Page 1

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

1


EDITORIAL

Para pembaca yang budiman, “Beri aku 1000 orang tua maka aku akan mencabut Semeru dari akarnya, dan beri aku 1 anak muda maka aku akan mengguncangkan dunia.” Itulah sebuah kutipan dari bapak proklamator kita Ir. Soekarno, yang ditekankan kembali oleh Prof. Yohanes Surya dalam pidato upacara bendera di gedung SURE tanggal 17 Agustus 2012. Buletin SURYAKANTA edisi bulan September 2012 kali ini khusus mengangkat tema makna kemerdekaan Indonesia di era globalisasi untuk mewujudkan Indonesia jaya. Dalam edisi ini, kami spesial menyajikan artikel opini mengenai kemerdekaan bangsa yang dipandang dari sisi kemajuan pendidikan. Berkaitan dengan itu pula, kami mewawancarai Bapak Eddy Yusuf selaku ketua Harian STKIP Surya yang berbagi cerita tentang program-program pendidikan yang mempersiapkan para calon guru berkualitas di Indonesia. Para calon guru ini di kemudian hari diharapkan akan kembali ke daerah masingmasing untuk membangun daerah tersebut lewat pendidikan. Yang berbeda dari edisi ke-dua SURYAKANTA adalah ikut sertanya mahasiswa dalam mengisi kolom di buletin ini. Selain adanya laporan kegiatan mahasiswa, para mahasiswa berbagi tentang daerah asalnya mulai dari makanan, kebiasaan lokal, sampai ke tempat-tempat pariwisata. Keanekaragaman budaya yang ada di kampus menjadi sebuah keuntungan bagi kita yang ingin mengenal daerah-daerah di segala penjuru Indonesia lebih jauh. Semoga dengan saling berbagi, “Bhinneka Tunggal Ika” dapat menjadi slogan hidup yang kita jalani setiap hari. Dari sisi akademik, kami menampilkan sebuah artikel ilmiah popular yang membahas tentang kordinat gol and sebuah artikel inspirasi mengenai “Menjadi seperti Idola”. Kami juga membahas prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh para dosen dan peneliti di STKIP Surya berupa hibah penelitian dari International Foundation for Science dan Third World Academy of Sciences. Semoga Buletin SURYAKANTA ini dapat menjadi sarana penambahan wawasan dan media komunikasi kegiatan kampus bagi pembaca sekalian. Dan dengan mengangkat tema kemerdekaan, kami harap buletin ini menginspirasi pembaca untuk mengikuti semangat perjuangan memajukan bangsa dan “mengguncang dunia”. Salam, Tim Redaksi

Buletin STKIP Surya

SURYAKANTA

Pembina Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (Ketua STKIP Surya) Pengarah / Dewan Redaksi • Eddy Yusuf Ph.D. (Ketua Harian) • Mauritsius Tuga Ph.D. (Pembantu Ketua 1 Bidang Akademik) • Ir. Sri Irianti (Pembantu Ketua 2 Bidang Keuangan) • Rifky Muhida, PhD. (Pembantu Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan) • Agus Purwanto, Ph.D. (Pembantu Ketua 4 Bidang Penelitian, Pengabdian dan Kemitraan) • Nina Sugiarti, P.Si., Ph.D. (Pembantu Ketua 5 Bidang Operasional) Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab Agus Purwanto, Ph.D. Tim Redaksi • Dr. Eng. Niki Prastomo • Niken Taufiqurrahmi, M.Sc. • Vidia Paramita, M.Sc. • Rully Charitas I. P. M.Pd. • Anne Meylani Magdalena Sirait. M.Si. • Elfa Fitriana, S.Pd. • Fauzan Joko Layout & Desain Biro Komunikasi, STKIP Surya Foto Cover Panitia OSPEK 2012, STKIP Surya Sekretariat Biro Komunikasi STKIP Surya Gedung SURE Center, Lt.3, Ruang 313.A Jl. Scientia Boulevard Blok U/7 Gading Serpong, Tangerang 15810 Banten, Indonesia Email : biro.komunikasi@stkipsurya.ac.id Penerbit STKIP Surya

2

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012


DAFTAR ISI

Laporan Utama 4 8 Pendidikan Untuk Membuat Indonesia Tersenyum

Tantangan dunia pendidikan telah menjadi perkara yang sangat penting bagi Indonesia. Jika pada masa prakemerdekaan, pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan apa dasar-dasar dan tujuan pendirian negara Indonesia, maka pada masa ini pendidikan sangat dibutuhkan sebagai penyokong bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan tujuan dan cita-cita pendiri bangsa.

Pendidik Berkualitas untuk Indonesia Jaya

Menjadi seorang guru belum menjadi profesi yang diminati banyak orang di Indonesia. Padahal negeri ini membutuhkan banyak sekali tenaga pendidik yang dapat mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang dapat bersaing di era globalisasi

12 14

Inspirasi : Sukses seperti Idola, Why Not ? Sains : Pembelajaran Titik Koordinat Menggunakan Permainan “Koordinat Gol�

Kemahasiswaan 16 Kegiatan Mahasiswaan STKIP Surya 18 Suara Mahasiswa 20 Orientasi Mahasiswa Baru 2012 21 22 24

RISET : Kegiatan Penelitian di STKIP Surya JELAJAH : SURE Center, behind the scene Rekam Peristiwa

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

3


Pendidik Berkualitas Untuk Indonesia Jaya Oleh : Vidia Paramita, M.Sc.

Wawancara :

Eddy Yusuf, Ph.D (Ketua Harian STKIP Surya)

44

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

Menjadi seorang guru belum menjadi profesi yang diminati banyak orang di Indonesia. Padahal negeri ini membutuhkan banyak sekali tenaga pendidik yang dapat mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang dapat bersaing di era globalisasi. Di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Surya yang didirikan tahun 2009, caloncalon guru dibimbing dan dilatih dengan metode yang gampang, asik, dan menyenangkan, sehingga mereka dapat menjadi pendidik yang berkualitas yang menyebarkan semangat belajar ke semua orang di sekitar mereka nantinya.


LAPORAN UTAMA

D

alam edisi kali ini, tim redaksi melakukan wawancara dengan Bapak Eddy Yusuf, Ph.D. selaku ketua harian STKIP Surya untuk mengetahui lebih banyak visi misi dan cara pembelajaran di sekolah ini. Sebelum bergabung di STKIP Surya, Pak Eddy bekerja di beberapa institusi pendidikan di Australia dan Amerika sebagai peneliti. Bidang penelitian yang digelutinya adalah fisika material dan biofisika. Keinginannya yang kuat untuk ikut berperan serta membangun sumber daya manusia di Indonesia membawanya kembali ke Indonesia dengan segudang pengalaman penelitian dan pengajaran yang dikemudian hari terbukti sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar para calon guru di STKIP Surya. Menjadi pendidik baginya adalah panggilan yang mulia. Seperti yang dikatakan oleh Henry Adams “Efek seorang guru adalah sepanjang masa, dia tidak dapat mengetahui kapan dan di mana pengaruh hidupnya akan berhenti.” Tim Redaksi (Red): Selamat pagi Pak Eddy, bagaimana kabarnya hari ini? Eddy Yusuf (EY): Baik sekali.

daerahnya masing-masing untuk memajukan daerahnya melalui pendidikan sains dan teknologi. Kami percaya dengan investasi pendidikan, masyarakat di daerah tersebut dapat meningkatkan kemandirian ekonomi. Dan secara nasional kita dapat mewujudkan Indonesia yang merdeka dari kebodohan dan kemiskinan, dan dapat bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya. Kami menyebutnya dengan “Indonesia Jaya”. Red : “Tenaga pendidik global dan berkualitas” itu adalah tenaga pendidik yang seperti apa, Pak? EY : “Tenaga pendidik global dan berkualitas” yang kami maksud di sini adalah guru yang mampu bersaing pada level internasional dari sisi keilmuan dan pedagogis. Selain itu guru tersebut harus mempunyai integritas yang tinggi, dapat menjadi inspirasi bagi para muridnya, dan berdedikasi untuk memajukan Indonesia terutama di wilayahwilayah/daerah tertinggal. Red : Di Indonesia, sudah didirikan banyak sekolah keguruan. dan peminatnya tidak terlalu banyak, lantas, apa yang

menjadikan STKIP Surya ini berbeda dengan yang lain ? EY : Saya pikir, perbedaan utama antara STKIP Surya dan institusi keguruan lainnya terletak pada kerinduan kami untuk memajukan pendidikan di daerah tertinggal di Indonesia. Hal ini tercermin dari mahasiswa kami yang merupakan kiriman dari pemerintah daerah, terutama daerah tertinggal. Mahasiswa STKIP Surya ini dibiayai penuh oleh pemerintah daerah yang nantinya harus kembali ke daerah asal untuk menjadi guru di sana. Tentunya tujuan yang mulia tidak bisa tercapai tanpa adanya “mesin penggerak” yang memadai. Di STKIP Surya, kami mempunyai 2 “mesin” yang ampuh: dosen yang berkualitas dan berdedikasi tinggi, dan metode pengajaran yang inovatif : gampang, asik, dan menyenangkan. Kegiatan belajar mengajar dirancang untuk memastikan setiap mahasiswa mendapatkan bimbingan yang diperlukan. Sebagai contoh metode pengajaran matematika yang digunakan sangat membantu mahasiswa menangkap materi dengan lebih cepat. Dedikasi para dosen ditunjukkan dengan kesi-

