Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB

SENIN, 3 FEBRUARI 2014

Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 273 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Gugatan ”Aneh” untuk Suara NTB

Oleh: Agus Talino

menjaganya. Apalagi salah satu sektor unggulan NTB adalah sektor pariwisata yang sangat kuat hubungannya, bahkan sangat bergantung dengan kelestarian lingkungan di daerah ini. Gugatan Mr. Giovanni Ardizzon, warga negara Italia terhadap Suara NTB tidak main-main. Dalam surat gugatannya, dia keberatan dengan pemberitaan di halaman pertama Suara NTB, Senin tanggal 27 Mei 2013 dengan judul, “Bisnis Koral Diduga Ilegal”. Sehingga Suara NTB dituntut mem-

UGATAN terhadap Suara NTB mendapat perhatian dan simpati banyak orang. Sejumlah pelaku pariwisata dan masyarakat pers di NTB, bahkan ada yang “turun ke jalan” memberi dukungan kepada Suara NTB. Alasannya, kemerdekaan pers harus dijaga di negeri ini. Karena kemerdekaan pers merupakan amanat konstitusi. Sedangkan persoalan lingkungan adalah masalah penting dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memelihara dan

beri ganti rugi, secara rinci disebutkan kerugian moril, Rp 2 miliar, biaya pengobatan, 58.000 euro dan biaya akomodasi perjalanan pulang pergi Lombok-Italia sebesar, Rp 25.810.000. Sebuah angka ganti rugi yang cukup besar dan fantastis. Gugatan Mr. Giovanni Ardizzon terhadap Suara NTB memang adalah haknya. Tetapi apa yang dilakukan Suara NTB dengan menulis berita tersebut juga merupakan hak Suara NTB yang dilindungi oleh konstitusi. Bersambung ke hal 5

Selamatkan Lingkungan

Pelaku Pariwisata Galang 5.000 Dukungan Mataram (Suara NTB) Sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan, khususnya lingkungan bawah laut yang terjadi di wilayah Pantai Sekotong dan sekitarnya, pelaku pariwisata yang tergabung dalam PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) NTB dan LHA (Lombok Hotel Association), akan menggalang 5.000 dukungan. Penggalangan dukungan ini, sebagai bentuk komitmen nyata PHRI dan LHA untuk menyelamatkan lingkungan dari kehancuran akibat aktivitas ilegal. ‘’Kita sudah merancang untuk menggalang dukungan 5.000 tanda tangan, sebagai bentuk komitmen kami pelaku pariwisata yang tergabung dalam PHRI dan LHA, dalam menyelamatkan lingkungan,’’ ujar Ketua PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (30/1).

Sebagai langkah awal, dukungan akan digalang dari para karyawankaryawati yang tergabung dalam PHRI dan LHA yang jumlahnya sangat besar. ‘’Kami memulai dukungan itu dari pelaku pariwisata termasuk karyawan hotelnya,’’ katanya. Kenapa? ‘’Karena kami punya kepentin-

gan sangat besar. Kami menggantungkan hidup di sektor pariwisata,’’ tambahnya. Sektor pariwisata NTB khususnya Lombok saat ini bertumpu pada wisata alam. Ada dua jenis wisata alam yang membuat Lom-

Pokdarwis Sekotong Siap Bersatu Cegah Pengerusakan Biota Laut Agus Mulyadi

GUGATAN Mr. Giovanni Ardizzon, warga negara Italia terhadap Suara NTB menyedot perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan, SH. Ia memandang, gugatan itu tidak berdasar dan semestinya pihak Pengadilan menolak gugatan tersebut. Bersambung ke hal 5

KAWASAN pantai dan gugusan pulau-pulau kecil atau gili di wilayah Sekotong, Lombok Barat (Lobar) adalah aset pariwisata besar milik Pemerintah Daerah (Pemda) setempat setelah Senggigi. Namun dengan adanya dugaan pencurian terumbu karang atau koral di sekitar perairan Sekotong menjadi ancaman besar bagi pariwisata Lobar. Bersambung ke hal 5

RUSAK - Dermaga sandar menuju ke gugusan Gili Balu di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini rusak dan tidak terurus. Padahal dermaga ini merupakan pintu masuk menuju pulau-pulau gugusan Gili Balu yang selama ini telah ditetapkan oleh Pemda KSB sebagai aset wisata bahari.

(Suara NTB/bug)

Sukseskan Ujian Nasional yang Berprestasi ⇒

SUKSESKAN UJIAN NASIONAL/UJIAN SEKOLAH YANG BERPRESTASI, JUJUR.

PASTIKAN SEMUA SISWA SEKOLAH/MADRASAH KELAS TERAKHIR SUDAH TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA UN/US.

PASTIKAN SEMUA SEKOLAH/MADRASAH, GURU, SISWA SUDAH MENERIMA POS UN/US, KISI-KISI UJIAN TAHUN 2013/2014.

H. Imhal

UJIAN Nasional/ Ujian Sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah

dalam rangka memacu percepatan pemerataan mutu pendidikan. Ujian Nasional selain ber-

Dari perspektif yang lain, informasi tentang peta hasil ujian Nasional dapat digunakan sebagai umpan balik bagi semua pihak terkait dalam rangka memperbaiki kinerja masing-masing. Oleh karena itu, peta hasil Ujian Nasional merupakan bahan informasi yang perlu dikaji secara mendalam oleh semua pihak dalam rangka memperbaiki pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Bersambung ke hal 5

fungsi untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi lulusan dalam mata pelajaran tertentu, serta pemerataan mutu pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, juga berfungsi sebagai motivator bagi pihak-pihak terkait untuk bekerja lebih optimal, guna mencapai hasil ujian yang baik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dengan adanya ujian nasional, siswa terdorong untuk belajar lebih baik dan guru terdorong untuk mengajar lebih baik pula.

C.03.08.13

Dukung Suara NTB

biota laut Pokdarwis yang ada di daerah Sekotong siap bersatu. Pokdarwis-pokdarwis akan duduk bersama membahas masalah dugaan pengambilan koral dan mendukung kelesetarian lingkungan. Pembina Pokdarwis Pandanan Bersemi, Abdul Mukmin menyatakan aktivitas pengeboman dan pengambilan biota laut di kawasan Sekotong sangat merusak lingkungan. Bersambung ke hal 5

Pemerintah Harus Cepat Tanggap (Suara NTB/dok)

TO K O H

Giri Menang (Suara NTB) Masalah pengerusakan lingkungan biota laut di daerah Sekotong bukan hal baru, namun masalah ini diduga telah lama terjadi. Hal ini pun menjadi perhatian Pemda dan komunitas yang berkecimpung di dunia pariwisata, seperti halnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Untuk mencegah adanya aktivitas pengerusakan lingkungan bawah laut, seperti pengambilan

bok diperhitungkan dalam peta pariwisata nasional yaitu wisata bahari dan gunung. Wisata bahari yang menjadi favorit wisatawan selain wisata pantai, termasuk wisata bawah laut sangat dimintai wisatawan mancanegara maupun domestik. Bersambung ke hal 5


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Halaman 2

Warga Penghulu Agung Tuntut Relokasi Masyarakat Ingin Sarana dan Prasarana MUSYAWARAH Pembangunan Berbasis Masyarakat (MPBM) yang menjadi program masing – masing kelurahan, adalah tumpuan dalam mengambil kebijakan pembangunan. Pasalnya, dalam musyawarah tersebut khususnya pemerintah kelurahan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Sekretaris Lurah Cakra Selatan, Zaenal Arifin ketika dikonfirmasi Sabtu (1/2) mengatakan musyarawarah yang akan digelar Rabu, (5/2) mendatang, adalah agenda untuk mendengarkan aspirasi warga setempat melalui rapat MPBM kelu(Suara NTB/dok) rahan. Ditambahkan, keterlibaZaenal Arifin tan elemen masyarakat sebagai modal dasar untuk mengambil keputusan, sementara pihaknya hanya sebagai fasilitator. “Yang jelas rapat Rabu mendatang, untuk mendengar aspirasi masyarakat,” terang Arifin. Diyakini Arifin, yang paling mendasar yang menjadi keinginan masyarakat adalah sarana dan prasarana. Sebab, hal itu merupakan input dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Sehingga, apa yang menjadi permintaan warga dapat terakomodir. Diakuinya, sebagian besar warga di 10 lingkungan yakni enam lingkungan Hindu dan empat lingkungan Muslim, memiliki usaha produktif. “Insya Allah warga minta perbaikan sarana dan prasarana,” ujarnya. Ditanya sarana prasarana apa yang akan menjadi permintaan masyarakat? Arifin, tidak bisa memastikan sarana prasarana keinginan masyarakat. Pasalnya, program yang diagendakan untuk diusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), masih menunggu input dari masyarakat. Kenapa tidak dicantumkan dalam MPBM pengembangan ekonomi kerakyatan? Ia mengatakan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, telah dikembangkan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Di tahun 2014, usaha masyarakat dapat berjalan lancar dengan adanya sarana dan prasarana pendukung. “Kalau itu (Usaha ekonomi kerakyatan, red) sudah masuk di program PNPM tahun kemarin,” sebutnya. Dalam kesempatan itu, ia berharap kepada Pemkot Mataram, khususnya Bappeda, agar aspirasi warga kelurahan Cakra Selatan, dapat terakomodir dengan baik. Meskipun hanya 60 persen dari permintaan masyarakat. (cem)

Mataram (Suara NTB) – Cuaca ekstrem yang melanda masyarakat di pesisir Pantai Ampenan, membuat sebagian besar warga merasa terancam. Pasalnya, tanggul penahan gelombang satu persatu jebol, warga pun menuntut Pemkot Mataram, segera merelokasi mereka ke tempat yang lebih nyaman. Salah seorang warga Penghulu Agung, Sahuri ketika ditemui Suara NTB di kediamannya, Sabtu (1/2) menceritakan kondisi rumahnya yang kurang lebih dua hingga tiga meter dari bibir pantai, membuatnya merasa takut dan terancam. Apalagi, gelombang besar dan angin kencang terjadi setiap hari. Saya tidak berani tinggal di rumah kalau sudah malam,” akunya dalam Bahasa Sasak. Dirinya bersama menantu

serta cucunya, selama tiga malam berturut – turut mengungsi ke rumah tetangganya. Hal tersebut dilakukan, karena tidak ada rumah atau bahkan tempat yang disediakan oleh pemerintah. Perempuan paruh baya, hanya berharap pemerintah segera merelokasi ke tempat yang lebih aman. Pernyataan Sahuri diamini oleh Aisyah, ia menyebutkan sedikitnya ada 20 kepala keluarga yang harus mengung-

si setiap malam. Tidak adanya tenda pengungsi, membuatnya terpaksa menggelar terpal seadanya di tanah lapang. Diakui, rumahnya nyaris dipenuhi oleh pasir. “Coba lihat sebelum dibersihkan, hampir dua truk pasirnya masuk di rumah,” aku Aisyah. Dikatakan, dirinya dan beberapa warga yang lainnya, hanya bisa pasrah tinggal di tempat tersebut. Pasalnya, pemerintah belum sedikitpun mem-

berikan bantuan, apalagi merelokasi ke tempat yang aman. Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinasa Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan setelah melihat kondisi di lapangan, terjadi abrasi akibat air pasang. Ditambahkan, langkah yang akan diambil dengan merelokasi segera warga yang ada di lingkungan Penghulu Agung. “Kalau dilihat langsung, warga harus segera direlokasi, karena jarak rumah dengan bibir pantai sudah sangat dekat,” ungkap Mahmuddin Tura. Diakui, di Lingkungan Penghulu Agung, sedikitnya ada 20 kepala kelurga yang akan direlokasi, sementara jumlah ru-

mah yang dibangun di Karang Panas, sekitar 19 lokal. Artinya, kurang satu unit lagi. Belum lagi sambungnya, di Kelurahan Bintaro, delapan KK yang minta direlokasi. Tetapi, karena persoalan sangat mendesak, pihaknya akan mengkomunikasikan dengan Walikota dan SKPD terkait. “Informasinya sudah sangat mendesak, nanti saya laporkan ke pak wali,” katanya. Disebutkan, 19 lokal tersebut anggarannya mencapai Rp 1 miliar, meliputi pembangunan akses jalan lingkungan, drainase dan PDAM. Namun, listrik masih belum bisa diakomodir. Mahmuddin berjanji segera mengkomunikasi dengan PLN. (cem)

(Suara NTB/cem)

JEBOL - Tanggul Penghulu Agung jebol akibat terjangan gelombang pasang.

Jebolnya Tanggul Penghulu Agung di Luar Prediksi Gelar Razia PNS WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha menyayangkan temuan Satpol PP Provinsi NTB seperti diungkapkan pihak Satpol PP Kota Mataram, bahwa banyak PNS Kota Mataram yang kedapatan keluyuran saat jam kerja beberapa waktu lalu. Menurut dia, tidak masalah kalaupun yang mendapati para PNS Kota Mataram keluyuran pada saat jam kerja adalah Satpol PP Provinsi NTB. Kalaupun tidak bisa menindak karena memang bukan kewenangannya, namun paling tidak, Satpol PP Provinsi NTB bisa bersurat kepada (Suara NTB/dok) Satpol PP Kota Mataram terI Wayan Sugiartha kait temuan PNS Kota Mataram keluyuran pada saat jam kerja. Dikatakan Wayan Sugiartha, kalau sudah ada temuan seperti itu, seharusnya segera direspon oleh Satpol PP Kota Mataram dengan menggelar razia. Berbicara kepada Suara NTB, Ketua DPC PDI Perjuangan ini mengaku sepakat dengan usulan Satpol PP Kota Mataram untuk penerapan surat tugas kepada setiap PNS yang hendak keluar kantor pada saat jam kerja. Dengan bekal surat tugas dari pimpinan SKPD masing-masing, akan memperjelas, mana PNS yang betul-betul ditugaskan pimpinannya atau PNS yang memang sengaja keluyuran. Wayan Sugiartha menilai, ‘’doyannya’’ PNS keluyuran pada saat jam kerja, lebih disebabkan lemahnya pengawasan dari pimpinan SKPD masing-masing. ‘’Karena itu menjadi tanggung jawab pimpinan SKPD masing-masing untuk membina anak buahnya,’’ ujarnya. Karenanya, Wayan Sugiartha mendorong supaya pengawasan kedisiplinan PNS lebih diperketat. Karena kecenderungan selama ini, pengawasan yang dilakukan oleh SKPD masing-masing hanya sebatas pengawasan secara administrasi. Seharusnya, menurut Wayan Sugiartha, pengawasan juga dilakukan secara fisik. ‘’Sebab biasanya mereka ini (PNS, red) selesai absen terus keluar,’’ imbuhnya. Dia menyayangkan masih adanya sikap mental PNS yang kurang terpuji seperti itu. (fit)

Jelang Pemilu Legislatif

Bakesbangpol Tingkatkan Koordinasi dengan KPU Mataram (Suara NTB) Menjelang perhelatan pesta demokrasi Pemilu Legislatif Bulan April mendatang, Bakesbangpol terus meningkatkan koordinasi dengan KPU Kota Mataram. Koordinasi ini bertujuan untuk pengawasan terhadap para peserta Pemilu terkait ketaatan dalam melaksanakan kampanye. Tidak hanya itu, koordinasi ini juga erat kaitannya dengan deteksi dini potensi-potensi konflik menjelang Pemilu. “Kita akan tingkatkan koordinasi lebih jauh lagi dengan komisioner KPU Kota Mataram,” ujar Kepala Bakesbangpol Kota Mataram, H. Bondan Wisnujati. Ia berharap menjelang Pemilu ini semua berjalan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan. Terkait temuan Bakesbangpol terkait ketaatan para peserta Pemilu dalam memasang alat peraga kampanye (APK) pada awal tahun ini, Bondan mengatakan sudah berjalan sesuai tahapan. Pihaknya belum menemukan adanya indikasi berbagai pelanggaran terkait pemasangan APK. Tidak beberapa bulan lalu dimana masih banyak caleg yang memasang APK tidak sesuai ketentuan. “Saat ini kan sudah masuk tahapan sosialisasi dan sekarang memang sudah masanya (kampanye). Kalau ada pelanggaran yang kami temukan, kami tinggal koordinasi dengan pihak terkait (Panwaslu, KPU Kota Mataram, dan Satpol PP),” terangnya. Mengenai kondisi keamanan di Kota Mataram menjelang Pemilu, Bondan mengatakan sejauh ini masih kondusif, aman, dan terkendali. Menurutnya menjaga keamanan di saat-saat seperti ini tidak hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga perlu dukungan dan tanggung jawab masyarakat. Ia mengimbau kepada masyarakat jika menemukan adanya hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas dan kondusifitas, agar segera melapor ke aparat keamanan. Sehingga eskalasi konflik yang semakin meluas bisa dicegah. (yan)

Mataram (Suara NTB) – Jebolnya tanggul di Penghulu Agung Ampenan, akibat terjangan gelombang pasang dinilai diluar prediksi. Pasalnya, growing yang digunakan untuk penahan gelombang masih mampu menahan hempasan, sedangkan tanggul yang rusak parah, tidak dipasangkan growing. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura Sabtu (1/

2) saat meninjau lokasi. Dikatakan, pemasangan growing telah dilakukan melalui empat tahap dari tahun 2011 hingga 2012. Ditambahkan, empat tahapan tersebut menggunakan APBD Murni dan perubahan, senilai kurang lebih Rp 800 juta. “Kalau tidak salah kurang lebih Rp 800 juta dari APBD murni dan perubahan,” kata Mahmuddin Tura. Diakui, panjang tanggul di Penghulu Agung untuk penah-

an gelombang 200 meter, sementara yang rusak sekitar 50 meter. Akibat kerusakan tersebut sambungnya, diprediksikan kerugian daerah mencapai Rp 200 juta. “Kurang lebih 50 meter yang jebol,” sebutnya. Mahmuddin Tura menerangkan mekanisme pembuatan tanggul tersebut, menggunakan sistem sumuran. Metodennya, dengan menggali seperti sumur biasa, kemudian dimasukan batu dengan

Pipa Pertamina Diduga Bocor, Dua Bayi Diungsikan Mataram (Suara NTB) – Diduga bocornya pipa depo Pertamina Ampenan, sehingga air di Pantai Ampenan yang tercemar minyak, mengakibatkan dua bayi terpaksa diungsikan. Pasalnya, bau bahan bakar tersebut sangat menyengat, sehingga mengganggu pernafas warga yang berada persisinya di pinggir pantai. Pantauan Suara NTB di pesisir Pantai Ampenan, air laut dipenuhi oleh tumpukkan bekas minyak. Spion, kaca dan lantai milik warga, terkena bercak minyak. Sedangkan, pengunjung lainnya praktis menutup hidung dan bahkan menggunakan masker, karena tidak tahan dengan bau minyak tersebut. Salah seorang warga Wiwin mengaku anaknya Habibi yang baru berusia dua bulan dan keponakannya Cariel tujuh bulan terpaksa harus diungsikan ke rumah kelurganya. Pasalnya, bau minyak yang menyengat mengganggu pernafasan. Parahnya lagi, Cariel yang tidak tahan dengan aroma BBM tersebut, muntah – muntah dan susah untuk bernafas. Hal senada dikatakan Maryam, sebagai orangtua juga tidak tahan dengan bau BBM yang menyengat. Dirinya menunjukkan lantai dan kaca rumahnya, dipenuhi oleh bekas minyak. “Coba lihat

(Suara NTB/cem)

TUANGKAN DISPERSAN - Petugas Depo Pertamina Ampenan, terlihat menuangkan cairan dispersan di pesisir pantai ampenan. Hal tersebut dilakukan karena diduga terjadi kebocoran pipa pertamina, sehingga menyebabkan air laut tercemar minyak. lantai sama kaca rumah, kan minyak semua itu,” ungkap Maryam sambil menunjuk lantai rumahnya. Ditemui terpisah, Head Operational Depo Pertamina Ampenan, Agus Sentaru mengaku, setelah melakukan pemeriksaan sarpas, tidak ada penetasan minyak sama sekali. Kalaupun ada penetesan sambungnya, praktis akan masuk ke wellkester atau penampungan minyak. Namun demikian, pihaknya akan mencari titik kebocoran tersebut, karena diketahui depo pertamina berdekatan dengan PLN. “Saya sudah komunika-

si dengan PLN, untuk sama – sama mencari tahu,” kata Agus. Dikatakan, pihaknya sementara waktu menuangkan cairan dispersan ke laut, untuk mengikat minyak agar tidak menyebar. Menyinggung dampak yang terjadi dari pencemaran minyak tersebut? Agus mengatakan otomatis dampaknya tergantung dari luas dan ketebal penyebaran minyak tersebut. Dicontohkan, kalaupun minyaknya tebal, akan berbahaya bagi masyarakat, tetapi pihaknya mengantisipasi dengan menggunakan alat wellbeing. (cem)

campuran semen dan pada bagian tertentu dipasangkan slup beton serta batu kali. Kedalaman sebutnya, mencapai tiga meter dengan ketinggian tanggul sekitar tujuh meter. Diduga rusaknya tanggul akibat terjadinya scoring (penggerusan) pondasi oleh gelombang besar. Informasi yang didapatkan dari ketua RT, tinggi ombak melewati batas tanggul. “Jadi terjadi namanya scoring akibat ombak besar, mem-

bawa pasir keluar sampai dasar pondasi,” terangnya. Apa langkah yang akan diambil Dinas PU untuk menanggulangi persoalan tersebut? Mahmuddin Tura mengatakan pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu metode atau teknologi apa yang sebaiknya digunakan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. “Coba nanti saya laporkan ke pak wali dulu,” ujarnya. (cem)

Pengumuman Honorer K2 Diperkirakan Pekan Ini Mataram (Suara NTB) Pengumuman tenaga honorer Kategori Dua (K2) Pemkot Mataram diperkirakan dalam pekan ini. Pemkot Mataram masih menunggu hasil pengumuman yang masih berada di Setda Pemprov NTB. KepalaBadanKepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, MSi., mengatakan belum lama ini pihaknyamendapatkansuratdari Kementerian PAN dan RB dimana dalam surat itu pihak kementerian mengundang Sekda Provinsi untuk hadir di Jakarta dalam rangka menerima penjelasan mengenai mekanisme pengumumanK2. “Dalam waktu dekat ini mungkin kami akan dipanggil ke Pemprov. Pengumumannya di atas tanggal 5 Februari,” terang Evi. Sejauh ini Evi mengakui belum mengetahui secara pasti berapa formasi yang lulus khususnya di lingkup Pemkot Mataram. Pihaknya hanya menunggu informasi dari Pemprov terkait hal ini. “Belum ada gambaran siapa saja yang lulus. Mudahan banyak yang lulus dan memenuhi passing grade,” harapnya. Pada saat tes CPNS akhir Oktober 2013 lalu, sebanyak 1.234 orang dari 1.250 honorer K2 Pemkot Mataram mengikuti tes. Sementara

kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yang akan diluluskan sebanyak 30 persen dari jumlah tenaga honorer K2 di seluruh Indonesia. Jika nanti telah diumumkan, BKD Kota Mataram akan merilisnya melalui website sehingga mudah diakses selain menempel di papan pengumuman. Terkait tenaga honorer yang tidak lulus menjadi CPNS, Evi mengatakan pihaknya belum mengetahui kebijakan apa nantinya yang akan diambil. Apakah mereka tetap dipekerjakan atau tidak. Ia menambahkan hingga saat ini belum ada aturan dari pemerintah pusat terkait hal itu. “Mungkin itu juga yang nanti kami akan dijelaskan pada saat pertemuan di provinsi. Yang jelas sampai saat ini belum ada aturan tentang itu,” tandasnya. Mengenai tenaga honorer K2 yang tidak lulus ini, belum lama ini Sekda Kota Mataram, Ir. H. Lalu Makmur Said, MM mengatakan kemungkinan mereka akan diangkat menjadi tenaga kontrak daerah. Mengingat hingga saat ini belum ada peraturan mengenai hal itu. “Kita harap yang tidak lulus supaya ada pengakuan ditetapkan sebagai pegawai kontrak karena lumayan juga jumlahnya seribu lebih,” terangnya. (yan)

BPMP2T Terapkan Sistem Perizinan Satu Pintu Mataram (Suara NTB) Setelah naik status dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram, pelayanan perizinan akan diterapkan satu pintu. Jika sebelumnya pengurusan izin jasa usaha pariwisata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, saat ini bisa langsung melalui BPMP2T. Hal ini disampaikan Kepala BPMP2T, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa. “Sekarang sudah mulai di sini. Seluruh prosesnya mulai dari sini. Tetapi juga tetap kami akan

berkoordinasi dengan Disbudpar. Sebelumnya secara administrasi langsung lewat dinas terkait, disini hanya urusan teknis saja. Tapi sekarang langsung di sini,” terangnya. Cokorda menegaskan pihaknya tidak akan mempersulit siapa saja yang akan mengurus perizinan ini. Pihaknya pun terus melengkapi berbagai perangkat untuk semakin mempermudah proses pelayanan. Ia pun akan mengedepankan komunikasi dengan setiap warga masyarakat yang memohon pengurusan perizinan. “Kalau pengajuan izinnya belum memenuhi syarat, kami akan segera mengkomunikasi-

kan kepada pemohon apa kekurangannya. Pemohon harus diberikan penjelasan sehingga tidak ada namanya memperlambat perizinan. Kita akan segera informasikan dengan lebih cepat apakah izin yang dimohonkan bisa diproses lebih cepat atau tidak,” terangnya. Ia menambahkan pihaknya juga telah membuka loket pengaduan agar pemohon bisa mengkonsultasikan berbagai persoalan. Disamping itu berbagai keluhan, saran dan kritik pemohon terhadap lembaga ini bisa disampaikan melalui kotak saran. “Tulis saja apa sarannya sehingga ke depan bisa diperbaiki apa yang

masih kurang,” ujarnya. Keberadaan teknologi informasi juga akan dimanfaatkan semaksimalkan mungkin sehingga lebih memudahkan pelayanan. Dalam situs resmi BPMP2T, Cokorda mengatakan pemohon bisa langsung mengakses dan mengisi formulir permohonan perizinan di sana. Di situs tersebut juga tersedia informasi mengenai izin-izin yang sudah selesai. “Pemohon bisa juga melihat lewat situs. Ke depan akan lebih ditingkatkan lagi dimana melalui situs itu pemohon bisa melihat sampai sejuah mana perkembangan proses pengurusan izinnya atau alurnya,” tandasnya. (yan)

