Page 16

16

GERBATAMA 84 // 05 -2019

Liputan Khusus

berjalan dengan baik. “Lo timses tapi lo nggak tahu apa yang dibawa calon (presiden dan wapres -red), lo pasti jelek-jelekin lawan lo karena lo melabel lawan. Beginilah partai politik nggak menurunkan pendidikan politiknya. Jadinya mereka nggak punya bahan untuk propaganda kecuali labelling itu,” ujar Elang. “Lo punya hak politik, tapi please use it wisely.” Labelling yang sering digunakan dalam pemilu seperti ‘cebongkampret’, ‘nasi kotak-nasi bungkus’ dan lain-lain— memang merupakan bentuk ekspresi politik masyarakat. Dapat dikatakan bahwa Indonesia sedang dalam tahap melek politik, banyak

orang ingin mengerti dan mengemukakan pendapatnya. Namun, penggunaan bahasa yang cenderung kasar dan berlebihan justru memperlihatkan sisi demokrasi Indonesia yang belum dewasa dalam menyikapi perbedaan. Seperti yang dikatakan Bondan sebelumnya, labelling dapat digunakan dan menjadi bagian dari sistem demokrasi Indonesia selama tidak menggunakan kata-kata berkonotasi negatif dan melampaui batas. Setelah reformasi tahun 1998, spektrum kekuasaan Indonesia yang awalnya otoriter berubah menjadi demokrasi. Indonesia sedang dalam tahap untuk mencapai consolidated

Reporter: Ahmad Thoriq, Alya Namira N, Syarifa Amira S Foto: Anggara Alvin, M. I. Fadhil

democracy, sehingga dapat dimaklumi bila dalam praktiknya sering terjadi proses trial and error (coba-salah -red). Struktur demokrasi yang terkonsolidasi dengan baik akan menjadi budaya keseharian yang baik, tapi hal ini butuh waktu dan proses sebelum tercapai. Nantinya, demokrasi diharapkan dapat menjadi the only one game in town atau menjadi satu-satunya penguasa dan permainan yang mengatur sebuah daerah. Semua narasumber pada akhirnya berharap agar masyarakat Indonesia bisa lebih memahami dan menghargai perbedaan yang ada serta berharap perpolitikan Indonesia bisa lebih dewasa dan terstruktur dengan baik. (mif/arpd/ket) Kutipan

:

Labelling

dapat

Profile for Suara Mahasiswa Universitas Indonesia

Gerbatama: Ini UI! Edisi #84: "Terpisahkan Oleh Pilihan"  

Advertisement
Advertisement
Advertisement