Red : Banyak yang bilang, kalau menjadi guru itu membuat kita awet muda, ya Pak. Bapak setuju dengan hal itu ? EY : Ya saya pikir itu betul. Dua bulan yang lalu saya baru menghadiri reuni 20 tahun SMA dan bertemu dengan guruguru saya. Luar biasa sekali guru-guru saya wajahnya tidak jauh berubah. Red : Pak, bisa dijelaskan sedikit tentang tujuan dan cita-cita dari STKIP Surya? EY : Kami mempunyai visi yaitu menjadi institusi pendidikan terdepan yang menghasilkan tenaga pendidik global dan berkualitas di bidang sains dan teknologi. Di sini kami mempersiapkan para calon guru yang akan kembali ke

Kegiatan praktikum di laboratorium, untuk menambah ketrampilan dan pemahaman mahasiswa Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

5


LAPORAN UTAMA

gapan mereka untuk memberikan jam tambahan untuk memperkuat landasan mahasiswa. Kami juga memusatkan diri pada penelitian pendidikan walaupun penelitian dalam bidang sains dan teknologi juga tetap didukung. Dengan hadirnya mahasiswa dari daerah yang sangat beragam, ini membuka peluang yang sangat besar untuk penelitian di bidang pendidikan, misalnya metode pembelajaran yang efektif untuk budaya lokal/khas daerah tertentu. Pertanyaan yang muncul adalah apakah sebuah metode yang dikembangkan untuk sebuah budaya tertentu bisa di-terapkan pada budaya lain? Ini menjadi hal yang sangat menarik untuk diteliti terutama dalam konteks mencari benang merah strategi pembelajaran lintas kultural. Red : Ada berapa program studi di STKIP Surya dan berapa jumlah dosen yang ada saat ini, Pak? EY : Sekarang ini kami memiliki 3 program studi yaitu Pendidikan Matematika, Fisika, dan Teknik Informatika. Saat ini kami dalam proses pengajuan ijin untuk membuka program studi pendidikan kimia. Mudah-mudahan tahun depan ijin sudah bisa kami dapatkan. Sampai saat ini kami memiliki dosen pengajar berjumlah 42 orang,

6

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

30 orang memiliki gelar Doktoral, dan 12 orang dengan gelar Magister. Jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa kami, dari angkatan 2010 sampai angkatan 2012, yang berjumlah sekitar 700 orang, maka rasio perbandingan mahasiswa dengan dosen menjadi sekitar 17:1. Sebagian besar para dosen adalah lulusan luar negeri, ada yang dari Jepang, Amerika, Malaysia, Australia, Perancis, dan lain-lain. Mereka semua membawa yang keahlian yang beragam dalam bidang sains dan teknologi yang menjadi nilai tambah bagi keunggulan STKIP Surya. Red : Bagaimana dengan kegiatan pengabdian masyarakat bagi para dosen, Pak? EY : Oh ya, itu juga termasuk. Selain pengajaran dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat adalah komponen penting dalam Tri Dharma perguruan tinggi yang harus dilakukan oleh dosen. Bentuknya bermacam-macam: ada yang terlibat dalam pelatihan untuk olimpiade, ada yang memberikan pelatihan-pelatihan pada anak-anak SD sampai SMA, ada yang melakukan pelatihan guru di masyarakat, ada yang memfasilitasi teknologi terapan, dan lain-lain. Selain itu, para dosen juga secara aktif mempunyai kegiatan ekstra

membimbing UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus. Red : Mengenai UKM nih, Pak. Sekarang ini sudah ada berapa UKM? EY : Banyak dan beragam, ya. Ada sekitar 30 lebih. Memang UKM harus diadakan sebagai wahana kegiatan yang juga berkaitan dengan penalaran, keilmuan, minat, bakat, dan kegemaran. Mahasiswa kami memiliki inisiatif tinggi dalam mengadakan UKMUKM ini. Bermacam-macam jenisnya dari yang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, bela diri, sampai ke UKM membaca dan menulis, handycraft, robotik, pecinta alam, dan ada juga UKM budaya internasional dan UKM bahasa Jepang. Pokoknya sangat beragam dan akan bertambah terus sesuai dengan minat serta insiatif mahasiswa kami. Saya rasa ini baik sekali karena para mahasiswa dapat belajar banyak mengenai hal-hal seperti kerja sama, kepemimpinan, dan kegiatan organisasi melalui UKM-UKM yang mereka ikuti. Red : Wah, UKMnya mulai dari yang standard sampai yang unik-unik ada, ya. Pak, dalam usia STKIP Surya yang baru 2 tahun berdiri ini, apakah sudah ada prestasi-prestasi yang sudah dicapai yang mengangkat nama STKIP Surya ?


LAPORAN UTAMA 1. UKM Gempa Literasi mengunjungi Jakarta Book Fair untuk menambah wawasan tentang buku 2. UKM Sepak Bola, salah satu kegiatan mahasiswa yang cukup banyak peminatnya. 3. Di dalam ruang kelas, para mahasiswa juga dituntut untuk terus belajar secara aktif dengan menyampaikan presentasi kelompok maupun individu 4. Kegiatan penelitian para dosen yang beragam, merupakan salah satu keunggulan yang dimili oleh STKIP Surya

Saya dengar bapak barusaja mendapatkan hibah dari Third World Academy of Sciences untuk penelitian di biofisika dan terpilih menjadi Indonesia Visiting Fulbright Scholar tahun 2012 ini. EY : Ya betul, selain dari saya sendiri, ada beberapa dosen STKIP Surya yang berhasil memenangkan grants dan fellowship untuk penelitiannya. Contohnya Bapak Yalun Arifin, PhD yang mendapatkan hibah dari Indonesian Toray Science Foundation. Beliau bersama Ibu Lies Dwiarti juga mendapatkan hibah International Foundation for Science untuk penelitiannya di bidang bioenergi dan produksi Itaconic acid. Ada juga Dr. Handri Santoso dan Jaha Nababan, MSc. Yang memenangkan hibah dari Google untuk penelitian e-learning. Kalau dari mahasiswa, tiga dari mereka menang di ajang Internaional Engineering Einvention and Innovation Exhibition tahun 2012 di Malaysia. Dua dari mereka yaitu Marwinda Koen dan Andreanus Yotha mendapat medali emas dan Agusthinus Sanyar mendapat medali perunggu. Mereka melakukan penilitian mengenai bioethanol. Selain itu dosen-dosen STKIP Surya juga pernah membimbing Tim Robot Papua yang berprestasi di ajang International Robot Olympiad ke 13 tahun 2011 di Jakarta.

Red : Dalam beberapa tahun ke depan ini, apa yang menjadi target yang ingin dicapai oleh STKIP Surya ? EY : Memang perjalanan kami menuju cita-cita masih sangat panjang. Dan anda benar, harus ada target dan checkpoints baik dalam jangka pendek maupun menengah juga. Di tahun 2013 kita akan mempersiapkan diri untuk akreditasi nasional. Ini pekerjaan berat yang perlu didukung oleh seluruh civitas academica STKIP Surya. Tahun 2015 akan menjadi tonggak sejarah STKIP Surya karena STKIP Surya akan meluluskan mahasiswa untuk pertama kali. Pada tahun 2020, kami ingin menjadi sekolah keguruan dan ilmu pendidikan yang dapat bersaing di level internasional. Dan di tahun 2030, target kami adalah menghasilkan 10.000 guru berkualitas yang akan disebar ke segala penjuru tanah air untuk membangun daerahnya masing-masing. Untuk dapat mencapai ini kami sendiri juga harus berkembang disegi fasilitas kampus. Rencananya pada tahun 2013 akan dibangun kampus untuk kapasitas mahasiswa sejumlah 5000 orang untuk digunakan pada tahun ajaran 2014/2015. Pembangunan infrastruktur fisik ini akan terus dikembangkan dari tahun ke tahun sesuai dengan

pertambahan jumlah mahasiswa yang ada. Red : Target-targetnya sangat besar, ya Pak, seberapa optimis bapak dengan target tersebut akan tercapai ? EY : Ya kalau tidak optimis, tentunya kami tidak merancang target seperti itu. Kami punya sumber daya manusia yang kuat di kampus, dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan itu semua. Saya yakin pasti bisa. Red : Semoga berhasil, Pak! Yang terakhir, nih Pak, apa pesan-pesan bapak bagi murid-murid di Indonesia yang mungkin masih ragu-ragu atau enggan dalam memilih profesi guru? EY : Saya pikir guru mempunyai peran strategis untuk membentuk masa depan bangsa ini. Dan Indonesia masih membutuhkan banyak sekali guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Jadi mudah-mudahan adik-adik kita lebih terpacu dan percaya diri waktu memilih profesi guru. Red : Terima kasih banyak, Pak, atas waktu dan kesediaannya berbagi. Semoga sukses selalu. EY : Terima kasih kembali. Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

