Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SABTU, 3 MEI 2014

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 51 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Lusita Dituntut Lima Tahun Penjara

JPU Sebut Nilai Suap ke Kapolres dan Kajari Praya Mataram (Suara NTB) Lusita Anie Razak, terdakwa kasus suap mantan Kajari Praya Subri, SH,MH dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa KPK, dalam sidang dengan agenda tuntutan, Jumat (2/5) kemarin. Lusita menurut JPU terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana suap terhadap aparat negara, tidak hanya ke Kajari Praya, tapi juga ke Kapolres Loteng. Pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram yang dibacakan bergilir Jaksa KPK Risma Ansyari dan Ali Fikri, dalam dakwaan mengurai rangkaian perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa. Dalam kesimpulan tuntutannya, Jaksa KPK menyebut terdakwa Lusita Anie Razak secara sah dan meyakinkan bersalah

melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. ‘’Dan melanggar dakwaan Primair Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001,” kata JPU Ali Fikri. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ars)

TO K O H Jadi Prioritas Utama GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyatakan, masalah akses dan kualitas pendidikan merupakan dua hal utama yang menjadi perhatian Pemprov NTB. Diakuinya, memang masih ada sejumlah daerah di NTB yang kurang akses pendidikannya. Untuk itu, Pemprov NTB bersama pemda kabupaten/kota terus berupaya membuka akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat NTB. ‘’Pendidikan di NTB ada pencapaian-pencapaian yang kita raih. Alhamdulillah, banyak indikator sudah semakin membaik. Tetapi tetap, dua hal yang tadi disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baik mengenai akses maupun kualitas itu juga merupakan dua hal yang utama di NTB,”ujarnya TGH.M.Zainul Majdi Bersambung ke hal 5 (Suara NTB/ist)

KO M E N T A R Antisipasi Pilpres

KAPOLDA NTB, Brigjen Pol. Moechgiyarto menyatakan, pelaksanaan tahapan pemilihan legislatif (Pileg) di NTB berlangsung relatif aman dan kondusif. Pileg di NTB dinilai berjalan cukup sukses. Saat ini, pihaknya sudah mengantisipasi pengamanan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) beberapa bulan mendatang. ‘’Tidak ada kejadian yang menonjol yang terjadi di wilayah NTB ini pada Pileg kemarin. Untuk persiapan-persiapan, sudah kita koordinasikan dengan pihak KPU maupun Bawaslu Moechgiyarto Bersambung ke hal 5 (Suara NTB/dok)

DISKUSI - Lusita Anie Razak berdiskusi dengan penasihat hukumnya setelah mendengar tuntutan Jaksa KPK (kiri). Pasukan Brimob Polda NTB mengawal ketat Subri usai sidang perdana, kemarin.

TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz Wafat

NTB Kehilangan Tokoh Ulama Besar Mataram (Suara NTB) TGH. Mustafa Umar Abdul Azis wafat Kamis (1/5) lalu. Pada Jumat (2/5) kemarin, ulama besar NTB ini, dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziziyah, Kapek, Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar). Pemakaman salah satu tokoh NTB ini dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Lobar, Dr..H. Zaini Arony dan ribuan santri serta warga setempat. Dalam tauziahnya, Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi mengatakan warga NTB merasa kehilangan dengan wafatnya almarhum. “Saya dan

masyarakat tentunya sangat merasa kehilangan,” ujarnya. Gubernur juga menilai almarhum merupakan pribadi yang sangat percaya terhadap kekuatan doa. “Bahkan beliau sempat mengatakan tidak akan sering ke Pancor, namun doanya selalu dan tidak pernah putus,” imbuhnya. Dirinya pun berpesan kepada semua masyarakat agar dapat melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz. “Banyak hal yang telah diperjuangkan beliau, hendaklah itu dilanjutkan,” pesannya. Bersambung ke hal 5

Subri Didakwa Terlibat Konspirasi Kasus Along Mataram (Suara NTB) Dalam waktu bersamaan digelarnya sidang tuntutan terhadap Lusita Anie Razak, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Mataram yang Diketuai Dr.Sutarno,SH.MH juga menyidangkan terdakwa mantan Kajari Praya, Subri,SH.MH. Dalam agenda pembacaan dakwaan, Jaksa KPK menuduh Subri aktif terlibat dalam konspirasi kasus laporan Sugiharta alias Along terkait laporan dugaan pemalsuan dokumen tanah. Dari keaktifannya itu, Subri akhirnya menerima imbalan sebesar Rp 100 juta. Dugaan keterlibatan Subri

itu terungkap dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa KPK Risma Ansyari, SH, MH dan Ali Fikri, SH, MH, dua jaksa yang sama dalam sidang Lusita Anie Razak. Dalam uraian perbuatan terdakwa, selaku Jaksa Subri pada Tanggal 14 Desember 2014 di Hotel Holiday Resort Lombok Jalan Mangsit Desa Batu Layar, Bersambung ke hal 5

TERTUNDUK - Mantan Kajari Praya tertunduk di kursi pesakitan saat pembacaan dakwaan oleh Jaksa KPK.

(Suara NTB/ars)

Ulama Pelopor Tahfizul Qur’an yang Berperangai Santun Kepergian Almaghfurullahu, TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz di usia 85 tahun tak hanya menyisakan duka, namun juga pekerjaan rumah yang besar untuk melanjutkan perjuangan beliau selaku ulama pelopor pendidikan Tahfizul Qur’an (Penghafal Qur’an). TGH. Mustafa Umar adalah salah satu dari sedikit ulama yang benar – benar tekun mendalami ilmu agama dan menafkahkan seluruh hidupnya untuk menyebarluaskan ilmu tersebut. SEJAK muda, ia telah memperlihatkan kecemerlangannya dalam menuntut ilmu agama. Awalnya, ia berguru langsung kepada ayahnya, TGH. Umar Bin Abdul Aziz.

(Suara NTB/ami)

Setelah memperoleh dasar ilmu agama yang kuat, ia kemudian melanjutkan menimba ilmu di Ma’had Nahdlatul Wathan, Lombok Timur. Bersambung ke hal 5

DIMAKAMKAN - Pemakaman TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz Jumat (2/5) kemarin, di Kompleks Ponpes Al Aziziyah dihadiri ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 2

Tempat Hiburan di Mataram Diminta Tonjolkan Nuansa Budaya Lokal

Maksimalkan Jumat Bersih TIGA kelurahan di Kota Mataram disebut-sebut titik rawan penyebaran penyakit malaria oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram. Yakni, Kelurahan Tanjung Karang, Karang Pule dan Ampenan. Hal ini membuat pihak kelurahan melakukan persiapan pencegahan sejak dini. Lurah Tanjung Karang, Edi Suharto, tidak menampik hal tersebut. Pasalnya, letak wilayah yang berada di pesisir pantai dan kondisi cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan timbulnya penyakit malaria. Belum lagi, kesadaran masyarakat menjaga ke(Suara NTB/dok) bersihan, juga menjadi Edi Suharto salah satu indikator. “Karena memang kondisi wilayah kita yang berada di pesisir pantai,” ungkap Edi dikonfirmasi lewat ponselnya, Jumat (2/5). Pihaknya, demikian Edi, akan memaksimalkan gotong royong Jumat bersih, berkoordinasi dengan kepala lingkungan, RT dan masyarakat setempat. Artinya, pola penerapan hidup sehat, menjadi tujuan utama. Sehingga, masyarakat lebih sadar serta menjaga kebersihan masing – masing. “Insya Allah, bersama kaling dan RT akan memaksimalkan Jumat bersih itu,” katanya. Selain itu, keterlibatan dinas teknis, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram, dapat membantu masyarakat. Dikes Mataram, sambungnya, dapat membantu memberikan bantuan klambu, sosialisasi serta pengarahan kepada masyarakat. Sementara, BLH dan Dinas Kebersihan, menyangkut persoalan teknis penanganan sampah dan pemanfaatan air sumur. “Harapan kami, SKPD lain juga ikut membantu,” ujarnya. Kesadaran masyarakat, sebut Edi, adalah prioritas yang diutamakan. Dikarenakan, masyarakat sebagian besar, memang belum menyadari tentang pola hidup sehat, terutama yang berada di pinggir pantai. Artinya, titik – titik bersarangnya nyamuk, seperti di saluran dan tumpukkan sampah seharusnya dibersihkan. Sehingga, meminimalisir timbulnya penyakit. Dia mengimbau masyarakat, agar lebih memperhatikan kesehatan lingkungan dan berharap tidak ada lagi penyakit malaria yang terjadi di masyarakat. Terlebih, dengan sertifikat yang didapatkan Pemkot Mataram dari Kementerian Kesehatan tentang bebas malaria. (cem)

(Suara NTB/cem)

Lapak atau tenda yang diberikan oleh Pemkot Mataram kepada pedagang rombengan di Jalan TGH Faisal.

Direlokasi, Pedagang RB Merasa Terasing Mataram (Suara NTB) – Pascarealisasi pelebaran Jalan TGH Faisal, Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya, berakibat direlokasinya seluruh pedagang rombengan (baju bekas) di lapak yang baru. Hal ini membuat sebagian besar pedagang merasa terasing. Pasalnya, dari segi pendapatan pun, mereka tidak mengetahui secara pasti. Salah seorang pedagang, Joni mengaku belum tahu pasti, pendapatan yang dihasilkan selama menempati lapak baru yang disediakan oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kota Mataram. Kendati demikian, dirinya mengaku merasa asing dan aneh menempati lapak tersebut. “Masih aneh saja. Nah, kalau berapa penghasilan sehari, kita belum tahu pasti ramai atau tidak orang belanja,” ungkap Joni saat dikonfirmasi

Suara NTB, Jumat (2/5). Iamengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemkot Mataram. Pasalnya, fasilitas dan negosiasi yang dibangun dinilai baik dan tidak merugikan masyarakat. Kendati demikian, Joni mengeluhkan jaraknya masih terlalu jauh dibandingkan dengan tempat semula. “Di sini kan tidak ada tempat naruh barang, kita terpaksa angkut sendiri pakai motor walaupun jaraknya jauh,” katanya. Dikatakan, lapak yang dibagikan oleh Pemkot tersebut, masih kurang dibandingkan dengan jumlah pedagang. Artinya, dari 43 tenda yang diberikan, masih kurang 20 tenda. Sehingga, jangan sampai bantuan tenda tersebut, dinilai oleh pedagang lain, ada kesan tebang pilih. “Kami tidak mau, teman yang lain cemburu dan menilai ini ada kesan tebang pilih,” ujarnya.

Diakui, penghasilan perhari yang diperoleh ketika menempati lapak lama, kurang lebih Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta perhari. Namun, lokasi baru ini, dia tidak bisa memprediksi penghasilan yang didapatkan. “Sebenarnya, lebih nyaman di sana. Kita tidak tahu besok berapa penghasilan kita,” terangnya. Pernyataan Joni, diamini Nurpaiyah. Ia mengaku belum bisa memastikan penghasilan yang akan didapatkan selama menempati tempat baru. Disebutkan, biasanya, mendapatkan Rp 500 hingga Rp 1 juta perhari. “Belum kita tahu kalau di sini,” akunya. Akan tetapi, ia tetap berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pedagang. Karena, dari segi permodalan, pedagang tidak pernah membebani pemerintah. “Paling tidak, kita perhatikanlah,” harapnya. (cem)

Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Drs. Abdul Latif Nadjib meminta seluruh tempat hiburan di Kota Mataram seperti tempat karaoke keluarga untuk menonjolkan nuansa budaya lokal seperti dalam penggunaan pakaian. Nadjib mengatakan belum lama ini pihaknya langsung mendatangi salah satu tempat karaoke keluarga dan meminta agar ada nuansa budaya lokal seperti seragam para pegawainya yang ditambah dengan aksen tenun dan lainnya. Hal itu disampaikan Nadjib di kantornya, Jumat (2/5). “Kami langsung meninjau ke tempat karaoke keluarga. Kami melihat fasilitasnya, unsur keamanan dan kenyamaan juga. Saya juga minta kepada owner-nya untuk menggunakan unsur budaya lokal seperti tenun di baju (seragam) pegawainya,” terangnya. Menurutnya tempat hiburan di Kota Mataram juga perlu berpartisipasi dalam memajukan Kota Mataram yang juga memiliki visi menjadi kota yang berbudaya. Tempat hiburan juga diminta untuk membatasi jam operasionalnya, khususnya pada Kamis malam (malam Jumat). Nadjib juga meminta hotel-hotel yang ada di Kota Mataram untuk memutar musik tradisional sehingga nuansa daerah bisa lebih menonjol. Hal ini bertujuan agar tamu atau wisatawan yang datang bisa benar-benar merasakan sedang berada di Lombok. Nuansa daerah yang harus ditonjolkan menurut Nadjib tidak hanya lewat musik tradisional, tetapi warga Kota Mataram juga harus menunjukkan perilaku berbudaya sehingga wisatawan yang berkunjung ke kota yang bervisi misi “Maju, Religius, dan Berbudaya” ini merasa betah. Menurutnya berbudaya tidak hanya berkaitan dengan hal-hal berkesenian. Tapi terpenting adalah perilaku dan sikap masyarakat. Untuk memajukan pariwisata Kota Mataram, harus ada upaya terintegrasi antara pemerintah dan para pelaku wisata. Pihaknya juga akan mencoba menjalin komunikasi secara intensif dengan para pelaku wisata. “Kami sudah sepakat bersama PHRI dan ASITA mempunyai program bulanan untuk bertemu,” ujarnya. Pertemuan antara Pemkot Mataram dengan pelaku wisata ini akan dijadwalkan rutin sebulan sekali di setiap hotel yang ada di Kota Mataram. “Ini kita difasilitasi langsung oleh PHRI,” ujarnya. (yan)

Soal Royalti Mataram Mall

Pemkot Geram, PCF Berikan Data Coretan Tangan

Pendidikan Moral Belum Optimal

Mataram (Suara NTB) – Manajemen PT Pasifik Cilinaya Fantasi (PCF), yang terkesan tidak kooperatif dalam memberikan data terkait penghitungan kembali royalti tersebut, membuat Pemkot Mataram geram. Pasalnya, tim appraisal masih kesulitan menghimpun data dan menentukan besaran royalti, sehingga Pemkot akan memberikan shock therapy kepada manajemen Mataram Mall.

PERINGATAN Hari pendidikan nasional menjadi salah satu momentum kalangan DPRD Kota Mataram mengkritisi kualitas pendidikan khususnya di Kota Mataram. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota mataram, Ahmad Tauhid, SHI., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (2/5) mengungkapkan, kualitas pendidikan di Mataram masih perlu ditingkatkan. Terutama keserasian antara keilmuan dengan penerapannya dalam pergaulan. Sehingga, penanaman nilainilai moral harus lebih (Suara NTB/fit) dikedepankan. ‘’Karena perAhmad Tauhid hatian pemerintah selama ini masih fokus kepada aspek intelektual,’’ cetusnya. Sementara, aspek moral, justru belum optimal. Artinya, memang tidak cukup hanya dengan menggelar program imtaq setiap Jumat di sekolah-sekolah. Tauhid mengatakan, imtaq harus terus dibangun dan diefektifkan. Agar program ini berjalan sesuai harapan, program ini perlu pengawalan yang ketat. ‘’Dengan kerjasama Dewan Guru dan Walimurid,’’ imbuhnya. Ia menilai, pendidikan yang berlangsung saat ini di Kota Mataram, hanya mengandalkan kelulusan akademis tanpa melihat penerapan dan penyerapan dari apa yang diperoleh dalam proses belajar. ‘’Dan sangat kita sayangkan. Bagaimana jadinya negeri ini dan khususnya di daerah kita bila tidak ada terobosan-terobosan untuk bisa meraih kesuksesan dalam akademisn, juga keberhasilan dalam memberikan dan menyebarkan nilai-nilai dari penyerapan ilmu yang diperoleh,’’ terang Tauhid. Menurut dia, pendidikan jangan hanya terpaku dengan kurikulum yang sudah ada, tetapi ada ektrakurikuler dalam bentuk pembinaan secara intensif. Terkait penerapan Wajar (wajib belajar) 12 tahun, berkaitan dengan salah satu program unggulan Kota Mataram, dalam hal peningkatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia). Artinya, peningkatan pendidikan, baik formal maupun informal jangan hanya elit terdengar dari nama programnya saja. ‘’Tetapi hasilnya juga harus elit dan banyak terobosan,’’ pintanya. Dijelaskan Tauhid, pemuda adalah tiang negara. Bila pemuda memiliki ilmu dan kekuatan merealisasikan ilmunya. Maka sangat mungkin menghadapi tantangan zaman. (fit)

Kepala Bagian Umum Setda Kota Mataram, Bq Nelly Kusumawati mengaku, penyesuaian besaran royalti yang seharusnya dibayar oleh PFC kepada Pemkot Mataram, belum sampai finalisasi. Dikarenakan, Mataram Mall tidak transparan memberikan informasi kepada akuntan publik. Sehingga, tim terhambat untuk bergerak. “Cuman draf saja yang diserahkan tim appraisal

kepada kami,” ungkap Nelly dikonfirmasi di Kantor Walikota Mataram, Jumat (2/5). Padahal, Momerandum of Understanding (MoU) antara Pemkot dengan manajemen, ada komitmen yang dibangun. Salah satunya yakni, transparansi dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Kenyataannya, proses tersebut tidak ditaati oleh Mataram

Mall, dengan kooperatif memberikan data aset dan Rencana Anggaran Belanja (RAB). “Masak data yang diberikan kepada tim appraisal, data coretan tangan. Sekarang sudah ada teknologi, mustahil kalau tidak ada data yang ditulis di komputer,” sesalnya. Ditegaskan, kalaupun manajemen Mataram Mall, tetap bersikukuh tidak mem-

berikan data yang diinginkan kepada akuntan publik, pihaknya akan memberikan shock therapy. “Kalau memang kita tetap dipersulit, kita akan berikan shock therapy,” tegasnya. Kendati demikian, Nelly belum memberitahukan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada pihak managemen. Terkait draf yang telah disampaikan tim appraisal, Nelly mengatakan masih seputaran data aset dan perkembangan Mataram Mall. Apakah ada kemungkinan dari draf yang disampaikan akuntan publik, royalti Mataram Mall akan bertambah? Ia mencontohkan Loang Baloq belum beroperasi,

berani membayar royalti kepada Pemerintah Kota Mataram kurang lebih Rp 300 juta. Karenanya, PCF yang menggunakan aset daerah hampir belasan tahun, harus membayar lebih itu. “Paling tidak, lebih dari Loang Baloq itu,” kata Nelly yang tidak menyebutkan nominal angkanya. Alasan kenaikan tersebut, pertama, melihat nilai strategis kawasan Mataram Mall. Kedua, besar aset yang dimanfaatkan, belasan tahun yang dulu hingga sekarang berbeda. Terakhir, pendapatannya. “Banyak faktor yang kita lihat dan sesuai perhitungan akuntan publik,” ujarnya. (cem)

Pemangku Pendidikan Kunci Terbentuknya Generasi Berkualitas erasi emas,” jelasnya. Di kesempatan itu, Walikota juga membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh. Pada peringatan Hardiknas tahun ini yang bertema “Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul”, pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang bersifat teknis dan besifat kekinian semata. “Melainkan pada hakikatnya pendidikan merupakan upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul,” cetusnya. Ia mengatakan dalam dunia pendidikan terdapat dua hal yang sangat mendasar, pertama terkait dengan akses yang dipengaruhi oleh ketersedian dan keterjangkauan pendidikan. Sedangkan yang kedua terkait dengan kualitas yang juga dipengaruhi oleh tiga faktor yakni ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum dan sarana serta prasarana pendukung. Beberapa kebijakan dan program yang telah ditetapkan untuk mendukung faktor tersebut antara lain, pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan kurikulm 2013, dan rehabilitasi sekolah yang rusak, baik rusak berat, sedang maupun ringan. (yan)

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan, kunci terbentuknya generasi berkualitas serta berkarakter berada di pundak para pemangku pendidikan. Pemangku pendidikan disebutkan Ahyar tidak hanya guru, tetapi juga pengawas, orang tua dan siswa harus bersatu dan saling mendukung terwujudnya tujuan tersebut. Hal itu disampaikan Walikota pada saat memimpin apel upacara bendera dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5) kemarin. Menurutnya salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa untuk generasi yang berkualitas, berkarakter dan berperilaku baik. Dengan demikian peran para pemangku pendidikan mulai dari orang tua sampai para guru sangat penting. Walikota menyebutkan peningkatan sumber daya manusi (SDM) di Kota Mataram merupakan salah satu program unggulan Pemkot Mataram. Untuk itu setiap tahunnya dalam APBD Kota Mataram, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar. “Hal itu sebagai bentuk komitmen Pemkot Mataram dalam mendukung dunia pendidikan dan menciptakan gen-

SERAHKAN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyerahkan penghargaan untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi mulai dari tingkat TK sampai SMA sederajat setelah apel upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Walikota Mataram, Jumat (2/5).


SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setdakab Lotim dengan Harian Suara NTB

Larang Aksi Corat-coret AKSI corat-coret siswa pada saat pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) sampai saat ini masih menjadi persoalan yang tidak kunjung bisa dihilangkan. Tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Berbagai cara pun ditempuh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng menekan kebiasan buruk. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan surat edaran (SE) terkait (Suara NTB/ist) larangan aksi corat-coret ke seH. L. Idham Khalid mua sekolah penyelenggaran UN. “Ini sebagai upaya kita dalam menekan aksi corat-coret di kalangan siswa,” aku Kepala Dinas Dikpora Loteng, Drs. H. L. Idham Khalid, MPd, Jumat (2/5). Menurutnya, aksi corat-coret saat pengumuman hasil UN di Loteng sebenarnya sudah jauh menurun. Hanya saja, para siswa nekat menggelar aksi corat-coret, karena terpengaruh siswa dari luar daerah. “Namanya juga siswa, ketika melihat ada temannya yang melakukan corat-coret walaupun dari luar daerah, dengan cepat mereka terpengaruh,” sebutnya. Untuk itu, pengawasan dan pengawalan terhadap para siswa saat pengumuman hasil UN tahun ini akan lebih diperketat. Dan, sekolah diharapkan juga bisa lebih mampu mengendalikan dan mengawasi siswa-siswanya untuk tidak melakukan aksi corat-coret. “Dengan adanya larangan ini, kita berharap sekolah juga bisa lebih tegas,” harapnya. Terhadap upaya-upaya lain, Idham mengaku segera akan dibahas bersama pihak sekolah. Misalnya terkait rencana melakukan pengumuman hasil UN pada sore hari. Termasuk agenda lainnya terkait pengumuman hasil UN, karena hal itu juga akan berpengaruh pada upaya meminimalisir aksi corat-coret di kalangan siswa. “Saat pengumuman UN nantinya, kita berhasil sekolah juga ada upaya lain. Dalam meminimalisir aksi corat-coret tersebut,” tegas Ketua Harian KONI Loteng ini. (kir)

Kawanan Perampok Kembali Beraksi

Korban Ditebas, Uang dan Surat Penting Dibawa Kabur Giri Menang (Suara NTB) Kawanan perampok kembali beraksi di wilayah hukum Polres Lombok Barat (Lobar). Kali ini, kawanan perampok nekat menebas korbannya yang berdomisili di Gubuk Bali Desa Jembatan Gantung Lembar. Seorang pedagang di Pasar Lembar ini menjadi sasaran perampokan sekitar pukul 19.00 Kamis (1/5). Selain melukai korban dan ibu mertua korban, kawanan perampok ini juga berhasil membawa kabur uang senilai Rp 900 ribu, HP dan surat-surat berharga milik korban. Apesnya kejadian ini dialami korban kedua kalinya, sebelumnya ia juga pernah dirampok. Waktu itu, puluhan juta uang miliknya pun melayang. Salah satu korban, Komang Genter menyatakan kawanan perampok menyatroni rumahnya sekitar pukul 19.00. kawanan perampok yang berjumlah tiga orang masuk ke rumahnya. Perampok ini terbilang nekat, karena beraksi di saat warga belum tidur. Menurutnya, perampok masuk ke rumahnya dengan memanjat tembok halaman dan mengendap masuk ke pekarangan ruumah. Perampok bersembunyi di belakang tempat persembahyangan (pura). Perampok ini juga sempat dilihat oleh cucunya. ‘’Saat menantu saya atas nama Nengah Astini pulang, dari berjualan di Pasar Jakem kawanan perampok ini langsung merampas uang di tas korban,” ujarnya. Tidak hanya itu, ujarnya, perampok juga menganiaya dengan senjata tajam, sehingga melukai kepala dan leher korban. bahkan mereka juga mengancam akan membunuh korban jika berteriak. Akibat kejadian ini Komang Genter dan menantunya mengalami luka sabetan sajam. Sementara itu, Kapolsek Lembar, Ipda I Wayan Wendra membenarkan kejadian tersebut. Ia menduga adanya kesamaan para perampok ini dengan aksi perampokan sebelumnya. Pihaknya belum bisa memastikan asal para pelaku. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” akunya. (her)

(Suara NTB/her)

DIRAMPOK - Rumah Nengah Astini warga Gubuk Bali dirampok, Kamis petang. Aksi perampok ini terbilang nekat, karena melukai korban dengan sajam.

