi hasil/bukan pajak terjadi penurunan yang signifikan, di mana pada APBD 2013 sebesar Rp 270 miliar lebih sedangkan pada RAPBD 2014 menurun menjadi Rp 180 miliar lebih. “Terhadap penurunan yang cukup signifikan itu, fraksi PDI perjuangan minta penjelasan, termasuk juga DAK yang terjadi penurunan sebesar 4,78 persen,” pintanya. Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Baiq Indah Puspitasari, SE juga menyoroti menurunnya capaian pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sampai 3,5 persen tahun 2014 mendatang. Secara logika, katanya, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun akan menambah konsumsi penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor. “Lebih-lebih jika dihitung penggunaan bahan bakar untuk kepentingan industri, usaha kerajinan, perikanan, pertanian dan perkebunan,” katanya. Fraksinya berpendapat, hakekat retribusi daerah adalah salah satu bentuk pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan jasa pemerintah daerah. Dari sisi kuantitas, lanjutnya, jika terjadi kenaikan retribusi daerah dari tahun ke tahun, artinya telah terjadi kenaikan tingkat pelayanan. “Namun penerimaan retribusi daerah tahun 2014 direncanakan menurun sebesar Rp 26,91 persen. Kami mohon penjelasan mengapa terjadi seperti itu,” pintanya. Juru Bicara Fraksi PKS, Johan Rosihan, ST dalam pemandangan umum fraksinya mengatakan mengapresiasi rencana kenaikan pendapatan daerah sebesar 6,99 persen jika dibandingkan tahun anggaran 2013. Pemprov NTB merencanakan pendapatan daerah mencapai Rp 2,77 triliun lebih pada APBD 2014. Jumlah ini naik 6,99 persen dari target pendapatan daerah pada APBD Perubahan tahun 2013, yaitu sebesar Rp 2,59 triliun lebih. Kenaikan itu, katanya, disumbangkan oleh adanya nomenklatur pajak baru sebagai pajak daerah yakni pajak rokok sebesar Rp 140 miliar yang berkontribusi 13,24 persen dari struktur PAD NTB atau 16,59 persen dari struktur pajak daerah. Dijelaskan, tahun-tahun sebelumnya, tren kenaikan pajak daerah di luar pajak rokok sampai di atas Rp 40 miliar. Sedangkan pada RAPBD 2014, usulan kenaikannya hanya Rp 30 miliar. “Fraksi PKS meminta kepada saudara gubernur agar rencana penerimaan pajak daerah di luar pajak rokok bisa lebih dioptimalkan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. (nas)

Mataram (Suara NTB) Diperkirakan banyak danadana Coorporate Social Responsibility (CSR) tak tersalurkan di masyarakat. Padahal, menjadi kewajiban masing-masing perusahaan untuk melaksanakan program CSR atas dana yang wajib dikeluarkan setiap tahun, baik oleh BUMN maupun BUMD. “Bisa jadi banyak perusahaan yang belum mengeluarkan dana CSR-nya,” terang Ketua Forum CSR NTB, Zainul Aidi di Mataram, Senin (2/12). Direktur Utama Gerbang NTB Emas (GNE) ini mengatakan masih akan melakukan pendataan dan pengawasan terhadap semua perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi NTB. Dinilai, banyak dana-dana CSR yang dikeluarkan perusahaan kerap kali tak tepat sasaran. Hal itu karena tidak adanya koordinasi dengan setiap perusahaan. Oleh karenanya, forum yang dibawahinya ini sedang melakukan pendekatan dengan dunia usaha, per-

bankan dan sejenisnya. Belum dapat disimpulkannya secara valid, berapa sebenarnya potensi dana CSR jika dilakukan penghitungan. Tetapi pada kesempatan sebelumnya, ia menyebut angkanya memungkinkan di atas Rp 1 triliun setiap tahunnya. Inilah yang mestinya diarahkan pengalokasiannya. Ada kecenderungan tumpang tindihnya penyaluran dana-dana yang dikhususnya kepada masyarakat dalam bentuk program pengembangan usaha, pertanian dan sejenisnya. Dampak pelaksanaan program CSR dilihat belum begitu signifikan hingga saat ini. Padahal, persoalan yang paling mendasar yang masih perlu dientaskan di Bumi Gora ini adalah kurangnya SDM, kemiskinan dan infrastruktur. “Arah CSR belum merata, tidak maksimal. Padahal masih banyak yang harus dilakukan pembenahan dari dana SCR ini,” tambahnya. Hadirnya forum CSR ini adalah untuk mediasi program

perusahaan dengan program pemerintah, sehingga tepat sasaran. Polanya, forum ini akan melaksanakan pengawasan kepada setiap perusahaan. Tetapi jika perusahaan memberikan kepercayaan kepada forum ini, maka menurut Zainul Aidi, pihaknya akan siap mem- back up itu. “Sekali lagi, forum ini bebas melakukan pengawasan dan memberi teguran kepada perusahaan jika pelaksanaan program CSR-nya tidak dilaksanakan,” katanya mempertegas. Jika dana CSR yang nilainya cukup besar ini bisa dilaksanakan dengan baik oleh semua perusahaan, maka tidak menutup kemungkinan akan terdongkraknya berbagai sektor. Oleh karenanya, peran pemerintah daerah juga untuk memberi dorongan. Tahun 2014 mendatang, melalui forum ini, tambahnya perusahaan-perusahaan tersebut akan ditertibkan dalam hal penyaluran dana wajibnya ini. Masih dilakukan koordinasi antarperusahaan. (bul)

Serahkan Aset

Loteng Tambah Saham di Bank NTB

Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana bakal meningkatkan sahamnya dengan menambah penyertaan modal pada Bank NTB. Namun untuk menambah penyertaan modalnya ini berupa aset daerah dalam bentuk tanah seluas 29 are lebih. Lahan tersebut menurut rencana akan dijadikan sebagai lokasi pembagunan kantor Bank NTB cabang Praya. Untuk menggantikan kantor lama yang status bangunannya masih minjam dari pemerintah daerah. “Lahan yang akan kita serahkan nanti ke pihak Bank NTB yakni lahan eks. Sekretariat KNPI Loteng,” sebut Kabag. Aset Setda Loteng, Drs. H. Muhamad, kepada Suara NTB, Senin (2/12). Ia menjelaskan di atas lahan tersebut ada dua bangunan yang berdiri. Selain bangunan sekretariat KNPI Loteng, juga ada bangunan eks kantor pertambangan Loteng yang kini masih dimanfatkan sebagai kantor oleh SMP Negeri 1 Praya. “Saat ini bangunan yang eks. Sekretariat KNPI Loteng sudah dirobohkan. Sedangkan bangunan kantor SMP Negeri 1 Praya, belum. Karena masih menunggu pihak SMPN 1 Praya pindah dulu,” jelasnya. Muhamad menambahkan, dengan adanya penyerahan lahan tersebut nantinya Pemkab Loteng akan memperoleh tambahan dividen senilai Rp 7

(Suara NTB/kir)

ASET - Inilah lahan yang rencananya akan diserahkan Pemkab Loteng ke Bank NTB, sebagai bagian tambahan penyertaan modal kepada Bank NTB. miliar lebih. Sesuai dengan hasil penilaian aset yang telah dilakukan sebelumnya. Dan, besaran dividen tersebut akan terus bertambah seiring kenaikan harga lahan tersebut. “Untuk saat ini nilai aset tersebut dihitung sebesar Rp 7,1 miliar. Tapi itu bisa saja berubah di masa-masa yang akan datang. Sesuai dengan perkembangan harga lahan di lokasi tersebut,” timpalnya. Di mana nantinya, pemerintah rencananya akan melakukan penilaian ulang harga aset tersebut setiap dua tahun sekali. Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemkab Loteng sendiri sudah mengajukan surat pengajuan penyertaan modal kepada DPRD Loteng. Dan, diharapkan dalam bulan ini juga sudah ada persetujuan dari pihak Dewan.

Mengingat sesuai permintaan pihak Bank NTB, penambahan penyertaan modal berupa aset tersebut sudah ada kejelasan pada akhir bulan Desember ini. Pasalnya, pihak Bank NTB sendiri sudah menyiapkan anggaran khusus pembangunan kantor cabang yang baru pada tahun 2014. (kir)

(Suara NTB/ist)

Para peserta touring foto bersama sesaat sebelum berangkat di depan kantor PT Astra Tbk, HSO Mataram.

Perkenalkan CB 150 R

Honda Gelar ”Journalist Riding Experience” Mataram (Suara NTB) Dalam rangka menggiatkan konsep fun riding bagi para Wartawan di NTB, Honda menggelar touring dengan Konsep Fun Safety Riding, menggunakan sepeda motor Honda CB 150 R. Hajatan utamanya adalah untuk membuktikan ketangguhan motor keluaran terbaru ini. Dilaksanakan Minggu (01/ 12), sebanyak 12 perwakilan media dari seluruh NTB, lengkap dengan atribut safety riding. Start touring dimulai dari kantor PT. ASTRA INT TBK – HSO Mataram, Main Dealer Honda wilayah NTB, di jalan TGH. Saleh Hambali no 8 Mataram, dan diakhiri dengan melakukan Reboisasi di Hutan Lindung Rinjani . Pada touring ini, Honda sengaja mempersiapkan rute yang lengkap, dengan jalan lurus, berkelok-kelok, bergelombang, tanjakan dan turunan, Ini merupakan cara untuk membuktikan ketangguhan motor CB 150 R di kondisi jalan NTB. “Sekaligus mempromosikan safety riding untuk warga Kota Mataram, Honda tetap konsisten melakukan Gerakan Honda Untuk NTB, di mana Honda berperan aktif terhadap lingkungan. setidaknya dengan melakukan penghijauan di hutan lindung Rinjani, serta memberikan ban-

tuan kepada masyarakat di sekitar hutan Rinjani berupa dana bantuan pembangunan fasilitas umum, dan tentunya Honda akan mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini di lain waktu untuk konsumen setia Honda lainnya,” terang Koordinator acara, Pradita Sukmono. Pada kegiatan ini, peserta menjajal bebagai keunggulan dari Sepeda Motor Honda CB 150 R. berupa keunggulan mesin 150 CC DOHC 6 kecepatan teknologi Moto GP yang tidak dimiliki motor lain sekelasnya. Sehingga tenaga cukup kuat pada setiap transmisinya, sangat cocok bagi yang memiliki jiwa muda. Keunggulan lainnya yakni, rangka trallis yang ringan dan kokoh. sehingga lincah dalam bermanuver di jalan raya maupun jalan berkelok-kelok dengan handling yang mantap. Sistem suspensi Pro Link menjadi keunggulan berikutnya, suspensi ini juga digunakan di Sepeda Motor Honda CBR 250R dimana kenyamanan berkedara menjadi hal yang utama bagi pengendara CB 150 R. “Mesin CB 150 R sudah menggunakan sistem injeksi sehingga irit bahan bakar, ramah lingkungan dan sekaligus menambah performa CB 150 R,” demikian Pradita Sukmono. (bul)

HILANG

HILANG

HILANG BPKB R2 Yamaha DR 5842 BF. Noka / Nosin : MH35TL0077K887345 / 5TL887598. No BPKB : 8425400-0 An. Dra. Hj.Kusdiratin, SH. Hilang di sekitar Pertokoan Cakra

HILANG STNK R2 Yamaha DR 6481 DL. Noka / Nosin : MH34A1500BYK464697 / 4WH146568. An. Muhammad Nur. Hilang disekitar Denpasar

HILANG STNK R2 DR 2046 BR. Noka/Nosin : MH344D001AK021142 / 44D-021223. An. Idris Sardi, Hilang disekitar jl. Panjitilar Negara

HILANG STNK R2 Yamaha DR 6650 HD. Nosin / Noka : 28D-20915522 / MH328D306AK094875. An. Deni Kusuma Arianto. Hilang disekitar Gomong Mataram


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Diharapkan Jadi “Whistleblower”

Polres Lobar Perlu Dalami ”Nyanyian” Burhanuddin Giri Menang (Suara NTB) “Nyanyian” mantan Kepala Kantor Aset Daerah Lombok Barat, Burhanuddin terkait kasus penjualan aset Jagaraga ditanggapi positif oleh sejumlah pihak. Namun diharapkan, pengakuan Burhanudin itu tidak saja menjadi sebatas “nyanyian” belaka akan tetapi Polres Lombok Barat perlu mendalami pernyataan tersangka yang kini mendekam di hotel prodeo terkait kasus serupa tersebut. Diharapkan, Burhanudin bisa menjadi penyuplai informasi atau Whistleblower terkait kasus aset tersebut. Demikian pula terkait kasus-kasus aset lain di Lobar. Apresiasi terhadap upaya Polres Lombok Barat yang berkomitmen mengusut kasus penjualan aset Pemda di Dusun Tegal, Jagaraga. Apresiasi itu disampaikan pelapor yang juga Ketua KPKT, Munawir Haris. “Kami apresiasi upaya Polres mengusut kasus ini, tapi pengakuan (nyanyian) Burhanuddin itu perlu didalami oleh Polres. Karena saudara Burhanudin diharapkan menjadi Whistleblower,”kata Munawir Haris, Senin (2/12). Menurut Munawir Haris, apa yang diungkapkan Burhanudin di media Selasa kemarin memang benar adanya. Burhanudin yang saat itu menjabat kepala kantor aset tidak pernah secara langsung menjual aset ini kepada warga. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan ia terlibat. “Oknum-oknum baik dari pimpinan dewan dan kades harus segera diperiksa agar segera diproses. Siapa yang salah itulah yang harus dihukum,” tandasnya. Ketua Komisi Pemantau Kebijakan dan Transparansi ini berharap nyanyian Burhanudin harus segera disikapi kepolisian, tentu dengan hati-hati. Setidaknya Burhanudin berani berbicara juga harus memiliki bukti otentik dan valid. Fakta terbaru yang ditemukan di lapangan bahwa dari 50 are aset pemda yang dijual membengkak menjadi 1,2 hektar lebih. Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lobar, Iptu Windy Tjahyadi mengaku saat ini sedang melihat situasi. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ini. Pihaknya akan meminta keterangan Dewan jika diperlukan untuk memberi klarifikasi. “Kalau terbukti ya mereka (dewan) akan kami proses,’’ ungkapnya. Saat ini pihaknya fokus pada tersangka Burhanudin. Ia menambahkan, untuk menjerat seseorang menjadi tersangka paling tidak perlu dua alat bukti yakni keterangan saksi ditambah surat dan bukti tertulis. (her)

POLHUKAM

Perlakuan Istimewa Tahanan Korupsi Dipertanyakan Mataram (Suara NTB) Dugaan perlakukan istimewa terhadap Burhanuddin, terdakwa kasus tindak pidana korupsi kasus tanah pecatu, dipertanyakan pegiat antikorupsi. Jika benar ada perlakukan istimewa, maka pihak Lapas dan Kanwil Kemenkum HAM NTB harus mengecek indikasi kejanggalan dibalik perawatan Burhanuddin di Rumah Sakit Biomedika Mataram. Menurut posko pemantau peradilan NTB, Ahyar Supriadi, SH, untuk bisa mengeluarkan tahanan dari Lapas, mestinya ada aturan ketat berlaku. Jika memang tahanan apapun, khususnya tipikor sakit kemudian dirujuk ke rumah sakit umum atau swasta, maka harus melalui cek medis. “Kan ada aturan jelas soal itu, apakah sudah diberlakukan? Kok sampai ada tahanan tipikor tanpa pengawalan?,” tanya Ahyar. Disebutnya, ada peraturan Menteri Kehakiman RI Nomor M.04-UM.01.06/ 1983. Aturan yang masih berlaku ini mengu-

rai tata cara pemempatan perawatan tahanan dan tata tertib rumah tahanan negara. Disebutkan Ahyar, dalam pasal 9 ayat 1 dan 2, keluarnya tahanan harus ada izin dari dokter rutan setelah melalui pemeriksaan medis. Jika memenuhi syarat untuk dirawat di luar Lapas atau rutan, maka harus ada rekomendasi dokter. “Dan itu harus ada pengawalan selama masa perawatan di rumah sakit,” kata Ahyar. Ia juga mempertanyakan, apakah Kepala Lapas sudah melakukan telaah sehingga tahanan itu bisa keluar berobat dan tanpa pengawalan.

