Page 1


Setelah UIN, Apalagi ?

S

etelah sekian lama menantikan peralihan Status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) berdasarkan peraturan Presiden (Perpres) nomor 35 tahun 2017 IAIN Imam Bonjol Padang akhirnya berhasil beralih status menjadi UIN Imam Bonjol Padang Setelah melalui Sembilan tahap. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi syarat menjadi universitas, seperti pembelian tanah di Sungai Bangek, pembaharuan fasilitas dan penambahan kuota mahasiswa, dosen, doktor maupun guru besar. Untuk menjadi sebuah Universitas Negeri perlu kinerja dan mindset pemikiran yang lebih maju dan berkarakter. Perubahan tidak cukup hanya sekedar alih status, banyak yang harus di benahi dari seluruh aspek, seperti ideologi atau konseptual, sistem administrasi serta managerial dari Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol yang sekarang sudah resmi menjadi Universitas Islam Negeri. Hal yang perlu menjadi perhatian dari UIN Imam Bonjol ini adalah fasilitas kampus yang masih di katakana minim sekali. Bahkan, kondisi ruang belajar yang masih kurang kondusif dan panas, serta jumlah ruang belajar yang tidak mampu mengimbangi kuota mahasiswa. Seperti halnya kampus III Fakultas Ekonomi da Bisnis Islam (FEBI). Tangga yang licin di saat hari hujan yang mengakibatkan adanya korban jiwa, keadaan kampus yang kotor serta pembatas beton dengan jalan yang terlalu tinggi perlu menjadi perhatian pihak kampus.

(+)Selamat Datang UIN (-)Kuantitas dan Kualitas jan lupo pak ! (+) kampus III sudah mulai operasional (-) Dari segala aspek banyak yang harus dibenahi lai mah (+) Dema UIN akan segera dibentuk (-) Bilo ko? Diundur taruih se?

Pelindung : Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc, MA Penanggung Jawab : Wakil Rektor III UIN IB Padang Dr. Alkhendra, M.Ag Kepala Biro AUAK UIN IB Padang Drs. Dasrizal, MA Pembina: Yulizal Yunus, Shofwan Karim Elha, Emma Yohanna, Sheiful Yazan, Suardi Sikumbang, Abdullah Khusairi, Muhammad Nasir, Andri El Faruqi Dewan redaksi: Zulfikar Efendi, Jeki Fernandos, Rahmadi Suardi, Aidil Ridwan Daulay, Amaliyatul Hamrah.

Di Bawah Naungan UIN Assalamualaikum Wr.Wb.

M

asih teringat pesan Wakil Rektor III ketika melantik kepengurusan periode 2017 bahwa Suara Kampus harus bisa menyampaikan pemberitaan yang bisa melingkup keseluruhan komponen dalam dunia kampus. Serta diharapkan pemberitaan yang nantinya akan membangun kampus lebih baik lagi kedepannya. Perkataan tersebut menjadi tantangan yang harus terus dibangkitkan oleh seluruh kru Suara Kampus setelah diresmikannya UIN Imam Bonjol Padang pada 31 Maret 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo. Tentunya Suara Kampus juga turut diminta perubahannya untuk lebih baik dibawah naungan Universitas Islam yang satu-satunya di Sumatera Barat. Tantangan, kritikan serta masukan yang silih berganti menjadi kiat seluruh anggota Suara Kampus untuk bisa membuktikan bahwa seluruh masukan dan kritikan adalah obat bangkit lebih baik lagi. Di bawah pucuk pimpinan wanita dalam

R

Fokus |Kru Suara kampus sedang persiapkan pembuatan tabloid edisi 141 periode 2017 ini, kru tetap berkomitmen bisa lebih baik. Hadirnya tabloid edisi 141 sebagai terbitan perdana di kepengurusan 2017 akan kembali memberikan sajian menarik untuk pembaca. Rasa syukur kepada Tuhan dan ucapan terimakasih tentunya juga tidak akan luput kami sampaikan kepada seluruh pegiat di Suara Kampus.

Dukungan yang berasal dari luar maupun dalam menjadikan edisi ini bisa hadir lagi dengan kemampuan dan didikan yang silih berganti dari berbagai kalangan untuk dukungan terus terbit. Meskipun aral melintang yang kunjung tidak berkesudahan yang harus tetap dilalui demi sampainya tabloid ini kepada pembaca setia Suara Kampus. Selamat untuk UIN.

Rumah Idaman

umah idaman merupakan impian setiap orang, tentu dibutuhkan dana, tenaga dan waktu yang tidak sedikit untuk mewujudkan ini. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah idaman. Bentuk bangunan, ruang pertemuan, ruang kerja, kamar mandi, gudang dan beberapa ruangan yang dianggap perlu haruslah ideal. Pengaturan tata letak, penataan ruang juga dibutuhkan untuk menciptakan rumah idaman. Fasilitas dan perabotan yang ada di dalam rumah haruslah tersusun dan enak dipandang oleh mata. Kebersihan dari luar hingga ke setiap sudut rumah juga harus diperhatikan agar penghuninya tetap nyaman disegala cuaca dan keadaan. Rumah yang terkesan segar juga salah satu dari bagian rumah idaman, seperti di dalam ruangan diletakkan beberapa lukisan ataupun vas bunga yang memberikan kesan tersendiri pada rumah. Memiliki jendela secukup-

Muhammad Iqbal

Redaktur Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus

nya akan mempengaruhi pencahayaan. Jendela ini berfungsi sebagai ventilasi atau sirkulasi udara yang masuk. Selain itu, dengan adanya jendela, cahaya matahari juga akan masuk ke dalam rumah sehingga peneranganpun semakin bertambah. Dengan sirkulasi yang baik, rumah akan terasa lebih nyaman dan tentunya sehat. Halaman rumah dengan taman yang indah akan memanjakan mata bagi penghuni rumah. Memiliki taman indah yang terdiri dari pohon dan beberapa bunga cantik memiliki keunikan tersendiri dan tampak asri, tentunya akan memberikan manfaat bagi para

penghuni rumah. Diantara manfaatnya itu adalah tanaman yang terdapat di taman memberikan kesegaran pada lingkungan, sebagai tempat refreshing dan rekreasi, sarana bermain, tempat santai bersama keluarga maupun kerabat kerja. Itulah rumah yang didambakan banyak orang Selain arsitektur dan bentuk penataan rumah yang baik, pembangun rumah harus teliti dahulu seluruh kelengkapan yang menyatakan rumah tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kelengkapan surat harus jelas supaya tidak terjadi kontroversi kepemilikan rumah dimasa yang akan datang. Karena rumah idaman banyak mata yang menginginkannya. Surat-surat itu antara lain Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Pakai (SHP) dan masih banyak lagi surat-menyurat yang harus diurus. Sertifikat ini harus ada sebagai antisipasi kesalahpahaman dengan tetangga sebelah.

Pemimpin Umum : Rahmi Yati. Wakil Pemimpin Umum : Nofri Migo. Sekretaris Umum : Ulvia Rahmi. Bendahara Umum : Sartika. Pemimpin Redaksi : Lisa Fauziah. Redaktur Pelaksana : Miftahul Ilmi. M. Rahmadh Naufal Ash Siddiq. Koordinator Liputan : Ganti Putra Wardana. Redaktur : Muhammad Iqbal, Siti Sundari, Cani Silpina, Syifa Aulia, Miftahul Jhannah. Editor Video : Rifki Harpen Hidayat. Koordinator Pracetak : Dina Audya F.R. Pemimpin Perusahaan : Khairul Nasri. Manager Usaha dan EO : Ananda Randy Pratama. Manager ADM dan Umum : Utia Safitri. Manager Iklan : Suci Mawaddah Warahmah. Manager Sirkulasi : Tika Refenra. Pemimpin SDM : Anindia Padsun. Koordinator SDM : Fatma Sari. Kepala Pusda Litbang :Meilia Utami. Koordinator Litbang : Muliadi. Koordinator Pusda :Zulfaizah Fitri Wartawan : Iko Juhansyah(Mg), Nola Chorlina(Mg), Ayu Anda(Mg), Jafri Ayub(Mg), Fadhil Anriva(Mg), Amelysa(Mg), Lisa Arischa(Mg), Dola Oktavia(Mg), Fitrah Al Siddiq(Mg), Lilla Hilda Yenti(Mg), Jul Mardiyah(Mg), Amelysa(Mg), Zikra Mulyani(Mg), Alri Fandi fernando(Mg), Amalia Ulfa(Mg), Ijul(Mg), Alqanit Qurba(Mg), Irfan Taufiq(Mg), Dodi Candra(Mg), Salman Yuzhiro, Ayu Anda(Mg), Annisa Febrisna Fitri(Mg), Sri Mardaleni(Mg), Nola Chorlina(Mg), Citra Mona Zahara(Mg),Purnama Mutiah(Mg), Cici Yuli Wartuti(Mg), Indah Purnama Sari (Mg), Dayu Al Azmi(Mg), Waladon(Mg), Putri Diana(Mg), Aulia Zikra(Mg), Rosida (Mg), Siska Fahira(Mg)


UIN IB : “THE DREAM COME TRUE”

Reza Fahmi Haji Abdurrachim Dosen Psikologi dan Anggota Tim Perumus UIN Imam Bonjol Padang

K

ehadiran Surat Keputusan Presiden 35/2017 Tentang Alih Status IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang, adalah mimpi yang menjadi nyata (The Dream Come True). Mengingat Surat Keputusan Presiden tersebut telah disambut gembira oleh seluruh sivitas akademika IAIN Imam Bonjol Padang yang kini telah berganti menjadi UIN Imam Bonjol Padang. Perjalanan panjang alih status merupakan kerja keras semua pihak yang berkontribusi positif bagi kemajuan institusi ke-islaman di Sumatera Barat. Di mana rekomendasi berbagai pihak telah menjadi “angin segar” untuk terwujudnya mimpi tersebut. Sebut saja, Gubernur Sumatera Barat, DPRD, Universitas Andalas Padang, Universitas Negeri Padang, berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat yang juga telah memberikan andil besarnya. Tidak mungkin juga kita lupakan berbagai media masa; Padang Ekspres, Harian Singgalang dan Harian Haluan juga bermitra untuk mempublikasikan eksistensi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Kemudian berbagai Bank seperti; Bank Mandiri dan Bank Nagari, Bank Syariah Mandiri tidak lupa memberikan topangan finansial yang tidak sedikit untuk memajukan lembaga pelopor pendidikan Islam

Kami menerima tulisan dalam berbagai bentuk, silahkan kirimkan karya terbarumu ke email lpmsuarakampus@gmail.com. Pengiriman karya terbuka untuk umum. Sertakan foto dan identitas diri. Untuk info lebih lanjut bisa hubungi 081261381055. 081356xxxxxx Kami bermandian keringat saat belajar di dalam local, kipas angin hanya sebagai pajangan saja tak bisa di gunakan. Kaki papan tulis sudah goyah tak jarang papan tulis ingin mere-

di Sumatera. Perjuangan Semua Oleh karenanya kehadiran Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang merupakan sumbangsih yang nyata dari berbagai pihak untuk memajukan dunia pendidikan Islam di Sumatra Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Kemudian Universitas Islam Negeri Imam Bonjol bukanlah merupakan lembaga tandingan bagi Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi (Djamil Djambek) atau Institut Agama Islam Negeri Batusangkar (Mahmud Yunus). Namun ianya merupakan mitra permanen yang ingin terus menjalin kerjasama yang diharapkan mampu mengisi ruangruang kosong dari keterbatasan ketersediaan lembaga pendidikan negeri di tanah air. Terlepas dari persoalan “eforia” yang sedang berlangsung saat ini maka, tantangan yang berat sedang menghadang. Ini terjadi karena berbagai kerja keras harus dilaksanakan untuk mewujudkan eksistensi IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang. Misalnya, menambah fakultas yang sudah ada dan menambah jurusan program studi umum yang dibutuhkan. Disamping itu membangun berbagai unit usaha yang dapat menopang keberadaan kampus yang kini sudah menjadi lembaga Badan Layanan Umum (BLU). Dengan demikian kita tidak hanya berhenti dengan kesenangan dan kegembiraan alih status dari IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang. Namun perlu mengkonkritkan rencana-rencana besar atau mewujudkan mimpi dengan usaha nyata. Tidaklah berlebihan kalau disampaikan dalam kesempatan ini bahwa, semangat untuk merubah paradigma dan mindset menjadi tantangan sendiri. Mengingat UIN Imam Bonjol Pa-

dang memiliki mandat yang lebih besar, yang diistilahkan “wider mandate” oleh Prof. Azzumardy Azra, dari hanya sekedar IAIN Imam Bonjol Padang. Sehingga integrasi ilmu umum dan ilmu agama menjadi sebuah persoalan yang juga perlu mendapat perhatian. Kemudian menghapus dikotomi ilmu (ilmu umum dan ilmu agama) juga membutuhkan pemikiran yang serius. Tantangan dan Harapan Selanjutnya, kedepan UIN membutuhkan manusia-masnusi yang tidak berfikiran sempit dan terkotak-kotak. Melain berfikiran inklusif dalam menerima perbadaan dan juga perlu mengembangkan sikap toleran pada berbagai dinamika yang ada. Sehingga perlu dihakis habis pola-pola pikir yang ortodoks yang hidup dalam kungkunan bendera-bendara atau warnawarni yang menunjukkan kebhinekaan yang ada (Imam Suprayogo, 2015). UIN Imam Bonjol Padang harus besar dengan orang-orang yang berjiwa besar dengan hanya memandang bahwa, apapun yang dilakukan untuk dan atas nama lembaga. Seterusnya, perlu digarisbawahi bahwa UIN Imam Bonjol Padang tidak membutuhkan manusia yang hanya oportunis dan asal bapak senang. Namun pejuang tanpa pamrih yang mau bekerjasama dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan dan pengembangan lembaga. Berikutnya, UIN Imam Bonjol Padang haru s menjadi lembaga pendidikan yang setara dengan berbagai lembaga pendidikan lain di Indonesia. Oleh karenanya cara berfikir perlu bersifat “open minded” dan mau terus mengikuti perubahan. Terlebih dengan semakin sengitnya persaingan global di dunia pendidikan. UIN Imam Bonjol Padang seharusnya berasumsi bahwa, perubahan merupakan tantangan yang perlu dihadapi dan bukan persoalan yang menakutkan.

bahkan diri. Motor di parkiran kepanasan dan kehujanan tidak ada pelindung. Semoga secepatnya diperbaiki, fasilitas di lengkapi.

yang tetap bekerja. Tambah lagi di hari libur tersebut banyak kegiatan keorganisasian dan tak jarang mengundang orang luar untuk menghadiri kegiatan mereka. Apa kata tamu melihat kampus kita dengan sampah yang berserakan

08228820xxxx Latiah kami rasonyo pagi jam 6 harus stand by di depan bus kampus dan sore jam lima kami baru bisa pulang. 085365xxxxxx Sabtu Minggu kampus IAIN seperti tak terurus, daun-daun kering bertebaran di mana-mana, sampah juga tak jarang berserakan. Usul saya sebaiknya di hari libur pun masih ada petugas kebersihan

08126712xxxx Ini dari jadwal bus ke kampus III yang tertulis sama yang nyata beda.kami jadi menunggu lama. itu membosankan. Kami rasa masalah serius di transportasi. Tak ada angkot hanya ada ojek. kami akan keluarkan uang yang lebih kalau kami telat dan ketinggalan bus kampus.

Cermat Mengolah Informasi Oleh Nofri Migo Wakil Pemimpin Umum Suara kampus

M

enurut para ahli masyarakat hidup dengan komunikasi. Tanpa komunikasi manusia sulit untuk beradaptasi dengan lingkungannya, mengontrol dan membina hubungan timbal balik. Vitalnya komunikasi itu berfungsi untuk mengelolah informasi secara cerdas dan cermat. Seiring dengan tersedianya fasilitas telekomunikasi,memudahkan masyarakat untuk memeperoleh banyak informasi. Mestinya hidup di zaman canggih hari ini masyarakat dapat memperoleh dan menyaring informasi secara cerdas. Terkadang informasi terasa baru dan menarik untuk dibagikan. Tanpa berpikir panjang kita membagikannya begitu saja. Saat ada sanggahan, sebagian orang menghindar mengaku hanya menyalin saja. Untuk itu negara-negara berkepentingan mengatur domain informasi, karena domain ini memang krusial dan berkaitan dengan aspek kepentingan, relasi dan nilai-nilai. Demi memenuhi kepentingan tertentu, maka banyak oknum mengolah informasi yang ada. Informasi aktual akan mengukuhkan nilai-nilai kebenaran di masyarakat, sehingga menyumbang relasi yang rukun dan adil, sehingga distribusi kewenangan dan sumber daya berlangsung tertib. Capaian ini akan bermanfaat untuk menjaga keseimbangan aspek struktural Masyarakat banyak belajar dari pengalaman, konflik horizontal dan vertikal silih berganti. Hasil akhirnya selalu merugikan bangsa kita sendiri,karena salah informasi terjadi perselisihan bahkan kerusuhan. Butuh waktulama untuk memulihkan kerukunan dan ketenteraman. Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menyebutkan, bahwa manusia memang harus melakukan penyelidikan (nadhar) dan berteguh pada acuan tertentu (istidlal) jika mendapatkan informasi. Menilik banyaknya peristiwa yang melibatkan domain informasi, kita jadi terpanggil untuk semakin dewasa untuk mengelolah informasi. Mengolah informasi bukan perkara spele, tapi suatu hal yang sangat penting supaya terhindar dari informasi hoax. Di kampus saja contohnya Mulai dari pimpinan, dosen karyawan dan mahasiswa yang katanya agen of change perlu kuasai informasi dan cerdas bermedia.


