Issuu on Google+


Sambutan Rektor Universitas Jambi Pertama-tama kita panjatkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT berkat limpah rahmat, tauďŹ k dan hidayah-Nya, sehingga Tabloid Suara Unja telah memasuki tahun ke empat dalam pelayanannya kepada Universitas Jambi yang kita cintai ini, dalam keterbatasan yang ada selama ini, telah mampu melakukan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Jambi. Tabloid Suara Unja adalah suara sivitas akademika Universitas Jambi dalam mengemban tugas mulia, dalam mensukseskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya sangat menyambut baik didokumentasikannya tabloid Suara Unja dalam sebuah buku. Karena didasari bahwa berita dan informasi tentang Universitas Jambi ini menjadi pe_rekat dan tongkat estafet pada generasi berikutnya. Sehingga pembangunan Universitas Jambi yang berkelanjutan terus dilakukan.

rahmi diantara sivitas akademika dan stackholder.

Apa yang dimuat dalam Tabloid Suara Unja, bukan hanya sekedar berita tentang sebuah peristiwa yang terjadi. Akan tetapi sebuah informasi yang dapat merangkai tali silatu-

Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat dalam pengembangan Universitas Jambi selanjutnya. Jambi, Juni 2010 Rektor,

H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH


Sambutan Kepala Humas Univesitas Jambi Berita mengenai Universitas Jambi terutama masalah perkembangan akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat dan media. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kemajuan di bidang tridharma perguruan tinggi melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pembangunan ďŹ sik. Perkembangan tersebut positif dan tentu saja menggembirakan, karena merupakan indikator bahwa media dan masyarakat semakin peduli dan perhatian terhadap Universitas Jambi. Oleh karena itu Humas Universitas Jambi, merasa perlu untuk memberikan informasi kepada publik melalui berbagai media, yang salah satunya adalah Tabloid Suara Unja. Hal ini bertujuan agar publik langsung mendapatkan informasi melalui media internal Universitas Jambi. Tabloid Suara Unja sudah terbit sejak bulan Juni 2006. Diharapkan tabloid ini dapat dipergunakan sebagai bahan bacaan serta menyusun strategi informasi kehumasan Universitas Jambi dalam upaya pencitraan publik yang lebih baik pada masa yang akan datang. Kritik dan saran diharapkan dari pembaca agar Tabloid Suara Unja lebih baik dan eksis ditengah masyarakat. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita terhadap perkembangan dan pembangunan Universitas Jambi. Ka. Humas Unja Drs. H. Firman, M.Si


VISI UNIVERSITAS JAMBI Dengan paragdima baru Universitas Jambi sebagai Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Propinsi Jambi, disusun Visi Universitas Jambi sebagai berikut :

ÂŤ Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubahÂť Sejalan dengan Visi Pnedidikan Nasional tersebut, maka Visi UNJA ditetapkan sebagai berikut :

ÂŤ Pada tahun 2025 UNJA akan menjadi perguruan tinggi bermutu dengan berbagai pusat unggulan, sehingga mampu berkompetisi secara nasional dan inetrnasional Âť

MISI UNIVERSITAS JAMBI Untuk mewujudkan Visi diatas, maka disusun Misi Universitas Jambi sebagai berikut : 1.

Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;

2.

Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;

3.

Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral ;

4.

Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global ;dan

5.

Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TUJUAN UNIVERSITAS JAMBI Dengan berpijak pada Visi dan Misi sebagaimana dikemukakan di atas, kehadiran Universitas Jambi di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk : 1. Mempersiapkan peserta didik yang berilmu, kreatif, berdisiplin dan berdedikasi tinggi mampu menyesuaikan diri dan bersaing dalam pengembangkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni guna mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi secara profesional demi kemajuan bangsa dan negara dengan berbekal iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Mengembangkan wadah disiplin keilmuan bagi tenaga pengajar dan mahasiswa mahasiswa sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan prestasinya untuk berperan serta dalam pembangunan. 3. Mengembangkan suasana demokratis yang mendukung kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan, agar sivitas akademika secara bertanggung jawab dapat menyumbangkan pemikiran yang kostruktif dan kreatif, baik bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni serta kebudayaan maupun pembangunan daerah dan nasional. 4. Mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/ata Seni serta mengupayakan penggunaannya dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, melestarikan dan memperkaya kebudayaan nasional serta berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional. 5. Membuka dan memberi kesempatan kepada masyarakat Jambi untuk berkembang menjadi masyarakat modern yang menghayati iman dan taqwa serta menguasai Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni.


Rektor : H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH Dari Kiri ke Kanan Purek I Drs. Ardinal, M.Si, Purek II Dr. Ir. A. Rahman SY, MSc, Purek III Dr. Maizar Karim, M.Hum, Purek IV Prof. Dr. Drs. Aulia Tasman, M.Sc Dekan Fak. Ekonomi Dr. Afrizal, SE, M.Si, Ak, Direktur Prog. Pascasarjana Dr. Suratno, M.Pd Dekan FKIP Drs. Affan Malik, MM Dekan Fak. Hukum Taufik Yahya, SH, MH Dekan Fak. Peternakan Ir. Afzalani, MP Dekan Fak. Pertanian Prof. Dr. Ir. Zulkifli A, M.Sc


edisi 22


ISSN 2085-7861

CMYK

SU Edisi XXII Januari - Februari 2010

SEPUTAR KAMPUS

PERPUSTAKAAN : Gedung perpustakaan Unja bertaraf internasional dalam tahap penyelesaian.

P E N G A M B I L A N S U M P A H : Rektor mengambil sumpah kepada pejabat yang baru dilantik.

Rektor :

Pejabat Baru harus Membawa Perubahan MENDALO, SU- Dengan dilantiknya pembantu dekan fakultas ekonomi, fakultas peternakan dan fakultas pertanian yang baru diharapkan para pejabat baru ini dapat membawa perubahan yang lebih baik, hal ini disampaikan Rektor Universitas Jambi H. Kemas Arsyad Somad SH, MH dalam acara pelantikan pembantu dekan fakultas ekonomi, fakultas peternakan dan fakultas pertanian. Bersambung ke hal.......13

Bagi yang terkena lingkaran dapat mengambil hadiah di bagian Humas Gedung Rektorat Lt.II Kampus Unja Mendalo. (Hadiah paling lambat diambil tanggal 29 Maret 2010)

Mengembangkan Potensi Menuju Kompetisi Global

Unja Tuan Rumah Rakor Bapel Kukerta BKS PTN Wilayah Barat BERDASARKAN hasil rapat tahunan XXX Rektor BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat, yang diselenggarakan tanggal 25-27 Oktober 2009, telah ditetapkan rencana kerja BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat berupa kegiatan Kukerta bersama. Dengan ketentuan, para rektor menyadari pentingnya pelaksanaan Kukerta bagi mahasiswa, dan bersepakat untuk paling tidak mengintensifkan kegiatan Kukerta pada masing-masing perguruan tinggi, dan berkeinginan untuk dapat mewujudkan suatu kebersamaan dalam bentuk kegiatan Kukerta bersama, yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat Setiap PTN anggota BKS diharapkan menawarkan kepada PTN anggota BKS

lainnya untuk dapat melaksanakan kukerta secara bersama, merintis pelaksanaan kegiatan kukerta bersama yang terkoordinir pada satu lokasi yang ditetapkan. Rintisan pelaksanan kegiatan ini dimulai melalui pertemuan para Ketua LPM atau Koordinator Kukerta PTN dibawah koordinasi Rektor Universitas Jambi. Sebagai tuan rumah dalam pertemuan tersebut, Rektor Universitas Jambi H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH sangat mendukung adanya kerjasama dalam pelaksanaan Kukerta bersama yang akan dibahas. Kukerta merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat dalam upaya pengembangan potensi masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil.

Bersambung ke hal.......13

RAKOR : Rektor Unja H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH dan Rektor Unsri Prof. Dr. Hj. Badiah P, MBA dalam acara Rakor Bapel Kukerta BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat.

Lokakarya Pengembangan Kurikulum PG-SBI Bidang Pendidikan MIPA

Kurikulum Merupakan Komponen Sistem Pendidikan yang Paling Rentan Terhadap Perubahan

berpotensi menjadi SBI. Sebagai konsekuensi dari program pengembangan SBI, saat ini kebutuhan akan tenaga pendidik dari dalam negeri yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sudah sangat mendesak agar tidak diisi oleh tenaga dari luar. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sampai saat ini baru empat LPTK yang secara formal menyelenggarakan program DARI KANAN : PD III FKIP Drs. Damris M.M.Sc, P.hD, PD I S-1 MIPA yang lulusannya FKIP Dra. Zurweni, M. Si, Purek I Drs. H. Ardinal, M. Si, dan mampu mengajar di SBI.

SESUAI dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sejak tahun 2004 telah mengembangkan program rintisan Sekolah Berstandar Nasional (SBI) untuk memfasilitasi sekolah yang Ketua Jurusan PMIPA Dr. Afrizal Lukman, M.Pd.

Bersambung ke hal.......12


Suara Unja

02 02

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Menuju Perguruan Tinggi ber-BHP

REFORMASI pendidikan kita telah digulirkan. Penyempurnaan pranata hukum telah menginisiasi kepada para pemangku kebijakan pendidikan yakni dengan lahirnya UndangUndang Badan Hukum Pendidikan (BHP) No.09 Tahun 2009. Kehadirannya, menimbulkan pro (setuju) dan kontra (tidak setuju) dikalangan masyarakat dan para praktisi pendidikan yang hingga kini terus berlangsung. Pemaknaan secara parsial maupun ulasan secara global dari undang-undang itu telah dilakukan oleh para pakar pendidikan dan praktisi pendidikan kita. Namun, dalam konteks itu, masih menyisakan persoalan terkait dengan realitas pendidikan kita khususnya terkait dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dalam konteks kontra, sesuai dengan amanah konstitusi, pendidikan merupakan hak warga negara yang penjaminan pemenuhannya wajib dilakukan oleh negara. Berubahnya bentuk institusi pendidikan menjadi badan hukum akan mengeliminasi penjaminan negara terhadap masyarakat dalam memperoleh pendidikan, salah satunya dari sisi aksesibilitas.. Terkait dengan itu, salah satu hal yang perlu dikritisi adalah dari sisi pendanaan BHP. Sebagaimana tercantum dalam UU BHP pasal 41, tidak seluruh pendanaan BHP berasal dari pemerintah, baik itu pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi. Artinya masih terdapat porsi-porsi dimana institusi pendidikan yang bersangkutan perlu mengusahakan sendiri sumber dana lain dalam memenuhi biaya operasional penyelenggaraan pendidikan (Warta, ITB). Dari sumber-sumber mana

saja institusi pendidikan dapat memperoleh dana untuk ‘menambal’ biaya operasional mereka. Dari peneleaahan tersebut juga akan terlihat bahwa mekanisme pendanaan biaya operasional pada BHP diluar porsi pemerintah, tidak hanya diatur dalam UU BHP saja, namun juga tercantum pada peraturan-peraturan lain (PP dan Perpres). UU BHP ‘hanya’ menjelaskan garis besar porsiporsi pembiayaan yang harus ditanggung sendiri oleh BHP dan menjelaskan secara umum mekanisme memperolehnya. Rincian dari mekanisme tersebut diatur selanjutnya oleh peraturan lain. Salah satu sumber pendanaan yang diperbolehkan dijalankan oleh BHP adalah investasi dalam bentuk portofolio (saham). Hal ini tercantum dengan jelas pada pasal 42 ayat 1. Hal ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan (BHP) dapat bermain di pasar bursa. Tentunya kita belum lupa mengenai riskannya bermain di sektor finansial. Gambaran anjloknya sektor finansial dunia pada krisis ekonomi global saat ini tentunya sangat menggambarkan tingginya resiko permainan saham di lantai bursa. Tak terhitung berapa banyak perusahaan-perusahaan besar dunia yang mendadak gulung tikar karena fluktuasi nilai saham yang sangat rentan. Bayangkan jika sektor vital seperti pendidikan ditopang oleh mekanisme pendanaan yang rapuh seperti ini? Akan jadi seperti apa dunia pendidikan Indonesia? Mekanisme lain yang dapat dilakukan oleh BHP untuk memperoleh dana adalah dengan menghimpun dana dari masyarakat dengan ketentuan yang sesuai dengan undangundang (peraturan) yang ada.