Kakanwil Kemenkum HAM NTB melalui Kadiv Pemasyarakatan, Jauhar Fardin, memastikan tidak ada kejanggalan apapun dalam proses keluarnya Burhanuddin dari tahanan kemudian berobat di Bio Medika. Bahkan ditegaskannya, tidak ada yang istiewa. “Prosedurnya sudah terpenuhi. Dia sudah melalui pemeriksaan medis dan memenuhi syarat untuk dirawat di rumah sakit luar Lapas. Informasi yang saya dapat dari Lapas Mataram, dia (Burhanuddin) akan operasi ginjal,” kata Jauhar kepada Suara NTB di ruangannya Senin (2/12) kemarin. Namun disisi lain ia mengakui izin berobat Burhanuddin memang belum keluar dari Pengadilan Negeri Mataram yang memiliki otoritas. Sebab status Burhanuddin adalah terdakwa, sehingga izinnya keluar dari pengadilan. “Tapi karena izin belum keluar, terpaksa kami keluarkan dulu,

Tak Lolos 20 Besar

Kinerja Timsel KPU Diprotes Mataram (Suara NTB) Beberapa orang yang tidak lolos 20 besar calon komisioner KPU NTB memprotes kinerja Tim Seleksi (Timsel). Profesionalisme dan objektivitas Timsel dipertanyakan dalam melakukan proses seleksi. Salah satu peserta seleksi, Lalu Abdul Wahid mempertanyakan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas Timsel. Wahid menilai, Tim Assesment Psikologi yang ditentukan oleh Timsel belum diketahui seperti apa jam terbangnya. Ia juga menilai disamping kurang profesional, Timsel juga dinilai kurang terbuka atau transparan. “Yang kita maksudkan dengan transparan adalah terbuka seluas-luasnya tapi bertanggung jawab. Tapi ini bersifat tertutup. Jadi kita hanya tahu nama-nama yang masuk 20 besar dan kita tidak tahu masalahnya kenapa kita tidak lolos,” cetusnya di hadapan wartawan, Senin (2/12). Sementara itu, peserta lainnya yang tidak lolos seleksi, Dr. Ahyar Fadly, M.Si mengatakan pada saat pertama kali proses seleksi yaitu tes tulis, sudah terdengar rumor siapa saja yang akan lolos 20 besar. “Kalau sudah jelas belum tes saja ada nama yang lulus, lalu untuk apa kita adakan seleksi. Dan isu yang beredar sejak awal ternyata masuk 20 besar,” ujarnya. Ia menilai hal ini merupakan dagelan dan Timsel dituding tidak transparan. Sementara itu, mantan Ketua KPU NTB, Drs. H. Darmansyah, M.Si yang gagal masuk 20 besar mengatakan, rekomendasi yang akan mereka susun tidak hanya akan disampaikan ke KPU RI. Tetapi juga akan ditembsukan ke Ombusdman RI Perwakilan NTB, Lembaga Perlindungan Konsumen, dan pengurus Himpunan Psikolog. Menanggapi protes para peserta ini, Ketua Timsel Komisioner KPU NTB, Prof. Agil Al Idrus, M.Si bersama keempat Anggota Timsel lainnya membantah tegas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada mereka terkait tidak transparan, tidak profesional, dan tidak subjektif dalam proses seleksi. Pengumuman yang dilakukan di media massa terkait nama-nama peserta yang lolos di setiap tahapan disebut sebagai bentuk transparansi mereka dalam proses seleksi. Dalam menentukan 20 besar, ada tiga variabel pokok yang dijadikan alat ukur untuk menentukan hasil yaitu tes tulis, tes kesehatan, dan tes assesment psikologi. Terkait permintaan beberapa pihak untuk membuka alasan kenapa tidak lolos ke tahap 20 besar, Agil mengatakan ada instrumen yang bersifat rahasia yang tak bisa dibuka ke publik. Sementara itu, Sekretaris Timsel, Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo, SH., M.Hum mengatakan pihaknya bekerja atas dasar transparansi dan berdasarkan peraturan Perundang-Undangan. “Ada informasi yang layak diketahui publik dan ada informasi yang dikecualikan untuk diinformasikan kepada publik,” ujarnya. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP, informasi kapabilitas dan komeptensi termasuk informasi yang dikecualikan untuk dipublikasikan. “Itu dasar kami. Kalau kami menyampaikan ke publik justru kami yang melanggar UU,” ujarnya. (yan)

bawa ke rumah sakit, sampai izinnya keluar,” bukanya. Tapi diklaimnya itu tidak masalah, terpenting pasien segera dirawat untuk menghindari resiko. Ia juga ingin meluruskan terkait informasi mantan Kepala Kantor Aset Lobar itu diistimewakan. Sebenarnya, kata dia, bukan diistimewakan dalam arti perlakuan terbaik. Namun Burhanuddin memang harus dikhususkan karena dalam kondisi sakit. “Justru kalau kami tidak keluarkan dari tahanan, bisa bahaya. Kalau ada apa apa kami yang dituntut bertanggungjawab,” tegasnya. Ditanya soal klaim Burhanuddin yang mengaku membantu memuluskan pembebasan lahan pembangunan Lapas di Kecamatan Kuripan, Jauhar membenarkan sebagian. Menurutnya, mantan kepala sekolah itu memang membantu dalam memuluskan proses pembebasan lahan di Kuripan, karena memang kapasitasnya se-

bagai kepala kantor Aset. “Tapi tidak ada kaitannya dengan izin berobat ini, ndak ada hubungannya samasekali. Berobat ya berobat, kalau soal pembebasan lahan itu urusan lain,” tegasnya. Sementara Burhanuddin yang ditemui di Kamar 228 Rumah Sakit Biomedika Mataram mengklarifikasi terkait pernyataannya yang sebelumnya. “Tidak benar saya diistimewakan. Yang benar itu, saya memuji Lapas Mataram yang perlakukan terhadap kami sangat manusiawi. Jadi disana (Lapas, red) tidak ada yang dipukul, diintimidasi seperti kesan di luar. Ternyata di dalam aman - aman saja kok,” demikian klarifikasi Burhan. Ditanya bukti rekam medic yang menunjukkan bahwa dirinya sakit berat, pria yang akrab disapa Bur ini mengaku, hasil pemeriksaan medisnya sudah dibawa pengancaranya, Dr. Zarman Hadi, SH, MH. (ars)

WTO Digelar di Bali

Polres Perketat Pengamanan di Pelabuhan Lembar

Randis Anggota Dewan Digondol Maling Tanjung (Suara NTB) Kendaraan Dinas (randis) jenis sepeda motor Vixion milik salah satu Anggota DPRD KLU, H. Junaidi Arif, Sabtu (30/ 12) malam lalu, hilang digondol maling. Bersamaan dengan itu, maling juga berhasil membawa kabur sepeda motor lainnya, yakni Honda Beat, milik Sudirman di tempat yang sama. Kepada wartawan usai memasukkan laporan di Polsek Tanjung, Sudirman, mengatakan kejadian hilangnya dua sepeda motor sekaligus di kediamannya, berlangsung Sabtu malam atau Minggu dini hari. Hingga pukul 2 dini hari, ia yang tinggal di Dusun Kapu, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, masih terjaga. Hingga dirinya terlelap dan melihat keesokan harinya, dua sepeda motor sudah tidak ada. “Sepeda motor Vixionnya diparkir di luar rumah dan Honda Beat di dalam rumah. Malingya membawa kabur Honda Beat dengan mencongkel jendela rumah,” aku Sudirman. Dikatakannya, motor Yamaha Vixion yang hilang itu adalah kendaraan dinas yang sehari-harinya digunakan oleh Junaidi Arif. Anggota Dewan tersebut meminjamkan sepeda motor dimaksud kepada dirinya, yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Junaidi. Informasi yang diperoleh menyebutkan, Randis Anggota DPRD itu saat dibawa kabur maling, ber-plat hitam. Tidak ada gelagat aneh yang dirasakan atau dilihat Sudirman saat malam kejadian, kecuali pendatang yang pada malam hari sedang berburu ikan tuna. Dusun Kapu dan sekitarnya belakangan banyak dimasuki oleh orang luar dengan menggunakan kendaraan roda empat, baik open cup maupun mobil tertutup. “Malam itu kami sempat curiga ada mobil station dan open cup dari luar KLU. Siapa tahu mereka pura-pura memancing tetapi tujuannya justru lain,” sambungnya. Usai kejadian yang menimpa dirinya, kehilangan sepeda motor sudah kerap kali terjadi di wilayah Desa Jenggala dan sekitarnya. Beberapa waktu lalu, sepeda motor di kediaman Kepala Desa setempat juga hilang. Atas situasi meresahkan inilah, ia dan warga Kapu lainnya meminta aparat Kepolisian sering turun melakukan pemantauan ke warga pada jam-jam tengah malam. (ari)

Halaman 8

SERTIJAB - Sertijab Kalapas Mataram dipimpin Kakanwil Kemenkum HAM NTB, Agusta K. Embly

Kalapas Mataram Diganti Mataram (Suara NTB) Setelah dipastikan memasuki masa purna tugas, Suheryanto, BC.IP,. SH., MH akhrinya menuntaskan masa tugasnya, Senin (2/12) kemarin. Posisinya sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Mataram diganti Drs. Suprapto, BC.IP, SH, MM. proses sertijab berlangsung Senin kemarin dipimpin Kakanwil Kemenkum HAM NTB, Agusta K. Embly. Suheryanto sebelumnya

sudah bertugas selama sekitar dua tahun di Lapas Mataram. Pria ini juga mencatat dua kali menjabat sebagai Kalapas Mataram. Sementara penggantinya, Suprapto, sebelumnya menjabat Kabid Keamanan dan Pembinaan Kanwil Kemenkum HAM NTB. “Proses pergantian jabatan ini demi penyegaran organisasi,” terang Kadiv Pemasyarkatan, Jauhar Fardin, BC.IP, SH,MH. Banyak tugas menanti

Kalapas yang baru. Salah satunya pengawasan internal, terkait masih maraknya peredaran handphone dan indikasi peredaran narkoba di dalam Lapas. Selain itu, Kalapas juga harus menjamin pembinaan yang manusiawi dan adil kepada seluruh tahanan dan narapidana yang sudah over kapasitas. Saat ini jumlah tahanan dan narapidana mencapai 500 lebih, sementara kapasitas hanya 300 lebih. (ars)

Giri Menang (Suara NTB) Polres Lombok Barat memperketat Pengamanan dan pemeriksaan di Pelabuhan Lembar, Kecamatan Lembar, menyusul akan dilaksanakannya Konferensi Tingkat Menteri ke-9 atau World Trade Organization di Bali. Kegiatan yang akan dihadiri sekitar 10 ribu peserta ini akan dilaksanakan dari tanggal 3 - 6 Desember 2013. “Diperketatnya Pengamanan dan pengawasan karena melihat banyaknya aksi penolakan terhadap WTO dari berbagai pihak, karena itu kami juga bertanggung jawab,” ungkap Kapolres Lobar AKBP Yulianus Yulianto, Senin (2/12). Pelabuhan Lembar sebagai pintu keluar menuju Bali dan Lombok, karenanya Polres Lobar diberi tanggung jawab untuk melakukan pencegahan terkait masalah gangguan yang akan muncul yang mengarah pada upaya penggagalan pertemuan WTO tersebut. Pemeriksaan yang diperketat terhadap orang, kendaraan ataupun barang yang akan keluar dari Lombok dan masuk ke Bali. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 28 November lalu.

Upaya pengetatan itu pun berhasil mencegah aktivis yang akan menuju Bali tanggal 29 November lalu, mareka berniat akan berkumpul dengan kelompok lain untuk memprotes kegiatan ini. Namun karena pengamanan ketat, mahasiswa berjumlah empat orang dari Lotim dan Loteng ini berhasil dicegah. Untuk mengamankan Lembar, pihaknya menerjunkan sebanyak 86 orang dibantu dari Polda NTB dan Mabes untuk melakukan pengawasan. “Para personel ini dibagi berdasarkan shift, setiap hari ada 20 orang yang melakukan pengamanan dibantu dari KP3 dan Polda,” katanya. Yulianus menambahkan, hal yang menjadi fokus pemeriksaan adalah barang seperti bahan peledak dan bahan lainnya yang dapat mengganggu jalannya WTO. Selain di Lembar peningkatan pengamanan juga dilakukan di pelabuhan tradisional yang melibatkan Bhabinkamtibmas. Ia menambahkan, kelompok radikal di Lobar terbilang tidak ada, namun perlu antisipasi. Justru katanya, kelompok itu cenderung banyak muncul dari Lotim dan Loteng. (her)

Resahkan Masyarakat

Pelajar di KLU Diimbau Tidak Gunakan Knalpot Dua Pemuda Dibekuk Polisi Racing Diduga Bawa Ekstasi

Praya (Suara NTB) Jajaran Satuan Resnarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng), Jumat (29/11) malam meringkus dua pemuda asal Praya, masing-masing FHW dan PDN. Keduanya dibekuk lantaran diduga memiliki narkoba golongan I jenis ekstansi. Untuk memudahkan penyelidikan, keduanya pun kini sudah diamankan di Mapolres Loteng. Kasat Resnarkoba, AKP Kardianto, S.H., kepada Suara NTB, Senin (2/12) kemarin, mengungkapkan, keberhasilan jajarannya membekuk kedua pelaku tersebut bermula dari informasi warga. Kalau akan ada transaksi narkoba di kawasan hotel Edotel Praya milik SMK Negeri 1