Pemkab Lotim Pusatkan Hardiknas 2014 di Masbagik Memasuki tahun 2014, sejumlah kebijakan baru pemerintah daerah mulai dilaksanakan, salah satunya pelaksanaan upacara peringatan hari-hari besar nasional, dilaksanakan di beberapa ibukota kecamatan secara bergantian. SEBAGAI contoh peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2014, Jumat (2/5) dilaksanakan di Lapangan Gotong Royong Masbagik. Suasana peringatan berlangsung khidmat dan seluruh tahapan upacara berjalan dengan lancar. Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., bertindak selaku inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Di tribun upacara nampak hadir segenap pejabat daerah dan tokoh-tokoh pendidikan. Sementara pasukan upacara terdiri dari anggota PGRI dan para siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan upacara juga disemarakkan dengan penampilan parade drum band siswa sekolah-sekolah Kecamatan Masbagik yang cukup memukau. Mereka beratraksi di hadapan tamu kehormatan upacara. Peringatan Hardiknas itu, merupakan refleksi dari kemenangan sejarah panjang rakyat Indonesia menentang diskriminasi pendidikan oleh kolonial Belanda di Indonesia. Pada masa kolonial Belanda , pendidikan hanya diperuntukkan bagi bangsa Belanda dan keturunan priyayi (bangsawan dan tuan tanah lokal). Pendidikan dijadikan sebagai alat legitimasi untuk mempertahankan kekuasaaan Belanda atas Indonesia untuk menghisap dan menindas alam dan rakyat Indonesia.

Peringatan Hardiknas tahun 2014, mengusung tema ‘’Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul,”. Tema ini mengingatkan semua pihak, jika pendidikan bukan hanyak untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis dan bersifat kekinian semata, melainkan lebih jauh dari itu, bahwa pendidikan pada hakekatnya adalah upaya mamanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul. Membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wakil Bupati Lotim mengatakan, dalam dunia pendidikan ada dua hal yang sangat mendasar yaitu, terkait akses untuk mendapatkan layanan pendidikan yang mana akses tersebut dipengaruhi ketersediaan dan keterjangkuan. Yang kedua terkait dengan kualitas yang dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum dan sarana prasarana. Semua guru dan pemangku kepentingan lainnya diajak untuk bersama-sama menyukseskan implementasi Kurikulum 2013. Sebab melalui Kurikulum 2013 anak didik akan memiliki kompetensi secara utuh yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Itu semua diterapkan dalam rangka mempersiapkan generasi emas, yaitu generasi yang krea-

(Suara NTB/ist)

KIBARKAN BENDERA - Pasukan pengibar bendera ketika bertugas pada puncak peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Lombok Timur di Lapangan Gotong Royong Masbagik, Jumat (2/5). tif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter, serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Dengan generasi emas itulah bangsa Indonesia akan unggul, menuju kejayaan Indonesia 2045. Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Timur, Drs. Iswan Rakhmadi, MM., mengatakan, penyelenggaraan acara puncak Hardiknas Tingkat Kabupaten Lombok Timur yang dipusatkan di Lapangan Gotong Royong Masbagik itu, merupakan salah satu rangkaian kebijakan pimpinan daerah. Tujuannya mem-

pertebal rasa nasionalisme persatuan dan kesatuan, serta memperkuat silaturrahmi dengan jajaran pemerintah dan masyarakat di kecamatan . Jadi mulai tahun ini, tidak seperti biasanya setiap peringatan hari besar nasional selalu dipusatkan di kabupaten. “Mulai saat ini upacara peringatan hari besar nasional akan dipusatkan di setiap kecamatan yang ada di Lombok Timur secara bergiliran,” ungkap Iswan Rakhmadi, kepada penulis. (Humas Protokol)

Jalur BIL Sempat Ditutup

Warga dari Dua Desa Nyaris Bentrok

Giri Menang (Suara NTB) – Bentrok antarwarga dari dua desa nyaris terjadi di Lombok Barat (Lobar). Puluhan warga Batujai Lombok Tengah (Loteng) Jumat (2/5) sore mendatangi warga Desa Mendagi Lobar. Merasa diri diancam, warga Mendagi pun bersiapsiap berkumpul ingin melakukan perlawanan. Untungnya aksi ini berhasil diredam aparat Polres Lobar dibantu aparat Polda NTB. Hal ini berdampak pada penutupan akses jalan menuju Bandara Internasional Lombok (BIL), sehingga arus lalu lintas menuju BIL persisnya di Bundaran Patung Sapi. Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 15.00 lebih warga Batujai berjumlah sekitar ratusan orang berkumpul di Bundaran Patung Sapi. Warga yang datang mengendarai kendaraan truk dan roda dua membawa senjata tajam. Ratusan warga ni kemudian merangsek menerobos ke pemukiman warga yang dijaga ketat aparat kepolisian yang sudah siap siaga di sekitar TKP. Sementara warga Desa Mendagi sudah bersiap siaga melakukan perlawanan. Warga Batujai ini pun berhasil merangsek masuk ke sekitar pemukiman warga Mendagi. Bahkan warga sempat ingin melakukan pembakaran rumah warga Mendagi, namun polisi dengan sigap memadamkan. Warga Batujai lainnya melempari warga dengan batu. Akibatnya genteng rumah warga pecah. Bahkan warga juga sempat merusak kaca rumah warga yang tak jauh dari TKP. Untungnya, aparat kepoli-

sian berhasil memukul mundur warga, sehingga berhasil menjauh dari pemukiman warga Mendagi. Sementara warga Mendagi juga terus merangsek ingin membalas menyerang, namun aparat berhasil meredam aksi warga. Atas imbauan polisi, warga Batujai pun mau meninggalkan TKP. Ketika suasana mereda dan kondusif, seorang warga diamankan polisi, karena diduga provokator. Sementara lalu lintas di jalur by pass hingga Jumat petang masih ditutup. kendaraan yang datang dari Lembar diarahkan ke jalur BIL tembus Kuripan-Kediri. Begitu pula jalur dari Mataram dialihkan ke jalur Kediri tembus Kuripan menuju ke jalur BIL. Jalur BIL dibuka setelah suasana kondusif Ditemui di lokasi salah seorang warga setempat, Mustain menyatakan pemicu penyerangan ini, karena hal sepele. Pangkal masalahnya, Jumat pukul 01.00 dini hari warga asal Batujai mengendarai kendaraan ke arah Gerung. Sesampai di Mendagi sebelum Bundaran Patung Sapi, Warga Batujai ini diduga hendak merampas kendaraan milik warga setempat. “Bahkan warga ini dibuntuti dan memepet kendaraan warga Mendagi dari

Rumak, tapi sampai di Mendagi warga Batujai ini jatuh dari motornya,”tuturnya. Karena takut, lantas warga Mendagi ini pun berteriak maling, sehingga warga yang ada di sekitar jalur itu berhamburan keluar. Awalnya warga ingin menolong warga Batujai ini, karena dua di antara mereka luka, karena jatuh dari kendaraan. Namun salah seorang dari mereka mengeluarkan senjata tajam (sajam), sehingga warga terpaksa memukul untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 03.00 dini hari, sekitar 30 orang Batujai sempat mencari warga Mendagi. Namun untungnya warga tak menemukan pelaku pemukulan dimaksud, sehingga mereka pun pulang. “Mereka menyerang lagi karena ingin balas dendam padahal kan kita ingin menolong,” katanya. Sementara versi warga Batujai, warganya dikeroyok ketika melewati jalur di Desa Mendagi. Waktu itu, warga setempat baru kembali dari Mataram. “Karena warga kami dipukuli, maka kami ingin membalas,” ujar warga Batujai yang enggan dikorankan namanya. Kapolres Lobar, AKBP Yulianus Yulianto yang saat itu langsung memimpin pengam-

(Suara NTB/her)

KUMPUL - Menghindari terjadinya bentrokan antara dua desa, aparat keamanan berusaha memberikan pemahaman agar tidak terprovokasi. anan menyatakan sekitar pukul 01.00 dinihari ada sedikit keributan di TKP. Keterangan yang diperolehnya, diawali dari kecelakaan yang dialami warga Batujai. Saat itu pengendara dalam keadaan kondisi mabuk, sehingga jatuh dari kendaraan. Setelah pengendara jatuh ada beberapa warga Mendagi yang ingin menolong. “Namun warga melihat bahwa rekan dari warga yang jatuh itu mengeluarkan sajam. Karena warga juga cepat menyimpulkan, kemudian warga pun berteriak maling, sehingga masyarakat yang waktu itu berkumpul di bundaran berdatangan ke TKP, sehingga warga memukul,’’ ujarnya.

Setelah itu, pengendara yang juga korban kecelakaan ini dibawa ke rumah sakit. Pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah luka yang diderita korban akibat pukulan atau lakalantas. Namun diakuinya, waktu itu sempat ada kontak fisik. Buntutnya, warga Batujai yang keberatan mendatangi TKP untuk mencari pelaku. Pihak kepolisian melakukan interogasi namun korban belum bisa dimintai keterangan akibat kecelakaan. Beberapa warga yang menjadi korban pemukulan dari Batujai, katanya, sudah dinventarisir namanya dan segera dipanggil. “Lalu kita juga akan investigasi siapa pelakunya,’’ tegasnya. (her)

Bupati Minta Guru Sukseskan Implementasi Kurikulum 2013 Giri Menang (Suara NTB) – Apel puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lombok Barat (Lobar) dilaksanakan di Lapangan Sekotong, Jumat (2/5). Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony, MPd, segenap pimpinan SKPD lingkup Pemk-

ab Lobar dan jajaran pendidikan. Dalam kesempatan itu, bupati mengajak seluruh guru dan pemangku kepentingan bersamasama menyukseskan implementasi Kurikulum 2013. “Insya Allah melalui kurikulum 2013 ini anakanak kita akan memiliki kompetensi secara utuh yang mencakup

Kejari Praya Selidiki Dua Kasus Korupsi Baru Praya (Suara NTB) Sebanyak dua kasus dugaan tindak pidana koruspi yang baru sedang diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Penyelidikan kedua kasus tersebut diharapkan sudah bisa tuntas bulan ini juga, sehingga bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. Demikian disampaikan Kepala Kejari (Kajari) Praya, Asmadi, S.H., kepada wartawan, Jumat (2/5). Meski demikian, Asmadi belum bersedia mengungkap secara detail kasuskasus apa saja yang tengah diselidiki tersebut. Termasuk penetapan tersangka dan saksi dalam kasus tersebut. “Ini sebenarnya kasus lama yang memang baru sekarang bisa diselidiki,” sebutnya. Asmadi pun berjanji baru akan mengungkapkan kasus tersebut secara detail ke publik setelah seluruh proses penyelidikan tuntas. Alasannya, pihaknya masih fokus dulu menyelesaikan penyelesaian, baru diungkap secara lengkap. “Ditunggu saja, yang jelas bulan Mei ini penyelidikannya selesai,” ujarnya. Selain kedua kasus tersebut pihaknya saat ini masih fokus untuk menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kades Menemeng, yakni kasus dugaan penggelapan dana raskin tahun 2012 lalu. Di mana kasus tersebut, kini tengah proses penyusunan dakwaan. Selain itu, ada juga kasus korupsi pada program Keaksaraan Fungsional (KF). Bahkan kasus KF tersebut saat ini sudah ada segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Mataram. “Intinya semua kasus yang masuk akan tetap ditindaklanjuti,” pungkasnya. (kir)

sikap, pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya mengingatkan. Menurutnya, pada Kurikulum 2013 tidak saja menjadikan anak pintar. Tapi lebih ditekankan pembentukan akhlak dan sikap. Isi materi pelajaran yang diajarkan di sekolah mengembangkan pendidikan emosional atau soft skill. Baru dilanjutkan pada pengembangan hard skill (pekerja yang baik).’’Dalam pendidikaan karakter harus mengunggulkan kecerdasan emosional (EQ) ada pada 80 persen berkontribusinya, baru sisanya 20 persen pada keberhasilan seorang di dunia kerja (hard skill),’’ terangnya. Dalam soft skill, lebih fokus pada rancang bangunan emosional yang identik dengan esensi penanaman iman, ketakwaan, sikap dan budi pekerti pada siswa. Selain itu, ditanamkan kearifan lokal (local wisdom) yakni budaya yang melekat dan asli di tengah masyarakat (Indigenous People Culture). Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam sambutan tertulis yang dibacakan bupati menyebut dalam dunia pendidikan ada dua hal yang sangat mendasar. Yang pertama adalah, terkait dengan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan. Hal ini terkait dengan kebijakan program BOS untuk pendidikan dasar menengah, bantuan siswa miskin, pengiriman guru untuk daerah terpencil, terdepan dan tertinggal. Selain itu, lanjutnya, ada bantuan Operasional untuk Per-

(Suara NTB/her)

SERAHKAN - Bupati Lobar H. Zaini Arony menyerahkan penghargaan pendidikan kepada guru berprestasi serangkaian Hardiknas 2014 di Sekotong, Jumat (2/5). guruan Tinggi Negeri (BOPTN), pendirian perguruan tinggi baru dan sekolah berasrama merupakan sebagian dari upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan. Sementara yang kedua, terkait dengan kualitas yang dipengaruhi ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum dan sarana pendidikan. “Beberapa kebijakan dan program yang telah ditetapkan antara lain, pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan kurikulum 2013, rehabilitasi sekolah yang rusak berat, sedang dan ringan,” jelasnya. Usai kegiatan apel, bupati memberikan sejumlah penghargaan pendidikan, di antaranya penghargaan katagori guru berdedikasi di daerah terpencil, diberikan kepada Ahmad Sodikin,S,Pd, Guru Honorer SDN 3 Sekotong Timur yang mengabdi sejak tahun 2004. Berikutnya, kategori orang

tua peduli pendidikan diberikan kepada Amaq Seni dari Sekotong, karena telah menghibahkan tanahnya seluas 25 are tahun 2007 untuk kebutuhan SDN 3 Buwun Mas. Katagori tokoh seni dan budaya, diberikan kepada Muhaimi dari Desa Sesela Kecamatan Gunungsari, karena telah berdedikasi dalam mengkoordinir pemuda dalam mempelajari seni peresean dan suling simprong. Katagori kecamatan peduli pendidikan diberikan kepada kecamatan Gunungsari yang memiliki terobosan berupa Jumat keliling, upacara di sekolah, membuat awiq-awiq pendidikan agar tidak menikah muda dan putus sekolah. Bupati juga menyerahkan penghargaan pada perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia atas partisipasinya pada pembangunan RKB SDN 3 Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 4

Dompu Kekurangan Jaksa

Penyidikan Kasus Korupsi Terhambat

(Suara NTB/ula)

H. Bambang M Yasin

(Suara NTB/ula)

H. Ichtiar

Pendidikan di Dompu Berkualitas Jago Kandang Dompu (Suara NTB) Kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu masih perlu dipacu agar bisa menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan persentase lulusan di setiap jenjang pendidikan, Dompu mengalami perbaikan peringkat dalam dua tahun terakhir. Lulusan ini belum sebanding dengan kualitasnya, sehingga masih menjadi jago kandang. Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin kepada wartawan di Dompu usai peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas), Jumat (2/5), mengaku prihatin dengan kualitas akademis lulusan sekolah di Dompu yang belum banyak bisa bersaing dengan lulusan sekolah lain untuk tembus ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi terfavorit pilihan calon mahasiswa. “Ini artinya, aspek kognitif, materi yang dijadikan bahan seleksi di PT ternama memang tingkat pengetahuan lulusan kita masih jauh di bawah standar. Karena itu kedepan masih perlu juga digenjot lagi,” katanya. Peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah telah bekerjasama dengan universitas terbuka (UT) untuk memberi beasiswa penyetaraan pendidikan guru. Perbaikan kesejahteraan guru seperti tunjangan sertifikasi, tunjangan kinerja, dan kelebihan jam mengajar di sekolah dibayarkan pemerintah. “Saya mengajak kepada guru untuk bersama-sama mau mempertimbangkan agar pendapatan-pendapatan yang semakin baik ini dipostinglah untuk pengembangan pengetahuan sesuai bidangnya. Jadi ada alokasi dana untuk membeli buku, mengikuti kegiatan seminar dan hal lain untuk menambah kapasitas dan kapabilitas guru itu sendiri. Ini tidak bisa semata-mata diharapkan dari pemerintah, tapi inisiatif harus diambil dari guru,” harap H. Bambang. Namun H. Bambang juga mengaku, secara kognitif kita sudah terlihat dari hasil ujian yang menempatkan Dompu mengalami perbaikan persentase kelulusan. Tapi yang harus digenjot saat ini sisi apektif dan psikomotorik. Masalah sikap dan keterampilan yang dimiliki anak-anak ini perlu persamaan persepsi orang tua dan masyarakat agar bisa mendidik anak. “Bila keinginan untuk memperbaiki sikap dan keterampilan anak-anak, tidak didukung oleh orang tua dan masyarakat, tidak akan maksimal,” ungkapnya. Kepala Dinas Dikpora Dompu, H Ichtiar, SH secara terpisah mengatakan, kualitas pendidikan di Dompu dari waktu ke waktu terus dibenahi. Dalam pembenahan tentunya butuh waktu. Akan tetapi dari persentase kelulusan, Dompu mengalami perbaikan peringkat kelulusan di NTB. Begitu juga dengan angka partisipasi kasar (APK) terus mengalami peningkatan dengan sistem pendidikan gratis yang diterapkan Pemda Dompu dan angka drop out dapat ditekan. “Kalaupun ada anak usia sekolah yang tidak sekolah, kita atasi dengan SMP terbuka atau ujian paket A (SD), B (SMP), C (SMA). Jadi, semua masyarakat Dompu saat ini sudah memiliki ijazah,” ungkapnya. (ula)

(Suara NTB/arn)

MUSNAHKAN - Pemusnahan barang bukti sabu di depan ruangan Reskrim dan Sat Narkoba Mapolres Sumbawa, Jumat (2/5).

Polres Sumbawa Musnahkan Sabu Sumbawa Besar (Suara NTB) Sat Res Narkoba Polres Sumbawa, melakukan pemusnahan barang bukti sabu dari tersangka Jn alias Ustadz, Jumat (2/5). Tersangka diamankan sekitar Maret lalu. Barang bukti yang dibakar tersebut berupa tiga poket sabu seberat 1,5 gram. Tersangka Jn warga Moyo, diduga sebagai kurir dan pengedar. Sebagaimana disampaikan Kasat Res Narkoba, AKP. Purbo Wahono, dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 UU tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. Diketahui tersangka diamankan petugas pada 13 Meret 2014. Di depan Rumah Makan Padang sekitar Jalan Diponegoro. Kini kasus tersebut masih dalam tahap pertama penyerahan. “Kemarin agak lama kita proses. Molor penangangannya, karena kita konsentarsi dalam pengamanan Pemilu,” tandas Purbo. (arn)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Hasan Kurnia, SH kepada wartawan di Dompu, Jumat (2/5) mengaku penyidikan dan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Setda tetap berjalan. Penyelesaian kasus dugaan korupsinya akan dituntaskan dalam tahun 2014. Tetapi pihaknya tidak menargetkan tenggat waktu penyelesaiannya. “Dalam tahun ini kita akan selesaikan, tapi kita tidak menargetkan berapa lama,” ungkapnya. Ada enam kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejari Dompu dan masih dalam

tahap penyidikan. Tiga kasus tunggakan sejak tahun 2005 yaitu kasus dugaan korupsi pengadaan sepeda motor Jhincheng tahun 2002-2003 dengan tersangka mantan Kabag Umum Setda, Cd, pengadaan mobil pemadam kebakaran tahun 2004 dengan tersangka mantan Kabag umum Setda, Cd, serta kasus dugaan korupsi penarikan retribusi hasil kebun pada Dinas Perkebunan tahun 2005. Ketiga kasus ini menjadi tunggakan karena adanya kesulitan menghitung kerugian Negara dan perbedaan

penghitungan retribusi. Karena menjadi tunggakan, oleh pihak Kejagung diminta untuk menyelesaikannya agar ada kepastian hukum bagi para tersangka yang telah ditetapkan. Tapi hingga Desember 2013 lalu seperti yang dijanjikan Kajati, justru tidak mendapatkan kepastian hingga saat ini. Tiga kasus dugaan korupsi lainnya yaitu kasus bantuan kelompok sapi tahun 2010 dengan tersangka oknum pegawai Pos Dompu, kasus dugaan korupsi penyelewengan beras raskin ke 13 dengan tersangka

oknum aparat Desa Wawonduru dan pegawai di gudang Dolog Dompu, serta kasus dugaan korupsi pengadaan pistol di Pol PP Dompu tahun 2005 dengan tersangka mantan Kasat Pol PP, HS, S.Sos dengan kerugian Negara Rp 45 juta. “Tersangka dan kerugian negaranya masih sama seperti dulu,” terang Hasan Kurnia. Mandeknya penyelesaian sejumlah kasus dugaan korupsi di Kejari Dompu diakui Hasan Kurnia, karena keterbatasan jaksa yang dimiliki. Apalagi sidang kasus korupsi terfokus di pengadilan Tipikor Mataram, sehingga jaksanya sering keluar daerah untuk sidang. “Bayangkan, kalau mereka sidangnya hari Senin. Mereka harus berangkat Minggu dan kembali Selasa. Kalau sudah mereka pergi sidang, jaksanya

sudah pasti tidak bisa menyelesaikan tugas lain. Sementara jaksa kita terbatas,” terangnya. (ula)

Hasan Kurnia

Tersangka Pembunuh Anak Kandung Diduga Alami Gangguan Jiwa Kota Bima (Suara NTB) Perbuatan Khalid (31), warga lingkungan Tolobali, Kelurahan SaraE, Kecamatan Rasa NaE yang diduga menghabisi nyawa anak kandungnya Muslimah (5) cukup menghentak publik Bima. Pasalnya, sejahat-jahatnya seorang ayah tak terpikirkan untuk menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Namun, begitu peristiwa tersebut terjadi banyak cerita dari orang-orang yang mengenalnya menyebutkan jika Khalid terindikasi mengalami gangguan jiwa. Salah seorang warga, Kecamatan Soromandi yang sempat satu sekolah dengan Khalid menyebutkan jika tandatanda pria berbadan subur tersebut mengidap gangguan jiwa sudah terlihat sejak kecil. Dahulu, orang tuanya yang tinggal dan merintis usaha di Kecamatan Soromandi. Khalid dan beberapa saudaranya pun disekolahkan di Kecamatan Soromandi. Orang-orang mengetahui jika orang tuanya, Juwaid, sering kambuh gangguan jiwanya. “Terkadang sekali sebulan kambuhnya, kadang sekali seminggu juga,” tutur Syafrudin. Khalid kemudian dipindahkan dan kos di Kota Bima. Beberapa tahun lalu, Khalid menikahi wanita keturunan Arab, Nabilah (30), warga Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasa NaE Barat Kota Bima. Usaha kanvas juga digeluti Khalid. Bahkan, Khalid memiliki mobil pribadi untuk usahanya tersebut. Hanya saja, meski memiliki usaha sendiri, ada juga yang menyebutkan jika pasca menikah, Khalid dan keluarga memiliki masalah ekonomi. Menurut tetangga, Khalid dan istri sering bertengkar karena masalah ekonomi. Sebab, tiga hari sebelum kejadian, istrinya membawa serta korban untuk tinggal di rumah orang tua di Kelurahan Tanjung. Hanya saja, setelah peristiwa tersebut publik masih merasa terheran-heran atas tindakan Khalid. Publik, khususnya para orang tua merasa geram. Ada juga yang sampai hendak menghakimi Khalid. Namun peristiwa ini memiliki sisi lain, di mana para orang tua lebih mawas untuk memperhatikan anaknya. Sementara itu, dokter RSUD Bima, dr Soecipto menyebutkan kemungkinan besar pelaku memang menderita gangguan kejiwaan. Penderita penyakit ini, bisa saja melihat anaknya seperti bukan anaknya. Semisal boneka atau mainan lainnya. Lebih kejam lagi, pelaku bisa saja melihat anaknya seperti

musuhnya atau hewan. “Hal itu yang membuatnya tega,” terangnya. Jika ciri-ciri atau tandatanda seperti ini terjadi pada orang yang dekat sebaiknya segera dibawa untuk konsultasi ke dokter atau psikiater. Sebab, menurutnya pencegahan lebih baik dari pengobatan. Apalagi penyakit jiwa yang apabila gilanya kumat, maka bisa membahayakan orang yang berada di sekitarnya. “Orang penyakit jiwa bisa membahayakan orang lain,” himbaunya. Disidik Intensif Sejak ditangkap, penyidikan dilakukan secara intensif terhadap tersangka Khalid (31). Hanya saja, aparat masih mendalami kabar mengenai Khalid memiliki gangguan jiwa benar atau tidak. Jika dalam pemeriksaan jawaban dinilai menyimpang, rencananya Khalid akan dites kejiwaannya ke RSJ Mataram. Demikian diungkapkan Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim, Iptu Didik Harianto, SH saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/5). Dikatakannya, sejak menerima laporan pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Yang bersangkutan juga sudah sempat dimintai keterangan. Namun saat pemeriksaan, Khalid meminta untuk ditunda. Sehingga pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti alasan Khalid membunuh anaknya. “Kemarin sudah sempat diperiksa penyidik, tapi dia minta tidak dilanjutkan dulu,” tuturnya. Ditanyai mengenai masalah kejiwaan Khalid? Didik menyebutkan pihaknya belum menemukan indikasi tersebut. Namun masalah kejiwaan Khalid akan terlihat dalam pemeriksaan. Jika dalam pemeriksaan Khalid menjawab menyimpang maka pihaknya akan mengajukan untuk dites oleh ahli. Bahkan bila perlu akan dites ke RSJ Mataram. Saat ini, lanjutnya, tersangka sudah ditahan di Mapolres Bima Kota. Penahanan terhadap Khalid juga sudah dipertimbangkan pihaknya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Khalid di sel tersendiri. Karena memang di Polres Bima Kota terdapat tiga ruang sel yang terpisah. Atas tindakannya itu, Khalid dikenakan pasal 44 ayat 3 UU RI No 23 tahun 2009 tentang penghapusan tindak kekerasan dalam rumah tangga jo pasal 80 ayat 3 UU RI No 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (use)

(Suara NTB/ula)

BLOKIR - Aksi blokir jalan di Kandai Dua dilakukan setelah dikabarkan salah seorang warga Kandai Dua terkena panah dari oknum warga Renda Simpasai, Jumat (2/5).

