Page 1

LPM SUARA EKONOMI

MY CAMPUS Edisi XII, Maret 2017

Mini Tabloid

Ko n t r o l S o s i a l , E k o n o m i , B u d a y a d a n C i t r a Ke h i d u p a n K a m p u s

ALUMNI “JEMBATAN” DANA PERBAIKAN FASILITAS, KEMANA UANG MAHASISWA ?

INFO KAMPUS

Renovasi Masjid At-Taqwa Habiskan 9 Milyar

ECONOMIC UPDATE

Raja Salman Datang, Ibu Pertiwi Kebanjiran Devisa ISSN 0853-3104


MY CAMPUS

SUSUNAN REDAKSI LPM SUARA EKONOMI Pelindung

DEKAN FEB UP Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M., M.Si.

Penasehat

WADEK I Nana Nawasiah, S.E., M.M. WADEK II Sri Ambarwati. S.E., M.S.M., Ak., C.A. WADEK III Laili Savitri Noor, S.E., M.M.

Pembina

M. Rabiul Yatim, S.S., S.E., M.A.

Penanggung Jawab: Pimpinan Umum LPM SE

Ninda Dwi Astuti Sekretaris Octy Putriyani Shasha Alinta Bendahara Erviana Rahayu Dwi Wulandari Humas Fitra Wardhani Ruth Melisa

Pimpinan Redaksi

M. Fian Alif Setiawan Redaktur Pelaksana Dewi Sinta M. Adam Dzulfikar Editor Erika Sukma Nurul Zahara M. Rizal Arbianto Theresia Somasiga Setting Layout Abdurrahman Naufal Dhika Testiana Dewi IT Heidy Sailendra M. Aditya Ivan Pratama Putri Nurhaliza Redaktur Foto Abdul gani Subhan Debbi Octaviani Putri Tri Eggy Ocktayasha Distribusi dan Produksi Eza Chandra Febrian M. Zulmi Faisal

REDAKSIONAL Kewajiban Kampus atau Alumni ?

A

dalah hak yang hakiki bagi setiap mahasiswa untuk mendapatkan fasilitas memadai. Guna mempermudah dan memperlancar dalam pemenuhan kebutuhan para civitas akademika. Rasa semangat serta nyaman akan tumbuh secara alami melalui roda perkuliahan. Dengan begitu, intisari Tri Dharma Perguruan Tinggi akan terealisasi secara utuh. Fasilitas perguruan tinggi bukan hanya soal kepentingan akademik. Unsur estetika tidak dapat diabaikan, mengingat semua benda mati akan usang bila tak terjaga. Sebut saja lobby, ruang kelas, serta toilet kampus yang mungkin senantiasa mengucurkan dana dalam perbaikannya. Akan tetapi, apakah pihak kampus tidak mampu melakukan itu? Sungguh kabar indah terdapat alumnus telah berjaya di tanah air. Waktu yang tepat untuk berbuat sesuatu demi almamater sendiri. Dimulai dengan slogan “Dari UP Untuk UP� dan bermuara pada sifat kedermawanan. Bantuan materil maupun non materil sangat berarti bagi pengembangan universitas ini. Semoga kelak kita dapat melakukan hal yang sama. Lantas, apakah perbaikan fasilitas kampus wajib hukumnya bagi alumnus? Tiap insan mahasiswa tentu masih teringat. Ketika mereka mengeluarkan biaya demi pembangunan sebelum menapaki gerbang Universitas Pancasila. Bukan maksud menyindir, tapi alangkah lebih baik bila adanya transparansi anggaran tersebut. Bila dana itu tak cukup, kami pun dapat memahami. Terutama ialah mendapat jawaban atas tanya dan resah hati selama ini. Salam Pers Mahasiswa.

Pimpinan Perusahaan Ajid Aminata LITBANG Maulana Abdul F. Dwiana Nugrahani Novitri Advertising Dita Aulia Utami Dinda Ayu Gean Agata Al Azhar M. Agistia Inventaris Ferdiansyah Risa Galuh

Reporter

Merista, Shavira, Widya, Judith, Tri Agustina, Raja, Ayu, Aryesti, Jordy, Kemal, Piqqi, Yulia, Cahyono, Bima, Winda, Christian, Resha, Rizqullah, Dzaky, Sergian, Detika, Maya, Zakly, Shaula, Rivaldi, Desi, Faisal, Franz, Yandi, Surya.

M. Fian Alif Setiawan Pimpinan Redaksi LPM SE


DAFTAR ISI HEADLINE Alumni “Jembatan” Dana Perbaikan Fasilitas, Kemana Uang Mahasiswa ? Hal. 04

Apa Kata Mereka 6 .................................................. Info Kampus 8 .................................................. Profil 11 .................................................. Artikel Dosen 12 .................................................. Artikel Mahasiswa 13 .................................................. Snapshot 14 ..................................................

INFO KAMPUS Akreditasi ‘A’ S2 Akuntansi Sudah di Depan Mata

Mahasiswa Bertanya 16 ..................................................

Hal. 9

Inspirasi 17 .................................................. Economic Update 18 .................................................. INSPIRASI Kampusnya Para Musisi Jalanan Hal. 17

Recommended Place 20 .................................................. ECONOMIC UPDATE Raja Salman Datang, Ibu Pertiwi Kebanjiran Devisa Hal. 18

RECOMMENDED PLACE

Sambil Nongkrong, Sambil Belajar! Hal. 20

Techno 21 .................................................. Event 22 .................................................. Teka-Teki Silang 26 .................................................. Karikatur 27 ..................................................

Event Yang Muda Yang Berprestasi Hal. 22

MY CAMPUS | 3 EDISI XII, MARET 2017


HEADLINE Alumni “Jembatan” Dana Perbaikan Fasilitas, Kemana Uang Mahasiswa ?

B

aru-baru ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila (FEB-UP) tengah disibukkan dengan perbaikan fasilitas fakultas. Mulai dari lobby, koridor kelas lantai dasar dan toilet kampus. Lokasi-lokasi tersebut memang membutuhkan perhatian khusus untuk diperbaiki. Selain itu, banyak ruang kelas dan beberapa fasilitas masih perlu diperbaiki ataupun diganti. Pasalnya, dana yang dibutuhkan untuk semua itu tidak sedikit. Bahkan sering kali, pihak kampus masih membutuhkan pihakpihak luar untuk ikut berpartisipasi perihal dana. “Tidak semua, tergantung dari perbaikan yang dibutuhkan, jika diperlukan kita bisa mengajukan ke pihak universitas. Bantuan dari pihak luar maupun alumni hanya salah satu sumber saja. Namun juga ada beberapa fasilitas yang didapatkan dari pihak universitas,” tutur Ibu Sri Ambarwati selaku Wakil Dekan II FEB. Pihak luar dimaksud adalah perusahaan-perusahaan besar yang ingin bekerjasama dengan memberikan sumbangan berupa Corporate Social Responsibility (CSR). Tak jarang sebagian dari mereka merupakan lulusan almamater itu sendiri yang telah sukses menjadi petinggi di perusahaan masing-masing. Faktor tersebut berperan sebagai jembatan penghubung antara pihak CSR dengan pihak fakultas. Misalnya, perbaikan fasilitas. Banyak

4 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

Foto : LPM Suara Ekonomi

tangan-tangan alumni yang juga ikut memberikan bantuan dalam hal dana.

Foto : LPM Suara Ekonomi

Walaupun fakultas memiliki dana tersendiri untuk pembangunan sarana prasarana. Dimana berakar dari uang kuliah mahasiswa. Namun, faktanya perbaikan fasilitas tangan-tangan alumni masih menjadi sumber tersendiri. Ironisnya, jumlah bantuan yang disalurkan alumni tidak diketahui secara rinci oleh pihak fakultas maupun rektorat. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan badan pengurus Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP).


