Page 11

SRIWIJAYA POST Selasa, 26 Maret 2013

11

Guru dan Siswa Tambah Stres PALEMBANG, SRIPO — Sistem barcode yang akan diterapkan pada Ujian Nasional (UN) 2013, mengejutkan guru dan siswa. Jika sebelumnya, pihak sekolah dan siswa mengkhawatirkan adanya 20 paket soal, kini mereka kembali dihadapkan dengan aturan baru. Akibatnya tingkat stres bertambah. Untuk sistem barcode ini, nantinya setiap soal dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dimungkinkan menjadi satu, tidak terpisah sebagaimana biasa. Sehingga ketika soal dan jawaban dipisah, dapat diketahui, karena ada scanner khusus. Masing-masing soal dan LJK, memiliki bentuk barcode yang berbeda. Pada soal, barcodenya berbentuk barcode seperti yang ada dikemasan makanan, ataupun pada buku. Sementara untuk barcode di LJK, tidak sama. “Jadi dua kali terkejutnya guru dan siswa. Kemarin katanya mau ada penerapan 20 paket soal, sekarang

tambah lagi pakai barcode,” ujar wakil kurikulum Madrasah Aliyah Negeri 2 Palembang, Agus Wiyana, M.Pd, Senin (25/3). Untuk sosialisasi barcode ini, katanya, telah dilakukan berapa hari lalu. Ketika hal itu disampaikan, para siswa banyak yang kaget dan mengeluh, karena khawatir tidak lulus. Namun, pihaknya tetap optimistis meskipun adanya penambahan aturan itu. Apalagi beberapa hal sudah dilakukan untuk mengantisipasinya, yakni dengan penambahan jam pelajaran, serta melaksanakan try out sebanyak 8 kali. Ungkapan yang sama disampaikan wakil kurikulum SMA Negeri 3 Palembang, Rozali M.Pd yang menyebut sekitar seminggu lalu, sistem barcode telah disosialisasikan pada siswa kelas XII. Selain siswa, para orang tua pun diajak agar dapat memantau anaknya untuk lebih giat belajar. “Tentunya dari siswa ada

yang takut tidak lulus, kekhawatiran juga kami rasakan, tetapi ini tidak menjadi momok yang harus ditakuti, karena kisi-kisi dan les serta TO sudah diupayakan maksimal,” ungkap Rozali. Selain SMA Negeri 3, siswa SMA Negeri 15 juga menerapkan cara yang sama, sejak awal Januari, persiapan menjelang UN, telah dilakukan. Bahkan selama tiga minggu, SMA ini hanya akan memberikan materi enam mata pelajaran yang akan dimasukkan dalam UN. Wakil kurikulum SMA Negeri 15, Bakaruddin, M.Pd menilai tidak ada perubahan besar dalam UN tahun ini. Hanya saja, untuk aturan soal nya memiliki metode baru. “Kalau dilihat sebenarnya tidak ada perubahan, untuk SKL nya tetap, begitu pun dengan POS UN. Memang barcode itu agak menyulitkan, karena siswa tidak lagi bisa mengharapkan pertolongan apapun,” urainya. (cw7)

RRI Miliki Radio Bergambar PALEMBANG, SRIPO – Dari 80 studio pemancar milik Lembaga Penyiaran Publk (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) yang ada, kini sudah mempunyai Radio Picture (Radio Visual/ Radio Gambar). Dengan kemajuan teknologi ini, siaran radio tidak hanya dinikmati pendengar dari sisi suaranya saja, tetapi juga bisa ditonton gambarnya lewat jaringan internet secara mobile melalui aplikasi telepon seluler. Hal itu dikatakan Direk-

tur Utama LPP RRI Dra Rosarita Niken Widiastui Msi, pada pembukaan pertemuan Nasional Pengelola Bidang Siaran & Peberitaan RRI di Balroom Hotel Aston, Senin (25/3). Di acara ini juga dihadiri Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH yang juga sebagai Keynote Speaker. “Radio bergambar pertama di Surabaya yang menampilkan acara hiburan dan pemberitaan,” kata Rosarita. Dikatakan, program Radio Picture diharapkan

SRIPO/PILIANG

GUBERNUR Sumsel Ir H Alex Noerdin SH didampingi Dirud LPP Niken Widiastuti mebah gong tanda di bukanya pertemuan

mampu menarik masyarakat untuk mengakses siaran RRI melalui audio dan video streaming tanpa meninggalkan karakter keradioannya dan untuk saat ini di Indonesia program tersebut hanya dimiliki oleh RRI Surabaya, Kedepanya kata Niken akan diikuti RRI lainnya, termasuk RRI Palembang. Sementara Gubernur Sumsel H Alex Noerdi mengakui peran media terhadap pembangunan di Sumsel sangat besar. Terlebih dengan adanya radio bergambar, akan informasi yang didapatkan masyarakat semakin utuh dan lengkap. “Sesudah RRI Surabaya, maka yang kedua saya berharap bisa dihadirkan di RRI Palembang,” ujar Alex, seraya menanyakan berapa dananya kepadas Dirud LPP RRI. Sebelumnya LPP RRI menggelar lokakarya Pasca Sarjana Unsri yang menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Dewan Pengawas LPP RRI Sunarya Ruslan, Asisten III Bidang Kesejahtean Sumsel Ahmad Najib, Wakil Komisi I DPRD Sumsel Ali Rasyid, Dekan Fisip Unsri Dra Dia Afsari Eko, Msi dan Pemerhati Media Joko Siswanto. (fil)