Pemuda Kandai Dua dan Renda Kembali Tegang Dompu (Suara NTB) Kelompok pemuda dari Kandai Dua kembali bersitegang dengan kelompok pemuda dari Renda Simpasai. Tidak jelas penyebabnya, namun kelompok pemuda Kandai Dua yang memblokir jalan menuding ada oknum warga Renda memanah Syamsuddin, warga Kandai saat pulang mengojek dari Dompu. Kapolsek Woja, Iptu Tobu kepada Suara NTB saat dihubungi di sekitar perbadatasan Kandai Dua – Simpasai, Jumat (2/5) mengatakan, penyebab aksi blokir jalan yang dilakukan kelompok pemuda di Kandai Dua belum jelas. Tapi beberapa pengakuan war-

ga, mereka memblokir jalan lantaran Syamsuddin yang pulang mengojek ke Dompu diduga dipanah oleh oknum warga di Renda Simpasai. “Tapi panahnya tidak sampai kena kakinya,” ungkap Tobu. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Tobu mengatakan, pihaknya telah mengamankan Syamsuddin ke Polres Dompu sambil melakukan negosiasi untuk membuka blokir jalan di Kandai Dua. “Kita sedang negosiasikan agar jalannya dibuka kembali,” terang Tobu. Ketegangan kelompok pemuda di dua kampung ini sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Masalah pribadi antar anak-anak ser-

ta pemuda, justru sampai melibatkan kampung dan melakukan aksi blokir jalan. Aksi ini justru menimbulkan antipati dan keresahan dari warga setempat. Akibat dari ketegangan ini, warga yang tidak terkait pun ikut terkena dampaknya. “Kita tidak tahu apa masalahnya ini. Keributan seperti ini membuat resah kita yang pulang pergi Dompu,” kata salah seorang warga Ginte Kandai Dua. Blokir jalan dari Ginte hingga depan masjid Kandai Dua akhirnya dibuka sekitar pukul 15.30 wita setelah sekitar 1 jam ditutup. Polisi pun tengah menyelidiki penyebab dan menemukan provokator. (ula)

(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) Enam kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan negeri (Kejari) Dompu hingga saat ini belum bisa dipastikan untuk dilimpahkan ke penuntutan. Keterbatasan jaksa penuntut dan terpusatnya persidangan kasus korupsi jadi kendala kejaksaan dalam menuntaskan kasus. Namun Kejari bertekad menyelesaikan kasusnya tahun 2014 ini.


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Sembilan Siswa Gagal UN Susulan

JPU Sebut Nilai Suap ke Kapolres dan Kajari Praya Terdakwa juga didalilkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dimaksud, dan melanggar Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta dakwaan primair kedua dan ketiga. ‘’Pembuktian pasal 55 terkait kerjasama antara Bambang Wiratmaji Soeharto dan Lusita Anie Razak, untuk memuluskan proses hukum terkait laporan terhadap Sugiharta alias Along. Dalam proses kasus ini, terdakwa berkomunikasi dengan Kapolres Lombok Tengah, Kasat Reskrim dan dua penyidik, juga bersama Kajari Praya dan Kasi Pidsus Apriyanto Kurniawan,” sambung Ali. Selain tuntutan lima tahun penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. ‘’Olah karena dakwaan primair terbukti, maka kami tidak perlu membuktikan dakwaan subsidair,” terang Jaksa. Jaksa juga membaca kesimpulan yang menjadi rangkaian perbuatan pidana Lusita yang melibatkan pihak Kejaksaan dan Kepolisian. Dimana dalam Berita Acara Pemeriksaan penyidik KPK, terdakwa Lusita terbukti memberikan uang kepada mantan Kajari Praya Subri sebesar USD 8.200 atau senilai Rp 100 juta, dan uang tunai Rp 25 juta. Tidak hanya pemberian kepada Subri, dalam Berita Acara Pemeriksaan No. 37, terdakwa pernah melaporkan kepada pimpinannya, Bambang W. Soeharto soal pengeluaran lainnya, kepada Subri sebesar Rp 45 juta, Kapolres Loteng Rp 25 juta, Kasat Reskrim Iptu Deni Septiawan Rp 10 juta dan Kasi Pidsus Apriyanto Kurniawan Rp 10 juta. ‘’Catatan pengeluaran itu sudah disampaikan terdakwa kepada Bambang W. Soeharto,” ulas Jaksa KPK. Dalam tuntutannya itu, jaksa mengabaikan sejumlah keterangan terdakwa yang memuat bantahan. Diantaranya terkait distribusi uang kepada Kapolres, Kajari, Kasat Reskrim dan Kasi Pidsus, adalah bukti pengeluaran Along. Jaksa juga mengabaikan pengakuan terdakwa yang mengaku tidak terlalu paham hukum di Indonesia, bahwa suap itu termasuk tindak pidana korupsi. Sebab dari rangkaian tindakan Lusita disebut JPU sudah terencana dan mengetahui bahwa suap adalah melanggar, sehingga dilakukan diam – diam. Dalam pertimbangan tuntutannya, JPU menyebut hal yang memberatkan bahwa tindakan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas korupsi. Lusita dianggap tidak berterus terang dan keterangannya dinilai berbelit-belit. Sedangkan hal meringankan, Lusita masih punya tanggungan keluarga dan sopan dalam persidangan. Usai pembacaan tuntutan, terdakwa diberi kesempatan berkonsultasi. Lusita bersama kuasa hukumnya memastikan akan menyampaikan pledoi terpisah. Selain pledoi dari kuasa hukum, juga dari terdakwa sendiri. Ketua Majelis Hakim Dr. Sutarno, SH, MH memutuskan sidang akan dilanjutkan Jumat (27/5) mendatang dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa. (ars)

Dari Hal. 1

Subri Didakwa Terlibat Konspirasi Kasus Along Lombok Barat, menerima hadiah atau janji yakni menerima sesuatu hadiah berupa uang sebesar USD 8.200 atau Rp 100 juta dari Lusita anie razak selaku Direktur PT.Pantai Aan bersama Bambang W. Soeharto selaku Direktur Utama PT. Pantai Aan. ‘’Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerekan terdakwa mengatur penuntutan terhadap Sugiartha alias Along dalam perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat tanah atas nama tersangka Along,” kata JPU Risma Ansyari, menyebut rangkaian awal konspirasi yang dilakukan Subri. Rangkaian tindakan Subri kemudian menghubungi Kapolres Loteng AKBP Supriayadi dan Iptu Deni Septiawan selaku Kasatreskrim Polres Loteng, agar mempercepat penyidikan dan melakukan penahanan terhadap Sugiartha alias Along dalam perkara dugaan tindak pidana penyerobotan tanah milik PT Pantai Aan. Setelah tanggal 3 April 2013 Bambang melapor Sugiartha ke Polres Loteng, kemudian terdakwa menunjukan Apriyanto Kurniawan alias Iwan dan Natty Ayuningdiastuti Arif sebagai JPU untuk melaksanakan persidangan perkara Sugiartha alias Along, serta menerbitkan surat perintah penahanan tersangka Along dan mengajukan perpanjangan penahanan kepada Ketua PN Praya. Setelah berkas di persidangan dan terdakwa Along ditangguhkan penahanannya, terdakwa bereaksi. Tanggal 12 September 2013 menghubungi AKBP Supriyadi untuk menginformasikan penangguhan penahanan itu. “Langkah yang ditempuh terdakwa, setelah tanggal 16 September 2013 menerima uang dari Lusita Rp 25 juta yang diserahkan melalui Nurjanah Usmaini, kemudian digunakan membiayai aksi di PN Praya terkait penangguhan penahanan Along tersebut,” terang JPU. Disebut juga rangkaian percakapan antara Subri dengan Lusita, pada tanggal 12 Desember terkait penanganan perkara Along jilid I maupun II. Bahwa Lusita dan Bambang telah menyiapakan sejumlah uang guna pengurusan perkara tersebut untuk terdakwa dengan mengatakan kepada Subri. “tenang udah, aku udah tau. Udah pos-posin disitu. Pokoknya untuk kaka itu aku perjuangi dimanapun yang maksudnya malah aku utamain, gitu loh” yang dijawab terdakwa, ‘’ya syukurlah, Alhamdulillah”. “Bahwa guna merealisasikan pemberian uang dalam rangka pengaturan penuntutan kasus Along jilid I dan percepatan penyidikan serta melakukan penahanan terhadap Along dalam kasus jilid II, Lusita kemudian menyiapkan uang dengan cara melakukan pembelian vallas di PT Sugi Internasional Vallas sebesar USD 16,500 atau senilai Rp 200,887.500 dan menginformasikan kepada terdakwa bahwa pada tanggal 14 des akan ke Lombok untuk menyerahkan uang kepada terdakwa,” terang JPU. Dari rangkaian perbuatan terdakwa menurut Jaksa KPK, merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. Atas dakwaan itu, tim kuasa hukum terdakwa, Peter Sahnaya, SH dan Achmad Haidir, SH tidak mengajukan eksepsi pada sidang berikutnya. “Kami akan menilai langsung pada materi persidangan, sehingga tidak perlu mengajukan eksepsi,” terang Peter. (ars)

Dari Hal. 1

Antisipasi Pilpres untuk mempersiapkan diri ke depan dalam rangka untuk pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,” terang Kapolda ditemui usai peringatan Hardiknas di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (2/5) kemarin. Untuk pelaksanaan Pileg, tahap rekapitulasi penghitungan suara sudah tuntas dilakukan oleh KPU NTB pada akhir April lalu. Dalam proses penghitungan suara tersebut, memang terjadi insiden-insiden kecil yang menurutnya merupakan riak-riak kecil yang terjadi di wilayah NTB. Namun, protes-protes dan unjuk rasa yang terjadi masih bisa dijelaskan kepada masyarakat dengan baik sehingga mereka paham. Mengenai persiapan pelaksanaan tahapan Pilpres mendatang, Moechgiyarto menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU NTB dan Bawaslu. Terutama, koordinasi intensif dilakukan dengan KPU NTB karena berkaitan dengan persiapan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah TPS pada Pilpres nanti menurut Kapolda tidak akan sama dengan jumlah TPS pada Pileg 9 April lalu. ‘’Sudah kita koordinasikan dengan pihak KPU dan Bawaslu, terutama KPU karena mempersiapkan diri dengan jumlah TPS yang barangkali tidak sama dengan Pileg kemarin,”katanya. Ditanya mengenai antisipasi yang dilakukan pihaknya jika dibandingkan dengan Pileg kemarin? ‘’Semuanya sama, semua tahapan pasti kita antisipasi. Pemilu legislatif dengan Pilpres ini hampir sama, tidak ada perbedaan. Jadi setiap tahapan pasti kita amankan dan kita antisipasi,”pungkasnya. (nas)

Halaman 5

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Diknas Sumbawa, M. Ali HK, S.Pd, menyebutkan, dari 14 siswa yang tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2014, hanya lima orang yang mengikuti UN susulan. Sehingga sembilan siswa yang ter-

sisa diharapkan bisa mengikutu Ujian Kesetaraan tahap dua pada Agustus mendatang. “Kita siap memfasilitasi mereka. Sekalipun tidak ikut UN secara formal, tetap kita bantu fasilitasi untuk ikut serta dalam Ujian Kesetaraan Paket C,” katanya. Makanya, kepada mereka yang tidak mengukuti UN susulan, se-

moga mendaftarkan diri di program kesetaraan tahap kedua bulan Agustus mendatang. ‘’Termasuk juga kepada yang lain-lainnya, kita bantu. Sebab dari segi nilai dan ijazah sama saja, antara ujian formal UN dengan kesetaraan,”terangnya kepada Suara NTB, Jumat (2/ 5) kemarin. Ali menyebutkan, beberapa

Panwaslu Lanjutkan Kasus Dugaan Politik Uang Tim Sukses Caleg Dompu (Suara NTB) Kasus politik uang yang diduga dilakukan oknum tim sukses calon anggota legislatif (caleg) dapil 2 yang dilaporkan 26 April lalu dilimpahkan ke penyidik. Myd selaku terlapor diduga menyerahkan uang pada hari pencoblosan kepada Ardiansyah dan Ramadhoan warga Manggemaci Simpasai untuk mencoblos caleg tertentu. Namun di TPS 2 Simpasai tempat kedua saksi mencoblos justru hanya 1 suara untuk caleg tersebut. Ketua Panwaslu Kabupaten Dompu, Arif Rahman, SH kepada Suara NTB di Mapolres Dompu, Jumat (2/5) kemarin, mengaku, kasus dugaan money politics yang dilaporkan Hendra warga Simpasai dengan terlapor Myd warga Bali 2 Simpasai dilimpahkan pihaknya, Kamis (1/

5). Berdasarkan hasil kajian sentra gakkumlu, kasus ini memenuhi unsur sesuai pasal 301 ayat 3 undang-undang tentang Pemilu. Myd diduga menyerahkan uang pecahan Rp 50 ribu masing-masing 2 lembar kepada Ardiansyah dan Ramadhoan warga Manggemaci Simpasai untuk memilih oknum caleg no urut 1 di dapil 2 pada hari pencoblosan, 9 April lalu sekitar pukul 06.30 wita. Dikatakan Arif Rahman, hasil klarifikasi kepada terlapor dan para saksi, kasus ini terungkap pada 25 April lalu sekitar pukul 17.00 Wita saat kedua saksi mendatangi toko milik Hendra untuk belanja. Saat itu, kedua saksi menceritakan bahwa mereka diberi uang masing-masing Rp.100 ribu. “Uang pecahan Rp.50 ribu tersebut diakui para sak-

si, disimpannya dan tidak dibelanjakan,” katanya. Namun Arif Rahman, mengaku, saat dicek perolehan suara caleg itu di TPS 2 Simpasai tempat kedua saksi yang menerima uang justru hanya 1 suara. Tetapi berdasarkan bukti dan keterangan saksi, sehingga pihaknya tetap melanjutkan ke penyidik. “Sesuai pasal 249 undangundang No 8 tentang pemilu, pemahaman 7 hari itu setelah diketahui kejadiannya. Bukan setelah kejadian,” terangnya. Kasus dugaan politik uang dengan terlapor Myd ini merupakan kasus pertama yang dilanjutkan ke penyidik. Myd disebut-sebut para saksi dan pelapor sebagai tim sukses caleg. Akan tetapi, Myd sendiri tidak terdaftar sebagai tim sukses di KPU. (ula)

Soal UN SMP Tiba di KSB Taliwang (Suara NTB) Keterlambatan distribusi soal dari provinsi ke kabupaten pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan MTs di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun ini nampaknya tidak akan terjadi. Sebab seluruh berkas soal itu sampai di daerah sejak awal pekan ini. Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KSB Abdul Hamid, S.Pd mengatakan, berkas soal UN untuk SMP dan MTs telah sampai di KSB sejak tanggal 28 April lalu. Pihak panitia provinsi telah menempatkan berkas soal tersebut di Polres setempat untuk diamankan. ‘’Untuk berkas soalnya sudah tidak ada masalah lagi, karena sudah ada di sini. Sekarang soal-soal UN itu di bawah pengamanan pihak Polres,’’ jelasnya , Jumat (2/5). Serah terima soal UN SMP dan MTs dari panitia provinsi ke panitia kabupaten rencananya akan digelar esok hari (hari ini, red). Menurut Hamid, setelah berkas soal itu diterima pihaknya akan kembali menyerahkan proses pengamanannya ke pihak Polres untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Polsek di tiap wilayah kecamatan. Dan nantinya pada tanggal 5 Mei mulai didistribusikan ke masing-masing sekolah pelaksana sesuai dengan jadwal mata pelajaran yang diujikan. “Sama seperti UN SMA, distribusi soal kita

kerjasama dengan polisi untuk pengamanannya,” urainya. Meski teknis pendistribusian soal ke sekolah disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran yang diujikan, namun aturan itu tidak berlaku bagi seluruh sekolah. Untuk beberapa sekolah yang berada di wilayah terpencil, pendistribusian soal dilakukan secara keseluruhan sehari sebelum pelaksanaan ujian tanggal 5 Mei. Berdasarkan data Dinas Dikbdupora beberapa sekolah yang distribusi soal UN-nya dibagikan sekaligus diantaranya Sekolah Satu Atap (Satap) Mantar Kecamatan Poto Tano, Satap Rarak Kecamatan Brang Rea dan Satap Talonang kKcamatan Sekongkang. Hamid mengatakan, untuk tiga sekolah di atas berlaku distribusi langsung dimana seluruh berkas soal yang akan diujikan selama 3 hari diserahkan seluruhnya ke sekolah dalam satu kali pengiriman. Demikian pula untuk pengembaliannya, dilakukan secara bersamaan pula. Untuk tahun ini, jumlah perserta UN SMP dan MTs di KSB tercatat sebanyak 1.801 siswa dengan rincian 923 siswa laki-laki dan 878 siswa perempuan. Hamid menyebutkan, seluruh siswa peserta itu tersebar di 29 sekolah negeri dan 12 sekolah swasta. “Harapan kita anak-anak kita bisa mengikuti UN dengan lancar dan hasilnya juga dari sisi kelulusan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya,’’ harapnya. (bug)

Jadi Prioritas Utama Dari Hal. 1 ketika ditemui usai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (2/5) kemarin. Mengenai akses pendidikan, masih ada daerah-daerah yang harus ditambah aksesnya di NTB ini tentunya dengan pemda kabupaten/ kota. Terkait dengan kualitas pendidikan, kata Zainul Majdi, pemerintah mempunyai kewajiban sesuai dengan UU

Guru dan Dosen serta UU Sistem Pendidikan Nasional. Dimana, katanya, pemerintah daerah juga harus memfasilitasi peningkatan kualitas di daerah. ‘’Itu kita lakukan melalui Dikpora atau melalui perangkat-pernagkat yang lain,”imbuhnya. Untuk anggaran pendidikan sesuai dengan amanat UU, kata gubernur, Pemprov NTB sudah mengalokasikan dalam APBD sebesar 20 persen. Ketika ditanya mengenai kabupaten/kota yang belum

menganggarkan pendidikan sebesar 20 persen, gubernur mengakui memang masih ada kabupaten/kota yang belum menganggarkan sebesar itu. Menurutnya, hal itu akan menjadi catatan pemprov. ‘’Kita terus dorong. Tetapi ada juga yang bahkan sudah lebih dari itu tetapi memang masih ada yang kurang. Itu menjadi catatan kita dan kita terus dorong kabupaten/kota. Karena pendidikan itu adalah investasi yang paling berharga untuk daerah kita,”pungkasnya. (nas)

NTB Kehilangan Tokoh Ulama Besar Dari Hal. 1 Bupati Lobar, H.Zaini Arony dalam sambutannya mengatakan, Lobar dan NTB telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. “Kami semua bersedih. Kami kehilangan putra terbaik Lobar dan NTB,” katanya.

