Page 1

MINGGU 17 APRIL 2011

SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito

ECERAN RP 2.000

MANAGED BY

24 HALAMAN

Bomber Cirebon Kakak Artis CIREBON, TRIBUN — Hanya sehari setelah peristiwa pengeboman di Masjid Ad Dzikro,Mapolresta Cirebon, polisi sudah mulai menyikap pelakunya. Pelaku mengarah ke sosok yang bernama Muhamad Syarif. Mabes Polri pun sudah mengumumkan foto yang diduga sebagai pelaku. Muhammad Syarif, lelaki yang disebutsebut sebagai pelaku pengeboman masjid di kompleks Polresta Cirebon adalah kakak dari pemain sinetron sebuah stasiun

televisi swasta. “Adiknya Muhammad Syarif main sinetron di televisi, itu loh yang judulnya ‘Air Mata Surga’,” kata Supandi, Ketua RT 003/06, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Cirebon, Sabtu (16/4). Menurut Supandi, Syarif adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Ketiga kakaknya yaitu Diana, Lis Ambarwati dan Suherman. Ia memiliki adik Nurlela, Basuki, Imam Aji dan Mu„ ke halaman 7

ANTARA/Rosa Panggabean

PELAKU BOM — Kadiv Humas Irjen Pol. Polri Anton Bachrul Alam menunjukkan wajah pelaku pemboman di masjid Mapolresta Cirebon, di RS Polri Soekamto, Jakarta,Sabtu (16/4). Total korban berjumlah 30 orang, enam orang luka berat, dan satu di antaranya adalah warga sipil.

1 SSK Polisi Kawal UN

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT

KL ASEMEN LSI

BEREBUT BOLA — Kapten SFC, Keith Kayamba Gumbs berebut bola dengan dua pemain Bontang FC, Satoshi Otomo (kiri) dan Arifki Eka Putra, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (16/4). SFC berhasil membantai Bontang FC dengan skor 4-1.

1. Persipura 20 2. Semen Padang 20 3. Arema 21 4. Persija Jakarta 20 5. Sriwijaya FC 21 6. Persisam Putra 21 7. Persiwa Wamena 20 8. Persib Bandung 22 9. Persela Lamongan 19 10. Persijap Jepara 22 11. Deltras Sidoarjo 19 12. PSPS Pekanbaru 18 13. Pelita Jaya 20 14. Persiba 18 15. Bontang PKT 21

Laskar Wong Kito Agresif PALEMBANG, SRIPO — Sriwijaya FC tampil penuh determinasi, cepat, dan agresif saat membantai Bontang FC dengan skor 4-1 dalam lanjutan Putaran Kedua Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (16/4). Striker Budi Sudarsono me-

ngawali pesta tuan rumah dengan golnya di menit 13, kemudian Jajang Mulyana di menit ke-21 Ponaryo Astaman menit 55, dan Oktovianus Maniani menit ke-59. Sementara itu, gol balasan Bontang disumbangkan penyerang Kenji Adachihara di menit ke-19. Dengan kemenangan ini,

Laskar Wong Kito naik ke peringkat 5 mengemas 34 poin dan menggeser Persisam Putra Samarinda. Namun ujian berat harus dilewati SFC saat menghadapi Persib Bandung di kandangnya, di Stadion Jalak Harupat Bandung Jumat (22/ „ ke halaman 7

The Stone Merendah JAKARTA, SRIPO — Juara Dunia Super WBA Chris “The Dragon” John sesumbar bakal memukul KO lawannya Daud “The Stone” Yordan dalam pertarungan perebutan gelar Super WBA di Hall D, Jakarta International Expo, Jakarta, Minggu (17/4) malam. Syaratnya, Chris harus melewati lima ronde awal dari 12 ronde yang akan dilangsungkan. “Kalau saya bisa lewat lima ronde, saya akan menang memasuki 10 ronde,” ungkap Chris dalam jumpa pers di Lantai 6, Gedung Kantor JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (16/4) petang. Pernyataan itu dilontarkan Chris di hadapan D a u d y a n g ikut dalam acara jumpa pers. Keduanya saling berhadapan saat timbang badan di Lantai 6, Gedung Kantor JIExpo. Selain disaksikan Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI),

timbang badan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan itu juga turut dihadiri perwakilan WBA, Yang Shup Sim. Menanggapi pernyataan Chris, Daud hanya tersenyum. Petinju yang akrab dipanggil Cino ini bersikap dingin. Ia bahkan menyangkal sempat menuliskan dalam status akun Facebook bakal memukul KO Chris dalam dua ronde. “Enggak, saya enggak nulis gitu,” ujar Daud yang belakangan mengaku gugup karena disaksikan langsung kedua orang tuanya dalam acara jumpa pers. Daud mengakui bahwa Chris adalah petinju yang dikaguminya. Dia pun menaruh hormat terhadap senior yang berusia delapan tahun lebih tua itu. Berbicara mengenai targetnya, Daud menyatakan isi kepalanya hanyalah bagaimana bisa memenangkan pertarungan melawan Chris. “Kita bicara „ ke halaman 7

13 10 10 10 10 10 9 8 7 7 7 6 6 5 3

5 2 8 2 7 4 4 6 4 7 2 9 4 7 5 9 5 7 2 13 1 11 3 9 2 12 5 8 3 15

51-16 32-19 35-20 31-20 35-26 25-30 29-31 36-38 20-22 22-43 26-31 24-28 21-26 22-30 22-51

44 38 37 34 34 32 31 29 26 23 22 21 20 20 12

PALEMBANG, SRIPO — Besok, Senin (18/4) Ujian Nasional (UN) untuk SMA sederajat akan dimulai. Lima paket soal utama, satu cadangan dan dua paket soal susulan sudah didistribusikan, Sabtu (16/4) ke 14 kabupaten/kota. Khusus Palembang distribusi dilakukan hari ini, Minggu (17/ 4). Untuk pengawalan disetiap daerah diterjunkan 3 polisi. Ini berarti kepolisian menyiagakan 1 SSK (satuan setingkat kompi). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Ade Karyana, usai melepas rombongan yang membawa dan mengawal distribusi naskah soal dari PT Rambang mengatakan, secara keseluruhan UN siap dilaksanakan. Segala persiapan terkait pelaksanaan sudah dimaksimalkan, termasuk melakukan sosialisasi terhadap sekolah dan siswa. “Secara teknis persiapan UN sudah oke. Soal mental menghadapi ujian, saya kira semua sudah maklum. Sejak masuk sekolah, siswa sudah tahu kalau pada akhirnya mereka akan ujian. Jadi cukup banyak waktu untuk mempersiapkannya,” kata Ade. Dikatakan, persiapan tahap akhir sebelum ujian berlangsung adalah pen-

SRIPO/STS

Secara teknis persiapan UN sudah oke ADE KARYANA Kadisdik Sumsel distribusian naskah soal, dan itu sudah dilakukan kemarin. Ia menyebutkan, ada empat mobil boks yang membawa naskah soal ke 14 kabupaten/kota dengan kawalan masingmasing tujuh orang untuk masing-masing daerah. “Untuk satu daerah itu, ada petugas kepolisian tiga orang, dari Unsri satu orang dan Disdik serta Kemenag Sumsel juga tiga orang. Mudah-mudahan tidak hambatan di jalan. Nah, untuk Palembang besok (hari ini),” ujarnya. Harapan yang sama diungkapkan, Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan yang juga turut ha„ ke halaman 7

Cirus Tersenyum Ditahan

ANTARA

Cirus Sinaga

JAKARTA, SRIPO — Jaksa Cirus Sinaga tak melakukan penolakan terhadap penahanan dirinya oleh penyidik Bareskrim Polri, Sabtu (16/4) malam. Tanpa mempermasalahkan langkah penyidik, Cirus langsung menandatangani surat perintah penahanan selama 20 hari. “Kita taat saja. Jadi dia (Cirus) smile (senyum). Dia langsung tanda tangan,” kata Parlindungan Sinaga, penasihat hukum Cirus, usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Bareskrim Polri, Sabtu. Sikap Cirus kali ini berbe-

da dengan sebelumnya, yang selalu mengklaim bahwa tidak ada alasan penyidik untuk menahan dirinya. Mengenai perubahan sikap itu, Parlindungan mengatakan, “Hari demi hari kan ada perubahanperubahan. Kalau protes, kita lihat azaz manfaatnya kurang, akan membuat ramai. Kita juga kan samasama penegak hukum”. Mengenai kemungkinan pengajuan penangguhan penahanan, Parlindungan mengatakan, masih akan melihat perkembangan beberapa hari ke depan. “Itu kan (pengajuan penang-

guhan) hak ya,” ujarnya. Parlindungan telah menghubungi keluarga Cirus di Medan, Sumatera Utara, memberitahukan perihal penahanan Cirus. “Saya sudah telepon. Kebetulan saya keluarganya juga. Kalau saya ngomong (Cirus ditahan) mereka terima,” ucapnya. Cirus dijerat dua perkara, yakni dugaan pemalsuan dokumen rencana penuntutan (rentut) bersama Haposan Hutagalung serta dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus Gayus „ ke halaman 7

KELIRUMULAGI GA GAYYA PLEMBANG

Mata Merah dan Merah Mata Di Palembang khususnya, dan Sumsel umumnya, banyak hal, nama tempat, makanan dan lainnya, mulanya disebut asal bunyi. Atau apa yang disebut pertama kali, itu pula yang jadi sebutan seterusnya, walau ternyata sebutan itu keliru. Rubrik ini tidak bermaksud menyalahkan siapapun, tetapi bisa jadi kritik Sosial (Koreksi) buat siapapun yang mungkin berwenang meluruskannya, ayo kita kaji MATA MERAH & MERAH MATA ADA kelakar tentang wong Plembang, orang Plembang ini memang serba enak dan serba mudah, kalau punya anak lelaki pertama, lalu diberi nama NANGCIK, anak kedua diberi nama CIKNANG, atau DUNGCIK,

anak berikutnya CIKDUNG. Kalau wanita diberi nama CIKNING atau NINGCIK. Kalau anaknya kembar Oleh: lelaki perempuan, yang le- H.Muhammad laki diberi na- Syubli. LN ma NUNGCIK, yang perempuan diberi nama CIKNUNG. Pokoknya wong Plembang dak kehilangan akal untuk memberi nama. Lain halnya kalau orang Jawa, jika anak pertama diberi nama DARMO, mau meniru gaya plembang, maka anak kedua diberi nama MODAR! Atau anak perempuannya diberi na-

ma SURIP, maka anak berikutnya diberi nama PIRUS. Pasti tidak enak didengar bukan? Demikian pula ketika memberi nama kampung, karena dihitung dari arah hulu, jadilah kampung 1 Ulu dan seterusnya. Ketika dihitung dari arah Ilir, jadilah kampung 1 Ilir dan seterusnya. Belakangan kampung-kampung yang baru bermunculan, sedangkan angkaangka sudah terpakai, lalu bergantilah nama kampung dengan memakai sebutan satu atau dua kata yang bermakna, misalnya Sungai Buah, Su„ ke halaman 7


2

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Tak Harus Kutu Buku NIVERSITAS Sriwijaya boleh berbangga hati, banyak alumninya kini menduduki posisi strategis di lembaga pemerintahan di Jakarta. Misalkan saja, Prof Dr Ir Benyamin Lakitan MSc yang kini menjadi Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi. Begitu juga tamu sripo minggu ini, Dr Ir Deddy Saleh MS yang kini menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI. Pria kelahiran 24 November 1952 ini, merupakan tamatan Fakultas Pertanian Unsri 1978 dan sudah berkeliling dunia. Bahkan peraih Piagam Penghargaan Mendiknas sebagai lulusan terbaik dengan predikat Mahasiswa Teladan ini mengaku bukanlah seorang kutu buku. Ia aktivis kampus di berbagai organisasi kemahasiswaan dan suka bernyanyi. Tapi, ayah tiga anak ini memiliki prinsip “Serius Dalam Bekerja”, ternyata mengantarnya ke jenjang kesuksesan. Berikut obrolan bersama Sripo Selasa (12/4) lalu saat berada di Palembang.

U

OLEH: MUHAMMAD HUSIN Sripo: Tahun berapa Anda selesai di Fakultas Pertanian Unsri? Dan tentunya almamater sangat bangga karena alumninya bisa sukses dan berkarir seperti yang Anda raih saat ini? Deddy: Sebenarnya, saya bukan orang asli sini (maksudnya Palembang’red). Saya asli orang kuningan. Namun saya lama di Palembang karena ikut kakak yang kebetulan tinggal di kota Palembang. Selesai kuliah saya masuk ke Unsri dan diterima di Fakultas Pertanian. Setamatnya dari Unsri, saya ikut tes PNS dan diterima di Kanwil Perdagangan. Dalam bidang apapun, aku mencoba untuk menjadi yang terbaik. Termasuk di setiap tingkatan perkejaan. Begitu di sekolah. Mulai dari SD-SMP dan SMA, aku menjadi juara kelas terus. Bahkan saat wisuda 1978, sempat menjadi mahasiswa teladan dan mendapat piagam dari Menteri Pendidikan Nasional kala itu. Bahkan, saat kuliah di pasca sarjana (S2) dan doktoral (S3) di IPB masih menjadi yang terbaik, dengan pridikat cum-

lude. Selama proses sekolah dan kuliah, saya tidak termasuk mahasiwa yang kutu buku. Bahkan saya sering bermain dengan teman-teman yang “berandal”. Namun saya serius dalam melakukan setiap pekerjaan apapun. Kalau waktunya belajar, saya serius belajar tetapi tidak kutu buku atau menghabiskan hari-harinya dengan belajar. begitu juga saat bekerja, saya serius tetapi tidak begitu terlalu ngoyo, ya easy going begitulah. Anda tidak kutu buku, bahkan aktif di organisasi kampus. Bagaimana mengatur belajar dan berhasil dengan hasil memuaskan? Saat di Fakultas Pertanian, saya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti di senat. Bahkan saya sempat menjadi Ketua di Majelis Permusyawaratan Mahasiswa. Tidak hanya itu saya juga aktif di vokal grup Fakultas Pertanaian dan saya juga yang mengarang lirik lagu hymne Fakultas Pertanian yang dinyanyikan hingga saat ini. Dahulu, saya juga yang membangun dan mendiri-

kan Ikatan Mahasiswa Pencint. Keaktifan saya di lingkungan kampus, juga dilakukan saat kuliah di S2 dan S3 di IPB. Kendati kuliah di S2, saya mengajar di kelas S1. Begitu juga saat di S3, saya juga mengajar di S2. Sekarang saja, saya masih menjabat Ketua Alumni Fakultas Pertanian Unsri. Kalau pinter karena kutu buku di kampus, bagi saya sosok mahasiswa seperti ini rugi besar karena ia tidak akan sukses dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan kampus. Karena akan menjadi sosok orang yang tidak terbuka (intropet). Padahal, sebagai mahasiswa, kita harus membiasakan berorganisasi dan peka terhadap lingkungan di sekitar. Makanya, saya dengan adik tingkat saya Prof Dr Ir Benyamin Lakitan sangat suka mendaki gunung Dempo dan aktivitas alam lainnya. Kerena semua rangkaian kegiatan ini melatih dan mengasah diri agar lebih disiplin dan serius serta bersungguh-sungguh dalam bidang apa pun. Bagaimana Anda mengaktulisasikan pengalaman yang dapatkan dari kampus, dari alam ke bidang perkejaan yang digeluti saat ini? Sebagai pekerja, tentu saya mandiri dan sangat menjaga kepercayaan pimpinan dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan sehingga siapa pun pimpinan, apakah itu seorang pimpinan yang baik atau pemarah, saya justru bukan tipe orang mengandalkan pimpinan. Justru sebaliknya, bagaimana pimpinan itu tergantung atau ketergantungan dengan saya. Sebagai pegawai, saya selalu berusaha meringankan beban pimpinan, bukan membebani pimpinan dengan masalah, tetapi mencoba untuk memecahkan masalah yang ada. Setiap ada persoalan, saya mencoba untuk memecahkan

sendiri dan mencari solusi terbaik. Bukan melaporkan masalah kepada pimpinan, bukan itu. Memang sekali waktu, saya juga tetap meminta arahan dan masukan dari pimpinan. Dengan posisi Anda saat ini, tentu Palembang tidak begitu saja bisa terlupakan. Secara emosional jelas ada daya tarik yang kuat. Kira-kira apa kontribusi yang diberikan untuk Sumsel? Kalau soal kontribusi, jelas ada. Misalnya, saya mencoba untuk memfasilitasi antara kepentingan pemerintah dengan Unsri, termasuk juga dengan Pemprov Sumsel dan sebaliknya, sehingga ada harmoni antara keduanya. Setiap ada kegiatan di Kementerian Perdagangan (Pemerintah), saya libatkan dan mengajak Unsri, seperti kegiatan sosialisasi kebijakan perdagangan luar negeri untuk kawasan Indonesia Timur, yang diikuti 110 lebih kepala dinas Provinsi dan Kabupaten di Wilayah Indonesia Timur, t e m p a t penyelenggaraanya kita geser di Palem-

bang agar mereka kenal Sumsel. Yang ternyata Indonesia itu tidak hanya Jakarta dan Bali saja, tetapi juga mereka harus mengenal Sumsel lebih luas lagi. Saya juga minta Unsri untuk menyampaikan materinya. Bahkan dua minggu lalu, kita juga menggelar kegiatan yang digelar Ikatan Alumni Fakultas pertanian Unsri dengan Departemen Perdagangan dengan tema sistem Resi Gudang. Seperti itulah kontribusi yang bisa diberikan. Selain itu ada juga hal-hal yang

lebih luas lagi yang akan dilakukan. Bagaimana prosfek Sumsel kedepan? Sumsel dengan ibukotanya Palembang sebagai daerah yang sangat maju di jajaran Sumatera. Jaraknya dengan Jakarta tidak terlalu jauh hanya 45 menit dengan pesawat dan Sumsel kini menjadi pusat pertumbuhan baru di bidang ekonomi. Sebagai bukti, penerbangan Palembang-Jakarta sebanyak 20 kali lebih, selalu penuh. Makanya, kekuatan ekonomi Sumsel harus dimuncul lagi, baik yang berbasis sumber daya alamnya maupun dari sumber daya manusianya. Perguruan tinggi di Sumsel sudah harus berpikir global, dengan kerjasama dengan universitas negara lain karena sudah saatnya Sumsel ini maju dan berbicara di level nasional dan Internasional. Begitu juga dengan Pemdanya dengan membangun jaringan sister city seperti Sumsel-China, Sumsel-Jepang sehingga ada kerjasama di bidang penelitian dan perdagangan. Sum-

sel harus go international, baik oleh Pemdanya maupun perguruan tingginya. Saya melihat, even SEA Games yang berhasil direbut Sumsel dan Pemprov Sumsel berhasil menyakinkan pemerintah pusat, juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk menarik investasi. Atau sebaliknya, pengusaha lokal membuka diri dan bemain di negara lain. Misalnya pengusaha kelapa sawit, bisa membuat pabrik CPO di vietnam dengan industri turunannya sehingga punya pasar tetap (captive market) sehingga dengan sendirinya membangun networking yang luas. Sejauh mana keyakinan Anda terhadap masa depan Sumsel ke depannya? Saya sangat yakin, Sumsel akan bisa maju karena daerah ini memiliki potensi yang besar. Pertambangan tidak diragukan lagi, begitu juga dengan industri pertaniannya. Hanya saja, manufaktur yang kurang. Kedepan, industri manufaktur tidak lagi tergantung dengan Jawa, seperti industri tekstir dan sepatu. Tekstir yang ada saat ini jangan hanya lokal, tetapi juga harus ekspor. Ini juga menjadi garapan bagi kalangan perguruan tinggi, dosen jangan hanya menjadi menara gading di kampusnya saja, tetapi mereka harus memiliki sumbangsi terhadap pengembangan ekonomi daerah, begitu juga dengan mata kuliah yang ajarkan jangan kaku dan harus disinkronisasikan den g a n kondisi lapanga n . ***