(Suara NTB/yan)

Cokorda Sudira Muliarsa


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Bupati: PT. AMG Harus Bangun Smelter Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan PT. Anugrah Mitra Graha (AMG) segera membangun smelter atau pabrik pemurnian. Hal ini mengacu pada Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). “Itu sudah UU yang bicara bukan peraturan daerah, pasir besi tidak boleh dibawa keluar,” ungkapnya menjawab Suara NTB di lingkungan Kampus Universitas Gunung Rinjani (UGR), Minggu (2/2). Bupati menginginkan, perusahaan tambang pasir besi di wilayah Lotim itu harus membangun pabrik pemurnian pasir besi menjadi besi. Menurutnya, jika pabrik ini sudah didirikan, maka akan banyak tenaga kerja yang diserap dan bisa meminimalisir konflik. Terhadap aksi perusakan, Ali Bin Dachlan mengaku sangat menyayangkan. Langkah anarkis katanya tidak dibenarkan secara hukum. Ia menilai, terjadinya gejolak hingga menyebabkan terjadinya pembakaran dan perusakan fasilitas milik PT. AMG, kare-

(Suara NTB/rus)

PASIR BESI - Tumpukan pasir besi yang ada di areal tambang Pantai Ketapang Kecamatan Pringgabaya Lotim. na kurangnya sosialisasi. Akibatnya, masyarakat awam mudah mudah terprovokasi, seperti keberadaan kapal yang menyulut emosi warga. Pihak

perusahaan harus terlebih dulu menjelaskan kepada masyarakat jenis kapal itu. Bupati menambahkan, izin penambangan pasir besi dike-

luarkan di era kepemimpinan Bupati sebelumnya. Selaku kepala daerah, ia menghormati izin tersebut dan siap akan diamankan. Hanya saja permintaannya, di balik itu juga pihak perusahaan harus pula menaati aturan perundang-undangan yang ada. Pimpinan PT. AMG, Erfandy Muis saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan pihaknya sudah memiliki komitmen untuk melaksanakan amanah UU Minerba tersebut. Hanya saja untuk saat ini pihak perusahaan ini belum bisa lakukan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2014, AMG masih diberikan kesempatan hingga 12 Januari 2017 mendatang. “Masih ada jeda waktu dua tahun,” ungkapnya. Setelah dua tahun itu, pihak perusahaan ini memastikan diri akan membangun pabrik pemurnian itu sesuai dengana manah UU. Pasalnya, sudah tidak ada tawar menawar lagi setelah itu. Membangun smelter diakui sudah menja-

di harga mati dari pemerintah dan akan dipatuhi. Nilai investasi untuk bangun smelter ini dinyatakan Erfandy cukup besar. Untuk membangun satu unit tungku saja butuh dana Rp 12 miliar. Pada kawasan tambang pasir besi dibutuhkan sekitar 10 tungku yang diplot bisa menghasilkan 20 ton/hari dan dibutuhkan dana Rp 120 miliar. Ditambah lagi dengan kebutuhan pengadaan energi listrik agar bisa mengoperasikan seluruh tungku tersebut dibutuhkan sekitar 9 juta watt. “Untuk bisa beroeprasi harus ada power plan,” imbuhnya. Total nilai investasi yang dibutuhkan untuk bisa mendirikan smelter sekitar Rp 300 miliar. “Setelah saya bangun lalu dirusak kan rugi besar kami,” keluhnya. Jeda waktu selama dua tahun ini rencana perusahaan akan dimanfaatkan untuk bisa mengumpulkan modal. Pihaknya siap dikawal dalam proses ini. “Nanti kan akan dilihat progres kami,” klaimnya. Ia menjanjikan izin in-

vestasi tambang seluas 1.348 hektar ini sudah mampu menyerap tenaga kerja. Saat ini saja, kegiatan yang dilakukan di atas lahan 2,3 ha pihak AMG sudah mempekerjakan 60 orang tenaga kerja lokal. Ekspor Konsentrat Sampai saat ini ditegaskan Erfandy Muis, pihaknya sama sekali belum bisa melakukan aktivitas penambangan. “Sesendok pun belum ada pasir dari sini (areal tambang-red ) yang saya bawa keluar,” tegasnya. Rencananya, pihak AMG selama dua tahun jeda itu akan mengekspor dalam bentuk konsentrat. Kadar konsentrat besi (Fe) 58 persen. Ketentuan ini, lanjutnya, sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan di kementerian. ‘’Izin ekspor pun katanya sudah dikantongi pihak perusahaan dari Kementerian Perdagangan (Kemengdagri),’’ ujarnya. Kondisi ril saat ini, kandungan Fe di areal tambang hanya 17 persen. Pihak AMG ini akan mencoba mengolah menjadi 58

persen. Proses pengolahan inilah yang membutuhkan sarana dan prasarana lengkap. Termasuk kapal yang dicurigai warga sehingga terjadi perusakan dan pembakaran. Muis menegaskan, kapal sengaja didatangkan sebagai alat penunjang. Kapal tersebut merupakan kapal separator, yakni kapal yang memisahkan bijih besi dengan pasir. Ia menyebutkan sebenarnya ada empat kapal lagi yang akan datang. Dalam hal ini, ujarnya, kapal tersebut tidak menyedot pasir di pantai. Pasir yang akan dikelola sesuai dengan izin yang diterima ada di darat. “Tidak ada nyedot di laut, semuanya di darat,” paparnya. Ia menambahkan, kapal didatangkan semata ingin mempercepat proses mengingat jeda waktu dua tahun itu. Selama itu, pihak AMG siap memperlihatkan progresnya dan keseriusannya melakukan penambangan dan mewujudkan pembangunan smelter sesuai amanah UU Minerba. (rus)

Menparekraf Janji Kawal Rinjani Menuju Geopark Dunia Fokus ke Objek Investasi KETUA DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Mariadi, S.Ag., mengindikasikan adanya pelanggaran pembangunan proyek komersil milik swasta di kawasan pariwisata KLU. Mariadi menunjuk salah satu proyek bangunan perhotelan yang berada di kawasan Malimbu yang notabene dibangun di areal roi pantai. “Saya melihat vila di kawasan Malimbu, dan di kawasan atas Nipah, itu dibangun di kawasan roi pantai. Padahal itu proyek baru. Pertanyaannya kenapa kita tidak stop ketika baru (Suara NTB/ari) mulai, sehingga tidak harus Mariadi menunggu selesai. Atas persoalan penertiban ini, saya melihat Pemda KLU belum fokus terhadap objek-objek investasi,” ungkap Mariadi, Sabtu (1/2). Jajaran DPRD KLU, sebut dia, tidak akan menghalangi investasi di KLU. Namun pihaknya menyarankan rencana investasi yang masuk lebih dulu diawasi secara ketat. ‘’Menyangkut di mana lokasi pembangunannya, melanggar roi pantai ataukah tidak, siapa yang membangun serta bagaimana mereka membangunnya,’’ ujarnya. Lemahnya pengawasan Pemda KLU menyikapi pola pembangunan, tidak hanya di sekitar Pantai Pemenang. Tetapi di kawasan pantai Kayangan, di Dusun Beraringan, beberapa villa yang tengah dibangun pun dan disinyalir masuk jalur merah. Supaya tidak menjadi pertanyaan atau kecurigaan di tingkat masyarakat umum, dirinya meminta SKPD terkait memasang plang nama proyek bahwa di lokasi bersangkutan akan dibangun fisik. Sebaliknya jika tidak diperkenankan membangun, maka areal tersebut seharusnya diberi label berupa plang larangan. Dengan informasi seperti itu, masyarakat tidak hanya memaklumi agenda pemerintah, tapi juga turut mengawasi kawasan yang ada. “Penertiban izin ini merupakan kepastian hukum bagi investor. Kadang ada kesalahan yang memang kita buat. Terlambat menyetop, sehingga belakangan menjadi persoalan. Sebelum langkah penertiban, ada baiknya dilakukan upaya preventif,” ujarnya. Mariadi tururt mengomentari, kebijakan penertiban kepada beberapa perusahaan yang ada di kawasan 3 pulau dan seputaran Pemenang. Hingga perusahaan itu telah dipanggil, dipasangkan plang pelanggaran, namun belum terlihat ada aksi nyata Pemda KLU. (ari)

Selong (Suara NTB) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu berjanji terus mengawal pengusulan Gunung Rinjani menjadi Geopark International ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Rinjani dipandang layak menjadi Geopark Dunia karena sangat unik. Dalam kunjungannya ke Sembalun, Sabtu (1/2) Menparekraf menilai keberadaan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani menjadi keunikan tersendiri, sehingga harus dilestarikan. Dalam upaya mewujudkan Rinjani menjadi taman dunia, Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu, Pemprov NTB diminta terus memperbaiki dan melengkapi apa-apa yang dipersyaratkan UNESCO. Menurutnya, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang sudah mengantongi predikat sebagai Geopark Nasional tidak boleh berhenti. Rinjani harus bisa terwujud menjadi Geopark International. Mari menuturkan, ia pernah mendaki Rinjani tahun 1989 hingga ke Segara Anak bersama keluarga. Ia menyampaikan keinginan besarnya

keparahan penyakit. Bisa saja, katanya, ditangani tanpa melakukan uji sampel, namun berisiko bagi pasien. Dalam hal ini, ujarnya, biaya bisa disiasati, jika tindakan bisa dilakukan di rumah sakit. Namun karena uji sampel tak dilakukan di rumah sakit, karena kekurangan SDM dan peralatan maka dilakukan di luar. ‘’Karena dilakukan di luar, maka dianjurkan untuk mengeluarkan biaya bagi pasien,’’ ungkapnya. Permintaan biaya itu, semata-mata karena ketidakmampuan pihak rumah sakit. Pasalnya, hingga saat ini terhitung enam bulan tunggakan Jamkesmas diperkirakan totalnya Rp 45 miliar belum dibayarkan oleh

(Suara NTB/humas Setda Lotim)

KUNJUNGI SEMBALUN - Menparekraf Mari Elka Pangestu mengunjungi Desa Sembalun yang terletak di kaki Gunung Rinjani. Menteri menilai Sembalun dan Rinjani memiliki potesi besar untuk berkembang di masa mendatang. kain dan tempat menjual hasil tenunan. Kain tenun asli Lombok itu dibuat sekitar 1 minggu hingga 3 bulan sesuai kerumitan dan besarnya kain yang dibuat. Harganya pun bervariasi dari Rp 15 ribu hing-

ga Rp 2 juta per potong. Pengunjung tidak dikenakan tarif masuk, tetapi disediakan kotak amal untuk biaya pemeliharaan Rumah Adat. Di tempat terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda

Kabupaten Lotim Drs. Iswan Rakhmadi, menjelaskan, persoalan sampah harus menjadi atensi serius. Paling tidak ada manajemen pengelolaan sampah yang baik, sehingga tidak menimulkan masalah. (rus)

Pemkab Lobar Segera Produktivitas Pertanian Loteng Terganggu Berlakukan Pajak ’’Online’’

Jatah Pupuk Berkurang Praya (Suara NTB) Kebijakan pemerintah pusat mengurangi kuota pupuk bagi NTB dipastikan bakal mengganggu produktivitas

Tangani Rusmin, RSUD Mengaku Kekurangan Dana Giri Menang (Suara NTB) Pihak Rumah Sakit Tripat Gerung membantah melakukan pungutan terhadap Rusmin, pasien Jamkesmas penderita kanker payudara yang tinggal di Dusun Lendang, Desa Bagik Polak Barat. Pihak rumah sakit mengaku kesulitan menanggung biaya pengujian sampel penyakit pasien, lantaran dana klaim jamkesmas dari pusat belum dibayarkan mulai September tahun lalu hingga Februari. Demikian disampaikan Kabid Pelayanan RSUD Tripat, dr. Ahmad Taufiq Fathoni, Minggu (2/2). Menurutnya, pengambilan sampel perlu dilakukan untuk uji tingkat

untuk bisa naik kembali. Mari menuturkan, segala penunjang dan fasilitas TNGR menuju Geopark International harus terus dilengkapi. Salah satunya, Desa Sembalun akan dijadikan sebagai salah satu Desa Wisata di Indonesia. Tentu, akan ada fasilitas dan dukungan pusat yang akan diberikan sebagai konsekwensi atas penetapan Desa Wisata itu. Potensi wisata yang dimiliki TNGR, lanjut Mari, sangat banyak dan unik, baik dari keindahan alam, budaya, seni dan kerajinan tangan produk lokal. ‘’Semua itu akan dapat menghipnotis wisatawan untuk berkunjung, khususnya mereka yang suka dengan paket wisata minat khusus. Kami juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), karena Rinjani ini kan kawasan hutan nasional,” tambahnya. Dalam kunker itu, Menparekraf mengunjungi Rumah Adat di Desa Beleq yang merupakan rumah pertama di kaki Gunung Rinjani. Rumah Adat itu hanya berjumlah 7 unit yang terbuat dari tanah dan beratapkan ilalang. Selain itu, ada 2 berugak dan 1 lumbung padi. Kompleks Rumah Adat itu sudah dipagar batu untuk menjaga keasliannya. Beberapa unit rumah masih ditempati untuk membuat tenun

Kementerian Kesehatan. Ia menambahkan, pihak rumah sakit mau menangani pasien. Bila tak mampu ditangani di rumah sakit, pihaknya akan merujuknya ke RSUP NTB. Sementara kondisi Rusmin semakin parah saja. Maklum ia tak bisa dirawat intensif lantaran tak punya biaya berobat. Ironis memang, keluarga Rusmin yang terdaftar sebagai penerima Jamkesmas ini justru dimintai uang untuk biaya berobat oleh Rumah Sakit Tripat Gerung. Karena tak mampu, suami dan anak-anaknya pun terpaksa merawat Rusmin di rumah dengan apa adanya. (her)

pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Pasalnya, dengan pengurangan jatah pupuk tersebut, maka jatah pupuk bagi Loteng juga ikut berkurang. Imbasnya, para petani tidak akan bisa melakukan pemupukan secara maksimal. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Petenakan (Dispertanak) Loteng, Ir. Ibrahim, terkait kebijakan pengurangan kuota pupuk, kepada Suara NTB, Minggu (2/2). Meski demikian, ujarnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain menjalankan kebijakan yang ada. Untuk itu, berapa pun kuota pupuk yang ada, akan tetap dimaksimalkan keberadaannya dalam mendorong produktivitas pertanian Loteng. Ia menjelaskan, pada tahap pemupukan susulan ketiga kali ini kuota pupuk bagi NTB semula sebesar 136 ribu ton. Namun setelah ada pengurangan tinggal hanya 100 ribu ton. Jumlah itulah yang nanti akan disebar ke semua kabupaten/kota di NTB. “Dan, berapa jatah untuk Loteng masih belum bisa dipastikan. Tapi yang jelas kurang dari jatah sebelumnya,”

tandas Ibrahim. Dalam hal ini, pihaknya akan tetap berupaya mencari solusi dan alternatif penyelesaian atas persoalan pengurangan kuota pupuk ini. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak distributor untuk mendistribusikan pupuk yang ada di gudang dan tidak perlu ditahan-tahan. Apalagi petani pada saat-saat sekarang ini sedang membutuhkan pupuk untuk tanaman padi. “Semua distributor yang menjadi mitra penyaluran pupuk di Loteng sudah kita minta menyalurkan semua pupuk yang ada. Termasuk dengan pemerintah pusat, kita juga meminta ada alternatif dalam menjawab persoalan yang timbul akibat pengurangan jatah pupuk ini, khususnya bagi Loteng sendiri,” tambahnya. Pasalnya, Loteng merupakan daerah dengan luas lahan pertanian paling besar di NTB sekaligus menjadi lumbung pangan nasional, sehingga dikhawatirkan kalau kuota pupuk berkurang, maka akan mengganggu target produksi padi.(kir)

Giri Menang (Suara NTB) Meminimalisir kebocoran pembayaran pajak pada wajib pajak maupun petugas penagih pajak, Pemkab Lombok Barat (Lobar) akan menerapkan sistem pembayaran pajak online tahun 2014 ini. Sistem pembayaran pajak ini rencananya diberlakukan Maret mendatang. Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Lobar Fauzan Husniadi kepada wartawan Minggu (2/2), menjelaskan, Fauzan mengatakan dengan sistem pajak online ini pemda tidak lagi membutuhkan pegawai untuk memungut pajak. Alasannya, adanya sistem online ini semua transaksi yang terjadi pada WP akan diketahui jumlahnya dan secara otomatis pajaknya akan masuk langsung ke kas daerah. Untuk menerapkan sistem online pembayaran pajak ini dibutuhkan peralatan penunjang, seperti perangkat komputer dan jaringan online serta pendampingan SDM senilai Rp 500 juta lebih dibutuhkan pelelangan atau tender terbu-

ka melalui LPSE. Oleh karena itu pihaknya mengundang semua perusahaan atau vendor untuk mengikuti tender terbuka ini. Untuk tahap awal ini pihaknya akan uji coba untuk 30 WP yang terfokus di wilayah Senggigi, baik untuk hotel, restoran dan Tempat Hiburan Malam (THM). Setelah itu pihaknya akan memberlakukan pajak online di semua WP. ‘’Awalnya, sistem online ini akan mulai diberlakukan awal Januari 2014, namun karena membutuhkan pengadaan maka dijadwalkan efektif berlaku pada Awal Maret mendatang,’’ terangnya. Menurutnya, pendapatan asli daerah (PAD) Lobar dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tahun 2012 target PAD Lobar Rp 124 miliar dengan realisasi sebesar 80,7 persen dan tahun 2013 sebanyak Rp 130 miliar. Realisasi persentase PAD 2013 ini lebih rendah dibanding dengan 2012, karena ada penambahan target di tengah jalan, namun dari hitungan uang yang masuk tetap lebih besar PAD 2013 dengan selisih uang Rp 18 miliar. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Halaman 4

Korban Bencana Angin Puting Beliung Butuh Bantuan Kota Bima (Suara NTB) Pascabencana angin puting beliung, kondisi warga dua lingkungan di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota masih memprihatinkan. Di tengah kondisi tersebut, para warga yang rumahnya rusak bergotong toyong memperbaiki. Sementara itu, menyusul bencana tersebut, Pemerintah Kota Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menurunkan bantuan tanggap darurat. Kondisi tersebut terlihat di salah satu Lingkungan Kedo tepatnya di RT 22 RW 08. Di mana, warga yang rumahnya hancur di terpa angin puting beliung masih memprihatinkan. Pasalnya, saat ini rumah yang mereka tinggali rata dengan tanah. Tak ayal, dia pun harus menumpang di rumah tetangga maupun sanak keluarga. Akibat kerusakan para tersebut, belum banyak yang bisa mereka lakukan. Sementara di sekitar, warga saling bergotong-royong dan membantu memperbaiki kondisi rumah. Kebanyakan rumah yang diterpa, rusak di bagian atap. Salah seorang warga, Putri Indah Sari (26) yang rumahnya rata dengan tanah, sebelumnya sempat meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Bima untuk segera diturunkan. Sebab, katanya, dalam peristiwa ini tak ada yang bisa diselamatkan. Seluruh isi rumah, termasuk barang elektronik rusak serta hewan ternak hilang. “Ya kita ingin agar dibantu, paling tidak rumah beserta isinya sekitar Rp 30 juta lebih,” tuturnya. Sementara itu, menyusul peristiwa ini BPBD Kota Bima langsung memberikan bantuan tanggap darurat. Hanya saja, meski bantuan sudah diturunkan namun warga masih sangat membutuhkan termasuk tikar alas tidur. Masrin (41), salah seorang warga lingkungan Kedo RT 22 RW 08 saat ditemui Sabtu (1/2) mengaku sudah mendapat bantuan seperti satu terpal dan beras dua kilo dari BPBD Kota Bima. Bantuan tersebut, katanya, dibagikan pada Jumat malam. Sementara bantuan yang turun tidak hanya dari BPBD, melainkan Dinas Sosial Kota Bima. Kabid Rehbansos Dinas Sosial Kota Bima, Hj. Misbah saat ditemui di lokasi bencana mengatakan, bantuan sandang dan pangan akan segera dibagi, karena pihaknya masih terus melakukan pendataan. “Ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK). Meski yang rusak berat sekitar 50 rumah. Tapi 100 KK tersebut juga mendapatkan bantuan,” ujarnya. Untuk jenis bantuan yang akan dibagikan, ia menyebutkan berupa matras sebanyak 100 lembar, tikar 100 lembar. Peralatan dapur sebanyak 77 paket, perlengkapan bayi yang sehat sebanyak 25 paket. Ia mengaku, bantuan yang dibawa itu memang dari barang tanggap darurat Dinas Sosial. Ditambahkanya, sambil menyusul laporan tertulis, pihaknya juga sudah melaporkan secara lisan ke Dinas Sosial Provinsi NTB. (use)

(Suara NTB/ist)

PANTAI LAKEY – Pantai Lakey, Dompu, dikenal cukup mendunia, terutama bagi perselancar, karena jenis ombaknya yang cukup unik. Untuk wisatawan domestik dan mancanegara, beberapa sarana akomodasi tersedia di sana, seperti tampak dalam gambar.

Perusahaan Pemegang IUP di Sumbawa Terancam Hengkang Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebagian besar perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sumbawa terancam hengkang. Saat ini terdapat sekitar 20 perusahaan pemegang IUP, namun sebagian besar izin investor itu masa berlakunya segera habis. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumbawa, Sahabuddin, S.H, rata-rata masa berlaku izin tersebut habis pada 2015 dan 2016. Beberapa perusahaan pemegang IUP tersebut, Galang Artha Buana yang berada di Kecamatan Orong Telu dan izinnya berlaku hingga 2016. PT Ayubi blok Lape hingga

Sumbawa Besar (Suara NTB) Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Sumbawa tampaknya memiliki konsekuensi serius apabila PNS berani melanggarnya. Ancaman pemecatan pun telah menanti. Sekretaris Inspektorat, Made Patria menjelaskan, SE Bupati tentang larangan bagi PNS untuk bolos saat jam kantor tanpa alasan yang jelas. Mengingat pula, hasil survey internal Pemkab Sumbawa yang menemukan masih 50 persen PNS belum menunjukkan kinerjanya. Makanya, apabila ada pegawai yang terbukti melanggar SE dimaksud, maka sanksi berat telah menunggu. Bahkan bisa berujung pemecatan. “Kalau SE ini dilanggar, maka hukumannya bisa sampai pemecatan,” ujarnya, seraya menyebutkan, himbauan SE Bupati juga berlaku bagi para pelajar. Agar tidak bolos saat jam sekolah berlangsung. Hal inipun sudah dihimbau melalui guru dan kepala sekolah. Di kalangan Inspektorat, pegawai yang menjalankan tugas di luar kantor akan dilengkapi surat tugas. Termasuk membuat surat izin sesuai dengan peruntukan. Mengingat kebanyakan tugasnya yang berada di lapangan. Mulai hari ini, Inspektorat juga akan melakukan pemantauan terhadap penggunaan absensi sidik jari. Sejauh mana pelaksanaan absensi sidik jari diterapkan pada setiap SKPD berjalan. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Toto Utomo Budi Santosa dijadwalkan akan datang berkunjung ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kehadiran salah satu petinggi Kemensos tersebut dalam rangka roadshow ke daerah untuk mensosialisasikan dan meninjau langsung sejumlah program kementerian yang saat ini sedang digelontorkan. Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) KSB, Manurung, S.Pd mengatakan, berdasarkan konfirmasi yang

adalah Ditjen yang saat ini programnya sedang bergulir di masyarakat. “Harapan kita yang datang lebih dari satu Dirjen dengan begitu kita bisa leluasa berkonsultasi seputar program Kemensos,” cetusnya sambil menambahkan kehadiran Sekjen Kemensos hanya berlangsung sehari saja. “Jadwalnya sehari saja. Mereka itu kegiatannya roadshow ke seluruh provinsi dan kebetulan untuk di NTB ini kita salah satunya yang didatangi,” terang mantan Kabag Humas Pemda KSB ini. Manurung mengatakan, pihaknya akan menanyakan sep-

utar program bedah rumah yang ada di kementerian bersangkutan. Menurut dia, sejauh ini pembenahan rumah warga agar menjadi layak huni masih sangat dibutuhkan di KSB karenanya ia berharap dalam pertemuan nanti Kemensos dapat menggelontorkan program tambahan untuk kegiatan bedah rumah tersebut. “Mudah-mudahan direspon keinginan kita itu,” harapnya. Pada bagian lain Manurung memaparkan, pada tahun 2014 ini tiga kecamatan di KSB telah masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Ketiga kecamatan itu di

antaranya Maluk, Jereweh dan kecamatan Brang Ene. Masuknya ketiga kecamatan tersebut dalam daftar penerima PKH, maka lengkap semua kecamatan di KSB sebagai penerima program tersebut. “Tahun 2013 lalu tiga kecamatan ini tidak masuk dalam daftar penerima, hanya lima kecamatan saja. Nah sekarang sudah lengkap dan kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat warga penerima di tiga kecamatan itu sudah bisa menikmati PKH, salah satu program dari Kemensos itu,” pungkas Manurung. (bug)

Masih dalam Tahap Pengerjaan Bima (Suara NTB) Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima terhadap proyek pemban-

Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un ATAS NAMA PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BESERTA SEGENAP JAJARAN BIROKRASI

Mengucapkan TURUT BERDUKA CITA YANG SEDALAMDALAMNYA ATAS WAFATNYA

HUSAINI, SH CAMAT EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Meninggal di Usia 54 Tahun pada hari Sabtu, 1 Februari 2014 di Mataram

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, ketabahan dan kesabaran. Amin BUPATI SUMBAWA