Bupati pun berdoa supaya apa yang telah dilakukan almarhum dapat menjadi teladan di mata masyarakat. ‘’Semoga ketekunan dan manfaat yang telah beliau berikan bisa menjadi teladan,” ujarnya. Upacara pemakaman ulama besar ini dihadiri ribuan

warga yang berasal dari berbagai penjuru NTB dan bahkan dari luar NTB. Padatnya umat yang menghadiri pemekaman sempat memacetkan arus lalu lintas. Namun, kemacatan dapat ditanggulangi setelah pihak Kepolisian mengatur arus lalu lintas. (ami)

alasan sehingga sembilan siswa yang semuanya dari luar kota ini tidak mengikuti UN susulan. Seperti ada yang sudah berkeluarga, ada pula yang bekerja di luar daerah. Hal inipun sungguh disayangkan, sehingga diharapkan ke depan hal seperti ini tak lagi terulang. Secara umum, UN 2014 berjalan aman lancar dan ter-

tib. Bahkan berkaitan dengan soal, tahun ini dianggap lebih bagus. Dari segi hasil yang dikerjakan para peserta UN pun diharapkan kemampuan dan kompetensi siswa satuan pendidikan yang ada, bisa mengerjakan soal dengan baik. ‘’Kita dari Diknas berharap hasil UN tahun ini bisa 100 persen,” kata Ali. (arn)

Pemkot Mataram akan Gelar Kirab Tolak Bala Mataram (Suara NTB) Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj pada akhir bulan ini, Pemkot Mataram akan menggelar kirab tolak bala. Kirab tolak bala ini adalah salah satu rangkaian dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang akan dilaksanakan Pemkot Mataram yang dirangkai dalam Pekan Rajab dimana dalam penanggalan Islam, peringatan Isra’ Mi’raj dilaksanakan pada bulan Rajab. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Drs. Abdul Latif Nadjib, Jumat (2/5). Nadjib mengatakan kirab tolak bala ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei sore. “Pada malam harinya akan dilaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj secara kedinasan,” ujarnya. Tanpa menjelaskan lebih jauh konsep kirab ini, Nadjib mengatakan rute kirab akan dimulai dari Kantor Walikota Mataram dan memutar ke arah timur di perempatan Kantor Gubernur NTB setelah itu menuju ke Jalan Catur Warga. “Di perempatan AMM (Akademi Manajemen Mataram) itu akan ada ritual tolak bala. Setelah itu kembali lagi ke Kantor Walikota Mataram,” terangnya. Selain di perempatan AMM, ritual tolak bala juga akan dilakukan di beberapa titik. Nadjib menjelaskan dalam memperingati Isra’ Mi’raj, pihaknya juga ingin mengangkat

tradisi religi yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini juga untuk mempertegas visi misi Kota Mataram yang maju, religius, dan berbudaya. Selain kirab tolak bala, Pekan Rajab juga akan dimeriahkan dengan pembacaan hikayat yang akan digelar di Pendopo Walikota Mataram. “Kita akan jadwalkan pembacaan hikayat ini sampai jam 12 malam,” ujarnya. Hikayat yang akan dibacakan dalam kesempatan ini adalah tentang sejarah dan makna Isra’ Mi’raj. Selain itu akan dibacakan juga hikayat kontemporer yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Kota Mataram. Dalam penyelenggaraan Pekan Rajab ini, Nadjib mengatakan seluruh SKPD maupun seniman dan budayawan di Kota Mataram telah siap untuk ikut terlibat meramaikan pelaksanaan acara tersebut. Selain akan menyelenggarakan Pekan Rajab, dalam waktu dekat ini, Disbudpar Kota Mataram juga mengagendakan dilaksanakannya Roah Budaya yang akan dilaksanakan pekan kedua bulan ini. Dalam Roah Budaya ini, pemerintah akan bertemu dengan para tokoh agama, tokoh adat, budayawan, dan seniman Kota Mataram. “Roah Budaya ini juga sekaligus untuk mengokohkan Majelis Kebudayaan, Pembina Seni Kota Mataram, dan Penabuh Seni Kota Mataram,” demikian Abdul Latif Nadjib. (yan)

Surya: PDIP-Nasdem Kantongi Pendamping Jokowi Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengungkapkan, pihaknya bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mengantongi nama calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi capres Joko Widodo (Jokowi) untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014. “Pengumuman cawapres tinggal menunggu hari yang baik,” ujarnya usai bertemu dengan Jokowi di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Jumat (2/5). Hal terpenting, menurut dia, bagaimana menggunakan semua kemampuan dari kedua keluarga besar partai untuk membawa kemenangan bagi Jokowi. “Semoga terjadi perubahan untuk membawa Indonesia hebat. Harapan ini merupakan harapan mayoritas rakyat Indonesia,” katanya. Menurut dia, Indonesia menyimpan permasalahan kompleks, dan konstitusi memberikan kesempatan segala kapasitas dalam koridor untuk mewujudkannya, yakni memperkokoh sistem presidensial. “Ini akan dibawa

(ant/bali post)

Surya Paloh

dalam kepemimpinan Jokowi,” ucapnya. Joko Widodo dalam kesempatan itu menambahkan, nama cawapres yang akan mendampingi dirinya dalam Pilpres 2014 sudah dikantongi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. “Nama cawapres juga sudah ada di kantong saya. Tinggal menunggu waktu yang baik,” demikian Jokowi. (ant/Bali Post)

Ulama Pelopor Tahfizul Qur’an yang Berperangai Santun

Dari Hal. 1

Dari Hal. 1 Ia juga dikenal sebagai salah satu murid kesayangan dan kebanggaan Almaghfurullahu Maulana Syeikh, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Pancor. Berkat kecemerlangannya dalam menuntut ilmu itulah, Maulana Syeikh kemudian merekomendasikan beliau untuk melanjutkan studi ke Mekah, berguru langsung kepada cedekiawan Islam terkemuka di Tanah Suci. Sebelum melanjutkan studi, Maulana Syeikh sempat berpesan agar Mustafa Umar belajar dari para ulama dari Mauritania yang saat itu terkenal dengan kedalaman ilmunya. Berbekal dukungan dan rekomendasi sang guru, ia pun menguatkan tekad. Saat tiba di Mekah, ia terkesan dengan ilmu para ulama yang mengajar di Masjidil Haram. Beliau pun terus menguatkan niat dan cita – cita besar un-

tuk suatu saat bisa duduk dan mengajar di sana, layaknya para ulama – ulama besar. “Niat inilah yang terus dijaga dan dipupuk oleh beliau. Sehingga Allah SWT meridhoi dan mengabulkan cita – cita beliau untuk duduk dan mengajar di Masjidil Haram,” ujar H. Lukman AR Hakim yang membacakan kisah hidup beliau. Pada penghujung tahun 1985, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan agar semua ulama, selain ulama Arab Saudi yang mengajar di Masjidil Haram dipersilakan kembali ke negara masing – masing, guna menyebarkan ilmu – ilmu keislaman kepada masyarakat. Mustafa Umar pun pulang. Dan, pada 3 November 1985, ia dan masyarakat Gunung Sari dan sekitarnya mulai mendirikan Ponpes Al Aziziyah, dengan spesifikasi khusus dan program utama yaitu menghafal Al Qur’an.

Dengan demikian, saat itu Al Aziziyah menjadi satu – satunya Ponpes Penghafal Al Qur’an di NTB. Kini, ratusan alumni ponpes tersebut telah menjadi penghafal Al Qur’an 30 juz dan mereka tersebar di seluruh penjuru nusantara, bahkan di luar negeri. Sebanyak 12 orang diantaranya bahkan dipercaya oleh pemerintah Qatar untuk menjadi pengajar Ilmu Al Qur’an di sana. Sebagai seorang kepala keluarga, Mustafa Umar juga menurunkan ajaran agama dan hafalan Qur’an kepada anak – anaknya. Kini, diantara delapan putra dan putrinya, ada tiga orang yang menjadi penghafal Al Qur’an 30 juz. Salah satunya adalah TGH. Fathul Aziz Mustafa. Selain itu, dua orang cucu beliau juga menjadi penghafal Al Qur’an 30 juz. Selain dikenal dengan kedalaman ilmu agama dan ko-

mitmennya dalam pendidikan Tahfizul Qur’an, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang santun. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, dalam sambutannya di acara pemakaman mengisahkan betapa halusnya perangai ulama kharismatik ini. “Kalau bertemu dengan tiang, selalu pegang tangan. Kemudian bahasanya halus, ‘Tuan Guru Bajang, apa kabarnya?’ Selalu dengan cara yang halus. Benar benarlah, beliau mencontohkan kepada kita, akhlak ahli ilmu,” tutur Zainul Majdi. Menurutnya, sepanjang hayatnya yang mencapai 85 tahun, selalu dipenuhi dengan perjuangan memperdalam ilmu dan memberikan contoh yang luar biasa tentang kuatnya semangat menuntut ilmu. “Sampai beliau meninggalkan tempat kelahiran beliau ke tanah suci. Wa taklimat. Dan ketika beliau pulang, dengan segala keterbatasan beliau

tancapkan niat untuk membangun madrasah, Al Aziziyah,” ujar TGB——Gubernur NTB biasa disapa——-. Setelah melalui perjalanan hidup yang cukup panjang dan penuh pengabdian itu, sang ulama pelopor pendidikan penghafal Qur’an itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 1 Mei 2014, pukul 10.40 WIB, di RS Husada Utama, Surabaya. Ia meninggalkan seorang istri, delapan anak, 32 cucu dan tiga cicit. Di pemakamannya kemarin, ribuan orang dari berbagai daerah mengantarkan kepergiannya menghadap Sang Pencipta. Ulama yang hidup dengan ilmu itu kini telah berpulang. Dan, diantara para ulama, ia akan selalu termuliakan karena kepeloporannya di bidang pendidikan penghafal Al Qur’an. ‘’Kemuliaan itu bagi yang mempelopori, walaupun yang mengikutinya, mungkin ada yang lebih baik.” (aan)


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Sanksi Hukum Cegah Pungli PSB GUBERNUR NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi, mengingatkan bupati/walikota se-NTB agar mengawasi proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Peringatan ini disampaikan gubernur, usai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas) yang berlangsung Jumat (2/5) kemarin, menyikapi kerapnya PSB dijadikan ajang melakukan pungutan liar (pungli) kepada calon siswa. Gubernur meminta para bupati/walikota di daerah ini betul-betul memberikan arahan yang tepat kepada seluruh kepala sekolah dan seluruh perangkat pendidikan di kabupaten/kota. Gubernur mengharapkan bupati/walikota agar supaya betul-betul memedomani peraturan-peraturan yang ada. Karena menurut gubernur, sektor pendidikan menjadi perhatian seluruh pihak tak terkecuali penegak hukum. Dalam pelaksanaan PSB yang dilakukan setiap tahun, pungli diduga selalu mewarnai penerimaan siswa baru tersebut. Bahkan Ombudsman Perwakilan NTB, tahun 2013 lalu menerima belasan laporan atau aduan dari masyarakat terkait proses PSB. Laporan yang diterima Ombudsman cukup beragam mulai dari dugaan pungutan liar (pungli) pendaftaran siswa baru hingga masalah over kuota rombongan belajar (rombel) di sejumlah sekolah. Kendati dipantau ketat Ombudsman, toh dugaan pungli nyaris tak terbendung. Indikasinya, berdasarkan hasil sampling di sejumlah SD sampai dengan SMA di NTB, ditemukan adanya kasus kelebihan penerimaan siswa di luar rombel yang telah ditetapkan. Misalnya di salah satu sekolah yang memiliki rombel sebanyak 108 siswa, namun siswa yang diterima mencapai 168 orang. Mencegah pungli saat PSB sebenarnya sejak awal juga telah diantisipasi oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Misalnya dengan menerapkan sistem online dalam PSB. Dengan adanya sistem ini diharapkan penerimaan siswa baru di setiap sekolah bisa objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan kompetitif. Namun, sistem ini juga ternyata ada kelemahannya. Indikasinya, masih ada oknum sekolah yang mengambil keuntungan dari calon orang tua saat proses PSB. Sebenarnya, cara yang mungkin paling tepat untuk mencegah terjadinya pungli dalam PSB adalah dengan melaporkan dan memproses secara hukum oknum-oknum yang melakukan pungli tersebut. Penentu kebijakan di daerah ini, seharusnya menyerukan kepada orang tua siswa untuk tidak segan melaporkan dugaan pungli itu kepada Dinas Dikpora sekaligus melaporkannya ke pihak berwajib. Harapannya, dengan menjatuhkan sanksi hukum terhadap pelaku pungli, bisa menjadi shock theraphy bagi pelakunya. (*)

STASIUN RADIO

Halaman 6

Buruh Dalam Tubuh Kapital Oleh : ALAM tubuh kapital, buruh adalah organ penting yang kerap tak memperoleh perlakuan sepadan. Pentingnya posisi buruh dalam kumparan industri tak berjalan paralel dengan penguatan daya tawar yang dimilikinya. Ada sejumlah hal yang menjadi penyebab kenyataan tersebut mungkin terjadi. Secara kuantitas, kaum buruh adalah masyarakat kelas bawah yang tak memiliki modal maupun alat produksi. Jumlah yang banyak itu tak sebanding dengan peluang kerja yang tersedia. Akibatnya antrian pencari kerja memanjang sehingga apabila seorang buruh keluar dari tempat kerjanya, di ambang pintu sudah menunggu sekian banyak pengganti. Maka wajar jika kemudian posisi tawar kaum buruh menjadi lemah. Kurang tersedianya lapangan kerja tak memberi banyak pilihan pada orang. Yang penting bisa kerja, daripada menganggur. Sehingga penghasilan sedikit dengan jam kerja berlebihan pun harus diterima saja sebagai resiko dari situasi semacam itu. Relasi antara pemilik modal dan buruh membutuhkan penengah. Dalam hal ini pemerintah adalah penengah itu. Dengan kekuasaan dalam membuat regulasi, pemerintah dapat berperan dalam peningkatan nasib buruh. Dalam tubuh kapital, buruh dipandang sebagai modal yang mesti ditekan tingkat kebutuhannya, dan sementara itu dipacu tingkat produktifitasnya. Buruh bukan aset yang harus dijaga dan dipertahankan. Artinya bukan salah pemilik modal untuk menekan jumlah pengeluaran sembari berharap pada besarnya keuntungan, sebab itulah prinsip ekonomi. Dengan modal sekecilnya, bisa mendapat keuntungan maksimal. Lagipula dalam pikiran kapital penumpukan sampai melebihi batas pantas, sah-sah saja, bahkan harus dilakukan. Hal tersebut menjadi masalah ketika kita berbicara perihal kesamaan hak antar manusia. Suatu bayangan ideal tentang masyarakat yang menerima keadilan secara merata. Artinya setiap orang berhak untuk sejahtera, apabila ia sudah bekerja dengan semestinya. Dengan bayangan seperti ini, tubuh kapital dapat terserang demam dengan segera, sebab itu tak sesuai dengan prin-

Kiki Sulistyo (Pegiat Komunitas Akarpohon, Mataram)

sip yang ada padanya. Karena itu sulit dibayangkan tidak akan terjadi benturan apabila kedua prinsip itu dipertemukan. Bagi tubuh kapital, humanisme, pikiran-pikiran yang didasarkan pada prinsip kemanusiaan adalah virus yang harus dijinakkan. Manusia adalah mesin yang harus mampu memproduksi keuntungan bagi pemilik modal dan dapat segera dibuang sebagai rongsokan apabila sudah tak bisa diandalkan. Dan tanpa regulasi kemungkinan itu masih bisa terjadi, mengingat sejumlah aspek lain yang mendukung kesenjangan antara pemilik modal dan pekerjanya masih belum menemukan solusi. Meskipun begitu, regulasi bukan semata-mata solusi, sebab kita mesti melihat pula pola hubungan ekonomi antara pemilik modal dan pemerintah. Keduanya juga tak lepas dari transaksi bisnis dengan hitungan-hitungan keuntungan. Kalau tidak begitu, investor tak akan tertarik menanamkan modalnya. Dan bila investor tak mau menanam modalnya, tak ada yang bisa dipetik pemerintah nantinya. Tentu banyak hal yang dituntut investor sebelum menanamkan modalnya. Jaminan keamanan, potensi pasar, serta termasuk diantaranya, tersedianya tenaga kerja murah. Untuk yang terakhir ini, kita bisa melihat jumlah pengangguran yang tersedia. Mayday Lalu pada tiap tanggal 1 Mei, para buruh memperingati apa yang disebut sebagai Mayday. Suatu momentum dari sejarah internasional perlawanan buruh terhadap tubuh kapital yang dimasukinya. Para buruh dan pemilik modal sebenarnya punya cita-cita yang sama, yakni sama-sama ingin sejahtera. Cuma ukurannya saja yang beda. Dengan kata lain, semua orang ingin hidup sejahtera, bekerja dengan baik, mendapat penghasilan yang baik dan jaminan-jaminan lainnya. Dalam ritus pasar, resiko pemilik modal adalah kebangkrutan. Semakin besar usaha yang dilakukan, semakin parah jatuhnya apabila tak mampu mengelola. Ini resiko yang besar. Dalam bayangbayang resiko yang besar inilah, pengerukan dan penumpukan keuntungan menjadi ancang-ancang yang

mesti disiapkan apabila resiko tersebut terpaksa dialami. Pada sisi lain, kaum buruh telah menyerahkan waktu dan tenaga yang bisa saja dengan setengah hati mereka berikan, hanya agar bisa hidup dengan lumayan baik. Ada memang yang mereka dapatkan, tapi itu mungkin tak seimbang dengan apa yang telah mereka berikan. Ini juga adalah resiko yang tak kalah besarnya. Pada hari-hari pertama kerja, mereka mungkin berangkat dengan semangat membara. Terbebas dari hantu pengangguran yang mengancam masa depan. Tapi setelah sekian tahun berlalu, wajah mereka tak lagi menunjukkan semangat itu. Wajah mereka jadi datar seperti mesin yang terus-menerus dihidupkan. Di waktu sore hari, mereka pulang dengan wajah kuyu seolah tanpa harapan. Hantu pengangguran telah pergi, tapi hantu rutinitas menggantikannya. Masa depan itu tetap suram. Harga kebutuhan terkerek naik, tapi penghasilan susah sekali menanjak. Maka terjadilah benturan kepentingan itu. Bendera buruh dikibarkan, tangan dikepalkan, tuntutan diteriakkan. Tapi perubahan berjalan lambat saja. Pemerintah yang berada di tengah-tengah seakan-akan tak benar-benar ingin menyelesaikan masalah. Masalah jadi terpelihara, dan pada perkembangannya melenceng kesana-kemari. Memasuki isu politik, isu primordial, bahkan dijadikan tunggangan bagi pihak-pihak tertentu dengan kepentingannya sendiri. Lalu apa yang hendak dibidik dalam setiap peringatan Mayday? Secara oposisi biner dengan satu cita-cita, kaum buruh dan pemilik modal akan selalu mengalami benturan. Karena itu Mayday adalah momentum untuk menunjukkan bahwa masih ada “virus� yang akan menggerogoti tubuh kapital itu. Tubuh yang telah dituduh sebagai biang penindasan manusia atas manusia. Karena benturan itu akan terus terjadi, Mayday menjadi penting dilihat dari pihak mana saja. Dari piramida kepentingan itu, pihak buruh perlu menunjukkan bahwa mereka tidak sudi pasrah dalam cengkraman penindasan. Meskipun kualitas kesejahteraan mereka takkan bisa melampaui para pemilik modal. Lalu dari pihak pemilik modal

sendiri, Mayday penting untuk memeriksa kembali keutuhan tubuh kapital-nya. Mempertimbangkan sistem yang sudah dan akan diterapkan, dalam rangka menjaga usaha dan meningkatkan kinerja. Sementara dari pihak ketiga, yakni pemerintah, peringatan Mayday juga penting untuk melihat betapa masyarakat sudah mampu menyampaikan aspirasinya secara terbuka. Disamping juga sebagai bahan referensi dan masukan sebelum memutuskan regulasi apa yang akan ditetapkan. Tentu saja, kita tak bisa menafikan kepentingan lain yang kerap bersembunyi, yakni menjadikan benturan-benturan yang terjadi sebagai bahan proyek untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk yang satu ini, kita hampir tak tahu mau bilang apa lagi. Hal yang akhirnya mungkin sulit kita hindari adalah, tubuh kapital itu ternyata terus membesar. Sampai kita tak menyadari bahwa tiga sudut piramida itu –buruh, pemilik modal dan pemerintah- samasama telah berada di dalamnya, mengasupi dan menghidupinya lewat benturan atau jabat tangan.

Kawanan perampok beraksi, korban ditebas dan uang serta surat penting dibawa kabur Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan

*** Tempat hiburan di Mataram diminta tonjolkan nuansa budaya lokal Budaya lokal harus dilestarikan

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 7

Kotoran Ternak Belum Termanfaatkan Daftar Tunggu Capai 15.000 Sambungan MANAGER PLN Area Mataram, Bagus Hari Abrianto kepada Suara NTB, Jumat (2/5), mengakui belum bisa memenuhi pemasangan sambungan listrik baru untuk saat ini. Total calon pelanggan yang belum diberikan kepastian mencapai 15.000 pengajuan, dari jumlah bulan Maret lalu sebanyak 20.000-an pengajuan. “Untuk pulau Lombok kami pinjamkan kabel material dari pulau Sumbawa, makanya tersisa sekarang sebanyak 15.000-an yang belum bisa kita penuhi, dan kami belum dapat memastikannya kapan,” kata Bagus. Kendala yang dihadapi PLN saat ini, yakni terjadinya gagal lelang di PLN Makassar, sehingga masih menunggu proses pelelangan berikutnya untuk pengadaan seluruh material. “Kalau lelang berhasil pada akhir Mei ini, secepatnya kami akan lakukan pemasangan. Tapi kalau gagal lagi lelangnya, kami tidak tahu kapan,” katanya. Dikatakan, PLN tidak semata-mata mau menghambat penyambungan listrik ke calon pelanggan. Tetapi akibat gagal lelang tersebut, PLN Area Mataram khususnya belum mampu memenuhi permintaan pamasangan dari sebanyak sisa pengajuan yang disebutkannya itu. PLN masih membingungkan kejelasan permintaan sambungannya. Sebab, beberapa pendaftar calon pelanggan terkadang hanya mengatasnamakan satu orang, bahkan dengan alamat yang sama. “Ini daftar pengajuan yang masuk, dari sekian banyak pengajuan kok namanya satu dan alamatnya juga satu. Itu yang tidak jelas, sehingga kami juga bingung,” katanya. Indikasinya, masyarakat di daerah ini dianggap sangat tak mandiri, karena masih menggantungkan jasa calo. Padahal, menggunakan jasa calo ini berimplikasi menimbulkan pembengkakan biaya. PLN sendiri hanya membebankan biaya pasang meter sesui dengan ketentuan yang berlaku secara serempak. Untuk pemasangan meter dengan daya 900 Volt Amphere (VA) misalnya, hanya dikenakan Rp 675.000, belum termasuk ongkos materai administrasi. Plafon tersebut hanya untuk pemasangan dari jaringan listrik hingga penyediaan KWh, sementara pemasangan instalasi lainnya di luar ranah PLN. “Kalau memang tidak bisa melalui online, kan bisa datang langsung ke PLN,” katanya. (bul)

(Suara NTB/cem)

MENGAWETKAN IKAN - Es balok yang biasa digunakan oleh nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuhan Lombok, untuk mengawetkan ikan selama berada di laut. Terlihat nelayan sedang menaikkan es ke perahunya.

Industri Manufaktur di NTB Mulai Kolaps Mataram (Suara NTB) Diberlakukannya pelarangan mengekspor hasil-hasil industri dalam bentuk gelondongan tidak saja berimbas tersendatnya aktivitas perusahaan tambang Newmont. Tetapi, beberapa industri manufaktur strata sedang dan besar mulai kolaps karena pertumbuhan produksinya terus menurun.

Bagus Hari Abrianto (Suara NTB/bul)

BAKERY

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin di kantornya, Jumat (2/5) mengatakan, pemberlakuan aturan tersebut sudah mulai terasa di NTB. Salah satu contoh ia gambarkan, industri rotan yang ada di pulau Sumbawa, kini tak dapat lagi mengirim rotan ke luar negeri dalam bentuk gelondongan. Mentok hanya dijual bahan bakunya di pulau Jawa. Akibatnya, tak ada nilai tambah yang dihasilkan. Praktis, nilai tambah yang disebutkan itu didapatkan oleh pulau Jawa yang notabene sebagai produsen kerajinan rotan dalam bentuk jadi untuk selanjutnya dikirim ke luar negeri lagi. “Ekspor otomatis sudah berkurang, industri rotan kita sudah beralih ke Jawa,” katanya. Wahyudin mengatakan, pada bagian lainnya beberapa industri manufaktur lainnya juga terlihat mulai banyak yang tak beroperasi, terlepas dari aturan tersebut. Salah satunya, perusahaan pembuat kapal dan perahu fiber yang ada di Meninting Lombok Barat dan Ampenan, Mataram. Dari pendataan yang dilaku-

DIJUAL

SALON

(Suara NTB/bul)

Wahyudin kan, diketahui industri manufaktur skala menengah dan besar itu sudah jarang peminatnya, biasanya para bule luar negeri. Perahu-perahu yang diproduksi itu dibeli untuk kemudian disewakan kembali di tempat-tempat wisata yang ada di pulau Lombok, salah satunya Senggigi. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) Provinsi NTB pada triwulan I tahun 2014 ini (q to q), terjadi penurunan sebesar 14,20 persen dari produksi IBS triwulan IV tahun 2013 lalu. Bila dilihat dari sisi year on year, pertumbuhan produksi industri besar dan sedang pada triwulan I tahun 2014 juga turun sebesar 6,95 persen dibanding triwulan yang sama pada tahun 2013. Sedangkan pertumbuhan produksi IBS Provinsi NTB, baik pada posisi q to q maupun

KECANTIKAN Hay sista biar gak ribet pakai pensil alis dan lipstik KINI TELAH ADA DIKOTA ANDA....?

pada posisi year on year pada triwulan IV tahun 2013 naik sebesar 2,65 persen dan 2,46 persen dibanding triwulan yang sama pada tahun 2012. Di Provinsi NTB, industri manufaktur besar dan sedang tersebar di beberapa kabupaten antara lain Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa dan Kota Mataram. Sedangkan industri manufaktur mikrodankeciltersebardiseluruhkabupaten/kota. Adapun kontribusi sektor industri terhadap PDRB NTB tanpa sektor pertambangan adalah 4,67persen,dankontribusisektorindustriterhadapPDRBNTBdengan dimasukkan sektor pertambangan menjadi sebesar 3,92 persen. “Yang dikatakan industri manufaktur sedang itu yang pekerjanya di atas 20 orang sampai 99 orang, yang besar di atas 100 orang pekerjanya, dan yang kecil itu pekerjanya maksimal empat orang,” katanya. Sementara pada pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil, pada triwulan I tahun 2014, naik sebesar 7,10 persen dibanding triwulan IV pada tahun 2013 (q-to-q), sedangkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan I tahun 2014 (y-on-y) dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2013 juga mengalami kenaikan sebesar 11,98 persen. Pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil secara kumulatif sampai dengan triwulan i tahun 2014 (c-on-c) juga terjadi kenaikan sebesar 11,98 persen dibandingkan dengan angka kumulatif pada triwulan yang sama pada tahun 2013. (bul)

SULAM BIBIR

M. Husni (Suara NTB/bul)

HILANG BPKB R2 HONDA DR5872BM NOKA/NOSIN: MH1JBC11 89K314305/JBC1E-1311918 A N . N U R A H M A N NO.BPKB.G.0445025.0 HILANG DISEKITAR RUMAH

PENDIDIKAN KULIAH SINGKAT JALUR KHUSUS CEPAT MENYANDANG GELAR S1, S2, S3 TERAKREDITASI BAN-PT HUB.EDI 085219091852

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts

Rp. 1 Jt

Service Mobil & Sepeda Motor

Biaya di atas sudah termasuk retouch 1 kali Kunjungi De’Beauty Care Alamat : Jl. Koperasi No. 64 A Ampenan - Otak Desa

tah menurutnya sangat menyadari, jika sumber-sumber daya tak terbaharukan ini akan memiliki keterbatasan pada kurun waktu tertentu. Tetapi secara spesifik, dalam hal memperbanyak pembangkit listrik dengan potensi sumber daya alam yang ada, sudah banyak dilakukan oleh pihak-pihak swasta. “Sudah banyak sebenarnya, pebangkit yang dikembangkan oleh pihak swasta. Termasuk yang besar itu ada di Lombok Barat dan Lombok Timur. daya yang dihasilkan itulah yang kemudian dijual kepada PLN, untuk dijual kembali kepada pelanggan. Minimal daya yang dihasilkannya mencapai 1 Mega watt (MW). Husni mengakan pemerintah daerah memberi ruang seluas-luasnya kepada para investor untuk mengembangkan sumber-sumber daya listrik di daerah. Sumber-sumber lain yang disebutkannya adalah dengan memaksimalkan pembangkit listrik menggunakan tenaga surya. (bul)

RUPA-RUPA

SULAM ALIS DAN BIBIR HANYA :

Mataram (Suara NTB)Masih banyak keterbatasan yang menyebabkan masyarakat belum memaksimalkan fungsi kotoran ternak, di tengah besarnya potensi hasil program sejuta sapi di NTB. Jika masyarakat bisa kreatif, limbah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan sumber energi listrik terbarukan (biogas). “Materialnya kita banyak sekali, cuma masyarakat belum mampu mengolah kotoran sapi jadi energi listrik,” terang Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi NTB, Ir. M. Husni, M. Si pada Suara NTB, Jumat (2/5). Ia mengatakan, masih terbatas masyarakat yang kreatif untuk memanfaatkan kotoran-kotoran tersebut menjadi energi, itupun hanya sebagian di kandang-kandang kolektif. Itu juga tetap mentok pada pemenuhan energi untuk bahan bakar kompor gas. “Kalau untuk menggunakan kotoran ternak jadi sumber listrik, kayaknya belum, karena butuh biaya lebih besar,” katanya, menjawab adanya dorongan dari pihak PLN kepada Pemprov untuk lebih kreatif membangun sumber-sumber daya listrik, di tengah berkembanganya investasi di NTB. Husni mengatakan, tahun ini memang pemerintah menyiapkan dana khusus untuk mengembangkan biogas. Termasuk di antaranya alokasi dari masing-masing kabupaten/kota. Meski demikian, orientasinya masih tetap untuk memenuhi kebutuhan gas di masyarakat. Bel u m menyentuh langsung pada pembangunan saran a prasarana biogas dalam memenuhi kebutuhan l i s t r i k masyarakat. Pemerin-

SULAM ALIS

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Hp : 081803673308 / 081803667165 PIN : 29DO72D4 / 297AFF73 Menerima Kursus : 1. Sulam Alis dan Bibir 2. Estetika 3. Tata Kecantikan

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

MEBEL

FURNITURE

KLINIK ALTERNATIF •02

TOKO BANGUNAN

MADU

PENGOBATAN

KACAMATA

PELUANG USAHA

BATIK

SHOWROOM

TRAVEL

02


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 8

Pemilih Gunakan KTP DEMO - Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi memperingati Hari Pendidikan Nasional di Selong, Jumat (3/5) kemarin.