Prof. Drs. Sutrisno, M.Sc, Ph.D*

Hal tersebut tercantum dalam pasal 45 ayat 1 UU BHP, namun tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai hal tersebut. Satu hal yang menarik adalah keberadaan PP no.48 tahun 2008 mengenai pendanaan pendidikan. PP tersebut menjelaskan secara terperinci sumber-sumber dana yang dapat digunakan oleh BHP. Pada PP tersebut terdapat beberapa pasal yang jelas-jelas mengatakan bahwa salah satu sumber pendanaan institusi pendidikan adalah dari pihak asing. Sedikitnya terdapat 15 pasal dalam PP tersebut yang menyebutkan bahwa salah satu sumber pendanaan yang sah dari institusi pendidikan berasal dari pihak asing. Keterlibatan pihak asing dalam dunia pendidikan Indonesia yang tercantum dalam peraturan negeri ini tidak hanya itu. Pada Perpres No.77/2007 mengenai daftar bidang usaha yang tertutup dan terbuka di bidang penanaman modal, disebutkan bahwa jenis badan usaha yang dapat dimasuki modal asing adalah pendidikan, baik formal maupun informal, dengan persentase modal asing sampai dengan 49%. Dilain sisi, berbagai semangat positif yang termaktup dalam BHP, seperti akuntabilitas, otonomi, penjaminan mutu, transparansi serta efisiensi birokrasi diharapkan akan menjadi solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia,

yang dinilai bersumber dari inefisiensi birokrasi dan penyakit lain dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kita yang perlu diseriusi. Bahkan, pihak Ditjen Dikti telah menginisiasinya dalam platform paradigm baru yang tertuang dalam Higher Education Long Term Strategy (HELTS 2003-2010). Hal ini diperkuat dalam pola pelaksanaannya melalui dana hibah kompetitif (block grant) baik yang bertujuan dalam menata kapasitas institusi maupun perbaikan proses akademik. Kendatipun masih terdapat kendala dalam implementasinya. Amanat yang diberikat dalam pola ini belum sebanding dengan pola perubahan yang diharapkan. Namun, faktanya, berbagai persoalan tersebut dalam praktiknya belum sepenuhnya terjawab. Misalnya, meningkatkan kinerja dalam konteks perbaikan tatakelola maupun perbaikan proses akademik belum dijalankan secara konsisten oleh para pelaku pendidikan. Yang disinyalir adanya hambatan dalam perubahan mind set, komitmen dan pola koordinasi serta kolaboratif dengan steakholder dan para pengguna lulusan. Terlepas dari itu semua, kita pun harus memperhatikan dengan jeli bahwa pengubahan status institusi pendidikan menjadi BHP mengandung konsekuensi tersendiri. Konsekuensi tersebut merupakan akibat dari esensi bentuk badan hukum yang melekat pada institusi pendidikan berbentuk BHP. Untuk menggapai PT yang ber-BHP hendaknya dapat dimaknai sebagai peluang sekaligus merupakan tantangan khususnya dalam penyelenggaraannya. Setidaknya, terdapat empat fungsi pokok penyelenggaraan yang perlu disikapi. Pertama, fungsi penentuan kebijakan umum yakni menetapkan visi pendidikan dan penguatan pranata pengelolaan pendidikan yang merujuk kepada rencana strategis (Renstra PT) yang wajib dipedomani. Tujuannya agar arah kebijakan, rencana program, pelaksanaan program dan pengukuran keberhasilan program selalui dipantau dan dikunci oleh indikator-indikator keberhasilan program dan dapat dievaluasi dalam kurun waktu yang telah disepakati. Kedua, fungsi penguatan akademik dan non akademik yang secara sederhana dapat dilihat pada pola verifikasi (umpan balik) asesor BAN-PT

yang lebih menekankan pada implementasi program yang dikembangkan. Misalnya terkait dengan kurikulum, muatan kurikulum, tim pengembang kurikulum serta umpan balik dari pengguna lulusan. Tidak kurang dari 49 komponen yang diukur dan diuraikan dalam bentuk butir-butir pertanyaan yang perlu ditindaklanjuti oleh pengelola pendidikan. Yang lebih menarik dalam pola itu, adalah merintis dan mengembangkan pola kerjasama yang berkesinambungan dalam perbaikan kualitas input, perbaikan proses, penguatan dana operasional serta penguatan jejaring (kolaboratif) yang saling membutuhkan. Pada gilirannya, pola yang dibangun tidak hanya peningkatan perluasan akses pendidikan yang tidak terkendali, fasilitas fisik semata serta hanya menjawab kebutuhan sesaat tetapi lebih ditekankan pada perbaikan kinerja proses pendidikan. Muaranya adalah peningkatan relevansi, efisiensi serta kegayutan dengan dunia kerja dari lulusan yang dihasilkan. Ketiga, penguatan tatakelola yang didalamnya tercantum elemen-elemen utamanya terkait standar penyelenggaraan, infrastruktur, financial pengembangan SDM serta sistem informasi yang dikembangkan. Namun, dalam praktiknya, yang paling krusial dihadapi oleh pengelola PT adalah rasio antara dosen dan jumlah mahasiswa yang tidak seimbang akibat dari pola perluasan akses yang kebablasan. Dilema ini terus berlangsung yang tidak diimbangi oleh penerapan sistem penjaminan mutu secara memadai. Kondisi ini diperparah oleh pemetaan kebutuhan staf akademik dan non akademik yang belum dipetakan secara berkelanjutan. Akibatnya, penyelenggaraan pendidikan hanya berjalan secara natural tanpa adanya sistem kendali mutu yang memadai. Selain prinsip-prinsip yang telah dituangkan dalam pasal 4 UU BHP, tidak kalah pentingnya adalah adanya kemauan yang kuat serta komitmen yang tinggi dalam mengimplementasikan secara berkesinambungan oleh para pelaku pendidikan. Pada akhirnya, akankah, pranata hukum ini akan memberi manfaat bagi kita? *Guru Besar Universitas Jambi, Team reviewer Dewan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Suara Unja

03 03

BPPC Terpilih Sebagai Teknologi Nasional

Bioreaktor Pembangkit Pupuk Cair (BPPC) merupakan produk inovatif yang diciptakan Ir. Dede Martino, MP

BANYAK masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan keseharian mereka, apalagi pada kondisi keterpurukan ekonomi saat ini. Semua yang dahulunya mudah sekarang menjadi lebih sulit, dahulunya sumber daya tersebut tersedia namun pada saat ini telah langka. Untuk keluar dari kondisi tersebut mereka membutuhkan suatu cara, rancangan, teknologi dan tindakan yang inovatif. Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk inovatif. Oleh sebab itu besar sekali harapan masyarakat agar institusi tempat kumpulan orang kreatif seperti sebuah universitas dan pusat-pusat penelitian milik pemerintah, swasta ataupun individu untuk mengambil peran dalam mengembangkan produkproduk inovatif dan menjadi tumpuan harapan masyarakat. Masyarakat berharap sebuah peguruan tinggi peduli terhadap masalah besar yang mereka hadapi seperti lingkungan hidup, sumber daya, kependudukan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Saat ini Universitas Jambi sudah selayaknya bergembira dan terus membangun atmosfir akademis yang bernuansa kreatif dan inovatif menjadi lebih baik, karena dengan kondisi keterbatasan yang ada sekarang telah dapat menghadirkan dosen dengan karyanya yang dapat berpartisipasi menyumbangkan produk inovatifnya di tengah masyarakat dan telah dibuktikan prestasinya di berbagai even pada tingkat nasional, dan produknya telah diterapkan di tengah masyarakat di berbagai provinsi di Indonesia. Salah satu produk inovatif tersebut diciptakan oleh Ir. Dede Martino, MP yakni Bioreaktor Pembangkit Pupuk Cair (BPPC), produk inovatif ini telah diriset sejak 1996, pada tahun 2000 telah terbentuk prototipe pertamanya, dan 2006 mendapatkan prestasi pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional di Pontianak sebagai juara harapan empat. Hingga akhir 2009 terpilih sebagai teknologi nasional dan di undang untuk dipaparkan pada Konferensi Sanitasi Nasional, serta di undang ke Istana wakil presiden untuk menerima penghargaan sebagai teknologi mempercepat

KONFERENSI : Wapres Prof. Dr. Budiono menerima peserta Konferensi Sanitasi Nasional Ke-2 Tahun 2009 di Istana Wapres, tampak Ir. Dede Martino, MP bersalaman dengan Wapres.

pengembangan dan penerapan pembangunan sanitasi pada masyarakat Indonesia. Menurut Dede Martino, Teknologi BPPC merupakan hasil rangkaian panjang proses rancang bangun dan penelitian berulang tersebut pada 2009 telah diproduksi sebanyak 200 unit, dan dipakai di beberapa kota di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Manado, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Palembang, Sumatera Utara, Pakan Baru, dan Jambi. “Di Provinsi Jambi teknologi ini telah menyumbang keberhasilan desa atau kecamatan PHBS terbaik di Indonesia. Sedangkan di Kota Palembang dipergunakan untuk menunjang pendidikan sanitasi di sekolah-sekolah dan perumahan, sehingga membawa Palembang memperoleh piala adipura, sebagai kota dengan sistem sanitasi terbaik di Asia Tenggara”, jelas Dede. Pada 2009 teknologi ini lolos pada program Botom Up yang diselenggarakan LIPI. Produk inovatif ini, pada 2010 baru diterapkan dalam bentuk usaha yang bekerjasama dengan masyarakat dan petani binaan untuk meningkatkan pengembangan sanitasi pada ekologi pertanian, pengelolaan pupuk cair organik dari sampah kota dan di bina oleh LIPI selama 10 bulan sampai terbentuk sebuah perusahaan yang berbasis teknologi BPPC. “Pengemasan

pupuk cair tersebut saat ini sedang dilakukan penjajakan dengan perusahan Tetrapack sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan,” ungkapnya. Dede menambahkan bahwa, pada tahun yang sama teknologi ini menjadi tekologi yang dilirik dalam City Summit 6th ISSDP yang fokus pada pengembangan sanitasi di Indonesia, teknologi BPPC sangat berperan dalam pengembangan sanitasi di ekosistem pertanian, terutama pada pemukiman pertanian. Karena banyak masalah kesehatan yang muncul di ekosistem pertanian terutama yang berhubungan dengan munculnya penyakit menular pada saat panen besar, penyakit tersebut seperti disentri, dan penyakit menular lainnya yang diakibatkan oleh meningkatnya populasi lalat dan tikus penular pada saat panen, karena tersedianya makanan untuk tikus dan lalat dari sisa buangan panen yang tidak terkelola dengan baik. “Teknologi BPPC selama sepuluh tahun terakhir terus di kembangkan mulai dari tipe satu sampai tipe lima, tipe yang kelima diberi nama BPPC Biogas, nama tersebut diberikan karena mesin biologis BPPC dapat menghasilkan biogas dan pupuk organik cair sekaligus dari hasil pengolahan sampah organik,” tambahnya. Mengenai pengembangan

BPPC Biogas yang pembuatannya untuk merespon adanya program konversi minyak tanah ke gas elpiji. Sebagian dari masyarakat bawah terutama disektor pertanian akan mengalami kendala memperoleh energi murah, oleh sebab itu riset 2009 diarahkan membuat energi murah untuk masyarakat menengah ke bawah melalui pengembangan peralatan sanitasi perkotaan. “Saat ini teknologi untuk kepentingan rumah tangga tidak tersedia, pada 2010 diharapkan teknologi BPPC biogas menjadi solusi terbaik untuk memperoleh energi alternatif murah di rumahrumah”, jelas Dede yang juga sebagai dosen fakultas pertanian pada bidang keahlian agronomi atau tanaman perkebunan. Lebih lanjut ia mengatakan, prestasi yang dicapai saat ini

merupakan hasil kerja keras dan tidak mudah, karena tidak sedikit rintangan yang mesti dihadapi, terutama belum mendukungnya sistem manajemen perguruan tinggi untuk mendukung secara optimal proses penemuan yang penuh ketidakpastian, dan kegagalan yang tinggi. Masalah lainnya yang cukup mengganggu dan menguras emosi, menyebabkan terpecahnya fokus pemikiran dan tidak efisiennya waktu adalah masalah terlalu kakunya sistem penggunaan laboratorium, tata cara pengajuan proposal, sistem budgeting perguruan tinggi, dan birokrasi perizinan. Untuk mengatasi hal tersebut terkadang ia membuat workshop sendiri di luar kampus yang dapat dipergunakan setiap waktu siang dan malam tanpa harus dipusingkan dengan segala sistem manajemen yang mengganggu dan menghambat proses penemuan itu sendiri. Berdasarkan pengalaman dalam menciptakan teknologi, Dede Martino berpandangan bahwa pada saat ini para peneliti dan akademisi harus mengubah paradigmanya. Mereka harus mempelajari budaya masyarakat kembali, menambah dan mengasah nilai-nilai entrepreneurship serta memperkuat nilai relijius di dalam dirinya. Selain itu sistem pendidikan yang ada juga sudah selayaknya dikoreksi dan mulai memperkuat pendidikan budaya, entrepreneurship, dan agama yang kuat, selain pengetahuan tentang teknologi yang dipelajari pada masing-masing fakultas. “Kenyataannya suatu teknologi tanpa disandingkan dengan nilai-nilai budaya masyarakat akan kehilangan jatidirinya, dan sulit diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Bila suatu teknologi tidak diberikan nilai-nilai entrepreneurship akan sulit diterima pasar, sedangkan teknologi tanpa diberikan nilai-nilai relejius akan bisa sesat,” jelasnya.(Dedi)

BPPC: Bioreaktor Pembangkit Pupuk Cair (BPPC) merupakan salah satu produk inovatif yang diciptakan Ir.Dede Martino, MP.


Suara Unja

02 04

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Peningkatan Profesionalitas Guru Bahasa dan Sastra Indonesia

MENDALO, SU- Kualitas guru bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan dirasakan masih banyak yang belum memenuhi standar. Parameter profesi bagi seorang guru yang sesuai dengan undang-undang guru dan dosen mewajibkan seorang guru memiliki loyalitas dan dedikasi, kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, tanggung jawab, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk dapat menjadi pendidik yang profesional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, guru perlu mengembangkan kecerdasan ganda sebagai bekal untuk mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru bahasa dan sastra Indonesia mahasiswa FKIP Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan seminar sehari yang diikuti 250 orang peserta terdiri dari guru

dan mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Rektorat Lt. III Unja Mendalo, Sabtu (23/1). Acara dibuka oleh Dekan FKIP yang diwakili PD I Dra. Zurweni, M.Si. Dalam sambutannya ia mengatakan, seminar ini selain untuk menambah wawasan juga diharapkan nantinya seorang guru dapat menguasai metode pembelajaran dan dapat menempatkan guru bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai pendidik, pengajar, pembimbing serta pendorong kreativitas sehingga anak didik dapat berhasil secara optimal. Sementara itu, ketua pelaksana seminar Sahrial menjelaskan usaha meningkatkan kualitas guru merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Dalam pelaksanaannya tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari para ahli terhadap pengembangan kompetensi guru, tetapi harus

PESERTA : Dengan antusias para peserta mengikuti seminar sehari peningkatan profesionalitas guru bahasa dan sastra Indonesia.

pula dipahami berbagai faktor yang mempengaruhinya. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru bahasa dan sastra Indone-

3.245 Guru Terima Sertifikat Pendidik

SERTIFIKASI GURU : Purek I Drs. H. Ardinal, M.Si menyerahkan sertifikat pendidik kepada salah seorang peserta yang telah lulus sertifikasi.