WAKIL BUPATI SUMBAWA

TTD Drs. H. JAMALUDDIN MALIK

TTD Drs. H. ARASY MUHKAN

TTD Drs. H. RASYIDI

diterima pihaknya kedatangan Sekjen Kemensos RI itu dijawdwalkan tiba di KSB pada tanggal 4 Februari mendatang. “Jadi kalau tidak ada halangan hari Selasa pekan ini, rombongan mereka sudah sampai di sini (KSB),” jelasnya, Sabtu (1/2). Dalam kunjungannya tersebut Kemensos RI tidak sendiri. Informasi yang diperoleh, beberapa Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kemensos akan turut pula mendampingi. Manurung memperkirakan, sejumlah Dirjen yang akan turut dalam rombongan tersebut kemungkinan

Proyek Dermaga Kerampi

BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBAWA

SEKRETARIS DAERAH

perusahaan lainnya yang kini memasuki tahap eksplorasi. Sesuai prosedur, lanjut Sahabuddin, ketika berakhir, maka harus mengembalikan izin tersebut ke pusat. Selanjutnya, konsesi lahan yang mereka kuasai masuk ke dalam wilayah pencadangan negara. Kalau berkeinginan untuk masuk kembali, maka harus mengajukan kembali

para pemegang IUP ini sungguh-sungguh melaksanakan kegiatannya. “Itu tujuannya. Uang jaminan ini dikeluarkan tergantung luas wilayah, ada yang sampai Rp 200 juta – Rp 300 juta,” jelas Sahabuddin. Sampai saat ini, baru ada tiga perusahaan yang telah mengembalikan izin. Yakni PT SAM (emas) blok Lantung, PT Antam (emas) blok Olat Cabe, dan PT Samawa Mitra Abadi (mangan) di Kecamatan Maronge. Sedangkan CV Cahaya Mineral (mangan) izinnya dicabut karena tidak melaksanakan kegiatan. (arn)

Sekjen Kemensos Dijadwalkan Datang ke KSB

Bolos Ngantor

PNS Terancam Dipecat

2016. PT Azahra blok Lunyuk, Orong Telu dan Lenangguar hingga 2017 mendatang. Selanjutnya, PT NJR di Kecamatan Ropang hingga 2014. PT Intam blok Ropang, Lantung dan Lenangguar 2009 hingga 2015 mendatang. PT Sumber Daya Energi di Kecamatan Alas hingga 2015. PT Selatan Arc Mineral (PT SAM) blok Ropang hingga 2016. Serta

izin ke Kementerian ESDM. Serta mengikuti proses tender ulang, sesuai prosedur awal yang mereka tempuh. Ketika perusahaan menyerah dengan maksud izin tersebut dikembalikan, maka uang jaminan yang pernah disertakan ke daerah dikembalikan 100 persen. Sementara jika izinnya dicabut karena tidak melaksanakan kegiatan, maka uang jaminannya diserahkan kembali ke Pemkab, karena sudah menjadi hak pemda. Maksud dari uang jaminan tersebut sebagai bentuk kesungguhan. Untuk menjamin

gunan Dermaga di Desa Kerampi senilai Rp 1,2 miliar serta tambatan perahu senilai Rp 329 juta pada Dishubkominfo dipertanyakan. Pasalnya, dalam proyek tersebut masih dalam masa pengerjaan karena terdapat klausula atau pasal yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokoknya namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok (addendum). Sumber di internal Dishubkominfo menyebutkan, seharusnya aparat Kejaksaan belum bisa melakukan penyelidikan. Pasalnya, proyek dimaksud masih dalam pengerjaan karena masih dalam tahap ad-

dendum. Adanya addendum ini juga, lanjutnya, sesuai dengan permintaan masyarakat. Khusus untuk tambatan perahu Desa Kerampi dana yang dicarikan uang muka. Itu wajar karena uang muka proyek sebesar 20 persen dari nilai total. Menurutnya, dalam semua tahap pencairan dana proyek itu wajar dan boleh dilakukan. “Kami sendiri sangat menjaga agar uang Negara tidak dirugikan,” tuturnya, Jumat (31/1). Dia pun menyebutkan jika kapabilitas kontraktor yang mengerjakan tidak masalah. Malah jika CV yang mengerjakan tidak mampu menyelesaikan tahap addendum se-

suai waktu, maka pihaknya akan mengambil tindakan, bahkan akan di-blacklist atau masuk dalam daftar hitam. Dalam hal ini keberadaan Inspektorat selaku lembaga pengawas internal di pemerintahan tidak berbuat apaapa. Seharusnya, selaku lembaga yang memiliki tupoksi, inspekorat tidak tinggal diam dan seharusnya melakukan justifikasi. “Inspektorat itu jangan mandul, jagan hanya bisa menakut-nakuti,” tandasnya lagi. Sementara itu, Kepala Inspektur Pemkab Bima Arifuddin yang dihubungi menuturkan jika dia sendiri belum bisa

memberikan komentar terkait proyek pembangunan Dermaga yang saat ini ditangani Kejaksaan. Hanya saja, lanjutnya, aparat Kejaksaan kemungkinan melakukan meminta klarifikasi karena ada laporan masyarakat. Sementara pihaknya di internal juga bisa mengambil tindakan internal jika ada laporan. Jika ada laporan, pihaknya akan meneruskan ke Bupati Bima. Selanjutnya, setelah ada perintah Bupati pihaknya pun meneruskan dengan melakukan permintaan klarifikasi secara internal. “Kami tak bisa terlalu jauh tanpa ada Perintah Bupati,’’ ujarnya. (use)

Diduga Picu Penganiayaan Guru

Oknum Siswa Dikeluarkan dari Sekolah Dompu (Suara NTB) Guru BK di SMAN 2 Woja, Salahuddin, S.Pd dianiaya oleh sekitar 30 orang keluarga siswa di sekolahnya. Kejadian ini membuat Salahuddin harus mendapat perawatan intensif di RSU Dompu. Untuk memberikan efek jera pada wali murid, sekolah memutuskan untuk mengeluarkan AH, siswa kelas 1 yang diduga sebagai pemicu penganiayaan terhadap guru. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, H Ichtiar, SH kepada Suara NTB, Minggu (2/2) mengatakan, kasus penganiayaan terhadap guru BK SMAN 2 Woja, Salahuddin, S.Pd oleh keluarga siswa pada Selasa (28/1) lalu telah diserahkan ke proses hukum oleh pihak sekolah dan guru yang bersangkutan. Sekolah juga telah memutuskan untuk memberi efek jera bagi siswa dan wali murid lainnya, oknum siswa yang diduga sebagai provokator dikeluarkan dari sekolah. “Sekolah telah menyerahkan kasusnya agar proses

secara hukum tetap dilanjutkan. Anak yang diduga sebagai provokator akan dikeluarkan dari sekolah,” katanya. Keputusan sekolah ini, lanjut H Ichtiar, akan didukung pihaknya sebagai pembelajaran dan untuk memberi efek jera bagi siswa serta wali murid lainnya. Penganiayaan terhadap guru ini tidak dibenarkan, sehingga siswa diserahkan kembali kepada wali murid untuk mendidiknya. “Saya dukung (keputusan sekolah), supaya tidak terulang kembali. Saya berharap inilah yang pertama dan terakhir kali terjadi,”ungkapnya. Keputusan mengeluarkan siswa dari sekolahnya, dikatakan H. Ichtiar, tidak akan sampai mengganggu program nasional untuk menekan angka drop out di usia belajar. Selain untuk memberi efek jera bagi siswa, juga untuk memberikan rasa aman bagi guru dalam mengajar. “Tidak sampai mengganggu program nasional. Kita punya program paket C yang sederajat SMA. Biar dia masuk

di situ (Paket C). Kalau tidak mau (masuk paket C), biar dia cari sekolah lain saja,” katanya. H. Ichtiar juga mengungkapkan, insiden penganiayaan terhadap guru oleh keluarga siswa ini dirinya langsung mengumpulkan guru di SMAN 2 Woja untuk memberikan pembinaan. Guru dituntut memahami pola komunikasi sosial, baik dengan siswa maupun dengan masyarakat. “Kamis (6/2) besok saya minta bertemu guru, komite sekolah dan seluruh wali murid untuk pembinaan,” terangnya. Ketua PGRI Kabupaten Dompu, Irham, S.Ag yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus hukum ini untuk diproses cepat dan tuntas. Bila pihaknya tidak bisa menanganinya akan meminta bantuan hukum di LBH PGRI Propinsi dan bila tidak mampu juga akan diserahkan ke PB PGRI. Itu artinya, kasusnya menjadi kasus nasional. “Kalau tidak ditangani serius (oleh Polisi), mungkin arahnya ke situ (mogok guru

mengajar),” katanya. Kasus penganiayaan terhadap Salahuddin, S.Pd guru BK di SMAN 2 Woja oleh keluarga siswa kelas 1 pada Selasa lalu ini, awalnya Salahuddin yang hendak mengajar di kelas 1 (2) melihat AH mengajak bicara rekannya di kelas 1 (2), padahal ia kelas 1 (5) saat jam belajar. Salahuddin melihat AH dan mengenakan anting langsung menegurnya. Namun teguran itu tidak diindahkan dan ia berusaha kabur seraya mengumpat gurunya. Tidak terima diumpat siswanya, Salahuddin kemudian mengejar AH. AH justru lari hingga ke keluarganya, sehingga keluarganya sekitar 30 orang mendatangi Salahuddin di sekolahnya dan menganiaya. Kasus ini sempat dilaporkan ke Polsek Woja, tapi langsung dimediasi oleh pihak sekolah dan disepakati damai. Salahuddin justru masuk ke RSU Dompu untuk mendapat perawatan intensif terkait kasus penganiayaan ini pada Selasa (28/1) malam hingga saat ini. (ula)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Gugatan ”Aneh” untuk Suara NTB Karena sesuai dengan pasal 3 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan, pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Artinya, ketika Suara NTB menulis berita yang membuat Mr. Giovanni Ardizzon menjadi keberatan, sesungguhnya Suara NTB sedang melaksanakan amanat konstitusi, yakni melaksanakan salah satu fungsinya sebagai media kontrol sosial. Dilayangkannya gugatan terhadap Suara NTB oleh Mr. Giovanni Ardizzon, kami di Suara NTB menduga Mr. Giovanni Ardizzon tidak membaca secara cermat dan teliti seluruh pemberitaan yang terkait dengan dugaan bisnis koral ilegal tersebut. Karena memang Suara NTB menulis berita tersebut dalam waktu yang cukup panjang dalam beberapa edisi. Selain itu, sebagai warga negara asing, Mr. Giovanni Ardizzon mungkin tidak memahami secara utuh dan lengkap UU 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurut kami di Suara NTB, bahwa berita-berita yang kami tulis dan berujung dengan Suara NTB digugat oleh Mr. Giovanni Ardizzon tidak ada yang menyimpang. Suara NTB sudah melaksanakan tugas jurnalistiknya sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik, yakni sesuai dengan kode etik jurnalistik dan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Salah satunya, seperti judul berita Suara NTB, Senin tanggal 27 Mei 2013 yang membuat Mr.Giovanni Ardizzon sangat berkeberatan dengan pemberitaan Suara NTB. Judul berita tersebut adalah “Bisnis Koral Diduga Ilegal”. Dalam penulisan pemberitaan tersebut, Suara NTB menggunakan kata “diduga”. Artinya, penggunaan kata “diduga” menunjukkan bahwa Suara NTB menulis berita tersebut menggunakan asas praduga tidak bersalah. Kalau dicermati dengan baik berita-berita Suara NTB terkait soal dugaan bisnis koral ilegal tersebut, boleh jadi gugatan terhadap Suara NTB tidak akan ada. Sebab sumber-sumber berita Suara NTB adalah sumber-sumber berita dengan kapasitas yang jelas. Sedangkan terkait soal keberimbangan berita, Suara NTB dalam edisi Senin tanggal 20 Mei 2013 pada halaman pertama dengan judul “Biota Laut Lobar Diduga Diselundupkan ke Asia hingga Eropa” secara jelas menulis telah berupaya mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan koral tersebut. Namun dalam penelusurannya, tidak ada satu orang pun yang bisa dikonfirmasi. Artinya, Suara NTB telah berupaya melakukan konfirmasi kepada semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan memiliki kapasitas berbicara soal dugaan bisnis koral ilegal tersebut untuk kepentingan keberimbangan berita. Mr. Giovanni Ardizzon boleh jadi mempunyai alasan dan pertimbangan tertentu menggugat Suara NTB beberapa bulan kemudian setelah berita tentang dugaan bisnis koral ilegal ditulis Suara NTB. Berita-berita terkait soal dugaan bisnis koral ilegal tersebut ditulis Suara NTB antara bulan Mei-Juni 2013. Sedangkan Mr. Giovanni Ardizzon memberi kuasa kepada pengacarannya untuk menggugat Suara NTB tertanggal 12 Desember 2013. Terlepas soal rentang waktu —dalam beberapa bulan kemudian Suara NTB digugat setelah Suara NTB memberitakan dugaan bisnis koral ilegal tersebut—. Yang pasti, Suara NTB menulis berita tersebut sebagai bentuk komitmennya untuk menjaga lingkungan. Selain memang, Suara NTB sedang melaksanakan fungsinya sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena sesungguhnya, menjaga lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab seluruh anak bangsa di negari ini. Apapun profesi dan jabatannya. Apalagi seperti yang dikatakan Wakil Ketua Lombok Hotel Asosiasi (LHA), Stephane Servin yang dilansir Suara NTB, Kamis (30/1) lalu. Dia prihatin dengan kerusakan terumbu karang di kawasan Pantai Sekotong Lombok Barat (Lobar). Menurutnya, kerusakan terumbu karang di pantai yang berpasir putih itu sudah terjadi sejak lama. Sedangkan, kalau kerusakan itu dibiarkan, pariwisata Lobar terancam kehilangan masa depan. Yang menjadi persoalan, ketika pers kehilangan kemerdekaannya dalam melaksanakan fungsinya. Yang rugi, sesungguhnya bukan pers. Tetapi masyarakat secara luas. Karena sesuai dengan pasal 4 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Untuk itulah, seperti yang dikatakan Pakar Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Idrus Abdullah, SH sebagaimana ditulis Suara NTB, Sabtu (1/2) lalu, pers itu bekerja berdasarkan undang-undang. Ia menyebutkan, di dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ada hak jawab. Sesuai dengan pasal 5 ayat 2 dan 3 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers wajib melayani hak jawab dan hak koreksi. Yang dimaksud dengan hak jawab, adalah seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Sedangkan hak koreksi, adalah hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. Yang agak “aneh” bagi kami di Suara NTB, Mr. Giovanni Ardizzon belum pernah menggunakan hak jawab maupun hak koreksi terhadap pemberitaan yang ditulis Suara NTB. Tiba-tiba Suara NTB digugat dengan tuntutan ganti rugi yang cukup besar dan fantastis. Padahal seperti yang dikatakan Prof Idrus, jika mekanisme hak jawab ditempuh, tidak perlu masuk ke meja persidangan. ***

Dari Hal. 1

Pemerintah Harus Cepat Tanggap Dari Hal. 1 Ketua DPD ASITA NTB, Agus Mulyadi, SE mengatakan, jika kerusakan biota laut seperti terumbu karang akibat dugaan pengambilan secara ilegal, Pemda Lobar harus cepat tanggap dan mengambil langkah antisipasi. Di samping itu juga perlunya regulasi dan pengawasan intensif dari pemerintah. ‘’Kemungkinan kalau untuk wisatawan yang suka ke pantai, yang menarik mereka itu aktivitas diving atau snorkeling, kalau tidak ada biota laut atau keindahan bawah laut, tidak ada yang dinikmati wisatawan,” terangnya. Pernyataan Wakil Ketua LHA, Stephane Servin yang menyebutkan bahwa pariwisata Lobar terancam kehilangan masa depan, ini menurutnya bisa menjadi sebuah ‘tekanan’

bagi Pemkab Lobar sehingga peemrintah setempat mestinya harus cepat tanggap dengan persoalan ini. Menurutnya, para pelaku wisata di NTB paling banyak menawarkan paket wisata bahari. Tetapi jika koral rusak, tak ada yang bisa disaksikan wisatawan. ‘’Pemda Lobar harus cepat tanggap terkait hal-hal seperti itu. Sebagai motivasi untuk melindungi keindahan bawah laut,’’ sarannya. Agus menyebutkan, kawasan Sekotong dengan gili-gilinya sangat potensial. Pemkab Lobar juga disarankan untuk meningkatkan infrastruktur dan SDM. Di samping itu masyarakat juga harus memiliki rasa memiliki sehingga bisa turut menjaga kelestarian alam di sekitar objek wisata. (yan)

Dukung Suara NTB Dari Hal. 1 Demikian disampaikan, H. Moch Ali BD (demikian Bupati Lotim biasa disapa) kepada Suara NTB Minggu (2/2) kemarin. Berdasarkan UndangUndang Pers Nomor 40 tahun 1999, mengatur adanya hak jawab dan hak bantah (koreksi) terhadap objek yang diberitakan. Siapa pun mereka, termasuk warga asing. Ketika berada di Indonesia dan bersentuhan dengan media, harusnya tunduk pada aturan perundang-undangan media yang berlaku di negeri ini. Kalau merasa tidak sesuai

dengan yang diberitakan, semestinya bisa dilakukan melalui mekanisme penyampaikan hak jawab. Harian Suara NTB, lanjutnya wajib memuat jawaban dan bantahan itu. Termasuk pemberitaan terkait lingkungan. Ali BD sangat mendukung pemberitaan terkait penyelamatan lingkungan yang disajikan Suara NTB. Menurut Ali BD, berita tentang dugaan adanya pengerusakan lingkungan itu sudah cukup bagus. Menurut Ali BD ini harus diapresiasi semua pihak. (rus)

Halaman 5

Pelaku Pariwisata Galang 5.000 Dukungan Dari Hal. 1 ‘’Kita menjual alam (wisata gunung dan bahari). Kalau alam atau lingkungan kita rusak, apa yang bisa kita jual? Wisatawan tidak akan datang ke sini (baca NTB). Kalau wisatawan tidak datang, kamar-kamar (hotel) kami tidak akan terjual, kosong. Kalau sudah demikian, bagaimana kami dan karyawan kami bisa hidup,’’ kata Lanang, seraya sangat mendukung kebijakan Redaksi Harian Umum Suara NTB yang begitu gencar memberitakan tindakan –tindakan ilegal yang merusak lingkungan. Setelah dari pelaku pariwisata, dukungan akan dilanjutkan ke luar (masyarakat). ‘’Dukungan secara luas akan kami galang, karena semua kita, seluruh elemen negeri ini memiliki kepentingan dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan,’’ ujarnya. Hearing dengan DPRD NTB Sebelum menggalang 5.000 dukungan, PHRI dan LHA akan mengadakan hearing dengan DPRD NTB. ‘’Surat permintaan hearing sudah kami buat dan surat sudah

saya tandatangani. Senin (hari ini), surat akan kami kirim langsung ke DPRD. Selanjutnya, kami tinggal menunggu kapan dijadwalkan hearingnya,’’ kata General Manager Hotel Lombok Raya ini. Hearing dengan DPRD NTB menurut Lanang Patra, terkait dengan masalah lingkungan. ‘’Bagaimana kita bersamasama menyelamatkan lingkungan. Kalau alam rusak, habis riwayat pariwisata kita. Kekuatan pariwisata kita ada pada wisata alam. Jadi alam adalah aset pariwisata kita yang paling berharga,’’ ujarnya. Keprihatinan dampak rusaknya lingkungan terhadap pembangunan pariwisata yang merupakan sektor unggulan Pemprov NTB, juga disampaikan Wakil Ketua LHA, Stephane Servin. General Manager The Santosa Villas & Resort Lombok ini menyoroti rusaknya lingkungan bawah laut Pantai Sekotong. Kawasan Pantai Sekotong, merupakan aset pariwisata Lombok Barat (Lobar) yang potensinya sangat luar biasa. Bahkan kawasan ini merupakan destinasi wisata masa depan Lobar yang sangat menjanjikan. Namun ironis, di balik potensin-

ya itu, kondisi objek wisata baharinya khususnya bawah lautnya (terumbu karang) rusak parah. Yang memprihatinkan, kerusakan terumbu karang di pantai berpasir putih itu sudah terjadi sejak lama. ‘’Sekotong merupakan destinasi wisata masa depan Lombok Barat. Potensinya luar biasa. Berpasir putih, airnya tenang dan biru. Luar biasa. Apalagi Teluk Sepi, sungguh menakjubkan,’’ pujinya. Pantai Sekotong, dengan begitu banyak keunggulannya sangat diminati wisatawan. ‘’Di sana wisatawan bisa snorkeling dan diving,” katanya. Pengelola jasa wisata di sana bisa menyewakan peralatan untuk diving hingga 100 dolar untuk satu orang. ‘’Namun jika kondisi bawah lautnya rusak seperti sekarang, kita bisa kehilangan peluang itu,’’ ujarnya. Menurut Stephane, pariwisata Lobar tidak saja akan kehilangan potensi di usaha diving dan snorkeling saja akibat kerusakan terumbu karang dan potensi bawah lautnya. ‘’Jika kondisi ini (kerusakan biota bawah laut) dibiarkan oleh pemerintah, maka pariwisata Lombok Barat akan kehilangan masa depannya,’’ katanya dengan nada prihatin. (049)

Pokdarwis Sekotong Siap Bersatu Cegah Pengerusakan Biota Laut Dari Hal. 1 Lebih-lebih ke depan, Sekotong telah ditetapkan sebagai salah satu wisata andalan Lombok Barat dan NTB umumnya. “Karena itu semua pihak berkewajiban menjaga dan melestarikan lingkungan bawah laut,’’ katanya, Minggu (2/2) kemarin. Sekotong katanya menjadi incaran wisatawan mancanegara. Karena itu, Sekotong akan diupayakan menjadi daerah ke dua setelah Bali. Artinya,

wisatawan yang datang dari Bali bias langsung ke Sekotong. Tentu, jika itu bisa terlaksana maka akan menjadi kebanggaan masyarakat Sekotong. Hal ini menurutnya mustahil tercapai, manakala aktivitas pengerusakan biota laut dibiarkan tidak ditindak tegas. Seperti pengeboman ikan dan aktiivitas lain yang merusak lingkungan bawah laut. Dalam hal ini, Pokdarwis meminta agar aparat keamanan mulai tingkat terbawah Polsek sampai tingkat Polda harus betul-betul men-

indak tegas jika ada pelaku yang merusak lingkungan. Untuk membahas masalah ini, Pokdarwis se Kecamatan Sekotong, terutama di wilayah Sekotong Barat dan Pelangan akan duduk bersama. Pokdarwis katanya, akan berupaya mencegah hal-hal yang justru menghambat perkembangan wisata ke depan dari tangan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Pokdarwis katanya, akan menyiapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah pengerusakan tersebut. (her)

Sukseskan Ujian Nasional yang Berprestasi Dari Hal. 1 Dalam PP 19/2005 (jo, PP/ 32/2013) tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu petimbangan untuk 1) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, 2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, 3) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/ atau satuan pendidikan, 4) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ujian nasional adalah instrumen untuk memastikan bahwa setiap lulusan telah memenuhi tuntutan standar nasional. Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2014 untuk SMA/MA/ SMK/MAK/SMALB/ Program Paket C dilaksanakan tgl 14 s.d 16 April 2014, UN susulan 22 April s.d 24 April 2014. Jadwal Ujian untuk SMP/ MTs/ SMPLB/ Paket B/Wustha tanggal 5 s.d 8 Mei 2013, UN Susulan 12 s.d 16 Mei 2014. Jadwal ujian untuk SD/ MI/ SDLB/ Paket A/Ula tanggal 19 s.d 21 Mei 2014, Ujian Sekolah Susulan tanggal 26 s.d 28 Mei 2014. KRITERIA KELULUSAN Sesuai Peraturan Mendikbud RI nomor 97 tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan peserta didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madraah/ Pendidikan Kesetaraan Ujian Nasional Tahun pelajaran 2013/ 2014,Kriteria kelulusan peserta didik untuk Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/ MAK, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan adalah: a) Nilai Akhir setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan paling rendah 4,0 (empat koma nol); dan b) ratarata Nilai Akhir (NA) untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima). Kelulusan peserta didik dari: a) SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK/ MAK ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru, b) Program Paket B/ Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina. Sesuai Peraturan Kepala Balitbang Kemdikbud nomor 001/H/HK/2014 tentang POS Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Ujian Madrasah pada SD/MI/ SDLB/ program Paket A/Ula Tahun Pelajaran 2013/2014, Kelulusan dari Ujian Sekolah/Madrasah dan Kelulusan dari Satuan Pendidikan adalah : 1) Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan per-

olehan nilai US/M; 2) Kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup: a) nilai minimal setiap mata pelajaran US/M; dan b. nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M. 1. Kelulusan Peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan melalui rapat pendidik setelah: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) memeroleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal; dan c) lulus US/M. 2. Kriteria peserta didik memeroleh nilai baik untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal ditentukan oleh pendidik melalui rapat pendidik tingkat Satuan Pendidikan. PENCETAKAN NASKAH UJIAN a. Pencetakan dan pendistribusian Naskah Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB/ Paket B/Wustha, SMA/ MA/SMK/SMALB bergabung di Regional VII yang meliputi Provinsi Bali, Provinsi NTB, dan Provinsi NTT. Pengawasan penggandaan, pendistribusian, dilaksanakan antara Panitia Regional, Perguruan Tingi, Dinas Dikpora, LPMP, dan Polri. Sumber dana dari APBN. b. Pencetakan dan pendistribusian Naskah Ujian Sekolah SD/MI/SDLB dan Paket A/ Ula), dilaksanakan Provinsi NTB, dananya dari APBD Provinsi NTB Tahun 2014. Upaya yang perlu diperhatikan dalam Pemantapan Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah antara lain : 1. Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Orang Tua supaya mengecek dengan teliti anak didik sudah terdaftar sebagai peserta ujian di sekolah/madrasah, dan meneliti identitas siswa. 2. Data Peserta didik sangat diperlukan sebagai data dasar untuk : a) penetapan Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta ujian sekolah/madrash, b) pencetakan Dokumen Ujian Nasional/ Ujian Sekolah, c) Dasar Pengisian Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)/ Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah (SKHUS). 3. Kepala Sekolah melakukan sosialisasi Permendikbud UN/US, POS UN/US, Kisi-kisi Ujian Nasional/ Ujian Sekolah Kepada Pendidik/ tutor, peserta Ujian, orang tua/ wali murid peserta didik. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberi informasi secara utuh dan lengkap tentang pelaksanaan UN/US, agar peserta didik lebih giat berusaha dalam belajar dan mempersiapkan diri dengan baik sehingga terbentuk rasa percaya diri yang kuat dalam mengerjakan soal UN/US dengan kemampuan sendiri.