Foto : LPM Suara Ekonomi

“Fakultas taunya dapat bantuan, sudah. tidak mengetahui berapa jumlah bantuannya, rincian materialnya, tenaga kerjanya. Yang tau rincian nya hanya antara saya dan pihak pemberi CSR,” ujar Bpk. Ali Bachri, S.E., M.M. selaku kontraktor dari proyek renovasi ini. Desember lalu beliau mendapat tugas dari pihak CSR yaitu PT. Peruri untuk membangun lobby. Pada pertengahan Februari 2017, pekerjaan tersebut telah diselesaikan dengan baik. Seluruh biaya operasional yang dikeluarkan kurang lebih tiga bulan itu ditanggung pihak alumni. Kini tampilan lobby semakin menarik dilengkapi sofa VIP untuk tamu. Ditambah koridor kelas dengan lampu elegan. Ada juga lemari kaca yang di dalamnya tersusun rapi beragam piala penghargaan mahasiswa. Lantas, seberapa besar anggaran dana yang dihabiskan dalam renovasi tersebut? lagi-lagi pihak alumni enggan memberikan jawaban. “Ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kalian (mahasiswa), fakultas dan rektorat saja tidak tahu rincian sebenarnya. Fakultas hanya berterimakasih kepada alumni atas bantuan dan gak iseng untuk tau rincian riil nya,” lanjut Bpk. Ali Bachri, S,E., M.M.

Terlepas semua itu, sumbangan pembangunan yang diterima universitas belum cukup untuk memperbaiki sarana dan prasarana fakultas. Aliran uang itu hanya digunakan untuk biaya perawatan dan pemeliharaan. Lantaran tidak hanya FEB yang memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Pengalokasian dana yang diterima setiap tahunnya oleh fakultas masih dikelola pihak rektorat. Sebab saat ini Universitas Pancasila masih menerapkan sistem “sentralisasi keuangan”. Semua dana dari setiap fakultas masuk kedalam lingkup keuangan rektorat terlebih dahulu. Setelah itu rektorat berhak memilih bagian-bagian mana saja yang harus diperbaiki. Tujuannya, meningkatkan akreditasi fakultas maupun universitas secara menyeluruh. Besarnya pengaruh alumni bukan berati pihak fakultas tidak memiliki peranan dalam perbaikan fasilitas. Namun pihak fakultas memiliki porsi tersendiri dalam memelihara, merawat dan membangun sarana dan prasarana yang ada di kampus. Terlebih dari itu, mahasiswa juga seharusnya berperan penting dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan pihak universitas. Tidak dapat dipungkiri bahwa peranan alumni sangatlah penting dalam pembangunan dan pengembangan kampus. Sebagai lulusan yang berbakti, sudah selayaknya memahami dan peka terhadap kemajuan universitas. Akan menjadi kebanggan tersendiri bila dikemudian hari para lulusan kampus biru ini berdasi rapi disertai dengan loyalitas dan kepedulian tinggi terhadap almamater. Merista Rahmani dan Faisal Arif

Foto : LPM Suara Ekonomi

MY CAMPUS | 5 EDISI XII, MARET 2017


APA KATA MEREKA

F

asilitas termasuk salah satu hal terpenting yang dibutuhkan mahasiswa untuk menunjang pendidikan dan kenyamanan belajar mengajar. Setiap universitas pasti memiliki fasilitas yang memadai untuk para mahasiswanya. Tidak terkecuali di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, meskipun sudah tersedia fasilitas, akan tetapi mahasiswa masih merasa kurang terhadap fasilitas tersebut. Alumni FEB-UP ikut menyumbang dana untuk memperbaiki fasilitas yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Apakah dana dari mahasiswa FEB-UP kurang untuk menunjang fasilitas yang nyaman atau memadai, sehingga beberapa alumni ikut menyumbangkan dana untuk perbaikan FEB-UP?

Dian Mayang, D3 Perpajakan “Menurut saya, jika ada alumni yang ikut menyumbangkan dalam perbaikan fasilitas itu tidak wajar, karena dari danadana yang kita bayar seharusnya itu cukup untuk memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan demi kenyamanan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila.”

Vianika Rizky, S1 Manajemen “Menurut saya, wajar saja jika ada alumni yang menyumbangkan dana untuk memperbaiki fakultasnya. Tetapi, seharusnya pihak FEB-UP yang semestinya memperbaiki fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh mahasiswa di dalam fakultas itu sendiri.”

6 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017


Septiviani Bhayangkari, S1 Akuntansi “Menurut saya karena dana yang masuk dari FEB-UP tidak langsung digunakan ke fakultas tetapi disetorkan ke rektorat, lalu dana tersebut disentralisasikan ke 7 fakultas yang ada di FEBUP. Jadi, misalnya FEB-UP membutuhkan dana untuk perbaikan mushola atau sebagainya maka Dekan FEB-UP membuat RAK (Rancangan Anggaran Keuangan) pada semester sebelumnya untuk dapat dicairkan pada semester ini. Jika ada alumni yang ingin menyumbangkan dana untuk perbaikan fasilitas FEB-UP kenapa engga? Mungkin dia juga ingin melihat adik-adik juniornya merasakan hasil dari kesuksesannya yang belajar di FEB-UP dan ikut berbakti juga untuk kesuksesan FEB-UP kedepannya.”

Desrina Raswanti, D3 Akuntasi ”Saya sebagai mahasiswa FEB-UP sih itu hal yang wajar tetapi kembali lagi kita disini kuliah membayar dana yang sudah ditetapkan di mana di dalamnya sudah dialokasikan untuk biaya pembangunan dan alokasi perbaikan gedung. Jadi, biaya sumbangan yang diterima dari alumni sebaiknya dipakai untuk kekurangan dana yang diperlukan bukan dipakai sepenuhnya untuk perbaikan gedung itu sendiri.”

Franz George dan Shaula Puspasari

MY CAMPUS | 7 EDISI XII, MARET 2017


INFO

KAMPUS

Renovasi Masjid At-Taqwa Habiskan 9 Milyar

S

etelah 26 tahun berdiri akhirnya Masjid AtTaqwa resmi direnovasi secara besar-besaran. Sebelumnnya masjid ini memang telah beberapa kali diperbaiki, namun tidak secara menyeluruh dan hanya seperlunya saja, seperti renovasi di sebelah kiri masjid untuk memperluas area mesjid, dan kemudian memperbaiki bagian masjid yang bocor saat hujan Renovasi akbar ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Prof. Dr. Edie Toet Hendratno sebagai Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Universitas Pancasila, saat itu juga dihadiri oleh para Dekan, Dosen, dan Alumni Universitas Pancasila serta masyarakat sekitar. Menurut Prof. Andi M. Faishal Bakti, M.A., Ph.D. selaku ketua pengurus Masjid At-Taqwa, renovasi masjid dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, selama ini Ketua Dewan Kemakmuran Masjid selalu mengalami kesulitan saat menata jama’ah. Kedua, kondisi bangunan masjid yang sudah tua dan toiletnya pun sudah tidak sesuai standar sanitasi. Kemudian yang ketiga, sering kali ketika ada kegiatan-kegiatan di dalam masjid berlangsung tidak optimal, dan masih banyak lagi. Mengenai anggaran dana, renovasi masjid kali ini membutuhkan dana kurang lebih Rp. 9 M. Sedangkan dana yang baru berhasil dikumpulkan sampai saat ini adalah sekitar 4 milyar, yang diantaranya berasal dari masyarakat sekitar selama 2 tahun. Selebihnya dari para alumni Universitas Pancasila dan dosen-dosen yang menyumbang secara sukarela. Walaupun mengeluarkan dana yang tidak sedikit, namun bisa dipastikan masjid ini kelak akan sangat nyaman untuk seluruh masyarakat Universitas Pancasila. Renovasi kali ini tidak hanya memperbaiki bagian masjid yang rusak, melainkan membangun kembali masjid At-Taqwa di tanah yang berbeda dan letaknya pun tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Sedangkan untuk bangunan masjid yang lama akan dihancurkan dan dialihfungsikan.