7


LAPORAN UTAMA

8

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012


LAPORAN UTAMA

Pendidikan Untuk Membuat Indonesia Tersenyum Oleh : Dr. Eng. Niki Prastomo

Sejarah Indonesia pun membuktikan bahwa pendidikan telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mengawal kelahiran bangsa ini. Tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara, R.A. Kartini, R. Dewi Sartika, dan K.H. Ahmad Dahlan menanamkan semangat kebangsaan pada generasi muda melalui pendidikan pada masa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

P Foto : Surya Group Communication

ara tokoh tersebut telah memberikan pondasi penting bagi Indonesia untuk meraih kebebasannya. Pendirian sekolah-sekolah seperti Kautamaan Istri (1902) dan Taman Siswa (1922) telah menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki martabat dan hak untuk menjadi bangsa yang merdeka. Pendidikan membawa pemahaman bahwa untuk memperoleh kemerdekaan melawan penjajahan tidak akan bisa dilakukan dengan sendiri-sendiri. Pada akhirnya, putra-putri Indonesia yang aktif berjuang dan mempersiapkan kemerdekaan itu pun bekerja sama dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan agama. Dengan didukung semangat juang yang tinggi, bangsa ini akhirnya berhasil memperoleh kebebasannya. Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

9


LAPORAN UTAMA Tapi apakah kita sudah benarbenar bebas merdeka? Saat ini kita baru saja memperingati 67 tahun kelahiran negara Indonesia. Namun nampaknya perkembangan dunia pendidik-an di negara ini secara nasional masih berjalan sangat lambat. Pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah tertinggal, masih sangatlah terpuruk. Masih banyak masyarakat yang belum bebas merdeka memperoleh hak untuk mengenyam pendidikan. Sistem pendidikan saat ini masih belum mencapai cita-cita para pendiri bangsa Indonesia seperti yang tercantum pada Pasal 31 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi, “Tiap-tiap warganegara berhak mendapat pengajaran.� Tantangan dunia pendidikan telah menjadi perkara yang sangat penting bagi Indonesia. Jika pada masa prakemerdekaan, pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan apa dasardasar dan tujuan pendirian negara Indonesia, maka pada masa ini pendidikan sangat dibutuhkan sebagai penyokong bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan tujuan dan cita-cita pendiri bangsa. Adapun empat tujuan nasional Indonesia tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu: 1. Membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2. Memajukan kesejahteraan umum/ bersama, 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 4. Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk dapat mengisi kemerdekaan dengan baik, pendidikan kembali berperan penting dalam hal

10

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

proses mencetak sumber daya manusia yang berkualitas agar memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan nasional tersebut. Kesadaran akan peran penting dunia pendidikan untuk mencapai tujuan nasional Indonesia harus selalu dibangkitkan. Kemauan dari semua pihak pelaksana, yang meliputi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, pun sangat diperlukan. Peran dan tanggung jawab apa saja dari pemerintah untuk dapat menyukseskan pengembangan pendidikan nasional?. Pemerintah telah meningkatkan anggaran pendidikan dalam belanja negara serta menyempurnakan kurikulum pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan nasional. Namun pada pelaksanaanya di lapangan, tantangan dalam hal penyebaran dana pendidikan, tenaga pendidik, serta kelayakan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi kendala tersendiri. Walaupun pemerintah berusaha untuk memberlakukan program subsidi silang kebutuhan antara mereka

yang miskin dan yang kaya, anggapan bahwa pendidikan hanyalah milik mereka yang mampu masih melekat dengan erat di masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat berfikir bahwa kebutuhan pendidikan merupakan hak yang mutlak diperoleh, maka seharusnya, pendidikan nasional merupakan urusan negara, termasuk pelaksanaan dan pemenuhan fasilitas sarana dan prasarananya. Pemerintah nasional beserta pemerintah daerah perlu mengarahkan dan mengawasi penyelenggaraan program pendidikan tersebut. Pembenahan pelaksanaan program pendidikan perlu dilakukan. Lebih jauh lagi, kesadaran moral aparat pelaksana bahwa pemerintah berkewajiban memberikan layanan dan kemudahan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat serta tanpa membeda-bedakan golongan masyarakat (diskriminasi) sangat penting untuk terus ditingkatkan. Perlu dimaklumi pula jika memang terdapat keterbatasan kemampuan dari pemerintah untuk

Masih banyak gedung-gedung sekolah yang rusak/tidak layak Foto : Antarafoto.com


LAPORAN UTAMA dapat menangkap dan mengatasi semua permasalahan yang timbul di masyarakat dalam bidang pendidikan. Disisi lain, masyarakat juga berkewajiban untuk membantu penyelenggaraan pendidikan nasional ini. Peranserta aktif masyarakat dalam proses pelaksanaan pendidikan, terutama dalam mendidik moral, norma, dan etika yang sesuai dengan agama dan kesepakat-an masyarakat (adat) adalah salah satu peran yang dapat dilakukan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat berkontribusi terhadap pendidikan formal secara langsung, baik yang berupa dana maupun pikiran, tenaga atau sumbangan lainnya. Aktivitas pemberian bantuan dana untuk pembuatan gedung dan area pendidikan, aktivitas teknis edukatif dalam proses belajar mengajar seperti menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar, adalah beberapa contoh peran yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar dapat terlibat secara langsung dengan pelaksanaan pendidikan nasional. Lalu bagaimana dengan lembaga pendidikan? Kenyataan pahit yang dapat kita lihat sekarang menunjukkan bahwa komersialisasi yang tidak bertanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan marak kita temukan. Biaya pendidikan yang tinggi dengan orientasi mempersiapkan anak didik hanya untuk memenuhi bursa tenaga kerja tanpa memandangnya sebagai sumber daya manusia yang dapat disiapkan untuk menjadi agen perubahan sosial di masyarakat. Lembaga pendidikan dan elemen-elemen didalamnya seharusnya memiliki semangat juang yang tinggi, pengabdian tanpa pamrih untuk meningkatkan diri baik secara kelembagaan dan diri pribadi sebagai insan pendidikan. Lembaga pendidikan harus mampu mengarahkan anak

Dengan pelatihan dan pembinaan yang tepat, Tim Robot dari Papua dalam International Robot Olympiade 2012 (Foto : Surya Group Communication)

didik untuk mencapai tahap ”academic curiosity”, sebuah tahapan dimana para anak didik memahami bagaimana caranya mencari ilmu. Metode-metode pengajaran dan bimbingan harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi dan sosial masyarakat agar dapat mempersiapkan para anak didik dengan baik untuk menghadapi tantangan di masa depan. Sudah sepatutnya HUT Republik Indonesia ke 67 yang baru saja kita peringati ini dapat kita jadikan momentum yang tepat untuk kembali memahami arti pentingnya perjuangan demi kejayaan masa depan bangsa. Perlu dilakukan penyegaran memori kembali mengenai cara-cara peringatan kemerdekaan, dari yang sekedar kegiatan seremonial tanpa makna menjadi kegiatan yang berkonsep untuk membangun semangat nasionalisme. Penyegaran itu dapat dilaksanakan dengan pemahaman kembali bahwa pendidikan merupakan masa depan bangsa. Masyarakat luas perlu diberikan kesempatan untuk dapat memperoleh pendidikan. Sudah menjadi kewajiban bagi semua untuk bertanggung jawab bersama dalam

menyiapkan generasi penerus menghadapi masa depan. Pengembangan dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia mutlak harus terus dilakukan agar dapat menyokong pembangunan negara secara keseluruhan, baik dalam hal sosial, ekonomi, teknologi, pangan, lingkungan, pertahanan, dan juga kesejahteraan masyarakat. Waktu akan membuktikan bahwa kerja keras dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan adalah dua komponen utama yang menentukan masa depan kehidupan bangsa ini, masa depan yang kita harapkan akan dipenuhi dengan senyuman dan kebanggaan.

“The whole purpose of education is to turn mirrors into windows.” ― Sydney J. Harris Referensi : • http://agus82.wordpress.com/ • http://kaliptrajaya.blogspot.com

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

11


INSPIRASI

Sukses Seperti Idola, Why Not ?? Oleh : Rully Charitas Indra Prahmana Penulis buku : Menjadi Dahsyat dengan Mencontek (Gramedia, 2006)

A

pa yang ada dipikiran kita, ketika mendengar kata mencontek? Pastinya, kita langsung berfikiran negatif tentang perilaku mencontek itu sendiri. Padahal, kekuatan mencontek itu sendiri, dapat merubah hidup kita dalam tempo yang relatif lebih singkat. Untuk itu, konsep mencontek/meniru kesuksesan orang lain atau idola kita dengan benar itu sendiri, akan saya coba paparkan dalam tulisan ini.