KPU Kota Mataram Pastikan Sesuai Prosedur Mataram (Suara NTB) KPU Kota Mataram memastikan bahwa jumlah pemilih yang menggunakan KTP sebanyak 9.017 orang pada saat Pemilu Legislatif awal April lalu telah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Hal ini ditegaskan Anggota KPU Kota Mataram, Bedi Saparwadi, SE. “Dipastikan sesuai prosedur dan dibenarkan secara aturan, diperbolehkan,” ujarnya, Jumat (2/5) di kantornya. Peraturan yang dimaksudkan adalah Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 tahun 2013 dan perubahannya PKPU Nomor 05 tahun 2014 tentang Daftar Pemilih Khusus Tambahan Pasal 38. Bedi menyebutkan total pemilih yang menggunakan KTP di seluruh kecamatan sebanyak 9.017 orang dimana sebarannya di Kecamatan Ampenan 2.535 orang, Mataram 1.190 orang, Cakranegara 1.501 orang, Sekarbela 1.484 orang, Selaparang 1.493 orang, dan Sandubaya 814 orang. Berdasarkan hasil kroscek dan pengalaman di lapangan, para pemilih KTP ini ada yang memang tidak terdaftar di DPT. Selain ada juga warga yang terdaftar di DPT tapi pada saat melakukan pencoblosan tidak membawa formulir C6. “Mungkin pada saat itu tidak mendapatkan C6 atau C6 diberikan ke pembantu yang punya rumah tapi tidak dilaporkan ke majikannya sehingga dia datang ke TPS hanya membawa KTP. Di TPS oleh KPPS orang-orang ini dianggap pemilih KTP karena tidak membawa C6,” terangnya. Disamping itu, pihaknya juga menemukan ada orang yang memilih di TPS yang dekat dengan rumahnya padahal dia terdaftar di TPS yang agak jauh dari rumahnya. Orang ini menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP. “Orang yang di rumah sakit juga diperbolehkan walaupun dia dari luar daerah. Di PKPU Nomor 05 itu dibenarkan dia menggunakan KTP buat keluarga pasien dan pasien diperbolehkan mencoblos di sekitar rumah sakit. Di Mataram kan banyak rumah sakitnya dan memungkinkan itu,” jelasnya. Ia membantah dengan penggunaan KTP yang cukup banyak ada indikasi yang mengarah ke upaya penggelembungan suara. Alasannya seluruh pemilih yang menggunakan KTP ini adalah pemilih yang beralamat Kota Mataram. “Tidak dibenarkan menggunakan KTP di luar Mataram. Jadi darimana penggelembungan itu?” ujarnya. Kontrol juga tetap dilakukan untuk melihat apakah ada yang mencoblos dua kali dengan melihat hasil celupan tinta di jari pemilih. Disamping itu pemilih yang menggunakan KTP hanya boleh mencoblos di kelurahan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP-nya. “Misalnya KTP-nya Kelurahan Jempong Baru, dia hanya boleh memilih di Jempong Baru saja dan itu harus di sekitar lingkungannya. Kalau surat suara di lingkungan habis boleh pindah ke TPS lainnya di sekitar itu. Penggunaan KTP ini semua orang Mataram, kecuali yang di rumah sakit,” terangnya. Jika ada orang dari luar daerah yang menggunakan KTP, ia harus menyertakan formulir A5 pada saat pencoblosan dan dilaporkan tiga hari sebelum hari pencoblosan. Pemilih KTP ini juga dicatat KPPS dalam AT khusus. Bedi menyebutkan jumlah DPT Kota Mataram dalam Pemilu Legislatif sebanyak 288.664 orang, Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 1.408, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang terdaftar sebanyak 185 orang tapi penggunaannya 303 orang pada hari pencoblosan dimana pemilih datang ke TPS membawa formulir A5. “Sementara total jumlah pemilih atau pengguna hak pilih sebanyak 218.057,” tandasnya. (yan)

Peringatan Hardiknas Diwarnai Demonstrasi

Di Lobar, Caleg Kalah Diduga Sebarkan Isu Pileg Ulang Giri Menang (Suara NTB) – Ketua KPUD Lombok Barat Suhaimi Syamsuri mengaku sejumlah oknum terutama Caleg kalah sengaja menyebarkan isu Pileg di Lobar akan dilaksanakan ulang. Isu lainnya, akan dilakukan penghitungan suara ulang. Hal ini setelah adanya rekomendasi dari Bawaslu ke KPU terkait rekomendasi Bawaslu ke KPUD Lobar untuk memperbaiki sertifikat hasil penghitungan perolehan suara partai dan Caleg. “Saya luruskan isu itu, bahwa itu tidak benar. Ada oknum yang memang sengaja menyebar isu akan ada Pileg ulang dan penghitungan suara ulang setelah adanya rekomendasi Bawaslu,” ungkap Ketua KPU Lobar ini, Jumat kemarin. Ia menduga isu ini sengaja disebar oleh segelintir oknum d e n gan harapan C a leg kalah ini memperoleh angin segar

Beban Kerja Bertambah

Sejumlah PPS Ancam Mundur

(Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) Menjelang pelaksanaan pemilihan umum presiden (Pilres) 2014 ini, sejumlah Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di tingkat Desa/Kelurahan di Kecamatan Selong mengancam untuk mengundurkan diri. Hal ini dilakukan PPS karena melihat beban kerja bertambah. Sementara Komisioner KPU tidak jelas memberikan penjelasan tentang tahapan menjelang pelaksanaan Pilres ini. Disampaikan Ketua Forum Komunikasi PPS se Kecamatan Selong, H. Zamroni Ihwan kepada media di Selong, Jumat (2/5) kemarin. Tahapan pelaksanaan persiapan Pilres tahun ini tidak sama dengan tahapan Pemilukada maupun Pileg sebelumnya. Ia mengangkap beban kerja bertambah seperti kerja rodi. Tidak jelas honornya berapa. Ia menuturkan, ada surat dari KPU yang diberikan ke masing-masing PPS. Dalam intruksi KPU tersebut tidak jelas dasar hukumnya. Ada kutipan berdasarkan Peraturan KPU. Akan tetapi kejelasan PKPU nomor berapa tidak tertuang lengkap. Seperti pelaksanaan tahapan yang berlangsung saat ini yakni proses pembuatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Hasil Perbaikan (HP). Ketua PPS di Kelurahan Sekarteja Kecamatan Selong ini menuturkan jumlah TPS di kelurahannya pada saat Pileh 21 unit. Me ngalami penurunan menjadi 13 unit pada Pilpres mendatang. Dalam surat KPU meminta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di tingkat TPS yang akan melakukan pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Sementara itu, KPPS sendiri belum ada yang dibentuk. “Sekarang sudah tidak ada pantarlih, yang ditunjuk nanti untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) adalah KPPS, padahal kan sudah jelas KPPS bukan bertugas sebagai pendata,” ujarnya. Seharusnya dibentuk dulu pantarlih yang akan melakukan update data. Akan tetapi, tidak dilakukan KPU. Sementara itu batas waktu pemutakhiran data tanggal 11 Mei mendatang. secara tidak langsung, lanjutnya, PPS yang harus kerja eksrtra untuk melakukan pendataan. Kekhawatirannya, kegiatan pendataan ulang para pemilih tidak bisa dilakukan mengingat terbatasnya tenaga PPS.

Saya luruskan isu itu, bahwa itu tidak benar. Ada oknum yang memang sengaja menyebar isu akan ada Pileg ulang dan penghitungan suara ulang setelah adanya rekomendasi Bawaslu Suhaimi Syamsuri

Diterangkan, dalam pleno provinsi Bawaslu menemukan ada yang belum sinkron sehingga perlu diperbaiki. Pihaknya sedang melakukan perbaikan dengan meminta PPK dan PPS untuk menelusuri datanya. “Setelah selesai baru nanti akan dibuat berita acara mengundang Panwaslu dan pihak terkait untuk menetapkan sertifikat perbaikan,” ujarnya. Data pemilih yang dipersoalkan, kaitannya dengan DPK Lobar. Sebelumnya ditetapkan 1.254 DPK, namun dalam rekap jumlahnya kurang 1.117 sehingga diminta dilacak dimana kurangya. Kemungkinan katanya ada kecamatan yang menulis jumlah lebih dan kurang. Ia mengaku, banyak pihak khususnya caleg kurang beruntung yang menyebar isu ke masyarakat kalau akan ada Pileg ulang dan penghitungan suara ulang. Ia menambahkan agar semua pihak menerima hasil Pileg. Jika ada yang keberatan dengan hasil Pileg maka ada jalurnya. Sesuai ketentuan pihak yang keberatan bisa mengajukan ke MK. (her)

Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan rekap laporan dana kampanye parpol, PAN menjadi parpol tertinggi dana kampanyenya dengan total dana Rp 2,1 miliar. Dana kampanye terbesar dari Caleg Rp 2,1 miliar sedangkan partai Rp 500.000. Diposisi kedua PKS dengan total dana Rp 993 juta lebih, lalu PKB dengan dana Rp 847 juta lebih dan Nasdem Rp 712 juta lebih. Hal ini dikatakan Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri Jumat kemarin. “Rekapan laporan dana kampanye PAN Tertinggi,’’ kata Suhaimi. Ia menyatakan, laporan dana kampanye ini sebagai salah satu syarat dan bahan untuk penetapan caleg terpilih. Sesuai ketentuan, jika ada parpol yang tak menyerahkan laporan dana kampanye ini maka caleg yang perolehan suaranya lolos, bisa dianulir. Sehingga Caleg itupun tak bisa ditetapkan sebagai Caleg terpilih. Namun di Lobar semua parpol telah menyerahkan 10 parpol

menyerahkan sebelum deadline 24 April lalu. Sedangkan dua parpol menyerahkan pada menjelang deadline yang telah ditetapkan. “Semua parpol serahkan laporan,” imbuhnya. Parpol yang paling sedikit dana kampanyenya, Hanura dengan Rp 128 juta lebih. Selanjutnya PKPI dengan dana kampanye Rp 260 juta lebih. Parpol besar seperti Golkar tidak terlalu banyak dana kampanyenya sekitar Rp 362 juta lebih, PDIP Rp 268 juta lebih dan Demokrat memiliki dana kampanye Rp 348 juta lebih. Dana kampanye Gerindra Rp 389 juta lebih, PPP Rp 303 juta lebih, PBB memiliki dana kampanye Rp 681 juta lebih. Demokrat, Hanura dan PBB Diprediksi kehilangan kursi wakil ketua. Pada bagian lain, terdapat dua sampai tiga parpol yang menempatkan Calegnya sebagai wakil ketua DPRD Lobar kemungkinan akan kehilangan kursi pada periode selanjutnya. Dua parpol yang dipastikan akan kehilangan kursi

wakil ketua adalah PBB dan Demokrat, ditambah Hanura. PBB yang sebelumnya diwakilkan H. Lukman Mukhtar diperkirakan tidak dapat kursi wakil ketua karena perolehan suaranya minim. Lukman Mukhtar memperoleh suara minim, begitu juga suara Parpol 20.207. Disemua Dapil, perolehan suara Calegnya tidak ada yang tembus lima besar. Demokrat, sebelumnya diwakilkan oleh Ketua DPC Sahmad yang duduk sebagai wakil ketua DPRD. Di dapil II ia kalah dengan L. Didit Suriyawan dengan suara tertinggi diantara Caleg Demokrat lainnya. Ia memperoleh suara 3.202. Sedangkan Hanura, Hj. Rapiah Musa duduk sebagai wakil ketua bakal kehilangan kursi karena perolehan suaranya kalah dengan Caleg Nasdem Agus Mursalam dengan suara 4.696. Suara Agus Mursalam tertinggi kedua setelah Caleg Golkar Hj. Sumiatun dengan suara 7373. (her)

na pendidikan sudah jadi ajang bisnis,” ucapnya. Hal serupa disampaikan Mahasiswi bernama Ebah. Siswi berseragam siswa SMP ini meneriakkan persoalan pendidikan yang masih carut marut. Kebebasan berorganisasi di kampus mulai dikebiri dengan lahirnya Undang-undang Perguruan Tinggi Nomor 12 tahun 2012 dan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 26 tahun 2012 tentang larangan organisasi di lingkungan kampus. Regulasi dalam dunia pendidikan itu diminta mahasiswa dicabut. Para mahasiswa meminta perbaikan sistem pendidikan nasional ke arah yang lebih ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. Diteriakkan perlawanan terhadap bentuk penjajahan kebudayaan imperialisme dan feodalis. Sementara itu, mahasiswa PMII lebih menitikberatkan kritikan terhadap dunia pendidikan di Lotim. Ketum PMII Cabang Selong, Suryadi, dalam orasinya menuding pejabat yang menjalankan kebijakan pendidikan di Lotim perlu dievaluasi oleh Bupati. Para mahasiswa PMII ini harapan besar bisa bertemu dengan Bupati Lotim. Akan tetapi, meski sudah berteriakteriak lantang di depan kantor Bupati, namun Bupati H. Moch Ali BD tidak kunjung menemui para mahasiswa. Mahasiswa ini pun siap akan turun lagi dijalan meneriakkan persoalan pendidikan di Lotim. (rus)

Dishutbun Loteng Tangani Enam Kasus ''Illegal Logging''

Tertinggi, Dana Kampanye PAN Tembus Rp 2 Miliar Lebih

Tidak Ada Dana Komisioner KPU, Taharudin saat dikonfirmasi terkait keluhan PPS tersebut mengatakan pihaknya sudah bicara dengan sejumlah PPS yang dimulai dari Kecamatan Terara dan Montong Gading. Dana untuk honor Pantarlih di Pilpres sudah ditiadakan. “Anggaran Pantarlih ini tidak ada di Rencana Penggunaan Uang (RPU) Pilpres, hal ini sudah kami tanyakan ke KPU Provinsi dan Pusat. Kondisi seperti ini ternyata se indonesia sama,” katanya. Tugas pemutakhiran data pemilih ini diharapkan dilakukan oleh KPPS yang secara adhoc memiliki satu kegiatan. PPS pun diakui telah diminta untuk memberdayakan KPPS.Menurut Tahar, wajar ada PPS yang mempertanyakan persoalan tersebut. Terlebih para PPS ini menjad bagian dari penyelenggara pemulu. “Hubungan hirarkis berjenjang, tapi kami harus terbuka dl segala hal. Jumlah TPS juga berkurang dan kami akan bahas lebih lanjut di KPU NTB nanti,” demikian ucapnya. (rus)

(Suara NTB/dok)

Pan Rahayu Samsor

Praya (Suara NTB) Angka kasus illegal logging di kawasan hutan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masih cukup tinggi. Saat ini saja, sudah ada enam kasus pencurian kayu yang tengah diselidiki Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Loteng. Dua diantaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan. Kepala Dishutbun Loteng, Ir. Pan Rahayu Samsor, kepada wartawan usai mengikuti upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Bencingah Praya, Jumat (2/5) kemarin, mengatakan, kasus-kasus illegal logging tersebut merupakan kasus yang terjadi pada tahun 2013 sampai 2014 ini. “Dari enam kasus yang masuk, dua kasus sudah dilimpahkan ke Pengadilan. Sisanya masih dalam penyelidikan,” jelasnya. Dalam proses penyelidikan

kasus-kasus illegal logging tersebut, pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian. Karena, untuk proses hukum tetap menjadi kewenangan pihak kepolisian. Walaupun yang mengamankan pelaku berserta barang bukti, dalam hal ini petugas Dishutbun Loteng. Pan Rahayu menambahkan, untuk menekan angka kasus illegal logging di masa-masa yang akan datang, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya, memprakarsai terbentuknya kelompok-kelompok sadar hutan diwilayah sekitar hutan. Dengan harapan, kelompokkelompok masyarakat inilah yang nanti bisa turut serta membantu pengamanan kawasan hutan. Dari aksi pencurian dan perusakan kawasan hutan. Kalau hanya mengandalkan peran pemerintah daerah dalam mengamankan kawasan hutan, jelas tidak akan bisa maksimal. Sehingga pihaknya memandang perlu memacu dan menumbuhkembangkan kesadaaran masyarakat akan arti penting kelestarian hutan bagi masyarakat secara luas. “Bulan Mei ini beberapa kelompok masyarakat sadar hutan akan segera dibentuk,” tegas Pan Rahayu. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng ini menambahkan, tidak hanya itu, dari sisi kemampuan sumber daya manusia (SDM) petugas pengawas dan pengamanan hutan secara berkala juga terus ditingkatkan kemampuannya. Baik dalam hal pengetahuan akan hutan maupun dari sisi regulasi-regulasi terkait hutan. (kir)

Pilpres 2014

Pemilih Pemula di Lotim 27.848 Orang (Suara NTB/rus)

H. Zamroni Ihwan

bahwa Pileg bisa diulang. Menyangkut hal ini, ia banyak menerima telepon dari sejumlah pihak terkait isu tersebut. Padahal tegasnya, Pileg ulang atau penghitungan suara ulang tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, rekomendasi Bawaslu itu hanya perbaikan sertifikat tidak termasuk perolehan suara partai dan caleg yang selama ini isunya beredar.

Selong (Suara NTB) Seperti sudah menjadi rutinitas tahunan, peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) disambut para mahasiswa dengan gelaran aksi. Seperti dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Selong dan secara terpisah oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN) Jumat (2/5) kemarin. Menggunakan seragam siswa-siswa SMA dan SMP para mahasiswa FMN menggelar orasi di simpang empat Selong. Dalam orasinya, koordinator aksi Hidayat mengutarakan pendidikan amanat konstitusi negara. Sorotan mahasiswa ini masih seputar anggaran pendidikan yang dinilai masih tidak sesuai dengana manah UUD 1945 itu. Besaran 20 persen dari APBN dianggap tidak pernah direalisasikan. FMN mengajak untuk merenungi dan merasakan perjalanan dunia pendidikan saat ini. Rasanya, pendidikan telah salah arah. Pendidikan telah dijadikan komoditi yang empuk. Pendidikan sudah tidak lagi dijalankan secara ilmiah. Pendidikan sudah beralih fungsi. Mahasiswa ini mengibaratkan pendidikan sebagai sebuah warung nasi. Orang yang bisa masuk adalah yang punya uang. Mereka yang kaya baru bisa sekolah. Orang miskin masih belum boleh sekolah. Dunia pendidikan telah jadi ajang bisnis. “Jangan sekolah kalau tidak punya uang. Kare-

Selong (Suara NTB) Dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang dikantongi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim, jumlah pemilih pemula mencapai 27.848 orang. Pemilih pemula ini merupakan data pemilih tambahan yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilihan

umum calon presiden (Pilpres). Divisi Hukum KPU Lotim, Taharudin, SH., kepada Suara NTB menjelaskan DPS diambil dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu sebanyak 809.639 orang. Ditambah dengan jumlah pemilih tetap tambahan

(DPTB), Jumlah Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan DPK TB yang disebut jumlahnya mencapai 10.069. Saat ini pihak KPU tengah dalam proses melakukan perbaikan terhadap data DPS. Batas waktu perbaikan sampai dengan tanggal 11 Mei 2014 mendatang. Khusus soal pemilih pemu-

la diketahui berawal dari jumlah siswa SMA sederajat yang tamat pada tahun pelajaran 2014 ini. Disamping itu, ada penambahan usia dari para calon pemilih. Dimana, pada pelaksanaan Pileg 2014 lalu belum berhak memilih karena usia dibawa 17 tahun. Hingga waktu pelaksanaan

Pilpres Juni mendatang, jumlahnya mencapai 27 ribu lebih. Karena sifatnya sementara, saat ini akan dilakukan pencocokan dan penelitian terhadap caloncalon pemilih tersebut untuk ditetapkan nantinya menjadi DPT. “Akan dilakukan pemutakhiran data pemilih lagi,” demikian Tahar. (rus)


SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Debut Michael Jackson di IheartRadio Awards

Rossa Syuting untuk Single ”Hijrah Cinta” Jakarta (Suara NTB) Penyanyi Rossa telah menyelesaikan syuting video klip untuk single Hijrah Cinta versi baru. Sudah tentu versi ini berbeda dengan versi sebelumnya. “Video musik yang konsepnya beda, enggak berkaitan sama cerita filmnya. Kalau yang sebelumnya kan berkaitan dengan film Hijrah Cinta yang udah syuting sebelumnya, filmnya baru akan dirilis setelah lebaran,” kata Rossa saat ditemui di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/5), dikutip dari C&R digital. Seperti diketahui, film Hijrah Cinta adalah film yang mengisahkan perjalanan kehidupan almarhum Ustad Jefry Al Buchori yang meninggal dunia 26 April 2013 silam usai kecelakaan motor di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Lokasi syuting video klip Hijrah Cinta versi baru ini sengaja mengambil tempat di Rumah Maroko karena masih bernuansa Islami. “Memang maunya syuting di tempat yang spesial. Rumah Maroko ini selain sewanya mahal, schedule-nya juga susah, akhirnya dapat juga tanggal 1 Mei ini,” kata Rossa. (berbagai sumber)

Bintangi Film Adaptasi Nicholas Sparks

Los Angeles (Suara NTB) Single pertama dari album mendiang Michael Jackson akan ditampilkan perdana pada iHeartRadio Awards, Kamis.

