Page 16

16

SRIWIJAYA POST Kamis, 24 Februari 2011

Affandi Dieksekusi di Rumah ■ Diduga Masalah Utang ■ Anggota Polres Banyuasin PALEMBANG, SRIPO — Diduga karena masalah utang piutang, anggota Samapta Polres Banyuasin Briptu Ahmad Afandi (25) tewas dengan usus terburai, Rabu (23/2) sekitar pukul 16.30. Korban tewas, setelah mengalami tiga luka tusuk senjata tajam di sekujur tubuhnya, Di kediamannya Perum Top Blok D 9 No 14 Kelurahan 15 Ulu SU I. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban sempat dibawa saksi, Joni Damara (36) yang merupakan kakak angkat korban ke Rumah Sakit Bari. Menurut Joni, sebelumnya sekitar pukul 10.00 korban didatangi empat orang laki-laki, dengan

menggunakan dua sepeda motor, dua diantaranya sudah dikenal bernama Lia

REPRO:RENO

Ahmad Afandi semasa hidup.

dan David. Maksud kedatangan mereka untuk menagih hutang pada korban, namun saksi tidak mengetahui utang apa yang dimaksud. Ditambahkannya, saat itu dirinya mengaku sedang tidur di kamar dan tidak mengetahui kalau ada keributan antara korban dan para tersangka. Hingga akhirnya pada pukul 16.30, saksi terbangun dan sudah mendapatkan korbannya sudah tergeletak di ruang tamu dalam kondisi, badan penuh dengan luka dan berlumuran darah, Sedangkan keempat ter„ ke halaman 15

Tertutup Tapi Ramah SRIPO/RETNO W

TUNJUK LOKASI — Rusli salah seorang korban kebakaran menunjukkan lokasi rumahnya yang terbakar di Jl Makrayu RT 18 RW 09 Kel 32 Ilir IB II Palembang, Kamis (23/2).

10 KK Kehilangan Rumah

■ Tinggal Baju di Badan PALEMBANG, SRIPO — Sebanyak sepuluh kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran terjadi, Selasa (22/2) sekitar pukul 21.00. Korban kebakaran yang terjadi di Jl Makrayu RT 18 RW 09 Kel 32 Ilir IB II Palembang, sementara terpaksa mengungsi di rumah keluarga dan tetangga mereka di sekitar lokasi kebakaran, Rabu (23/2). “Korban kebakaran malam itu mengungsi ke rumah tetangga, ada juga mengungsi

ke rumah keluarganya yang kebenaran tidak jauh dari lokasi kebakaran,” jelas Ali Cik Mid, Ketua RT 19 RW 09 Kel 32 Ilir Kec IB II Palembang. Rusli (63) salah seorang korban kebakaran mengatakan kejadiannya sangat cepet. Tiba-tiba sewaktu ia keluar rumah api telah membesar di rumah Arpan yang terbakar sehingga tidak sempet lagi menyelamatkan barang. “Kami di rumah itu empat beradek samo-samo dengan anak menantu, jadi kami di rumah itu ado delapan

kepala keluarga (KK). Aku sibuk nyelametken anak dengan cucu aku dak terpikir nak nyelamatken barang. Satu-satunyo barang tersisa tinggal baju di badan ini lah nak dak katek apoapo lagi, segalonyo habis mulai dari KTP terbakar. Semalem aku teduk tempat bibik aku namonyo Mina,”jelas Rusli dengan mimik muka sedih. Ali menambahkan, sampai saat ini sudah ada beberapa sumbangan berbentuk pakaian dan sembako dari Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, Yolanda Tenda serta masyarakat setempat. (mg17)

Adik Ipar Bacok Pasutri

■ Rozikin Dibacok Perampok PALEMBANG, SRIPO — Pasangan suami istri (Pasutri) Yaman (30) dan Citra (25) dibacok Daus (27) adik ipar sendiri saat keduanya hendak pulang membawa getah karet di dalam hutan Simpang Rambutan Banyuasin, Rabu (23/2) pukul 12.00. Korban Yaman dan Citra pasangan suami istri ini warga Desa Plaju Kecamatan Rambutan Banyuasin ini, tidak menyangka telah ditunggu pelaku yang tidak lain adik iparnya di balik pohon. Saat keduanya hendak pulang dengan gerobak membawa karet hasil sadapan, tiba-tiba pelaku yang telah menunggu langsung menghampiri keduanya dan membacok korban Yaman. “Tempat kejadian itu naik tanjakan, jadi idak sadar pas Daus keluar ngapak korban,” tutur Taufik (25) kakak Citra yang ditemui di ruang tunggu RSMH Palembang. Karena melihat suaminya di bacok pelaku secara membabi buta, Citra berusaha menolong suaminya tetapi pelaku juga membacoknya. Akhirnya keduanya tergele-