“Belajar Terbagi Menjadi Dua Macam, Belajar dari Diri Sendiri dan Orang Lain.� - Tung Desem Waringin Setiap orang memiliki pola tertentu di dalam hidupnya, begitu juga dengan kita. Untuk merubah hidup, dibutuhkan pola baru yang lebih baik dari sebelumnya. Saya ambil contoh, misalnya kita memiliki CD kesayangan yang berisikan lagu-lagu kesenangan kita. Setiap kita memutar CD tersebut, kita pasti akan mendengarkan lagu-lagu kesenangan kita, begitu seterusnya. Kenapa demikian? Ini dikarenakan CD tersebut sudah memiliki pola tertentu, sehingga mustahil setelah CD itu di-

12

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

mainkan, yang keluar adalah lagu-lagu yang kita benci. Bagaimana caranya agar bisa berbeda? Rusak-lah polanya. Saya ambil contoh CD tadi. Untuk merusak polanya, kita tinggal mengambil paku, lalu kita goreskan pada piringan CD tersebut. Setelah itu, CD tersebut kita putar. Apa yang terjadi? Masih samakah lagu yang dihasilkan? Tentu tidak, karena kita telah merusak polanya. Begitu juga dengan merubah hidup kita. Untuk menghasilkan hasil yang berbeda, kita harus merusak pola lama kita yang sudah banyak kekurangannya. Buat pola baru, sehingga kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Orang yang Ingin Menghasilkan Hasil yang Berbeda, Tetapi Caranya Terus Menerus Sama, Ini Merupakan Defenisi Orang Gila.� - Albert Einstein Pola baru yang dibentuk, harus memiliki 3 kriteria. Pertama, baik untuk diri sendiri, maksudnya adalah untuk membuat pola yang baru, kita harus

mengkondisikan dengan keada-an kita. Jangan sampai membuat kita menjadi tidak nyaman. Itu semua tergantung dari kesungguhan kita untuk merubah hidup kita. Kedua, baik untuk orang lain, maksudnya adalah untuk membuat pola baru, kita harus mengkondisikannya dengan lingkungan sekitar kita, dimana kita bergaul dan dengan siapa kita bergaul. Ini memberikan efek yang sangat besar bagi perubahan hidup kita. Ketiga, baik untuk Tuhan, maksudnya adalah untuk membuat pola baru, kita harus menyesuaikan dengan ajaran agama kita. Jangan sampai bertentangan dengan ajaran agama kita. Setelah pola baru siap dibentuk, pertanyaannya sekarang, Mau seperti apa pola baru tersebut? Untuk mencari jawabannya, perbanyak baca biografi orang-orang sukses. Mau seperti siapakah kita. Itu semua hanya kita yang mampu menjawabnya. Setelah kita memilihnya, gunakan sistem mencontek, sehingga, kita bisa lebih cepat berubah. Sistem mencontek itu sendiri, dimulai dari membaca biografi orangorang yang telah sukses. Pilih dari sekian banyak orang sukses yang ada di dunia ini. Ingin seperti siapakah kita. Setelah kita memilihnya, tirulah semua


INSPIRASI gerak-geriknya dalam artian segala usaha, kegiatan dan perjuangan yang membawanya kedalam pintu kesuksesan itu. Setiap orang sukses termasuk idola kita, selalu meninggalkan jejak yang dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin mengikutinya. Para Idola kita yang sukses, biasanya banyak mengalami masa jatuh bangun. dan perjuangan sampai mereka dapat mencapai segala sesuatu yang mereka inginkan. Deng-an mencontek, kita membutuhkan percepatan agar bisa setara dengan orang yang ingin kita sontek. Untuk itu, kita tidak perlu jatuh, karena dengan membaca pengalamannya, kita sudah bisa mengantisipasi segala hal yang dapat membuat kita jatuh. Sehingga, kita bisa menjadi seperti dia tanpa membutuhkan waktu yang lama, seperti yang orang lain jalani, karena

hanya hal positif saja yang kita lakukan dan dapatkan.

“Pengaruh Terbaik Dari Orang Baik Akan Terasa Setelah Kehilangan Mereka� - Ralph Waldo Emerson Bagaimana? Apakah kita telah siap untuk berubah? Sebagai penutup, saya akan coba merangkum, bagaimana sistem mencontek itu dilakukan. Pertama rusak pola lama kita, buat pola baru yang mendukung perubahan kita, dengan perbanyak membaca biografi orang-orang sukses. Jadikan bahan bacaan tersebut sebagai referensi pola baru kita. Jalankan referensi tersebut tanpa melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, seperti orang yang kita pakai

referensinya. Dengan begitu, kita akan lebih cepat untuk jadi seperti mereka. Setelah kita sama dengan mereka, maka bersiap-siaplah untuk menjadi lebih hebat dari mereka, de-ngan memodifikasi apa yang kita dapat dan sesuaikan dengan apa yang kita butuhkan, agar kita tidak menjadi folower. Lakukan ini dengan disiplin. Kita harus dapat konsisten dengan apa yang kita inginkan, dan semua itu kembali kepada seberapa besar kesungguhan kita untuk mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap, kita dapat merubah hidup kita seperti yang kita inginkan dalam tempo relatif singkat via mencontek. Sehingga, kedepan nya, ketika ada yang berfikir negatif tentang mencontek, kita tinggal berkata kepada mereka, “Mencontek, Why Not?!�.

www.wopho.org

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

13


SAINS

Pembelajaran Titik Koordinat Menggunakan Permainan “Koordinat Gol� Oleh : Maria Karina Metta.H Tutor Matematika STKIP Surya

Siswa tunanetra seringkali mengalami kesulitan dalam mempelajari berbagai pelajaran di sekolah, salah satunya matematika. Hal ini dikarenakan, matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki obyek kajian yang abstrak dan kaya akan simbol.

B

erangkat dari keprihatinan ini, penelitian dilakukan untuk mencari metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai adalah dengan mengharuskan mereka berpartisipasi penuh, melakukan tindakan sendiri, berkomunikasi langsung baik dengan siswa maupun dengan guru, bekerjasama dengan kawannya, mengenali lingkungan, melakukan mobilitas, dan berkaitan dengan pengetahuan yang telah diketahui. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada siswa tunanetra kelas VIII SMP-LB Yaketunis Yogyakarta, yang terdiri dari 6 orang, diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari koordinat kartesius. Siswa sangat sulit membayangkan bentuk pembela-jaran titik koordinat,

14 14

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

terlebih menentukan suatu titik koordinat, yang kesemuanya tampak sangat abstrak bagi mereka. Oleh karena itu, peneliti berasumsi bahwa mereka pasti membutuhkan sesuatu yang nyata atau sesuatu yang mereka kenal untuk membantu memahami dan mempelajari pembelajaran titik koordinat. Di luar dugaan, sepakbola merupakan permainan yang disukai dan tampak nyata di pikiran mereka. Pertanyaan besarnya, bagaimana cara mereka bermain? Tentu saja, hanya mereka yang mengerti. Berawal dari kegemaran inilah, peneliti menciptakan permainan Koordinat Gol (KG), yang mirip dengan permainan sepakbola, dengan harapan dapat membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran titik koordinat. Disisi lain, pembelajaran ini akan lebih mengasyikkan bagi mereka, karena mereka dapat memainkannya dimanapun dan kapanpun. KG adalah suatu permainan edukasi yang mengadaptasi peratur-

an permainan sepakbola. Permainan ini tidak membutuhkan lapangan berumput dan sepatu bola untuk memainkannya. Jika sepak bola dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang, sedangkan KG hanya dimainkan oleh 2 orang. Setiap pemain bertanggungjawab penuh untuk kemenangannya sendiri. Dalam permainan KG, dibutuhkan 1 buah papan bertekstur timbul dan berlubang untuk memposisikan bola, 72 kartu berisi pasangan bilangan mulai dari -4 sampai 4 dalam Braille (Sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh tunanetra), dan tentunya 1 buah bola, seperti tampak pada Gambar 1. Permainan ini memang dirancang khusus bagi mereka, namun dengan adanya keterangan bilangan pada kartu, siswa normal pun dapat memainkannya. Adapun, tata cara permainan KG, adalah sebagai berikut: • Posisi pemain menghadap papan dengan arah yang sama.