UIN IB untuk Sumatera Barat Dengan peralihan status ini, banyak hal yang kita realisasikan untuk lembaga minim pengangguran. Untuk melakukan perubhan ke arah yang lebih maju, kita harus melakukan perubahan untuk lembaga ini. Dengan adanya alih status ini, maka kita perlu alih cara pemikiran yang progresif. Karyawan, dosen, guru besar, pimpinan, dan mahasiswa memiliki karakter yang ilmiah

IAIN Telah Menjadi UIN Imam Bonjol Padang. umat (31/03/2017) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang. Perubahan nama ini disahkan melalui peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2017. Suasana haru dan penuh kegembiraan saat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyerahkan salinan Perpres kepada Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman di Sekretariat Negara pada Selasa (04/04). “Perpres sudah ditandatangani oleh presiden pada 31 Maret kemarin, namun salinannya diserahkan oleh Mensesneg pada tanggal 04 April,” terang Eka . Usaha yang telah dibangun bertahun-tahun itu akhirnya berbuahkan hasil. Perjuangan agar status IAIN berubah menjadi UIN tidaklah mudah, wacana itu telah dibangun oleh beberapa rektor sebelumnya. Eka mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut bekerja sama dan bekerja keras untuk mewujudkan peningkatan status menjadi UIN. “Upaya untuk peningkatan status sudah lama dilakukan, akan tetapi baru bisa terealisasi sekarang,” ujarnya. “Dengan adanya alih status ini, maka kita perlu alih cara pemikiran yang progresif. Karyawan, dosen, guru besar, pimpinan dan mahasiswa harus memiliki karakter yang ghirah islamiyah,” tegas Eka. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Ikhwan Matondang menuturkan, setelah resmi beralih status, UIN IB Padang akan membuka Fakultas SAINTEK yang terdiri dari

J

Program Studi (Prodi) Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Sosial yang terdiri dari Prodi Ilmu Politik dan Diplomasi, Ilmu Hukum serta Ilmu Sosiologi. “Kita juga akan menambah Prodi dengan menempatkan fakultas yang telah ada sebelumnya,” tambah Ikhwan. Segelintir Usaha Menuju UIN Sembilan tahap telah dilalui IAIN IB Padang untuk menjadi universitas. Hal tersebut disampaikan oleh Makmur Syarif saat di temui Suarakampus.com di Masjid Baitul Hikmah setelah Rektor UIN IB Padang menyampaikan orasinya mengenai pengesahan alih status menjadi universitas. Mengenai latar belakang konversi IAIN menjadi UIN. Makmur Syarif menjelaskan, peralihan status untuk memenuhi harapan masyarakat umum, menambah pemikiran yang komprehensif, ilmu agama memerlukan ilmu umum dan memenuhi kebutuhan lapangan kerja. “Dengan peralihan status ini, banyak hal yang kita realisasikan untuk lembaga minim penganggaran ini,” tuturnya. Konversi IAIN menuju UIN merupakan langkah maju yang perlu diperjuangkan. Dengan institusi semacam universitas, IAIN IB Padang dapat lebih mengembangkan diri terutama dalam pembenahan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, manajemen, jaringan dan modal fisik yang berdampak pada mutu lulusan. “Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih maju, kita harus melakukan perubahan untuk lembaga ini,” ungkap Makmur. Makmur menjelaskan, untuk melakukan perubahan beberapa hal yang harus dilakukan seperti penyediaan guru besar sebanyak 22 orang, 60 doktor, penambahan mahasiswa sebanyak 10 ribu lebih dan pengadaan tanah seluas 60 hektar. “Berbagai cara untuk menggapai hal ini dengan cara kerja sama dengan universitas lain dan instansi pemerintah daerah,” ungkapnya. Makmur Syarif menutur-

Senyum | Kegembiraan Rektor UIN Imam Bonjol Padang menerima Perpres UIN dari Menteri Sekretaris Negara

“Tinggalkan pola pikir tradisional menjadi pola pikir yang modern dan memiliki tolak ukur, harus bercita rasa UIN, tidak institut lagi” Eka Putra Wrman

Rektor UIN Imam Bonjol Padang

kan, beberapa tahap menuju UIN telah dilaksanakan, tahap pertama yaitu pembuatan proposal, proposal tersebut diterima dengan berbagai catatan, setelah itu dilibatkan dalam berbagai kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Kemenag. Selanjutnya adalah pengajuan proposal pada tahun 2011 ke Departemen Agama dan mengadakan seminar proposal. Setelah itu di serahkan ke Menpan kembali ke Bapenas. Kemudian telah disetujui semua perbaikan proposal, maka proposal tersebut di ajukan ke berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan dukungan antara lain Bapenas, Menpan, Kemenkeu dan Kemenristekdikiti. “Penyiapan proposal di

Maninjau selama tiga hari dengan mendatangkan tenaga ahli dari pasca sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Prof. Dr. Suhito, ia merupakan Asisten Direktur Pasca Sarjana,” tambahnya. Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Makmur Syarif tahun 2015, Eka Putra Wirman sebagai rektor terpilih melanjutkan tahap dan syarat menuju UIN. Mulai dari tahapan serta syarat telah dilalui oleh Eka untuk menggapai hal tersebut Rektor UIN IB Padang, Eka Putra Wirman mengungkapkan tahap awal konversi IAIN menjadi UIN adalah kesepakatan Internal dari pimpinan PTKIN, Senat dan Sivitas Akademik. Di kepemimpinan Makmur Syarif menetapkan untuk konversi IAIN menjadi

UIN. “Tahapan ini dimulai dari zaman kepemimpinan Sirajjudin Zar yang berujung kepada kesepakatan internal dan dilanjutkan kepada kepemimpinan Makmur Syarif untuk merekomendasikan konversi IAIN menjadi UIN,” ungkapnya Selanjutnya adalah tahap pengajuan proposal konversi oleh Kemenag, pimpinan PTKIN dan Tim konversi. Pada tahapan ini mengalami beberapa perbaikan seperti visi dan misi, latar belakang, landasan hukum serta tujuan alih status IAIN menjadi UIN sebagai tahap kedua. “Bentuk UIN IB Padang dan filosofi serta dasar pemikiran harus dijelaskan, tidak mudah untuk meyakinkan isi proposal ini, pada proposal ini membahas secara keseluruhan mengenai peralihan status UIN ke IAIN,” jelas Eka. Setelah itu menyurati ke Menpan untuk melanjutkan berkas, pada tahap ketiga IAIN mendapatkan rekomendasi dari Kemenristekdikti untuk merekomendasikan menjadi


UIN lalu kembali ke Menpan dan ke Mensesneg untuk mendapatkan izin prinsip. Tahap keempat , pembahasan proposal yang dilakukan oleh Bapenas dan Kemenkeu. “Pembahasan ini tidak memakan waktu lama, karena telah dibahas saat pengajuan proposal konversi,” ungkapnya. “Pada tahap kelima, maka kita harus mengajukan syarat ke Mensesneg untuk membuatkan rancangan Perintah Presiden yang diajukan ke Kemenkumham dan Kemenkeu,” kata Eka. Tahap selanjutnya adalah dilanjutkan pada tahapan proses di sekretariat negara mengenai visitasi, izin dan prinsip presiden oleh Kemenag, Setneg dan PTKIN terkait. Perpres juga akan dibahas sesuai dengan Undang-undang atas kependidikan agar Perpres ini tidak bertentangan dengan Dikbud. “Kewenangan UIN dibawah Kemenag dan hubungan dengan Dikti akan di harmonisasi oleh tiga kementrian, Kemenag, Kemenpan dan Mensesneg sebagai tahap ke tujuh,” ujar Eka. Setelah itu, mengajukan izin prinsip ke presiden ke Mensesneg dan di Menpan untuk melanjutkan tahap selanjutnya yaitu menanti paraf dari presiden. “Banyak masukan dan saran yang diberikan oleh Kemenkumham, kita meminta paraf ke tiga mentri yaitu Menpan, Kemenag dan Kemenkumhan sebelum ditandatangani oleh presiden,” ungkap Eka. Perpres akan ditindaklanjuti Kemenag dan Kemenpan. Launching dilakukan setelah adanya perubahan statuta. “Pada saat ini kita menunggu statuta UIN,” ujar Eka. Penunjang alih status UIN menuju IAIN dinilai juga terhadap pembangunan fisik

“Peralihan status IAIN menjadi UIN merupakan sebuah pengkhianatan terhadap cita-cita para pemuka agama yang memperjuangkan PTAIN pada zaman Presiden Soekarno,” Amir Syarifuddin Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Periode 1983-1992

kampus diantaranya adalah gedung Fakultas Ushuluddin, gedung perpustakaan, gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), pemindahan server Sisfo dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke UIN IB Padang maupun pembenahan Aula Mansur Dt. Nagari Basa dan Auditorium Mahmud Yunus. “Perencanaan untuk pembangunan merupakan program dari kepemimpinan Makmur Syarif dan saya yang melakukan pembangunan,” ungkap Eka.

Mindset Sivitas Akdemika UIN Melihat hebohnya kegembiraan sivitas akademika UIN IB Padang setelah beralih status, membuat kru tabloid Suara Kampus berkeinginan untuk mengetahui bagaimana seharusnya standar keilmuan, kelembagaan jika sudah menjadi UIN. Menurut Eka selaku Rektor UIN IB Padang, perubahan tidak cukup sekedar alih status nama saja, melainkan perubahan dan peningkatan kualitas output layanan akademika dan non-akademika. “Kita perlu perubahan yang signifikan untuk kampus kita ini ke arah yang sempurna,” ungkapnya. Eka menyebutkan, Perubahan IAIN menjadi UIN bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi alat untuk membenahi diri. “Tinggalkan pola pikir tradisional menjadi pola pikir yang modern dan memiliki tolak ukur, harus bercita rasa UIN, tidak institut lagi,” terangnya. Eka mengharapkan, pe-

rubahan ini bukanlah sekedar perubahan status belaka, melainkan mengharuskan terjadinya perubahan dalam hampir seluruh aspek, seperti ideologi, konseptual, sistem administrasi serta manajerial. “Saya yakin kita mampu mengubah lembaga ini ke arah yang lebih mertabat dan menjadi imam untuk lembaga sejenisnya,” harapnya. Senada dengan Eka, Dekan FEBI Ahmad Wira juga berpendapat. Menurutnya masa perubahan alih status termasuk ke dalam alih status pola pikir dan kinerja. “Sivitas akademik mau membuka diri dan berdiskusi serta menjaga silaturahmi dan tidak saling menjatuhkan,” tuturnya. “Kita harus mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif untuk mencari kebaikan lembaga ini,” ungkapnya. Selain itu mantan Rektor IAIN IB Padang Amir Syarifuddin menyarankan, walau sudah beralih status menjadi UIN, pendalaman kajian islam harus diutamakan. “Kita harus tetap tafaqquh fiddin (Mendalami ilmu agama-red),” katanya. “Alangkah bagusnya jika kita UIN, pada setahun pertama perkuliahan kampus kita fokus pada pembelajaran pendalaman ilmu agama, setelah itu baru dipelajari pelajaran lain yang sesuai dengan jurusannya masing-masing seperti yang telah dilakukan UIN Malang,” saran Guru Besar Fakultas Syariah itu. Pro Kontra UIN Mengenai konversi IAIN

menjadi UIN ini. Duski Samad selaku Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan setuju dengan peralihan status IAIN menjadi UIN. Menurutnya, lembaga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta jawaban bagi pengembangan ilmu islam. “Karena dengan menjadi UIN, kita leluasa membuat Prodi untuk mengembangkan ilmu,” ungkapnya. Lembaga pendidikan tinggi Islam harus berbenah diri dan melakukan transformasi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif dan kompleks. “Sosialisasi sistem ideologi dan perubahan kinerja perlu perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” ungkap Duski. Rektor IAIN Padang Periode 1983-1992 Prof. Dr Amir Syarifuddin mengatakan, peralihan status IAIN menjadi UIN merupakan sebuah pengkhianatan terhadap citacita para pemuka agama yang memperjuangkan PTAIN pada zaman Presiden Soekarno. “Ini sebuah pengkhianatan terhadap pemuka agama kala itu, hal ini mengacu kepada kampus-kampus lain yang telah melakukan hal serupa, terutama pada Pulau Jawa,” tuturnya. “Saya tidak setuju jika IAIN menuju UIN, jangan hanya mencari eksistensi dengan merubah IAIN menjadi UIN, lebih baik kita merubah kinerja internal terlebih dahulu,” ungkapnya. Idealnya untuk melaksanakan suatu rencana dalam hal ini memerlukan analisa dan perencanaan yang matang.

Di Jawa (UIN Syarif Hidayatullah) berhasil menerapkan hal ini karena memiliki faktor pendukung salah satunya penganggaran dana yang cukup. Amir menejelaskan, pada tahun 1960 para pemuka agama telah berjuang untuk mendirikan PTAIN. “Ini merupakan wujud dari pemenuhan kebutuhan cendikiawan islam,” jelasnya. Kekhawatiran yang akan timbul adalah mahasiswa baru yang akan mendaftar lebih memilih Prodi umum tertentu dan minim memilih ke Prodi Pengetahuan Agama Islam. “Suatu saat tujuan tafaqquh fiddin ini akan hilang,” tuturnya. “Faktor keberhasilan suatu kampus yang telah mencapai keberhasilannya belum dapat dijadikan patokan bahwa UIN IB Padang juga akan berhasil,” terangnya. IAIN adalah kelanjutan dari misi PTAIN di Yogyakarta setelah berintegrasi dengan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang berkedudukan di Jakarta. PTAIN didirikan setelah didirikannya Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada saat itu Presiden Soekarno meresmikan UGM melalui penyerahan kedaulatan oleh Belanda ke Pemerintah Indonesia. Para pemuka agama menemui Presiden Soekarno meminta untuk mendirikan Perguruan Tinggi Agama yang bertujuan untuk tafaqquh fiddin. Permintaan para pemuka kala itu dikabulkan oleh Presiden Soekarno dan selanjutnya diserahkan kepada Kemenag sesuai dengan surat keputusan dan statusnya terbuka untuk umum yang memenuhi persyaratan akademik.

Muhammad Iqbal, Lisa Arischa (Mg), Amelysa (Mg)


IDB Dukung Pembangunan Kelanjutan Kampus III

Operasional Kampus III Alami Kendala

Setelah terjadi beberapa kali pengunduran pemindahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negrei (UIN) Imam Bonjol Padang.Senin 27 Februari FEBI resmi pindah ke kampus III di Sungai Bangek Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

W

arga Sungai Bangek siap menyambut kedatangan Mahasiswa FEBI yang berjumlah 1200 orang. Pembangunan kampus sudah direncanakan sejak 2008 dan warga sangat menantikan kepindahan FEBI. Alimin selaku Ketua RT mengatakan, Kelurahan Balai Gadang sangat senang dengan adanya kampus di daerah tersebut, karena akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Sungai Bangek. Setelah pemindahan Mahasiswa FEBI akan dibuat aturan baru untuk menjamin keamanan mahasiswa dan ditambah pos pengamanan. Alimin sendiri menjamin keamanan daerah tersebut. Kedatangan kampus di daerah ini tidak hanya berdampak bagus bagi mahasiswa, namun juga membawa perubahan besar bagi masyarakat. “Semoga kedepannya perekonomian masyarakat disini akan lebih maju,” harap Alimin. Data yang diperoleh dari terbitan 139 dikatakan bahwa FEBI akan pindah pada semester genap 2016. Namun nyatanya FEBI pindah 2017.Pengunduran tersebut dikarenakan belum selesainya pembangunan gedung B dan turap gedung tersebut. Eka menegaskan bahwa gedung B tersebut mendapatkan bantuan dana dari Kementrian Agama Republik Indonesia sebesar 9,7 miliar. Satu bulan sebelum pemindahan FEBI pihak kampus melakukan sosialisasi dengan masyarakat Sungai Bangek guna memberitahukan pemindahan FEBI sekaligus menjalin kedekatan dengan warga Sungai Bangek. Dalam sosialisasi tersebut pihak kampus membahas mengenai sewa kos mahasiswa. “Diharapkan masyarakat membuka kos dengan harga yang terjangkau oleh mahasiswa karena faktor ekonomi mahasiswa yang menengah ke bawah,” ungkap Firdaus selaku Wakil Rektor (WR) II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Selasa (24/01). Namun kenyataannya sosialisasi tersebut tidak seperti yang diharapkan,

FEBI | Keadaan Kampus III Sungai Bangek setelah dua bulan beroperasi, Rabu (19/04)

“Kampus hanya menfasilitasi layanan pendidikan, sedangkan jalan tersebut merupakan kewajiban Pemda Kota Padang,” Eka Putra Wrman

Rektor UIN Imam Bonjol Padang

banyak kos-kosan dengan sewa yang tinggi sehingga membebankan mahasiswa yang ingin kos. “Sewa kos di sini dua kali lipat harganya, mencapai Rp 300 ribu, padahal jika dibandingkan dengan kos di Lubuk Lintah seharga Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu,” ungkap Mahasisiwa FEBI, Rismaneli saat kuliah umum, Jumat (24/03). Menanggapi hal itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari Koto Tangah, Alidin menuturkan bahwa baru mendengar berita mahalnya kos itu kemarin (23/3), setelah ini akan segera diberikan pengertian kepada masyarakat. “Mahasiswa diharapkan untuk bersabar terlebih dahulu sampai selesainya tahap sosialisasi, nanti harganya akan turun” jelasnya.

Transportrasi untuk FEBI Tidak hanya sosialisasi kepada masyarakat, pimpinan kampus juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Padang membahas transportasi.Pemda sediakan transportasi sebanyak tiga bus, satu unit bus memuat 25 orang. Hal ini ditujukan untuk membantu transportasi mahasiswa, karyawan dan dosen yang beraktivitas dari kampus II ke

kampus III bus standby di depan Aula H. Mansur Dt. Nagari Basa. Keberangkatan bus tersebut menyesuaikan dengan shift jam kuliah mahasiswa yaitu pukul 07.00, 09.00, 12.00 dan pukul 17.00 untuk keberangkatan pulang dari Sungai Bangek. Untuk menggunakan bus Pemda tersebut mahasiswa membayar sebesar Rp 5000 untuk sekali jalan.Biaya tersebut digunakan untuk pemeliharan bus. Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan menjelaskan bahwa bus tersebut bukan bantuan tetapi kerja sama pihak Koperasi Pegawai Negeri (KPN) dengan UIN IB. “Sebenarnya ongkos sebelumnya Rp 12.000 namun setelah didiskusikan lagi menjadi Rp 5000, jika dengan dana tersebut biaya pemeliharan tertutupi bisa jadi akan diturunkan,” ujarnya saat ditemui Suarakampus.com, Senin (27/02). Tidak hanya bus Pemda, pihak kampus UIN IB juga menyediakan dua bus kampus yang beroperasi dari Simpang Parak Buruak, langsung menuju kampus III, bus tersebut ditujukan untuk mahasiswa yang bertempat tinggal di lingkungan Sungai Bangek.