Praya. Berdasar informasi awal tersebut, sekitar pukul 19.00 wita, aparat kemudian bergerak menuju lokasi. Tidak lama berselang, aparat kemudian sampai di hotel Edotel. Mengetahui ada polisi yang datang, kedua pelaku yang tengah bersantai terlihat gugup dan bergegas pergi. Melihat gelagat pelaku yang mencurigkan, aparat langsung menghampiri pelaku. Namun belum sempat ditanya, pelaku sudah kabur lebih dulu. Aparat yang semakin curiga langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Begitu berhasil ditangkap, kedua pelaku langsung digeledah. Awalnya, pelaku mengaku tidak punya apaapa. Tetapi begitu digeledah,

di salah satu saku celana pelaku, polisi berhasil menemukan pil yang diduga ekstansi. Saat itu juga polisi langsung mengamankan kedua pelaku ke Mapolres Loteng. kendati kedua pelaku sempat menolak dan berkilah kalau pil yang ditemukan tersebut bukan narkoba. Tetapi obat penenang biasa. Untuk memastikan jenis pil yang ditemukan tersebut, narkoba atau tidak Sat Resnarkoba Polres Loteng sudah mengirim sampel pil ke BPPOM Mataram. “Pelaku sementara kita amankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut sampai pil yang ditemukan pada pelaku bisa dipastikan jenisnya. Apakah itu narkoba atau pil jenis lain,” ujar Kardianto. (kir)

Diduga Korupsi

Kepala SDN 2 Dasan Geres Diperiksa Polisi Giri Menang (Suara NTB) Satu lagi kasus dugaan korupsi melibatkan oknum kepala Sekolah di Lombok Barat. Setelah sebelumnya, Kepala SMP 3 Gerung, M Hirman terbelit kasus korupsi dana block grant, kali ini Kepala SDN 2 Dasan Geres, Marswan diduga melakukan indikasi korupsi dana BOS. Kasus ini pun ditangani pihak Polres Lobar. Untuk keperluan penyelidikan kasus ini, Senin (2/12) kemarin oknum Kepsek bebrsangkutan dipanggil Satreskrim Polres setempat. “Kepsek SD 2 Dasan Geres diperiksa terkait dugaan korupsi dana block grant dan BOS,”ungkap Kasatreskrim Polres lobar, Iptu Windy Tjahyadi, Senin kemarin. Windy men-

yatakan pihaknya menindaklanjuti kasus ini karena ada indikasi tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum Kepsek. Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kepsek tersebut, pihaknya telah mendalami kasus ini selama berminggu-minggu. Lantas, karena ditemukan indikasi tindakan korupsi maka pihaknya menindaklanjti kasus tersebut. Untuk keperluan pemeriksaan, pihaknya pun memerlukan keterangan dari Kepsek tersebut sehingga pihaknya memanggil oknum Kepsek. Terungkapnya kasus ini bukan dilaporkan oleh pihak manapun, melainkan pihaknya mencari tahu masalah ini ke sekolah. Pasalnya, kecurigaan indikasi penyalah-

gunaan dana ini sangat besar. Terkait kasus korupsi bernilai Rp 123 juta ini, Kepsek bersangkutan dipanggil dan diperiksa di ruang Kanit III Satreskrim. Ia diperiksa mulai pukul 08.00 Wita, hingga siang hari. Windy mengaku belum mendapatkan laporan dari penyidik yang memeriksa oknum Kepsek. “Saya belum bisa ungkapkan lebih jauh,” ungkapnya. Sementara terkait kasus korupsi dana block grant melibatkan Kepala SMP 3 Gerung terus bergulir. Setelah Polres melakukan gelar perkara dengan memangggil oknum Kepsek untuk dmintai keterangan. Polres juga dalam waktu dekat segera memperoleh hasil audit dari BPKP. (her)

Tanjung (Suara NTB) Polres (persiapan) Kabupaten Lombok Utara berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU agar SKPD bersangkutan mengeluarkan imbauan kepada sekolah-sekolah (SMA/SMK) untuk tidak menggunakan knalpot racing yang meresahkan masyarakat. Tidak hanya itu, imbauan juga mengarah pada larangan bagi pelajar untuk keluyuran di jam-jam belajar, tidak melakukan balapan liar, dan menggunakan plat motor asli, bukan imitasi hasil modifikasi. Kanitlantas Polres (persiapan) KLU, Iptu I Nyoman Diada, kepada wartawan Senin (2/12) mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dikbudpora guna menertibkan pengendara dari kalangan pelajar di KLU. Hasil temuan razia tim gabungan Polres bersama jajaran terkait masih menemukan adanya pelajar yang menggunakan sepeda motor pada jam belajar. Tidak hanya itu, Polres juga menyita beberapa barang bukti knalpot racing yang masih digunakan oleh sejumlah pelajar. “Razia pelajar tetap kita lakukan, hasilnya beberapa barang bukti knalpot diamankan dan diserahkan ke Polres. Para pelajar itu kita tindak dengan tilang,” ungkapnya. Diada menerangkan, Lalu Lintas akan menyasar dunia pendidikan di NTB dengan dimasukkannya Lantas masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Dijadwalkan, Rabu hari ini, masing-masing sebanyak 58 jajaran Guru dan Kepala

Sekolah utusan satu Kabupaten/kota se Pulau Lombok akan dihadirkan di Polda NTB guna sosialisasi. Para guru dan Kasek SMP dan SMA itu akan diarahkan langsung oleh Dirjen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional. Menurutnya, pemahaman tertib berlalu lintas harus sudah ditanamkan sejak dini kepada pelajar sebagai bentuk antisipasi munculnya pelanggaran lantas di jalan raya. Diada cukup prihatin, di setiap razia yang dilakukan masih ada pelajar maupun masyarakat pengguna jalan raya yang belum tertib lalu lintas. “Untuk sekolah-sekolah seKecamatan Tanjung, sudah dikeluarkan imbauan melalui sekolahnya. Kita juga masih melakukan pengaturan tiap pagi di depan Polsek. Apabila ada pelajar yang tidak menggunakan helm, plat warnawarni, kita berikan teguran,” lanjut Diada. Pihaknya juga tidak segan-segan untuk menangkap dan menilang pelajar apabila sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Dalam hal ini dimisalkan, kendaraan yang ditunggangi oknum pelajar diketahui tidak memiliki surat kendaraan, maka pihaknya mengamankan sepeda motor dimaksud. “Pengamanan ini sebagai langkah antisipasi atas laporan kendaraan hilang yang masuk Polres. Dengan tidak ada surat-surat samak sekali, maka kita cek langsung nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan nomor pada laporan,” tandasnya. (ari)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Slank Dukung Tuntaskan Kasus Wartawan Udin Jakarta (Suara NTB) Grup musik Slank mendukung penuntasan kasus pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin. Udin, demikian wartawan itu biasa disapa, tewas akibat dianiaya orang tak dikenal 17 tahun lalu, dan hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelakunya. Drumer Slank, Bimbim, memberi saran dalam soal strategi penuntasan kasus itu. “Tipikal (pejabat) Indonesia jangan dilawan, tapi dipeluk,” katanya dalam konferensi pers per-

siapan konser di Yogyakarta, Senin, 2 Desember 2013, dikutip dari Temp.co. Misalnya, dia melanjutkan, lembaga yang berwenang mengungkap kasus itu, jika didekati dan diajak bekerja sama, tentu akan terpacu untuk membongkar kasus tersebut. Menurut dia, semestinya tak hanya kasus pembunuhan wartawan Udin yang segera bisa terungkap pelakunya. Namun juga kasus kekerasan lain yang terjadi di Indonesia. “Munir dan Wiji Thukul,” katanya menyebut kasus kematian aktivis yang hingga kini belum juga terungkap. Usai konferensi pers, Slank menerima

bingkisan berupa lima potong kaus bergambar foto Udin dari Ketua Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Hendrawan Setiawan. Sembari menyerahkan bingkisan itu, Hendrawan memaparkan bahwa kasus tersebut mandek tak pernah tertuntaskan. Usai menerima bingkisan, kelima personel Slank segera membukanya dan mempertontonkan kaus tersebut di depan juru kamera. Senin malam ini, Slank akan menggelar konser bertema “Slank Nggak Ada Matinya”, di Stadion Kridosono Yogyakarta. (berbagai sumber) (ant/balipost)

Akan Dibuka ”Tourism Information” di Taman Mayura Mataram (Suara NTB) Mengembangkan Taman Mayura sebagai salah satu tujuan wisata sejarah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram berencana membuka Tourism Information Center (TIC) atau Pusat Informasi Pariwisata di kompleks Taman Mayura. Menurut Kepala Disbudpar Kota Mataram, Ida Bagus Jayantha, ini dalam rangka rencana revitalisasi destinasi wisata yang ada di kota dengan slogan "Maju, Religius dan Berbudaya" ini . Menurut Bagus Jayanta, berbagai informasi yang dibutuh-

kan wisatawan khususnya terkait objek Taman Mayura, bisa

didapatkan melalui TIC. Tidak hanya mengenai Taman Mayu-

ra, informasi pariwisata di Kota Mataram bisa didapatkan wisatawan melalui sistem ini. Jayantha menambahkan, dalam program sama, tidak hanya akan menyediakan TIC, tapi upaya perbaikan lain. Termasuk memanfaatkan panggung terbuka yang telah dibangun disana dengan berbagai atraksi kesenian khususnya

Serap Ilmu Dari James Ingram

Kecepatan, Pengaruhi Kecelakaan Paul Walker Los Angeles Kecepatan laju mobil yang ditumpangi aktor Hollywood, Paul Walker berpengaruh terhadap kecelakaan yang menewaskan bintang Fast & Furious itu. Walker, 40, merupakan penumpang di mobil Prosche Carrera GT keluaran tahun 2005. Mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik dan terbakar di Santa Clarita, Sabtu (30/11) waktu setempat. “Kecepatan merupakan faktor dalam kecelakaan tunggal,” kata Los Angeles County Sheriff’s Department melalui rilis pernyataan, seperti yang ditulis dalam Reuters. Deputi Mark Pope mengatakan kecelakaan itu masih dalam penyelidikan dan dia tidak tahu berapa

cepat mobil melaju saat itu. The Los Angeles Time mengidentifikasi pengemudi sebagai Roger Rodas (38) teman Walker yang juga pemilik Always Envolving, perusahaan auto dealer. Departemen kepolisian belum mengonfirmasi berita tersebut sedangkan hingga Minggu (1/12) waktu setempat, perusahaan itu belum dapat dimintai komentar. Paul Walker berperan sebagai Brian O’Conner dalam film “The Fast and the Furious”. Seri keenam film tersebut bercerita tentang balap liar dan pencurian. Menurut studio Universal, film ketujuh “The Fast and the Furious” masih dalam tahap pengembangan. (ant/balipost)

Jakarta (Suara NTB) Sherina Munaf akan berduet dengan James Ingram dalam konser Julio Iglesias First Word Tour 2013 With Special Guest by James Ingram di Assembly hall Jakarta Convention Center besok malam. Gadis yang meniti karir di dunia tarik suara sejak kecil itu berharap dapat menyerap ilmu dari sang penyanyi kawakan.”Aku bisa belajar banyak banget karena dia udah lama banget di industri musik,” kata Sherina di Jakarta, Senin. Dia mengaku tidak sabar latihan bersama Ingram yang akan menyanyikan satu lagu duet yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, “Somewhere Out There”. “Nanti malam akan latihan dan mencoba menemukan cara agar lebih seru di panggung, semoga bisa membangun chemistry,” lanjutnya. Konser ini merupakan bagian dari rangkaian tur konser dunia Iglesias yang dinamai First World Tour. Usai tampil di Jakarta, ia akan bertolak ke Hongkong untuk menggelar konser berikutnya pada 7 Desember dan akan berakhir di Tokyo, Jepang pada 9—10 Desember. Tiket konser ini tersedia dalam lima kelas, Diamond, Platinum, Gold, Silver dan Bronze. Tiket Diamond dijual seharga Rp10 juta per tiket dan kelas terendah Bronze berharga Rp2 juta per tiket. (ant/balipost)

kesenian khas Mataram. Meskipun tak ada event rutin yang dilaksanakan di panggung terbuka di kompleks Taman Mayura, tetapi tempat itu juga kerap dijadikan tempat pagelaran musik Gendang Beleq, tarian tradisional, dan pagelaran Bale Ganjur. Selain Taman Mayura, Jayantha juga berencana membuka TIC di Taman Sangkareang. Per-

lunya dibuka counter TIC di sana karena taman yang berada di sisi Barat Kantor Walikota Mataram ini akan dijadikan pusat wisata kota (center of city tour). Pemerintah Kota (pemkot) Mataram melalui Disbudpar akan mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun gerakan pariwisata di kota Mataram. Pariwisata akan menjadi sektor utama yang

akan dikembangkan. Mewujudkan ini, Jayantha mengaku tidak bisa bergerak sendiri. Tapi harus ada dukungan dari para pelaku wisata seperti ASITA, PHRI, HPI, dan masyarakat Kota Mataram umumnya. “Jangan hanya kita yang mengambil peran, tapi juga peran para pelaku wisata sangat penting,” harapnya. (yan)

Musikimia Luncurkan Album Mini Jakarta (Suara NTB) Band Musikimia hari ini meluncurkan album mini mereka yang diberi judul “Indonesia Adalah...”. “Indonesia Adalah...” merupakan album mini yang berisi lima lagu, tiga lagu baru dan dua lagu yang mereka nyanyikan ulang, “Kolam Susu” dari Koes Plus dan “Tanah Airku” karya Ibu Sud. Fadly, Yoyok, Rindra, dan Stephan Santoso merasa memiliki kewajiban untuk mengajak rakyat Indonesia untuk mengingat kembali bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang mempunyai keunikan dan potensi yang tidak ada di tempat lain “Sadar bahwa negara kita kaya raya banyak budaya. Sangat banyak keindahan alam. Sebenarnya kita bisa jadi negara paling kaya di dunia. Oleh karen itu, kami ingin berikan semangat ini,” kata Yoyok, penabuh drum Musikimia. Mengusung tema tentang cinta tanah air, lagu “Ini Dadaku” dalam album ini terilhami pidato Bung Karno berjudul serupa. “Menyemangati generasi sekarang untuk tidak melupakan sejarah. Kita akan jadi bang-

(ant/balipost)

BEKAS PADI - Grup band Musikimia tampil pada peluncuran mini album mereka yang bertajuk “Indonesia Adalah....” di Menteng, Jakpus, Senin (2/12). sa yang besar kalau tidak melupakan sejarah,” jelas Yoyok. Musikimia pun menyematkan tiga puisi dalam dua lagu dalam album ini. Dalam “Merdeka Sampai Mati”, Fadly sang vokali membawakan dua puisi dari Widji Thukul yang berjudul “Sajak Suara” dan “Peringatan”. Sedangkan dalam lagu “Tanah Airku”, mereka membawakan sebuah puisi karya Haris Rahmat Nugraha, seorang siswa sekolah menengah di Cirebon.