MENDALO, SU- Sebanyak 3.245 guru mendapatkan sertifikat pendidik. Guru yang mendapatkan sertfikat adalah mereka yang mengikuti sertifikasi 2009 yang telah melewati Proses Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang digelar Lembaga Penjaminan

Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. Penyerahan sertifikat pendidik berlangsung di Balairung Kampus Pinang Masak Unja Mendalo, Sabtu dan Minggu (6-7/ 02). Penyerahan sertifikat berlangsung dua hari. Pada hari pertama penyerahan sertifikat untuk

guru yang berasal dari Kabupaten Batanghari, Kota Jambi, Sungai Penuh, Tanjab Barat, Tanjab Timur, dan Muaro Jambi. Sedangkan pada hari kedua untuk guru yang berasal dari Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Merangin, Tebo dan Bungo. Pembantu Rektor I Drs. H. Ardinal, M. Si mengatakan sertifikat yang diterima diperoleh dengan usaha dan perjuangan berdasarkan proses yang berbeda, baik secara langsung untuk guru-guru berprestasi melalui portofolio dan mengikuti diklat yang diikuti sebanyak tiga kali. Dra. Sri Wahyuni, M.Pd salah seorang peserta sertifikasi berharap untuk masa-masa mendatang agar dapat diinformasikan lebih cepat hasil kelulusan maupun diklat yang disertai dengan nilai perolehan melalui Dinas Pendidikan kabupaten atau kota. “Sertifikat yang diterima dapat bermanfaat untuk melindungi profesi guru, melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional serta meningkatkan kesejahteraan guru,� ujarnya.(Yul)

sia yang profesional. Keprofesionalan ini diantaranya memiliki wawasan, sikap ilmiah, keterampilan, kreatif, mampu menghasilkan karya ilmiah yang

berkualitas, menguasai dasardasar ilmu bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, serta menguasai bahan ajar secara utuh,� jelasnya. (Yul)

Pemilihan Komisi Guru Besar Senat Unja SENAT Universitas Jambi merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi pada universitas, yang anggotanya terdiri dari rektor sebagai ketua, pembantu rektor, dekan fakultas, direktur pascasarjana, guru besar, wakil dosen fakultas, kepala lembaga, mantan rektor dan kepala perpustakaan. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugasnya, senat Universitas Jambi membentuk komisi baru yakni komisi guru besar. Dimana sebelumnya telah ada beberapa komisi seperti komisi akademik, komisi administrasi dan keuangan, komisi kesejahteraan, komisi kerja-

sama, dan komisi etika. Sebanyak 18 orang guru besar yang ada di lingkungan Universitas Jambi mengadakan sidang pemilihan ketua dan sekretaris komisi guru besar. Pada pemilihan tersebut terpilih secara demokratis ketua dan sekretaris, yakni Prof. Drs. H. Amri Amir, MS sebagai ketua dan Prof. Drs. Sutrisno, M.Sc, Ph.D sebagai sekretaris. Usai terpilih menjadi ketua, Prof. Drs. H. Amri Amir, MS menegaskan permasalahan persyaratan pengangkatan guru besar sering mengalami kendala. Bersambung ke hal.......14

PEMILIHAN: Pelaksanaan pemilihan ketua dan sekretaris komisi guru besar berjalan secara demokratis.


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Suara Unja

03 05

Dekan FH Taufik Yahya, SH, MH :

FH dan Kesbangpol harus Bersinergi

AUDIENSI : Fakultas Hukum (FH) dan Kesbangpol Provinsi Jambi mengadakan audiensi dalam rangka menjalin kerjasama, diadakan di ruang dekan FH.

Audiensi Fakultas Hukum (FH) dengan Kesbangpol Provinsi Jambi dalam rangka menjalin kerjasama.

SEBAGAI lembaga teknis daerah yang membantu kepala daerah di bidang kesatuan bangsa, demokrasi dan perlindungan masyarakat. Badan kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat memiliki peran penting dalam pembinaan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan, karena dalam membangun sangat diperlukan suatu situasi dan kondisi sosial politik yang kondusif, selain itu kesamaan pola pikir masyarakat yang bernilai kebangsaan yang kuat tentunya juga sangat diperlukan agar tercipta saling toleransi dan penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkenaan dengan hal tersebut Kesbangpol Provinsi Jambi mengadakan

Taufik Yahya, SH, MH

audiensi dalam rangka menjalin kerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Jambi. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang dekan fakultas hukum. Turut hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Hukum Taufik Yahya, SH, MH, Ketua dan Sekretaris Pusat Kajian Konstitusi dan Kebijakan Publik (PK3P)

Fakultas Hukum Dr. Hartati, SH, MH dan Nopyandri, SH, LL.M, Ketua Pusat Kajian HAM (PK HAM) Fakultas Hukum Retno Kusniati, SH, MH, dan beberapa pengurus yang membidangi pusat kajian Hafrida, SH, MH dan Rosmidah, SH, MH. Dekan Fakultas Hukum Taufik Yahya, SH, MH menjelaskan, Fakultas Hukum Universitas Jambi memiliki dua pusat kajian yakni Pusat Kajian Konstitusi dan Kebijakan Publik (PK3P) dan Pusat Kajian HAM (PK HAM). Kedua pusat kajian ini dibentuk dalam rangka mendorong dan mengadvokasi penyelenggaraan kebijakan publik, memperkuat perlindungan, penghormatan, pemajuan dan budaya HAM di tingkat lokal dan regional melalui berbagai kegiatan dan jalinan kemitraan serta kerja sama dengan pusat kajian di berbagai fakultas hukum Indonesia, pemerintah daerah, institusi penegak HAM di tingkat daerah dan masyarakat luas umumnya.

”Pengembangan kajian ekonomi sangat diperlukan mengingat fakultas hukum memiliki beberapa program kekhususan diantaranya hukum ekonomi, hal ini sesuai dengan program ekonomi kerakyatan yang dikembangkan pemerintah daerah Provinsi Jambi,” jelasnya. Taufik juga menyambut baik pertemuan kedua lembaga mengingat selama ini kesbangpol Provinsi Jambi belum pernah mengadakan kerjasama dengan Universitas Jambi.”Universitas Jambi khususnya fakultas hukum berharap dari pertemuan ini menghasilkan kerjasama yang lebih nyata, sebab kita memiliki sumberdaya manusia yang dapat diandalkan, jadi fakultas hukum dan Kesbangpol harus bersinergi” ujarnya. Hal ini diakui oleh Ketua Rombongan Kesbangpol Provinsi Jambi Redi, bahwa selama ini Kesbangpol Provinsi Jambi dalam menjalankan kerjasama lebih menekankan pada bidang hubungan organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga penyelenggaraan pemilihan umum dan partai politik.”Peranan perguruan tinggi sangat diharapkan dalam penyelesaian konflik melalui kajian-kajian akademik khususnya pada kajian hukum,” katanya. Ia juga mengatakan berbagai ancaman serius terhadap integritas bangsa yang bergejolak dan menggoyahkan sendisendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan dirasakan sudah menyentuh kepada lunturnya nilai-nilai luhur pancasila, seperti kecendrungan pergeseran dalam nilai-nilai budaya Indonesia sebagai negara timur yang mengarah kepada budaya yang tidak santun, keengganan dalam merefleksikan dan mengartikulasikan nilai-nilai luhur budaya dan nilai-nilai pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, euforia demokrasi secara berlebihan. ”Efek dari pemekaran daerah, Tupoksi yang dijalankan lebih banyak menyelesaikan berbagai konflik khususnya konflik perbatasan antara provinsi dengan provinsi, kabupaten dengan kabupaten di provinsi,” kata dia.(Dedi)

Kampus Unja Merangin Segera Didirikan

MENDALO, SU- Bertempat di Ruang Fuad Bafadhal Fakultas Hukum, Komisi II DPRD Kabupaten Merangin mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) dengan pihak Universitas Jambi untuk membicarakan pendirian Kampus Unja Merangin. Hadir dalam acara tersebut Purek II Dr. Ir. A. Rahman, Sy, M.Sc, Dekan Fakultas Hukum Taufik Yahya, SH, MH, Ketua Pengelola Kampus Unja Merangin Ansorullah, SH, MH dan beberapa orang anggota Komisi II DPRD Merangin. Ketua Pengelola Kampus Unja Merangin Ansorullah, SH, MH menjelaskan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilaksanakan rektor dan bupati Merangin beberapa waktu lalu. ”Dikti Sudah mengeluarkan izin pendirian

Kampus Unja Merangin, bahkan tidak hanya memberi izin tetapi juga menyarankan untuk segera mendirikannya, Hal ini melihat akan kebutuhan masyarakat disana dan tentunya kita akan tetap mengutamakan kualitas pendidikan”, kata Ansorulloh. Di Kabupaten Merangin sendiri sudah ada beberapa pendidikan tinggi swasta. Rencana pendirian Kampus Unja Merangin ini mendapat respon yang baik dari Komisi II DPRD Merangin. ”Ketika mendengar Universitas Jambi akan mendirikan kampus di Merangin tentunya kami dari komisi II DPRD Merangin menyambut baik dan siap membantunya,” ujar salah seorang perwakilan dari Komisi II DPRD Merangin. KUNKER : Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Merangin mengadakan Kunker ke Bersambung ke hal.......15

Universitas Jambi.


Suara Unja

02 06

Exist Adakan Pelatihan PKM GT-AI PROGRAM Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta memperkaya budaya nasional. Program Kreativitas Mahasiswa dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa. Berbagai kreativitas juga dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jambi, salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh UKM Riset dan Penalaran Exist dengan mengadakan Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan di Aula Rektorat Lt. III Unja Mendalo, Rabu (27/1), acara di buka secara langsung oleh Purek III Drs. Maizar Karim, M. Hum. Purek III Drs. Maizar Karim, M. Hum mengatakan kegiatan PKM merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengasah pikiran, perasaan dan pengalaman sehingga potensi yang ada di dalam diri dapat dikembangkan dan memberikan kontribusi bagi dirinya sendiri, orang tua, masyarakat dan lingkungannya. “Pengalaman yang didapat selama mengikuti pelatihan sangat berbeda ketika mengikuti kuliah di kelas, karena pelatihan ini selain untuk mengasah pikiran, saling bertukar wawasan sesama peserta juga langsung terkoneksi dengan dunia luar,” kata Maizar. Direktur Exict Unja Elbagus Widya Putra menjelaskan program kegiatan mahasiswa ini dilaksanakan dalam rangka mengikuti perkembangan riset yang selalu berubah. Ada dua hal yang diharapkan dalam pelatihan ini yakni pengetahuan dan persaudaraan karena pengetahuan yang diperoleh dapat dituangkan dalam tulisan dan dengan persaudaraan kita dapat berbagi ide dan pengalaman. “UKM Riset dan Penalaran Exict dipercaya untuk mengawali program ini, banyak rekan mahasiswa yang ingin berpartisipasi menjadi peserta namun kita batasi mengingat ruangan yang tersedia,” ujar Elbagus. Bersambung ke hal.......15

PELATIHAN: Mahasiswa peserta pelatihan PKM GT-AI.

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Pelepasan PKL Mahasiswa D.III Kimia

MENDALO, SU- Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan akademik yang terintegrasi dengan kegiatan perkuliahan lainnya, sehingga pelaksanaanya merupakan bagian dari kurikulum D.III Kimia Industri dan Analisis Kimia. Pelaksanaan PKL merupakan bentuk pengajaran yang dapat mengimplementasikan teori-teori dasar dan praktek laboratorium yang diperoleh selama perkuliahan di perusahaan-perusahaan yang relevan. Oleh karena itu, Universitas Jambi membutuhkan kerjasama dan bantuan dari perusahaan dan lembaga pemerintahan/swasta yang ada di lingkungan Provinsi Jambi dan sekitarnya. Kerjasama ini sangat baik untuk membuat link and match antara perguruan tinggi dengan stakeholder, sehingga akan diperoleh akselerasi adaptasi lulusan di dunia

kerja. Pelaksanaan PKL bertujuan agar mahasiswa dapat mempelajari secara langsung proses pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi

MENDALO, SU- Bagai mana semestinya kita melekatkan kemajuan perubahan kehidupan manusia terhadap kecerdasan suatu bangsa? Pertanyaan yang sulit-sulit gampang untuk dijawab. Akan sulit dijawab apabila yang kita jadikan tolok ukurnya adalah kehidupan yang cosmonopolitan. Pertanyaan yang gampang dijawab apabila tolok ukurnya adalah pemakaian bahasa Indonesia dalam keseharian dan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dikatakan demikian karena masih tidak akan pernah bisa dipungkiri filosofi yang berbunyi “Bahasa seseorang mencerminkan kepribadiannya”. Pribadi yang cerdas tentulah melekat pada orang yang santun, arif, dan bijak dalam berbahasa. Pencapaian pribadi yang cerdas dalam memakai bahasa atau menerapkan pembelajaran bahasa Indonesia tentulah juga tidak mudah. Kebiasaan, ke-

mauan, dan kreativitas yang tinggi dari pemakainya merupakan modal utama. Jika dikaitkan dengan kebutuhan individu, hal ini setidaknya dapat diasah melalui kegiatan membaca. Di sisi lain, jika dikaitkan dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, keterkaitan utamanya terletak pada kemampuan guru dalam meramu strategi pembelajaran yang inovatif. Alasannya, suatu strategi yang inovatif dalam pembelajaran mencerminkan pembaruan. Suatu pembaruan pastilah mengarah kepada kecerdasan. Oleh sebab itu, pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didiknya dapat dikatakan telah menunjukkan symbol kecerdasan. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tertulis,

PKL : Sebelum melaksanakan praktek kerja lapangan mahasiswa di berikan materi pembekalan.

yang terdapat di industriindustri, mempelajari secara langsung dengan diversifikasi yang lebih luas analisis kimia terhadap suatu objek analisis dan memperkuat

hubungan kerjasama antar Unversitas Jambi dengan dunia kerja, khususnya sektor industri dan lembaga pemerintahan. Bersambung ke hal.......15