BIODATA Nama Lahir Agama Jabatan

: Dr Ir Deddy Saleh, MS : Kuningan, 25 November 1952 : Islam : Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri kementerian Perdagangan RI Istri : Hanna Mariam Magdalena anak : Diana Siti Maulia, Intan Rahma Pascarani, Muhammad Yudha Ardiwinata Alamat : Jl Cempaka Putih Tengah XII No 7 Jakarta Pusat

Dr Ir Deddy Saleh MS

SRIPO/HUSIN

DIREKTUR UTAMA: Herman Darmo. DIREKTUR: Ir H M Soleh Thamrin, Soetardjo, Gunawan Wibisono. PEMIMPIN UMUM: Ir H M Soleh Thamrin. WAKIL PEMIMPIN UMUM: Gunawan Wibisono. PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNGJAWAB: Hadi Prayogo, REDAKTUR PELAKSANA: L Weny Ramdiastuti. MANAJER PRODUKSI: Theresia Juita. REDAKTUR EKSEKUTIF: Sutrisman Dinah. KOORDINATOR LIPUTAN: Wiedarto. SEKRETARIS REDAKSI: H. Salman Rasyidin. STAF REDAKSI: Aminudin, Subardi, Azwir, Hanafijal, Rustam Imron, Ray Happyeni, Sudarwan, Zainal Piliang, K Arpan, Harina Asiana, Syahrul Hidayat, Leni Juita, Muhammad Husin, Abdul Hafiz, Tarso, Lisma Noviani, Sugeng Haryadi, Ardani Zuhri, Zaini,Ahmad Naafi, Vanda Rosetiati, Saftarina, Aang Hamdani, Hendra Kusuma, Ahmad Farozi, Herman Danawi, Saifudin Zuhri. (Ilustrator: Syafnil Chaniago, Antoni Agustino) PERWAKILAN JAKARTA: Febby Mahendra Putra (Kepala Biro), Domuara Ambarita (Wakabiro), Heroe Baskoro, Budi Prasetyo, Antonius Bramantoro, Jonson Simanjuntak, Murjani, Choirul Arifin, Hendra Gunawan, Ismanto, Rachmat Hidayat, Sugiyarto, Yuli Sulistiyawan, Zulfikar W Eda

HARIAN UMUM

SRIWIJAYA POST

Penerbit: PT Sriwijaya Perdana SIUPP: No 233/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1987 tanggal 22 Juni 1987 Jo.196/Ditjen

PEMIMPIN PERUSAHAAN: Bambang Hartono MANAJER IKLAN: MF Ririn Kusumawardani MANAJER SIRKULASI: Zulkarnain Tarmizi ( ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI: Jl Jenderal Basuki Rahmat No 1608 B-D , Telp (0711) 310088 (6 saluran), Fax (0711) 312888. PERWAKILAN JAKARTA: Jalan Palmerah Selatan 12 Jakarta 10270, Telp. (021) 5483863, 5495359, 5494999, 5301991, Fax (021) 5495360 IKLAN: Gedung Persda Lt 1 Jl Palmerah Selatan No. 1-4 Jakarta 10270 Telp (021) 548 3008, 548 0888, 549 0666 Ext 7635 s/d 7638 Fax (021) 5369 6583 E-mail: sriwijayapost@yahoo.com HARGA LANGGANAN: Rp 50.000 sebulan (pembayaran di muka), luar kota plus ongkos kirim. Terbit tujuh kali seminggu. Pembayaran iklan langsung ke Bank: Bank Central Asia Palembang Rek No. 021-309665-3, Bank Permata, Palembang, Rek. No. 0400027048, BNI 46, Rek. No. 0051447426, atau langsung ke Kantor Pusat Jl Jenderal Basuki Rahmat No 1608 B-D Palembang, Telp Iklan (0711)-311888, Fax Iklan (0711) 310391. PERCETAKAN: NV Rambang (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

WAR TAWAN SRIWIJA YA POST SELALU DIBEKALI T ANDA PENGENAL DAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA/MEMINT A AP A PUN DARI NARA SUMBER WART SRIWIJAY TANDA MENERIMA/MEMINTA APA


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Bertemu Roma Tiga Bulan Sekali

3

FOTO-FOTO:SRIPO/EKO

B

ANYAK yang mengidolakan sosok penyanyi dangdut bernama lengkap Raden Oma Irama atau lebih dikenal Roma. Salah satunya Kasubag Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefudin Latief. “Roma itu guru saya. Meski tidak setiap hari bertatap muka, melalui lagu-lagunya saya mendapat inspirasi serta pedoman dalam menjalani hidup,” kata Saefudin saat dibincangi Sripo, Sabtu (16/4). Kecintaan Saefudin terhadap Roma dan Soneta grup musiknya sudah berlangsung sejak ia duduk di bangku SMP hingga saat ini. Sejumlah aksesori yang berhubungan dengan Roma atau Soneta pun ia kumpulkan dalam beberapa kesempatan. Termasuk mengkoleksi fotoforo, kaset VCD dan DVD, baik album maupun film-filmnya. “Saya masih menyimpan sejumlah kaset dan ke-26 film yang dibintangi Bang Haji Roma, tentu saja semua original dan bukan bajakan,” ujar pria kelahiran Gresik Jawa Timur ini. Karena mengidolakan Roma pula, Saefudin sengaja menulis skripsi tentang kiprah Roma, judulnya Nada dan Dakwah; Studi Deskriptif Terhadap Aktivitas Roma Irama dan Soneta Group. Bahkan sebelum itu, sekitar tahun 1999 ia berhasil mendatangkan idolanya itu ke kampusnya IAIN Raden Fatah Palembang untuk mengisi acara maulid nabi. “Sebelumnya saya memang pernah bertemu beliau di Bangka dalam suatu acara. Di sana saya mencoba melakukan pendekatan, hingga akhirnya cukup dekat dan berhasil melobi untuk datang ke IAIN RF,” kata Saefudin. Momen itu tentu saja sudah lama berlalu. Namun kecintaan Saefudin terhadap idolanya tidak pernah surut. Berburu kaset untuk melengkapi koleksi menjadi salah satu kegiatan di luar pekerjaannya hingga saat ini. Itu tidak hanya dilakukan di Palembang, tapi hingga ke Surabaya, Makasar, Bandung, Padang, Banjarmasin, dan Jakarta. “Saya pernah menemukan kaset beliau yang sudah sangat lama di Pasar Loak Surabaya. Karena sekarang jelas sudah langka, makanya saya senang sekali,” ujar Saefudin yang mengaku terus berusaha bertemu Roma dan mengunjungi Studio Soneta tiga bulan sekali. (eko as)

Saefudin Latief Humas Kemenag Sumsel

Ukhuwah Dalam Nada dan Dakwah ■ Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Sumsel SIAPA yang tidak kenal dengan Roma Irama. Seorang musisi sekaligus penyanyi yang dujuluki Raja Dangdut ini sangat masyhur di telinga masyarakat Indonesia. Lagu-lagu berirama melayu, dan umumnya memuat nilai-nilai kehidupan, membahana sampai ke pelosok tanah air hingga ke luar negeri. Tidak heran jika banyak masyarakat yang mengidolakan Roma dan Soneta Group yang digawanginya. Kecintaan

masyarakat pun diwujudkan dengan berbagai aktivitas dan bentuk ekspresi. Ada yang doyan mendengarkan dan menyanyikan lagulagunya, ada yang gemar menonton film yang dibintanginya, dan ada pula yang senang mempelajari musiknya. Di Palembang sangat banyak penggemar lagulagu Roma. Bahkan dilandasi kesamaan hobi ini, 28 Oktober 2010 sebagian besar mereka melebur dalam sebuah wadah

komunitas bernama Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Sumsel. Melalui komunitas inilah mereka mengekspresikan kegemaran, mulai dari bertukar informasi mengenai lagu-lagu Roma atau merancang kegiatan lainnya. Untuk lebih mengakrabkan diri, Sabtu sore menjadi jadwal rutin pertemuan mereka.”Saya yakin, ada begitu banyak masyarakat kita yang menyukai lagu-lagu Bang Haji. Apa lagi lagu beliau cocok didengar semua kalangan, dari muda hingga usia tua. Jadi apa salahnya jika kita buat suatu komunitas, sebab di kota-kota besar lainnya juga begitu,” ujar Ketua

SFCI Sumsel, Saefudin Latief. Menurut dia, SFCI Sumsel bisa menjadi wadah komunikasi antar sesama penggemar lagulagu Roma, dan sejauh ini baru sekitar 70-an orang yang resmi bergabung. Karena itu sosialisasi pun digalakkan, baik melalui akun facebook, dari mulut ke mulut maupun yang sifatnya mengundang. “Kita ingin mengakomodir semua lapisan masyarakat penggemar Soneta grup. Kedepan kita akan menggelar berbagai even terkait hobi kita, dan mengupayakan kedatangan Bang Haji bersama kita,” ujarnya. (eko as)

Semoga Membawa Dampak Positif SAYA senang mendengar banyak masyarakat Sumatera Selatan yang suka lagu-lagu saya. Sekaligus mengapresiasi atas terbentuknya komunitas dengan wadah SFCI Sumsel. Ini tentu semakin melengkapi keberadaan SFCI di sejumlah daerah lainnya di tanah air. Tentu kita berharap, keberadaan komunitas ini bisa membawa dampak positif di tengah-tengah masyarakat. Insya Allah jika ada kesempatan saya akan kembali berkunjung ke Palembang, dan berada di tengah-tengah anda sekalian. Terimakasih, salam manis dari saya. (mg1)

KAROKE — Beberapa anggota Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Sumsel mengisi waktu senggang dengan berkaroke dengan lagu-lagu Roma Irama.

MAKAN-MAKAN — Beberapa anggota Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Sumsel makan-makan di salah satu restauran di Singapura.


4

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

FIFA ”Ngotot”, Pemilik Suara Bikin Kongres Sendiri JAKARTA, SRIPO — Salah satu wakil dari 78 pemilik suara PSSI, Hadiyandra, menegaskan, pihaknya siap mengadakan kongres tersendiri jika akhirnya FIFA tak mengindahkan tuntutan mereka. Mereka ingin FIFA menganulir keputusan mereka soal tiga calon terdahulu. Arifin Panigoro, George Toisutta, dan Nirwan Dermawan Bakrie, termasuk Nurdin Halid, dilarang FIFA untuk mencalonkan diri kembali karena sudah dijegal oleh Komite Banding terdahulu. Keputusan ini mereka ambil dalam rapat Komisi Darurat beberapa waktu lalu. Namun, menurut pihak pemilik suara, keputusan Komite Banding terdahulu cacat hukum karena dibentuk tidak melalui kongres seperti yang tercantum dalam Statuta FIFA dan PSSI. “Kami bisa menyampaikan jika pada saat Pak Agum menyampaikan hal ini (soal tiga calon tersebut) dan ternyata FIFA memaksakan, saya bilang memaksakan kehendak mereka,

TRIBUNNEWS/XIS

Agum Gumelar

dengan melanggar statuta mereka sendiri, kami selaku pemilik 78 suara akan menormalkan kondisi tersebut,” kata Hadiyandra, kepada wartawan di Grand Sahid, Sabtu (16/4) “Menormalkan yang kami maksudkan adalah menggerakkan kongres ini agar sesuai dengan Statuta PSSI dan FIFA. Mungkin secara vulgar kami bisa mengatakan bahwa jika keputusan ini tidak diikuti FIFA atau pelanggaran tersebut

tidak diluruskan FIFA, kami tidak ragu untuk menyelenggarakan kongres tersendiri, sekalipun konsekuensinya adalah sanksi dari FIFA. Tidak ada keraguan dari kami,” sambungnya. Ia menambahkan, “Tetapi kami yakin seyakin-yakinnya kapasitas Pak Agum selalu menyerukan agar kita tunduk pada peraturan persepakbolaan, Statuta FIFA dan PSSI. Kami yakin Pak Agum akan selalu bergerak ke depan dan akan menyampaikan hal ini.” Sementara wakil dari pemilik suara lainnya, Atqia Abubakar (Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh) mengatakan, pihaknya lebih takut kepada hukum masyarakat ketimbang hukuman FIFA. “Yang lebih susah itu menghadapi hukuman dari masyarakat. Saya tidak takut dari FIFA,” kata Atqia. Agum direncanakan akan berangkat ke markas FIFA di Swiss pada 19 April mendatang. Agum membawa agenda menyampaikan hasil Kongres PSSI pada 14 April kemarin. (vivanews)

JADI FOTOGRAFER — Pemain SFC, Jajang Mulyana meminjam kamera fotografer bergaya jadi fotografer seusai cetak gol ke gawang Bontang FC pada menit 21, babak pertama laga lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (16/4). SFC berhasil membantai Bontang FC dengan skor 4-1.

SRIPO/SYAHRUL

Bayi Ajaib Lakukan Evaluasi

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT

Tim voli proliga Bank SumselBabel.

PALEMBANG, SRIPO — Setelah menelan kekalahan dari Jakarta Electric PLN 3-

0, Minggu (10/4) lalu, Bank SumselBabel kembali mengalami kekalahan 3-2 dari

tuan rumah Bank Jateng, Jumat (15/4), kondisi ini membuat pelatih Mashudi melakukan evaluasi demi memertahankan posisi di puncak klasemen. Pelatih Bank SumselBabel Mashudi mengatakan, dia akan melakukan banyak evaluasi untuk secepatnya membenahi tim. Anak asuhnya terkesan meremehkan lawan buru-buru ingin menang.”Ini juga menunjukkan di atas langit masih ada langit, tidak bagus juga menang terus hingga lupa evaluasi, nanti di 4 besar dan kalah kita tercoreng,” kata Mashudi, Sabtu (16/4). Sejauh ini Bank SumselBabel masih bertahan di

puncak klasemen meski mengalami dua kali kekalahan. Ia bertekad merebut poin penting dalam dua laga terakhir nanti. Seperti diketahui, Igor cs ketinggalan dua set dari Bank Jateng dengan skor 25-12, dan 2521. Tetapi mampu merebut dua set berikutnya 23-25 dan 30-25. Sayang pada set penentuan mereka kalah 15-12. Menurut Mashudi, kompetisi makin ketat karena tim lawan juga melakukan perbaikan. Namun Bank Sumsel juga makin solid dengan masuknya Michel Tiago.”Kita main banyak variasi, kekalahan itu juga membuat kita belajar, bahwa pemain tidak boleh

sombong dan emosi,” kata Mashudi. Menurut dia, Bank SumselBabel memang sudah memastikan diri lolos ke final four, meskipun kalah dalam laga terakhir tiket sudah dikantongi. Tetapi kemenangan juga penting untuk mempertahankan puncak klasemen yang kini dikuasai Bank SumselBabel dan menjaga kepercayaan diri para pemain. Untuk itu Brian cs bertekad meraih kemenangan lawan Jakarta Sananta dan Surabaya Samator di GOR Bontang pada 22-24 April nanti. ”Target kami mempertahankan posisi puncak klasemen Proliga,” jelasnya. (ndr)

Liga Futsal Indonesia Kembali Digelar BADAN Futsal Nasional (BFN) kembali menggelar Liga Futsal Indonesia (LFI) 2011 yang akan berlangsung 19 April hingga 24 Juli mendatang. Pemenang LFI akan mewakili Indonesia di Liga Champions Asia Futsal. LFI, yang merupakan agenda rutin BFN, tahun ini juga dipersiapkan untuk membentuk tim nasional

futsal Indonesia yang akan berlaga di SEA Games XXVI di Jakarta dan Palembang. Cabang olahraga futsal

untuk putra-putri akan dipertandingkan secara resmi di ajang Sea Games XXVI 2011. Selain itu, futsal akan dipertandingkan pada ajang PON XVIII 2012 di Riau. “Dalam liga yang digelar untuk kelima kalinya ini, akan diikuti oleh 9 klub futsal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Juara liga, nantinya akan mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia,” ujar Sekretaris BFN