8 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

Foto : LPM Suara Ekonomi

Hanya saja hingga saat ini belum ada kesepakatan yang pasti mengenai untuk apa nantinya lahan tersebut. Namun menurut ketua pengurus masjid, wilayah ini mungkin akan menjadi pusat kegiatan perbankan atau sebagai lahan parkir. Untuk perihal design masjid sendiri telah diambil alih oleh Ir. Kiki Kunthi Lestari, M.T., Wakil Rektor Bidang Adm. Umum & Keuangan. Dengan latar belakang pendidikannya sebagai arsitek, beliau dipercaya untuk bertanggungjawab mengenai tata letak masjid. Wakil Rektor ini juga akan berkolaborasi dengan para mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Pancasila. Nantinya masjid akan dibangun menjadi dua lantai, rencananya lantai bawah akan difungsikan sebagai aula yang digunakan untuk acara khitanan, kegiatan mahasiswa dan lainya. Selain disediakan aula, masjid juga akan dilengkapi dengan wifi. Sehingga nantinya akan lebih memudahkan kegiatan mahasiswa disini, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Andi, “Pemasangan wifi diharapkan dapat memudahkan aktivitas mahasiswa, juga nantinya membuat masjid menjadi ramai. Namun jika waktu sholat telah tiba, ya harus sholat jangan masih mengobrol atau bahkan terlihat berduaan seperti orang pacaran.� Masjid At-Taqwa ditargetkan akan selesai sebelum Hari Raya Idhul Adha. Sampai saat ini proses pengerjaan Masjid sudah masuk tahap 30%. Diharapkan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid dan Satuan Kegiatan Islam (SKI) dapat bekerjasama dengan baik dalam mengoptimalkan pengoperasionalan masjid agar para dosen dan mahasiswa dapat nyaman untuk sholat, mengaji, dan belajar agama Islam di masjid yang baru. Lukman Dzaky dan Aryesti Pratiwi


Akreditasi ‘A’ S2 Akuntansi Sudah di Depan Mata

Foto : LPM Suara Ekonomi

S

2 Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila (FEB-UP) sudah memasuki tahun ke-10 dan sedang dalam proses menuju akreditasi A. Program studi yang sudah ada sejak tahun 2007 ini awalnya diminta oleh Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) saat akan memenuhi tenaga-tenaga akuntan pemerintahan ketika mendapat bantuan dari bank dunia.

Program Pasca Sarjana sendiri sudah meluluskan sekitar 180 alumni dan telah terserap diberbagai Kementrian maupun perusahaanperusahaan terkemuka. Penyerahan borang sudah dilakukan sejak Desember 2016, pihak BAN-PT diperkirakan akan datang pada pertengahan Maret 2017 untuk memberi penilaian. "S2 Magister Akuntasi Universitas Pancasila memiliki sertifikasi internasional yaitu lulusan akuntasi S2 UP, begitu lulus mendapat gelar M.AK dan C.A (Chattered Accounting)," ujar Ketua Jurusan S2 Magister Akuntasi Dr. H. Suratno, S.E., Ak, M.M. Beliau berharap bahwa kedepannya S2 Magister Akuntasi setelah ter-akreditasi A akan berhasil menjalankan visi dan misinya yaitu akan menjadi program studi yang unggul dan terkemuka berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan juga seluruh alumni mampu mengembangkan keahlian sesuai kemampuannya terutama dalam bidang akuntansi. Dalam proses untuk mencapai akreditasi A, selain tidak mudah juga mendapat tantangan dan kendala sendiri. Diperlukannya peningkatan TOEFL minimal 500, menjadi syarat dalam penilaian akreditasi, dimana mahasiswa saat ini baru mencapai 400. Sejauh ini pihak program studi masih berusaha meningkatkan TOEFL mahasiswa melalui kerjasama dengan LIA. Selain itu, sarana dan prasarana yang ada saat ini belum mampu menunjang kebutuhan mahasiswa S2, seperti belum ada ruang khusus mahasiswa, ruang diskusi mahasiswa dan belum tersedianya perpustakaan universitas. Banyaknya program studi sejenis juga menjadi salah satu alasan sulitnya mendapat akreditasi A dengan cepat. Ada beberapa standar yang digunakan program studi ini, yakni standar satu tentang visi dan misi dan sudah dipersiapkan sejak 1 tahun yang lalu. Yaitu untuk menjadi program studi terunggul dan terkemuka di Indonesia berdasarkan nilai luhur Pancasila, juga harus mampu meningkatkan kemampuan pendidikan dan kebijakan terutama pada penelitian. Strategi lainnya antara lain pembinaan dalam tata pamong struktur organisasi menuju ke Good Government dengan tata kelola program-program studi di upgrade sedemikian rupa untuk meningkatkan kredibilitas, dan transparan. Selain itu juga ada pembinaan dosen, penelitian ilmiah, estabilitas mahasiswa, dan sarana prasarana yang mendukung masih harus ditingkatkan. Dalam prosesnya banyak pihak yang berperan dan mendukung seperti para karyawan, mahasiswa, dosen, dekan, dan pihak rektorat. Dukungan dari pihak rektorat sendiri berupa motivasi dan berbagai kegiatan, program, serta anggaran S2 Magister Akuntasi menjadi salah satu contoh keterlibatan universitas dalam mendukung proses akreditasi selama adanya laporan yang terprogram dan secara periodik harus dipertanggungjawabkan. Selain itu, kewajiban menjaga hubungan baik dengan berbagai institusi pemerintah lainnya. Foto : LPM Suara Ekonomi

Sergian Dio dan Winda Maharani

Dr. H. Suratno, S.E, Ak, MM Ketua Jurusan S2 Magister Akuntasi

MY CAMPUS | 9 EDISI XII, MARET 2017


INFO

KAMPUS

Segudang Beasiswa di Universitas Pancasila

Foto : LPM Suara Ekonomi

B

easiswa merupakan salah satu solusi untuk membantu mahasiswa yang terkendala dengan biaya pendidikannya, juga dikatakan sebagai bentuk motivasi pelajar untuk menggapai hasil yang lebih memuaskan. Di Universitas Pancasila, terdapat beberapa program beasiswa yang bisa diajukan oleh mahasiswa. Dari luar kampus, terdapat beasiswa KOPERTIS yaitu pemberian dana pendidikan yang bersumber dari DIKTI. Ada juga yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang memberikan dana untuk kriteria tertentu. Beasiswa khusus lainnya diadakan oleh PEMDA Jakarta untuk mahasiswa yang berdomisili di Jakarta. “Besar kecilnya kuota penerima beasiswa tergantung anggaran dari pihak KOPERTIS. Laporan terakhir dana yang diberikan yaitu Rp. 129.000.000, sebelumnya Rp. 76.000.000 dan dibagikan langsung ke 7 fakultas secara proporsional, tergantung seberapa besar jumlah populasi masing-masing fakultas,” ungkap Drs. Agus Purwanggana, M.Si., Apt yang menjabat sebagai Wakil Rektor III. Di UP sendiri, terdapat kerjasama dengan perusahaan asuransi yaitu PT. Tripakarta yang berjanji akan memberikan tunjangan pendidikan tiap tahunnya. Perusahaan tersebut telah menyalurkan dana sebesar Rp. 40.000.000/tahun. Untuk seleksi, pihaknya telah menyerahkan kebijakan ke pihak universitas. Dari pihak yayasan pun turut membantu dalam memberikan bantuan dana. Beasiswa internal ini tertuju kepada anak pegawai atau dosen. Syaratnya yaitu dengan IP >3.00 yang harus konsisten, jika tidak maka beasiswa akan hangus. Adapula dari masing-masing fakultas, seperti halnya Fakultas Farmasi memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa terbaiknya. Di Fakultas Ekonomi juga