Hari pertama beroperasinya bus terjadi kesalahan koordinasi antara bus IAIN Imam Bonjol Padang dengan bus Pemda mengakibatkan terganggunya jadwal keberangkatan dan perkuliahan Mahasiswa FEBI, Senin (27/02). Mardius, selaku Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga (RT) mengatakan, operasi kedua bus seharusnya saling sambung menyambung sesuai dengan rute yang telah ditetapkan. “Bus Pemda ini berangkat dari Lubuk Lintah sampai ke kampus III, tetapi karena ada kesalahan koordinasi, bus tersebut tidak berhenti di rute yang seharusnya, sehingga disambung oleh bus IAIN,” jelasnya. Mahasiswa Terjatuh Selang sehari perkuliahan, Selasa (28/02) seorang Mahasiswi FEBI terjatuh dari tangga penghubung gedung A dengan gedung B karena licin akibat hujan.Hal ini menyebabkan ketakutan mahasiswa dalam menuruni tangga tersebut. Tangga penghubung gedung A dan gedung B curam dan luas anak tangga tersebut hanya sebesar telapak kaki dan keramik yang licin. Aksi Sunyi FEBI Rabu (15/03) Mahasiswa FEBI melakukan aksi sunyi tanpa melakukan aktivitas perkuliahan di Sungai Bangek. Aksi ini bertujuan untuk menuntut hak mahasiswa yang belum terpenuhi, terutama jalan menuju kampus. Aksi sunyi tersebut telah disetujui oleh Dekan FEBI dan telah mendapat izin dari rektor. Pukul 07.00WIB beberapa mahasiswa blokade jalan menuju kampus, hal ini dilakukan untuk


IDB Sudah Masuk dalam Tahap DEDC

Terjal | Kondisi jalan ke kampus III UIN Imam Bonjol Padang belum memadai, Kamis (20/04)

menghentikan mahasiswa yang tidak mendapatkan informasi mengenai aksi tersebut. Tidak hanya jalan tetapi mahasiswa juga menuntut gedung B yang masih kotor, tangga yang licin dan kecil serta pembatas beton dengan jalan terlalu tinggi.Pukul 14.00 WIB setelah aksi tersebut beberapa perwakilan dari Mahasiswa FEBI lakukan audiensi dengan pimpinan kampus membahas tuntutan tersebut. Mengenai tuntutan jalan, ada pengakuan masyarakat mengenai kepemilikan tanah sehingga sulitnya melakukan pengaspalan serta perbaikan jalan serta dana dari Pemda belum terelealisasi sehingga menghambat pembangunan dan perbaikan jalan. “Kampus hanya menfasilitasi layanan pendidikan, sedangkan jalan tersebut merupakan kewajiban Pemda Kota Padang,” ungkap Rektor UIN IB Eka Putra Wirman saat audiensi. Tangga Tidak Sesuai yang Direncanakan Kepala Biro AUAK Khairunnas menuturkan, tangga yang diminta pihak kampus bukanlah seperti yang sekarang, hal ini terjadi karena kesalahan pekerjaan. Mengenai perbaikan ulang tangga akan dilaksanakan setelah adanya pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Jika langsung diperbaiki maka yang akan menang-

gung resiko kampus sendiri, karena tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan.“Kami akan memberikan fasilitas sebaik mungkin kepada mahasiswa, tetapi tentu tidak bisa diwujudkan dengan sekaligus, bukan mengabaikan tetapi membutuhkan waktu,” tuturnya. Ditempat yang sama, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Firdaus mengungkapkan, dalam waktu dekat tuntutan yang akan segera dipenuhi adalah kebersihan kampus dan memperbaiki pembatas beton yang tinggi. “Pihak kampus akan menambah cleaning service untuk meningkatkan kebersihan, menanggulangi tangga yang licin akan dibuatkan bacaan peringatan dan pembatas beton akan di semen secepatnya,” ujarnya. Setelah adanya audiensi mahasiswa dan pihak kampus, penambahan cleaning service sudah direalisasikan dan beton yang tinggi tersebut sudah diperbaiki, namun perbaikan tangga dan jalan harus menunggu waktu.

Lisa Fauziah,Indah Purnama (Mg), Putri Diana (Mg) Fadhil A Maulana (Mg), Irfan Taufik (Mg), Al Qanit Qurba (Mg)

Dana pinjaman Islamic Development Bank (IDB) untuk pembangunan kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (IB) Padang sudah dalam tahap Detail Enginering Desain Consultan (DEDC). Pada tahap DEDC ini, konsultan akan membuat desain bangunan kampus III secara keseluruhan. Tetapi, arsitektur bangunan ditentukan oleh pihak kampus. Setiap fakultas akan memberikan desain bangunan mereka sesuai dengan keinginan dari fakultas tersebut. “Kita yang akan menentukan desainnya seperti apa, bangunannya, lantainya mau yang bagaimana dan jika kita minta bangunan yang jelek maka mereka akan mendesain yang jelek,” ujar Yasrul Huda selaku Ketua Project IDB UIN IB Padang. Pinjaman yang diberikan IDB sebesar 500 miliar, sedangkan dana yang dipakai untuk pembangunan kampus tiga sebesar 366 miliar selebinya untuk kegiatan mahasiswa, pelatihan dosen dan karyawan. “IDB ini merupakan dana pinjaman bukan bantuan dan yang akan mengembalikan dana tersebut adalah pemerintah,” ujarnya. Untuk pembangunan tanah yang perlu disediakn seluas empat hektar, namun pihak kampus sudah menyediakan tanah seluas 16 hektar. Pembangunan hanya untuk kampus III, sedangkan kampus II tidak akan tersentuh sedikitpun dan gedung yang akan dibangun sebanyak 10 gedung. “Dalam standar d pendidikan tinggi, satu meter lahan bangunan harus mempunyai lahan tiga meter, berarti jika pembanguna

empat hektar kita harus menyediakan lahan seluas 12 hektar,” ungkapnya. Tahap DEDC akan berlangsung selama delapan bulan. Januari akan ada pelelangan fisik hingga Agustus dan September pembangunan kampus III akan dimulai hingga akhir 2020. Wali Kota Padang Mahyeldi sambut baik adanya kampus III di Sungai Bangek karena adanya kampus tersebut dapat membantu pertumbuhan ekonomi di daerah Kecamatan Koto Tangah. Pembangunan kampus III tersebut sejalan dengan rencana pembangunan. Setelah dikonfirmasi oleh Suarakampus.com kepada Wali Kota Padang Mahyeldi.Ia mengatakan bahwa realisasi jalan tersebut bisa dikerjakan pada 2018. “Anggaran baru kita ajukan 2017 dan 2018 akan kita realisasikan,” ungkapnya (09/03). Untuk pengembangan kampus III pihak Pemda sudah membantu tiga bus untuk transportasi dari Lubuk Lintah ke Sungai Bangek. “2017 ini kita akan memasukkan kampus III Sungai Bangek dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah Kota Padang,” ujarnya. Lisa Fauziah, Ganti Putra Wardana, Putri Diana (Mg), Irfan Taufik (Mg)


Penyuluh Fikih Bagi Umat Dalam Kegelapan Diantara sekian banyak dosen yang sering mengulur-ulur waktu di IAIN Imam Bonjol Padang yang kini beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, ternyata ada sosok Zulkarnaini yang dikenal sebagai seorang dosen yang disiplin dan tegas.

D

osen yang ramah dan tegas ini siap bercerita tentang pengalaman nya yang menginspirasi kepada Suarakampus.com siang itu, (06/03). Sejak kecil Zulkarnaini merupakan anak yang di perebutkan karena kecerdasan yang dimilikinya. Ketika menuntut ilmu di Sekolah Thawalib di Padang Panjang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera barat (Sumbar) saat meminta kesediaannya untuk disekolahkan ke sekolah Tahfiz di Medan. Menurutnya ia layak untuk menunutut ilmu kesana, tetapi Kepala Thawalib melarangnya untuk menuntut ilmu kesana, karena kepala Thawalib ingin ia sebagai Siswa Thawalib. “Bapak selalu diperebutkan saat masih kecil,” ungkapnya. Sosok yang Tekun dan disiplin Hidup di lingkungan keluarga yang disiplin menjadikanya sebagai sosok yang tegas. Dikenal sebagai seseorang yang sangat tekun dalam mencari ilmu, ia mencari ilmu dengan lansung mendatangi rumah t o ko h ulama y a n g b e r pen-

pernah di didiknya. Alfian mengatakan, garuh di Sumbar seperti, Buya Sabirin sangat mengidolakan sosok Zulkarnaini Zakariya Dt Basa Anagari, Buya Syauqatokoh fikih dalam lingkup kampus yang ni di Padang Panjang serta Buya Sabirin bersahaja. Aktif dalam kegiatan keagaZakaria di Bukittinggi. Keterbatasan maan dan kemasyarakatan, sehingga ekonomi tidak melemahkan semangatilmu yang didapatkannya berkembang nya, ia tetap berusaha menuntut ilmu. luas dan bermanfaat bagi masyarakat. “Saya belajar otodidak dan terkadang “Pak Zulkarnaini dapat menyelesaikan juga mendatangi rumah tokoh tokoh apapun masalah tentang ilmu fikih,” agama yang ada di Padang Panjang,” papar Alfian menceritakan tentang tutur Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu kekagumannya pada sosok Zulkarnaini Komunikasi ini. tersebut. Zulkarnaini merupakan salah seSosok yang tidak pelit berbagi ilmu orang dosen tetap UIN Imam Bonjol dan humoris yang suka menghibur Padang yang mengajar di dua negara, dengan nyanyian merdunya membuat yaitu Perguruan Tinggi Colejt Islam Zulkarnaini sangat di senangi oleh Muslim di Singapura dan Perguruan rekan kerjanya. “Beliau sangat suka Tinggi di Indonesia. berbagi ilmu pada saat berjumpa denSetelah menjadi Sarjana Muda pada gan teman-temanya,” ungkap Alfian. tahun 1983, Zulkarnaini diminta men“Dengan kedalaman hati begajar di Fakultas Dakwah. Selam liau, saya berharap beliau waktu dua tahun, ia diangselalu panjang umur kat menjadi Pegawai dan sehat selalu, Negeri Sipil (PNS) tetap menjadi supada 1985. Pada luh (penerang) 1987 ia telah di“Kalau anda ingin subagi umat yang angkat menjadi kses, pelajari ilmu yang dosen penuh. belum anda pelajari dan sedang dalam kegelapan, beliau Zulkarnaini menbelum anda ketahui” dapat membimbgatakan Ia masuk ing generasi muda, sekolah agama Zulkarnaini kader-kader mubasemata-mata hanya ligh serta masyarakat karena ingin menunluas, sehingga ada nantitut ilmu. “Kalau anda innya generasi baru yang mengin sukses, pelajari ilmu yang dalami fikih seperti pak zulkarnaini belum anda pelajari dan belum anda ini,” harapnya. ketahui dan illmu itu memang harus Bertanggung Jawab dipaksakan untuk mempelajarinya, Meskipun Zulkarnaini memiliki kalau hanya ingin bersantai-santai mebanyak kesibukan, ditambah menmang ilmu itu tidak akan melekat,” tejadi dosen di salah satu Universitas di gasnya. Singapura, namun Zulkarnaini tidak Ketekunan dalam menuntut ilmu mempernah meninggalkan kewajibanya buatnya berusaha untuk hadir dilingsebagai dosen di UIN Imam Bonjol pakungan manapun sebagai orang yang dang. “Beliau tidak pernah melupakan dibutuhkan lingkungan masyarakat, tugas dan kewajibannya sebagai dosen dengan cara memilliki sesuatu yang di Fakultas Dakwah meski sudah mendibutuhkan oleh banyak orang dan jadi dosen di Singapura,” Hal ini disamjuga bermanfaat. paikan oleh Hermawati Wakil Dekan Penyuluh Fikih bagi Umat dalam I bidang Akademik Fakultas Dakwah Kegelapan dan Ilmu komunikasi. Bagi Zulkarnaini menuntut ilmu Sosok yang dikenal pandai menjasangatlah serius, adapun jika ada lin komunikasi dengan orang sekelilkesalahan yang terlihat jelas maka ingnya, seperti keluarga, sesama dosen beliau langsung menegur dendan lingkungan sekitarnya. Ia senang gan sopan. merupakan seorang berdiskusi dan berbagi ilmu. “Walaupenyuluh fikih bagi umat yang pun beliau tidak memiliki jadwal hari sedang kegelapan (awam tenitu, beliau senantiasa datang untuk tang agma). “Ketika dalam seberdiskusi dengan temannya sesama buah forum diskusi maupun dosen,” tutur Hermawati saat mencerperkuliahan beliau sangat itakan sosok Zulkarnaini. peduli dengan orang sekiDosen yang akrab disapa Pak Zul tarnya, maka beliau akan ini memiliki sifat tawadhu’ dan lemah menegur dengan cara yang lembut, tidak pernah menyinggung halus dan transparan,” hal perasaan orang lain, jika memberikan ini di ungkapkan Alfian tenilai ia sangat objektif sesuai dengan man dekatnya. kemampuan mahasiswa. “Beliau jika Alfian telah mengenal berbicara menyejukkan dan tutur kaZulkarnaini sejak tahun tanya tidak pernah menyinggung per1986 sebagai salah seasaan orang lain,” ungkapnya. orang mahasiswa yang

Seorang Ayah yang Mendidik dengan Keikhlasan Merupakan sosok yang menjunjung nilai nilai kedisiplinan kepada mahasiswanya agar disiplin, sederhana, berwibawa. “Saya pernah ditegur karena telat masuk kelas dan memakai sendal jepit bahkan hampir diusir,” ujar Hamdan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam ini. Senada dengan Hamdan, Afrinurzaqia mengatakan, Zulkarnaini merupakan sosok yang tidak hanya mengajar tetapi ia juga mendidik mahasiswa agar lebih baik. “Salut melihat beliau walaupun sudah tua tetapi ia tetap mengajar dan juga semua ilmu beliau kuasai, kecerdasan, pola pikir beliau sangat hebat dan ketekukan beliau dalam mengajar menjadi hal inspiratif bagi saya karena dari beliau lah yang dapat kita pelajari dari kisah- kisah beliau dalam mencari ilmu dan mengaplikasikannya,” ungkap mahasiswa semester empat ini. Zulkarnaini di Mata Keluarga Ayah yang tegas, jika ada anaknya yang melanggar peraturan maka akan hukuman bagi yang berlaku. “Meski begitu beliau juga merupakan sosok yang humoris dan mampu memecahkan suasana dengan guyonannya di rumah,” jelas Eskarni menantunya. “Jika beliau tidak wirid, maka beliau mengumpulkan seluruh anaknya untuk memeriksa hafalan Alquran dan sholat,” tambahnya. Meski memiliki banyak kesibukan, ia tetap meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya dan bersilaturahmi dengan saudaranya. Keluarga pun mendukung penuh setiap aktivitas yang dilakukan Zulkarnaini untuk umat . “Sosok beliau tidak hanya dibutuhkan oleh keluarga namun juga dibutuhkan umat,” tutur nya. Memiliki kepribadian yang sederhana, mandiri dan dan tidak pernah bergantung kepada orang lain. “Seperti kebiasaannya yang mencuci bajunya sehabis mandi dan menjemurnya sendiri padahal ada mesin cuci,” terangnya saat menceritakan tentang keserhanaan mertuanya itu. “Dalam keluarga tidak ada perubahan yang terasa, karena memang bapak sudah tidak terasa jika tidak ada dirumah, sudah dimaklumi saja dan itu artinya beliau go internasional tidak masalah, karena itu amanah bagi beliau,” terangnya. Dina Audya, Lisa Arischa (Mg), Zikra Mulyani(Mg), Siska Fahira(Mg), Putri Diana(Mg)


Summa Cum Laude, 7 Semester

F

riyosmen mahasiswa asal Bukittinggi Jurusan Akhwalu As-Syakhsiyah angkatan 2013 berhasil menyelesaikan pendidikan S1 nya, melawati VII semester serta mampu meraih Indeks Presentase Komulatif (IPK) 4,00. Hal menarik darinya, prestasi gemilang di akademis tak membuatnya melupakan pentingnya organisasi. Pemuda kelahiran Bukittinggi 3 September 1995 ini menggeluti tiga organisasi, antara lain Himpunan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah Pasia (HMTIP), LPM Suara Kampus dan juga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sama dengan mahasiswa baru lainnya, diawal menjadi mahasiswa Yos panggilan akrabnya, juga merasakan hal yang sama “kebingungan” bertanya –tanya bagaimana sistem perkuliahan, memikirkan tipikal dosen, mendengar cerita bahwa ada dosen killer, bahkan untuk melihat jadwal kuliahpun kadang masih pusing, pukul berapa, lokalnya dimana dll. Berangkat dari rasa bingung tersebut yos mendengarkan saran-saran dari senior-seniornyan di HMTIP. Hal pertama yang dilakukan Yos ketika menjadi mahasiswa ialah mengenali lingkungan sekitar, terutama teman dan dosen karena dengan