Lintang akan Wakili di FLS2N Semarang Mataram (Suara NTB) Lintang Kurnia Astuti, penyanyi cilik dari SDN 19 Cakranegara ini ditunjuk menjadi perwakilan NTB dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang akan digelar di Semarang Juni mendatang. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk mencapai target juara dan mengharumkan nama NTB. “Beberapa bulan terakhir ini dia (Lintang) berlatih lebih ekstra. Mulai dari senam vokal, les bernyanyi

dan sebagainya. Senam vokal rutin saya latih setiap hari,” ujar Andi Ponco Handoko, ayahanda Lintang Kamis (1/5) lalu. Putrinya yang kini duduk di bangku kelas V ini mulai berkecimpung dalam dunia seni bernyanyi sejak usia tiga tahun. Bakat yang dimiliki terus dikembangkan oleh sang ayah. “Sejak ia masih kecil memang saya melihat dia memiliki bakat di dunia seni bernyanyi, kemudian saya kembangkan,” terangnya. Adapun prestasi yang telah diraih Lintang dalam ajang ini, meraih juara I FLS2N ditingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Selain itu ia juga sempat meraih juara II dalam Lomba bernyanyi lagu gambus dan lagu keroncong tingkat Provinsi tahun 2012 silam. Ia berharap, dalam festival kali ini putrinya mampu meraih juara sehingga nama NTB bisa terharumkan di kancah nasional. Sebelumnya putrinya itu sempat masuk dalam kategori finalis saat mengikuti FLS2N di medan tahun 2013 lalu. (met)

Warga Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berdatangan ke Kota Rangkasbitung untuk menggelar ritual Seba di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat. Mereka mulai datang sejak pukul 14.30 WIB. Mereka datang secara berkelompok.

Dalam ritual itu, mereka antara lain menyerahkan hasil Bumi seperti beras ketan, pisang, gula aren, petai, dan buah-buahan kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya sebagai kepala pemerintah daerah. Pimpinan Adat Tetua Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Dainah mengatakan tahun ini warga

Jakarta (Suara NTB) Scott Eastwood bergabung dalam jajaran pemain film adaptasi dari novel Nicholas Sparks. Putra dari aktor dan sineas Clint Eastwood itu akan menjadi pemeran utama film “The Longest Ride” besutan George Tillman, seperti dikutip Digital Spy dari Deadline. Novel tahun 2013 itu mengisahkan pria berusia 91 tahun yang terjebak dalam tabrakan mobil, saat itu dia mengingat-ingat kehidupan dan mendiang istrinya. Pada saat bersamaan tidak jauh dari situ, sepasang anak muda sedang menemukan cinta. Scott akan memainkan salah satu dari pasangan muda tersebut. Spark yang karya-karya sebelumnya sudah pernah diadaptasi dalam bentuk layar lebar termasuk “Safe Haven”, “Dear John” dan “The Notebook” akan memproduksi film tersebut. Sebelumnya, Scott pernah tampil dalam film-film ayahnya seperti “Invictus”, “Gran Torino” dan “Flags of Our Fathers” juga “Texas Chainsaw Scott Eastwood 3D”. (ant/balipost)

Ritual Seba Warga Baduy

Halaman 9

Warga Baduy menggelar ritual Seba untuk mengungkap syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki

yang mereka terima selama satu tahun dan menjalin silaturahmi dengan pemimpin daerah.

“Love Never Felt So Good” , yang aslinya ditulis dan direkam oleh Jackson pada 1983, merupakan single debut dari album “Xscape”. Album itu akan dirilis pada 13 Mei oleh Epic Records bekerjasama dengan MJ’s Estate. Lagu “Love Never Felt So Good” bisa dibeli mulai Jumat tengah malam. Reuters menulis bahwa al-

bum Xscape menampilkan delapan lagu rekaman Jackson antara 1983 hingga 1999 yang belum pernah dirilis. Penyanyi Justin Timberlaku lewat Instagram mengungkapkan bahwa ia turut andil pada “Love Never Felt So Good” . Belum diketahui apakah Timberlake akan menampilkan lagu itu di ajang IheartRadio Awards. (ant/balipost)

menggelar ritual Seba Gede. “Kami setiap tahun wajib menjalin silaturahmi dengan Bapak Gede (Bupati) juga pejabat lainnya dengan acara ritual Seba,” ujarnya. Ritual Seba Gede tahun ini dihadiri sekitar 1.650 orang yang terdiri atas warga Baduy Penamping yang berpakaian serba hitam dan Baduy Dalam yang berpakaian ser-

ba putih. Warga Baduy Dalam diperkirakan tiba di Rangkasbitung sekitar pukul 17.00 WIB karena mereka berjalan kaki sepanjang 36 kilometer untuk mencapai lokasi ritual. Masyarakat Baduy Dalam yang tinggal di Kampung Cibeo-Cikeusik dan Cikawartana hingga kini berpergian ke mana pun dengan jalan kaki karena adat melarang mereka menggunakan kendaraan. Seba dilakukan turun-temurun sebagai bentuk kesetiaan terhadap kepala pemerintahan. “Selain itu, juga menyampaikan pesan kepada Bupati Lebak sebagai kepala pemerintah daerah,” kata Jaro. Ritual itu dilakukan setelah warga Baduy menjalankan tradisi Kawalu, puasa selama tiga bulan dan menutup diri dari warga luar. Kepala Bagian Umum Sekertariat Daerah Kabupaten Lebak Ahmad Agianto Tahir mengatakan pemerintah daerah mendukung warga Baduy menjalankan tradisi ritual mereka. “Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada warga Baduy yang menggelar perayaan Seba itu,” katanya. (ant/balipost)


SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10 (Suara NTB/kir)

PINGSAN - Satu siswi yang pingsan dibawa masuk ke mobil ambulans saat mengikuti upacara Hardiknas di Lapangan Umum Muhajirin Praya, Jumat (2/5).

Praya (Suara NTB) Sejumlah siswa pingsan saat mengikuti upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Muhajirin Praya Lombok Tengah (Loteng), Jumat (2/5) pagi. Kejadian tersebut sempat membuat petugas

kesehatan kelimpungan, mengingat banyaknya siswa yang harus menjalani perawatan. Mereka diduga mengalami dehidrasi akibat cuaca yang cukup panas. Saat upacara dimulai, beberapa siswa tampak ke luar barisan, karena tidak tahan.

Mereka harus ditandu, karena sudah tidak mampu berjalan lagi. Petugas kesehatan pun langsung memberikan pertolongan. Korbannya pun tidak hanya dari siswa SD saja. Beberapa siswa SMP maupun SMA ikut menjalani perawatan.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Bupati Loteng, Drs. H.L. Normal Suzana, menjelaskan, ada dua hal mendasar dalam dunia pendidikan. Pertama terkait dengan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan serta terkait kuali-

tas pendidikan. Kedua hal tersebut, dalam beberapa tahun terakhirnya terus menunjukkan peningkatan yang cukup bagus. Meski demikian, ujarnya, masih banyak agenda dan persoalan yang harus selesaikan di tahun-tahun mendatang

Dewan Minta Pemerintah Manfaatkan Momentum Hardiknas Mataram (Suara NTB) – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hendaknya dijadikan sebagai semangat bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di NTB. Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPRD NTB, Drs. H. Sahafari Ashari kepada Suara NTB, Jumat (2/5). Menurutnya, NTB masih bercokol di posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbawah dalam skala nasional. Sementara salah satu penyumbang nilai dalam IPM adalah bidang pendidikan. “Jika kualitas pendidikan bisa ditingkatkan. Kita tentunya berharap peringkat IPM juga bisa meningkat,” tambahnya. Dirinya menilai upaya yang telah dilakukan pemerintah pada saat ini sudah terlihat, namun perlu adanya peningkatan. “Itulah yang saya katakan dengan semangat baru tadi. Itu untuk meningkatkan,” imbuhnya. Politisi Partai Golkar ini menyebut, masih banyak sekolah yang tertinggal dalam hal fasilitas dan tenaga pengajar, karena berada jauh dari kota. “Penyetaraan harus dilakukan, karena dalam undang-undang pendidikan juga telah diatur bahwa yang punya tanggung jawab atas pendidikan adalah pemerintah dan masyarakat,” katanya. Ke depan dirinya berharap kualitas pendidikan di NTB semakin meningkat dan setara antara yang swasta dan negeri dalam hal mutu dan kualitas. “Karena sekolah negeri tidak akan mampu menampung semua peserta didik yang setiap tahun semakin meningkat. Peserta pendidikan kita semakin tinggi,” tutupnya. (ami)

baik dapat dipertahankan, diteruskan bahkan ditingkatkan. Namun, program yang kurang baik, hendak ditinjau ulang keberlanjutannya untuk disempurnakan agar menjadi program yang jauh lebih baik dan bermanfaat,” tandas Wabup. (kir)

Di KLU, UN Tingkat SMP/MTs Diikuti 3.353 Siswa

Jangan Lupakan Sejarah ‘’JANGAN pernah lupa pada sejarah’’ Setidaknya adagium yang pernah dikeluarkan Presiden Soekarno tersebut harus terus diingat generasi penerus bangsa ini. Termasuk mengingat jasa para pejuang pendidikan, seperti Ki Hajar Dewantara. Hal inilah yang disampaikan Kepala SMKN 2 Mataram, Drs. Sahnan, kepada Suara NTB, Jumat (2/5). Menurut Sahnan, salah satu pelajaran yang bisa dipetik pada momentum Hardiknas tahun ini adalah senantiasa mengenang jasa para pahlawan pendidikan, (Suara NTB/dok) terutama Ki Hajar Dewantara. Sahnan Alasannya, Bapak Pendidikan ini jasanya sangat besar dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, ‘’semangat yang bisa dipetik pada momen Hardiknas ini ialah meneladani jejak dan pemikiran Ki Hajar Dewantara,’’ ujarnya. Salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara yang patut untuk dikaji dan diteladani semua orang, ujarnya, Tut Wuri Handayani. Menurut Sahnan, Tut Wuri Handayani berarti mendorong dari belakang. Atas falsafah yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara tersebut maka seyogyanya guru dan civitas pendidikan harus mampu menginternalisasi semangat juang yang diajarkan Ki Hajar Dewantara dengan cara terus menerus berupaya untuk berada di belakang murid. “Misalnya dalam konteks mengajar, seorang guru harus berada di belakang murid untuk membimbing dan memfasilitasi murid tanpa berusaha untuk memaksakan kehendak dirinya sendiri. Jadi Tut Wuri Handayani itu bermakna guru harus memfasilitasi murid-murid dalam proses belajar mengajar karena pada dasarnya muridlah yang sedang belajar, jadi murid harus terus diwadahi,” akunya. Selain itu, tambahnya, pelajaran lain yang bisa dipetik dari Ki Hajar Dewantara adalah semangat visioner yang ditelurkannya melalui dunia pendidikan. Dengan segala keterbatasan saat itu, Ki Hajar Dewantara mampu menyadarkan masyarakat Indonesia betapa pentingnya pendidikan sebagai cara untuk merebut kemerdekaan. Alhasil, melalui pendidikan masyarakat sadar arti perjuangan, paham makna penjajahan, sehingga kemerdekaan bagi mereka menjadi suatu yang harus diperjuangkan meski tanpa dilengkapi dengan senjata yang memadai. “Ki Hajar Dewantara membuktikan bahwa perjuangan melalui pendidikan ternyata lebih cepat mencapai tujuannya ketimbang berjuang hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik semata. Terbukti bangsa Indonesia berhasil merdeka dari penjajahan karena kesadaran masyarakat terbangun berkat pendidikan ini, itulah yang harus ditiru oleh generasi kita sekarang ini,” paparnya. (dys)

yang membutuhkan kerjasama dan dukungan semua pihak. Menurutnya, memajukan pendidikan, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab semua pihak. “Kita semua berkeinginan agar program-program yang

(Suara NTB/dys)

POSE - Siswa SMAN 2 Mataram berpose usai menulis petisi terkait Hardiknas di sekolahnya, Jumat (2/5).

SMAN 2 Mataram Peringati Hardiknas dengan Gelar Karya Siswa Mataram (Suara NTB) Beragam cara dilakukan sekolah-sekolah dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Salah satunya dengan cara melaksanakan ‘Gelar Karya Siswa’ seperti yang dilakukan SMAN 2 Mataram. Dari pantauan Suara NTB, Jumat (2/5), usai upacara, ratusan siswa dan guru memadati lapangan sekolah yang terletak di depan gedung LPMP NTB ini. Mereka menyaksikan sejumlah pertunjukan atau gelar karya siswa yang dimainkan langsung oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Mataram, di antaranya menari, menyanyi solo, dribbling bola, pertunjukan band dan lain-lain.

Kepada Suara NTB, Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 2 Mataram, Dra. Siti Nurhaidah, M.Pd, mengaku kegiatan gelar karya siswa ini merupakan bagian dari cara memperingati Hardiknas. Berbagai kemampuan yang ditunjukkan siswa dalam gelar karya siswa ini merupakan hasil dari karya siswa-siswi yang sebelumnya pernah dipertandingkan, baik di level kota maupun provinsi, seperti FLSN dan O2SN dan memperoleh juara. “Semua kreativitas siswa yang kita tampilkan di sini seluruhnya pernah dilombakan dan pernah mendapat juara, itu kita tampilkan lagi sebagai bentuk penghargaan atas segala karya yang

dibuat siswa kami,” bebernya. Sebelum gelar karya siswa ditampilkan saat apel Hardiknas berlangsung diberikan sejumlah penghargaan berupa trofi kepada siswa-siswi berprestasi yang pernah mengharumkan nama sekolah, baik di tingkat kota dan provinsi. Ia berharap, momentum peringatan Hardiknas sebagai upaya semakin memperbaiki kualitas pendidikan dan menghargai para pahlawan pendidikan. Tidak itu saja, seluruh siswa SMAN 2 Mataram juga menulis sebuah petisi berisi agar senantiasa menjaga nama baik almamater, unggul di semua bidang, bertanggung jawab, cekatan, teliti dan berintegritas. (dys)

Hardiknas, Momentum Tingkatkan Angka Partisipasi Sekolah di NTB Mataram (Suara NTB) Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei yang digelar, Jumat (2/5) menjadi momentum yang sangat tepat untuk bangkit membenahi dunia pendidikan, khususnya di NTB. Mengingat pendidikan menjadi salah satu tolak ukur penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Salah satu aspek penting yang harus diperbaiki dunia pendidikan NTB ke depan adalah memperbaiki tingkat partisipasi sekolah di semua jenjang baik SD, SMP dan SMA sederajat,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, H. Imhal, di sela-sela apel memperingati Hardiknas di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. Imhal menyebut, meski angka pertisipasi sekolah di NTB lumayan bagus, ia mendorong supaya tingkat partisipasi sekolah di seluruh jenjang di NTB harus selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Lebih jauh Imhal mengaku tidak mudah untuk mencapai hal tersebut, karena dibutuhkan kerjasama dan kerja

(Suara NTB/dys)

H. Imhal

keras antar berbagai elemen terutama masyarakat NTB. “Hardiknas ini momen penting bagaimana meningkatkan komitmen kita semua dalam upaya kita bersama dalam rangka mempercepat pembangunan pendidikan di NTB, oleh karena itu tingkat partisipasi

masyarakat sangat penting,” akunya. Diakuinya, dari data yang ada, jenjang SMA sederajat di NTB merupakan jenjang sekolah yang paling rendah angka partisipasinya mencapai 82,6 persen. Angka itu sebutnya masih sangat jauh dari angka partisipasi murni untuk jenjang SD yang mencapai 98,90 persen, dan jenjang SMP yang mencapai 98 persen. “Yang perlu kita percepat yaitu angka partisipasi untuk Tingkat SMA sederajat yang hanya mencapai 82,6 persen, itulah tugas kita kedepan agar kualitas pendidikan NTB terus meningkat dengan indikator tingkat partisipasi sekolah terus meningkat. Selain itu, untuk menunjukkan kemajuan-kemajuan tersebut angka putus sekolah juga harus menurun dengan drastis,” ujarnya. Selain itu, momentum Hardiknas ini juga sebagai media untuk menginformasikan sukses dan keberhasilan di lembagalembaga pendidikan agar masyarakat tahu, sehingga percepatan akses kemajuan pendidikan di tempat-tempat yang lain dapat dengan mudah tercapai. (dys)

Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 3.353 siswa SMP/ MTs kelas 3 yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) siap menghadapi Ujian Nasional (UN) Senin (5/5), pekan depan. Terkait kesiapan itu, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU mengklaim soal UN untuk KLU merupakan yang pertama didatangkan Pemprov NTB via aparat Kepolisian. Kepala Dinas Dikbudpora KLU, Drs. Suhrawardi, M.Pd., kepada wartawan, Jumat (2/ 5) mengungkapkan pihaknya telah menerima paket soal ujian yang dikirim melalui Dinas Dikpora NTB dan diterima Selasa (29/4) lalu. “Soal untuk KLU merupakan yang pertama didatangkan dibanding kabupaten lain. Dan seperti biasa Paket soal UN itu langsung dititip dan disimpan di Polsek-Polsek untuk menjamin keamanan, kerahasiaannya,” klaimnya. Kadis Dikbudpora mengata-

kan, paket soal UN yang merupakan dokumen negara diamankan di institusi kepolisian. Ia memastikan, seluruh naskah soal UN itu kini sudah berada di Polres, dan selanjutnya akan didistribusikan ke masingmasing sekolah penyelenggara Sabtu (3/5) hari ini. Distribusi soal ke sekolah-sekolah tetap dilakukan di bawah pengamanan Polsek terdekat. Untuk UN tahun ini, Dikbudpora KLU mencatat jumlah peserta UN tingkat SMP/MTs akan diikuti sebanyak 3.353 siswa, yang tersebar di 35 sekolah di 5 kecamatan. Dikbudpora dalam penyelenggaraan UN ini, masih tetap membagi sekolah-sekolah ke dalam 3 subrayon, yakni Subrayon Pemenang - Tanjung, Subrayon Gangga dan Subrayon Bayan Kayangan. “Di 3 subrayon itu sudah termasuk 45 sekolah dan lembaga pendidikan SMP swasta maupun MTs gabungan yang tidak bisa menyelenggarakan UN secara mandiri,” katanya. (ari)

Siswa SDK Tunas Daud Ikuti ’’Try Out’’ Mataram (Suara NTB) Sebanyak 34 siswa-siswi peserta tetap Ujian Sekolah (US) pada SDK Tunas Daud Mataram mengikuti try out yang dilaksanakan pihak sekolah, sejak Senin lalu. Try out yang digelar tersebut merupakan try out yang ketiga sekaligus terakhir bagi seluruh siswa peserta US pada jenjang SD. Kepada Suara NTB beberapa waktu lalu, Kepala SDK Tunas Daud Mataram, Johanes Pulus Mafing Tan, S.Pd, mengaku try out terakhir yang diikuti seluruh siswanya merupakan salah satu bentuk pematangan yang dilakukan sekolah dalam mempersiapkan seluruh materi yang akan diujikan pertengahan Mei mendatang.

Johanes Paulus meminta siswa tidak khawatir dengan pelaksanaan US, karena sudah mempersiapkan diri dengan baik. Tidak hanya itu, perubahan mendasar pada penanggung jawab ujian yang pada tahun sebelumnya langsung di bawah pemerintah pusat kini berpindah tangah ke pemerintah daerah semakin menambah optimisme kelulusan 100 persen siswanya seperti tahun lalu. Meski demikian, Ia mengaku yang terpenting dari semua proses pelaksanaan tersebut adalah penyelenggaraan ujian yang berintegritas dan berkualitas. “Jadi bukan semata-mata lulus 100 persen tapi juga harus berintegritas dan berkualitas,” ujarnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

TRY OUT - Menghadapi US dalam waktu dekat, pihak SDK Tunas Daud intens menggelar try out pada siswanya. Tampak dalam gambar, sejumlah siswa saat mengikuti try out beberapa waktu lalu.


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Porprov NTB

Mariati Tetap Tak akan Bela Loteng Mataram (Suara NTB) Rencana Kabupaten Loteng untuk menurunkan pesilat putri terbaiknya, Mariati dipertandingan pencak silat Porprov NTB, 15-21 Juni 2014 tampaknya gagal. Atlet yang sukses meraih medali emas di PON XVIII HARUS MENANG – 2012 itu mengaku tidak akan membela Loteng di Para pemain ajang bergengsi tersebut meskipun dijanjikan bonus Manchester City puluhan juta rupiah untuk atlet peraih medali emas. harus memenangi Mariati yang dihubungi Suara NTB di Mataram, tiga laga sisa untuk memenangi Liga Jumat (25/4) kemarin mengatakan dirinya tak akan Inggris. Jika terpetampil di event bergengsi tersebut, ia memilih ingin leset, salah satu dari absen karena memang dia tidak punya ambisi untuk Liverpool atau tampil membela Loteng di ajang bergengsi tersebut Chelsea bisa meskipun dijanjikan bonus oleh KONI Loteng. mengangkat trofi. Pasalnya dia sudah seringkali dikecewakan oleh pengurus KONI Loteng, janji bonus dan uang pembinaan tidak pernah diterimanya hingga saat ini. “Saya tidak akan tampil membela Loteng di Porprov NTB, karena memang saya sudah tak percaya lagi dengan janji manis mereka,” ucapnya. Menurutnya, janji KONI Loteng memberikan bonus kepada atlet berprestasi sudah sering kali, namun London selama dia sukses meraih medali emas di ajang level nasional hingga Internasional dia mengaku belum Sejumlah kalangan menyebut ini adalah persaingan paling ketat pernah menerima bonus maupun uang pembinaan. dalam sejarah Liga Inggris. Sebab, hingga laga terakhir, masih ada Dicontohkannya, saat dia menyumbangkan medali emas tiga klub yang berpotensi untuk merengkuh gelar juara. di PON XVIII di Riau 2012, dia tak pernah menerima bonus yang dijanjikan oleh pihak KONI Loteng. Saat ini, tiga pemimpin klasemen, yaitu Liver- bagi pasukan Manuel Pellegrini, lapor Reuters. “Dulu KONI Loteng pernah menjajikan bonus pool di peringkat satu, Chelsea di peringkat kedua City menghadapi tugas berat di markas tim perdan Manchester City di peringkat ketiga hanya dip- ingkat kelima Everton pada Sabtu, sebelum mekepada atlet peraih medali di PON, namun sampai isahkan oleh jarak tiga poin. Seperti dilansir daily mainkan dua pertandingan kandang melawan Assaat ini bonus itu tidak pernah saya terima,” ucapnya. mail, ini merupakan selisih paling kecil diantara ton Villa dan West Ham United, dan Fernandinho Lanjutnya, soal namanya di daftar sebagai kontiklub peringkat pertama dan klub peringkat ketiga berkata mereka telah mengisi ulang energi untuk ngen Loteng di Porprov NTB tidak akan dipersoalkan, yang pernah tercipta di Liga Inggris, sejak musim dorongan terakhir pada musim ini. namun atlet peraih medali perak di SEA Games 1980/1981. Atau, sejak pertama kali Liga Inggris “Kami kembali dengan peluang besar untuk Myanmar 2013 ini menegaskan tidak akan tampil di mengadopsi pola pengukuran nilai dengan meng- kembali menjadi juara, kami tidak bergantung pada Porprov NTB bila harus membela Loteng. Dalam hal gunakan tiga poin untuk pemenang laga. tim-tim lain - ini hanya bergantung pada kami, dan ini dia berharap bisa tampil membela daerah KLU, Liverpool memang masih memimpin Klasemen itu mengubah banyak hal,” kata Fernandinho kepasebab sebelumnya dia sudah berkomitmen ingin Liga Utama Inggris pekan ini. Namun, Chelsea dan da situs resmi City (mcfc.co.uk) pada Kamis. Manchester City mengintai di belakangnya sembari “Itu memberi energi kepada Anda karena menpindah ke KLU. menunggu Liverpool terpeleset di laga – laga akhir talitas adalah 70 persen dari tubuh Anda, dan hasil Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan Prestasi musim ini. City bahkan bisa memastikan juara seperti itu mengubah segalanya - benak Anda, moKONI Loteng, H. Maladi yang dikonfirmasi Suara hanya dengan memenangkan laga sisa mereka. tivasi Anda.” “Ketika benak Anda berada dalam NTB mengatakan bahwa pihaknya sudah mendaftarSetelah mendapat “bantuan tak terduga” pada kondisi yang baik, maka tubuh Anda pun berada kan nama Mariati sebagai kontingen Loteng yang akhir pekan silam, Manchester City siap menentu- dalam kondisi yang baik.” akan mengikuti pertandingan silat. Keikutsertaan kan nasib sendiri dan mengamankan gelar Liga Tiga kemenangan, bahkan jika Liverpool meMariati membawa nama Loteng di Utama Inggris kedua dalam tiga musim, menurut menangi dua pertandingan terakhirnya, akan hamPorprov NTB sudah disampaigelandang asal Brazil Fernandinho. pir mengunci gelar bagi City berkat keunggulan kan ke Mariati. “Kita sudah Kemenangan Chelsea di markas Liverpool membuat selisih gol seperti yang terjadi pada 2012, ketika gol hubungi Mariati, jadi City dapat kembali menentukan nasibnya sendiri, dan penentu kemenangan Sergio Aguero saat melawan tiga kemenangan dari tiga pertandingan terakhir se- Queens Park Rangers menjadi hal yang menentukan. tidak ada mutasi. Dan mestinya sudah cukup untuk mengamankan gelar liga Oleh karena itu, hasil negatif di markas Everton, dia akan membela KLU,” ucapnya. Dalam hal ini, dia memastikan Mariati akan tetap membela kontingen Loteng di Porprov NTB. Kita sudah komunikasi dengan atletnya, jadi Jakarta (Suara NTB) tidak ada masalah,” Stephane Mbia membawa akunya. Pernyataan UNTUK saat ini pesilat putri kelahiran Kota Bima, Nur Wahida bisa Sevilla ke final Liga Europa Maladi ini tidak sama diandalkan untuk mengharumkan nama Kota Bima di Pekan Olahra- untuk menghadapi wakil Pordengan pernyataan ga Provinsi (Porprov) NTB IX yang akan berlangsung di Mataram, 15 tugal Benfica setelah mencipyang disampaikan - 21 Juni mendatang. takan satu gol pada menit kriMariati, karena sampai Pasalnya, pesilat kelahiran 11 Maret 1988 ini merupa- tis ketika timnya sudah tertkan pesilat andalan NTB yang selalu mendominasi inggal 0-3 pada leg kedua di saat ini Mariati menjuara di level regional hingga nasional. Dibanding kandang Valencia sampai legaku tidak akan atlet kabupaten/kota lainya dia merupakan pesi- pas waktu normal 90 menit. membela Loteng di lat terbaik di kelas C, 58 Kilogram (Kg) putri. Unggul 2-0 dari hasil leg Porprov NTB. Namun, meskipun secara kualitas teknik pertama, Sevilla nyaris ter(fan) dan skiil dia terlihat lebih unggul dari atlet sisih setelah Valencia