10 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

Foto : LPM Suara Ekonomi

terdapat beasiswa untuk lulusan terbaik berupa uang tunai dan pembebasan biaya wisuda. “Kami juga sedang mengusung beasiswa untuk mahasiswa yang menjuarai lomba di tingkat nasional/ internasional dibidang IPTEK dan seni untuk mampu meningkatkan daya kreativitas mahasiswa,” ujar Pak Agus selaku Warek III. Semua bantuan yang diberikan dari pihak internal maupun eksternal tak lepas dari beberapa kendala. Terkadang pemberi beasiswa telat bahkan tidak konsisten dalam memberikan bantuan dana pendidikan. Ada pula jenjang waktu pendaftaran beasiswa yang terlampau sedikit waktunya. Maka dari itulah mahasiswa harus aktif dan meng-follow up pengumuman beasiswa tersebut. Pak Agus menambahkan kendala juga berasal dari mahasiswa yang tidak melaporkan rekeningnya untuk diverifikasi bahwa biaya pendidikan telah sampai. Rencananya pihak universitas akan mengusung web khusus info beasiswa. Di dalamnya terdapat beasiswa internal, eksternal, hingga info beasiswa studi lanjut untuk S2/S3. Diharapkan mahasiswa turut aktif dalam mengembangkan potensi akademiknya. Maya Kartika dan Cristian Immanuel


PROFIL Menjadi Terbaik dalam Semua Bidang

G

atut Luhur Budiono yang dikenal sebagai dosen Universitas Pancasila Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mungkin banyak yang belum tahu kalau Pak Gatut adalah alumni S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila angkatan 1974. Setelah lulus dia mendapatkan beasiswa di tahun 1993 dan melanjutkan pendidikannya di Santo Tomas University, Manila, Fillipina. Beliau mengambil jurusan MBA (Master of Bussines Administration) dan MIA (Master In Economics). Selesai mengambil gelar Master, beliau langsung mengambil studi S3 di Universitas yang sama yaitu Santo Tomas University dan mengambil jurusan Doctor Incomers.

“Perusahaan itu kalau dia menguasai strategi dia bisa memajukan perusahaannya serta dapat menaikan pangsa pasarnya,” ujar pria yang sedang mengambil gelar Profesor jurusan strategik. Sebelumnya ia sudah mendapat gelar Profesor di Kazakhstan. Selain di FEB beliau juga mengajar di S2 Fakultas Hukum sebagai dosen Etika Bisnis dan Kode Etik Notariat, Magister Akuntansi sebagai dosen Manajemen Strategik dan dosen Global Strategic Manajemen di S3. Menurut beliau riset adalah dunianya."Sebagai dosen saya suka sekali riset, meneliti, bikin konsep-konsep, bikin Foto : LPM Suara Ekonomi quisioner lalu dibagikan dan saya bikin laporan penelitiannya lalu bikin jurnal-jurnal,” katanya. Saat ini beliau sudah memiliki 44 Jurnal Internasional dan 2 Nama : Gatut L. Budiono, jurnal Nasional. Beliau juga menjadi anggota redaksi di Vector MEco, MBA, PhD European (Romania) dan Bulletin International Scientific NIDN : 0322065302 Kazakh-Russian International University (Kazakhstan) yang Alamat : Jalan Merpati Puti tidak sembarang orang bisa menjadi anggotanya. “Semua yang sudah saya lakukan dari melakukan riset, menulis laporan No. 37, Lembah Hijau, Mekarsari, sampai terbitnya jurnal International maupun Nasional itu semua untuk kemuliaan FEB karena saya merupakan dosen Cimanggis, Depok, disitu,” tambahnya saat ditanya kontribusi apa yang sudah ia 16452. berikan untuk FEB. Tentu saja semua prestasi yang ia dapatkan tidak diperoleh Pend. Terakhir : S3 dengan mudah, banyak lika-liku yang dihadapi. Tetapi beliau Jabatan : Dosen S3 Universitas orang yang paling semangat dan tidak pernah takut akan Pancasila kegagalan. Ia melakukan semuanya dengan sepenuh hati. “Semuanya saya lakukan dengan sepenuh hati. Kesukaan saya akhirnya menjadi keahlian saya dan membuahkan prestasi yang sangat besar,” jelasnya. Bukan hanya prestasi akademik yang ia miliki, bahkan di bidang olahraga pun beliau pernah menjadi juara. Seperti merpati putih, balap sepeda, balap motor cross dan tenis. Beliau berharap untuk mahasiswa Universitas Pancasila terkhusus FEB jangan hanya mempelajari tetapi juga harus dipraktikan, karena dengan mempraktikan kita akan lebih memahaminya. Tak lupa juga ia memberikan kesan selama menjadi dosen di Universitas Pancasila, “saya sangat berkesan karena selama saya mengajar di Universitas Pancasila dan mendapat beasiswa saya justru bisa memahami apa sebenarnya tugas- tugas dosen itu,” tutupnya. Judith Dwi Prasetya dan Lia Rahmawati

MY CAMPUS | 11 EDISI XII, MARET 2017


ARTIKEL DOSEN

ektor pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial bagi salah satu sumber pendapatan daerah (PAD). Salah satunya yaitu sektor pariwisata. Sektor Pariwisata telah berhasil memberikan sumbangan yang cukup besar dalam perekonomian nasional.

Murthada Sinuraya, S.E., M.M. dosen Universitas Pancasila, belum lama ini melalukan sebuah penelitan di sektor pariwisata khususnya Kota Depok. Menurut beliau Kota Depok mempunyai keunggulan komparatif yaitu letaknya yang sangat strategis. Tidak hanya itu, saat ini Kota Depok telah tumbuh sebagai kota niaga dan jasa. Namun core competence ini belum mampu dikelola secara optimal, karena masih terbatasnya kemampuan daerah terutama dalam hal pembiayaan. “Pemerintah daerah wajib menyusun rencana pembangunan secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan dengan memperhatikan kemampuan sumber daya yang dimiliki,” ucapnya. Pengembangan sektor pariwisata ini adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk awal dari suatu proses pembangunan. Hal ini sangat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Tidak hanya itu, pengembangan pariwisata khususnya di Kota Depok ini diharapkan juga diikuti oleh respon yang baik dari masyarakat sekitar khususnya dalam pengembangan industri kreatif. Seperti yang diketahui, Depok memiliki destinasi pariwisata yang layak untuk dikembangkan seperti wisata setu, tempat ibadah, kuliner dan lain sebagainya. Peran pemerintah sangat diharapkan dalam proses pengembangan ini. Dengan dikembangkannya sektor pariwisata ini, masyarakat sekitar juga bisa turut berpartisipasi. Berbagai UKM yang ada di Kota Depok juga diharapkan

12 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

bisa berpartisipasi dalam proses pembangunan khususnya di dalam industri kreatif. Akan tetapi pada kenyataannya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki belum optimal. Perlu adanya pelatihan-pelatihan agar mereka lebih terlatih dalam industri kreatif. Tak hanya itu, keterbatasan dana juga sebagai satu halangannya. “Setelah saya tinjau ke lokasi dengan beberapa dosen lainnya, kondisi disekitar setu Kota Depok masih belum layak dijadikan sebagai objek wisata. Tetapi daerah ini sangat berpotensi sekali untuk dikembangkan. Perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah agar setu ini bisa menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini. Sarana dan prasarana yang tersedia masih perlu dilengkapi, akses jalan menuju setu juga harus diperbaiki agar memudahkan masyarakat apabila ingin berkunjung,” tambahnya. Setu Kota Depok ini sangat layak untuk dikembangkan. Budaya Betawi juga masih sangat melekat pada masyarakat sekitar. Disisi lain, masyarakat sekitar juga bisa memanfaatkan ini untuk mencari penghasilan seperti menjual kerajian tangan, makanan khas daerah, serta mempromosikan budaya asli Betawi kepada pengunjung. Harapan Pak Murthada setelah ia dan beberapa dosen lainnya melakukan peneliatan di objek wisata setu Kota Depok, yaitu: 1.Pemerintah daerah dapat memberikan sumbangan pemikiran khususnya mengenai potensi pariwisata setu Kota Depok. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar dan pada akhirnya dapat berpengaruh baik untuk pendapatan asli daerah. 2.Bagi pengelola atau investor akan memberikan wacana baru dalam mengembangkan aspek-aspek yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan setu di wilayah Kota Depok.