PSSI, Fritz Rudi dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Sabtu, 16 April 2011. Sembilan peserta liga tersebut adalah Harimau Rawa (Riau), Electric PLN (Jakarta), Pelindo II (Jakarta), Futsal Kota Bandung (Jawa Barat), Jatim Futsal (Jakarta), Bank Sumut FC (Sumatera Utara), IM Sriwijaya United (Sumatera Selatan), JICT Futsal (Jakarta), dan Jaya Kencana (Tangerang). Kesembilan peserta ter-

sebut akan bertarung dalam liga yang dilaksanakan di 3 kota, Jakarta, Lampung, dan Palembang. Dengan digelarnya liga ini, BFN berharap dapat menjadi wadah penyaluran antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga futsal. “Saya berharap tren bermain futsal akan semakin meningkat dan klub futsal akan semakin banyak jumlahnya” ujar Fritz. (VIVAnews)

Fokus Tiga Lawatan

Ivan Kolev

SRIPO/STS

PALEMBANG, SRIPO — Usai meladeni Bontang FC di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (16/4), Sriwijaya FC harus kembali fokus untuk tiga lawatan atau tiga laga tandang berat. Pasalnya, Laskar Wong Kito akan menghadapi tim kuat Persib Bandung di ajang Liga Super Indonesia (LSI), kemudian menghadapi Song Lam Nghe An dan VB Sport di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup. “Setelah pertandingan lawan Bontang, kami kembali fokus untuk tiga laga tandang yang cukup berat bagi SFC. Meski saya masih melihat perkembangan pemain, tetapi kami selalu melakukan persiapan serius untuk memaksimalkan setiap poin di setiap pertandingan,” kata

Ivan Kolev, Sabtu (16/4). Menurut pelatih asal Bulgaria ini, SFC akan melawat ke Jalak Harupat melawan Persib Bandung pada Jumat (22/4). Bermain di kandang Persib tentunya tidak mudah, apalagi tim asal Bandung itu sedang dalam tren meningkat.”Anda tentunya tahu, Persib memiliki sederet pemain Timnas dan rata-rata berkualitas termasuk pemain asingnya,” jelas Kolev. Usai menghadapi Persiba, para punggawa SFC kembali berjibaku menghadapi Song Lam Nge An Vietnam klub asal Vietnam Selasa (26/4) dan VB Sport pada 13 Mei 2011 mendatang. Khusus di ajang AFC, Kolev mengaku sedikit lega dengan kembali sembuhnya beberapa pemain yang mengalami cedera. Ia berharap semua pemain tetap bugar. “Kita banyak kehilangan pemain utama, tetapi kini mereka sudah bugar dan kita siap menghadapi tim manapun,” jelas Kolev. Seperti diketahui ajang AFC dan LSI adalah fokus utama Gumbs cs, khususnya di ajang LSI, persaingan tim-tim papan atas begitu ketat. Perolehan poin juga sangat ketat, sehingga SFC harus memaksimalkan setiap laga sisa termasuk target “mencuri” poin di kandang Persib. (ndr)


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

5

Nyaman dengan Atap Rumbia R

UMBIA atau dise but juga (pohon) sagu adalah nama sejenis palma penghasil pati sagu. Rumbia menyukai tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah lainnya. Untuk lingkungan hutanhutan dataran rendah sampai pada ketinggian sekitar 700 M dari permukaan laut (dpl) . Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas. Saat ini, penggunaan daun rumbia sebagai atap rumah, sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Seperti terlihat di kawasan sepanjang Jl Tanjung Api-Api. Beberapa masyarakat masih menggunakan atap rumbia untuk atap rumah. “Kalau ini, untuk pondok di kebun,” ujar Wati, warga Banyuasin saat diwawancarai Sripo beberapa waktu lalu. Wati menjelaskan, atap rumah yang dibuat dari daun rumbia, dibuat secara manual. Pembuatannya dilakukan dengan cara melipat daun rumbia pada bagian tengah hingga ujung dan pangkal daun bertemu. Lalu, digunakan bambu panjang yang sudah dibilah sebagai tulang dan diselipkan di lipatan daun. Daun rumbia harus dilipat bertumpuk secara vertikal mengikuti bilah bambu. “Terus diikat pakai ikatan bambu yang diserut tipis

pada tengah lipatan daun rumbia. Ikatan itu harus mengikuti bilah bambu yang jadi tulangnya,” jelasnya lagi. Dahulu, atap rumah selalu diganti, karena hanya daun yang dianyam. Tempo 6 bulan hingga setahun, atap rumbia harus ditukar dengan yang baru. Kebocoran atap rumah dapat terjadi bila atap rumbia mulai mengering. Sehingga, atap rumbia memang dilakukan sepanjang tahun bila atap mula bocor. Penggantian daun rumbia yang selalu dilakukan tiap tahun tersebut, membuat masyarakat perkotaan enggan untuk menggunakannya sebagai atap. Namun, saat ini, arsitektur modern menjadikan atap dari rumbia menjadi bagian suatu bangunan. Menurut Prima Della, Arsitek Anggota Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Palembang, ada beberapa faktor penggunaan atap rumbia. “Kalau dilihat dari estetika ada nilai vernakulernya, yakni menggunakan nilai kelokalan suatu daerah dan dimodifikasi dalam bentuk modern,” jelasnya kepada Sripo. Prima Della menuturkan, ada beberapa daerah yang menggunakan atap rumbia dalam bangunan seperti di daerah Lombok. Di kota ini, masyarakat masih menggunakan atap rumbia dalam bangunan utama. “Penggunaan atap rumbia,

harus ada safety-nya dan tergantung dengan jenis bangunan yang digunakan,” ujarnya. Anggota IAI ini mengatakan, atap rumbia termasuk dalam golongan high maintenance. Artinya yakni, biaya perawatan yang harus dikeluarkan cukup tinggi. “Oleh karena itu, penggunaan atap rumbia

saat ini lebih bersifat leisure hiburan,” jelasnya. Seperti contoh, bangunan yang menggunakan atap rumbia digunakan bangunan komersial seperti restauran, spa dan resort.

Tujuan penggunaan atap rumbia pada bangunan tersebut, lebih bersifat menggunakan nilai lokal dan terlihat alamiah. “Selain itu, terlihat seperti berada di pedasaan. Karena bersifat

komersial, jadi biaya perawatannya tinggi. Dalam satu tahun, atap rumbia harus diganti tergantung dengan jenis bangunannya,” katanya. Sedangkan untuk peng-

gunaan pada sifat nonkomersial, biasanya digunakan pada bangunan pondok atau gazebo yang bersifat pribadi. Penggunaan atap rumbia, terpisah dari bangunan utama dan bersifat penghias bangunan di sudut bangunan. Selain menambah unsur budaya lokal, menggunakan atap rumbia terlihat lebih alamiah dan sejuk. (iswahyudi)

Klinik Arsitektur BAGI Anda yang ingin memanfaatkan rubrik ini dapat langsung mengajukan pertanyaan ke Klinik Arsitektur STT Musi. Konsultasi dapat disampaikan melalui: Jurusan Arsitektur STT Musi, Jl Bangau No 60 Palembang telp dan faks 0711-366326: Agustinus Susanto ST Telp 08127397697 atau ke agustinussusanto@yahoo.com: atau langsung ke kantor Sriwijaya Post, Jl Basuki Rahmat No 1608 Palembang.

Rumah Dua Lantai

FOTO-FOTO:SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT

SAYA memiliki sebidang tanah (gambar terlampir) dengan ukuran 18 x 20 meter. Saya bermaksud ingin membangun rumah di lahan yang ada sekarang, dengan membangun menjadi dua lantai. Lokasi denah rumah dihimpit oleh dua rumah di kanan dan kiri serta di belakang. Adapun ruang yang diinginkan : ruang tidur utama, ruang tidur tamu, ruang tamu , serta garasi, dapur, dan ruang makan. Demikianlah permasalahan yang saya hadapi dalam mendesain rumah ini nanti. Atas bantuan dari team klinik arsitektur STT Musi saya ucapkan terima kasih. Adi Plaju, Tangga Takat Palembang Jawaban: Terima kasih kepada bapak Beni yang telah berpartisipasi dalam Klinik Arsitektur STT Musi. Dengan melihat posisi rumah bapak dan ukuran lahannya, maka di lantai satu kami mencoba meletakkan ruang tamu (ruang publik) di depan, yang bersebelahan dengan garasi mobil. Dan untuk ruang semi privat seperti keluarga, ruang makan diletakkan di tengah bangunan. Ruang tidur tamu dan ruang tidur utama sebagai ruang privat diletakkan di depan dan di samping dari ruang keluarga. Untuk area service seperti, dapur, ruang strika diletakkan, tempat cuci, dan gudang diletakkan di samping. Untuk lantai dua diletakkan satu buah ruang tidur anak yang berhubungan langsung dengan ruang belajar dan ruang santai. Serta di letakkan void di atas ruang tamu agar dari lantai dua dapat melihat ke lantai satu. Untuk view kejalan utama diletakkan balkon di lantai atas. Demikianlah saran dari team klinik arsitektur, semoga bermanfaat. Salam arsitektur.


6

SRIWIJAYA POST Minggu, 10 April 2011

Culture Shock DALAM memperluas cakrawala, abu-abuers tentu bisa melakukan segala cara yang nggak hanya terbatas dari sekedar membaca buku. Abu-abuers pun bisa melihat patung Liberty di Amerika, or merasakan indahnya bunga sakura yang sedang gugur pada musim semi di Jepang. Pengalaman tersebut dapat Lepass-mania rasakan ketika mengikuti program-program akademik yang ditawarkan suatu yayasan atau instansi seperti pertukaran pelajar. Nah, bintang Lepass Minggu ini, Bagus Indra Cahya, doi bakalan sharing tentang pengalaman dia selama menjalani program pertukaran pelajar di Amerika. Ketika cowok yang akrab disapa Bagus ini bertandang ke Amerika, kegiatan yang dijalani selama di sana ternyata nggak beda jauh sama aktivitas yang sering abu-abuers lakukan secara rutin. “Secara pokok, aku seperti biasa pergi ke sekolah di Amerika dan aku ikut ekskul sepak

bola dan basket,” tandasnya. Setelah sembilan bulan menjalani aktivitas di negeri Paman Sam itu, doi mengalami pengalaman yang mengesankan yaitu ketika teman-temannya merasa kesulitan saat memanggil namanya. “Pengalaman menariknya, ketika mereka susah memanggil namaku. Mereka suka bilang Bages padahal Bagus, dan Cahya dipanggil Kaya tetapi setelah beberapa bulan mereka pun mengerti,” jelasnya dengan raut muka sumringah. But, doi juga sering menemukan kendala dalam menjalani program tersebut yakni dalam hal perbedaan bahasa. “Permasalahan saat bersama orang tua angkat yaitu bahasa, karena tata bahasa saya dan orang tua angkat saya berbeda. Jadi kadang-kadang mereka tidak mengerti dengan apa yang kita bilang. Sampai beberapa bulan baru orang tua angkat saya mengerti,” tutur cowok yang berparas hitam manis ini. Bertanya adalah kunci untuk mengatasi permasalahan dalam hal

bahasa. Hal tersebut diungkapkan oleh cowok yang beralmamater SMA Plus Negeri 17 Palembang ini. “Kita harus rajin-rajin bertanya, soalnya kita kan nggak tahu tata cara kehidupan mereka. Ada tuh yang namanya culture shock yaitu perbedaan kebudayaan kita dengan mereka. Kita juga harus banyak-banyak nanya tentang kebiasaan mereka sehari-hari,” jelas cowok yang sekarang akan menghadapi Ujian Nasional ini. Ketika menjalani program pertukaran pelajar, doi merasakan banyak manfaat yakni menemukan hal yang baru. “Manfaat paling terasa yaitu kita punya wawasan/ pengetahuan yang luas, karena kita akan banyak menemukan perbedaan dari cara menghormati orang lain dan kebiasaan mereka. Kita juga mendapatkan pengalaman dan hal-hal yang baru,” tambahnya. Nah, di akhir wawancara doi juga berpesan nih buat calon peserta pertukaran pelajar tahun ini. “Pesan buat yang ikut tahun ini, jangan ta-

kut dan harus percaya diri. Kita harus niat, kalo nggak niat biasanya hasilnya nggak bagus. Urusan masuk nggak masuk itu urusan belakang jadi kita harus optimis,” tutupnya. Nah, buat Bagus semoga sukses dengan dunia akademiknya and always be the best ya!(nzu/win) BIODATA Nama Asal Sekolah TTL Alamat

: Bagus Indra Cahya : SMA Plus Negeri 17 Palembang : Lubuk Linggau, 22 Januari 1993 : Jln. Yos Sudarso 43 Marga Rahayu Palembang

Nama Ortu Ayah : Samtari Ibu : Sumilah E-mail : bagoes_einstein_amin@yahoo.com Prestasi : * Peserta AFS/YES USA Tahun 2009-2010 * Juara I Siswa Berprestasi Tingkat Kota Palembang Tahun 2009 * Juara 3 Debat APBN Tahun 2009 * Juara 3 Musik Tradisonal Sumatera Selatan Tahun 2008 * Semifinalis Cerdas Cermat UUD dan Tap. MPR

Pertukaran Pelajar Saling Mengenal Budaya KEWAJIBAN utama setiap siswa adalah belajar. Sistem belajar-mengajar di negara kita umumnya mempelajari kebudayaan negara kita sendiri. Nah, saat ini kita kenal dengan program tahunan yang dicanangkan pemerintah buat para siswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik, but juga dibutuhkan siswa yang memiliki pengetahuan tentang budaya sendiri. Yups, kali ini Lepass akan ngebahas mengenai program pertukaran pelajar. Sebenarnya apa sih pertukaran pelajar? And, apa ya manfaat yang didapatkan oleh siswa selama mengikuti kegiatan itu? Buat Abu-abuers yang penasaran, kali ini Lepass menerjunkan tiga pasukannya. They are Ade Dwi Febrianty, M. Efran Sepriansyah, and tak ketinggalan Wismoyo Arismunandar. So, don’t go anywhere and check this out!

5

PERTUKARAN pelajar merupakan program yang bertujuan untuk belajar mengenal kebudayaan dan kebiasaan yang dilakukan di negara lain. Beberapa negara yang sering dituju pada program ini yaitu Amerika and Jepang. Program ini punya kriteria melalui seleksi-seleksi yaitu seleksi berkas, tes tertulis, wawancara and also kemampuan intelektual serta kemampuan berbahasa Inggris. After that, siswa juga dituntut memiliki pengetahuan tentang budaya negeri sendiri untuk mengenalkannya di luar negeri. Program ini umumnya diikuti oleh kelas X SMA. Peserta pertukaran pelajar mendapatkan chance belajar selama sembilan bulan di Amerika or di Jepang hanya dua Minggu. Program ini digunakan sebagai media pembauran kebudayaan. “Peserta per-

tukaran pelajar akan membawa kebudayaan Indonesia, tidak hanya itu pelajar juga mendapat kebudayaan dari negara yang akan ditinggalinya,” ujar Nur’aini, MPd, Wakil Kepala Humas SMA Plus Negeri 17 Palembang. Pada umumnya kegiatan yang dijalani para siswa pertukaran pelajar sama saja dengan aktivitas yang biasanya abu-abuers lakuin sehari-hari. But, hanya saja di negara tersebut, kita akan mendapatkan keluarga angkat and wawasan yang luas tentang kebudayaan negara yang kita tinggali. You must know kalo para peserta pertukaran pelajar ini bakalan telat tamat sekolahnya and mengulang kembali ke kelas yang ditinggalkannya. “Peserta yang mengikuti program ini akan kembali lagi ke kelas semula, karena di

luar negeri materi yang dipelajari mereka tidak sama dengan kurikulum yang diajarkan di sekolahnya,” tambahnya. Setiap Tahun PROGRAM tahunan ini sendiri diikuti oleh berbagai abu-abuers di wilayah kota Palembang, luar kota, daerah, bahkan dari negara tetangga pun juga turut mengirimkan berkas untuk mengikuti seleksi kegiatan ini. Pelajar Indonesia yang mengikuti pertukaran pelajar ini merasakan berbagai kesulitan beradaptasi dengan kebudayaan negara tujuan mereka. Coz, salah satunya perbedaan kebiasaan negara kita dengan negara lain-nya. But, mereka bisa berbaur dengan aktif mengikuti kegiatan ekskul di sana. “Pengalaman yang saya rasakan pada saat berada disana, seperti mengikuti Cheerleaders versi negara amerika. Saya juga merasakan perbedaan dengan cheerleaders yang ada dinegara indonesia”, Ungkap Dinda Dwita Puspasari, siswi SMA Plus Negeri 17 Palembang yang mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika selama sembilan bulan. Sepulang ke Indonesia, ternyata para peserta program pertukaran pelajar membawa oleh-oleh berupa pengalaman yang bisa sibagi ke abu-abuers di In-

donesia. “Yups, perbedaan seperti inilah yang seharusnya memang ada. Coz, pelajar asal indonesia bisa belajar terhadap perbedaan negara lain yang bisa dibawa ke negara Indonesia untuk disebarkan ke abuabuers lain yang ada di Indonesia,” tambah Dinda dengan lugas. Nowadays, di setiap tahunnya peminat program ini semakin meningkat.