Pendidikan Sebagai Proses Interaksi antara Pendidik dengan Peserta Didik Dra. Hj. Yusra Dewi, M. Pd

mempertajam kepekaan perasaan, meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar, serta kemampuan memperluas wawasan. Dengan kemampuan itu, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu memahami inform a s i y a n g disampaikan secara langsung, tetapi juga yang disampaikan secara tidak langsung. Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakekatnya terkai erat dengan berbagai pembelajaran lain. Keterkaitan ini menuntut peserta didik memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih tinggi terutama dalam keterampilan membaca. Dikatakan demikian karena membaca merupakan materi dalam komponen pemahaman, jelaslah bahwa membaca tidak dapat dilepaskan dari pembelajaran bahasa Indonesia. Pelaksanan pembelajaran disajikan secara terpadu dengan keterampilan berbahasa

yang lain, yaitu dengan keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis. Perkembangan pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tidak akan pernah berhenti. Pendidikan juga disebut sebagai suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam masyarakat kecil yang disebut keals. Dalam proses interkasi ini terjadi informasi budaya dari generasi tua, yaitu guru, kepada generasi muda, yaitu peserta didik. Upaya meningkatkan kemampuan peserta didik membaca dalam pembelajaran selalu dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan merancang model pembelajaran pemahaman yang lebih efektif dan efisien. Dengan metode pembelajaran tersebut diharapkan peserta didik mampu memahami isi bacaan yang dibacanya dengan tepat. Bersambung ke hal.......13


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja di LPM Unja MENDALO,SU- Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Jambi mengadakan seminar hasil pengabdian kepada masyarakat Universitas Jambi, Selasa (12/1). Sebanyak tiga makalah yang diseminarkan yaitu ”Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muara Jambi” oleh Ir. Sri Arnita Abunjani,MS, ”Pemanfatan Hasil Litbang IPTEK Nuklir Batan di Provinsi Jambi” dan ”Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja Di Unja” oleh Dr. Ir. Adriani, M.Si, Ir. Mardalena, MP dan Ir. M. Afdal MSc. MPhil. Salah satu makalah yang diseminarkan mendapat perhatian lebih dari 20 orang peserta seminar mengenai Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) di Unja, karena tingginya angka pengangguran di Provinsi Jambi dan tidak tersalurkannya lulusan perguruan tinggi. Dr. Ir. Adriani, M.Si menjelaskan tingginya tingkat pengangguran akibat dari krisis ekonomi 1998 sampai 2008 membuat lulusan perguruan tinggi tidak tersalurkan sehingga ada dua kemungkinan adanya tindakan positif kreatif dan tindakan negatif kreatif dari tindakan negatif kreatif akan menimbulkan masalah lain bagi UKM yang sulit berkembang seperti akses pemasaran, teknologi produksi dan modal. ”KBPK Unja dengan potensi pakar dan fasilitas yang ada akan membuat database terhadap lulusan Unja untuk menjembatani kesejahtreraan informasi lulusan dan kebutuhan kerja, konsultasi bisnis UKM dan menumbuhkan minat berwirausaha perguruan tinggi, tujuannya adalah untuk menyediakan informasi peluang kerja, alternatif bisnis dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi UKM melalui konsultasi bisnis,” terang dosen fakultas peternakan ini. Mengenai pola pembinaan konsultasi untuk kewirusahaan bekerjasama dengan Perbankan melalui KBPK Unja yang didalamnya terdapat perusahaan besar mitra, lembaga penelitian lain, Pemda dan fakultas. ”Dengan adanya pola demikian maka konsultasi, pembinaan, layanan informasi, forum komunikasi penggalangan jaringan bisnis, teknologi, manajemen, pasar, permodalan sehingga para alumni dan wirausaha dan industri kecil dapat terbantu,” katanya. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan KBPK meliputi mendata base alumni, perusahaan, UKM, dosen, labor dan sarana penunjang lainnya, melakukan promosi berupa leaflet, website ke instansi dan perusahaan, mengadakan pelatihan alumni dan melakukan pembinaan UKM. Bersambung ke hal.......15

SEMINAR: Sekretaris LPM Tabrani Saleh, SH, MH memberikan pengarahan pada seminar hasil pengabdian kepada masyarakat Universitas Jambi.

Suara Unja

03 07

105 Dosen Terima Sertifikat Pendidik Tahun 2009

SERTIFIKASI dosen merupakan pemberian pengakuan dari pemerintah terhadap profesionalitas seorang dosen dalam melaksankan tugas tri dharma perguruan tinggi. Dosen yang telah disertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Oleh karena keuangan negara masih terbatas, maka para dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan disertifikasi secara bertahap. Pada tahap kedua ini, Universitas Jambi kembali menyerahkan sertifikasi tenaga pendidik dosen kepada 105 orang dosen, yang terdiri dari 26 orang dosen FKIP, 16 orang dosen fakultas ekonomi, 20 orang fakultas peternakan, 19 orang fakultas hukum SERTIFIKASI : Rektor menyerahkan sertifikat pendidik dan 23 orang fakultas kepada salah seorang dosen yang telah lulus sertifikasi. pertanian.

Rektor dalam sambutannya menegaskan seorang dosen yang baik adalah dosen yang tidak hanya menganggap proses perkuliahan sebagai sebuah rutinitas yang harus dijalani, tetapi juga perjuangan moral untuk mendidik generasi muda bangsa. Paham atau tidaknya mahasiswa akan d i s i p l i n ilmu mereka, merupakan tanggung jawab seorang dosen. ”Kewajiban dosen adalah mendidik, jadi hubungan antara mahasiswa dan dosen harus harmonis,” tegas rektor. Menurutnya, profesionalisme dosen merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi, seiring dengan semakin meningkatnya persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Bersambung ke hal.......15

Rektor Lantik Kabag dan Kasubbag di Lingkungan Unja MENDALO,SU- bertempat di Aula bersama Gedung Rektorat lantai II Unja Mendalo, Sabtu, (13/2), Rektor Universitas Jambi, H. Kemas Arsyad Somad,S.H.M.H melantik Kepala Bagian dan Kepala Sub bagian di lingkungan Universitas Jambi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB melantik Asrayetti,S.E.M.M dari jabatan lama sebagai kepala Sub Bagian Dana Masyarakat dan selanjutnya mengangkatnya sebagai Kepala Bagian Keuangan Biro Administrasi Umum dan Keuangan Unja menggantikan Drs. Hazairin karena pensiun. Selain itu rektor juga melantik Dra. Arnida dari jabatan lama sebagai kepala Sub Bagian Pendidikan Fakultas Hukum Unja menjadi Kepala Sub Bagian Umum Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Unja, kemudia rektor juga

PELANTIKAN : Rektor saat melantik kabag dan kasubbag di lingkungan Universitas Jambi.

melantik Syaiful Anwar,S.E dengan jabatan Kepala Sub Bagian Pendidikan Fakultas Hukum Unja, Erwina,S.E sebagai kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian Fakultas Peternakan Unja, kemudian M. Jamal,S.Sos sebagai Kepala Sub Bagian Dana Masyarakat Biro Administrasi Umum

dan Keuangan Unja dan Rd. Syafril,S.H sebagai Kepala Bagian Program Data dan Informasi Lembaga Penelitian Unja. Rektor juga melantik kepala bagian dan sub bagian pada program pasja sarjana di lingkungan Unja yaitu, Drs. Elis Suwardy,M.Pd dari jabatan lama Kepala

Sub Bagian Pendidikan Fakultas Ekonomi Unja menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Prgram Pascasarjana Unja, kemudian Walaidil,S.Pd sebagai Kepala Sub Bagian Pendididkan Program Pascasarjana Unja dan Nurbayati,SE menjadi Kepala Sub Bagian Umum Program Pascasarjana Unja. Dalam sambutaanya Rektor, H. Kemas Arsyad Somad mengatakan untuk kesekian kalinya Unja melantik pejabat baru, pergantian jabatan merupakan hal biasa tapi setelah memegang jabatan para pejabat yang dilantik harus meningkatkan kinerjanya, “ pejabat yang baru dilantik harus meningkatkan kinerja karena dengan jabatan baru pejabat yang baru dilantik dianggap mempunyai kinerja yang baik untuk itu setelah mendapat jabatan baru untuk lebih meningkatkan kinerja,”jelas rektor. Bersambung ke hal.......15


Suara Unja

02 08

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Kuliah Umum Bersama Dr. Bambang Widjojanto, SH, MH, LL.M

Korupsi Indonesia di Posisi Memprihatinkan

MENDALO,SU- Saat ini posisi korupsi Indonesia memprihatinkan, berdasarkan hasil survey Corruption Perception Index (CPI) yang dilakukan Transparancy International (TI) masih menempatkan Indonesia pada posisi yang memprihatinkan, ada kecenderungan peningkatan angka indeks tapi jumlahnya masih sangat kecil, terbatas serta belum sangat konsisten, pada tahun 2008, CPI Indonesia 2,6 berada diurutan ke-126. Demikian antara lain dikatakan Dr. Bambang Widjojanto, SH, MH, LL.M dalam kuliah umum Program Pascasarjana Magister

Ilmu Hukum Universitas Jambi di Ruang Senat Lt. III Kampus Unja Mendalo, Senin (1/3). Disamping itu, menurut Bambang korupsi sudah menjadi bagian dari diskursus publik, selain itu modus operandi kejahatan kian canggih dan meningkat sedangkan trend kejahatan merupakan kombinasi dari penyalahgunaan kewenangan atau memperdagangkan pengaruh bertemu dengan kepentingan bisnis dan kekuatan. “Di dalam penegakan Hukum Konsolidasi human resoutces di bidang penegakan hukum masih menjadi problem, untuk itu In-

korupsi dan perlu gerakan sosial anti korupsi untuk mendorong keterlibatan publik secara lebih luas,” jelas Bambang. Selanjutnya ia juga menjelaskan indeks pembayaran suap dalam Global Corruption Baromater tahun 2007 berdasarkan responden yang menyatakan membayar suap mencapai 31%, indeks ini menunjukan Kepolisian memiliki skor nilai KULIAH UMUM: DR. Bambang Widjojanto, SH, MH.LLM (tiga dari indeks 4,2, peradilan dan DPR kanan) menyampaikan materi kuliah umum kepada mahasiswa yang indeksnya 4,1, partai politik nilainya 4,0 dan pelaProgaram Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Unja. yanan perizinan dan perpajakan donesia memerlukan fokus, yang lebih sistematis dan ter- indeksnya 3,8 dan 3,6. prioritas, strategi dan program struktur dalam pemberantasan Bersambung ke hal.......13

Tahun Baru dengan Semangat Kerja Baru

PENSIUN: Kabag Keuangan Drs. Hazairin Syam memberikan selamat kepada salah seorang staf keuangan yang telah memasuki masa pensiun.

SETIAP organisasi atau insti- ditingkatkan. Sebagai pimpinan cara dan solusi guna menimtusi selalu berusaha agar pro- yang berada dalam lingkup bulkan semangat kerja para karduktivitas kerja karyawan dapat organisasi tersebut perlu mencari yawan. Dalam rangka mengeva-

Lomba Cepat Tepat Kimia VII

MENDALO, SU- Lomba Cepat Tepat (LCT) Kimia merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa PMIPA FKIP Universitas Jambi yang sasarannya adalah seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Provinsi Jambi. Kegiatan LCT berlangsung di Gedung Rektorat Lantai III Unja Mendalo, Senin (08/02). Peserta LCT Kimia terdiri dari 41 tim yang berasal dari 33 SMA yang ada di Provinsi Jambi. Lomba Cepat Tepat Kimia merupakan kegiatan tahunan yang kali ini telah memasuki tahun ketujuh.

Acara dibuka langsung PD I FKIP Dra. Zurweni, M. Si. ia menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa PMIPA FKIP. “Universitas Jambi dalam hal ini fakultas sangat mendukung segala bentuk kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuan, apalagi kegiatan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kecerdasan bangsa,” tutur nya. Panitia LCT Kimia VII. Reza Ma’ruf berharap kepada peserta untuk menjadi yang terbaik, siapapun yang terpilih menjadi pemenang tetap meningkatkan

luasi dan meningkatkan semangat kerja, bagian keuangan Universitas Jambi mengadakan pertemuan antara pimpinan dan staf. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja staf bagian keuangan.(11/1). Kepala Bagian Keuangan Drs. H. Hazairin Syam menjelaskan bahwa bagian keuangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi keuangan di lingkungan Universitas dan juga menjalankan fungsinya untuk melaksanakan administrasi anggaran rutin dan pembangunan, melaksanakan administrasi dana yang berasal dari masyarakat, dan juga melaksanakan monitoring dan evaluasi. ”Dalam suatu institusi kerja komunikasi sesama karyawan sangat diperlukan karena kita sebagai abdi masyarakat harus memberikan pelayanan terbaik,” singkat Hazairin yang dalam waktu dekat akan memasuki usia pensiun.