Tidak mudah percaya dan terpengaruh dengan adanya isu soal dan kunci jawaban yang beredar melalui selebaran, maupun SMS yang disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena kunci jawaban tersebut tidak benar dan menyesatkan. 4. Perlu adanya sosialisasi kepada peserta didik bahwa UN/US adalah salah satu jenis evaluasi belajar sama seperti evaluasi belajar sehari-hari di kelas. Dengan demikian peserta didik wajib untuk belajar namun tidak perlu mencemaskan secara berlebihan. 5. Program sosialisasi, membahas kisi-kisi ujian yang berisi standar kompetensi lulusan mata pelajaran Ujian Nasional/ Ujian Sekolah dengan indikatorindikator soal UN yang diterbitkan BSNP. Sosialisasi ini harus dilakukan sedini mungkin agar pihak sekolah memiliki cukup waktu dalam mempersiapkan peserta didik. 6. Perlunya peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah/ madraah, baik dari sisi kehadiran guru dan siswa, terpenuhinya alokasi waktu pembelajaran, terselesaikannya materi pelajaran, dikuasainya keseluruhan konsep oleh siswa, tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal, sehingga terbentuk rasa percaya diri guru ketika siswanya diuji dan rasa percaya diri siswa yang mengikuti ujian. 7. Pihak sekolah agar mengoptimalkan guru BK atau guru Agama, wali kelas dalam pendampingan, pengayaan bagi seluruh siswa, terutama siswa yang dalam pengamatan sehari-hari kondisi psikologisnya lemah. Salah satu cara yang dapat ditempuh yakni dengan melaksanakan pelatihan motivasi yang dilaksanakan oleh guru BK., atau nara sumber lainnya. 8. Melaksakakan Latihan Ujian, Trayout, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pemetaan bagi sekolah, guru, siswa, orang tua untuk melihat dan mengukur kompetensi siswa dalam penguasaan kompetensi yang diujikan. Hasil Pemetaan ini agar diinformasikan kepada guru, siswa, orang tua untuk dijadikan dasar pembinaan lebih lanjut oleh sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Ujian Nasional adalah salah satu upaya dalam rangka mempercepat pemerataan mutu pendidikan, oleh karena itu perlu dukungan dari semua pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala sekolah. Guru, peserta didik, orangtua dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian nasional. Melalui ujian nasional/ujian sekolah kita bersama-sama meningkatkan kualitas anak-anak kita dalam menghadapi persaingan global di segala bidang. (*)

Pengumuman Belum Pasti

Honorer K2 Tak Lulus Seleksi CPNS Tetap Bekerja Mataram (Suara NTB) Pengumuman hasil seleksi CPNS tenaga honorer kategori 2 (K2) hingga saat ini belum ada kejelasan. Meskipun ada kabar yang menyatakan bahwa pengumuman hasil seleksi yang berulangkali molor tersebut pada 5 Februari mendatang, namun hal itu masih belum pasti. “Belum pasti,” kata Kepala Badan Kepagawaian Daerah dan Diklat NTB, Drs. H. Muh. Suruji dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (2/2) siang kemarin terkait pengumunan seleksi CPNS honorer K2. Jumlah peserta ujian seleksi CPNS honorer K2 seluruh NTB sebanyak 19.503 orang. Dengan rincian, peserta seleksi CPNS formasi honorer K2 Pemprov NTB 99 orang, Lombok Barat 755 orang, Lombok Tengah 2.821 orang. Kemudian Lombok Timur

1.799 orang, Lombok Utara 431 orang, Kota Mataram 1.250 orang, Sumbawa Barat 1.359 orang, Sumbawa 1.788 orang, Dompu 1.558 orang, kabupaten Bima 4.935 orang dan Kota Bima 2.708 orang. Dari peserta seleksi itu nantinya akan terjaring masing-masing 30 persen PNS baik ditingkat provinsi dan 30 persen ditingkat kabupaten/kota. Terhadap yang tidak lolos mennjadi PNS, Suruji mengatakan mereka akan tetap bekerja. ”(tetap) kerja. Yang lulus besar (banyak),” terangnya. Secara nasional, honorer kategori 2 yang mengikuti tes CPNS berpendidikan SLTA sampai D3. Dari sekitar 600 ribu peserta, sekitar 250 ribu diantaranya adalah tenaga pendidik. Untuk guru, diperkirakan sekitar 100 ribu yang akan diterima. (nas)

Pembangunan NCC dan Hotel Syariah Tunggu Proses Perizinan Mataram (Suara NTB) Pembanngunan proyek NTB Convention Center (NCC) dan hotel syariah oleh investor yang memenangkan beauty contest pada lahan milik Pemprov NTB masih menunggu proses perizinan. Proyek NCC sendiri akan dibangun convention center yang memiliki daya tampung 5.000 orang lebih dan bangunan 18 lantai. Sedangkan hotel syariah akan dibangun lima lantai pada areal Islamic Center NTB. Kepala Biro Kerjasama dan Sumber Daya Alam Setda NTB, Drs. L. Dirjaharta, M. Si mengatakan para investor tersebut saat ini masih memproses izin seperti IMB dan masalah Amdal. Disebutkan, seperti investor NCC, selain mengurus perizinan mereka saat ini sedang membangun bangunan pengganti berupa Laboratorium Kesehatan. Pasalnya, Laboratorium Kesehatan itu berada di lokasi pembangunan proyek NCC, sehingga harus dibangun dulu di tempat yang lain baru kemudian mereka bisa membangun proyek NCC. “Tuntaskan bangunan peng-

ganti baru mulai membangun NCC.Kalau dia (investor NCC) maunya cepat membangun NCC itu karena banyak mitranya yang sudah menunggu itu,”jelasnya. Sementara untuk pembangunan hotel syariah di areal IC NTB, kata Dirjaharta sebenarnya investornya mau melakukan ground breaking pada 17 Desember tahun lalu. Namun, pihaknya meminta investor menyelesaikan segala macam perizinan sehingga pembangunan segera dimulai. “Masalah Amdal dan proses perizinannya yang masih diproses,”terangnya. Sesuai dengan hasil beauty contest yang dilakukan tim terpadu dari Pemprov NTB, pekerjaan pembangunan NCC dimenangkan oleh PT. Lombok Plaza dengan rencana investasi Rp 360 miliar dan kontribusi Rp 50 miliar. Untuk pembangunan Hotel Syariah di kompleks Islamic Center dimenangkan oleh PT. Al-Hamra Internasional. Selain itu, untuk pekerjaan pembangunan rumah kantor (rukan), pemenangnya adalah PT. Varindo Lombok Inti. (nas)

Pemprov Tunggu Putusan

Newmont Ajukan 149 Keberatan Pengenaan Pajak Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menunggu panggilan untuk pembacaan putusan Pengadilan Pajak terkait sengketa pajak dengan PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Newmont mengajukan 149 keberatan terhadap pengenaan pajak di Pengadilan Pajak Surabaya. “Kalau majelis 10 ini tinggal menunggu putusan. Biasanya kita ada panggilan untuk menghadiri pembacaan putusan,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB, H. Rusman, SH, MH dikonfirmasi Suara NTB. Disebutkan, sejak beberapa tahun terkahir, jumlah keberatan yang dilayangkan Newmont ke Pengadilan Pajak mencapai 432 keberatan. Sebanyak 432 keberatan itu ditangani oleh tiga majelis. Masing-masing majelis 12 sebanyak 152 keberatan, majelis 5a sebanyak 131 keberatan dan majelis 10 sebanyak 149 keberatan. Dari tiga majelis tersebut dua majelis sudah mengeluarkan putusan. Masing-masing majelis 5a, dimana Pemprov NTB kalah dalam sengketa

pajak tersebut dan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) yang masih dalam proses. Sementara pada majelis 12 yang menangani 152 keberatan yang dilayangkan Newmont, Pemprov NTB menang. Menurut Rusman, kemenangan tersebut karena majelis hakim mempertimbangkan saksi ahli. Untuk itu, dalam majelis 10 juga dipakai saksi ahli dengan harapan bisa menjadi pertimbangan hakim dalam putusannya.Sementara dalam kekalahan di majelis 5a, pemprov tidak mengggunakan saksi ahli sehingga kalah. “Kita hadirkan saksi ahli memberikan kesaksian bahwa kontrak karya itu, pemerintah bertindak sebagai subjek hukum privat karena perjanjian,” terangnya. Ditambahkan, jika perjanjian itu masuk pada hukum privaf. Ketika ada UU maka pemerintah bertindak selaku subyek hukum publik. Maka dalam teori hukumnya, hukum publik yang harus dimenangkan. “Jadi UU tentang pajak itu menggugurkan tentang kontrak karya itu,” imbuhnya. (nas)

Abrasi, Jalur Menuju Sekotong Barat Terancam Putus Giri Menang (Suara NTB) Jalur menuju Sekotong, persisnya di Dusun Batu Leong mengalami abrasi yang cukup parah. Akibat terjangan gelombang, beronjong jalan itu rusak parah. Bahkan, kerusakan merembet ke badan jalan. Jika jalur itu tak segera diperbaiki, dikhawatirkan jalur menuju Sekotong Barat terputus total. Demikian dikatakan Kadus Batu Leong, Abdurrahman, Minggu (2/2) kemarin. Ia menyatakan, beronjong itu baru tahun 2012-2013 lalu dikerjakan. ‘’Baru tahun lalu dibangun, tapi sekarang rusak,’’ kata Abdurrahman. Menurutnya, pembangunan talut untuk menahan gelombang seharusnya memiliki teknis tersendiri. Karena, seperti pembangunan talut tak jauh dari lokasi itu, bisa bertahan bertahun-tahun. Ia menduga, selain teknis kurang tepat beronjong penahan gelombang itu juga. Kurang semen sehingga mudah lapuk diterjang gelombang.

Talud ini sendiri dikerjakan tahun 2012-2013 lalu oleh pemerintah. Ia tak tahu persis apakah yang menangani pemerintah kabupaten atau provinsi. Namun ia menilai, jika hasil pekerjaannya tetap seperti itu ia berkeyakinan akan cepat rusak. Ia berharap beronjong itu segera diperbaiki, karena sangat mengganggu pengendara. Lebih-lebih kawasan itu jalur pariwisata. Ia khawatir jia tak diperbaiki image kawasan Sekotong akan rusak. Karena akibat terjangan gelombang, tidak saja beronjong yang rusak namun juga badan jalan mulai terkikis air laut. Jika dibiarkan ia khawatir jalur itu putus. Akibatnya, di jalur itu rawan sekali kecelakaan. Ia juga mengeluhkan, kondisi jalan yang terhalangi semak belukar di jalur tersebut. Padahal di jalur itu ada hotel besar. Ia berharap agar pihak Dewan memperhatikan daerah tersebut. Lebih-lebih anggota Dewan dari Sekotong. (her)


OPINI

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Halaman 6

Lika-Liku Pemilu Mimpi Rp 27 Triliun TAK terasa, telah dua tahun berlalu sejak ground breaking Kawasan Mandalika Resort pada 21 Oktober 2011 lalu. Dalam dua tahun itu pula, lahan yang konon akan dijadikan ikon pariwisata di Indonesia Timur itu seolah terabaikan. Kabar baik datang silih berganti. Namun, silih berganti pula kabar itu menguap. Kehadiran Presiden Ri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam ground breaking itu memang memunculkan harapan yang luar biasa besar. Semua pihak di NTB sumringah karena orang nomor satu itu datang sendiri dan kehadirannya itu memang menerbitkan semangat. Sanjungan Presiden terhadap keindahan kawasan itu, yang diyakini akan mampu mengangkat perekonomian nasional juga membuat hati kita berbunga – bunga. “Bayangkan, untuk mengembangkan wisata ini, diperlukan biaya Rp 27 triliun. Membayangkannya saja tidak bisa tidur kita,” ujar Presiden dalam sambutan resminya saat itu seperti dirilis laman Sekretariat Negara RI. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kala itu juga terlihat begitu optimis. Ia mengungkapkan harapannya bahwa Kawasan Mandalika kelak tidak saja akan menjadi ikon pariwisata NTB, melainkan Indonesia, bahkan dunia. Seolah tak mau kalah, Menko Perekonomian RI, Hatta Rajasa sesumbar akan mendatangkan investor . “Secara keseluruhan, investasi pengembangan Kawasan Wisata Mandalika direncanakan melebihi 3 miliar dolar AS,’’ sebutnya. Investasi itu konon akan terdiri dari investasi BUMN sejak ground breaking sebesar 250 juta dolar dan sisanya dari investasi swasta yang bekerjasama dengan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) sebesar 3 miliar dolar AS. Jika melihat kondisi Kawasan Mandalika sekarang, peristiwa ground breaking yang begitu bersemangat itu kini ibarat ‘’buih – buih’’ harapan terus melayang ke angkasa. Tidak saja perkembangan fisiknya yang begitu lambat. Namun, di bawah permukaan, rencana pengembangan kawasan ini seolah berputar di dalam labirin persoalan yang tak kunjung tuntas. Persoalan lahan, yang tak kunjung selesai sejak wacana ini dimulai puluhan tahun lalu, membuktikan bahwa belum ada kebijakan yang benar – benar bisa menuntaskan persoalan di kawasan penuh potensi itu. Karena itu, sudah saatnya para penentu kebijakan lebih serius memikirkan terobosan yang bisa mengurai permasalahan ini. Kalaupun letak persoalannya tidak berada di NTB, ada baiknya pula masyarakat NTB digerakkan untuk menggugat para penentu kebijakan di Jakarta sana. Jika tidak, maka sebaiknya kita mulai melupakan ‘’buih – buih’’ harapan dua tahun silam itu. Presiden SBY ada benarnya. Investasi Rp 27 triliun adalah nilai yang membuat orang tak bisa tidur. Orang yang ingin mengucurkan dana sebesar itu, tak mungkin yakin jika kita sendiri selaku pemilik lahan benar – benar pernah serius. (*)

UTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden (pilpres) secara serentak sejak tahun 2019 dan seterusnya menjadi salah satu isu yang cukup hangat beberapa hari terakhir. Dengan putusan tersebut, berarti untuk pertama kalinya pileg dan pilpres digelar secara bersamaan dalam sejarah pemilu di negara ini. Sebagaimana diketahui bersama, dalam perjalanan bangsa ini, pileg selalu digelar terlebih dahulu, dan kemudian diikuti oleh pilpres. Hasil pileg kemudian menjadi acuan dalam pelaksanaan pilpres, baik dalam hal pencalonan maupun pemilihan. pada masa Orde Baru dan awal reformasi, anggota legislatif hasil pileg yang memilih presiden. Sementara sejak tahun 2004, hasil pileg menjadi salah satu syarat pencalonan dalam pilpres, dan pemilihannya diserahkan pada keinginan masyarakat. Karena tahun ini banyak disebut ‘Tahun Politik’ maka perbincangan mengenai putusan ini kemudian meluas. Apalagi dalam situasi keterbukaan reformasi seperti sekarang. Pada masa ini, rakyat kemudian mendapatkan anugerah keterbukaan untuk berpendapat dan bersuara, termasuk dalam bidang politik. Bila dahulu tentang politik maka obrolan diadakan berbisik-bisik maka sekarang dengan lantang dipersilahkan. Bila pada masa lalu politik hanya urusan segelintir orang terdidik maka kini politik milik bersama. Penyebutan ‘Tahun Politik’ pun sungguhnya tidak tepat benar karena tiap tahun adalah tahun politik. Bukankah tidak ada satu hari pundapat dapat dilepaskan dari kegiatan politik? Terhadap Putusan MK, menurut hemat penulis, tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya tentang fakta bahwa pemohon atas putusan ini adalah Efendi Ghazali, yang dalam dokumen resmi putusan pekerjaannya disebut sebagai ‘seniman/aktivis’. Sosok pemohon di media massa sungguhnya lebih dikenal sebagai pengamat komunikasi politik, sesuai dengan latar belakang pen-

Oleh :

Robyan Bafadal (STIA Muhammadiyah Selong)

Hal ini merupakan cerminan terhadap makin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap politisi. Meskipun profesi ini menarik dari sisi keuntungan materi namun dari sisi kepercayaan dari masyarakat terus mengalami kemerosotan. Politisi dipandang selalu mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan bangsa secara keseluruhan didikan dan pekerjaan (resminya). Dalam perjalanan kariernya, pemohon memang bergelut dalam banyak bidang pekerjaan sehingga dapat pula dikatakan sebagai aktivis atau seniman sebagaimana dokumen resmi tersebut. Sosok pemohon putusan ini perlu disebutkan karena banyak pihak menyangka putusan ini atas permohonan Yusril Ihza Mahendra (YIM). Mengapa penting? Karena sebutan tahun politik menyebabkan banyak orang mengaitkan putusan ini dalam kaitan antara YIM dan Ketua MK, Hamdan Zoelva. Keduanya memang memiliki ikatan karena pernah berkiprah di partai yang sama. Dengan dasar ikatan ini maka banyak yang menduga putusan ini akan menguntungkan YIM yang akan maju sebagai calon presiden. Sebagaimana diketahui bersama, dengan aturan yang ada, sulit bagi YIM untuk mengikuti pemilihan disebabkan persyaratan yang cukup berat, yaitu perolehan suara 25% secara

STASIUN RADIO

nasional dan atau perolehan kursi 20% di lembaga legislatif nasional. Ini dipandang sulit mengingat hasil sigi menunjukan partai yang mengusung YIM tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut. Di lain pihak, partai politik peserta pemilu yang diprediksikan mampu memenuhi persyaratan sudah memiliki calon presiden sendiri. Pengkaitan rekam jejak pemohon dan Hakim MK mulai meluas sejak penangkapan (mantan) Ketua MK Akil Mohtar. Rekam jejaknya sebagai mantan anggota legislatif dari suatu partai politik kemudian banyak dipandang menguntungkan pemohon dari partai yang sama, terutama berkaitan dengan perselisihan hasil pemilukada. Meskipun pandangan ini dapat diragukan mengingat putusan MK dibuat secara kolektif kolegial. Namun saya tidak tahu seberapa besar ketua dapat mempengaruhi anggota hakim yang lain dalam membuat putusan. Tapi setidaknya rekam jejak hakim yang berasal dari partai politik terus menerus mengundang kritik dari berbagai kalangan. Itulah salah satu alasan mengapa pengangkatan Patrialis Akbar yang merupakan politisi salah satu partai mengundang gugatan dari sebagian pihak. Hal ini merupakan cerminan terhadap makin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap politisi. Meskipun profesi ini menarik dari sisi keuntungan materi namun dari sisi kepercayaan dari masyarakat terus mengalami kemerosotan. Politisi dipandang se-

STASIUN RADIO

lalu mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan bangsa secara keseluruhan. Dengan demikian integritas pun diragukan. Padahal tidak sedikit politisi yang memiliki intelektualitas tinggi. Namun karena rekam jejaknya sebagai bagian dari partai politik maka sulit mendapat kepercayaan dari masyarakat. Demikian halnya dengan gugatan YIM. Sulit membedakan dasar dari gugatan tersebut, apakah berdasarkan profesinya sebagai politisi ataukah sebagai intelektual. Hal ini dipandang perlu mengingat ada perbedaan besar antara keduanya. Dalam sebuah guyonan satir dikatakan, “Bilaintelektual bicara lihat teorinya, politisi bicara lihat kepentingannya”. Dengan begitu bila sebagai politisi maka gugatan YIM lebih didasarkan pada kepentingannya untuk pemilihan presiden. Sebagaimana diungkapkan pada bagian atas, perlakuan ambang batas pencalonan presiden (presidential treshold) akan menghambat niat YIM untuk maju sebagai calon presiden. Perlu ditambahkan, setelah putusan ini YIM tetap ingin mengajukan permohonan agar pelaksanaan pileg dan pilpres serentak diterapkan pada tahun 2014 ini, lebih awal dari putusan yang telah dibuat MK. Tapi yang terlupakan, YIM juga adalah seorang Pakar Hukum Tata Negara. Dari posisi ini, gugatan YIM merupakan bentuk kesadarannya dalam penguatan sistem presidensial di Indonesia. Secara sederhana, dalam sistem presidensial yang ‘berkuasa’ adalah presiden selaku pemegang mandat dari rakyat. Bukan seperti sekarang dimana legislatif masih saja banyak menentukan. Misalnya saja dalam pembentukan kabinet yang menurut sistem presidensial merupakan hak preogratif presiden namun dalam kenyataannya tawar menawar antar partai politik masih saja terjadi. Hal ini dipandang sebagai konsekuensi pembentukan koalisi sebagai akibat tingginya persyaratan pencalonan presiden. Maka dengan pemilihan serentak, kedudukan presiden kemudian diharapkan makin menguat. (*)

Menparekraf janji kawal Rinjani menuju geopark dunia Masyarakat menanti realisasinya

*** Bisnis properti optimis tumbuh di tahun politik Kebutuhan papan tak mengenal waktu

*** email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Banyaknya Pengiriman TKI Berpotensi Tambah Gangguan Kejiwaan Mataram (Suara NTB) Hampir luput dari perhatian, jumlah penderita gangguan jiwa salah satu penyebab utamanya adalah persoalan kemiskinan yang ujungnya menjadi TKI di luar negeri. Pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tidak menutup mata pada kenyataan itu. Sehingga perlu kesadaran semua pihak untuk lebih selektif memilih TKI yang akan diberangkatkan ke luar negeri. “Sayang sekali, TKI kita yang ke luar negeri tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan sebelum mereka berangkat. Malah ketahuannya kadang-kadang setelah sampai di sana (negara tujuan, red),” terang Kepala RSJ Provinsi NTB, dr. Elly Rosila Wijaya, Sp.Kj di Mataram, Sabtu (1/2). Ia mengatakan tidak menutupi akan hal itu, sebab dari sekian pasien yang dirawat di RSJ selama ini, tidak sedikit jumlahnya mantan TKI, bahkan TKW yang menderita gangguan kejiwaan akibat mengalami depresi di negara atau perusahaan tempatnya bekerja. Yang dilihat selama ini, bahkan tidak jarang banyak TKI yang dipualngkan dalam keadaan sudah terganggu kejiwaannya. Pihaknya hanya bisa menyarankan dengan melakukan penanganan secara terapi, kendati beberapa di antaranya yang mengalami gang-

(Suara NTB/bul)

Elly Rosila Wijaya guan jiwa berat, itu ditangani secara intensif. “TKI/TKW ini sangat rentan sekali,” katanya menegaskan. Ada kelemahan yang dilihatnya selama ini, dari proses pengiriman TKI/TKWkeluarnegeri,dipandang terlalu gampang. Klinik kesehatan

yang menjadi mitra Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), hanya melakukan pemeriksaan kesehatan fisik. Sementara pemeriksaan kejiwaan dapat dikatakan nol besar pernah dilakukan selama ini. Pihak RSJ sendiri dalam tupoksinya selama ini diakui belum pernah dilibatkan oleh pihak manapun. “Saya sendiri, selama tujuh tahun di sini, belum pernah dilibatkan sama sekali dalam hal penanganan pemeriksaan kejiwaan calon TKI/TKW,” terangnya. Mengetahui kondisi kejiwaan seseorang, menurutnya menjadi hal yang tidak bisa dilihat secara lahiriah begitu saja. Bahkan, untuk melakukan pendalaman mengenai tingkat normal kejiwaan ini, dikatakannya tak cukup hanya dengan waktu satu jam berinteraksi langsung. Elly menyarankan, jika perusahaan atau pemerintah terkait

memberikan rekomendasi menjadi TKI/TKW, sebaiknyalah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sehingga tidak menimbulkan persoalan TKI di kemudian hari. Pihaknya sendiri, secara umum menggambarkan tetap mengantisipasi semakin banyaknya jumlah TKI yang berpotensi menyumbang angka gangguan kejiwaan, termasuk angka pasung. Yang dilakukan, dengan menyiapkan SDM petugas kesehatan yang ada di setiap puskesmas. Di antaranya memberikan pelatihan kepada Perawat dan Dokter untuk melakukan tindakan penanganan kepada masyarakat di pedalaman yang mengalami gangguan kejiwaan. “Sehingga kalau ada yang mengalami gangguan, bisa ditangani terlebih dahulu sebelum dibawa ke RSJ,” katanya. Elly menyebutkan, angka gangguan jiwa di NTB masih tinggi, melihat estimasi angka pasung yang terus bertambah, dari sebelumnya sebanyak 320 kasus, diperkirakan bertambah menjadi 340 dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan diperkirakan angka justru lebih banyak ditambah dengan yang belum terdeteksi. (bul)

Bisnis Properti Optimis Tumbuh di Tahun Politik Mataram (Suara NTB) Bisnis properti memang tak ada matinya. Meski di tahun 2014 yang juga disebut sebagai tahun politik. Sebagian pelaku pasar ragu-ragu ekspansi bisnis, menyusul kemungkinan tumbuhnya kebijakan perekonomian yang akan berlaku pada pemerintah baru nanti. Ternyata tak demikian halnya dengan di Provinsi NTB. Diyakini, khusus perumahan, trendnya akan tumbuh dengan baik. Ini masih menjadi kesimpulan Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Persatuan Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, Drs. Izzat Husein, MM saat dikonfirmasi Suara NTB, terkait ancaman stagnannya in-

vestasi yang berbenturan dengan Pemilu Legislatif dan Presiden. “Perumahan itu tidak ada kaitannya dengan politik, dia akan terus tumbuh. Jika berbicara investasi, tahun politik ini hanya mengganggu stabilitas pertumbuhan properti hanya di kota-kota besar, Jakarta misalnya, Surabaya dan beberapa daerah yang menjadi barometer ekonomi nasional,” katanya, Sabtu (1/2). Ia melihat, optimisnya pertumbuhan properti di tahun ini mengacu pada tumbuhnya berbagai sektor di NTB, khususnya di kota Mataram. Di antaranya yang berkaitan dengan pariwisata, perhotelan, transportasi dan berbagai program pemerintah daerah yang memicu tingginya

angka kunjungan ke daerah ini. Bahkan, melihat di satu sisi dimana harga tanah terus naik. Hal itu mengindikasikan sektor properti justru semakin menggeliat. Ditambah lagi masih banyaknya kebutuhan penyediaan perumahan yang harus dipenuhi di NTB, setidaknya setiap tahun kekurangan perumahan itu mencapai 4.000 unit, bila dibandingkan dengan angka jumlah penduduk di NTB. “Misalnya dari pembelian tanah, pembuatan sertifikat, hingga pada proses penyerahan rumah kepada konsumen. Itu yang justru memberatkan,” demikian dikatakan Direktur Utama Royal Properti ini. “Properti akan tetap jalan, tetapi tidak akan progresif, supaya tidak kehilangan momentum,” terang Wakil Ketua Bidang Pembinaan UMKM,

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi NTB ini. Anas tidak menyebutkan sektor properti juga akan wait and see, sama dengan investasi-investasi di bidang lainnya. Meski akan terjadi gejolak politik hingga pada titik stabilnya di tahun 2015 mendatang, disebutkan optimisme itu masih cukup terbuka khususnya di NTB. Sebab, properti yang berkembang di daerah adalah perumahan dengan tipe menengah ke bawah. Yang justru menjadi persoalan menurutnya hanya berbenturan dengan aturan Bank Indonesia padasuratedaranNo15/40/DKMP, yg mengatur fasilitas pembiayaan untuk kepemilikan rumah, dianggap cukup memberatkan konsumen dan pengembang sendiri “Artinya Bank pemberi KPR akan lebih selektif dalam memberikan KPR bagi konsumen untuk membeli rumah. Ini yang justru memperlambat sektor properti berkembang,” tegasnya. (bul)

PENGOBATAN

(Suara NTB/ist)

SEREWE – Pantai Serewe, Ekas, dan sekitarnya, dikenal sebagai sentra pembudidayaan rumput laut, lobster dan kerapu. Namun pantai di kecamatan Jerowaru, Lombok Timur bagian selatan itu, ternyata tak hanya itu. Melangkah beberapa ratus meter ke sebelah timur pantai Serewe, terdapat pemandangan bukit dan laut yang eksotis, seperti tampak dalam gambar. Oleh Lombok Photo Club di laman media sosial facebook, penyaji foto ini menyebutnya serpihan surga.