Gambar 1. Papan bertekstur (kiri) dan kartu pasangan bilangan (kanan)


SAINS • • •

Kuis Logika

Setiap pemain mendapatkan 4 kartu yang dibagikan secara acak, dengan waktu permainan 2 x 15 menit. Posisi awal bola terletak pada titik pusat lapangan. Pemain pertama mulai “menggiring bola” sesuai dengan salah satu kartu yang dipilihnya dari 4 kartu yang didapat. Pada tiap kartu terdapat dua bilangan, yang menunjukkan sejauh mana pemain menggerakkan bola ke kanan (positif) atau ke kiri (negatif), dan sejauh mana pemain menggerakkan bola ke atas (positif) atau ke bawah (negatif). Misalnya, pemain pertama mendapatkan kartu 2|3, maka pemain menggerakkan bola sejauh 2 langkah ke kanan, kemudian 3 langkah ke atas, seperti tampak pada Gambar 2. Kartu yang sudah dijalankan ditutup, kemudian pemain mengambil 1 kartu yang baru dari tumpukan kartu yang tersedia, sehingga pemain selalu memiliki 4 buah kartu. Pemain berhak memilih kartu yang akan dimainkan. Begitu pula dengan pemain kedua, menggiring bola degan cara yang sama dimulai dari posisi bola terakhir. Begitu seterusnya hingga salah seorang pemain dapat memasukkan bola ke dalam gawang. Jika bola melewati garis gawang, dilakukan tendangan gawang dengan meletakkan bola di daerah gawang kemudian menggerakkan bola ke dalam arena permainan sebanyak 4 langkah.

1

Gambar 2. Simulasi permainan dengan kartu 2|3 •

Jika bola melewati garis tepi (out), maka pemain lawan menggerakkan bola ke dalam arena permainan sejauh 3 langkah. Tujuan akhir dari pemainan ini adalah memasukkan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan dalam waktu 2 x 15 menit. Sama halnya dengan Sepak Bola, pemenangnya adalah pemain yang memasukkan bola paling banyak ke gawang lawan. KG memberikan gambaran pada siswa tentang pembelajaran koordinat kartesius. Lapangan KG ini sebagai koordinat kartesius yang memiliki sumbu x dan sumbu y, dan titik pusat lapangan sebagai titik potong kedua

sumbu (0,0). Bilangan pertama pada kartu menunjukkan absis dan bilangan ke dua menunjukkan ordinat pada sistem koordinat kartesius. Ketika pemain menentukan posisi bola dengan kartu 2|3, sama halnya dengan penentuan titik (2,3) pada koordinat kartesius. Meraba posisi bola dan jarak gawang lawan adalah cara mereka dalam memprediksikan kartu mana yang harus dipilih untuk mencetak sebuah gol. Dengan cara yang asyik dan menyenangkan ini, secara tidak langsung siswa sudah belajar cara menentukan dan membaca titik koordinat secara nyata atau konkrit di pikiran mereka.

Maria Karina Metta.H S.Pd. Lahir di Jakarta pada tanggal 6 Juni 1988. Memperoleh gelar sarjana pendidikan matematika dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010. Sejak Oktober 2010, bergabung dengan STKIP Surya sebagai asisten dosen atau tutor matematika. "Kasih" menjadi landasan kesetiaan dalam mendampingi mahasiswa STKIP Surya.

Ilusi mata : Dari 3 gambar prajurit dibawah ini mana yang badannya paling tinggi ?

2

Pindahkan 3 batang korek api sehingga ikan berenang ke arah yang berlawanan

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

15


KEMAHASISWAAN

Kegiatan Mahasiswa STKIP Surya Oleh : Rifki Muhida, Ph.D

Dokumentasi : Panitia Classmeeting STKIP Surya

Selain aktivitas akademik, kehidupan mahasiswa diluar rutinitas perkuliahan selalu diarahkan untuk tetap menjaga nuansa pengembangan potensi dirinya

B

eragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersedia di STKIP Surya. Mahasiswa dipersilahkan untuk bergabung sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. STKIP Surya senantiasa mengembangkan dan memfasilitasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sebagai wahana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan soft skill mereka, yang tentu akan sangat bermanfaat di kemudian hari. Pemilu BEM Pada tanggal 2 Juni 2012 telah diadakan pemilihan umum raya untuk memilih ketua dan wakil ketua Badan

Eksekutif Mahasiswa STKIP Surya. Telah terpilih pasangan Sadam Husen dan Tri Suhartono dengan perolehan 100 suara mengalahkan pasangan Yusak-Yan Kobak (77 suara) dan pasangan Nikolaus-Yatin yang memperoleh 32 suara. Dalam pidato sambutan kemenangannya pasangan ini dalam kepemimpinanya nanti akan menjadikan BEM sebagai organisasi yang punya 3 K:Keinginan, Kemauan dan Kerja Keras. Keluarga Mahasiswa STKIP Surya Pada tanggal 2 Juni 2012 bertempat di gedung Sure, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya bersamasama, ketua Majelis Permusyawaratan

NASKAH DEKLARASI KELUARGA MAHASISWA STKIP SURYA: Atas dasar semangat kekeluargaan, kebangsaan dan demokrasi serta didorong oleh keinginan yang kuat untuk membangun bangsa dalam mewujudkan Indonesia Jaya maka kami mahasiswa STKIP Surya dengan ini menyatakan berdirinya Keluarga Mahasiswa STKIP Surya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi langkah kami. Gedung Sure, Gading Serpong, Tangerang, 2 Juni 2012 Atas nama KM STKIP Surya, Ketua MPM

16

Edizon Logo

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

Ketua BEM Sadam Husen Jigibalom

Mahasiswa (MPM) mewakili seluruh mahasiswa STKIP Surya, membacakan deklarasi berdirinya Keluarga Mahasiswa STKIP Surya. Pembacaan naskah deklarasi ini dihadiri hampir 300 mahasiswa STKIP Surya. Rapat Kordinasi BEM Pada tanggal 20 Juni 2012 bertempat di Ruang 202 gedung Sure diadakan rapat koordinasi antara puket III dengan BEM yang dihadiri oleh pengurus BEM, Ketua UKM dan Ketua Himpunan Mahasiswa. Rapat koordinasi ini dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sekali untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia kemahasiswaan STKIP Surya serta pemecahannya. Dalam rapat kali ini Pengurus BEM dan masing-masing ketua UKM mempresentasikan misi, visi, logo organisasi dan program kerja masing-masing. Kunjungan ke Book Fair 2012 UKM Gemar membaca Gempa Literasi mengunjungi “Jakarta Book Fair� Pada hari Jumat, 29 Juni 2012. Sebanyak 20 orang mahasiswa didampingi oleh 2 pembimbing, 3 staf STKIP mengadakan kunjungan ke Jakarta Book Fair bertempat di Istora Senayan, Jakarta. Selain memperoleh berbagai


KEMAHASISWAAN buku bacaan menarik para mahasiswa mendapat pengalaman berharga dapat menikmati berbagai diskusi dan suasana pameran buku skala nasional. Pekan Olah Raga Mahasiswa Mulai tanggal 30 Juni sampai 18 Juli 2012, setelah ujian tengah semester, BEM STKIP Surya mengadakan pekan olah raga atau class meeting antar mahasiswa STKIP Surya. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu lapangan sepakbola RS Al Qodar Karawaci, Gedung Sure dan lapangan voli Illago, mempertandingkan 4 cabang olah raga, yaitu : Sepak Bola, Bulu Tangkis, Bola Voli dan Marathon. Sepak Bola Juara 1 : Tim Prodi TIK Juara 2 : Tim Prodi Fisika 2010 Top score : Yob kanengga Pemain terbaik : Pamly Babu Bola Voli Juara 1 : Tim Sepeda Juara 2 : Tim Remas

Lari Marathon 5 Km Juara 1 : Miqson Lake Juara 2 : Elwan Djumetan Pelatihan Penulisan Artikel Pada hari Kamis, tanggal 2 Agustus 2012, salah satu UKM di STKIP yang mewadahi para mahasiswa yang gemar membaca dan menulis yaitu Gempa Literasi mengadakan pelatihan menulis. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi kesempatan pada para mahasiswa untuk mengetahui cara menulis artikel dan buku yang baik. Acara ini diikuti oleh 14 mahasiswa dari semua jurusan dan angkatan. Acara ini sangat menarik karena selain mendapatkan mendapatkan pengetahuan metode penulisan, para mahasiswa langsung ditantang untuk praktik menulis. Diharapkan dengan pelatihan ini, para mahasiswa dapat lebih semangat untuk menuangkan ideidenya dalam tulisan dan berani berbagi pengalaman melalui tulisan. Latihan Dasar Kepeminpiman II Pada Tanggal 13-14 Agustus 2012 bertempat di Ruang 405 Kampus STKIP Surya, Gedung Sure Center diselenggarakan Latiihan Dasar Kepemimpi-