Coz, kita bisa menentukan pilihan seperti program beasiswa ke Jepang selama dua minggu or program exchange student ke Amerika selama sembilan bulan dengan 80% biaya pribadi. Hal ini mengundang ketertarikan dari Tyas Wisnu Hendarawan untuk mengikuti program ini. “Aku tertarik mengikuti program exchange student, coz aku bisa memperluas

budayaan and bisa dijadikan sebagai referensi. Sebagai generasi baru, abu-abuers bangga dengan kebudayaan yang dimiliki. Belajar kebudayaan negara lain dapat melalui pertukaran pelajar yang menjadi titik tolak ukur kita terhadap kebudayaan yang kita miliki. Buat Lepass-mania, tetep stay tune on Lepass yang always be the best page ini ya!

IST

Siswa yang sedang menjalani program pertukaran pelajar di Amerika Serikat.

Bikin B angga Bangga

Penuh Prestasi

By: Lara Nika Anjani BANYAK banget program pemerintah yang makin memotivasi para pelajar biar terus semangat untuk meraih prestasi setinggi mungkin. Such as , pemberian beasiswa, jalur PMPA, bahkan kegiatan pertukaran pelajar keluar negeri. Adanya program pertukaran pelajar ini juga ngebuktiin bahwa pelajar Indonesia nggak kalah hebatnya sama pelajar diluar negeri. Wah, nggak kebayang betapa bangganya orang tua kita dengan semua prestasi yang udah kita raih tersebut. Apalagi kegiatan tersebut juga turut mengharumkan nama bangsa kita di negeri orang. Selain bikin bangga orangtua, pastinya guru, teman, dan orang-orang terkasih disekitar kita bakal turut ngerasain bahagia serta bangga sama prestasi yang udah kita ukir tersebut. Makin berasa nikmatnya kalo pada akhirnya prestasi kita tersebut bisa memotivasi teman-teman kita lainnya. Alhamdulillah, nggak henti-hentinya rasa syukur aku haturkan pada Allah SWT, with all of my gratefulness to my whole life family, brethrens and all kiths . Terima kasih untuk doa dan semangatnya. TK Pembina II Palembang, SD Negeri 89 Palembang, SMP Negeri 15 Palembang, dan SMA PGRI 2 Palembang. Especially, Harian Umum Sriwijaya Post, Lepass angkatan 1-15, dan Lepass angkatan 16 yang pastinya udah ngebimbing dan ngebagi ilmunya buat aku dan teman-teman Lepass 17 lainnya. For my second family, Lepass 17, keep on our minds to be step a head from the formers. Buat Lepass-mania, nyok pantengin terus Lembaran Pelajar Sumatera Selatan ini ya! (Follow me @laranikaanjani)

dunia pengetahuanku dengan melihat sumbernya secara langsung,” terang siswa yang beralmamater SMA LTI IGM Palembang ini. Dari Lepass: KEBANGGAAN pada negara kita sendiri ada di tangan kita sebagai generasi penerus, but belajar kebudayaan negara lain juga dapat menambah pengetahuan kita tentang ke-

Tiftani Ayu Rosalina SMA Xaverius 1 Palembang Bisa tau tentang kebudayaan diluar dari Indonesia emang menarik banget. Nggak hanya memperluas pergaulan, ajang bergengsi seperti pertukaran pelajar ini pun bisa menambah daftar prestasi yang kita miliki.(key)

SRIPO/LEPASS

Para Anggota Kaskus Regional Palembang berfoto bersama

Berawal dari Dunia Cyber

BERAWAL dari sharing dan saling menukar informasi di dunia cyber melalui forum komunitas maya terbesar di Indonesia (www.kaskus.us), maka Kaskuser Regional Palembang pun mulai mencoba berkiprah di dunia nyata sejak tahun 2008. Kaskus Regional Palembang ini mulai berdiri pada Mei 2003 dan telah mempunyai anggota sebanyak kurang lebih 2.000 member yang aktif dalam kegiatan online, dan sekitar 200 member yang aktif pula dalam kegiatan offline. Nggak hanya pelajar or mahasiswa saja yang menjadi anggota Kaskus Regional Palembang ini, ternyata yang sudah bekerja juga turut meramaikan komunitas yang terkenal dengan thread -nya yang bernama Rumah Limas dan beberapa thread lain yang turut pula meramaikan Regional Palembang. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan oleh Kaskuser Regional Palembang ini se-

perti buka bersama, bakti sosial, donor darah, juga beberapa kegiatan olahraga lainnya dan akhirnya kegiatan-kegiatan tersebut menjadi rutinitas. And then, ternyata tahun ini juga bakal ada kegiatan besar yg akan dilakukan, yaitu kejuaraan turnamen bowling nasional.

“Gampang-gampang susah me- manage mereka di dunia maya maupun dunia nyata sehingga mereka nggak hanya eksis di dunia maya, tetapi ada juga kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di dunia nyata,” tutur Bambang Irawan yang akrab disapa Benk Benk selaku Regional Leader.(fal/yuu)

Hallo ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Teater Prajurit Perempuan BANYAK banget cara buat abu-abuers dalam mengeksplorasikan bakat and skill yang ada. One of all is Teater, kali ini abu-abuers bakalan nyaksiin aksi teman kita dari SMA Negeri 15 Palembang dengan kelompok teaternya yang bernama Tubun, bakalan ngadain pertunjukan teater dengan tema “Prajurit Perempuan” karya Imran Supriyadi. Event yang diketuai oleh Yondi Aoudyto ini akan digeber pada Sabtu-Minggu (23-24/04), pukul 14.0016.00 WIB di Graha Budaya, Jakabaring. Nah, buat abu-abuers yang hobby and cinta banget sama teater, buruan pesen tiketnya or langsung aja ke contact person-nya di 081368083648 Yondi.(alf/zti)

Natasia SMA Negeri 17 Palembang Walaupun mengikuti ajang pertukaran pelajar ini melalui sederet proses seleksi yang panjang, but hasil yang kita dapatkan sepedan dengan pengalaman yang nggak ternilai harganya.(nad)

Lembaran Pelajar Sumatera Selatan Selamat menempuh hidup baru buat Kak Zaki dan Kak Irma. Mudah-mudahan jadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah. Amin Erichenko Carlous ngikut ahh...buat Lepass XVII, smoga makin kompak yaa..jangan lupa undang kita2 kalo ada buka bersama..*lebaran masi jauh* :) Afrilia Linra from : afrilia to : mb’fitria, yuk reni, mb’wiwid, kiki dan riri “you are my BEST FRIEND FOREVER and keep istiqomah” Trie Cunonk Barbaar Nurhayati Buat semua kk2 kelas XII Smanpoel, slamat menempuh UN, semoga semuanya lulus, amiin.. Ga lupa anak2 El Xavity, salam ‘dianya’ aja deh, buat crew lepass, suksess trus ya :)


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Bomber Cirebon Kakak Artis „ dari halaman 1 hammad Fatoni. “Imam Aji, anak nomor tujuh itulah yang pemain sinetron,” kata Supandi. “Juga bintang iklan telepon seluler.” Menurut dia, tetangga sekitar rumahnya mengenal Syarif sebagai sosok yang sering marah kepada keluarganya. Dia bersama ibu dan saudara-saudaranya tinggal di Pekalipan sejak 1999. Ayahnya, Gofur (60 tahun), tak tinggal di rumah itu karena sudah bercerai dengan ibunya, Ratu Srimulat (56). “Selain suka marah, Syarif mudah terpengaruh dan agak lemah pikir,” kata Supandi. Tiga Warga Menurut Kapolri Jendral Timur Pradopo di Mapolresta Cirebon, pemuda bernama Muhammad Syarif itu diperkirakan berusia 20-24 tahun, tinggi badan 170 cm. Sedangkan alamatnya menunjuk ke RT 03 RW 06 Astana Garib Utara, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Suparni Parto, mengatakan pada Jumat malam, ada tiga warga Kota Cirebon yang mendatangi Mapolres Kota Cirebon. Tiga warga itu melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya. Ketiganya pun mengaku, bahwa anggota keluarga yang hilang mirip seperti wajah korban tewas dalam insiden bom bunuh diri di masjid Polres Kota Cirebon. Ketiga warga itu, Sabtu pagi langsung dibawa ke Jakarta. Tujuannya untuk menjalani pemeriksaan DNA, guna mencocokkan DNA korban tewas yang diduga kuat sebagai pelaku. Belakangan disebut-sebut ketiga warga itu adalah keluarga MS (Muhammad Syarif), warga RT 03 RW 06 Astana Garib Utara, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Wajah MS dinilai memiliki kemiripan

Laskar Wong Kito Agresif „ dari halaman 1 4). Di sinilah Gumbs cs akan diuji untuk mempertahankan peringkat lima sekaligus mencari peluang masuk tiga besar Klasemen LSI. Bagi pelatih Ivan Kolev, kemenangan lawan Bontang FC merupakan modal bagi anak asuhnya untuk melawat ke kandang Persib Bandung. Ia tahu tim asal Bandung itu juga dalam tren menanjak dan dalam motivasi tinggi untuk memenangkan setiap sisa pertandingan. Tentunya menjadi perjuangan berat baginya untuk meraup poin penuh. “Karena saya menargetkan kemenangan dalam setiap pertandingan. Tentunya, kami memiliki waktu yang relatif singkat untuk melakukan persiapan, tetapi saya akan berusaha keras untuk mendapatkan poin dalam setiap game termasuk lawan Persib,” jelas Kolev. Dalam pertandingan ini, SFC tampil agresif dengan variasi serangan dari lini tengah, sayap dan umpan-

The Stone Merendah „ dari halaman 1 besar tidak membuktikan apa-apa. Yang penting di atas ring. Saya cuma berpikir untuk memenangkan pertarungan. Itu saja,” tegas anak kelima dari enam bersaudara ini. Sedikit berbeda, Pelatih Daud, Damianus Yordan, mengungkap sikap optimisme terhadap anak asuhnya di pertandingan hari ini. Namun Damianus juga menyatakan rasa hormatnya terhadap Chris yang belum pernah kalah dalam 44 pertandingan. Sesuai dengan budaya Indonesia, Damianus pun berusaha menjaga perasaan Chris yang juga didampingi pelatihnya Craig Christian. “Tapi yakinkanlah, besok (hari ini-red), juara dunia baru akan lahir,” kata Damianus di tempat yang sama.

dengan wajah pelaku bom bunuh diri yang dilansir kepolisian. Nama Muhamad Syarif juga muncul setelah sebuah SIM C atas nama Muhammad Syarif ditemukan di lokasi tewasnya anggota TNI Kopral Kepala Sutejo, awal April lalu. SIM tersebut ditemukan persis di dasar selokan tempat ditemukannya jasad Sutejo. Namun sesaat setelah kejadian pembunuhan itu, MS menghilang entah kemana. Pihak keluarga mengatakan bahwa MS berpamitan untuk bekerja ke luar kota. Suparni Parto menyatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan Intelijen memang mengarah kepada Muchamad Syarif (MS) sebagai pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolsek Cirebon. Hal itu dikemukakan Kapolda Jabar di Markas Polres Kota Cirebon, Sabtu (17/4). “Ya ke sana (Muchamad Syarif), hanya kita tetap harus menunggu hasil DNA baru bisa mengetahui lebih jelasnya. Kami tidak mau hanya menduga,” kata Kapolda. Hingga saat ini, dua orang dari keluarga Syarif yaitu ibu dan adiknya sudah diminta sampel darahnya, serta dibawa ke Jakarta guna pemeriksaan tes DNA. “Mudah-mudahan besok pagi, dalam waktu 24 jam.

Sehingga kita yakin hasil dari DNA itu seratus persen MS (Muchamad Syarif),” tegas Suparni Parto. Disebutkan Suparni, keluarga MS masih ada di Cirebon. Dan saat ini sudah diambil sampel darahnya dan mereka sudah dibawa ke Jakarta. Sedangkan istri Syarif, Sri Maliha yang berada di Majalengka belum dimintai keterangannya sebagai saksi karena tengah hamil 9 bulan. Jarang Bergaul Kemiripan Muhammad Syarif dengan wajah pelaku yang dilansir kepolisian diakui Ketua RT 03, Supandi. Pria berambut penuh uban, itu mengatakan, wajah Muhammad Syarif benar-benar mirip. “Muhammad Syarif itu orangnya tinggi, kurus, berkulit putih dan rambut agak bergelombang. Tingginya ya sekitar 170 sentimeter,” ujar Supandi, saat ditemui di depan rumah Muhammad Syarif, kemarin. Supandi mengatakan, dirinya tidak tahu di mana keberadaan Muhammad Syarif saat ini. Sebab pemuda beristrikan warga Majalengka, itu jarang terlihat. “Dia orangnya memang tertutup. Jarang gaul dan keluar rumah. Bahkan jika kita berpapasan di jalan pun, dia tak pernah menyapa,” kata Supandi. Supandi mengatakan, ke-

luarga Muhammad Syarif merupakan pendatang yang sudah bermukim lama di RT 03 RW 06 Astana Garib Utara. Keluarga tersebut pindahan dari Majalengka sejak 1990-an. Muhammad Syarif bersekolah di Cirebon dari SD hingga SMA. Namun karena tertutup, tak ada tetangga ataupun anak muda yang mengenali dengan akrab sosok MS. Berbeda dengan Muhammad Syarif yang tertutup dan jarang gaul, ibunya, Sri Mulat (55) tergolong terbuka. Ibu delapan anak itu pun bertetangga baik dengan warga sekitar. Menurut Supandi, rumah Muhammad Syarif di Astana Garib Utara merupakan rumah yang hanya ditinggali ibu dan adik bungsu Sarip. Mereka tinggal berdua karena anak-anak yang lain sudah berumah tangga. Ibunda M Syarif sudah lama menjanda. Hampir 15 tahun ditinggal suami entah ke mana. Untuk menghidupi delapan anaknya, dia berprofesi sebagai penjual kue tapel di Pasar Kanoman. “Ibunya jualan kua Tapel. Kue dari ketan ditaburi pisang. Itu kue khas Cirebon,” kata Supandi. Namun sejak Jumat malam, ibu dan adik bungsu MS pergi dibawa sejumlah orang tak dikenal. (tribunnews/roh/ dic/gan)

Cirus Tersenyum Ditahan Halomoan Tambunan di Bareskrim Polri tahun 2009 . Pada Jumat (15/4) lalu, penyidik menahan sementara Cirus dalam waktu 1 X 24 jam dengan mengeluarkan surat perintah penangkapan. Cirus diwajibkan menginap di ruang kerja penyidik. Pemeriksaan dilanjutkan Sabtu siang dengan membawa Cirus ke rumah kontrakannya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, untuk mengambil sejumlah dokumen.

Penyidik Bareskrim Polri membawa tersangka jaksa Cirus Sinaga ke rumah kontrakannya di daerah Petukangan, Jakarta Selatan untuk mengambil sejumlah dokumen pribadi. Parlindungan Sinaga, penasihat hukum Cirus, mengatakan, Cirus ingin mengambil dokumen daftar harta kekayaan dan daftar riwayat hidup. Langkah itu terkait pertanyaan yang diajukan penyidik saat pemeriksaan semalam. “Tadi malam Cirus ditanya soal harta. Waktu dikasih untuk koreksi, saya bilang jawaban harus jelas tahun pembelian harta supaya jangan dikira sekaligus dibeli. Makanya diambil dokumen LHKPN (laporan

harta kekayaan pejabat negara),” terang Parlindungan di Mabes Polri, Sabtu. Setelah itu, kata Parlindungan, Cirus akan kembali diperiksa. Kemarin, Cirus baru menjawab 20 pertanyaan. Setelah itu, penyidik melakukan penangkapan untuk menahan sementara dalam waktu 1 x 24 jam. Akhirnya, Cirus harus bermalam di ruang penyidik Bareskrim Polri. Seperti diberitakan, Cirus dijerat dua perkara, yakni dugaan pemalsuan dokumen rencana penuntutan bersama Haposan Hutagalung serta dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus Gayus Halomoan Tambunan di Bareskrim Polri tahun 2009. (tribunnews)

umpan pendek di kotak penalti lawan. Seseskali Lim ataupun Ponaryo mengirim krosing-krosing atau umpan terbosan matang untuk gelandang Oktovianus dan Kayamba yang rajin menyisir sisi kanan kiri lapangan. Secara bergantian, baik M Ridwan maupun Supardi naik membantu serangan. Sejak kick off, SFC terus menekan dan mendapatkan beberapa peluang, memasuki menit ke-13, SFC unggul melalui Budi Sudarsono. Bermula dari serangan balik nan cepat, Oktovianus membawa bola dari sisi kanan lapangan dan mengirim krosing kepada Kayamba. Bola sempat dikontrol kemudian diberikan kepada Jajang yang kemudian memantulkan bola kepada Budigol. Sekali sentuh pemain asal Kediri ini sukses menjebol gawang Ade Mochtar. Usai gol itu, SFC menurunkan serangan, kesempatan ini dimanfaatkan Bontang FC untuk melancarkan serangan balasan. Bahkan Emile Mbamba sempat terpancing bermain keras sehingga menerima kartu kuning. Bontang terus menaikan tempo permainan dan menekan, Kenji ak-

hirnya menyamakan kedudukan lewat tandukannya untuk menundukkan kiper SFC Ferry Rotinsulu di menit ke-19. Tuan rumah terperangah dengan gol balasan itu dan mereka pun segera memperbaiki permainan. Serangan dibangun secara cepat, Budi yang mendapatkan bola memasuki kotak penalti dan melakukan shotting keras, namun ditepis Ade, bola terjatuh tepat di depan Jajang. Dengan cepat, mantan penyerang Pelita ini menguasai bola dan dengan dingin merobek gawang Bontang untuk gol kedua SFC. Usai gol kedua, Laskar Wong Kito terus mendominasi. Memasuki menit 34, pergantian pemain dilakukan Bontang dengan menarik Handi digantikan Aidin untuk menyegarkan lini belakang. Namun kedudukan 2-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua tidak ada pergantian pemain dilakukan kedua tim. Sriwijaya FC terus menekan untuk menambah keunggulan. Bahkan Kayamba mendapatkan peluang, namun tendangannya masih melambung di atas mistar. Tepat pada menit ke55, SFC akhirnya meng-

gandakan keunggulan, gelandang Ponaryo Astaman menuntaskan umpan matang Kayamba untuk membuat SFC unggul 3-1. Unggul 3-1 tidak membuat SFC mengendurkan serangan, sebab Oktovianus Maniani kembali membobol gawang Bontang di menit ke59. Sementara itu Kolev menarik Jajang Mulyana yang cedera dan digantikan Korinus Fingkrew. Sementara itu pergantian pemain dilakukan Bontang FC dengan memasukkan Eka Hera, sementara itu SFC memasukkan Arif menggantikan Okto. Kemudian menarik keluar Thierry yang kram dan memasukkan Ahmad Jufriyanto. Pertahanan SFC pun tetap stabil, namun pada menit 81 Ferry mendapatkan kartu kuning karena dianggap wasit Okky Dwi Putra karena sengaja menahan bola. Sementara itu, Bontang juga berani bermain terbuka dan beberapa kali mendapatkan peluang melalui Kenji, namun berhasil digagalkan Ferry. Begitu juga dengan SFC kembali mendapatkan peluang melalui Korinus sayang tendangannya diblok Ade Mochtar. Hingga laga berakhir skor bertahan 4-1 untuk tuan rumah.(ndr)