Hal senada juga dikatakan Kasubbag Anggaran rutin dan Pembangunan Drs. Aprijal, MM, ia mengatakan memasuki tahun baru 2010 ini perlu adanya evaluasi diri dan perbaikan dalam rangka peningkatan kinerja. ”Semangat kerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan sehingga pekerjaan lebih cepat dapat diselesaikan dan hasil yang lebih baik dapat dicapai,” jelasnya. Aprijal juga mengatakan, pada kesempatan ini segenap pimpinan khususnya bagian keuangan mengucapkan terimakasih kepada kedua orang staf keuangan yakni Ibu Talop Nasution dan Bapak Arifin yang telah memasuki usia pensiun.”Terima kasih atas kerjasama dan pengabdian selama ini dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang keuangan,” katanya.(Dedi)

prestasi dan kepada yang belum beruntung jangan berputus asa karena kegagalan adalah selangkah lagi dari ketidakberhasilan. Sejak dilaksanakan kegiatan pada tahun 2004 telah melahirkan sekolah-sekolah yang berprestasi seperti LCT Kimia pertama diraih SMA Xaverius I Kota Jambi, tahun 2005 dan 2006 diraih SMA N 3 Kota Jambi, sedangkan pada tahun 2 007 dan 2008 kembali diraih SMA Xaverius I Kota Jambi, dan pada tahun 2009 giliran SMA N I Kota LOMBA: Peserta lomba cepat tepat yang terdiri dari siswa SMA se-Provinsi Jambi. Jambi.(Yul)


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Suara Unja

03 09

Hakekat Pemilu Serta Tugas, Wewenang KPU dan KPU Daerah dalam Penyelenggaraan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

(1)

Oleh : A. Zarkasi, SH, MH Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi NEGARA Repubik Indonesia adalah negara yang menganut paham demokrasi sebagaimana yang ditegaskan dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 1 ayat 2 menentukan “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar”. Ketentuan Norma Pasal 1 Ayat (1) ini sesuai konsep dasar negara demokrasi, yaitu suatu negara dimana kekuasaan tertinggi dalam suatu negara ada di tangan rakyat, pada gilirannyanya rakyatlah yang mempunyai kewenangan dalam menentukan kebijaksanaan umum yang dikeluarkan untuk kesejahteraan mereka sendiri. Dengan demikian Negara yang menepatkan kekuasaan tertinggi ada pada rakyat disebut Negara demokrasi yang secara simbolis sering digambarkan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dan dengan kata lain dairtikan demokrasi pemerintahan oleh rakyat. Sebagai wadah/bentuk dan jaminan hak rakyat dalam mengimplementasikan ketentuan Pasal 1 ayat 2 UUD Negara RI Tahun 1945, dipertegas lagi dalam Pasal 28 : “kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan, artinya dalam pasal ini kedaulatan rakyat dijamin sepenuhnya dalam UndangUndang Dasar. Kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat merupakan wujud kedaulatan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan menegakkan demokrasi bagi seluruh masyarakat Indonesia oleh sebab itu rakyat bebas dalam menentukan pilihannya dalam pelaksanaan demokrasi itu sendiri, seperti kebebasan memilih dan dipilih. Wujud dari hak-hak rakyat terseut antara lain melalui pelaksanaan Pemilihan Umum. Tujuan dari pelaksanaan pemilihan umum sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi adalah agar “Kekuasaan pemerintahan negara yang bercirikan berkedaulatan rakyat, yang memiliki kewibawaan yang kuat sebagai pemerintah yang amanah, pemerintah yang dibentuk melalui Pemilihan umum dan akan memiliki legitimasi yang kuat. Selain itu Pemilu adalah pranata terpenting dalam tiap negara demokrasi, terlebih-lebih yang berbentuk Republik seperti Indonesia, pranata itu berfungsi

untuk memenuhi tiga prinsip pokok demokrasi, kedaulatan rakyat, keabsahan pemerintahan dan pergantian pernerintahan secara teratur. Menentukan pilihan dalam pemilihan umum bagi setiap warga negara merupakan hak dan intrumen yang sangat penting dalam rangka untuk memilih dan ikut menentukan para pemimpin mereka yang akan duduk dalam pemerintahan dan juga sekaligus bertindak sebagai wakil mereka, oleh karena itu Pemilihan umum adalah merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih pejabatpejabat pemerintah dan memutuskan apakah yang mereka inginkan untuk dikerjakan dipemerintah dan dalam membuat keputusan itu para warga negara menentukan apakah yang sebenarnya yang mereka inginkan untuk diwakili. Di Indonesia Pemilihan umum diselenggarakan dalam rangka untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di lambaga perwakilan (Lembaga Legislatif) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dan termasuk Pemilu untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Khusus pada penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertujuan pertama, untuk memungkinkan terjadinya peralihan kepemimpinan pemerintahan daerah secara tertib dan damai. Kedua, untuk memungkinkan terjadinya penggantian pejabat yang akan mewakili rakyat pada pemerintahan daerah, ketiga, untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat daerah, dan keempat, untuk melaksanakan prinsip hak-hak asasi yang dimiliki oleh rakyat daerah. Dengan demikian rakyat di daerah berdasarkan kedaulatan yang mereka miliki diberi kesempatan untuk menentukan masa depan daerahnya masing-masing, Secara yuridis normatif berkaitan dengan melaksanakan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung yang demokratis, pelaksanannya pertama kali diatur dengan undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 56 sampai dengan Pasal 119. Dalam Pasal 56 ayat (1) menentukan :

A. Zarkasi, SH, MH

Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah dipilih dalam suatu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil. Selanjutnya dalam Pasal 57 ayat (1) menentukan : pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang bertanggungjawab kepada DPRD. Dengan demikian berarti yang bertanggungjawab dalam pengisian jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam suatu pemilihan secara langsung oleh rakyat. Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata Ketentuan tentang Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagaimana diatur dalam Pasal 57 Ayat (1) di atas, kemudian diatur khusus dalam UndangUndang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. Pada Pasal 66 ayat (2) menentukan : dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur KPU Kabupaten/Kota adalah bagian pelaksana tahapan penyelengaraan pemilihan yang ditetapkan oleh KPU Provinsi.Demikian pula pemilihan Bupati/Walikota diselenggarakan oleh KPU Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Tahapan penyelengaraan pemilihan yang ditetapkan oleh KPU Provinsi dan atau KPU kabupaten/Kota yang dimaksud, sebagaimana yang ditentukan dalam pasal 66 ayat (2) adalah : a.merencanakan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah; b. menetapkan tata cara pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai dengan tahapan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan; c.mengkoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah;

d. menetapkan tanggal dan tata cara pelaksanaan kampanye, serta pemungutan suara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah; e. meneliti persyaratan partai politik atau gabungan partai politik yang mengusulkan calon; f. meneliti persyaratan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusulkan; g. menetapkan pasangan calon yang telah memenuhi persyaratan; h. menerima pendaftaran dan mengumumkan tim kampanye; i. mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye; j. menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah; k. melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah; l. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur oleh peraturan perundangundangan; Dengan demikian jika Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tingkat Provinsi, maka pada pokoknya adalah merupakan tugas dari KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sifatnya membantu tugas dan wewenang KPU Provinsi, di tempatnya masingmasing. B.Tugas, Wewenang dan Kewajiban KPU Dan KPU Daerah Dalam Pemilu Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pengaturan tentang tugas dan wewenang Komisi Pemilihan Umum baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden termasuk Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kemudian Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 ini diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor

32 Tahun 2004 dan secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan tersebut maka pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota diselenggarakan adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Secara hirarkis tanggungjawab dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum, baik pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dan menyangkut tugas dan wewenang masing-masing tingkatan KPU saling berkaitan, sebagaiaman yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2007 Pasal 8 : (1) Tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meliputi: a. merencanakan programdan anggaran serta menetapkan jadwal; b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU, KPU Provinsi, KPU c. Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN; d. menyusun dan menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan berdasarkan peraturan perundang-undangan; e.mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan; f. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkannya sebagai daftar pemilih; g. menerima daftar pemilih dari KPU Provinsi; h. menetapkan peserta Pemilu; i. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU Provinsi untuk Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan hasil rekapitulasi penghitungan suara di tiap-tiap KPU Provinsi untuk Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Daerah dengan membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara; Bersambung ke hal.......14


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Suara Unja

02 10

Ir. Rivai Saad, M.Sc (Alm) (Dekan Pertama Fakultas Pertanian Unja) RIVAI Saad adalah dekan pertama Fakultas Pertanian Universitas Jambi, saat itu beliau masih menjabat sebagai kepala Dinas Perkebunan Daerah Tingkat I Provinsi Jambi dan beliau merupakan satu-satunya dosen tetap Fakultas Pertanian Universitas Jambi., Beliau dilahirkan pada tanggal 14 November 1929 di desa Lempur Kecamatan Gunung Raya Kerinci, dengan gelar Depati Rencong Telang. Riwayat pendidikannya dimulai saat beliau masuk pendidikan HIS di Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Jambi. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama juga di Sungai Penuh dan tamat pada tahun 1949. Selesai menamatkan sekolah menengah pertamanya beliau meneruskan pendidikan di Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat dengan menjadi siswa pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bukit Tinggi, sebelumnya beliau juga pernah menjadi siswa SMA Pemuda hingga tamat tahun 1952. Keinginan yang keras untuk menjadi seorang sarjana pertanian, beliau buktikan dengan melanjutkan pendidikan diUniversitas Indonesia pada fakultas pertanian yang sekarang bernama Institut Pertanian Bogor (IPB). Dengan nilai prestasi yang cukup baik beliau dapat menyelesaikannya pendidikannya pada 1958. Pada 1960 beliau melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) di Amerika Serikat tepatnya di Cornel University, Ithaca USA. Sebagai seorang dosen Rivai Saad pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi terbesar di Indonesia seperti menjadi dosen fisika pada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia sejak tahun 1952 sampai 1958. Menjadi dosen pada Universitas Sumatera Utara (USU) Medan

Para mahasiswa dan dosen foto bersama di depan Kampus Unja Pasar (foto kiri), Ir. Rivai Saad, M.Sc (Alm) (foto atas).

sejak tahun 1958 sampai dengan 1959. Menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan City and Regional Planning, dan juga pernah menjadi dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Bandung. Pengabdiannya di Universitas Jambi dimulai sejak tahun 1964 sampai 1965 dengan dipercaya menjadi dekan pertama pada fakultas pertanian. Saat itu Universitas Jambi dipimpin oleh Kol. M.J Singedekane sebagai ketua presidium pertama Universitas Negeri Jambi. Selain sebagai ketua presidium M.J Singedekane juga selaku gubernur kepala daerah tingkat satu Provinsi Jambi. Sebelum berganti nama Universitas Negeri Jambi lembaga ini bernama Akademi Perniagaan Jambi. Selain pernah menjadi dekan di Universitas Jambi, Rivai Saad pernah menjabat sebagai pembantu menteri bidang produksi di bawah Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (PET) Adam

Salam Redaksi Assalamualaikum W.W.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena dalam kesempatan ini kami Humas Universitas Jambi kembali menerbitkan Suara Unja Edisi ke - 22.

Malik pada tahun 1965 sampai 1966, kemudian ia juga pernah menjabat sebagai direktur utama Dana Tanaman Keras (DATAK) dan kepala perwakilan Departemen Perkebunan Wilayah Sumatera Bagian Selatan di Palembang. Sejak 1968 sampai 1980 beliau pernah menjadi sekretaris direktur Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktur Perkebunan Rakyat, Direktur Bina Produksi dan Direktur Bina Sarana Usaha. Pada 1981 sampai 1984 ia dipercaya oleh pemerintah Jawa Barat menjadi Kepala Kanwil Departemen Pertanian Jawa Barat di Bandung, kemudian pada 1985 sampai 1988 Rivai saad diperbantukan pada FAO for Asia Pacific Regional di Bangkok Thailand. Dalam memperjuangkan dan mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, beliau aktif dalam berbagai organisasi pemuda pejuang seperti, sebagai anggota Pemuda Republik Indonesia (PRI) di Kerinci, Anggota

Pimpinan Badan Perjuangan Rakyat Kerinci (BPRK) dan Pimpinan Tentara Pelajar Kerinci pada Clash ke 2. Sebagai bukti pengabdian dan kecintaannya terhadap negara Indonesia, oleh pemerintah beliau dianugerahi enam tanda jasa yakni Bintang Gerilya, Satya Lencana PK I, Satya Lencana PK II, Satya Lencana Marga, Satya Lencana Penegak dan Satya Lencana Karya Satya Kelas II. Pernikahannya dengan seorang perempuan yang bernama Siti Desmaniar, beliau dikaruniai empat orang anak yang bernama Akbarsyah, Ichwan, Meiyanne Diah Permata, dan M. Ridha. Pada usia 59 tahun, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1988 saat bertugas di FAO Reginonal Office for Asia and Pacific di Bangkok Thailand beliau berpulang kerahmatullah dan dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata Jakarta.(Dedi/Lia)

Suara Unja dengan ini mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan amanahnya demi kemajuan institusi. Pada pejabat lama kami ucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

.Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh............


Suara Unja, Edisi XXII November-Desember 2009

KA KATTA MEREKA PEMBANGUNAN Pendidikan yang sudah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka telah memberikan hasil yang cukup signifikan. Upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah menjadi pekerjaan yang ringan. Hal ini disebabkan dunia pendidikan kita masih menghadapi berbagai masalah internal yang cukup mendasar dan bersifat komplek. �Manusia yang beriman Prof.Dr. Hj. Mimien Henie dan bertaqwa kepada Tuhan Irawati Al Muhdar, MS YME, berakhlaq mulia, berilmu pengetahuan dan keterampilan, kreatif, mandiri dan bertanggungjawab adalah harapan sumberdaya manusia Indonesia di era persaingan global,� jelas Mimien. Bersambung ke hal.......15

SEJALAN diberlakukannya kesepakatan WTO (World Trade Organization), regulasi pendidikan tinggi juga harus mematuhi kesepakatan tersebut, diantaranya adalah dengan diizinkannya universitas-universitas atau sekolah-sekolah internasional franchise di Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional juga sudah mengantisipasi pemberlakuan kesepakatan tersebut dengan mengembangkan RanDra. Zurweni, M. Si cangan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dengan dibukanya banyak RSBI di setiap kabupaten/kota, baik pada tingkat SMP, SMU maupun SMK, maka kebutuhan guru-guru RSBI juga meningkat. Bersambung ke hal.......14

PROGRAM PGSBI MIPA adalah program pendidikan guru yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kurikulum yang dikembangkan dengan mengacu pada standar kurikulum perguruan tinggi dan mutu internasional. Menurut Ketua Jurusan PMIPA Dr. Aprizal Lukman, M.Pd bahwa PMIPA Universitas Jambi sudah mempersiapkan dan terus meningkatkan sarana dan prasaran yang dibutuhkan. Dr. Aprizal Lukman, M.Pd �Mengenai kesiapan pelaksanaan PGSBI, sepenuhnya sudah kita siapkan baik kualitas staf akademik khususnya kemampuan bahasa Inggis dan kualitas sarana dan prasarana, karena pada tahun ini kita telah menerima mahasiswa,� terangnya.(Dedi) PEMBUKAAN program studi baru dalam rangka memenuhi permintaan akan tenaga pendidik akibat kian ramainya sekolah-sekolah bertaraf internasional. PGSBI merupakan apresiasi dalam rangka mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang selalu mengalami perubahan yang begitu cepat. Untuk itu diperlukan seorang guru yang profesional, berkualitas dan berwawasan. Demikian yang dikatakan Siti Safarina Siti Safarina salah seorang mahasiswa FKIP jurusan Fisika. Bersambung ke hal.......15

Suara Unja

03 11

RSBI : Internasional Pendidikan dan Tuntutan Global Prof. Sutrisno, M. Sc, Ph. D*