Bulu Tangkis Juara 1 : Eko Ebriyanto Juara 2 : Dedy Adrinus Bilaut

1

2

nan Angkatan ke II. Lebih dari 20 orang mahasiswa angkatan 2010 dan 2011 mengikuti kegiatan LDKM ini. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, LDKM kali ini lebih diarahkan pada aspek manajerial, kemampuan komunikasi dan menjalankan suatu kegiatan kemahasiswaan. LDKM merupakan bagian pembinaan kemahasiswaan STKIP Surya yang mengikuti pola bertahap, berjenjang dan berlanjut. Setelah mengikuti LDKM para alumni LDKM mahasiswa diharapkan memiliki dasar organisasi dan kepemimpinan serta mampu menjadi pengurus organisasi dilevel himpunan atau UKM. Setelah memiliki pengalaman sedikitnya enam bulan di UKM ataupun Himpunan, para mahasiswa alumni LDKM ini dapat mengikuti kursus tingkat manajer yang merupakan kursus lanjutan. Pada tingkat ini para mahasiswa nantinya diharapkan dapat memimpin dan pengurus organisasi dilevel universitas atau bahkan di tingkat yang lebih besar. Berbagai kursus atau pelatih-anpelatihan pada jenjang lanjutan tersebut saat ini sedang disiapkan oleh tim dari Pembantu Ketua III STKIP Surya. Keterangan gambar : 1. Para peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa periode 2 berfoto bersama Pembantu Ketua III, Bpk. Rifki Muhida 2. Suasana pemungutan suara dalam pemilu BEM STKIP Surya 3. Anggota UKM Bulutangkis bergaya seusai latihan di Kampus STKIP Surya 4. Panitia Classmeeting 1 STKIP Surya, berfoto bersama

3

4

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

17


SUARA MAHASISWA

Makanan Pokok di Papua Oleh : Terpet Wahla Mahasiswa Jurusan Matematika 2010 dari Papua

gambar : Papeda dan kuah ikan kuning http://dapoerkoe.blogspot.com/

P

apua terdiri dari dua daerah yaitu pesisir pantai dan pegunungan. Daerah- daerah yang termasuk pesisir pantai adalah, Jayapura, Sentani, Biak, Manokwari, Serui, Sorong dan Merauke. Makanan pokoknya adalah Sagu atau biasa disebut Papeda. Papeda seperti bubur tepung sagu tetapi sangat kental dan kenyal, persis seperti lem kanji buatan sendiri. Masyarakat papua punya kebiasaan tersendiri, jika pagi sarapan dengan nasi, maka siang atau malam pasti makan dengan Papeda. Papua mempunyai banyak hutan sagu yang sangat luas. Seperti di

tepi Danau Sentani, Wasur, Merauke, termasuk Pulau Biak dan kepulauan Padaido. Hutan itu disebut dengan Dusun Sagu. Walaupun dusun, tidak ada penduduk tinggal di sana, kecuali gubukgubuk bagi mereka yang sedang memanen. Di pedalaman pegunungan Wamena, Yahukimo, Tolikara, makanan pokoknya adalah ubi jalar. Ubi mempunyai bermacam warna seperti putih, kuning serta kecoklatan. Proses penanaman ubi sampai siap panen cukup panjang, pertama-tama petani membabat rumput, setelah itu ditunggu satu

Wisata Sumatera Oleh : Rizqa Yunisha

Mahasiswa Jurusan Matematika 2011, dari Palembang

gambar : Jembatan Ampera, Palembang http://www.sumselprov.go.id/

P

alembang adalah ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Medan. Penduduk Palembang kebanyakan berasal dari suku melayu, sedangkan warga keturunan yang banyak tinggal di Palembang adalah Tionghoa, Arab dan India. Kota Palembang memiliki beberapa wilayah yang menjadi ciri khas dari suatu komunitas. Seperti, Kampung Kapitan yang merupakan wilayah Komunitas Tionghoa, Kampung Al Munawwar, Kampung Assegaf, Kampung Al Habsyi, Kuto Batu, 19 Ilir Kampung Jamalullail, dan Kampung Alawiyyin Sungai Bayas 10 Ilir yang merupakan wilayah Komunitas Arab.

18

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Selain itu terdapat pula penganut Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Palembang terkenal dengan jembatan Ampera di sungai Musi, yang merupakan jembatan megah dengan panjang 1.177 meter. Dibangun pada tahun 1962 menggunakan harta rampasan Jepang, dengan tenaga ahli dari Jepang. Sedangkan sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang memiliki panjang 750 km. Makanan yang dibuat dari bahan dasar ikan seperti : Pempek, kerupuk ikan, tekwan, pindang patin, martabak har, mie celor, dan lain sebagainya

minggu sampai rumput kering, lalu di bakar, kemudian mulai mencangkul untuk dijadikan Beden. Sementara itu, ibu – ibu mencari bibit ubi yang siap untuk di tanam. Dalam satu Beden, bisa ditanam bermacam tanaman seperti ubi, keladi, mentimun, tebu, sayur Lilin dan lain-lain. Untuk memanen Ubi dibutuhkan waktu lebih kurang 2 bulan dari awal penanaman. Satu tumpukan ubi biasanya dijual dengan harga Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000. Dalam mengolahnya, Ubi ini biasanya dibakar atau dikubur di tungku api. Selain itu, bisa juga dimasak dengan panci, tapi rasanya jauh lebih enak ketika di bakar. Ubi adalah makanan istimewa bagi masyarakat papua, sehingga memasaknya pun menjadi sebuah upacara adat. Kami menyebutnya dengan Upacara Adat Bakar Batu. Upacara ini adalah sebuah prosesi memasak ubi jalar yang disertai dengan daging babi, daun ubi, singkong dan pepaya. Kenapa disebut Bakar Batu? Karena batu adalah media yang digunakan untuk memasaknya. Itulah tradisi lokal yang perlu terus dilestarikan. merupakan makanan khas masyarakat Palembang Tarian adat masyarakat Palembang adalah tari tanggai dan tari gending sriwijaya. Tarian yang dibawakan oleh 3, 5, sampai 7 orang ini biasa dipakai untuk upacara penyambutan dan acara pernikahan. Ada banyak tempat wisata di Palembang, salah satunya pulau Kemaro, yang dulunya merupakan pusat penyebaran agama Hindu-Budha di Asia Tenggara. Pada tanggal 27 September 2005, kota yang terkenal sebagai “Venice of the East” ini telah dicanangkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai “Kota Wisata Air”. Tempat wisata lain yang ada disini adalah Museum Tekstil, Taman Purbakala, Monumen Perjuangan Rakyat, Kawah Tengkurep, Hutan Wisata Puntikayu, Pusat Kerajinan Songket, KIF Park, Benteng Kuto Besak, dan masih banyak lagi. Yang semakin membanggakan, Palembang merupakan Kota Terbersih di Indonesia, telah mendapatkan 5 kali berturut-turut piala Adipura, mulai tahun 2007 sampai tahun 2011. Let's Visit Palembang, Enjoy This City.


SUARA MAHASISWA

Kupang, Kota Karang Oleh : Deby Ballo Mahasiswa Jurusan Matematika 2011, dari Kupang

gambar : Pantai Tenau, Kupang http://flickr.com/

K

upang adalah ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah Kota kecil yang panas dan gersang di daratan pulau Timor. Kupang memiliki slogan ‘Kota Kasih’, merupakan singkatan dari ‘Kupang Aman Sehat Indah dan Harmonis’. Di kota ini terdapat banyak suku, ras dan agama namun semuanya hidup dengan rukun dan damai. Pemandangan kota Kupang didominasi oleh laut dan pantai sehingga terdapat banyak karang. Orang-orang menyebutnya sebagai ‘Kota Karang’. Langit di Kupang berwarna biru cerah dihiasi dengan awan yang putih bersih. Tidak hanya langitnya, udara di Kupang juga masih bersih, jauh dari polusi. Ada banyak objek wisata yang bisa dikunjungi di Kupang seperti pantai Lasiana, air terjun Oenesu, Penangkaran Rusa di Camplong, pantai Tablolong,

pantai Kolbano. Pantai Kolbano memiliki sebuah keunikan yaitu pada batu kerikilnya. Pada malam hari, batu-batu yang tersebar di pantai tersebut dapat memancarkan cahaya sehingga pantainya terlihat sangat gemerlap. Batubatu ini bahkan diekspor sampai ke luar negeri untuk dijadikan sebagai hiasan. Makanan pokok masyarakat Kupang adalah beras dan jagung. Banyak olahan makanan yang dihasilkan, khususnya jagung. Jagung biasanya diolah menjadi Jagung Bose, yaitu jagung yang ditumbuk, dibuang kulit arinya, lalu direbus bersama santan, kacangkacangan dan dapat juga dicampur dengan sayur mayur lainnya. Jagung Bose lebih nikmat kalau dimakan bersama daging Se’i yang terbuat dari daging babi yang diasapkan hingga kering. Ada banyak suku yang tinggal di