Foto : LPM Suara Ekonomi

S

Potensi Setu Untuk Indonesia

3.Perlu adanya pelatihan dari pemerintah untuk mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia pada industri kreatif. Di Indonesia, kotribusi sektor pariwisata secara langsung baru menyumbang 4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, secara tidak langsung melalui multiflier effect telah memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap pembentukan PDB yaitu sekitar 9%. “Jika pengembangan setu Kota Depok ini berhasil dilaksanakan, tentunya akan sangat berdampak baik bagi pendapatan asli daerah. Begitu pula manfaatnya bagi masyarakat sekitar, hal ini sangat mungkin terciptanya berbagai macam lapangan pekerjaan dan bisa dimanfaatkan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan,” tutup Pak Murthada. Wahyu Bimasakti dan Widya Nellasari


ARTIKEL MAHASISWA

Integrasi Pengungsi di Dalam Masyarakat

P

Isu tersebut mengelilingi kehadiran dan perlakuan dari pengungsi yang tidak barum atau baru terjadi. Kejadian pengungsi di abad ke- 20 juga di kontribusi ke negara yang menjadi waspada dan tidak rela untuk menerima pengungsi. Salah satu kejadian terjadi pada tahun 1970 di Jordan selama “Black September�, ketika konflik bangkit diantara Palestina yang telah tiba semula tiba sebagai pengungsi tahun 1967 dan Jordania memaksa dipersenjatai, memimpin untuk kuat bertarung dan banyak hubungan sebab-akibat. Waktu berlalu, keadaan telah berkembang ke dalam satu panggung adalah tidak rela untuk mengijinkan pengungsi ke negara mereka karena mereka takut bahwa pengungsi ini mungkin menjadi sumber perlawanan, mengancam stabilitas dan keamanan negara mereka Kejadian dari krisis pengungsi suriah dan krisis Rohingya adalah hanya dua dari banyak contoh krisis pengungsi yang mana bersangkutan ke dunia modern. Disebabkan perang sipil Suriah, 4.8 Juta orang Suriah melarikan diri ke Turki, Libanon, Jordan, Mesir dan Irak. Dan 8.7 Juta orang dipisahkan diantara bagian dalam Suriah. Dengan arus besar, banyak negara enggan untuk mengambil dan mengijinkan pengungsi di masyarakat karena berbagai alasan. Berbagai macam laporan sikap teroris sebagai pengungsi dengan mencoba merencanakan terorisme yang telah mengambil tempat kesatuan pengungsi di Jerman. Sebagai hasil dari tindakan terorisme, ada berbagai macam kritik dan kesatuan terorisme, takut bahwa itu akan memimpin ke berbagai penyerangan di negara mereka.

Foto : LPM Suara Ekonomi

engungsi, ditetapkan oleh konvensi pengungsi pada tahun 1951, mengacu ke individu yang ditemukan ketakutan yang dianiaya karena alasan ras, agama, bangsa. Terutama anggota dari kelompok sosial atau pendapat politik. Di luar negara dari kebangsaannya dan tidak mampu atau terhutang kepada beberapa ketakutan yaitu tidak rela manfaat dirinya dilindungi di negara atau siapa yang tidak mempunyai kebangsaan dan menjadi negara luar dari pembentukan kebiasaan penduduk sebagai hasil dari kegiatan, yaitu tidak mampu atau terhutang kepada ketakutan yaitu tidak rela dikembalikan.

Bahkan, kehadiran mereka dapat memimpin ke wujud permintaan lebih pada berbagai macam sumberdaya dan pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan, energi, transportasi, pelayanan sosial dan pengangguran. Sebagai kesimpulan, penduduk lokal waspada terhadap pengungsi karena mereka berpikir bahwa persaingan pengungsi dapat melawan mereka karena pekerjaan dan dapat meningkatkan harga barang disebabkan meningkatnya permintaan yang diberikan dari pengungsi. Disamping itu, komunitas internasional mengakui membutuhkan penyatuan pengungsi ke dalam kebangsaan baru yang mereka tampung. Sebelumnya, sekarang ini tidak ada solusi pada level internasional. Jika dapat menjadi mampu untuk memindahkan bangsa ke daerah atau bahkan kerjasama internasional untuk menyatakan sepenuhnya pengungsi di negara mereka memastikan bahwa mereka dapat diterima sesuai hukum dan kebenaran.

Ditulis oleh Stefany Gledies Sonya Beatrix, peraih penghargaan Official Delegate Pancasila University For NTUMUN dalam Model United Nations (MUN) yang bertempat di Nanyang Technology University Singapura Shavira Fitria dan Zakly Fitra S.

MY CAMPUS | 13 EDISI XII, MARET 2017


S

N

Aksi Damai 4 November 2016

BKKM XXV

14 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

A

P

Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalistik ke 25

Aksi Bela Rakyat 121 oleh mahsiswa se-JABODETABEK dan Banten di kawasan Istana Merdeka, Jakarta


S

H

O

T

Job Fair di Gedung Serba Guna Universitas Pancasila

Hari Pers Nasional 2017, anggota LPM SE membagikan selembaran

Inagurasi Mahasiswa FEB-UP Angkatan 2016

Konferensi Ilmiah Akunansi yang diselenggarakan oleh FEB Universitas Pancasila

MY CAMPUS | 15 EDISI XII, MARET 2017


MAHASISWA BERTANYA

1. “Menjelang awal semester gasal atau ganjil selalu terjadi masalah pengisian KRS Online entah itu server down atau kelas penuh dan lain sebagainya. Bagaimana cara penyelesaiannya karena itu terus menerus terjadi?” (Kristian Wijaya, S1 Akuntansi 2014)

“Sebenarnya untuk masalah server down dari tahun ke tahun itu berkaitan dengan internetnya, karena pasti banyaknya mahasiswa/i yang mengisi KRS di waktu bersamaan. Tetapi sebenarnya kami dari pihak fakultas juga sudah mengantisipasinya agar tidak ada masalah kembali dalam pengisian KRS untuk kedepannya. Seharusnya untuk pengisian KRS mahasiswa/i diwajibkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan PA (Pembibing Akademik), karena itu sangatlah penting untuk mata kuliah yang akan diambil selanjutnya. Saat ini banyak mahasiswa/i yang langsung mengisi KRS, tidak berkonsultasi terlebih dahulu kepada Pembimbing Akademiknya. Karena menurut mereka saat ini lebih mudah mengisi KRS dengan sistem online. Mahasiswa/i lebih baik berkonsultasi ke Pembimbing Akademik agar bisa diarahkan karena ‘Persyaratan mengikutin jenjang setiap semester’.”

“Sebenarnya fakultas kami sudah banyak bekerja sama dengan rekan perusahaan (sponsor). Karena sekarang dari mahasiswa/i juga sudah banyak yang magang, diantaranya yang sedang dijalankan dari anak Akuntansi di BPK selama 3 atau 4 bulan dan masih ada beberapa anak juga yang sedang magang di perusahaan lain. Adapun saat ini Bank Indonesia (BI) yang sudah bekerja sama dengan fakultas kami, jadi minimal setiap setahun itu ada mata kuliah Bank Sentral untuk jurusan Akuntansi agar kedepannya lebih mudah magang di BI, KPP (Kantor Pelayanan Pajak) juga bekerja sama dengan kami khususnya untuk D3 Perpajakan, masih ada sponsor yang lainnya seperti Peruri, Asprindo, Jiwa Soraya, BNI itu sebagian sponsor yang bisa kita lihat di lantai 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, masih banyak lagi sponsorsponsor yang lainnya. Saat ini rencananya fakultas ingin memperbaiki ruang perpustakaan dan menerbitkan buku-buku baru yang sangat bagus, itu salah satu bentuk kerja sama dengan sponsor. Di fakultas ini hanya D3 yang diwajibkan untuk magang, S1 tidak diwajibkan magang. S1 hanya diwajibkan membuat penelitian dan kedepannya penelitian itu akan diujikan. Tetapi mungkin untuk kedepannya S1 diwajibkan untuk magang, kerena dari magang itu kita ada pengalaman untuk menjadi lebih baik kedepannya agar bisa lebih siap bekerja nantinya.”