Fadly rupanya menemukan puisi itu di sebuah situs di internet. Karena menyukainya, ia pun melacak hingga akhirnya menemukan penulisnya. “Kami juga bangga punya anak pintar kayak gitu,” kata Fadly Menurut Fadly, album ini merupakan bentuk kecintaan mereka pada tanah air. “Paling sederhana bagaimana kita cintai tanah air. Apa yg bisa kita bikin. Cinta tanah air itu bukan cuma -isme isme,” tutup Fadly. (ant/balipost) (ant/balipost)

GREBEG SURO TROWULAN BAGI masyarakat pengusung budaya tradisional Jawa, tahun baru Jawa atau yang dikenal dengan satu Suro merupakan hari ‘baik’ yang ditunggu-tunggu. Pada hari baik yang diadaptasi dari kalender Islam bertepatan dengan tahun baru hijriah, 1 Muharram, warga berbondong-bondong melakukan berbagai ritual tradisi di sejumlah tempat. Beragam tradisi dijalani warga, mulai dari ritual tirakat, tuguran, kungkum, dan ruwatan. Kesemuanya berorientasi untuk perenungan dan pembersihan diri. Salah satu situs yang ramai didatangi warga pada peringatan 1 Suro yang jatuh pada 5 November 2013, yaitu di bekas kota Kerajaan Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dengan cara dan kepercayaan masing-masing, warga mengikuti berbagai ritual tradisi di situs-situs bersejarah atau tempat-tempat yang dianggap sakral di Trowulan. Seolah tak mau ketinggalan dalam memeriahkan bulan Suro, pemerintah setempat juga menggelar serangkaian kegiatan. Dikemas dalam perhelatan bertajuk Grebeg Suro Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit 1947 Saka mereka menghadirkan budaya kosmetik berbalut nama besar Kerajaan Majapahit. Kegiatan yang diselenggarkan di antaranya pisowanan agung ke situs-situs peninggalan Majapahit, pergelaran macapat dan wayang, ruwatan massal Sukerto, tumpengan, dan diakhiri Kirab Ruwat Agung Nuswantara. (ant/balipost)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Melongok Ponpes Ishlahuddiny Kediri

Timba Ilmu Agama sebagai Bekal di Masyarakat

Hafal Al Qur’an Sejak Kecil USIANYA masih sangat muda, yakni 16 tahun. Namun, Khozinatul Asror memiliki kepribadian berbeda bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Meski masih sangat muda, dirinya sudah terlihat matang, seperti halnya orang dewasa. Kepribadian yang matang tersebutlah yang membuat temanteman sebayanya merasa segan terhadapnya. Tidak hanya matang dari segi kepribadian saja, tapi matang dari segi keilmuan untuk ukuran anak-anak seusianya. Terutama ilmu agama, Asror panggilan akrabnya menguasai banyak persoalan yang menyangkut kehidupan beragama. Selain itu, Asror juga terkenal karena kehebatannya dalam bidang Tilawatil Qu’ran. Di usianya yang baru mencapai 5 tahun, dirinya sudah pandai mengaji dengan berbagai cengkokan tertentu atau yang biasa disebut sebagai teknik membaca al-Qur’an atau Tilawatil Qur’an. Diajari kedua orang tuanya, Asror cilik lahir sebagai calon hafiz yang kelak akan membuat orang tuanya menjadi bangga. Tidak heran, pada usianya yang masih muda dirinya menjadi juara Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Empang Sumbawa. Tidak hanya itu, prestasinya pun meningkat pada saat mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Sumbawa. Dirinya pun kembali menjadi juara I. Di tingkat provinsi pun, dirinya menjadi juara pada MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2012 silam. Dirinya menjadi juara I pada MTQ tersebut. Atas terpilihnya menjadi juara I tingkat MTQ Tingkat Provinsi itulah, dirinya mewakili NTB pada MTQ tingkat nasional yang digelar di Kota Ambon pada 2013 ini. Namun sayang, keberuntungan belum menghampiri siswa kelahiran Moyo Hulu, Sumbawa 1 Maret 1997 ini. Meski belum beruntung, dirinya bersyukur dapat mewakili NTB pada ajang bergengsi tersebut. Dirinya yang kini duduk pada kelas XI pada MA Ponpes Ishlahuddiny Kediri mengaku bercita-cita menjadi seorang pemimpin yang adil. Selain itu, dirinya juga berkeinginan untuk menjadi seorang pengahafal Qur’an yang berguna bagi agama. (dys)

Khozinatul Asror (Suara NTB/dys)

Rendah, Pengembangan Diri Tenaga Pendidik Mataram (Suara NTB) Minat tenaga pendidik di NTB mengembangkan diri terhadap bidang studi yang diajarkannya di sekolah masih rendah. Guru-guru yang berusaha meningkatkan kualitas dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, khususnya guru sertifikasi baru 14 persen. Hal itu membuat para guru yang lulus sertifikasi selama ini belum maksimal melakukan pengajaran. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Drs. Muhammad Irfan, menjelaskan, sertifikasi tidak hanya untuk peningkatan kualitas dan pengembangan diri para guru, namun peningkatan kesejahteraan para guru. “Hajatan dilaksanakannya program sertifikasi guru itu kan pada dasarnya untuk peningkatan kualitas dan pengembangan diri para guru,’’ terangnya. Guru ungkapnya, dengan dana sertifikasi yang mereka terima harusnya berupaya meningkatkan kualitas dirinya agar kemampuan mengajar mereka menjadi berkembang setiap saat. Sehingga diharapkan nantinya mereka menjadi guru yang profesional. Irfan mengakui, sekitar 80 persen guru yang telah lulus sertifikasi belum melakukan pengembangan kualitas diri. Kebanyakan di antara para guru yang telah melakukan pengambangan kualitas diri mereka terdapat di daerah-daerah perkotaan. Hal itu karena dari segi fasilitas, daerah perkotaan cukup lengkap sehingga memudahkan para guru untuk melakukan pengambangan diri. Sementara guru-guru yang belum melakukan pengembangan diri selebihnya terdapat di daerah-darah terpencil yang fasilitas dan akses informasinya masih sangat minim. ‘’Itulah yang menjadi alasan kuat mengapa mereka selama ini belum melakukan pengembangan diri, padahal dana sertifikasi dihajatkan untuk meningkatkan kualitas pengembangan diri,’’ ujarnya. (dys)

Pelayanan Pendidikan Inklusif Sulit Disediakan Selong (Suara NTB) Pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus atau inklusi, seperti kekurangan fisik dan mental, anak korban kekerasan dan lainnya masih sulit dilakukan. Termasuk kondisi lingkungan secara geografis. Sejauh ini pelayanan pendidikan inklusif dinilai masih sulit disediakan pemerintah. Demikian diungkapkan Center of Human and Sustainable Development Goals Universitas Andalas Padang, Prof. Dr. Elfindri dalam sebuah acara di Selong, Senin (2/12). Menurutnya, kesulitannya terletak pada anak-anak yang masuk kategori berkebutuhan khusus terkendala kondisi fisik secara geografis, ekonomi dan sosial. Adanya jaminan undang-undang menuntut semua pihak terkait untuk melaksanakan tanggung jawab yang menyediakan pelayanan pendidikan. Apalagi semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. ‘’Realita dan kenyataan di Indonesia, sebagian besar daerah termasuk Provinsi NTB belum memiliki layanan pendidikan inklusif. Berdasarkan definisinya juga, layanan pendidikan inklusif ini lebih pada orang-orang yang marginal,’’ sindirnya. Pelaksanaan pendidikan latanan pendidikan untuk kelompok marginal ini, ujarnya, dinilai masih belum disusun formal dan spesifikasinya dengan jelas. Akses terhadap pelayanan publik dewasa ini dianggap masih belum merata. Hal ini membuat jangka panjang kelompok anak-anak ini akan menjadi beban besar bagi negara. Pasalnya, anakanak yang berada di daerah pinggiran ini belum mendapatkan pelayanan pendidikan bermutu. Dalam mengaplikasikan konsep pendidikan layanan khusus ini menurut Elfindri diperlukan secara spesifik keberadaan kurikulum. Termasuk para tenaga pendidik dan metode pembiayaannya. Di mana, regulasi penunjang untuk menggerakkan pendidikan layanan khusus dari tingkat pusat hingga daerah ini sangat diperlukan. ‘’Ke depan, yang harus dipikirkan tidak saja pelaksanaan pelayanan pendidikan sebatas pemberian hak saja kepada anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, melaluinkan harus dipikirkan masa depan kehidupan anak-anak,’’ sarannya. (rus)

Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar) terkenal dengan sebutan kota para santri. Banyak pondok pesantren (ponpes) terdapat di Kediri. Salah satunya adalah Ponpes Ishlahuddiny yang santrinya berasal dari seluruh NTB dan beberapa daerah di Indonesia. SUBUH yang dingin tidak membuat para santri Ponpes Ishlahuddiny berat melangkahkan kaki untuk shalat berjamaah. Hari yang sejuk dibuka dengan alunan-alunan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dari suara-suara merdu para santri. Semua terasa indah dalam nuansa kebersamaan yang dibalut dalam ikatan kekeluargaan yang dijalin oleh para santri, meski mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lobar, Kota Mataram, Sumbawa bahkan NTT. Hampir setiap hari tanpa jeda para santri Ponpes Ishlahuddiny belajar kitab kuning (takhassus). Hari yang dingin tak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Tak sedikit pun perhatian mereka berpaling dari penjelasan Ustadz yang sedang menerangkan setiap materi yang mereka bahas di kitab kuning. Hanya satu tujuan mereka menimba ilmu agama sebagai bekal mereka menjalani hidup pascakeluar dari ponpes. Ma-

(Suara NTB/dys)

TAKHASSUS - Salah satu aktivitas para santri Ponpes ishlahuddiny Kediri, mereka sedang menyimak pelajaran kitab kuning (takhassus). teri kitab kuning yang dipelajari pun sangat beragam di antaranya menyangkut berbagai problematika kehidupan, seperti kitab ushuluddin (akidah), fiqih, Bahasa Arab meliputi nahwu dan sharaf, dan berbagai kitab kuning lainnya. Ditemui beberapa waktu yang lalu, pimpinan umum Ponpes Ishlahuddiny Kediri TGH. Muchlis Ibrahim mengaku santri diwajibkan mengikuti kegiatan khusus mengaji kitab kuning, mereka diajarkan berbagai macam pengetahuan agama oleh para pendidik yang tidak hanya pernah menimba ilmu di tanah air sendiri melainkan berasal dari berbagai lulusan luar negeri seperti Maroko, Yaman, dan Arab Saudi serta lulusan

universitas Timur Tengah lainnya. Pengajaran kitab kuning ini wajib bagi mereka, karena melihat kondisi masyarakat dewasa ini yang sudah jauh meninggalkan tradisi-tradisi para alim ulama masa lampau yang selalu mengamalkan ajaran-ajaran Nabi Saw. Diharapkan dari program takhassus untuk para santri ini, para lulusan Ponpes Islahuddiny mempunyai kemampuan dalam berbagai bidang ilmu tidak hanya pengetahuan umum, namun juga agama. Sehingga mereka nantinya menjadi cendekiawan-cendekiawan muslim yang intelek dalam berbagai bidang ilmu dan mampu berhadapan dengan perkembangan dunia yang serba dinamis

Mulai Januari 2014

Unram Tertutup bagi Umum

Mataram (Suara NTB) Berdasarkan kebijakan Rektor Universitas Mataram (Unram), mulai 1 Januari tahun 2014 mendatang, kampus Unram akan ditutup untuk masyarakat umum yang tidak mempunyai kepentingan. Hal itu bertujuan agar kampus terjaga dari berbagai tindakan kejahatan yang kian marak di area kampus, sehingga berakibat pada hilangnya rasa aman di tengah-tengah kampus. ‘’Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan agar kampus terjaga kebersihannya dari para PKL yang selama ini marak berjualan di Unram,’’ ungkap Humas Unram Drs. Helmy Fuadi, MM, Senin (2/12). Menurutnya, kebijakan penutupan jalan bagi masyarakat umum yang tidak memiliki kepentingan dengan Unram dibuat setelah melalui pengkajian mendalam. Termasuk pertimbangan seperti keamanan kampus, kenyamanan dan kebersihan kampus menjadi alasan ditutupnya kampus bagi masyarakat umum. Namun, ungkapnya, Unram tidak sepenuhnya ditutup untuk masyarakat umum, karena bagi mereka yang mempunyai kepentingan diperbolehkan memasuki Unram asalkan mempunyai identitas yang diserahkan

kepada petugas. Identitas tersebut nantinya akan ditukar dengan kartu khusus yang diperuntukkan bagi tamu-tamu yang mempunyai kepentingan dengan Unram. ‘’Dengan demikian, pada dasarnya Unram bukan ditutup untuk umum akan tetapi memperbaiki pelayanan kepada masyarakat saja,’’ terangnya. Khusus bagi mahasiswa Unram, ujarnya, mereka bisa masuk ke kampus cukup dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa. Hal itu juga berlaku bagi seluruh staf dan pegawai kampus, mereka akan dibuatkan kartu khusus yang memungkinkan mereka bisa keluar masuk kampus. Sementara itu, jalan yang bisa dilalui di area kampus terbagi menjadi dua

bagian, yaitu Jalan Majapahit dan Jalan Pemuda untuk kampus Unram di sebelah selatan (kampus baru) sedang pintu masuk menuju Unram yang berada di sebelah utara (kampus lama) di Jalan Pemuda dan Pendidikan. “Jadi nantinya di tiaptiap pintu masuk kampus ada petugas yang menjaganya. Ketika masyarakat mau masuk, mereka harus menunjukkan kartu identitas, termasuk juga bagi wartawan yang hendak melakukan wawancara,” ujarnya. Pihaknya berharap dengan sosialisasi yang dilakukan pihaknya, masyarakat bisa menerimanya untuk kemaslahatan bersama. Karena selama ini, di Unram hampir setiap hari pasti ada yang kehilangan motor komputer dan berbagai fasilitas lainnya. (dys)

terjadi di tengah-tengah masyarakat. “Supaya mereka tidak gagap menghadapi perubahan dunia setelah mereka nantinya lulus,” terangnya. Semantara itu, Sutama Johan Arifin salah seorang santri yang ikut dalam program takhassus mengaku setiap hari mempelajari kitab kuning. Dirinya mengaku antusias belajar dalam program takhassus, karena dorongan orang tua yang mengingnkannya untuk mendalami ilmu agama. Mempelajari ilmu agama, ungkapnya, merupakan kebutuhan yang wajib dipelajari oleh setiap orang. Hal itu agar mereka bisa menyikapi berbagai persoalan kehidupan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu caranya adalah mempelajari-

nya secara khusus seperti pada program takhassus di ponpes. Meskipun terangnya, berbagai cobaan selalu datang menerpanya setiap hari. Seperti adanya perasaan malas, dan terkungkung dengan suasana kehidupan pondok. “Maklum lah, sebagai manusia biasa punya perasaan terkungkung seperti itu,” akunya. Selain itu, Johan panggilan akrabnya mengaku meski hidup dalam serba keterbatasan dan kekurangan di pondok. Namun Johan mengaku kehidupan di pondok bersama para santri lainnya memiliki keunikan tersendiri, karena heterogenitas para penghuni santri yang berasal dari beragam latar belakang. “Sama-sama senang dan susah,” terangnya. (dys)