Ekspor Hortikultura NTB Terganjal Kualitas Mataram (Suara NTB) Potensi untuk dikembangkannya komoditi hortikultura di NTB cukup besar, namun disayangkan potensi yang besar tersebut tidak disertai dengan kualitas hasil yang diperoleh para petani sehingga produk hortikultura NTB sejauh ini belum mampu bersaing dengan produk-produk luar daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh akademisi Universitas Mataram, Dr. Prayitno Basuki, saat menghadiri rapat koordinasi pengembangan hortikultura oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Sabtu (1/2). Menurutnya, hingga kini produk hortikultura NTB belum mampu bersaing dengan produk luar daerah. Hal tersebut dikarenakan oleh belum bersinerginya stakeholder yang mempunyai kepentingan dengan hal tersebut. Padahal jika dilihat dari aspek hasil pertanian komoditi hortikultura yang dihasilkan para petani tidak jauh berbeda dengan hasil dari produk luar. “Kalau soal hasil, kita bisa bersaing bahkan kita bisa unggul, tapi soal kualitas kita masih kalah,” akunya. Disebutkannya, keberadaan para petani hortikultura selama ini mampu membuat kebutuhan pangan NTB terpenuhi, bahkan NTB selalu surplus dan masuk lima besar daerah sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Lebih lanjut, Ia menjelaskan belum berkualitasnya hasil tanaman hortikultura membuat NTB sejauh ini belum mampu untuk melakukan ekspor. Kualitas tidak saja datang dari hasil tanaman hortikultura yang ditanam oleh para petani, akan tetapi kualitas pascapanen seperti peningkatan mutu dengan melakukan branding dan pengepakan pada hasil tanaman hortikultura tersebut. “Tapi sekarang kita bersyukur sudah ada rumah ke-

masan yang akan dijadikan sebagai tempat branding hasil tanaman hortikultura di samping juga akan ada kawasan hortipark”. Selain itu, pentingnya pemerintah melakukan intervensi terhadap pola pertanian konvensional yang kini masih saja dipraktikkan oleh para petani yang berakibat pada hasil pertanian hortikultura. Intervensi bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi intensif dengan para petani, manajmen hama terpadu, pengemasan bibit, program pemuda tani pembangunan infrastruktur dan irigasi. Masih buruknya kualitas hasil tanaman hortikultura para petani NTB juga diakui oleh Wakil Ketua Lombok Hotel Association (LHA) Stephane Servin. Ia menyayangkan sebagian besar produk seperti sayur-sayuran dan bunga yang merupakan kebutuhan tiap hari hotel harus didatangkan dari luar NTB. “Kebutuhan makanan untuk satu hotel bisa mencapai Rp 4,5 miliar per tahun, hampir sebagian besar didatangkan dari luar karena tidak ada di sini,” ucapnya. Selain itu, ia menyebut kualitas hasil petani di NTB masih

rendah dan tidak punya harga meskipun peluang bisnis hortikultura masih terbuka lebar. “Tanaman bunga misalnya masih kurang bahkan tidak ada di sini, padahal bunga harus ada setiap hari di hotel,”. Senada dengan itu, I Gusti Lanang dari PHRI NTB berharap dengan perkembangan dunia pariwisata NTB dewasa ini mampu memberikan efek positif bagi para petani. Karena selain menjual kamar, hotel juga menjual makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Ir. Husni Fahri, MM, mengaku kedepannya kualitas para petani bisa lebih baik lagi dengan adanya rumah kemasan dan kawasan hortipark yang disediakan khusus bagi para petani hortikultura terlebih lagi dengan adanya kerjasama Distan PTH NTB dengan PHRI NTB. Ia berharap, kedepannya agar para petani memiliki kesadaran untuk mulai menanam tanaman hortikultura karena pada dasarnya menanam tanaman hortikultura jauh lebih baik. (dys)

(Suara NTB/dys).

RAKOR - Rakor dihadiri oleh pejabat Distan PTH NTB, Diperindag, perwakilan perhotelan seperti PHRI dan LHA NTB di Mataram.

DIJUAL DIJUAL RUMAH JL.TERATAI NO.2 NARMADA BELAKANG EXS PUSKESMAS LAMA,LUAS 769 M2 HUBUNGI 081915953507/ JL.GORA NO.11 SINDU

Tak Orientasi Profit

TRAVEL

(Suara NTB/bul)

Endro Pranoto

MENYEDIAKAN layanan kesehatan sudah menjadi salah satu bidang usaha yang cukup trend saat ini. Tidak terkeculi penyediaan klinik untuk kesehatan mata. Klinik Mata Lombok dihadirkan guna memenuhi layanan yang lebih memadai kepada masyarakat Mataram dan NTB pada umumnya. Satu hal yang menjadi nilai pembedanya, yakni tak berorientasi pada profit (keuntungan) semata. Itu gambaran yang disampaikan Penanggung Jawab Klinik Mata Lombok, dr. Endro Pranoto bersama dr. Siti Farida IT Santyowibowo dan dr. I Komang Gerudug pada diskusi saat peresmian Klinik

Mata Lombok, Sabtu (1/2). Klinik yang beralamat di jalan Bung Hatta nomor 33 Mataram dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mata masyarakat di tengah masih banyaknya kekurangan pelayanan khusus kesehatan mata, di Mataram dan NTB. Selain pelayanan di rumah sakit-rumah sakit tertentu. “Di NTB, layanan kesehatan mata belum menjangkau seluruh kabupaten/kota di NTB. Pada daerah-daerah yang ada kegiatan sosial untuk katarak misalnya, itupun dilakukan jika ada kerjasama biaya dengan NGO,” katanya. Karena penyebaran Dokter Mata masih terbatas hanya delapan orang di Kota Mataram, dua orang di Lombok Timur, satu orang di Lombok Barat dan tiga orang di Bima. Sementara kabupaten/kota yang termasuk di dalamnya masih membutuhkan perhatian khusus untuk disiapkan tenaga dokter matanya, di tengah masih banyaknya masalah penyakit mata akibat katarak. Dalam beberapa waktu keberadaannya ini, Klinik Mata Lombok menurutnya akan melakukan berbagai kegiatan sosial untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, meski kegiatan yang dimaksud kemungkinan cukup terbatas jika dibanding pelayanan kepada banyaknya penderita katarak. Klinik Mata Lombok ini menurut dr. Endro hadir di tengah minimnya klinik kesehatan mata secara khusus. Bahkan di tengah banyaknya klinik jasa penyembuhan penyakit mata di luar standar medis. Yang rentan terhadap dampak semakin terganggunya saraf-saraf vital yang ada di bagian mata. Oleh karenanya, layanan khusus yang disiapkan klinik dengan dilengkapi dokter dan perawat terampil ini, menyediakan jasa konsultasi kesehatan mata, pemeriksaan tajam menggunakan IT, pemeriksaan buta warna, pemeriksaan tekanan bola mata dengan NCT, USG dan Biometri, operasi katarak dengan lensa tanam, operasi benjolan dan selaput mata, bahkan pelayanan kacamata, obat dan pelayanan laboratorium. “Lengkah dengan jasa yang disiapkan secara terintegrasi,” terang Endro. (bul)


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

POLHUKAM

Halaman 8

Komisioner KPU Loteng Terbentuk

Fokus Tuntaskan Tahapan Pemilu

Gejolak Pasir Besi

Seluruh Peralatan Tambang Diamankan Selong (Suara NTB) Sesuai hasil kesepakatan terakhir dengan warga yang melakukan penolakan, seluruh peralatan tambang pasir besi milik PT Anugrah Mitra Graha (AMG) mulai diangkut dari lokasi tambang. Areal tambang di wilayah Pantai Ketapang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lotim ini dibersihkan dari seluruh peralatan tambang. Kapolres Lotim, AKPB Dede Alamsyah, SiK menjawab wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (2/2) kemarin mengatakan, pihaknya membantu perusahaan untuk turut mengamankan barangbarang milik AMG. Komunikasi dengan pihak perusahaan, sudah menyanggupi tuntutan masyarakat untuk sterilkan lokasi dari alat-alat perusahaan penambang itu. “Alhamdulillah, semua alat ini sudah mulai digeser dan untuk sementara digeser ke markas kepolisian sektor (Mapolsek) Pringgabaya,” ungkap Dede. Mengingat jumlah peralatan milik AMG yang cukup banyak, dibutuhkan waktu cukup lama. “Untuk sementara ini apa yang bisa dipindahkan kita pindahkan,” imbuhnya. Peralatan yang akan digeser, lanjut Kapolres cukup berat. Dibutuhkan alat yang canggih dan tenaga yang cukup. Pihak perusahaan sudah menyanggupi secara bertahap akan lakukan pemindahan. Ditanya soal penegakan hukum pascaaksi pengerusakan beberapa hari lalu, Kapolres mengatakan selaku aparat penegak hukum memang menjadi kewajibannya untuk menegakkan hukum. Hanya saja, sampai saat ini belum laporan dari pihak terkait. Pihak perusahaan mungkin ada pertimbangan-pertimbangan khusus sehingga sampai saat ini aparat kepolisian belum menerima laporan. Ketika sudah menerima laporan, aparat Polres Lotim ini siap akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kalau ada laporan pasti kita akan tindaklanjuti,” ungkapnya. Pimpinan AMG, Erfandy Muis yang ditemui di tempat yang sama mengatakan sejauh ini pihaknya hanya pasrah melihat aksi emosional dari warga. Ia mengakui sudah tidak kali ini saja terjadi pengerusakan. Namun sudah berkali-kali dilakukan masyarakat. Semuanya dihadapi sendiri oleh perusahaan. Harapan besarnya, pihak pemerintah bisa turun tangan. Pasalnya selama empat tahun terakhir, peran pemerintah dalam penanganan konflik tambang pasir besi ini dirasa sangat kurang. “Pemerintah kita kurang aktif,” ungkapnya. Merugi Rp 7 Miliar Erfandy juga menyampaikan harapan agar tidak terus memojokkan pihak perusahaan. Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya sudah investasi cukup besar. Total Rp 40 miliar selama empat tahun terakhir. Untuk pengadaan peralatan saja mencapai Rp 36 miliar. Akibat terjadinya pembakaran pihak perusahaan ini mengaku rugi Rp 7 miliar. Jika ditambah dengan penutupan ini, katanya akan berdampak sosial bagi kehidupan para karyawan. Sebanyak 60 karyawan yang selama ini bekerja jelas tidak bisa berbuat banyak. “60 orang ini kan jadinya terpaksa dirumahkan,” ujarnya. Soal laporan ke aparat, sampai sejauh ini pihaknya diminta mereda dulu menunggu sampai situasi benarbenar aman. “Sesuai saran Kapolres, kita diminta cooling down dulu,” demikian. (rus)

(Suara NTB/rus)

DIAMANKAN - Secara bertahap seluruh peralatan dan fasilitas milik PT. AMG di areal tambang pasir besi diamankan. Lokasi tambang pasir besi harus steril.

(ant/bali post)

TOPENG - Pegiat anti korupsi mengenakan topeng koruptor Anggoro dan Anggodo Widjoyo dalam aksinya di Solo, Jateng, Minggu (2/2). Mereka mengapresiasi kinerja KPK yang berhasil menangkap buronan Anggoro di Cina.

Hentikan Kasus Korupsi

Penegak Hukum Harus Jelaskan ke Publik Mataram (Suara NTB) Kasus mega proyek Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Lombok Tengah dan proyek Puskesmas Gangga di Kabupaten Lombok Utara (KLU), menjadi dua catatan kasus terbaru yang dihentikan Kejaksaan Tinggi NTB, dalam kepemimpinan Sugeng Pudjianto, SH, MH. Ini menambah daftar panjang penghentian beberapa kasus lainnya di institusi yang sama. Tidak hanya Kejaksaan, Polda NTB yang baru membentuk Direktorat yang menangani kasus korupsi pun ikut andil dalam penghentian kasus. Penghentian kasus memang bukan hal yang istimewa, baik ditingkat penyelidikan sampai pada tingkatan penyidikan, dibuktikan dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3). Sebab ada pertimbangan hukum, paling prinsip adalah bukti pendukung yang tidak cukup atau tersangka sudah meninggal dunia. Hal

ini juga beberapa kali dilakukan Polda NTB dan Kejati NTB dalam sejumlah kasus tindak pidana korupsi. Namun ada harapan para pegiat antikorupsi, sebagaimana disampaikan Ahyar Supriadi, SH, agar pihak penegak hukum bisa menjelaskan kepada publik alasan penghentian kasus tersebut. Karena bagaimana pun juga

masyarakat akan mempertanyakan, jika penghentian itu tidak disertai penjelasan. “Sebagai bentuk akuntabilitas publik, pengentian atau SP3 kasus harus dijelaskan kepada masyarakat,” kata Koordinator Posko Pemantauan Peradilan NTB ini. Penjelasan ini tidak hanya penting bagi masyarakat, tapi juga Polda NTB dan Ke-

Satu Anggota Kelompok Radikal Papua Tewas Jakarta (Suara NTB) Tim gabungan TNI Angkatan Darat dan Polri menembak mati satu anggota kelompok radikal bersenjata dalam kontak senjata saat patroli di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Sabtu (1/2). Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Andika Perkasa, kepada wartawan di Jakarta, Minggu, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 11.30 WIT tim gabungan TNI AD dan Polri yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) dan Kapolres Kepulauan Yapen melakukan patroli. Kontak senjata terjadi saat patroli melintas di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen. “Patroli ini menyusul informasi intelijen adanya latihan militer kelompok radikal bersenjata pimpinan Fernando Warobai di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat. Dalam patroli tersebut, Tim Gabun-

gan mendapat tembakan dari kelompok radikal bersenjata pimpinan Fernando Warobai sehingga terjadi saling tembak,” katanya. Serangan kelompok radikal melukai tiga orang yaitu anggota Polres Kepulauan Yepen bernama Aipda Robert, anggota Kodim Praka Nurhasim, dan seorang masyarakat sipil yang menjadi pengemudi. Ketiga korban, kata Kadispenad, saat ini dirawat dan dalam kondisi membaik. “Sedangkan di pihak kelompok radikal bersenjata, insiden tersebut menewaskan satu orang beridentitas Yohosua Arampayai (38),” katanya Andika. Kadispenad menambahkan, selain menewaskan satu angota kelompok radikal bersenjata, tim gabungan TNI AD dan Polri b e r h a s i l menangkap 10

jaksaan Tinggi NTB juga berkepentingan dalam hal respon keinginan publik terkait pemberantasan tindak pidana korupsi. “Jika transparansi ini bisa dilakukan Polda jajaran dan Kejaksaan dan jajarannya, ini bisa menjadi salah satu jaminan penegakan hukum yang berkualitas,” saran Ahyar. Dalam beberapa kesempatan, Kajati NTB Sugeng Pudjianto, SH, MH mengaku siap pasang badan dalam memberi penjelasan kepada publik terkait penghentian sebuah perkara, dengan penjelasan teknis maupun yuridis. “Agar tidak ada curiga, kalau memang kasus ini tidak cukup bukti, dihentikan. Jangan sampai dipaksakan, karena

itu akan mendzolimi seseorang,” papar Kajati. Demikian juga Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Moechgiyarto, SH, M.Hum, mengaku tidak segan segan menyarankan Direskrimsus menghentikan kasus korupsi, jika durasi waktu lama. Karena kaitan dengan nasib terperiksa atau tersangka yang terkatung katung. “Apalagi sampai tiga kali P19, ini kan artinya ada perbedaan persepsi (Kejaksaan dengan Kepolisian) tentang perkara tertentu. Nanti kalau ada perkara yang sampai tiga kali SP3, saya minta dihentikan, “ tegas Kapolda saat silaturrahmi dengan wartawan beberapa waktu lalu. (ars)

Mukernas PPP Tetapkan Pencapresan SDA Jakarta (Suara NTB) P a r t a i Persatuan Pembang u n a n ( P P P ) a k a n m e m pertegas pencalonan Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali (SDA) sebagai calon pres-

orang lainnya. Selain itu, tim gabungan juga menyita antara lain 15 pucuk senjata laras panjang rakitan, tiga pistol rakitan kaliber 9,0 mm, 22 pakaian loreng dan ransel, dua bom ikan, dua bendera bintang kejora. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Praya (Suara NTB) Setelah sempat vakum hampir dua bulan lamanya, komposisi keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akhirnya terbentuk. Dengan semakin mepetnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) legislaatif, KPU Loteng pun kini tengah fokus menuntaskan semua tahapan yang ada. Sehingga diharapkan, pelaksanaan pemilu legislatif bisa berjalan sesuai rencana. Koordinasi Divisi Teknis Pelaksanaan Pemilu KPU Loteng, Sansuri, S.Pt., yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (1/ 2) kemarin, mengungkapkan, ada beberapa pekerjaan yang harus segera dituntaskan oleh pihaknya. Yang sebelumnya belum sempat tertunda. Akibat, kevakuman dalam keanggota KPU Loteng. Salah satunya terkait Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Loteng. Perihal penetapan lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang belum disepakati. “Konsepnya sudah jadi, tinggal ditandatangi bersama KPU Loteng dengan Pemkab Loteng,” jelasnya. Menurut Sansuri, konsepnya sebenarnya sudah selesai disusun oleh KPU Loteng sebelumnya. Namun belum sempat ditandangani bersama dengan Pemkab Loteng, lantaran masa kerja anggota KPU sebelumnya keburu habis. Sehingga sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. “Tapi sekarang dengan telah terbentuknya komposisi KPU Loteng yang baru maka apa yang belum tuntas akan kita tuntaskan,” timpalnya. Selain itu, pihaknya juga tengah fokus untuk menyelesaikan semua tahapan pemilu yang ada. Diantaranya penyelesaian daftar pemilihan khusus serta penyelesaian proses validasi surat suara. Termasuk persiapan logistik pemilu yang masih belum tuntas. “Dengan waktu yang sudah begitu mepet, maka bisa dipastikan pekerjaan yang harus diselesain cukup padat. Namun kita optimis semua tahapan akan bisa dilalui dengan baik,” tandas Sansuri. Disinggung terkait pemilihan Ketua KPU Loteng yang baru, Sansuri mengaku juga sudah dilakukan. Dimana dari hasil kesepakatan yang ada, pihaknya sudah memilih Ari Wahyudi, S.H., sebagai Ketua KPU Loteng yang baru. Untuk Koordinator Divisi Logistik diserahkan ke L. Puji Hartono, Koordinator Divisi Sosialisasi dan Humas, Bq. Husnawaty. Sedangkan Koordinator Divisi Hukum, dipegang Zaeroni, S.H. (kir)

iden pada Musyawarah Kerja Nasional PPP pada 7-9 Februari 2014 di Bandung, Jawa Barat. “Mukernas di Bandung itu akan pertegas pencapresan SDA. Sebelumnya, rapat harian DPP PPP telah memutuskan SDA sebagai capres PPP di Pilpres 2014 nanti. Untuk menghargai, dan memperkuat legitimasi,baiknya memang diputuskan saat Mukernas,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Syaifullah Tamliha, Jakarta, Minggu. “Ketum partai itu layak jadi presiden. Masak Capreskan kader sendiri tidak berani. Apalagi SDA pernah jadi Ketum PB PMII waktu dia masih mahasiswa. Amanat itu tidak mudah didapatkan saat orde baru,” ujarnya. “SDA berhasil mengurus kementerian di bidang ekonomi, sampai persoalan akhirat sebagai menteri agama,” ujar Syaifullah. Suryadharma Ali (ant/bali post)

Mahfud MD Tidak Permasalahkan Polisi Tangkap Dua Tersangka Pembunuh Ada Bakal Capres Lain Bojonegoro (Suara NTB) Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tidak mempersalahkan PKB memunculkan bakal calon presiden (bacapres) lain selain dirinya karena semakin banyak capres yang diusung akan bisa mendongkrak perolehan suara pemilu 2014. “Semakin banyak bakal capres yang diusung PKB akan semakin membuka peluang bertambahnya perolehan suara PKB dalam pemilu 2014,” katanya, usai memberikan ceramah dalam acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) NU Bojonegoro periode 2013-2018, Minggu.

Bahkan, ia menyatakan tidak ingin tampil sebagai bakal capres di PKB sendiri, sehingga meminta PKB memunculkan bakal capres lainnya, seperti Rhoma Irama. “Saya yang meminta PKB mengusung Rhoma Irama sebagai bakal capres agar bakal capres di PKB tidak hanya saya,” ucapnya. Ia juga tidak mempermasalahkan tampilnya Jusuf Kalla sebagai bakal capres di PKB, karena penentuannya dilakukan melalui uji publik dan Kongres PKB. Mahfud mencontohkan bacapres Rhoma Irama yang juga dimunculkan di PKB dari

segi popularitas jauh lebih baik dibandingkan dirinya, bahkan tingkat popularitas Raja Dangdut itu bisa mencapai 99 persen. “Tapi dari elektabilitas saya menang. Semua orang tahu Rhoma Irama, tapi belum tentu bersedia memilih,” ujarnya. Menjawab pertanyaan, Mahfud menegaskan sudah mantap maju sebagai bakal capres melalui PKB, dengan berbagai pertimbangan, di antaranya dulu dirinya pernah menjabat sebagai pengurus di PKB. “Komunikasi politik terus saya lakukan dengan pengurus PKB,” ucapnya. (ant/bali post)

Feby Lorita

Jakarta (Suara NTB) Petugas gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Duren Sawit menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Feby Lorita. “Sekarang (pelaku) masih dalam perjalanan ke Jakarta,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Mulyadi Kaharni di Jakarta Minggu. Mulyadi mengatakan petugas meringkus tersangka ED di wilayah Sumatera, sedangkan pelaku DN di-

tangkap di daerah Jakarta. Penyidik menduga ED sebagai otak pelaku pembunuhan Feby dan tersangka DN berperan membantu membuang jasad korban. Mulyadi menyatakan petugas masih mengembangkan kasus pembunuhan tersebut karena diduga masih ada pelaku lainnya yang terlibat. Petugas kepolisian juga masih mendalami motif pelaku membunuh korban dengan memeriksa intensif kedua pelaku. (ant/bali post)


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Museum Negeri NTB Gelar Pameran Fotografi

(Suara NTB/met)

SERIUS - Ratusan fotografer yang sedang serius mendengarkan materi konten lomba fotografi yang disampaikan Adhi Prayogha.