GLOBALISASI pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan memiliki dampak yang luas terhadap penyelenggaraan pendidikan. Berbagai macam tuntutan terhadap peningkatan mutu penyelengaraan, mutu lulusan yang tidak tersekat oleh batas negara dan kegayutan dunia kerja berkembang secara dinamis tidak dapat dihindari lagi. Untuk itulah, reformasi penyelengaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan perlu diseriusi. Paling tidak dapat dijadikan harapan sebagai bentuk jawaban kongkrit terhadap ketimpangan penyelenggaraan pendidikan yang terjadi selama ini. Arah kebijakan pendidikan untuk peningkatan daya saing telah diluncurkan oleh departemen pendidikan nasional, yang lebih khusus lagi adanya penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada jenjang menengah. Dalam kenyataannya, RSBI masih memiliki perbedaan dengan Sekolah Internasional (SI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI), baik dalam konteks input, proses maupun outputnya. Dalam perspektif global, RSBI memiliki makna yang luas dan memiliki implikasi kebijakan pendidikan sebagai upaya untuk menjawab tantangan global. Bagi pemerintah pusat dan daerah, RSBI dapat dijadikan sebagai indikator dalam keseriusannya mengelola pendidikan terutama terkait dengan peningktan mutu, eksistensi dan daya saing pendidikan. Peran Diknas pusat, provinsi, kabupaten kota dalam pengembangan kapasitas institusi serta pendanaan pendidikan yang memadai sangat diharapkan. Intinya, RSBI merupakan salah satu bentuk tanggungjawab demi sebuah kemajuan dalam bidang pendidikan. Bagi sekolah, RSBI merupakan satuan pendidikan yang diamanati oleh undang-undang sebagai penyelenggaraan pendidikan adalah merupakan ujung tombak dalam menjawab semua tuntutan pendidikan. Meskipun demikian, dalam praktiknya, RSBI masih dijumpai berbagai persoalan. Pertama, penguatan bidang sain dan pengembangan pembelajarannya terutama terkait dengan TIK. Pengalaman sebagai guru serta kualifikasi yang dimilikinya belum mampu untuk melaksanakan pembelajaran. Kondisi ini diperparah oleh penguasaan, pemahaman terhadap kurikulum dan inovasi pembelajaran pada tiap mata pelajaran bertaraf internasional masih memprihatinkan. Kedua, penguasaan bahasa Inggris bagi guru sain juga sangat minim. Persoalan yang muncul tidak hanya

guru dalam penguasaan bahasanya sebagai pengantar untuk menyampaikan materi ajar akan tetapi lebih jauh dari itu. Misalnya, penguasaan bahasa Inggris terkait dengan pedagogi, teaching metodologi maupun sistem penilaian siswa secara utuh. Hal ini sangat penting sebagai bentuk penguatan dan kompetensi guru untuk meningkatkan iklim akademis dan efisiensi penyelenggaraan pembelajaran. Ketiga, penerapan sistem penjaminan mutu sekolah yang belum dilaksanakan secara konsisten pada tingkat satuan pendidikan. Kendatipun, Mendiknas telah meluncurkan kebijakan dan petunjuk teknisnya. Bila dicermati lebih jauh tentang penyelenggaraan pendidikan SBI dan SI dalam rencana strategis sekolah yang dimiliki kunci utamanya adalah konsistensi dan komitmen sekolah dalam melaksanakan penjaminan mutu sekolah. Dalam konteks elemen-elemen mutu sekolah yang telah ditetapkan telah termaktup indikator-indikator yang akan dicapai oleh sekolah. Misalnya, standar guru, proses, isi, kurikulum, sarana dan prasarana, input siswa secara menimal telah disepakati. Setiap tahun dilakukan evaluasi kinerjanya sebagai upaya perbaikan sistem secara utuh dan berkesinambungan. Upaya menjaga mutu dan penyelenggara pendidikan berlabel internasional, sekolah selalu menerapkan sistem improvisasi dalam segala aspek yang terkait. Salah satu modelnya adalah berbentuk refleksi untuk semua komponen. Sehingga diharapkan efisiensi, perbaikan sistem dan peningkatan kinerja dapat termonitor dan memiliki rekam jejak secara memadai. Dalam konteks RSBI, beberapa strategi yang telah ditempuh adalah workshop, pengiriman guru studi banding ke luar negeri dan peningkatan tatakelola melalui bechmarking serta menjalin MoU dengan sekolah yang sudah mulai mapan dalam penyelenggaraannya. Upaya ini paling tidak sebagai bentuk lesson study yang secara empirik memiliki berbagai keunggulan. Namun, dilakukan secara berkesinambungan hendaknya diperlukan pemikiran lebih lanjut. Untuk menggapai penyelenggaraan pendidikan yang berstandar internasional bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Sangat dibutuhkan kerja keras dan komitmen dalam perubahan mind set maupun penyelenggaraan pendidikan yang terukur. Pola penyelenggaraan pendidikan modern setidaknya terdapat empat komponen yang dapat dijadikan sebagai petunjuk. Pertama,

sekolah melakukan evaluasi diri secara konsisten, pengelolaan secara otonom, penyelenggaraan pendidikan secara transparan dan memiliki akuntabilitas secara memadai. Dalam praktiknya, model ini telah dikembangkan oleh sekolah RSBI, yakni di SMA N 1 dan 3 Yogyakarta. Hasil lesson study menunjukkan bahkan faktor inovasi penyelenggaraan secara fleksibel yang bahkan terkait dengan kebijakan terkadang bertentangan dengan pranata birokrasi pendidikan. Misalnya, penerapan kurikulum telah ditetapkan Diknas yang harus KTSP plus serta kebijakan lain yang belum sepenuhnya tertuang dalam petunjuk teknis penyelenggaraan. Terkait dengan itu, telah dilakukan kunjungan di sekolah bertaraf internasional beberapa hari yang lalu. Yakni, disekolah Caringbah High School dan Menai High School di New South Wales, Australia. Paling tidak terdapat beberapa komponen penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pertama, sekolah secara singkat memaparkan visi dan misi sekolah serta apa saja yang harus dilakukan oleh siswa, guru dan berbagai kebijakan sekolah disampaikan secara terbuka. Bahkan, etika sekolah serta informasi kurikulum tambahan disampaikan dan disebarluaskan melalui brosur secara gratis. Kedua, buku informasi umum secara lengkap diberikan kepada siswa baik berupa kebijakan, teknis dan prosedur menyangkut keberadaan siswa disekolah diberikan secara gambling. Paling tidak terdapat 23 informasi penting yang harus dipatuhi oleh siswa bila siswa ingin tetap belajar di sekolah tersebut. Ketiga, harapan terhadap disiplin dan etika di sekolah bagi siswa dijalankan secara konsisten dan diketahui secara terbuka oleh masyarakat luas. Bahkan, telah tertuang dalam dokumen mutu sekolah sebagai penyangga penyelenggaraan pendidikan : good discipiline and effective learning. Implikasinya, siswa akan menjalankan hak dan tanggungjawabnya sebagai murid disekolah tersebut. Keempat, sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pendidikan, sekolah membuat laporan rutin yang dinamai Annual School Report. Konteksnya adalah, laporan terbuka tentang berbagai hal terkait dengan input, proses, output, keuangan, prestasi dan berbagai keberhasilan dan kendala yang dihadapi sekolah. Bersambung ke hal.......15


Suara Unja

02 12

Purek I Terima Kunjungan Siswa SMAN 10 Geragai

Asrayeti Jabat Kabag Keuangan Unja

TIDAK mudah bagi Asrayeti,SE. MM untuk bisa seperti sekarang ini, karir pekerjaan dimulai dengan menjadi juru bayar berawal dari juru bayar fakultas Pertanian kemudian juru bayar TU. pada tahun 1998 sampai 2004 ia menjabat sebagai bendahara Bersambung ke hal.......15 proyek Universitas kemudian pada tahun 2004 sampai 2010 ia menjabat sebagai Kasubbag PNBP dan terakhir ia mengemban tugas menjabat sebagai Kepala Bagian Keungan Universitas Jambi. Amanah jabatan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Keuangan merupakan suatu amanah besar baginya untuk menjalankan tugas baru kedepan. Kehidupan masa kecil yang tergolong sederhana dijalaninya KUNJUNGAN: Purek I Drs. H. Ardinal,M.Si memberikan sambutan dalam bersama lima orang saudara. kegiatan kunjungan siswa SMAN 10 Geragai (foto atas), tampak pula Sebagai anak seorang tentara para siswa dan guru (foto bawah). sikap disiplin selalu diterapkan disegala segi oleh ayahnya, bahkan sikap mendidik yang keras dari ayah itulah yang membuat selalu bersikap disiplin dan ikhlas dalam menjalankan kehidupan. Perempuan kelahiran Lhokseumawe, Aceh 3 Agustus 1956 ini memulai pendidikan di Sumatra Barat karena mengikuti tugas ayahnya di Padang. “Saat itu kehidupan kami sangat sederhana kalau hanya mengharapkan gaji tentara tidaklah cukup untuk menghidupkan lima orang anak, jadi ayah dan ibu

MENDALO, SU- Universitas Jambi adalah satu-satunya Universitas Negeri yang berada di Provinsi Jambi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam berbagai bidang ilmu. Dengan perannya untuk memberikan kesempatan pada para pemuda daerah Jambi untuk

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

mengenyam pendidikan tinggi. Salah satu sekolah menengah atas yang berada di Provinsi Jambi yakni SMA Negeri 10 Geragai Kabupaten Tanjabtim mengadakan kunjungan ke Kampus Pinang Masak Unja Mendalo. Kamis, (14/1).

SERAH TERIMA: Kabag keuangan yang baru menandatangani berita acara serah terima jabatan.

berkebun dan semua anaknya ikut berkebun,” ujar Yetti yang memulai pendidikan sekolah dasarnya di salah satu SD Negeri dipadang kemudian dilanjutkan di SMP 2 Padang tamat tahun 1972 dan SMA negeri di Padang tamat tahun 1975, ia kemudian melanjutkan studinya S1 nya di Bandung. Dengan bermodalkan semangat ia bertekad untuk bisa sukses. Setelah diterima menjadi PNS di Universitas Jambi, ia kemudian menikah dengan Radja Asri Yaman. Setelah menikah ada keinginan untuk melanjutkan kuliah yang sempat tertunda namun saat itu ia belum mendapat izin dari suami. “Waktu pertama kali bilang suami belum boleh dengan pertimbangan anak-anak yang masih kecil se-

hingga takutnya tidak bisa membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan kuliah dan niat untuk kuliah pun terhenti,”ujar ibu dari Radja Sarah, Radja Topan dan Radja Natania Olga ini. Namun seiring dengan waktu ketika anak-anak sudah besar ia melanjutkan kuliah. “Kita harus maju, hidup tidak akan berubah kalau kita sendiri yang merubahnya dan selalu optimis untuk bisa menjadi sukses,” ujarnya. Baginya pendidikan sangatlah penting, hal ini juga diterapkan kepada anak-anaknya. Baginya dalam menjalankan segala sesuatu harus ikhlas dan mencintai pekerjaan sehingga pekerjaan tidak menjadi beban.(lia)

Lokakarya Pengembangan ................................................................................................................................... dari hal 1

Sehubungan dengan hal tersebut Program PG-SBI Bidang MIPA Universitas Jambi mengadakan lokakarya pengembangan kurikulum pendidikan guru sekolah bertaraf internasional, yang kegiatannya diselenggarakan di Ruang Senat Rektorat Kampus Unja Mendalo. Senin, 11-13/1. Ketua Program PG-SBI Bidang MIPA Universitas Jambi Drs. Damris M M.Sc Ph.D menegaskan bahwa program ini sudah harus dilaksanakan pada tahun semester genap 2010, program ini tidak harus menunggu mahasiswa baru tetapi memanfaatkan mahasiswa yang ada.“kita hanya punya waktu lebih kurang dua bulan mempersiapkannya,“ tegasnya. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa keterlaksananya program ini akan dievaluasi diakhir tahun 2010 dengan beberapa indikator keberhasilan program yang meliputi tersedianya kuri-

kulum PG-SBI pada tahun pertama, tersedia bahan ajar bahasa Inggris untuk MIPA, tersedia minimal dua bahan ajar (hand out) dan SAP dan instrumen evaluasi dalam bahasa Inggris persemester per prodi, lulusan mampu menggunakan media atau sumber belajar berbasis ICT dalam pembelajaran dan skor TOEFL meningkat signifikan dan skor rata-rata 500 pada akhir studi Sementara itu, Ketua Pelaksana Lokakarya Dr. Syamsurizal, M.Si, menjelaskan mengenai jurusan pendidikan MIPA yang telah mendapat persetujuan Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti dengan surat keputusan nomor 2345/D4.2/2009 tanggal 5 Oktober 2009. Untuk menyelenggarakan Pendidikan Guru Sekolah Bertaraf Internasional (PGSBI) pada 2010. Sebelum program tersebut dibuka terlebih dahulu harus disusun kurikulum khusus pendidikan

guru sekolah bertaraf internasional yang merupakan pengembangan dari kurikulum program studi yang tengah dilaksanakan di lingkungan jurusan pendidikan MIPA FKIP Universitas Jambi. ”Kurikulum merupakan komponen sistem pendidikan yang paling rentan terhadap perubahan,“ jelasnya Menurutnya, Paling tidak ada tiga faktor yang membuat kurikulum harus selalu dirubah atau diperbaharui. Pertama, karena adanya perubahan filosofi tentang manusia dan pendidikan, khususnya mengenai hakikat kebutuhan peserta didik terhadap pendidikan atau pembelajaran. Kedua, cara karena cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga subject matter yang harus disampaikan kepada peserta didik pun semakin banyak dan beragam. Ketiga, adanya perubahan masyarakat, baik secara sosial, politik, ekonomi, maupun daya dukung

lingkungan alam, baik pada tingkat lokal maupun global. “Setiap kegiatan pengembangan kurikulum, baik pada level makro maupun mikro, selalu membutuhkan landasan-landasan yang kuat dan didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam,“ ungkap Syamsurizal. Mengenai luaran yang diharapkan dalam lokakarya adalah standar kompetensi lulusan SBI bidang MIPA, dokumen kurikulum dan kompetensi dasar mata kuliah dalam program SBI, dan juga silabus dan SAP per mata k u l i a h b i d a n g M I PA . “Kegiatan bertujuan untuk menentukan standar kompetensi lulusan program SBI pada J ur us an pendidikan MIPA Universitas Jambi, menyusun dokumen kurikulum dan menetapkan mata kuliah bidang MIPA yang tepat sekaligus membuat deskripsi

dan kompetensi dasar untuk program SBI, dan menyusun silabus atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP) bidang pendidikan MIPA,“ ujarnya. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, menghadirkan pemateri dari internal Universitas Jambi sendiri dan Universitas Negeri Malang yang membahas mengenai “Tantangan pendidikan di era globalisasi: pengembangan kurikulum bertaraf internasional sebuah keharusan” oleh Prof. Dr. Sutrisno, M.Sc, ”Development assessment of teaching and learning” oleh Dr. M.Rusdi, M.Sc, ”Kompetensi lulusan program PGSBI dan profil lulusan” oleh Dr . Rayandra Ashar, MS, ”Pengembangan kurikulum PGSBI Universitas Negeri Malang: Pengalaman hambatan dan tantangan dalam mengimplementasi program PGSBI” oleh Prof.Dr. Hj. Mimien Henie Irawati Al Muhdar, MS.(Dedi)


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Suara Unja

03 13

Korupsi Indonesia ................................................................................................................................................... dari hal 8 pelaksanaannya dilakukan secara bersama dengan melibatkan lembaga pemerintahan, elemen masyarakat sipil dan kalangan dunia usaha. “Harus ada prioritas bidang tertentu

yang menjadi fokus pemberantasan korupsi yang mengintergrasikan strategis penindakan dan pencegahan dengan konsolidasi sumber daya yang ada,” ungkap Bambang.(Lia)

Pendidikan Sebagai .............................................. dari hal 6

KULIAH UMUM: Peserta kuliah umum Progaram Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Unja.