akan membuat Liverpool atau Chelsea memperbesar peluang untuk menjadi juara. “Kami ingin memenangi pertandingan itu, dan dua pertandingan terakhir di kandang, dan mudah-mudahan kami dapat memenangi ketiganya, dan meraih sembilan angka,” kata Fernandinho, yang berharap bisa masuk timnas Brazil. “Kami harus bermain dengan hasrat untuk memenangi setiap pertandingan, dan yang berikutnya tidak berbeda.” “Itu adalah pertandingan besar untuk kedua tim. Kami berusaha untuk terus berjuang demi gelar dan perlu bermain untuk memenangi pertandingan, yang mudah-mudahan dapat kami lakukan.” “Everton berada di kandang di depan para penggemar mereka, dan mereka selalu tampil baik di kandang. Atmosfernya juga bagus di sana, dan mereka akan bermain dengan banyak intensitas - kami harus siap untuk itu. Itu akan menjadi pertandingan yang sangat berat.” “Itu akan mengagumkan, fantastis bagi saya untuk memenangi gelar pada musim pertama saya di Liga Utama Inggris, dan itulah mengapa saya ingin memenangi ketiga pertandingan ini,” tambah pemain 28 tahun itu yang didatangkan City dari Shakhtar Donetsk pada tahun lalu. “Pekan depan dapat menjadi pekan terbaik dalam kehidupan pribadi saya.” City tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen Liverpool dan tertinggal satu angka dari Chelsea, namun mereka memiliki sisa satu pertandingan lebih banyak dibanding rival-rivalnya serta unggul selisih gol. (ant/bali post)

Liga Eropa

Sevilla dan Benfica ke Final

daerah lain, atlet Kota Bima ini tak ingin meremehkan lawan-lawannya, dalam hal ini dia tetap waspada terhadap lawan-lawan yang akan di hadapi di Porprov NTB nanti. Karena menurutnya semua lawan yang harus tetap di waspadai meskipun lawan yang akan dihadapinya nanti merupakan atlet muda yang masih minim pengalaman. “Target saya di Porprov NTB sudah pasti emas, namun saya harus tetap waspada, karena lawan yang saya hadapi juga sudah melakukan persiapan yang matang,” ucapnya saat diwawancara Suara NTB di Mataram, Jumat (2/5) kemarin. Prestasi Nur Wahidah di beberapa kejuaraan silat tingkat regional memang mengkilap. Selain pernah menjuarai Porprov NTB 2006 lalu, dia juga pernah meyumbangkan medali emas di Kejurnas Silat Sirkuit Nasional tahun 2007 lalu. Saat ini dia merupakan atlet unggulan NTB yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti event tingkat nasional hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 mendatang. Hasil rating pertandingan di tingkat regional memang Nur Haedah tidak terkalahkan, namun demikian atlet yang sudah punya jam terbang tanding tinggi ini juga punya pengalaman yang buruk di saat prestasinya memuncak. Dia sempat absen di Porprov NTB tahun 2010 lalu. Selain itu dia juga sempat vakum dan tidak mengikuti kejuaraan pencak silat selama tiga tahun, yakni mulai tahun 2008 hingga pertengahan tahun 2011 dia fokus menjadi Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Sepulang dari Surabaya tahun 2011 lalu ia kembali aktif di silat. Namun, karena persiapannya yang minim dia gagal merebut tiket PON di Pra-PON pencak silat di Lotim 2011 lalu. Gagal mengkuti PON 2012 lalu, Nur Haedah terus berbenah diri, hingga saat ini dia pun kembali diunggulkan oleh IPSI NTB untuk mengikuti event kancah nasional. Kabarnya sebelum bertanding di PON dia akan perkuat tim silat NTB di Kejurnas di Jakarta 10-19 Mei mendatang. (fan)

memimpin 3-0 sebelum Mbia menciptakan gol tandang yang sangat penting untuk timnya tersebut guna memaksakan agregat 3-3 dan unggul satu gol tandang. Pada pertandingan lain, Benfica yang sudah memimpin 2-1 pada leg pertama, menahan Juventus 0-0 di kandangnya pada leg kedua di Turin, sehingga klub Portugal itu juga maju ke final Liga Europa. Valencia membuka skor pada menit 14 babak pertama lewat Sofiane Feghouli yang mengolah umpan dari Eduardo Vargas dan lalu dibawanya melewati bek Sevilla Federico Fazio untuk diakhirinya dengan sebuah tembakan melewati kiper Beto. Valencia yang membutuhkan kemenangan 3-0 untuk lolos ke final, kembali mencetak gol berkat anugerah yang justru diberikan lawannya sendiri ketika kiper Beto memberikan gol bunuh diri pada menit 26. Gol ini diawali oleh tusukan Jonas yang mengisi posisi Paco Alcacer yang terkena hukuman akumulasi kartu. Dia menyambut umpan Vargas dengan satu sundulan dan diantisipasi Beto yang malah masuk ke gawang sendiri. Beto menutup babak pertama dengan skor 2-0, tetapi Valencia kembali melakukan tekanan gencar pada babak kedua untuk memburu satu gol yang bisa meloloskannya ke final turnamen satu kelas di bawah Liga Champions ini. Akhirnya gol itu tercipta pada menit 69 dari sumbang-

(Suara NTB/ist)

KE FINAL – Stephane Mbia dan rekan – rekannya merayakan lolosnya Sevilla ke final Liga Eropa. sih Jeremy Mathieu. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Cartabia, bola disambut Ricardo Costa dengan pahanya untuk diteruskan kepada Mathieu yang tak ayal meneruskannya masuk ke gawang Sevilla. Kedudukan seketika berubah 3-0 dan seakan menjadi pembalikkan luar biasa bagi Valencia untuk maju ke final Liga Europa. Namun Sevilla yang hanya membutuhkan satu gol untuk mengubah peruntungan, akhirnya lolos ke final berkat selisih gol tandang ketika Mbia melepaskan sundulan pada empat menit usai waktu normal 90 menit, yang tak bisa dijangkau kiper Diego Alves. Pada pertandingan lain, Benfica yang dibombardir tuan rumah Juventus yang hanya membutuhkan kemenangan 1-0, lolos ke final turnamen ini setelah sukses memelihara keunggulan 2-1 pada leg pertama dengan menahan Juventus 0-0 pada leg kedua. Pertandingan seru nan keras antara kedua tim berujung pada tiga kartu merah bagi kedua tim di mana Benfica terlebih dahulu harus kehilangan Enzo Perez pada

menit 67 setelah menerima kartu kuning kedua. Namun kelebihan satu pemain tidak berhasil diumaksimalkan oleh Juventus yang menciptakan 14 peluang gol yang tujuh diantaranya on target, sementara Benfica hanya mengkreasi tiga peluang yang 1 diantaranya on target. Benfica malah harus kehilangan satu pemain lagi pada menit 89 ketika Lazar Markovic berkonflik dengan pemain Juventus Mirko Vucinic yang juga diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit yang sama. Meski tetap kelebihan satu pemain, tim asuhan Antonio Conte yang mendominasi pertandingan dan melancarkan tekanan bertubi-tubi tetap tak bisa menciptakan gol sampai pertandingan usai sehingga harus merelakan tiket ke final Liga Europa kepada Benfica, demikian UEFA.com Juve kehilangan peluang tampil di final di kandang barunya di Juventus Stadium yang baru dibuka tiga tahun lalu pada September 2011. Benfica dan Sevilla akan memperebutkan trofi Liga Europa di stadion ini pada Rabu 14 Mei mendatang. (ant/bali post)

Sukses dengan Atletico, Simeone Dilirik MU

Nur Wahidah

Jakarta (Suara NTB) Legenda Leeds United John Giles yakin manajer Atletico Madrid Diego Simeone adalah orang ideal untuk memimpin Manchester United. Giles tak memungkiri kekagumannya pada karya Simeone yang membawa Atletico menuju kesuksesan di La Liga dan Liga Champions. “Satu-satunya kendala dia adalah (Suara NTB/fan) saya kira tidak bisa berbahasa Inggris,”

sambung Giles yang yakin sukses kepelatihan akan lebih mudah tanpa ada penerjemah disamping sang pelatih. Giles terkesan pada filosofi sepakbola Simeone dan cara dia merengkuh sukses tanpa harus mengeluarkan dana besar, demikian laman newstalk.ie. Namun, sejumlah kalangan memberikan penilaian

miring atas kans Simeone menangani klub tersukses dalam sejarah Liga Inggris itu. Andai Diego Simeone yang tengah melatih Atletico Madrid menjadi manajer Manchester United, maka pelatih asal Argentina itu akan kesulitan bekerja di Old Trafford, kata pakar sepakbola Amerika Selatan Tim Vickery.

Vickery yakin ketidakmampuan Simeone dalam berbahasa Inggris akan menjadi kendala mantan gelandang timnas Argentina itu. “Saya pikir memalukan jika Simeone tak pernah menjadi pemain di Inggris karena saya kira para pendukung akan sangat mencintainya,” kata Vickery seperti dikutip talksport.com. (ant/bali post)


SUARA NTB

Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 12

Dua Puskesmas Tampung Prakerin Siswa SMK Kesehatan Hamzar Tanjung (Suara NTB) Dua Puskesmas wilayah Timur, yaitu Puskesmas Senaru dan Puskesmas Anyar, menampung sebanyak 19 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Hamzar, Bayan. Puskesmas memberi kesempatan praktik selama 1 bulan dari 30 April hingga 30 Mei 2014 pada siswa SMK Kesehatan untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin). Kepala SMK Kesehatan Hamzar, Rusman Hadi, S.Kep, Jumat (2/5) mengaku, berterima kasih kepada Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dikes KLU atas kesempatan yang diberikan kepada siswanya. Mengingat prakerin ini bertujuan memberikan wawasan mutu (sense of quality) dan wawasan pasar, wawasan keunggulan serta wawasan

RUPA - RUPA

nilai tambah kepada siswa guna mentransfer sistem nilai, pola pikir, dan sikap mental positif. “Prakerin ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari bangku sekolah sekaligus sebagai bekal memasuki dunia kerja. Harapan kita, dengan praktik ini, siswa lebih siap menghadapi bursa kerja nantinya,� ujar Rusman. Ia menjelaskan, prakerin perdana ini diikuti oleh 19 orang siswa kelas III. Bersama pihak puskesmas, sekolah menerapkan pembagian siswa yakni 10 siswa di Puskesmas Senaru, dan 9 siswa lainnya, di Puskesmas Anyar. Di masing-masing puskesmas, siswa akan didampingi oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk sekolah, masing-masing Subari, S.Kep (pembimbing) dan Erma

Husnul H. A.Md.Kep., selaku guru pendamping. Sementara di Puskesmas Anyar, dibimbing dan didampingi oleh masingmasing, Roni Parlan, A.Md.Kep dengan guru pendamping, Sandi Yakub, S.Kep. Terpisah, Subari, S.Kep., selaku pembimbing prakerin sekaligus mewakili Kepala Puskesmas Anyar mengatakan, dalam melakukan prakerin ini antara guru SMK Kesehatan Hamzar dengan pihak puskesmas akan tetap menjalin kerjasama untuk melakukan bimbingan kepada siswa baik secara teknis di lapangan ataupun dalam memberikan penilaian ketercapaian kompetensi. Pihak puskesmas akan berupaya untuk mengarahkan siswa Praktik agar pengawalan terhadap pelayanan medis sesuai dengan standar pelayanan medis yang ditetapkan. (ari)

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Sabtu, 3 Mei 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

LAUNDRY

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


Jendela Sastra

SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

Halaman 14

Biodata

Tangisan di Bawah Bulan

Kiki Sulistyo

Kiki Sulistyo, menulis cerpen di koran Jurnal Nasional, Suara Karya, Sinar Harapan, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, JogloSemar, Suara NTB, Koran Kampung, serta majalah Ekspresi. Sebutir cerpennya dimuat dalam antologi Mengejar Impian di Atas Kerikil (LeutikaPro, 2012)

(Suara NTB/ist)

Suara tangisan bayi kembali terdengar di pinggiran kali itu. Suara yang seperti turun dari langit malam, lalu diseret angin dan memantul pada gudang-gudang tua, dan akhirnya mengalir di permukaan kali yang hitam. Bulan merah gerhana bersinar menaungi bukit sampah. Berbaur dengan segala bau tak karuan yang meruap dari setiap sudut tempat kumuh itu. Sekawanan anjing liar saling menggigit berebut makanan sambil menggonggong dan mendengus-dengus. Tangis itu seharusnya dapat membuka telinga dan membangunkan semua penghuni gubuk-gubuk liar di sepanjang kali itu. Tapi diantara sekian banyak telinga dan sekian banyak mata, hanya sepasang telinga yang mendengar dan hanya sepasang mata yang terjaga. Sepasang mata dan telinga milik seorang lelaki tua yang tinggal sendirian di salah satu gubuk. Lelaki tua itu berdiri di luar gubuknya. Mengucak-ucak matanya seperti mencoba menembus remang malam. Dia tidak berbaju, hanya selembar sarung kumal menutupi tubuhnya yang kurus. Sembari menyeret sebelah kakinya dia menajamkan telinga seakan ingin memastikan darimana sumber suara tangisan itu. Malam ini sudah malam kesekian dia mendengarnya. Awalnya dia tidak begitu peduli karena menyangka tangisan bayi itu milik seseorang yang kebetulan lewat. Tempo hari dia sempat juga menyusuri kali namun sama sekali tidak

menemukan apa-apa kecuali keadaan yang biasa-biasa saja sehingga dia berpikir telinga tuanya telah salah mendengar. Atau bisa saja suara itu sebenarnya tidak ada, hanya telinganya saja yang merasa mendengarnya. Apalagi waktu dia menanyakan hal itu pada kawan-kawannya, hanya olok-olok yang dia dapatkan sebagai jawaban. “Wah, terus gimana Pak ? berapa kita beli nomor togel ?” kata seseorang yang memang dikenal raja togel, tapi tak pernah tembus. “Bapak kok ngimpi yang ndak-ndak gitu.” kata seorang lain yang sering baik padanya. Ada juga seorang perempuan gembrot yang lantas menghembuskan gunjing jangan-jangan salah seorang tetangga mereka yang bunting tanpa suami telah melahirkan. “Hus ! Jangan ngawur, didengar orangnya bisa ribut nanti.” tukas yang lain sambil mengibaskan tangannya saat perempuan gembrot itu semakin menjadi-jadi. “Iiiih, biar saja memang kenyataanya begitu kan. Coba kalau dia berani, tak buejekbuejek dia.” bela si gembrot meremas-remas kedua tangannya. “Alaaaah, dasar si tua pincang ini yang suka bikin-bikin cerita. Entah apa maksudnya, toh kita semua ndak ada yang dengar suara tangis bayi itu kan ?” sambar seorang tua yang seusia dengannya. “Apa kamu bilang ? coba sekali lagi !” lelaki tua itu meradang. “Woiii, pagi-pagi gini sudah

ribut. Ayo bubar semua ! “ teriak seorang lelaki bertato yang tiba-tiba muncul. Rupa-rupanya tidurnya terganggu oleh ribut-ribut itu. Lantas semuanya langsung bubar. Menyebar ke seluruh bagian kota. Ada yang membawa karung untuk menampung hasil pulungannya. Ada juga yang mengajak anaknya untuk mengemis di terminal. Sementara anakanak lain membawa kecrekan, tutup botol yang sudah digepengkan lalu berdiri di perempatan-perempatan sambil bernyanyi dengan suara menghiba berharap ada yang akan menjulurkan tangan memberikan sekeping dua uang logam. Lelaki tua itu sendiri akan memilih suatu tempat di pusat perbelanjaan dan sepanjang hari menadah-nadahkan tangannya pada setiap orang yang lewat. Lelaki tua itu mengerti semua kawankawannya suka bercanda. Dan kadang-kadang kelewatan. Dia sadar bahwa keadaan yang serba suram dan tanpa masa depan itu tidak memberikan satu ketenangan pada kawankawannya. Barangkali lewat bercanda itu mereka dapat menghilangkan lelah jiwa dan pedih nasibnya, meski sejenak. Tapi dia paling tidak terima jika dipanggil si pincang. Memang, kakinya pincang dan dia harus setengah menyeretnya kalau berjalan. Tapi hal itu tidak seharusnya menjadi bahan olok-olok, apalagi dijadikan nama panggilan. Dia tersinggung. Aku punya nama, katanya selalu meskipun dia sendiri tidak yakin.

Dia tidak tahu apakah dulu dia dilahirkan dari rahim seorang perempuan ataukah dari sebongkah batu. Sebab dia merasa tiba-tiba saja sudah berada di dunia ini dalam keadaan begini, tua dan sendirian. Tidak jarang dia berusaha mengingat barang sedikit saja masa lalunya, tapi tak satu bayangan yang tampak di kepalanya. Barangkali karena kakinya ini, dulu ibunya membuangnya ke kali. Lalu seseorang memungut dan memeliharanya. Seseorang yang sekarang pasti sudah mati. Tapi entahlah, ingatannya tak menangkap apapun lagi dari masa lalu. Seringkali juga, misalnya kalau dia melihat seorang tua menggendong anak kecil, dia berpikir seharusnya dia bisa menjadi seperti orang itu. Hidup tenang di hari tuanya di tengah anak-anak yang telah sukses sebagai manusia dan memberikannya sekian banyak cucu yang lucu-lucu. Menikmati hari-hari terakhir di dunia dengan kebahagiaan. Tapi apakah kebahagiaan itu? Bagaimana rasanya? Bagaimana dia bisa yakin kalau sekarang ini dia tidak sedang berbahagia ? Ah, pertanyaan-pertanyaan itu hanya pantas untuk manusia yang hidup. Sedangkan dia tidak merasa hidup, dia hanya makhluk mati yang dipaksa untuk bisa menjadi hidup di tengah dunia yang penuh borok luka. Namun suara tangisan bayi yang mengusik malammalamnya itu telah menimbulkan perasaan yang lain

pada dirinya. Semacam kerinduan yang memanggil-manggil. Semacam gejolak yang menggebu-gebu. Sementara bulan gerhana membiaskan sisa hujan sore tadi. Permukaan kali meninggi dan arus air menjadi lebih deras. Di atas jembatan lampu merkuri berpendar memayungi satu-dua kendaraan yang melaju kencang. Lelaki tua itu semakin jauh dari gubuknya. Kali ini dia menyusuri bagian yang agak curam di sebelah utara gubuknya di mana terdapat lebih banyak tumpukan sampah dan merupakan bagian yang lebih gelap karena menjorok ke tengah dan ditumbuhi tanaman liar. Sesekali dia memegang perutnya yang perih, karena belum terisi semenjak siang tadi. Hari ini nasib sial sedang berada di dekatnya, tidak satupun orang di pusat perbelanjaan tadi yang memberinya uang. Beberapa ekor anjing menggonggong sambil berlari ketika dia mendekat. Sempat timbul dalam pikirannya mungkinkah seorang bayi bisa bertahan hidup berhari-hari sendirian di tempat ini? Ah, persetan mungkin atau tak mungkin. Yang penting aku harus menemukan bayi itu, pikirnya. Sementara tangisan bayi itu semakin jelas terdengar di telinga tuanya sehingga dia merasa sudah sangat dekat dan perlu untuk sedikit membungkukkan tubuhnya agar dapat melihat dengan lebih jelas. Saat itu tidak jauh di depannya, lelaki tua itu melihat seseorang berjongkok sambil menyibak

semak di sekitarnya. Mulamula dia menyangka sosok itu seorang lelaki, tapi setelah orang itu berdiri lelaki tua itu tahu ia adalah seorang wanita dan rasanya belum pernah dilihatnya. Rambutnya berkibaran ditiup angin. “Sedang apa kamu di sini.” kata lelaki tua “Mencari anak saya.” “Anak ? Masih bayi?” “Ya.” “O, jadi yang aku dengar selama ini suara tangis anakmu. Tapi kenapa kamu mesti mencarinya, bukankah kamu dengar sendiri saat ini ia sedang menangis ? “ “Bukan. Yang sedang menangis itu bukan anak saya. Anak saya tak bisa menangis. Anak saya sudah mati.” Lelaki tua ternganga. Mendadak kuduknya meremang. Dia sudah sering mendengar cerita-cerita kawannya tentang hantu-hantu yang gentayangan di sekitar tempat itu. Tapi dia tidak percaya. Dan dia juga tidak berpikir kalau wanita di depannya adalah salah satu dari hantuhantu itu. Lihat saja, wanita itu sekarang kembali berjongkok menutup wajahnya dan terisak. “Jadi yang menangis itu bayi siapa ?” tanyanya lagi. “Saya tidak tahu, dia ada di sana.” kata wanita itu sambil menunjuk ke arah di belakangnya. “Di tempat gelap itu ? Kenapa kamu tidak memungutnya ?” “Dia bukan anak saya !” Wanita itu sekarang berdi-

ri, nada suaranya marah. Matanya sembab dan angin kembali menerbangkan rambutnya. Tiba-tiba ia melangkah. “Mau kemana?” sergah lelaki tua. Wanita itu tidak menjawab, ia terus saja melangkah melewati lelaki tua. Ketika tubuh wanita itu memintas di sampingnya lelaki tua itu seperti mencium aroma yang pernah dikenalnya. Entah kapan dan di mana. Sesaat dia bimbang apakah akan mengejar wanita itu atau akan melanjutkan usahanya mencari bayi yang sekarang semakin keras tangisannya. Ah, aku tak ada urusan dengan wanita itu, katanya dalam hati, lalu kembali menyeret sebelah kakinya. Dia semakin jauh meninggalkan gubuknya. Sementara malam kian renta. Arus air terdengar seperti langkah serdadu yang siap bertempur, menyeret apa saja yang dilintasinya. Di langit hitam bintang-bintang berkedipan, menghilang dan bermunculan kembali menemani roh-roh yang hendak pulang. Bulan gerhana kadang menyembul dari balik gerumbul awan, membawa keremangan di sekitar. Dan lelaki tua itu masih mencari, menyuruk-nyuruk di antara semak dan timbunan sampah. Sesekali dia memandang ke arah gubuknya yang telah jauh. Di tengah keremangan itu dia merasa seperti berada di dunia yang lain. Asing dan ganjil. Suara tangis bayi itu terdengar semakin menyayat. Seperti datang dari dasar jiwanya yang menanggung beban berat.***

PUISI Aloy Zenda

Rina Yulianti

Persembahan

Batu

wangi kemenyan dari wirug dihempaskan di selasar altar mengharumi tubuh rapuh yang mudah terseok saat ular mematuk tumit tanpa kasut melahirkan para selibat yang senantiasa bersimpuh dengan khidmat 2014

Alunan Hujan Lentik matamu menyingkap kerudung tipis yang lusuh pada kilauan emas helai bulu di kepalamu

Dari hatimu yang menganga Lidah-lidah darah meminta Kau tenangkan salah satu dengan kebohongan yang diajarkan ibumu Suatu kali, katamu tak perlu jadi batu untuk tahu nanah sesekali bercampur darah Padahal batu selalu jadi syarat ketahuanmu 2013

Serupa ekor burung merak yang bercahaya di pagi hari yang rintik

Alun-Alun Kota

dan tak pernah lagi bisa digapai sebelum hujan berhenti mendendangkan alunannya yang ritmis

Jam dinding alun-alun kota selalu tertangkap sudut matamu. Anak kecil yang menangis mencari sang ibu tidak kau pedulikan. Pun begitu dengan kembang api tahun baru penjelma suar-suar mercu. Roda-roda yang saling bertemu di hadapanmu cukup mengagetkan, sejenak. Lampu-lampu hotel. Jalanan yang penuh. Hujan. Sepasang kekasih. Tangis bayi. Hujan. Jagung bakar. Asap sate. Bagimu semua akan kembali ke semula. Tidak penting. Tidak berbeda.