SRIPO/SYAHRUL

SISWA saat mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010 lalu. Sistem barcode yang akan diterapkan pada UN 2013, membingungkan siswa.

Perpustakaan Kota Raih Akreditasi PALEMBANG, SRIPO – Perpustakaan Kota Palembang akhirnya memperoleh sertifikat akreditasi dari Badan Perpustakaan nasional tahun 2012. Meski bukan terletak di tengah kota Palembang, namun pengelola sangat bangga dengan hasil yang dicapai. “Boleh dibilang sangat bangga. Awalnya kita juga tidak menyangka, karena proses penilaiannya memang dilakukan tahun 2011, lalu. Jadi agak lama juga,” kata Kepala Badan Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Palembang, Ir HM Tabrai Meohsin, MM kepada Sripo di ruang kerjanya, Senin (25/3). Menurutnya, proses penilaian merupakan evaluasi dari perpustakaan di tingkat pusat pada kategori pengelolaan, pengadaan dan pelayanan perpustakaan tingkat nasional. “Sebenarnya ini penghargaan tahun 2011, lalu tapi pemberitahuannya dilakukan barubaru ini,” katanya. Saat ini koleksi buku di perpustakaan Kota Palembang capai 14 ribu buku dengan kategori buku-buku non fiksi, buku pengetahuan seperti pe-

SRIPO/DEWI HANDAYANI

BACA – Beberapa anak-anak asyik memainkan internet di salah satu komputer di perpustakaan Kota Palembang. Foto diambil Senin (25/3) lalu.

ngetahuan umum, agama hingga buku-buku anak sekolah. Sementara secara total jumlah koleksi yang dimiliki capai 60 ribu unit, termasuk koleksi buku di perpustakaan mesjid dan taman bacaan Bunda Eva di seberang Ulu I Palembang. Selain membeli sendiri, masing-masing buku juga berasal dari sumbangan perusahaan swasta dan BUMN Palembang. Dia berharap, kedepan koleksi buku di perpustakaan lebih dilengkapi dengan koleksi buku anak-anak. Ini karena tingkat pengunjung yang datang, hampir 40an persen kebanyakan anak-anak sekolah. “Jika pulang sekolah, anak-anak banyak yang mampir kesini buat baca dan pinjam buku. Se-

bagian ada yang menggunakannya komputer untuk buka-buka internet. Pantauan Sripo, di ruang perpustakaan yang menyatu dengan kantor badan Arsip ini beberapa anakanak berseragam bebas tampak asyik membaca buku di satu meja besar lonjong. Meja kuning terletak di ruang tengah. Sekeliling meja dan tiap sudut ruang penuh dengan barisan rak buku yang bersusun rapi. Masing-masing buku sudah diberikan label khusus dan peletakannya disesuaikan dengan kategori dan jenis buku. Perpustakaan sendiri terletak di lantai dua, sisi kiri anak tangga dibuat sekat terpisah. Disana terdapat ruang khusus untuk baca anak. Karpet besar meling-

kar ditengah dan tiap sudut dipasang rak khusus buku anak. Uniknya rak dibuat lebih besar dan tidak terlalu tinggi. “Harapannya agar anak bisa langsung mengambil. Disini semuanya buku anak-anak. Untuk anak-anak memang kita siapkan ruang khusus,” katanya. Rata-rata pengunjung perhari 40-60an anak. Perpustakaan ini juga dilengkapi koleksi buku digital via website. Angka pengunjung website hingga saat ini capai 16 ribu pengunjung. “Kita juga buka pendaftaran untuk yang mau jadi anggota, bisa langsung datang kesini atau via online. Pengunjung pun, lanjut dia, bisa juga meminjam buku. Dan ini sifatnya gratis tanpa biaya. Kantor Badan Arsip sendiri terletak di Jln Jend Bambang Utoyo kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timut II Palembang. Posisi dinding persis bersebelahan dengan pemakaman umum kandang kawat Palembang. “Makanya kami harus tetap membuat suasana disini tetap ramai dan terang. Agar orang tidak takut juga masuk kesini,” katanya. (why)

Sriwijaya Post Edisi Selasa 26 Maret 2013  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Advertisement