Bendungan PICE, Belitung Timur Oleh : Eko Ebriyanto

Mahasiswa Jurusan Matematika 2011, dari Belitung Timur

gambar : Bendungan Pice, Belitung http://kfk.kompas.co.id/

D

i Belitung Timur terdapat sebuah Dam (bendungan) bersejarah yang dibuat pada masa penjajahan Belanda dengan nama “PICE”. Bendungan ini menjadi kebanggaan masyarakat Belitung Timur. Ada banyak banyak fungsi dan manfaat bendungan ini bagi masyarakat sekitar. Beberapa manfaatnya yaitu

menbendung sungai Lenggang, sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), dan juga tempat wisata. Pengunjung yang datang bisa melihat/mendengar gemuruh air yang tercipta akibat adanya penghambatan debit air yang keluar. Selain bermanfaat bagi masyarakat, Bendungan ini juga dimanfaatkan oleh PT. Timah sebagai pengatur kedalaman/

Kupang. Suku aslinya yaitu suku Timor, Alor, Rote, Sabu, Sumba dan masih banyak lagi. Masih ada juga suku-suku pendatang, seperti Jawa, Bugis, Ambon, Batak dan lain-lain. Masing masing suku datang dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Saya pribadi, berasal dari suku Timor. Walaupun berasal dari barbagai macam suku-suku asli, masyarakat Kupang memiliki satu hal yang menjadi kesamaan dari mereka, yaitu tradisi memakan sirih pinang. Sirih dan pinang adalah buah yang banyak terdapat di Kupang. Buah ini dipercaya dapat memelihara kesehatan gigi, sehingga dikonsumsi dari anak anak hingga manula. Buah ini tidak dimakan sendiri, tapi dimakan bersama kapur sirih. Kapur ini berwarna putih dan terbuat dari batu karang yang dibakar hingga menjadi abu. Di Kupang, tradisi memakan sirih disebut ‘ma’ale sirih’. Namun tradisi ini sudah jarang ditemui di kehidupan perkotaan. Masih ada lagi keunikan dari Kota Kupang. Jika ingin mengalami sendiri apa yang saya ceritakan, Bandar Udara El Tari Kupang dan Pelabuhan Tenau Kupang bersama keramahan orang Kupang siap menyambut kedatangan Anda. ketinggian aliran sungai. Pada setiap musim hujan, banyak masyarakat yang datang untuk berlomba menangkap ikan Cempedik (ikan khas sungai lenggang). Ikan yang banyak pada musim hujan ini, rasanya sangat enak dan gurih. Bendungan yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur ini, sekarang sudah mengalami banyak perubahan. Jembatan yang dulu terbuat dari papan, sekarang sudah diganti dengan besi. Tidak jauh dari aliran sungai ini, terdapat pasar yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat sekitar. Masyarakat sangat berhati-hati menjaga peninggalan sejarah ini, karena jika jembatan ini jebol pasar yang ada di dekatnya juga akan ikut tenggelam. Bendungan ini sangat berperan untuk kemajuan/ perkembangan Kabupaten Belitung Timur, khususnya di wilayah Gantung. Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

19


OSPEK

foto-foto : dokumentasi panitia ospek 2012

Orientasi Mahasiswa Baru STKIP Surya Angkatan 2012 Oleh : Elfa Silfiana Amir. S.Pd.

O

rientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) Mahasiswa STKIP Surya angkatan 2012 berlangsung selama 5 hari dari Senin (3/9) sampai Jumat (7/9) di Gedung Surya Research and Educatioin (SURE) Center. Acara yang mengangkat tema “Kenakalan Remaja dan Kriminalitas di Kota Besar� ini, diikuti oleh 366 orang mahasiswa. 101 orang mahasiswa angkatan 2011 dari Kupang dan Belitung dan 265 mahasiswa baru angkatan 2012 asal Pa- le-mbang, Kalimantan Tengah, dan Papua. Acara dibuka oleh Bapak Mauritsius Tuga, Ph.D (Pembantu Ketua I bidang Akademik STKIP Surya), pada hari selasa (4/9). Dalam sambutan pembukaannya beliau menyampaikan bahwa ada tanggung jawab besar di pundak mahasiswa STKIP Surya di masa depan bangsa Indonesia. Mahasiswa STKIP Surya adalah mahasiswa terpilih dari daerah mereka masing-masing, sehingga mereka harus bangga dengan

20

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

profesi dan tanggung jawab tersebut. Selain itu, beliau juga mengajak para mahasiswa untuk dapat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan mahasiswa yang ada, karena guru yang kompeten tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang bagus tapi juga kepemimpinan kuat. Kegiatan yang diketuai oleh dosen STKIP Surya, Dr. Doddy Kustaryono, S.Si., Apt., MS., DEA ini melibatkan para dosen, tutor dan mahasiswa sebagai panitia. Peserta ospek dibagi dalam 20 kelompok yang masing-masing kelompok memiliki 2 orang mentor (pengawas) yang terdiri dari 1 orang mahasiswa dan 1 orang tutor dalam rangka kaderisasi kepada mahasiswa. Dalam rangkaian ospek kali ini, para peserta diwajibkan mengikuti beberapa acara seperti mentoring, ceramah umum, dan juga ada placement test untuk menentukan penjurusan mereka, dan juga diselingi kegiatan-kegiatan yang menghibur dan bertujuan membangun kekompakan bersama.

Penutupan ospek dilakukan hari Jumat (7/9), semua mahasiswa yang mengikuti acara ini dinyatakan lulus dan berhak menyandang status mahasiswa STKIP Surya. Dalam kesempatan tersebut diumumkan juga para mahasiswa angkatan 2011 yang berprestasi dari semua jurusan. Penilaian ini berdasarkan pada nilai yang diperoleh dari program matrikulasi dan keaktifan mereka di organisasi. Rizqa Yunisha dan Aisyah terpilih menjadi mahasiswa berprestasi dari Jurusan Matematika. Dari jurusan Fisika, terpilih Muhammad Arief dan Galuh Titi Fathimah, sedangkan dari Jurusan TIK terpilih Erni Melisa dan Gusniati dari Jurusan TIK. Selain itu, ada juga mahasiswa favorit pilihan tutor yang ditentukan berdasarkan peningkatan hasil belajar dari mahasiswa tersebut. Lepinus Weya dari Tolikara terpilih menjadi mahasiswa favorit pilihan tutor dari jurusan Matematika, kemudian dari jurusan Fisika terpilih Ornald Yigibalom (Puncakjaya) dan dari jurusan TIK terpilih Lefinus Lake dari Kupang. Acara itu bertujuan untuk memotivasi mahasiswa untuk terus bersemangat belajar agar bisa menjadi yang terbaik dan tidak mudah menyerah, karena dengan usaha yang keras setiap orang pasti bisa berhasil.


RISET

Hibah Penelitian di STKIP Surya

Hibah dari IFS (International Foundation for Science)

D

osen dan peneliti dari STKIP Surya, Yalun Arifin, MSc, PhD, AMIChemE. dan Lies Dwiarti, MSc, PhD. baru-baru ini berhasil memenangkan sebuah hibah penelitian (Research Grant) dari International Foundation for Science, sebuah lembaga nirlaba/yayasan yang berpusat di Swedia yang memiliki misi mendorong para peneliti muda di negara-negara berkembang untuk terus melakukan peneltian-penelitian berskala internasional yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung usaha pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam proposalnya yang dikirimkan sejak Januari 2012 lalu Yalun Arifin dan Lies Dwiarti menyampaikan usulan penelitian tentang : “Itaconic acid production from agricultural waste in Escherichia coli W” yaitu sebuah penelitian tentang fermentasi itaconic acid di bakteri Escherichia coli. Itaconic acid adalah salah satu dari 10 besar asam organik yang penting di industri kimia. Produksi asam ini dilakukan dengan proses fermentasi oleh fungi Aspergillus terreus. Riset ini bertujuan membuat mutant E. coli yang mampu memproduksi itaconic acid. Keuntungan menggunakan E. coli adalah bakteri ini tumbuh cepat dan mudah direkayasa

genetika sehingga diharapkan memiliki produktivitas yang unggul. Teknik yang dilakukan adalah mentransfer gen CAD dari A. terreus yang mengkode enzim yang mengkatalisis reaksi pembentukan itaconic acid. Gen CAD akan disintesis lalu dimasukkan ke sel E. coli dengan teknik rekayasa genetika. Proses fermentasi ini akan dilakukan sampai skala bioreaktor. Seleksi yang dilakukan oleh IFS untuk mendapatkan dana bantuan penelitian tersebut dilakukan secara global diantara ribuan proposal penelitian yang masuk.