Promosikan Pariwisata NTB

ASITA akan Undang 200 ”Travel Agent” dari Berbagai Daerah Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mempromosikan pariwisata NTB, DPD ASITA NTB akan mengundang sekitar 200 travel agent dari berbagai daerah di Indonesia pada pertengahan bulan ini. Ratusan travel agent ini merupakan anggota ASITA dari berbagai provinsi seperti Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan lainnya. Hal ini disampaikan Ketua DPD ASITA NTB, Agus Mulyadi, SE. Agus mengatakan ratusan pelaku wisata ini akan diajak untuk berkeliling ke berbagai objek wisata di Lombok seperti Gili Trawangan dan beberapa objek wisata di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kehadiran ratusan travel agent ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. Apalagi Pemprov NTB menargetkan angka 2 juta kunjungan wisatawan hingga tahun 2015 mendatang, seiring dengan program peringatan satu abad letusan Gunung Tambora. “Kita harapkan bisa memberikan kontribusi ke daerah dimana ratusan travel agent ini bisa mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Apalagi pemerintah menargetkan 2 juta wisatawan sampai 2015. Kalau tidak dari kita-kita yang membantu program pemerintah ini, kita bersinergi, siapa lagi?,” ajaknya. Ia pun berharap pemerintah bisa menyambut baik dan ikut andil dalam program ASITA NTB ini. Sehingga program yang rencananya akan dijadikan program tahunan ini bisa berjalan baik. Agus menambahkan, pihaknya juga diundang ikut berpartisipasi dalam acara Bali and Beyond Travel Fair yang akan dihadiri 500 travel agent dari luar negeri pada bulan Juni di Bali. Diharapkan dalam acara besar tersebut, perwakilan Pemprov NTB bisa secara langsung mempresentasikan potensi-potensi dan destinasi wisata yang ada di NTB. (yan)

Puteri Indonesia 2014 Elvira Termotivasi Whulandary Jakarta (Suara NTB) Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira merasa termotivasi oleh prestasi yang ditorehkan oleh seniornya Whulandary Herman di ajang internasional. Whulandary, Puteri Indonesia 2013, menembus babak 16 besar di Miss Universe 2013 serta menjadi runner-up ke-3 Best National Costume. Elvira yang mewakili daerah Jawa Timur mengatakan pencapaian Indo(ant/balipost) nesia di Miss Elvira Devinamira Universe tahun lalu tidak membuat dia terbebani untuk mewujudkan prestasi yang lebih baik lagi. “Bukan beban, tapi jadi motivasi untuk mencapai hal yang lebih baik,” ujar Elvira usai dinobatkan menjadi Puteri Indonesia di malam final yang berlangsung di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat malam. Dia belum bisa menjelaskan secara rinci persiapan menuju Miss Universe 2014. “Rencananya akan mentoring dengan orang-orang profesional untuk Miss Universe,” kata Elvira. (ant/balipost)

Mataram (Suara NTB) Dalam rangka menciptakan suasana Museum NTB agar lebih hidup dan dinamis, pihak museum terus menggelar bermacam kegiatan selama beberapa pekan terakhir. Salah satunya, pameran fotografi yang diselenggarakan oleh komunitas fotografer di kota Mataram, Minggu (02/1). Adhi Yulianto, koordinator penyelenggara acara, ditemui di ruang pameran, menjelaskan kegiatan itu bukan hanya ajang pameran karya, namun lebih kepada pembentukan wadah yang dapat dijadikan sebagai pemersatu para fotografer yang ada di Kota Mataram agar tidak terkotak – kotakan. Pameran tersebut akan bersalngsung hingga dua ming-

gu kedepan, sejak Minggu (2/ 1) sampai Senin (17/1) mendatang. Pengamatan Suara NTB kemarin, para fotografer yang menjadi peserta sekitar 150 orang, berkumpul di dalam ruangan untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh Adhi Prayogha, tentang konten fotografi yang dilombakan . Terpisah, Kepala Museum NTB, H.Lalu Mohammad Faozal, menjelaskan, museum memang merupakan sebuah ruang ekspresi serta tempat kegiatan – kegiatan yang bersifat mendongkrak nilai tawar daerah NTB. “Jadi, museum ini akan kita jadikan sebagai ruang ekspresi yang bebas bagi para pemuda yang ingin menampilkan karyanya,” ujarnya.

Dengan lomba itu, ia ingin membangun sinergi dengan para fotografer, sehingga kedepan karya para fotografer akan diabadikan di dalam museum. Secara pribadi ia menilai, ada kekutatan tersendiri dalam karya fotografi dalam mengabadikan momen tertentu. “Bahwasanya foto itu merupakan sebuah rekam jejak kehidupan yang bisa kita katakan sebagai dokumentasi sejarah,” ungkapnya. Terkait ruang ekspresi, menurutnya tidak hanya fotografi, namun masih banyak kegiatan lain yang akan diselenggarakan kedepan. Seperti pameran lukisan, atau bentuk pameran lainnya yang bisa menarik kunjungan. (met)

Selamat Jalan Murry ”Koes Plus” Jakarta (Suara NTB) Penggemar grup musik legendaris “Koes Plus” berduka. Sang penabuh drum, Kasmurry atau biasa disapa Murry, telah pergi untuk selama-lamanya. Pria yang lahir di Jember, Jawa Timur, pada 19 Juni 1949, itu merupakan satu-satunya personel grup musik Koes Plus yang bukan dari keluarga Koeswoyo. Karier bermusiknya di grup musik yang kerap disebut sebagai pelopor musik pop dan rock n roll di Indonesia itu bermula saat Murry ditarik ke Jakarta untuk menggantikan pemain drum “Koes Bersaudara” Nomo Koeswoyo. Saat itu, “Koes Bersaudara”, grup musik yang dibesut lima bersaudara Koeswoyo yakni John Koeswoyo; Tonny Koeswoyo; Jon Koeswoyo; Jok Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo sejak 1962, tengah asik bermusik. Mereka kerap manggung membawakan lagu-lagu The Beatles. Kala itu, lagu-lagu dari band legendaris asal Inggris tersebut dianggap meracuni jiwa generasi muda. Grup musik yang terkenal dengan lagu-lagunya seperti “Bis Sekolah”, “Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi” dan “Laguku Sendiri” itu pada suatu titik merasa bahwa totalitas bermusik adalah yang utama. Sementara Nomo, saat itu masih melakukan kerja sampingan bisnis jual beli mobil. Akhirnya, Nomo pun menyatakan keluar dari band karena lebih memilih bisnisnya. Pada 1968, Murry ditampuk menggantikan Nomo se-

bagai penabuh drum. Selain Murry, seorang pembetot bass Totok Adji Rahman, yang juga berasal dari luar keluarga Koeswoyo diajak bergabung. Hanya setahun posisi Tonny Koeswoyo, Jon Koeswoyo, Murry dan Totok bertahan. Tahun berikutnya, posisi Totok digantikan Jok Koeswoyo dan “line-up” ini tak berubah hingga 1987. Pada 27 Maret 1987, Tonny yang meninggal dunia karena kanker usus meninggalkan tiga personel, Jon, Jok dan Murry. Selanjutnya, tambahan pemain seperti Angga Koeswoyo, Abadi Susman, Najib Usman dan Deddy Dores mampir mengisi kekosongan personel. Tanpa Firasat Kini, Murry telah berpulang. Kepergiannya yang tibatiba membuat segenap keluarga, penggemar dan dunia musik Indonesia bersedih. Murry meninggal dunia sekitar pukul 05.00 di kediamannya di Perumahan Kranggan Permai Jalan Cempaka 1, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (1/2). Tak ada firasat dan wasiat menjelang kematian pria berusia 64 tahun itu. Adik ipar almarhum, Yana, berkisah bahwa Murry hampir tidak pernah mengeluh sakit sebelum meninggal dunia. Murry terlihat sehat dan baik-baik

saja sebelum meninggal dunia. Ia bahkan beberapa hari sebelumnya sempat bermain musik hingga ke Pekalongan. “Jam 04.30 ia masih minta anaknya untuk mematikan AC karena dingin. Setelah dibaluri minyak kayu putih dan diselimuti, ia tidur sempat batuk lalu langsung saja meninggal,” tuturnya. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Permata, Bekasi. Namun nyawanya sudah tidak tertolong. Jenazah penabuh drum di band legendaris itu disemayamkan di rumah duka di Perumahan Kranggan Permai Jalan Cempaka 1, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat, dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Legenda Dunia Musik Selain bermain musik, Murry juga menciptakan lagu-lagu seperti “Pelangi”, “Doa Suciku”, “Ber-

Nominasi Pemeran Terbaik di Penutupan Pentas Teater Mataram (Suara NTB) Setelah pagelaran teater yang diselenggarakan Sejak Senin (27/1) lalu, para mahasiswa tampak seperti telah melepaskan dahaga. Pentas yang dilakukan untuk mendapatkan nilai ujian matakuliah berakhir dengan penganugerahan nominasi serta dihias dengan beberapa atraksi yang menghibur, Sabtu (01/2) malam. Ratusan mahasiswa berteriak gembira, saat pembacaan nominasi pengan ugerahan yang diberikan. Nominasi ditujukan kepada para aktor, aktris serta peran pembantu terbaik selama berjalannya pementasan. Sebelum acara penutupan dimulai seorang dosen pengampu matakuliah M. SyahrulQodri, M.Pd mengisyaratkan akan memberi kejutan kepada para peserta. Acara penutupan dengan tari kontemporer bercorak khas daerah Nusa Tenggara Barat, dengan mengenakan kebaya serta selendang. Para penari dengan piawai berlenggak lenggok didepan penonton, berusaha mencuri perhatian seluruh penonton yang hadir didalam penutupan pentas tersebut.

(Suara NTB/met)

TARI - salah satu pementasan tari yang dirangkai dalam acara penutu panteater yang bertema “Ekspresi Panggung Bahasa Sastra Indonesia dan daerah”. Setelah itu, dilanjutkan dengan perkusi cukup memberikan suasana hiburan cukup melepaskan penat bagi para mahasiswa yang sudah seminggu berkutat dengan ketat dan disiplinnya pementasan. Dalam pidato Syahbudin, S.Pd berpesan kepada mahasiswa agar tetap meningkatkan skil dan tidak puas begitu saja, meskipun pementasan kali ini dianggap cukup memuaskan. “Namun kedepan saya harap kalian meningkatkan skill yang lebih mantap,” harapnya. Pementasan selanjutnya akan digelar pada semester mendatang dengan matakuliah prasyarat. “Saat ini mahasiswa

mementaskan lakon dengan matakuliah teori drama dan teater, semester depan mahasiswa akan kembali di hadapkan pentas dengan matakuliah apresiasi drama dan teater,” ujarnya. Beberapa mahasiswa terlihat besorak gembira saat pembacaan nominasi berlanjut. Nominasi tersebut merupakan sebuah penghargaan serta nilai apresiasi lebih yang diberikan oleh para dosen agar mahasiswa tetap meningkatkan skil dalam pementasan. Perolehan nominasi terbanyak diraih oleh pementasan lakon “ayah kupulang” yang disutradarai oleh Tina Lussi Febriani. (met)

temu dan Berpisah”, “Hidup Tanpa Cinta”, “Semanis Rayuanmu”, “Kau Bina Hidup Baru”, “Ayah dan Ibu”, “Bujangan”, “Pak Tani”, “Mobil Tua” dan “Cubit-cubitan”. Kiprahnya di grup musik Koes Plus meninggalkan kenangan yang tak terlupakan. Bisa disebut, Murry adalah salah satu maestro drum dalam musik-musik yang terilhami grup kawakan The Beatles. Sejumlah musisi Tanah Air tak lupa ikut menyisipkan doa dan penghormatan terakhir kepada Murry. “Selamat jalan, Mas Murry, Koes Plus. Terima kasih telah membahagiakan begitu banyak orang. Semoga Mas diberiNya kebahagiaan di sana,” ujar Komposer Addie MS melalui akun Twitter @addiems. Tak ketinggalan penyanyi bersuara merdu Glenn Fredly yang ikut mengucap belasungkawa melalui akun Twitternya @GlennFredly, “Rest in Love..Penghormatan utk om

Murry, drummer legendaris Koes Plus yg tutup usia hari ini pukul 05:00 WIB dalam usia 64 thn. #MusikBagus,” katanya. Indra Lesmana juga ikut mendoakan Murry melalui akun Twitter @indralesmana, “Semalam bawain lagu “Bujangan”... ternyata it was sort of like a goodbye tribute from all of us... selamat jalan Plus nya Koes.. Murry #RIP,” tulisnya. Sepanjang tahun 1970-an, musik dan lagu-lagu “Koes Plus” membahana di seluruh Indonesia. Lagu-lagunya kini bahkan masih sering diaransemen ulang oleh beberapa musisi tanah air. Nama “Koes Plus” dibuat berdasarkan makna grup musik “Koes Bersaudara” yang ditambah personel di luar keluarga Koes. Dengan kepergian Murry, kini “Koes Plus” tidak lagi plus, mungkin bisa disebut minus. Kepergian penabuh drum itu bisa jadi tidak tergantikan. (ant/balipost)

Fariz RM Senang akan Sepanggung Para Legenda Bandung (Suara NTB) Musisi kawakan Fariz RM mengaku senang dan bangga bisa tampi bersama para musisi legendaris Indonesia pada ajang konser ekslusif Bandung Dekade 2014 yang akan digelar 15 Februari 2014. “Saya bangga dan senang bisa tampil dan bertemu musisi legendaris di Bandung Dekade nanti. Selama saya berkecimpung di dunia musik, saya selalu berhubungan dengan para legenda tersebut. Jadi saya sangat menantikan bisa tampil disana,” kata Fariz RM di Bandung, Sabtu. Dalam acara yang dikemas dengan titel “from the old time best” tersebut, pelantun lagu Barcelona tersenut mejadi salah satu bintang yang akan tampil menyapa penggemarnya. Pada ajang itu, Fariz RM dijadwalkan tampil bersama musisi dari empat dekade seperti Ermy Kullit, Nicky Astria, Vina Panduwinata, Koes Plus, dan Daniel Sahuleka di panggung Trans Convention Center, Trans Luxury Hotel. Fariz RM akan tampil sekitar 25 menit dengan membawa-

kan lagu-lagu andalannya, seperti Sakura dan Barcelona. Musisi legendaris lain juga akan menampilkan lagu-lagu terkenal mereka di atas panggung. Para legenda itu akan menyapa sekaligus menghipnotis ke dalam kenangan dan masamasa kejayaan mereka di masa lalu. Sementara itu, Project Director Mahana Live, Ridho Aditya Gumilang menyatakan, kegiatan itu diawali dengan pre event Bandung Dekade 2014 itu, menjadi ajang silaturahim antata komunitas musisi legendaris itu. “Kami mencoba untuk memfasilitasi dan membangkitkan kembali apresiasi para penggemar kepada musik dan musisi legendaris Indonesia. Hal ini juga membuktikan bahwa musisi oldies masih digemari sampai sekarang,” kata Ridho. Dalam pre event tersebut, komunitas pecinta Fariz RM, komunitas pecinta Nicky Astria, dan komunitas pecinta Koes Plus akan tampil menyanyikan lagu-lagu mereka. (ant/balipost)


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10

Tingkatkan Mutu Pendidikan SEBAGAI salah satu indikator untuk menilai kemampuan belajar tiap-tiap siswa, pelaksanaan ujian nasional (UN) diharapkan mampu dilaksanakan secara kredibel dengan memegang prinsip-prinsip kejujuran, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pengawas Pendidikan Kota Mataram, Santoso, mengungkapkan, ada korelasi antara tingkat kualitas pelaksanaan UN dengan tingkat kualitas hasil lulusan yang dihasilkan dari proses pelaksanaan UN. Ia menyebut mutu pendidikan akan ditentukan oleh kualitas pelaksanaan UN. Untuk itu, pihaknya mengharapkan seluruh pihak bertanggung jawab agar pelaksanaan UN bisa lebih berkualitas setiap tahunnya. “Mutu pendidikan itu ditentukan oleh kualitas UN,” ujarnya pada Suara NTB, Sabtu (1/2). Diakuinya, dalam mewujudkan pelaksanaan UN yang kredibel, pemerintah telah membuat sejumlah aturan pada saat pelaksanaan UN mendatang. Di antaranya di setiap sekolahsekolah akan dipasang tanda yang bertuliskan ‘Dilarang masuk kecuali peserta UN, pengawas ruang UN dan pengawas satuan pendidikan. Hal tersebut diberlakukan untuk menjamin kenyamanan pelaksanaan UN agar siswa mampu mengerjakannya dengan baik. Selain itu, petugas presensi nantinya akan mengedarkan daftar hadir sebelum UN berlangsung atau setelah UN selesai. Sementara alat komunikasi elektronik, seperti handphone peserta UN dan pengawas tidak diperkenankan dibawa saat UN berlangsung untuk mengantisipasi kecurangan pada saat UN sedang berlangsung. “Jadi barang-barang elektronik semisal HP tidak diperkenankan dibawa disaku pada saat UN berlangsung agar tidak mengganggu jalannya UN,” tegasnya. (dys) Santoso (Suara NTB/dys)

Minim, Sekolah Ikuti Program Adiwiyata Mataram (Suara NTB) Meskipun sekolah-sekolah yang berbasis lingkungan di Kota Mataram sudah banyak. Namun, yang mengikuti program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup terbilang masih sedikit. Kasubag Perencanaan Program Badan Lingkungan Hidup Kota Mataram Rahmad Fauzi kepada Suara NTB belum lama ini, menjelaskan, sekolah-sekolah di Mataram belum banyak yang mengikuti program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup. Padahal keberadaan sekolah yang mengikuti program Adiwiyata sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, sekolah yang masuk dalam katagori Adiwiyata tidak hanya karena di sekolah bersangkutan terdapat areal tanaman pepohonan dan kolam. Mereka juga harus mengajukan dirinya untuk mengikuti program sekolah berbasis lingkungan tersebut. “Adapun persyaratan sekolah yang masuk katagori berbasis lingkungan adalah sekolah tersebut harus mengajukan dirinya untuk mengikuti program sekolah berbasis lingkungan,” terangnya pada Suara NTB, Sabtu (1/2). Katagori Adiwiyata, ujarnya, diberlakukan bagi sekolahsekolah yang mengajarkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup akunya mempunyai banyak instrumen salah satunya bagaimana sekolah mengolah limbah sampah yang dihasilkan. Sementara dari sisi perlindungan bagaimana menampung dan memanfaatkan air hujan agar tidak terjadi genangan pada saat musim penghujan. “Itu semua merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tambahnya. Dalam konteks kurikulum juga dikembangkan mata pelajaran yang berbasis lingkungan termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan kearifan lokal. “Dalam hal ini terus kita kembangkan bagaimana kondisi mata pelajaran IPA nanti kita akan sesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, karena Kota Mataram ini merupakan daerah dengan resapan air yang kurang, apalagi persoalan selokan, sedikit saja dibiarkan bisa bahaya,” terangnya. Diakuinya, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban pemerintah dalam hal pengelolaan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. Untuk itu, pihaknya mengharapkan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. (dys)

Mendikbud: PT Miliki Karakter Unik Semarang (Suara NTB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui, perguruan tinggi (PT) memiliki karakteristik yang unik. Di PT, merupakan tempat berkumpulnya komponen master dan doktor dari berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya itu, mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi minimal lulusan SMA. Selain itu, ujarnya, PT dengan tradisi moralitas yang kuat, memiliki tugas khusus. Tugas khusus ini merupakan tantangan bagi PT. ‘’Salah satu tugas tersebut, lanjutnya, adalah membuka dialog intelektual untuk ide-ide luar biasa dan bukan terjebak dalam rutinitas,’’ ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Rektor Indonesia di Surakarta Jawa Tengah akhir Januari, sebagaimana dikutip dari laman www.kemdikbud.go.id, Minggu (2/2). Lebih dari 800 rektor PT hadir dan berpartisipasi dalam forum rektor Indonesia yang diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah, 29-31 Januari 2014. Acara ini dibuka Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Selain itu, ujarnya, PT dalam pembangunan bangsa lebih ditekankan bagaimana menggeser spektrum keluaran PT yang negatif ke spektrum yang lebih positif. “Para pemimpin negeri ini adalah hasil perguruan tinggi, tapi para koruptor pun adalah lulusan perguruan tinggi. Spektrumnya luas. Itulah tugas perguruan tinggi untuk menggeser spektrum tersebut ke arah yang lebih positif,” katanya. Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Ravik Karsidi, selaku ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) mengatakan, forum ini dihadiri oleh empat komponen rektor, yaitu, rektor perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi keagamaan, dan perguruan tinggi kedinasan. (ham)

(Suara NTB/cem)

SISWA MEROKOK - Pengawasan pada siswa, baik dari guru atau orang tua saat sekolah masih minim. Banyak siswa di Kota Mataram yang membolos belajar dan melakukan perbuatan tidak terpuji. Sebagai contoh, dua siswa di Kota Mataram ini membolos sekolah dan memilih merokok di Pantai Penghulu Agung Ampenan. Aparat Satuan Polisi Pamong Praja harus intensif melakukan razia, khususnya saat jam belajar.

Tekan Angka Buta Aksara

Dikpora Loteng Diminta Lebih Fokus Praya (Suara NTB) Jumlah masyarakat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum bisa baca tulis alias buta aksara tercatat masih cukup tinggi dibandingkan daerah-daerah lain di NTB. Untuk itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng selaku leading sector pendidikan harus lebih fokus dan inovatif dalam menekan angka buta aksara di Bumi Tatas Tuhus Trasna ini. Harapan tersebut disampaikan Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, di hadapan para pejabat lingkup Pemkab Loteng beberapa waktu lalu. Menurutnya, untuk bisa menekan angka buta aksara butuh lompatan yang kongkret, seperti program-program nyata yang bisa secara langsung menekan angka buta aksara tersebut. Bupati meminta agar Dinas Dikpora melakukan pendataan untuk mencari

tahu angka buta aksara yang ada. Dari hasil itu menjadi dasar dalam menentukan arah dan program kerja yang akan dilaksanakan. “Bagaimana sekarang coba kita sisir seluruh dusun yang ada di Loteng. Lalu kita data berada masyarakat yang masih buta aksara, baru kemudian dilanjutkan dengan tindakan nyata,” ujar Bupati. Meski demikian, ujarnya Dikpora Loteng tidak harus bekerja sendiri. Kalau-

pun dalam sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki belum mampu menangani angka buta aksara yang ada, bisa melibatkan elemen lain. ‘’Misalnya, dengan melibatkan peran serta para kaderkades posyandu maupaun kader desa yang ada. Kader-kader ini ada di semua desa dan dusun bisa dilibatkan dalam menuntaskan angka buta aksara,” ujarnya mencontohkan. Itu artinya, persoalan SDM sebenarnya bukan jadi masalah, tapi bagaimana potensi SDM yang ada tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Di sinilah perlunya kerjasama yang baik dengan semua elemen dan stakeholders yang ada di daerah ini. Bagaimana kemudian persoalan buta aksara bisa dituntaskan,” tegas mantan Ketua DPRD NTB ini. (kir)

H. M. Suhaili FT (Suara NTB/ist)

Penerapan Kurikulum 2013 untuk Merubah Pola Pikir Siswa Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Drs. H. Imhal, menegaskan, Kurikulum 2013 bertujuan mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif. Tidak hanya itu, mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. ‘’Dari sisi konseptual, terdapat perubahan fundamental dalam proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas seperti interaksi belajar antara guru dengan murid,’’ ujarnya pada Suara NTB, Sabtu (1/2). Menurutnya, Kurikulum 2013 memiliki aspek perubahan yang cukup fundamental dari sisi pelaksanaan proses belajar mengajar di ruang kelas.Perubahan fundamental tersebut merupakan bentuk kesadaran mewujudkan manusia Indonesia yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif bagi terjadinya keberlangsungan di tengahtengah masyarakat. Imhal mengaku, pola pikir kurikulum 2013 pada proses belajar mengajar tidak lagi menempatkan siswa sebagai objek belajar yang justru membuat siswa tidak aktif. Tapi kurikulum 2013 memberikan

posisi kepada siswa untuk aktif dengan menempatkan proses belajar mengajar terpusat pada peserta didik. “Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tapi berpusat pada peserta didik sehingga dari perubahan itu terjadi pola pembelajaran interaktif baik murid kepada guru, masyarakat, lingkungan dan sumber media lainnya,” terangnya. Untuk itu, Imhal berharap dari perubahan pola pikir belajar tersebut siswa mampu aktif dan mencari sumber belajar secara mandiri terlebih lagi diperkuat dengan model pembelajaran yang ada, sehingga peserta didik mampu menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja seperti melalui internet dan lain sebagainya. Selain itu, ia menyebut perubahan lainnya juga akan ikut terjadi pada pola pembelajaran siswa secara individual. Imhal memcontohkan, pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis, belajar sendiri menjadi kerja tim, pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia. Termasuk, pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik, dan pola pembelajaran ilmu pengetahun tunggal menjadi pembelajaran jamak. (dys)

Awal April, Soal UN Didistribusikan ke Provinsi

(ant/bali post)

Mohammad Nuh

Medan (Suara NTB) Tanggal 14 April akan dilaksanakan Ujian Nasional (UN), setingkat SMP dan SMA. Dalam mendukung pelaksanaan ini, dibutuhkan kesiapan dari semua pihak agar pelaksanaan UN berjalan sesuai harapan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjamin pada awal April semua soal UN sudah sampai ke semua provinsi. “Sekarang sudah mulai tender, awal Maret nanti mulai cetak,” ujar Mendikbud di Medan Sumatera Utara seperti dikutip dari laman www.kemdikbud.go.id, Sabtu (1/2). Ia mengatakan, Kemdik-

bud saat ini sedang membuka proses tender dan sudah tiga hari yang lalu tender dimulai, dan banyak yang berminat mengikuti tender UN. “Awal pertengahan Februari sudah bisa kita tetapkan pemenangnya dan sudah bisa dimulai percetakan dan penggandaanmya,” kata Mendikbud. Ia berharap, awal Maret soal UN sudah mulai dicetak dan bahkan diharapkan akhir Februari sudah bisa mulai cetak sehingga ditargetkan awal April soal-soal UN sudah mulai masuk ke provinsi. Mendikbud menambahkan, khusus untuk daerah-daerah terpencil dan yang berada di pelosok, soal UN sudah bisa masuk ke kabupaten-kabupaten awal April. “Untuk tahun ini pelaksanaan UN sudah siap, dan anggarannya pun sudah disiapkan,” klaimnnya. Menteri Nuh mengungkapkan tidak mau mengulangi hal yang sama seperti tahun lalu, yakni keterlambatan pencetakan soal. Untuk itu, untuk tahun ini proses pencetakan dibagi menjadi delapan regional. “Tahun ini kita mulai dengan 8 region, tender sudah banyak yang mendaftar. Sehingga kita lebih leluasa untuk memilih,” jelasnya. (ham)