Magang ke Malaysia LULUS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak lagi hanya berpikir di dalam daerah atau Indonesia. Paling tidak setelah lulus SMK mampu bekerja di luar negeri dan bersaing dengan lulusan dari negara lain. Harus diakui, jika tidak berani bersaing di luar negeri, maka peluang bekerja di industri besar di luar negeri, seperti Malaysia, Korea dan negara industri lainnya cukup kecil. Seperti halnya lulusan SMK di NTB, kalau melihat (Suara NTB/ham) tidak kalah dengan lulusan H. Musta’in SMK di daerah lain di Indonesia. Namun, minimnya keberanian berkompetisi di level internasional membuat lulusan SMK di NTB dipandang sebelah mata. Terobosan yang dilakukan kepala sekolah di Kota Mataram dan Dewan Pendidikan bekerja ke Malaysia beberapa waktu lalu setidaknya menjadi sebuah peluang menuju kompetisi tingkat dunia. Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Mataram Drs. H. Musta’in, SS, pihaknya ingin memberikan pengalaman pada siswanya untuk magang ke Malaysia. Terkait hal ini, Kepala SMK di Kota Mataram dan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Atase Pendidikan di Malaysia masih melakukan penjajakan terhadap rencana menempatkan siswanya magang di sejumlah perusahaan di Malaysia. ‘’Sekarang ini sedang dirumuskan seperti apa format magang. Paling tidak saat magang, semua terjamin, seperti keamanan dan tempat magangnya. Sebab selama ini, banyak yang magang tanpa sepengetahuan dari pihak Atase Pendidikan,’’ ungkapnya pada Suara NTB, Senin (2/12). Jika format magang sudah selesai, lanjutnya, tahun 2014 mendatang, SMK PP Negeri Mataram akan mengirim siswanya magang di sejumlah perusahaan di Malaysia. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada siswa yang magang, pihaknya perlu mempersiapkannya dengan matang, mulai dari skill siswa sesuai yang dibutuhkan dan kebutuhan lainnya. Termasuk, tetap berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kuala Lumpur. (ham)

Lulusan Akademi Komunitas Harus Mampu Bersaing Akademi Komunitas kini menjadi primadona baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Di beberapa daerah di Indonesia, Akademi Komunitas masih belum merata. Beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Akademi Komunitas Negeri di tanah kelahirannya Pacitan Jawa Timur. Di NTB, keberadaan Akademi Komunitas masih seumur bayi dan belum bisa berdiri sendiri. Akademi Komunitas yang ada di NTB, khususnya Akademi Komunitas Negeri Mataram masih di bawah koordinasi Politeknik Negeri Bali. MELIHAT pesatnya perke- sejumlah hotel di Mataram dan mbangan dunia pariwisata NTB, daerah lainnya di NTB. keberadaan Akademi Komunitas Asisten I (Tata Praja dan Aparasangat dibutuhkan. Apalagi, para tur) Setda NTB Dr. H. Rosiady H. mahasiswa yang menempuh pen- Sayuthi, MSc, yang mewakili Guberdidikan di tempat ini dijamin akan nur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bisa bekerja di hotel, restoran, biro memberikan apresiasi pada seluruh perjalanan wisata dan lainnya den- wisudawan yang sudah menyelesaigan menempuh pendidikan kan pendidikannya. Mansetara diploma satu. tan Kepala Bappeda NTB Sabtu (30/11) lalu, ini melihat, keberadaan bertempat di Hotel Akademi Komunitas Lombok Raya Mataram memberikan kontrimerupakan hari bersebusi besar bagi jarah bagi 98 pengembangan kualwisudawan Akademi itas sumber daya Komunitas Negeri Matmanusia (SDM) di aram. Mereka resmi bidang pariwisata. menyelesaikan pendidiRosiady berpesan kan dan bisa mencari kepada seluruh pekerjaan dengan wisudawan agar skill yang dimiliki. bekerja sungApalagi banyak guh-sungdari wisudawan guh dan tersebut yang menjadi sudah diteripekerja Rosiady H. Sayuthi (Suara NTB/dok) ma bekerja di yang ahli

serta mampu bersaing di bidan- Akademi Komunitas Negeri Magnya. ‘’Try to be the best. Try to be taram. the first,’’ ujarnya mengingatkan. Sementara Direktur PoMenurutnya, jika lulusan Aka- liteknik Negeri Bali Ir. Made demi Komunitas pada awalnya Mudhina, MT, menilai, kebekerja di hotel kecil, tapi mam- beradaan Akademi Komunitas pu menunjukkan kemampuan di Negeri memiliki peranan yang bidang yang digeluti, dia akan sangat penting dalam menyedimenjadi figur yang dicari pihak akan SDM andal di dunia pariperhotelan. wisata. Untuk itu, keberadaan ‘’Artinya, ketika awal beker- akademi komunitas, lanjutnya, ja di hotel non bintang. Tapi kare- diharapkan mampu memberina ketekunannya dan keahlian kan yang terbaik bagi daerah. yang dimiliki di dengar hotel Menurutnya, rendahnya penberbintang, maka dia akan di- didikan berpengaruh terhadap tawari bekerja di hotel tersebut,’’ SDM, baik di bidang pariwisaungkapnya menggambarkan, se- ta, ekonomi dan lainnya. Paling raya mengingatkan agar tetap tidak, masalah pendidikan menjalin peluang bekerja di ho- harus tetap menjadi perhatian, tel bertaraf internasional. terutama yang berkaitan denRosiady mengaku, gan peningkatan SDM. perkembangan pariwisata NTB Sebelumnya, Koordinator masih belum mampu menyamai Pengelola Akademi Komunitas Bali. Menurutnya, pariwisata Negeri MatBali telah berkembang lama. Se- aram Drs. H. mentara pariwisata NTB baru Musta’in, SS, dikelola di tahun 1980-an, seh- m e n g a k u ingga NTB harus banyak bela- masih menjar dari Bali. gupayakan Untuk itu, lanjutnya, Pem- agar Akaprov NTB berusaha membantu demi Koperkembangan Akademi Komu- m u n i t a s nitas Negeri Mataram yang ada N e g e r i di NTB. Termasuk, menyediakan lahan yang dibutuhkan untuk lokasi pembangunannya. Dalam hal ini, ungkapnya, Pemprov NTB masih melakukan pembicaraan dengan I Made Mudhina Pemkot Mataram men(Suara NTB/ham) genai lokasi pembangunan

Mataram bisa mandiri dan definitif di tahun 2014 mendatang. Dalam hal ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan jajaran Pemprov NTB dan Pemkot Mataram terkait lokasi pembangunan Akademi Komunitas Negeri Mataram. Paling tidak, ujar Kepala SMK Pertanian Pembangunan Negeri Mataram ini, momen wisuda Akademi Komunitas Negeri Mataram terhadap 98 wisudawan dari jurusan usaha perjalanan wisata sebanyak 14 orang, hotel dan restoran 69 dan agrowisata sebanyak 15 wisudawan ini menumbuhkan kepercayaan dari berbagai pihak. Khususnya pemerintah daerah, sehingga Akademi Komunitas Negeri Mataram bisa mandiri. Selama ini, ungkapnya, Akademi Komunitas Negeri Mataram masih di bawah koordinasi Politeknik Negeri Bali, sehingga semua kebijakan pendidikan harus tergantung dari Bali. Untuk itu, pihaknya mengharapkan masalah lahan untuk Akademi Komunitas Negeri Mataram harus ada agar bisa mandiri. ‘’Masalah lahan masih koordinasi dengan provinsi dan Pemkot. Di Pemkot, Insya Allah dalam proses. Karena namanya Akademi Komunitas Negeri Mataram, maka lokasinya harus di Kota Mataram,’’ ujarnya. (ham)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Hasil Turnamen Futsal Suara NTB Cup I Senin, 2 Desember 2013 Kubota B BPN A Bajang Sasak FC Alcatraz A Takers Gaflex Batosai PJR Kubota A

VS VS VS VS VS VS VS VS VS

Trauma FC Nostalgia Bakers B Jafana Property Alfa Mart Zurich Blongas Fus Dum Spem FC FKM

6-7 2-1 4-6 0-3 8-3 2-6 3-8 5-3 4-7

Jadwal Turnamen Futsal Suara NTB Cup I Selasa, 3 Desember 2013 14.00 – 14.40 14.40 – 15.20 15.20 – 16.00 16.00 – 16.40 16.40 – 17.20 17.20 – 18.00 BREAK MAGRIB 20.00 – 20.40 20.40 – 21.20 21.20 – 22.00

Setda NTB CS FC Tinggar FC PSKT B ARJ FC Basela FC

VS VS VS VS VS VS

Lendang Re FC VS Romawi VS MDPL VS

Barabas Casper Gebang Putra FC Loyyal Futsal 45 United A Ncuhi FC Minion FC PFC Marong FC

(Suara NTB/fan)

Aktor Kemenangan BPN A ATLET sepakbola yang saat ini bermain di klub Liga Sepakbola Indonesia (LSI) Persepam Madura United, Rossi Nofri Hanis, memperkuat tim futsal Badan Pertanahan Nasional (BPN) A di Turnamen Futsal Suara NTB Cup di Mataram Mall, Senin (2/ 12). Atlet yang sebelumnya pernah memperkuat tim sepakbola Divisi Utama PS Sumbawa Barat itu sukses menyarangkan dua gol untuk kemenangan tim BPN A di turnamen tersebut. Dua gol yang disumbangkan pemain kelahiran Batu Kuta. Lombok Barat (Lobar) itu sekaligus membawa tim BPN menang 2-1 atas Nostalgia. Rossi boleh dibilang sebagai aktor di balik kemenangan tim BPN A. Dihubungi Suara NTB usai pertandingan, Rossi mengatakan keikutsertaannya di tim BPN A NTB itu tak akan berlangsung lama. Alasannya, dalam waktu dekat ini dia akan kembali ke Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat tim Persepam Madura United. “Kebetulan saat ini saya sedang libur, dan saya ditawarin teman main di tim BPN. Hitung-hitung latihan fisik,” tuturnya. Namun sebelum kembali ke klubnya dia akan memperkuat tim BPN hingga meraih juara. Diakuinya, pada pertandingan hari kedua Turnamen Futsal Suara NTB Cup merupakan penampilan yang pertama. Saat ini dia baru mencetak dua gol untuk BPN, dia berharap pada pertandingan selanjutnya dia akan kembali memberikan kontribusi gol. Keikutsertaan Rossi dalam memperkuat tim BPN NTB itu lewat ajakan Manajer tim BPN Didit Apriadi yang kebetulan temannya di via BBM, November lalu. Dia menerima tawaran itu, karena dia saat itu sedang berlibur di NTB. (fan)

FUTSAL - Pemain BPN A (kiri) melawan Nostalgia pada Turnamen Futsal Suara NTB Cup I di Mataram Mall Futsal, Senin (2/12). Pada pertandingan ini, BPN A menang 2-1.

Dari Turnamen Futsal Suara NTB Cup I

BPN A dan Baker’s B Hadapi Perlawanan Sengit Mataram (Suara NTB) Dua tim favorit, yaitu BPN A dan Baker’s yang berlaga di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I, di Lapangan Futsal Mataram Mall, Senin (2/12) kemarin menjalani perlawanan sengit dari lawan mereka masing - masing. Turun dengan kekuatan penuh, BPN A yang diperkuat Rossi Nofri Hanis ternyata hanya bisa menang tipis dengan skor 2-1 atas tim Nostalgia. Dua gol kemenangan mereka diborong Rossi. Satu gol balasan dari tim Nostalgia disumbangkan oleh Edi. Skor kemenangan yang tipis tersebut memperlihatkan betapa Nostalgia memberikan perlawanan sengit terhadap para pemain BPN A. Manajer tim BPN, Didit Apriadi yang dikonfirmasi usai laga tersebut memaklumi jika anak asuhnya hanya bisa menang dengan skor tipis. “Lawan kita kan kuat,” ujarnya sembari mengakui bah-

wa timnya memang belum memperlihatkan performa yang maksimal. Ia meyakini, para pemainnya masih bisa bermain lebih baik di babak – babak berikutnya di Turnamen Futsal Suara NTB Cup. Selain itu, meski mengusung nama Nostalgia, namun sesungguhnya para pemain yang memperkuat tim itu sesungguhnya adalah para pemain tim Anker. Anker dan BPN sebenarnya merupakan sesama penghuni Liga Futsal Bumi Gora. Di klasemen akhir liga yang baru rampung tersebut, Anker bahkan finish di posisi yang lebih baik ketimbang BPN.

(Suara NTB/fan)

Kalah 1-3

Brendan Rodgers Cari ”Kambing Hitam” Liverpool Brendan Rodgers mengakui bahwa skuad Liverpool tidak memiliki kedalaman yang cukup setelah melihat anak asuhannya menderita kekalahan 1-3 atas tim promosi, Hull City. The Reds menjani laga pada Minggu tanpa diperkuat dua pemain andalannya, Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Rodgers lantas mencari “kambing hitam” dengan mengklaim bahwa kedala(ant/bali post) Brendan Rodgers man skuadnya tidak cukup kuat untuk mengatasi kehilangan dua pemain andalannya tersebut. “Tidak ada keraguan kualitas dalam skuad kami, tapi dengan segala hormat skuad kami tidak cukup besar ketika dua pemain besar seperti itu tidak tampil bermain,” kata pelatih Liverpool itu sebagaimana dilansir dari Daily Mirror (1/12). “Kami masih memiliki beberapa pemain yang mumpuni, tapi sudah jelas, Daniel bisa tidak bermain sampai delapan pekan karena masalah pergelangan kakinya,” kata Rodgers. “Philippe belum berlatih sepanjang minggu ini. Dia mengalami cedera pergelangan kaki dan mendapatkan beberapa suntikan supaya bisa berada di bangku cadangan. Dia sangat baik ketika bermain di lapangan,” kata Rodgers. Periode sekarang ini, katanya, akan menguji Liverpool. Bagi para pemain yang datang akan menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan tempat mereka di dalam tim dan kembali memenangkan pertandingan. (ant/bali post)

pertandingan terpaksa mengakhiri pertandingan kedua tim lewat adu penalti, setelah waktu normal berakhir dengan skor 2-2. Di babak adu penalti tim Trauma FC mencetak lima gol sementara tim Kubota B hanya mampu menambah empat gol. Penendang terakhir mereka gagal mencetak gol. Pimpinan Pertandingan, I Wayan Gunarsana, mengatakan tim BPN A dan Baker’s B sebenarnya sudah diprediksikan menang dari awal, pasalnya kedua tim itu merupakan tim yang memiliki pengalaman tanding. Bagi Gunarsana yang sudah berpengalaman memimpin pertandingan mengakui bila dua tim itu merupakan tim tangguh. Yang berlaga pada hari kedua, sementara tim-tim lainnya diakuinya sebagai tim pendatang baru. (aan/fan)

Sisi Lain Turnamen Futsal Suara NTB Cup I

Dari Main ”Transfer”, Hingga Modal Ikatan Emosional Turnamen Futsal yang digelar di NTB kini tidak saja diwarnai adu kepiawaian menggocek bola di lapangan. Soal hilir mudik kepindahan pemain juga biasanya menjadi pernik yang menghiasi turnamen semacam ini. Demikian juga yang terjadi di Turnamen Futsal Suara NTB Cup I.

Rossi Nofri Hanis

Sementara itu, Baker’s B yang tampil melawan Bajang Sasak juga harus menjalani pertarungan sengit sebelum akhirnya lolos ke babak berikutnya. Kejar mengejar gol mewarnai pertandingan yang berlangsung di hari kedua Turnamen Futsal Suara NTB Cup ini. Meski sempat kesulitan di babak pertama, Baker’s B akhirnya memperlihatkan kualitasnya atas Bajang Sasak dengan skor akhir 6-4. Bajang Sasak sendiri, meskipun tersingkir, telah membuktikan tim mereka bukan kacangan. Penampilan Salman, salah satu pemain Bajang Sasak patut menjadi catatan.