Permasalahan umum korupsi Indonesia tentang pemberantasan korupsi belum sepenuhnya terkombinasikan dengan penindakan dan pencegahan secara terintegritas, kebijakan pemberantasan korupsi belum sepenuhnya diarahkan dan difokuskan pada on liminiting the discretionary powers of state officials to intervene ini economy, political, and social development. “Pengaturan mengenai potensi konflik kepentingan belum sepenuhnya diterapkan secara tegas dan konsisten, fakta dari fight agains corruption dalam negara yang sedang melakukan transisi mengalami kekacauan. Selain itu juga adanya

pertarungan antara ekonomi kerakyatan dengan liberalisasi dan privatisasi memberi konstribusi pada korupsi serta nilai transparansi dan akuntabilitas berhadapan dengan sistem kekeluargaan yang dekat dengan nepotistik dan kolusif,” ujarnya. Mengenai komitmen dan agenda umum dari pemberantasan korupsi sejogyanya diletakkan dan ditujukan untuk kepentingan terciptanya konsolidasi demokrasi, terwujudnya keadilan sosial dan dicapainya kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat, kemudian arah strategis dan program pemberantasan korupsi perlu dirumuskan dalam strategi nasional pemberantasan korupsi yang

Unja Tuan Rumah Rakor ...................................... dari hal 1 Kegiatan Kukerta yang telah dilakukan Unja telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat. ”Banyak daerah terpencil mengalami perkembangan setelah dijadikan tempat Kukerta, jadi program ini masih sangat dibutuhkan masyarakat,” singkat rektor. Rakor ini dibuka oleh Rektor Universitas Sriwijaya Palembang Prof. Dr. Hj. Badiah P, MBA mewakili Ketua BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Kukerta dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan akan lebih mengenal satu sama lainnya dan mengerti seputar budaya disetiap daerah tempat mahasiswa melaksanakan kegiatan. ”Jika rasa persatuan telah timbul dalam diri mahasiswa, maka dapat mengantisipasi terjadinya perpecahan. Selain itu dengan adanya Kukerta juga dapat mengembangkan potensi di daerah yang dijadikan sebagai tempat Kukerta baik dari segi pengembangan fisik atau pun masyarakatnya,” katanya. Menurut Kepala Bapel Kukerta Universitas Jambi Drs. Abu Bakar, M.Pd bahwa Rapat Koordinasi Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata BKS PTN Wilayah Indonesia Bagian Barat adalah

dalam rangka mewujudkan dan merintis pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata bersama pada tahun 2010. ”Kegiatan bertujuan untuk mewujudkan suatu kebersamaan dalam bentuk Kegiatan Kuliah Kerja Nyata bersama, yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai BKS PTN Wilayah Indonesia Bagaian Barat,” ungkapnya. Pertemuan ini diikuti sebanyak 19 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam wilayah Indonesia bagian barat yakni Univesitas Syiah Kuala, Univesitas Malikul Saleh, Universitas Andalas, STSI Padang Panjang, Universitas Bengkulu, Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Universitas Tanjung Pura, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universiats Negeri Padang, Universitas Palangkaraya, dan Universiats Negeri Jakarta. Dalam pertemuan tersebut juga diadakan sesi tanya jawab, yang menyepakati pelaksanaan Kukerta bersama pada tahun 2010 diprioritaskan di daerah pasca bencana Padang Sumatera Barat.(Pip)

Menurut Slavin (1994:225), pendekatan kons truktivisme didasarkan pada teori belajar konstruktivis yang menggunakan prinsip-prinsip ilmu jiwa pendidikan. Satu prinsip penting ilmu jiwa pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat secara sederhana memberikan pengetahuan kepada murid. Peserta didik sebagai murid diharapkan membangun pengetahuan dalam pikirannya sendiri. Guru dapat melaksanakan proses ini dengan mengajar dalam berbagai cara, membuat informasi menjadi bermakna dan mudah dipahami peserta didik. Guru juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan dan menerapkan idenya, dan mengajar peserta didik untuk lebih sadar, dan menyadarkannya untuk belajar dengan menggunakan strateginya sendiri. Disamping itu, guru juga dapat mengarahkan peserta didik dan membimbingnya kepemahaman yang lebih tinggi. Selain itu, peserta didik juga diharapkan berusaha untuk mengupayakan. Misi utama pendekatan konstruktivisme adalah membantu peserta didik untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui proses internalisasi, melakukan pembentukan kembali, dan melakukan transformasi informasi yang telah diperolehnya menjadi pengetahuan baru. Tujuan utama pembelajaran dengan pendekatan ini adalah membangun pemahaman. Tujuan tersebut dinilai lebih penting daripada hasil belajar karena pemahaman akan memberikan makna kepada apa yang akan dipelajari. Poplin (dalam Cox dan Zarillo, 1993:6) menjelaskan bahwa menurut paham konstruktivis, belajar adalah sebuah proses utnuk memahami makna baru yang dibangun oleh pembelajar dalam konteks pengetahuannya yang muktahir. Membaca merupakan suatu proses tempat peserta didik membangun pemahaman baru secara aktif dengan berinteraksi pada lingkungan dan memodifikasi pengertian-pengertian baru yang diterimanya sesuai dengan perspektifnya. “Dalam belajar wacana yang menggunakan pendekatan konstruktivisme, peserta didik diberi kesempatan mengobservasi lingkungan, benda-benda, kegiatan-kegiatan, atau gambar yang berhubungan dengan bacaan, membaca bebas bahan yang disediakan (buku,

majalah, surat kabar, komik dan bentuk lain dari bacaan) serta memahaminya sesuai dengan perspektifnya sendiri” (Cox dan Zarillo, 1993:7;Wilson, 1996:27). Disini dosen dapat membantu peserta didik memahami konsep yang sukar dengan menggunakan gambar melalui demonstrasi (Slavin, 1994). Wilson (1996) menyatakan bahwa aktivitas model pembelajaran konstruktivisme adalah : 1) mengobservasi, 2) menyusun interprestasi, 3) kontekstualisasi, 4) masa belajar keahlian kognitif, yaitu melakukan observasi, interprestasi, dan kontekstualisasi dengan menggunakan permainan, dosen memberikan contoh membaca, menonton permainan, atau memberikan penjelasan, 5) kolaborasi, 6) interprestasi ganda, yaitu interprestasi setelah berkolaborasi, dan 7) manifestasi ganda, yaitu memperoleh kemampuan berdasarkan interprestasi sebelumnya. Dalam kaitan itu Suparno (1997:49) menyatakan bahwa prinsip-prinsip konstruktivisme dalam belajar adalah (1) pengetahuan dibangun oleh peserta didik sendiri, baik secara personal maupun sosial, (2) pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar, (3) peserta didik aktif mengkonstruksi terus menerus, sehingga terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah, dan (4) guru membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi peserta didik berjalan mulus. Jika pendidikan sebagai suatu proses yang menghasilkan manusia berbudaya, proses pembelajaran merupakan bentuk operasional penebaran budaya kepada peserta didik di dalam aktivis sosial yang disebut kelas. Berbagai kemampuan manusia diperoleh melalui proses pendidikan. Dengan demikian, pendidikan adalah proses kebudayaan. Bagaimana proses pendidikan dalam bentuk pem belajaran dapat disajikan dengan menarik, bermakna, dan dialogis sehingga peserta didik dapat secara maksimal mengembangkan potensinya, bahasa Indonesia adalah sebagai medianya dan pendekatan konstruktivismelah sebagai salah satu alternatif yang membuat peserta didiknya bias cerdas.(***)

Pejabat Baru ......................................................................................................................................................... dari hal 1 Kegiatan ini diadakan di lantai satu Gedung Re k t o r a t K a m p u s U n j a Mendalo. Selasa, (19/1). Rektor juga mengatakan Universitas Jambi bisa besar dan berkembang saat ini karena adanya kebersamaan dalam mewujudkan universitas menjadi lebih baik. ”Pergantian pejabat adalah hal yang biasa terjadi disetiap institusi,” singkat rektor. Pejabat yang baru dilantik pada fakultas ekonomi PD I Drs. Yulmardi, MS menggantikan Dr. Johanes, SE.M.Si, PD II Drs. Firmasnyah, ME menggantikan Drs. H. Zulgani, MP dan PD III Dr.

Haryadi, SE, M.MS menggantikan Drs. Amril, ME, pada fakultas peternakan PD I Ir. Darlis, M.Sc.Ph.D menggantikan Ir. Afzalani, MP, PD II Dr. Ir. Gushairiyanto,M.Si menggantikan Ir. Ucop Haroen, MS, PD III Dr. Ir. Suryono, M.Si menggantikan Ir. Wiwahana Anas Sumadja, M.Sc.Ph.D pada fakultas pertanian PD I Prof. Dr.Ir.H. Zulkarnain, M.Hort.Sc. menggantikan Ir. A. Rahman, MS, PD II Drs. H. Asrizal Paiman, M.Si menggantikan Ir. Sarman, MP dan PD III fakultas pertanian Ir. Yulia Morsa Said, MT.Surv. Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Zulkifli, M.Sc usai acara

pelantikan mengatakan, dilantiknya pejabat baru pada fakultas pertanian diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dalam rangka memajukan Universitas Jambi pada umumnya dan fakultas pertanian khususnya. “Dilantiknya pejabat baru diharapkan ada harapan dan semangat baru serta untuk penyegaran,” harapnya. ia juga mengatakan jika pejabat baru dapat menunjukan prestasinya biasanya pada periode selanjutnya akan terpilih kembali. “Seperti pada Pembantu Dekan III karena prestasinya ia kembali terpilih untuk

periode selanjutnya,” terang Zulkifli. Sementara itu Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Unja Hj. Sutrisyah Arsyad, SH, MH yang turut hadir dalam acara tersebut, mengharapkan kepada istri pejabat yang baru dilantik agar aktif mengikuti berbagai kegiatan darma wanita. “Sebagai anggota DWP yang baru diharapkan turut aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan darma wanita, hal ini selain untuk menunjang karir suami juga bermanfaat bagi pengembangan diri seperti mengikuti seminar dan kegiatan sosial lainnya. (Lia)


Suara Unja

02 14

Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

Hakekat Pemilu ............................................................................................................................................................ dari hal 9

j. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu dan Bawaslu; k. menerbitkan Keputusan untuk mengesahkan hasil Pemilu dan mengumumkannya; l. menetapkan dan mengumumkan perolehan jumlah kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota untuk setiap partai politik peserta Pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; m. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah terpilih dan membuat berita acaranya; n. menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan; o. memeriksa pengaduan dan/ atau laporan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU, KPU Provinsi, PPLN, dan KPPSLN; p. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Bawaslu;

r. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif kepada anggota KPU, KPU Provinsi, PPLN, dan KPPSLN, Sekretaris Jenderal KPU, dan pegawai Sekretariat Jenderal KPU yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung berdasarkan rekomendasi Bawaslu dan ketentuan peraturan perundang-undangan; s. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/ atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU kepada masyarakat; t. menetapkan kantor akuntan publik untuk mengaudit dana kampanye dan mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye; u.melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan v. penyelenggaraan Pemilu; dan w. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh undang-undang

a. merencanakan program dan anggaran serta menetapkan jadwal; b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN; c. menyusun dan menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap tahapan berdasarkan peraturan perundang-undangan; d. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan; e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkannya sebagai daftar pemilih; f. menerima daftar pemilih dari KPU Provinsi; g. menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang telah memenuhi persyaratan; h. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kemudian dalam Pasal 8 Ayat Provinsi dengan membuat be(2) mengatur tentang Tugas rita acara penghitungan suara dan wewenang KPU dalam dan sertifikat hasil pengpenyelenggaraan Pemilu hitungan suara; Presiden dan Wakil Presiden i. membuat berita acara pengmeliputi: hitungan suara serta membuat

sertifikat penghitungan suara rita acaranya; dan wajib menyerahkannya l. menetapkan standar serta kepada saksi peserta Pemilu kebutuhan pengadaan dan dan Bawaslu; pendistribusian erlengkapan; j. menerbitkan Keputusan KPU m. memeriksa pengaduan dan/ untuk mengesahkan hasil Pemilu atau laporan adanya pelangdan mengumumkannya. garan etik yang dilakukan oleh k.mengumumkan pasangan caanggota KPU, KPU Provinsi, lon presiden dan wakil prePPLN, dan KPPSLN; siden terpilihdan membuat be(bersambung)