Duel Seru Terlepas target dalam pertarungan, Chris dan Daud sama-sama menyatakan kesiapannya menjalani pertarungan yang akan diselingi dengan partai eksebisi selebriti antara Raffi Ahmad vs Mario Lawata dan Didi Riyadi vs Samuel Rizal itu. Bagi Chris, kemenangan dalam pertarungan ini akan menjadi keberhasilannya mempertahankan gelar untuk yang ke-14 kali. Sementara Daud akan menjadi juara dunia baru jika berhasil mengungguli Chris. “Saya secara pribadi sudah siap bertarung besok (hari ini). Cita-cita yang saya impikan dari kecil sudah terbentang di depan mata. Saya tidak akan menyia-nyiakannya,” kata petinju kebangaan Kalimantan Barat ini. “Saya tidak berpikir masalah KO. Chris John petinju yang sangat baik. Tapi di atas ring, selalu ada kesempatan, kita lihat saja besok (hari ini),” tambahnya. Chris mengatakan hing-

ga kemarin, persiapannya menghadapi Daud berjalan lancar. Karenanya dia pun berharap bisa bertanding dengan baik. “Persiapan sangat baik dan fokus sekali. Intinya saya cukup percaya diri untuk pertandingan besok (hari ini). Poinnya pertandingan akan sangat seru,” kata The Dragon. Sejarah Baru Promotor Internasional Raja Sapta Oktohari mengaku tangannya masih berkeringat karena merasa gugup jelang pertandingan antara Chris melawan Daud. Raja mengaku tidak tahu apakah Chris mampu mempertahankan gelarnya untuk ke-14 kali, ataukah Daud keluar sebagai juara dunia baru. “Dengan alasan tersebut kami menamakan pertandingan besok itu adalah Moment Of Truth,” ungkap Raja. Menurutnya, pertarungan antara Chris dan Daud akan menjadi sejarah baru Indonesia. Dia mengaku banyak orang bertanya ke-

napa dua anak bangsa ini diadu. Raja mengatakan pertandingan antara Chris dan Daud adalah bagian perencanaan yang terpanjang. Terlepas dari itu, Raja memang menginginkan agar gelar juara dunia Super WBA tetap di tangan petinju Indonesia. “Siapa pun yang menang besok dia adalah putra Merah Putih,” tegasnya. Lebih lanjut, sejarah baru Indonesia bukan hanya ditoreh lewat perebutan gelar juara dunia Super WBA antara Chris dan Daud. Haryo Yuniarto, perwakilan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), mengatakan di luar dugaan pertandingan Chris dan Daud membuat perusahaan asuransi Bumiputera 1912 mau meng-cover asuransi kedua petinju tersebut. Ini merupakan pertama kalinya perusahaan asuransi mau meng-cover olahraga keras seperti tinju. “Biasanya promotor yang menjamin dengan memberikan deposit,” kata Haryo. (Tribunnews/mun)

„ dari halaman 1

7

“Mimpi Itu Terlalu Menakutkan” IBUNDA Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Cirebon AKBP Herukoco, Parjan (69) mengaku tidak memiliki firasat apapun terkait musibah yang dialami putra sulungnya. Karena itu, begitu mendapat kabar anaknya terluka akibat terkena serpihan bom bunuh diri, Parjan langsung kaget dan syok. Ibu tiga putra itu pun langsung meluncur dari Jakarta ke Cirebon menjenguk Herukoco, dan tiba pada Jumat (15/4) malam. Sabtu (16/4) pagi, perempuan berkerudung, itu langsung mendatangi RS Pertamina, tempat Herukoco menjalani perawatan. “Tidak ada firasat sama sekali. Semua biasa-biasa saja,” kata Parjan, yang tinggal di Jakarta, saat ditemui di RS Pertamina Cirebon, Sabtu (16/4) pagi. Meski demikian, Parjan mengatakan dirinya sempat mengalami mimpi buruk sehari sebelum kejadian bom bunuh diri di kantor anaknya. Mimpi tersebut begitu menakutkan, sehingga Parjan tak kuasa menceritakan kembali mimpinya kepada orang lain. “Enggak ah, saya gak mau cerita. Terlalu menakutkan,” kata Parjan, saat diminta menceritakan mimpi tersebut. Belakangan Parjan baru paham jika mimpi buruk itu adalah pertanda bahwa putra sulungnya akan mengalami kecelakaan parah. Tubuh Herukoco dipenuhi partikel serpihan bom hingga harus menjalani operasi. Parjan mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar terlukanya Herukoco pada

Jumat sekitar pukul 14.30. Saat itu, Parjan sedang mengikuti pengajian, dan ada saudaranya yang menjemput. Dari saudaranya itulah kabar Herukoco menjadi korban bom bunuh diri diperoleh. Mendapat kabar seperti itu, Parjan pun langsung bergegas berangkat menuju Cirebon. Dengan menaiki kereta api, Parjan tiba di Cirebon Jumat malam sekitar pukul 23.00. Malam itu juga, Parjan langsung mendatangi RS Pertamina tempat Herukoco dirawat. Namun karena kondisi Herukoco belum sadar pascaoperasi, Parjan pun langsung meninggalkan rumah sakit dan menginap di rumah dinas Herukoco. Barulah Sabtu pagi, Parjan kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi putra sulungnya. Menurut Parjan, semenjak bertugas di Cirebon, Herukoco tergolong jarang pulang ke rumah. Herukoco biasanya menyempatkan pulang jika ada tugas di Jakarta atau Bandung. “Biasanya, pulang tiap satu bulan sekali. Saya juga kaget banget, mengetahui anak saya terluka seperti itu,” kata dia. Ketika ditanya, apakah Parjan mengutuk aksi yang dilakukan pelaku pemboman, dia hanya menjawab singkat, “Saya tidak mengutuk pelaku pengebom tersebut.” Komentar berbeda dilayangkan istri Kabag Sumda Kompol Suhadi, Lishadi. Dia menyayangkan sekali perbuatan pelaku karena dilakukan di dalam masjid di mana orang akan melaksanakan Salat Jumat. “Saya sangat menya-

yangkan perbuatan pelaku, saya mengutuk perbuatan pelaku, karena yang dilakukannya tidak benar,” kata Lishadi. Herukoco merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Di antara anggota keluarga, dia satu-satunya yang menjadi anggota kepolisian. Herukoco tergolong baru bertugas di Polres Kota Cirebon. Pria berbadan tinggi langsing itu baru bertugas di Cirebon pada pertengahan Agustus 2010. Herukoco menggantikan posisi AKBP Ary Laksmana Wijaya yang berpindah ke Mabes Polri. Sebelum bertugas di Cirebon, Herukoco bertugas di Satlantas Polda Jawa Barat. Sebelumnya dia juga sempat bertugas di Jakarta Utara. Herukoco menjadi satu dari 30 korban luka akibat bom bunuh diri di Masjid Az-Zikro Kompleks Polres Kota Cirebon, Jumat (15/4) siang. Bom meledak pukul 12.20, pada saat orang hendak menjanakan Salat Jumat. Satu orang tewas yang diduga sebagai pelaku. Kondisi Herukoco kini sudah agak membaik, meskipun serpihan bom bunuh diri masih bersarang di tubunya. Padahal sebelumnya, Herukoco sempat dioperasi guna diambil serpihan bom tersebut. “Masih ada beberapa serpihan yang bersarang di tubuhnya. Tapi secara umum kondisinya baik-baik saja dan sudah bisa diajak bicara,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Suparni Parto, saat menjenguk Herukoco di RS Pertamina Cirebon, Sabtu (16/ 4) pagi. (tribunnews/roh)

Mata Merah dan Merah Mata

Kalidoni. Yang ada cuma nama jalan Mata Merah. Kecamatan yang sebelumnya adalah Kecamatan Ilir Timur II itu, setelah dimekarkan diberi nama Kecamatan Kalidoni membawahi lima kelurahan, yakni : Kalidoni, Sungai Selincah, Bukit Sangkal, Sungai Selayur dan Sungai Lais. Nah di sekitar inilah adanya “kampung” Mata Merah dan Merah Mata” (ataukah) ternyata kedua daerah itu masuk wilayah Banyuasin? Tapi menurut peta wilayahnya, Mata Merah masih termasuk wilayah kota Palembang, karena secara administratif penduduknya memegang KTP dan KK dari Kecamatan Kalidoni. Dan sekarang ini sudah dibangun pula perumahan penduduk yang berstatus “Sederhana” di sana sudah ada SMP Negeri dan SMA

Negeri. Sedangkan Merah Mata masuk wilayah Kabupaten Banyuasin, kecamatan Talang Kelapa. Konon kabarnya wilayah Merah Mata masuk dalam “kelurahan/ desa/kampung Kenten Laut. Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada juga penduduk yang memegang KTP Kota Palembang, hal itu karena untuk mengurus KTP dari Kecamatan Talang Kelapa mereka harus keluar dari Palembang, lalu “mudik” lagi ke Sukajadi Ibukota Kecamatan Talang Kelapa, repot bukan? Harap dimaklumi jikalau apa yang saya ungkapkan di sini ada yang keliru, wajar saya manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan keliru, boleh kok Anda memperbaiki keliru-keliruku itu. Sebab keliruku kelirumu juga, dan keliru kita semua.

penggandaan soal, distribusi soal dan terakhir menjawab soal. Ketiga tahapan ini sangat menentukan, jika satu saja ada kendala, maka bisa berdampak buruk pada pelaksanaan UN. “Karenaya kita mengimbau agar panitia bekerja semaksimal mungkin dengan penuh tanggung jawab. Demikian juga dengan Disdik Sumsel, kita harap hak-hak

panitia dan sejumlah tenaga yang terlibat agar dipenuhi supaya semangat,” ujar Bihaqqi, kemudian mengatakan, pihaknya akan turut memantau pelaksanaan UN minimal di beberapa daerah. “Rencananyan Selasa (19/ 4) kita akan turun langsung. Sebagian di Palembang, sebagian lagi ke Ogan Ilir,” imbuhnya. (mg1)

„ dari halaman 1 ngai Lais, Sungai Batang, Sungai Selayur dan sebagainya. Nah, di daerah sekitar Sungai Selayur ada kampung yang tergolong baru dan entah dari mana asal mu’asalnya diberi nama “Mata Merah” lalu agak masuk ke dalam sekitar 2 kilo meter, ada lagi kampung susulan, karena mungkin tempatnya tidak begitu jauh, maka diberi nama “Merah Mata”. Ternyata kedua kampung yang bernama “mata-mata” itu tidak terdaftar dalam jajaran kampung atau kelurahan resmi (definitif) di Kecamatan

1 SSK Polisi Kawal UN „ dari halaman 1 dir dalam pelepasan rombongan distribusi soal. Menurut dia, satu tahap krusial sudah terlewati dengan baik, dan kini tahap kedua. Tahapan krusial dimaksud, yaitu

+ foto---

Sisa Laga Putaran II SFC 1. 22 April Persib vs SFC 2. 25 Mei SFC vs Persija 3. 1 Juni SFC vs PSPS 4. 5 Juni Persiba vs SFC 5. 11 Juni Persijap vs SFC 6. 16 Juni SFC vs Deltras 7. 19 SFC vs Persela Sumber:PT Liga/AFC judul dibuat seperti pullout--


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

8

Setengah Jam Dua Nyawa Melayang ■ Desi Dilindas Dump Truk ■ Sahidan Digilas Innova PALEMBANG, SRIPO — Dua kecelakaan maut menewaskan dua korban terjadi pada Jumat (15/4) malam. Desi Febrianti (29) tewas ditabrak dump truk di jalan raya Palembang-Betung, kawasan Desa Sukamaju Banyuasin sekitar pukul 20.00. Setengah jam kemudian, atau sekitar pukul 20.30, Sahidan Jauhari (40) juga tewas kecelakaan di simpang Sekip, Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Bapak korban, Karim (50) mengatakan, dia bersama anaknya berangkat dari rumah di Jalan Gersik Gg Bakung RT 20 Sekip Bendung, mengendarai motor hendak ke rumah kakaknya di Pangkalanbalai. “Kami tidak ngebut, karena suasana sudah malam. Ada motor di depan kami,” kata Karim yang masih shock atas kepergian putrinya. Saat mereka melintas di kawasan Desa Sukamaju, motor mereka menyenggol motor yang berada di depannya. Karena hilang keseimbangan motor ro-

boh dan keduanya terjatuh. Saat Desi belum sempat bergerak ke pinggir jalan, dari arah belakang datang dump truk melindas Desi. Dump truk ini langsung kabur. “Aku sempat teriak minta tolong, tapi truk itu keburuh lari, dan warga baru datang menolong,” ujar Karim sambil menangis. Desi dalam kondisi sekarat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi keburu meninggal dalam perjalanan. Desi luka robek kaki kanan dan robek kepala. Jenazah korban sempat dievakuasi ke Kamar Mayat RSMH Palembang untuk visum, sebelum dibawa oleh keluarga ke Muarakuang untuk dimakamkan. Dilindas Innova Kecelakaan maut juga dialami Sahidan Jauhari (40) hingga tewas. Korban yang tinggal di Jl Ki Marogan Lr Langgar Kertapati ini dilindas oleh Innova BG 1388 FU yang dikemudikan Irvansyah ketika melintas di simpang Sekip Jl Jenderal Sudirman Palembang, Jumat (15/4) sekitar pukul

SRIPO/MG14

VISUM — Jenazah Desi dibawa ke Kamar Mayat RSMH Palembang untuk divisum. Nampak petugas kamar mayat membersihkan jenazah Desi, Jumat (15/4).

20.30. Saat itu, korban mengendarai motor Vega R BG 5852 UM. Korban meluncur dari arah Sekip hendak masuk ke Jalan Jenderal Su-

Sampai Robek Kepala

■ Mahasiswi Korban Jambret

SRIPO/MG14

BAWA — Petugas RSMH Palembang membawa korban ke ruang tindakan bedah, Sabtu (16/4).

PALEMBANG, SRIPO — Alfitria Sari (18) dilarikan ke ruang tindakan bedah RSMH Palembang setelah terjatuh dari motornya saat mempertahankan tasnya dari aksi jambret saat melin-

tas di kawasan Jalan Mayor Zen depan Lr Yayasan I Kalidoni, Jumat (15/4) pukul 12.00. Korban mengalami luka robek di bagian kepala. Ny Dahliar (53) ibu korban ketika ditemui di

Tagih Hutang ”Dibayar” Bogem PALEMBANG, SRIPO — Lantaran hendak menagih hutang yang telah lama tak dibayar, Siti Tini (42) ditonjok Pipit dan Supri (30) di Jl Talang Jambe Kecamatan Sukarami, Sabtu (16/4) pukul 02.00. Hidung Ny Siti Tini (42) luka memar, begitu juga pelipis mata kirinya membiru setelah ditonjok oleh Pi dan Su (30) di kawasan Jalan Talang Jambe, Sukarame, Sabtu (16/4). Korban diserang, karena pelaku diduga tidak senang ditagih hutang Rp 10 juta oleh korban saat berada di tengah jalan. Karuan saja Ny Siti yang tinggal di Jl Talang Jambe RT 13 RW 04 Sukarami ini kalang kabut, karena diserang seketika oleh pelaku. Menurut korbab, Su yang tinggal di Jl Talang Betutu dekat SMPN 49 ini memiliki hutang Rp 10 juta kepa-

da dirinya. Hutang itu sudah lama dan belum juga dibayar oleh korban. “Awalnya aku bertemu Su dan Pi di jalan. Saat itu seketika aku menanyakan kepada Su kapan dia akan membayar hutangnya Rp 10 juta yang sudah lama itu,” kata Ny Siti. Merasa ditagih, pelaku diduga tidak senang terjadi perang mulut. Saat itu Ny Siti bermaksud meminta kunci motor Su sebagai jaminan untuk melunasi hutangnya. Tiba-tiba Pi mendekat dan menonjok muka hingga korban terjatuh. Pi kemudian memukul korban diikuti oleh Su yang menampar pipi korbab bagian kanan. Kasus penganiayaan ini dilaporkan korban ke Polsek Sukarami. “Laporan korban segera ditindaklanjuti,” kata Kapolsek Sukarami, Kompol Sugeng Hariyadi SIk. (mg18)