Friyosmen Raih IPK 4,00 merekalah sering terjadi interaksi. Mahasiswa harus jeli dengan karakter dosen, bersikap sesuai karakteristik mereka. Sebagian dosen tidak terlalu suka dengan mahasiswa yang terlalu banyak vokal. Ditakutkan dengan tipekal seperti itu ia merasa digurui. “Mahasiswa harus fokus ketika dosen menjelaskan, catat hal-hal yang dirasa perlu,” papar Yos. Namun ada juga dosen senang dengan mahasiswa yang aktif dalam kelasnya, bahkan keaktifanpun dipertimbangkan dalam memberi nilai. “Mahasiswa harus berusaha untuk aktif, tidak hanya bertanya tapi juga menambahkan jawaban atau sekedar tanggapan saja tapi etika harus tetap dijaga,” tambahnya. Mahasiswa dituntut untuk lebih aktif mencari materi yang akan di pelajari, dari dosen hanya 20%, 80% nya mahasiswa berusaha sendiri. Sebenarnya untuk nilai tergantung pada usaha mahasiswa, berapa nilai yang mereka inginkan. Mahasiswa lebih banyak membaca dan aktif di luar lokal agar memiliki banyak referensi. “Membaca tidak hanya buku yang terkait dengan mata kuliah saja tapi juga buku pengetahuan lainnya, agar menguasai cakrawala ilmu pengetahuan,” ujar wisudawan ke 77 IAIN ini. Antara Akademisi dan Organisasi Bergabung di Himpunan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah Pasia (HMTIP) Yos mendapat banyak arahan dari senior, jadilah mahasiswa yang sebenarnya bukan mahasiswa kupu-kupu. “Masuklah organisasi yang dapat mengembangkan bakat dan minat,” ujar Yos. Yos juga memilih bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus karena ia memiliki potensi menulis dan tertar i k

pada jurnalistik. Pimpinan Umum Suara Kampus Rahmi Yati memberikan komentar tentang Yosmen, Yos sangat memanajemen waktunya dengan sangat baik, jika agendanya untuk Suara Kampus hanya satu jam maka satu jam itu sudah cukup baginya,” Rahmi juga memberikan apresiasinya dengan prestasi akademik yang dicapai oleh Friyosmen, menurutnya sangat mengagumkan. “Berprestasi dan banyak organisasi dan konstan pada akademik, ini salah satu bukti bahwa anak organisasi itu bisa,” ucapnya. Tahun 2015 Yos bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di HMI ia diajarkan berbagai hal sesuai dengan keinginan anggota. “Jika ingin menjadi dosen maka diajarkan bagaimana berdiskusi yang baik, memilki banyak referensi. Agar tampil beda dihadapan masyarakat,” jelas pemuda berkaca mata ini. Aktif di organisasi membuat mahasiswa mempunyai tugas tambahan, Yosmen mengatakan bahwa tugas itu dapat di atur mengerjakannya dan kegiatan organisasi tidak akan mengganggu akademisi, selagi mahasiswa tersebut mampu membagi waktu. Mahasiswa hebat adalah mahasiswa yang pandai membagi waktunya,” papar Yos. Aktivis kampus selalu diburu waktu, di hari yang sama, jam yang ada dua bahkan tiga kegiatan yang harus diikuti. Di sinilah aktifis di tantang untuk memilih tanpa ada yang dikorbankan. “Hadiri dulu dimana tanggung jawab kita lebih besar di dalamnya, setelah itu baru izin dan pergi ketempat selanjutnya,” ujarnya. Keuntungan Berprestasi Di tahun 2015 Yosmen ditunjuk sebagai perwakilan kampus IAIN IB untuk mengikuti sosialisasi pemaha-

man hak konstitusional warga negara dan deradikalisasi agama bagi badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan ustadz muda se-Indonesia di Bogor. “Mahasiswa yang hadir disana tidak hanya bisa orasi tapi ada ilmu yang mereka sampaikan di dalamnya,” ungkap Yos. “Oke yang mereka sampaikan itu baru untuk kita tapi yang kita sampaikan itu juga baru bagi mereka,” tegas Yos. Berusaha menonjolkan diri di tengah orang-orang hebat Yos meyakinkan diri bahwa dia bisa. “Mungkin kalian memang hebat tapi ada hal yang tidak kalian ketahui, hanya saya yang mengetahuinya,” ucap Yos dalam hatinya untuk memotivasi diri. Atas IPK yang di telah diraih Yosmen, ia mengatakan bahwa pihak kampus memberi penghargaan pelatihan advokat gratis, Yos dibebaskan dari biaya pelatihan. Jika mahasiswa lain harus membayar sebesar Rp 4jutaan. “Karena Yosmen wisudawan terbaik, telah mengaharumkan nama jurusan maka inilah bentuk penghargaannya,” jelas bidang akademik Syariah yang di sampaikan kembali oleh Yosmen kepada Suarakampus.com. Dari akademik Ketua jurusannya Zulfan menuturkan, Yosmen adalah wisudawan lulus dengan predikat suma coumloude. “Dia lulus dengan waktu yg lebih cepat dari jadwalnya tiga setengah tahun, dia tidak sekedar kuliah saja juga aktif di organisasi juga salah satuya di LPM Suara Kampus. Nah makanya cocok lah kalu dia dijuliki bintang kampus,” papar beliau. Yos Dimata Orang Terdekat Yos adalah sosok anak, adik yang sangat terbuka pada keluarga. Apapun yang terjadi selalu ia ceritakan. Sejak SD Yos sangat rajin belajar, “Hari-harinya selalu diisi dengan belajar,” jelas Sil kakak kandung Yos. Keluarga sangat bangga dengan prestasi-prestasi yang telah di raih Yos. Kami selalu berusaha memsuprotnya, jika ada kendala keluarga selalu berusaha mencarikan solusi “ Saya bangga memiliki adik yang pintar, rajin,” tambahnya. Harapan dari keluarga semoga Yosmen sukses kedepannya, selalu menjadi yang terbaik. “Pantang menyerah untuk melanjutkan pendidikan,” papar Sil. Teman dekatnya mengatakan, Yosmen merupakan sosok mudah bergaul, disiplin, humoris dan tipikal mahasiswa struktural. “Ia mampu mengatur rutinitasnya sehingga antara kuliah dan organisasi seimbang,” jelas Zul yang telah lima tahun mengenal Yos .

Wartawan : Miftahul Jhannah, Iko Juhansyah (Mg)


UIN Imam Bonjol Tanpa Presiden Mahasiswa

Satu Tahun Lebih DEMA Mati Pemilihan DEMA-Universitas Diundur Lagi ijanjikan akan terbentuknya Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U) pada Maret 2016 lalu, hingga kini belum mencapai titik terang. Kekosongan pemerintahan mahasiswa terjadi hingga 2017. DEMA-U fakum saat terakhir dipimpin oleh pemerintahan Hafizul Pahmi. Menurut keterangan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Alkhendra mengatakan ada beberapa kendala yang menyebabkan DEMA-U tidak terbentuk sesuai waktu kesepakatan. Setelah direncanakan kembali Maret 2016 tersebut, agenda pemilihan kembali terundur Oktober 2016. Alkhendra mengatakan, hal ini disebabkan karena anggota Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Panitianya sudah dibentuk, namun anggotanya sibuk dengan kegiatan akademik. Kekurangan sumber daya manusia juga menjadi salah satu penyebab,” katanya. Pada tahun ini pemilihan DEMA tersebut juga sudah direncanakan pada Maret 2017 sudah sampai pada tahapan persiapan hingga pengajuan formulir pendaftaran Bakal Calon DEMA. Namun, rencana pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Maret 2017 juga mengalami pengunduran kembali, disebabkan keluarnya Surat Keputusan Direktorat Jenderal (SK-Dirjen) tahun 2016 dan diketahui pada Februari 2017 lalu. Alkhendra menjelaskan keluarnya SK-Dirjen itu menjadi penyebab diundurnya pemilihan Presma. “Dua hari sebelum kami rapat bersama Sema-U, SK-Dirjen itu saya dapatkan dari teman-teman WR III di universitas yang lain,” ungkapnya. Alkhendra juga mengatakan tidak ada pengaruh keterlambatan pemilihan Presma terhadap akreditasi kampus, namun menjadi penyebab terhambatnya pergerakan mahasiswa. Ia mengaskan pemilihan Presma ini suatu keharusan. “Secara substansi tidak ada pengaruhnya, namun ini menjadi penghambat mahasiswa untuk berkreativitas dan belajar tentang politik,” pungkasnya. Alkhendra menjelaskan, penyebab lain diundurnya pemilihan Presma juga disebabkan Sema-U mengadakan pemilihan dengan sistem Pemilu Raya (Pemira). Sistem tersebut bertentangan dengan sistem yang ada di dalam SK-Dirjen. “Juga karena ada keberatan dari masing-masing fakultas mengenai sistem pemilihan, untuk itu kita tunda selama satu bulan guna mempelajari SK-Dirjen yang baru,” katanya. Ia berharap, pemilihan Presma segera dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan sistem yang ditetapkan

D

Diam | Seorang mahasiswi melihat plang DEMA yang berkarat

“Keterlambatan pemilihan Presma tidak berpengaruh dengan akreditasi kampus” Alkahendra

Wakil Rektor III UIN Imam Bonjol Padang

guna terpilihnya Presma yang berkompeten. “Saya berharap dapat berjalan dengan baik, tidak lagi ada kendala sehingga lahirlah pemimpin mahasiswa yang bagus,” harapnya. “Secepatnya pihak kampus akan membentuk DEMA-U. Dalam bulan ini sudah terbentuk” tegas Alkhendra, Selasa (18/04). Thesa menambahkan bahwa mereka sedang mengusahakan agar terbentuknya DEMA-U tahun 2017/2018 di UIN Imam Bonjol Padang yang sudah lama facum, SEMA-U sedang mengusahakan secepatnya terbentuk DEMA, hal ini dikarenakan adanya perbedaan pendapat dengan pihak atas, terkait sistem pemilihan DEMA. Salah seorang mahasiswa Nofira juga mengatakan, hampir satu tahun DEMA-U kosong, namun tidak ada kepedulian untuk menyegerakan terwujud. “Pihak kampus terasa adem ayem saja menelantarkan pergerakan mahasiswa facum lebih dari setahun,” ujar mahasiswa semester VI ini.

SK Dirjen 2016 Baru diketahuinya Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan yang dirumuskan dalam SK-Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama No. 4691 pada September 2016 yang baru diketahui Februari 2017, menyebabkan pemilihan presiden mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang diundur kembali hingga waktu yang belum ditentukan. Kejadian ini sangat memalukan, mengingat pemilihan presiden mahasiswa telah juga diundur untuk beberapa waktu .

Menjelaskan hal ini, Kepala Biro Administrasi Umum Akademik Keuangan Khairunnas menyatakan tidak mengetahui siapa yang pertama kali mendapatkan SK-Dirjen tersebut karena tidak ada pihak yang berkewajiban untuk meng-update informasi mengenai hal itu. “Nah, masalah terlambat diketahui itu hanya tentang kesiapan seseorang untuk meng-update informasi tentang peraturan-peraturan baru. SK ini keluar September 2016, diketahui Februari. Nah wajar saja, orang tidak selalu dapat meng-update peraturan itu di internet setiap saat, karena kesibukan masing-masing,” ujarnya. Juga adanya beberapa tahapan regulasi SK-Dirjen 2016, Khairunnas mengatakan akan memakan waktu kurang lebih satu atau dua minggu kemudian. Ia menjelaskan, regulasi ini untuk menyesuaikan SK-Dirjen dengan UIN IB Padang. “SK-Dirjen itu dibuat secara umum, mencakup semua perguruan tinggi Islam yang ada,” jelasnya. Untuk menyesuaikan SK-Dirjen dengan UIN IB Padang diperlukan adanya Surat Keputusan Rektor (SK-Rektor). Khairunnas mengatakan, draft mengenai konsep regulasi SK-Dirjen telah dibuat oleh pihak akademik dan kemahasiswaan dan sedang dalam tahap pengkoreksian atau memberi masukan oleh WR III dan WD III masing-masing fakultas. “Senin kemarin rapat terakhir (10/04),” katanya. Lanjutnya, waktu yang diperlukan untuk legal standing SK-Rektor tersebut kurang lebih empat atau lima hari setelah tahap pengkoreksian selesai.

Hal ini disebabkan masih banyak SKRektor yang akan di legal standing-kan oleh bagian kepegawaian dan hukum. “Sekarang SK-Rektor yang ada disana itu kurang lebih 20. Sedangkan stafnya satu orang, kasubagnya satu kemudian kabagnya satu. Ini yang menjadi persoalan. Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia-nya itu belum mencukupi. Jadi kira-kira kalau nggak minggu ini, minggu depan selesai,” ujarnya. Setelah di-legal standing-kannya SK-Rektor tersebut, selanjutnya akan diteruskan ke Kepala Biro AUAK. Khairunnas mengatakan, pada tahap terakhir ini, hanya untuk melihat kembali keputusan yang telah disepakati oleh WR III, WD III, Bagian Akademik dan Kemahasiswaan. Karena banyak dari mahasiswa yang tidak mengetahui mengenai regulasi SK-Dirjen tersebut, Khairunnas berharap mahasiswa dapat mengadakan audiensi dengan pimpinan guna memahami alur regulasi tersebut. Ia juga berharap setelah dikeluarkannya SK-Rektor tersebut, Sema-U dengan segera menyelenggarakan pemilihan presma. “Dengan baik, jujur, damai dan jadikanlah pesta demokrasi sebagai ajang melatih demokrasi mahasiswa, jangan terprovokasi, terpecah belah, terkotak-kotakan. Bagaimana nanti bejrjalan dengan baik, tidak ada saling serang. Dan mengedepankan wawasan dan kecerdasan kita dan kearifan kita dalam perbedaan yang ada. Bagaimana menyikapi perbedaan itu untuk hal yang positif,” harapnya. Thesa menambahkan bahwa panitia Pemira sudah terbentuk akan tetapi terkendala dengan perbedaan pendapat dengan pihak atas tersebut. “Belum ada turunan Sk Dirjen 2016 tentu kami mengacu kepada SK Dirjen 2013. Tapi setelah diadakan pertemuan pihak atas mengatakan bahwa sk tersebut sudah tidak berlaku lagi, karena pihak kampuspun baru mengetahui dua hari yang lalu waktu itu (22/03/2017), jadi ada kesalahpahaman,” terangnya kepada Suarakampus.com. Lanjut Thesa, SEMA berkoordinasi dengan WR III dan Mahasiswa dalam mengambil keputusan. SEMA tidak ada mengambil kepentingan apapun, siapapun yang terpilih apapun sistem pemilihannya kami akan mengawasi, kami akan membentukk panitia dan kami hanya akan membuat produk hukum silahkan panitia yang bekerja kami akan mengawasi. Fadil anriva(Mg), Lisa Arischa(Mg), Amelysa(Mg)


Percepatan Penanaman Padi itu Pemerkosaan, Gubernur Tidak Perlu Membahas Secara Detail

SE Gubernur Hanya Surat Edaran Dukungan Beredarnya rumor mengenai Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar membuat petani resah. Dalam SE tersebut menyangkut tentang dugaan lahan pertanian para petani akan dikerjakan oleh TNI dan termasuk pembagian 20 persen untuk punya lahan. Kejadian ini menimbulkan polemik dikalangan masyarakat khususnya para petani. Mengenai percepatan penanaman padi tersebut Suarakampus.com membahas hal tersebut dengan Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) untuk diminta keterangan mengenai pandangan terhadap SE dan solusi apa yang harus diupayakan oleh masyarakat petani, berikut wawancara khususnya:

Bagaimana menurut Bapak mengenai Surat Edaran Gubernur tentang percepatan penanaman padi? SE Gubernur tersebut merupakan dukungan untuk para bupati, artinya itu bukan dieksekusi ditingkatan kegubernuran tetapi di tingkat kabupaten. Namun, ini hanya surat edaran yang tidak mempunyai kekuatan hukum jadi bisa berjalan dan juga bisa tidak. Karena SE ini bukan produk hukum yang mengikat, dia hanya memberikan dukungan kepada bupatibupati agar meneruskan intruksi kepada kedinasannya. Pandangan Serikat Petani Indonesia mengenai hal ini bagaimana pak?

Nah kalau menurut kami di SPI, yang pertama pertanian itu bukan sekedar cocok, nanam, dan panen. Tetapi petanian itu merupakan sebuah budaya kehidupan. Bagaimana kehidupan itu kedepannya bisa lebih baik, sehat dan bagus dari soal gizi sehingga kecerdasan kehidupan generasi berikutnya itu jelas. Kalau kita lihat dari SE Gubernur ini, jelas hanya merupakan formalitas yang menyatakan bahwa pemerintahan ikut aktif dalam peningkatan swasembada pangan ini. Sebenarnya tujuan untuk percepatan tanam itu apa pak, sehingga pemerintah mengatakan 15 hari usai panen harus ditanami kembali?

Sebenarnya secara konsep, percepatan menuju swamsembeda pangan itu bagus. Artinya kita selalu mempunyai ketersediaan pangan di setiap nagari atau di setiap daerah. Cuma yang menjadi persoalannya adalah di dalam SE ini, sampai mengatur pada tahapan teknis, perjanjian dan ambil alih, perihal inilah yang tidak bagus. Bagaimana jika SE Gubernur ini terjadi pak?

Dampaknya kalau terjadi, ini ngeri. Itu tidak bisa terjadi, karena di situ akan ada akad antara petani dan dinas pertanian. Jika nanti dalam suratnya ada salah satu pihak yang tidak menandatangani maka itu tidak akan terjadi. Artinya tidak serta-merta lahan terlantar itu diambil alih, tidak bisa. Karena di situ ada persentase yang tentunya akan dituliskan dalam surat perjanjian. Makanya saya, katakana ini bisa terlaksana dan juga bisa tidak. Karena semuanya, diawali dengan perjanjian.

Menurut Bapak bagaimana seharusnya pemerintah bersikap jika tetap ingin turut andil? Lahan terlantar itu, terjadi karena infrastruktur yang tidak mendukung. Sehingga menyebabkan lahan tersebut tidak mendukung lagi untuk ditanami dan menyulitkan pengelolaan tanah untuk bercocok tanam. Jangan salahkan petani yang tidak mengolah, seharusnya ini yang diperhatikan oleh pemerintah. Sebagai contoh, di Sujunjung yang sudah sekian tahun tidak adanya irigasi. Pemerintah kemana? Sebenarnya penting tidak pak, SE Gubernur untuk percepatan ini?

Tidak penting, karena yang paling penting itu adalah bagaimana caranya pemerintah bisa ikut serta untuk melengkapi infrastruktur pertanian yang ada di perdesaan. Karena begitu banyaknya infrastruktur yang tidak mendukung.

Rustam Efendi

Menurut Bapak apa yang harus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pekerjaan Umum?

Mendata ulang seluruh sarana dan prasarana infrastruktur untuk dunia pertanian, itu yang penting. Mengecek dam dan irigasinya, kemudian sejauh mana kerusakan dan sampai umurnya berapa. Memberi arahan atau perintah kepada dinas dan PU untuk mendata ulang infrastruktur di daerah. Karena lahan terlantar tersebut terjadi, dikarenakan minimnya infrastruktur. Setahu Bapak ada tidak yang mendukung mengenai Surat Edaran ini?

