Page 10

10

SRIWIJAYA POST Rabu, 30 Oktober 2013

Waspadai Bahan Fogging DBD ● Risiko Ganggu Kesehatan ● Baik Jika Kadar Nyamuk 60 Persen PALEMBANG, SRIPO — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap mewabah di musim penghujan membuat masyarakat sering melakukan pengasapan (fogging) di tempat tinggal. Hanya saja, warga sebaiknya hati-hati menggunakan jasa pengasapan karena banyak yang asal-asalan mempergunakan bahan baku. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, dr Anton Suwindro, tidak seluruh jasa pengasapan mengerti dengan profesi yang mereka lakukan. Pasalnya, fogging tidak bisa dilakukan asalasalan, melainkan harus dilakukan semacam observasi terlebih dahulu. “Fogging sebaiknya dilakukan jika kadar nyamuk Aedes Aegepthy sudah 60 persen. Kurang dari jumlah itu, sebaiknya jangan dulu lakukan fogging,” kata

dung diri, topi, sarung tangan, dan baju. Kita imbau kepada masyarakat untuk jangan percaya begitu saja jika ada yang mengatasnamakan Dinkes Palembang,” kata Anton.

FOGGING sebaiknya dilakukan jika kadar nyamuk Aedes Aegepthy sudah 60 persen. Kurang dari jumlah itu, sebaiknya jangan dulu lakukan fogging

Selama Oktober, atau bertepatan dengan mulainya musim hujan di Palembang, Dinkes Palembang belum memiliki data penyakit DBD. Hanya saja, ia tetap meminta masyarakat

perumahan yang baru berdiri karena kebanyakan belum terlalu diperhatikan sanitasi dan kebersihannya. Kawasan rawan masih di sekitar SU I dan IT I yang padat penduduk,”katanya.(cw7)

Anton Suwindro Kadinkes Kota Palembang SRIPO/ZAINI

Anton. Risiko utama jika menggunakan jasa fogging asalasalan, tegas Anton, adalah bahan yang digunakan. Warga pastinya tidak tahu apa yang digunakan seorang penawar jasa fogging saat melakukan pengasapan di sekitar rumah. Yang ditakutkan, bahan yang mereka gunakan mengandung bahan yang berbahaya untuk kesehatan. Untuk itu, Dinkes Palem-

bang siap membantu dan melayani masyarakat Palembang yang ingin melakukan fogging di kediaman mereka. Tak ada tarif biaya khusus yang diwajibkan untuk dibayar. Dinkes bersedia menerima ongkos sukarela dari masyarakat yang kediamannya ingin dilakukan pengasapan. “Petugas dari Dinkes membawa surat tugas dalam menjalankan tugas. Mereka juga mengenakan pelin-

Usang Sunggih Jawara Lagu Rapper ● Wakil Sumsel ke Nasional PALEMBANG, SRIPO— Grup vocal Usang Sunggih perwakilan Kabupaten Ogan Ilir, berhasil meraih Jawara kompetisi menyanyi ala rap Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan di Palembang. Acara yang digelar BKKBN Sumsel di Palembang Indah Mall Jalan Letkol Iskandar Palembang, Sabtu (26/10) kemarin. Atas prestasi tersebut Usang Sunggih berhak mendapat tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta serta mewakili Sumsel pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta pada November 2013. Di tempat kedua dimenangkan Fauzan perwakilan dari Kota Palembang. Tempat ketiga Gang Future

memperhatikan kondisi di lingkungan sekitar. Mulai dari aliran air PAM, tempat penampungan air, hingga bak mandi sebaiknya rutin diperiksa setiap hari. “Yang rawan itu komplek

dari Kabupaten Muaraenim. Lomba nyanyi Rap Ala BKKBN ini dibuka resmi Asisten Pemerintah Provinsi Sumsel Bidang Kesejahteraan Rakyat Ahmad Najib. Kepala BKKBN Sumatera Selatan Sri Rahayu menga-

takan anak-anak ini demikian kreatif karena syairsyair yang dinyanyikan demikian mengena dengan maksud dan tujuan dari perlombaan yakni sosialisasi mengenai program Generasi Berencana atau GenRe.(fil)

SRIPO/ZAINAL PILIANG

Seorang peserta tengah tampil di panggung

SRIPO/ZAINI

POGING — Seorang petugas kelurahan mempoging kawasan perumahan komplek kenten sejahtera (Poligon) (foto diambil beberapa waktu lalu)

Ikan Tempalo dan Bubuk Abate ● Fogging Bersama Baygon ● Digelar Indomart PALEMBANG, SRIPO — Maraknya kasus demam berdarah (DBD) di berbagai daerah belakangan ini, menimbulkan respon simpatik dari sejumlah kalangan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang rutin digelar demi mengurangi wabah penyakit tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Makrayu, Dr Hj Novia Diana Ro-

za MKes saat ditemui dalam acara Fogging nasional demam berdarah bersama Baygon oleh Indomaret di kantor Kecamatan Ilir Barat II Makrayu, Selasa (29/ 10). Novia mengatakan untuk pencegahan masyarakat diimbau untuk 3M (mengubur, menutup, dan menguras) tempat yang bisa berpotensi untuk perkembangbiakan nyamuk. “Selain 3M tersebut,

kita juga mengimbau masyarakat untuk memelihara ikan tempalo. Karena ikan itu memakan jentik nyamuk, sehingga bisa mengurangi populasi nyamuk” katanya. Selain mengimbau masyarakat untuk memelihara ikan tempalo, Novia juga menganjurkan untuk menabur abate pada tempat penampungan air. Hal ini juga dapat mencegah berkembangnya jentik nyamuk. Untuk langkah selanjutnya baru dilakukan fogging (penyemprotan). “fogging ini merupakan

upaya pembasmian nyamuk dewasa, yang jarak terbang (hinggap)nya mencapai 100 Km,” lanjutnya. Fogging demam berdarah nasional yang dilaksanakan oleh Indomaret ini bekerjasama dengan suplayer Baygon. “Fogging serentak kita laksanakan di 20 kota besar di Indonesia, dan pada bulan ini kita laksanakan di Palembang,” ujar Aloysius Sarono, selaku Manajer Indomaret. Sarono mengatakan, kegiatan ini direspon positif oleh masyarakat, dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan. (cr9)

30102013  
30102013  
Advertisement