Sejalan ............................................. dari hal 11 ”Berdasarkan SK No.2345/ D4.2/2009 Jurusan Pendidikan MIPA Unja telah mendapat persetujuan dari Dikti untuk menyelenggarakan PGSBI mulai tahun 2010,“ terang Zurweni yang juga sebagai Pembantu Dekan I FKIP. Menurutnya, program PGSBI ini sudah disosialisasikan baik secara langsung kepada mahasiswa maupun dosen

PMIPA Unja, juga melalui media cetak. Sehingga program ini dapat terlaksana sesuai yang diharapkan dalam undangundang sistem pendidikan nasional. ”Pelaksanaan PGSBI dalam rangka memenuhi staf pengajar di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Jambi yang sudah bertaraf SBI maupun RSBI,“ jelasnya.(Dedi)

Pemilihan Komisi --------------------- dari hal 4

”Kedepannya proses pengangkatan guru besar harus dilakukan dengan segera tanpa mengabaikan peraturan yang ada,” katanya. Semantara itu, Sekretaris Komisi Guru Besar Prof. Drs. Sutrisno, M.Sc, Ph.D mengatakan komisi guru besar senat universitas mempunyai beberapa kewenangan. Diantaranya memberikan persetujuan

dan pertimbangan mengenai aspek-aspek yang terkait dengan kegiatan universitas, memberikan persetujuan dan pertimbangan kepada calon guru besar dan calon lektor kepala. ”Komisi guru besar mengemban tanggung jawab atas tegaknya integritas moral dan etika profesional sivitas akademika,” terangnya. (Dedi)


Suara Unja, Edisi XXII Januari-Februari 2010

03 15 15

Sambungan

Purek I Terima ............................................................................................................................................................ dari hal 12

Rombongan yang terdiri dari guru dan siswa ini diterima langsung oleh Purek I Drs. H. Ardinal, M.Si, dan pejabat di lingkungan Universitas Jambi. Dalam pertemuan tersebut Ardinal mengatakan Universitas Jambi merasa senang dan menyambut baik kunjungan ini. ”Diharapkan kunjungan seperti ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain, hingga siswa bisa mendapatkan informasi langsung dan termotivasi untuk kuliah di Unja,

kalau kita punya universitas yang baik kenapa harus jauh-jauh keluar daerah untuk melanjutkan pendidikan,” terang Ardinal. Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Geragai Kabupaten Tanjabtim Fitri Kursinah, S.Pd menjelaskan bahwa Universitas Jambi merupakan sentral pendidikan tinggi bagi masyarakat Provinsi Jambi. ”Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenalkan lebih dekat kepada siswa mengenai

dunia pendidikan di kampus, selama ini siswa hanya mendapatkan informasi dari berbagai media. Menurutnya, kunjungan ini diharapkan juga dapat memberikan wawasan kepada siswa tentang pendidikan tinggi. ”Keinginan berkunjung ke Unja telah lama dipersiapkan, banyak siswa yang berminat mengikutinya namun kita batasi dan hanya perwakilan saja sebanyak 25 orang di-

105 Dosen ................................................................................ dari hal 7

Diperlukan orang-orang yang memang benar benar-benar ahli di bidangnya, sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya agar setiap orang dapat berperan secara maksimal, termasuk dosen sebagai sebuah profesi yang menuntut kecakapan dan keahlian tersendiri. ”Dosen yang telah disertifikasi harus berubah dan terus meningkatkan profesionalismenya sebagai tenaga pendidik,” katanya. Sekretaris Panitia Sertifikasi

Dosen Dr. M. Rusdi. M.Sc mengatakan bahwa persyaratan dasar bagi dosen untuk dapat disertifikasi adalah, pertama; dosen tetap di perguruan tinggi negeri, kedua; dosen DPK di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat, ketiga; dosen tetap yayasan di perguruan tinggi yang diselenggrakan oleh masyarakat, keempat; telah bekerja sekurangkurangnya dua tahun, kelima; memiliki jabatan akademik se-

kurang-kurangnya asisten ahli, keenam; memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2 dari program studi pascasarjana yang terakreditasi, ketujuh;mempunyai beban akademik sekurang-kurangnya 12 sks persemester dalam dua tahun terakhir di perguruan tinggi di mana ia bekerja sebagai dosen tetap.”Pada kuota tahun 2009 yang lalu 106 orang dosen yang mengikuti sertifikasi dan hanya satu orang yang tidak lolos,” ujar Rusdi.(Dedi)

tambah dengan 7 orang guru pembimbing,” jelasnya. Rozalia, salah seorang siswa mengatakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Unja. ”Universitas Jambi merupakan perguruan tinggi favorit di Provinsi Jambi karena memiliki fasilitas kuliah yang lengkap dan keberadaan kampusnya sangat strategis,” kata siswa kelas III jurusan IPS ini. Usai mendengarkan pen-

jelasan mengenai sejarah berdirinya kampus Universitas Jambi, rombongan ini diberi kesempatan untuk melihat secara dekat berbagai fasilitas kampus.(Lia)

Rektor ------- dari hal 7

Selain itu setelah mempunyai jabatan Rektor mengatakan jangan mempersulit orang dalam berurusan, kalau semua sudah sesuai prosedur slesasikalah dengan segera,” Harap rektor.(Lia)

Pembangunan .................................. dari hal 11 Mengenai atribut soft skill, menu r u t M i m i e n H e n i e Irawati Al Muhdar yang juga aktif mengajar di Universitas Negeri Malang. Sebenarnya soft skill dimiliki oleh setiap orang, namun dalam jumlah dan kadar yang berbeda-be-

da. Atribut tersebut dapat berubah jika yang bersangkutan mau mengubahnya. ”Salah satu ajang yang cukup baik untuk mengembangkan soft skill adalah melalui pembelajaran dengan segala aktifitasnya,” ungkapnya.(Dedi)

Konsultasi Bisnis ................................ dari hal 7

”Bagi stakeholder yang sarana dan prasarana untuk membutuhkan tenaga kerja dan melaksanakan tes penerimaan tenaga ahli maka KBPK menye- karyawan dan menfasilitasi pediakan Informasi lulusan sesuai rusahaan dan BUMN dalam dengan kriteria yang dibutuhkan membina, mengadakan paket lalu memfasilitasi proses seleksi pelatihan kewirausahaan sesuai Pelepasan PKL ............................................................................ dari hal 6 Ia mengatakan sebelum terjun tenaga kerja yang diperlukan, dengan kepakaran yang diKetua program D III Kimia proses produksi setengah jadi Drs. M. Naswir, M.Si menje- atau produk jadi, “Tugas khu- langsung ke sebuah perusahaan kemudian menyediakan fasilitas miliki,” jelas Adriani.(Lia) laskan praktek kerja lapangan susnya menjelaskan tentang industri, mahasiswa sebaiknya dilaksanakan selama 2-3 bulan tugas spesifik atau tugas khusus memahami pengertian mengenal Pembukaan--dari hal 11 Kampus ----- dari hal 5 “Permintaan tenaga pengajar Ia mengakui dalam rangka antara bulan Maret sampai Mei (kasus dan penyelesaian), tugas budaya perusahaan atau industri 2010, mahasiswa yang praktek khusus ini dibuat sendiri dan yaitu seperangkat nilai, norma, untuk sekolah bertaraf internasional meningkatkan sumberdaya makerja lapangan ditempatkan di dititikberatkan kepada program persepsi dan pola perilaku yang sekarang ini cukup banyak dan nusia, maka pembangunan Kamsebelas perusahaan, ada sebelas studi masing-masing, misalnya diciptakan atau dikembangkan hampir setiap kota besar telah pus Unja Merangin memang sangat perusahaan tempat para maha- prodi kimia industri mengambil sebuah perusahaan untuk me- membuka sekolah tersebut,” ujar dibutuhkan. Hal ini memudahkan siswa praktek lapangan seperti topik mengenai bidang proses ngatasi masalah-masalah yang Safarina yang juga telah mengikuti dan meringankan bagi orang tua maupun mahasiswa. (Lia) di Cilegon, Banten, Lampung, industri kimia dan prodi analisis ada, baik masalah mengenai tes PGSBI.(Lia) Petrochina, PTP Nusantara dan kimia mengambil topik misalnya adaptasi secara eksternal mauExist Adakan ...................................... dari hal 6 lain sebagainya. salah satu analisis yang dila- pun integrasi secara internal. Elbagus juga menambahkan karya tulis ilmiah tingkat ”Tiga puluh enam orang maha- kukan di laboratorium peru”Budaya perusahaan atau insiswa yang ikut dalam praktek sahaan/industri, dengan pem- dustri ditinjau dari dua tipe yang bahwa pelatihan program nasional. “Tahun 2007 baru lapangan ini berasal dari dua bahasan yang lebih luas dalam pertama tipe kuat dan jantan kreativitas mahasiswa ini tiga judul yang dibiayai oleh program studi, yaitu program dan profesional, pemilihan tugas dan yang kedua tipe kerja ke- diharapkan bisa menghasilkan dikti namun 2009 meningkat studi kimia industri dan program khusus ini dapat diselesaikan ras, tipe kuat dan jantan me- beberapa karya ilmiah yang akan menjadi empat belas judul,” studi analisis kimia,” ujar Nazwir dengan arahan pembimbing rupakan budaya perusahaan de- diikutsertakan dalam lomba tambahnya. (Lia) saat acara pembukaan pembeka- lapangan,” jelas Naswir. ngan tekanan tinggi yang lan praktek kerja lapangan Rabu, Selain itu pada acara pem- menghasilkan kesuksesan yang RSBI : Internasional ......................... dari hal 11 Peningkatan mutu dan daya patut dan terus dikembangkan. (17/2) di Gedung UP-MIPA. bukaan pembekalan PKL men- cepat akan tetapi juga dapat Mahasiswa yang melaksana- datangkan nara sumber dari Ka- menimbulkan kemerosotan dan saing pendidikan adalah tang- Itulah merupakan suatu pilihan kan PKL akan membuat sejarah din Energi dan Sumber Daya kegagalan yang tepat sedangkan gung jawab kita semua. Gam- penyelenggaraan pendidikan dan organisasi instansi/perusa- Mineral Bambang Irawan, S.Pd, yang kedua tipe kerja keras baran bahwa inovasi penyeleng- yang tidak bisa dihindari. *Guru Besar Universitas haan yang menunjuk ke unit MT yang membuat pokok ba- mempunyai kegiatan dengan garaan pendidikan merupakan Jambi, kini menjadi Visiting tempat PKL dilaksanakan dan hasaan mengenai sebuah pe- intensitas tinggi dengan umpan ba- suatu tuntutan. Improvisasi dan Scholar pada The University kegiatan yang rinci dalam unit ngantar menuju dunia praktisi lik yang cepat dan resiko rendah,” refleksi sesuai dengan amanat paradigma baru pengelolaan of Sydney, Australia tersebut, lalu menjelaskan industri. jelas Bambang.(Lia/Yul)

Diterbitkan oleh Bidang Humas Universitas Jambi Pelindung : Penasehat Bidang Redaksi : -

Rektor Universitas Jambi H. Kemas Arsyad Somad, S.H.,M.H. Penanggung Jawab / Pemimpin Redaksi Pembantu Rektor I Redaktur Pelaksana Drs.H. Ardinal,M.Si Dewan Redaksi Pembantu Rektor II Dr. Ir. A. Rahman SY, MSc Sekretaris Redaksi Pembantu Rektor III Layout Dr. Maizar Karim, M. Hum Alamat Redaksi Pembantu Rektor IV Prof. Dr. Drs. Aulia Tasman, M.Sc Johni Najwan, SH, MH, Ph.D “Suara Unja” e_mail: humas@unja.ac.id

: : :

Drs. H. Firman.M.Si Dedi Irwandi, SH,MH Silvia Yuliansari Asril, SH. M. Hapip, SE Munasri

: : :

Yulia Nengsih A. Syaipudin, S.Kom Kantor Humas Unja, Gedung Rektorat Lantai II Unja Mendalo.

Telp. (0741)583377 Fax (0471)583111


Liputan

Pinang Masak

RAKOR : Rektor menyerahkan cinderamata kepada Rektor Unsri AUDIENSI: Rektor foto bersama para pimpinan UTM Space, pimpinan PTP VI (Persero) dan pengelola dalam acara Rakor Bapel Kukerta BKS PTN Wilayah Barat. Program Pascasarjana Universitas Jambi dalam acara audiensi antara Unja, UTM Space dan PTP VI (Persero).

SILATURAHMI : Rektor dan Bupati Sarolangun dalam acara silaturahmi, dialog dan penyerahan beasiswa BKM-Dikti Depdiknas Tahun Akademik 2009/2010.

PENYEMATAN : Dekan FE Dr.Afrizal, SE, M.Si, A.k secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada mahasiswa yang akan mengikuti magang mahasiswa program D.III FE angkatan III tahun akademik 2009 - 2010.

PELANTIKAN : Rektor beserta para pembantu rektor memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik.

SOSIALISASI : Rektor memberikan sambutan pada acara sosialisasi penyelenggaraan ujian nasional SMA/ MA tahun pelajaran 2009/2010.

PIALA BERGILIR: PD I FKIP Dra. Zurweni, M.Si menerima piala bergilir LCT kimia dari pemenang lomba tahun 2009 .

KUNJUNGAN: Tim tenis Universitas Andalas Padang mengadakan kunjungan ke Universitas Jambi dalam rangka pertandingan persahabatan. Tampak rektor Unja dan rektor Unand (foto kiri).

FOTO BERSAMA : Purek I Drs. H. Ardinal, M.Si foto bersama siswa SMAN 10 Geragai.

ALAMAT REDAKSI SUARA UNJA: Humas Universitas Jambi Jl Raya Jambi-Muara Bulian Km 15 Mendalo Darat Kode Pos 36361 Telp.(0741) 583377 Fax.(0741) 583111

PENYERAHAN HADIAH : Ka. Humas Drs. H. Firman, M.Si menyerahkan hadiah lingkaran rezeki tabloid Suara Unja kepada pemenang.

PARTISIPASI : Anggota DWP Unja ikut berpartisipasi dalam rangka HUT Provinsi Jambi yang ke-53.


Kumpulan SU 2008/2009