Tidak ada, karena kepala dinas pun mengakui bahwa ia merasa bersalah. Pak gubernur hanya tahu menandatangani. Kemarin ketika diskusi di gedung DPR, mengenai hal ini memang tidak ada dukungan. Namun memang belum ada bentuk pencabutan. Ada tidak pak bentuk penolakan dari SPI?

Secara penolakan sudah beberapa kali hearing dengan DPR kemudian dan sudah ada beberapa aksi dari mahasiswa pertanian yang kuliah di Padang. Cuma belum ada kelihatan dari Pemprov mau bagaimana lagi SE ini. Karena kalau hanya sebatas surat dukungan, gubernur tidak perlu membahas detail sampai teknis. Cukup saja bicara bahwa gubernur mendukung apa upaya yang dilakukan untuk mencapai percepatan swamsebada pangan, tidak usah mengatur hingga perjanjian-perjanjian yang detail. Karena ini hanya surat edaran dukungan. Solusi untuk percepatan penanaman padi itu sebenarnya bagaimana sebaiknya pak?

Pertanian itu budaya, jadi kalau tanah itu tidak ada masa bera (istirahat) nya itu sama saja dengan pemerkosaan. Tanah itu, juga harus ada waktu beranya ( istirahatnya). Itulah yang dilakukan secara kearifan di masyarakat adat minang Tanah itu harus ditunggu dulu sampai ada rumput. Selama sebulan

(Ketua DPW Serikat Petani Indonesia Sumatera Barat)

dibiarkan atau bisa dibiarkan sampai dua bulan juga, ada tumbuh rumput baru kemudian baru diolah lagi. Nah, kalau terjadi percepatan 15 hari harus ditanam lagi, ini tidak masuk akal. Secara ilmu pertanian manapun menolak. Secara agronominya keilmuan tanah tidak masuk akal (tidak logis) karena salah satu dosen pertanian Unand mengatakan ini tidak logis. Karena tanah itu perlu waktu untuk istirahat. Sama dengan manusia, yang pasti pertanian seperti itu tidak sehat. Apakah itu juga berdampak nantinya dengan hasil panen?

Pasti, karena jika terjadi mau tidak mau agri inputnya menjadi naik, seperti pupuknya, terjadi juga pestisida dipersawahan akan meningkat sehingga akan makin banyak hama-hama di daerah yang bersangkutan. Pelonjakan hama, pengurusan tanah karena seluruhnya terkena pupuk anorganik. Itu dampaknya pasti, karena putusnya mata rantai di persawahan tadi. Sebenarnya keadaan petani sekarang itu bagaimana pak? Ngeri, setelah revormasi terjadi, kondidi pertanian jauh turun, khususnya pangan. Karena begitu tingginya biaya produksi. Apalagi dengan hasil panen yang dari tahun ke tahun selalu menurun. Solusinya untuk ini bagaimana pak?

Kalau di SPI, kami bicara tentang agroekologi yaitu bagaimana menyelaraskan sistem pangan dengan alam lingkungan dengan perlakuan organik jadi tidak menggunakan agriinput yang nonorganik. Karena ini bicara hidup dan kehidupan bukan nanam dan panen saja.

Lisa Fauziah, Iko Juhansyah (Mg)


Wisata Bersejarah

Masjid Kurang Aso Anam Puluah

M

asjid tua ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-13 Hijriah, di sebuah daerah kecil di bagian Timur Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Solok Selatan, Kecamatan Sungai Pagu, di Nagari PasiaTalang. Disanalah Masjid yang bernama Kurang Aso Anam Puluah berdiri kokoh hingga saat ini, masih banyak misteri di dalamnya yang belum diketahui banyak orang. Masjid yang awalnya merupakan tempat ibadah ini sekarang banyak dikunjungi oleh wisatawan dan dijadikan objek wisata bersejarah. Menurut keterangan salah seorang budayawan sekaligus seorang penghulu adat bernama KH. Marsadis Dt. St. Mamat, ia adalah salah seorang yang mengetahui se- jarah berdirinya. Mesjid Kurang Aso Anam Puluah tersebut. Dari ceritanya saat ditemui seorang wartawan Suara Kampus, Masjid tersebut didirikan oleh 60 o r a n g Inyiak dari beberapa suku di Minang kabau yaitu 2 4

orang dari suku Kampai, 15 orang dari suku Tiga Laras Berkepanjangan, 3orang dari suku Panai Tigo Ibudan 17 orang dari suku Melayu. Beberapa alasan masjid ini disebut masjid Kurang Aso Anam Puluah, yaitu untuk mengenang wafatnya salah seorang dari inyiak yang 60 orang, Inyiak Simpadehmaka berkuranglah anggota mereka menjadi 59 sehingga dinamai Kurang Aso Anam Puluah.Masjid ini memiliki 59 tiang, dua diantaranya memiliki sejarah penduduk sekitarmenyebutnya mistis. Pertama tonggak Macu yang berdiri kokoh di tengah masjid panjangnya sekitar 750 dapo atau sama besarnya tujuh kali pelukan orang dewasa. Kedua tiang menghadap ke arah mata hari terbit yang disebut Tonggak Takban Panagan kakuan. Masjid memiliki tiga lantai melambangkan tingkatan ajaran i s -

lam, yaitu syariat, hakikat dan ma’rifat. Untuk naik ke lantai satu di sediakan tangga kayu dengan 6 anak tangga, melambangkan rukun iman. Naik kelantai dua terdapat 5 tekukan, melambangkanrukuni slam. Atap berbentuk limas bersusun tiga, melambangkan susunan masyarakat adat di Alam Surambi Sungai Pagu yang terdiri dari Suku, Paruik dan Anak Paruik, sedangkan atap Mihrab berbentuk puncak rumah gadang melambangkan adat Minangkabau. Dinding bagian depan lantai satu terdapat 5 tingkok, tingkok dalam bahasa indonesia disebut jendela, 2 tingkok disisi utara pintu utama melambangkan rakaat shalat shubuh, 3 tingkok disisi Selatan melambangkan rakaat shalat magrib. Dinding depan lantai dua terdapat 4 tingkok, melambangkan 4 rakaat shalat zuhur dan ashar.

Masjid Kurang Aso Anam Puluah berasiktekturkan Bodi Chaniago berdiri seiring degan perjanjian Piagam Alam Surambi Sungai Pagu. Berisikan tentang Alam Surambi Sungai Pagu yang tidak lagi di bawah Daulat Pemerintahan Pagaruyuang. Masjid Kurang Aso Anam Puluah telah mengalami 2 kali pembugaran. Pembugaran terakhir dilakukan 2015 lalu yang di ketua KH. Marsadist Dt. St. Mamat dan BP 3 Batusangkar. Menurutnya, hingga saat ini peningalan budaya yang penuh ceritakurang mendapat perhatian dari tokoh adatnya, orang sekitar, bahkan Pemerintah daerahpun kurang memperhatikan masjid ini. Seorang penduduk yang bermukim di sekitar masjid Warnailis mengatakan, seharusnya kepengurusan masjid ini diserahkan kepada Pemerintahan Daerah (Pemda). Karenaini adalah sebuah cagar budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. “Lebih baik ada kerja sama antara Pemda dan warga sekitar untuk menjaga mesjid bersejarah ini, jika masjid terawat maka wisatawan yang berkunjung menjadi lebih nyaman dan senang,�jelasnya. Dayu Azmi (Mg)


- Muhammad Iqbal

- Ananda Randy Pratama Bahagia | Rektor dan Makmur Syarif saling berpelukan saat pidato alih status UIN

Megah | Kondisi GSG setelah di renovasi

- Lisa Fauziah

- Ananda Randy Pratama Pelepasan | Rektor lepas keberangkatan pionir

Perbaikan | Keadaan mesjid kampus dalam perbaikan

- Iko Juhansyah (Mg)

- Iko Juhansyah (Mg)

Aksi | Mahasiswa FEBI tuntut kelayakan operasional kampus III

Lomba Futsal | Acara GEMARI KSR -PMI antar UKM


KOPI DIK

K

opi Dik? Dua kata ini menjadi viral di kalangan mahasiswa Emperan, kalimat perintah yang memiliki seribu makna. Setiap orang terlibat dengan kata “Kopi Dik” baik itu yang mengucapkan maupun yang mendengar kalimat perintah ini akan mudah sekali mengetahui cerminan kepribadian dan wataknya. Entah teori dari mana, yang penting secara aplikasi teori ini terjamin keampuhannya. Siapa yang tidak kenal dengan Emperan, warga kampus mestinya tak asing lagi dengan istilah ini. Emperan merupakan istilah yang digunakan mahasiswa aktivis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Imam Bonjol Padang sebagai nama Wadah Ikatan Keluarga Besar Student Centre. UKM merupakan organisasi intra kampus yang berproses dalam bidang bakat dan minat mahasiswa, mulai dari Pramuka, Seni Teater, Relawan KSRPMI, Pers Mahasiswa, Olahraga, Koperasi mahasiswa, Musik Kampus, Seni Beladiri Tapak Suci, Kerohanian, Mahasiswa Pecinta Alam, Bela Diri Boxer dan Resimen Mahasiswa. 12 UKM bersatu dalam sebuah ikatan emosional yaitu Ikatan Keluarga Besar Student Centre yang lebih dikenal dengan istilah Emperan. Emperan dalam Kamus Besar Ba-

hasa Indonesia diartikan dengan “teras” atau “beranda”. Suatu tempat beratap dan tidak memiliki dinding yang menjorok dari sebuah rumah. Dikarenakan keseringan duduk berkumpul, diskusi, rapat bahkan bercengkrama di teras-teras gedung kampus inilah yang akhirnya mereka dikenal dengan istilah anak-anak Emperan. Mereka bukan gelandangan, bukan pengamen, bukan preman bahkan mereka bukanlah perusuh dan sampah-sampah kampus. Mereka adalah mahasiswa aktivis sebenarnya, distributor prestasi yang selama ini dibanggabanggakan, berkomitmen menjunjung tinggi tridarma perguruan tinggi karena itu adalah ideologi mereka, bahkan merekalah yang selama ini ada di garis terdepan UIN meskipun dalam perjalannya UIN tidak ada untuk mereka akan tetapi mereka berjanji akan selalu ada untuk UIN. Merekalah anak-anak emperan, kelompok marjinal kampus yang selalu terpinggirkan dan dipindah-pindahkan. Selalu ada namun jarang sekali pernah dianggap ada. Siapapun itu! manfaatkanlah mereka sesuka dan semaunya, namun jangan pernah sekalikali dimanfaatkan, binalah namun jangan dihina dan didiklah namun jangan pernah hardik-hardik mereka. Kuliah dan Aktif Organisasi?

Mahasiswa harusnya menyadari peran dan fungsinya untuk kemajuan bangsa kedepannya. Tanggung jawab yang dipikul oleh mahasiswa tertuang dalam tridarma perguruan tinggi yang terdiri dari tiga poin yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Menyadari penuh akan hal ini seharusnya tidak ada lagi yang membuat mahasiswa lupa atau tidak mau tau tentang tridarma perguruan tinggi. Apabila tridarma ini benar-benar dipahami secara mendalam dan diterapkan oleh mahasiswa maka akan banyak hasil-hasil positif yang bisa dirasakan langsung oleh banyak pihak. Keberadaan organisasi dalam upaya menciptakan kader-kader agen perubahan tidak diragukan lagi, dengan catatan bahwa ukuran keberhasilannya tidaklah semata-mata terletak pada banyaknya kader yang dihasilkan tapi bagaimana organisasi tersebut mampu melahirkan kader-kader yang berkualitas dan memiliki kepekaan terhadap berbagai perubahan dan tantangan. Tentu untuk menjadi seorang agen perubahan tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak proses yang harus dijalani. Bahkan setiap organisasi memiliki cara dan proses

masing-masing dalam pembentukan karakter anggotanya. Proses yang baik akan menghasilkan anggota yang baik, karena hasil itu tidak akan pernah mengkhianati sebuah proses. Saya selalu ingat kutipan dari syairnya Imam Syafi’i “Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan, jika mengalir menjadi jernih, jika tidak akan keruh mengenang. Singa jika tidak tinggalkan sarang tidak akan mendapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan mengenai sasaran. Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus berdiam, tentu manusia bosan padanya dan enggan untuk memandang. Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa ditempatnya, jika bijih memisahkan diri dari tanah barulah dia dihargai sebagai emas.”

tinggi pada dasarnya menawarkan berbagai cara agar mahasiswa dapat berinteraksi dengan lingkungan kampus. Menjadi aktifis kampus memberi keuntungan. Jaringan perkenalan adalah alasan paling penting tentang mengapa kita harus menjadi aktifis. Minimnya jaringan adalah penyesalan yang biasanya muncul dari fresh graduate. Ikatan yang dibangun selama dikampus dapat bertahan seumur hidup, mungkin saja berdampak pada karir profesional kita. Dengan pertimbangan itulah, dibutuhkan sumbangan pikiran konstruktif dari kalangan intelektual untuk dapat menjabarkan berbagai program berlandasakan nilai-nilai kebersamaan dan saling mendukung satu sama lain. Tetapi fenomena yang berkembang menunjukkan derap modernisasi di ligkungan (kebijakan perguruan tinggi) telah memenjarakan mahasiswa dalam sekat institusional, depolitisasi dalam kampus, penyalahgunaan kecanggihan teknologi. Akibatnya, mahasiswa mengalami kegamangan atas dirinya serta peran kemasyarakatan yang semestinya diambil. Mahasiswapun tidak lagi aktif di kampus dan minimya kesadaran kritis transformatif dan bahkan sebaliknya bersifat apolitis. Tidak hanya itu, realita ini juga menjadi makanan para birokrat kampus untuk mempermainkan mahasiswa dalam pengurusan berbagai hal kebu-

tuhannya. Menjembatani masalah tersebut diperlukan tiga alternatif sederhana, Pertama, mahasiswa aktif di organisasi ekstra. Organisasi ekstra merupakan organisasi mahasiswa yang aktifitasnya berada diluar lingkup universitas atau pergurua tinggi (Sumber: Wikipedia). Contohnya adalah PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), FMN (Front Mahasiswa Nasional), MAPANCAS (Mahasiswa Pancasila), dan lain-lain. Kedua, mahasiswa aktif di organisasi intra. Lembaga mahasiswa yang diakui oleh perguruan tinggi berupa: DEMA Institut (Dewan Mahasiswa tingkat Institut), SEMA Institut (Senat Mahasiswa tingkat Institut), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), UKK (Unit Kegiatan Kusus), DEMA Fakultas (Dewan Mahasiswa tingkat Fakultas), SEMA Fakultas (Senat Mahasiswa tingkat Fakultas), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), dan lembaga-lembaga yang ada dibawahnya seperti forumforum dan komunitas. Ketiga, rekonstruksi komunikasi kelembagaan dengan alumni. Alumni memegang peranan penting dalam

memberikan kontribusi bagi kejayaan pembangunan, almamater, dan bangsa. Perguruan tinggi besar bukan hanya karena mahalnya uang perkuliahan, atau kampus menyediakan fasilitas yang canggih, melainkan hasil dari kerjasama dari banyak elemen sebagai stakeholder, termasuk keberadaan alumni. Semakin banyak aktifitas positif dilakukan lulusan, maka wajah kampus kian bagus. Ikatan alumni yang kuat memberikan benefit secara tidak langsung bagi perguruan tinggi. Melihat kebutuhan yang seperti ini, hampir diseluruh perguruan tinggi membuat organisasi alumni. Kekerabatan dan jaringan relasi dengan alumni akan semakin erat dengan memanfaatkan teknologi internet maka dimungkinkan interaksi tanpa batasan tempat dan waktu. Untuk mencapai satu tujuan sudah saatnya perguruan tinggi bekerjasama dengan alumni.Menuntut aktualisasi pengembangan yang membangun pemikiran dan mendukung gerakan mahasiswa. Dengan terbangunnya aksi seperti ini antara masyarakat kampus maka akan timbul rasa nyaman dan termotivasi mengabdikan diri di almamaternya. Intinya, mahasiswa, alumni, dan perguruan tinggi memiliki hubungan erat. Saling bahu membahu menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

Ilham Danil Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

MAHASISWA DAN ALUMNI VS PERGURUAN TINGGI

Yasir Yanto Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam

B

erbicara tentang mahasiswa, tidak terlepas dari sosok idealis yang penuh dengan gagasan revolusioner merubah bangsa menjadi lebih baik. Bung Karno dan Bung Hatta membangun Diplomasi melawan penjajahan Jepang. Pada akhirnya mampu memproklamirkan kemerdakaan Indonesia. Ruang pergerakan dan perjuangan yang mereka miliki tidak terbatas meskipun meski banyak yang menentang. Setiap mahasiswa semestinya mempunyai andil dalam negara. Baik dari pembangunan, pertumbuhan ekonomi, stabilitas pemerintahan, perbaikan moral bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, maupun berperan dalam dunia akademis. Setiap perguruan


Pembaca Harus Lebih Cerdas “Untuk benar-benar bisa melawan hoax, penegak hukum harus bekerja maksimal, pemerintah menyiapkan kebijakan memberantas hoax ini. Pemerintah harus menyediakan informasi publik yang terbuka agar masyarakat bisa mengakses informasi yang benar,” jelasnya kepada Suarakampus.com.