Pengadaan Barang di Kemdikbud Harus Bebas dari Gratifikasi

(Suara NTB/ist)

Haryono Umar

Jakarta (Suara NTB) Rencana aksi anti korupsi yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merupakan upaya preventif terhadap tindak pidana korupsi. Rencana aksi tersebut salah satunya berupa transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa. Karena itulah Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud menyelenggarakan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi. Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikbud, Haryono Umar, mengatakan, dalam sepuluh tahun terakhir penanganan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus korupsi terbanyak ada dalam kegia-

tan pengadaan barang dan jasa. Faktor pemicunya antara lain masih banyak penyelenggara negara atau pejabat publik yang tidak paham mengenai proses pengadaan barang dan jasa. Selain itu juga semakin meningkatnya pemberian suap dan gratifikasi. “Kita akan mengawali pengadaan barang dan jasa di tahun 2014 ini dengan tanpa gratifikasi,” tegasnya sebagaimana dikutip Suara NTB dari laman www.kemdikbud.go.id, Minggu (2/2). Haryono mengatakan, ada sekitar 60 juta anak-anak Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan layanan lain dari

APBN. Karena itulah anggaran pendidikan meningkat setiap tahun. Peningkatan anggaran tersebut, tuturnya, harus dirasakan semua pihak. “Anggaran pendidikan untuk seluruh rakyat Indonesia. Not only for some of us,” ujarnya. Sementara dalam hal pelaporan gratifikasi, Haryono menjelaskan, Kemdikbud menjadi kementerian dengan jumlah pelaporan gratifikasi terbanyak pada tahun 2013 lalu. Pada tahun 2012 hanya terdapat 25 laporan gratifikasi ke Itjen Kemdikbud. Sedangkan pada tahun 2013 jumlah tersebut meningkat menjadi 135 laporan. “Bukan karena Kemdikbud yang paling getol menerima gratifikasi, tapi karena

Kemdikbud patuh dengan aturan, rajin melaporkan (gratifikasi),” ujar mantan pimpinan KPK itu. Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi diikuti puluhan pegawai Kemdikbud yang terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran, dan panitia pengadaan barang dan jasa. Selain itu hadir juga pihak ketiga atau vendor yang kerap menjadi pihak penyedia barang dan jasa di Kemdikbud. Mereka diberikan materi dan pemahaman, serta mengikuti diskusi mengenai gratifikasi. Bertindak sebagai pemateri dalam acara ini yaitu Deputi Bidang Pencegahan KPK, Sugiarto. (ham)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Kalah dari Stoke City

MU Sia-siakan Peluang London Manchester United (MU) kalah 1-2 dari Stoke City pada Sabtu, saat mereka menyia-nyiakan kesempatan membuka ruang ke posisi empat teratas klasemen Liga Utama Inggris. MU memainkan Wayne Rooney, Robin van Persie, dan pemain yang baru dikontrak Juan Mata dalam daftar pemain pertama mereka untuk pertama kalinya. Namun delapan kekalahan membuat mereka enam angka di bawah posisi Liga Champions. Pada pertandingan di Britannia Stadium, Stoke memulai keunggulan pada menit ke-38 saat tendangan bebas Charlie Adam membentur Michael Carrick yang membuat kiper David de Gea salah langkah. MU sudah kehilangan Jonny Evans karena cedera dan mereka kemudian menyaksikan pasangan bek tengah Evans, Phil Jones, juga harus keluar setelah bertubrukan dengan Jon Walters. MU menyamakan kedudukan saat babak kedua berlangsung dua menit, Van Persie menyelesaikan umpan Mata, tapi kemudian Adam mengembalikan keunggulan Stoke lima menit kemudian dengan tembakan keras ke sudut kanan atas gawang United. Tim tamu mencoba memberikan tekanan namun beberapa peluang gagal membuahkan gol. Ini merupakan kemenangan pertama Stoke atas MU sejak Desember 1984 dan membuat Stoke naik ke posisi 11 dalam klasemen. (ant/bali post)

Asrama Belum Siap

Pelatda KONI NTB Ditunda Mataram (Suara NTB) Rencana kegiatan pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet berprestasi molor. Kegiatan Pelatda KONI NTB yang semula akan digelar bulan Januari itu harus diundur, karena sarana dan prasarana penunjang kegiatan atlet belum selesai dikerjakan. Ketua Pelatda KONI NTB, Andy Hadianto yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Sabtu (1/2), mengatakan Pelatda KONI NTB tak bisa digelar tepat waktu,karena masih ada sejumlah sarana pendukung yang harus dibenahi. Salah satu yang harus dibenahi, lanjutnya, adalah tempat penginapan atlet yang belum siap untuk menampung atlet. Kondisi ini, membuat pihaknya harus mengundur kegiatan pelatda atlet berprestasi tersebut. Diakuinya, lokasi penginapan yang berlokasi di GOR 17 Desember belum layak ditempati. Pasalnya asrama penginapan yang berkapasitas menampung kurang lebih 40 atlet itu rusak parah. Perbaikan sarana penginapan atlet itu dipastikan memakan waktu cukup panjang, sebab bagian atap plafon, pintu kamar dan lemari serta toilet di lokasi tersebut rusak parah dan harus diganti dengan yang baru. “Ndak cukup waktu satu, dua hari untuk perbaiki asarama itu, sebab kondisinya rusak parah,” terangnya. Sambil menunggu perbaikan lokasi Pelatda KONI NTB, Andy berarap kepada sejumlah atlet untuk bersabar, sebab saat ini pihaknya sedang bekerja keras untuk menyiapkan segala kebutuhan Pelatda KONI NTB. Sementara itu sejumlah atlet dan pelatih menginginkan Pelatda segera sebab beberapa bulan lagi atlet atleti dan pemcak silat akan menghadapi beberapa event nasional. Cabor atletik misalnya akan mengikuti Kejurnas Jatim Open di Surabaya bulan Maret, sementara pencak silat tengah mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas Pencak Silat bulan April mendatang. Sementara Ketua Umum KONI NTB, H MNS. Kasdiono, SH, tak ingin Pelatda KONI NTB ditunda. Kasdiono menginginkan panitia Pelatda PON segera menggelar pelatda. Mengenai soal sarana penginapan yang belum rampung, Kasdiono meminta panitia Pelatda KONI mencarikan solusi yang tepat, sehingga atlet-atlet uggulan NTB bisa melaksanakan Pelatda KONI secepatnya. Kasdiono mengakui, ada beberapa cabor unggulan yang akan mengikuti kejurnas, seperti atletik, pencak silat akan mengukituti kejurnas dalam beberapa bulan ini. Atletatlet yang mengikuti kejurnas tersebut menurut Kasdiono harus diberikan prioritas, sehingga mereka dapat mempertahankan prestasi di kancah nasional. Selain itu, ujarnya, sarana yang ada di lokasi Padepokan Silat bisa dimanfaatkan lebih dahulu untuk kegiatan Pelatda KONI tahap pertama. Sementara sisa kekuarangan kamar penginapan akan diperbaiki sambil berjalan. (fan)

Hasil Kejuaraan Sprinter Remaja

Sulaini dan Suryono Tercepat Mataram (Suara NTB) Sulaini dan Muhammad Suryono berhasil menjadi atlet yang tercepat di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Remaja Spesialis nomor sprinter di GOR 17 Desember Mataram, Kamis (26/1) lalu. Mereka berhasil menjuarai nomor 100 meter putra dan putri. Pelajar SMA 2 Kota Mataram, Muhammad Suryo berhasil meraih juara di nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 11.21 detik, mengalahkan Jubaidi dari SMPN 11 Mataram 11.49 detik dan Gufransyah dari SMPN 13 Mataram dengan catatan waktu 11.57 detik. Sementara di nomor 100 meter putri, Sulaini yang merupakan siswa SMP 7 Mataram mencatat waktu tercepat dengan catatan waktu 13.16 detik, disusul Nesti dari SMAN 2 Mataram 13.32 detik dan Suci dari SMPN Negeri 13 Mataram 13.71 detik. Para atlet yang meraih juara di event bergengsi tersebut berhasil mebawa pulang total uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Masing-masing peserta yang meraih juara satu mendapat uang pembinaan Rp 600 ribu, juara dua Rp 400 ribu,juara tiga Rp 200 ribu dan juara empat sampai finalis 8 merah masing-masing uang pembinaan sebesar Rp 100 ribu. Ketua Panitia Pertandingan, Ridwan mengatakan kejuaraan yang berlangsung selama satu hari itu digelar atas partisipasi sejumlah atet atetik NTB yang baru-baru ini mewakili tim atletik Indonesia di SEA Games Myanmar 2013. Mereka menggelar kejuaraan itu dengan tujuan menggairahkan olahraga tersebut agar diminati kalangan remaja NTB. Kejuaraan yang melibatkan atlet usia 12-15 tahun ini diikuti sebanyak 85 atlet dari kabupaten/ kota di Pulau Lombok. “Kita harapkan hasil kejuaraan ini akan melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu berprestasi di kancah nasional,” ucap Ridwan. (fan)

(Suara NTB/ist)

KALAH - Pelatih Barcelona Gerardo Martino tak percaya setelah timnya dipermalukan Valencia. (kanan) Sementara pemain Valencia meluapkan kegembiraan setelah berhasil mengalahkan Barcelona di kandang.

Akhirnya, Barca Tumbang di Kandang Madrid Tuan rumah Barcelona takluk dari Valencia ketika mereka kalah 2-3 dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Sabtu malam (Minggu dinihari WIB). Barca memang unggul lebih dulu setelah Alexis Sanchez mencetak gol pada menit kedelapan, namun Dani Pare-

jo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum. Sundulan Pablo Piatti

membawa Valencia berbalik unggul lewat golnya pada awal babak kedua, sebelum Lionel Messi pada menit 54

menyamakan skor dari titik penalti, gol pertamanya dalam liga sejak September lalu. Tapi pemain bertahan Barca gagal membendung Sofiane Feghouli yang menusuk ke jantung pertahanan dan mengumpan Paco

Alcacer yang mencetak gol kemenangan untuk Valencia pada menit 59. Barcelona kemudian hanya punya 10 pemain di lapangan mulai menit 78 setelah Jodi Alba dikeluarkan wasit karena menerima kartu kuning kedua. (ant/bali post)

Larangan ’’Drag Race’’ di Jalan Raya Wolfgang Pical Pantau Tambah Daftar Balapan Liar Empat Pemain Persipura Mataram (Suara NTB) Larangan menggunakan jalan raya sebagai tempat penyelenggaraan drag race (adu balap motor) dikhawatirkan akan menambah daftar balapan liar di jalan raya. Alasannya, Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB tak memiliki sirkuit permanen sebagai wadah penyaluran bakat atlet. Tak salah, jika jalan raya dinilai sebagai pilihan sementara untuk penyelenggaraan event bergengsi tersebut. Ketua Pengprov IMI NTB, M. Nur Haedin kepada Suara NTB di sela-sela acara Rapat Kerja Provinsi IMI NTB di Hotel Mataram Square, Sabtu (1/2), menjelaskan, ajang drag race merupakan upaya mengurangi angka kecelakaan bermotor di jalan raya. Sebab sebagian besar kecelakan di jalan raya terjadi karena aksi ugal-ugalan atau balap liar di jalan raya. ‘’Untuk mengurangi aksi ugal-ugalan di jalan raya pihak IMI pun membuat event yang bernama drag race. Lewat ajang tersebut para pembalap liar akan dibina, selanjutnya diarahkan oleh IMI NTB untuk menjadi atlet,’’ terangnya. Diakuinya, selama ini pihaknya menggelar ajang drag race di jalan raya, karena IMI NTB belum memiliki sirkuit

(Suara NTB/fan)

LATIHAN - Menghadapi Kejurnas Balap Motor Prix (MP) Region III Seri I di Sirkuit Selagalas Mataram, Maret 2014, atlet balap motor asal NTB mulai menjalani latihan. Tampak atlet balap motor Suzuki Puma Bali, Aman Hidayat sedang menjalani latihan di Sirkuit Selagalas, Sabtu (1/2). permanen. Namun, adanya larangan Polda NTB telah mengeluarkan larangan kepada IMI NTB agar tak menggunakan jalan raya sebagai tempat balapan membuat balapan liar banyak bermunculan. Pelarangan ini muncul, setelah terjadinya kecelakaan yang menewaskan penonton dalam drag race tahun 2013 lalu. Menurut pimpinan IMI NTB, larangan yang dikeluarkan oleh pihak Polda NTB ini bukan menyelesaikan masalah, justru keputusan ini dinilai akan me-

nambah persoalan baru, karena para penggila motor akan menggunakan lokasi jalan raya untuk menggelar balapan liar. Tidak terbayangkan oleh Edo bila larangan itu akan terus berlaku hingga tahun 2014, dia memprediksi angka kecelakaan akan kembali terjadi. Dampak lainnya akan melemahkan pembinaan atlet di cabang olahraga balap motor, karena para atlet itu sebagian lahir dari balapan jalanan. “Harusnya kita dicarikan solusi, bukannya melarang,” sarannya. (fan)

Balap Motor Berpeluang Sumbang Medali di PON Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga (cabor) balap motor dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016. Dalam hal ini, Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB diminta serius menyiapkan nomor khusus untuk atlet yang memiliki peluang meraih medali emas di ajang tingkat nasional hingga PON. Demikian disampaikan Wakil Ketua I KONI NTB, Andy Hadianto saat membuka acara Rapat Kerja (Rakerda) IMI NTB di Hotel Mataram Square, Sabtu (1/2). Menurutnya, hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya terdapat lima cabor yang memiliki peluang dapat merealisasikan target medali emas, di antaranya atletik, pencak silat, tarung derajat, voli pantai dan BMX. Sayangnya kekuatan atlet dari lima cabor tersebut belum mampu menyumbangkan 15 medali emas. Dari hitungan Andy, jumlah medali emas yang bisa diharapkan dari lima cabor tersebut baru bisa mencapai 11 medali emas. Sisanya empat medali emas lainnya diharakan dapat disumbang lewat cabor lainnya, seperti balap motor, kempo, karate, tinju, menembak dan lainnya. Melihat peluang itu, Andy mengingatkan pihak IMI NTB untuk menyiapkan atlet sebaik mungkin dalam menghadapi sejumlah event di kancah nasional. Pasalnya, pihak KONI

(Suara NTB/fan)

ARAHAN - Wakil Ketua KONI NTB Andy Hadianto saat memberikan arahan pada Rakerprov IMI NTB di Hotel Mataram Square, Sabtu (1/2). NTB akan memberikan kesempatan kepada semua atlet yang mampu mengukir prestasi di kancah nasional, termasuk atlet cabor non unggulan seperti balap motor untukmengikuti Pelatda KONI NTB. Di tempat yang sama Ketua Umum IMI NTB, M. Nur Haedin mengatakan pihaknya sedang bekerja keras untuk meningkatkan prestasi atlet. Target utamanya adalah mendorong atlet berprestasi di kancah nasional, sehingga atlet balap motor NTB bisa masuk Pelatda KONI tahun ini. Menurutnya, melalui rakerda yang dihadiri sebanyak 44 perwakilan 22 klub IMI NTB itu, pihaknya akan akan berembuk mengevaluasi setiap kekuarangan dalam hal hal pembinaan atlet, sebab tahun 2013 lalu pihaknya telah melaksanakan berbagai event yang berkatan dengan pembinaan atlet. Di-

akuinya, sejumlah event yang digelar IMI NTB tahun lalu melahirkan beberapa atlet yang berprestasi, seperti atlet balap motor Gerda menerima IMI Award tahun 2013 lalu dan atas prestasnya tersebut Gerda telah lulus menjadi anggota Brimob Polda NTB. Lanjutnya, melalui rakerda tersebut pihaknya juga membahas beberaa agenda penting terkait persiapan menghadapi Porprov NTB 2014, selain itu terdapat tiga agenda penting yang akan di hadapi oleh pihaknya, yakni menjadi tuan rumah Kejurnas Motor Prix (MP) Region III seri I dan seri IV, serta tuan rumah kejurnas Gress Trek. Untuk menunjang tiga event nasional itu mereka telah menyiapkan Sirkuit Balap Motor di Selagalas Mataram dan Sirkuit Grass Trek di Sandik Gunung Sari. (fan)

Jayapura (Suara NTB) Sebanyak empat pemain klub Persipura Jayapura masuk dalam pantauan timnas Indonesia, mereka adalah Boas TE Salossa, Titus Bonay, Imanuel Wanggai dan Ruben Sanadi. Asisten pelatih timnas Indonesia Wolfgang Pical yang ditemui Antara saat berada di Jayapura, Minggu mengatakan bahwa kehadirannya di ibukota Provinsi Papua itu sejak Sabtu (1/2) memantau laga Persipura menjamu Persela Lamongan. “Saya datang kesini untuk memantau 50 pemain pertama dan ada beberapa pemain dari Persipura dan Persela yang saya perhatikan,” katanya. Ketika ditanya siapakah pemain-pemain Persipura yang masuk dalam pantauannya, Wolfgang Pical sampaikan,” Ada Boas, tapi masih cedera, Titus Bonay, Imanuel Wanggai dan Ruben Sanadi. Dan untuk Persela adalah kiper Khoirul Huda,” katanya. Terkait kemenangan Persipura atas tamunya Persela Lamongan yang berkesudahan 3-0, Wolfgang Pical katakan cukup baik. “Tapi akan terus dipantau terhadap beberapa pemainnya, karena ini baru pertandingan pertama. Kan Persipura belum komplit juga,” katanya seraya menambahkan jika hari ini juga langsung bertolak ke Padang untuk melihat permainan tim di wilayah Barat. Pada pertandingan antara

Persipura menjamu Persela berkesudahan 3-0 untuk “Mutiara Hitam”. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku bangga jika anak asuhnya ada yang bermain di timnas. “Saya juga sering berkomunikasi dengan pelatih Alfred Riedel terkait perkembangan pemain Persipura,” katanya menanggapi pertanyaan Antara terkait kehadiran Wolfgang Pical asisten pelatih timnas Indonesia Alfred Riedel di Mandala Jayapura. “Bagi saya, kemampuan anak-anak itu penting dihargai dan pantas untuk bermain di timnas. Saya mendukung sepenuhnya bagi pemain Persipura jika diberikan kepercayaan bermain di timnas,” tambahnya. Wolfgang Pical yang akrab disapa Wolfi itu tampak hadir memantau pertandingan perdana Liga Super Indonesia antara tuan rumah Persipura Jayapura menjamu Persela Lamongan di stadion Mandala Jayapura, Papua, Sabtu (1/2) sore. Wolfgang Pical duduk di kursi tamu tribun VVIP stadion Mandala Jayapura dengan sejumlah petinggi Persipura dan nampak asyik memperhatikan permainan anak asuh Jacksen F Tiago menjamu anak asuh Eduard Chong. Kedatangannya ke homebase-nya Persipura guna memantau 50 pemain yang akan dipanggil pelatih kepala Alfred Riedel. (ant/bali post)

Mantan Pelatih Spanyol Luis Aragones Meninggal Madrid Luis Aragones, pelatih tim Spanyol yang menjuarai Kejuaraan Eropa 2008, meninggal dunia pada Sabtu dalam usia 75 tahun. Demikian diumumkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Selain menangani tim nasional Spanyol, Aragones juga menangani 10 klub berbeda selama 35 tahun karir kepelatihannya. Yang paling bisa dikenang adalah ketika di Atletico Madrid bersama klubnya menjuarai La Liga pada 1976/77 dan tiga gelar Copa del Rey dalam tiga musim masa tugasnya. Kesuksesannya di tingkat internasional terjadi di Austria dan Swiss pada 2008 saat dia membawa tim nasional

Spanyol merebut kemenangan pertamanya dalam turnamen besar sejak 1964. Meskipun meraih kemenangan atas Jerman pada final di Wina, Aragones bersikukuh dengan keputusannya sebelum turnamen untuk meletakkan jabatan, saat Vicente del Bosque mengambil alih untuk membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2010, sebelum mempertahankan gelar Eropa mereka dua tahun kemudian. Aragones kembali ke manajemen sesaat setelah meninggalkan La Seleccion, di klub Turki Fenerbahce, tapi hal itu tidak berlangsung lama saat dia diberhentikan setelah musim pertamanya bertugas mengecewakan, demikian AFP melaporkan. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Luis Aragones saat membawa Spanyol Juara Eropa tahun 2008.


SUARA NTB

Senin, 3 Februari 2014

LOWONGAN

DIJUAL MOBIL

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

PET SHOP

BATIK

PELATIHAN

TOKO MAINAN

Halaman 12

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

PERAWATAN AC

BENGKEL

BANK

TANAH KAPLING


SUARA NTB

Senin, 3 Februari 2014

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV

SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

JUAL MOBIL

ADVERTISING

PROPERTY

BOUTIQUE

TELEVISI

SANGGAR SENAM

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

FASHION

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN

LAUNDRY

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


PERNIK

SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

Halaman 14

(Suara NTB/ars)

Lomba burung puyuh yang menampilkan puluhan burung puyuh di Jalan Bung Karno Mataram, belum lama ini. Mempertandingkan suara burung puyuh kini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat NTB.

Bersayap, tapi 80 persen hidupnya di tanah. Unggas yang satu ini bukan jenis yang istimewa. Hanya dikenal burung petelur dengan tekstur warna belang dan ukuran mini.Ya, orang lebih mengenal telurnya dari pada si burung puyuh. Tapi keadaan itu kini hampir berbalik. Burung ini menjadi favorit baru masyarakat untuk tujuan dilombakan, meskipun tidak ada yang khas apalagai suara merdu, tapi fenomena burung puyuh kini dari desa – desa tembus hingga perkotaan. SEKITAR Pukul 21.00 Wita, Jalan Bung Karno Mataram, beberapa meter dari simpang tiga Petemon – Karang Genteng Pagutan, malah makin ramai. Puluhan warga berkerumun di depan sebuah ruko. Mereka kompak dengan kepala setengah mendongak ke jejeraran sangkar mini, berisi burung puyuh. Pengendara yang hilir mudik sempat berhenti menyaksikan apa yang mereka lihat di pinggir jalan itu. Yang membuat pengendara terkaget dengan kerumuman itu, suara gaduh dari pemilik burung. Sangat kontras dengan perlombaan burung lainnya, yang hanya membutuhkan siulan untuk memancing bunyi burung. Mereka berteriak memanggil nama burung yang sudah disematkan. Unik dan lucu, bahkan ada yang menamakan burungnya “Rambo”. Teriakan “Rambo” pun menyentak diantara suara gaduh lainnya. Ya, begitulah suasana malam itu. Ramai dan gaduh. Sontak warga atau pengendara yang melintas terkejut dan sempat berhenti sekedar mengobati rasa ingin tahu mereka. Suara gaduh itu ternyata berasal dari para “majikan” burung yang berdiri mendongak menghadap ke jejeran kerangkeng yang digantung pada pipa besi. Mereka sedang berpacu agar burung puyuh kepunyaan mereka bunyi sesering mungkin. Semakin sering berbunyi, maka poin yang didapat semakin banyak. Itulah lomba kicauan burung puyuh di Lingkungan Petemon Kelura-

han Pagutan Timur, Kota Mataram. Warga disana khususnya para remaja mesjid menyisipkan lomba kicau Burung Puyuh sebagai pertandingan hiburan dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Al Muttahidah. Tidak ada kaitannya memang dengan nilai – nilai religius, tapi mereka berusaha menghadirkan suasana hiburan dan rileks bagi masyarakat disana, apalagi perlombaan burung puyuh sedang menjadi tren yang tak terbendung di semua lapisan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan hiburan kepada masyarakat, karena lomba burung puyuh ini sedang jadi tren di masyarakat,” kata remaja mesjid Al Muttahidah Petemon, Ali Sukanta. Lomba ini tergolong pertama kali dalam rangkaian perayaan maulid nabi di mesjid di sana, karena tahun tahun sebelumnya salah satu lomba wajib adalah panjat pinang. Tapi bagi panitia saat itu, lomba burung puyuh punya nilai kemeriahan tidak kalah dengan lomba lain, sehingga merasa perlu dihadirkan. Maka, masuklah lomba burung dalam salah satu mata lomba, selain panjat pinang, goyang oplosan, atau lomba yang ada kaitan langsung dengan maulid seperti mengaji, baca puisi islami, lomba adzan. “Lomba semacam ini (burung puyuh) tidak hanya saat maulid, di kampung Petemon, juga sudah setiap minggu ada kegiatan semacam ini,” kata guru SMP nomor 15 Mataram ini. Lomba burung puyuh kini seolah menjadi pesaing baru untuk kategori lomba unggas lainnya. Tidak hanya setiap kota, kabupaten, tingkat desa kelurahan, bahkan lingkungan, sampai tingkat RT sudah mewabah. Tidak ada persiapan khusus, seperti pemasangan tiang pancang yang menjulang dijejer rapi. Mereka yang terlibat pun bisa hadir dari semua kalangan. Tapi masyarakat lebih mengenal lomba ini sebagai milik masyarakat kelas bawah, karena tak butuh biaya besar, persiapan khusus, memperolehnya pun mudah di pasar - pasar. Menilai burung puyuh cukup mudah. Apalagi jika didengar dari bunyi yang hanya itu – itu saja, “cepkrakk,” ya begitu para penghobi meniru suara burung dengan hanya tinggi 5 cm ini. Saking sederhananya, dalam setiap lomba, yang dinilai

Dua ekor burung puyuh yang dilombakan dalam sangkarnya. adalah hanya jumlah suara. Bukan soal keindahan suara. Setidaknya ada dua kategori penilaian, yaitu acak dan nilai kelompok. Untuk acak, dihitung berdasarkan jumlah suara. Juri akan memberi nilai tinggi, untuk puyuh dengan suara terbanyak, itulah pemenangnya. Ada juga pengelompokan suara. Menurut pengalaman mereka, pernah dilombakan untuk 25 suara “ceprak” dalam durasi waktu 10 menit. Dalam kurun waktu itu, jika kurang satu suara atau lebih satu suara dalam durasi 10 menit, maka burung itu tidak bisa memenangkan lomba. Murah, tak berarti nilainya rendah. Untuk lomba bu-

(Suara NTB/ars)

rung puyuh, hadiahnya cukup luar biasa. Seperti halnya lomba lain, dengan hadiah hewan dengan harga lebih tinggi atau barang elektronik lainnya. Sebagaimana pengalaman Aldi Eldi Putra, warga Petemon lainnya. Hanya dengan seekor burung puyuh miliknya, ia bisa mendapat tiga ekor ayam dengan harga lima kali lipat per ekornya. Beli burung, dapat ayam, hal yang membuatnya sumringah. Di tempat lain, hadiah tidak kalah istimewa. “Ada yang hadiahnya kambing, sampai ada juga yang kasih hadiah barang elektronik seperti kulkas,” kata Aldi. (ars)

Tentang Burung Puyuh PUYUH adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip. Dikutip dari Wikipedia, burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh Jepang diternakkan terutama karena telurnya. Keluarga burung puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan. Bu-

rung puyuh sering dimasak ala Prancis. Daging burung puyuh juga biasa ditemukan pada masakan Malta, Portugis, dan India. Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecil sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya. Telur burung puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang. Di Kolombia, telur burung puyuh rebus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak adalah jajanan lokal yang populer. Telur burung puyuh dipercaya memiliki kolesterol yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol yang terdapat pada telur burung puyuh adalah sama dengan telur ayam. (ars/berbagai sumber)

(Suara NTB/ars)

(Suara NTB/ars)

Pemilik burung puyuh menurunkan sangkar burungnya usai perlombaan.