SRIPO/MG14

DIRAWAT — Kedua Pasutri Yaman dan Citra menjalani perawatan di ruang tindakan bedah RSMH Palembang, Rabu (23/2).

tak di tengah hutan berlumuran darah. Beruntung ada tetangga korban yang melihat keduanya tergeletak dan memberi kabar kepada pihak keluarga korban. “Memang sebelum rebot katonyo dio dituduh maleng getah punyo pelaku. Tapi idak katek bukti, yang ilang cuma 10 kg getah deket rumah tula,” tambah Taufik. Keluarga yang mendapat laporan dari tetangga, langsung menuju ke lokasi kejadian dan membawa keduanya ke RSUD Muaraenim untuk mendapat per-

tolongan. Karena keterbasan fasilitas, keduanya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapat pertolongan secara intensif. Atas kejadian ini, korban Yaman mengalami luka bacokan di paha kanan dan kiri masing-masing dua bacokan dan satu di tangan kanan. Sedangkan Citra harus kehilangan keempat jari tangan kanannya karena sabetan parang pelaku. Pelaku setelah membacok kedua korban, langsung me„ ke halaman 15

KAPOLRES Banyuasin AKBP Drs Ahmad Zaenudin membenarkan jika Almarhum Briptu Ahmad Affandi adalah anggota Polres Banyuasin yang bertugas di satuan Sabhara. Ahmad Afandi yang merupakan lulusan Secaba angkatan 28 pernah bertugas di Satuan Samapta Polres Banyuasin tahun 2006, Polsek Rambutan 2006-2009, Polsek Muarapadang 2009-2010 dan anggota Sabhara Polres Banyuasin sejak Desember 2010 hingga sekarang. Di mata orang nomor satu di jajaran Polres Banyuasin, Memet--biasa dipanggil teman-temannya--adalah sosok yang baik dan bertanggung jawab. “Dia sangat disiplin da-

lam menjalankan tugas,” kata Zaenuddin saat dihubungi Sripo, Rabu (23/2) tengah menuju rumah duka di Palembang. Zaenudin belum mengetahui secara pasti penyebab sehingga anggotanya tersebut tewas dibunuh. Namun pihaknya berharap para pelaku dapat dibekuk dan dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Secara pasti saya belum dapat laporan, tapi katanya cekcok mulut tapi kita nggak tahu masalah apa,” katanya. Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Imam Turmudi, mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Palembang untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Memang benar korban anggota Sabhara Polres Banyuasin, tadi anggota Polsek Rambutan dan Mariana juga kita minta untuk membantu mengejar pelaku, termasuk melakukan razia di daerah perbatasan dengan Kota Palembang,” ujar Kasat Reskrim. Tewasnya korban sontak membuat keterkejutan Kasat Sabhara Polres Banyuasin AKP Edi, dikatakannya selama ini korban memang tinggal di Palembang. Namun menganai motif pasti kejadian pihaknya belum bisa memastikan. “Informasi yang kita terima karena masalah utang piutang, antara korban dan pe„ ke halaman 15

Petugas Lakukan Penyamaran BANYUASIN, SRIPO — Yudi Irawan Bin Johan (19), seorang pengedar ganja di kawasan Lubuklancang dan Betung berhasil dibekuk petugas Unit Narkoba Polres Banyuasin yang menyamar sebagai pembeli, Selasa (22/2) malam. Dari tangan warga dusun I Desa Lubuklancang Kecamatan Suaktape Banyuasin ini petugas berhasil mengamankan barang bukti dua paket ganja ukuran besar dan sedang seberat 1,5 ons seharga Rp 600 ribu. Tertangkapnya tersang-

ka buah dari hasil laporan masyarakat yang resah dan ditindak lanjuti petugas dengan melakukan pengintaian dan penyamaran terhadap kegiatan yang dilakukan pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut. Kapolres Banyuasin AKBP Drs Ahmad Zaenudin melalui Kasat Narkoba AKP MP Nasution didampingi Kanit I Aiptu Ramlan dan KBO Bripka Abu Bakar, Rabu (23/2) membenarkan penangkapan tersangka pengedar ganja tersebut. Berbekal informasi itu, pihaknya melakukan penyidikan setelah memastikan kegiatan tersangka, empat petugas unit narko„ ke halaman 15

SRIPO/SYAIFUDDIN

PERIKSA — Kasat Narkoba AKP MP Nasution saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Yudi Irawan berikut dengan barang bukti ganja di ruang Unit Narkoba Mapolres Banyuasin, Rabu (23/2).

Sriwijaya Post Edisi Kamis 24 Februari 2011  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Sriwijaya Post Edisi Kamis 24 Februari 2011  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Advertisement