Foto : LPM Suara Ekonomi

“Masalah kelas penuh berkaitan dengan kapasitas mahasiswa/i-nya. Satu ruangan itu terkadang hanya bisa menampung 40 orang, bahkan itupun bisa lebih dan hanya ada kurang lebih 30an kelas yang bisa di pakai untuk kuliah. Jadi jika ruangan tidak tersedia ditambahnya kembali 1-5 orang per kelas, kemungkinan besar satu ruangan berisi 45 mahasiswa/i.

2. Apa fakultas ekonomi punya rekanan perusahaan? Karena buat cari tempat magang (khususnya mahasiswa D3) agak susah. (Gema Aritian Putri, D3 Akuntansi 2014)

(Nana Nawasiah, S.E,. M.M.) Wakil Dekan 1 16 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017


INSPIRASI Kampusnya Para Musisi Jalanan

J

ika kita berbicara mengenai anak jalanan, pasti yang ada dipikiran kalian adalah mereka yang pemalas, rusuh, kasar, dan tidak beraturan. Intinya semua hal yang mereka lakukan adalah sesuatu yang menyimpang atau negatif. Padahal tidak semua anak jalanan seperti itu. Tidak sedikit dari mereka yang justru mempunyai talenta dalam hal berkesenian, tepatnya dalam hal bermusik. Hanya saja, mereka ini tidak memiliki kesempatan untuk berkarya. Padahal banyak karya mereka yang juga terbilang sangat bagus. Melihat kondisi semakin sempitnya ruang berkarya bagi para musisi jalanan ini, Andi Malewa alumni Fakultas Teknik Universitas Pancasila ini bersama dengan dua rekan temannya, Iksan Skuter, serta Frysto Gurning, mendirikan Institut Musik Jalanan (IMJ) pada tahun 2014. Di Institut Musik Jalanan ini, para musisi jalanan dibina dan diberi pembelajaran agar mereka bisa mematangkan hasil karyanya. Mengaransemen lagu bahkan memprosesnya hingga tahap recording. Di sini juga ada kelas-kelas pembelajaran dalam hal bermusik seperti, kelas vokal, kelas Performance, kelas Skill Gitar Individu, kelas Bass, dll. Dibentuknya kelas-kelas seperti ini agar mereka mendapat ilmu agar bisa bersaing dalam industri musik di Indonesia. Tenaga pengajarnya pun banyak yang berasal dari musisi-musisi papan atas Indonesia “Bersaing di industri musik Indonesia ini 'kan gak gampang. Mereka perlu arahan dan pembinaan. Makanya di Institut Musik Jalanan ini juga ada kelas-kelas, yang mengajar disini ada Glenn Fredly, Slank, Superglad, Barry Likumahuwa, dan masih banyak lagi musisi papan atas yang bergabung disini,” ucapnya.

Foto : LPM Suara Ekonomi

IMJ bukan hanya sebagai ruang rekaman gratis bagi musisi jalanan. Disini mereka juga serius menganggap sebuah label rekaman dan memproduksi album. Saat ini gedung IMJ memiliki fasilitas seperti ruang rekaman, kantor manajemen, stage akustik, dan ruang pembekalan kelas musik. Musisi Jalanan tersebut telah berhasil memproduksi dan membuat 2 album. Album pertama dirilis pada tahun 2014 sebanyak 2000 keping dan semuanya habis dijual. Sedangkan album kedua dirilis pada tahun 2016 dan dijual melalui I-Tunes dan Spotify. Tak hanya itu, IMJ sudah beberapa kali tampil diacara-acara ternama seperti Dahsyat, dan lainnya. Institut Musik Jalanan mempunyai sekretariat yang berlokasi di Jl. Baru PJKA akses Stasiun Depok Baru Kampung Lio–Beji, Depok. Sekretariat IMJ atau nama lainnya Kedai Ekspresi ini buka setiap hari mulai pukul 10.00–23.00 WIB. Dalam menjalankan IMJ, Andi menjelaskan bahwa tidak ada kendala yang berarti baginya. Dia hanya melihat itu sebagai rintangan yang harus dilewati. Andi sangat berharap IMJ yang dikelola bersama temanteman yang lainnya ini tetap konsisten dan terus berjuang mengelolanya. “Gue berharap dari rumah ini akan banyak musisi-musisi profesional yang lahir dari jalanan,” tutup Andi.

Yandi Putera Barliyan dan Resha Mufti

MY CAMPUS | 17 EDISI XII, MARET 2017


ECONOMIC UPDATE

Ist

Raja Salman Datang, Ibu Pertiwi Kebanjiran Devisa

R

aja Salman tiba di Tanah Air pada Rabu (1/3/17). Kedua Kepala Negara melakukan pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia menjadi sorotan akhir-akhir ini dalam masyarakat. Pasalnya mulai dari berbagai barang yang dibawa sampai jumlah rombongan begitu fantastis. Disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Raja berusia 81 tahun itu datang dengan membawa 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran di dalamnya. Dalam kunjungan selama sembilan hari di tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta dan Bogor (1-4 Maret) serta Bali (4-9 Maret). Rombongan raja yang mulai bertahta sejak Januari 2015 tersebut diangkut dengan menggunakan 2 unit pesawat Boeing 777, satu unit pesawat Boeing 747 SP, Boeing 747-300, Boeing 747-400, Boeing 757, dan satu unit pesawat Hercules. Hal ini merupakan kunjungan kedua pemerintahan Arab Saudi setelah terakhir kali datang ke Indonesia 47 tahun silam. Salah satu yang menjadi perbincangan khalayak ramai terkait kedatangan Raja Salman yaitu keuntungan yang akan dibawanya bagi perekonomian Indonesia. Delegasi dari negara yang kaya minyak itu diperkirakan akan melakukan penanaman modal yang cukup besar di Indonesia dan diyakini dapat menambah devisa negara Indonesia. Namun, sejumlah pengamat ekonomi menyebut sebenarnya Arab Saudi yang lebih membutuhkan Indonesia, bukan sebaliknya. Pernyataan ini terkait dengan anjloknya harga minyak dunia yang turun dari US$ 90/ barel pada 2010 menjadi US$ 40/barel – US$ 50/barel. Dengan peran sektor minyak yang mencapai separuh dari

18 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

total nilai ekonomi Arab Saudi, pertumbuhan ekonomi negara di Timur Tengah ini pun meranggas dari 9,96% pada 2011 menjadi 1% tahun lalu. Dengan adanya pertimbangan atas prospek ekonomi di Indonesia yang cukup baik pertumbuhannya di kawasan Asia, Arab Saudi juga menilai positif hal itu sehingga tak tanggung-tanggung, Raja Salman memboyong sekitar 1.500 jiwa yang termasuk para pengusaha di Arab Saudi untuk berinvestasi di Indonesia. Peta perpolitikan Amerika sejak di bawah kepemimpinan Donald Trump sudah tidak memberikan efek yang nyaman dan menguntungkan bagi kebijakan perpolitikan Arab Saudi. Tentu hal ini bisa menjadi kesempatan yang menguntungkan bagi Indonesia, bila Raja Salman mulai menarik dan mengarahkan investasi Amerika ke Indonesia. Adanya suatu harapan yang baik pasca kunjungan Raja Salman bagi Indonesia. Lebih dari itu, jika memang ternyata benar faktanya bahwa kucuran dana investasi dan pinjaman yang akan diberikan oleh Arab Saudi senilai lebih dari 333 Triliun sebagai pinjaman lunak tanpa bunga, dibandingkan dengan pinjaman negara China yang hanya sekitar 30 Triliun dengan bunga yang besar, tentu hal ini akan menggeser dominasi kepentingan pengusaha China di Indonesia yang semakin ingin menguasai ekonomi Nasional. Sekiranya Arab Saudi benar-benar serius menanamkan investasinya secara besar-besaran di Indonesia, tentu hal itu akan memberikan pengaruh ekonomi yang sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Jordy Kurniawan