Deretan panjang sangkar berisi burung puyuh yang dilombakan.

(Suara NTB/ars)

Warga tampak antusias menonton aksi burung puyuh yang dilombakan.

Perawatan Murah untuk Kicauan Meriah (Suara NTB/ars)

Para juri tampak serius mendengarkan, menghitung dan memberikan penilaian suara burung puyuh yang berlomba.

PARA penghobi burung puyuh memang belum punya komunitas khusus. Tapi fenomena burung tanah ini menjadi hobi baru, bahkan sudah cukup mewakili bahwa ini menjadi kesenangan baru masyarakat untuk hiburan alternatif bagi mereka para pemelihara unggas jenis burung.

Indra, salah seorang diantaranya. Ia punya koleksi lima burung puyuh jantan. Dalam kerangkeng berbentuk lancip, laiknya kubah mesjid, ia sudah sebulan memelihara. “Saya sedang persiapkan untuk lomba,” kata Indra. Untuk perawatan, tidak ada yang istimewa. Saban hari, burung

diberi butiran atau pakan khusus untuk puyuh. Setiap pagi, dimandikan dengan air hangat. Agar tetap mempertahankan kicauan, siang hari burung didekatkan dengan piaraan puyuh lainnya, untuk memancing mereka tetap berkicau. “Tidak ada makanan khusus, atau ramuan khusus agar berkicau,”

terang Indra. Yadi juga melakukan itu. Pemilik beberapa ekor burung puyuh asal Ampenan ini, saat dihubungi sedang mempersiapkan beberapa ekor burungnya untuk dilombakan. Tak ada persiapan khusus atau biaya mahal dikeluarkan, kecuali harga pakan murah yang bisa diperoleh di pasar. (ars)


SUARA NTB Senin, 3 Februari 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

30.152 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Sinabung Jakarta (Suara NTB) – Sebanyak 30.152 jiwa atau 9.403 kepala keluarga (KK) masih mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung, Kapubaten Karo, Sumatera Utara yang masih berstatus awas level IV terhitung pada 1 Februari 2014. “Jumlah pengungsi bertambah meskipun erupsi terjadi penurunan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu. Sutopo mengatakan pengungsi tersebut berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Payung, Simpang Empat, Namantran dan Tiganderket. “Para pengungsi berasal dari radius di luar tujuh kilometer dan ada 34 desa,” katanya. Dia menyebutkan, 34 desa tersebut dari Kecamatan Payung dan Simpang Empat, di antaranya Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi, Desa Cimbang, Desa Ujung Payung, Desa Payung, Desa Rimo Kayu, Desa Batu Karang, Desa Berastepu, Dusun Sibintun, Desa Gamber, Desa Kuta Tengah, Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Tiga Pancur. Sementara itu, dari Kecamatan Namantran dan Tiganderket, di antaranya Dusun

Lau Kawar, Desa Bekerah, Desa Simacem, Desa Kutarayat, Desa Sigaranggarang, Desa naman, Desa Kuta Mbelin, Desa Kebayaken, Desa Kuta Tonggal, Desa Sukanalu, Desa Kuta Gunung, Desa Gung Pinto, Desa Sukandebi, Desa Tiganderket, Desa Mardinding, Desa Temberun, Desa Perbaji, Desa Kuta Mbaru dan Desa Tanjung Merawa. Selain itu, dia menyebutkan korban terluka terdapat tiga orang dan korban meninggal dunia delapan orang. Namun, dia mengatakan pengungsi di luar radius lima kilometer dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Saat ini, lanjut dia, pengungsi dari 16 desa sudah dapat dipulangkan dipulangkan seiring dengan penurunan status yang diperkirakan pada akhir FebruariMaret 2014, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Erupsi dan awan panas masih terjadi, pertumbuhan

kubah dan aliran lava masih terjadi namun cenderungan berkurang jumlahnya hingga saat ini,” katanya. Dia menjelaskan suplai magma dari perut Gunung Sinabung itu membuat lava menghasilkan awan panas yang terjadi setelah pertumbuhan kubah lava dan menyemburkan aliran lava ke arah selatan dan tenggara dengan jarak terjauh 4.500 meter. Awan panas itu, lanjut dia, berupa campuran material debu hingga blok bersuhu 700 derajat celcius yang meluncur dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. (ant/bali post)

ERUPSI SINABUNG Warga mengabadikan Gunung Sinabung yang kembali menyemburkan abu vulkanik, terlihat dari Desa Suka Nalu, Karo, Sumut. (ant/bali post)

Polisi Amankan Presiden Minta Gita Bertugas 14 Korban Awan Panas Segera Dimakamkan Sampai Ada Pengganti Bunker Berisi 68 Ton BBM Ilegal Pontianak (Suara NTB) – Kepolisian Resor Kota Pontianak mengamankan bunker dan ponton yang berisi sekitar 68 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak. “Bunker dan ponton tersebut seharusnya melakukan pengisian terhadap kapal-kapal bersubsidi, tetapi praktiknya melakukan pengisian kapal-kapal besar atau yang tidak bersubsidi,” Kepala Polresta Pontianak Komisaris Besar (Pol) Harianta di Pontianak, Minggu. Ia menjelaskan, terungkapnya penyelewengan penjualan BBM bersubsidi tersebut atas laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas ponton dan bunker yang mencurigakan itu, pada Rabu (29/1). “Mendapat laporan tersebut, kami langsung turun ke lapangan, dan ternyata benar menemukan bunker dan ponton yang memuat BBM diduga ilegal itu,” ungkap Harianta. Hasil pemeriksaan sementara, pengangkutan BBM jenis solar tersebut tanpa di lengkapi dokumen. Bunker itu PT Mitra Usaha Kalbar, milik Gow Winardi Sudargo, dan Kapal PT Sinar Usaha Jaya II, milik Titiono, yang diamankan KP3L Pontianak dibawah komando AKP Firdaus. “Kini barang bukti diamankan di kawasan Batu Layang,” kata Harianta. Pada saat diamankan bunker tersebut sedang melakukan pengisian terhadap kapal PT SUJ II. Didalam dokumen, bunker itu disebutkan berisi 50 ton BBM, namun ketika di verifikasi di dalam bunker tersebut terdapat 58 ton BBM, dan sekitar sepuluh ton muatannya sudah berpindah ke kapal PT SUJ. Lima ABK yang berada di bunker dan kapal ponton telah dimintai keterangannya, Sabtu (1/2) oleh jajaran Reserse Kriminal Unit Tindak Pidana Tertentu Polresta Pontianak. “Senin (3/2) besok kedua pemilik kapal atau perusahaan itu akan diminta keterangan, termasuk PT Pertamina sebagai saksi ahli. Pemilik perusahaan itu dapat diancam UU Migas,” kata Harianta. (ant/bali post)

Ratusan Rumah di Kupang Rusak Diterjang Gelombang Pasang Kupang (Suara NTB) – Ratusan rumah di sepanjang pesisir pantai Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, rusak diterjang gelombang pasang yang mencapai enam meter, sejak Sabtu (1/2) malam hingga Minggu (2/2) dini hari. “Kami terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara dan kerabat, karena rumah kami hancur dihantam gelombang pasang sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari tadi,” kata warga pemilik rumah Siti Aminah (48), Minggu. Dia mengatakan, hujan disertai angin kencang telah berakibat kepada tingginya gelombang di perairan, yang kemudian datang dan menghantam sebagian rumah yang berada di sekitar pinggiran pantai Kupang. Hempasan gelombang yang sangat kuat tersebut, telah berakibat kepada rusaknya sebagian rumah yang berada di Rt 12/Rw 05 Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. “Kami terpaksa harus mengungsi ke rumah sejumlah kerabat yang lebih aman,” katanya. “Ini kejadian paling parah yang kami alami,” katanya dan menambahkan. Dia mengaku, telah menyelamatkan sejumlah barang berharga dari rumahnya ke rumah tempat pengungsian sementara. “Kami sudah mengungsi ke sejumlah rumah milik kerabat yang aman. kami sekitar belasan rumah,” kata Siti mengaku. Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Ade E Manafe, mengatakan, masih melakukan pendataan terhadap sejumlah korban bencana yang terjadi akibat hujan dan angin kencang yang melanda daerah itu, sejak Sabtu (1/2). “Kami sedang turunkan tim ke lapangan untuk lakukan verifikasi dan pendataan korban bencana,” kata Ade. Dia mengaku, data yang sudah diperoleh saat ini, telah mencapai 40 korban bencana angin puting beliung di seluruh wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu. “Terbanyak korban atap rumah tersapu puting beliung, termasuk gedung BRI Cabang Kupang yang beberapa lempeng kacanya hancur. Ada juga karena gelombang pasang,” katanya. Terhadap seluruh korban tersebut, menurut Ade, sudah dilakukan penanganan dengan mengirimkan bantuan tanggap darurat berupa terpal, mie instan dan sejumlah makanan siap saji. “Untuk rumah yang tersapu bagian dapurnya, dibantu peralatan dapur untuk memasak,” katanya. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Ketika ditanya wartawan Presiden Susilo Bambang apakah pada 2013 lalu Gita Yudhoyono telah menerima Wirjawan pernah menyamsurat permintaan pengundu- paikan rencana pengunduran ran diri Menteri Perdagangan dirinya kepada Presiden, Sudi Gita Wirjawan dan meminta mengatakan bahwa komunidia tetap melaksanakan tu- kasi pernah dilakukan. gas sebagai menteri sampai “Barangkali Pak Gita penggantinya ditetapkan. sudah pernah sampaikan “Presiden sudah membaca pada Presiden, tentu Presiden dan telah memberikan re- paham tugas-tugas Mendag, spons yang positif dan ini con- masih ada beberapa tugas toh pejabat yang beretika poli- yang harus diselesaikan, tik,” kata Menteri Sekretaris harus dilaksanakan Negara Sudi Silalahi saat dulu,” kata Sudi. memberikan keterangan pers Menurut salinan di Kantor Presiden Jakarta, surat pengunduran Sabtu siang. diri Gita Wirjawan Sudi mengatakan Presiden yang disampaikan akan menetapkan pengganti kepada Presiden, Gita Wirjawan sebagai ment- Gita menyatakan eri perdagangan setelah alasan dia mengunberkonsultasi dengan Wakil durkan diri dari Presiden Boediono. jabatan “Kemudian dalam waktu dekat Presiden akan sampaikan secara resmi pengunduran diri Pak Gita dan disertai penjelasan siapa penggantinya,” katanya. “Meski pengunduran diri terhitung 31 januari 2014, namun Beliau masih diminta melaksanakan tugas sampai ditunjuk pengganti definiSusilo Bambang Yudhoyono tif,” tambah dia.

menteri perdagangan didasari oleh kesadaran etis tentang besarnya potensi konflik kepentingan jika ia terlibat dalam proses politik di konvensi Partai Demokrat dan masih menjalankan tugas sebagai menteri perdagangan. (ant/bali post)

Kabanjahe (Suara NTB) – Tercatat 14 korban tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (1/1) telah dibawa pihak keluarganya dari Rumah Sakit Umum Kabanjahe, Minggu pagi. Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan mengatakan seluruh korban yang meninggal dunia itu dibawa menggunakan mobil ambulans milik Pemerintah Kabupaten Karo. Jenazah korban semburan awan panas itu, menurut dia, dijemput oleh pihak keluarga sejak pagi untuk dimakamkan di kampung halaman. Bahkan, jelasnya, 13 korban awan panas yang tewas menginap di RSU Kabanjahe, dan seorang korban lainnya bernama Rizal Syahputra (25) dibawa keluarganya ke Medan, Sabtu (1/1) pukul 21.00 WIB. “Sejak Minggu pagi (2/1) RSU Kabanjahe sudah dipadati masyarakat yang menyaksikan pengambilan jenazah korban bencana alam erupsi Gunung Sinabung,” kata Jhonson.

Data yang diperoleh dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Sinabung, Kabanjahe, ke-14 korban yang tewas akibat awan panas Gunung Sinabung, yakni Alexander Sembiring (17) pelajar SMA I Merdeka, Kabanjahe, Daud Surbakti (16) pelajar STM Berastagi. Dipa Nusantara (17) pelajar STM Berastagi, dan David (17) pelajar STM Berastagi, Mahal Surbakti (25) guru honor SD di Desa Gurukinayan, Teken Sembiring (49) pengungsi Desa Guru Kinayan, dan Santun Siregar (22) mahasiswa GMKI asal Kutacane, Aceh. Kemudian, Fitriani Boru Napitupulu (19) mahasiswa GMKI asal Kuta Tengah Lawe Agara, Aceh, Asran Lubis (21) mahasiswa GMKI asal Desa Pardamean, Kutacane Agara, Aceh, dan Marudut Brisnu Sihite (25) mahasiswa GMKI asal Kutacane, Agara, Aceh. Rizal Syahputra (25) wartawan salah satu media di Medan, Daniel Siregar (22) mahasiswa GMKI asal Kutacane, Aceh, Zulpiandi Mori (21) mahasiswa GMKI asal Desa Lau Bakung Kutacane Agara, Aceh, dan Thomas Sembiring (27) photo grafer asal Jaberneh, Medan. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Kabut Asap Pengunduran Diri Gita Wirjawan Dinilai Terlambat Pekanbaru Menebal

Tjahjo Kumolo

Semarang (Suara NTB) – “Gita Wirjawan yang mundur dari jabatan menteri perdagangan sejak 1 Februari ini patut diapresiasi walau sikap itu terlambat,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, di Semarang, Sabtu pagi. Kumolo yang juga anggota Komisi I DPR itu menegaskan, “Konsekuensi kesertaannya sebagai peserta konvensi calon presiden itu, tentu harus banyak meningalkan tugas

utamanya sebagai pembantu presiden.” Pengunduran diri Wirjawan, kata dia, bagian dari pertanggungjawaban dia itu. “Kita tunggu saja faktor dia mundur karena keikutsertaan dalam konvensi calon presiden atau masalah karutmarut impor beras,” kata Kumolo. Sebelumnya, Wirjawan menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai menteri perdagangan, Jumat kemarin, di Kantor Kementerian Perdagangan. (ant/bali post)

Selebaran Pasangan Prabowo – JK Beredar di Palu Palu (Suara NTB) – Selebaran bergambar Prabowo Subianto berpasangan dengan M Jusuf Kalla untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 beredar di Kota Palu. Selebaran itu ditemukan tertempel di papan di Sekretariat Badan Pemenangan Pemilu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang berada di Jalan Juanda, Kota Palu, Sabtu (1/2). Dalam selebaran kertas berukuran A4 (kwarto) itu Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto berada di sebelah kanan mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Menanggapi itu, Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan selebaran itu bukanlah suara partai

yang dipimpinnya. Menurutnya, itu adalah aspirasi simpatisan atau pendukung Partai Gerindra di Sulawesi Tengah yang menginginkan Prabowo Subianto dan M Jusuf Kalla berpasangan saat pemilihan presiden mendatang. “Yang jelas itu bukan keputusan partai, dan itu sah-sah saja kalau diusulkan oleh masyarakat,” kata Longki Djanggola yang juga Gubernur Sulawesi Tengah ini. Disinggung soal pencalonan presiden pada Pemilu 2014, Longki Djanggola mengatakan belum ada pernyataan resmi dari pengurus pusat Partai Gerindra. “Capres saja belum, apalagi wakilnya. Nanti kita tunggu hasil pemilu legislatif dulu,” katanya. Namun secara pribadi, dia

mengusulkan apabila Partai Gerindra mengusung calon presiden dari Jawa maka sebaiknya calon wakil presiden berasal dari luar pulau berpenduduk terpadat di Indonesia itu. “Itu semata-mata untuk mewakili aspirasi daerah lainnya. Bisa saja dari Sumatera, Kalimantan atau bahkan Sulawesi,” ujarnya. Prabowo Subianto sendiri dijadwalkan akan menghadiri peringatan puncak HUT ke6 Partai Gerindra di Kota Palu pada Minggu (9/2). Sementara M Jusuf Kalla beberapa kali datang ke Sulawesi Tengah untuk meninjau proyek pembangunan PLTA miliknya di Kabupaten Poso, yang berjarak sekitar 250 kilometer dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. (ant/bali post)

Pekanbaru (Suara NTB) – Kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran lahan atau hutan di Riau, Minggu tampak menebal menyelimuti udara pagi di Kota Pekanbaru. Hasil pantauan dari atas gedung dengan ketinggian 40 meter terlihat kabut asap menutupi jarak pandang sekitar 800 meter. Gedung-gedung di tengah kota juga terselimut kabut asap yang mulai memekat itu. “Kalau dibandingkan dengan kemarin, jauh lebih pekat sekarang,” kata Rinto (45), sopir taksi. Meski demikian, ayah tiga anak ini mengaku masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Ia berharap pemerintah segera mengatasi persoalan kebakaran lahan atau hutan di Riau yang menjadi penyebab terjadinya kabut asap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyata-

kan, satelite Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan sebanyak 93 titik panas pada Kamis (1/2), terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis. Di Kabupaten Bengkalis menurut catatan lembaga pemantau cuaca itu terdeteksi ada sebanyak 52 titik panas yang tersebar di sejumlah kawasan lahan atau hutan bahkan perkebunan. Kemudian Satelit Terra dan Aqua juga mendeteksi keberadaan titik panas di Kabupaten Pelalawan yakni sebanyak 18 titik. Lalu di Kabupaten Siak terdeteksi titik panas sebanyak 16 titik, Indragiri Hilir ada sebanyak empat titik, dan di Kota Dumai sebanyak tiga titik panas. Terakhir satu titik panas juga terdeteksi berada di Kabupaten Rokan Hilir. Menurut prakiraan BMKG, sebanyak 11 dari 12 kabupaten/kota di Riau berpotensi cuaca cerah hingga berawan atau minim hujan. (ant/bali post)

(ant/bali post)

KABUT ASAP - Kabut asap menyelimuti pemukiman warga di sekitar Kota Pekanbaru, Riau


Senin, 3 Februari 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Menteri Parekraf Kunjungi Museum Negeri NTB

Menteri Parekraf, Mari Elka Pangestu berbincang dengan Ketua TP PKK NTB, Hj.Erica Zainul Majdi disaksikan Wagub NTB, H.Muh.Amin ketika melihat dari dekat koleksi Museum Negeri NTB. (Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Menteri Parekraf berdialog dengan Istri Gubernur NTB dan para undangan lainnya .

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Dr.Mari Elka Pangestu, Kamis (29/1) malam lalu berkunjung ke Museum Negeri NTB. Kegiatan Menteri Parekraf ini merupakan kunjungan menteri pertama setelah museum dikelola pemerintah daerah sejak otonomi daerah. Kunjungan Menteri Parekraf ke Museum Negeri NTB, dirangkai dengan pertemuan dengan stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, Kepala Disbudpar NTB, Drs. Muhammad Nasir, Kepala Museum Negeri NTB, H. Lalu Moh Faozal, S.Sos.M.Si dan pelaku pariwisata NTB seperti Asita, HPI, BPPD. Kemudian hadir juga para budayawan dan lainnya. Dalam kunjungannya di Museum Negeri NTB, Ketua TP PKK NTB, Hj.Erica Zainul Majdi memberikan cinderamata berupa tenun songket khas Lombok kepada Menteri Parekraf. Begitu cinderamata diterima, Mari Elka Pangestu tampak sangat bahagia sambil memperlihatkan cinderamata yang diterimanya dari Istri Gubernur NTB ini. Pada kesempatan tersebut, Menteri Parekraf menyempatkan diri melihat berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang kini menjadi koleksi Museum Negeri NTB. Menteri Parekraf juga berdialog dengan para stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini. Terkait dengan berbagai koleksi Museum Negeri NTB, Kepala

(Suara NTB/ist)

Menteri Parekraf menerima cinderamata berupa kain songket khas Lombok dari Istri Gubernur NTB, Hj.Erica Zainul Majdi.

Museum Negeri NTB H. Lalu Moh Faozal, menyebutkan, saat ini benda-benda bernilai sejarah yang menjadi koleksi Museum NTB terdata sebanyak 7.697 jenis, yang merupakan hasil pendataan terakhir di 2013. Ribuan jenis koleksi itu terbagi dalam 10 kategori, yakni geologika sebanyak 119 jenis, biologika sebanyak 50 jenis, etnografika sebanyak 3.710 jenis, arkeologika 226 jenis, historika 138 jenis, keramologika 1.361 jenis, filologika 1.396 jenis, seni rupa 38 jenis, numismatika 678 jenis, dan teknologika sebanyak 33 jenis. Kini, Pemprov NTB juga terus berupaya memfasilitasi penyerahan secara sukarela benda-benda bersejarah untuk dijadikan koleksi museum, yang akan diawali dengan proses penyadaran melalui workshop, dan pendekatan dari pintu ke pintu. Selama ini katanya, pemerintah telah berupaya menghimpun benda-benda bersejarah dari tangan masyarakat. Penyerahan secara sukarela pun terjadi, meskipun belum banyak, sementara benda-benda bersejarah itu diyakini masih banyak yang disimpan masyarakat. ‘’Oleh karena itu, kami terus berupaya memfasilitasi penyerahan benda-benda bersejarah itu, dan diharapkan pihak yang menyimpannya pun ikut mendukung program peningkatan koleksi museum,’’ harap Faozal. (*)

(Suara NTB/ist)

Menteri Parekraf diterima oleh salah seorang petugas bimbingan edukasi Museum Negeri NTB.

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Menteri Parekraf berdiolog dengan para undangan.

(Suara NTB/ist)

Menteri Parekraf meninjau pameran temporer Pulau Bungin di Museum Negeri NTB.

Menteri Parekraf foto bersama dengan Wagub NTB, Ketua TP PKK NTB, Kadis Budpar NTB dan undangan lainnya dalam kunjungannya ke Museum Negeri NTB.

Pemilu Thailand, Yingluck Berikan Suara BangkokPerdana Menteri sementara Thailand Yingluck Shinawatra Minggu pagi memberikan suara di satu tempat pemungutan suara (TPS) di Sekolah Klong Lam Chiak dekat kediamannya di ibu kota Bangkok.

Pemilihan umum Thailand dimulai pukul 08.00 pagi waktu setempat Minggu, di tengah kekhawatiran kekerasan dan pertumpahan darah yang mungkin terjadi karena gangguan

dari para pengunjuk rasa antipemerintah. Pemungutan suara Minggu akan berlangsung sampai pukul 15.00, dengan total 93.305 TPS didirikan di 375 daerah pemilihan nasional untuk 48.770.000 pemilih yang berhak. Komisi Pemilihan Umum memutuskan pada Sabtu malam untuk membatalkan pemungutan suara di semua TPS di distrik Lak Si di Bangkok menyusul bentrokan antara kelompok pro-pemerintah “Baju

Merah” dan para demonstran, yang menewaskan sedikitnya delapan orang terluka. Suthep Thaugsuban, pemimpin para pengunjuk rasa telah menyerukan aksi massa pada Minggu untuk benar-benar melumpuhkan ibu kota Bangkok dan mencegah semua orang memberikan suara mereka. Dia telah bergerak di jalanjalan Bangkok selama beberapa hari terakhir untuk mengajak orang bergabung dengannya. Selain itu, surat suara pen-

giriman ke beberapa provinsi selatan telah diblokir oleh pengunjuk rasa. Ini masih harus dilihat apakah negara tersebut akan mampu melewati pemilihan dan berapa banyak pemilih berhasil memberikan suara di tengah blokade. Pemimpin Partai Demokrat Abhisit Vejjajiva sebelumnya mengatakan ia tidaka k a n memberikan suara pada Minggu, dan menyebut pemilu “inkonstitusional.” Tetapi para anggota dari P a r t a i Demokrat, yang telah memboikot pemilu, bebas untuk memutuskan apakah mereka a k a n memberik a n suara a t a u tidak. S e mentara itu surat perintah penangkapan telah diumumkan selama tiga pengunjuk rasa anti-pemerintah Thailand menghalangi pemungutan suara awal pada 26 Januari, termasuk pemimpin Komite Reformasi Demokratis Rakyat (PDRC).

Pengadilan Kriminal Thailand telah menyetujui surat perintah penangkapan pemimpin PDRC Issara Somchai, seorang pria yang dikenal sebagai “Little Saddam”, dan seorang pria lain yang difoto mencoba untuk mencekik seorang pria yang mencoba untuk menggunakan hak suaranya pada 26 Januari. (ant/Bali Post)

Yingluck Shinawatra (Suara NTB/ist)


Snt03022014