Tiga gol yang ia sarangkan ke gawang Baker’s memperlihatkan kualitas permainannya. Gol pertamanya bahkan ia cetak dengan sangat indah. Berhadapan dengan pemain bertahan Baker’s, Salman melakukan manuver cantik untuk melewatinya dan langsung melesatkan satu tendangan terukur ke sudut gawang Baker’s. Pertandingan hari kedua kemarin mempertandingkan sembilan laga dengan 18 tim. Jumlah tim yang bertanding dihari kedua tersebut lebih banyak dari jumlah pertandingan hari pertama yang mempertandingan sebanyak 12 tim dengan 6 laga. Di pertandingan lainya, Kubota B harus tersingkir setelah dikalahkan Trauma FC dengan skor 7-6. Kemenangan Trauma FC diraih lewat adu penalti. Wasit yang memimpin

MATERI tim yang hebat, biasanya menjadi faktor determinan dalam melahirkan sebuah tim yang tangguh. Karena itulah, tim-tim yang punya ambisi juara, selalu mempersiapkan materi pemain yang punya kemampuan di atas rata-rata. Di liga profesional seperti Liga Futsal Bumi Gora, ihwal transfer pemain ini ternyata juga sudah menjadi topik yang mengemuka. Informasi yang dihimpun Suara NTB, seorang pemain di liga tersebut bah-

kan bisa bisa ‘’ditransfer’’ dengan harga yang mencapai Rp 2 juta. “Saya denger-denger, sudah ada yang satu juta untuk satu pemain,” ujar Lalu Dea Amandika, yang mengelola Klub Baker’s. Dika mengungkapkan, biasanya durasi kontrak seorang pemain dengan sebuah klub adalah selama liga berlangsung. Bagaimana dengan turnamen seperti Suara NTB Cup? Ketika tampil di turnamen seperti ini, para pemain terse-

Barcelona Tumbang di Tangan Bilbao Madrid Barcelona menelan kekalahan pertama kalinya di Liga Spanyol musim ini dan gagal mengembalikan keunggulan tiga poinnya atas Atletico Madrid di puncak klasemen ketika ditaklukkan 0-1 di markas Athletic Bilbao Minggu waktu setempat. Barca kembali tidak diperkuat Lionel Messi yang cedera dan diperkirakan baru dapat kembali pertengahan Januari. Barca menampakkan salah satu penampilan terburuknya musim ini saat menghadapi Bilbao di Stadion San Mames. Pekan menyedihkan bagi sang juara Spanyol itu, termasuk kekalahan 1-2 dari Ajax Amsterdam di Liga Champions pekan lalu, menjadi semakin buruk ketika penyerang Bilbao Iker Muniain mencetak gol dari jarak dekat pada menit 71. Barca lalu membombardir gawang tim Basque itu, namun Neymar tampil mengecewakan. Ini kedua kalinya dalam 15 pertandingan musim ini Barca kehilangan poin. Pasukan Gerardo Martino memiliki poin sama dengan Atletico yakni 40 poin, menyusul kemenangan 2-0 klub Madrid itu atas tim promosi Elche sehari sebelumnya, sedangkan Real Madrid yang menang 4-0 atas Real Valladolid tertinggal tiga poin pada peringkat ketiga. Bilbao mengakhiri rekor tidak pernah menang dalam 14 pertandingan melawan Barca sejak Mei 2006 untuk melompati Villarreal ke peringkat keempat dengan 29 poin. “Yang dapat kami lakukan adalah memberi ucapan selamat kepada Athletic dan bangkit sebab tidak ada pilihan lain,” kata gelandang Barca Sergio Busquets seperti dikutip Reuters. Tanpa pemain terbaik dunia Messi, Barca kekurangan kreativitas saat melawan Bilbao yang bermain terorganisir.(ant/bali post)

but bisa saja memperkuat timtim lain yang mereka inginkan. Hal ini bergantung pada apakah pemain tersebut punya ikatan emosional dengan klub yang ia perkuat di turnamen tersebut. Atau, pemain tersebut memang benar-benar diikat selama turnamen berlangsung melalui fee dengan nominal tertentu. “Biasanya seperti itu,” ungkapnya. Meski demikian, Dika mengaku tidak ingin terlalu mengandalkan metode transfer pemain untuk memperkuat timnya. Menurutnya, klub yang terlalu jor – joran mencari pemain dengan cara mentransfer pemain, mengindikasikan adanya krisis kepercayaan pada pemain binaan mereka sendiri. BPN, klub peserta Liga Futsal Bumi Gora yang juga tampil di Suara NTB Cup,

kabarnya menjadi salah satu klub yang cukup lincah dalam urusan mengincar pemain – pemain berbakat. Dikonfirmasi mengenai urusan transfer mentransfer ini, Manajer BPN, Didit Apriadi membantahnya. “Kami mengandalkan komunikasi antar-temen aja,” ujarnya. Menurutnya, kepindahan pemain dari klub satu ke klub lainnya memang lazim terjadi di NTB. Sesekali, kepindahan seorang pemain memang bisa melibatkan uang dalam jumlah tertentu. Namun, kerap kali juga kepindahan tersebut hanya bermodalkan ikatan emosional belaka. Sementara itu, Sekretaris Badan Futsal Daerah NTB, Agus Sukmayadi, mengapresiasi jika pola – pola transfer dengan melibatkan sejumlah uang untuk menebus jasa se-

orang atlet futsal sudah mulai dipraktikkan dalam kompetisi – kompetisi futsal di NTB. Hanya saja, untuk soal berapa nominal yang sudah tertera di kontrak, ia menegaskan hal itu menjadi masalah internal antara pemain dan klub yang bersangkutan. “Kalau ada yang menyebutkan ada pemain futsal yang sampai 2 juta, tentu kami gembira,” ujarnya. Ia menegaskan, hal itu mengindikasikan adanya penghargaan terhadap jasa seorang atlet futsal. Sejauh ini, pihaknya sedang mencurahkan energi untuk membangun sebuah sistem kompetisi yang legal di NTB. Mulai dari pendirian klub yang menggunakan akta notaris, sistem kompetisi yang legal, hingga model kontrak pemain yang juga legal. (aan)

Gerardo Martino Berbesar Hati Gerardo Martino, pelatih Barcelona coba berbesar hati dengan mengatakan, meskipun kalah 0-1 atas Athletic Bilbao, skuad asuhannya baru saja menunjukkan penampilan terbaiknya di ajang Liga Spanyol (La Liga). Iker Muniain mencetak gol semata wayang pada menit ke 70. Gol ini membuat Barcelona menderita dua kekalahan berturut-turut di kompetisi berbeda. Anak asuh Martino masih bertengger di puncak klasemen La Liga dengan unggul selisih gol . Martino merasa timnya tidak layak kalah bahkan sang pelatih memuji penampilan apik anak asuhnya, utamanya di babak pertama. Ini penampilan terbaik Barcelona pada musim ini. “Jika saya harus berbicara tentang 70 menit pertama, saya akan mengatakan Barcelona tampil dengan baik. Saya pikir pada babak pertama, tim saya tampil dengan baik di La Liga musim ini,” katanya.

(ant/bali post)

Gerardo Martino

Tanpa Lionel Messi yang masih dibekap cedera, Martino menyayangkan bahwa perjuangan timnya dengan menggunakan tiga penyerang berujung sia-sia. “Saya pikir pada menit ke70 ketika Athletic mencetak gol, kami lebih baik. Tidak hanya di babak pertama bah-

kan di 20 menit pertama di babak kedua,” kata Martino. “Setelah Athletic mencetak gol, jalannya pertandingan berubah. Kami punya begitu banyak peluang ketika menguasai bola,” katanya. Martino menuntut penampilan terbaik kepada seluruh punggawa Barcelona setelah mengalami kekalahan yang mengejutkan 1-2 dari Ajax di Liga Champions, Selasa lalu. Ini kali pertama Barcelona menderita kekalahan berturut-turut sejak bulan Maret lalu. Dan Martino kecewa dengan kekalahan beruntun. “Barcelona tidak terbiasa kalah dua kali berturut-turut, dan kami datang ke sini untuk melupakan pertandingan di Amsterdam,” kata pelatih asal Argentina ini. “Memalukan bagi saya jika kami tidak memperoleh poin ketika pemain kami pantas mendapatkannya untuk Barcelona,” tambahnya. (ant/bali post)


SUARA NTB

Selasa, 3 Desember 2013

450.000

Halaman 12

EKSPEDISI

ADVERTISING

MEUBEL

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

800.000

C.01.08.13

PELUANG BISNIS JADI AGEN SUSU

BUBUK KAMBING ETAWA ORGANIK ( BKN MLM ) MODAL KECIL PROFIT BESAR. 1 KTK ISI 10 SACHET@20 gr.

INFO.

0811306462. www.g-milk.net

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PERAWATAN AC

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

BENGKEL

BANK

DANA TUNAI Bnt dana u/ projek properti, pertmbngn Trm mediator dg komisi bsr.SDAI jkt Afry 08121944827,Wendy 0812961 65840

DISTRIBUTOR

SUBDISTRIBUTOR SUBDISTRIBUTOR OBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS GARCIA UTK WILAYAH TALIWANG ( KSB ), DOMPU, BIMA. HUB.081936739311 / 081316238057

AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRI JUAL SOLAR INDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH, ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

LOWONGAN/ PELUANG BISNIS PRODUSEN SEPATU BANDUNG MEMBTH AGEN/RESELLER SE INDONESIA 081321212727 (TDK SMS), ADA KATALOG


SUARA NTB

Selasa, 3 Desember 2013

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

TRAVEL


KESEHATAN

SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Halaman 14

Pola Hidup Tak Sehat Picu Penyakit Katarak Mata merupakan bagian tubuh yang sangat rawan dan sensitif terhadap berbagai penyakit serta kerusakan. Tidak sedikit orang yang mengalami penyakit mata. Salah satunya adalah penyakit katarak. PENYAKIT katarak adalah penyakit yang menyerang mata, di mana kondisi lensa mata mengalami kekeruhan akibat hidrasi sehingga terdapat bercak putih seperti awan dan berjalan secara progresif. Kondisi mata seperti ini membuat pandangan mata terganggu seperti ada kabut yang sangat tebal di depan mata kita, namun penyakit katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri. Banyak sekali hal yang menyebabkan seseorang bisa terserang penyakit katarak, namun secara umum penyebab penyakit katarak dikarenakan faktor usia lanjut, infeksi virus, genetik, gangguan pertumbuhan, gangguan metabolisme, merokok, serta minuman yang mengandung alkohol juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Selain itu, katarak juga bisa disebabkan dari penyakit, seperti diabetes, darah tinggi, usia tua, atau trauma fisik. Faktor lainnya yang terkadang tidak bisa dihindari yaitu faktor keturunan/genetik dari orangtua. Dengan bertambahnya usia seseorang dapat mengakibatkan fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitu pula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Sehingga kebanyakan penyakit katarak menyerang orang-orang yang lanjut usia, namun tidak menutup kemungkinan anak kecil, remaja, dewasa sekalipun bisa terserang penyakit ini, karena banyak dari mereka yang kurang memperhatikan pola hidup yang sehat.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit katarak ini biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit, namun penyakit ini akan mengganggu penglihatan yakni mengakibatkan efek pengelihatan menjadi ganda atau kabur. Penyakit ini sangat peka terhadap cahaya yang menyilaukan seperti matahari yang terik atau lampu-lampu yang menyorot seperti lampu mobil, dan lampu neon sekalipun bisa menyilaukan mata yang terkena penyakit katarak, persepsi warna pun akan mengalami kurang jelas. Selain itu, gejala yang muncul adalah mata terasa gatal, air mata mudah keluar, pada waktu malam penglihatan sangat terganggu, serta terdapat selaput awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya makin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya. Penyakit ini bisa dicegah dengan berbagai cara yaitu dengan sering mengontrol penyakit yang berhubungan erat dengan penyakit katarak, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin, seperti vitamin C, vit.A, dan vit.E. Selain itu, menggunakan kacamata hitam ketika berada di luar ruangan juga mampu mencegah penyakit katarak. Hal ini dikarenakan kacamata dapat mengurangi jumlah paparan sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok dan mengurangi minuman yang mengandung alkohol juga termasuk cara

(Suara NTB/cem)

OPERASI - Seorang pasien akan menjalani operasi katarak yang digelar Rumah Sakit Harapan Keluarga (RSHK) Mataram serangkaian HUT-nya yang ke 2 , beberapa waktu lalu. pencegahan penyakit ini. Dengan melakukan tindakan pencegahan seperti yang sudah

disebutkan di atas, kita dapat terjaga dari berbagai penyakit termasuk penyakit katarak ini.

Di mana kebanyakan penyakit bisa timbul akibat pola hidup yang kurang sehat yang dialami

oleh orang-orang yang tidak menjaga kesehatan mereka. (pusdat BP/berbagai sumber)

Gejala dan Tanda-tanda Mata Katarak 1. Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap. Noda putih yang semakin berkembang akan mengalami pandangan mata menjadi kabur, objek terhadap suatu benda menjadi sulit untuk dikenali bahkan tak dapat membedakan warna cahaya. 2. Sulit melihat pada malam hari. Penderita penyakit mata apapun akan merasa kesulitan ketika melihat suatu objek atau cahaya pada malam hari, hal ini dikarenakan lensa mata akan membaca kefokusan objek yang diterima oleh lensa mata. 3. Sensitif pada cahaya. Penderita mata katarak akan merasa sensitif pada intensitas cahaya yang diterima oleh lensa mata, mata menjadi sensitif karena ketidakmampuan retina menerima cahaya dan lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya untuk

dikirim ke retina. 4. Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar. Pada saat lensa mata memandang atau menangkap cahaya atau sinar, lensa mata hanya mampu menangkap sinar seperti sebuah lingkaran. 5. Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas Penderita katarak sangat membutuhkan pencahayaan yang cukup terang ketika melakukan berbagai aktivitas. 6. Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut. Penderita katarak yang menggunakan alat bantu untuk membaca dan melihat, cenderung lebih sering mengganti kacamata atau kontak lensa karena faktor ketidaknyamanan seperti ketika dirasa mata tidak lagi dapat melihat atau menangkap suatu objek benda atau

cahaya sekalipun, penderita katarak mampu mengganti kacamata atau kontak lensa 2x dalam sebulan. 7. Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat. Penderita katarak hanya mampu melihat dan menangkap cahaya seperti sebuah lingkaran, namun lama-kelamaan akan memudar karena urat syaraf retina akan menguning jika melihat suatu objek benda terlalu lama. 8. Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata. Penderita katarak tidak membahayakan fisik jika diketahui sejak dini dan belum memasuki stadium yang semakin parah. Jika dalam kondisi yang parah, penderita katarak akan merasakan rasa nyeri di sekeliling mata, sering sakit kepala, kemudian terjadi peradangan. Kemudian objek atau cahaya yang ditangkap seper-

ti berbayang jika katarak yang diderita hanya sebelah. Selain gejala katarak diatas, adapula penyebab katarak itu terjadi, yakni seiring bertambahnya usia tingkat kesehatan suatu tubuh akan semakin menurun tak terkecuali mata, karena mata merupakan organ terpenting dari segala organ tubuh yang bekerja maksimal terkadang waktu istirahat yang dibutuhkan oleh mata berkurang, sehingga ketebalan, kejernihan, tingkat kefokusan pun semakin menurun. Lensa mata terdiri dari air dan serat protein. Tingkat usia juga mempengaruhi kondisi mata seseorang, mulai dari perubahan warna pada lensa mata, struktur mata, protein dan vitamin mata semakin berkurang dan menurun. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata. (berbagai sumber)

