Page 10

10

SRIWIJAYA POST Selasa, 26 Maret 2013

Seberang Ilir

Jemaah Umrah Masuk Lima Besar lTerbanyak di Sumatera PALEMBANG, SRIPO –Antusias warga Sumsel untuk beribadah umrah ke Tanah Suci, progres setiap tahunnya semakin meningkat. Dari sisi jumlah, jemaah Sumsel terbanyak di Pulau Sumatera dan berada pada posisi kelima secara nasional, setelah Surabaya, Makasar, Jateng, dan DKI Jakarta. Pantauan sripo, Senin (25/3) di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Palembang, tampak puluhan calon jemaah umrah menjelani pemeriksaan kesehatan dan antre penyuntikan vaksin miningitis. Sementara berdasarkan data, jumlah jemaah umrah terus berkembang dari tahun ke tahun. Misalnya di Tahun 2010 jemaah umrah tercatat 3.420 orang, di 2011 naik menjadi 5.374 orang dan di 2012 berada pada angka 8.514 orang. Lebih mengejutkan lagi, memasuki bulan ketiga 2013 atau tepatnya per 19 Maret terdata sebanyak 6.358 orang. Kasi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW)

KKP Kelas I Palembang dr Fenty Wardha M.Kes mengatakan, untuk 2013 pihaknya menyediakan stok vaksin miningitis mencapai 12.450 pc. Jumlah ini diperkirakan akan habis akhir Mei. Dengan lonjakan ini, KKP Kelas I Palembang sudah mengajukan tambahan vaksin 6.558 pc. “Vaksin ini khusus untuk umrah dan belum termasuk vaksin untuk TKI dan jemaah haji,” katanya. Melihat angka ini, Fenty mengatakan, jemaah haji Sumsel saat ini sudah berada di urutan pertama di Sumatera dan reking kelima secara nasional. “Ini merupakan indikasi kesejahteraan masyarakat kian meningkat, ditambah kesadaran untuk beribadah semakin baik,” papar Fenty. Dikatakan, pemerintah Arab Saudi memastikan setiap warga negara asing yang masuk ke negeranya harus bebas dari penyakit dan sudah diberikan vaksin miningitis, yang dibuktikan tercatat di dokumen ICV (International Cirtifi-

cate of Vaccination) yang berlaku internasional. Terlalu Lama Beberapa warga yang ditemui di kantor KKP Palembang, sebagian besar beragam mengemukakan maksud dan tujuannya. Ada yang memang mengaku sudah terniat, ada yang berangkat umrah karena menerima penghargaan dari Pemda, tetapi ada juga yang mengaku berangkat umrah karena terlalu lama daftar tunggu untuk haji. “Mau berangkat haji, tetapi melihat daftar tunggu hingga 2023, jangka waktunya terlalu lama. Jadi kami pilih umrah, khawatirnya kalau menunggu haji, saya takut umur tidak sampai,” kata Lukman (56). Dari sekian banyak jemaah umrah ditinjau dari sisi usia, tertinggi rata-rata 92 tahun, sedangkan yang terendah dua tahun. kendati anak-anak, KKP tetap memberikan vaksin agar anak tersebut tetap terlindungan dari serangan virus menular selama berada di Tanah Suci. (sin)

SRIPO/SIN

CALON jemaah umrah, Senin (25/3) menjalani pemeriksaan tensi dan kesehatan sebelum diberikan suntikan vaksin miningitis.

Nonton-Karaoke Cukup dalam Mobil 628 Pramuka Lomba Ketangkasan

MODIFIKASI bagian dalam mobil nampaknya memang menjadi tren anak muda saat ini sehingga banyak cara yang dilakukan anak muda terutama anak muda di Palembang mengubah bentuk bagian dalam mobil milik mereka. Seperti yang dilakukan Fandy atau lebih dikenal Bombom. Pemuda yang memiliki usaha material ini telah kepincut untuk mengubah mobil Innova hitam tahun 2010 miliknya ini. Sudah sejak setahun ia menginginkan mobil BG 1213 ZJ miliknya dirombak penuh. Tetapi ia ingin mengubah mobilnya secara bertahap seperti menambahkan sound system dan audio, televisi dan beberapa perangkat audio lainnya. “Aku senang mendengarkan musik baik itu musik RNB, rock dan lagu-lagu progresif. Jadi sem-

bari mengendarai tinggal pilih musik yang asyik,” ujarnya. Meski menurutnya sudah mengeluarkan uang senilai Rp 15 juta, tetapi menurutnya dengan adanya modifikasi mobil ini sangat merasa puas dan bisa tampil beda ketika saat kongkow. “Kepuasan diri dan terlebih saat dikendarai sendiri. Terlebih saat kongkow sama kawan-kawan, jadi terlihat beda. Memang tidak semua orang senang, tetapi aku senang dengan modifikasi,” jelasnya. Aico pemilik Auto Plaza di Mayor Salim Batubara Sekip Tengah Palembang menuturkan saat ini banyak anak muda yang datang ke tempatnya memodifikasi mobil. “Banyak pelanggan yang memodifikasi mobilnya untuk di bagian dalam, karena memang

MODIFIKASI— Fandy atau Bombom memperlihatkan mobil Toyota Innova yang bagian belakangnya telah dimodifikasi memakai sound system di Jalan Mayor Salim Batubara Sekip Tengah Palembang.

TRIBUN SUMSEL/ ARDIANSYAH

sedang menjadi trend,” ujarnya. Pelanggan yang datang beragam, ada yang hanya menambahkan sound system ada pula yang

merombak habis bagian dalam mobilnya. Di Auto Plaza juga memberikan paket murah membuat mobil tampil berbeda. (ts/ard)

PALEMBANG, SRIPO – Sebanyak 628 pelajar pramuka Satuan Karya (Saka) Dirgantara, Minggu (24/3) mengikuti Lomba Ketangkasan Pramuka Tingkat Penegak (SLTA) dan Penggalang (SLTP) seSumsel di Base Ops Lanud Palembang. Lomba diikuti 25 sekolah dan 62 regu dibuka Kadis Ops Lanud Palembang Mayor (Lek) Komarudin selaku Pimpinan Saka Dirgantara Lanud Palembang. Ketua Panitia Lettu (Lek) Edy Sudirman didampingi Sekretarisnya Deri Sediono mengatakan Saka Dirgantara Lanud Palembang Salah satunya Lomba Ketangkasan Pramuka Tingkat Penegak (SLTA) dan Penggalang (SLTP) se-Sumsel diikuti 628 orang dari 25 sekolah dan 62

regu berlangsung di Base Ops Lanud Palembang, “Ada melukis, pionerring (lomba tali-melali), dan baris berbaris,” ujar Edy yang juga Kasubsipodirga Lanud Palembang. Tujuan digelarnya kegiatan ini selain dalam rangkaian kegiatan HUT TNI AU ke-67 tanggal 9 April 2013, untuk menjalin silaturahmi serta memperkenalkan Saka Dirgantara Lanud Palembang kepada siswa di Sumsel. “Untuk pionerring dinilai kebenaran ikatan, kekuatan ikatan dan kerapian ikatan. Sedangkan untuk baris-berbaris yang dinilai gerakan dan aba-aba, kekompakan dan keseragaman pakaian pramuka,” jelas Deri. (fiz)

Sriwijaya Post Edisi Selasa 26 Maret 2013  
Sriwijaya Post Edisi Selasa 26 Maret 2013  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Advertisement