Hibah dari The World Academy of Sciences (TWAS)

D

osen STKIP Surya, Eddy Yusuf, Ph.D. berhasil mendapatkan dana hibah penelitian dari TWAS sebuah organisasi internasional independen yang berkedudukan di Triste, Italia. Visi dari TWAS adalah mendorong kemajuan sains di negara berkembang. Penelitian yang berjudul “Actin Cytoskeleton Dynamics and Morphology” ini berada dalam ranah biofisika sel. Sel adalah blok bangunan organisme hidup, yang terdiri dari komponen-komponen yang selalu mengorganisir diri dan bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan dasar untuk menopang kehidupan. Salah satu komponen sel adalah actin cytoskeleton yang memegang peranan penting dalam berbagai proses seperti bagaimana sel bergerak, pemindahan material di dalam sel, dan pembelahan sel. Meskipun demikian, mekanisme utama yang mengatur struktur dan dinamika actin cytoskeleton ini masih menjadi misteri besar. Penelitian ini mencoba membuka tabir misteri ini dengan menggunakan pendekatan metode image analysis, komputasi, pemodelan matematis, dan eksperimen. Kolaborasi akan dilakukan dengan peneliti di dalam bidang ilmu komputer dan genetika molekuler.

D

alam i-ENVEX 2012 di Universiti Malaysia Perlis, Malaysia dengan dibimbing dosen STKIP Surya: Bpk. Dr. -Ing. Pudji Untoro, dan Bpk. Dr. -Ing. Arbi Dimyati, dua penelitian karya mahasiswa STKIP Surya dibawah berhasil meraih penghargaan International, di bidang : Agriculture, Environmental and Renewable Energy : • Marwinda Koen & Andreanus Yotha, topik penelitian “Stove Using Low Concentration Bioethanol” berhasil meraih Medali Emas dan penghargaan khusus Norton University Special Awards, dan • Agusthinus Alfred Sanyar, topik penelitian “Solid Bioethanol For Safety Transport “ yang meraih Medali Perunggu

Ajang i-ENVEX 2012 merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para ilmuwan muda untuk dapat berbagi informasi perihal penelitian yang sedang mereka lakukan, diikuti kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari para ilmuwan muda berusia antara 15 – 25 tahun dari berbagai negara. Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

21


JELAJAH

SURE Center, Behind the Scene Oleh : Niken Taufiqurrahmi, M.Sc.

Desain awal dari Gedung SURE center dituangkan sendiri oleh Prof. Yohanes Surya, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Surya Institute. Konsep fisika yang diinginkan Prof. Yohanes Surya diterjemahkan oleh tim arsitek Arkitekton Limatama.

22

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

P

eletakan batu pertama Gedung SURE center seluas 5800 m2 ini dilakukan pada tanggal 22 Februari 2010. Dibangun dengan mengadopsi konsep fisika yang diterjemahkan oleh arsitek Hendrajaya Isnaeni, tampilan gedung ini dibuat agar nampak indah baik dari dalam maupun luar bangunan. Gedung SURE didesain berbentuk lingkaran sesuai dengan keinginan Prof. Yohanes Surya yang dinyatakan pada sketsa desain awal bangunan yang digambarnya sendiri. Menurut arsitek Hendrajaya Isnaeni, gedung SURE Center ini menggabungkan beberapa konsep fisika yaitu

berbentuk bulat dengan golden ratio rule (phi), sekrup Archimedes, lingkaran dengan tujuh spektrum warna dan pergerakan elektron medan magnet. Hendrajaya mengatakan, meski menerapkan konsep fisika yang terkesan rumit, namun sebagai sebuah gedung yang digunakan untuk pendidikan dan penelitian Surya Research and education Center harus dapat dinikmati dari dalam maupun luar bangunan. Phi (φ) tidak hanya merupakan simbol matematika, phi (= 1,618) juga dikenal sebagai golden number di geometri dan arsitektur. Dipercayai, komposisi arsitektural yang dikembang-


JELAJAH kan dari golden number ratio ini membuat kesan keseimbangan, harmoni dan keindahan. Konsep golden ratio rule, atau dalam istilah arsitektur, biasanya disebut golden section, ditegaskan dengan perhitungan 1 : 1,6 pada tiap-tiap ukurannya, misalnya diameter lingkaran bangunan adalah 44 m maka ketinggian bangunan sampai puncak kubah pada atap dibuat hampir mencapai 28 m. Sekrup Archimedes juga diadaptasi untuk membuat jalan landai (ramp) yang mengelilingi bangunan di dalam, dari bawah menuju ke atas, ramp ini memberikan kesan seperti terhubung sampai bangunan di luar, dari lantai dasar hingga lantai yang tertinggi dengan diameter 20 m. Seperti halnya sekrup Archimedes yang berfungsi untuk memindahkan sesuatu dari bawah keatas dan sebaliknya, lebih lanjut ramp ini dimaksudkan sebagai alternatif selain anak tangga, sehingga selama perjalanan naik/turun ramp ini diskusi masih dapat terus dapat berlangsung dengan nyaman tanpa terputus seperti jika sedang menaiki tangga. Menggabungkan semua konsep ini, arsitek mengadopsi bentuk melingkar dari simbol phi pada plan dan pada ketinggian dari bangunan. Ramp yang mengitari bangunan memberikan sense of movement seperti milky way, alam semesta. Lebih lanjut, Prof Yohanes Surya menambahkan tujuh spektrum warna pada pintu ruangan dalam gedung, mencakup warna merah, kuning, biru, hijau, jingga, nila dan ungu yang mewarnai 7 pintu pada tiap lantainya. Selain tiga konsep utama diatas, untuk memperkuat konsep fisika pada bangunan, di bagian luar gedung terdapat pipa baja yang diletakkan pada dua sisi bangunan yang berlawanan. Tim Arkitekton menjelaskan, pipa-pipa ini melengkung dari tanah hingga atap dan membuat gedung tampak bagai silinder tabung magnet yang memiliki dua kutub yang terus menerus menga-

Sketsa awal Prof. Yohanes Surya

Desain awal (dokumentasi Arkitekton Lima)

Pipa-pipa besi putih yang membentuk medan magnet berakkhir di atap gedung bersamaan dengan berakhirnya jalan landai yang melingkari gedung

lirkan medan magnet. Pipa besi putih yang berjumlah 46 dan berdiamater 30 cm ini membentuk medan magnet yang berakhir di atap gedung seiring dengan berakhirnya jalan landai yang mengelilingi bagian luar gedung. Untuk interior desainnya, besi dan kaca banyak digunakan untuk membuat dinding tirai yang memberikan kesan art arsitektur. Penggunaan keramik di bagian dalam digunakan untuk menciptakan refleksi dari elemen-elemen

interior pada lantai. Kanopi pintu masuk utama dengan bentuk segi empat berlapis dari material berwarna putih diterapkan untuk memberi penekanan arah masuk ke dalam gedung. Referensi: • Tabloid Rumah Edisi 237 – X . 2012. Kompas Gramedia . ISSN: 1693-1211 • Display Arkitekton Lima • http://the-marketeers.com/archives/ surya-institute-kawah-candradimukajagoan-fisika.html Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

23


REKAM PERISTIWA

Tim Olimpiade Fisika yang dipimpin oleh Hendra Kwee, Ph.D., sukses mempertahankan tradisi emas dengan memperoleh 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu dalam ajang Asian Physics Olympiad (APhO) ke-13 yang diselenggarakan di New Delhi, India pada bulan Mei 2012.

Untuk terus memperluas wawasan dan saling bertukar informasi di dalam lingkungan para dosen dan tutor di STKIP Surya, secara rutin diadakan acara Seminar Jumat. Selain diisi oleh dosen/tutor internal STKIP Surya juga diisi oleh pembicara tamu dari institusi/kampus lain baik dari dalam maupun luar negeri.

Tim Bola Voli mahasiswa STKIP berhasil memenangkan kejuaraan Bola Voli Mahasiswa tingkat Kopertis Rayon Tangerang setelah di final mengalahkan tim voly Universitas Muhammadiyah, Tangerang, pada tanggal 6 September 2012 lalu. Tim STKIP Surya berhak maju ke babak penyisihan tingkat Nasional yang akan digelar di Bandung.

Untuk menjaga kekompakan dan kekeluargaan, kegiatan silaturahmi dan pertemuan lain secara aktif sering dilakukan, diantaranya acara Buka Puasa Bersama yang diikuti oleh Dosen, Tutor dan karyawan di lingkungan STKIP Surya, dibuka dengan arahan oleh Prof Yohanes Surya, dan perkenalan civitas akademika baru.

Sebagai salah satu pendidikan kebangsaan kepada para mahasiswa dan seluruh civitas akademika di lingkungan STKIP Surya, upacara bendera dalam rangka peringatan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus seecara rutin selalu dilaksanakan di kampus STKIP Surya, SURE Center.

Walikota Palembang Bpk. Ir. H. Eddy Santana Putra, MT. beserta anggota DPR dan rombongan lain, berkunjung ke Kampus STKIP Surya untuk bertatap muka dengan para mahasiswa asal Palembang. Dalam kesempatan tersebut para mahasiswa menyampaikan laporan perkembangan belajar dan prestasi-prestasi yang diraih selama mereka kuliah.

24

Buletin STKIP Surya | Edisi 2 | Volume 1 | 2012

Suryakanta, semester ganjil 2012  

Buletin STKIP Surya edisi semester ganjil 2012