Raskin Resmi Ditetapkan Menjadi E-voucher

B

anyak program pemerintah yang dibuat untuk kesejahteraan baik dari segi kesehatan, pendidikan maupun perekonomian. Di bidang ekonomi pemerintah banyak membuat gagasan, salah satunya program Beras Miskin (Raskin). Raskin merupakan beras bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sekaligus sebagai upaya pemerintahan untuk memberikan perlindungan sosial. Namun, sejak awal 2017 raskin resmi berubah kedalam bentuk voucher pangan (e-voucher). Latar belakang berubahnya raskin menjadi e-voucher adalah agar penyaluran bahan pangan bersubsidi tersebut semakin baik. Program ini juga dinilai akan lebih efektif untuk menekan angka kemiskinan, karena selama ini penyaluran raskin dinilai kurang tepat sasaran. Selain untuk penyaluran yang lebih baik, berubahnya raskin juga sebagai bahan evaluasi pemberian raskin sekaligus sebagai update data penerima bantuan pemerintah tersebut. Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa ia akan mengganti program raskin menjadi Program Voucher Pangan atau e-voucher. Akan ada 44 Kota di Indonesia yang akan diberlakukan program Voucher Pangan ini dan sampai saat ini sudah terealisasi di beberapa daerah diantaranya Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Surakarta, Malang, Medan dan Makassar. Sebelum menentukan sasaran, pemerintah juga mendata ulang siapa saja yang masih layak menerima bantuan dan yang tidak, dikarenakan khawatir akan terulang kembali kecurangan dari program-program sebelumnya. Pada tahun 2017 pemerintah akan mulai

Ist

mencoba di 44 kota. Jika berhasil akan dicoba di beberapa kabupaten pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 akan diterapkan secara menyeluruh. Sasaran pemberian raskin non tunai atau e-voucher ini adalah sebanyak 15 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS). Mereka yang berhak menerima Voucher Pangan ini sendiri yaitu buruh yang bukan karyawan swasta, masyarakat berpendapatan dibawah Rp. 1,5 juta, masyarakat yang memiliki kendaraan yang kurang memadai, memiliki rumah dengan alas ubin dan lain sebagainya. Voucher Pangan ini sendiri berbentuk kartu layaknya Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang nantinya akan berisi Rp. 110.000,00. Jika sebelumnya RTS hanya bisa memenuhi kebutuhannya sebatas beras, dengan adanya program pengganti raskin ini masyarakat berekonomi rendah bisa membeli telur, gula, dan kebutuhan pangan lainya. Jadi diharapkan kebutuhan gizi masyarakat juga akan tercukupi tidak hanya dari karbohidrat saja. E-voucher ini juga hanya bisa dilakukan di toko-toko yang sudah ditentetukan. Dalam rapat terbatasnya pada 16 Maret lalu, Jokowi juga menyampaikan harapannya terkait program e-voucher, dengan adanya program ini beliau berharap rakyat yang belum sejahtera dan belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan dengan bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik. Lebih jauh Presiden RI ke-7 ini juga menyampaikan bahwa pedagangpedagang sembako di pasar juga bisa mendapatkan tambahan peluang usaha dan bisa dipercayakan.

Desi Rahmawati

MY CAMPUS | 19 EDISI XII, MARET 2017


RECOMMENDED PLACE

Sambil Nongkrong, Sambil Belajar!

M

ain ya main, belajar ya belajar. Begitu kalau kata orang tua zaman dahulu. Kalau membaca kita makin pintar, kalau main kita makin eksis. Tapi bagaimana kalau sambil main bisa sambil belajar juga? Emangnya bisa ya seperti itu? Bisa dong, yuk temukan jawabannya disini!

Foto : LPM Suara Ekonomi

Di tempat yang bertema library kita bisa nongkrong sekaligus baca buku juga loh. Cafe yang berdiri sejak 2006 ini, beralamat lengkap di Jl. Margonda Raya, No. 27. Lokasi yang strategis menjadikan tempat ini banyak dipilih kalangan mahasiswa untuk nongkrong. Untuk menu andalan Nasi Goreng jadi primadonanya. Lebih dari 10 pilihan menu dari Nasi Goreng tersedia di cafe ini. Sudah pasti menggoyang lidah bukan? Harga yang tersedia di cafe ini pun terjangkau. Dengan posisi cafe yang terletak di dekat kampus, ZOE Café tetap menjadi pilihan bagi mahasiswa. Di tempat ini juga tersedia wifi dan shisha bagi para pecintanya. Tidak hanya Nasi Goreng dan berbagai desserts menjadi pilihan utama diberbagai kalangan. Seperti : Banana Split, Banana Cheese dan Es Buah Segar. ZOE Café buka dari jam 10.00 - 22.00 WIB di hari biasa dan 10.00 – 23.00 WIB di hari libur. Di sini menjadi kandang para penggemar sejati tim sepak bola asal Inggris Manchester United (MU), juga dijadikan tempat nonton bareng kala MU bertanding. “Kalo lagi ada nobar, kita buka sampai acara nobar itu selesai,” ujar Nurliani, selaku Kasir di ZOE Café.

Foto : LPM Suara Ekonomi

Sangat banyak buku yang ada di ZOE Café ini. Ada lebih dari ratusan komik, novel, pop science dan majalah. Dengan biaya mulai dari Rp. 10.000,- kita sudah bisa membaca buku sepuasnya disini. Untuk pengunjung yang sering ke tempat ini, disediakan juga kartu member untuk mendapatkan potongan harga. Potongan harga bisa dipakai untuk pembayaran di café ini. Dengan potongan harga 10%, lumayan banyak bukan? Tidak hanya tenar dengan konsep perpusatakaan, ZOE Café juga terkenal dengan tempatnya yang luas. Ini terbukti dengan tempat yang juga bisa dipesan untuk acara yang kalian inginkan. Antara lain : Birthday Party, Wedding Party, Launching Product, Seminar, dan lainnya. Dengan lokasi yang strategis, ZOE Café bisa menjadi pilihan utama bagi apapun kebutuhan anda. GP Rajasa dan Rizky Dwi

Foto : LPM Suara Ekonomi

20 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017


TECHNO

Hadirnya Jaringan 4.5G dalam Era Ekonomi Digital

Ist

T

Ist

eknologi saat ini terhitung penting, mengingat bagaimana masyarakat modern dimudahkan segala sesuatunya dalam memenuhi kebutuhan mereka. Jika sedikit mengintip kebelakang, bahwa jaringan 4G sempat membuat gebrakan baru dengan memberikan sinyal atau jaringan kuat yang ditawarkan. Jaringan 4G sendiri merupakan perkembangan dari jaringan yang sebelumnya telah sering digunakan oleh masyarakat yaitu 2G dan 3G. Sejak awal kemunculannya, jaringan 4G sudah mendapatkan respon yang cukup baik bagi sebagian masyarakat. Namun, seperti apa jika muncul teknologi jaringan 4.5G yang memiliki tingkatan akses internet yang lebih cepat lagi? Pada tahun 2017 ini, beberapa operator jaringan seluler di tanah air mulai siap bersaing untuk memperkenalkan teknologi baru. Sebuah teknologi yang diyakini akan membantu peran ekonomi digital di Indonesia. Teknologi tersebut adalah jaringan 4.5G dimana agar masyarakat dapat merasakan kecepatan dari jaringan yang lebih cepat, stabil, dan memiliki jangkauan yang luas. Bahkan dengan perangkat yang mendukung, akses internet bisa dinikmati pelanggan hingga 400Mbps. Hal tersebut tentu akan dibutuhkan di Indonesia, mengingat bahwa kehadiran teknologi dengan akses internet yang semakin cepat telah terbukti dapat mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia sendiri terdapat UKM (Usaha Kecil Menengah) yang didirikan dan dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk lahan pekerjaan bagi masyarakat. Sebagai contoh pada layanan transportasi (Gojek, Grab, Uber, dll) atau layanan