RSMH menuturkan, putrinya baru kuliah mengendarai motor Scoopy hendak pulang ke rumah. “Kata anak saya, dia merasa diikuti oleh dua orang pakai motor. Tetapi dia tidak merasa curiga karena biasa orang bermotor berada di belakang,” tuturnya. Saat berada di depan Lr Yayasan I, orang lelaki tak dikenal pakai motor itu langsung mempepet motor korban dari sebelah kanan dan berusaha merampas tas sandang yang diletakkan korban di bagian depan. Sempat terjadi tarik menarik tas antara korban dan pelaku, dan korban jatuh setelah pelaku mendorong motor korban. Pelaku berhasil menguasai tas korban dan langsung kabur. Tas korban yang dilarikan pelaku berisi uang Rp 150 ribu dan dua unit ponsel (HP). (mg14)

dirman mengarah ke RS RK Charitas Palembang. Karena motor yang dikendarainya menyenggol motor di depannya, korban pun terjatuh. Dari arah be-

karena mengalami benturan keras di kepala, korban akhirnya meninggal. Kapospol Laka Pakjo, Aiptu Supardi menyebutkan, jenazah korban diba-

wa ke Kamar Mayat RSMH Palembang, sedangkan sopir dan mobil Innova yang menabrak korban diamankan di Polresta Palembang. (mg14)

Kendaraan Pribadi Adu Kambing

■ Lima Korban Luka-luka MUARAENIM, SRIPO — Mobil pribadi jenis Daihatsu Taft BG 1889 AL dikemudikan Sumanto (25) asal Palembang, tabrakan adu kambing dengan Innova BG 1157 yang dikemudikan Irwansyah (25) warga Kompleks PLTU Bukit Asam Tanjungenim. Sedikitnya lima korban luka dalam kecelakan di jalan raya Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muareanim, Jumat (15/4) pukul 14.45. Irwansyah (25) supir Innova luka robek kepala dan patah tangan kanan, Sumanto (25) supir Taft sesak napas dan luka robek dagu dan bibir bawah serta luka tangan kanan. Kedua supir ini dilarikan ke RS Pertamina Prabumulih. Tiga korban lainnya adalah penumpang Innova

Diduga Sering Pesta Narkoba ■ Rumah Fik Digerbek PALEMBANG, SRIPO — Aparat Dit Narkoba Polda Sumsel menggerbek rumah Fik, Jumat (15/4) sekitar pukul 10.30. Petugas berhasil menemukan barang bukti empat paket kecil sabu, dua buah alat hisap, satu pirek serta jarum suntik. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk melalui Dir Narkoba Kombes Pol Teguh Prayitno mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, bahwa di rumah Fik itu tempat pesta narkoba. Informasi ini kemudian diselidiki beberapa hari. Dari hasil pengintaian, aparat mendeteksi rumah di Jl Slamet Riyadi RT 1 Kelurahan 5 Ilir Palembang itu diduga tempat pesta narkoba. Anggota Dit Narkoba Polda Sumsel kemudian

lakang meluncur Innova dikendarai Irvansyah warga Lebak Mulia Pahlawan langsung melindas korban. Korban sempat dilarikan ke RS RK Charitas, diduga

melakukan penyergapan. Saat digerbek, Fik berada di dalam kamar. Setelah digeledah, ditemukan empat paket kecil sabu seharga Rp 400 ribu, dua alat hisap (bong), pirek, serta jarum suntik. Fik digelandang ke Polda Sumsel. Malam harinya sekitar pukul 22.30, aparat Dit Narkoba Polda Sumsel membekuk Didi (22) juru parkir. Dia disergap saat berada di Lr Ki Doeng Jl Lingkar I Dempo Luar 15 Ilir Palembang. Dari tangannya diamankan satu paket sabu senilai Rp 200. Didi tinggal di Jl Lingkaran I Lr Sehati RT 09 Kelurahan 15 Ilir ini kemudian dibawa ke Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan. “Kasus sabu dengan dua tersangka ini dalam pengembangan,” kata Kombes Pol Teguh Prayitno. (mg10)

SRIPO/ARDANI

TABRAKAN — Dua kendaraan pribadi, Taft dan Innova tabrakan adu kambing di jalan raya Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Dangku, Muaraenim, Jumat (14/4) sekitar pukul 14.45.

yakni, Buryanto (48) karyawan PLN Palembang memar kaki kanan dan pelipis kiri dirawat di di RS Prabu-

mulih, Sudarto (53) karyawan PLN Palembang luka robek kepala, bibir dan kaki kiri lecet dirujuk ke RS

Charitas Palembang, Alhasbullah (35) karyawan PLN Palembang pendarahan hidung dan luka lecet kedua tangannya dirawat di RS Pertamina Prabumulih. Informasi yang dihimpun, mobil taft BG 1889 AL dikemudikan Sumanto datang dari Palembang mengarah ke Muaraenim. Saat jalan menikung ke kanan, diduga Sumanto tidak mengurangi kecepatan dan terlalu ke kanan. Secara bersamaan, dari arah berlawanan datang Innova dikemudikan Irwansyah, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari lagi. Kapolres Muaraenim, AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Lantas AKP Afri Irawan didampingi Kanitlaka Iptu Sutrisman mengatakan, barang bukti diamankan di Polsek Rambang Dangku guna proses lebih lanjut. (ari)

Murid SD Ditikam Siswa SMP PALEMBANG, SRIPO — Perut Adi (12) murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) seketika mengucurkan darah setelah ditikam oleh Nd, pelajar sebuah SMP. Aksi penikaman itu terjadi ketika Adi berada tidak jauh dari rumahnya di Jalan Kebun Gede, Kecamatan Ilir Timur I, Jumat (15/4) pukul 15.00. Adi pun dilarikan ke RSMH Palembang untuk diberikan pertolongan. Ketika ditemui di disela-sela

perawatannya, bocah berambut plontos ini hanya membisu karena menahan sakit di bagian perutnya. Korban mengaku, dia ditikam dengan senjata tajam oleh Nd saat bermain bersama beberapa temannya dan pelaku. Diduga karena selisih paham saat bermain itu, timbul cekcok mulut. Nd diduga tidak senang lalu mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menusuk pe-

rut korban satu kali. Korban pun menjerit histeris karena kesakitan saat perutnya mengucurkan darah segar. “Aku ditusuk pakai pisau oleh Nd. Gara-garanya aku juga tidak tahu sewaktu main bersama tanpa ada sebab dia marah dan menusuk aku,” ujar murid SD ini sambil manahan sakit. Setelah menjalani operasi, korban menjalani rawat inap. (mg14)


HALAMAN 9 SRIWIJAYA POST

MINGGU, 17 APRIL 2011 ODEL kendaraan yang dipenuhi tempelan stiker bukanlah tren baru. Namun sekarang hobi ini kian marak di Kota Palembang, baik kendaraan pribadi maupun perusahaan, baik gambargambar animal sampai boneka lucu. Bagi RA Dwi Febriani, kesukaan memasang stiker di bodi mobil adalah pilihan pribadi masing-masing. Namun sebenarnya putri pasangan RM Taufik Husni dan Sri Puji Astuti ini lebih suka menonjolkan warna-warna mentereng supaya tampak mencolok dan fresh ketika dilihat. “Untuk menarik perhatian orang, saya lebih bermain warna yang terang dan mencolok,” ucap pemilik mobil Honda Jazz kuning ini ketika dibincangi Sripo. Penyuka warna biru dan kuning ini mendeskripsikan mobil-mobil stiker memang terkesan ribet dan ramai. Ujungujungnya jika pemilik tidak memperhatikan kebersihan akan terkesan jorok. “Kalau kita bosan, kan sering dilepas. Kita harus pakai jasa servis khusus untuk membersihkan stikerstiker yang nempel di mobi. Salah-sa-

M

lah kendaraan kita tidak kinclong lagi,” katanya. Menurut Dwi, kondisi kendaraan sebetulnya menyimbolkan image pemiliknya. Bagi mereka yang hobi bereksprimen umumnya suka menghias mobil dengan aksesoris tertentu, entah stiker atau tambahan boneka di belakang, hingga pernak-pernik elektronik. Namun bagi mereka yang anti ribet, model tambahan aksesoris menjadi hal yang paling dijauhi. “Pribadi saya maunya yang simpel, tidak ribet,” katanya. Pengguna Jazz plat BG 1991 DF mengemukakan, lain halnya jika mobil itu milik perusahaan atau kendaraan operasional. Justru stiker mampu menunjukkan identitas. Semakin ramai tempelan maka semakin banyak orang yang tahu. Justru inilah dicari. (dewi handayani)

Polos Lebih Oke RA Dwi Febriani

DWI PROFILE : Nama TTL Alamat Orangtua Status Tinggi Badan Motto Hidup Warna Favorit Prestasi Fotografer

: : : : : : : : : :

RA Dwi Febriani Palembang, 26 Februari 1991 Jalan Demang IV Komplek Puri Demang Raya Blok Edelweis No 1 RM Taufik Husni,SH, MH dan Sri Puji Astuti Mahasiswi Fakultas Hukum Unsri Ekstension dan Pramugari Haji Garuda 160 sentimeter Aku Harus Sukses Kuning dan Biru Model G-Enterprice dan Finalis Indonesia Idol Palembang Zaini


10

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Modis, Elegan dan Ekspresif ■ Tren Stiker Mobil

M

ENEMPEL stiker pada bodi mobil, seperti seorang yang sedang mengekpresikan diri dan mencintai sebuah seni keindahan. Motif yang dipilih bisa jadi merupakan cerminan identitas, karakter, dan kepribadian sang pemilik mobil. Terlepas dari itu semua, memasang stiker pada mobil sudah menjadi bagian dari tren modifikasi mobil yang memang terus berkembang. Tren ini sebenarnya berlangsung sejak lama, namun sempat meredup. Belakangan kembali mewabah di kota-kota besar termasuk Palembang. Bahkan motifnya lebih variatif, berani bahkan bisa disebut ekstrem. OLEH HENDRA KUSUMA MODIFIKASI mobil, tidak hanya sebatas pada mesin ataupun bodi. Kini modifikasi stiker mobil pun menjadi tren modifikasi dan banyak diminati para penyuka otomotif. Dengan menempel stiker di mobil, akan memunculkan kesan tersendiri terhadap mobil. Tentunya, kesan itu bermuncul dari pilihan desain stiker yang dikehendaki para pemilik kendaraan. Jika di wilayah Jakarta, kerap terlihat mobil-mobil bertempel stiker yang lebih variatif bahkan hingga full body, berseliweran hampir tiap menit, tidak demikian di kota Palembang. Pemilik kendaraan di kota pempek dan sekitarnya ini, lebih memilih stiker kecil seperti tulian-tulian atau gambar tertentu, diantaranya Harley Davidson yang dipasang di mobil milik Augie Bunyamin, Direktur Swarna Dwipa atau stiker Sherif di kaca belakang. Tetapi ada juga yang full body seperti mobil Honda City milik Bobby Satria, bek Sriwijaya FC yang semuanya didominasi warna kuning atau pilihan tribal dengan motif api menyala di body samping pada mobil milik Isnan Ali. Mobil dengan modifikasi

stiker baik yang hanya sebatas stiker atuapun hingga full body akan terlihat jika ada even otomotif, pameran ataupun ada acara perkumpulan otomotif atau komunitas tertentu. “Kesan sporty, elegan, dan bisa pula sebagai ekspresi diri,” kata Isnan, mantan pemain Sriwijaya FC yang kini bermain untuk Persib Bandung. Isnan adalah anggota VIP

Palembang, klub dan komunitas kendaraan pimpinan Anwar Saleh. Meski jarang ke Palembang, tetapi Isnan kerap menyempatkan diri bergabung bersama komunitasnya di Palembang. Maklum dua musim Isnan bersama SFC. Isnan adalah penyuka otomotif. Bus Umum Menempel stiker di kota Palembang sebenarnya cukup digemari, mulai dari mobil pribadi, angkot, bus kota bahkan para anak muda yang rata-rata memiliki sepeda motor. Bahkan, angkot dan bus kota Palembang kerap memasang stiker lebih ekstrem dengan desain warna yang mencolok. Umumnya bengkelbengkel besar di Palembang seperti Gemilang di Jl Kol Atmo kerap menerima orderan memasang stiker untuk mobil pribadi, tetapi beberapa galeri variasi di tempat lain seperti di Jl Letkol Iskandar, Jl Merdeka dan beberapa lokasi lainnya, lebih banyak meneri-

SRIPO/ZAINI

MOTIF KARTUN — Stiker motif kartun di bus kota banyak ditemui.

SRIPO/ZAINI

ONE VISION — Stiker one vision, stiker yang sering digunakan untuk promosi.

Tahan Lima Tahun BAGI penyuka seni mamasang stiker pada mobil atau jenis kendaraan lainnya, tidak perlu khawatir jika mobilnya rusak atau khawatir stiker yang sudah dipasang itu, cepat rusak karena panas atau hujan dan cuaca ekstrem sekalipun. Menurut Acin, pemilik kendaraan mengatakan, untuk daya tahan stiker relatif bertahan lama, untuk stiker cutting misalnya mampu bertahan 5 tahun lebih. Sedangkan untuk stiker printing daya tahannya 1,5 tahun lebih. Jika ingin lebih bertahan lama bisa menggunakan pelapis. Sedangkan untuk kelekatannya, Anda juga tidak perlu kuatir, sebagian besar stiker telah menggunakan lem kering. Dengan lem kering stiker tidak akan lengket dengan cat body sehingga tidak akan merusak cat jika dilepas dari body. “Fungsinya juga bisa melindungi bodi aslinya, karena ada lapisan yang melindunginya,” ungkapnya. Sementara untuk kisaran harga relitas terjangkau, stiker biasanya berkisar antara Rp100 ribu-Rp200 ribu bahkan ada pula hingga jutaan rupiah tergantung media dan desain yang digunakan. Sementara untuk stiker full body belum basi dan masih banyak yang pakai black matte full body. Biaya melapis berkisar Rp 3,5 juta sampai Rp 6,5 juta dengan masa pengerjaan 4 hari.”Tergantung tingkat kesulitan dan luas bidang mobil,” urai Acin. (hendra)

ma orderan dari para pemilik angkot. Mulai sekedar nama tulisan rute, logo klub SFC, hingga motif elang atau hewan lainnya dengan latar belakang api atau pun air. Edi, pemilik variasi di Jl Merdeka misalnya kerap menerima orderan dari pengendara sepeda motor, angkot dan buskota. Sementara mobil pribadi ada beberapa saja. “Jika ada dari mobil pribadi, biasanya desainnya cukup sulit dan unit, butuh waktu untuk membuatnya sekitar satu atau dua hari,” jelas Edi. Hal serupa juga diungkapkan Acin, pemilik variasi di kawasan 1 Ulu, permintaan angkot dan bus kota lebih banyak dan relatif mudah, karena motif dan coraknya sudah umum, sementara permintaan dari mobil pribadi juga cukup banyak dan biasanya desainnya lebih sulit. “Ada desian yang ingin

menampilkan kesan garang, atau pun feminim tinggal pilih desain dan warna stiker yang cocok,” jelasnya. Sementara itu, tingginya permintaan bisa dilihat dari penjualan dan permintaan peminatnya. Untuk sekarang ini, motif stiker yang banyak diminati adalah motif tribal dan animal. Seperti terlihat permintaan pembeli dari Toko dan Galeri Global Raja Striker yang menjadi pusat penjualan stiker dan bahan pembuat stiker yang berada di Jl Jenderal Sudirman dan Jl Veteran serta di kawasan Kenten. Menurut Dian, staf Global Raja Striker untuk stiker lebih banyak untuk kendaraan sepeda motor, tetapi ada juga untuk mobil yang memang disediakan secara khusus. Tetapi biasanya jika ada pesanan maka Jo, pimpinan Global yang akan mendesain.”Biasanya Koko Jo yang

mendesainnya,” katanya. Pembuatan 3-7 Hari Sejauh ini, motif tribal dan animal sendiri banyak diminati, sebab banyak variasinya. Selera pembeli biasanya yang menentukan mau memilih vasiasi yang mana. Motif animal dan tribal desainnya berupa gabungan. Ada yang desainnya berbentuk elang dengan latar belakang nyala api, atau hanya sekedar nyala api saja. Menurut Dian, proses pembuatan stiker sendiri tidaklah rumit. Pelanggan bisa membawa desain atau rancangan desainnya sendiri, tapi bisa juga sekalian pesan desain. Jika desain selesai, maka selanjutnya adalah proses produksi pembuatan striker di mesin produksi. Setelah itu, stiker siap dipasang di mobil sesuai dengan bentuk desainnya. “Proses yang dibutuhkan untuk semua itu sekitar 3 hari sampai seminggu, tergantung desainnya,” jelasnya. Di tempat terpisah

SRIPO/ZAINI

LEBIH GAGAH — Mobil sedan dengan stiker fullbody terlihat lebih gagah di parkir di Taman kambang Iwak.

Acin mengatakan, biasanya ada dua macam stiker yang kerap menjadi pilihan para pemilik kendaraan yakni, stiker model cutting dan printing. Stiker cutting lebih keterampilan atau seni memotong bahan stiker yang tersedia. Biasanya, si perancang lebih banyak mengandalkan kemampuan memadukan corak warna yang solid dengan warna asli stiker itu sendiri. Sedangkan printing lebih ke seni desain menggambar, karena stiker printing berupa hasil printing dari gambar yang didesain. Selain cutting dan printing ada pula jenis stiker seperti one way vision, stiker

ini sebenarnya variasi dari stiker printing tapi berbeda media dan fungsinya. One way vision biasanya ditempel di kaca mobil, sesuai dengan namanya jika ditempel one way vision maka kaca hanya bisa tembus pandang dari dalam mobil sedangkan dari luar mobil tidak bisa melihat yang di dalam mobil. One visian biasa lebih banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin mengenalkan produk-produk tertentu atau sarana promosi gratis bagi para calon bupati atau gubernur di Pilkada.”Harga juga terjangkau biasanya Rp170 ribu tetapi bisa lebih,” jelasnya. ***


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

11

Japanese Food Ala Horison

B

AGI pecinta makanan Jepang, Food and Beverage Hotel Horison Palembang menyuguhkan menu bar Japanese Food di Malabar Coffee Shop. Hidangan berupa Ramen, yakni mie tradisi Jepang yang biasa disebut Chuka Soba atau Shina Shoba. Beberapa waktu lalu, tim lemak nian oi berkesempatan mencoba dua menu yang menjadi favorit pengunjung. Yakni Stamina Ramen, berupa Ramen daging sapi dengan sayuran dalam kaldu stamina. Serta Gioza Ramen, berupa Ramen dengan pangsit Gioza dan kaldu stamina. Bahan dasar Stamina Ramen dan Gioza Ramen hampir sama, yakni Ramen berupa mie berwarna kuning yang terbuat dari terigu pilihan. Dengan kuah kaldu yang terbuat dari rempah alami. Serta diperkaya irisan sayuran, berupa daun bawang, sawi putih gulung, wortel, jagung manis, wakamo Rumput Laut kering. Namun yang membuat keduanya berbeda yakni Stamina Ramen diberi daging sapi yang dipotong tipis.