(Suara NTB/ist)

SESEORANG yang menderita mata katarak biasanya tidak menyadarinya, karena katarak tumbuh dan berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit pada mata itu sendiri. Akan tetapi mata katarak ini pada awal kondisi akan mempengaruhi bagian lensa mata, bahkan sedikit demi sedikit mempengaruhi pandangan mata anda seluruhnya. Saat noda keruh pada lensa mata mulai berkembang dan mempengaruhi sebagian kecil pandangan anda, akan muncul noda putih seperti berawan lama-kelamaan akan menutupi lensa mata anda yang tadinya berwarna hitam akan menjadi warna putih dan cahaya akan sulit diterima retina dan pada akhirnya pandangan anda terhadap suatu objek akan kabur dan mengalami kebutaan. Untuk mempermudah anda mengenali tanda dan gejala mata katarak, antara lain :

Mencegah Katarak Pola Makan Kaya Antioksidan Karena pembentukan katarak berhubungan dengan oksidasi, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran yang kaya antioksidan dapat membantu mencegah katarak. Sayuran yang mengandung karotenoid yang tinggi sangat penting. Secara khusus, sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, kangkung, sawi, dan lobak adalah sumber utama antioksidan lutein karotenoid, yang ada pada lensa mata. Vitamin C dan E juga tampaknya penting dalam mencegah pembentukan dan perkembangan katarak. Sumber vitamin C termasuk buah jeruk, paprika, buah-buahan tropis, melon, stroberi, kiwi, sayuran, tomat, kentang, dan ubi jalar. Sumber vitamin E antara lain terdapat pada wheat germ, bayam matang, susu kedelai, berbagai jenis kacang-kacangan, biji bunga matahari, mangga, zaitun, kacang tanah, dan minyak sayur. Pertahankan Tingkat Kolesterol Sehat Studi menunjukkan bahwa tingkat tinggi kolesterol dan trigliserida mengakibatkan peningkatan risiko katarak. Juga rendahnya tingkat High Density Lipoprotein (HDL) atau

kolesterol baik, dapat meningkatkan risiko katarak. Cara terbaik untuk menurunkan kolesterol adalah dengan menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging, produk susu, dan lemak trans, seperti yang terdapat pada kuekue makanan ringan dan makanan yang digoreng untuk komersial. Pengurangan Asupan Lemak Studi menunjukkan bahwa diet lemak meningkatkan risiko katarak sekitar 10 persen. Seperti disebutkan di atas, lemak yang paling penting untuk dihindari adalah lemak jenuh dan lemak trans. Menghindari Alkohol Orang yang mengonsumsi lebih dari dua gelas per minggu dari setiap jenis (bir, anggur, atau sulingan) memiliki risiko 10 persen lebih besar terkena beberapa jenis katarak.

Menjaga Berat Badan Studi menunjukkan bahwa penderita obesitas memiliki risiko lebih besar dari 30 persen terkena katarak dibandingkan dengan individu dengan berat badan yang sehat. (pusdat BP/berbagai sumber)

Katarak Senilis Katarak Senilis dapat terjadi biasanya setelah umur 40 tahun, proses pasti belum diketahui dan penyebab utamanya diduga karena faktor usia. Katarak Kongenital Katarak Kongenital ini dapat terjadi sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan, umumnya disebabkan karena adanya infeksi, dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak jenis ini sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung, terutama pada kehamilan 3 bulan pertama. Katarak Traumatika Katarak jenis Traumatika dapat terjadi pada semua umur, biasanya karena pasca trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa.

(Suara NTB/ist)

ADA banyak cara sederhana untuk mengurangi risiko katarak dengan membuat perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa pola makan yang dapat mencegah penyakit katarak.

Jenis Penyakit Mata Katarak

Katarak Komplikata Katarak jenis Komplikata ini dapat terjadi setelah infeksi mata. Katarak berkembang lambat namun potensial menjadi kebutaan jika tidak segera diobati. Orang yang menderita katarak ini tidak menyadari gejala gangguan katarak, karena prosesnya yang berlangsung berangsur-angsur sampai daya penglihatan baru terasa pengaruhnya setelah katarak ini berkembang sekitar 3-5 tahun. Maka dari itu, penderita biasanya baru menyadari setelah memasuki stadium kritis. Satusatunya pengobatan adalah melalui pembedahan, yaitu pengambilan lensa keruh. (pusdat BP/berbagai sumber)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

Pembentukan DOB Sebaiknya Ditunda

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Selidiki Keterlibatan Anggota DPR

Jakarta (Suara NTB) – Pengamat Politik dari LIPI, Siti Zuhro, mengatakan, pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sebaiknya ditunda, mengingat paket UU Otonomi Daerah belum selesai dikerjakan. “Saya sudah sering mengatakan, pemekaran sebaiknya ditunda dulu sampai paket UU Otonomi Daerah rampung dulu,” ujar dia, di Jakarta, Senin. Paket undang-undang yang dimaksud dia mencakup revisi UU 32/2004 tentang Pemda, RUU Pilkada, dan RUU Desa. Paket UU Otonomi Daerah sangat penting diselesaikan terlebih dahulu, sebelum pembentukan DOB karena menurut dia menata daerah dalam konteks otonomi daerah akan sangat diperlukan. “Menata daerah dalam konteks ini diperlukan agar otonomi daerah efektif dan berhasil maksimal,” ujar Siti. Sejak beberapa waktu lalu pemerintah sudah menetapkan moratorium terkait dengan pemekaran daerah, namun DPR justru mengusulkan pembentukan 65 DOB. Beberapa hal terkait ini juga tentang biaya penyelenggaraan pilkada setempat yang menghabiskan biaya sangat banyak; hingga saat ini telah ada 34 provinsi dengan lebih dari 440 kabupaten dan kota. Pemerintah juga tengah meninjau keberhasilan daerah otonomi baru mengurusi dan memajukan diri sendiri setelah lepas dari provinsi atau kabupaten induk. “Bila pemerintah konsisten dan percaya diri membangun negeri ini, bisa saja 65 RUU pemekaran daerah yang diusulkan DPR tidak direspons dulu, karena usulan ini tidak relevan dan urgent bagi peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata dia. (ant/bali post)

KPK Periksa Menteri ESDM Jakarta (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan Sekretaris Jenderal kementerian tersebut, Waryono Karno, dalam kaitannya dengan kasus suap kegiatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada 2012-2013. “Hari ini dapat undangan, dan kita mungkin diundang u n t u k memberikan penjelasan setelah dari penjelasan itu mungkin

Jero Wacik

nanti ada hal-hal lain yang barangkali ditemukan hal lain,” kata Waryono di Gedung KPK, Jakarta, Senin. Pemeriksaan keduanya terkait dengan tersangka kasus itu yang juga mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini. Ini adalah pemeriksaan keempat Waryono dalam kasus yang sama. Tidak beberapa lama kemudian, Jero Wacik memenuhi panggilan KPK. “Saya hadir memenuhi panggilan KPK pada hari ini untuk memberikan

keterangan tentang kasus yang sedang diproses di KPK, Pak Rudi Rubiandini, jadi nanti tunggu saja hasilnya,” kata Jero saat tiba di Gedung KPK. Kedatangannya adalah hasil penjadwalan ulang karena Selasa lalu Jero tidak bisa datang karena sedang berada di luar kota. Jumat pekan lalu KPK telah mencegah ajudan Jero Wacik, I Gusti Putu Ade, bepergian keluar negeri selama enam bulan terkait dengan kasus yang sama. KPK menetapkan Rudi Rubiandini sebagai tersangka dalam kasus ini.

Husni Kamil Manik (ant/bali post)

MUI Tolak Pekan Kondom Nasional

KH Amidhan

(ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan mengatakan pihaknya tidak setuju dengan penyelenggaraan Pekan Kondom Nasional pada 1 hingga 7 Desember. “MUI tidak setuju dengan adanya penyelenggaraan Pekan Kondom Nasional itu,” ujar Amidhan di Jakarta, Senin. Ia menilai penyelenggaraan acara tersebut hanya membawa kepentingan industri kondom, bukan untuk menyampaikan kegunaan kondom sebagai alat kontrasepsi. “Hal itu bisa disalahgunakan, dikhawatirkan terjadinya seks bebas pada remaja,” ujarnya. Seharusnya, kata dia, kegiatan yang digalakkan yakni edukasi reproduksi dan pendidikan seks bagi masyarakat, daripada kampanye penggunaan kondom. Pekan Kondom Nasional digagas Kementerian Kesehatan dan diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan kegiatan tersebut bukan hal yang terlarang. “Lebih bahaya bagi-bagi rokok dari pada kondom,” kata Menkes. (ant/bali post)

tahui lebih jauh ada tidaknya keterlibatan anggota DPR dalam kasus SKK Migas ini,” kata Abraham saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR di Jakarta, Senin. Abraham menjelaskan Jero Wacik diperiksa oleh KPK sebagai saksi untuk mengkonfirmasi pernyataan Rudi Rubiandini. “Pak Jero diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk Rudi Rubiandini. Oleh karena itu, nanti dari hasil pemeriksaan Pak Jero itu semua akan didalami kembali untuk mendapat kesimpulan,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa KPK tengah mendalami pengakuan Rudi Rubiandini soal THR sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat (AS) untuk Komisi VII DPR. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Satgas Kejagung Tangkap Tersangka Korupsi di RS Batam

KPU Pesimis 3,9 Juta DPT Invalid Dapat Diperbaiki Jakarta (Suara NTB) – Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengaku pesimistis 3,9 juta dari 10,4 juta pemilih bermasalah di daftar pemilih tetap (DPT) dapat diperbaiki dengan menemukan nomor induk kependudukan (NIK) karena sulit memastikan keberadaan mereka. “Dari verifikasi terhadap 10,4 juta pemilih dengan NIK invalid, KPU optimistis 60-65 persen NIK dapat diperbaiki, sedangkan sisanya sebanyak 35-40 persen sulit diperbaiki karena berbagai alasan,” kata Husni dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin. Kesulitan tersebut, lanjut Husni, disebabkan oleh adanya pemilih tinggal di lembaga permasyarakatan (lima sampai tujuh persen), pemilih pemula yang belum punya KTP dan sedang belajar di luar kota (tiga sampai lima persen), dan pemilih yang tinggal di grey area (10 persen). Selain itu juga ada pemilih yang ketika pendaftaran ditemukan masih memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) model lama sebanyak 10 persen, serta pemilih yang sulit ditemui karena merantau atau melaut sebanyak lima persen. Namun, terhadap data pemilih yang tidak ditemukan NIK-nya tersebut, KPU meyakini bahwa kenyataannya penduduk berusia pemilih itu ada dan berhak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). “KPU sangat meyakini bahwa pemilih dengan NIK invalid tersebut tidak atau bukan pemilih fiktif, seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak,” tambah Husni. Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman mengatakan pihaknya bersikukuh ingin memastikan apakah 3,9 juta pemilih tersebut terdaftar di daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). “Kemendagri ingin mencari terlebih dahulu apakah NIK dari pemilih bermasalah itu ada atau tidak di DP4, dengan mencari elemen data yang benar selain NIK,” tutur Irman. Pada 29-30 November lalu, KPU tingkat kabupaten-kota telah menetapkan berita acara penetapan perbaikan DPT. Selanjutnya, KPU akan mengundang partai politik, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi II dan pihak terkait pada Rabu (4/12) untuk menggelar rapat pleno penetapan perbaikan DPT tingkat nasional atas verifikasi terhadap 10,4 juta dari 186,6 juta daftar pemilih tetap (DPT). (ant/bali post)

Dalam sidang Simon, pemberi suap dari Kernel Oil, Rudi juga mengaku memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Komisi VII selaku mitra SKK Migas sebesar 200 ribu dolar AS. “Saya terima 300 ribu dolar AS dari Deviardi, 200 ribu dolar saya berikan untuk THR ke satu tempat sesuai tujuan yaitu ke Komisi VII,” kata Rudi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis. Sementara itu, Ketua KPK) Abraham Samad mengatakan, pemeriksaan Menteri ESDM Jero Wacik dilakukan untuk menyelidiki lebih jauh mengenai keterlibatan anggota DPR dalam kasus SKK Migas. “Pemeriksaan dengan Pak Jero Wacik saat ini sangat diperlukan untuk bisa mengembangkan dan menge-

Sutan Bhatoegana (ant/bali post)

Bhatoegana Bantah Terlibat Gratifikasi Rudi Rubiandini Jakarta (Suara NTB) – Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana membantah bahwa para anggota komisinya menerima uang “THR” terkait kasus gratifikasi yang melibatkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. “Saya tegaskan bahwa Komisi VII DPR RI tidak pernah menerima atau meminta THR seperti yang diisukan di luar sana, apa lagi yang dikaitkan dengan kasus SKK Migas,” kata Sutan saat ditemui di ruang rapat Ko-

misi VII di Gedung Nusantara I DPR di Jakarta, Senin. Terkait isu mengenai adanya pertemuan beberapa anggota Komisi VII DPR dengan Rudi Rubiandini, Sutan mengaku tidak tahu apa-apa tentang hal itu. “Kalau mengenai pertemuan beberapa anggota dewan dengan Rudi di luar, itu saya tidak tahu, dan memang tidak ada larangan untuk bertemu,” ujarnya. Sehubungan dengan pem-

beritaan yang mengatakan bahwa Rudi Rubiandini menyebut nama Sutan sebagai salah satu penerima THR, dalam kesaksiannya di persidangan pada Pengadilan Tipikor, Ketua Komisi VII itu pun menyangkal hal tersebut. “Pak Rudi tidak pernah menyebut nama saya. Saya kan dimintai kesaksian di KPK pada Rabu kemarin, dan tidak ada cerita tentang (penyebutan nama) itu di persidangan,” kata Sutan. (ant/bali post)

PKB Pertemukan Mahfud, Rhoma Irama dan JK Jakarta (Suara NTB) – Calon-calon presiden yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu Mahfud MD, Rhoma Irama, dan Jusuf Kalla bakal dipertemukan partai tersebut dalam suatu diskusi di Jakarta. Tiga sosok tersebut akan bertemu dalam seminar “Menciptakan Lembaga Kepresidenan yang Efektif dan Efisien

untuk Kesejahteraan Rakyat” yang diselenggarakan oleh Fraksi PKB MPR RI. “Pak Jusuf Kalla akan bicara mengenai lembaga kepresidenan yang efektif dan efisien. Rhoma akan bicara mengenai lembaga kepresidenan yang merakyat dan mensejahterakan rakyat. Mahfud akan bicara mengenai penguatan sistem pres-

idensial di lembaga kepresidenan,” kata Ketua Fraksi PKB MPR RI, Lukman Edy di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin. “Kami berharap, hadirnya calon presiden dari PKB itu akan memberikan pencerahan tentang peran dan fungsi lembaga kepresidenan yang efektif kedepan,” kata anggota Komisi VI DPR RI itu. (ant/bali post)

Ketua Komisi III Minta Wakapolri Cabut Telegram Soal Jilbab Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi III DPR Almuzzammil Yusuf meminta Wakapolri Komjen Pol Oegroseno agar mencabut telegram dan pernyataannya mengenai pelarangan penggunaan jilbab Polwan sebelum surat keputusan resmi keluar. “Wakapolri kurang bijak. Telegram dan pernyataannya telah menciderai perasaan bukan saja para Polwan yang ingin berjilbab,” ujar Almuzammil di Jakarta, Senin. “Terkesan ada upaya untuk menggagalkan rencana dibolehkannya Polwan berjilbab,” kata wakil rakyat itu.