F

enomena Hoax (dibaca: hoks) kerap menjadi pemberitaan yang hangat dan sering menjadi pembahasan yang meresahkan di media sosial. Pembaca terutama masyarakat awam kesulitan membedakan mana yang benar dan mana berita dimanipulasi. Hal yang sering terjadi pada berita hoax ini yaitu penyampaian berita yang tidak sesuai dengan keadaan sejatinya. Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi dan Advokasi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat Yurnaldi menuturkan bahwa menyebarnya berita hoax akan mempengaruhi opini masyarakat. “Di masa sekarang informasi mudah di dapat seperti di media sosial, koran, majalah dan berbagai sumber lainnya sehingga sekarang siapa saja bisa membuat berita, namun juga bisa diragukan kebenaran pemberitaan tersebut,” paparnya kepada Suarakampus.com (10/04). Yurnaldi menerangkan ada sekitar 800 berita yang diduga berita hoax yang telah dihapus oleh Kominfo. Sekarang sudah ada UU ITE yang mengancam pidana bagi pembuat berita hoax. Seperti undang-undang keterbukaan informasi publik No 14 Tahun 2008 sudah dijelaskan bahwa penyalahan informasi untuk kepentingan mereka sendiri akan ditindak pidana. Pakar Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang Mulyanti Syas mengatakan, sesuatu yang palsu itu tidak baik. Tapi sesuatu yang palsu tidak semuanya yang tidak baik, seperti kaki palsu, meski palsu bukankah itu mendatangkan kebaikan. “Namun berita hoax ini lebih mengarah kepada tujuan yang tidak baik atau negatif, baik tujuan individu ataupun kelompok,” jelasnya. Hal yang menyebabkan hoax itu muncul dan berkembang. Pertama, karena kemudahan teknologi. Orang dengan mudah membuat dan menyebarkan berita hoax terutama menggunakan media sosial. Kedua, sekelom-

palsu, wawancara palsu dan foto palsu. pok orang memanfaatkan kemudahan Dayat salah seorang mahasiswa sarana komunikasi sebagai ajang bermengungkapkan, hoax adalah berita kreasi, namun teknologi digunakan yang di share di media sosial tanpa kelebih kepada ide negatif. Ketiga, yang jelasan sumbernya serta dimanfaatkan menyebabkan hoak itu muncul dan oleh oknum-oknum tertentu untuk berkembang adalah ide ide sekelommencapai tujuan tertentu pula. Berita pok orang untuk mempertajam konflik hoax sangat meresahkan karena berpoada, dan bahkan menimbulkan konflik tensi memecah belah masyarakat. yang baru. “Saya juga pernah menerima berita Pemerintah sudah cukup peduhoax tentang raja Salman katanya inli mengenai berita hoax ini dengan gin menemui Habib Rizieq ke Indonemenghapus atau memblokir situs yang sia dan sempat mempercayainya, dan radikal, tidak jelas atau, abal-abal. Naternyata hanya hoax”, ungkap Mahamun pemerintah juga harus hati-hati siswa Jurusan KPI ini. harus ada kategori yang jelas dalam menentukan situs yang tak layak dituHoax Menjadi Mesin Uang tup dan sebaliknya, jangan sampai beBerita hoax berkembang sejak rat sebelah. era internet berkembang. Ketua Aliansi Jurnalis Bahkan sekarang penguIndependen (AJI) Kota na internet indonesia Padang Yuafriza ikut mengomentari “Cara bijak lainnya tahun 2016 sudah 100 juta pengguna. hoax yang berarti untuk mengatasi dan berita palsu yaitu memutuskan berita hoax Kemudian kehadiran sosial media berita yang tidak adalah dengan tidak yang bisa mendujelas asal usulnya menyebarkanya,” lang ribuan klik dan tidak jelas pembaca membuat faktanya. Biasa Mulyanti Syas berita hoax makin juga disebut kabar berkembang, karena bohong. Berita hoax bisa menjadi mesin uang. atau palsu tentu bukan Kesukaan orang-orang terkarya jurnalistik karena lapohadap informasi sensasional ikut memran jurnalistik disusun berupa kepinbesarkan berita hoax ini. Tujuan hoax gan-kepingan data. Jadi berita itu fakta, paling banyak mendapatkan uang, kebukan fiksi ataupun opini. Lalu dalam tika klik ribuan, bisa juga menghasut, penyusunan berita atau laporan jurmemecah belah, kepentingan politik. nalistik tersebut harus diverifikasi dan Yuafriza menyampaikan pemerindikonfirmasi lagi kebenarannya. tah harus serius melawan hoax yang Karena seperti yang dikatakan Bill saat ini belum optimal. Sejauh ini kita Kovach adalam sembilan elemen judengar bahwa pemerintah telah berrnalisme, kewajiban jurnalisme itu temu dengan petinggi facebook terkait dalam kebenaran dan disiplin jurnalisini, karena konten berita hoax banyak me itu verifikasi. Berita-berita hoax itu disebar melalui media sosial facebook. biasanya cenderung menghasut, berita Namun kita belum melihat yang lebih yang tidak akurat atau judulnya sensaserius. Sempat ada wacana denda kesional atau provokatif. Namun jangan pada pemilik media sosial yang tidak juga tertipu, banyak juga berita hoax serius memerangi hoax. Namun belum yang yang dibuat-buat seolah benar, jelas seperti apa implementasinya. dilengkapi data-data yang tentunya

Cermati Berita Hoax Yurnaldi menjelaskan antisipasi hoax bagi masyarakat yaitu harus bisa menyikapi datangnya pemberitaan. “Untuk mengantisipasi hal tersebut hoax harus dihindari dengan antisipasi jangan percaya dengan berita yang bersumber pada satu orang, harus mengadakan pengecekan ulang ke situs resmi, serta harus jeli dengan narasumber yang ada di dalam berita,” jelasnya. Mulyanti juga menyebutkan cara mengidentifikasi berita hoax, pertama kita harus melihat sumber media berita tersebut, apakah valid atau tidak. Kedua, lihat sumber tulisan atau pernyataan, kompeten atau tidak narasumber yang ada dalam tulisan tersebut. Ketiga, cari rujukan informasi dari perspektif lain jangan hanya melihat dari satu sumber, supaya pengetahuan kita lebih kaya. Bagi korban hoax bisa melapor ke pihak berwajib atas pencemaran nama baik. Begitupun dengan keberpihakan yang terjadi, saat ini keberpihakkan media sudah nampak, namun jurnalistik tidak boleh memihak. Jurnalistik berpihak pada masyarakat. “Cara bijak lainnya untuk mengatasi dan memutuskan berita hoax adalah dengan tidak menyebarkanya, kita harus cerdas bermedia dan hentikan penyebaran, untuk pembuat berita hoax kita harus kembali pada etika moral dan tanggung jawab pribadi, beritakanlah berita yang lebih positif,” tegasnya. Ketua AJI Padang juga mengatakan untuk media yang masih menyebarkan berita hoax, mari kembali melihat ke UU Pers dan mempedomani kode etik jurnalistik. Dalam kode etik jurnalistik, wartawan indonesia menempuh caracara profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Selalau menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapakan asas praduga tak bersalah. Dayat juga mengatakan cara kita mengantisipasi berita hoax ini adalah dengan banyak membaca, jangan hanya berpatokan kepada satu berita saja. Tapi cara referensi lain agar kita bisa membandingkan berita mana yang tergolong hoax. Siti Sundari, Lisa Fauziah, Putri Diana(Mg), Indah Purnama Sari (Mg)


Pemenang Desain Logo UIN IB Padang

Suarakampus.com-Pemenang lomba desain logo yang diadakan oleh pihak kampus dalam rangka alih status IAIN Imam Bonjol Padang menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang diumumkan pada hari ini, Kamis (20/04). Adapun pemenangnya yaitu, juara I diraih oleh Husnul Yakin berasal dari Jl. Pejaten Barat 2 RT 3/8 No. 60 Pasar Minggu Jakarta Selatan, juara II Nandi Pinto dari Jl. Semeru III Nomor 15 Gunung Pangilun Padang dan juara III Agus Sahputra dari Pogung Dalangan Nomor 25 SIA XVI RT 12/50 Sinduadi, Melati Sleman Yogyakarta. Pemenang sayembara untuk desain logo UIN IB Padang diumumkan setelah melalui beberapa tahap seleksi yaitu

administrasi, keterpenuhan kualifikasi dan rapat pleno pimpinan serta Rapat Senat IAIN IB Padang. Hadiah untuk para pemenang lomba akan langsung dihubungi oleh pihak kampus secara resmi. Data ini diperoleh Suarakampus. com dari Humas UIN IB Padang. Rektor UIN IB Padang Eka Putra Wirman mengungkapkan, logo UIN IB Padang tersebut akan launching pada saat pelaksanaan wisuda ke-77 UIN IB Padang. Kegiatan ini menjadi salah satu dari rangkaian acara wisuda. “Mengenai banyaknya logo yang bersebaran di luar sana, itu bukanlah logo yang sebenarnya, logo yang terpilih belum pernah dipublikasikan,” ungkap Eka saat dihubungi wartawan Suarakampus.com.(SUN)

2017 UIN IB Padang Targetkan 3.200 Mahasiswa Baru Suarakampus.com- Hari kesembilan pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) di UIN Imam Bonjol (IB) Padang telah mencapai 3.310 orang. 3.200 mahasiswa ditargetkan di 2017. Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Perkembangan Lembaga Ikhwan Matondang mengatakan, pendaftaran sudah dibuka sejak 04 Maret sampai 07 April. Hingga saati ini jumlah pendaftar SPAN-PTKIN telah melebihi target penerimaan calon mahasiswa di tahun 2017. “Kita targetkan menerima 3.200 mahasiswa, namun sekarang sudah melebihi dari target,” ungkapnya, Selasa (14/03). Ikhwan menambahkan, mengenai kriteria penerimaan SPAN-PTKIN dilihat dari peringkat akademik siswa dan

akreditasi sekolah juga berpengaruh. “Sekolah berakareditasi A maka diterima sebanyak 75 persen, akreditasi B sebanyak 50 persen, begitu juga C akan diterima sebanyak 25 persen,” tambahnya. Ikhwan melanjutkan bahwa untuk SPAN-PTKIN pendaftar belum bisa memilih jurusan dari Fakultas SAINS dan Sosial Politik karena Surat Keputusan Universitas Islam Negeri belum keluar. “Mungkin baru bisa dipilih pada jalur ujian mandiri,” paparnya. Ikhwan berharap pada 2017 kampus akan menerima mahasiswa berkualitas seiring dengan perbaikan sistem. “Semoga dapat terciptanya suasana yang kondusif dalam proses belajar mengajar,” harapnya. Putri Diana (Mg)

FEBI Tambah Tiga Program Studi Suarakampus.com- Setelah beralaih status IAIN Imam Bonjol (IB) Padang menjadi UIN IB Padang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menambah tiga program studi (Prodi). Prodi tersebut adalah Manajemen Syariah, Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah, Rabu (19/04) Ahmad Wira selaku Dekan FEBI mengatakan, penambahan prodi tersebut sudah diajukan sejak proses peraliahan status IAIN menjadi UIN dan sekarang tinggal menunggu visitasi. “Awalnya ini merupakan borang untuk proses UIN termasuk FEBI, didalamnya kita mengajukan tiga prodi tersebut,” ungkapnya, Rabu (19/04). Wira menambahkan proses awal

adalah mengajukan proposal setelah itu visitasi kemudian dikeluarkan izin prinsip. “Visitasi sudah dilaksanakan 11 Maret lalu,” tambahnya. “Setelah visitasi nanti akan dibawa ke dalam rapat diktis, paling lama menunggu selama satu bulan,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa Jurusan Ekonomi Islam (EKI) yang mempunyai konsentrasi akan dihapuskan, mahasiswa yang sudah mengambil konsentrasi tetap melanjutkan konsentrasi tersebut. “Mahasiswa EKI tahun ajaran 2015 ke atas tetap melanjutkan sedangkan tahun ajaran 2016 tidak ada konsentrasi,” jelasnya. Ganti Putra Wardana


SETANGKAI MAWAR UNTUK RAKA

N

amanya Raka. Seorang remaja yang duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia merupakan lelaki yang berwibawa, tampan dan menarik. Raka adalah salah satu siswa terpandai di sekolahnya. Selain menjadi idola para siswi, Raka tergolong anak pendiam dan cenderung menutup diri. Namun, Raka adalah siswa supel dan ramah. Kesehariannya hanya belajar dan ia merupakan tipe pria labil yang tergolong sulit menyukai lawan jenisnya, apalagi untuk jatuh cinta. Namun, ada satu hal aneh yang tidak diketahui teman-teman di sekolahnya, yakni Raka tidak menyukai “bunga mawar” di kehidupan nya. Seharusnya Raka menyukai bunga mawar, karena keluarganya memiliki sebuah toko bunga yang menjual berbagai macam bunga mawar, dari jenis yang paling mudah ditemukan sampai jenis mawar yang paling sulit di cari. Karena ketidaksukaannya terhadap bunga mawar, Raka tidak pernah mau membantu kedua orangtuanya merawat atau merangkai bunga mawar yang akan dijual. Entah apa sebabnya, ia sendiri tidak mau menjelaskan kenapa ia tidak menyukai bunga mawar. Kedua orangtua Raka pun bingung, kenapa anak semata wayangnya itu tidak menyukai bunga mawar yang indah dan sering dijadikan orang sebagai lambang cinta itu. Padahal kedua orangtuanya berharap Raka lah yang nantinya akan meneruskan usaha mereka karena Raka merupakan anak semata wayang mereka. Pagi itu merupakan pagi yang cerah dimana Raka pergi ke sekolah seperti biasanya. Di sekolah ia merasakan ada sesuatu yang beda. Ketika memasuki kelas, Raka tertegun dan agak sedikit kikuk. Di deretan bangku tempat ia duduk, Raka melihat ada seorang siswi baru yang telah duduk tepat disebelah bangkunya. Siswi baru itu ternyata bernama Rekawarni Mawardi, putri Pak Mawardi, guru kesenian di sekolahnya. Rekawarni merupakan seorang gadis yang feminim, cantik dan lembut. Berbanding terbalik dengan Raka, Rekawarni sangat menyukai bunga mawar. Menurutnya, bunga mawar adalah sebuah bunga yang tiada tandingan keindahannya di dunia ini. Sesuatu yang aneh terjadi pada diri Raka. Ia yang dulunya sangat sulit untuk menyukai seseorang, apalagi jatuh cinta, namun harus berdamai dengan perasaannya sendiri ketika bertemu Rekawarni. Kecantikan dan kelembutan gadis sebayanya itu membuat Raka harus berperang melawan hatinya. Raka luluh pada kecantikan Rekawarni. Untunglah rasa cinta pria labil itu tidak bertepuk sebelah tangan. Rekawarni juga menyukai teman sebangkunya

Wahyuni Lely Augusna

nan gagah dan cerdas itu. Cinta monyet pun tidak terhindarkan. Mengalir dan terjalin begitu saja. Mereka pun resmi menjadi sepasang kekasih. Ahh..indahnya cinta monyet masa SMA, bisik Raka dalam hati. Biasanya, pasangan kekasih cenderung mempunyai banyak kesamaan dan kesukaan terhadap beberapa hal. Berbeda dengan sepasang sejoli yang satu ini. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras. Rekawarni sangat menyukai bunga mawar, sementara Raka sangat membenci bunga mawar. Meski begitu Raka rela berkorban demi kekasihnya itu, sedikit demi sedikit ia mulai belajar untuk menyukai bunga mawar agar membuat Rekawarni senang dan tersenyum. Di rumah pun ia mengalami perubahan sikap, dimana ia yang dulu tidak mau membantu kedua orangtuanya merawat atau merangkai bunga mawar, perlahan sudh mulai membantu, bahkan ia melakukannya tanpa di suruh oleh orangtuanya. Kedua orangtua Raka pun bingung, kenapa sikap Raka mulai berubah? Tetapi mereka bersyukur, karena perubahan itu akan membuat usaha toko mawar milik mereka akan dilanjutkan dan dikembangkan lagi oleh putera mereka sendiri. Raka mulai membantu kedua orangtuanya merawat dan merangkai bunga mawar yang akan dijual, dengan upah setiap harinya setangkai bunga mawar yang nanti akan ia berikan kepada kekasih hatinya. Raka mau berbuat apa saja demi Rekawarni. Tanpa ia sadari, Raka melakukan rutinitas barunya itu dengan senang tanpa paksaan. Ia dengan rajin merangkai dan merawat aneka mawar setiap pulang sekolah. Karena sudah tiap hari mengurus bunga mawar, tanpa ia sadari Raka mulai terbiasa dengan bunga berduri itu dan mulai menyukainya. Pagi itu seperti biasanya, Raka berangkat ke sekolah dengan membawa beberapa buku pelajaran dan setangkai bunga mawar yang masih segar. Sambil tersenyum bahagia, Raka memberikan bunga mawar itu pada Rekawarni dan berkata: “Rekawarni..pagi ini pagi yang indah karena melihat senyum mu, ditambah lagi dengan keceriaan wajah mu menerima mawar pemberian ku ini. Kau tak ubahnya seperti bidadari yang di turunkan Tuhan kepada ku..” . Raka mengakhiri ucapannya sambil tersenyum manis dan mengedipkan mata kanannya menggoda Rekawarni. Rekawarni tertawa kecil sambil mengambil mawar yang diberikan Raka kepadanya. “Makasih ya Raka… untuk setangkai

mawar yang selalu kau berikan pada ku setiap pagi. Mawar merah yang indah, segar dan harum…” sembari ia mencium mawar merah itu. Rona bahagia pun terpancar dari wajah keduanya. Setangkai mawar yang dulu sangat di benci Raka, telah mempertemukannya dengan gadis pujaannya dan keharuman mawar menyatukan hati keduanya sejak pandangan pertama. Suatu pagi, seperti biasanya ayah Raka pergi membeli bibit bunga mawar ke kota. Namun naas, di perjalanan Ayah Raka mengalami kecelakaan, peristiwa itu merenggut nyawa sang Ayah. Raka dan ibunya sangat terkejut ketika mendengar kabar itu dari salah seorang kerabat Raka yang tinggal di kota. Raka menangis tersedu. Pipinya dibasahi air mata yang mengalir deras. Ibunya menjerit histeris dan memilukan. Ibu dan anak itu saling berpelukan dalam tangis pilu yang menyayat hati. Sosok ayah yang sangat ia sayangi telah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Semenjak kepergian Ayahnya, Raka yang sebelumnya telah menjadi pria ceria dan bersemangat, kini kembali menjadi pribadi yang kalem dan tertutup. Ia lebih suka duduk menyendiri sembari menatap jauh. Sesekali air mata mengalir bak anak sungai di pipinya. Toko bunganya pun mulai sepi pembeli. Langganan mereka lebih menyukai pelayanan ayahnya yang lembut dan ramah dibandingkan dengan ibunya yang belakangan lebih sensitif. Semenjak itu perekonomian keluarga Raka mulai merosot. Raka lebih sering menyendiri mengenang kepergian Ayahnya. Ia melupakan dunia sekitarnya. Ia lupa akan sekolah, lupa akan cita-citanya, bahkan ia lupa pada Rekawarni. Raka mulai berputus asa. Ia berfikir untuk berhenti sekolah dan ingin mencari kerja demi membantu memenuhi biaya kehidupan ia dan ibunya. Mendengar kabar ini Rekawarni pun mendatangi rumah Raka, ia sangat sedih melihat pujaan hatinya begitu kurus, pucat dan terlihat kurang tidur. Wajahnya tak lagi tampan dan bersemangat, Rambutnya terlihat acakacakan. Matanya sayu, dengan tatapan kosong dan menerawang. Raka memandang sayu pada Rekawarni yang tau-tau sudah berdiri di pintu masuk rumahnya dengan setangkai mawar merah segar ditangannya sambil menatap Raka hampir menangis. Rekawarni duduk disamping Raka yang seperti tidak peduli dengan kedatangannya. Setelah menarik nafas dalam-dalam, Rekawarni mulai bicara. Perlahan,