E-Commerce (seperti Bukalapak, Tokopedia, OLX, dll) yang sudah mampu menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat Indonesia. Seperti pendapat dari salah satu mahasiswa di Universitas Pancasila yang memiliki bisnis di bidang teknologi. “Sinyal 4G sangat membantu bagi transaksi dalam bisnis, sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan. Jadi untuk mengakses ke web, instagram, line, upload foto dan semua kegiatan internet sangat membantu dalam kegiatan bisnis. Namun sangat disayangkan, karena masih banyak area di Indonesia yg belum tercakup oleh 4G secara utuh dan menyeluruh,� ujar Ahmad Hazali salah satu mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila. Jaringan 4.5G masih dilakukan beberapa uji coba oleh perusahaan operator jaringan seluler yang dilakukan pada beberapa daerah di Indonesia. Jika melihat pengalaman, masyarakat di Indonesia memang masih ada sebagian yang belum dapat menggunakan dan mendukung teknologi dari 4G maupun 4.5G, baik dari segi perangkat yang mendukung untuk teknologi tersebut maupun jaringan yang tersedia yang tersebar di beberapa daerah. Tri Agustina dan Rivaldi H. W.

MY CAMPUS | 21 EDISI XII, MARET 2017


EVENT Yang Muda Yang Berprestasi

Ist

M

enjadi seorang mahasiswa berprestasi merupakan impian bagi seluruh mahasiswa. Karena penghargaan tersebut merupakan suatu penghargaan tertinggi bagi seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi, baik sarjana maupun diploma. Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2017 menjadi sebuah momen untuk mendorong potensi mahasiswa berprestasi di Universitas Pancasila. Apa itu Mawapres? Mawapres adalah sebuah ajang penghargaan tertinggi bagi mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dengan baik dan bersikap positif serta berjiwa Pancasila. Ajang penghargaan untuk mahasiswa berprestasi tingkat universitas ini belum pernah diadakan, sebelumnya penghargaan mahasiswa berprestasi hanya sampai tingkat fakultas saja. Tetapi ditahun 2017 ini SENAT Keluarga Mahasiswa Universitas Pancasila (KMUP) mengadakan ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas yang dicetuskan oleh Fakultas Tehnik Universitas Pancasila pada tahun 2015. SEMA 7 fakultas yang ada di Universitas Pancasila turut berkontribusi langsung dalam ajang penghargaan ini. Seperti halnya dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang sebelumnya fakum mengadakan pemilihan mahasiswa berprestasi sejak 2004, baru akan memulai pemilihan kembali pada tahun ini dengan nama Pilmapres. Tidak main–main dalam memilih kandidat, SENAT KMUP menerapkan standar kriteria yang hampir sama dengan Mahasiswa Berprestasi DIKTI, diantaranya; warga negara Republik Indonesia, aktif sebagai mahasiswa, tidak berusia lebih dari 24 tahun, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa >3,0, memiliki prestasi yang dapat diunggulkan, mampu berkomunikasi lebih dari satu

22 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017

Foto : LPM Suara Ekonomi

bahasa, dan memiliki sikap positif serta berjiwa Pancasila. Standar kriteria yang tinggi menjadi sebuah acuan potensi bagi mahasiswa Universitas Pancasila. Dengan mengangkat tema “Peningkatan Produktivitas IPTEK dan Inovasi untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Unggul”. Ajang penghargaan ini mendapatkan respon positif dan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa maupun rektor. “Mahasiswa sangat antusias, koordinasinya juga lancar termasuk Warek III Pak Agus Purwangga yang sangat antusias dengan diadakannya Mawapres tingkat universitas ini,” ujar Ketua Pelaksana Mawapres, Muhammad Hisyam Zam Zawi. Penghargaan yang termasuk serangkaian acara dari Almamater Cup ini diselenggarakan pada tanggal 9 Maret 2017 mulai dari pukul 09.00 – 14.00 di Aula Fakultas Tehnik Universitas Pancasila. Berbagai macam persiapan dimulai dari penentuan juri hingga koordinasi dengan SEMA 7 fakultas yang ada sangat diperhatikan oleh panitia. Dengan terlaksananya ajang penghargaan Mawapres 2017 ini, dapat mendorong para mahasiswa lainnya untuk lebih berprestasi lagi dan mahasiswa yang berprestasi mendapatkan penghargaan yang diakui tingkat universitas. Surya Danang dan Ayu Khasanah


MY CAMPUS | 23 EDISI XII, MARET 2017


EVENT

Almamater Cup : Solidaritas Tujuh Fakultas

A

Ist

lmamater Cup merupakan ajang terbesar yang diselenggarakan SEMA-KMUP. Berbeda dengan edisi pertama. Kali ini dikombinasikan dengan keanekaragaman kompetisi. Tidak hanya bidang olahraga tetapi juga terdapat bidang akademik yaitu Mawapres ( Mahasiswa Berprestasi). Tema yang diusung tahun ini yaitu “Be One, Feel the Solidarity”. Tujuannya sebagai wadah bagi para mahasiswa Universitas Pancasila agar dapat bersosialisasi. “Agar setiap mahasiswanya tujuh fakultas ini dapat bersosialisasi dan menunjukkan bakat-bakat dan sebagai penyatu untuk menjadi lebih solid,” ungkap Alfon D .Pratama N, selaku ketua pelaksana Almamater Cup. Almamater Cup terdiri dari cabang olahraga futsal, volley, sepak bola, badminton, tenis meja, catur, basket, dan tarik tambang. Banyaknya cabang olahraga yang disediakan agar mencakup lebih banyak mahasiswa yang bisa berpartisipasi dalam acara ini. Untuk menarik minat para Mahasiswa untuk berpartisipasi, panitia penyelenggara telah berkordinasi dengan Sema (Senat mahasiswa) di setiap fakultas.

Foto : LPM Suara Ekonomi

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari saat perkuliahan, maka dari itu dikonsep secara efisien. Mulai dari tanggal 6 Maret-10 Maret 2017. Dihari terakhir acara akan diadakan closing ceremony sekaligus pembagian hadiah seperti piala, medali, dan sertifikat Acara besar seperti Almamater Cup ini menghabiskan dana tidak sedikit. Biaya yang dikeluarkan mulai dari persiapan hingga closing ceremony sebanyak 40jt – 50 jt. “Kita kan Almamater Cup ada dua cabang, cabang mawapres dan cabang olahraga. Kalo keduanya kisaran 40-50jt,” tambahnya. Kemal Abdussalam dan Piqqi Sumareta Aimis

24 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017


MY CAMPUS | 25 EDISI XII, MARET 2017


TEK AI SILANG

EKONOMI

Across :

Down :

4. Pendapatan rata-rata penduduk 8. Bantuan 9. Hasil bersih 13. Pengembalian barang 14. Objek pajak 15. Nilai sisa

1. Tukar menukar 2. Hak pekerja berbentuk uang 3. Tabungan berjangka 5. Laba 6. Hasil, keluaran 7. Harga permintaan yang diajukan pembeli 10. Surat hutang 11. Tempat perdagangan saham 12. Titik Impas

26 | MY CAMPUS

EDISI XII, MARET 2017


MY CAMPUS | 27 EDISI XII, MARET 2017


SE Alamat Redaksi: Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, 12640 Jakarta Selatan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pancasila

suara.ekonomi@gmail.com LPM Suara Ekonomi @suaraekonomi @xwc3089m @SuaraEkonomi lpmsuaraekonomi.wordpress.com Suara Ekonomi Suara Ekonomi www.suaraekonomi.com

MY CAMPUS EDISI XII (MARET 2017)  
MY CAMPUS EDISI XII (MARET 2017)  
Advertisement