Page 9

GERBATAMA 84 // 05 -2019

Kuliner

teman lainnya,� jawab salah seorang pengunjung saat ditanya keunikan dari Mi Ayam Sengketa. Peminat Mi Ayam Sengketa tidak dari FIB saja. Mahasiswa luar FIB pun tidak sedikit yang berdatangan. Contohnya adalah Miftahul Jannah, mahasiswa Geografi yang baru pertama kali makan mi ayam tersebut. Ia merasa tidak menyesal saat mencicipi makanan ini, “Dengan harga sepuluh ribu bisa mendapatkan porsi yang terbilang banyak,� jelasnya. Di balik berbagai keunikannya, ternyata masih ada beberapa hal yang disayangkan oleh pelanggan mi ayam racikan Wiwid ini. Salah satunya adalah tidak adanya bangku sehingga pengunjung harus duduk di

pinggiran parkiran Gedung X. Beberapa pengunjung merasa jika Mi Ayam Sengketa perlu menyediakan bangku atau tikar bagi para pengunjung untuk meningkatkan kenyamanan. Selain itu, hanya ada Wiwid yang dibantu satu orang anaknya dalam mengolah mi ayam, sehingga pembeli harus menunggu cukup lama sebelum semangkuk mi ayam sampai ke tangan mereka. Ada juga tanggapan yang menilai jam operasional pada malam hari ini kurang efektif. Namun, bagi sebagian pengunjung yang lain, hal tersebut tidak dipermasalahkan karena dianggap unik dan membedakannya dengan mi ayam lain yang kebanyakan buka di siang hari. Wiwid sendiri mengaku jika jam bukanya yang tidak lazim ini

09

sebenarnya dilatarbelakangi oleh masalah perizinan. Hingga kini, Wiwid belum merencanakan pindah lagi karena birokrasi yang rumit, sehingga Mi Ayam Sengketa ini akan terus menetap di FIB hingga menjadi salah satu ikon andalan fakultas tersebut. Namun, ternyata Wiwid tidak hanya membuka usaha di parkiran Gedung X FIB. Bagi yang tidak sabar menunggu jam buka Mi Ayam Sengketa pada malam hari, bisa ke Kukusan Teknik karena Wiwid membuka cabang di sana pada siang harinya. Mi Ayam Sengketa ini sangat direkomendasikan untuk sivitas akademika UI dan sangat disayangkan jika belum pernah mencicipi kuliner khas UI ini. (arpd/mif)

Profile for Suara Mahasiswa Universitas Indonesia

Gerbatama: Ini UI! Edisi #84: "Terpisahkan Oleh Pilihan"  

Advertisement
Advertisement
Advertisement