lembut dan menyentuh ia memberikan saran, dukungan dan motivasi, ia memohon agar Raka tidak berhenti sekolah dan tetap melanjutkan usaha toko bunga mawar yang telah lama dirintis oleh keluarganya, Bahkan ia menawarkan untuk membantu Raka kembali membuka toko bunga dan mengembangkan usaha mawar milik keluarganya itu. Rekawarni yang akan menemani Raka dan ibunya melayani pembeli di toko mereka yang mulai sepi. Raka tertegun, ia tidak menyangka akan mendapat dukungan besar dari kekasihnya. Raka menatap Rekawarni dengan penuh haru. Matanya kembali berkacakaca, tetapi bukan lagi tangis putus asa dan sedih. Ia merasakan kekuatan baru. Perlahan Raka tersenyum kecil, menatap sendu pada kekasih hatinya. Rekawarni tersenyum melihat Raka yang mulai berbinar. Sembari menghapus air matanya, Rekawarni menganggukkan kepalanya seakan meyakinkan Raka bahwa ia serius dengan perkataannya. Rekawarni memegang lengan Raka dan memberikan setangkai mawar yang sejak tadi dipegangnya. Raka pun mengangguk. Ia memandang haru bunga mawar yang diberikan Rekawarni. Air matanya kembali menetes, ingat Ayahnya yang begitu gigih dan telaten membangun dan merintis usaha kecil mereka. Ayahnya yang selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh memulai usaha bunga mawar tersebut sehingga cukup dikenal di kota tempat tinggal mereka. Ayahnya yang senantiasa merawat dan menyiram bunga-bunga mawar itu setiap pagi dengan hati tulus dan ikhlas. Ayahnya yang selalu bersemangat mengajari agar Raka mau mengenal bunga mawar dan ikut membantu mengembangkan usaha tersebut. Kini semua tinggal kenangan yang selalu membayang dipelupuk mata Raka. Raka menyadari, kini semua beban terletak di bahunya. Dan Rekawarni yang membuatnya tersadar. Sambil menarik nafas panjang, Raka mengulurkan tangannya mengambil mawar yang diberikan Rekawarni. Sambil berbisik serak Raka berkata“makasih ya Raka..” Kini toko mawar keluarga Raka kembali ramai dikunjungi pencinta bunga mawar. Usaha Rekawarni pun tidak sia-sia. Raka sudah kembali ceria seperti biasa, ia telah mengikhlaskan kepergian ayah tercintanya. Perekonomian keluarganya yang sempat merosot dan terpuruk, kini mulai membaik. Raka pun kembali sekolah seperti biasanya, ia makin semangat karena setiap pagi sudah ditunggu Rekawarni di depan toko sambil tersenyum dan melambai sambil berkata: “Yuk..Raka, nanti telat lho..”

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Imam Bonjol Padang.


Terima Kasih Suara Kampus

S

etiap ada kesempatan ke kampus, biasanya saya usahakan untuk dapat mampir ke Kantor Redaksi Suara Kampus dan Sekre Mapala Alpichanameru (selagi masih bertugas dan setelah pensiun saya masih dipercaya sebagai pembina). Adapun Suara Kampus, adalah media yang saya rindukan setiap waktu. Suara Kampus, alhamdulillah sempat saya saksikan lahirnya tahun 1978 yang lalu dalam bentuk media kampus “Shoutul Jami’ah”, berbahasa Arab, dengan Penanggung Jawab buya H. Nashruddin Thaha (Alm). Hanya saja, fisik perdana media berbahasa Arab ini, sayangnya tidak pernah saya temukan lagi. Maklum saja, salah satu kelemahan kita adalah memelihara dokumen dan kearsipan. Penyebabnya, macam-macam, kantor sering pindah ataupun gempa yang setiap sebentar. Akan tetapi, gempa 30 September 2009, meluluh lantakkan fisik kampus, termasuk arsip, dokumen, laporan penelitian, skripsi, tesis, karya tulis dosen, buku perpustakaan, perkantoran, meja, kursi, almari dan lainnya. Media ini kemudian mengalami peralihan dan perubahan bentuk sesuai dengan kondisi saat itu. Perubahan yang paling mengesankan adalah terbitan majalah. Terbitan majalah perdana diluncurkan dalam rangka 36 tahun (1978-2014). Majalah perdana ini mengingatkan peran tokoh bersejarah Drs. Azhari (1923-1996), “Mencatat Sejarah Sang Pendiri”. Sejarah Sang Pendiri ini diungkap melalui judul IAIN Imam Bonjol (IB) Darinya. Sketsa Azhari didampingi kalimat “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai orang-orang berjasa besar”. Luar biasa! 23 dari 34 halaman, penuh uraian tentang Drs. Azhari. Sebuah sajian akademik populer, yang membangkitkan kesadaran kesejarahan terhadap liku kehidupan dan perjuangan pendiri IAIN IB di awal awal tahun 1960an. Azhari, adalah

Raichul Amar

sosok yang perlu diketahui, diingat dan dihargai dalam relung hati, pikiran, dan kesa-

daran setiap warga kampus. IAIN IB yang sudah berusia 50 tahun yang sudah berubah status menjadi UIN IB. Bapak Azhari yang sudah tidak bersama kami lagi, perubahan status ini merupakan mata rantai dari tetes keringat jerih payahmu, semoga dinilai dan diterima sebagai ibadah oleh Allah, Amin. Terima kasih Pak Azhari. Terima kasih anak anakku di Suara Kampus. Anak anakku telah mengingatkan kesadaran kesejarahan pimpinan dan warga kampus yang akademik, sehingga kita harus berupaya melawan lupa, yang menyebabkan mungkin belum begitu mengetahui sosok yang memang sangat berperan terhadap keberadaan UIN IB. Anak anakku tercinta telah mendahului kami, dengan menorehkan kisah dan dokumentasi beberapa pendiri dan sesepuh melalui majalah Suara Kampus. Anda juga telah mengingatkan kami terhadap hilangnya Rektor kedua H. Baharuddin Syarif, M.A, yang merupakan satu satunya rektor pejuang yang mempunyai masa tugas reguler terpendek, dalam judul “Rektor yang Hilang” majalah edisi kedua (2015), 50 halaman. Edisi ketiga (2016) “Menjemput Lupa, 30 halaman, telah mengingatkan kami bahwa almarhumah Ibunda H. Rahima Ahmad, MA, adalah dosen seniman kampus yang menghasilkan karya berupa Mars

IAIN IB Padang, dan Hymne IAIN IB Padang. Rahima juga seorang pelatih paduan suara IAIN IB, yang juga berjuang keras sehingga keduanya selalu dilantunkan pada setiap seremoni wisuda dan dies. Jerih payah anda yang sudah menerbitkan tiga majalah dalam bentuk lux, ini adalah karya yang sangat luar biasa. Saya mohon maaf, andai kata pada beberapa tahapan dari kegiatan penerbitan itu, saya kadang kadang sempat turut mendampingi, memberikan masukan, bahan seperlunya, baik diminta atau tidak. Saya sangat mengagumi dan menghargai sekali hasil karya majalah anda itu. Dan saya pun bermimpi, secara kelembagaan Suara Kampus patut dihargai. Media ini menyadarkan kesejarahan kita. Selanjutnya, saat mengerjakan tulisan ini, saya pikirkan sampai dimana tabloid dan majalah Suara Kampus. Saya menghayati jerih payah para awak Suara Kampus, sering batanggang. Luar biasa! Saya mengagumi karya anda semua sehingga berhasil menerbitkan majalah. Jangan jangan, koran yang telah anda bagi bagikan kesetiap unit kerja/perorangan di kampus, atau majalah yang diedarkan secara terbatas, disimpan, terletak di atas meja dan di kantor warga kampus yang anda bagikan. Untuk dapat mengetahui lebih jauh, kedepannya awak kampus perlu melakukan sebuah kegiatan evaluasi pembaca, yang setahu saya ini belum pernah dilakukan secara maksimal dan sampling. Alhamdulillah, Drs. Azhari, tokoh pertama yang anda angkat dalam majalah edisi pertama telah diberi penghargaan oleh rektor berupa Anugerah Al Jami’ah Utama pada upacara Akademik Rapat Senat dalam rangka Dies Emas IAIN IB 29 November 2016. Terima kasih rektor, ini juga pernah dilakukan oleh pimpinan sebelum anda, melalui Dies Natalis ke 10 (1976), dan Dies Natalis ke 25 (1991).

ADA DEBAR YANG MENJANTUNG PADA PUISI Jika namaku tak lagi menggetarkan jiwamu Barangkali telah kau langitkan harap di ruang hati yang lain Gerimis yang kukirim tak menyentuh kemaraumu Sa’at aku masih berusaha membumikan ingin Padamu cinta adalah cahaya baru penerang pengembaraan Padaku mimpi mengabu dibakar kenangan Disini, tanggul-tanggul hujan aku dirikan tanpa harapan Membeku di labirin puisi yang dingin Luka-luka terjerat jala waktu Barangkali, tanganku tak lagi mahir menidurkan badai yang meriak di pusaran rindu Dengan lupa seperti apa dapat kusembunyikan puing senyummu? Dengan luka setajam apa dapat kusayati bayang keanggunanmu? Untuk segala tanya dan ragu yang tak memiliki titik temu Aku menunggu, maut merenggutmu dari debarku UIN Imam Bonjol, 03-03-2017

AKU TELAH BERHENTI DI PESISIR WAKTU Aku telah berhenti di pesisir waktu Melupakan alur lautmu yang rumit dengan lika-liku badai bersikukuh meminang hujan di mataku Bercucuran apa saja termasuk debar yang kutata Kau memberiku karam paling dalam Tenggelam bersama hati yang dikhianati rasa Di ruang luka yang kuhuni bayangmu mengasuh kata-kata Hilangmu akan menjadi judul di lembar-lembar tabah ku aku telah berhenti di pesisir waktu mengemasi sisa-sisa rindu yang dulu kutitip pada semesta meski di dadaku mengapung sampan harap yang rapuh namun masih bisa kularungkan selembar senyum yg utuh Payakumbuh, 21-02-2017

SISA Ada yang bewarna luka di kota ini tangis yang larut di derasnya hujan kah? Atau langit telah lupa cara melukis pelangi Bila do’a-do’a tak mampu meretas kepergian kuhidupkan kau dalam kenang yang kubangkitkan dari himpitan peristiwa dari penjuru tabah kularungkan angan Menuju ujung singgah penantian Ada yang bewarna luka di kota ini Bekas perpisahan kita yang ditebas jarak kah? Atau sisa rinduku yang mencampuri derasnya hujan Ke bentangan langit mana lagi kau mesti kupelangikan? sedang cahaya yang kumiliki bersisa setipis nadi Padang, 06-03-2017


MEGA JAHAT DAN SESAT

H

eadlines Harian Padang Eskpres, Jum’at, 10 Maret 2017 di bawah judul Nama besar yang diduga nikmati uang panas E-KTP dengan disertai memajang 14 orang foto diri mantan pejabat, anggota DPR RI yang sudah mantan ada juga masih aktif disebut namanya dalam tuntutan jaksa penuntut umum sidang pertama mega skandal korupsi E-KTP, ditambah lagi mengikuti pembahasan dialog pada TV swasta Nasional dengan orang yang namanya disebut dala m kasus E-KTP ini, menjadikan penulis membatin sendiri, sehingga memunculkan pertanyaan, apakah memang di negeri ini sudah menjadi mega (amat sangat besar) kejahatan dan kesesatan? Pikiran awam publik rasanya sulit memahami mengapa kejahatan dan kesesatan besar begitu kuat mengema dua tahun terakhir ini? Coba ingat kembali, belum selesai kasus penistaan agama oleh pejabat negara, yang akhirnya mengerus energi bangsa, kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) orang yang terhormat pejabat negara, Ketua DPD dan Hakim Konstitusi, sebelumnya ada kasus Hambalang, melibat Mentri dan Ketua Partai, lebih heboh lagi kasus “Papa Minta Saham” soal izin mega tambang Freeport, tunggakan kasus Century yang tak kedengaran nasibnya, kini heboh, gaduh pula dengan korupsi berjamaah E-KTP, banyak lagi kasus besar yang melibatkan Gubernur, Bupati, Walikota dan sederetan pejabat dan wakil rakyat, itu semua adalah dimuat di media cetak, elektronik, media sosial dan menjadi konsumsi publik dalam semua lapisan dengan segala komentar dan pandangannya. Apapun keadaannya, negara ini tentu harus berjalan, sepertinya hidup juga tak boleh berhenti. Setiap anak bangsa dapat memberikan arti dan makna sesuai dilingkar mana ia berada. Jelas sekali dipertonton di meda elektronik mereka yang namanya disebut dengan enteng dan biasa saja menjawab pertanyaan pewawancara bahwa ia bersih dan tak sepeserpun menerima uang dari kasus itu. Ada pula yang sambil senyum simpul, merasa tidak berdosa saja, padahal namanya menjadi juru penentu, pengatur siasat untuk memuluskan anggaran antara eksekutif dengan legislatif. Pikiran sehat publik menjadi sakit saat melihat raut wajah, mimik muka dan tampilan diri mereka yang selama ini dianggap orang baik dan terhormat, lalu kini memakai baju oranye – baju khusus tahanan KPK – berjalan dengan santai dan cendrung merasa diri benar. Apakah ini kejahatan dan kesesatan?. Bisa jadi memang, jahat dan

Duski Samad Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

sesat sudah berkalaborasi mendustai dan menciderai tujuh keturunan anak bangsa ini.

Jejak Sejarah Sesat dan Jahat

Dalam kitab suci umat Islam, al-Qur’anul Karim, dimuat kisah dan sejarah umat masa lalu. Muhammad Syalthut ulama Mesir menyebut dalam kitabnya Al-Islam ‘Aqidah Wa Syariah bahwa lebih dari separuh pembelajaran yang diberikan kitab suci agama langit itu melalui kisah. Kisah umat dan pemimpin masa lalu menjadi bahan ajar yang mestinya lebih efektif dan mudah diterima, karena kejadian itu sudah berlangsung dengan segala akibat dan bahaya yang mengikutinya. Mengajari manusia melalui sejarah harusnya lebih kuat pengaruhnya dibanding mengajarkan norma dan ajaran. Pesan dan makna sejarah yang harus dimengerti bahwa hancurnya bangsa lalu adalah ulah pemimpinnya yang jahat dan sesat. Berkenaan dengan sejarah bangsa yang dikenal jahat dan sesat yang berkali-kali diulang dalam al-Qur’an adalah kaum Bani Israil, Yahudi. Sejarah kejahatan dan kesesatan bangsa Israel Yahudi di bawah pimpinan Raja Fir’aun telah menjadi lambang kejahatan dan kesesatan di dunia. Bangsa tiran, diktator, penjajah, dan koruptor dalam buku sejarah disejajarkan dengan sebut kaum Fir’aun dan bangsa Yahudi. Berita besar yang di bawa oleh kasus besar, mega skandal dan sejenisnya adalah semakna dengan mega sesat yang menghinggapi sendi dasar kehidupan bangsa. Sejarah menyebut bahwa Fir’aun adalah salah satu sumber kejahatan dan kesesatan mega. Seperti yg dimaksudkan Allah SWT artinya...“Pergilah kepada Fir’aun; dia benar-benar telah melampaui batas.”(QS. Thaha: Ayat 24). Kegaduhan mega korupsi atau skandal korupsi E-KTP triliunan yg melibatkan orang penting dan “yg terhormat” adalah bentuk nyata mega sesat itu. Mencermati ke-

jadian tersebut dapat dilihat sebagai sumber malapetaka kejahatan. Ada tiga pandangan hidup dan prilaku menyimpang yang menjadi pangkal dan sumber hadirnya kejahatan dan kesesatan baik kecil, menengah dan apalagi mega.

Pertama: Prilaku Thagha. (kelewat batas). Pemimpin sikap dan keputusan amat menentukan dlm mencapai tujuan kolektif bangsa. Firaun Raja Mesir disebut alqur’an sebagai sosok pemimpin thagha artinya kelewat batas. Artinya aturan adalah apa maunya bukan konsensus bersama. Sebutan Thagha dilekatkan karena kejahatan keputusannya dicatat sejarah kejam dan tidak manusiawi. Kejahatan membunuh massal anak laki-laki. Menolak kebenaran ilahi yg disampaikan Nabi Musa. Memerintah dan atau menghancurkan tatanan nilai melalui Samiry yg membuat Tuhan tandingan. Kelewat batas, tirani, arogan dan diktator rezim Fir’aun kini sudah menjadi simbol terhadap penguasa yang menjalankan kekuasaan melawan hukum dan mengabaikan suara rakyat. Gaduh, kisruh dan heboh yg menyita energi bangsa sehingga terlambat untuk maju, itu lebih disebabkan masih kuatnya dominasi Fira’un kecil di pucuk kekuasaan dan lapis pedukung. Lihat saja kasus korupsi yang dalam BAP nya menyebut puluhan orang orang yg kelihatan dimuka baik dan terhormat, dibelakang tak jauh beda dengan stategi yang dikenal jahat dan sesat Fir’un. Kedua : Dhalla (Sesat/mafia hukum) Jenis penyebab kejahatan dan kesesatan yang tak kalah bahayanya adalah kesesatan yang dilakukan aparat hukum, sebutan mafia hukum, jual beli hukum dan prilaku tidak menghormati hukum. Sebutan dhalla yang tertera dalam kitab suci adalah semakna dengan kejahatan dan kesesatan yang diatur, diskenariokan

oleh pihak yang memegang hukum, pembuat hukum, penegak hukum dan bentuk mencari celah hukum dan melawan hukum. Hukum yg disusun untuk melindungi hak masyarakat diterabas, diselewengkan untuk memperkaya diri dan atau korporasi. Kejahatan dhala adalah kesengajaan untuk merusak masyarakat. Korupsi, komisi dan apapun bentuk kejahatan yang melawan hukum bukan karena bodoh tapi lebih karena sesat. Sesat pola pikir, gaya hidup, dan tentu pula karena sesat sistim yang mengharuskan mereka menjadi orang jahat dan sesat. Sesat dan jahat yang berkalaborasi adalah ancaman serius yang akan memundurkan bangsa ini jauh kebelakang. Jahat dan sesat adalah virus mematikan peradaban bangsa.