Sedangkan Gioza Ramen ditambah pangsit berisi daging ayam cincang yang sudah dibakar. Tak perlu menunggu lama, sang koki kemudian keluar khusus mengantarkan japanes food tersebut untuk tim lemak nian oi. Pertama kali melihat, cara penyajiannya begitu unit. Stamina Ramen dan Gioza Ramen, dihidangkan dengan cara dimasukan di mangkuk panas yang terbuat dari batu. Istilah keren penyajian ini disebut Japanese Hot Stone Bowl Ramen. Tim lemak nian oi pun tidak sabaran untuk

paduan bumbu kaldunya begitu terasa. Daging yang sudah dipotong tipis sangat lembut saat dikunyah. Sangat pas dimakan berbarengna dengan Ramen. Aneka sayuran di dalamnya pun tampak segar. Sama halnya ketika tim lemak nian oi mencoba Gioza Ramen, karena bahan yang digunakan hampir sama. Hanya yang membedakan, terdapat pangsit bakar di atas ramennya. Ketika digigit, ternyata pangsit tersebut berisi ayam cincang. Rasanya begitu nikmat, terutama jika dibareng dengan kuah kaldu. Untuk menyegarkan tenggorokan setelah menyantap Stamnia

Stamina Ramen mencoba. Sasaran pertama yakni Stamina Ramen. Aroma kuah kaldunya pun sudah menyebar, hingga kian menggugah selera. Ketika berada ditenggorokan, rasanya

Ramen atau Gioza Ramen, Malabar Coffee Shop Hotel Horison Palembang juga menyediakan Beat Juice. Juice ini berhasiat menghilangkan kolesterol setelah menyantam

Cara membuat Goza Ramen BAHAN

CARA MEMBUAT

■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■

■ Mie Kuning Jepang Direbus ■ Campurkan Hiasan Sawi Gulung dibulung dengan wortel, Jagung Manis, Wakeme Rumput Laut Kering, Asparagus Kaleng, Daun Bawang dan Kama Boko/Kani Stic ■ Bungkus Ayam Cincang dengan Kulit Lumpia ■ Sajikan selagi hangat.

Mie Kuning Jepang Hiasan Sawi Gulung dibulung dengan wortel Jagung Manis Wakeme Rumput Laut Kering Asparagus Kaleng Daun Bawang Kama Boko/Kani Stic Ayam Dicincang Kulit Lumpia

Gioza Ramen.

FOTO-FOTO:SRIWIJAYA POST/ZAINI

makanan berlemak. Karena menggunakan bahan dasar yang baik untuk kesehatan. Juice ini lebih enak disajikan dalam keadaan dingin, dan dinikmati setelah menyantap makanan. Menurut Public Relation Hotel Horison, Listiningdiatyas agar memiliki kualitas rasa, pihaknya sengaja mengimpor seluruh bahan langsung dari Jepang. Dengan diolah chief profesional, dijamin rasa yang disuguhkan menggugah selera makan pengunjung. Cara penyajian pun cukup unik dengan Hot Stone Bowl Ramen, yakni dimasukan ke dalam mangkuk panas, yang terbuat dari batu vulkanik. Perlengkapan yang digunakan juga didatangkan langsung dari daerah pegunungan Jepang, hingga menjaga kualitas rasa yang dihasilkan. Tambah Listingdiatyas, animo masyarakat cukup tinggi untuk menikmati Japanes Food yang mereka sajikan. Bagi yang ingin mencoba, ia mempersilakan untuk datang langsung ke Malabar Coffee Shop, yang ada di Hotel Horison Palembang. (tommy sahara)

Beet Juice


12

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Opera “Barracuda” Makin Gesit Jelajahi Web OSLO,SRIPO — Tak mau kalah dengan pengembang browser lainnya, Opera Software pun, Selasa (12/4/2011) meluncurkan browser teranyarnya Opera 11.10 yang diberi nama kode Barracuda. Browser versi anyar ini menekankan pada perbaikan dari dua fitur Opera yang disebut-sebut paling banyak digunakan yakni Speed Dial dan Opera Turbo sehingga semakin gesit menjelajah web. Fitur Opera Turbo di Opera 11.10 diklaim dapat mendorong kecepatan penjelajahan web sampai empat kali atau bahkan lebih dibanding versi sebelumnya. Di versi terdahulu, terkadang hal ini dapat mempengaruhi kualitas gambar. Sekarang, pada browser Opera 11.10, kualitas gambar secara keseluruhan telah diperbaiki. “Di lab pengujian kami dengan menggunakan kecepatan internet yang lambat, Opera Turbo yang baru dapat menghasilkan halaman dengan rata-rata 54 persen lebih kecil dan hampir 40 persen lebih cepat daripada tidak menggunakan Opera Turbo,” demikian rilis pers Opera yang diterima Kompas.com. “Fitur Opera Turbo merupakan fitur yang sangat penting untuk siapapun yang gemar travelling, atau mempunyai masalah dengan koneksi internet yang lambat,” ujar Jan Standal, VP Desktop Product, Opera Software. ôDengan mengecilkan ukuran halaman, dapat membuat penjelajahan web menjadi lebih cepat. Jadi, walaupun anda sedang berada di Starbucks di San Francisco atau menggunakan modem 3G di Sri Lanka, Opera Turbo akan memberikan anda pengalaman penjelajahan web yang lebih baik.” Selain itu, Speed Dial memudahkan pengguna cepat mengakses situs favorit anda. Browser yang baru ini akan menyediakan speed dial yang tidak terbatas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pilihan tata letak terbaru dan fitur zoom slider di menu konfigurasi yang telah diperbaiki membuat penggunanya dapat mengatur Speed Dial di berbagai monitor. Ketika Speed Dial secara otomatis menyesuaikan dengan layout layar komputer, pengguna dapat menentukan tata letaknya sesuai keinginan. Khusus untuk pengguna Indonesia, Opera hadir dengan ukuran file yang lebih ringan yang membuat Opera 11.10 menjadi lebih cepat dan mudah untuk diunduh. Selain itu telah dilakukan kustomisasi untuk halaman web Indonesia sehingga mempermudah pencarian dan pemakaian Speed Dial untuk konten lokal. Unduh browser Opera 11.10 di http://www.opera.com/. (KC/MG10)

Pesawat Tempur Dikemudikan Pakai Mouse UMUMNYA, untuk menerbangkan pesawat militer berteknologi terkini, para penerbang harus memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus yang tinggi agar dapat memaksimalkan seluruh kemampuan pesawat tempur yang ia tunggangi. Belakangan, sistem tak berawak telah membebaskan pilot dari kewajiban mengendarai pesawat dan melakukan misi tempur berbahaya walau pilot dengan kemampuan tertentu tetap harus berada di kemudi, meski dari jarak jauh. Namun itu akan segera berakhir. Sistem pesawat tempur eksperimen yang sedang dikembangkan angkatan laut AS bersama Northrop Grumman yakni X-47B tidak akan dikemudikan oleh pilot dari jarak jauh. Ia hampir seluruhnya diterbangkan seca-

ra otomatis. Keterlibatan manusia tidak lagi menggunakan kokpit jarak jauh, cukup hanya sebatas mengklik pada mouse saja. “X-47B akan dipiloti tidak oleh manusia dalam kokpit jarak jauh, melainkan oleh 3,4 juta baris kode program,” kata Janis Pamiljans, Vice President Northrop yang menangani teknologi Unmanned Combat Air System Demonstration, seperti dikutip dari Wired, 13 April 2011. Pamiljans menyebutkan, fungsi-fungsi lainnya bisa ditangani oleh personel yang bukan pilot karena mereka hanya perlu sekali klik mouse untuk menyalakan mesin, satu klik untuk memacu pesawat, satu klik untuk tinggal landas, dan lain-lain. Namun demikian, menurut Jaime Engdahl, seorang kapten pilot penerbang

angkatan laut menyatakan, ada satu hal yang perlu dipelajari lebih lanjut yakni mendaratkan pesawat di kapal induk yang sedang berlayar di laut. “Pendaratan seperti ini sangat spesial dan sangat spesifik. Untuk

itu aspek otomatis pada pesawat ini harus disesuaikan dengan tiap kondisi,” ucapnya. Hal lain yang juga perlu diuji coba secara mendalam adalah seputar persenjataan. Sebagai informasi, pe-

sawat ini mampu membawa senjata dengan bobot hingga 2,25 ton. Padahal, kata Engdahl, pesawat ini menggunakan autopilot selama 100 persen durasi penerbangan. (Vivanews.com/mg10)

Mahasiswa ITB Juarai Kompetisi Robot AS SYAWALUDIN Ramatullah, Samratul Fuadi, Aslih Damaetri dan Dody Suhendra merupakan empat mahasiswa ITB yang mengharumkan Indonesia dalam kompetisi robot internasional di Amerika Serikat pada 9-10 April 2011 lalu. Dua tahun mereka habiskan untuk menciptakan robot pemadam kebakaran yang dinobatkan sebagai juara. Syawaluddin menjelaskan riset robot ini dimulai sejak akhir 2008 dan menghabiskan dana riset hingga Rp 60 juta. Sedangkan dana untuk membuat robot berkaki enam menghabiskan biaya Rp 20 sampai 40 juta. “Biaya membangun robot yang hitam menghabiskan biaya Rp 20

juta sedangkan yang merah Rp 40 juta. Yang merah memang lebih mahal karena kualitas perangkatnya lebih bagus,” ucap Syawaluddin, di Bandung, Kamis, 14 April 2011. Kedua robot ini menggunakan prosesor Atmell sebagai micro controller atau “otak” dari robot tersebut. Program-program seperti gerakan dimasukkan ke dalam prosesor tersebut. Robot-robot ini menggunakan prinsip kelelawar untuk bergerak. Untuk sensor gerak, kedua robot tersebut memancarkan suara ultrasonik, pantulan dari suara tersebut akan diolah robot untuk mengukur jarak ruangan agar tidak menabrak.

Sedangkan untuk melacak sumber api, kedua robot tersebut dipasang sensor ultraviolet dan infrared masing-masing sebanyak lima buah. Sedangkan untuk engsel kaki bergerak, kedua robot menggunakan motor servo yang diimpor dari Singapura. “Motor servo itu satunya mencapai Rp1,1 juta. Sedikitnya satu robot membutuhkan 22 motor servo untuk bergerak dan sebagiannya untuk cadangan. untuk motor servonya saja sudah sekitar Rp 22 juta sendiri,” jelas Syawaluddin. Kusprasapta Mutijarsa, pembimbing tim robot Indonesia menjelaskan, kedua robot tersebut harus diset ulang setibanya di Amerika. Perbedaan cuaca yang

signifikan antara Indonesia dengan Hartford, Connecticut, Amerika Serikat membuat sensor-sensor tersebut harus dioprek. “Sewaktu tiba di Amerika, sensor sempat macet karena perbedaan suhu. Perbedaan suhu sedikit saja berpengaruh terhadap sensor robot untuk mencari sumber api. Untuk itu selama dua hari waktu sebelum bertanding kami melakukan setting ulang terhadap sensor dan melakukan latihan di kamar hotel,” ungkap pria yang biasa disapa Sony ini. Samratul Fuadi, mahasiswa lain dalam tim robot ITB mengaku, setibanya di Amerika Serikat, mereka sempat minder melihat robotrobot yang menjadi pesaingnya

dalam kontes tersebut. Fuadi bahkan melihat kontingen dari Portugal membuat robot unik yang menggunakan iPhone sebagai prosesor dan sensornya. “Robotnya unik dan canggih karena menggunakan iPhone tapi ternyata saat bertanding gagal menjalankan misinya. Kelebihan robot kami lebih cepat berjalan dan bergerak presisi, mungkin karena risetnya selama dua tahun,” ucap Fuadi. Zarqun, merupakan robot generasi ketiga sedangkan Yaqun merupakan robot generasi keempat yang khusus dibuat untuk mewakili Indonesia di kontes tersebut. (VIVANEWS.COM/MG10)


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Menggagas Museum Lapangan di Pagaralam P

emerintah Kota (Pemkot) Pagaralam berencana membuat museum lapangan (Sripo 4 April 2011). Rencana itu akan segera direalisasikan pada tahun 2012. Tujuan pembuatan museum ini untuk mengumpulkan tinggalan megalitik yang tersebar di Kota Pagaralam dalam satu tempat dan melindunginya. Kota Pagaralam menyimpan ratusan bahkan ribuan tinggalan tradisi megalitik atau tinggalan batu-batu besar. Hasil budaya ini berkembang setelah mulai dikenalnya penggunaan logam dari masa perundagian. Budaya tradisi megalitik tersebar pada sebuah lembah, antara Gunung Dempo dan Perbukitan Gumay. Dalam kasanah ilmu pengetahuan, hasil budaya di lembah ini terkenal dengan sebutan Budaya Pasemah. Tinggalan tradisi megalitik Pasemah, terdiri dari dolmen (meja batu), menhir (batu tegak), lumpang dan lesung batu, batu dakon, bilik batu, arca megalitik, dll. Hasil budaya manusia bari tersebut tersebar di perbukitan, perkebunan, persawahan, di tengahtengah permukiman, pinggir danau kecil/kolam maupun aliran sungai. Dengan letaknya yang menyebar, menyulitkan untuk dilakukan inventarisasi, terutama upaya pelestariannya. Kondisi ini rawan terjadi pengrusakan dan pencurian, terhadap tinggalan yang tak ternilai harganya tersebut. Alasan inilah, mungkin yang melatarbelakangi Pemkot Pagaralam untuk membuat museum lapangan. Museum lapangan adalah museum yang merupakan suatu kompleks luas yang terdiri dari model-model tinggalan (artefak). Tinggalan tersebut, baik yang asli dan telah dipindahkan dari asal daerahnya semula, maupun tiruan sebagai koleksi pelengkap. Keberadaan museum lapangan bertujuan memelihara dan melestarikan keaslian, seni, dan teknologi

13

SAJAK-SAJAK Moh. Syaiful Bahri

Sumber Nuri Masih ingatkah kau saat fajar pagi baru terbit Saat burung berkicau merdu menyambut pagi Ku selalu melihat keindahanmu Ke dalam penuh misteri, mitos dari nenek buyut Bahwa kau tertulis dengan tinta darah Dari para pendahulu yang sekarang masih harum Mata airmu pancarkan penasaranku Mencebur dalam diri yang penuh dosa Walau terkadang banyak onak dan duri Untuk merengkuh kenikmatan itu Anak kecil sepermainan bergairah memandangmu Menumpahkan segala kepenatan hidup dalam sisa nafas Menumbuhkan sebuah nama dalam masa Orang tua pun larang anak kecil mereka Untuk mencicipi telaga itu Apakah itu semua punya nenek moyangnya? Tidak mungkin, nenek moyang zaman batu telah mati Bersama ego dan sifat kekanakannya Karena bagiku kau adalah darahku Yang akan menyambung pertalian jiwa dengan hari esok Setelah semua orang tahu Dulu kau selalu memberikan aura kesejukan Di tengah harapku akan hadirmu di sini Menemani petang batangku

Selalu Merindu Kuberjalan menelusuri lorong-lorong rumahmu Menyingkap belukar, menerjang tabirmu Tak dapat menemukan apa-apa Haruskah aku lampiaskan kesedihanku pada waktu? Padahal aku mabuk kepayang dibuatnya Hatiku menaruh beban berkepanjangan Sebab hati yang tidak bisa bicara

IST

Arca Batu Orang di Pagaralam.

BUDI WIYANA Arkeolog tinggal di Palembang

artefaknya. Dalam konteks museum lapangan Pagaralam, yang dimaksud artefak adalah tinggalan megalitik. Dari pengertian di atas, museum lapangan atau museum terbuka, sebaiknya didirikan pada suatu lokasi yang terdapat banyak tinggalan yang akan dilestarikan. Pembuatan museum lapangan di luar lokasi tinggalan megalitik, akan menghilangkan konteks artefak tersebut. Artefak yang kehilangan konteksnya, akan menyulitkan untuk mengenali asal-usul, lingkungan sekitar, maupun korelasi antar satu artefak dengan artefak lainnya. Faktor konteks temuan harus diperhatikan. Museum lapangan, diharapkan bukan semata-mata menjadi tempat mengumpulkan artefak dari berbagai tempat pada satu lokasi. Kalaupun harus memindahkan temuan di

museum lapangan, sebaiknya diutamakan pada temuan lepas atau temuan yang telah kehilangan konteksnya. Pembuatan museum lapangan dapat dilaksanakan dengan menerapkan konsep akomodatif, partisipatif, transparan, dan integratif. Akomodatif artinya kegiatan ini diharapkan mampu menampung beberapa masukan dan kepentingan. Konsep partisipatif diharapkan melibatkan stakeholder, transparan (diketahui publik), dan integratif (mensinergikan beberapa kepentingan). Keberadaan tinggalan megalitik Pasemah, dapat dilihat dari kepentingan akademis, ekonomis, dan ideologis. Dengan ketiga kepentingan tersebut, diharapkan kehadiran museum lapangan dapat mengakomodir dan mensinergikan aspek penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan.