2014

2014


SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Kemenkeu Siapkan Skenario Antisipasi Meningkatnya Subsidi BBM Jakarta (Suara NTB) Kementerian Keuangan sedang menyiapkan skenario antisipasi meningkatnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. “Semuanya (skenario) masih disiapkan, apakah dari penghematan anggaran di kementerian/lembaga atau tidak perlu menaikkan harga. Jadi semua alternatif disiapkan, mana yang paling feasible,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Anny Ratnawati, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (2/5). Anny mengatakan Kemenkeu juga sudah membahas skenario fiskal misalnya penerimaan pajak dan bagaimana belanja negara yang defisit. Hal itu terkait berapa nilai defiasi ke atas yang sudah dihitung semua. “Kami siapkan sehingga mana yang paling baik, karena melihat pada implikasinya pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan (tingkat) kemiskinan,” ujarnya. Menurut dia, pemerintah juga sedang mempersiapkan langkah-langkah mengantisipasi membengkaknya subsidi BBM yang melebihi kuota seperti penggunaan bio solar, penggunaan gas, dan langkah provinsi, kabupaten/kota yang ingin menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Selain itu, menurut dia, neraca perdagangan Indonesia di bulan Maret 2014 bisa surplus disebabkan impor minyak dan gas bisa dikontrol. “Kita harus menjaga kondisi itu karena akan menghadapi Idul Fitri 2014, natal, dan tahun baru 2015 dengan konsumsi BBM yang tinggi,” katanya. Anny mengatakan Kemenkeu sudah bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk melakukan penghematan BBM bersubsidi yaitu di bawah dari 48 juta kilo liter. Kedua kementerian tersebut sedang mempersiapkan langkah penghematan subsidi BBM bersubsidi tersebut. “Mudah-mudahan konsumsinya hanya 46 juta kilo liter,” katanya. Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengumumkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Maret 2014 mengalami surplus sebesar 673,2 juta dolar AS. Ia menyebutkan ekspor Maret 2014 tercatat 15,21 miliar dolar AS, sementara impor tercatat mencapai 14,54 miliar dolar AS. Menurut dia, pada Maret 2014, migas masih defisit sebesar 1,363 miliar dolar AS karena minyak mentah defisit 547 juta dolar AS. Namun nonmigas surplus 2,037 miliar dolar AS sehingga secara total masih surplus. Apabila diakumulasikan dari Januari—Maret 2014, maka neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar 1,07 miliar dolar AS, yaitu neraca perdagangan nonmigas tercatat surplus 4,2315 miliar dolar AS, dan neraca perdagangan migas tercatat defisit 3,14miliar dolar AS. (ant/Bali Post)

Hari Pers Sedunia

Dewan Pers Bahas Kasus Udin Jakarta (Suara NTB) Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei, Dewan Pers membahas kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap jurnalis yang terjadi di Indonesia akibat menjalankan tugas. Dewan Pers pada Jumat (2/5) di Jakarta mengadakan diskusi bertema “Kasus Udin, Quo Vadis Perlindungan Jurnalis Indonesia”. “Kalau bicara soal pers, hal utama yang (ant/Bali Post) menjadi perhatian adalah Bagir Manan kemerdekaan pers. Kami memilih tema ini karena sampai hari ini proses hukum kasus pembunuhan jurnalis Udin belum juga dimulai,” kata Ketua Dewan Pers, Bagir Manan. Dewan Pers kembali mengingatkan semua pihak atas belum terungkapnya kasus pembunuhan terhadap jurnalis Harian Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Sarifuddin alias Udin. Jurnalis Udin semasa hidupnya sempat membuat liputan tentang yang menguak dugaan keterlibatan Bupati Bantul kasus suap dan korupsi. Tersangka pembunuh Udin pun dibebaskan karena tidak adanya cukup bukti. Untuk mengenang Udin, di dinding depan Gedung Dewan Pers dipasang spanduk raksasa berukuran 18 meter x 6 meter yang berisi seruan penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dalam spanduk itu tertuang gambar grafis Udin, disertai catatan dirinya yang dibunuh di rumahnya pada 16 Agustus 1996. (ant/Bali Post)

Pengamat: Golkar agar Belajar dari Pemilu Sebelumnya Jakarta (Suara NTB) Pengamat komunikasi politik dari Political Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto mengingatkan Partai Golkar untuk mengambil pelajaran dari pengalaman pemilu presiden sebelumnya yakni tahun 2004 dan 2009. “Pada pemilu legislatif 2004 Partai Golkar menjadi pemenang dan pada pemilu legislatif 2009 be(ant/Bali Post) rada di posisi kedua, tapi Heri Budianto Partai Golkar selalu gagal pada pemilu presiden,” kata Heri Budianto, di Jakarta, Kamis. Heri Budianto menjelaskan, pada pemilu legislatif 2014, dari hasil hitung cepat, Partai Golkar berada di posisi kedua setelah PDI Perjuangan. Namun dengan mengusung calon presiden Aburizal Bakrie, Heri Budianto memperkirakan, Partai Golkar akan gagal lagi memenangkan pemilu presiden 2014. “Dengan strategi yang tepat, mestinya Partai Golkar dapat memenangkan pemilu presiden 2004 atau 2009,” katanya. Pengajar komunikasi politik pada FISIP Universitas Mercu Buana Jakarta ini mengusulkan agar Partai Golkar melakukan evaluasi terhadap calon presiden dari partai tersebut. Menurut dia, calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, elektabilitasnya rendah dan sulit untuk didongkrak menjadi tinggi. “Nama Pak Aburizal sudah tidak menjual lagi,” katanya. Heri Budianto mengusulkan agar Partai Golkar mengusulkan tokoh muda yang populer sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Jika mencermati tokoh-tokoh muda yang populer di Partai Golkar, Heri menilai, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, layak untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. “Priyo Budi Santoso yang kini menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI adalah tokoh populer dan hasil survei Polcomm, popularitas dan elektabilitasnya tinggi. Saya harap Partai Golkar masih bersikap realistis,” katanya. Heri Budianto memperkirakan jika Partai Golkar tetap bersikukuh mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, maka tidak akan memenangkan pemilu presiden 2014. Padahal, kata dia, sejarah Partai Golkar selalu berada di pemerintahan, tidak pernah berada di oposisi. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

SRI MULYANI BERSAKSI - Mantan Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati bersaksi dalam persidangan kasus Bank Century dengan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (2/5). Sri Mulyani dimintai keterangan ketika ia menjabat sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Polisi Ringkus Pensiunan TNI Otaki Perampokan Emas Polisi Tembak Mati Lima Perampok di Surabaya Surabaya (Suara NTB) Polisi menembak mati lima pelaku perampokan di kawasan Citraland, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat dinihari. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya AKBP, Farman mengatakan, para pelaku merupakan spesialis pembobol rumah mewah di Surabaya. “Komplotan pelaku perampokan ini sebelumnya juga sudah pernah melancarkan aksinya di kawasan yang sama pada tanggal 26 April yang lalu dengan hasil jarahan senilai kurang lebih Rp2 miliar,” katanya Ia mengemukakan, kelima orang pelaku tersebut masing-masing berinisial SY, DN warga Bekasi, Jawa Barat, RH warga Lampung Selatan, JM dan RN warga Bekasi, Jawa Barat. "Kelima orang tersangka tersebut terpaksa kami lakukan tindakan tegas karena pada saat akan ditangkap pelaku berusaha menyerang petugas dengan sabit saat hendak ditangkap,” katanya. Ia mengatakan, kronologis penangkapan

(Ilustrasi)

bermula saat para pelaku sempat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya dan wajah para pelaku sempat terekam oleh kamera pengintai. “Oleh petugas wajah dari pelaku tersebut ditunjukkan kepada korban dan korbannya membenarkan kalau para pelaku tersebut adalah pelaku perampokan,” katanya. Setelah itu, petugas juga mendapatkan informasi di lapangan kalau komplotan pelaku tersebut akan melakukan aksinya kembali di kawasan yang sama dengan menggunakan kendaraan minibus. “Atas informasi tersebut, anggota langsung melakukan patroli di lokasi dan berhasil menemukan komplotan para pelaku perampokan tersebut,” katanya. Oleh anggota, kata dia, sudah diberikan tembakan peringatan untuk menghentikan kendaraannya, tetapi oleh pelaku terus berusaha untuk melarikan diri dari kejaran pelaku. “Akhirnya petugas menembak kaca mobil untuk menghentikan pelaku. Setelah itu, para pelaku keluar dengan membawa senjata tajam berupa celurit dan berusaha untuk menyerang petugas,” katanya. Karena pelaku berusaha menyerang petugas, akhirnya petugas membela diri dan melumpuhkan para pelaku perampokan tersebut dan mereka tewas terkena tembakan. (ant/Bali Post)

Jakarta (Suara NTB) Aparat Polda Metro Jaya meringkus seorang pensiunan TNI yang diduga sebagai otak perampokan emas seberat 13 kilogram yang melibatkan beberapa anggota kepolisian dan masyarakat sipil di Tol Jagorawi Bogor Jawa Barat. “Petugas kepolisian mengamankan tersangka tadi (Jumat) pagi,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP, Herry Heryawan saat dihubungi di Jakarta Jumat (2/5). Herry mengatakan, petugas kepolisian menangkap tersangka berinisial RG di Jalan Warung Silah Gang Barkah Nomor 4 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan. Tersangka pensiunan berpangkat Pelda itu mengaku menjadi otak perampokan sebanyak dua kali. Selain beraksi di Tol Jagorawi, tersangka RG merampok di kawasan Purwakarta Jawa Barat sekitar akhir 2013 den-

gan mendapatkan jatah sebesar Rp100 juta. RG mendapatkan hasil perampokan dari oknum TNI berinisial S yang saat ini mendekam di POM Guntur Jakarta Selatan. Sebelumnya, komplotan penjahat itu merampok sebuah mobil yang mengangkut emas seberat 13 kg saat melintasi Tol Tol Jagorawi Jakarta Timur pada Jumat (18/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi telah meringkus para pelaku yakni Aipda DS, Brigadir BH, Bripda L (Intelijen Mobil), Brigadir GA (SDM Polda Metro Jaya), AS (sipil), Brigadir JM (Brimob Satuan I Gegana), dan Brigadir F (Badan Narkotika Nasional). (ant/Bali Post)

(Suara NTB/ist)

Empat Gunung Berstatus Siaga, 20 Gunung Berstatus Waspada Jakarta (Suara NTB) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi terhitung Rabu (30/4) menaikkan status Gunung Slamet menjadi siaga level III, sementara Gunung Merapi sejak Selasa (29/4) naik statusnya dari normal (level III) menjadi Waspada (level II). Dengan demikian, maka saat ini terdapat 4 (empat) gunung api status Siaga dan 20 gunung api status Waspada. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya Kamis (1/5) menyebutkan, ke-4 gunung berstatus siaga itu adalah G. Slamet, Sinabung, Karangetang, dan Lokon. Sedangkan 20 gunung api Waspada adalah G. Merapi, Rokatenda, Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci. “Penentuan status gunungapi adalah kewenangan PVMBG Badan Geologi yang dimaksudkan memberikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung,” kata Sutopo. Ia menyebutkan, makna status Siaga bahwa semua data menunjukkan aktiv-

itas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Tindakan yang harus dilakukan, kata Sutopo, adalah sosialisasi di wilayah terancam, penyiapan sarana darurat, koordinasi harian, dan piket penuh. Sedangkan status Waspada bermakna terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal, baik kegempaan, geokimia, deformasi, dan vulkanik lainnya. “Dalam kondisi ini maka tindakan yang diperlukan adalah sosialisasi, penilaian bahaya, pengecekan sarana, pelaksanaan piket terbatas,” lanjut Sutopo. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB itu menjelaskan, perubahan gung api ke status Siaga dan Waspada itu tidak terjadi bersamaan waktunya. Tergantung dari aktivitas gunungnya. “Status G.Kerinci ditetapkan sejak 9-9-2007 hingga saat ini. Begitu juga dengan G. Dukono sejak 15-62008 hingga sekarang,” tambahnya. Sutopo menegaskan, adanya peningkatan aktivitas gunungapi saat ini di G. Slamet, Merapi dan Bromo yang hampir bersamaan tidak ada saling keterkaitannya antara satu gunung dengan lainnya.’’Yang penting masyarakat harus mengikuti semua arahan dari pihak berwenang,” pungkas Sutopo. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

SIDAK - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo (kiri) melakukan sidak di Makopassus, Cijantung, Jakarta, Jumat (2/5).

Panglima TNI Sidak Markas Kopassus Jakarta (Suara NTB) Para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat terkejut dan tampak kocar-kacir saat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melakukan inspeksi mendadak di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (2/5) pagi. Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko tiba di pintu Makopassus sekitar pukul 08.00 WIB. Tak ada persiapan apa pun dari Kopassus untuk menyambut kedatangan Panglima TNI bahkan Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo tengah berolahraga pagi di Makopassus saat panglima tiba. Saat laporan dan menyambut kedatangan Panglima TNI, Danjen Kopassus menggunakan pakaian olahraga dengan baju kaos dan bercelana pendek. Danjen Kopassus memerintahkan prajuritnya untuk membunyikan alarm dan langsung menyiapkan pasukan di lapangan Makopassus. Dalam waktu 15 menit, pasukan Kopassus langsung siap di lapangan.

Pasukan yang langsung siap di lapangan yakni Satuan Gultor-81 Antiteror Kopassus, Grup-1 Sandi Yudha, Grup-3 Kopassus dan Grup Denma. Tak hanya itu, kendaraan-kendaraan taktis dan tempur milik Kopassuss juga disiapkan. “Kedatangan saya melakukan sidak untuk melihat kesiapan pasukan terpusat yakni Kopassus yang sebenarnya. Coba Anda lihat, pasukan mereka berantakan saat saya datang,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko. Menurut Moeldoko, pasukan terpusat seperti Kopassus akan disiapkan bila situasi keamanan dalam negeri dan keamanan Pemilu dalam kondisi krusial. “Pasukan Kopassus merupakan pasukan lapis ketiga. Lapis pertama adalah pasukan kewilayahan, lapis kedua adalah komando utama dan lapis ketiga adalah pasukan terpusat, seperti Marinir dan Kostrad. Mereka akan diterjunkan manakala kondisi krusial,” katanya. (ant/Bali Post)


SUARA NTB Sabtu, 3 Mei 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/ist)

DIJAGA KETAT - Seorang pekerja wanita memasuki salah satu kantor pemerintahan di Ukraina Timur di tengah ketatnya penjagaan oleh pasukan pro-Rusia.

Jepang dan Inggris Desak Rusia Atasi Krisis Ukraina London Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mendesak Rusia untuk membantu mengatasi krisis di Ukraina. Kedua Perdana Menteri itu sedang mengadakan pembicaraan di Downing Street, Inggris, Kamis waktu setemp;at. “Kedua pemimpin menyeru Rusia untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina dan bekerja untuk menurunkan ketegangan,” kata juru bicara Cameron setelah pertemuan. “Mereka membahas perlunya diversifikasi energi menjelang pertemuan para menteri

energi G7 pekan depan,” tambahnya. Kelompok Tujuh Negara kaya telah berkomitmen menerapkan sanksi baru terhadap Rusia. Para pemimpin mereka bertemu tanpa anggota G8, Rusia, di Brussels pada bulan Juni. Jepang pekan ini menolak visa untuk 23 warga negara Rusia se-

bagai bagian dari sanksi, seperti halnya dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat yang menggenjot sanksi melawan Rusia. Namun Abe dan Cameron mengatakan mereka ingin menyepakati prinsip perjanjian perdagangan bebas Uni Eropa-Jepang pada tahun 2015. Demikian diberitakan AFP. Selama kunjungannya ke London, Abe pada hari Jumat dijadwalkan mengunjungi Taman Olimpiade di London, lokasi Olimpiade 2012 diadakan, sebagai bagian dari persiapan Tokyo Jepang untuk menggelar Olimpiade 2020. (ant/bali post)

Dua Artefak Kuno Ditemukan di Malaysia Kuala Lumpur Pencarian harta karun zaman Kesultanan Melayu Malaka di Pulau Nangka, Selat Malaka, Malaysia mulai membuahkan hasil setelah artefak berbentuk dua keping uang logam emas mengandung kalimah Allah dalam tulisan Jawi kuno ditemukan. Kedua uang logam berdiameter 6 sentimeter berwarna kekuningan yang ditemukan pada hari Kamis (1/5) malam itu akan dibawa ke laboratorium untuk diuji apakah dibuat dari emas atau logam lain.

Departemen Warisan Negara akan menjalankan pengujian atas artefak tersebut untuk menentukan usianya dan memastikan benda itu benar-benar dari zaman Kesultanan Melayu Malaka. Ketua Menteri Malaka Datuk Seri Idris Haron mengatakan hasil uji laboratorium akan diketahui dalam waktu dekat. “Uji laboratorium penting untuk memastikan medali itu dibuat dari emas atau tembaga, serta berapa usia bahan itu,” katanya. Proyek pencarian harta karun ber-

nilai miliaran ringgit yang tertanam di Pulau Nangka tersebut dilakukan oleh perusahaan Smart Partnership International (M) Sdn Bhd. Kontrak perusahaan itu untuk mencari harta karun seharusnya berakhir pada hari Kamis malam dan akan diteruskan oleh perusahaan lain jika gagal. Harta karun yang dicari berupa peti berisi emas batangan, mahkota dan pakaian raja. Idris berharap pemerintah negara bagian berharap artefak benar-benar berasal dari zaman Kesultanan Malaka. (ant/bali post)

Bank Sentral Pangkas Pembelian Surat Utang

(Suara NTB/ist)

UANG - Uang dolar di salah satu perbankan di Amerika Serikat. Bank Sentral melakukan pemangkasan terhadap pembelian bulanan surat utang.

Dua Polisi Tertembak di Kawasan Kumuh Rio Rio de Janeiro Dua anggota polisi cedera terkena tembakan pada Kamis dini hari di salah satu kawasan perumahan kumuh di Rio de Janeiro beberapa minggu sebelum piala dunia dimulai. Lokasi ini terkenal sebagai tempat lalu-lalang penjualan obat terlarang. Kawasan perumahan Alemao de Rio de Janeiro, dihuni sekitar 70.000 jiwa, sebelumnya sudah dibersihkan polisi dari obat terlarang pada 2010. Namun belakangan ini para petugas kepolisian memandang perlu menyapu kembali kawasan itu, untuk membuat arena itu lebih aman. Apalagi Brazil sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah piala dunia yang akan berlangsung selama satu bulan. Kedua anggota polisi yang terkena tembakan itu cedera ketika menjalankan tugas dalam meningkatkan keamanan di kawasan itu. Brazil berusaha menghapus citra tentang kekumuhan daerah itu serta menunjukkan betapa amannya negara mereka dalam menyelenggarakan turnamen piala dunia yang akan dimulai tanggal 12 Juni. Selain itu, Brazil juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas 2016. Polisi di Brazil sudah melancarkan berbagai operasi untuk menumpas kejahatan dan kekerasan di kawasan kumuh lewat program “pengamanan” yang dimulai sekitar enam tahun lalu. Namun kekhawatiran tetap timbul, contohnya dengan kejadian tertembaknya dua polisi itu, sehingga citra kekerasan publik di Rio tetap ada. Pemerintah Brazil merencanakan memobilisasi 150.000 anggota polisi dan militer, serta 20.000 petugas keamanan swasta, untuk memonitor keamanan di negara itu, hingga akhir Piala Dunia pada 6 Juli. (ant/bali post)

Washington Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve akan membeli obligasi dalam beberapa hari ke depan bulan ini ketika mereka melanjutkan untuk mengurangi jumlah program pembelian agar lebih efisien. Bank Sentral AS pada Rabu lalu, menurut Reuters memangkas pembelian bulanan surat utang dari 55 miliar dolar menjadi 45 miliar dolar dan 25 miliar dolar dalam utang mortgage-backed. Pengurangan stimulus itu secara luas diharapkan datang, karena Fed melihat pertumbuhan kuartal pertama AS dan sebagian besar memberikan penilaian optimistis terhadap prospek ekonomi. Sebagai ukuran dari setiap pembelian

menurun, jumlah pembelian kembali akan dikurangi untuk mendapatkan operasional yang efisien, kata Fed di New York yang mengelola pembelian. Pad Mei ini Fed akan membeli obligasi hanya dalam 16 hari, dibanding dengan pembelian 30 miliar dolar surat utang pada lebih 18 hari pada April, menurut penjadwalan Fed yang dirilis Rabu kemarin. Pembelian obligasi The Fed bisa mempengaruhi pola perdagangan sesi siang, karena banyak dealer dan investor membeli obligasi untuk dijual kepada Fed menjelang buyback, kadangkadang mendongkrak harga. Harga pun sering jatuh setelah pembelian oleh Fed selesai. (ant/bali post)

Sekjen PBB Desak Israel-Palestina Hindari Tindakan Sepihak New York Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon, Kamis (1/5), mendesak Israel dan Palestina agar bertindak bijaksana dan menghindari tindakan sepihak yang akan “memusnahkan prospek” bagi dilanjutkannya perundingan. Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Ban Ki-moon mengatakan, semua pihak berkewajiban saling meyakinkan bahwa mereka adalah mitra bagi perdamaian. Masyarakat internasional juga harus menegakkan komitmen yang sudah lama mereka sampaikan untuk mewujudkan penyelesaian perdamaian menyeluruh. Saat menyeru semua pihak terkait agar memanfaatkan waktu secara konstruktif guna menemukan jalan maju yang berarti, Ban mendesak semua pihak bertindak bijaksana dan menghindari tindakan sepihak yang akan memusnahkan prospek bagi dilanjutkannya perundingan dan mencapai kesepakatan. Pemimpin PBB itu menyatakan, sebagaimana tercermin di

(ant/bali post)

Ban Ki-moon,

dalam debat Dewan Keamanan yang diselenggarakan pada Selasa (29/4), sekarang lah waktunya bagi masyarakat internasional dan semua pihak untuk mencerminkan cara memelihara prospek bagi penyelesaian dua-negara, demikian laporan Xinhua. Pernyataan tersebut dikeluarkan dua hari setelah debat duahari di Dewan Keamanan, saat negara anggota mendesak kedua pihak agar melanjutkan pembicaraan. Di tengah upaya untuk memperpanjang perundingan sampai melewati tenggat 29

April, Israel membekukan pembicaraan pekan sebelumnya setelah Faksi Palestina Fatah menandatangani kesepakatan perujukan dengan HAMAS. Israel memandang HAMAS sebagai “organisasi teroris” yang menyerukan pemusnahan Israel. Kedua pihak melanjutkan perundingan pada Juli lalu, setelah semua upaya oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry, setelah macet kontak diplomatik resmi selama tiga tahun. Pada Selasa (29/4), Presiden Mahmud Abbas mengatakan tidak akan ada perdamaian dengan Israel tanpa terlebih dulu menetapkan perbatasan-perbatasan bagi satu negara Palestina mendatang. “Sejak pembentukan Israel, tidak seorangpun yang tahu perbatasan itu. Kami memutuskan untuk mengetahui perbatasan kami dan mereka, tanpa itu tidak akan ada perdamaian,” kata Abbas saat batas waktu sembilan bulan yang ditetapkan Washington bagi tercapainya satu perjanjian perdamaian berahir, yang menyebabkan proses itu terkatung-katung. (ant/bali post)


Snt03052014