Ketiga: Ghawa (motif dan niat jahat). Sumber kejahatan dan kesesatan yang sangat halus, dan berbahaya adalah niat dan motif. Kejahatan dan kesesatan sekecil apapun, apalagi kejahatan super besar atau mega pastilah dimulai dari niat jahat yang direncanakan. Lihat saja skandal EKTP yang melibatkan puluhan birokrat dan politisi, jalan ceritanya berliku, penuh intrik, politik dan bisik-bisik manusia ghawa. Ghawa diartikan juga keliru niat, motif dan itikad mengemuka adalah sumber malapetaka jika ia bersarang dipikiran dan hati mereka yang punya kewenangan besar dan luas cakupannya. Contoh nyata tipe makhluk ghawa, dapat ditemukan pada sosok terpidana Nazaruddin dalam kasus mega. Ketika ia menjadi pembuka kotak pandora “menyanyikan” nama gerombolan koruptor mega proyek Hambalang, E-KTP dan seterusnya. Orang awam semangkin bingung mendengar kata dan nama-nama yang disebut pewarta disebut berulang kali dalam skandal mega proyek, misalnya dalam kasus “papa minta saham” kasus Freeport, kata sebagai pengatur strategi anggota DPR RI untuk meloloskan proyek E-KTP. Sebutan orang kuat yang selalu lepas dalam jejaring korupsi mega proyek. Orang biasa akan terus geleng-geleng kepala tanda tidak habis pikir pernyataan Mentri Polhukam Wiranto bahwa akan ada “bom” lebih besar melebihi E-KTP. Begitu buruk, jahat dan endemiknya korupsi yang diinisiasi oleh orang terhormat dengan fasilitas uang rakyat, seperti pejabat, legislatif, penguasa dan semua pihak yang terlibat? Nauzubillahi minzalik.


Perjalanan Cinta si Jilbab Traveller

Judul Novel Penulis Penerbit Tahun Terbit Cetakan Ke Resensiator

R

: : : : : :

Love Sparks in Korea Asma Nadia Asma Nadia Publishing House Mei 2016 Enam Belas Ayu Prima Julita

ania Timur Samudra, jilbab traveler yang juga seorang penulis dengan karya- karya luar biasanya sehingga bisa menerbangkannya ke berbagai negara dan kotakota yang sebelumnya hanya menjadi impian semata. Rania yang sejak kecil

penyakitan sehingga ketika duduk dibangku kuliah terpaksa harus menghentikan kuliahnya karena penyakit yang diderita. Akan tetapi hal itu tidak membuat semangat Rania patah untuk terus berusaha mewujudkan mimpinya untuk mengunjungi berbagai negara

dan kota-kota. Berbekal bakat menulis yang luar biasa yang dimilikinya, kesempatan itu akhirnya terbuka. Rania tumbuh menjadi penulis yang diundang di berbagai forum-forum kepenulisan internasional. Hingga pada suatu waktu ia diundang ke negeri Ginseng Korea, sebelum keberangkatan ke korea ia travelling ke Kathmandu, Nepal. Disana ia dipertemukan takdir dengan seorang fotografer asal Korea, berawal dari insiden pencopetan tas ransel milik Rania. Hyun Geun yang menolongnya sehingga tas ransel tersebut bisa kembali kepadanya. Pria berwajah asia dengan penampilan acak-acakan, rambut sebahu yang diikat, kumis dan jenggot yang berantakan, serta pakaian yang terkesan santai dan cuek. Pertemuan dan kebaikan Hyun Geun membuat cinta bersemi di hati Rania. Novel ini mempunyai alur flashback, membaca novel ini membuat kita seakan-akan menjadi tokoh utama. Dengan bahasa yang cukup komunikatif dan diselipi berbagai nasihat yang tidak menggurui membuat novel ini menjadi enak untuk dibaca. Asma Nadia memberikan hikmah didalam novel ini bahwa dengan berhijab tidak akan menghalangi seorang wanita untuk meraih mimpi-mimpinya. Novel ini tidak hanya menyuguhkan soal percin-

taan, akan tetapi juga tentang keluarga, pencarian jati diri, usaha meraih mimpi dan cerita tentang traveling. Gaya kepenulisan khas Asma Nadia yang sangat kuat dengan karakter islaminya, membuat siapapun yang membacanya akan tau bagaimana Islam yang sebenarnya. Menyelami kata demi kata yang disuguhkan Asma Nadia, membuat kita akan semakin penasaran dengan jalan cerita novel ini. Kekurangan novel ini adalah kalimat yang terkadang terlalu panjang sehingga membuat pembaca agak kesulitan untuk memahami, selain itu adanya iklan produk kosmetik dan pakaian di tengah jalan cerita membuat sedikit terganggu ketika membacanya. Akan tetapi dibalik kekurangan tersebut, novel ini sangat layak dan bagus untuk dibaca terutama bagi remaja yang memang sedang dalam masa- masa mencari jati diri, nasihat dan hikmah dari novel ini akan membuat kita paham bagaimana menata cinta dan perasaan yang sebenarnya sehingga tidak membuat kita terjebak dalam cinta yang salah, Bahwa walaupun wanita, berjilbab, muda, berasal dari keluarga miskin, tidak akan menghalangi untuk menjadi apapun yang kita mau. Berjilbab tidak menjadikan wanita terkekang atau tidak bebas melakukan hal yang besar.

Salah Paham, Paham Salah Tambo Minangkabau

S

etiap orang Minangkabau pasti pernah mendengar nama tambo. Walaupun, tidak semua orang pernah memahami, membaca dan mengutip isinya. Juga ada yang hanya mengenal namanya saja, karena sering diperdengarkan oleh keluarga, temanteman dan sanak saudara. Bagi orang-orang yang ingin tahu apa itu tambo? Apa isinya? Buku ini akan memberikan penjelasan yang sangat menarik dan mendalam, karena dibahas melalui sudut pandang permasalahan yang dihadapi oleh tambo dewasa ini, sehingga perceritaan tentang sejarah dan perkembangan tambo juga ikut dibahas di sini. Dari sejarah dan perkembangan tersebut, akan terlihat berbagai kekeliruan yang diakibatkan tindakan dan perlakuan terhadap tambo. Tindakan dan perlakuan seperti tradisi penulisan tambo berupa transkripsi dalam bentuk bahasa melayu tinggi yang seharusnya adalah tradisi tuturan lisan merupakan salah satu permasalahan yang dipaparkan oleh Sheiful Yazan. “Telah terjadi kesalahan pemahaman secara berjamaah, terutama di masyarakat akademis. Kesalahan yang

berawal dari sikap ambigu tentang sastra lisan, kemudian berpindah begitu saja menganggap Tambo Minangkabau adalah berbentuk naskah. Naskah yang semula adalah transkripsi dari tuturan lisan,”(Hal. 8). Selain hal di atas, juga akan dipaparkan sepuluh butir kesalahan pemahaman lainnya terhadap dimensi dan eksistensi tambo. Kesalahan-kesalahan itu akan dibahas secara detil dengan penggunaan bahasa yang mudah untuk dipahami. Perlawanan Sheful Yazan terhadap para pemfitnah Tambo Minangkabau melalui buku ini sangat berani. “Terjadilah rangkaian pemahaman dan tafsiran, termasuk tafsiran konyol yang kemudian menjatuhkan vonis bahwa Tambo Minangkabau adalah rimba fiksi yang berisi 98% khayalan absurd dan hanya 2% sejarah. Lebih konyol lagi, setelah diakui hanya berisi 2% data sejarah, masih saja tetap dirujuk sebagai sumber sejarah,” (hlm. vii). Dengan membaca buku ini, pengetahuan tentang tambo, sejarah dan perkembangan tambo, kesalahan pemahaman tambo pada saat ini, serangkai kita pahami. Buku ini merupakan hasil

Judul Buku Penerbit Penulis Jumlah Halaman Resensiator Cetakan Ke

: MenggugatPemahaman Tambo Minangkabau : CV. Rumahkayu Pustaka Utama : Dr. Sheiful Yazan, M.Si. : x+81 halaman : Fadhil Anriva Maulana : Dua

pencarian belasan tahun yang dilanjutkan secara intens melalui penelitian, sehingga keabsahan buku ini sangat tinggi. Jika diukur dari ketebalan buku, buku ini termasuk buku yang tipis. Hanya dengan beberapa helai hala-

mannya, kita bisa mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap Tambo Minangkabau. “Mudah-mudahan buku kecil ini membawa pembaca untuk mengenali kembali secara utuh Tambo Minangkabau dari sumber mata air aslinya,”


B

Travelling Obat Bosan yang Efektif

erbicara tentang travelling sekarang menjadi tidak asing lagi. Banyak kalangan muda-mudi hingga tua menjadikan travelling sebagai kebiasaan. Hampir tiap minggu atau mungkin setiap hari ada yang melakukan travelling sehingga sudah menjadi hobi banyak orang. Karena mereka ingin bertatap langsung dengan dunia alam. Travelling sekarang sudah menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran, melepaskan kejenuhan dari kesibukan kegiatan keseharian. Travelling juga di gabung dari berbagai perspektif pendukung. Salah seorang Pakar Psikologi UIN Imam Bonjol Padang Mardenny mengatakan, travelling memiliki banyak manfaat dan juga efek samping. Banyak remaja yang menyukai travelling, karena memang sudah menjadi tren tersendiri. Sehingga sudah menjadi hal yang biasa di zaman dahulu sampai sekarang. Pada dasarnya manusia dalam kehidupan memiliki rutinitas yang dijalaninya setiap hari seperti sekolah, bekerja dan kesibukan lainnya. Dalam menjalani rutinitasnya tentu ada rasa jenuh baik kadar yang sedikit ataupun dalam kadar yang cukup besar. Sehingga travelling yang akan menjadi alternatif untuk menghilangkan kepenatan rutinitas tersebut. Hal-hal baru yang didapat (jauh dari rutinitas), sedikit banyaknya akan menyegarkan pikiran, perasaan dan rasa jenuh selama menjalani aktivitas kesehariannya. “Di sisi lain juga akan menjadi pengobat kebosanan yang efektif,” ungkap Mardenny. Menurut Mardenny, travelling memiliki pengaruh yang cukup besar pada remaja meskipun belum diteliti secara pasti. Apabila seorang remaja melakukan travelling, sebagian besar tujuannya yaitu refreshing, tujuan pertamanya untuk mendapatkan pikiran yang segar. Jikalau remaja bisa mengkondisikan situasinya sebaik mungkin, maka pengalaman dan wawasan baru akan didapatkan serta akan bermanfaat dalam menjalani keseharian nantinya. Bisa kita lihat, terdapat perbedaan yang cukup signifikan terhadap remaja yang

Bahagia | Tiga Orang meluapkan kegembiraan ketika travelling jelajah alam melakukan travelling dengan yang tidak. Hal tersebut bisa dilihat dari kesehariannya, wawasan dan semangatnya. “Sehingga beraktivitas akan lebih baik lagi, jika tidak melakukan travelling bisa menimbulkan hal yang buruk,” papar Dosen Fakultas Ushuluddin ini. Saat ini travelling tidak hanya menjadi tempat untuk menghilangkan kepenatan yang ada, bahkan dapat menjadi gaya hidup khususnya di kalangan remaja. Salah seorang Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam bonjol Padang Elyusra Ulfa menjelaskan, kegiatan travelling merupakan kegiatan yang cukup bagus untuk mengisi waktu luang, untuk menyegarkan pikiran. “Karena kalau di lihat dari fenomenanya, sudah menjadi tuntutan pada remaja sekarang,” ujarnya. Pada tahap perkembanganya wajar saja remaja melakukan sesuatu hal seperti travelling, karena masih dalam fase pencarian jati diri, berusaha mengaktualisasikan diri, menggali potensi dan banyak melakukan hal-hal yang baru. “Apalagi beberapa diantaranya melakukan hal yang ekstrim, seperti mendaki gunung yang perjalanan cukup menantang dan tidak mudah, sehingga didukung dengan rasa ingin tahu yang tinggi,” ungkap Elyusra. Melakukan travelling dapat menyegarkan pikiran, melepaskan kejenuhan agar dapat kembali menjalani ruti-

nitas keseharian dengan baik. Akan tetapi di sisi sebaliknya, travelling tidak selalu membawa dampak yang baik, travelling juga bisa meningkatkan keharmonisan hubungan, travelling tidak hanya menjadi agenda pribadi saja, namun bisa dengan teman, tim, juga agenda suatu lembaga atau organisasi. “Dengan melakukan travelling dapat diambil manfaat yang baik dan usahakan agar menghindari halhal buruk,” jelasnya. Ketua Jurusan Psikologi UIN Imam Bonjol Padang Murisal memaparkan, travelling yang di lakukan remaja saat ini memiliki dampak tersendiri, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya. Begitupun dampak positif dan negatifnya. “Semua itu bergantung kepada niat dan tujuan awal dalam melakukan travelling, karena bisa berpengaruh bagi dirinya sendiri,” jelasnya. Umumnya, remaja yang melakukan travelling bertujuan untuk mendapatkan kepuasan batin serta kesenangan tersendiri. Juga untuk menghabiskan waktu diselasela aktivitas hariannya, baginya berguna untuk pelepasan stres selama menjalani aktivitas. Contohnya, mahasiswa yang menjalani perkuliahan tentu saja mendapatkan beberapa masalah. Nah, dengan travelling mahasiswa dapat melepaskan beban-bebannya tersebut, seperti tugas yang menumpuk, kesal dengan

dosen dan sebagainya. Di sisi lain travelling bisa menjadi sarana pelepas stres bagi remaja tersebut dan tentunya akan mendapat kepuasan tersendiri. Dengan hal tersebut, jika stres memang berhasil dihilangkan tentunya akan lebih bahagia dan menyenangkan dalam melakukan aktivitas kesehariannya. “Travelling sebenarnya memang butuh, dalam rangka refreshing. Bisa kita lihat ada perusahaan yang justru menyediakan waktu khusus untuk melakukan travelling, bahkan dibiayai oleh perusahaan itu. Sembari mengerjakan tugas-tugas kantor dengan suasana berbeda, demi meningkatkan kinerja karyawan-karyawannya” papar Murisal. “Saya pribadi memang menyukai travelling minimal sebulan satu kali bersama keluarga. Paling tidak pulang ke kampung halaman. Saya lebih menyukai daerah pegunungan karena saya berasal dari daerah seperti itu dan kurang menyukai daerah pantai dikarekan cuacanya yang cukup panas. Dan tentu saja tujuan travelling saya untuk refreshing di sela-sela kesibukan,” jelasnya. Menurut paparan Mardenny, travelling memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dari segi positif, melakukan travelling dapat menyegarkan pikiran, perasaan dan rasa jenuh selama menjalani aktivitas kesehariannya. “Di sisi

lain juga dapat menghilangkan permasalahan, stres dan menjadi pengobat kebosanan yang efektif,” katanya. “Melakukan tarvelling kita juga bertemu dengan orang dari berbagai daerah, awalnya tidak kenal akhirnya saling mengenal. Memiliki rasa kekeluargaan dan rasa peduli satu sama yang lain. Contohnya, ketika orang merasakan kesulitan, kita memiliki rasa peduli untuk membantunya, sehingga dapat digambarkan bahwa memang tidak ada membeda-bedakan, baik orang pangkat maupun orang biasa,” ujarnya. Terkait hal ini salah seorang pecinta travelling Abdul Qodri menuturkan, sangat menyukai namanya travelling, baginya traveling merupakan sebuah hobi yang telah melekat pada dirinya sejak menjadi Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. “Meskipun begitu, traveling bukanlah sebuah rutinitas yang wajib dilakukan, sebab masih banyak lagi yang begitu penting melebihi travelling yang harus lakukan seperti kuliah dan menolong orang tua,” jelas Qodri. Travelling bagi sebagian orang banyak mendatangkan manfaat seperti memuaskan kesenangan diri, menghilangkan stres, menghilangkan rasa bosan, mencari kebahagiaan bersama keluarga maupun teman atau sahabat. Bagi pecinta travelling memiliki daya tarik dan keuntungan tersendiri, seperti yang di jelaskan Mahasiswa Universitas Andalas Sari Rahayu, travelling sangat banyak mendatangkan untung untuk diri sendiri, terutama dalam memenuhi kebahagiaan. “Melakukan travelling dapat menghilangkan rasa bosan atau jenuh, bukan berarti sebuah rasa bosan dari sebuah permasalahan,” ungkap Mahasiswa Semester IV ini. Traveling ini sedikit berbeda bagi Sari Rahayu, baginya traveling ini tidak hanya untuk mencapai kebahagian atau kepuasan diri saja, tetapi mencari ilmu atau pengetahuan di tempat tersebut. mencari tempat yang dapat memberikan banyak pengetahuan seperti hubungan sosial, budaya maupun kesenian. Syifa Aulia, Aulia Zikra(Mg), Ayu Anda(Mg)


Selamat Datang UIN  

Tabloid Suara Kampus Edisi 141 memberikan informasi perihal mengenai segelintir usaha IAIN menjadi UIN Imam Bonjol Padang.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you