Wakapolri, sambung dia, seharusnya menghormati HAM sebagai amanat Konstitusi yang mana Pasal 28E Ayat 1 UUD 1945 menyebutkan, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. “Jika melarang pengenaan jilbab bagi para Polwan artinya bertentangan dan melanggar UUD 1945,”jelas dia. Muzzammil menilai ada motif sinisme dan cenderung untuk menggagalkan keinginan Kapolri Jenderal Sutarman untuk membolehkan Polwan mengenakan jilbab. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Almuzzammil Yusuf

Jakarta (Suara NTB) – Satuan Tugas Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Batam, menangkap mantan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Suyadi bin Paiman Cipto Surwano yang menjadi tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan kapal isap Mina Antareja. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Minggu, menyatakan yang bersangkutan di tangkap pada Minggu (1/12) pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan, Batam. “Penangkapan tersangka terkait dengan perbuatan tindak pidana korupsi Proyek Pengadaan kapal Hisap Mina Antareja, yang dilakukannya secara bersama sama dengan Tagoruddin selaku Pemimpin Proyek yang berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang,” terangnya. Dijelaskan, Suyadi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Nomor: Print-02/N.9/Fd.1/06/ 2013 tanggal 10 Juni 2013. Perbuatan yang dilakukan tersangka berawal pada tanggal 17 Desember 2004 telah membuat Berita Acara Serah

Terima (BAST) Barang seolah-olah kapal tersebut telah selesai dibuat oleh rekanan dan diserahkan kepada Pengguna Barang, padahal yang sebenarnya kapal dimaksud sama sekali belum dibuat (belum ada ujud fisiknya). “Karena pada kenyataannya kapal baru selesai dikerjakan pada bulan April 2005, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp810 juta,” katanya. Suyadi dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo pasal 18 UU no.31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan penetapan tersangka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada 26 September 2013 dikarenakan setelah tiga kali dipanggil secara patut untuk diperiksa sebagai tersangka yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tanpa ada alasan dan keterangan apapun. “Tersangka Senin (2/12) pagi akan diterbangkan ke Bangka Belitung,” katanya. Berkas Perkara yang lain yaitu atas nama Tagoruddin telah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang. (ant/bali post)

Akil Mochtar (ant/bali post)

Akil Mochtar Investasi Jual Beli Mobil Jakarta (Suara NTB) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ternyata berinvestasi pada usaha jual beli mobil melalui pengusaha Muchtar Effendy. “Termasuk Pak Akil, yang pasti kita sebagai pengusaha banyak yang investasi ke kita,” aku Muchtar Effendi, seorang pengusaha jual beli mobil, saat akan diperiksa KPK di Jakarta, Senin Muchtar dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah di MK. “Tapi saya tidak tahu (asal uangnya), masa kita tanya ke para investor ini uangnya dari mana? Tidak mungkin kita tanya seperti itu kan?,” tambah Muchtar. Ia juga merahasiakan jumlah dana investasi dari Akil itu. “Nanti akan saya kasih tahu ke penyidik, ini rahasia soalnya banyak orang yang investasi ke saya,” jelas Muchtar. Pekan lalu, KPK telah menyita total 31 unit mobil yang diduga terkait dengan Akil, 26 unit mobil diduga terkait dengan Muchtar Efendy yang disita dari show room mobil di kawasan Puncak Bogor, Cempaka Putih dan Depok dan dua di antaranya berplat merah. Sedangkan lima mobil

yang disita sebelumnya adalah tiga mobil mewah Toyota Crown Athlete, Audi Q5, dan Mercedes Benz S350 yang disita di rumah Akil, satu mobil milik istri Akil Ratu Rita Akil dengan merek Toyota Fortuner dan satu Mazda CX9 bernomor polisi Palembang. Terkait mobil plat merah yang tidak dibalik nama tersebut, menurut Muchtar, untuk menghindari penambahan biaya. “Mobil plat merah itu memang lelang, tapi kalau dibalik nama otomatis tambah biaya,” tambah Muchtar. Muchtar diduga adalah penghubung antara Akil dan para calon pemimpin daerah di daerah Sumatera yang mengajukan perkara ke MK. “Jangankan Sumatera, seluruh Indonesia saya buat sayembara, barang siapa menemukan nama Muchtar Efendy ikut main di MK, bermain suap dan menerima fee, saya kasih bonus Rp1 miliar,” tantang Muchtar. Ia mengaku selain bisnis jual-beli mobil juga memberikan jasa konsultasi Pilkada. “Saya konsultan untuk pemenangan kampanye jadi saya menyiapkan semuanya, mulai dari sosialisasi, masa kampanye, masa deklarasi sampai masa pencoblosan kita punya planing semua,” ungkap Muchtar. (ant/bali post)


SUARA NTB Selasa, 3 Desember 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Festival Bunga Momen Strategis Bangkitkan Florikultura FESTIVAL Bunga 2013 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) NTB berjalan sukses. Festival yang berlangsung di Museum Negeri NTB ini, dirangkai dengan beberapa kegiatan, mulai dari Lomba Merangkai Bunga, Lomba Mewarnai Gambar Bunga dan puncaknya Pemilihan Putri Bunga 2013 yang ber-

langsung Minggu (1/12). Penasehat Dharma Wanita Persatuan NTB Hj. Erica Zainul Majdi, memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara , khususnya Museum Negeri NTB, karena suksesnya kegiatan tahunan ini. Hj.Erica berharap, kreativitas Museum Negeri NTB untuk menjalin komunikasi dengan publik NTB tidak berhenti pada kegiatan ini. ‘’Pihak Museum NTB perlu terus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk mengadakan berbagai event yang bisa mendekatkan pihak Museum dengan banyak komunitas,’’ pesan istri Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi ini. Penghargaan juga disampaikan Hj. Erica kepada Dinas

Putri Bunga NTB 2013, Rima Diantari Yunita

Budpar NTB, atas prakarsanya mengadakan Festival Bunga, terlebih memilih Museum Negeri NTB sebagai tempat pelaksanaannya. ‘’Ini langkah cerdas , karena dengan itu unsur kebudayaan dengan merevitalisasi Museum dan unsur pariwisata dengan pemilihan Putri Bunga NTB bisa dicapai secara bersamaan,’’ pujinya. Terkait dengan Festival Bunga dan pemilihan Putri Bunga NTB 2013 menurut Hj.Erica, tidaklah semata sebuah event pariwisata yang bernuansa hiburan bagi masyarakat. Acara ini menurutnya, sangat strategis karena juga merupakan momen

membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor florikultura (tanaman bunga) sebagai sebuah kesempatan bisnis yang jika dikembangkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Produk florikultura , merupakan produk dengan pertumbuhan ekspor teritinggi di banding produk hortikultura lains eperti buah, sayuran atau tanaman obat. Tahun 2010, nilai ekspor sector agribisnis florikultura secara nasional mencapai 9,042 juta dolar Amerika. Jumlah ini meningkat signifikan menjadi 13,160 juta dolar Amerika pada 2011.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan NTB Hj. Erica Zainul Majdi saat memberikan sambutan pada acara Festival Bunga 2013 yang berlangsung di Museum Negeri NTB, Minggu (1/12).

Para peserta sedang menunjukkan kepiawaiannya.

Hj.Erica Zainul Majdi foto bersama dengan para pemenang didampingi Kepala Dinas Budpar NTB, Muhammad Nasir didampingi Kepala Museum Negeri NTB, H.L.M.Faozal dan istri.

Bangkok Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Senin, mengatakan ia siap untuk mundur demi perdamaian bagi negaranya. Sabtu malam, yang juga melukai 71 orang. Lima puluh enam orang lainnya terluka selama konfrontasi antara polisi dan pengunjuk rasa di beberapa lokasi di Bangkok pada Senin. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran yang berusaha merebut tempat-tempat seperti Gedung Pemerintah dan Biro Polisi Metropolitan. Sebelumnya pemerintah Thailand bersikeras untuk mencari solusi damai atas krisis politik yang sedang berlangsung di negara itu, kata Wakil Perdana Menteri Surapong Towichukchaikul menegaskan, Senin. Dalam konferensi pers, Surapong mendesak para pejabat pemerintah untuk pergi bekerja, mengabaikan seruan Suthep Thaugsuban pemimpin protes untuk berhenti bekerja secara nasional. Surapong telah ditugas-

kan menggantikan Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok untuk memimpin Pusat Administrasi Ketenteraman dan Ketertiban, demikian laporan Xinhua. Pemimpin demonstrasi Thailand Suthep Thaugsuba memberi Yingluck waktu dua hari untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat. Dalam dialog pertama dengan Yingluck, Suthep mengatakan pembicaraan diadakan di hadapan para perwira tinggi dari ketiga angkatan bersenjata. Suthep, sekretaris jenderal Komite Reformasi Rakyat Demokratik yang baru dibentuk, mengatakan kepada Yingluck bahwa dialog itu bukan perundingan. Dalam pidato kepada demonstran di Kompleks Pemerintahan di Jalan Chaengwattana, ia meminta perdana menteri untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat Thailand, yang ia sebut adalah pemilik negara dan kedaulatannya. Ia mengatakan, “Jika Yingluck rela mengembalikan kekuasaan kepada

berbangga hati dan mendukung 2013, Rima demikian gadis sepenuhnya langkah Dinas Ke- manis yang kini duduk di sebudayaan dan Pariwisata mester III Fakultas Ekonomi Provinsi NTB untuk mengada- Universitas Mataram ini dikan acara Festival Bunga dan sapa, juga berhak atas hadiPemilihan Putri Bunga NTB ah uang dan tropi. Terpilih se2013,’’ katanya, seraya berharap, bagai Putri Bunga NTB 2013, kesadaran akan pentingnya bu- Rima kelahiran Mataram, 30 nga-bungaan bisa menjadi misi Juni 1994 ini juga harus siap penting yang disebarkan Putri dengan segudang tugasnya Bunga NTB 2013 terpilih. dalam agenda promosi Dalam ajang pemilihan Pu- pariwisata NTB. (*) tri Bunga NTB 2013, terpilih sebagai pemenang adalah Rima Diantari Yunita (19). Putri pertama pasangan M.Nur Haedin dan Elvi Zuraida ini, berhasil menyisihkan 32 pesaingnya dari seluruh NTB. Selain berhasil menyabet gelar Putri Bunga NTB Hj.Erica Zainul Majdi mengalungkan selempang kepada Putri Bunga NTB 2013 terpilih, Rima Diantari Yunita.

Para pemenang Lomba Mewarnai Gambar Bunga foto bersama dengan Kepala Dinas Budpar NTB, Muhammad Nasir.

PM Thailand Bersedia Mundur demi Perdamaian Tetapi ia menolak permintaan pemimpin protes Suthep Thaugsuban untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, dengan mengatakan itu tidak memiliki landasan konstitusional. Kekacauan politik di negeri Gajah Putih itu kian memuncak setelah pemimpin demonstrasi mantan anggota parlemen dari Demokrat Suthep Thaugsuban memberi waktu dua hari bagi perdana menteri untuk “menyerahkan” kekuasaan kepada rakyat. Sementara itu angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menunjukkan pergolakan politik pada dua hari terakhir di negara itu telah menewaskan tiga orang dan melukai 127 lainnya. Tiga orang tersebut tewas dalam bentrokan antara pendukung dan demonstran anti-pemerintah di Universitas Ramkhamhaeng pada

Peluang untuk memajukan sektor bisnis florikultura baik domestik dan mancanegara menurut Hj.Erica, sangat besar. Untuk kawasan perkotaan seperti Kota Mataram, produk florikultura juga bisa menjadi alternatif bisnis masyarakat. Lahan sawah di Kota Mataram menyusut 20-25 hektar per tahun dan berganti menjadi daerah pemukiman, perkantoran dan ruko. Karena itu, pengalihan usaha petani di daerah perkotaan dari tanaman pangan menjadi tanaman hias menjadi pilihan rasional. ‘’Dalam perspektif inilah, saya

(ant/bali post)

Yingluck Shinawatra

rakyat, kita akan memperlakukan dia dengan cara yang santun. Rakyat tidak senang dengan (hanya) pengunduran diri pemerintah atau pembubaran DPR.” “Perdana menteri tidak menjawab (selama pembicaraan), tetapi saya sudah melakukan tugas saya dalam menyampaikan tuntutan rakyat atas nama rakyat,” katanya. (ant/bali post)

Hj.Erica Zainul Majdi didampingi dr Oxy istri Kepala Museum Negeri NTB, H.L.M. Faozal

Cina Hukum 20 Ribu Pejabat karena Terlalu Birokat Beijing Cina menghukum hampir 20 ribu pejabat pada tahun lalu dengan tuduhan melanggar aturan untuk mengurangi birokrasi serta acara seremoni dan kemewahan, kata pemerintah pada Senin. Presiden Xi Jinping memerintahkan penindakan keras pada akhir tahun lalu ketika menjadi kepala Partai Komunis, yang berkuasa. Ia berusaha meredakan kemarahan umum atas pemborosan, terutama pejabat, yang terlihat menyalahgunakan kedudukan mereka dengan secara gelap mengumpulkan kekayaan. Xi menuntut pertemuan dipersingkat, upacara penyambutan yang berlebihan dihapus dan pidato yang bertele-tele ditinggalkan, seiring dengan upayanya untuk membuat birokasi di negara itu lebih efisien dan tidak rentan korupsi. Pengawas anti-korupsi partai, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin, mengatakan jika para pejabat yang terbukti melanggar aturan itu sebagian besar telah diberikan hukuman administrasi atau internal. Namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Lebih dari 5.000 pejabat

diketahui telah melanggar aturan yang terkait dengan penggunaan mobil dinas, sementara 903 orang terbukti bersalah mengorganisir acara perayaan yang terlalu rumit, kata pengawas itu dalam sebuah pernyataan di lamannya. Sisanya karena kinerjanya “biasa-biasa

saja” atau “malas”, menurut pernyataan itu. Xi mengatakan bahwa korupsi endemik mengancam kelangsungan hidup partai dan telah bersumpah untuk menghukum baik pelaku besar maupun kecil, demikian laporan Reuters. (ant/bali post)

Snt03122013  

Kapal Penangkap Ikan Tenggelam Tiga Tewas, Satu ABK Hilang

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you