Budaya Pasemah dengan berbagai jenis tinggalan megalitiknya, merupakan lahan ilmu pengetahuan yang tiada terhingga. Maka tidaklah mengherankan, apabila para peminat seni, budaya maupun peneliti dari luar maupun dalam negeri, telah mulai mengarahkan pandangannya di tempat ini. Ullman - seorang Letnan Infantri Belanda, paling tidak sejak tahun 1850 telah melaporkan temuan Budaya Pasemah. Karena itu, aspek penelitian menjadi perhatian dengan dibangunnya museum lapangan. Aspek pelestarian berkaitan erat dengan keawetan, perlindungan, dan kontinuitas artefak (obyek) maupun situs (lokasi). Aspek pemanfaatan berhubungan dengan pengembangan ke depan, salah satunya sebagai objek wisata. Situs Megalitik Untuk memilih suatu lokasi menjadi museum lapangan, salah satu di antaranya dengan mengambil atau menetapkan salah satu situs kompleks megalitik. Banyak situs megalitik yang bisa

menjadi alternatif pilihan, di antaranya Tegurwangi, Belumai, Tanjungaro, Tebatsibentur, Banuakeling, dll. Pada beberapa situs tersebut banyak terdapat variasi tinggalan megalitik dan merupakan situs permukiman masa lampau. Dengan mengambil salah satu lokasi, konteks dan keaslian tinggalan akan tetap terjaga. Pilihan ini lebih baik, daripada harus mencari lokasi baru, yang sama sekali tidak terdapat tinggalan megalitiknya. Sebelum pembuatan museum lapangan dilaksanakan, ada baiknya didahului dengan inventarisasi tinggalan artefak (terutama megalitik) di Pagaralam. Inventarisasi sangat penting untuk membuat database seluruh tinggalan megalitik di Kota Pagaralam. Dari database tersebut akan dapat diketahui jenis tinggalan, keletakan, dan persebarannya. Database tinggalan megalitik merupakan acuan, apabila tinggalan tersebut tidak berada pada tempat semula (kehilangan konteksnya).

Cahaya itu tak dapat lagi menyinari hariku Telah tenggelam di ufuk penghabisan Usahaku tak berarti apa-apa Untuk menarik ulur terangnya kembali Berharap waktu cepat berlalu Agar aku segera menyapa hangatnya lagi Tak sabar rasanya meyambut esok Bersua dengan sinar harapan hati Meski aku tahu sinarnya yang semakin redup Atau bahkan akan hilang selamanya

Mimpi di Hari Esok Dingin mencekam Mata yang kian malang Ku harus membunuhmu pergi Membuangmu jauh Mengusirmu Hanya demi esok Merekah berbunga harum

Baktiku Untukmu Andai waktu secepat angan Tentu tak banyak tetes rinai hatimu Membasahi pipi lesungmu Demi senyum sunggingku Kau taruhkan dunia Di teduh sejuk rona wajahmu Tersimpan gelombang yang besar Lebih bebesar dari nistaku padamu Tak sebanding dengan hatimu Saat ku sadar riak kicauku meretakkan permata indahmu Dengan kokohnya kau menahannya Lembutmu menggugurkan semua Bersama ini Bersama hinaku


14

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Eksotisme Pantai Panjang Bengkulu B

ANYAK cara untuk menghilangkan penat setelah sibuk bekerja. Ada yang memilih hangout bersama teman-teman, berbelanja, atau pun berkumpul dan berlibur bersama anggota keluarga. Waktu libur yang tersedia, benar-benar dimanfaatkan untuk merilekskan diri agar bisa fress lagi saat kembali menjalani rutinitas.

Jika Anda termasuk salah satu penyuka liburan di pantai, ada baiknya mencoba untuk berkunjung ke Pantai Pajang yang berada di Bengkulu. Pantai Pantai panjang sangat cocok dijadikan tempat refresing dan bersantai, terutama bersama keluarga. Keunikan objek wisata andalan provinsi Bengkulu ini terletak pada panorama yang disajikan, serta hamparan pasir putih yang bersih dan berkilauan jika

terkena sinar matahari. Pengunjung juga dapat melihat indahnya matarahi terbenam (Sunset), serta hamparan samudra Indonesia yang terbentang luas. Pengunjung akan dimanjakan kondisi pantai yang landai, dengan air yang bersih dan bening. Hamparan pasir putih nan luas dengan butiran pasir yang halus. Ditambah lagi dengan semilir angin pantai yang segar, membuat pengungunjung tidak jemu

berkunjung. Selain itu pantai Panjang memiliki panjang sekitar 7 KM, dengan jarak antara garis pasang dan surut sekitar 500 meter. Pantai Panjang merupakan salah satu pantai terpanjang di Indonesia. Keunikan lain yakni banyaknya pohon cemara laut , yang tumbuh di sepanjang bibir pantai. Cemara laut merupakan salah satu tumbuhan yang dilindungi dan dijaga kelestariannya. Pengunjung yang

datang juga bisa melihat ke indahan matahari terbenam, serta memandang hamparan samudera Indonesia yang membentang luas. Untuk menuju Pantai Panjang tidak terlalu sulit, karena letaknya hanya 3 KM dari pusat kota Bengkulu. Pengunjung yang membawa mobil sendiri pun bisa langsung menuju ke pantai. Sedangkan bagi yang menggunakan sarana transportasi umum, dapat menggunakan angkot yang sudah banyak tersedia. Karena dari pusat kota, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk tiba di Pantai Panjang. Di lokasi objek wisata Pantai Panjang, sudah tersedia beberapa fasilitas penunjang untuk memanjakan pengunjung. Seperti Shalter, Rumah makan, Cottages, tempat hiburan, hotel berbintang serta maal. Wisata-

FOTO-FOT:IST

wan yang datang dijamin betah untuk berlama-lama, untuk menikmati indahnya panorama alam di Pantai Panjang. Di sepanjang bibir pantai, juga sudah dibangun jogging track. Masyarakat serta Wisatawan biasa menggunakannya sebagai satu

sarana therapy, untuk berbagai macam penyakit. Terutama untuk melancarkan peredaran darah. Jadi jangan heran, jika pada sore dan pagi hari, banyak sorang bertelanjang kaki, berjalan di atas joging track tersebut. (mg10/berbagai sumber)


SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

15

Lima Tipe Pria Perlu Dipacari ■ Sebelum Menikah I kissed a bunch of frogs before I found my prince. Begitu kata Britney Spears suatu kali. Ia berusaha menyampaikan bahwa ia pernah menjalin hubungan dengan beberapa pria yang tidak tepat sampai akhirnya menemukan pria idamannya. Anda pun mungkin tak akan menemukan Mr Right bila Anda belum pernah berhubungan dengan Mr Wrong. Bagaimana Mr Right dan Mr Wrong itu, tentu tergantung masing-masing pribadi. Bergonta-ganti pacar memang tidak baik, tetapi juga tidak selalu buruk. Anda hanya perlu membuka diri untuk menerima pria-pria yang sebenarnya bukan tipe Anda ini. Sebab dengan menjalani hubungan bersama mereka, Anda akan mempelajari sesuatu atau mengambil hikmah tertentu. Berikut ini lima tipe pria yang perlu Anda kencani sebelum Anda memilih Mr Right yang Anda anggap memenuhi semua kriteria Anda dan menikahinya. Siapa tahu, salah satu dari lima tipe ini ternyata memang “the one” yang Anda cari!

1

.Pria yang sama sekali bukan tipe Anda Tidak semua pria akan langsung memikat hati Anda meskipun ia bertam-

pang seperti Bradley Cooper. Entah karena penampilannya kelewat rapi (buat Anda) atau karena ia tidak memiliki kesamaan apa pun dengan Anda. Anda berpikir, “Enggak mungkin deh pacaran dengan pria seperti ini!” Namun entah kenapa, berdekatan dengannya membuat Anda sedikit deg-degan. Kalau sudah begini, lupakan saja dulu syarat-syarat yang Anda ajukan ketika mencari pasangan. Coba saja jalani hubungan Anda, hidup toh hanya sekali.

2

. Pemain band Yang dimaksud di sini bukan pemusik band-band pop atau rocker, melainkan seorang pemusik yang terlatih, atau pemain band yang beraliran seni. Soalnya menurut sebuah penelitian dari Northwestern University, pria yang telinganya terlatih untuk mendengarkan musik biasanya juga menjadi pasangan yang sensitif. Kata kuncinya di sini adalah “terlatih”, artinya pernah belajar musik secara khusus. Jadi, jangan berkencan dengan seorang pemain musik yang akan segera mendepak Anda ketika bandnya mulai tenar.

3

. Pria yang sukses Inilah pria yang hidup-

nya direncanakan dengan cermat. Ia membuat keputusan-keputusan yang matang mengenai hidupnya, sangat serius menata kariernya, dan dalam usia mudanya kini sudah mencapai jabatan cukup tinggi di perusahaan. Ia membuatnya dirinya sukses tanpa campur tangan orangtua, dan selalu memproyeksikan dirinya untuk mencapai tujuan. Pria seperti ini akan membuat Anda penasaran, bagaimana kira-kira sisi lain pribadinya? Bagaimana ia berinteraksi dengan anakanak? Hangatkah ia di ranjang?

4

. Pria asing Pria asing, baik yang berkulit terang maupun gelap, pasti memiliki budaya yang sangat berbeda dengan Anda. Justru, inilah yang sebenarnya membuat hubungan menjadi penuh kejutan. Apakah ia lancar berbahasa Inggris? Apakah ia tipe yang menghargai budaya orang lain? Temukan pria-pria seperti ini di pusatpusat kebudayaan, acaraacara seni, atau aktivitas sosial lainnya. Dengan pria berkebangsaan asing, Anda akan belajar untuk memahami perbedaan.

5

. Bartender Bartender memiliki hubungan yang dekat dengan

Konsultasi Psikologi

ANDA memunyai masalah keluarga atau pribadi. Silakan hubungi rubrik tanya jawab psikologi yang disediakan Sripo bekerjasama dengan Biro Psikologi Potensia dan WCC Palembang. Kirim pertanyaan Anda ke redaksi Sripo melalui fax ke nomor 0711 312888. Bisa juga melalui email telly_siwi@yahoo.co.id atau vandasripo@gmail.com. Atau ke nomor 08127890580.

Diasuh oleh: Telly P Siwi Zaidan, Psikolog

Sering Inkar Janji Ibu Sri Yth. Nama saya Vivi. Saya siswa kelas 2 SMA. Saya mempunyai teman yang gemar sekali membatalkan janji. Saya dan teman-teman lain sering sekali dibuat kecewa oleh ulahnya. Yang lebih mengesalkan lagi bu, seringkali pembatalan janji tanpa pemberitahuan sehingga kadang-kadang saya dan teman-teman sudah menunggu lama tetapi dia tidak datang. Bagaimana ya bu cara mengadapi teman yang seperti ini? Mohon sarannya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak. Vivi-Palembang Jawaban: Ananda Vivi yang baik, memiliki te-

man yang gemar membatalkan janji memang sangat menyebalkan, apalagi bila pembatalan dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ananda Vivi dan teman-teman yang lain jangan segan untuk memberi teguran, tentu saja dapat dilakukan dengan cara yang halus atau bernada bercanda agar tidak menyinggung perasaannya. Selanjutnya Vivi dan teman-teman dapat belajar dari pengalaman, bila membuat janji dengan tersebut sering-sering mengkonfirmasi untuk menghindari dia lupa atau bisa memperoleh kepastian mengenai kehadirannya dalam acara yang Vivi dan teman-teman adakan. Semoga dapat membantu salam manis.

tamu-tamunya. Ia tahu tempat-tempat hangout yang asyik dan ia menerima beragam cerita dari ribuan tamu yang menghabiskan uang untuk minuman yang dibuatnya. “Bar itu seperti cermin satu sisi. Saya bisa berjarak 20 sentimeter saja dari orang-orang saat saya menyiapkan minuman dan mereka terus saja berbicara. Saya bisa mendengar semuanya,” kata seorang bartender. Oleh karena itu, bartender umumnya juga lebih mampu memahami wanita. Ia tahu apa yang mereka inginkan, atau pendekatan seperti apa yang harus dilakukan, karena banyaknya waktu yang ia dapatkan untuk berbicara dengan mereka. Hubungan dengan beberapa pria yang tidak tepat sampai akhirnya menemukan pria idamannya.

Tujuh Rahasia Perempuan Langsing ANDA sirik enggak, sih, melihat teman Anda yang selalu terlihat ramping? Padahal, mereka tidak terlihat repot berdiet atau olahraga untuk mempertahankan berat badannya. Sebenarnya, mereka bisa tetap langsing bukan sekadar karena gen, tetapi juga karena kebiasaan-kebiasaan mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan kecil dan seolah tanpa upaya (seperti yang dilakukan perempuan-perempuan langsing ini) yang terjadi setiap hari, bisa membuat berat badan turun perlahan dan berkelanjutan. Artinya, tidak menjadi diet yo-yo di mana berat badan cepat turun dan cepat naik lagi. Yuk, kita lihat saja bagaimana kebiasaan mereka.

Senang minum teh Teh memiliki kandungan catechin, antioksidan di dalam teh yang mempercepat pembakaran kalori. Perempuan yang mengasup catechin dalam level tertinggi berat badannya cenderung akan berkurang selama 14 tahun, daripada mereka yang jarang minum teh. Menurut studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, kandungan catechin tertinggi ada pada teh hijau dan teh putih. Memilih makanan rumahan Cobalah menu hidangan ala dapur orang Jepang, yang banyak menyajikan masakan dari ikan, sayuran, nasi, kedelai, mi, teh, dan buah. Semuanya diolah dengan cara sederhana. Cita rasanya yang khas berasal dari minyak kanola, bawang, wortel, dan bokchoy. Tetapi, kurangi sodium (yang merupakan kandungan dalam garam), begitu saran Lilian Cheung, RD, DSc, Direktur Health Promotion and Communication di Department of Nutrition, Harvard School of P u b l i c Health.

Rutin sarapan The American Journal of Clinical Nutrition melaporkan, orang yang terbiasa sarapan cenderung memiliki lingkar pinggang 5 cm lebih kecil daripada mereka yang enggan sarapan. Sarapan bisa mendorong metabolisme, menyebabkan Anda mengurangi produksi enzim yang meningkatkan kolesterol. Nikmati makanan Anda Makan dengan perlahan bisa membantu Anda untuk tetap kurus. Mereka yang membutuhkan waktu 30 menit untuk mengonsumsi semangkuk es krim akan menciptakan lebih banyak hormon “kenyang” daripada mereka yang terbiasa makan dengan cepat, demikian hasil penelitian yang dimuat di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Saat bersantap, hindari sambil nonton TV agar Anda bisa berkonsentrasi dengan makanan lezat yang ada di hadapan Anda. Biasakan melakukan hal yang rutin Misalnya, makan pada jam yang sama setiap hari. Para peneliti dari Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, mendapati pada tikus yang makan sesuai jadwal dan berpuasa selama 12 jam pada malam hari, livernya mengaktifkan gen yang membakar lebih banyak gula dan le-

mak. Percobaan ini memang tidak diujikan pada manusia, namun jika membiasakan diri untuk makan malam pukul 19.00 tiap malam bisa membantu menurunkan berat badan, kenapa tidak? Awali dengan air putih Minum dua cangkir air putih sebelum makan akan membantu Anda menurunkan berat badan 2,2 kg lebih banyak daripada mereka yang tidak minum air sebelum makan. Penelitian dari Virginia Tech ini juga mengungkapkan, air bisa membuat Anda kenyang sehingga Anda cenderung mengurangi makanan hingga 75-90 kalori. Untuk memulai kebiasaan ini, coba minum air putih saat Anda masih menyiapkan makan atau menunggu pesanan Anda tiba di restoran. Menimbang badan Menimbang badan ternyata perlu dilakukan secara rutin, setidaknya sekali dalam seminggu. Sebab melihat jarum timbangan bergerak ke kanan bisa menjadi sinyal bahwa Anda perlu mengurangi makan dan mulai berolahraga sebelum berat badan terus naik. Kebiasaan inilah, menurut Minneapolis Heart Institute Foundation, yang membantu Anda untuk mendapatkan berat yang stabil tanpa berdiet. (kc)


16

SRIWIJAYA POST Minggu, 17 April 2011

Santai dengan Minidress K

ONSEP-KONSEP busana santai masih menjadi koleksi yang paling banyak diburu wanita saat ini. Gaya santai tidak selalu kaos dengan paduan celana jins saja. Ternyata gaya santai juga bisa lahir melalui minidress atau terusan panjang yang menutup hingga lutut. Seperti koleksi terbaru milik Fasion Queen. Mereka mengkombinasikan model-model terusan dengan nuansa tabrak warna untuk mempertegas gaya santai. Lihat saja terusan dengan motif garis-garis vertikal warna coklat hitam dan putih terlihat elegan dengan leging biru mengkilap. Atau koleksi minidress hijau berpadu dengan jins biru dongker. Tampilan terlihat lebih gaya dan chic. “Selama ini minidress selalu lekat dengan nuansa-nuansa formal atau suasana resmi. Jenis pakaian ternyata bisa juga dibuat santai, tergantung kita memadupadankannya saja, bagaimana mengkombinasikan bagian atas dan bawah,� kata pengelola Fashion Queen, Isyana, Jumat (15/4). Koleksi ini bisa menjadi inspirasi Anda dalam berbusana, santai namun tetap elegan. (dewi handayani)

n Icha ilding Tiwi da , Paragon Bu : Tika, Queen Model Fashion o 8-9 : N Koleksi Lantai 2 Dwipa warna adi S ib r n P a : d Rias Horison Penata : Hotel ang Lokasi Palemb shion Queen si Fa : Kolek Foto

Sriwijaya Post Edisi Minggu 17 April 2011  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you